Page 1

X/OKTOBER 2016 EDISI XV/OKTOBER 2016

S

! S E B I V T R PO


KATA REDAKSI

PERS MAHASISWA GENERA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN PIMPINAN UMUM GUGUN GUNAWAN PIMPINAN REDAKSI WIDYARINA RAMADHANI REDAKTUR PELAKSANA CETAK DESWITA UTAMI

Tim Editor

NIDA ALYALIVIANTI WAHYU RIANSYAH FAHRI HASSI RAHADIAN N. PRATHAMA FUJI HARTATI ALIAH MENTARI NUR AZIZAH MURAHMANISA

Tim Layout

YULIANA RESTU UTAMI AMMAR MUHTADI ASTARI AVISHA CUT MUTHIA F. FIRDARANI FANNI SILALAHI AZIZAH EIDELITA ARFIANI

Olahraga, tentunya siapapun tak akan asing lagi dengan hal yang satu ini. Kehidupan kita sehari-hari selalu bersinggungan dengan hal tersebut. Berbagai jenis aktivitas olah tubuh yang membuat tubuh menjadi bugar ini selalu memiliki daya tariknya tersendiri. Lari, renang, tenis meja, badminton, sepak bola, terjun payung, dan lainnya memiliki keunikan dan penggemarnya masing-masing. Aura kompetisi dalam olahraga sangat terasa, maka dari itu sportivitas selalu dijunjung tinggi. Pada buletin edisi kali ini, Persma Genera tidak hanya tertarik untuk membahas mengenai olahraga dalam hal keseharian, lebih dari itu Persma Genera ingin membahas lebih dalam mengenai perhelatan besar Pekan Olahraga Nasional yang pada tahun 2016 ini bertuan rumah di Provinsi Jawa Barat. Tak lupa pula peringatan Hari Tani akan kami bahas dalam buletin edisi kali ini. Seperti apa pola pikir mahasiswa dan masyarakat terhadapnya, dimana kerap kali terdapat pandangan sebelah mata terhadap bidang pertanian, serta pandangan dan kegiatan mahasiswa di kampus tercinta kami ini. Semoga sifat sportivitas tidak hanya tertanam dalam olahraga, namun dapat pula tertanam dalam diri setiap individu, karena sportivitas bukan hanya tentang menerima kemenangan atau kekalahan, lebih dari itu, sportivitas adalah tentang menghargai apapun yang dilakukan dan hasil orang lain. Selamat membaca dan menikmati!

Salam hangat, Widyarina Ramadhani

2


ISSUE 1

3


ISSUE 1

4


ISSUE 1

5


ISSUE 2

6


ISSUE 2

7


ISSUE 2

8


ISSUE 3

9


ISSUE 3

10


ISSUE 3

11


PROFIL

OSCAR LOLANG, BERCERITA MELALUI MUSIK FOLK Namanya Oscar Lolang, seorang mahasiswa Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran. Selain seorang mahasiswa, pria asal Bandung ini juga merupakan sesorang musisi yang memilih folk sebagai aliran musiknya.

Eastern Man sebagai salah satu single pertamanya yang menjadi andalan dari Oscar Lolang, bercerita mengenai kisah kekerasan di Papua dan merupakan cerita dari seorang musisi asal Papua tentang kisah pilunya, melalui musik yang dapat didengar oleh masyarakat luas. Singlenya ini memiliki pesan yang dapat diartikan sendiri oleh setiap pendengar yang mendengarkan lagunya. Ia menemukan kisah ini melalui beberapa berita dan kisah-kisah tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dari internet atau buku. Pembuatan lagu Eastern Man sendiri, berawal dari keresahan terhadap kondisi yang terjadi di Papua, kemudian ia membuat framing tentang apa yang akan disampaikannya, menceritakan serta mengolah cerita tersebut dengan musik dan sedikit sentuhan seni dalam lagu tersebut. Mungkin bagi kalian yang sudah mendengar lagu ini akan bertanya apa maksud dari lyric “a mouth like a flower�. Menurut Oscar, hal itu merupakan apa yang dihasilkan dari mulutnya adalah wewangian dan hal-hal indah lainnya meskipun terdapat lara dibaliknya “Karena bunga kan banyak yang tangkainya berduri,� tutur Oscar.

M

usik folk memiliki sejarah yang panjang dan memiliki daya tarik tersendiri, yaitu sejak generasi dulu seperti Zulkarnain, memiliki ciri dengan musiknya yang masih bersifat kedaerahan. Lalu masuk pada generasi trio Bimbo, Leo Kristi, dan Iwan Abdurrachman yang mengawali munculnya lagu-lagu bersuarakan protes dan kidung-kidung yang dekat dengan rakyat. Hingga perkembangan musik folk ini semakin memuncak dengan munculnya musisi legendaris Iwan Fals. Musik folk saat ini banyak bermunculan pada ranah musik indie. Banyak yang mengritik bahwa music folk kurang menarik dan seragam. Namun, menurut Oscar hal ini dikarenakan semangat zaman sekarang baru mulai bermunculan di ranah music pop. Musisi folk favoritnya ialah Jason Ranti, Silampukau, Sisir Tanah, Alvin & I, Bin Harlan, Ari Reda, dan Vira Talisa, karena menurut Oscar mereka adalah musisi yang memiliki konsep yang unik pada karya-karyanya.

12


Cara Oscar untuk mengenalkan musiknya pada masyarakat luas adalah dengan terus produktif dalam menghasilkan karya-karya dan mencari cara untuk menyampaikannya pada publik, seperti meng-upload lagu atau video pada platform sosial media. “Intinya sebar terus sih. Kalau memang lagunya bagus dan ‘dalam’ pasti ada yg apresiasi kok, baik besar atau kecil dan itu penting banget,” ucap Oscar. Untuk karya selanjutnya Oscar menambahkan bahwa karyanya masih akan menggunakan tema seperti pada karya sebelumnya, yaitu gejala sosial yang benar-benar terjadi pada masyarakat dengan penambahan bentuk kisah imajiner. Selain menyalurkan ide-idenya lewat musik, Oscar Lolang juga memiliki keinginan untuk membuat film mengingat kesukaannya terhadap film. Bagi seorang Oscar Lolang, cara untuk menghabiskan waktu luang adalah dengan lebih sering berada di depan laptop, menonton film, membaca artikel, membuka media sosial miliknya, atau melihat hal-hal yang menurutnya aneh dan lucu. Selain itu, saat ini Ia sedang iseng untuk mempelajari bahasa. Ia menuturkan bahwa ide yang ia dapatkan dalam membuat suatu karya datang kapan saja. “Pas ide itu datang, biasa nya ku catet dulu dimana, ntar pas inget, buka catetan, baru seriusin untuk dibikin. Kadang ide juga bisa dipancing kok. Kalau ilang ya antepkeun heula weh. Nanti paling dateng lagi,” ucapnya. Ia optimis bahwa musik jenis ini akan didengar oleh masyarakat lebih luas lagi, karena berdasarkan pengalaman dari orang-orang terdekatnya, mereka mengatakan bahwa dengan mudahnya mereka mengenal serta menikmati lagunya dan karya-karya musik folk lainnya. Meskipun ia memiliki rasa optimis

PROFIL akan musik folk ini, namun dia belum bisa memastikan apakah akan seterusnya bertahan pada genre musik ini untuk selamanya, karena menurutnya “everybody wants to try new things” selain itu, ia juga senang dengan berbagai aliran musik lainnya namun tetap tidak akan meninggalkan aliran musik folk dalam waktu yang lama. Ketika ditanya tanggapannya mengenai PON yang baru saja selesai diselenggarakan di Jawa Barat, sebagai masyarakat awam ia menanggapi bahwa PON kemarin terbilang kacau karena banyak keanehan yang terjadi. Seperti stadion GBLA yang sebenarnya memiliki kualitas bagus namun hanya terpakai untuk acara pembukaan dan penutupan PON, lalu terdapat atlet yang dipukuli oleh tentara, Provinsi Jawa Barat yang telah mendapatkan emas dengan jumlah cukup banyak ketika event PON sendiri belum resmi dibuka, dan masih banyak keanehan lagi. Ia pun memiliki saran terhadap penyelenggaraan PON untuk mengambil tempat di Jayapura dengan alasan kemungkinan untuk terjadinya permasalahan yang sama kembali terulang kecil, karena melihat tensi politis dan sosial yang bergejolak disana mungkin tidak setinggi di wilayah lainnya. “Ayooo dukung PON Jayapura” tambahnya. (LM/Muthia & Hadi)

13


OPINI 1

14


OPINI 1

15


OPINI 1

16


OPINI 2

17


OPINI 2

18


OPINI 2

19


SUARA MEREKA

20


SUARA MEREKA

21


GSLS

22


GSLS

23


SURVEY

24


SURVEY

25


ENTERTAINMENT

26


ENTERTAINMENT

27


PERSMA GENERA Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jln. Raya Bandung Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang Jawa Barat 45363

Official LINE Account : @persmagenera persmagenera persmagenera Genera Persma generapersma.com

Buletin Edisi XV / Oktober 2016  

Issue : Hal Unik dan Menggelitik Selama PON 2016 - Hari Tani Nasional : Generasi Muda, Kemana Perginya Kepedulianmu? - FH dan FEB, Dipatiuk...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you