Issuu on Google+

April 2012

lansai hingga semua orang tahu kitalah pengikut-Nya

issuu.com/lpmibdg

Kepemimpinan Organik membentuk para penggerak yang keluar dari sistem yang kaku

BULETIN CATURWULAN LPMI BANDUNG Kepemimpinan Organik | Spiritual Leadership Training | Mendalami Alkitab secara Pribadi | Metode OIA | Penginjilan | Thiners


Sambutan Redaksi

Aku melihat Bapa amat baik bagi semua anak Tuhan di LPMI. Begitu banyak cerita, pembelajaran, dan Firman yang boleh dibagikan di se ap kesempatan berharga yang ada dalam persekutuan ini. Tetapi Allah adalah dak terbatas, maka dak ada kata terbatas untuk bertumbuh dalam Tuhan. Bule n Lansai edisi ini secara khusus mengupas Kepemimpinan Organik, yang merupakan tema SLT tahun ini. Kepemimpinan sebagai salah satu core value gerakan kita memiliki dasar firman Tuhan, dan pembelajaran akan firman adalah seumur hidup. Namun waktu adalah pembatas bagi kita, sebab Tuhan memiliki rencana yang besar yang mungkin kita belum tahu apa. Yang bisa kita lakukan adalah bergerak sekarang! Saat ini juga, saat Tuhan memanggil. Pengalaman yang menjadi pelajaran bisa kita lihat dalam bule n ini, bahwa gerakan perlu memiliki dasar yang kuat dalam Tuhan, bahwa visi itu perlu diturunkan, dan bahwa hikmat untuk memahaminya hanya berasal dari Tuhan, bersama keluarga rohani yang selalu menguatkan. Saudaraku terkasih, cerita hidup kita bukanlah untuk kita sendiri, tapi untuk dilihat semua orang. Sebab Bapa dak memberikan kepada kita terang itu untuk jalan kita sendiri, jadi jangan menaruhnya di bawah gantang ‘manusia lama’ kita. Waktu kita memang sedikit, tapi bagi Tuhanlah segalanya. Maka berikanlah apa yang ada itu teman‐teman. Ayo kita belajar untuk selalu jadikan Bapa sebagai teladan kepemimpinan itu, dan gerakan rohani akan menjadi gaya hidup yang mengalir seper air segar bagi mereka yang haus. Sebab jika Bapa yang paling berharga, mengapa aku berikan waktuku untuk hal lain. Selamat bersinar, Saudaraku. Agas a Siagian Koordinator Bule n LPMI

05 | Artikel Pengantar Kepemimpinan Organik

08 | Liputan Spiritual Leadership Training

06 | Nasi Kepal Keluarga PA Ricky Tampu

13 | Penelaahan Alkitab Mendalami Alkitab secara Pribadi

07 | Cerita Sampul Kepemimpinan Organik

21 | Pengabaran 23 | Kesaksian Daniel Kurniawan 24 | LPMI Insider THINERS

17 | Penelaahan Alkitab Metode OIA 3


Sambutan Ketua

Senang sekali melihat bagaimana perubahan yang terjadi dalam kegerakan kita selama ini. Semakin banyak orang�orang yang datang ke LPMI selalu membawa kegelisahan sendiri. Mawas diri dan evaluasi selalu kami lakukan untuk menuju LPMI yang lebih baik dalam fokus pemuridan, penginjilan, dan kepemimpinan. Tetapi jauh lebih senang lagi, ke ka mendengar langsung cerita dari anak�anak LPMI tentang jatuh bangunnya dalam menuju pertumbuhannya. Tetapi itu justru membuat kami secara dak langsung dipaksa untuk berpikir lebih keras lagi, apa yang harus kita lakukan ke depannya? Tentu harapan para Thiners adalah sama, untuk menularkan visi Movement Everywhere ini ke dalam bentuk kegiatan dan hal lainnya. Tetapi di sisi lain, kami juga dak ingin semua berjalan terlalu kaku, sistema s. Itu seper nya bukan gaya LPMI lagi. Tetapi di sini kami mengharapkan, saat orang masuk ke dalam lembaga pelayanan ini, dia bisa mencapai mimpinya, yang dasarnya adalah pemuridan, penginjilan, dan kepemimpinan. Kita sudah dipenuhi oleh materi�materi, kenapa dak menularkannya pada yang lain, dengan bentuk apapun. Pemimpin organik, adalah sebutan untuk jawaban permasalahan kita. Thiners di sini seharusnya hanya sebagai leader saja, tetapi yang menggerakkan roda gerakan ini tentu adalah semua anak LPMI. Bagaimana cara melakukannya? Tentu jawabannya adalah visi yang diturunkan melalui pemuridan. Terima kasih,tetap semangat karena semangat manusia dak akan pernah ma . Ricky Tampubolon Ketua Thiners 2012�2013

April 2012

lansai hingga semua orang tahu kitalah pengikut-Nya

Edisi perdana, April 2012

4

Koordinator : Agastia C. Siagian Grammar Nazi : Okihita H. Sihaloho Kontributor : Jessica Hanary Kristia Adisti Nadia Charissa Desainer: Okihita H. Sihaloho


KEPEMIMPINAN ORGANIK Mengonsumsi sayuran organik menjadi salah satu tren baru di masa kini. Secara fisik sayuran organik terlihat sama saja dengan sayuran non‐organik, tapi bila kita melihat manfaatnya ternyata sayuran organik punya kelebihan tertentu dibanding sayuran non‐ organik. Mengapa? Sayur organik, dalam proses pertumbuhannya, dak dibantu oleh penggunaan pupuk buatan maupun pes sida. Sama seper hal kepemimpinan, ada beberapa kelebihan yang bisa kita lihat dari kepemimpinan organik. Kepemimpinan organik adalah pe kepemimpinan dimana kelompok secara keseluruhan menjadi kuncinya. Kepemimpinan organik dak perlu bersarang atau berpusat pada individu tertentu, maupun memiliki struktur tertentu. Keuntungan perspek f dan kemampuan majemuk inilah yang diharapkan mampu memecahkan masalah kompleks yang dihadapi oleh suatu ins tusi atau organisasi. Menurut definisi dari KBBI, organik itu berkaitan dengan zat yang berasal dari mahluk hidup; berhubungan dengan organisme hidup. Sedangkan kepemimpinan adalah perihal pemimpin; cara memimpin. Seper definisi yang dijelaskan ,kepemimpinan organik itu hidup dan sistemnya mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan saat itu. Se ap individu dalam sistem kepemimpinan organik sudah memiliki visi yang sama sehingga organisasi dapat berjalan

tanpa sistem mekanis k yang terstruktur. Kembali lagi pada contoh sayuran organik, apabila kita lihat selintas, sayur organik dak berbeda dengan sayur non‐organik. Namun bila dilihat lebih seksama lagi, sebenarnya terdapat perbedaan yang terlihat cukup jelas antara sayuran organik dan non‐organik. Sayuran organik memang terlihat dak semulus sayuran non‐organik. Mungkin ada daun atau batangnya yang dimakan ulat, tapi dak perlu kua r karena hal ini justru menjadi tanda bahwa sayuran organik bebas dari bahan kimia berbahaya atau pes sida. Bagaimana dengan kepemimpinan organik? Kepemimpinan organik jika dilihat selintas dak akan terlihat, sama seper sayur organik dan non‐organik, tapi jika kita melihat lebih seksama barulah sifat kemimpinan organik itu terlihat bedanya. Memang pe kepemimpinan ini cenderung terlihat 'kurang rapi' atau kurang terorganisir tapi kepemimpinan ini hidup, mampu beradaptasi sesuai kebutuhan dan perubahan lingkungan karena se ap individunya digerakan oleh satu visi yang sama tanpa suatu paksaan atau kekangan. Bukan berar kepemimpinan yang terstruktur itu dak baik loh. Tapi kepemimpinan organik ini, sama seper ilustrasi sayur organik , akan membawa 'kesegaran' baru dalam perihal memimpin. Ingin tahu lebih lanjut soal kepemimpinan organik, yuuk baca rubrik SLT dan cover story! 5


Nasi Kepal Ngobrol Asik Bareng Keluarga PA LPMI

Halo sobat PMK Cru di mana pun kalian berada! Apa kabar?? Luar biasa! Gitu deh! Cihuuuy! Dahsyat melimpah ya! Hehehe. Kali ini kita membahas topik pemuridan dalam keluarga PA. Keluarga yang menjadi objek peneli an kali ini adalah keluarga PA Ricky Tampu. Seper apa sih seluk beluk dan lika liku kehidupan pemuridan bersama keluarga kecil nya? Mari kita saksikan! Ricky Tampu adalah mahasiswa ITB jurusan Teknik Geologi, angkatan 2009. Ia mempunyai kakek PA bernama Roy Sianipar. Bang Roy ini mempunyai kiat‐kiat dalam menyatukan keluarga PA‐nya. Apakah dengan obat kuat? Oooh tentu dak! Ia mengatakan bahwa segala sesuatu harus dimulai dengan doa. Betul? Banget! Berikan ha dan pikiran kepada adik‐adik PA kita, karena di mana hartamu berada, pakailah dengan sepuas‐puasnya. Loh? Salah deng. Di mana hartamu berada, di situ ha mu berada. Lebih dalam lagi, ia menyarankan bahwa bertemulah dengan keluarga PA‐mu paling dak 2x10 menit dalam seminggu di luar jadwal PA. Lebih dalam‐ dalam nya lagi, cara ampuh untuk mendekatkan keluarga adalah dengan mentrak r makan. Oh Meeen, jaman sekarang gak ada yang gra s, tapi lo bakal ditrak r makan gra s. Mahasiswa pula. Siapa yang gak seneng ? “Trust me, it works!” katanya. Kalau menurut Ricky, sebenarnya di se ap pertemuan dengan keluarga PA kita haruslah digunakan sebaik mungkin agar mendapatkan kualitas yang baik. Jika kuan tas dak berbicara, maka kualitas lah yang berbicara! Yang lain menambahkan kalau kita mengenal Tuhan berar harus menyertakan Tuhan dalam cara‐cara pemuridan kita karena pemuridan ini adalah pelayanan dengan Tuhan jadi jangan 6

melupakan Tuhan dalam penyertaan keluarga PA kita. Pemuridan keluarga PA ini ternyata dak hanya sebagai tempat untuk ajang curhat atau sekedar ngobrol loh menurut mereka karena mereka mendapatkan banyak sekali manfaat dari melakukan pemuridan ini. Pemuridan adalah proses pembentukan seseorang menjadi murid Yesus. Dalam PA ke atas maupun ke bawah maupun ke samping ataupun ke belakang, semuanya saling berhubungan. Dalam PA ke atas kita belajar bimbingan Alkitab secara personal. Cara menyikapi hidup dan mendapatkan visi hidup pun menjadi lebih terarah. Sebaliknya, dalam PA ke bawah kita belajar bahwa pikiran yang hebat tanpa ha yang sungguh‐sungguh untuk melaksanakannya adalah sia‐sia. Untuk itulah diperlukan kepercayaan dan penyerahan diri kepada Tuhan yang melakukan pertumbuhan. Layaknya pisau, semakin diasah akan semakin tajam. Pemuridan membantu untuk menyelidiki ha kita agar kasih yang ada dalam diri kita dak hanya digunakan untuk diri sendiri saja melainkan untuk orang lain, masyarakat, terlebih bangsa kita. Keluarga PA Ricky Tampu mempunyai beberapa pesan untuk pemuridan dalam keluarga PA. Mereka memas kan bahwa se ap orang punya mimpi dalam hidupnya. Bangunlah misi mimpimu untuk memberitakan firman Tuhan tersebut agar kemuliaan nama Tuhan makin dilihat. Pemuridan sendiri mempunyai dua unsur yaitu firman Tuhan dan tali emosi. Lakukan lah bagianmu dan Tuhan akan melakukan bagian‐ Nya. Pemuridan mengubah dunia. Tuhan berka .


Kepemimpinan Organik

Cerita Sampul Ricky Andrian Tampubolon, Ketua Thiners 2012, sedang mengadakan survei lapangan ke desa Dawungsari, Garut, dalam rangka persiapan bak sosial LPMI.

Apa kabar LPMI? Luar biasa, gitu deh, cihuuuyyy ;) Pas kalian bertanya‐tanya kenapa sampul bule n ini serba hijau? Tema bule n kita kali ini adalah kepemimpinan organik! Kepemimpinan organik nerupakan tema besar acara Spiritual Leadership Trainning XIII tahun ini. Kepemimpinan organik didasarkan pada perumpamaan benih yang tumbuh (Markus 4:26‐29). Seorang penabur benih hanya bertugas menanam dan menyiram benih, tapi bukan dialah yang menumbuhkan benih itu, karena pertumbuhan seja hanya berasal dari Tuhan. Berangkat dari perumpamaan itu, kepemimpinan organik bak benih yang ditabur, bersandar pada kedaulatan Tuhan, serta berasal dari, oleh, dan bagi Allah. Ke p e m i m p i n a n o rga n i k ke m b a l i p a d a kebutuhan dan fungsi dalam suatu organisasi, dak memen ngkan stuktur. Jika dak ada kendali dari pemimpin, gerakan akan tetap berjalan, karena se ap orang tahu visi. Se ap orang mampu melakukan gerakan menurut karunia dan gairahnya, karena se ap kita punya Roh Kudus yang memampukan, maka dak ada lagi pembatasan. Hal ini yang membedakan kepemimpinan organik dengan kepemimpinan lain, yang bersifat ar fisial, yang mengandalkan kebenaran manusia, tanpa diuji dengan kebenaran Alkitab. Akibatnya, kepemimpinan ar fisal membawa suatu komunitas dak

mempunyai krea vitas, segalanya hanya menjadi ru nitas. Kepemimpinan ar fisial juga membentuk pengkastaan dalam posisi, serta pengotakan antara hal rohani dan hal sekuler. Kepemimpinan ar fisial membangun kapitalis modern; yang mendahulukan kepen ngan pihak atas yang seringkali pada prak knya terjadi sabotase kegiatan, segala kebijakan hanya untuk kepen ngan beberapa pihak atau lembaga, bukan Tuhan. Nah, SLT tahun ini mendorong kita menjadi pemimpin‐pemimpin yang organik, yang menjalankan prinsip‐prinsip kepemimpinan organik. Seorang pemimpin organik, di mana pun dan kapan pun, mampu melakukan gerakan; yang komposisinya adalah penginjilan, pemuridan, dan kepemimpinan. Nah, dak boleh lupa, seorang pemimpin organik terus bertumbuh di dalam Tuhan. Caranya, terus berakar pada Alkitab, dan jangan ragu untuk mencoba. Salah‐benar, gagal‐berhasil, yang kita lakukan pas membawa pertumbuhan; karena Roh Kudus yang membimbing ! ^^ Yuk teman‐teman, maksimalkan pemahaman tentang kepemimpinan organik di SLT! Dan... jangan lupa menyimak rubrik Kepemimpinan di halaman ... . Di sana, kita akan menggali lebih dalam tentang kepemimpinan organik ini. Last but not least, ingat pusat gerakan adalah kebesaran nama Tuhan. ^^

7


“Kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita adalah kunci untuk mengenal cara pandang dunia‐Nya dan tetap memancarkan kebenaran Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.” — Ichwan Panggabean, pemateri SLT di minggu kedua tentang postmodernism.

Membentuk Karakter Pemimpin Organik

Tahun ini, LPMI Bandung kembali mengadakan seminar kepemimpinan rohani, Spiritual Leadership Training (SLT). SLT bukanlah sesuatu yang baru di LPMI Bandung. Agenda ini merupakan agenda tahunan, dan memang diselenggarakan se ap tahun. Tahun ini merupakan SLT ke gabelas yang diadakan oleh LPMI Bandung. Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Maret 2012, dilangsungkan pembukaan SLT XIII dan pengenalan visi SLT tahun ini. Pada SLT XIII ini, visi yang dibawa adalah “Membentuk Pemimpin Kristen yang Organik”. Organik? Pemimpin Kristen? Apa itu sebenarnya pemimpin Kristen yang organik? 8

SPIRITUAL LEADERSHIP TRAINING oleh Dantie Claudia Organik, secara e mologi berar the ability to adapt, learn, and evolve (kemampuan untuk beradaptasi, belajar, dan berkembang). Dalam konteks kepemimpinan, pemimpin organik adalah pemimpin yang ditumbuhkan melalui proses dan tahapan‐tahapan melalui pembentukan karakter, bukan proses membentuk karakter kepemimpinan rohani instan. Deskripsi di atas memberi penjelasan yang jelas tentang Kepemimpinan Organik. Seorang pemimpin organik ada terkait dengan kebutuhan, bukan ke mpangan. Tiga tujuan utama penyelenggaraan SLT tahun ini adalah: 1) Membentuk pemimpin yang bebas. Pemimpin organik adalah pemimpin yang bebas. Bebas disini berar berasal dari Allah. Siapa pun orangnya, dari latar belakang apapun,dasarnya layak untuk menjadi seorang pemimpin. 2) Membawa visi yang besar, 3) Mengajak semua orang untuk mulai memimpin, minimal dari hal‐hal yang kecil.


DOKUMENTASI: ESTER SITUNGKIR

Kadang, orang merasa canggung untuk mulai memberi dampak bagi sekitarnya. Ada pula yang memiliki rasa takut untuk mengawali perubahan. Spiritual Leadership Training XII tahun ini menekankan kepada kita bahwa kepemimpinan adalah tentang dampak yang kita berikan. Kita bisa saja mulai dengan memberikan s mulus untuk memobilisasi gerakan. Kita bisa memulai kepemimpinan dari hal‐hal yang terkesan “remeh”, misalnya memberikan sumbangan, membuat struktur organisasi, atau mengiku kegiatan sosial seper Feed The Hungry. Tak ada pembobotan dalam kepemimpinan—selama kita memberi perubahan bagi lingkungan kita, kita adalah pemimpin. Latar belakang SLT XIII adalah pelestarian agenda tahunan yang telah ada sejak lama dan pengaderan pemimpin. Apa itu pengaderan pemimpin? Ingat prinsip gerakan LPMI yang ketujuh? Menemukan pemimpin yang sudah ada. Pada dasarnya, kita semua adalah pemimpin. Hal yang perlu diperha kan adalah menjaga pertumbuhan pemimpin‐ pemimpin yang sudah ada tadi, agar dampak yang dihasilkan makin kuat. Melalui SLT, kita semua dihimpun agar kita mengalami perubahan hidup dalam Kristus. Di LPMI, pendalaman Alkitab, kepemimpinan, dan penginjilan adalah ga hal yang dak boleh terpisah. Tiga hal ini diintegrasikan menjadi satu dalam SLT dan diharapkan seluruh peserta la h mampu menyelaraskan ke ga hal ini. Oleh karena itu, di dalam SLT ini diberikan juga materi tentang Pengabaran Injil (PI), khususnya pada pertemuan minggu kedua.

Agenda yang dilaksanakan di ruangan 9121 dan 9123, Gedung Kuliah Umum (GKU) Barat, ITB ini dimulai dengan nyanyian pujian dan pemaparan visi SLT oleh pembawa. Animo para peserta SLT tahun ini cukup nggi. Para peserta terlihat sangat antusias mengiku rangkaian acara pela han kepemimpinan rohani pada pertemuan minggu pertama. Pada minggu pertama itu juga, Bang Yanes David Sidabutar sebagai pemapar materi menyampaikan deskripsi seorang pemimpin rohani. Pemimpin adalah seseorang yang dapat memberikan pengaruh, orang yang dapat berdampak bagi orang lain. Bang Yanes menegaskan bahwa posisi pen ng, jabatan, dan ins tusi bukanlah syarat mutlak seorang pemimpin. Leader is all about influence and impacts. Pemimpin adalah orang yang “knows the way, shows the way, and goes the way”.

Bang Yanes Sidabutar menambahkan, dalam pertumbuhan karakter seorang pemimpin Kris ani yang organik, seseorang harus mampu mengenal otoritas: membaca firman Tuhan, itulah kuncinya. Ku pan dari Rosanne Cash, “The key to the change is to let go of fear.” menjadi syarat yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin rohani harus berani untuk mengambil ndakan dan mengesampingkan segala rasa takutnya. Konsekuensi memang pas ada. 9


Namun, ke ka seorang pemimpin dak berani melawan rasa takutnya, maka segala putusan yang diambilnya dak akan bermuara pada perubahan.

yang masing‐masing dibina oleh seorang kakak la h. Se ap anggota kelompok diberi waktu 30 menit untuk saling berbagi pendapat mereka tentang kepemimpinan organik yang kris ani.

“Movements everywhere!” seru Bang Yanes untuk menyemanga seluruh peserta SLT untuk mulai mengambil prakarsa, membangun gerakan di mana‐mana. Di bagian akhir sesi, Bang Yanes menambahkan, salah satu poin pen ng dari kepemimpinan rohani adalah menjadi pemimpin yang mau menumbuhkan sifat saling menolong, saling menerima, dan merendahkan diri dalam kehidupannya. Personal convic on, milikilah itu. Keyakinan pribadi (convic on) punya ar yang berbeda dengan confidence (kepercayaan diri). Personal convic on mengarahkan seseorang menjadi pemimpin yang “ditumbuhkan”.

Sebelum memulai SLT pertemuan minggu kedua, para peserta SLT ngkat 1 ditugasi untuk menuliskan tokoh pemimpin idola (tokoh Alkitab dan tokoh umum), memahami materi PI khususnya mengenai 4 Hukum Rohani, dan memberi kesaksian melalui catatan di blog atau Facebook. Para peserta SLT diminta membuat kesaksian dengan tema “Allah yang begitu baik di dalam hidupku”. Untuk peserta ngkat 2, tugas yang diberikan adalah mewawancarai saudara‐saudara “cheddar” dengan berbagai pertanyaan, karena informasi yang mereka dapat akan digunakan untuk memulai sesi SLT minggu kedua tentang Islamologi.

Sesi materi dilanjutkan dengan kesaksian oleh Bang Ricky Andrian Tampubolon, ketua Thiners LPMI Bandung. Sekali lagi, Bang Ricky memberi imbauan dan semangat pada seluruh peserta SLT untuk memulai gerakan di mana‐mana.

Keyakinan pribadi, milikilah itu. Keyakinan pribadi mengarahkan seseorang menjadi pemimpin yang “ditumbuhkan”.

Acara kembali dilanjutkan dengan pembagian kelompok SLT ngkat 1 dan ngkat 2. Seluruh peserta SLT disebar dalam beberapa kelompok

Zona kekuatan,prioritas,dan manajemen diri merupakan rangkaian pendekatan untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Ini merupakan kunci agar kita menggunakan waktu dengan penuh tanggung jawab sehingga visi kita dapat tercapai.

10


SLT minggu kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, di GKU Timur. Nyanyian pujian dari m musik ikut mengiringi pembukaan SLT kali ini. Sebelum sesi materi dimulai, pembawa acara menunjuk seorang peserta untuk mengulas ulang materi SLT di pertemuan sebelumnya.

Kesimpulannya, PI sangat kita perlukan. Selain berbagi Firman Tuhan, kita juga membagikan Kristus, kepas an keselamatan. Jadi, dak mungkin kita membiarkan begitu saja sahabat‐sahabat kita terlarut dalam ke dakpas an. Mereka butuh jaminan.

Penyampai materi di pertemuan ini adalah Pak Puji. Beliau memberikan materi SLT mengenai PI. Sesi materi dimulai dengan kesaksian oleh Pak Puji tentang bagaimana beliau merasakan makna PI dan meyakinkan seluruh peserta SLT untuk melakukan PI.

“Kepas an keselamatan itulah yang kita kabarkan kepada mereka, itulah hakikat PI,” pemaparan Pak Puji pada pertemuan minggu kedua SLT XIII. Di sesi selanjutnya, film tentang sejarah penebusan diputar. Para peserta SLT kemudian diberi tugas untuk menguasai narasi film pendek yang diputar dalam sesi materi, serta meramu cerita sendiri mengenai sejarah penebusan. Respon peserta sangat baik selama sesi ini.

Mengapa kita harus PI? 1) Tanpa salib Kristus, kita binasa, begitu juga mereka. (Ibrani 9:22). 2) PI merupakan perintah Tuhan dalam Amanat Agung. Yesus sendiri melakukannya! 3) Coba renungkan pertanyaan ini: Apakah kita mau memen ngkan diri sendiri? Sementara manusia menuju kebinasaan tanpa salib Kristus? Apa yang dikatakan Alkitab, bagaimana seseorang percaya dan menerima salib Kristus? Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan poin utamanya adalah iman mbul dari pendengaran.

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari SLT. Jadi, pergunakanlah pertemuan SLT ap minggu sebaik‐baiknya. Pembentukan karakter kita dak akan berhen sampai pertemuan SLT ini selesai. Melalui SLT ini, kita diarahkan dan dibina untuk menjadi pemimpin yang dak terikat, tapi tunduk pada otoritas utama kita, yaitu Firman Tuhan. Selamat melayani dan selamat memimpin. Mulailah memberikan dampak bagi orang lain yang ada di sekitarmu. (dc)

11


Sebuah kata dari perfect tense bahasa Yunani yang ar nya 'sudah selesai'. Sebuah kata indah yang diucapkan Yesus di atas kayu salib setelah meminum anggur yang asam, menjadi peneguhan tonggak sejarah dalam kehidupan manusia bahwa penebusan telah selesai, satu kali untuk selamanya. Kata ini menyatakan sebuah babak baru kepada manusia yang mengimani karya‐Nya untuk masuk ke dalam satu rekonsiliasi. Kata ini juga

terdapat pada satu tulisan tanda terima pajak pada masa jajahan Romawi sebagai tanda bahwa pajak itu telah dibayar lunas. Dari penger an ini, kata 'tetelestai' juga bermakna bahwa hutang dosa itu telah dibayar dengan lunas oleh darah Sang Mesias. Anugerah inilah yang hingga saat ini kita peringa sebagai Paskah, tanda kasih terbesar yang hanya bisa diberikan oleh Allah, melalui Anak‐Nya yang terkasih.

“tetelestai”

oleh Agastia Siagian

ILUSTRASI: ~AHANU, DEVIANTART

Sekarang ini, Paskah dirayakan di berbagai tempat; kampus, Gereja, persekutuan dan bahkan di keluarga masing‐masing. Apa pun bentuk dan cara perayaannya, tujuannya satu: merenungkan pengorbanan Kristus di kayu salib demi penebusan dosa manusia. Hmm... Gimana ya sukacita ibadah Paskah di kampus ITB? Ibadah dan perayaan Paskah PMK ITB 2012 akan dilaksanakan tanggal 18 Mei 2012 di Aula Timur pukul 18.00 WIB. Selama 3 kali pani a dan divisi doa PMK ITB mengadakan doa bersama, akhirnya Tuhan menunjukkan Ma us 5:16 sebagai ayat tema Paskah PMK ITB 2012, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”. Ada 2 pe orang pada umumnya, yang pertama merasa dirinya adalah gelap dan penuh dosa, dan yang kedua pe mahasiswa yang sering ditemukan di PMK, yaitu mereka yang sudah tau kalau mereka itu anak‐anak terang tapi masih belum menunjukkan sikap 'terang' 12

mereka, dan masih banyak kompromi dengan dosa. Nah, ayat tema ini mau mengajak teman‐ teman merenung, bahwa di dalam kitalah terang itu, dan ayo tunjukkan terang itu di hadapan banyak orang. Meskipun jkita merasa penuh dosa, tetapi Tuhan dak berkata seper itu, kita adalah terang dan memang kita adalah terang. Kita seharusnya dak terjebak oleh puan iblis dan selalu mau menyerahkan hidup kita untuk Tuhan sebagai terangNya bagi dunia agar orang lain terberka dan ikut memuliakan Tuhan oleh 'terang' yang kita pancarkan. Tema Paskah PMK ITB 2012: "You are the light, show up your light" ingin mengingatkan kembali tentang 'terang' itu, terang yang kita peroleh dari penebusan dosa oleh Yesus yang baik. Bahwa sebenarnya kita adalah terang, dan kita harus tunjukkan terang itu. Kubur yang kosong menunjukkan bahwa Dia bangkit dan menang dari maut. Semua hutang telah dibayar lunas, kita anak‐Nya pun telah menang dan memiliki terang itu dalam diri kita. Show up your light!


Keinginan pribadi untuk mengenal Allah lebih dalam adalah tolok ukur seorang kristen yang sudah bertumbuh. Alkitab menyediakan semua materi yang diperlukan untuk mengenal Tuhan, jika kita mau menggali lebih dalam.

ILUSTRASI: GAMBAR PROFILNYA BANG MOR, HEHE

MENDALAMI ALKITAB SECARA PRIBADI oleh Jessica Hanary 13


Pendalaman Alkitab? It’s a Must! Why? Alasan mengapa kita harus melakukan Pendalaman Alkitab pribadi yang pertama karena Allah Bapa senan asa ingin berkomuni‐kasi dengan kita. Sebelum Yesus datang ke dunia, Allah berbicara pada ciptaan‐ Nya melalui orang‐orang yang diurapi‐Nya, yaitu para nabi, yang kisahnya dapat kita baca dan renungkan di Perjanjian Lama. Kemudian, Firman itu nyata, turun ke dalam dunia, dalam rupa Yesus Kristus, yang secara langsung berbicara dan mengajar. Setelah kenaikan Yesus, Allah kembali memakai orang‐orang yang diurapi‐Nya, yakni rasul dan murid yang diutus, untuk menuliskan perkataan Allah dan pelayanan Yesus, yang sekarang dapat kita baca dan renungkan di Perjanjian Baru. Kedua, kita sebagai orang percaya, umat kepunyaan Allah, sangat membutuhkan komu‐ nikasi dan hubungan dengan Allah. Hikmat, penger an, pengharapan, penghiburan, pengajaran, sukacita,dan kekuatan yang seja , yang kita kejar dan rindu, bermuara pada pengenalan akan Tuhan (Amsal 9:10). Satu‐ satunya cara mengenal Tuhan dengan dalam adalah dengan mengetahui apa yang menjadi kehendakNya melalui pembacaan firman, karena firman itu sendiri adalah Allah (Yohanes1:1).

Mungkin akan muncul pertanyaan, mengapa kita harus melakukannya secara pribadi? Tidakkah mendengar khotbah cukup? Pendalaman Alkitab pen ng dilakukan secara pribadi karena saat kita PA pribadi adalah saat dimana kita mendengarkan Tuhan secara pribadi. Mudahnya saat PA pribadi adalah saat Tuhan berbicara secara spesifik dengan dirimu. Ibarat gizi untuk bertumbuh dan hidup, PA pribadi adalah makanan utama, sedangkan pendengaran khotbah adalah suplemennya Lalu kemudian, mungkin mbul pertanyaan, apakah saat teduh dan PA pribadi adalah hal yang sama? PA pribadi dan saat teduh agak berbeda. PA pribadi adalah kegiatan menggali suatu bagian Alkitab, mulai dari mecari makna asli bagi pembaca pertamanya dan latar belakang bagian Alkitab tersebut, sampai menarik isi aslinya kepada kehidupan saat ini. Tujuan PA pribadi adalah memperkaya diri dengan firman Tuhan. Sedangkan membaca alkitab di saat teduh bersifat renungan, tujuannya mengawali hari. Ringkasnya, PA pribadi mendalam dan khusus, sedangkan saat teduh lebih dangkal dan general.

Bukan Maksudmu, tapi Maksud Tuhan Oke. Sekarang kita mau melakukan PA pribadi dengan membaca firman. Tapi dak berhen pada membaca, kita harus mendalaminya. Membaca Alkitab dak seper membaca buku‐buku lainnya. Karena Alkitab adalah sabda Allah, maka ke ka kita membacanya, kita harus sampai pada penge an yang dimaksudkan Allah, bukan sekedar penger an kita. Kita harus memahami apa yang hendak Tuhan ingin kita pahami, bukan sekedar memahami berdasarkan pandangan kita.

14

Seringkali kita dak mengetahui bagaimana cara memahami apa yang dimaksudkan Tuhan dalam firmanNya. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mendalami firman saat PA pribadi. Nah, berikut akan dijelaskan bagaimana cara PA pribadi dengan metode OIA untuk membantu memahami maksud dari firman yang kita baca. Ya, OIA hanya alat pembantu, dan bukan satu‐satunya alat, karena pemahaman akan firmanNya adalah karunia Allah, yang perlu kita minta dengan rendah ha sebelum kita membaca firman.


Persiapan: Alat, Kondisi, dan Doa Sebelum masuk ke metode OIA, kita harus mempersiapkan diri kita. Tahap persiapan ini melipu ga hal : alat, kondisi, dan doa.

Alat ‐ Siapkan, pas nya Alkitab. Kemudian siapkan juga alat tulis dan buku catatan. Kondisi ‐ Hal kondisi melipu tempat dan waktu. Sediakanlah waktu yang khusus dan cukup untuk PA pribadi. Biasanya, orang memakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk melakukan PA pribadi. Ingatlah

untuk menyediakan waktu, bukan menyempatkan apalagi menyisakan waktu. Pilihlah tempat yang kondusif; tenang dan khusyuk, agar PA pribadi kita maksimal.

Doa ‐ Dilandasi oleh keterbatasan manusia untuk memahami maksud Tuhan maka kita perlu berdoa untuk meminta Tuhan memampukan kita untuk fokus dan menger . Gapailah Roh dengan segenap ha dalam doa untuk menuntun kita beroleh penger an yang benar (Mazmur 119:18).

Menggali Dalam dengan OIA Obeservasi : Menemukan fakta

Intepretasi : Penafsiran

Obesrvasi adalah tahap pencarian fakta. Pada tahap observasi kita mencari apa yang dikatakan oleh perikop itu. Pada tahap observasi, kita ber ndak sebagai me traveler, anggap kita berada pada waktu dimana perikop itu terjadi. Untuk membantu menemukan fakta tersebut, bisa disusun pertanyaan seper ; bagaimana stuktur perikop yang kubaca? apa saja yang kubaca: peris wa apa, siapa yang terlibat, dimana dan kapan peris wa terjadi, adakah kata‐kata yang diulang. Kita bisa mencari tahu ar is lah atau lokasi tempat yang diceritakan di perikop di peta maupun kamus yang disediakan di bagian belakang Alkitab. Hal ini agar semakin mempertajam fakta yang kita temukan.

Setelah kita mendapatkan fakta di tahap interpretasi, fakta tersebut diolah menjadi pesan yang bisa dipahami. Pesan tersebut harus dikaitkan dengan keadaan orang pada waktu itu, Di sini, kita mencari maskud penulis dihubungkan dengan data yang ada.

Faktor yang dominan dalam tahap ini adalah penulis. Kenapa? Karena dalam tahap observasi kita berusaha menemukan apa yang dikatakan oleh perikop, maka akan ada unsur subjek vitas dari penulis dalam perikop itu. Allah dak terbatas, sedangkan manusia yang menulisnya adalah terbatas, sehingga ke ka manusia menulis, ada faktor yang mempengaruhi tulisan itu, misalnya pekerjaan penulis. Kiat untuk mengobservasi lebih dalam adalah dengan membaca perikop berulang‐ ulang (Ma us 5:6)

Semua pertanyaan di bagian observasi yang masih membuat kita bingung harus terjawab di bagian ini. Alat bantu seper konkordansi Alkitab atau aplikasi E‐Sword dapat digunakan dalam membantu kita menafsirkan. Nah, faktor dominan pada tahap interpretasi ini adalah teks yang dibaca. Teks menjadi faktor dominan dalam tahap interpretasi karena untuk menemukan pesan penulis untuk orang pada waktu itu, kita melihat secara kontekstual ar perikop untuk orang pada waktu itu. Mencari pesan penulis bisa dilakukan dengan membuat pertanyaan seper ; apa maksud ayat ini, mengapa harus ditulis pada bagian ini, adakah pesan yang Allah sampaikan (janji, peringatan, atau teladan) , apa yang dikatakan tentang Allah dan manusia. Dari jawaban pertanyaan yang kita buat, selami kondisi orang‐orang pada saat itu. 15


Aplikasi : Respon pembaca Setelah memahami pesan dari penulis untuk orang pada waktu perikop itu ditulis, kita mencari apa ar pesan itu untuk kita pada masa kini. Kita mencari proyeksi pesan perikop yang didapat dari tahap interpretasi dengan kehidupan kita sekarang, sehingga PA pribadi dak hanya sebagai informasi, tapi juga membawa transformasi untuk kita. Karena itu, bagian yang paling pen ng dari tahap aplikasi adalah kita, pembacanya. Selanjutnya, setelah tau apa pesan yang

Alkitab Elektronik

disampaikan perikop untuk kita, kita harus mencari penarapan dan respon terhadap pesan itu. Untuk membantu menemukan penerapan dan respon terhadap firman yang dibaca, kita dapat menyusun pertanyaan, seper : adakah hal spesifik dalam hidupku kini yang disoro oleh pesan firman tersebut, apa langkah yang harus kuambil agar firman itu bisa menjadi bagian hidupku, apa teladan yang bisa kuiku dari fiman tersebut. Pen ng untuk diingat bahwa penerapan yang kita ambil harus bisa dilakukan sesegera mungkin dan dapat diukur ngkat keberhasilannya.

Berawal dari sabda Bapa, nubuat nabi‐nabi dan kumpulan surat rasul Tuhan, dirumuskan menjadi sebuah buku tebal yang dikenal sebagai Alkitab, dan sekarang firman itu hadir dalam bentuk yang lebih 'mungil dan abstrak', ya, bentuk digital. Siapa yang dak punya Alkitab di mobile phone, laptop, ipad, dan gadget kita? Semua pas punya. Fitur yang adapun memudahkan kita untuk membaca dan mempelajari firman, mulai dari pencarian ayat atau kata, kamus, peta, bahkan da ar perumpamaan. Belum lagi kemudahan mendapatkannya karena diagih secara gra s dan mudah dibawa ke mana saja. Tapi apakah teknologi ini mengurangi esensi dari si 'buku tebal Alkitab' itu sendiri? Apakah ada perbedaan yang mengubah pandangan kita? Mari tetap berhikmat dan tentukan sikap kita dengan benar.

Ayo teman‐teman, terus giat dan semangat mengenal‐Nya!

Akhiri dengan Doa Setelah selesai mendalami firman yang dibaca, berdoalah agar Tuhan memampukan kita se a melakukan apa yang Tuhan pesankan (Ma us 7:24) dan juga mempunyai keberanian dan ha utnuk memberitakannya (1 Petrus 2:9).

16

“jikalau engkau mencarinya seper mencari perak, dan mengejarnya seper harta terpendam, maka engaku akan memperoleh penger an tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah” (Amsal 2: 4‐5 ) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timo us 3:16)


METODE

O

IA

BSERVASI

NTERPRETASI PLIKASI

Rubrik pemuridan kali ini akan membahas tentang, sesuai judulnya, mendalami Alkitab secara pribadi. Pendalaman Alkitab pribadi pas menjadi suatu gaya hidup untuk kita, se ap penggerak di LPMI. Nah, kali ini kita akan membahas mengapa dan bagaimana harus mendalami Alkitab secara pribadi. Bagi yang sudah tahu, biarlah rubrik ini mempertajam pemahaman yang ada. Bagi yang masih bingung, semoga rubrik ini dapat menyapu tanda tanya yang kerap bermunculan. Bagi yang belum tahu, biarlah ini membuka ngkap‐ ngkap pemahaman. Pada akhirnya, semua untuk kemuliaan Tuhan! Yuk, kita mulai.

Contoh PA Pribadi dengan Metode OIA MATIUS 13:1‐23 Perumpamaan tentang Seorang Penabur

Observasi A. Struktur

D. Ask, Think, Link

Ayat 1‐2 : Latar cerita Ayat 3‐9 : Isi perumpamaan Ayat 10‐17 : Anugrah akan penger an Ayat 18‐23 : Ar perumpamaan

Ikh sar 1

B. Abdikasim Apa: penabur, benih, jalanan, tanah berbatu, semak belukar, tanah yang subur Bagaimana: duduk, 30 kali lipat, 60 kali lipat, 100 kali lipat Di mana: danau Galilea, di atas perahu Kapan: ke ka Yesus sedang mengajar Siapa: Yesus, murid‐murid, orang banyak Mengapa: dimakan burung, dak berakar, terhimpit, bertumbuh

C. Kata‐kata sulit “semak belukar”

1 Di mana kejadian itu terjadi? Di tepi Danau Galilea 2 Di mana Yesus mengajar? Bagaimana posisinya? Di atas perahu, karena orang banyak berkerumun. Yesus mengajar dengan posisi duduk. Posisi duduk merupakan posisi saat guru‐guru Yahudi mengajar. 3 Apa kaitan antara latar dan isi perumpamaan? Yesus memang mengajar semua orang (menaburkan benih, orang banyak yang berbondong‐bondong).

17


Ikh sar 2 1 Di mana saja benih yang di tabur itu jatuh? Bagaimana nasib ap benih? pinggir jalan >> diinjak; dimakan burung; tanah yang berbatu‐batu, yang dak banyak tanahnya >> tumbuh, namun layu dan kering; di tengah semak duri >> ma terhimpit semak dan di tanah yang baik >> berbuah, ada yang 100, 60, dan 30 kali lipat.

2 Apa yang di maksud tanah berbatu di sini? Maksudnya bukan tanah yang ditutupi kerikil‐ kerikil, tapi lapisan tanah yang pis yang di bawahnya adalah batu sehingga tanah itu cepat kering karrna pis dan tanaman dak bisa berakar karena batu yang di bawahnya. 3 Apa maksud perkataan di ayat 9? Yesus menekankan betapa pen ngnya perumpamaan ini.

Ikh sar 3 1 Mengapa Yesus memakai perumpamaan? Supaya orang‐orang sekalipun melihat, dak melihat, dan sekalipun mendengar, dak mendengar. 2 Apa itu rahasia Kerajaan Allah? Rahasia Kerajaan Allah dalam PB adlah sesuatu yang Allah bukakan kepada umatNya. Rahasia itu dipaparkan kepada semua orang, tapi hanya mereka yang memiliki iman yang dapat menger . (ayat 14‐15, 1 Kor 2:6‐16). 3 Apa implikasi yang lebih luas dari hal ini? Sekalipun manusia telah melihat terang, yaitu Kristus, manusia masih buta dan dak mau menerima Dia. Ini adalah akibat dari keberdosaaan manusia, yaitu manusia dak punya keinginan untuk mengenal Allah dan di selamatkan. Hanya karena karya Roh Kudus, seseorang mengingini Kristus, dan karena itu ia dianugrahi iman sehingga ia diselamatkan. Orang yang padanya Roh Kudus dak berkarya dak akan menger bagian terdalam isi Firman Tuhan, apalagi memahami Yesus. 4 Apakah orang‐orang benar di sini sama dengan mereka yang dak percaya? Tidak sama. Yesus tdk pernah mengatakan orang yang dak percaya = orang benar! 18

5 Apa maksud perkataan Yesus ini? Orang‐orang yang telah mendengarkan perkataan, sekalipun mereka telah mendengar, mereka dak menger ar perumpamaan yang sesunguhnya. Memang ada beberapa hal yang mereka menger , namun dalam ap perumpaan selalu ada hal yang disembunyikan Yesus, yang hanya bisa dimenger oleh orang yang sudah punya Roh Kudus dalam ha nya. 6 Apa maksud dari perkataan Yesus di ayat 12? Ini merupakan sinopsis sekaligus konklusi dari ayat‐ayat sesudahnya. Mereka yang memiliki Roh Kudus (percaya) akan diberikan hikmat dan hidup sehingga berkelimpahan, namun mereka dak memiliki Roh Kudus, dak akan mendapat apa‐apa, malah pada akhirnya segala sesuatu yang ada pada mereka dirampas (misal: diperbudak oleh iblis). 7 Apa maksud dari perkataan Yesus di ayat 11? Ada orang yang diberikan karunia dan ada orang yang dak! Ini adalah kehendak Allah! 8 Jadi, apa maksud ayat 17? (1) Orang‐benar‐di‐hadapan‐Allah menginginkan kebenaran Firman Tuhan. (2) Ini merupakan penjelasan ayat 16, berbahagialah kamu, dan bersyukurlah!


Ikh sar 4 1 Apa ar benih itu? Benih = Firman Tuhan 2 Apa ar perumpamaan benih yang jatuh di pinggir jalan? Orang yang mendengar firman, namun dak sempat menger karena iblis (burung) mengambil kebenaran Firman dari ha orang itu, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan! (Luk 8:12) 3 Apa ar perumpamaan benih yang jatuh di tanah berbatu? Orang yang menerima Firman dengan gembira, tetapi dak berakar dalam Firman itu dan tahan sebentar saja sehingga ke ka penindasan datang, dia murtad! 4 Apa ar perumpamaan benih yang jatuh di semak duri? Orang yang menerima Firman, berakar, dan bertumbuh. Namun dalam pertumbuhannya mereka terhimpit: kekua ran, pu daya kekayaan, dan kenikmatan dunia (Luk 8:14). Orang seper ini memang bertumbuh, namun ga hal tersebut telah lebih menguasai orang itu (“menghimpit Firman”, ay 22) dan akhirnya ia dak dapat berbuah.

5 Apa itu benih yang jatuh di tanah yang baik? Orang yang mendengar Firman, menger dan berbuah dalam ketekunan (Luk 8:15). 6 Apakah semua hal ini hanya ada unsur anugrah saja dan dak ada tanggung jwb manusia? Untuk benih di pinggir jalan, memang ya, mereka memang dak akan menger . Tapi untuk ga benih yang lain, manusia punya tanggung jawab atasnya. Inilah mengapa Lukas menuliskannya “berbuah dalam ketekunan”. 7 Benih yang mana yang membawa keselamatan? Benih di semak duri dan di tanah yang baik. 8 Apa ar berbuah 100, 60, dan 30 kali lipat? Se ap orang buahnya dak sama, tergantung pada ketekunannya. Tapi satu hal yang harus diingat, berbuah hanya ada jika ada ketekunan. 9 Apa maksud berbuah 100 x lipat? Buah 100x lipat dak biasa dalam pertanian orang Yahudi (dan mungkin yang lain juga). Ar nya, Firman itu dapat berbuah melampaui kemustahilan manusia.

INTERPRETASI Hanya Roh Kudus yang dapat beri penger an.  Ada orang‐orang yang memang dak dapat menger Firman Tuhan.  Orang yang dapat menger Firman Allah sangat berbahagia dan harus bersyukur karena kepadanya diberikan rahasia kerajaan Allah. Anugrah yang besar jika bisa menger kedalaman Firman Tuhan!!! 

Orang yang menerima Firman bertanggung jawab dalam pertumbuhan Firman itu. Hanya Roh Kudus yang dapat memelihara Firman itu, sehingga ke ka Roh Kudus dilupakan, maka semak duri ( ga interpretasinya) yang menghimpit Firman. Jika tekun, akan berbuah, dan semakin tekun, semakin berbuah 19


APLIKASI Seper apa saya memandang dan menghidupi Firman Tuhan selama ini?  Adakah saya bersyukur ke ka bisa menger Firman Tuhan?  Bagaimana saya membuat rencana PA 

induk f yang ru n mulai saat ini? Apakah kita telah benar‐benar memohon dan mengalami pertolongan Roh Kudus selama memahami Firman Tuhan? (jgs)

20


di bandara diperketat, orang asing sulit masuk Amerika Serikat. Segala upaya ini seakan‐akan mengatakan bahwa Amerika 'menularkan' ketakutannya pada seluruh dunia. Semangat dari pengharapan seakan‐akan sudah kering. Tidak hanya di negara adidaya seper Amerika, di negara kita sendiri, banyak terjadi perselingkuhan ekonomi, sumber daya alam yang terlantar, pendidikan yang kurang merata. Ke ka isu harga BBM akan naik saja, media dan berbagai golongan masyarakat panik—walau belum naik—dan harga bahan pokok pun naik. Harga bahan pokok ini naik, murni dikarenakan oleh ketakutan masyarakat. Seper Amerika, bangsa kita langsung berprasangka buruk. Paranoid akan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Kepercayaan kita hilang, harapan akan masa depan semakin jauh.

PENGABARAN oleh Nadia Charrisa

DOKUMENTASI: 911TRUTH.ORG

B

agi ribuan keluarga di Amerika Serikat, khususnya New York, 11 September 2011 adalah hari yang dak bisa mereka lupakan. Hanya dalam hitungan jam, salah satu—atau mungkin lebih—anggota keluarga yang seharusnya pulang ke rumah, menikma makan malam dan sesudahnya mungkin langsung pergi dur, dak bisa lagi melakukan hal itu. Hari itu penuh dengan tangis, dan masyarakat USA masih dak bisa melupakan hari‐hari gelap tersebut hingga saat ini, setelah 10 tahun kemudian. Komunitas dari ras yang berasal dari Timur Tengah seper Arab dan Israel masih dianggap teroris. Amerika memiliki paranoia tersendiri terhadap teroris dan Iran. Ketakutan yang berlebihan menyebabkan perang, perang di Iran, takut kehilangan lagi nyawa manusia, takut ekonomi runtuh lagi, takut, takut dan takut. Keamanan

Mari kita coba pikirkan sedikit apa yang akan terjadi dengan kamu kira‐kira 10 tahun lagi. Kamu pulang ke rumah setelah berdebat sengit dengan bos atau kolegamu lalu melihat anak‐anakmu menonton televisi acara‐entah‐ apa, istrimu kelelahan mengurus rumah setelah pulang bekerja, dan di balik sela‐sela kele hanmu, kamu mendapa tagihan listrik, tagihan air, uang sekolah anak‐anakmu, uang belanja bulanan, tagihan kartu kreditmu dan cicilan mobil dan rumahmu—oh, jangan lupa tunjangan untuk mertuamu. Terlepas dari semua beban finansial itu—yang mungkin harus kamu penuhi padahal gajimu dak seberapa, kamu dituntut untuk jadi ayah (atau ibu) yang penuh cinta kepada anak‐anakmu seakan‐akan semua hal di dunia ini indah, dan menceritakan kepada mereka betapa Tuhan itu baik. Bisa? Tentu saja kita akan menjawab bisa, karena kita sudah diselamatkan dan lahir baru dalam Kristus. Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia : iman kita (1 Yohanes 5 : 4). Tapi bagaimana dengan saudara‐saudara kita yang berada di luar sana, yang masih khawa r dan 'dikalahkan' oleh 21


kendali dunia? Jika keadaan ini membuatmu resah dan ingin memberitakan Kebenaran akan Kristus, kamu sudah mencapai tahap satu, yaitu keinginan untuk menginjili. Mengapa kita menginjili? Sesungguhnya hanya karena kasih Allah kita semua dapat memberitakan Kabar Baik. Bagaikan gelas yang telah diisi hingga penuh hingga akhirnya isi dari gelas itu meluap, keluar dari ha kita. Menginjili adalah bentuk kasih pada Allah dan sesama. Begitu dashyat kasih Tuhan yang kita rasakan hingga kita ingin orang lain juga merasakannya. Apa untungnya bagi saya jika saya menginjili? Satu jiwa yang sesungguhnya akan sangat berharga bagi perubahan dunia ini. Ada is lah yang bernama 'Bu erfly Effect' yang berbicara tentang suatu peris wa, walaupun sangat kecil dapat memberikan efek yang sangat besar di kemudian hari. Jadi untungnya bagi kamu adalah, mungkin dengan pemberitaan Kabar Baik tersebut, kamu—tentu saja hanya karena kemurahan ha Allah semata—dapat meng‐ubah seorang manusia, dan manusia tersebut mengubah manusia yang lain hingga terjadi perubahan dalam tatanan masyarakat. Melihat?

ha manusia‐manusia yang ingin kamu injili kecuali Tuhan? Langkah pertama untuk penginjilan adalah mendoakan orang yang ingin kamu injili, bukan supaya paradigma hidupnya berubah secara dras s dengan kejadian drama s, namun kamu ingin dia tumbuh perlahan‐lahan hingga jatuh cinta sangat dalam pada Tuhan. Keberanianmu pun akan datang dari Allah jika kamu ingin mengubah hidup seseorang (2 Kor 3:5). Setelah berdoa untuknya, ingatlah bahwa Tuhan Yesus Kristus sendiri memberitakan Kabar Baik dengan cara menjadi guru yang baik. Guru yang baik seper apa? Ingatkah kita pada Tri Dharma Ki Hajar Dewantara? Ing ngarso sung tulodo (di depan menjadi teladan), ing madyo mangun karso (di tengah memberi semangat) dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). Seseorang yang baru saja diinjili akan penuh pertanyaan dan rasa keingintahuan yang besar layaknya seorang pedagang besi yang diperkenalkan pada emas. Seorang guru yang baik, atau kita nan nya sebagai yang memberitakan Kabar Baik harus mampu menjadi seorang teladan dan seorang mo vator dengan penuh cinta. Penginjilan bukanlah pemberitaan yang berisi kata‐kata manis demi kesuksesan‐kesuksesan semu, dak, penginjilan adalah proses untuk pertumbuhan karakter seseorang,

Apa yang harus saya kabarkan pada mereka? Kabar Baik yang mana? Se ap manusia harus tahu akan Kasih Kristus yang tanpa cela, karena pengharapan pada apapun selain Kristus sesungguhnya adalah pengharapan semu. Mari kabarkan pada semua orang bahwa Kristus adalah satu‐satunya Juru Selamat yang hidup. Kabar Baik ini akan memerdekakan mereka dari dosa, kemerdekaan yang seja adalah kemerdekaan yang datang dari Tuhan.

God is far more interested in what you are than in what you do (Purpose Driven Life, Chapter 22 pg. 177). Mari kita berbagi Kabar bahwa Tuhan Yesus Kristus akan mencintai kita semua apa adanya, dan dalam cinta Tuhan dak akan ada kekhawa ran, ketakutan akan masa depan, perasaan dak cukup dan akan tergan kan, namun Cinta yang membebaskan dari segala persepsi itu.

Bagaimana cara menginjili seseorang? Bagaimana kalau nan mereka menjauhi saya? Menginjili sesungguhnya adalah pekerjaan yang butuh keterbukaan dan keberanian. Ada pepatah mengatakan 'Ha manusia bagaikan parasut, hanya berfungsi bila terbuka'. Siapakah yang dapat membuka

Karena bukan kamu yang berkata‐kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata‐kata di dalam kamu. (Mat 10:20)

22


Kesaksian Rubrik kesaksian kali ini menghadirkan Daniel Kurniawan (yeaaay plok plok plok). Bagi yang belum tau siapa itu Daniel,dia ini adalah seorang mahasiswa yang menuntut ilmu di Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi angkatan 2010. Selain pernah menjadi ketua syukwis HMF di bulan oktober tahun lalu, Daniel ini adalah salah satu ujung tombak di kepani aan weekend 2012 loh. Yuk kita lihat bagaimana Tuhan bekerja lewat Daniel di kepani aan Weekend 2012. WAKTU KEPANITIAAN WEEKEND SAYA JADI KADIV DANUS. Dari awal kepani aan mungkin pani a‐pani a yang lain juga ngerasain kalau memang agak kurang sumber daya manusia‐nya. Sempet agak ragu juga, terus emang agak kesulitan karena belum berpengalaman soal danus. Mau minta tolong temen‐temen yang lain, bingung juga mau minta tolong apa. Lagipula yang lain juga punya kesibukannya masing‐masing. Udah banyak rencana ini itu ,ujung‐ujungnya danus J.Co. atau nasi ayam bakar lagi hehe. Memang mungkin pelayanan di Weekend ini pelayanan yang kecil, ga bakal diinget orang dan saya pun dari awal berusaha supaya apapun yang saya lakuin di pelayanan ini, saya lakuin buat Tuhan, jadi ga akan kecewa.

Waktu kepanitiaan Weekend saya jadi kadiv danus. Daniel Kurniawan

FOTO‐FOTO: ALBUM FOTO FB‐NYA DANIEL

Kadiv Danus Weekend

Lalu waktu akhirnya Weekend terlaksana, gak nyangka aja acaranya bisa sampai seper itu. Di luar bayangan saya, Tuhan ngelakuin jauh dari apa yang bisa manusia bayangkan. Bisa dibilang saya puas sih dengan acara Weekend kemarin. Mungkin masih banyak salah di sana‐sini, tapi saya yakin Tuhan yang bekerja di acara Weekend kemarin dan hasil dari acara Weekend kemarin pun Tuhan yang akan pimpin. Salah satu tujuan acara Weekend itu ‘kan biar bisa mengakrabkan temen‐temen angkatan 2011, dan semoga di Weekend kemarin semua bisa ngerasain hal itu. Bagi saya, se ap kepani aan yang saya iku punya kisahnya masing‐ masing, dan ada berkat tersendiri juga di kepani aan Weekend kemarin. 23


Laporan Kegiatan

Throw Impact Near Us

DOKUMENTASI: IRVAN MARULI

atau yang biasa dikenal dengan nama Thiners melayani gerakan di LPMI Bandung melalui beberapa program kerja yang melibatkan seluruh anggota LPMI Bandung. Nah, di sini mereka mau cerita sedikit tentang apa yang sudah, sedang, dan akan dilakukan untuk terus bergerak demi kemuliaan-Nya.

24


Lemper Enak Lemper Enak, atau Lembaga Perpustakaan Elektronik dan Tercetak adalah suatu perpustakaan yang dinaungi oleh divisi TEF, yang menyediakan berbagai buku, baik rohani maupun dak. Lemper Enak selalu memberikan ulasan buku pada ap minggunya. Minat baca anggota LPMI mulai cukup naik, terutama pada angkatan 2011. Mulai bulan Maret, Lemper Enak juga mulai menyediakan BLD, 4HR, dan Bimbingan Roh Kudus bagi mereka yang memerlukan.

Kelas Kecil

TEF The Ephesians Farmers

Kelas Kecil adalah salah satu sarana divisi TEF untuk memberikan pengajaran yang sehat kepada anggota LPMI Bandung, yang mencakup dua hal secara umum, antara lain doktrin dan daerah abu‐abu. Tema yang sudah dibawakan pada bulan Maret adalah Shallow Chris anity, kemudian tema Freedom of Emo on (lanjutan dari tema Shallow Chris anity) pada tanggal 2 April 2012, dengan jumlah kehadiran sebanyak 20 orang.

Pengawasan Pemuridan Dalam mengontrol, kami berusaha mewawancarai ‐ atau se daknya memperha kan ‐ perkembangan pemuridan dari masing‐masing AKR 2011, lalu melakukan konsultasi, atau menegur jika diperlukan, kepada PKR yang bersangkutan. Dari 72 AKR, sudah 14 AKR yang diperha kan secara langsung. Kekurangan waktu dan sumber daya manusia merupakan k kelemahan kami pada saat ini.

Kumpul Keluarga Rohani Pada tanggal 18 Maret, diadakan Kumpul Keluarga Rohani perdana dengan tema "Misteri Adik PA yang Hilang", dengan format acara berupa talkshow dan diskusi yang berbicara tentang masalah hilangnya adik dan kakak PA, serta bagaimana solusinya. Jumlah orang yang hadir di acara ini adalah 40 orang, yang termasuk dalam 8 keluarga PA. Hingga bulan Mei nan , TEF memiliki beberapa target: Menyelesaikan Kurikulum Pemuridan, yang akan dibahas bersama seluruh anggota TEF dan staf. Mengadakan Kumpul Keluarga Rohani atau GAPAKER, dengan tema yang menyinggung kondisi pemuridan di LPMI secara umum pada saat ini. Menyiapkan PCPKR untuk tahun ini, yang akan diadakan semester depan Mengawasi lebih banyak lagi AKR 2011 dan PKRnya 25


Persekutuan Doa PD LPMI diadakan se ap hari Selasa pk. 18.00 WIB. Sekarang ini, jumlah yang hadir rata‐rata 20 orang bahkan sempat memecah rekor, 39 orang. Tema yang dibahas juga semakin menggugah rasa ingin hadir, misalnya Asam Manis Pepohonan, Kepalan Tangan Harapan, Bangkit Dari Kubur, dan banyak lagi. Ayo‐ayo datang dan berbagi di PD!!

Penginjilan Spread the Good News diadakan paling dak 1 kali sebulan. Sampai sekarang belum terlaksana namun terus didoakan. Penginjilan bersama ini merupakan program baru dari Divisi Misi dan Doa loh, ayo kita doakan dan persiapkan bersama!

HYBRID Jogja HYBRID merupakan program baru juga dari Divisi Misi dan Doa. Apa sih HYBRID? Ini adalah salah satu bentuk dari movement everywhere. Cerita lengkapnya baca aja di rubrik What's New ;)

misi dan doa

Programmers Tema Ibadah Divisi acara‐nya LPMI ini punya tema untuk ap dua bulan. Untuk bulan Maret sampai Mei, Programmers mempunyai tema Kepemimpinan. Tema ini dilaksanakan seiring berlangsungnya SLT.. Sampai pada bulan awal April ini SLT sudah berlangsung selama dua kali, SLT akan dilaksanakan selama lima pertemuan. SLT dimulai dari tanggal 17 Maret 2012 dan berakhir pada 12 Mei 2012. Selama kegiatan SLT berlangsung divisi acara mempersiapkan SLT secara teknis saja (pelayan – pelayan selama kegiatan SLT ini berlangsung) sedangkan mengenai materi sudah disiapkan oleh m materi SLT.

Syukuran Wisuda April 2012 Kegiatan ini kami lakukan berkoordinasi dengan divisi Famous. Tujuan acara ini adalah merayakan kelulusan para anggota LPMI, berbagi pengalaman wisudawan selama di kampus, dan untuk mengutus mereka ke dunia di luar kampus yang kita tahu akan sangat berbeda dengan keidealan di kampus. Jumlah wisudawan yang lulus pada April ini adalah enam orang, yaitu Is Berlian Simamora, Rachel Manurung, Yanes David Sidabutar, Leonardo Sebayang, Ariandi Tarigan, dan Stevi Fregate Hilma Sahabat. Acara ini dimulai dengan perkenalan para wisudawan. Kemudian dilanjutkan dengan para wisudawan berbagi pengalaman mereka selama di kampus. Dilanjutkan dengan simbolisasi pengutusan diiringi dengan renungan singkat dan doa pengutusan. Acara ini diakhiri dengan makan bersama dengan para wisudawan. 26


famous

Jarkom Se ap informasi dari dan untuk anggota LPMI selalu di jarkom melalui DiFa, oleh karena itu DiFa harus siap pulsa dan batre hp agar dapat selalu menjarkom informasi�informasi ceria dan fantas s untuk semua anggota LPMI :3

Kesekbenan Menjalankan fungsi sebagai sekretaris dalam se ap pertemuan rapat Thiners. Mengatur kebutuhan dan keuangan dalam LPMI Bandung, seper menghitung dan menyimpan uang yang terkumpul pada persembahan. Selain itu DiFa memberikan laporan aliran keuangan yang berjalan di LPMI.

Perayaan Ulang Tahun Perayaan ulang tahun biasanya dilakukan setelah WM, dan momen ini biasanya digunakan untuk mengucap syukur bagi saudara kita yang berulang tahun dan mendoakan mereka agar harapan dalam umur yang baru dapat tercapai! :D

Konsumsi DiFa juga selalu menyiapkan makanan yang enak dan bergizi nggi untuk semua anggota LPMI yang diberikan saat WM berakhir, atau pada kegiatan LPMI lainnya. Jadi jangan khawa r kelaparan bila ikut WM yaaa :3

Olahraga Ceria DiFa juga beberapa kali mengadakan olahraga bersama dengan suasana ceria dan asyik, agar anggota LPMI tetap sehat dan bugar, selain itu dapat menjangkau teman� teman juga yang tertarik dan berminat dalam olahraga. Salah satu kegiatannya adalah futsal yang diadakan di YPKP sabtu tanggal 7 April 2012. 27


♚ Buletin Bule n berisi pembahasan core value LPMI, perkembangan kerja Thiners, ulasan kegiatan yang berlangsung, dan banyak hal lain yang dapat membangun semangat serta menguatkan ha yang mau bergerak. Untuk edisi pertama ini berfokus pada Paskah secara umum dan SLT yang menjadi pela han tahunan yang diselenggarakan LPMI. Hingga bulan Mei nan , target yang ingin dicapai adalah: Pohon Pemuridan: Pohon Pemuridan ini salah satu upaya pendataan alumni sekaligus garis pemuridan di LPMI. Dalam pembuatannya akan bekerja sama juga dengan TEF. Mitra Pelayanan: Pelibatan mitra pelayanan ini merupakan target dari penyampaian kebutuhan pelayanan serta ajakan untuk melakukan investasi bagi pekerjaan Tuhan dalam bentuk dana. Mitra diharapkan dapat turut berinvestasi bagi pekerjaan Tuhan melalui LPMI. Film LPMI: Film LPMI ini sifatnya umum, tujuannya lebih untuk memperkenalkan LPMI ke en tas luar. Konseptornya adalah anggota LPMI sendiri agar lebih mendalam saat menyusun pesan yang akan disampaikan.

28

Audiensi Audiensi merupakan sebuah kegiatan di mana LPMI Bandung mengirimkan beberapa orang perwakilannya untuk belajar dari seorang pemimpin rohani. Pada tanggal 6�7 April 2012 lalu, pemimpin luar biasa yang menjadi target pembelajaran dalam audiensi adalah Samuel Tumanggor, seorang penulis nasrani yang amat mencintai bangsanya. Par sipan adalah Samuel (2008), Aryani (2008), Wilson (2011), dan Ursula (2011). Selama 2 hari mereka menyelami kehidupan Bang Sam dan membicarakan banyak hal mengenai kekristenan dan kebangsaan.

Situs LPMI Membentuk media yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dari manapun adalah hal yang pen ng bagi sebuah lembaga. Ke ka seorang teman dari luar iseng ingin tahu tentang perkembangan kita, dia hanya perlu menge k LPMI Bandung di Google, dan dia akan mendarat di situs kita. Dari situlah dia, dan teman�teman lain akan mendapat kabar terbaru tentang LPMI. Sebagai tambahan, m situs juga bertugas mengurus integrasi basis data anggota dan alumni.


Yang Terbaru

Penginjilan Spread the good news ini merupakan program baru dari Divisi Misi dan Doa yang dibuat sebagai persiapan HYBRID Jogja. Spread the good news ini harusnya jadi gaya hidup yang dak perlu lagi disuruh‐suruh. Mengapa sih kayak gitu ? Mari ikut rasakan, kalo kamu cinta sama seseorang, anggap lah dia ibu mu, jika kamu sungguh‐sungguh cinta ibumu, pas apapun yang diminta ibumu, akan kamu lakukan kan? Nah sekarang, kalo memang Tuhan itu orang yang kamu cinta, dan dia meminta untuk menceritakan Dia (Ma us 28 : 19‐20), seharusnya kita lakukan yang Dia mau. Yuk mari sama‐ sama , lebih jatuh cinta lagi sama Dia. Kalo udah jatuh cinta, pas deh penginjilan ini bisa dilakukan secara otoma s

Kumpul Keluarga Rohani Kumpul Keluarga Rohani adalah sebuah "rombak ulang" dari GAPAKER (Gathering Keluarga Rohani), yang memfasilitasi keluarga‐keluarga PA di LPMI Bandung untuk bertemu, yang selama ini hanya difasilitasi secara "resmi" oleh LPMI pada PCPKR (Pela han Calon Pemimpin Keluarga Rohani) dan Weekend, serta membahas dan berbagi pengalaman tentang kondisi dan permasalahan pemuridan yang ada di LPMI Bandung. Tema yang diangkat pada kegiatan perdana yaitu “Misteri Adik PA yang Hilang”.

HYBRID Jogja Nah apa sih ini? HYBRID = bibit unggul. Kita mau cari bibit – bibit unggul baru yang mampu memulai pergerakan di kampusnya masing–masing. Beberapa orang dari LPMI Bandung akan pergi ke Jogja sekitar akhir Mei sampai awal Juni. Sekitar 8 hari di jogja, kita akan membangun gerakan disana, khususnya kampus– kampus. Nah, kita pun sudah komunikasi dengan penduduk Jogja, tapi masih harus dipoles terus nih. Teman‐teman bantu ikut ya, dijamin luar biasa

LPMI Cheerful day Wah, ini sih acara dari DiFa dan spesial karena belum biasa dilakukan. Acara cihuy ini diadakan untuk menghibur ha dan pikiran kita yang sudah mengalami banyak UTS yang menguras keringat. Dan kita juga bisa sharing‐sharing permasalahan dalam perkuliahan bersama‐sama. Oleh karena itu, setelah UTS yang cukup berat, kita menonton film dan menginap bersama di sekre boscha pada hari kamis malam (22 Maret 2012). Setelah UAS? Ya pas ada dong Cheerful Day edisi UAS

29


The Chris an Atheist (2010) Bukan, judul buku ini bukan membahas tentang bagaimana para pengikut Kristus 'berperang' dengan orang‐orang yang dak percaya Tuhan. Buku ini adalah panutan refleksi kita, sebagai orang Kristen, kadang (atau sering?) ber ngkah laku seolah kita dak punya Tuhan. Chris Groeschel adalah seorang pendeta yang merasa dirinya sendiri adalah seorang Kristen Atheis. Buku ini menceritakan pengalaman‐ pengalaman dan refleksinya sehari‐hari sebagai seorang gembala yang se ap harinya berbicara tentang Tuhan namun ada saat‐ saat di mana dia dak berlaku seper orang Kristen seharusnya. Groeschel menulis buku ini dengan bahasa sehari‐hari yang mudah untuk dibaca oleh berbagai golongan—yang tentu saja mencintai perbendaharaan kata yang baik. Cerita dan nilai‐nilai yang disampaikan dibawakan dengan sederhana dan tulus. Sebagai seorang yang dianggap panutan oleh banyak umatnya, ia berani untuk berbagi cerita kepada sesama Kris ani bahwa hidupnya sebagai pendeta, daklah sempurna. Ia membuka dirinya selama lembar demi lembar yang ditulisnya, dan dengan diiringi oleh ayat‐ayat Alkitab yang menjadi fondasi kebenaran yang diceritakannya, ia mengajak pembaca untuk bertanya pada diri sendiri tentang pengaruh iman pada ndakan sehari‐hari. Buku ini sukses membawa saya dalam refleksi diri akan ndakan dan keputusan‐keputusan yang saya buat se ap hari, dan saya mengakui bahwa hingga saat ini, saya masih Kristen Atheist. Bagaimana dengan Anda? (nch) 30

The Ar st (2011) “Be careful with your pride.” Itulah yang ingin disampaikan film bisu yang disutradarai oeh Michel Hazanavisius ini. Film ini membawa penonton pada Hollywood zaman ‘20‐an ke ka film hanya disediakan untuk hiburan bagi mata dan imajinasi. Ya, The Ar st adalah film bisu, tentu saja dengan format hitam pu h, yang menceritakan tentang seorang aktor di tengah transisi budaya perfilman dari silent films menjadi talka ve films. Cerita diawali dengan penggambaran kesuksesan seorang aktor film bisu papan atas, George Valen n. George Valen n, dak seper Don Lockwood (Singin' in The Rain, 1952), ia dak membuka ha terhadap transisi ini. George memilih se a pada egonya, berusaha memproduksi film bisu sementara era perfilman telah bergerak ke arah yang lain dan menampilkan para aktor muda, salah satunya adalah Peppy Miller, seorang aktris muda yang mencintainya. George Valen n yang diperankan oleh Jean Dujardin, memiliki senyum menawan yang sangat komunika f. Tidak bisa dipungkiri, dengan daya tariknya di dalam layar, ia dak perlu dialog untuk membuat penonton meneteskan air mata—ya saya meneteskan air mata ke ka menyaksikan karya ini—atau tertawa. Romansa yang dibawa bersama pemeran Peppy Miller, Bèrènice Bejo menjadi salah satu topik utama dalam film ini. Bukan romansa biasa, Peppy menunjukkan ketulusan dan keinginan untuk melindungi George dari ego George sendiri dengan cara‐caranya yang tak terduga.


God is love Those who know God must love We present you our new motto Which comprises all of Lord’s teachings

i jesus you Ah, and from now on... we’ll use this motto on every merchandise we produce :D ^


Lansai #1, April 2012