Page 1

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019

M A JA L A H

BISNIS RIMBA

Kelola Pulau Merah

Bersama PT Wika Gedung dan PT Patra Jasa

P E R H U TA N I

RIMBA Daya

Menilik Pabrik Pengolahan

Kopi Garut ensikloRIMBA

JPP

Jati Cepat Tumbuh yang Sudah Terbukti dan Teruji WISATA RIMBA

Fatrol Valley

Destinasi Wisata Baru Buat Kaum Milenial Warisan RIMBA

Mengenang Kisah Ki Ageng Mangir

di Hutan Jati Saradan

HUT RI KE 74 di perhutani


SalamRedaksi

Pengarah Denaldy M Mauna Direktur Utama Perum Perhutani Penanggung Jawab Asep Rusnandar Sekretaris Perusahaan Pemimpin Redaksi Yuswan Hendrawan Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Redaktur Pelaksana Suharsono Sekretaris Redaksi Ardya Setya Nurvrandita Redaktur Adehika Intan, Rizka Amalia, Nanjar Munandar, Aga Prasetya Script Editing and Layout Duta Rimba Art Work Perwakilan - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah - Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Timur

Dok. Kom PHT®2019

ISSN: 2337-6791

Merdeka dan Momentum Mengabdi untuk Negeri

R

Salam Rimba. imbawan yang budiman, berbahagia sekali kami kembali dapat hadir dan memenuhi dahaga keingintahuan Anda dengan sajian informasi-informasi yang bermanfaat. Sangat besar harapan kami, kehadiran Duta Rimba akan senantiasa mampu mengisi

khazanah pengetahuan Rimbawan, sekaligus menambah menjadi rujukan bagi pemenuhan naluri keingintahuan Anda. Edisi ini hadir dalam momentum Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tanggal 17 Agustus merupakan hari paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai wujud rasa syukur atas telah diraihnya kemerdekaan, ragam kegiatan pun digelar di seluruh negeri. Seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan dan lembaga pemerintahan, memeringati Hari Kemerdekaan itu dengan berbagai jenis aktivitas. Selain mengadakan upacara Peringatan Hari Kemerdekaan, salah satu kegiatan yang lazim diadakan adalah perlombaan dan bakti sosial. Garis besar pelaksanaannya dapat Anda baca di rubrik Prima Rimba. Sebagai BUMN, Perhutani juga ambil bagian dalam rangkaian Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN). Kegiatan-kegiatan yang digelar dalam rangkaian

- Expert Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Barat & Banten

program BHUN diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat

Alamat Redaksi

sebagai wujud kepedulian dan dukungan BUMN terhadap kelestarian lingkungan

Departemen Komunikasi Perusahaan Perhutani Gd. Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 10 Jl. Gatot Subroto Senayan, Jakarta Pusat Telp: 021 - 5721 282, Fax: 021 - 5733 616 E-mail: humas@perhutani.co.id www.perhutani.co.id

Naskah & Advertensi DUTA RIMBA adalah majalah dua bulanan yang diterbitkan Perum Perhutani untuk berbagi informasi korporasi kepada internal dan para pihak. Redaksi menerima tulisan, artikel, naskah, dan fotofoto menarik yang sesuai dengan visi dan misi tema penerbitan DUTA RIMBA edisi berikutnya. Artikel ditulis dengan spasi ganda, maksimal lima halaman dan dikirim melalui e-mail (softcopy). Redaksi berhak melakukan editing sesuai dengan kebutuhan penerbitan. Majalah Duta Rimba dapat diakses di www.perhutani.co.id

setempat. Selain untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, kegiatan itu juga dan pemanfaatan energi terbarukan. Info lengkapnya, simak di rubrik Rimba Utama. Bulan Juli-Agustus juga menjadi momen prestasi bagi Perhutani. Sejumlah penghargaan atas torehan prestasi Rimbawan Perhutani dibeberapa KPH menghiasi perjalanan dua bulan terakhir ini. Ingin tahu apa saja penghargaan itu? Lihat saja di rubrik Rimba Khusus. Informasi seputar aktivitas Perhutani KPH Saradan mengembangkan tanaman porang, antara lain dengan menggandeng pihak ketiga dalam jalinan kerja sama dengan pola kemitraan, dapat Anda baca di rubrik Bisnis Rimba. Di rubrik Ensiklo Rimba, Anda akan kami ajak mengenal lebih jauh JPP (Jati Plus Perhutani), produk berupa benih atau bibit asal vegetatif hasil Program Pemuliaan Jati yang dikembangkan Puslitbang Perhutani. Simak juga informasi tentang pemanfaatan damar sebagai alternatif bahan baku kayu lapis di rubrik Rimba Inovasi. Lewat rubrik Warisan Rimba, kami ajak Anda menyambangi hutan jati di KPH Saradan untuk mengenang kisah tentang Ki Ageng Mangir. Sedangkan di rubrik Wisata Rimba, kami bawa Anda ke Cianjur untuk menikmati wahana wisata baru bertajuk Fatrol Valey. Jangan juga lewatkan ragam informasi menarik di rubrikrubrik lain yang tentu tak kalah seru. Jadi, tak usah menunda lebih lama lagi. Segera saja buka halaman demi halaman Duta Rimba kali ini. Semoga bermanfaat dan menambah khazanah

Perum Perhutani

@PerumPerhutani

Perum Perhutani

PerumPerhutani

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

pengetahuan Anda. Salam! • DR

DUTA Rimba 1


semairimba

SALAM REDAKSI 1 BENAH DIRI • Tujuh Puluh Empat Tahun Indonesia Merdeka Sumber Daya Manusia, Kunci Sukses Indonesia di Masa Depan 4

PRIMA RIMBA

• Mewujudkan Keunggulan SDM, Menuju Indonesia Maju

RIMBA UTAMA

• • • • •

12

6

Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia Sayang Hutan, Cinta Tanah Air 12 Jaga Semangat, Bangkitkan Kejayaan Negeri 18 Gelaran Lomba dan Pertandingan HUT RI 24 Beasiswa dan Doa pun Meluncur 30 Mengenal Program “BUMN Hadir untuk Negeri” 34

RIMBA KHUSUS

• Pengakuan Atas Kinerja 38 • Menjalin Hubungan Erat dengan Mitra Penyadap Getah Pinus 42 • Merajut Kepercayaan Menjalin Kerja Sama 46 LENSA • Perayaan Hari Kemerdekaan Perhutani 2019 52 SOBAT RIMBA 56 LINTAS RIMBA 60

WARISAN RIMBA

• Mengenang Kisah Ki Ageng Mangir di Hutan Jati Saradan

66

• JPP, Jati Cepat Tumbuh yang Sudah Terbukti dan Teruji

70

• Menilik Pabrik Pengolahan Kopi Garut

74

• Kelola Pulau Merah Bersama PT Wika Gedung dan PT Patra Jasal

78

ENSIKLO RIMBA rimba daya

BISNIS RIMBA socio rimba

• Dari Perhutani KPH Ciamis, Lewat Air Bersih, Untuk Masyarakat Sekitar Hutan 82

ENVIRO RIMBA

• Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Tasikmalaya

84

• Fatrol Valley, Destinasi Wisata Baru Buat Kaum Milenial

86

• Damar, Alternatif Bahan Baku Kayu Lapis

90

• Aksi Rimbawan Perhutani KPH Jember di Jember Fashion Carnival

94

WISATA RIMBA

INOVASI

POJOK KPH

2 DUTA Rimba

38 70

94

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


SobatRIMBA

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 3


BENAHDIRI

Tujuh Puluh Empat Tahun Dok. Kom PHT®2018

Indonesia Merdeka

Denaldy M. Mauna Direktur Utama Perum Perhutani

I

nsan Perhutani yang saya cintai dan saya banggakan. Perkenankanlah saya mengucapkan salam untuk Anda semua. Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Semangat Pagi...! Perhutani..., Berubah! Perhutani..., Bisa! Perhutani..., Luar Biasa! Karyawan Perhutani yang saya cintai dan saya banggakan. Mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang atas limpahan rahmat dan hidayahNya, kita semua dapat kembali saling menyapa dalam keadaan sehat wal afiat. Berbahagia sekali saya dapat menyapa Anda semua di momen istimewa ini. Momen paling bersejarah bagi kehidupan bangsa Indonesia. Yaitu momentum Kemerdekaan Republik Indonesia. Di bulan kedelapan dalam kalender masehi, tepatnya di tanggal 17 Agustus, kita semua memeringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yang tahun ini telah memasuki usia ke-74 tahun. Tak terasa, 74 tahun sudah bangsa ini merdeka. Di saat kita

4 DUTA Rimba

Sumber Daya Manusia, Kunci Sukses Indonesia di Masa Depan merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan negara kita di setiap tanggal 17 Agustus, selayaknya kita bercermin, menengok ke belakang, memandang sejarah, dan mengapresiasi perjalanan panjang para pejuang yang telah membawa kita kepada keadaan sekarang. Ingatlah, tepat 74 tahun yang lalu, lagu kebangsaan Indonesia Raya menggetarkan kalbu seluruh rakyat Indonesia, mengiringi pengibaran bendera pusaka di langit biru Ibu Pertiwi, sebagai penanda lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saudara-saudara sekalian yang saya cintai. Mari kita selami semangat para pendiri bangsa ini. Semangat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 yang dibacakan Sang Proklamator selayaknya harus mampu menjadi daya pengungkit sekaligus daya dorong yang tangguh bagi seluruh komponen Bangsa Indonesia dalam keikutsertaannya membangun bangsa ini. Tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 ini adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Tema tersebut mengandung makna bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan unggul akan ikut mendukung kemajuan Indonesia. Bahkan, pembangunan Sumber Daya Manusia merupakan kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Insan Perhutani yang saya banggakan. Seperti diketahui, tahun ini Perhutani mengusung tema “Perhutani 4.0+: Governance Through Connectivity”. Tema ini diusung sebagai upaya mengintegrasikan semua aspek, baik hulu-hilir maupun internal-eksternal, berbasis teknologi informasi terkini dalam menunjang penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Di dalam perbaikan governance, Perhutani menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Pihak lain yang terkait. Perhutani pun mencoba menerapkan IT Platform secara digital dengan mengintegrasikan manusia, proses, mesin, sumber daya hutan, dan industri ecosystem forestry,

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Dok. Foto: Perhutani Greenland 2018

dengan memperkuat transparansi, responsibility, independen, dan fairness. Bulan lalu, Perhutani juga telah mengadakan kick off SNI ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen 4T yang telah kita tetapkan. Komitmen 4T ini terdiri dari sikap: Tolak penyuapan; Tolak penggelembungan anggaran; Tolak pemotongan uang kerja/cash back; dan Tolak benturan kepentingan. Hal itu sebagaimana tertuang dalam SK Direksi Perum Perhutani Nomor: 234/ KPTS/DIR/2019 tentang Komitmen 4T Dalam penyelenggaraan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance). Dengan penerapan SNI ISO 37001 itu, diharapkan Perhutani di masa depan menjadi perusahaan yang bersih dari aksi-aksi penyuapan, penggelembungan anggaran, pemotongan uang kerja, dan benturan kepentingan, sebagai pondasi yang penting untuk menuju perusahaan kelas dunia. Untuk menangkap peluang bisnis industri kayu energi dengan terus meningkatnya permintaan pasar global (Profit), tahun ini Perhutani

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

mulai melakukan ekstensifikasi pengembangan tanaman biomassa sampai ke industri hilir (wood pellet) dengan total penanaman 120.000 hektare dalam waktu 5 tahun. Upaya ekstensifikasi ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam memitigasi perubahan iklim dengan mendorong pengurangan emisi CO2 yang tahun lalu secara global mencapai titik tertinggi menurut International Energy Agency (Planet). Transformasi pengembangan portofolio sumber daya hutan ini ditetapkan berdasarkan pilot project pengembangan biomassa sejak tahun 2013 dengan hasil sesuai harapan. Pola tanam yang diterapkan adalah Perhutanan Sosial Agroforestri dengan tanaman pertanian, sehingga akses kepada masyarakat hutan semakin luas dan kesejahteraannya semakin meningkat (People). Insan Perum Perhutani yang berbahagia. Di momen membahagiakan ini, perkenankan saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh karyawan Perum Perhutani yang terus semangat bekerja dalam melakukan perbaikan proses kerja secara efisien dan efektif dengan

Tata Nilai “Intiku” (Integritas - Inovatif - Fokus Pada Pelanggan - Unggul). Dari hasil Laporan Audit 2018, Perum Perhutani mengalami pertumbuhan pendapatan cukup baik sebesar 21%. Namun demikian, sampai dengan saat ini laju pendapatan kita jauh dari target yaitu hanya 68% dari RKAP semester I tahun 2019. Untuk itu, diimbau kepada seluruh jajaran Perhutani agar tetap fokus, check (re-check), detail, dan communicate dalam menjalankan tugas, sehingga dapat mengejar kinerja yang tertinggal tersebut. Di dalam mendorong dan membangun SDM yang unggul, tahun depan kami akan menerapkan Merit System. Yaitu, kebijakan dan pengelolaan SDM yang berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, secara adil dan wajar, termasuk pemberian bonus individu berbasis kinerja. Penerapan Merit System ini diharapkan dapat menjadi pemicu SDM Perhutani agar dapat memberikan kinerja terbaiknya dalam memenuhi target Perusahaan. Insan Perum Perhutani yang saya cintai. Dengan semangat kemerdekaan, mari kita tingkatkan semangat kerja untuk mewujudkan perbaikan sumber daya hutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan karyawan. Marilah kita jadikan peringatan HUT Kemerdekaan RI ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan lagi profesionalisme dalam berkarya demi memajukan Perusahaan. Tak lupa, kita senantiasa berdoa agar Perusahaan yang kita cintai ini terus bangkit dan Berjaya. Terima Kasih. Wa Billahit Taufiq wal Hidayah. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh. • DR Jakarta, 17 Agustus 2019 Direktur Utama Perum Perhutani DENALDY M MAUNA

DUTA Rimba 5


primarimba

Mewujudkan Keunggulan SDM,

Menuju Indonesia Maju Tahun ini, pemerintah menetapkan tema nasional Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Tema tersebut mengandung makna, pemerintah sangat memerhatikan aspek sumber daya manusia. Sebab, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul akan sangat mendukung kemajuan Indonesia. Kini, seluruh elemen bangsa ini pun berusaha mewujudkan tema itu. Termasuk Perhutani, sebagai salah satu BUMN, yang merupakan salah satu elemen bangsa Indonesia.

S

udah 74 tahun bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Setiap tahun, momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi saat yang paling berkesan bagi bangsa Indonesia. Hari kemerdekaan merupakan saat yang paling bersejarah bagi kehidupan bangsa Indonesia. Sebab, kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah hadiah tetapi merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan seluruh rakyat Indonesia, setelah mengalami proses panjang penjajahan oleh bangsa asing. Rasa syukur sudah tentu merupakan hal yang paling pantas dipanjatkan di momentum paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memungkinkan kemerdekaan kita

6 DUTA Rimba

raih. Dan telah memungkinkan pula kita dapat melangsungkan peringatan 74 tahun Kemerdekaan Negara kita tercinta, Republik Indonesia. Rasa syukur itu tentu akan lebih bermakna apabila kita juga selalu menyempatkan diri untuk terus mengetuk relung hati kita agar senantiasa mengenang dan menghargai jasa-jasa Pahlawan yang telah mengorbankan seluruh jiwa raga mereka, agar bangsa Indonesia mampu meraih Kemerdekaan. Di saat yang sama, juga terus berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa menempatkan mereka di tempat yang mulia. Tetapi ada yang perlu diperhatikan lebih khusus di dalam peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Di tahun ke74 kemerdekaan negara kita ini, pemerintah mencanangkan tema “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Tema tersebut mengandung makna

bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul akan sangat mendukung kemajuan Indonesia. Artinya, Sumber Daya Manusia merupakan aset penting bangsa Indonesia. Maka, pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Sumber Daya Manusia Indonesia harus unggul di dalam segala bidang kehidupan. Sehingga, SDM Indonesia dapat bersaing secara global, terlebih ketika memasuki era industri 4.0+ yang sudah menjelang di depan mata. Kita sadar bahwa kemajuan industri yang berjalan di Indonesia tidak cukup jika dipenuhi hanya dengan pembangunan infrastruktur semata. Tetapi, kemajuan pembangunan di sektor industri itu harus didukung pula dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Kompers Puslitbang PSDH

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 7


Foto: Kompers Puslitbang PSDH

primarimba

dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi, seiring kemajuan industri 4.0+ itu. Di dalam menciptakan SDM yang unggul dan kompetitif di masa depan, satu hal yang harus ditempuh adalah selalu meningkatkan kualitas SDM serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun bangsa. Jangan kita terlalu cepat puas dengan pencapaian dan kompetensi yang saat ini telah kita miliki, apalagi terlena dengan zona nyaman. Satu hal yang harus kita syukuri adalah Indonesia telah dianugerahi Tuhan dengan alam yang subur makmur dengan sumber daya alam yang berlimpah. Hutan kita, terutama di Pulau Jawa, menjadi harta yang luar biasa nilainya bagi bangsa Indonesia. Apalagi, kekayaan alam kita itu telah pula melalui aneka ragam cobaan dan upaya perusakan

8 DUTA Rimba

oleh banyak pihak. Misalnya, selama bertahun-tahun hasil hutan kita dijarah dan dikuasai VOC. Dilanjutkan dengan tiga setengah tahun hasil hutan dikuasai dan diambil serdadu Jepang, sebelum Indonesia merdeka. Di alam kemerdekaan, hutan Jawa pun tak luput dari upaya perusakan. Salah satunya adalah penjarahan besar-besaran saat terjadi peralihan pemerintahan dari Orde Baru ke Era Reformasi. Namun, senyatanya Hutan Jawa mampu bertahan, bahkan mampu terus tumbuh, berkembang, dan berjaya kembali. Hutan Jawa terus menunjukkan potensi hutan yang tidak kalah dengan hutan-hutan lain di negara-negara ASEAN.

Peningkatan Kualitas SDM Kondisi pasang-surut pengelolaan hutan itulah yang membuat sumber daya manusia, khususnya para rimbawan yang

berada dalam naungan perusahaan Perum Perhutani, merasa masih memiliki harapan untuk membangun kembali Hutan Jawa yang dikelola Perum Perhutani. Upaya untuk mewujudkan harapan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para rimbawan Perhutani saat ini, yaitu mereforestasi atau menghijaukan kembali hutan-hutan itu, serta membangun kembali kejayaannya hutan kita. Pasang-surut terus dialami Perhutani dalam menjalani proses mereforestasi itu. Apalagi, kerap kali Perhutani lantas seolah-olah dihadapkan pada kondisi saat perjalanan perusahaan ini yang seakan terus bergerak tanpa arah yang jelas. Sejumlah pihak pun lantas memandang hal itu terjadi akibat tiadanya panduan dan contoh teladan sebagai acuan. Sampai dengan saat ini pun belum ada “evaluasi” terhadap efektif atau

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


tidaknya pelaksanaan Program Spin Off yang diterapkan Perhutani. Tetapi, kesadaran insan Perhutani untuk terus memerbaiki kinerja perusahaan dan meningkatkan kualitas SDM terus melahirkan banyak program kerja yang ditujukan untuk mewujudkan tujuan itu. Misalnya, pada Januari Tahun 2014, Direktur Utama Perhutani saat itu, Dr. Ir. Bambang Sukmananto, MSc, memberlakukan Struktur Organisasi Divisional yang baru. Maksudnya jelas, yaitu ingin memerbaiki kinerja Perhutani yang ketika itu dirasakan sudah semakin menurun. Sebelumnya, pada Tahun 2012 dan 2013, Direktur Utama menyekolahkan beberapa Administratur dan General Manager di sekolah manajemen Prasetya Mulia. Tujuannya juga jelas, yaitu untuk mendongkrak kualitas SDM dengan cara meningkatkan pengetahuan bisnis para pejabat Perhutani, agar lebih mampu

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Foto: Kompers Puslitbang PSDH

Jabatan seorang ADM/KKPH (Administratur / Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan) sesungguhnya menggambarkan fungsi pejabat tersebut sebagai penggerak SDM di bawah pimpinannya. Maka, sebagai seorang Administratur, ia harus mampu memaham ilmu bisnis, baik secara teori maupun praktik. menjalankan fungsi bisnis yang dimiliki perusahaan. Sebenarnya, sistem yang telah sejak lama diterapkan di tubuh perusahaan Perhutani ini telah cukup bagus. Pengelolaan hutan yang diwujudkan dalam struktur organisasinya telah menggambarkan visi dan misi perusahaan. Termasuk penamaan satuan kerja dan jabatan para kepalanya. Misalnya, unit kerja yang menggerakkan sektor operasional perusahaan yang dinamakan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), yang bertugas mengelola area hutan dan membuat persemaian dengan kualitas prima. Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) disebut pula sebagai Administratur (ADM). Jabatan seorang ADM/KKPH (Administratur / Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan) sesungguhnya menggambarkan fungsi pejabat tersebut sebagai penggerak SDM di

bawah pimpinannya. Maka, sebagai seorang Administratur, ia harus mampu memaham ilmu bisnis, baik secara teori maupun praktik. Selain itu, sebagai seorang Pemangku Kesatuan area Hutan, seorang ADM juga harus mampu untuk memahami ragam teknis mengelola hutan, dari awal hingga akhir. Sejak membuat persemaian yang berkualitas, membentuk tanaman unggulan, memelihara hutan dari serangan hama penyakit dan kebakaran, hingga harus mengerti tentang teknis menebang pohon berdasarkan manajemen batang per batang dan teknis memanen hasil-hasil hutan lainnya. Bahkan, seorang ADM juga harus menguasai sampai dengan teknis mengangkut produk hasil hutan kayu dan bukan kayu keluar dari hutan, agar siap jual dengan biaya yang seefisien mungkin. Hal itu juga harus sejalan dengan aspek legal, serta tidak menimbulkan

DUTA Rimba 9


Foto: Dedi Chrisnadi/KPH Pasuruan

primarimba

masalah pada aspek lingkungan. Selain itu, sebagai seorang Pemangku Wilayah, seorang ADM juga harus paham akan fungsi sosial masyarakat dan bisa berkoordinasi baik vertikal maupun horizontal dengan MUSPIDA dan tokoh-tokoh masyarakat di tingkat lokal dan regional. Secara singkat, seluruh fungsi yang melekat pada diri seorang ADM/KKPH tersebut sebenarnya sejalan dengan fungsi yang melekat pada aspek pengelolaan hutan, yaitu people, planet, dan profit. Jabatan-jabatan lain di dalam struktur organisasi Perhutani juga dengan jelas menunjukkan keinginan kuat untuk memerkuat karakter SDM itu. Sehingga, upaya peningkatan kualitas SDM sejatinya merupakan hal yang sangat niscaya. Dan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia ini menjadi saat yang tepat untuk kembali merenungi semangat dan hakikat upaya untuk pencapaian tujuan bersama, yaitu mewujudkan kualitas SDM yang mumpuni untuk meningkatkan performa dan kinerja perusahaan sehingga mampu

10 DUTA Rimba

menjalankan fungsi pengelolaan hutan, yaitu people, planet, dan profit, itu.

Penguatan Karakter SDM Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar berkualitas unggul itu bukan hanya perlu dilakukan di dalam penguasaan aspek-aspek teknis semata. Tetapi kualitas unggul itu juga harus dibentuk dengan karakter dan sifat yang kuat. Peningkatan kekuatan karakter antara lain dilakukan dengan terus menumbuhkan semangat dan jiwa korsa rimbawan. Dan momen peringatan hari kemerdekaan ini menjadi saat yang pas untuk melakukan hal itu. Salah satunya dengan menggelar rangkaian upacara serta kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan menguatkan karakter itu. Misalnya, hal itu terlihat tatkala Perum Perhutani bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI), PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN III), dan PT Kawasan Industri Makassar (Persero) (Kima), melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera di

Pulau Karampuang, Sulawesi Barat. Upacara di salah satu pulau terluar yang berada di Provinsi Sulawesi Barat itu dilakukan Sabtu, 17 Agustus 2019, dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia. Di dalam kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) tersebut, juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa transplantasi terumbu karang serta penyerahan bantuan panel listrik tenaga surya untuk penerangan dermaga di pulau yang menjadi destinasi wisata kota Mamuju itu. Jadi, bukan sekadar kegiatan seremonial, upacara yang dirangkai dengan kegiatan sosial itu merupakan wujud nyata pembentukan watak atau karakter rimbawan dan warga masyarakat sekitar, sekaligus mengajarkan tentang kepedulian terhadap kondisi di sekitar kita. Di hari yang sama, 17 Agustus 2019, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perhutani menjadi tuan rumah Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Dedi Chrisnadi/KPH Pasuruan

(HUT) ke-74 Republik Indonesia bagi Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Upacara tersebut diikuti Pasukan Hansip, Kesatuan Paduan Suara, Kepala Sekolah dan Guruguru, Kepala Desa , Pelajar SD/SMP/ SMA, Dinas/Intansi terkait termasuk Karyawan/Karyawati Puslitbang Perhutani, Parpol/Ormas, serta tokoh masyarakat Kasiman. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Camat Kasiman, Agus Purwanto. Sedangkan Komandan Upacara adalah Anggota Polsek Kasiman, Bripka Yuli K. Dan Perwira Upacara adalah IPDA Badri. Serta Pembaca Doa adalah Kepala KUA Kasiman, M.Miran QR. Selain gelaran upacara, rimbawan Perhutani di sejumlah daerah juga

mengadakan ragam kegiatan yang sudah menjadi tradisi dalam setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun. Yaitu rangkaian perlombaan khas tujuhbelasan. Tengok saja, misalnya yang dilakukan rimbawan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan, yang menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-74 dengan menggelar berbagai kegiatan perlombaan pada Rabu, 14 Agustus 2019. Bertempat di halaman Kantor KPH Pasuruan, kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran KPH Pasuruan beserta jajaran dari Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) IV Malang. Kegiatan perlombaan yang dilaksanakan saat itu antara lain

Satu hal yang dapat ditarik sebagai kesimpulan dari seluruh rangkaian gelaran Perhutani itu. Seluruh perlombaan serta upacara itu bermuara pada pembentukan kebanggaan sebagai insan Perhutani dan sebagai anak bangsa Indonesia. NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

adalah lomba kreasi merangkai tumpeng yang dilaksanakan di setiap Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) wilayah kerja KPH Pasuruan dan PHW IV Malang, pertandingan bola volly yang pemainnya memakai baju daster, lomba menciptakan yelyel Perhutani, lomba makan kerupuk, dan lomba memasang kaos beregu. Pada hari yang sama, Perhutani KPH Pasuruan & PHW IV Malang juga melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban yang disembelih itu berupa kambing yang dihimpun dari karyawan dan karyawati Perhutani KPH Pasuruan. Sebanyak empat ekor kambing dikumpulkan dari karyawan dan karyawati Perhutani KPH Pasuruan serta dari PHW IV Malang sebanyak satu ekor kambing. Lima ekor kambing itu selanjutkan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar. Daging -daging kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat sekitar kantor KPH Pasuruan. Satu hal yang dapat ditarik sebagai kesimpulan dari seluruh rangkaian gelaran Perhutani itu. Seluruh perlombaan serta upacara itu bermuara pada pembentukan kebanggaan sebagai insan Perhutani dan sebagai anak bangsa Indonesia. Kebanggaan yang selanjutnya diharapkan akan dapat diwujudkan dengan semangat tinggi untuk memberikan prestasi yang luar biasa. Karakter seperti itulah yang diharapkan akan muncul dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan. Sebab, seperti sebuah kalimat slogan yang datang dari luar, “High spirit will keep the flag stan”. Semangat yang tinggi akan menjaga tetap tegaknya bendera. Dan kebanggaan itu pun akan bermuara pada karakter yang kuat, sebagai peneguh semangat untuk pencapaian cita-cita dan harapan. Semoga. • DR

DUTA Rimba 11


RIMBAutama

Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

Sayang Hutan, Cinta Tanah Air Momen peringatan hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia menjadi momen penting bagi kehidupan bangsa Indonesia. Begitu pula bagi Perhutani, sebagai salah satu BUMN. Rangkaian kegiatan peringatan hari kemerdekaan pun digelar. Selain melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera tepat di tanggal 17 Agustus 2019, juga melakukan ragam berbagai kegiatan perlombaan, pemberian dana beasiswa pendidikan, juga ragam gelaran jalan sehat dan pertandingan olah raga. Semua kegiatan itu bermuara untuk menjadikan momentum peringatan hari kemerdekaan sebagai momen untuk menjaga semangat tinggi yang akan mampu membangkitkan kejayaan negeri.

P

agi hari tanggal 17 Agustus 2019, di Pulau Karampuang, Sulawesi Barat. Direktur SDM, Umum, dan IT Perum Perhutani, Kemal Sudiro, larut dalam suasana penuh khidmat saat mengikuti momentum pengibaran bendera yang menjadi rangkaian Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan hanya Kemal, tetapi seluruh peserta upacara di hari itu pun larut dalam suasana penuh khidmat selama upacara berlangsung. Kemal Sudiro hadir sebagai salah satu peserta dalam upacara peringatan kemerdekaan yang diadakan di salah satu pulau

12 DUTA Rimba

terluar Provinsi Sulawesi Barat tersebut bersama Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Privatisasi Kementerian BUMN Kindy Rinaldy Syahrir, Direktur SDM dan Umum PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) J. Nanang Marjianto, Direktur SDM dan Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Seger Budiarjo, dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Makassar (Persero) Abdul Muis. Upacara Pengibaran Bendera di Pulau Karampuang, Sulawesi Barat, itu diselenggarakan dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia, oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) bersama PT Perkebunan

Nusantara III (Persero) (PTPN III), Perum Perhutani (Perhutani), dan PT Kawasan Industri Makassar (Persero). Upacara tersebut juga diikuti oleh perwakilan BUMN, para siswa, serta nelayan setempat. Di dalam kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) tersebut, juga dilaksanakan bakti sosial, yaitu tranplantasi terumbu karang, serta penyerahan bantuan panel listrik tenaga surya untuk penerangan dermaga di pulau yang kini menjadi destinasi wisata kota Mamuju itu. Nanang Marjianto menuturkan, kegiatan diselenggarakan di pulau Karampuang itu merupakan mata rantai Program BUMN Hadir Untuk

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Suharsono/Kompers Pusat

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 13


Foto: Adehika Intan/Kompers Pusat

rimbaUTAMA

Negeri. Diharapkan, kegiatan itu dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat setempat. Sekaligus juga memerkenalkan Pulau Karampuang sebagai salah satu lokasi wisata potensial. “Panorama bawah laut di sini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Diharapkan, melalui bantuan ini, kelestarian terumbu karang di Pulau Karampuang dapat terjaga, sehingga dapat mendukung peningkatan potensi pariwisata setempat,” kata Nanang dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu, 17 Agustus 2019. Nanang menambahkan, selain untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan dukungan BUMN terhadap kelestarian lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan. “Dermaga ini adalah salah satu andalan keluar masuk kapal yang mengantarkan wisatawan dan penduduk Pulau Karampuang,” ucapnya. Selain itu, Nanang juga

14 DUTA Rimba

mengatakan, upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga dimanfaatkan sebagai momentum yang tepat untuk memberikan dukungan terhadap penerapan energi terbarukan. Hal itu dilakukan melalui pemberian bantuan berupa panel surya untuk penerangan dermaga di Pulau Karampuang. Energi matahari merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat besar manfaatnya jika dapat dioptimalkan. Maka, keberadaan panel surya sebagai sarana pemanfaatan energi matahari menjadi satu hal yang sangat penting.

Kenal Keberagaman Tiga dan empat hari sebelumnya, Rimbawan Perhutani sudah berada di Sulawesi Barat. Sebab, Perum Perhutani bersama PT Perkebunan Nusantara III, PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), dan PT Rajawali Nusantara Indonesia berkesempatan untuk memberikan pembekalan kepada 23 siswa yang lolos seleksi program Siswa Mengenal Nusantara

(SMN) 2019, di Hotel Maleo Town Square, Mamuju, Selasa, 13 Agustus 2019. Para siswa peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 itu hadir bersama tiga pendampingnya. Pembekalan tersebut diberikan sebelum para siswa itu berangkat ke Provinsi Papua Barat esok harinya, 14 Agustus 2019. Mamuju merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Barat. Ibukotanya adalah Kota Mamuju. Kota Mamuju sampai saat ini bukanlah daerah otonom yang memiliki kepala daerah ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota sendiri, melainkan masih menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju. Acara tersebut diawali penyampaian paparan dari Kementerian BUMN yang disampaikan oleh Plt Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PTPN III Widya Udiantini yang sekaligus membuka kegiatan pembekalan. Pemberi materi pembekalan dari Perhutani adalah Kepala Divisi Pembinaan Anak Perusahaan Perum

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Foto: Adehika Intan/Kompers Pusat

Perhutani, Slamet Teguh W. Slamet tampil bersama Kadep Pengadaan dan PKBL PT KIMA, Muhammad Ilham, memaparkan tugas dan tanggung jawab siswa selama di provinsi tujuan yaitu Papua Barat serta manfaat dari keikutsertaan siswa dalam program SMN tersebut. Pembekalan untuk siswa SMN 2019 antara lain berisi penjelasan tentang profil, peran, dan aktivitas Perum Perhutani, PT PTPN III, PT KIMA, dan PT RNI, sebagai BUMN Indonesia yang mengemban tugas dari pemerintah di bidang masingmasing. Program SMN tersebut dilaksanakan setiap tahun oleh BUMN yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN di 34 Provinsi di Indonesia. Tahun 2019 ini, PT PTPN III ditunjuk sebagai PIC, sedangkan Perum Perhutani, PT KIMA, dan PT RNI sebagai CO-PIC dalam melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan “BUMN Hadir Untuk Negeri” (BHUN) khususnya untuk wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Sebagai bagian dari program BHUN, SMN bertujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini kepada anak didik khususnya para siswa SMA/ SMK/SLB. Rasa cinta terhadap tanah air sebagai bangsa yang memiliki kekayaan Nusantara dan potensi daerah itu diperkenalkan melalui interaksi langsung antara siswa dengan komponen Pemerintahan dan masyarakat di Provinsi yang dikunjungi. Saat memberikan pembekalan terhadap SMN di Mamuju, Kadiv PAP Perhutani, Slamet Teguh W, menerangkan arti pentingnya merawat ekosistem yang ada di bumi sebagai upaya menjaga masa depan dari berbagai ancaman bencana alam. Dan Perhutani sebagai BUMN yang bergerak di bidang kehutanan tidak hanya memiliki tanggung

Panorama bawah laut di sini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Diharapkan, melalui bantuan berupa panel surya ini, kelestarian terumbu karang di Pulau Karampuang dapat terjaga, sehingga dapat mendukung peningkatan potensi pariwisata setempat,” kata Nanang Marjianto jawab untuk menghidupi perusahaan saja, namun juga menyejahterakan masyarakat di sekitar hutan dan menjaga kelestarian lingkungan, atau yang dikenal dengan istilah 3P (People, Planet, Profit), sesuai visi misi Perusahaan. Intinya, sayang terhadap hutan berarti juga cinta terhadap tanah air. Sementara itu di Jakarta, Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna, menyampaikan harapannya terhadap hasil dari kegiatan SMN ini. “Semoga selama mengikuti kegiatan di Papua Barat, wawasan peserta SMN bertambah dan pengalaman

tentang Keindonesiaannya menjadi lebih kuat. Di Sulawesi Barat mungkin anak-anak ini kurang mengenal Perhutani, karena memang tidak ada wilayah kerja di sini. Hanya ada kantor PT Inhutani I yang merupakan salah satu Anak Perusahaan Perhutani,” katanya.

Lepas Peserta SMN Esok harinya, 14 Agustus 2019, akhirnya Perum Perhutani, PT Perkebunan Nusantara III, PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), serta Pemprov Sulawesi Barat,

DUTA Rimba 15


resmi melepas 23 siswa terbaik dari Provinsi Sulawesi Barat, untuk mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 ke Provinsi Papua Barat. Acara Pelepasan Peserta SMN itu digelar di ruang pertemuan lantai II Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Para siswa dilepas secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar, dengan menyematkan tanda peserta, topi, tas, dan jaket SMN 2019. Di kesempatan itu, Plt Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PTPN III, Widya Udiantini, selaku PIC mewakili Perum Perhutani, PT KIMA, dan PT RNI, menyampaikan laporannya kepada Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Di dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa 23 peserta SMN yang akan berangkat ke Papua Barat ini terseleksi dari 275 kandidat. Para siswa akan didampingi dua orang guru teladan dan satu orang ASN teladan Sulawesi Barat yang bertanggungjawab selama kegiatan tersebut berlangsung. Widya juga menyatakan, demi keamanan para peserta SMN selama berada di Papua Barat, pihaknya melibatkan TNI untuk melakukan pengawalan. “Kami dari empat BUMN sebagai perwakilan Kementerian BUMN, memfasilitasi kegiatan SMN Papua 2019 ini agar para siswa mendapatkan wawasan tentang Nusantara. Kami melibatkan sejumlah pihak seperti TNI dan Dinas Pendidikan untuk mengawal kegiatan SMN 2019,” ujarnya. Sementara Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar, dalam sambutannya menyampaikan, menjadi peserta SMN merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi para pelajar dan para orang tua. Sebab, tak semua siswa SMA/sederajat yang mempunyai kesempatan seperti itu. Ia berharap, para peserta SMN dapat menjaga nama baik Sulawesi Barat di daerah

16 DUTA Rimba

Foto: Adehika Intan/Kompers Pusat

rimbaUTAMA

lain, serta saling menjaga dan mengingatkan. Ia pun berpesan agar peserta SMN bisa memperkenalkan Sulbar di Papua Barat, utamanya yang berkaitan dengan nilai budaya. “Selamat berangkat, anakanakku. Selamat juga sampai nanti pulang. Terima kasih kepada BUMN yang tahun ini mendampingi dan memberikan kegiatan kepada anakanak kami. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut terus hingga nanti di tahuntahun mendatang seluruh Provinsi di Indonesia akan terkunjungi.” kata Enny. Di kesempatan itu, salah satu perwakilan SMN, Fahri Ramadhan, mengungkapkan rasa bangganya karena terpilih sebagai peserta dalam SMN 2019. Ia pun lalu menyampaikan harapannya dalam penyelenggaraan Siswa Mengenal Nusantara. “Mewakili teman-teman peserta, kami berterima kasih kepada BUMN penyelenggara SMN Provinsi Sulawesi Barat tahun 2019 yang telah memberi kesempatan untuk dapat mengenal dan memperkaya wawasan tentang keberagaman indonesia. Semoga program ini dapat dilakukan secara kontinyu

untuk menanamkan kebanggaan dan rasa cinta tanah air sejak dini pada generasi muda.” tuturnya. Setelah acara pelepasan peserta SMN Sulawesi Barat ke Papua Barat, Tim dari Perhutani, PTPN III, KIMA, dan RNI pun bersiap menerima kehadiran peserta SMN dari Papua Barat di Mamuju. Mereka tiba di Sulawesi Barat pada Rabu sore, 15 Agustus 2019. Di Mamuju, mereka akan diajak ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan, termasuk ke Rumah Kreatif BUMN dan acara Sandeq Race Festival 2019.

Pembekalan SMN Papua Barat Melanjutkan pelaksanaan kegiatan SMN yang merupakan bagian dari program BHUN, Direktur SDM, Umum, dan IT Perum Perhutani, Kemal Sudiro, hadir di Hotel Maleo Town Square Mamuju, Jumat, 16 Agustus 2019. Kemal tampil bersama Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Privatisasi BUMN, perwakilan Direksi PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), untuk

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Adehika Intan/Kompers Pusat

memberikan pembekalan kepada 20 siswa dari Provinsi Papua Barat yang lolos seleksi program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019. Para siswa itu datang bersama dua pendampingnya. Di kesempatan itu, Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Privatisasi BUMN, Kindy Rinaldy Syahrir, menyampaikan paparan dari Kementerian BUMN yang dilanjutkan dengan pembekalan dari masingmasing BUMN. Di dalam pembekalan siswa SMN 2019 tersebut, dijelaskan tentang profil, peran, dan aktivitas Perum Perhutani, PTPN III, PT KIMA, dan PT RNI sebagai BUMN Indonesia yang mengemban tugas dari pemerintah di bidang masingmasing. Di dalam paparannya, Direktur SDM, Umum, dan IT Perum Perhutani, Kemal Sudiro, menjelaskan bahwa Perhutani sebagai BUMN yang bergerak di bidang kehutanan tidak hanya mengelola bisnis kayu jati, namun juga memaksimalkan sumber daya hutan lainnya seperti penyadapan getah pinus yang diolah menjadi gondorukem dan terpentin, ekowisata, industri kayu, minyak

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Di dalam paparannya, Kemal Sudiro, menjelaskan bahwa Perhutani sebagai BUMN yang bergerak di bidang kehutanan tidak hanya mengelola bisnis kayu jati, namun juga memaksimalkan sumber daya hutan lainnya seperti penyadapan getah pinus yang diolah menjadi gondorukem dan terpentin, kopal dan produk agribisnis lain kayu putih, sagu, madu, kopal dan produk agribisnis lain. Kemal juga mengatakan kepada para siswa bahwa mereka patut bersyukur terpilih dalam program SMN ini. Sebab, dengan begitu mereka bisa mengenal lebih jauh tentang BUMN. Ia pun menyampaikan harapan, kelak akan ada putra putri Papua yang menjadi bagian dari BUMN yang memiliki peran strategis bagi bangsa dan negara. “Saya berharap, diantara sekian banyak adik-adik SMN dari Papua Barat ini ada yang bercita-cita untuk bergabung dan bekerja di BUMN sehingga bisa turut membangun

bangsa ketika sudah dewasa,” katanya. Rasa sayang terhadap hutan dan sumber daya yang ada di dalamnya memang perlu terus dikembangkan. Seperti juga rasa cinta terhadap tanah air yang harus terus ditumbuhkan. Ketika kedua hal itu disatukan, kita dapat berharap banyak bahwa masa depan bangsa ini akan cerah karena telah tumbuh kecintaan terhadap bangsa dan negara di dada seluruh anak bangsa, sehingga kelak mereka akan melakukan segala upaya untuk membanggakan bangsa dan negara. • DR

DUTA Rimba 17


rimbaUTAMA

Jaga Semangat,

Bangkitkan Kejayaan Negeri

R

imbawan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds khidmat mengikuti detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu terjadi saat Perhutani KPH Lawu Ds menggelar Upacara Kenaikan Bendera untuk memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di jalur wisata pendakian Cemorosewu, Kabupaten Magetan, Sabtu, 17 Agustus 2019. Upacara tersebut diikuti oleh BPBD Kabupaten Magetan, Paguyuban Gunung Lawu (PGL), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pendaki dan Masyarakat sekitar Cemorosewu. Upacara tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH)/ Asisten Perhutani (Asper) Lawu Selatan, Marwoto. Selaku Pembina Upacara, Marwoto dalam sambutannya mengajak seluruh peserta upacara untuk selalu menumbuhkan rasa cintatanah air. Ia mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih mencintai tanah air dan menjaga NKRI. Ia juga menggugah semua pendaki agar ikut menjaga kelestarian hutan, terutama di jalur wisata pendakian Cemorosewu sampai ke puncak Gunung Lawu.

18 DUTA Rimba

Rangkaian upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi mata rantai inti kegiatan Perhutani bersama stakeholder pada 17 Agustus 2019. Selain menggelar upacara kenaikan bendera, kegiatan Perhutani dalam rangka peringatan hari kemerdekaan di sejumlah daerah juga diisi dengan aneka kegiatan penting. Ujung yang diharapkan dari seluruh rangkaian kegiatan itu adalah agar kita semua selalu dapat menjaga semangat dan mampu memberikan yang terbaik untuk mendukung upaya membangkitkan kejayaan negeri. Di dalam kegiatan tersebut, Perhutani juga menitipkan hutan kepada semua masyarakat, pendaki, dan komunitas PGL agar selalu dijaga. Merekalah yang selama ini dinilai masih peduli terhadap Gunung Lawu. Sebab, selalu menjaga semua yang ada di Hutan Gunung Lawu merupakan tanggung Jawab bersama. Sementara itu, di tempat terpisah, Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Asep Dedi Mulyadi, menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, pelaksanaan

upacara peringatan kemerdekaan akan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. “Dengan adanya upacara untuk memperingati detikdetik Proklamasi Kemerdekaan RI di Jalur Pendakian Gunung Lawu, semoga wisata Gunung Lawu semakin terkenal dan dikenal oleh seluruh Wisatawan Dunia,” ucapnya. Di hari yang sama, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) SDH Perhutani menjadi tuan rumah upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia bagi Kecamatan Kasiman

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Achmad Baidowi/KPH Pamekasan

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 19


Foto: Kompers Blitar

rimbaUTAMA

Bojonegoro. Upacara berlangsung Sabtu, 17 Agustus 2019, diikuti Pasukan Hansip, Kesatuan Paduan Suara, Kepala Sekolah dan Guruguru, Kepala Desa, Dinas/Intansi termasuk Karyawan/Karyawati Puslitbang Perhutani, Pelajar SD/ SMP/SMA, Parpol/Ormas, serta tokoh masyarakat Kasiman. Camat Kasiman, Agus Purwanto, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan Komandan Upacara adalah Anggota Polsek Kasiman, Bripka Yuli K, dan Perwira Upacara adalah IPDA Badri, serta Kepala KUA Kasiman, M.Miran QR, menjadi Pembaca Doa. Kepala Puslitbang SDH Perhutani, Yahya Amin, menyambut gembira pelaksanaan upacara tersebut di halaman Kantor Puslitbang, Cepu. “Perhutani senantiasa bersinergi dan harmonis dengan aparat pemerintah baik sipil maupun militer

20 DUTA Rimba

dalam pelaksanaan tugas Perhutani maupun kebersamaan sosial. Momen upacara bersama semacam ini juga menjadi ajang silaturahim dan koordinasi lintas sektoral yang perlu dilestarikan,” ujarnya.

Bersama Stakeholder Gelaran upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga diadakan Perhutani KPH Madura bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Pamekasan dan Sumenep. Mereka melaksanakan upacara bersama memeringati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Perhutani KPH Madura di Pamekasan, Sabtu, 17 Agustus 2019. Upacara tersebut diikuti seluruh karyawan/ karyawati, perwakilan dari Tempat Penampungan Kayu (TPK), dan salah seorang peserta upacara

dari Pemangkuan Hutan Wilayah III Madiun yang berdomisili di Pamekasan. Administratur Perhutani KPH Madura, Rumhayati, bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan komandan upacara adalah Danru Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) Mohammad Taufik. Di dalam sambutan, Rumhayati membacakan teks pidato Direktur Utama Perhutani, Denaldy M Mauna. Dirut Perhutani menyampaikan, tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”. Tema tersebut mengandung makna bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan unggul akan mendukung kemajuan Indonesia, sebagai kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan.

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Foto: Eko Santoso/KPH Lawu Ds

Rumhayati juga menyampaikan, tahun ini Perhutani mengusung tema “Perhutani 4.0+: Governce Through Connectivity”. Tema tersebut diusung sebagai upaya yang sedang dilakukan dalam rangka mengintegrasikan semua aspek baik hulu-hilir maupun internal dan eksternal, berbasis teknologi informasi terkini, dalam menunjang penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Di dalam mewujudkan Good Governance, Perhutani menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Kepolisian Republik Indonsia, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta stakeholders lainnya dan pihak lain yang terkait. Rumhayati menambahkan, Perhutani juga telah mengadakan Kick Off SNI ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). ISO 37001 merupakan tindak lanjut dari komitmen 4T yang telah ditetapkan. Komitmen tersebut tediri dari “Tolak penyuapan, Tolak penggelembungan anggaran, Tolak pemotongan uang kerja, Tolak benturan kepentingan”. Kebersamaan dengan Stakeholder dalam menyelenggarakan upacara Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga ditunjukkan Perhutani KPH Tasikmalaya, Sabtu, 17 Agustus 2019. Mereka melaksanakan upacara bersama Kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) wilayah VI Tasikmalaya di lapangan upacara KPH Tasikmalaya. Upacara tersebut dihadiri Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya Benny Suko Triatmoko, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) wilayah VI Tasikmalaya Badrujaman, serta seluruh jajaran karyawan Perhutani KPH Tasikmaya. Sebagai inspektur upacara, Benny Suko Triatmoko membacakan sambutan Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna. Intinya,

Tahun ini Perhutani mengusung tema ‘Perhutani 4.0+:Governance Through Connectivity’. Tema ini diusung sebagai upaya mengintegrasikan semua aspek baik hulu hilir maupun internal eksternal berbasis teknologi informasi terkini dalam menunjang penerapan tata kelola perusahaan yang baik. sambutan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh karyawan Perhutani yang terus semangat bekerja dalam melakukan perbaikan proses kerja secara efisien dan efektif dengan Tata Nilai INTIKU (Integritas, Inovatif, Fokus Pada Pelanggan dan Unggul). “Tahun ini Perhutani mengusung tema ‘Perhutani 4.0+:Governance Through Connectivity’. Tema ini diusung sebagai upaya mengintegrasikan semua aspek baik hulu hilir maupun internal eksternal berbasis teknologi informasi terkini dalam menunjang penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Marilah kita jadikan peringatan HUT kemerdekaan RI ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan lagi profesionalisme

dalam berkarya demi memajukan perusahaan,” paparnya. Di dalam kesempatan yang sama, Kepala CDK wilayah VI Tasikmalaya, Badrujaman, mengatakan, sinergitas antara CDK dan Perhutani harus terus dipupuk, agar pengelolaan hutan di Jawa Barat khususnya Tasikmalaya berjalan dengan baik dan dinamis. “Untuk itu, mari kita bersama-sama menyatukan dan mempererat silaturahim agar pengelolaan hutan dapat berjalan semestinya. Hari Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 harus dimaknai sebagai momentum untuk mengawali pekerjaan dengan baik. Dengan semangat kemerdekaan, marilah kita tingkatkan semangat kerja unutk mewujudkan perbaikan sumber daya hutan, serta

DUTA Rimba 21


rimbaUTAMA mewujudkan peningkatan kualitas SDM yang unggul,” pungkasnya.

