SPORT INJURY GUIDELINES
Judul Buku: Sport Injury First Aid Guidlines
Penulis: Maharani Pooja Natasya Bone Editor : Sri Sumartini.,S.Kp.,M.Kep.
Sehabudin Salasa.,S.Kep,Ners,M.Kep.
INTRODUCTION
Olahraga merupakan rangkaian kegiatan fisik serta keterampilan teknik yang terencana dan terstruktur, melibatkan gerakan tubuh dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani serta bermanfaat bagi fisik,mental dan sosial (Pranata, 2022). Selain memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesehatan, di sisi lain juga olahraga dapat berdampak negatif, karena setiap aktivitas yang berhubungan dengan fisik manusia khususnya olahraga akan selalu di hadapkan dengan kemungkinan mengalami cedera, kecacatan, bahkan sampai kematian
Olahraga yang berlebihan ataupun karena ketidak sesuaian dengan kekuatan fisik seseorang dapat menyebabkan cedera olahraga atau sport injuries Cedera olahraga adalah kerusakan pada sistem integument, otot, dan rangka tubuh yang di sebabkan oleh kegiatan olahraga, hal ini menimbulkan rasa nyeri, panas, merah, bengkak dan dapat menyebabkan sistem tubuh tidak berfungsi dengan baik (Puspitasari, 2019) Ada banyak jenis cedera olahraga namun persentase tertinggi yang sering terjadi adalah cedera pada sistem muskuloskeletal yang memberikan stabilitas pada tubuh dan memungkinkan pergerakan, jenis cedera yaitu seperti sprain, strain, dislokasi, cedera ankle, kram otot, fraktur (Helfen dkk , 2022; Sanusi dkk , 2020) Hal tersebut dapat terjadi karena berbagai aspek antara lain kesalahan dalam teknik latihan, kurang tepatnya cara pemanasan, lemahnya fungsi fisiologis jaringan penyokong dan otot, serta penggunaan peralatan yang kurang baik
PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan pertama adalah proses pemberian pertolongan secara cepat dan tepat kepada orang yang mengalami cedera atau kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar terhadap korban dengan tujuan untuk menyelamatkan jiwa korban pada masa golden periode nya dan mencegah terjadi nya kecacatan pada korban akibat cedera. Dengan diberikannya pertolongan yang cepat oleh seorang penolong yang tepat korban memiliki harapan untuk selamat dan sembuh lebih besar. penolong adalah seseorang yang pertama kali ada di tempat kejadian dan melihat korban. Pada saat dilakukannya pertolongan pertama oleh penolong, ada syarat kewajiban yang perlu di penuhi oleh seorang penolong agar pada saat melakukan pertolongan tidak terjadi hal-hal yang tidak di ingingkan dan agar pertolongan pertama berhasil menyelamatkan nyawa korban
KEWAJIBAN
MENJAGA KESELAMATAN
DIRI, ANGGOTA TIM, KORBAN DAN ORANG
SEKITARNYA
2. DAPAT MENGENALI
DAN MENGATASI
MASALAH YANG
MENGANCAM NYAWA
KORBAN
SEORANG
PENOLONG
5. MEMBANTU PENOLONG
LAINNYA DALAM
MENANGANI
KORBAN
4. MEMBERIKAN
PERTOLONGAN
DENGAN CEPAT DAN
TEPAT SESUAI DENGAN
KEADAAN KORBAN
6. BERKOMUNIKASI
DENGAN PETUGAS LAIN
YANG TERLIBAT DALAM
PERTOLONGAN
PERTAMA
3. MEMINTA BANTUAN ATAU
RUJUKAN
CEDERA
OLAHRAGA
SPORT INJURY
Cedera olahraga adalah berbagai bentuk kelainan atau kerusakan pada bagian tubuh baik itu pada struktur maupun fungsi tubuh sehingga menimbulkan rasa sakit yang di akibatkan karena aktivitas yang berlebihan atau ketidaksesuaian dengan kekuatan tubuh seseorang pada saat berolahraga, sehingga menimbulkan rasa nyeri, panas merah, bengkak dan dapat menyebabkan sistem tubuh tidak berfungsi dengan baik.
CEDERA RINGAN
Pada tingkat ini seseorang yang cedera tidak
mengalami keluhan yang serius, tetapi dapat
mengganggu penampilan
korban yang cedera, contohnya lecet, memar, sprain yang ringan / Sprain tingkat I
CEDERA SEDANG
CEDERA BERAT
Pada tingkat ini seseorang yang cedera keluhan yang cukup parah karena terjadi robekan lengkap atau hamper lengkap pada otot, ligament dan fraktur tulang sehingga di perlukan penanganan intensif yang lebih serius, bedrest, dan memungkinkan di lakukan pembedahan
Pada tingkat ini seseorang yang cedera mengalami keluhan kerusakan bagian tubuh atau jaringan yang lebih nyata, hal ini berpengaruh pada performance seseorang pada saat berolahraga, keluhannya bisa berupa nyeri, bengkak, dan tanda tanda inflamasi, contohnya strain pada otot, Sprain yang sedang/ Sprain tingkat II (robeknya ligament)
Luka Memar merupakan cedera yang terjadi pada kulit, Luka memar ditandai dengan timbulnya warna kebiru-biruan atau kehitaman dan membengkak pada kulit yang biasanya terjadi diakibatkan karena pukulan benda tumpul atau benturan pada bagian tubuh yang menyebabkan jaringan dibawah kulit rusak dan pecahnya pembuluh darah kecil sehingga cairan seluler tubuh dan darah menyebar ke daerah sekitarnya. Tanda yang dirasakan pada saat memar biasanya berupa rasa sakit, bengkak, nyeri saat ditekan dalam waktu yang lama
LUKA MEMAR
Pertolongan pertama cedera kulit memar yaitu dengan melakukan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) . Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode
RICE yaitu: REST
Pada tahap ini ketika terjadi cedera segera istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, hal ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya keparahan cedera dan mengurangi perdarahan ke arah cedera. Waktu untuk mengistirahatkan bagian cedera tergantung pada tingkat keparahan cedera (ringan – berat)
PENANGANAN ICE
Pemberian es pada bagian cedera bermanfaat untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (Vasokontriksi) untuk mengurangi perdarahan dan mencegah pembengkakan, menurunkan kepekaan syaraf sehingga mengurangi nyeri, serta mengurangi resiko kematian sel Kompres es ini di lakukan dengan cara menempatkan es di dalam ice bag atau handuk kecil kemudian diletakkan di bagian cedera selama 10-15 menit. Kompres tidak boleh di lakukan terlalu lama karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada tubuh dan vasodilatasi berlebihan, jika penderita merasa kesemutan atau kulit terlihat pucat maka hentikan kompres es
PENANGANAN
LUKA MEMAR
Pertolongan pertama cedera kulit memar yaitu dengan melakukan prinsip
RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) . Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode
RICE yaitu:
COMPRESSION
Compression merupakan tindakan penekanan ringan pada area cedera yang di lakukan untuk mengurangi pembengkakan akibat perdarahan dan mengurangi pergerakan pada area cedera Penekanan dilakukan dengan membalut bagian cedera meggunakan pembalut atau perban elastis, ketika area cedera ditekan dengan ringan maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat meminimalisir darah yang mengalir ke bagian cedea dan mengurangi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan. Pembalutan pada area cedera tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan kematian jaringan, longgarkan penekanan jika bagian cedera mengalami kekebalan, kesemutan atau pembengkakan .
ELEVATION
Elevation merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meninggikan area cedera lebih tinggi dari jantung berfungsi untuk mengurangi dan menghambat aliran darah ke bagian yang cedera.
LUKA LECET CEDERA KULIT
Luka lecet merupakan cedera yang terjadi pada kulit bagian luar, terjadi apabila terlihat terkelupasnya permukaan kulit yang diakibatkan gesekan dengan benda yang keras dan kasar
LUKA LECET & ROBEK PENANGANAN
Dalam menangani cedera kulit pada kulit lecet dan robek dapat di lakukan
dengan cara :
AIR MENGALIR / CAIRAN
berikan antiseptic dan obat antibiotik
Bersihkan luka dengan air mengalir atau cairan saline (Nacl) namun tidak dengan menggosoknya
Berikan antiseptic untuk mencegah infeksi dan oleskan obat antibiotik untuk membuat luka tetap lembab
Balut dengan
kasa steril
tutup permukaan luka dengan kasa steril, lalu balut dengan plester
Balutan di ganti setiap hari hingga luka kering, luka yang kecil cukup dibersihkan dan di oleskan antibiotik. Jika terjadi luka robek lebih dari 1cm sebaiknya dibawa ke rumah sakit dan dijahit
PENANGANAN PERTAMA
CEDERA OLAHRAGA
PINGSAN
Pingsan adalah kondisi dimana seseorang
kehilangan kesadarannya dalam waktu yang
singkat dan sementara, biasanya di akibatkan oleh berkurangnya aliran darah dan oksigen yang menuju ke otak
PINGSAN PENANGANAN
periksa jalan napas
posisikan korban berbaring dengan kaki lebih tinggi dari kaki agar peredaran darah menuju otak lebih lancar
Periksa jalan napas korban, pastikan tidak ada benda asing yang menghalangi jalan napas
posisikan kaki lebih tinggi dari kepala
pindahkan ke tempat yang teduh pindahkan ditempat yang teduh, longgarkan pakaian agar korban merasa nyaman
PENANGANAN PERTAMA
CEDERA OLAHRAGA
CEDERA OTOT STRAIN
Strain merupakan cedera yang terjadi pada titik pertemuan otot dan tendon yang menyebabkan robeknya otot dan tendon serta terjadinya perdarahan dan hilangnya kekuatan pada bagian yang cedera. Biasanya diakibatkan oleh penggunaan otot dan peregangan yang berlebihan. Mekanisme terjadinya strain adalah kerusakan jaringan pada otot yang disebabkan karena trauma langsung atau tidak langsung, terjadi akibat tertariknya otot pada arah yang salah, kontraksi yang berlebihan atau ketika otot belum siap berkontraksi, gejala yang dapat timbul yaitu bengkak, memar, adanya rasa sakit pada tempat cedera, rasa lemah pada anggota gerak tubuh dan ketidakmampuan menahan berat tubuh
PENANGANAN PERTAMA
CEDERA OLAHRAGA
CEDERA LIGAMENT SPRAIN
Sprain adalah cedera pada ligament yang disebabkan karena adanya tarikan atau regangan melebihi batas normal. Tarikan pada ligament secara berlebihan dengan mendadak dan penggunaan sendi berulang yang berlebihan menyebabkan cedera pada ligament yang ada pada sendi
PENANGANAN
CEDERA STRAIN / SPRAIN
Pertolongan pertama cedera strain atau sprain yaitu dengan melakukan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) . Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode RICE yaitu: REST
Pada tahap ini ketika terjadi cedera segera istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, hal ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya keparahan cedera dan mengurangi perdarahan ke arah cedera. Waktu untuk mengistirahatkan bagian cedera tergantung pada tingkat keparahan cedera (ringan – berat)
ICE
Pemberian es pada bagian cedera bermanfaat untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (Vasokontriksi) untuk mengurangi perdarahan dan mencegah pembengkakan, menurunkan kepekaan syaraf sehingga mengurangi nyeri, serta mengurangi resiko kematian sel Kompres es ini di lakukan dengan cara menempatkan es di dalam ice bag atau handuk kecil kemudian diletakkan di bagian cedera selama 10-15 menit. Kompres tidak boleh di lakukan terlalu lama karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada tubuh dan vasodilatasi berlebihan, jika penderita merasa kesemutan atau kulit terlihat pucat maka hentikan kompres es
PENANGANAN
CEDERA STRAIN / SPRAIN
Pertolongan pertama cedera strain atau sprain yaitu dengan melakukan
prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode RICE yaitu:
COMPRESSION ELEVATION
Compression merupakan tindakan penekanan ringan pada area cedera yang di lakukan untuk mengurangi pembengkakan akibat perdarahan dan mengurangi pergerakan pada area cedera Penekanan dilakukan dengan membalut bagian cedera meggunakan pembalut atau perban elastis, ketika area cedera ditekan dengan ringan maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat meminimalisir darah yang mengalir ke bagian cedea dan mengurangi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan. Pembalutan pada area cedera tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan kematian jaringan, longgarkan penekanan jika bagian cedera mengalami kekebalan, kesemutan atau pembengkakan .
Elevation merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meninggikan area cedera lebih tinggi dari jantung berfungsi untuk mengurangi dan menghambat aliran darah ke bagian yang cedera.
PENANGANAN PERTAMA
CEDERA OLAHRAGA
KRAM OTOT
Kram otot merupakan cedera yang terjadi pada otot yang dimana terjadinya kontraksi secara berlebihan dan terjadi mendadak dan secara spontan. Terjadi karena adanya penumpukan asam laktat di otot penyebab dari kelelahan, biasanya terjadi saat melakukan kegiatan seperti, berlari, berjalan, berenang dan lain sebagainya. Tanda kram otot yaitu spasme tidak terkontrol, nyeri dan keterbatasan gerak
KRAM OTOT PENANGANAN
Regangkan otot secara
berlawan arah
Regangkan otot tersebut
secara perlahan dan bertahap (menarik otot yang berkontraksi berlawanan dengan arah kontraksi otot).
Berikan semprotan
chlor ethyl spray
untuk
menghilangkan
rasa nyeri atau sakit
semprotkan
chlor ethyl spray
lakukan massage lembut
Lakukan massase dengan cara menggosok lembut ke arah jantung untuk memperbaiki aliran darah lokal bila kram telah teratasi.
PENANGANAN PERTAMA
CEDERA OLAHRAGA
DISLOKASI
Dislokasi adalah suatu cedera yang terjadi pada tulang ketika tergesernya tulang pada sendi dari
tempatnya menyebabkan tulang tergeser dari
tempat sebenarnya, Dislokasi biasanya terjadi karena benturan tiba-tiba misalnya karena terjatuh, terpukul benda keras, atau cedera lainnya
PENANGANAN
DISLOKASI
Pada kasus cedera dislokasi pertolongan pertama yang dapat di lakukan yaitu pertama dengan memberikan tindakan dengan metode RICE disertai dengan tindakan pemasangan alat immobilisasi seperti bidai atau gips, Hal ini dilakukan untuk membuat ruang pada ligament yang mungkin rusak atau robek pada saat dislokasi. Apabila ligament terputus maka korban harus segera di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan tindakan reposisi dan penyambungan ligament yang robek oleh dokter bedah.
REST
Pada tahap ini ketika terjadi cedera segera istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, hal ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya keparahan cedera dan mengurangi perdarahan ke arah cedera. Waktu untuk
mengistirahatkan bagian cedera tergantung pada tingkat keparahan cedera (ringan – berat)
ICE
Pemberian es pada bagian cedera bermanfaat untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (Vasokontriksi) untuk mengurangi perdarahan dan mencegah pembengkakan, menurunkan kepekaan syaraf sehingga mengurangi nyeri, serta mengurangi resiko kematian sel. Kompres es ini di lakukan dengan cara menempatkan es di dalam ice bag atau handuk kecil kemudian diletakkan di bagian cedera selama 10-15 menit. Kompres tidak boleh di lakukan terlalu lama karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada tubuh dan vasodilatasi berlebihan, jika penderita merasa kesemutan atau kulit terlihat pucat maka hentikan kompres es
DISLOKASI PENANGANAN
COMPRESSION
Compression merupakan tindakan penekanan ringan pada area cedera yang di lakukan untuk mengurangi pembengkakan akibat perdarahan dan mengurangi pergerakan pada area cedera Penekanan dilakukan dengan membalut bagian cedera meggunakan pembalut atau perban elastis, ketika area cedera ditekan dengan ringan maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat meminimalisir darah yang mengalir ke bagian cedea dan mengurangi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan Pembalutan pada area cedera tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan kematian jaringan, longgarkan penekanan jika bagian cedera mengalami kekebalan, kesemutan atau pembengkakan
ELEVATION
Elevation merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meninggikan area cedera lebih tinggi dari jantung berfungsi untuk mengurangi dan menghambat aliran darah ke bagian yang cedera
PASANGALATIMMOBILISASI
Pasang alat immobilisasi yang bertujuan untuk menghindari pergeseran yang lebih banyak pada bagian cedera
PENANGANAN PERTAMA
CEDERA OLAHRAGA
Patah tulang adalah keadaan hilangnya kontinuitas (kesinambungan) pada tulang atau keadaan tulang yang mengalami keretakan, pecah atau patah, kondisi ini tergolong cedera olahraga berat atau terparah, karena ketika tidak ditangani segera dan benar akan berdampak buruk pada pasien sehingga pasien bisa mengalami kecacatan permanen.
Berdasarkan continuitas patahan, fraktur dapat di golongkan menjadi dua yaitu :
1. Patah tulang tertutup, patahan tulang tidak sampai menembus permukaan kulit.
Patah tulang terbuka, patahan tulang melukai kulit dan tulang terlihat keluar
2. Fraktur terbuka fraktur tertutup
PENANGANAN
FRAKTUR
Terdapat prinsip utama yang perlu di perhatikan dalam melakukan pertolongan pertama fraktur yaitu, mempertahankan posisi, mencegah infeksi, dan mengatasi syok/fiksasi dengan pembidaian. Bidai (splint) merupakan alat yang digunakan untuk menstabilkan area cedera fraktur.
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada kasus cedera patah tulang yaitu dengan :
Lakukan pengkajian pada pasien dengan cara melihat bagian tubuh yang sekiranya mengalami cedera, jika terjadi luka terbuka lakukan perawatan luka sebelum memasang bidai untuk mencegah infeksi
Pasang bidai (spalk atau splint) pada bagian tulang
yang patah, bidai digunakan jika korban mengalami nyeri lanjutan
Lakukan metode RICE ( Rest, Ice, Compression, Elevation)
Segera bawa korban ke rumah sakit untuk ditindak lanjuti
CARA PEMASANGAN BIDAI
Lakukan pembidaian pada bagian cedera dengan posisi tegak
Pemasangan bidai dilakukan dengan cara
memasang bidai yang panjangnya melebihi 2 sendi pada ektremitas yang cedera
Pemasangan bidai dilakukan secara kuat namun tidak terlalu menekan agar tidak
mempengaruhi aliran darah ke ekstremitas
Tempatkan ekstremitas yang telah di bidai ditempat yang lebih tinggi
PADA SAAT CEDERA
Hindari sesuatu hal yang panas seperti mandi dengan air hangat, kompres panas, atau pemberian obat gosok seperti balsam. alcohol
Running Heat
Hindari melakukan pergerakan pada daerah yang mengalami cedera saat melakukan aktivitas olahraga
Hindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan pembengkakan
Massage
Jangan melakukan pemijatan pada daerah cedera karena dapat menimbulkan perdarahan lebih lanjut dan dapat menambahkan pembengkakan pada bagian cedera dan dapat menghambat pemulihan
DAFTAR PUSTAKA
KUSUMA, M R , JUNAEDI, J , & SETIAKARNAWIJAYA, Y (2017) PEMAHAMAN
PENANGANAN DAN PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA DALA CEDERA OLAHRAGA
PADA ANGGOTA PMR SMP NEGERI 20 JAKARTA. JURNAL SEGAR, 5(1), 8–17.
SURANTO (2021) TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN FIK UNY TENTANG CEDERA OLAHRAGA, PENANGANAN DAN PENCEGAHAN OLAHRAGA. FIK UNY, 10, 6.
SANUSI, R , SURAHMAN, F , & YENI, H O (2020) PENGEMBANGAN BUKU AJAR
PENANGANAN DAN TERAPI CEDERA OLAHRAGA JOURNAL SPORT AREA, 5(1), 40–50
HTTPS://DOI.ORG/10.25299/SPORTAREA.2020.VOL5(1).4761