LIONMAG FEBRUARI MARET 2021

Page 1

FEBRUARI - MARET 2021

THE INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

KISAH PAGI DI JAIPUR PILIHAN BERLIBUR BERKONSEP EKOWISATA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

i


ii

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

1


Contents

Contents 155.15

06.

12. 06

Special Pilihan Berlibur Berkonsep Ekowisata

Masa pandemi, saat kembali memilih liburan berkonsep ekowisata. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri, Anda juga diajak untuk turut serta dalam kelestarian alam, budaya, dan lingkungan di destinasi tersebut. Dari aktivitas tersebut akhirnya memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya masyarakat setempat.

12

2

18

Traveling Kawa

Traveling Gunung Slamet

Kawa, nama kampung yang kami datangi ini adalah sebuah kampung tradisional di Nagekeo, daerah wilayah tengah Flores, Nusa Tenggara Timur. Letaknya menyelimat di balik halimun Gunung Amegelu.

Berlokasi di sebelah selatan lereng Gunung Slamet membuat kawasan Baturraden memiliki udara yang sejuk dan sangat dingin, apalagi saat malam tiba. Panorama pegunungan yang indah dan menyegarkan mata menjadi salah satu daya tarik obyek wisata ini.

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

52

Destination Ponorogo Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur mulai diselimuti mendung. Malam tanpa bintang dengan penerangan seadanya, Pentas Budaya Reyog dimulai. Diselingi hujan gerimis, satu persatu penampil muncul dengan pertunjukan utamanya adalah Reyog.


32.

24

Travel Sketch Sawahlunto

Regular

28.

58

Hot Stuff

28

62

Art Jejak Karya Sang Maestro

Postcard

32

Lion Air Section

Automotive Jaguar

68

38

Aircraft Fleet

Photo Gallery Jaipur

69

46

46.

Destination Posong

Welcome Aboard

70

News Around

73 Info

74

KidZone

52.

78

Route Map

58.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


Cockpit’s Note

Selamat Datang Pesawat Baru Airbus 330-900Neo Pelanggan yang budiman, Awal Februari ini Lion Air kembali menerima kiriman pesawat berbadan lebar (wide body) baru Airbus 330-900NEO. Ini merupakan pesawat ke-6 yang diterima Lion Air, yang dikirim langsung dari pabriknya di Toulouse, Perancis. Pesawat yang diterima ini merupakan bagian dari 10 unit Airbus 330-900NEO yang dipesan Lion Air pada 2018 silam. Bertambahnya armada pesawat baru ini akan memudahkan Lion Air Group melakukan ekspansi dengan membuka beberapa rute baru di Tanah Air. Tentu ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat Indonesia untuk mengadakan perjalanan udara ke seluruh wilayah Nusantara yang diterbangi Lion Air Group. Dalam semua penerbangan faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjadi prioritas Lion Air Group. Ditengah menghadapi pandemi Covid-19, Lion Air Group selalu mengedepankan keamanan selama penerbangan. Sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 ini, kami melakukan sterilisasi semua pesawat yang beroperasi. Seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di dalam kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Selain itu, Lion Air Group juga telah bekerja sama dengan fasilitas kesehatan di beberapa kota guna semakin mempermudah penumpang dalam uji kesehatan skrining awal dan cepat (Rapid Test COVID-19). Di dalam pesawat pun kami juga menerapkan physical distancing antar penumpang dan terus menghimbau kepada penumpang untuk tidak melepas masker selama terbang.

President Director Rudy Lumingkewas Director of Safety and Security Capt. Mahyuddin Indrawan Director of Operation Capt. I Putu Wijaya Director of Technics Ahmad Romli Director of Commerce Achmad Hasan Director of General Affairs & Finance Edward Sirait General Manager Service Ari Azhari Corporate Legal Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H.

Publisher & Editor In Chief Makhfud Sappe Editor Ristiyono, Faisyal, Dody Wiraseto, Priyanto Sismadi Art Director Gerald Manuel Wangsasaputra

Seluruh awak kabin yang bertugas juga rutin menjalani tes kesehatan sebelum terbang. Ini untuk memastikan semua dalam kondisi sehat dan aman untuk memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan sekalian.

Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, Sahman Ahmad Tjambolong, Marwan Massinai, Fernandito Haka (Bali)

Terimakasih atas kepercayaan pelanggan sekalian, selamat menikmati penerbangan Anda.

Illustrator & Designer Richard Archie F. Mandagie, M. Saleh Hanif

Salam, Rudy Lumingkewas President Director Lion Air

Beragam informasi tentang dunia traveling dan lifestyle di Lionmag ini bisa dibaca di www.lionmag.net

www.issuu.com/lionmagazine

4

LIONMAG INFLIGHT MAG

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Finance & Administration Ade Kristanti, Imam Marsus, M. Solichin

Advertising Hotline LIONMAG: 0821 10 88 22 00 Fax.: +62 (21) 3151668 Email: edlionmag@gmail.com


Foto: Makhfud Sappe

EDITOR’S NOTE Memasuki tahun baru 2021, Lion Air membawa kita menjelajah Nusantara menuju kota-kota eksotis. Meski beberapa destinasi wisata di kota-kota tersebut telah dibuka, kita harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak dalam setiap perjalanan wisata. Dalam melayani penerbangan, Lion Air juga menerapkan protokol kesehatan. Kita tetap bisa terbang aman karena seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter bekerja efektif dengan tingkat 99,9+% menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur sebelum udara kembali didistribusikan (sirkulasi) ke kabin. Edisi ini kami memilih liburan berkonsep ekowisata. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri, Anda juga diajak untuk turut serta dalam kelestarian alam, budaya, dan lingkungan di destinasi tersebut. Beberapa destinasi tersebut antara lain Kebun Teh Kayu Aro di kaki Gunung Kerinci, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Tanjung Puting, menyusuri peradaban suku Baduy, dan menikmati sejuknya persawahan di Jatiluwih Bali. Selain liburan berkonsep ekowisata, kami juga menyajikan perjalanan ke sebuah kampung di Flores,

Nusa Tenggara Timur. Adalah kampung Kawa yang bertengger di pundak Gunung Amegelu ini menyimpan sejarah menarik dan budaya leluhur yang lestari hingga kini. Kami mengajak menelusuri Jaipur, Ibu Kota Negara Bagian Rajashtan, India. Jaipur di pagi hari bukan sekadar lansekap menawan, tetapi juga menawarkan cerita kehidupan yang khas. Menyisir jalanan di pagi hari, adalah kelaziman menyaksikan orang-orang bergerombol menikmati teh. Dari rubrik automotif kami membahas tentang New Jaguar F-Type Heritage 60 Edition. Mobil yang hanya diproduksi sebanyak 60 unit ini sebagai tanda perayaan sang legenda E-Type dalam ulang tahunnya yang ke-60. Ini yang menjadikannya sangat eksklusif. Masih banyak informasi terbaik dan terkini yang kami berikan untuk menemani perjalanan Anda selama berada di pesawat Lion Air. Akhir kata, semoga kesuksesan selalu menyertai setiap perjalanan kita.

Makhfud Sappe INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


Special Pilihan Berlibur Berkonsep Ekowisata

Pilihan Berlibur Berkonsep Ekowisata Untuk memudahkan masyarakat berkunjung ke berbagai daerah, pesawat Lion Air membuka beberapa rute penerbangan di belahan bumi Nusantara. TEKS & FOTO Dody Wiraseto

6

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


TEKS & FOTO Mahendra Moonstar Simanjuntak

Aktivitas pagi pemetik teh Kayu Aro di kaki Gunung Kerinci. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


(kiri) Melihat gajah di Tangkahan. (kanan) Camp Leakey tempat pengamatan orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting.

M

asa pandemi, saat kembali memilih liburan berkonsep ekowisata. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri, Anda juga diajak untuk turut serta dalam kelestarian alam, budaya, dan lingkungan di destinasi tersebut. Dari aktivitas tersebut akhirnya memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya masyarakat setempat. Lingkungan sosial, budaya, dan kelestarian alam di Indonesia sendiri sangat beragam. Keberagaman inilah yang akhirnya menjadi daya tarik tersendiri untuk berlibur. Namun, patut diperhatikan pula, saat ini semua aktivitas berlibur harus kembali perhatikan protokol kesehatan.

8

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Patuh dalam menerapkan standar protokol kesehatan meliputi 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak akan membuat liburan Anda tidak hanya nyaman tetapi juga aman dari penyebaran virus. Berikut ini pilihan destinasi berbasis ekowisata yang bisa Anda kunjungi di tahun ini.

Sejuknya Kebun Teh Berlatar Gunung Tertinggi Di Sumatera Kembali ke alam dan menikmati kesegaran alami yang dihadirkan untuk menyegarkan pikiran dari penatnya aktivitas sehari-hari bisa dilakukan di Taman Nasional Gunung Kerinci. Di kaki Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera ini, membentang perkebunan teh. Perkebunan ini lebih

dikenal dengan Kebun Teh Kayu Aro, yang berada di kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi yang berada di ketinggian 1.400-1.600 meter di atas permukaan laut ini menyimpan cerita tentang kejayaan teh Indonesia. Desa Kayu Aro merupakan salah satu kebun teh legendaris di Indonesia. Keberadaannya sudah dikenal hingga penjuru dunia dengan komoditi andalannya, Teh Hitam. Kebun teh ini merupakan perkebunan teh tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 mdpl). Kebun teh ini dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Perkebunan teh ini juga tercatat sebagai perkebunan teh


tertua di Sumatera. Tidak hanya itu, perkebunan Teh Kayu Aro dengan luas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia.

Bermain Bersama Gajah di Tangkahan, Sumatera Utara Berlibur di alam terbuka, jangan lewatkan untuk mengunjungi Tangkahan di Kabupaten Langkat Sumatera Utara ini. Berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, di sini wisatawan bisa menikmati suasana sejuknya hutan tropis yang masih alami, sungai yang

masih jernih dan yang paling utama adalah kawanan gajah liar yang bebas berkeliaran. Daya tarik utama di kawasan ini memang gajah liarnya. Selain melihat sekawanan gajah liar di habitat aslinya, wisatawan pun bisa ikut memandikan gajah di wilayah konservasi Tangkahan ini. Di tempat ini gajah-gajah dirawat, diberi makan setiap hari dan dimandikan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Buat kamu yang ingin ikut memandikan gajah, kamu bisa datang pada pukul 07.00 WIB dan pukul 17.00 WIB setiap harinya.

Selain gajah, aktivitas lainnya yang tidak kalah seru di Tangkahan adalah trekking, river tubing, hingga berkemah. Tangkahan menjadi surga tersembunyi hutan tropis Sumatera Utara yang jangan sampai dilewatkan untuk Anda kunjungi tahun ini.

Melihat Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting Sejak para peneliti orang utan datang pada 1971, Taman Nasional Tanjung Puting, di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah menjadi salah satu lokasi penelitian yang dikenal dunia. Di taman nasional ini punya populasi

Sejak para peneliti orang utan datang pada 1971, Taman Nasional Tanjung Puting, di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah menjadi salah satu lokasi penelitian yang dikenal dunia.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


orang utan terbanyak, ditambah akses yang kini mulai mudah dijangkau. Orang utan di habitat aslinya memang jadi daya tarik berlibur di sini. Selain mengamati di alam liar, orang utan juga bisa dilihat di beberapa tempat. Taman Nasional Tanjung Puting terdapat lima camp. Namun, hanya tiga camp yang dijadikan tempat pemberian makan orang utan. Camp itu antara lain Camp Leakey dengan aktivitas feeding jam 14:00-16:00, sedangkan Camp Tanjung Harapan pemberian makan di jam 15:00 dan Camp Pondok Tanggui, pemberian makan orang utan setiap jam 9 pagi.

