Page 1

Sepintas, tak ada yang terlihat beda dari perayaan Syukuran Wisuda atau SW ke-107 yang diselenggarakan pada 22 September 2013. Seperti biasa, wisudawan diarak beramai-ramai ke jurusan masing-masing dan disambut secara meriah di sana. Wisudawan tampak bahagia dan haru karena telah berhasil mendapatkan gelar Sarjana.

Di balik euforia SW tersebut, ada sesuatu yang berbeda dari wisudawan yang lulus pada Wisuda ke 107 kali ini. Mereka tidak ingin hanya ‘bersenang-senang’ saat mereka telah berhasil menjadi Sarjana. Namun, mereka juga ingin berbagi kebahagiaan kepada orang-orang yang kurang beruntung. #Semanggi107 atau semangat berbagi adalah gerakan yang diinisiasi wisudawan 107 dari semua jurusan di ITS, PENS, dan Halaman|1


PPNS. Gerakan semangat berbagi ini dilakukan dengan beberapa cara, yakni pemberian beasiswa pendidikan ke sekolah-sekolah di daerah Sidoarjo, pemberian sumbangan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, dan berbagi cerita dan pengalaman melalui kegiatan #30DaysChallenge. Sebelum #Semanggi107, acara sejenis telah dilakukan sejak Wisuda ke105, tentunya dengan tema dan sasaran yang berbeda-beda. Pada Wisuda 105 “SMALL THINGS MAKE YOU diadakan #105HappyTogether dengan BIG, BUT DO THE BEST ON cara membagikan sembako untuk SKK, IT DOESN’T GUARANTEE pegawai kebersihan ITS, dan orang dalam ITS yang kekurangan. Pada wisuda YOUR SUCCESS. IT HELPS selanjutnya, yaitu Wisuda 106, diada- YOU TO BE RESPONSIBLE kan #106HappilyEverAfter yang sasaran FOR YOUR BIG FUTURE” kegiatannya adalah orang-orang yang - Ibu Yuhana kurang mampu di luar ITS. Pada #Semanggi107, ada kegiatan yang dibuat berbeda dengan sebelumnya, yakni berupa pemberian beasiswa pada sekolah-sekolah di Sidoarjo. Dari pemberian beasiswa ini, wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikannya berharap semua anak juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga tingkat tinggi. Selain itu, wisudawan juga memberikan motivasi agar anak-anak tersebut berani bermimpi besar. “Keadaan sekolah di Sidoarjo itu memprihantinkan, seperti sekolah-sekolah di Laskar Pelangi. Ada dua sekolah yang kami kunjungi, yakni di Desa Pucu’an dan Desa Kepetingan. Untuk mencapai keduanya harus melalui jalur sungai dan harus naik perahu selama 45-60 menit,” ujar Eka Ayu, salah satu wisu

2|Halaman


dawan yang ikut andil dalam acara #Semanggi107. Banyak cerita dan pengalaman menarik Eka Ayu dari acara ini, “Yang tak terlupakan ya, saat disana, masih nggak nyangka ada tempat seperti itu di dekat kota metropolitan Surabaya. Perjalanan saat naik perahu itu serasa di Kalimantan.”

“UNTUK PARA WISUDAWAN DAN JUGA CALON WISUDAWAN YANG AKAN SEGERA DIWISUDA SEMOGA DAPAT MEMANFAATKAN ILMU YANG TELAH DIDAPAT UNTUK MEMBANTU KEPENTINGAN MASYARAKAT SERTA MENGIMPLEMENTASIKANNYA DI DUNIA NYATA. BAGI YANG SUDAH MEMASUKI DUNIA KERJA AGAR SENANTIASA MENJAGA NAMA BAIK TC DAN MENJAGA DIRI, MENGINGAT PERSAINGAN DI DUNIA KERJA CUKUP KERAS” - Ibu Wijayanti

Acara #Semanggi107 ini bukan tanpa kendala, namun ada suka-duka tersendiri dibalik itu semua. “Sukanya saat kita berhasil mengumpulkan sumbangan dari semua wisudawan, bertemu dan bekerja sama dengan orangorang baru dari berbagai jurusan, dukanya saat ada beberapa wisudawan yang kurang menyambut baik acara ini”. Eka Ayu berpesan pada adik-adik yang saat ini menyandang gelar sebagai mahasiswa, “Selagi masih mahasiswa, manfaatkan status mahasiswa itu sebaik mungkin. Bekali diri dengan berbagai ilmu dan pengalaman yang nantinya akan digunakan untuk dunia pasca kampus. Ketika telah menjadi wisudawan, jadilah wisudawan yang bermanfaat untuk sekitar, karena dalam keadaan apapun, kalian tetap membawa nama besar ITS di benak kalian.” (dos) Halaman|3


SW-107 in frame Photo by Welly

Ketua Dwi C1C Reporter Mei, Hendy, & Natasha C1C -- Editor Yutika C1C Desain Adhe & Deva C1C -- Produksi Trisna & Adhi Nur C1C Kritik dan saran email ke everbluehmtc@gmail.com dengan subjek everblue. Terima kasih :)

4|Halaman

Everblue #10  

everblue adalah buletin dari HMTC-ITS

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you