Kegiatan Memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga diadakan oleh Perhutani KPH Blitar. Tepat di tanggal 17 Agustus 2019, mereka mengadakan upacara bendera di lokasi wana wisata Hutan Pinus Loji, Lereng Gunung Kelud, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Upacara yang dilaksanakan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gandusari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wlingi, itu selain diikuti karyawan Perum Perhutani yang bertugas di sana, juga dihadiri oleh Perkumpulan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PLMDH) Kabupaten Blitar dan Persatuan Istri Rimbawan (PIR). Upacara kenaikan bendera tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia itu merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Peringatan dan Perayaan HUT ke-74 RI yang dilaksanakan oleh Perhutani KPH Blitar. Sebelumnya, mereka telah melaksanakan serangkaian kegiatan semisal perlombaan dan kerja bakti membersihkan lingkungan. Kegiatan itu dimulai dari kegiatan lomba kebersihan kantor, lomba tarik tambang, lomba memindahkan kaos, lomba gendong istri, lomba memindahkan tepung, dan lainnya. Lomba-lomba itu wajib diikuti oleh seluruh karyawan yang bertugas di unit-unit kerja di bawah KPH Blitar yang terdiri dari 8 BKPH dan 3 Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Administratur Perhutani KPH Blitar, Aries Indra Supartha, mengatakan, semua rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di tahun ini merupakan bentuk partisipasi mereka dalam ikut memeriahkan

22 DUTA Rimba

Foto: Agus Hermawan/KPH Tasikmalaya

Aneka Kegiatan

Sesuai temanya yaitu ‘SDM Unggul Indonesia Maju’, harapannya seluruh karyawan Perhutani KPH Blitar dapat selalu bersama-sama untuk kompak, disiplin, semangat, inovatif, dan mencontoh semangat juang dari para pejuang dan pahlawan Bangsa Indonesia,” ujar Aries Indra Supartha. HUT ke-74 RI. “Sesuai temanya yaitu ‘SDM Unggul Indonesia Maju’, harapannya seluruh karyawan Perhutani KPH Blitar dapat selalu bersama-sama untuk kompak, disiplin, semangat, inovatif, dan mencontoh semangat juang dari para pejuang dan pahlawan Bangsa Indonesia,” ujar Aries. Sementara itu, Ketua PLMDH KPH Blitar, Paeno, menyampaikan jika pihaknya sangat berterima kasih kepada manajemen Perhutani yang telah mengajak jajarannya untuk melaksanakan upacara kenaikan bendera bersama dengan keluarga besar Perhutani KPH Blitar. Ia pun

berharap, di masa depan banyak kegiatan Perhutani yang juga bisa melibatkan pengurus dan anggota PLMDH. Hal itu untuk lebih mempererat tali silahturahmi, “Tidak hanya pada kegiatan kerja sama PHBM saja, tetapi juga mengajak untuk mengikuti kegiatan lainnya,” kata Paeno.

Spontan Gelar Upacara Di tengah suka cita peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia yang selalu menjadi tradisi untuk dirayakan setiap tahun oleh masyarakat di seluruh tanah air, mulai dari berbagai lomba khas

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Agus Hermawan/KPH Tasikmalaya

Agustusan hingga penyelenggaraan upacara bendera, selalu muncul halhal baru yang unik dari masyarakat untuk merayakannya. Salah satu hal unik itu adalah gelaran upacara yang secara spontan dilakukan oleh Mandor Tebang, M. Uzy Altabah, dan para tenaga tebang kayu di wilayah kerja Perhutani KPH Mojokerto. Mandor tebang merupakan orang-orang yang terus dikejar dengan target tebangan kayu di wilayahnya. Sehingga, ketika pencapaian mereka belum mencapai target, mereka kerap kali harus bekerja di saat rekan-rekan lain di wilayah lain melakukan kegiatan berbeda. Begitu pula, di saat para karyawan lainnya fokus pada upacara bendera dan peringatan detik-detik proklamasi di kantor dan instansinya, para mandor tebang ini harus bekerja di tengah hutan. Tetapi semangat nasionalisme tak pernah padam di hati sanubari para pekerja tebang di hutan Perhutani. Hal itu terlihat, ketika di sela-sela kesibukan menebang kayu untuk mencapai target produksi,

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Uzy Altabah masih mengingat bahwa hari itu, Sabtu, 17 Agustus 2019, adalah saat-saat paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena merupakan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI dan tepat merupakan detik-detik dibacakannya Teks Proklamasi Kemerdekaan. Mengingat hal itu, tumbuh rasa nasionalisme yang membara di hatinya. Lalu dengan spontan, Uzy mengajak para tenaga tebangan yang ada di Petak 42a Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngegreng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kambangan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto tersebut untuk menghentikan sejenak kegiatannya, dan mengibarkan Bendera Merah Putih seraya memberikan penghormatan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Saat mendengar aksi spontan gelaran Upacara Kenaikan Bendera di hutan yang digagas Uzy tersebut, Administratur Perhutani KPH Mojokerto, Suratno, memberikan

apresiasi kepada tenaga tebangan kayu di lapangan. Sebab, meskipun tengah dikejar target produksi tebangan, mereka tetap menunjukkan semangat patriotisme dan rasa nasionalisme yang tinggi. “Sikap seperti yang ditunjukkan oleh Uzy Altabah itu patut diacungi jempol. Dan ide dirinya untuk mengadakan upacara kenaikan bendera di sela-sela kegiatan tebangan itu bisa menjadi tauladan bagi teman-teman lainnya di wilayah Perhutani KPH Mojokerto,” Ujar Suratno. Apa pun ceritanya, seluruh aksi dan gelaran yang dilakukan dalam rangka Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia menerbitkan rasa bangga di hati kita. Sebab, dari sana kita bisa berharap, nasionalisme akan terus berkobar di hati sanubari seluruh anak bangsa. Nasionalisme yang mengentalkan rasa cinta tanah air itu selanjutnya diharapkan akan membuat seluruh anak bangsa berusaha dan berjuang memberikan prestasi terbaik untuk negara dan bangsanya. Merdeka! • DR

DUTA Rimba 23


Foto: Eko Santoso/KPH Lawu Ds

rimbaUTAMA

24 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Gelaran Lomba dan Pertandingan

HUT RI

H

alaman Kantor KPH Pasuruan menjadi semarak. Rimbawan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan larut dalam kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Kantor KPH Pasuruan. Peringatan Hari Kemerdekaan dilakukan Perhutani KPH Pasuruan pada Rabu, 14 Agustus 2019, dengan menggelar berbagai kegiatan perlombaan yang diikuti oleh seluruh jajaran KPH Pasuruan beserta jajaran dari Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) IV Malang. Ada banyak perlombaan yang dilaksanakan. Di antaranya adalah lomba kreasi merangkai tumpeng yang dilaksanakan antar setiap Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) wilayah kerja KPH Pasuruan dan PHW IV Malang, bola volly memakai baju daster, yel-yel Perhutani, makan kerupuk, dan memasang kaos beregu. Di hari yang sama, Perhutani KPH Pasuruan dan PHW IV Malang juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa empat ekor kambing yang dihimpun dari karyawan dan karyawati KPH Pasuruan dan satu ekor kambing dari PHW IV Malang. Daging-daging hewan kurban itu

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Sudah menjadi tradisi, setiap tahun masyarakat Indonesia selalu merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan berbagai macam perlombaan dan pertandingan. Dulu, lomba-lomba yang lazim disebut “Tujuhbelasan” itu hanya diadakan di kampungkampung. Seiring berjalannya waktu, sekolahsekolah bahkan kantor-kantor dan instansiinstansi kerap kali juga mengadakan ragam perlombaan khas Tujuhbelasan. Rimbawan Perhutani pun tak ingin kalah. Aneka perlombaan dan pertandingan digelar di banyak Kantor KPH. Bukan sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga lebih mengeratkan tali silaturahmi. Seperti apa jalannya lomba dan pertandingan itu? kemudian didistribusikan kepada masyarakat di sekitar kantor KPH. Saat memberikan sambutan di kesempatan itu, Administratur Perhutani KPH Pasuruan, Ida Jatiyana, menyampaikan turut berterimakasih kepada seluruh jajaran KPH Pasuruan dan PHW IV Malang yang telah menyisihkan rezekinya untuk berkurban. Ia pun menyampaikan, dalam kurban ini kita berbagi dan beramal untuk kebaikan, sehingga semoga di kemudian hari mendapatkan rezeki yang berlimpah.

Selain itu, Ida Jatiyana mengatakan, momen kemerdekaan dapat memberi semangat baru bagi karyawan untuk terus meningkatkan kinerja. “Selalu semangat dan terus berkarya untuk kemajuan Perusahaan,” ujarnya. Pemandangan semarak yang nyaris sama tergambar saat seluruh karyawan Perhutani KPH Banyuwangi Utara mengadakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acaranya diadakan pada

DUTA Rimba 25


Foto: Jenjam Setiyono/KPH Nganjuk

rimbaUTAMA

Minggu, 18 Agustus 2019, di lapangan bola PT Perkebunan Kalibendo. Acara tersebut di isi dengan olahraga bersama yang diikuti seluruh karyawan Perhutani KPH Banyuwangi Utara. Di dalam sambutannya, Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Agus santoso, menyampaikan terima kasih kepada Panitia Peringatan Hut ke-74 RI yang telah bekerja dengan baik sehingga acara itu bisa dilaksanakan dengan baik dan tertib. Ia pun menyebut, tema pelaksanaan HUT ke-74 Republik Indonesia ini adalah ‘SDM Unggul Indonesia Maju’. “Oleh sebab itu untuk mengejar ketinggalan target Nps kita, perlu langkahlangkah strategis dan terencana dengan baik,” katanya. Yang menarik, saat upacara usai, terdengar alunan lagu Selamat Ulang Tahun dari belakang kursi undangan dan muncul beberapa karyawati Banyuwangi Utara dengan membawa kue ulang tahun. Ternyata, itu adalah pesta kejutan yang diadakan karyawan Perhutani KPH Banyuwangi Utara untuk

26 DUTA Rimba

Administratur KPH Banyuwangi Utara, Agus santoso, yang berulangtahun tanggal 18 Agustus. Agus yang 18 Agustus 2019 genap berusia 51 tahun itu pun tersenyum. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue dan tumpeng. Sebelumnya, acara Peringatan HUT ke-74 RI dibuka dengan pelepasan balon yang dilanjutkan dengan lomba-lomba. Di antaranya lomba identifikasi pohon, caping gunung, makan kerupuk, goyang bola dan volly fun. Acara diakhiri dengan pembagian Door Price dan penyerahan hadiah lomba yang diiringi dengan musik.

Jalan Santai dan Olah Raga Di KPH Saradan kegiatan Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI juga tak kalah semara. Untuk memeringati dan merayakan HUT ke74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perhutani KPH Saradan mengikuti serangkaian kegiatan, yaitu jalan sehat dan pertandingan olah raga. Acaranya bertempat di halaman Gedung University Excellent Forestry

CorpU yang dulu dikenal dengan sebutan Pusdikbang SDM Perhutani, di Madiun, 17 Agustus 2019. Mengambil start dari halaman Gedung University Excellent Forestry CorpU, peserta menempuh rute sejauh 3 km dari jalan Mastrip, jalan Setyaki, jalan Rimba Mulya, jalan Rimba Karya, jalan Halmahera, jalan Flores, dan langsung menuju Gelanggang Olah Raga Ebony. Di sana, acara dlanjutkan dengan serangkaian kegiatan olah raga. Antara lain futsal, volley ball, yang dirangkai karaoke dan pembagian doorprize yang telah disediakan oleh panitia. Kegiatan tersebut diikuti seluruh karyawan kantor University Excellent Forestry CorpU, KPH Saradan, KPH Madiun, KPH Lawu DS, PHW dan Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Pemasaran Madiun. Di dalam sambutannya, Kepala University Execellent Forestry CorpU Madiun, Kristomo, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan dan memupuk jalinan rasa persatuan di antara para Rimbawan Perhutani. “Sangat penting untuk kita bisa bersatu dan bersinergi dalam menjalankan tugas negara dalam pengelolaan hutan di pulau Jawa dan Madura, guna meningkatkan pembangunan sebagai perwujudan dari sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia,” tegas Kristomo. Di tempat yang sama, Administratur Perhutani KPH Saradan, Noor Rochman, mengatakan, untuk memeringati HUT ke-74 RI ini, kita harus tetap semangat dan terus meningkatkan kinerja agar mampu meningkatkan produktifitas perusahaan. Selain itu, peningkatan kinerja diharapkan juga membuat kita mampu menyejahterakan masyarakat sekitar hutan dan ikut serta dalam

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Suwarno/KPH Saradan

pembangunan negara Republik Indonesia. “Kita akan terus menggali potensi yang ada dan akan terus berinovasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan baik dari bidang agroforestry maupun dari sektor wisata yang pada saat ini sedang kita rintis bersama stakeholder,” tutur Noor Rochman. Sementara itu, di Wana Wisata Edukasi Manyung, yang tepatnya berada di Petak 13A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Malangbong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bagor, KPH Nganjuk, kegiatan Peringatan Kemerdekaan Repubik Indonesia juga diisi berbagai perlombaan. Perhutani KPH Nganjuk mengadakan acara itu di Wana Wisata Manyung, Jumat, 16 Agustus 2019. Lomba yang diadakan itu diikuti seluruh jajaran karyawan KPH Nganjuk juga dharma wanita, di antaranya lomba pindah tepung, lomba perang bantal di atas kolam, lomba pakai kaos bersambung, lomba pindahkan belut, lomba makan kerupuk. Administratur KPH Nganjuk

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Bambang Cahyo Purnomo yang diwakili oleh Wakil Administratur KPH Nganjuk Pujo Riyanto dalam sambutannya menyampaikan, tujuan diadakan peringatan Hari Kemerdekaan Repubik Indonesia ke-74 tersebut adalah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. “Sebagai generasi penerus kita wajib mengisinya dengan pembangunan. Perayaan ini untuk memupuk kebersamaan sehingga terjalin kebersamaan sesama karyawan dan keluarga besar KPH Nganjuk. Lomba-lomba yang diadakan panitia ini sebagai sarana bermain dan bercengkrama sesama karyawan,” ujarnya. Sebelum memulai berbagai lomba, dilakukan senam pagi aerobik yang dipandu oleh instruktur senam. Kegiatan itu diikuti oleh seluruh peserta. Setelah senam , kegiatan dilanjutkan dengan lomba-lomba yang menarik dan mengundang gelak tawa. Di penghujung kegiatan, dilakukan acara tasyakuran dengan makan bersama. Uniknya, peserta

kegiatan itu menyantap hidangannya dengan menggunakan alas daun pisang dan duduk berjajar. “Tidak ada sekat antara bawahan dan atasan, semuanya menyatu dalam kebersamaan dalam memeriahkan peringatan hari kemerdekaan yang ke-74 ini. Sambil menikmati hidangan ala pedesaan, disemarakan oleh suana perayaan lomba-lomba dan suara merdu nyanyian para karyawan dan karyawati KPH Nganjuk,” tutup Pujo.

Isi Kemerdekaan Di Ngawi, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rijanto Jatmiko, ikut hadir dalam Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh Perhutani KPH Ngawi. Dwi Rijanto bahkan memberangkatkan peserta jalan sehat yang diadakan Perhutani KPH Ngawi, ditandai kibasan bendera start tanda dimulainya jalan sehat itu, pada Senin, 19 Agustus 2019. Jalan sehat dengan rute sekitar tujuh kilometer seputar Kota Ngawi itu diikuti sekitar 500 peserta. Mereka terdiri dari karyawan KPH Ngawi

DUTA Rimba 27


Foto: Achmad Baidowi/KPH Madura

rimbaUTAMA

beserta istri dan keluarga rimbawan. Dwi Rijanto Jatmiko menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang digelar oleh Perhutani. Di dalam sambutannya, ia pun mengingatkan generasi penerus akan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Menurut dia, momen seperti ini bisa dijadikan motivasi untuk menumbuhkan semangat dan perilaku yang mendasar sesuai dengan pancasila. “Supaya dapat memperkuat pondasi pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Ngawi,” tegasnya. Sementara itu, dalam sambutannya, Administratur Perhutani KPH Ngawi, Haris Suseno, menyampaikan, Peringatan HUT Kemerdekaan RI ini penting untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan keutuhan NKRI. Menurut Haris, kegiatan ini juga sebagai ajang

28 DUTA Rimba

pemersatu bagi karyawan Perhutani KPH Ngawi dalam membentuk jiwa yang sehat, selamat, sukses dan luar biasa, sebagaimana yang selalu dikumandangkan sebagai Salam Motivasi KPH Ngawi. Haris juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rijanto Jatmiko, yang selain berkenan memberangkatkan peserta jalan sehat, juga menyumbangkan dua buah TV LED 32 inch sebagai hadiah utama. Hadiah lainnya merupakan sumbangan dari Wakil Bupati Ngawi, yaitu sebuah sepeda gunung dan beberapa hadiah doorprize. Selain jalan sehat, perayaan HUT Kemerdekaan ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba, di antaranya tarik tambang, lomba karaoke dan tumpeng hias. Bukan hanya rimbawan dan masyarakat dewasa yang merayakan serta memeringati HUT Kemerdekaan. Anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Rimba

Perhutani KPH Madura pun ikutan. Hal itu terlihat tatkala TK Tunas Rimba Perhutani KPH Madura di Pamekasan menggelar berbagai jenis lomba untuk memeringati HUT ke74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan itu dilakukan di halaman sekolah, Kompleks Kantor Perhutani KPH Madura di Pamekasan, Sabtu, 24 Agustus 2019. Beberapa jenis lomba yang diselenggarakan di antaranya adalah lomba tartil baca Al Qur’an, hafalan Pancasil,a dan juga perlombaan yang melibatkan wali murid dan para siswa, yaitu perlombaan memakaikan baju ke siswa oleh wali murid, serta menangkap ikan lele. Hadir di acara itu, Administratur KPH Madura, Rumhayati, selaku Ketua Yayasan Taruna Rimba Perhutai (YTRP). Ia didampingi wakil ketua YTRP, Tin Samiwanto. Di saat itu, Rumhayati menyampaikan, pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan yang mendasar sebagai upaya pembinaan, yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Menurut dia, pemberian rangsangan pendidikan bagi anak itu untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan dasar dunia anak. “Karena dunia anak adalah bermain, aktif, kreatif, dunia yang riang, gembira dan sederhana,” terang Rumhayati. Di acara tersebut, ia juga menyampaikan, dunia anak adalah dunia meniru. Maka bicaralah dan ajarkan sesuai kadar kapasitas dan contohkan perbuatan baik yang kita lakukan. Sehingga, apa yang bisa mereka tiru adalah sesuatu yang baik dari kita. “Jika kita ingin anak kita terbentuk seperti apa, itu tergantung dari kita yang membimbingnya,” ujarnya.

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Di akhir arahannya, Rumhayai berpesan kepada anak anak TK Tunas Rimba yang ikut berlomba agar mengikuti acara itu dengan baik. “Tidak boleh terjadi perkelahian dan permusuhan apabila ada yang kalah dalam berlomba,” pintanya. Di tempat sama, Kepala sekolah TK Tunas Rimba, Siti Halimatus Saadah, menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih kepada ketua dan pengurus YTRP Perhutani serta wali murid atas dukungan mereka dalam membantu pelaksanaan kegiatan lomba hingga berjalan dengan lancar.

Silaturahmi Antar Rimbawan Pemanfaatan area Wana Wisata sebagai tempat kegiatan Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga dilakukan Perhutani KPH Jember. Mereka menggelar berbagai perlombaan untuk memeringati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di areal Wana Wisata Rintisan Biskit Reborn, yang berada di wilayah RPH Sumberjati, BKPH Sempolan, Sabtu, 24 Agustus 2019. Kegiatan tersebut diikuti jajaran KPH Jember, Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Jember-Bondowoso, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember, serta perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Acara diawali upacara pembukaan, dilanjutkan jalan santai, senam bersama, dan lomba-lomba semisal menyanyi, pindah sarung, piring tepung, volly terpal, dan perlombaan lainnya yang bersifat ringan dan menghibur. “Kegiatan ini untuk meningkatkan tali silaturrahmi antar rimbawan di Kabupaten Jember, dengan tema ‘Meningkatkan Sinergitas Sesama Rimbawan Guna Membangun Hutan Jember Lestari’,” kata Administratur KPH Jember, Rukman Supriatna, dalam sambutannya. Di sela-sela lomba, Kepala CDK Wilayah Jember-Bondowoso, Didik, menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi terselenggranya acara tersebut. “Acara seperti ini sangat baik untuk memupuk rasa kebersamaan rimbawan. Dalam momen seperti ini jiwa korsa akan terbangun dan pastinya akan menambah semangat dalam menjalankan tugas ke depannya,” ujarnya. Kemeriahan serupa juga tercipta saat Perhutani KPH Lawu Ds menggelar berbagai perlombaan alam rangka memeringati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang bertempat di halaman kantor Perhutani KPH Lawu Ds, Rabu, 21 Agustus 2019, itu diisi berbagai jenis perlombaan, semisal lomba Gendong Kranjang sambil kempit balon, lomba manggul tampah di kepala, lomba

Penataan Sebagai generasi penerus, kita wajib mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan inovasi. Perayaan ini untuk memupuk kebersamaan, sehingga terjalin kebersamaan sesama karyawan dan keluarga besar KPH Lawu Ds. Lomba-lomba yang diadakan panitia ini sebagai sarana bercengkrama sesama karyawan, sehingga kebersamaan terjalin,” ujar Asep Dedi Mulyadi. NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

memasukkan pensil beregu, lomba joget balon, lomba estapet tepung beregu, dan lomba merias wajah tanpa cermin. Lomba-lomba itu diikuti oleh segenap jajaran karyawan dan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perhutani KPH Lawu Ds. Di dalam sambutannya, Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Asep Dedi Mulyadi, menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Repubik Indonesia tersebut adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan Kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Selain itu, juga untuk menjalin silaturrahim antara seluruh karyawan dengan ibu-ibu DWP. “Sebagai generasi penerus, kita wajib mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan inovasi. Perayaan ini untuk memupuk kebersamaan, sehingga terjalin kebersamaan sesama karyawan dan keluarga besar KPH Lawu Ds. Lomba-lomba yang diadakan panitia ini sebagai sarana bercengkrama sesama karyawan, sehingga kebersamaan terjalin,” ujarnya. Asep menambahkan, inti kegiatan tersebut adalah menjalin kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. “Tidak ada batasan bawahan dan atasan. Semuanya menyatu dalam kebersamaan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan yang ke-74 ini,” tutup Asep. Ya, itulah intinya. Seluruh rangkaian kegiatan lomba dan pertandingan dalam rangka memeriahkan dan memeringati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan sebenarnya bermuara pada upaya untuk menjalin kebersamaan dan silaturahmi. Sebab, dari sanalah semua semangat juang terbangun. Merdeka! • DR

DUTA Rimba 29


rimbaUTAMA

Beasiswa dan Doa pun

Meluncur Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan dengan meriah. Di seluruh pelosok negeri, bangsa Indonesia menggelar aneka kegiatan, antara lain upacara, lomba-lomba khas tujuhbelasan, hingga membangun panggung gembira dimalampuncak peringatan HUT Kemerdekaan. Seluruh elemen rakyat Indonesia ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan itu,di tempat masing-masing, dengan cara masing-masing. Di Perhutani, bukan hanya upcaradan aneka lomba yang diadakan, tetapi juga aksi sosial berupa pemberian beasiswa dan pembacaan doa bersama. Seperti apa acaranya?

A

da banyak kegiatan yang lazim dilakukan masyarakat Indonesia selama peringatan HUT Kemerdekaan. Bukan seakadar tradisi, tetapi sebagian memang diatur dalam Undang-Undang. Antara lain, kewajiban warga negara Indonesia untuk mengibarkan bendera. Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang “Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, sertaLagu Kebangsaan”, pasal 7 ayat 3 mengatur tentang kewajiban mengibarkan bendera Merah Putih bagi seluruh warga negara yang memiliki hak penggunaan rumah,

30 DUTA Rimba

gedung, kantor, satuan pendidikan, transportasi publik, dan transportasi pribadi di wilayah NKRI, serta kantor perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, pada tanggal 17 Agustus. Selain mengibarkan bendera Merah Putih, mengadakan upacara, memeringati detik-detik proklamasi, rakyat Indonesia memiliki tradisi perayaan hari kemerdekaan, yaitu mengadakan lomba-lomba khas tujuhbelasan. Perlombaan yang selalu diadakan di kampungkampung atau di desa dan kota itu, umumnya diikuti oleh anak-anak dan remaja. Umumnya kegiatan lomba-lomba itu dikoordinisasikan oleh pengurus RT/RW atau karang

taruna setempat. Di antara lombalomba yang menjadi tradisi dan hampir selalu ada di setiap perayaan hari kemerdekaan itu adalah makan kerupuk, lari kelereng, balap karung, panjat pinang, tarik tambang, perang bantal, sepeda lambat, danlain-lain. Seperti juga elemen bangsa lain, karyawan dan karyawati Perum Perhutani juga mengadakan kegiatan-kegiatan itu. Upacara dan lomba-lomba digelar di hampir seluruh Kantor KPH. Tetapi, selain kegiatan-kegiatan rutin itu Kantor Perhutani di beberapa wilayah kerja juga mengadakan aksi sosial. Antara lain pemberian beasiswa pendidikan dan pembacaan doa bersama.

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Kompers Pemalang

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 31


Foto: Kompers Pemalang

rimbaUTAMA

Beasiswa Pendidikan Salah satu Kantor Perhutani yang menggelar aksi sosial adalah KPH Pemalang. Perhutani KPH Pemalang pada Sabtu, 17 Agustus 2019, menyerahkan beasiswa pendidikan. Beasiswa pendidikan itu diberikan kepada pelajar yang merupakan putra-putri karyawan Perhutani KPH Pemalang yang berprestasi. Pemberian beasiswa itu dilakukan di saat berlangsungnya Upacara Peringatan HUT ke-74 RI Tahun 2019, menjelang berakhirnya upacara tersebut. Kegiatan tersebut bertempat di halaman Kantor Perhutani KPH Pemalang. Di hari itu, Administratur Perhutani KPH Pemalang, Akhmad Taufik, menyerahkan dana beasiswa pendidikan tersebut kepada 8 pelajar tingkat SD sampai SLTA. Beasiswa pendidikan yang diserahkan di hari itu berasal dari Primkopkar Perhutani KPH Pemalang. Akhmad Taufik menyerahkan beasiswa pendidikan

32 DUTA Rimba

itu didampingi Ketua Primkopkar Kluster Jati, Teguh Purnomo, dan Sekretaris Primkopkar Kluster Jati, Suntoro. Menurut Akhmad Taufik, beasiswa dari Primkopkar Kluster Jati tersebut merupakan bentuk kepedulian karyawan anggota koperasi terhadap kemajuan pendidikan anak bangsa, untuk peningkatan kapasitas dan kualitas SDM. “Hal ini sesuai dengan tema HUT ke-74 RI, yatiu SDM Unggul Indonesia Maju. Saya berharap, beasiswa ini sedapatnya dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat belajar bagi yang menerima, dan menjadi motivasi untuk pelajar yang lain,” katanya.

Doa Bersama Sementara itu, dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perum Perhutani KPH Ngawi dan Yayasan Panti Asuhan Al-Munawwarah menggelar doa bersama. Kegiatan doa bersama

yang dikemas dalam acara bertajuk “Jumat Berkah” itu diadakan di Panti Asuhan Al-Munawwarah, Dusun Gemarang Barat, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Jumat, 23 Agustus 2019. Administratur Perhutani KPH Ngawi melalui Wakil Administratur Ngawi Barat, Agus Haryono, mengutarakan, kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Ditambahkan Agus, kegiatan doa bersama ini juga merupakan bentuk kepedulian Perum Perhutani untuk melindungi generasi muda, terutama anak-anak yatim piatu, dari hal-hal yang negatif, dengan membekali ilmu agama sejak dini. Di kesempatan itu, Perhutani KPH Ngawi juga menyerahkan dana bantuan yang diwujudkan dengan pembukaan rekening bagi 100 anak yatim se-Kabupaten Ngawi. Menanggapi kegiatan doa bersama dan pembukaan rekening itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Al-Munawwarah, Zainul Fanani,menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWI dan ucapan terima kasih kepada Perhutani yang sangat peduli terhadap anak-anak yatim piatu yang dibimbingnya selama ini. “Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kami melalui perhatian dan kasih sayang yang luar biasa dari keluarga besar Perhutani KPH Ngawi. Semoga ke depannya Perhutani makin sukses,” tutur Zainul. Segala sesuatu yang baik, semoga akan mendatangkan hasil yang baik pula. Seperti juga niat yang baik, semoga menghasilkan perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi sesama. Begitu pula bentuk kepedulian terhadap sesama. Semoga senantiasa membawa kebaikan. • DR

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 33


Foto: Kompers Pusat/Suharsono

rimbaUTAMA

34 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Mengenal Program

“BUMN Hadir untuk Negeri”

Kementerian BUMN telah mencanangkan program bertajuk “BUMN Hadir untuk Negeri” (BHUN). Dimulai tahun 2015, bertepatan dengan Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka, program BHUN telah menyentuh banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Sejak itu, setiap tahun, Kementerian BUMN dan seluruh BUMN sebagai bagian dari masyarakat Indonesia selalu berusaha mewujudkan program BHUN itu sebagai komitmen untuk menanam, memupuk dan mewujudkan rasa kebanggaan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri.

P

rogram BHUN hadir karena adanya kesadaran bahwa Indonesia merupakan sebuah negeri yang memilikikekayaan alam berlimpah, dan dihiasi berbagai keragaman. Keragaman itu menjadi suatu kekhususan tersendiri bagi Indonesia. Mulai dari ribuan pulau yangmenghampar dan menghiasi khatulistiwa, dilengkapi dengan ragam budaya, aneka bahasa daerah,

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

suku bangsa, ras, agama dan kepercayaan, dan lain-lain. Sadar akan kekayaan Indonesia itu, kehadiran program “BUMN Hadir untuk Negeri“ diharapkan akan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai Warga Negara Indonesia. Rasa kebanggaan itu selanjutnya diharapkan akan melahirkan kecintaan terhadap tanah air. Sehingga, di masa depan Indonesia akan mampu berdiri tegak sebagai

DUTA Rimba 35


Foto: Kompers Pusat/Adehika Intan

rimbaUTAMA

Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah keragaman tersebut. Hal itu merupakan perwujudan semboyan negara yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbedabeda tetapi tetap satu jua. Kementerian BUMN dan BUMN lantas mewujudkan program “BUMN Hadir Untuk Negeri” untuk mewujudkan kesadaran itu. Hal itu sebagai bentuk komitmen untuk menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggaan akan berbangsa dan bertanahair Indonesia kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok negeri. Program BHUN bermula ketika tahun 2015 Kementerian BUMN bersama BUMN melaksanakan kegiatan Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka di 34 provinsi.

36 DUTA Rimba

Hal itu merupakan perwujudan nyata “Gerakan Nasional Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka”, sekaligus sebagai bentuk kehadiran BUMN di seluruh provinsi di Indonesia. Ketika itu, kegiatan yang diselenggarakan antara lain Upacara Peringatan HUT RI, jalan sehat 8 km, bantuan penambahan fasilitas laboratorium 17 SMK di setiap provinsi, bedah rumah veteran, pemutaran film dengan menggunakan layar tancap, penjualan sembako murah, kegiatan lomba-lomba yang diikuti anggota masyarakat, Siswa Mengenal Nusantara, dan BUMN Mengajar. Di tahun 2016, kegiatan BHUN terdiri dari Siswa Mengenal Nusantara, Bedah Rumah Veteran,

BUMN Mengajar, pembinaan eks narapidana, pembinaan mantan atlet, pembinaan desa tertinggal, pembangunan tempat penitipan anak, pembangunan sarana air bersih, jalan sehat, elektrifikasi, pemutaran film, pembangunan MCK, menyalurkan sembako, penyelenggaraan lomba, dan upacara peringatan HUT RI. Untuk tahun 2017, kegiatan BHUN mengerucut menjadi Siswa Mengenal Nusantara, Bedah Rumah Veteran, Upacara, dan pembersihan lingkungan. Sedangkan di tahun 2018, kegiatan yang diadakan adalah Siswa Mengenal Nusantara, Upacara Peringatan HUT RI, Safari Ramadhan, mudik gratis, dan HUT Bersama BUMN. • DR

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 37


Foto: Hendro Arwinto/PGT Sindangwangi

RIMBAkhusus

38 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Pengakuan Atas Kinerja Dua pabrik pengolahan gondorukem dan terpentin milik Perhutani mendulang prestasi. Di Jawa Tengah, Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sapuran menerima penghargaan PROPER dengan predikat “Taat” dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan di Jawa Barat dan Banten, PGT Sindangwangi masuk nominasi peraih Penghargaan SNI Award 2019. Semua itu adalah wujud pengakuan pihak eksternal atas kinerja unggul Perhutani.

M

edio Juli 2019, Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sapuran, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan PROPER Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan predikat “Taat” itu diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kepada General Manager (GM) Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Hasil Hutan (KBM IHH) Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Dani Setyo Nugroho. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada acara puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Taman Kota Bendansari, Salatiga, Rabu, 17 Juli 2019. Di kesempatan itu, Dani Setyo Nugroho mengatakan, pihaknya

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

mengapresiasi kerja sama seluruh karyawan PGT Sapuran. Sebab, penghargaan PROPER tersebut berhasil mereka raih berkat kerja keras seluruh karyawan. “Ini merupakan reward atas kerja keras teman-teman PGT dan KBM IHH Jawa Tengah dalam mengelola lingkungan dan menaati peraturan yang berlaku. Selain itu, penghargaan ini merupakan bukti komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan yang berdampak pada semakin baiknya reputasi atau citra perusahaan,” ujarnya. Penghargaan PROPER merupakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak tahun 1995. Tujuannya untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya. Dari

penilaian PROPER, perusahaan akan memperoleh citra atau reputasi sebagaimana pengelolaan lingkungannya. Seakan tak ingin kalah dengan prestasi PGT Sapuran, kabar gembira juga dipersembahkan PGT Sindangwangi, yang berada di bawah koordinasi Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten (Divre Janten). Awal Agustus 2019, PGT Sindangwangi dinyatakan masuk nominasi Peraih SNI Award 2019. Saat itu, PGT Sindangwangi telah lolos dari tahapan Desk Evaluation dan berhak maju ke tahap Site Evaluation. Terkait dengan masuknya PGT Sindangwangi sebagai salah satu calon Peraih SNI Award 2019 itu, pada Kamis, 8 Agustus 2019, Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sindangwangi Perum Perhutani Divre Janten menerima kunjungan tim Evaluator SNI Award 2019 dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka Site Visit Evaluation SNI Award 2019. Kegiatan itu merupakan kegiatan yang mejadi kelanjutan dari tahapan penilaian SNI Award. Kepala PGT Sindangwangi, Sarim Kustono, menyambut kedatangan tim evaluator di kantornya hari itu. Pihaknya juga mempersilakan tim evaluator melakukan penilaian. Di kesempatan itu pula, ia menyatakan kesiapan PGT Sindangwangi untuk mengikuti SNI Award 2019. “Kami sampaikan selamat datang di PGT Sindangwangi kepada Tim dari BSN yang telah hadir di tempat ini. Mudah-mudahan PGT

DUTA Rimba 39


Foto: Santy Siahaan / PGT Sapuran

Foto: Hendro Arwinto / PGT Sindangwangi

rimbakhusus

Sindangwangi bisa menjadi yang terbaik dan mendapatkan SNI Award 2019,” katanya. Sementara itu, Lead Evaluator BSN, Sri Rahayu Safitri, menyatakan, kunjungan timnya ke PGT Sindangwangi hari itu adalah untuk melihat sejauhmana komitmen PGT dalam melaksanakan Standard SNI. Pelaksanaan Site Evaluation berlangsung selama satu hari, dilaksanakan oleh dua orang evaluator yaitu Sari Rahayu Safitri sebagai Lead Evaluator dan Nandita Harmina sebagai anggota. Rangkaian evaluasi tersebut diawali dengan opening yang dilanjutkan pemeriksaan dokumen dan peninjauan proses pengolahan getah pinus menjadi Gondorukem dan Terpentin. “Jadi sejauhmana sebuah perusahaan itu oriented ke standard, kami di sini menggali,” jelas Sri Rahayu Safitri.

Hasil Sadapan PGT Sapuran dan Sindangwangi melakukan pengolahan terhadap getah dari tegakan pinus untuk diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Gondorukem (resina colophonium) adalah hasil

40 DUTA Rimba

olahan dari getah hasil sadapan pada batang pinus atau tusam. Gondorukem merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap getah pinus. Hasil destilasinya sendiri menjadi terpentin. Di Indonesia, gondorukem dan terpentin diambil dari batang Pinus atau Tusam Sumatera (Pinus merkusii). Di luar negeri, sumbernya adalah Pinus palustris, Pinus pinaster, Pinus ponderosa, dan Pinus roxburghii. Kandungan gondorukem sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Secara umum, gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan. Kandungan gondorukem sebagian besar adalah asamasam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Penggunaan gondorukem antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat, bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan cat (lak).

Sedangkan terpentin yang di dalam bahasa Inggrisdisebut turpentine adalah cairan lengket berwarna kuning muda hingga coklat yang diperoleh dari olahan getah berbagai pohon pinus (Pinus halepensis, Pinus maritima, Pinus cembra, Pinus palustris, dan lain-lain). Terpentin berbentuk cair berwarna jernih serta merupakan pelarut yang kuat. Terpentin banyak berguna antara lain untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamper, dan industri farmasi.

Pengolahan Getah Pinus Di dalam proses pengolahan getah pinus di PGT Perum Perhutani semisal Sapuran dan Sindangwangi, bahan baku industri tersebut yang berupa getah pinus diproses melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah penerimaan dan pengujian bahan baku; pengenceran; pencucian dan penyaringan; pemanasan atau pemasakan; danpengujian dan pengemasan. Proses pengolahan getah menjadi gondorukem pada umumnya meliputi dua tahapan, yaitu pemurnian getah dari kotoran-kotoran dan pemisahan

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Hendro Arwinto/PGT Sindangwangi

terpentin dari gondorukem dengan cara destilasi/penguapan. Proses pemurnian getah dilakukan melalui pengenceran getah dengan terpentin, pengambilan kotoran kasar dengan cara penyaringan, serta pencucian dan pemisahan kotoran halus dengan penyaringan maupun pengendapan. Proses pemisahan gondorukem dari terpentin dilakukan dengan dua cara pemanasan, yaitu secara langsung dan dengan pemanasan tidak langsung (menggunakan uap).

Sapuran dan Sindangwangi Selain melaksanakan kegiatan perusahaan jati, Perum Perhutani juga menangani kegiatan pengelolaan tegakan yang lain. Dari tegakan yang lain itu, hasil yang dapat diambil tergolong hasil hutan non kayu. Salah satunya adalah memanfaatkan getah pinus. Getah pinus itu diambil dari tegakan Pinus merkusii yang merupakan spesies pinus endemik yang banyak tumbuh di Indonesia. Pengelolaan tegakan pinus oleh Perhutani itu meliputi kegiatankegiatan persemaian, penanaman, perawatan, peyadapan getah, hingga masuk kepada proses

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

industri pengelolaan getah pinus. Pengelolaan industri getah pinus inilah yang menghasilkan gondorukem dan terpentin. Produk gondorukem dan terpentin Perhutani memiliki prospek sangat besar. Hal itu mendorong Perhutani membangun dan mengelola pabrik gondorukem dan terpentin (PGT). PGT Sapuran adalah salah satu pabrik milik Perum Perhutani yang mengolah hasil hutan non kayu berupa getah pinus. PGT Sapuran berdiri tahun 1987. PGT Sapuran berdiri di atas areal tanah seluas 750 meter persegi yang terletak di antara Kota Purworejo dan Kota Wonosobo. Letak PGT Sapuran terbilang strategis, karena berada dekat dengan sumber air, bahan baku, dan jalan raya. Pengoperasionalan PGT merupakan perwujudan visi dan misi Perhutani. Visi Perhutani adalah “Menjadi pengelolaan hutan tropis terbaik di dunia”. Sedangkan misi Perhutani adalah “Mengelola hutan tropis dengan prinsip pengelolaan hutan lestari bersama masyarakat; Meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai sumber daya hutan; Mengoptimalkan manfaat hasil hutan kayu, non kayu, dan jasa lingkungan

serta potensi lainnya, dalam rangka meningkatkan pendapatan dan keuntungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar hutan; Membangun sumber daya manusia perusahaan yang bersih, berwibawa, dan profesional; Mendukung dan berperan serta dalam pembangunan wilayah dan perekonomian nasional”. Sementara itu, PGT Sindangwangi merupakan satusatunya pabrik pengolahan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin yang berada di wilayah kerja Perhutani Divre Janten. Lokasi pabrik tersebut tepatnya berada di Kecamatan Nagreg, Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari, PGT Sindangwangi mengolah getah pinus dari 13 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) pemasok getah yang ada di Divre Janten. Produk getah pinus dari seluruh wilayah pengelolaan hutan di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten semuanya dikirim ke PGT Sindangwangi untuk diolah. Divre Janten sendiri membawahi 13 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Produk gondorukem yang diproduksi di PGT Sindangwangi ini semuanya diekspor ke luar negeri, terutama India.•DR

DUTA Rimba 41


rimbakhusus

Menjalin Hubungan Erat

dengan Mitra Penyadap Getah Pinus

Perhutani sadar betul arti penting penyadap getah pinus sebagai mitra kerja mereka. Kesadaran itu membuahkan langkah-langkah Perhutani untuk selalu menjaga hubungan baik yang erat dengan para mitra penyadap getah pinus. Bukan sekadar hubungan bisnis dalam rangka menjalankan industri, tetapi lebih jauh lagi, merupakan hubungan silaturahmi dan kekerabatan yang erat.

L

angkah Perhutani menjalin hubungan kekerabatan yang erat dengan para penyadap getah pinus itu antara lain ditunjukkan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat. Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Jambu Dayeuh Luhur, Perhutani KPH Banyumas Barat melaksanakan kegiatan bedah rumah penyadap getah pinus. Kegiatan bedah rumah penyadap getah pinus itu sendirimerupakan salah satu program kegiatan komunikasi sosial dari Perhutani KPH Banyumas Barat. Tujuannya untuk membantu meringankan beban

42 DUTA Rimba

masyarakat sekitar hutan yang kurang mampu. Asper Wanareja, Joni, mewakili Administratur Perhutani KPH Banyumas Barat, menyerahkan bantuan berupa material bahan bangunan untuk bedah rumah tersebut kepada Kepala Desa Jambu Dayeuh Luhur, Rustono. Di dalam keterangannya, Joni menyampaikan pesan dari Administratur Perhutani KPH Banyumas Barat, bahwa program komunikasi sosial merupakan sebuah wujud kepedulian Perhutani kepada masyarakat sekitar hutan. Tujuannya untuk membantu masyarakat meningkatkan kelayakan dan taraf

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Eko Supriyono/KPH Banyumas Barat

hidupnya, semisal kelayakan rumah sehat layak huni, dan sebagainya. Bantuan material tersebut selanjutnya akan dioperasionalkan oleh Pemdes untuk melakukan pembangunan rumah penyadap getah pinus. Menyikapi bantuan dari Perhutani KPH Banyumas Barat itu, Kepala Desa Jambu Dayeuh Luhur, Rustono, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani. Ia juga berharap, program Komunikasi Sosial dari Perhutani selanjutnya dapat terus berlanjut. Sebab, program Perhutani tersebut sejalan dengan program pembangunan yang ada di desanya. Maka, dengan jalinan kerja sama

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

tersebut, program komsos dan program pembangunan desanya dapat berjalan bersama dengan saling melengkapi.

Berbagi Berkah Kegiatan sosial terhadap para penyadap getah pinus itu bukan baru pertama kali dilakukan Perhutani KPH Banyumas Barat. Sudah berkali-kali mereka melakukan kegiatan sosial semacam itu. Misalnya, kegiatan berbagi berkah yang berlangsung satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri awal Juni lalu. Hal itu dilakukan dalam rangka Perhutani KPH Banyumas Barat berbagi kebahagiaan di bulan

suci Ramadhan. Melalui Kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang, Perhutani KPH Banyumas Barat sudah melaksanakan kegiatan berbagi berkah berupa penyaluran dan pembagian paket sembako kepada tenaga penyadap getah di wilayah BKPH Majenang. Kegiatan Berbagi Berkah Ramadhan tersebut dipusatkan di semua Tempat Penyimpanan Getah (TPG) yang ada di wilayah pangkuan BKPH Majenang. Total sebanyak 4.500 tenaga penyadap getah pinus di wilayah pangkuan BKPH Majenang mendapatkan paket sembako, berupa beras, gula, minyak goreng,

DUTA Rimba 43


Foto: Eko Supriyono/KPH Banyumas Barat

rimbakhusus

dan lainnya. Selain itu, sejumlah 29 orang Ketua Kelompok Tani Sadap (KTS) juga mendapatkan baju koko dan sarung. Para penyadap getah menyatakan mereka merasa senang karena mendapatkan paket sembako yang dibagikan Perhutani KPH Banyumas Barat itu. Menurut para penyadap getah pinus yang sudah bekerja selama belasan tahun ini, paket-paket sembako bantuan dari Perhutani itu bisa membantu mereka untuk berhari raya lebaran. Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Banyumas Barat, Toni Kuspuja, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian kecil dari program sosial Perum Perhutani. Diharapkan, melalui kegiatan semacam ini, keakraban dapat

44 DUTA Rimba

semakin erat terjalin. Juga dapat meningkatkan nilai silaturahmi di antara karyawan Perhutani dengan para tenaga penyadap getah pinus serta masyarakat hutan lainnya. Sebab, masyarakat sekitar hutan juga telah turut menjaga keamanan dan kelestarian hutan. “Karena keterbatasan personel, tidak mungkin kita sendirian mampu menjaga hutan yang demikian luas,” ujar Toni Kuspuja. Sementara itu, Asper / KBKPH Majenang, Agung Heru Sasongko, menjelaskan, ada 10.131,15 Hektare hutan di wilayahnya. Dari lahan seluas itu, seluas 7.813,70 Hektare merupakan hutan pinus. Hutan pinus seluas itu menghasilkan getah yang disadap dengan melibatkan 4.500 orang tenaga penyadap

getah. Maka, senada dengan Toni, Agung juga berharap, kegiatan pembagian sembako yang mereka lakukan dalam momen Idul Fitri itu diharapkan bisa menjadi sarana untuk mempererat jalinan silaturahmi di antara Perhutani dengan tenaga penyadap getah pinus. “Perhutani sangat memperhatikan tenaga penyadap. Pembagian sembako ini diharapkan bisa meringankan beban para penyadap saat merayakan Hari Raya Idul Fitri,” ucap Agung. Bentuk-bentuk kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian Perhutani terhadap masyarakat sekitar hutan. Bukan hanya terhadap mitra penyadap getah pinus, tetapi umumnya kepada masyarakat sekitar hutan. Bravo! • DR

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 45


rimbakhusus

Merajut Kepercayaan

Menjalin Kerja Sama

Kepercayaan dari pihak ketiga kepada Perhutani tak hanya berwujud penghargaan yang diberikan atas kinerja. Mereka menaruh kepercayaan dengan menjalin kerja sama bisnis dengan Perhutani. Sejumlah momen penandatangan nota kesepahaman pun digelar. Jalinan kerja sama itu merupakan wujud kepercayaan dari pihak ketiga yang terrajut sebagai pengakuan atas kinerja perusahaan di dunia profesional.

S

aat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang terus digarap. Sebab, masyarakat sudah semakin merasakan kegiatan wisata sebagai sebuah kebutuhan. Seiring kemampuan finansial yang terus meningkat, serta pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder telah tercukupi, orang sudah berpikir untuk memenuhi kebutuhan lain. Salah satunya adalah refreshing. Maka, tak salah jika Perhutani pun kian serius menggarap wana wisata sebagai salah satu potensi besar yang dimiliki. Keseriusan dalam menggarap wana wisata itu ditunjukkan dengan cara mengelola

46 DUTA Rimba

lokasi-lokasi wisata yang ada di dalam kawasan Perhutani dengan lebih profesional. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng pihak lain dalam jalinan kerja sama pengelolaan wisata. Misalnya terlihat tatkala Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) Pariwisata dengan Pemerintah Kabupaten Lebak. Bertempat di Kantor Taman Nasional Halimun Salak Wilayah I Lebak, Nota Kesepahaman itu ditandatangani langsung oleh Administratur Perhutani KPH Banten, Isnin Soiban, dengan Bupati

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Asep Wahidin / KPH Majalengka

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 47


Foto: Luckyta Sakagiri / KPH Banten

rimbakhusus

Lebak, Iti Ocktavia, Selasa, 9 Juli 2019. Penandatanganan MoU itu disaksikan oleh Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani, jajaran Perum Perhutani KPH Banten, Perwira Pembina (Pabin) Perhutani Banten, dan Camat Kecamatan Gajrug. Perjanjian kerja sama yang ditandatangani itu meliputi kerja sama pengelolaan pariwisata. Administratur Perhutani KPH Banten, Isnin Soiban, dalam sambutannya di kesempatan itu, mengatakan, kerja sama pariwisata tersebut merupakan wujud atau implementasi visi Perhutani yang seyogianya selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Lebak. Di dalam hal ini implementasi visi itu untuk pengembangan potensipotensi wisata alam yang terdapat di kawasan hutan.

48 DUTA Rimba

“Di dalam jangka panjang, diharapkan semua potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Lebak dapat dinikmati oleh masyarakat banyak,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Lebak, Iti Ocktavia, berharap, dengan adanya kerja sama pariwisata yang disepakati antara Perhutani KPH Banten dan Pemkab Lebak itu dapat menarik wisatawan dari dalam maupun luar daerah untuk datang berkunjung. Sehingga, hal itu akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Maka, di masa depan hal itu akan menjadikan Kabupaten Lebak sebagai icon wisata di Provinsi Banten.

Budi Daya Jagung Jalinan kerja sama juga terwujud di Majalengka, Jawa Barat. Pada

Rabu, 17 Juli 2019, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Majalengka dan Pondok Pesantren (Pontren) Al Mualimin Al Mualimat Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, melakukan pertemuan untuk pembahasan MoU tentang pemanfaatan kawasan hutan dengan budi daya tanaman Jagung. Momen penandatangan MoU itu dilakukan di Kantor Perhutani KPH Majalengka. Acara tersebut dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Majalengka, Andi Mulya, beserta jajarannya dan perwakilan Pondok Pesantren Al Mualimin Al Mualimat, Ema Satya Laksana. Kegiatan tersebut merupakan langkah awal yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman yang nantinya akan ditindakanjuti dengan jalinan perjanjian kerja sama.

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Luckyta Sakagiri / KPH Banten

Di kesempatan itu, Administratur Perhutani KPH Majalengka, Andi Mulya, mengatakan, kerja sama itu bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan dengan budi daya tanaman Jagung. Melalui kerja sama dengan investor dan masyarakat sekitar hutan, Andi berharap pemanfaan hutan secara ekonomis dapat memberikan pendapatan bagi Perhutani dan Pondok Pesantren dari sektor agroforestry. Seiring dengan itu, juga dapat meningkatkan perekonomian Masyarakat Desa Hutan (MDH). Sementara Perwakilan Pontren Al Mualimin Al Mualimat, Ema Satya Laksana, menyatakan, kerja sama yang akan dilaksanakan dengan Perhutani itu meliputi pengembangan budi daya tanaman Jagung, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian kerakyatan, dimana pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat setempat. “Semoga kerja sama ini

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Selama ini memang belum ada kejadian hukum, semisal adanya pihak-pihak yang menuntut atau mempermasalahkan tanah Perum Perhutani ke ranah hukum, ataupun masalah hukum lainya. Namun, Perhutani mengantisipasi adanya permasalahan hukum itu dengan melakukan kerja sama dengan kejaksaan. membawa berkah dan manfaat buat masyarakat, pondok pesantren, dan Perhutani,” katanya.

