Skip to main content

TBS: Harmoni Pemerintah dan Masyarakat

Page 1

medialaspela

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

Edisi No 132 12 HALAMAN

Menerangi Bumi Serumpun Sebalai

TBS: Harmoni Pemerintah dan Masyarakat Wagub: TBS Diharapkan Menasional dan Mendunia Bupati: Tempat Mencari Nilai yang Tinggi dan Luas Bambang Patijaya: TBS Ikon Harmoni Keagamaan

SUNGAILIAT - Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Drs Abdul Fatah MSi menandaskan Taman Bintang Samudra (TBS) yang berlokasi di Pantai Timur Sungailiat, Kabupaten Bangka menjadi bukti harmonisasi pemerintah dan masyarakat. “Pembangunan Taman Bintang Samudra menjadi lambang harmonisasi yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat, dan merupakan wujud adanya kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Pemerintah membuka kemungkinan dan masyarakat mengisinya dengan baik,” kata Wagub Abdul Fatah pada

Sonia: “Perkuat Babel Harmony Living Proof”

INDEX Hal 3 Hal 12

“Sonia dan Mama Katolik. Papa Konghucu, Koko saya Islam dan saudara-saudara Sonia ada yang Protestan, Budha dan Hindu. Kami mengarungi kehidupan dengan rukun dan damai dalam harmoni di Belitung maupun di Bangka. My life is living proof for family and Babel harmony. Taman Bintang Samudra memperkuat living proof of harmony. Sonia sebagai Puteri Indonesia membagikan keindahan dan kedamaian Babel harmony living proof ini Angin sepoi berhembus di tepi pantai ke seluruh Di batu besar amoy cion duduk termangu bangsa TBS jadi wisata religi Negeri Serumpun Sebalai Indonesia Semoga sukses, kami mohonkan doa dan restu dan ke seluruh ITULAH pantun perdunia mohonan doa restu Ground seBreaking Taman Bintang Samudra yang disampaikan bagai Ketua Pembina TBS Eddifinalis janto Harlijanto. Miss Ground Breaking TBS, kata Eddijanto, menginUnigatkan pada Ensiklik Paus verse Fransiskus “LAUDATO 2018.” SI”, mi’ Signore’. Terpujilah

Pasangan Markun yang Mengharukan

Engkau, Tuhanku”. Dalam nyanyian yang indah ini, Santo Fransiskus dari Assisi mengingatkan pada lingkungan hidup yang merupakan “RUMAH KITA BERSAMA” yang selalu menyambut manusia dengan tangan terbuka. “Kini, lingkungan hidup kita menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya," ungkap Eddijanto yang mengalami lingkungan hidup yang masih asri di masa kecilnya di Sungailiat. "Marilah kita tidak mengutuki kegela-

pan kerusakan alam, namun marilah kita menyalakan lilin dan mulai memperbaiki situasi," ajak Eddiijanto. Kemudian Eddijanto memberi kesaksian saat ia tergerak untuk berbakti untuk negeri kelahirannya. "Saya terharu pada Bapak dan Ibu Markun yang rela tanahnya dipersembahkan untuk pembangunan

Sonia Fergina Citra


2

EKONOMI BISNIS

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

Gubernur akan Pasarkan Lada Babel ke Pasar Tradisional Moscow Rusia Erzaldi : Kadin dan HIPMI Dilibatkan untuk Mempercepat Pemasaran Lada dan Produk UKM

PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyampaikan berdasarkan hasil kunjungan kerjanya ke negara Kota Moskow beberapa waktu lalu, dirinya berencana memasarkan lada petani di pasar tradisional Moscow Rusia, guna mempro-

mosikan dan mem- Oleh: Wina Destika Eropa Timur,” kata bangkitkan kejayaan Erzaldi. lada petani daerah. “Memang kita sudah “Dari kunjungan saya ke memutuskan untuk memperRusia bersama beberapa in- banyak pasar, salah satunya stansi terkait, kita mengunjun- adalah Eropa Timur, tetapi megi empat pasar tradisional di masarkan produk tidak semuMoscow, untuk melihat poten- dah itu, namanya juga pemasasi kita memasarkan lada di pas- ran,” lanjut Erzaldi. ar itu. Dan kita sudah memuDiakui Erzaldi, di Mostuskan untuk memperbanyak cow tidak ada lada putih, hanpasar salah satunya di negara ya lada hitam yang ada, dan ini

menjadi peluang untuk Babel memperkenalkan lada putih di semua pasar yang ada di Moscow, Rusia. “Kita kaget di Moscow tidak ada lada putih. Selama ini mereka hanya mengkonsumsi lada hitam. Ini kesempatan kita menjual lada putih disana, meski tidak mudah memasuki pasar eropa timur ini, namun akan kita upayakan,” ujarnya. Lebih lanjut Erzaldi menyampaikan bahwa untuk untuk menembus pasar Eropa timur, Pemprov Babel akan melibatkan Kamar Dagang Industri (Kadin) dan Himpunan Pen-

gusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan lembaga terkait, guna mempercepat pemasaran lada dan produk UKM daerah. “Dalam waktu dekat saya akan memanggil Kadin dan HIPMI, saya minta mereka untuk menggarap lada disana dan ini sudah kita buka. Kemarin saya sudah laporkan ke pak Menko dan Pak Dubes bahwa kami akan membuka pasar disana,” terang Erzaldi. Erzaldi menyebutkan bahwa pada intinya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan mengedepankan UMKM terlebig dahulu, apabila UMKM sudah mampu menguasai pasar, maka akan dilanjutkan ke Trader dalam skala besar. “Kita akan mengedepankan UMKM dulu, kalau UMKM sudah menguasai pasar disana,

baru ke Trader. Dan saya berharap UMKM-UMKM Babel dapat membuka pasar pada bulan Desember mendatang,” tutupnya. (wa)

Beberapa Bumbu dan Sayuran Terpantau Stabil PANGKALPINANG – Sempat naik, beberapa bumbu dapur dan sayuran pada Selasa (14/8/2018)

terpantau stabil. Harga Grosir beberapa bumbu dapur seperti Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Rawit, dan Cabai Merah masih stabil. Nanda pemilik Toko

grosir bumbu H.Awi yang beralamatkan di pasar pembangunan, mengungkapka pergerakan kenaikan harga bumbu dan sayur-sayuran tidak terlalu berarti. “Jelang lebaran Idul Adha tahun ini, sampai saat ini tidak ada kenaikan harga yang berarti, malah cenderung stabil,” tuturnya kepada media Laspela. Bawang merah di bandrol Rp20 ribu perkilogram, Bawang putih Rp18 ribu perkilogram, Cabai rawit Rp32 ribu perkilogram, sedangkan Cabai merah besar Rp29 ribu perkilogram. Sedangkan bumbu jahe halus di bandrol Rp14 ribu perkilogram, Kunyit Rp10 ribu perkilogram, dan laos Rp8 ribu perkilogram. “masih normal-normal saja,” jelasnya Sementara untuk sayuran, seperti kentang yang termasuk umbi-umbian di bandrol Rp8.500, wortel di bandrol Rp11.500 perkilogram, dan tomat di bandrol Rp10 ribu perkilogram. (dnd)


