Page 1

#3 Sep-Nov 2012

Witches’ Spells AW12/13 Do You Really Love Your Body?

FIND YOUR OWN

Adele Adkins Big Life

8 Editors of Indonesia’s Fashion Magazine Talk About Size Saskia A, One of The Brave Girls & Many More! Bella Heathcote, Australian Vampire

e u s s I e z Si + FASHION ISSUE

1


This Issue

Do-It-Myself [42] (A Glove Doll) Beauty Lesson [78] (Bright Cheek) Gateway [30] (Short Trip to Paris)

New Spark [64] (Nike Running and Many More)

74 Witches!! Eat, Meet, Greet [46] (Ninotchka) Spotlight [68] (Gabi Gregg) Our Way [80] (ZERO) Socialization [52] (Olympic Event) Problemarama [26] (Size is Fair) Inner Beauty [34] (What Size Are You?)

38 Adele Adkins 2


This Issue

The Artist [44] (Ammy Tawaqal)

12

Una Bella Ragazza Lyrics and Scripts [48] (Moda in Drama)

It Girl [56] (Saskia Anggun)

Predictably Unpredictable L.O.V.E. [60] (Ukuran dalam Perspektif Klasik)

70

Winning Ten [16] (Fashion Vs Size)

Size Does (Not) Matter!

3


4


5

facebook.com/AigoFashionLine


Addition!

Pepito Praptowahyono Contributor for Focus On

Judith Ayu Contributor for Our Way

Michelle Elise Contributor for Do-It-Myself Rezzy Nizawati Contributor for Gateway Dimas Hary Contributor for L.O.V.E

6


7


OWNers Editor in Chief Gheofanny Tambunan

Managing Editor Fathya Artha Utami

Official Photographer Georgina Agatha

Editor at Large Dorothy Toruan

Kontributor Dimas Hary, Astrid Satwika, Judith Ayu Pepito Praptowahyono, Michelle Elise, Rezzy Nizawati 8


OWNers Executive Editor Karina Clearwater

Lifestyle Editor Ishak Satria

Marketing Director Natasha Chairani

Featured Editor Randita Indrayarto

Senior Editor P. S. T. Tambunan & Y. Rohyana

PT. GOLDEN ARTEMIS TALENTA 9


From Us!

Size is A Consequence

B

agi saya ukuran itu konsekwensi. Bagaimana bisa? Begini ceritanya. Dulu saat saya duduk di sekolah dasar ada teman yang sangatlah gemuk, tidak jarang dia dipanggil oleh teman sebaya “Si Gendut.” Menyakitkan sebenarnya karena panggilan tersebut bentuk olok-olokan anak kecil yang mungkin tidak disertai oleh niat saat mengucapkannya. Beranjak dewasa saat SMP tubuhnya tak kunjung banyak berubah, untungnya kakak kelas di SMP kami waktu itu bukanlah tukang bully. SMA adalah masa dimana dia merasa makin insecure dengan tubuhnya sendiri. Dengan banyaknya omongan didepan maupun dibelakang yang bernada negatif dia mencapai berat terringan saat menginjak kelas 3 SMA, mungkin selain karena tekanan bully juga tekanan kelulusan yang menyebabkan dia sulit makan. Saat memasuki kursi perkuliahan dia berfikir tentang masa lalunya yang sudah kenyang di bully karena bentuk tubuh. Otak saya berfikir siapakah yang salah? Berdasarkan pengalaman yang sudah saya dapat, jawaban untuk pertanyaan diatas adalah sudut pandang. Mungkin kamu sering melihat wanita dengan badan yang sangat besar dengan percaya diri menggunakan baju seksi tanpa perasaan malu ataupun jengah. Atau pria yang kurus sekali yang mungkin perbandingan daging dan tulang dalam tubuhnya 1:10. Sebenarnya bagi mereka yang percaya diri dengan

10

tubuhnya tidak pernah punya masalah. Yang bermasalah adalah orang dengan ukuran tubuh yang lebih atau kurang dan dia merasa terganggu dengan hal itu. Pada kenyataannya setiap manusia ingin tampak tampan atau cantik didepan banyak orang. Namun tidak semua orang sadar bahwa mereka hidup bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri. Omongan orang terhadap bentuk fisik yang kerap dilontarkan didepan maupun dibelakang kita sebenarnya hanyalah konsekwensi dari fakta. Jika kamu dipanggil dengan sebutan “gendut” dan faktanya kamu berbadan gendut sebenarnya sang pemanggil tidaklah salah, karena dia hanya melihat fakta yang ada. Orang yang dianggap gendut itupun tidak seharusnya marah ataupun kesal pada yang memanggilnya justru harus introspeksi diri dan bertanya “apakah bentuk tubuh ini yang benar-benar saya inginkan?” Jadi bagi saya jika kalian ingin dianggap tampan dan cantik oleh kebanyakan orang jadilah seperti apa yang mereka mau. Namun jika kamu ingin tetap dengan bentuk tubuhmu yang sekarang berbanggalah dan penuhi rasa percaya dirimu namun harus rela menjadi perbincangan orang disekitarmu. Apa pilihanmu? [GT] n


F E A T U R E D

11


Welcoming

berjudul Neighbours pada tahun 2009, Bella mulai mendapatkan perhatian dari dunia film Hollywood. Andrew Niccol (sutradara film The Host dan Lord of War) melihat potensi besar pada Bella dan mengajaknya untuk bermain dalam film In Time bersama Justin Timberlake dan Amanda Seyfried yang tayang di tahun 2011, the year when her big hit began. Bella’s quality as an actress and her pristine face, had sucessfully made her one of Tim Burton’s choices to take a part in his latest movie, Dark Shadows. Wanita berusia 24 tahun ini pun mulai

“I was a huge nerd in high school. Sure, I socialized—but I was definitely a nerd.” (Bella Heathcote)

B

ermain dalam film arahan sutradara kawakan Hollywood seperti Tim Burton dan David Chase, serta beradu akting dengan lawan main seperti Johnny Depp dan Brad Pitt mungkin adalah mimpi terbesar setiap aktor dan aktris di dunia. Isabella Heathcote, aktris Australia kelahiran Melbourne, 3 Maret 1988 ini menjadi salah satu dari segelintir aktris yang terbilang beruntung dalam kariernya. Mengawali debut dalam film bergenre crime thriller Acolytes di tahun 2008, serta membintangi serial tv Australia

12


Welcoming

Australian Vampire Teks: Karina Clearwater

13


Welcoming

14

“This is the best period, I can just know that i did the work i did and there aren’t any jugements” (Bella Heathcote) foto: Istimewa

dikenal berkat perannya dalam vampire flick tersebut sebagai pasangan Johnny Depp, Victoria Winters and Josette du Pres, yep, Johnny Depp’s love interest(s). Ia pun berakting bersama bintang ternama lainnya seperti Michelle Pfeiffer, Helena Bonham Carter, Eva Green, dan Chloë Moretz. “The whole experience was just one big pinchyourself moment,” jelas Bella. Bukan hanya sekedar one hit wonder, karier Bella pun terus menanjak selepas film Dark Shadows. Ia berhasil membintangi film drama berjudul Not Fade Away yang berlatar tahun 60an serta film bergenre crime thriller bertajuk Killing Them Softly yang akan rilis di bulan Oktober mendatang. Kali ini, Bella berpasangan dengan Brad Pitt. Jealous much, OWNers? Because we are! Siapa yang mengira bahwa wanita yang mengaku seorang nerd saat di bangku sekolah ini dapat beradu akting dengan para aktor dambaan? Dreams do come true after all. n


15


Winning Ten

Ayla Dimitri Associate Fashion Editor of Elle Indonesia

Size Vs Fashion! 16


Winning Ten

Diskusi ringan OWN Team dengan 8 Fashion Experts Indonesia tentang pribadinya, hidup, style, dan hal paling berpengaruh di industri mode, SIZE!

foto: Geofanny Tambunan

ALYA DIMITRI Sebelum bekerja di Elle, Ayla sempat menjadi Stylist di SUB Magazine. Ayla mengatakan bahwa dirinya tertarik pada dunia fashion sejak dulu, “Aku dari dulu tertarik di dunia fashion, tapi memang lebih tertarik ke styling-nya instead of designing”. Wanita kelahiran 2 September 1986 ini mengaku “Aku bukan tipe orang yang baca, suka banget liat majalah tapi memang lebih suka liat visualnya”, hal ini juga yang sangat membantu Ayla at doing her job and doing it very well. Wanita lulusan Desain Komunikasi Visual di UPH ini menggambarkan gaya berpakainnya dengan grungy-messy-look and with all the accessorizes.

Pendapat Ayla mengenai size issue di dunia fashion adalah, di dunia fashion memang kita dituntut untuk memberikan presentation yang menarik dan seringkali presentasi yang menarik di dunia fashion adalah beautiful wardrobe dengan model with slim body. Ayla mengatakan bahwa dunia fashion di luar Indonesia sudah mulai memberikan spotlight untuk orang khususnya wanita dengan plus size body, “Mereka mulai menaruh concern di issue tersebut. Sedangkan di Indonesia belum banyak terlihat pihak fashion yang peduli dengan hal itu”. Tetapi Ayla juga menegaskan bahwa itu semua memang bergantung kepada tujuan dan market dari fashion tersebut. Wanita yang mengakui Tokyo sebagai kota favoritnya ini memiliki pesan untuk wanita mengenai size issue, “Tidak peduli apa ukuran tubuhmu, as long as you have the confident and you have the right attitude, gak ada yang gak mungkin dicapai”. [RI]

17


Winning Ten ALDI INDRAJAYA The tallest editor in our winning 10 ini menyandang gelar S.Kom setelah lulus dari Universitas Bina Nusantara ternyata tidak membuat rasa penasarannya terhadap dunia fashion menghilang. Melanjutkan studi di Susan Budiarjo Lembaga Pengajaran Tata Busana, Jakarta, dan menjalani karier sebagai Stylist juga Editor Fashion membuat Aldi memiliki pendapat menarik mengenai woman and her body size. “Ukuran tubuh perempuan menurut gw sebenarnya adalah cultural issue, karena pandangan terhadap bentuk tubuh itu sendiri berubah seiring perubahan waktu dan budaya. Bangsawanbangsawan zaman dulu beranggapan bahwa big is beautiful tapi sekarang perempuan dituntut untuk lebih aktif, mandiri dan bisa mengerjakan banyak hal.

Aldi I Fashion Editor of Dewi

18

So, if you wanna be active woman you have to have slender and healthy body,” Jelas penyuka Miuccia Prada ini. Aldi pun melihat bahwa woman and body size kuat keterkaitannya dengan dunia fashion. Fashion seringkali disalahkan atas ketidakpuasan wanita terhadap bentuk tubuhnya. Padahal menurut Aldi, “In fashion, there’s a reason why we use S size girl. We make sample with small size because the material is expensive. Lagian, untuk detail seperti jahitan dan ornament memang akan terlihat lebih menonjol pada ukuran baju yang kecil. Tapi semua itu balik lagi kepada preferensi masing- masing orang dan tergantung kepada konsep dari baju tersebut. Sekarang pun mulai banyak designer yang memang membuat bajubaju dengan size besar”. [FA]


Winning Ten

Lilian Ng Fashion Editor of Clara

foto: Geofanny Tambunan

LILIAN NG Wanita lulusan Boston University dengan major Communication Visual Design ini menjabat sebagai Fashion Editor di majalah Clara. Walau dia mengaku tidak mendapat pendidikan formal tentang fashion, Lilian begitu mencintai industri mode karena dinamis dan dapat menyampaikan passion yang dimilikinya. Baginya fashion tidak selalu harus memiliki pemikiran yang terlalu dalam, karena pada dasarnya sesuatu yang

cantik akan tetap terlihat cantik. Begitu juga pendapatnya tentang ukuran dalam dunia fashion. Baginya healthy is the new skinny adalah ide yang sangat baik, namun jangan sampai disalah-artikan. “Wanita berbadan besar dengan berat mungkin 80 kg atau lebih juga gak sehat kan? Walaupun penampilan adalah bentuk kepercayaan diri namun jangan sampai tidak tau diri juga, karena bedanya sangat tipis. Kalau memang tidak sesuai dengan bentuk tubuh lebih baik di pertimbangkan lagi agar tetap bisa terlihat bagus.� tegasnya. Lilian yang memang harus berkata jujur, mengatakan bahwa ukuran tubuh itu adalah pilihan, jadi tentukan pilihan yang tepat agar kamu tidak terjebak pada sudut pandang yang salah. [GT]

19


Winning Ten

Reza Indra O Managing Editor of Nylon Guys Indonesia

20


Winning Ten

foto: Geofanny Tambunan

REZA INDRA O Reza Indra. Pria lulusan FISIP Komunikasi Universitas Sam Ratulangi Manado ini mengawali karirnya di bidang fashion sebagai Junior Editor majalah Men’s Folio dan kini ia menjadi Managing Editor majalah NYLON Guys Indonesia. Saat ditanya bagaimana pendapat Reza mengenai mind set orang di Indonesia tentang size issue dalam fashion? “Fashion is an industry, they have to sell something. Karena itu, mereka memiliki ketentuan tersendiri, seperti model yang bertubuh skinny. Apalagi orang Indonesia yang memang menjadikan western sebagai acuan. The westerns set up the trend, bahwa yang sedang tren sekarang adalah size 0, contohnya. “Memang tidak bisa disalahkan juga, tapi ada baiknya jika kita menjadi lebih realistis. Tidak semua yang dijual oleh industri fashion itu harus kita beli. Karena ada orang-orang yang memaksakan bahwa mereka harus memiliki fashion item dengan brand tertentu yang sebenarnya tidak terlalu cocok dengan bentuk tubuh dan kurang affordable bagi mereka. “Yang terpenting adalah kesehatan tubuh dan rasa nyaman terhadap fashion style kita sendiri yang berbeda dengan orang lain. Tidak perlu mengikuti tren, jika tidak cocok dengan

diri kita. Tidak usah dipaksa.” Reza memberikan sedikit tips untuk kita, OWNers. “You have to know what is best for you, tanpa harus memaksakan diri untuk mengikuti trend. Size is really not a big deal.” tutur Reza. [KC] JEANETTE ANANDAJOO Saat datang ke lokasi interview, Jeanette instantly brightens the day dengan pakaiannya yang colorful dan keramahannya. Sebagai Fashion Stylist di majalah InStyle Indonesia, Jeanette mengakui bahwa dirinya termasuk orang yang santai dalam hal berpakaian tetapi bukan berarti malas. Jeanette juga mengatakan bahwa jeans bukan pilihan utamanya dalam berpakaian untuk seharihari, “I am not a jeans person, I don’t know why, it’s not that comfortable for me”, ujar wanita berzodiak Libra ini. Dia menggambarkan dirinya sebagai wanita yang berpenampilan elegant and also vintage tapi juga ada sentuhan modernnya. Dengan hobi menjahit dan ketekunan untuk hunting bahan pakaian, wanita kelahiran 19 Oktober 1987 ini sekarang juga memiliki usaha sendiri, clothing line bernama Mimi-Rue dan Jeanette mengatakan line ini didedikasikan untuk curvy woman. Pendapat Jeanette mengenai size adalah, semua itu tergantung persepsi masing-masing mengenai keindahan. Dalam dunia fashion memang tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa pakaian akan terlihat lebih bagus di tubuh yang lebih langsing. Hal itu juga sudah menjadi stereotypical dunia fashion dari jaman dulu dan susah untuk diubah. Tetapi Jeanette juga berpendapat, “Itu tidak menutup kemungkinan untuk wanita yang diluar

21


Winning Ten

Jeanette A Fashion Stylist of InStyle Indonesia

ERLANGGA MONTELUA tubuh ideal itu untuk berpenampilan menarik. You just need to put more effort, di dunia ini gak ada wanita yang jelek, cuma ada wanita yang males. Itu yang jadi pegangan gw. So if I have to make an effort, I’ll do it”. Pesan dari Jeanette untuk wanita bila ingin berpenampilan menarik adalah “Go to tailor!”, resource penjahit di Jakarta banyak sehingga kita bisa lebih hemat dan juga mendapatkan pakaian yang well-fitted di tubuh kita. [RI]

22

Pria yang punya hobi olah-raga Capoeira ini selalu berpenampilan “Casual yet Fashionable” pada kesehariannya. Mengawali karir di bidang Fashion sebagai Asisten Penulis pada tahun 2008. Aga, nama panggilannya, menyukai


Winning Ten Erlangga M Associate Fashion Editor of Marie Claire Indonesia

bidang fashion karena ketertarikannya pada dunia seni which he thinks that fashion is the only art that is applicable in our daily life. Menurutnya size really does matter, karena setiap orang berbeda-beda, itulah yang membuat seorang designer harus mengkreasikan dan menrancang bermacam-macam ukuran baju. “Namun dalam pemasaran industri fashion tersebut semua itu tergantung pada editor, apa yang mereka ingin tampilkan between the zero and the plus size, selain itu pasar dalam dunia fashion memang identik menyukai tubuh yang berukuran kecil atau zero size dan dalam pengaplikasian baju pada zero size model pun umumnya meminimalisir the damage of the branded clothes itself,” tambah Cowok yg mengidolakan Christian Dior ini. [IS]

foto: Geofanny Tambunan

IVANA SITANGGANG Ivana yang merupakan fashion stylist dari majalah Femina, begitu antusias saat bicara tentang size. Wanita lulusan Desain Komunikasi Visual, BiNus University ini bercerita tentang hubungan size dalam dunia fashion, menurut perempuan yg menyukai film The Devil Wears Prada ini “Of course size does matter!” jelasnya dengan tegas. Alasannya bahwa fashion itu adalah dimana tren-tren mode setiap musimnya menjadi panutan semua orang dalam berpakaian di seluruh dunia. Secara pribadi ia tidak setuju bahwa orang yang

bertubuh besar tidak bisa mengikuti tren fashion karena fashion ditujukan untuk semua orang, namun kembali lagi pada deskripsi fashion itu sendiri bahwa mode di ciptakan agar pandangan masyarakat menjadi benar. “Orang-orang yang bertubuh curvy or plus size tetap bisa terlihat fashionable, walau memang akan akan sangat minim dalam pengaplikasiannya terhadap berbagai gaya. Hidup memang pilihan, that’s why model-model berukuran

23


Winning Ten

Fashion Stylist of Femina

Zero, karena mereka berani memilih untuk terlihat cantik, but you don’t have to be like them to be beautiful.” tambahnya. [IS] BELINA RAMADINA Belina yang menyelesaikan studi S1 Marketing Communications di STIKOM The London School of Public Relations Jakarta juga meraih gelar Master di Istituto Marangoni, Milan dengan jurusan Master of Fashion Styling. Wanita yang pernah mengikuti summer course Fashion Styling di Central Saint Martins College of Art and Design ini pun memiliki jawaban menarik tentang size yang ditinjau dari berbagai perspektif. “Fashion itu refleksi dari sebuah era. Begitu pula dengan bentuk tubuh yang diminati dalam segi fashion, selalu berubah mengikuti era,” jelas Belina. “Jika ditinjau dari sisi estetika, kami akan memilih model yang memiliki tubuh

24

langsing dan tinggi, sehingga pakaianpakaian tersebut akan terlihat memukau di atas catwalk maupun di majalah. Secara otomatis konsumer akan merasa tertarik untuk membeli pakaian tersebut. In the end, it’s all about sales. “Tentu saja kami sadar bahwa nyatanya wanita pada umumnya tidak memiliki tubuh seperti model,” tuturnya lagi. “The model has to be tall and skinny, because it is their job to make the clothes work and look beautiful to wear. Bukan berarti kita harus terlihat seperti mereka. Bentuk tubuh kita kan bermacam-macam.” Wanita yang menyukai model Karmen Pedaru ini pun mengatakan “The most important thing is health. Bentuk tubuh seperti apa pun; kurus, toned, atletis, curvy, jika kita sehat, maka tidak menjadi masalah. [KC] n

foto: Geofanny Tambunan

Ivana S


Winning Ten

Belina Ramadina Fashion Director of Harper’s Bazaar Indonesia

25


Problemarama

Health is Fair Teks: Gheofanny Tambunan

M

asalah ukuran memang selalu menarik untuk dibahas. Pada kenyataannya semua hal didunia ini punya ukuran, walau tidak semua terlihat oleh mata. Pembahasan tentang ukuran memang sudah terjadi sekian lama hingga saat ini karena tidak akan ada habisnya. Jika dihubungan dengan pendekatan dunia fashion sebenarnya menjadi sangat rapuh. Kenapa rapuh? Karena anggapan

26

tentang ukuran dalam fashion memang tidak mempunyai base yang kuat karena tujuannya adalah keindahan, yang pada akhirnya semua hal terasa begitu relatif. Mengatakan bahwa semua orang bisa terlihat cantik dengan ukuran apa saja sangatlah sulit. Tentu pakaian-pakaian


Problemarama

dengan cutting tertentu akan terlihat begitu indah saat yang menggunakan mempunyai tubuh yang luar biasa baik. Yang selalu disayangkan adalah manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan tidak pernah puas dengan ketidaksempurnaannya. Jika dilihat kembali ukuran tubuh para model saat ini berada pada ukuran teringan manusia (mungkin). Zero Zero is The New Zero. Para model terus berupaya agar mereka terus menurunkan berat badan mereka agar tetap laku di industri fashion. Jika hal ini bukan sebuah kesalahan, saya yakin ini juga bukan sebuah kebenaran. Para model masa kini terus dituntut oleh industri untuk selalu sesuai aturan tak tertulis yang mengatakan bahwa hanya yang berbadan kuruslah yang boleh menjadi model. Lucunya ada seorang model yang bernama Ali Michels yang dulunya gemuk dan dikatakan bahwa rahangnya terlalu chubby untuk menjadi model kini menjadi sangat kurus. Anehnya namanya

tidak juga melambung seperti Giselle Bundchen atau Kate Moss padahal seperti yang kita tahu usahanya cukup berat. Bagi saya pribadi menurunkan atau menaikan ukuran tubuh seharusnya bukan untuk mencapai tujuan tertentu. Seharusnya pertimbangan untuk menjadi lebih sehat yang menjadi pacuannya. Industri fashion kini sudah mulai terbuka dengan adanya model dengan ukuran yang tidak zero zero. Nama Crystal Renn, seorang model real size, menjadi sangat terkenal karena dia menjadi wajah dari Chanel padahal creative director brand itu, Karl Lagerfeld, sempat mengatakan bahwa dirinya anti dengan wanita bertubuh gemuk. atau seperti Kate Upton, model Crystal Renn

27


Problemarama

fashion walau mungkin dengan jangka waktu tertentu sesuai trennya. Health is fair, menurut saya tidak perlu merubah ketidak-sempurnaanmu. Memang benar ukuran tubuh yang cukup besar akan terlihat semakin besar di kamera, namun kita hidup bukan hanya dibalik kamera. Menjadi realistis lebih penting daripada khawatir berlebihan terhadap hasil foto. Jika hidup sehat adalah patokan kamu membentuk tubuh, akan saya ancungkan keempat jempol saya karena itu adalah niat yang sangat benar. Merubah pola hidup menjadi lebih sehat kini menjadi sebuah kebutuhan. Pada akhirnya jika kamu berupaya hidup sehat dengan pola makan dan olah raga yang tepat niscaya bentuk tubuh ideal akan datang dengan sendirinya. n u n d e r w e a r dengan payudara yang besar dan badan yang tidak terlalu skinny, tampil pada halaman majalah Vogue padahal Anna Wintour, editor in chief US Vogue, mempunyai standar sangat tinggi untuk majalahnya tersebut. Hal ini membuktikan bahwa ukuran sekarang sudah mulai di toleransi oleh industri

28

Kate Upton


29


Gateway

Short Trip to Paris Teks: Rezzy Nizawati

30


Gateway

T

ibalah saya untuk pertama kalinya di bandara Charles de Gaulle, Paris. Ini merupakan perjalanan pertama saya ke benua eropa dengan bermodalkan kenekatan tingkat tinggi. Saya terlalu girang saat bisa melihat orang-orang di sekeliling saya berbahasa Prancis, melihat petunjukpetunjuk arah dengan bahasa Prancis, dan semuanya berbau Prancis. Saya tidak bisa membayangkan sebelumnya, kota yang selama ini hanya saya bisa lihat di majalah dan televisi, kini hadir dalam bentuk nyata di depan mata saya sendiri. Satu pengalaman pembuka yang tidak mengenakkan setibanya di Paris. Saya harus merelakan koper saya tertahan di bandara Schipol, Belanda saat transit. Heboh dan kesal perasaan saya bercampur aduk, tetapi untungnya tidak menurunkan mood bahagia saya karena telah berhasil menginjakkan kaki di kota ini. Tanpa koper, trip ini harus berjalan terus. Mood sudah terjaga dan muka sumringah langsung terpancarkan saat saya melihat seorang penampakan perempuan Indonesia dari kejauhan. Dia pun menghampiri dan berteriak “Hey Rezzy, bienvenue à Paris!” Dan dengan begitu alarm penanda penjelajahan di Paris resmi dimulai. Satu perbedaan yang signifikan dan terlihat sekali antara Jakarta dan Paris adalah suhu. Saat saya keluar dari bandara CDG, saya merasakan kulit saya disembur oleh hempasan angin sejuk dari udara luar.

Saat saya datang, disana sedang musim gugur. Diperkirakan temperatur suhunya mencapai 15-20 derajat celcius. Dari bandara Charles de Gaulle, saya harus melewati jalan tol yang cukup ramai. Ternyata, kita juga bisa menemukan yang namanya macet di Paris. Semua ibukota negara pasti traffic-nya selalu padat, tapi paling tidak di Paris masih banyak jalan alternatif lain untuk menghindari kemacetan. Next, saya menuju ChampsElysées, disini adalah surganya orangorang yang suka shopping. Analoginya, Champs-Elysées itu seperti pasar Blok M yang kiri-kanannya dipenuhi dengan toko-toko. Cuma bedanya, disini tokotokonya bermerk semua dan asli, gak ada yang palsu. Mau cari apa disini? Cartier, LV, Prada, Gucci, YSL, semua lengkap. Foto berikut saya ambil bersama teman Indonesia saya di depan toko Mont Blanc. Mari kita bergerak ke tempat wisata yang lain. Kita belajar sejarah dan budaya

31


Gateway

Prancis di MusĂŠe du Louvre. Buat yang pernah mengenal lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci, nah disinilah lukisan asli itu di pajang. FYI, museum ini besar banget, jadi mohon siapkan kaki kalau mau berjalan-jalan dan melihat semua isinya. Kalau saran saya, siapkan waktu seharian dari pagi sampai sore untuk mengunjungi museum ini. Bergerak lagi kita menuju ke SacrĂŠ Coeur Montmartre. Awalnya saya kira bangunan ini adalah masjid karena bentuk atapnya seperti kubah. Sebenarnya ini adalah salah satu gereja basilik yang terkenal di dunia. Saya menyempatkan diri untuk masuk ke dalam dan saya menyerah dengan keindahan desain interiornya, benar-benar peninggalan jaman Renaissance, klasik dan antik. Dari sini pula kita bisa melihat ibukota Paris dari ketinggian. Apalagi kalau malam

32

hari, terlihat sangat bagus sekali kota cinta ini dengan lampu-lampunya. Selain di Montmartre, ada satu lagi bangunan tertua yang sangat terkenal lewat filmnya The Hunchback of Notre-Dame. Notre-Dame de Paris juga salah satu gereja katholik tertua di dunia. As always, bangunan ini sudah ada beratusratus tahun, tapi masih berdiri kokoh hingga sekarang tanpa cacat sedikitpun. Saya selalu takjub dengan arsitektur abad ke 16-18, selain saya pengagum bangunanbangunan gothic, juga karena desainer pada zaman itu sangat memperhatikan detailnya. Bayangkan saja, setiap ukiranukiran yang menempel di dinding gereja ini semuanya merupakan simbol. Jadi, bangunan bukan sekedar bangunan, tapi memiliki pesan dan makna yang ingin disampaikan. Tepat sekali di belakang Notre Dame de Paris, saya menemukan jembatan yang pinggirannya dipenuhi oleh gembokgembok bertuliskan nama-nama orang dari seluruh dunia. Ternyata ini yang dinamakan Gembok Cinta. Jadi, buat yang sudah mempunyai pasangan dan ingin hubungannya awet, tuliskan saja nama kamu dan pasangan kamu di gembok ini dan dikunci. Ada sebuah tradisi yang mengatakan bahwa barang siapa diantara para pendatang yang menginjakkan kaki di titik nol Notre-Dame de Paris, niscaya dia akan bisa balik lagi ke Paris. Titik nol ini juga merupakan kilometer 0 di kota Paris.


Gateway

Semua arrondissement di Paris dimulai dari titik ini. Hari sudah menuju sore. Saya berniat untuk melihat tempat shooting video klipnya Adele yang Someone Like You. Ini dia tempatnya, Les Invalides. Kita coba kembali ke L’avenue Champs-Elysees. Saya berjalan bak Parisian dengan tas yang ditenteng di tangan dengan kecepatan kaki melangkah diatas rata-rata. Itulah orangorang Paris, dengan gaya terburu-burunya yang ditunjang juga dengan pakaian yang fashionable. Elegan dipandang, indah untuk diapresiasikan. Tak kerasa saya sudah hampir 1 km berjalan di Champs-Elysees, dan L’Arc de Triomphe pun sudah mulai terlihat. Bangunan ini bentuknya menyerupai benteng. Jika diperhatikan, di setiap dindingnya terdapat nama-nama pahlawan yang gugur saat Revolusi Prancis tahun 1789. Jalan-jalan seru di kota Paris selama seharian penuh ini tidak cukup kalau tidak mendatangi obyek wisata yang masuk ke 7 Wonders of the World ini,

Menara Eiffel. Percaya atau tidak ya, saya nangis saat pertama kali melihat menara ini. Eiffel terlihat sangat megah dan cantik di malam hari, apalagi dengan munculnya lampu sorot setiap sejam sekali. Lampu sorot yang dikeluarkan per jam ini sengaja dibuat pemerintah untuk mempercantik menara yang dibangun oleh Gustave Eiffel ini. Dan konon, jika menyala, cahaya dari lampu tersebut bisa dilihat oleh seluruh orang di pelosok kota Paris. Saya segera mengarahkan langkah kaki saya ke Trocadero untuk melihat Eiffel lebih dekat lagi sambil meneguk secangkir kopi kecil yang berharga 8 euro. Minum kopi dengan pemandangan menara Eiffel, kapan lagi? Dan inilah Paris, dengan segala magnetmagnetnya yang bisa menarik jutaan penduduk dunia hanya untuk berkunjung ke kota cantik ini. Dibalik rutinitas orangorang Paris yang selalu terburu-buru, tingkat kriminalitas yang tinggi, dan perlakuan rasisme, Paris tetap menjadi kota yang nyaman untuk disinggahi. Saya hanya bisa bilang, kota ini memang mempunyai kekuatan magis, membuat orang-orang yang pernah datang tidak mau pulang, atau bahkan berharap bisa kembali lagi. n

33


Inner Beauty

What Size Are You? Teks: Fathya Artha Utami

K

etika sedang terjebak di tengah kemacetan Jakarta, saya melihat sebuah mobil pribadi bertempelkan tulisan “Dapat menurunkan berat badan 10- 15 kg dalam 1 bulan! Garansi!” dengan gambar seorang wanita bertubuh gemuk di sisi mobil tersebut. Kemudian saya sempat membaca beberapa artikel pada majalah perempuan yang membahas tentang “kiat diet sehat”, “menurunkan berat badan tanpa diet”, dan sebagainya. Media cetak maupun elektronik pun menampilkan sosok perempuan dengan tubuh langsing sebagai modelnya. Mengapa harus langsing? Kemudian muncul pertanyaan lain dibenak saya, apa arti dari sebuah ukuran tubuh ideal bagi perempuan? Mengapa banyak perempuan ingin mengejar ukuran tubuh yang lebih kecil? Inet, 21 tahun “Menurut gw ukuran tubuh bukan hanya tentang berat, besar atau kecil tubuh seseorang tetapi juga berkaitan dengan bentuk tubuh. Jadi tubuh ideal itu bukan menjadi kurus atau langsing tapi lebih kepada bagaimana tubuh perempuan terlihat proposional dengan tinggi dan pastinya sehat. Gw sih masih merasa tubuh gw belum ideal, karena kayaknya belum

34

sesuai sama tinggi dan bagian pinggul kebawah tuh besar, haha.. tapi gw PD kok dengan ukuran tubuh ini. Gw suka dengan bagian bahu yang terlihat bidang jadi kalau memilih baju ya yang bisa menonjolkan kelebihan tubuh sendiri dan menutupi kekurangannya. Kalau nurunin berat badan? Mau sih, supaya lebih mudah cari baju dan lebih nyaman aja kalau ngaca.”

Ira


Inner Beauty Inet

Ira, 21 tahun “Ukuran tubuh tuh identik sama berat ya tapi kalo gw lebih suka memaknai ukuran tubuh itu dengan bentuk tubuh. Jadi, ya gak peduli seberapa besar tubuh lo as long as bentuk tubuhnya indah, kenceng, sehat, dan terlihat sexy itu ideal buat gw. Gw concern dengan issue kesehatan, jadi gw mati-matian ngegym, yoga, dan sebagainya untuk ngecilin badan supaya lebih fit dan nyaman. Gw bukan perempuan dengan size kecil tapi gw PD dengan tubuh gw, I love my back karena usahanya mati-matian buat bikin back-nya rata, haha.. Gw PD untuk pake baju terbuka. Kalo menurut gw it’s not about size but it’s about your personality”

S

aya setuju dengan pernyataan Inet dan Ira yang berpendapat bahwa ukuran tubuh bukan hanya tentang seberapa kecil atau besar tubuh kamu, tapi juga tentang bentuk tubuh. Ingat dengan Seymone, finalist Amenrica’s Next Top Model Cycle 18? Perempuan berusia 19 tahun itu mengakui ia sempat tidak PD dengan tubuhnya yang gemuk, tetapi menurut Tyra dan juri lainnya, ia memiliki tubuh yang indah dan hal itu pun terbukti, ia tetap terlihat cantik menggunakan pakaian apapun. Sebagian perempuan juga sering menjadikan laki-laki sebagai alasan mereka untuk mengecilkan ukuran tubuh. Diet ketat,

“Am I Ideal?” minum berbagai obat pelangsing sampai tidak makan pun dilakukan untuk menjadi kurus. Lantas, bagaimana sebenarnya pendapat kaum adam mengenai ukuran tubuh perempuan? Kemal, 21 tahun “Gak bohong kalau penampilan itu penting untuk perempuan. Gw suka pertama kali pasti sama fisik baru liat kepribadiannya. Tapi gw gak suka sama cewek yang diet ketat untuk jadi kurus, haha.. nyiksa diri. Ukuran tubuh yang penting proporsional sama tinggi badannya. Menurut gw, yang penting cewek itu harus bersih, pintar merawat diri dan berpenampilan menarik.”

35


Inner Beauty Edward, 20 tahun “Bagaimana perempuan berpenampilan itu yang penting, bukan ukuran badannya. Adele aja biarpun gemuk tapi cantik dan enak dilihat. Gw sih lebih tertarik sama perempuan bersih, ramah, pintar, lucu dan enak diajak ngobrol dibandingkan hanya sekedar cantik dan bertubuh langsing.�

O

WNers, ternyata keindahan dari suatu ukuran tubuh itu bukan perhatian utama lakilaki. Kepribadian, kebersihan serta kecerdasan yang datang dari dalam diri dianggap lebih penting untuk dimiliki oleh seorang perempuan sebagai daya tarik. Berikut adalah fakta menarik yang diambil dari hasil sebuah survey kepada 500 laki-laki:

Edward

36

- 81% laki-laki lebih tertarik kepada perempuan berukuran 10-12 - 87% laki-laki lebih tertarik kepada perempuan dengan selera humor yang baik dibandingkan perempuan bertubuh langsing. - 86% laki-laki lebih senang berpacaran dengan perempuan yang menikmati makanan tanpa mengeluhkan berat badannya.

“How Do I See My Body?�

Ketika bercermin dan melihat refleksi tubuhmu, apa yang OWNers pikirkan dan rasakan? Apakah kamu merasa senang dan puas dengan ukuran serta bentuk tubuhmu? Atau sebaliknya merasa tubuhmu jauh dari kata ideal? OWNers, bagaimana kita melihat dan mempersepsikan tubuh sering disebut dengan body image. Seseorang yang memiliki persepsi dan pandangan yang baik, merasa nyaman serta percaya diri dengan ukuran maupun bentuk tubuhnya dapat dikatakan bahwa ia memiliki body image positive. Sementara perempuan dengan body image negative mengalami hal sebaliknya, ia sering membandingkan tubuhnya dengan orang lain, dan merasa tidak nyaman dengan ukuran maupun bentuk tubuhnya


Inner Beauty

Kemal

gangguan makan, sampai depresi. Jadi, yang manakah body image-mu? Sebelum memutuskan untuk menilai tubuh kita, coba ukur apakah kita sudah berada pada masa tubuh yang ideal.

IMT (Indeks Masa Tubuh) = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (m))2 Hasil 17- 23 : Normal 23- 27 : Kegemukan >27 : Obesitas

foto: Fathya Artha Utami

Kemudian, untuk mengetahui berat badan yang ideal, OWNers bisa menghitungnya dengan rumus berat badan ideal yang dibuat oleh seorang ahli bedah Prancis, Dr. P.P. Broca (1897), yaitu:

sendiri. Dewasa ini, tuntutan untuk bertubuh ideal banyak datang dari media melalui iklan khususnya produk kecantikan yang menampilkan bahwa wanita dengan tubuh langsing lebih disukai pria, begitu pula di majalah-majalah yang menampilkan model dengan kaki jenjang dan bertubuh langsing. Tanpa disadari, hal ini berpengaruh dengan bagaimana perempuan memandang tubuhnya. Pada akhirnya banyak perempuan terjebak dalam pemikiran harus kurus. Kegagalan dalam mencapai target seringkali menyebabkan stress, rendah diri, mengalami

Berat Badan Ideal (kg) = Tinggi Badan (cm) – 100

S

etelah mengetahui hasilnya, barulah OWNers memutuskan untuk menilai seberapa ideal ukuran tubuhmu. Yang terpenting adalah rutin melakukan olah raga untuk menjaga kesehatan tubuh, atur asupan makanan dengan gizi seimbang, pilih pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuhmu, keep positive thinking, and be proud of your self. So, what do you want, spend your time to get a smaller body size or to improve your abilities to be beautiful? It’s your OWN choice. n

37


Cover Up

P

asti OWNers sering mendengar lirik lagu “Never mind I’ll find someone like you” di department store ataupun restaurant kesayangan dan seketika tahu siapa penyayi lagu tersebut? Yup! She’s the one and only Adele! We obviously can’t find someone like her right? Pemilik nama lengkap Adele Laurie Blue Adkins, yang biasa disapa Adele ini adalah penyanyi asal Inggris kelahiran Tottenham, London, 5 Mei 1988. Adele who is used to be well-known as a songwriter merupakan anak dari Mark Evans dan Penny Adkins. Penny, ibu Adele, melahirkannya di usia yang masih terbilang muda dan kemudian memutuskan untuk membesarkan Adele sendiri sebagai seorang single parent. Ketertarikan Wanita bertubuh curvy di dunia musik ini sudah terlihat sejak ia berusia 4 tahun. Ketika menginjak usia yang ke-16, after graduating from The Brit School for Performing Arts & Technology di Croydon, Adele menulis lagu berjudul Hometown Glory pada tahun 2007. Lagu ini lah yang kemudian menjadikannya tak hanya sebagai pencipta lagu, penyanyi namun juga the next big thing!

38

Karir Adele langsung melejit lewat salah satu single-nya Chasing Pavement yang terdapat di album pertamanya 19 pada tahun 2008. Single tersebut sukses membawa namanya dikenal oleh dunia. Penyanyi muda yang dulunya merupakan classmate dari Jessie J dan Leona Lewis ini menggebrak pasar musik dunia untuk kedua kalinya melalui album kedua nya 21 pada tahun 2010. Album yang mengusung beberapa single hits Adele, seperti Someone Like You, Rolling In The Deep dan Set Fire to the Rain ini mendapat sambutan hangat dari pecinta musik pop-blues dunia. Wanita berzodiak Taurus dengan suara serak-serak basah ini semakin bersinar setelah menyabet berbagai penghargaan


Cover Up

Grammy Stoler

Adele Adkins Teks: Ishak Satria

39


Cover Up

are expecting our first child together and I wanted you to hear the news direct from me, obviously we’re over the moon and very excited but please respect our privacy at this precious time. Yours always, Adele XOXO,” pada 29 Juni 2010. Project terbaru Adele adalah single untuk soundtrack film 007 (James Bond) yang berjudul Skyfall. Dengan suara emasnya, single ini diharapkan bisa membuat filmnya sukses seperti lagu-lagu Adele di album 21. Kita tunggu saja. n

foto: Istimewa

di ajang penghargaan musik bergengsi di Amerika, Grammy Awards. Pada tahun 2009, she earned 2 Grammys as Best New Artist and Best Female Pop Vocal Performance. Kategori Best Pop Vocal Album pun diraih Adele pada tahun 2010. Di ajang penghargaan Grammy Awards ke-54 tahun 2012, Penyanyi dengan tinggi 175cm ini memenangkan total 6 piala dengan kategori Record of The Year, Album of The Year, Song of The Year, Best Pop Solo Performance, Best Pop Vocal Album, serta Best Short Form Music Video mengalahkan jajaran penyanyi se-kelas nya seperti Lady Gaga dan Katy Perry yang kemudian membuat nya menjadi worldwide trending topic di social media. Adele yang akhir ini dikabarkan telah melahirkan anak pertama dari kekasih nya Simon Konecki, merasa sangat bahagia, not only just because she’s having a child but also her Boyfriend is ready to propose her. Simon Konecki adalah duda yang dikencani Adele selama hampir 1 tahun. Ia dulu sempat mengumumkan berita tentang kehamilannya melalui sebuah situs pribadinya, “I’m delighted to announce that Simon and I

40


41


Do-It-Myself

A Glove Doll Oleh: Michelle Elise

1. Balik sarung tangan wol yang sudah tidak terpakai lalu buat pola seperti berikut, dan gunting sesuai dengan gambar pola. Setelah itu, jahit bagian yang ditandai dengan garis putus-putus menggunakan benang sulam.

4. Untuk bagian kepala, tutup dengan cara melipat bagian kiri dan kanan ke arah tengah, lalu bawa bagian bawah naik ke tengah, dan terakhir bawa bagian atas turun ke tengah. Jahit bagian bawahnya saja.

2. Setelah dijahit, balik kembali tiap bagian, sehingga sisi yang sebelumnya digambari pola tersembunyi di bagian dalam. Selanjutnya, potong-potong dan tekuk pipe cleaner sehingga membentuk ‘U’. Masukkan ke dalam bagian kaki, tangan, kepala, ekor, dan badan. Jangan masukkan pipe cleaner ke bagian telinga.

5. Selipkan kedua teilnga ke belakang kepala, ke dalam bagian yang belum dijahit. Setelah itu tutup selipan telinga ke kepala dengan cara menjahit bagian selipan tersebut.

3. Tutup bagian tangan, badan, dan yang sudah diisi oleh dakron dan cleaner dengan cara menjahit sisi terbuka. Sisakan sekitar 5mm daerah tidak dijahit.

42

ekor pipe yang yang

6. Setelah bagian kepala selesai, gabungkan semua bagian ke badan boneka. Untuk membuat mata, bisa dibuat dengan menjahitkan manik-manik bulat kecil atau dengan menjahit benang hitam. Untuk bagian hidung, jahitkan manik-manik bulat dengan ukuran yang lebih besar. Selamat Mencoba! n

foto: Istimewa

CARA MEMBUAT


L I F E S T Y L E

43


The Artist

Ammy Tawaqal Teks: Randita Indrayarto

Monochrome World

K

esan pertama yang ada di pikiran ketika bertemu artist yang satu ini mungkin akan berbeda dengan kenyataannya. Pria ini mempunyai wajah yang tampan dan penampilan menarik. Walaupun tidak seperti seniman lainnya yang terkenal messy dan cuek,

44

Ammy Tawaqal ternyata memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi dalam membuat karya seni menggambar. Kesukaannya


The Artist

foto: Dok. Ammy Tawaqal

menggambar diakui dimulai sejak kecil. Dengan dukungan dari orang tua nya yang sempat mengikutsertakan Ammy di kursus menggambar, Ammy selalu mencoba untuk mempelajari hal-hal baru dalam teknik menggambar. Pria kelahiran Cirebon tahun 1987 ini merasa memiliki keterbatasan dalam menggambar suatu objek sehingga pada satu saat ia mulai mempelajari teknik doodle, yaitu teknik menggambar pola, dan mengisi pola tersebut dengan pola lain di dalamnya. Dengan doodling, lulusan London School of Public Relation ini mengkategorikan dirinya sebagai free-hand drawing artist. Ammy mengatakan bahwa ciri dari gambarnya adalah simple, beda dan terisi. Berbagai macam pola sederhana yang dipadupadankan menjadi satu karya dan detail pola yang diberikan membuat

penikmat seni rela untuk menghabiskan waktunya mengamati keindahan detail dari karya Ammy Tawaqal. Dengan pengalaman menggambar sedari kecil, pria yang juga seorang aktor dan model ini mulai memiliki kepercayaan diri untuk membawa keahlian menggambarnya ke dunia yang lebih komersil. Ammy memiliki rencana untuk hasil karyanya yang akan diproduksi dalam bentuk t-shirt dan akan siap untuk dipasarkan. Pria yang semua karyanya berwarna monochromatic (hitam dan putih) ini mengatakan bahwa alur menggambarnya merupakan ekspresi spontanitas. Pola yang tertoreh pada kertas akan muncul seiring dengan proses menggambar dilakukan. Saat ini Ammy mengakui bahwa dirinya sedang tertarik untuk mempelajari pola khas India. Keberanian dalam berkarya menjadi penting agar karya yang dihasilkan kuat dan stand out. Konsistensi Ammy untuk berani memilih style-nya menjadi kekuatan tersendiri. n

45


Eat, Meet, Greet

K

alau OWNers adalah penggemar coffee, pastry or italian food dan menyukai sesuatu yang murah meriah tapi tetap classy, Ninotchka Coffee Parlour & Dinner adalah tempat yang tepat buat kamu. Nama Ninotchka sendiri diambil dari bahasa Russia yang artinya Gadis Kecil yang membuat seru dari cafe ini adalah the menu are all home made. Restoran yang terletak di sebelah barat Jakarta ini terkenal dengan sajian pastry-nya yang yummy. Selain ahli dalam sajian pastry, restoran yang berdiri sejak 31 Juli 2011 ini juga menyajikan Italian Food sebagai main course. Ninotchka menyajikan beragam jenis pasta seperti Fettuccini Carbonara dan Spaghetti Bolognaise. Untuk deserts and cakery ada Macarons, Rainbow Cake, Red velvet, Cupcake, Chocolate Lava Cake dan Banana Split sebagai menu yang recommended.

46

Untuk range harganya, Ninotchka menawarkan harga yang sangat murah untuk ukuran kafe dengan interior dan suasana ala Eropa, yaitu berkisar antara 10.000– 35.000 for all menu. CafÊ yang beroperasi dari jam 2 siang sampai jam 11 malam ini tutup pada hari selasa saja. So, kamu bisa menikmati brunch dan dinner setiap hari disini. Rencananya kafe milik oleh Sonia Eryka (Indonesian Fashion Blogger and Childhood Star) dan keluarga ini juga akan menyajikan live music, jadi kamu bisa menikmati khasnya menu disini dan juga dengerin alunan musik yang pasti nya sesuai dengan suasana kafenya. Ayo ajak tementemen kamu buat hang-out disini, suasana Eropa yang ada di barat Jakarta. n


foto: Geofanny Tambunan

Eat, Meet, Greet

Fashionable Cafe Teks: Ishak Satria 47


Lyrics and Scripts

Moda in Drama Teks: Randita Indrayarto Scripts FUNNY FACE (1957) Seorang fotografer fashion bernama Dick Avery (Fred Astaire) sedang melakukan photoshoot di toko buku bernama Greenwich Village. Later that day, Avery melakukan review terhadap hasil photoshoot-nya dan melihat Jo Stockton (Audrey Hepburn) di background salah satu fotonya. Avery tertarik dengan penampilan Stockton yang unik, begitu juga dengan Maggie Prescott (Kay Thompson), editor sebuah majalah terkemuka. Mereka menawarkan Stockton untuk berkarir di dunia model. Pada awalnya Stockton menerima hanya karena that offer includes a trip to Paris, tetapi pada akhirnya ia sangat menikmati pekerjaannya dan ditambah dengan ditemani oleh seorang fotografer berbakat dan tampan seperti Avery.

48

THE DEVIL WEARS PRADA (2006) “That’s All..” Yes! Familiar kan dengan kata-kata itu? Film yang bercerita tentang the ordinary new-yorker journalist, Andrea Sachs (Anne Hathaway), yang mendapatkan pekerjaan sebagai Junior Personal Assistant dari Miranda Priestly (Merryl Streep), editor-in-chief yang disegani dari majalah fashion bernama Runway. Pada awal pekerjaannya, Sachs merasa tidak mampu untuk bersaing dan beradaptasi di Runway karena her lack of knowledge in fashion dan intimidasi dari lingkungan kerjanya. Tetapi setelah berbicara dengan Runway’s Art Director, Nigel (Stanley


Lyrics and Scripts

Tucci), Sachs mendapatkan perspektif baru dalam bagaimana akan menjalani pekerjaannya dan rela untuk mengorbankan kehidupannya so that she can fit-in in the fashion magazine. Sachs mulai mengetahui the cruel life in fashion industry saat dia dan Priestly menghadiri beberapa acara fashion di Paris. Pada suatu waktu, Sachs merasa tidak cocok dan mulai meninggalkan pekerjaannya di dunia fashion.

Valentino Garavani, one of Italia’s most famous men. Film ini diproduksi dan disutradarai oleh Vanity Fair’s Special Correspondent, Matt Tyrnauer. Tyrnauer melakukan produksi dari tahun 2005 hingga 2007. Ia mengambil lebih dari 250 jam kegiatan Valentino dan timnya serta mengambil beberapa exclusive shot yang belum pernah dilihat oleh masyarakat. “He is a born dreamer and the last true couturier, who let us in on his creative process and also let us in on the life he built around him to sustain this process,” Ujar Tyrnauer saat melakukan proses pembuatan film.

VALENTINO: THE LAST EMPEROR (2008)

THE SEPTEMBER ISSUE (2009)

The Last Emperor adalah film dokumenter mengenai kehidupan dari

Vogue. Majalah fashion terkemuka di dunia with the best editor-in-chief in the world, Anna Wintour. Film ini merupakan film dokumenter behind-the-scene dari pembuatan Vogue edisi September 2007. Dalam film ini kita bisa melihat kerjasama antara Anna Wintour dan Grace Coddington, mantan model yang sekarang menjadi Creative Director di Vogue. Dalam film ini, terlibat beberapa noted photographer seperti Patrick Demarchelier, Craig McDean dan Mario Testino. Dan juga terlihat beberapa model ternama seperti Coco Rocha, Chanel Iman, dan Lily Donaldson. Fashion Designer juga terlibat dalam pembuatan film ini seperti Vera Wang, Karl Lagerfeld, John Galliano dan Oscar de la Renta.

49


Lyrics and Scripts Lyrics

MARINA AND THE DIAMONDS (ELECTRA HEART)

LANA DEL REY (BORN TO DIE) First of all, di dunia musik dan fashion sekarang siapa yang gak kenal dengan Lana Del Rey? This model-turnsinger is stealing the spotlight saat single pertamanya yang berjudul Video Game liris pada tahun 2011. Di tahun yang sama Lana Del Rey langsung mendapatkan nominasi di Q Awards dan memenangkan kategori Q’s Next Big Thing. Setelah albumnya yang berjudul Born To Die rilis pada tahun 2012, Lana mendapatkan lebih banyak lagi nominasi yang ia menangkan adalah International Breakthrough Act di BRIT Awards. Selain Mulberry menggunakan nama Del Rey untuk salah satu tas-nya, Lana juga dinobatkan sebagai Woman of the Year dari majalah fashion pria GQ Magazine.

50

Wanita yang lahir dengan nama Marina Lambrini Diamandis ini memulai karirnya di dunia musik sejak tahun 2007. Tetapi wanita yang sekarang memakai nama Marina and the Diamonds ini mulai dikenal lebih luas sejak her third and lead single yang berjudul Primadonna rilis bulan Maret 2012. Sejak saat itu, Marina and the Diamonds mendapatkan beberapa penghargaan seperti Best UK & Irish Act di MTV Europe Music Awards dan Best Newcomer di Virgin Media Music Awards. OWNers, Marina ternyata juga memiliki great taste in fashion. Marina pernah menjadi kontibrutor di Vogue UK di bulan November 2010 untuk sartorial section bernama “Today I’m Wearing”. Di section itu, pengunjung website Vogue dapat melihat gaya berpakaian yang sudah dipilih oleh Marina setiap harinya.


Lyrics and Scripts

KAREN ELSON (THE GHOST WHO WALKS) Striking beautiful face with big red hair. Model cantik ini mulai membangun karirnya di dunia musik secara perhalan sejak tahun 2003. Pada tahun 2005, rekaman pribadi saat Elson bernyanyi dibentuk dalam sebuah CD dan diikutsertakan dengan Uncut Magazine edisi Agustus 2005. Lagu dalam CD tersebut berjudul Coming Down yang dipilih oleh vokalis REM, Michael Stipe. Elson mulai menulis lagu untuk albumnya dan pada Februari 2010, it was announced that Elson akan merilis albumnya dengan judul The Ghost Who Walks. Elson mendapatkan kesempatan untuk tampil di acara Late Show with David Letterman dan juga dengan suaranya yang khas ini membuat dia menjadi featured soundtrack di beberapa TV series seperti True Blood dan Fringe.

M.I.A (ARULAR) Wanita yang lahir dengan nama Mathangi Arulpragasam atau yang lebih dikenal dengan M.I.A ini is very multitalented. Pada tahun 2000, M.I.A memulai karirnya sebagai Visual Artist, Filmmaker & Designer. Tahun 2002 M.I.A mulai menjalani karir sebagai musisi. Single-nya yang berjudul Sunshowers dan Galang memasuki tanggal lagu di UK, Canada dan juga US Billboard pada tahun 2004. Ketiga album M.I.A yang berjudul Arular, Kala dan Maya menjadi bestselling albums worldwide. M.I.A menjadi salah satu musisi yang berada di daftar “Best of the Decade” majalah Rolling Stone edisi Desember 2009 dan 2010, Time Magazine menjadikan M.I.A sebagai salah satu dari World’s 100 Most Influential People. Dalam dunia fashion, M.I.A juga mendapat perhatian dari beberapa pihak. Pada tahun 2008, M.I.A memiliki kesempatan menjadi model untuk Marc by Marc Jacobs Spring/ Summer 2008 dan pada tahun yang sama M.I.A mendapatkan tempat sebagai Vogue’s 10 Best Dressed of 2008 because of her distinct style. n

51


Socialization

Allyson Felix

Size Does (Not) Matter

E

uphoria 2012 Summer Olympic dan Paralympic yang barus saja ditutup pada tanggal 9/9 mungkin masih terasa, keunikan negara Britania Raya mengkoordinir event yang luar biasa dari pembukaan hingga penutupannya

52

membuat tidak hanya pengamat olah raga tetapi semua kalangan dibuat takjub dengan


Socialization

sajian entertainment dan keajaiban dunia olah raga. Berbicara mengenai olah raga sebagian besar dari kita atau setidaknya bagi para olahragawan pasti merasa bahwa size matters tapi apakah kemenangan ataupun kekalahan Zhaoxu Zhang dari cabang olah raga Basket yang merupakan atlit tertinggi pada Olympiade tahun ini, dengan tinggi 7,2 Ft (2.19 m) atau atlit terberat yang adalah pemain judo asal Guam, Ricardo Blas Jr (218kg). dan atlit terkecil asal Jepang, Asuka Teramoto dengan tinggi 1.36m dan berat 30kg, ditentukan dari ukuran fisik mereka semata? Usain Bolt memang dinobatkan sebagai manusia tercepat, dan dengan tinggi 6.5 Ft ia tentu saja memiliki keuntungan untuk melangkah lebih lebar dan lebih jauh dibanding rivalnya Yohan Blake dan Justin Gatlin yang beberapa cm lebih pendek dari dia. Tetapi yang menjadi kunci keberhasilan Bolt tidak lain adalah keelastisannya ketika berlari dan semangatnya untuk menang. Karena tidak dapat kita hiraukan fakta bahwa ia sempat cedera otot sebelum pertandingan. Pada cabang renang sendiri tinggi seseorang memang menentukan keberhasilan seorang perenang, karena seperti dalam gaya bebas dan punggung, seorang perenang yang lebih tinggi dapat berenang dengan jarak yang sama dengan perenang yang lebih pendek hanya dengan tenaga lebih kecil, dan tentu saja mereka dapat memulai start lebih jauh. Namun bagaimanapun tinggi seseorang

Hope Solo

tidak menentukan, terutama dalam gaya dada dan kupu kupu, dimana kunci keberhasilan perenang ditentukan oleh seberapa lebar tubuh seorang perenang. Michael Phelps dengan tinggi 193 cm memang berhasil menorah sejarah sebagai perenang tercepat saat ini, tetapi bahkan seorang Phelps dapat dikalahkan oleh Kosuke Kitajima yang hanya 178 cm pada gaya dada. Contoh lain yang memukau adalah perenang asal Brazil, Ricardo Prado yang selama beberapa tahun menyambang gelar perenenag dunia untuk medley 400 m dengan tinggi yang hanya 158 cm.

Andy Murray

53


Socialization

Michael Phelps

“Not everything that counts can be counted, and not everything that can be counted counts.” (Albert Einstein)

foto: Istimewa

Usain Bolt

Sedang pada cabang Tennis, tinggi seseorang juga menjadi keuntungan dalam memberikan kekuatan dan ketajaman ketika mereka melakukan service, tetapi juga dapat menjadi kerugian dimana mereka akan menjadi sulit dalam membalas serangan labung rendah atau yang tajam kearah mereka. Beberapa pemain unggulan memang memiliki tinggi diatas 191 cm seperti John Isner, Juan Martin del Potro ataupun Ivo Karlovic, dimana mereka terkenal dengan service yang kuat. Namun ternyata ranking 4 teratas pemain tennis dipegang oleh Roger Federer, Rafael adal, Novak Djokovic dan Andy Murray yang semuanya tidak lebih dari 189 cm. Contoh lain adalah nyatanya kipper legenda seperti Jorge Campos dan Iker Casillas hanya memiliki tinggi 168 cm dan 182 cm, dimana tinggi ideal seorang kipper pada umumnya adalah diatas 197 cm. Di Amerika sendiri, para pemilik dan pelatih klub NFL, NBA NHL hingga MLB lebih cenderung tidak memilih pemain berdasarkan ukuran mereka tetapi pada skill mereka dalam berlari dan membawa bola. Mungkin selama ini kita membayangkan hanya seorang yang bertinggi 6,7 Ft yang bisa melakukan slam dunk, nyatanya juara slam dunk andal NBA seperti Damon ‘Mighty Mouse’ Stoudamire, Avery Johnson, Nate Robinson hingga Earl Boykins memiliki tinggi tidak lebih dari 5,10 Ft! Yep, short men can jump!

54


Socialization

Apakah berat mempengaruhi? Mungkin saja. Semakin ringan seorang pemain judo ataupun gymnastic semakin besar kemungkinan mereka untuk melawan gravitasi bumi yang menjadi keuntungan mereka. Itu hanya contoh kecil perbandingan ukuran fisik sesama olah ragawan yang memiliki fisik normal, kalau kita mau membahas lebih jauh apakah ukuran menentukan seseorang dan bisa membuat kagum, kita dapat membandingkan atlit normal dengan atlit dengan cacat fisik seperti pada Paralympik. Jangan terkejut kalau seorang sprinter tanpa kaki, perenang tanpa lengan, memiliki kecepatan lebih daripada seorang dengan fisik normal.

Contoh kecil yang bisa kita lihat pada diri kita sendiri adalah ukuran pada tubuh manusia ternyata tidak menentukan tingkat keberhasilan seseorang. Konon manusia dengan kepala yang besar atau lebih menonjol memiliki kemampuan berpikir lebih cemerlang dibanding rata rata, faktanya menurut penelitian kebanyakan dari mereka justru memiliki kelainan fungsi otak. Berat otak manusia normal adalah sekitar 1,4 kg tapi ternyata otak seorang Albert Einstein hanya seberat 1,23 kg. Bahkan tubuh kita pun mengatakan size doesn’t matters. Apakah kamu masih yakin dengan pemikiran kamu selama ini mengenai ukuran? So OWNers seperti yang sudah kita jabarkan, size does (not) really matters guys! It’s just a part of the X factor. Embrace your OWN size and make the BEST of it! n

Kosuke Kitajima

55


It Girl

The Brave One

Teks: Fathya Artha 56

foto: Gheofanny Tambunan

Saskia Anggun


It Girl

R

emember this girl? Yap, the cute little curly girl has grown up as a beauty-edgy-rebel doll. Saskia Anggun Chairunnisa, pelantun lagu Menabung ciptaan Titiek Puspa pada era 90-an ini memang sudah jarang kita jumpai di layar kaca. Saski, begitu panggilannya, kini sedang menikmati harinya sebagai wanita yang bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing consultant. Selain itu, sejak Maret 2010 Saski mulai aktif dengan blog pribadinya “The Fox in Faux Fur”. Ciri khas dan kejujurannya pada setiap gaya juga post lain pada blognya membuat Saski mulai dikenal sebagai fashion blogger. Saski is unique, karena itulah OWN memilihnya sebagai It Girl pada edisi ini. Fashion adalah satu dunia yang dicintai gadis sagitarius ini dimana ia bisa bergaya dan berkespresi. Tidak hanya itu, bagi cewek kelahiran 13 November 1989 ini, fashion adalah sebuah media untuk mengkomunikasikan apa yang ada di dalam dirinya kepada dunia luar. “Gw tuh orangnya pemalu. Jadi lewat fashion gw mau nyampein dan kasih liat siapa diri

“Fashion is not something that exists in dresses only. Fashion is in the sky, in the street, fashion has to do with ideas, the way we live, what is happening” (Coco Chanel)

gw sebenernya dan apa yang gak bisa gw sampein lewat kata- kata. Kayak gw mau bilang Mom, I’m so bad! Hahaha..Gak mungkin gw omongin langsung ke nyokap kan. Nah, lewat apa yang gw pakai itulah gw berusaha untuk menyampaikan pesan kalo gw sebenernya lebih berani dari kelihatannya”, jelas Saski. Ketika OWN meminta Saski untuk menggambarkan style-nya, Cewek yang menjadikan Taylor Tomasi Hill sebagai salah satu inspiratornya dalam bergaya

57


ini menjawab “Sebenenya gw gak punya gaya tertentu sih, gw suka banyak gaya dan tergantung mood aja lagi mau pake apa�. Saski memang senang melakukan mix and match. Uniknya, cewek yang memiliki hobi masak ini sering memberikan tema pada setiap penampilannya. Kita tidak akan melihat penampilan Saski yang sama berulang, Ia selalu berani untuk bereksperimen terhadap hal-hal baru. Bahkan tak jarang apa yang dikenakannya adalah hasil dari karyanya sendiri. Saski mengaku senang membuat accessories untuk dikenakan dirinya sendiri. “Fashion is about having fun!� ujarnya. Menurut Saski, banyak orang terjebak di dalam pemahaman bahwa bergaya dan menjadi keren adalah ketika bisa menggunakan all branded item from head to toe. Padahal baginya, ketika kita bisa mencampur banyak gaya menjadi satu kesatuan yang merepresentasikan kepribadian diri yang sebenarnya, itu akan menjadi lebih keren dan menyenangkan. Jadi OWNers, siapkah untuk menampilkan diri kamu yang sebenarnya? We dare you! n

58


59


L.O.V.E

Ukuran Dalam Perspektif Klasik

B

Teks: Dimas Hary

eberapa waktu yang lalu ketika lagi (seperti biasa) minum kopi di salah satu mall di Jakarta, saya bertemu dengan teman baik saya yang sudah lama menghilang dari peredaran. Sekarang ini katanya dia lagi sibuk membenahi diri agar bisa tampil lebih prima di usianya yang tidak muda lagi. Saya tertawa walaupun saya tahu bahwa apa yang dikatakannya itu benar dilakukan olehnya. Dari situlah obrolan melanjut membahas banyak hal. Saya tergelitik dan tergelak ketika kami berdua membahas mengenai umur, ukuran baju dan celana. Tampaknya ukuran

60

selalu menjadi hal yang terkadang dibilang tidak penting namun sesungguhnya menjadi hal yang penting dan utama. Kontradiksi dua kalimat “Size matters” dan “Size doesn’t matter” akan selalu terus ada. Teman saya ini saat minum kopi dan mengobrol, membahas tentang cerita cintanya terakhir. Well, reputasi dia yang patah tumbuh hilang berganti tampaknya masih ada sampai dengan sekarang, itu pemikiran saya pada mulanya. Pada mulanya. Ternyata saya salah. “Umur adalah sebuah ukuran nyata bagi kita, terutama urusan percintaan ya,” begitu teman saya bilang. Saya hanya mengangguk saja dan menunggu dia meneruskan ceritanya. Bagi teman saya ini ternyata faktor umur ternyata mempengaruhi berbagai macam ukuran dalam kehidupan. Dia bercerita bahwa faktor usia menjadi satu tolak ukur dalam mengambil pasangan atau pun dalam hal daya tarik. Dia bilang bahwa semakin


L.O.V.E

kita bertambah usia, semakin terlihat lebih dewasa, lebih berwawasan dan lebih bijaksana tentunya dan yang paling utama lebih stabil dalam hal keuangan. Makanya orang-orang yang sudah berusia, katakanlah, diatas 30 tahun, selalu (tidak

foto: Istimewa

selalu) mendapatkan pasangan yang lebih muda. Bagi saya ini pemikiran yang sangat relevan, alamiah, atau bahasa kerennya adalah pemikiran heteronormativitas.

Melihat mimik muka saya yang tidak begitu setuju dengan cara berpikirnya walaupun melihat fakta di sekeliling saya bahwa hal ini benar dan ada, dia kemudian terus melanjutkan obrolannya tanpa memberikan kepada saya kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Sebagai orang yang sering menjadi “tong sampah� buat orang lain, saya hanya tersenyum dan kemudian mendengarkan kelanjutan dari obrolannya. Setelah masalah usia yang menjadi tolak ukur. Teman baik saya ini kemudian melanjutkan dengan membahas masalah kadar cinta. Bagaimana cinta diukur dalam bentuk sebuah hubungan. Baginya tidak berkeberatan untuk menjadi, lagi, katakanlah, penopang hidup, karena menurut dia ukuran cinta itu bisa dibeli dengan mudah. Kali ini saya memotong pembicaraannya. Saya katakan kepada teman saya itu bahwa cinta itu memang bisa dibeli. Tapi ukuran sebuah cinta murni, cinta tulus, cinta yang tanpa pamrih dan ikhlas itu harus datang dari dalam hati. Saya mungkin termasuk orang yang punya pemikiran konservatif jika berhubungan dengan cinta. Saya katakan pada teman baik saya itu bahwa ketika saya ingin menjalin hubungan dengan seseorang dan ada respon yang sama dari orangnya, maka kejujuran, keterbukaan dalam segala hal adalah tolak ukur cinta yang pertama buat saya. Bukan suatu hal yang mudah memang untuk mendapatkan itu tapi dengan

61


konsisten pada jalannya pasti akan didapat pada saatnya nanti. Teman baik saya itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum. Lalu teman saya ini bertanya mengenai ukuran cinta bagi saya, tentunya dia bertanya ini setelah dia menganalisa dari omongan saya sepanjang ngobrol dengan dia. Saya bilang pada dia bahwa ukuran dalam sebuah perspektif klasik adalah ketika dua orang yang akan menjalin sebuah hubungan dan membuat semuanya menjadi seimbang. Ukuran cinta menjadi seimbang karena proses pendekatan dan proses “take and give�. Ukuran sayang menjadi seimbang karena proses komunikasi yang berjalan lancar. Pertanyaan teman baik saya kemudian yang membuat saya berpikir apakah saya wajar dalam mengatakan pendapat saya itu? Dia bertanya seberapa banyak orang yang memiliki pemikiran serupa saya. Hal ini yang kemudian membuat saya bertanya kepada beberapa orang secara random, hanya untuk mengetahui apakah masih banyak orang yang berpikiran secara konservatif ala saya atau perspektif sudah bergeser? Saya kemudian bertanya secara random kepada beberapa orang yang saya kenal atau saya baru kenal. Ketika saya bertanya mengenai ukuran dalam hal sebuah hubungan percintaan atau bahasa sekarangnya pacaran, berbagai macam jawaban muncul. A mengatakan bahwa bagi dia ukuran cinta adalah masalah penampilan. Jika dia bisa mendapatkan seseorang yang diperebutkan oleh orang banyak, itulah ukuran keberhasilannya dalam soal cinta, tanpa memandang hati dan perasaannya yang sesungguhnya apakah dia benar suka atau tidak dengan orang itu. Sementara B mengatakan bahwa ukuran cinta baginya adalah masalah finansial. Tidak perduli orang itu cakap, tidak perduli

62

orang itu gemuk, tidak perduli orang itu dandan senorak apa pun, sepanjang orang itu bisa memenuhi segala kebutuhannya bagi dia itu sudah cukup. C saat ditanya mengatakan bahwa ukuran cinta adalah sebuah ukuran absurd, ukuran abstrak karena baginya sepanjang hatinya nyaman, damai dan tentram tidak masalah. Ketika saya mengatakan bahwa nyaman, damai dan tentram itu masuk dalam klasifikasi ukuran perspektif klasik, dia bilang tidak, karena dia tidak mau berhubungan dengan yang terlalu kaya, tidak mau juga berhubungan dengan yang tidak punya apa-apa tapi disisi lain dia tidak mau berbagi. Pada akhirnya saya kemudian menyimpulkan bahwasanya ukuran dalam hal percintaan adalah sebuah hal yang perspektifnya bisa dikatakan relatif. Kadarnya dari masing-masing individu tentunya berbeda dan pandangan akan pengertian ukuran pun ternyata ada dalam berbagai hal. Tapi yang penting tentunya dari itu semua adalah ukuran ketulusan hati dan keikhlasan dalam menjalankan sebuah hubungan dan menerima pasangan apa adanya. Mungkin terdengar klise tapi itu yang saya dapat dari hasil obrolan dengan teman baik saya dan bertanya secara random pada beberapa orang. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi diri kita sendiri akan ukuran itu? n

foto: Georgina Agatha

L.O.V.E


63

facebook.com/AigoFashionLine


New Spark

Good Thing Comes From The Goods

T

o all fashion people, The Goods Dept is now officially open for public! Yap! Akhirnya The Goods Dept yang beberapa waktu ini hilang, sekarang sudah kembali dengan konsep terbarunya yang terletak di Mal Pacific Place, SCBD, Jakarta. The Goods Dept kali ini memberikan much bigger space di dalamnya sehingga ruang gerak jadi lebih besar, and it’s good. The Goods Café berada di luar store dan tetap menjual beautiful delicious cakes seperti Red Velvet cake dan cupcake dan juga the famous Rainbow Cake. Interior design di The Goods Dept kali ini jauh lebih matang dari sebelumnya. Salah satu desain yang paling catchy adalah neon lights yang terletak di tempat pembayaran. Separator antara produk wanita dan pria lebih jelas terpisah. OWNers, woman’s section is bigger than before. Yeay! Produk yang ditawarkan lebih banyak dan lebih bervariasi seperti FABRIK, Inksomnia, Soep Shop dan Baggu. Detail kecil yang menarik seperti now they have shelves to put woman and man’s shoes sehingga terlihat rapih dan teratur. Overall, The new Goods Dept is bigger, better and edgier than ever. [RI]

Nikicio at The Goods Dept 64


New Spark

New York Woman for New York Girl

T

Penggunaan bahan seperti denim, faux fur, serta leather memang menjadi ciri koleksi fall/winter semua brand. Namun pola yang klasik membuat koleksi yang diberi nama Urban Ice Storm ini tidak termakan tren yang musiman, dengan kata lain beli musim ini masih dapat digunakan musim-musim kedepan. So, OWNers, Jika kamu ingin tampil shopisticated namun tidak ingin berlebihan dan terlihat seperti New York girl, DKNY JEANS adalah pilihan brand yang tepat. [GT]

foto: Istimewa

idak salah jika perempuan New York sering disebut-sebut sebagai perempuan paling stylish di dunia ini. Dengan gaya chic, easy dan tidak berlebihan mereka berhasil menampilkan keanggunan dengan sudut pandang yang ringan. DKNY JEANS adalah salah satu brand yang mengusung kepribadian perempuan-perempuan New York yang sibuk namun tetap stylish. Koleksi fall/winter 2012 brand yang dibuat sebagai second line Donna Karan ini tampak begitu wearable. Warna-warna yang mudah di mix and match, graphic pattern dan print yang tidak berat sungguh mudah di aplikasikan tehadap segala bentuk tubuh.

65


New Spark

Run Baby Bun!

P

Running. Saat pengguna berlari dan menggunakan aplikasi ini, Nike+ Running di iPod atau iPhone akan memberi tahu berapa waktu, jarak dan kecepatan berlari serta berapa kalori yang terbuang, and we can also choose our own song playlist yang ada di iTunes. Aplikasi Nike+ Running juga dapat menghitung perbedaan jarak dan kecepatan aktifitas berlari dengan tujuan mengetahui pertambahan atau pengurangan jarak dan kecepatan berlari dari pengguna dalam setiap aktifitas. Nike+ Running juga menyediakan fasilitas sharing ke social media seperti Facebook, Twitter dan Path. Selain itu, Nike+ Running dapat menunjukkan rute berlari berupa maps yang dapat dilihat di Path dan Facebook pengguna. [RI] n foto: Istimewa

erusahaan peralatan olahraga terbesar di dunia, Nike, saat ini telah bekerja sama dengan Apple dalam memberikan fasilitas kepada pengguna iDevice yang gemar olahraga khususnya olahraga berlari. Aplikasi yang telah dibuat adalah Nike+

66


F A S H I O N

67


Spotlight

Big is Bold! Gregg Stuff

Super Sunglasses

Anya

H&M

Christian Louboutin 68

P

akailah blouse berwarna gelap, A-line skirts, boot cut jeans, dan wrap dress, jika kamu ingin terlihat lebih slim. Kita sudah sering sekali mendengar statement seperti ini. Secara tidak sadar, fashion mindset kita dituntut untuk berpakaian dengan style tertentu yang terbatas agar mendapat kesan yang merampingkan tubuh. Maybe some of you agree to wear those clothes with limited fashion style, but this girl surely disagree. OWNers, meet Gabi Gregg! Gabi tertarik dengan dunia fashion journalism dan mengawali karirnya dengan membuat blog, GabiFresh.com, yang semula bernama Young, Fat and Fabulous di tahun 2008. Selain menjalani blog miliknya sendiri, Gabi pun kerap menulis dan menjadi kontributor untuk media online seperti Vogue.it dan Glamour.com. Berkat fashion sense Gabi yang fun dan tidak mementingkan ukuran badan namun lebih fokus terhadap style, ia sudah beberapa kali masuk majalah fashion bergengsi lho, OWNers. Sebut saja majalah Glamour, Teen Vogue, Cosmopolitan, dan The New York Times. Gabi’s style inspiration? Beth Ditto dan Carrie Bradshaw. Penyuka brand H&M ini memiliki motto, “Ignore the rules! Aku sering berkata pada pembaca blogku untuk berhenti berkata “coba saja aku cocok memakai itu” dan jangan raguragu untuk memakai apa saja yang kamu sukai!” Self confidence is the major key to be comfortable with your body. Embrace your curves, you too can look fresh, just like Gabi! [KC] n


foto: Istimewa

Spotlight

69


Focus On!

Pre dict ably Un pre dict able Teks: Pepito Praptowahyono 70

Phoebe Philo

A

da dua alasan mengapa sebuah nama ditunjuk sebagai juri sebuah reality show, yang pertama karena popularitas, yang bisa mendongkrang rating, kedua karena pencapaian atau prestasi dari sosok tersebut. Bagaimana dengan Michael Kors yang menjadi juri Project Runway, kompetisi yang diikuti fashion designer amatir, selama 9 season?


Focus On!

Michael Kors yang lahir di tahun 1959 ini sebenarnya datang dari keluarga yang sudah akrab dengan dunia lenggak lenggok hiburan, karena memiliki ibu yang merupakan model Revlon. Cita – cita dari kecil Kors adalah menjadi seorang aktor atau fashion designer. Di usia 4 tahun Kors mengawali karir justru sebagai talent dalam sebuah iklan produk sereal, baru di tahun 1978 kuliah di Fashion Institute Technology (New York) sambil bekerja part time di Lothar’s Boutiq. Pekerjaan part time inilah tempat dia terjun langsung di dunia retail. Sebelum pada akhirnya mengeluarkan

koleksi womens wear di Saks Fifth Avenue and Bergdorf Goodman di tahun 1981 yang langsung habis terjual. Koleksi pertamanya ini dipenuhi dengan natural fabric dengan warna netral, konsep minimalis dengan potongan yang mengikuti lekuk tutbuh, padanan siap pakai yang tidak terlalu jelimet dan sesuai dengan selera pasar pada saat itu. Titik tolak pertama pertunjukan runway Michael Kors justru terjadi pada tahun 1984 yang masih mengkhusukan diri di womens wear. Publik dan media sekelas Vogue ternyata melirik karyanya sehingga di tahun 1987, desainnya yang dikenakan Uma Thurman muncul di salah satu fashion spread majalah tersebut. Kors mencoba untuk bergelut dengan menswear di tahun 1990 namun karena masalah keuangan, lini ini harus terhenti pada di tahun 1991. Gaya minimalis dan lekukan ringan khas Michael Kors tampak satu visi dan mirip dengan rumah mode Celine, yang kebetulan dibahas di OWN edisi lalu. Sehingga hanya menunggu waktu saja sampai akhirnya dia ditunjuk sebagai creative director sekaligus designer pertama women’s ready-to-wear pada tahun 1997. Ditangannya Celine menjadi patokan untuk ready-to-wear dan aksesoris bergaya

“A lot of my fit models have turned out to be Victoria’s Secret Angels. I love beautiful, healthy, upbeat, happy people.” (Michael Kors) 71


Focus On! mewah yang laku dan diburu fashionista. Satu gebrakan juga terjadi pada tahun 1998 ketika dia menggunakan bahan khas wanita diolah menjadi pakaian pria. Hal ini seperti jawaban atas bantahan terhadap anggapan banyak orang bahwa Kors sebatas lini wanita. Prestasi hitam di atas putih dia dapatkan ketika memperoleh CFDA Awards (Council of Fashion Designers of America) di tahun 1999 untuk Womenswear Designer of The Year dan di tahun 2003 untuk Menswear Designer of The Year, CFDA Awards yang menurut kebanyakan orang adalah Oscar untuk dunia fashion. 2003 juga meerupakan tahun dimana Kors memutuskan untuk lepas dari Celine dan berkonsentrasi untuk lini atas namanya sendiri. Kors yang masih setia dengan warna netral dan minimalis tetap memproduksi barang mewah yang tentunya dengan harga yang sesuai kocek kalangan tertentu. 2004 Kors mengeluarkan koleksi dengan dua label, KORS Michael Kors dan

72

MICHAEL Michael Kors yang merupakan ekspansi versi harga terjangkau dan terbuka untuk publik yang juga bisa ditemukan di beberapa department store ternama seperti Nordstrom’s dan Macy’s. Publikasi lebih luas dia dapatkan setelah di tahun 2005 menjadi juri Project Runway America, reality show pembuka jalan untuk Kors agar lebih dikenal orang awam tentang gaya desainnya yang sering tersirat ketika dia memberikan masukan pada kontestan acara tersebut. Seperti dua sisi koin, kontroversi juga pernah Kors dapatkan dari kritikus fashion. Banyak yang mengkritik Kors karena koleksinya yang seolah main aman atau bahkan yang lebih menarik adalah tuduhan kesamaan/kemiripan gaya dan konsep antara Kors dan Donna Karan, yaitu desain yang sama-sama mengikuti lekuk tubuh dan pola rok yang serupa. Selain itu ada juga anggapan bahwa nyawa setiap koleksi Kors yang baik selama masih di


Focus On!

“We’re not even halfway there yet.”(Michael Kors)

foto: Istimewa

Celine atau setelah keluar yang gampang terprediksi dan terjadi pengulangan, kurang drama, walau tak sedikit juga yang memuji keberanian Kors untuk konsisten dengan apa yang dia yakini sebagai signature style. Kemonotonan seolah dijawab dengan koleksi Fall 2008 Kors yang tampak lebih berani dan menggunakan motif print, hal yang bukan jati dirinya. Koleksi Spring, Fall dan Resort ditahun selanjutnya juga lebih rumit dari segi konstruksi serta warna bahan yang digunakan lebih hidup tidak hanya berputar di warna netral.

Untuk bisa bertahan lama di dunia fashion terlebih di Amerika, satu hal mutlak adalah tentang bagaimana sebuah karya bisa dinikmati, dicintai dan dipakai oleh artis kesayangan Hollywood. Kors sangat dicintai oleh A-list Hollywood, beberapa nama seperti Barbra Streisand, Diana Ross, Cher, Sharon Stone, Gwyneth Paltrow, Jennifer Lopez, Heidi Klum, Catherine Zeta-Jones, Joan Allen, Jennifer Garner, Sigourney Weaver, Liv Tyler, and Rene Russo tercatat menjadi langganan Kors ketika tampil untuk acara Oscar dan acara film lainnya. Desain Kors memang sesekali gampang terprediksi namun kadang prediksi itu tidak mudah tertebak karena akan ada satu atau dua item baru yang melengkapi satu koleksi, sehingga tampak fresh. Satu quote dari Kors yaitu “The greenest thing you could do in fashion is to buy something great that you’re going to use for years.” adalah semacam clue mengapa Kors tampak selalu ingin main aman. Tapi bermain aman bukan juga berarti membosankan dan gampang terprediksi. Jadi setelah 30 tahun lebih bisa bertahan di dunia fashion yang ‘one day you’re the next you’re out’ tentunya sebuah prestasi yang layak diapresiasikan dari sosok Kors. n

73


Seasonal

Chanel

Witches’ Spells Black, Baroque and Goth Teks: Gheofanny Tambunan

74


Seasonal

A

bracadabra! Tampaknya kata tersebut adalah kata paling pas menggambarkan mood board para desainer fashion dunia. Bagaimana tidak? Hitam, Gothic, dan Baroque hampir selalu ada di bagian koleksi musim fall winter 2012 ini. Dimulai dari New York Fashion Week. Koleksi Marc Jacobs musim ini seperti meteor yang menggemparkan dunia fashion. Topi super besar, messy smoky eyes, grungy style, oversized coat, dan vintage loafer begitu menyita perhatian. Selain terasa seperti mengacuhkan tren dan nilai estetika era ini, Marc justru berani untuk menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari desainer lainnya. Koleksinya kali ini terinspirasi dari keamburadulan sebuah era, namun ideanya adalah melihat sisi estetik dari hal tersebut. Selain Marc yang menunjukan keberaniannya, Milan Fashion Week juga terlihat segaris dengan rancangan Marc. Dapat kita lihat dari koleksi Versace yang begitu tegas, ambisius dan gelap seakan menunjukan sisi misteri dari brand yang terkenal sexy tersebut. Dolce and Gabbana mengambil unsur baroque dan mengaplikasikan idenya secara harafiah. Sulur-sulur yang dramatis yang didukung dengan styling yang sexy sungguh tampak begitu komersil untuk dilihat dalam satu koleksi. Inspirasi brand ini sebenarnya tidak jauh yaitu dari sejarah negara mereka sendiri yaitu Italy. Prada yang merupakan brand favorit saya sungguh tidak mengecewakan.

Perpaduan print geometrik dengan warna-warna misterius membuat kesan yang sungguh berbeda dari koleksi spring summer mereka. Nuansa gothic begitu kental disugguhkan melalui hairdo dan makeup yang bold serta bebatuan yang menghiasi hampir seluruh bagian dari koleksi ini. Walau tetap bernuansa gothic, Gucci menghadirkan sisi yang lebih perempuan pada koleksinya, Frida Gianini ingin menggabungkan sisi lembut wanita zaman kerajaan dengan penyihir jahat zaman kegelapan. Koleksi yang wearable dengan pemilihan bahan yang pas.

Prada

75


Seasonal

Yves Saint Laurent

Di London Fashion Week, Christopher Kane mengutamakan kekuatan crafting pada setiap pieces-nya. Koleksi yang banyak memilih warna-warna gelap seperti hitam, maroon, ungu dan dark blue begitu terasa keseriusannya. Walau pada cutting tidak ada sesuatu yang baru namun penikmat fashion sudah begitu puas dengan totalitas Kane pada bahan dan crafting-nya. Untuk Paris Fashion Week. Lanvin mini dress yang terkenal tampak begitu elegan dengan tambahan embllishment yang quirky namun tetap cantik. Rick Owens yang memang terkenal gothic terasa begitu tepat mengeluarkan koleksi yang sedikit “tidak normal� bahan yang sengaja dirusak dan warna-warna dengan palet malam hari, membuat setiap look-nya tampak begitu strong. Stefano Pilati yang menghadirkan koleksi terakhirnya untuk rumah mode Yves Saint Laurent tidak setengah hati membuat setiap pieces-nya. Tetap dengan tema goth, Stefano menghadirkan sisi modern

76

dari sosok penyihir. Balmain yang secara literally menerjemahkan baroque terhadap style maskulin yang merupakan ciri khas brand yang di bawahi oleh desainer muda berbakat, Oliver Rousteing. Dua koleksi Paris fashion week yang sungguh luar biasa mengolah tren ini adalah Givenchy by Riccardo Tisci dan Chanel by Karl Lagerfeld. Tisci menawarkan keseksian, kekuatan, kecerdasan, dan kejanggalan dari gothic. Pemilihan bahan silk, leather, calfskin pada looks-nya sungguh menarik. Pemilihan warna yang sebenarnya predictable namun dibarengi dengan styling yang sangat sesuai mempuat setiap pieces dari koleksi tersebut tampak begitu sophisticated. Kesan mahal dan berkelas sungguh terpancar dari semua look-nya. Hal ini juga terjadi pada koleksi Chanel. walau tidak sama dalam mengambil sudut pandang namun secara garis besar, Chanel musim ini juga terinspirasi dari kesan gelap dan bebatuan. Walau tidak bermain dengan banyak warna, namun koleksi kali ini tidak kehilangan rasa dinamisnya. look per look-nya menggabarkan keseragaman tema. Yang bisa diambil dari koleksi fall winter 2012 adalah Black Has No Age. sampai kapanpun warna hitam akan tetap menjadi warna yang paling stylish di dunia. Vintage style seperti gothic dan baroque yang sebenarnya sudah pernah tren dimasa dulu kini kembali. Jadi kini temukan barangbarang dari ayah atau ibu kalian dan mix and match dengan modern piece era kini. Selamat Bereksperimen! n


Seasonal Marc Jacobs

Versace

Givenchy

Christopher Kane

Dolce & Gabbana

Altuzarra

foto: Istimewa

Gucci

Lanvin

Rick Owens

Balmain

77


Bright Cheek

I

s it a blush on? Is it a shimmer? It is both! This is the latest addiction for every girl. Kualitas The Chanel Les Tissages de Chanel Tweed Blush tentunya sudah tidak diragukan lagi, tekstur shimmer blush ini sangat lembut, menyatu dengan kulit sehingga hasilnya natural. Shimmer ini didalamnya cukup halus, hanya saja warna pink-nya sangat tipis, jadi sebaiknya digunakan setelah blush on, pulas tepat di tulang pipi untuk kesan tulang pipi lebih tinggi di

78

bergaya didepan kamera ataupun saat berpergian, jangan lupa pada bagian dagu juga diberi highlight pada wajah sehingga terlihat segar! Namun tidak disarankan untuk dipakai sebagai highlight tulang hidung atau dahi, karena warna shimmer bernuansa pink. Hampir tidak ada kekurangan yang besar dari produk ini. Mungkin harganya dapat dibilang agak mahal, but believe me, it’s worth it! [AS] n

teks: Astrid Satwika, foto: Istimewa

Beauty Lesson


79


Our Way

Judith Ayu, 18 YO, Model by Gheofanny Tambunan

80

Zero�


Our Way Halaman Sebelah: Vintage Dress, Blazer and Scarf. Halaman Ini: H&M Shirt and Boots, Mango Sweater, Nikicio Shoulder Bag, Vintage Legging and Necklace.

81


Our Way

Halaman Ini: H&M Hat and Boots, Aigo Shirt, Zara Tee and Clutch, Topman Necklace, Vintage Grey Denim, Marc by Marc Jacobs Watch. Halaman Sebelah: H&M Necklace, Corner Tee, Vintage Blazer, Marc by Marc Jacobs Watch, Casio Watch.

82


Our Way

83


Our Way

J

ika ada yang bilang kamera foto ataupun kamera video membuat badan tampak lebih besar 2-5 kg tampaknya hal itu benar. Walaupun tidak ada ahli yang menyatakan hal itu tapi dengan mudah saya mengiyakan hal tersebut. Buktinya adalah fashion spread yang saya kerjakan pada halaman Our Way ini. Sang model yang bernama Judith Ayu adalah perempuan muda yang menurut saya orang paling kurus didunia ini, agak berlebihan memang namun jika kamu bertemu langsung pasti kamu akan berpendapat yang sama. Tapi kalau kamu hanya melihat deretan foto-foto yang saya ambil tampak jelas bahwa Judith terlihat perempuan dengan ukuran normal atau proporsional. Hal ini sangat menarik karena pada awalnya konsep dari foto spread ini adalah perempuan yang sangat kurus menggunakan pakaian-pakaian kebesaran. Agak kurang berhasil memang saat melihat hasilnya. Namun ternyata hal ini menjadi point tepat untuk hal yang ingin saya sampaikan. Smaller is Better. Why? Karena pada dasarnya semua wanita didunia ingin tampak cantik bukan? Jika cantik adalah tujuan utama maka menjadi ramping adalah salah satu syaratnya. Sinikal memang pernyataan saya diatas tapi itulah realitanya. Karena saya yakin kamu yang sekarang sedang membaca artikel ini pernah mengalami hal seperti, kamu foto dengan temanmu lalu saat melihat hasil fotonya kamu terbelalak melihat wajah atau tubuh kamu tampak sangat gemuk dan meminta foto ulang, atau jika sudah terlanjur tersimpan kamu meminta temanmu untuk mengeditnya di photoshop terlebih dahulu sebelum di share ke social media atau bentuk media lain-lainnya. Sounds familiar? Pertanyaannya, siapa yang salah? Yang sebenarnya salah adalah kita, termasuk

84

saya, yang cukup malas untuk hidup sesuai dengan yang seharusnya. Hidup yang benar itu adalah makan sesuai porsi yang tepat dan olah raga secara teratur. Jika kamu ingin terlihat ramping dikamera maka dikehidupan nyata pun harus lebih ramping, karena kamera hanya menangkap realitas yang ada. Banyak yang bilang gemukpun tetap bisa terlihat cantik, benar memang tapi bagi orang-orang yang memang memiliki kharisma dan kepribadian yang extraordinary yang mungkin tidak dimiliki oleh semua orang. Jadi pilihannya bukanlah kurus atau tidak, tapi cantik atau tidak. Jika memang ingin mempertahankan ukuran tubuh kamu, jadilah orang yang kharismatik, kalau tidak, jangan kesal atau sedih jika kamu dianggap lebih gemuk didepan kamera karena sebenarnya kamu tahu bagaimana mengatasinya. [GT] n


Our Way

H&M Hat, (X)SML Shirt, Vintage Ulos Scarf. Portfolio ini: Model: Judith Ayu, Stylist, Photographer, MakeUp: Gheofanny Tambunan 85


Behind The Scene

Andien

86


Behind The Scene

foto: Georgina Agatha

Winning Ten’s Photoshoot and Interview at Taman Menteng Jakarta

87


Index Mango, www.mango.com (X)SML, www.xsml.com, Plaza Senayan & Plaza Indonesia

Contact Us

Marc by Marc Jacobs, www.marcjacobs.com, Plaza Indonesia H&M, www.h&m.com Corner, 5th floor, Mangga Dua Aigo, www.facebook.com/AigoFashionLine Casio, www.casio.com

www.own-mag.com www.issuu.com/ownmagazine ww.facebook.com/OWNmagazine www.twitter.com/@OWNmag1 editorial@own-mag.com Jennifer Lawrence

Zara, www.zara.com Nikicio, www.nikicio.com Nining Safira, 081381333234

Downloadable on Apple iPad and Android Device via Wayang Force Application or www.wayangforce.com

88

OWN #3 -GENDER ISSUE- on December 2012

OWN#3  

3rd Edition of OWN -SIZEISSUE-