Dengan Kejaksaan Kerja sama juga dilajin Perhutani di bidang hukum. Hal itu terlihat tatkala Perhutani di wilayah Kabupaten Blora menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh lima Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora, I Made Sudiatmika. Lima Adminstratur (Adm) Perhutani

yang hadir menandatangani kerja sama dengan Kejari Blora tersebut adalah Adm Perhutani KPH Blora, Afwandy; Adm Perhutani KPH Cepu, Dhadut Sujanto; Adm Perhutani KPH Kebonharjo, Erwin; Adm Perhutani KPH Mantingan, Widodo Budi Santosa; dan Adm Perhutani KPH Randublatung, Achmad Basuki. Penandatangan naskah kerja sama tersebut dilakukan di Aula Kantor Perhutani KPH Blora, Senin, 5 Agustus 2019. Menurut Adm Perhutani KPH Blora, Afwandy, kerja sama itu terkait dengan bantuan hukum yang akan diberikan kejaksaan selaku pengacara

DUTA Rimba 49


negara. “Lima Adm Perhutani telah menandatangani MoU dengan Kejari Blora terkait antisipasi gangguan kehutanan yang ada di wilayah masing-masing KPH,” ujar Afwandy. Ia menambahkan, selama ini memang belum ada kejadian hukum, semisal adanya pihak-pihak yang menuntut atau mempermasalahkan tanah Perum Perhutani ke ranah hukum, ataupun masalah hukum lainya. Namun, Perhutani mengantisipasi adanya permasalahan hukum itu dengan melakukan kerja sama dengan kejaksaan. “Kami dan Kejari selaku aparatur negara memang sudah ada kerja sama sejak dulu, dan diperpanjang setiap dua tahun sekali,” tandas Afwandy. Sedangkan Kepala Kejari Blora, I Made Sudiatmika, yang hadir di kesempatan itu dengan didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum), Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Kasi Intel, dan sejumlah staf Kejaksaan Negeri Blora. Kejari Blora menyambut baik terjalinnya MoU tersebut, dalam hal ini selaku pengacara negara. “Kami siap memberikan bantuan hukum tanpa administrasi, karena itu memang sudah tugas kami,” kata I Made Sudiatmika. Sebenarnya, tak hanya kali ini saja pihak Kejaksaan melakukan penandatanganan kerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Blora. Beberapa waktu lalu, penandatanganan kerja sama juga dilakukan Kejaksaan Negeri Blora dengan sejumlah BUMD di Blora. Selain itu, kejaksaan juga merupakan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Blora.

Budi Daya Porang Jalinan kerja sama juga dirajut Perhutani KPH Saradan. Salah satu

50 DUTA Rimba

Foto: Kompers Blora

rimbakhusus

kerja sama itu dijalin dengan PT Asia Prima Konjac (APK) untuk mengembangkan tanaman porang dengan pola kemitraan. Jalinan kerja sama antara Perhutani KPH Saradan dengan PT APK ditandai dengan acara penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kemitraan usaha dan budi daya tanaman porang yang dilaksanakan di Madiun, Rabu, 10 Juli 2019. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Administratur Perhutani KPH Saradan, Noor Rochman, dengan Direktur PT APK Madiun, Revia Christiano Gozali. Di dalam MoU tersebut mereka antara lain menyepakati terjaminnya kelestarian sumber daya hutan dan

fungsinya, serta biofisik lingkungan baik di dalam maupun di luar hutan. Kesepakatan yang lain adalah adanya pembinaan terhadap Anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Pembinaan itu dimaksudkan agar bisa meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung ketersediaan bahan baku porang sebagai bahan untuk industri pengolahan porang yang berada di Kabupaten Madiun. Lokasi budi daya tanaman porang di dalam kawasan hutan Perhutani KPH Saradan yang dikerjasamakan saat ini baru seluas 420 Hektare. Lahan seluas itu meliputi wilayah-wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto: Suwarno / KPH Saradan

Hutan (BKPH) Tulung, BKPH Kedungbrubus, BKPH Kaliklampok, dan KPH Pajaran. Noor Rochman usai menandatangani MoU tersebut mengatakan, pihaknya sangat mendukung terjalinnya kerja sama tersebut. Sebab, di wilayah KPH Saradan masih banyak terdapat lahan di bawah tegakan yang bisa dioptimalkan. Termasuk mengoptimalkan lahan di bawah tegakan tersebut dengan pengembangan budi daya porang. “Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Madiun juga memberikan perhatian khusus untuk pengembangan budi daya porang di wilayah Perhutani KPH Saradan,” ujarnya. Tetapi, Noor Rochman menekankan, kegiatan budi daya porang di lahan Perhutani itu tentu saja harus memerhatikan kaidahkaidah kelestarian hutan. “Kami berharap, dengan adanya kerja sama antara Perhutani dengan PT APK in, kita mampu bersinergi untuk mengelola sumber daya hutan melalui budi daya tanaman porang yang ditanam di bawah tegakan di kawasan hutan Perhutani,” kata Noor Rochman. Di kesempatan yang sama, Revie Christianto Gozali menyampaikan, tanaman porang yang tersebar di kawasan hutan Perhutani KPH Saradan sangat melimpah. Hal

itu merupakan potensi yang luar biasa. Sehingga, mereka tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Perhutani dalam mengelola potensi porang yang keberadaannya sangat melimpah itu.

Noor Rochman menekankan, kegiatan budi daya porang di lahan Perhutani itu tentu saja harus memerhatikan kaidah-kaidah kelestarian hutan. “Kami berharap, dengan adanya kerja sama antara Perhutani dengan PT APK in, kita mampu bersinergi untuk mengelola sumber daya hutan melalui budi daya tanaman porang yang ditanam di bawah tegakan di kawasan hutan Perhutani,” NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

“Melihat potensi itu, kami tertarik untuk bisa menggandeng Perhutani serta melakukan kerja sama kemitraan dan usaha peningkatan budi daya tanaman porang,” ucapnya. Menurut dia, jika kerja sama tersebut dapat diimplementasi secara maksimal dan optimal, diharapkan masyarakat sekitar hutan juga merasakan dampak positifnya. “Dengan menjalin kerja sama tersebut, diharapkan pelaksanaannya akan dapat saling menguntungkan kedua belah pihak, dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan sebagai petani porang,” tutup Revie. • DR

DUTA Rimba 51


perayaan hari kemerdekaan

Dok. Kom PHT®2014 | Foto : SOE.

Perhutani 2019

52 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • juli Juli - agustus • 2019


LENSA

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 53


54 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • juli Juli - agustus • 2019


LENSA

NO. 79 55 • TH. 9 13••november juli - agustus - desember • 2019 • 2014

DUTA Rimba 55


SobatRIMBA

56 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 57


SobatRIMBA

58 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 59


lintasrimba

Dirbangbis Perhutani

Foto : Y. Niken Anggraini / KPH Kedu Selatan

Dampingi Menpar Kunjungi Ekowisata Glamping DeLoano

Purworejo - Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran (Dirbangbis) Perum Perhutani, Bambang Catur Wahyudi, mendampingi Menteri Pariwisata RI (Menpar), Arief Yahya, saat meninjau lokasi wisata Glamourus Camping (Glamping) De Loano, di Purworejo, Kamis, 22 Agustus 2019. Direktur Badan Otoritas Borobudur (BOB), Indah Juanita, turut serta hadir dalam kunjungan yang sekaligus bertujuan untuk memastikan rencana pengembangan wisata Glamping De Loano itu. Nomadic Tourism Glamping De Loano telah di-launching bulan Februari 2019. Sejak itu, De Loano menjadi salah satu prioritas destinasi wisata alam yang akan dikembangkan guna menarik kunjungan wisatawan mancanegara, dan meningkatkan angka kunjungan wisata daerah. Bertempat di kawasan hutan RPH Loano, BKPH

60 DUTA Rimba

Purworejo, Wisata Glamping Deloano merupakan pengembangan kawasan wisata Badan Otoritas Borobudur (BOB). De Loano yang secara administratif berada di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, itu merupakan lokasi wisata yang dikelola Perum Perhutani bekerjasama dengan BOB. Tempat wisata ini menawarkan nuansa ber-camping di perbukitan dengan panorama hutan Pinus seluas 309 hektare serta view kebun teh, adventure off road, pertunjukan seni budaya tradisional, serta kuliner kopi alas. “Borobudur masuk dalam 4 destinasi super prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah di samping Danau Toba, Mandalikan, dan yang terbaru Labuhan Bajo. Alokasi anggaran pendukung, terutama pada infrastruktur dan

sarana utilitas dasar lainnya, harus ada untuk menggenjot pengembangan destinasi unggulan ini dengan target kunjungan wisman sampai dengan tahun 2019 ini adalah 2 juta wisman, khusus untuk DIYJateng,” jelas Arief Yahya di dalam sambutannya saat itu. Sementara itu, Dirbangbis Perum Perhutani, Bambang Catur Wahyudi, menyampaikan, De Loano merupakan hasil sinergi dalam bentuk kerja sama usaha Perhutani dengan Badan Otorita Borobudur sebagai pengelola. Menurut dia, De Loano dapat menjadi pilot project yang bagus untuk dikembangkan di lokasi-lokasi Perhutani. Tentu saja pengembangan lokasi wisata itu dengan tidak mengabaikan kaidah–kaidah kelestarian hutan. Bambang pun berharap, di masa depan kontribusi Perhutani untuk meningkatkan pariwisata, khususnya ekowisata, akan lebih besar lagi. • DR

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Perhutani Serahkan Bantuan Asuransi

Kepada Penyadap di Purworejo memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Administratur KPH Kedu Selatan, Anthonie, kepada ahli waris Wangsit penyadap getah petak 99p dan 99q serta Kasiran penyadap getah petak 91a RPH Gebang. Di dalam kurun waktu tahun 2019 ini tercatat sudah 6 orang penyadap yang menerima bantuan asuransi dari Perhutani KPH Kedu Selatan

dengan total senilai Rp 14.400.000. Anthonie pun berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penyadap. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan penyadap merasakan pentingnya jaminan keselamatan kerja, terutama jaminan kesehatan sehingga penyadap tetap terlindungi hak–haknya pada saat melaksanakan kegiatan menyadap dalam kawasan hutan Perhutani,” ujarnya. • DR

Foto : Y. Niken Anggraini / KPH Kedu Selatan

Kedu Selatan - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menyerahkan santunan berupa bantuan asuransi kepada 2 orang penyadap getah di wilayah BKPH Purworejo, Selasa, 6 Agustus 2019. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian Perhutani KPH Kedu Selatan terhadap masyarakat khususnya penyadap, dengan menggandeng Asuransi Jiwa Sraya guna

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 61


lintasrimba

Stan Perhutani

di Festival Muharram Bondowoso Menarik Perhatian Pengunjung potensi kesenian, lingkungan, budaya, dan ekonomi, dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari Pemerintah, SKPD, BUMN, UMKM, Swasta, serta karya inovatif masyarakat Bondowoso. Yang berkunjung ke stan Perhutani saat pameran berlangsung terutama adalah masyarakat dan pelajar. Di sana, mereka berkesempatan untuk menyaksikan visual pengolahan produk non kayu Perhutani, berupa gondorukem sebagai produk unggulan dan proses pembuatan minyak kayu putih. Serta melihat contoh hasil potongan atau blok kayu kehutanan, antara lain jati, mahoni, dan pinus.

Selain itu, stan Perhutani KPH Bondowoso juga menampilkan produk unggulan dari beberapa Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Di antara produkproduk unggulan itu adalah madu, minyak kayu putih, serta aneka olahan hasil hutan berupa kopi bubuk baik jenis arabika maupun robusta. Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Agus Sarwedi, mengatakan, salah satu produk Perhutani KPH Bondowoso yang menarik perhatian adalah parfum alami yang terbuat dari buah kopi khas Bondowoso. “Pengolahan parfum tersebut merupakan kerjasama dengan LMDH Wana Agung Sejahtera binaannya,” ungkapnya. Menurut Agus, kegiatan Festival Muharram 1441 Hijriyah yang diadakan Pemkab Bondowoso itu merupakan momen yang sangat baik. “Selain dalam rangka memeringati tahun baru Islam, pada momen itu juga Perhutani dapat memamerkan produknya lewat stan yang didirikan,” ujar Agus. • DR

Dok. Kompers Bondowoso ®2019

Bondowoso - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso ikut ambil bagian dalam Festival Muharram 1441 Hijriyah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso di alun-alun Ki Ronggo. Pameran yang dibuka oleh Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, Sabtu, 31 Agustus 2019, itu berlangsung hingga 9 September 2019. Yang menarik, stan pameran milik Perhutani KPH Bondowoso itu begitu menarik perhatian pengunjung. Festival Muharram 1441 Hijriyah Kabupaten Bondowoso merupakan agenda tahunan dalam bentuk pameran edukatif meliputi seluruh

62 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


PT SGS Rekomendasikan Perhutani Tetap Bersertifikat Jakarta - Perum Perhutani bersama PT Standard Global Services (SGS) melaksanakan kegiatan Closing Meeting Audit Resertifikasi Forest Stewardship Council – Controlled Wood (FSCCW), di Kantor Pusat Perum Perhutani, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Zaenal Abidin dan Fourry Meilano (PT SGS), serta segenap Kepala Divisi Kantor Pusat Perhutani dan Management Representatif pada satuan unit kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sampel Audit. PT SGS adalah Lembaga Sertifikasi pengelolaan hutan di Indonesia yang telah memiliki akreditasi untuk melaksanakan audit sesuai dengan Prinsip dan Kriteria yang telah ditetapkan oleh FSC. Sertifikat FSC-CW merupakan bukti pengakuan internasional terhadap pengelolaan hutan lestari yang dilakukan oleh pengelola hutan, dalam hal ini diberikan kepada Perum Perhutani sebagai BUMN Kehutanan yang mengelola hutan di Pulau Jawa dan Madura. Tahun 2019, Perhutani memasuki siklus kedua sertifikat pengelolaan hutan Standard FSC-CW. Masa berlaku sertifikat tersebut selama 5 (lima) tahun sejak tahun 2014 dan akan berakhir tanggal 7 oktober 2019. KPH yang bersertifikat FSCCW sejumlah 49 KPH yang tersebar di 3 (tiga) Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Terdapat 5 (lima) standard FSC-CW yang harus dipenuhi oleh pengelola hutan. Lima standard itu

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Dok. Aga Prasetya, Nanjar Munandar / Kompers Pusat ®2019

FSC-Controlled Wood

yaitu: Satu, tidak menebang kayu secara illegal. Dua, tidak melanggar hak-hak sipil dan hak tradisional. Tiga, tidak merusak kawasan hutan dengan nilai konservasi tinggi. Empat, tidak mengkonversi hutan alam. Lima, tidak menanam pohon hasil rekayasa genetik. Dari hasil audit yang dilakukan, PT SGS merekomendasikan sertifikat FSC-Controlled Wood bagi Perum Perhutani. “Berdasarkan hasil audit yang telah kami lakukan di beberapa sampel kawasan hutan Perhutani,

kami putuskan bahwa Perhutani masih layak menyandang sertifikat FSC-Controlled Wood,” demikian dikatakan Zaenal Abidin selaku Lead Auditor PT SGS Indonesia. Di kesempatan yang sama, Direktur Operasi Perum Perhutani, Sumardi, menyampaikan komitmen Perhutani bahwa dalam pengelolaan hutan harus terus memenuhi standard-standard FSC-CW. “Perhutani tetap berkomitmen terhadap standard pengelolaan hutan FSC-CW,” ucap Sumardi. • DR

DUTA Rimba 63


Foto : Mukhlisin / KPH Banyuwangi Selatan

lintasrimba

“Banyuwangi Ethno Carnival”

Berikan Peningkatan Jumlah Pengunjung di Lokasi Wisata Perhutani Banyuwangi - Ajang spektakuler “Banyuwangi Ethno Carnival” (BEC) merupakan agenda tahunan yang digelar di pusat Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Tahun ini, penyelenggaraannya diadakan pada Sabtu, 27 Juli 2019. Yang menarik, penyelenggaraan BEC memberikan dampak positif berupa peningkatan jumlah pengunjung di lokasi wisata Perum Perhutani. Agenda tahunan tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan minat pengunjung di seluruh lokasi wisata di Kabupaten Banyuwangi. Di antaranya wisata yang dikelola oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan, yaitu Pantai Pulau Merah, Djawatan, dan Pantai Grajagan.

64 DUTA Rimba

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, penyelenggaraan BEC bukan sekadar kegiatan pariwisata, tetapi merupakan event yang baik untuk terus menghidupkan tradisi dan budaya lokal melalui cara yang dimengerti dunia, sekaligus juga menjadi wadah bagi kreatifitas generasi muda Banyuwangi. Dia menjelaskan, dari sisi komersial, sektor pariwisata menjadi pendongkrak taraf ekonomi masyarakat sekitar, pengelola wisata, perhotelan, dan pelaku bisnis lainnya. “Ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah daftar kunjung wisatawan ke Banyuwangi dari 491.000 orang, naik menjadi 5,3 juta orang di tahun 2018. Dan kunjungan wisman dari 5.000 orang, kini

menjadi 120.000 orang,” jelas Anas. Menanggapi hal tersebut, Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susatyo, merasakan kebanggaan dengan digelarnya berbagai agenda tahunan oleh Pemerinah Kabupaten Banyuwangi. “Seperti perhelatan Banyuwangi Festival (B-Fest) misalnya, sangat yang berimplikasi pada meningkatnya kunjungan wisatawan di wilayah Perhutani, seperti destinasi wisata Pulomerah dan wisata Djawatan yang kini semakin dikenal dan menjadi tujuan wisatawan,” ucap Nur Budi. Perhelatan BEC sendiri dihadiri oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Akhmad Muqowam, beberapa Kepala Daerah dari berbagai wilayah di tanah air, dan dihadiri juga oleh perwakilan konsulat dari negara sahabat. “Setiap akan dihelat event seperti BEC ini, seminggu sebelum dan sesudah penyelenggaraan event ini, terjadi peningkatan pengunjung pada destinasi wisata Pulomerah, Djawatan, dan Grajagan,” terang Nur Budi. • DR

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 65


Foto : Suwarno / KPH Saradan

warisanrimba

66 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Mengenang Kisah

Ki Ageng Mangir di Hutan Jati Saradan

S

alah satu jejak sejarah tentang kehidupan Ki Ageng Mangir adalah Situs Mangiran. Situs Mangiran terletak di area hutan jati milik Perum Perhutani. Tepatnya di Petak 19D, RPH Pepe, BKPH Petung, KPH Saradan. Secara administratif pemerintahan, ia berada di wilayah yang termasuk Dusun Mangirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Di dalam kawasan Situs Mangiran tersebut, terdapat sejumlah titik tempat keberadaan benda-benda yang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi, semisal Pendopo Watu Gilang, Peralatan Terakora, Batu Yoni, Makam Syeh Ismail, kepingan-kepingan keramik kuno, dan Sendang. Sendang berarti kolam di pegunungan dan sebagainya yang airnya berasal dari mata air yang ada di dalamnya, dan biasanya sendang ini digunakan untuk mandi serta mencuci karena airnya yang jernih lantaran mengalir terus. Benda-benda peninggalan Ki Ageng Mangir itu menunjukkan jejak sejarah dari Kerajaan Majapahit di saat-saat menjelang keruntuhannya. Tentang masa-masa peralihan Kerajaan Majapahit ke kejayaan kekuasaan Kerajaan Mataram.

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Bagi masyarakat Jawa, Ki Ageng Mangir bukanlah nama asing. Tokoh sejarah yang legendaris ini kisahnya sering dibacakan dalam tradisi sastra lisan. Jalan hidupnya juga kerap dipentaskan dalam lakon pertunjukan ketoprak, kesenian tradisonal Jawa. Tetapi, hingga kini masih banyak pertanyaan di seputar misteri tragedi kematian Ki Ageng Mangir yang tak pernah menemukan jawaban pasti. Misteri itulah yang membuat salah satu jejak Ki Ageng Mangir di kawasan hutan yang dikelola Perhutani KPH Saradan ini menjadi menarik. Misteri itu pula yang membawa Duta Rimba menghadirkan cerita tentang Situs Mangiran itu kepada Anda. Simak saja. Masyarakat pun dapat mengenang Ki Ageng Mangir, berikut kisah cintanya dengan Retno Pembayun, putri Panembahan Senopati, Raja Mataram ketika itu. Ya, karena kisah tentang sejarah Ki Ageng Mangir adalah cerita yang berisi sejarah kekuasaan sekaligus tragedi asmara. Untuk mencapai lokasi situs tempat keberadaan benda-benda peninggalan sejarah itu cukup mudah. Temukan saja lokasi Tempat Penampungan Kayu (TPK) Saradan. Letaknya di jalur Caruban-Nganjuk. Jalur ini merupakan peninggalan Zaman Belanda yang dulunya

merupakan rute kereta pengangkut kayu. Kini, jalur ini menjadi akses menuju lokasi situs. Adrenalin Anda akan terpacu sesaat sebelum sampai di lokasi situs, karena harus melewati jembatan besi yang di bawahnya terdapat rel yang merupakan jalur kereta yang menghubungkan Madiun dengan Surabaya. Tepat di pinggir jalan, terdapat jalan kecil selebar empat meter. Ketika masuk area hutan jati Perhutani, jalan hanya bisa digunakan untuk berjalan kaki. Sebab, jalan yang bisa digunakan hanya jalan setapak. Di situ, ditemukan jejak

DUTA Rimba 67


Pendopo Watu Gilang yang merupakan peninggalan Ki Ageng Mangir. Pendopo Watu Gilang cukup mudah dijangkau. Selain posisinya dekat dengan jalan, hanya pagar kawat berduri berbentuk segi empat sepanjang 5 X 10 meter yang dipasang untuk melindungi situs Watu Gilang. Di lokasi situs, orang seakan dilemparkan kembali ke masa lalu. Ke masa abad ke-16 di Pulau Jawa. Di masa kejayaan Kerajaan Mataram. Sekaligus juga memunculkan kembali kisah di seputar kekuasaan sekaligus tragedi asmara yang melibatkan nama Ki Ageng Mangir sebagai pemeran utama. Di saat tengah berada di situs Mangiran, ragam pertanyaan yang tak pernah punya jawaban pasti pun kembali muncul. Tentang bagaimana kematian tragis Ki Ageng Mangir. Seperti misalnya, benarkah Ki Ageng Mangir meninggal karena dibunuh oleh Panembahan Senopati dengan cara menghempaskan kepala Mangir ke atas watu gilang. Atau benarkah versi lain tentang akhir hidup Ki Ageng Mangir karena dibunuh dengan tombak Kiai Plered. Serta pertanyaan-pertanyaan lain.

Penguasa Negeri Perdikan Ki Ageng Mangir dikenal masyarakat Jawa sebagai orang berani melawan Kerajaan Mataram pada abad ke-16. Mangir sendiri sebenarnya adalah nama sebuah tanah perdikan di wilayah Kerajaan Mataram. Sedangkan nama asli Ki Ageng Mangir adalah Ki Ageng Wanabaya. Ia menjadi tokoh idola lokal di negeri perdikan, Mangir. Menyebut nama Ki Ageng Mangir, masyarakat Jawa tak akan bisa melepaskannya dari kisah cintanya dengan Retno Pembayun. Kisahnya dituturkan dalam tradisi lisan secara turun temurun. Semua bermula karena sebagai kerajaan

68 DUTA Rimba

Foto : Suwarno / KPH Saradan

warisanrimba

kecil, Mangir diwajibkan mengirimkan upeti secara berkala ke Kerajaan Mataram di bawah kekuasaan Panembahan Senopati. Namun, Ki Ageng Wanabaya saat itu menolak mengirim upeti dengan alasan, negeri perdikan Mangir merupakan kerajaan kecil yang hasil buminya belum terlalu banyak, sehingga rakyatnya akan mengalami kesulitan jika harus mengirim upeti ke Kerajaan Mataram. Panembahan Senopati sebagai Raja Mataram ketika itu menganggap sikap Ki Ageng Mangir adalah bentuk pemberontakan Mangir terhadap Mataram. Sebagai pemberontak, artinya ia adalah musuh Kerajaan Mataram. Ia lalu mengirim putrinya, Retno Pembayun, untuk dijadikan penjerat hati Ki Ageng Mangir. Pembayun pun datang ke Mangir dengan menyamar sebagai penari ledhek yang menjadi pengamen keliling. Ia didampingi sejumlah tokoh Kerajaan Mataram yang menyamar

dengan menggunakan nama-nama sandi. Pembayun pun menari di hadapan warga, termasuk Ki Ageng Mangir. Saat melihat penari ledhek itu, hati Ki Ageng Mangir yang kokoh sinatria itu ternyata bertekuk lutut dalam pelukan cinta Retno Pembayun. Paras Pembayun yang sangat cantik ditambah keluwesan gerak tubuhnya begitu membangkitkan gelora asmara di hati Ki Ageng Mangir. Cinta Mangir begitu menggelora hingga ingin memperistri gadis penari yang ternyata putri raja yang sedang menyamar. Tak dinyana, hati Pembayun pun begitu. Dan pada akhirnya Pembayun justru menjadi istri Ki Ageng Mangir. Setelah menikah, Retno Pembayun pun mengaku bahwa ia adalah putri raja Panembahan Senopati. Ia lalu mengajak Ki Ageng Mangir untuk sowan dan melakukan sembah sungkem kepada

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


orangtuanya, penguasa Kerajaan Mataram yang telah menjadi mertua Ki Ageng Mangir. Mangir setuju. Mereka pun berangkat ke Kerajaan Mataram. Di keraton, Ki Ageng Mangir bersama Pembayun menghadap Panembahan Senopati. Tetapi, sebagai syarat untuk menghadap raja, Mangir harus melepas senjata pusakanya yang terkenal yaitu Kyai Baruklinting dan Kyai Barukuping. Sebab, untuk menghadap raja tidak boleh membawa senjata. Nah, di saat sedang melakukan sungkem kepada mertuanya itulah konon Ki Ageng Mangir dibunuh. Sebab, ia dianggap sebagai musuh yang memberontak terhadap Kerajaan Mataram. Tetapi ada beberapa versi tentang akhir kisah Ki Ageng Mangir. Versi yang paling terkenal dan menjadi rujukan dalam setiap lakon pertunjukan ketoprak mengatakan, Ki Ageng Mangir dibunuh Panembahan Senopati dengan cara menghempaskan kepalanya yang sedang membungkuk untuk melakukan sungkem, ke batu gilang. Ketika itu, konon Panembahan Senopati duduk di atas batu gilang dan bersiap untuk menerima sungkem Ki Ageng Mangir. Artinya, bukan Ki Ageng Mangir yang datang ke keraton Kerajaan Mataram bersama Retno Pembayun, tetapi sang raja Mataram yang datang ke Saradan. Tetapi, kebenaran sejarah akan terus berubah, seiring adanya bukti-bukti baru yang ditemukan kemudian. Sebab, ada lagi versi lain

yang mengatakan bahwa Mangir dibunuh dengan menggunakan tombak Kyai Plered atau sebilah keris oleh pangeran Purubaya yang juga merupakan saudara iparnya, atas perintah Panembahan Senopati.

Batu Berbentuk Melingkar Situs Watu Gilang merupakan batu berbentuk melingkar. Konon, dulunya batu itu digunakan Ki Ageng Mangir untuk duduk dan beraudiensi dengan masyarakat. Kisahnya, meskipun tinggal di daerah Yogyakarta, Ki Ageng Mangir diperkirakan pernah menetap atau setidaknya mampir di Saradan dalam jangka waktu tertentu. Uniknya, sejak ditemukan hingga kini, situs Watu Gilang masih utuh. Hal itu dituturkan oleh Lambang, juru pelestari situs tersebut. “Situs ini dijadikan tempat pertemuan agar pemimpin bisa dekat dengan rakyatnya,” kata Lambang. Ia pun memprediksi, jika melihat rangkaian situs yang tersebar di hutan, terdapat kehidupan warga di abad ke-14 hingga abad ke-17 Masehi, dengan corak Hindu dan Islam. Di luar Pendopo Watu Gilang, terdapat tumpukan batu yang diperkirakan merupakan peninggalan situs Kerajaan Majapahit. Situs tersebut terdiri dari Batu Lingga, Batu Lumping, lesung yang fungsinya untuk menumbuk padi, umpak penyangga tiang rumah, batu bara berukuran besar berbentuk kotak dan bulat, dan berbagai ornamen pecahan arca serta puncak candi.

Tetapi ada beberapa versi tentang akhir kisah Ki Ageng Mangir. Versi yang paling terkenal dan menjadi rujukan dalam setiap lakon pertunjukan ketoprak mengatakan, Ki Ageng Mangir dibunuh. NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

“Jumlah barang-barang kuno yang bisa ditemukan bisa lebih banyak lagi, karena sebelumnya baru sebagian kecil wilayah hutan yang ditelusuri,” kata Lambang. Sekitar 200 meter ke arah barat dari Pendopo Watu Gilang terdapat aliran sungai yang di sampingnya merupakan sumber mata air sendang yang merupakan salah satu petilasan Ki Ageng Mangir. Di kawasan yang termasuk Dusun Pepe,tepatnya di Petak 19D itu, ada sebuah pemandian abadi berukuran 1,5 X 2 meter yang dibangun dari batu bata dengan kedalaman air tiga meter. Pemandian tersebut difungsikan sebagai tempat mandi khusus raja. Berjarak setengah meter dari situ, sedikitnya ada tujuh buah sumur kecil berdiameter 50 cm yang hingga kini belum diketahui fungsinya.

Perlu Pelestarian Menurut Lambang, ada beberapa ancaman terhadap kelestarian situs itu. Beberapa ancaman nyata itu adalah selain tidak terawat, juga kawasan tersebut masuk ke dalam area jalur pembangunan jalan tol Solo – Kertosono. Maka, jika tidak ada intervensi dari Pemda, dikhawatirkan satu per satu bagian dari situs yang berkisah tentang peradaban Madiun Kuno itu akan hilang. “Situs ini harus dilindungi, bagaimana pun caranya,” ujar Juru Pelestari yang lainnya yang bernama Joko Widodo. Maka, keberadaan situs ini sangat perlu pelestarian. Sebab, nilai sejarah yang dikandungnya cukup besar. Apalagi, dengan menelusuri jejak sejarah yang ada di situs ini pengunjung akan dapat lebih memahami peristiwa di masa lalu. Mempelajari sejarah bukan untuk mengenang masa lalu, tetapi justru untuk dijadikan acuan dalam melihat masa depan.• DR

DUTA Rimba 69


ensikloRIMBA

JPP Jati Cepat Tumbuh

yang Sudah Terbukti dan Teruji Salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan hutan adalah benih. Sadar akan pentingnya penggunaan benih unggul mendorong Perum Perhutani sejak tahun 1981 menyusun program pemuliaan pohon jati. Untuk mewadahi penelitian dan pengembangan jati, tahun 1998 didirikan Pusat Jati (Teack Center) di Cepu, yang sekarang menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perhutani. Kegiatan di Puslitbang Perhutani meliputi pemuliaan pohon, bioteknologi hutan, silvikultur, manajemen dan lingkungan. Produk berupa benih atau bibit asal vegetatif dari hasil Program Pemuliaan Jati diberi nama Jati Plus Perhutani (JPP).

J

ati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohonnya besar, berbatang lurus, dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 30 sampai 40 meter. Pohon jati berdaun besar yang luruh dimusim kemarau. Di dunia, jati dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama teak. Jati (Tectona grandis L.f.) merupakan tanaman penghasil kayu dengan sifat kuat, awet, mudah dikerjakan, serta memiliki warna yang indah. Jati tergolong kelas kayu mewah (fancy wood), sehingga menjadikannya sebagai kayu tropis dengan permintaan terbesar untuk perdagangan, penggunaan yang luas dan bernilai tinggi di dunia. Penggunaan kayu jati di antaranya untuk bangunan, furniture, bantalan

70 DUTA Rimba

rel kereta api, kapal, lantai kayu, dan lain-lain. Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1500 – 2000 mm/tahun dan suhu 27o – 36o C, baik didataran rendah maupun dataran tinggi. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm panjangnya saat dewasa. Sifat penting kayu jati di antaranya berat jenis 0,62 - 0,82; kelas awet II; kelas kuat II; kayu gubal berwarna putih kelabu; kayu teras berwarna coklat kuning atau coklat abu-abu, permukaan kayu agak mengkilap/licin; tekstur agak kasar; serat lurus/terpadu. Jati termasuk kayu dengan kekerasan

sedang, daya kembang-susut kecil serta mudah dikerjakan. Oleh karena itu, permintaan kayu jati terus mengalami peningkatan. Kayu jati Indonesia termasuk yang berkualitas baik, terutama jati yang berasal dari kawasan hutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga memiliki pasar dan nilai jual yang baik. Namun banyak terjadi penjarahan hutan jati, terutama setelah tahun 1998, menyebabkan kerusakan tanaman jati yang ada, dan hanya menyisakan hutan jati yang sudah sangat menurun potensi produksinya. Menyikapi hal itu, usaha penanaman kembali, perbaikan mutu, dan mempercepat pertumbuhan hingga memperpendek waktu panen tanaman jati terus dilakukan. Namun, kecepatan hasil, kualitas, dan volume yang didapat per satuan

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto : Yuniar Purnomo / KPH Surakarta

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

DUTA Rimba 71


ensikloRIMBA pohon tidak akan sama seperti kayu jati zaman dahulu. Jadi, kemunculan jati cepat tumbuh sekarang ini dapat memberikan andil untuk membantu menutup permintaan kayu jati yang masih kekurangan. Untuk itu, diperlukan adanya dorongan dalam pengembangan usaha untuk membudidayakan kayu jati, baik dari aspek budi daya (silvikultur), penanganan pasca panen, maupun pemasarannya.

Di dalam beberapa dekade terakhir ini kayu jati tidak hanya ditanam di hutan negara (Perum Perhutani), tetapi sudah banyak dikembangkan di hutan hak/hutan rakyat, dengan memanfaatkan bibit jati unggul yang cepat pertumbuhannya. Di satu sisi, hal itu menggembirakan, tetapi di sisi lain banyak muncul pertanyaan terhadapnya. Pertanyaan yang biasa muncul terkait jati cepat tumbuh adalah bagaimana dengan kualitas kayunya? Apakah kualitasnya sama dengan kayu jati yang selama ini dikenal? Kualitas kayu (terutama kekuatan dan keawetan kayu) hasil tebangan muda, secara rasional akan lebih rendah dibandingkan kayu tebangan tua. Namun, keawetan kayu dapat ditingkatkan dengan perlakuan pengawetan menggunakan bahanbahan pengawet kimia seperti boron dan sistem pengawetan kayu yang sudah lama berkembang, dengan metode sederhana (tanpa tekanan) seperti perendaman, pencelupan, penyemprotan, dan pembalutan atau metode khusus (vakum dan tekanan). Di dalam proses untuk mendapatkan kayu jati yang cepat tumbuh tetapi memiliki kualitas yang mendekati kayu jati hasil tebangan tua, lahirlah Jati Plus Perhutani (JPP). Jati Plus Perhutani (JPP) adalah jati unggul hasil produksi Puslitbang

72 DUTA Rimba

Foto : Yuniar Purnomo / KPH Surakarta

Jati Unggul Cepat Tumbuh

Perhutani, yang diperoleh melalui serangkaian program pemuliaan pohon sejak tahun 1980-an. JPP telah teruji di banyak tempat di Jawa. Hasil uji tersebut menunjukkan, JPP memiliki produktivitas yang sangat tinggi, berbatang tinggi dan lurus/ silindris, batang bebas cabang yang tinggi dan kualitas yang baik. Produktivitas pada umur 11 tahun sebesar 182 m3/hektare dan pada umur 13 tahun mencapai 212 m3/ hektare. Tahun 2009 JPP Setek Pucuk PHT I dan PHT II memperoleh Sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) berdasarkan UU No 29 Tahun 2000 tentang PVT. Berdasarkan hasil uji saat umur 12 tahun, sifat-sifat kayu JPP dapat diuraikan dalam beberapa petunjuk. Pertama, sifat fisika. Berdasarkan sifat ini,kualitas kayu jati JPP dan jati

biji bisa dikatakan sama, dengan nilai rata-rata kerapatan dasar kayu jati JPP stek pucuk 0,47 g/cm3 dan jati asal biji 0,48 g/cm3, rerata berat jenis 0.49 (0.46 - 0.52). Selain itu, persen kayu teras sebesar 45-75%. Kayu yang tidak diteres memiliki kadar air segar 90-100%, sedangkan kayu jati yang telah diteres 9-12 bulan memiilki kadar air segar 35-40%. Kayu yang tidak diteres memiliki rasio penyusutan Tangential dan Radial (T/R Ratio) 1.6-1.8 dan T/R ratio setelah diteres 9-12 bulan menjadi 1.2-1.4. Kayu jati JPP menurut SNI 01-7207-2006 termasuk Kelas Awet II-IV. Kedua, sifat mekanika. Berdasarkan sifat ini, nilai keteguhan lengkung statik pada batas proporsi sebesar 718 kg/cm2, nilai MOR sebesar 779-909 kg/cm2, nilai MOE

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Penanganan Pasca Panen Ada sejumlah perlakuan atau upaya untuk meningkatkan mutu dan keawetan kayu JPP. Di antaranya, perlakuan teres selama 9-12 bulan, untuk menghindari retak (pecah bontos) saat penebangan, penyimpanan dan penggergajian. Upaya yang lain adalah pengeringan. Ini merupakan cara untuk pengawetan dan perubahan warna kayu sehingga dapat memperlama umur pakai dan kenampakan warna yang bagus. Perlakuan modifikasi dengan memasukkan kayu dalam suhu 180°C selama 18 jam dan 150°C selama 10 hari mampu menuakan warna kayu jati JPP dan mengurangi perbedaan warna kayu teras dan kayu gubal. Selain itu, upaya lain adalah pengawetan kayu terhadap serangan rayap yang dilakukan dengan pemberian bahan aktif Permethrin dosis 0,1 %. Berdasarkan sifat dan kualitasnya, kayu JPP lebih tepat dimanfaatkan

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Foto : Yuniar Purnomo / KPH Surakarta

sebesar 94-114x103 kg.cm2. Nilai MOE dan MOR JPP umur 12 tahun ini hampir sama dengan kayu jati umur tua (KU VII), meskipun berat jenisnya masih kecil/ringan (BJ = 0,5). Ketiga, sifat keawetan. Menutur sifat ini, kayu JPP lebih tahan terhadap rayap kayu kering, tetapi tidak tahan terhadap serangan rayap tanah. Untuk mengatasi keawetan kayu JPP dari rayap tanah dilakukan pengawetan dengan bahan aktif Permethrin dosis 0,1 %. Di samping banyak kelebihan yang dimilikinya, terdapat pula kekurangan/kelemahan kayu jati JPP, di antaranya, warna kayunya yang lebih muda, seratnya kasar terutama pada bagian dekat hati, persentase gubal yang besar, tegangan pertumbuhan (growth stress) yang tinggi, dapat menyebabkan pecah bontos.

untuk beberapa keperluan. Misalnya, interior. Antara lain perabot rumah tangga (lemari, meja, kursi, sketsel, dan lain-lain), interior bangunan, papan laminasi, dinding, lantai, kerajinan, ukiran mewah, dan lain-lain. Selain itu, JPP juga dimanfaatkan untuk Garden Furniture (GF) dengan perlakuan khusus.

Sangat Prospektif JPP sangat prospetif untuk membangun tanaman unggul untuk tujuan menghasilkan kayu dengan produktivitas yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas hutan tanaman jati

dan meningkatkan pendapatan perusahaan karena nilai ekonomis yang tinggi. JPP juga dapat berfungsi dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Dengan banyak potensi yang dimiliki tersebut, maka JPP dapat berperan dalam mewujudkan kelestarian hutan dan kelestarian perusahaan. Untuk meningkatkan nilai tambah, sebaiknya penjualan produk kayu JPP dilakukan setelah dilakukan pengolahan lebih lanjut dari log (kayu bulat). Dan jika dimungkinkan, penjualannya setelah dilakukan finishing yang bagus.• DR/Sugi Purwanta

Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Plantae Divisi

:

Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida Ordo : Lamiales Famili : Lamiaceae Genus : Tectona Species : Tectona

grandis

DUTA Rimba 73


Foto : Yayan Rochyana / KPH Garut

rimbadaya

74 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Menilik Pabrik Pengolahan

Kopi Garut Kopi dalam negeri terus menanjak pamornya dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kalangan sudah menempatkan aktivitas minum kopi sebagai bagian gaya hidup mereka. Hal itu memunculkan potensi pasar yang besar bagi produsen kopi. Apalagi, adalah sebuah fakta bahwa sejak lama Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu dari lima besar negara produsen kopi terbesar di dunia. Terlebih, komoditas kopi tanah air dikenal memiliki ragam keunggulan rasa dan keunikan tersendiri, dibandingkan dengan kopi lain dari belahan dunia mana pun. Dan salah satu penghasil kopi di tanah air, khususnya di Jawa Barat, adalah Garut.

K

opi Garut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam pasar di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. Kopi Indonesia memiliki keunggulan istimewa dan sudah dikenal di dunia. Terutama kopi Arabika. Kopi jenis itu memang mendominasi tanaman kopi yang dikembangkan di banyak daerah. Jawa Barat sendiri tercatat di dalam sejarah sebagai daerah penghasil Kopi Arabika Preanger, yang dikenal sebagai salah satu komoditas kopi unggulan di dunia. Keunggulan potensi kopi Garut kembali terlihat ketika sejumlah

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani melakukan kunjungan kerja ke wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut, Jumat, 2 Agustus 2019. Anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani yang turut serta dalam kunjungan kerja tersebut adalah Made Santiyasa, Abdul Mukhit, dan Mochammad Ali Wafa. Yang menarik, salah satu agenda utama mereka adalah mengunjungi pabrik pengolahan kopi yang dikelola oleh Kelompok Tani Bina Bakti, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sawargi, yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan

(RPH) Tarogong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Leles, KPH Garut. Kegiatan para Anggota Dewan Pengawasa Perum Perhutani itu diawali dengan mendengarkan pemaparan tentang pencapaian kinerja dan pendapatan Perhutani KPH Garut hingga semester I tahun 2019 ini. Usai pemaparan,mereka melanjutkan kegiatan dengan kunjungan ke pabrik pengolahan kopi. Pabrik pengolahan kopi tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Bina Bakti, di wilayah yang secara administratif termasuk Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Di pabrik pengolahan kopi, selain mendapatkan penjelasan tentang pengelolaan kopi yang menghasilkan produk kopi bubuk berkualitas, para Anggota Dewan Pengawas Perhutani tersebut juga melihat proses pengolahan kopi. Kepada mereka, ditunjukkan praktik kegiatan tentang bagaimana proses pengolahan biji kopi sampai menjadi produk kopi bubuk yang siap untuk dikonsumsi. Di dalam kesempatan itu, para Dewas (Dewan Pengawas) menyampaikan, tujuan mereka turun langsung ke KPH adalah dalam rangka mendapatkan data yang sesuai, untuk menyusun formulasi yang tepat dalam proses pencapaian

DUTA Rimba 75


target pendapatan. Sebab, selama ini dirasakan proses pencapaian target perusahaan masih belum maksimal. Oleh karena itu, para Dewas pun meminta jajaran KPH agar cermat dan teliti dalam menyajikan data. “Data yang disajikan harus pasti. Seperti tanaman kopi. Harus psti datanya, dari luasannya, tahun tanam atau usianya, jenis tanaman, dan jumlah penggarap,” tutur mereka. Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Garut, Nugraha, melalui Wakil Administratur, Asep Aan Darsana, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Dewas ke KPH Garut. Menurut dia, kunjungan Dewas itu dapat menjadi penyemangat bagi jajaran petugas, baik yang bertugas di kantor maupun di lapangan, untuk bekerja lebih baik lagi, sehingga target pendapatan yang ada dapat dicapai. Sedangkan Ketua Kelompok Tani Bina Bakti, Asep Rusiana, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini. Ia lalu meminta agar di dalam proses berjalannya kerja sama tersebut, semua pihak dapat saling menjaga dan lebih meningkatkan apa yang dikerjasamakan itu. Ia lalu menjelaskan, kopi yang ada di daerahnya merupakan jenis kopi Arabika. Selain biji kopinya yang menghasilkan uang, limbah kulitnya juga dimanfaatkan, karena dapat dijadikan pupuk.

Kopi Lestari dari Garut Kelompok Tani Bina Bakti sudah beberapa tahun terakhir mengembangkan kegiatan produksi dan pemasaran kopi. Pabrik tempat pengolahan biji kopi dari tanaman mereka itu berlokasi di Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Kopi yang mereka olah di sana telah dikemas dan dipasarkan hingga ke luar daerah.

76 DUTA Rimba

Foto : Yayan Rochyana / KPH Garut

rimbadaya

Kopi hasil produksi mereka itu diberi nama “Kopi Lestari”. Kopi Lestari berasal dari biji kopi jenis Arabika dengan turunan jenis Sigaruntang. Kopi Lestari menjadi menarik karena dikembangkan dari tanaman kopi yang ditanam sendiri di desa tersebut. Sejauh ini, Kopi Lestari dijual dalam bentuk kopi bubuk dengan harga Rp 300.000 per kilogram. Pemasaran kopi bubuk Lestari itu dilakukan dengan dua cara. Selain dijual secara langsung kepada konsumen yang langsung datang ke lokasi produksinya, juga dilakukan pemasaran produk kopi bubuk itu ke luar provinsi. “Alhamdulillah, dengan adanya komoditas kopi yang ditanam tersebut, anggota kelompok tani dapat terbantu dalam segi pendapatannya,” ujar Asep Rusiana. Pengembangan budi daya kopi di Garut tersebut juga dilatari alasan

karena sebagai salah satu produsen dan konsumen kopi terbesar di dunia, sudah saatnya masyarakat memahami dengan baik betapa potensi kopi yang cukup melimpah saat ini. Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali jenis kopiyang sangat disukai dengan citarasa yang berbeda-beda. Misalnya, Kopi Lampung, Kopi Bali, Kopi Toraja, Kopi Robusta, Kopi Arabika, Kopi, dan sebagainya. Salah satu jenis kopi yang paling terkenal dan populer dikonsumsi masyarakat di Indonesia adalah kopi Arabika. Di dalam aroma Kopi Arabika ada banyak kandungan zat yang banyam mengandung manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Di dalam Kopi Arabika, terdapat kandungan asam pantotenat, mangan, kalium, riboflavin, niasin, magnesium, dan lain sebagainya. Sehingga, Kopi Arabika tak hanya nikmat untuk dijadikan

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto : Yayan Rochyana / KPH Garut

Manfaat mengonsumsi Kopi Hitam Arabika adalah mencegah alzheimer yang disebabkan karena menurunnya fungsi saraf, sehingga menganggu sistem kerja otak. minuman, tetapi juga memiliki lebih banyakmanfaat bagi kesehatan.

Manfaat Kopi Arabika Ada sejumlah manfaat yang dikandung Kopi Arabika. Bukan hanya aroma yang khas, Kopi Arabika memiliki banyakmanfaat bagi tubuh manusia. Antara lain menjaga stamina tubuh. Sebab, di dalam Kopi Arabika ini terdapat kandungan kafein tinggi. Kandungan tinggi kafein itu sangat ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh, sekaligus memberikan tambahan stamina bagi tubuh. Kafein merupakan sumber energi untuk otak. Energi tersebut sangat bermanfaat bagi otak, sehingga otak dapat memerintahkan seluruh tubuh untuk tetap bekerja dengan baik seperti seharusnya. Manfaat lain bagi manusia yang suka meminum kopi hitam

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

khususnya Arabika adalah karena Kopi hitam Arabika sangat baik untuk menjaga kesehatan mulut. Minum kopi Arabika ini secara teratur akan menurunkan risiko munculnya beberapa masalah mulut. Misalnya, radang gusi, plak, masalah gigi, bahkan kanker mulut. Namun, pastikan untuk mengonsumsi kopi ini tanpa tambahan gula, agar tidak menyebabkan infeksi gigi dan berbagai masalah lainnya. Selain itu, Kopi Arabika juga bermanfaat untuk ikut mencegah kanker. Kopi Arabika juga menjadi minuman solusi bagi masalah kanker, karena mengandung antioksidan tinggi yang efektif dalam melawan sel kanker di dalam tubuh. Manfaat antioksidan tidak hanya baik untuk regenerasi sel, namun juga menyeimbangkan nutrisi dalam darah, sehingga bisa melindungi tubuh dari sel kanker. Antioksidan itu

dapat lebih optimal diserap tubuh dengan cara minum Kopi Arabika sebanyak dua cangkir sehari. Kopi Arabika juga bermanfaat dalam ikut menurunkan risiko terjangkit parkinson. Parkinson merupakan penyakit sering diderita oleh orang tua yang terjadi karena menurunnya fungsi saraf dalam tubuh. Parkinson akan membuat penderitanya menderita kehilangan ingatan, menurunnya koordinasi tubuh, dan juga meningkatkan risiko sakit. Nah, Kopi Arabika ini berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya dapat melawan dan mencegah parkinson dengan cara teratur meminum Kopi Arabika sebanyak dua kali sehari tanpa gula. Satu lagi manfaat mengonsumsi Kopi Hitam Arabika adalah mencegah alzheimer. Alzeimer juga merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang orang tua yang berusia di atas 65 tahun. Alzheimer juga disebabkan karena menurunnya fungsi saraf, sehingga menganggu sistem kerja otak. Alzheimer sendiri bisa disebabkan karena adanya faktor genetik, gaya hidup yang tidak sehat, setroke, karena mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet, dan sebagainya. Meminum Kopi Arabika dengan teratur akan melindungi otak dari risiko terjangkitnya penyakit Alzheimer dan juga penyakit lain yang berkaitan dengan degradasi saraf. Mengingat besarnya manfaat yang dikandung biji kopi itu, serta potensi besar yang terdapat di Garutdari sektor kopi, maka pengelolaan pabrik pengolahan kopi di Garut ini patut ditepuktangani. Dan upaya Kelompok Tani Bina Bakti, LMDH Sawargi, untuk mengelola pabrik pengolahan kopi tersebut juga patut diapresiasi. Bravo!• DR/Report & Foto: Yayan Rochyana / KPH Garut

DUTA Rimba 77


bisnisrimba

Kelola Pulau Merah

Bersama PT Wika Gedung dan PT Patra Jasa

Perhutani memiliki banyak sekali potensi wisata yang dapat dikembangkan. Lokasi-lokasi wana wisata di wilayah Perhutani memiliki pesona yang punya nilai jual sangat tinggi di sektor wisata. Jika dikelola dan dikembangkan secara profesional, banyak wana wisata yang potensinya sangat besar untuk memberikan kontribusi bagi pendapatan perusahaan dari sektor non kayu. Salah satu wana wisata potensial itu adalah Pulau Merah di Banyuwangi. Kesadaran bahwa potensi wana wisata yang dimiliki sangat besar dan potensial untuk mendongkrak pendapatan perusahaan itulah yang mendorong Perum Perhutani menjalin kerja sama dengan dua BUMN. Seperti apa konkritnya?

78 DUTA Rimba

T

angan Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perum Perhutani, Bambang Catur Wahyudi, bergerak menandatangani naskah Perjanjian Kerja Sama bersama Direktur Human Capital Investasi dan Pengembangan PT Wijaya Karya Bangunan (PT Wika) Gedung, Nur Al Fata, dan PJ Direktur Pengembangan Bisnis PT Patra Jasa, Teddy Kurniawan Gusti. Hal itu terjadi pada Rabu, 7 Agustus 2019. Ketika itu, Bambang, Nur, dan Teddy melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Berupa Pembangunan dan Pengelolaan Resort serta Beach Bar yang kedua-duanya terletak di Wana Wisata Pantai Pulau Merah. Naskah Kerja sama

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

“Saya berharap kerja sama ini bisa berjalan lancar, komunikasi antara Perum Perhutani dengan PT Wika Gedung dan PT Patra Jasa lebih intens, guna terwujudnya pembangunan Wisata Alam Pulau Merah yang ke depan akan menjadi destinasi kebanggaan Indonesia,” jelas Bambang Catur. Sementara itu, Direktur Human Capital Investasi dan Pengembangan PT Wika Gedung, Nur Al Fata, menyebut bahwa adanya pengembangan wisata ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat sekitar Wisata Pulau Merah. Hal itu diamini PJ Direktur Pengembangan Bisnis PT Patra Jasa Teddy Kurniawan Gusti. Mereka pun berharap kerja sama tersebut dapat terwujud dengan baik.

Destinasi Wisata Nasional Pulau Merah atau lazim pula disebut orang dengan nama Pulo Merah adalah sebuah pantai yang kemudian berkembang menjadi sebuah lokasi obyek wisata. Lokasinya terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Pantai Pulau Merah merupakan salah satu destinasi wisata nasional yang sudah cukup terkenal di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap hari, pantai Pulau Merah selalu meriah dengan sejumlah atraksi yang disajikan, di antaranya snorkling dan berselancar. Disebut Pulau Merah, karena di pantai ini terdapat sebuah bukit kecil yang dari kejauhan berwarna hijau oleh banyaknya tumbuhan vegetasi,

Dok: Kompers Pusat

tersebut ditandatangani di Kantor Perum Perhutani, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman di antara 3 BUMN tersebut tentang rencana pengembangan dan penataan Wana Wisata Pulau Merah. Nota Kesepahaman tersebut penandatanganannya telah dilaksanakan tanggal 12 Februari 2019. Pantai Pulau Merah sendiri terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Di kesempatan itu, dalam sambutannya Bambang Catur Wahyudi menyampaikan, kerja sama itu adalah bentuk nyata dari sinergitas antar BUMN. Ia pun berharap, kerja sama tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sehingga hasilnya bisa membanggakan.

DUTA Rimba 79


Dok: Kompers Pusat

bisnisrimba

dengan tanah berwarna merah. Bukit itu terdapat di dekat bibir pantai. Ketika air laut sedang pasang, bukit tersebut terlihat seakan sebuah pulau tersendiri yang terpisah dari pantai. Saat air laut tengah surut, bukit tersebut dapat dikunjungi orang dengan berjalan kaki. Dari bukit berwarna merah itulah asal nama Pantai Pulau Merah. Selain itu, wisatawan yang datang juga dapat menikmati pemandangan pantai yang memesona, atau berkeliling di bukit pasir merah, serta melakukan wisata religi (mengunjungi pura tawang alun), dan menikmati wisata kuliner. Saat ini, pantai Pulau Merah telah dilengkapi ragam fasilitas berupa toilet dan area parkir, dan selanjutnya Perum Perhutani akan terus membangun fasilitas umum lainnya. Di Pantai Pulau Merah, terdapat juga pura tempat warga yang beragama Hindu di sana melaksanakan ibadah. Umat Hindu kerap melaksanakan upacara Mekiyis di pura tersebut. Kawasan wisata Pantai Pulau Merah dikelola oleh KPH Banyuwangi Selatan, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. Ragam fasilitas telah tersedia di lokasi wisata Pantai Pulau Merah,

80 DUTA Rimba

di antaranya toilet, area parkir yang memadai, mushola, dan tempat berjemur. Untuk menuju Pantai Pulau Merah, dapat ditempuh melalui perjalanan darat, baik dengan menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jarak Pantai Pulau Merah sekitar 60 kilometer dari pusat Kabupaten Banyuwangi. Kini, pengunjung dan wisatawan akan merasakan kenyamanan yang lebih banyak dengan telah tersedianya bandara dan stasiun kereta api, bahkan pelabuhan di Banyuwangi. Sebab, dengan tersedianya bandara, stasiun kereta, bahkan pelabuhan di Banyuwangi, akan lebih mempermudah akses dari luar kota.

Pernah Rusak Parah Selain Perum Perhutani, pihak Pemerintah Kabupaten banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas juga memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan kawasan wisata pantai tersebut. Salah satunya dengan memerbaiki akses jalan menuju lokasi. Sebab, keberadaan infrastruktur pendukung akanmenjadi salah satu sarana

penunjang kegiatan pengembangan sebuah lokasi wisata. Di tahun 1990-an kawasan Pantai Pulau Merah pernah mengalami rusak parah akibat diterjang tsunami. Ketika itu, musibah tsunami menerjang kawasan Banyuwangi dan sekitarnya. Sejak awal tahun 2000-an, wisata Pantai Pulau Merah sudah diperbaiki dan dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata andalan. Di akhir tahun 2012, Pemerintah Kabupaten banyuwangi telah memerkenalkan Pantai Pulau Merah ke dunia internasional, melalui penyelenggaraan ajang lomba balap sepeda bertajuk “Banyuwangi Tour de Ijen”. Setelah adanya “Banyuwangi Tour de Ijen”, akses jalan menuju Pantai Pulau Merah menjadi bagus. Sebelum adanya “Banyuwangi Tour de Ijen”, akses jalan menuju Pantai Pulau Merah lumayan berat, berupa jalan berbatu yang melintasi area kebun dan juga sawah milik warga sekitar. Pantai Pulau Merah terkenal memiliki pasir putih yang cantik. Pantai ini terbentang sepanjang tiga kilometer, sehingga juga sesuai untuk menjadi destinasi wisata keluarga. Namun, ombak di laut Pantai Pulau

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Merah yang terbilang cukup tinggi tidak terlalu sesuai untuk digunakan sebagai tempat berenang, terutama bagi anak kecil. Tetapi, untuk berselancar Pantai Pulau Merah sangat cocok. Apalagi, Pantai Pulau Merah juga memesona karena kebersihan dan keindahan pesona pantainya.

Di dalam kerja sama yang baru terjalin di antara Perum Perhutani, PT Wika Gedung, dan PT patra Jasa tersebut, PT Wika Gedung akan mengembangkan lahan milik Perum Perhutani dengan melakukan pembangunan resort seluas kurang lebih 2.500 meter persegi. Lokasinya tepat berada di Kawasan Wana Wisata Pulau Merah, Bayuwangi, Jawa Timur. Kerjasama tersebut dilakukan dengan skema bisnis Build, Operate and Transfer (BOT) selama 30 tahun. Total nilai investasi dalam proyek ini adalah senilai 9,62 Milyar Rupiah. Di dalam proyek tersebut, PT Wika Gedung akan membangun dan mengoperasikan resort berupa villa modular sebanyak 16 unit. Ditargetkan, villa modular tersebut sudah beroperasi di tahun 2020. Hal itu tentu akan kian melengkapi kemudahan dan kenyamanan wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Pulau Merah. Menanggapi penandatanganan naskah kerja sama tersebut, Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna, menyampaikan, rencana pengembangan Wana Wisata Pantai

Foto: Suharsono/Kompers Pusat

Skema Kerja Sama

Pulau Merah ini sangat didukung oleh pihak Kementerian BUMN dan Pemerintah Kabupaten banyuwangi. “Dengan sinergi BUMN, upaya mendorong pembangunan daerah, seperti halnya terlihat pada kerja sama rencana pengembangan dan penataan Wana Wisata Pulau Merah ini akan menjadi lebih baik,” kata Denaldy. Lebih lanjut, Denaldy menuturkan, pengembangan danpenataan Wana Wisata Pantai Pulau Merah akan dilakukan dengan komprehensif. “Pengembangan dan penataan Wana Wisata Pulau Merah meliputi pembangunan restoran (beach bar), penginapan (vila modular), penataan PKL, serta sarana pendukung lainnya,” ujarnya.

Dengan sinergi BUMN, upaya mendorong pembangunan daerah, seperti halnya terlihat pada kerja sama rencana pengembangan dan penataan Wana Wisata Pulau Merah ini akan menjadi lebih baik,” kata Denaldy. NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut baik pembangunan lokasi wisata dan relokasi PKL (Pedagang Kaki Lima) di Pantai Pulau Merah. Lebih lanjut, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pengembangan kawasan wisata Pulau Merah tidak akan mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat. Sebab, pengembangan kawasan wisata Pantai Pulau Merah nantinya bakal mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Merah, yang selama ini telah berkegiatan di sana. Di dalam rancangan desain pengembangan wisata Pantai Pulau Merah akan memberikan ruang bagi semua pegiat UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang selama ini telah berjalan. “Pengembangan ini tidak akan menggeser aktivitas ekonomi yang telah ada. Tetapi akan menatanya menjadi lebih baik. Sebanyak 102 penjual yang ada akan ditempatkan di zona yang telah disediakan. Sehingga, kualitas pengelolaan destinasi ini bisa ditingkatkan lagi,” ujar Azwar Anas. • DR

DUTA Rimba 81


sociorimba

Dari Perhutani KPH Ciamis,

Lewat Air Bersih,

Untuk Masyarakat Sekitar Hutan Kemarau yang cukup panjang di pertengahan tahun ini membawa dampak kekeringan di sejumlah daerah. Termasuk Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bencana kekeringan terjadi, bahkan terus meluas di Ciamis. Berbagai upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan pun terus dilakukan, lewat penyaluran bantuan air bersih. Perhutani KPH Ciamis pun tak ketinggalan, ikut mengulurkan tangan, membantu mereka yang membutuhkan.

B

encana kekeringan terus meluas di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sejumlah instansi terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana kekeringan itu. Kebutuhan masyarakat akan air bersih pun terus dipasok. Tak kurang, TNI dan Polri turut diturunkan untuk membantu penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis pun turut serta memberikan bantuan itu. Tepatnya, Perhutani KPH Ciamis melakukan penyaluran bantuan air bersih itu pada Selasa, 13 Agustus 2019, di Desa Sukahurip, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Administratur Perum Perhutani KPH Ciamis, Agus Mashudi, mengatakan, kegiatan tersebut

82 DUTA Rimba

merupakan bentuk kepedulian Perum Perhutani KPH Ciamis kepada warga yang tinggal di sekitar hutan. Menurut dia, kegiatan distribusi air bersih itu dilakukan untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih. Sebab, menurut dia, sudah menjadi kewajiban Perum Perhutani untuk membantu masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Di kesempatan itu, Agus mengatakan, pihaknya juga mengimbau warga untuk ikut menjaga kelestarian hutan. “Jangan melakukan penebangan liar. Apalagi melakukan perusakan kawasan hutan. Sebab, dengan adanya hutan itu diharapkan dapat menjaga sumber mata air,” kata Agus. Agus melanjutkan, kemarau yang berkepanjangan ini mulai berdampak munculnya kesulitan air bersih. Kebutuhan akan ketersediaan air bersih pun terus meluas. Kondisi

itu tidak hanya ada di wilayah perkotaan, akan tetapi kesulitan air bersih itu juga dialami warga yang tinggal di kaki bukit, dan tidak jauh dari hutan. “Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat, menghadapi musim kemarau panjang di tahun 2019. Ke depannya, kita perlu membuat pengelolaan pendayagunaan air secara optimal,” ujar Agus.

Jati dan Pinus Perhutani KPH Ciamis adalah salah satu unit manajemen di wilayah Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Letak kawasan Perhutani KPH Ciamis secara administratif terbagi menjadi 3 bagian yaitu seluas 12.376,50 hektare masuk wilayah administratif Kabupaten Ciamis, seluas 16.558,62 hektare masuk wilayah Kabupaten Pangandaran, dan seluas 1.007,28 hektare masuk wilayah administratif Kota Banjar. Secara geografis, koordinat lokasi wilayah kerja Perhutani KPH Ciamis adalah Lintang Selatan: 07° 03’ 32’-07° 43’ 52’, Bujur Timur: 108° 09’ 04’-108° 49’ 28’. Berdasarkan buku RPKH (Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan), luas wilayah KPH Ciamis adalah 29.942,40 hektare, yang terbagi menjadi dua KP (Kelas Perusahaan) yaitu KP Jati dan KP Pinus. Berdasarkan Buku RPKH KP Jati jangka waktu 2014 sampai

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto : Cecep Suryaman/KPH Ciamis

dengan 2023 adalah seluas 24.114,04 hektare dan berdasarkan Buku RPKH KP Pinus jangka waktu 2016 sampai dengan 2025 adalah seluas 5.828,36 hektare. Berdasarkan hasil rescoring sesuai ketetapan SK Menteri kehutanan RI Nomor 195/ KPTS-II/2003 tanggal 4 Juli 2003, kawasan hutan di KPH Ciamis baik pada kawasan KP Jati maupun pada kawasan KP Pinus, ditetapkan sebagai kawasan hutan yang memiliki fungsi hutan sebagai Hutan Produksi. Di bagian utara, Perhutani KPH berbatasan dengan wilayah kerja KPH Majalengka dan KPH Kuningan. Di bagian timur berbatasan dengan wilayah kerja KPH Banyumas Barat Divre Jateng. Di bagian selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Dan di bagian barat berbatasan dengan wilayah kerja KPH Tasikmalaya. Kawasan hutan Perum Perhutani

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

KPH Ciamis berada pada ketinggian 0-1500 mdpl dari pantai hingga pegunungan. Adapun formasi ekosistem hutan yang ada di kawasan KPH Ciamis meliputi ekosistem hutan pantai, hutan karst, hutan dataran rendah (didominasi hutan Jati), dan ekosistem hutan pegunungan (didominasi hutan Pinus).

Lima BKPH Di dalam pengelolaan hutan di wilayah kerjanya, KPH Ciamis terbagi ke dalam lima unit kerja (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan/ BKPH) terdiri dari 1 (satu) BKPH termasuk KP Pinus dan 4 (empat) BKPH termasuk KP Jati. Kelima BKPH itu adalah BKPH Ciamis, BKPH Banjar Utara, BKPH Banjar Selatan, BKPH Pangandaran, dan BKPH Cijulang. BKPH Ciamis (KP Pinus) seluas 5.828,36 hektare meliputi RPH Kawali (1.275,22 hektare),

RPH Cikoneng (1.140,88 hektare), RPH Madati (1.798,71 hektare), RPH Panjalu (1.613,55 hektare). BKPH Banjar Utara (KP Jati) seluas 3.114,99 hektare, meliputi RPH Gadung (1.498,45 hekatare), RPH Bunter (763,31 hektare), RPH Rancah (853,23 hektare). BKPH Banjar Selatan (KP Jati) seluas 4.913,581 hektare meliputi RPH Banjar (597,07 hektare), RPH Banjarsari (1.232,91 hektare), RPH Cicapar (1.982,30 hektare), RPH Pamarican (1.101,30 hektare). BKPH Pangandaran (KP Jati) seluas 6.785,59 hektare yang meliputi RPH Pangandaran (2.751,80 hektare), RPH Kalipucang (1.552,50 hektare), RPH Cisaladah (2.481.29 hektare). BKPH Cijulang (KP Jati) seluas 9.299,88 hektare yang meliputi RPH Parigi (3.174,09 hektare), RPH Langkaplancar (2.541,49 hektare), dan RPH Cigugur (3.584,30 hektare). • DR

DUTA Rimba 83


envirorimba

Tanam Mangrove dan Lepas Tukik

di Tasikmalaya

H

ari Lingkungan Hidup se-Dunia diperingati Perhutani KPH Tasikmalaya dengan cara berkesan. Pada Minggu, 7 Juli 2019, Perhutani KPH Tasikmalaya bersama stakeholder setempat merayakan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia itu dengan melaksanakan penanaman mangrove dan pelepasan tukik di pesisir Pantai Selatan Jawa. Tepatnya di Petak 65 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cipatujah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangnunggal, KPH Tasikmalaya, yang secara administratif masuk wilayah Desa Ciandum, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Stakeholder yang ikut serta adalah Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Kabupaten Tasikmalaya, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Jawa Barat, Mahasisiwa Pecinta Alam tingkat Perguruan Tinggi seIndonesia, Bharawana Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung, Forkopimcam Kecamatan Cipatujah, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mulya Sari. Acara Penanaman mangrove dan pelepasan tukik yang dikemas dalam acara dengan tema “Hutanku Adalah Napasku” itu digagas panitia sebagai bentuk kepedulian alam dan

84 DUTA Rimba

Kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup perlu terus digelorakan. Bukan sekadar dikampanyekan, tetapi juga dipraktikkan. Hal itu ditunjukkan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya bersama stakeholder di Jawa Barat, awal Juli 2019. Mereka melakukan penanaman magrove di pesisir pantai dan pelepasan tukik (anak penyu) ke laut. Sebuah langkah menuju pelestarian lingkungan hidup yang layak diteladani. lingkungan hidup. Mangrove dari jenis bakau sebanyak 700 plances ditanam di hari itu. Seiring dengan itu, sejumlah 150 ekor anak penyu hijau (tukik) dilepas ke laut selatan, melalui tepi Pantai Cipatujah.

Agenda Lingkungan Hidup Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko, menyampaikan, penanaman mangrove jenis bakau sangat penting untuk menahan abrasi pantai. Sehingga, Perhutani siap membuka lahan untuk ditanami mangrove agar kelestarian hutan tetap terjaga. “Penanaman ini merupakan titik awal dari kebangkitan penanaman di pesisir Pantai Selatan. Untuk itu, mari kita

dukung program ini untuk perbaikan lingkungan hidup, khususnya sempadan Pantai Cipatujah,” ajak Benny. Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kehutanan wilayah VI Kabupaten Tasikmalaya, Badrujaman, mengatakan, fungsi hutan mangrove antara lain untuk mencegah intrusi air laut yang dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Selain itu, hutan mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akarakar pohon bakau, sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi. Sedangkan Ketua Panitia, Fendy Rijal, menyatakan, pihaknya akan terus mendukung penanaman mangrove bersama. Sebab, hal

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto : Agus Hermawan, Uu Wahyudin / KPH Tasikmalaya

itu adalah kegiatan penyelamatan lingkungan hidup di pesisir pantai. Maka, ia meminta Perhutani, jika memungkinkan, mengagendakan kegiatan semacam ini setiap tahun. Di kesempatan yang sama, Ketua LMDH Mulya Sari, Ubad, mengatakan sangat mendukung setiap agenda lingkungan hidup yang melibatkan anggota LMDH. Termasuk penanaman mangrove untuk menghindari bencana banjir dan abrasi pantai. Maka, LMDH siap mengawal dan menyukseskan penanaman mangrove.

Mangrove dan Tukik Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat payau. Tanaman dikotil adalah tumbuhan yang buahnya berbiji berbelah dua.

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis hutan mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasangsurut pantai berlumpur. Sedangkan tukik adalah sebutan untuk anak penyu. Penyu biasanya naik ke pantai untuk bertelur. Setelah bertelur, penyu-penyu itu akan kembali lagi ke laut dan membiarkan telur-telur itu menetas. Setelah menetas, tukik-tukik tersebut akan bergerak sendiri ke laut. Tetapi, kerap kali mereka mati sebelum sampai ke laut karena ada banyak ancaman dari predator alaminya. Sehingga, dikhawatirkan penyu akan terancam kepunahan jika tidak dilakukan langkah-langkah penyelamatan. Hal itulah yang mendorong

banyak aktivis lingkungan hidup melakukan langkah-langkah penyelamatan. Antara lain dengan mengumpulkan telur-telur penyu tersebut dan menetaskannya, dengan maksud untuk melindungi dari para predator alaminya. Setelah menetas dan para tukik itu lahir, tukik-tukik itu pun dilepas ke laut. Waktu terbaik untuk melepaskan tukik ke lautan adalah sesaat usai dia menetas. Langkah Perhutani KPH Tasikmalaya melakukan penanaman mangrove dan pelepasan tukik itu menjadi kontribusi positif bagi upaya pelestarian lingkungan hidup. Semoga langkah itu mengilhami langkah-langkah lain, sehingga lingkungan hidup kian lestari. Bravo! • DR

DUTA Rimba 85


Foto : Iwan / KPH Cianjur

wisatarimba

86 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Fatrol Valley

Destinasi Wisata Baru Buat Kaum Milenial Anak muda, khususnya remaja, kini menjelma menjadi salah satu pasar potensial bagi aneka produk. Berbagai macam barang dan jasa belakangan ini banyak diproduksi dengan segmen menyasar kalangan milenial itu. Sejumlah destinasi wisata di banyak tempat pun kini turut berbenah dan mengembangkan lokasinya agar nyaman bagi pengunjung dari kaum muda itu. Salah satu destinasi yang ikut berbenah itu adalah wana wisata ‘Fatrol Valley’. Seperti apa tampilan wana wisata keluarga di KPH Cianjur ini?

T

ahun 2018, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tani Makmur merintis pengoperasionalan wana wisata “Fatrol Valley” sebagai obyek wisata. Secara administratif, lokasinya termasuk ke dalam wilayah Dusun Ankola, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya, wana wisata “Fatrol Valley” berada di Petak 45f, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cibinong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggeung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur. Ketika pertama kali dibuka, wana wisata seluas 9,00 hektare yang tersebut masih bersifat uji coba. Kini, tampilan wana wisata “Fatrol Valley” telah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Banyak wahana

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

dan fasilitas yang melengkapi destinasi wisata di Cianjur Selatan itu. Asisten Perhutani (Asper) BKPH Tanggeung, Ejang Sukiman, menjelaskan, sebenarnya wana wisata rintisan “Fatrol Valley” saat ini pun masih dalam tarap uji coba. Namun, berdasarkan laporan dari Ketua LMDH Tani Makmur, Saprudin, sejauh ini wana wisata rintisan itu telah banyak dikunjungi oleh pengunjung. Terutama pada saat liburan. “Setidaknya, sekitar 250 orang pengunjung datang setiap harinya,” ucap Ejang. Ejang menambahkan, kelebihan wana wisata “Fatrol Valley” antara lain adalah lokasi wisata rintisan tersebut mudah diakses. Sebab, lokasinya berada pada jalur jalan raya Cianjur-Sindangbarang. Hal lain yang menjadi kelebihannya adalah, pengunjung tidak perlu merogoh

kocek dalam-dalam, karena harga tiket masuknya terbilang murah. “Untuk menuju destinasi wisata rintisan ini, dari kota Cianjur menuju arah selatan jaraknya kurang lebih 90 kilometer,” tuturnya. Sementara itu, Ketua LMDH Tani makmur, Saprudin, menyampaikan, di masa depan masih ada proses pengerjaan untuk beberapa wahana yang ada di wana wisata “Fatrol Valley”. “Rumah pohon, arena permainan anak-anak, panggung hiburan, arena kuda tunggang, serta camping ground merupakan wahana yang akan dibangun,” jelas Saprudin.

Destinasi Wisata Keluarga Sejak awal, wana wisata “Fatrol Valley” sudah menasbihkan diri untuk menjadi destinasi wisata keluarga. Maka, konsep itu yang terus coba dibangun dan dikembangkan. Kini,

DUTA Rimba 87


wisatarimba

Kehadiran wana wisata “Fatrol Valley” di kawasan Perhutani KPH Cianjur ini juga turut menghadirkan nuansa baru dalam alternatif tujuan wisata keluarga. Khususnya di Cianjur Selatan. Foto : Iwan / KPH Cianjur

daya tarik utamanya. Keasrian alam menjadi hal paling menarik dari Fatrol Valley, selain lokasinya yang mudah dijangkau.

Harapan dan Cinta wana wisata “Fatrol Valley” semakin besar dengan luas baku 36,22 Hektare. Sangat luas untuk sebuah lokasi wisata. Seiring perkembangan waktu, kini wana wisata “Fatrol Valley” dikembangkan untuk menyarah ke pasar dengan segmen anak-anak dan remaja. Sehingga, wahana dan fasilitas yang dibangun di dalam lokasi wana wisata “Fatrol Valley” tersebut kini banyak bernuansa milenial. Misalnya flying fox, gardu pandang, gazebo, tempat swafoto (selfie deck), dan yang lainnya. Kehadiran wana wisata “Fatrol Valley” di wilayah Perhutani KPH Cianjur itu seakan menambah khazanah destinasi wisata bagi keluarga, khususnya untuk keluargakeluarga muda yang memiliki anggota keluarga dari kaum milenial. Menanggapi hal itu, Administratur Perhutani KPH Cianjur, Mulyadi, menyatakan, semakin banyaknya

88 DUTA Rimba

lokasi wana wisata yang saat ini ada di KPH Cianjur menjadikan banyak alternatif bagi wisatawan untuk memilih tempat liburan yang terjangkau dan menyenangkan, dengan fasilitas yang memadai. “Tentunya semua itu dihadirkan dengan memanfaatkan keindahan hutan,” ujarnya. Kehadiran wana wisata “Fatrol Valley” di kawasan Perhutani KPH Cianjur ini juga turut menghadirkan nuansa baru dalam alternatif tujuan wisata keluarga. Khususnya di Cianjur Selatan. Sebelum wana wisata “Fatrol Valley” itu hadir, mungkin sepintas yang terpikir ketika orang-orang ingin berwisata, tujuannya kalau tidak mengunjungi curug (air terjun), ya pantai. Nah, destinasi wisata yang baru ini sangat berbeda dari stereotype lokasi tujuan wisata tersebut. Sebab, Fatrol Valley menghadirkan kesejukan hutan pinus sebagai

Lokasi wana wisata “Fatrol Valley” itu sangat strategis, di bahu jalan raya Cianjur-Sindangbarang. Jika Anda berangkat dari Kecamatan Cianjur Kota, posisinya selepas Kampung Fatrol atau kira-kira 1 kilometer dari gerbang batas antara Kecamatan Tanggeung dan batas Kecamatan Cibinong. Jika Anda berangkat dari arah Sindangbarang, lokasi wana wisata “Fatrol Valley” berada sekitar 1 kilometer dari Kantor Kecamatan Cibinong. Untuk menuju ke wana wisata “Fatrol Valley” terbilang sangat mudah. Sebab, ia terletak di pinggir jalur utama, tepatnya di jalan raya Cianjur-Sindangbarang. Lokasi tersebut sangat mudah dijangkau, baik jika memakai kendaraan sendiri maupun memakai angkutan umum. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, dari Cianjur Kota Anda hanya perlu sekali naik kendaraan jenis elf. Ada banyak alternatif trayek yang dapat diambil. Baik

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Foto : Iwan / KPH Cianjur

elf jurusan Cianjur-Sindangbarang, jurusan Cianjur-Cidaun, jurusan Cianjur-Agrabinta, maupun jurusan Cianjur-Leles. Dari Cianjur Kota, jarak tempuhnya 91 kilometer. Lama perjalanan normal adalah 3 jam, begitupun dari arah sebaliknya. Cuaca Cibinong yang agak hangat tetapi tidak terlalu panas akan segera menyambut Anda begitu turun dari kendaraan. Tetapi, ketika Anda memasuki lokasi wana wisata “Fatrol Valley”, semuanya berubah. Sebab, ketika Anda memasuki wana wisata “Fatrol Valley”, kesejukan hutan pinus akan langsung menyeruak, seakan menyambut kedatangan Anda. Justru inilah yang menjadi ciri khas tempat wisata ini. Lokasinya dekat dengan wilayah pantai, tetapi ada banyak pohon pinus. Menjadikan udaranya sejuk dengan hamparan hijau pucuk-pucuk pinus yang seolah melambai, mengajak Anda berdansa dalam romantika alam. Yang paling unik dari wana wisata “Fatrol Valley” adalah motto yang mereka usung. Motto mereka adalah “DATANG DENGAN HARAPAN,

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

PULANG DENGAN CINTA”. Hmmm... Motto ini serta merta menyiratkan bahwa memang kaum milenial-lah sasaran utama pengunjungnya. Maka, lokasi wisata baru ini menjadi destinasi menarik buat Anda, kaum jomblo alias personel yang belum punya pasangan. Barangkali, lewat Fatrol Valley inilah Anda akan bertemu jodoh. Hmm... Eits, ingat. Motto itu khususnya untuk Anda yang belum punya pasangan, ya. Untuk yang sudah sudah menikah, motto itu dapat sedikit dimodifikasi menjadi “DATANG DENGAN CINTA, PULANG PENUH KEHANGATAN”.

Perlu Banyak Berbenah Namun, Anda jangan berpikir seluruh fasilitas dan sarana di wana wisata “Fatrol Valley” itu sudah lengkap. Sebab, sekarang ini wana wisata “Fatrol Valley” memang masih berada di tahap penataan. Tetapi ia sudah bisa dikunjungi. Yang pasti, saat ini Anda sudah bisa ber-selfieria dengan latar belakang hutan pinus yang asri, sekaligus menikmati kesejukannya.

Walau masih dalam tahap penataan, dan masih perlu banyak berbenah, tempat ini sekarang sudah ramai dikunjungi. Terutama oleh anak muda dan anak-anak sekolah. Mereka terutama tertarik untuk berkemah. Sebab, di wana wisata “Fatrol Valley” ini ada camping ground dengan kapasitas yang besar. Bahkan bisa sampai menampung 10.000 orang. Tentu cukup luas. Apalagi, kapasitasnya bisa ditambah lagi sesuai kebutuhan. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba petualangan baru di wana wisata “Fatrol Valley”? Jika Anda tertarik, datang saja. Dengan harga tiket masuk yang Rp 6.000 per orang, destinasi wisata ini sangat murah dan layak dikunjungi. Bahkan, juga sangat cocok jika Anda ingin menjadikannya sebagai tempat beristirahat dari perjalanan panjang antara Cianjur- Cidaun ataupun sebaliknya. Sebab, suasana asri dan kesejukan yang dihadirkan oleh hamparan pepohonan pinus di wana wisata “Fatrol Valley” itu bisa sedikit menghilangkan penat yang ada. Tidak percaya? Coba saja! • DR

DUTA Rimba 89


inovasi

Damar Alternatif Bahan Baku P

ohon damar (Agathis dammara) adalah satu jenis pohon yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Ciri-ciri damar adalah pohonnya besar dengan tinggi yang dapat mencapai hingga 65 meter dan berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 meter. Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl. Namun, di Pulau Jawa tumbuhan ini ditanaman di pegunungan. Di Indonesia, selain di Jawa, damar menyebar di Sulawesi, Maluku, hingga Filipina. Di Jawa, tumbuhan ini ditanam untuk diambil getahnya. Getah damar dapat diolah untuk dijadikan kopal. Damar juga ditanam di lahan Perhutani. Luas tanaman Damar di Perhutani mencapai 94.943,70 hektare. Sebagian besar yaitu seluas 50.689,3 hektare (53%) berada di fungsi Hutan Lindung (HL), 33% atau 31.064,8 hektare ada di Hutan Produksi (HP), dan 13.189,6 hektare (14%) di Hutan Produksi Terbatas (HPT). Dari lahan seluas itu, potensi kopal yang dihasilkan dari kopal yang diolah dari damar Perhutani terbilang cukup besar. Sebaran tegakan kayu damar di lahan Perhutani terdapat di Divre

90 DUTA Rimba

Kayu Lapis

Perum Perhutani terus mengembangkan produk dengan selalu menghadirkan inovasi. Setelah mengembangkan produksi kayu lapis dengan bahan baku kayu sengon, kini Perhutani hadir dengan mengedepankan kayu damar sebagai alternatif untuk bahan baku kayu lapis. Ini sebuah inovasi yang sedang terus dikaji untuk dikembangkan. Apalagi, kontribusi dari hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu menuntut untuk perlu dilakukan pengaturan hasil utamanya pada HP (Hutan Produksi) dan HPT (Hutan Produksi Terbatas). Lalu apa saja kelebihan kayu lapis berbahan baku damar, dan seperti apa pula prospek penerapannya? Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di jawa Tengah, lahan tanaman damar seluas 28.014,20 Hektare terdapat di KPH Banyumas Timur (1.410,30 Hektare) dan KPH Kedu Selatan (10.603,90 Hektare). Di Jawa Timur, lahan tanaman damar seluas 66.929,50 Hektare terdapat di KPH Banyuwangi Barat (19.015,40 Hektare), KPH Malang (22.21,90 Hektare),dan KPH Probolinggo (25.696,20 Hektare). Di KPH Bayumas Timur, terdapat standing stock sebanyak 233.902,90 M3. Di KPH Kedu Selatan, standing stock sejumlah 881.142,00 M3. Sementara standing stock di

KPH Banyuwangi Barat sebesar 936.204,90 Hektare. Di KPH Malang, standing stock yang tersedia 752.132,30 Hektare. Dan di KPH Probolinggo terdapat standing stock sebanyak 89.036,40 Hektare. Produksi kopal Perhutani dalam 9 tahun terakhir adalah 451 ton (2012), 421 ton (2013), 450 ton (2014), 428 ton (2015), 423 (2016), 412 ton (2016), 412 ton (2017), 424 ton (2018) dan 246 ton (Januari hingga Juli 2019). Dengan harga jual 12 juta Rupiah per ton, produk kopal memberikan kontribusi pendapatan kepada Perhutani sebesar 5,4 Milyar Rupiah

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Dok. Kom PHT®2019

per tahun. Mengingat potensinya yang cukup besar, kontribusi dari hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu perlu dilakukan pengaturan hasil utama pada HP dan HPT. Pengaturan terhadap kontribusi hasil hutan kayu dan non kayu itu membawa Perhutani pada inovasi yang terus dikembangkan. Salah satunya dengan menggunakan kayu damar sebagai alternatif bahan baku kayu lapis. Sebab, produk kayu lapis yang selama ini menggunakan kayu sengon (Albizia sp) sebagai bahan baku ternyata banyak mengalami gangguan serangan hama dan

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

penyakit yang dapat menurunkan produktifitas tegakan dan mutu kayu. Sengon sendiri ditanam di lahan Perhutani seluas 15.383,60 Hektare. Sebarannya ada di Hutan Lindung seluas 3.445,50 Hektare dan Hutan Produksi seluas 11.938,10 Hektare.

Potensi Kayu Damar Kayu damar juga kerap diperjualbelikan sebagai komoditas. Cukup menjanjikan juga prospek perdagangan kayu damar. Di Indonesia, kayu damar diperdagangkan dengan nama kayu

agatis. Terdapat sejumlah ciri khusus kayu damar. Kayu damar berwarna keputih-putihan, tidak awet (kelas IV), dan tidak seberapa kuat (kelas III). Karakteristik demikian membuat di sejumlah daerah, kayu damar tak terlalu banyak digunakan jika dibandingkan dengan getahnya. Getah damar terlihat lebih banyak difungsikan di sejumlah wilayah di tanah air. Di Bogor dan Sulawesi Utara, kayu damar hanya dimanfaatkan sebagai papan yang digunakan di bawah atap atau interior. Kerapatan

DUTA Rimba 91


Dok. Kom PHTÂŽ2019

inovasi

kayunya berkisar antara 380-660 kg/m3. Tetapi, kayu damar memiliki ketahanan tersendiri. Misalnya, produksi hasil hutan bukan kayu dari tanaman damar, yaitu getah/ kopal yang dioptimalkan, tidak merusak penampilan kayu. Selain itu, tumbuhan damar mampu produksi dalam waktu cepat dan produktifitas kayu damar per hektare yang cukup tinggi, memungkinkan kayu tersebut dapat memasok kebutuhan bahan baku industri. Sehingga, jika damar dijadikan alternatif bahan baku untuk produksi kayu lapis, ia akan mampu mencukupi kebutuhan produksi kayu lapis secara kontinyu dengan pengaturan daur tanaman. Maka, pemikiran untuk mengembangkan damar sebagai bahan baku kayu lapis perlu terus dikembangkan. Apalagi, jika menyimak data tentang potensi rata-rata yang dikandung damar di sejumlah wilayah Perum Perhutani. Tengok saja standing stock tegakan damar di KPH Banyumas Timur yang 233.902 m3 pada luasan 2.123 hektare atau potensi rata-rata 110 m3/hektare. Sedangkan di KPH Kedu Selatan, standing stock tegakan damar

92 DUTA Rimba

sejumlah 881.142 m3 pada luasan 9.934 hektare atau potensi ratarata 88 m3/hektare. Total standing stock tegakan damar di Divre Jawa Tengah adalah 1.115.044 m3 pada luasan 12.057 hektare atau potensi rata-rata 92 m3/hektare. Di Divre Jawa Timur, total standing stock tegakan damar adalah 2.477.373 m3 pada luasan 21.288 hektare atau potensi ratarata 116 m3/hektare. Tersebar di tiga KPH. Standing stock tegakan damar di KPH Malang sejumlah 752.132 m3 pada luasan 8.011 hektare atau potensi rata-rata 94 m3/hektare, di KPH Banyuwangi Barat sebesar 936.204 m3 pada luasan 3.374 hektare atau potensi rata-rata 277 m3/hektare, dan di KPH Probolinggo sejumlah 789.036 m3 pada luasan 9.903 hektare atau potensi rata-rata 79 m3/hektare. Maka, total standing stock tegakan damar di seluruh areal kerja Perum Perhutani di HP (Hutan Produksi) sebesar 3.592.418 m3 pada luasan 33.346 hektare atau potensi rata-rata 108 m3/hektare.

Kayu Lapis Di dalam percakapan sehari-hari

di masyarakat, kayu lapis sering disebut tripleks. Tripleks adalah sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu (venir kayu) yang direkatkan bersama-sama. Di Indonesia khususnya, kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Baik untuk bangunan rumah tinggal, maupun untuk perkantoran. Teknik pembuatan kayu lapis telah ditemukan sejak abad ke17, tetapi baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan peti teh. Ketika itu, kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan, sehingga biasa disebut threeply atau tripleks di Indonesia. Ada banyak kelebihan kayu lapis. Antara lain kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya digunakan untuk menggantikan kayu solid di bangunan karena lebih tahan terhadap retak, susut, maupun bengkok. Lembaran kayu yang tipis (biasa disebut veneer atau venir) direkatkan bersama dengan arah

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Dok. Kom PHT®2019

serat atau urat kayu (grain) yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang lebih kuat; biasanya saling bersilangan (90o) antar lapisan yang berdekatan. Lapisan-lapisan ini umumnya ditumpuk dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (warping) dan menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap akan menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi. Saat ini, kayu lapis tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm, dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda. Lapisan atau venir yang mengomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis. Jika tidak, kayu lapis akan cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan adhesifperekatnya kalah kuat dibandingkan beban kayu venir. Sehingga, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan venir, melainkan menambah jumlah lapisan itu. Jadi, kayu lapis yang terdiri dari lebih tiga lapisan biasa disebut multiply (multipleks). Ada juga kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan yang terkadang disebut sebagai five-ply. Lapisan-lapisan pada kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis atau biasa disebut central core, biasanya relatif lebih tebal dibandingkan venir sebelah luar, namun dengan kepadatan yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis menjadi tidak terlalu berat. Penyusunan urat kayu (grain) pada setiap lapisan venir harus diatur sedemikian rupa, sehingga arah urat lapisan venir yang di sebelah bawah tegak lurus dengan arah urat lapisan venir di atasnya untuk menciptakan kayu lapis

yang merekat dengan kuat. Untuk mempermudah pengaturan urat tersebut, biasanya kayu yang menjadi bahan dasar kayu lapis terbuat dari spesies kayu yang sama.

Bahan Baku Kayu Lapis Besarnya potensi kayu damar membuat Perhutani melakukan pengaturan hasil produksinya. Pengaturan hasil produksi dimulai dari penetapan daur yaitu 35 tahun, tujuan penggunaan kayu dan perhitungan Etat pada kawasan Produksi yang Produktif sesuai kelas perusahaan. Rata-rata diameter pohon pada berbagai Bonita adalah Bonita (I )34,2 cm, (II) 40,2 cm, (III) 45,4 cm, (IV) 51,7 cm dan (V) 58,5 cm. Sedangkan hasil simulasi Etat volume dan luas masing masing Bagian Hutan atau KPH yang dilakukan, mencatatkan sejumlah hasil. Di KPH Banyumas Timur, Etat luas 24,9 hektare dan volume 4.029,7 m3. Di KPH Kedu Selatan, Etat luas 14,2 hektare dan volume 5.132,6 m3. Di KPH Banyuwangi Barat, Etat luas 32,6 hektare dan volume 12.472,7 m3. Di KPH Malang, Etat luas 2,7 hektare dan volume 1.613,0 m3.

Di KPH Probolinggo, Etat luas 37,8 hektare dan volume 13.396,3 m3. Kebijakan pengaturan hasil diharapkan mampu meyakinkan industri dan pasar pengguna bahan baku untuk menjamin ketersediaan secara produk secara kualitas dan kuantitas. Kegiatan produksi atau tebangan juga diarahkan untuk memperbaiki kondisi sumber daya hutan yang tidak produktif baik pada Kelas Perusahaan dan Bukan Kelas Perusahaan sebesar 4.890,3 hektare yang terdiri dari LTJL 54,1 hektare, TK 953,5 hektare, TBK 2.859,3 hektare, TKLR 236,5 hektare, dan TJKLR 786,9 hektare. Kegiatan produksi HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) dapat dilakukan pada HL, HPT dan HP. Metoda sadapan intensif dapat dilaksanakan pada petak yang direncanakan tebangan 2 tahun yang akan datang. Pengembangan potensi damar sebagai alternatif bahan baku kayu lapis perlu terus dilakukan. Sebab, potensi damar di lahan Perhutani terbilang cukup besar. Apalagi, ditemukan pula kelebihan-kelebihan damar sebagai alternatif bahan baku kayu lapis. Cag! • DR/Bambang Catur Wahyudi

DUTA Rimba 93


pojokkph

Aksi Rimbawan Perhutani

KPH Jember

Foto : Agus Sulaiman/KPH Jember

di Jember Fashion Carnival

94 DUTA Rimba

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Tahun ini, Rimbawan dari Perhutani KPH Jember turut serta memeriahkan Jember Fashion Carnival (Karnaval Busana Jember) atau sering disebut JFC. JFC adalah sebuah ajang karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Karnaval tersebut digagas oleh Dynand Fariz yang juga pendiri JFC Center. Arena yang digunakan untuk menggelar JFC adalah jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer. Ratusan ribu penonton menyaksikan penyelenggaraannya di sepanjang kanan dan kiri jalan.

T

radisi tahunan penyelenggaraan JFC berawal dari maraknya kehadiran group Reog Ponorogo yang kerap kali memadati jalan raya protokol kota. Misalnya saat berlangsung arakarakan budaya HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Jember maupun perayaan kemerdekaan yang setiap tahun selalu menarik perhatian masyarakat. Suasana meriah yang terjadi setiap tahun itu lantas merangsang munculnya ide untuk menggelar sebuah parade dengan jalan kaki mengenakan kostum yang menarik, meriah, berwarna cerah, serta berumbai-rumbai, selayaknya seniman reog tetapi memiliki ciri khas tersendiri pada identitas Kota Jember. Tahun 2001 menjadi awal penyelenggaraan Jember Fashion Carnival. Lantaran konsep awalnya yang tak beda jauh dari arakarakan sebelumnya, bentuk dan corak kostum peserta JFC selalu menyerupai Reog. Hingga kini puluhan grup Reog di Kota Jember pun masih ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan JFC setiap tahun. Dan selalu ada desain kostum yang tampil di JFC yang mengusung tema seni Reog. Tetapi ada yang menarik dalam penyelenggaraan JFC tahun ini. Perwakilan Rimbawan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)

NO. 79 • TH. 13 • juli - agustus • 2019

Jember dinyatakan lolos sebagai peserta JFC 2019. Mereka pun beraksi di JFC bersama seluruh peserta dari dalam dan luar negeri, saat momentum memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rangkaian JFC 2019 itu digelar di Jember, 31 Juli sampai 4 Agustus 2019. Administratur Perhutani KPH Jember, Rukman Supriatna, mengatakan, tahun ini ada empat orang karyawan Perhutani KPH Jember yang diyatakan lolos untuk mengikuti JFC tahun 2019. Keempat rimbawan yang menjadi peserta JFC itu adalah Jumawi yang sehari-hari menjabat Mandor Polisi Teritorial (Polter) Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Seputih Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mayang; Hadi Sutrisno (Mandor Polter RPH Karangbayat BKPH Lereng Yang Barat); Elsadora Putri (keluarga karyawan Perhutani KPH Jember); dan Sazha Putri dari keluarga karyawan KPH Jember. “Ini merupakan kesempatan yang harus diambil. Ini merupakan penghormatan, karena acara ini sudah menjadi ajang internasional yang rutin digelar setiap tahun,” katanya. Lebih lanjut, Rukman menjelaskan, sejak tahun 2010 Perhutani KPH Jember secara rutin ikut penyelenggaraan JFC. Setiap tahun, mereka mengusung tema yang

berbeda dalam keikutsertaannya. Menurut dia, banyak manfaat yang didapat dengan menjadi peserta. “Salah satunya adalah membangun komunikasi eksternal yang semakin harmonis dengan semua kalangan dan seluruh generasi di Kabupaten Jember. Selain itu, juga untuk mengenal karakter, budaya, dan kepribadian yang sangat bermanfaat dalam membangun kualitas pengelolaan hutan Jember secara utuh dan menyeluruh,” jelas Rukman.

Batas-batas Wilayah KPH Jember adalah salah satu unit manajemen di wilayah Divisi Regional Jawa Timur. Luas wilayahnya mencapai 71.525,14 hektare, meliputi kawasan hutan yang berada di wilayah administratif Kabupaten Jember. Wilayahnya terbagi dalam 3 wilayah Bagian Hutan (BH) yaitu BH Lereng Yang Selatan, BH Jember Selatan, dan BH Sempolan. Perhutani KPH Jember membawahi tujuh wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), yaitu BKPH Lereng Yang Barat, BKPH Lereng Yang Timur, BKPH Sumberjambe, BKPH Sempolan, BKPH Mayang, BKPH Ambulu, BKPH Wuluhan, dan 24 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH). Di dalam penataan Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk pada areal DAS Sampean.

DUTA Rimba 95


Foto : Agus Sulaiman/KPH Jember

pojokkph

Berdasarkan hasil evaluasi potensi sumber daya hutan tahun 2010, kawasan hutan KPH Jember terdiri atas Kawasan Produksi seluas 22.292,33 hektare (31,5%), Kawasan Perlindungan seluas 7.655,66 hektare (11%), Kawasan Penggunaan Lain seluas 2.072,75 hektare (3%) dan Hutan Lindung seluas 39.504,40 hektare (55%). Batas–batas wilayah pengelolaan hutan KPH Jember di sebelah utara berbatasan dengan KPH Bondowoso, d sebelah timur berbatasan dengan KPH Banyuwangi, di sebelah selatan berbatasan dengan TN Merubetiri dan Samudra Indonesia, di sebelah barat berbatasan dengan KPH Probolinggo. Topografi wilayah kawasan hutan dalam pengelolaan KPH Jember terletak pada ketinggian antara 10 – 1.500 mdpl. Dengan kelerengan bervariasi dari kelas kelerengan 1 (datar) = 7,00% atau seluas 4.928,40 ha, kelerengan 2 (landai) = 47,23%, kelerengan 3 (agak curam) = 26,82%, kelerengan 4 (curam) = 16,85%, hingga kelerengan 5 (curam) = 2,13%. Secara geografis terletak

96 DUTA Rimba

pada koordinat Bujur Timur 6°27’29” sampai dengan 7°14’35” dan Lintang Selatan 7°59’6” sampai dengan 8°33’56”.

Tujuh BKPH Pengelolaan kawasan hutan di Perhutani KPH Jember diorganisasikan dalam 7 BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) dan 24 RPH (Resort Pemangkuan Hutan). Masingmasing RPH punya pelaksana lapangan untuk kegiatan tanaman, pemeliharaan, penjarangan, keamanan, pembantu penyuluh / sosial, pembantu lingkungan, dan tebangan. Ketujuh wilayah BKPH tersebut adalah BKPH Lereng Yang Barat, BKPH Lereng Yang Timur, BKPH Sumberjambe, BKPH Mayang, BKPH Sempolan, BKPH Ambulu, dan BKPH Wuluhan. BKPH Lereng Yang Barat memiliki luas 10.106,73 hektare atau 14,1 % wilayah KPH Jember, terdiri dari 4 wilayah RPH, yaitu RPH Karang Bayat, RPH Tanggul, RPH Sumberklopo dan RPH Badean. BKPH Lereng Yang Timur punya

luas 14.618,81 hektare atau 20 %, dari wilayah KPH Jember, terdiri dari 3 wilayah RPH, yaitu ; RPH Suci, RPH Arjasa dan RPH Jelbuk. BKPH Sumberjambe mencakup luas 6.947,20 hektare (10 %), terdiri dari 3 wilayah RPH, yaitu RPH Slating, RPH Cumedak dan RPH Jambearum. BKPH Mayang memiliki luas 11.423,40 hektare atau 16 % dari wilayah KPH Jember, terdiri dari 5 wilayah RPH, yaitu RPH Seputih, RPH Silo, RPH Mumbulsari, RPH Pace dan RPH Babansilosanen. BKPH SEMPOLAN punya luas 11.358,10 atau 16 % dari wilayah KPH Jember, terdiri dari 3 wilayah RPH yaitu RPH Garahan, RPH Sumberjati, dan RPH Sumbersalak. BKPH Ambulu memiliki luas 10.985,70 hektare atau 15 % wilayah KPH Jember, terdiri dari 3 wilayah RPH, yaitu RPH Curahtakir, RPH Mandiku dan RPH Sabrang. Dan BKPH Wuluhan punya luas 6.085,20 hektare atau 9 % wilayah KPH Jember, terdiri dari 3 wilayah RPH, yaitu RPH Grintingan, RPH Puger dan RPH Glundengan. • DR/Report : Agus Sulaiman/KPH Jember

NO. 79 • TH. 13 • Juli - agustus • 2019


Profile for Perhutani

MAJALAH DUTA RIMBA EDISI 79  

MAJALAH DUTA RIMBA EDISI 79  

Profile for perhutani
Advertisement