Issuu on Google+

ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sudah semakin dekat, persiapan harus dimulai dari sekarang. Untuk mengetahui seberapa siap Mahasiswa Teknik Informatika menghadapi AEC, everblue melakukan survey terhadap 100 responden yang terdiri dari berbagai angkatan. Bagaimana hasilnya dan seberapa siapkah mereka menghadapi AEC? 18%

82% Tahu tentang AEC? Persiapan dalam menghadapi AEC?

Tahu Tidak tahu

45 32 28%

34

72% 18

ke a ar laj Be

M

en

tal

kil

ba B ha ela sa ja Int as r ing tem era an ksi d lua en r n ga eg n er i

rd s

il

Ha

So fts k

3

3

hlia n

3

Siap Belum siap

M inf enc o g ar lob i al

Siap menghadapi AEC?


SIAPKAH KITA MENGHADAPI AEC? Brigitta Devianti Cahyabuana - ITS IO

ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sudah semakin dekat. ITS sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, sudah siapkah mengadapi AEC 2015? Sudah siapkah bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya? Mau tidak mau AEC akan datang dan harus dipersiapkan sejak sekarang. Selain mempersiapkan hardskill, softskill, dan kemampuan berbahasa Inggris, mempelajari bahasa negara ASEAN lainnya juga diperlukan. Di Thailand contohnya, ada beberapa universitas ternama di Thailand yang telah mengajarkan bahasa Indonesia seperti Universitas Thamsat, Universitas Naresuan, Universitas Wailalak, Universitas Prince Songkhla, dan Universitas Srinakharinwirot. Tidak hanya itu, mahasiswa di Thailand telah dibiasakan mengambil tes TOEFL/IELTS setiap tahunnya untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Thailand telah bersiap untuk menghadapi AEC karena berkeinginan untuk membangun negara. Persiapan yang dilakukan Thailand tersebut juga

INDONESIA

MALAYSIA

THAILAND

SINGAPURA

FILIPINA

“KOMPETISI GLOBAL TIDAK BISA DIHINDARI. UNTUK MENGHADAPINYA, PERLU CARA BERPIKIR YANG CERDAS AGAR SIAP BERKOMPETISI“ Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia

merupakan salah satu strategi untuk mengembangkan pasar. Negara yang menjadi salah satu sasaran utama pemasaran produk adalah Indonesia karena Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk terbanyak dengan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Banyak peluang dan tantangan yang akan terjadi dengan adanya AEC ini tergantung pada sejauh mana kesiapan untuk menghadapinya. Harapannya, AEC mampu menjadikan wilayah Asia Tenggara sebagai kawasan terintegrasi secara ekonomi, keamanan dan sosial budaya. Tujuan lain adanya AEC ialah menjadikan ASEAN sebagai kawasan berbasis produksi dan sebagai pasar bebas unggul dengan adanya lima sasaran utama yang meliputi aliran bebas barang, aliran bebas jasa,


aliran bebas investasi, aliran modal bebas dan aliran bebas tenaga kerja terdidik/ terampil. Jika melihat faktor usia di Indonesia, sebagian besar penduduk Indonesia atau sekitar “YANG PENTING 70% nya merupakan usia produktif dimana INDONESIA UNGGUL terdapat 110 juta tenaga kerja (data BPS, PADA EMPAT PILAR, tahun 2007). Ini merupakan faktor yang baik PRODUCTION BASE, bagi Indonesia untuk menghadapi AEC. Tetapi, COMPETITIVENESS, apakah kita sudah siap? Jika dilihat dari kualiEQUITABLE tas dan keterampilan tenaga kerja Indonesia, DEVELOPMENT, dimana masih rendahnya tingkat pendidikan di DAN GLOBAL LEVEL Indonesia, hanya 5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mampu mengenyam pendidikan INTEGRATION.“ Hatta Rajasa, Menko ditingkat sarjana. Pada AEC 2015, ada tujuh Perekonomian Indonesia keprofesian yang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja diseluruh kawasan ASEAN yaitu insinyur, perawat, arsitek, surveyor,


KAMBOJA

LAOS

BRUNEI DARUSSALAM

MYANMAR

VIETNAM

dokter, dokter gigi, dan akuntan. Segi positif dari keprofesian ini adalah akan terbukanya kesempatan kerja yang semakin luas yang tidak hanya terbatas di Indonesia saja. Sebagai generasi muda Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan ditingkat sarjana pada salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, sebagai mahasiswa ITS, kita turut untuk mempersiapkan AEC, berpacu pada kompetensi yang dimiliki mulai dari hardskill dan softskill. Tidak terlepas dari itu saja, masyarakat dan pelaku bisnis disekitar juga membutuhkan peran mahasiswa untuk mendapatkan edukasi dan mengingatkan untuk kesiapan menghadapi AEC. Indonesia adalah negeri indah seribu budaya, seribu pesona alam, dan seribu sumber daya alam. Jika bukan anak bangsa yang berkarya, lalu siapa yang akan memanfaatkan dan mengembangkannya? (lit/yut)

Ketua Dwi C1C Reporter Fakhrian C1C -- Editor Madis & Yutika C1C Desain Adhe & Deva C1C -- Produksi Trisna & Regin C1C /HMTCFTIf

@hmtc_ITS

BluePress HMTC


Everblue #13