Merawat Ingatan, Menjaga Pusaka

Page 1

E I Y E S S A S A

|

EDUKASI

dibanjiri pedagang dari Arab yang meramaikan pasar rempah Konstantinopel. Bahkan, periode sebelum Masehi pun cengkih telah digunakan sebagai bagian dari peradaban bangsa Arab de­­ ngan ditemukannya situs yang memiliki bejana berisi cengkih di daerah yang sekarang menjadi wilayah Suriah. selalu menjadi waktu istimewa bagi orang muda Ternate yang peduli terhadap warisan budaya dan isu pelestarian pusaka. Mereka berkumpul untuk mempelajari sejarah dan berbagai peninggalan yang masih tersisa di sana. Kegiatan itu diberi tajuk “Jelajah Pusaka Ternate”, sebuah inisiasi yang digagas dan didukung penuh oleh Ternate Heritage Society, paguyuban pelestari pusaka Ternate. Organi­ sasi nirlaba ini ditujukan untuk pendidikan dan konservasi warisan budaya Ternate. Dan, akhir pekan dipilih sebagai penawaran terbaik untuk memaksimalkan waktu libur para pekerja melalui kegiat­an-kegiatan bermanfaat. Perkumpulan ini memberi banyak energi positif serta pengalaman tentang sejarah kotanya sendiri. Pengalaman-pengalaman itu men­ jadi kekuatan baru sebagai upaya pelesta­rian dan merawat memori negeri. Cara bela­ FA KTA jarnya pun dengan MENARIK cara khas anak muda. Saling meng­ ajak teman untuk mendengarkan langsung penjelasan Toponimi kampung narasumber ahli di ini mirip dengan “castelo”, bahasa lokasi artefak seja­ Portugal yang rah. Kegiatan sep­ berarti benteng. erti ini mulai marak Di sinilah Portugal membangun perta­ di berbagai kota di hanan pertamanya Indonesia, termasuk di Maluku pada di Ternate sejak lebih 1522: Fort São João Baptista. Ada barak, dari satu dasawarsa kapel, sekolah, belakangan ini. permukiman, dan Arsitektur dan menara-menara ala puri Eropa. Inilah situs bersejarah jantung kota kolo­ menjadi pilihan jitu nial pertama di untuk membangkit­ Indonesia! kan memori masa AKHIR PEKAN

Pemandangan Pulau Ternate dengan Gunung Gamalama, Maluku Utara. Fort Oranje di Ternate pernah menjadi kantor pejabat tertinggi VOC, bahkan sebelum Jan Pieter­zoon Coen mendirikan Kota Batavia di Sunda Kelapa. Andai saja Belanda tidak mendapat kapling tanah di Sunda Kelapa, wajah Ternate mungkin akan sehiruk-pikuk Jakarta sekarang.

KAMPUNG KASTELA

FOTO OLEH M. REZA

Merawat Ingatan, Menjaga Pusaka

saya menceritakan kembali detail benteng Kastela. Di antara serakan dinding dan batu penyusun benteng itu saya berdiri. Reruntuhannya menyisakan sebagian bentuk Janela manuela, struktur jendela yang menjadi petunjuk bagi peneliti untuk melihat jauh ke peradaban rempah Maluku yang mendunia. Betapa tidak? Sebuah pulau kecil nan terpen­ cil dan jauh dari peradaban dunia, Ternate telah tumbuh dan berkembang sebagai kota-pulau kosmopolit penuh keragaman. Pedagang dari berbagai penjuru dunia turut membentuknya. SORE ITU

Upaya bergiat anak muda di jantung pusaka Kepulauan Rempah. O L E H MAULANA IBRAHIM

N AT I O N A L G E O G R A P H I C

92

E D I S I K H U S U S JA LU R R E M PA H

Janela manuela adalah bentuk jendela yang populer di periode berkuasanya Raja Manuel I (1495 - 1521). Dia raja yang berpengaruh dalam memperluas hubungan internasional dan kekuasaan Portugis. Jejak arsitektur ini men­ jadi bukti betapa megahnya bangunan-bangu­ nan di dalam Benteng Kastela. Pertahanan ini merupakan penanda kerjasama dagang antara Kerajaan Portugis dan Kesultanan Ternate pada awal abad ke-16. Jauh sebelum itu, Pulau Ternate—dengan cengkih sebagai rempah unggulannya—telah N AT I O N A L G E O G R A P H I C

93

E D I S I K H U S U S JA LU R R E M PA H


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Merawat Ingatan, Menjaga Pusaka by maulanarch - Issuu