__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1

NO. 83 • TH. 14 • maret - april• 2020

MA J ALA H

PER H U T A N I

BISNIS RIMBA

Jateng Valley

dan Visi Bisnis Perhutani Bersama Pemprov Jateng WISATA RIMBA

Di Brujul Adventure Park, Adrenalin Terpacu Warisan RIMBA

Ada Warisan Adat Budaya Luhur

di Jalawastu

Usia Bertambah,

Karya Kian Matang


MELIHAT, MENGETAHUI DAN MENGALAMI TINDAK KECURANGAN?

LAPORKAN!!! MELALUI WBS PERUM PERHUTANI layanan.perhutani.co.id/wbs/

WBS Whistle Blowing System

PERUM PERHUTANI BERKOMITMEN MENERAPKAN PRINSIP GCG


SalamRedaksi

Pengarah Wahyu Kuncoro Direktur Utama Perum Perhutani Penanggung Jawab Asep Rusnandar Sekretaris Perusahaan Pemimpin Redaksi Yuswan Hendrawan Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Redaktur Pelaksana Suharsono Sekretaris Redaksi Ardya Setya Nurvrandita Redaktur Adehika Intan, Rizka Amalia, Nanjar Munandar, Aga Prasetya Script Editing and Layout Duta Rimba Art Work Perwakilan - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Timur - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Barat & Banten Alamat Redaksi

Departemen Komunikasi Perusahaan Perhutani Gd. Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 10 Jl. Gatot Subroto Senayan, Jakarta Pusat Telp: 021 - 5721 282, Fax: 021 - 5733 616 E-mail: humas@perhutani.co.id www.perhutani.co.id

Naskah & Advertensi DUTA RIMBA adalah majalah dua bulanan yang diterbitkan Perum Perhutani untuk berbagi informasi korporasi kepada internal dan para pihak. Redaksi menerima tulisan, artikel, naskah, dan fotofoto menarik yang sesuai dengan visi dan misi tema penerbitan DUTA RIMBA edisi berikutnya. Artikel ditulis dengan spasi ganda, maksimal lima halaman dan dikirim melalui e-mail (softcopy). Redaksi berhak melakukan editing sesuai dengan kebutuhan penerbitan. Majalah Duta Rimba dapat diakses di www.perhutani.co.id

Perum Perhutani

@PerumPerhutani

Perum Perhutani

PerumPerhutani

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Dok. Kom PHT®2019

ISSN: 2337-6791

Pertambahan Usia dengan Sederhana

Namun Bermakna Salam Rimba. Insan Perhutani yang budiman. Kami sangat berbahagia dapat kembali menyapa Anda semua. Semoga kita semua selalu sehat wal 'afiat dan senantiasa sukses dalam menjalankan semua aktivitas dan tugas. Di edisi ini Duta Rimba hadir dalam suasana Pertambahan Usia Perum Perhutani. Ya, pada 29 Maret 2020 ini Perhutani tepat berusia 59 tahun. Sebuah usia yang kian matang dalam karya dan prestasi. Sekaligus juga Duta Rimba hadir di edisi ini dalam suasana yang berbeda, karena saat ini kita dan warga dunia sedang berada di tengah berjangkitnya wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Informasi tentang peringatan HUT ke-59 Perhutani itu kami hadirkan di rubrik Prima Rimba. Tahun ini, Perum Perhutani mengadakan rangkaian kegiatan sederhana dalam memperingati hari jadinya. Peringatan HUT ke-59 dilakukan dengan melaksanakan potong tumpeng dan doa bersama. Dua kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Unit Kerja yang meliputi Pulau Jawa dan Madura itu sebagai ungkapan rasa syukur bahwa Perhutani telah mencapai usia ke-59. Pelaksanaan kegiatan itu pun dilakukan dengan tetap memerhatikan ketentuan prosedur pencegahan persebaran Covid-19. Terkait hal tersebut, ucapan terima kasih disampaikan Direktur Utama Perum Perhutani kepada keluarga besar Perhutani yang tetap semangat bekerja. Terutama para pejuang Perhutani yang setia menjaga hutan, melestarikan sumber daya hutan, serta rekan-rekan yang terpaksa harus bekerja di rumah. Selengkapnya ada di rubrik Benah Diri. Di rubrik Rimba Khusus, terdapat informasi tentang perubahan personel di Dewan Pengawas serta serah terima jabatan di Dharma Wanita Perhutani. Di rubrik Pojok KPH, Anda akan kami ajak berkenalan lebih dekat dengan KPH Cianjur yang sedang menjalin kolaborasi dengan Pemda Cianjur dalam pemanfaatan jasa lingkungan. Sementara di rubrik Wisata Rimba, kami hadirkan informasi tentang Brujul Adventure Park di Kebumen, yang masuk wilayah KPH Kedua Selatan. Sedangkan di rubrik Warisan Rimba, hadir informasi tentang warisan adat budaya luhur di Jalawastu, Brebes, yang masuk wilayah KPH Balapulang. Selain itu, banyak lagi informasi untuk Anda di rubrik-rubrik lain Duta Rimba edisi Maret-April 2020 ini. Selamat membaca. Cag! • DR

DUTA Rimba 1


semairimba

SALAM REDAKSI 1 BENAH DIRI • Selamat Hari Jadi ke-59 Perum Perhutani 4 PRIMA RIMBA • Kesederhanaan Mewarnai Peringatan Hari Jadi Ke-59 Perhutani

RIMBA UTAMA • • • • •

Cegah Sebaran Virus Corona, Wisata Tutup Sementara Program dan Aksi Sikapi Pandemi Masker dan Madu untuk Masyarakat Sembako untuk Pekerja Hutan Tetap Bekerja dan Bekerja Walau Jarak Memisahkan

RIMBA KHUSUS

6

10

10 14 20 24 28

Dewan Pengawas Baru untuk Perhutani 32 Jabatan Ketua Dharma Wanita Perum Perhutani Diserahterimakan 36 Perhutani Tanggap Teknologi, Raih TOP Digital Innovation Award 2020 40 LENSA • HUT Perhutani dan Penanganan Covid-19 44 SOBAT RIMBA 48 LINTAS RIMBA 52 • • •

32

RIMBA DAYA

• Budi Daya Kayu Putih, Berkah Buat Masyarakat

58

• Ada Warisan Adat Budaya Luhur di Jalawastu

62

• Burung Unik Endemik Trulek Jawa yang Hampir Punah

66

• Jateng Valley dan Visi Bisnis Perhutani Bersama Pemprov Jateng

70

• Puluhan Juta Rupiah untuk Ahli Waris Penyadap Getah Pinus

74

• Melibatkan Partisipasi Sosial dalam Pengembangan Pariwisata Perhutani

76

• Perhutani KPH Malang Melepasliarkan Lutung Jawa dan Satwa Lain

82

WARISAN RIMBA ENSIKLO RIMBA BISNIS RIMBA socio rimba rimba opini

ENVIRO RIMBA

WISATA RIMBA

62

84

• Di Brujul Adventure Park, Adrenalin Terpacu 84

INOVASI

• Optimalisasi Pengelolaan Hutan Kelas Perusahaan Getah Pinus

POJOK KPH

86

• Kolaborasi Pemda dan Perhutani KPH Cianjur 92 dalam Pemanfaatan Jasa Lingkungan 2 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


SobatRIMBA

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 3


BENAHDIRI

4 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Perum Perhutani

R

imbawan Perum Perhutani yang saya cintai. Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, Om swastiastu, Namo budaya, salam kebajikan. Rekan-rekan Insan Perhutani yang saya sayangi dan banggakan, di manapun berada dan bertugas. Lima puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 29 Maret 1961, telah didirikan Badan Pimpinan Umum (BPU) Perusahaan Kehutanan Negara atau disingkat ”BPU Perhutani”, untuk mengelola sumber daya hutan di Pulau Jawa. Tanggal itulah yang hingga kini kita jadikan sebagai acuan Hari Jadi Perum Perhutani tercinta. Perjalanan sejarah kemudian menggariskan, Perhutani lalu berkembang menjadi semakin besar dengan mengemban amanah sebagai Induk Holding Company Kehutanan, dengan bergabungnya Inhutani I sampai dengan V di akhir tahun 2014. Perhutani juga memiliki Anak Perusahaan lainnya, yaitu PT Palawi, PT PAK, dan BUMN Hijau Lestari, sehingga mengharuskan kita berkembang menjadi Perhutani Group yang solid.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Saya menyadari, pada hari ini menjadi waktu yang kurang tepat untuk kita merayakan Hari Jadi ke59 Perusahaan kita tercinta. Sebab, di saat yang sama kita sedang berada di tengah terpaan wabah pandemi Virus Corona (Covid-19) di Republik Indonesia. Ucapan terima kasih yang tidak terhingga saya sampaikan kepada keluarga besar Perhutani yang tetap semangat bekerja, terutama para pejuang Perhutani yang setia menjaga hutan, melestarikan sumber daya hutan, serta rekan-rekan yang terpaksa harus bekerja di rumah. Selain itu, sebagai informasi, sehubungan dengan adanya perubahan dalam organisasi Dharma Wanita Pusat (DWPP), dimana istri-istri karyawan Perum Perhutani tidak dapat diikutsertakan lagi dalam organisasi tersebut dikarenakan anggotanya hanya untuk istri ASN, maka di tanggal 29 Maret 2020 ini juga telah dibentuk organisasi Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK-Perhutani) sebagai wadah baru untuk persatuan istri-istri karyawan Perhutani. Insan-insan Perhutani yang saya banggakan. Di tahun 2020, Perusahaan

Dok. Kom PHT®2018

Selamat Hari Jadi ke-59

Wahyu Kuncoro Direktur Utama Perum Perhutani

mengusung tema “Serving People, Taking Care Planet, For Sustainibility’’. Artinya, perusahaan berfokus pada peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat khususnya di sekitar hutan, serta memerbaiki dan menjaga sumber daya hutan secara efektif. Harapan saya, teruslah berkarya dan produktif dalam bekerja untuk mencapai target yang telah kita tetapkan bersama, dengan tetap memperhatikan dan menjaga kesehatan diri serta keluarga. Akhir kata, marilah kita berdoa bersama-sama untuk kemajuan perusahaan kita tercinta, kesehatan dan keselamatan kita semua, juga saudara kita sebangsa dan setanah air Indonesia, agar kita dapat segera beraktivitas seperti biasa, dapat bersilaturahmi kembali dengan penuh suka cita, dan negeri kita ini dapat terbebas dari wabah pandemi Virus Corona (Covid-19), serta bangkit dengan kesejahteraan masyarakatnya yang lebih baik. Selamat Hari Jadi ke-59 Perum Perhutani. Jayalah selalu. n Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Jakarta, 29 Maret 2020 Wahyu Kuncoro

DUTA Rimba 5


primarimba

Kesederhanaan

Mewarnai Peringatan Hari Jadi Ke-59 Perhutani Pada 29 Maret 2020, Perum Perhutani tepat berusia 59 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah entitas. Tetapi, hari jadi Perhutani tahun ini diperingati dengan cara berbeda. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Perhutani dilakukan dengan cara sederhana. Semua itu ditempuh karena kondisi masyarakat Indonesia dan dunia yang sedang berada di tengah berjangkitnya wabah pandemi Covid-19. Semua kegiatan selama berada di tengah wabah pandemi harus dilakukan dengan mengikuti prosedur pencegahan persebaran Covid-19. Di antaranya adalah mengenakan masker dan menghindari kerumunan orang dalam jumlah banyak.

R

angkaian kegiatan sederhana menjadi warna tersendiri yang mengiringi seluruh aktivitas insan Perum Perhutani dalam rangka menyambut dan memeringati hari jadi ke-59 perusahaan. Seluruh kegiatan peringatan hari ulang tahun itu ditujukan sebagai wujud ungkapan rasa syukur yang dipanjatkan, karena Perhutani telah mencapai usia 59 tahun. Bentuknya dengan melaksanakan kegiatan pemotongan tumpeng dan memanjatkan doa bersama. Kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan serentak di seluruh Unit Kerja meliputi Pulau Jawa dan Madura. Di Kantor Pusat, Jakarta, acara Peringatan Hari Jadi Perum Perhutani diselenggarakan di Ruang Rapat Kawah Putih Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lt

6 DUTA Rimba

10. Acara yang digelar tanggal 30 Maret 2020 itu dihadiri seluruh jajaran Dewan Direksi Perhutani. Saat memberikan sambutan di acara tersebut, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menyampaikan, menurut sejarah, Hari Jadi Perhutani diperingati setiap tanggal 29 Maret 1961 karena tepat di tanggal itulah didirikan Badan Pimpinan Umum (BPU) Perusahaan Kehutanan Negara atau disingkat “BPU Perhutani”. BPU itu didirikan untuk mengelola sumber daya hutan di Pulau Jawa. Seiring berjalannya waktu, Perhutani kini telah berkembang dan semakin besar hingga menjadi Induk Holding Kehutanan dengan beberapa Anak Perusahaan, sehingga mengharuskan entitas ini menjadi Perhutani Group yang solid. Wahyu pun mengatakan, di tengah keprihatinan yang

mendalam karena adanya pandemi wabah Virus Corona (Covid-19), kita masih bisa menyempatkan untuk memeringati Hari Jadi Perhutani secara sederhana, dengan memberikan penghargaan kepada karyawan yang inovatif dan berprestasi, serta memberikan santunan kepada kaum dhuafa. “Ucapan terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada keluarga besar Perhutani yang tetap semangat bekerja. Terutama para pejuang Perhutani yang setia menjaga hutan, melestarikan sumber daya hutan, serta rekan-rekan yang terpaksa harus bekerja di rumah,” kata Wahyu.

Serentak di Seluruh Satker Wahyu juga menyampaikan, di tahun 2020 Perhutani mengusung tema “Serving People, Taking Care Planet, For Sustainibility“.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Ardya Setya/Kompersh Kanpus

Artinya, perusahaan berfokus pada peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat, khususnya di sekitar hutan, serta memerbaiki dan menjaga sumber daya hutan secara efektif. Ia pun mengajak seluruh jajaran Perhutani melakukan doa bersama secara serentak di seluruh satker (satuan kerja), tepat pada pukul 10.00 WIB pada 29 Maret 2020, untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar di usia yang telah menginjak 59 tahun ini, Perhutani mendapatkan

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

keberkahan, kebaikan, dan terus memberikan manfaat dalam mengemban amanah menjaga hutan di negara ini, serta dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar hutan dan karyawannya. “Semoga di ulang tahun ke-59 Perhutani ini, Indonesia segera terbebas dari wabah Corona (Covid-19) dan dapat bangkit, sehingga kembali bisa menyejahterakan masyarakat dan karyawannya lebih baik lagi,” ucapnya.

Di hari jadi ke-59 Perhutani, 29 Maret 2020 itu, juga telah terbentuk organisasi Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK-Perhutani). Organisasi ini menjadi wadah persatuan dan kekeluargaan istriistri karyawan Perhutani termasuk Anak Perusahaan. Keberadaannya menggantikan organisasi Dharma Wanita Persatuan Pusat (DWPP).

Sesuai Prosedur Pencegahan Satu hal yang mungkin akan selalu menjadi kenangan sebagai

DUTA Rimba 7


Foto: Suwarno/Kompersh KPH Saradan

Foto: Ardya Setya/Kompersh Kanpus

primarimba

bagian dari perjalanan sejarah adalah bahwa suasana Peringatan Hari Jadi ke-59 Perhutani dilakukan dengan tetap menjalankan prosedur pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), antara mengenakan masker dan menjaga jarak aman (social distancing). Hal itu terlihat di seluruh satuan kerja yang secara serentak mengadakan Peringatan HUT perusahaan. Di Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, misalnya. Kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-59 Perhutani yang diadakan di Kantor Perhutani KPH Mojokerto pada Senin, 30 Maret 2020. Tetap menerapkan aturan social distancing, acara

8 DUTA Rimba

diawali penyampaian sambutan Administratur Perhutani KPH Mojokerto, Suratno. Acara lalu dilanjutkan pembacaan CEO Message atau pesan dari Direktur Utama Perum Perhutani. Selain menyampaikan sejarah berdirinya Perhutani, dalam sambutannya, Suratno menyampaikan apresiasi kepada insan-insan Perhutani KPH Mojokerto, yaitu Nanang Sunarko (KSS Pembinaan SDH dan Lingkungan) yang bersama Kasi Madya Bidang Kelola SDH, Ririt Dwi Sasyono, telah berhasil mendapatkan Penghargaan Juara Harapan VI Inovasi Award. Selain Nanang dan Ririt, ada lagi sejumlah personel Perhutani KPH

Mojokerto yang menjadi penerima penghargaan. Di antaranya adalah Slamet sebagai Karyawan Terbaik I Tingkat Direksi Bidang Pemeliharaan, Nur Huda sebagai Karyawan Terbaik III Tingkat Direksi Bidang Tempat Penimbunan Kayu (TPK), Mada Yuwono Hadhi yang selaku Ketua Tim mewakili KPH Mojokerto memeroleh juara II Intiku Award. Di kesempatan itu, Suratno mengaku bersyukur dengan berhasilnya KPH Mojokerto meraih penghargaan terbanyak dan berharap penghargaanpenghargaan itu sebagai pemicu dan pemacu semangat kerja yang lebih baik. Ia pun menegaskan kembali bahwa di tahun 2020 ini, setiap satuan kerja memiliki inovasi. “Hal ini nantinya akan dilombakan di tingkat Divisi Regional, berikutnya di tingkat Direksi,” ujarnya.

Penghargaan dan Apresiasi Kemeriahan di tengah kesederhanaan Peringatan HUT Perhutani juga terlihat di Kantor KPH Saradan. Mereka memberikan penghargaan serta apresiasi kepada karyawan berprestasi. Penghargaan berupa uang tunai itu diserahkan secara simbolis oleh Administratur

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Foto: Umi Mudjiastuti/Kompersh KPH Mojokerto Foto: Markum/Kompersh KPH Bojonegoro

Perhutani KPH Saradan, Noor Rochman, dalam rangkaian kegiatan di Aula Kantor Perhutani KPH Saradan, Senin, 30 Maret 2020. Di kesempatan itu, Noor Rochman menyampaikan, unit kerja yang ia pimpin telah menerima penghargaan sebagai Juara VII pada lomba "Perhutani Inovasi Award dan Prostrada Award Tahun 2019’" yang digelar oleh Direksi Perhutani. Atas kemenangan itu, mereka berhak menerima dana apresiasi. “Apresiasi ini berkat keuletan dan kerja sama semua karyawan Perhutani KPH Saradan, sehingga mampu menorehkan prestasi sebagai Juara VII Prostrada Award 2019 dan Heru Sugianto selaku Mandor Tebang kita yang terpilih sebagai Karyawan Terbaik III tingkat Direksi,” kata Noor Rochman. Noor pun mengatakan, selaku pimpinan ia memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas capaian yang telah didapat. “Semoga prestasi ini mampu menjadi pemicu semangat kepada karyawan yang lain untuk bisa meningkatkan prestasi dan inovasi dalam bekerja untuk kemajuan perusahaan,” imbuhnya. Di tempat yang sama, Heru Sugianto mengatakan, penghargaan yang diterima itu merupakan hasil jerih payah dan disiplin yang mereka terapkan dalam bekerja di bidang produksi. "Sehingga hasilnya bisa maksimal dan mampu mencapai Normal Progress Schedule (NPS) yang kita harapkan,” ujarnya. Sedangkan Peringatan Hari Jadi ke-59 Perum Perhutani  di Kantor Perhutani KPH Bojonegoro diwujudkan dengan tasyakuran dan kegiatan memberikan bantuan berupa uang tunai kepada anak yatim di Panti Asuhan Ar-Rohmah Desa Sukorejo Kota Bojonegoro pada Selasa, 31 Maret 2020.

Tasyakuran yang dilaksanakan di Mushola Ar-Rohmah itu berlangsung sangat khidmat, dihadiri seluruh jajaran manajemen Perhutani KPH Bojonegoro dan beberapa karyawan, serta 36 anak yang tinggal di Panti Asuhan Ar-Rohmah. Di kesempatan itu, Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Dewanto, mengatakan, bantuan uang tersebut walaupun sedikit, mudah-mudahan bermanfaat untuk kebutuhan panti asuhan. Ia pun memohon agar anak-anak panti asuhan mendoakan segenap karyawan Perhutani agar terhindar dari wabah Covid-19, serta Perhutani semakin baik dan kian jaya. Sementara Pengasuh Panti Asuhan Ar-Rohmah, KH Ahmad

Wibisono yang didampingi Hj Hinduniyah, mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Perhutani KPH Bojonegoro. “Mudah-mudahan Allah selalu melindungi karyawan Perhutani, sehat semuanya, hutannya ijo royoroyo subur makmur, pegawai dan pimpinannya sejahtera, menjadi pengelola hutan yang amanah, dan keberhasilan selalu menyertainya,” ujarnya. Jadi begitu. Keprihatinan di tengah berjangkitnya wabah tak lantas membuat insan-insan Perhutani berhenti berkarya. Di tengah kesederhanaan peringatan Hari Ulang Tahun perusahaan, prestasi tetap dapat terukir. Bravo! • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 9


RIMBAutama

Cegah Sebaran Virus Corona,

Wisata Tutup Sementara

Wabah pandemi Virus Corona (Covid-19) melanda dunia. Vaksin pencegahan persebaran virus itu belum ditemukan. Yang bisa dilakukan adalah berupaya memutus mata rantai penyebaran virus. Protokol kesehatan pun diterapkan dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 itu. Termasuk dengan menutup sementara lokasi wisata guna mencegah terjadinya kerumunan orang yang berpotensi menjadi media penyebaran. Dan Perhutani pun menutup sementara lokasi wisata mereka.

R

isiko penularan infeksi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) menjadi begitu besar di tengah kerumunan orang yang berjumlah banyak. Maka, salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona adalah dengan menjaga jarak (physical distancing) agar tidak terjadi kerumunan orang. Hal itulah yang mendasari langkah pemerintah memberlakukan Social Distancing dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah provinsi. Salah satu bentuk dukungan Perhutani terhadap program pemerintah tersebut adalah dengan memberlakukan hal yang sama di wilayah kerjanya. Misalnya, hal itu terlihat di Bandung. Di dalam rangka mencegah risiko terjadinya penularan Covid-19 kepada para pengunjung, Perhutani Kesatuan

10 DUTA Rimba

Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menutup sementara sejumlah obyek wisata yang mereka kelola. Pada Kamis, 26 Maret 2020, Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan, langkah penutupan sementara lokasi wisata itu merupakan bentuk kewaspadaan dan upaya pencegahan penyebaran virus corona penyebab covid-19 di sektor wisata yang diupayakan oleh Perhutani KPH Bandung Utara. Selain itu, keputusan untuk menutup sementara lokasi wisata tersebut juga selaras dengan kebijakan Pemerintah. Sebab, sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberlakukan PSBB, tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah banyak harus dibatasi operasionalnya, sehingga seluruh obyek wisata di wilayah Perhutani KPH Bandung Utara pun sementara ditutup.

“Sebelum ditutup sementara, kami juga sudah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 kepada para pengunjung, misalnya menyediakan sarana mencuci tangan dan hand sanitizer serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan tindakan-tindakan lainnya,” katanya. Komarudin melanjutkan, penutupan obyek-obyek wisata tersebut diberlakukan pada tanggal 19 sampai 31 Maret 2020. Ia berharap, penyebaran wabah Covid-19 segera dapat ditangani, agar wisata di Perhutani KPH Bandung Utara bisa beroperasi dengan normal kembali. “Untuk penjagaan dan pengamanan, kami melakukan beberapa hal. Seperti memberlakukan piket petugas wisata dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Eli/Kompersh KPH Bandung Utara

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 11


rimbaUTAMA

Foto: UU Wahyudin/Kompersh KPH Tasikmalaya

sementara lokasi wisata; melakukan piket, pembersihan dan perbaikan sarana prasarana dengan melibatkan Mitra dan LMDH; serta berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah. Benny melanjutkan, penutupan sementara lokasi wisata itu merupakan jalan terbaik untuk mengurangi dampak dari wabah pandemi covid-19 atau virus corona agar masyarakat merasa terlindungi dan terayomi oleh pemerintah. “Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempersiapkan berbagai kebijakan dan langkah baru untuk mengurangi dan menangani dampak pandemi Covid-19 bagi pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Perhutani mengambil kebijakan ini sebagai upaya antisipasi Covid-19,” pungkasnya. melakukan kegiatan pembersihan dan penataan sarana serta prasarana di lokasi wisata,” paparnya.

Tasikmalaya Juga Langkah dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona juga dilakukan Perhutani KPH Tasikmalaya. Di Tasikmalaya, upaya penanggulangan wabah pandemi Covid-19 juga ditempuh dengan melakukan penutupan sementara seluruh obyek wisata yang mereka kelola. Penutupan sementara itu dilakukan mulai tanggal 25 Maret 2020 sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut. Hal itu disampaikan oleh Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko, Selasa, 24 Maret 2020. Kebijakan penutupan sementara lokasi wisata itu tertuang dalam surat Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya Nomor 0092/043.7/ TSM/DIVRE JANTEN/2020 Tanggal

12 DUTA Rimba

24 Maret 2020 tentang Penutupan Sementara Obyek Wisata Lingkup KPH Tasikmalaya Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. Di dalam surat keputusan tersebut, Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko, mempertimbangkan situasi nasional terkait dengan cepatnya penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, ia mengatakan, Perhutani mengeluarkan surat keputusan tentang penutupan sementara seluruh obyek wisata miliknya. Dan Perhutani juga mengeluarkan kebijakan itu dalam rangka mendukung penanganan Covid-19 secara baik, cepat, dan tepat, agar penyebarannya tidak meluas. Benny menjelaskan, ada beberapa upaya yang juga akan dilakukan di lokasi wisata mereka. Di antaranya adalah sosialisasi kepada Mitra, LMDH, dan pengunjung; pemasangan spanduk pemberitahuan penutupan

Di KPH Kuningan Langkah-langkah untuk mencegah risiko penularan infeksi penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga ditempuh Perhutani KPH Kuningan. Mereka melakukan penutupan sementara seluruh lokasi wisata mulai tanggal 1 April 2020 sampai dengan batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut. Hal itu dikatakan oleh Administratur Perhutani KPH Kuningan, Uum Maksum, Jumat, 3 April 2020. Kebijakan penutupan sementara lokasi wisata tersebut menindaklanjuti Surat Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Nomor 0479/043.7/DIVRE JANTEN/PERHUTANI/2020 Tanggal 23 Maret 2020 Perihal Penutupan Sementara Obyek Wisata Divisi Regional Jawa Barat dan Banten terkait Pandemi Covid-19. Selain itu juga memerhatikan Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 440/674/Perek & SDA/2020 Tanggal 17 Maret 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Covid-19 Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARSCoV-2). Virus SARS-CoV-2 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus Corona itu bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China,

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Foto: Heriawan/Kompersh KPH Kuningan

Penyebaran Corona Virus (COVID-19) di wilayah Kabupaten Kuningan dan Surat Administratur Perhutani KPH Kuningan Nomor 223/043.7/Bisnis/KNG/Divre Janten, Tanggal 30 Maret 2020 perihal Penutupan Sementara Obyek Wisata KPH Kuningan. Administratur Perhutani KPH Kuningan, Uum Maksum, mengatakan, langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di sektor wisata yang saat ini diimplementasikan oleh jajaran Perhutani KPH Kuningan. “Sebelum ditutup sementara, kami juga melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona kepada para pengunjung, misalnya dengan menyediakan sarana mencuci tangan, hand sanitizer, serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan tindakan-tindakan lainnya,” ujarnya. Uum Maksum berharap penyebaran wabah virus corona bisa segera ditangani, sehingga wisata Perhutani KPH Kuningan bisa dibuka kembali. Untuk pengamanan lokasi wisata, Perhutani KPH Kuningan melakukan beberapa tindakan antara lain pemberlakuan piket, pembersihan, dan penataan sarana prasarana di lokasi wisata.

akhir Desember 2019. SARS-CoV-2 atau Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, semisal golongan usia lanjut, orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan menyusui. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal itu membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia, pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan

berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala. Maka, kepedulian kita semua perlu terus dipupuk. Semua pihak perlu mendukung semua upaya penanggulangan persebaran Covid-19. Langkah Perhutani menutup sementara lokasi wisata sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus corona merupakan salah satu wujud dukungan terhadap upaya penanggulangan persebaran Covid-19 itu. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 13


Foto: Nova/Kompersh Banyuwangi Barat

rimbaUTAMA

14 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Program dan Aksi

Sikapi Pandemi Wabah pandemi Covid-19 berdampak ke hampir semua sisi kehidupan masyarakat. Termasuk masalah ekonomi masyarakat. Banyak anggota masyarakat yang mengalami masalah ekonomi karena terdampak wabah pandemi itu. Pemerintah pun menggulirkan program sosial untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi itu. Dan Perhutani turut mendukung program pemerintah dalam upaya menyikapi dampak berjangkitnya wabah pandemi Virus Corona.

K

egiatan-kegiatan menanggulangi virus corona yang dilakukan pemerintah juga dilakukan di sejumlah daerah oleh masing-masing pemerintah daerah setempat. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat juga turut peduli terhadap pencegahan menyebarnya virus corona. Sebagai upaya mendukung

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam menanggulangi penyebaran wabah pandemi virus corona (Covid-19), Perhutani KPH Banyuwangi Barat menyediakan rumah singgah atau tempat isolasi bagi para pemudik yang baru datang dari perantauan. Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Cahyo Kawedar, pada Kamis, 16 April 2020, menyampaikan, rumah

singgah atau rumah yang dijadikan sebagai tempat isolasi tersebut adalah rumah dinas Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalibaru. Isolasi mandiri memang perlu dilakukan, termasuk untuk mereka yang baru datang dari daerah yang termasuk zona merah (sangat rawan penularan virus corona) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

DUTA Rimba 15


rimbaUTAMA wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” imbuh Cahyo Kawedar.

Pembinaan dan Sosialisasi Hal tersebut juga dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Perhutani KPH Semarang pada Rabu, 22 April 2020, mengadakan pembinaan karyawan dan sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 bersama Binpolsus Polda Jateng. Aktivitas itu digelar di halaman kantor Perhutani KPH Semarang. Hadir dalam acara tersebut, Kasubdit Binpolsus Polda Jawa Tengah, segenap Asper/ KBKPH, Anggota Pol Mob Hutan, serta segenap karyawan kantor Perhutani KPH Semarang. Menurut Administratur  Perhutani KPH Semarang, Khaerudin, menyampaikan, tujuan  acara tersebut untuk memberikan pemahaman dan kesadaran dalam upaya pencegahan Covid-19 ke segenap jajaran karyawan Perhutani

menjelaskan pula, kegiatan yang mereka lakukan itu terkait upaya pencegahan penularan covid-19 sebagaimana protokol yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, Kasubdit Binpolsus, AKBP Nunuk Setyawati, dalam kesempatan tersebut memberikan keterangan bahwa upaya pencegahan penularan Covid-19 yang mereka lakukan melibatkan  semua  instansi  dan masyarakat secara umum. “Kami mengimbau masyarakat, di tengah wabah corona saat ini agar jangan panik, tetap tenang, dan selalu waspada, dengan mematuhi aturan pemerintah untuk membudayakan hidup bersih  dan physical distancing, ” ujarnya.

Work From Home Wabah pandemi virus corona (Covid-19) merebak sejak Desember 2019. Antisipasi penyebaran Covid-19 juga dilakukan di Surabaya. Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, pada

Foto: Tumin/Kompersh KPH Probolinggo

“Rumah singgah tersebut lokasinya berada di jalan masuk menuju Kabupaten Banyuwangi melalui jalur selatan atau dari arah Jember. Di rumah tersebut disediakan dua tempat tidur, dengan kamar mandi bersih dan fasilitas penunjang lainnya,” ujar Cahyo Kawedar. Untuk mengoperasikan proses isolasi tersebut, Perhutani KPH Banyuwangi Barat bekerjasama dengan Puskesmas setempat melalui pemerintah Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Kalibaru. Cahyo menambahkan, rumah singgah atau rumah isolasi tersebut sangat penting untuk memastikan orang yang datang ke Banyuwangi diisolasi secara optimal. Sehingga, virus yang sangat mungkin dibawa si pendatang itu mati sebelum melompat ke orang lain. “Karena setiap orang yang datang dari daerah yang terjangkit virus corona dikategorikan sebagai orang dengan risiko (ODR), mereka

KPH Semarang. Khaerudin

16 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Djel/Kompersh Divre Jawa Timur

Foto: Sri Lastuti/Kompersh KPH Nganjuk

Sabtu, 21 Maret 2020, bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Gedung Graha Perhutani Surabaya dan sekitarnya. Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, melalui Expert Madya Komunikasi Perusahaan dan Pelaporan, Misbakhul Munir, menyampaikan, Perhutani dalam mencegah penyebaran virus corona telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan terhadap Gedung Graha Perhutani. Kegiatan penyemprotan itu dilakukan oleh petugas dari Pemerintah Kota Surabaya. Munir mengatakan, pihaknya sebelumnya juga sudah menyediakan hand sanitizer di setiap lantai gedung kantor. Hand sanitizer tersebut bisa digunakan karyawan atau tamu sebelum masuk ke ruangan. Lebih lanjut ia menjelaskan, Perhutani

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Divisi Regional Jawa Timur juga menerapkan kebijakan pelaksanaan tugas sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Kami sudah melaksanakan pengaturan tugas karyawan dengan kriteria yang berusia lebih dari 50 tahun dan mereka menggunakan transportasi umum bisa melaksanakan tugas secara Work From Home (WFH). Termasuk bagi mereka yang juga punya riwayat penyakit khusus serta ibu hamil dan menyusui,” terang Munir. Bagi karyawan yang tidak masuk kriteria WFH, kata Munir, akan diberlakukan pemberian tugas secara bergantian atau shift. “Sudah ada jadwal shift untuk karyawan yang dilaksanakan mulai tanggal 18 sampai 27 Maret 2020. Meskipun bekerja di rumah, namun mereka harus tetap melakukan absensi secara online dan melaporkan tugas yang dikerjakan,” imbuhnya. Sementara itu, di tempat

terpisah, Kepala Seksi Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Rochim Yuliadi, mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan ini setiap hari. Terutama di area pelayanan umum yang ada di Kota Surabaya. “Hari ini ada 28 titik yang disemprot. Penyemprotan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan dan Satpol PP,” katanya. Antisipasi Covid-19 juga dilakukan di Nganjuk. Medio Maret 2020, Perhutani KPH Nganjuk mulai mengantisipasi penularan virus tersebut terhadap karyawannya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantornya. Hal itu dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2020. Virus yang penyebarannya sangat luar biasa ini bahkan ditetapkan oleh badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) sebagai pandemi global dengan jumlah kasus terbanyak di seluruh dunia.

DUTA Rimba 17


rimbaUTAMA jam kerjanya dibagi dengan cara bergantian (shift),” ujarnya. Bambang melanjutkan, kegiatan penyemprotan direncanakan tak hanya sekali tetapi dilakukan dalam rentang waktu berbeda, untuk mencegah meluasnya virus corona di lingkungan kerja. “Kesehatan dan keselamatan adalah yang paling utama,” ucapnya. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan Perhutani KPH Banten. Rabu, 8 April 2020, kegiatan itu mereka lakukan di kantor KPH Banten, dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Sub Seksi (KSS) SDM dan Umum Nurwahyudi dan petugas dari BPBD Kota Serang, Tb Edwin Junior, beserta tim. Menurut Administratur Perhutani KPH Banten, Isnin Soiban, langkah itu merupakan bentuk kewaspadaan guna mencegah penyebaran covid-19 di lingkup kantor KPH Banten. Pihaknya juga telah menyediakan tempat cuci tangan dan pembersih tangan di pintu masuk ruangan. Tidak hanya karyawan yang diwajibkan mencuci tangan setiap masuk kantor, tetapi juga berlaku untuk setiap tamu

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakankebijakan untuk menekan meluasnya virus corona di Indonesia, antara lain meliburkan anak sekolah, menerapkan Work From Home, melarang kerumunan masa.

Foto: Asep S/Kompersh KPH Banten

Pemerintah pun telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menekan meluasnya virus corona di Indonesia, antara lain meliburkan anak sekolah, menerapkan Work From Home, melarang kerumunan masa. Di Nganjuk, Administratur Perhutani KPH Nganjuk, Bambang Cahyo Purnomo, mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungannya, pihaknya menyemprotkan disinfektan untuk mensterilkan area kantornya. Menurut dia, Perhutani KPH Nganjuk juga melakukan beberapa upaya lainnya untuk pencegahan tersebut, di antaranya menyiapkan tempat untuk cuci tangan dan memberi cairan hand sanitizer yang dipasang di setiap ruangan. Selain itu, kata Bambang, juga dilakukan pembagian jam kerja. Bagi karyawan yang berusia di atas 50 tahun diminta melakukan pekerjaan di rumah atau Work From Home (WFH). “Sedangkan yang lain

18 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


yang datang. Isnin menambahkan, sampai saat ini karyawan dan karyawati Perhutani KPH Banten baik di kantor maupun di lapangan seluruhnya dalam kondisi sehat. “Kami bersyukur, karyawan dan karyawati KPH Banten sampai saat ini dalam keadaan sehat semua. Mudah-mudahan dengan antisipasi ini kita terhindar dari Covid-19,” imbuhnya.

Di Jombang

bekerja, menyediakan makan siang agar karyawan tak pergi keluar di jam istirahat, serta pemberian pengarahan sambil berjemur pagi hari. Selain itu, kata Beddi, pihaknya juga menerapkan social distancing, yaitu menjaga jarak dalam bekerja serta membatasi jumlah karyawan dengan memberi izin bekerja di rumah bagi yang berusia di atas 50 tahun atau bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit khusus. Sementara Kepala Pelaksana Dinas BPBD Kabupaten Jombang, Abdul Wahab, di tempat terpisah mengatakan, penyemprotan disinfektan sebagai usaha pencegahan virus Corona akan terus dilaksanakan di berbagai tempat secara bergantian. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Perhutani KPH Jombang atas kerjavsama ini. “Termasuk juga kerja sama lainnya seperti yang pernah dilaksanakan yaitu pencegahan bencana longsor, banjir, dan lain sebagainya,” ucapnya. • Tim Kompersh Kanpus

Foto: Sugiono/Kompersh KPH Jombang

Di Jombang, kegiatan penyemprotan disinfektan itu juga dilakukan. Perhutani KPH Jombang menggandeng BPBD Kabupaten Jombang untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor Perhutani KPH Jombang. Kegiatan untuk pencegahan Covid-19 itu dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2020. Penyemprotan dilaksanakan oleh Muhamad Zainudin dan Muffti Ekky, petugas dari BPBD Kabupaten Jombang, yang didampingi beberapa orang petugas dari KPH Jombang. Administratur Perhutani KPH Jombang, Beddi

Taviffudin, dalam keterangannya menyampaikan, penyemprotan disinfektan dilaksanakan untuk mencegah wabah virus Corona di area kantor. Beddi juga menyampaikan berbagai upaya juga terus dilaksanakan, semisal menyediakan masker, hand sanitizer, minum madu sebelum

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 19


rimbaUTAMA

Masker dan Madu

untuk Masyarakat

Sebagai upaya pencegahan persebaran Corona Virus di masyarakat, berbagai langkah dilakukan. Salah satu upaya itu adalah menerapkan protokol pencegahan persebaran Covid-19, antara lain mengenakan masker dan menjaga jarak aman untuk menghindari kerumunan orang yang berpotensi besar menjadi media penyebaran virus. Perhutani peduli pencegahan wabah itu. Salah satu bentuknya adalah membagikan masker dan madu untuk masyarakat.

20 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Faish Alhithori/Kompersh KPH Kebonharjo

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 21


rimbaUTAMA

22 DUTA Rimba

Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

W

abah pandemi Covid-19 telah menjangkiti berbagai negara. Perhutani mencoba ikut menyikapi dengan melakukan hal-hal yang dapat dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di Purwakarta, misalnya. Sebagai upaya mencegah agar Covid-19 tidak menyebar jauh sampai ke daerah pelosok, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta membagikan masker. Selain masker, insan Perhutani KPH Purwakarta juga membagikan sembako (sembilan bahan pokok) bagi para penyadap getah pinus dan blandong (tenaga kerja tebangan). Kegiatan itu dilakukan di Petak 5d Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cijambe, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tambakan, KPH Purwakarta, Senin, 20 April 2020. Administratur Perhutani KPH Purwakarta, Arsis Sulistyono, secara simbolis menyerahkan masker dan sembako itu kepada pekerja hutan yang berada di BKPH Tambakan. Tujuannya untuk memudahkan jaga jarak fisik sesuai imbauan Pemerintah. Sedangkan untuk BKPH yang lain yang ada di KPH Purwakarta, penyerahan bantuan itu dilakukan oleh Asisten Perhutani (Asper) tiap-tiap wilayah. Arsis Sulistyono mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban sekaligus memberikan perlindungan kepada para penyadap getah, guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pekerja lapangan Perhutani. Selain membagikan masker dan sembako, Perhutani KPH Purwakarta selalu berusaha melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan

kerja, baik di kantor maupun di lapangan. Arsis pun berpesan agar seluruh pekerja di lapangan menerapkan perilaku sesuai protokol Covid-19, di antaranya sering mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, jaga jarak fisik, rajin berolahraga, konsumsi gizi seimbang dengan perbanyak sayur dan buah, dan jika mengalami gejala batuk, pilek, sesak nafas, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bersama Stakeholder Bogorejo Sementara itu, Perhutani KPH Kebonharjo bersama LMDH Jati Mulyo Langgeng Desa Tempurejo dan Polsek Bogorejo, membagikan masker kepada masyarakat desa hutan dan pesanggem di Desa Tempurejo Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora, Senin, 20 April 2020. Tujuannya untuk mencegah

penyebaran Covid-19. Pembagian masker tersebut dipimpin Asisten Perhutani BKPH Gayam, Suyanto, mewakili Administratur Perhutani KPH Kebonharjo.  Menurut Suyanto, kegiatan itu merupakan bentuk partisipasi Perhutani dalam membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Tindakan ini perlu dilakukan secara cepat sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dan para pesanggem di Desa Tempurejo agar terhindar dari penularan virus Covid-19,” paparnya. Di kesempatan yang sama, Ketua LMDH Jati Mulyo Langgeng, Mulyono, mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang bersama LMDH Jati Mulyo Langgeng telah membagikan ratusan masker kepada masyarakat desa hutan dan para pesanggem. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan dapat melindungi

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

masyarakat dan para pesanggem dari penularan virus Covid-19," katanya.

Ratusan Masker dan Madu Sebagai langkah mendukung pencegahan penyebaran wabah Virus Corona (Covid–19), Perhutani KPH Indramayu pun membagikan masker dan suplemen madu kepada karyawan dan mitra kerja. Kegiatan tersebut bertempat di Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) Jatimunggul, KPH Indramayu, Kamis, 30 April 2020. Pembagiannya dilakukan secara simbolis oleh Administratur Perhutani KPH Indramayu, Asep Saepudin, kepada perwakilan mitra kerja buruh pabrik minyak kayu putih Jatimunggul, Safi’i, mewakili para pekerja pungut daun kayu putih, pekerja PMKP, blandong/kuli tebang, pesanggem, dan tenaga PKWT.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

“Kita tetap semangat kerja, patuhi protokol pencegahan Covid–19 seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Semoga wabah Corona cepat berakhir, sehingga aktifitas pekerjaan kita kembali normal seperti biasanya,” ucap Asep Saepudin. Menurut Asep Saepudin, bantuan yang diberikan itu terdiri dari 569 botol madu dan 569 buah masker untuk mitra kerja, serta 209 botol madu dan 209 buah masker untuk karyawan Pabrik. Bantuan tersebut dibagikan sebagai upaya Perhutani dalam upaya melindungi karyawan dan mitra kerja di tengah pandemi Covid–19, agar kesehatannya terjaga dan terhindar dari penyakit. “Kita tetap semangat kerja, patuhi protokol pencegahan

Covid–19 seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Semoga wabah Corona cepat berakhir, sehingga aktifitas pekerjaan kita kembali normal seperti biasanya,” ucapnya. Sementara itu, mewakili mitra kerja, Safi’i mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas pemberian masker dan madu tersebut. “Semoga Perhutani KPH Indramayu tetap produktif di tengah situasi pandemi ini,” ujar Safi’i. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 23


Foto: Mashudi/Kompersh KPH Pati

rimbaUTAMA

24 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Sembako

untuk Pekerja Hutan Tak bisa dimungkiri, beban kebutuhan hidup kian terasa berat saat wabah pandemi melanda. Khususnya untuk para tenaga penyadap dan tebangan yang berada di wilayah Perhutani. Para mitra itu merasakan dampak sosial ekonomi cukup besar, terutama untuk mencukupi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Paham hal tersebut, Perhutani pun melakukan aksi sosial membagikan sembako untuk para pekerja hutan itu. Seperti apa bentuk kegiatan sosial membagikan sembako itu?

K

epedulian terhadap sesama yang terdampak menjangkitnya wabah pandemi Covid-19 juga ditunjukkan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati. Pada Selasa, 14 April 2020, mereka membagikan sembako untuk para pekerja hutan. Sebanyak 108 paket sembako diserahkan di hari itu, yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, dan mie instant. Para pekerja hutan yang dibagikan paket sembako itu terdiri dari penyadap getah pinus dan tenaga tebangan di tiga Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di Kabupaten Jepara, Kudus,

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

dan Pati. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meringankan beban kebutuhan hidup para tenaga penyadap dan tebangan yang berada di wilayah BKPH Regaloh Kabupaten Pati, BKPH Muria Patiayam Kudus dan BKPH Klumobangsri Jepara. Administratur Perhutani KPH Pati, Edrian Sunardi, menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai salah satu wujud kepedulian Perhutani kepada mitra kerja dari desa sekitar hutan yang terdampak situasi wabah  Covid-19, serta untuk menambah semangat dan produktivitas kerja mereka. Salah satu pekerja, Guyanto dari Regaloh, mengaku senang mendapatkan

bantuan tersebut dan berterimakasih kepada Perhutani atas perhatian kepada masyarakat sekitar hutan dan pekerja hutan.

Di Kendal Di Kendal kegiatan serupa juga diadakan. Perhutani KPH Kendal, Jumat, 24 April 2020, membagikan 300 masker dan 300 paket sembako bagi pekerja hutan bidang  persemaian dan tebangan. Kegiatan itu dilakukan di Petak 61 A1 Resor Jatisari Selatan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, KPH Kendal. Tujuan pemberian bantuan tersebut adalah mewujudkan kepedulian

DUTA Rimba 25


rimbaUTAMA seharusnya kami ikut meringankan beban kebutuhan para pekerja hutan sebagai mitra kerja Perhutani,” ujarnya.

Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

Foto: Edy/Kompersh KPH Kendal

Di Magelang

Perhutani untuk meringankan beban kebutuhan para pekerja hutan dan memberikan perhatian terhadap kesehatan mereka. Administratur Perhutani KPH Kendal, Herdian Suhartono, memberikan langsung bantuan tersebut. Ia menyampaikan, Perhutani ikut prihatin dengan adanya wabah Covid-19 yang berdampak secara umum menghambat aktivitas keseharian warga. Herdian juga memberikan

26 DUTA Rimba

pesan agar para pekerja selalu memakai APD (Alat Perlindungan Diri) dan menjaga budaya kerja yang sehat dalam melaksanakan aktivitas pekerjaan produksi tebangan. “Perhutani  berusaha ikut dalam upaya mensejahterakan masyarakat sekitar hutan dengan memberikan kesempatan bekerja dan memperhatikan kesehatan serta keselamatan para pekerjanya. Dalam situasi wabah Covid-19, sudah

Sementara itu, Perhutani KPH Kedu Utara mengadakan kegiatan sosial pembagian sembako kepada para penyadap getah pinus dan petugas lapangan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, Selasa, 14 April 2020. Secara admistratif, termasuk wilayah Kecamatan Kaliangkrik Magelang. Sebanyak 865 paket sembako dibagikan di hari itu. Paket sembako yang dibagikan di hari itu berupa beras, minyak goreng, gula, mie instant, dan kopi. Pembagian sembako diberikan secara simbolis kepada seorang penyadap untuk  menghindari kerumunan  di antara para penerima. Hal itu ditempuh untuk mencegah potensi penularan virus corona. Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Damanhuri, menyampaikan, pemberian bantuan sembako  di tengah wabah pandemi Covid-19 merupakan kepedulian Perhutani kepada mitra kerja di sekitar hutan dan para petugas ujung tombak di lapangan. “Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban kebutuhan harian  dan menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19 dan  lebih maksimal dalam menjalankan pekerjaannya, ” ujarnya. Di kesempatan tersebut, Asisten Perhutani Magelang, Yudi Noviar, bersama Mustakim yang mewakili para penyadap, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani KPH Kedu Utara, atas pemberian bantuan tersebut dan  berkomitmen untuk lebih giat dalam ikut serta menjaga hutan. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 27


Foto: Nurdiniman/Kompersh KPH Garut

rimbaUTAMA

28 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Tetap Bekerja dan Bekerja Walau Jarak Memisahkan

Pemerintah menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19. Salah satunya adalah menerapkan program "Social Distancing" dan "Physical Distancing". Insan-insan Perhutani pun melakukan hal itu dalam rangka ikut mendukung program pemerintah untuk mengatasi persebaran Covid-19. Dengan tetap menerapkan "Social Distancing" dan "Physical Distancing", rapat pun dilakukan secara daring. Aktivitas bekerja sehari-hari pun dilakukan dengan prinsip "Social Distancing" dan "Physical Distancing" itu.

P

emerintah mencanangkan “Social Distancing dan Physical Distancing” sebagai langkah pencegahan Covid-19. Di dalam rangka mendukung penerapan program “Social Distancing dan Physical Distancing” yang dicanangkan Pemerintah sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19, Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Divisi Regional Jawa Barat dan Banten menggelar rapat

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

kerja sama secara daring (online) dengan salah satu online travel agent Klook melalui sarana video conference. Hal itu terlihat Rabu, 15 April 2020. Rapat tersebut diikuti General Manager KBM Ecotourism Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Agus Mashudi, beserta Tim Marketing di ruang rapat KBM Ecotourism. Sedangkan dari pihak Indonesian Associate Manager of Klook, Ha Kwon Chung, menyelenggarakan

DUTA Rimba 29


rimbaUTAMA perjalanan terkemuka di dunia yang memiliki lebih dari 60.000 aktivitas liburan di 250 destinasi utama.

Foto: Nurdiniman/Kompersh KPH Garut

Bimbingan Teknis di Garut

video conference di kantor Klook Menara Astra We Work, Jakarta Pusat. Melalui video conference tersebut dibahas Progres Perjanjian Kerja sama Pemasaran Wisata KBM Ecotourism melalui online travel agent Klook, yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan Tim Marketing bersama Klook sebelumnya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara ke lokasi wisata kelola KBM Ecotourism pasca pandemi Covid -19. General Manager KBM Ecotourism, Agus Mashudi, menyatakan, KBM Ecotourism

30 DUTA Rimba

sangat mengapresiasi dan menyambut baik rencana kerja sama yang akan dijalankan. “Pada prinsipnya kami menyambut baik kerja sama dengan online travel agent Klook. Diharapkan melalui kerja sama pemasaran ini semakin luas jaringan pasar wisata kelola KBM ke depannya,” ujarnya. Sementara Ha Kwon Chung menerangkan secara rinci rencana kerja sama yang akan dilakukan, yaitu dengan mendorong pemasaran wisata kelola KBM Ecotourism, khususnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Mengingat agent Klook ini merupakan platform pemesanan kegiatan dan layanan

Aktivitas menjalankan pekerjaan sesuai prosedur pencegahan Covid-19 juga diterapkan Perhutani KPH Garut. Hal itu terlihat tatkala mereka menerima kunjungan kerja Tim Bimbingan Teknis P2 Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), di Kantor Perhutani KPH Garut, Sabtu, 18 April 2020. Tim tersebut terdiri dari Kepala Seksi RHL Eman Suherman, Komandan Kodim 0611 Garut Erwin Agung, Kepala Seksi Pencegahan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan Maman. Di dalam kesempatan tesebut, dilakukan peninjauan lapangan lokasi tanaman RHL tahun 2019 seluas 21 hektare yang berada di Petak 24e Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tarogong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Leles, KPH Garut, dengan tetap memerhatikan aspek pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu mengenakan masker dan menjaga jarak. Di dalam penjelasannya, Administratur Perhutani KPH Garut, Nugraha, menyampaikan, Petak 24e adalah lokasi kegiatan RHL dengan sistem agroforestry, yang memungkinkan adanya penggarapan lahan oleh masyarakat sekitar hutan melalui wadah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Di lokasi itu terlebih dahulu dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Berdasarkan PKS tersebut, hak dan kewajiban masing-masing pihak jelas legalitasnya. Nugraha berharap, ke depannya penggarapan komoditi sayuran bisa beralih ke tanaman jenis kopi yang dapat tumbuh baik di bawah

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


tegakan hutan. Sedangkan Kepala Seksi RHL, Eman Suherman, menegaskan, kegiatan RHL pada kawasan hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani sudah terjalin komitmen bersama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk-Citanduy. “Dimungkinkan banyak yang memantau kegiatan tersebut. Sebagai contoh penyelamatan lingkungan dan sosial yang dapat berdampingan dengan masyarakat secara selaras. Sedangkan kawasan hutan konservasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) adalah mutlak tidak boleh ada aktifitas apapun,” tegasnya.

Pembatasan Sosial

kebaikan bersama. Sebisa mungkin kita pergi ke luar rumah hanya saat memang dalam keadaan mendesak. Pada Jumat, 20 Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengganti istilah Social Distancing dengan Physical Distancing. Alasannya adalah untuk menegaskan bahwa ada perintah untuk tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun demikian, imbauan tersebut bukan berarti membuat kita harus memutus kontak dengan orang lain secara sosial. Maka, dengan menggunakan istilah Physical Distancing diharapkan imbauan WHO tersebut dapat lebih jelas dipahami maksudnya. Intinya, kita tetap harus menjaga jarak fisik untuk memastikan tidak menyebarkan penyakit. Hal itulah yang juga diterapkan Perhutani selamaasa pandemi ini. • Tim Kompersh Kanpus

Foto: Reni Sureni/Kompersh KBM Ecotourism Divre Janten

Social Distancing mulanya dicetuskan sebagai sebuah cara untuk menekan bahkan memutus rantai penyebaran virus corona. Menurut Pusat Pengendalian

dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Social Distancing adalah menjaga jarak setidaknya dua meter dari orang lain dan menghindari kerumunan untuk mencegah penularan penyakit. Hal tersebut penting dilakukan soalnya dapat memperlambat penularan penyakit semisal Covid-19. Dengan menerapkan Social Distancing, diharapkan jumlah orang yang terinfeksi enggak melonjak dalam waktu yang sama. Selain menjaga jarak dan menghindari kerumunan, kita juga harus menerapkan Social Distancing dalam beberapa cara. Misalnya, meminimalkan kontak fisik. Jadi sementara sebaiknya kita tidak berjabat tangan atau melakukan kontak fisik semacamnya dulu. Sebaiknya kita juga kurangi kegiatan di luar rumah. Kita bisa bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk sementara waktu demi

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 31


RIMBAkhusus

Dewan Pengawas Baru

untuk Perhutani Di bulan ketiga tahun 2020, Kementerian BUMN membentuk susunan baru Dewan Pengawas Perum Perhutani. Kini, anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani lengkap berjumlah enam orang. Dewan Pengawas merupakan sebuah badan yang dibentuk oleh pemilik saham untuk memberikan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan yang dijalankan oleh Direksi. Sebagai pemegang saham, pemerintah melalui Kementerian BUMN adalah pihak yang membentuk Dewan Pengawas itu. Dewan Pengawas lantas akan membentuk Komite-Komite dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk diacu.

G

edung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, menjadi lokasi penyampaian surat keputusan pembentukan susunan baru Dewan Pengawas itu. Pada Kamis, 19 Maret 2020, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang diwakili oleh Plt Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Imam Paryanto, menyerahkan Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-83/MBU/03/2020

32 DUTA Rimba

Tanggal 19 Maret 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum Perhutani. Surat Keputusan Menteri BUMN yang disampaikan tersebut berisi dua hal. Pertama, memberhentikan dengan hormat Haryadi Himawan sebagai Anggota Dewan Pengawas Independen Perum Perhutani. Kedua, mengangkat tiga orang yang namanya disebutkan dalam surat keputusan tersebut sebagai Dewan Pengawas Perum Perhutani. Ketiga orang tersebut adalah

Komaruddin, Bambang Risyanto, dan Chalid Muhammad. Setelah pengangkatan ketiga tokoh tersebut, Dewan Pengawas Perum Perhutani lengkap berjumlah tujuh orang. Sejak itu Dewan Pengawas Perhutani adalah Bambang Hendroyono sebagai Ketua, serta Kaharuddin Wahab, Indriani Widiastuti, Hilman Nugroho, Komaruddin, Bambang Risyanto dan Chalid Muhammad. Menanggapi penyampaian surat keputusan tentang Dewan Pengawas tersebut, Direktur

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 33


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

rimbakhusus

Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Haryadi Himawan atas pengabdiannya selama menjadi Dewan Pengawas Perhutani. Wahyu juga menambahkan agar hubungan yang baik antara Haryadi dengan Perhutani tetap terjalin walaupun sudah lepas tugas menjadi Dewas. Selanjutnya, Wahyu juga mengucapkan selamat datang kepada anggota Dewas yang baru. “Selamat bertugas kepada Dewas yang baru,” ujarnya. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Haryadi Himawan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Kementerian BUMN yang telah menugaskan dirinya sebagai Dewas selama 2 tahun 9 bulan. Haryadi juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada kesalahan selama bertugas. “Mohon maaf apabila selama saya bertugas terdapat tutur kata dan perbuatan yang kurang

34 DUTA Rimba

Yang menarik, acara tersebut dilaksanakan melalui video conference Zoom. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sebab, kondisi negara kita dan dunia masih berada di tengah berjangkitnya wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19. berkenan, dan semoga untuk ke depannya Perhutani semakin maju,” tambah Haryadi.

Enam Personel Dewas Satu bulan kemudian, tepatnya tanggal 22 April 2020, kembali terjadi perombakan anggota Dewas Perhutani. Di hari itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, yang diwakili oleh Plt Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Imam Paryanto, menyerahkan Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-126/MBU/04/2020 Tanggal 22 April 2020 tentang Pemberhentian

dan Pengangkatan Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum Perhutani. Yang menarik, acara tersebut dilaksanakan melalui video conference Zoom. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sebab, kondisi negara kita dan dunia masih berada di tengah berjangkitnya wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19. Di dalam Surat Keputusan tersebut, disampaikan dua perihal. Pertama, memberhentikan dengan hormat Hilman Nugroho dan Kaharuddin Wahab sebagai

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani. Kedua, mengangkat Noer Fauzi Rachman sebagai Dewan Pengawas Independen Perum Perhutani. Di dalam sambutannya saat berlangsungnya acara tersebut, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Hilman Nugroho dan Kaharuddin Wahab, atas pengabdian mereka selama bertugas menjadi Dewas Perhutani. Wahyu juga menambahkan agar hubungan yang baik di antara Perhutani dengan Hilman dan Kaharuddin tetap terjalin walaupun sudah lepas tugas dari jabatan Dewas Perhutani. “Selamat bertugas kepada Anggota Dewan Pengawas yang baru. Mohon support-nya dan bersama membesarkan peran Perhutani dalam meningkatkan kelestarian hutan, kesejahteraan karyawannya, serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Di dalam kesempatan yang sama, Kaharuddin Wahab sejalan juga dengan Hilman Nugroho, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Kementerian BUMN yang telah menugaskan selama lebih dari 2 tahun. Sekaligus juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada halhal yang kurang berkenan selama menjalankan tugas sebagai Dewas Perhutani. “Mohon maaf apabila ada yang

kurang berkenan selama ini dan kami tetap mendoakan semoga Perum Perhutani tetap jaya,” imbuhnya. Setelah penetapan dan pengangkatan Dewan Pengawas Perum Perhutani tersebut, Dewas Perhutani kini berjumlah enam orang. Saat ini, Dewas Perhutani adalah Bambang Hendroyono sebagai Ketua, Noer Fauzi Rachman sebagai Anggota Independen, serta Indriani Widiastuti, Komaruddin Simanjuntak, Bambang Risyanto, dan Chalid Muhammad sebagai Anggota.

Profil Singkat Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani, Bambang Hendroyono, lahir di Tanjung Pinang, 30 September 1964. Saat ini Bambang Hendroyono menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bambang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perhutani sejak 12 Februari 2020 sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-47/MBU/02/2020 Tanggal 12 Februari 2020. Noer Fauzi Rachman kini aktif di sejumlah posisi dan jabatan. Saat ini, ia adalah Anggota Dewan Pendidikan dan Pengembangan INSIST, Anggota Dewan Redaksi Jurnal WACANA-INSISTPress, serta Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko. Lelaki yang lahir di

Saat ini, Dewas Perhutani adalah Bambang Hendroyono sebagai Ketua, Noer Fauzi Rachman sebagai Anggota Independen, serta Indriani Widiastuti, Komaruddin Simanjuntak, Bambang Risyanto, dan Chalid Muhammad sebagai Anggota. NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Jakarta, 7 Juni 1965, itu menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Perhutani sejak 22 April 2020 sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-126/ MBU/04/2020. Indriani Widiastuti merupakan satu-satunya wanita dalam badan Dewan Pengawas Perum Perhutani. Ia lahir di Klaten, 13 Desember 1968. Menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas sejak 13 September 2019 sesuai Surat Keputusan Nomor SK-198/MBU/09/2019 Tanggal 13 September 2019. Saat ini Indriani juga menjabat sebagai Asdep Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan II Kementerian BUMN. Bambang Risyanto dilahirkan di Pekalongan, 27 Desember 1950. Ia menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Perhutani sejak 19 Maret 2020 sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-83/MBU/03/2020. Sebelumnya, Bambang Risyanto menjabat sebagai Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara IX. Komaruddin adalah perwira TNI Angkatan Darat yang lulus AKMIL (Akademi Militer) Tahun 1985. Ia lahir di Pematang Siantar, 10 Januari 1960. Menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas sejak 19 Maret 2020 sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-83/MBU/03/2020. Saat ini Komaruddin juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Chalid Muhammad dilahirkan di Parigi, Sulawesi tengah, 10 Desember 1965. Chalid menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas sejak 19 Maret 2020 sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-83/MBU/03/2020. Sebelumnya, Chalid berkarir sebagai Direktur Eksekutif Walhi, Koordinator Institut Hijau Indonesia. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 35


rimbakhusus

Jabatan Ketua

Dharma Wanita Perum Perhutani Diserahterimakan

Seiring dengan perubahan dalam struktur organisasi perusahaan Perum Perhutani, perubahan juga terjadi di tubuh Dharma Wanita Perum Perhutani. Jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perum Perhutani secara resmi diserahterimakan dari Ketua yang lama Dharma Wanita Persatuan Perum Perhutani, Dewi Denaldy, kepada Ketua yang baru Dharma Wanita Persatuan Perum Perhutani, Zuryati Simbolon Wahyu Kuncoro. Proses serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Perum Perhutani itu disaksikan langsung oleh Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro.

36 DUTA Rimba

S

ecara resmi, awal Maret 2020 jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perum Perhutani diserahterimakan dari Ketua yang lama, Dewi Denaldy, kepada penggantinya yaitu Ketua yang baru, Zuryati Simbolon Wahyu Kuncoro. Acaranya berlangsung bertempat di Ruang Jati I Perpustakaan dan Museum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin, 2 Maret 2020. Serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Perhutani tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Utama Perhutani, Wahyu Kuncoro, dan segenap pengurus DWP Perhutani. Di dalam kesempatan itu, Dewi Denaldy saat menyampaikan sambutannya, mengatakan ucapan terima kasih banyak atas dukungan seluruh Anggota DWP Perhutani selama tiga tahun lebih menjalankan tugas. Ia juga berharap

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 37


rimbakhusus hal-hal baik yang telah dilakukan pengurus DWP Perhutani selama ini dapat diteruskan oleh pengurus baru. Juga, diharapkan pengurus baru akan memerbaiki hal-hal yang kurang baik yang dilakukan pengurus sebelumnya, baik disengaja maupun tidak. “Selamat atas amanah yang diberikan kepada ibu Ati untuk mengemban jabatan baru sebagai Ketua DWP Perum Perhutani," ujar Dewi. Dewi menambahkan bahwa selama ini DWP Perhutani menginduk dengan DWP Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Dan sekarang kita harus sudah berdiri sendiri sebagai organisasi mandiri.

Mendorong Pemberdayaan Perempuan

menjalankan tugas, bisa mengukir kinerja baik demi kesuksesan diri dan keluarga, serta berujung pada kemajuan perusahaan," tambah Zuryati. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wahyu Kuncoro menyampaikan, peran Dharma Wanita bukan hanya mendukung para suami bekerja. Selain itu, Dharma Wanita merupakan bagian penting dalam memberikan kontribusi untuk mendorong pembangunan pemberdayaan perempuan. “Ke depannya, kami jajaran Direksi dan beberapa Divisi Perum

“Oleh karena itu, agar ibu-ibu selalu memberikan support dan motivasi bagi para suami untuk dapat berprestasi dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas, bisa mengukir kinerja baik demi kesuksesan diri dan keluarga, serta berujung pada kemajuan perusahaan," tambah Zuryati.

Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

Sementara itu, Zuryati Simbolon Wahyu Kuncoro mengungkapkan rasa syukur karena telah menjadi bagian dari Keluarga Besar Perum Perhutani, khususnya Dharma Wanita. “Kami mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dewi Denaldy yang telah membina Dharma Wanita Perum Perhutani," kata Zuryati. Di bagian lain, Zuryati juga berpesan, peran istri dalam menunjang karir suami saat bekerja begitu penting. Dukungan yang diberikan istri dapat menjadi bahan bakar yang memompa semangat dan motivasi suami dalam bekerja dan berkarya. “Oleh karena itu, agar ibuibu selalu memberikan support dan motivasi bagi para suami untuk dapat berprestasi dan bertanggungjawab dalam

38 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

Perhutani akan meninjau Lapangan. Kami berharap ibu-ibu semua dapat membantu dan mendukung para suami dalam pekerjaan ini, karena bidang pekerjaan kita yang menjaga makhluk hidup khususnya Sumber Daya Hutan dan isinya," ucap Wahyu.

Tugas Pokok DWP Dharma Wanita adalah sebuah organisasi yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dharma Wanita sendiri ditetapkan pada tanggal 7 Desember 1999 pada sebuah rapat nasional. Tujuan utama dari pendirian organisasi Dharma Wanita itu di awal pendiriannya adalah meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional. Sebagai organisasi yang diusung untuk tujuan bersama, Dharma Wanita memiliki tugas pokok, yaitu "Membina anggota, memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan,

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Tujuan utama dari pendirian organisasi Dharma Wanita itu di awal pendiriannya adalah meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional. meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial dan melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian serta berbudi pekerti luhur". Anggota organisasi Dharma Wanita adalah semua istri Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Mereka meliputi istri ASN, istri pejabat negara bidang pemerintahan, istri pensiunan dan janda PNS, istri pegawai BUMN atau

BUMD, istri pensiunan atau janda pegawai BUMN atau BUMD, istri kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, istri perangkat pemerintah desa, istri TNI, istri POLRI, dan pensiunan PNS wanita. Jadi, Dharma Wanita bukan sekadar organisasi tempat berkumpulnya istri-istri ASN atau Pegawai BUMN/BUMD, tetapi merupakan wadah tempat para istri ASN dan Pegawai BUMN/ BUMD itu berkiprah, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional. Bravo! • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 39


rimbakhusus

Perhutani Tanggap Teknologi,

Raih TOP Digital Innovation Award 2020 Sebuah prestasi ditorehkan Perum Perhutani di penghujung April 2020. Di tengah berjangkitnya wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Perhutani dinyatakan sebagai Peraih Penghargaan TOP Digital Innovation Award 2020. Raihan prestasi di ajang ini bagaikan angin segar yang menyejukkan di tengah suasana yang mengharuskan insan-insan Perhutani secara bergiliran melakukan pekerjaan dari rumah (work from home). Namun, aktivitas bekerja dari rumah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona, ternyata membuahkan inovasi dalam berkarya. Buahnya adalah penghargaan tersebut.

J

akarta, Rabu, 29 April 2020. Di hari itu, Perum Perhutani meraih penghargaan TOP Digital Innovation Award 2020. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Itech melalui Tele-Awarding di Studio TVRI, Jakarta. Sejumlah tokoh turut menghadiri acara pemberian penghargaan

40 DUTA Rimba

yang diadakan melalui acara Talk Show di TVRI dan Video Conference Zoom tersebut. Di antaranya adalah Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Brodjonegoro; Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza; Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 41


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

rimbakhusus

Setiadi; serta Chairman Digital Transformation & Innovation Institute, Irnanda Laksanawan. Direktur SDM, Umum dan IT Perhutani, Kemal Sudiro, mewakili Perum Perhutani menerima penghargaan TOP Digital Innovation Award 2020 tersebut yang diberikan oleh Irnanda Laksanawan. Perhutani ketika itu dinyatakan meraih penghargaan bernama Top Human Capital Development 2020 serta TOP CIOChief Information Technology 2020. Saat memberikan kata sambutannya di kesempatan itu, Bambang Permadi Brodjonegoro menyampaikan, dengan adanya wabah pandemi Covid-19, kita

42 DUTA Rimba

dianjurkan agar bekerja dari rumah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Dengan perkembangan teknologi digital dari tiap perusahaan ini, diharapkan walau bekerja dari rumah, kita dapat dengan optimal dalam menyelesaikan pekerjaan," kata Bambang.

Membuka Banyak Peluang Di dalam acara talkshow, Irnanda menjelaskan, saat ini transformasi digital 4.0 membuka banyak peluang. Salah satunya melalui pemanfaatan “Big Data” yang ada dan tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Selain itu juga penerapan Good Corporate

Governance (GCG) dan peran sebagai Agent of Development dalam menyiapkan SDM yang berdaya saing. “Dengan implementasi teknologi digital yang terbarukan pada sistem tata kelola TI perusahaan serta pengembangan teknologi digital yang berkelanjutan, akan menekan biaya produksi serta meningkatkan kinerja perusahaan," ujar Irnanda. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kemal Sudiro menjelaskan, Perhutani selama 4 tahun ini telah melakukan transformasi digital bekerjasama dengan PT Telkom. Hal itu dilakukan dalam men-support perusahaan untuk meningkatkan penjualan

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

produk-produk hasil hutan maupun sektor wisata. Di antaranya yaitu membangun platform e-comerce tokoperhutani.com (POTP) dan pengelolaan tiket secara online, sehingga bisnis dapat berjalan lebih baik. Kemal juga menambahkan, saat ini dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar hutan, Perhutani sedang membangun sistem Socio Partnership yaitu sebuah pola kerja sama sosial pengelolaan agroforestry pada kawasan hutan yang berbasis teknologi digital, yang memberikan nilai tambah bagi petani hutan, Perhutani, dan pemangku kepentingan yang lainnya.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

“Terkait covid-19, bidang SDM dan IT Perhutani sangat berperan dalam penanganan pandemi ini, yaitu dengan memberlakukan Work From Home (WFH) dan memonitor pekerjaan serta kesehatan masingmasing karyawan melalui gadget masing-masing. Walaupun dengan adanya wabah ini, seluruh karyawan Perhutani yang berjumlah 18.400 yang bekerja dari kantor maupun lapangan tetap sehat dan optimal dalam bekerja," jelas Kemal.

Ajang Penghargaan Itech Ajang TOP Digital Innovation Award 2020 adalah sebuah acara pemberian penghargaan tahunan yang dilakukan oleh Majalah

Itech. Penyelenggaraan di tahun ini merupakan tahun kedelapan pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemberian penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi Majalah Itech terhadap perusahaan yang mampu meraih kinerja terbaik dengan mengadopsi teknologi informasi. Para penerima penghargaan itu merupakan hasil riset dan survey dari Dewan Juri yang merupakan para pakar di bidangnya terhadap 300 perseroan dan lembaga. Hasil riset tersebut kemudian diperdalam lagi pemaparan materinya pada sesi penjurian yang dilakukan selama 2 bulan berturut-turut. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 43


HUT Perhutani dan Penanganan Covid-19

44 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


LENSA

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 45


46 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


LENSA

NO. 83 55 • TH. 9 14••november maret - april - desember • 2020 • 2014

DUTA Rimba 47


SobatRIMBA

48 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 49


SobatRIMBA

50 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 51


lintasrimba

Perhutani KPH Randublatung Sosialisasikan RKU dan RKT

Perhutanan Sosial izinnya maupun dalam proses penerbitan. Wakil Administratur Perhutani KPH Randublatung, Mugni, menyampaikan materi sosialisasi bersama Pendamping Perhutanan Sosial (PS). Materinya meliputi metode penyusunan RKU dan RKT serta mekanisme pembentukan Kelompok Usaha Bersama. Administratur Perhutani KPH Randublatung, Achmad Basuki, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia pun berharap RKU dan RKT

dapat sesuai dan sejalan dengan rencana penggelolaan yang ada di Perhutani. “Para pemegang izin PS agar berkaloborasi dengan Asisten Perhutani di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan setempat, sehingga pengembangan potensi petak pangkuannya nanti dapat serasi dengan Rencana Pengelolaan Kelestarian Hutan (RPKH) maupun Rencana Tehnik Tahunan (RTT) yang sudah ada,”ujarnya. • DR/Rdb/Hmt

Foto :Suharmamto/Kompersh KPH Randublatung

Randublatung - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung mengadakan sosialisasi penyusunan Rencana Kerja Usaha (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) bagi pemegang izin Perhutanan Sosial. Acara itu digelar di ruang pertemuan Kantor Perhutani KPH Randublatung, 28 Februari 2020. Kegiatan itu diikuti seluruh Lembaga Masyarakat Desa Hutan pemegang izin Perhutanan Sosial skema Kulin KK, baik sudah terbit

52 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Perhutani Bersama LMDH Tegal Tandatangani PKS

Tanaman Sengon maupun LMDH akan lebih intensif, terlebih karena didampingi TNI Kodim 0712 Tegal. Sementara Eko Dasuki menyampaikan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan kepercayaan kepada LMDH untuk bekerjasama, dan memberi peluang lebih longgar bagi penggarap lahan untuk menanam palawija di lokasi tersebut, dengan pola bersahabat. “Kerja sama ini merupakan wujud  perhatian Perhutani

terhadap upaya pelestarian hutan yang berbasis peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pola tanamnya kita sebut Pola Bersahabat, dimana Perhutani dan LMDH berbagi ruang tumbuh tanaman kehutanan dan tanaman palawija dengan 3 larik tanaman sengon dengan jarak tanam 3 x 3 meter dan ukuran 10 meter untuk tanaman palawija secara berselangseling,” kata Akhmad Taufik. • DR/ PML/Eko

Foto :Eko Satoto/Kompersh KPH Pemalang

Pemalang - Perhutani KPH Pemalang menandatangani perjanjian kerja sama penanaman sengon dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gemi Lestari, Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Acaranya bertempat di Kantor Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungjati, Selasa, 7 April 2020. Obyek Perjanjian Kerja Sama penanaman  sengon tersebut  berlokasi di Petak 9d. Lahan seluas 12,7 hektare itu masuk wilayah kerja  Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dukuhrandu, BKPH Kedungjati, KPH Pemalang. Administratur Perhutani KPH Pemalang, Akhmad Taufik, hadir bersama Ketua LMDH Gemi Lestari, Eko Dasuki; Anggota Kodim 0712, Subandi; dan jajaran petugas BKPH Kedungjati. Menurut Akhmad Taufik, diharapkan pengawalan tanaman baik oleh pihak Perhutani

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 53


lintasrimba

Hutan Perhutani di Blitar

Foto : Agung/Kompersh KPH Blitar

Jadi Salah Satu Tempat Pengamatan Hilal

Blitar - Tim dari Badan Hisab Rukyat Hilal Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, didampingi Petugas dari Perhutani KPH Blitar, Kamis, 23 April 2020, berhasil melihat hilal sebagai tanda masuknya tanggal 1 Ramadhan 1441 Hijriah melalui Rukyat. Pemantauan hilal itu diselenggarakan di Bukit Banjarsari, kawasan hutan Petak 122a wilayah RPH Banjarsari, BKPH Lodoyo Barat, KPH Blitar. Petugas yang melihat hilal adalah M Dawami dan Nanik Puspitosari. Mereka adalah guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wlingi yang turut

54 DUTA Rimba

melakukan Rukyat bersama Badan Hisab Rukyat Kemenag Kabupaten Blitar. Mereka berdua mengaku melihat hilal melalui teropong, di lokasi Rukyat, pada Pukul 17.27 WIB. “Kami melihat hilal dengan ketinggian lima derajat pada pukul 17.27 WIB. Meski cuaca mendung, tetapi terdapat celah dan hilal terlihat,” ujar Dawami menyampaikan kesaksiannya di depan Anggota Tim Hisab-Rukyat lainnya. Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lodoyo Barat, Arif Budijanto, yang bersama jajarannya ikut mendampingi tim

tersebut menyebut, lokasi yang digunakan untuk mengamati hilal itu tempatnya sangat strategis, berada di perbukitan di Desa Banjarsari. Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Blitar, Suhadi, menyatakan syukur, kegiatan Rukyat hilal di Blitar itu berhasil. “Ini yang kedua kalinya. Yang pertama, kami melihat hilal dari tempat yang baru ini, yaitu di Bukit Banjarsari. Sebelumnya, kami melakukan rukyat dari wilayah Pantai Serang dan hanya sekali melihat hilal pada tahun 2012,” ujarnya. • DR/BTR/Ag

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Perhutani Banyuwangi Utara

Fasilitasi BRI

Foto : Misyono/Kompersh KPH Banyuwangi Utara

Sosialisasikan Pembiayaan Usaha

Banyuwangi - Perhutani KPH Banyuwangi Utara memfasilitasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Banyuwangi, memberikan sosialisasi pembiayaan usaha Perhutanan Sosial untuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Banyuwangi Utara. Sosialisasi dilakukan di Aula Kantor Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Selasa, 10 Maret 2020. Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Agus Santoso, melalui Wakil Administratur, Bima Andrayuwana, menyampaikan,

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

pembiayaan yang dicanangkan BRI kepada LMDH dan Kelompok Tani Hutan (KTH) itu sangat dibutuhkan. Menurut dia, modal kerja LMDH yang selama ini menjadi permasalahan tahunan, bisa segera diatasi dengan bantuan pinjaman BRI. “Selain bunganya rendah, persyaratannya juga mudah,” katanya, seraya berpesan agar LMDH selalu kooperatif dalam melaksanakan kewajiban yang telah disepakati dengan BRI. Sementara itu, Manager Bisnis Usaha Mikro BRI Kantor Cabang Banyuwangi, Agoes Soegiarso,

menyampaikan, kemudahan yang diberikan BRI kepada LMDH adalah dengan prinsip Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bunganya hanya 0,2 persen dengan jangka waktu angsuran selama 4 tahun tanpa agunan. Agoes pun menyarankan agar para Ketua LMDH bisa menyiapkan persyaratan yang diperlukan untuk memanfaatkan pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat ringan. “Sangat disayangkan bila kemudahan ini tidak bisa dimanfaatkan oleh para petani hutan," katanya. • DR/BWU/Jy

DUTA Rimba 55


lintasrimba

Perhutani Tuban

Tuban - Administratur Perhutani KPH Tuban, Tulus Budiyadi, menerima kunjungan Satuan Pembina Masyarakat (Satbinmas) Kepolisian Resor (Polres) Tuban, di Kantor Perhutani KPH Tuban, Rabu, 4 Maret 2020. Kunjungan itu dalam rangka meningkatkan sinergitas kemitraan dan sosialisasi bentuk pengamanan swakarsa. Kunjungan silaturahmi Anggota Satbinmas Polres Tuban itu dipimpin Kanit Bimas Polres Tuban, Aiptu Kusrin. Di dalam sambutannya, Tulus menyampaikan terima kasih atas silaturahmi yang dilakukan jajaran Satbinmas Polres Tuban. “Semoga kunjungan ini dapat meningkatkan sinergitas dan mempererat tali silaturahmi," ucapnya. Sementara Aiptu Kusrin mewakili Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Tuban, menyampaikan, dalam silaturahmi ini pihaknya perlu menyosialisasikan bentuk pengamanan swakarsa yang dilaksanakan oleh masyarakat. Ia juga menyampaikan, tugas mereka yaitu melaksanakan pembinaan masyarakat yang meliputi kegiatan penyuluhan masyarakat, pemberdayaan Perpolisian Masyarakat (Polmas), melakukan koordinasi, pengawasan dan pembinaan terhadap bentukbentuk pengamanan swakarsa (pam swakarsa), Kepolisian Khusus (Polsus), serta kegiatan kerja sama dengan organisasi, lembaga, instansi, dan/atau tokoh masyarakat, guna peningkatan

56 DUTA Rimba

Foto : Sri Juliati/Kompersh KPH Tuban

Terima Satbinmas Polres Tuban Sosialisasi Pengamanan Swakarsa

kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum dan ketentuan peraturan perundangundangan serta terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut dia, sesuai UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, bahwa kepolisian khusus semisal Polisi Hutan (Polhut) atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dapat membantu POLRI melalui kegiatan dalam bentuk pengamanan swakarsa. “Jadi dalam pelaksanaan

tugas tersebut, kepolisian khusus juga harus selalu mengedepankan komunikasi sosial dengan mengutamakan 3S, yaitu senyum, salam, dan sapa," tuturnya. Di dalam acara tersebut, pihak Satbinmas Polres Tuban juga memberikan cinderamata berupa plakat, Al Qur'an, sarung, mukena, untuk keperluan sarana ibadah di Musholla Perhutani KPH Tuban. Sebaliknya Perhutani KPH Tuban memberikan produk unggulan binaan Perhutani, berupa Madu, sebagai cinderamata. • DR/TBN/Yl

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Perhutani Banyuwangi Selatan

Sosialisasikan PNBP

Foto : Mukhlisin/Kompersh KPH Banyuwangi Selatan

ke Pemegang Izin Perhutanan Sosial

Blambangan - Perhutani KPH Banyuwangi Selatan memberikan sosialisasi tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Pemegang Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di wilayah Banyuwangi Selatan. Acara itu dilaksanakan di ruang rapat Kantor BKPH Blambangan, KPH Banyuwangi Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Terdapat dua kelompok pemegang izin IPHPS di wilayah Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, yaitu KTH Barurejo Makmur Sejahtera Desa Barurejo dan

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Gabungan Kelompok Petani Hutan (Gapoktanhut) Kedungasri Desa Kedungasri. Administratur Perhutani KPH Banyuwang Selatan, Nur Budi Susatyo, melalui Junior Manager Bisnis (JMB), Suhartono, mengatakan, PNBP merupakan kewajiban bagi LMDH, KTH, maupun Gapoktanhut. Baik itu pemegang SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) maupun IPHPS, karena hal tersebut sudah diatur di dalam UU Nomor 9 Tahun 2018. “Perhutani memberikan

sosialisasi agar para pemegang izin kegiatan Perhutanan Sosial dapat memenuhi kewajibannya yaitu menyetorkan PNBP. Pada prinsipnya target PNBP tahun 2020 KPH Banyuwangi Selatan harus sukses,” ujar Suhartono. Sementara itu, Ketua Gapoktanhut Kedungasri yang juga sebagai pemegang izin IPHPS, Supadi, mengatakan, “Kami sudah sepakat bersama anggota untuk menyukseskan target PNBP. Mudah-mudahan tahun ini petani kami berhasil panennya,” katanya.• DR/BWS/Muk

DUTA Rimba 57


rimbadaya

Budi Daya Kayu Putih,

Berkah Buat Masyarakat Kayu putih adalah tanaman yang sangat dikenal masyarakat. Bisa dikatakan, minyak kayu putih tak akan lepas keberadaannya di antara obatobatan standar yang harus ada di setiap rumah di Indonesia. Jika minyak kayu putih di rumah habis, para orang tua akan segera mencari dan membeli minyak itu di apotik atau warung terdekat. Bukan hanya untuk pengobatan. Aroma dan kehangatan minyak itu saat dibalurkan ke tubuh memberikan sensasi tersendiri. Bahkan, bagi masyarakat Cilacap, pengembangan budi daya tanaman kayu putih bisa menjadi berkah tersendiri.

B

esarnya kebutuhan masyarakat terhadap minyak kayu putih memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pesanggem. Khususnya mereka yang tinggal di sekitar hutan. Salah satunya terlihat di sekitar hutan di BKPH Rawa Barat, BKPH Rawa Timur, BKPH Sidareja dan BKPH Kawunganten. Semuanya termasuk wilayah Perhutani KPH Banyumas Barat. Ya, pengembangan budi daya tanaman kayu putih oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat memang dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Perhutani KPH Banyumas Barat

58 DUTA Rimba

mengembangkan budi daya tanaman kayu putih dan pengolahan minyak kayu putih sebagai usaha pendamping dari usaha utamanya yaitu produksi kayu dan getah pinus.  Di sana, masyarakat dilibatkan dalam proses produksi minyak kayu putih dari hasil penyulingan daun tanaman kayu putih yang sudah ditanam sebelumnya. Maka, tanaman kayu putih pun menjadi berkah tersendiri bagi pesanggem atau petani penggarap lahan kawasan Perum Perhutani. Sebab, petani bisa memanen daun kayu putih yang kemudian dijual ke Perhutani untuk diproses menjadi minyak kayu putih. Menurut Administratur Perhutani KPH Banyumas Barat melalui KSS Produksi, Sulistyoadi, tanaman

kayu putih secara total di seluruh kawasan KPH Banyumas Barat ditanam di lahan seluas 1004,90 hektare. Jumlah tanaman tercatat sebanyak 618.769 pohon, yang tersebar di BKPH Rawa Barat, BKPH Rawa Timur, BKPH Sidareja, dan BKPH Kawunganten. Tanaman kayu putih terbanyak ada di BKPH Rawa Timur yaitu seluas 785,30 hektare dengan jumlah tanaman sebanyak 552.247 pohon. “Untuk tahun 2020 ini KPH Banyumas Barat mempunyai target produksi daun kayu putih sebanyak 1.400.000 kg, yang untuk minyak kayu putih sebanyak 9.244 kg," ujarnya.

Syukur Atas Berkah Para pesanggem pun menyatakan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah yang mereka rasakan. Salah seorang pesanggem, Tasjo, mengutarakan hal itu. Tasjo yang menjadi pesanggem di kawasan hutan di RPH Cilacap, BKPH Rawa Timur, KPH Banyumas Barat, itu mengatakan, dirinya sangat bersyukur bisa ikut menanam kayu putih di lahan garapannya. “Setiap 6 bulan sekali bisa memanen daun kayu putih sebagai tambahan pendapatan selain hasil panen palawija,” ujarnya. Pesanggem adalah petani yang menggarap lahan hutan milik Perhutani. Petani pesanggem

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto : Sukirto/Kompersh KPH Banyumas Barat

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 59


Foto : Sukirto/Kompersh KPH Banyumas Barat

rimbadaya

umumnya berasal dari desa sekitar hutan. Mereka mengelola lahan di kawasan hutan yang telah selesai dilaksanakan tebangan oleh Perhutani, dengan ditanami aneka jenis palawija terutama jagung. Di beberapa tempat, masyarakat yang tinggal di sekitar hutan itu juga dilibatkan untuk melakukan pemanenan daun kayu putih. Termasuk di wilayah Perhutani KPH Banyumas Barat. Seperti dikutip dari wikipedia. org, kayu putih atau disebut juga gelam, adalah tumbuhan perdu. Kayu putih terutama tumbuh secara alami di Indonesia timur, khususnya di Kepulauan Maluku, di Sulawesi, serta Australia bagian utara, yang kemudian menyebar ke Pulau Jawa. Di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores, orang menyebut kayu putih dengan nama kapepe. Kayu putih termasuk tumbuhan bandel. Mudah tumbuh di tanah tandus maupun panas. Bisa juga tumbuh di daerah basah. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di tanah yang memiliki drainase baik ataupun jelek, dengan kadar garam tinggi ataupun asam, bahkan toleran terhadap kebakaran. Kayu putih tumbuh mulai dari daerah pantai di dekat hutan bakau, di tanah berpasir, tanah berrawa-rawa, sampai ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.

60 DUTA Rimba

Nama ilmiahnya adalah Melaleuca leucadendra dengan sinonim Melaleuca leucadendron. Para ahli taksonomi memasukkan kayu putih ke dalam anggota suku jambujambuan, Myrtaceae.

Aroma Khas Nama kayu putih diambil dari warna kulit batangnya yang putih. Kayu putih adalah tumbuhan pohon berbatang kecil. Cabangcabangnya menggantung ke bawah. Selain berwarna putih, batang kayu putih berlapis-lapis dengan bagian permukaan yang mengelupas. Kulit pohon kayu putih mengandung zat kimia lignin dan melaleucin. Bentuk daunnya lancip, dengan tulang daun sejajar seperti tombak. Daun kayu putih mengandung senyawa kimia minyak atsiri sineol, alpha-terpineol, valeraldehida, dan benzaldehida. Tumbuhan kayu putih mengeluarkan aroma yang khas. Semua bagian tumbuhan mengeluarkan aroma khas minyak kayu putih. Minyak kayu putih adalah cairan yang mudah menguap. Jika hari sedang panas, aroma khas minyak kayu putih dapat dicium orang yang berdekatan dengan pohon ini. Bunganya berwarna putih. Buahnya mengandung minyak terbang yang berisi sineol, terpinol, asam mentega, dan asam valerianat.

Bagian daun dan ranting tumbuhan ini terutama dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku minyak kayu putih. Di dalam bahasa Inggris, minyak kayu putih disebut cajuput oil. Daun dan ranting kayu putih kemudian diolah menjadi minyak kayu putih dengan cara diekstrak untuk keluar minyaknya. Minyak kayu putih adalah penghangat badan paling mudah didapatkan. Terutama pemanfaatannya untuk bayi. Minyak kayu putih biasa dipakai dalam pemijatan, sebagai aromaterapi, bahkan dalam industri wewangian.

Manfaat dan Khasiat Kayu putih secara tradisional dimanfaatkan untuk obat sakit kepala, perut kembung, diare, mengobati rematik, nyeri pada tulang dan saraf (neuralgia), radang usus, sakit gigi, mengobati gigitan serangga, hingga epilepsi. Daunnya yang pedas dan hangat, menghilangkan sakit (analgesik), peluruh keringat (diaforetik), antirematik, peluruh kentut (karminatif), pereda kulit (spasmolitik). Buahnya juga pedas, punya aroma yang khas, berkhasiat untuk obat sakit perut, karminatif, dan meningkatkan nafsu makan. Selain diambil bagian-bagian tumbuhannya tersebut untuk industri, kayu putih juga ditanam untuk tujuan reboisasi, peneduh jalan, atau bahkan tanaman hias. Potensi pengembangan industri minyak kayu putih sangat besar. Sehingga, kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha (agroforestri) untuk keperluan industri. Minyak kayu putih yang diambil dari penyulingan biasa dipakai sebagai minyak balur atau campuran minyak pengobatan lain (misalnya minyak telon) atau campuran parfum serta produk rumah tangga lain. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 61


warisanrimba

Ada Warisan Adat Budaya Luhur

di Jalawastu

Bangsa Indonesia memiliki adat dan budaya yang luhur. Ada banyak kearifan lokal yang tercermin dan terwujud dari warisan-warisan budaya yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu refleksi betapa tinggi nilai warisan adat dan budaya Indonesia itu ada di situs warisan budaya tak benda Jawastu di Brebes, Jawa Tengah. Ingin tahu seperti apa wujud warisan budaya yang mencerminkan keluhuran budaya di lokasi yang terdapat di wilayah kerja Perhutani KPH Balapulang itu?

A

da pemandangan menarik yang tertangkap di Dukuh Jawastu pada Selasa, 10 Maret 2020. Di hari itu, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang menggelar tradisi upacara Adat Ngasa. Semua itu dilakukan dalam rangka upaya melestarikan situs Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawastu. Lokasi WBTB dengan kategori situs adat tersebut tepatnya berada di Hutan Lindung Petak 81, 82 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ciseureuh dan petak 83, 84, 85 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pamedaran, Bagian Kesatuan

62 DUTA Rimba

Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarharjo Timur, KPH Balapulang. Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Dukuh Jalawastu, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sejumlah tokoh hadir di acara Adat Ngasa tersebut. Di antaranya adalah Bupati Brebes, Idza Priyanti; Administratur Perhutani KPH Balapulang, A. Fadjar Agung Susetyo; Wakil dari Balai Pelestari Budaya Yogyakarta; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah; Forkopimda Kabupaten Brebes; dan masyarakat Dukuh Jalawastu.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto : Wasmo/Kompersh KPH Balapulang

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 63


warisanrimba Saat menyampaikan sambutan, A. Fadjar Agung Susetyo mengatakan, Perum Perhutani berkomitmen akan terus mendukung pelestarian budaya adat masyarakat setempat. Hal itu dalam rangka misi pelestarian hutan sebagai kearifan lokal. Sementara Bupati Brebes, Idza Priyanti, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Perum Perhutani yang selama ini membantu masyarakat Dukuh Jalawastu, Desa Ciseureuh. Bantuan itu, menurut Idza, dengan berbagai program yang dijalankan. Antara lain lewat pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), Sharing Produksi Kayu dan Pemanfaatan Lahan Di bawah Tegakan (PLDT), serta program-program lainnya. Idza pun mengajak seluruh masyarakat, baik yang ada di kampung budaya adat Jalawastu maupun masyarakat umumnya, untuk melestarikan lingkungan  dan budaya  serta bergaya hidup bersih dan sehat.

Kampung di Pelosok Kampung Jalawastu sendiri merupakan sebuah kampung yang terletak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Uniknya, di tengah perkembangan teknologi modern, masyarakat di sana tetap memegang teguh ajaran leluhur mereka. Salah satu keunikan yang ada di kampung itu adalah penggunaan bahasanya. Walaupun berada di Jawa Tengah dan kebanyakan masyarakat di sana berasal dari etnis Jawa, namun dalam berkomunikasi sehari-hari senyatanya mereka justru menggunakan Bahasa Sunda. Tetapi selain penggunaan bahasa yang berbeda dari desadesa lain di Jawa Tengah, ada lagi hal unik masyarakat Kampung Jalawastu. Masyarakat di kampung tersebut dikenal memiliki banyak pantangan, di antaranya

64 DUTA Rimba

mementaskan wayang, memelihara angsa, dan menanam bawang merah. Keberadaan Kampung Jalawastu sendiri berada di daerah pelosok, sehingga kehidupan masyarakatnya masih terisolasi dari dunia luar. Namun, walau pun jauh dari peradaban modern, mereka tidak menutup kunjungan dari tamu luar. Bahkan, saat ini kunjungan ke komunitas masyarakat di sana masuk ke dalam agenda wisata. Sehingga, dukuh itu pun dijadikan WBTB dengan kategori situs adat. Terkait penetapan WBTB, Kampung Jalawastu memang pantas untuk menjadi lokasi kunjungan wisata. Selain kehidupan masyarakatnya yang unik, kampung itu memiliki pemandangan indah yang hijau. Udara di sana juga masih terasa segar. Hal itu bukti terpeliharanya lingkungan di sana. Untuk menuju ke Kampung Jalawastu, wisatawan harus melalui jalanan yang naik turun dan belum tertutup aspal. Tetapi jangan khawatir kesulitan menyampaikan komunikasi terhadap masyarakat di sana. Sebab, kendati masyarakat di Kampung Jawalastu berkomunikasi dengan Bahasa Sunda dengan menggunakan dialek ngapak yang populer digunakan di wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas, dan sekitarnya, namun mereka tetap fasih menggunakan Bahasa Indonesia jika berkomunikasi dengan orang dari luar kampung mereka.

Tanpa Semen dan Keramik Ada satu lagi hal unik dari Kampung Jalawastu. Warga di kampung tersebut membuat rumah mereka tanpa ada unsur semen dan keramik. Mereka membuat atap rumah dengan alang-alang. Hal itu karena letak kampung itu yang berada di lereng bukit,

sehingga Kampung Jalawastu menjadi daerah yang rawan longsor. Maka, guna mencegah dampak besar jika bencana tanah longsor terjadi, mereka tidak menggunakan genteng dan keramik. Selain itu, keramik dan genteng di daerah itu memang sulit diperoleh mengingat letaknya yang jauh dari peradaban. "Jadi dulu semen dan keramik itu salah satu barang mewah. Tetapi belinya jauh dan mengangkatnya juga susah. Maka, orang-orang di sini akhirnya menyebutnya sudah pamali (pantangan karena jarang sekali) diperoleh," ujar Dastam, pemangku adat Kampung Jalawastu. Menurut Dastam, penggunaan genteng sebagai atap rumah sangat sulit diterapkan di Kampung Jalawastu. Sebab, untuk membawa genteng menuju desa itu, harus dipikul dengan melakukan perjalanan berpuluh-puluh bahkan beratus-

Dayeuh Lemah Kaputihan oleh masyarakat Kampung Jalawastu diartikan sebagai tanah suci tempat tinggal dewa dan dewi. Mereka percaya, kampung mereka, Jalawastu, adalah juga tempat tinggal dewa dewi. Karena dipercaya juga menjadi tempat tinggal para dewa, para warga di sana dilarang untuk berkata kotor.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto : Wasmo/Kompersh KPH Balapulang

ratus kilometer dari tempat penjual genteng. Sebab, alat transportasi tak sampai menjangkau tempat itu. Jadi, untuk menggantikan genteng, di bagian atap rumah mereka, masyarakat Kampung Jalawastu menggunakan alangalang. Menurut Dastam, tanaman alang-alang bisa membuat rumah tidak terasa panas pada saat musim panas, dan tetap hangat pada saat berlangsungnya musim penghujan.

Pantang Pelihara Hewan Masyarakat Jalawastu juga dilarang memelihara binatang. Mereka punya pantangan memelihara angsa, domba, dan kerbau. Serta pantang menanam bawang merah. Selain itu, masyarakat di sana juga dilarang mementaskan wayang, karena kesenian tersebut dipandang berkaitan dengan aktivitas memainkan peran manusia. "Warga di Kampung Jalawastu dilarang memelihara hewan tertentu, karena dianggap mengotori lingkungan. Penanaman bawang merah juga dilarang, karena

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

lahannya tidak cocok. Kalau larangan menanam bawang merah itu, awalnya karena di sini lahannya tidak cocok, maka daripada merugikan, lebih baik tidak menanamnya," ujar Dastam. Warga di Kampung Jalawastu dilarang melanggar pantanganpantangan yang sudah ditetapkan tersebut. Apabila ada yang cobacoba melanggar, mereka yakin akan timbul bencana. "Pernah waktu itu tahun 2000, ada seseorang yang mencoba melanggar salah satu pantangan. Tetapi tak lama berselang, terjadi bencana tanah longsor," ujar Carmi, salah satu warga Kampung Jalawastu, seperti dikutip www. liputan6.com. Ada mitos yang berkembang di masyarakat Jalawastu. Mitos Dayeuh Lemah Kaputihan merupakan mitos yang berkembang di tengah masyarakat Jalawastu. Mitos tersebut konon lahir saat berlangsungnya zaman Kerajaan Hindu di sana, yaitu saat Ragawijaya sedang bertapa di Gunung Sagara. Dayeuh Lemah Kaputihan oleh

masyarakat Kampung Jalawastu diartikan sebagai tanah suci tempat tinggal dewa dan dewi. Mereka percaya, kampung mereka, Jalawastu, adalah juga tempat tinggal dewa dewi. Karena dipercaya juga menjadi tempat tinggal para dewa, para warga di sana dilarang untuk berkata kotor. Mitos itulah yang menegaskan sejumlah pantangan di tengah masyarakat Kampung Jalawastu. Di antaranya, larangan menggunakan genteng, batu-batuan, dan semen ketika membuat bangunan, pantangan memelihara angsa, kerbau, dan kambing gibas, serta pantangan menanam bawang merah dan kacang tanah. Unik, ya? Nah, keunikan-keunikan itulah yang membuat Masyarakat Kampung Jalawastu menarik untuk dikunjungi. Dari kehidupan mereka, kita akan mendapatkan banyak pelajaran tentang hidup. Hal itu pula yang melatarbelakangi penetapan Kampung Jalawastu sebagai WBTB dengan kategori situs adat. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 65


ensikloRIMBA

Burung Unik

Endemik Trulek Jawa yang Hampir Punah Burung Trulek Jawa mungkin terasa asing di telinga banyak orang. Burung unik Trulek Jawa di habitat aslinya hanya dapat ditemukan di lahan basah. Burung Trulek Jawa bukan saja burung unik, tetapi juga amat misterius. Di beberapa daerah khususnya di Kabupaten Lamongan, Trulek Jawa adalah burung yang dikeramatkan. Konon, Trulek Jawa pernah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Tetapi, tahun 2000 masih ditemukan di Lamongan, sehingga statusnya lantas berubah menjadi kritis.

B

urung Trulek Jawa bernama ilmiah Vanellus macropterus. Sebagai satwa endemik yang habitatnya ada di Pulau Jawa, Trulek Jawa menjadi salah satu burung unik khas Jawa. Burung endemik yang hanya hidup di Pulau Jawa ini sayangnya kini merupakan salah satu burung langka. Bahkan, di tahun 1994, burung dari suku Charadriidae ini pernah dinyatakan punah (Extinct) oleh IUCN. Tetapi sejak tahun 2000 statusnya direvisi menjadi kritis. Sebab, ketika itu ada sejumlah siswa SMA di Lamongan yang menemukan burung Trulek Jawa di Lamongan. Namun begitu, hingga kini keberadaan burung trulek jawa

66 DUTA Rimba

ini masih misterius. Sebab, tidak ada bukti fotografi atau spesimen baru yang diperoleh. Hingga saat ini, yang dapat dijumpai secara resmi di Indonesia hanyalah spesimen awetannya yang terdapat di Museum Zoologi di Cibinong, Bogor. Terakhir, burung Trulek Jawa tercatat keberadaannya pada tahun 1940 di delta Citarum. Sekian puluh tahun berlalu dan belum ditemukan lagi bukti fotografi atau spesimen baru, tetapi masyarakat setempat masih pernah melaporkan melihat keberadaan burung tersebut di alam lepas. Jadi, karena belum melakukan survei ulang terhadap semua habitatnya dan masih terdapat laporan-laporan tentang keberadaan burung jenis ini dari

penduduk setempat, IUCN tidak berani menyebut Trulek Jawa sebagai jenis satwa yang punah. Dan statusnya kini adalah kritis.

Ciri Khas Burung Trulek Jawa memiliki ukuran tubuh sedang. Panjangnya sekitar 28 cm. Bulu Trulek Jawa berwarna coklat keabu-abuan. Bulu di bagian kepala berwarna hitam. Warna punggung dan dada Trulek Jawa umumnya coklat keabuan, perut berwarna hitam, tungging putih. Bulu-bulu sayap untuk terbang berwarna hitam. Ekor putih dengan garis subterminal hitam lebar. Yang unik, terdapat "taji" hitam pada bagian lengkung sayap. Iris coklat, paruh hitam, dan tungkai hijau kekuningan atau jingga.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Ilustrasi : Wikipedia

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 67


Foto : jenisburungdunia.net

ensikloRIMBA

Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia

Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Charadriiformes

Famili : Charadriidae

Genus :

Spesies :

Satu hal lagi yang khas dari burung Trulek Jawa adalah gelambir putih kekuningan di atas paruhnya. Burung Trulek Jawa diketahui hidupnya berpasangan di padang rumput terbuka sepanjang pantai utara Jawa Barat dan pantai selatan Jawa Timur. 