Selain melihat orang utan, suasana petualangan pun bisa Anda dapatkan kala menuju camp-camp pengamatan ini. Melintasi Sungai Sekonyer dan belantara hutan Kalimantan Tengah akan berikan pengalaman seru tersendiri selama menghabiskan waktu liburan di Taman Nasional Tanjung Puting.

Menyusuri Peradaban Suku Baduy Suku Baduy di kawasan Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten adalah satu dari ribuan budaya yang masih lestari hingga

Menyusuri peradaban Suku Baduy, membawa wisatawan ke suasana yang penuh kesahajaan masyarakat suku ini.

10

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

kini. Budaya Indonesia yang tidak lekang termakan zaman. Mereka percaya alam memberi segala yang mereka butuhkan dan karena itu pula, alam menjadi prioritas utama untuk dijaga. Desa Ciboleger ini merupakan satu dari 53 desa yang didiami oleh Suku Baduy Luar. Tiga desa yakni Cibeo, Cikertawana, Cikeusik merupakan tempat tinggal Suku Baduy Dalam. Suku Baduy terbagi menjadi dua, yakni Suku Baduy Dalam yang masih memegang teguh adat istiadat dan memilih mengisolasi dari dunia luar, termasuk teknologi. Sedangkan Suku Baduy Luar sudah mulai terbuka dengan modernisasi untuk menopang aktivitas sehari-harinya. Layaknya suku-suku lain, Suku Baduy juga memiliki tradisi khas, yakni


(kiri) Wisatawan melintasi salah satu perkampungan Suku Baduy. (kanan) Hijau permai kawasan persawahan Jatiluwih.

menenun. Budaya menenun ini telah diturunkan sejak nenek moyang mereka. Ciri khas kain Tenun Baduy itu adalah warna putih dan warna biru tua. Menyusuri peradaban Suku Baduy, membawa wisatawan ke suasana yang penuh kesahajaan masyarakat suku ini. Serta turut serta dalam menjaga budaya ini agar tetap lestari dengan cara menghormati adat istiadat mereka dan memegang teguh batasan-batasan untuk wisatawan kala berada di sini.

Area Persawahan Simbol Budaya Bali di Jatiluwih Kabupaten Tabanan merupakan wilayah di Bali yang lahannya cukup besar terisi oleh persawahan. Daerah

di sisi barat pulau itu dikenal juga sebagai lumbung beras bagi Bali. Satu dari sekian desa yang terisi oleh persawahan di Tabanan adalah Desa Jatiluwih. Keistimewaan persawahan Jatiluwih terletak pada topografinya yang berlekuk-lekuk, sawah bertingkat, kemudian disempurnakan oleh latar belakang barisan pegunungan. Dari Jatiluwih dengan jelas mata bisa menangkap bayangan Gunung Agung dan Gunung Batukaru. Tempat itu menyajikan panorama yang istimewa lantaran arealnya lumayan luas, tidak seperti persawahan berundak di sekitar Tegalalang, dekat Ubud, yang tak seberapa ukurannya. Selain itu aktivitas para petani lebih mudah

dijumpai. Di Jatiluwih orang-orang dapat melakukan trekking menyusuri pematang sawah dengan bebas. Selain itu, sejumlah tur dengan mobil antik, semisal Volkswagen Tour beratap terbuka, juga telah menjadikan rute Jatiluwih sebagai destinasi wajib. Sebagai daerah yang pada mulanya menyandarkan hasil agraris untuk penopang hidup, Bali telah lama mengembangkan sistem persawahan. Malah, masyarakatnya menetapkan pola penerapan irigasi unik bernama Subak yang telah berlangsung ratusan tahun. Dari Subak, kebijakan pengaturan irigasi untuk keuntungan bersama dikembangkan dan menjadi budaya yang harus dijaga agar tetap lestari. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


Traveling Kawa

Hawa Legawa Kawa Meresapi kesahajaan hidup sebuah kampung tradisional di pundak Gunung Amegelu, Flores. TEKS & FOTO Valentino Luis

12

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Gerbang masuk kampung Kawa. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


P

ada celah antara dua pohon besar yang dijuntai alga fruktitos usnea longissima nan lebat, pemimpin adat Don Bosco Doko berdiri menyambut kami. “Petu Keta, Zaza Ja - yang panas jadilah dingin,� sabda lelaki tua itu sembari memercikan air ke tiap orang yang baru tiba. Saya menghitung setidaknya lima kali ia mengirap-

14

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

ngirapkan tangannya ke badan saya, bagaikan proses pemindaian oleh petugas keamaan kepada tetamu di hotel-hotel. Esensinya mirip; demi menghalau kemungkinankemungkinan buruk yang datang dari luar. Bedanya, petugas keamanan hotel memakai alat modern pendeteksi logam, sedangkan Don Bosco Doko hanya menggunakan air dalam kulasebuah wadah dari buah labu kering.

Tanpa energi listrik, tanpa alarm, tanpa kedipan lampu. Namun punya daya nekromansi. Kami lantas diperkenankan memasuki pekarangan kampung yang lapang namun amat senyap. Maklum, musim hujan telah menyibahi tanah, sehingga kampung-kampung di pegunungan cenderung sunyi di siang hari lantaran penduduk kebanyakan


menghabiskan waktu di ladang mereka, menggarap dan menanam. Yang tinggal di rumah-rumah biasanya kaum lanjut usia dan anak-anak kecil. Saya berhati-hati melangkah, sebab di halaman kampung berserakan beberapa batu megalith yang disakralkan. Sebelum tiba tadi, kami sudah diwanti-wanti agar tidak sembarangan menginjak atau duduk di kumpulan-kumpulan batu dalam

kampung. “Bisa kena sial dan musti dibuatkan ritual segera,� begitu kata Yohanes Niku, pemandu kami. Kawa, nama kampung yang kami datangi ini adalah sebuah kampung tradisional di Nagekeo, daerah wilayah tengah Flores, Nusa Tenggara Timur. Letaknya menyelimat di balik halimun Gunung Amegelu. Sudah lama saya mendengar namanya, tapi belum punya kesempatan untuk mendatangi. Kendati saya telah menyambangi sejumlah kampung tradisional di Nagekeo, namun Kawa jadi dambaan sendiri, justru karena posisinya yang terisolir itu.

Pendakian Dua Jam Untuk mencapai Kawa, kami berjalan kaki selama dua jam lebih, hiking melewati hutan, mendaki dan menuruni bukit berulang-ulang hingga otot betis berasa liat. Pendakian bermula dari kantor desa Labolewa setelah tiga puluh menit dari Mbay,

ibukota Nagekeo. Dari kantor desa Labolewa, rute menuju ke kampung ini kasar berbatu, meskipun lebar jalan cukup untuk dilalui mobil namun hanya nyaman bila ditempuh dengan mobil sejenis 4WD atau lebih gagah dengan menunggang kuda. Di musim hujan, jalan menjadi lembek licin, membuat kaki terasa berat karena direkati lumpur. Yohanes Niku, pemandu kami, mengisi waktu pendakian dengan cerita yang tiada habisnya sehingga kami lupa menghitung peluh. Misalnya legenda setempat mengenai Jinga Beli, sosok makhluk raksasa yang menakutkan serta cacat moral. Kata Yohanes, Jinga Beli meninggalkan jejak kakinya pada bebatuan dalam hutan yang kami lalui. Di sebuah titik, Yohanes mengarahkan kami untuk mencari batu jejak kaki raksasa itu, sayangnya, kami tidak menemukannya. Di titik yang lain dia menunjukkan Batu Gong, bebatuan

(kiri ke kanan) Lembah Kawa dengan padang sabana luas dan pemandangan Gunung Inerie.• Salah satu altar batu di sudut kampung. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


ceper lebar yang apabila diketoki dengan batu kecil langsung berbunyi nyaring, dan jika diselaraskan dengan ketokan-ketokan lain akan menghasilkan irama musik. Setelah melewati hutan, rute pendakian menyisir sisi barat Gunung Amegelu di mana ladang-ladang warga mulai menumbuhkan tunas-tunas hijau jagung dan palawija. Sebuah bukit kecil yang dinamai Bukit Terlarang mencuat di lereng dan menjadi penanda bahwa letak kampung Kawa tak lagi jauh. Sepanjang jalur ini panorama ke lembah Aesesa dengan ngarai dan lapisan-lapisan perbukitan di seberang memanjakan mata. “Setibanya di kampung, jangan

langsung masuk ke pekarangannya. Kita musti menunggu di gerbang kampung yang ditandai oleh dua pohon besar. Nanti setelah diperciki air dan diizinkan, barulah kita masuk,� pesan Yohanes begitu gonggongan anjing-anjing penjaga kampung mulai terdengar.

Dihuni Lima Suku Siapa saja yang tiba di kampung Kawa, akan langsung menyukai tempat ini. Lokasinya estetik. Kampung Kawa memanjang dari barat ke timur membentuk formasi huruf ‘U’. Di baratnya langsung bersemuka dengan puncak Gunung Amegelu dengan kuda-kuda merumput

pada lerengnya bagai permadani berkabut. Di sisi timur, Gunung Ebulobo menaungi, walau jaraknya amat jauh berpuluh kilometer tapi seperti disematkan tepat seperti mahkota untuk kampung Kawa. Bagian utara selatan dikitari pepohonan kemiri. Kampung ini sungguh-sungguh terpisah dari kampung manapun, terisolir sendirian, dengan hawa yang sejuk. Bak dianjur magnet, saya mengikuti langkah pemimpin adat Don Bosco Doko ke rumahnya. Arsitektur kampung Kawa mengikuti gaya perkampungan tradisional di Nagekeo umumnya, dalam versi yang lebih bersahaja.

. Sebuah bukit kecil yang dinamai Bukit Terlarang mencuat di lereng dan menjadi penanda bahwa letak kampung Kawa tak lagi jauh.

16

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


(kiri ke kanan) Jejeran rumah tradisional di sisi selatan.• Seekor kuda di kaki Gunung Ame Ghelu.• Don Bosco Doko yang berperan sebagai pemimpin adat kampung Kawa.

Rumah-rumah berpanggung rendah dari bambu dan atap alang-alang serta ijuk. “Di sini kami tidak memiliki banyak ornamen sebagaimana di kampung tradisional lainnya karena nenek moyang kami senantiasa berpindah-pindah kampung dulunya, sehingga kampung tidak dibentuk dengan permanen. Tidak ada simbol adat seperti Peo dan Lado antena di bubungan rumah,” urai Don Bosco. “Terdapat lima belas rumah adat, namun yang utuh tiga belas rumah. Ini milik lima suku. Rumah yang berada paling depan bagian utara adalah milik suku Nakazale, mereka punya dua rumah, namanya Sa’o Aja Ola dan Sa’o Radawona,” Don Bosko menerangkan. Ternyata kendati sederhana, namun tiap rumah punya nama sendiri.

Di samping suku Nakazale, ada pula suku Riburato yang juga punya dua rumah adat bernama Sa’o Laluola dan Sa’o Natanghedu. Lalu suku Wala dengan rumah Sa’o Nagonata dan Sa’o Keliwala. Menyusul suku Geganeja punya empat rumah yakni Sa’o Nitubata, Sa’o Radonio, Sa’o Watutaga, Sa’o Radonio, dan Sa’o Radomengi. Dua rumah yang terakhir disebutkan telah dibongkar dan butuh dibangun kembali. “Saya sendiri dari suku Nakabhega. Kami punya lima rumah yakni Sa’o Rajamengi, Sa’o Kadamanu, Sa’o Batalabo, Sa’o Pu’uwaru, dan yang sekarang kami tinggal adalah Sa’o Batanitu,” tambahnya dengan ramah. Don Bosco menunjukkan satu demi satu rumah yang ia maksud. Aktifitas warga Kawa tidak cuma berladang namun juga berburu.

Menurut Don Bosco, kampung mereka masih sering didatangi rusa dan kerbau liar. “Sekitar bulan September digelar ritual berburu rusa, masuk hutan dan bergelayang ke padang sabana. Kami menyebutnya ritual Dai Nara,” katanya dengan mimik sukacita. Jelang senja, ia mengantar kami ke padang sabana di sisi barat menghadap Gunung Ebulobo. Saya sangat terkesima lantaran mendapati lansekapnya paling menawan dari padang sabana manapun yang pernah saya lihat di Flores. Kawa boleh jadi sebuah kampung yang bersajaha, namun ia dibingkai oleh alam yang istimewa, dicucuri hawa yang membuat hati legawa. Sebagaimana takhlik yang diucapkan Don Bosco saat menyambut siapa saja di gerbang kampungnya; ‘Petu Keta, Zaza Ja’ INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


Traveling Gunung Slamet

Pacu Adrenalin di Kaki Gunung Slamet TEKS & FOTO Dody Wiraseto

Jalur hutan pinus yang jadi salah satu jalur offroad menantang.

18

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


G

unung-gunung di Jawa Tengah, selalu menarik minat untuk para petualang menjelajahi satu persatu keunikannya. Tidak terkecuali Gunung Slamet, salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah dan jadi salah satu komoditas utama pariwisata Kabupaten Banyumas. Tidak hanya mendaki, beragam aktivitas bisa dinikmati di kaki gunungnya, khususnya di kawasan Baturraden, Purwokerto. Berlokasi di sebelah selatan lereng Gunung Slamet membuat kawasan Baturraden memiliki udara yang sejuk dan sangat dingin, apalagi saat malam tiba. Panorama pegunungan yang indah dan menyegarkan mata menjadi salah satu daya tarik obyek wisata ini. Tidak hanya itu, Baturraden juga memiliki legenda yang sudah terkenal di masyarakat Indonesia yaitu cerita tentang Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung.

Baturraden berjarak sekitar 15 kilometer di sebelah utara Kota Purwokerto, yang bisa dicapai dalam waktu sekitar 15 menit dengan kendaraan karena lalu lintasnya memang tidak terlalu ramai. Bisa juga menumpang bus antar provinsi atau kereta api yang melewati Kota Purwokerto. Atau kalau mau cara yang lebih praktis, pengunjung bisa menggunakan taksi. Kondisi jalan yang menanjak dengan kemiringin 30 derajat, membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat menyetir. Namun, patut diperhatikan pula, saat ini semua aktivitas berlibur harus kembali perhatikan protokol kesehatan. Patuh dalam menerapkan standar protokol kesehatan meliputi 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak akan membuat liburan Anda tidak hanya nyaman tetapi juga aman dari penyebaran virus.

(kiri ke kanan) Jalur offroad menembus kabut. • Kerja sama antar kru mobil berpenggerak 4 roda. • Melintasi hutan dan jembatan yang sejuk.

20

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Off-Road Jelajahi Kaki Gunung Slamet Lokasinya yang berada di kaki gunung, membuat Baturraden dianugerahi air terjun-air terjun menawan. Tetapi kali ini sebelum menikmati air terjun di kawasan ini, saya tertantang untuk menjajal off-road menembus hutan pinusnya. Hal ini tidak terlepas dari ajakan Bupati Banyumas, Achmad Husein saat mengisi sesi talk show bersama Himpunan Anak Media di Meotel Purwokerto (24/11/2020).

“Untuk mendapatkan pengalaman yang seru di Purwokerto, saya tawarkan untuk off-road di Palawi Risorsis dengan mengambil jalur extreme. Saya sediakan 10 mobil Jeep khusus off-road buat HAM,” seru Achmad Husein yang langsung diterima oleh peserta yang ikut di acara tersebut. Keesokannya, ajakan Achmad Husein bukanlah isapan jempol belaka. 10 kendaraan off-road 4X4 yang

bekerja sama dengan Palawi Risorsis, siap membawa seluruh peserta menerabas “beton” pinus. Sista dari Palawi Risorsis mengatakan, Safari Adventure menawarkan tiga paket wisata off-road yakni fun, middle dan extreme. Untuk jalur fun dan middle dimulai dari gerbang wanawisata Palawi hingga safari See To Sky. Paket off-road ini dibuat berdasarkan tingkat kesulitan dan jarak tempuh. Jika datang INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


(kiri ke kanan) Suasana alami Telaga Sunyi, Baturraden. • Nasi Nyangku, kuliner khas Banyumas.

bersama keluarga direkomendasikan mengambil paket yang fun dan maksimal middle. Dengan paket ini wisatawan dapat menikmati pemandangan Gunung Slamet dan Kota Purwokerto seperti di atas langit. Tidak tanggung-tanggung, rute yang dipilih pun langsung jalur extreme dengan jarak tempuh 12km dan waktu tempuh 4 jam. Dalam perjalanannya, adrenalin pun benar-benar terpacu. Di awal-

22

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

awal perjalanan, masih melalui jalur beraspal kasar dengan dikelilingi hutan pinus. Hingga di titik point pertama untuk beristirahat, jalur masih menanjak bersahabat. Barulah setelah melalui titik point pertama, perjalanan mulai semakin mendebarkan. Apalagi ditambah kabut tebal yang mulai naik menembus selasela hutan pinus. Jalur ekstrem pun dimulai dengan melalui trek tanah bergelombang. Pun begitu semakin

jauh menembus kabut, trek berganti menjadi tanah dengan akar-akar besar yang membentang di bawahnya. Setengah perjalanan menembus hutan berkabut, cuaca langsung berganti hujan yang membuat trek tanah ini semakin licin dan sulit dilalui. Di momen ini, kerja sama antar pengemudi kendaraan 4x4 diuji. Beberapa kendaraan bahkan harus dibantu alat dorong yang tertanam di bagian depan mobil.


Nasi Nyangku khas Baturraden ini berisikan nasi putih yang ditemani ragam sayuran dan lauk pauk. Menu ini begitu khas sebab dibungkus menggunakan daun dari tanaman Nyangku yang banyak tumbuh dan hidup hanya di Baturraden.

Telaga Sunyi dan Nikmatnya Kuliner Khas Baturraden Nasi Nyangku

Melintasi akhir perjalanan, cuaca langsung berubah cerah berawan. Petualangan menembus hutan pinus pun diakhiri dengan trek perkebunan jagung warga sekitar. Kanan kiri membentang perkebunan dengan latar Gunung Slamet yang tertutup awan. Titik akhir perjalanan off-road adalah Telaga Sunyi, sebuah air terjun yang jadi tempat bersantai sejenak sembari menyegarkan diri di dinginnya air kaki Gunung Slamet.

Telaga Sunyi Baturraden dikelilingi bebatuan di sekitarnya. Ada pula tebing yang di tengahnya mengalir air jernih. Aliran air ini ternyata berasal dari sumber mata air di Gunung Slamet. Di sekitar telaga, terdapat pepohonan hijau yang terdiri dari pohon damar dan pinus. Sementara air di dalam kolamnya bening dan menyegarkan. Puas menikmati segarnya air di Telaga Sunyi, perjalanan ditutup dengan menikmati kuliner khas Baturraden, yakni Nasi Nyangku. Menu ini begitu khas sebab dibungkus menggunakan daun dari tanaman Nyangku yang banyak tumbuh dan hidup hanya di Baturraden. Pohon nyangku

merupakan tanaman jenis anggrek hutan yang daunnya memanjang dan tidak mudah sobek. Daun ini juga tidak berbau serta aman untuk dijadikan pembungkus makanan. Nasi Nyangku khas Baturraden ini berisikan nasi putih yang ditemani ragam sayuran dan lauk pauk. Untuk sayuran dan sambalnya tersaji dalam bungkusan daun pisang supaya tidak tercampur dengan menu lainnya. Nasi Nyangku ini terdiri dari sayuran unik bernama Oseng Pakis Kecombrang. Sayur ini berupa osengan atau tumisan daun pakis yang dipadukan honje atau kecombrang lalu dimasak dengan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, cabai, garam, dan gula. Lagi-lagi untuk bahan sayuran ini juga diambil dari kawasan hutan di Baturraden ini. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


Travel Sketch Sawahlunto

Mengenang Kota Tambang Belanda 24

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


P

Museum Kereta Api

Jika Anda ke Sawahlunto, Anda akan merasa berada di Belanda tempo dulu. Di kota ini, jejak-jejak peninggalan Belanda, khususnya pertambangan batu bara dan rumah-rumah tua peninggalan Belanda masih terawat dengan baik. TEKS Faisyal ILUSTRASI Archie Mandagie

ada masa pemerintahan Hindia Belanda, kota ini dikenal sebagai kota tambang batu bara. Terletak 95 km sebelah timur laut Kota Padang, dan dikelilingi oleh tiga kabupaten, yakni Tanah Datar, Solok, dan Sijunjung. Menuju Sawahlunto dari Kota Padang butuh waktu sekitar dua jam. Di sini, Anda bisa melihat bangunanbangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga dengan baik. Sisa-sisa penambangan pun jadi daya tarik tersendiri untuk ditelusuri. Daerah ini mulai terkenal sejak 1858, ketika Ir. C. De Groot van Embden melakukan penelitian soal batu bara di Sawahlunto. Tahun 1867, penelitian dilanjutkan Ir. Willem Hendrik de Greve, seorang utusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukan, bahwa di Sawahlunto terdapat batu bara. Pemerintah kolonial langsung memutuskan untuk membuat kawasan tersebut menjadi sebuah kota baru bernama Sawahlunto, dan mulai memproduksi batu bara. Pemerintah kolonial Belanda membangun segala fasilitas di kota, mulai dari kantor pemerintahan, perumahan pekerja tambang, hingga hotel mewah. Tak ayal jika saat ini Sawahlunto dikenal sebagai kota tua di Sumatera Barat. Menjejakkan kaki di Sawahlunto terasa seperti menapak tilas ke akhir abad 18. Di pusat kota bangunan-bangunan tua Belanda sudah banyak beralih fungsi. Suasana alam Sawahlunto terbilang sejuk, karena lokasi Sawahlunto dikelilingi oleh bukit bentuknya seperti sebuah periuk yang dikelilingi perbukitan yang menawan. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


Napak Tilas Loebang Tambang Mbah Soero

Dalam balutan suasana yang sejuk, berjalan kaki di Kota Sawahlunto terasa menyenangkan. Diatapi kabut, sore hari di Sawahlunto tidak pernah seterik di Kota Padang. Mengawali perjalanan di Sawahlunto, Loebang Tambang Mbah Soero adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Lokasi ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah. Destinasi ini merupakan lubang tambang yang pertama dibuka Belanda pada 1898. Di lubang tersebut, tersimpan dengan apik sejarah pertambangan batu bara di Sawahlunto - yang hasilnya menjadi salah satu batu bara terbaik di dunia pada saat itu. Kini lubang tambang tersebut sudah tidak lagi beroperasi, fungsinya sudah berubah menjadi museum. Di ruangan utama, Loebang Tambang Mbah Suro menyimpan beberapa benda peninggalan pekerja tambang zaman dulu. Mulai dari palu yang digunakan penambang, bajubaju yang dikenakan penambang, hasil batu bara, hingga foto-foto

dokumentasi bagaimana tambang diproduksi. Tata ruangnya pun dikemas apik, hingga membuat nyaman orang yang datang - khusus untuk melihat sejarah kota ini. Setelah beranjak dari ruang utama, bagian lainnya yang menjadi daya tarik adalah masuk ke lubang tambang. Memasuki lubang tambang harus menggunakan helm, dan sepatu khusus. Semua perlengkapan ini sudah disiapkan oleh museum, wisatawan hanya tinggal memilih sesuai ukuran. Sebelum memasuki area tambang, sebuah lapangan kecil dengan patung pekerja tambang zaman dulu menjadi pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan menuruni anak tangga, dengan penerangan seadanya. Perjalanan menembus tambang batu bara membuka cakrawala sejarah kota tua ini. Tambang ini memang sudah tidak beroperasi, tetapi banyak pula warga sekitar tetap menggantungkan kesejahteraannya dari batu bara, hanya saja kini dikemas sebagai cendera mata. Aneka ukiran berbahan dasar batu bara jadi cendera mata menarik dari Sawahlunto ini.

Salam dari Mak Item

Tidak hanya Loebang Mbah Soero, destinasi lain yang menarik untuk

dikunjungi adalah Museum Kereta Api Sawahlunto. Meseum ini merupakan bekas stasiun kereta api, dan salah satu koleksinya adalah lokomotif tua E1060 yang dijuluki Mak Item, dan menjadi ikon Kota Sawahlunto. Museum ini merupakan museum perkeretaapian kedua di Indonesia setelah Ambarawa. Museum ini memiliki koleksi berjumlah 106 buah, yang terdiri dari lima buah gerbong, satu lokomotif uap, dua buah jam antik, 43 alat-alat sinyal atau komunikasi, foto-foto dokumentasi, sembilan miniatur lokomotif, tiga buah brankas dan beberapa benda yang terlaitan dengan kereta api. Satu-satunya lokomotif uap yang ada di museum ini adalah E1060, yaitu lokomotif uap bergigi yang didesain untuk medan curam di jalur Kayu Tanam–Batu Tabal, serta Padangpanjang–Bukittinggi. Saat ini, lokomotif tersebut tak bisa dioperasikan karena sudah tidak ada lagi suku cadangnya. Menurut catatan sejarah, 1868 W.H. van Greve membuat laporan tentang temuan batu bara Ombilin dan Sawahlunto. Hindia Belanda tertarik untuk menanamkan modal untuk pembangunan jalur kereta api khusus batu bara. Karena tidak adanya insinyur yang ahli dalam

Loebang Tambang Mbah Soero

26

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Di Bawah Matahari Senja Alun-alun

Kantor Bukit Asam.

membuat jalur kereta api di daerah berbukit terjal, pemerintahan Belanda mendatangkan insinyur dari Inggris untuk membangun jalur kereta api di Sumatera Barat.

Gedung Pusat Kebudayaan

Gedung Societeit atau Gluck Auf berada persis di depan Hotel Ombilin. Gedung yang berada di Jalan Ahmad Yani No. 4, Kota Sawahlunto ini dibangun tahun 1910, dengan luas 870 meter persegi. Dahulunya gedung ini berfungsi sebagai gedung pertemuan (Societeit). Selain berfungsi sebagai gedung pertemuan, Gluck Auf juga digunakan oleh pejabat kolonial Belanda sebagai tempat hiburan - hingga gedung ini juga disebut Rumah Bola. Karena juga dimanfaatkan untuk tempat bermain bowling dan billiard para pejabat Belanda. Setelah Indonesia merdeka, seiring dengan berakhirnya penjajahan Belanda, gedung tersebut dijadikan sebagai Gedung Pertemuan Masyarakat (GPM). Kemudian juga pernah dijadikan sebagai kantor oleh Bank Mandiri hingga tahun 2005. Setelah dilakukan revitalisai, 1 Desember 2006 bertepatan dengan

Ulang Tahun Kota Sawahlunto ke118, gedung ini dijadikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto. Kota Sawahlunto memiliki banyak bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian bangunan telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai cagar budaya dan objek wisata, salah satunya adalah Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto. Bangunan tua lain adalah Kantor PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin yang dibangun pada tahun 1916. Bangunan ini memiliki menara pada bagian tengah dan di sekitarnya terdapat taman yang dikenal sebagai Taman Segitiga.

Menyisir Kota Sawahlunto tidak lengkap rasanya sebelum mampir ke Alun-alun Kota Sawahlunto yang berada di pusat Kota Tua yang penuh dengan peninggalan sejarah tambang batu bara, tepatnya di Lapangan Segitiga. Hampir di sepanjang alun-alun, Anda akan menjumpai berbagai macam aneka kuliner, salah satunya Ale-ale Apem. Makanan khas Sawahlunto ini bentuknya hampir mirip dengan serabi. Namun, memiliki cita rasa yang sangat berbeda. Cemilan khas dari Desa Silungkang Duo ini dapat dinikmati oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Alun-alun Kota Sawahlunto menjadi tempat tongkrongan segala kalangan masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, tua maupun muda untuk merasakan suasana santai sambil menikmati berbagai makanan dan minuman khas Sawahlunto. Selain bernama Alun-alun kota Sawahlunto, tempat nongkrong ini juga disebut Taman Segitiga. Sesuai dengan namanya, taman berbentuk segitiga terletak di depan Kantor Bukit Asam. Kehadiran alun-alun menjadi daya tarik tersendiri - setiap sore masyarakat datang untuk sekadar menghilangkan lelah - sambil menikmati keindahan kota tua Sawahlunto.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


Art Jejak Karya Sang Maestro

Jejak-Jejak Karya Sang Maestro

Cukup banyak seniman Indonesia yang mampu menyihir banyak orang, bahkan sampai ke penjuru dunia, di antaranya Raden Saleh, Basoeki Abdullah, Affandi, Soedjojono dan masih banyak lagi. Mereka hadir membawa aliran masing-masing. TEKS Faisyal FOTO Ristiyono

28

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Seniman Elitis Sebagian orang menganggap Basoeki Abdullah sebagai seniman elitis. Ia tipe pelukis pemilih, perfeksionis, dan terlalu tinggi bagi kalangan marjinal, hingga ia sulit dijangkau. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 1915 ini dianggap sebagai sosok pelukis yang paling dikenal di Indonesia, karena telah memberi warna dalam praktik, dan wacana seni rupa modern Indonesia. Ia termasuk pelukis yang sering menerima pesanan melukis potret tentang sosok seseorang. Order tersebut ia dapati bukan hanya karena tampangnya yang rupawan. Bukan pula hanya karena pandai bergaul dengan berbagai kalangan. Tapi karena kemampuan menjadikan

modelnya “lebih indah� dari aslinya. Basoeki Abdullah menempuh pendidikan di Eropa. Basoeki Abdullah sekolah seni rupa di Academie Voor Beeldende Kunsten, di Den Haag, Belanda. Hingga gaya hidupnya seperti orang Eropa, selain menyukai musik tradisional Jawa. Ia pun gemar musik jazz dan klasik. Salah satu lukisan yang menarik karya Basoeki Abdullah adalah Nyai Roro Kidul. Nyai Roro Kidul adalah topik lukisan yang sangat penting dalam sejarah Basoeki Abdullah. Lukisan ini membuat namanya melambung dan abadi.

Bapak Seni Rupa Indonesia Modern Sindoedarsono Soedjojono

merupakan pelukis legendaris di Indonesia. Ia dijuluki sebagai Bapak Seni Rupa Indonesia Modern. Julukan tersebut diberikan, karena Sudjojono adalah senimaan pertama Indonesia yang memperkenalkan modernitas seni rupa Indonesia dengan konteks kondisi faktual bangsa Indonesia. Sebagai seorang kritikus seni rupa, ia dianggap memiliki jiwa nasionalis. Soedjojono sering mengecam Basoeki Abdullah, sebagai pelukis tidak nasionalistis. Karena hanya melukis keindahan Indonesia sekadar untuk memenuhi selera pasar turis. Dua pelukis ini pun kemudian dianggap sebagai musuh bebuyutan. Sengketa ini mencair ketika Ciputra, pengusaha penyuka seni INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


Raden Saleh adalah pelukis Indonesia beretnis Arab-Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia yang saat itu Hindia Belanda. rupa, mempertemukan Soedjojono, Basoeki Abdullah, dan Affandi dalam pameran bersama di Pasar Seni Ancol, Jakarta. Lukisan Sudjojono banyak menjadi lokesi Istana Kepresidenan salah satunya bertajuk Mengungsi. Sebagian masyarakat pencinta seni tentu sudah mengenal baik lukisan ini. Akan tetapi mungkin hanya segelintir orang saja yang mengetahui latar belakang peristiwa yang mengilhami seorang Sudjojono melahirkan karya yang sangat luar biasa ini.

30

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Lukisan Mengungsi dengan gaya realis dan latar belakang peristiwa bersejarah yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda ke-2 yang terjadi di Yogyakarta. Peristiwa yang dialami oleh Sudjojono dan keluarganya, lalu dituangkan di atas kanvas.

Romantisisme Jawa Raden Saleh adalah pelukis Indonesia beretnis Arab-Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia yang saat itu Hindia Belanda. Lukisannya merupakan perpaduan romantisme yang sedang populer di

Eropa saat itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang Jawa sang pelukis. Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya Raden Saleh. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Prancis. Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan Berburu Singa, Rusa, Banteng,


dan lain-lain. Salah satu karya fenomenal yang dibuatnya saat ia di tanah air adalah lukisan Penangkapan Diponegoro (1857) yang merupakan respons atas lukisan karya Nicolaas Pieneman berjudul “Penaklukan Diponegoro”. Lukisan ini diberikan Raden Saleh ke Raja Belanda saat itu, Willem III. Lukisan Pieneman menekankan menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. Di latar belakang Jenderal de Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro.

Ekspresionis Affandi Berkat gaya ekspresionis atau abstrak, Affandi Koesoema menjadi pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional. Seringkali

lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain, terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis. Namun bagi pencinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya. Dalam berkarya lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu. Dalam keseharian, ia sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau, julukan yang diakunya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap dungu dan bodoh. Sikap sang maestro yang tidak gemar berteori, dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan

kesungguhan dirinya menjalankan profesi sebagai pelukis yang tidak cuma musiman pameran. Ketika republik ini diproklamasikan pada 1945, banyak pelukis ambil bagian. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain “Merdeka atau mati!”. Saat itulah, Affandi mendapat tugas dari Soekarno untuk membuat poster yang menggambarkan seseorang yang dirantai tetapi rantainya sudah putus. Dari situ lahirlah poster berjudul Bung, ayo bung. Yang dijadikan model saat itu adalah pelukis Dullah. Sementara kata-kata yang dituliskan di poster “Bung, ayo bung” merupakan usulan dari penyair Chairil Anwar. Selain dalam negeri ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif, Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


Automotive Jaguar

New Jaguar F-Type Heritage 60 Edition

Selebrasi Sang Legenda E-Type

32

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Sherwood Green Jaguar F-TYPE edisi terbatas dari SV Bespoke menampilkan spesifikasi unik untuk memperingati 60 tahun E-type pada tahun 2021. Diproduksi sangat terbatas dan eksklusif, hanya 60 unit di seluruh dunia. TEKS Ristiyono FOTO Dok. Jaguar

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


U

ntuk merayakan ulang tahunnya yang ke-60, Jaguar menandainya dengan peluncuran mobil sport tipe-E edisi terbatas 575PS V8 Supercharged F-TYPE Heritage 60 Edition pada 2021. Hanya 60 unit mobil sport allwheel drive ini yang akan tersedia untuk dijual di seluruh dunia, masing-masing diselesaikan dengan sentuhan tangan oleh ahli personalisasi di SV Bespoke. Spesifikasi mobil peringatan ulang tahun ke-60 ini dikuratori secara khusus termasuk cat Sherwood Green yang solid, warna tipe-E asli yang belum pernah ditawarkan pada Jaguar baru sejak 1960-an, dan trim interior duo-tone Caraway dan kulit Ebony Windsor yang biasanya tidak tersedia di F-TYPE. Model baru yang sangat terbatas ini juga dilengkapi finisher konsol aluminium unik yang terinspirasi oleh casing kaca spion E-Type. Selain itu logo ulang tahun ke-60 E-Type yang diembos di sandaran kepala kursi dan lencana E-Type 60 yang dibagikan dengan kendaraan E-type 60 Collection edisi terbatas diumumkan oleh Jaguar Classic awal tahun ini. Treadplate peringatan, plakat commissioning SV Bespoke dan karpet spesial memberikan sentuhan akhir.

34

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


Mark Turner, Direktur Komersial, Jaguar SV Bespoke, mengatakan: “Merayakan 60 tahun Jaguar E-type yang ikonik adalah momen yang tepat untuk membuat edisi terbatas SV Bespoke pertama kami - dan F-TYPE terlangka, hanya 60 mobil tersedia secara global. Kami telah bekerja sama dengan Jaguar Design untuk mengembangkan tema untuk F-TYPE Heritage 60 Edition yang memberi

36

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

penghormatan pada E-Type dengan cara kontemporer. Ini bukti dari garis keturunan desain mobil sport Jaguar bahwa warna Sherwood Green tahun 1960-an terlihat seperti dirancang untuk F-TYPE masa kini. � F-TYPE Heritage 60 Edition tersedia dalam model bodi CoupÊ dan Convertible dengan velg eksklusif Diamond-Turned Gloss Black 20 inci, aksen eksterior Gloss Black dan

Chrome, serta kaliper rem hitam. Performa Supercharged yang diluncurkan pada Desember 2019 lalu, F-TYPE R baru - yang menjadi dasar dari F-TYPE Heritage 60 Edition baru ini - secara eksklusif all-wheel drive dan dilengkapi peredam yang telah direvisi, anti-roll bars dan rear suspension knuckles untuk meningkatkan keterlibatan pengemudi. Tenaga mobil ini berasal


Setiap Heritage 60 Edition dibangun di pabrik Jaguar’s Castle Bromwich di Inggris dan diselesaikan oleh tim SV Bespoke di Jaguar Special Vehicle Operations di Warwickshire.

dari Jaguar 575PS supercharged V8, yang menghasilkan torsi 700Nm untuk kecepatan luar biasa di semua kondisi. Performanya luar biasa, dapat mencapi kecepatan dari 0-60mph hanya membutuhkan 3,5 detik, sedangkan kecepatan maksimum 186mph yang dibatasi secara elektronik. F-TYPE juga menyediakan rangkaian teknologi canggih

yang berfokus pada pengemudi, termasuk cluster instrumen TFT 12,3 inci yang dapat dikonfigurasi ulang, definisi tinggi, dan Touch Pro Infotainment system dan Smartphone Pack dengan Apple CarPlay® sebagai standar. Setiap Heritage 60 Edition dibangun di pabrik Jaguar’s Castle Bromwich di Inggris dan diselesaikan oleh tim SV Bespoke

di Jaguar Special Vehicle Operations di Warwickshire. Model baru ini dibanderol mulai £ 122.500 di Inggris. Clare Hansen, Director of Vehicle Personalisation, Jaguar Special Vehicle Operations, mengatakan: “F-TYPE Heritage 60 Edition adalah contoh luar biasa dari kemampuan tim SV Bespoke. Memadukan detail yang terinspirasi E-Type dengan F-TYPE baru memberi kami kesempatan untuk membenamkan diri dalam warisan mobil sport legendaris Jaguar. Dengan akses tak tertandingi ke gambar asli, kode cat, dan materi referensi, bekerja sama dengan rekan-rekan kami di Jaguar Classic, kami telah menciptakan interpretasi yang khas dan sangat dapat dikoleksi dari mobil sport Jaguar yang definitif. ” Untuk merayakan ulang tahun ke-60 mobil sport ikoniknya, Jaguar Classic menciptakan enam pasangan edisi terbatas tipe E 3.8 liter tahun 1960-an yang dipulihkan sebagai penghormatan kepada dua contoh paling terkenal: ‘9600 HP’ dan ‘77 RW ‘, dikenal sebagai E-type 60 Collection. (Sumber: https://media.jaguar.com/ news/2020/12/new-jaguar-f-typeheritage-60-edition-celebrates-diamondanniversary-legendary-e-type) INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


Photo Gallery Jaipur

Kisah Pagi di Jaipur TEKS & FOTO Makhfud Sappe

38

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Supir rickshaw menunggu penumpang. Rickshaw adalah moda angkutan yang praktis untuk menikmati kota Jaipur. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


Jaipur di pagi hari bukan sekadar lansekap menawan, tetapi juga menawarkan cerita kehidupan yang khas. Menyisir jalanan di pagi hari, adalah kelaziman menyaksikan orangorang bergerombol menikmati teh. 40

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


M

entari mulai menebar terang. Sebentar lagi hiruk-pikuk kesibukan di Jaipur, Ibu Kota Negara Bagian Rajashtan, India, dimulai. Sepoi angin dingin mulai bisa dirasakan seisi kota terbesar sekaligus pusat budaya dan perdagangan di Rajashtan ini. Jaipur di pagi hari bukan sekadar lansekap menawan, tetapi juga

menawarkan cerita kehidupan yang khas. Menyisir jalanan di pagi hari, adalah kelaziman menyaksikan orang-orang bergerombol menikmati teh. Kesibukan gerobak-gerobak teh menjadi sejenis prolog warga setempat memulai hari. Hampir seluruh sudut jalan dihiasi gerobak penjual teh. Padahal, yang ditawarkan bisa dikata sejenis, teh susu atau teh tarik.

(kiri ke kanan) Warung teh di salah satu pojokan jalan. • Antri untuk mendapatkan teh gratis. • Minum teh sambil ngobrol menghabiskan pagi.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


42

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Suasana para penduduk menikmati teh di pagi hari

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


Berbalut surban maupun pakaian tebal penghalau udara dingin, masyarakat dari berbagai kalangan berhimpun membentuk koloni-koloni peminum teh diselingi obrolan santai atau menyantap sajian koran pagi. Dalam terpaan dingin udara pagi, badan-badan sosial pun ikut memanaskan semangat dengan membagikan teh gratis bagi para homeless maupun pencari kerja yang datang dari berbagai daerah di sekitar Jaipur.

44

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Sebagai kota terbesar di Rajasthan, Jaipur merupakan magnet bagi para pencari kerja dari daerah-daerah sekitar. Berpenduduk lebih dari 3 juta jiwa, kota yang didirikan pada 18 November 1727 oleh Maharaja Sawai Jai Singh II, penguasa Amber, ini karib pula disebut “The Pink City’’ karena hampir semua bangunan di kota ini dicat dengan warna pink. Mentari beranjak meninggi, pertanda siang menjelang. Gairah

perniagaan mulai menyapu mata. Semakin siang, kesibukan beradu dengan kebisingan oleh aktivitas deretan toko dan gelombang warga dalam balutan pakaian aneka warna khas India. Ribuan ekor merpati yang terbang bebas berperan pula menjadi penanda kekhasan Jaipur. Menyusuri jalanan Jaipur dengan rickshaw (becak lokal) merupakan salah satu cara jitu menikmati kekhasan kota ini.


Berpenduduk lebih dari 3 juta jiwa, kota yang didirikan pada 18 November 1727 oleh Maharaja Sawai Jai Singh II, penguasa Amber, ini karib pula disebut “The Pink City’’.

(kiri ke kanan) Menikmati sebatang rokok, sambil menunggu penumpang. • Berharap rejeki dari pejalan kaki atau wisatawan.• Menikmati berita pagi.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


Destination Poaong

46

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Vakansi Wisata Alam Posong TEKS & FOTO Dody Wiraseto

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


D

ataran tinggi di Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri sebagai tempat berlibur. Menikmati udara sejuk dengan pemandangan alam mengagumkan berkat bentang pegunungan yang ikonik. Bila sudah pernah datang ke kawasan Dieng, ada baiknya mencoba berwisata ke daerah sekitarnya,

48

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

salah satunya Kabupaten Temanggung dengan kawasan Posong menjadi pilihan utamanya. Posong punya keistimewaan tersendiri, yang akhirnya membuat saya begitu antusias ketika Himpunan Anak Media (HAM) Jakarta mengajak untuk menikmati langsung panorama alam Posong ini. Perjalanan ke Posong kali ini sembari memastikan kesiapan industri perhotelan dan pariwisata daerah di Kabupaten Temanggung,

Wonosobo, dan Banyumas, Himpunan Anak Media (HAM) Jakarta mempunyai cara sendiri untuk liburan aman dan nyaman di beberapa destinasi wisata di kabupaten tersebut. Namun perlu menjadi perhatian utama saat ini, bahwa semua aktivitas berlibur harus kembali perhatikan protokol kesehatan. Patuh dalam menerapkan standar protokol kesehatan meliputi 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan


Posong menjadi tempat menyaksikan matahari terbit yang lebih spesifik dan spesial dengan latar belakang delapan puncak gunung di Jawa Tengah.

Arief Suharto, Ketua Himpunan Anak Media di Hotel Dafam Wonosobo menyampaikan, HAM Overland de Java adalah tema besar menyambut perayaan HUT HAM ke-13 yang dipusatkan di Meotel Purwokerto by Dafam. “HUT HAM ke-13 tahun ini mengambil sub tema ‘Media Mengkonstruksi Industri Perhotelan & Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19’ sekaligus ingin memastikan apakah pelaku industri perhotelan dan pariwisata di Kabupaten Wonosobo dan Banyumas telah menerapkan adaptasi kebiasaan baru,” ungkap Ketua HAM. Ia kembali menjelaskan, dengan melihat kondisi di lapangan beberapa awak media yang menjadi peserta ingin mengkonstruksi kembali Industri perhotelan dan pariwisata

dalam kesiapannya menyambut tamu dan wisatawan yang berkunjung ke 2 Kabupaten tersebut.

Posong Menikmati Pemandangan Delapan Gunung di Satu Tempat Usai menjalankan ‘ritual kecil’ perayaan HUT HAM di Hotel Dafam Wonosobo tepat pukul 03:15 WIB saya pun melanjutkan perjalanan ke Destinasi Wisata Posong, Desa Tlahab, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Zunianto, Pengelola Kawasan Wisata Posong menjelaskan, Posong menjadi tempat menyaksikan matahari terbit yang lebih spesifik dan spesial dengan latar belakang delapan puncak gunung di Jawa Tengah. Menikmati keindahan alam bebas di Posong yang mulai dibangun tahun 2019 ini setiap jam wisatawan

menjaga jarak akan membuat liburan Anda tidak hanya nyaman tetapi juga aman dari penyebaran virus. Menariknya lagi, saat ini tren berlibur pun diprediksi bergeser ke konsep overland di mana wisatawan bisa datang ke tempat wisata dengan meminimalisir penggunaan transportasi umum. Konsep ini pula yang menjadi nyawa perjalanan Himpunan Anak Media dan dijadikan tema utama, yakni HAM Overland de Java. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


akan menemukan pengalaman yang berbeda. “Dalam master plan kawasan wisata Posong kedepannya, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan matahari terbit di kaki gunung Sindoro tapi juga matahari terbenam dari balik gunung Sumbing,” ungkap Zunianto. Dinamakan Posong, kata Zuniyanto adalah Pos Kosong. Karena menurut cerita pendahulu kala itu menjadi setrategi perang pangeran diponegoro bersama pasukannya mengusir penjajah Belanda. “Posong berada di ketinggian 1500 mdpl, dari sini wisatawan dapat melihat gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran, dan Muria, jadi dapat melihat delapan gunung sekaligus,” tambahnya. Bulan terbaik untuk menyaksikan keindahan alam di Posong ini adalah bulan Juli hingga Agustus. “Di Posong pun memiliki spot terbaik untuk memotret milkyway. Menjadi istimewa karena latar belakangnya adalah Gunung Sindoro, kemudian foreground-nya bunga tembakau dan waktu terbaiknya itu hanya dua hari yakni di setiap tanggal 27-29 Juli,” urainya. Selama pandemi Covid-19, Zuniyanto mengaku jumlah

kunjungan wisatawan berkurang hingga 50 persen. “Dulu sebelum Covid-19 jumlah pengunjung dalam setahun mencapai 135 ribu pengunjung. Profil wisatawannya Belanda, Jerman, Malaysia, wisatawan lokal kerja sama dengan para travel agent dari Yogyakarta dan Borobudur,” pungkas Zuniyanto.

Menikmati Cita Rasa Kopi Posong Posong memang dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau di Jawa Tengah. Tetapi, bila diperhatikan lagi, kebun-kebun tembakau juga bersisian dengan kebun-kebun kopi. Kebun kopi ini yang kini jadi salah satu komoditas Posong dan membuat kopi Posong mulai dikenal secara luas. Salah satu tempat untuk menikmati Kopi Posong yakni di Desa Tlahab di tempat bernama Two Heart. Tempat berupa rumah yang menjadi tempat produksi mulai dari menyangrai dari biji kopi masih hijau hingga siap minum. Two Heart sendiri dirintis oleh Tuhar, yang sudah memulainya di tahun 2000. Lokasi perkebunan kopi yang ada di antara kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing jadi tempat ia menanam kopi.

“Sebelum tahun 2000, daerah kami dikenal dengan komoditas tembakau dan jagung. Mulai tahun 2000 dapat bantuan lima puluh ribu bibit tanaman kopi dari Provinsi Jateng (Jawa Tengah). Waktu itu kami hanya tahu jenis kopi robusta saja, belum tahu jika ada jenis lainnya dan Arabika. Karena kurangnya pengetahuan mengenai cara panen kopi maka hasilnya tidak terlalu bagus. Setelah mendapatkan pelatihan, barulah tahu cara

50

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


memanen kopi yang benar. Saat ini kami sudah 95% petik kopi merah,� ungkap Tuhar. Citarasa kopi Arabica khas Posong yang punya sensasi aroma tembakau ini bisa dinikmati di Two Heart. Selain aromanya yang khas, citarasa fruity juga langsung tercecap saat menyeruput kopinya. Kopi Single Origin menjadi kopi pilihan dan paling banyak dipesan di Two Heart ini. Baik itu yang disajikan dengan pilihan Kopi Tubruk, V60, ataupun

Espresso. Udara sejuk Posong pun membuat sesapan kopi ini terasa semakin nikmat. Secangkir Kopi Posong pun akan terasa lebih mantap jika disandingkan dengan aneka kudapan khas setempat. Mulai dari pisang goreng, ubi rebus, singkong rebus, pisang rebus, jagung rebus, dan aneka kudapan lainnya. Selain menyediakan minuman kopi, Two Heart juga menjual biji kopi hingga kopi bubuk. Varian kopi yang ditawarkan pun beragam,

mulai dari Arabica Winey, Arabica Full Wash, Arabica Natural, hingga Arabica Peaberry. Harganya pun sangat terjangkau, kisarannya mulai dari Rp 30.000,- untuk pilihan kopi bubuk seberat 100 gr. Kopi Posong dan bentang alamnya jadikan tempat ini paket wisata yang lengkap untuk para pencinta petualangan dan kopi. Sembari menikmati sejuknya kawasan dataran tinggi, memanjakan mata dan lidah jadi paket istimewa sebagai destinasi wisata. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


Destination Ponorogo

Merapah Reyog di Tanah Leluhurnya TEKS & FOTO Dody Wiraseto

Pagelaran Reyog di Alun-Alun Ponorogo.

52

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


(kiri ke kanan) Gerak lincah Warog, salah satu tokoh di pagelaran Reyog. •Tokoh Bujang Ganong yang dimainkan oleh anak kecil.

A

lun-alun Ponorogo, Jawa Timur mulai diselimuti mendung. Malam tanpa bintang dengan penerangan seadanya, Pentas Budaya Reyog dimulai. Diselingi hujan gerimis, satu persatu penampil muncul dengan pertunjukan utamanya adalah Reyog. Kabupaten di Jawa Timur ini memang dikenal sebagai kota Reyog.

54

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Atraksi budaya ini yang akhirnya jadi daya tarik tersendiri dan selalu dibawakan di pusat kota. Walau hujan mulai turun perlahan, tetapi tidak menyurutkan semangat para penari yang tampil saat itu. Saya pun sudah kadung datang ke alun-alun, sayang rasanya melewati pentas ini di kota asalnya langsung. Kota Ponorogo, dikenal dan dipercaya sebagai awal mula

budaya reyog ini muncul. Tema-tema ceritanya terus berkembang, tetapi tokoh utamanya selalu sama. Dimulai dari Warog, dengan ciri khas seorang pria menggunakan topeng merah, Bujang Ganong yang biasa dimainkan oleh anak kecil yang berjumlah 3 atau lebih dengan ciri khas pakaian berwarna merah dan bertopeng. Aksi Bujang Ganong jadi penghibur penonton dengan aksi-


Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reyog dan Warog, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu

disampaikan melalui pertunjukan seni Reyog, yang merupakan “sindiran” kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reyog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reyog. Versi resmi alur cerita Reyog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitamhitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskan tariannya.

aksi lincah mereka. Tokoh lainnya adalah Jathilan, yang diperankan penari-penari wanita berpakaian putih dengan kuda lumping. Tokoh lainnya yang jadi ikon Reyog adalah Singa Barong, yang dimainkan oleh 2 atau lebih penari pria dengan ciri khas hiasan singa dengan dadak merak diatas kepala mereka yang beratnya mencapai puluhan kilo. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55


(atas) Pengrajin sedang merangkai bulu merak untuk Reyog. (bawah) Sentra oleh-oleh bertema Reyog.

Hampir satu jam gerak-gerik lincah tokoh-tokoh ini diakhiri dengan penampilan Singa Barong yang atraktif. Liukan-liukan kepala singa serta energiknya langkah kaki penari menutup pentas seni reyog di alun-alun ini. “Memang hampir setiap bulan sering diadakan reyog di alunalun ini,” ujar pedagang kacang rebus yang saya pinjam bangkunya untuk beristirahat. Tidak hanya pagelaran reyog, tapi di Ponorogo juga banyak sekali sentra-sentra pembuatan reyog. “Tidak jauh mas, itu di sana juga ada,” ujar pedagang kacang tersebut sembari menunjuk jalan. Untung saja saya mencarinya tidak dengan jalan kaki, kalau tidak, saya pasti sudah gempor duluan sebelum sampai tujuan. Dengan motor saja membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai. Beruntung sentra masih buka, tidak hanya membuat reyog, di sini juga menjual perlengkapan pagelaran reyog. Mulai dari topeng Bujang Ganong, pecut sampai Kuda Lumping.

56

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Tetapi yang paling laku dan biasanya dicari adalah Singa Barong. Singa Barong jadi komoditas utama yang sudah diekspor ke beberapa negara. Dari sekian banyak kebutuhan pembuatan Singa Barong, bulubulu merak adalah yang paling sulit didapat. Dulu bulu yang digunakan masih asli dari Burung Merak. Tetapi seiring waktu, bulu-bulu tersebut diganti dengan bulu artifisial. Ternyata tidak hanya susah didapat, merangkai bulu merak tersebut juga butuh waktu

lama dan ketelitian, wajar saja jika butuh waktu sekitar 3 bulan untuk jadi satu Singa Barong berukuran besar. Merapah reyog di kota leluhurnya jadi perjalanan wisata budaya yang menyenangkan. Menyaksikan pentas budaya reyog yang utuh hingga menyambangi sentra pembuatannya merupakan paket atraksi yang lengkap. Untuk kelestarian budaya reyog yang asli Indonesia ini dikenal dunia.



Hot Stuff

Fujif ilm GFX100 IR

Diproduksi Untuk Keperluan Forensik dan Budaya Fujifilm GFX100 IR, versi khusus GFX100 yang didedikasikan untuk keperluan fotografi inframerah. Bukan cuma 100 megapixel, kamera ini juga dapat menghasilkan gambar inframerah dalam resolusi 400 megapixel dengan memanfaatkan fitur pixel shifting – yang juga tersedia pada GFX100 standar lewat sebuah firmware update. Gambar inframerah yang dihasilkan oleh GFX100 IR memungkinkan kita untuk melihat detail yang tidak tampak dengan mata telanjang. Kemampuan semacam ini tentunya dapat membantu para profesional yang bekerja di bidang forensik, semisal untuk mengidentifikasi dokumen yang dipalsukan. Di bidang pelestarian budaya, gambar inframerah yang dijepret kamera dapat dipakai untuk menganalisis pigmen warna pada sejumlah karya seni maupun artefak bersejarah. Fujifilm juga menambahkan beragam filter inframerah yang terletak di sisi depan lensa, yang dapat dipakai untuk mengambil gambar di panjang gelombang yang berbeda guna menyingkap detail yang berbeda pada sebuah subjek foto. (Dok foto: www.fujifilm-x.com)

58

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


Beovision Contour

Siap Menghibur Keluarga dengan Style Berbeda Beovision Contour adalah TV OLED pertama Bang & Olufsen (B&O), hampir satu abad mereka berdiri. Desainnya minimalis sekaligus elegan khas B&O, dengan bezel tipis dan dua jenis dudukan yang terbuat dari aluminium. Secara teknis, Beovision Contour mengemas panel OLED 48 inci bikinan LG. Kehadiran fitur-fitur pelengkap macam integrasi Chromecast, AirPlay 2 maupun Bluetooth menunjukkan kesiapannya bersaing di ranah televisi modern. Kualitas suara didukung soundbar premium. Di dalamnya bernaung 11 buah driver – empat woofer 4 inci, empat mid-range driver 1,5 inci, dan tiga tweeter 0,75 inci – plus 11 amplifier 50 W, lengkap beserta dukungan teknologi Dolby Atmos. (Dok foto: www.bang-olufsen.com)

Rapha X Canyon

Sepeda Mewah Buat Bangsawan Rapha Cycling Club menjalin kolaborasi dengan Canyon, perusahaan sepeda Jerman untuk produk terbaru. Kedua merek itu merilis sepeda yang diberi nama RCC x Canyon Ultimate CF SL8 DISC. Sepeda tersebut dijuluki sebagai “sepeda yang setara dengan supercar”. Hanya ada 250 unit sepeda serupa yang dibuat khusus untuk anggota Rapha Cycling Club di seluruh dunia, dengan harga 5,149 Pound atau sekitar Rp 97 juta. Pengerjaan sepeda ditangani oleh desainer Rapha, Patrick Mafham, dengan corak warna yang menjadi signature atau ciri khas Rapha Cycling Club, yaitu abu-abu, merah muda dan hitam. Sementara itu, tim di Canyon memberi detail racing stripes yang dipadukan dengan cat berwarna hitam glossy. Pengaplikasian material karbon membuat bobot sepeda menjadi sangat ringan, yakni hanya 7,46 kg. Alhasil, pengendara dapat menggowes sepeda dengan lebih cepat. (Dok foto: www.canyon.com) INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


Hot Stuff

Eve V 2021

Hadir Dengan Perubahan Fisik Signifikan Laptop Eve V generasi kedua yang telah disempurnakan. Ukuran layarnya kini bertambah besar – 13,4 inci dibanding 12,3 inci – dan resolusinya pun ikut meningkat menjadi 3840 x 2400 pixel. Aspect ratio panel IGZO LCD ini berubah menjadi 16:10 mengikuti tren terkini, dan pengembangnya tak lupa menyertakan kaca Gorilla Glass Victus pada lapisan terluarnya. Jeroannya pun juga sudah ikut disempurnakan, apalagi mengingat Intel memang baru meluncurkan prosesor laptop generasi ke-11 (Tiger Lake). Dua prosesor yang tersedia buat Eve V 2021 adalah Core i5-1135G7 dan Core i7-1165G7, masing-masing dengan GPU terintegrasi Intel Iris Xe. (Dok foto: www. evedevices.com)

Varjo XR-3 & Varjo VR-3 Lebih Inovatif dan Terdepan

Perusahaan game dan hiburan ini memperkenalkan VARJO XR-3 & VARJO VR-3. Game VR dan AR ini merupakan yang terdepan di dunia maya. Teknologi yang digunakan VARJO XR-3 & VARJO VR-3 sangat tinggi, hingga menghasilkan ruang permainan yang fotorealistik – sebab dilengkapi PCtethered. Dalam setiap perangkat terdapat 1920 x 1920, dan 2880 x 2720 periferal – membuat jangkau pandangan pengguna lebih luas dan jauh. Begitu pula dengan visulaisasinya, VARJO XR-3 & VARJO VR-3 lebih bening dari produk sebelumnya. Begitu pula dengan kecepatannya, 90Hz. Pada XR-3 juga sudah dilengkapi sensor Lidar yang termutakhir. (Dok foto: www. Varjo.com)

Glask

Memiliki Sistem Speaker dan Filter Udara Sekarang ada masker yang nyaman dan bisa digunakan kemana saja, namanya Glask, baik untuk berkerja, bertemu teman, keluarga dan mitra bisnis – termasuk ke ruang publik. Tidak seperti masker umumnya, Glask bentuknya sangat elegan. Masker Glask menampilkan konstruksi cetak 3D yang ramping yang telah dilengkapi dengan beberapa perangkat pemantauan cerdas. Di dalam ada sensor elektronik mengatur sistem penyaringan udara, dilapisi lima perlindungan untuk menyaring hingga 99% partikulat dari udara yang berbahaya. Saluran udara tetap masuk maksimal – hingga pengguna tetap terasa nyaman. Dan pengguna tetap bisa berbicara dengan nyaman, sebab dilengkapi sistem speaker. (Dok foto: www.glask.ca)

60

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


Postcard

GUNUNG AGUNG BALI Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Gunung yang sangat penting bagi masyarakat Bali ini sangat indah diabadikan dalam bidikan kamera saat pagi hari. FOTO MAKHFUD SAPPE

62

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

@makhfudsappe


bali 01.02.2021

DO

N ES

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

I

A

I

N

63


Postcard MASJID AGUNG PALEMBANG Palembang jadi salah satu destinasi wisata sejarah, budaya dan kuliner istimewa, kota yang sarat akan perpaduan akulturasi budaya, sejarah dan Jembatan Ampera megah. Simbol akulturasi tergambar di tepian Sungai Musi, mulai dari Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin yang arsitekurnya dipengaruhi Cina, Melayu, hingga Eropa. FOTO DODY WIRASETO

64

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

@wiraseto


su

an

a ater selat m

01.02.2021

DO

N ES

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

I

A

I

N

65


66

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


LION GROUP FLEET

SEMUA PESAWAT BARU, DIKIRIM LANGSUNG DARI PABRIK

6 UNITS AIRBUS A330-900 NEO 436 SEATS ECONOMY

6 UNITS AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

77 UNITS BOEING 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

43 UNITS BOEING 737 - 800 NG 189 SEATS ECONOMY

LION AIR: TOTAL 132 UNITS

1 UNIT AIRBUS A 330-300 TOTAL 392 SEATS : 374 SEATS ECONOMY - 18 SEATS BUSINESS

6 UNITS BOEING 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 SEATS ECONOMY - 12 SEATS BUSINESS

25 UNITS BOEING 737 - 800 NG

TOTAL 162 SEATS : 150 SEATS ECONOMY - 12 SEATS BUSINESS

44 UNITS AIRBUS A 320-200 CEO TOTAL 156 SEATS : 144 SEATS ECONOMY - 12 SEATS BUSINESS

BATIK AIR: TOTAL 76 UNITS 6 UNITS BOEING 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 SEATS ECONOMY - 12 SEATS BUSINESS

23 UNITS BOEING 737 - 800 NG

TOTAL 162 : 150 SEATS ECONOMY - 12 SEATS BUSINESS

13 UNITS ATR 72-600 MALINDO AIR: TOTAL 42 UNITS

3 UNITS AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

17 UNITS BOEING 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

11 UNITS BOEING 737 - 800 NG TOTAL 162 SEATS : 150 SEATS ECONOMY - 12 SEATS BUSINESS

3 UNITS BOEING 737 MAX 9 180 SEATS ECONOMY

THAI LION AIR: TOTAL 34 UNITS

19 UNITS ATR 72-500 72 SEATS ECONOMY.

45 UNITS ATR 72-600 72 SEATS ECONOMY.

WINGS AIR: TOTAL 64 UNITS 2 UNITS HAWKER 900XP


WELCOME ABOARD

Selamat Datang

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat. What you need to know about the security, comfort and safety in the aircraft.

PERALATAN ELEKTRONIK ELECTRONIC DEVICES Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seat belt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seat belt “ON” untuk persiapan mendarat makan penumpang harus mematikan penggunaan laptop dan PDA tersebut. Laptops and PDAs may be used after the fasten seat belt off and using flight mode. After the fasten seat belt is on in preparation for landing, passengers have to turn off the laptops and PDAs. BARANG-BARANG BERBAHAYA LAINNYA DANGEROUS GOODS Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. Flammable goods (such as matches), explosives (firecrackers), material containing magnets, battery, gas cylinders, are not allowed to be brought on board. MEROKOK SMOKING Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar aturan. Government regulations prohibit smoking during flight. There are smoke detectors in all toilets and those who break the rules will be subject to penalties. BAJU PELAMPUNG LIFE VEST Jaket/Baju Pelampung merupakan salah satu peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air, jangan keluarkan jaket/baju pelampung dari tempat dalam kondisi normal dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang akan mendapatkan hukuman bagi yang mencuri jaket/ baju pelampung berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.

Life vest is one of safety equipment in the aircraft for emergency landing on water. Please do not remove live vest from the aircraft. Passengers who steal the life vest will be punished based on Government regulations. Article 54 of Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 undangundangnomer 1tahun 2009). MINUMAN BERALKOHOL ALCOHOLIC BEVERAGE Lion Air tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangannya, dan seluruh penumpang Lion Air dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung. LionAir does not provide alcohol on Lion Air flight service. Passengers are prohibited from consuming alcohol during the flight. WANITA HAMIL PREGNANT WOMEN Usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan. Dan mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI). Over 28 weeks women pregnant are required to include a medical certificate stating that passengers are medically fit to fly. And fill out the form of risk called Form of Indemnity (FOI). PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK TRAVELLING WITH KIDS Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan di pesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi. Lion Air does not provide baby food for domestic service, diapers are also not provided on the plane. Lion Air only provides hot water for baby milk. UTAMAKAN KESELAMATAN SAFETY PRIORITY • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. Seat belts should always be fastened during take-off and landing. It is recommended to always put the seat belt during flight. • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda. Luggage must be placed in the overhead lockers or under the seat in front of you.

• Silahkan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantong kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Please read the safety instruction card that is present in the seat pocket. In the card you can determine the location of the emergency exit and a life jacket. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew. Look carefully the safety demonstration and instructions which is given by the cabin crew. BAGASI BAGGAGE Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri. Goods or sharp objects should be placed in the check in bags and not allowed to be brought into the cabin. Bring precious objects in the bag you carry yourself. Perhatikan berat bagasi Anda. Note the weight of your luggage : - Carry on baggage (Bagasi Kabin) tidak lebih dari 7 kg Carry-on baggage not more than 7KG

40 cm

PONSEL MOBILE PHONES Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. All mobile phones and electronic devices that use radio transmission are not allowed during the flight, as they can disturb system navigation and communication with local control tower.

30 cm

20 cm


Penerbangan Perdana “Premium Services” Umroh

L

ion Air meresmikan penerbangan pertama umroh periode 1442 hijriah atau 20202021 dengan rute Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) tujuan Jeddah melalui Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Arab Saudi (JED), pada 15 Desember 2020. Seluruh pelaksanaan operasional penerbangan dan persyaratan bagi awak pesawat serta tamu jamaah dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

Pelaksanaan terbang perdana diresmikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Lion Air, Rudy Lumingkewas yang diwakilkan oleh Operation Director of Lion Air, Capt. I Putu Wijaya; Presiden Direktur Dream Group, Muhammad Umar Bakadam beserta mitra terkait. Lion Air pada kesempatan ini sekaligus meluncurkan layanan terbaru “Premium Service” pada penerbangan jarak jauh (long haul) dengan memfasilitasi para tamu (jamaah umroh) sebagai jamaah pertama dengan terbang nyaman menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) Airbus 330-300CEO.

70

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

Lion Air menawarkan layanan mencakup bagasi, makanan di dalam pesawat (inflight meals) tersedia dalam kelas bisnis dan ekonomi, hiburan selama perjalanan (inflight entertainment), musik religi, audio video pada setiap kursi. Untuk kenyamanan tamu dari masingmasing kota asal, Lion Air telah mempersiapkan awak kabin guna membantu kemudahan komunikasi dari bahasa. Pengoperasian Airbus 330300CEO dinilai tepat, menjadi bagian pendukung model bisnis dan mencerminkan kesungguhan dalam memperluas jaringan dengan tata letak kursi lorong ganda (double aisle) terdiri dari 18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi. Lion Air dapat meningkatkan jaringan bisnis penerbangan berkonsep premium services airlines termasuk memperkuat jaringan di segmen jarak jauh. Lion Air bernomor JT-3100 mengudara tepat waktu (on time) pukul 15.41 Waktu Indonesia Barat (WIB, GMT+ 7). Layanan ini tanpa henti (nonstop) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz pada 23.10 waktu setempat (Time in

foto: dok. Lion Air Group

Lion Air Group News

Medina Saudi Arabia, GMT+ 3). Lion Air dengan bangga memperkenalkan layanan baru “Premium Service” khusus mengakomodir penerbangan berkualitas menuju Saudi Arabia. Pelaksanaan umroh menawarkan program 10 (sepuluh) hari, sebagai bentuk kesungguhan Lion Air guna memenuhi kebutuhan perjalanan ibadah bagi setiap jamaah yang berasal dari Jawa Timur dan sekitar. Lion Air memproyeksikan, permintaan untuk pasar ini akan terus meningkat. Lion Air telah memenuhi dan mengimplementasikan ketentuan operasional berdasarkan masing-masing negara serta aturan internasional. Penerbangan tujuan Jeddah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi atau persyaratan audit keselamatan dan keamanan. dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA). Lion Air mengucapkan selamat menjalankan ibadah umroh kepada tamu jamaah pertama, semoga berjalan lancar dan baik. Pada kesempatan ini, Lion Air berterima kasih kepada


regulator, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, seluruh karyawan, awak pesawat serta berbagai pihak terkait lainnya. Pelaksanaan umroh ini, Lion Air bekerjasama bersama Dream Tour sebagai mitra perjalanan (tour and travel) dalam General Sales Agent (GSA). Dream Tour sangat senang meluncurkan umroh “Premium Services” dengan Lion Air perdana dari Surabaya. Hal ini menunjukkan kemitraan yang terjalin erat dari Dream Tour bersama Lion Air Group dalam mengakomodir permintaan pasar perjalanan religi muslim. Tahun ini Dream Tour dan Lion Air mencatatkan sejarah penting perusahaan dengan mengembangkan bisnis melalui kerja sama dalam menyediakan pilihan baru perjalanan umroh yang menawarkan premium services airlines. Dream Tour sebagai travel umroh terbaik di Indonesia, selalu mengutamakan beragam faktor layanan dan amanah dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh jamaah yang hendak melakukan perjalanan spiritual umroh ke tanah suci.

Kemudahan Layanan Rapid Test ANTIGEN Covid-19 Lion Air Group Lion Air Group memberikan informasi terbaru bahwa berlaku mulai Rabu (23/ 12) menambah layanan terbaru Rapid Test Antigen. Lion Air Group bekerja sama dengan fasilitas kesehatan Klinik Lion Air Medika, sebagai penyediaan layanan Rapid Test Antigen. Untuk tahap awal, Lion Air Group membuka 4 (empat) lokasi di Jakarta dan Tangerang. Penumpang dapat melakukan uji kesehatan Rapid Test Antigen di:

1. Kantor Pusat Lion Air Tower Jl. Gajah Mada No.7, Petojo Utara, Kec. Gambir, Jakarta Pusat 10130 Waktu pelayanan: Senin – Sabtu 08.30 – 16.30 WIB Minggu 08.30 – 12.00 WIB Libur nasional – buka 2. Kantor Lion Air Group Jl. Kalimalang, Cipinang Melayu, Kec. Makasar, Jakarta Timur 13650 Waktu pelayanan: Senin – Sabtu 08.30 – 16.30 WIB Minggu 08.30 – 12.00 WIB Libur nasional – buka 3. Kantor Lion Operation Center (LOC) Jl. Marsekal Surya Darma No.44, Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Tangerang, Banten 15127 Waktu pelayanan: Senin – Sabtu 08.30 – 16.30 WIB Minggu 08.30 – 12.00 WIB Libur nasional – buka 4. Shelter Kalayang Terminal 1B Bandar Udara Internasional SoekarnoHatta Waktu pelayanan tahap awal: Setiap hari pukul 08.00 – 16.30 WIB Libur nasional – buka (tetap melayani). Lion Air Group menyampaikan bahwa pelayanan Rapid Test Covid-19 kini mencakup kategori: 1. Rapid Test Antigen (layanan terbaru). 2. Rapid Test Antibody (layanan sudah berjalan) Lion Air Group tengah mempersiapkan untuk penyediaan layanan serupa (Rapid Test Antigen) di kota-kota atau bandar udara-bandar udara lainnya. Penyelenggaraan kedua Rapid Test Covid-19 terjangkau, sesuai apa yang telah dijalankan oleh Lion Air Group, dengan masa berlaku Rapid Test Antigen 3 x 24 jam dan Rapid Test Antibody 14 x 24 jam sebelum keberangkatan. Setiap penumpang

akan memperoleh surat keterangan hasil uji kesehatan sebagai salah satu kelengkapan dokumen penerbangan sesuai ketentuan. Ketentuan pelaksanaan Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibody, sebagai berikut: 1. Khusus penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group, 2. Voucher Rapid Test (Antigen dan Antibody) Covid-19 dapat diperoleh secara langsung pada saat melakukan pembelian tiket (issued ticket), 3. Bagi penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat Lion Air Group dan belum melaksanakan Rapid Test Covid-19, maka dapat membeli voucher Rapid Test Covid-19 dengan menunjukkan kode pemesanan (booking code) melalui sales channel seperti call center, kantor penjualan Lion Air Group, www.lionair.co.id , www.batikair.com , agen perjalanan (tour and travel) dan lainnya. Harapan terbesar kegiatan dimaksud upaya membantu percepatan pemulihan ekonomi melalui perjalanan udara, mendorong tren permintaan penerbangan sejalan dengan kesungguhan Lion Air Group dalam mengoperasikan layanan yang tetap mengutamakan dan memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan penerbangan serta sebagaimana pedoman protokol kesehatan. Lion Air Group bersama Klinik Lion Air Medika bertujuan guna menyediakan kemudahan bagi penumpang dalam mempersiapkan dan memenuhi persyaratan dokumen perjalanan udara, yang akan bepergian menggunakan pesawat udara melalui keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) serta bandar udara sekitar. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


Lion Air Group News

Lion Air

Menerima Pesawat Kelima dan Keenam “Airbus 330-900NEO”

L

ion Air menyampaikan keterangan resmi bahwa pesawat terbaru generasi modern berbadan lebar (wide body) ke-5 (kelima) yaitu Airbus 330-900NEO registrasi PK-LEQ telah diterima oleh Lion Air, pada 31 Januari 2021.

Untuk proses pengambilan dan pengiriman pesawat oleh kru Lion Air terdiri dari Capt. Christian Saleng, Capt. Ricky Silitonga, First Officer (kopilot) Adhitya Dwi Mulyawan, serta teknisi Rangga Aditya dan Nur Kholik. Lion Air bernomor LNI-001 menempuh jarak penerbangan tanpa henti (non-stop) berkisar 14 jam 30 menit dengan tetap menjalankan

72

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021

faktor keselamatan, keamanan serta pedoman protokol kesehatan. Pesawat PK-LEQ lepas landas dari Bandar Udara Internasional Toulouse Blagnac, Perancis (TLS) pada Sabtu (30/ 01) pukul 11.00 waktu setempat (Time in Toulouse, France, GMT+ 01) Penerbangan ini telah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 07.15 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07). Dengan demikian melengkapi kekuatan empat armada berbadan lebar, terdiri dari Airbus 330900NEO serta enam Airbus 330300CEO. Pengoperasian pesawat seri 330-900NEO ini, Lion Air

kembali menyampaikan sebagai maskapai pertama di Asia Pasifik mengoperasikan Airbus 330900NEO sejak Juni 2019. Lion Air pada 2018 telah memesan sepuluh unit Airbus 330900NEO dan mempunyai opsi memperoleh empat tipe sejenis. Seluruh pesawat yang dipesan Lion Air adalah berkapasitas lebih besar. Kesepuluh pesawat direncanakan untuk pengiriman bertahap ke Lion Air Group pada 2019, 2020 dan 2021. Sebagai informasi, dalam waktu dekat Lion Air juga akan menerima pesawat serupa (Airbus 330-900NEO) ke-6 (keenam) yaitu registrasi PK-LER dengan fitur dan keunggulan yang sama. Rencana pengiriman dari Bandar Udara Internasional Toulouse Blagnac pada 1 Februari 2021 pukul 11.00 waktu setempat dan diperkirakan tiba di pada 2 Februari 2021 pukul 07.30 waktu setempat.


SSQ

Our Flight Attendants are Here to Ensure Your Safety and Well Being

Awak Kabin Kami Ada Untuk Memastikan Keselamatan dan Kenyamanan Anda KAMI MENGUTAMAKAN KESELAMATAN ANDA

Keselamatan penumpang adalah hal terpenting bagi operasional Lion Air Group. Baik kebijakan internal kami maupun tuntutan regulasi mengharuskan adanya perhatian tertinggi terhadap keselamatan penumpang dan operasi penerbangan. Awak kabin kami telah terlatih dengan baik dan bertanggungjawab untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang ketika terbang bersama kami. Mungkin ada saatnya dimana awak kabin mengingatkan penumpang untuk menaati peraturan yang berlaku, oleh karena itu kami meminta kerjasama dari semua pihak untuk memastikan tingkat keselamatan tertinggi tetap terjaga di penerbangan kami. Dalam setiap keadaan darurat, mohon agar dapat mematuhi instruksi dari Kapten Pilot dan awak kabin. WE LOOK AFTER YOUR SAFETY Passengers’ safety is of outmost importance to Lion Air Group’s operations. Both our Internal Policies and Regulatory requirements demands the highest level of attention to safety for our passengers and our flight operations. Our flight attendants are well trained and are responsible to ensure each and every passenger’s safety while they are on-board our planes. There may be occasions that our flight attendants will remind passengers on compliance to strict regulatory requirements and we seek everyone’s cooperation to ensure that the highest level of safety is maintained on our flights. In all cases of emergencies, please strictly follow the instructions of your Captain and Flight Attendants. FOR YOUR COMFORT In Lion Air Group, we take huge pride in ensuring that our passengers’ travel needs are well taken care of, reflecting our special Indonesian hospitality and service. Our Flight Attendants are responsible to ensure that all on-board safety and cabin operational processes are fully complied with in a timely manner. We ask for your understanding in the rare occasion when a request is not immediately responded to. For inflight Sales, our Flights Attendants will assist you if you require any inflight sales items. Please do inform our Flight Attendants in advance of your needs. Have a pleasant flight with us.

DEMI KENYAMANAN ANDA

Di setiap maskapai anggota Lion Air Group, kami merasa bangga untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penumpang, sebagai cerminan keunikan karakter keramahan Indonesia dan pelayanan yang kami miliki. Awak kabin kami bertugas memastikan semua proses keselamatan dan operasional di kabin pesawat telah terpenuhi dan diselesaikan tepat waktu. Kami memohon pengertian Anda apabila; walaupun jarang terjadi; kami tidak segera dapat memenuhi permintaan Anda ketika bertugas. Awak kabin kami juga akan membantu Anda apabila Anda ingin membeli barang yang ada di katalog penjualan kami. Mohon beritahukan terlebih dahulu awak kabin kami barang yang Anda butuhkan agar kami dapat sediakan. Selamat menikmati penerbangan bersama kami.

Capt. Aric Oh Managing Director of Safety & Quality Lion Air Group

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


74

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


76

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


LION AIR ROUTE MAP

78

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


80

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


82

LIONMAG FEBRUARI / MARET 2021