__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Semangat Baru,

M AJA L A H

Direksi Baru BISNIS RIMBA

Gandeng Paguyuban LMDH,

Jalin Kerja Sama Agroforestry WISATA RIMBA

Banyak Wisata

di Ubalan dan Goa Margo Trisno

P ER H U T A N I


SalamRedaksi

Pengarah Denaldy M Mauna Direktur Utama Perum Perhutani Penanggung Jawab Asep Rusnandar Sekretaris Perusahaan Pemimpin Redaksi Yuswan Hendrawan Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Redaktur Pelaksana Suharsono Sekretaris Redaksi Ardya Setya Nurvrandita Redaktur Adehika Intan, Rizka Amalia, Nanjar Munandar, Aga Prasetya Script Editing and Layout Duta Rimba Art Work Perwakilan - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Timur - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Barat & Banten Alamat Redaksi

Departemen Komunikasi Perusahaan Perhutani Gd. Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 10 Jl. Gatot Subroto Senayan, Jakarta Pusat Telp: 021 - 5721 282, Fax: 021 - 5733 616 E-mail: humas@perhutani.co.id www.perhutani.co.id

Naskah & Advertensi DUTA RIMBA adalah majalah dua bulanan yang diterbitkan Perum Perhutani untuk berbagi informasi korporasi kepada internal dan para pihak. Redaksi menerima tulisan, artikel, naskah, dan fotofoto menarik yang sesuai dengan visi dan misi tema penerbitan DUTA RIMBA edisi berikutnya. Artikel ditulis dengan spasi ganda, maksimal lima halaman dan dikirim melalui e-mail (softcopy). Redaksi berhak melakukan editing sesuai dengan kebutuhan penerbitan. Majalah Duta Rimba dapat diakses di www.perhutani.co.id

Perum Perhutani

@PerumPerhutani

Perum Perhutani

PerumPerhutani

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Dok. Kom PHT®2019

ISSN: 2337-6791

Awali Tahun dengan

Semangat Baru Salam Rimba. Pembaca yang budiman. Berbahagia sekali kami kembali dapat hadir dan menyapa Anda semua. Di edisi ini, Duta Rimba kembali menghadirkan informasi-informasi yang padat, lengkap, dan tentu akan mengenyangkan kebutuhan Anda akan berita. Seperti biasa, aktivitas insan-insan Perhutani setiap kali memasuki tahun baru adalah mengikuti Kick Off Meeting. Acaranya digelar di Pusdikbang SDM, Madiun, Jawa Timur, 29-31 Januari 2020. Yang menarik, kali ini Kick Off Meeting 2020 diselingi kegiatan sosial, antara lain Perhutani Mengajar, Bedah Rumah Karyawan, dan lain-lain. Info lengkap tentang aktivitas awal tahun di Madiun itu tersaji di rubrik Rimba Khusus. Di Prima Rimba dan Rimba Utama, kami akan mengajak Anda mengenal lebih dekat jajaran Direksi Perhutani. Ya, awal tahun ini semangat baru mengiringi langkah Perhutani, seiring hadirnya jajaran direksi baru Perhutani. Kini, Board of Director Perum Perhutani terdiri dari enam tokoh yang cukup piawai di bidangnya. Nah, tak sabar ingin segera berkenalan dengan mereka? Buka saja lembar demi lembar Prima Rimba dan Rimba Utama. Selain itu, juga masih banyak informasi lain yang tentu sangat bermanfaat bagi Anda. Di rubrik Ensiklo Rimba, hadir info tentang Banteng Jawa. Hewan yang menjadi lambang Sila Keempat Pancasila, dasar negara kita, itu kini kian terancam keberadaannya. Maka, dengan mengetahui informasi tentang hewan kokoh berkuku tumpul ini diharapkan akan menggugah kepedulian kita terhadap kelestariannya. Juga ada berita tentang Perhutani KPH Lawu Ds, yang menghadirkan gebyar hadiah untuk memberikan motivasi para tenaga penyadap getah pinus. Diharapkan, semangat para penyadap pun kian meningkat. Simak selengkapnya di Inovasi Rimba. Masih ada yang lain. Antara lain tentang langkah Perhutani yang menjalin kerja sama dengan Paguyuban LMDH, di rubrik Bisnis Rimba. Dan jangan juga lewatkan informasi lain yang tentu tak kalah menarik. Semua demi memuaskan dahaga keingintahuan Anda, Pembaca yang budiman. Jadi tunggu apa lagi? Segera saja buka halaman berikutnya Duta Rimba edisi ini. Selamat membaca. • DR

DUTA Rimba 1


semairimba

SALAM REDAKSI 1 BENAH DIRI • Serving People, Taking Care Planet for Sustainability

4

• Tahun Baru, Semangat Baru, Direksi Baru

6

PRIMA RIMBA

RIMBA UTAMA • • • • • •

Wahyu Kuncoro (Dirut Perum Perhutani) 10 Bambang Catur Wahyudi 14 (Dir. Ops. Perum Perhutani) Kemal Sudiro (Dir. SDM, Umum, dan IT 18 Perum Perhutani) Eko Wahyudi (Dir. Keu. Perum Perhutani) 22 Ahmad Ibrahim (Dir. Pengembangan Bisnis 26 dan Pemasaran Perum Perhutani) Natalas Anis Harjanto (Dir. Perhutanan Sosial) 30

10

RIMBA KHUSUS

• Memupuk Cinta untuk Tunas Bangsa 36 • Sumbangsih Perhutani untuk Karyawan dan Lingkungan 42 LENSA 46 • Perhutani dan MDH SOBAT RIMBA 50 LINTAS RIMBA 54

36

RIMBA DAYA

• Bersama Masyarakat, Perhutani Kembangkan 60 Curug Layung di Bandung Utara

WARISAN RIMBA

• Telaga Kumpe Jejak Kaki Bima di Banyumas 64

60

ENSIKLO RIMBA

• Banteng Jawa Si Kekar yang Berstatus Terancam

68

• Gandeng Paguyuban LMDH, Jalin Kerja Sama Agroforestry

72

BISNIS RIMBA socio rimba

• Perhutani Berikan Bantuan Bina Lingkungan dan 76 Tanggung Jawab Sosial

rimba opini

• Membangun Partisipasi Masyarakat Desa Hutan dengan Komunikasi

78

• Pantai Ungapan Bakal Dipadati Ribuan Pohon Cemara Udang

84

• Banyak Wisata di Ubalan dan Goa Margo Trisno

86

• Hadirkan Gebyar Hadiah, KPH Lawu DS Motivasi Penyadap Getah

90

• Hutan Aman, Lingkungan Terjaga, Masyarakat Tenteram

94

ENVIRO RIMBA

WISATA RIMBA INOVASI

POJOK KPH

2 DUTA Rimba

86

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


SobatRIMBA

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 3


BENAHDIRI

Dok. Kom PHTÂŽ2018

Serving People,

Taking Care Planet

for Sustainability

Denaldy M. Mauna Direktur Utama Perum Perhutani

Semangat Pagi! Selamat Tahun Baru 2020. Semangat Baru! imbawan Perhutani yang saya cintai dan saya banggakan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Kita telah menjalani tahun 2019 dengan penuh dedikasi dan semangat. Perhutani All Out! Namun, kita juga harus mengakui bahwa tahun ini cukup berat bagi ekonomi Indonesia. Gejolak ekonomi global yang menuju pelemahan kondisi ekonomi telah menghambat laju investasi sehingga memengaruhi permintaan dan harga komoditas. Termasuk tertekannya harga gondorukem, terpentin, dan derivat, yang merupakan salah satu sumber pendapatan utama Perhutani. Kondisi ini tercermin dari pencapaian kinerja keuangan yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, upaya perbaikan kesejahteraan karyawan tetap dilakukan. Termasuk

R

4 DUTA Rimba

peningkatan take home pay dan pemberian bonus, bantuan pendidikan, serta fasilitas lainnya yang disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Rimbawan Perhutani yang saya cintai dan saya banggakan. Dengan tema "Perhutani 2020: Serving People, Taking Care Planet For Sustainability", menopang dari kinerja keuangan (Profit) sampai saat ini, aktifitas kita ke depannya akan befokus kepada peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat (People) dan kelestarian lingkungan (Planet). "Serving People" menegaskan pentingnya membangun keunggulan kompetitif untuk masyarakat desa hutan melalui perbaikan proses bisnis pada tingkat tapak, dengan mengedepankan prinsip Simple, Accountable, dan Transparent, berbasis teknologi platform digital Socio-Partnership. Semua ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi masalah dan kebutuhan sosial saat ini, mernperkuat kolaborasi dengan masyarakat desa hutan secara

kolektif, serta penyuluhan dan pendampingan untuk membangun rantai suplai yang multi produk secara kompetitif. Sehingga akan terjadi perubahan model bisnis dari orientasi produk ke pemasaran berbasis platform. "Taking Care Planet" menegaskan bahwa upaya memerbaiki dan menjaga sumber daya hutan diharapkan dapat berjalan secara efektif melalui implementasi redesain pengelolaan sumber daya 'hutan (SDH), perbaikan pengelolaan tanaman, penanganan gangguan keamanan hutan, dan penerapan sistem digitalisasi SDH. Redesain pengelolaan SDH ditujukan dalam rangka menata portofolio produk, meningkatkan daya dukung lingkungan dan mengakomodasi dinamika sosial sesuai kebutuhan saat ini. Perbaikan pengelolaan tanaman dilaksanakan bersifat adaptif-akomodatif dan flekibel dalam menetapkan jenis dan pola tanam, namun tetap sejalan dengan strategi portofolio produk tersebut. Pengendalian dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


penanganan gangguan keamanan hutan dilaksanakan berdasarkan penyebab terjadinya kerusakan dengan perubahan paradigma menuju pendekatan "melayani dan kolaborasi". Pengembangan Sistem Digitalisasi SDH (SISDH) akan mengotomasi fungsi perhitungan aset tegakan secara tepat waktu, perencanaan SDH, dan operasional pengelolaan SDH termasuk aktivasi buku obor melalui digitalisasi sistem EBONI (Elektronik Buku Obor Perhutani) yang terkoneksi dengan SISDH tersebut, dimana penerapannya akan dimulai pada kuartal pertama. Saat ini, yang menjadi perhatian dunia adalah telah terjadinya peningkatan suhu bumi yang sangat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan oleh pemanasan global khususnya dari peningkatan jumlah karbon diokida (CO2) di udara. Pada tahun 2018, emisi CO2 mencapai 33,1 giga ton, naik 1,7% dari tahun sebelumnya. Perubahan iklim yang sangat ektrim ini mengakibatkan terjadinya bencana alam, kekeringan, banjlr, dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

kegagalan panen di berbagai belahan dunia. Atas dasar ini, kita semua perlu berperan lebih akif dalam menghambat laju perubahan iklim dengan mengeksekusi program pengembangan biomassa hulu - hilir sebagai energi baru terbarukan. Rimbawan Perhutani yang saya sayangi. For Sustainability menegaskan bahwa segala kegiatan perusahaan yang dilakanakan harus memiliki tujuan untuk berkelanjutan. Telah menjadi keharusan dan kewajiban kita semua untuk menjaga kelestarian hutan. Sebab, hanya dengan hutan yang lestari, hutan dapat menjalankan fungsi Profit, People, dan Planet, secara optimal. Meskipun prediksi dari berbagai ekonom menyatakan bahwa ekonomi global akan terus melemah di tahun 2020 ini, kita harus optimis dan terus fokus bekerja keras dengan tetap melanjutkan upaya Business Process Reengineering di seluruh proses kerja, untuk mendorong perbaikan Quatity, Cost, dan Speed, secara terukur. Hal ini

harus disertai dengan perbaikan Good Corporate Governance melalui implementasi Tolak 4T dan ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), serta digitalisasi proses bisnis, untuk terus meningkatkan keunggulan kompetitif menuju perusahaan kelas dunia. Pengembangan sumber daya manusia dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi juga menjadi prioritas tahun 2020 yang disertai rencana menerapkan sistem apresiasi berbasis merit per individu, termasuk mempertajam reward dan punishment yang objektif. Semoga dengan semangat baru Tahun 2020, kita raih kesuksesan dan keberkahan untuk memajukan kehutanan Indonesia dan berkontribusi nyata secara global. Perhutani Berubah! Perhutani Bisa!! Perhutani Luar Biasa!!! Jakarta, 1 Januari 2020 Salam Rimbawan, Denaldy M Mauna Direktur Utama Perhutani • DR

DUTA Rimba 5


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

primarimba

Tahun Baru, Semangat Baru, Direksi Baru

Perhutani mengawali tahun 2020 dengan penuh semangat. Kick off Meeting yang digelar di Madiun menunjukkan semangat untuk terus berkarya secara profesional. Di bulan kedua tahun 2020 Perhutani pun memulai langkah baru seiring dengan pergantian di jajaran direksi. Kini, Perum Perhutani dipimpin oleh enam orang anggota Dewan Direksi. Seperti apa proses pergantian Direksi Perum Perhutani dan bagaimana insan-insan Perhutani menghadapi tantangan yang ada?

6 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


S

aat pertama kali bergabung dan memimpin Perum Perhutani pada 2016, Denaldy mendapat tantangan yang luar biasa berat. Maklum, saat itu, rapor keuangan Perhutani sedang merah. Ketika itu, Perhutani sedang dalam kondisi merugi hingga Rp 359 miliar. Dana cash yang dimiliki Perhutani saat itu tidak lebih dari Rp 300 miliar. Padahal, untuk membayar gaji karyawan saja, dibutuhkan dana Rp 100 miliar. Aset Perhutani yang mencapai Rp 4 triliun pun

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

seperempat di antaranya dalam bentuk inventori yang perputarannya sangat lambat. Jadi, bisa dikatakan, kondisi keuangan Perhutani saat itu benar-benar membahayakan. Langkah pertama yang dilakukan pria kelahiran Paris, 4 Juli 1971, tersebut dalam memimpin Perhutani adalah membuat program pengurangan biaya (cost reduction programme) atau kebijakan pengetatan ikat pinggang. Tentu saja tidak mudah untuk dapat mengimplementasikannya di lapangan. Tetapi, berbekal

pengalamannya sebagai problem solver dari beberapa perusahaan yang nyaris sekarat, Denaldy bisa mengatasi masalah. Kiatnya sederhana. Bagi dirinya, terjun langsung ke lapangan merupakan cara komunikasi paling efektif untuk menjelaskan kondisi perusahaan. Dan yang paling utama adalah memberi teladan. Menurut dia, adalah tugas pemimpin untuk memberi contoh kepada karyawan dengan melakukan apa yang sudah diucapkannya. “Walk the talk. Ketika saya bilang semua kelas hotel karyawan saya turunkan, maka saya juga menjalankannya. Sharing kamar hotel dengan jajaran direksi lain, itu sudah biasa,” kata Denaldy suatu kali. Hasilnya cukup luar biasa. Perhutani yang telah berubah menjadi holding BUMN Kehutanan dengan menaungi Inhutani I-IV, tersebut pada 2018 berhasil membukukan laba bersih Rp 600 miliar. Pencapaian yang sangat fantastis. Tahun 2019, kinerja Perhutani tetap baik. Keuangan Inhutani I-IV tahun 2019 pun semuanya positif. Perhutani juga melakukan ekspansi untuk mendongkrak kinerja keuangan perusahaan, di antaranya dengan masuk ke bisnis bioenergi melalui pengembangan tanaman biomassa. Perhutani dicanangkan akan mengembangkan tanaman biomassa seluas 120.000 hektare pada 2019-2023. "Intinya, kami memperbarui manajemen dengan menyederhanakan organisasi (change management) berdasarkan task oriented, bukan bureaucracy oriented. Kami juga menghapus sistem senior-junior atau berurutan dalam kenaikan jabatan. Kami mengupayakan teman-teman Perhutani yang berprestasi bisa naik

DUTA Rimba 7


Foto: Tumin/Kompersh KPH Probolinggo

primarimba

(jabatan). Si junior bisa saja menyalip senior. Siapa pun yang berprestasi baik pasti naik. Mulai tahun 2018, Perhutani juga melakukan lelang jabatan untuk posisi kepala divisi regional," tutur Denaldy pada suatu kesempatan di tahun 2019.

Tantangan Kian Besar Perjalanan sejarah pun terus berlanjut. Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, menjadi tempat berlangsungnya pengumuman resmi tentang pergantian personel di jajaran Direksi Perum Perhutani. Di sana, hari Rabu, 26 Februari 2020, Plt. Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Imam Paryanto, yang mewakili Menteri BUMN, Erick Thohir, menyerahkan Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-55/MBU/02/2020 tanggal 26 Februari 2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Numenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggotaanggota Direksi Perum Perhutani. Penyampaian keputusan tersebut menandai proses pergantian

8 DUTA Rimba

personel di jajaran Direksi Perhutani. Di dalam Surat Keputusan tersebut, disampaikan sejumlah hal. Pertama, Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Denaldy M Mauna sebagai Direktur Utama Perum Perhutani. Kedua, Memberhentikan dengan hormat Sumardi sebagai Direktur Operasi Perum Perhutani. Ketiga, Menambah numenklatur jabatan Anggota Direksi Perum Perhutani, yaitu Direktur Perhutanan Sosial. Keempat, Mengalihkan penugasan Bambang Catur Wahyudi yang semula Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran menjadi Direktur Operasi dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sebagaimana Keputusan Menteri BUMN tersebut. Kelima, Mengangkat Wahyu Kuncoro sebagai Direktur Utama Perum Perhutani, Ahmad Ibrahim sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, dan Natalas Anis Harjanto sebagai Direktur Perhutanan Sosial. Setelah proses penyerahan keputusan tersebut, resmi sudah

para Anggota Direksi Perum Perhutani memulai kinerjanya. Saat ini, Direksi Perum Perhutani adalah Wahyu Kuncoro (Direktur Utama), Eko Wahyudi (Direktur Keuangan), Bambang Catur Wahyudi (Direktur Operasi), Kemal Sudiro (Direktur SDM, Umum, dan IT), Ahmad Ibrahim (Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran) dan Natalas Anis Harjanto (Direktur Perhutanan Sosial).

Harapkan Selalu Kompak Di kesempatan itu, Plt. Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Imam Paryanto, menyampaikan selamat bekerja kepada Direktur Utama Perum Perhutani beserta anggota Direksi yang baru. Ia juga berharap, semoga dengan penunjukan tersebut, Perhutani akan semakin maju. Selanjutnya, para Direktur tersebut diharapkan dapat membawa Perhutani semakin baik dan berkembang. “Kepada direksi baru, agar siap bekerja dengan mengedepankan dedikasi, integritas, dan sepenuh hati,” tambah Imam.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Di tahun 2013, Kementerian Kehutanan memrioritaskan kebijakan pembangunan kehutanan di Pulau Jawa yaitu dengan meningkatkan tutupan hutan di dalam maupun di luar kawasan hutan.

Kuswiyoto, berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN dengan nomor SK-273/MBU/11/2019. Tiga bulan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, kini Wahyu Kuncoro menjabat sebagai Direktur Utama Perum Perhutani. Wahyu Kuncoro sendiri merupakan lulusan Universitas Gajah Mada jurusan Magister Management. Sebelum menjabat sebagai salah satu Pejabat Eselon I di Kementerian BUMN, pria kelahiran Oktober 1969 ini pernah menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, dari tahun 2017 hingga Mei 2019.

Menjawab Tantangan Sementara itu, di dalam kesempatan yang sama, Wahyu Kuncoro menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan amanah yang diberikan pemerintah kepadanya. Ia berharap, akan terjalin selalu kekompakan di antara segenap Anggota Direksi dalam menjalankan program-program Perhutani di masa depan. “Saya berharap anggota Direksi selalu kompak dalam menjalankan tugas. Adanya Direktur baru yang khusus menangani program Perhutanan Sosial, perlu mendapatkan dukungan bersama,” ujarnya. Sebelumnya, Wahyu Kuncoro merupakan mantan salah satu Pejabat Eselon I di Kementerian BUMN ketika jabatan Menteri BUMN masih dijabat oleh Rini Soemarno. Tepatnya, Wahyu Kuncoro saat itu merupakan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN. Mulai 19 November 2019, Wahyu Kuncoro resmi menjabat Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Ia ditugaskan untuk mendampingi Direktur Utama PT Pegadaian,

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Kini, tentu saja tantangan yang harus dihadapi Perhutani akan semakin besar. Terutama dalam sisi bisnis. Sehingga, Perum Perhutani harus bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perkembangan dan menjawab tantangan itu. Perhutani mengelola hutan produksi dan hutan lindung seluas 2,4 juta hektare di Pulau Jawa dan Madura. Jika lahan tersebut tidak dikelola dengan cara yang inovatif dan menggunakan manajemen yang andal, maka Perhutani akan ketinggalan zaman dan ketinggalan pasar. Di tahun 2013, Kementerian Kehutanan memrioritaskan kebijakan pembangunan kehutanan di Pulau Jawa yaitu dengan meningkatkan tutupan hutan di dalam maupun di luar kawasan hutan. Salah satunya, dengan meningkatkan efisiensi Perum Perhutani dan melakukan pengembangan industri kehutanan berbasis hutan rakyat dan peningkatan nilai tambah hasil hutan. Hal itu masih berlangsung hingga sekarang.

Untuk memertahankan tutupan hutan, Perhutani telah menanam rata-rata 200 juta pohon per tahun di Pulau Jawa dan Madura. Sebagian menggunakan bibit Jati Plus Perhutani (JPP), yang berdaur pendek yaitu 20 sampai 30 tahun. Selain itu, Perhutani juga melakukan revitalisasi industri. Antara lain dengan mengoperasikan pabrik plywood di Kediri, pabrik minyak kayu putih, pabrik porang di Kabupaten Blora, dan pengembangan 122 titik lokasi ekowisata dan wanawisata yang tersebar di seluruh wilayah Perhutani. Juga mengembangkan Budi daya tanaman porang dengan memanfaatkan lahan di bawah tegakan. Untuk tanaman porang yang akan dijadikan tepung tersebut, Perhutani menyediakan lahan seluas 1.200 hektare. Keberadaan industri tanaman dan tepung porang ini pun diharapkan mampu memberikan dampak signifikan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kini, semua itu menjadi poinpoin yang perlu diperhatikan oleh jajaran Direksi Perhutani. Tantangan terbesar adalah bagaimana mengelola sumber daya manusia Perhutani yang besar itu agar dapat dioptimalkan dan dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Namun, tantangantantangan tersebut selayaknya tidak membuat Perhutani menjadi gentar. Sebaliknya, tantangan yang besar yang harus dihadapi itu hendaknya menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya terbaik dan meningkatkan kinerja dengan kualitas prima. Semangat, insan-insan Perhutani! Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Ever onward never retreat. Majulah terus! • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 9


RIMBAutama

Wahyu Kuncoro

Direktur Utama Perum Perhutani

“Saya Harap Anggota Direksi Kompak Jalankan Tugas” Sebelumnya, publik mengenal Wahyu Kuncoro sebagai Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN. Sebagai pejabat eselon satu saat itu, Wahyu memang kerap hadir dalam sejumlah kegiatan di Perum Perhutani. Maka, ketika Menteri BUMN, Erick Thohir, menunjuk dia sebagai orang nomor satu di BUMN Bidang Kehutanan ini, publik sudah cukup kenal dengan lelaki kelahiran Surakarta, 31 Oktober 1969, itu. Sekaligus juga menaruh harapan besar, suami dari Zuryati Simbolon Kuncoro itu dapat membawa Perum Perhutani ke tangga sukses yang lebih tinggi lagi.

K

etika dilantik sebagai Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan amanah yang telah diberikan kepada dirinya. Seraya mengatakan bahwa ia tidak mungkin dapat bekerja sendiri dalam mengemban dan menjalankan amanah menjadi nakhoda baru Perhutani. Maka, ia pun berharap adanya kekompakan di antara segenap anggota Direksi dalam menjalankan programprogram Perhutani ke depan. "Saya berharap anggota Direksi kompak dalam menjalankan tugas. Adanya Direktur baru yang khusus menangani program Perhutanan Sosial, perlu mendapatkan dukungan bersama," ujarnya saat itu.