Jawa Tengah dan Jawa Timur Burung endemik Trulek Jawa diketahui hidup dari memakan biji-bijian tumbuhan air dan beberapa jenis hewan kecil antara lain kumbang air, siput, dan larva serangga. Burung Trulek Jawa juga sering berada di sekitar daerah

68 DUTA Rimba

Vanellus Vanellus macropterus berair, semisal tepi sungai, muara sungai, dan rawa. Namun, uniknya burung tersebut tidak menyukai air. Trulek Jawa justru sering terlihat sedang bertengger di tempat kering di sekitar lahan basah semisal ranting, bebatuan, dan rerumputan. Beberapa daerah yang dilaporkan didiami burung Trulek Jawa antara lain adalah hutan Sawangan, Petungkriyono, Pekalongan (Jawa Tengah). Di tempat itu, Trulek Jawa terakhir terlihat tahun 2001 oleh Tim Community Forestry Pekalongan. Burung Trulek Jawa juga pernah ditemukan berada di Gunung

Ungaran (Jawa Tengah). Juga pernah ditemukan burung Trulek Jawa di Taman Nasional Meru Betiri, Jember, Jawa Timur. Satu lagi tempat yang diketahui pernah menjadi habitat Trulek Jawa adalah Pegunungan Halimun (Jawa Barat). Selain itu, Trulek Jawa juga pernah ditemukan keberadaannya di Lumajang (Jawa Timur). Di Lumajang, penduduk setempat menamainya burung tersebut sebagai "Plirik" dan menganggapnya sebagai burung keramat. Sebab, terdapat motif yang menyerupai keris pada sayapnya. Semua keunikan itu membuat Trulek Jawa sangat pantas untuk dilindungi. Apalagi, ia merupakan satwa endemik khas Pulau Jawa yang tidak terdapat di tempat lain. Maka, jika saat ini statusnya adalah kritis dan sangat jarang bisa ditemukan (belum ditemukan lagi dalam dua puluh tahun terakhir), satu harapan pun terucap, Semoga Trulek Jawa masih ada di tengah alam lepas. Dan tidak punah. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Lebih Mudah!

Ajukan permohonan informasi publikmu melalui formulir online

e-PPID

Layanan Informasi Publik Perum Perhutani

www.perhutani.co.id

Cepat, Tepat, Murah, Sederhana NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 69


bisnisrimba

Jateng Valley

Foto : Dwi K/Divre Jawa Tengah

Foto : Sarwono/Kompersh KPH Telawa

dan Visi Bisnis Perhutani Bersama Pemprov Jateng

R

uang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah menjadi lokasi peristiwa penting terkait pengelolaan wisata alam di Jawa Tengah. Ya, karena di kantor yang terletak di Semarang itu, pada Kamis, 12 Maret 2020, berlangsung penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan wisata alam

70 DUTA Rimba

Jateng Valley yang ada di kawasan hutan Perhutani. Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan lokasi wisata Jateng Valley itu dengan Direktur Utama PT Penggaron Sarana Semesta, Lies Bahunta; dan PT Taman Wisata  Jateng,  Prijo Handoko Rahardjo. Penandatanganan perjanjian itu

disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Usai penandatanganan perjanjian tersebut, Wahyu Kuncoro menyampaikan, Perhutani mengemban amanah dari negara untuk mengelola hutan negara di Jawa dan Madura dengan potensi sumber daya hutan  seluas 2,5 juta hektare. Dari lahan hutan seluas itu, seluas 636.000 Hektare berada di

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Di Jawa Tengah (Jateng), Perum Perhutani memiliki ratusan titik lokasi wisata alam. Jumlah destinasi wisata itu merupakan potensi besar untuk dikembangkan. Bahkan sangat potensial untuk dijadikan ikon-ikon wisata di Provinsi Jateng. Maka tak salah jika Perhutani dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menjalin kolaborasi untuk mengembangkan salah satu potensi wisata alam dengan visi bisnis yang profesional. Tujuannya, tentu untuk semakin mengoptimalkan pengelolaan hutan, sehingga dapat berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Jawa Tengah. Dan dari lahan hutan Perhutani yang ada di Jateng itu, terdapat 200 lebih titik lokasi wisata alam yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi ikon-ikon wisata di Jateng. “Tentunya  Perhutani  berharap dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Jateng  dan pihak swasta dalam pengelolaan hutannya, sehingga dapat berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya. Sementara itu, Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan agar Perhutani meningkatkan pola pendekatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dengan filosofi ‘pager mangkok luwih ampuh tinimbang pager tembok’ . Filosofi tersebut berarti pendekatan pengelolaan hutan yang ramah dan menyejahterakan masyarakat merupakan basis kekuatan untuk membangun hutan lestari. “Untuk wisata Jateng Valley, saya berharap dibangun dengan kualitas yang bagus karena mengusung tema "Where Nature Meets Dreams", yang memadukan nuansa alam dan mampu membawa inspirasi capaian impian masa depan yang sarat dengan teknologi canggih,” ujarnya.

Paling Lambat 10 Tahun Usai melakukan penandatanganan perjanjian tersebut,

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Wahyu Kuncoro juga mengadakan audiensi dengan Ganjar Pranowo, mengenai isu strategis pengelolaan kawasan hutan negara khususnya di Jawa Tengah, melalui program Perhutanan Sosial dan pengelolaan wisata dalam kawasan hutan. Di kesempatan itu, Wahyu menyelipkan pula pemaparan tentang rencana pembangunan Jateng Valley. Menurut Wahyu, pembangunan Jateng Valley itu direncanakan dengan investasi 1 triliun rupiah. Proses pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lambat 10 tahun, dengan beberapa tahapan. Tahaptahap tersebut di antaranya persiapan  dengan penyusunan master plan dan perizinan, tahap pembangunan, dan tahap pengusahaan. Acara  tersebut  juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Diantaranya adalah Direktur Operasi Perhutani, Bambang Catur Wahyudi; Kepala Perhutani Divisi Regional Jateng,  Endung Trihartaka; Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Peni Rahayu; Kepala Bappeda, Prasetyo Aribowo; Kepala Dinas LHK, Teguh Dwi Paryono; Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Sinoeng Noegroho Rachmadi; Kepala Dinas PU BMCK,  Hanung Triyono; Kepala Biro ISDA Setda, Dadang Soemantri;

dan Kepala Biro Perekonomian Setda, Indra Surya. Seusai menyaksikan penandatangan Perjanjian Kerja Sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, groundbreaking pembangunan akan dilakukan pada 15 Agustus 2020. Kejelasan tentang hal tersebut sudah didapatkan. Atas kejelasan itu, Ganjar pun menyampaikan apresiasi kepada Dirut Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro. "Pak Wahyu datang merespon dengan baik, bertemu investor, dan kita akan gas pol. Konsepnya, desainnya futuristik, karena mengawinkan konsep alam dan teknologi menjadi satu. Sehingga, edukasinya ada, green ecosystemnya juga ada," kata Ganjar.

Tujuh Zona Menurut Ganjar, Jateng Valley akan menjadi wisata alternatif yang menjanjikan. Sebab, dengan nilai investasi sebesar 1 triliun Rupiah dengan konsesi selama 35 tahun itu, Jateng akan terus berkembang. Berdasarkan master plan yang telah disusun, rencananya Jateng Park akan dibuat dengan tujuh zona. Ketujuhnya adalah Plaza Park, Theme Park, Water Park, Cultural Park, Eco Safari, Eco Lodge, Retention Lake, restoran dan suvenir. "Saya berharap kualitasnya tinggi dan bagus, pada proses

DUTA Rimba 71


pembangunannya tidak korup, tidak ada biaya ekstra. Kalau Pak Ganjar minta, laporkan saya ke KPK dan viralkan, kalau ada pegawai yang minta, laporkan ke saya. Kemudian, desain final akan saya sampaikan ke Pak Presiden. Pak Jokowi kan citacitanya bukan presiden, tetapi jadi pegawai Perhutani," katanya. Adapun bentuk kerja sama yang disepakati dalam perjanjian tersebut adalah Build Operate Transfer (BOT) dan lokasi kerja sama adalah kawasan hutan produksi Perhutani KPH Semarang yang termasuk wilayah administrasi Kabupaten Semarang. Obyek kerja sama tersebut berupa lahan seluas 371,88 hektare, yang 10% dapat dibangun sebagai sarana wisata. Dan dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama tersebut, PT TWJ akan mengembangkan dan mengelola Jateng Valley dengan jangka waktu 35 tahun.

Green Certificate Direktur Utama PT TWJ Prijo Handoko mengatakan, pihaknya merancangkan diperolehnya Green Certificate untuk Jateng Valley, karena dua per tiga wisatawan mancanegara lebih suka mengujungi area wisata yang sudah mempunyai Green Certificate. “Dengan membangun Jateng

72 DUTA Rimba

Foto : Dwi K/Divre Jawa Tengah

bisnisrimba

Berdasarkan master plan yang telah disusun, rencananya Jateng Park akan dibuat dengan tujuh zona. Ketujuhnya adalah Plaza Park, Theme Park, Water Park, Cultural Park, Eco Safari, Eco Lodge, Retention Lake, restoran dan suvenir. Valley, kami berharap akan terjadi multiplyer effect secara langsung melalui serapan tenaga kerja, maupun tak langsung melalui peningkatan usaha pendukung wisata masyarakat sekitar lokasi,’’ kata Handoko. Kepala Bappeda, Prasetyo Aribowo, menyampaikan, pembangunan Jateng Valley sudah menjadi bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang direncanakan pada RPJMD tahun 2018-2023, serta didukung kebijakan pemerintah pusat dengan dicantumkannya Jateng Park pada lampiran Peraturan Presiden nomor

79 Tahun 2019 sebagai obyek strategis setara dengan PSN. Sementara Asisten Ekbang Pemprov Jateng, Peni Rahayu, menjelaskan, dari aspek hukum pembangunan Jateng Valley akan mengacu Peraturan Menteri LHK Nomor P.31 Tahun 2016, tentang Pedoman Kegiatan Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam pada Hutan Produksi. Dari aspek tata ruang dan lokasi, Jateng Valley sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yaitu termasuk wilayah pengembangan wisata. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 73


sociorimba Bentuk apresiasi terhadap mitra kerja tidak hanya perlu diberikan saat sang mitra masih aktif. Kepedulian juga diberikan untuk mereka yang dulu pernah memberikan tenaga bagi perusahaan. Hal itu ditunjukkan Perhutani KPH Sukabumi saat menyerahkan santunan dana kematian kepada dua keluarga ahli waris penyadap getah pinus. Santunan senilai puluhan juta rupiah itu merupakan hak para penyadap yang selama ini diasuransikan oleh Perhutani melalui Amanah Githa.

Puluhan Juta Rupiah

Foto :Taufik Mulya/Kompersh KPH Sukabumi

untuk Ahli Waris Penyadap Getah Pinus

74 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Bentuk Rasa Peduli Di dalam kesempatan itu, Agus Yulianto menyampaikan, penyerahan santunan tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa peduli dan perhatian Perhutani kepada mitra kerjanya. Agus juga menyatakan, atas

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Foto :Taufik Mulya/Kompersh KPH Sukabumi

S

elasa, 21 April 2020, ada aktivitas menarik di Kampung Jelebud, Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di hari itu, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi menyerahkan santunan dana kematian kepada dua keluarga ahli waris penyadap getah pinus. Dana santunan senilai 33 Juta Rupiah itu diberikan kepada keluarga ahli waris tenaga penyadap yang semasa hidupnya menjadi penyadap di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bojong Lopang, KPH Sukabumi. Penerima santunan tersebut adalah keluarga ahli waris penyadap bernama Usep dan Henda. Keduanya semasa hidup merupakan penyadap di BKPH Bojong Lopang KPH Sukabumi. Santunan tersebut merupakan hak para penyadap itu yang selama ini diasuransikan oleh Perum Perhutani melalui Amanah Githa. Hal itu menunjukkan, Perhutani selalu berupaya melindungi pekerja hutannya dengan menyertakan seluruh pekerja di berbagai kegiatan ke keanggotaan asuransi kecelakaan kerja dan kematian. Penyerahan santunan tersebut dilakukan secara langsung oleh Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Agus Yulianto, kepada keluarga Almarhum. Acaranya diadakan di kediaman mereka di Kampung Jelebud, Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

nama perusahaan dan pribadi, ia menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga almarhum. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan Almarhum yang semasa hidup telah memberikan jasa dan pengabdiannya kepada Perhutani. “Santunan yang kami serahkan semoga dapat meringankan beban keluarga dan semoga dapat bermanfaat bagi ahli waris dan keluarganya. Kami sangat berharap pekerjaan yang telah dirintis almarhum dapat dilanjutkan oleh anggota keluarga," ujar Agus. Ahli waris keluarga Henda, Iis, pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada keluarganya. “Semoga santunan yang kami terima dapat bermanfaat dan menjadi barokah bagi keluarga, aamiin,” ungkapnya.

Salah Satu Satuan Kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi merupakan salah satu pengelola hutan di Pulau Jawa. Berada dalam lingkup Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, KPH Sukabumi pada periode 1952 -1957 merupakan bagian Kawasan Hutan provinsi Jawa Barat yang ditangani oleh Jawatan Kahutanan Jawa Barat, meliputi

Kawasan Hutan Cianjur Barat. Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi sebagai satu unit pengelolaan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, wilayah kerjanya meliputi hutan lindung dan hutan produksi Kabupaten Sukabumi. KPH Sukabumi merupakan salah satu satuan kerja pada Badan Usaha Milik Negara yang diberi wewenang untuk mengelola hutan di Kabupaten Sukabumi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2010 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2003, tentang Perum Perhutani dengan luas kawasan hutan berdasarkan SK Direksi Perum Perhutani Nomor 902/ KPTS-II/Dir/2013 tanggal 30 Agustus 2013 seluas 58,495,53 Hektare. Pengelolaan kawasan hutan di KPH Sukabumi diorganisasikan dalam 6 BKPH dan 22 RPH. Masingmasing RPH punya pelaksana lapangan untuk kegiatan tanaman, persemaian, sadapan, pemeliharaan, penjarangan, keamanan/Polter, pembantu penyuluh / sosial, pembantu lingkungan, dan tebangan (BKPH). Berdasarkan kesesuaian lahan, kawasan hutan KPH Sukabumi dibagi dalam 2 (dua) kelas perusahaan, yaitu Kelas Perusahaan Jati seluas 12.548,98 Hektare dan Kelas Perusahaan Pinus seluas 45.946,55 Hektare. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 75


rimbaopini

Bawa Gerakan Perubahan Menuju

Kejayaan PT Inhutani II

Oleh: Sangudi Muhamad *)

Gunung Sari, Pulau Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu, 12 Februari 2020. Di lokasi itu di tanggal itu, PT Inhutani II melangsungkan acara launching RKAP 2020 dan contract management. Ini memang momen tahunan. Tetapi selalu menjadi momen penting bagi perusahaan. Sebab, selain merumuskan rencana kerja dan anggaran perusahaan untuk satu tahun yang berjalan, di sinilah terjadi penegasan tentang visi, misi, dan program perusahaan. Juga merangsang munculnya ide-ide baru dan inovasi-inovasi yang menjadi kontribusi terhadap langkah perusahaan untuk mencapai kejayaan

A

cara Peluncuran RKAP 2020 PT Inhutani II di hari itu dimulai pukul 13.30 WITA. Plt Direktur Utama PT Inhutani II melakukan pembukaan rapat tersebut, diawali dengan penyampaian Visi dan Misi PT Inhutani II. Di dalam sambutan, saya menegaskan, visi perusahaan ini harus jelas dan simple. Sehingga, visi dan misi perusahaan dapat dengan mudah dimengerti, dipahami, dan selanjutnya dijalankan secara konsisten. Hal itu perlu dilakukan, karena akan menentukan pelaksanaan budaya kerja yang selanjutnya akan mampu mendongkrak produktivitas. Saya

76 DUTA Rimba

menekankan pentingnya mengerti, memahami, dan menjalankan budaya kerja PT Inhutani II, yaitu SPIRIT (Semangat, Profesional, Innovative, Responsible, Improvement, Tangguh) dengan cara bekerja SMART (Simple, Measurable, Achievable, Reasonable, Timely), dengan harapan agar di masa depan karyawan PT Inhutani II bisa selalu bersemangat dalam bekerja, senantiasa bersikap profesional dalam tindakannya, terus menghasilkan inovasi-inovasi terbaru, serta dapat bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya, sehingga selain memiliki kemajuan pada hasil kerjanya, akan tetapi

juga tidak lupa untuk selalu tangguh dalam menghadapi masalah. Mengapa perlu membina cara kerja SMART agar selalu tercapai SPIRIT? Sebab, bekerja SMART adalah cara agar kita selalu SPIRIT. Kata-kata yang membentuk idiom SMART itu mengartikan bahwa setiap karyawan Inhutani dalam pembuatan konsep itu harus simple (sederhana), sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh semua lapisan, kinerjanya dapat diukur, sehingga prestasi dapat diraih dan pencapaian target bukan hanya angan-angan belaka. Pencapaian target merupakan hal yang masuk akal dan tidak lupa dapat dipertanggung jawabkan sesuai jadual waktu yang telah dibuat. Satu lagi pesan saya kepada karyawan, baik baru maupun lama. Para karyawan jangan takut jika benar. Selain tidak takut, juga perlu melakukannya secara nyata. Perjuangkanlah kebenaran itu. Di dalam proses melakukan hal itu, sangat penting untuk menyatukan langkah, tujuan, tekad, mutu, dan senantiasa bersikap realistis dalam bekerja. Bagaikan tangan-tangan yang saling berpegang teguh, saling menguatkan, dan saling mendukung (supportive) serta jangan lupa untuk selalu sukses, sehat, dan selamat.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto : Dok. Sangudi Muhamad

Eksekusi Strategi Perlu konsistensi dalam mewujudkan visi, misi, dan mencapai tujuan perusahaan. Perlu juga keterbukaan dalam menerima setiap perubahan. Perubahan yang akan dibawa oleh Plt Direktur Utama PT Inhutani II dapat digambarkan seperti alur proses perubahan yang terlihat pada bagan berikut ini: Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana cara mengeksekusikan strategi? Nah, hal tersebut dapat dilakukan dengan terus menerus memupuk semangat untuk memerbaiki kinerja. Kinerja yang dimaksud itu mengandung beberapa poin.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Poin-poin tersebut yaitu profitabilitas, return of investment, peningkatan asset, kepuasan stakeholders, indeks kelestarian SDH, penerapan budaya spirit dan efektivitas sistem, serta peningkatan kebahagiaan karyawan. Sebagai perusahaan yang bernaung di bawah BUMN, PT Inhutani II tidak boleh melupakan tanggung jawab sosial yang diembannya. Hal itu sebagaimana slogan 3P (People, Planet, Profit). Tanggung jawab sosial yang telah dan akan terus dilakukan oleh PT Inhutani II berupa program perhutanan sosial. Program Perhutanan Sosial yang telah

dijalankan itu adalah yang telah mendapatkan SK KULIN KK, kemitraan dan bina lingkungan bersama LMDH dan gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K). Di kesempatan itu, Plt Direktur Utama PT Inhutani II juga mengingatkan untuk terus bekerja dengan efektif dan efisien.

Gerakan Perubahan Rangkaian acara Peluncuran RKAP 2020 lantas diisi dengan Penyampaian Strategi Pencapaian RKAP 2020 dari segenap kepala divisi. Setelah itu, juga ada penanaman pemahaman aspek yuridis kontrak di PT Inhutani II oleh

DUTA Rimba 77


rimbaopini

spirit

bussines analysist

strategy

system

resources

structure eksekusi strategi

bagian Legal dan kepatuhan. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan segenap General Manajer atau Kepala Wilayah dan Segenap Manager di lingkup PT Inhutani II. Acara ditutup dengan Penandatangan Kontrak Managemen antara Direktur Utama, General Manager/Kepala Wilayah, dan segenap Manajer PT Inhutani II. Satu hal yang perlu diberi garis bawah tebal dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah kesadaran tentang betapa pentingnya menerapkan gerakan perubahan. Setiap insan Inhutani harus mengusung gerakan

78 DUTA Rimba

“Leader itu adalah bagaimana cara seseorang menggerakkan seluruh pihak terkait dalam mencapai goals, leader itu ada bersama anggotanya bukan berada di depan mereka” Sangudi Muhamad, Gunung Sari 2020 perubahan dalam bekerja dan berkarya, sehingga dapat membawa perusahaan terus bertahan - bahkan berjaya - di tengah kompetisi dunia usaha yang semakin ketat ini. Salah satu bentuknya adalah kepemimpinan yang mumpuni. Perlu diingatlah. Leadership itu

adalah bagaimana cara seseorang menggerakkan seluruh pihak terkait dalam mencapai goals. Leader itu ada bersama anggotanya, bukan berada di depan mereka. • DR *) Sangudi Muhamad Penulis adalah Plt Direktur Utama PT Inhutani II.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 79


envirorimba

Perhutani KPH Malang Melepasliarkan Lutung Jawa dan Satwa Lain Keseimbangan alam harus terus dijaga. Keharmonisan hidup sesama makhluk harus terus dipelihara. Satwa dan hewan liar perlu dikembalikan ke habitat aslinya di alam liar. Hal itulah yang mendasari Perum Perhutani sering menggelar kegiatan pelepasliaran satwa liar ke habitatnya di hutan, setelah sebelumnya dikonservasi. Bekerjasama dengan lembagalembaga rehabilitasi satwa, kegiatan pelepasliaran itu merupakan wujud kepedulian Perhutani terhadap setiap upaya pelestarian lingkungan dan konservasi alam.

K

awasan hutan lindung Gunung Biru, Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur, menjadi lokasi pelepasliaran sejumlah satwa yang sebelumnya telah melalui proses konservasi. Kegiatan pelepasliaran satwa liar pada Kamis, 16 April 2020, tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Sejumlah lima ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) dan puluhan satwa liar lainnya dilepasliarkan di Petak 40a dan 42, yang merupakan kawasan hutan lindung (HL) Gunung Biru Coban Talun, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Punten, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan

80 DUTA Rimba

(BKPH) Pujon, KPH Malang. Wilayah hutan itu secara administratif masuk wilayah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Lima ekor Lutung Jawa yang dilepasliarkan tersebut terdiri dari 3 ekor betina dan 2 ekor jantan. Kegiatan pelepasliaran tersebut merupakan hasil kerja sama Perhutani KPH Malang dengan Javan Langur Center (JLC) The Aspinal Foundation. Organisasi tersebut merupakan pusat lembaga rehabilitasi Lutung Jawa yang fokus dengan spesifikasinya, yaitu merehabilitasi Lutung Jawa sub species Jawa bagian timur yang berkedudukan di Coban Talun, Batu, Jawa Timur. Di dalam kegiatan itu, selain lima ekor Lutung Jawa, puluhan satwa lainnya juga dilepasliarkan.

Satwa-satwa tersebut antara lain 3 ekor Kukang Jawa, 20 ekor ular, 1 ekor trenggiling, 4 ekor burung puter, 1 ekor burung jalak, dan 2 ekor berang-berang. “Kegiatan ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk pemulihan dan pelestarian populasi serta habitat satwa endemik pulau Jawa,” kata Kepala BBKSDA Jawa Timur melalui Project Manager JLC, Iwan Kurniawan.

Pelestarian Populasi Satwa Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Malang, Hengki Herwanto, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen KSDAE, Perum Perhutani, dan The Aspinal Foundation, tentang Konservasi Satwa Endemik Jawa di Kawasan Hutan Pulau Jawa. Hengki juga mengatakan, pelepasliaran satwa tersebut dilakukan dalam rangka upaya pemulihan dan pelestarian populasi serta habitat satwa endemik Pulau Jawa, khususnya jenis Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). “Kawasan hutan lindung Perhutani di Coban Talun ini merupakan habitat satwa tersebut dan lokasinya berbatasan dengan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo,” ujarnya. Lutung Jawa kerap kali disebut lutung budeng. Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) adalah

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Supriyanto/Kompersh KPH Malang

sejenis lutung yang rambutnya berwarna hitam legam. Monyet anggota suku Cercopithecidae ini menyebar terbatas (endemik) di Indonesia bagian barat. Lutung budeng tersebar di hutan-hutan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Sejauh ini diakui terdapat dua subspesies dari lutung budeng, yang dibedakan dari daerah sebarannya, yaitu lutung budeng timur dan lutung budeng barat. Lutung budeng timur (Trachypithecus auratus auratus) menyebar di Jawa Barat bagian timur hingga ke Jawa Timur, Pulau Sempu dan Nusa Barung, Bali, serta Lombok. Lutung budeng barat (Trachypithecus auratus mauritius) menyebar di wilayah Banten dan setengah Jawa Barat bagian barat, antara lain Ujung Kulon,

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Jasinga, Bogor, Cisalak, Jakarta, Palabuhanratu, ke timur di pesisir selatan hingga Cikaso, atau Ciwangi di pedalaman.

Kelestariannya Terancam Saat ini diketahui, lutung budeng berstatus terancam kelestariannya. Bahkan, IUCN memasukkannya ke dalam Daftar Merah IUCN dalam status Rentan (VU, Vulnerable). Spesies ini terancam kelestariannya oleh beberapa sebab. Antara lain kehilangan serta degradasi habitatnya, yang terdesak oleh perluasan lahan-lahan pertanian dan permukiman manusia; fragmentasi habitat; serta perburuan untuk dimakan atau diperdagangkan sebagai hewan timangan. Sebagai satwa berstatus terancam kelestariannya, lutung

budeng dilindungi oleh Undang Undang Republik Indonesia sejak tahun 1999. Perdagangan satwa itu diawasi oleh CITES dan termasuk ke dalam Apendiks 2. Lutung Budeng juga tercatat keberadaannya di dalam kawasankawasan konservasi semisal Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, serta Taman Nasional Bali Barat. Jadi, mengingat terancamnya kelestarian Lutung Jawa, upaya-upaya menjaga kelestariannya perlu terus dilakukan. Termasuk menjaga Lutung Jawa dengan jalan konservasi, lalu melepasliarkannya setelah dianggap siap. • Tim Kompersh KPH Malang

DUTA Rimba 81


Foto: Y. Niken Anggraini/Kompersh KPH Kedu Selatan

wisatarimba

82 DUTA Rimba

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Di Brujul Adventure Park, Adrenalin Terpacu

Satu lagi pilihan destinasi wisata alam eksotis telah hadir. Namanya Brujul Adventure Park. Lokasinya tak terlalu jauh dari Jakarta. Tepatnya di Kabupaten Kebumen. Berada di tengah hamparan hutan pinus dengan  panorama situs batu-batu besar, Brujul Adventure Park menghadirkan sisi lain wisata alam. Sebab, di sini para wisatawan tak hanya dapat bersantai, tetapi sekaligus bisa menguji adrenalin dengan berbagai wahana wisata yang menantang. Ingin tahu seperti apa?

D

estinasi wisata baru di Kabupaten Kebumen itu bernama Brujul Adventure Park. Berjarak 12 km dari Kota Kebumen, tepatnya di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Brujul Adventure Park merupakan destinasi wisata alam eksotis yang terletak di tengah hamparan hutan pinus  dengan  panorama situs batu-batu besar yang unik di sela-sela pepohonan. Lokasinya termasuk wilayah kerja Perhutani  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan. Brujul Adventure Park merupakan salah satu mata rantai destinasi

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

wisata Perhutani yang ada di Kabupaten Kebumen. Ia seolah melengkapi destinasi wisata alam lain yaitu Pesona Kayangan, Bukit Pentulu Indah, serta deretan pantai cantik yang ada di Gombong Selatan, di antaranya Pantai Menganti, Pantai Surumanis, Pantai Patemon, Pantai Watubale dan Bukit Hud. Di Brujul Adventure Park, pengunjung dimanjakan dengan kesejukan hutan pinus untuk relaksasi. Wana wisata ini juga sangat cocok bagi pecinta alam untuk hiking, camping, atau outbond. Tetapi yang paling menarik, pengunjung dapat menguji adrenalin. Ada sejumlah wahana di Brujul Adventure Park yang dapat memacu

hormon adrenalin, semisal flying fox dan sepeda terbang. Sepeda terbang yang dimaksud adalah sepeda gantung yang diikat dengan bentangan rel. Wahana ini seperti terdapat di wisata Lodge Maribaya. Dua wahana ini benar-benar cocok untuk pengunjung yang senang dengan petualangan. Dan jika lelah, pengunjung pun dapat sekadar duduk santai di rumah pohon atau ber-selfie di antara batu-batu besar. Ada lagi hal menarik yang memanjakan pengunjung. Di hari libur, di sana ada pertunjukan Cepetan tari topeng khas Kebumen dan kesenian tradisional Jamjenang. Sedangkan di bulan Juni–Juli, terdapat beragam event menarik.

DUTA Rimba 83


wisatarimba Setelah puas beraktivitas, pengunjung bisa menikmati segarnya es degan, wedang uwuh, serta nasi oyek. Semua itu merupakan sajian kuliner khas Brujul, yang bakal memberikan kenangan tersendiri bagi pengunjung. Di sana, fasilitas umum pun telah tersedia, semisal mushola, toilet, serta warung makan dan suvenir.

Brujul Adventure Park memiliki potensi besar sebagai lokasi wisata, dan layak untuk dijadikan lokasi wisata alam yang punya daya tarik begitu luar biasa. Banyak venue yang menarik. Di sana juga terdapat situs berupa ratusan batu berukuran besar-besar yang begitu unik dan juga indah, yang tidak dipunyai oleh hutan lain. Juga terdapat tiga lubang gua, sumur bergayung emas yang penuh penuh misteri, serta ada situs Tepak Banteng. Ada juga bukit pandang yang lapang dan puncak Brujul yang menantang, juga beberapa curug, dan lain-lain. Obyek wisata alam Brujul Adventure Park (BAP) merupakan lokasi wisata yang dirintis masyarakat Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Peresmiannya sebagai lokasi wisata dilakukan tanggal 30 April 2017. Sebelum ditanami pohon pinus oleh Perhutani, area hutan gunung Brujul merupakan lahan pegunungan milik negara yang sebagian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk bercocok tanam. Tanaman yang dibudidayakan masyarakat sebelumnya antara lain singkong dan palawija. Sebagian lagi lokasi Brujul merupakan hutan belukar dan pohon-pohon besar semisal jati, sengon, albasia. Bahkan di era tahun 1980-an, warga masih sempat menanam padi gaga (merupakan jenis tanaman padi yang mampu tumbuh pada tanah kering).

84 DUTA Rimba

Foto: Y. Niken Anggraini/Kompersh KPH Kedu Selatan

Kerja Sama LMDH

Kini, kawasan Brujul dikembangkan menjadi lokasi wisata alam yang eksotis. Pengelolaannya juga melibatkan masyarakat sekitar. Hal itu dituturkan Asisten Perhutani Karanganyar, Ari Kurniawan, mewakili Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan. Ari Kurniawan menyampaikan, Brujul Adventure Park dikelola dengan kerja sama antara Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hijau Lestari. “Ini adalah bentuk komitmen Perhutani untuk pengembangan wisata alam dan upaya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan dengan

pengelolaan hutan bersama masyarakat, khususnya pemanfaatan jasa lingkungan. Pelaksanaan kerja sama dengan LMDH tetap mengedepankan asas kelestarian hutan di samping asas manfaatnya,”  ujar Ari.

Lokasi dan Rute Brujul Adventure Park menawarkan pemandangan yang indah dipenuhi rimbunnya hutan pinus dengan bentang alam yang indah. Terdapat juga puluhan batuan besar, antara lain bernama Watu Tumpang, Watu Pesujudan, Watu Buaya, dan berbagai batuan besar lain. Batu-batu besar itu menambah

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Y. Niken Anggraini/Kompersh KPH Kedu Selatan

Nama Brujul sendiri menurut salah satu versi masyarakat, diambil dari kata mbrujul atau mluku yang berarti membajak tanah. Versi lain mengatakan, nama itu diberikan karena banyaknya batu yang muncul atau mbrojol atau mbrujul. keeksotisan hutan pinus bukit Brujul. Sejuknya udara pegunungan dengan suara khas serangga sejenis serangga hutan yang bernama gareng, yang setia menemani perjalanan, akan menambahkan sensasi rileks untuk anda yang mungkin jenuh dengan rutinitas aktivitas sehari-hari. Terdapat juga beberapa wahana menarik, di antaranya adalah hammock dan batu pandang untuk menikmati jajaran pegunungan dan sejuknya udara Brujul Adventure Park dari kejauhan. Rute yang bisa ditempuh untuk menuju lokasi Brujul Adventure Park, yaitu dari alun-alun Kebumen ke utara arah perempatan Mertakanda.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

Dari sana, lurus ke arah Jembatan Tembana, pada arah barat jembatan terdapat pertigaan ke utara arah desa Peniron. Dari pertigaan itu, terus saja berkendara hingga SMPN 2 Pejagoan. Sesudah itu, pengunjung akan menemukan pertigaan dengan banner petunjuk Brujul Adventure Park. Ikutilah petunjuk yang sudah ada. Untuk mencapai Brujul Adventure Park, pengunjung harus melewati jalan setapak yang cukup curam. Jadi, berhati-hatilah dan tetap utamakan keselamatan. Nama "Brujul" diberikan masyarakat merujuk pada daerahnya. Seperti kebanyakan masyarakat Jawa yang menamakan suatu daerah

dengan hal yang dilakukan atau apa yang terjadi. Begitu juga dengan Brujul, yang memiliki tiga nama, di antaranya Gunung Srandil, Gunung Gadung, dan Gunung Brujul. Di dalam peta topografi, nama lain Gunung Brujul adalah Gunung Srandil, sedangkan nama Gunung Gadung dikarenakan banyak tumbuh tanaman gadung hingga sekarang. Nama Brujul sendiri menurut salah satu versi masyarakat, diambil dari kata mbrujul atau mluku yang berarti membajak tanah. Versi lain mengatakan, nama itu diberikan karena banyaknya batu yang muncul atau mbrojol atau mbrujul. Batu besar yang kini berada di daerah Brujul pun memiliki cerita rakyat tersendiri. Konon, dahulu ada seseorang yang sakti yang hendak meninggikan gunung dalam waktu satu malam. Batu-batu tersebut digiring dari bawah. Namun, ia gagal karena matahari telah terbit sebelum pekerjaannya selesai, dan batu-batu itu pun berhenti di tempat masingmasing hingga sekarang. Selain cerita masyarakat, Brujul juga diwarnai oleh cerita-cerita sejarah. Menurut cerita, Brujul dulu juga menjadi tempat persinggahan tokoh-tokoh penting. Termasuk juga di Brujul ada Goa Sidalang yang dulu dijadikan Pangeran Diponegoro untuk tempat bertapa. Pada tempattempat tertentu kini juga masih menjadi lokasi yang disakralkan masyarakat, semisal Watu Tumpang, Watu Tumpeng, Watu Pasujudan, dimana Pangeran Diponegoro dahulu pernah singgah untuk bersemedi dan bersujud. Jadi, para petualang dan wisatawan, datanglah ke Brujul Adventure Park. Nikmati sensasi petualangan di antara asri pepohonan dan segar udara pegunungan. Pacu adrenalin, santai menikmati keindahan alam, dan akrab berfoto-foto. Cag! • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 85


inovasi

Optimalisasi Pengelolaan Hutan Kelas Perusahaan

Getah Pinus Kontribusi pendapatan yang diperoleh dari usaha penjualan produk gondorukem, terpentin, derivat (GTD) dan kayu bundar pinus cukup signifikan. Pendapatan tahun 2018 dari GTD adalah Rp 1.944 Milyar atau 44,9% dari total pendapatan Rp 4.329 Milyar. Tahun 2019 pendapatan dari GTD sebesar Rp 1.452 Milyar atau 38,1% dari total pendapatan Rp 3.813 Milyar. Fluktuasi volume produksi 81.191 ton (2018) dan 78.780 ton (2019). Harga komoditas Rp 23,952 juta/ton (2018) dan Rp 18,433 juta/ton (2019) menunjukkan bisnis industri GTD jadi penopang utama pendapatan perusahaan dan peluang pasar yang sangat dinamis.

K

ondisi pasar yang cukup baik, ditandai permintaan yang melebihi kapasitas produksi/industri Perhutani dan harga komoditas GTD yang tinggi, serta kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang di atas Rp 14.500, menunjukkan prospek bisnis produk GTD cukup baik dalam jangka panjang. Kebijakan perusahaan pun menetapkan pengelolaan hutan pinus menjadi Kelas Perusaan Getah Pinus dan Penetapan Daur dari 50 tahun menjadi 35 tahun. Hal itu merupakan strategi perusahaan yang tepat sebagai respon terhadap kondisi pasar tersebut. Namun, kondisi itu tak diimbangi perbaikan kondisi Sumber Daya Hutan (SDH) tanaman pinus yang menunjukkan produktivitas sadapan getah pinus kian menurun. Angka produksi per pohon per hari turun dari 7,43 gram/pohon/hari menjadi 6,87 gram/pohon/hari. Rata-rata

86 DUTA Rimba

jumlah pohon per hektare pun semakin menurun dari 214 pohon/ hektare (2015) menjadi 198 pohon/ hektare (2019). Kondisi itu berakibat volume produksi getah pinus terus menurun, sehingga berkurangnya pemenuhan kapasitas terpasang 8 Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) serta 1 PPCI. Padahal, potensi getah pinus sangat besar. Luas tanaman pinus Perhutani 305.293,5 hektare. Sejumlah 44.837,3 hektare merupakan fungsi Hutan Lindung; 253.783,9 hektare fungsi Hutan Produksi; 4.754,9 hektare Kawasan Perlindungan; dan 1.917,5 hektare Penggunaan Lain. Sadapan getah pinus dimulai saat umur tanaman 11 tahun, daur ditetapkan 35 tahun, jika produksi getah masih baik dapat dipertahankan sampai umur tegakan maksimal 50 tahun. Potensi sadapan getah pinus seluas 178.293,7 hektare dengan luas tegakan pinus yang sudah masuk daur (Kelas Umur VIII up) seluas 75.490,2 hektare.

Banyak tegakan yang roboh saat musim angin, akibat praktik sadapan getah pinus yang tak memenuhi standar teknis, serta adanya tanah kosong di KP Getah Pinus. Hal itu membuat perbaikan kondisi SDH mendesak dan penting. Tujuannya agar potensi SDH dan peluang pertumbuhan pendapatan perusahaan meningkat (pro growth); Penyediaan akses masyarakat atas lahan dan lapangan kerja serta mendukung peningkatan kesejahteraan melalui kegiatan sadapan getah pinus dan tanaman intercropping (pro poor dan pro job); dan Perbaikan lingkungan (pro environment).

Analisis Kondisi Semua diawali dari pengelolaan SDH. Dari sisi perencanaan SDH, maksud penetapan Kelas Perusahaan Getah adalah penggolongan usaha bidang kehutanan berdasarkan jenis tanaman (pinus), sistem silvikultur

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Bambang Catur Wahyudi/Direktur Operasi Perhutani

tebang habis, dan jenis produk yang dihasilkan sebagai produk bisnis utama sebuah kelas perusahaan berupa getah pinus. Daur yang ditetapkan menjadi 35 tahun dari semula 50 tahun memunculkan perlunya menata kembali rencana pengaturan hasil yang semula kayu menjadi getah pinus, termasuk

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

rencana pemanenan kayu dan kegiatan reboisasinya. Aspek perencanaan produksi yang tertuang dalam Rencana Teknik Tahunan (RTT) belum optimal dilakukan. Sebabnya antara lain penyesuaian alat perencanaan berupa Tabel Volume Lokal (TVL) tiap Bagian Hutan yang punya

angka produktivitas berbeda, jumlah pohon tidak akurat, banyak petak sadapan tak dikerjakan karena tiadanya akses jalan atau base camp, atau produktivitas rendah akibat kondisi tegakan atau ketinggian tempat tumbuh, pada saat penyusunan rencana dengan asumsi 2 quare tetapi kenyataan

DUTA Rimba 87


di lapangan lebih dari 2 quare dan banyak tanaman dengan umur lebih dari 50 tahun. Dimulai dari persemaian. Persemaian bertujuan untuk menyiapkan bibit siap tanam tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga/biaya, dan tepat tempat. Sumber benih untuk menjamin kualitas genetik menggunakan Kebun Benih Semai (KBS) dan pohon plus bocor getah. Teknik perbanyakan sudah dikuasai baik dengan sistem semai, pengembangan stek pucuk, dan perbanyakan vegetatif lain. Infrastruktur persemaian telah dimiliki di beberapa KPH dengan persemaian sentral. Pembuatan persemaian membutuhkan waktu 1 tahun. Dilanjutkan dengan kondisi tanaman. Sistem tanam yang dikembangkan adalah tumpangsari selama 2 sampai 3 tahun dan banjar harian. Jarak tanam yang digunakan 3 x 3 m atau 4 x 4 m dengan pemeliharaan dangir dan babat tumbuhan bawah pada umur 2, 3, 4, dan 5 tahun. Hal itu untuk memberikan ruang tumbuh tanaman lebih baik dengan memerbaiki sifat fisik tanah dan mengurangi gulma atau tanaman pengganggu. Kegagalan tanaman atau rendahnya prosentase tumbuh diakibatkan bibit yang ditanam tidak siap tanam akibat keterlambatan pembuatan persemaian, kualitas benih yang kurang baik, teknik penanaman yang tidak sesuai prosedur kerja, cuaca yang tidak mendukung, dan tidak tersedianya bibit sulaman setelah dilakukan evaluasi tanaman tahun ketiga. Kegiatan pemeliharaan lainnya antara lain pruning untuk memerbaiki kualitas kayu dan penjarangan untuk mematikan pohon yang terserang penyakit, pohon yang tertekan, dan untuk memberikan ruang tumbuh terhadap pohon tinggal yang

88 DUTA Rimba

Foto: Bambang Catur Wahyudi/Direktur Operasi Perhutani

inovasi

ideal. Kegiatan penjarangan sering terlambat dilakukan karena keterbatasan anggaran, kayu tak bernilai ekonomis, dan terkendala kondisi topografi. Pelaksanaan penjarangan di lokasi sadapan yang telah berjalan sangat mengganggu pelaksanaan kegiatan sadapan.

Sadapan Getah Pinus Sadapan getah pinus menggunakan sistem quare dengan pembaharuan luka sadapan tiap 3 hari sekali dan pemungutan getah pada hari ke-10. Konsistensi pembaharuan akan berpengaruh pada tingkat produktivitas getah pinus. Sistem quare merupakan metoda yang telah teruji baik, antara lain kemudahan aplikasi oleh penyadap, peralatan sadap relatif lebih murah, dan luka sadapan dapat menutup kembali dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan bisnis dalam pengelolaan hutan pinus antara lain hasil pertanian/perkebunan berupa produk agroforestry, wisata, dan pemanfaatan air permukaan. Perlu perhatian pada aspek perlindungan hutan. Perlindungan hutan untuk mencegah gangguan

hama dan penyakit, kebakaran, bencana alam roboh, dan pencurian pohon. Penyakit yang umumnya menyerang adalah cabuk lilin yang dapat berakibat tanaman pinus mati. Sedangkan bencana alam roboh biasanya disebabkan faktor angin dan luka quare yang terlalu dalam/ banyak. Aspek penting dari perlindungan terhadap lingkungan antara lain meminimalkan terjadinya erosi tanah dan laju run off akibat pembukaan atau pengolahan tanah. Aspek lain terkait keamanan getah hasil pungutan yang rawan dijual kepada pihak lain secara ilegal. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah Perhutanan Sosial. Interaksi masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan antara lain tenaga kerja tanaman, pemeliharaan, sadapan getah pinus, dan tebangan. Kegiatan di lokasi tanaman juga termasuk penanaman palawija (tumpang sari) di antara tanaman pokok. Pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan ilmu pengetahuan berdampak pada penurunan kepemilikan lahan pertanian per kepala

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


keluarga, defisit pangan bagi petani kecil, defisit kayu bakar dan kayu pertukangan, dan lain lain. Akibatnya, tekanan penduduk terhadap hutan meningkat dan menyebabkan produktivitas hutan menurun dan kian luasnya kawasan hutan tidak produktif. Kegiatan perhutanan sosial sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P 83/2016 tentang Perhutanan Sosial di Perum Perhutani, memberikan manfaat melalui adanya sharing bagi hasil hutan kayu dan non kayu. Saat ini produksi getah Perhutani belum mampu memenuhi kapasitas terpasang Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) dan Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI). Juga oleh sebagian trading dan kerja sama Manager Getah Aceh, serta trading sinergi dengan anak perusahaan Inhutani I, III, dan IV. Akibatnya, biaya olah/harga pokok produksi tinggi karena terkait penggunaan energi BBM dan listrik.

Aspek-aspek Berpengaruh Kegiatan sadapan getah pinus sangat dipengaruhi motivasi penyadap dan tingkat kesejahteraan atau upah yang diterima. Perilaku/ budaya penyadapan yang baik akan berdampak pada mutu getah yang dihasilkan dan sangat signifikan berdampak pada mutu gondorukem dan terpentin, rendemen yang dihasilkan, serta penghematan biaya olah di industri. Pelaksanaan kegiatan sadapan getah pinus dilakukan dengan NKK Perhutanan Sosial serta perlindungan tenaga kerja dengan asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja. Hal tersebut untuk memberikan perlindungan atas hakhak pekerja. SDM di bidang sadapan di antaranya pekerja sadapan dan petugas Perhutani yang

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

memberikan bimbingan teknis pelaksanaan sadapan, mencatat administrasi hasil hutan, dan administrasi keuangan hasil hutan/ produksi. Kualifikasi pekerja sadapan masih perlu ditingkatkan dan di beberapa lokasi kekurangan tenaga penyadap yang membutuhkan upaya untuk mendatangkan pekerja dari tempat lain dan tinggal di basecamp pekerja. Jumlah pohon atau luas areal sadapan masingmasing penyadap yang tidak memadai berakibat pada besaran penerimaan upah/pendapatan yang tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional yang berlaku. Dampaknya, kegiatan sadapan menjadi bidang pekerjaan yang tidak menarik. Selain kompetensi Petugas Perhutani masih perlu ditingkatkan, jumlah SDM yang kurang membuat jangkauan pengawasan pekerjaan teknik masih lemah atau tidak efektif. Aksesibilitas dan sarpra SDM mandor terbatas serta biaya pembinaan yang harus dilakukan kepada para penyadap tidak tersedia. Juga tidak adanya ikatan kerja penyadap dengan Perhutani yang berdampak kegiatan sadapan tidak bisa rutin.

Manajemen Mutu Produk yang dihasilkan terkontrol sistem kerja yang telah dibakukan dalam prosedur kerja dan terstandarisasi oleh sistem

manajemen mutu ISO 9001 : 2015 sebagai tolok ukur produk global. Ke depan, tuntutan sertifikasi FSC Pengelolaan Hutan Lestari atas Forest Management Unit penghasil Gondorukem dan Terpentin. Persyaratan mutu produk sesuai dengan Standar Nasional Indonesia yang berlaku (Quality Control) termasuk Jaminan Mutu produk di proses penyimpanan dan penanganan distribusi sampai pengiriman ke pengguna produk (Quality Assurance). Penetapan harga perlu dikaji melalui sistem yang baku untuk mengukur variabel penting sebagai pembentuk harga. Distribusi atau pengiriman produk gondorukem dan terpentin terkait ketepatan waktu pengiriman melalui kapal di pelabuhan. Hal itu perlu diawali dari Perencanaan Hutan. Aspek perencanaan yang penting dituangkan dalam penyusunan Revisi RPKH ke depan antara lain, Pengembangan KP Getah Pinus diarahkan pada fungsi hutan produksi dan produksi terbatas. Lalu, identifikasi tapak untuk mengukur kesesuaian tapak dan kelayakan tapak. Lalu, ketinggian tempat tumbuh untuk mendapatkan produktivitas getah yang tinggi, maksimal 1.000 mdpl. Untuk ketinggian di atas 1.000 mdpl, dipilih spesies pinus lain yang

Selain kompetensi Petugas Perhutani masih perlu ditingkatkan, jumlah SDM yang kurang membuat jangkauan pengawasan pekerjaan teknik masih lemah atau tidak efektif. Aksesibilitas dan sarpra SDM mandor terbatas serta biaya pembinaan yang harus dilakukan kepada para penyadap tidak tersedia. Juga tidak adanya ikatan kerja penyadap dengan Perhutani yang berdampak kegiatan sadapan tidak bisa rutin. DUTA Rimba 89


dapat memberikan produktivitas getah tinggi dan derivate yang dihasilkan dapat diterima pasar. Kondisi topografi yang ideal adalah datar (0-8%) dan landai (815%). Untuk topografi agak curam (15-25%) perlu adanya intervensi pembuatan terasering. Uji tingkat kesuburan dan kecocokan lahan untuk menetapkan rekomendasi jenis dan dosis pemupukan yang dibutuhkan oleh tanaman. Aspek ketersediaan sarana prasarana semisal jalan angkutan untuk mendukung kegiatan produksi getah dan kayu, TPG, basecamp pekerja dan rumah tinggal bagi mandor jika diperlukan. Pengaturan hasil melalui perhitungan etat tebangan dengan pertimbangan luas dan volume perlu dilengkapi kajian terkait kemampuan rehabilitasi atau tingkat keberhasilan pembuatan tanaman. Lokasi tebangan atau tanaman dengan pertimbangan tegakan yang telah habis bidang sadapnya, sudah umur daur atau lebih 35 tahun, ketinggian tempat kurang dari 1.000 mdpl, tersedia jalan angkutan untuk menekan biaya pemungutan hasil kayu, dekat dengan sumber tenaga kerja atau tekanan sosial untuk sumber tenaga kerja tanaman, intercropping dan sadapan. Penggunaan teknologi informasi berupa drone untuk membantu perencanaan dalam melakukan deliniasi areal efektif sadapan, monitoring keberhasilan tanaman, monitoring pengamanan hutan seperti adanya penggarapan liar atau pengamanan batas kawasan, penghitungan jumlah pohon dalam merencanakan kegiatan sadapan, audit potensi SDH dan lain lain. Untuk mendukung ketersediaan bibit siap tanam tepat kualitas, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat harga, perlu dipersiapkan beberapa hal. Pertama, penyiapan Kebun

90 DUTA Rimba

Foto: Bambang Catur Wahyudi/Direktur Operasi Perhutani

inovasi

Benih Semai (KBS) yang semula dengan orientasi KP Kayu menjadi KP Getah atau jenis yang bocor getah. Kedua, membangun kebun pangkas untuk mengantisipasi kegagalan KBS mengingat sistem ini lebih cepat disiapkan dalam skala luas. Ketiga, eksplorasi pohon plus pinus bocor getah untuk keragaman genetis dan menghindari serangan hama dan penyakit skala luas. Keempat, introduksi jenis yang mampu hasilkan getah atau derivate yang dapat diterima pasar, kesesuaian tempat tumbuh dan produktivitasnya optimal (Pinus oocarpa, Pinus radiata, dan lainlain). Kelima, mengingat program pemuliaan pohon perlu waktu cukup panjang dan keahlian yang memadai, dapat melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi. Keenam, penyiapan infrastruktur persemaian yang baik dan modern. Ketujuh, umur di persemaian yang cukup (1,5 tahun) untuk mendukung persyaratan bibit siap tanam. Penyiapan bibit untuk sulaman yang cukup dan seumur untuk mendukung keberhasilan tanaman 100%. Untuk mengatasi kebutuhan

masyarakat akan lahan dan akses masyarakat terhadap hutan untuk peningkatan pendapatan masyarakat perlu ada modivikasi sistem silvikultur. Penetapan jarak tanam yang semula 3 x 3 m atau 4 x 4 m menjadi 3 x 6 m untuk memberikan ruang bagi masyarakat atau pengembangan bisnis perusahaan dengan mengembangkan konsep intercropping sebagai hasil antara dengan komoditas agroindustri (teh, kopi, coklat, sereh wangi, nilam, sorgum, tanaman pangan dan lain-lain). Intercropping membantu perusahaan untuk mendapatkan hasil usaha jangka pendek, menekan biaya pemeliharaan dan membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat. Input tanaman yang cukup melalui silvikultur intensif untuk mempercepat pertumbuhan batang dan kesempurnaan tajuk karena cahaya yang cukup sehingga mampu memperpendek umur mulai sadap dari 11 tahun menjadi 7 tahun. Dengan jarak tanam 3 x 6 m tidak lagi dibutuhkan penjarangan dan dipastikan sumber benih yang terkontrol akan memberikan

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


penampilan fenotipe seragam. Pembuatan terasering dimaksudkan untuk konservasi tanah dan air juga untuk memermudah manuver penyadap dalam melaksanakan penyadapan dengan produktivitas kerja lebih tinggi (jumlah pohon per hektar 550, jarak antar pohon 3 meter). Efisiensi di industri PGT sangat dipengaruhi ketersediaan dan kontinuitas pasokan getah yang diolah utamanya untuk penggunaan bahan bakar minyak dan sumber listrik untuk penggerak mesin dan proses. Khusus untuk PPCI lebih diarahkan untuk menghasilkan derivat karena memiliki nilai tambah yang cukup baik. Untuk harga produk alpha pinene dapat memberikan nilai tambah 7-15% daripada dalam bentuk terpentin. Diferensiasi produk dan pasar yang spesifik perlu riset dan pengembangan produk yang baik disamping itu pesaing dari industri ini masih terbatas. Mutu produk gondorukem dan terpentin yang dihasilkan, biaya proses (bahan penolong dll), dan rendemen produk sangat dipengaruhi oleh mutu getah. Mutu getah menjadi penentu pembentuk harga pokok produksi di industri ini. Untuk memanfaatkan kapasitas terpasang perlu menjalin sinergi dengan anak perusahaan Perhutani Group dengan mengolah getah dari wilayah pengelolaannya dan melarang untuk menjual (ekspor) getah, hal ini untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing produk industrI dalam negeri untuk tujuan ekspor.

Bisnis Usaha lain Untuk meraih nilai tambah dari hasil kayu tebangan dapat dengan mengolah kayu bulat menjadi kayu gergajian di TPK kayu pinus dengan mendirikan penggergajian dan

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

mengurus izin usaha industrI primer hasil hutan dengan kapasitas 6.000 m3/tahun (kewenangan provinsi). Kerja sama pasokan bahan baku industri dalam jangka dengan KSP industri pengguna kayu pinus semisal finger joint laminating board (FJLB Pine) yang sudah ada. Diversifikasi produk yang memiliki prospek bisnis ke depan antara lain adalah, Wood pellet yang bersumber dari limbah tebangan dan kayu bakar bekas quare; Cuka kayu pinus (wood vinegar) untuk biopestisida dan biofertilizer; Arang kayu pinus; Pine essensial oil dari destilasi daun pinus. Usaha skala massal dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi sedangkan peran Perhutani sebagai off taker dan pembimbing teknis standar produk. Komoditas agroindustri yang dikembangkan dalam intercropping tanaman seperti kopi, teh, sereh wangi, coklat dan sorgum dapat dilakukan oleh masyarakat, perhutani atau investor kerjasama tanaman. Contoh untuk PT Pagilaran berencana mengembangkan teh dengan tanaman pokok pinus di wilayah batang KPH Pekalongan Timur. Sumber pembiayaan rehabilitasi tanaman pinus atau pengembangan tanaman intercropping dapat diperoleh dari keuntungan hasil tebangan kayu pinus yang rata-rata 125m3/hektare. Kebijakan investasi sarana prasarana jalan angkutan tebangan dan produksi getah pinus dalam jangka panjang akan menekan biaya satuan rata-rata (BSR) kegiatan produksi khususnya angkutan, di samping untuk memerlancar proses produksi. Mengembangkan sistem administrasi, anggaran, akuntansi, dan pembelanjaan. Sistem ini diharapkan mampu memberikan data dan informasi untuk proses

pengambilan keputusan di tingkat operasional satuan kantor dan kebijakan koporat, mengingat gondorukem dan terpentin ini merupakan komoditas global dimana Perhutani bukan sebagai penentu harga pasar. Pengolahan data keuangan untuk keperluan distribusi, supply chain management, project management, customer relationship management, analisis bisnis dan financial management. Kompentensi SDM Perhutani (mandor) dan jumlah perlu dikaji untuk pengelolaan produksi sadapan getah intensif dan industri pengolahan. Dengan pengelolaan yang intensif memerlukan pengawasan tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuan control nomal. Untuk mendukung ketepatan dan kecepatan kegiatan ekspor produk industri perlu sarana pendukung angkutan truk untuk gondorukem dan terpentin (truk tangki) dari PGT ke gudang KBM yang selama ini dilayani oleh mitra penyedia jasa angkutan barang. Usaha jasa pengurusan transportasi (forwarding) guna mengurus semua kegiatan yang diperlukan untuk terlaksananya pengiriman barang melalui transportasi laut atau pelabuhan di Semarang. Hal ini penting untuk memastikan ketepatan proses pengapalan dan pendapatan perusahaan. Pelibatan masyarakat sebagai sumber tenaga kerja di kegiatan produksi sadapan pinus untuk mendapatkan sumber penghasilan yang rutin dan memberikan ruang di areal intercropping untuk mengusahakan komoditas agroindustri, perusahaan telah ikut berperan serta dalam upaya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar hutan yang di kelola. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 91


pojokkph

Kolaborasi

Pemda dan Perhutani KPH Cianjur dalam Pemanfaatan Jasa Lingkungan

Wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia sejak akhir tahun lalu memang membuat tatanan kehidupan dunia berubah. Berbagai protokol kesehatan dan upaya memutus mata rantai penyebaran virus pun harus kita jalankan. Termasuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah. Di tengah situasi seperti itu, aktivitas bisnis tetap harus berjalan. Begitu pula kegiatan di Perhutani KPH Cianjur, yang dengan tetap menjalankan prosedur pencegahan Covid-19, menjalin kerja sama dengan Pemkab Cianjur.

D

i tengah berjangkitnya wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur tetap melaksanakan kinerja dan operasional sehari-hari. Khususnya kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan dalam upaya mengoptimalkan potensi dan pengembangan usaha. Hal itu antara lain terlihat saat Perhutani KPH Cianjur melakukan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) kerja sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan

92 DUTA Rimba

dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, di Gedung Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat, 17 April 2020. Administratur Perhutani KPH Cianjur, Mulyadi, melakukan penandatanganan MoU tersebut dengan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Penandatanganan MoU dilakukan dengan tetap menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 semisal menjaga jarak aman dan mengenakan masker bagi para pesertanya. Bukan hanya Mulyadi dan Herman, tetapi jajaran personel Perhutani KPH Cianjur dan Pemkab Cianjur yang ikut

hadir menyaksikan acara tersebut, masing-masing juga menjalankan aturan physical distancing dan menggunakan masker. Di kesempatan tersebut, Mulyadi menyatakan, pelaksanaan penandatanganan MoU itu akan memberikan pengaruh yang positif terhadap koordinasi dan hubungan kerja yang selama ini sudah terjalin sangat baik. “Dengan adanya MoU ini, diharapkan hubungan kerja antara Perhutani dengan Pemkab Cianjur meningkat. Ini juga merupakan salah satu sarana yang akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Foto: Ridarsyah /Kompersh KPH Cianjur

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020

DUTA Rimba 93


pojokkph Ungkapan senada disampaikan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dari Perum Perhutani. Ia berharap keberadaan MoU tersebut selain dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, tentunya dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antara Kabupaten Cianjur dengan Perhutani.

Perhutani KPH Cianjur adalah salah satu KPH yang berada di wilayah Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Luas wilayah kerja KPH Cianjur adalah 70.064,40 Hektare. Wilayah seluas itu terdiri dari kawasan hutan seluas 69.139,40 Hektare yang secara administratif berada di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi (seluas 777,17 Hektare), dan Kabupaten Purwakarta (seluas 150,83 Hektare). Secara umum, KPH Cianjur terbagi ke dalam dua Kelas Perusahaan (KP). Yaitu KP Jati (seluas 23.486,96 Hektare) dan KP Pinus (seluas 46.577,44 Hektare). Juga dapat dibagi menjadi Hutan Produksi Terbatas (HPT) < 15 % seluas 16.382,20 Hektare, HPT > 15 % seluas 4.916,76 Hektare, Hutan Produksi (HP) seluas 24.506, 17 Hektare, dan Hutan lindung (HL) seluas 24.259,76 Hektare. Topografi kawasan hutan Perum Perhutani KPH Cianjur terdiri dari Datar seluas 3.906,04 Hektare, Landai seluas 17.132,52 Hektare, Agak Curam seluas 33.426,20 Hektare, Curam seluas 13.755,20 Hektare, Sangat Curam seluas 1.844,44 Hektare. Tipe iklim KPH Cianjur termasuk Tipe C dengan curah hujan berkisar antara 1.326,3 mm per tahun. Berdasarkan BATB (Berita Acara Tata Batas) Tahun 1921 –

94 DUTA Rimba

Foto: Ridarsyah /Kompersh KPH Cianjur

Kawasan Hutan KPH Cianjur

1927, KPH Cianjur terbagi dalam Bagian Hutan (BH) Agrabinta seluas 5.337,67 Hektare, BH Cisokan seluas 8.149,29 Hektare, BH Cugenang seluas 8.733,28 Hektare, BH Citiis seluas 13.272,70 Hektare, BH Caringin seluas 5.941,07 Hektare, BH Cisadea seluas 18.630,39 Hektare.

Batas Wilayah Secara geografis, wilayah KPH Cianjur berbatasan dengan sejumlah wilayah. Di Bagian Utara, berbatasan dengan wilayah kerja Perhutani KPH Bogor dan Perhutani KPH Purwakarta. Di Bagian Timur, berbatasan dengan wilayah kerja KPH Bandung selatan dan Cagar Alam Gunung Simpang.

Di Bagian Selatan di berbatasan dengan Samudera Indonesia. Di Bagian Barat, berbatasan dengan wilayah kerja KPH Sukabumi dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Pengelolaan kawasan hutan KPH Cianjur dibagi ke dalam 8 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH). Kedelapannya adalah BKPH Cianjur, BKPH Ciranjang Selatan, BKPH Ciranjang Utara, BKPH Sukanagara Utara, BKPH Sukanagara Selatan, BKPH Tanggeung, BKPH Sindang Barang, BKPH Cibarengkok. Di dalam pengelolaan sehari-hari, KPH Cianjur membawahi 30 Resort Pemanguan Hutan (RPH). • Tim Kompersh KPH Sukabumi

NO. 83 • TH. 14 • maret - april • 2020


Serving People,

Taking Care Planet for Sustainability

Profile for Perhutani

MAJALAH DUTA RIMBA EDISI 83  

MAJALAH DUTA RIMBA EDISI 83  

Profile for perhutani
Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded