Page 1

D’Journal Lembaga Pers Mahasiswa Journal

Edisi | 60 | X | 2013 | www.lpmjournal.com

Mewartakan Realita

Akhir Oktober, Pembangunan Gedung Selesai

Liputan: Tempat Parkir Amikom Masih Padat Kurangnya Sosialisasi Pemilwa


D’Journal

Salam Redaksiii

Buletin Dwi Mingguan DITERBITKAN OLEH LPM Journal STMIK Amikom Yogyakarta PELINDUNG Drs. M. Idris Purwanto, M.M PEMBINA Jaeni, S.Kom PEMIMPIN UMUM Untung Prasetyo SEKRETARIS Merti Dina Nisa BENDAHARA Handayani Ekaningtyas PIMPINAN REDAKSI Lutfi Fauziah PIMPINAN PRODUKSI Tutur Larasati REDAKTUR PELAKSANA Annisa Fauziyyah, Merti Dina N REDAKTUR Tutur Larasati, Andik Saputra, Atin Supriyatin REPORTER Ali Fatur Rohmah, Ayu Nathania, Govinda Al A., Tri Apriyanto, Tommy Saputra, Ginanjar Adi P., M. Urfa N., Handayani Ekaningtyas FOTOGRAFER Untung Prasetyo ILUSTRATOR Andik Saputra, Annisa Fathona Tunnisa’, Ndaru Kurniawan LAYOUTER Ndaru Kurniawan ALAMAT REDAKSI Gedung BSC Ruang VI.3.9, STMIK Amikom Yogyakarta, Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. EMAIL redaksilpmjournal@gmail.com WEBSITE www.lpmjournal.com Facebook

LPM JOURNAL STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Twitter @lpmjournal

Redaksi menerima tanggapan, kesan, kritik, maupun saran pembaca sekalian yang berkaitan dengan lingkungan STMIK Amikom Yogyakarta melalui email atau langsung ke Redaksi LPM Journal di Gedung BSC VI.3.9 STMIK Amikom Yogyakarta.

Selamat datang mahasiswa STMIK Amikom Yogyakarta angkatan 2013/2014. Bagaimana semester pertama kalian? Pastikan kalian tidak salah memilih ‘ibu’ yang akan menempa kalian menjadi mahasiswa selama beberapa tahun ke depan. Jika kawan-kawan mengamati, tampaknya pembangunan Gedung Unit VI akan selesai tak lama lagi. Tentu kalian tidak sabar untuk segera menikmati fasilitas yang disediakan pada gedung tersebut. Semoga manfaat yang kalian rasakan dengan adanya Gedung VI sebanding dengan bising yang kalian dengar dan debu-debu yang kalian hirup selama proses pembangunan berlangsung. Beberapa waktu lalu, salah satu wakil Amikom, Tim AHADA (Autism Hiperactive Asparger Downsyndrome Aplication) berhasil menjadi pemenang untuk kategori E-Inclusion di Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA). Petikan wawancara dengan anggota Tim AHADA kami suguhkan dalam buletin ini pada rubrik Wawancara. Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa, jumlah kendaraan pun meningkat. Kesulitan memarkirkan kendaraan acap kali menjadi keluhan yang mau tidak mau harus ditelan kembali. Lantas, bagaimana kabar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pemilwa) 2013? Apakah sosialisasi dan pelaksanaan Pemilwa tahun ini kepada mahasiswa telah berjalan maksimal? Di tahun-tahun mendatang, pelaksanaan Pemilwa diharapkan berjalan optimal. Mengingat betapa pentingnya kedudukan Presiden dan Wakil Presiden di Kampus Ungu. Tak lupa, kami mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Salam pers mahasiswa!


D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Topik Utama

Akhir Oktober, Pembangunan Gedung Selesai

Pembangunan gedung Unit VI STMIK Amikom Yogyakarta masih berlangsung (3/10). Pembangunan ini diharapkan bisa menunjang kegiatan belajar mengajar. Journal | Laras

Pembangunan gedung Unit VI di STMIK Amikom Yogyakarta masih berlangsung hingga Jum’at (27/9). Menurut Ketua Puket III Idris Purwanto, pembangunan yang berada di utara gedung Unit V ini bertujuan untuk menambah atau memperluas fasilitas. Fasilitas tersebut seperti perpustakaan, ruang kelas, aula dan parkiran. Hal senada juga diungkapkan Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Febrijatmiko (10.11.3855). Ia menuturkan bahwa tujuan pembangunan gedung unit VI ini adalah untuk perluasan Resource Center dan penambahan ruang pertemuan (Aula) yang lebih lebar daripada Aula sebelumnya (Citra 1 dan Citra 2).

Saat diwawancarai di ruangannya, Idris meluruskan tujuan pembangunan gedung baru tersebut. “Sebenarnya gedung itu bukan gedung internasional, tetapi di dalam gedung itu ada kelas internasional. Bahkan rencananya, ada juga kelas regular yang berada di gedung baru,” tuturnya. Ia menambahkan di lantai pertama untuk perluasan perpustakaan, sedang perpustakaan lama masih tetap ada. Hal tersebut –penambahan perpustakaan— agar mahasiswa bisa lebih nyaman karena banyak mahasiswa yang berminat untuk ke perpustakaan. Dalam pembangunan gedung baru juga dibangun dua basemen. Tetapi, basemen ini tidak setinggi basemen

Mewartakan Realita

3


Topik Utama yang telah ada. Dua basemen ini berfungsi untuk area parkir motor mahasiswa. Pada tahun ini, Kampus Ungu telah memiliki mahasiswa untuk kelas internasional. “Saat ini kelas Internasional berada di gedung IV. Tepatnya pada ruang IV.2.1 dan IV.2.2, sebelah barat Ruang Pengajaran. -Memang belum ada kelas khusus yang akan dipakai oleh mahasiswa kelas internasional ini,” jelas Miko. (23/9) Dampak Pembangunan Gedung Baru

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Pukul 17:23, beberapa pekerja proyek pembangunan gedung Unit VII masih berada di area pembangunan (3/10). Journal | Laras

oleh civitas akademik Amikom. Tempat Idris menjelaskan perihal waktu pembangunan gedung di utara gedung penyelesaian pembangunan gedung baru. Unit V ini dahulu adalah tempat parkir Menurutnya, jika sesuai target rencananya kendaraan milik mahasiswa. Oleh sebab pembangunan akan terselesaikan tanggal pembangunan tersebut, maka area parkir 31 Oktober. “Hingga bulan September ini, menjadi berkurang dan dialihkan ke pembangunan untuk lantai 1 dan 2 sudah hampir selesai. Sekarang juga sudah selesai lapangan basket, depan gedung Unit I hingga basemen-basemen. pengkramikan lantai,” jelasnya. Beberapa mahasiswa mengeluhkan Minimnya lahan kampus di pembangunan gedung baru yang masih Amikom ini menjadi kendala dalam berlangsung. Ahmad Fariz Nadiansyah pembangunan gedung baru. Banyak (12.11.6481) salah satunya. faktor yang menghambat “Kurangnya lahan “Susah mencari tempat penggarapan proyek parkir. Gazebo, basemen pembangunan ini. Seperti parkir membuat penuturan Idris (23/9), saya kesulitan untuk dan lapangan menjadi tempat parkir kendaraan. pembangunan gedung memarkirkan motor,” Melihatnya jadi tidak nyaman baru kali ini merupakan karena merasa sumpek. pembangunan yang paling susah karena terhalang tempat sempit. Ditambah lagi debu yang ditimbulkan dari Sehingga, ada beberapa barang yang proyek pembangunan,” ujar Fariz (24/9) Saat ditemui di ruang dikerjakan di luar area pembangunan. Salah satunya yaitu besi-besi rakitan. Ini perpustakaan kampus (25/9), Selvy Metha disebabkan karena tidak ada tempat untuk Ardianingrum (13.02.8479) menjelaskan menitipkan barang-barang yang ingin ketidaknyamanan yang dirasakan akibat pembangunan gedung baru tersebut. “Saat dirakit. sedang balajar saya merasa terganggu Perkuliahan reguler tahun ajaran dengan suara bising yang ditimbulkan dari 2013/2014 telah berlangsung sejak bulan pengerjaan pembangunan tersebut, apalagi September. Pembangunan gedung VI bila kelasnya di gedung V sebelah utara,” yang masih berlangsung sampai saat ini paparnya. tentunya menuai dampak yang dirasakan

4

Mewartakan Realita


D‘Journal Edisi 60 | X | 2013 Desi Tri Utami (12.02.8318) terlihat tengah mencari buku di sebuah rak pada kategori Akutansi di perpustakaan (1/10). Ketika ditanya mengenai intensitas berkunjung ke perpustakaan, ia termasuk sering berkunjung. Ia mengakui, seringnya mengunjungi perpustakaan membuat Desi merasa terganggu dengan suara dari pengerjaan proyek gedung baru. Saat dimintai keterangan, wanita berkerudung tersebut mengaku tidak begitu paham dengan kegunaan gedung Unit VI. “Saya tidak banyak tahu, tapi saya dengar gedung baru itu untuk kelas internasional,” ujar Desi. Ia juga tidak tahu-menahu mengenai pembangunan dua basemen di gedung baru tersebut. Keluhannya tak berbeda dengan Fariz. “Kurangnya lahan parkir membuat saya kesulitan untuk memarkirkan motor,” tuturnya. Hingga memasuki bulan Oktober, pembangunan gedung Unit VI belum juga selesai. Beberapa pihak kampus menyatakan harapannya untuk pembangunan gedung tersebut segera

Topik Utama selesai agar dampak-dampak yang terjadi bisa diminimalisasi. “Saya berharap agar pembangunan ini bisa segera selesai dan area parkir semakin luas sehingga kenyamanan dari pihak mahasiswa bisa dirasakan,” kata Idris. Febrijatmiko menaruh harap kepada Organisasi mahasiswa (Orma) agar dapat merasakan aula yang berada di gedung baru. “Kalau sudah selesai pembangunan semoga mahasiswa maupun Orma dapat memanfaatkan gedung itu, tidak hanya kelas internasional saja. Karena Aula yang baru akan lebih luas, sehingga Orma bisa mengadakan kegiatan yang lebih besar di ruangan tersebut,” jelasnya. Tidak hanya harapan dari pihak Lembaga dan perwakilan Mahasiswa, tetapi juga Mahasiswa aktif. Ditemui di tempat berbeda, Fariz, Selvy dan Desi mengharapkan hal yang sama. Mereka berharap gedung Unit VI segera selesai dan mereka tidak lagi kesulitan dalam mencari area parkir. Laras | Alif | Ayu

Seorang pekerja tengah mengecat tembok gedung Unit VII lantai 3, Kamis (3/10). Journal | Laras

Mewartakan Realita

5


Karya Ngelantur

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Andik Saputra (12.12.7025)

Annisa Fathona Tunnisa’ (11.11.5349)

6

Mewartakan Realita


D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Liputan

Tempat Parkir Amikom Masih Padat

Meluapnya tempat parkir oleh ribuan motor mahasiswa STMIK Amikom Yogyakarta sejak kegiatan Akademik 2013 dimulai. (8/10). Journal | Urfa

Kepadatan kendaraan bermotor di lahan parkir Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Amikom menjadi masalah di tiap tahun ajaran baru. Tahun ini semakin banyak mahasiswa yang membawa kendaraan ke kampus, namun tidak dibarengi dengan panambahan lahan parkir. Hal senada juga diungkapkan oleh Maskuri sebagai Kabag. Kerumahtanggaan, “Seperti yang kita ketahui terlalu banyak kendaraan dan kurangnya lahan parkir, itu sudah diprediksi bahwa parkiran kita keadaannya semrawut” (24/9). Kurangnya lahan juga mengakibatkan basemen IV dan gazebo pun turut digunakan sebagai lahan parkir. Dalam mengatur kepadatan parkir, pihak kampus tidak hanya mengandalkan petugas parkir tapi juga dengan bantuan satpam dan tukang kebun. Yuli Agustya Rahmawati (13.12.7574 ) mahasiswa baru asal Blora, saat dimintai keterangan mengatakan, “Kalau lihat parkir sebelah barat ngeri, mau masuk susah mau keluar juga susah,” jelasnya. Untuk mengantisipasi hal itu, Yuli berangkat lebih pagi agar mendapat tempat parkir. Yuli juga menambahkan, lapangan basket seharusnya bisa dimanfaatkan

sebagaimana mestinya tidak untuk parkir mobil. Dia juga menyarankan lahan parkir diperluas, agar lapangan basket bisa dipakai sebagaimana mestinya. Menyetujui pendapat Yuli, Asrul Nur Rahim ( 12.02.8396 ) juga mengatakan, pemandangan yang kurang enak jika melihat parkir Amikom. Asrul menyarankan mahasiswa yang dekat untuk tidak membawa kendaraan bermotor. “Seperti saya dulu ketika kos saya dekat, saya membawa sepeda”, tambahnya. Asrul juga berharap, parkir Amikom kedepannya tertata dan tidak semrawut agar bisa jalanjalan dengan lega. Munadi (38) sebagai petugas parkir menyarankan agar pihak kerumahtanggaan menambah lahan parkir agar petugas parkir tidak kewalahan dalam menata kendaraan. “Kalau seperti ini terus, lama-kelamaan mahasiswa komplain,” pungkasnya. Menurut penuturan Maskuri, sebelumnya sudah ada usulan jika lahan parkir sudah penuh maka pintu gerbang akan ditutup. Namun, kebijakan tersebut belum berani diambil oleh pihak kerumahtanggaan. “Kasihan mahasiswanya, nanti parkir di mana?”, ujarnya. Oleh karena itu pihak kampus memanfaatkan beberapa tempat yang seharusnya tidak digunakan sebagai tempat parkir. Maskuri menambahkan, untuk mengantisipasi parkir kendaraan yang semakin padat, kita sudah merancang bangunan gedung Unit VI. Dimana nanti basemantnya akan digunakan sebagai tempat parkir kendaraan beroda dua, baik sepeda atau motor. Selain itu, basemen 5 juga rencanannya akan digunakan sebagai tempat parkir. Diharapkan dari dua tempat parkir tersebut dapat mengurangi kepadatan kendaaraan ditempat parkir sebelah barat. Andik | Tri

Mewartakan Realita

7


Wacana

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Akreditasi, Faktor Penunjang pada Era Globalisasi Oleh: Tommy Saputra (11.02.8054) Hampir setiap hari saya mendengar cerita tentang keunggulan Amikom dibanding kampus-kampus lainnya. Mulai dari cerita dongeng dosen yang menurut saya tidak mawas diri sampai kabar yang simpang siur dari luar yang menyinggung kampus ungu ini. Kita sebagai mahasiswa aktif di Amikom secara cerdas harus bisa menyaring kabar mana yang benar, sebelum isu yang beredar diangkat ke permukaan. Salah satu isu yang akhirakhir ini santer terdengar adalah masalah akreditasi. Baru-baru ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) Kementrian pendidikan nasional (Kemdiknas) merilis hasil akreditasi terbaru. Hasil ini menunjukan akreditasi dari masing-masing jurusan yang ada di Amikom, salah satu yang jadi perhatian adalah jurusan S1 Teknik Informatika yang akreditasinya dipertanyakan karena mendapatkan akreditasi “C” dan berlaku hingga lima tahun kedepan (14-02-2018). Akreditasi ini bahkan tidak lebih baik bila dibandingkan dengan Sekolah Tinggi tetangga yang biasanya malah menjadi “olok-olokan” dosen-dosen kita yang berakreditasi “B” pada jurusan yang sama. STMIK Amikom yang memiliki berbagai penghargaan tingkat nasional bahkan skala internasional ternyata masih banyak celah di sana-sini yang harus segera dibenahi. Menyikapi hal ini harusnya kita sebagai mahasiswa aktif ikut ambil bagian dalam memperbaiki keadaan. Jika dilihat dari sisi mahasiswa dengan adanya hal ini yang paling dirugikan adalah menyangkut dengan ijazah yang akan diterima oleh mahasiswa yang bersangkutan setelah lulus nanti.

8

Mewartakan Realita

Karena dengan akreditasi yang ada sekarang ini mungkin akan sedikit mengalami kendala nantinya dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang dalam era globalisasi semakin ketat. Tidak bisa kita pungkiri akreditasi yang baik mempengaruhi pencitraan kampus di mata perusahaan yang sedang mencari tenaga kerja potensial. Ini bisa menjadi faktor penghambat bagi mahasiswa yang hendak melamar pekerjaan, yang sebenarnya memiliki daya saing dan cakap dibidangnya. Namun, dari informasi yang sedang berkembang di lapangan pihak kampus sedang mengupayakan pengajuan banding kepada BAN-PT guna menindaklanjuti perihal akreditasi ini. Kita tunggu saja hasilnya beberapa waktu kedepan. Terlepas dari itu semua dalam hal ini mahasiswa jurusan S1 Teknik Informatika menjadi sorotan. Berkaca pada jurusan yang lain seperti S1 Sistem Informasi (“B”) dan D3 Manajemen Informatika (“A”), yang seharusnya masingmasing jurusan ini bisa berjalan pada satu jalur yang sama berprestasi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi hal ini tidak sematamata bisa dilimpahkan begitu saja pada satu jurusan. Ini semua menjadi tanggung jawab kita bersama. Semua jurusan, semua mahasiswa, termasuk juga dari pihak Lembaga yang kesemuanya bertanggung jawab penuh dan memiliki porsi yang sama dalam andil memperbaiki kinerja. Agar kelak semua mahasiswa Amikom dapat menikmati hasil yang sepadan dari segala upaya mereka dalam menempuh pendidikan lanjut di kampus yang menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik dunia versi UNESCO ini.


Wacana

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Sekilas Tentang Akreditasi Oleh: Bobby Sefri Andika (11.11.4727)

ban-pt.kemdikmas.go.id

Akreditasi merupakan pengakuan terhadap lembaga pendidikan yg diberikan oleh badan yg berwenang, setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu. Bagi mahasiswa baru akreditasi adalah salah satu pertimbangan dalam memilih perguruan tinggi/jurusan. Akreditasi suatu perguruan tinggi sebagai cermin kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan. Akreditasi dapat juga menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu program studi yang di selenggarakan. Menurut saya akreditasi juga berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi lembaga atau institusi pendidikan. Untuk memperbaiki bagian-bagian mana saja yang sekiranya kurang dan harus diperbaiki agar menjadi lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Beberapa hal yang secara umum menjadi bahan pertimbangan dalam proses penilaian yaitu : 1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, dan strategi pencapaian. 2. Tata pengurus, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). 3. Mahasiswa dan lulusan, ini biasanya di lihat kuesioner para lulusannya, Indeks Prestasi (IP) yang di raih para mahasiswanya, rekrutmen mahasiswa. 4. Sumber Daya Manusia (SDM) seperti jumlah dosen, kualifikasi dosen, pengembangan dosen.

5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. 6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. 7. Penelitian (jurnal-jurnal, karya ilmiah, dll) dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. Dari beberapa bahan pertimbangan penilaian akreditasi di atas kita dapat melihat bahwa akreditasi adalah tanggungjawab kita bersama baik lembaga/ institusi pendidikan, dosen dan mahasiswa. Mahasiswa diharapkan berperan aktif dalam melakukan pengembangan bidang pendidikan, penelitian atau research, serta pengabdian kepada masyarakat, de-ngan mendapatkan bimbingan oleh dosen yang kompeten di bidangnya agar semua kegiatan dapat berjalan dengan optimal serta mendapat dukungan dari lembaga/kampus. Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Selasa, 1 Oktober 2013 BAN-PT melakukan peninjauan ulang terhadap mutu atau kualitas kampus kita khususnya program studi S1 Teknik Informatika. Harapan saya sebagai mahasiswa S1 jurusan Teknik Informatika, kita sebagai satu-kesatuan civitas akademika STMIK Amikom Yogyakarta bisa saling menopang satu sama lain supaya visi dan misi jurusan maupun institusi dapat tercapai. Yaitu menjadi program studi Teknik Informatika unggulan dunia dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi berbasis entrepreneurship.

Mewartakan Realita

9


Foto Journal

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Menikmati Pasar Tradisional Masa Lalu di Yakopan

Foto dan Teks oleh: Untung Prasetyo Terletak di Kecamatan Kotabaru Kota Yogyakarta, Bentara Budaya tampak berbeda dari biasanya. Para seniman dan pengrajin menampilkan karya-karya seni budaya yang sudah jarang ditemui sehari-hari seperti keris, dolanan anak, wayang karton, lukis kaos, topeng, karikatur, serta aneka jajanan dan makanan tradisional. Halaman depan dan ruangan di dalam Bentara Budaya Yogyakarta disulap menjadi pasar tradisional, Rabu (25/9). Itulah sekilas pemandangan yang terlihat dalam Pasar Yakopan.Asal nama Pasar Yakopan sendiri diambil dari nama Jakob Oetama (pendiri sekaligus pemilik Kompas Gramedia). Pasar Yakopan yang berlangsung sejak tanggal 24 hingga 29 September 2013, ini merupakan penyelenggaraan kedelapan.

10

Mewartakan Realita

Pengunjung bisa melihat dan membeli berbagai barang-barang tersebut sekaligus mencicipi jajanan dan makanan yang sudah langka.

Aneka sandang kualitas ekspor terpampang di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta.


D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Pengunjung pameran dimanjakan dengan banyak pilihan barang lawas.

Foto Journal

Gilang dan empat temannya menunggu pesanan Lukis Kaos.

Beraneka ragam wajah yang mengunjungi Pasar Yakopan, hal itu tergambarkan oleh Topeng Bobung.

Sembari pengunjung mengajak berfoto bersama, Batman Cabang Jogja menjaga keamanan Pasar Yakopan.

Berbagai macam pusaka terjajar di salah satu sudut runang pameran Pasar Yakopan.

Mewartakan Realita

11


Liputan

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Kurangnya Sosialisasi Pemilwa Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) yang sebelumnya akan dilaksanakan pada bulan april mundur hingga akhir bulan September. Kegiatan tersebut bertujuan mencari Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa dalam masa jabatan 2013/2014. Dalam penyelenggaraan pemilwa tahun ini, ada tiga pasang calon Presiden dan Wakil Presiden yang lolos seleksi. Ketiga calon tersebut adalah Ahmad Thorik dan Septiningtyas pada nomor urut 1, Nugroho Tri Sunyoto dan Ahmad Fuad Raeka pada nomor urut 2, serta Welly Tri Wibowo dan Yusron Prayogo pada nomor urut 3. Faizal Widya Nugraha selaku ketua panitia pemilwa menerangkan alur pelaksanaan pendaftaran bakal calon presiden. Dimulai dari pendaftaran, pembayaran administrasi, wawancara, dan penetapan bakal calon persiden pada tanggal 19 - 20 September 2013. Kemudian baru diadakanya kampanye, orasi ataupun penempelan pada media-media (26/09). Pada pemilwa tahun ini panitia melakukan pemungutan suara dengan sistem online yang sama seperti tahun sebelumnya. Sempat terjadi pemindahan server yang awalnya di http://pemilwa. amikom.ac.id berpindah ke http://pemilwa. hostjogja.com hal ini di karenakan terjadi masalah pada sistem. M. Indra Permana ketua BEM mengatakan. “Walau begitu masalah keamaan data tetap kami jamin karena alamat itu pun dari pihak Amikom

12

Mewartakan Realita

yang menyarankan.” Jelasnya. Pemungutan suara yang seharusnya berlangsung pada tanggal 25 - 26 sepetember diundur hingga tanggal 30 September – 2 Oktober 2013. Faizal sendiri menjelaskan Untuk menyikapi masalah ini panitia telah mengadakan rapat penyelesaian masalah. Selain itu kurangnya sosialisasi menjadi masalah utama penyelenggaraan pemilwa tahun ini. Beberapa mahasiswa mengaku tidak begitu paham dengan penyelenggaraan pemilwa tahun ini. Anisa Rahmawati Tsani (12.02.8370) mengatakan dirinya tidak begitu mengerti terkait pemilwa. “Tidak banyak juga yang saya tahu tentang itu, yang saya tahu pemilwa itu untuk memilih presiden dan wakil presiden mahasiswa dari Amikom sendiri.” Ungkapnya. Senada dengan Anisa, Novel Adil Dwijaksana (13.02.8458) mengungkapkan dirinya tidak begitu paham dengan kegiatan ini. Menurutnya sosialisasi pemilwa sangat kurang, ia berharap pihak panitia harus lebih gencar memberi informasi tentang kegiatan tersebut ke kelas-kelas atau dari pihak kelas diundang untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut. Menurut Anisa pihak panitia seharusnya memberikan informasi lebih luas dan lebih rinci “Harapanya semoga presiden tahun ini lebih baik dari presiden tahun kemarin. Kemudian diadakan kegiatan khusus buat mahasiswa.” Pungkas Anisa (25/09). Atin | Igo


D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Wawancara

AHADA Torehkan Prestasi untuk Amikom STMIK Amikom Yogyakarta dengan tim AHADA (Autism Hiperactive Asparger Downsyndrome Aplication) berhasil menjadi pemenang untuk kategori E-Inclusion di Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA). Berikut wawancara dengan Donni Pratowo (12.51.0268) dan Arif Bimantara (12.51.0310) perwakilan dari tim AHADA (26/9).

1. Apa saja persiapan yang dilakukan untuk mengikuti INAICTA 2013? Awalnya kami melakukan observasi lapangan ke Sekolah Luar Biasa (SLB), salah satunya ke SLB Bina Amika Yogyakarta. Kami mengumpulkan data dan permasalahan yang ada, kemudian melakukan konsultasi ke praktisi seperti psikolog. Kami membuat rancangan aplikasinya, mengimplementasikan dalam aplikasi versi kami dan setelah itu baru dilombakan. Satu minggu sebelum penjurian, kami fokuskan untuk berlatih materi presentasi. 2. Kenapa memilih karya dengan tema tersebut? Kami memilih alat peraga untuk anak autis berbasis gamevicition, aplikasi yang dapat digunakan untuk terapi dengan bermain. Berawal dari kepedulian kami akan minimnya aplikasi untuk anak autis. 3. Apa target tim sebelum menjadi pemenang? Kami ingin dapat memenangkan INAICTA 2013, aplikasi ini bisa dikenal oleh masyarakat luas, diimplementasikan di dunia nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Bulan November kami akan ikut APICTA (Asia Pacific Information and Communication Technology Award) di Hongkong. 4. Juara dari berapa peserta dan dalam kategori apa? Kami mengalahkan 7 nominasi

Sumber: amikom.ac.id

lainnya dalam kategori E-Inclusion. Total peserta yang masuk 2000 untuk semua kategori. Dari 2000 peserta, dipilih 8 nominasi untuk masing-masing kategori. 5. Apa motivasi dalam membuat karya tersebut? Kami ingin memberikan manfaat dibidang pendidikan autisme. Selain itu,kami ingin menjadi juara di kancah nasional dan internasional. Semoga dapat bernilai ibadah. 6. Pesan untuk mahasiswa lainnya? Intinya tetap lakukan sesuatu yang kamu sukai dan berpotensi dalam hal tersebut. Tetap fokus dan bersemangat, karena nilai keberhasilan itu tidak bisa diraih dengan usaha yang biasa. Amikom selalu mendukung mahasiswanya yang mempunyai karya. Jangan takut gagal, dibalik pemenang ada usaha yang keras dan pantang menyerah. Evaluasi, perbaiki diri dan terbuka dengan masukan yang diberikan. 7.Harapan ke depanya untuk aplikasi ini? Semoga aplikasi ini dapat dimanfaatkan di SLB di Indonesia dan di dunia. Kami ingin meningkatkan kualitas pendidikan anak autis yang sekarang masih memiliki keterbatasan penelitian, media pembelajaran, alat peraga dan terapisnya. Menjadi tonggak perkembangan mahasiswa dan membanggakan Kampus tercinta. Kami ingin aplikasi ini tidak berhenti di kompetisi saja. Tyas | Anjar

Mewartakan Realita

13


Seputar Teknologi Informasi

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Tunggu Penyempurnaan Game Balap Karung Game adalah merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Ada berbagai macam game yang belah dibuat dari zaman ke zaman. Di era teknologi sekarang ini persaingan pembuatan game semakin pesat. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68, Amikom Game Developer (AGD) mempersembahkan sebuah game yang bertemakan kemerdekaan. “Pada tanggal 8 Agustus 2013, AGD merilis game yang berjudul Balap Karung dan mengeluarkan game tersebut ke Google Play Store tanggal 15 Agustus 2013�, tutur Faradilla Ayu Krisnawati Putri (12.11.6539) selaku produser game tersebut. Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir. Permainan ini biasanya memainkan di lapangan terbuka dengan beberapa orang sebagai pemain, Oleh tim AGD mengemas permainan ini dalam bentuk game digital dengan tampilan sedemikian rupa, sehingga pemilik gadget dapat memainkan di manapun berada. Dalam proses produksi, Fara panggilan akrabnya tidak sendiri. Ia bersama beberapa temannya yang lain yakni Eka Pratiwi yang juga sebagai produser, desainer game oleh Septia Kholid Wibisono, programer dipegang Muhammad Nur Septio, WandeTricada,

14

Mewartakan Realita

Sunu Arif Budi W, Tyas Rusminanto, Rakhma Shafrida Kurnia dan Erwandy. Untuk tata suara oleh Muhrani Abdi, Yasir Muhammad A dan Yanuar Amri Yusroni. Anggota tim lainnya ialah Artist Latif Setiawan, Hudam Satria, Enjang Akbar Binaji, Ahmad Bahrori. Dalam deskripsi game ini yang terdapat di Google Play Store dibuat tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media belajar atau mengasah pemain responsif. Di Balap Karung game, ada tantangan yang mengharuskan pemain untuk lebih fokus pada permainan, untuk menekan tombol menyala sebelum kematiannya itu, sehingga pemain akan refleks terlatih dan lebih responsif terhadap apa yang di sekitar. Game dengan kapasitas 5.5Mb ini masih perlu meningkatkan fitur-fitur serta program yang ditampilkan. Total reviews sampai 30 September 2013 mencapai 1249 dan mendapatkan 4.3 bintang. Pada penikmat yang telah bermain sedikit mengeluhkan tentang tutorial serta aksi dalam bermain hanya monoton. Fara menambahkan bahwa akan ada proses peningkatan game ini agar penikmat game gadget dapat merasa nyaman. Terakhir meningkatan game ini sesuai informasi tambahan dalam Google Play Store adalah September 2013. Bagi yang ingin memainkan game tradisional dalam bentuk digital ini bisa di unduh di https://play.google. com/store/apps/details?id=com. amikomgamedev.balapkarung. Urfa


Pojok Sastra

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Seharusnya Senja Menghapiri Kita Oleh: Tutur Larasati

Seolah membisu tanpa gerak. Menatap langit yang tak terlihat jingga di ujung sore. Meskinya kita bisa bersama menjumpai senja. Yang inginnya tersampaikan, selagi kita bersama. Kita tetap bertahan di depan langit mendung. Sekali lagi, tanpa senja yang biasanya datang. Tapi kita tak lantas pergi. Masih terperangkap di tempat yang seharusnya bersama senja. Petang telah menjumpai kita. Tanpa rembulan utuh juga bintang yang sedikit menerangi bumi, seperti malam lalu. Mungkin rembulan dan bintang malu-malu datang. Karena kita sudah terlanjur berada bersama hitam-abuabunya langit. Kembali, kita sama bercerita. Bercerita tanpa keriuhan, melainkan tetap sepi di hadapan langit malam. Pada tempat yang sepi, muslihat datang menanti. Untuk bermacam-macam cerita, yang terulur panjang pada sang waktu.

Mewartakan Realita

15


Pojok Sastra

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Buih Penantian kata telah dimulai.. Jalan mengulur tujuan samudra jadi rute.. Barisan pohon dan bukit pemanis mata.. Tak ingin ada halang penglihatan pada surya.. Tak ingin cepat senja.. Tak ingin meraba-raba.. lagi.. Tapi ingin menyaksikan penerangan malam.. Menyaksikan perlombaan air menepi.. Saling bersahutan..

Tercium wangi amis penenang akal kali ini..bisakah? Semakin dekat untuk cepat merenung.. Renungan masalah dunia ku.. Yang kita, mereka dan kamu alami.. Aku tahu itu tak penting buat mereka ataupun kamu.. Kan tetap ku renungkan.. Memahami, mengerti, dan ku kan benahi.. Surya tenggelam memaksa senja menguasai hari.. Tak ada tanda-tanda saksi ku.. Datanglah kali ini..

Kembalikan senyumanku.. Bawakan memori-memori yang buatku rindu.. Jadikan kepakan kenangan berproses reuni.. Berkumpul untuk kemurunganku.. Bersama gemuruh laut dan bulan yang tak kunjung menampakkan diri.. #IU

Agenda EXPO Amikom 2013 Tempat : Basemen IV & V Tanggal : 21-23 Oktober 2013

16

Mewartakan Realita

Festival Teater Jogja 2013 Tempat : Concert Hall TBY Tanggal : 16-18 Oktober 2013 Jam : 19.00 WIB

Pentas Teatrikal Puisi “Selongsong Peluru� Tempat : Lab. Karawitan FBS UNY Tanggal : 27 November 2013 Jam : 19.00 WIB


Referensi

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Mother Produser Sutradara Penulis Rilis Produksi

: Park Tae-Jun, Moon Yang-Kwon, Seo Woo-sik : Bong Joon-Hoo : Bong Joon-Hoo, Park Eun-Kyo : 28 Mei 2009 : Barunson Film Divsion

“Satu hal yang dapat membuat seorang Ibu melakukan apapun walau menentang dunia sekalipun: Cinta�

Film ini bercerita tentang seorang Ibu (Kim Hye-Ja) yang dari awal film tidak disebutkan namanya. Dia begitu menyayangi anaknya. Ia dengan setia menjaga anaknya (Won Bin) agar tidak terlibat masalah. Yoon Do-Joon mempunyai keterbelakangan mental dan karena salah pergaulan dari lingkungan yang kurang baik, Do-Joon kerap kali bermasalah dengan pihak berwajib. Sang Ibu tidak bosan untuk melakukan pembelaan agar Do-Joon dibebaskan. Sampai pada suatu hari, perkampungan tersebut dihebohkan oleh penemuan seorang mayat perempuan muda di atap sebuah rumah. Do-Joon menjadi tersangka karena polisi menemukan sebuah benda yang diidentikkan dengannya di lokasi pembunuhan. Sang Ibu tidak tega jika anaknya dijadikan kambing hitam dan akhirnya dipenjara. Disinilah, cinta seorang ibu membuatnya menguak satu persatu misteri demi membuktikan Do-Joon tidak bersalah. Mulai dari mencari latar belakang perempuan tersebut sampai menyelidiki rumah Ji-Tae sahabat Do-Joon sendiri. Sang Ibu pun sampai menyewa pengacara mahal untuk membebaskan anaknya. Semua itu sia-sia, karena Do-Joon tidak mengingat apa saja yang ia lakukan malam itu. Mother, sebuah film Korea yang mengharukan. Latar yang ditampilkan bukanlah hanya sekedar lokasi, tapi juga bercerita. Nuansa gelap dipertontonkan untuk memperlihatkan film ini mengandung unsur kriminalitas. Pesan yang bisa dipetik dari film ini dapat dibilang tersampaikan dengan cukup jelas, bahkan hanya dari judulnya saja. Betapa seorang ibu seberani itu menutup mata dan hatinya demi kebahagiaan anaknya. Tyas

Mewartakan Realita

17


Referensi

D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

Jumlah halaman : 278 halaman Pengarang : Puthut EA Penerbit : Manasuka publishing

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

“Aku tidak ingin cinta yang sejati. Tapi biarkan aku mencicipi cinta yang bukan sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam di sana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya. Sesungguhnya, aku hanya ingin kebahagiaan sederhana. Sesederhana membangunkan seseorang dari tidurnya di pagi hari, dan kemudian bercinta...”

Novel bertema cinta memang tak pernah surut ditulis. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu berisi kisah percintaan seorang penulis lepas yang merupakan mantan aktivis ’98. Menjelang detik-detik runtuhnya rezim Orde Baru, kehidupannya bergejolak dan mengakibatkan ia depresi. Selama melewati masa-masa tersulit, kekasihnya selalu ada untuknya. Saat ia berhasil sembuh, kekasihnya justru meninggalkannya. Ia kembali tenggelam dalam kehidupan kelam. Ketika bayang-bayang kepedihan masa lalu mulai menguap, ‘Aku’–sang tokoh utama– justru harus bertemu kembali dengan perempuan itu. Perempuan yang pernah menjadi kekasihnya. Kehidupan memang berjalan seperti yang seharusnya, namun ‘Aku’ justru kembali merasa kosong. Pertemuan itu membawa ‘Aku’ kembali ke masa-masa sulit. Membuat kehidupan hanya berkisar komputer butut, kamar yang pengap dengan puntung rokok bertebaran di lantainya, juga setumpuk psikotropika dan ganja. Identitas ‘Aku’ sebagai tokoh utama dalam novel ini memang tak pernah terungkap hingga akhir cerita. Puthut seakan memberikan ruang kepada pembaca untuk masuk ke dalam pusaran cerita. Membiarkan pembaca menjadi ‘Aku’ agar dapat menikmati konflik hingga mencapai klimaks dan anti klimaks. Pemilihan kata-kata yang cukup luwes dalam setiap percakapan antar tokoh semakin melarungkan pembaca ke dalam alur. Selain itu, penulis cukup cerdik menyelipkan humor-humor kecil di sela-sela mirisnya kehidupan tokoh utama. Terlepas dari perdebatan apakah cerita ini berdasarkan kisah nyata yang dialami kawan sang penulis atau bukan, Puthut berhasil menyuguhkan sebuah novel yang mampu membuat para pembacanya tersenyum pilu ketika sampai pada akhir cerita. Sudah lama ‘Aku’ bertekad untuk menyingkirkan cinta dari kehidupannya. Meski ‘Aku’ menganggap cinta adalah omong kosong, ia tak pernah berhenti memperjuangkan dirinya untuk mendapatkan cinta. Jika benar novel ini diangkat dari kisah nyata, semoga saja kelak ‘Aku’ benar-benar didatangi cinta tepat pada waktunya. Lutfi

18

Mewartakan Realita


D‘Journal Edisi 60 | X | 2013

1. Glosarium 2. Ensiklopedi 3. Akreditasi 4. Andil 5. Relevan 6. Implementasi 7. Indeks 8. Rezim 9. Larung, me.la.rung.kan

Glosarium

: Kamus dalam bentuk yang ringkas. : Buku (atau serangkaian buku) yang menghimpun keterangan atau urutan tentang berbagai hal dalam uraian seni dan ilmu pengetahuan, yang disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu. : Pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu. : Jasa, usaha atau bantuan (berupa uang, tenaga, dsb) yang diberikan. : Hubungan; kaitan. : Pelaksanaan; penerapan. : Daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku catatan. : Tata pemerintah negara; pemerintahan yang berkuasa. : Membiarkan hanyut.

Ensiklopedi

Stiletto Stiletto adalah sepatu berhak tinggi yang biasanya dipakai wanita. Tinggi sepatu ini berkisar 10 sampai 15 sentimeter. Sepatu berhak tinggi diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu. Di Venezia, sepatu ini disebut Chopine. Pada saat itu chopine berfungsi menghindari genangan. Di Turki, sepatu ini sudah digunakan sejak abad ke IV sebelum Masehi dengan fungsi yang sama. Dilansir dari wolipop, stiletto berasal dari bahasa latin ‘ stilus’ yang bararti jarum atau paku. Hak pada sepat stiletto terlihat seperti paku tipis dan runcing. Stiletto mulai degemari setelah meletusnya perang dunia kedua. Roger Vivier, desainer asal Perancis mulai memodifikasi stiletto sekitar 1950 lalu. Stiletto hadir dengan bagian rendah untuk kaki depan dan meninggi pada bagian tumit. Sepatu hak tinggi ini sudah mulai mengacu pada trend, namun tidak meninggalkan fungsinya untuk melindungi kaki dari genangan air saat melintasinya. Efek positif jika menggunakan stiletto adalah kaki akan terlihat lebih ramping. Fatho

Mewartakan Realita

19


Buletin D'Journal edisi 60  
Buletin D'Journal edisi 60  
Advertisement