10 DUTA Rimba

Hal itu terjadi beberapa saat setelah Kementerian BUMN melakukan penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN, di Jakarta. Menteri BUMN, Erick Thohir, melalui Plt Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Imam Paryanto, menyerahkan Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-55/MBU/02/2020 Tanggal 26 Februari 2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Numenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggotaanggota Direksi Perum Perhutani. Acaranya berlangsung di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, 27 Februari 2020. Di dalam Surat Keputusan Menteri BUMN tersebut disampaikan sejumlah hal. Pertama, mengukuhkan pemberhentian dengan hormat

Denaldy M Mauna sebagai Direktur Utama Perum Perhutani. Kedua, memberhentikan dengan hormat Sumardi sebagai Direktur Operasi Perum Perhutani. Ketiga, menambah numenklatur jabatan Anggota Direksi Perum Perhutani, yaitu Direktur Perhutanan Sosial. Keempat, mengalihkan penugasan Bambang Catur Wahyudi dari jabatan semula sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran menjadi Direktur Operasi, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sebagaimana Keputusan Menteri BUMN tersebut. Kelima, mengangkat Wahyu Kuncoro sebagai Direktur Utama Perum Perhutani, Ahmad Ibrahim sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, Natalas Anis Harjanto sebagai Direktur Perhutanan Sosial.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 11


rimbaUTAMA Di kesempatan itu, Imam menyampaikan ucapan selamat bekerja bagi Direktur Utama beserta anggota Direksi yang baru. Ia juga berharap, semoga dengan penunjukan jajaran direksi yang baru ini dapat membawa Perhutani semakin baik dan berkembang. "Kepada direksi baru agar siap bekerja dengan mengedepankan dedikasi, integritas, dan sepenuh hati," tambah Imam dalam keterangan persnya, Kamis, 27 Februari 2020.

Kelahiran Surakarta Wahyu Kuncoro resmi menjabat Direktur Utama Perum Perhutani sejak 26 Februari 2020. Sesungguhnya, Wahyu Kuncoro lahir di Surakarta, kota di Jawa Tengah yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya Jawa. Masa sekolah hingga menuntaskan pendidikan di jenjang S1 pun ia lalui di kota kelahiran Presiden Joko Widodo itu pula. Wahyu Kuncoro menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta, tahun 1993. Tak cukup menjadi Sarjana Pertanian, ia merasa perlu menambah khazanah pengetahuan di bidang ekonomi. Maka, ia pun menempuh kuliah lagi di Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia. Gelar Sarjana Ekonomi pun resmi ia sandang usai diwisuda dari Universitas Persada Indonesia tahun 2003. Setelah menggenggam dua gelar sarjana S1, Wahyu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Program pendidikan Pasca Sarjana ia tempuh di Jurusan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Gelar Magister Manajemen pun ia raih usai menuntaskan pendidikan di tahun 2005. Hal itu menunjukkan bahwa ia seorang pembelajar sejati.

12 DUTA Rimba

Karir dan Jabatan Sebagai sarjana pertanian, Wahyu Kuncoro justru mengawali karirnya di Departemen Keuangan. Mulai Maret 1996, ia menjadi Staf pada Direktorat Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Pertanian di Departemen Keuangan Republik Indonesia. Posisi itu ia jalani hingga Maret 2001. Pada Maret 2001, ia dipromosikan menjadi Kepala Seksi Pendanaan dan Sumber Daya (eselon empat) Departemen Keuangan Republik Indonesia. Posisi itu ia jabat hingga Juli 2002. Pada Juli 2002 itu Wahyu ditarik ke Kementerian BUMN. Di Kementerian BUMN, sejak Juli 2002 hingga Februari 2006, ia menjabat Kepala Sub Bidang Perencanaan Usaha Produksi Pertanian (eselon empat). Pada Februari 2006, Wahyu dipromosikan ke jenjang eselon tiga dengan menjabat sebagai Kepala Bidang Usaha Perkebunan II B Kementerian BUMN. Jabatan yang ia emban hingga Oktober 2010. Selain itu, Wahyu juga mengisi posisi Sekretaris Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), Maret 2003 - September 2008. Pada September 2008 hingga November 2012, ia menjadi Anggota Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara XI (Persero). November 2012 hingga Mei 2013, ia pun menjadi Anggota Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). Mei 2013 sampai Juli 2016, Wahyu menjadi Komisaris PT Angkasa Pura II (Persero). Pada Oktober 2013 sampai Agustus 2015, ia menjadi Ketua Umum Koperasi Pegawai Prabunara Kementerian BUMN. Agustus 2015 sampai Maret 2016 ia menjadi Anggota Pengawas Koperasi Pegawai Prabunara Kementerian BUMN. Maret 2016 sampai Maret 2017, Wahyu menjadi Komisaris di PT Bank Negara Indonesia tbk. Maret

2017 sampai Mei 2019, ia menjadi Wakil Komisaris Utama di PT Bank Negara Indonesia tbk. Sedangkan Oktober 2010 hingga September 2012, ia menjadi Kepala Bidang Usaha Industri Primer III A (eselon tiga) Kementerian BUMN. September 2012 hingga Maret 2013, Wahyu dipercaya menjadi Kepala Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik I A Kementerian BUMN (eselon tiga). Pada Maret 2013, ia dipromosikan ke jenjang eselon dua dengan menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa III Kementerian BUMN. Jabatan itu ia emban hingga Mei 2014. Pada Mei 2014 hingga Juli 2015, Wahyu menjadi Asisten Deputi Bidang Perbankan dan Asuransi (eselon dua) Kementerian BUMN. Juli 2015, Wahyu dipromosikan sebagai Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis (eselon satu) Kementerian BUMN. Jabatan itu ia emban hingga Februari 2016. Pada Februari 2016 hingga November 2019, ia menjadi Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi (eselon satu) Kementerian BUMN. Tanggal 18 November 2019 hingga 26 Februari 2020, Wahyu menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Dan sejak 26 Februari 2020, Wahyu resmi menjabat sebagai Direktur Utama Perum Perhutani. Tentang pengalaman profesional itu menunjukkan sosok Wahyu Kuncoro sebagai seorang profesional yang mumpuni. Rentang pengalaman itu pula yang kini diharapkan akan dapat ia terapkan dalam memimpin entitas negara di bidang kehutanan, Perum Perhutani. Tentu saja menjadi harapan kita semua, Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro akan mampu membawa Perhutani berjaya dan menjadi perusahaan bergengsi di dunia dalam bidang kehutanan. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Lebih Mudah!

Ajukan permohonan informasi publikmu melalui formulir online

e-PPID

Layanan Informasi Publik Perum Perhutani

www.perhutani.co.id

Cepat, Tepat, Murah, Sederhana NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 13


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

rimbaUTAMA

14 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Bambang Catur Wahyudi Direktur Operasi Perum Perhutani

"Setiap Zaman Selalu Berikan Tantangan Baru" Di mata Direktur Operasi Perum Perhutani, Bambang Catur Wahyudi, lingkungan bisnis senantiasa berubah dan tuntutan akan produk dan jasa berbeda. Semua itu membutuhkan kemampuan SDM yang mumpuni. Sehingga, harus ada peningkatan soft skill SDM perusahaan. Lalu bagaimana tantangan yang dihadapi Perum Perhutani selanjutnya? Apa saja yang harus disiapkan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut? Dan apa pula pandangan lelaki kelahiran Blora, 20 Maret 1967, ini terhadap perusahaan? Simak penuturan selengkapnya berikut ini.

S

udah 27 tahun Bambang Catur Wahyudi bergabung dengan Perhutani. Ragam bidang tugas telah ia jalani. Tanggal 14 Desember 1993, ia mengawali karir di Perhutani sebagai Staf Pelaksana Produksi pada Seksi Produksi Kayu, Biro Produksi, Divisi Regional Jawa Timur. Pada 3 Mei 1995, ia menjabat Asisten Perhutani/ KBKPH Kraksaan, KPH Probolinggo. Dua tahun kemudian, Bambang pindah tugas menjadi Asisten Perhutani di BKPH Klakah, KPH Probolinggo. Pada 28 September 1998, ia dipromosikan menjadi Wakil Administratur/KSKPH di KPH Lawu

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Ds, dan setahun kemudian menjadi Wakil Administratur/KSKPH di KPH Ngawi. Pada 28 April 2003, ia ditarik ke Kantor Pusat untuk menjabat Staf Khusus Bidang Sistem Informasi Manajemen di Direktorat Keuangan. Tugas selanjutnya ia jalani sebagai Kepala Seksi Perencanaan Hutan sejak 17 Desember 2005 di Seksi Perencanaan Hutan IV Cirebon, Biro Perencanaan SDH dan Perusahaan, Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Bambang Catur Wahyudi memiliki tiga anak. Dua putra dan satu putri. Ketiganya adalah Raihan Adhie Satrya (20 tahun), Rezaldi Faisal Mumtaz (19 tahun), dan Farah Zhafira Larasati (14 tahun).

Pada 30 Agustus 2006, suami dari Syarifah ini diangkat sebagai Administratur/KKPH Madura. Sejak 13 April 2009, ia menjadi Administratur/KKPH Sumedang. Dari sana, ia menjadi Administratur/KKPH Sukabumi sejak 24 Juni 2010. Hanya tiga bulan di Sukabumi, pada 30 September 2010, Bambang diangkat menjadi General Manager Komersial Kayu di Divisi Komersial Kayu, KBM Komersial Kayu Jawa Timur, khususnya Wilayah Bojonegoro. Pada 17 Januari 2012, Bambang kembali ditarik ke Kantor Pusat dan menjabat Kepala Biro Produksi dan Industri Kayu. Tanggal 24 Juli 2012, ia kembali menjalani tour of duty dengan mendapat tugas menjadi

DUTA Rimba 15


Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Umum, dan SARPRA, di Kantor Regional Jawa Barat, Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Sejak 22 Januari 2014, Bambang menjabat Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan di Kantor Regional Jawa Barat, Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Pada 28 Februari 2017, karir Bambang kian meningkat setelah secara resmi dipromosikan sebagai Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Bidang Sumber Daya Hutan. Selanjutnya, mulai 1 Agustus 2018, alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini dipromosikan menjadi Kepala Divisi Regional Jawa Tengah. Enam bulan kemudian, 4 Februari 2019, ayah tiga anak ini dipromosikan untuk bergabung dalam jajaran Board of Director Perum Perhutani saat dilantik sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran. Dan sejak 26 Februari 2020, lulusan S2 dari Magister Manajemen Satyagama Jurusan Manajemen SDM ini dilantik sebagai Direktur Operasi Perum Perhutani.

Nilai Ekonomi dan Sosial Rentang pengalaman Bambang di Perhutani membuat ia paham seluk beluk pengelolaan hutan. Sekaligus juga mengerti karakteristik Perhutani. Kini, di usia Perhutani yang tahun ini menginjak 59 tahun, Bambang menilai, perusahaan telah mampu untuk beradaptasi, bertahan, dan bahkan terus tumbuh, di tengah-tengah kondisi yang kerap kali menyajikan ketidakpastian. Ketidakpastian itu disebabkan antara lain karena kondisi ekonomi, politik, sosial, dan lingkungan yang berubah dengan demikian cepat. "Di dalam usia Perhutani yang 59 tahun ini, sebagai Badan Usaha Milik Negara, Perhutani selalu melakukan perbaikan kinerja. Perbaikan kinerja organisasi bertumpu pada aspek

16 DUTA Rimba

Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

rimbaUTAMA

Planet / Kelestarian Lingkungan, aspek People / Agent Development / Kesejahteraan Masyarakat dan Karyawan, aspek Profit / Keberlangsungan Usaha dan Bisnis yang menguntungkan," katanya. Ada banyak hal baik yang telah ditorehkan Perhutani sepanjang perjalanan perusahaan negara di bidang kehutanan ini. Namun, tak lantas membuat Perhutani berhenti. Sebaliknya, Perum Perhutani terus menerapkan strategi untuk memerbaiki semua kekurangan dan meningkatkan semua hal baik yang sudah dicapai. Terutama berkaitan dengan nilai-nilai ekonomi dan sosial. "Perbaikan perusahaan mengacu pada lima prioritas BUMN. Pertama, Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, yaitu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan dampak sosial jangka panjang, serta memastikan keamanan pangan, energi, kesehatan, dan lingkungan. Kedua, Inovasi Model Bisnis, yaitu Restrukturisasi model bisnis melalui teknologi baru, pertimbangan kebutuhan konsumen, ekosistem, dan kerja sama. Ketiga, Kepemimpinan Teknologi, yaitu menerapkan kepemimpinan teknologi yang strategis untuk Indonesia,

institusionalisasi kapabilitas digital/ teknologi. Keempat, Peningkatan Investasi, yaitu monetisasi aset yang sudah ada melalui mekanisme pasar dan maksimalisasi investasi. Dan kelima, Pengembangan Bakat, yaitu melatih dan mengedukasi tenaga kerja, mengembangkan SDM berkualitas untuk Indonesia, profesionalisasi tata kelola dan sistem seleksi SDM," urainya.

Pentingnya Kerja Sama Belakangan ini Perhutani banyak menjalin kerja sama dengan banyak pihak, antara lain dengan BNPB dalam hal penanggulangan bencana dan dengan Jamdatun Kejaksaan Agung dalam hal penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara di lingkungan hutan. Bambang menegaskan, jalinan kerja sama dengan pihak eksternal itu penting untuk dilakukan. Sebab, dengan jalinan kerja sama dan sinergi dengan pihak eksternal perusahaan itu, target yang telah diamanahkan dalam RKAP akan dapat dicapai. "Kerja sama dengan pihak lain seperti Kejaksaan Agung, PNBP, POLRI, TNI, Pemerintah Daerah, Kementerian Negara, dan Lembaga Negara, bertujuan untuk berbagi

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


banyak hal. Antara lain berbagi peran, sumber daya institusi, kemampuan SDM, teknologi, dan lain-lain, guna memberikan service kepada masyarakat yang lebih baik, dan mitigasi risiko dari seluruh operasi/kegiatan perusahaan, sehingga tujuan kemanfaatan perusahaan bagi stakeholder perusahaan dapat meningkat dan target yang diamanahkan kepada perusahaan dalam RKAP pun dapat dicapai," katanya. Salah satu kerja sama yang dijalin Perhutani adalah dengan LMDH (Lbaga Masyarakat Desa Hutan). Bambang menyebut, kerja sama dengan LMDH dimulai dari munculnya kepercayaan masyarakat kepada institusi dengan masingmasing pihak melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan yang ada dalam perjanjian. Di dalam jalinan kerja sama dengan LMDH tersebut, menurut Bambang, pendekatan kesejahteraan masyarakat menjadi penting bagi perusahaan yang diamanatkan sebagai agen pembangunan. "Kerja sama ini hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan, yaitu kesejahteraan masyarakat dan operasional perusahaan bisa terjamin secara berkelanjutan dan saling menguntungkan," ujar Bambang. Selain pentingnya kerja sama, faktor keamanan hutan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Menurut Bambang, pentingnya faktor keamanan hutan itu bagi perusahaan, karena menyangkut investasi sumber

daya hutan yang menjadi tumpuan sumber pendapatan dan pelayanan bagi masyarakat di kemudian hari. Sehingga, ada sejumlah format untuk menjaga keamanan hutan. "Di samping pendekatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian akses berusaha masyarakat di dalam dan di luar kawasan hutan, juga melalui modifikasi teknik silvikultur, pengembangan Budi daya tanaman agro industri, penciptaan lapangan pekerjaan di bidang persemaian, tanaman, pemeliharaan, produksi, wisata, dan lain-lain. Juga dilakukan kegiatan perlindungan hutan secara preemtif, preventif, dan represive. Pendekatan perlindungan hutan tidak hanya bertumpu pada hard power, tetapi juga pendekatan yang sifatnya soft power, pendekatan pasar dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih perhatian dalam penggunaan produk hasil hutan yang sesuai aturan, tercatat, dan legal (regulated, reported, and legal). Pola pendekatan persuasif juga untuk menimbulkan kesadaran hukum akan lingkungan yang lebih baik," paparnya.

Selalu Ada Tantangan Perhutani, khususnya Puslitbang, selama ini banyak menelurkan hasilhasil riset dan penelitian di bidang kehutanan. Banyak inovasi tercipta dari Puslitbang yang berkantor di Cepu itu. Bambang menyoroti, peran Puslitbang itu dalam perusahaan adalah menyusun justifikasi ilmiah (scientific adjustment) dalam

Bambang mengatakan, di setiap zaman selalu ada tantangan usaha baru. Inovasi perlu diciptakan untuk mewujudkan produk dan pasar baru yang mampu memenangkan persaingan produk global NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

merumuskan kebijakan perusahaan. "Inovasi yang dihasilkan oleh Puslitbang diharapkan akan mampu mengubah ide, konsep dasar aktivitas menjadi value, sesuatu yang bisa meningkatkan pendapatan, mereduksi biaya atau cost effectiveness, dan aspek prosedur kerja yang lebih aman dan sehat bagi karyawan," ujar Bambang, seraya menambahkan, penelitian dan inovasi yang dihasilkan Puslitbang Perhutani diarahkan pada penciptaan produk baru, pasar baru, dan layanan baru yang dihasilkan dari Operasi perusahaan. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan Perhutani di masa depan untuk meningkatkan kinerja dan juga menaikkan pendapatan bagi perusahaan? Di dalam rangka menjawab pertanyaan itu, Bambang mengatakan, di setiap zaman selalu ada tantangan usaha baru. Inovasi perlu diciptakan untuk mewujudkan produk dan pasar baru yang mampu memenangkan persaingan produk global. "Setiap zaman selalu memberikan tantangan usaha baru, karena lingkungan bisnis berubah dan tuntutan akan produk dan jasa pun berbeda. Semua itu membutuhkan kemampuan SDM yang harus selalu meningkat dari masa ke masa. Maka, harus ada peningkatan kualitas SDM khususnya soft skill SDM perusahaan," tegasnya. Sebagai penutup perbincangan, Bambang menyebut, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Sertifikasi, sistem manajemen mutu, penerapan standar, diharapkan mampu menjadi alat perusahaan untuk memerbaiki proses kerja agar menjadi lebih efisien dan efektif. Serta dapat meningkatkan mutu produk dan layanan yang dihasilkan, meningkatkan value atau nilai produk, serta mampu memenangkan persaingan di pasar. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 17


rimbaUTAMA

Kemal Sudiro

Direktur SDM, Umum, dan IT Perum Perhutani

“Sistem Rewards and Punishment di Perhutani Harus Diperbaiki” Salah satu komponen penting dalam sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia (SDM). Mengelola SDM memiliki dinamika tersendiri. Banyak aspek harus diperhatikan dalam pengelolaan SDM, agar menghasilkan kinerja terbaik yang dapat meningkatkan performa perusahaan dan pendapatan perusahaan pun meningkat. Saat ini, pengelolaan SDM di Perhutani dikomandani oleh Kemal Sudiro selaku Direktur SDM, Umum, dan IT. Seperti apa pandangan Kemal terhadap bidang umum dan SDM Perhutani serta pandangan-pandangan dia yang lain tentang Perum Perhutani? Simak saja profilnya berikut ini

M

enurut Kemal, ketika kita bicara tentang SDM, ada 4 hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah penempatan SDM. Jika SDM telah menempati posisi, hal berikutnya adalah proses training development atau pelatihan dan pengembangan. Ketiga, pengukuran kinerja lewat performance management. Keempat, berdasarkan proses tersebut, SDM tersebut diberikan reward and punishment. SDM yang

18 DUTA Rimba

performanya bagus akan diberikan penghargaan (reward) dan kepada SDM yang kinerjanya kurang bagus diberikan dua kali kesempatan untuk memerbaiki dan meningkatkan performa. Jika dalam dua kali kesempatan itu, ia tak berubah juga, akan ada sanksi (punishment). "Sistem reward and punishment di Perhutani masih harus diperbaiki. Sebab, kalau kita bicara SDM, maka sebelum reward and punishment, urutannya adalah pengisian orang di posisinya, yang diukur berdasarkan

performa kinerja. Di Perhutani biasanya kalau kita bicara tentang performa kinerja, performa SDM diukur untuk mendapat kompensasi. Kompensasi diberikan biasanya berdasarkan 4P, yaitu position, person, performance, dan price. Nah, di Perhutani orang cuma dibayar berdasarkan position dan person. Jadi performance dan price nggak diukur. Padahal kalau itu nggak ada, orang susah diukur. Karena reward and punishment juga nggak ada. Jadi yang musti diperbaiki dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

sedang berjalan sejak tahun lalu adalah perbaikan sistem penggajian dan performa kinerja," urai lelaki kelahiran Hannover, 1 Mei 1965 itu. Lelaki berkacamata itu mengatakan, pihaknya dibantu konsultan untuk melakukan proses pembenahan sistem pengelolaan SDM tersebut. Jika hasilnya telah selesai, itulah yang akan menjadi dasar penilaian reward and punishment. Sebenarnya saat ini sistem itu sudah ada, karena Perhutani telah punya SMK

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

(Sistem Manajemen Kinerja) untuk performance management. Tetapi implementasinya belum. "Belum itu artinya begini. Tahun lalu kita membagikan bonus. Semua orang dapat bonus dengan nilai sama, yaitu satu kali gaji atau satu setengah kali gaji. Padahal seharusnya tidak begitu. Setiap orang harus ada bedanya," ujar Kemal. Menurut dia, keempat hal penting dalam pengelolaan SDM tersebut, seharusnya didata dan

dianalisa. Tetapi, selama ini Perhutani belum terbiasa menganalisa data. Kemal menyebut, Perhutani harus berubah dari event base ke output base lalu ke outcome base. Perhutani telah punya sistem penggajian yaitu Ikat (informasi karyawan terintegrasi Perhutani), tetapi menurut dia datanya kurang diperbarui. Sehingga, sulit untuk dijadikan dasar analisa. "Bagaimana supaya update? Best practice-nya adalah, ketika perusahaan punya pegawai di atas

DUTA Rimba 19


rimbaUTAMA

Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

10.000 orang - kita ini 18.000 - itu harus self service. Artinya, masingmasing individu harus memperbarui data setiap hari. Bagaimana supaya orang mau perbarui data? Kuncinya ada di sistem gaji. Sistem payroll kita masih manual, belum semi otomatis. Jadi kalau pertanyaannya bagaimana memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di Perhutani, jawabannya adalah update sistem IKAT kita, sistem ERP payroll, lalu perbaikan gaji, sistem penggajian, dan semua itu pakai teknologi," urainya.

Harus Diukur Pria yang menjabat sebagai Direktur SDM, Umum, dan IT Perhutani sejak 1 April 2019 itu menekankan, setiap proses kerja di Perhutani harus dianalisa datanya untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan harus rutin dilakukan. Mulai analisa harian lewat daily monitoring, catatan aktivitas mingguan, hingga analisa kinerja bulanan dan tahunan. Semua memakai data. Dari data harian, ia akan lihat aktivitas setiap personel. Dari catatan aktivitas ini akan terlihat, misalnya ada orang-orang tertentu yang beberapa waktu sebenarnya tak melakukan apa-apa. Artinya, penilaian terhadap kinerja setiap orang itu selalu pakai data. "Dengan begitu, kita dipaksa untuk mengubah cara kita bekerja. Dari sini nanti kita lihat apa yang bisa diperbaiki," ujarnya. Sebelum bergabung dengan Perhutani, sejak 1 Januari 2014 Kemal menjabat independent HR & Change Management Consultant. Sebelumnya, aktivitasnya adalah menjadi HR Services & Industrial Head di PT Bank Danamon Indonesia, yang ia jalani sejak 1 Januari 2007. Rentang pengalaman mengelola SDM itu membuat Kemal menjadi sosok kompeten untuk

20 DUTA Rimba

mengarsiteki pengembangan sistem dan kualitas SDM di Perhutani. Menurut dia, ada konsep pengembangan SDM yang optimal, yaitu 10-20-70. Artinya, 10% proses itu didapat lewat training and development di kelas, 20 % saat personel itu mendapat asignment atau pekerjaan, dan 70 % dinilai ketika mereka mengaplikasikan di lapangan. Jadi semuanya berdasarkan project. Dan semua terukur. "Di Perhutani, training masih dipusatkan di Madiun saat awal personel bergabung. Setelah training ya sudah. Saya mau ubah dengan skema. Kalau sekarang fokus kita di perhutanan sosial, kita adakan training untuk menjadikan orangorang garda depan kita sebagai Polhut pilihan. Sudah ada batch pertama," tuturnya. Kemal menyebut, di Februari ada 1.500 polhut pilihan dari 3.000 personel polhut yang dipilih. Polhut-Polhut itu akan menjalani training untuk mengubah karakter mereka. Penampilan para Polhut

pun nantinya akan diubah. Kemal mengisahkan pengalamannya di bank saat mengubah sosok petugas security menjadi CS (customer service) di perbankan. Jika dulu petugas keamanan di bank umumnya menegangkan, kini mereka bisa bertugas di dalam. Penampilan mereka menjadi menarik, rapi, klimis, santun, dan mengerti proses perbankan, sehingga bisa berfungsi sebagai CS. "Saya ingin seperti itu. PolhutPolhut kita ketimbang bentrok dengan masyarakat, lebih baik berubah jadi Pamhutsos atau Pembina hutan sosial. Mereka melakukan tugasnya dengan caracara santun dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk menaikkan perhutanan sosial. Di lapangan, diawali dari training di Madiun dan musti diukur. Ini yang saya sedang ukur. Jangan sampai Polhut-Polhut yang tadinya sudah dipilih susah-susah lewat seleksi dan sudah di-training susah-susah, begitu kembali ke lapangan, kalau nggak diawasi, bisa kembali jadi

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


sosok Polhut Perhutani yang lama. Maka, semua proses itu musti ada ukuran dan analisanya," jelasnya.

Perbaiki Kualitas Selama ini, insan-insan Perhutani kerap menghasilkan inovasi dan penemuan baru di sektor pengembangan sumber daya hutan. Kemal menekankan, hasilhasil penelitian dan inovasi itu harus diukur pelaksanaannya di lapangan. Dari hasil pengukuran di lapangan itu akan didapatkan analisa tentang hasil terapannya. "Jadi saya sekarang sedang develope aplikasi kerja sama dengan KPI Soft. Ini seperti performance management aplikasinya. Saya akan buat pilot project dulu di level ADM, tetapi saya pantau. Cara kerjanya adalah pakai Aplikasi di HP (telepon seluler, red) performanya kita ukur. Nah, karena pekerjaannya banyak, nggak perlu dimonitor. Tetapi kalau sudah selesai, dia unggah fotonya. Jadi dia aktifkan aplikasi, upload fotonya, performanya akan langsung kelihatan. Atasannya langsung menilai. Yang dinilai bagus, langsung dikasih tanda like, dan yang dinilai kurang bagus akan dikasih dislike. Begitu cara kerjanya," katanya. Di Perhutani yang jenis pekerjaannya banyak, model aplikasi yang cukup pas untuk diterapkan menurut Kemal adalah semi AI (artifisial intelligent) dan berbaur dengan media. Sehingga, jika banyak yang menandai "like", akan terakumulasi secara agregat dengan sendirinya, siapa yang performanya bagus dan yang tidak. Dari sistem pun sudah kelihatan dengan satuan per KPH. Sehingga, nanti akan terlihat mana KPH yang sudah memasukkan data dan mana yang belum. "Inilah yang bisa mengukur, siapa yang pekerjaannya banyak dan mana yang tidak. Nah, ini kemudian

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

musti dianalisa," ujarnya. Di dalam pengelolaan hutan, faktor keamanan menjadi hal penting. Kemal menyebut, pihaknya baru mencoba investasi teknologi. Misalnya dengan pengoperasian drone dan CCTV. Di lapangan, pengoperasiannya harus diserahkan kepada insan Perhutani yang ada di garda depan yang bekerjasama dengan masyarakat. Maka, sosialisasi dan pembinaan perlu ditingkatkan. Diharapkan, kejadian yang terjadi di hutan semisal kebakaran, kehilangan, kejadian lain, dapat segera ditindaklanjuti. "Harapannya, ketika di sebar ke bawah, oke, mungkin nggak semuanya, tetapi mungkin bisa dilakukan minimal dari tingkat tapak, data itu bisa tervalidasi, dari tegakannya, umurnya, penanamannya, dan segala macam, data itu ada" tuturnya.

Tantangan di Masa Depan Kemal terdiam sejenak ketika ditanya tentang tantangan yang akan dihadapi Perhutani di masa depan. Lalu ia menjawab, kualitas sumber daya hutan Perhutani saat ini menurun. Sehingga, Perhutani harus mengubah pola pikir dan perilaku. Jika di masa lalu, sejak zaman Penjajahan Belanda, primadona produk andalan Perhutani hanya jati, sekarang sudah tak bisa lagi. Sebab, jati merupakan tanaman keras dengan daur yang lama. Kita pindah ke getah. Tetapi ternyata harga jual komoditas getah di dunia sekarang turun terus karena ada wabah pandemi Covid-19. "Jadi, mau nggak mau untuk masa depan kantor Perhutani ini harus berubah dan harus punya new business. Tanpa new business, nggak bisa, deh. Nah, new business itu apa? Kemarin sudah digadang-gadang - jadi kita juga bukan baru mau mencari bisnis baru - karena bisnis

yang sedang digadang-gadang kan sebenarnya ada dua, yaitu biomassa dan agroforestri. Tetapi baru sedikit yang tahu. Harapan saya, nanti kalau pakai aplikasi Socio of Partnership, Insya Allah bisa boom," kata Kemal. Selain itu, ada juga sektor yang bakal jadi salah satu andalan, yaitu wisata. Namun, dari sisi bisnis, sekarang penghasilan dari sektor wisata sangat sedikit. Menyikapi hal itu, Kemal juga sedang mengembangkan aplikasi untuk union wisata. Aplikasi ini bisa terkonsolidasi dan kolaborasi datanya bisa kelihatan. Insya Allah nanti dari situ pendapatan dari sektor wisata kita bisa naik, dan berlipat-lipat naiknya," katanya. Mungkinkah? Kemal menegaskan, sangat mungkin. Sebab, Kemal meyakini, bisnis apapun, umumnya biaya pengeluarannya yang paling besar adalah untuk dua pos, yaitu sewa tempat dan pegawai. "Kenapa saya yakin Perhutani bisa? Perhutani punya tanah, punya lahan berikut isinya, termasuk yang ada di atas tanahnya, di bawah tanahnya, dan itu belum sepenuhnya digarap. Itu luar biasa potensinya kalau mau digarap. Tetapi kalau mau maju, new business dari lahan Perhutani harus ada. Itulah yang saat ini kami proyeksikan. Kami antar direktorat sebenarnya sekarang sedang berkolaborasi," ujarnya. Ya, mengelola SDM memang punya seni tersendiri. Pelanpelan. Tetapi itu seninya. Itu kata Kemal Sudiro. Ia pun mengaku masih terus berproses adaptasi. Tetapi, setidaknya arahnya sudah terlihat. Yaitu, meletakkan sistem pengelolaan sumber daya manusia Perhutani sesuai visi, misi, program, dan tujuan Perhutani. Semoga semuanya berjalan lancar sesuai rencana. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 21


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

rimbaUTAMA

22 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Eko Wahyudi

Direktur Keuangan Perum Perhutani

"Berikan yang Terbaik untuk Perhutani" Secara angka-angka, sebenarnya Perhutani harus bangga karena performance-nya menunjukkan kinerja keuangan yang masih Likwid, Solvable, dan cukup Profitable. Ucapan optimis itu datang dari Direktur Keuangan Perhutani, Eko Wahyudi. Tetapi, Eko juga menekankan, insan-insan Perhutani juga harus selalu memberikan kinerja terbaiknya, karena kita semua pun tahu bahwa pendapatan dan laba Perhutani mengalami penurunan performance. Sehingga, perlu kerja keras untuk menjaga agar di masa depan perusahaan tetap exist dan sustain. Lalu apa lagi pendapatnya tentang Perhutani? Simak pandangannya berikut ini.

D

i Perum Perhutani, Eko Wahyudi memang termasuk nama baru. Tetapi, di bidang keuangan, ia bukan anak kemarin sore. Rentang pengalaman lelaki kelahiran Baturaja, 27 November 1963, ini terbilang cukup panjang di bidang keuangan dan perbankan. Pengalaman dan jam terbang yang cukup tinggi di bidang keuangan dan perbankan itulah yang menjadi bekal buat suami dari Wahyuningsih ini untuk mengemban tugas sebagai Direktur Keuangan Perum Perhutani.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Sebelum bergabung dengan Perum Perhutani sebagai Direktur Keuangan, Eko Wahyudi pernah menjabat sebagai Pemimpin Wilayah BRI Surabaya, Malang, Palembang dan Padang. Terhitung sejak 17 Oktober 2019, ia resmi menjadi bagian keluarga besar Perhutani. Di entitas kehutanan yang kini menjadi lapangan tugasnya, Eko diharapkan dapat memberikan nuansa baru dalam pengelolaan keuangan Perhutani dan turut membawa perusahaan ini menjadi perusahaan bergengsi di bidang kehutanan di dunia.

Eko Wahyudi menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Yogyakarta. Jenjang S2 ia tuntaskan di Jurusan Agribisnis, Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Walaupun catatan pendidikan formal bapak satu putra itu tidak di bidang ekonomi, tetapi jam terbangnya sebagai tenaga profesional telah menunjukkan kualitas dirinya di bidang ekonomi dan keuangan. Di tengah kesibukannya yang padat sebagai seorang profesional, Eko Wahyudi selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dengan

DUTA Rimba 23


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

rimbaUTAMA

keluarga. Anaknya, Andrian Juliano, telah menyelesaikan pendidikan S1 dan kini bekerja di salah satu BUMN.

Tiga Prioritas Utama Tahun ini Perhutani berusia 59 tahun. Usia itu boleh dikatakan merupakan usia yang matang. Tetapi, tantangan yang harus dihadapi juga terus hadir. Di usia itu, menurut catatan Eko Wahyudi, ada 3 hal yang harus menjadi prioritas untuk meningkatkan kinerja Perhutani saat ini. Prioritas pertama, menurut Eko, insan Perhutani harus punya sense of target. Maksudnya, khususnya di jajaran bisnis, kita harus tahu dan paham terhadap target. Selain itu, juga harus tahu dan paham cara mengeksekusinya. Juga tahu dan paham tentang apa akibatnya jika target tersebut tidak atau kurang tercapai. "Prioritas kedua seluruh insan Perhutani harus memiliki sense

24 DUTA Rimba

of belonging, sense of target, dan sense of crisis. Insan Perhutani harus memiliki sense of belonging, maksudnya, kita harus merasa memiliki perusahaan ini, sehingga kita harus memberikan yang 'terbaik' untuk Perhutani," katanya. Prioritas ketiga yang harus diperhatikan adalah sense of crisis. Peka terhadap kondisi yang terjadi di sekitar kita. Misalnya di saat dunia mengalami pandemi covid-19 yang dampaknya pun sampai ke negara kita seperti saat ini. Di saat seperti ini, tentu produksi dan pendapatan kita tidak bisa optimal. "Maka, sense yang kita harapkan adalah pemahaman bahwa jika produksi atau pendapatan tidak optimal, harus ada kesadaran untuk meminimalkan biaya-biaya yang belum urgent. Hal ini mengingat overhead cost tetap kita keluarkan, misalnya gaji, listrik, sewa, dan lainlain. Jika tidak diimbangi dengan efisiensi, akan menggangu cash

flow kita," tuturnya. Eko menyebut, secara angka angka, sebenarnya insan Perhutani harus bangga bahwa Kinerja Keuangan Perhutani masih Likwid, Solvable, dan Cukup Profitable. Meskipun kita semua juga tahu bahwa pendapatan dan Laba perusahaan mengalami penurunan performance. Maka, perlu ada langkah positif untuk menjaga agar kinerja perusahaan tetap baik. "Kita perlu kerja keras untuk menjaga agar ke depan perusahaan tetap exist dan sustainable. Hal ini disebabkan beban perusahaan dari sisi biaya pegawai yang sangat besar (di atas 40%), kewajiban pasca kerja yang besar, beban pajak yang terus meningkat, dan lain-lain," ujarnya.

Optimalkan Kerja Sama Menurut Eko Wahyudi, di masa depan Perhutani tidak bisa lagi terus menerus menggantungkan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


revenue atau pendapatan hanya dari hasil kayu saja. Apalagi, potensi tebang kayu dengan kualitas terbaik (A3) kini semakin terbatas. Di masa depan, menurut Eko, bisnis pariwisata dan bisnis lain yang cepat men-generate revenue harus banyak menjadi perhatian. "Proporsi pendapatan pariwisata saat ini sekitar 7%. Hal itu sangat mungkin untuk dikembangkan. Apalagi, pemerintah dan beberapa Kepala Daerah secara agresif mengembangkan wisata untuk mengeruk devisa, yang tentu inline dengan tujuan kita untuk meningkatkan pendapatan dari sektor ini. Dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dari kita untuk menstimulan wisatawan agar berkunjung ke lokasi wisata kita," katanya. Khusus kayu, menurut Eko, di masa depan mungkin kita harus mengurangi proporsi penanaman kayu yang hasilnya jangka panjang, dan mengubahnya menjadi menanam kayu yang masa panennya lebih singkat, contohnya biomasa dan minyak kayu putih. Hal ini juga dimaksudkan untuk memperkuat cash flow perusahaan, untuk menutup Fixed cost atau over head cost kita yang terus meningkat. Di bagian lain, Eko juga menyoroti cara dan strategi Perhutani untuk mengoptimalkan

kerja sama bisnis dengan banyak pihak, termasuk LMDH/KULIN KK. Menurut dia, kerja sama dengan LMDH/KULIN KK harus tetap kita jaga dan kita perkuat. Sebab, keberadaan LMDH/KULIN KK di samping ikut serta menjaga aset dan kelestarian hutan, kita juga dapat tetap bersinergi untuk meningkatkan pendapatan Perhutani lewat profit sharing. Perhutani juga harus menggarap serius agroforestry. Di sisi keuangan, Eko menuturkan, khusus agroforestry, yang saat ini berlangsung harus kita pertahankan, bahkan harus kita tingkatkan. Selanjutnya, yang harus kita sosialisasikan adalah bagaimana menjaga kelestarian hutan, di samping kita memeroleh profit sharing untuk meningkatkan pendapatan kita. Lantas, sejauhmana efektivitas pemasaran produk-produk Perhutani secara online lewat website tokoperhutani.com? Dari sisi keuangan, apa saja catatan Direktur Keuangan terhadap cara pemasaran online tersebut? "Menurut hemat saya, di era sekarang, penjualan produk secara online adalah suatu kebutuhan. Di samping simplify pelayanannya, juga perlu untuk menjaga akuntabilitas. Yang penting bahwa kita harus evaluasi efektifitas dari

Di masa depan Perhutani tidak bisa lagi terus menerus menggantungkan revenue atau pendapatan hanya dari hasil kayu saja. Apalagi, potensi tebang kayu dengan kualitas terbaik (A3) kini semakin terbatas. Di masa depan, menurut Eko, bisnis pariwisata dan bisnis lain yang cepat men-generate revenue harus banyak menjadi perhatian. NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

yang sudah dilaksanakan saat ini," ujarnya.

Pekerja Menjadi Pemasar Di masa depan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan insan-insan Perhutani untuk meningkatkan kinerja dan juga menaikkan pendapatan bagi perusahaan. Eko mengatakan, di masa depan, mengingat revenue Perum Perhutani dihasilkan dari menjual kayu, getah, pariwisata, dan lain-lain, seluruh pekerja dituntut menjadi pemasar. "Seluruh pekerja dituntut menjadi pemasar. Minimal misalnya, jika kita berpariwisata hendaknya di obyek wisata Perhutani, di samping juga memromosikan ke keluarga dekat, tetangga, bahkan orang lain," ujar Eko. Di bagian akhir, Eko menyebut, banyak potensi yang masih bisa dikembangkan dan digarap optimal. "Masih banyak potensi yang belum dioptimalkan. Misalnya atas assets kita, dengan cara pemasangan billboard/spanduk/galery ATM, balon udara, dan lain sebagainya di obyek atau spot-spot strategis. Atau dengan menjalin kerja sama dengan investor (BOT, joint operation, dan lain-lain. Harus kita lakukan mapping yang comprehensive atas potensi tersebut," tegasnya. Jadi, perlu kesadaran penuh dari seluruh insan Perhutani untuk terus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di dalam Perhutani. Kesadaran akan meningkatkan rasa memiliki dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja. Peningkatan kinerja diharapkan akan menaikkan kesejahteraan pegawai. Seluruh insan Perhutani harus memberikan yang terbaik untuk Perhutani. Perhutani berubah, Perhutani bisa, Perhutani luar biasa. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 25


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

rimbaUTAMA

26 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Ahmad Ibrahim

Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perum Perhutani

“Biasakan Kerja Cepat Namun Efektif” Di usia 59 tahun, Perhutani terus menunjukkan hal positif. Tetapi, juga ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan sebagai bekal untuk melangkah selanjutnya. Salah satu cara untuk melanjutkan dan meningkatkan hal-hal baik serta memerbaiki hal-hal yang perlu diperhatikan, adalah kesungguhan untuk selalu mau belajar dari keberhasilan orang lain. Perhutani harus membuka diri, mengakui kekurangannya, kemudian melakukan benchmark pada perusahaan atau BUMN lain yang sudah berhasil. Itulah antara lain catatan Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perhutani, Ahmad Ibrahim. Apa lagi pendapatnya terkait kinerja perusahaan dan tantangan yang harus dihadapi di masa depan? Simak di artikel berikut ini.

T

ahun ini Perhutani berusia 59 tahun. Banyak hal positif yang sudah ditunjukkan Perhutani di tahun ke-59 usianya ini. Antara lain, budaya Perhutani sudah berubah seiring perubahan budaya yang terjadi di luar Perhutani. Misalnya, Perhutani kini lebih demokratis. Hal itu terlihat misalnya dari keberadaan serikat karyawan sebagai wadah bagi karyawan untuk menyalurkan suara dan aspirasinya. Keberadaan serikat karyawan menjadi indikator berjalannya hak karyawan untuk menyalurkan suara dan aspirasinya melalui jalur yang formal seusai Undang-undang Nomor 13/2003

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

tentang Ketenagakerjaan. Ahmad Ibrahim menegaskan hal itu saat menjawab pertanyaan Duta Rimba tentang catatannya tentang perjalanan Perhutani. Di bagian lain, lelaki kelahiran Serang, 25 September 1967, ini menilai, masih ada hal yang perlu diperbaiki, meskipun jika dilihat dari proses, produktivitas kerja Perhutani sudah lebih baik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah membiasakan untuk bekerja cepat namun efektif. "Kinerja perusahaan itu diukur dari produktivitas. Menurut saya, secara umum jika dilihat dari proses, produktivitas kita lebih baik serta karyawan sudah terbiasa dalam kondisi efisiensi (CRP). Hanya

saja, sumber daya hutannya yang memang cenderung menurun dari sisi jumlah maupun kualitas. Sehingga, produksi core business, yaitu kayu dan getah pinus, cenderung menurun," ujarnya. Suami dari Ine Irliaany ini menuturkan, hal yang juga harus diperhatikan adalah memastikan jalinan komunikasi berlangsung dengan baik. Di antara satuan kerja dengan Kantor Divre dan Kantor Pusat harus bisa terlaksana komunikasi secara lebih cepat. Satu lagi strategi untuk memerbaiki kekurangan, adalah belajar dari keberhasilan orang lain. "Hal yang masih perlu diperbaiki adalah membiasakan untuk bekerja

DUTA Rimba 27


rimbaUTAMA cepat namun efektif, khususnya dalam pelaksaan kebijakan. Harus bisa terlaksana secara cepat komunikasi antara Satker dengan Kantor Divre dan Kantor Pusat, sehingga usulan-usulan dari lapangan bisa segera diputuskan di level Divre dan Kantor Pusat, kemudian bisa segera dilaksanakan di lapangan," katanya. Ayah enam anak ini juga menyebut, Perhutani harus membuka diri, mengakui kekurangannya, kemudian melakukan benchmark pada perusahaan atau BUMN lain yang sudah berhasil. Dan untuk mengoptimalkan bisnis Perhutani, perusahaan perlu menggali sumber bisnis yang lain selain Kayu dan Getah Pinus. "Minyak kayu Putih, agroforestry, tambang jika memungkinkan, dan wisata harus terus dikembangkan. Kita perlu belajar dari swasta tentang bagaimana mereka bisa mengelola bisnis-bisnis tersebut dengan sukses," tuturnya.

Optimalkan Seluruh Potensi Belakangan ini Perhutani banyak menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Menurut Ahmad, pada prinsipnya seluruh jalinan kerja sama dengan pihak lain itu dilakukan untuk mendapatkan sumber investasi dari pihak mitra, sekaligus membuka lebar terjadinya transfer pengetahuan dan transfer kompetensi. Jadi, semua permohonan kerja sama yang kemudian diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama itu harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut. "Salah satu jenis kerja sama yang dijalin Perhutani adalah dengan Mitra (LMDH/KTH/Gapoktanhut). Untuk dapat mengoptimalkan kerja sama bisnis dengan Mitra (LMDH/ KTH/Gapoktanhut), maka Mitra (LMDH/KTH/Gapoktanhut) harus diberikan pembekalan pengetahuan

28 DUTA Rimba

dan keterampilan, sehingga bisnis yang dilakukan Mitra (LMDH/KTH/ Gapoktanhut) kemudian mampu bersaing dengan bisnis yang ada di sekitarnya," ucapnya. Perhutani juga memiliki banyak potensi yang potensial untuk dikembangkan dan dioptimalkan. Mantan Plt Direktur Utama Inhutani IV ini juga menyoroti bahwa Perhutani memiliki sumber pendapatan dari sektor kayu dan non kayu. Ada banyak peluang bisnis untuk dikembangkan di masa depan dari kedua sektor tersebut. Tetapi ada hal yang tetap perlu diperhatikan untuk melakukan hal itu. "Untuk mengoptimalkan bisnis kayu, mau tidak mau Perhutani harus kembali memaksimalkan industri kayu untuk mendapatkan added value dari bisnis kayu. Kesiapan untuk membuat pabrik flooring, furniture, house component yang efisien dan produktif, juga harus terus diupayakan," katanya. Potensi lain penyumbang pendapatan terbesar selain kayu bagi perusahaan adalah getah pinus. Perhutani telah memiliki pabrikpabrik pengolahan getah Pinus. Produk-produk hasil olahan dari getah pinus, semisal gondorukem dan terpentin masih memiliki ceruk pasar yang potensinya besar. Maka, Perhutani perlu terus menggenjot produktivitas getah pinus tersebut dan mengoptimalkan kinerja pabrik pengolahannya. Termasuk pabrik derivat gondorukem dan terpentin yang telah dimiliki. "Industri pengolahan getah pinus yang dikelola oleh Perhutani harus bisa mengolah sampai ke produk derivate. Derivate sekarang ini baru sampai memroduksi Alpha Pinen. Padahal, potensinya begitu besar. Produk derivate dari gondorukem harus bisa diproduksi. Dan pabriknya sudah ada, kita sudah punya PPCI di Pemalang. Tinggal di-review lagi agar

bisa memroduksi derivate dengan baik," katanya.