RABU - KAMIS

POLITIK DAMAI 3

15 - 23 AGUSTUS 2018

4 Point Penting MoU DPRD Babel dan Gubernur Tentang RKUA-PPAS PANGKALPINANG, LASPELA – Setelah melakukan pembahasan selama beberapa hari, akhirnya DPRD Babel dan Gubernur Babel, menandatangani Memorandum of Understandin (MoU) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUAPPAS) APBD Babel Tahun 2019 di Ruang Banggar DPRD Babel, Selasa (7/8/2018). “Hasil akhir pembahasan RKUA-PPAS ini ada empat poin yang kita sampaikan guna menekan defisit APBD Babel tahun 2019 mendatang,” kata Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya usai melakukan MoU dengan Gubernur Babel. Didit mengatakan adapun keempat poin tersebut yakni perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Babel, menekan biaya Alat Tulis Kantor (ATK), memangkas rencana honor dalam kegiatan, dan memotong anggaran perjalanan dinas dalam kegiatan. “Poin-poin ini kita sampaikan diantaranya perampingan OPD di lingkungan Pemprov Babel, karena struktur organisasi di Pemprov sudah gemuk sehingga beban belanja aparatur menjadi besar,” ujarnya. Didit menambahkan, dengan melakukan empat poin tersebut, maka mampu menekan perkiraan defisit APBD dari 12 persen menjadi 6 persen. “Karena saat ini anggaran kita defisit diangka 12 persen, yang mana seharusnya tidak boleh lebih dari 6 persen,” jelasnya. Didit menambahkan, DPRD Babel akan melihat sejauh mana komitmen Pemprov Babel untuk menindaklanjuti keempat poin yang mereka rekomendasikan. “Disini kami tidak hanya mengkritik tapi kami juga memberikan solusi kepada Pak Gub. Jadi kami akan lihat sejauh mana komitmen Pak Gub untuk memfollow up beberapa rekomendasikan yang sudah kami sampaikan,” ucap Didit. Sementara itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyambut baik inisiatif DPRD Babel, pasalnya dirinya juga menilai OPD yang ada dilingkungan Pemprov saat ini memang terlalu gemuk. “Akan tetapi pihaknya harus melakukan kajian terlebih dahulu,” ujarnya. Diakui Erzaldi memang saat ini untuk posisi PNS memang cukup gemuk. Namun memang ini perlu pertimbangan banyak hal. “Terus terang saat ini posisi PNS sudah sangat berlebihan, cuma kami tidak ada dasar dan belum menyakini karena kalau kita melakukan perampingan harus ada konsultan untuk itu,” ungkap Erzaldi. Erzaldi berharap untuk penyusunan anggaran 2019 dapat berjalan dengan lancar. “Kita berharap untuk penyusunan anggaran 2019 mendatang dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan,” tutup Erzaldi. (wa)

Ketum BPD HIPMI Babel Pasarkan Pariwisata dan Lada di Belanda DENHAAG - Trade Mission Europe Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bangka Belitung (Babel), Jumat (10/8) pekan kemarin, guna berkunjung ke Kedutaan Besar RI untuk Belanda. Hadir langsung Ketua Umum BPD HIPMI Babel R Indra Sandy yang disambut ramah oleh Dubes RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama asosiai dagang industri dan pekerja VNO NCW Nederland, asosiasi start up dan UMK Belandang NL IN dan juga Verstegen , salah satu perusahaan rempah terbesar di Eropa. Dalam pertemuan itu, Indra Sandy kembali membahas dua sektor unggulan Babel yakni lada putih dan pariwisata. Menurut Indra Sandy, khusus untuk lada putih, direct selling ke Eropa akan sangat menguntungkan kedua negara baik negara penghasil maupun negara pemilik pasar, ketimbang berjualan den-

gan sistem pasar yang berjenjang. "Dengan pasar yang berjenjang dan bertingkat akan sangat merugikan petani lada di negara produsen dan pembeli di eropa harus membeli dengan harga yang sangat tinggi tanpa memberikan manfaat lebih kepada petani lada itu sendiri," terangnya. Hal ini Ironis, kata Indra Sandy, jika sistem itu masih digunakan, mengingat Belanda yang sudah memperdagangkan lada putih Babel atau lebih dikenal Muntok White Pepper. "Bahkan Muntok White Pepper ini sudah menjadi standar kualitas lada terbaik di dunia setahun 1600an," ujarnya. Di sisi pariwisata, Indra Sandy menuturkan bahwa Babel bisa menjadi tujuan wisata baru. Dalam promosi HIPMI Babel di Belanda, dirinya berharap hal ini dapat memikat pengusaha pemula maupun UMK di negara kincir angin guna menjalin kerja sama untuk mendirikan perusahaan biro perjalanan di Belanda dengan tujuan promosikan destinasi wisata baru di Indonesia. "Beberapa bentuk program itu

dapat dilakukan seperti Customize Travel, ini bisa menjadi salah satu cara untuk promosikan destinasi baru," jelasnya, seraya menambahkan seluruh rangkaian agenda resmi HIPMI Babel di eropa diakhiri di Kedubes Belanda. Besar harapan misi dagang HIPMI Babel ke Eropa dapat memberikan manfaat positif bagi Indonesia dan Babel pada khususnya. Berkenaan dengan lada putih Babel, Marianne Van Keep Directol of Sustainability dari Verstegen menyatakan bahwa Verstegen hanya membeli lada putih dengan kualitas terbaik yaitu lada Babel. Marianne juga sangat berharap Babel bisa meningkatkan produksi dan menjaga kesinambungan dari kualitas lada putih Babel. Dalam hal ini Verstegen sangat berharap dapat menjalankan kerjasama positif bersama pemerintah dan pengusaha demi mengembalikan kejayaan lada Babel," tukasnya. Ia melanjutkan, bahwa sebelumnya HIPMI Babel juga melakukan pertemuan bisnis dengan PUM Nederland, sebuah badan pemerintah Belanda yang memiliki ratusan tenaga ahli di

Prananda Surya Paloh Lantik Anggota DPD dan DPW Garda Pemuda Nasdem Babel

PANGKALPINANG – Sebanyak 39 pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Bangka Belitung dan 21 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang ada di lima kabupaten/kota resmi dilantik, di Gedung Global Executive Pangkalpinang, Selasa (14/8/ 2018). Berdasarkan pantauan negerilaskarpelangi.com dilapangan ketua umum Garda Pemuda Nasdem Prananda Surya Paloh resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Pengurus Pimpinan Daerah (DPD) Garda Pemuda Nasdem (GPN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2018-2022. Ketua umum Garda Pemuda Nasdem Prananda Surya Paloh mengatakan momen pelantikan ini dapat memberikan pendidikan politik kepada pemuda-pemu-

di yang ada di Bangka Belitung ini. “Momen dari pelantikan ini tentu yang lebih penting bagaimana menstimulasi atau memberikan pendidikan politik kepada pemuda-pemudi Indonesia khususnya di Babel ini. Apalagi kita akan menghadapi tahun Pemilu 2019,” ujarnya. Ia menyampaikan yang mana GPN ini berperan sentral sebagai ujung tombak partai untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Apalagi Nasdem menargetkan Bangka Belitung ada peningkatan raihan suara dan kursi legislatif di 2019. “Maka saya mengintruksikan kepada pasukan Garda Nasdem Babel untuk memenangkan Partai Nasdem dan Jokowi sebagai Presiden RI untuk yang kedua kalinya,” tegasnya. Prananda mengungkapkan bahwa dari Partai Nasdem sendiri akan memaksimalkan sayap partau untuk meraih hasil maksimal di 2019 dengan melibatkan generasi muda Nasdem. “Tentu ini karena pada 2019 mendatang dimana kompetisi politik akan banyak melibatkan pemuda. Sehingga pemilih baru dibawah 35 tahun diprediksi naik signifikan. Untuk itu diharapkan Garda Pemuda sebagai ujung tombak partai harus maksimal memanfaatkan ini sebaik mungkin,” terangnya.

Lanjut Prananda dimana dirinya juga berkeyakinan bahwa dibawah komando Ketua Garda yang baru dilantik yakni Yanto Lie, yang mana untuk organisasi Partai Nasdem akan terus berkembang hingga tingkat kabupaten dan kecamatan. “Saya berharap kepada Ketua Garda yang baru dilantik ini bagaimana membesarkan Organisasi Garda Partai Nasdem berkembang sampai ke tingkat kabupaten hingga kecamatan,” harapnya. Sementara itu, Ketua DPW Garda Pemuda Nasdem Bangka Belitung Yanto Lie mengatakan bahwa generasi muda dalam bidang pembangunan harus berpihak, tidak ragu-ragu dan tidak bersikap netral. “Karena Garda Pemuda ini sebagai ujung tombak restorasi, untuk itu saya berharap para pemuda harus bekerja dan berperan aktif dalam pembangunan,” ujarnya. Ia mengatakan setelah dilantik, GPN Bangka Belitung akan menjadi ujung tombak partai dalam merangkul para pemuda-pemudi dan memenangkan kompetisi politik Nasdem baik di Bangka Belitung maupun tingkat nasional. “Diharapkan melalui GPN Babel ini akan menjadi ujung tomvak partai dalam merangkul pemuda-pemudi dan kami juga berharap dapat memenangkan kompetisi politik Nasdem ini baik itu di Babel hingga nasional,” ungkapnya. Yanto menambahkan bersama dengan Garda Pemuda Nasdem,

bahwa substansi politik pemuda akan kembali seperti awal perjuangan kemerdekaan. “Dimana pada masa itu pemuda berperan besar sebagai ujung tombak restorasi perjuangan Indonesia mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” tutupnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem Babel, Datuk H Ramli Sutanegara, Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Babel Abdul Fatah, Ketua DPW Partai NasDem Babel Zuristyo Firmadata, Sekretaris Robert Aritonang, Ketua DPW Garnita Malahayati Babel Sri Kristin, serta Ketua DPD Partai NasDem Bangka Tengah DR H Ibnu Saleh, Ketua DPD Partai NasDem Pangkalpinang Ucok Oktahaber, Ketua DPD Partai NasDem Bangka Hendra Astra Jaya, Gemuruh dan Bahu NasDem, Garda Pemuda dan Garnita Malahayati Babel. (wa)

berbagai bidang termasuk perdagangan komoditas. Dalam kesempatan itu, Indra Sandy menyampaikan pentingnya sinergi antara Belanda dan Indonesia untuk mengembalikan kejayaan Muntok White Pepper di Eropa. "Potensi lada di Babel luar biasa namun masih membutuhkan banyak support terutama membuka akses untuk direct market dan pentingnya menciptakan kualitas prima yang berkesinambungan hal ini disambut baik oleh PUM Nederland dan akan terus berkoordinasi dengan HIPMI Babel," imbuhnya. Sementara Dubes RI Belanda I Gusti Agung Wesaka menjelaskan, dalam pertemuan ini bahwa kedutaan akan selalu memfasilitasi dan mendorong perdagangan serta hubungan ekonomi Indonesia-Belanda. I Gusti Agung juga membenarkan, Babel merupakan destinasi wisata baru di Indonesia seperti Bali. "Ada 10 'Bali Baru' di Indonesia dan Babel salah satunya. Babel has a very beautiful beach, maybe among the best in the world," ucap I Gusti Agung. (**)


4 PELANGI BABEL

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

Gubernur Buka Secara Resmi Lomba B2SA dan Launching Sabuk Amang PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membuka secara resmi acara lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) serta launching Gema Sayur, Buah, Umbi-umbian, Kacang-kacangan dan Ayam Merawang (Sabuk Amang) yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan Babel di Restaurant Gale-Gale, Kamis (9/8/2018). Erzaldi meminta kepada ibu-ibu PKK ini untuk mengaplikasikan menu makanan dalam lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) kehidupan sehari-hari. “Dalam rangka Lomba Cipta Menu Beragam ini saya minta kepada ibu-ibu PKK betul-betul di implementasikan di kegiatan sehari-hari, mempromosikan dan memperkenalkan produk unggulan ini sebagai pengganti beras dalam rangka kita mengadakan ketahanan pangan di daerah kita,” ujarnya Ia mengungkapkan dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2018 tentang Gema Sabuk Amang ini dirinya menghimbau masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Makan Sayur, Buah, Umbi-umbian, kacang-kacangan dan ayam merawang dalam kehidupan sehari – hari. “Saya harap apa yang dilakukankan dalam rangka Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman ini, betul-betul diimplementasikan di kegiatan sehari – hari,” pesan Erzaldi. Sementara, Kepala Dinas

Pangan Babel, Ahmad Damiri mengatakan, ajang lomba menu B2SA ini merupakan agenda tahunan pemprov dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan makanan khas dari tiap-tiap daerah kabupaten/kota. “Acara lomba ini merupakan agenda tetap tahunan pemprov yang melibatkan ibu-ibu PKK, hanya saja setiap tahunnya yang menjadi tuan rumah berbeda-beda,” katanya. Disampaikan Damiri untuk tahun depan rencananya yang menjadi tuan rumah adalah Belitung Timur. “Tentunya acara ini untuk memperkenalkan dan mempromosikan makanan khas masing-masing daerah,” ungkapnya. Para pemenang lomba ini, nantinya akan mewakili Provinsi Babel pada lomba menu B2SA tingkat nasional. “Untuk lomba cipta menu B2SA tingkat nasional tahun 2018 Babel akan diwakili oleh Kabupateb Bangka Barat,” terangnya. Disisi lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang diwakili Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Tri Agustin Satriani, menyampaikan terima

kasih atas dilaksanakannya kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA serta Gelar Pangan dan Launching Gema Sabuk Amang yang dilaksanakan di Babel ini. “Saya berikan apresiasu dan memberikan penghargaan kepada Pemprov Babel dan TP PKK Provinsi dan kabupaten/kota serta seluruh pihak terkait dimana partisipasi kita semua merupakan bukti tanggung jawab bersama untuk dalam mendukung dan mensukseskan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dalam upaya ketahanan pangan,” ujar Tri. Tri Agustin menjelaskan bahwa untuk keragaman pangan merupakan salah satu langkah strategis dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui makanan yang dikonsumsi dapat bervariasi. Dalam acara ini turut hadir, Ketua PKK Babel, Melati Johan, Kepala Dinas Pangan Babel, Ahmad Damiri, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Tri Agustin Satriani serta peserta lomba yang berasal dari tujuh kabupaten/kota Se-Babel. Serta dilanjutkan dengan pemukulan gong dan pemotongan nasi tumpeng. (wa)

Pemprov Babel Kembali Lelang Kendaraan Dinas PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka melalui kantor Badan Keuangan Daer-

ah (Bakuda) Babel kembali melakukan pelelangan kendaraan dinas, di halaman kantor Bakuda Babel, Kamis (9/8/2018). “Sebanyak 101 kendaraan dinas milik daerah di lelang secara umum oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah Babel Fery Afriyanto kepada wartawan. Fery mengatakan sebelumnya pada bulan Oktober 2017 lalu Pemprov melakukan lelang kendaraan dinas. Dan untuk kali ini Pemprov Babel kembali menggelar lelang terbuka untuk masyarakat umum. “Kita kembali menggelar lelang kendaraan dinas ini untuk masyarakat umum, kecuali Sekda Babel, Kepala Bakuda dan Kabid aset Bakuda Babel,” ujarnya. Fery menyebutkan ada sekitar 34 mobil dinas dan 67 kendaraam roda dua yang dilelang. Dimana semua kendaraan lelang ini rata-rata lima tahun. “Ada sekitar 108 orang yang sudah mendaftarkan diri ikut lelang. Yang mana untuk para pembeli ini boleh membeli kendaraan lelang lebih dari satu unit kendaraan. Dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)

Pangkalpinang ditunjuk sebagai pelaksana lelang,” jelas Fery. Sementara itu Pejabat lelang KPKNL Pangkalpinang, Dwinanto menyampaikan untuk lelang kendaraan dinas tahun ini KPKNL Pangkalpinang ditunjuk sebagai pelaksana lelang “Tentu disini kami siap melakukan pelelangan terhadap inventaris barang milik daerah ini untuk dilelang kepada masyarakat umum,” ungkapnya. Ia mengungkapkan semua kendaraan dinas yang dilelang ini dengan kondisi apa adanya. “Pendaftar lelang boleh membeli lebih dari satu unit kendaraan. Dan untuk semua pendaftar lelang bebas memilih kendaraan dengan harga minimal limit yang ada,” terangnya. Ia menambahkan keadaan kendaraan yang dilelang ini apa adanya. Namun untuk biaya balik nama serta pajak itu di putihkan. “Untuk biaya balik nama kita putihkan. Terlepas biaya lelang dipungut sesuai peraturan pemerintah tentang tarif atas jenis PNBP yang berlaku dan sudah ditetapkan oleh Kementrian Keuangan RI,” tambah Dwinanto. (wa)


RABU - KAMIS

PELANGI EDUKASI 5

15 - 23 AGUSTUS 2018

BKKBN Babel Bentuk Pokja Advokasi KKBPK Srikandi DPC Hanura Basel PANGKALPINANG – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan lokakarya pembentukan dan pertemuan kelompok advokasi Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), di hotel Cordella Pangkalpinang, Kamis (2/8/2018). Dalam kesempatan tersebut, Sekda Bangka Belitung Yan Megawandi sekaligus moderator mengatakan untuk indikator kependudukan di Babel sampai saat ini cukup bagus. “Bahkan di Babel ini untuk indikator yang lain banyak sekali yang bagus dibandingkan di daerah lain. Hanya saja yang perlu kerja ekstra disini bagaimana meningkatkan usia pertama perwakinan perempuan pertama dari umur 19 hingga target kita umur 21. Karena berdasarkan penelitian bahwa usia kawin pertama ini mempengaruhi stanting,” ujarnya. Menurut Yan padahal stanting ini menjadi program nasional bahwa di pemprov sendiri untuk stanting ini masih ada sehingga pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan usia kawin pertama ini menjadi tugas bersama. “Kita berharap dengan meningkatnya usia pertama perkawinan perempuan pertama ini maka akan ada kematangan secara emosional, pendidikan, serta fisik. Sehingga anak-anak yang dilahirkan jauh lebih baik dari orang tuanya,” jelasnya. Yan mengungkapkan bahwa saat ini Pemprov Babel sudah membentuk kelembagaan khusus yakni Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan

Peduli Pendidikan Anak Kurang Mampu

Pencatatan Sipil dan pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB). “Kita disini bersunggug-sungguh untuk membentuk kelembagaan ini. Bahkan kita sudah meminta kepada Kementerian terkait untuk kita dijadikan tuan rumah seperti kegiatan kemah konselor, Rakor Pemberdayaan Perempuan, dan lain sebagainya, supaya kita bisa belajar dari daerah lain apa yang sudah mereka lakukan di tempat kita, dan kita modifikasi untuk kita lakukan disini,” ucapnya. Yan menyebutkan pemprov Babel sangat mendukung adanya pokja ini, yang mana nantinya diharapkan bisa menegakkan masyarakat yang berkualitas dalam menghadapi bonus demografi. “Sebenarnya disini yang dibicarakan bukan bonus demografi, karena kalau bonus kita tidak bergerak juga tetap dapat bonu, tapi disini peluang karena tanpa bergerak tidak akan bisa dimanfaatkan,” tuturnya. Yan menjelaskan untuk memanfaatkan peluang ini Babel sendiri harus memiliki perencanaan, strategi. Karena jika tidak memiliki ini maka peluangnya akan terbuang percuma karena kualitas penduduk Babel ku-

rang berkualitas. “Kita harus bergerak cepat dan bertindak cepat dalam melakukan peluang demografi ini,” ucapnya. Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna Estelita mengatakan, tujuan dari pembentukan pokja ini menciptakan kondisi advokasi yang dipantau, dirancang dan dievakuasi tidak hanya berdampak dukungan program tapi berbaikan program KKBPK. “Tujuan khusus kita disini agar terbentuknya kelompok kerja advokasi di kabupaten dan kota, pengembangan yang merespon KKBPK di setiap masing-masinf daerah,” ujarnya. Diakui Etna sampai dengan saat ini banyak hal yang belum bisa dijalankan oleh pihaknya yang mana harus sesuai harapan kita seperti memasukkan RPJMD ke kabupaten, karena ada beberapa kabupaten yang belum ada grand desain, dan lainnya yang perlu advokasi. “Sehingga kami memiliki inisiatif bentuk pokja ini dengan tujuan untuk melibatkan berbagai unsur agar dapat memberikan advokasi kepada masyarakat, seperti BKKBN, TNI, Kepolisisan, bahkan stakeholder terkait,” tutupnya. (wa)

sel, yang mempunyai perhatian dan kasih sayang terhadap pendidikan di Basel khususnya Toboali, terutama tertuju keTOBOALI – Dunia pendidikan mer- pada anak-anak SD yang kurang mamupakan pondasi utama dalam memban- pu di beberapa SD di kecamatan Toboagun generasi indonesia yang cerdas, be- li diantaranya SD Negeri 2 Toboali, SD retika, mandiri dan berdaya Negeri 3, SD Negeri 11 dan SD saing. Oleh: Nopranda Putra Negeri 12 Toboali, Bangka SeTetapi demi terbangunnlatan. ya tujuan pendidikan ini membutuhkan Hal senada dikatakan ketua DPC Hasinergisitas semua pihak untuk ikut per- nura Basel, Suhardi Joy. Ia menekadan aktif di dunia pendidikan dan tidak ha- kan action DPC Hanura Basel untuk benya melepaskan kepada dinas pendidikan nar-benar mempunyai peran yang sangat atau sekolah saja, karena peran mas- signifikan dibidang pendidikan, ekonomi yarakat terutama orang-orang terdekat kerakyatan dan sosial budaya. sangat dibutuhkan. “Hal ini dibuktikan dengan beberapa “Salah satu menjadi penunjang dari kegiatan yang didukung partai Hanura, pendidikan di Basel khususnya Toboa- diantaranya santunan anak yatim, kegiali, maka beberapa masyarakat lokal yang tan bantuan sosial, kegiatan bantuan pentergabung dalam “Srikandi DPC Hanura didikan,” ujar Suhardi Joy kepada warBasel”, memberikan bantuan berupa alat tawan, Kamis (9/8/2018). tulis kepada beberapa murid yang kurang Ia juga berharapa, kedepan lewat Srimampu di beberapa sekolah dasar (SD) kandi Hanura Basel akan membentuk kedi Toboali, Bangka Selatan,” kata Ellya- giatan belajar mengajar yakni salah satmati Suhardi. unya kursus Bahasa Inggris gratis untuk Ia juga menambahkan, sebagai ben- semua kalangan dan di pegang oleh para tuk pengabdian terhadap masyarakat Ba- pengajar yang profesional dan bermutu. “Kita menilai berpartai bukan hanya mengejar kepentingan, tetapi harus mempunyai peran aktif dan kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat,” tukas Suhardi Joy.

Sopian Kukuhkan 36 Paskibraka Kota Pangkalpinang PANGKALPINANG Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian kukuhkan 36 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pada upacara Pengukuhan Paskibraka yang di laksanakan di Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Rabu malam (15/8/2018). 36 pasukan paskibraka terdiri dari 20 paskibraka putra dan 16 paskibraka putri, mereka inilah yang nanti bertugas untuk Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih pada perayaan HUT RI ke-73 di Kota Pangkalpinang.

Dalam amanat- Oleh: Dinda Agus Tiantie da Paskibraka unnya, Sopian menetuk dapat menjadi gaskan putra/putri ini bukan ha- ujung tombak untuk mempernya bertugas sebagai pasukan satukan Bangsa, mempererat pengibar maupun penurunam Bangsa, dan mampu membanBendera Merah Putih, namun gkitkan semangat Nasionalisme juga harus menunjukan ketelad- dan Patriotisme. anan sebagai pelajar. "Dan Generasi muda mam"Putra/putri yang terpilih pu memahami bahwa perbedaan merupakan yang terbaik dan is- itu indah dan harus menghargai timewah, putra/putri yang di tu- satu dengan yang lain," terangaskan ini bukan sekedar ber- gnya. Ucapan terimakasih pun tugas untuk pengibaran dan tak luput ia sampaikan kepada penurunan Bendera Merah Pu- orang tua anggota paskibraka tih, namun juga bisa menjadi yang telah memberikan dukuncontoh keteladanan pelajar, ber- gan dan motivasi kepada anggoprestasi, berdisiplin, bermoral ta paskibraka. dan memiliki jiwa nasional"Tak lupa kami ucapkan terisme yang tinggi," Ucapnya saat imakasih kepada orang tua anmenjadi pembina upacara. ggota paskibraka yang telah Ia pun berharap kepa- memberikan dukungan dan mo-

tivasi sehingga para anggota di harapakan mampu mengemban tugas sebagai anggota paskibraka," Ucapnya. "Terimakasih pula kepada para pembina, pembimbing dan pelatih yang dengan sigap membimbing putra/putri selama proses latihan, dan apabila dalam proses latihan terdapat kesalahan, itu bisa menjadi pembelajaran untuk lebih baik kedepannya," Katanya. Dengan rasa bangga Ia pun mengucapkan selamat bertugas kepada anggota Paskibraka, "Dengan bangga saya ucapkan selamat bertugas kepada pasukan Paskibraka, semoga tuhan memberikan ridho perjuangan kita bersama," Imbuhnya. (adv/dnd)


6

DIRGAHAYU RI

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018


RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

DIRGAHAYU RI

7


8

DIRGAHAYU RI

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

Pemprov Babel Tiadakan Pawai Baris Berbaris PANGKALPINANG, LASPELA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melakukan pemantapan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73. Dalam rapat pembahasan tentang rencana kerja dan seksi ziarah makam pahlawan dan tim kegiatan peningkatan terhadap NKRI di ruang Rapat Kesbangpol, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin lalu, Kepala Kesbangpol Babel, Tarmin AB mengatakan hasil dari pertemuan

ada beberapa perubahan rencana seperti meniadakan pawai baris berbaris. “Ada beberapa hal yang menjadi poin utama dalam pembahasan dalam rangka rangkaian memperingati HUT RI ke-73 diantaranya akan ada tabliq akbar untuk awalnya, yang di laksanakan dari Biro Kesra tapi masuk dalam agenda HUT RI, di halaman depan Kantor Gubernur,” kata Tarmin AB kepada wartawan. Ia menyampaikan sesuai arahan Gubernur Babel, Erzaldi

Rosman untuk perayaan hari Kemerdekaan RI ke-73 yang mana untuk Pawai Baris Berbaris (PBB) ditiadakan. “Yang perlu kita dorong disini yakni kegiatan Pawai Karnaval dan Kendaraan Hias, sedangkan untuk Pawai Baris Berbaris diganti dalam bentuk Perlombaan Baris Berbaris,” ujarnya. Diakui Tarmin, hal ini mengingat ada perubahan Pawai Baris Berbaris ini menjadi perlombaan PBB, karena Gubernur Babel merasa kasian melihat kondisi para peserta Pawai Baris Berba-

ris dari tahun ke tahun menyelesaikan perlombaan hingga malam hari. “Seperti yang kita ketahui dari tahun ke tahun peserta Pawai Baris Berbaris ini masih berada di jalan hingga malam hari. Maka ini menjadi alasan Gubernur untuk meniadakannya. Akan tetapi kegiatan baris berbaris ini tetap dilaksanakan dengan mengadakan perlombaan PBB,” ucapnya. Tarmin menyebutkan, untuk Pawai Baris Berbaris nantinya untuk setiap Kabupaten/Kota akan melaksanakan perlombaan

mulai tingkat SD/SLTP dan SMA. “Kemudian para juara ini nantinya, untuk di Kabupaten/Kota selanjutnya akan bertanding di tingkat Provinsi dan tempat perlombaannya akan dilaksanakan di GOR Sahabudin Babel. Dan untuk kepanitiaan sendiri belum di rencanakan, tapi dalam waktu dekat kita akan merencanakannya,” sebutnya. Tarmin mengatakan untuk Pawai Karnaval dan Kendaraan Hias masih dalam proses pematangan. “Pawai Karnaval dan Kenda-

raan Hias kita masih dalam proses pematangan. Karena untuk penjadwalannya masih menunggu para seksi-seksinya tapi yang pasti untuk hari H nanti yakni penaikan bendera dan penurunan bendera tetap dilaksanakan,” tuturnya. “Saya berharap HUT RI ke73 ini berjalan dengan lancar meski di tahun ini adanya perubahan tapi tidak menyurutkan semangat masyarakat Babel untuk ikut meriahkan HUT RI ini. Dan di harapkan juga,” harap Tarmin. (wa)


RABU - KAMIS

PELANGI BABEL 9

15 - 23 AGUSTUS 2018

Tarmizi Saat Sampaikan LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bangka SUNGAILIAT, LASPELA - Bupati Bangka Tarmizi Saat menyampaikan capaian pelaksanaan pembangunan selama 5 tahun masa kepimpinannya bersama Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, masa bakti 2013-2018 di gedung DPRD Kabupaten Bangka, Senin (6/8/2018). Melalui visinya yakni Bangka Bermartabat, Tarmizi memaparkan keberhasilan yang telah dicapai dari puluhan penghargaan hingga pembangunan pertanian serta bidang – bidang lainnya. Paparan Tarmizi Saat itu disampaikan dalam rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban ( LKPJ ) akhir masa jabatan 2013 – 2018. Ucapan Bupati tersekat ketika diakhir sambutannya, Tarmizi Saat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat kabupaten Bangka. “ Demikianlah sambutan saya, itulah yang saya bisa kerjakan selama lima tahun ini, saya sudah melakukan semua, saya siap mempertanggungjawabkan semua, kepada masyarakat dan kepada Allah yang menciptakan semua,” ungkap Tarmizi dengan bergetar. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Bangka, dihadapan rapat paripurna Tarmizi menyampaikan rencananya akan maju dalam Pemilu Legislatif 2019 sebagai bakal calon anggota DPR RI dapil Bangka Belitung dari Partai Nasdem. Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bangka yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian, S.Ip, juga menggelar paripurna penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka terpilih hasil Pilkada lalu yakni pasangan Bupati Mulkan dan Wakil Bupati Syahbudin, yang akan memimpin kabupaten Bangka lima tahun mendatang 2018 – 2023. Selain itu paripurna juga mengusulkan pemberhentian pasangan wakil Bupati Tarmizi saat dan Wakil Bupati Rustamsyah, yang akan mengakhiri masa jabatan 2013 – 2018 September 2018. Disamping itu pimpinan DPRD Kabupaten Bangka menerima hasil reses anggota DPRD Kabupaten Bangka yang menyerap aspirasi masyarakat diantaranya melalui Musrembang yang mengusulkan kegiatan pembangunan tahun 2019. Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian, S.Ip mengatakan, aspirasi masyarakat yang diserep anggota DPRD Kabupaten Bangka akan ditindaklanjuti, serta menjadi pertimbangan dan dilaksanakan pihak eksekutif. Parulian menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Pilkada, sehingga pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bangka lalu dapat berjalan lancar, tertib dan aman. Dalam Rapat paripurna tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekda Bangka, staf ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Organisasi Wanita dan undangan lainnya.(rus/humas)

Erzaldi: Setelah Rakor

Kebijakan Pemprov dan Kabupaten/Kota Lebih Klop MUNTOK – Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati dan Walikota se – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilaksanakan di Wisma Ranggam, Muntok Bangka Barat, Rabu ( 8/8/2018 ) diakhiri dengan penandatangan 17 kesepakatan Gubernur dengan Bupati dan Walikota di Ruang Soekarno di Wisma Ranggam. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, dengan adanya penandatanganan kesepatakan tersebut, kedepan kebijakan yang akan dibuat antara Pemprov dan Kabupaten/ Kota lebih klop karena telah terkoordinasi dengan baik. ” Tentunya dengan kebijakan kebijakan ini kedepannya lebih klop karena sudah terkoordinasi dengan baik. Baik kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten. Kita ingin kedua kebijakan yang telah dibuat ini saling bersinergi untuk membuat suatu keputusan yang kuat untuk masyarakat,” jelas

Erzaldi kepada awak media usai rakor di Wisma Ranggam, Muntok, Rabu ( 8/8 ). Beberapa kebijakan tersebut, kata Erzaldi diantaranya mengenai lada, sawit, infrastruktur, pelabuhan, event bersama, promosi bersama, masalah banjir baik di Muntok maupun Pangkalpinang, telah dikoordinasikan dalam rakor ini. ” Jadi diharapkan, kegiatan

pembangunan kedepan tahun 2019 itu lebih kuat lagi karena antara Kabupaten dan Provinsi itu saling bersinergi,” tambahnya. Ketidakhadiran Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka dan Walikota Pangkalpinang dalam rakor di Pesanggrahan tempat pengasingan Bung Karno ini, Erzal-

di mengatakan hal tersebut bagi dirinya tidak menjadi persoalan dan bisa dimaklumi. ” Saya nggak apa – apa, nggak jadi masalah, karena kesibukan masing masing, tetapi sangatlah rugi ketika tidak hadir karena saya lebih mendengar bupati ketimbang yang mewakili, kalau berpikir untuk daerah untuk maju ya harus hadir,” tandasnya. (sk)


10 PELANGI PROPERTI

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

Bisnis Properti Lesu

Ini Strategi PP Urban Gaet Konsumen JAKARTA - Lesunya bisnis properti yang terjadi beberapa waktu terakhir turut dirasakan PT PP Urban, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. Perseroan yang memulai bisnis propertinya lewat pembangunan apartemen Urban Town di Serpong dan Karawang ini, mengaku belum bisa meraih penjualan maksimal. Di Serpong, misalnya, dari 1.725 unit yang ditawarkan, saat ini baru sekitar 300 unit yang telah laku terjual. Sementara, untuk penjualan di Karawang, dari sekitar 300 unit yang ditawarkan untuk menara pertama, baru sekitar 100 unit yang terjual. "Tahun ini untuk Serpong

satu tower habis 500-an lah," kata Presiden Direktur PT PP Urban Nugroho Agung Sanyoto di Kantor Bank BTN, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Sebagian besar konsumen yang membeli apartemen tersebut yakni end

user dari pada investor, dengan perbandingan sekitar 70:30. Namun sejak awal, Nugroho mengaku, memang target pemasaran apartemen ini yaitu kalangan end user terutama kelompok masyarakat kelas bawah

hingga menengah. Hal ini terlihat dari harga yang dipasarkan yaitu sebesar Rp 10 juta per meter persegi untuk unit di Serpong, dan Rp 9 juta per meter persegi untuk unit di Karawang. "Kira-kira harganya Rp 200 jutaan lebih sedikit lah untuk tipe studio," ujarnya. Nugroho mengatakan, salah satu upaya untuk menggenjot penjualan yaitu dengan menggandeng koperasi kementerian/ lembaga negara serta BUMN yang memiliki karyawan yang berdomisili di sekitar Serpong dan Karawang. "Misalnya, (pegawai) BUMN kalau selama ini masih ngontrak daerah Serpong, bisa beli unit kami. Jadi bisa manfaatkan jaringan yang ada," kata dia.(kompas)


RABU - KAMIS

CONNECTION

15 - 23 AGUSTUS 2018

TBS Harmoni Ground Breaking, peletakan batu pertama pembangunan Taman Bintang Samudra di Jalan Pantai Rebo, Rebo, Sungailiat, Rabu (15/8/2018). Hadir pada acara Ground Breaking TBS antara lain Uskup Pangkalpinang, Mgr Dr Adrianus Sunarko, OFM, Anggota DPD RI Bahar Buasan, Ketua IKAL 21 Lemhanas, Komjen (Purn) Pol Arif Wachyunadi, Bupati Bangka Ir Tarmizi Saat MM, Wakil Bupati Bangka Barat, Markus Jaya, Kakanwil Kemenang Babel, Muhammad Ridwan, Kepala Dinas Disbudpar Babel Drs M Rivai, Kepala Dinas Disbudparpora, Asep Setiawan, Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia Handojo Budhisedjati, Wakil Ketua Umum/Founder Vox Point, A. Bambang Sunanto, WKU Vox Point, Susan Binsasi Sarumaha, Penasehat Vox Point FX Budhi Hendarto, Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Babel, dr Subuh Wibisono, Ketua Umum GIPI Babel, Djohan Riduan Hasan, Pemuda Ansor, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Para Pastor, Bruder, Suster, Umat Katolik se Babel serta Founder Tanjung Pesona Beach Resort and Spa, Jusman Liu dan Yusman Ngui.

Program Pemprov Babel saat ini, kata Wagub Abdul Fatah, mengalami pergeseran. “Kondisi masyarakat kita tumbuh dan berkembang, disadari atau tidak disadari terjadi pergeseran nilai yang semula bersandar pada sektor tambang, saat ini menjadi sektor perkebunan dan pertanian, kelautan dan perikanan, khususnya pariwisata,” ungkap Wagub. Pemerintah berharap TBS yang berkonsep 70 persen wisata umum dan 30 persen wisata religi Katolik akan menjadi destinasi wisata religi yang mendunia. “Kita semua berharap, “Hari ini Ground Breaking tapi besok menjadi destinasi wisata yang nyata yang menasional dan mendunia.” Taman Bintang Samudra juga menjadi nilai tambah (added value) usaha bersama untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Sungailiat, Bangka. “Selain KEK Tanjung Kelayan, Belitung, Pemprov saat ini berusaha mewujudkan Kawasan Ekonomi

Khusus (KEK) Pariwisata Sungailiat, Bangka dan KEK Pariwisata Pan Semujur, Tanjung Gunung, Bangka Tengah. Sehingga nantinya pariwisata Belitung dan Bangka maju bersama,” harap Wagub sambil menambahkan TBS sebagai wisata religi menjadi

tara, Mesjid Cheng Ho yang sudah peletakan batu pertamanya bersama Pengusaha Sian Sugito, Pura dan Kelenteng Dewi Kwan In serta Pemakaman Tionghoa,” rinci Tarmizi. Sementara Kepala Disbudpar, Rivai menyambut baik dan menga-

satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari rencana KEK Sungailiat, Bangka dengan karakteristik khasnya. Pada kesempatan terpisah, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM mengatakan, “Tidak lama lagi Babel akan memiliki kawasan wisata religi dari berbagai agama di kawasan yang in-

presiasi prakarsa TBS yang berkonsep 70 persen taman umum dan 30 persen wisata religi. “Kita punya organisasi pariwisata GIPI dan PUTRI. Konsep TBS ini bisa menjadi lahan garapan pariwisata baik GIPI maupun PUTRI yang akan berkolaborasi dengan manajemen TBS,” kata Rivai di sela-sela Ground Breaking. Ketua Umum Gemabudhi yang juga Ketua PHRI Babel, Bambang Patijaya mengapresiasi kehadiran TBS yang menambah konfigurasi wisata religi. “TBS dan destinasi wisata lainnya di kawasan Pantai Rebo menjadikan kawasan ini menjadi ikon harmoni keagamaan dan menjadi tempat atau oase rohani sekaligus rekreasi,” kata Bambang Patijaya. Djohan Riduan Hasan yang juga hadir di acara Ground Breaking TBS menyatakan kesiapannya memenuhi persyaratan untuk KEK Pariwisata Pan Semujur, Bangka Tengah bersama KEK Pariwisata Sungailiat Bangka. TBS dan KEK Sungailiat Bangka merupakan dua hal yang simultan. “Kami memang sedang memper-

dah. Pemerintah sangat mendukung TBS yang melengkapi kawasan religi. TBS menjadi ikon kebhinekaan yang sudah menyejarah di Babel ditandai dengan harmoni mesjid dan klenteng yang dibangun berdekatan di Muntok yaitu Mesjid Jamik dan Klenteng Kong Fuk Miau.” Tinggi dan Luas Bupati Bangka Tarmizi Saat menandaskan TBS ini akan menjadi wisata religi tempat mencari nilai-nilai kehidupan yang tinggi. “Sesuai namanya, maka wisata religi TBS menjadi tempat wisatawan mencari nilai-nilai tertinggi bagai bintang dan luas bagai samudra,” tandas Tarmizi. Orang nomor satu di Bangka itu juga bersyukur TBS semakin mendekatkan pada cita-cita Bukit Doa di kawasan Pantai Rebo. “TBS ini menguatkan cita-cita menjadikan wisata religi yang holistik mulai dengan Puri Tri Agung, Pagoda Nusan-

juangkan KEK Pariwisata Sungailiat Bangka. Bersamaan dengan itu secara simultan ada gerakan putra-putri Bangka baik di Bangka maupun di Luar Bangka yang ingin memberikan bakti dengan membangun TBS, jadilah seiring dengan KEK Pariwisata,” ungkap Ir Thomas Jusman MM, Ketua Yayasan Bangka Argo Lestari/ Panitia Pembangunan TBS kepada wartawan. (*)

11

FUND RAISING - Ketua Pembina TBS, Eddijanto Harlijanto (tengah) bersama Ketua TBS Ir Thomas Jusman menyampaikan rencana Fund Raising Gala Dinner di Jakarta.

Pasangan Markun TBS. Mereka berkata, silakan dipakai kalau untuk sosial," ungkap Eddijanto sambil memeluk dan menciumi Pak Markun dan Ibu Markun yang memungkinkan TBS

ungkit nasional bahkan global karena itu harus Ikonik dan berkelanjutan. "Visi ini bagian dari grandstrategi kawasan mewujudkan bukit doa yang akan menjadi simbol toleransi dan keberagaman yang harmoni, melengkapi Puri Agung yang ebih dulu terbangun. "Harapannya segera terwujud tempat wisata religi untuk Hindu dan Islam," kata Thomas. Tema "Bekerjasama Bersama Melestarikan Alam, Menguatkan Harmoni dan Mewujudkan Destinasi wisata" merupakan Misi TBS Mengutip Bunda Theresa I am Just A little pencil in the Hand of writing God WHO Is sending Love letter to the world, Thomas Jusman mengajak menyampaikan pesan pesan cinta kedamaian

dbangun. Taman Bintang Samudra ini diharapkan menjadi lilin semangat kita dalam melestarikan alam lingkungan kita sekaligus tempat doa, ziarah dan rekreasi. “Sekecil apa pun kerusakan ekologis yang kita timbulkan kita dipanggil untuk

member kontribusi kita, kecil atau besar, terhadap lukaluka dan kerusakan alam ciptaan dan marilah kita merawat serta menjadikannya wisata religi," ajak Eddijanto. Ia juga berharap semoga TBS yang merupakan gerakan ekologis ini berdampak pada gerakan ekonomi pariwisata. Bekerja Bersama Ketua Yayasan Bangka Argo Lestari/TBS Ir Thomas Jusman MM mengatakan TBS Ingin menghadirkan destinasi wisata religi yang punya daya

kepada dunia. Uskup Pangkalpinang Mgr Dr Adrianus Sunarko OFM mengaku bahagia ketika Yayasan atau Panitia ketika membangun TBS sekaku dikaitkan dengan dua faktor. "TBS selalu mengaitkan relasi Tuhan, makna buat sesama dan pelestarian alam," kata Mgr Adrianus. Beriman kepada Tuhan, tandas Mgr Adrianus, memang harus nyata dan relevan dalam relasi dengan masyarakat. (*)


12

CEREMONY BKKBN BABEL

RABU - KAMIS

15 - 23 AGUSTUS 2018

BKKBN Babel Gelar Pertemuan Telaah dalam Upaya Pencapaian Sasaran Program KKBPK Semester II

Evi Rahmawati: Program Kampung KB di Babel diatas Rata-rata Nasional

DIREKTUR Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah BKKBN Pusat, Evi Rahmawati mengatakan secara nasional pencapaian program khususnya kampung KB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sudah bagus bahkan di atas rata-rata nasional. "Namun saat ini ada satu yang memang jadi konsen di Babel ini yakni usia kawin pertama yang mana untuk usia kawin pertama ini target nasional bagaimana remaja wanita di usia kawin pertama ini di bawah 20 tahun yakni 15-19 tahun justru masih tinggi. Dan ini yang menjadi indikator utama bagaimana bisa merencanakan mempunyai anak yang ideal, tujuan keluarganya bisa sejahtera, bahagia sehingga ini yang memang perlu kita perhatikan," ujarnya, saat pertemuan telaah dalam upaya pencapaian sasaran program KKBPK semester II tanggal 9 hingga 10 Agustus 2018 di hotel Soll Marina. Disamping itu, Lanjut Evi Rahmawati ada perubahan dalam penggunaan alat kontrasepsi dari yang modern menjadi tradisional.

"Maka ini mengajukan bahwa dimana para kader, petugas lapangan, dan masyarakat bisa memberikan informasi-informasi tentang pengetahuan penggunaan jenis-jenis alat kontrasepsi ini," jelasnya. Evi menerangkan secara nasional kebijakan program KB ini adalah menuju pada Universal Health Coverage, yakni kelompok pelayanan KB di Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi awal target nasional, bahwa kedepan seluruh penduduk harus di jamin kesehatannya baik yang di biayai atau yang di tanggung melalui APBN, APBD maupun yang membayat iuran sendiri. Evi menambahkan bahwa keinginan untuk berKB atau tidak ingin punya anak lagi atau menunda punya anak, tapi tidak menggunakan kontrasepsi dengan berbagai alasan, masih tinggi untuk tingkat nasional. "Tapi untuk di Babel sendiri sudah sampai di bawah rata-rata nasional. Dan diharapkan ini tetap di pertahankan untuk kesejahteraan masyarakat," harapnya. Disisi lain, lanjut Evi Ratnawati untuk stunting bukanlah berarti gagal tumbuh tapi menyangkut kualitas. "Kedepan dalam penyiapan sumber daya tidak berkualitas secara tidak langsung akan berdampak pada kesehatan bahwa anak stunting akan menjadi penyakit dimana dahulunya telah terjadi setelah pensiun seperti stroke jantung itu dulu setelah orang pensiun. Tapi ternyata sekarang kelompok umur lebih muda pun sudah terkena penyakit stroke hingga diabetes," ungkapnya. Menurut Evi peran dan perhatian pemerintah sangat penting untuk mengatasi stunting ini dalam rangka penyiapan generasi sehingga SDM bisa bersaing dengan daerah lain. "Untuk itu pencegahan dimulai sejak remaja, bukan hanya ketika bayi dalam kandungan," sebutnya. Ia menambahkan untuk pencegahan pengasuhan seribu hari pertama kehidupan melalui kelompok bina keluarga balita, simulasi pengasuhan dan pendidikan berkelanju-

tan dengan gerakan pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu, ibu hamil juga harus berhati-hati dalam menggunakan ponsel, karena jika sering menggunakan ponsel maka secara tidak langsung akan mengajari calon anaknya yang ada didalam kandungan tersebut. "Kalau ibunya sering gunakan hp akan ajari secara tak langsung, dulu orang tua kita sambil dinyanyikan. Tapi sekarang ibu kalau nimang anaknya sambil main hp. Tentu ini secara psikologis belum tahu tapi ini akan di tiru anak," terangnya. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dalam sambutannya, yang dibacakan Kepala Dinas DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Babel, Susanti yang sekaligus membuka Pertemuan Telaah (Review) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2018 mengatakan bahwa gubernur berharap agar telaah program KKBPK ini dapat memberikan gambaran terhadap hasil kinerja yang telah dilaksanakan selama 1 semester pada tahun 2018. "Untuk itu mari kita tingkatkan koordinasi, keterpaduan, komitmen dan dukungan baik oleh pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, maupun seluruh mitra terkait dalam menerapkan berbagai kebijakan dan strategi program KKBPK di seluruh wilayah, terutama di wilayah-wilayah yang tingkat capaian program KKBPKnya belum optimal," ujar Susanti membacakan sambutan gubernur. Susanti juga menyampaikan selain sasaran yang tertuang dalam RPJMN tersebut juga ada beberapa program prioritas nasional yaitu pembentukan kampung KB yang merupakan inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan seperti program KKBPK, kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi ,dan lain-lain. "Karena kampung KB ini milik masyarakat dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan hidup masyarakat, sehingga memiliki ketahanan dan kesajahteraan lebih baik," terangnya. Susanti mengungkapkan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dari tahun 2016 hingga Desember 2017 sudah mencanangkan sebanyak 54 kampung KB yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Dan pada tahun 2018 telah dibentuk sebanyak 44 kampung KB sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan yang diutamakan ada-

lah pembentukan kampung KB di Kabupaten stunting, yang mana sebanyak 10 desa yang ada di kabupaten Bangka Barat. "Untuk itu kampung KB tidak berhenti pada tahap pembentukan saja tetapi akan terus berlanjut hingga desa yang menjadi kampung KB tersebut berkembang dari yang awalnya adalah desa tertinggal menjadi desa yang maju," ungkapnya. Lebih lanjut, Susanti menjelaskan bahwa pihaknya sangat berharap kampung KB yang sudah di bentuk untuk segera dilakukan intervensi oleh semua dinas, instansi terkait baik itu pemprov Babel maupun kabupaten/kota, hingga sampai ke tingkat desa/kelurahan yang mana sebagai bentuk komitmen yang tinggi dari Pemprov Babel. "Maka kami telah membuat Roadmap pembentukan kampung KB di semua desa miskin atau tertinggal 90 persen pada tahun 2022. Untuk mempermudah intervensi tersebut, saya berharap perwakilan BKKBN bekerjasama dengan pemda kabupaten/kota untuk membuat data kependudukan melalui "Rumah Dataku", "ucapnya. Susanti menjelaskan Rumah Dataku ini adalah untuk mempermudah semua dinas dan instansi terkait melakukan intervensi sesuai dengan kewenangannya masing-masing. "Diharapkan dengan adanya langkah-langkah strategis ini upaya pemerintah Babel dapat mendukung kemajuan negeri serumpun sebalai ini," harap Susanti. Sementara itu, Kepala BKKBN Babel Etna Estelita mengatakan pihaknya akan terus mengajak seluruh mitra stakeholder terkait untuk mempercepat pencapaian sasaran program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). "Hal ini dikarenakan dalam pencapaian KKBPK dinilai masih rendah sampai Juni 2018," ujarnya. Etna menyampaikan dari target pencapaian pihaknya baru mencapai sekitar 50 persen hingga pertengahan tahun 2018, dan untuk pencapaian program KKBPK sendiri baru 33,27 persen atau 14.436 akseptor dari Penyuluhan Permintaan Masyarakat (PPM) 2018 sebesar 38.731 akseptor. "Sedangkan untuk pamakaian

KB peserta baru di Metode Kontrasepti Jangka Panjang (MKJP) baru 2.362 orang atau 16,63 persen. Sedangkan untuk Non MKJP sebanyak 12.071 orang atau 83,64 persen," terang Etna. Diakui Etna dengan kondisi ini untuk pencapaian program KKBPK dinilainya belum memuaskan, khususnya dari pencapaian pada pelayanan KB. "Karena saat ini dalam pemakaian KB Non MKJP juga masih tinggi dibandingkan dengan MKJP dan ini dibebankan kepada perempuan," jelasnya. Etna menambahkan untuk itu agar dapat mencapai sasaran semester II perlu melibatkan mitra stakeholder terkait dengan tujuan agar dapat membantu dalam pelaksanaan penggerakkan dan distribusi informasi tentang program KKBPK. "Saya berharap program ini dapat berjalan dengan baik, khususnya kontrasepsi di lini lapangan dan pelayanan KB yang berkualitas, baik pelayanan statis di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta," harapnya. Etna juga mengungkapkan persoalan usia kawin muda juga turut menjadi perhatian. BKKBN Babel masih menemukan usia kawin yang rendah, yakni 15 sampai 18 tahun. Padahal, program ideal usia kawin wanita adalah 21 tahun, karena secara fisik, mental psikologis dan ekonomi sudah siap. Usia diimbangi dengan usia kawin laki-laki sekitar 25 tahun. Disamping itu Etna juga menyinggung persoalan stunting. BKKBN Babel sudah melakuan intervensi di sepuluh desa di Kabupaten Bangka Barat yang dianggap stunting. Desa stunting tersebut dijadikan sebagai Kampug KB. Selain itu, BKKBN juga sudah melakukan pengadaan materi KIE dalam bentuk leaflet dan poster tentang pencegahan stunting yang akan didistribusikan ke kabupaten/kota se-Babel. Pada pertemuan telaah ini, BKKBN berharap ada tiga point penting yang bisa direkomendasikan. Pertama, komitmen stakeholder dan mitra terkait baik di provinsi maupun kabupaten/kota dalam program KKBPK. Kedua, mendorong masyakarat menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Ketiga, integrasi giat kampung KB baik pemerintah daerah, pemerintah desa dan swasta.(wa)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook