Page 1


Penanggung Jawab Penasihat Pembina Redaksi Pimpinan Redaksi Sekretaris Wapemred Sekretaris Bendahara

Editor :

Fotografer :

Aldo Irfan Maulana Santoso Ari Akbar Satriawan Mochamad Yunus Afriza Siti Sulami Tatang Sugiantoro

Ainur Hasanah Ardi Sandi Winata Feri Hanriyanto Firman Alwansyah Dermawan Intan Nova Novianty M. Fatkul Lail Muhammad Izza Maulana Norafika Puji Astuti

Desainer dan Ilustrator :

Reporter :

Muhammad Ilham Mansyur Muhammad Fajrul F Krisna Anggara Putra Wildan Nuriama

Nurfikas Adiwijaya Dara Ayundi Vara Oktiani Mohammad Dava D. Amelia Dora Devina

Alamat Redaksi: SMK ISLAM 1 BLITAR Jalan Musi No. 6 Blitar 66117 (0342) 802137 Web: perspektif.smkislam1blitar.sch.id Email: pers.smkislam@gmail.com

Redaksi Perspektif

: : : : : : : :

Drs. H. Solihin, M.AP. Drs. H. Gigih Widiyanto Faizatul Hanafiyah, S.Pd. Mahirudin Zidan Ginanjar Tri Asmoro Putro Candra Ilham Dhuhrizal Prasetyo; Rozena Yunia Diko Ariyel Maulana, Vina Hernawan


SALAM REDAKSI

Salam Redaksi Assalamu’alaikum Wr. Wb. Hi sobat PERSPEKTIF! Yang muda dan yang berkarya, serta yang inovatif dan inspiratif! Apa kabar semua? Semoga kabar baik selalu menaungi dan senantiasa dalam lindungan-Allah SWT, serta mendapat rahmat Nya. Aamiin. Tiada untaian kata yang paling indah selain ucapan syukur kepada Allah SWT. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sobat PERSPEKTIF, di edisi ke-5 ini kami mengusung tema Revolusi Industri 4.0. Pemilihan ini selaras dengan realita kehidupan saat ini. Kecanggihan teknologi memudahkan kehidupan manusia dari segala sisi. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam industri 4.0, antara lain kecerdasan dan teknologi yang pada akhirnya memengaruhi sifat dan akhlak manusia. Salah satu contoh hal yang sangat berpengaruh di era industri 4.0 ini adalah digitalisasi. Semua elemen masyarakat bisa mengakses apa saja yang mereka mau, misalnya google, yahoo, facebook, twiter, Instagram dan lain sebagainya dengan memanfaatkan jaringan internet melalui gawainya masing-masing. Hal yang harus diperhatikan bagaimana kita mengunakan kelebihan era industri 4.0. Sudahkah kita bijak? Sudahkah kita mengasah kemampuan hardskill dan softskill kita secara seimbang? Kita sebagai orang muslim pastinya harus bisa mengambil, mengembangkan dan menyebarkan dampak positif dari era ini ke semua orang dan menghapus dampak negatifnya dari kehidupan kita. Semoga kita semua dapat memilah dan mimilih, mana yang baik dan yang buruk dari dampak era industri 4.0. Tak lupa, kami segenap kru PERSPEKTIF mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kepala sekolah, bapak/ibu guru pembimbing, nara sumber, team MAVIS, serta semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan majalah PERSPEKTIF. Kami berharap para pembaca berkenan memberikan kritik dan saran serta dukungan agar majalah PERSPEKTIF ini menjdi lebih baik kedepannya. Selamat membaca! Wassalamualaikum Wr. Wb.

1


VISI MISI

Visi

VISI MISI SMK ISLAM 1 BLITAR

       Mewujudkan SMK Islam 1 Blitar menjadi sekolah yang mampu mencetak teknisi yang profesional, beriman, bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia.

Misi 1. Melaksanakan kurikulum berbasis kompetensi melalui pembelajaran dan penilaian berbasis kompetensi dan produksi. 2. Meningkatkan potensi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, kegiatan ekstra kurikuler dan pembinaan kedisiplinan agar menjadi tenaga kerja profesional sekaligus menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. 3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya sekolah melalui peningkatan kualifikasi ijazah, sertifikasi kompetensi. 4. Mengembangkan dan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. 5. Mewujudkan kultur sekolah yang bermartabat, ramah dan santun dalam suasana kekeluargaan. 6. Membangun kondisi sekolah yang tertib, aman, bersih, indah, nyaman, hijau, rindang dan sehat. 7. Mewujudkan unit produksi sekolah sebagai wahana pelatihan berbasis produksi dan kewirausahaan. 8. Berupaya meningkat kualitas pengelolaan sekolah dengan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001.

2


MUKADIMAH

Mukadimah Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga majalah sekolah Perspektif edisi kelima ini berhasil terbit. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang kita sedang berada pada era revolusi industri 4.0 yang sarat dengan perubahan. Terdapat perubahan dan perkembangan dalam segala bidang, terutama dalam dunia pendidikan. Kegiatan belajar yang dilaksanakan di sekolah tidak hanya mengunggulkan kompetensi, namun harus dibarengi dengan peningkatan kapabilitas atau kecakapan hidup serta keseimbangan softskill dan hardskill.

Kepala SMK Islam 1 Blitar Drs. H. Solihin, M.AP

Dalam rangka menjawab kebutuhan zaman saat ini, pemerintah tengah melakukan program revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK). Program revitalisasi SMK ini dilaksanakan dengan melakukan pengembangan dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha serta inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan yang harus dimiliki pada era revolusi sekarang ini.

Sejalan dengan program tersebut, SMK Islam 1 Blitar mengikuti program Pintar Bersama Daihatsu (PBD) demi menyelaraskan kompetensi dengan kebutuhan industri untuk penyaluran lulusan. Tidak hanya itu, SMK Islam 1 Blitar semakin memperluas dan memperkuat kerja sama dengan DU/DI. Melalui program tersebut, diharapkan siswa mampu meningkatkan kedisiplinan, melaksanakan ibadah sesuai dengan kewajiban, serta menciptakan pembelajaran bermakna dan sepanjang hayat. Hal ini selaras dengan program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang telah dicanangkan pemerintah. Karakter siswa adalah pilar utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan peserta didik dalam kehidupan di sekolah dan juga di masyarakat. Harapan saya, seluruh siswa SMK Islam 1 Blitar mampu dengan baik mengikuti kegiatan kerja sama industri yang telah dijalankan oleh sekolah dengan dunia usaha atau dunia industri (DU/DI) baik yang ada di tingkat daerah maupun nasional. Sebagai salah satu wahana komunikasi sekolah, saya berharap majalah Perspektif dapat menginspirasi seluruh warga sekolah agar terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sesuai dengan yang saya paparkan di atas. Saya sangat mengapresiasi kru redaksi yang telah berproses dengan baik hingga menghasilkan majalah edisi kelima yang menyajikan liputan berbagai event penting dan prestasi yang telah diraih siswa di sekolah sehingga lebih mengenalkan SMK Islam 1 Blitar ke masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada kru redaksi yang telah berusaha maksimal demi terbitnya majalah Perspektif ini. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru pembina Ekstrakuriluer Jurnalistik dan semua pihak yang telah mendukung terbitnya majalah ini. Harapan saya ke depan semoga majalah Perspektif tetap bisa terbit setiap semester dengan kemasan penyajian yang semakin baik dan inovatif serta lebih bermanfaat untuk semua pihak. Teruslah berproses dan lakukan yang terbaik. Wassalamualaikum Wr. Wb. Blitar, Desember 2018

3


DAFTAR ISI

Daftar Isi Salam Redaksi Visi Misi Sekolah Mukadimah Daftar Isi Tentang Perspektif Laporan Utama Religi Kabar Smekisa (Kegiatan bela negara) Kabar Smekisa (Peringatan 17 Agustus ) Kabar Smekisa (Hari raya qurban) Kabar Smekisa (Peringatan hari santri) Kabar Smekisa (IPNU IPPNU) Kabar Smekisa (Selamat datang Mr. Beyer) Kabar Smekisa (Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra) Kabar Smekisa (Job Fair) Kabar Smekisa (Program PBD) OSAKI PRAMUKA Jurnalistik Ekskul Galeri Smekisa

Profil Guru Profil Alumni Prestasi Siswa Opini Wawasan Uri-uri Budaya English Corner Japanese Fakta Unik Wisata Teknologi Resensi Cerpen Puisi Komik Chord TTS Tebak Gambar

4

26 27 28 30 32 33 34 35 36 37 38 39 40 43 44 46 47 48

1 2 3 4 5 6 8 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 24


TENTANG PERSPEKTIF

Perspektif Edisi Keempat Golden Moment Smekisa

Edisi keempat Perspektif mengusung tema \ Golden Moment. Redaksi Perspektif mengulas momen emas di SMK Islam 1 Blitar dengan kemasan berwarna gold.SMK Islam 1 Blitar telah berusia 50 tahun. Semoga semakin jaya dan memberikan manfaatmencerdaskan kehidupan bangsa.

Perspektif Edisi Kelima Revolusi Industri 4.0

Edisi kelima Perspektif mengangkat tema tentang fenomena revolusi industri 4.0 yang sarat dengan perubahan. Redaksi Perspektif mengajak pembaca menjadi manusia yang bijak yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan sekarang. Semoga kita semua dapat berproses dengan baik dan sukses tidak hanya di dunia tetap juga di akhirat.

#

InovasiTiadaHenti

5


LAPORAN UTAMA

PROGAM PBD (PINTAR BERSAMA DAIHATSU) Saat ini kita telah memasuki era revolusi industiri 4.0. Dalam dunia industri 4.0, perusahaan atau industri memerlukan kedisiplinan dan kerja keras agar tercapai kesuksesan. Oleh karena itu, semua perusahaan atau industri berusaha keras untuk mendapatkan pekerja dengan kinerja yang siap dan sesuai dengan tuntutan era industri 4.0. Dalam upaya melahirkan generasi yang kompeten di era 4.0, SMK Islam 1 Blitar bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu Motor menetapkan progam PBD (Pintar Bersama Daihatsu). Para siswa dibiasakan berperilaku disiplin sesuai dengan harapan perusahaan dalam dunia kerja. Penerapan program PBD di SMK Islam 1 Blitar tampak pada pembiasaan budaya 5R/5S dan berjalan dijalur hijau (green line). Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) merupakan adaptasi program 5S (Seiri, Saiton, Seiso, Saiketsu, Shitsuke) yang dikembangkan oleh Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia. Ini merupakan metode sederhana untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja yang dikembangkan dan diterapkan di SMK Islam 1 Blitar dalam usaha meningkatkan

6

softskill dan hardskill di era 4.0. Sistem jalur hijau adalah sistem khusus untuk pejalan kaki di lingkungan sekolah. Masyarakat sekolah dibiasakan hidup tertib dan rapi dengan berjalan memanfaatkan jalur hijau. Dengan memanfaatkan jalur tersebut, masyarakat sekolag dapat melatih diri untuk disiplin dengan berjalan pada jalurnya. Progam PBD ini telah berjalan 2 tahun. Tahap adaptasi yaitu tahun pertama dan pada tahun kedua warga sekolah sudah terbiasa dengan jalur ini. Progam PBD ini telah membuahkan dampak positif. Para siswa sudah terbiasa hidup tertib dan disiplin. Diharapkan kedepannya progam ini dapat menjadikan siswa yang lulus sudah siap kerja. –Zidan XO4 & Intan XK2


LAPORAN UTAMA

PRODUK TECHNOPARK SMK ISLAM 1 BLITAR

Technopark adalah sebuah unit pengembangan produksi praktik sekolah sebagai wadah untuk menampung dan mengembangkan praktik produksi kreativitas sekolah. Ada tiga elemen dibawah dalam technopark ini, yakni (1) elemen pengembangan, (2) pemasaran, dan (3) hak cipta. Saat ini ada tiga produk technopark yang dikembangkan di SMK Islam 1 Blitar, yakni (1) mesin pengolah pakan ternak oleh program keahlian TPM, (2) motor listrik oleh program keahlian TSM, dan (3) kunci pengaman rahasia oleh program keahlian TKR. Progam technopark ini diberikan kepada siswa dengan pengajar guru yang telah berpengalaman serta berwawasan luas dalam bidangnya. Bukan hanya itu, technopark juga dipandu langsung oleh tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB). SMK Islam 1 Blitar sangat berharap progam ini dapat menciptakan produk/

karya nyata yang berdaya guna untuk kepentingan masyarakat luas. Launching produk technopark telah dilaksanakan pada Sabtu (17/11) di aula SMK Islam 1 Blitar. Acara tersebut dibuka dan diresmikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, Dr. Suhartono, M.Pd. Pengawas SMK Kabupaten dan Kota Blitar, HRD beberapa perusahaan daerah dan nasional, koordinator BKK se-Blitar raya, bapak/ibu guru, dan tamu undangan. Melalui program technopark ini diharapkan setiap program keahlian di SMK Islam 1 Blitar dapat berinovasi mencipkan produk yang dapat memudahkan kehidupan manusia. Saat ini program keahlian lain seperti TKJ, TITL, dan TGB juga tengah mempersiapkan produk technopark yang inovatif dan berdaya guna.

7


RELIGI

Islam Nusantara

8

Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun, pada bulan September kemarin kaum muslimin terkena musibah secara beruntun. Dari kejadian gempa bumi di Lombok, tsunami di Palu, dan juga jatuhnya pesawat Lion Air yang telah banyak menelan korban jiwa. Semua itu pasti ada penyebab dan juga akibatnya. Betapa kesyirikan merajalela di mana-mana. Bentuk tradisi ngalap berkah, memajang jimat untuk memperlancar bisnis dan karier, kebijakan yang selalu mendzholimi rakyat, kriminalisasi Islam dan ulama, menjadikan orang-orang kafir sebagai teman, dan yang paling parah adalah tidak mau berhukum dengan hukum Allah dan banyak para pejabat di daerah itu yang memiliki istri simpanan. Oleh kerenanya Allah menurunkan bencana kepada mereka, seperti yang terjadi pada kaum Sodom. Mereka diazab oleh Allah karena kesyirikan dan kedzaliman yang mereka perbuat. Mereka semua melakukan perbuatan hina yaitu menyukai sesama jenis, bahkan mereka tidak ada rasa ketertarikan sedikitpun kepada lawan jenis. Akhirnya mereka di azab oleh Allah dengan dibaliknya negri itu sampai tidak ada yang selamat di antara mereka kecuali mereka yang beriman. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap hamba merenungkan hal ini. Ketahuilah bahwa setiap musibah yang menimpa

kita dan datang menghampiri negeri ini, itu semua disebabkan karena dosa dan maksiat yang kita perbuat. Jadi, musibah yang Allah timpakan ini pada dasarnya untuk memberi peringatan dan mengembalikan kesadaran pada diri manusia terhadap KemahaKuasaan Allah, pencipta alam semesta. Mengingatkan dan mengembalikan kesadaran betapa lemahnya manusia dan betapa terbatasnya pengetahuan manusia. Mengembalikan kesadaran sebagai makhluk ciptaan dan sebagai hamba dari Al-Khaliq yang tidak layak bermaksiat kepada-Nya dan menyimpang atau menyalahi peringatan yakni wahyu-Nya serta mendustakan-Nya. Kesadaran spritual yang dikembalikan oleh musibah itu haruslah mmbangkitkan energi penghambaan kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan. Energi untuk makin meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dalam arti yang luas. Selain itu, kesadaran spiritual itu haruslah juga membangkitkan energi untuk melakukan perbaikan, meluruskan penyimpangan, melakukan ketaatan dan kembali menempuh jalan dan menerapkan sistem yang benar, jalan dan sistem yang bersumber dari wahyu Allah SWT. Kesadaran nalar ini harus muncul, sebab pada dasarnya semua musibah yang terjadi didalamnya selalu ada peran


RELIGI

dan keterlibatan manusia. Alllah SWT berfirman: ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30) Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” Hal ini selaras dengan perkataan Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, 74) Lalu apa yang harus kita lakukan? Bertaubat? Betul. Taubat tentu harus dilakukan dalam bentuk tawbat(an) nashuha secara menyeluruh dan dilakukan bersama-sama. Ali bin Abi Thalib ra menjelaskan bahwa tobat harus menghimpun enam hal , yaitu (1) menyesali atas dosa yang telah dilalui, (2) kembali melaksanakan kewajiban, (3) menolak atau mengembalikan kezaliman (mengembalikan hak kepada yang berhak), (4) mengurangi persengketaan, (5) berazzam tidak akan mengulangi kemaksiatan itu, dan (6) mengiatkan diri dalam ketaatan. Enam hal tersebut harus kita lakukan. Kita harus menyesali dosa yang telah kita lakukan. Dosa telah bermaksiat, melalaikan shalat, terlibat riba, membiarkan zina

dimana-mana, menyekutukan Allah, dan yang paling parah yaitu pangkal dari segala maksiat adalah tidak menerapkan hukum Allah. Tugas kita selanjutnya adalah menjalankan kewajiban yaitu menerapkan hukum Allah dalam kehidupan bernegara secara menyeluruh dengan begitu kita menolak atau mengembalikan kezaliman, mengurangi persengketaan, dan ketika hukum islam diterapkan secara menyeluruh kita akan dipermudah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Hal ini karena ketika hukum islam diterapkan secara menyeluruh itu adalah bentuk ketaatan totalitas dari seorang hamba kepada sang Khalik yang telah menciptakan dan sang Maha Pengatur. Inilah tugas kita semua saat ini agar bencana tidak terus menimpa negeri kita karena kemaksiatan yang kita lakukan. Allah Ta’ala berfirman, ”Telah nampak kerusakan di darat dan di bumi karena olah tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Ruum :41). Saatnya kita kembali ke pangkuan Allah, dengan penyerahan diri secara total. Totalitas dalam melaksanakan seluruh perintah Allah dan larangan-Nya dengan menerapkan seluruh hukum Allah dalam kehidupan. Karena Allah telah berjanji kepada kita, “... Dan dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ...” (QS. An-Nur:1). –Ari&Candra

9


KABAR SMEKISA

Pupuk Kedisiplinan melalui Bela Negara

Pendidikan berbasis karakter merupakan salah satu bentuk pendidikan yang diutamakan pada saat ini. Pendidikan berbasis karakter ini dikembangkan di SMK Islam 1 Blitar dengan memberikan pendidikan berbasis karakter, utamanya dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab. Hal tersebut diwujudkan dengan diadakannya Diklat Bela Negara. Kegiatan bela negara adalah sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SMK Islam 1 Blitar dengan menggandeng Kodim 0808 Blitar sebagai instruktur. Kegiatan bela negara rutin dilaksanakan pada setiap awal tahun ajaran baru. Acara ini diikuti oleh seluruh siswasiswi SMK Islam 1 Blitar baik kelas X, XI dan XII yang dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun sekolah. Kegiatan bela negara tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan pada tanggal 19-25 Juli 2018 di Lpangan Jatimalang Kota Blitar. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua gelombang. Gelomang pertama pada tanggal 19-21 Juli 2018, sedangkan gelombang kedua pada tanggal 2325 Juli 2018. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB sampai selesai pukul 12.00 WIB setiap harinya. Acara bela negara diawali dengan pemanasan, dilanjutkan dengan pelatihan baris berbaris (PBB), permainan yang melatih kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan, istirahat untuk makan, dan ditutup dengan berdoa bersama. Tujuan dari kegiatan bela negara adalah sebagai pembuktian bahwa SMK Islam 1 Blitar ikut menyukseskan pendidikan berbasis karakter di Indonesia. Selain itu, diharapkan melalui kegiatan ini kedisiplinan siswa meningkat, memiliki berjiwa korsa, mempunyai rasa cinta tanah air. Dengan demikian, siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar semakin bijak dalam bertindak dalam kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

10


KABAR SMEKISA

SMK Islam 1 Blitar,

Merdeka! Merdeka! Pekikan semangat kemerdekaan terdengar lantang di Bumi Bung Karno tepatna di Jalan Musi No. 6 Blitar. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-73, SMK Islam 1 Blitar mengadakan berbagai macam kegiatan. Perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan Indonesia pada masa penjajahan dulu sungguh sangat patut diapresiasi, dikenang, dan diteladani hingga kini. Mereka tela berjuang merebut kembali Indonesia dari tangan penjajah. Bukan hal yang mudah karena mereka bahkan rela mengorbankan nyawanya dan keluarganya. Semua dilakukan karena besarnya rasa nasionalisme dan patriotisme terhadap tanah air tercinta. Untuk memperingati HUT RI ke-73, SMK Islam 1 Blitar mengadakan upacara bendera dan juga mengikuti lomba PBB (Peraturan Baris-Berbaris) yang diadakan oleh Pemerintah Kota Blitar. Upacara

Pengibaran Bendera dilaksanakan pada hari Jumat (17/8) di lapangan SMK Islam 1 Blitar. Upacara ini dimulai pada pukul 07.30-09.30 WIB dengan diikuti oleh warga SMK Islam 1 Blitar. Upacara penurunan bendera dilakukan pada hari dan tempat yang sama saat upacara pengibaran bendera. Acara ini di mulai pada pukul 04.30-016.30 WIB. SMK Islam 1 Blitar turut serta dalam kegiatan perlombaan PBB yang diakan oleh Pemerintah Kota Blitar. Hasil tak mengkhianati usaha. Benar saja, dengan latihan yang sungguh-sungguh, SMK Islam 1 Blitar berhasil menyabet juara II PBB tingkat SMA/SMK se-Kota Blitar. Pengumuman dan pemberian tropi dilaksanakan setelah upacara pengibaran bendera di Alun-alun Kota Blitar.

11


KABAR SMEKISA

Berkurban Melatih Keikhlasan

Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut Hari Raya Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban yang dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Dalam kalender masehi, perayaan Idul Adha tahun 2018 ini diperingati pada Rabu (22/08). Kurban dilaksanakan dengan hati yang penuh keikhlasan tanpa ada paksaan dan jauh dari sifat riya’. Kurban merupakan suatu amalan yang disyariatkan agama Islam pada tahun kedua Hijriyah berdasarkan dalil Al Quran, hadits, dan ijma’. Dalam hal berkurban sudah selayaknya mulai hari ini kita menyusun kiat-kiat terbaik dalam melaksanakan ibadah kurban. Kegiatan kurban di SMK Islam dilaksanakan oleh bapak/ibu guru dan pengurus OSIS SMK Islam 1 Blitar. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini OSIS SMK Katolik Kota Blitar juga turut

12

berpartisipasi dalam kegiatan ini. Masih sama dengan tradisi sebelumnya, SMK Islam 1 Blitar memberikan hewan kurban kepada sekolah-sekolah yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap SMK Islam 1 Blitar. Sekolah-sekolah ini adalah SMP/MTs yang alumninya banyak yang melanjutkan di SMK Islam 1 Blitar. Selain itu, ada juga sekolah yang khusus meminta hewan kurban dari SMK Islam 1 Blitar. Sebagaimana makna kata kurban yang berarti qarib atau dekat pada Allah, hikmah dari kegiatan kurban ini adalah mendekatkan diri pada Allah dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya. Artinya kita harus ikhlas hanya mengharapkan ridlo Allah dalam beribadah kepada-Nya agar hidup kita akan senantiasa berkah. Aamiin.


KABAR SMEKISA

Maksimalkan Peran Santri melalui Peringatan Hari Santri

Hari santri nasional diperingati oleh masyarakat Indonesia setiap tanggal 22 Oktober. Hari santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Kepres Nomor 22 Tahun 2015. Banyak pertanyaan yang muncul kenapa hari santri diperingati pada tanggal tersebut. Penetapan tanggal 22 Oktober ini bertepatan dengan peristiwa resolusi jihad yang dilakukan Nahdlatul Ulama yang dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945. Deklarasi ini dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan negara Republik Indonesia. SMK Islam 1 Blitar tidak mau ketinggalan even besar ini pada hari santri tahun 2018. Ini terbukti dengan keikutsertaan siswa siswi SMK Islam 1 Blitar pada tanggal 20 Oktober mengikuti kirap santri se-Kota Blitar. Kirap dilakukan dengan berjalan kaki dari Kantor Walikota Blitar dari pukul 07.00 WIB mengitari Kota Blitar dan kembali lagi ke area Taman Pecut Kota Blitar pada pukul 10.00 WIB. Tidak hanya itu, SMK Islam 1 Blitar juga mengadakan kegiatan perlombaan internal sekolah. Kegiatan dilakasanakan pada Senin (22/10) di Aula Pondok Pesantren Al Muhsin SMK Islam 1 Blitar. Kegiatan perlombaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan Sportivitas civitas akademika di SMK Islam 1 Blitar. Perlombaan yang diadakan bersifat mendidik, bermakna, dan dapat meningkatkan rasa cinta kepada Dinul Islam. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar dapat menjadi santri yang dapat berperan dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara yang adil, makmur, dan sejahtera.

13


KABAR SMEKISA

Masa Kesetiaan Anggota Pada tanggal 1-2 September 2018, Pimpinan Komisariat IPNU & IPPNU SMK Islam 1 Blitar telah mengadakan serangakaian acara yakni Masa kesetiaan Anggota atau lebih di kenal dengan istilah MAKESTA yang bertempat di Aula pondok AL- Muhsin SMK Islam 1 Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kelas 10 dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 150 peserta baik siswa maupun siswi dari berbagai macam jurusan yang berbeda. Acara ini diadakan dengan tujuan para siswa-siswi yang baru masuk di SMK Islam 1 Blitar dapat memahami serta menghantarkan calon anggota dari kehidupan individu kedalam kehidupan sosial (organisasi) serta merupakan wahana orientasi dalam kehidupan dan juga merupakan pengkaderan tahap awal pengenalan anggota terhadap organisasi IPNU-IPPNU. Selain itu kegiatan MAKESTA ini diharapkan dapat membentuk remaja yang berprestasi dan membangun kesadaran kritis akan pentingnya organisasi.

14


KABAR SMEKISA

SMK Islam 1 Blitar Kedatangan Tamu dari Jerman Hai Sobat Perspektif, tahukah kamu kalau kemarin kita kedatangan tamu sekaligus guru pembimbing yang berasal dari Jerman? Yap, beliau adalah Mr. Dipl. Ing. Volker Beyer atau sering disapa dengan nama Pak Beyer. Beliau merupakan seorang pensiunan dari sebuah perusahaan terkemuka di Jerman 10 tahun lalu. Sebelumnya beliau merupakan seorang mechanical engineer atau yang biasa kita sebut seorang teknisi mesin. Setelah pensiun beliau menjadi seorang trainer untuk teknisi pemula, guru dan murid. Setiap tahunnya beliau selalu berkeliling dunia untuk melatih para teknisi muda, seperti ke Argentina, Meksiko, Libanon, Maroko, Indonesia, India, Cina, Myanmar. Tetapi pada setiap bulan Desember beliau selalu pulang ke Jerman untuk merayakan Natal bersama keluarganya. Beliau datang ke SMK Islam 1 Blitar dengan tujuan untuk mengajarkan bagaimana

cara melakukan perawatan pada mesin maupun peralatannya, mengatur mesin dengan benar, melakukan operasi kepada mesin yang sesuai dengan instruksinya. Bahkan beliau telah membuat modul E-Book buatannya sendiri menggunakan bahasa Inggris. Beliau menegaskan bahwa janganlah takut untuk bertanya kepadanya agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Walaupun beliau kelihatan seperti umur 60-an tahun, tetapi ternyata beliau sudah berumur 76 tahun. Namun demikian, semangatnya dalam mengajar dan menyalurkan ilmu sangatlah luar biasa. Beliau dapat berbicara bahasa Indonesia walaupun hanya sedikit-sedikit. Beliau dapat menjadi teladan bagi kita yang masih muda untuk tidak menyia-nyiakan waktu muda dan fokus kepada yang dicita-citakan.

15


KABAR SMEKISA

Penguatan Bahasa, Sastra, dan Budaya melalui BBS 2018 Halo, salam rindu untuk pembaca setia Perspektif. Apakah kalian tahu tentang Bulan Bahasa dan Sastra? Bulan bahasa dan sastra (BBS) merupakan peringatan lahirnya bahasa Indonesia, Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Kegiatan ini bukan sekedar memperingati lahirnya bahasa kesatuan saja, melainkan bentuk kepedulian insan sastra terhadap perkembangan dan kemajuan bahasa dan sastra Indonesia. Peringatan ini juga bertujuan untuk menjadikan peserta didik agar melek literasi, diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini siswa dapat menyadari betapa pentingnya literasi. SMK Islam 1 Blitar menunjukkan kepeduliannya terhadap bahasa dan sastra dengan mengadakan kegiatan bulan Bahasa dan sastra pada bulan Oktober dengan serangkaian lomba. Terdapat lima cabang perlombaan yang ditujukan kepada siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar, yaitu (1) lomba menulis esai, (2) sayembara cerpen, (3) lomba membaca puisi, (4) lomba fotografi, dan lomba video reportase.

16

Siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar sangat antusias mengikuti kegiatan lomba BBS ini. Terbukti dengan banyaknya jumlah siswa ikut serta dalam kegiatan ini. Lomba yang paling banyak peminatnya adalah lomba fotografi. Hal ini karena lomba tersebut tergolong lomba yang paling mudah. Peserta hanya tinggal mengunggah foto hasil jepetran kamera pada sosial media Instagam dan menyertakan caption yang menarik dan edukatif. Melalui kegiatan ini diharapkan siswasiswi SMK Islam 1 Blitar dapat meningkatkan rasa cintanya terhadap bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Acara yang mengusung tema “Penguatan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia sebagai identitas bangsa pada era revolusi industri� ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang dapat dijadikan wahana menyalurkan bakat dan kreativitas siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar.


KABAR SMEKISA

Penyaluran Lulusan SMK Islam 1 Blitar melalui Job Fair 2018 Sebagai upaya penyaluran lulusan, SMK Islam 1 Blitar mengadakan Job Fair lagi di tahun ini. Dalam kegiatan kali ini ada 16 perusahaan yang turut serta bergabung dan berpartisipasi aktif membuka stan lowongan kerja. Kegiatan dilaksanakan di lapangan kampus 1 SMK Islam 1 Blitar selama dua hari, yakni Sabtu (17/11) dan Ahad (18/11). Acara dibuka secara resmi di Aula SMK Islam 1 Blitar oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, Dr. Suhartono, M.Pd. pada Sabtu (17/11) pukul 08.30 WIB. Bersamaan dengan pembukaan acara Job Fair diadakan launching produk teknopark SMK Islam 1 Blitar. Acara dihadiri oleh ketua yayasa, pengawas SMK Kota Blitar, HRD 16 perusahaan, dan koordinator BKK se-Kota Blitar. Kegiatan ini memang ditujukan khususnya pada alumni SMK Islam 1 Blitar untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Meskipun demikian, sebagai wujud bakti sekolah pada masyarakat acara ini dibuka secara umum. Alumni dari sekolah lain pun diperkenankan untuk turut serta memasukkan lamaran pekerjaannya pada instansi yang diminati. Tidak ketinggalan, siswasiswi kelas XII yang sebentar lagi akan lulus pun juga diperbolehkan melamar pekerjaan pada perusahaan yang inginkan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir. Untuk memeriahkan acara, sekolah juga mendirikan panggung gembira dengan menampilkan suara emas dari siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar. Sekolah sangat berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang dapat bermanfaat dan mampu menyalurkan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.

17


KABAR SMEKISA

Kenalkan Program PBD pada Tamu Kunjungan Studi Banding Dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri sekarang ini, setiap lembaga sekolah menengah kejuruan berupaya untuk melakukan pembaharuan sistem sekolah dengan menerapkan program yang lebih baik. Menjawan tantangan tersebut, SMK Islam 1 Blitar mengambil langkah maju dengan melaksanakan program Pintar Bersama Daihatsu (PBD) yang telah berjalan mulai tahun ajaran 2016/2017. Rupanya upaya maju SMK Islam 1 Blitar tersebut mendapat respon yang baik dari sekolahsekolah kejuruan yang ada di tingkat daerah maupun nasional. Hal ini terbukti dengan adanya sekolahsekolah yang ingin melakukan kunjungan studi banding ke SMK Islam 1 Blitar. Bahkan dalam bulan November ini, terdapat dua instansi yang melakukan kunjungan studi banding ke SMK Islam 1 Blitar, yakni kunjungan MKKS SMK Kota

18

Samarinda Kalimantan Timur pada Sabtu (17/11) dan kunjungan dari SMK Negeri 1 Kediri pada Rabu (21/11). Mereka tertarik mengadakan kunjungan studi banding ke SMK Islam 1 Blitar karena ingin mempelajari dan mengetahui secara langsung bagaimana penerapan PBD di SMK Islam 1 Blitar. Hal ini karena SMK Islam 1 Blitar sudah lebih dahulu menerapkan program tersebut. Pihak sekolah menyambut dengan baik kedatangan tamu dari kedua instansi tersebut. Kepala sekolah didampingi wakil kepala sekolah dan tim PBD mengajak para tamu berkeliling sekolah untuk menunjukkan penerapan PBD pada berbagai bidang.


OSAKI

Satukan Misi Melalui LDKS dan Outbound OSAKI atau OSIS SMK Islam 1 Blitar adalah organisasi siswa intra sekolah yang diketuai oleh siswa dan anggotanya juga oleh siswa. Semua pengurus OSAKI mengikuti kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melatih jiwa-jiwa kepemimpinan pada siswa terutama pada pengurus OSIS. Diharapkan siswa dapat menjadi pemimpin yang siap terjun di masyarakat. Setelah pengurus inti terbentuk melalui pemilihan umum, dilakukann reorganisasi kepemimpinan OSIS dan penyerahan jabatan serta pengesahan anggota baru masa bakti 2018/2019 oleh Bapak Kepala Sekolah.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kekompakan pengurus OSIS, diadakan outbound di Wisata Outbound Ngantang Selorejo. OSAKI telah mengadakan sosialisasi program kerja dan pemilihan pengurus MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) baru masa bakti 2018/2019. Alhamdulillah acara tersebut juga berjalan dengan lancar. MPK merupakan suatu organisasi yang anggotanya terdiri dari perwakilan kelas dan tingkatannya di atas OSIS. Proker terbesar OSAKi adalah peringatan hari ulang tahun sekolah yang akan dilaksanakan pada bulan Januari mendatang. OSIS SMK Islam 1 Blitar bekerja sama dengan bapak/ibu guru, pembina osis, pengurus MPK, dan seksi bidang organisasi dan politik. Sobat Perspektif, masih banyak lagi lho program kerja OSIS yang lebih menarik lagi. Pastikan kalian terlibat ke dalamnya! See you ď Š

19


PRAMUKA

RAIMUNA DAERAH XIII JAWA TIMUR

Salah satu elemen penting dalam gerakan pramuka adalah pramuka penegak dan pramuka pandega. Mereka merupakan generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia. Dalam rangka meningkatkan watak, mental, dan keterampilan yang baik bagi generasi muda, maka Kwartir Daerah gerakan Pramuka Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Jawa Timur dalam ajang bergengsi yang diadakan setiap 5 tahun sekali, yaitu RAIMUNA Daerah XIII Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur tahun 2018. Kegiatan ini diselenggarakan di bumi perkemahan Kumbokarno—Cinta Alam Indonesia, Dusun Kosambiwojo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kegiatan RAIMUNA Daerah XIII ini berlangsung pada

20

tanggal 30 September–6 Oktober 2018. Kegiatan RAIMUNA XIII ini mengusung tema “Pramuka Jawa Timur Bersinergi Membangun Negeri” dengan motto “Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Baktikan,” serta slogan “Berkarakter, Bersinergi, Berinovasi.” Pada Kegiatan RAIMUNA Daerah XIII Jawa Timur, Gugus Depan 0203502036 Ambalan SoeprijadiMalahayati Pangkalan SMK slam 1 Blitar menunjuk 2 remaja yang purna pradana dari pramuka SMK Islam 1 Blitar sebagai wakil dari kontingen, yaitu Nur Yasin dan Miftakhul Janah. Kontingen yang diberangkatkan dari SMK Islam 1 Blitar merupakan remaja yang terpilih dan terbukti aktif dan berprestasi baik di dalam Pramuka maupun prestasi akademik lainnya. Selain itu, Nur Yasin dan Miftakhul Janah merupakan remaja yang terampil percaya diri dan mampu menyebarkan kegiatan

positif kepada teman-temannya baik di sekolah maupun di lingkungannya. Mereka berdua merupakan kontingen dari SMK Islam 1 Blitar yang terpilih untuk ikut serta dalam kontingen Kota Blitar. Rupaya keberangkatan mereka ke Jombang berbuah manis, Kotingen Kota Blitar berhasil meraih juara pertama dalam kategori kontingen terbesih. Pada RAIMUNA Daerah XIII Jawa Timur menyuguhkan kegiata yang cukup menarik dan menantang. “Ada kegiatan tantangan, hiburan, kreasi seni budaya, jelajah alam, dan masih banyak kegiatan seru lainnya,” ujar Nur Yasin ketika Tim Pers wawancarai beberapa waktu lalu. “Pengalaman yang didapatkan dalam RAIMUNA Daerah XIII Jawa Timur di antaranya memiliki banyak teman, ilmu yang bermanfaat, dan kegiatan yang tidak didapatkan disekolah,” pungkasnya. –Dafa&Radit


JURNALISTIK

Semarak Bulan Bahasa Pelatihan Jurnalistik III

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi siswa dalam dunia jurnalistik, ekstrakurikuler jurnalistik Perspektif SMK Islam 1 Blitar mengadakan pelatihan jurnalistik ketiga dengan bertajuk “Peran Jurnalis Muda Menghadapi Revolusi Industri 4.0�.

lomba dalam acara bulan bahasa dan sastra (BBS), dan ada juga siswa dari SMP/MTs dalam kegiatan ini. Panitian kegiatan ini adalah pengurus dan anggota Perspektif dari kelas XI dan XII dengan didampingi oleh bapak/ibu guru bahasa Indonesia.

Acara ini digelar pada Sabtu (29/10) di Aula SMK Islam 1 Blitar. Sebetulnya acara ini merupakan puncak dari serangkaian acara peringatan bulan bahasa, hari sumpah pemuda, dan hari santri yang ketiganya ada di bulan Oktober. Menariknya, dalam acara ini, ketua LP Ma’arif NU Kota Blitar, Dr. Syaikul Munib, M.Ag. turut serta berpartisipasi

Tak tanggung-tanggung, dalam acara ini didatangkan tiga narasumber yang sudah ahli dalam bidangnya, yakni (1) Alwi Maulana, S.Pd., M.Pd. dari Mayangkara, (2) Andhika Yuswantara dari Mavis Publishing, dan Aziz Wahyudi, S.So dari Jawa Pos Radar Blitar. Ada tiga materi pokok yang disampaikan yakni materi tentang reportase, penulisan berita/ artikel, fotografer, dan desain layout majalah, manajemen redaksi, dan juga manajemen diri. Pemateri menyampaikan materi dengan menyenangkan sehingga materi dapat diserap dengan baik oleh peserta. Tampak sekali raut antusias mereka mengikuti kegiatan ini.

hadir dan membuka acara secara resmi. Hal ini menunjukkan kepedulian yayasan terhadap kreativitas siswa-siswi SMK Islam 1 Blitar khususnya dalam bidang kepenulisan. Peserta dari kegiatan ini adalah sebanyak 42 peserta yang terdiri dari siswa anggota jurnalis kelas X, pemenang

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kekreativitas siswa dalam bidang kepenulisan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai peringatan hari sumpah pemuda dan lahirnya bahasa. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat memelihara bahasa dan sastra Indonesia dan dapat menggunakan dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari.

21


EKSKUL

EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

Ekstrakurikuler Pramuka merupakan ekskul yang mengajarkan tentang pendidikan kepanduan. Pramuka merupakan akronim dari Praja Muda Karana yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Ekskul Pramuka Ambalan Supriyadi Malahayati dilaksanakan setiap hari Minggu di SMK Islam 1 Blitar dengan pembina utama Ibu Drs. Musiti.

Dengan bersholawat hati akan menjadi tenang. Di SMK Islam 1 Blitar ada ekskul sholawat yang bernama Sholawat Al-Muhandisi. Ekskul ini memiliki agenda rutin setiap tahun, yakni sowan ke Ndalem Habib Syech Abdul Qodir Assegaf di Solo. Ekstrakurikuler Sholawat dilaksanakan setiap hari Ahad di SMK Islam 1 Blitar dengan pembina Bapak Sugianto, S.Ag.

JURNALISTIK PERSPEKTIF

Ekstrakurikuler Jurnalistik Perspektif merupakan ekskul yang mengajarkan tentang kepenulisan. Untuk meningkatkan kompetensi para anggotanya, ekskul ini mengadakan pelatihan jurnalistik setiap tahun dengan mendatangkan pemateri yang ahli dalam bidangnya, yakni menulis, reportase, fotografi, dan desain/layout. Produk utama dari ekskul ini adalah majalah sekolah yang terbit setiap semester. Ekskul dilaksanakan pada hari Kamis dan Sabtu dengan pembina Ibu Faizatul Hanafiyah, S.Pd.

Paskibraka merupakan akronim dari pasukan pengibar bendera pusaka. Tak sekadar berlatih baris berbaris untuk menjadi petugas upacara, dalam ekskul ini mereka belajar tentang kedisiplinan, kekompakan, dan fokus pada hal yang dikerjakan. Ekskul ini juga telah menjuarai banyak lomba PBB. Ekskul ini dilaksanakan pada hari Minggu dengan dibina oleh Bapak Imam Moestofa.

22

SHOLAWAT AL MUHANDISI

PASKIBRAKA


EKSKUL

SEPAK TAKRAW

Sepak takraw merupakan jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli, yang dimainkan di lapangan yang ukuran lapangannya sama dengan lapangan ganda olahraga bulu tangkis, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan. Ekskul sepak takraw dilaksanakan setipa hari Kamis dengan dibina oleh Bapak Darul Khoiri, S.Pd. dan Bapak Rendi Bagus Ari Pratama, S.Pd.

Bola voli adalah permainan olahraga yang dimainkan oleh dua grup berlawanan dengan mengandalkan kekuatan tangan. Ekskul bola voli di SMK Islam 1 Blitar telah berhasil menyabet juara pada ajang perlombaan, salah satunya adalah juara 3 pada even Galadesa tahun 2018. Ekskul ini dilaksanakan pada hari Kamis dengan dibina oleh Guru Olahraga SMK Islam 1 Blitar.

FUTSAL

BOLA VOLI

Futsal merupakan permainan bola yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan lima orang. Ekskul ini cukup digemari oleh siswa SMK Islam 1 Blitar. Berkat latihan yang baik, ekskul ini telah berhasil menjuarai berbagai perlombaan, salah satunya adalah juara 2 pada acara PORSEMANAS yang diadakan di Malang beberapa waktu lalu. Ekskul ini dilaksanakan setiap hari hari Sabtu dengan pelatih Bapak Vidyan Nugraha, S.Pd.

23


GALERI SMEKISA

Gall

ng Gembira Suasana Panggu2018 ir Job Fa

Launching Produk

Teknopark

ulum

is Kurik Bimbingan Tekntsu Daiha

24

elarasan Workshop Penyri Samsung st Kurikulum Indu

Penerimaan Tamu Amba SMK Islam 1 Blitar lan

kediaman KS Berkunjung ke yer (Jerman) bersama Mr. Be


GALERI SMEKISA

lery an Haji Acara Tasyakur an dan Santun

Pemenang Lomba

BBS 2018

rta Fashion Show Perwakilah Pese Berpose Tengah

m’iyyah Anjangsana Ja aaris Takmiril Mad

Proses Pembuatan Ki

ng Sugar

n

Pondok Pesantre Suasana DapurMuhsin Al

25


PROFIL GURU

Memahami Makna Kegigihan dari Pak Gigih Drs. H. Gigih Widyanto adalah wakil kepala sekolah urusan kesiswaan di SMK Islam 1 Blitar. Beliau menjabat sebagai wakil kepala sekolah sejak tahun 2013 sampai sekarang. Selain menjabat sebagai wakil kepala sekolah, beliau adalah guru program keahlian DPIB di SMK Islam 1 Blitar yang telah mengajar sejak tahun 1994. Beliau beralamat di Desa Jinglong RT1 RW 3 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Bapak kelahiran Banyuwangi, 10 Mei 1963 ini memulai pendidikan di IKIP Malang jurusan TGB pada tahun 1982 dan tamat S1 pada tahun 1986. Beliau memulai kariernya sebagai guru SMP lalu menjadi guru SMA. Kemudian pada tahun 1996, Pak Gigih mengajar di SMK Islam 1 Blitar seraya mengembangkan kariernya sebagai kontraktor.

proyek-proyek tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat, Bapak Gigih mengecek dengan menelefon, bila ada waktu beliau mendatangi proyek tersebut. Beliau merupakan sosok yang sangat menginspirasi orang-orang khususnya siswa SMK Islam 1 Blitar supaya giat dalam bekerja dan pintar membagi waktu. Motivasi dalam hidupnya adalah “Aja Cethil dan saling berbagi� yang berarti jangan pelit kepada orang terutama yang membutuhkan dan selalu membantu dan berbagi materi, tenaga, maupun ilmu yang dimiliki lantaran harta yang kita punya juga milik orang lain.

Beliau mempunyai harapan agar semua jurusan di SMK Islam 1 Kota Blitar semakin maju dan berkembang, terutama Selain berkecimpung dalam dunia jurusan Desain Permodelan dan Informasi pendidikan, beliau juga bekerja sebagai Bangunan (DPIB) yang merupakan bidang seorang kontraktor. Namun, karena yang ditekuni oleh Bapak Gigih. kegigihannya, kedua pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan baik karena dibantu -DKY, FKS, MFL oleh para mandor yang sudah dipercayai untuk menangani proyek. Untuk memastikan

26


PROFIL ALUMNI

PROFIL ALUMNI Sobat, Pers! Guru adalah orang yang mengajar dan mendidik kita dari tidak bisa menjadi bisa. Tahu kah kalian, ternyata banyak guru kita yang merupakan alumni SMK Islam 1 Blitar. Mau tahu siapa sajakah beliau? Simak informasi berikut ! ROHMAN S. Pd (Alumni tahun 1995) Guru Teknik Mesin sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Sarana dan Prasarana. Lahir di Blitar, 25 September 1977. Beralamat di Ds. Gangsri RT. 2 RW. 2 Tingal Garum Kab.Blitar. MOH. HERUMAN, S.Pd. (Alumni tahun 1981) Guru Matematika sekaligus menjabat sebagai Bendahara SMK Islam 1 Blitar. Lahir di Blitar, 28 Februari 1960. Beralamat di Perum Wisma Indah Blok PS 12 Kepanjenlor Blitar. RUDI TRIANTO, S.Kom (Alumni tahun 1999) Guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sekaligus menjabat sebagai Ketua Progli TKJ. Lahir di Blitar, Januari 1980. Beralamat di RT 2 RW 4. Jatilengger Ponggok Kab. Blitar. NUR ROKHIM, S.Pd. (Alumni tahun 2008) Guru Teknik Otomotif. Lahir di Blitar, 7 Juli 1990. Beralmat di Jl. Melati Gg. III No. 117 RT 1 RW 12 Kepanjenkidul Blitar. GALEH ROBIBINUR (Alumni tahun 2010) Guru Seni Budaya. Lahir di Blitar, 31 Agustus 1992. Beralamat di Jl. Cimedang No.11 RT.8/RW.2 Kel.Bendo Kepanjenkidul Blitar. AKHMAD HAMDANI ZUHRI, S.Pd (Alumni tahun 2008) Guru Teknik Mesin. Lahir di Blitar, 29 September 1990. Beralamat di Ds. Sumberjati RT.02 RW 05 Kademangan Blitar. HERU AGUS PRAMANA, ST. (Alumni tahun 1995) Guru Teknik Sepeda Motor. Lahir di Blitar, 18 Agustus 1975. Beralamat di RT. 4 RW. 8. Kembangan , Kec Sanankulon. Kab Blitar ENDIK FRIDIAN HERMAWANTO, S.Pd (Alumni tahun 2004) Guru Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Lahir di Malang, 3 Agustus 1986. Beralamat di Jl. Terusan Ambarawa No.20 Ds. Sumberasri Lowokwaru. MOCH.ULIL ABSOR, M.Pd.i. (Alumni tahun 2004) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Lahir di Blitar, 23 Oktober 1985. Beralamat di RT. 02 RW.09 Desa Purwokerto, Kec Srengat. Kab Blitar. SAERONI (Alumni tahun 2012) Guru Teknik Otomotif. Lahir di Blitar, 27 Juli 1994. Beralamat di RT. 2 RW.1 Tulungsari Tingal Garum Blitar. EKO BUDI NURDIANSYAH, S.Pd. (Alumni tahun 2009) Guru Teknik Mesin. Lahir di Blitar, 24 Maret 1990. Beralamat di Jl. Semangka No. 22 RT.1 RW.4 Wonorejo Srengat Blitar.

27


PRESTASI SISWA

Nimas,

Si Suara Emas Ketika kalian mendengar nama “Nimas Ayu”, apa yang kalian pikirkan? Pasti dalam angan kalian terpikirkan sesosok siswa yang mempunyai bakat luar biasa di bidang suara bukan? Ya, siswa yang memiliki nama lengkap Nimas Ayu Citra Nuraini merupakan salah satu siswa SMK Islam 1 Blitar yang memiiki talenta bernyanyi. Gadis manis yang beralamat di Jalan Kali Comal RT 3 RW 4 Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ini telah menjuarai banyak ajang perlombaan menyanyi baik tingkat daerah maupun nasional. Nimas lahir di Blitar tanggal 15 Maret 2001. Meski masih berusia 17 tahun, ia telah memperoleh banyak juara. Beragam ajang perlombaan ia ikuti. Berawal dari les keyboard saat masih duduk di sekolah dasar, nimas mulai menemukan bakatnya di bidang bernyanyi. Tidak hanya lagu dangdut saja, ternyata ia juga pernah menjuarai lomba menyanyi lagu pop, lagu nasional, dan juga lagu sholawat. Sejak tiga tahun lalu, ada lebih dari 15 perlombaan yang ia menangkan, di antaranya Juara 1 Festival Anak Sholeh se-Blitar Raya, Juara 1 The Best Vocal se-Blitar Raya , Juara 2 Festival Band seBlitar Raya, Juara 3 Lomba Band se-Blitar Raya, Juara 1 Lomba Featival Sholawat se-Karisidenan Kediri, The Best Vocal Festival Sholawat, Juara 3 Lomba Solo Vocal, Harapan 1 Aini Record Mencari Bintang (se-Jawa Timur), Harapan 3 Lomba Pop Solo, Juara Harapan 2 Singing Of Religion, Juara Harapan 2 Festival Sholawat, dan Top 5 Bintang Pantura 5 Indosiar.

28

Dengan moto hidup “kunci sukses yang utama adalah disiplin dan tindakan lebih baik daripada rencana”, Nimas telah membawa nama harum sekolah dengan memenangkan audisi Bintang Pantura 5 Indosiar. Tidak main-main lagi, dalam audisi ini Nimas telah mencapai TOP 5. Waw! Pencapaian yang luar biasa. Walaupun dalam TOP 5 ia gugur, ia telah membawa nama baik Kota Blitar terutama sekolah kita, SMK Islam 1 Blitar. “Nimas, kamu kok bisa pinter nyanyi sih nimas?” mungkin kalian pernah terbesit sebuah pertanyaan seperti ini. Iya nggak? Satu anak ini memang termasuk salah satu siswa “emas” yang dimiliki SMK Islam 1 Blitar. Ets, teman-eman yang kepo tetapi tidak berani tanya. Tenang, Sob! Dia bagikan tga tips untuk menjadi anak berprestasi. Pertama, tawadu’ terhadap orang tua. Semua perintah dan saran dari orang tua sebaiknya dijalankan selama tidak menjurus pada maksiat. Kedua, jangan takut gagal. Jika kita takut gagal, maka kita tidak akan bisa berprestasi di hari mendatang. Ketiga, sholat lima waktu. Agar apa yang kita lakukan berokah dan bermanfaat, kita harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Apa lagi dengan shalat. Kita harus tertib menjalankannya karena sholat adalah tiang agama. Nah! Yuk, kita sama-sama mengikuti tips berprestasi dari Nimas supaya kita semua juga berprestasi sepertinya.


PRESTASI SISWA

Prestasi Smekisa Juara I Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) PADANTARAN Tingkat Pemula se-Jawa Timur 2018

EVENT GALADES KOTA BLITAR 2018 1. Juara I Sepak Takraw 2. Juara III Bola Voli

PORSEMANAS I (Pekan Olahraga Seni Ma’arif Nasional) 1. Juara II Futsal 2. Juara II Bola Volly 3. Juara II Lari 100 meter Juara I Futsal PSSI CUP 2018

29


OPINI

Peran Santri Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa Santri lahir dari rahim pesantren, mereka dididik dengan tauladan terbaik oleh para pewaris Nabi yang mengedepankan usawatun hasanah. Mereka digembleng melalui kedisiplinan yang tinggi, disiapkan untuk menjadi sosok terbaik yang mampu bermanfaat untuk semua ciptaan tuhan, berakhlakul karimah dan berjiwa yang sosialis tidak memandang harta, tahta, dan jabatan duniawi saja yang siap terjun dalam kehidupan bermasayarakat. Secara garis besar santri merupakan aset besar bagi bangsa ini, karena tercatat oleh Kemenag tahun 2018 terdapat 25.938 pesantren dengan jumlah santri secara keseluruhan yaitu 3.962.700, jumlah yang tidak sedikit itu mereka siap untuk berkontribusi positif kedepan nya bagi bangsa ini, khususnya menjaga ketuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Santri tentu memiliki peran yang amat setrategis dalam menjaga keutuhan bangsa ini, karena pendidikan dan kebiasaan yang mereka dapat dari pesantren mereka yang mayoritas mengedepankan kedisiplinan. Di pesantren, para santri dididik dengan beragam keilmuan yang bertujuan untuk penguatan keagamaan juga pengetahuan sosial bermasyarakat. Kondisi tersebut tentu menjadi salah satu keunggulan sistem pembelajaran pada pesantren, pebelajaran pada pesantren menitik beratkan pada penguasaan materi yang benar – benar mumpuni mengenai permasalahan keagamaan dari beragam referensi ulama terdahulu. Mereka dilatih dengan kebiasaan

beragam perdebatan antara ulama satu dengan ulama lainnya yang inti nya sama dan sumber nya pun juga sama yaitu Al – Qur’an dan Hadist, tetapi model penyampaian dan gaya bahasa nya yang berbeda, dengan tujuan untuk melatih santri agar mereka mengetahui kalau permasalahan di dunia ini bermacam – macam, hanya saja cara berfikir seseorang untuk menyelesaikan masalah ini bagaimana. Dari kondisi tersebut tidak diragukan lagi bahwa santri memiliki peran besar dalam menjaga ketuhan bangsa ini dengan pola fikir mereka yang tentu saja tidak monolitik. Dalam pesantren juga mereka diajarkan akan kehidupan sosial yang toleransi antar umat beragama yang baik dan benar. Mereka dididik melalui beberapa permasalahan yang biasanya sering terjadi dalam masyarakat. Seperti konflik Aceh pada tahun 2015 perselisihan dalam hal keyakinan yang berujung pada pertengkaran dan juga perpecahan, mengapa hal itu terjadi? Karena mereka tidak pernah dididik dalam pesantren sehingga pola fikir mereka sangat pendek, apalagi mereka yang telah tercampur dengan kenakalan remaja yang saat ini marak - marak nya rusaknya mental para remaja. Dalam situasi tersebut mereka tidak bisa mengkondisikan dan mencari jalan keluar untuk konflik tersebut. Tetapi berbeda dengan santri ketika ada sebuah konflik perbedaan penentuan 1 Romadhon ataupun 1 Syawal pada umat islam, antara dua organisasi islam yang ada di Indonesia ini. Mereka tidak lah sampai bermusuhan ataupun bertengkar dalam perbedaan ini, karena mereka mengerti akan dampak yang terjadi apabila mereka bermusuhan, dan juga mereka telah dididik dalam pesantren untuk bertoleransi.

OPINI

30


OPINI Pendidikan dalam pesantren juga mengondisikan santrinya untuk mengenal lingkungan masyarakat yang ada disekitarnya. Pendidikan pesantren memang ditujukan untuk mendekatkan para santrinya dengan realitas masyarakat, sebab mereka memang disiapkan untuk mengabdi dimasyarakat kelak kalau mereka lulus nanti, seperti dalam hadist Rasulullah ”khoirunnasi anfa uhum linnass” yang artinya sebaik – baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya. Kini masyarakat dan bangsa dihadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan yang mendesak seperti, krisis ekonomi, pengangguran, arus urbanisai dan lain sebagainya. Dalam permasalahan ini jalan keluarnya adalah mengerahkan segala sumber yang ada dalam bidang pendidikan, maka ekstensi santri dalam pesantren yang akan lebih disorot. Karena masyarakat dan pemerintah mengharapkan pondok pesantren yang memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan. Dengan watak otentik pondok pesantren yang cenderung menolak pemusatan (sentralisasi) santri sangat diharapkan dalam tengah – tengah masyarakat, dan diharapkan untuk mendidik akhlakul karimah dalam masyarakat. Jihad para santri pada saat ini tentu semakin berat. Selain kemampuan yang mumpuni pada penguasaan keislaman juga diharapkan memiliki keluasan cakrawala pengetahuan dalam beragam perspektif keilmuan umum. Sebab mereka akan dihadapkan pada persoalan – persoalan yang ada dalam kehidupan. Saat ini tantangan bagi para santri tentu akan lebih kompleks dibanding masa – masa sebelumnya. Mereka akan bergelut dengan isu – isu sosial kemasyarakatan, lingkungan, politik, ekonomi, dan kebangsaan yang lebih rumit dibanding dengan masa lalu. Modalitas yang didapat para santri ketika dipesantren sesungguhnya sangat berarti bagi realita kehidupan kebangsaan saat ini. Apalagi jika dikuatkan dengan kapasitas yang dimiliki diberagam bidang kehidupan. Hari santri yang kini diperingati setiap 22 Oktober ditetapkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2015 silam dapat menjadi momentum bersama untuk megakui bahwa generasi pecinta tanah air ini yang perlu dirawat dan dikembangkan. Karakter dan perannya sangat diperlu dikembangkan lebih jauh lagi, terutama menghadapi kemelut konflik akibat beragam perbedaan identitas dan kepentingan. Melalui semangat Hari Santri mereka senantiasa ingin menyampaikan pesan bahwa kebinekaan atau keragaman adalah identitas utama Indonesia. Perbedaan paham, agama, suku, maupun kepentingan kelompok haruslah disikapi tanpa harus menggunakan kekerasan. Bahwasannya merawat perdamaian di negeri Indonesia adalah kewajiban bersama. Begitupun bagi para santri diseluruh plosok

negeri. Sudah saatnya berani tampil selangkah lebih maju untuk terus menyuarakan kerukunan dan perdamaian di masyarakat. Prinsipnya tentu tidak jauh dari kesejukan dalam menyampaikan pesan – pesan agama, merangkul keragaman masyarakat, dan ikut serta mengawal kedulatan Republik Indonesia. Saat ini santri merupakan ujung tombak dalam penyelesaian dari berbagai masalah yang telah mereka dapat dari pendidikan pesantren. Keberadaan pesantren diyakini bisa berfungsi sebagai filter penyebaran berita bohong (hoax) di lingkungan masyarakat. Apalagi menjelang perhelatan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, penyebaran hoax diprediksi akan semakin kuat. Penyebaran berita bohong diyakini akan semakin masif menjelang pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019. Apalagi dengan cenderung tingginya penggunaan gadget atau smartphone di kalangan masyarakat, upaya menyebarkan berita bohong akan cukup efektif menyerang secara personal. Hoax dalam perspektif sekarang sudah menjadi industri. Memang hoax itu diciptakan dan diproduksi sebanyak mungkin untuk menyerang lawan politik dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan sikap jelas dari pemerintah, tokoh masyarakat, maupun alim ulama, untuk menetralisasi bahaya hoaks agar tak menimbulkan gesekan di masyarakat. Di pesantren santri di ajarkan untuk memiliki sifat tabayyun. Dengan sifat tabayyun itu sangat diperlukan untuk memilah sebuah berita yang belum jelas kebenarannya. Banyak negara yang akhirnya hancur karena merajalelanya hoax, salah satunya Suriah yang hancur karena adu domba. Peluang santri dalam menjaga keutuhan bangsa ini sangatlah terbuka, seperti di era digital ini,para santri dapat mengisi ruang – ruang media sosial yang saat ini cenderung berkonten negatif diubah menjadi konten yang lebih bermanfaat tanpa menyinggung perasaan orang lain. Kehadiran kanal daring ini dapat menjadi ruang yang amat strategis untuk menjadikan sarana pemersatu dan berdakwah agama islam yang rahmatal lil alamin ini. Islam yang ramah bukan islam yang marah, ajaran dan ujaran yang meneduhkan bukan malah menimbulkan kemarahan, ajaran yang merangkul bukan malah memukul. Bersama santri damailah negeri.

-M. R. Ulin Nuha XII B Juara 1 Esai BBS 2018

31


WAWASAN

BMW (BEKERJA, MENERUSKAN, WIRAUSAHA)

Hai kawan PERSPEKTIF! Kini dunia industri semakin berkembang dan telah mencapai Revolusi industri 4.0. Tahukah kalian tentang industri 4.0? Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Industri ini menghasilkan “pabrik cerdas� yang berstruktur moduler, sistem ciber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan sainn dnia fisik secara virtual,dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Oleh sebab itu, SMK Islam 1 Blitar mengadakan progam BMW. Apakah kalian tahu apa itu BMW ? BMW merupakan singkatan dari beberapa keputusan yang akan diambil siswa SMK setelah kelulusan. Yakni bekerja, meneruskan, atau wirausaha. Nah! Untuk mendukung keputusan-keputusan tersebut, SMK lslam 1 Blitar memfasilitasi sebuah program yang bertujuan untuk mempersiapkan mental dan fisik peserta didik supaya dapat menghadapi persaingan dalam dunia industri sesuai dengan program keahlian yang dimiliki peserta didik masing-masing.

Setiap keputusan mendapatkan program tersendiri, antar lain:

1) Bekerja Tentunya lulusan SMK diharapkan tingkat keterserapanya di dunia usaha dan industri

32

dapat tersalurkan dengan cepat. Supaya hal tersebut dapat tercapai, sekolah bekerja sama dengan beberapa PT (Perseroan Terbatas) dan Industri antara lain, PT. ASTRA DAIHATSU, PT. KUBOTA, PT. PAMA PERSADA, dan masih banyak lagi. 2) Meneruskan Siswa SMK tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi lagi. Dalam hal ini sekolah juga bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang dan beberapa Universitas Swasta lainya. 3) Wirausaha Wirausaha adalah harapan sebenarnya lulusan SMK tidak semata-mata mengharap selalu meminta dan mencari pekerjaan tetapi diarahkan untuk dapat menciptakan lapangan perkerjaan baru dan mandiri sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya. Contohnya jurusan teknik kendaraan ringan dimungkinkan untuk dapat membuka lowongan pekerjaan dalam bidang otomotif. Dengan mengadakan program ini diharapkan dapat membentuk jiwa yang kreatif dan inovatif dalam diri setiap siswa SMK Islam 1 Blitar, untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 saat ini.


URI-URI BUDAYA

Pranatacara inggih punika satunggiling paraga ingkang gadhah jejibahan nglantaraken titilaksana ing satunggiling upacara adat temanten, kesripahan, resmi/formal, pepanggihan, pasamuan, pengaosan, pentas (show) lan sapiturutipun. Upaminipun wonten ing tata upacara adat temanten Jawi pranatacara kajibah nglantaraken titi laksitaning adicara ijab, pawiwahan lan panghargyan, sanadyan makaten adicara ijab kadhang kala madeg piyambak boten kagarba kaliyan adicara pawiwahan lan panghargyan temanten. Ing upacara kasripahan juru paniti laksana nglantaraken tata upacara pangrukti utawa pametaking layon. Anggenipun dados pranata adicara kedah nggatosaken punapa ingkang wonten ing tata cara pranata adicara. Pranata adicara kedah nggatosaken punapa ingkan dipunwastani 4W, kang isinupun: Wiraga, Wicara, Wirasa, Wirama. Jejibahaning pranatacara limrahipun inggih prasaja, inggih punika ngaturaken acara satunggal baka satunggal ing acara menapa kemawon. Acara sapisan punika, dhumateng Bapak... sumangga. Lajeng ngaso. Acara kaping kalih punika... dhumateng Ibu... sumangga. Lajeng ngaso. Makaten salajengipun namung ngaturaken acara satunggal baka satunggal. Nalika para tamu ngunjuk pranatacara inggih ngemum, nalika para tamu dhahar, pranatacara inggih dherek nedha. Ingkang baku acara sampun saged lumampah. Béda kaliyan pranata adicara, kajawi nindakaken ingkang kados katindakaken pranatacara,

P ranatacara

pranata adicara saged ngisi acara damel regeng ngregenging swasana. Upaminipun nalika para tamu nembé ngunjuk, pranata adicara nyandra para tamu, nyandra sasana pawiwahan, nyandra tarub. nalika para tamu nembé dhahar, pranata adicara nyandra temanten. Gampilipun pranata adicara saged akarya regenging swasana, boten sepa,sepi,samun. Pranata adicara boten badhé katelasan wicara sarta perkawis ingkang kawedhar (materi/ bahan) kanggé ngisi swasana. Sanajan kedah 2-3 jam micara. Kajawi punika pranata adicara saged ngolah acara menapa kemawon, tanggap ing sasmita saha swasana, satemah saged damel putusaning adicara kanthi laras tur leres.

33


ENGLISH CORNER

How to Have A High Score TOEFL ? The TOEFL is one of the most difficult tests you will ever take in your life! You need to study hard to get a high score on the TOEFL. Here is a list often things that will help you get the highest score possible on the TOEFLIBT, and fulfill your dream of studying at an English speaking university. 1. Make sure you understand the TOEFL! The TOEFL is the Test of English as a Foreign Language. It is an English proficiency test produced by an American company called ETS. It measures your English reading, listening, speaking, and writing skills, and your ability to succeed at an English-speaking university. 2. Be prepared! You should give yourself 6 months to 1 year to be fully prepared for the test, especially if you have ever taken the test before. When you sit down at the computer to take the test, nothing should be a surprise. You should know every reading question, every listening question, every speaking task, and every writing task on the test. You should know exactly what you have to do to answer every question properly. 3. Read Everything. Listen to Everything.

34

On the TOEFL you will read passages or listen to lectures on everything from astronomy and American history to psychology and biology! When you are studying for the TOEFL, it is not good enough to just listen to and read things that you enjoy and are interested in. You need to build your vocabulary, so you need to read about a variety of topics. 4. Learn how to take good notes. This is an essential skill you will need for the listening, speaking, and writing sections of the test, and it is as kill you will need later on at an English-speaking university. In each section where listening is required, you can only listen to the clip ONCE! You cannot go back and listen to it again and again. You will then have to answer questions on what you heard (listening section), speak about what you heard (speaking section), or write an essay base don’t what you heard (writing section).Therefore you will need to take good notes! People who take good notes get higher scores on the TOEFL. 5. Make sure your pronunciation is clear. For the TOEFL speaking section, it’s OK to speak English with an accent. Your pronunciation doesn’t have to be perfect, but you need to speak clearly and be under stood.


ENGLISH CORNER

KIMONO

Hai.. sobat PRESPEKTIF apakah kalian tahu tentang baju adat jepang? Kami akan mengupas salah satu baju adat jepang yaitu Kimono, berikut penjelasanya. Kimono (着物) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang). Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T”, mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/ pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta. Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode.[1] Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan

mengenakan kimono.[2] Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-GoSan. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan). Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (hanayome ishō) terdiri dari furisode dan uchikake (mantel yang dikenakan di atas furisode). Furisode untuk pengantin wanita berbeda dari furisode untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untuk furisode pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambar burung jenjang. Warna furisode pengantin juga lebih cerah dibandingkan furisode biasa. Shiromuku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupa furisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih. Sebagai pembeda dari pakaian Barat (yōfuku) yang dikenal sejak zaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai wafuku (和 服, pakaian Jepang). Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut kimono. Sebutan lain untuk kimono adalah gofuku (呉服). Istilah gofuku mulanya dipakai untuk menyebut pakaian orang negara Dong Wu (bahasa Jepang : negara Go) yang tiba di Jepang dari daratan Cina.

35


FAKTA UNIK

RENCANA “BULAN BUATAN” CHINA Bukan China namanya jika tak menunjukkan taringnya dalam bidang teknologi Antariksa. Teranyar, China mengumumkan bakal meluncurkan Satelit iluminasi yang dikenal sebagai ‘Artificial Moon’ alias bulan buatan. Dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Science and Technology Microelectronics System Research Institute, bulan ‘palsu’ itu dibuat untuk menerangi kota menggantikan penerangan konvensional yang umumnya menggunakan lampu-lampu jalan. Mengutip CNN Indonesia,bulan buatan itu akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang. Pengujian satelit penerangan China itu telah dimulai sejak bertahun-tahun lalu. Kepala Lembaga Penelitian Sains Chengdu Aerospace, Wu Chunfeng mengklaim bahwa bulan buatan akan memberikan cahaya delapan kali lebih terang dari bulan asli. Bulan ini juga dikatakan cukup terang menggantikan lampu jalan. Chunfeng mengatakan, satelit tersebut akan mampu menerangi area seluas 10-80 kilometer. Sementara itu, jangkauan pencahayaan yang tepat bisa dikontrol dalam beberapa puluh meter. Mengutip Live Science, meski hanya akan

36

bersinar di Chengdu, tapi cahaya bulan buatan itu bakal nampak di seantero China. Namun, sampai saat ini, masih sedikit yang diketahui tentang tinggi, ukuran, dan tingkat kecerahan yang dimiliki bulan buatan ini. Rencana China meluncurkan bulan buatan ini membuat beberapa ilmuwan prihatin. Pasalnya, lampu yang dipantulkan dari angkasa bisa membawa dampak buruk bagi aktivitas hewan tertentu dan pengamatan astronomi. Namun, Direktur Institut Optik Sekolah Luar Angkasa, Institut Teknologi Harbin, Kang Weimin membantahnya. Menurutnya, cahaya satelit yang dihasilkan mirip dengan cahaya saat senja dan tidak memengaruhi aktivitas hewan. China bukan negara pertama yang mencoba membangun bulan buatan. Sebelumnya, Rusia pernah meluncurkan proyek serupa. Pada era 1990an, Rusia meluncurkan sistem pemantulan cahaya matahari ke bumi atau ‘cermin ruang angkasa’. Sistem itu dimaksudkan untuk menghasilkan cahaya setara dengan tiga hingga lima kali cahaya bulan purnama.


WISATA

Menengok sekilas tentang kota Blitar, pasti yang terlintas pertama kali adalah presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, atau yang lebih akrab dengan panggilan bung Karno. Sebab, di sinilah terdapat museum presiden pertama Indonesia ini. Namun, tahukah Anda tempat wisata Blitar yang lain yang juga patut Anda lirik? Seperti pantai. Blitar memiliki sejumlah pantai dengan keindahan yang tak kalah menarik dengan tempat lain. Salah satunya adalah Pantai Tambakrejo Blitar Jawa Timur. Setelah lelah dengan kunjungan ke Kampung Coklat dan Air Terjun Tirto Galuh, tidak ada salahnya Anda menghabiskan sisa waktu di sore hari mengunjungi tempat wisata Blitar yang satu ini. Pantai nan eksotis ini menyimpan keindahan yang amat memesona. Selain karena keelokan pantainya, Pantai Tambakrejo di Blitar juga menyimpan aura mistis seperti pantaipantai lain yang berada di perairan laut selatan. Pantai Tambakrejo berbentuk seperti teluk dengan panjang garis pantainya kurang lebih 10 kilometer. Pantai dengan air laut berwarna biru ini membentang dengan pasir putih yang memikat. Bagi Anda yang hobi bermain pasir, pantai ini sangat cocok untuk Anda kunjungi. Pantai ini mempunyai hamparan pasir putih yang cukup luas, sehingga Anda bisa sepuasnya

menyalurkan bakat Anda membuat istana pasir. Atau bagi Anda yang hendak bermalam, Anda bisa mendirikan tenda di tepi pantai. Wisata Pantai Tambakrejo Blitar Jatim memiliki gulungan ombak dengan ketinggian sedang. Meskipun para pengunjung yang datang diperbolehkan untuk bermain air, namun ada satu papan peringatan yang akan membuat Anda menelan ludah pahit. “Silakan Mandi di Laut, Kami Siap Mencari Mayat Anda�. Mengerikan bukan? Kata-kata tersebut sebenarnya adalah sikap kehati-hatian para pengelola pantai yang mengutamakan keselamatan pengunjung. Karena memang sebagian besar pantai yang menghadap ke samudera hindia cukup membahayakan. Pantai ini dinamakan Pantai Tambakrejo sesuai dengan letaknya yang berada di desa Tambakrejo. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak mau memperhatikan pengelolaan pantai nan eksotis ini. Karena jika bisa dikembangkan sebagai tempat wisata secara maksimal, bukan hanya menjadi sarana pendapatan dan promosi daerah, namun juga memberi manfaat kepada masyarakat sekitar pantai. Sebagai pedagang, nelayan, maupun penyedia fasilitas pantai lainnya sebagai tambahan pendapatan. http://tempatwisataindonesia.id

Pantai Tambakrejo Blitar

37


TEKNOLOGI

Google Resmikan

Android 9 “Pie” Semenjak diumumkan pada konferensi Google I/O 2018 bulan Mei lalu, banyak pihak coba menerka julukan resmi untuk sistem operasi Android versi ke-9 alias Android P,ada yang menerka jika Android P adalah Android Popsicle (Android Es Lilin) dan ada juga yang menyebut Android Pineapple (Android Nanas) Kini Google telah resmi mengungkapkan kepanjangan dari huruf “P” di nama sang OS, yakni “Pie”. Melanjutkan tradisi Google, Pie dikenal sebagai salah satu jenis makanan dengan isian manis yang biasa disajikan sebagai hidangan penutup atau dessert, meski sebenarnya ada juga versi asin dengan isian macam daging. Sebelum Android 9, Android 8 (O), memiliki julukan “Oreo”, Android 7 (N) bernama “Nougat”, Android 6 (M) disebut sebagai “Marshmallow”, kemudian Android 5 (L) adalah “Lollipop”. Sekarang Android 9 Pie sendiri mulai tesedia dalam versi official release. Namun, OS ini baru hadir untuk seri smartphone Pixel besutan Google lewat update over-the-air.Update Android P untuk ponsel merek lain akan menyusul belakangan. Daftar Pabrikan Android yang ikut serta dalam program Android P beta untuk persiapan rilis OS tersebut antara lain Sony, Xiaomi, Nokia, Oppo, Vivo, OnePlus, dan Essential.

38

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Selasa (7/8/2018), Google mengklaim para pabrikan peserta program beta Android P bakal memperoleh update dalam waktu dekat, sekitar kuartal ketiga 2018. “Kami juga bekerja sama dengan para partner lain untuk meluncurkan perangkat baru dengan Android 9, atau upgrade ke Android 9, di tahun ini,” sebut sang raksasa software itu. Android Pie adalah rilis utama Android yang kesembilan dan penerus Android Oreo tahun lalu.Pembaruan ini memperkenalkan beberapa fitur baru terutama seputar penggunaan pembelajaran mesin untuk membuat ponsel anda lebih pintar. Salahsatu fiturnya antara lain adalah Fitur Adaptive battery,yang dapat menghitung aplikasi mana yang kurang anda gunakan dan memangkas daya aplikasi tersebut untuk membuat baterai anda tahan lama. Demikian pula dengan fitur Adaptive Brightness yang akan secara otomatis menyesuaikan kecerahan layar dengan lokasi anda saat ini dan apa yang anda lakukan di perangkat. Dan masih banyak lagi fitur fitur yang terdapat pada Android Pie ini seperti Fitur Digital Wellbeing, navigasi berbasis gestur, notifikasi gaya baru, hingga status bar yang sengaja dikosongkan di bagian tengah untuk mengakomodir bagian “notch” alias poni di layar.


RESENSI

Tetralogi Pulau Buru Pramoedya Ananta Toer

Seri Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer.

Tetralogi Buru

Sinopsis

Tetralogi Buru atau Tetralogi Pulau Buru atau Tetralogi Bumi Manusia adalah nama untuk empat novel karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit dari tahun 1980 hingga 1988 dan kemudian dilarang peredarannya oleh Jaksa Agung Indonesia selama beberapa masa.

Tetralogi kisah pergerakan kebangkitan nasional Indonesia antara 1898-1918, ini bercerita tentang kehidupan Minke, putra seorang bupati yang memperoleh pendidikan Belanda pada masa pergantian abad ke-19 ke abad ke-20. Latar utama tetralogi ini terjadi pada masa awal abad ke-20, tepatnya tahun 1900 ketika tokoh utamanya, Raden Mas Minke lahir.

Tetralogi Buru ini mengungkapkan sejarah keterbentukan Nasionalisme pada awal Kebangkitan Nasional, dan pengukuhan atas seorang yang bernama Tirto Adhi Soerjo yang digambarkan sebagai tokoh Minke. Keempat buku tersebut adalah (1) Bumi Manusia (1980), (2) Anak Semua Bangsa (1981), (3) Jejak Langkah (1985), dan (4) Rumah Kaca (1988)

Nama Minke adalah nama samaran dari seorang tokoh pers generasi awal Indonesia yakni Raden Tirto Adhi Soerjo. Cerita novel ini sebenarnya ada unsur sejarahnya, termasuk biografi RTAS tersebut yang juga nenek moyang penulis. Cerita lainnya diambil dari berbagai rekaman peristiwa yang terjadi pada lingkup waktu tersebut. Termasuk di antaranya rekaman pengadilan pertama pribumi Indonesia (Nyai Ontosoroh) melawan keluarga suaminya seorang warga Belanda totok yang terjadi di Surabaya.

39


CERPEN

Mimpi Malahayati

“Bermimpi adalah kodrat semua manusia. Tidak terkecuali kita, makhluk hidup yang tak pernah absen untuk mengeluh dan lupa untuk bersyukur.� Oleh : Dara Ayundi Semburat senja menghias langit sore ini. Menimbulkan siluet daun kelapa yang bergoyang mengikuti angin. Burung camar sibuk menari melawan ombak dan segera bersiap untuk pulang kerumahnya masing – masing. Lihatlah betapa senja tercipta begitu indah kali ini. Bahkan sepasang muda dan mudi masih terduduk di atas motor tua sambil mengabadikan raut wajah bahagia mereka melalui kamera Polaroid. Bila lupa, maka pipi mereka saling bersentuhan walau hanya demi sebuah foto romantis seperti yang lainnya. Gitar coklat tua, sepeda mini tua, tape recorder tua, dan semua yang berbau tua masih terlihat cocok dikenakan oleh gadis remaja berusia 16 tahun ini. Terduduk sunyi di bibir pantai, meratapi sebuah takdir, dan menangisi sebuah harapan. Kulit kering akibat panas matahari, rambut kusam terpapar panas sepanjang hari, semua tampak kusam untuk ukuran seorang remaja yang biasanya menghabiskan hari untuk pergi ke klinik kecantikan walau hanya sekedar memperbaiki kuku yang rusak. Tapi Mala berbeda, Malahayati namanya. Hanya seorang gadis pemimpi yang tak berani melawan sebuah kenyataan hidupnya. Mala tak ingin tampak cantik, putih berseri atau bahkan terlihat menarik sedikitpun. Mala hanya ingin sekolah lagi, seperti dahulu. Jauh sebelum keadaan ekonomi

40

keluarganya memburuk seperti ini. Ibunya hanya seorang buruh nelayan yang tidak punya penghasilan tetap. Jangankan untuk biaya sekolah, kebutuhan sehari – hari saja masih harus bekerja paruh waktu. Dan itupun terkadang tidak cukup untuk menghidupi Mala dan Kerani, adiknya. Ayahnya, pemilik pabrik pengasapan ikan terbesar di kota ini, ikut berinvestasi, tertipu, bangkrut, dan meninggal disaat Mala masih menikmati hidupnya yang sangat sempurna. Ayahnya pun meninggalkan hutang yang harus dipikul ibunya hingga empat tahun setelah kematiannya. Mala ingin hidupnya berubah, Mala ingin Kerani minum susu lagi, ingin agar Ibunya berhenti terbakar panas matahari sepanjang hari, Mala ingin rumah yang kokoh layaknya gedung bertingkat yang selalu ia lihat di Koran harian. Namun, takdir belum melirik kesabaran Mala. Sebab, Mala hanyalah seorang gadis remaja yang kini telah buta ilmu pengetahuan. Mala takut untuk melangkah, Mala tak ingin menambah beban keluarganya lagi. Cukup hutang bisnis saja yang membuat Ibu tak pernah tertidur setiap malam, jangan ditambah lagi dengan kebodohan Mala. Ibunya selalu berpesan agar Mala tak pernah gila akan harta dan tahta. Karena harta tak selalu menyatukan keluarga dan tahta belum tentu membuatnya bahagia. Mala selalu ingat itu, dimana ketika Mala


CERPEN

mempunyai segalanya maka banyak orang menyayanginya dan ketika kini tak punya apa apa, semua orang perlahan melupakannya. Samar samar terdengar suara Ustadz Jamil mengaji di surau sebelah pantai, suaranya merdu dan selalu membuat semua orang betah mendengarnya. Termasuk Mala yang selalu meghabiskan sisa waktu maghrib untuk mendengarkan suara Ustadz Jamil. Sudah lama ini batuk ibu Mala tidak kunjung membaik. Semakin hari semakin parah jika didengar. Miris, tapi inilah kenyataannya bahwa Mala tidak mampu berbuat apa apa untuk mengobati batuknya. “bu, Mala ingin sekolah” kalimat itu meluncur sempurna dari bibir tipis Mala. Dan berulang kali juga ibu harus menjawab “nanti, jika kita punya uang yang banyak. Sekolah tidak untuk kita yang miskin seperti ini..” Mala tahu, bekerja sebagai pembersih sepatu di depan emperan toko sudah cukup baginya. Seharusnya dia tidak berharap lebih dari semir sepatu itu. Kali ini ibu dengan pakaian seadanya namun tetap rapi entah bersiap pergi kemana bersama Kerani. Bahkan adiknya itu terlihat cantik mengenakan gaun bewarna merah jambu pemberian tetangga minggu lalu. “ibu akan ke rumah bu Yuli dulu, hanya sebentar” ucap ibu “ada acara apa? Tadi Mala juga melihat ada banyak orang kesana” “anaknya berhasil jadi polisi, jadi Bu Yuli mengadakan acara syukuran” ucap ibu lalu bersiap pergi dengan Kerani. Mala terkesiap. Baginya, seorang Malahayati adalah gadis yang gagal. Seharusnya di usia yang hampir 17 tahun, Mala sedikit membantu ibunya dan tidak harus selalu bergantung pada lap dan semir yang selalu dia bawa kemana mana. Atau tetap menggantungkan nasib di tempat pengasapan ikan, atau berkeliling di sepanjang bibir pantai sambil menjajakan tisu dan air mineral. Mala tahu bahwa jika ingin bahagia, dia butuh perubahan. Pagi ini Mala berdiri di depan gerbang sebuah SMU yang jaraknya tidak jauh dari pantai. Bisa dibilang ini adalah

sekolahan terdekat yang setiap harinya dilalui Mala jika ingin menjajakan barang dagangannya. Dengan pakaian yang lusuj, rambut kusut, tanpa alas kaki. Mala semakin terbiasa dengan kehidupannya. “kamu tidak sekolah?” tanya seorang lelaki berseragam lengkap sedang berdiri dibelakangnya. Mala yang heran masih tidak menjawab. “aku sering melihat kamu disini” sambung lelaki itu sambil memasukkan earphone nya ke dalam saku celana. Lelaki ini bahkan terlihat ramah dengan Mala yang hanya seorang gadis kumal dan kusut seperti ini. “maaf saya harus pergi dulu” ucap Mala buru – buru pergi tetapi lelaki itu menahan tanganya “aku ikut, boleh?” Mala mengangguk pelan lalu berjalan diikuti lelaki itu. “kamu tidak sekolah??” tanya lelaki itu berulangkali. Dan meski Mala menjawabnya dia tetap bertanya seolah apa yang dikatakan Mala tidak didengarkan.

“kamu Mala kan? Aku Dion”

Mala mengernyitkan dahinya. Mala bahkan tidak mengenalnya namun lelaki ini sudah mengenalnya. “kamu tahu siapa aku?” tanya Mala heran. ‘kamu tidak ingat dulu kita pernah kena razia satpol pp?” Kenangan yang buruk yang harus Mala lupakan namun Dion mengingatkannya. “jadi kamu lelaki yang bolos sekolah itu” ucap Mala ingat jika dulu Dion sangat santai saat petugas mengintrogasi Dion. “kamu bolos lagi?” Mala melempar tatapan menuduh, “ini bukan bolos, tapi lebih kepada melarikan diri” ucap Dion lalu tertawa. Bagi Mala, yang dilakukan Dion tidak pantas untuk dijadikan sebuah lelucon. Mala justru menangis mendengar ucapan Dion. Menurut Mala, Dion adalah satu dari seratus orang yang beruntung bisa sekolah. Tidak seperti Mala yang harus bekerja banting tulang membantu ibunya.

“kamu menangis? Untuk apa?” tanya

41


CERPEN

Dion “aku punya banyak mimpi. Bermimpi bisa membaca, bermimpi bisa belajar, bermimpi bisa sekolah. Dan itu semua hanya mimpi” Hening. Dion menatap Mala serius “jadi kamu ingin sekolah?” tanya Dion. Mala menoleh ke arah Dion heran “maksudmu?” “ayo ikut aku” ucap Dion sambil menarik tangan Mala menuju entah kemana. Rak buku, meja, dan anak anak lainya sibuk belajar dengan buku yang baru saja turun dari perpustakaan keliling. Semua tampak sama seperti Mala, kumal, kusut, dan tampak tidak berpendidikan. “kamu mau sekolah? Semuanya dimulai dari sini. Dari yayasan ini. Banyak anak anak tidak beruntung yang memulai semuanya dari sini” ucap Dior lalu memperkenalkan Mala dengan pengurus yayasan anak jalanan, namanya Kak Diky dan Kak Happy. Mala tersenyum tipis sambil memperhatikan Dion yang baru saja dia kenali tadi pagi. Namun berhasil membawa Mala menuju dunia baru yang tak terduga, dunia yang penuh dengan buku dan ilmu. “sekarang kamu bisa belajar disini. Kami juga akan berusaha mencarikan kamu beasiswa sama seperti Dion dulu,”ucap Diky “sekarang kapanpun kamu bisa membaca semua buku disini” sambungnya lalu tersenyum. Mala juga tersenyum, dia tahu sesungguhnya ada banyak orang baik disekitarnya namun dia tidak pernah menyadari dan menganggap semuanya sama saja. “apakah benar – benar bisa?” tanya Mala memastiakan bahwa apa yang dihadapannya kini bukan lagi mimpi. “iya.” Happy mengangguk serius “kamu bisa belajar seperti yang kamu inginkan. Sebelumnya Dion sering memberitahu bahwa kamu sering berdiri didepan sekolahnya. Jadi kami menyarankan Dion untuk mengjak kamu kesini.” Ucap Happy.

42

Untuk

kesekian

kalinya

Mala

bersyukur untuk hari ini saja, Tuhan baru saja mengirimkan dia orang orang baik yang belum dia kenali sebelumnya. 7 tahun kemudian.. Menurutmu apa yang bisa diharapkan dari seorang anak pantai yang kumal dan bau asap seperti Mala 3 tahun yang lalu. Mungkin beberapa orang menganggap bahwa Mala kini hanya akan tumbuh dewasa sebagai anak pantai yang buta dan tuli dan terhadap pendidikan. Namun semua dugaan mereka salah. Lihatlah kini Mala dewasa yang tumbuh sebagai wanita penuh kejutan untuk kampungnya. Banyak bantuan tersalur untuk kampung kesayanganya. Banyak pendidikan yang akhirnya tersalurkan untuk warga tidak mampu yang masih tersebar luas di wilayah terpencil pesisir pantai. Senyum yang merekah dari tiap senti bibir anak anak kecil yang mengantri buku bacaan di perpustakaan keliling membuat Mala teringat dirinya dulu yang baru saja pertama kali mengenal Dion dan bergabung bersama Yayasan Anak Jalanan, mendapatkan beasiswa di Sekolah Tinggi Akutansi, lalu masih diberi jalan untuk menjadi orang penting di Negara. Semua ini tidak pernah didapatkan Mala dengan mudah. Banyak perjuangan sebelum semua hal yang didapatkan Mala seperti ini. Malahayati tahu, bahwa Tuhan telah menciptakan keberuntungan yang berbeda di setiap orang yang berusaha untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Malahayati tahu, untuk sukses dia harus berubah, dan untuk berubah dia tak perlu takut. *


Jemari Di Atas Sajadah

PUISI

Langkahku goyah hati tak bisa tersenyum Tak bisa berpikir karena ketakutan membelenggu Entah kemana kaki kan menapak Entah kapan harapan kembali Aku yakin ia kan hadir lantaran aku berdiri dalam tengah-tengah kehidupan

Bersujud kumohon ampun

Kuangkat tanganku kususun jemari di atas sajadah Aku memohon berikan petunjuk-Mu Tuhanku Ijinkan aku menerima belai lembut kasih sayang-Mu

Gugur kalah lelah hanyalah rintangan Akan datang saatnya semua kembali Akan ada saat dimana keyakinan menang Usap air pada manik mata Genggam tangan yakin kemana menuju Bangkit Memang perih tegakkan hati tuk berdiri Terjang ombak arungi laut terbang gapai cita Ikat erat jadikan pelajaran Tuk lukisan kisah masa depan D. Priand, 2018

43


KOMIK

44


KOMIK

45


CORD CHORD

Kemenangan

~ Cakra Khan

[intro] D G D G

Untuk kita terus berusaha Em A G Kemenangan ini milik kita

[verse]

[music]

D F#m D Kita di sini untuk menang G D Em A Karena itulah kita datang D F#m B D Jangan cepat merasa lelah G D G D Jangan berhenti untuk melangkah Em D G D A Tak menyerah

Em A F#m B D Em F#m G G#m A B

[chorus] D G Kemenangan ini milik kita Em G A Perjuangan tenaga dan jiwa D F#m G Kemenangan adalah pertanda Em A D B Untuk kita terus berusaha Em A D G D G D Kemenangan ini milik kita [verse] D F#m B D Jadilah pemenang sejati G D Em A Tak mudah dijatuhkan ambisi D F#m B D Walau menang memanglah bergengsi G F#m Em A Bukan penentu tuk berprestasi D G D Berprestasi [chorus] D G Kemenangan ini milik kita Em G A Perjuangan tenaga dan jiwa D F#m G Kemenangan adalah pertanda Em A D B

46

[chorus 2 ganti chord] G#m Em A Kemenangan ini milik kita F#m A B Perjuangan tenaga dan jiwa G#m A Kemenangan adalah pertanda F#m B Em D C# Untuk kita terus berusaha F#m B Em Kemenangan ini milik kita F#m B Em Kemenangan ini milik kita [fade out] A Em A Em ( milik kita ) milik kita ( milik kita ) milik kita A Em A Em ( milik kita ) milik kita ( milik kita ) milik kita


TTS

4 1 1 5 2

3 3

6

4

5 9 6

7 8

PERTANYAAN Mendatar : Menurun : 1. Produk produksi praktik 1. Menteri Agama Indonesi ke 1 2. 28 Oktober 2. Titik Nol Indonesia 3. 22 Oktober 3. Budaya Membaca dan Menulis 4. Penulis yang lebih dikenal dengan4. Ekstra Jurnalistik SMK Islam 1 Blitar nama “Tere Liye” 5. BBS 5. Sastrawan yang dikenal sebagai 6. Osis SMK Islam 1 Blitar “Bapak Hujan Bulan Juli 6. Instagram ekstra jurnalistik SMK Islam 1 Blitar 7. Kelas Samsung SMK Islam 1 Blitar 8. Hari Guru Nasional 9. Jumlah Lab di SMK Islam 1 Blitar

47


TEBAK GAMBAR

1

2

3

4

5

6

48

7


M. Daffa Rafi Naufal (X TKJ 2) Rezza Dwi Handayani (X TKJ 3)

FOTOGRAFI FOTOGRAFI Dede Yoga Pratama (X TSM 1)

Khanif Prayoga (XII TKR 4)

Febrian Tosan Aji (XII TKR 3)

AGUS SETYONO (X TPM 1)


Profile for MATAHATI CREATIVE

PERSPEKTIF #5  

PERSPEKTIF #5  

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded