Issuu on Google+


LPM PABELAN LEMBAGA PERS MAHASISWA PABELAN

Baca produk cetak LPM Pabelan versi digital di Issuu.com


EDITORIAL

Opini

Khazanah Kuliner Nusantara, Bertahankah?

| Edisi Januari 2017

3


KARTUN

“Lho ...”

“Madsa..n.g ” ma

4

| Edisi Januari 2017


PABELAN DOELOE

Tabloid Pabelan Pos edisi 48 Maret 2001 “Liberalisasi Halal: Menjadi Samar Karena Ulah Pasar�

Pabelan Doeloe

Kisah Pilu Jaminan Produk Halal dalam Negeri Oleh: Rizki

Minimnya penanganan akan sertifikasi label halal terutama pada produk farmasi menjadi masalah yang masih belum bisa diatasi secara tuntas. Tak terkecuali pada makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik yang juga masuk kategori penanganan tersebut. Pabelan Pos edisi 48 Maret 2001pernah mengulas kondisi serupa dalam sebuah tulisan, labelisasi jaminan produk halal yang menjadi samar karena ulah pasar.

| Edisi Januari 2017

5


PABELAN DOELOE

Produk yang menggunakan label halal sangat sedikit dibandingkan jumlah produk yang beredar dipasaran. Jumlahnya di-perkirakan telah mencapai puluhan ribu. Ini menunjukkan bahwa kemu-ngkinan penyalahgunaan label halal sangat besar.

6

| Edisi Januari 2017


ARTIKEL PENDUKUNG

Polemik Daging Anjing

Khazanah Kuliner Esktrem Kota Bengawan Oleh: Ritmika Serenady

Ada yang bergeser pada pola konsumsi masyarakat Solo. Di tengah-tengah melimpah ruahnya kuliner tradisional, kota budaya ini justru dicap sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta dalam mengonsumsi daging anjing. Kenyataan ini membuat resah sejumlah kalangan akan imbas buruknya terhadap masyarakat dan sistem sosial yang terjadi di dalamnya. Ilustrasi: Vivi Furtining Dewi / Majalah Pabelan.

| Edisi Januari 2017

7


ARTIKRL PENDUKUNG

8

| Edisi Januari 2017


ARTIKEL PENDUKUNG

Foto: Widy Setiyawan / Majalah Pabelan.

Beberapa kasus yang pernah muncul di antaranya yaitu banyak konsumen yang terjebak untuk menikmati sate jamu karena mereka tidak mengetahui bahwa bahan dasarnya adalah daging anjing.

| Edisi Januari 2017

9


ARTIKRL PENDUKUNG

Pantaskah Ilustrasi: Kurnia Siti Mahania / Majalah Pabelan.

10

| Edisi Januari 2017


ARTIKEL PENDUKUNG

Anjing Dikonsumsi? Dalam UU, Anjing bukan katagori hewan ternak. Namun anjing tetap diburu dan dikonsumsi.

Keberadaan anjing bukan hewan ternak potong, mereka anjing peliharaan, dalam UU tidak ada disebutkan bahwa anjing hewan ternak potong

| Edisi Januari 2017

11


FOKUS UTAMA

Makanan Tradisional

Kemenangan yang Munculkan Sekat Masyarakat Reporter: Dwi Astuti dan Livia Purwati

Ilustrasi: Yunia & Donny / Majalah Pabelan.

| Edisi Januari 2017

13


FOKUS UTAMA

14

| Edisi Januari 2017


FOKUS UTAMA

Foto: Ari Susanto / Majalah Pabelan.

Fungsi makanan tradisional di sini meleburkan sekat sosial, sekat agama, lintas umur. Ketika mereka duduk bersila, mereka adalah sama, tidak ada sekat.

| Edisi Januari 2017

15


FOKUS UTAMA

Foto: Ari Susanto / Majalah Pabelan.

Inovasi yang diciptakan menjadi dua sisi mata uang, selain menjadikan makanan tradisional lebih tersohor di kalangan masyarakat, di salah satu sisi akan memunculkan sekat-sekat.

16

| Edisi Januari 2017


FOKUS UTAMA

Makan itu ... Makan itu ... Makan itu ... Makan itu ... Iklan Layanan Masyarakat Dipersembahkan oleh:

LPM PABELAN LEMBAGA PERS MAHASISWA PABELAN

| Edisi Januari 2017

17


FOKUS UTAMA


FOKUS UTAMA


FOKUS UTAMA

Antrian pembeli di salah satu restoran yang tengah tren di Solo. Masyarakat lebih tertarik terhadap makanan cepat saji dibandingkan khas tradisional. Foto: Widi Setiyawan / Majalah Pabelan.

20

| Edisi Januari 2017


FOKUS UTAMA

Ada suatu pola yang menerangkan bahwa makanan tradisional terikat dengan dimensi ruang dan waktu. Ada pembatasan berupa ruang yaitu lokalitas bahan baku, pengolah (produsen) dan juga pemilik dari makanan tersebut.

| Edisi Januari 2017

21


FOKUS UTAMA

Ilustrasi: Rizki Setyo / Majalah Pabelan

Fokus Utama

Inovasi dan Cita Rasa Paling Utama Reporter: Aisyah Arminia dan Hammam Nur Bagaskara

Cara mempertahankan makanan tradisional adalah adanya inovasi dengan tetap memertahankan keaslian kualitas cita rasa makanan.

22

| Edisi Januari 2017


FOKUS UTAMA

Pembeli menikmati Es Dawet Telasih. Foto: Hammam Nur Bagaskara (Atas). Jajanan ringan tradisional yang ada di Pasar Gedhe, Solo. Foto: Intan Juli / Majalah Pabelan (Bawah).

Masyarakat tidak perlu khawatir atau merasa takut terhadap modernitas yang se-dang melanda Indonesia. Setiap za-man sudah selayaknya bisa hidup beriringan antara yang tradisional dan modern.

| Edisi Januari 2017

23


FOKUS UTAMA

Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, Keraton Kasunanan Surakarta juga merupakan induk makanan di Kota Bengawan. Foto Syarifudin Aji Pamungkas / Majalah Pabelan

Fokus Ut

Keraton Induk Mak

Reporter: Depi En

Kota Solo sangat terkenal den beberapa makanan berasal dari K pusat pemerintah

24

| Edisi Januari 2017


FOKUS UTAMA

tama

sebagai kanan Solo

ndang Sulastri

ngan jajanan tradisionalnya, Keraton Kasunanan Surakarta, han masa lalu.

| Edisi Januari 2017

25


FOKUS UTAMA

Pedangang menyajikan makanan tradisional, Nasi Liwet. Foto: Dhessa Yudi A. / Majalah Pabelan

Sajian makanan tradisional, Nasi Liwet. Foto: Dhessa Yudi A./ Majalah Pabelan

26

| Edisi Januari 2017


FOKUS UTAMA

Pertautan sejarah panjang dengan era penjajahan kolonial masih menyisakan tapaknya pada kuliner Solo. Beragam masakan-masakan yang kini dikenal sebagai kuliner Solo terasa sangat kebarat-baratan.

Pedagang meracik dan menyajikan Soto. Foto: Dhessa Yudi A./ Majalah Pabelan

| Edisi Januari 2017

27


OPINI

Opini

Lagu Nasi Padang dan Internasionalisasi Kuliner Nusantara Oleh: Nur Rizqi Febriandika

Beberapa waktu lalu para netizen (masyarakat dunia maya) sempat dihebohkan dengan adanya sebuah lagu yang diunggah ke Youtube. Video tersebut menjadi viral di dunia maya dan berhasil menyedot jutaan pasang mata. Lagu tersebut menceritakan tentang pengalaman seorang turis asal Norwegia ketika ia berlibur ke Indonesia dan mencicipi cita rasa masakan padang.

30

| Edisi Januari 2017


OPINI

Nur Rizqi Febriandika *Penulis adalah Penggemar Kuliner. Alumni LPM Pabelan - Pemimpin Redaksi Majalah Pabelan 2014

Industri periklanan sangat berperan besar terhadap lunturnya minat masya-rakat terhadap jajanan tradisional. Iklan-iklan yang menarik di televisi maupun media lainnya nyatanya mampu menghipnotis para penonton untuk jatuh hati.

| Edisi Januari 2017

31


OPINI

Ironisnya masakan tradisional khas bangsa lain justru lebih populer dan digandrungi ketimbang makanan tradi-sional lokal. Ramen (Jepang), kimchi (Korea), dan hamburger (Amerika) justru menjadi makanan favorit sekalipun dengan harga yang melambung tinggi.

32

| Edisi Januari 2017


POTRET

REALITAS HIK MASA KINI Fotografer: Hammam, Ari S., Dhessa Y., Feriyanto

| Edisi Januari 2017

33


POTRET

Dari sekian banyak ciri atau khas kota Solo, ada satu hal yang selalu menjadi daya tarik dari kota ini yakni, HIK atau Hidangan Istimewa Kampung. Selain harganya yang HIK sangat mudah dijumpai.

34

| Edisi Januari 2017


POTRET

| Edisi Januari 2017

35


POTRET

Belakangan ini konsep dari HIK berkembang pesat. Banyak cafe yang mengandalkan konsep angkringan dibalut dengan tempat yang nyaman untuk ditongkrongi

36

| Edisi Januari 2017


POTRET

| Edisi Januari 2017

37


PESONA

38

| Edisi Januari 2017


PESONA

Brian saat berada di Killing Mie saat ditemui Pabelan, akhir Oktober 2016. Foto Hammam Nur Bagaskara / Majalah Pabelan

Febrian Wicaksono ‘Master Chief Indonesia’

Hikmah di Balik Kisah Klasik Terik Tahu Putih Reporter: Verlandy Donny Fermansah & Mydia Inggit Prahastiwi Keahlian memasak ia dapatkan dari sang nenek. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan memasak, kini ia berhasil menjadi Restaurant Consultant di beberapa kota besar. Hidup mandiri sejak sekolah menengah atas menuntutnya bisa memasak hingga jalan hidup mengantarnya menjadi finalis ajang pencarian bakat memasak di salah satu stasiun televisi swasta. Dia adalah Febrian Wicaksono ‘Master Chief Indonesia’. Makanan yang ia buat dengan rasa cinta mengantarnya ke gerbang kesuksesan.

| Edisi Januari 2017

39


PESONA

Biodata Febrian Wicaksono Nama : Febrian Wicaksono TTL : Surabaya, 16 Februari 1988 Pendidikan : 타 SD Negeri 19 Solo 타 SMP Negeri 15 Solo 타 SMA Negeri 8 Solo 타 D3 Broadcasting, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS Sumber: Wawancara | Info Grafis: Verlandy Donny / Majalah Pabelan

40

| Edisi Januari 2017


PESONA

Dengan resep yang pernah ia dapatkan dari nenek, masakan terik tahu putih mengantarnya menuju 23 besar dan menjadi terbaik pada episode MCI bertemakan masakan keluarga

Sempat minder masuk 60 besar MCI 3, Brian tak menyangka mampu menjadi terbaik ke dua di ajang pencarian bakat memasak tersebut. Foto Hammam Nur Bagaskara / Majalah Pabelan

Jejak Karir dan Prestasi : Ÿ Penyiar Solo Radio 2007 Ÿ Event organizer Ÿ CO. Restoran Konsaltent tabloid Ginie Ÿ Runner Up Master Chef Indonesia Season 3 Sosial Media : Ÿ Twitter: @BrianMCI3 Ÿ Fansbase: @brianersindo

| Edisi Januari 2017

41


PESONA

Febrian Wicaksono ‘Master Chief Indonesia’

Mengenal Budaya Makan Wong Solo dan Potensi Bisnis Reporter: Verlandy Donny Fermansah dan Hammam Nur Bagaskara

Brian melihat budaya jajan kuliner di Solo lebih kepada pemenuhan gaya hidup, sedangkan di Jakarta budaya makan lebih kepada kebutuhan perut. Brian melihat hal tersebut dari segi kualitas makanan yang banyak digemari di antara kedua kota tersebut. Foto: Hammam Nur Bagaskara / Majalah Pabelan

42

| Edisi Januari 2017


RISET

Inventarisasi dan Simbolisme

Makanan Tradisional Jawa Berbasis Sesaji Reporter: Daryanti

| Edisi Januari 2017

43


RISET

44

| Edisi Januari 2017


RISET

Foto: Hammam Nur Bagaskara / Majalah Pabelan.

Berbagai jenis makanan dapat dipakai sebagai salah satu ukuran tinggi rendahnya kebudayaan dari suatu bangsa

| Edisi Januari 2017

45


RISET

Foto: Hammam Nur Bagaskara / Majalah Pabelan.

46

| Edisi Januari 2017


WAWANCARA

Tampilan website minumkopi.com

Pemimpin Redaksi Minumkopi.com, Rizki Akbari Savitri

Kopi, Kuliner, dan Gaya Hidup Reporter: Muhammad Taufik

| Edisi Januari 2017

47


WAWANCARA

48

| Edisi Januari 2017


WAWANCARA

| Edisi Januari 2017

49


WAWANCARA

Perkembangan zaman yang semakin cepat memunculkan banyaknya sajian-sajian kuliner baru, dan budaya-budaya baru. Hal ini adalah tantangan bagi kami. Tantangan inilah yang membuat situs web Miko tetap ada.

Nama Rizki Akbari Savitri Pemimpin Redaksi Minumkopi.com/ Miko

50

| Edisi Januari 2017


KARTUN

Ilustrasi: Anggia Mujiyanti

Ketika modernitas mulai menggusur tradisi, maka sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda bertahan dan mempertahankan. Jangan sampai kita terhanyut dalam arus modernitas.

| Edisi Januari 2017

51


KOMUNITAS

Komunitas

Inspirasi Kuliner dari Akun Instagram Oleh: Yusmi Dwi dan Ummu Azka

Mengelola akun instagram berbasis informasi kuliner tak semudah yang dibayangkan. Tidak hanya sekadar memosting foto namun juga diperlukan keterampilan menulis caption yang menarik. Tak khayal kegiatan tersebut mampu mendatangkan rupiah. Beberapa dari mereka, juga mengedepankan prinsip halal. Berikut kisah dibalik layar admin akun instagram kuliner di Solo.

Harga mahal dan murah bukan acuannya tetapi kalau kita tahu ada predikat halalnya lebih menentramkan hati dan itu yang lebih dicari

52

| Edisi Januari 2016


KOMUNITAS

Foto: Verlandy Donny Fermansah / Majalah Pabelan.

| Edisi Januari 2016

53


KOMUNITAS

Foto: Fery Setyawan & Dhessa Yudi A. / Majalah Pabelan.

Dalam sehari dia memberlakukan hunting foto maksimal dua. Saat ini dia meng-handle lebih dari 8 akun kuliner di solo. Sekarang ia memiliki upah tetap yang cukup untuk kehidupan sehari-harinya dari unggahan foto @kulinerdisolo itu.

54

| Edisi Januari 2016


RESENSI BUKU

Buku

Takkan Pernah Berjalan Hingga Akhir Oleh: Putri Muthmainah

Identitas buku: What i Talk About When i Talk About Running Diterjemahkan dari HashiruKoto ni Tsuite Kataru Toki ni Boku no Khataru Koto Penulis: Haruki Murakami Penerjemah: Ellnovianty Nine Sjarif dan A. Fitriyanti Penerbit: Bentang Pustaka Tebal halaman: vi+ 198 halaman Cetakan pertama: April 2016 Cetakan kedua : Mei 2016

“What i Talk About When i Talk About Running� merupakan sebuah buku yang ditulis oleh Haruki Murakami. Dalam buku catatan perjalanannya, Pria yang biasa di sapa dengan Murakami ini mengisahkan sebuah perjalanan memorial hidupnya sebagai novelis pun sebagai seorang pelari. Ia menjadi tokoh utama yang memiliki sikap positif dan pantang menyerah.

| Edisi Januari 2017

55


RESENSI BUKU

Aku tidak akan menulis ketika seseorang menyuruhku menulis dan Aku tidak akan berlari ketika seseorang menyuruhku berlari, begitu pula sebaliknya

56

| Edisi Januari 2017


RESENSI MUSIK

Album Sore: Los Skut Leboys

Oleh: Syarifudin Aji Pamungkas Rilisnya album Sore bertajuk Los Skut Leboys menjadi penantian tujuh tahun band asal Jakarta tersebut. Album ini menjadi pembuktian karakter musik Sore yang terkenal santai.

Foto: Getscoop / Istimewa

| Edisi Januari 2017

57


RESENSI MUSIK

Lagu pembuka dalam album tersebut mempunyai latar belakang cerita dari pengalaman Ade -vokalisyang tak pernah mempunyai waktu luang untuk sekedar makan malam bersama dengan sang anak.

58

| Edisi Januari 2017


SASTRA

STORE

Cerpen

| Edisi JANUARI 2017

59


SASTRA

60

| Edisi Januari 2017


SASTRA

STORE

| Edisi Januari 2017

61


SASTRA

62

| Edisi Januari 2017


LPM PABELAN LEMBAGA PERS MAHASISWA PABELAN

PabelanConnected Dekat Mudah

| Edisi Januari 2017

63


LPM PABELAN

BUKU SEJARAH LPM PABELAN

Mengema Upaya Me

Barangkali karena kita tidak punya kuasa untuk me yang bisa kapan saja kita baca. – Azhar N. Ala. Mun Pabelan di penguhujung periode akhir kepengurusa dalam sebuah buku yang didedikasikan penuh untu pengorbanan, hingga rajutan mimpi-mimpi. Berikut

64

| Edisi Januari 2017


LPM PABELAN

asi Kenangan: erekam Keabadian

emaku waktu, kita mengenang keindahan yang kita jumpai dalam kata-kata—rentetan aksara ngkin, seperti itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh LPM an 2016. Mengemasi kenangan, menyatukan jejak-jejak perjuangan serta mengikat keabadian uk lembaga yang telah mewadahi proses diri. Proses yang penuh liku, daya juang, pengabdian, t ini rangkuman oleh reporter Zulfa Rahmatina.

| Edisi Januari 2017

65


66

| Edisi Januari 2017


TIM MAJALAH PABELAN EDISI JANUARI 2017

Dwi Astuti

YUSMI DWI PUTRI KURNIA SITI MAHANIA Hammam Nur B.

Verlandy Donny F.

ANGGIA MUJIYANTI

Daryanti

PUTRI MUTHMAINAH

Ratih Kartika

Syarifudin Aji P.

Widy Setyawan

Aisyah Arminia

vIVI FURTININGSIH

aRI sUSANTO

dHESSA YUDI A.

| Edisi Januari 2017

Depi Endang Sulastri LIVIA PURWATI

Ritmika Serenady yUNIA MAHARANI

uMMU aZKA

Mydia Inggit P. Muhammad Taufik

fERIYANTO sETIAWAN

rIZKI SETYO 67


Produksi 2016

LPM PABELAN LEMBAGA PERS MAHASISWA PABELAN

PENGURUS LEMBAGA PERS MAHASISWA PABELAN PERIODE TAHUN 2016

Pemimpin Umum Verlandy Donny Fermansah Sekretaris Umum Rizki Pemimpin Redaksi Pabelan-online.com Ratih Kartika Pemimpin Redaksi Koran Pabelan Ritmika Serenady Pemimpin Redaksi Tabloid Pabelan Pos Depi Endang Sulastri Pemimpin Redaksi Majalah Pabelan Dwi Astuti Pemimpin Penelitian dan Pengembangan Aisyah Arminia Pemimpin Perusahaan Daryanti

68

Manajer Hubungan Masyarakat Syarifudin Aji Pamungkas Manajer Teknologi dan Informasi Achmad Midun Sanjaya Manajer Logistik Dendy Pratama Manajer Personalia Muhammad Taufik Manajer Pelatihan Hammam Nur Bagaskara Manajer Diskusi Darlin Rizki Manajer Data dan Penelitian Putri Muthmainah Manajer Iklan dan Pemasaran Ummu Azka Amalina Manajer Produksi dan Distribusi Afif Abdurrahman


Up load foto kamu dengan majalah Pabelan di Instagram dengan tanda tagar #MajalahPabelan #lpmpabelan #persma



Majalah Pabelan Edisi Januari 2017