Skip to main content

121212

Page 23

23

METRO HUKUM

METRO RIAU RABU 12 DESEMBER 2012

Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Warga Malaysia Dipulangkan

DIPULANGKAN - Jenazah warga negara (WN) Malaysia, Anuar bin Abdullah (31) yang ditemukan di Pantai Selatbaru Kecamatan Bantan diserahkan pada petugas Immigration dan Konsular Konsulat Malaysia Pekanbaru setekag diotopsi di RSUD Bengkalis. (zul)

BENGKALIS - Jenazah warga negara (WN) Malaysia, Anuar bin Abdullah (31) yang ditemukan di Pantai Selatbaru Kecamatan Bantan, dipulangkan ke negara asalnya. Pemulangan jenazah menggunakan speedboat carteran dari Dumai melalui Pelabuhan Badar Sri Setia Raja Desa Selatbaru, Selasa (11/12). Pantauan di lapangan, prosesi pemulangan jenazah disaksikan oleh petugas Immigration dan Konsular Konsulat Malaysia Pekanbaru, Zambri Sulaiman bersama Antoni, petugas Imigrasi Bengkalis serta aparat kepolisian dari sektor Bantan. Sebelum dikembalikan ke negara asal, kasus penemuan mayat yang ditangani Polsek Bantan ini diotopsi di RSUD Bengkalis. Kemudian jenazah diserahkan ke Konsulat Malaysia yang ada di Pekanbaru untuk proses pemulangan melalui Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru menuju Melaka untuk kemudian diserahkan ke pihak keluarga di Batup Pahat, Malaysia. “Benar jenazah tersebut adalah warga negara Malaysia. Pihak keluarga korban sepenuhnya menyerahkan ke kita untuk proses pemulangan karena ingin dimakamkan di sana (Malaysia, red). Dari Pelabuhan Selatbaru menuju Pelabuhan Batu Pahat,” ungkap Zambri Sulaiman didampingi Antoni. Dikatakan Zambri, sebelumnya korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak 29 Nopember 2012 dan membuat laporan kehilangan secara resmi ke pihak kepolisian Malaysia pada 2 Desember 2012. Korban baru ditemukan tewas di Pantai Selatbaru, Sabtu (8/12) lalu. Proses pemulangan korban juga dilakukan berita acara serah terima jenazah oleh Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Bantan, AKP Sahala M dan petugas Imigrasi Bengkalis kepada Pegawai Konsulat Malaysia yang ada di Pekanbaru. Ditanya adanya isu bahwa korban merupakan buron yang melarikan diri, Antoni menambahkan sejauh ini belum ada laporan resmi terkait hal itu. Begitu juga soal penyebab kematian sedang dilakukan penyelidikan. (zul)

Kasus Penganiayaan Briptu Joko

Hari Ini, Polisi Rekonstruksi di TKP BIDIK

Warga Kuala Tolam Temukan Mayat PELALAWAN - Warga Desa Kuala Tolam Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria tanpa identitas, Senin sore (10/12). Diduga korban tewas setelah jaduh dari tower milik salah satu telepon selular. “Korban ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan. Kuat dugaan korban terjatuh dari ketinggian saat mengambil perlengkapan tower yang berbentuk gendang itu. Buktinya peralatan itu satu unit ditemukan di dekat korban,” ujar Sita yang bertugas menjaga dan mengawasi tower, Selasa (11/12). M Nur T selaku tokoh masyarakat setempat membenarkan ada penemuan sesosok mayat tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus itu. “Dugaan kuat memang akibat terjatuh dari tower dengan ketinggian mencapai 70 meter,” tambahnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bunut, Aiptu Turmin yang mendapat laporan langsung turun ke lapangan. Jasad korban sudah dievakuasi dan dalam penyelidikan. “Identitas korban belum kita ketahui, dugaan sementara korban tewas terjatuh dari tower pada saat memanjat tower di malam hari. Selanjutnya korban akan kita visum dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut lagi,” kata Turmin. (andy)

Buchari dan Yumadris Tolak Dakwaan PEKANBARU - Mantan Direktur Pemasaran Bank Riau, Buchari A Rahim dan mantan Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Batam, Yumadris SE menyampaikan keberatan atas dakwaan jaksa terhadapnya. Mereka menilai perbuatan yang dituduhkan padanya bukan pidana tapi perdata. Hal itu disampaikan penasehat hukum kedua terdakwa, Agung Budiharta SH di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (10/12) sore, dalam sidang dugaan korupsi dana di Bank Riau Kepri yang dipimpin Krosbin Lumban Gaol. Ada sejumlah keberatan yang disampaikan. Keberatan pertama, dikatakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 yang didakwakan pada Buchari dan Yumadris sangat tidak tepat. Pasalnya, masalah yang dituduhkan bukan pidana tapi perbankan. “Sesuai dengan UU Perbankan, kredit macet merupakan pelanggaran perbankan atau tidak mengindahkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit,” tutur Agung. Budi juga menyatakan, dakwaan JPU tidak dapat diterima. Sebab, dakwaan disusun hanya berdasarkan ketentuan penyidik dari kepolisian yang tidak memenuhi dan mengabaikan ketentuan pasal 65 KUHAP. Menurut Agung, kedua terdakwa tak diberi kesempatan menghadirkan saksi-saksi ahli yang menguntungkan dirinya. Untuk itu, majelis hakim diminta menyatakan dakwaan tak dapat diterima dan membebaskan kedua terdakwa dari jeratan hukum sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), OK Regina. (linda)

Penulis:Iwan Saragih, Pekanbaru

PEKANBARU - Jajaran Polresta Pekanbaru intensif menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap Briptu Joko Fabianto yang melibatkan tiga anggota polisi, empat TNI AD dan seorang warga sipil. Rekonstruksi kasus direncanakan dilakukan hari ini, Rabu (12/12). Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arief Fajar Satria mengatakan dalam

rekonstruksi itu akan dihadirkan Joko dan tersangka Zainul Hag beserta tersang-

ka lainnya. “Kita pastikan hari ini tersangka Zainul Hag akan melakukan rekontruksi dan kita juga akan membawa tersangka lain. Minggu lalu rekonstruksi gagal dilakukan karena sejumlah tersangka masih sakit,” ujar Arief, Selasa (11/12). Dijelaskan Arief, re-

konstruksi akan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB di tempat berbeda. Di awali dari rumah tersangka Zainul di Jalan Kartama dan tempat Joko dianiaya daerah Kubang Raya. Untuk pengamanan rekonstruksi ini, Arief menyatakan menyiapkan puluhan personil kepolisian. Hal itu untuk

mengantisipasi tindakan yang tak diinginkan. “Kita menyiapkan sedikitnya limapuluh personil kepolisian dalam rekontruksi tersebut dan juga dibantu oleh polisi dari Polsek yang lain. Kita perkirakan akan banyak warga yang akan menyaksikan rekonstruksi nanti,” tutur Arief. *

Penyebar Foto Mesum Siswi SMA Ditangkap SIAK - Jajaran Polres Siak berhasil meringkus pelaku penyebaran foto mesum berinisial WS alias Gaber (20). Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi itu telah menyebarkan foto mantan pacarnya yang sedang tidur melalui jejaring sosial facebook. Korban adalah RO (14) warga Dusun Suak Tandun RT 003 RW 001 Desa Pangkalan pisang Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak. Akibat tindakan pelaku, kor-

ban terpaksa dikeluarkan dari sekolahnya. Kapolres Siak, AKBP Sugeng Putu Wicaksono melalui Kasubbag Humas Polres Siak, AKP R Simamora membenarkan penangkapan tersangka. “Tersangka ditangkap pada 5 Desember lalul di Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan, Sumatera Barat,” ujar Simamora, kemarin. Kejadian itu berawal ketika bulan Juli 2012 pukul 07.30 WIB, tersangka dan korban melakukan hubungan

layaknya suami istri. Ternyata, tersangka merekam foto korban dengan kamera handphonenya. Tak lama berselang, korban memutuskan jalinan cinta dengan tersangka. Tak terima, tersangka menyebar foto yang diambilnya pada temanteman sekolah korban melalui facebook. Pada photo tersebut dibubuhi kata-kata inikah didikan guru-guru SMA. Akibatnya korban dikeluarkan dari sekolahnya. (beny)

Puluhan Knalpot Racing Dimusnahkan

DIMUSNAHKAN - Puluhan knalpot racing yang diamankan dari kendaraan roda dua milik geng motor dan pelaku balapan liar dimusnahkan. (cherry) PEKANBARU - Enam puluh knalpot racing atau bersuara keras milik anggota geng motor yang ditangkap selama razia dimusnahkan pihak Polresta Pekanbaru, Selasa (11/12). Pemusna-

han dilakukan dengan cara memotong-motong knalpot tersebut dengan gergaji. Pemusnahan disaksikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arief Fajar Satria

dan pelaku geng motor. “Puluhan knalpot ini hasil tangkapan selama kurang lebih enam bulan melakukan razia,” kata Arief. Pemusnahan yang dilakukan di halaman Mapolresta Pekanbaru itu juga mengundang perhatian warga. Knalpot yang telah dipotong-potong itu dibuang dan sebagian disisihkan untuk dijadikan barang bukti. Lanjut Arief, mengenai tersangka geng motor yang ditangkap beberapa waktu lalu masih dalam proses hukum. Menurutnya, tersangka sudah ditahan di Lapas Pekanbaru dan menunggu proses persidangan. Saat ini, ungkap Arief, pihaknya telah menahan sepeda motor milik geng motor yang diduga hasil tindak pidana. Pantauan di Mapolresta Pekanbaru, sedikitnya ada 70 sepeda motor yang belum diambil pemiliknya. (mg3)

Dua Pemasok Sabu Ditangkap di Kuansing TELUK KUANTAN - Dua pengedar sabu-sabu, Pri (23) dan RS (20) ditangkap Tim Reaksi Cepat Polsek Singingi Hilir di Desa Sungai Paku. Warga Limpat Kain Kecamatan Kampar itu diciduk saat membawa sabu-sabu menggunakan mobil Honda Jazz BM 1831 QS. Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro melalui Kasubag Humas, AKP Azhari mengatakan, kedua pengedar ini dibekuk sekitar pukul 19.00 WIB, Senin (10/12) lalu. Penangkapan diawali informasi dari masyarakat ke kepolisian. Informsi itu langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan tim ke lapangan. “Setelah dipastikan kedua tersangka berangkat dari Pekanbaru ke Kuansing polisi melakukan pengintaian. Mereka diberhentikan saat melintas di Desa Sungai Paku dan digeledah,” ujar Azhari, Rabu (11/12). Dalam mobil tersangka, polisi menemukan barang bukti berupa 3 paket sabu-sabu seberat 11 gram seharga Rp12 juta, 4 butir pil ekstasi dan timbangan digital. Malam itu juga kedua tersangka bersama barang buktinya digelandang ke Mapolres untuk penyidikan lebih lanjut. “Kedua pelaku diduga merupakan jaringan pengedar yang sering memasukkan narkoba ke wilayah Kuansing dari Pekanbaru. Keduanya ditahan untuk proses pengembangan penyidikan,” tutur Azhari. Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 112 junto pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 tantang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (idi susianto)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
121212 by Harian Pagi Metro Riau - Issuu