E-Booklet First Aid Sport Injury Guidlines

Page 1

SPORT INJURY GUIDELINES

GUIDLINEBOOK FIRST AID

Judul Buku: Sport Injury First Aid Guidlines

Penulis: Maharani Pooja Natasya Bone Editor : Sri Sumartini.,S.Kp.,M.Kep.

Sehabudin Salasa.,S.Kep,Ners,M.Kep.

TABLE OF CONTENTS 01 INTRODUCTION 02 PERTOLONGAN PERTAMA 03 JENIS - JENIS CEDERA OLAHRAGA PADA REMAJA 04 PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA 05 CEDERA OLAHRAGA

INTRODUCTION

Olahraga merupakan rangkaian kegiatan fisik serta keterampilan teknik yang terencana dan terstruktur, melibatkan gerakan tubuh dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani serta bermanfaat bagi fisik,mental dan sosial (Pranata, 2022). Selain memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesehatan, di sisi lain juga olahraga dapat berdampak negatif, karena setiap aktivitas yang berhubungan dengan fisik manusia khususnya olahraga akan selalu di hadapkan dengan kemungkinan mengalami cedera, kecacatan, bahkan sampai kematian

Olahraga yang berlebihan ataupun karena ketidak sesuaian dengan kekuatan fisik seseorang dapat menyebabkan cedera olahraga atau sport injuries Cedera olahraga adalah kerusakan pada sistem integument, otot, dan rangka tubuh yang di sebabkan oleh kegiatan olahraga, hal ini menimbulkan rasa nyeri, panas, merah, bengkak dan dapat menyebabkan sistem tubuh tidak berfungsi dengan baik (Puspitasari, 2019) Ada banyak jenis cedera olahraga namun persentase tertinggi yang sering terjadi adalah cedera pada sistem muskuloskeletal yang memberikan stabilitas pada tubuh dan memungkinkan pergerakan, jenis cedera yaitu seperti sprain, strain, dislokasi, cedera ankle, kram otot, fraktur (Helfen dkk , 2022; Sanusi dkk , 2020) Hal tersebut dapat terjadi karena berbagai aspek antara lain kesalahan dalam teknik latihan, kurang tepatnya cara pemanasan, lemahnya fungsi fisiologis jaringan penyokong dan otot, serta penggunaan peralatan yang kurang baik

PAGE 01

PERTOLONGAN PERTAMA

Pertolongan pertama adalah proses pemberian pertolongan secara cepat dan tepat kepada orang yang mengalami cedera atau kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar terhadap korban dengan tujuan untuk menyelamatkan jiwa korban pada masa golden periode nya dan mencegah terjadi nya kecacatan pada korban akibat cedera. Dengan diberikannya pertolongan yang cepat oleh seorang penolong yang tepat korban memiliki harapan untuk selamat dan sembuh lebih besar. penolong adalah seseorang yang pertama kali ada di tempat kejadian dan melihat korban. Pada saat dilakukannya pertolongan pertama oleh penolong, ada syarat kewajiban yang perlu di penuhi oleh seorang penolong agar pada saat melakukan pertolongan tidak terjadi hal-hal yang tidak di ingingkan dan agar pertolongan pertama berhasil menyelamatkan nyawa korban

KEWAJIBAN

MENJAGA KESELAMATAN

DIRI, ANGGOTA TIM, KORBAN DAN ORANG

SEKITARNYA

2. DAPAT MENGENALI

DAN MENGATASI

MASALAH YANG

MENGANCAM NYAWA

KORBAN

SEORANG

PENOLONG

5. MEMBANTU PENOLONG

LAINNYA DALAM

MENANGANI

KORBAN

4. MEMBERIKAN

PERTOLONGAN

DENGAN CEPAT DAN

TEPAT SESUAI DENGAN

KEADAAN KORBAN

6. BERKOMUNIKASI

DENGAN PETUGAS LAIN

YANG TERLIBAT DALAM

PERTOLONGAN

PERTAMA

3. MEMINTA BANTUAN ATAU

RUJUKAN

FIRST AID
1
PAGE 02

CEDERA

OLAHRAGA

SPORT INJURY

Cedera olahraga adalah berbagai bentuk kelainan atau kerusakan pada bagian tubuh baik itu pada struktur maupun fungsi tubuh sehingga menimbulkan rasa sakit yang di akibatkan karena aktivitas yang berlebihan atau ketidaksesuaian dengan kekuatan tubuh seseorang pada saat berolahraga, sehingga menimbulkan rasa nyeri, panas merah, bengkak dan dapat menyebabkan sistem tubuh tidak berfungsi dengan baik.

CEDERA RINGAN

Pada tingkat ini seseorang yang cedera tidak

mengalami keluhan yang serius, tetapi dapat

mengganggu penampilan

korban yang cedera, contohnya lecet, memar, sprain yang ringan / Sprain tingkat I

CEDERA SEDANG

CEDERA BERAT

Pada tingkat ini seseorang yang cedera keluhan yang cukup parah karena terjadi robekan lengkap atau hamper lengkap pada otot, ligament dan fraktur tulang sehingga di perlukan penanganan intensif yang lebih serius, bedrest, dan memungkinkan di lakukan pembedahan

Pada tingkat ini seseorang yang cedera mengalami keluhan kerusakan bagian tubuh atau jaringan yang lebih nyata, hal ini berpengaruh pada performance seseorang pada saat berolahraga, keluhannya bisa berupa nyeri, bengkak, dan tanda tanda inflamasi, contohnya strain pada otot, Sprain yang sedang/ Sprain tingkat II (robeknya ligament)

PAGE 03
OLAHRAGA JENIS - JENIS PAGE 04
KULIT PINGSAN
LIGAMENT (SPRAIN
YANG SERING TERJADI PADA REMAJA KRAM OTOT DISLOKASI FRAKTUR
CEDERA
CEDERA
CEDERA OTOT /
/ STRAIN)

Luka Memar merupakan cedera yang terjadi pada kulit, Luka memar ditandai dengan timbulnya warna kebiru-biruan atau kehitaman dan membengkak pada kulit yang biasanya terjadi diakibatkan karena pukulan benda tumpul atau benturan pada bagian tubuh yang menyebabkan jaringan dibawah kulit rusak dan pecahnya pembuluh darah kecil sehingga cairan seluler tubuh dan darah menyebar ke daerah sekitarnya. Tanda yang dirasakan pada saat memar biasanya berupa rasa sakit, bengkak, nyeri saat ditekan dalam waktu yang lama

PAGE 05
LUKA MEMAR CEDERA KULIT CEDERA OLAHRAGA PENANGANAN PERTAMA

LUKA MEMAR

Pertolongan pertama cedera kulit memar yaitu dengan melakukan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) . Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode

RICE yaitu: REST

Pada tahap ini ketika terjadi cedera segera istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, hal ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya keparahan cedera dan mengurangi perdarahan ke arah cedera. Waktu untuk mengistirahatkan bagian cedera tergantung pada tingkat keparahan cedera (ringan – berat)

PENANGANAN ICE

Pemberian es pada bagian cedera bermanfaat untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (Vasokontriksi) untuk mengurangi perdarahan dan mencegah pembengkakan, menurunkan kepekaan syaraf sehingga mengurangi nyeri, serta mengurangi resiko kematian sel Kompres es ini di lakukan dengan cara menempatkan es di dalam ice bag atau handuk kecil kemudian diletakkan di bagian cedera selama 10-15 menit. Kompres tidak boleh di lakukan terlalu lama karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada tubuh dan vasodilatasi berlebihan, jika penderita merasa kesemutan atau kulit terlihat pucat maka hentikan kompres es

PAGE 06

PENANGANAN

LUKA MEMAR

Pertolongan pertama cedera kulit memar yaitu dengan melakukan prinsip

RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) . Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode

RICE yaitu:

COMPRESSION

Compression merupakan tindakan penekanan ringan pada area cedera yang di lakukan untuk mengurangi pembengkakan akibat perdarahan dan mengurangi pergerakan pada area cedera Penekanan dilakukan dengan membalut bagian cedera meggunakan pembalut atau perban elastis, ketika area cedera ditekan dengan ringan maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat meminimalisir darah yang mengalir ke bagian cedea dan mengurangi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan. Pembalutan pada area cedera tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan kematian jaringan, longgarkan penekanan jika bagian cedera mengalami kekebalan, kesemutan atau pembengkakan .

ELEVATION

Elevation merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meninggikan area cedera lebih tinggi dari jantung berfungsi untuk mengurangi dan menghambat aliran darah ke bagian yang cedera.

PAGE 07

LUKA LECET CEDERA KULIT

Luka lecet merupakan cedera yang terjadi pada kulit bagian luar, terjadi apabila terlihat terkelupasnya permukaan kulit yang diakibatkan gesekan dengan benda yang keras dan kasar

PAGE 08
CEDERA OLAHRAGA PENANGANAN PERTAMA

LUKA LECET & ROBEK PENANGANAN

Dalam menangani cedera kulit pada kulit lecet dan robek dapat di lakukan

dengan cara :

AIR MENGALIR / CAIRAN

berikan antiseptic dan obat antibiotik

Bersihkan luka dengan air mengalir atau cairan saline (Nacl) namun tidak dengan menggosoknya

Berikan antiseptic untuk mencegah infeksi dan oleskan obat antibiotik untuk membuat luka tetap lembab

Balut dengan

kasa steril

tutup permukaan luka dengan kasa steril, lalu balut dengan plester

Balutan di ganti setiap hari hingga luka kering, luka yang kecil cukup dibersihkan dan di oleskan antibiotik. Jika terjadi luka robek lebih dari 1cm sebaiknya dibawa ke rumah sakit dan dijahit

SALINE (NACL) PAGE 09

PENANGANAN PERTAMA

CEDERA OLAHRAGA

PINGSAN

Pingsan adalah kondisi dimana seseorang

kehilangan kesadarannya dalam waktu yang

singkat dan sementara, biasanya di akibatkan oleh berkurangnya aliran darah dan oksigen yang menuju ke otak

PAGE 10

PINGSAN PENANGANAN

periksa jalan napas

posisikan korban berbaring dengan kaki lebih tinggi dari kaki agar peredaran darah menuju otak lebih lancar

Periksa jalan napas korban, pastikan tidak ada benda asing yang menghalangi jalan napas

posisikan kaki lebih tinggi dari kepala

pindahkan ke tempat yang teduh pindahkan ditempat yang teduh, longgarkan pakaian agar korban merasa nyaman

PAGE 11

PENANGANAN PERTAMA

CEDERA OLAHRAGA

CEDERA OTOT STRAIN

Strain merupakan cedera yang terjadi pada titik pertemuan otot dan tendon yang menyebabkan robeknya otot dan tendon serta terjadinya perdarahan dan hilangnya kekuatan pada bagian yang cedera. Biasanya diakibatkan oleh penggunaan otot dan peregangan yang berlebihan. Mekanisme terjadinya strain adalah kerusakan jaringan pada otot yang disebabkan karena trauma langsung atau tidak langsung, terjadi akibat tertariknya otot pada arah yang salah, kontraksi yang berlebihan atau ketika otot belum siap berkontraksi, gejala yang dapat timbul yaitu bengkak, memar, adanya rasa sakit pada tempat cedera, rasa lemah pada anggota gerak tubuh dan ketidakmampuan menahan berat tubuh

PAGE 12

PENANGANAN PERTAMA

CEDERA OLAHRAGA

CEDERA LIGAMENT SPRAIN

Sprain adalah cedera pada ligament yang disebabkan karena adanya tarikan atau regangan melebihi batas normal. Tarikan pada ligament secara berlebihan dengan mendadak dan penggunaan sendi berulang yang berlebihan menyebabkan cedera pada ligament yang ada pada sendi

PAGE 13

PENANGANAN

CEDERA STRAIN / SPRAIN

Pertolongan pertama cedera strain atau sprain yaitu dengan melakukan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) . Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode RICE yaitu: REST

Pada tahap ini ketika terjadi cedera segera istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, hal ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya keparahan cedera dan mengurangi perdarahan ke arah cedera. Waktu untuk mengistirahatkan bagian cedera tergantung pada tingkat keparahan cedera (ringan – berat)

ICE

Pemberian es pada bagian cedera bermanfaat untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (Vasokontriksi) untuk mengurangi perdarahan dan mencegah pembengkakan, menurunkan kepekaan syaraf sehingga mengurangi nyeri, serta mengurangi resiko kematian sel Kompres es ini di lakukan dengan cara menempatkan es di dalam ice bag atau handuk kecil kemudian diletakkan di bagian cedera selama 10-15 menit. Kompres tidak boleh di lakukan terlalu lama karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada tubuh dan vasodilatasi berlebihan, jika penderita merasa kesemutan atau kulit terlihat pucat maka hentikan kompres es

PAGE 14

PENANGANAN

CEDERA STRAIN / SPRAIN

Pertolongan pertama cedera strain atau sprain yaitu dengan melakukan

prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) Dalam penanganan pertama cedera yang terjadi dalam waktu 0-36 jam dilakukan dengan metode RICE yaitu:

COMPRESSION ELEVATION

Compression merupakan tindakan penekanan ringan pada area cedera yang di lakukan untuk mengurangi pembengkakan akibat perdarahan dan mengurangi pergerakan pada area cedera Penekanan dilakukan dengan membalut bagian cedera meggunakan pembalut atau perban elastis, ketika area cedera ditekan dengan ringan maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat meminimalisir darah yang mengalir ke bagian cedea dan mengurangi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan. Pembalutan pada area cedera tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan kematian jaringan, longgarkan penekanan jika bagian cedera mengalami kekebalan, kesemutan atau pembengkakan .

Elevation merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meninggikan area cedera lebih tinggi dari jantung berfungsi untuk mengurangi dan menghambat aliran darah ke bagian yang cedera.

PAGE 15

PENANGANAN PERTAMA

CEDERA OLAHRAGA

KRAM OTOT

Kram otot merupakan cedera yang terjadi pada otot yang dimana terjadinya kontraksi secara berlebihan dan terjadi mendadak dan secara spontan. Terjadi karena adanya penumpukan asam laktat di otot penyebab dari kelelahan, biasanya terjadi saat melakukan kegiatan seperti, berlari, berjalan, berenang dan lain sebagainya. Tanda kram otot yaitu spasme tidak terkontrol, nyeri dan keterbatasan gerak

PAGE 16

KRAM OTOT PENANGANAN

Regangkan otot secara

berlawan arah

Regangkan otot tersebut

secara perlahan dan bertahap (menarik otot yang berkontraksi berlawanan dengan arah kontraksi otot).

Berikan semprotan

chlor ethyl spray

untuk

menghilangkan

rasa nyeri atau sakit

semprotkan

chlor ethyl spray

lakukan massage lembut

Lakukan massase dengan cara menggosok lembut ke arah jantung untuk memperbaiki aliran darah lokal bila kram telah teratasi.

PAGE 17

PENANGANAN PERTAMA

CEDERA OLAHRAGA

DISLOKASI

Dislokasi adalah suatu cedera yang terjadi pada tulang ketika tergesernya tulang pada sendi dari

tempatnya menyebabkan tulang tergeser dari

tempat sebenarnya, Dislokasi biasanya terjadi karena benturan tiba-tiba misalnya karena terjatuh, terpukul benda keras, atau cedera lainnya

PAGE 18

PENANGANAN

DISLOKASI

Pada kasus cedera dislokasi pertolongan pertama yang dapat di lakukan yaitu pertama dengan memberikan tindakan dengan metode RICE disertai dengan tindakan pemasangan alat immobilisasi seperti bidai atau gips, Hal ini dilakukan untuk membuat ruang pada ligament yang mungkin rusak atau robek pada saat dislokasi. Apabila ligament terputus maka korban harus segera di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan tindakan reposisi dan penyambungan ligament yang robek oleh dokter bedah.

REST

Pada tahap ini ketika terjadi cedera segera istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, hal ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya keparahan cedera dan mengurangi perdarahan ke arah cedera. Waktu untuk

mengistirahatkan bagian cedera tergantung pada tingkat keparahan cedera (ringan – berat)

ICE

Pemberian es pada bagian cedera bermanfaat untuk membantu menyempitkan pembuluh darah (Vasokontriksi) untuk mengurangi perdarahan dan mencegah pembengkakan, menurunkan kepekaan syaraf sehingga mengurangi nyeri, serta mengurangi resiko kematian sel. Kompres es ini di lakukan dengan cara menempatkan es di dalam ice bag atau handuk kecil kemudian diletakkan di bagian cedera selama 10-15 menit. Kompres tidak boleh di lakukan terlalu lama karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada tubuh dan vasodilatasi berlebihan, jika penderita merasa kesemutan atau kulit terlihat pucat maka hentikan kompres es

PAGE 19

DISLOKASI PENANGANAN

COMPRESSION

Compression merupakan tindakan penekanan ringan pada area cedera yang di lakukan untuk mengurangi pembengkakan akibat perdarahan dan mengurangi pergerakan pada area cedera Penekanan dilakukan dengan membalut bagian cedera meggunakan pembalut atau perban elastis, ketika area cedera ditekan dengan ringan maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat meminimalisir darah yang mengalir ke bagian cedea dan mengurangi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan Pembalutan pada area cedera tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan kematian jaringan, longgarkan penekanan jika bagian cedera mengalami kekebalan, kesemutan atau pembengkakan

ELEVATION

Elevation merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meninggikan area cedera lebih tinggi dari jantung berfungsi untuk mengurangi dan menghambat aliran darah ke bagian yang cedera

PASANGALATIMMOBILISASI

Pasang alat immobilisasi yang bertujuan untuk menghindari pergeseran yang lebih banyak pada bagian cedera

PAGE 20

PENANGANAN PERTAMA

CEDERA OLAHRAGA

Patah tulang adalah keadaan hilangnya kontinuitas (kesinambungan) pada tulang atau keadaan tulang yang mengalami keretakan, pecah atau patah, kondisi ini tergolong cedera olahraga berat atau terparah, karena ketika tidak ditangani segera dan benar akan berdampak buruk pada pasien sehingga pasien bisa mengalami kecacatan permanen.

Berdasarkan continuitas patahan, fraktur dapat di golongkan menjadi dua yaitu :

1. Patah tulang tertutup, patahan tulang tidak sampai menembus permukaan kulit.

Patah tulang terbuka, patahan tulang melukai kulit dan tulang terlihat keluar

2. Fraktur terbuka fraktur tertutup

PAGE 21
FRAKTUR

PENANGANAN

FRAKTUR

Terdapat prinsip utama yang perlu di perhatikan dalam melakukan pertolongan pertama fraktur yaitu, mempertahankan posisi, mencegah infeksi, dan mengatasi syok/fiksasi dengan pembidaian. Bidai (splint) merupakan alat yang digunakan untuk menstabilkan area cedera fraktur.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada kasus cedera patah tulang yaitu dengan :

Lakukan pengkajian pada pasien dengan cara melihat bagian tubuh yang sekiranya mengalami cedera, jika terjadi luka terbuka lakukan perawatan luka sebelum memasang bidai untuk mencegah infeksi

Pasang bidai (spalk atau splint) pada bagian tulang

yang patah, bidai digunakan jika korban mengalami nyeri lanjutan

Lakukan metode RICE ( Rest, Ice, Compression, Elevation)

Segera bawa korban ke rumah sakit untuk ditindak lanjuti

PAGE 22

CARA PEMASANGAN BIDAI

Lakukan pembidaian pada bagian cedera dengan posisi tegak

Pemasangan bidai dilakukan dengan cara

memasang bidai yang panjangnya melebihi 2 sendi pada ektremitas yang cedera

Pemasangan bidai dilakukan secara kuat namun tidak terlalu menekan agar tidak

mempengaruhi aliran darah ke ekstremitas

Tempatkan ekstremitas yang telah di bidai ditempat yang lebih tinggi

FRAKTUR PENANGANAN PAGE 23

PADA SAAT CEDERA

Hindari sesuatu hal yang panas seperti mandi dengan air hangat, kompres panas, atau pemberian obat gosok seperti balsam. alcohol

Running Heat

Hindari melakukan pergerakan pada daerah yang mengalami cedera saat melakukan aktivitas olahraga

Hindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan pembengkakan

Massage

Jangan melakukan pemijatan pada daerah cedera karena dapat menimbulkan perdarahan lebih lanjut dan dapat menambahkan pembengkakan pada bagian cedera dan dapat menghambat pemulihan

YANG TIDAK BOLEH DILAKUKUKAN PAGE 24
HAL

DAFTAR PUSTAKA

KUSUMA, M R , JUNAEDI, J , & SETIAKARNAWIJAYA, Y (2017) PEMAHAMAN

PENANGANAN DAN PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA DALA CEDERA OLAHRAGA

PADA ANGGOTA PMR SMP NEGERI 20 JAKARTA. JURNAL SEGAR, 5(1), 8–17.

SURANTO (2021) TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN FIK UNY TENTANG CEDERA OLAHRAGA, PENANGANAN DAN PENCEGAHAN OLAHRAGA. FIK UNY, 10, 6.

SANUSI, R , SURAHMAN, F , & YENI, H O (2020) PENGEMBANGAN BUKU AJAR

PENANGANAN DAN TERAPI CEDERA OLAHRAGA JOURNAL SPORT AREA, 5(1), 40–50

HTTPS://DOI.ORG/10.25299/SPORTAREA.2020.VOL5(1).4761

PAGE 25
THANK YOU

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
E-Booklet First Aid Sport Injury Guidlines by Mpoh NBone - Issuu