Issuu on Google+

AUTOMOTIVE McLaren F1 - Sportcar Berteknologi F1

The Inflight Magazine of Lion Air

OKTOBER 2016

Nusa Penida

Tak Lagi Sembunyi di Balik Bali Membangkitkan

Kejayaan Bahari

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR TIDAK DIBAWA PULANG

1


2

LIONMAG OKTOBER 2016


Contents

Oktober 2016 117.11

16.

Contents

16

Traveling Malang

28

Traveling Bali

34

40.

Automotive McLaren

40

Traveling Grenada

46

Travelling Bukit Panguk Kadiwung

28.

34.

52

Destination Museum PETA

56

Destination Galeri Nasional


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


Lion Air Section

70

Regular

64.

10.

Info

8

74

News Around

Aircraft Fleet

12

75

Wisdom in The Air

Welcome Aboard

64

76

Hot Stuff

Route Map

66

82

KidZone

Postcard

86

Lady in The Air

Contributors

Paul I. Zacharia

Dalam edisi kali ini, Kampung Tridi yang berada di Kelurahan Kesatrian menarik perhatian Paul. Kampung ini menjadi destinasi wisata baru di Malang karena keunikannya. Dinding warnawarni dilukis dengan lukisan 3D. Tepat berada di sebarang Kampung Jodipan memang menarik untuk diabadikan dalam bingkai kamera. Paul I. Zacharia, Penggemar foto dan traveling ini juga sering menjadi juri lomba foto lokal dan nasional. Ia kerap menulis di media nasional.

Reza Fitriyanto

Mantan wartawan harian lokal di Kota Solo yang saat ini menekuni dunia fotografi perjalanan. Saat ini berdomisili di Yogyakarta dan aktif melakukan penjelajahan ke berbagai daerah sebagai fotografer lepas. Kali ini Reza bercerita tentang pesona lautan awan di Bukit Panguk Kediwung, Bantul, Yogyakarta. Dari Bukit Panguk Kediwung tersaji pemandangan hijau barisan bukit dalam rangkaian Geopark Pegunungan Sewu. Latar liukan Sungai Oya yang masih berselimut kabut menambah kesan magis pemandangan pagi hari.

Dian Permatasari

Kali ini Dian bercerita tentang pengalaman perjalanannya di Grenada, Karibia. Kota ini diberkahi topografi menarik, daerah vulkanis penghasil rempah dan cokelat, serta penduduk lokalnya ramah, menjadi primadona di wilayah selatan Karibia. Alumni Desain Komunikasi Visual President University ini kecanduan traveling. Mengeksplor dan menulis artikel travel di sela-sela kesibukannya sebagai fotografer kapal pesiar Carnival.


Cockpit’s Note

President Director Rudy Lumingkewas Director of Safety & Security Capt. Eduard Kallisto Pardede

Lion Air Turut Memajukan Kunjungan Pariwisata Penumpang yang budiman, Salah satu penunjang majunya sektor pariwisata di Indonesia selain kesiapan objek wisatanya, juga sarana transportasi menuju destinasi wisata tersebut. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ini Lion Air telah membuka penerbangan dari beberapa kota di China ke Bali dan Manado. Untuk memfasilitasi wisatawan tersebut, khususnya di Manado Lion Air Group mulai membangun pusat usaha kecil dan menengah (UKM) bernama Window of Indonesia. Nantinya pusat UKM ini tidak hanya diisi produk UKM Sulawesi Utara, tapi juga produk UKM dari seluruh Indonesia. Selain itu, Lion Air Group juga akan membangun sejumlah cottage di berbagai daerah wisata yang tersebar di Sulawesi Selatan. Lion Air Group terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menambah rute baru, menambah jumlah armada pesawat baru. Komitmen kami ini membuahkan hasil dimana On Time Performance (OTP) Lion Air semakin baik. Kami berharap dengan segala upaya yang telah kami lakukan ini turut andil memajukan Pariwisata Indonesia. Terimakasih atas kepercayaan penumpang sekalian terbang bersama kami. Selamat menikmati penerbangan Anda. Salam,

Director of Operation Capt. Sogi Prakoso Director of Technics Eka Yardianto Director of Commerce Achmad Hasan Director of General Affairs & Finance Edward Sirait General Manager Service Ari Azhari Corporate Legal Dr. Harris Arthur Hedar, S.h., M.h.

Publisher & Editor In Chief Makhfudz Sappe Editor Ristiyono, Faisyal, Riman Saputra N, Dody Wiraseto, Priyanto Sismadi Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, Sahman Ahmad Tjambolong, Fernandito Haka (Bali) Art Director Gerald Manuel

Rudy Lumingkewas President Director Lion Air

Illustrator & Designer Richard Archie F. Mandagie, M. Saleh Hanif Finance & Administration Ade Kristanti, M. Zaky, Alvidha Septianingrum, M. Solichin

Advertising Hotline Lionmag: 0821 10 88 22 00 Fax.: +62 (21) 3151668 Email: edlionmag@gmail.com

Beragam informasi tentang dunia traveling dan lifestyle di Lionmag ini bisa dibaca di www.lionmag.net

Issn: 1979-4185

www.lionmag.net LIONMAG INFLIGHT MAG

8

LIONMAG OKTOBER 2016

www.issuu.com/lionmagazine


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


News Around

Hotel Aston Terbaru Hadir di Sentul Bogor Aston Sentul Lake Resort and Conference Center merupakan properti terbaru dari Archipelago International. Pembukaan Aston Sentul Lake Resort and Conference Center baru saja dilakukan pada April lalu. Luas hotel ini sebesar 3,5 hektar yang dikelilingi pegunungan sehingga memiliki udara sejuk. “Aston Sentul Lake merupakan hotel stylish modern terbaru dengan fasilitas lengkap. Tidak hanya kamar, Aston Sentul memiliki fasilitas vila berjumlah delapan unit. Tersedia pula kamar lengkap dengan dapur, ruang bersantai, teras, kolam renang, dan beberapa fasilitas lainnya. Untuk kamar berjumlah 212 guest room dan suites,” Albert Siregar, General Manager Aston Sentul Lake.

TAFISA Games 2016

Momentum Perkenalkan Budaya Indonesia

TAFISA Games 2016 yang merupakan pesta olahraga rekreasi dunia akan dihelat pada Selasa, 8 Oktober 2016 di Ancol, Jakarta. Tahun ini adalah gelaran ke-6 dan menjadi momentum kebangkitan olahraga rekreasi Indonesia yang kini dipandang oleh berbagai negara sebagai bangsa dengan kekayaan ragam budaya dalam bentuk permainan dan olahraga tradisional yang begitu besar. “Mereka yang datang ke Indonesia bisa merasakan kekayaan budaya, pariwisata, dan nilainilai budaya luhur di Indonesia, sehingga mereka bisa datang mengunjungi destinasi pariwisata di dalam negeri dan ketika mereka kembali ke negaranya membawa kebahagian dan kenangan, “ ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di acara Gatra On Talk yang bertajuk Talk Show Tafisa Games 2016 di Hotel Century Jakarta, Selasa (13/9).

favehotel Hyper Square

Luncurkan Wedding Package Venue Outdoor favehotel Hyper Square Bandung tidak pernah bosan melakukan inovasi dalam memberikan pilihan paket menarik dengan harga terjangkau. Didukung lokasi strategis dan fasilitas super lengkap, favehotel Hyper Square siap memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik dalam memenuhi kebutuhan akomodasi dan kuliner. Menginjak usia ke-2 tahun, favehotel Hyper Square dengan bangga meluncurkan Wedding Package Venue Outdoor dengan kapasitas 1000 pax. Selama periode promo, sampai Desember 2016, paket ini bisa didapatkan dengan harga Rp. 88.000 ++/ pax (minimal 300 pax). Tidak hanya itu, favehotel Hyper Square juga selalu konsisten dalam menyajikan pilihan paket kuliner dengan harga terjangkau.

10

LIONMAG OKTOBER 2016

Save Indonesia Heritage Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang terdiri dari beberapa suku, di antaranya suku Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar. Keanekaragaman tersebut memberikan daya tarik tersendiri. Salah satunya keragaman corak dan kreasi tekstil. Suku Gowa terkenal dengan tenun sutra cora’ labba, Suku Bugis terkenal dengan tenun sutra cora’ cobo, Suku Toraja dengan tenun katunnya, serta Mandar dengan motif lipa’ sa’be. Keanekaragaman suku tersebut memberikan inspirasi sehingga Istinana ingin terlibat dan ikut melestarikan kebudayan tersebut. Dengan mengusung tagline “save Indonesia heritage”, Istinana mengeluarkan koleksi premium terbarunya dengan nama Batik Vignette, batik tulis yang terdiri dari beberapa motif dengan padanan unik. Semua tahapan produksi mulai dari mencanting, melorot, dan mewarnai dikerjakan di Makassar. Motif lontara yang dimodifikasi dengan motif garis-garis abstrak dan motif khas lainnya seperti bunga lagosi serta motif cobo yang diaplikasikan dan dikemas lebih modern. Batik Istinana rancangan Ayu Gani ini berharap dikenal luas, khususnya Sulawesi Selatan, bangga mengenakan batik motif khasnya ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


News Around

Luminor Hotel Hadir di Pecenongan

PappaRich Restaurant Citarasa Malaysia di Utara Jakarta Restoran yang dibuka pada 14 Juli 2016 ini berlokasi di The Metro Blok 6 No. JA - Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Restoran ini menampilkan dekorasi elegan dari pasca kolonial Inggris dan perabotan tradisional era dahulu. Detail dekorasi mulai dari keramik – Nyonya pada pintu masuk, jam dinding tinggi, kipas ala ‘vintage’, jendela-jendela melengkung, dan lukisan-lukisan bertema zaman dulu di titik-titik tertentu. PappaRich bertujuan untuk membawa citarasa asli Malaysia ke seluruh dunia melalui kenikmatan dari keseluruhan kualitas makanan dan suasana layaknya seperti di rumah sendiri. Menu-menu andalan seperti Hainan Chicken Rice with Steamed Chicken, Nasi Lemak with Chicken Curry + Sambal Prawn dan Fish Head + Fillet Curry Laksa. Untuk menu penutup, Musang King Durian Cheesecake adalah pilihan yang layak dicoba.

Kahadiran Luminor Hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta – memberikan kemudahan pada warga Jakarta maupun luar Jakarta yang mau mencari penginapan di bilangan Pecenongan. Secara lokasi, posisi Luminor Hotel berada di tempat strategis, yaitu pusat kuliner Jakarta. Hotel bintang tiga ini memberikan kenyaman bagi pengunjung yang menginap di hotel yang berada di bawah manajemen Waringin Hospitaly Group ini. Sebelumnya, telah dibuka Luminor Hotel Jemursari, Surabaya, Jawa Timur. Dilengkapi dengan restoran bernama Rock n Sugar – Coffee and Bistro dengan konsep urban dan dikombinasikan gaya Betawi semakin memberikan kepuasan bagi pengunjung.

Pesta di Peluncuran Zest Hotel Legian Bali Dalam rangka pembukaan Zest Hotel Legian di Bali, Swiss-Belhotel International menyelenggarakan Pesta Neon yang dihadiri 150 tamu, 8 Agustus lalu. Pesta berlangsung saat matahari terbenam. Keriaan dimulai dengan acara koktail santai, sementara para tamu menikmati keindahan matahari terbenam. Saat malam mulai larut, cahaya neon LED menciptakan gemerlap sinar di langit dan diiringi sajian musik dansa oleh selebriti lokal DJ Pamela. Petasan diluncurkan dan hadirin pun memberikan sambutan meriah saat api membentuk kata “ZEST” di angkasa. Acara dilanjutkan santap malam yang disajikan di ‘Jaen Bar & Kitchen yang terletak di lantai dasar hotel.

BATIQA Hotel Hadir di Lampung Walikota Bandar Lampung, Herman H.N., MM, 16 September 2016 ikut meresmikan BATIQA Hotel Lampung. Hotel ini merupakan hotel bisnis dan unit keenam yang dibangun serta dikelola PT BATIQA Hotel Manajemen, sebagai pengembangan dari unit usaha perhotelan PT Surya Internusa Hotels, dan anak perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk. Acara peresmian penuh nuansa khas Indonesia, nilai-nilai budaya khas Kota Lampung dan taritarian daerah asal Lampung tampil sebagai pembuka acara. Didampingi Eddy Purwana Wikanta, Wakil Presiden Direktur PT. Surya Semesta Internusa Tbk, grand opening ditandai pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh walikota Lampung.

12

LIONMAG OKTOBER 2016


Momen Tak Terlupakan Di Pullman Bali Legian Nirwana pakah Anda ingin merasakan pengalaman menginap tak terlupakan di resor mewah yang berada di tepi Pantai Kuta? Pullman Bali Legian Nirwana menjanjikan surga sejati dan pesona kehidupan pulau. Hanya dengan 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Anda langsung bisa merasakan indahnya oasis alami yang hijau, tropis dan tenang, serta dekat dengan pusat perbelanjaan, hiburan, dan rekreasi di Bali. Resor ini memiliki 351 kamar yang luas termasuk suite. Setiap kamar memiliki balkon pribadi, dilengkapi flat TV dengan pilihan channel yang beragam, terdapat fasilitas kopi dan teh, mini bar, bak mandi dan shower, peralatan kebugaran serta koneksi wifi handal. One-bedroom suite dan Two-bedroom suite yang ideal untuk berbulan madu, long stay atau bersama keluarga, yang menawarkan ruang dan fasilitas tambahan, mesin espresso, dan DVD player. Suasana keramahan dan keintiman sosial dapat diciptakan dengan hadirnya fasilitas hiburan seperti

3 kolam renang, termasuk rooftop swimming pool yang menghadap ke Samudra Hindia. Pullman Bali juga memiliki The Tjakra-7 Spa, spa modern dengan pusat kesehatan lengkap yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh dan membuat kulit menjadi lebih halus. Tjakra-7 Spa menawarkan berbagai pilihan perawatan spa termasuk gerakan seni pijat khas Tjakra dan serangkaian terapi Asia seperti Tibet Singing Bowl atau Kerala India Shirodara yang dapat mengembalikan harmonisasi tubuh, pikiran dan jiwa. Fasilitas untuk dining and entertainment juga tersedia di resor,

seperti The Deli, brasserie kelas atas yang menghadirkan hidangan Perancis dan juga Internasional. Resor ini juga memiliki 3 bar dengan suasana khas: The L Bar, The IP Pool Bar dan The Garden Pool Bar. Pullman Bali juga menawarkan ballroom dengan luas 285 sqm yang dapat menampung 300 tamu. Ballroom dapat dibagi menjadi 3 ruang rapat kecil yang bergaya dan fleksibel. Untuk memastikan kesuksesan setiap acara, dihadirkan berbagai teknologi terbaru termasuk teknologi sistem audiovisual, wifi, proyektor LCD, akses broadband dan layanan untuk administrasi. Tambahan 2 ruangan rapat kecil yang ideal untuk 40 orang, 1 ruangan dengan pemandangan laut untuk pertemuan yang lebih intim, juga ada ruangan pertemuan baru yang besar dengan cahaya alami yang dapat mencakup hingga 100 orang. (advertorial)

Pullman Bali Legian Nirwana Pullman Bali Legian Nirwana • Jl. Melasti no. 1, Legian 80361, Bali – Indonesia P. +62(0)361-762500 • E. H6556@accor.com • www.pullmanhotels.com/6556


Wisdom in The Air

Greatness Kebesaran Sejati Teks Jemy V. Confido

Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal besar namun tidak menjadi besar karenanya

i dunia ini banyak orang ingin dikenal sebagai orang besar. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Begitulah kata pepatah. Untuk urusan membesarkan nama, manusia mau melakukan apa saja. Mulai dari mengorbankan harta hingga mempertaruhkan nyawa. Namun akankah mereka mendapatkan kebesaran yang mereka cari? Di sinilah lagi-lagi kita dihadapkan pada sebuah paradoks. Orang-orang yang terlihat besar, belum tentu benarbenar besar. Sebaliknya, orang-orang yang mungkin diabaikan, mereka sesungguhnya layak mendapat predikat sebagai orang-orang besar. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak kisah berikut ini. Tahun 1964 pada saat perang dingin berlangsung antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, satu kesalahan peluncuran misil apalagi dengan hulu ledak nuklir bisa memicu terjadinya Perang Dunia ke-III. Padahal, saat itu, jumlah persediaan nuklir yang dimiliki oleh kedua negara adi daya tersebut berpotensi menghancurkan beberapa buah planet Bumi (seandainya ada lebih dari satu buah planet Bumi). Adalah kapten kapal selam kebanggaan Uni Soviet,

14

LIONMAG OKTOBER 2016

K-19, yang mengalami situasi krisis dimana ia dihadapkan pada pilihan sulit antara menyelamatkan awaknya namun melecehkan negaranya, atau mencegah terjadinya perang nuklir namun merelakan K-19 hancur dan seluruh awaknya tewas. K-19 merupakan salah satu kapal selam nuklir generasi pertama yang dilengkapi dengan misil bailistik berhulu ledak nuklir. Sejak dipesan dan diproduksi hingga masa pengoperasiannya, K-19 telah menelan banyak korban sehingga diberi julukan ‘Hiroshima’ oleh para pelaut dan petinggi Angkatan Laut Uni Soviet. Dalam berbagai latihan yang dilakukan oleh para awak kapal selam tersebut, bisa disimpulkan bahwa K-19 masih jauh dari siap untuk diterjunkan dalam sebuah pertempuran. Meskipun demikian, K-19 tetap merupakan bagian penting dari Angkatan Laut Uni Soviet dan memiliki kapasitas melancarkan

serangan nuklir seandainya Perang Dunia ke-III antara Blok Barat dan Timur terjadi. Pada tanggal 4 Juli 1961, dipimpin oleh Kapten Tingkat Satu Nikolai Vladimirovich Zateyev, K-19 melakukan latihan di Atlantik Utara dimana pada saat itu terjadi kebocoran pada bagian sistem pendingin reaktor sehingga menyebabkan tekanan air terus turun ke titik nol dan menyebabkan pompa pendingin tidak berfungsi. Pada saat yang bersamaan, masalah lainnya yang terjadi secara bersamaan saat itu adalah matinya sistem radio jarak jauh kapal selam tersebut sehingga K-19 tidak bisa mengontak Moskow. Suhu temperator bergerak naik secara cepat sehingga mendekati angka 800â—‹C atau sama dengan titik leleh batang bahan bakar. Reaksi berantai pun terus berlangsung meskipun batang kendali telah ditambahkan. Reaktor pun terus


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


bertambah panas karena pendingin masih terus dibutuhkan selama proses penghentian hingga reaksi menurun. Meskipun Zateyev dan para kapten sebelumnya telah mengajukan permohonan, tidak ada backup sistem pendingin yang dipasang pada reaktor K-19. Zateyev khawatir ledakan nuklir yang terjadi akibat kecelakaan ini akan diartikan sebagai serangan pendahuluan oleh Amerika Serikat dan hal itu bisa berakibat pecahnya perang nuklir. Namun disisi lain, sang kapten juga sangat mempertimbangkan keselamatan kapal selam dan para awaknya. Zateyev kemudian membuat keputusan yang sangat berani yaitu membentuk tim yang terdiri dari tujuh orang untuk bekerja di daerah yang sudah terkena radiasi tinggi. Tim tersebut berusaha menambah sistem pendingin dengan memotong regulator aliran udara dan menyambungkannya dengan pipa air. Celakanya, K-19 hanya membawa jaket kimia dan bukan jaket radiasi sehingga bisa dipastikan setiap anggota tim tujuh akan terkontaminasi. Pijaran radioaktif yang memuat produk-produk fisi dialirkan ke sistem ventilasi dan disebarkan ke bagian-bagian lain dari kapal selam tersebut. Air pendingin yang dipompakan dari bagian reaktor pun berfungsi dengan baik sehingga ledakan nuklir bisa dihindari. Namun penanganan dengan cara tersebut berakibat sangat buruk bagi para awak K-19, bagian-bagian kapal selam dan sebagian misil balistik terkena radiasi dalam dosis yang tinggi. Zateyev memutuskan agar K-19 bergerak ke selatan untuk menemukan kapal selam diesel Uni Soviet daripada meneruskan misi sesuai rute yang telah direncanakan. Kapal perang Amerika Serikat yang kebetulan sedang berada di dekat K-19 bisa menerima sinyal

16

LIONMAG OKTOBER 2016

lemah dari kapal selam tersebut dan menawarkan bantuan. Suatu situasi yang langka di era perang dingin. Namun Zateyev khawatir hal itu akan berarti menyerahkan rahasia militer Soviet ke pihak Barat. Ia pun menolak tawaran tersebut. Ketegangan berakhir ketika kapal selam diesel S-270 bisa menerima sinyal lemah dari K-19 dan akhirnya menjemput kapal selam tersebut. Meskipun perang nuklir bisa dielakkan namun para awak K-19 harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal. Akibat dari radiasi yang diterima selama melakukan perbaikan sistem pendingin, semua anggota tim tujuh meninggal dalam waktu satu minggu dan dua puluh lainnya meninggal beberapa tahun kemudian. Sebagian besar anggota kru lainnya juga menerima radiasi pada tingkat yang tidak bisa ditolerir. Mereka menerima treatment medis di tahun berikutnya. Treatment tersebut termasuk transplantasi tulang dan transfusi darah di bawah pengawasan Profesor Z. Volynskiy dan berhasil menyelamatkan beberapa orang termasuk Letnan Kepala, Mikhail Krasichkov dan Kapten Vladimir Yenin. Untuk tujuan kerahasiaan, laporan diagnosa tidak menuliskan ‘penyakit radiasi’ tetapi ‘sindrom asteno-vegetative’. Tentu saja para awak K-19 tidak mendapatkan penghargaan atau tanda jasa sebagai pahlawan karena berbagai isu mulai dari politis, diplomatis hingga mencegah meletusnya perang nuklir. Bahkan sisa dari para anggota kru kemudian mendapatkan kesulitan pada saat berusaha mendapatkan pekerjaan. Baru empat puluh dua tahun kemudian Presiden Mikhail Gorbachev menulis surat untuk mengusulkan kepada Komite Nobel Norwegia agar para awak K-19 dinominasikan untuk mendapatkan

Mereka yang melakukan hal yang sangat besar bagi peradaban umat manusia namun mereka tidak dikenal sebagai orang-orang besar karenanya. Bila Anda menemukan orangorang seperti itu di sekitar Anda, Anda layak memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya. penghargaan Nobel Perdamaian untuk tindakan mereka pada tanggal 4 Juli 1961 tersebut. Namun meskipun berhasil dinominasikan, Zateyev dan para awak K-19 tidak terpilih sebagai pemenang Nobel. Kisah kepahlawanan mereka yang terkubur selama lebih dari empat dekade menjadikan mereka orang-orang besar sejati. Mereka melakukan hal yang sangat besar bagi peradaban umat manusia namun mereka tidak dikenal sebagai orang-orang besar karenanya. Bila Anda menemukan orangorang seperti itu di sekitar Anda, Anda layak memberikan penghargaan yang sebesarbesarnya. Mereka telah mencapai tingkat greatness (keagungan). Di sisi lain, orang-orang yang mondar-mandir hilir mudik untuk mendapatkan popularitas atau reputasi atas hal-hal yang tidak mereka kerjakan atau kalaupun ada, tidak sepadan dengan ketenaran yang mereka dapatkan, perlu bercermin kepada orang-orang yang telah mencapai tingkat greatness tersebut. Dibandingkan mereka yang telah mencapai tingkat greatness, orang-orang ‘sok sibuk dan sok penting’ tersebut tiba-tiba saja terasa kecil sekali. www.jemyconfido.com


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


Traveling Malang

Kampung Tridi

Sisi kiri dari Buk Gludug, menjadi pemisah Kampung Tridi di kiri, dengan Kampung Jodipan di kanan. LIONMAG OKTOBER 2016 18


Destinasi wisata baru lahir di Malang, Jawa Timur. Tanpa diduga dan direncana, sejak sebulan lalu dua kampung wisata lahir dan langsung berfungsi. Keduanya adalah Kampung Wisata Jodipan di Kelurahan Jodipan serta di sebelahnya Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian. Teks & Foto Paul I Zacharia

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


(kiri atas) Pengunjung menonton dari Jembatan Buk Gludug ke sungai Brantas yang memisah Kampung Tridi di kanan. (kanan atas) Pintu masuk memberi suasana yang akan dicapai di lokasi. (kanan bawah) Mural bergaya 3-D menyambut pengunjung di berbagai spot strategis.

ampung Wisata Jodipan merupakan buah ide cemerlang beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menggerakkan perusahaan cat guna mendukung pengecatan kawasan tepian Sungai Brantas menjadi indah berwarna-warni. Idenya adalah kawasan tua dan sederhana akan tampil lebih kuat jika diwarnai dengan tajam dan mencolok, laksana kampung-kampung artistik di Italia dan negara-negara berkontur geografisnya berupa tebing-tebing terjal. Karena tanpa direncanakan Pemkot, nama Kampung WarnaWarni telanjur melekat di masyarakat meski pada peresmiannya dinamai Kampung Wisata Jodipan karena terletak di daerah Jodipan, tepatnya di bagian selatan Sungai Brantas yang membelah kota, hingga membuatnya sangat strategis. Dengan pengecatan seluruh rumah kumuh, suasana pembaruan

20

LIONMAG OKTOBER 2016

berupa kebersihan dan kerapian pun tercipta di kawasan ini. Begitu kontras dengan kampung tetangganya, seperti Kampung Jodipan, yang ‘’belum terawat’’. Sedangkan di Kelurahan Kesatrian, Wali Kota Malang Moch Anton belum lama ini mencanangkan Kampung Tridi atau Kampung Wisata Kesatrian. Dinamai ‘’Tridi’’, bukan Tri-Di agar lebih mudah dengan pengucapan lidah Jawa.

Bersamaan dengan ide pengecatan seluruh kampung dengan warnawarni mencolok di Kampung Jodipan, di Kampung Kesatrian muncul pula ide pemakaian ruang kosong dengan lukisan dan/atau mural yang menantang imajinasi. Pengecatan permukaan sederhana dan bertekstur kasar di Jodipan memancing para seniman berkreasi untuk menghias dinding dan permukaan datar di Kampung


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


(dari kiri ke kanan) Keterbatasan lahan memaksa anak-anak di Kampung Tridi untuk bisa bermain dimana saja. • Sekian banyak ide akan terus berkembang tergantung para senimannya. • Sampai segala lingkungan dapat dijadikan menarik karena ide yang kuat. • Selain efek 3D, beberapa mural hanya membuat ilustrasi biasa.

Kesatrian dengan beragam mural dan ilustrasi. Bukan sekadar lukisan biasa, tetapi ide tampilan berkesan tiga dimensi (3-D). Sejak zaman dulu, terdapat seni lukis yang dalam istilah Prancis disebut dengan Trompe L’oeil (Tipuan Mata). Sebuah lukisan dimaksudkan untuk meniru benda atau sikon dalam keadaaan seasli atau serealistis mungkin, sehingga pandangan mata kita bisa tertipu. Dalam seni panggung, bentuk kesenian ini dipakai untuk menggambarkan latar belakang pentas sehingga menciptakan situasi yang mampu menunjang kuat pemeranan. Belakangan kesenian itu dipakai di banyak situasi. Bahkan ‘’lokasi visual imajiner’’ itu dipakai untuk berfoto bersama dan, tentu, dikomersialkan. Galeri atau museum seni tipuan mata itu terkenal sebagai Museum 3-D. Di Kampung Tridi, semua ilustrasi seni visual menjadi daya tarik. Karena pengunjung penasaran tentang wujud realistis lukisan mereka pun memakainya sebagai latar untuk berselfie ria.

22

LIONMAG OKTOBER 2016

Kedua kampung wisata ‘’norak’’ itu kini menjadi pemandangan cantik bagi pendatang yang memasuki Kota Malang. Menariknya, kedua kampung itu dipisahkan oleh aliran Sungai Brantas yang, pada bagianbagian tertentu, sangat sempit sehingga sangat mudah diseberangi dengan kaki. Meski demikian, tidak banyak warga melakukannya karena kondisinya yang kotor. Melihat inisatif masyarakat yang berdaya guna itu, Pemkot Malang merencanakan segera membangun

jembatan penghubung antara Kampung Wisata Jodipan dan Kampung Tridi. Muncul rencana konstruksi lantai jembatan dibuat dari kaca tembus pandang guna menambah sensasi orang kala menyeberang. Rasa penasaran membuat pengunjung belakangan banyak berbondong-bondong untuk ber-selfie di berbagai lokasi pada Kampung Tridi. Mumpung gratis, tidak harus membayar sebagaimana berkunjung ke museum.


Di Kampung Tridi, semua ilustrasi seni visual menjadi daya tarik. Karena pengunjung penasaran tentang wujud realistis lukisanm mereka pun memakainya sebagai latar untuk ber-selfie ria. Namun, saat ini Kampung Wisata Jodipan telah mulai menarik iuran kebersihan dan kerapian kampung sebesar Rp 2.000 per orang. Penghuni dan tamu dari penghuni Kampung Wisata Jodipan dibebaskan dari tarif masuk. Namun, tamu juga dipersilakan memberikan iuran kebersihan seikhlasnya.

Pengurus kampung memang perlu di-support dana guna menjaga kerapian kawasan yang sekarang ini sangat laku dikunjungi orang itu. Sementara di Kampung Tridi, untuk sementara pemasukan berasal dari pendapatan lokasi parkir kendaraan yang cukup laris di kawasan masuk. Peluang datang, namun tantangan juga menghadang dari keberadaan lokasi parkir itu. Saat ini seluruh kawasan dan jalan pendukung kampung terbilang sudah sangat sesak karena tidak pernah direncanakan didatangi banyak pengunjung. Tinggal pengelola kedua kampung dan

Pemkot Malang merumuskan formula solusi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Pun, dengan kedatangan banyak pengunjung dan tamu, roda kehidupan di sini juga berubah. Pemuda desa dijadwal menjaga parkiran. Yang berbakat seni bisa memajang karyanya untuk ditawarkan sebagai suvenir. Para ibu dan pemudi juga memiliki kesempatan menjaga tiket masuk, berjualan suvenir, atau makanan. Pada banyak lokasi dan rumah sudah kelihatan lapak menawarkan minuman penyegar bagi pengunjung. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


Traveling Bali

Nusa Penida Tak Lagi Sembunyi di Balik Bali Teks & Foto Dody Wiraseto

24

LIONMAG OKTOBER 2016

Pantai Kelingking dari atas tebing.


elombang laut terlihat tenang. Namun, kapal cepat kami serasa pesawat sedang melayang di udara. Sesekali bagian badan ‘’pesawat’’ menghantam air laut dan menimbulkan percikan air hingga masuk dalam kapal. Beberapa penumpang turis asing terlihat cemas. Wajahnya mulai memerah. Tangan mereka memegang bangku erat-erat. Pada bagian lainnya, rombongan wisatawan dari India malah senang dan riuh bersorak kala percikan air semakin tinggi. ‘’More, more, more,” teriak mereka, seolah menantang juru kemudi kapal cepat. Mereka menganggap penyeberangan dari Sanur melewati Selat Badung menuju Nusa Penida layaknya wahana pemacu adrenalin. Nusa Penida kini merupakan salah satu pilihan destinasi baru kala berada di Bali. Pulau terbesar dari gugusan pulau di belahan tenggara Bali ini memiliki panorama alam memikat dengan masyarakat masih berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dan keagamaan. Nusa Penida bukan lagi pulau terpencil, tetapi telah bertransformasi menjadi pulau eksotik dengan ragam destinasi wisata. Setelah 45 menit menyeberangi Selat Badung, kapal cepat kami mulai melepas jangkar dan bersandar di Pelabuhan Toyapakeh. Dari pelabuhan ini, para penyedia jasa persewaan motor berlomba menawarkan jasa sembari memberikan informasi singkat tentang Nusa Penida. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


(kiri) Dua turis asing di pohon tua yang berada di puncak bukit, (kanan) Angel Billabong yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Pesona Karang & Bukit Berkapur Rasanya baru kali ini saya rasakan geliat pesona Nusa Penida. Sejak gelaran Nusa Penida Festival pada 2014, perlahan tapi pasti nama Nusa Penida sebagai destinasi wisata di Bali mulai terangkat. Bahkan pulau ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai Favorit II lokasi populer untuk menyelam. Kiranya ini yang mendongkrak Nusa Penida hingga bisa seperti sekarang. Lepas istirahat sejenak, Putu — karyawan di homestay tempat kami menginap— menghampiri sembari memberikan informasi tentang Nusa Penida. Pertanyaan saya langsung mengarah ke tiga destinasi utama, yaitu Pantai Kelingking, Angel Billabong, dan Crystal Bay. “Letak geografis Nusa Penida didominasi oleh kondisi tanah

26

LIONMAG OKTOBER 2016

berkarang dan batu kapur. Jadi tidak heran kalau beberapa pantai berada di bawah tebing yang curam,” tutur Putu menerangkan. Kontur alam itu pula yang membuat destinasi wisata di Nusa Penida memiliki sejumlah keunikan tersendiri. Setelah arahan cukup jelas dari Putu, tujuan pertama mengarah ke Pantai Kelingking. Pantai ini sebenarnya lebih dikenal dengan sebutan ‘’Kelingking Secret Point’’, lokasi diving favorit untuk melihat langsung manta, ikan pari terbesar di dunia. Selain sebagai lokasi diving, terdapat sebuah tebing untuk menikmati keunikan pantai. Garis pantai tidak terlalu luas, tapi lokasinya berada di bawah tebing. Karena posisi tebing sangat curam, saya hanya bisa melihat tebing kapur berbentuk seperti kepala Tyranosaurus dari

atas bukit Karang Dawa. Lanskap kian sempurna dengan tebing kapur curam dihantam gelombang besar dan kilauan air laut biru toska. Di tengah tebing tumbuh pohon tua yang kerap dijadikan lokasi foto selfie dengan latar belakang biru laut Samudra Hindia. Terdapat pula sebuah pura yang disebut masyarakat setempat dengan Pura Paluang, namun ada pula yang menamainya Pura Mobil karena keberadaan pelinggih berbentuk mobil. Saya tidak mempersiapkan diri untuk diving, sehingga hanya bisa menikmati keindahan dari atas tebing. Setelah cukup mengitari Pantai Kelingking, perjalanan berlanjut ke Angel Billabong, sebuah laguna kecil berwarna biru kehijauan di atas karang yang menjadi lokasi favorit turis untuk berenang.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


Sekitar hanya 30 menit dari Pantai Kelingking, Angel Billabong sudah di depan mata. Letaknya satu kawasan dengan Pantai Pasih Uug, yang disebut turis asing dengan ‘’Broken Beach’’. Pantai ini memiliki tebing setinggi 50—200 meter yang berlubang pada bagian tengah, sehingga berbentuk seperti gua atau terowongan yang dialiri air laut. Air laut pun terperangkap di tengahnya. Tidak jauh dari situ, Angel Billabong siap untuk direnangi. Laguna ini terbentuk akibat genangan air yang terjebak saat laut pasang. Namun,

28

LIONMAG OKTOBER 2016

saya datang pada saat yang kurang tepat. Air laut mulai pasang dan debur ombaknya masuk hingga ujung laguna. Jelas kondisi ini berbahaya karena hantaman ombak bisa menyeret siapa pun yang berenang ke ‘’belantara’’ Samudra Hindia. Tidak ingin berlama-lama menyesali momen di Angel Billabong, perjalanan saya lanjutkan sembari menikmati matahari terbenam di Crystal Bay. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke Crystal Bay, salah satu pantai yang bisa direnangi di Nusa Penida.

Berkontur landai dan berpasir putih, paparan sinar mataharinya membuat pantai semakin eksotik. Bagi penikmat alam bawah laut, Crystal Bay juga merupakan tempat snorkeling favorit. Agak menjorok ke tengah pantai terdapat bukit karang unik yang seakan memiliki pintu pada bagian bawahnya. Pintu ini yang menjadi akses menuju pura di puncak bukit. Menikmati momen pergantian menuju malam kala matahari terbenam terasa tenang. Semakin malam bintang kian betebaran. Sedikitnya polusi


cahaya membuat gugusan galaksi Bimasakti terlihat jelas dari bidikan kamera. Malam nan sempurna!

Menikmati Matahari Terbit di Pantai Atuh Belum lengkap jika tidak menikmati matahari terbit di pulau ini. Pantai Atuh di bagian timur pulau ini merupakan lokasi terkenal untuk menikmati matahari terbit. Dari sini matahari terbit berlatar Pulau Bali besar jelas terlihat. Keindahannya membuat perjuangan saya bangun dini hari dan menempuh 1 jam perjalanan

(kiir) Pantai Pasir Uug yang berbatasan dengan Angel Bilabong. (atas) Tebing kapur di Pantai Atuh. (bawah) Lansekap Crystal Bay.

dari homestay terasa terbayar lunas. Untuk mencapai pantai itu saya harus trekking sekitar 20 menit dari lokasi parkir. Menaiki bukit berkapur, jajaran kawasan perbukitan menjadi latar hijau menyegarkan. Di sisi lain jajaran bukit kapur membentuk gugusan yang mengingatkan saya pada kokoh bukit di The Twelve Apostles di Victoria, Australia. Perlahan semburat jingga semakin terlihat. Dari atas bukit Pulai Bali

besar terbentang jelas. Di bawah bukit, lagi-lagi karang khas mirip kepala kuda membendung hantaman keras ombak Samudra Hindia. Matahari kian meninggi. Pagi pun memunculkan imaji luar biasa tentang bentang alam Nusa Penida. Inilah pulau eksotisme yang membawa saya ke dimensi baru berwisata di Bali. Bukit kapur dan karang-karang kokoh dengan ragam rupa. Pulau kecil yang tidak lagi sembunyi di balik Bali. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


Automotive

McLaren F1

Sportcar Berteknologi F1 Teks Riman Saputra N Foto Dok. McLaren

30

LIONMAG OKTOBER 2016


Setelah memenangkan tujuh gelar World Championship pada balapan Formula One (F1), tantangan logis untuk TAG/McLaren adalah mengeksploitasi kemampuan luar biasa pada balap Grand Prix F1 dalam desain road car. Hadirlah teknologi F1 McLaren dalam bentuk mobil sport dengan performa tinggi demi kenikmatan berkendara. Inilah McLaren F1 eksklusif beranjak dari definisi supercar dan driver’s car Grand Touring untuk abad ke-21.

esain McLaren F1 benar-benar terinspirasi dari Formula 1, namun terbebas dari regulasi balap. Sebuah kreasi cerdik sekaligus hasil imajinasi sempurna yang kemudian melahirkan definisi sportcar, Grand Touring car, atau supercar dengan kecepatan dan kenyamanan touring jarak jauh. Bagian depan F1 memiliki posisi mengemudi centreline dan driver centric dengan kokpit ergonomi mencerminkan Grand Prix murni. Bentuk dan fitur aerodinamisnya langsung dari teknologi F1. Sistem manajemen aerodinamis groundeffect bawah body ditingkatkan dengan penghapusan fan-assisted dari boundary layer airflow. Sementara fitur canggih lainnya termasuk rem pendinginan aktif yang smart serta kontrol otomatis aerodinamis Centre of Pressure. Inovasi desain suspensi depan serta belakang meniadakan INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


ketidakcocokan handling presisi dengan ketenangan dan kenyamanan road car berperforma tinggi. F1 mengoperasikan gaya midengine mounting konvensional Formula 1, konfigurasi ideal untuk menggabungkan distribusi berat dan konsentrasi massa secara optimal dalam wheelbase. Untuk kali pertama dalam mobil sport, McLaren F1 menampilkan kemasan cerdik yang berkonsentrasi pada mesin/gearbox, bahan bakar, penghuni dan barang-barang bagasi

32

LIONMAG OKTOBER 2016

di sekitar Centre of Gravity yang dipertahankan pada ketinggian minimal, serta tetap statis dalam semua kondisi beban. Berkat struktur komposit karbon paling canggih, McLaren F1 memiliki rasio power-to-weight tertinggi dari semua mobil yang pernah diproduksi. Seluruh body terdiri atas komposit monocoque canggih, menggabungkan bahan serat karbon uni-directional dan woven. Kebanyakan struktur panel utama adalah aluminium honeycomb berkulit ganda dan kaku.

Sebagai mobil sport dengan visibilitas tinggi, McLaren F1 juga memiliki spesifikasi kaca yang seluruhnya dilaminasi, kaca depan double-curvature besar pada 23-derajat horisontal, finishing elegan, recyclability mudah, ringan, serta memiliki areal massa pemanasan luar biasa.

PERFORMA Mesin BMW Motorsport ‘S70/2’ V12 untuk McLaren F1 memiliki desain unik yang dibangun dan diuji coba khusus guna menghasilkan salah


satu spesifikasi output tertinggi bagi mesin ramah lingkungan berkapasitas tinggi dalam sejarah produksi mobil sport. Untuk performa, dengan emisi bersih mesin ini memiliki head yang sangat efisien, continuous variable valve timing inlet, serta sistem kontrol emisi menggabungkan pasokan udara sekunder dan empat catalytic converter dengan kontrol analisis gas buang ‘Lambda’. Mesin V12 6.064 cc memiliki 4 cam, 48 katup, 60 derajat, bore 86mm, dan stroke 87mm. Rasio

kompresi 10,5: 1 dan dengan rantai-driven DOHC valvegear dan injeksi bahan bakar TAG Electronic Systems serta manajemen mesin, daya output-nya mencapai lebih dari 550bhp (404kW) pada 7,500 rpm, digabungkan dengan torsi puncak lebih dari 600 Nm antara 4.000 dan 7.000 rpm, serta tidak kurang dari 350Nm pada 1.500 rpm. Kecepatan gearbox 6 memiliki gearchange synchromesh dengan roda gigi heliks untuk kekuatan optimal, tenang saat kecepatan

tinggi, serta perubahan gear yang cepat dan efisien. Rasio giginya mendekati cluster 5 kecepatan untuk 0-160 mph (257 km/jam) ditambah kecepatan gigi 6 yang memberikan kenyamanan dan striding panjang 33 mph (53km/jam) per 1.000 rpm. Kecepatan tertingginya bisa mencapai lebih dari 200 mph (321km/jam). Guna mendukung kecepatan di atas 200 mph, lebih dari 550 bhp, beban menikung tinggi, dan downforce tinggi, McLaren bekerja sama dengan Goodyear. F1 menggunakan ban INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


depan Goodyear P235 / 45ZR17 dan P315 / 45ZR17 di belakang yang dihasilkan dengan teknik balap terbaru, pemodelan komputer, CAD/ CAM, konstruksi kecepatan tinggi, dan bahan ringan eksotis. Sedangkan dalam mengembangkan pengereman performa tinggi yang satu line dengan F1, McLaren Cars bekerja sama dengan Brembo, Italia.

INTERIOR Interior F1 terbuat dari kulit Connolly Soft Assisted Aniline pilihan. Bahan ini menawarkan semua kualitas yang diperlukan dari kulit interior mobil yang tahan lama, ringan, panas stabil, dan konsisten dalam tekstur. Bahan ini juga mampu memberikan fleksibilitas luar biasa, sensual, dan tekstur yang lebih dalam.

34

LIONMAG OKTOBER 2016

Kursi pengemudi dirancang serta dibentuk secara individual dan di-trim dengan cara tim balap McLaren International Formula One yang diterapkan untuk pengemudi Grand Prix-nya. Kursi pengemudi dirancang serta dibentuk secara individual dan ditrim dengan cara tim balap McLaren International Formula One yang diterapkan untuk pengemudi Grand Prix-nya. Posisi roda kemudinya juga di-setup dan pedal kakinya dibangun khusus, dibentuk, dan disesuaikan untuk memberikan tingkat ergonomis terbaik. McLaren F1 memiliki volume bagasi 227 liter dari dua cool, kompartemen sisi bersih hanya di depan lengkungan roda belakang, jauh dari panas dan asap bay mesin. Pintu kompartemen dapat dibuka dari kokpit, juga menyediakan akses ke tanki minyak dry-sump dan bay peralatan listrik.

Untuk sistem audio, kerja sama McLaren Cars dan Kenwood mencapai reproduksi suara berkualitas terbaik. Sistem audionya menyelaraskan dengan filosofi ergonomi F1, mudah dioperasikan di semua kondisi mengemudi, serta kontrol hi-fi yang user-friendly. Untuk daya lima speaker-nya, Kenwood menggunakan amplifier KAC 622 yang diintegrasikan ke dalam dashboard. Posisi speaker dirancang khusus demi menjamin kualitas tertinggi. Berkat posisi mengemudi centerline yang unik, F1 menjadi satu-satunya mobil di dunia yang menawarkan suara stereoponis.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


Travelling Grenada

Pemandangan menakjubkan Carenage, pelabuhan berbentuk tapal kuda. LIONMAG OKTOBER 2016

36


Grenada

Andalan di Selatan Karibia Diberkahi topografi menarik, daerah vulkanis penghasil rempah dan cokelat, serta penduduk lokalnya ramah, primadona di wilayah selatan Karibia ini tak pernah sepi pengunjung. Teks & Foto Dian Permatasari

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


(dari kiri ke kanan) Meriam di Fort George. • Salah satu pemandangan dari atas Fort George. • Photo by Vladimir Popovski, penerjun bebas di air terjun Annandale,

Fort George Peta wisata menunjukkan jarak Fort George dari terminal kapal pesiar di Melville Street, tempat saya turun, hanya kurang dari 1 km. Berjalan kaki pun terasa enteng. Yang terlewat dari pikiran, jalan tersebut ternyata tidak datar. Mendaki jalan yang kian menanjak di bawah terik matahari Karibia

38

LIONMAG OKTOBER 2016

memang agak menyebalkan. Peluh bercucuran ditambah hawa pantai yang menyengat memperlambat langkah. Namun, dasar banci bangunan bersejarah, saya pun belabelain ke sana. Saat gerbang masuk terlihat, antusiasme saya kembali muncul. Fort George merupakan benteng tertua di Grenada, didirikan pada 1705 oleh

Prancis, negara yang menjajah saat itu. Arsitektur Fort George, saya kira, memang bukan yang terbaik di antara benteng-benteng yang pernah saya singgahi. Keistimewaan benteng itu bukan yang terdapat di dalamnya, tapi justru panorama di luar. Benar saja, pemandangan Kota Grenada dari ketinggian benteng sangat menawan.


Untuk menarik minat wisatawan, beberapa lelaki lokal yang tergabung dalam komunitas kecil melompat bebas. Mereka memanjat tebing paling tinggi dekat air terjun. Sesaat sebelum melompat, mereka menyanyi singkat dan meminta pengunjung berteriak menyemangati. Beberapa meriam berjajar di level teratas, membidik ke arah laut lepas. Meriam-meriam tersebut terawat dengan cat yang masih tampak lumayan baru. Saya mesti sabar menunggu giliran mengabadikan gambar karena tempat ini memang spot favorit untuk berfoto. Saya mengitari sisi lain benteng yang mengarah ke sudut berbeda.

Bravo! Kali ini mata saya dimanjakan dengan si cantik Carenage, pelabuhan berbentuk tapal kuda tempat kapalkapal yang lebih kecil bersandar. Dataran berbukit di belakangnya ditempati rumah-rumah penduduk. Laut berlatar topografi perbukitan memang menarik dilihat dari elevasi tertentu. Itulah sebabnya saya menyukai ketinggian.

Pertunjukan Terjun Bebas Kami menyewa taksi untuk menjelajahi bagian lain dari Grenada. Salah satunya Air Terjun Annandale. Seperti umumnya air terjun di daerah tropis, kawasan ini dikelilingi vegetasi rimbun dan dinding bebatuan. Sayang, saat kami berkunjung debit air terjunnya sedikit sekali. Namun, air di kolam alaminya nan sejuk sangat INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


mengundang untuk menceburkan diri. Berenang di sini sangat menyegarkan, terutama di tengah panasnya cuaca Karibia. Untuk menarik minat wisatawan, beberapa lelaki lokal yang tergabung dalam komunitas kecil melompat bebas. Mereka memanjat tebing paling tinggi dekat air terjun. Sesaat sebelum melompat, mereka menyanyi singkat dan meminta pengunjung berteriak menyemangati. Baru kemudian mereka terjun bebas dari ketinggian sekitar 10 meter. Tentu, pengunjung membayar untuk pertunjukan ini. Setelah berenang singkat, kami kembali lagi ke pusat kota.

40

LIONMAG OKTOBER 2016

Mulai dari panorama laut dengan perbukitan vulkanis, latar belakang historis, hingga tanah subur bertabur hasil alam, tak pelak Grenada menjadi tujuan favorit di wilayah Karibia. Surga Cokelat Banyak hal menarik yang dapat dilihat saat menelusuri jalanan di sekitar St George, Ibu Kota Grenada. Salah satu yang menyita perhatian adalah House of Chocolate yang berlokasi di Young Street. Meski dijuluki “Isle of Spice (Pulau Rempah)’’ dan identik dengan nutmeg atau pala, Grenada juga merupakan produsen cokelat terkenal di dunia. Saya pun menyempatkan diri mampir. Bangunan itu berbata

merah. Sebagian dindingnya dilukis dengan proses penanaman cokelat. Begitu masuk, di sebelah kanan bangunan terdapat museum mini tempat proses pembuatan biji kakao hingga menjadi cokelat dipamerkan. Foto dan ilustrasi dengan contoh asli kakao dan alat-alat yang digunakan dalam proses pun disajikan lengkap. Dain James, guide di museum tersebut, menjelaskan kepada para pengunjung. Biji kakao berwarna putih saat pertama diambil dari


(dari kiri ke kanan) Eksterior House of Chocolate di Young Street, St George. • Dain, guide yang menjelaskan semua detil tentang cokelat. • Wanita penduduk asli Grenada.

dalam buah. Biji ini kemudian difermentasi dan dikeringkan hingga menjadi kecoklatan. Biji dipanggang dan dipecah untuk dipisahkan dengan kulit luarnya. Inilah yang siap diolah menjadi cokelat. Selain diproses menjadi cokelat, biji kakao juga diolah menjadi mentega cokelat untuk kosmetik. Dain dan penduduk lokal Grenada memakainya sebagai pelembab kulit alami. Ada yang lucu saat

kunjungan itu. Setelah bercerita panjang lebar, Dain pun menanyakan asal saya. Saat menyebut Indonesia, dia menepuk kepala, tertawa lalu bercanda bahwa saya mata-mata bisnis. Maklum, Indonesia juga saingan dalam ekspor kokoa dunia. Setelah menelusuri seluk beluk cokelat, para pengunjung dapat langsung menikmati berbagai produk cokelat di Cocoa Lime, kafetaria kecil di House of Chocolate. Terdapat pula

butik kecil untuk menjual suvenir, seperti baju, kartu pos, dan bubuk cokelat jadi. Segelas es cokelat menjadi teman pengganti energi yang terkuras seharian. Mulai dari panorama laut dengan perbukitan vulkanis, latar belakang historis, hingga tanah subur bertabur hasil alam, tak pelak Grenada menjadi tujuan favorit di wilayah Karibia. Saya pun mengidolakannya. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


Travelling Bukit Panguk Kediwung

Harmoni Pagi di Bukit Panguk Kediwung Pada masa lalu Bukit Panguk Kediwung merupakan hamparan hutan sepi nan mencekam. Namun, wilayah sisi selatan Yogyakarta ini telah menjelma menjadi destinasi wisata baru nan menawan hati. Laksana oase di tengah gurun, keberadaannya kian ramai dibincang dari mulut ke mulut. Menikmati pagi di bukit ini menjadi awal sempurna memulai hari. Teks & Foto Reza Fitriyanto

Wisatawan menikmati panorama sunrise di anjungan 1 Bukit Panguk Kediwung, Bantul, Yogyakarta.

42

LIONMAG OKTOBER 2016


emesta masih gelap. Fajar belum juga tampak dari ujung cakrawala. Dingin udara pagi berpadu dengan kumandang adzan subuh mengiring perjalanan menuju sisi selatan Yogyakarta. Perjalanan kali ini laksana sebuah pencarian. Bukan tentang seseorang, tapi demi bertemu mentari dan pasukan halimun, kabut pagi, di puncak Bukit Panguk Kediwung. Menikmati semburat mentari yang muncul di ufuk timur dari ketinggian merupakan pilihan favorit dalam perjalanan wisata. Jika sedang berada atau hendak melakukan perjalanan menuju Kota Yogya, terdapat beberapa alternatif destinasi wisata untuk bisa merasakan segar udara pagi sembari menyaksikan mentari terbit beriring lautan kabut halimun. Salah satunya

puncak perbukitan di kawasan Desa Mangunan, tepatnya di puncak Bukit Panguk Kediwung, Bantul. Bagi pemburu sunrise, puncak Bukit Panguk Kediwung bak taman impian. Teatrikal mentari terbit pada horizon di ufuk timur berkolaborasi begitu cantik dengan lautan kabut di bawahnya. Liukan Sungai Oya, yang membelah Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Gunungkidul, menambah eksotisme pagi dari puncak bukit ini. Rona jingga mentari pun terasa sangat meyihir kelopak mata. Sedikit membuat pupil menyempit, namun lisan tidak kuasa berucap ingkar mengungkap rasa kagum. Bukit Panguk Kediwung merupakan spot wisata yang baru dibuka untuk umum beberapa bulan belakangan. Ia kini menjadi topik perbincangan hangat di kalangan

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


muda-mudi Kota Pelajar serta aktivis media sosial. Iming-iming visual cantik dan photogenic menjadi magnet utama bagi pengunjung untuk menyinggahinya. Dari Bukit Panguk Kediwung tersaji pemandangan hijau barisan bukit dalam rangkaian Geopark Pegunungan Sewu. Latar liukan Sungai Oya yang masih berselimut kabut menambah kesan magis pemandangan pagi hari. Selain bisa menikmati rona indah matahari terbit, Bukit Panguk Kediwung juga menjadi menjadi

lokasi ‘’surga’’ bagi para pemburu foto landscape maupun lokasi alternatif pemotretan pre-wedding. Menikmati pagi di tempat ini akan semakin asyik sembari berdiri di gardu pandang atau anjungan kayu yang dibangun langsung di atas tebing. Terdapat beberapa anjungan atau jembatan kayu di tempat ini, baik yang berukuran kecil maupun besar, serta cukup luas sehingga bisa dinaiki hingga 10 orang. Anjungan-anjungan ini lokasi priamadona untuk berfoto dengan latar mentari pagi.

Salah satu anjungan dari kayu dan bambu yang dibuat sebagai fasilitas untuk pengunjung.

44

LIONMAG OKTOBER 2016

Kreasi Mahasiswa KKN Penasaran dengan asal-muasal tempat ini, saya berusaha mencari tahu, mengulik informasi dari penduduk di sekitar lokasi. Menurut penjelasan pengelola lokasi dan warga sekitar areal Bukit Panguk, pembukaan tempat wisata ini bermula dari ide kreatif sejumlah mahasiswa yang menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Kediwung. Diawali penasaran, para mahasiswa KKN mencoba memberanikan diri masuk kawasan


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


Penamaan Bukit Panguk bermula dari sebuah spot atau anjungan khusus yang biasa digunakan pengunjung untuk berfoto. Spot ini berupa bangunan sederhana dari kayu dan bambu.

Wisatawan menikmati panorama sunrise di anjungan 1 Bukit Panguk Kediwung, Bantul, Yogyakarta LIONMAG OKTOBER 2016 46


Suasana pagi di sudut lain Bukit Panguk Kediwung.

hutan, kemudian mendapati pemandangan pagi yang sangat menawan hati. Selang beberapa hari kemudian, warga sekitar bersama para mahasiswa KKN bergotong royong merancang berbagai fasilitas penunjang bagi wisatawan. Di antaranya, anjungan dari bambu dan kayu, areal parkir kendaraan, papan penujuk lokasi wisata, serta beragam fasilitas penunjang lainnya demi kenyamanan dan kemudahan akses bagi pengunjung. Berada di Bukit Panguk Kediwung, sepintas saya langsung teringat spot untuk sunrise seeing di Tebing Keraton dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Juanda di Bandung, Jawa Barat. Juga Bukit Punthuk Setumbu di kawasan Perbukitan Menoreh, sebelah barat Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ketiganya nyaris serupa. Dalam hati saya berujar, mungkin ide merancang

lokasi Bukit Panguk Kediwung terinspirasi dua tempat tersebut. Penamaan Bukit Panguk bermula dari sebuah spot atau anjungan khusus yang biasa digunakan pengunjung untuk berfoto. Spot ini berupa bangunan sederhana dari kayu dan bambu. Nah, dari bangunan anjungan kayu dan bambu itu nama Bukit Panguk berasal. ‘’Panguk’’ sendiri diambil dari kata dalam Bahasa Jawa, yakni anguk-anguk yang bermakna ‘’mengintip dari atas’’. Untuk mencapai lokasi Bukit Panguk, pengunjung bisa mengakses melalui Jalan Imogiri Timur, lalu bergerak menuju selatan hingga mencapai Desa Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul. Jarak Bukit Panguk Kediwung hanya sekitar 2 km dari lokasi Kebun Buah Mangunan. Papan-papan penujuk lokasi yang terpasang di sepanjang jalan kian memudahkan pengunjung.

Meski spot puncak Bukit Panguk Kediwung baru dibuka beberapa bulan lalu, fasilitasnya terbilang cukup memadai. Selain lahan parkir kendaraan bermotor, terdapat pula beberapa warung bambu milik ibu-ibu penduduk sekitar yang menjajakan jajanan kudapan pagi, lengkap dengan beragam minuman hangat yang pas dinikmati sembari menyaksikan matahari terbit. Saat ini pengunjung belum dikenai biaya retribusi masuk, kecuali parkir kendaraan bermotor. Meski demikian, pengunjung bisa menyumbang seikhlasnya di kotak amal saat hendak pulang meninggalkan lokasi. Memang tidak ada keharusan untuk menyumbang. Namun, sumbangan yang masuk amat berarti bagi pengembangan wisata yang dikelola secara mandiri itu. Sumbangan itu terasa setimpal dengan sajian pagi yang meyihir mata. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


Destination Museum PETA

Goresan Sejarah Perjuangan PETA Di Blitar, Jawa Timur, Shodancho (Komandan Peleton) Supriyadi bersama pasukannya melakukan pemberontakan yang gagal terhadap tentara Jepang. Supriyadi dinyatakan hilang. Kisah penjuangan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) melawan Jepang ini bisa ditemukan di Monumen dan Museum PETA. Teks Faisyal Foto Dody Wiraseto

48

LIONMAG OKTOBER 2016


onumen dan Museum Pembela Tanah Air (PETA) terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 35, Bogor, Jawa Barat. Museum ini menempati lokasi yang dulu menjadi tempat pendidikan kemiliteran para perwira PETA. Selain sebagai wujud penghargaan kepada mantan tentara PETA atas kontribusinya dalam pendirian bangsa dan negara, museum itu juga didirikan untuk memberikan gambaran

(kiri) Patung Jenderal Soedirman di belakang museum. (kanan Atas) diorama yang menggambarkan penyerbuan Osha Butai Kota Baru oleh BKR Yogyakarta dipimpin Soeharto. (kanan bawah) Tampak depan Museum Tentara PETA.

kepada generasi muda tentang perjuangan Kemerdekaan Indonesia serta persiapan untuk mengisi kemerdekaan. Maka keberadaan monumen dan museum itu bisa memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk memahami sejarah bangsa, sehingga memupuk semangat nasionalisme mereka. Konon pemilihan Bogor sebagai lokasi latihan PETA penuh beragam pertimbangan. Di antaranya, lokasi

yang dinilai strategis dengan udara sejuk plus dukungan fasilitas. Terpenting, masyarakat sekitar kala itu juga mendukung pendirian pusat pendidikan militer dalam ikhtiar mencapai Kemerdekaan Indonesia. Memasuki kawasan monumen dan museum, pengunjung disambut Patung Jenderal Soedirman dan Shodancho Supriyadi Pangliam TKR (Tentara Kemanan Rakyat) sedang memegang pedang. Kedua tokoh INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


Baju seragam militer PETA, pedang, berbagai jenis senjata.

pejuang kemerdekaan ini merupakan anggota PETA, tentara pribumi yang dibentuk Jepang. Pembentukan PETA berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan Panglima Tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan PETA dipusatkan di kompleks militer Bogor bernama Jawa Bo-ei Giyugun Kanbu Resentai. Kehadiran PETA disambut hangat rakyat Indonesia. Sebagian anak muda pun bergabung PETA. Mereka dilatih menjadi personel militer dengan janji Jepang memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Namun, Jepang melanggar janji, malah melakukan tindakan-tindakan kekerasaan dan penyikasaan terhadap rakyat Indonesia. Timbul kekecewaan pada sebagian anggota PETA, termasuk Shodanco Supriyadi. Bersama pasukannya ia memberontak, tetapi pemberontakan

50

LIONMAG OKTOBER 2016

itu bisa dipadamkan Jepang. Sebagai pimpinan pasukan pemberontak, Supriyadi hilang entah ke mana. Sebagian pasukanya ditangkap serta diadili. Menurut Kepala Monumen dan Museum PETA, Kapten TNI Suroso, Supriyadi sengaja dihilangkan oleh Jepang. Tujuannya tidak lain untuk menghancurkan semangat tentara PETA agar tidak kembali memberontak. Tentara PETA, kata Kapten Suroso menjelaskan, berperan besar dalam perang Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang sebelumnya tergabung dalam PETA, antara lain, mantan Presiden Soeharto dan Jenderal Besar Soedirman. PETA juga andil dalam sejarah militer Indonesia dan ambil bagian dalam pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga akhirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dengan

kata lain, PETA merupakan salah satu elemen cikal bakal dari TNI. ‘’Semangat nasionalisme PETA terhadap bangsa sangat tinggi dan semangat tersebut harus dilestarikan,� ujar Kapten TNI Suroso kepada tim LIONMAG yang berkunjung ke Monumen dan Museum Tentara Pembela Tanah Air PETA. LIONMAG mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat dan Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Dinas Sejarah Angkatan Darat atas liputan ini.

Relief Perjuangan Lebih ke dalam memasuki Museum PETA, pengunjung akan menjumpai relief-relief perjuangan PETA di lorong Among Tamu. Relief-relief ini menceritakan perjuangan PETA dalam upaya memerdekakan Indonesia dari penjajahan Jepang.


(kiri) Benda-benda sejarah yang menjelaskan peranan dan perkembangan tentara PETA dalam meraih cita-cita Kemerdekaan Indonesia. (kanan) Replika tandu Jenderal Soedirman saat bergerilya bersama pasukannya. (bawah) Relief tokoh PETA di lorong Among Tamu .

Di lorong tersebut, pengunjung bisa pula menyaksikan perjalanan para tokoh PETA, di antaranya Jenderal TNI Ahmad Yani dan Sarwo Edhie Wibowo. Sebagai teman sekampung halaman, Ahmad Yani pula yang mendorong Sarwo Edhie bergabung PETA. Ahmad Yani sempat menjalani pelatihan lanjut di Magelang. Usai merampungkan pelatihan di Magelang, Ahmad Yani dilatih di Bogor sebagai Komandan Peleton PETA. Rampung pelatihan di Bogor, Ahmad Yani dikirim kembali ke Magelang menjadi instruktur. Pada bagian dalam museum, pengunjung bisa menemukan berbagai peninggalan PETA, di antaranya baju seragam militer PETA, pedang, berbagai jenis senjata, dokumentasi

foto, serta diorama. Benda-benda sejarah ini menjelaskan peranan dan perkembangan tentara PETA dalam meraih cita-cita Kemerdekaan Indonesia. Berbagai peristiwa bersejarah dan perjuangan PETA diwakili oleh diorama. Di antaranya, yang menggambarkan tokoh-tokoh pimpinan BKR dan TKR Jawa Tengah, yaitu Soedirman, Jatikoesoemo, Soeharto, Sarbini, Ahmad Yani, Isdiman, Soetarto, dan Holan Iskandar sedang berkumpul mengatur siasat di suatu tempat antara Magelang dan Ambarawa guna memukul mundur pasukan Sekutu dan Belanda dari Ambarawa. Dikoordinasi Panglima Divisi V Banyumas Kolonel Soedirman, pasukan TKR berhasil menduduki

Ambarawa dan mengusir tentara Sekutu dan Belanda. Peristiwa ini diperingati sebagai Hari Infanteri TNI–AD. Terdapat pula diorama yang menggambarkan penyerbuan Osha Butai Kota Baru oleh BKR Yogyakarta dipimpin Soeharto, mantan chodancho (komandan kompi berpangkat kapten), guna merebut persenjataan dan perlengkapan militer yang masih dikuasi tentara Jepang. Tidak ketinggalan replika tandu Jenderal Soedirman saat berjuang gerilya bersama pasukannya. Soedirman menyatakan perang dan tidak menyerah kepada Belanda saat agresi militer Belanda kedua. Padahal kala itu Soedriman dalam kondisi sakit. Demi kemerdekaan, ia menjual perhiasan istrinya untuk modal perjuangan, bergerilya berpindah-pindah dari hutan ke hutan. Menghadapi kondisi medan sangat berat, dibayangi pengejaran tentara Belanda lewat darat dan udara, Soedirman terus melawan. Pada bagian belakang museum terdapat Patung Jenderal Soedirman – berpakain militer PETA, lengkap dengan pedang di pinggang dan berpangkat daidancho (mayor, komandan batalyon). INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


Destination Galeri Nasional

Membangkitkan Kejayaan Bahari Budaya bahari yang sangat akrab dengan kehidupan rakyat dihadirkan para seniman pada pameran Nautika Rasa di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Ajakan mengenang dan menikmati keindahan laut Indonesia. Teks Faisyal Foto Dody Wiraseto

52

LIONMAG OKTOBER 2016


ertempat di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 13-15 September 2016, kerja sama Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan, dan Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) yang didukung Galeri Nasional Indonesai menyelangarakan pameran Nautika Rasa. Sebanyak 120 seniman dari kalangan alumni Bale Seni Barli, IWPI, dan undangan khusus dari beragam latar mengusung berbagai karya, mulai dari lukisan, patung, video art, hingga karya instalasi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang resmi membuka pameran pada 13 September, menyambut gembira kegiatan seni yang diinspirasi oleh lingkungan bahari Indonesia. Susi menyatakan, pameran ini setidaknya memiliki dua ajakan penting bagi masyarakat di perkotaan, khususnya di Jakarta, agar kembali dekat dan mengakrabi khazanah bahari Indonesia. Pun, mengajak seniman menghayati inspirasi keindahan laut. Susi berharap pameran itu bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadikannya sebuah perkenalan serta pengalaman seni yang tidak terlupakan tentang khazanah bahari Indonesia nan penuh pesona. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


Pameran Nautika Rasa menghadirkan khazanah dan kekayaan kelautan yang selama ini acap kali dilupakan serta belum banyak dikenal secara baik. Semua diungkap lebih mendalam. Misalnya, lukisan yang berbeda dari kelaziman berbagai lukisan tentang pemandangan laut. Eksotisme laut memang bukan kali ini saja dijadikan objek karya seni. Namun, dalam kacamata pandang Tubagus ‘Andre’ Sumana, Kepala Galeri Nasional Indonesia, pada pameran Nautika Rasa ini para seniman benar-benar berusaha mengungkapkan budaya bahari yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat melalui bahasa visual atau ekspresi seni rupa. Keunikan yang diusung para seniman, kata Andre, bukan hanya visualisasi karya, tetapi juga melibatkan memori, sensasi, pengalaman, serta interaksi dengan laut. Mereka juga memberikan ruang sudut pandang lain yang menyadarkan publik bahwa terdapat proses panjang dalam penciptaan sebuah karya. Terdapat perasaan tidak bertepi dan pemikiran melayang bebas, tapi

54

LIONMAG OKTOBER 2016

seniman tetap memiliki batasan dalam menentukan karya terbaik untuk dinikmati publik. Alhasil, pameran Nautika Rasa dinilai relevan dengan program pemerintah yang berusaha kembali mengoptimalkan sumber daya kemaritiman. Tidak kalah penting, ucap Andre, pameran ini memberikan masyarakat kesempatan untuk semakin mencintai bahari.

Menjelajah Samudra Menurut Riski A Zaelani, kurator pameran, Nautika Rasa menghubungkan dua hal pokok,

yaitu “nautika” atau nautical (segala hal yang terhubung dengan laut) serta tentang perasaan atau feeling yang lekat dengan jiwa seniman. Kolaborasi dua hal ini lumrah dibicarakan dalam seni dan biasa digambarkan dalam frasa ‘’lautan perasaan’’ manusia. Sebagaimana perasaan manusia, laut berwatak cair, saling terhubung, mengalun, dan tenang, tapi juga menghanyutkan dan tak bisa diduga. Laut dan perasaan manusia bisa juga ganas, dalam, serta luas tak bertepi. Kesamaan dua elemen berbeda inilah yang tampaknya diangkat para


Hari Aksara Internasional 2016

P

Membaca Masa Lalu, Menulis Masa Depan

sejumlah Kepala Dinas dan pengambil kebijakan di daerah. Terdapat ada tanggal 8 September 2016, masyarakat di berbagai belahan juga pameran hasil karya warga belajar keaksaraan dan lomba-lomba dunia memperingati Hari Aksara Internasional (HAI). Perayaan HAI keberaksaraan. dilandasi semangat upaya penuntasan tuna aksara yang masih Selain itu, kegiatan akan dihadiri oleh para Kepala Dinas Pendidikan melanda banyak negara saat ini. Provinsi dan beberapa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten terpilih, Karena itu, HAI diperingati oleh setiap negara untuk mengingatkan Kepala UPT Pusat Ditjen PAUD dan Dikmas, lembaga/organisasi mitra pentingnya keaksaraan dalam membangun peradaban dan meningkatkan penyelenggara program penerima sejumlah penghargaan bagi pegiat kualitas hidup manusia. Tahun ini merupakan tahun kedua perayaan lima dan lembaga PKBM Berprestasi, TBM Kreatif, dan penghargaan bidang dekade pemberantasan tuna aksara di dunia. Badan dunia UNESCO memilih Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat lainnya, serta tema perayaan Hari Aksara Internasional tahun ini “Reading The Past, Writing warga belajar pasca-program pendidikan keaksaraan dasar, dan warga The Future” atau “Membaca Masa Lalu, Menulis Masa Depan”.  masyarakat lainnya. Di tingkat nasional, Indonesia pun turut memperingati HAI. Pemerintah Untuk memeriahkan acara peringatan HAI, sebelum acara puncak memilih tema “Literasi dan Vokasi untuk Pembangunan Berkelanjutan” terdapat beberapa rangkaian acara, antara lain: yang berpilar pada enam kemampuan literasi yaitu; kemampuan baca • Talkshow Upaya Percepatan Penuntasan Tuna Aksara di Indonesia tulis, berhitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keuangan, • Rakor Evaluasi Capaian Program Pendidikan Keaksaraan Tahun 2016 budaya dan kewarganegaraan. Tema tersebut selaras dengan Nawacita yang • Festival Literasi Dalam Rangka Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dikumandangkan pemerintah terkait pembangunan keterampilan hidup • Pameran Produk Unggulan PKBM dan Satuan atau vokasi masyarakat.   Pendidikan Nonformal lainnya  Tema ini menjadi sebuah isu global karena pada 8 September 2016 Meskipun upaya pemberantasan tuna aksara 2015 merupakan akhir dari dekade UNESCO “Pendidikan INTERNATIONAL terus dilakukan, namun tak lepas dari sejumlah untuk Pembangunan Berkelanjutan” (UNESCO Decade LITERACY DAY kendala dan tantangan. Seperti misalnya, faktor of Education for Sustainable Development). Dekade kemiskinan, lokasi yang tak terjangkau (pelosok), dan ini juga merupakan akhir dari Millenium Development kurangnya motivasi belajar. Kendala-kendala ini harus Goals (MDG’s) menjadi Sustainable Develepment Goals menjadi perhatian dari pihak pemerintah baik pusat (SDG’s). Pesan utama tema tersebut adalah untuk maupun daerah untuk segera diatasi. menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekadar Guna mengatasi kendala tersebut, Dirjen prioritas pendidikan, tetapi investasi yang sangat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, penting bagi masa depan yang berkesinambungan. Harris Iskandar, Ph.D, menegaskan ada beberapa Mengingat angka masyarakat tuna aksara di poin yang perlu dilakukan. Pertama, menumbuhkan Indonesia masih tergolong tinggi, peringatan HAI ini kesadaran akan motivasi belajar. Lemahnya motivasi sudah seharusnya menjadi landasan untuk melakukan belajar merupakan akar permasalahan dalam usaha pemberantasan tuna aksara di Indonesia secara pemberantasan tuna aksara. Maka perlu adanya lintas sektor, lintas bidang dan lintas sosial budaya kesungguhan dalam membangun motivasi belajar. masyarakat. Keaksaraan merupakan bagian dari hak READING THE PAST Kedua, melakukan kerjasama dengan beberapa asasi manusia, sekaligus menjadi alat   pemberdayaan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam upaya personal dan media perkembangan sosial seseorang. WRITING THE FUTURE gerakan masif pemberantasan tuna aksara. Misalnya, Kesempatan meningkatkan kualitas hidup manusia dalam program kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa lewat pendidikan sangat bergantung erat pada yang terjun langsung di tengah masyarakat terlibat dalam proses kemampuan keberaksaraan. pembelajaran pendidikan keaksaraan. Padahal, orang dewasa merupakan aktor penting yang dapat Ketiga, mengintegrasikan program pendidikan keaksaraan dengan mewujudkan kondisi pendukung untuk harapan generasi mendatang. program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Dalam konteks ini, Peringatan HAI merupakan sebuah pengingat penting bahwa kita masih pemberantasan tuna aksara bisa dioptimalkan melalui anggaran APBN menempuh jalan panjang untuk mencapai keaksaraan yang hakiki. sebagai investasi dalam menciptakan masyarakat yang melek aksara dan Peringatan HAI di Indonesia juga menjadi sangat penting agar semua pihak, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. pemerintah, pemerintah daerah, swasta, LSM, dan masyarakat luas tergugah Bila upaya-upaya tersebut bisa diatasi dan angka tuna huruf di untuk sama-sama menghadapi persoalan buta aksara ini secara serius. Indonesia semakin kecil, maka kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat. Membaca atau keaksaraan Kerja Keras Bersama adalah bagian penting dari pendidikan. Sejauh ini, usaha untuk memberantas tuna aksara di Indonesia sudah Seperti yang diungkapkan oleh Nelson menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Mandela, pendidikan adalah senjata dan Kebudayaan (Kemdikbud) menunjukan telah terjadi penurunan yang paling ampuh untuk mengubah sangat signifikan dalam hal penuntasan tuna aksara di Indonesia.   dunia. Sebuah dunia yang muram dan Pada tahun 2005 persentase penduduk tuna aksara di Indonesia masih terbelakang menjadi dunia yang cerah mencapai 9,55% atau masih 14,89 juta penduduk. Namun, angka tersebut dan sejahtera. (advertorial) menurun pada tahun 2015, menjadi sekitar 3,56% atau sekitar 5.778.486 orang. Pada tahun 2016 ini, puncak acara HAI digelar pada tanggal 20 Oktober di Palu, Sulawesi Tengah dan akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr Muhadjir   Effendi. Beberapa agenda yang sudah Harris Iskandar, Ph.D disiapkan adalah Festival Budaya Baca, digelar sejumlah workshop atau Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini “Bengkel Literasi” yang mengundang komunitas literasi dan Taman Bacaan dan Pendidikan Masyarakat, Masyarakat (TBM). Disamping itu, juga akan diselenggarakan Seminar Kementerian Pendidikan dan Nasional Percepatan Penuntasan Tuna Aksara yang akan dihadiri oleh Kebudayaan (Kemdikbud)

Y E A R S

ED-2016/WS/34

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55

FOTO: M. HUSNUL FARIZI

CELEBRATING

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization


seniman partisipan pameran Nautika Rasa. Seniman bisa terhanyut dan terombang-ambing, bahkan karam ditelan perasaan nan mendalam. Dengan kata lain, ujar Riski, pameran ini hendak menyusuri luasnya lautan perasaan yang tidak bertepi lewat tema-tema pemandangan, keadaan, bahkan persoalan bahari melalui cermin dimensi perasaan para seniman. Penampakan berbagai imaji bahari pada pameran menjadi semacam alur pengungkapan pengetahuan khas yang berkaitan secara langsung dengan perasaan diri sang seniman. Selain bentuk berbagai imaji langsung bisa dikenali, beberapa juga hadir tersirat sebagai insprasi gagasan. Bahari atau soal kelautan merupakan wilayah perhatian khas, sehingga

56

LIONMAG OKTOBER 2016

setiap orang bisa mengambil hikmah dan penilaian. Begitu pula seniman yang, tentu, memiliki cara tersendiri untuk memahami realitas bernilai sensasi pengalamanan. Seniman menyatakan realitas tersebut sebagai kenyataan khas. Sementara kalangan fenomenolog bisa menjelaskan dengan, misalnya, melalui hasil interaksi tentang warna-warna, berbagai bentuk, pola, maupun tekstur dari setiap pengalaman sensori seseorang. Baru kemudian mereka menyebutnya sebagai objek dengan nama-nama tertentu. Proses kreasi seniman memberikan contoh atas kesimpulan bahwa tidak ada yang terlihat ‘’alamiah’’. Namun, bagi penikmat yang ingin mengapresiasi karya-

karya mereka, gambaran perasaan-perasaan seniman mungkin tampak dan dirasakan aneh. Ada jarak dalam melihat realitas bahari. Meski demikian, bagi seniman itulah cara unik mereka menemukan hubungan dengan Tanah Air-nya, Indonesia. Pameran Nautika Rasa berusaha menyusuri luas lautan perasaan yang tidak bertepi melalui beragam tema pemandangan, keadaan, bahkan persoalan bahari. Karya-karya yang disajikan merupakan cermin dimensi perasaan seniman. Mereka pun menyodorkan karyakarya secara khusus berdasarkan pengalaman, cara penilaian, maupun harapan tentang semesta bahari Indonesia kini dan nanti.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


58

LIONMAG OKTOBER 2016


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


Hot Stuff

Drone PowerEgg

Telur yang Bertransformasi Menjadi Quadcopter PowerEgg, drone yang desainnya menyerupai telur tapi bisa bertransformasi menjadi quadcopter ini merupakan kreasi PowerVision Robot Inc, Tiongkok. Dalam posisi mati, PowerEgg seperti sebutir telur raksasa. Namun saat tombol On/Off-nya ditekan, empat lengan akan muncul dari sisi-sisinya, dan baling-baling yang terlipat akan segera membuka. PowerEgg dibekali kamera 4K yang menggantung pada gimbal 3-axis. Selagi merekam, ia juga bisa meneruskan video secara real-time dari jarak yang cukup jauh, lebih dari 3 mil. Sensor khusus pun dihadirkan untuk membantu sistem navigasi drone di dalam ruangan. PowerEgg juga memiliki kamera panoramik 360 derajat. Drone yang memiliki bobot ringan ini dapat berfungsi di atas 13.000 kaki dengan kecepatan maksimum 13 meter/detik. PowerEgg sudah bisa dipesan melalui pre-order dengan banderol US$1.288.

Leica Sofort Kamera Instan Pertama Leica Leica Sofort, kamera instan perdana Leica, memiliki desain unik dengan logo merah khasnya. Ada 3 pilihan warna bodi, yaitu oranye, putih dan hijau mint. Leica Sofort dibekali lensa 60mm f/12.7 atau setara lensa 34mm di kamera full frame. Kecepatan rananya dari 1/8 hingga 1/400 dan telah dilengkapi lubang intip optikal. Terdapat juga beragam mode pemotretan seperti Automatic, Party & People, Sports & Action, Macro, Bulb, multiple exposure, time exposure, self-portrait, dan self-timer photo. Leica Sofort juga hadir dengan kendali manual. Selain itu, tepat di samping logo Leica di atas lensanya tersedia sebuah kaca mini untuk membantu foto selfie. Leica Sofort kompatibel dengan film instan dari Fujifilm Instax Mini. Tetapi Leica tetap menyediakan film instan sendiri yang terdiri dari film warna dan hitam putih. Leica Sofort akan tersedia di November 2016 dengan harga US$299.

60

LIONMAG OKTOBER 2016


MSI VR One PC Berbentuk Backpack MSI VR One, sebuah perangkat virtual reality tanpa batasan kabel yang pada dasarnya adalah sebuah PC dibekali spesifikasi papan atas. Desainnya dibuat seperti backpack sehingga mudah digendong layaknya tas punggung. VR One dipercaya bisa menghilangkan limitasi VR yang ada saat ini, yaitu mengharuskan gamer untuk tetap dekat dengan PC dan monitor karena keterbatasan panjang kabel. VR Backpack ini memliki berat 3,7kg serta dilengkapi 2 battery pack untuk memberi asupan daya kurang lebih 1,5 jam. Performanya didukung prosesor yang bisa di-overclock, serta kartu grafis GeForce GTX 10 Series. Untuk sistem pendinginan, MSI mengandalkan dua 9cm ultra blade fans dengan 9 buah heatpipe. VR One telah dioptimasi sepenuhnya untuk HTC Vive, namun gamer tetap bisa mengharapkan performa VR yang mulus lebih dari 90 fps menggunakan semua highend VR headset yang ada. Perangkat ini dilengkapi 1x HDMI port, 1x Mini DisplayPort, 4x USB 3.0, dan 1x Ultra-Speed Thunderbolt3 dengan interkoneksi USB Type-C. VR One juga dilengkapi software eksklusif MSI Dragon Center yang bisa mengatur banyak aspek fitur gaming MSI. Gamer pun dapat mengontrol semua aspek dari platform VR dengan 1 Click VR Key.

Garmin Fenix Chronos

Tampilan Tradisional yang Stylish Tidak hanya memiliki kemampuan luar biasa, Garmin Fenix Chronos mempunyai tampilan tradisional dan daya tarik dari jam tangan stylish. Tepat di bawah kaca kristal safir tahan gores terdapat layar multi-warna yang dapat dibaca pada sejumlah hal mengejutkan. Selain digunakan sebagai tracker untuk rutinitas harian (berjalan, bekerja, dll), Fenix Chronos memiliki beragam mode olahraga mulai dari Running hingga SUP, dan ski. Jam tangan ini juga dibentuk untuk memberikan notifikasi tentang email yang masuk, teks, panggilan telepon, bahkan tanda cuaca. Fenix juga berfungsi sebagai barometer, altimeter, dan kompas. Jam tangan produksi Swiss ini bermaterialkan titanium penuh, atau stainless steel dengan band kulit atau stainless. Fenix Chronos dibanderol mulai dari US$899.

Sea-Doo Spark Trixx Jetski Manuver Bebas di Atas Ombak

Sea-Doo Spark Trixx jetski, ‘pelari di atas ombak’ ini dibangun untuk manuver gaya bebas dan hot-dogging. Desain Spark Trixx benar-benar presisi, seperti stang yang dilengkapi adjustable riser untuk berbagai gaya dan step wedges untuk stabilitas saat posisi stand-up riding. Jetski yang memiliki fitur estetika dan userfriendly ini dibekali mesin ramah lingkungan 899cc ROTAK 900 HO ACE yang begitu powerful. Terdapat juga rem cerdas dan fitur reverse, VTS extended-range yang memungkinkan pengendara untuk menaikkan ‘hidung’ benar-benar keluar dari air dan dibangun dari bahan polytec ringan. Sea-Doo Spark Trixx jetski dibanderol US$ 7.300. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


Postcard

Flores

Pesona Pulau Padar Pemandangan yang menakjubkan dari atas bukit di Pulau Padar, Labuan Bajo, Flores. Dari atas dapat kita melihat keindahan tiga teluk yang mengelilingi Pulau Padar. Pulau dengan kontur perbukitan menghampar indah ditengah birunya lautan menyatu dengan putihnya awan dan birunya langit. Tampak sempurna diabadikan dalam bidikan kamera. Gregorius Adi DEPOK

62

LIONMAG OKTOBER 2016


nus a

r mu

gga ten ra ti

01.10.2016

I

A

IN

D O N ES

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


Postcard

Thailand

p

Ada Vihara di Gua Khao Luang (Khao Luang Cave)

chaburi het

T

H

Wat Tham Khao Luang Cave terletak di sebelah utara provinsi Phetchaburi, sekitar 3 jam perjalanan dari Bangkok menuju ke arah Selatan. Konon kabarnya Raja Mongkut (Rama IV) yang berkuasa dari 18511868 menggunakan gua ini untuk belajar tentang Buddha dan meditasi. Gua dengan ketinggian sekitar 100 m ini berisi sekitar 180 patung Buddha dan relik. Sementara vihara dibangun atas perintah Raja Chulalongkorn (Rama V) didedikasikan untuk Raja Rama III dan IV.

AILAN

PETRUS LOO MEDAN

rontalo go

Gorontalo

I

N

DO

Pesona Pulo Cinta

A

01.10.2016 NE

SI

Indonesia memang kaya akan keindahan alamnya. Tidak hanya Bali dan Lombok, di Boalemo - Gorontalo, ada destinasi wisata Pulo Cinta yang memiliki keindahan alam luar biasa. Indahnya sunrise dan sunset tersaji setiap hari. Layaknya Maldives, Pulo Cinta juga memiliki hamparan pasir putih serta pulau yang berada di laut lepas. Herman Marhaba GORONTALO

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com

D

01.10.2016


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


Info

Lion Air Group Bangun Pusat UKM Indonesia di Manado Lion Air Group melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Lion UKM Center di Manado yang dilaksanakan Jumat (23/9). Proyek tersebut dinamakan Window of Indonesia di Manado, Sulawesi Utara. Pembangunan pusat UKM ini untuk menunjang pariwisata di Sulawesi Utara yang dinilai memiliki potensi besar. Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana mengatakan, proyek ini akan dibangun di samping Lion Hotel and Plaza di Manado. “Ini kado kami untuk ulang tahun Sulawesi Utara (Sulut) yang akan berulang tahun tepat hari ini ke-52 tahun,” kata Rusdi di Manado. Dari kiri: Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Acara tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan Puan Maharani, dan Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Lion UKM Center Window of Indonesia di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (23/9). Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw. Rusdi mengatakan, Sulawesi Utara harus memiliki fasilitas Selain itu juga dihadiri Wali Kota Manado Vicky Lumentut, yang dapat mendorong wisatawan nyaman untuk dapat Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan, Bupati Minahasa menyaingi Bali. Pusat UKM ini tidak hanya akan diisi produk Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Wakil Bupati UKM tapi juga akan disediakan pusat kuliner, fashion show, Minahasa Selatan Frangky Wongkar, Kapolda Sulut Irjen Pol dan pertunjukan seni di atas tiga panggung setiap harinya. Wilmar Marpaung, Kajati Sulut T M Syah Rizal, Forkopimda Pusat UKM ini akan mengadopsi desain arsitektur Sulawesi Utara, dan perwakilan UKM di Sulawesi Utara. Nusantara. Nantinya tempat penjualan produk UKM dari Nantinya pusat UKM bernama Window of Indonesia ini setiap daerah akan memiliki atap dan desain sesuai daerah tidak hanya diisi produk UKM Sulawesi Utara, tapi juga produk masing-masing. UKM dari seluruh Indonesia. “Pembangunan pusat UKM ini ditargetkan selesai Desember 2016 dan diharapkan Presiden Membangun Sarana Wisata Joko Widodo meresmikannya,” kata Direktur Utama Lion Air Lion Air Group telah membuka penerbangan dari Group Edward Sirait di Manado, Jumat (23/9). beberapa kota di China ke Manado dan Bali. Saat ini Menurut dia, Sulawesi Utara dipilih menjadi tempat pusat peningkatan kunjungan wisata ke Manado dari China UKM karena provinsi tersebut memiliki potensi yang setara melonjak hingga 1000 persen. Kedepan, Lion Air Group dengan Bali. berkomitmen untuk terus meningkatkan angka kunjungan wisata ke Indonesia, khususnya ke Manado. Untuk mengakomodir kunjungan wisata ini, Lion Air Group akan membangun sampai 10.000 kamar di berbagai daerah wisata yang tersebar di Sulawesi Utara. Dan di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan pusat UKM tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama pembangunan cottage di Minahasa Selatan. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu dan disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana. Keesokan harinya juga dilakukan penandatanganan kerja sama pembangunan Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait bersama Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu menandatangani kerja sama pembangunan cottage di Manado, Jumat cottage dengan Walikota Bitung. (23/9). Penandatanganan kerja sama disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana, dan Wakil Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar.


Batik Air Bertekad Ikut Mengembangkan Batik

Lenggok Pramugari & Pramugara Batik Air di Panggung “Warisan” 2016 Eksplorasi kain batik tidak ada habisnya. Gelaran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) 2016 yang mengangkat wastra Nusantara pun kembali diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Cendrawasih Hall, Senayan, Jakarta Selatan pada 25-28 Agustus 2016. Seperti namanya, Warisan mengandung makna tanggung jawab kepada generasi selanjutnya untuk  menjaga dan mempertahankan peninggalan para leluhur bangsa. Pameran yang mengusung tema ‘Citra Batik Nusantara, Wasiat Agung Negeri Nusantara’ ini diikuti 83 pengrajin dari berbagai daerah yang menyuguhkan karya-karya terbaik mereka dan dikurasi para kurator ternama. Acara ini menampilkan berbagai batik tulis, cap, dan kombinasi tuliscap. Pameran yang diselenggarakan Mediatama Binakreasi ini dibuka resmi oleh istri Wakil Presiden RI Mufidah Jusuf Kalla. Pada gelaran ini, Batik Air sebagai maskapai nasional swasta Indonesia turut berpartisipasi dalam peragaan busana (fashion show) para perajin batik. Hal tersebut menjadi salah satu tindak nyata Batik Air dalam meningkatkan hasil karya seni tanah air serta memajukan ekonomi kreatif Indonesia. Para Flight Attendant Batik Air yang terdiri dari 10 pramugari dan 5 pramugara, memeragakan karya-karya cantik batik Nusantara. Mereka mengenakan busana karyakarya para kurator batik ternama, seperti Mariana Sutandi, Dudung Alie Syahbana, Haryani Winotosastro, Komarudin Kudiya, dan Romi Oktabirawa. Fashion show di panggung Warisan 2016 ini juga sekali lagi memperlihatkan bahwa pramugari dan pramugara Batik Air jago melenggang di catwalk layaknya para model.

Batik Air bertekad mendukung pengembangan dunia fashion, khususnya terkait dengan kain batik. Karena kain batik merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Tak hanya masyarakat lokal, batik kini juga sudah dikenal masyarakat dunia. Berangkat dari prinsip tersebut, Batik Air mendukung acara Fashion and Craft Festival Surabaya 2016 yang dilenggarakan di Grand City Convention Center Surabaya, 14 – 18 September 2016. Dukungan Batik Air terhadap pengembangan batik - bukan sesuatu yang berlebihan dan menyimpang dari bisnis penerbangan. Poerwoko Soeparyono GM Service Batik Air menjelaskan, langkah ini sebagai bentuk pengembangan usaha penerbangan. Masih kata Poerwoko, Batik Air memberikan kesempatan pada desainer untuk berkunjung langsung ke berbagai sumber batik di Indonesia. Harapannya, desainer nanti punya gagasan-gagasan baru dan dituangkan dalam karya, hingga batik semakin terkenal. Dukungan lain yang diberikan manajemen Batik Air adalah memberikan kesempatan pada desainer untuk menciptakan busana untuk pramugari. “Memang tidak dipakai setiap hari, namun pada hari-hari tertentu akan mengenakan baju batik karya desainer anak bangsa,” pungkas Poerwoko.


Info

Lion Air Buka Rute Baru dari Solo dan China ion Air Group tahun ini makin meningkatkan ekspansi penerbangannya. Mulai 6 Oktober, Lion Air akan membuka tujuh rute domestik baru dari Solo. Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas mengatakan izin operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pembukaan rute tersebut sudah keluar. Tujuh rute baru ini dari Solo ke Palangkaraya, Banjarmasin, Lombok, Bali, Makassar, Pontianak, dan Kupang (via Bali). “Pembukaan rute baru ini untuk mendukung pariwisata ke Candi Borobudur. Kami membuka penerbangan dari Solo karena kebetulan letak Candi Borobudur berdekatan dengan Bandara Adi Sumarmo Solo,” kata Rudy di Jakarta, Kamis (15/9). Menurut dia, Lion Air membuka rute penerbangan dari Solo karena Bandara Adisutjipto Yogyakarta tidak memungkinkan penambahan penerbangan lagi. “Kalau rute ke Yogyakarta ditambah lagi, pariwisata lainnya tidak akan berkembang,” ujarnya. Ia memprediksi, Solo mendapat limpahan rute dari Yogyakarta karena kapasitas Bandara Adisutjipto sudah penuh. Nantinya, kapasitas di Bandara Solo juga akan disesuaikan dengan kapasitas terendahnya.

68

LIONMAG OKTOBER 2016

Rute China Ke Manado dan Bali Lion Air juga telah membuka rute internasional dari China ke Manado dan Bali. Tujuan pembukaan rute ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari China Ke Indonesia. Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana mengatakan, Lion Air telah membuka penerbangan dari Makau, China, ke Manado mulai 4 Juli 2016. “Hingga Desember 2016 dari pintu Manado, kami memproyeksikan 30 ribu wisatawan mancanegara dari China,” kata Rusdi Menurut dia, rute China-Manado sangat potensial karena turis China menganggap kesamaan dari segi kuliner di negara asal mereka. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga sangat mendukung dan melihat potensi yang sama. “Saat ini baru Lion Air yang melayani rute ke tujuh kota di China menuju Manado. Harapan ke depan akan lebih banyak kota di China yang akan kembali dibuka,” katanya. Tujuh kota di China yang dibuka penerbangannya ke Manado yaitu Shanghai, Wuhan, Changsa, Shenzhen, Guangzhou, Macau, dan Chongqing. Sementara untuk penerbangan dari China ke Bali adalah Nanning, Xi’an, Chongqing, Guangzhou, Macau, Hefei, Jinan, Wuhan, Changsa, Nanchang, Changzouw, dan Shanghai.


SSQ

The third “man” in the cockpit In the beginning of the commercial aviation,

“Pihak Ketiga” di Kokpit Pesawat Pada awal penerbangan komersial, kokpit pesawat adalah tempat yang ramai. Komposisi awak pesawat biasanya enam orang, Pilot in Command, Co-Pilot, Teknisi Penerbangan, Petugas Radio-komunikasi dan Navigator. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, beberapa tugas para awak pesawat saat ini digantikan oleh komputer. Sekarang, kokpit di setiap pesawat hanya ditempati dua orang dan dibantu oleh komputer canggih. The Flight Management System (FMS) menggantikan beberapa fungsi Teknisi Penerbangan dan Navigator. FMS adalah sistem yang menggerakkan semua sistem pesawat secara berkelanjutan, memberikan peringatan dan bimbingan kepada pilot dalam kasus malfungsi. FMS juga memantau rute dan posisi pesawat, selalu kroscek sinyal GPS dengan sinyal dari peralatan navigasi yang ada di darat. FMS memberikan navigasi yang sangat tepat ketika ketepatan tersebut diperlukan untuk melakukan operasi penerbangan yang aman. Banyak pesawat yang sudah tidak perlu lagi berkomunikasi via radio lagi karena semua komunikasi dilakukan melalui datalink. The Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) adalah sistem datalink digital untuk transmisi pesan singkat antara pesawat udara dan stasiun darat melalui gelombang radio atau satelit, atau melalui the Controller–pilot data link communications (CPDLC) yang juga disebut sebagai Controller Pilot Data Link (CPDL), adalah metode dimana pengendali lalu lintas udara dapat berkomunikasi dengan pilot melalui sistem datalink. Sistem seperti ACARS dan CPDL telah menggantikan petugas Radio Komunikasi. Dua auto-pilot membantu dua anggota yang tersisa, Pilot in Command dan Co-Pilot. Auto Pilot ini dapat membawa pesawat terbang dengan aman di segala situasi. Mampu mendaratkan pesawat secara otomatis dalam kondisi yang susah sekalipun. Tingkat keselamatan yang dicapai oleh penerbangan komersial tidak akan mungkin tanpa bantuan sistem komputer.

the aircraft cockpit was a crowded place. The composition of the crew was usually six persons, Pilot in Command, Co-Pilot, Flight Engineer, Radio-communication Officer and Navigator. As in our daily life, some of the tasks of the crew members are performed nowadays by computers. Today the cockpits of the airliners are occupied by just two persons, helped by sophisticated computers. The Flight Management System (FMS) replaces in some functions the Flight Engineer and the Navigator. The FMS is motoring continuously all the aircraft systems, providing warnings and guidance to the pilots in case of malfunction. The FMS also monitors the route and the position of the aircraft cross checking the GPS signal with the signal of ground based navigation equipment. The FMS gets a navigation precision of meters when such precision is required to perform a safe operation. Many aircrafts do not need of radio voice communication anymore performing all the communications via datalink. The Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) is a digital datalink system for transmission of short messages between aircraft and ground stations via airband radio or satellite, or the Controller–pilot data link communications (CPDLC), also referred to as controller pilot data link (CPDL), is a method by which air traffic controllers can communicate with pilots over a datalink system. Systems as ACARS and CPDL have replaced the Radio Communication officers. Two Auto Pilots help the two remaining crew member, Pilot in Command and Copilot, on the safe conduct of the flight. The auto pilot can fly safely the aircraft in almost any situation. Being able to land the aircraft automatically in conditions of very poor visibility.

Selamat menikmati penerbangan Anda.

The level of safety achieved in the commercial aviation would not be possible without the computer systems helping the crew.

Capt. Jose Fernandez Corporate Safety Director Lion Group

Have a safe and pleasant flight INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

69


LION GROUP FLEET

2 UNITS Boeing 747 - 400 506 seats ECONOMY

3 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

71 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

37 UNITS BOEING 737 - 800 NG 189 SEATS ECONOMY Rata-Rata usia pesawat : 3 Tahun 6 Bulan

6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS 168 seats economy - 12 seats business

9 UNITS Boeing 737 - 800 NG TOTAL 162 SEATS 150 seats economy - 12 seats business

22 UNITS AIRBUS A 320 CEO TOTAL 156 SEATS 144 seats economy - 12 seats business Rata-Rata usia pesawat : 7 Bulan

6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS 168 seats economy - 12 seats business

17 UNITS Boeing 737 - 800 NG TOTAL 162 150 seats economy - 12 seats business

14 UNITS ATR 72-600 Rata-Rata usia pesawat : 1 Tahun

15 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

8 UNITS Boeing 737 - 800 NG TOTAL 162 150 seats economy - 12 seats business Rata-Rata usia pesawat : 7 Bulan

20 UNITS ATR 72-500 72 seats economy.

30 UNITS ATR 72-600 72 seats economy. Rata-Rata usia pesawat : 2 Tahun 6 Bulan

2 UNITS HAWKER 900XP Rata-Rata usia pesawat : 2 Tahun 5 Bulan


WELCOME ABOARD

Selamat Datang

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat. What you need to know about the security, comfort and safety in the aircraft.

PERALATAN ELEKTRONIK Electronic devices Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbely “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat makan penumpang harus mematikan penggunaan laptop dan PDA tersebut. For the use of laptops and PDAs may be used after the fasten seat belt off and using flight mode. After the fasten seat belt on in preparation for landing, the passengers have to turn off the laptop and PDA users. BARANG-BARANG BERBAHAYA LAINNYA Dangerous goods Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. The goods are flammable (such as matches), explode (firecrackers), containing material magnets, battery, gas cylinders, are not allowed to be brought. MEROKOK Smoke Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar aturan. Government regulations prohibit smoking during in-flight activities, there are smoke detectors in all toilets and will be subject to penalties for those who break the rules. BAJU PELAMPUNG Live vest Jaket/Baju Pelampung merupakan salah satu peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air, jangan keluarkan jaket/baju pelampung dari tempat dalam kondisi normal dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang akan mendapatkan hukuman bagi yang mencuri jaket/ baju pelampung berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.

Live vest is one of safety equipment in the aircraft for emergency condition on water, please do not remove live vest from the place in normal condition and do not to take home. Passengers will get punishment who stole the live vest based on Government regulations. Article 54 of Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 undangundangnomer 1tahun 2009). MINUMAN BERALKOHOL Alcohol beverage Lion Air tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangannya, dan seluruh penumpang Lion Air dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung. Lion air does not provide alcohol in lion air flight service, passengers are prohibited from consuming alcohol during the flight. PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Travelling with kids Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan di pesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi. Lion air does not provide baby food for domestic service, diapers are also not provided on the plane. Lion air only provide hot water for baby milk. UTAMAKAN KESELAMATAN Safety Priority • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. Seat belts should always be installed during take-off and landing. It is recommended to always put the seat belt during flight. • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda. Luggage must be placed on top of the head or under the seat in front of you. • Silahkan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantong kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Please read the safety instruction card that is present in the seat pocket. In the card you can determine the location of the emergency exit and a life jacket.

• Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew. Look carefully the safety demonstration and instructions which given by the cabin crew BAGASI Baggage Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri. Goods or sharp objects should be placed in the trunk and not allowed to be brought into the cabin baggage. Bring precious objects in the bag you carry yourself. Perhatikan berat bagasi Anda. Note the weight of your luggage - Carry on baggage (Bagasi Kabin) tidak lebih dari 7 kg Carry-on baggage (bagasi kabin) not more than 7KG - Bagasi untuk Rute Domestik / Baggage for domestic route: Kelas Ekonomi / Economy class: 20 kg Kelas Bisnis / Business class : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional / Baggage for international route: Kelas Ekonomi / Economy class : 20 kg Kelas Bisnis / Business class : 30 kg

40 cm

PONSEL Mobile phone Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. All mobile phones and electronic devices that use radio transmission is not allowed during the flight, it can be disturbing system navigation and communication with local control tower

30 cm

20 cm


72

LIONMAG OKTOBER 2016


LION GROUP DOMESTIC ROUTE MAP

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


LION GROUP INTERNASIONAL ROUTE MAP


KIDZONE

76

LIONMAG OKTOBER 2016


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


78

LIONMAG OKTOBER 2016


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


80

LIONMAG OKTOBER 2016


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


LADY IN THE AIR

Diah Wahyuni

Komunikasi & Aksi Budaya Sejak remaja Diah Wahyuni mengakrabi beragam aktivitas. Bahkan kesibukan ini tidak jarang mengganjarnya dengan prestasi. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) misalnya, gadis yang lama tinggal di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, ini meraih aneka gelar juara, termasuk Juara I Seni Tari Dayak Tingkat Kabupaten. ‘’Sejak kecil saya sudah didorong mencari ajang aktualisasi diri oleh orangtua. Apalagi ajang yang berkaitan dengan budaya dan hal-hal yang berbau peningkatan kemampuan diri,” tutur putri dari pasangan suami-istri Marjoko Sudiono (almarhum) dan Iis Siti Sumirat itu. Diah mengakui tertarik pada budaya. Ketertarikan ini tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang tinggal di dua pulau Nusantara dengan kultur dan budaya berbeda. Ia lahir di Bogor, Jawa Barat, kemudian lama tinggal di Kalimantan. Dua lingkungan sosial berbeda ini menempa Diah untuk memiliki cara tersendiri untuk masuk dan mengenal lebih dalam budaya suatu daerah. ‘’Sebagai langkah awal, saya biasanya mempelajari tari-tarian dan lagu-lagu daerahnya. Setelah itu sering menonton dan ambil bagian di acara adat serta belajar bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan warganya. Komunikasi dan aksi akan semakin mendekatkan diri ke budaya baru,” ucap gadis berpostur 162 cm ini. Setelah meninggalkan Jawa menuju Kalimantan Tengah, Diah mengaku menghadapi tantangan, namun tidak banyak mendapatkan kesulitan beradaptasi. ‘’Awalnya saya sama sekali tidak tahu tentang tarian dan tradisi budaya Suku Dayak karena latar belakang saya budaya Sunda yang kuat. Namun, itu menjadi tantangan tersendiri untuk belajar.’’ Dalam segi budaya, khususnya belajar tarian daerah, Diah mengatakan sangat terbantu oleh pola pendidikan di Kalimantan Tengah. Di sini tiap sekolah memiliki esktrakurikuler tarian daerah dan rutin mengikuti lomba, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. ‘’Menurut saya, penting melestarikan kebudayaan daerah ini, mulai dari tingkat sekolah dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Cara ini salah satu kunci agar budaya Indonesia tetap lestari,’’ ujar gadis yang tergabung dalam Batch 209 ini. TEKS Dody Wiraseto FOTO Riman Saputra N. WARDROBE Batik Keris LOKASI Grand Mercure Maha Cipta Kemayoran Jakarta

82

LIONMAG OKTOBER 2016


FOTO Riman Saputra N.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


FOTO Ristiyono

84

LIONMAG OKTOBER 2016



LIONMAG OKTOBER 2016