Page 1

AUTOMOTIVE FERRARI 458 SPECIALE - Bertabur Teknologi Ekstrem

The Inflight Magazine of Lion Air

MARET 2014

TULUNGAGUNG

KOPI CETHE KAWAH IJEN

MEMBURU API BIRU

GEMERLAP

GUANAJUATO

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR TIDAK DIBAWA PULANG

01


02

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

1


2

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


4

LIONMAG MARET 2014


Komitmen Membangun Negeri, Mandiri Selalu Siap Biayai Kontraktor Proyek APBN

K

omponen Belanja Barang serta Belanja Modal dalam RAPBN tahun 2014 mencapai 23,25 % dari total alokasi RAPBN sebesar Rp.1.842,5 trilun atau sebesar Rp.428,5 trilyun, yang diharapkan dapat menjadi daya dorong konsumsi dan investasi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Mandiri sebagai salah satu Bank yang ditunjuk Pemerintah untuk menyalurkan dana APBN melalui SPAN, dapat menjadi mitra pilihan bagi kontraktor/subkontraktor dalam mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk menjalankan proyek-proyek yang berasal dari dana APBN. Bank Mandiri menghadirkan mandiri business banking yang khusus melayani kebutuhan jasa pembiayaan dan layanan perbankan untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dengan limit mulai dari Rp 100 juta sampai dengan Rp 10 miliar. Mandiri business banking menawarkan beragam solusi pembiayaan dan layanan dalam bentuk cash loan maupun non cash loan kepada kontraktor dan subkontraktor proyek yang dananya berasal dari APBN. Paket pembiayaan dan layanan ini dinamakan mandiri fasilitas kontraktor APBN. Dengan fasilitas pembiayaan ini para kontraktor proyek APBN bisa mendapatkan fasilitas dalam bentuk pembiayaan modal kerja dan bank garansi.

Bank Mandiri sebagai salah satu Bank yang ditunjuk Pemerintah untuk menyalurkan dana APBN melalui SPAN, dapat menjadi mitra pilihan bagi kontraktor/subkontraktor dalam mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk menjalankan proyek-proyek yang berasal dari dana APBN.

Cash loan yang ditawarkan oleh mandiri business banking berupa kredit modal kerja yang dapat digunakan untuk membantu pengusaha kontraktor dalam menjaga kesinambungan dan kelancaran usahanya seperti membeli bahan baku produksi, membayar biaya tenaga kerja atau kebutuhan khusus lainnya. Sedangkan untuk pembelian alat-alat berat pelaksanaan proyek juga disediakan dalam bentuk mandiri fasilitas kredit investasi pembelian alat berat. Selain cash loan, mandiri business banking juga menyediakan fasilitas non cash loan berupa bank garansi dan LC/SKBDN. Jenis bank garansi yang disediakan mulai dari bank garansi tender, bank garansi uang muka proyek, bank garansi pelaksanaan pekerjaan, hingga bank garansi pemeliharaan pekerjaan. Keunggulan lain yang bisa didapatkan yaitu berupa layanan produk dana dan layanan transaksional yang tentunya akan semakin mempermudah transaksi

kegiatan usaha. Produk layanan dana antara lain berupa mandiri tabungan bisnis, mandiri giro dan mandiri deposito. Untuk layanan transaksional tersedia mandiri cash management dan mandiri internet bisnis yang dapat digunakan dimanapun, kapanpun, cepat dan aman. Mandiri business banking hadir dengan 41 Business Banking Center, 81 Business Banking Floor, dan 98 Business Banking Desk, serta beberapa kantor cabang yang dapat melayani pelaku UKM yang lebih luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di mandiri business banking Anda akan dilayani secara profesional, cepat, dan berkualitas dengan menjunjung tinggi Good Corpoarte Governance. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, layanan, maupun daftar jaringan Business Banking dapat menghubungi mandiri call 14000 atau Commercial & Business Banking Contact Center di 500 150. Apapun kebutuhan kredit usaha anda, Mandiri Business Banking saja.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


6

LIONMAG MARET 2014

12

NEWS AROUND

26 TRAVELING tanjung puting

16 LEISURE

34 TRAVELING wae rebo

22

WISDOM IN THE AIR

42 TRAVELING ijen

84

HOT STUFF

48

88

DINE IN

56 DESTINATION tulungagung

automotive ferrari

92 CULINARY

62 DESTINATION yogyakarta

96 POSTCARD

70

traveling kroasia

108

76

traveling mexico

LADY IN THE AIR

foto DOK. DALA SPA

CONTENTS

86/9

no

REGULAR


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


Contributors

Valentino Luis

Pria kelahiran Maumere, Flores ini menyelesaikan studi di Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar dan Institut fßr Sprache & Komunikation Hannover, Jerman. Mulai berkelana ke berbagai negara sejak tahun 2007. Pernah berkarir sebagai travel consultant namun memutuskan untuk kembali sebagai petualang dan kontributor untuk majalah wisata dalam dan luar negeri (Nature’s Best Photography, Merian Germany, National Geographic Traveler, Travelxpose, dll).

DAMMER SARAGIH

Sebelum menekuni dunia fotografi pria kelahiran Palangka Raya ini sempat berkarir sebagai digital artist di eVox imaging di Los Angeles. Sejak tahun 2005 serius berkonsentrasi pada foto korporasi yang memberinya kesempatan bepergian ke banyak tempat. Menyukai dunia traveling sejak dini dan aktif menulis catatan perjalanan di berbagai media.

8

LIONMAG MARET 2014

Sukarman Mustamin

Menggeluti dunia kewartawanan sejak tahun 1988 di bidang otomotif dan menjadi wartawan pertama dari Indonesia yang mendapat akreditasi peliputan F1 pada tahun 1993. Karman, sapaan akrabnya, adalah salah seorang pendiri Majalah Autocar edisi Indonesia (2000). Sekarang, lulusan Jim Russell Racing School, UK ini, aktif di dunia road safety dengan mendirikan Smart Driving Institute (SDI) pada 2007.

Arief Priyono

Lahir di Pati, Jawa Tengah pada 1982. Belajar fotografi jurnalistik di Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara (LPJA) pada 2006, kemudian berkarir sebagai kontributor foto Kantor Berita Antara sejak 2007 – 2012. Sekarang ia memilih sebagai fotografer lepas dan karya-karyanya dimuat disejumlah publikasi internasional diantaranya Daily Mail, The Sun, dll.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


COCKPIT’S NOTE

President Director Rusdi Kirana Director Of Operation Capt. Theodore Henry Mudigdo

MAKNA SEBUAH APRESIASI

Director Of Technics Imam Fajri

Penumpang yang budiman,

Director Of Finance Yunita Sastrasanjaya

Perkenankan kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Anda terbang bersama Lion Air. Kepercayaan Anda tentu sebuah kebanggaan bagi kami sekaligus menantang kami terus berusaha menjaganya serta meningkatkan kualitas layanan di semua sektor, baik kualitas sumber daya manusia maupun armada yang ada.

Director Of Commerce Achmad Hasan

Kami bersyukur atas keberhasilan Batik Air mencapai tingkat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP) 88,59 persen. Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan, pada 2013 kemarin tingkat OTP Batik Air terbaik di antara maskapaimaskapai lain di Indonesia.

Gm Service Ari Azhari

Kami menyadari keberhasilan ini tidak terlepas dari beberapa faktor, seperti kondisi layanan bandara, armada yang dipakai, perawatan armada pesawat, sumber daya manusia, hingga peran serta penumpang. Semoga keberhasilan ini semakin menyemangati kami untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang sekalian, menjadi spirit atas berbagai terobosan yang telah kami lakukan selama ini seperti menambah armada pesawat baru, membuka rute baru, serta menambah frekuensi terbang pada rute yang sudah ada. Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan penumpang sekalian terbang bersama Lion Air. Selamat menikmati penerbangan Anda.

Director Of General Affairs Edward Sirait Gm Sales & Marketing Rudy Lumingkewas

Publisher & Editor In Chief Makhfudz Sappe Editor Ristiyono, Faisyal, Marisa Aryani, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, G. Hardianto, M. Lottong Makkaraka. Sahman AT, Aman Sugandhi (Surabaya), Qurratu Ainie Partono (Surabaya), Fernandito Haka (Bali), Yurison Suryantara (Bali). Art Director Gerald Manuel Designer & Illustrator Richard Archie F.M., Riman Saputra N., Muhammad Saleh Hanif Finance Ade Kristanti

Salam, Rusdi Kirana CEO Lion Air Group

Marketing Support Mochammad Zaky Circulation M. Solichin Published By PT. Bentang Media Nusantara Advertising Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62 (21) 3151668 Email: edlionmag@gmail.com redaksi@lionmag.com HOTLINE LIONMAG: 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

LIONMAG INFLIGHT MAG

10

LIONMAG MARET 2014

www.issuu.com/lionmagazine

PRINTED BY PT. MEGA INDAH


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


NEWS AROUND

OTP Batik Air Tertinggi Tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/ OTP) maskapai Batik Air 88,59 persen. Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan, tingkat OTP Batik Air terbaik di antara maskapai lain di Indonesia pada tahun 2013. Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Israful Hidayat mengatakan, data tersebut diperoleh dari monitoring Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara terus-menerus selama tahun 2013. Israful Hidayat berharap, maskapai lain bisa memperbaiki OTP masing-masing, hingga akan menguntungkan bagi maskapai dan penumpang. Dengan tingkat OTP tinggi berarti maskapai tersebut bisa melakukan penerbangan tepat waktu.

Relaunch of Pullman Jakarta Indonesia Pullman Hotel and Resort merupakan brand upscale hotel Accor yang tercatat paling pesat perkembangannya. Pada tanggal 13 Februari lalu, Pullman Hotel melakukan relaunch konsep hotel terbarunya sekaligus menggelar acara pameran seni rupa kontemporer lewat Pullman Artnight. Konsep baru ini didukung dengan tema seni rupa kontemporer yang kuat dengan menyajikan sebuah pameran seni visual bertajuk “Exchange: Glonalization in Progress”. Beberapa nama seperti Agus “Baqul” Purnomo, Angki Purbandono, Awan Simatupang, Darbotz, Eldwin Pradipta, Heri Dono, Sunaryo, dan Tromarama masuk ke dalam jajaran seniman yang karyanya dapat ditemukan di berbagai sudut hotel.

12

LIONMAG MARET 2014

MBtech Premium Setelah lama dinanti-nantikan, MBtech Premium kini resmi diluncurkan pada acara Grand Launching MBtech Premium yang mengambil tema MBtech Premium A Class Of Perfection yang digelar di The Terrace Golf Senayan, Jakarta pada Kamis 20 Februari 2014. Dalam acara tersebut MBtech mengundang para sahabat media untuk hadir dan mengenal lebih dekat akan produk MBtech Premium. Pada acara tersebut, MBtech yang telah dikenal sebagai produk pelapis otomotif terbaik dan paling diminati di tanah air akan memperkenalkan fitur-fitur yang dimiliki MBtech Premium, yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari para pencinta mobil khususnya mobil mewah. MBtech Premium dirancang dan diproduksi dengan teknologi terkini menggunakan formula dengan standar kualitas terbaik.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


NEWS AROUND Haesanmul Gansig Siap Memimpin

Mandul Bisa Diobati Kemandulan adalah salah satu masalah yang paling ditakuti oleh pria maupun wanita. Banyak di antara mereka yang merasa kehilangan harga diri setelah divonis mandul oleh dokter. Lebih fatal lagi, dalam banyak kasus, kemandulan bisa menjadi pemicu retaknya rumah tangga. Jika Anda divonis mandul, jangan langsung menyerah. Hal tersebut belum tentu sepenuhnya benar. Dalam banyak kasus yang ditanganinya, Jeng Ana, ahli herbal, terbukti dapat mematahkan vonis yang menyeramkan itu. Sudah cukup banyak pasien yang dinyatakan mandul – ia sembuhkan. Salah satunya Hajjah Zubaidah, perempuan asal Cilegon, Banten.

Pengecoran Terakhir

Zuri Express Mangga Dua Satu lagi unit hotel dari Group Zuri Hospitality Management (ZHM) akan berdiri dan masuk dalam perkembangan industri pariwisata di Indonesia. 29 Januari 2014 telah melakukan Topping Off atau pengecoran terakhir unit ke 16, yaitu Zuri Express Mangga Dua, Jakarta. Rencananya akhir Mei akan selesai dan dibuka untuk umum. Zuri Express Mangga Dua memiliki 124 kamar, dan beberapa fasilitas penunjang, meeting room, health club, Kopi Express Café, parkir yang cukup luas, fasilitas wifi gratis dan fasilitas lainnya, sehinga memberikan kemudahan dan kenyamanan. Selalu berkomitmen melayani, berinovasi dan terdepan dalam jasa hospitality, sesuai dengan tema layanannya, We Know How To Please You.

Didahului oleh Lotteria dan Kyonchon, kini sudah masuk juga ke Indonesia Seafood l snack Haesanmul Gansig snack on the go. Seafood snack yang mengusung konsep makanan dengan bahan dasar ikan laut yang siap santap. “Konsep kita adalah seafood berupa fastfood snack on the go untuk makanan yang ready to eat, siap makan,” ujar Goenardjoadi Goenawan, President Director Seafood | snack Haesanmul Gansig. Selain makanan yang unik, Goenawan menuturkan, gerai Seafood l snack Haesanmul Gansig dapat ditemui di setiap cabang ritel Giant. Konsep yang ditawarkan berupa snack on the go yang merupakan seafood siap santap. Goenawan berujar, gerai pertama Haesanmul Gansig telah dibuka pada 1 Desember 2013 di Perumahan Palem Semi Karawaci, Tangerang, dan Mutiara Gading Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Aston Kuta Menjadi Tuan Rumah Lokakarya Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan hotel, Lokakarya dan Sertifikasi Certified Hotel Administrator (CHA) oleh American Hotel and Lodging Education Institute (AHLEI) yang diadakan selama satu minggu penuh di bulan Januari, di Aston Kuta, Jalan Wana Segara, Kuta, Bali. Para General Manager atau Hotel Manager seluruh properti Archipelago International di Bali adalah peserta yang mengikuti lokakarya dan sertifikasi kali ini. Bergengsi dan dikenal secara global, sertifikasi CHA ini memang khusus diperuntukkan General Manager atau eksekutif-eksekutif yang telah berpengalaman. Sertifikasi ini sendiri dibutuhkan untuk mengesahkan kemampuan pengetahuan lanjutan dalam industri perhotelan. Sertifikasi ini berlaku selama lima tahun dan dapat mengikuti re-sertifikasi setelah masa berlaku berakhir berdasarkan kualifikasi dan pencapaian mereka.

14

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


LEISURE

Prive Club Jakarta Mewah dan elegan adalah kesan pertama yang Anda dapatkan ketika menginjakkan kaki di Prive. Terletak di lantai 8 fX Sudirman, Prive menggabungkan beberapa konsep lounge, di antaranya Mezza9 untuk area resto dining, Poolside dengan tema outdoor lounge, serta Prive Club sendiri. Dengan kapasitas ruangan yang cukup besar, Prive dirancang untuk mengakomodasi berbagai acara. Memanjakan para pecinta malam di Jakarta, Prive mempersembahkan berbagai minuman koktail andalan seperti Injection dan Prive Imposing yang terdiri dari campuran spirit dan liquor. Di menu makanan sendiri, Prive memadukan menu makanan urban fusion yang bukan hanya tampil dalam presentasi menarik tapi juga mengutamakan rasa. Kiranya Prive bisa menjadi tempat pelarian yang tepat untuk membunuh waktu menunggu lenggangnya jalanan Jakarta selepas jam pulang kantor.

Warna Baru Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort Kemewahan Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort memberi warna baru di kawasan Nusa Dua, setelah diresmikan pada akhir tahun 2013. Sebagai pendatang baru di kawasan Nusa Dua, hotel mewah yang berkantor pusat di Perancis ini ingin menampilkan yang terbaik. Seluruh detail dan pembagian area di hotel menjadi perhatian utama. Perpaduan elegan Perancis dan kekayaan seni budaya Indonesia membuat resor ini semakin elegan. Melengkapi kemewahan yang

16

LIONMAG MARET 2014

ditawarkan tentu saja didukung dengan berbagai fasilitas seperti Kwee Zeen, Pan Asian Restaurant, Cut Catch Cucina – Steakhouse, Osteria Cuisine and Sea Grill, Le Bar, Lobby Bar, L’OH Pool Bar dan The Club N5 Beach Club Lounge. Fasilitas untuk relaksasi tersedia So Spa and So Fit – Gym, Beachfront Pool serta Kids Club. Resort ini juga memiliki fasilitas meeting yang sangat lengkap dengan tema Inspired Meetings terdapat di grand ballroom dan ruang pertemuan lain.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


LEISURE

Menu Lokal Bertaraf Internasional Peluang bisnis kuliner di Pulau Dewata terus meningkat. Peluang tersebut tidak disia-siakan oleh restoran Bumbu Nusantara, yang menyajikan makanan Indonesia. Interior rumah makan yang berada di bilangan The Bay Nusa Dua, dekat Pulau Peninsula Nusa Dua ini mengusung konsep rumah adat Jawa. Berbagai menu asli Indonesia berstandar international, menjadi daya tarik. Untuk menu pembuka ada Loempia Semarang, Pempek Palembang, Batagor Bandoeng dan Kerak Telor. Tersaji pula Karedok, Asinan Djakarta, Roedjak Buah dan Soto Banjar, Sop Boentoet Noesantara, Gule Kepala Ikan dan Soto Betawi. Deretan main course, cobalah Ajam Betoetoe Gilimanoek, Ikan Daboe, Konro Makassar, Rendang Sapi, Oedang Bakar Jimbaran dan Nasi Toempeng. Sedangkan makanan penutup, tersedia Es Boeboer Intjin, Kue Klepon, Onde-Onde dan Hunkwe Mutiara.

Menjaga Kebugaran di Tjakra 7 Spa Ingin menjaga kesegaran tubuh saat berada di Bali – cobalah berkunjung ke ke Tjakra 7 Spa yang menjadi salah satu fasilitas dari Pullman Bali Legian Nirwana Resort. Di sana Anda akan menemukan kesegaran yang langsung menghilangkan rasa lelah. Keistimewaan spa ini terlihat dari menu perawatan yang ditawarkan, seperti Hydro Vitality Pool, sebuah kolam dengan sumber mata air dan dilengkapi gelombang resonansi yang mampu memberi energi positif untuk melatih otot-otot badan supaya lebih tenang, dan memperlancar peredaran darah, serta membuat kulit lebih halus.Warna hijau, kuning dan ungu membuat tampilan ruangan semakin semarak. Begitu pula dengan tata letaknya, spa yang berada di teman Pullman Bali Legian Nirwana Resor ini terdiri dari lima ruang treatment.

18

LIONMAG MARET 2014

Cooking Demonstration

with Rosio Sanchez Sebuah kebanggaan bagi Mejekawi by KU DE TA menghadirkan Rosio Sanchez, seorang Head Pastry Chef of Noma – Copenhagen, berkolaborasi dengan Chef Ben Cross, Chef Stephen Moore dan Chef Will Goldfarb yang ketiga juru masak ini dari Mejekawi by KU DE TA. Demo masak yang ingin disajikan oleh Chef Rosio menggunakan bahan makanan lokal Bali dengan teknik pengolahan dari dapur pastry di Noma. Demo masak ini dihadiri oleh pastry chef lokal dan international. Harapan dari Chef Rosio dengan berbagi ilmu dan teknik pengolahan, khususnya untuk pastry chef akan berinovasi dengan bahan makanan lokal. Dalam kesempatan demo masak ini, disajikan tiga dessert, Yeast Caramel with Skyr, Potato and Plumes dan Sweet Ceps and Seaweed Ice Cream. Seluruh penyajian dari ketiga menu tersebut layak mendapat two thumbs up! Sangat simpel penyajiannya, dan untuk rasa benar-benar rasa asli dari bahan makanan utama tetap ada. Sempurna!!!


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


LEISURE

Perawatan TradiSional Indonesia Keindahan Ubud Bali seolah menjadi daya tarik sendiri. Begitu pula dengan Dala Spa yang berada di Ubud, Bali ini siap memanjakan tamunya dengan berbagai ritual perawatan tradisional asli Indonesia. Kesan tradisional sudah terasa ketika memasuki bangunan. Ornamen-ornamen Indonesia kuno, seperti keranjang yang berisi rempah-rempah dan produk mentah untuk perawatan, serta bar spa yang menyajikan minuman jamu dan jajanan tradisional, diperkuat aroma therapy lemongrass siap menyambut pengunjung. Dala Spa juga mendapat kepercayaan dari THÉMAÉ, sebuah perusahaan kosmetik Perancis yang terkenal didunia. Deretan menu ritual perawatan ala Indonesia seperti Bunga Rampai Ritual, Manis Klepon, The Island Cocoon, The Palace Ritual,Tuti Fruity Spa, The Samsara serta Dala Signature Treatment – menjadi ujung tombak buat menarik pengunjung.

A Resort of Surfer Paradise Satu tempat baru yang layak menjadi tujuan berlibur Anda saat berada di Bali, khususnya bagi penggemar olah raga selancar – cobalah singgah ke Pantai Keramas di Gianyar. Kawasan ini mulai berkembang dan bersinar dengan hadirnya beberapa resor, di antaranya Komune Resort & Beach Club. Resor yang menempati area lumayan luas, dan terletak tepat di depan pantai

20

LIONMAG MARET 2014

ini, hanya terdiri dari satu tingkat dengan desain simpel, perpaduan batu alam dan ornamen kayu mendominasi seluruh kamarnya. Fasilitas yang dimiliki seperti massage center menempati rumah joglo yang terletak di tengah taman sayuran organik. Menyeberang jembatan kecil yang memisahkan antara area resor dan beach club, tampak hamparan rumput hijau yang terawat dan deretan kursi pantai di sekitar kolam renang.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


WISDOM IN THE AIR

3 Cara Melihat Uang OLEH Jemy V. Confido

Apakah Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut ini? · Anda kesulitan mendapatkan uang yang Anda butuhkan? · Anda merasa lelah bekerja keras dan membanting tulang untuk mendapatkan uang? · Anda merasa telah mengerahkan segala cara namun uang yang Anda harapkan tak kunjung datang?

Jika jawaban Anda adalah ”ya” terhadap salah satu, sebagian atau semua pertanyaan di atas, mungkin selama ini Anda melihat uang dengan cara yang salah. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak kisah berikut ini. Suatu ketika, seorang tukang pembuat taman mendapatkan pesanan untuk mengerjakan taman di sebuah rumah. Segera si pembuat taman menyampaikan rincian biaya yang termasuk pembelian bahan-bahan, pembelian tanaman dan upah kerja. Setelah terjadi tawar menawar singkat akhirnya harga disepakati dan keesokan harinya si tukang mulai bekerja. Namun sesungguhnya si pemilik rumah belum melakukan survey harga sehingga ia tidak mengetahui berapa harga yang wajar untuk pekerjaan tersebut. Setelah pembuatan taman selesai dan pembayaran dilakukan, si pemilik rumah akhirnya menyadari bila jumlah

22

LIONMAG MARET 2014

yang dibayarkannya jauh di atas harga wajar. Si tukang memperhitungkan jumlah bahan yang dibutuhkan hampir dua kali lipat dari jumlah yang sesungguhnya dipakai. Ia juga menghitung tenaga kerja tiga kali lebih banyak dari yang sesungguhnya. Yang lebih parah lagi, harga tanaman yang ditagihkan empat kali lebih tinggi dari harga yang sewajarnya. Mungkin si tukang akan berpendapat, ”Salah sendiri, kenapa tidak teliti sebelum membeli.” Atau mungkin malah ia berpikiran, ”Dasar rejeki, darimana aja dah datangnya.” Sepintas, sepertinya si tukang diuntungkan karena kecerdikannya dan si pemilik rumah dirugikan karena kebodohannya. Tapi benarkah demikian? Si pemilik rumah, setelah menyadari bahwa dia dikerjai oleh si tukang, dengan segera mengurungkan niatnya untuk menyerahkan pekerjaan lain kepada si tukang. Si pemilik rumah sebenarnya bermaksud membuat taman yang lebih besar di rumah lainnya. Namun kali ini ia lebih hati-hati. Selain ia melakukan survey harga, ia pun mencari tukang lain yang memberi harga lebih pantas dengan kualitas yang relatif sama. Bahkan, ketika salah satu tetangganya tertarik untuk memakai jasa si tukang, si pemilik rumah langsung mengingatkan si tetangga dengan menceritakan kejadian yang dialaminya. Segera tetangga-tetangga di sekitarnya mengetahui kejadian tersebut dan akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk menggunakan jasa si tukang. Bulan-bulan berikutnya, si tukang sepi order dan harus mangkal di tempat lain dimana belum ada orang yang menyadari taktik dagangnya. Tapi, segera setelah satu orang di tempat tersebut menyadari dan menceritakannya, maka si tukang kembali harus berpindah tempat. Demikian seterusnya ia akan bekerja semakin keras untuk memburu penghasilan. Pada umumnya kita semua melihat uang dengan mata kita. Namun sesungguhnya ada dua cara lain untuk melihat uang. Selain melihat uang dengan mata, manusia juga sebenarnya bisa melihat uang dengan pikiran dan melihat uang dengan hati. Namun karena sebagian besar dari kita sejak kecil telah terbiasa melihat uang dengan mata maka kemampuan kita untuk melihat uang dengan pikiran dan melihat uang dengan hati menjadi menurun bahkan hampir hilang. Sampai sini mungkin para pembaca bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan antara melihat uang dengan mata, melihat uang dengan pikiran dan melihat uang dengan hati? Semoga ilustrasi berikut membantu Anda. Seorang pengamen masuk ke sebuah rumah makan. Segera ia mendatangi salah satu meja dimana sebuah keluarga sedang asyik menyantap ikan bakar. Pengamen itu pun segera memainkan gitarnya dan mulai menyanyi di dekat keluarga tersebut. Baru satu baris lagu dinyanyikan, si pengamen segera menyodorkan kaleng kosong kepada salah satu anggota keluarga tersebut. Sang Ibu yang sedang asyik menyantap hidangan dan tangannya masih


smart

pa n c o r a n - j a k a r ta

modern

dynamic

Now opEN

AMArIS hoTEl pANcorAN - jAkArTA jl. raya pasar minggu no.15a, pancoran, jakarta Selatan - indoneSia ph: (62-21) 7949 777, fax: (62-21) 7949 666, email: jakarta.pancoran@amarishotel.com

SERVICES AND AMENITIES 91 Smart roomS

led tv

xpress

wifi internet acceSS

major credit cardS accepted

meetinG roomS

Safe depoSit box

p

parkinG area

AMArIS hoTEl ambon | bali ( lEGian, pratama - nusa Dua, sunsEt roaD) | banDunG (cimanuk, cihampElas) | boGor | bEkasi barat | buGis - sinGaporE | cirEbon | EmbonG malanG - surabaya | jakarta (banDara soEkarnohatta, Dr. susilo GroGol, juanDa, manGGa bEsar, manGGa Dua squarE, pancoran, panGlima polim, panGlima polim 2, sEnEn, tEnDEan, thamrin city, tEbEt, sEasons city) | joGja | banjar (kalsEl) | makassar (panakkukanG) malanG (jawa timur) | naGoya hill - batam | palanGkaraya (kaltEnG) | pEkanbaru (riau) | sEmaranG | NExT opENINg hoTElS ponoroGo - jatim | DEmanG lEbar Daun - palEmbanG |

samarinDa | Gorontalo

rESErvATIoN cENTrE Ph: (62-21) 270 0027, Fax: (62-21) 270 0350 Email: reservation@santika.com | Online booking: www.amarishotel.com Santika Indonesia Hotels & Resorts

@SantikaHotels

www.youtube.com/santikaonline

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


belepotan kecap dan sambal dengan sangat berhati-hati dan bersusah payah merogoh uang receh dari tasnya. Kehadiran pengamen ini bukannya memberikan keceriaan tetapi sungguh mengusik ketenangan pengunjung yang hadir. Selain suara sang pengamen fals, gitar tidak berirama, ia pun mendesak pengunjung untuk segera mengeluarkan uang. Sebelum ada tanda-tanda pengunjung akan mengeluarkan uang, si pengamen akan mulai mengetuk-ngetukkan kaleng kosong tersebut ke meja makan. Dan sebaliknya, begitu uang diterima, si pengamen pun langsung pindah ke meja lain. Pengamen tersebut melihat uang dengan mata. Dan berapa uang yang ia dapat? Mungkin seratus perak per pengunjung. Sesekali mereka mungkin mendapatkan pengunjung yang memberi mereka lima ratus atau seribu perak. Di tempat makan yang lain, dengan menu yang sama yaitu ikan bakar, seorang pengamen lain mengambil tempat di salah satu sudut. Ia sudah melengkapi dirinya dengan microphone, gitar dan harmonika. Pada saat pengunjung mulai berdatangan, maka pengamen ini pun mulai melantukan lagu-lagu yang digemari oleh para pengunjung. Ia sangat terampil memainkan gitar dan harmonikanya di samping suara yang merdu ia lantunkan. Setiap kali ia menyelesaikan satu lagu, ia tidak pernah meminta pengunjung untuk mengumpulkan uang. Bahkan ia sebenarnya tidak pernah meminta uang sama sekali selain meletakkan sebuah kotak persis di samping tempat ia berdiri. Apa yang terjadi? Para pengunjung yang merasa terhibur oleh kehadiran sang pengamen satu per satu mulai memasukkan uang ke dalam kotak itu. Biasanya, uang yang dimasukkan adalah uang kembalian dari membayar makanan mereka. Karena pada saat mereka memasukkan uang tersebut mereka tidak direpotkan oleh tangan yang kotor karena makanan serta mereka sedang memegang uang pecahan satuan besar plus merasa terhibur dengan performance si pengamen maka pengamen kedua ini pun mendapatkan pemberian yang lebih besar dibandingkan pengamen pertama sebelumnya. Rata-rata para pengunjung memberikan seribu perak bahkan cukup banyak yang memberikan lima ribu perak. Pengamen yang satu ini melihat uang dengan pikiran. Ia telah memikirkannya dengan teliti bahwa bila ia menyodorkan kotak uangnya pada para pengunjung, maka pengunjung akan memberi dalam keadaan terpaksa. Dan uang yang diberikan secara terpaksa biasanya kecil jumlahnya. Di rumah makan yang lainnya lagi, dengan menu tetap ikan bakar, pengamen yang berbeda menggunakan pakaian yang rapi. Dia menyapa ramah para pengunjung dan menghampiri meja mereka satu per satu. Dengan sangat sopan dan bersahabat, ia menanyakan apakah ada lagu kesukaan pengunjung yang ingin ia nyanyikan. Bila ada, maka ia pun segera memetik gitarnya dan melantunkan

24

LIONMAG MARET 2014

suaranya dengan merdu khusus untuk pengunjung tersebut. Pada setiap kesempatan ia selalu memastikan apakah para pengunjung bisa menikmati lagu yang ia nyanyikan dan apakah kehadirannya bisa menghibur dan menemani para pengunjung yang sedang menyantap hidangannya. Si pengamen di sini tidak menyiapkan kotak uang apalagi kaleng kosong seperti pengamen-pengamen sebelumnya. Ia hanya menggelar CD lagu-lagunya dan memasang sebuah banner bertuliskan, �Marilah kita bersama-sama mengembalikan masa depan anak-anak yang putus sekolah.� Memang setengah dari uang yang diperoleh si pengamen itu akan disumbangkan untuk membantu anakanak putus sekolah di salah satu kampung. Hebatnya lagi, si pengamen tidak menetapkan harga untuk CD yang dijualnya itu. Bahkan bila ada pengunjung yang berminat dengan CD-nya namun kebetulan kehabisan uang untuk membayar makanan, maka si pengamen dengan senang hati bersedia memberikan CD-nya tersebut gratis. Para pengunjung pun beramai-ramai membeli CD si pengamen tersebut. Bahkan banyak di antaranya yang membeli lebih dari satu untuk diberikan kepada temannya sebagai hadiah. Uang yang diberikan para pengunjung pun jauh lebih besar. Rata-rata mereka memberikan uang sepuluh hingga dua puluh ribu perak namun cukup banyak juga yang bersedia memberikan lima puluh hingga seratus ribu perak. Pengamen yang ketiga ini melihat uang dengan hati. Ia tidak melihat uang sebagai penghasilannya namun sebagai ekspresi kepuasan dan keikhlasan para pengunjung rumah makan tersebut. Bahkan ia tidak memperhitungkan uang tersebut sebagai kepentinganya melainkan sebagai kepentingan orang-orang yang menggantungkan harapan kepadanya. Apakah Anda sudah melihat uang dengan hati atau pikiran? Ataukah Anda masih melihat uang dengan mata? Hati-hati! Ada julukan khusus untuk orang-orang yang selalu melihat uang dengan mata yaitu �mata duitan�. Bila Anda mengalami kesulitan dalam mendapatkan uang sebagai penghasilan Anda, cobalah untuk menggunakan mata yang lain dalam melihat uang tersebut. Melihat uang dengan pikiran membutuhkan kecerdasan finansial. Melihat uang dengan hati membutuhkan kecerdasan spiritual yang diantaranya meliputi keikhlasan dan kesabaran. Uang yang Anda harapkan mungkin tidak serta merta langsung Anda rasakan saat itu. Namun bila sudah tiba saatnya, uang itu akan datang secara berkelimpahan. Jauh lebih banyak dari uang yang Anda peroleh secara instan. Cara melihat yang berbeda ternyata memberikan rejeki yang berbeda pula. Dunia ini memang mengajar kita dengan cara yang aneh. Bila kita terlalu bernafsu untuk mendapatkan uang, justru uang itu menjauh dari kita. Semoga Anda bisa mulai melihat uang dengan pikiran dan terlebih lagi dengan hati. jemyconfido@yahoo.com


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


TRAVELING TANJUNG PUTING

TANJUNG

PUTING

Rumah sang Primata Langka Teks & FOTO DAMMER SARAGIH

26

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


‘’Selamat datang di paru-paru dunia.’’ Pak Wardi, nakhoda kelotok, melontarkannya sembari menyodorkan segelas teh manis ditambah beberapa potong pisang goreng yang masih hangat. Di atas perahu kayu berjuluk kelotok (karena bunyi mesin tempelnya klotok-klotok) yang kami sewa menuju Taman Nasional Tanjung Puting itu, perjalanan kami sore itu dipayungi langit berudara cukup cerah dengan embusan angin segar. Saya duduk di bagian atas dek melahap hidangan sembari menikmati pemandangan kiri-kanan hutan tropis. Sepanjang perjalanan itu kami disuguhi lingkungan yang tenang dengan pepohonan multispesies serta jejeran bakau di tepian Sungai Sekonyer. Sesekali hewan seperti bekantan, lutung, serta macan dahan yang melintasi pohon menggoda saya untuk meraih kamera. Beberapa kali pula Pak Wardi mengingatkan saya, ‘’Mas, jangan terlalu ke pinggir nanti jatuh.’’ Tak mau mengambil risiko, saya memutuskan memilih duduk di posisi yang aman. Apalagi ketika mengingat-ingat cerita seorang rekan bahwa sungai yang saat itu kami belah dulunya dikenal sebagai ‘’Sungai Buaya’’. Destinasi pertama kami adalah Tanjung Harapan yang berjarak dua jam dari Pelabuhan Kumai, embarkasi kami. Lokasi ini merupakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi orangutan (Pongo pygmaeus). Feeding time (pemberian makan) merupakan saat terbaik melihat aktivitas orangutan dari jarak dekat karena umumnya orangutan memilih bergelantungan

28

LIONMAG MARET 2014

di bagian pohon yang tinggi ketimbang turun ke darat. Karena kelewat sore, kami pun menundanya dan memutuskan bermalam di atas kelotok. Sebenarnya ada sebuah penginapan di kawasan ini, Rimba Ecolodge yang memiliki fasilitas 35 kamar dilengkapi air panas serta mesin pendingin (AC) atau fan. Jika Anda tidak ingin menginap di kelotok seperti kami, bisa jadi penginapan itu sudah terbilang cukup mewah untuk ukuran penginapan di tengah rimba. Kami memilih menghabiskan malam di atas kelotok karena mendambakan sensasi, merasakan tidur di atas perahu yang digoyang riak air dihibur nyanyian malam satwa-satwa di sana. Sungguh malam itu kami rasakan sebuah pengalaman baru. Keesokan paginya, kami membilas diri di atas kelotok. Meski sepintas terlihat sederhana, ternyata perahu kayu ini memiliki fasilitas yang baik dan bersih. Terdiri atas dua dek yang mampu menampung hingga 10 orang, kelotok ini juga dilengkapi kasur, bantal, selimut, serta kelambu untuk dipakai di malam hari. Kamar mandinya pun sudah berstandar internasional dengan toilet duduk dan shower. Saya menduga, semua fasilitas itu disediakan karena pengunjung taman nasional ini mayoritas warga asing. Ditemani tiga kru —selain Pak Wardi, ada juga seorang asisten serta juru masak— kami melanjutkan perjalanan. Selama menyusuri Sungai Sekonyer, saya hirup udara dalamdalam. Sebuah kesempatan yang sangat langka: merasakan udara segar langsung di paru-paru dunia ini.

Kedekatan dengan alam semakin lengkap ketika kami dihibur oleh pemandangan sejumlah bekantan yang berpindah dari pohon ke pohon hingga yang mencoba menyeberangi sungai. Unik dan lucu. Melihat tingkah polah kera khas Kalimantan yang berhidung mancung tersebut. Selain dihuni ribuan orangutan, Tanjung Puting juga menjadi rumah berbagai spesies lain, di antaranya, burung khas Borneo maupun enggang yang pagi itu dengan angkuhnya melintas di atas kelotok kami.

Pesta Orangutan

Sebenarnya tidak butuh waktu lama mencapai Tanjung Harapan. Namun, karena feeding time baru dimulai pukul tiga sore (15.00), kami memutuskan ke site lain, yaitu Pondok Tanggui –satu dari tiga lokasi pusat rehabilitasi di taman nasional seluas 305 ribu hektare ini. Di Pondok Tanggui kegiatan feeding time-nya dimulai pukul 09.00 pagi. Sebenarnya terdapat jalur trekking sejauh 22 km membelah hutan dari Tanjung HarapanPondok Tanggui. Jalur ini disuka para turis asing. Namun, karena ingin menghemat tenaga kami pun memilih membelah sungai dengan waktu tempuh hanya sekitar 90 menit. Sementara dari dermaga menuju feeding point kami harus berjalan lagi sekitar 30 menit sehingga sedikit mesti bergegas untuk mencapainya. Dari kejauhan terdengar suara ranger memanggil orangutan datang ke tempat yang didesain seperti panggung itu. Terlihat makanan


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


Siwi dan Tom di Camp Leakey

yang disiapkan adalah pisang dan buah-buahan. Pemberian makan ini sifatnya suplemen alias tidak menggantikan makanan utamanya. Setiap orangutan juga tidak selalu mendatangi tempat itu. Saat musim buah-buahan di hutan, bisa jadi tak seekor orangutan pun mendatangi feeding station. Namun kami beruntung karena tidak lama kemudian terdengar dahan kayu beradu dengan dedauanan sehingga menimbulkan bunyi keras. Seekor orangutan jantan berukuran besar turun dari ketinggian lebih dari 20 meter. Kami pun terpana. Semakin

30

LIONMAG MARET 2014

terpana ketika beberapa ekor lainnya perlahan-lahan muncul dari balik hutan. Total belasan orangutan terlihat. Tak lama kemudian pesta makan buah pun bisa kami saksikan dari jarak sekitar 20 meter. Menarik dan lucu melihat tingkah polah kawanan orangutan itu. Apalagi orangutan di kawasan ini ternyata memiliki nama. Saya mendengar ranger memanggilnya, ‘’Ansar’’, ‘’Hey, Doyok’’, ‘’Jangan Gistok.” Orangutan yang dimaksud pun sepertinya paham. Cukuplah ini membuat saya tersenyum.

Usai menyaksikan orangutan dari jarak dekat, tak lama kemudian hujan turun cukup deras. Beruntung kami dapat berteduh di pos dekat dermaga. Karena hujan tidak berhenti hingga sore menjelang, terpaksa kami mencoret Pondok Tanjung Harapan dari tujuan. Bermalam satu malam lagi untuk kemudian menuju ke Camp Leakey keesokan harin. Camp Leakey merupakan stasiun penelitian terjauh dan tertua, pusat rehabilitasi terakhir bagi orangutan sebelum dilepas ke alam bebas. Kamp ini didirikan pada 1971 oleh Dr. Birute Mary Galdikas, peneliti primata terkemuka dunia asal Kanada. Sedangkan nama Camp Leakey diambilkan dari sang mentor, Prof. Louis Leakey. Di sini Anda bisa menjumpai seekor orangutan betina yang diberi nama Siswi, salah satu ‘’aktris’’ di film Born to be Wild 3D-nya Imax. Dalam satu scene ia sempat mengambil mi instan dari piring milik Birute Galdikas. Ia kerap bermain di dermaga dan sangat akrab dengan manusia. Siswi juga dijuluki ‘’resepsionis’’ karena menjadi orangutan pertama yang bisa dijumpai di Camp Leakey. Selain Siswi, jika beruntung Anda juga bisa bersua Tom, orangutan ‘’penguasa’’ wilayah ini. Tom adalah kera jantan bertubuh sangat besar dengan berat 140 kg. Rambutnya kemerahan. Tenaganya dahsyat. Ia selalu memamerkan keperkasaannya dengan menggoyang pohon maupun mematahkan dahannya. Terkadang dahan-dahan patah itu dilemparkan Tom ke arah pengunjung. Ia sudah begitu dikenal hingga Kami pun ingin bersua dengan Tom. Saat


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


menunggu kehadirannya di feeding site, kami ngobrol dengan ranger. Dia bercerita banyak tentang kisah pilu orangutan, mulai dari maraknya penyelundupan untuk peliharaan pribadi maupun hiburan (sirkus) hingga pembantaian yang dilakukan masyarakat karena berbagai alasan. Sungguh memprihatinkan. Saat serius mendengarkan cerita pilu itu, tiba-tiba seekor orangutan berukuran sangat besar muncul dari arah belakang kami. Seorang ranger memerintahkan kami segera memberinya jalan. ‘’Ia Tom. Hati

32

LIONMAG MARET 2014

hati,’’ ujar sang ranger. Dengan langkah angkuh bak raja sungguhan, Tom melintas di depan kami. Ia menyeringai memamerkan keperkasaannya. Tom merupakan penerus ‘’penguasa’’ sebelumnya, seekor pejantan bernama Kosasih yang ‘’bertakhta’’ selama bertahuntahun. Kosasih sempat berakting bersama Julia Roberts beberapa tahun silam dalam sebuah film dokumenter. Karena usianya sudah berusia 35 tahun dan tidak seperkasa sebelumnya, kekuasaan Kosasih pun ‘’direbut’’ Tom yang lebih muda dan bertenaga melalui

sebuah pertarungan. Kini Kosasih mulai jarang terlihat. Ia lebih banyak menyendiri jauh dari kawanan orangutan. Melihat dari dekat kehidupan orangutan memang unik. Tak hanya soal perebutan ‘’singgasana’’, tetapi juga persaingan di antara mereka menarik lawan jenis. Tanjung Puting merupakan salah satu rumah terakhir, tempat Anda bisa melihat aktivitas primata langka ini. Selain itu, kehidupan mereka di antara pepohonan menjulang seraya mendengarkan kicauan burung dan suara-suara lain di tengah percikan air Sungai Sekonyer memberikan kedamaian tak tepermanai yang begitu sulit ditemukan di kota. Saat kembali, saya masih membayangkan wajah Siswi berdiri di dermaga, seolah melepas kepergian kami. Kami pun semakin sadar, siapa sejatinya kami dalam bentang alam ini. Kita pada dasarnya adalah makhluk hidup yang juga berbagi ruang di planet bumi ini. Meskipun punya hak hidup yang sama, toh orangutan banyak tersingkir maupun disingkirkan oleh kepentingan manusia. Pembalakan liar, kebakaran, serta alih fungsi hutan telah mengancam habitat alami mereka. Menurut data World Wildlife Fund (WWF), tidak kurang 750 hingga 1.000 orangutan mati dibunuh setiap tahun dengan berbagai alasan. Kera Besar satusatunya di Asia itu kini hanya bisa hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Bila tidak ditangani serius, sangat mungkin anak cucu kita nanti hanya bisa melihatnya hanya melalui film dokumenter maupun poster. mancanegara. Tak terhitung lagi berapa kali ia diliput media asing.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


TRAVELING WAE REBO

WAE REBO Elegansi Kampung di Balik Kabut Teks & Foto VALENTINO LUIS

34

LIONMAG MARET 2014


“Cahaya dalam struktur berbentuk kerucut ini sangat redup, tapi begitu mataku menyesuaikan diri dengan keremangan, aku bisa melihat bahwa Sang Tua adat, Rofinus, telah mengambil tempat duduknya di kaki tiang kayu besar yang melambung ke puncak rumah. Upacara penyambutan resmi pun menyebar ke kiri dan kanan‌ Aku merasakan tarikan ajaib, yang sepertinya membujuk untuk menyelinap mundur ke dalam waktu menuju dunia yang lain, dunia yang hanya ada dalam mitos dan legenda....â€?

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


P

otongan pengalaman Stephanie Brookes di Wae Rebo tersebut begitu memikat. Pada saat bersamaan rangkaian kata-kata penulis Australia itu ikut menerbitkan rasa iri. Ya, iri, karena sebagai putra Flores, saya belum mengenal langsung Wae Rebo. Sedangkan Stephanie yang orang asing telah melihat dan merasakan mistisnya. Padahal kampung tradisional itu sedaratan dengan rumah orangtua saya. Stephanie hanya satu dari sekian banyak orang dari negeri seberang yang telah menjenguk Wae Rebo. Memang, jauh sebelum popularitas

36

LIONMAG MARET 2014

kampung di Desa Satar Lenda, Manggarai, Flores ini merebak ke telinga peminat wisata domestik, para pelancong mancanegara telah lebih dulu berbondong menjejakkan kakinya di sana. Untuk singgah di Wae Rebo tidak mudah. Sekalipun sudah di Flores, pengunjung harus membawa diri selama berjamjam di atas kendaraan. Itu belum termasuk mendaki. Jika tak cukup cekat, bisa lima jam berjalan kaki. Saya bersama Liron, tandem asal Denmark, mendatangi Wae Rebo selepas Labuan Bajo. Kami terlebih dahulu mampir ke Danau Sano Nggoang yang berair biru pucat, bermalam di padang penggembalaan

sapi, serta melihat keajaiban sawah berbentuk jaring laba-laba nan gigantis. Pendakian ke Wae Rebo yang bermula di Desa Dengge kami tuntaskan selama tiga jam. Bukan hendak menciptakan rekor, kami semata tak ingin tersesat dalam kegelapan hutan karena memulai pendakian pada jam tiga sore, bukan waktu ideal. Tapi apa yang membuat Wae Rebo begitu istimewa hingga kami rela memijakkan kaki ke tanah becek berlumpur, tangkas menembus hutan lembab berlereng curam, serta tak peduli pada senggalan napas, juga peluh yang bercucuran?


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


Penghargaan Tertinggi UNESCO

Wae Rebo bukan kampung yang diciptakan untuk kepentingan pariwisata. Ia telah berdiri di atas pundak gunung bersama elemenelemen budayanya sejak abad ke11. Kampung di ketinggian 1.200 di atas permukaan laut (dpl) ini digagas oleh leluhur yang diyakini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Menurut keyakinan penduduk setempat, Wae Rebo merupakan persinggahan terakhir nenek moyang mereka dari kehidupan nomaden. Magnet utama Wae Rebo adalah rumah adatnya yang unik bernama Mbaru Niang. Arsitekturnya berbentuk kerucut dengan diameter bagian bawah yang cukup lebar, sanggup menampung banyak orang. Dalam membangun Mbaru Niang, teknik diandalkan pada kekuatan

38

LIONMAG MARET 2014

ikatan-ikatan kayu serta atap. Rumahrumah di sini sama sekali tidak menggunakan pasak, apalagi paku. Saya mengagumi falsafah orang Wae Rebo. Pembangunan rumah adat tidak sekedar memperhitungkan estetika, keindahan, atau fungsi semata. Bentuk kerucut Mbaru Niang diformulasikan oleh batangbatang kayu yang membentuk lingkaran dengan sebuah pusat di tengah-tengah. Ini mengisyaratkan kehidupan yang bermula pada satu titik dan manusia hidup saling bertalian satu dengan lainnya. Masyarakat Manggarai memegang teguh formula ini, sampai-sampai pembuatan sawah yang berbentuk jaring labalaba (Lingko) pun lahir. Bahkan pemilihan lokasi Wae Rebo oleh leluhur juga mengikuti falsafah ini sehingga, jika diamati, Mbaru

Niang berada di tengah jejeran pegunungan yang membentuk sirkel atau lingkaran. Setengah dasa warsa lalu, Wae Rebo belum banyak diperbincangkan. Kendati dikunjungi wisatawan asing, namun kondisi Mbaru Niang berada di ambang kepunahan. Tahun 2008 merupakan tahun penting bagi Wae Rebo. Saat itulah harapan kelestariannya tercetus. Sekelompok arstitek dari Jakarta yang dimotori Yori Antar mendatangi kampung ini dan sontak tergerak niat untuk merekonstruksi Mbaru Niang. Saat itu rumah adat yang tersisa tinggal tiga buah. Gayung pun bersambut. Warga menerima dengan suka cita. Dibantu para donatur, perbaikan serta pembangunan rumah yang rusak digalakkan. Kini tujuh Mbaru Niang kembali tegak berdiri di balik kabut, seturut


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


Kopi menjadi komoditi sandaran hidup utama warga Wae Rebo. Mereka mengembangkannya tanpa pupuk buatan. Pagi-pagi mereka menjemur kopi berkarung-karung di halaman kampung. Pemandangan yang impresif.

aslinya. Oleh keunikan arsitektur, nilai-nilai filsafat warisan leluhur, serta perjuangan penduduk untuk memertahankan rumah adat mereka, UNESCO mengganjar penghargaan tertinggi berupa Award of Excellence 2012. Tak hanya itu, tahun kemarin Wae Rebo pun masuk dalam jajaran tertinggi Aga Khan Award for Architecture 2013.

Bersahaja, tapi Sarat Nilai

Sungguh mengesankan berada di Wae Rebo. Mendatangi tempat ini setara menggapai puncak gunung impian. Rasa letih serta penat terbayarkan oleh vista yang indah, arsitektur memukau, serta —yang tidak kalah penting—keramahan warganya yang luar biasa.

40

LIONMAG MARET 2014

Untuk alasan terakhir itu, saya dan Liron menjuluki Wae Rebo sebagai ‘’Handshake Village’’ alias Kampung Jabat Tangan lantaran sejak awal pendakian, setiap bertemu kami, mereka jauh-jauh sudah mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, tua muda. Ritme kehidupan warga yang lekat dengan norma tradisional itu berintegrasi dengan ajaran Katolik. Setiap tamu yang datang seyogianya menghargai adat setempat, semisal meminta izin terlebih dulu kepada tua adat di rumahnya, Mbaru Gendang, sebelum berkeliling maupun mengambil foto. Kami diterima dengan upacara khusus yang dinamakan Waelu, kemudian ibuibu membawa kami menuju sebuah

rumah adat khusus untuk diinapi tamu. Kopi menjadi komoditi sandaran hidup utama warga Wae Rebo. Mereka mengembangkannya tanpa pupuk buatan. Kami turut masuk ke kebun untuk memetik kopi yang telah matang. Pagi-pagi mereka menjemur kopi berkarung-karung di halaman kampung. Pemandangan yang impresif. Saya juga amat terkesan ketika, pada malam hari setelah makan, kami diundang ke Mbaru Gendang. Para tua adat kembali hadir dan bersamasama memperdengarkan syair-syair tua dalam iringan gendang. Melodinya mengalun indah dinyanyikan bersamaan. Sungguh benar seperti dikatakan Stephanie. Saya merasa ditarik secara ajaib, terbujuk untuk menyelinap mundur ke dalam waktu menuju dunia yang lain. Dunia yang hanya ada dalam mitos dan legenda, tapi ini begitu nyata: di balik kabut Wae Rebo.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


TRAVELING IJEN

42

LIONMAG MARET 2014


MEMBURU

API BIRU Lelah seketika sirna begitu menyaksikan fenomena alam nan menakjubkan ini. Pancaran api biru menari-nari dalam kegelapan dasar kawah Gunung Ijen. Teks & Foto Ristiyono

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


‘’Bagaimana, Mas, siap mulai pendakian?’’ tanya Pak Jarot, pemandu saya, mengawali pembicaraan. ‘’Siap, Pak!’’ saya menjawabnya. Sesaat kemudian Pak Jarot memapar penjelasan singkat seputar kondisi rute yang bakal kami lalui. Malam itu saya tersenyum mengingat kejadian pada pertemuan beberapa jam sebelumnya di Paltuding, desa terakhir sebelum mulai mendaki puncak Gunung Ijen. Sebenarnya pedakian ini tidak masuk agenda perjalanan saya selama di Banyuwangi, Jawa Timur. Jadi sama sekali tidak ada persiapan. Memang tebersit keinginan menyambangi Ijen, gunung yang terkenal dengan keindahan kawahnya berikut kisah ketangguhan penambang belerangnya. Namun, tidak untuk saat itu. Rasa penasaran lah yang akhirnya memaksa saya mengubah jadwal yang telah tersusun rapi. Pemantiknya adalah persuasi Pak Hendro, kawan yang bertugas di Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Ia bercerita tentang fenomena alam api biru yang menakjubkan di Kawah Ijen. Nah, ini yang belum pernah saya dengar maupun baca. Umumnya Ijen direkatkan ke penambang belerang.

44

LIONMAG MARET 2014

Apalagi, ujar Pak Hendro, fenomena api biru itu hanya ada di dua tempat di muka bumi ini. Selain Ijen, satu lagi di Iceland (Islandia). Penasaran saya pun menjadi-jadi. Penasaran tingkat tinggi ini pula yang mengantar saya pada keputusan mendadak membeli sepatu sport, kupluk, masker, serta meminjam jaket dan lampu senter Pak Hendro sebagai persiapan pendakian pada malam harinya. Tanpa menghiraukan persiapan fisik karena waktunya mepet. Nah, saat Pak Jarot bertanya kesiapan mendaki itu, saya pun menjawabnya sambil tersenyum.

Tengah Malam dari Paltuding

Terletak di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Gunung Ijen yang berketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut (dpl) terbilang sebagai gunung berapi aktif. Sejarah mencatat gunung ini telah empat kali meletus, yaitu pada 1796, 1817, 1913, dan 1936. Sebenarnya waktu paling pas mendaki untuk bisa menikmati pesona Gunung Ijen adalah pukul 05.00. Dimulai dari Paltuding, jarak yang harus ditempuh sampai kawah sekitar 3 km dengan rerata waktu tempuh


dua jam. Maka banyak wisatawan, terutama domestik, memilih berangkat dini hari. Namun, saya justru memilih malam hari karena memburu api biru. Kami bertolak dari Paltuding tepat tengah malam, 00.00 WIB, agar sesampainya di puncak masih gelap. Hanya dengan cara ini api biru, yang dihasilkan belerang cair superpanas yang mengalir keluar dari perut bumi, bisa disaksikan. Api biru tidak tampak ketika hari mulai terang. Selain kami, rupanya perjalanan malam itu juga menjadi pendakian favorit para wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa. Mereka juga penasaran akan pesona api biru. Baru sekitar setengah jam berjalan, lelah telah mendera. Napas pun tersengal lantaran secara fisik memang tidak ada persiapan. Kata Pak Jarot, lintasan awal sejauh 1,5 km memang cukup berat karena menanjak dengan sebagian besar jalur berkemiringan 25-35 derajat. Selain menanjak, struktur tanahnya juga berpasir sehingga membuat langkah kaki semakin berat. Setiap pendaki dituntut menahan berat badan agar tidak terperosot turun lagi. Maka, beberapa kali saya minta kami beristirahat sebelum tiba di Pos Bunder.

Ternyata, masih setengah perjalanan lagi. Di tengah gelap malam itu saya beristirahat cukup lama. Malu malu juga rasanya sama Pak Jarot yang lebih tua, tetapi tampak tidak ada beban dan lelah. ‘’Santai aja, Mas, sudah tidak jauh lagi kok. Rute menanjak dari sini tinggal sekitar 400 meter lagi. Setelah itu jalanan landai sampai bibir kawah,” tuturnya menyemangati saya. Spirit menyelesaikan pendakian pun terpompa. Selepas dari Pos Bunder, jalanan relatif landai. Sekitar pukul 03.00 kami sampai di bibir Kawah Ijen. Suasana masih gelap. Dari atas bibir kawah ini terlihat jauh di dasar kawah titik-titik api biru berpendar. ‘’Mas, untuk melihat api biru itu kita harus turun sampai dasar kawah,’’ kata Pak Jarot. Wow, inilah perjalanan paling berat. Saya harus menuruni tebing curam berbatu terjal dengan sisa-sisa tenaga dan penerangan hanya dari senter. Jarak dari bibir kawah sampai dasar lintasan sekitar 250 meter. Saya pun menapak ekstrahati-hati. Lega tiada terkira. Api biru nan luar biasa indah itu akhirnya tepat di depan mata. Pijar biru menari-nari diembus angin di punggung kawah berjalan meleleh

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


ke dasar kawah. Liukan indahnya berpadu asap putih lengkap dengan aroma belerang menyengat. Tarian pesona api biru membayar semua lelah.

Penambang Belerang

Asyik ‘’bercengkerama’’ dengan api biru, tanpa sadar perlahan-lahan mentari mulai menciumi bibir hingga dasar kawah. Sang api biru pun beringsut dari panggung tebar pesonanya. Seiring sinar mentari mengusir gelap malam, para lelaki perkasa penambang belerang bermunculan. Dari subuh hingga menjelang sore, mereka tiada lelah menambang. Belerang cair yang keluar dari perut bumi mereka alirkan melalui pipa-pipa yang berujung pada tong penampungan di bawahnya. Lelehan belerang ini bakal mengeras begitu terkena udara dingin. Menggunakan linggis para penambang itu mencongkel belerang padat yang sudah mulai berwara kuning cerah. Bongkahan-bongkahan belerang itu lantas berpindah ke keranjang dan mereka pikul hingga Paltuding yang berjarak tidak kurang dari 3 km. Sebuah perjalanan yang sangat berat, dari dasar kawah menanjak berkemiringan sekitar 40 derajat dengan membawa beban di pundak seberat rata-rata 80 kg. Apalagi, tidak semua lelaki penambang itu muda usia. Salah satunya adalah Mbah Rama. Usianya sudah 60 tahun. Ia menambang sejak muda. Seperti lainnya,

46

LIONMAG MARET 2014

kebanyakan penambang di Kawah Ijen ini turuntemurun. Pekerjaan ini menuntut fisik yang luar biasa kuat, berjalan di antara bebatuan terjal hanya beralas sandal karet. Bahkan ada yang sama sekali tanpa alas kaki. Sebuah potret kehidupan para pencari asa yang mewarnai indah bentang alam. Seketika itu saya juga baru menyadari di sekitar Kawah Ijen terbentang luas pemandangan yang sangat indah. Bukit, pepohonan hijau, hingga sebuah bentang luas areal yang sering dijuluki warga sebagai ‘’Bukit Teletubbies’’. Betapa besar karya Sang Khalik ini. Lukisan alam yang tiada tanding. Ijen dengan segala pesonanya memang layak menjadi destinasi wisata favorit. Pesona Kawah, api biru, serta para penambang belerang dijamin bakal selalu terekam abadi di kalbu.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


AUTOMOTIVE

FERRARI 458 SPECIALE

Bertabur

Teknologi

Ekstrem 48

LIONMAG MARET 2014


Inilah karya yang tercipta dari transformasi Ferrari 458 Italia. Sebuah sports car concept berlabel 458 Speciale dengan teknologi terbaru dan tampilan streamline. TEKS Karman Mustamin - Foto FERRARI S.p.A

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


50

LIONMAG MARET 2014


Lupakan Ferrari 458 Italia. Kini, hadir generasi terbaru dari pabrik Maranello, Italia ini dengan label 458 Speciale. Dari namanya, jelas mobil ini diracik khusus. Faktanya pun demikian. Ferrari menitikberatkan rancang bangun 458 Speciale pada filosofi teknologi yang ekstrem dari berbagai hasil riset, terutama pada sumber tenaga, aspek aerodinamis, serta keunggulan dinamika. Ya, untuk kali pertama Ferrari memang mengaplikasi banyak solusi berkendara yang diklaim canggih pada 458 Speciale. Sebut saja peranti aerodinamis aktif yang diposisikan bakal menjadi standar kelengkapan semua produk Ferrari pada masa mendatang. Begitu pula di sektor sumber tenaganya. Mesin V8 berlinetta yang terpasang di tengah telah direkayasa sedemikian rupa untuk mendongkrak kemampuannya. Hebatnya, dengan tenaga berlebih mobil sama sekali tidak menjadi liar. Sebaliknya, pengendalian malah kian halus dan memudahkan pengemudi dalam berbagai situasi. Intinya, 458 Speciale bahkan tidak bisa disetarakan dengan edisi khusus semisal Challenge Stradale maupun 430 Scuderia.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


Paling Bertenaga

Mesin V8 yang dipilih untuk 458 Speciale bukan tanpa alasan. Pada awal pemunculannya, mesin ini sukses meraih gelar ‘’Best Performance Engine’’ di ajang International Engine of the Year Awards. Penghargaan ini menempel untuk dua tahun berturut-turut. Sentuhan ulang Ferrari lantas membawa mesin ini sebagai yang paling bertenaga di kelasnya dengan luaran 605 cv (cavali vapore). Secara spesifik, mesin ini setara dengan 135 cv/liter dan merupakan pencapaian tertinggi untuk mesin yang legal digunakan di jalan. Ferrari tak sekadar meracik ulang mesin, namun juga

52

LIONMAG MARET 2014

memperhitungkan bobot 458 Speciale. Dengan pilihan material khusus, mobil ini pun tampil dengan rasio bobottenaga hanya 2.13 kg/cv. Inilah yang kemudian memungkinkan 458 Speciale menghasilkan kemampuan berakselerasi yang impresif. Dari posisi diam, 458 Speciale hanya butuh waktu 3,0 detik agar jarum speedometer menjangkau angka 100 km/ jam. Sedangkan untuk mencapai kecepatan 200 km/jam, perlu waktu 9.1 detik. Lalu dalam uji coba di Sirkuit Fiorano, 458 Speciale membukukan lap time hanya 1 menit 23,5 detik.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


Teknologi aerodinamis yang diterapkan ini sanggup mendatangkan kepercayaan tinggi kepada pengemudi dalam pengendalian di kecepatan tinggi.

Efisiensi Aerodinamis

Bicara soal aerodinamis, 458 Speciale memang ditangani oleh Ferrari Styling Centre. Namun, divisi khusus ini mendapatkan dukungan kerja sama dari Pininfarina yang bertugas memberikan sentuhan desain. Sasarannya, selain memiliki performa andal, juga agar sosok 458 Speciale langsung mudah dikenali sebagai mobil yang penuh tenaga. Ini antara lain melalui rancangan peranti aerodinamis. Desain peranti yang terpasang di bagian depan dan belakang ini memang spesifik karena sifatnya tidak statis. Dengan demikian, ia mampu memberikan keseimbangan pada kebutuhan downforce sekaligus meminimalisasi hambatan

54

LIONMAG MARET 2014

angin (drag force). Inilah yang menyumbang kontribusi utama sehingga 458 Speciale disebut the most aerodynamically efficient range production car dalam sejarah Ferrari. Teknologi aerodinamis yang diterapkan ini sanggup mendatangkan kepercayaan tinggi kepada pengemudi dalam pengendalian di kecepatan tinggi. Tenaga murni dari mesin yang kadang menghasilkan gejala oversteer, akan langsung direspon oleh rangkaian sub-sistem yang dicangkokkan. Contohnya lagi, berupa sistem Side Slip angle Control (SSC) yang memudahkan pengontrolan kendaraan.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55


DESTINATION TULUNGAGUNG

K pi Tulungagung Bermula dari kebiasaan santri Pondok Pesantren Melathen, Kauman, Tulungagung, membatik batang rokok dengan medium ampas kopi (cethe), sejak 1977 minum kopi sambil nyethe menjadi rutinitas keseharian warga kabupaten di Jawa Timur itu. Teks & FOTO Arief Priyono

56

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


D

uduk mengelilingi sebuah meja dengan beberapa gelas kopi dan menjadi alas beberapa bungkus rokok, Andri (23) bersama ketiga rekannya tampak ‘’khidmat’’. Dengan batang rokok di tangan kanan, Andri penuh konsentrasi mengoleskan sisa ampas kopi pada sebatang rokok yang digenggam erat tangan kirinya agar tidak goyang. Tiada lama berselang, tangan-tangan terampil Andri dkk telah menghasilkan berbagai motif goresan ampas kapi pada sebatang rokok, seperti tribal, bunga, kupu-kupu, batik, atau sekedar titik-titik yang membentuk garis. Kesibukan serupa tampak di beberapa meja lainnya di Warung Kopi ‘’Waris’’ di Desa Kalangbret, Kecamatan Kauman, Tulungagung, yang dipadati pengunjung pagi itu. Mereka berkelompok , tua-muda, bercengkerama dalam ‘’kesepakatan purba’’: pagi yang sempurna adalah ketika menyesap secangkir kopi. ‘’Waris’’ merupakan warung kopi legendaris sekaligus kesohor di Tulungagung. Asap tipis mengepul dari tungku penjerangan air. Puluhan gelas dengan bubuk kopi dan gula di dalamnya telah berjejer. Saat pelanggan datang, pelayan di warung itu tinggal menuangkan air mendidih yang selalu tersedia.

58

LIONMAG MARET 2014

‘’Dua kali sehari saya ke warung kopi ini. Sudah kebiasaan nyethe bareng teman sejak zaman masih di SMP. Kalau tidak nyethe sehari saja kepala bisa pusing,’’ kata Andri berkelakar. Kedua kaki saya melangkah ke dapur. Asap mengepul tiada henti dari wajan penyangraian yang duduk di tungku kayu bakar. Dua perempuan yang hari itu menyangrai biji kopi sesekali mengelap peluh yang mengaliri wajahnya. Di depan tungku kayu bakar dengan asap mengepul maraton tentu sangat gerah. Salah satu perempuan itu adalah Sutijah, pemilik warung, yang telah berusia 72 tahun. ‘’Saya mendirikan warung ini sejak 1977 ketika harga kopi per gelas masih 25 rupiah,’’ tutur Sutijah. ‘’Nama warung kopi ini diambil dari nama mendiang suami saya, Pak Waris.’’ Awalnya Sutijah dan suami berdagang kopi dari sebuah warung di teras rumah mereka. Sementara tradisi kopi cethe telah ada jauh sebelum warung itu berdiri. Menurut Sutijah, para santri Pondok Pesantren Melathen


Motif cethe semakin berkembang pada tahun 1990-an. Bahkan beberapa tahun terakhir di Tulungagung sering diadakan lomba cethe, untuk menemukan motifmotif yang paling unik.

—berjarak sekitar 200 meter dari warungnya— yang memulai tradisi itu. ‘’Mereka suka mengoles-oleskan kopi ke batang rokok, namun saat itu belum ada motif atau gambarnya,’’ ujar Sutijah menjelaskan. Sutijah dan mendiang Waris pun meracik formula dengan takaran khusus agar ampas kopi bisa lekat kuat, bahkan untuk membatik di kertas rokok, sehingga saat dibakar tidak rontok. Aroma dan rasanya tetap bisa dirasakan. Perbedaan tekstur, rasa, aroma, juga warna cethe sangat dipengaruhi oleh campuran kopi dan bahan campuran pembuat kopi, seperti kacang hijau, kelapa, maupun beras. Terdapat dua jenis cethe yang paling disukai para pecinta kopi di Tulungagung, yaitu cethe kopi ijo (hijau) dan cethe kopi hitam. Cethe kopi hijau dihasilkan dari endapan kopi yang telah dicampur kacang hijau. Aroma khas kacang hijau sangat terasa dari cethe jenis ini. Jika digunakan sebagai ‘’tinta’’ untuk membatik batang

rokok, ampas kopi pun cenderung mudah pecah saat mengering. Maka, biasanya pelaku cethe menggunakan sedikit susu untuk membuat hasil akhir batik pada rokok tidak gampang pecah. Tidak seperti cethe hijau, cethe hitam lebih rekat dan solid saat digoreskan di atas kertas rokok. Teksturnya yang lebih lembut membuat hasil akhir batik rokok dengan cethe hitam terkesan lebih halus. Namun, soal aroma, sepertinya kopi cethe hitam tidak seharum yang hijau. Saat lukisan cethe mengering dan rokok mulai dibakar, cethe hijau lebih beraroma harum dan ringan. Bau rokok yang biasanya apek dan kurang disukai langsung berubah menjadi harum. Sejak 1990-an cethe semakin populer. Motifnya pun terus bertambah. Bahkan beberapa tahun terakhir di Tulungagung sering diadakan lomba cethe untuk menemukan motif-motif paling unik. Kini tradisi cethe telah menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


Data Paguyuban Warung dan Hiburan seTulungagung (Pawahita), jumlah kedai dan warung kopi yang tersebar di 19 kecamatan di kabupaten itu mencapai 7.000 unit lebih. Hampir semuanya menyajikan kopi cethe. Sebuah fakta yang mencengangkan mengingat luas wilayah Kabupaten Tulungagung tidak lebih dari 1.000 kilometer persegi.

‘’Cethe’’ dan Perilaku Nongkrong

Bahrul Ulum, aktivis sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Tulungagung yang aktif melakukan pendampingan para tenaga kerja Indonesia (TKI), mengatakan, tumbuh suburnya warung kopi di kotanya ini tidak terlepas dari perilaku nongkrong di warung kopi. ‘’Dan ini tidak hanya berkaitan dengan tradisi cethe, tapi juga banyak suami menganggur karena ditinggal istrinya menjadi tenaga kerja di luar negeri,’’ ujarnya. Tulungagung merupakan salah satu wilayah kantong tenaga kerja wanita di luar negeri di Jawa Timur. Para suami itu, demikian Bahrul, memang menganggur. Namun, mereka punya uang yang dikirim oleh istrinya yang bekerja sebagai TKI. ‘’Warung kopi menjadi tempat mereka menghabiskan waktu luang.’’ Bisnis kopi cethe di Tulungagung cukup menggiurkan. Pelaku-pelaku baru menjamur. Persaingan pun tak terelakkan dengan efek yang tidak jarang memprihatinkan. Jika Anda pernah ke Tulungagung, mungkin pernah mendengar istilah ‘’kopi pangku’’, yaitu menyeruput kopi sambil memangku pramusaji. Para pemilik warung kopi sengaja menyediakan perempuan untuk menemani

60

LIONMAG MARET 2014

peminum kopi. Harga kopinya pun otomatis lebih mahal dari warung kopi cethe dengan pelayanan semestinya sebagaimana di Warung Kopi ‘’Waris’’-nya Bu Sutijah yang cuma Rp 1.500 per gelas. ‘’Saya saja tidak pernah menaikkan harga kopi. Para pelanggan biasanya memberitahu kalau harga di tempat lain naik, lalu mereka dengan sendirinya ikut menaikkan harga, membayar dalam jumlah yang sama,’’ tutur Sutijah. Dengan pelanggan serta pengunjung per hari mencapai ribuan, tanpa perempuan-perempuan yang siap memangku pun Warung Kopi ‘’Waris’’ eksis dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Omzet per harinya bisa mencapai Rp 3 juta. Warung kopi ini melegenda hanya karena kekhasan rasanya. ‘’Yang melayani dan menyeduh kopi buat pelanggan di warung saya malah semua laki-laki,’’ tutur Sutijah menutup percakapan.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


DESTINATION YOGYAKARTA

WISATA PABRIK TARU MARTANI

Cerutu Yogya untuk Dunia Teks & FOTO TOTO SANTIKO BUDI

D

aerah Istimewa Yogyakarta kaya tempat menarik untuk dikunjungi, seperti Keraton, Malioboro, Tamansari, Merapi, Parangtritis, dan masih banyak lainnya. Selain objek wisata alam dan budaya serta kuliner yang disebutkan dalam beberapa objek wisata tersebut, di Yogya juga terdapat tempat wisata industri yang unik. Tempat itu adalah Pabrik Cerutu Taru Martani.

62

LIONMAG MARET 2014

Wisatawan yang ingin berkunjung bisa langsung datang ke kawasan Baciro yang tidak jauh dari Stasiun Lempuyangan. Di sinilah pabrik cerutu tersebut berada. Tidak perlu membuat janji lebih dulu. Pabrik senantiasa membuka pintunya untuk wisatawan pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00-14.00 WIB dengan tiket masuk Rp 15 ribu per orang. Tiket bisa didapatkan di Koperasi Bhakti Martani yang terletak di depan bangunan pabrik.

Setelah tiket di tangan, ditemani seorang karyawan pabrik yang bertindak sebagai pemandu, pengunjung akan diajak berkeliling melihat proses pembuatan Cigar van Java ini. Sebelum memaparkan tentang alur tahapan pembuatan cerutu, biasanya sang pemandu menjelaskan sejarah berdirinya institusi pengolahan daun tembakau yang berdiri pada 1918 ini. Saking tuanya, Taru Martani pun menjadi pabrik cerutu tertua di Nusantara.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


Ketika awal pendirian semasa pendudukan Hindia Belanda, pabrik ini bernama N.V. Negresco dan berlokasi di daerah Magelang. Pada 1921 baru pabrik pindah ke lokasinya kini di Yogyakarta. Saat negeri ini dijajah Jepang, nama pabrik berubah lagi menjadi Java Tobacco Kojo. Pada 23 September 1972, Sri Sultan Hamengku Buwono IX meresmikan nama baru pada pabrik cerutu tersebut menjadi ‘’Taru Martani’’. Nama ini dikombinasikan dari dua kata dalam bahasa Jawa. Taru atau (n)daru berarti daun. Martani bermakna kehidupan. Maka Taru Martani bisa diartikan sebagai daun (dalam hal ini tembakau) yang menghidupi. Para petani dan karyawan pabrik tersebut memang

64

LIONMAG MARET 2014

dihidupi alias mengandalkan penghasilannya dari produksi cerutu yang berbahan baku utama daun tembakau. Sebagai bahan utama pembuatan rokok dan cerutu, tembakau bukan tanaman asli Indonesia. Konon, tanaman ini mulai diperkenalkan di Nusantara pada abad ke-16 bersamaan dengan masuknya para pedagang dari Spanyol dan Portugal. Dalam bukunya The Story of Java, Sir Thomas Stanford Raffles menyebutkan bahwa tembakau telah ditanam di Pulau Jawa pada masa akhir pemerintahan Panembahan Senopati di Mataram sekitar tahun 1600-an. Ketika masa tanam paksa pada periode pendudukan Belanda di bawah kepemimpinan Van Den Bosch, tembakau cerutu

dibudidayakan dalam program tanam paksa di daerah Semarang, Jawa Tengah. Kini pabrik cerutu banyak menggunakan daun tembakau Java Besuki yang berasal dari daerah Besuki di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Reni, staf Taru Martani, menemani sekaligus memandu penulis saat tur berkeliling dan melihat-lihat produksi di pabrik dengan luas total 2 hektare ini. Dinding bangunan pabrik berarsitektur Eropa tempo dulu itu sebagian besar berwarna putih. Bentuk luar maupun dalam bangunannya pun tampak terawat dengan baik dan dipertahankan seperti awal berdirinya. Ratusan orang bekerja di dalam pabrik. Industri pembuatan cerutu


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


ini memang bersifat padat karya. Sebagian besar karyawan adalah perempuan. Di sebuah ruangan tampak sejumlah perempuan berusia ibu-ibu duduk dan bekerja. Di hadapan mereka terdapat sebuah meja besar yang bersekat, dipenuhi tumpukan daun tembakau asal Besuki berwarna coklat kehitaman. Tugas mereka adalah memisahkan ibu tulang daun tembakau dari helaian daunnya. Para pekerja bercelemek kuning itu bekerja dengan cekatan. Tak ada helaian daun yang terlihat robek saat dicabut ibu tulangnya. Selanjutnya daun dipisahkan dan dikelompokkan, bagian kanan dengan kanan dan kiri dengan kiri.

66

LIONMAG MARET 2014

Kemudian daun dipotong dengan ukuran tertentu sebagai sebagai pelapis cerutu sebelah dalam (omblad/binder) dan pembungkus luar (dekblad/wrapper). Sisa potongan daun tembakau itu nanti digunakan untuk filler (isi) cerutu setelah sebelumnya dicampur dengan daun tembakau asal Havana (Kuba) dan Brasil. Sisa daun itu lantas dicacah menggunakan mesin pencacah kuno. Mesin ini telah ada sejak awal pabrik berdiri. Begitu tuanya, di negeri pembuatnya, Belanda, mesin ini pun sudah tidak diproduksi lagi. Pengunjung pabrik juga dapat menyaksikan proses pelintingan/

pembungkusan filler dengan lapisan dalam. Proses ini dilakukan menggunakan tangan maupun dengan bantuan alat. Sedangkan proses pembungkusan lapisan luar dilakukan hanya dengan tangan. Pada proses inilah pengunjung dijamin kagum oleh kecepatan tangan dan kecermatan para pekerja perempuan yang bisa dibilang semuanya telah berpengalaman itu. Proses pembuatan cerutu pun berakhir dengan dikemasnya cerutu dalam plastik, kertas, maupun kotak kayu berdesain unik. Terdapat 14 jenis cerutu produk pabrik ini, yaitu Cigarillos/Treasure, Extra Cigarillos, Senoritas, Panatella, Slim Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Royal, Perfecto, Rothschild, dan Churchill. Sementara itu, terdapat tiga jenis formulasi campuran cerutu: Natural Cigar (tembakau murni), Flavour Cigar (tembakau dengan saus/aroma mint, amareto, vanilla, rum, dan hazelnut), dan Mild Cigar (tembakau ringan). Meski sebagian proses pembuatannya dilakukan dengan tangan, namun cerutu hasil karya Taru Martani sudah diakui dunia. Terbukti dengan diekspornya cerutu made in Yogja ini ke sejumlah negara di kawasan Asia, Eropa, Amerika, serta Timur Tengah. Pengunjung dijamin puas berkeliling dalam pabrik yang penuh sejarah ini. Rasa kagum juga bakal muncul terhadap kualitas tinggi cerutu yang dihasilkan melalui kesederhanaan proses produksinya. Para penggemar cerutu maupun pengunjung yang penasaran mencoba cerutu, atau sekadar memilikinya untuk kenang-kenangan, aneka cerutu produk Taru Martani bisa dibeli di koperasinya.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


Erau International Folklore & Art Festival 2014

Semarak Festival Rakyat

68

LIONMAG MARET 2014


pacara adat Erau merupakan kekayaan tradisi budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, salah satu kerajaan tertua di Kalimantan, yang bertahan hingga kini. Berbagai catatan sejarah menyebutkan, Erau kali pertama dilaksanakan saat Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300– 1325 M) memerintah Kerajaan Kutai Kartanegara di Jahitan Layar, Kutai Lama. Upacara ini berlanjut di bawah kepemimpinan raja kedua, Aji Paduka Nira (1325 – 1360 M) yang bergelar Batara Agung. Pada masa kepemimpinan Aji Paduka Nira itulah diperkirakan terjadi pembauran budaya Jawa. Tradisi Erau pun berlanjut hingga pengaruh Islam mulai masuk, tepatnya ketika Aji Raja Mahkota Islam mulai bertakhta memimpin Kutai pada 1525 M dan sebelumnya telah memeluk agama Islam. Alhasil, pelaksanaan tradisi Erau sebagian besar menyesuaikan dengan Islam yang juga telah dianut oleh sebagian besar masyarakat Kutai Kartanegara. Erau berasal dari bahasa daerah setempat, yakni eroh yang bisa berarti ‘ramai, hilir mudik, bergembira, atau berpesta ria’. Adat ini dilaksanakan oleh kesultanan atau kerabat kerajaan dengan maksud dan tujuan tertentu. Ritualnya diikuti seluruh masyarakat di wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan, nyata terbukti, semakin meriah dari tahun ke tahun. Rangkaian upacara adat ini dikemas dalam sebuah festival budaya yang selalu diramaikan berbagai kegiatan pendamping, seperti festival kuliner, expo seni dan hasil kerajinan, berbagai lomba permainan tradisional, lomba tradisi lisan, street performance, green Tenggarong, pagelaran internasional Folklore, serta lomba balap perahu naga dan perahu ketinting. Festival Erau tahun ini dihelat pada 15-22 Juni 2014. Dengan bergabungnya beberapa negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) maka sejak pelaksanaan tahun lalu Festival Erau menjadi bertajuk Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF). Beberapa negara tersebut akan menampilkan atraksi khas negara mereka yang tentu saja sangat menarik. Selain itu pada pelaksanaan tahun ini bakal ada daya tarik baru dengan diadakannya International Dragon Boat Open Tournament. Seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya setiap hari selama tujuh hari kota Tenggarong bakal meriah dengan berbagai macam pertunjukkan baik ritual adat di keraton maupun pertunjukkan seni di beberapa titik yang sudah ditentukan panitia. Tentu ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik bagi seluruh warga Kutai juga para wisatawan domestik dan

Humas Dan Protokol Pemkab Kutai Kartanegara

manca negara. Dan yang paling ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Kutai selama acara Erau ini adalah saat prosesi belimbur setelah acara mengulur naga, yaitu membawa dua replika naga dari keraton menuju Kutai Lama. Dua naga tersebut dibawa dengan perahu menyusuri Sungai Mahakam. Sesampai di Kutai Lama dilakukan ritual. Kepala dan ekor kedua naga tersebut kemudian dilepas, sedangkan badannya dilarung ke sungai. Ketika badan kedua naga tersebut diceburkan, saat itu pula masyarakat melompat ke sungai berebut sisik naga. Warga Kutai pun larut dalam belimbur dan begitu bersemangat saling menyiram dengan air. Tak pandang bulu, semua bakal kena siram dan, tentu, tidak boleh marah karena maksud belimbur adalah menyucikan diri. Jadi siapkan diri Anda untuk menjadi bagian dalam festival akbar yang sangat menarik ini. Sampai bertemu di Erau International Folklore and Art Festival 2014 di Tenggarong Kutai Kartanegara, 15-22 Juni 2014 yang akan datang. (advertorial)

http://humas.kutaikartanegarakab.go.id http://humas-kutaikartanegarakab.blogspot.com

humas kukar @humaskukar

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

69


TRAVELING KROASIA

KROASIA Menambat Hari di Split

Saya bersorak mendapatkan hadiah liburan ke Eropa. Tapi begitu mengetahui kota itu bernama Split dan berada di Kroasia,

mendadak saya ragu. Apa yang bisa dinikmati dari negara yang

belasan tahun silam dirundung perang? Bangunan-bangunan yang

remuk, ketidakefektifan sarana publik, wajah-wajah muram dengan pakaian seadanya, atau lorong-lorong gelap sarang penyamun? Teks & Foto VALENTINO LUIS

70

LIONMAG MARET 2014


N

amun saya keliru. Pada pandangan pertama saat menjejakkan kaki di bandaranya, Split membuka mata saya akan bagian lain Eropa yang tumbuh dan menyembulkan harapan. Saya langsung merasakan kesiapan negeri ini untuk mengesankan orang lewat langit-langit di pintu bandara yang menyerupai Supertree Grove di Singapura, serta layanan petugas yang profesional. Dalam perjalanan menuju pusat kota pun tampak bus dan kereta memamerkan kualitas yang tidak kalah dengan yang dimiliki negaranegara yang sudah mapan. Ketakjuban saya tak berhenti di situ. Goli & Bosi, tempat saya menginap, menampilkan kreativitas modern dalam desain maupun fasilitas. Padahal ia hanya akomodasi selevel hostel. Tetamunya dimanjakan pula

oleh restoran futuristik lengkap dengan panorama lapang kota yang terjejali oleh arsitektur bersejarah. Split terletak di tepi Laut Adriatik, bagian Kroasia yang disebut Dalmasia. Wilayah ini berseberangan dengan Italia, dimonopoli oleh gunung serta bukit kapur. Menurut catatan sejarah, Split merupakan koloni Yunani sejak abad ke-4 SM. Dua ratus tahun sesudahnya bangsa Romawi mengambil alih areal ini dan berkuasa hingga lebih dari lima abad. Tidak mengherankan Split serta kota-kota terdekatnya identik dengan nuansa Romawi, baik dari gaya sosial penduduk, makanan, hingga arsitektur. Percampuran antara unsur Yunani dan Romawi berbuntut pada atmosfer Mediterania yang kentara. Warga menjuluki daerah mereka sebagai ‘’Mediteranian Flower (Kembang Mediterania)’’.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


Kini, seiring asa untuk menjadikan Kroasia sebagai tempat liburan bagi keluarga Eropa, puluhan pulau kecil di depan Split pun berbenah. Jejeran kapal pesiar maupun yacht menjadi pemandangan lumrah. Paket trip ke pulau-pulau tersebut terbilang murah.

72

LIONMAG MARET 2014


Diocletian’s Palace

Ada begitu banyak tempat menarik di Split. Dari pantai berlaut bening yang dibanjiri pelancong, pasar rakyat, promenade bernaung pepohonan palem, galeri seni, museum, hingga gunung untuk trekking. Meski begitu, ikon kota seluas 22,12 km persegi ini dipegang oleh Diocletian’s Palace. Sebuah kompleks istana yang dibangun oleh penguasa Romawi, Diocletian, pada abad ke-4 Masehi sebagai tempat tetirah. Diocletian’s Palace dikelilingi tembok, memiliki gerbang tinggi, serta menara pengintai jangkung. Bagian dalam kompleks terisi oleh vila lengkap dengan kamp militer dan kuil. Bebatuan pelapis jalan juga marmernya sungguh-sungguh orisinil. Salah satu benda paling bernilai adalah Spinx berumur hampir 4.000 tahun yang didatangkan khusus dari Mesir dan terpatri di Kuil Jupiter dan Peristyle. Ada pula Mausoleum dan Katedral St. Domnius yang interiornya tidak kalah memikat. Karena kompleks demikian besar, sebagian dari Diocletian’s Palace difungsikan sebagai areal perdagangan, terutama bagian bawah tanah. Hal ini memberi kesenangan tambahan bagi wisatawan. Sensasi underground shopping di tempat historis. UNESCO pun mengganjar Diocletian’s Palace dengan label Situs Warisan Dunia sejak 1979. Barubaru ini tempat ini juga terpilih sebagai lokasi syuting serial drama fantasi Game of Thrones yang tengah digandrungi di Amerika.

Bertandang ke Pulau-pulau Kecil

Hari ketiga di Split saya isi dengan mengikuti trip ke pulau-pulau mungil. Sudah ratusan tahun Lautan Adriatik dincar banyak bangsa. Tak cuma krusial untuk pelayaran, tapi juga laik dijadikan persinggahan. Selain bangsa Yunani dan Romawi, Kerajaan Venesia serta Ottoman Turki pun turut terpikat. Ketika Kroasia masih di bawah bendera Yugoslavia dan dilanda perang hingga pertengahan 1990-an, pulau-pulau ini menyembunyikan banyak pejuang lokal. Kini, seiring asa untuk menjadikan Kroasia sebagai tempat liburan bagi keluarga Eropa, puluhan pulau kecil di depan Split pun berbenah. Jejeran kapal pesiar maupun yacht menjadi pemandangan lumrah. Sejumlah pulau yang berukuran cukup besar semisal Šolta, Brač, Hvar, Corčula, Pelješak, dan Mljet terus dikunjungi pelancong. Paket trip ke pulau-pulau tersebut terbilang murah.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


Saya memilih Brač dan Hvar. Kapal yang kami gunakan cukup mentereng dengan harga kurang dari 10 euro per orang. Jarak Split ke pulau-pulau ini tak seberapa jauh. Mula-mula singgah di Brač yang mempunyai kastil dari Abad Pertengahan di atas bukit. Pantai-pantainya disasar para wisatawan muda. Kami melakukan ekskursi hingga ke wilayah tengah pulau. Mengasyikkan. Berlanjut ke Hvar, pulau ini juga berhiaskan dua benteng. Satu benteng dibangun Spanyol pada 1551 dan lainnya oleh bala tentara Napoleon dari Prancis pada 1810. Saya sempat melongok penjara bawah tanah di benteng Prancis, lalu katedral bergaya Renaissance. Masuk akal bila Hvar digadang sebagai pulau tercantik se-Kroasia. Tata kota tuanya elegan bersanding lansekap nan elok. Perbukitannya dipenuhi bunga lavender.

Kesegaran Plitvice Lakes National Park

Tidak ada bising kendaraan. Ribut gaduh manusia pun jarang terdengar. Di Plitvice Lakes National Park, udara terisi oleh gemericik puluhan air terjun dan telaga yang permukaannya sesekali gemercik oleh tarian ikan

74

LIONMAG MARET 2014

maupun ranting yang jatuh. Saya menemukan vista tenteram ini setelah 2,5 jam berkendaraan dari Split ke Karlovac County. Seturut namanya, Taman Nasional Plitvice terkenal secara global lantaran pegunungan karstnya yang dikerubuti danau-danau berair jernih bak kristal. Rasanya seperti di Firdaus. Masing-masing danau dihubungkan oleh aliran air dengan pembatas berupa pagar kapur yang terbentuk secara natural. Katanya bakteri khusus yang bersimbiosis dengan alga bercangkang keras lah yang membentuk pagar-pagar ini. Luas kawasan Taman Nasional tak main-main, 296.085 km persegi. Karena keunikannya, UNESCO pun turut menjadikannya sebagai Situs Warisan Dunia, dan dikunjungi lebih dari 1,2 juta wisatawan tiap tahun. Saya kembali ke Split dan menikmati hari-hari terakhir dengan beragam pengalaman menyenangkan. Tak disangka, saat negara-negara lain di Eropa bergelut dengan ketakstabilan ekonomi, Kroasia justru mekar. Ya, ‘’Mediteranian Flower’’ sebagaimana julukan yang diberikan warganya. Melihat tatapan optimisme mereka membuat saya yakin Split akan terus tumbuh dan menarik banyak orang untuk menambat hari-hari mereka di sana.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


TRAVELING MEXICO

G

emerlap uanajuato

Teks & Foto PAUL I. ZACHARIA

76

LIONMAG MARET 2014


“Kota yang pernah menjadi penghasil perak terbesar dunia ini terasa padat di lembah suatu perbukitan. Tampak gereja utama Basilica de Guanajuato di sebelah Universitas berwarna putih dengan deretan jendela berlengkung.� INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


Selama ini Meksiko dikenal sebagai salah satu negara destinasi wisata dengan kunjungan turis tertinggi untuk benua Amerika, bahkan salah satu yang terpopuler di dunia. Kota-kota seperti Tijuana, Acapulco, Cabo San Luca, serta beberapa lainnya sudah begitu akrab di telinga. Namun, tidak banyak yang mendengar tentang Guanajuato meski sejak 1998 dipilih sebagai salah satu Kota Pusaka Dunia. Alasan pemilihannya pun pas! (kiri) Jalan-jalan kota perbukitan naik-turun sesuai kontur tanah memberikan daya tarik tersendiri. (atas) Universitas Guanajuato dengan gaya arsitektur Moor yang tegas, bertangga tinggi, serta impresif. (kanan) Pedagang suvenir di tepi jalan menjajakan lukisanlukisan bagi turis.

G

uanajuato merupakan kota sekaligus ibu kota Negara Bagian Guanajuato, Meksiko. Letaknya di lembah pegunungan membuatnya sangat menarik dengan jalan-jalan berliku naik-turun bukit. Banyak gang sempit sedemikian terjal hingga tidak bisa dilalui mobil. Namun, justru di sanalah letak pesona dan permainya kota yang sangat beken di kalangan turis dunia ini. Kota itu pernah berpredikat sebagai produsen perak yang pada masa kejayaannya memasok dua per tiga kebutuhan perak dunia. Kota cantik ini juga bermuasal

78

LIONMAG MARET 2014

dengan penemuan kekayaan tambang mineral di gununggunung sekitarnya. Pada zamannya, tambang-tambang perak La Valenciana bahkan memegang perdagangan perak sedunia. Di sini pula kita bisa menjumpai muasal sistem subway pada tahap yang masih primitif dengan lorong-lorong bawah tanah terbangun hanya dari bebatuan. Hebatnya, semua lorong subteresterial ini berfungsi vital mengurangi kepadatan lalu lintas kota. Di Guanajuato juga terdapat Museum Mumi terbesar dan terunik. Yang dibalsem di museum itu bukan pejabat negara maupun keturunan dinasti para raja melainkan ratusan warga biasa, termasuk bayi dan anak-anak. Penemuan mumi-mumi ini terbilang menarik karena tidak terkubur di dalam tanah, tetapi pada makammakam di atas tanah. Faktor udara kering tampaknya mempercepat pengeringan jenazah. ‘’Budaya mumi’’ pun menarik atensi para ilmuwan.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


Akses masuk lorong-lorong jalan bawah tanah yang tetap berfungsi mengurangi kepadatan lalin serta melambungkan kehebatan kota tua ini.

80

LIONMAG MARET 2014


Keindahan lain kota ini juga bisa didapati pada aneka warna cerah ceria rumah-rumah warga. Terlihat sangat kontras dan cantik dengan latar pegunungan. Memasuki tengah kota, bisa dijumpai pusat bersejarah dari plaza-plaza permai, tempat warga bisa bercengkerama sembari menikmati suasana kota. Puri-puri zaman kolonial, gereja-gereja, museum, serta teater berbatuan warna pink dan hijau menambah kemolekan Guanajuato.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


(atas) Basilica Colegiata de Nuestra Se単ora merupakan gereja utama dengan patung perempuan perlambang damai. (bawah) Jalan-jalan sempit kota dengan rumahrumah warna-warni. (kanan) Pemain egrang berkostum selalu menjadi atraksi bagi wisatawan.

Menyusuri jalan-jalan dan lorong-lorong kota sungguh memberikan suasana melankolis yang kuat. Suasana kuno yang terpelihara. Kebersihan kota ini juga membuat kita seakan bergerak di dalam sebuah museum nan rapi terawat. Di tengah kota terdapat plaza dengan gereja utama Basilica Colegiata de Nuestra Se単ora de Guanajuato berdiri gagah. Patung perempuan perlambang damai yang berada di depannya andil mempercantik taman kota mungil nan segar. Dengan sinar matahari hampir selalu dalam posisi rendah, semua yang ada di kota ini mendapatkan aksen berbeda. Bukan saja dari papan nama tokoresto yang artistik, tetapi juga dari suasana pedestrian yang membuat wisatawan menjadi kerasan berlamalama. Bagi fotografer, semua estetika itu menjadi santapan lensa yang tak pernah habis, seperti mendokumentasikan berbagai gaya arsitektur di sini yang sangat khas. Kekhasan gaya arsitektur itu disebut gaya Churrigueresque, yaitu gaya Barok Spanyol yang lebih

82

LIONMAG MARET 2014

rumit dengan ornamen tegas dan super rumit di sekitar pintu masuk. Berbahan batu warna pink, semua pahatan dan ukiran dekoratif bangunan menjadi sangat memikat karena tetap mengesankan feminin. Selain itu, terdapat gaya arsitektur Moor di Universitas Guanajuato yang berwarna putih serta bergaris-garis lengkung dan tegas. Tangga naik ke bangunan utama begitu impresif karena sangat tinggi dan rapi. Kunjungan kami ke kota ini terasa terlalu pendek. Bukan saja karena kecantikan pedestrian dan perumahan yang selalu memancarkan pesonanya di seantero sudut kota, tetapi juga selalu ada tontonan budaya yang sangat menarik. Pada siang hari selalu ada entertainer menyapa pengunjung, seperti pantomim, pejalan egrang berkostum badut, serta pemain gitar Marriachis yang bersuara merdu. Malam hari ada pergelaran kelompok mahasiswa mengamen, yang tampil begitu ekspresif, di halaman depan gereja. Semuanya gratis. Namun,


(atas) Penari-penari Indian berparade menari di jalan untuk festival. (bawah) Anak-anak sekolah diarahkan pemimpin pramukanya.

pengunjung maupun penonton dari berbagai belahan dunia dengan senang hati berdonasi secara sukarela. Mengapa? Tak lain karena pengunjung juga berkesempatan berdansa bebas di udara terbuka diiringi para pengamen profesional yang berdandan cakap. Suatu hiburan publik yang sangat layak bagi kota turis seperti Guanajuato. Ketika bus yang membawa kami kembali ke Mexico City, terasa ada satu kerinduan untuk bisa kembali menikmati suasana seperti ini. Guanajuato merupakan model kota wisata yang sangat cocok. Sebuah kota di gunung yang sukses dikunjungi puluhan ribu turis tanpa membuat jalan macet. Semuanya juga bisa dinikmati sebagaimana yang seharusnya. Dalam bus pun sempat terlintas di pikiran, ‘’Kapan kita, di Indonesia, bisa memiliki keapikan pengelolaan wisata dan wisatawan seperti ini?�

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


HOT STUFF

MakerBot Printer 3D Printer 3D Masa Kini Tidak mau kalah sama produk lain, MakerBot menghadirkan tiga printer 3D terbarunya, yaitu MakerBot Replicator Mini, Replicator, dan Z18. Ketiga printer tersebut memiliki fitur Smart Extruder, LCD control panel, dan konektivitas Wi-Fi, sehingga pengguna bisa langsung mencetak dari aplikasi MakerBot yang terdapat di smartphone atau desktop.  Replicator Mini yang mengusung konsep plug and play,  mampu mencetak benda seukuran cupcake pada resolusi 200 micron. Sementara printer Replicator memiliki ukuran sama dengan pendahulunya, Replicator 2, dan mampu mencetak benda pada resolusi 100 micron. Kombinasi Smart Extruder dan Wi-Fi dapat memudahkan proses pencetakan dan perawatan mesin. Printer ini juga dilengkapi layar LCD 3,5 inci dan sebuah roda selector yang membantu proses pencetakan.  Sedangkan ukuran Replicator Z18 lebih besar, karena didesain untuk mencetak barang berukuran maksimal 12x12x18 inci.

Hydrogen Reactor Atom Hydrogen yang Stabil Brunton memperkenalkan power bank yang dinamai Hydrogen Reactor pada ajang CES lalu. Hydrogen Reactor ini terdiri dari dua unit terpisah, yakni bodi (Reactor) dan fuel cell (Hydrogen Core). Di dalam fuel cell atau Hydrogen Core ini tersimpan atom Hydrogen stabil yang akan berubah menjadi energi listrik. Hydrogen Reactor ini memanfaatkan prinsip pemecahan molekul air (H2O) hingga menghasilkan dua senyawa baru yakni Oksigen (O2) dan Hydrogen (H2). Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu memasukkan selongsong fuel cell yang diberi nama Hydrogen Core ke dalam bodi produk ini, dan Brunton Hydrogen Reactor dapat langsung digunakan.

Tobii EyeMobile Tablet Gerak Mata Tobii EyeMobile merupakan perangkat yang dirancang khusus untuk tablet bersistem operasi Windows 8 ini bisa membantu pengguna mengoperasikan tablet lewat gerakan mata. Kehadiran Tobii EyeMobile akan memudahkan pengguna yang tidak dapat mengoperasikan tablet akibat menderita penyakit ALS, arthritis, muscular dystrophy,Rett syndrome, atau cedera tulang punggung. Tobii EyeMobile juga bisa mengoperasikan hampir seluruh fitur yang ada di tablet Windows 8 berkat kehadiran pendeteksi gerakan mata atau eye tracker. Perangkat pendeteksi ini akan secara konstan melacak pergerakan mata pengguna yang kemudian akan diterjemahkan kedalam pergerakan kursor. 84

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

85


HOT STUFF CULINARY

Cuisinart Smart Stick

Hand Blender

Sekuto Evo 300 Watt Skuter Baterai Lipat Sekuto terus mengembangkan sayap dengan mengeluarkan beragam jenis skuter yang menarik dan stylish, di antaranya Sekuto Evo baterai lipat 300 watt. Skuter stylish dengan kualitas tinggi ini sangat aman dan mudah dibawa kemanapun, karena bisa dilipat sehingga tidak memakan tempat bagasi mobil. Sekuter ini juga cocok untuk dipakai di pabrik, perumahan, taman, pusat rekreasi, areal pameran dan resort. Baterainya awet bisa, menempuh jarak 15 km, membuat pengguna merasa nyaman. Kokoh, bisa menahan beban sampai 80 k, dengan kecepatan 20 km/jam. Sekuto juga menyediakan skuter berkapasitas 500 watt dan 1000 Watt.

GoBe

Penerang Buat Sang Pemberani GoBe merupakan senter yang khusus dirancang untuk mencukupi kebutuhan cahaya di luar ruangan di segala kondisi lingkungan, bahkan saat Anda menyelam. GoBe hadir dengan ukuran relatif mini agar mudah diajak bermobilitas dan memiliki desain yang ergonomis untuk kenyamanan penggunanya. Senter ini hadir dengan 6 model kepala yang masing-masing memiliki kemampuan menghasilkan cahaya lampu yang berbeda. Keenam model kepala tersebut ialah 700 SPot, Red Focus, Search, 500 Spot, NightSea, dan 700 Wide yang bisa digunakan sesuai dengan kondisi lingkungan di manapun Anda berada.

86

LIONMAG MARET 2014

Cuisinart Smart Stick hand blender ini dirancang untuk mengolah makanan mulai dari mengaduk, memotong, mencincang, mengocok, sampai menghancurkan makanan. Cuisinart Smart Stick hand blender nyaman digenggam, mudah digunakan dengan poros blending yang aman dan kuat memungkinkan untuk penggunaan di dalam panci, mangkuk, atau wadah lainnya. Fitur One Touch on/off pada gagang hand blender memungkinkan Anda untuk mengaktifkan blender dengan satu sentuhan tombol. Tersedia dalam beragam pilihan menarik, Cuisinart Smart Stick hand blender bisa jadi pilihan menarik untuk mempercantik dapur Anda.


Unveil the secret from behind the palace wall... Inspired by the exclusive bathing place “Taman Sari” – in Yogyakarta as a bathing place for sultans and the Javanese Royal Families to relax, recharge energy and comfort their body, mind and spirit, Wahid Hasyim Become a Head Quarter Taman Sari Royal Heritage Spa since September 2000. Provide a complete facilities, gym, sauna, pool and offers signature treatment that gives you holistic and authentic Javanese treatments Exclusively based on ancient techniques and values, with supported by well trained therapist and excellence service, Taman Sari Royal Heritage Spa received award of Indonesia & Tourism Award 2010/2011 and Best Seller Franchise 2010.

By :

Franchise Opportunity Ÿ Traditional spa concept based on Javanese culture Ÿ Profitable business with strong and prestigious brand Ÿ With product manufacture that ensure product availability Ÿ Supported by well trained and professional human resources

Head Office : Wahid Hasyim 133 Jakarta Pusat P : 62 21 314 3585 - 380 1433 - 319 02390 F : 62 21 319 30100 E : dept.franchise@mustika-ratu.co.id or spa@mustika-ratu.co.id

www.tamansariroyalheritagespa.com

KELAPA GADING 021 29078848 - CIKAJANG 021 724 83 08 - REGATTA 021 666 77502 - SOLO 0271 71719839 - JOGJA 0274 488588 BALI 0361 771720 - BINTAN 0770 691366 - MEDAN 061 8470912 - MALAYSIA 03 92861626 - SAMARINDA 0541 732478 – PONTIANAK 0561 576793 MAKASAR 0411 455 788 - PALEMBANG 0711 311103 - PEKANBARU 0761 28720 - JAVA PRINCESS ALAM SUTRA 021 -29314888 JAVA PRINCESS PAPUA 0967 - 550599

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

87


DINE IN

FOTO DOK. SKY POOL BAR

Konsep Pool Dining di Sky Pool Bar

T

erletak di area rooftop garden Hotel Kempinski Jakarta, Sky Pool Bar menawarkan pengalaman bersantap yang tak terlupakan. Jika berkunjung di malam hari, panorama malam semakin nyata dengan pemandangan hamparan langit yang seakan menjadi bagian dekorasi. Siang hari, suasana bar yang open air dengan penataan meja dan deretan kursi yang nyaman membuat siapa saja yang berkunjung terasa homey. Bukan hanya pengalaman bersantap di atas rooftop yang di highlight, makanan pun menjadi fokus utama Sky Pool Bar. Sate Lilit misalnya. Makanan khas Bali ini mengandalkan daging ikan yang digiling halus. Sate lilit sarat

88

LIONMAG MARET 2014

akan campuran bumbu rempah. Karena sudah berbumbu, Sate Lilit tidak lagi menggunakan cocolan saus melainkan disajikan bersama sambal matah. Tusukan Sate Lilit disubtitusi dengan batang serai agar aromanya semakin sedap. Sky Pool Bar juga menghadirkan Thai Beef Salad, makanan yang diadopsi dari Thailand. Terdiri dari daun mint, coriander, chili, lime juice, dan potongan daging sapi sebagai sumber protein yang baik. Makanan ini mempunyai rasa yang asamasam pedas, cocok sekali dinikmati pada siang hari. Selain itu ada pula Chicken Caesar Wrap yang dibalut tortilla. Presentasinya sedikit mirip dengan kebab. The Sliders juga disebut-sebut sebagai salah satu menu unggulan di

Sky Pool Bar. Adalah tiga burger mini yang tersaji rapi di atas piring dengan tiga pilihan keju, gruyere, edam, dan cheddar. Sebagai penutup, tak ada salahnya menyeruput Ice Campur ‘sky’, dijamin akan melengkapi pengalaman berkuliner Anda di Sky Pool Bar. Sedianya memang Sky Pool Bar menghadirkan aneka makanan ringan, disesuaikan dengan konsep pool dining. Sky Pool Bar mampu menjadi tempat hang out yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau bahkan orang terkasih. Teks Marisa Aryani • FOTO RIMAN SAPUTRA N.

Sky Pool Bar Cafe Indonesia Kempinski Jakarta Hotel, 17th Fl Jl. M.H. Thamrin No. 1. Jakarta 021 2358 3800


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

89


DINE IN

From Tokyo Night To Bali

K

eindahan Intercontinental Bali Resort di kawasan Jimbaran tidak terlepas dari kondisi alam yang mendukung, seperti pantai pasir putih yang menawan, dan rindangnya pohon-pohon besar memberi keteduhan. Selain itu, deretan fasilitas yang dimiliki Intercontinental Bali Resort resort lumayan lengkap, di antaranya KO Japanese Restaurant nan terletak di sebelah kanan lobi utama. Kekuatan aura yang dipancarkan oleh restoran ini dapat dilihat dari sentuhan suasana Jepang. Interior ruangan didominasi warna hitam dan merah dengan ornamen Jepang, seperti patung, lukisan dan kain-kain bertuliskan huruf kanji. Begitu pula tata bangunan, seluruhnya mencerminkan suasana Jepang. Hal serupa dengan penampilan pelayan – semuanya mengenakan kimono. Dari lobi restoran, Anda akan melalui lorong-lorong panjang menuju area dining. Setiap harinya restoran KO Japanese memiliki tema dinner berbeda-beda, sebagai

90

LIONMAG MARET 2014

program promo, dan menunjukan keseriusan manajemen restoran yang memuaskan dan memanjakan. Hari Jumat memperkenalkan tema yang terinspirasi dari kebiasaan makan malam di Tokyo, Jepang yang dikenal sebagai kota metropolitan yang beragam. Salah satu tema dinner-nya, Tokyo Night, menyajikan set menu hidangan yang terdiri dari delapan menu makanan dari limabelas menu makanan yang ditawarkan. Set menu juga dikombinasikan dengan daftar menu minuman, berupa sake cocktails atau sake murni. Daftar set menu yang ditawarkan sangat bervariasi. Makanan pembuka, ada Soba Noddle Salad with tofu, avocado, jalapeno yuzu dressing dan Wakame and Cucumber Tagliatelle Salad with sesame rice vinegar dressing. Dilanjutkan dengan menu first main course, seperti Spicy Tuna Tartar, Sea Scallop Katsu, Chicken Wings Karaage, Dragon Roll, Chimichuri Wagyu Sushi Roll, Foie Gras Papaya Sushi Roll dan Tofu Teppanyaki, Diperlukan waktu untuk santai

sejenak sebelum masuk ke menu second main course yang terdiri Salmon Tataki Nori Rice Chips, Grilled Miso Snapper, Tenderloin Robata dan Wagyu Braised Beef Check. Buat hidangan penutup ada Macha Tea Roll dan Ogura Cheese Cake. Bagi penggemar makanan Jepang, hidangan yang dimiliki restoran KO Japanese sangat layak dicoba. Sekaligus akan menantang Anda menyantap semua menu yang disajikan. Bon Appetit! TekS Fernandito • Foto KO Japanese Restaurant

KO Japanese Restaurant Intercontinental Bali Resort Jl. Uluwatu 45, Jimbaran – Bali 80361


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

91


CULINARY

Restoran Puang Oca

Mencicipi Kelezatan Olahan Laut Makassar Makassar sangat terkenal akan hidangan lautnya yang beragam dan lezat. Di antaranya, Sukang, Kudu-kudu dan Titang. Untuk mencicipi sensasi kuliner khas Makassar ini tidak lagi harus jauh-jauh ke sana. Karena ada Restoran Puang Oca yang berada di area Lapangan Tembak Senayan Jakarta siap memuaskan para pecinta kuliner khas Makassar. 92

LIONMAG MARET 2014

P

uang Oca, sebuah restoran yang menyajikan makanan hidangan laut khas Makassar, khususnya berbagai macam ikan unik seperti Kudu-kudu, Titang, Sukang, hingga Tapi-Tapi yang merupakan ikan khas perairan Makassar. Mengulik namanya yang unik, ternyata nama Puang Oca berasal dari bahasa asli Makassar, ‘Puang’ diambil dari gelar bangsawan yang merupakan penghormatan tertinggi

dalam masyarakat Bugis Makassar. Layaknya nama gelar bangsawan tersebutlah, Puang Oca hanya menyuguhkan menu-menu seafood yang berkualitas dan bercita rasa tinggi. Untuk membuktikannya, saya mencoba mencicipi beragam makanan hasil olahan laut yang menjadi andalan di restoran Puang Oca. Di kategori makanan pembuka, saya memesan Tahu Puang Oca, tahu isi yang digoreng hingga renyah dan berwarna keemasan. Secara tampilan, makanan yang satu ini terlihat seperti tahu goreng biasa. Namun, tunggu sampai Anda mengiggit bagian tahu ini. Ternyata ada potongan udang besar di antara irisan sayuran di dalamnya. Dicolek dengan sambal khas, tentu saja sensasi pedas manis membalut sempurna tahu isi yang gurih. Makanan berikutnya pun datang. Hidangan utama yang disajikan benar-benar menggairahkan. Satu porsi besar Kepiting Asap ada di depan mata.  Istilah asap sebenarnya merujuk pada satu porsi kepiting ukuran besar yang dibalut dengan bumbu dan dibungkus dengan daun pisang. Saat dibuka, hasilnya adalah aroma gurih yang menyeruak hingga ke kerongkongan.


Tanpa berpikir panjang, saya mulai mematahkan kulit kepiting yang keras dengan capitan. Kemudian muncullah warna daging kepiting yang tebal dan berwarna kemerahan. Saat memasuki mulut, sensasi rasa indah pun menari indah di lidah. Ada tesktur lembut dari daging kepiting, serta rasa gurih sedikit pedas dari racikan bumbu yang meresap hingga ke dalam daging. Puas mencicipi Kepiting Asap, saya pun menarik satu porsi Bandeng Palumara. Secara penampilan, Bandeng Palumara tidak berbeda dengan ikan-ikan lain. Namun setelah mencicipinya, dijamin Anda pasti tergoda

dengan rasa ikan bandeng yang lembut tanpa duri serta paduan rasa kuahnya yang asam menyegarkan. Setelah perut terasa kenyang, sebagai penutup, saya memesan Ice Tea Lyche Strawberry untuk menetralisir rasa makanan yang menggelayut di mulut. Bagi Anda penggemar makanan laut khas Makassar, rasanya Anda harus mengunjungi Puang Oca yang berlokasi di kompleks Lapangan Tembak Senayan. Menikmati hidangan Restoran Puang Oca dijamin akan membuat Anda ketagihan.  Teks Marisa Aryani • FOTO RISTIYONO

Restoran Puang Oca Komp. Lapangan Tembak Senayan Jl. Gelora Senayan, Jakarta Telp: 021 - 5785 3680 www.puangoca.com

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

93


94

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

95


POSTCARD

Korea Selatan

gyeongbok PALACE Gyeongbokgung atau juga sering disebut Gyeongbok Palace adalah istana raja yang berada di utara Seoul, Korea Selatan. Istana nan megah ini pertama kali dibangun tahun 1395 semasa dinasti Joseon. Nama Gyeongbokgung berarti “Istana yang diberkati secara melimpah dari sorga�. BEKTO SUPRAPTO

JAKARTA

96

LIONMAG MARET 2014


KO

RE

TA

01.03.2014 A S EL

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

N

seoul

A

97


Thailand

The Grand Palace

gko ban k

T

Yudho Wiratomo

BALIKPAPAN

Ciwidey

Kawah putih

idey ciw

01.03.2014

D O N E SI

A

I

N

Hamparan tanah bercampur belerang yang berwarna putih dengan air putih kehijauan menjadi daya tarik kawasan wisata di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Yang unik, airnya kadang berubah warna. Kawah yang berada pada ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut ini merupakan danau hasil letusan Gunung Patuha.

LIAUW LIANG SAN

garut

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut

98

email2014 : postcard.lionmag@gmail.com LIONMAG ke MARET

HA

D

01.03.2014

The Grand Palace merupakan ikon kota Bangkok yang amat terkenal. Bahkan ada anggapan Anda belum mengunjungi Bangkok jika belum mampir ke bekas komplek tempat tinggal raja Siam ini. Meskipun keluarga kerajaan sudah tidak tinggal di sini, The Grand Palace masih mampu menarik ribuan wisatawan. Selain menjadi daya tarik wisata, The Grand Palace juga masih digunakan untuk acara-acara seremonial seperti ulang tahun raja.

ILA N


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

99


info ssq

“Barang Terlarang”

di Dalam Pesawat DANGEROUS GOODS!!

Pernahkah anda mengalami kejadian di saat hendak melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, pisau lipat Swiss anda disita oleh petugas keamanan bandara? Atau anda harus merelakan parfum yang anda beli sebagai oleh-oleh berpindah ke tangan petugas keamanan? Atau Anda mungkin berpikir, mengapa harus terjadi demikian? Lewat artikel ini, kami akan berbagi informasi mengenai barang-barang dan zat yang tidak diperbolehkan atau dibatasi pada penerbangan komersial. Dalam dunia penerbangan komersial, ada dua istilah untuk barang-barang yang dilarang masuk ke pesawat komersial, yaitu “Dangerous Goods” dan “Security Item”. Untuk lebih jelasnya silakan anda simak penjelasan di bawah ini.

Dangerous Goods Dangerous goods (DG) didefinisikan sebagai bahan atau benda yang dapat membahayakan pesawat dan/atau penumpangnya jika dibawa, sehingga dilarang atau hanya boleh dibawa dengan memperhatikan kemasan, jumlah, posisi penyimpanan, perlakuan terhadap benda lain, atau kategori penerbangan tertentu (cargo). Berdasarkan peraturan International Civil Aviation Organization (ICAO - Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) Annex 18 dan Surat Keputusan Kementrian Perhubungan Indonesia, Dangerous Goods dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

100

LIONMAG MARET 2014

Oleh: SSQ Team Lion Air

Diperbolehkan untuk diangkut melalui Udara Yaitu jenis barang berbahaya yang dapat diangkut dengan mengikuti persyaratan atau proses tertentu, yaitu sudah diklasifikasikan oleh orang yang berwenang dan bersertifikat, dikemas sesuai dengan klasifikasinya, diberi marka dan label, serta disertai dengan dokumen resmi. Beberapa benda yang termasuk benda dengan kategori ini adalah: Minuman beralkohol. Minuman harus berada dalam kemasan tersegel maksimum 1 liter per kemasan, kadar alkohol yang diperbolehkan 24% - 70%, dan maksimal satu orang hanya boleh membawa 5 liter. Obat semprot, parfum, hairspray, pasta, dan gel. Maksimum satu penumpang hanya boleh membawa barang ini ke dalam kabin sebanyak 1 liter dengan kemasan masingmasing 100 ml. Sementara tidak ada batasan jika disimpan di dalam bagasi. Alat bantu kesehatan, seperti tabung oksigen (max 5 kg), obat-obatan, atau baterai lithium yang digunakan untuk mengoperasikan alat bantu kesehatan dapat dibawa ke dalam kabin dengan menyertakan dokumen pendukung seperti surat keterangan dokter.

Tidak diperbolehkan diangkut melalui udara Yaitu bahan atau barang yang dapat meledak, menimbulkan reaksi yang membahayakan, menimbulkan api atau perubahan panas yang membahayakan atau mengeluarkan emisi beracun, korosif, atau gas dan uap yang mudah terbakar pada kondisi normal dalam penerbangan. Contoh benda yang termasuk kategori ini adalah petasan, kembang api, tabung gas LPG, korek api gas, tabung pemadam kebakaran, cat, thinner, alcohol, bahan bakar minyak, butane fuel, dll.

Barang pengecualian yang dapat diangkut melalui udara Yaitu bahan atau barang berbahaya yang biasanya tidak diperbolehkan, namun diberikan perkecualian karena fungsinya, seperti peralatan penunjang kelaikan pesawat udara, perlengkapan pelayanan di pesawat udara (mis: parfum & aerosol), dry ice untuk pemberian layanan makanan & minuman di pesawat. Dangerous goods ini dibagi menjadi sembilan kelas, yaitu: Kelas 1: Explosive, yaitu semua bahan peledak dan sangat dilarang dalam penerbangan.


Kelas 2: Flammable Gas, yaitu gas bertekanan,mudah terbakar. Kelas 3: Flammable Liquid, yaitu cairan yang mudah terbakar. Kelas 4: Flammable Solid, yaitu zat padat yang mudah terbakar. Kelas 5: Oxidizing Substances & Organic Peroxides, yaitu zat yang mudah menghasilkan oksigen sehingga dapat dengan mudah mengakibatkan kebakaran. Kelas 6: Toxic, yaitu zat padat / cair yang bila dihirup atau ditelan akan menyebabkan kematian. Kelas 7: Radioaktif, yaitu bahan/barang/benda yang memancarkan radiasi. Kelas 8: Corrosive, yaitu bahan yang dapat merusak jaringan kulit atau mempunyai tingkat korosif yang tinggi. Kelas 9: Miscelaneous, yaitu bahan padat atau cair yang mengganggu atau menyebabkan ketidaknyamanan.

Security Item Security item adalah barang-barang yang dapat membahayakan keselamatan orang lain, sehingga pengangkutannya harus diatur. Untuk membawa security item ini diperlukan izin atau dokumen khusus, contohnya polisi yang membawa senjata api atau senjata tajam atau atlit panahan yang membawa anak panah dan busurnya. Security Item diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, yaitu: Senjata api dan perangkat lain yang dapat melontarkan proyektil yang mampu, atau tampak mampu, digunakan untuk mencederai secara serius yang disebabkan oleh pemakaian sebuah proyektil, antara lain: • Semua jenis senjata api, seperti: pistol, revolver, senapan, shotguns • senjata mainan, replika senjata dan senjata api tiruan yang dapat disalah gunakan untuk mengelabui sebagai senjata nyata • Komponen senjata api, termasuk teleskopis • Senjata yang menggunakan tekanan angin, seperti pistol angin, senapan pelet, senapan angin dan senapan pelontar bola, Pistol suar dan pistol starter • Senjata tradisional, seperti busur panah, tombak, ketapel, dll. Perangkat yang dirancang khusus untuk membuat pingsan/melumpuhkan, antara lain : • Perangkat untuk melumpuhkan, seperti: senjata bius, pistol setrum (tasers) dan peralatan setrum, Perangkat pelumpuh hewan (stunner) dan perangkat pembunuh hewan • Bahan kimia, gas dan semprotan yang dapat melumpuhkan, seperti: semprotan merica, semprotan capsicum, gas air mata, semprotan asam dan semprotan pembasmi hewan

Benda dengan ujung atau sisi yang tajam yang dapat menyebabkan cedera serius karena dikhawatirkan dapat mencederai orang lain, seperti: kapak, silet, pisau lipat, cutter, pisau dengan panjang lebih dari 5 (lima) cm dari titik pegangan, dll. Alat kerja yang dapat menyebabkan cedera serius atau mengancam keamanan penumpang dan/atau pesawat udara, misalnya: linggis, pencong, cangkul, bor, obeng, pahat, gergaji, dll. Alat tumpul yang jika digunakan untuk memukul mampu menyebabkan cedera serius, antara lain: tongkat (tongkat pemukul, pemukul blackjacks, tongkat keamanan, tongkat hockey, golf, billiard, dll), racket, dan peralatan seni bela diri. Bahan peledak, zat pembakar dan bahan atau zat lainnya yang mampu, dan dapat digunakan untuk menyebabkan cedera serius atau mengancam keamanan pesawat udara. Dengan pengetahuan ini diharapkan Anda mampu memilah barang-barang yang akan anda bawa bepergian. Jangan sampai barang yang anda bawa pulang sebagai oleh-oleh malah disita petugas karena tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

Beberapa kecelakaan yang disebabkan oleh Dangerous goods & Security Item 1. Asiana Boeing 747-400F, pada 28 Juli 2011, dilaporkan terbakar 50 menit setelah take off dari Incheon, Korea Selatan. Investigasi mengindikasikan bahwa ada barang dangerous goods yang dibawa, termasuk baterai lithium ion. 2. Pada 3 September 2010, sebuah Boeing 747-400F terbang dari Dubai International Airport menuju Cologne, Jerman. Pesawat kemudian terbakar dan jatuh di selatan Dubai International airport. 3. Pesawat DC10 milik FedEx terbakar setelah landing di Newburgh, USA karena terbakar pada cargo compartment. 4. Pesawat DC8 yang dioperasikan oleh UPS hancur pada 5 September 2013 karena kebakaran yang berasal dari salah satu cargo container. 5. Pesawat DC93 terbakar pada 11 Mei 1996. Api berasal dari dangerous goods yang berada di cargo. Pesawat kemudian jatuh di Florida Everglades, USA. 6. Empat pesawat, American Airlines no penerbangan 11 dan 77, dan United Airlines no penerbangan 175 dan 93 dibajak orang bersenjata sehingga dua dari pesawat tersebut ditabrakkan ke gedung World Trade Centre, satu pesawat ditabrakkan ke gedung Pentagon, dan satu lainnya jatuh di Pennsylvania, USA.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

101


102

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

103


LION AIR GROUP FLEET

Boeing 747 - 400 Total 2 units 506 seats ECONOMY

Boeing 737 - 900 ER & 800 NG 88 UNITS IN SERVICE 737-900 ER 215 SEATS ECONOMY 737-800 NG 189 SEATS ECONOMY

Boeing 737 - 900 ER 6 UNITS IN SERVICE 168 seats economy. 12 seats business.

Boeing 737 - 900 ER 6 UNITS IN SERVICE 168 seats economy. 12 seats business. ATR 72-600 3 UNIT

Boeing 737 - 900 ER 2 UNITS IN SERVICE 215 SEATS ECONOMY

ATR 72-500 & 72-600 27 UNITS IN SERVICE 72 seats economy.

104

LIONMAG MARET 2014


WELCOME ABOARD

SELAMAT DATANG Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat Ponsel Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. PERALATAN ELEKTRONIK Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut. BARANG -BARANG BERBAHAYA LAINNYA Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. MEROKOK Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan. PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi. UTAMAKAN KESELAMATAN Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan.

Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

MULAI 19 DESEMBER 2013 (THAI LION AIR) JAKARTA - BANGKOK & CHIANG MAI JAKARTA - BANGKOK (2X Sehari Jam 06.30, 14.40) BANGKOK - JAKARTA (2X Sehari Jam 10.10, 19.20) JAKARTA - CHIANG MAI (via Bangkok) Jam 06.30 CHIANG MAI - JAKARTA (via Bangkok) Jam 17.50 MULAI 20 DESEMBER 2013 (BATIK AIR) JAKARTA - MAKASSAR, AMBON, KUPANG JAKARTA - MAKASSAR (3X Sehari Jam 06.00, 10.50, 17.15) MAKASSAR - JAKARTA (3X Sehari Jam 09.50, 15.00, 22.50) JAKARTA - AMBON (2X Sehari Jam 00.30, 13.00) AMBON - JAKARTA (2X Sehari Jam 06.50, 19.20) JAKARTA - KUPANG Jam 02.30 KUPANG - JAKARTA Jam 08.00

MULAI 30 DESEMBER 2013 (MALINDO AIR) JAKARTA - NEW DELHI

BAGASI Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi Anda. - Carry on baggage (Bagasi Kabin) Tidak lebih dari 7 kg

40 cm

Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda.

30 cm

20 cm

- Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 15 kg Kelas Bisnis : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 15 kg Kelas Bisnis : 30 kg

JAKARTA - NEW DELHI (via Kuala Lumpur) Jam 13.15 NEW DELHI - JAKARTA (via Kuala Lumpur) Jam 22.20

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

105


ROUTE MAP LION GROUP

106

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

107


LADY IN THE AIR

Dian Perdana Putri

B

agai pepatah ‘’buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, begitu pula garis kehidupan Dian Perdana Putri, flight attendant Lion Air sejak 2011 melalui batch 112 ini. Triana Diantini, sang ibunda, sebelumnya juga seorang awak kabin. Dari ibunda, Dian pun kepincut menjadi pramugari. Dian bersyukur, berkat ibunda pula ia bisa mendapatkan banyak wejangan yang tiada ternilai manfaatnya tentang liku-liku kehidupan awak kabin. Bahkan, bisa dikata ia telah mempersiapkan memasuki profesinya saat ini sejak lama. Bukan keinginan yang muncul tiba-tiba. Banyak kesan menapasi perjalanan karier gadis berzodiak Sagitarius ini. Salah satunya baru terjadi tepat di hari ulang tahunnya kemarin. Ketika itu Dian terbang kembali dari Makassar menuju Jakarta. Para awak kabin lain pada penerbangan itu membuat skenario agar Dian berjalan di koridor dari depan ke belakang pesawat. Begitu ia tepat berada di tengah, terdengar suara, ‘’Para penumpang yang terhormat, saat ini awak kabin kita yang sedang berjalan di tengah kabin berulang tahun ke21. Kita ucapkan selamat ulang tahun.’’ Terpana dan bahagia, Dian pun menangis haru. Ia balik berjalan ke depan. Cerita belum selesai. Setibanya di Bandara SoekarnoHatta Cengkareng dan harus melanjutkan penerbangan ke Palangkaraya, sebenarnya Dian diperkenankan turun. Namun, ia menolak dan memilih tetap bersama kru lainnya ke Palangkaraya. ‘’Itu soal integritas saja, kebersamaan. Akhirnya malam itu kami merayakan ultah saya di sebuah resto seafood yang buka 24 jam di Palangkaraya,’’ tuturnya mengenang. Tinggal bersama keluarganya di bilangan Ciledug, Tangerang, sulung dari dua bersaudara anak pasutri Ghozali (almarhum) dan Triana ini menamatkan pendidikannya di SMA 3 Tangerang. Semasa SMA itu,

108

LIONMAG MARET 2014

pemilik postur 171 cm dengan bobot 59 kg ini terpilih menjadi ‘’Nong Wakil 1 Kota Tangerang 2010’’. Seperti profesinya saat ini, prestasi semasa SMA itu diukir juga tidak dengan cara instan. Sejak TK hingga jenjang-jenjang berikutnya ia kerap tampil di panggung, baik untuk fashion show, menari, membaca puisi, hingga menyanyi. Berlatih mengusir demam panggung telah lama ia lakukan dan bisa dikuasai. Jelas ini sangat bermanfaat dalam menjalani profesinya sebagai pramugari. ‘’Saya sering diminta mengatasi penumpang yang bermasalah di kabin. Biasanya soal pengaturan barang. Rata-rata penumpang bisa diajak bicara baik-baik, kok,” ujar penggemar buku Dealova dan film 5 cm ini. Dian juga berbakat menyanyi. Ditanya antara performa Raisa dan Syahrini, ia menjawab tangkas, ‘’Keduanya sama-sama cantik. Sama-sama hebat pula performa suaranya. Tetapi mungkin aku lebih cocok dengan gaya Raisa, lebih natural. Lagu-lagunya cocok dengan dirinya. Membawakan lagu-lagu Raisa seperti harus mengikuti karakternya yang casual dan natural.’’ Tentang film 5 cm, ia memilih menganalogikan diri sebagai pemeran Riani ketimbang Dinda. ‘’Riani itu riang, inspiratif, puitik. Film itu puitik dengan gambar dan Riani salah satu puisi keindahan itu,’’ kata gadis berprinsip hidup be yourself even you are nobody (jadilah dirimu sendiri meski bukan siapa-siapa) ini filosofis. Film 5 cm bertutur tentang persahabatan lima orang, plus seorang adiknya, di kampus, memasuki dunia karier, hingga mendaki Gunung Semeru. Masih seputar film, Dian merasa masih punya ‘’utang’’ karena belum menonton Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. ‘’Waktu itu aku bimbang, nonton Soekarno atau Van der Wijck. Katanya, Van der Wijck lebih dahsyat ya?” tanyanya penasaran. Masih ada kesempatan, Dian.

teks Gegen • Foto RISTIYONO

Terlatih Tak Demam Panggung


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

109


110

LIONMAG MARET 2014


Bagi adik-adik yang ingin mendapatkan majalah Cubbo silahkan minta ke Kakak Pramugari. Dalam majalah tersebut Adik-adik bisa berkreasi. Oh iya, adik-adik jangan kecewa ya kalau tidak mendapatkan majalah Cubbo, karena memang tergantung pada persediaan yang ada. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

111


112

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

113


114

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

115


116

LIONMAG MARET 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

117


118

LIONMAG MARET 2014


LIONMAG MARET 2014  

Travel, photography, kopi cethe, Kawah Ijen, Guanajuato, Ferrari 458 Speciale, Wae Rebo, Tanjung Puting, Kroasia

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you