Perjalanan Karir Ahmad Ibrahim bergabung dengan Perhutani pada 7 Februari 1992 sebagai Staf Pelaksana Pembinaan Hutan Unit I Kantor Divisi Regional Jawa Tengah. Pada 18 Februari 1994, ia diangkat menjadi KSS Reboisasi Biro Pembinaan SDH Unit I Jateng. Enam bulan kemudian, ia ditugaskan sebagai Asper / KBKPH Bandung, KPH Purwodadi. Pada 17 September 1996, ia ditugaskan sebagai Pimpinan Proyek Kawasan Hutan Sekaroh di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Rentetan prestasi membuat Ahmad Ibrahim pada 20 Juni 1997, terpilih sebagai Staf Pelaksana Tugas Belajar Program S2 di Gottingen University, Jerman. Usai menamatkan pendidikan, sejak 1 November 1999, ia ditempatkan sebagai Staf Pelaksana Fasilitas Ajun pada Divisi Perencanaan dan Pengembangan Perusahaan, Kantor Pusat. Pada 1 Juli 2000, ia menjadi Staf Pelaksana Fasilitas Staf Khusus pada Divisi Organisasi dan SDM Kantor Direksi. Selanjutnya, pada 27 Maret 2001, ia menjadi Staf Khusus Bidang Organisasi dan Pendidikan Divisi Organisasi dan SDM Kantor Pusat Perhutani. Pada 28 April 2003, ia menjadi Kepala Seksi SDM dan Umum Unit II Jawa Timur. Pada 17 November 2005, ia dipromosikan menjadi Administratur/ KKPH Blora. Tanggal 3 Januari 2007, ia dipindahtugaskan sebagai Administratur/KKPH Kebonharjo. Pada 13 April 2009 ia kembali dipindahtugaskan. Kali ini menjadi Administratur/KKPH Randublatung. Pada 12 April 2010, Ahmad menjadi Kepala Biro Produksi Hutan Rakyat pada Kantor Pusat. Pada 30 September 2010, ia menjadi Kepala

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

Biro RUPHR Pada Unit III Jawa Barat & Banten. Lima belas bulan kemudian, 15 Januari 2012, ia ditugaskan sebagai Kepala Biro Pemasaran dan Trading Unit II Jawa Timur. Dua tahun kemudian, 24 Januari 2014, ia menjadi General Manager Komersial Kayu di Divisi Komersial Kayu. Selanjutnya, Ahmad dipromosikan menjadi Kepala Divisi Komersial Kayu sejak 30 Juni 2014. Mulai 2 Januari 2018, ia menjadi Kepala Divisi Pemasaran pada Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Kantor Pusat Perhutani. Pada 10 Desember 2018, Ahmad Ibrahim dipromosikan menjadi Kepala Divisi Regional Jawa Barat - Banten. Selanjutnya, pada 8 Februari 2019, ia diangkat sebagai Kepala Divisi Regional Jawa Timur. Pada 1 Juli 2019, ia menjadi Staf Khusus pada Divisi Pembinaan Anak Perusahaan dan Sinergi Bisnis di Kantor Pusat Perhutani. Dan sejak 26 Februari 2020, Ahmad Ibrahim menjadi Direktur Pengembangan Bisnis dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Pemasaran Perum Perhutani, setelah sebelumnya menjadi Plt Direktur Utama Inhutani IV.

Tantangan di Masa Depan Selalu ada tantangan dan hambatan jika kita ingin melangkah ke masa depan yang lebih baik. Misalnya, di awal tahun ini, Perhutani dan hampir semua perusahaan mengalami masa sulit karena kondisi yang dialami oleh dunia, antara lain munculnya wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau lazim disebut Covid-19. Menurut pria yang menamatkan pendidikan S1 dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor tahun 1991 ini, Covid-19 yang mulai berjangkit pada November 2019 dan mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan Februari 2020 itu juga memberikan banyak hikmah dan pelajaran berharga. "Covid-19 pandemic ini membawa hikmah. Hikmahnya adalah, Perhutani sekarang memiliki budaya kerja, bahwa komunikasi bisa dilakukan secara virtual. Artinya, tidak perlu

bertemu fisik untuk melakukan rapat atau konsolidasi. Yang penting, komunikasi tetap terjalin dengan lancar. Hal ini bisa menjadi dasar untuk melakukan penghematan biaya perjalanan dan biaya rapat," ujarnya. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan Perhutani di masa depan untuk meningkatkan kinerja dan juga menaikkan pendapatan bagi perusahaan? Apa tantangan yang akan dihadapi Perhutani di masa depan dan bagaimana strategi mengatasi tantangan tersebut? Ahmad yang menuntaskan pendidikan S2 di Jurusan Forestry dari Gottingen University, Jerman, tahun 1999, ini menyebut, agar Perhutani bisa berhasil di masa depan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. "Pertama, melakukan review kegiatan yang sudah berjalan, untuk membuat rencana jangka panjang yang mampu memaksimalkan sumber daya yang ada. Di dalam bisnis modern, tidak perlu malu jika untuk merencanakan bisnis jangka panjang kita perlu untuk menyewa konsultan yang andal di dalam menyusun rencana bisnis jangka panjang yang baik. Konsultan-konsultan internasional yang andal, antara lain misalnya PWC (Price Waterhouse Coopers), KPMG, maupun AT Kearney bisa menjadi opsi sebagai konsultan yang bisa digunakan Perhutani. Kedua, melakukan peningkatan kemampuan SDM untuk persiapan menghadapi tantangan di masa depan," urainya. Ahmad Ibrahim menegaskan, di masa depan, SDM tidak perlu terlalu banyak (down sizing), tetapi produktivitasnya harus tinggi. Dengan kondisi seperti itu, perusahaan akan bisa bersaing dengan perusahaanperusahaan lain. Sebab, perusahaan bisa bekerja dengan efisien namun produktivitasnya tinggi. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 29


rimbaUTAMA

Natalas Anis Harjanto Direktur Perhutanan Sosial

“Mari Wujudkan Visi Perhutanan Sosial” Di dalam numenklatur yang dikeluarkan awal tahun 2020 ini, Perum Perhutani memiliki satu direktorat baru, yaitu Perhutanan Sosial. Sejak Februari 2020, Direktur Perhutanan Sosial Perum Perhutani dijabat oleh Natalas Anis Harjanto. Menurut dia, Direktorat Perhutanan Sosial mempunyai peran dan tanggungjawab di dalam penyelenggaraan atau implementasi Perhutanan Sosial (PS) di wilayah kerja Perum Perhutani. Semua itu dilakukan untuk mewujudkan visi Perhutanan Sosial, yaitu Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera. Seperti apa konkretnya? Bagaimana pula pandangan Anis terhadap Perum Perhutani? Simak saja profilnya berikut ini.

S

udah hampir 30 tahun Natalas Anis Harjanto menjadi bagian dari keluarga besar Perum Perhutani. Tepatnya ia bergabung dengan BUMN di bidang Kehutanan ini pada 1 Agustus 1990. Ragam bidang tugas dan wilayah kerja telah ia jalani. Rentang panjang pengalaman itu membuat Anis boleh dikatakan cukup menguasai bidang tugasnya kini, yaitu Perhutanan Sosial. Lelaki kelahiran Purwokerto, 15 Oktober 1964 ini menjelaskan,

30 DUTA Rimba

ruang lingkup bidang tugas Direktorat Perhutanan Sosial yang kini ia pimpin. Menurut suami dari Tuti Hartati ini, Direktorat Perhutanan Sosial mempunyai peran dan tanggung jawab di dalam penyelenggaraan atau implementasi Perhutanan Sosial (PS) di wilayah kerja Perum Perhutani. Penyelenggaraan dimaksud adalah mulai dari kegiatan penyiapan kawasan PS sebelum terbit SK PS, Penanganan Konflik yang muncul terkait PS, dan Pemberdayaan kelompok masyarakat serta

pengembangan usaha khususnya pasca terbit SK PS. "Kegiatan penyiapan kawasan meliputi penyiapan lokasi (Objek) areal hutan yang akan diusulkan oleh kelompok masyarakat (LMDH / KTH / Gapoktan) baik skema Kulin KK maupun IPHPS; penyiapan penggarapnya (Subjek) agar dipastikan tujuan program nasional PS terwujud, yaitu masyarakat desa sekitar hutan-lah yang benar-benar terlibat dalam kegiatan pemanfaatan hutan; serta penyusunan rencana pemanfaatan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 31


rimbaUTAMA

Foto: Nanjar Munandar/Kompersh Kanpus

Fokus Kerja

hutan yang dituangkan dalam naskah kerja sama kemitraan," kata Anis. Ayah dua anak ini melanjutkan, penanganan konflik juga menjadi bagian tugas Direktorat PS. Sebab, saat ini masih terdapat konflik horizontal antar kelompok (LMDH – KTH), semisal sengketa area garapan, sengketa keanggotaan kelompok masyarakat, dan lain-lain. "Hal ini perlu difasilitasi bersama Kementerian LHK untuk duduk bareng sehingga tidak ada lagi konflik," katanya. Satu lagi lingkup tugas Direktorat PS, yaitu pemberdayaan

32 DUTA Rimba

kelompok masyarakat. Di lingkup tugas itu, ada tiga peran Perhutani. "Pertama, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas baik internal SDM Perhutani maupun pengurus dan pendamping masyarakat (LMDH – KTH). Kedua, memfasilitasi dukungan untuk pembentukan Kelompok usaha PS (KUPS). Ketiga, fasilitasi dukungan akses permodalan dan pemasaran produk. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan menjalin sinergi/ koordinasi lintas Kementerian/ Lembaga – sinergi BUMN, BUMD, BUMS," jelasnya.

Anis menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 1989. Tahun 1990, Anis juga menamatkan pendidikan 100 hari di Diklat Kepemimpinan. Di tahun 2000, Anis menuntaskan pendidikan jenjang S2 Jurusan Science dari Nothern Arizona University, Amerika Serikat. Tahun ini Perhutani berusia 59 tahun. Ayah dari Raka Dewangga dan Dara Prashida Tasha ini menilai, di usia 59 Tahun, banyak prestasi yang sudah Perhutani capai. Namun, ada juga kinerja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Menurut dia, Perhutani sudah menunjukkan kinerja unggul. Potret kinerja Perhutani sesuai hasil KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) tahun 2019, yaitu penilaian kinerja oleh BUMN, memosisikan Perhutani sebagai perusahaan Good Performance dengan Nilai 538. Selain itu, juga diperolehnya sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta sertifkat pengelolaan hutan berstandar dunia dari FSC (forest steward councils). Hal itu menunjukkan adanya pengakuan atas kinerja Perhutani dari pihak eksternal, di mana di dalam pengelolaan perusahaan, Perum Perhutani telah menerapkan prinsip GCG dan Prinsip Kelestarian. "Namun di balik keberhasilan tersebut, masih ada pekerjaan rumah Perhutani yaitu mewujudkan Misi Perusahaan yaitu 3P (PlanetPeople-Profit). Strategi yang telah dan akan terus dilakukan ada empat. Pertama, Strategi Optimasi Pengelolaan Hutan dengan menjadikan Perhutanan Sosial sebagai sistem pengelolaan hutan produksi yang berprinsip pada kelestarian sumber daya

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


hutan. Kedua, Strategi Kolaborasi dan Sinergi dengan Masyarakat Desa Hutan untuk peningkatan peran serta masyarakat di dalam pengelolaan hutan Jawa. Ketiga, membangun sinergi BUMN, sinergi dengan K/L, BUMD dan BUMS, agar akses masyarakat atas Pasar, modal usaha, teknologi dan bimbingan teknis budi daya, serta sarana prasana usaha. Keempat, kesemuanya itu hanya dapat terwujud dengan pembentukan Struktur Organisasi yang fokus dalam kegiatan PS, serta didukung dengan anggaran dan SDM yang profesional," urainya. Perhutanan Sosial adalah program legal yang membuat masyarakat bisa turut mengelola hutan dan mendapatkan manfaat ekonomi. Menurut Anis, kegiatan mengelola program Perhutanan Sosial agar sejalan dengan harapan Pemerintah, yaitu menyejahterakan masyarakat dan peningkatan produktivitas hutan dilakukan Perhutani melalui 3 Inisiatif Strategi yang menjadi fokus kerja mereka. "Fokus pertama, Tata Kelola Kelembagaan, dimana program kerja kami adalah program pendampingan masyarakat sejak kelompok terbentuk, karena masyarakat sebagai subyek pelaku usahanya; program sosialisasi yaitu membangun persepsi yang sama tentang PS; dan program peningkatan kapasitas pendamping melalui pelatihan dan benchmarking ke tempat yang

berhasil. Fokus kedua, Tata Kelola Kawasan Hutan, yang mencakup program perencanaan partisipatif yaitu memaduserasikan antara potensi SDH yang tertuang dalam buku Rencana Pengaturan kelestarian hutan (RPKH) dengan Potensi Desa (usaha masyarakat desa yang eksisting dan RJPMN Desa), agar apa yang akan dikembangkan di dalam kawasan hutan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat desa, dengan tetap menjaga prinsip kelestarian hutan. Fokus ketiga, tata Kelola Usaha Kelompok, yaitu program pembentukan KUPS (kelompok usaha perhutanan sosial) berdasarkan bisnis usaha/ komoditi yang dikembangkan. KUPS akan berkembang menjadi mandiri jika mampu mensinergikan kegiatan di hulu (budi daya) sampai dengan pengolahah hasil dan pemasaran produk dengan permodalan dari KUR. Program sinergitas, mengoordinasikan fasiltasi dukungan dari K/L, sinergi BUMN/BUMD/BUMS dan Pemda semuanya diarahkan kepada KUPS," jelasnya.

Kelola Lingkungan Satu lagi yang menarik adalah bagaimana cara dan strategi Perhutani untuk mengoptimalkan kerja sama dengan LMDH dan meningkatkan peran masyarakat dalam mengelola hutan dan mendapatkan manfaat ekonomi dari hutan? Menjawab pertanyaan

Menurut Anis, kegiatan mengelola program Perhutanan Sosial agar sejalan dengan harapan Pemerintah, yaitu menyejahterakan masyarakat dan peningkatan produktivitas hutan dilakukan Perhutani melalui 3 Inisiatif Strategi yang menjadi fokus kerja mereka. NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

itu, Anis menjelaskan, LMDH dan KTH adalah mitra kerja Perhutani di tingkat tapak dalam implementasi Perhutanan Sosial. Strategi pemberdayaan kelompok adalah menjadi strategi agar seluruh kerja sama yang dibangun dapat terimplementasikan di lapangan. "Sosialisasi harus terus dilakukan tidak hanya pada tataran pengurus LMDH saja, tetapi juga kepada semua penggarap/anggota LMDH. Juga sosialisasi kepada stakeholders, agar terbangun kesepahaman yang sama akan langkah implementasi PS," ujar Anis. Anis menambahkan, Visi Perhutanan Sosial yaitu Hutan Lestari – Masyarakat Sejahtera bukan hanya slogan tetapi harus dapat terwujud di akhir kerja sama kemitraan dengan LMDH/KTH. Perjanjian kerja sama (PKS), sebagai turunan dari Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) skema Kulin KK maupun turunan dari SK IPHPS, menjadi titik sentral keberhasilan implementasi PS paska terbit SK menteri LHK. Di dalam PKS, minimal mengatur tentang Hak dan Kewajiban; mekanisme operasional kegiatan yang disepakati; serta kesepataran akan hal-hal yang dilarang sebagai bagian dari pengendalian. "Mari wujudkan visi Perhutanan Sosial," ajaknya. Anis menekankan, Perhutani harus mengawal pelaksanaan PS agar selalu bertujuan mewujudkan reforestasi, bukan sebaliknya yaitu deforestasi. Maka, fokus kedua Perhutani yaitu melakukan tata kelola kawasan, menjadi kunci keberhasilan peningkatan produktivitas hutan. "Penyusunan Rencana Jangka panjang PS dilakukan dengan secara Partisipatif (Perencanaan Partisipatif) seperti penyusunan Rencana Jangka Panjang 10 tahunan, berupa Rencana Kerja

DUTA Rimba 33


rimbaUTAMA Usaha (RKU) dan Rencana Pemanfaatan Hutan (RPH), harus dipaduserasikan dengan RPKH. Rambu-rambu prinsip kelestarian hutan / tata kelola Lingkungan yang diatur dalam prinsip FSC dan Prinsip PHPL harus tersosialisasikan dan terwujud dalam program kerja bersama. Untuk menghindari adanya kelalaian, semua kesepakatan diatur dan dicantumkan dalam Perjanjian kerjasama (PKS)," tuturnya. Faktor keamanan hutan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Begitu pula dalam pengelolaan PS. Menurut Anis, perubahan strategi dalam perlindungan hutan sudah menjadi keharusan di era saat ini. Perhutani sudah mempunyai strategi transformasi budaya kerja semisal transformasi pada jajaran perlindungan hutan yang semula Polisional menjadi pendekatan masyarakat. Jajaran Petugas Polisi Teritorial dalam menjalankan perannya berubah menjadi polisi yang humanis. "Istilah Polhut Teritorial menjadi Polisi Hutan Binhutsos (Pembina Hutan Sosial). Kaderisasi dan pelatihan sudah direncanakan tahun 2020, namun terkendala Covid-19. Tindakan represif/penindakan tidak lagi menjadi yang utama tetapi lebih mengedepankan tindakan preventif/ pencegahan melalui pembinaan dan sosialisasi," ujarnya.

Transformasi Strategi Anis resmi masuk Perhutani pada 1 Agustus 1990 sebagai Staf Pelaksana Kantor Unit I Jawa Tengah. Pada 10 Februari 1993, ia ditugaskan sebagai Kepala Sub Seksi Perencanaan Hutan SPH III Salatiga. Tanggal 21 Januari 1994, Anis dipromosikan menjadi Asper/ KBKPH Gombong Utara, KPH Kedu Selatan. Pada 14 November 1995, ia naik menjadi Wakil Administratur/

34 DUTA Rimba

Dalam pengelolaan Perhutanan Sosial, menurut Anis, perubahan strategi dalam perlindungan hutan sudah menjadi keharusan di era saat ini. Perhutani sudah mempunyai strategi transformasi budaya kerja semisal transformasi pada jajaran perlindungan hutan yang semula Polisional menjadi pendekatan masyarakat. KSKPH KPH Mojokerto. Pada 15 Juni 1997, Anis terpilih sebagai Staf Divisi ORPEG untuk mengikuti Program S2 ke luar negeri, yaitu Amerika Serikat. Pendidikan S2 ia tuntaskan di tahun 2000. Usai pendidikan, tepatnya 30 Juni 2000, ia ditugaskan sebagai Staf DPB di Divisi Organisasi SDM (Fasilitas SKH) Sub Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Direktorat Sumber Daya Manusia dan Umum. Tanggal 28 Agustus 2001, ia ditugaskan sebagai Kepala Seksi Pembinaan Lingkungan di Kantor Unit I Jawa Tengah. Pada 11 Juli 2002, ia menjadi Kepala Seksi Perencanaan Hutan III Salatiga Kantor Unit I Jawa Tengah. Tanggal 11 Desember 2003, ia dipromosikan menjadi Administratur/KKPH Banyumas Timur. Pada 17 November 2005, Anis ditugaskan sebagai Administratur/KKPH Bojonegoro. Kepala Biro Hukamas Unit I Jawa Tengah menjadi posisi Anis selanjutnya, sejak 30 Agustus 2006. Pada 30 April 2007, Anis ditarik ke Kantor Pusat dan menjabat Kepala Biro Sekretaris Direksi. Pada 13 Februari 2009, Anis ditugaskan ke Jawa Timur untuk menjadi Kepala Biro Produksi. Pada 6 Juli 2009, Anis menjadi Kepala Biro SDM dan Umum Kantor Unit II Jawa Timur. Tanggal 20 April 2011, ia menjadi Kepala Biro Industri Pemasaran Kantor Unit II Jawa Timur.

Rangkaian tour of duty Anis berlanjut dengan menjabat Kepala Biro Ekowisata, Jasa Lingkungan, Usaha Lain, dan Optimalisasi Aset di Divisi Regional Jawa Tengah, sejak 17 Januari 2012. Pada 24 Juli 2012, Anis dipromosikan menjadi Direktur Operasional PT Palawi, anak perusahaan Perum Perhutani, selanjutnya menjadi Staf Khusus Wisata Kantor Pusat Perum Perhutani kemudian menjadi PLT Direktur Inhutani II (Wilayah Kalsel dan Kaltara) lalu menjabat sebagai Direktur Utama Inhutani V. Dan kini, ia menjabat Direktur Perhutanan Sosial Perum Perhutani. Di masa depan, menurut Anis, program transformasi strategi dan tranformasi budaya kerja akan menjadi fokus Perhutani dalam peningkatan kinerja di era disruption/ketidakpastian. "Pertama, pemanfaatan teknologi digital sudah menjadi keharusan. Pemasaran online sudah digunakan oleh Perhutani sejak 5 tahun yang lalu dan terus dilakukan penyempurnaan disesuaikan dengan perkembangan dan selera pasar. Kedua, Blended SDM, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang handal adalah kunci keberhasilan operasional atas rencana besar Perhutani. Rekruasi tenaga milenial terus dilakukan untuk selanjutnya dilakukan mixing antar generasi agar terjadi transfer of knowledge," tutupnya. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 35


Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

RIMBAkhusus

36 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Memupuk Cinta untuk

Tunas Bangsa Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan yang baik dan optimal akan menjadi jembatan bagi terciptanya manusia berkualitas. Salah satu pelengkap terwujudnya pendidikan yang baik adalah pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Perhutani sangat menyadari hal itu. Itu pula yang mendasari langkah-langkah Perhutani menggelar kegiatan mengajar serta memberikan bantuan sarana dan prasarana pendidikan ke sejumlah sekolah. Sekaligus menunjukkan bukti cinta untuk tunas bangsa.

A

da agenda khusus yang dijalankan insan-insan Perhutani di tengah kegiatan memasuki tahun baru 2020. Agenda itu adalah aktivitas mengajar dan memberikan bantuan alat musik ke sejumlah sekolah. Hal itu terlihat pada Kamis, 30 Januari 2020, di Madiun, Jawa Timur. Hal itu merupakan bagian dari rangkaian kick off meeting Perhutani 2020. Kick off meeting merupakan agenda rutin Perhutani setiap awal tahun. Tahun 2020, kegiatan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

rapat kerja yang dilaksanakan Perhutani tersebut diselenggarakan selama tiga hari di Pusdikbang SDM Perum Perhutani di Madiun. Di sela-sela kegiatan rapat di awal tahun tersebut, tepatnya pada 30 Januari 2020, insan-insan Perhutani melakukan kunjungan dalam rangka mengajar dan memberikan bantuan alat musik ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Indrakila, Kota Madiun, Jawa Timur. Sekretaris Perusahaan (Sekper) Perhutani, Asep Rusnandar, membuka kegiatan bertajuk

"Perhutani Mengajar" itu. Selain berisi aktivitas insan-insan Perhutani yang sehari mengajar di sekolah tersebut, kegiatan itu juga berisi pemberian bantuan sarana pendidikan berupa alat-alat marching band. Di dalam sambutannya, Asep Rusnandar menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan rapat kerja yang dilaksanakan Perhutani di Pusdikbang SDM, Madiun. Asep juga menyebut, Perhutani punya sarana yang dapat dimanfaatkan

DUTA Rimba 37


rimbakhusus

Manfaat dan Fungsi Hutan

Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perhutani, Yahya Amin, menjadi salah satu yang memberikan materi pelajaran kepada para siswa. Saat memberikan materi dalam kegiatan tersebut, Yahya Amin mengenalkan isi hutan dan memberikan pemahaman tentang manfaat dan fungsi hutan bagi semua makhluk hidup. Termasuk manfaat dan fungsi hutan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan, kepada para siswa SDN 05 Endrakila, Kota Madiun.

Yahya berpesan kepada para guru agar bisa menyelipkan mata pelajaran tentang manfaat kelestarian lingkungan dan hutan kepada anak sejak Sekolah Dasar. Sehingga, anakanak sedini mungkin dapat lebih mengenal tentang hutan

Foto: Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

oleh para siswa untuk lebih mendalami pelajaran tentang hutan. "Perhutani memiliki fasilitas dan sarana pendidikan, yaitu Corporate University (Corpu) yang terbuka untuk umum. Di sana dapat belajar mengenai hutan dan fungsinya. Saya berharap para siswa dapat belajar di sana,” kata Asep.

38 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Bukan hanya itu. Yahya juga berpesan kepada para guru agar bisa menyelipkan mata pelajaran tentang manfaat kelestarian lingkungan dan hutan kepada anak sejak Sekolah Dasar. Sehingga, anak-anak sedini mungkin dapat lebih mengenal tentang hutan. Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 05 Endrakila Kota Madiun, Januari, menyatakan sangat mengapresiasi Perhutani yang sudah mengunjungi sekolah yang ia pimpin dan memberikan pelajaran umum tentang kehutanan kepada murid-muridnya. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan alat musik dari Perhutani. Pemberian ini akan kami manfaatkan dengan baik," ujarnya. SDN 05 Endrakila sesungguhnya bernama SDN 05 Madiun Lor, Kota Madiun, Jawa Timur. Tetapi orang lebih mengenalnya sebagai SDN Endrakila. SDN Endrakila

merupakan salah satu Sekolah Dasar favorit di Kota Madiun. Lebih dari 400 anak didik yang dibimbing 38 pengajar mengisi kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar itu. Segudang prestasi telah ditorehkan SDN Endrakila. Di setiap Porseni yang terselenggara, SDN Endrakila kerap kali nyaris menyabet kemenangan di seluruh cabang olahraga dan seni budaya yang dipertandingkan. Di akhir kegiatan Perhutani Mengajar tersebut, dilakukan kegiatan penanaman pohon jenis ‘tabebuya’ serta jenis Multy Purpose Tree Species (MPTS). Penanaman ini dilakukan sebagai implemantasi dari program Perhutani taking care planet.

Bantuan untuk Panti Asuhan Di hari yang sama, Perum Perhutani juga memberikan bantuan untuk anak-anak "Panti

Asuhan Siti Hajar" yang berlokasi di Jalan Jonggrang II/8 Kota Madiun. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, seragam sekolah, dan sepeda lipat. Kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ‘Perhutani Kick Off Meeting 2020’ .   Ketua Tim Project Management Unit Erp dan Busines, Mohamad Denny Ermansyah, menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Pengasuh ‘Panti Asuhan Siti Hajar’, Mut Mainah. Usai menyerahkan bantuan, Denny Ermansyah mengatakan, kedatangan insaninsan Perhutani berkunjung ke ‘Panti Asuhan Siti Hajar’ Madiun tersebut adalah untuk bersilaturahmi serta memberikan bantuan yang merupakan bentuk perhatian, cinta kasih, dan kepedulian Perhutani kepada anak-anak ‘Panti Asuhan Siti Hajar’. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan mampu untuk dijadikan motivasi buat anak-anak dalam meningkatkan prestasi belajar,” kata Denny. Menanggapi pemberian bantuan tersebut, Ketua Pengasuh ‘Panti Asuhan Siti Hajar’ Mut Mainah menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pemberian santunan dari Perhutani. “Semoga kedatangan pimpinan beserta rombongan ini bisa memotivasi dan menyemangati anak-anak untuk belajar, sehingga mereka bisa berprestasi dan kelak mampu untuk mandiri,” ungkapnya.

Kick Off Meeting 2020 Foto: Suwarno/Kompersh KPH Saradan

Sebagai agenda rutin setiap mengawali tahun baru, Perum Perhutani mengadakan kegiatan Rapat Kerja yang dikemas dalam agenda Kick off Meeting Perhutani 2020. Kegiatan itu dilaksanakan di Perhutani Corporate University (Corpu) / Pusat Pendidikan dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 39


Foto: Suwarno/Kompersh KPH Saradan

rimbakhusus

Pengembangan (Pusdikbang) SDM Madiun, selama tiga hari, 29 - 31 Januari 2020. Kegiatan rapat kerja diselenggarakan selama dua hari (Rabu-Kamis, 29-30 Januari 2020). Dihadiri oleh perwakilan Unit Kerja Perhutani, rapat tersebut berisi penetapan program dan komitmen kerja tahun 2020. Program "Perhutani Mengajar" menjadi acara yang membuat Kick Off Meeting 2020 berbeda ketimbang tahuntahun sebelumnya. Kunjungan mengajar ke Lembaga Pendidikan SD Negeri Madiun Lor atau SD Endrakila. Di sana, insan Perhutani memberikan edukasi mengenai fungsi dan manfaat hutan serta memberikan bantuan peralatan Marching Band. Selain itu juga Perhutani menyerahkan bantuan seragam sekolah, sembako, dan sepeda, kepada Panti Asuhan Siti Hajar. Serta Perhutani melakukan peresmian program Bedah Rumah milik Mandor Lapangan Perhutani.

40 DUTA Rimba

Selain itu, di setiap lokasi kegiatan sosial juga diadakan penanaman tanaman estetika “Tabebuya” dan jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau buah-buahan. Menurut Direktur SDM, Umum, dan IT Perhutani, Kemal Sudiro, kegiatan sosial yang telah dilaksanakan itu sejalan dengan tema tahun kerja Perhutani 2020, yaitu "Serving People Taking Care Planet For Sustainability". Tema tersebut mengandung pemahaman memerkuat kolaborasi dalam membangun keunggulan kompetitif masyarakat desa hutan (people), akselerasi perbaikan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan (planet), dalam menopang kinerja keuangan perusahaan (profit). Pengembangan sumber daya manusia dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi juga menjadi prioritas tahun 2020. Juga disertai rencana menerapkan sistem apresiasi berbasis merit per individu. Termasuk memertajam

reward dan punishment yang objektif. Kemal juga menekankan, Perhutani harus optimis dan fokus bekerja keras dengan terus melakukan perbaikan proses bisnis yang berorientasi pada outcome atau hasil melebihi ekspektasi. “Pada tahun ini, Pelaksanaan Kick Off Meeting 2020 sedikit berbeda dengan adanya kegiatan sosial berupa Perhutani Mengajar, Bantuan Panti Asuhan, Bedah Rumah yang merupakan implementasi dari program 'Serving People'," ucapnya. Di dalam rangkaian kegiatan Kick Off Meeting tersebut, juga berlangsung peresmian Area Konservasi Burung, yang berlokasi di d’Arboretum Pusdikbang SDM Madiun. Hal itu merupakan kerja sama antara Perhutani Corpu dan Komunitas Pecinta Burung Indonesia (PBI). Peresmiannya dilakukan bersama oleh Walikota Madiun beserta Forkopimda Kota Madiun. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 41


rimbakhusus

Sumbangsih Perhutani

untuk Karyawan dan Lingkungan Kegiatan awal tahun tak hanya diisi aneka persiapan bisnis. Di sela berlangsungnya rapat kerja dalam rangkaian Kick Off Meeting 2020, manajemen Perum Perhutani kembali menunjukkan kepedulian. Selain bedah rumah karyawannya yang tinggal di sekitar hutan, juga meresmikan Area Konservasi Burung. Semua itu dilakukan sebagai wujud cinta dan peduli terhadap karyawan serta lingkungan hidup. Seperti apa pelaksanaannya?

D

usun Termulus, Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menjadi lokasi kegiatan sosial Perum Perhutani. Pada Kamis, 30 Januari 2020, Perum Perhutani memberikan bantuan senilai 9 juta rupiah untuk bedah rumah karyawannya yang tinggal di sekitar hutan. Program tersebut merupakan wujud kepedulian Manajemen Perum Perhutani kepada

42 DUTA Rimba

karyawannya. Sehingga, karyawannya dapat tinggal di rumah sehat layak huni. Administratur Perhutani KPH Madiun, Wakhid Nurdin, menyerahkan langsung bantuan untuk bedah rumah tersebut kepada salah satu penerimanya, Sukandar, di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bribis, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mojorayung. Sukandar adalah Mandor Tanam yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Purnomo/Kompersh KPH Madiun

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 43


Foto: Purnomo/Kompersh KPH Madiun

rimbakhusus

Mandor Tanam Terbaik KPH Madiun tahun 2012. “Semoga bantuan dari Perhutani dapat membantu Bapak Sukandar dan keluarga,” ujar Wakhid Nurdin. Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani Madiun, Kristomo, yang ikut serta dalam rombongan tersebut, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela acara Kick off Meeting 2020 di Pusdikbang SDM. Kegiatan itu merupakan bagian pelaksanaan agenda perusahaan, sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan. “Kalau ada rumah karyawan yang sudah tidak layak, harus kita perbaiki. Namun hal itu jika mereka kinerjanya bagus,” imbuhnya.

44 DUTA Rimba

Di kesempatan itu, Lurah Wungu melalui Ketua RT setempat, Abadi Zaenal, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani, karena salah satu warganya mendapat bantuan perbaikan rumah. Ia pun berharap, program Perhutani tersebut dapat berlanjut karena sejalan dengan program pembangunan yang ada di desanya, sehingga bisa saling melengkapi.

Area Konservasi Burung Di hari yang sama, 30 Januari 2020, Walikota Madiun meresmikan Area Konservasi Burung. Fasilitas yang ditujukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem tersebut dibangun di Arboretum Utara Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani.

Kegiatan peresmian area konservasi burung tersebut ikut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Antara lain yang hadir adalah Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Madiun, Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Madiun, dan jajaran Pusdikbang SDM Perhutani. Peresmian tersebut ditandai dengan pelepasan 6 jenis burung, yaitu burung kepodang, burung selendang biru, burung takur, burung betet jawa, burung gelatik wingko, dan burung sikatan. Usai pelepasan burung, para undangan melakukan penanaman di sekitar area konservasi. Kegiatan tersebut dilakukan guna menambah habitat

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


bagi burung-burung yang telah dirilis dalam kegiatan tersebut. Di kesempatan tersebut, Walikota Madiun, H. Maidi, mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan jenis-jenis burung dan menjaga keseimbangan ekosistem terutama di area Kota Madiun. “Ekosistem burung di perkotaan perlu didukung dengan kegiatan pelestarian lingkungan, karena hutan menjadi habitat alami bagi burung, maka mulai saat ini Kota Madiun akan kita hijaukan dan penuhi dengan pepohonan agar burung-burung di sekitarnya mampu hidup dan betah berada di sekitar lingkungan tersebut," ujar Maidi.

hutan terutama di area Kota Madiun. “Arboretum di area Pusdikbang SDM Perhutani ini, memang sedari dulu digunakan sebagai area konservasi untuk berbagai jenis hewan yang hidup di hutan. Dan seiring dengan perkembangannya, kami bersama dengan komunitas PBI Cabang Madiun, memulai langkah untuk mengoptimalkan proses pelestarian burung di area tersebut melalui

perilisan dan membuka area konservasi burung, dengan harapan kedepan pelestarian burung dilokasi tersebut dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang," katanya. Sumbangsih sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap karyawan dan lingkungan terus digelorakan Perhutani. Bravo! • Tim Kompersh Kanpus

Wujud Kepedulian

Foto: Eko Kompers KPH Lawu Ds

Sementara itu, Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Kristomo, menyebut, pihaknya bersama dengan Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Madiun, siap mendukung proses pelestarian burung dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 45


perhutani

Dok. Kom PHT®2014 | Foto : SOE.

dan MDH

46 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


LENSA

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 47


48 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


LENSA

NO. 82 55 • TH. 9 14••november januari - februari - desember • 2020 • 2014

DUTA Rimba 49


SobatRIMBA

50 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 51


SobatRIMBA

52 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 53


lintasrimba

Perhutani Bantu

Korban Banjir dan Tanah Longsor

54 DUTA Rimba

tersebut menjadi basis untuk menyalurkan bantuan sembako, obat-obatan, dan keperluan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana. Penyaluran bantuan tersebut selama ini dibantu oleh ormas YALISA. Di samping Posko Bersama, Perhutani membangun satu posko tambahan di desa Nanggung kecamatan Nanggung dengan koordinasi aktif BPBD Kabupaten Bogor di beberapa kecamatan terdampak. Ahmad Rusliadi menjelaskan, kawasan hutan KPH Bogor di wilayah barat relatif bagus. Lokasi bencana jauh dari kawasan hutan. “Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing untuk menghindari bencana yang

diakibatkan oleh kelalaian manusia,” ajak pria yang biasa dipanggil Rusli itu. Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani, Asep Rusnandar, menyampaikan, pemberian bantuan berupa makanan dan kebutuhan lainnya tersebut diharapkan dapat meringankan beban serta membantu para korban bencana banjir dan longsor di empat kecamatan yang terkena musibah tersebut. “Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa empati Perhutani sebagai BUMN Kehutanan kepada masyarakat yang terdampak musibah bencana alam. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir dan tanah longsor,” tutupnya. • Tim Kompersh Kanpus

Foto : Danu/Kompersh KPH Bogor

Bogor - Perum Perhutani menunjukkan kepedulian terhadap sesama saat menyerahkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor. Musibah banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu melanda wilayah empat kecamatan di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya, dan Kecamatan Jasinga. Wujudnya adalah pemberian bantuan sembako (sembilan bahan makanan pokok) terhadap para koban, yang dilakukan pada Sabtu, 4 Januari 2020. Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Ahmad Rusliadi, bersama jajarannya, melakukan penyerahan bantuan sembako tersebut kepada korban bencana banjir dan longsor dari Perhutani. Penyerahannya dilakukan kepada perwakilan masyarakat di masing-masing tiga kecamatan, yaitu Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Sedangkan penyerahan bantuan sembako di Kecamatan Jasinga diserahkan melalui Posko bersama atas koordinasi Askrindo. Bantuan yg telah disalurkan dari Perhutani berupa mie instan 154 dus, beras 1,19 ton, air mineral 600 ml sebanyak 122 dus dan telur 424 kg. Pemberian bantuan sembako itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan Perhutani bersama tiga BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lain. Sebagai bentuk kepedulian dan peran serta BUMN Hadir Untuk Negeri, Perhutani bersama Askrindo, Bank Mandiri, dan Kimia Farma, membangun Posko “BUMN bersama”. Posko

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Perhutani Salurkan Bantuan

Foto : Asep Senjaya/Kompers KPH Banten

untuk Korban Bencana Alam di Lebak

Lebak - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten, Jumat, 10 Januari 2020, menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Administratur Perhutani KPH Banten, Isnin Soiban, untuk wilayah yang terkena dampak cukup berat, yaitu Kecamatan Sajira dan Cimarga Penyerahan bantuan untuk

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

wilayah Kecamatan Sajira dilakukan melalui Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Lebak. Bantuan yang diberikan berupa sembako yang terdiri dari beras sebanyak 665 kg, susu sejumlah 133 kaleng, 133 buah pampers, 133 paket kue kering, 133 kg gula, 133 kg kopi, sarden sebanyak 133 kaleng, dan air mineral sejumlah 133 dus. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Sajira, bantuan diserahkan kepada Ketua

Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bina Mukti Suryana, berupa beras sebanyak 475 kg, 95 buah kompor gas, 95 buah tabung gas, dan 95 buah selang regulator. Menurut Administratur Perhutani KPH Banten, Isnin Soiban, pemberian bantuan berupa makanan dan kebutuhan lain tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban dan memberikan kemudahan bagi para korban bencana alam banjir dan tanah longsor di dua kecamatan yang terkena musibah. Isnin juga menjelaskan, kondisi tutupan kawasan hutan KPH Banten relatif baik, sehingga musibah bencana alam tidak terjadi di wilayah kerjanya. Dan lokasi terjadinya bencana alam itu memang jauh dari kawasan hutan. "Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani sebagai BUMN Kehutanan untuk masyarakat yang terdampak musibah bencana alam. Semoga dapat meringankan beban para korban banjir bandang dan tanah longsor. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing, agar terhindar dari bencana yang diakibatkan oleh kelalaian manusia," ujarnya. Mewakili masyarakat penerima bantuan, Ketua LMDH Bina Mukti, Suryana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua jajaran Perum Perhutani KPH Banten yang telah memberikan bantuank epada masyarakat yang terkena musibah banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 55


lintasrimba

Bantuan Perhutani KPH Saradan

untuk Korban Banjir di Madiun

56 DUTA Rimba

kawasan tersebut disebabkan oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah dan sawah milik warga Desa Kenongorejo terendam air setinggi 1 meter. Kejadian tersebut juga membuat warga desa tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat mereka sangat memerlukan bantuan.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Kenongorejo, Tatang Heru Purnomo, mengucapkan terima kasih kepada Perum Perhutani KPH Saradan yang telah memberikan bantuan sembako kepada warganya. “Semoga bantuan ini berkah dan dapat sedikit meringankan beban warga Desa Kenongorejo yang terkena dampak banjir," ucap Tatang. • Tim Kompersh Kanpus

Foto : Suwarno/Kompersh KPH Saradan

Saradan - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Rabu, 12 Februari 2020, meyerahkan bantuan berupa 47 paket sembako kepada korban banjir di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Masing-masing paket yang diserahkan itu berisi beras, gula, minyak goreng, susu, biskuit, dan Mie Instan. Administratur Perhutani KPH Saradan, Noor Rochman, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyerahannya disaksikan oleh Forkopimcam Kecamatan Pilangkenceng; Kepala Desa Kenongorejo, Tatang Heru Purnomo; dan Ketua Forkom Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wilayah Saradan, Sunaryo. Menurut Noor Rochman, penyaluran bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian Perum Perhutani kepada masyarakat yang menjadi korban banjir. Noor Rochman menambahkan, ada 47 KK (Kepala Keluarga) warga Desa Kenongorejo yang merupakan anggota LMDH Rimba Sejahtera yang terkena dampak banjir. ”Dengan terjadinya bencana banjir ini, kami mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Jika hutannya lestari maka tidak akan ada banjir melanda di Desa kita,” imbuh Noor Rochman. Musibah banjir yang terjadi di

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Pasca Banjir Bandang, Bondowoso - Pasca banjir bandang yang menerjang Desa Sempol dan Kalisat, Kabupaten Bondowoso, Kamis, 6 Februari 2020, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menggelar gerakan serentak menanam pohon di Petak 91 d, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blawan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukosari. Sebanyak 1.000 bibit pohon jenis sengon buto, asam jawa, dan kenitu, ditanam di hari itu. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Bondowoso, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gunung Hijau, LMDH Al-Barokah, LMDH Spirit Ijen, serta perwakilan karyawan Perhutani Bondowoso. Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Agus Sarwedi, mengatakan, lokasi di RPH Blawan itu dipilih karena merupakan bagian dari rencana tanaman Perhutani. Kegiatan penanaman tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya. “Hutan juga berguna untuk memroduksi oksigen dalam jumlah tinggi. Untuk itu menanam pohon berarti melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan kita,” tegasnya. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk menyosialisasikan kepada LMDH akan pentingnya manfaat jaminan perlindungan kepada pekerja

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Foto : Abdul Ghani/Kompersh KPH Bondowoso

Perhutani Tanam 1000 Pohon di Bondowoso

hutan. Wujudnya, pada kesempatan itu BPJS Ketenagakerjaan menyerahkannya 40 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada anggota LMDH yang telah melakukan pendaftaran peserta baru dalam program jaminan sosial tersebut. Kepala BPJS Wilayah Bondowoso,

Aji Sasongko, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Perhutani dan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan perlindungan kepada para petani di kawasan hutan yang terwadahi dalam LMDH. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 57


lintasrimba

Korban Tanah Longsor di Pemalang

Foto : Mudro/Kompersh KPH Pekalongan Timur

Peroleh Bantuan dari Perhutani

Pekalongan - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pemalang, Selasa, 25 Februari 2020, menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam tanah longsor di Dukuh Jumbleng, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH)

58 DUTA Rimba

Randudongkal, Yohan Haryanto, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, menyerahkan bantuan tersebut. Yohan menyatakan, pihaknya turut prihatin dengan musibah tersebut. “Perhutani berempati dengan memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana dengan menyediakan bahan bangunan untuk membangun rumah di tempat relokasi. Disamping itu juga membantu keperluan lain

yang dikumpulkan secara sukarela oleh karyawan Perhutani serta ikut bakti sosial bekerja mendirikan rumah korban,” ujarnya. Sementara itu, Slamet, salah satu korban bencana longsor, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani, Baznas Kabupaten Pemalang, dan Pemerintahan Desa setempat. Sebab, mereka sudah peduli kepada warga yang terkena musibah tersebut. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Perhutani KPH Parengan

Kerja Sama Penanggulangan Bencana dengan BPBD Bojonegoro

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

kepada Perhutani KPH Parengan, KPH Jatirogo, dan KPH Padangan, dalam rangka realisasi dari pemerintah. Menurut dia, pihaknya hanya sebatas penyambung pelaksana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Menteri Kehutanan. Sebab, BPBD menurut dia diminta untuk bisa melaksanakan perjanjian kerja sama dalam rangka Penanggulangan

Bencana yang ada di setiap wilayah kehutanan. Beberapa hal penting dalam MoU tersebut di antaranya adalah tentang Prabencana, Pencegahan, Mitigasi kesiapan siaga saat Bencana Siaga Darurat, Tanggapan darurat transisi darurat ke pemulihan, Pasca bencana Rehabilitasi Rekontruksi. • Tim Kompersh Kanpus

Foto : Warsito/Kompersh KPH Parengan

Bojonegoro - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Kerja sama di bidang penanggulangan bencana tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) yang dilakukan di Kantor BPBD Bojonegoro, Jl.Ahmad Yani no 6, Bojonegoro, Kamis, 23 Januari 2020. Administratur KPH Parengan, Badaruddin Amin, mengucapkan terima kasih kepada BPBD atas terlaksananya MoU tersebut. Badaruddin Amin melanjutkan, kerja sama tersebut juga diikuti oleh Perhutani KPH Padangan dan KPH Jatirogo. Ia juga berharap, pihaknya bisa bersinergi baik untuk menanggulangi bencana maupun memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan tentang bagaimana cara menanggulangi bencana. “Seperti misalnya bencana kebakaran, tanah longsor, angin puting beliung, yang beberapa kali terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Diharapkan dapat bekerja sama dalam batas tanggung jawab, wewenang, kapasitas, dan kompetensi dari berbagai pihak," ujar Badaruddin. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Umar Ghani, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih

DUTA Rimba 59


rimbadaya

Bersama Masyarakat, Perhutani Kembangkan

Curug Layung di Bandung Utara

Di dalam konteks bisnis, renovasi dan inovasi dalam rangka pengembangan dan pengoptimalan produk harus terus dilakukan. Semua itu untuk meningkatkan kepuasan konsumen sekaligus memenangkan persaingan usaha dengan pesaing bisnis. Hal itu juga berlaku dalam mengelola tempat wisata. Di dalam konteks itu pula, Perhutani bersama LMDH Kertawangi melakukan renovasi terhadap sejumlah fasilitas dalam pengembangan wana wisata Curug Layung di Bandung Utara. Hal itu sekaligus merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.

P

erhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kertawangi untuk bergotong royong melakukan renovasi pada wana wisata Curug Layung. BKPH Lembang merupakan bagian dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara. Aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengembangkan potensi wisata itu dilakukan pada Jumat, 31 Januari 2020. Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, melalui Asper (Asisten Perhutani) BKPH Lembang, Susanto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bukti efektivitas sinergitas antara

60 DUTA Rimba

Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan, khususnya di wilayah Kecamatan Cisarua, Lembang, yang dilakukan sebagai kelanjutan kegiatan yang dilaksanakan setelah perayaan tahun baru 2020 di wana wisata Curug Layung. Sinergitas tersebut dibuktikan dengan kegiatan kerja bersama dalam perbaikan jalan, jembatan, pagar, dan pemasangan jalur lampu penerangan di sepanjang jalan menuju pusat air Curug Layung. “Pada tahun 2020 Perhutani akan menambah wahana di wana wisata Curug layung bernama 'Pemandian Putri Layung', yang menyajikan pemandian sungai alami dengan air super jernih, dingin, dan segar, sebagai terapi bagi warga kota Bandung dan sekitarnya,

juga wisatawan luar kota ataupun luar Provinsi Jawa Barat, setelah melakukan aktifitas yang padat,” katanya. Ungkapan senada disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kertawangi, Nandang, yang mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Perhutani karena telah diberdayakan untuk bekerja bersama dengan jajaran Perhutani khususnya KPH Bandung Utara, BKPH Lembang. Sehingga, warga masyarakat khususnya pemuda Kampung Cijanggel mendapatkan akses untuk berkreasi dalam pengelolaan dan pelayanan wisata di Curug Layung. Nandang berharap akan adanya perbaikan pada jalan akses masuk berupa

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 61


rimbadaya pengaspalan atau pemadatan jalan oleh pihak-pihak yang berwenang baik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat maupun Perhutani. “Dalam rangka persiapan melayani pengunjung tahun 2020, kami telah melakukan perbaikanperbaikan fasilitas semampu kami, seperti perbaikan jalan yang rusak, pagar, jembatan penyeberangan, dan lainnya. Sehingga, pengunjung merasa aman dan nyaman yang nanti akhirnya juga berdampak pada peningkatan pendapatan sharing kami di tahun 2020,” ungkapnya.

Wana wisata Curug Layung sendiri berada di Petak 63, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisarua, BKPH Lembang, KPH Bandung Utara. Di sana tersedia fasilitas Hiking, Campiing Ground (4 Blok Area Camping), dan wahana pemandian air terjun Putri Layung. Tahun 2019, wana wisata Curug Layung telah mencatatkan pendapatan mencapai 700 juta Rupiah. Curug Layung memang merupakan salah satu air terjun yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Curug berarti air terjun dalam bahasa Sunda. Posisi Curug Layung berada di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Curug Layung merupakan salah satu dari sekian banyak Curug di aliran Sungai Cimahi. Aliran air terjun Curug Layung ini tidak terlalu tinggi, namun memiliki kolam alami yang cukup luas. Biasanya, curug ini dijadikan areal berenang bagi para pengunjung yang tahan dengan dinginnya air sungai Cimahi yang mengalir dari hulunya di daerah Situ Lembang. Curug ini ada di urutan paling hulu di aliran Sungai Cimahi. Sungai

62 DUTA Rimba

Foto : Heriawan / Kompersh KPH Kuningan

Curug Layung

Cimahi ke arah hilir makin ke bawah masih ada curug lain, yaitu Curug Tilu, Curug Bugbrug, Curug Cimahi, Curug Panganten, dan Curug Lalay. Curug Layung sering dijadikan tempat renang oleh pengunjung lantaran sangat luas. Kejernihan air serta kebersihannya yang terjaga membuat para pengunjung betah berlama-lama untuk tinggal di lokasi wisata ini. Air yang ada di curug ini mengalir dari hulunya Situ Lembang.

Bekas Tempat Latihan Kopassus Yang menarik, Curug Layung memiliki sejarah panjang. Selain keaslian alamnya, curug ini juga baru delapan tahun kembali dibuka.

Di tahun 2012 lalu Curug ini kembali dibuka setelah sebelumnya area ini masuk dalam wilayah latihan Kopassus. Ketika dulu menjadi daerah yang termasuk area latihan Kopassus (Komando Pasukan Khusus) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, curug ini memang sempat tertutup untuk umum. Ketika itu, Kopassus menggelar latihan mereka di kaki Gunung Burangrang. S tahun 2012 tempat ini dibuka kembali sebagai objek wisata. Artinya, wilayah ini cukup nyaman. Apalagi, udaranya segar. Sehingga, ketika orang datang ke lokasi curug itu, mereka akan menikmati suasana alam yang segar. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 63


warisanrimba

Telaga Kumpe Jejak Kaki Bima di Banyumas Telaga Kumpe adalah salah satu destinasi wisata alam yang terletak di wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Terletak di perbukitan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Telaga Kumpe dikelilingi bukit-bukit dengan hamparan hutan pinus dan pepohonan yang hijau. Sehingga, Telaga Kumpe sangat cocok untuk wisatawan yang suka berfoto di tengah alam atau pedesaan.

D

ari Kota Purwokerto, letak Telaga Kumpe kurang lebih berjarak 18 km. Tepatnya, Telaga Kumpe terletak di Petak 51, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Karanggandul, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Barat, KPH Banyumas Timur. Secara administratif, ia termasuk Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pengelolaannya masuk wilayah Hutan Pangkuan Desa (HPD) Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Sari, Desa Gunung Lurah. Sejatinya, Telaga Kumpe menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata alam. Tetapi, pengelolaan Telaga Kumpe sebagai lokasi wisata alam

64 DUTA Rimba

baru digarap serius sejak awal tahun 2019. Sehingga, memasuki tahun baru 2020, pengelolaan Wisata Alam Telaga Kumpe baru genap satu tahun sejak mulai direvitalisasi di awal tahun 2019. Pada 9 Januari 2020, secara resmi Telaga Kumpe untuk pertama kalinya merayakan Hari Ulang Tahun pengelolaannya. Sebagai bagian dari kegiatan memeringati HUT pertama Telaga Kumpe, dilakukan acara tasyakuran di telaga berair jernih yang masih alami itu. Di kesempatan itu, Perum Perhutani diwakili oleh Kepala RPH Karanggandul, Dwi Subiyanto, yang hadir beserta jajarannya. Hadir pula Kepala Desa Gunung Lurah, tokoh masyarakat, dan pengurus serta anggota LMDH Wono Sari. Saat menyampaikan sambutan mewakili Administratur Perhutani

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto : Rahman/Kompersh KPH Banyumas Timur

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 65


warisanrimba KPH Banyumas Timur, Dwi Subiyanto mengharapkan agar pihak LMDH di dalam kegiatannya selalu menjalin hubungan yang harmonis dan selalu berkoordinasi dengan forkopimcam, pemerintahan desa setempat. Ia juga mengharap, LMDH lebih giat dalam menggali potensi yang ada di petakpetak hutan pangkuan desanya. Telaga Kumpe merupakan destinasi wisata air berupa telaga/ danau yang dikelilingi bukit-bukit berhutan pinus yang rimbun menghijau. Padatnya pepohonan di sekitarnya membawa suasana dan udara sejuk nan asri di Telaga Kumpe. Suasana asri dan hawa sejuk di Telaga Kumpe menambah lengkap pemandangan hutan pinus yang eksotis saat berkabut. Ditambah suasana khas alam pedesaan, Telaga Kumpe begitu menyegarkan mata dan hati wisatawan yang berkunjung ke sana. Sebagai destinasi wisata yang relatif masih baru, Telaga Kumpe terus berbenah. Ragam fasilitas pun terus dilengkapi. Saat ini, fasilitas wisata yang tersedia di Telaga Kumpe antara lain adalah perahu, selfie deck, warung makan, toilet, mushola, dan camping ground. Namun, walau belum banyak dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai, telaga yang berada di perbatasan Desa Gununglurah dan Sambirata itu sangat bagus untuk tujuan wisata, khususnya bagi para petualang

subur di tengah telaga itu. Karena keberadaannya di tengah-tengah telaga, tumbuhan tersebut setiap hari seakan-akan dikum (direndam, red) dan dipe (dijemur, red). Dikum (direndam) karena sebagian akar tumbuhan tersebut memang berada di bawah permukaan air. Sedangkan daunnya yang berada di atas permukaan air yang selalu terkena sinar matahari

itu seolah-olah selalu dipe (dijemur). Sampai sekarang, tumbuhan yang ada di tengah telaga tersebut masih ada dan masyarakat setempat masih menamakan tumbuhan itu “kumpe”. Tangkainya keras seperti pohon nanas tetapi daunnya mirip lidah buaya. Hingga sekarang, masyarakat setempat masih belum mengetahui apa persisnya nama dan jenis tumbuhan tersebut.

Legenda Tumbuhan Kumpe

66 DUTA Rimba

Foto : Rahman/Kompersh KPH Banyumas Timur

Selain daya tarik alaminya, Telaga Kumpe juga menyimpan daya tarik karena legenda yang melingkupinya. Salah satunya adalah legenda di seputar penamaannya. Konon, nama Kumpe berasal dari leluhur masyarakat yang tinggal di sekitar telaga tersebut. Nama “Kumpe” merujuk kepada keberadaan tumbuhan yang dulu tumbuh begitu

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Menurut Kepala Dusun 1 Desa Gunung Lurah, Warsito, konon keberadaan tanaman kumpe tersebut menyatu dengan legenda yang berbau mistis di seputar telaga tersebut. Warsito menyebut, tanaman itu tidak akan ditemui di tempat lain. Hanya ada di Telaga Kumpe dan Telaga Ranjeng yang berada di wilayah Kaligua. “Konon, tanaman kumpe yang ada di sini berjenis kelamin perempuan. Sedangkan tanaman kumpe yang ada di Telaga Ranjeng Kaligua berjenis kelamin laki-laki. Sehingga, tanaman kumpe yang ada di sini lebih cepat berkembangbiak,” ujarnya. Tidak ada yang tahu pasti bagaiana sejarah terbentuknya Telaga Kumpe. Warsito hanya tahu, dari beberapa pitutur cerita yang masih ia ingat dan cerita legenda yang berkembang, telaga tersebut terbentuk dari telapak kaki Bima atau Werkudara dalam cerita wayang Jawa. Konon, saat itu Bima yang merupakan seorang Resi tengah meletakkan Gunung Slamet sebagai paku (tonggak, red) Pulau Jawa. Saat

“Beratnya Gunung Slamet membuat pijakan kaki Bima melesak ke dalam tanah hingga menjadi telaga di kedua telapak kakinya. Entah benar atau tidak, tetapi kalau dilihat memang bentuk Telaga Kumpe menyerupai telapak kaki kanan dengan tumit berada di sebelah selatan dan jemari di sebelah utara.,” kata Warsito NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

meletakkan Gunung Slamet, Bima konon menghadap ke arah timur laut. Posisi Kaki kanannya berada di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Bayumas, sedangkan kaki kirinya berada di Kaligua, Kecamatan Paguyangan, Brebes. “Beratnya Gunung Slamet membuat pijakan kaki Bima melesak ke dalam tanah hingga menjadi telaga di kedua telapak kakinya. Entah benar atau tidak, tetapi kalau dilihat memang bentuk Telaga Kumpe menyerupai telapak kaki kanan dengan tumit berada di sebelah selatan dan jemari di sebelah utara. Sayangnya, saat ini bagian tersebut tertutup tananam kumpe, jadi nggak terlihat jelas,” kata Warsito. Menurut Warsito, konon di zaman para wali, awalnya aliran air dari Telaga Kumpe langsung mengalir ke kali mengaji (ke arah timur). Namun karena selanjutnya wilayah di bawah Telaga Kumpe menjadi dukuh atau dusun yang dijadikan tempat tinggal masyarakat, aliran airnya kemudian dipagar atau dibendung, agar masyarakat di selatan Telaga Kumpe bisa memiliki sumber air. “Makanya, sungai yang mengalir di wilayah Desa Sambirata dan sekitarnya sampai saat ini masih bernama Kali Pager yang artinya kali yang berasal dari pageran (hasil membendung, red) aliran air Telaga Kumpe,” ucapnya. Telaga Kumpe juga tak lepas dari cerita-cerita mistis, karena kata Warsito, wilayah tersebut dikelilingi sejumlah petilasan. Misalnya, di Bukit Krangenana ada petilasan bernama Mbah Sapu Jagad, petilasan Tabat Waru yang diyakini sebagai penjaga Telaga, serta petilasan Telaga Nangka, Rantansari, dan Watu Rajut yang merupakan makam kiai yang tidak diketahui namanya. “Sayangnya sebagian besar petilasan tersebut sudah hilang.

Petilasan yang masih ada terkadang juga masih dikunjungi orang yang berziarah,” kata Warsito.

Suasana Tenang Telaga Kumpe terkenal dengan suasananya yang tenang. Tenang, adalah kata-kata yang sering muncul di saat kita sendiri ataupun tak ada seorangpun yang menganggu. Nah, suasana seperti itulah yang bisa kita dapatkan saat berada di Telaga Kumpe. Apalagi, karena baru satu tahun pengelolaannya digarap serius, belum banyak orang yang tahu tentang telaga ini. Jadi, Telaga Kumpe sangat cocok enjadi destinasi bagi wisatawan yang merindukan suasana syahdu dan tenang saat jenuh dengan rutinitas pekerjaan dan suasana hiruk pikuk di kota. Desa Gununglurah, tempat Telaga Kumpe berada, juga menyimpan cerita tersendiri. Desa yang dilewati oleh jalur kereta api Purwokerto-Cirebon itu merupakan desa dengan penduduk terbesar kelima di Kecamatan Cilongok. Pada zaman dahulu, Desa Gununglurah merupakan daerah yang sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal itu dikuatkan dengan keberadaan Tugu Pujadi Djaring Bandayuda di desa itu. Nama Pujadi yang tersemat di tugu itu diambil dari nama seorang pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia di wilayah Kabupaten Banyumas. Nama lengkapnya adalah Kolonel (Infanteri) Pudjadi Jaring Bandayuda. Di tahun 1971 – 1978, Pudjadi Jaring Bandayuda menjadi Bupati Ke-26 yang memimpin Kabupaten Banyumas. Saat ini, kebanyakan mata pancaharian penduduk Desa Gununglurah adalah petani, pekebun, pedagang, dan sebagian kecil ada yang menjadi PNS. Selain itu, ada pula penduduk Desa Gununglurah yang bekerja sebagai Pahlawan Devisa. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 67


ensikloRIMBA

Banteng Jawa

Si Kekar yang Berstatus Terancam Hewan ini terbilang perkasa di kalangan binatang berkuku tumpul. Kendati kukunya tidak tajam, tubuhnya yang kokoh, tegap, dan kekar ditambah tanduknya yang sangat tajam, adalah senjata yang menakutkan bagi siapa pun yang mendekati hewan bernama banteng itu. Namun, ada yang mengkhawatirkan karena Banteng Jawa kini juga terancam kelangsungan hidupnya. Tahun 2009, jumlah Banteng Jawa liar di Taman Nasional Baluran maupun Merubetiri tercatat 40 ekor, namun menurut hasil survei selanjutnya, jumlahnya turun dan hanya terdeteksi sebanyak 20-an ekor pada 2011, dan 26 ekor pada 2012.

B

anteng Jawa (Bos javanicus), adalah hewan yang sekerabat dengan sapi. Bahkan, ada yang menyebut dengan nama Sapi Bali. Hewan tegap dan kekar itu ditemukan di Kalimantan, Jawa, Bali, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Konon, di masa kolonisasi Britania Raya, tepatnya tahun 1849, Banteng Jawa dibawa ke Australia Utara dan sampai sekarang masih lestari di sana. Terdapat tiga anak jenis banteng liar. Ketiganya adalah Bos javanicus

68 DUTA Rimba

javanicus (habitatnya di Jawa, Madura, dan Bali), Bos javanicus lowi (di Kalimantan, jantannya berwarna coklat bukan hitam), dan Bos javanicus birmanicus (di Indocina). Anak jenis yang terakhir itu digolongkan sebagai hewan berstatus Terancam oleh IUCN. Banteng dapat mencapai tinggi sekitar 1,6 meter di bagian pundaknya dan panjang badan mencapai 2,3 meter. Berat banteng jantan biasanya ada pada kisaran 680 – 810 kg. Bahkan, banteng jantan yang sangat besar bisa

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 69


mencapai berat satu ton, sedangkan betinanya lebih ringan. Yang unik, Banteng Jawa memiliki bagian putih pada kaki bagian bawah dan pantat, punuk putih, serta warna putih di sekitar mata dan moncongnya, walaupun terdapat sedikit dimorfisme seksual pada ciri-ciri tersebut. Banteng jantan memiliki kulit berwarna biruhitam atau coklat gelap, tanduk panjang yang melengkung ke atas, dan punuk di bagian pundak. Sedangkan betinanya memiliki kulit bewarna coklat kemerahan, tanduk pendek yang mengarah ke dalam, dan tidak berpunuk. Di usia muda, warna sapi betina merah bata. Sedangkan jantan berwarna merah bata yang akan berubah menjadi kehitaman dengan makin bertambahnya umur. Perubahan warna tersebut tidak muncul pada sapi bali jantan yang dikastrasi. Kaki berwarna putih pada bagian bawah, mulai dari tarsus/ carpus ke bawah. Pantat berwarna putih dengan batas yang jelas (bentuk oval).

Sapi Bali Banteng Jawa memiliki kecenderungan untuk hidup berkelompok pada kawanan berjumlah dua puluh sampai tiga puluh ekor. Banteng merupakan hewan herbivora. Mereka memakan rumput, bambu, buah-buahan, dedaunan, dan ranting muda. Umumnya, banteng aktif baik di saat malam maupun siang hari. Tetapi pada daerah permukiman manusia, mereka beradaptasi sebagai hewan nokturnal. Banteng telah didomestikasi di beberapa daerah di Asia Tenggara dan Australia. Di tengah masyarakat, Banteng Jawa dikenal sebagai Sapi Bali. Di Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Bali Barat,

70 DUTA Rimba

Foto : Bubun Burhanudin/Kompers KPH Ciamis

ensikloRIMBA

Sapi Bali memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain efisiensi reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik, serta persentase karkasnya tinggi (karkasnya bahkan bisa mencapai 57%). Taman Nasional Alas Purwo, dan Taman Nasional Baluran menjadi pertahanan terakhir hewan asli Asia Tenggara ini. Ada 11 provinsi utama yang memiliki populasi Sapi Bali terbanyak. Populasi terbanyak terdapat di Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Lampung. Hingga tahun 2009, diperkirakan jumlah Banteng Jawa di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta ekor. Banteng ternak dan liar dapat

saling kawin dan keturunan yang dihasilkannya sering kali subur (fertil). Sapi Bali merupakan sumber daya genetik hewan asli Indonesia, karena kerabat liarnya ada di Indonesia. Sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia yang memiliki ciri-ciri yang khas, dan berbeda dari jenis sapi lainnya. Sapi Bali memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain efisiensi reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik, serta persentase karkasnya tinggi (karkasnya bahkan bisa mencapai 57%). Yang juga sangat menarik, adalah daya adaptasinya terhadap lingkungan yang sangat baik. Dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


yang tidak kalah penting adalah kemampuannnya menggunakan sumber pakan yang jumlahnya terbatas, sehingga dapat cukup untuk keperluan mereka. Ukuran tubuh banteng bisa dibilang lebih besar dari ukuran sapi biasa. Ukuran tubuh banteng betina cenderung lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tubuh banteng jantan. Tinggi badan banteng dapat mencapai 1,6 meter dengan panjang tubuh yang mencapai 2,3 meter. Sementara berat tubuh banteng sekitar 680 kg hingga 810 kg.

Bahkan berat badan banteng jantan bisa mencapai 1 ton atau lebih.

Mirip Sapi Tetapi, walaupun kerap disebut Sapi Bali, dan sangat mirip dengan sapi yang biasa kita lihat, hewan ini berbeda bukan sapi. Selain dikenal degan nama Banteng Jawa, hewan satu ini juga dikenal dengan nama tembadau. Hewan satu ini memang mempunyai banyak kemiripan dengan sapi. Banteng merupakan hewan mamalia yang masih berkerabat

Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Cetartiodactyla Famili

:

Bovidae

Genus

:

Bos

Spesies

:

Bos javanicus

Foto : Bubun Burhanudin/Kompers KPH Ciamis

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

dengan sapi. Banteng termasuk hewan yang dilindungi. Banteng dilindungi karena mereka terancam kepunahan. Di Indonesia, banteng yang paling terkenal adalah Banteng Jawa atau Bos javanicus. Terdapat empat spesies banteng lainnya di seluruh dunia. Banteng Jawa termasuk hewan yang berbadan besar, tegap, dan kuat. Bahu depan hewan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan bagian belakangnya. Tanduk banteng jantan berbentuk rucing dan melengkung ke arah depan. Sementara banteng betina memiliki tanduk yang lebih kecil yang melengkung ke belakang. Uniknya, banteng suka melakukan perjalanan jauh sambil makan. Makanan hewan ini berupa rumput, bambu, buah-buahan, dedaunan, dan ranting muda. Dan ternyata, mereka menyukai daerah yang luas, tetapi banteng tidak tahan terhadap terik matahari. Biasanya bantengi hidup dalam kelompok. Di dalam satu kelompok Banteng Jawa, terdapat 10 sampai 12 ekor banteng yang terdiri dari banteng jantan dewasa, banteng betina dewasa, dan anakanaknya. Banteng juga terkenal sebagai hewan yang memiliki daya penciuman dan pendengaran yang tajam. Jika ada tanda bahaya, banteng yang pertama kali mendengar hal itu akan segera memberi isyarat kepada banteng yang lainnya. Untuk Indonesia, banteng juga memiliki arti penting. Kepala banteng merupakan lambang dari sila keempat Pancasila, dasar negara kita. Banteng dijadikan lambang dari sila keempat Pancasila, karena banteng termasuk hewan sosial yang suka berkumpul. Sama seperti manusia yang akan melakukan musyawarah dangan cara berkumpul untuk mengambil sebuah keputusan. • Tim Kompersh Kanpus

DUTA Rimba 71


Foto : Sarwono/Kompersh KPH Telawa

bisnisrimba

72 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Gandeng Paguyuban LMDH,

Jalin Kerja Sama Agroforestry

Pengelolaan bisnis kehutanan senantiasa berkembang. Begitu pula dengan optimalisasi potensi kehutanan. Termasuk dengan pengoptimalan lahan hutan untuk ditanami tanaman pertanian semisal palawija. Tentu saja penanaman tanaman jenis palawija di area hutan itu diupayakan tidak boleh merusak tanaman hutan. Bidang agroforestry yang memadukan produk pertanian dengan kehutanan itu juga memungkinkan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan kian meningkat. Maka, Perhutani pun menjalin kerja sama dengan Paguyuban LMDH.

S

elasa, 7 Januari 2020, ruang rapat Kantor Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menjadi lokasi berlangsungnya penandatanganan naskah kerja sama bidang agroforestry. Kerja sama di bidang agroforestry tersebut dijalin Perhutani KPH Telawa dengan Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wilayah KPH Telawa. Lewat penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, sinergi antara KPH Telawa dan Paguyuban LMDH di wilayah KPH Telawa diharapkan kian erat terjalin.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Di kesempatan tersebut, Administratur Perhutani KPH Telawa, Cecep Hermawan, menyampaikan, Anggota LMDH Wilayah KPH Telawa dapat melakukan kegiatan agroforestry dengan penanaman palawija di kawasan petak pangkuannya. Tetapi hal itu dengan kewajiban untuk memelihara dan menjaga tanaman kehutanan Perhutani. Artinya, aktivitas mereka tidak boleh merusak hutan. “Diharapkan juga memberikan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak dari  hasil palawijanya. Maka, agar hubungan antara Perhutani dan LMDH tetap

harmonis, perlu ikatan kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak,“ ujarnya. Sementara itu, Ketua Paguyuban LMDH Wilayah KPH Telawa, Puryanto, menyatakan kesiapan pihaknya dengan adanya kerja sama tersebut. Dan pihaknya pun bertekad untuk dapat memenuhi target penghasilan dari bidang agroforestry dengan maksimal. “Sebagaimana yang disaksikan bersama bahwa dari lahan hutan setiap tahunnya ratusan ton bahan pangan khususnya palawija dihasilkan sebagai penopang ketahanan pangan. Maka disepakati untuk berbagi sharing antara

DUTA Rimba 73


bisnisrimba Ada beberapa hal yang dipandang memberikan dampak pada kurang populernya sistem agroforestry. Di antaranya adalah data misrepresent (gap yang lebar dalam identifikasi masalah dan solusi), Eksploitasi kapital yang intensif, persaingan bisnis pertanian yang kerap kali unfair bagi produsen (petani), kurang terlihat terobosan dalam komunikasi publik dan kerap menjadi ajang pertarungan hoax dan fake news (imbalance information). Hal-hal seperti itu yang membuat budidaya agroforestry yang berjalan saat ini bersama para petani hutan dari masyarakat desa hutan masih belum intensif. Apalagi, di beberapa daerah, pola agroforestry umumnya belum tersentuh teknologi baik saat budi daya maupun pengolahan pasca panen.

Foto : Sarwono/Kompersh KPH Telawa

Gandeng LMDH

Perhutani dengan LMDH,” jelasnya.

Belum Intensif Agroforestry adalah sistem penggunaan lahan berupa usaha tani, yang mengombinasikan budi daya pepohonan hutan dengan tanaman pertanian, dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan. Di dalam sistem ini, terciptalah keanekaragaman tanaman dalam suatu luasan lahan. Sehingga, penerapan sistem ini akan mengurangi risiko kegagalan dan dapat melindungi tanah dari erosi serta mampu mengurangi kebutuhan pupuk atau zat hara dari

74 DUTA Rimba

luar kebun, karena adanya daurulang sisa tanaman. Tetapi, hingga saat ini kontribusi agroforestry dalam pembangunan nasional ternyata masih belum terlalu besar. Sebab, penerapan sistem agroforestri saat ini masih belum intensif. Porsi kontribusi kegiatan agroforestry terhadap GDP (Gross Domestic Product) dalam sepuluh tahun terakhir bahkan semakin menurun, dari sekitar 60% menjadi tinggal 17%. Ditambah lagi, sistem ini di masyarakat umum kian ditinggalkan oleh angkatan kerja muda. Akibatnya, sumber daya manusia kurang kompetitif (aging workforce).

Masalah lain yang kerap muncul adalah, beberapa akses lokasi yang jauh, keterlibatan penyuluh pertanian masih rendah, Panca Usaha Tani oleh para petani hutan (Masyarakat Desa Hutan) belum sepenuhnya diterapkan. Selain itu, juga ada persoalan lokasi yang tersebar menyebabkan ekonomi biaya tinggi, kerap kali dijumpai adanya praktik-praktik “ijon”, serta persiapan lapangan yang cukup berat karena variasi topografi (datar, landai, sampai berbukit). Sadar betapa banyaknya persoalan yang melingkupi persoalan penerapan sistem agroforestry sedangkan sesungguhnya potensinya begitu besar, Perhutani menaruh perhatian besar terhadap pola tersebut. Salah satunya adalah dengan menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Seperti yang dilakukan Perhutani KPH Telawa. Bravo! • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 75


sociorimba

Perhutani Berikan Bantuan

Bina Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial

Foto : Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

Tanggung jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan, memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Tanggung jawab itu meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di dalam konteks itu, Perhutani telah melaksanakan CSR.

76 DUTA Rimba

P

erum Perhutani pada Kamis, 20 Februari 2020, menyerahkan bantuan dana Bina Lingkungan (BL) di daerah Bogor dan Tangerang. Bantuan berupa uang tunai sebesar 40 juta Rupiah itu diberikan kepada yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) H-I Latahzan, Cileungsi-Bogor dan Gereja Pantekosta Jemaat Ruko Santa Monica, Gading Serpong. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Seksi PKBL Perhutani, Iwan Ridwan, sebagai perwakilan dari Perhutani kepada Kepala Sekolah Paud H-I Latahzan, Himawati, dan Pendeta Gereja Pantekosta, Gomgom Sitorus, disaksikan oleh tenaga ahli DPR. Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Perhutani. Sekretaris Perusahaan Perhutani, Asep Rusnandar, menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Perhutani kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kegiatan keagamaan. “Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta kualitas tempat ibadah, sehingga para siswa dapat belajar secara optimal dan jemaat gereja khususnya merasa nyaman dalam menjalankan ibadahnya,” jelas Asep. Di kesempatan yang sama, Himawati mengucapkan terima

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Bina Lingkungan Program Bina Lingkungan merupakan bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL adalah bentuk tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada masyarakat. PKBL dilaksanakan dengan dasar UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN serta Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-05/MBU/2007 yang menyatakan, maksud dan tujuan pendirian BUMN tidak hanya mengejar keuntungan melainkan turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat. PKBL merupakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan pemberdayaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk pendanaan program tersebut maksimal sebesar 2% dari laba bersih untuk Program Kemitraan dan maksimal 2% dari laba bersih untuk Program Bina Lingkungan. Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil, yang selanjutnya disebut Program Kemitraan, yaitu program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Tujuannya

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengusaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri, sekaligus merupakan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat. Sedangkan Program Bina Lingkungan, yang selanjutnya disebut Program BL, yaitu program untuk membentuk calon Mitra Binaan baru dan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Program BL sifatnya bantuan. Misalnya, bantuan untuk korban bencana alam, bantuan pendidikan dan/atau pelatihan, bantuan peningkatan kesehatan, bantuan pengembangan sarana dan/atau prasarana, dan bantuan sarana ibadah.

Tanggung Jawab Sosial Tanggung jawab sosial perusahaan secara mendasar merupakan suatu hal wajar jika berawal dari pemahaman dasar bahwa perusahaan merupakan organ masyarakat. Sebagai organ, perusahaan pasti punya dampak positif dan negatif. Maka, jika dilaksanakan dengan benar, tanggung jawab sosial perusahaan akan memberikan dampak positif bagi perusahaan, lingkungan, termasuk sumber daya manusia, sumber daya alam dan seluruh

pemangku kepentingan dalam masyarakat. Perusahaan yang mampu sebagai penyerap tenaga kerja, mempunyai kemampuan memberikan peningkatan daya beli masyarakat, yang secara langsung atau tidak, dapat mewujudkan pertumbuhan lingkungan dan seterusnya. Keberadaan perusahaan yang taat lingkungan akan lebih bermakna, karena kegiatan perusahaan itu sifatnya simultan. Perhutani berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) melalui beberapa skema. Antara lain, Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), dan kontribusi sosial lainnya. Pembinaan yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dan penerapan sharing produksi kepada lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), sejauh ini berhasil menurunkan tingkat kerusakan hutan dan tingkat kejahatan hasil hutan, bersamaan dengan keberhasilan upaya peningkatan penghidupan masyarakat desa hutan. • Tim Kompersh Kanpus

Foto : Aga Prasetya/Kompersh Kanpus

kasih kepada Perhutani yang telah memberi bantuan pendidikan. Menurut dia, rencananya bantuan tersebut akan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan Paud. Ucapan terima kasih juga diucapkan Gomgom Sitorus kepada Perhutani atas bantuan dana untuk sarana prasarana tersebut. Ia berharap, dengan meningkatnya kualitas gereja ini akan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah.

DUTA Rimba 77


rimbaopini

Membangun Partisipasi Masyarakat Desa Hutan dengan Komunikasi

S

ebagai mahluk sosial yang hidup bermasyarakat dan berkelompok, manusia menjalin hubungan dengan sesamanya. Itu bukti adanya keinginan berkelompok yang sudah menjadi kebutuhan sifat, identitas, dan falsafah hidup manusia. Selama manusia masih menjunjung tinggi nilai-nilai, dia tak mau terpisah atau terisolasi dari sesamanya. Tanpa sokongan orang lain, martabat manusianya akan terasa menurun dan kebahagiaannya suram. Manusia tanpa sesamanya tak punya fungsi apa-apa. Untuk menghubungkan diri dengan manusia lain, perlu ada jalinan komunikasi, agar saling mengerti, saling menolong, dan saling melengkapi (take and give). Komunikasi merupakan sarana vital untuk mengerti diri sendiri, mengerti orang lain, memahami apa yang ia butuhkan dan apa yang orang lain butuhkan, serta apa yang menjadi pemahaman kita dan pemahaman semua. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi sama dengan perhubungan. Tetapi beberapa ahli mengemukakan pemahaman lain. Noel Gist dalam bukunya “Fundamentals Sociology” mengatakan, "Bilamana interaksi sosial meliputi pengoperan arti-arti dengan menggunakan lambang-lambang itulah komunikasi". Sedangkan Carl J

78 DUTA Rimba

Hovland, dalam bukunya “Social Communications”, menjelaskan, komunikasi adalah proses bilamana seseorang individu (komunikator) mengoper stimulan untuk mengubah tingkah laku individu lainnya (komunikan). Jadi, ada dua nilai yang selalu ada dalam komunikasi. Nilai pertama dalam informasi yang berupa lambang-lambang atau gambaran yang menjadi stimulan. Nilai kedua adalah persuasive, yaitu proses pemindahan pesan itu mencapai satu sasaran; orang yang menerimanya dan memahaminya. Pengertian secara ontologis, komunikasi adalah proses pemindahan dan pengoperan arti, nilai, pesan, melalui media atau lambang-lambang baik dengan bahasa lisan, tulisan, atau isyarat. Sedangkan pengertian secara aksiologis, merupakan proses pemindahan pesan dari komunikator kepada komunikan. Secara epistemologi, komunikasi bertujuan mengubah tingkah laku, pola pikir, atau sikap orang lain, untuk dapat mencapai ide yang sama demi tujuan yang sama pula. Kata “Partisipasi” sering diartikan sebagai ambil bagian dari suatu kegiatan. Suatu arti yang mengandung arti pasif. Padahal tidak demikian. Semangat pasif dapat berkembang ke arah aktif bersama-sama dengan yang mengambil inisiatif.

Oleh: Ir. Mubarak N.A. Sigit, MM*)

Pola Hidup MDH Hampir seluruh sumber mata pencaharian utama masyarakat desa sekitar hutan (MDH) ada pada daya produksi dari tanah di lingkungannya. MDH punya kebiasaan hidup lamban sesuai alam lingkungan yang tak banyak berubah sepanjang masa. Namun, dengan kondisi masyarakat yang berbeda, akan terjadi perbedaan-perbedaan kebiasaan dan motivasi. Umumnya MDH menghormati tata batas hutan di dalam lingkungannya. Sebab, tata batas hutan tersebut diproyeksikan di lapangan sesuai kebiasaan, kemampuan, dan motivasi-motivasi yang ada pada kelompok masyarakat tersebut. Kebiasaan kelompok masyarakat ini adalah bertani secara menetap dan kemampuannya dibatasi tenaga tangan dan kaki tanpa alat yang dapat menggandakan daya kerjanya. MDH khususnya kelompok tani hutan menjadikan garis merah adanya partisipasi masyarakat untuk kegiatan kehutanan di dalam kawasan hutan Perum Perhutani. Pada perkembangan selanjutnya, tampak adanya disharmoni di dalam hubungan antara Perhutani dan MDH. Pertumbuhan penduduk dan kesempatan kerja di dalam desa maupun di dalam hutan dengan pola kepengurusan lama tak lagi memelihara keseimbangan semula, maka timbul kejadian pencurian kayu,

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto : Dok ?????

perencekan, penyerobotan tanah, yang pada saat tertentu memuncak pada kegiatan penjarahan hutan, penyerobotan tanah, serta adanya kegagalan-kegagalan tanaman. Partisipasi masyarakat desa hutan dalam kegiatan di bidang kehutanan, semisal kegiatan pembuatan tanaman hutan, masih dilakukan berdasarkan pola kebiasaan mereka di desa yaitu individual di dalam kerja dan pemanenannya. Ikatan antara anggota masyarakat di dalam hubungannya dengan partisipasi kegiatan kehutanan terbatas ikatan bertetangga baik. Babat, penggebrusan tanah dan seterusnya, sama sekali untuk tiap bagian andil tanaman dilakukan oleh tenaga keluarga sendiri-sendiri. Yang terjadi di daerah hutan rimba khususnya yang menghasilkan sayur-sayuran semisal kol, kentang, wortel, petani hutan langsung berkaitan dengan perdagangan jarak

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

jauh. Pelaksanaan tumpangsari tidak lagi dilakukan oleh petani-petani kecil yang didapati pada hutan jati. Umumnya pengambil andil tanaman pada daerah penghasil sayur-sayuran adalah pengusaha-pengusaha besar di kota. Para petani di desa dalam melaksanakan pekerjaan tumpangsari di tanaman hutan hanya menerima order borongan atau kerja harian yang diupah oleh pengusahapengusaha sayuran tersebut. Nilai-nilai sosial yang ditimbulkan oleh pelaksanaan kegiatan tumpangsari telah berbeda satu sama lain. Di wilayah hutan jati, petani tidak kehilangan identitasnya sebagai petani, namun pada daerah yang masyarakatnya lapar lahan semisal di Kabupaten Tuban, kadangkala ada 1-2 masyarakat tukar menukar andil tanaman, rata-rata per orang 4-5 andil, sehingga di antara pesanggem secara informal/di bawah tangan ada yang menukar andil dengan

alasan tentang jarak/aksesibilitas lahan garapan dengan rumah pesanggem dan memerhatikan kondisi produktifitas lahan tersebut. Jika kita menilik di daerah penghasil sayur-sayuran, para petani ibarat sudah seperti buruh-buruh tani lain, yang hanya dapat upah harian dari pedagang sayuran. Dari sudut perkembangan ekonomi nasional, pelaksanaan tumpangsari yang di dalamnya ada unsur pengusaha yang punya “sense of business�, kemampuan bersaing (mampu menghasilkan barang secara kompetitif) dan kemampuan untuk menembus pasar dengan jaringan tata niaga yang luas. Disadari pula, petani-petani yang terkait kegiatan tanaman tumpangsari ini terlepas, dan mereka telah kehilangan identitas sebagai petani merdeka. Namun petani-petani tersebut juga telah masuk mata rantai bisnis sayursayuran. Artinya, mereka telah terlibat

DUTA Rimba 79


Foto : Dok ?????

rimbaopini

dalam kegiatan yang menunjang pertumbuhan perekonomian nasional.

Peran Komunikasi Peran komunikasi di masyarakat sekarang dalam bentuk alat penerangan masyarakat, alat pendidikan dan penyuluhan masyarakat, alat untuk memengaruhi masyarakat dan alat hiburan. Penggunaan komunikasi yang berkaitan dengan upaya dalam pembinaan masyarakat desa hutan adalah media komunikasi sebagai alat pendidikan dan penyuluhan masyarakat. Media komunikasi sebagai alat pendidikan masyarakat lebih menekankan masalah pembinaan atau pendidikan masyarakat. MDH diarahkan untuk lebih positif, lebih sehat, lebih produktif, dan lebih luas wawasan pandang mereka perihal persiapan dan kebutuhan mereka di masa depan. Komunikasi mendidik dan cara berpikir masyarakat membuat mereka lebih kritis dalam memahami

80 DUTA Rimba

masalah dan keberadaannya. Masyarakat dididik agar menjadi lebih mandiri dalam setiap persoalan kehidupan. Usaha pendidikan dan pembinaan MDH, di Perum Perhutani telah lama dirintis dalam kegiatan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan Perhutanan Sosial. Bentuknya, mengadakan kegiatan pelatihanpelatihan usaha produksi, sosialisasi dan pengembangan hutan rakyat, mengadakan demplot-demplot, pembinaan bersama dengan instansi terkait maupun produk pesantren, produk LMDH, binaan PKBL, pembuatan pupuk bokashi, penggemukan sapi kereman, pembangunan mini PMKP yang dikelola LMDH, bantuan pinjaman lunak PKBL, dan lain-lain. Dengan media tersebut, secara langsung maupun tidak langsung, Perum Perhutani mendidik masyarakat desa hutan agar terampil dalam bidang pertanian, peternakan, perkoperasian dan usaha produksi lain yang menunjang tercapainya

peningkatan pendapatan masyarakat. Partisipasi Sosial ini menjadi “buah” yang lebih nyata. Masyarakat Desa Hutan (MDH) dirangsang untuk turut serta dan berpartisipasi dan ambil bagian dalam setiap bentuk pembangunan hutan semisal pembuatan tanaman, keamanan hutan, pemeliharaan, sampai ke produksi hasil hutan. Serta pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa semisal pembangunan jalan, masjid, embung, klinik berobat, dan sarana fasilitas umum dapat dikerjasamakan dengan partisipasi MDH dan Perum Perhutani. Upaya mengajak MDH dalam kegiatan pembangunan perekonomian di pedesaan butuh kemampuan para petugas lapangan (Mandor, KRPH, dan Asper) dalam bidang komunikasi sosial. Para petugas lapangan harus mampu menciptakan suasana dialogis seperti peran seorang ayah dengan anak-anaknya yang sedang terlibat dalam pembicaraan pembentukan kehidupan di masa depan. Komunikasi dirancang secara khusus untuk mencapai tujuan-tujuan pembinaan dan pendidikan, yaitu membentuk suasana kebersamaan, kerukunan, dan upaya menimbulkan sikap kemandirian dan meningkatkan

Masyarakat Desa Hutan (MDH) dirangsang untuk turut serta dan berpartisipasi dan ambil bagian dalam setiap bentuk pembangunan hutan semisal pembuatan tanaman, keamanan hutan, pemeliharaan, sampai ke produksi hasil hutan. NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


produktifitas. Gambaran suasana dialogis menunjukkan proses komunikasi yang berlangsung dalam suasana bebas, akrab, bertujuan, dan bertanggungjawab. Di sini komunikasi berlangsung tanpa adanya paksaan. Masing-masing pihak secara bebas dan tanpa tekanan mengungkapkan gagasan dan perasaannya kepada pihak lain. Sebagai pihak penggagas/ pengambil inisiatif, tentunya sang petugas tidak mengungkapkan idenya dengan asal bicara tanpa arah, namun telah merencanakannya dengan baik, paling tidak mempunyai tujuan untuk mencapai taraf pemahaman pada pihak masyarakat binaannya. Bukan sekadar berbagi informasi secara berimbang seperti pada dialog antara orangorang berlevel sama. Tetapi lebih khusus pada upaya sang petugas memahamkan MDH terhadap target atau tujuan yang diinginkannya. Perwujudan komunikasi pembinaan dan pendidikan selain diupayakan dalam bentuk dialogis,

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Foto : Dok ?????

Perwujudan komunikasi pembinaan dan pendidikan selain diupayakan dalam bentuk dialogis, juga bisa berbentuk keteladanan. Contoh perbuatan terpuji dan membangun, termasuk perbuatan memberi semangat, dorongan yang dapat menumbuhkan motivasi seseorang untuk berbuat sesuai norma-norma yang berlaku. juga bisa berbentuk keteladanan. Contoh perbuatan terpuji dan membangun, termasuk perbuatan memberi semangat, dorongan yang dapat menumbuhkan motivasi seseorang untuk berbuat sesuai norma-norma yang berlaku. Untuk hal tersebut, petugas Perhutani harus belajar dan memahami betul budaya dan pranata sosial di mana dia bertugas. Pranata sosial adalah suatu sistem hubungan antara norma-norma dan perananperanan, menyajikan pedomanpedoman dan wadah untuk bertindak sesuai masing-masing kebutuhan yang akan dipenuhi oleh para warga masyarakat yang bersangkutan, dengan mengacu pada kebudayaan yang dipunyai masyarakat tersebut. Hal tersebut antara lain meliputi beberapa hal. Pertama, normal aturan yang digunakan sebagai pedoman untuk melakukan serangkaian tindakan dan kegiatan yang relevan dengan pemenuhan kebutuhan tertentu. Secara lebih khusus norma-norma tersebut mengatur

kegiatan apa yang harus dilakukan, bagaimana urutannya, hubungan kerja sama di antara pelaku yang terlibat. Contohnya, larangan mencuri pohon di hutan, penggembalaan liar, membakar hutan, penyebutan hak dan kewajiban pesanggem dalam pembuatan tanaman, dan lain-lain. Kedua, sejumlah aturan dan peran yang relevan dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan tertentu, spesifikasi status, dan peran pelaku yang terlibat berkaitan erat dengan pembagian kerja yang harus ada dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan. Ketiga, sejumlah peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan tertentu. Keempat, spesifikasi tentang sumber daya yang dibutuhkan sebagai input pemenuhan kebutuhan dan aturan tentang bagaimana sumber daya itu harus dimanfaatkan. Selain para petugas Perum Perhutani harus paham kebudayaan dan pranata sosial, juga peran mereka di lingkungan kerjanya (MDH) adalah

DUTA Rimba 81


rimbaopini sebagai Agents of Development (Duta Pembangunan) juga sebagai Agents of Change. Petugas Perum Perhutani berperan sebagai Agents of Developments ataupun Agents of Change yaitu bahwa pembangunan bidang kehutanan merupakan bagian integral dari pembangunan semesta, sehingga petugas Perum Perhutani dalam tugasnya akan menerapkan strategi-strategi pendekatan kemasyarakatan secara khusus sesuai local specific. Strategi-strategi pendekatan kemasyarakatan tersebut sebagai berikut: Pertama, Strategic Paternalistic Approach yang berasumsi masyarakat masih rendah kemampuan teknologinya dan sebaiknya dibangun dengan mengikuti petunjuk dan metode tawaran Agents of Change. Kedua, Strategic Traditional Community Development Approach yang berasumsi masyarakat masih rendah kemampuan teknologinya dan sebaiknya dibangun mengikuti dan menggerakkan sumber daya lokal, pemimpin dan organisasi lokal guna

Salah satu strategi yang dilakukan dengan ingin dicapai dalam rangka pembangunan MDH adalah pengembangan program kegiatan yang lebih ditujukan/ didahulukan pada perubahan menuju penguatan institusi/ kelembagaan desa hutan seperti LMDH, KTH, Koperasi KTH, Lumbung Desa, BUMDes dan lain-lain, 82 DUTA Rimba

mewujudkan kemandirian masyarakat yang akan dibangun. Sebagai legitimasi, biasanya petugas Perum Perhutani memakai pendekatan dengan tokoh informal semisal sesepuh desa, ulama/kiai/tokoh pondok pesantren, pamong desa, dan lain-lain dalam melakukan misinya. Satu, Engineering Physical Infrastructure Approach, yang berprinsip bahwa karena pihak perencana pembangunan mempunyai teknologi dan menyediakan modal untuk pembangunan, kebijakan dan program pembangunan sebaiknya dilakukan menurut versi masyarakat desa sendiri (pelaksanaan PRA/ PDP). Kedua, Fasilitator Assistance Approach yang berprinsip setiap MDH sudah mengembangkan strategi penyelesaian masalah sendiri sehingga para petugas perhutani sebagai Agents of Change hanya membantu dengan posisi sebagai pendamping/fasilitator atau partner yang siap membantu para pemimpin lokal. Strategi pertama dan ketiga banyak diadopsi oleh petugas Perum Perhutani, tetapi secara signifikan tak memberikan hasil memuaskan, karena MDH menjadi makin tergantung pada pihak luar (Perum Perhutani) dan berubah secara sosiokultural tetapi tanpa kemajuan. Strategi kedua menjadi alternatif karena menempatkan MDH sebagai subyek pembangunan dan memberi prioritas penyelesaian masalah kemasyarakatan/pembangunan perekonomian desa dalam versi MDH setempat. Strategi keempat sepintas lebih baik dari strategi kedua, dengan penekanan pada idealisme bahwa konsepsi kerja petugas Perum Perhutani (petugas lapangan) tidak selalu lebih baik dari MDH yang ia bangun (maka konsepsi kerja tidak harus selalu Top Down) dan MDH

tersebut punya strategi penyelesaian masalah sendiri. Salah satu strategi yang dilakukan dengan ingin dicapai dalam rangka pembangunan MDH adalah pengembangan program kegiatan yang lebih ditujukan/didahulukan pada perubahan menuju penguatan institusi/kelembagaan desa hutan seperti LMDH, KTH, Koperasi KTH, Lumbung Desa, BUMDes dan lain-lain, dibandingkan program pembangunan sarana fisik dan kemajuan secara ekonomis. Dan tentunya strategi pembangunan yang diterapkan merupakan pengakuan dan pemberdayaan terhadap sumber daya dan kepemimpinan MDH setempat. Hal ini guna mengurangi efek ketergantungan kepada bantuan-bantuan Perhutani, sehingga masyarakat desa hutan dapat lebih mandiri dan berproduktivitas tinggi.

Kesimpulan Komunikasi merupakan unsur yang sangat penting dan besar peranannya dalam menentukan keberhasilan pembinaan MDH, dengan partisipasi dalam pembangunan hutan dan kehutanan. Komunikasi merupakan usaha secara sadar, terencana, terkendali dan terevaluasi dari petugas Perum Perhutani (sebagai Agents of Change) dalam membantu mengubah perilaku MDH menuju kemandiriannya. Petugas Perum Perhutani dituntut menjadi patron maupun sebagai promotor dalam setiap kegiatan/ tahap pembangunan desa hutan. Untuk hal tersebut, baik sebagai tokoh masyarakat yang ditauladani bagi MDH juga mampu mengubah penghidupan MDH menjadi lebih baik/lebih makmur dan sejahtera. • DR *) Ir. Mubarak N.A. Sigit, MM Penulis adalah Tenaga Profesional Pusdikbang SDM Perum Perhutani

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Beli Sekarang Mudah! Apa yang menjadi bayangan banyak orang ketika hendak membeli kayu bulat atau yang popular dengan istilah kayu log? Harus ke lokasi tempat penjualan di sekitar hutan, melakukan pemilihan kayu satu persatu. Belum lagi mengurus dokumen perizinan pembelian kayu dan dokumen lainnya yang dibutuhkan. Gambaran itu bisa jadi benar. Berbeda bila membeli kayu dari Perhutani melalui tokoperhutani.com. Beli kayu begitu mudah. Tinggal klik, kayu pun bisa dibeli dan dapat diambil di tempat penimbunan kayu yang ada.

t NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

ik l kl a g g n i DUTA Rimba 83


Foto: Supriyanto/Kompersh KPH Malang

envirorimba

Pantai Ungapan Bakal Dipadati Ribuan Pohon Cemara Udang Upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup terus dilakukan dan Perhutani di seluruh wilayah kerjanya selalu ikut berkontribusi. Termasuk kontribusi Perhutani dalam kegiatan penghijauan bibir pantai dengan kegiatan penanaman bibit pohon. Hal itu terlihat pula di Pantai Ungapan yang terletak di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bersama sejumlah pemangku kepentingan, ribuan bibit pohon cemara udang ditanam di sepanjang bibir pantai Ungapan itu.

84 DUTA Rimba

P

erhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mendukung upaya Kepolisian Resor (Polres) Malang untuk melakukan penanaman bibit cemara udang di sepanjang Pantai Ungapan. Kegiatan itu dilangsungkan pada Jumat, 10 Januari 2020. Pantai Ungapan terletak di Petak 88h, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bantur, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sumbermanjing, KPH Malang. Sebanyak 3.000 plances jenis cemara udang ditanam di hari itu. Secara administratif, lokasi

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Supriyanto/Kompersh KPH Malang

kegiatan penanaman tersebut termasuk wilayah Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Sebanyak 750 peserta ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari beberapa unsur, antara lain Komando Distrik Militer (Kodim) 0818 Malang, Universitas Brawijaya Malang, Paguyuban Istri Bhayangkari Malang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Gedangan, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Gajahrejo. Di sela-sela kegiatan tersebut, Administratur Perhutani KPH Malang, Hengki, mengatakan, Perhutani sangat mendukung upaya penghijauan yang dilakukan oleh Polres Malang. Penghijauan di sepanjang jalur pantai diharapkan akan mampu mencegah abrasi. Apalagi lokasi kegiatan penanaman tersebut senyatanya berada di wilayah Perhutani. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Malang yang telah menginisiasi penghijauan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

di bibir pantai yang merupakan kawasan hutan Perhutani. Semoga nantinya bisa berguna untuk mencegah abrasi air laut,” ungkap Hengki. Sementara itu, di kesempatan yang sama, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, menyampaikan, kegiatan penanaman tersebut merupakan gerakan serentak pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh seluruh jajaran Polri. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi bentuk atensi pimpinannya terhadap pelestarian lingkungan. “Dengan apa yang kita tanam hari ini, diharapkan bisa dinikmati oleh generasi penerus. Jangan sampai anak cucu kita hanya mendengar cerita saja, tetapi nanti juga bisa melihat dan menikmati hutan secara nyata,” tuturnya.

Pemecah Ombak Cemara udang (Casuarina equisetifolia) adalah tumbuhan yang memiliki daun dengan ujung

lancip seperti jarum. Pohon ini juga punya batang yang besar dan keras. Banyak orang, khususnya para penduduk Legung yang ada di sekitar Pantai Lombang, Sumenep, Madura, meyakini tanaman ini berasal dari Tiongkok. Benar atau tidak, faktanya pohon cemara udang memang banyak terdapat di Tiongkok. Pohon Cemara Udang adalah tanaman pionir yang mampu tumbuh di daerah dekat pantai. Penanaman pohon cemara udang dinilai dapat menjadi alternatif pencegahan abrasi. Sebab, pohon cemara udang dinilai sebagai metode pemecah ombak besar. Penanaman pohon cemara udang terbilang cukup mudah. Tetapi, kegiatan penanaman pohon ini tetap harus benar-benar diperhatikan. Sebab, pertumbuhan pohon cemara udang berlangsung cukup lama. Namun setelah tumbuh, pohon ini mampu bertahan hingga puluhan tahun. Sehingga, di awal-awal masa penanaman, pohon cemara udang perlu mendapatkan perhatian khusus. Tanaman cemara udang dapat menjadi pengganti mangrove untuk menangkal ombak besar. Biasanya, negara lain mengatasi masalah ini dengan alat konstruksi bangunan. Namun, karena harganya relatif mahal, pohon cemara udang ini dapat menjadi alternatif lain. Dengan adanya tanaman ini, diharapkan derasnya ombak telah berkurang sebelum mencapai daratan. Selain memecah ombak, pohon cemara udang juga membuat kawasan yang ditanaminya semakin rindang. Artinya, sebagai tumbuhan peneduh juga menjadi manfaat tersendiri tanaman ini. Oleh karena itu, pohon cemara udang juga dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan peneduh. • Tim Kompersh KPH Malang

DUTA Rimba 85


wisatarimba

Banyak Wisata

di Ubalan dan Goa Margo Trisno Kerap kali mencari destinasi wisata yang dapat memuaskan seluruh dahaga mereka terhadap aksi wisata. Artinya, dengan hanya berkunjung ke satu titik wisata saja, wisatawan sudah dapat menikmati ragam sensasi wisata. Satu titik banyak destinasi. Salah satu lokasi wisata yang menjanjikan hal itu adalah wana wisata Ubalan dan Goa Margo Trisno. Apa saja keindahan yang tersaji di sana?

A

da kabar bagus dari Nganjuk di awal tahun ini. Momen tahun baru 2020 membawa berkah tersendiri bagi pengelola wana wisata "Ubalan dan Goa Margo Trisno". Sebab, di hari pertama tahun 2020 itu, lebih dari seribu orang memadati wana wisata yang terletak di kawasan hutan Petak 227b, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cabean, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wengkal, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk, itu.

86 DUTA Rimba

Selama satu hari tanggal 1 Januari 2020 itu, tercatat sekitar 1.232 orang pengunjung yang menghabiskan waktu liburan mereka di tempat wisata tersebut. Setidaknya hal itu menunjukkan, wana wisata tersebut menjadi salah satu pilihan utama bagi warga untuk berwisata. Lokasi wisata "Ubalan dan Goa Margo Trisno" sendiri masuk dalam wilayah administratif Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mengomentari hal tersebut, Administratur Perhutani KPH Nganjuk, Bambang Cahyo

Purnomo, mengatakan, setiap hari libur memang menjadi hari baik bagi pengelola wisata. Namun, bagi pengelola lokasi wisata tersebut harus waspada terhadap perlindungan keselamatan pengunjung, mengingat memasuki musim penghujan seperti saat ini, curah hujan yang cukup tinggi disertai angin yang kencang bisa mematahkan ranting-ranting pohon di lokasi wisata. “Untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, kami meningkatkan kewaspadaan, agar pengunjung bisa menikmati keindahan alam dengan aman dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Kompersh KPH Nganjuk

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 87


Foto: Kompersh KPH Nganjuk

wisatarimba

nyaman,” tegas Bambang. Pengelolaan wana wisata "Ubalan dan Goa Margo Trisno" kini juga memanfaatkan teknologi. Khususnya terkait promosi dan publikasinya. Hal itu dirasakan oleh salah satu wisatawan, Suko Priyono. Wisatawan dari Surabaya itu mengatakan, dirinya mengetahui lokasi wana wisata "Ubalan dan Goa Margo Trisno" tersebut dari internet. “Kebetulan, saya bersama keluarga ingin menikmati indahnya hutan dan udara sejuk yang belum pernah disinggahi,” terangnya.

Terjangkau dan Terkenal Pesona wana wisata Ubalan dan Goa Margo Trisno terletak pada keindahan alamnya yang beragam. Keindahan yang ditawarkan wana wisata tersebut berupa Goa Margo Trisno, sumber air Ubalan, serta kolam renang. Artinya, di satu titik lokasi wisata itu saja, sudah terdapat tiga macam wisata, yaitu wisata petualangan yaitu Goa Margo Trisno, wisata relaksasi yaitu sumber air

88 DUTA Rimba

Ubalan, serta wisata olah raga yaitu kolam renang. Setelah puas berenang, pengunjung bisa menikmati aneka wahana permainan anak-anak berupa ayunan, seluncuran, dan puteran yang berada di pelataran wisata Ubalan. Pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas ala pedesaan pinggiran hutan yang tersaji di warung-warung di sekitar tempat parkir. Di samping itu, di sekitar tempat wisata tersebut juga terdapat bumi perkemahan. Hal yang juga membuat nyaman wisatawan adalah akses menuju wana wisata tersebut cukup mudah. Dari kota Nganjuk, menuju ke arah utara, jaraknya lebih kurang 32 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit menggunakan kendaraan bermotor. Apalagi, untuk masuk ke lokasi wisata ini, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, harga tiket masuk wana wisata tersebut sangat terjangkau, yaitu Rp 7.500 untuk orang dewasa dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Hal-

hal tersebut tentu menimbulkan rasa nyaman bagi wisatawan. Nama Margo Trisno berasal dari dua kata, "Margo" dan "Tresno". Margo berarti jalan, dan tresno berarti cinta. Saat ini, Wana Wisata Goa Margo Trisno Nganjuk sudah mulai terkenal di Nganjuk dan sekitarnya sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota, pada hari biasa maupun hari liburan. Pemandangan indah yang menyambut wisatawan di sana bisa memberikan sensasi yang berbeda. Suasana di dalam Goa Margo Trisno terkesan sangat magis. Gelap gulita di sepanjang perut goa, ditambah suara ribuan kelelawar kian menambah seram suasana. Apalagi, lokasi goa itu berada di tengah belantara hutan jati Pegunungan Kendeng. Goa Margo Trisno dipercaya membawa ketenteraman dan kelanggengan rumah tangga bagi orang yang memasukinya. Orang-orang di luar wilayah Ngluyu banyak yang bisa merasakannya.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Ragam Fasilitas

Foto: Kompersh KPH Nganjuk

Pada zaman Perang Pajang, daerah Margo Trisno (dulu disebut Ubalan) merupakan tempat persembunyian dan berada di bawah pengamanan punggawa muda bernama Tlimah. Ia dikenal jagoan dan punya kesaktian. Ia punya tugas utama untuk menjaga, menahan, menolak, memerangi, dan melindungi kawasan itu dari ancaman dan marabahaya, agar tetap tercipta kehidupan seharihari yang aman dan damai. Berkat sawab linuwih yang dimiliki punggawa Tlimah, kemudian tumbuh dan hidup sebuah kepercayaan bahwa kawasan Goa Margo Trisno merupakan kawasan yang sangat manjur dan tepat untuk melakukan kegiatan “lamun-

lamun”. Terutama untuk kegiatan olah rasa dan olah pikir. Mulai mencari inspirasi, mencerahkan hati, niat, pikiran, dan membangun kembali ikatan kebahagiaan, serta kedamaian hati. Saat ini, Ubalan dan Goa Margo Trisno sudah mulai dilengkapi beberapa fasilitas semisal lahan parkir, gazebo, penginapan, toilet, hingga warung dan tempat makan. Ragam fasilitas tersebut kian membuat nyaman pengunjung usai bermain-main di area goa dan menyusuri perut goa. Sebab, tak perlu bingung jika pengunjung tidak ada waktu atau lupa untuk menyiapkan bekal. Di sana Pengunjung dapat dengan mudah menemukan warung-warung milik penduduk lokal yang menjual

makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Selain itu, penggemar dan pelaku seni fotografi juga bisa leluasa menyalurkan hasrat visual art mereka dengan mengambil foto dari pemandangan asri yang ada di Goa Margo Tresno, Ubalan, maupun di area sekitarnya. Hamparan pepohonan dan tumbuhan berwarna hijau yang mengelilingi Goa Margo Trisno dan Ubalan bisa dijadikan target bidikan kamera para fotografer. Lokasi wana wisata ini sangat layak untuk menjadi destinasi wisata yang instagramable. Jika Anda memutuskan untuk menjalani wisata petualangan dengan menyusuri goa, Anda bisa juga mengabadikan momen yang seru tersebut bersama teman atau anggota keluarga Anda, dan memuatnya di wedia sosial Anda. Jika sudah puas bermain di daerah goa, Anda juga bisa beranjak ke spot lain yang juga menarik untuk dijadikan sebagai latar belakang foto, yaitu pegunungan di sekitar Ubalan dan Goa Margo Trisno. Tentu saja semuanya instagramable. Bagi Anda yang ingin bepergian menuju lokasi wana wisata Ubalan dan Goa Margo Trisno, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi semisal mobil atau motor dan langsung saja arahkan kendaraan Anda ke sana. Pesona wisatanya akan segera menyambut Anda di sana. Jika kesulitan untuk menemukan lokasinya, saat ini pun teknologi sudah memudahkan. Sebab, Anda bisa menyalakan aplikasi gps untuk menuntun Anda menuju ke Dusun Cabean, Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Jadi, tunggu apa lagi? Segera saja datang dan nikmati indahnya pesona alam di wana wisata Ubalan dan Goa Margo Trisno. • Tim Kompersh Kanpus

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 89


Foto : Eko/Kompersh KPH Lawu Ds

inovasi

90 DUTA Rimba

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Hadirkan Gebyar Hadiah, KPH Lawu DS Motivasi Penyadap Getah

Raihan getah pinus merupakan salah satu sumber pendapatan Perhutani. Maka, peningkatan raihan hasil sadapan getah pinus menjadi satu hal yang terus dilakukan. Antara lain dengan selalu berusaha menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produksi. Kini, bentuk inovasi itu diterapkan Perhutani KPH Lawu Ds, yaitu dengan menghadirkan gebyar hadiah untuk memberikan motivasi para tenaga penyadap getah pinus. Diharapkan, semangat para penyadap pun kian meningkat.

U

ntuk memotivasi penyadap getah pinus di wilayahnya dalam mendulang produksi sadapan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds memberikan Gebyar Hadiah Kambing dan Hadiah Lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi wisata "Gligi Park", Selasa, 14 Januari 2020. Wana wisata Gligi Park tepatnya berada di Petak 24b, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wlilis Utara, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gligi, KPH Lawu Ds.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

Acara tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tani Subur, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Catur Manunggal serta Kepala Desa Kepel Ponorogo. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Wlilis Utara, Puguh Yudhi Prasetyawan. Tujuannya adalah untuk memacu semangat penyadap mengawali tahun 2020. Saat dihubungi di tempat terpisah, Administratur KPH Lawu Ds, Asep Dedi Mulyadi, menyampaikan, pihaknya sangat

DUTA Rimba 91


Foto : Eko/Kompersh KPH Lawu Ds

inovasi

mendukung kegiatan tersebut. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk pemberian reward kepada mitra penyadap. Diharapkan, pemberian reward kepada penyadap itu dapat memberikan motivasi untuk terus meningkatkan hasil sadapan mereka. “Harapannya, semoga dapat menciptakan sinergi yang solid antara Perhutani dan penyadap, sehingga bisa meningkatkan produksi getah pinus di tahun 2020,” ujarnya. Sementara Kepala Desa Kepel, Sungkono, menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Perhutani yang telah mengajak warganya bergembira bersama dan memberikan hadiah untuk memotivasi agar mereka tetap bersemangat untuk menyadap getah dan melakukan pengembangan wisata yang berada di kawasan hutan. “Kami akan selalu mendukung program Perhutani dan siap untuk ikut mengamankan hutan,

92 DUTA Rimba

Selain bermanfaat bagi kesehatan, yaitu untuk mencegah penyakit tertentu di dalam tubuh, pinus juga memiliki manfaat sebagai aroma pewangi di bidang kecantikan. Kayu pinus juga dimanfaatkan karena diperlukan untuk membuat perabot rumah tangga. serta membantu Perhutani di bidang sadapan getah pinus," ujar Sungkono.

Getah Pinus Pohon pinus banyak tumbuh di pegunungan dengan daerah yang tinggi. Sebab, pohon pinus dapat tumbuh di tempat yang sejuk dan dingin semisal pegunungan. Karena termasuk salah satu pohon tropis, pohon pinus memerlukan tanah yang cukup mengandung unsur hara dan tidak bersifat asam. Pohon pinus ini mengeluarkan getah pinus berwarna kuning yang pekat dan terasa lengket. Getah pinus terdiri dari bahan kimia yang

banyak dan lengkap. Unsur-unsur yang terdapat pada getah pinus adalah asam terpen dan asam abietic, serta mengandung senyawa terpene isomerhidrokarbon tak jenuh. Selain bermanfaat bagi kesehatan, yaitu untuk mencegah penyakit tertentu di dalam tubuh, pinus juga memiliki manfaat sebagai aroma pewangi di bidang kecantikan. Kayu pinus juga dimanfaatkan karena diperlukan untuk membuat perabot rumah tangga. Tetapi, pemanfaatan kayunya perlu diperhatikan betul, agar tidak menggangu kelestarian hutan pinus itu sendiri.

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Potensi ekonomi dari getah pinus saat ini cukup besar. Pendapatan yang mungkin diperoleh perusahaan dari hasil sadapan getah pinus bahkan lebih besar daripada kayunya. Jika diambil kayunya, harganya tidak terlalu tinggi, berkisar Rp 1.000.000 – Rp 1.200.000 per meter kubik. Jika kisaran diameter pohon yang diambil untuk kayu sekitar 35 – 60 cm dengan panjang sortimen antara 20 – 25 meter dan jumlah pohon sekitar 400 batang per hektar, maka potensi rupiahnya adalah Rp 1,1 – 3,1 milyar per hektar. Tetapi tentu saja, untuk mengoptimalkan hasil panen, petani harus membekali diri dengan pengetahuan tentang penyadapan getah pinus. Termasuk teknik penyadapan. Hal ini penting agar penyadap getah tidak melupakan aspek kelestarian hutan demi mengejar hasil dan kuantitas produksi.

Sumber Pendapatan

yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Jadi, upaya Perhutani KPH Lawu Ds memberikan motivasi kepada para mitra penyadap getah pinus merupakan langkah jitu untuk meningkatkan hasil produksi getah pinus. Sebagai sebuah langkah inovasi, gebyar hadiah yang digelar KPH Lawu Ds pun layak ditepuktangani. • Tim Kompersh Kanpus

Foto : Eko/Kompersh KPH Lawu Ds

Seperti diketahui, getah dari pohon pinus selanjutnya diolah menjadi terpentin (cairan)

dan gondorukem (padatan). Gondorukem merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap getah pinus atau tusam. Terpentin (Bahasa Inggris: turpentine) adalah cairan lengket berwarna kuning muda hingga coklat yang diperoleh dari olahan getah berbagai pohon pinus. Terpentin dimanfaatkan untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamper, dan farmasi, terutama sebagai pengencer dalam industri cat. Sedangkan gondorukem dimanfaatkan di berbagai industri antara lain industri kertas, keramik, plastik, cat, batik, sabun, farmasi, dan kosmetik. Di tahun 2012, Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto, menyebutkan, delapan puluh persen produksi gondorukem dan terpentin dialokasikan untuk kebutuhan ekspor, khususnya ke Eropa, India, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Perhutani sendiri memiliki delapan pabrik gondorukem dan terpentin (PGT)

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

DUTA Rimba 93


pojokkph

Hutan Aman,

Lingkungan Terjaga, Masyarakat Tenteram Keamanan hutan merupakan salah satu faktor penting dari upaya menjaga kelestarian hutan. Hutan yang lestari dan terjaga dari gangguan serta aksi perusakan menjadi salah satu unsur kelestarian lingkungan hidup. Kelestarian lingkungan hidup yang terjaga akan merangsang tumbuhnya masyarakat yang tertib dan tenteram. Maka, menjaga keamanan hutan perlu terus dilakukan dan ditingkatkan.

K

esadaran akan pentingnya selalu menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan hidup itulah yang mengiringi langkah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora untuk senantiasa menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam rangka mengamankan hutan. Hal itu yang terlihat tatkala Perhutani KPH Blora bersama Kepolisian Resor (Polres) Blora menggelar acara Pembinaan dan Koordinasi Perpolisian Khusus. Acaranya dilaksanakan di Aula Kantor Asisten Perhutani (Asper)

94 DUTA Rimba

Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglawungan, Rabu, 19 Februari 2020. Sejumlah unsur pemangku kepentingan di bidang keamanan hutan turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Antara lain mereka berasal dari jajaran Polisi Hutan Mobil, Polisi Hutan Teritorial BKPH Nglawungan dan BKPH Ngapus, Satuan Pembinaan Masyarakat (SATBINMAS) Polres Blora, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) binaan BKPH Nglawungan dan BKPH Ngapus. Di kesempatan itu, Wakil Administratur Perhutani KPH

Blora, M.Agus Nawin, mewakili Administratur KPH Blora, Afwandy, menyampaikan, Perhutani sangat berterimakasih kepada jajaran Polres Blora yang telah bekerja sama mengadakan kegiatan tersebut. Agus juga mengajak semua LMDH agar ikut mengamankan hutan dan selalu memberikan informasi kepada petugas Perhutani jika ada kejadian yang menyangkut gangguan dan perusakan hutan. “Acara ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi para Polhut dalam menjalankan tugas sehari–hari, sehingga diharapkan dapat bertugas secara profesional dan dapat mencegah serta menekan tingkat kerusakan hutan dan lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Kanit Idik 1 Sat Reskrim Polres Blora, IPTU Yatmo, di kesempatan yang sama, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga hutan. Sebab, menurut dia, menjaga hutan adalah tugas seluruh lapisan masyarakat. “Untuk itu, marilah kita bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat dan

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


Foto: Tim Kompersh KPH Blora

kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Profil KPH KPH Blora merupakan bagian dari Divisi Regional Jawa Tengah. Secara administratif, wilayah kerjanya berada di wilayah Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, posisinya

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020

terletak antara 1110 16”BB – 1110 338”BB dan 060 528”LS – 070 248”LS. Berdasarkan RPKH jangka 2005 – 2014, luas definitif kawasan hutan KPH Blora adalah seluas 15.104,99 Hektare. Perhutani KPH Blora memangku kawasan hutan seluas 15.104,99 Hektare. Perhutani KPH Blora

membawahi 6 BKPH dan 17 RPH. Pengelolaan kawasan hutan KPH Blora dibagi menjadi tiga wilayah Bagian Hutan (BH) dengan keluasan sesuai dengan fungsinya, yaitu BH Kunduran yang meliputi BKPH Kalonan dan BKPH Ngawenombo, BH Ngawen yang meliputi BKPH Nglawungan dan BKPH Ngapus,

DUTA Rimba 95


Foto: Tim Kompersh KPH Blora

pojokkph

serta BH Banjarejo yang meliputi BKPH Ngrangkang dan BKPH Kalisari. KPH Blora juga membina masyarakat desa hutan yang ada di wilayah kerjanya. Hubungan dengan mitra binaan terbina cukup baik. Hal itu misalnya terlihat dari suasana penuh keakraban saat Perhutani KPH Blora mengucurkan dana ratusan juta rupiah kepada sejumlah mitra binaaan di 4 BKPH di wilayah kerjanya, 2 Desember 2019. Penyerahan pinjaman modal itu dilakukan Admintratur Perhutani KPH Blora, Afwandy, di Aula Kantor Perhutani KPH Blora. Pinjaman

96 DUTA Rimba

modal kemitraan Perhutani ini merupakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) kepada masyarakat sekitar hutan.

Menjaga Pola Kemitraan Afwandi ketika menyerahkan bantuan pinjaman modal itu mengatakan, program kemitraan PKBL itu sudah berjalan lama, dan tahun 2019 pihaknya mengucurkan dana pinjaman sebesar 230 juta Rupiah kepada 11 warga di 4 BKPH di wilayah Perhutanai KPH Blora. Ia menegaskan, Perhutani bukan hanya mengambil keuntungan belaka, namun juga berbagi melalui

program PKBL kepada masyarakat lingkungan hutan. “Program ini sudah berjalan sejak lama. Tahun ini kami mengucurkan dana kepada masyarakat lingkungan hutan sebesar 230 juta Rupiah, sebagai wujud kepedulian kami,” tutur Afwandy. Ia pun berharap, pola kemitraan ini bisa terjaga dengan baik. Sebab, Perhutani tidak bisa sendirian menjaga hutan. Jadi, Perhutani butuh bantuan kemitraan dari masyarakat, untuk menjaga dan melestarikan hutan. • Tim Kompersh KPH Sukabumi

NO. 82 • TH. 14 • januari - februari • 2020


DUTA RIMBA Beserta

Segenap Jajaran Dewas, Direksi dan Karyawan Perum Perhutani Mengucapkan

Selamat Tahun Baru

2020

Profile for Perhutani

MAJALAH DUTA RIMBA EDISI 82  

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded