Issuu on Google+

1

Subaru All New Forester 2.0 XT

Nyaman dan Aman Dikendarai

EDISI 31, Minggu I september 2013

http://majalah.batampos.co.id

Pilih kualitas dibanding kuantitas

jadi Pabriknya Pengusaha batam Surga Pecinta Yoghurt Untung Berlapis dari Lapis Legit

Pesaing Baru Instagram

Menjamur Setelah Digusur EDISI 31, Minggu I september 2013


2

statistika

ilustrasi by TONNY R.

EDISI 31, Minggu I september 2013


3

creatrep

Ketika kursus membuat kue, ia tidak pernah belajar membuat kue lapis. Tetapi kue lapis yang rasanya legit itulah yang justru mendatangkan untung berlapis bagi Veren Evania.

digistyle

Pendiri YouTube, Chad Hurley dan Steve Chen, siap meluncurkan aplikasi baru yang mirip dengan Instagram dan Vine. Namun, aplikasi anyar ini lebih unggul dalam menampilkan video.

32

62 kiprah

67 edisi 31, minggu I September 2013

Mereka pernah bergabung di komunitas bisnis, tetapi keberadaan mereka hanya dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat. Kini, mereka membuat komunitas baru. Bertekad mencetak seribu pengusaha.

indeks gada-gadu

69

Katy Perry tampil nyentrik plus energik dalam konser di panggung MTV Video Music Awards 2013 yang diadakan di Brooklyn, New York, Minggu lalu. Perry menyuguhkan satu penampilan yang pas untuk penutupan acara bergengsi itu.

fokus peristiwa

09

Sejak Batam ditetapkan sebagai kawasan industri, pendatang dari berbagai daerah membanjiri pulau kecil ini. Permukiman liar tumbuh subur, terutama di seputaran waduk dan mengancam sumber air bersih. Penyediaan kavling siap bangun oleh pemerintah justru memancing tumbuhnya rumah liar baru.

kutubkhanah

37

EDISI 31, Minggu I september 2013 cover by XOCU

Khazanah manuskrip Riau-Lingga sangat terkenal di dunia pernaskahan Indonesia dan mancanegara. Khazanah berharga tersebut lama mencuri perhatian para pakar pernaskahan, sejarawan, dan peminat sejarah dan kebudayaan Melayu.


4 edisi 31, minggu I September 2013

indeks

media

tips101

52

76

Lonceng kematian media cetak di Amerika Serikat berdentang kian kencang. Satu per satu media besar dan legendaris di negeri Paman Sam itu mengibarkan bendera putih, isyarat bahwa mereka tak mampu melawan perubahan.

history

73

otomotif

Indonesia pernah jaya sebagai negara penghasil minyak bumi. Dekade 1970an hingga 1997 adalah masa ketika produksi minyak bumi nasional mencapai puncaknya. Hasilnya diekspor ke sejumlah negara.

tourism

47

41

Dengan menggunakan mesin boxer dari Subaru serta sistem penggerak roda awd, SUV keluaran Subaru ini amat kokoh dan stabil saat menghadapi beragam medan termasuk jalanan di pegunungan yang tidak rata sekalipun.

Anda penggemar yoghurt? Jika iya, maka cafe ini merupakan surga bagi Anda. Berbagai macam rasa yoghurt tersedia di Enjoya Cafe. Uniknya lagi, Anda bisa mengambil dan menentukan sendiri berapa porsi yang Anda inginkan.

trend

28

Tidak hanya terkesan rapi, rambut yang disasak ke atas juga menggambarkan sisi feminitas dari seorang wanita. Rambut sasak bisa digunakan untuk acara formal dan semi formal. EDISI 31, Minggu I september 2013

Memakan makanan kemasan adalah cara praktis untuk dapatkan asupan energi jika waktu sedang mepet. Selain itu, makanan kemasan dijadikan sebagai camilan di kala rehat singkat. Tapi sedikit dari kita yang tahu apakah kandungannya sehat atau tidak.


5

EDISI 31, Minggu I september 2013

kartop KARTUN OPINI


6

Modernisasi

AlutSiSta TNI P residen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik bersamaan Jendral TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI, dan Letjen TNI Budiman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) secara bersamaan di Istana Negara, Jumat (30/8) pekan lalu. Moeldoko dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50/ TNI/Tahun 2013, menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang memasuki pensiun. Sementara, Letjen TNI Budiman yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jendral Kementerian Pertahanan menempati posisi yang ditinggalkan Moeldoko. Berikut Tiga Hal yang akan Dibenahi: 1. Melakukan konsolidasi untuk penguatan SDM dalam internal TNI. Prajurit-prajurit TNI harus profesional, militan, punya culture yang baik, dan tidak boleh ugal-ugalan. 2. Memprioritaskan modernisasi alusista. 3. Menjamin netralitas para prajurit TNI dalam pemilu nanti. (jpnn/muhammad nur)

EDISI 31, Minggu I september 2013

sekilas p e ri s ti w a


sekilas

7

p e ri s ti w a

Syria Tantang Barat A

ncaman sejumlah negara Barat untuk mengintervensi militer di Syria ditanggapi reaktif oleh Presiden Bashar al-Assad. Suami Asma al-Assad itu menyatakan, Syria bakal menang melawan Amerika Serikat dan sekutu jika perang akhirnya pecah. Pernyataan Assad tersebut dilansir media Lebanon Al Akhbar. “Sejak pecahnya krisis ini, seperti yang Anda ketahui, kita menunggu musuh yang sebenarnya muncul dengan sendirinya,” tulis Al Akhbar mengutip Assad di depan sejumlah pejabat pemerintah. “Saya tahu, moral Anda dalam kondisi baik dan siap menghadapi serangan apa pun dan menyelamatkan tanah air kita,” katanya. “Ini adalah perang bersejarah dan kita akan muncul sebagai pemenang,” ungkap Assad. Washington dan negara Barat yang lain sudah memperingatkan soal serangan militer terhadap rezim Assad. Itu menyusul dugaan penggunaan senjata kimia yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak, di pinggiran Damaskus pada 21 Agustus. Namun Assad berkali-kali membantah tudingan itu. Ia malah menuding pemberontak pelakunya agar Barat menyerang Syiria. Presiden AS Barack Obama menegaskan, pihaknya belum memutuskan rencana untuk menyerang Damaskus. Sebelumnya, muncul isu bahwa serangan udara oleh negara Barat bakal dilancarkan awal pekan kemarin. Namun, AS dan sekutunya mengurungkan niat tersebut dan menunggu hasil investigasi tim PBB di Syria. Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan, tim ahli PBB sudah menyelesaikan inspeksi pada hari ketiga, yakni Rabu (28/8) dan akan meninggalkan Syria Sabtu (31/8) pekan lalu. Hasil penyelidikan diumumkan dalam waktu dekat. (jpnn/muhammad nur)

EDISI 31, Minggu I september 2013


8 TERSENGAT

S

SK Menhut urat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 463/MENHUT-II/2013 yang memasukkan hampir seluruh bibir pantai di Pulau Batam menjadi hutan lindung membuat petinggi BP Batam, Pemko Batam, dan organisasi pengusaha kaget.

Berikut fakta dan data SK Menhut 463: - Peta lampiran SK Menhut menyebut, industri pembangunan dan reparasi kapal, alat berat, serta wisata di kawasan Tanjunguncang, Tanjungriau, Tanjunguma,

sekilas p e ri s ti w a

Nongsa dan Punggur, masuk dalam kawasan terlarang. - Gedung Pemko dan BP juga termasuk zona hijau. - Sekitar 20 ribu lebih bangunan di atas lahan Taman Wisata Alam Mukakuning ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung. - Pengusaha menuding ada kepentingan politik di balik SK Menhut 463 itu. - Pengusaha berencana mengugat. - BP Batam bersama Kadin Batam, Perbanas Kota Batam, BPN Kanwil Kepri, Badan Pertanahan Kota Batam, Ikatan Notaris Indonesia, dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah langsung menggelar rapat di Gedung BP Batam, Selasa pekan lalu. - BP Batam pun melapor ke presiden SBY. - Menhut siap layani gugatan. - Menhut menilai SK sudah melalui proses pembahasan Tim Terpadu. (deden/alfian)

Foto: repro / deden

Peta lahan KS Menhut

EDISI 31, Minggu I september 2013


9

spash s e d ia pa y un g s e b e l u m h u j an

Baan Mankong T

EDISI 31, Minggu iI september 2013

ahun 2003, Pemerintah Thailand meluncurkan program ‘’renovasi’’ permukiman kumuh secara besar-besaran. Program ini diberi nama Baan Mankong, dalam Bahasa Thailand berarti perumahan aman. Baan Mankong boleh dibilang sebuah revolusi. Di banyak negara, perbaikan kampung kumuh dan permukiman liar bersifat top down. Artinya, pemerintah menjadi sentral dari semua kegiatan untuk perubahan itu. Masyarakat cukup menunggu hasilnya. Jikapun terlibat, skalanya sangat kecil. Ambil contoh di Indonesia. Nyaris semua upaya perbaikan permukiman kumuh yang dilakukan pemerintah, tak melibatkan warga penghuni. Yang terjadi kemudian adalah bentrok antara aparat negara dengan warga. Tempat relokasi yang disiapkan juga ditentukan sepihak oleh pemerintah. Akibatnya, sebagian warga yang mendapat jatah rumah atau kavling di tempat pemindahan, menjualnya kepada orang lain, karena lokasi dianggap tak cocok dengan pekerjaan dan aktivitas harian mereka. Jadilah, upaya perbaikan itu sia-sia belaka. Baan Mankong yang dicanangkan Pemerintah Thailand, menggunakan metode yang berlawanan. Program ini menempatkan komunitas dan jaringannya sebagai pusat dari proses pengembangan solusi masalah tanah dan perumahan. Sistem perencanaan konvensional yang top-down diganti dengan pengelolaan program berbasis masyarakat. Warga menjadi pelaksana kegiatan yang mereka rencanakan dan prakarsai, dengan dukungan dari jaringan komunitas, LSM, akademisi, dan institusi pendidikan. Menginjak tahun kelima, Baan Mankong sudah menunjukkan hasil luar biasa. Sebanyak 1.010 permukiman di 226 kota sudah diperbaiki, dengan jumlah rumah mencapai 54,000 unit. Semua sesuai dengan keinginan masyarakat, tanpa pro-kontra. Permukiman padat dan kumuh adalah persoalan semua negara. Termasuk negara maju. Di Venezuela, permukiman kumuh disebut barios. Di Brasil disebut favela. Katchi abadi (Pakistan), basti (Bangladesh), skidrow (Inggris), dan ghetto (Amerika Serikat). Apapun istilahnya, pola penyelesaian macam program Baan Mankong yang digulirkan Pemerintah Thailand ini pantas dipertimbangkan.


fokus

10

p e ri s ti w a

Menjamur Setelah Digusur Editor: YERMIA RIEZKY email : majalah@batampos.co.id

S

Sejak Batam ditetapkan sebagai kawasan industri, pendatang dari berbagai daerah membanjiri pulau kecil ini. Permukiman liar tumbuh subur, terutama di seputaran waduk dan mengancam sumber air bersih. Penyediaan kavling siap bangun oleh pemerintah justru memancing tumbuhnya rumah liar baru.

ampah berserakan di tempat pembuangan sementara, tepat di tepi jalan masuk kawasan rumah liar Muara Takus, Batuampar, Kota Batam. Bau busuk menusuk hidung. Selain ditutupi sampah, jalan masuk sepanjang 50 meter yang hanya bisa dilewati satu sepeda motor itu, digenangi air sisa hujan. Belasan ekor ayam mematuk-matuk badan jalan, mencari makanan. Lepas dari jalur itu, pengunjung disambut deretan

EDISI 31, Minggu I september 2013

Editor: M. Nur email : majalah@batampos.co.id

rumah yang rapat. Mayoritas rumah berdinding batako tanpa plester. Warga yang sanggup membangun rumah dua lantai, bagian atas umumnya berdinding tripleks. Seperti jalur masuknya, gang-gang di kawasan permukiman liar Muara Takus sempit, selebar satu sepeda motor. Sebagian kecil jalan gang dilapisi semen. Lebih banyak jalan tanah. Di siang hari, sebagian pintu rumah tertutup. Menjelang sore, ‘’kehidupan’’ mulai tampak. Para ibu duduk di

foto: wijaya satria/batam pos

Ruli di kawasan Jodoh, tak jauh dari hotel berbintang.


11

fokus p e ri s ti w a

Foto: wijaya satria/batam pos

Ruli di Tanjunguma yang kontras kawasan bisnis Jodoh dan nagoya. depan rumah. Beberapa berkumpul di toko-toko kelontong kecil yang banyak ditemui di kawasan itu. Kesan kumuh tak bisa dihilangkan dari permukiman liar yang dekat dengan kawasan industri di Batuampar dan kawasan bisnis Jodoh-Nagoya. Selain rumah rapat tak beraturan, sampah dibiarkan di kanan kiri jalan. Aliran air pembuangan tak lancar karena drainase tak merata sehingga air menggenang di banyak titik, terutama di dasar wilayah yang berbentuk lembah. Baju-baju dijemur tak beraturan di tiap rumah. Setahun lalu, sebanyak 44 rumah di kawasan ini ini ludes dilalap si jago merah. Akibatnya, 364 orang kehilangan tempat tinggal, dan seorang anak berusia sembilan tahun tewas terbakar. Peristiwa tahun lalu menjadi yang kedua. Sebelumnya, pada Februari 2011, sebanyak 76 rumah terbakar. Peristiwa itu menyebabkan 85 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Dua kali mengalami kebakaran hebat menunjukkan kawasan rumah liar ini rentan kebakaran. Bahan bangunan yang mudah terbakar dan posisi rumah yang rapat memudahkan api menjilat satu demi satu rumah. Bukan hanya kebakaran. Kerentanan lain yang dihadapi adalah masalah kesehatan penduduk. Penyakit kulit, diare dan demam berdarah kerap mengintai warga Muara Takus. Syarifah Syamsiah, warga Muara Takus, mengungkapkan hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari kerap EDISI 31, Minggu I september 2013

menimbulkan masalah. “Usai hujan beberapa warga mengalami diare,” ujar Syarifah, Kamis pekan lalu. Ia mengatakan, salah satu penyebab diare adalah kualitas air yang digunakan masyarakat. Pasalnya, saat hujan, air menggenangi wilayah lembah hingga setinggi lutut. Sering air masuk ke rumah warga dan Masjid AlIkhlas yang dibangun di lembah kawasan Muara Takus. Arus air membawa sampah yang dibuang sembarangan oleh warga. “Warga di atas bukit tidak pernah mendapat banjir. Mereka membuang sampah ke bawah sehingga kami kena,” kata wanita yang tinggal di Muara Takus selama 22 tahun itu. Sampah-sampah itu yang ia duga sebagai sarang nyamuk aides aegipty penyebab demam berdarah. Sampah banyak menyumbat saluran yang tidak dibuat dalam, juga menjadi tempat wadah air hujan menggenang. Menurut dia, setiap tahun ada kejadian demam berdarah. Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Seraya, Yurianti menyebutkan, kunjungan pasien diare di kelurahan itu cukup banyak. “Rata-rata delapan kunjungan per bulan dan di bulan-bulan tertinggi mencapai 14 pasien,” kata dia. Ia mengatakan, mayoritas pasiennya adalah warga permukiman liar. Selain Muara Takus, kawasan lainnya adalah Bengkong Bengkel dan Tangki 1000.


12

fokus p e ri s ti w a

Foto: immanuel sebahyang/ batam pos

pekan lalu. Lembaga ini kerap mengadakan bantu- Ruli di Baloi Sama dengan Syarifah, Yurianti menyebutan sosial pembagian sembako dan pengoba- Polisi sampkan air dan makanan yang kotor menjadi tan gratis di berbagai lokasi permukiman ing Superblok Imperium. penyebab munculnya penyakit itu. liar di Batam. Selain itu, kudis dan infeksi saluYurianti membenarkan perkataan Selain akses kesehatan, ran pernapasan akut (ISPA) adalah Sahat. “Untuk mengawali, memang akses air bersih yang penyakit yang kerap dialami warga warga yang berinisiatif mengadakan menjadi kebutuhan yang tinggal di ruli. ISPA, kata dia, tempatnya. Kalau pemerintah tidak pokok warga di permukidipengaruhi oleh perubahan cuaca akan mungkin mau membangun di man liar, juga sulit didadan musim. Di samping itu lokasi rumah liar,” ujar dia. pat. mereka yang berada di sekitar pabrik Di permukiman liar Bengkong menjadi pemicu timbulnya penyakit Bengkel contohnya, hanya ada satu itu. posyandu. Itupun dibangun bersama oleh “Warga di sini banyak terpapar polusi warga, bukan pemerintah. dari pabrik dan truk-truk besar yang lewat di jalan Selain akses kesehatan, air bersih yang menjadi keutama,” Yurianti menjelaskan. butuhan mendesak bagi warga permukiman liar, juga suKonsekuensi lain menempati rumah-rumah liar adalit didapat. PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku pengelola lah sulitnya mendapatkan akses layanan masyarakat, air bersih di Batam tidak mau serta merta membangun seperti puskesmas atau posyandu. Pemerintah tidak mau instalasi ke permukiman liar. Mereka terikat dengan membangun fasilitas itu di permukiman liar. Begitupun ketentuan di BP Batam. dengan sekolah. Ini membuat akses layanan kesehatan “Salah satu ketentuannya, yang bisa mendapatkan sulit dijangkau warga, khususnya pada keadaan darurat. sambungan air adalah warga yang memiliki hak atas “Pelayanan posyandu di lokasi rumah liar baru bisa kepemilikan tanah dan bangunan tersebut secara sah,” dilakukan jika warga menyediakan bangunan untuk kata Media Relations Officer PT Adhiya Tirta Batam, Wikegiatan posyandu,” kata aktivis Lembaga Swadaya janarko Iksa, Rabu minggu lalu. Masyarakat (LSM) Peduli Bangsa, Sahat Siahaan, Rabu Artinya, kawasan permukiman liar tidak akan mendaEDISI 31, Minggu I september 2013


fokus

13

p e ri s ti w a

pat sambungan langsung ke rumah seperti yang dirasakan oleh pemilik rumah yang dibangun pengembang atau pemilik lahan kavling siap bangun (KSB). Iksa mengatakan, ATB wajib mematuhi aturan itu karena jika memberikan sambungan langsung, mereka berpotensi diperkarakan oleh pemilik lahan. Regulasi tersebut memang bertujuan untuk melindungi hak-hak pemilik sah lahan. Jika terdapat instalasi permanen seperti pipa air, sulit untuk membongkar rumah liar yang telah bermukim di atasnya. Membongkar rumah liar memang bukan perkara mudah. Banyak warga yang telah bermukim di atas lahan selama belasan tahun. Di Kampung Nanas Batam Center misalnya, rata-rata penghuninya telah menempati wilayah itu selama lebih dari 10 tahun. Warga yang menempati wilayah itu jelas tidak mau digusur begitu saja. Rumah yang mereka bangun jelas tidak ingin diganti dengan harga yang jauh lebih murah dari ongkos pembangunannya. Untuk mencegah hal itu, otoritas yakni BP Batam dan Pemko Batam mengadakan pengawasan. “Sekarang kami tidak ingin membangun rumah yang terlalu bagus dan permanen. Soalnya kalau ketahuan petugas Pemko pasti akan dibongkar,” kata Bella, warga

EDISI 31, Minggu I september 2013

Kampung Nanas. ATB sendiri tak mau rugi dengan berinvestasi di kawasan yang berpotensi besar mengalami penggusuran. Namun, ATB mengaku perlu melayani warga karena kebutuhan air bersih adalah kebutuhan yang utama bagi manusia. Untuk itu mereka menyediakan kios air. Kios air ini merupakan model penyaluran air ATB ke kawasan ruli, namun hanya disalurkan ke satu titik, tidak ke rumah-rumah. Posisi titik tergantung kesepakatan warga dan modal yang dimiliki warga untuk membangun sarana itu. Warga yang ingin membeli bisa datang ke kios untuk membeli airnya. Iksa mengatakan di kios air harganya sekitar Rp10 ribu per meter kubik. “Harga tergantung dengan modal yang dikeluarkan pengelola. Yang jelas jangan terlalu tinggi agar warga tetap mampu menjangkau air bersih di kios air,” kata Iksa. Harga itu, menurut Iksa, relatif murah. Menurutnya, di beberapa lokasi harga per drum bisa mencapai Rp15 ribu-Rp20 ribu. Sementara satu meter kubik di kios air setara dengan lima drum berukuran sama. “Bahkan ada Foto: wijaya satria/batam pos yang sebulannya menghabiskan Rp400 ribu-Rp 500 tibu Ruli di bibir untuk air bersih,” terang dia. Dam Baloi, Informasi itu ada benarnya. Suhrol, warga di Kampung Lubukbaja.


fokus

14

p e ri s ti w a

Nanas mengatakan ia mengeluarkan biaya Rp20 “Sebelumnya, pipanya hanya lewat dekat ruribu per drum untuk air. Dalam seminggu mah kami karena lokasi yang kami tempati ia bisa menggunakan minimal emstatusnya dianggap tidak jelas. Ya, diangpat drum air bersih yang dibawa ke gap rumah liar,’’ kata Muchlis, Jumat Sebelumnya, pipa ATB Kampung Nanas menggunakan truk pekan lalu. hanya lewat dekat rutangki. Kebutuhan mendasar lainnya mah kami karena loka“Kalau sebulan minimal 16 drum, yang tidak bisa langsung dinikmati si yang kami tempati kalikan dua puluh ribu per drum, oleh warga permukiman liar adalah habis tiga ratus enam puluh ribu listrik. PT Pelayanan Listrik Nasional statusnya dianggap juga. Kadang-kadang lebih dari em(PLN) Batam, anak perusahaan PT tidak jelas. pat ratus ribu,” bebernya. PLN (persero) yang menjadi penyalur Hanya saja, belum semua permukilistrik di Batam, tidak bisa serta merta man liar dilayani kios air. Iksa mengatamenyalurkan listrik. kan, ada 38 kios air yang ditempatkan di se“Terbentur legalitas lahan di rumah liar itu,” jumlah kawasan liar. Sementara, menurut data BP Batam kata Agus Subekti, Senior Manajer Komunikasi & Kelemtahun 2010 yang dikutip oleh penelitian Tri Joko dan bagaan PT PLN Batam, Jumat pekan lalu. Elanda Fikri di Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Pada dasarnya, kata Agus, PLN Batam mau saja menyterbitan April 2012, perumahan liar tersebar di 65 titik di alurkan listrik ke permukiman liar. Apalagi PLN Batam Batam. surplus listrik. Dipakai atau tidak, energi primer yang Warga permukiman liar yang tidak mendapat layanan digunakan untuk menghasilkan listrik tersebut harus kios air akhirnya melakukan sejumlah cara untuk metetap dibayar. menuhi kebutuhan air bersih. Untuk kebutuhan selain minum dan memasak, mereka menggunakan air tangki. Ada warga yang menampung air hujan. Sementara warga lain mendapat penyaluran air ATB dari pengusaha yang mendapat debit besar, seperti warga Kampung Seraya. Syarifah mengungkapkan, sebagian warga Muara Takus mendapatkan air dari pengusaha yang mengalirkan air ke rumah warga. Meski mendapat sambungan langsung ke rumah, pemakaian mereka terbatas. “Air hanya mengalir satu jam setiap hari,” kata Syarifah. “Karena itu kami siap menampung setiap kali air mengalir.” Untuk mendapat air yang terbatas itu, biaya yang dikeluarkan relatif mahal. Keluarga Syarifah setiap bulan minimal membayar Rp150 ribu pada penyedia air bersih. Sistem yang sama juga berlaku di kawasan liar Tangki 1000 di Kampung Seraya. Warga permukiman liar ada juga mendapatkan air dari sumur. Khususnya yang tinggal di wilayah lembah. Mereka cukup menggali sumur pada kedalaman 2-3 meter. Hanya saja, musim dan kondisi lingkungan mempengaruhi kualitas air sumur. Makin banyak penduduk membuat banyak air sumur tercemar dan tak dapat dikonsumsi lagi. Muchlis, warga Batu Merah Atas juga pernah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih. Lebih dari 10 tahun tinggal di Batu Merah Atas yang lahannya diklaim BP Batam telah dialokasikan ke pihak ketiga (pengusaha), baru tahun 2009 lalu bisa menikmati air bersih. Itupun dibantu anggota DPRD Batam untuk melobi BP Batam dan ATB. EDISI 31, Minggu I september 2013

Foto: wijaya satria/batam pos

Ruli Tanjunguma dengan latarbelakang hotel berbentuk kapal, Pacific Palace.


fokus

15

p e ri s ti w a

Di sisi lain, PLN Batam juga prihatin dengan yang aman untuk melayani warga ruli. Apalagi warga permukiman liar yang selama ini selama ini, pencurian listrik di permukiman harus mengeluarkan uang banyak unliar marak terjadi. tuk mendapat listrik bertenaga diesel “Kalau ada pelanggan yang punya PLN Batam membuat -yang mereka usahakan berkeldaya 100 ampere saja dibagi-bagi ke layanan khusus untuk ompok maupun sendiri-sendiri. ribuan warga rumah liar, PLN Batam permukiman liar denUntuk menghasilkan 1 kwh listrik bisa rugi Rp18 juta per hari,� kata gan mengelompokkan berbahan bakar solar, butuh biaya Agus. mereka ke pelanggan Rp3.000. Sehingga lisrik 2 ampere Akhirnya, PLN Batam membuat Multi Guna Curah, Sesaja yang menyala maksimal 12 jam, layanan khusus untuk permukimentara dan Spesifik. satu rumah liar setidaknya mengelurman liar dengan mengelompokkan kan biaya Rp240 ribu per bulan. Belum mereka ke pelaggan Multi Guna Curah, termasuk biaya perawatan yang cukup Sementara dan Spesifik. Dasar hukumnya, tinggi. turunan dari Permen ESDM Nomor 33 tenSementara, jika menggunakan listrik dari PLN tang Tarif Pelanggan Multiguna. Batam, bisa mendapatkan 900 volt ampere dengan jam Sistemnya berbeda dengan pelanggan yang memiliki nyala 24 jam dan biaya lebih murah dibanding dielegalitas lahan dan bangunan. Warga permukiman liar sel tersebut. Apalagi PLN Batam menggunakan energi harus membentuk badan usaha dulu, baik berupa PT, CV, primer gas yang lebih murah. atau koperasi. Selain itu, badan usaha ini harus meminta “Jadi kami butuh jual listrik, warga butuh listrik, tapi rekomendasi dari BP Batam dan persetujuan dari pemilik susah dilayani karena terbentur syarat legalitas lahan lahan, persetujuan seluruh warga yang akan dilistriki, tadi,� kata Agus, lagi. dan sejumlah persyaratan lainnya yang diatur secara Namun desakan bertubi-tubi agar PLN Batam mau meketat. listriki permukiman liar terus datang. Bahkan, demonSetelah semua terpenuhi, barulah PLN Batam memstrasi ke BP Batam dan PLN Batam menuntut sambungan buatkan meteran induk di titik legal sebesar 53 KVA atas listrik terus terjadi, membuat PLN Batam mencari cara nama badan usaha itu. Bukan ke masing-masing rumah. EDISI 31, Minggu I september 2013

Foto: wijaya satria/batam pos

Ruli Tanjunguma dilihat dari atas.


fokus

16

p e ri s ti w a

Selanjutnya, pengelola di badan usaha ini yang akan mah liar, beberapa warga memanfaatkan dam ini mendistribusikan listrik ke masing-masing untuk budidaya ikan air tawar. Padahal, dam rumah liar. Pengaturan tarif ke warga seluas delapan hektare yang berada di yang dilistriki ditentukan dan disepakkawasan hutan Baloi itu sebelumnya Data Dinas Tata Kota ati bersama dengan badan usaha tadi. menjadi sumber utama air bersih Batam, jumlah rumah PLN Batam tidak ikut campur lagi, untuk warga Nagoya dan Jodoh termasuk soal jaringan ke masingsejak tahun 1970-an. liar di Batam mencamasing rumah. Pengolahan air bersih dari dam pai 50 ribu unit yang “Jadi hubungan kerjasama peini memang dihentikan oleh ATB dihuni 50 ribu kepala layanan PLN Batam itu hanya samsejak akhir 2012 lalu. Alasannya, keluarga di 50 titik. pai ke pengelola badan hukum tadi. butuh biaya operasional yang beItupun prepaid (bayar dulu baru pakai, sar untuk mengolah air dari dam ini. red),” kata Yeti, staf humas PLN Batam. Ongkosnya lebih besar dibanding hasil Selain itu, kerjasama tersebut diikat perjanpenjualan air bersih yang dihasilkan. jian yang ketat. Antara lain, layanan listrik ke rumah “Air di dam ini sudah tercemar limbah rumah liar itu tidak bisa dijadikan sebagai bukti legalitas lahan tangga dari ruli-ruli yang menjamur di sekelilingnya,” tersebut. Begitu lahan diambil pemilik, maka harus rela kata Iksa. aliran listrik diputus. Kerjasama tersebut hanya berlaku Bukan hanya di bibir dam Baloi, tapi hampir semua Foto: wijaya satria/batam pos satu tahun namun dapat diperpanjang. kawasan hutan Baloi yang luasnya 119,6 hektar dihuni “Layanan khusus untuk rumah liar ini pertama di ruli. Data BP Batam menyebutkan, sedikitnya ada 4.000 Ruli di Seraya Bawah, BatuIndonesia,” kata Agus. Dari 50 titik permukiman liar di rumah liar di sana. ampar. Batam, PLN Batam baru bisa melayani 10 titik karena baru 10 titik yang mampu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. *** Permukiman Muara Takus, Bengkong Bengkel, Kampung Nanas, Batu Merah atas dan Tangki 1000, hanya lima dari 50 titik permukiman liar di Batam. Warga Batam, sejak dulu, biasa menyebut permukiman liar dengan istilah ‘’ruli’’. Singkatan dari kata rumah liar. Data Dinas Tata Kota Batam, jumlah rumah di 50 titik itu mencapai 50 ribu unit yang dihuni 50 ribu kepala keluarga. Tersebar di beberapa kecamatan di Batam, antara lain Batuampar, Lubukbaja, Batam Kota, Seibeduk, Sekupang, Batuaji, dan Sagulung. Umumnya ruli tersebut menempati lahan hutan lindung atau lahan kosong yang sudah dialokasikan BP Batam ke pengusaha. Letaknya rata-rata tak jauh dari kawasan industri karena penghuninya banyak pekerja industri. Namun banyak juga di pusat kota, seperti ruli Baloi Kolam, Baloi Polisi, Baloi Kebun, Kampung Air, dan sejumlah titik lainnya. Kondisinya sama, kumuh, rawan terbakar, dan penghuninya rawan terserang penyakit akibat sanitasi yang buruk. Selain itu, ada juga yang menempati kawasan vital seperti bibir waduk atau dam yang merupakan sumber air bersih di Batam. Bahkan ada yang menempati area Bandar Udara Hang Nadim. Dam Baloi misalnya, beberapa tahun silam, ruli di kawasan ini masih bisa dihitung dengan jari tangan. Namun saat ini, keberadaan ruli sudah mengitari dam hingga membentuk huruf U. Bahkan, bukan hanya ru-

EDISI 31, Minggu I september 2013


fokus

17

p e ri s ti w a

Kawasan dam terbesar di Batam, Duriangkang, berupa herbisida, insektisida, serta beragam hingga saat ini juga ‘’ditumbuhi’’banyak jenis pupuk dalam bercocok tanam di rumah liar. Padahal, sekitar 75 persen kawasan ini, bisa menurunkan kualitas kebutuhan air bersih di Batam diair baku. Batam semestinya bisa pasok dari sana. Water Treatment Kondisi ini diperparah oleh perubelajar dari Singapura Plant (WTP) milik PT ATB di dam itu mahan di sekitar dam, mulai dari yang seluruh air limbah mampu memproduksi air bersih perumahan elit hingga perumahan rumah tangganya terhingga 3.000 liter per detik. Selebihsederhana yang tidak memiliki nya dipasok dari WTP di dam bersistem pengelolaan air limbah rupusat pada satu sistem beda. Yakni; WTP di dam Sei Harapan mah tangga terpadu. Semua langyang diolah kembali. 210 liter per detik, WTP dam Sei Ladi sung mengalir ke dam Duriangkang, 270 liter per detik, WTP dam Mukakuntermasuk limbah deterjen hasil mening 310 liter per detik, dan WTP Nongsa 110 cuci pakaian dan perabotan. liter per detik. “Lama-lama endapan lumpur bercampur BP Batam sudah berkali-kali menertibkan pemukiman bahan berbahaya makin tebal. Apalagi ini dam buatan, liar di area dam tersebut. Namun warga tetap saja kemtidak bisa mengalir,” kata Tato. bali. Pemicunya, lahan di area dam ini subur, sehingga Batam semestinya bisa belajar dari Singapura yang apapun jenis tanaman dan palawija yang ditanam, bisa seluruh air limbah rumah tangganya terpusat pada satu tumbuh. Bahkan, budidaya ikan lele, nila, hingga ikan sistem, sehingga bisa diolah dan dinetralkan sebelum mujair, menjamur di dam ini. Begitupun ternak babi. dibuang ke laut. Bahkan diolah kembali menjadi air Direktur Pemukiman, Lingkungan dan Agribisnis minum. Pemerintah dan warga Singapura sangat mengBadan Pengusahaan (BP) Batam, Tato Wahyu mengakui hargai setetes air, meski kapasitas dam mereka saat ini keberadaan ruli dengan beragam aktivitas itu berbahaya. sudah lebih dari 15.000 liter per detik. Limbah rumah tangga, ternak, dan penggunaan zat kimia Dampak negatif lainnya, debit air dam ini terus

EDISI 31, Minggu I september 2013

Foto: wijaya satria/batam pos

Ruli hutan Baloi, Lubukbaja.


fokus

18

p e ri s ti w a

berkurang karena hutan di sekitar dam yang “Ruli di kiri kanan runway arah jalan ke berfungsi sebagai daerah tangkapan air Telaga Punggur sudah ditertibkan semua. menjadi rusak. Catatan ATB, saat ini Tinggal arah Nongsa karena warga Pekerja formal banyak penyusutan air dam Duriangkang mengklaim kampung tua,� kata Tato, yang memilih tinggal di mencapai 30 persen. Selasa pekan lalu di kantornya. ruli. Ada yang menemJika melihat ke belakang, Habibie *** dalam beberapa kali kunjunganDilihat dari sejarahnya, rumah liar pati area hutan lindung, nya ke Batam selalu mengingatkan, di Batam mulai menjamur sejak peada juga yang menemdaya dukung Batam dari aspek keriode pembangunan prasarana dan pati area yang telah diabutuhan air terbatas. Dari tujuh dam penanaman modal pada 1978. Saat lokasikan ke investor. yang ada, hanya cukup untuk 1-1,2 juta itu Otorita Batam (OB, kini BP Batam) penduduk. Lebih dari itu, Batam harus diketuai oleh BJ Habibie. Kemudian bermencari alternatif sumber air baku baru. lanjut ke 1998 hingga saat ini. Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia Institut Industri saat itu tumbuh pesat di Batam. Peluang Teknologi Bandung (LAPI ITB) juga pernah meneliti kerja juga terbuka lebar. Akibatnya, Batam kebanjiran ketersediaan air baku di Batam pada tahun 2000. Saat pencari kerja. Ada yang memiliki skill, ada yang tidak. itu, mereka menyebut volume air baku dari tujuh dam Ada yang diterima bekerja ada yang jadi pengangguran. di Batam hanya 110 juta kubik. Dengan asumsi pertumAda yang bekerja di sektor formal, ada yang nonformal. buhan penduduk Batam rata-rata sembilan persen per Ada yang sanggup menyewa atau membeli rumah, ada tahun, maka volume air itu akan habis pada 2014 menyang tidak. Pertumbuhan penduduk Batam pun cukup datang. Bahkan bisa jadi lebih cepat jika penyusutan air tinggi saat itu. Dari 250 ribu jiwa pada 1998 menjadi 500 baku terus terjadi akibat perambahan hutan sekitar dam ribu pada 2000. menjadi pemukiman liar. Mereka yang tak sanggup membeli atau menyewa Khusus kawasan Bandara Hang Nadim, BP Batam rumah ini akhirnya membuat rumah liar. Bahkan pekerja masih terus berusaha menertibkan rumah-rumah liar formal pun banyak yang memilih tinggal di ruli. Ada tersebut. Khususnya warga yang beternak babi karena yang menempati area hutan lindung, ada juga yang menberbahaya jika lepas dan berkeliaran hingga ke runway empati area yang telah dialokasikan kepada pihak ketiga bandara. (pengusaha/investor). Foto: wijaya satria/batam pos

Ruli Seraya Bawah, Batuampar dari sudut dekat.

EDISI 31, Minggu I september 2013


fokus

19

p e ri s ti w a

Tato menambahkan, banyak juga perusahaan yang tidak lagi menempatkan karyawannya di sejumlah dormitori di kawasan industri atau di rumah susun sewa. Karyawan diminta mencari tempat tinggal sendiri. Kondisi ini juga memicu munculnya pemukiman liar. Khawatir hutan dirambah oleh pendatang, OB akhirnya menitipkan sejumlah kawasan hijau ke Kementerian Kehutanan pada tahun 1980-an. Ada 12 titik berstatus hutan lindung dengan total luas 12 ribu hektare. Yakni; Batuampar 1 seluas 79 hektare, Batuampar II seluas 158,59 hektare, dan Batuampar III seluas 248,10 hektare -ditetapkan Menhut melalui SK 719/kpts-II/1993 tertangal 29 April 1994. Kemudian hutan lindung Tanjungpiayu seluas 189,76 hektar. Ditambah satu titik hutan konservasi untuk taman wisata alam (TWA) seluas 2.065,62 hektare, dan satu kawasan konservasi untuk hutan buruh seluas 16 ribu hektare di Rempang-Galang. Meski berstatus hutan konservasi dan hutan lindung, tetap saja ada pemukiman liar di kawasan itu. Ada juga yang sengaja dialokasikan untuk perumahan, kawasan bisnis, dan fasilitas sosial seperti rumah sakit, sekolah dan perguruan tinggi. Antara lain lebih dari 50 persen luas TWA Mukakuning, Batuampar I, II, dan III. Saat ini, sedikitnya ada 20 ribu bangunan permanen di atas lahan TWA Mukakuning itu jadi polemik. Ada yang sudah memiliki sertifikat namun tak bisa diagunkan ke bank. Ada yang sertifikatnya tak keluar karena Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak berani mengeluarkan sebelum ada rekomendasi alihfungsi hutan koservasi tersebut menjadi kawasan komersil dari Kementerian Kehutanan. Puncaknya, Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 463/MENHUT-II/2013 yang keluar Februari lalu, menyebut 20 ribu rumah di atas TWA Mukakuning itu EDISI 31, Minggu I september 2013

kini berstatus hutan lindung. Bahkan, sejumlah kawasan komersil di hampir seluruh bibir pantai di Pulau Batam menjadi hutan lindung. Hal ini menimbulkan polemik tersendiri hingga saat ini karena dianggap menghambat investasi. Kalau BP Batam menitipkan hutan ke Kementrian Kehutanan agar tak dirambah menjadi rumah liar, lain lagi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam saat itu. Mereka mengambil langkah “radikal� dengan membuat aturan lebih ketat untuk mengendalikan penduduk Batam. Pada tahun 2001, lahirlah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran dan Pengendalian Penduduk. Intinya, warga dari luar Batam yang masuk ke Batam harus memiliki tujuan yang jelas. Bagi pencari kerja, harus memiliki skill yang dibutuhkan untuk industri di Batam. Serangkaian prosedur pun harus dilalui oleh pendatang. Petugas dari Disduk dibantu Polisi Pamong Praja berjaga di semua pintu masuk pelabuhan. Mereka yang tidak memenuhi ketentuan dipulangkan ke daerah asal. Kalaupun diizinkan masuk, harus membayar uang jaminan sebesar harta tiket dari daerah asal. Uang jaminan itu bisa diambil saat kembali ke daerah asal. Namun banyak juga yang tak mengambil, hingga jumlah uang jaminan dari tahun ke tahun saat Perda ini diberlakukan mencapai miliaran rupiah. Meski aturan itu dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM) -karena setiap warga negara Indonesia berhak datang dan menetap di suatu wilayah lainnya di Indonesia, namun Perda ini tetap diloloskan Mendagri. Bahkan dianggap tidak melanggar HAM. Salah satu pertimbangannya, luas Batam terbatas. Hanya 415 kilometer persegi atau 41.500 hektare. Jadi penduduknya harus dikendalikan sesuai dengan daya dukung lingkungan.

foto: W Satria/Batam Pos.

Ruli di kawasan Batam Centre, Batam Kota.


20

fokus p e ri s ti w a

foto: yusuf hidayat/batam pos

Kondisi ruli Seraya padat.

Tahun 2001 Perda ini resmi diterapkan. Pertumbuhan penduduk Batam benar-benar terkendali. Hal itu bisa dilihat dari pergerakan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Bahkan, empat tahun pertama penerapan perda ini, jumlah penduduk Batam belum menembus angka 600 ribu jiwa. Rinciannya, tahun 2001 jumlah penduduk Batam hanya 527,151 jiwa, tahun 2002 tumbuh sedikit menjadi 533,521 jiwa, lalu 2003 jadi 562,661 jiwa, dan 2004 jadi 591,253 jiwa. Baru pada tahun 2005 menembus angka 685,787 jiwa. Lalu 2006 jadi 713,960 jiwa, tahun 2007 jadi 720,834 jiwa, tahun 2008 mencapai 899,944 jiwa, dan 2009 menjadi 988,555 jiwa. “Sebenarnya sangat efektif mengendalikan penduduk,” kata Sadri Khairuddin, kepala dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam, pekan lalu. Meski terbilang efektif mengendalikan penduduk di Batam, namun desakan agar Perda ini dihapus terus menguat. Suara lantang itu datang dari kalangan politisi di Batam. Akhirnya, pada 2009, Perda ini diganti. Terbitlah Perda Nomor 8 tentang Penyelanggaraan Administrasi Kependudukan di Kota Batam. Perbedaan mencolok dari Perda Nomor 2 Tahun 2001 adalah tidak adanya larangan dan prosedur ketat untuk masuk ke Batam.

EDISI 31, Minggu I september 2013

Pendatang baru hanya didata. Tidak ada lagi kewajiban membayar uang jaminan. Akibatnya, laju petumbuhan penduduk di Batam kembali tinggi. Hingga akhir Desember 2012 tercatat penduduk Batam 1.235.651 jiwa. Jumlah itu belum termasuk pendatang yang tidak melapor ke Dinas Kependudukan. “Yang melapor setiap hari kerja itu 50-70 orang dengan status pindah. Setelah lembaran lebih banyak lagi. Kalikan saja hari kerja dalam setahun,” kata Sadri. Jumlah itu ditambah angka kelahiran di Batam yang terbilang tinggi. Tahun 2012 lalu, ada 33 ribu anak lahir di Batam. “Penduduk Batam kan rata-rata usia produktif, makanya angka kelahiran tinggi,” kata Sadri. Di 2013, Sadri memperkirakan jumlah penduduk Batam akan bertambah lebih besar lagi. Tidak menutup kemungkinan menyentuh angka 1,4 juta jiwa. Pasalnya, upah minimum kota (UMK) Batam tahun ini terbilang tinggi. Mencapai Rp2,04 juta sehingga banyak yang tertarik datang ke Batam. Sayangnya, kondisi ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja. Sejumlah industri memilih hengkang ke negara lain dan melakukan pengurangan tenaga kerja. Seperti PT Sun Creation Indonesia (SCI) di Kawasan Tunas Industri Batam Centre yang hengkang ke


21 Filipina, menelantarkan lebih 700 karyawannya. “Perusahaan yang bertahan melakukan efisiensi dengan pengurangan tenaga kerja,” kata Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam, Abidin Hasibuan. Kalaupun ada yang terserap di pasar kerja, hanya mereka yang benar-benar memiliki skill. Bahkan beberapa pekerjaan diganti tenaga robot. Akibatnya, pendatang yang minim skill akan menjadi pengangguran dan memicu munculnya persoalan sosial di Batam. Salah satunya, makin menjamurnya rumah-rumah liar. “Kami belum update data terbaru, namun perkiraan kami sudah lebih dari 50 ribu,” kata Boy Zasmita, kepala Sub Direktorat Pengelolaan Pemukiman BP Batam, Selasa pekan lalu. Jumlah tersebut diluar dari 40 ribu yang sudah ditertibkan dan direlokasi ke kavling siap bangun (KSB) di beberapa titik di Batam. Antara lain, Tiban, Nongsa, Kabil, Punggur, Tanjungpiayu, Batuaji, dan Dapur 12. Boy juga mengakui, dari aspek sanitasi, keberadaan rumah-rumah liar itu bisa dibilang jauh dari kategori sehat, meskipun 78 persen sudah memiliki jamban sendiri. “Itu tadi, sistem drainase yang buruk, bahkan nyaris tidak ada,” ujarnya. “Tapi ada juga yang beralih membeli rumah permanen saat kesejahteraan mereka meningkat,” kata Boy. Sebaliknya, ada juga yang kesejahteraannya meningkat tapi tetap bertahan di ruli dengan harapan bisa mendapat ganti rugi kavling siap bangun saat ada penggusuran. *** Bagi pengusaha, keberadaan ruli di lahan milik mereka jadi persoalan serius. Butuh biaya besar untuk menggusur dan mencarikan tempat relokasi. Apalagi lahan di Batam semakin hari semakin terbatas. Rempang-Galang yang luasnya mencapai 715 Km2 (71.500 Ha) setelah digabung Batam, sedari awal disiapkan jadi tempat pengembangan lanjutan setelah Batam jenuh, sebagaimana teori balon Habibie yang kemudian membangun enam jembatan penghubung, belum bisa diharapkan. Status hutan buru jadi kendala. Hutan Baloi misalnya. Meski rekomendasi (SK No 725/ Menhut-II/2010) alih fungsi dari hutan lindung menjadi kawasan komersil dan SK No 724/Menhut-II/2010 tentang Penetapan Kawasan Hutan Lindung Pengganti di Tembesi seluas 838,8 Hektare, telah diteken dan diserahkan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kepada Wali Kota Batam Ahmad Dahlan pada 30 Desember 2010 lalu, namun kawasan itu tidak bisa langsung dibangun. Ada 4.000 rumah liar di sana. Akibatnya, 11 pengusaha kelas kakap yang tergabung dalam satu konsorsium yang akan mengubah wajah lahan seluas 119,6 hektare itu menjadi pusat bisnis yang EDISI 31, Minggu I september 2013

fokus p e ri s ti w a

dilengkapi mall, apartemen, hotel, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya, menjadi terhambat. Pengembang properti yang juga Ketua Apindo Kepri, Cahya mengatakan tidak mudah memindahkan ruli sebanyak itu. Butuh lahan luas untuk tempat relokasi. Pengusaha harus bisa melobi BP Batam agar tetap mengalokasikan lahan pengganti untuk relokasi. Cahya berharap ada kerjasama antara BP Batam, pemilik lahan, dan Pemko Batam. BP menyiapkan lahan pengganti, pengusaha membangunkan rumah sangat sederhana (RSS) di tempat relokasi, dan Pemko Batam menyediakan sarana dan prasarananya. “Jadi kalau harga jualnya RSS itu Rp40 juta, pengusaha bisa subsidi Rp10 juta, sisa Rp30 juta bisa KPR. Jadi angsurannya lebih ringan,” kata bos Arsikon Grup ini. Tato mengatakan, saat penunjukan lahan (PL), BP Batam sudah mengingatkan pengusaha konsekwensi yang harus ditanggung jika lahan yang diinginkan ada rulinya. Pengusaha wajib memindahkan dan memberiFoto: wijaya satria/batam pos kan ganti rugi, saat kawasan tersebut mau dibangun. “Tapi kalau saat pengalokasian tidak ada rulinya, lalu Ruli Baloi kolam, Lubukbelakangan muncul rulinya, salah pengusaha yang tak baja. menjaganya dan tak segera membangun kawasan yang telah dialokasikan itu,” kata Tato. ***


fokus

22

p e ri s ti w a

Batam Butuh 761 Twin Blok Rusun Pemerintah Kota Batam mengakui keterbatasan lahan di Batam menjadi kendala tersendiri dalam relokasi warga Batam yang tinggal di rumah-rumah liar. Jalan terbaiknya memperbanyak rumah susun.

W

ali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, Batam setidaknya butuh 761 unit twin blok rumah susun hingga akhir 2013. Baik rusun hak milik (rusunami) maupun sewa (rusunawa). Kebutuhan tersebut didasarkan pada asumsi jumlah pekerja yang terus bertambah. Diperkirakan hingga akhir 2013 mendekati 400 ribu jiwa atau sekitar 384.036 jiwa. Jika diperkirakan 30 persen dari jumlah itu belum memiliki tempat tinggal, termasuk yang tinggal di ruli, maka setidaknya ada 115.211 jiwa butuh tempat tinggal. Jika diasumsikan 40 persen dari jumlah itu sudah berkeluarga, maka setidaknya ada 46.084 kepala keluarga butuh rusun tipe 27 atau sekitar 576 twin blok. Kemudian jika diasumsikan 60 persen yang belum bekeluarga, maka setidaknya ada 69.126 jiwa butuh rusun. Jika satu unit rusun untuk empat orang lajang, maka kebutuhan rusun tipe 21 mencapai

EDISI 31, Minggu I september 2013

17.282 unit atau 180 twin blok. Kemudian akhir 2013 butuh lima twin blok lagi. “Sampai Mei 2013 sudah terealisasi 73 unit twin blok yang tersebar di berbagai tempat di Batam,” kata Dahlan pekan lalu. Dahlan mengurai, di Tanjunguncang, ada empat twin blok rusun tipe 21 yang dibangun oleh Perumanas pada kurun waktu 2001-2002. Batuampar yang dibangun Jamsostek enam twin blok tipe 21 pada 2001-2003. Sementara yang dibangun Otorita Batam (BP Batam) untuk Batuampar empat twin blok tipe 21 (2003-2004). Foto: wijaya satria/batam pos Di tahun yang sama, OB juga membangun sembilan twin Rumah susun blok di Mukakuning dengan tipe yang sama. Menyusul empat twin blok tipe 21 dan 36 di Sekupang pada peri- sewa Jamsostek di Kabil. ode 2004-2006. “Kita juga bangun dua twin blok tipe 27 tahun anggaran 2004-2005 di Mukakuning,” kata Dahlan. Di tahun 2007-2009, Kemenpera juga membangun empat twin blok rusun. Tiga tipe 27 di Mukakuning, satu tipe 21 di Tanjungpiayu. Menyusul Departemen Pekerjaan Umum tahun anggaran 2008-2009 sebanyak 6 twin blok tipe 24. Dua twin blok di Mukakuning dan empat twin blok di Sekupang. Di tahun yang sama, Jamsostek juga menam-


23 bah satu twin blok tipe 24 di Mukakuning. Begitupun dengan REI Batam membangun dua twin blok tipe 21 dan 36 di tahun yang sama di Batam Center. Akhir tahun 2009, Pemko kembali membangun dua twin blok tipe 27 di Tanjunguncang, meyusul Kemenpera dua twin blok tipe sama di lokasi yang sama dan dua twin blok di Kabil. Lalu dari periode 2009-2013, bertambah 5 twin blok lagi. Dahlan mengatakan, semakin tinggi jumlah pertumbuhan tenaga kerja, maka kebutuhan rusun juga akan terus meningkat. Dahlan berharap, pengusaha pengembang properti lainnya juga turut berpartisipasi membangun rusun, khususnya rusunami untuk warga yang tinggal di ruli. Orang nomor satu di Batam ini yakin, persoalan rumah liar di Batam akan selesai jika semua pihak punya komitmen bersama. Pemko Batam bersama BP Batam juga akan terus melobi pusat, baik Kemenpera, Kementerian PU, Jamsostek, maupun Perumnas agar setiap tahunnya ada alokasi anggaran untuk pembangunan rusun di Batam. “Warga yang tinggal di ruli tetaplah warga kita yang harus terus diupayakan mencarikan solusi agar mereka bisa menikmati hunian yang layak,� kata Dahlan. (muhammad nur)

EDISI 31, Minggu I september 2013

fokus p e ri s ti w a


fokus

24

p e ri s ti w a

Tato Wahyu, Direktur Permukiman, Lingkungan dan Agribisnis BP Batam

Banyak Kavling Diperjualbelikan

M

enjamurnya rumah liar di Batam tak hanya membuat wajah kota ini buram, tapi juga berpotensi menimbulkan kerusuhan saat penggusuran karena lahan makin menyempit. Solusi apa yang ditawarkan pemerintah? Berikut Perbincangan Majalah Batam Pos dengan Direktur Permukiman, Lingkungan dan Agribisnis Badan Pengusahaan Batam, Tato Wahyu:

- Apa upaya BP Batam mencegah perambahan area bandara dan sumber air baku (dam) agar permukiman liar tak meluas di area tersebut? Kita lakukan pemagaran dam menggunakan kawat berduri dan penambahan pos serta personel pengamanan dari Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam. Selain itu, kita akan terus melakukan penertiban. - Penertiban tentu membutuhkan solusi. Solusinya apa? Mereka kita relokasi ke tempat lain. Beberapa waktu lalu ada 160 kepala keluarga yang tinggal di ruli dam Duriangkang. Karena mereka mengaku petani, kita relokasi ke Seitemiang. Di sana kita beri lahan untuk bertani. - Apakah mereka bisa bertahan? Nah, ini masalahnya. Mereka akhirnya memperjualbelikan lahan yang diberikan. Alasannya macam-macam, lahannya tidak suburlah. Mereka akhirnya kembali lagi mendirikan ruli. Memang merepotkan. - Bagaimana dengan ruli yang menjamur di wilayah kota maupun di sekitar kawasan industri? Pelan-pelan kita tertibkan dengan cara merelokasi mereka. Kita berikan mereka kavling siap bangun (KSB) seluas 60 meter persegi atau 6 x 10 meter. Cukup untuk membangun tempat tinggal sangat sederhana. Sampai saat ini sudah ada 40 ribu KSB kita bagikan. Sebanyak 340 di antaranya KSB plus, yaitu kita bagunkan rumah namun interiornya ditanggung masing-masing kepala keluarga.

EDISI 31, Minggu I september 2013

foto: dokumentasi pribadi

- Siapa yang menanggung biaya relokasi? Tato Wahyu di Kalau lahan milik pengusaha, maka pengusaha ber- bekas pemukitanggungjawab merelokasi. BP Batam hanya menyiapkan man pengungsi Vietnam, di lahan. Jadi, ada beban biaya berkisar Rp3 juta sampai Pulau Galang. Rp5 juta per KSB yang harus ditanggung pengusaha. Kalau dari lahan hutan lindung atau lahan seperti dam dan area bandara, murni ditanggung BP Batam. - Bukankah biaya itu memberatkan pengusaha? Pengusaha sudah tahu sejak awal sebelum pengalokasian lahan. Kita sudah memberitahukan lahan yang


25

fokus p e ri s ti w a

mereka inginkan ada rulinya dan beban sosial (relokasi) harus ditanggung mereka. Jika setuju kita alokasikan. Jika tidak setuju tidak kita alokasikan. Jadi mereka sudah sepakat dari awal.

- Apakah semua KSB sudah ditempati? Sejak setahun lalu kita sudah mendata ulang. Mulai dari KSB di Punggur, Nongsa, Batuaji, Kabil, Dapur 12, Tanjungpiayu dan titik KSB lainnya. Hasilnya, ada sekitar 1.000 KSB belum dibangun. Tapi pendataan belum tuntas 100 persen, baru sekitar 80 persen. - Apa konsekwensinya? Sesuai perjanjian awal penempatan, dalam waktu dua bulan harus dibangun. Jika tidak akan ditarik dan diberikan kepada warga ruli lain yang baru direlokasi. Tanggal 31 Mei lalu harusnya sudah diumumkan, tapi supaya adil menunggu pendataan rampung, baru nama-nama KSB yang dicabut kepemilikannya diumumkan per lokasi di media. - Seberapa efektif KSB itu? Bukankah banyak yang nakal, KSB diperjual+belikan atau disewakan lalu pidah lagi ke ruli lain dengan harapan digusur dan dapat KSB lagi? Nah, efektivitasnya memang lagi kami uji. Sejak Mei lalu kita wajibkan pemilik KSB untuk registrasi ulang sekaligus mengurus sertifikatnya. Cara ini efektif mengetahui siapa saja pemiliknya. Jika ada kepemilikan ganda, akan kita tarik dan hanya disisakan satu KSB. Data sementara, yang sudah berpindah tangan cukup banyak, namun kurang dari 50 persen. Polanya macammacam. Ada yang berpindah tangan karena dijual setelah kontrak kerjanya di Batam habis. Ada juga berpindah kepemilikan karena tidak mampu membangun hingga diberikan ke pihak lain. Ada juga yang menjual karena pindah ke perumahan yang dibangun developer setelah kondisi perekonomiannya membaik. Ada juga yang dijual lalu membeli KSB baru di dekat perusahaan tempat ia bekerja. Dan benar, ada juga yang nakal, dijual lalu pindah lagi ke ruli berharap dapat KSB baru. Jadi kronologi perpindahan kepemilikan KSB ini bisa diketahui. Saat registrasi ulang dan pengurusan dokumen, mereka yang tak sanggup menunjukkan bukti penempatan awal kita anggap bodong dan kita tarik. Keculai mereka bisa membuktikan kalau surat penempatan hilang atau terbakar dengan bukti laporan kepolisian dan bukti berita kehilangan di media. - Seberapa antusias pemilik KSB registrasi ulang dan mengurus dokumen? Cukup tinggi. Satu bulan bisa sampai 1.000. Kalau persyaratannya lengkap, terutama bukti penempatan awal

EDISI 31, Minggu I september 2013

yang asli dan sudah membayar lunas UWTO (uang wajib tahunan otorita), tak sampai dua bulan sudah keluar sertifikatnya. Mereka benar-benar antusias karena begitu mendapat sertifikat, mereka bisa agunkan ke bank untuk usaha. Kecepatan layanan ini karena pengurusan dokumen KSB sudah dipindahkan dari Direktorat Lahan ke Direktorat Permukiman. Kalau dulu semua terpusat di Direktorat Lahan. Sudah ada 4.000 yang sertifikatnya keluar.

- Berapa besaran UWTO untuk KSB? Tergantung wilayahnya. Tapi mereka yang masih memiliki bukti penempatan asli tetap subsidi. Hanya Rp6.000 per meter persegi. Yang sudah hilang atau terbakar tapi ada bukti laporan dari kepolisian harus bayar normal. Tapi paling mahal Rp42 ribu per meter persegi. - Berhasilkah KSB menghilangkan kesan kumuh? Nah, ini juga jadi masalah. Kemampuan pemilik kan

foto; yusuf hidayat.

Rumah susun sewa di Mukakuning, Batam.


fokus

26

p e ri s ti w a

beda-beda, jadi bangunannya tidak seragam.

- Sampai kapan pola penanganan ruli menggunakan sistem KSB? Bukankah lahan di Batam terbatas? Benar, pola KSB memang sudah sulit karena lahan terbatas. Makanya sekarang kami manfaatkan dulu KSB yang kami tarik karena tak dibangun. Sisanya kalau masih ada lahan masih bisa kita alokasikan untuk KSB, namun konsepnya berbeda dari sebelumnya.

Pengelolaan rusun sewa di Batam terbaik se- Indonesia dan sempat menyabet penghargaan dari Kemenpera.

- Seperti apa konsepnya? Sekarang kan ada Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP) dari Kemenpera. Banyak kemudahan. Bebas segala macam pajak, termasuk BPHTB dan akte jual beli. BPN bantu sertifikat. Lahan tetap disiapkan BP dan kontraktornya akan ditunjuk karena bangunan harus memenuhi standar. Harus tahan 15 tahun. Namun bunga rendah, hanya 7,25 persen karena subsidi. Infrastruktur pendukung kawasan ini dibangun Kemenpera. Dengan program ini diharapkan masyarakat dapat memiliki rumah terjangkau, layak dan berkualitas dan ada rasa memiliki karena terikat kredit bank berbunga rendah. Kalau syarat bank umum terlalu ribet, kita akan gandeng BPR, sehingga yang profesinya informal pun bisa dilayani bank. - Kapan dibangun dan berapa banyak? Tahun ini mulai. Tahap awal untuk 1.500 ruli yang ada di Tanjunguma. Rumah contohnya sudah ada di Batuaji di Kampung Kamboja. Masyarakat bisa melihatnya. Kita harapkan pola ini bisa membuat masyarakat yang direlokasi benar-benar menetap di lokasi yang ditetapan. - Tapi masih ada 50 ribu ruli di 50 titik. Angka ini tak kecil dan butuh lahan luas. Solusi alternatifnya? Alternatifnya rumah susun hak milik (rusunami) atau bisa juga disebut flat. Di peta rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Batam, ada 50 titik rusun. Total luasnya 300 hektar yang tersebar di seluruh Batam. Salah satu lokasinya di depan Simpang Rujak. Luasnya sembilan hektare. Satu hektare itu bisa tiga twin blok. - Kenapa belum dibangun? Masalahnya, swasta yang punya lahan itu belum bisa membangun saat ini karena harga rusunami belum kompetitif. Kalah bersaing dengan rumah konvensional. Harga rata-rata rusunami saat ini Rp170-an juta. Tidak

EDISI 31, Minggu I september 2013

bisa lebih murah dari itu karena rusun tidak mungkin dimainkan bahannya. Bisa ambruk. Tapi saat ini, dengan uang segitu, orang lebih memilih membeli rumah konvensional karena masih banyak seharga itu. Apalagi tradisi masyarakat kita lebih suka rumah landed ketimbang rusun. Namun ke depan di saat harga tanah makin mahal dan harga rumah konvensional juga makin mahal karena lahan terbatas, maka orang akan beralih ke rusunami. Ke depan polanya begitu karena itu tadi, lahan terbatas.

- BP Batam kan punya rusun? Rusun BP bukan untuk warga ruli yang direlokasi. Rusun BP konsepnya rusun sewa (rusunawa), bukan rusunami. Jadi hanya diperuntukkan pekerja lajang. Ada unsur bisnis di sana. Minimal, bisa menutupi biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Syukur-syukur bisa profit. Jadi konsepnya bukan untuk keluarga. Makanya lokasinya dibuat di dekat kawasan industri, sesuai permintaan investor. Sama dengan konsep rumah susun sewa Jamsostek. Seperti yang ada di Kabil, satu blok diborong pekerja dari China dan pekerja fasilitas perawatan pesawat Lion Air. Rusunami untuk warga ruli, selain swasta, juga ada dari Kementerian Pekerjaan Umum. Nah, itu bisa. Karena orientasi PU untuk masyarakat berpenghasilan rendah. - Bagaimana dengan rusun yang dibangun Kemenpera? Meskipun diserahkan ke Pemda, biasanya orientasinya sama dengan rusun sewa BP Batam dan Jamsostek. Kemenpera menginginkan dikelola dengan benar agar bisa profit dan bisa membangun rusun lanjutan. Jadi yang diberi itu hanya semacam stimulan. Pengelolaan rusun sewa di Batam itu terbaik seIndonesia. Kita dapat penghargaan dari Kemenpera. Di daerah lain juga ada rusun yang dihibahkan Kemenpera ke pemdanya, namun sewanya sangat murah sehingga tak cukup untuk biaya operasional dan perawatan. Selain itu, sistemnya juga kurang bagus dibanding Batam. Di daerah lain, ruas jalan rusun digunakan untuk menyimpan barang-barang seperti lemari sehingga terlihat kumuh dan berbahaya kalau terjadi kebakaran. Kalau di Batam sistem seperti itu tidak boleh. Harus bersih dan terawat sehingga jauh dari kesan kumuh. (muhammad nur)


27

karikata

Bahan utama yang paling penting dalam resep untuk sukses adalah mengetahui bagaimana bergaul dengan orang-orang. -Theodore Roosevelt-

-George S. Patton-

-Thomas A. Edison-

-Lao Tzu-

Sebuah rencana yang dilaksanakan sekarang adalah jauh lebih baik daripada rencana sempurna dilaksanakan minggu depan.

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.

Sebuah perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.

EDISI 31, Minggu I september 2013


28

trend

G aya Sasak Semi

Formal Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id

Tidak hanya terkesan rapi, rambut yang disasak ke atas juga menggambarkan sisi feminitas dari seorang wanita. Rambut sasak bisa digunakan untuk acara formal dan semi formal. Berikut intip 3 gaya rambut sasak modern nan dinamis.

EDISI 31, Minggu I september 2013


29

trend

1 2

Catok keriting rambut bagian bawah

Ambil bagian atas rambut kemudian gulung

3

4

Sasak di tengah kemudian jepit

Ambil rambut bagian kanan kemudian gulung

Selesai

Sasak lagi ke atas

5

7

6

EDISI 31, Minggu I september 2013

Lakukan hal yang sama pada kiri bawah rambut


30

trend

1 2

Bagi tiga bagian rambut

Ambil yang tengah dan gulung

3

4

Sasak ke kiri

Ambil sebagian rambut kiri pilin-pilin kecil ke kanan, jepit

Selesai

Lakukan hal yang sama pada sisa rambut kanan

7

5

6

EDISI 31, Minggu I september 2013

Beri hiasan sesuai selera


31

trend

1 2

Bagi tiga rambut, sasak bagian atas

Kepang bagian kiri, jepit ke kanan

3

4

Kepang bagian kanan jepit ke kiri

Beri hiasan di tengah

5 6

Poni di jambul ke atas, semprotkan sedikit hairspray

EDISI 31, Minggu I september 2013

Selesai


32

creatrep creativity & entrepreneur

Untung Berlapis dari Lapis Legit Veren Evania Pemilik Veren Layer Cake’s

Editor: Ahmadi email : majalah@batampos.co.id

EDISI 31, Minggu I september 2013

FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA

Ketika kursus membuat kue, ia tidak pernah belajar membuat kue lapis. Tetapi kue lapis yang rasanya legit itulah yang justru mendatangkan untung berlapis bagi Veren Evania.


33

P

agi-pagi Veren Evania menyiapkan kue lapis yang telah dipanggang dan didinginkan di tempat produksi Veren Layer Cake’s, Rabu (28/7). Hari itu, Veren Evania yang memberi label Veren Layer Cake’s pada kue lapis buatannya akan mengantar kue lapis ke dua outlet miliknya di Mega Mall dan BCS Mall. Outlet di Mega Mall berada di upper ground floor, sedangkan outlet BCS di pintu satu lantai dasar. Untuk kedua outlet itu, Veren menyiapkan masing-masing minimal tujuh kotak. Sementara empat karyawannya masih terus memanggang kue lapis berbentuk segi empat dalam oven di dapur berukuran empat kali enam meter. Kue lapis yang sudah dipanggang kemudian diangin-anginkan supaya dingin sebelum dimasukkan ke dalam kemasan. Setiap hari Veren memproduksi kue lapis berdasarkan pesanan dan stok untuk di dua outlet. ‘’Stok setiap hari itu lebih dari sepuluh dan bertambah kalau ada orderan khusus,’’ ujar Veren di ruang produksi yang bersebelahan dengan rumahnya di Komplek Centre Park Blok C No.7, Batam Center. Menurut Veren, pesanan meningkat pada akhir pekan atau pada hari-hari spesial seperti hari raya Lebaran dan Imlek. Lebaran lalu, lanjut Veren, ia memproduksi ratusan kue lapis. Begitu pula pada Imlek lalu. Orderan meningkat tajam pada momen spesial tersebut karena pelanggannya memesan antara 5-50 kotak kue lapis. Kue lapis yang diproduksi beragam variasi. Lapis legit original, lapis cokelat, lapis strawberry, lapis chocochips, lapis batik, lapis pandan, lapis gulung batik, dan lapis Surabaya. Sebagian kue lapis itu dikreasi sendiri dan diberi nama. ‘’Ragam kue lapis ini bisa ratusan sebenarnya tetapi saya hanya membuat yang banyak diminati atau spesial order. Lapis legit yang spesial order itu di antaranya lapis batik gulung, lapis surabaya, dan lapis strawberry,’’ jelas Veren.

EDISI 31, Minggu I september 2013

creatrep creativity & entrepreneur


34 Kue lapis itu dijual dengan harga yang bervariasi pula. Tergantung rasa dan tingkat kerumitan pembuatannya. Mulai Rp160 ribu per kotak sampai Rp270 ribu. Setiap hari, rata-rata penjualan antara 7-8 kotak atau omsetnya Rp1,5 juta per hari. Itu omset pada hari-hari biasa, sementara pada akhir pekan bisa lebih besar lagi. ‘’Jadi omset per bulan, ya kalikan saja 30 hari,’’ katanya sembari tersenyum. Kue Veren diminati hingga ke negeri Singa. Kadang-kadang pelanggannya datang langsung ke tempat produksinya atau minta diantarkan ke pelabuhan jika tidak sempat datang langsung. Bahkan, beberapa pelanggannya minta diantar langsung ke Singapura. Veren sempat memenuhi permintaan pelanggannya tersebut. Namun belakangan ia tidak bisa melakukannya lagi karena selain pemeriksaan yang ketat di Pelabuhan Singapura, ia memilih tidak buang-buang waktu

EDISI 31, Minggu iI september 2013

creatrep creativity & entrepreneur


35

creatrep creativity & entrepreneur

untuk meninggalkan produksi kuenya. Keistimewaan kue Veren terletak pada resep, varian yang dikreasi sendiri, dan pengunaan bahan-bahan impor. Hal ini membuat cita rasa kue lembut di lidah, beraroma harum, dan tidak kering karena sedikit berminyak. Veren juga membuat kuenya agar tetap fresh meski tidak menggunakan bahan pengawet. Veren berkisah, bisnis kue sudah dimulainya sejak 1997, saat masih tinggal di Tanjungpinang. Pada mulanya ia membuat kue karena bosan di rumah saja, tanpa pekerjaan. Ia membuat kue-kue kering, tetapi hanya dipasarkan pada teman-teman dekat dan kerabatnya. Ia kemudian mengikuti kursus membuat kue di Jakarta. Ia belajar membuat kue-kue kering, bakery, dan kue ulang tahun. Kue lapis sama

EDISI 31, Minggu I september 2013

sekali tidak dipelajari. Usai kursus ia mendapat alatalat membuat kue dari papanya. Itulah modal ia serius bisnis kue. Ia lantas pindah ke Batam. Kue-kue kering buatannya banyak dipasok ke mall-mall. Tetapi tidak lama karena serbuan kue kering dari luar Batam yang harganya lebih murah. Veren pun beralih ke kue lapis. Ia belajar sendiri dan mengembangkan varian kue lapis hingga ratusan varian. Kue itu masih dijual di rumahnya hingga ia mendapatkan outlet di BCS Mall tahun 2006. Di situlah, kue lapis Veren mulai dikenal. Turis dari Singapura mencicipi kuenya dan menjadi pelanggannya. Bisnis kue lapis Veren terus berkembang hingga ia membeli rumah di samping rumahnya dan dijadikan tempat produksi. Ia juga menambah outlet baru di Mega Mall, pertengahan Agustus lalu. ‘’Citacita saya, punya butik atau outlet khusus kue lapis,’’ katanya.***


36

creatrep creativity & entrepreneur

A

nda pernah berpikir untuk membuka usaha kue? Bila jawabannya iya, simak baik-baik tips berikut ketika berniat membuka toko kue sendiri. . Begini, setelah Anda menentukan produkproduk yang akan dijual: 1. Pastikan Anda juga sudah mengenal target konsumen Anda. Bagaimana karakter mereka, seperti apa gaya hidup mereka, kapan saja mereka makan kue, sedikit-banyak Anda perlu tahu, supaya kelak Anda bisa berpromosi secara efektif pada mereka. 2. Tentukan lokasi. Kita tahu, lokasi yang strategis akan membuat dagangan Anda lebih laku. Selain itu, lokasi juga mempengaruhi besarnya pengeluaran yang akan Anda tanggung, seperti listrik, air, transportasi, dll. Jika modal Anda terlalu kecil, pertimbangkan alternatif untuk menitipkan produk Anda pada beberapa toko kue tanpa perlu membuka toko sendiri. 3. Hitung modal. Modal menyesuaikan jenis produk atau produk menyesuaikan jumlah modal? Bila pilihannya adalah modal menyesuaikan produk, Anda bisa mendapatkannya dari tabungan sendiri, pinjam bank, atau patungan dengan kenalan Anda. 4. Carilah suplier yang bisa memberikan pelayanan dan harga yang sesuai dengan modal Anda. Sehingga biaya operasional dan belanja bisa ditekan serendah mungkin. 5. Untuk karyawan, pilihlah yang memang terampil sesuai kebutuhan bisnis Anda, seperti lulusan Tata Boga SMK atau yang sudah berpengalaman bekerja di tempat produsen kue. 6. Yang tak kalah penting, jangan terlalu banyak memproduksi kue dulu. Untuk tahap awal, pastikan Anda hanya memproduksi kue-kue yang menjadi favorit konsumen. Bila konsumen sudah mulai banyak mengenal brand Anda, variasi kue bisa Anda tambah setahap demi setahap. 7. Terus galilah referensi seputar kue, salah satunya melalui situs Kreasi Marie ini. Dengan begitu, wawasan Anda di bidang kue dan trennya akan terus ter-update, dan produk-produk Anda pun tidak monoton. Bagaimana? Tertarik membuka usaha kue atau toko kue sendiri? Berani dong! Karena membuka toko kue sama sekali bukan ide buruk. Silakan mencoba, dan semoga sukses! EDISI 31, Minggu iI september 2013

7 Hal Penting

Sebelum Anda Berbisnis Kue


37

kutubkhanah

Pendokumentasian Khazanah Manuskrip Riau-Lingga 1958-2010

Pendokumentasian Manuskrip Riau-Lingga di Perpustakaan Universitas Leiden

Oleh: Aswandi Syahri

Khazanah manuskrip Riau-Lingga sangat terkenal di dunia pernaskahan Indonesia dan mancanegara. Khazanah berharga tersebut lama mencuri perhatian para pakar pernaskahan, sejarawan, dan peminat sejarah dan kebudayaan Melayu. Sebaran khazanah manuskrip tersebut tersimpan dalam koleksi sejumlah lembaga dan perorangan. Wilayah seberannya cukup luas. Sejak dari Kepulauan Riau hingga ke mancanegara. Sebagian besar di antaranya telah dapat dikesan, namun tak sedikit yang belum diketahui keberadaannya, dan belum didokumentasinya dengan baik.

S

ejarah pendokumentasian khazanah manuskrip Riau-Lingga paling tidak telah dimulai sejak lima puluh dua (52) tahun yang lalu. Dimulai ketika sekelompok ‘cendekiawan’ Kepulauan Riau di Tanjungpinang mendiskusikan sejarah dan mengumpulkan manuskrip-manuskrip Melayu peninggalan Kerajaan Riau-Lingga, yang masih dapat ditemukan di Kepulauan Riau antara tahun 1958-1959. Menurut U.U Hamidy, usaha pendokumentasi manuksrip Riau-Lingga tersebut disponsori oleh Gubernur Riau ketika itu, Mr. S.M. Amin, anggota Badan

EDISI 31, Minggu I september 2013

Penasehat Gubernur Riau Raja Haji Muhammad Yunus Ahmad, dan Bupati Kepulauan Riau Encik Muhammad Apan. Bahkan lebih dari itu, usaha tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Menteri PP dan K (Pendidikan Pengdjaran dan Kebudjaan) Mr. Mohammad Yamin pada ketika itu. Selama lebih kurang enam (6) bulan kelompok ini berhasil mengumpul berbagai bentuk manuskrip lama, kitab-kitab, catatan-catatan, berkaitan dengan masa lalu Kepulauan Riau. Kesemua bahan yang diperoleh kemudian dikumpul-


38

kutubkhanah dimuat dalam dua jilid risalah yang berjudul Naskah Kuno Daerah Riau (1985). Pada masa yang hampir bersamaan (1983), Raja Hamzah Yunus mendata pula 100 buah bahan koleksi yang berada dalam naungan Yayasan Inderasakti Pulau Penyengat dalam sebuah katalog sederhana. Katalog yang mengandungi koleksi buku cetakan lama dan manuskrip yang kebanyakannya dihasilkan pada masa kesulatanan Riau-Lingga ini kemudian diperbanyak secara terbatas dengan judul Katalog Naskah dan BahanBahan Lain (Kitab, Catatan, lembaran) Milik Yayasan Indera Sakti Pulau Penyengat Tg. Pinang (1983). Katalog Yayasan Indera Sakti Pulau Penyengat yang dibuat pada tahun 1983 ini, kemudian secara berturut-turut digunakan sebagai bahan dasar dalam inventarisasi dan pedokumentasian koleksi yang sama untuk kepentingan akademis oleh Dr. Sri Wulan Ruliati Mulyadi dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Setelah itu, digunakan pula oleh Ian Proudfoot dalam menyusun katalog buku cetakan lama yang terbit di Singapura dan Malaysia hingga tahun 1920 yang dipublikasikan berjudul Early Malay Printed Book (1992). Dr. Jan van der Putten dan manuskrip Syair Kumbang Mengindera dari Penyngat koleksi Perpustakaan Universitas Leiden

Bersama Surat Sultan Johor-Riau-Linggadan Pahang_Sultan Mahmud Riayatsyah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden

kan dalam tiga (3) jilid laporan yang masing-masingnya setebal 1000 halaman. Tiga (3) jilid laporan ini masingmasinya diserahkan kepada Mr. S.M. Amin, Raja Muhammad Yunus Ahmad, dan Encik Muhammad Apan di Tanjungpinang, serta Mr. Muhammad Yamin di Jakarta. Namun sayang, kini tak satupun dari 4 rangkap laporan yang pernah dibuat dan bahan-bahan yang telah berhasil dikumpulkan itu diketahui keberadaannya. Dua puluh empat tahun kemudian barulah muncul kembali usaha serupa yang dikelola oleh U.U Hamidy dibantu oleh Raja Hamzah Yunus dan Hasan Junus dengan sponsor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebuadayaan Daerah Riau tahun 1982/1983. Melalui proyek ini berhasil didokumentasikan sejumlah manuskrip Riau-Lingga yang erat kaitannya dengan sejarah dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau yang berada dalam koleksi perorangan dan lembaga nonpemerintah di Tanjungpinang khususnya. Data-data ini EDISI 31, Minggu I september 2013


39

kutubkhanah Masih dalam tahun 1983, dengan diilhami oleh catatan kunjungan utusan Temenggung Abubakar dari Johor ke Pulau Penyengat tahun 1868, filolog Virginia Matheson dan antropolog Vivienne Wee dari Autralia dan Singapura menerapkan teknologi fotografi dan microfilm saat itu untuk mendokumentasikan manuskrip dan bahan-bahan tertulis peninggal kesultanan Riau-Lingga koleksi sejumlah keluarga di Pulau Penyengat, Daik Lingga, dan Singkep. Hasilnya beberapa roll rekaman dalam bentu microfilm yang copy @ salinannya kini antara lain berada di Australia dan Pusat Manuskrip Melayu Perpustakaan Negara Malaysia. Pada tahun 1993, dilakukan sekali lagi pendokumentasian kekayaan khazanah manuskrip Riau-Lingga koleksi perorangan dan lembaga di Pulau Penyengat dan kawasan seki-

tarnya serta menyandingkannya dengan koleksi kita-kitab lama milik Kutubkhana Marhum Ahmadi yang berada di Masjid Pulau Penyengat oleh Hasan Junus dan kawan-kawan. Hasil dari kegitan tersebut kemudian dipublikasikan dengan judul Pendokumentasian Naskah Kuno Melayu Riau dan Kajian Khusus oleh Yayasan Setanggi bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Riau melalui Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Riau. Lebih kurang setahun kemudian, Koleksi Yayasan Kebudayaan Inderakasi di Pulau Penyengat kembali menjadi sasaran “Upaya penyelamatan dan Pelestarian Khazanah Naskah Kuno Daerah Riau di Bekas Kerajaan Riau-Lingga Pulau Penyengat Indera Sakti� yang dikelola oleh Dra. Tuti Munawar dan Drs. Muhammadin Razak. ***

EDISI 31, Minggu I september 2013

Dr. Jan van der Putten dan pendokumentasian manuskrip RiauLingga di Daik


40 Memasuki era digital, antara tahun 2007-2009, pendokumentasian khazanah manuskrip Riau-Lingga memasuki babak baru, seiring dengan perkembangan fotografi digital. Dimulai dengan program digitalisasi manuskrip Riau-Lingga secara besar-besaran yang dikelola oleh Dr. Jan van der Putten, Aswandi Syahri, dan Alex Teoh melalui proyek: Riau Manuscripts: the gateway to Malay intellectual world yang disponsori oleh Endangered Achives Programme British Library, London. Agak lebih maju dari program-program sebelumnya, kegiatan pendokumentasian manuskrip Riau-Lingga ini difokuskan pada digitalisasi, pendeskripsian (pemerinan manuskrip) milik perorangan yang beum pernah didokumentasikan, dan melakukan konservasi agar dapat bertahan lebih lama lagi. Melalui proyek Endangered Archives Programme British Library, London ini, berhasil dibuat foto digital 13 kumpulan koleksi milik perorangan dan lembaga yang tersebar di Tanjungpinang, Pulau Penyengat, Daik-Lingga, dan Penuba. Hasil digitalisasi yang disimpan dalam format Digital Video Disch (DVD) tersebut dilengkapi dengan data teknis serta deskripsi (pemerinan) 422 item bahan yang terdiri dari: surat-surat, kitab dan dan buku cetak batu serta cetak huruf timah, manuskrip Melayu dalam berbagai genre dan isi, catatan-catatan pribadi dan resmi zamannya kesultanan Riau -Lingga, yang sebagian besarnya belum penah dicatat dalam daftar inventaris dan katalog manapun. *** Semua kegiatan pendokumentasian manuskrip

Perpustakaan KITLVleiden

EDISI 31, Minggu I september 2013

kutubkhanah Riau-Lingga di atas dilakukan terhadap khazanah manuksrip yang berada di Kepulauan Riau. Dengan kata lain, hingga tahun 2009, belum pernah dilakukan upaya pendokumentasian secara digital terhadap terhadap manuskrip Riau-Lingga yang berada di luar negeri, khususnya Negeri Belanda. Hal ini sangat mustahak, karena tak sedikit dari Khazanah manuksrip Riau-Lingga yang berada di luar Kepulauan Riau itu dalam kenyataannya tidak ditemukan atau bahkan tidak dapat lagi ditemukan di Kepulauan Riau. Oleh karena itulah, berbeda dari usaha-usaha yang telah dilakukan sebelumnya, sebuah kegiatan pendokumentasian manuskrip Riau-Lingga oleh Aswandi Syahri dan Dr. Jan van der Putten pada tahuan 2010, difokuskan pada bahan-bahan sumber yang berada di luar negeri: terutama Negeri Belanda. Khazanah Manuksrip Riau-Lingga yang berhasil dikumpulkan dalam dalam bentuk digital pada kegiatan pendokumentasian tersebut antara lain berasal dari koleksi sejumlah perpustakaan, museum, dan arsip di Belanda, sebegai kerikut: Bagian koleksi khusus (Bijzondere collectives) Koninkelijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde (KITLV) Leiden; Perpustakaan Koninkelijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde (KITLV) di Leiden; Bagian koleksi khusus (Afdeeling bijzondere colleties) Uiniversiteitbibliotheek Universiteit Leiden; Museum Volkenkunde di Leiden; dan Nationaal Archief di Den Haag.***


41

tourism w h e r e & out

Surga Pencinta Yoghurt

FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA

Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id

EDISI 31, Minggu iI september 2013

Anda penggemar yoghurt? Jika iya, maka cafe ini merupakan surga bagi Anda. Berbagai macam rasa yoghurt tersedia di Enjoya Cafe. Uniknya lagi, Anda bisa mengambil dan menentukan sendiri berapa porsi yang Anda inginkan.


42

L

etaknya yang berada di dalam mall membuat Enjoya Cafe sangat mudah ditemukan. Selain itu penampilannya yang lumayan ‘colourful’ ini sering menarik perhatian para pengunjung mall yang sedang lalu lalang. Cafe tersebut memiliki 2 tempat di Batam, yakni Nagoya hill dan Mega Mall. Enjoya Cafe memberikan keleluasaan pengunjungnya dengan menerapkan sistem self-service. Proses pengorderannya cukup unik. Anda tinggal mengambil cup yang tersedia dan mengantri di depan mesin youghurt di cafe tersebut. Turunkan tuas mesin, yoghurt keluar dari corongnya dan langsung tertuang ke dalam cup. Ada 4 rasa youghurt yang tersedia, Anda bisa mencampurcampurkannya sesuka hati. Setelah mendapatkan satu cup yoghurt, kini saatnya Anda memberikan topping di atasnya. Sebuah meja yang berisikan aneka topping tertata rapi di dalam toplestoples persegi. Ada permen aneka warna, coklat bulir, hingga potongan buah kiwi, apel, dan buah naga. Anda juga bisa menambahkan saus di atasnya. Pilihan sausnya antara lain mocca, caramel, coklat, dan sirup. Ciptakan kreasi yoghurt Anda sendiri. Tahap selanjutnya adalah membayarnya di kasir. Petugas kasir akan meminta Anda untuk meletakkan gelas yoghurt Anda di atas sebuah timbangan yang berukuran mini. Nah, angka di timbangan akan menunjukkan berapa berat belanjaan Anda. Angka yang tertera dikalikan dengan 165 karena 1 gramnya dihargai dengan Rp165. Menurut Manager Enjoya Cafe, Sapriadi, sistem ini

EDISI 31, Minggu I september 2013

tourism w h e r e & out


43 sangat memudahkan antara pelanggan dan pihak Cafe. “pelanggan juga bisa menyesuaikan kantongnya dengan banyaknya youghurt yang diambil,” tuturnya. Ia juga menceritakan bahwa konsep kafe seperti ini sudah banyak diterapkan di negara-negara modern seperti di Korea. Untuk masalah bahan, hampir semua bahan pembuat yoghurt dan makanan di cafe ini merupakan barang impor. “Untuk bahan mentah yoghurt sendiri kami impor dari Italia,’’ ujarnya. Sedangkan racikan kopi dari Filipina, peralatan dari Singapura, dan sebagainya. Intinya Enjoya berusaha memberikan kualitas terbaik di setiap produknya. Setiap minggu pilihan rasa yoghurt selalu diganti. Jika minggu ini adalah rasa vanilla, chocolate, stroberry, dan banana, mungkin minggu depan Anda mendapatkan pilihan rasa yang berbeda. “Hal ini dilakukan agar pelanggan tidak pernah bosan,” ungkap Sapriadi. Selain

EDISI 31, Minggu iI september 2013

tourism w h e r e & out


44 yoghurt, menu andalan di kafe ini adalah choco cream frappe, custard cake, dan french macaron Yoghurt sangat bermanfaat bagi tubuh. Semangkuk yoghurt dapat memberi Anda banyak kalsium dan vitamin D. Kedua komponen ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang. Kalsium yang ada di dalam yoghurt juga membantu menjaga kepadatan dan memperkuat tulang sepanjang hidup Anda. Selain itu yoghurt mengandung asam laktat, yang merupakan komponen dalam penting bahan kimia untuk pergantian kulit dan peremajaan kulit.***

EDISI 31, Minggu iI september 2013

tourism w h e r e & out


45

segantang minda

B oleh: Muchid Albintani

EDISI 31, Minggu I september 2013

eberapa hari terakhir ini pelbagai tanggapan pro kontra mendominasi liputan media masa perihal isu keperawanan. Tema keperawanan menjadi gunjingan sensitif dan seksi di masyarakat, utamanya para ibu yang memiliki anak gadis. Isu tes keperawanan bermula dari keinginan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dalam rangka pengajuan Anggaran Belanja Daerah (APBD) tahun 2014. Esensinya sebagai antisipasi pergaulan bebas di lingkungan remaja sebelum masuk Sekolah Menengah Atas (SMA), maka perlu dites keperawanannya (perawan atau tidak). Oleh karena itu dirasa perlu dukungan anggaran pada tahun 2014 untuk melaksanakan tes tersebut. Begitulah bermula kisahnya.


46 Oleh karena dianggap isu yang sensitsif dan seksi (berbau dan mengarah kepada masalah seks atau kelamin), maka sudah menjadi kewajaran di kalangan masyarakat Indonesia yang demokratis jika isu semacam ini bakal menjadi wahana politik. Selain anggota DPR yang juga seorang perempuan mengecam rencana ini, nyatanya isunya pun terus menggelinding bak bola salju terus bergulir tak terkendali. Apalagi dibumbu-bumbui dengan ikhlwal mulai persoalan diskrimiasi, pelanggaran HAM, bias gender dan isu pemojokan perempuan lainnya, tentu saja isu ini menjadi menarik untuk dicermati. Meski dianggap menarik, Segantang Minda berupaya mendiskusikan tidak lagi berkenaan langsung dengan tema keperawanan, melainkan sebaliknya, keperjakaan. Hemat saya guna mencapai keadilan dan tingkat keseimbangan dalam hukum kemanusiaan yang seharusnya dites adalah justru keperjakaan, meskipun pada pelaksanaannya dikhawatirkan terjadi kendala morfologis secara signifikan dalam mengidentifikasinya. Ini disebabkan jika tes keperawanan dengan kemajuan di bidang kedokteran ’bedah plastik’ menjadi tidak lagi penting. Sebab perawan atau tidak, ilmu kedokteran tetap dapat menjadikan orang (gadis) yang tak ’perawan’ menjadi perawan. Jadi bukan lagi terkait yang seksi, melainkan keperawanan sudah berubah pada lingkup ke-medis-an (yang berbau pengobatan). Dalam konteks ini gadis yang tidak perawan dapat dianggap sebagai seorang pasien yang ’sakit’ dan perlu diobati. Sementara dalam hukum sosial di masyarakat Indonesia, berbicara keperawanan, uniknya tidak sekalipun (boleh diklaim sebagai jarang) mempersoalkan status ’keperjakaan’. Padahal sudah jamak dan lumrah jika keperawanan selalu disandingkan dengan keperjakaan. Keperawanan telah terdistorsi kepada yang berorientasi primordial geografis dan agama. Yang dimaksud geografis terkait cara memandang keperawanan bagi orang Barat dan Timur walaupun tetap sama jika seseorang gadis yang kebetulan berada di Barat (Amerika atau Eropa), tetapi ia (gadis itu) dari Timur, misalnya Pakistan dan Indonesia yang berasal dari keluarga Muslim (primordial agama). Oleh karenanya seolah-olah menjadi logis (masuk akal) jika keperawanan ialah basis argumentasi untuk menjadikan para perempuan di negeri ini sebagai bias gender dan primordial-patriakat (cenderung pemihakan atau mengutamakan kelakian). Dengan begitu Keperjakaan tidak lagi menjadi isu sensitif bagi seorang lelaki berbanding masalah keperawanan untuk seorang perempuan. Realitas masayarakat yang tanpa sadar yang dalam hukum sosial keberpihakan lelaki inilah yang menjadikan isu keperawanan selalu mengemuka dan sakral bagi lelaki. Secara logis dapat dipastikan bagi masyarakat sosial Indonesia boleh dikatakan tidak ada seorang lelaki yang EDISI 31, Minggu I september 2013

segantang minda ingin mendapat seorang istri yang tidak perawan. Pun begitu tidak pernah dipersoalkan oleh kaum perempuan jika seorang suami yang dinikahinya bukan lagi perjaka (maksdunya bukan seorang duda). Walaupun pun hidup dan berada dalam masyarakat yang pro patriakhi (dominasi kelakian) dapat dimengerti ada kekhususan bagi yang terlahir sebagai perempuan di negeri ini, misalnya ada Hari Ibu, tidak ada Hari Bapak. Ada cuti malahirkan yang tentunya khusus bagi perempuan. Dalam politik pun perempuan diberi keistimewaan kuota 30 persen yang tentunya belum ada di negeri mana pun di dunia ini. Apalagi ditambah kehadiran undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT-meskipun terkadang, tanpa yang keras seorang perempuan akan mengeluh). Belajar dari pelbagai kelebihan itulah sesungguhnya menurut hemat saya dalam sistem yang pro patriakat (kelakian) sejujurnya yang benar ialah tes keperjakaan, bukan lagi keperawanan. Bagi saya cara berpikir dalam sistem patriakatlah yang menyebabkan tes keperawannan menjadi mengedepan yang konon merupakan bagian dari upaya melindungi perempuan (perawan) itu sendiri yang sesungguhnya menurut versi lelaki. Inilah sesungguhnya sebuah kesalahan sistemik yang menistakan para perempuan yang juga seorang ibu. Terkecuali bagi ibu-ibu yang sudah melahirkan namun hakikatnya tetap perawan. Kesulitan morfologis bagi kaum lelaki untuk mengetes terkait keperjakaan sesunggungguhnya bukan lagi menjadi kendala oleh teknologi kedokteran forensik. Ini samahalnya bagi seorang ibu rumah tangga yang sudah berulang kali melahirkan, tetapi dengan sabar dan setia juga berulangkali melakukan operasi pelastik keperawanan. Ini bukan karena tuntutan suami, melainkan bagian dari pelayanan seorang istri yang ingin terus menerus memberikan keperawanannya kepada suami tercinta. Suka atau tidak, Anda dan kita semua boleh tidak setuju, namun inilah realitas. Suai!

Oleh karenanya seolah-olah menjadi logis (masuk akal) jika keperawanan ialah basis argumentasi untuk menjadikan para perempuan di negeri ini sebagai bias gender dan primordial-patriakat (cenderung pemihakan atau mengutamakan kelakian).


47

foto-foto: arrazy aditya

otomotif

Subaru All New Forester 2.0 XT

Nyaman dan Aman Dikendarai Editor: Ahmadi

email : majalah@batampos.co.id

K

Dengan menggunakan mesin boxer dari Subaru serta sistem penggerak roda awd, SUV keluaran Subaru ini amat kokoh dan stabil saat menghadapi beragam medan termasuk jalanan di pegunungan yang tidak rata sekalipun.

enyamanan dan keamanan berkendara menjadi prioritas Subaru ketika menghadirkan Subaru All New Forester 2.0 XT. Mobil yang pertama kali hadir di Batam untuk Indonesia dan akan diluncurkan di Jakarta pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013 ini memiliki fiturfitur yang memberikan kenyamanan dan

EDISI 31, Minggu I september 2013


48

keamanan pengendaranya. Dilihat dari bodi luar, bentuk lampu depan multireflektor pada SUV ini bisa dengan mudah membuat orang yang melihatnya pertama kali langsung jatuh hati. Selain atraktif, SUV ini juga terlihat sporty berkat penampilan grille, bumper, serta lampu kabut depan dan knalpot ganda di belakang. Kemudian, lampu belakang digabungkan dengan spoiler atap di bagian buritannya juga memberikan kesan mewah pada mobil subaru ini. Selanjutnya, roof rail membuat SUV ini semakin praktis untuk berbagai macam tujuan perjalanan. All-New Forester XT ini memiliki tiga mode berkendara. Ada I (Intelligent), S (Sport) dan juga Sport Sharp. Mode I cocok untuk perkotaan karena komputer di mesin akan mengatur kerja dengan memberikan tenaga secukupnya dengan pengaturan bahan bakar yang efisien. Sementara itu S akan membuat mobil lebih cocok untuk mereka yang ingin gaya sporty. Dan jika kurang, masih ada mode Sport Sharp. Mobil ini juga dilengkapi tombol X-Mode untuk menerjang medan sulit. ‘’Untuk menyalakan mesin tidak perlu menggunakan kunci langsung karena kuncinya automatic. Hanya dengan menekan tombol saja mesinnya bisa hidup,’’ jelas Adrian, Marketing Executive Subaru Batam di Showroom Subaru Komplek Mahkota Raya Blok D N0. 9-12A, Batam Center. Bagian dalam mobil Subaru Forester sangat nyaman untuk digunakan seluruh anggota keluarga. Bentuk kursi yang ergonomis, atap kaca besar, konsol tengah dengan

EDISI 31, Minggu I september 2013

otomotif

tempat minuman, area penyimpanan di bagian atap mobil serta dashboard mobil, penahan botol minuman di bagian pintu, kantung penyimpanan di belakang jok, serta sistem audio SRS circle surround automotive yang terintegrasi dengan pemutar CD, radio fm/am, koneksi audio untuk perangkat layaknya ipod, serta delapan speaker dan dapat memutar musik di dalam format wma serta mp3. Di samping itu, sistem pencahayaan di dalam kabin juga membuat nuansa berkendara dengan mobil ini semakin menyenangkan. Fitur lainnya yang dimiliki SUV 5 seater ini adalah 4 chanenel ABS/EBD, AC Front, AC Rear, Air Bag Pessenger, Airbag Driver, Alarm, Ban Serep, CD Audio/VCD/DVD, Central Lock, Cruise Control, Electric Mirrors, Fog Lights. Saking memprioritaskan keamanan pengendara, Subaru All New Forester memiliki tujuh airbag, ditambah empat sensor serta kamera mundur. ‘’Airbag ada tiga di depan dan empat di bagian penumpang. Ini karena Subaru All New Forester ini fokus pada safety dan kenyamanan,’’ kata Adrian. All New Forester ini menggunakan mesin boxer generasi terbaru dengan kapasitas 2.000cc 16v dohc 4 silinder e-4at. Mesin dipadukan dengan transmisi Lineartonic, plus sistem X-Mode atau sistem kontrol pada konfigurasi penggerak semua roda (All Wheel Drive-AWD). Mesin ini dapat menyemburkan daya 110 kw pada 6. 000 rpm serta torsi 196 nm pada 3. 200 rpm. Akselerasi dari 0-100 km/jam dicapai didalam 12, 7 detik dengan kecepatan maksimumnya meraih 185 km/jam.***


49

matabola

Memfestivalkan

S

Sepak Bola epekan ini, saya banyak menerima ucapan selamat atas keberhasilan SSB Erdeka Muda juara di Singapura pada event ITE Footbal Fiesta yang digelar 25 Agustus 2013. Tapi rasanya ucapan selamat itu, seperti “bingung”. Kok bisa bertanding di negeri orang, balik hari pula, langsung juara. Sepertinya di pikiran yang mengucapkan selamat, kejuaraan apa yang bisa selesai dalam setengah hari? “Bingung” menurut saya itu, saya persepsikan dari tanya mereka, berapa tim yang ikut? Saya jawab, empat dan lima tim setiap grup. Dan semua kelompok umur, terbagi atas empat grup. Ada yang berkerut kening, setelah saya jawab itu. Mungkin di pikiran mereka, masih belum “termakan”, kok sebuah kejuaraan bisa selesai dengan cepat hingga final. Jangan-jangan mereka berpikir, ini event yang pakai sistem gugur, padahal bukan. Bisa dimaklumi “kebingunan” mereka. Betapa tidak,

EDISI 31, Minggu I september 2013

kami berangkat ke Singapura dari Pelabuhan Batam Center pukul 06.00 WIB, dan pulang dengan ferry jam 20.20 waktu Singapura. Artinya, berangkat jam 6 pagi dengan ferry pertama, dan pulang dengan ferry nomor dua terakhir, bukan last ferry. Itu pun sudah menenteng tropi masing-masing pemain U-14 dengan gelar juara pertama, dan U-10 dengan juara ketiga. Tak ada yang bertanya pada saya, berapa menit mainnya. Juga tak ada yang bertanya, lapangannya berapa banyak dipakai untuk pertandingan empat kelompok umur itu. Semuanya, tepat pada batas ucapan selamat semata. Bisa jadi, hanya basa-basi. Untuk kejuaraan yang kelompok umur di bawah usia 8, 10, 12, dan 14 serta 16 tahun, di Singapura sudah terbiasa dengan format festival. Yakni, yang lebih memunculkan wadah untuk kegembiraan bagi anak-anak dalam


50 bermain bola. Inilah yang dikemukakan Coach Li Yu, panitia dari Fandi Ahmad Academy (FAA) kepada para manajer tim peserta ITE Football Fiesta dalam forum manager briefing. Ini sesuai pula dengan pengertian festival menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), satu hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah. KBBI juga membolehkan penggunaan kata, memfestivalkan yang artinya menyelenggarakan atau mengadakan festival. Dan ITE Footbal Fiesta itu, termasuk dalam rangkaian acara ulang tahun ITE, sebuah universitas teknologi yang ada di Singapura. Manager briefing-nya pun, tidak dilakukan dalam ruangan. Cukup di pinggir lapangan. Saya memperhatikan, manajer tim Erdeka Muda, Mulyadi Nasution dan pelatih kepala Yudi Candra mengikuti briefing tersebut. Saya yang merangkap jadi fotografer bisa mendekat dan mendengarkan penjelasan Li Yu yang total berbahasa Inggris. Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 waktu setempat atau jam 8 pagi WIB. Tak sampai setengah jam briefing selesai. Anak-anak Erdeka yang U-12 main pertama pukul 09.30 Singapura, bisa pemanasan. Tepat 09.30, lapangan bola rumput sintetis ITE Central College telah terisi empat pasangan tanding. Artinya, lapangan dibagi empat, dengan ukuran gawang yang berbeda, tapi jumlah yang bertanding sama setiap kelompok umur, 7 lawan 7 dengan cadangan tiga orang. Lapangan 1 dan 2 berisikan U-12, Lapangan 3 dan 4 bermaterikan U-14. Pluit dimulainya pertandingan yang berlangsung 1 x 15 menit itu, serentak, dan ditiup oleh Li Yu dari tribun tertutup. Empat wasit di lapangan, menyamakannya. Begitu pula saat pertandingan selesai, Li Yu yang memberi aba-aba hitungan mundur waktu, dan meniupkan pluitnya dari tribun. Tiap tiupannya, menandakan pertandingan di semua lapangan mulai dan berakhir. Di sela-sela pertandingan, Li Yu pun mengumumkan nama tim untuk pertandingan berikutnya -meskipun masing-masing pelatih telah pegang jadwal bertanding, agar bersiap-siap di pinggir lapangan. Jika pertandingan awal selesai, maka tim yang bertanding berikutnya langsung masuk. Dan diawali lagi oleh pluit Li Yu yang menggema ke seluruh lapangan tersebut. Begitu seterusnya. Itu sesi pertama U-12 dan U-14 yang tengah hari sudah diketahui siapa yang lolos semifinal. Salah satunya tim U-14 Erdeka. Nah, yang U-8 dan U-10 dimainkan pukul 01.00 waktu Singapura, atau 12 siang WIB. Di sinilah anak-anak Erdeka U-10 menderita kepanasan. Rumput sintetis yang diterpa cuaca panas membuat sepatu mereka kepanasan. Mereka minta disiram air. Air jadinya bukan untuk melepas dahaga, tapi mendinginkan sepatu. EDISI 31, Minggu I september 2013

matabola Saat terik itu, suhu di tengah lapangan kami perkirakan 40 derajat. Soal sepatu yang kepanasan ini, juga dirasakan tim U-14. Bahkan, ada yang sepatunya jebol. Untung saja, teman lain bawa sepatu cadangan. Sehingga saat semifinal hingga final tetap bisa bermain. Dan akhirnya juara dengan rekor enam kali menang tanpa pernah kalah, cetak 11 gol dan hanya satu kebobolan. Sedangkan U-10, setelah partai pertamanya yang kepanasan dan berakhir imbang 1-1 atas Global Football Academy (GFA). Lalu partai kedua kalah atas tim dari sesama Indonesia, Tangerang Selatan, Astam 2-0. Partai ketiga mampu menang 5-0 atas Southvie Pri dan memastikan lolos ke semifinal sebagai runner up grup A, mendampingi Astam. Tapi akhirnya hanya mampu merebut tempat ketiga setelah mengalahkan Espzen dalam drama adu penalti. Espzen yang berisikan anak-anak bule Australia yang ayahnya kerja di Singapura dilatih oleh Dennis asal Nigeria. Dennis adalah teman sejawat Yudi Candra ketika sama-sama ikut pelatihan lisensi C AFC di Kuala Lumpur 2011. Sang juara U-10 ini akhirnya Academy Football Excelence (AFE) Singapura, yang disemifinal mengalahkan Erdeka 1-0. Sementara U-12 yang juga Erdeka bawa, hanya mampu bermain imbang satu kali. Selebihnya kalah 0-2. Materi tim ini, memang belum terbaik. Karena banyak yang sekolah saat latihan, hingga tak terpilih di tim. Sedang-


51

kan untuk U-8, Erdeka tak ikut, karena jumlah pemainnya tak cukup. Dari perbincangan saya dengan Yudi Candra, kami berkesimpulan, anak-anak Erdeka yang nota bene anakanak Batam, bisa mengimbangi anak-anak Singapura yang berasal dari SSB dari seluruh negara pulau itu. Sepanjang dua tahun Erdeka berdiri, sudah tiga kali ikut event di Singapura, dan selalu pulang dengan membawa gelar juara. Sampai-sampai Fandi Ahmad, legenda sepak bola Singapura berucap, juara terus Erdeka. Ingat, kota Batam dibanding negara Singapura. Yang kami herankan, kenapa ketika sudah terbentuk timnas junior, entah itu timnas U-12, U-14, U-16, U-19 atau bahkan U-23, timnas kita begitu kesulitan mengalahkan Singapura. Bahkan, untuk yang senior apalagi. Apa yang salah? Bahkan, saya dan Yudi pun punya pikiran sama, jika SSB dari Jawa seperti yang pernah kami hadapi di Serpong saat ikut U-10 tahun 2012 lalu, datang ke Singapura ini, yakin kami, dilibas semua peserta ITE Football Fiesta ini. Tapi sekali lagi, kenapa jika sudah berbentuk timnas mereka begitu perkasa? Padahal jumlah anak-anak bermain bola di Singapura itu sama jumlahnya dengan anak-anak yang bermain bola di Batam? Sedangkan Indonesia beratus juta pemainnya kan? EDISI 31, Minggu I september 2013

matabola

Akhirnya perbincangan kami berdua di tengah teriknya cuaca itu, berkesimpulan begini, mungkin ada sesuatu yang lain dilakukan, saat pembentukan timnas terutama timnas junior. Salah satunya, mungkin saja tak ada KKN-nya. Jadi yang terpilih benar-benar karena kemampuan pribadinya. Bukan karena kemampuan bekingannya. Oya, cerita punya cerita, kalau untuk Batam dan Kepri yang pertama kali memfestivalkan sepak bola adalah Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Kepri pada 18 Maret 2012. Hmm, maaf saya menyombongkan diri, Ketua Umum ASSBI itu saya. Saat itu digelar Festival U-10. Lapangan hijau Stadion Temenggung Abdul Jamal pun dibagi empat. Artinya, empat pertandingan bisa digelar sekaligus. Tapi pluit mulai dan akhir pertandingan, masih ditiup masing-masing wasit di lapangan. Alhasil, jadwal selesainya event pun agak molor dua jam karena tiap lapangan tak serentak memulai dan mengakhiri pertandingan. Setelah event U-10 itu, banyaklah kejuaraan berformat festival digelar di Batam, Karimun dan Bintan. Ini jadi salah satu alternatif bagus untuk memberi pengalaman bertanding bagi siswa SSB, dengan dana yang tak mahal. Dan saya yakin, jika ini berlangsung terus, setidaknya lima tahun lagi akan bermunculan bibit-bibit pesepakbola muda yang tangguh di Kepri.***


52

Anabel

Hernández

EDISI 31, Minggu I september 2013

media

A

yahnya tewas dibunuh oleh kawanan penculik pada Desember 2000. Bersama keluarga besarnya ia melapor ke polisi. Tetapi, kepolisian di Meksiko adalah sebuah institusi yang korup dan disusupi kartel narkoba, yang menebar teror dan kejahatan di negara Sombrero itu. ‘’Mereka baru bersedia menyelidiki kematian ayah saya, jika kami membayar mereka,’’ ungkapnya. Anabel Hernández memutuskan menolak menyuap polisi. ‘’Seandainya kami bersedia membayar, polisi bisa menjadikan siapa saja sebagai tersangka dalam upaya mencari uang.’’ Peristiwa itu menggetarkan hatinya. Anabel yang berprofesi sebagai jurnalis tergerak untuk membongkar korupsi yang sudah berurat di negara kelahirannya itu. ‘’Korupsi tumbuh secara diam-diam,’’ katanya. ‘’Jika wartawan generasi saya tetap diam, jika kami menyerah karena takut atau tidak peduli, wartawan setelah kami akan terpaksa berlutut kepada korupsi. Saya berharap saya tetap hidup... dan melihat hal tersebut tidak pernah terjadi.’’ Anabel kali pertama menjadi jurnalis di harian Reforma pada 1993. Harian itu meminta para anak muda bergabung menulis berita. Misi untuk menghilangkan kecuekan menulis berita korupsi dan kriminal pemerintah yang dialami para jurnalis mayoritas di Meksiko, membuat Anabel tertarik untuk terlibat di dalamnya. Setelah mulai aktif menulis buku, Anabel pindah kerja. Sejumlah media top Meksiko pernah disinggahinya. Ketika bekerja untuk surat kabar Milenio pada 2001, ia berhasil membongkar skandal yang disebut dengan ‘’Toallagate’’. Ini adalah kasus penyimpangan anggaran yang dilakukan Presiden Vicente Fox dalam rangka renovasi istananya. Anabel melaporkan


53 bahwa kantor kepresidenan mengeluarkan dana sebesar 440 ribu dolar AS untuk mendekorasi ulang lantai atas istana presiden. Laporan itu membuat popularitas Presiden Fox anjlok. Dan, sang presiden tersingkir dalam pemilihan umum 2006. Ia juga menguak jaringan perbudakan tenaga kerja dan eksploitasi seksual remaja perempuan Meksiko di wilayah perkebunan San Diego, California. Liputannya itu mendapat penghargaan dari Unicef tahun 2003. Sejak menggondol penghargaan Unicef, Anabel kerap dihubungi warga yang ingin memberikan informasi terkait korupsi dan kriminalitas, khususnya mengenai kartel narkoba yang merajai Meksiko. Meksiko adalah negara yang sangat tidak aman bagi profesi jurnalis. Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2011 menempatkan negara berbahasa Spanyol itu pada urutan ke lima negara paling berbahaya untuk jurnalis. Menurut Komisi HAM Meksiko, lebih dari 80 jurnalis tewas terbunuh sejak tahun 2000. Kartel narkoba yang menguasai Meksiko, dan memiliki pengaruh hingga ke pusat pemerintahan, adalah musuh utama pers. Para jurnalis dibunuh karena menurunkan laporan soal sepak terjang kartel. ‘’Kekuatan organisasi kriminal untuk korup dan mengintimidasi sudah menjadi sebuah ancaman bagi institusi yang terkait dalam menjaga demokrasi negara ini,’’ bunyi pernyataan bersama 40 organisasi media Meksiko 2012 lalu, seperti dikutip BBC. Jurnalis telah menjadi sasaran empuk kejahatan terorganisir kartel narkoba. Tahun 2010, Anabel merampungkan investigasi tentang kartel narkoba. Tulisannya kemudian dibukukan dengan judul Los Senores del Narco atau Para Pedagang Narkoba. Buku hasil investigasi selama lima tahun itu mengungkap kerja sama gelap antara pemerintahan Presiden Felipe Calderon dengan Kartel Sinaloa, salah satu kartel narkoba terbesar di muka bumi. ’’Hanya sehari setelah buku itu muncul, segala ancaman datang. Polisi ke rumah mengatakan bahwa nyawa saya sedang menjadi target. Mereka siap membunuh saya kapan saja,’’ tutur Anabel. Sejumlah teror terus menghampirirnya. ’’Kecelakaan mobil, pencurian di rumah, menandakan bahwa ancaEDISI 31, Minggu I september 2013

media man itu tidak main-main,’’ ungkapnya. Bukan hanya Anabel. Keluarga, termasuk dua anaknya, juga sering mendapat teror. Saudara perempuannya mendapat pelecehan seksual dari tentara. Anabel mengaku khawatir dengan keselamatan diri dan keluarganya. Tapi, ketakutan itu justru menyadarkan bahwa dia berada di rel yang benar. Maka, ketika Asosiasi Jurnalis Amerika menawarkan suaka untuk tinggal di AS demi keselamatan, ia menolak. ”Saya pilih tinggal, karena saya yakin kinilah saatnya orang Meksiko tak lagi jadi pengecut di negerinya sendiri,’’ tegasnya. Pada 2012 Anabel Hernández memenangkan Gold Pen Award 2012, dari Asosiasi Surat Kabar Dunia dan Penerbit Berita (WAN-IFRA). ‘’Secara pribadi, penghargaan ini adalah sebuah cahaya di tengah jalan yang gelap. Cahaya dalam perjuangan di kala sepi. Cahaya saat menghadapi ketidakseimbangan antara seorang jurnalis yang berhadapan dengan seluruh aparat korupsi,’’ kata Hernandez. (muhammad iqbal)


54

pix fotografia

Belakangpa d a n g , Pulau P

enawar Rindu

Foto by: Vicky S.R EDISI 31, Minggu I september 2013


55

EDISI 31, Minggu I september 2013

pix fotografia


56

Foto by: Bambang Siswanto

Belakangpadang adalah sebuah kecamatan di Kota Batam. Sebelum Batam berubah menjadi kota administratif dan tumbuh pesat seperti sekarang, Belakangpadang merupakan pusat perekonomian, dan Pulau Batam merupakan bagian dari Belakangpadang. Setelah Batam ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus oleh pemerintah, Belakangpadang berubah menjadi bagian dari Kota Batam. Penduduk Belakangpadang sangat heterogen dan sebagaian besar merupakan pendatang dari beberapa daerah di sekitar Indonesia. Pulau kecil ini dibagi menjadi beberapa kelurahan yang dihuni oleh beberapa suku seperti suku Jawa yang umumnya bertempat tinggal di Kelurahan Kampung Jawa, Kelurahan Kampung Tengah yang banyak ditempati suku Melayu dan Minang, Kelurahan Kampung Tanjung banyak ditempati oleh suku

Foto by: Ahmad Murjianto EDISI 31, Minggu I september 2013

pix fotografia


pix

57

fotografia

Melayu dan Pasar yang kebanyakan dihuni oleh orang Tionghoa. Untuk mencapai Belakangpadang dari Batam, bisa menggunakan pancung (perahu kayu dengan mesin tempel). Pancung adalah salah satu keunikan Belakangpadang. Sesampai di Belakangpadang, alat transportasi umum adalah becak. Mayoritas penduduk Belakangpadang bekerja sebagai nelayan. Di sini sejumlah tradisi dan kebudayaan Melayu masih terpelihara dengan baik, seperti gasing dan lomba perahu layar. Karena itu, orang menyebut Belakangpadang sebagai Pulau Penawar Rindu. ***

Foto by: Guruh EDISI 31, Minggu I september 2013


58

Foto by: Dhimas Satrio

EDISI 31, Minggu I september 2013

pix fotografia


59

pix fotografia

Foto by: Oktomo Adi

Foto by: Rudy Hartono

Foto by: Guruh EDISI 31, Minggu I september 2013

Foto by: Ahmad Zam


60

Foto by: Hellintar

Foto by: Muhammad Izzat EDISI 31, Minggu I september 2013

pix fotografia


61

Foto by: Vicky

EDISI 31, Minggu I september 2013

pix fotografia


62

digistyle MixBit

Pesaing Baru Instagram

P

endiri YouTube, Chad Hurley dan Steve Chen, siap meluncurkan aplikasi baru yang mirip dengan Instagram dan Vine. Namun, aplikasi anyar ini lebih unggul dalam menampilkan video. Aplikasi yang diberi nama MixBit ini memiliki kemiripan dengan layanan berbagi foto dan video Vine atau Instagram. Namun, MixBit punya kelebihan lain. Tak hanya merekam video seperti Instagram ataupun Vine, MixBit dibekali fitur editing dan remix untuk menggabungkan sejumlah video menjadi satu. MixBit juga memiliki keunggulan dengan fitur share link dan embed code. Ini berarti user bisa menyebarkan video hasil editing di MixBit via blog atau jejaring sosial. Durasi yang lebih panjang yakni satu jam juga menjadi daya tarik MixBit. Instagram baru mendukung video berdurasi 15 detik dan Vine hanya 6 detik. Hurley mengatakan, ia masih mengembangkan aplikasi MixBit dan nantinya berharap menambahkan fitur baru seperti storyboard dan scriptwriting. ‘’Aku selalu antusias tentang video. Itu adalah cara yang sangat kuat untuk mengekspresikan dirimu, berkomunikasi dengan orang lain, dan menghidupkan gagasanmu,’’ kata Hurley. ‘’Hari ini kami ingin menghapus batas dalam kreasi video. Hal itu berarti memberikan alat untuk merekam

EDISI 31, Minggu I september 2013

dan mengedit sehingga lebih mudah untuk menceritakan kisah yang bermakna lewat video.’’ Hurley dan Chen mengungkapkan, mereka ingin menghadirkan layanan video yang lebih hidup, kreatif, dan memiliki entitas dari proses kolaborasi. ‘’Kami ingin membantu banyak orang untuk membawa cerita di sepanjang hidupnya. Bukan hanya sekedar menciptakan momen indah untuk waktu yang singkat,’’ kata mereka. Hurley dan Chen berharap aplikasi mereka dapat menginsipirasi orang-orang untuk membuat video hebat. Aplikasi baru ini akan bisa diterapkan untuk Andoid mulai September nanti. Sebelumnya MixBit baru bisa digunakan di iOS. (jpnn)


63

tekstasi c e rp e n

Lemu

Raymond Carver

A

ku tengah duduk-duduk di rumah temanku, Rita, sambil m i n u m ko p i d a n merokok ketika cerita itu mengalir keluar dari mulutku.

EDISI 31, Minggu I september 2013


64

tekstasi c e rp e n

Kira-kira begini ceritanya. Suatu sore di hari Rabu, Herb, penerima tamu di kedai makan tempatku bekerja, menggiring seorang pelanggan laki-laki bertubuh tambun ke meja yang kulayani. Pelanggan itu sangat tambun, bahkan mungkin orang tergendut yang pernah kulihat, meski penampilannya necis dengan pakaian rapi. Tapi segala hal tentang pelanggan itu cenderung berukuran besar; dan yang paling kuingat adalah jemarinya yang buntat. Saat aku sedang melayani pelanggan lain di meja dekat laki-laki itu, hal pertama yang kuperhatikan adalah jemarinya. Satu jari pelanggan gendut itu sama besar dengan tiga jari orang biasa. Sulit rasanya melupakan rangkaian jemari yang begitu panjang, tebal dan penuh lemak. Aku melayani empat meja di kedai makan tersebut: hari itu, semuanya penuh. Meja pertama ditempati oleh si laki-laki tambun; lalu ada meja lain yang ditempati oleh empat pelanggan, semuanya pebisnis, dan mereka sangat rewel; ada pula meja lain lagi yang ditempati oleh tiga orang laki-laki dan seorang wanita; dan meja yang terakhir ditempati oleh sepasang suami-istri di usia senja. Leander, teman kerjaku, telah menuangkan air putih ke dalam gelas si gendut, dan aku juga memberikan waktu yang cukup bagi laki-laki itu untuk menentukan pilihan menu yang ingin dipesan sebelum aku menghampiri mejanya. Selamat malam, ujarku. Anda sudah siap memesan? Rita, laki-laki itu gendut sekali. Selamat malam, jawabnya. Halo. Ya, katanya. Sepertinya kami sudah siap untuk memesan makanan sekarang. Caranya berbicara sungguh aneh—aku sulit menggambarkannya. Dan sesekali dia bicara dengan napas tersengal. Untuk pembuka, kami ingin pesan Caesar Salad, ujar si gendut. Diikuti oleh semangkuk sup dengan ekstra roti dan mentega, kalau boleh. Lalu steak daging kambing, tambahnya. Dan kentang panggang yang disajikan bersama sour cream. Untuk makanan penutup nanti saja kami pikirkan. Terima kasih banyak, kata si gendut. Kemudian ia menyerahkan lembaran menu kepadaku. Ya ampun, Rita. Jari-jarinya itu, lho. Aku buru-buru melangkah ke dalam dapur dan menyampaikan semua pesanan si gendut kepada Rudy, juru masak kami. Dia langsung meringis mendengar daftar pesanan itu. Kau tahu lah bagaimana sifat Rudy. Dia selalu memasang wajah aneh saat bekerja.

EDISI 31, Minggu I september 2013

Begitu aku keluar dari dapur, Margo—aku sudah pernah cerita kan soal Margo? Yang suka mengejar-ngejar Rudy? Margo bilang padaku, Temanmu gendut sekali. Tapi, sumpah, pelanggan itu memang gendut. * Kurasa itu bagian dari ceritaku. Aku serius. Aku meracik Caesar Salad di atas meja si pelanggan gendut. Dia mengawasi gerak-gerikku dengan cermat sambil mengolesi beberapa potong roti dengan mentega. Napasnya memburu. Lantas, entah bagaimana, aku tak sengaja menyenggol gelas berisi air putih di atas meja. Maafkan saya, ujarku. Hal ini selalu terjadi ketika saya tergesa-gesa melakukan sesuatu. Maafkan saya, ulangku. Anda tidak apa-apa? Saya akan segera minta pelayan lain membereskan pecahan gelas. Jangan khawatir, kata si gendut. Tenang saja, ujarnya dengan napas tersengal. Tidak usah diributkan, kami tidak keberatan, lanjutnya. Ia tersenyum dan melambai saat aku pergi dari mejanya untuk memanggil Leander. Lalu ketika aku kembali ke mejanya untuk menyajikan salad yang telah diracik, kuperhatikan potongan roti yang diolesi mentega sudah habis sama sekali. Tak lama kemudian, waktu aku membawakan roti tambahan, kulihat salad yang kusajikan sudah habis. Padahal kau tahu sendiri ukuran piring salad di tempat kerjaku. Anda baik sekali, ujar si gendut. Roti ini nikmat sekali, tambahnya. Terima kasih, ujarku. Kami serius, kata si gendut, roti di sini sangat nikmat. Jarang-jarang ketemu rumah makan yang menyajikan roti seenak ini. Anda berasal dari mana? tanyaku. Sepertinya saya tak pernah melihat Anda sebelumnya. Orang sebesar itu pasti sulit dilupakan, sindir Rita dengan tawa mengejek. Denver, kata si gendut. Aku tidak melanjutkan pembicaraan itu, meski aku sangat penasaran. Sup Anda akan segera datang, kataku; setelah itu aku melayani meja lain yang ditempati oleh empat orang pebisnis. Mereka rewel sekali. Waktu aku menyajikan sup kepada si gendut, kulihat roti yang tadi kubawakan sudah habis sama sekali. Dia bahkan masih mengunyah potongan yang terakhir di


65

tekstasi c e rp e n

dalam mulutnya. Pipinya menggembung penuh. Percayalah, tidak setiap hari kami makan enak seperti ini, kata si gendut. Napasnya kian memburu. Kami minta maaf jika kelihatannya kami terlalu lahap. Please, jangan berkata begitu, ujarku. Saya senang melihat pelanggan yang berselera tinggi dan sangat menikmati hidup seperti Anda. Entahlah, tutur si gendut. Mungkin memang begitu cara manusia menikmati hidup, dengan makanan. Napasnya memburu lagi. Si gendut mengatur serbet makan di atas pangkuan. Lantas ia mengambil sebentuk sendok dari atas meja. Ih, gendut sekali orang itu! cerca Leander. Sudahlah, gertakku, jangan mengata-ngatai orang terus. Aku meletakkan sekeranjang sajian roti ditambah potongan mentega yang lebih banyak. Bagaimana supnya? tanyaku. Terima kasih. Enak, kata si gendut. Enak sekali, lanjutnya. Dia mengusap bibir dan dagunya menggunakan ujung kain serbet. Apa memang panas di dalam sini atau hanya saya yang merasa seperti itu? tanya si gendut. Tidak, memang agak panas di dalam kedai makan ini, jawabku. Mungkin sebaiknya kami melepas jaket yang kami kenakan, ujar si gendut. Silakan, kataku. Makanan akan terasa lebih enak bila Anda merasa nyaman. Benar juga, kata si gendut. Benar sekali. Namun ketika aku kembali ke mejanya beberapa menit kemudian, si gendut masih mengenakan jaketnya. Meja lain yang berisi empat orang kini sudah kosong; begitu juga meja yang tadinya ditempati pasangan tua. Waktu aku menyajikan steak daging kambing dan kentang panggang di atas meja si gendut, hanya tinggal dia yang masih ada di dalam kedai makan. Aku memberikan gumpalan besar sour cream di atas sajian kentang panggang pesanan si gendut. Lalu di atas krim itu kutabur potongan-potongan daging babi asap dan daun kucai. Aku juga membawakan keranjang roti yang baru beserta mentega.

Nikmati makan malam Anda, kataku. Kuangkat tutup mangkuk gula yang ada di atas mejanya dan melihat ke dalam. Si gendut mengangguk dengan mata terus tertumbuk ke arahku sampai aku pergi dari sana. Aku sadar sekarang bahwa aku melakukan itu untuk mengecek sesuatu. Tapi aku tidak tahu apa. Bagaimana kabar si gendut? Dia akan membuatmu kelimpungan mondar-mandir mengantar makanan, kata Harriet. Kau tahu sendiri perilaku Harriet. Untuk pencuci mulut, ujarku pada si gendut, kami menyediakan menu Green Lantern Special, yaitu berupa kue puding dengan fla khusus; atau ada juga pilihan lain seperti cheesecake, es krim vanila dan es parut rasa nanas. Kami tidak membuat kalian tutup lebih malam, kan? tanya si gendut. Wajahnya menampakkan ekspresi khawatir dan napasnya terus memburu. Tidak, tidak, kataku. Tentu saja tidak. Santai saja, ujarku. Nanti saya bawakan segelas kopi tambahan sebagai pengulur waktu supaya Anda bisa menimbangnimbang apa yang Anda inginkan untuk menu makanan penutup. Oke, sejujurnya, kata si gendut sambil menggerakkan pantat di kursi sofa, kami mau pesan menu Special. Tapi kami juga mau pesan es krim vanila. Kalau boleh, di atas es krim ditambahkan sedikit coklat kental. Sudah kami bilang kan tadi bahwa kami lapar, kata si gendut. Aku segera beranjak ke dapur untuk mempersiapkan sajian makanan penutup pesanan si gendut. Lalu Rudy berkomentar, kata Harriet kau sedang melayani orang gendut dari sirkus keliling. Benarkah itu? Rudy sudah melepas topi dan celemeknya sekarang, jadi kau tahu dia sudah tidak bertugas lagi di dapur. Rudy, pelangganku memang gemuk, kataku, tapi bukan itu saja yang jadi masalah. Rudy terbahak lepas. Jangan-jangan kau suka dengan orang gendut, kata Rudy. Jaga bicaramu, Rudy, tutur Joanne, yang baru saja masuk ke dalam dapur. Boleh dong kalau aku merasa cemburu, kata Rudy kepada Joanne. Aku meletakkan sajian menu Special di depan si gendut, diiringi oleh semangkuk besar es krim vanila. Aku juga menambahkan semangkuk kecil coklat kental sebagai sampingan.

Bagaimana sajiannya? tanyaku. Terima kasih, ujar si gendut. Enak, kata si gendut. Ia menarik napas pendek dan berat. Enak sekali, terima kasih, lanjutnya. Napasnya semakin pendek, semakin berat.

EDISI 31, Minggu I september 2013

Sama-sama, kataku—dan tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu.


66

tekstasi c e rp e n

Percaya atau tidak, kami tidak selalu makan seperti ini. Kalau saya, sebanyak apapun saya makan, berat badan saya tak pernah bertambah, ujarku. Saya ingin sekali menggemukkan badan. Tidak, kata si gendut. Kalau kami bisa memilih, kami takkan seperti ini. Tapi kami tak punya pilihan. Lalu si gendut mengangkat sebatang sendok dan mulai menyantap sajian pencuci mulut. Terus apa yang terjadi? tanya Rita, seraya menyulut ujung rokokku dengan korek dan menyeret kursi agar lebih merapat ke meja tempat kami duduk. Ceritanya jadi menarik sekarang, kata Rita. Itu saja. Tidak ada kelanjutannya. Si gendut menyantap sajian pencuci mulut, lalu dia pergi dari kedai makan tempat kerjaku. Setelah itu, aku dan Rudy pulang. Dasar gendut, kata Rudy, sambil meluruskan kaki di atas sofa di apartemen kami—ini kebiasaannya saat pulang kerja. Lalu dia tertawa terbahak-bahak seperti orang gila, sebelum mengalihkan perhatiannya ke layar televisi. Aku memasak air di dapur untuk menyeduh teh, kemudian mandi. Aku meletakkan tanganku di atas perut dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi bila aku punya anak dan salah satu anakku jadi gemuk seperti pelanggan gendut itu. Kutuang air panas ke dalam teko, mengatur penempatan dua cangkir kosong, semangkuk kecil gula pasir, dan sekotak krim susu di atas nampan, yang kemudian kubawa ke ruang tamu di mana Rudy sedang bersantai. Lalu seolah pikirannya tak bisa lepas dari pelanggan gendut tadi, dia berkata, aku kenal dua orang bocah bertubuh tambun dulu waktu aku masih kecil. Mereka gembul sekali. Aku tidak ingat nama mereka. Gendut, itu satu-satunya nama yang dipakai bocah kecil di sebelah rumahku. Kami memanggilnya dengan sebutan Gendut. Kami bertetangga. Anak gendut yang lain belum ada waktu itu. Kalau tidak salah namanya Tong Sampah. Semua orang memanggilnya dengan sebutan Tong Sampah, kecuali para guru kelas. Si Tong Sampah dan si Gendut. Seandainya aku punya foto-foto mereka akan kutunjukkan padamu sekarang, ujar Rudy. Aku tidak tahu harus bilang apa, maka aku diam saja sambil menikmati teh hangat. Tak lama kemudian, aku pamit untuk pergi tidur. Rudy juga ikut bangkit dari atas sofa. Ia mematikan televisi, mengunci pintu and mulai melepas pakaiannya. Aku naik ke atas tempat tidur dan segera merapat ke tepi ranjang dengan posisi tengkurap. Tapi Rudy seolah tak mau tahu. Begitu ia mematikan lampu kamar tidur dan naik ke atas ranjang, ia mulai menggerayangiku. Aku membalikkan tubuh dan berbaring menghadap langit-langit kamar. Tubuhku terasa sedikit lebih tenang,

EDISI 31, Minggu I september 2013

meskipun aku sedang tidak ingin bercinta. Namun ada sesuatu yang begitu mengganjal hatiku. Ketika Rudy menindih tubuhku, aku merasa gemuk. Aku merasa sangat gemuk hingga Rudy terasa seperti serangga kecil di atas tubuhku. Cerita yang aneh, kata Rita—tapi aku sadar temanku tidak tahu harus memberikan komentar apa tentang ceritaku barusan. Aku merasa depresi. Namun aku takkan membahasnya dengan Rita. Aku sudah bercerita terlalu banyak. Rita duduk di sampingku, menunggu. Jemarinya yang ramping menelusuri helaian rambut panjangnya. Apa yang dia tunggu? Aku penasaran. Sekarang bulan Agustus. Hidupku akan berubah. Aku bisa merasakannya. FL ———————

Catatan: > Cerita ini bertajuk Fat dan diterbitkan pertama kali di dalam koleksi cerita pendek Will You Please Be Quiet, Please? karya Raymond Carver dan terbitan McGraw-Hill Book Company tahun 1963. >> Raymond Carver adalah cerpenis kebangsaan Amerika Serikat. Ia adalah salah satu dari segelintir penulis yang sukses mengukir karir di pasaran fiksi pendek. Ia sering disebut sebagai ‘pengganti Chekhov.’ Lahir di tahun 1938, Raymond meninggal karena kanker di tahun 1988 di usia 50 tahun. >>> Diterjemah Maggie Tiojakin untuk Fiksi Lotus, 2013 © Hak Cipta. Fiksi Lotus dan Raymond Carver.


67

kiprah

W Jadi Pabriknya Pengusaha Batam Action Entrepreneur Community Komunitas Entrepreneur

Editor: Agnes Dhamayanti email : majalah@batampos.co.id

Mereka pernah bergabung di komunitas bisnis, tetapi keberadaan mereka hanya dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat. Kini, mereka membuat komunitas baru. Bertekad mencetak seribu pengusaha.

EDISI 31, Minggu I september 2013

ajah-wajah penuh semangat memenuhi ruang tunggu ballroom Hotel Novotel, Batam. Terdengar bermacammacam obrolan dari laki-laki juga perempuan yang jumlahnya tak kurang dari seratusan. Mereka sudah tidak sabar menunggu pintu ballrom dibuka. Hari itu, Sabtu 24 Agustus 2013 lalu, menjadi kesempatan paling spesial karena Royke Sahetapi, Mbah Mo, Sartono, dan Anwar, empat motivator entrepreneur terkenal datang membagikan tips cerdas membangun usaha kecil miliaran. Waktu yang ditunggu akhirnya datang juga. Pintu ballroom di buka, dan keluarlah Joe Purba. Pria bertubuh subur ini memberitahu peserta untuk masuk ke dalam. Sebentar saja kursi-kursi di ballroom itu terisi. Segera, Aidil Putra membuka seminar itu. Sebagai seorang motivator, yang sering berbicara di depan umum Aidil langsung membuka seminar. ‘’Selamat sore semuanya. Maaf agak terlambat. Karena tadi ada kesalahan dalam penataan kursi. Tapi sekarang sudah beres,’’ kata Aidil. Untuk pembicara pertama seminar, kata Aidil, ia adalah seorang pemilik usaha Bakso Brantak di Batam. Ia akan sharing tentang bagaimana caranya memulai usaha tanpa modal. ‘’Kita sambut Anwar, pemilik usaha bakso Brantak,’’ kata Aidil dengan suara lantang. Tepukan penuh semangat peserta seminar menyambut kehadiran seorang pria berperawakan kecil itu.


68

Anwar langsung mengenalkan diri dan menceritakan sejarah bisnisnya. Walau hanya jualan bakso, namun mantan karyawan perusahaan elektronik ini bisa menghasilkan jutaan rupiah dari 2 cabang usahanya itu. Pengalaman memulai bisnis tanpa modal itulah yang banyak dijelaskan Anwar. Humor-humor segar selalu diselipkan Anwar ketika menceritakan pengalamannya berbisnis. Peserta yang terdiri dari pemilik usaha juga karyawan terlihat mendengarkan dengan serius. ‘’Saya ingin memiliki usaha, tapi gak tahu bagaimana memulainya,’’ jawab seorang wanita, pekerja di perusahaan di Mukakuning ketika ditanya Anwar. Kebingungan seperti itulah yang menjadi alasan Aidil Putra, Joe Purba juga Iswarin membuat komunitas bernama Action Entrepreneur Community (Esco). ‘’Saat ini jumlah anggotanya sudah mencapai 300-an orang. Mereka semua peserta seminar yang pernah kami buat. Visi kami yaitu ingin mencetak 1000 pengusaha sukses dari Batam,’’ kata Aidil yang datang bersama Joe Purba ke redaksi Majalah BatamPos. Aidil pun curhat tentang komunitas-komunitas yang pernah diikutinya. ‘’Kebanyakan gak aktif. Ada beberapa yang masih melakukan kegiatan. Tapi sifatnya hanya saat komunitas itu memerlukan kami. Seperti penandatanganan MOU komunitas dengan pihak bank. Kami diminta hadir, hanya untuk meramaikan saja. Sedangkan efek bisnisnya untuk kami tidak ada,’’ kata Aidil yang juga pemilik usaha sekolah motivasi di Batam. Joe pun mengalami hal yang sama ketika begabung dengan macam-macam komunitas. Ia mengaku hanya mendapatkan tempat untuk sosialisasi saja. Padahal ada banyak ide yang ingin disampaikan dan ada beberapa persoalan bisnis yang ingin ditanyakan. ‘’Melihat pengalaman pribadi itu, kami terpanggil untuk membuat komunitas yang bisa memberikan tempat sharing rutin bagi pemilik usaha maupun pekerja yang baru mau akan berbisnis,’’ kata Joe Purba yang juga pemilik dua sekolah EDISI 31, Minggu I september 2013

kiprah

musik Sonatina di Batam. ‘’Semoga dengan kegiatan rutin itu, Action Entrepreneur Community bisa menjadikan komunitas ini sebagai pabrik pengusaha Batam.’’ Jadi setelah mengikuti seminar juga workshop. Esco akan memberikan pertemuanpertemuan rutin gratis, sebagai tempat untuk berdiskusi. Untuk pertemuan yang akan datang pada 2 September 2013 di Sekretarit Esco di Sekolah Musik Sonatina di Sukajadi. Sebelumnya Iswarin, yang juga pemilik usaha retail juga melakukan pelatihan bisnis retail gratis di kantor sekretriat Partai Amanat Rakyat (PAN). ‘’Sebagai pengusaha, seperti saya contohnya, perlu banget yang namanya ngumpul, sharing apalagi training. Nantinya akan juga ada sharing di Facebook. Intinya, komunitas ini benar-benar hidup. Baik itu sebagai pusat informasi. Dan menjadi tempat follow up setelah seminar. Setiap anggota komunitas juga dibuatkan kartu keanggotaan dan bisa ikut training free,’’ tambah Joe. Penasehat Esco adalah Mbah Mo pemilik usaha kuliner di Yogyakarta juga Iswarin. Direncanakan dua kali pertemuan dalam setiap bulannya. Pembahasannya seputar pegetahuan menjadi pengusaha dan mencari relasi. Juga akan ada sharing dgn pengusaha-pengusaha yang sudah lebih dulu sukses. ***


69

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Manggung Mirip Katy Petinju Perry

K

aty Perry tampil nyentrik plus energik dalam konser di panggung MTV Video Music Awards 2013 yang diadakan di Brooklyn, New York, Minggu lalu. Perry menyuguhkan satu penampilan yang pas untuk penutupan acara bergengsi itu. “Game Over” adalah kata-kata yang ditampilkan seusai penampilannya, sesuai dengan penanda berakhirnya gelaran para musikus papan atas tersebut. Perry tampil dengan konsep bermain tinju. Ia tampil dengan kostum tinju yang menunjang dan tak lupa juga Perry membawa para ‘ring girls’ di penampilannya itu. Saat ditanya, Perry punya alasan tersendiri kenapa memilih konsep seperti itu untuk membawakan lagunya yang berjudul Roar. Ia menjelaskan bahwa lawan terberat yang harus ia hadapi di atas ring tinju mungkin saja adalah dirinya sendiri, bukan lawan yang

EDISI 31, Minggu I september 2013

sebenarnya. Bagaimana ia melawan dirinya sendiri agar memenangkan pertandingan itu. Penampilannya mendapat sambutan yang baik, serta menjadi penutup yang spesial, dengan sebuah pelajaran dari konsepnya tersebut. “Lagu ini mengenai berbicara pada dirimu sendiri dan kekuatan untuk melakukannya, mengalahkan musuh di dalam diri sendiri,” tutur pelantun hit Fireworks dan E.T ini. Sebelum tampil, Perry mengatakan, ia tidak malu untuk tampil berbeda seperti sekarang. Para penggemarnya juga pasti telah mengerti bahwa kini ia telah menjadi lebih matang dalam bermusik, setelah tiga tahun lebih maju dari era Teenage Dream. Sebelum manggung, Perry bergaya dengan gaun motif kulut macan dan memperlihatkan deretan gigi berlian! Gaun sepanjang lutut itu makin anggun dengan hiasan berbentuk serangga di bagian dada. Selain itu, Perry juga mengenakan sepatu hak tinggi nan cantik dan berbagai aksesoris seperti anting dan cincin. (jpnn) foto : l.yimg.com


70

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Lady Gaga

Diteror

Blogger

Gosip P

erseteruan antara blogger gosip Perez Hilton dan Lady Gaga berlanjut. Gaga menuduh Hilton sudah membuntutinya. “@perezhilton menjauh dariku + Keluargaku, kamu sakit, mencoba menyewa apartemen di gedungku untuk membuntutiku. Tinggalkan aku sendiri,” kicau Gaga di Twitternya. Ia terus mengklaim Hilton sudah berkeliling mengawasi apartemen Gaga di New York. “Apakah aku harus menembak kepala orang agar dia paham dan orang lain yang menyakitiku sudah terlalu jauh? Aku juga manusia,” tulisnya lagi. Sebelumnya Gaga menanyakan postingan yang dilakukan penggemarnya mengenai ini, sebelum akhirnya menuliskan kicauan untuk Hilton. Sepertinya Gaga sendiri tidak berada di apartemennya saat itu. “(Aku) masih punya pesan yang Perez kirim untukku, gambarku di kursi roda dengan tulisan KARMA + Madonna menodongkan pistolnya padaku. Hari saat aku kecelakaan.” Padahal dulu Gaga dan Hilton adalah sahabat baik. Namun persahabatan mereka berakhir usai Hilton mengirim-

EDISI 31, Minggu I september 2013

kan foto Gaga menggunakan kursi roda dengan pesan yang aneh. Gaga sendiri memilih Twitter untuk menyampaikan kekesalannya terhadap mantan sahabatnya ini. Sekadar info, Majalah V merilis edisi September ke dalam empat pilihan cover. Masing-masing cover menghadirkan empat ‘alter ego’ Gaga, berbalutkan busana rancangan desainer ternama, yang merefleksikan fase kehidupan sang Mother Monsters. Cover pertama menampilkan Gaga bergaya ala David Bowie dalam balutan atasan hologram dengan aksen pada padding rancangan Giorgio Armani. Karakter perempuan yang menjadi masa lalu kelam hadir pada cover kedua. Kali ini, ia tampil ala rocker dalam balutan busanan Saint Laurent. “Ini adalah aku yang paling aku takuti. Tak mau menjadi seperti itu lagi. Ini aku yang telah aku tinggali. (Tapi) aku pakai jaket sequin custom made Saint Laurent rancangan Heidi Slimane. Impossible to be sad!” ucap Gaga yang baru saja merilis single terbarunya, Applause. (jpnn) foto : mi9.com


71

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Luna

Maya L

Ogah Dipaksa Kawin

una Maya benar-benar mati kutu dikerjai teman-temannya ketika membawakan acara musik Dahsyat, pekan lalu. Wajahnya cemberut dan tidak bisa bicara. Ia lebih banyak diam sepanjang acara. Raffi Ahmad dan Denny Cagur sengaja mengerjainya. Dari pertama datang ke studio Luna dibiarkan sendirian. Temantemannya seolah menganggapnya tidak ada alias cuek. Ternyata itu upaya mereka mengerjai bekas kekasih Ariel Noah itu, karena saat itu Luna merayakan ulang tahunnya ke-30. Teman-temannya juga mengolok-olok Luna dengan mengungkit kembali masa lalunya. Nama Ariel disebutsebut. Bahkan, Denny memakai topeng pria yang pernah menjalani hukuman penjara akibat kasus video mesum beberapa tahun silam. Namun, Luna berusaha menyembunyikan kedongkolannya dengan berdalih macam-macam. Namun, pada akhirnya gagal. Sebab, dari raut wajahnya ia tetap kelihatan kesal. Apalagi saat Raffi cs meledek kalau jam tangan baru Luna

EDISI 31, Minggu I september 2013

dikabarkan hadiah dari Ariel. “Saya Luna, bukan Tara Basro,” ucap Luna menanggapi olok-olok Denny dan Raffi yang sebelumnya melantunkan lagu Menghapus Jejakmu. Seperti diketahui, beredar gosip Ariel sedang membina hubungan asmara dengan Tara Basro, model di video klip single terbaru, Noah. “Dari tadi diam saja,” tanya Raffi. “Gue baru pulang dari Bali hadiri undangan kawinan temen gue. Bosen tiap minggu gue datang kawinan. Kapan gue kawinnya,” jawab Luna. Selanjutnya, bintang film Janda Kembang, Ratu Kosmopolitan dan Cinta di Saku Celana ini menyatakan dirinya tengah dekat dengan seseorang. Namun ia enggan membeberkan pria misterius itu. “Ada, teman dekat tapi belum pacaran juga, ngapain dikenalin,” ujar Luna usai acara. Kedekatannya dengan sang pria baru berjalan beberapa bulan. Sehingga dirinya belum mau untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. “Baru pengenalan saja kok,” tegasnya. Kini di usianya yang sudah 30 tahun, Luna hanya fokus terhadap karier dan kehidupannya. Meski belum diberikan jodoh untuk menikah, Luna percaya apa yang didapatkannya saat ini harus disyukuri. “Saya yakin yang sekarang saya dapatkan adalah yang terbaik dari Tuhan, saya happy,” cetus cewek kelahiran Denpasar, Bali ini. Menurut dia, memilih pendamping hidup bukan lah sesuatu yang harus dilakukan lantaran usia. Melainkan harus karena memang sudah yakin dan siap. “Dan juga cinta. Karena prinsip saya sekali kita maju nggak ada kata mundur,” tegas Luna. Ia juga tak menginginkan menikah lantaran tekanan orang atau publik. Baginya, keinginan untuk menikah harus datang dari diri sendiri. Luna lantas memberikan contoh Jennifer Aniston, artis Hollywood yang di usia 39 tahun masih menjanda sejak berpisah dengan Brad Pitt. “Sampai sekarang belum nikah. Dia masih kelihatan seksi dan cantik,” ucap Luna. (jpnn)

foto : kapanlagi.com


72

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Sudah Empat Bulan Menjanda

Febby Febiola

K

EDISI 31, Minggu I september 2013

abar keretakan rumah tangga Febby Febiola memang sudah menahun terdengar. Namun, perceraiannya justru baru terdengar sekarang. Ternyata, Febby sudah hidup menjanda alias bukan lagi istri Bruce Nicholas Delteil sejak 23 April 2013.  Bintang film Witness dan KM 97 ini diketahui diam-diam melayangkan permohonan perceraiannya terhadap Bruce ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, medio Februari 2013. Dedi Fardiman, Humas PN Jakpus menjelaskan, sejak didaftarkan, majelis hakim yang dipimpin Afiantara SH dan panitera Sri Tasliah, baru memutuskan perkara perdata bernomor 89/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Pst tersebut, pada 23 April 2013. Baik Febby atau Bruce menerima putusan cerai dan sepakat mengakhiri perkawinannya. “Febby Febiola dan Bruce Nicholas sudah bukan suami dan istri lagi,” tegas Dedi kepada wartawan. “Saat ini putusan cerai itu sudah berkekuatan hukum tetap dan perkawinan mereka berakhir,” sambungnya. Namun, Dedi tak bisa menjelaskan apa saja putusan majelis hakim terkait perceraian itu, seperti persoalan harta gono-gini. Alasannya, saat itu bukan dia yang menjadi paniteranya. Berkasnya pun sudah dimasukkan ke bagian arsip. “Mengenai keterangannya yang lain saya nggak bisa beri tahu karena saya tidak pegang berkasnya,” ucapnya. Nomor HP Febby tak bisa dihubungi. Sedangkan eks kuasa hukumnya, Minola Sebayang justru tak mengetahuinya. “Saya sudah tidak menangani Febby lagi,” ucap Minola. Febby memang kerap menutupi perihal masalah rumah tangganya ke media. Beberapa kali disinggung soal praharanya, Feby tak pernah memberi jawaban cukup jelas. “Nggak apa-apa simpang siur, daripada ribut,” cetusnya. “Kami berusaha untuk memberikan keputusan yang enak bagi satu sama lain. Apapun yang terjadi

saya harus kuat, life must go on,” imbuh Tante Amerika di sinetron Tersanjung ini, beberapa waktu lalu. Ketika itu Febby mengakui rumah tangganya sedang di ujung kehancuran. Gosip perceraian yang sudah bertahun-tahun ada akhirnya menemui kebenaran. “Namanya rumah tangga, kita memang punya masalah. Ada kemungkinan memang mengarah ke sana (cerai). Tapi kalau soal sudah menggugat dan lain-lain itu memang belum terjadi,” ucap Febby. Ia mengesankan Delteil sebagai orang yang keras kepala. “Dari tahun kedua (masalahnya), berusaha perbaiki lagi. Tapi saya nggak mau ngotot untuk mengubah orang,” jelasnya. Febby merasa harus berpikir keras kalau sampai pada babak final perceraian. Ia masih menyayangkan rumah tangganya yang sudah terbangun belasan tahun malah runtuh dalam sekejap mata. “Kalau main-main ya nggak akan 12 tahun bisa dipertahankan. Masalah udah lama dan mungkin ini bukan keputusan terbaik bagi banyak orang yang melihat,” lanjutnya. Apakah Febby siap lahir batin menjanda? “Siapsiap aja sih. Nggak ada masalah. Ini adalah keputusan yang saya ambil,” tambahnya. Belasan tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Apakah karena ini mereka bercerai? “Nggak sih bukan masalah anak. Lihat, banyak juga pasangan yang banyak anak tapi bercerai juga,” kilah Febby. Nama Franky Sihombing kian santer menjadi orang ketiga di balik perceraian Febby dan Bruce. Sumber JPNN sudah membeberkannya sejak tahun lalu. Kian terang manakala didapati puluhan foto Febby ternyata sering muncul dalam account instagram Franky. “Kalau sosial media itu seruseruan. Saya memang dekat dengan komunitas iPhonesia, dan di Instagram itu memang seru,” kilah Febby. Ia pun berharap aktivitas di dunia sosial media tak perlu dianggap ser­ius. Apalagi soal dirinya dikaitkan dengan ayah dari Petra Sihombing itu. “Jangan dianggap seriuslah, itu update kapan tahu, baru sekarang saja instagram heboh,” lanjutnya. Febby tak mau ada orang lain yang dikait­kan dengan masalah yang ada dalam pernikahannya dengan Bruce. “Sekarang enjoy banget. Lihat saja wajah saya enjoy kan. Tapi soal ada apa di rumah tangga, untuk sekarang belum bisa jawab. Saya orangnya fakta saja. Kita lihat saja faktanya nanti,” imbuhnya. (jpnn)

foto : kapanlagi.com


73

history

Industri Minyak Nasional

Dari Eksportir Jadi Importir EDISI 31, Minggu I september 2013


74

I

history ndonesia pernah jaya sebagai negara penghasil minyak bumi. Dekade 1970-an hingga 1997 adalah masa ketika produksi minyak bumi nasional mencapai puncaknya. Hasilnya diekspor ke sejumlah negara. Karena itulah, negara kita tergabung ke dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (OPEC). Bahkan, Indonesia pernah terpilih sebagai presiden OPEC. Namun, minyak bumi bukanlah sumberdaya alam yang bisa diperbarui. Perlahan, cadangan minyak di perut bumi Indonesia terus menyusut. Di saat yang sama, kebutuhan akan bahan bakar minyak juga terus meningkat. Alhasil sejak 2003, Indonesia berbalik menjadi importir karena produksi yang terus menyusut. Akibatnya, Indonesia harus keluar dari OPEC. Saat ini, produksi minyak Indonesia sekitar 900 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai 1,4 juta barel. Berikut sejarah perkembangan industri minyak nasional:

1871

Pengeboran minyak bumi pertama di desa Maja, Majalengka, Jawa Barat, oleh pengusaha Belanda bernama Jan Reerink. Tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Sumur itu akhirnya ditutup.

1883

Penemuan sumber minyak pertama di Indonesia di lapangan minyak Telaga Tiga dan Telaga Said di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara oleh seorang Belanda bernama A.G. Zeijlker. Penemuan lapangan Telaga Said oleh Zeijlker menjadi modal pertama suatu perusahaan minyak yang kini dikenal sebagai Shell. Pada waktu yang bersamaan, juga ditemukan lapangan minyak Ledok di Cepu, Jawa Tengah, Minyak Hitam di dekat Muara Enim, Sumatera Selatan, dan Riam Kiwa di daerah Sanga-Sanga, Kalimantan.

1902

Didirikan perusahaan yang bernama Koninklijke Petroleum Maatschappij yang kemudian dengan Shell Transport

EDISI 31, Minggu I september 2013

Trading Company melebur menjadi satu bernama The Asiatic Petroleum Company atau Shell Petroleum Company.

1907

Berdirilah Shell Group yang terdiri atas BPM, yaitu Bataafsche Petroleum Maatschappij dan Anglo Saxon. Ketika itu di Jawa timur juga terdapat suatu perusahaan yaitu Dordtsche Petroleum Maatschappij namun kemudian diambil alih oleh BPM.

1912

Perusahaan minyak Amerika mulai masuk ke Indonesia. Pertama kali dibentuk perusahaan NV Standard Vacuum Petroleum Maatschappij atau disingkat SVPM. Perusahaan ini mempunyai cabang di Sumatera Selatan dengan nama NV NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) yang sesudah perang kemerdekaan berubah menjadi PT Stanvac Indonesia. Perusahaan ini menemukan lapangan Pendopo pada tahun 1921 yang merupakan lapangan terbesar di Indonesia pada zaman itu. Untuk menandingi perusahaan Amerika, pemerintah Belanda mendirikan perusahaan gabungan antara pemerintah dengan BPM. yaitu Nederlandsch Indische Aardolie Maatschappij. Dalam perkembangan berikutnya setelah perang dunia ke-2, perusahaan ini berubah menjadi PT Permindo dan pada tahun 1968 menjadi PT Pertamina.

1920

Dua perusahaan Amerika masuk ke Indonesia, yaitu Standard Oil of California dan Texaco.

1930

Standard Oil of California dan Texaco membentuk N.V.N.P.P.M (Nederlandsche Pasific Petroleum Mij) dan menjelma menjadi PT Caltex Pasific Indonesia, sekarang PT Chevron Pasific Indonesia. Perusahaan ini mengadakan eksplorasi besar-besaran di Sumatera bagian tengah.


75

history 1935

Untuk mengeksplorasi minyak bumi di Irian Jaya dibentuk perusahaan gabungan antara BPM, NPPM, dan NKPM yang bernama NNGPM (Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum Mij) dengan hak eksplorasi selama 25 tahun. Hasilnya pada tahun 1938 berhasil ditemukan lapangan minyak Klamono dan disusul dengan lapangan Wasian, Mogoi, dan Sele. Namun, karena hasilnya dianggap tidak berarti akhirnya diseraterimakan kepada perusahaan SPCO dan kemudian diambil alih oleh Pertamina tahun 1965.

1940

NVNPPM menemukan lapangan Sebangga disusul pada tahun berikutnya 1941 menemukan lapangan Duri. Di daerah konsesi perusahaan ini, pada 1944 tentara Jepang menemukan lapangan raksasa Minas yang kemudian dibor kembali oleh Caltex pada 1950.

1968

PN Pertamin dan PN Permina digabung menjadi PN Pertamina dan menjadi satu-satunya perusahaan minyak nasional.

1969

Ditemukan lapangan minyak lepas pantai yang diberi nama lapangan Arjuna di dekat Pamanukan, Jawa Barat. Tidak lama setelah itu ditemukan lapangan minyak Jatibarang oleh Pertamina.

1971

Terjadi pengambilalihan semua instalasi minyak oleh pemerintah Republik Indonesia. Pada 1945 didirikan PT Minyak Nasional Rakyat yang tahun 1954 berubah menjadi perusahaan Tambang Minyak Sumatera Utara.

Untuk memperkuat Pertamina, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971, yang menempatkan Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas bumi milik negara. Berdasarkan UU ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Indonesia wajib bekerja sama dengan Pertamina. Karena itu Pertamina memainkan peran ganda yakni sebagai regulator bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme Kontrak Kerja Sama (KKS) di wilayah kerja (WK) Pertamina. Di sisi lain Pertamina juga bertindak sebagai operator karena juga menggarap sendiri sebagian wilayah kerjanya.

1957

1976

1945-1950

Didirikan PT Permina (Perusahaan Minyak Nasional) oleh Kolonel Ibnu Sutowo yang kemudian menjadi PN Permina pada tahun 1960. Tahun 1959, NIAM menjelma menjadi PT Permindo yang kemudian pada tahun 1961 berubah lagi menjadi PN Pertamin. Pada waktu itu di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga telah berdiri PTMRI (Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia).

1961

Sistem konsesi perusahaan asing dihapuskan diganti dengan sistem kontrak karya.

1964

Perusahaan SPCO diserahkan kepada PN Permina.

1965

PTMRI berubah menjadi PN Permigan kemudian diambil alih oleh PN Permina. Tahun 1965 menjadi sejarah baru dalam perkembangan industri perminyakan Indonesia dengan dibelinya seluruh kekayaan BPM (Shell Indonesia) oleh PN Permina. Pada tahun itu diterapkan kontrak bagi hasil (production sharing) yang menyatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah konsesi PN Permina dan PN Pertamin. Perusahaan asing hanya bisa bergerak sebagai kontraktor dengan hasil produksi minyak dibagikan bukan lagi membayar royalty.

1967

Eksplorasi besar-besaran mulai dilakukan, baik di darat maupun di laut, oleh PN Pertamin dan PN Permina bersama dengan kontraktor asing.

EDISI 31, Minggu I september 2013

Produksi minyak nasional mencapai 1,6 juta barel per hari (bph). Tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

2001

Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Konsekuensinya Pertamina beralih bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) dan melepaskan peran gandanya. Peran regulator diserahkan ke lembaga pemerintah sedangkan Pertamina hanya memegang satu peran sebagai operator murni. Peran regulator di sektor hulu selanjutnya dijalankan oleh BP Migas yang dibentuk pada 2002. Sedangkan peran regulator di sektor hilir dijalankan oleh BPH Migas yang dibentuk dua tahun setelahnya pada 2004.

2008

Indonesia keluar dari OPEC.

2012

Mahkamah Konstitusi membubarkan BP Migas dengan alasan tidak sesuai konstitusi. Pemerintah membentuk SKK Migas sebagai gantinya.


76

M

emakan makanan kemasan adalah cara praktis untuk dapatkan asupan energi jika waktu sedang mepet. Selain itu, makanan kemasan dijadikan sebagai camilan di kala rehat singkat. Tapi sedikit dari kita yang tahu apakah kandungannya sehat atau tidak. Ternyata, ada beberapa kandungan berbahaya di dalam makanan kemasan, baik kemasan kotak, kaleng, dan plastik. Bahkan, beberapa bahan makanan ini dapat menjadi pemicu beberapa penyakit serius. Berikut ini rinciannya seperti dikutip dari MyDiet.com: 1. Aspartam Bahan ini ada di hampir semua makanan kemasan. Bahan pemanis buatan ini biasanya terdapat dalam minuman bersoda. Penelitian bahan menemukan bahwa aspartam bisa memicu penyakit limfoma, leukimia, dan ginjal. 2. Pewarna Makanan Biru, kuning, merah, dan warna lainnya dalam makanan sungguh menarik mata. Padahal pewarna makanan bisa menyebabkan masalah serius. Warna-warna pada

EDISI 31, Minggu I september 2013

tips101

makanan ini dapat menyebabkan penyakit kandung kemih, otak , ginjal, adrenal, dan kanker tiroid. 3. Sirup Jagung Kedengarannya tidak berbahaya, tapi ternyata sirup jangung mengandung fruktosa yang tinggi. Sirup jagung biasanya digunakan untuk pemanis makanan kemasan. Terlalu banyak mengkonsumsinya jadi penyebab utama penyakit diabetes. 4. MSG Monosodium glutamat adalah penambah rasa untuk makanan kemasan. Kandungan asam glutamat bebas dan natrium aditif ini dapat mempengaruhi kesehatan otak. Penelitian bahkan mengaitkan MSG sebagai penyebab penyakit Alzheimer dan Parkinson. 5.Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat Dua bahan ini sering digunakan sebagai pengawet makanan. Bahan-bahan ini ini dapat menyebabkan kerusakan tiroid. Bahayanya bahkan akan meningkat jika makanan kemasan ini terkena panas atau cahaya matahari langsung.


77

tips101

T i p s Inv e sta si F e s yen

Pilih

kualitas dibanding M

engikuti tren mode memang tidak akan ada habisnya. Namun bukan berarti Anda harus terus membeli pakaian dan aksesori baru setiap saat hanya untuk mengikuti tren. Sebaiknya beli pakaian dan aksesori yang bisa digunakan setiap saat. Karena pada dasarnya, tidak semua busana yang Anda beli akhirnya cocok untuk Anda gunakan. Berikut cara cerdas menginvestasikan gaya Anda di setiap musim, seperti dikutip Femguide: 1. Klasik dan Netral Warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, cokelat, dan krem merupakan warna-warna yang wajib Anda miliki di setiap busana Anda. Warna-warna tersebut akan lebih mudah dipadu padankan dengan berbagai gaya. Jangan lupa, pilih busana yang memiliki potongan yang klasik agar bisa dipadukan untuk berbagai suasana. 2. Pilih Kualitas Potongan harga atau diskon selalu menjadi sesuatu yang paling ditunggu setiap wanita. Tentu saja karena saat diskon, Anda bisa mendapatkan harga yang murah meski terkadang kualitas dari busana tersebut tidak terlalu baik. Padahal daripada Anda membuang banyak uang untuk busana dengan kualitas yang buruk, sebaiknya Anda beli beberapa busana dengan harga yang sedikit mahal demi mendapatkan kualitas lebih baik. Dengan demikian, busana tersebut bisa Anda gunakan untuk waktu yang lebih lama. EDISI 31, Minggu I september 2013

kuantitas 3. Cek Isi Lemari Banyak wanita yang sering merasa tidak memiliki pakaian yang bagus untuk dikenakan meski isi lemari mereka sebenarnya sudah penuh. Periksa kembali isi lemari Anda. Tidak ada salahnya mencobanya lagi satu per satu seperti saat pertama kali membeli. Dengan begitu Anda bisa menentukan pakaian mana yang masih bisa digunakan dan yang tidak. 4. Sepatu Sebagian wanita mungkin lebih suka menggunakan sepatu tumit tinggi, sementara sebagian lainnya lebih memilih sneakers. Tapi apapun gaya yang Anda pilih, pada dasarnya sebagai wanita Anda harus memiliki semua jenis sepatu. Pilih model sepatu mana yang paling sering Anda gunakan. Lalu sediakan beberapa jenis sepatu lainnya dengan warna-warna netral agar siap jika suatu saat dibutuhkan. 5. Aksesori Potongan busana yang unik mungkin terlihat menarik. Namun biasanya hanya cocok jika sedang tren. Jadi daripada Anda harus terus mengikuti tren busana yang ada, perbanyak saja aksesori. Aksesori seperti kalung, gelang dan anting bisa menjadi pilihan terbaik Tips Investasi Fesyen, Pilih Kualitas Dibanding Kuantitasuntuk setiap gaya. Tidak perlu busana yang berlebihan, cukup beri aksesori dengan warna dan bentuk yang menarik Anda bisa tetap terlihat gaya.


78

EDISI 31, Minggu I september 2013

j’naka


79 Pertanyaan Sangat Sederhana Seorang filsuf terkenal sangat disegani oleh sopirnya yang selalu ikut mendengarkan setiap ceramah bosnya tentang moralitas dan etika. Kemudian suatu hari si sopir mendekati sang filsuf dan bertanya, apakah ia bersedia untuk bertukar peran pada kuliah berikutnya, sang filsuf menjadi sopir, dan sang sopir yang akan menjadi dosen dan mengisi kuliah. Sang filsuf setuju. Materi kuliah dibawakan dengan sangat baik oleh si sopir. Ketika tiba saatnya pertanyaan dari para peserta, seorang wanita di belakang bertanya, ‘’Apakah pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia eksistensialis?’’ ‘’Itu adalah pertanyaan yang sangat sederhana,’’ jawab sang sopir (yang sedang menyamar menjadi dosen). ‘’Terlalu sederhana, bahkan sopir saya bisa menjawab pertanyaan itu, dan itulah yang akan ia lakukan.’’

Hukuman Sekolah Suatu hari, seorang gadis kecil pulang dari sekolah dan berkata pada ibunya. ‘’Ibu, saya tadi dihukum untuk sesuatu yang tidak aku lakukan.’’ Ibunya marah. ‘’Kok bisa! Aku akan bicara dengan gurumu besok ....’’ ‘’Eh, tapi ngomong-ngomong, apa yang tidak kamu kerjakan?’’ Si gadis kecil menjawab, ‘’PR-ku.’’

Hasil Prakarya Pada waktu pelajaran prakarya tiba, Rini menyerahkan hasil prakaryanya kepada Pak Guru.

EDISI 31, Minggu I september 2013

‘’Pak, ini hasil prakarya saya. Saya membuat rumahrumahan, Pak.’’ ‘’Kok hanya selembar triplek begini? Mana rumahnya?’’ tanya Pak Guru ‘’Sudah digusur, Pak. Jadi yang saya serahkan pada Pak Guru ya sebidang tanahnya saja.’’


80

d facebook: majalahbatampos.co.i

twitter: @majalahBP s.co.id email: majalah@batampo

DA R I S U D U T PA N DA N G L A I N

Diterbitkan Oleh: PT Sijori Interbintana Pers www.majalah.batampos.co.id Pemimpin umum / gm: Hasan Aspahani Pemimpin Redaksi: Muhammad Iqbal WAKIL Pemimpin Redaksi: M. Riza Fahlevi Redaktur Pelaksana: Muhammad Nur, Helmi YS (Desain) Asisten Redaktur Pelaksana: Agnes Damayanti. Redaktur/Editor: Ahmadi, Hasanul Safri, Yermia Riezki, Feni Ambaratih, Herry Dingin Sembiring Arrazy Aditya (Fotografer), Muhammad Syahrir (Desain) Tonny Richardo (Desain) Redaktur senior : Ade Adran Syahlan Lisya Anggraini sekretaris redaksi : Ummy Kalsum Chairman Rida K Liamsi CEO Makmur Direktur Utama Marganas Nainggolan Wakil Dirut Socrates Pemimpin Perusahaan Usep Rahmat Saifullah manager iklan Dewi Febsuri Alamat Redaksi, Pemasaran, Iklan dan EO: Gedung Graha Pena Batam, Lantai 2, telepon :(0778) 460000 (hunting), Fax (0778) 462162 dan (0778) 465111 Batam Center, Batam. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 10,5 Telpon (0761) 64634 Fax (0761) 64638. Perwakilan Jakarta: Gedung Indopos Lt. 6 Jl. Kebayoran 12 Jakarta Selatan, Telp. 021 - 53699560, 021-5333046. Perwakilan Tanjungpinang: Jalan Pramuka 3. Telepon (0771) 27714, 27715. Perwakilan Tanjungbalai Karimun: Jalan A Yani, Sungai Lakam, Telpon (0777) 323686, Fax (0777) 323685. Rekening PT. Sijori Interbintana Pers, NISP;090.010.011377, BPD Riau Cabang Batam Ac.00701.13.0044560. EDISI 31, Minggu I september 2013


31 - Sulitnya Menata Ruli