Page 1

EVENT : SINGAPORE AIR SHOW 2012 - PEMBELIAN 259 PESAWAT OLEH LION AIR

The Inflight Magazine of Lion Air

MARET 2012

SENSASI 7 SPA TIDAK UNTUK DIBAWA PULANG

MEMANJAKAN SELURUH INDRA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

i


ii

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

1


2

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


MARET 2012

COVER HIT Spa-Chocolate treatment LOKASI : SPA ULUWATU FOTO : Intercontinental Bali Resort

REGULAR

30

SINGAPORE AIR SHOW 2012 Singapore Air Show sebenarnya bukan hanya pameran dirgantara, tetapi sebuah fakta tentang perkembangan mutakhir pasar transportasi udara Asia Pasifik. Tapi apa greget pameran ini bagi dunia industri, khususnya pasar Asia Pasifik? Salah satunya tentu nilai transaksi selama lima hari berlangsungnya pameran ini. Dan pada Singapore Air Show 2012 ini, tercatat rekor pembelian tertinggi yang menjadi “denyut nadi” pameran ini adalah dari Lion Air, dengan nilai total 259 pesawat Boeing, ATR dan Hawker Beechcraft senilai US$ 24 miliar.

CHECK OUR DIGITAL COPY @

www.issuu.com/lionmagazine LIONMAG MARET 2012

CHECK IN

12

NEWS AROUND

16

LEISURE

20

WISDOM IN THE AIR

24

ECONOMIC FILE

28

AUTOMOTIVE

76

CULINARY

78

GADGET

80

GALLERY

86

POSTCARD

90

TIPS

96

LADY IN THE AIR

FOTO: MAKHFUDZ SAPPE

EVENT

4

10

LIONMAG INFLIGHT MAG

CONTENT 36

DESTINATION | MADURA

40

TRAVELING |

PARANGTRITIS

44

TRAVELING |

YACHT

48

EVENT |

54

SPECIAL |

61

DESTINATION |

JAKARTA

68

DESTINATION |

KAWAH RATU

CHIO TAU SPA


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


Contributors

Toto Santiko Budi Fotografer lepas, tinggal di Jakarta. Mengawali karir di Surabaya, tahun 2000. Sebagai staf foto Harian Radar Surabaya. Tahun 2005 bergabung dengan Jiwa Foto Agency Jakarta. Sejumlah karyanya pernah dimuat media lokal maupun Internasional, seperti koran Tempo, National Geographic Indonesia dan Destin Asia.

6

LIONMAG MARET 2012

Paul I. Zacharia

Bondan Winarno

Penggemar foto dan travel ini belajar memotret sejak usia 10 tahun, dan acap menjadi juri lomba foto lokal dan nasional sejak 1987. Sebagai fellow perdana di Indonesia dari lembaga fotografi Royal Photographic Society, Inggris, ia kerap menulis di media nasional.

Bondan Winarno, 62 tahun, kelahiran Surabaya. Dikenal sebagai kolumnis kritis dan jurnalis investigatif andal sebelum kemudian populer sebagai pengamat kuliner Nusantara tepercaya.

Sukarman (Karman) Mustamin Menggeluti dunia kewartawanan sejak tahun 1988 di bidang otomotif dan menjadi wartawan pertama dari Indonesia yang mendapat akreditasi peliputan F1 pada tahun 1993. Karman, sapaan akrabnya, adalah salah seorang pendiri Majalah Autocar edisi Indonesia (2000). Sekarang, lulusan Jim Russell Racing School, UK ini, aktif di dunia road safety dengan mendirikan Smart Driving Institute (SDI) pada 2007.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


COCKPIT’s NOTE

PRESIDENT DIRECTOR Rusdi Kirana DIRECTOR OF PRODUCTION Capt. Ertata Lananggalih DIRECTOR OF OPERATION Capt. Adi Widjajanto

PENGGUNA PERTAMA BOEING 737 MAX DI ASIA Penumpang yang berbahagia, mungkin diantara kita masih ingat penandatangan MOU antara Lion Air dengan Boeing November tahun lalu di Bali yang disaksikan langsung Presiden AS Barrack Obama. Sebagai tindak lanjut kami telah menandatangani kontrak pembeliannya di Singapore Air Show 2012, 14 Februari lalu. Dalam kontrak pembelian dengan Boeing ini kami menambah membeli 29 unit tipe 737-900ER dan 201 unit tipe 737 MAX. Suatu kebanggaan buat kami juga menjadi maskapai pertama di Asia yang mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX ini. Kami akan terus menambah jumlah armada pesawat, karena kami menyadari bahwa kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi udara semakin meningkat. Sementara untuk meningkatkan pelayanan ke daerah bandara yang lebih kecil dan feeder Lion Air, Wings Air, sister company kami juga membeli 27 unit lagi pesawat tipe terbaru yaitu ATR 72600 buatan Prancis. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan jasa angkutan jet pribadi, mengingat Indonesia yang sangat luas terdiri dari ribuan pulau maka kami juga memesan 4 pesawat jet tipe Hawker 900XP, tahun ini dua unit akan kami terima. Selamat menikmati penerbangan Anda.

DIRECTOR OF TECHNICS Rai Pering Santaya DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait GM SALES & MARKETING Rudy Lumingkewas GM SERVICE Ari Azhari

PUBLISHER & EDITOR IN CHIEF Makhfudz Sappe EDITOR Ristiyono, A Gener Wakulu, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain REPORTER Wisnu Ridwan Maulana MARKETING MANAGER A Gener Wakulu MARKETING Fransiska Ririn Tri Astuti, Irma Herliana, G. Hardianto, Rusman Madjulekka, Amrul Alam, M. Lottong Makkaraka

Salam,

ART DIRECTOR Gerald Manuel Wangsasaputra Richard Archie F.M. (Illustrator) Muhammad Saleh Hanif (Illustrator)

Rusdi Kirana President Director

FINANCE Ade Kristanti CIRCULATION M. Solichin BALI MARKETING REPRESENTATIVE Fernandito Haka, Yurison Suryantara PUBLISHED BY PT BENTANG MEDIA NUSANTARA ADVERTISING Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com editorial@lionmag.com HOTLINE LIONMAG: 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

8

LIONMAG MARET 2012

Majalah LIONMAG terbit setiap bulan dan di distribusikan ke seluruh pesawat Lion Air. LIONMAG juga dapat dibaca di seluruh outlet The Coffee Bean, Walnut Cafe dan Dome Coffee.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


CHECK IN

Pita Maha A Tjampuhan Resort & Spa

Surga di Jantung Ubud

P

ulau Bali yang juga dijuluki sebagai Pulau Dewata ini menyimpan berjuta keindahan. Baik seni, budaya hingga alamnya bak memiliki daya magis mampu menarik setiap insan untuk datang berkunjung tidak cukup hanya sekali. Salah satu yang layak untuk dimasukkan dalam daftar liburan kita adalah daerah Ubud. Daerah yang terkenal dengan seni, budaya dan alam pegunungannya yang hijau membuat setiap orang yang datang akan kembali dengan perasaan yang segar. Ada satu tempat yang sangat menarik dan cocok bagi para pencari ketenangan dan kenyamanan apalagi yang ingin honeymoon. Di lembah Tjampuhan, tepatnya di Pita Maha Resort & Spa, bak surga di jantung Ubud. Ya, sebuah resor mewah terdiri dari 24 villa didesain layaknya perkampungan tradisional Bali, siap memanjakan tamu. Seperti waktu itu, senyum ramah gadis Bali datang membawakan handuk dingin dan minuman segar menyambut kami. Dari lobby, pandangan kita disambut oleh terasiring hijaunya persawahan yang tumbuh subur dan hutan tropis dari lembah hingga lautan. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan! Menuju ke villa dari lobby menjadi perjalanan kecil yang menyenangkan. Terasa menyatu dengan alam. Udara yang segar serta hijaunya dedaunan menemani sepanjang jalan. Tampak villa yang begitu asri dengan arsitektur rumah tradisional Bali lengkap dengan kolam pribadi serta taman di halamannya. Sebuah villa yang benar-benar nyaman! Ada tiga tipe villa di resor ini yaitu Garden Villa, Pool Garden Villa dan Pool Duplex Villa. Puas menikmati kamar yang luas dengan segala fasilitasnya,

saatnya jalan-jalan menghirup udara yang segar di lembah Tjampuhan ini. Nah, jika ingin mengeksplor pesona Ubud, tidak jauh dari resor ini kita bisa jumpai Istana Ubud, Monkey Forrest, Pasar Seni dan Galeri maupun museum seni. Namun sepertinya sore itu setelah jalan-jalan berkeliling resor akan lebih enak menikmati paket spa harmoni di Private Villa Spa. Wah, pijatan tradisional Bali terasa nyaman di seluruh badan. Apalagi setelah treatment, menyeruput herbal ginger tea badan terasa bugar. Dan malamnya, menikmati makan malam spesial di Terrace Restaurant dengan menu-menu spesial dari sang executive chef. Malam itu ditutup dalam kesunyian villa berselimutkan sinar rembulan. Hmmm....

Jl. Sanggingan PO Box 198 Ubud 80571 Bali | T. +62 361 974330 F. +62 361 974329 | www.pitamaha-bali.com

10

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


NEWS

(atas) Penandatanganan prasasti oleh Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan RI. (bawah) Pengguntingan pita pembukaan kembali Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono dan Presiden ICAO, Roberto Kobeh Gonzalez, yang disaksikan Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario, dan Sekretaris Jenderal ICAO, Raymond Benjamin.

Peresmian Pembukaan Kembali

Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO di Montreal, Kanada (Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan)

I

ndonesia menjadi anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) sejak tanggal 27 April 1950 dan anggota Dewan ICAO sejak tahun 1962. Selama periode keanggotaan Dewan tersebut, Indonesia memiliki kantor perwakilan di ICAO Headquarter, Montreal. Pemerintah masih membuka Kantor Perwakilan itu meskipun Indonesia tidak terpilih lagi menjadi anggota Dewan pada tahun 2001, sampai pada akhirnya diputuskan untuk ditutup. Pada tanggal 2 Februari 2012 lalu, telah diresmikan pembukaan kembali Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono dan Presiden ICAO, Roberto Kobeh Gonzalez, yang

12

LIONMAG MARET 2012

disaksikan Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario, dan Sekretaris Jenderal ICAO, Raymond Benjamin. Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia yang terletak di lantai 24 Bell Building, Montreal ini ditandai dengan pengguntingan pita dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti. Banyak manfaat yang didapat dari pembukaan Kantor Perwakilan ini, termasuk sebagai upaya peningkatan citra Indonesia di mata dunia internasional, yang nantinya dapat meningkatkan daya saing dan posisi tawar Indonesia di industri penerbangan internasional. Pembukaan kantor ICAO juga merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Indonesia untuk memperkuat pencalonannya kembali sebagai anggota dewan ICAO pada periode 2013-2016 mendatang.

Pada hari yang sama, dilakukan juga penandatanganan Kerjasama “Institutional Strengthening of the Indonesia Civil Aviation Institute (ICAI)� antara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Capt. Bobby R Mamahit, dengan Sekretaris Jenderal ICAO, Mr, Raymond Benjamin. Kegiatan ini merupakan komitmen kerjasama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang penerbangan sipil dan penguatan Institusi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug sebagai pusat lembaga pendidikan yang berstandar internasional sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ICAO.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


NEWS

Pembukaan Pemancingan

Telaga Xpro Galatama Dalam rangka pembukaan pemancingan Telaga Xpro Galatama yang digelar pada 11 Februari 2012 di Jalan Raya Sawangan Depok, sekaligus dibukanya ajang lomba untuk para penghobi mancing. Dengan bertepatannya acara pembukaan tersebut, nyatanya sekaligus merayakan hari ulang tahun yang ke-59 pemilik pemancingan ini, yaitu Bapak Jusuf Manggabarani “Pembukaan pemancingan ini sebagai sarana olahraga di lingkungan Depok, kita membuat sarana ini yang bagus dan juga nyaman. Setelah acara ini kita akan membukanya untuk umum setiap hari kecuali hari jumat, mulai dari pukul 15.00-21.00, dengan biaya 150.000 untuk 3 jam.” ungkap Bambang Winarno, selaku ketua panitia acara tersebut.

‘Spirit Endurance’ Melalui Mazda RX-8 Spirit R

14

LIONMAG MARET 2012

Acara pembukaan yang sekaligus dijadikan ajang lomba ini, nampaknya begitu menggoda para penghobi mancing, pasalnya begitu banyak peserta lomba yang ikut dalam acara tersebut, peserta pun tak hanya berdatangan dari daerah sekitar bahkan ada juga yang dari luar kota.

M

azda Motor Indonesia bulan lalu secara resmi meluncurkan Mazda RX-8 Spirit R yang merupakan generasi terakhir dari seri RX. Rotary engine yang merupakan terobosan teknologi kebanggaan Mazda masih menjadi salah satu keistimewaan yang ditawarkan oleh mobil sport berpintu dan bertempat duduk empat ini. Sebagai generasi terakhir dari seri RX, Mazda RX-8 Spirit R merupakan kendaraan yang dikembangkan untuk mengabadikan spirit endurance dari Mazda RX-8. Keizo Okue, Presiden Direktur PT. Mazda Motor Indonesia mengatakan “Rotary engine dan Mazda RX-8 merupakan cara Mazda

Biaya pendaftaran untuk satu peserta dikenakan sebesar 1.500.000 selama 5 jam. Syarat untuk alat tidak ada ketentuan, sementara untuk umpan, peserta hanya diperbolehkan meracik umpan dari belut, ubi, pelet, dan sagu, diluar ketentuan itu tidak diperbolehkan.

untuk menunjukkan kemampuannya dalam membayangkan, merancang, serta mengimplementasikan solusi untuk masa depan yang lebih baik.” Sebelumnya, Mazda Motor Corporation mengumumkan bahwa bulan Juni 2012 merupakan periode akhir dari kegiatan produksi Mazda RX-8, dan Mazda RX-8 Spirit R adalah model terakhir dari tipe tersebut yang akan diproduksi secara khusus. Menggunakan basis Mazda RX-8 yang menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan dengan kontrol elektronik, Mazda RX-8 Spirit R hadir menawarkan beragam keistimewaan yang diaplikasikan secara apik di bagian interior dan juga eksteriornya.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


LEISURE Jambuluwuk Batu Resort

Seafood Festive

H

otel Santika City-Serpong yang bernuansa Indonesia disetiap hidangan yang disajikan kini menawarkan sebuah pilihan untuk menikmati santap makan malam Anda dengan sajian yang berbeda tepatnya di Parigi café Hotel Santika BSD CitySerpong. Bulan ini Parigi café Hotel Santika BSD City-Serpong mengadakan “Seafood Festive 2012” yang menyajikan olahan seafood dengan konsep barbeque dinner, diantaranya aneka ikan laut, udang dan cumi. Untuk menikmatinya pengunjung hanya cukup membayar Rp. 100.000,- (nett) per orang, setiap hari Kamis mulai pukul 18.00 sampai 21.00 WIB. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan hidangan menu baru yang ditawarkan setiap bulannya. Bulan ini Executive Chef I Wayan Citrawan membuat kreasi menu baru yaitu Bielefeld Crunch, berupa olahan daging ayam fillet tanpa tulang dibalut dengan tepung gandum yang renyah disiram dengan saus spesial dan disajikan dengan kentang goreng atau dengan nasi putih. Sedangkan untuk menu penutup dihidangkan Dealova, yaitu kombinasi antara tape singkong yang digoreng dengan tepung roti yang lembut dan disajikan dengan pilihan ice cream yang bisa dipilih sesuai rasa yang disukai. Parigi Café juga tepat dijadikan pilihan tempat pertemuan bisnis, seminar atau sekedar hang out. Berada dilantai dua Hotel Santika BSD City-Serpong, pengunjung Parigi café dapat memandang suasana ruang terbuka hijau kawasan BSD City, atau pertunjukan seni di amphitheater Teraskota Entertainment Center BSD City. Untuk reservasi dapat menghubungi 021 2991 5 999 atau email: reservation@bsdcity.santika.com / bsd.city@santika.com

Spacious Rooms

JAMBULUWUK HOTEL & RESORT JAMBULUWUK MALIOBORO HOTEL JOGJAKARTA, hotel bintang 4 yang terletak 5 menit dari Jalan Malioboro, pusat belanja dan budaya Jogjakarta. Kamar hotel luas untuk Superior 25m2 dan Deluxe 33m2, dilengkapi dengan kolam renang asri dan tropis, children playground, fitness dan spa serta JAVA GRAND BALLROOM yang mewah dengan kapasitas 1000pax sangat ideal untuk wedding, conference dan aktifitas bisnis lainnya. Harga promo mulai Rp.475.000,- Nett. sampai dengan 31 Maret 2012 JAMBULUWUK RESORT juga ada di Batu Malang dan Ciawi dengan masing-masing keunggulan pelayanan dan fasilitas. JAMBULUWUK BATU RESORT, bintang 5 dengan promo 30% selama weekdays memiliki JAMBULUWUK CLUBHOUSE restoran di puncak bukit dengan pemandangan di ketinggian spektakular untuk lunch dan dinner. Dilengkapi dengan Sport Hall indoor, Futsal, Basket, Volley, Tennis, Badminton, Squash, OUTBOUND & Flying Fox 170m, ATV, Kolam Pancing dan Convention Hall Internasional. Serta JAMBULUWUK CIAWI RESORT, Resort bintang 4, hanya 1 jam dari Jakarta, bebas dari kemacetan ‘buka-tutup’ Jalan Raya Puncak. Lokasi yang ideal dengan suasana asri dan cantik. Untuk informasi kegiatan dapat menghubungi Jakarta 021 300 12 411 | Jogja : 0274 585655 | Batu : 0341 512 999 | HOTLINE : 0877 800 400 80 www.jambuluwuk.co.id

16

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


LEISURE

Golden Bay Hotel

G

olden Bay Hotel terletak di pusat kota Jakarta, 8 menit berkendara dari Terminal Bus Grogol. Hotel ini menawarkan Wi-Fi gratis, spa, dan kamar-kamar ber-AC dengan 32� LCD CABLE TV dan King Koil Springbed. Kamar-kamar di Hotel Golden Bay menawarkan interior modern, jendela besar, dan lantai kayu. Semua dilengkapi dengan area duduk dan kamar mandi pribadi dengan fasilitas shower. Peralatan mandi dan sandal juga disertakan. Anda bisa menikmati pijat relaksasi tubuh atau bernyanyi di karaoke. Restorannya menyajikan aneka masakan mulai dari Indonesia, Oriental, dan Western dan aneka minuman. Layanan kamar juga tersedia berdasarkan permintaan. Golden

Bay menyediakan parkir gratis dan dapat dicapai dalam waktu 10 menit berkendara dari Stasiun Kereta Jakarta Kota. Bandara Internasional Soekarno-Hatta hanya 25 menit berkendara dari hotel. Jl. Teluk Gong Raya 12 Jakarta Utara Tel : 021-66676188 Fax : 021-66676190

Wisata Baru di Kota Gudeg Jika Anda ingin menikmati wisata malam di Yogyakarta, Taman Pelangi merupakan salah satu tempat wisata baru yang patut dikunjungi, lokasinya berada satu area dengan Monumen Yogya Kembali, Jalan Raya Ring Road Utara. Di Taman Pelangi, disuguhkan panorama indah dari lampion yang unik dan menarik. Warna-warni cahaya lampu lampion ini menjadikan pemandangan malam semakin indah dan sayang untuk dilewatkan. Berbagai macam bentuk dan warna lampion dapat kita jumpai di Taman Pelangi ini. Ada lampion dengan tema romantik, binatang bawah laut, binatang darat, tokoh kartun, lampion delman khas Yogyakarta, bahkan miniatur tugu Yogyakarta. Dengan panorama yang indah ini, membuat rasa santai Anda terasa nikmat bersama keluarga, kerabat, atau kekasih. Selain itu, di tempat ini juga bisa memancing, bermain wahana permainan serta mencicipi berbagai kuliner sambil menikmati live music di panggung.

18

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


WISDOM IN THE AIR

Pulang Oleh: Jemy V. Confido

A Man Travels The World In Search Of What He Needs And Returns Home To Find It. George Edward Moore

P

ulang adalah kata yang paling dinanti dan sekaligus juga kata yang paling dihindari. Hal ini tentu saja bergantung kepada apa yang menunggu kita pada saat kita pulang dan seberapa siap kita menghadapinya. Bagi kebanyakan kita, dalam keadaan normal, pulang adalah hal yang biasa terjadi sehari-hari, tidak ada sesuatu yang istimewa. Namun bagi sebagian orang, dalam situasi tertentu, pulang menjadi suatu misi mulia yang dilalui dengan penuh pengorbanan. Sebut saja kisah Odiseus (Odyssey), pahlawan Yunani selama perang Troya yang dikisahkan dalam epik karya Homer. Odiseus yang baru saja memenangi perang Troya selama sepuluh tahun bersama pasukan Yunani tentu sangat rindu untuk bisa pulang ke kampung halamannya, Ithaca. Selain merindukan tanah kelahirannya beserta anggur dan roti yang lezat, Odiseus sangat merindukan istrinya yang cantik, Penelope dan anak laki-lakinya, Telemachus. Namun apa hendak dikata, perjalanan yang seharusnya berlangsung dalam

20

LIONMAG MARET 2012

jangka waktu yang wajar berubah menjadi sebuah kehilangan waktu yang sia-sia karena Odiseus ‘dikerjai’ oleh Poseidon, sang penguasa laut dan Circe, dewi penyihir. Selain itu, rintangan-rintangan lainnya dan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh Odiseus sendiri atau anak buahnya membuat perjalanan yang seharusnya berakhir malah kembali menjauh. Secara keseluruhan Odiseus harus menghabiskan sepuluh tahun untuk bisa mencapai rumahnya. Selain itu, Odiseus juga masih harus menghadapi para begundal yang mengganggu keluarganya saat ia kembali. Namun semua pengorbanan itu menjadi layak ketika dibandingkan dengan kebahagiaan yang menantinya manakala ia bisa kembali berkumpul dengan keluarga yang ia cintai. Kadang seseorang membutuhkan tekad dan kekuatan yang luar biasa untuk menempuh perjalanan pulang yang panjang dan melelahkan. Tekad dan kekuatan seperti ini ditemukan oleh seorang Janusz, seorang berkebangsaan Polandia yang melarikan diri dari kamp

tahanan Uni Soviet di Siberia selama Perang Dunia ke-2. Dalam kisah yang difilmkan dengan judul The Way Back dan dibintangi oleh Jim Sturgess, Colin Farell dan Ed Harris ini, Janusz memiliki tekad yang kuat tidak saja untuk melarikan diri dari kamp, tetapi untuk menempuh perjalanan panjang ke Polandia melalui gurun Siberia dan bahkan berputar ke India. Bahkan karena namanya sudah di-black list Uni Soviet, Janusz harus rela menanti masuk ke Polandia hingga negara Uni Soviet tiada. Akhirnya baru pada tahun 1989 Janusz bisa kembali ke rumahnya dan berkumpul kembali dengan istrinya. Kedua kisah perjalanan pulang yang sangat mengharukan tersebut mungkin membuat kita berpikir kembali mengenai makna dari sebuah perjalanan pulang dan mengapa kita layak memperjuangkannya dengan segala pengorbanan. Namun di pihak lain, banyak juga orang-orang yang memilih untuk tidak pulang ke tempat asal mereka. Selain karena merasa di tempat yang baru mereka lebih berhasil dan bisa menikmati hidup yang lebih


A D V E R T O R I A L

Kemajuan riset bidang penyakit tropis di Indonesia sudah cukup pesat. Saat ini ada sejumlah lembaga penelitian yang memfokuskan diri pada riset penyakit tropis di Jakarta maupun di lembaga perguruan tinggi di sejumlah kota di tanah air. Sejumlah riset yang dilakukan sudah sampai pada tingkat seluler dan molekuler yang nantinya diterapkan ke tingkat aplikasi klinis yaitu pengembangan deteksi virus dan bakteri, serta pembuatan vaksin. Memasuki Usia Emasnya (50 tahun), tepatnya 2 Desember 2012 mendatang, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) ingin tampil beda dengan Fakultas Kedokteran universitas lainnya dengan menjadikan FK UKI sebagai Pusat Penelitian dan Pengkajian Ilmu Penyakit Tropis dan Traumatologi. Wakil Dekan III Kemahasiswaan FK UKI, dr Siswo Putranto Santoso, Sp.F, MH.Kes, menjelaskan bahwa terkait dengan traumatologi, mahasiswa akan diajarkan tentang disaster management mengingat Indonesia adalah negara rawan bencana. Setelah dulunya dikenal sebagai pusat penanganan gawat darurat, kurikulum FK UKI sekarang ini pun difokuskan pada pusat penelitian penyakit tropis dan traumatologi. “Selain FK UKI akan menjadi pelopor untuk pusat penelitian penyakit tropis dan traumatologi, FK UKI pun sedang mengurus program magister khusus untuk antiaging. Kita juga akan melahirkan dokter-dokter spesialis pada bidang spesialis mata, orthopedi dan penyakit alam,” jelas dr Siswo di di Rg. Aula gedung baru FK UKI, Grha William Soeryadjaya, yang didirikan di atas lahan seluas 1650 m2 dan terdiri dari 11 lantai. Pencapaian-pencapaian tersebut akan dilakukan FK UKI, mengingat sudah dimilikinya gedung yang sangat memadai dan peralatan canggih seperti rumah sakit

mini, ruangan, dan teknologi. Beberapa laboraturium jelas tersedia, antara lain laboraturium ilmu kedokteran dasar (Kimia, Biokimia, Ilmu Faal, Biologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Histologi, Anatomi, Patologi Anatomi, dan lainlain, laboraturium keterampilan klinik (pemeriksaan fisik, komunikasi/anammnesa). dr. Siswo juga menambahkan bahwa FK UKI menjalin kerjasama dengan Kemenkes RI. “FK UKI pun merupakan satu-satunya Fakultas Kedokteran yang memiliki Rumah Sakit Pendidikan yang dikenal sebagai RS UGD. Sedangkan untuk menunjang pembelajaran klinik, FK UKI bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di dalam dan luar Jakarta. Untuk jalinan kerjasama dengan kedokteran perguruan tinggi lain, FK UKI tak hanya menjalin dalam negeri tapi juga hingga perguruan tinggi di luar negeri. Tiap tahunnya FK UKI menerima mahasiswa dari Eropa, khususnya Belanda dan Jerman untuk belajar bidangbidang tertentu di FK dan RSU FK UKI. Hingga saat ini tercatat sekitar 3.554 alumni FK UKI yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Selama ini menurut dr Siswo, FK UKI juga menyuplai dokter untuk wilayah Indonesia bagian timur dan FK UKI memiliki kekhasan mahasiswa kedokteran yang emergency care prehospital. “Melalui ilmu-ilmu yang dipelajari, mahasiswa FK UKI memang dipersiapkan juga menjadi dokter-dokter yang tangguh di lapangan,” kata siswo yang dikalangan pendaki gunung dikenal sebagai “dokter gunung Indonesia” ini ceria. (Info/Farida Denura)

INFORMASI : KAMPUS UKI CAWANG Jl. Mayjen Sutoyo No.2 Jakarta Timur | T. 021 8092 425 - 8009 190 ext. 258 - 364

www.uki.ac.id

humas-uki@uki.ac.id

humas_uki

Rmb Uki

26CABCB5

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


WISDOM IN THE AIR

baik, kenangan pahit di tempat asal bisa jadi menjadi pemicu alasan untuk tidak pulang. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, ada juga orang-orang yang harus ‘dipaksa’ agar mau pulang. Pulang bukan saja merupakan sebuah perjalanan fisik, tetapi pulang juga merupakan sebuah perjalanan mental. Jarak yang jauh terasa dekat dan menggembirakan ketika kebahagiaan bertemu dengan orang-orang yang dicintai menjadi pemicu semangat. Sebaliknya, jarak yang dekat terasa sangat jauh dan menyiksa ketika hal yang tidak mengenakkan menanti di tempat tujuan kita pulang. Untuk lebih mengapresiasi dan mensyukuri perjalanan pulang yang mungkin sedang atau akan Anda lalui, berikut beberapa makna kepulangan yang ingin saya bagikan. • Pulang berarti memiliki sebuah tempat yang disebut ‘rumah’. Ketika Anda bisa mengatakan “Saya akan pulang,” maka kita adalah satu dari sebagian orang di dunia ini yang sangat beruntung karena memiliki rumah dimana di sana Anda bisa bernaung dan berbagi kasih sayang. Di sekeliling kita masih cukup banyak orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal sebagai rumah bagi mereka sehingga pulang adalah kata yang tidak mereka kenal. • Yang paling menyenangkan, pulang merupakan kesempatan untuk bernostalgia. Suasana rumah, tempat-tempat yang dulu sering Anda kunjungi, makanan kesukaan waktu kecil dan teman-teman lama Anda merupakan bagian dari kenangan yang tidak bisa Anda pisahkan dari perjalanan hidup Anda. Bertemu dengan semua hal yang menyenangkan di masa lalu tentu merupakan kegembiraan tersendiri bagi kita. • Pulang berarti memiliki ikatan dengan tempat asal. Ketika seseorang memutuskan untuk pulang,

22

LIONMAG MARET 2012

maka ia merasa masih memiliki ikatan dengan tempat asalnya. Karena itu, ia memutuskan untuk pulang. Bila seseorang sudah tidak memiliki ikatan apa pun dengan tempat dia berasal, maka tidak ada gunanya ia pulang. Ikatan yang saya maksud bisa berupa orang-orang yang memiliki hubungan khusus dengan kita, hak atau kewajiban yang belum terselesaikan, atau keinginan dan janji yang belum terpenuhi. • Bagi kebanyakan orang, pulang juga merupakan ukuran keberhasilan. Hal ini bisa dilihat dari peristiwa mudik yang terjadi paling tidak dua kali dalam setahun di tanah air kita. Selain karena misi untuk menjalankan silaturahmi, keberhasilan seseorang seringkali diukur dari apa yang dibawa pada saat dia pulang. Bahkan, sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang untuk memaksakan diri untuk membeli atau meminjam barangbarang yang akan mereka bawa pulang sebagai bukti keberhasilan mereka. • Pulang juga merupakan pernyataan sikap. Seseorang bisa memilih untuk pulang karena tuntutan-tuntutannya sudah dipenuhi. Atau sebaliknya, seseorang bisa jadi malah memillih tidak pulang karena ia tidak sependapat dengan pemilik otoritas yang ada di tempat ia pulang. • Pulang bisa merupakan penemuan kembali diri Anda. Yang saya maksud dengan penemuan kembali bisa berupa asal-usul, citacita, semangat, atau bahkan misteri yang selama ini belum terungkap. Menelusuri kembali tempat-tempat yang memberikan kenangan bagi Anda, selain untuk bernostalgia, bisa juga menyadarkan Anda tentang apa yang selama ini Anda cari dan inginkan dalam hidup Anda.

Pulang bukan saja merupakan sebuah perjalanan fisik, tetapi pulang juga merupakan sebuah perjalanan mental

• Pulang juga merupakan perwujudan cinta. Meskipun melalui berbagai rintangan dan godaan, namun cinta yang kuat dari Odiseus kepada tempat kelahirannya, anak dan istrinya, membuat ia akhirnya bisa kembali ke rumah dan berkumpul kembali dengan keluarganya. • Terakhir, pulang merupakan simbol kebebasan. Seperti kisah Janusz di atas, ketika ia bisa menginjakkan kaki di rumah, maka hal itu merupakan simbol bahwa ia adalah orang bebas. Ia bisa kembali ke rumahnya kapan saja ia mau tanpa terancam oleh pemerintah Uni Soviet atau pihak-pihak lainnya. Dari pembahasan di atas, kita bisa mencermati bahwa sebuah perjalanan yang sesungguhnya bisa jadi merupakan hal biasa yang dapat terjadi kapan saja kepada siapa saja, ternyata karena konteks yang berbeda bisa menimbulkan makna yang berbeda dan direpresentasikan secara berbeda pula. Apapun makna dari kepulangan Anda kali ini, semoga Anda bisa mensyukurinya karena tidak semua orang bisa pulang begitu saja seperti yang kita nikmati. Dan sambil menanti saat-saat Anda tiba di tempat tujuan kepulangan Anda, sebaris lirik lagu dari Katon Bagaskara ini akan sangat pas untuk dilantunkan dalam pikiran Anda: Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat. Penuh selaksa makna.... www.jemyconfido.com


THE MOST PREFERRED HOTELS THROUGHOUT INDONESIA

Passion &

Professionalism

Swiss-Belhotel Merauke

Hotel Ciputra Semarang 1BU.BTF 7JMMB+JNCBrBO

Swiss-Belhotel Mangga Besar

Arion Swiss-Belhotel Bandung

Swiss-Belhotel Segara

)PUFM$JQVUrBJBLBSUB Other fine4XJTT#FMIPUFM,FOEBSJ 4 and 5-star hotels in Indonesia:

$PERQ‡%DOL -LPEDUDQ.XWD1XVD'XD ‡%DQGXQJ‡%DQMDUPDVLQ‡-DNDUWD *URJRO0DQJJD%HVDU.HPDQJ ‡-D\DSXUD‡.HQGDUL‡0DQDGR 0DQRNZDUL‡0HGDQ‡0HUDXNH‡3DOX‡6DPDULQGD‡6HPDUDQJ‡7DUDNDQ‡%DOL .XWD3HWLWHQJHW6DQXU ‡%DOLNSDSDQ   %DQMDU%DUX  ‡%DWDP  ‡%HNDVL  ‡%LQWDQ  ‡%RJRU  ‡&LUHERQ  ‡*RURQWDOR   -DNDUWD .HPD\RUDQ.DOLEDWD .HODSD*DGLQJ&LNLQL ‡0DNDVVDU  ‡3DODQJND5D\D   3DOHPEDQJ  ‡6ROR  ‡6XUDED\D 'DUPR

CHIN"t VIETN".t1)*-*11*/&4t."-A:4*"t*/%0/&4*" A6453"-*"t*3A2t,6W"*5t0."/t2AT"3t,*/(%0.0'4AUDI "3"#*"

6OJU ' "9"$FOUSF +M-FUOBOJFOEFrBM41BSNBO JBLBSUB *OEPOFTJBø (MPVDFTUFS3PBE WBODIBJ )POH,POH TFMø   ø'BY   ø TFMFQIPOF  ø'BDTJNJMF   &NBJMTCJJE!TXJTTCFMIPUFMDPN &NBJMTCJIL!TXJTTCFMIPUFMDPN

XXXTXJTTCFMIPUFMDPN

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


ECONOMIC FILE

Tanjung Priok kewalahan menangani kenaikan lalu lintas peti kemas sehingga dwell time bertambah dan biaya logistik meningkat

P

erdagangan dari dan ke Indonesia sedang tumbuh pesat. Walaupun hal ini merupakan kabar baik bagi perekonomian, pelabuhan utama Indonesia tampaknya kewalahan menangani derasnya arus barang. Menurut studi terbaru, waktu yang dibutuhkan bagi peti kemas yang masuk untuk menyelesaikan proses pengurusan di Terminal JICT pada bulan Juli dan Agustus 2011 adalah 6 hari. Besaran tersebut, yang dikenal sebagai waktu pengendapan rata-rata untuk peti kemas impor, atau sering disebutdwell time – DT, mengukur waktu dibutuhkan sejak sebuah peti kemas dibongkar dari kapal hingga peti kemas keluar dari gerbang Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok. Prakiraan terbaru ini memperlihatkan kenaikan DT hingga 22 persen jika dibandingkan dengan DT yang diukur pada Oktober 2010 (4,9 hari), cukup mengkhawatirkan mengingat Tanjung Priok menangani di atas dua per tiga dari keseluruhan perdagangan internasional Indonesia, apalagi lalu lintas peti kemas total diperkirakan akan tumbuh hingga lebih dari 160 persen sampai dengan 2015. Selain itu, jika menggunakan pengukuran internasional yang mengikutsertakan waktu yang dihabiskan di pelabuhan, tetapi di luar terminal JICT, angka DT Indonesia akan naik lagi satu hari menjadi 7 hari. Nilai ini jauh lebih buruk daripada negara sekawasan yang setara seperti Singapura (1,1 hari), Malaysia (4 hari), dan Thailand (5 hari). Keadaan di terminal-terminal lain di Tanjung Priok kemungkinan lebih buruk lagi. Memburuknya DT di pelabuhan internasional Indonesia terpenting akan berdampak buruk bagi ekonomi karena dua sebab. Yang pertama, industri berorientasi ekspor menghadapi ketidakpastian akibat keterlambatan, sehingga mengurangi daya saing produk Indonesia di luar negeri. Industri manufaktur yang menerapkan sistim produksi just-in-time, dengan jadwal impor bahan baku dan re-ekspor bahan jadi yang ketat, ikut terkena imbasnya dan menghambat transisi Indonesia menuju bagian integral dari rantai pasokan dunia yang efisien. Secara keseluruhan, sekitar 19 persen dari input perusahaan asing dan berorientasi ekspor merupakan barang impor. Yang kedua, waktu adalah uang: bottleneck dan kemacetan di pelabuhan akan menambah biaya bagi bisnis dalam negeri dan pada akhirnya, menaikkan biaya yang harus dibayar konsumen. Dalam upaya mempertahankan arus lalu lintas peti kemas dan mengurangi penumpukan peti kemas di Tanjung Priok, Pemerintah telah mengambil beberapa langkah penting untuk

24

LIONMAG MARET 2012

mengurangi DT dan menjaganya tetap rendah. Misalnya, operasi pengurusan kepabeanan kini berlangsung selama 24 jam tanpa henti, sementara sistem dokumentasi dan informasi elektronik sedang dikembangkan guna mewujudkan pertukaran tanpa kertas antara operator swasta dan lembaga publik. Selain itu, kini sedang digodok rencana ekspansi terminal yang ada dan pembangunan terminal baru yang lebih besar, yang diharapkan dapat memperbaiki keadaan saat ini. Berkat upaya tersebut, DT berhasil dijaga pada angka sekitar lima hari meskipun volume perdagangan meningkat selama dua tahun terakhir. Namun, agar dapat mengimbangi proyeksi kenaikan perdagangan dan sebagai kompensasi atas berbagai keterbatasan fasilitas perkotaan dan infrastruktur, perlu dilakukan efisiensi penghematan waktu lebih lanjut dalam waktu dekat supaya DT tidak semakin memburuk. Dengan demikian, diperlukan pemahaman mengapa terjadi waktu yang berkepanjangan dalam pengurusan dan pengeluaran peti kemas dari pelabuhan. DT dapat dipilah menjadi tiga komponen: pra-pengurusan kepabeanan (mulai kedatangan kapal hingga penyerahan pernyataan impor kepada Pabean); pengurusan kepabeanan; dan pasca-pengurusan kepabeanan (mulai pengurusan kepabeanan hingga keluar dari gerbang JICT). Bertolak belakang dengan persepsi umum akan buruknya kinerja Pabean, sebuah studi Bank Dunia baru-baru ini memperlihatkan bahwa penyebab utama keterlambatan adalah tahap prapengurusan, yang mencapai 58 persen dari DT. Hal ini disebabkan terutama oleh hambatan peraturan, termasuk metode pembayaran di muka yang digunakan di Tanjung Priok. Kebanyakan negara maju memperbolehkan penyerahan pernyataan impor sebelum kapal tiba dan akan menerbitkan tagihan tunggal yang mencakup biaya pelabuhan, pembayaran cukai, dan pajak pada akhir proses. Tetapi, kebanyakan importir dan pabrikan di Indonesia harus menunggu hingga kedatangan kapal terlebih dahulu, serta harus membayar


di muka pajak dan cukai sebelum menyerahkan dokumen. Karena sebagian besar pembayaran memerlukan waktu paling cepat satu hari, keterlambatan akan semakin parah jika kapal tiba pada hari Kamis dan selama akhir pekan — pengurusan dan pembayaran PIB untuk kapal yang tiba pada hari Kamis paling cepat baru bisa diselesaikan pada hari Senin. (note : pembayaran PIB melibatkan penentuan kurs yang digunakan untuk nilai dasar pengenaan bea masuk, perhitungan bea masuk dan pajak-pajaknya, pembayaran bea masuk ke bank, bank melaporkan pembayaran bea masuk kepada Kantor Pelayanan Penerimaan Negara, hingga mendapatkan konfirmasi nomor transaksi penerimaan negara (NTPN) dari bank) Meskipun layanan pelabuhan 24 jam (misalnya Pabean dan terminal) telah berjalan selama hampir dua tahun, pengurusan barang selama akhir pekan dan di luar jam kantor normal masih sulit diandalkan. Staf Pabean dan terminal memang tetap bertugas, tetapi layanan lain, seperti transaksi perbankan, informasi nilai tukar terbaru dari Bank Indonesia, kasir dan layanan administratif di perusahaan perkapalan, dan bahkan depot peti kemas, biasanya akan tutup pada pukul 5 sore hari Jumat. Mengajak semua pemangku kepentingan untuk ikut serta menyediakan layanan 24 jam yang fleksibel dan mendorong penyerahan pernyataan impor sebelum kedatangan kapal merupakan dua langkah penting menuju sistem yang lebih efisien untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan. Perubahan tersebut tidak memerlukan investasi keuangan yang besar. Namun, sama seperti upaya untuk memperbaiki peringkat buruk Indonesia dalam Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia, yang turun dari posisi 43 pada 2007 ke posisi 75 pada 2010, yang diperlukan adalah kemauan politik yang kuat untuk mengubah peraturan yang menghambat. Walaupun ekspansi Tanjung Priok dan investasi besar untuk pelabuhan peti kemas baru telah dibicarakan, kedua rencana tersebut kemungkinan membutuhkan setidaknya masing-masing 5 dan 10 tahun sampai betulbetul rampung. Sayangnya, keadaan sudah sangat kritis mengingat pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan fakta bahwa lalu lintas peti kemas menunjang sebagian besar pertumbuhan tersebut. Jika Indonesia ingin meraih manfaat maksimum dari peluang yang dimungkinkan oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi dan meneruskannya kepada masyarakat yang seluas mungkin, akan sangat penting bagi Indonesia untuk memperbaiki efisiensi pelabuhan internasional utamanya. Natalia Cubillos Salcedo adalah ekonom perdagangan di kantor Bank Dunia Jakarta.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


ECONOMIC FILE

As Tanjung Priok struggles to meet growing container traffic, so dwell time increases, pushing up Indonesia’s logistics costs

T

rade to and from Indonesia is booming. While this is great news for the economy, Indonesia’s main port of entry appears to be buckling under the strain. According to latest estimates, the time taken for incoming containers to clear through the port from July and August 2011 was 6 days. Known as the average import container dwell-time (DT), it measures the time from the moment the container is unloaded from a vessel until it leaves the gates of the Jakarta International Container Terminal (JICT) at Tanjung Priok. This is a 22 percent increase on DT measured in October 2010 (4.9 days), which is worrying given that Tanjung Priok handles over twothirds of Indonesia’s entire international trade and total container traffic is forecast to grow by over 160 percent by 2015. Moreover, using international measurements, which include time spent in the port but outside the JICT terminal, Indonesia’s DT figure would increase by one day to 7 days. This is far worse than Indonesia’s regional peers, such as Singapore (1.1 days), Malaysia (4 days) and Thailand (5 days). This situation is likely to be even worse at the other terminals of the port. The deterioration of dwell-time in Indonesia’s most important international port adversely affects the country’s economy in two ways. First, exportoriented industries face uncertainties due to the delays, reducing the competitiveness of Indonesian products abroad. Just-in-time inventory in manufacturing, in which firms tightly manage their schedules for importing raw materials and re-exporting finished goods, suffers even more, hampering Indonesia’s transition to becoming an integral part of efficient worldwide supply-chains. In all, about 19 percent of

26

LIONMAG MARET 2012

the inputs for foreign and export-oriented firms are imported. Second, time is money: the bottlenecks and congestion at the port push up costs for domestic businesses and ultimately in the prices paid by consumers. In an effort to maintain the flow of container traffic and reduce the containers building up at Tanjung Priok, the Government has taken several important steps to reduce DT and keep it at a low level. For example, customs clearance operations now continue on a 24/7 basis, while an electronic documentation and information system is being developed in order to implement a paperless exchange between private operators and public agencies. Also, plans for an expansion of the current terminal together with plans for a new larger port are on-going and will help to alleviate the current situation when finished. As a result of these efforts, DT was successfully maintained at an average of five days over the past two years despite increases in the volume of trade. However, in order to keep up with the projected increases in trade, and to compensate for urban and infrastructure constraints, further time-saving efficiencies will need to be found in the very near future if DT is not to deteriorate further. Understanding the reasons for the lengthening time needed in clearing and removing containers from the port becomes essential. DT can be broken in three components: preclearance (between the arrival of the ship and the submission of the import declaration to Customs); Customs clearance; and post-clearance (from Customs clearance until leaving the gates of the JICT). Contrary to widespread perceptions of poor performance of Customs, a recent World Bank study shows that the main cause of the delay is the pre-clearance stage, accounting for 58 percent of DT. The reasons for this relate largely to regulatory constraints, including the pre-payment method that is used in Tanjung Priok. While most developed countries allow for submission of import declarations before a ship arrives and provide a single invoice covering port charges, customs duties and taxes at

the end of the process, most Indonesian importers and manufacturers need to wait for the arrival of the ship and need to pre-pay taxes and customs duties before submitting their paperwork. Since most of the payments take at best one day to be confirmed by the Government’s Treasury, delays are exacerbated when vessels arrive on Thursdays and over the weekend — payments from vessels arriving on a Thursday will not clear until Monday at the earliest. Although 24/7 port services (i.e. Customs and terminals) have been in place for almost two years now, the clearance of goods over the weekend and outside normal business hours remains unreliable. While Customs and terminal staff may be on duty, other services, such as banking transactions, updated exchange rate information from Bank Indonesia, cashiers and administrative services at the shipping lines, and even container depots, are usually closed by 5pm on Friday. Getting all the stakeholders to participate to provide flexible 24/7 services and promoting prearrival submission of import declarations are both important steps towards a more efficient system for clearing goods through the port. Such changes do not call for any large financial investment. Similar to improving Indonesia’s poor ranking in the World Bank’s Logistics Performance Index, which fell from 43 in 2007 to 75 in 2010, what is needed is strong political will to change the impeding regulations. Although the expansion of Tanjung Priok and the major investment in a brand new container port have been discussed, it will likely take at least 5 and 10 years, respectively, for these plans come to full fruition. However, the situation is already critical given the rate at which the Indonesian economy continues to grow and the fact that container trade underlies a large part of this growth. If Indonesia is to make the most of the opportunities afforded by its stellar economic growth and pass those benefits on to the widest community, it therefore becomes paramount that progress is made to improve the efficiency of Indonesia’s principal international port of entry. Natalia Cubillos Salcedo is a trade economist at the World Bank office in Jakarta.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


AUTOMOTIVE

Aston Martin Virage

Keindahan Prancis, Kesempurnaan Inggris Sukses seseorang, antara lain bisa dilihat dari kendaraan yang dipakainya. Bila sepakat dengan ungkapan ini, dan Anda kebetulan pula penggemar mobil beraroma sport, Aston Martin Virage bisa menjadi jawaban. Teks : Karman Mustamin | Foto : Aston Martin

V

irage, nama yang dipilih Aston Martin untuk produk termutakhirnya ini. Penggunaan huruf V pada mobilmobil rilisan pabrikan asal Gaydon, Inggris ini, memang sudah lumrah. Bila mengulik sejarah, nomenklatur V diawali dari mesin Vantage pada seri DB2 di era 50-an. Nama Virage sendiri, bersumber dari bahasa Prancis, Virage(m). Secara harafiah, ini bisa diartikan sebagai tikungan atau belokan. Tapi secara luas, bisa pula artinya perubahan atau pergantian menuju kesempurnaan. Ini sekaligus menandai lembaran atau semangat baru yang dianut oleh Aston Martin terhadap line-up produknya.

28

LIONMAG MARET LIONMAG MARET2012 2012

Pertama kali tampil di Geneva Motor Show pada 1 Maret 2011 silam, Virage menjanjikan kesempurnaan pada aspek kemudahan pengendalian tanpa menghilangkan karakter sports car. Karakter demikian, memang menjadi DNA produk Aston Martin di samping aspek kemewahan. Dari tipikalnya, Virage berada di barisan mobil-mobil GT seperti DBS dan DB9. Ya, Virage ibarat kuda pacu dengan tampilan indah, dinamis dan sangat bergengsi. Soal terakhir ini, tentu tidak perlu dipertanyakan. Bila tidak, ikon agen spionase yang handal, James Bond, tentu tidak akan memilih Aston Martin sebagai mobil andalan dalam aksinya di beberapa serial film layar lebar.


Mesin Virage, dipasang di bagian tengah (front mid-mounted). Menggunakan komposisi V12, mesin ini menghasilkan torsi dan tenaga berlimpah untuk mendukung performanya. Posisi mesin di tengah, juga memberikan distribusi bobot yang baik untuk mendukung kestabilan pengendalian optimal. Mesin buatan tangan berkapasitas 6.0 liter ini, mampu memompa tenaga maksimum hingga 497 hp dengan torsi 570 Nm. Sebuah transmisi otomatis Touchtronic II dengan 6 percepatan menjadi pasangannya. Tenaga berlimpah dari mesin, disalurkan ke roda menggunakan batang penghubung yang dibuat dari bahan serat karbon.

Walaupun tenaga dan torsi mesin sedemikian besar, tapi Virage mudah dijinakkan pengemudinya berkat peranti baru Adaptive Damping System (ADS). Peranti ini mampu ‘membaca’ kondisi permukaan jalan serta menyesuaikannya dengan kebutuhan pengendalian. Hebatnya, ADS yang terpasang pada Virage, juga menyediakan 5 mode yang bisa dipilih pengemudinya sesuai karakter masing-masing. Jadi, pengemudi yang tidak memiliki driving skill yang prima pun, bisa tampil layaknya seorang pembalap professional di jalanan. Walaupun sebagai orang sukses, Anda tentu tak akan tampil ugal-ugalan, bukan? INFLIGHT INFLIGHTMAGAZINE MAGAZINEOF OF LION LION AIR AIR

29


EVENT

SINGAPORE AIR SHOW 2012

SINGAPORE AIR SHOW 2012

Indikator Pasar Asia Pasifik

Teks: Gegen | Foto: Makhfudz & GEGEN

30

LIONMAG MARET 2012


S

ingapore Air Show sebenarnya bukan hanya pameran dirgantara, tetapi sebuah fakta tentang perkembangan mutakhir pasar transportasi udara Asia Pasifik, baik pertumbuhan, fenomena penerbangan jarak pendek dan kebutuhan akan jet VIP –di tengah krisis yang melanda maskapaimaskapai Eropa. Di dunia ada beberapa air show alias pameran kedirgantaraan terkenal. Singapore Airshow sendiri diklaim sebagai salah satu yang terbesar, digandeng dengan pameran aerospace and defense di Asia. Pameran dua tahunan ini digelar tanggal 14-19 Februari, di mana tiga hari pertama diperuntukkan sebagai “trade days”, sedang dua hari terakhir “public days”. Pada

pembukaan tanggal 14 Februari, kami sempat tertinggal menghadiri seremoni pembukaannya. Namun begitu menjejakkan kaki di kawasan pameran, tepatnya di Changi Exhibition Center, ada sedikit sambutan, saat giliran “The Smokey Bandits” dari Royal Malaysian Air Force beratraksi di udara dengan MiG-29N. Ya memang, selain gedung Changi Exhibition Center yang dipenuhi booth peserta pameran, lalu lapangan parkir pesawat yang dipenuhi display pesawat-pesawat, juga tampil di udara akrobat berbagai jenis pesawat. Tercatat para raksasa industri dirgantara memamerkan keunggulan teknologi dan industrinya di sini, seperti Boeing dan Airbus. Dan juga pabrikan lainnya pada skala industri yang berbeda seperti Bell, Bombardier, Cessna, Dassault,

Eurocopter, Gulfstream, Hawker Beechcraft, Lockheed Martin, Sikorsky hingga Viking Air. Dan salah satu bintang pameran di static park yang dikerubuti pengunjung adalah Boeing 787 Dreamliner. Versi pengembangan dari tipe ini, ZA003, didatangkan khusus dari Boeing Field, Seattle, transit di Suvarnabhumi International Airport, Bangkok sebelum lanjut ke Changi International Airport. Tapi apa greget pameran ini bagi dunia industri, khususnya pasar Asia Pasifik? Salah satunya tentu nilai transaksi selama lima hari berlangsungnya pameran ini. Dan pada Singapore Air Show 2012 ini, tercatat rekor pembelian tertinggi yang menjadi “denyut nadi” pameran ini adalah dari Lion Air, dengan nilai total 259 pesawat Boeing, ATR dan Hawker Beechcraft senilai US$ 24 miliar.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


DEBUT 3 HARI LION AIR Banyak orang masih ingat foto bersejarah penandatanganan MOU antara Lion Air dengan Boeing di sela-sela ASEAN Summit di Bali, 18 November 2011 lalu yang disaksikan Presiden AS Barrack Obama. Nah, sebagai tindak lanjut kesepakatan itu, kedua belah bertemu kembali di Singapore Air Show 14 Februari lalu untuk menandatangani kontrak pembelian tersebut. Masing-masing diwakili oleh Rusdi Kirana selaku Presiden Direktur Lion Air dan Dr. Dinesh A Keskar selaku Vice President Sales, Asia-Pacific and India, Boeing Company. Dalam acara yang berlangsung di booth Boeing di Changi Exhibition Center itu, Lion Air membeli 230 pesawat Boeing 737. Turut menyaksikan adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti S Gumay. Dalam kontrak dengan Boeing ini, Lion Air membeli 29 tipe 737900ER dan 201 tipe 737 MAX yang merupakan tipe terbaru dari seri pesawat 737. Seri 737 MAX merupakan pengembangan dari seri 737, baik teknologi pesawat maupun efisiensi biaya operasionalnya. Dengan klaim 12% konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, sebuah maskapai yang mengoperasikan 100 unit MAX bisa menghindari delay atas 68.000 penumpang dalam setahunnya. Lion Air sendiri sebelumnya telah memesan 178 unit Boeing 737900ER dan telah mengoperasikan 58 unit yang telah tiba. Sementara tipe MAX dijadwalkan tiba mulai tahun 2017. Adapun nilai kontrak yang ditandatangai adalah US$ 22,4 miliar, atau setara Rp 201,6 triliun. Pendanaan pengadaan pesawat-pesawat tersebut akan dilakukan oleh bank-bank komersial

32

LIONMAG MARET 2012

(searah jarum jam dari atas) Pesawat jenis privat jet Hawker Beechraft 4000 | Pengunjung Singapore Air Show mendengarkan penjelasan dari tim Boeing di dalam pesawat 787 Dreamliner | Rusdi Kirana dan Daniel Keady, Vice President Sales Asia Pacific & India sesaat setelah penandatanganan kontrak pembelian Hawker senilai US$ 60 juta | Penandatangan pembelian 737 MAX oleh Rusdi Kirana Presiden Direktur Utama Lion Air dan Dr. Dinesh A. Keskar selaku Vice President Sales, Asia-Pacific dan India dari Boeing, turut menyaksikan adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti S Gumay, Jusuf Manggabarani | Pesawat militer dan helicopter juga dipamerkan pada Singapore Air Show. Suasana pameran indoor pada Singapore Air Show.


Internasional terkemuka, US Exim dan atau lembaga-lembaga keuangan non bank internasional lainnya. Dengan demikian, total pesawat tipe 737 yang dipesan oleh Lion Air berjumlah 408 pesawat. “Itu adalah rekor pemesanan terbesar untuk sebuah tipe dalam sejarah industri penerbangan,” komentar Dr. Dinesh A Keskar. “Pesawat Boeing 737 MAX adalah pilihan terbaik untuk Lion Air. Kami

sangat gembira untuk menjadi maskapai pertama di Asia yang akan mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX dan menjadi pelanggan utama saat peluncuran global dari pesawat 737 MAX nanti,” ujar Rusdi Kirana dalam sambutannya. Gerakan Lion Air belum berhenti, karena pada hari berikutnya, 15 Februari, Lion Air menandatangani kontrak pembelian dengan Hawker Beechraft sebanyak empat unit

Hawker 900XP. Pesawat ini untuk memenuhi kebutuhan pasar pengguna private jet yang tumbuh di Asia Pasifik, Indonesia khususnya. Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana dan Daniel Keady, Vice President Sales Asia Pacific & India masing-masing mewakili kedua belah pihak. Adapun nilai kontraknya adalah US$ 60 juta. “Akhir tahun ini kami akan memulai penerbangan untuk VIP jet dengan layananan call INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


center 24 jam. Kami butuh waktu tiga jam dari mulai pemesanan sampai pesawat siap terbang. Kenapa kami masuk di bisnis ini? Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak spot pertambangan di mana para pebisnis memerlukan fleksibilitas. Tahun ini dua jet Hawker kami siapkan, tapi tidak berhenti di situ karena akan terus bertambah,” ujar Rusdi Kirana dalam sambutannya. Dalam perbincangan terpisah dengan LIONMAG, Daniel Keady menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan dan individu di Indonesia yang menggunakan jet VIP buatan Hawker. “Pertumbuhan pasar jet VIP di Asia Pasifik itu yang tertinggi di dunia, meskipun dilihat dari populasinya masih di bawah Eropa dan Amerika. Lima tahun lalu mungkin soal jet VIP belum ada dalam pikiran Pak Rusdi, tapi kini beliau melihat prospek baru,” komentar Daniel lagi. Terakhir, keesokan harinya, 16 Februari, kembali Lion Air membeli pesawat baru lagi. Kali ini 27 unit pesawat ATR 72-600 buatan Prancis. Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan oleh sister

Penandatangan pembelian seri terbaru ATR type 42-600 sebanyak 27 unit antar Rusdi Kirana dan Filippo Bagnato, Chief Executive Officer ATR turut disaksikan oleh Direktur Wings Air Achmad Hasan, Komisaris Wings Air Jusuf Manggabarani, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti S Gumay dan Duta besar Italia serta Perancis untuk Singapura di stand ATR saat Singapore Air Show.

34

LIONMAG MARET 2012

company-nya, Wings Air. Pesawatpesawat bermesin turboprop yang keseluruhan bernilai US$ 610 juta itu akan mulai dikirimkan oleh ATR pada akhir tahun 2015. “Ternyata demand dan load factor penggunaan pesawat-pesawat ATR naik dan bagus, setelah secara bertahap kami coba operasikan dari mulai rute kota-kota kecil hingga kota besar,” cerita Rusdi Kirana di depan undangan dan jurnalis media. Rusdi Kirana yang dalam kesempatan ini didampingi Achmad Hasan, Direktur Utama Wings Air dan Jusuf Manggabarani, Komisaris Wings Air. “Cerita yang menyenangkan dalam

hubungan kami dengan Lion Air bukan saja cerita soal pesawat yang bagus, tetapi juga tentang orangorang dan hubungan kerja yang bagus,” timpal Filippo Bagnato, Chief Executive Officer ATR sesaat sebelum penandatangan kontrak tersebut. Dengan kontrak ini, Wings Air memiliki armada 60 pesawat ATR, terdiri dari 20 pesawat ATR 72-500 dan 40 pesawat ATR 72600. Hal itu menjadikan Wings Air sebagai maskapai penerbangan yang mengoperasikan pesawat ATR terbesar di dunia. Kini, sebanyak 16 unit ATR 72-500 telah dioperasikan oleh Wings Air.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


DESTINATION

MADURA

Sumenep

Napak Tilas Cina dan Portugis

36

LIONMAG MARET 2012


Selama ini istilah kraton selalu diasosiasikan dengan pusat mantan kerajaan di Solo atau Jogja. Namun di Jawa Timur sebetulnya kita juga memiliki Kraton, yang ada di Sumenep. Salah satu kota terpenting di Madura ini sekaligus pernah merupakan pusat kerajaan dengan pelabuhan Kalianget yang penting artinya. Teks & Foto: Paul I.Zacharia

(kiri) Melalui tangga ke balkon, Sultan dapat berpidato kepada rakyat di bawahnya (kanan) Fasada Masjid di tepi jalan di depan Taman Adipura

D

ibukanya jembatan Suramadu membuat Pulau Garam kini lebih terbuka. Bukan saja secara geografis, tapi pulau ini mendadak menjadi kepanjangan Jawa Timur. Kini kita lebih mudah menikmati keindahan kekayaan budaya kota-kota di pulau Madura daripada sebelumnya. Perjalanan ke Sumenep sejauh 3 jam tidak terlalu melelahkan, karena jalan relatif baik, walaupun perlu dihaluskan dan diperlebar. Satu fakta sejarah yang menarik adalah betapa Sumenep bukanlah nama asli bagi warga Madura, yang menyebutnya sebagai Songenneb, yang sudah tertulis di kitab Pararaton sejak abad 15. Seperti kita ketahui nyaris semua huruf ‘U’ disana diucapkan sebagai ‘O’, berbunyi seperti dalam kata

‘Tolong’. Adapun nama Songenneb kemudian diubah oleh pihak Belanda pada awal abad 18 yang bertujuan memudahkan pengucapan bagi mereka, menjadi Sumenep. Namun dari seluruh Madura, diakui bahwa bahasa dan warga di Sumenep termasuk dari kalangan yang lebih halus, mungkin karena berasal dari budaya kraton. Arti kata Songenneb adalah ‘cekungan’ (Song) yang ‘tenang’ (Enneb) atau lembah endapan yang tenang. Memang awalnya daerah ini merupakan rawa-rawa yang mengering dan kemudian bisa dihuni. Posisinya yang strategis di dekat pelabuhan Kalianget di ujung timur Madura membuatnya menjadi kota yang penting dalam jalur pelayaran dan perdagangan antara Jawa Maluku, karena disanalah kapal-kapal mengisi perbekalan dan air minum.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


Sekitar 3 km dari kota ada Makam raja-raja Asta Tinggi yang sangat menarik karena konstruksi gerbang dan bangunan di dalamnya merupakan paduan arsitektur Portugis. Di tempat yang menjadi jujukan ziarah umat ini, banyak layout asli yang mulai terganggu dengan pemakaian lahan. Kawasan yang sudah sesak menjadi makin dipadati oleh para keturunan raja yang merasa berhak dimakamkan di kawasan ini. Entah sampai kapan hal ini bisa diakomodasi. Tapi destinasi yang terpenting di Sumenep ini pastilah Masjid Jamik, yang didirikan pada tahun 1200 oleh Pangeran Natakusuma yang memakai arsitek Lauw Pia Ngo, cucu Lauw Koen Thing. Pendiriannya memakan waktu 6 tahun karena memakai bahan-bahan terpilih dan memadukan arsitektur Islam, dan

38

LIONMAG MARET 2012

Portugis secara piawai. Kini nampak jelas pengaruh ini karena wujud gerbang masjid sangat mirip sebuah klenteng yang indah, sementara ada lekuk-lekuk yang merujuk pada bangunan Eropa. Gerbang ini nampak cantik sekali dalam warna putih berornamen relief kuning keemasan, sebagai warna kerajaan. Konon dari atas gerbang ini Sultan biasanya berpidato kepada rakyatnya yang berkumpul di halaman luas di depan masjid, yang sekarang menjadi Taman Adipura. Sayangnya kemegahan masjid justru terganggu dengan adanya bando nama taman yang melintang, yang membuat fasada masjid sulit untuk difoto secara utuh. Bahkan seorang

pengunjung kota ini tidak akan sadar sedang akan memasuki kawasan yang megah ini, kecuali ia tepat berada di depan Masjid. Nampaknya kebanggaan Pemerintah pada piala ini membuat kraton menjadi terasa kurang pamornya. Di depan Masjid ini terdapat jalan poros menuju Kraton Sumenep yang sekarang sudah menjadi Museum Sumenep. Menarik sekali betapa disini ada kolam keraton ‘Taman Sare’ yang adalah tempat mandi para istri Sultan yang dipercaya memiliki khasiat enteng jodoh untuk mereka yang mandi disana. Uniknya ada tiga akses masuk ke kolam yang ‘kesaktian’nya berbeda-beda, namun pengunjung dilarang untuk mandi di dalamnya.

(kiri) Dua penari Muangsangkal sedang saling membantu di balik lonceng kraton (kanan) Ruang interior Masjid dimana umat beribadah


Di dalam beberapa ruangan dalam kompleks museum diperagakan berbagai artefak keraton yang awalnya nampak cukup teratur. Namun seperti banyak dijumpai dimana-mana, kelembaban ruangan, penerangan dan perawatan yang begitu minim, membuat banyak foto, bahkan kostum kebesaran yang kehancurannya tinggal menunggu waktu. Selain itu disayangkan ruang-

ruang di dalam tidak dapat dimasuki, seakan dikeramatkan. Untuk mendapat foto dari Kamar Tidur Pottre Koneng saja harus melalui lubang persegi di kaca jendela seluas 25 cm2 saja! Alun-alun Taman Adipura nampaknya merangkap sebagai taman rekreasi untuk warga kota yang ingin melepas penat. Beragam kendaraan hias dengan bentuk

(searah jarum jam dari atas) Dua penari Muangsangkal sedang berpose di salah satu akses kolam | Alquran ini dibuat oleh Yanti dari Desa Bluto pada tahun 2005 selama 6 bulan. | Di depan gerbang masuk Keraton Sumenep, seorang penjual es sedang beristirahat

yang menarik disewakan untuk dinaiki keluarga mengelilingi kota. Hanya dengan Rp.2000,seseorang bisa memilih untuk naik ‘Naga’, ‘Kalajengking’, ‘Bayi Raksasa’, dan macam-macam desain yang menunjukkan ragam usaha sponsornya. Sepertinya kendaraan hias Sumenep ini yang terbesar dan termeriah dibanding di kota-kota lain. Pada malam hari, banyak kendaraan hias lebih kecil juga bermandikan cahaya lampu untuk memeriahkan suasana jalan. Nampaknya kota ini cenderung lebih mengutamakan kekinian dibanding kekunoan. Selain dari wisata budaya, Pantai Lombang yang cantik dan aman untuk keluarga, bahkan perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget merupakan bonus obyek Sumenep yang membuat kota ini sangat berpotensi menjadi tujuan yang sangat menarik. Dengan promosi yang baik dan pembenahan banyak kawasan, pastilah kota yang sepi ini dapat bangkit menjadi kota yang bersinar kembali bak pamor keraton di jamannya. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


TRAVELING

PARANGTRITIS

Bisikan & Keindahan

di Gumuk Pasir Teks & Foto: Toto Santiko Budi

M

atahari sedang bermurah hati rupanya, sinar cerah melimpah. Alhasil suhu udara di perjalanan hari itu menjadi hangat. Untunglah masih ada hembusan angin sepoi, cukup memberi hiburan berarti. Hamparan sawah dan sedikit jalur berbukit juga sangat berperan untuk mengusir jenuh di perjalanan yang hampir menempuh waktu satu jam ini dari tempat start kami di Kabupaten Sleman. Lega rasanya ketika gerbang selamat datang di obyek wisata

Parangtritis terlihat. Maka perjalanan berjarak 40 km dengan waktu tempuh hampir 1 jam pun hampir sampai tujuan akhirnya. Sontak rasa sedikit penat pun mulai sirna. Tidak ada antrian di loket pembayaran retribusi masuk kawasan wisata. Sepertinya hanya kami saat itu yang berniat wisata. Sedikit kendaraan memang tampak lalu-lalang melintasi gerbang, tapi tampaknya mereka penduduk setempat yang tengah beraktivitas biasa. Sepi memang karena hari itu adalah hari Jumat. Sepertinya bukan hari yang lazim untuk berwisata. Saya pernah mengunjungi Pantai Parangtritis beberapa

(atas) Menikmati gumuk pasir harus siap menikmati teriknya gurun (bawah) Anginlah menciptakan alur-alur indah ini.

40

LIONMAG MARET 2012

tahun lalu. Kali ini saya datang bukan untuk menikmati keindahan pantai Selatan yang membentang. Ataupun mendengar gemuruh ombak berkejaran menuju pantai. Juga bukan hendak menikmati sensasi naik andong (kereta kuda) mengelilingi tepi laut. Kami hendak mengunjungi bagian lain dari Parangtritis yang kabarnya satusatunya di Asia Tenggara, “Gumuk Pasir�. Gumuk pasir? Apakah itu? Para mister bule menyebutnya dengan sand dune. Fenomena alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit ini (gumuk=bukit dalam bahasa Jawa). Serupa dengan padang gurun yang terdapat di negara-negara timur tengah. Sungguh luar biasa ada yang seperti ini di negara kita, Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa,


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


Menuju ke Lokasi Gumuk Pasir Untuk menuju lokasi dari pusat kota Yogyakarta anda tinggal menuju dan menyusuri Jalan Parangtritis, lurus ke selatan sejauh 40 km. Jika ingin menggunakan transportasi umum anda bisa naik kendaraan dari terminal Giwangan dengan trayek Jogja-Parangtritis. Kendaraan ini akan mengantar anda hingga sub terminal Parangtritis.

(kiri) Siapa mengira pemandangan ala gurun pasir ini ada di tanah Jawa (atas) Sedikit jenis tanaman bisa hidup di sini (bawah) Rerumputan merunduk menahan angin yang juga menerbangkan pasir.

memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata-rata per tahun yang cukup tinggi. Sungguh luar biasa. Ada pemandangan nan unik ini dapat dijumpai membentang sepanjang muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta yang berjarak 15,7 km. Jarak sebaran gumuk pasir ke daratan dari garis pantai hingga mencapai 2 km. Wow! Gumuk pasir dengan karakternya yang unik ini menjadi laboratorium penelitian lapangan bagi para akademisi dan tempat penuh inspirasi bagi banyak seniman. Banyak film maupun klip musik melakukan pengambilan gambar di sini. Banyak pasangan kekasih juga

42

LIONMAG MARET 2012

melakukan pemotretan pra nikah di lokasi ini. Bahkan manasik haji bagi calon jemaahnya juga dilakukan di tempat ini, mengingat karakternya menyerupai tanah suci. Panas terik di siang hari dan dingin menggigit di waktu malam. Bagi para penggemar fotografi tempat ini pun menjadi lokasi favorit berburu foto-foto lansekap. Semangat menggebu untuk berburu foto saat itu harus ditunda sesaat tatkala waktu shalat Jumat tiba. Usai beribadah di sebuah masjid yang tak jauh dari lokasi berlanjut acara makan siang terlebih dulu. Toh posisi matahari masih terlalu tinggi untuk bisa menghasilkan fotofoto yang bagus. Meski demikian

muncul sedikit kecemasan ketika gumpalan-gumpalan awan mulai menghias langit. Ketika suapan terakhir makan siang lenyap dari mulut dan ditutup dengan beberapa tegukan teh manis, saya kemudian bergegas menuju sasaran. Baru beberapa meter berkendaraan dari warung tempat makan siang, saya berhenti lagi tatkala pemandangan menjanjikan terlihat di depan mata. Seorang perempuan warga setempat terlihat menyeberangi hamparan pasir. Saya bergegas menyongsong dan mencari posisi terbaik untuk memotret. Tatkala kaki menginjak pasir saya terkejut akan kelembutannya. Kaki-kaki


terbenam semata kaki. Melangkah di pasir-pasir penyusun gumuk ternyata cukup sulit. Beberapa bagian memang terasa padat dan enak dipijak tapi di banyak bagian lain langkah kita menjadi berat seakan-akan sedang berjalan di kolam air. Hamparan pasir berbukit nan luas ini juga membawa konsekuensi lain. Terik sinar matahari terasa begitu menyengat, apalagi di hari yang masih terbilang siang kala itu. Panas matahari tak hanya terasa di ubun-ubun tapi juga di kaki akibat pasir yang terpapar radiasi matahari. Membawa botol air minum ekstra dan topi, pakaian bertangan panjang, dan kacamata

hitam untuk melindungi kepala karena tak banyak cukup pohon untuk berteduh adalah keharusan. Butiran-butiran pasir penyusun gumuk pasir ini berasal dari material vulkanik Gunung Merapi yang dibawa aliran Sungai Opak dan Sungai Progo hingga laut selatan. Ketika tiba di muara material vulkanik tersebut di hajar gelombang Samudera Indonesia selama berabad-abad hingga menjadi butiran pasir halus. Setelah menjadi bulan-bulanan gelombang dan ombak maka anginlah kemudian yang memindahkan pasir-pasir ini ke daratan. Angin yang tak pernah berhenti bertiup menyebabkan pasir-pasir terus bergerak hingga

menimbulkan bukit dan lembah yang indah. Angin yang menerpa butiranbutiran pasir menimbulkan suara desis, seakan suara berbisik tanpa henti. Tak sekedar suara bisikan. Angin juga seakan menjadi tangantangan raksasa yang ‘mengukir’ hamparan pasir. Bagian demi bagian butiranbutiran pasir yang terbang ditiup angin berpindah dan bertumpuk dari satu tempat ke tempat lain. Kejadian yang berulang-ulang ini membentuk pola-pola abstrak geometris indah. Sungguh luar biasa. Selamat menikmati bisikan pasir di Parangtritis, jangan tinggalkan apapun selain jejak dan jangan ambil apapun selain kenangan dan foto. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


TRAVELING

YACHT

Kemewahan Tanpa Batas

di Laut Lepas Teks : Karman Mustamin | Foto : Designworks USA

44

LIONMAG MARET 2012


Inilah perahu pesiar modern yang dirancang khusus bagi mereka yang mendambakan kemewahan dimana pun. Desainnya yang unik dan eksklusif, mampu menyatukan penumpangnya dengan suasana laut lepas.

A

nda mungkin punya rumah real estate di kawasan elit perkotaan. Tapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa Anda tidak akan jenuh dengan suasana yang rutin. Lantas, sebuah resor di pegunungan bisa menjadi pilihan di akhir pekan. Namun, bagi kalangan berduit, semua itu belum tentu pula mampu memberikan kepuasan. Bagaimana bila alternatifnya adalah menikmati suasana laut yang tanpa batas? Intermarine, rupanya mengerti arah pemikiran seperti ini. Perusahaan asal Brasil yang bergelut di usaha memproduksi yacht mewah sejak tahun 1973 itu pun, lantas merilis perahu pelesir yang sangat mewah, Intermarine 55. Seperti pula ribuan yacht yang dihasilkan terdahulu, Intermarine 55 yang punya tampilan menawan dan dilengkapi teknologi canggih ini juga diracik dengan semangat dasar craftsmanship.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


Intermarine 55 dengan ukuran panjang 57 kaki atau sekitar 17.4 meter ini, memang disebut-sebut sebagai very luxurious boat atau perahu paling mewah. Desainnya eksklusif, ditambah lagi ruang di dalamnya yang diracik dengan keseimbangan penuh perhitungan. Tujuannya, agar diperoleh harmonisasi baik ketika digunakan berlayar di siang hari maupun pada malam hari. Perahu ini dilengkapi salon, galley, 3 buah kabin serta ada 2 kamar mandi. Tentu saja, semuanya hadir dengan sentuhan kemewahan. Intermarine 55 juga mampu menjelajah sejauh 350 mil laut

46

LIONMAG MARET 2012

dengan kecepatan puncak 31 knots. Kemampuan ini diperoleh berkat mesin ganda yang menghasilkan tenaga total 650 hp. Untuk tampilan luar, Intermarine 55 pun mengandalkan desain yang dari pandangan sekilas saja sudah akan tertangkap kesan powerful sekaligus elegan. Deretan jendelanya unik dan dinamis serta berukuran lebar. Pihak desainernya menyebut ini sebagai konsep ‘open horizons’. Maksudnya, agar penumpang perahu ini leluasa menikmati pemandangan laut yang luas. Terinspirasi oleh tema arsitektur modern, ruang kabin diterangi cahaya natural, termasuk cahaya

yang sengaja direfleksikan. Pola ini, menghasilkan nuansa hangat sekaligus suasana menyenangkan. Jendela di bagian salon, kabin dan bahkan di kamar mandi yang lebar tadi, menimbulkan kesan seakan penumpang tak memiliki batas dengan permukaan lautan. Pastinya, Intermarine 55 yang kabarnya dijual seharga 2.2 juta dolar AS per unit ini tak sekadar mampu menunjukkan strata sosial pemiliknya. Tapi juga, memang pantas menjadi pilihan kaum berduit yang tak ingin sekejap saja kehilangan kemewahan. Bahkan, ketika berada di tengah laut tanpa batas sekali pun.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


EVENT

CHIO TAU

Memasang kerudung menutup prosesi rias pengantin perempuan.

48

LIONMAG MARET 2012


Merah Meriahnya

Chio Tau Masal di Mal

Teks & Foto: Toto Santiko Budi

Menyentuh makanan dari 12 mangkok pertanda tercukupinya makanan dalam 12 bulan. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


T

elah satu dekade lebih masyarakat etnis Tionghoa mereguk kebebasan beribadah dan berekspresi di negeri ini. Tentunya ini berkat jasa presiden kita waktu itu, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur demikian beliau akrab disapa. Beliau, di masa pemerintahannya telah menerbitkan Keppres RI No. 6/2000. Keppres ini mencabut semua Inpres masa lalu yang memarginalkan mereka di segala bidang. Sepanjang masa orde baru diharamkan bagi mereka mengekspresikan budaya dan keyakinannya, mereka hanya tampil sebagai pelaku ekonomi saja. Maka wajar sudah bila menjelang perayaan tahun baru Imlek dekorasi mall dan pusat perbelanjaan di kotakota besar tanah air didominasi warna merah dan keemasan. Tak hanya dekorasi yang bernuansa oriental. Pengelola pusat perbelanjaan juga berlomba-lomba menggelar berbagai atraksi untuk menarik perhatian pengunjung. Pertunjukan liong, barongsai, fashion show, musik, tarian, opera Cina, hingga pertunjukan wayang boneka potehi hadir di antara gemerlapnya jendela-jendela gerai produk ternama pusat perbelanjaan. Mal Ciputra juga demikian, larut dalam perayaan Imlek. Hampir sebulan lamanya, sejak awal Januari hingga hampir pertengahan Februari pusat perbelanjaan yang terletak di Jakarta Barat ini menggelar aneka acara dan pertunjukan. Ada satu acara menarik di antara semua yang ada di mal ini, yaitu upacara pernikahan tradisional peranakan Tionghoa “Chio Tau� secara massal.

Chio Tau adalah prosesi pernikahan tradisional peranakan Tionghoa di tanah air. Busana yang dikenakan khas peranakan dan disebut sebagai Hwa Kun, konon di daratan Tiongkok sendiri sudah punah. Ciri khas busana tradisional mempelai wanita diantaranya riasan kepala dan belasan tusuk konde, daster hijau, serta kain merah bermotif dan berhiaskan sulaman emas. Sedangkan prianya mengenakan pakaian ala pejabat Mandarin jaman kekaisaran. Prosesi Chio Tau terdiri dari 13 tahapan ritual yang sarat makna.

(hal.50) Bahagia dalam balutan busana adat (hal.51 atas) Deretan pengantin perempuan (atas) dan pria (bawah) tengah di rias.

50

LIONMAG MARET 2012

Diawali upacara penghormatan leluhur, juru rias memimpin sembahyang di depan meja Sam Kai (sesaji) untuk memohon restu dari sang pencipta. Selanjutnya pemasangan konde dan hiasan kepala untuk mempelai wanita dan penyisiran rambut bagi pengantin laki-laki, pemberian uang pelita, pemakaian baju pengantin, pai ciu, makan dari 12 mangkuk, makan nasi melek, pemasangan oto dan kerudung, sawer, sembayang kawin, soja pengantin, suap-suapan pengantin. Ritual diakhiri dengan teh pai, yaitu memberikan cangkir berisi teh untuk diminum sebagai tanda hormat kepada kedua orang tua, sanak famili, atau kerabat


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


dan sebagai balasannya mereka memberikan angpao. Beberapa kelengkapan ritual merupakan hasil asimilasi dengan budaya setempat. Seperti digunakannya tusuk konde kembang goyang oleh mempelai wanita yang merupakan pengaruh kebudayaan Betawi. Demikian juga hidangan yang diperuntukkan bagi para tamu diantaranya ialah bika ambon, kue ku, kue bugis, apem cukit, dan lain sebagainya. Upacara yang dilakukan sekali seumur hidup ini diyakini masyarakat Tionghoa peranakan mempunyai makna yang sakral. Secara harafiah Chio Tau atau Shang Dou dalam bahasa Mandarin yang berarti menata kepala atau rambut. Upacara ini merupakan titik balik dari dunia remaja ke dunia dewasa yang dilakukan di hadapan Tuhan (Tian) dan leluhur. Bila belum melakukannya, maka laki-laki akan tetap dianggap sebagai anak laki-laki dan perempuan tetap akan dianggap sebagai anak perempuan. Namun pengaruh beberapa faktor seperti modernisasi, dan keterbatasan biaya membuat upacara ini mulai jarang dijumpai dan dilaksanakan oleh masyarakat etnis Tionghoa sendiri. Hanya di beberapa daerah kantong komunitas peranakan tua di daerah Tangerang dan Bekasi disebutkan masih memelihara tradisi ini. Pasangan yang mengikuti upacara pernikahan masal Chio Tau kali ini berusia antara 20-50 tahun. Semua pasangan sudah menikah secara sah dan diakui negara tetapi belum secara tradisi, diantaranya bahkan telah memiliki anak. Alasan

mereka tidak melakukan Chio Tau sebagian besar dikarenakan tidak punya biaya. Ketika Mal Ciputra menggelar nikah masal Chio Tau bagi 20 pasang pengantin ini, sambutan pengunjung sungguh luar biasa. Mereka berdesakan di area sekitar panggung di lantai dasar hingga balkon lantai teratas yang menghadap panggung. Penonton yang ada di mal bahkan rela duduk di lantai, demi bisa menyaksikan prosesi pernikahan tradisional yang

(atas) Sembahyang kawin (bawah) Saling menyuap agar-agar berharap pernikahan senantiasa segar

52

LIONMAG MARET 2012

berlangsung tiga jam lamanya itu dengan nyaman. Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta dalam siaran persnya mengatakan “ Upacara pernikahan Chio Tau merupakan refleksi kemajemukan Tionhoa di Indonesia yang masih terpelihara hingga sekarang. Pernikahan masal ini selain sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat peranakan, juga diharapkan dapat memberi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai dan melestarikan seni dan kebudayaan nusantara yang beraneka ragam�.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


SPECIAL spa

SENSASI 7 SPA

Ayur Spa at The Kayana

Memanjakan Semua Indra

54

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55

Namaya Spa - The Royal Beach Seminyak Bali


Gemericik air terdengar lembut mengalun diantara hembusan angin yang menyusup diselasela pepohonan yang tumbuh hijau segar dalam rengkuhan keheningan lembah yang terasa sejuk. Terasa menyatu bersama irama pijatan tangan keseluruh tubuh dalam baluran minyak dan aroma wewangian yang begitu menentramkan.

S

epertinya hal tersebut menjadi keinginan setiap orang. Masuk dalam suasana rileks, nyaman dan kembali bugar setelah melakukan aktivitas yang menyerap banyak tenaga dan pikiran. Beban kerja yang berat membuat semua otot dan saraf tubuh menegang. Bisa jadi hal ini membuat badan terasa tidak nyaman dan perlu diistirahatkan sejenak. Spa menjadi salah satu cara untuk mengembalikan kebugaran tubuh kita. Bukan hanya kembali bugar saja, spa dengan berbagai macam treatment yang ditawarkan juga untuk perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh. Dalam perkembangannya seiring dengan semakin diterimanya spa sebagai salah satu gaya hidup masyarakat, maka tidaklah mengherankan jika spa tumbuh menjamur. Beragam cara, perawatan dan produk ditawarkan. Bahkan juga untuk lokasi atau bangunannya pun dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar dapat membuat setiap orang yang masuk perawatan merasakan sensasi kenyamanan dan akhirnya tubuh dapat kembali bugar. Spa bukan hanya konsumsi kaum Hawa saja tapi kaum Adam pun juga dapat menikmati berbagai treatment spa yang dikhususkan buat mereka. Nah, berbicara tentang spa ini kita akan menelusuri beberapa spa istimewa yang dapat menjadi referensi untuk merawat kecantikan, kesehatan dan mengembalikan tubuh menjadi bugar.

56

LIONMAG MARET 2012

Ayur Spa at The Kayana Perjalanan menikmati sensasi spa kali ini kita awali menuju Ayur Spa di The Kayana, Seminyak-Bali. Disini kita akan menemukan tempat relaksasi unik dengan ruang – ruang perawatan yang didesain modern bergaya kontemporer. Dirancang untuk pasangan, masing – masing suite spa dilengkapi dengan shower di udara terbuka, sebuah gazebo, dan Jacuzzi. Ruangan yang dibatasi dengan dinding kaca cantik dipadukan dengan lantai kayu memberikan kesan minimalis. Saat masuk suite spa suasana natural dengan aroma jeruk nipis segar langsung menyambut. Di Ayur Spa ini kita dapat menikmati beragam teknik perawatan modern dan tradisional serta ramuan eksotis yang dibuat dari bahan alami dan minyak esensial. Berbagai pilihan menu spa mulai dari pijat dengan dua terapis pada saat yang sama, perawatan romantis untuk pasangan bulan madu, dan pengobatan Ayurveda. Salah satunya adalah Hot Stone Sensation massage, yaitu treatment pijat dengan bantuan batu-batu panas selama 80 menit. Panas dari batu yang ditempelkan pada titik-titik tertentu tubuh kita akan membantu mengendurkan otot-otot tubuh dan memiliki efek menenangkan emosi kita. Panas tersebut akan meresap jauh ke dalam otot untuk melepaskan ketegangan dan mengembalikan keseimbangan tubuh kita.


Maya Ubud Resort & Spa Rileks Di antara Pepohanan Rindang Sensasi spa berikutnya berada di atas bukit yang berbatasan dengan lembah sungai Petanu dan desa Bedulu dan Pejeng di sebelah timur, serta areal persawahan desa Peliatan di sebelah barat, tepatnya di Maya Ubud Resort & Spa. Saat masuk disini kita akan mendapati sebuah resor yang begitu asri. Bagaimana tidak, dari 10 hektar lahannya hanya 20% saja yang berupa bangunan. Selebihnya berupa lanskap dan taman. Kita bisa menikmati alam yang asri, arsitektur yang memanjakan mata, hembusan angin sepoi-sepoi dan gemericik sungai. Seakan kita berada di daerah pedalaman yang menyatu dengan alam. Menikmati sensasi pijatan Balinese Boreh di antara gemericik air sungai Petanu yang dikelilingi alam yang indah menjadi pengalaman luar biasa. Balinese Boreh yang terinspirasi dari terapi kesehatan tradisional Bali berupa campuran dari cengkeh dan kayu manis telah dikembangkan untuk detoksifikasi menjadikan badan terasa

hangat dan rileks. Atau bagi para wanita yang ingin mengekspresikan kecantikannya bisa mengambil perawatan Pevonia Tropical Rejuvenation, sebuah perawatan kecantikan wajah, kulit dan seluruh tubuh oleh tenaga profesional. Semua terapis mempunyai sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi COHESPA. Spa at Maya juga memenangkan berbagai penghargaan Internasional, antara lain “Best Luxury Resort Spa” Bali oleh The World Luxury Spa Awards pada April 2011. Pengalaman sensasi spa ini akan terasa lebih lengkap dengan bersantai sejenak di River Café. Sebuah tempat ideal untuk bersantai menikmati berbagai macam menu sehat yang terangkum dalam menu spa cusine sambil melihat indahnya aliran dan gemericik air sungai Petanu. Kita dapat menerapkan gaya hidup sehat selama berada di sini dengan memilih menu gluten free, spa cuisine atau vegetarian sesuai dengan tanda yang terdapat pada menu. Hmmm...so fresh...

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


THE YHI SPA Menyegarkan Seluruh Indra Aroma kamboja dan serai semerbak menembus udara mengiring senyum ramah seorang staf menyambut dengan handuk dingin dan secangkir ginger lemon tea begitu kita sampai di YHI Spa yang berada di Melia Bali, Nusa Dua-Bali. Ya, tawaran untuk meremajakan tubuh baik bagian dalam maupun luar membawa kita untuk mengayunkan langkah untuk menikmati sensasi luar biasa dari YHI Spa ini. Sensasi tersebut dimulai dari pijat refleksi di Garden Spa selama satu jam sambil menikmati pemandangan pantai Nusa Dua yang indah. Selesai refleksi kita bisa menikmati berbagai pilihan teh spa diantaranya Ginger Green Tea, Sencha, Herbal Energizer Tea dan beberapa pilihan lainnya untuk meningkatkan kesehatan kita. Di sini kita bisa menikmati pengalaman terapi yang menggabungkan pendekatan secara holistik untuk pengobatan yang dapat memurnikan tubuh, menyeimbangkan pikiran dan meningkatkan semangat jiwa. Dan yang terbaru dari YHI Spa adalah terapi perawatan peremajaan wajah dengan teknologi mutakhir untuk memperlambat proses penuaan. Salah satu yang terkenal dan patut di coba adalah Pijat Bali yang merupakan gabungan dari terapi ritual dan tradisi. Atau bisa juga mencoba pijat khas dari YHI yang merupakan gabungan beberapa teknik pijat dari Swedia, Thailand dan Lomi Lomi. Tentu akan menjadi pengalaman terapi yang mengesankan.

58

LIONMAG MARET 2012

Spa Uluwatu Sensasi DI TELUK JIMBARAN Menikmati sensasi pijatan tradisional Bali sambil memandang keindahan Teluk Jimbaran pasti menjadi pengalaman yang indah sekaligus menentramkan. Terasa begitu menyatu dengan unsur alam sehingga saat selesai pijat dan perawatan badan kembali bugar. Spa Uluwatu yang berada di Intercontinental Bali Resort mencoba memberikan layanan kesehatan dan kecantikan dengan sentuhan Asia modern. Terinpirasi dari filosofi dasar spa yaitu ‘kesehatan oleh air’ kita bisa menikmati salah satu dari paket spesial ‘sea of love’. Yaitu terapi spa selama empat jam mulai dari pijat relaksasi kaki, pijat tradisional Bali kemudian relaksasi di sebuah bale di luar ruang sambil menikmati keindahan alam sehingga terasa menyatu dengan alam. Setelah itu pijat kepala yang dilanjutkan dengan lulur seluruh bagian tubuh. Semua bahan yang digunakan dari bahan alami seperti garam laut, ganggang laut dan rumput laut. Ritual spa ini kita tutup dengan aromatherapy refreshing bath yang begitu menyegarkan sehingga tubuh kita kembali bugar.


Namaya Spa The Royal Beach Seminyak Bali Sensasi spa berikutnya adalah di Seminyak, tepatnya di Namaya Spa. Disini kita dapat menikmati perawatan tubuh yang dikemas menarik dengan sentuhan kemewahan tradisional dan kehangatan sentuhan budaya Bali. Selain itu, spa istimewa dalam ruanganruangan perawatan tertutup dan juga gazebo-gazebo yang terletak di tepi pantai akan menjadi sensasi yang tak mudah dilupakan. Salah satu keunggulan dari Namaya Spa yaitu pada pilihan minyak aromaterapi yang diramu khusus untuk memberikan sensasi yang berbeda dengan sentuhan khas dari daerahnya masingmasing. Diantaranya, Sumba Oil, racikan aroma kayu cendana, daun mint dan intisari bunga kenanga. Memberikan kelembaban dan menyehatkan kulit kering, serta aromanya dapat memberikan ketenangan. Java Oil, racikan resep perawatan pulau Jawa yang memadukan kehangatan jahe dan daun peppermint. Memberikan stimulasi di kulit sehingga melancarkan peredaran darah dan menormalkan tekanan darah. Bali Oil, paduan aroma kayu putih, daun adas, buah pala serta rumput vetiver. Maluku Oil, racikan daun serai dan intisari rumput vetiver. Kita juga bisa mencoba The Royal Bali, paket istimewa yang memadukan sembilan jenis perawatan tubuh yang akan memanjakan diri Anda selama empat jam. Suatu perawatan menyeluruh seperti yang dinikmati oleh keluarga kerajaan jaman dulu; mandi uap, Balinese massage, lulur tradisional, masker segar untuk seluruh badan dari ramuan buah alpukat dan madu, mandi susu dengan taburan kelopak bunga mawar yang mewah, perawatan wajah tradisional, serta kita dapat menikmati hangatnya teh herbal dan penganan ringan.

“Ladies Energizer� The Ritz-Carlton Spa, Mega Kuningan Sensasi spa berikut ini dipersembahkan khusus bagi para wanita modern dan eksekutif untuk mengembalikan energi di tengah kesibukan dengan menggunakan ramuan alami yang diracik khusus oleh The Ritz-Carlton Spa Jakarta, Mega Kuningan. Wanita modern saat ini mampu melakukan banyak pekerjaan pada saat yang bersamaan, mulai dari menjadi seorang pengusaha yang kuat, kreatif dan memiliki peran penting dalam bisnis. Para wanita ini harus mempertahankan keseimbangan tubuh dan pikiran sehat yang akan membantu konsentrasi untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari. Nah, di The Ritz-Carlton Spa ini para wanita dihantar menjauh dari kesibukan sejenak untuk beristirahat dan memanjakan diri di kamar perawatan yang mewah, termasuk dua villa spa untuk para pasangan. Perawatan total bagi para wanita yang menginginkan peremajaan tubuh secara menyeluruh, dimulai dari perawatan kaki, body polish yang menggunakan bedak tabur peppermint, kemudian pemijatan yang diikuti dengan dengan pilihan body mask atau body scrub yang dapat membuang zat-zat beracun dalam kulit. Dalam perawatan Ladies Energizer ini kita dapat merasakan kemewahan untuk bersantai dan menikmati manfaat kesehatan dan kecantikan sebagai wanita. Berbagai rangkaian perawatan di sini juga dirancang khusus seperti signature Mystique massage, pijat aromatik, facial, lulur dan beberapa perawatan lainnya untuk para wanita, eksekutif muda dan pasangan.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


Taman Sari Royal Heritage Spa Perawatan Tubuh Dan Kecantikan Ala Kerajaan Jawa

P

erjalanan menikmati sensasi spa berikutnya kita menuju ke Kota Gudeg, Yogyakarta. Kita akan mencoba perawatan tubuh dan kecantikan ala kerajaan Jawa di Taman Sari Royal Heritage Spa yang berada di lantai tiga Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Secara konsep spa ini menawarkan perawatan untuk pria dan wanita, dari remaja hingga dewasa yang ingin menikah, pasca menikah, mengantisipasi selulit, pencerahan kulit, hingga perawatan lengkap seperti “Enam Jam di Yogya� (The Ultimate Indulgence) dan semua perawatan-perawatan itu dikenal dengan nama Jawa, seperti Asmaragama Raras Pangantyan (pra-Pernikahan Treatment). Teknik pijatan dan produk berdasarkan resep tradisional dari Keraton Yogyakarta memang terasa beda. Tumpuan ibu jari dan telapak tangan pada saat memijat membuat tubuh lebih rileks. Tubuh terasa segar, kulit pun lebih bercahaya. Sedangkan resep produk untuk perawatan berasal dari herbal dan rempah-rempah yang telah digunakan selama beberapa generasi oleh kerajaan Jawa. Untuk mendapatkan manfaat secara keseluruhan, terapis perlu menerapkan produk terapi dengan teknik khusus di seluruh tubuh kita. Hasil akhirnya adalah sebuah relaksasi total pada tubuh dan perasaan yang menjadikan kulit halus dan aroma eksotis yang berasal dari rempah-rempah. Fasilitas spa di sini sangat lengkap mulai dari ruangan perawatan yang sangat pribadi, salon, kolam renang (in-door pool), sauna, jacuzzi dan fitness center. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang juga merupakan fasilitas hotel.

60

LIONMAG MARET 2012


DESTINATION JAKARTA

Pelukis Jalanan Di bawah bangunan tua sudut kota, di sinilah sebuah karya seni tercipta. Tangantangan terampil menari di atas kanvas menorehkan kuas mencoba berkreasi hingga pelanggan tersenyum puas. Teks & Foto : Ridwan

P

agi itu, tepat di pinggir Jalan Pintu Besar Selatan, Jakarta Barat, sebuah seni tercipta dari para pelukis jalanan yang bermarkas di bawah bangunan tua. Di tempat ini para seniman yang menamakan dirinya pelukis jalanan mencoba peruntungan. Lewat tangantangan terampil mereka, sudah ratusan lukisan tercipta. Karya lukis yang lahir dari sebuah pergumulan kehidupan. Tidak lahir di galeri maupun studio mewah, melainkan di sepanjang ‘emperan’ bangunan tua. Memang kawasan ini begitu padat dengan karamaian lalu lalang pejalan

kaki dan kendaraan. Namun kepadatan ini menjadi pemandangan yang indah bilamana kita melihat sepanjang pinggir jalan ini yang dihiasi oleh para pelukis jalanan memajang hasil karya mereka. Sepanjang trotoar ini seolah menjadi etalase terbuka dimana setiap orang bisa menikmatinya. Kawasan ini merupakan bangunan kuno yang menyimpan banyak cerita. Juga masih sering dikunjungi oleh wisatawan, baik asing maupun lokal. “Awalnya hanya coba-coba, kemudian mangkal di sini, dan akhirnya menjadi mata pencaharian,” Kata Filaey, yang memulai karirnya sebagai pelukis jalanan sejak tahun 1983-an. Kehadiran seniman jalanan ini sejak tahun 1980-an mereka sudah menjamur di kawasan ini. Tak sedikit orang yang minat untuk dilukis. Biasanya untuk kenangkenangan maupun hadiah bagi orang terdekat. Tidak jarang anak-anak SMA juga tertarik pada karya seni ini. Menurut Filaey,“pemesanan lukisan bisa berbagai bentuk dan gaya seperti karikatur, hitam putih dan sebagainya. Harganya pun tergantung dari jenis lukisan yang dipesan. Pemesan cukup memberikan contoh gambar serta konsep yang diinginkan, si pelukis akan mengeksplor konsep tersebut.” Dengan bermodalkan alat sederhana, selembar kertas putih dan kanvas, bubuk konte dan cat minyak, dapat menghasilkan sebuah karya seni yang bermilai

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


A D V E R T O R I A L

PERISTIWA HEROIK

SANGASANGA Dengan penuh keberanian, seorang pejuang berhasil merobek warna biru bendera Kolonial Belanda dan membiarkan bendera Merah Putih berkibar. Merdeka!

T

eriakan menggemuruh terjadi 65 tahun lalu di bumi Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara saat para pejuang mempertaruhkan darah dan nyawa untuk mempertahankan NKRI yang telah merdeka dari tangan penjajah. Sebuah peristiwa heroik terjadi saat Belanda hendak merebut kembali Sanga-Sanga paska kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Kala itu Belanda berhasil menguasai kota Sanga-Sanga yang terkenal dengan hasil minyak bumi yang melimpah. Dengan persenjataan yang sangat terbatas, para pejuang Sanga-Sanga tetap melakukan perlawanan. Secara diam-diam mereka menyusun strategi untuk mengadakan perlawanan.

62

LIONMAG MARET 2012

Strategi yang mereka lakukan adalah pada suatu malam menggelar acara hiburan rakyat yang dapat mengundang semua masyarakat berkumpul. Hal ini rupanya membuat tentara Kolonial Belanda terlena. Dan di tengah-tengah keramaian acara tersebut para pejuang membagikan berbagai macam persenjataan dan amunisi yang akan digunakan untuk mengadakan perlawanan pada dini harinya. Benar saja, tepat pada tanggal 27 Januari 1947, seorang pejuang, La Hasan berhasil merobek warna biru bendera Kolonial dan


1. Monumen Pertahanan Merah Putih Sangasanga 2. Bangunan bekas penjara kolonial Belanda 3. Tugu Pertahanan 4. Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak memimpin upacara parade Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke 65 5. Semangat generasi muda mengikuti napak tilas perjuangan Sangasanga 6. Bupati Kutai Kartanegara, Hj. Rita Widyasari berziarah ke Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah Sangasanga

5

3 6

membiarkan bendera Merah Putih berkibar. Peristiwa pendudukan merebut kembali kota Sanga-Sanga oleh para pejuang ini akhirnya setiap tahun diperingati sebagai Peristiwa Merah Putih 27 Januari. Keberanian para pejuang ini mampu menggoreskan sejarah perjuangan mempertahankan NKRI. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya!”, ungkap Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat membuka pidatonya sebagai Inspektur upacara parade Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke 65 di lapangan

Gelora Pantai Sanga-Sanga. Sebagai rasa hormat dan menghargai jasa para pahlawan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara selalu mengadakan upacara peringatan peristiwa tersebut setiap tanggal 27 Januari. Rangkaian peringatan Peristiwa Merah Putih ini meliputi: Napak Tilas sejauh 10 km, Kegiatan keagamaan (tahlilan), Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah SangaSanga, Upacara Parade, Ziarah ke TMP Wadah Batuah, Ramah tamah dengan Veteran, Pameran pembangunan dan kerakyatan yang dimeriahkan dengan

panggung hiburan. Semangat juang para pahlawan sangat menginspirasi masyarakat Sanga-Sanga hingga kini. Terlihat dari antusiasme para pemuda mengikuti napak tilas yang menempuh jarak 10 kilometer berjalan kaki untuk mengenang ­perjalanan heroik para pahlawan merebut kembali SangaSanga. Dalam perjalanan napak tilas tersebut mereka melewati beberapa tugu perjuangan yang menjadi titiktitik cerita sejarah melawan Kolonial Belanda. Sanga-Sanga yang merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


7 8

ini memang layak untuk dijadikan destinasi wisata sejarah. Beberapa titik yang menjadi cerita sejarah perjuangan tersebar di beberapa wilayah. Diantaranya Monumen Sanga-Sanga, terletak menghadap muara sungai. Di tempat inilah pertahanan pertama melawan tentara Kolonial Belanda yang datang dengan kapal-kapal perang. Titik sejarah lainnya, Batu Pertama Wedana RIS, Tugu Kerukunan, Tugu Dapur Umum, Tugu H.Muthalib, Tugu Bakaran, Tugu Pertahanan dan Penjara Sanga-Sanga.

64

LIONMAG MARET 2012

9

Di sini juga berdiri Museum Perjuangan Sanga-Sanga yang menampilkan riwayat perjuangan para pahlawan yang sudah mengorbankan darah dan nyawa. Di dalam museum ini terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan para penjajah, beberapa peralatan perang yang digunakan, berbagai informasi tentang nama pejuang, gedung dan peralatan yang disita dari penjajah dan foto-foto para tokoh dan pejuang Sanga-Sanga. Salah satu diorama menggambarkan dimana HM Sabran

7. Wakil Bupati Kutai Kartanegara, H M Ghufron Yusuf mengibarkan bendera start napak tilas. 8. Suasana pameran pembangunan yang dipadati pengunjung. 9. Bupati Kutai Kartanegara, Hj. Rita Widyasari meninjau salah satu stand pameran pembangunan

(Ayah dari HM Ardan, mantan Gubernur Kaltim) memimpin rapat mengatur siasat dengan para pejuang. Satu-satunya pejuang wanita yang hadir dalam rapat tersebut adalah Habibah, seorang tokoh pejuang wanita Sanga-Sanga.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


A D V E R T O R I A L

66

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


DESTINATION

KAWAH RATU

Jalan Panjang ke

Kawah Ratu

Trekking yang seharusnya mudah menjadi sulit, bahkan sampai tersesat beberapa jam. Ternyata memang harus diuji dulu sebelum bisa menghadap Sang Ratu. Teks & Foto: Teguh Sudarisman

W

aktu baru menunjuk pukul 3.45 dini hari saat saya, Boy, dan Raiyani, memasuki jalan setapak yang menuju titik awal pendakian. Udara sejuk dan langit cerah, meski saya tak lupa membawa jaket hujan untuk jaga-jaga. Kami hendak trekking ke Kawah Ratu (1.437 mdpl) di ‘pinggang’ Gunung Salak, di pinggir jalur pendakian menuju puncak. Kami tidak akan naik sampai Puncak Salak I (2.210 mdpl) apalagi Puncak Salak II (2.180) yang lebih jauh. Gunung Salak memang punya dua puncak.

68

LIONMAG MARET 2012

Ada beberapa jalur trekking ke Kawah Ratu: jalur CidahuCangkuang, Sukabumi; jalur Pasir Reungit (1.173 mdpl) dekat kompleks Gunung Salak Endah, yang kami lakukan sekarang; jalur Gunung Bunder, yang tak jauh dari sini. Kami sampai di pos pendakian Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, dan menjumpai sebuah papan peta sederhana jalur pendakian. Kawah Ratu ada di titik terdekat, lalu Puncak Salak I, dan Puncak Salak II. Kami lalu menemukan patok di pinggir jalan bertuliskan TN HM 86. Sepertinya, TN menunjukkan ‘Taman Nasional’, dan HM menunjukkan ‘Hektometer’ (100 meter). Menurut Boy, kami


akan mengikuti jalur trekking yang telah ditandai dengan patokpatok ini. Sebuah sungai kecil dengan air yang gemericik kami seberangi. Boy bilang, kami akan banyak menemui sungai-sungai kecil dan kadang aliran airnya melimpah ke jalur trekking, jadi dia menyarankan saya memakai sandal trekking yang all-weather, bukan sepatu gunung. Tapi saya tetap memakai sepatu gunung karena dia baru memberitahu sekarang, hahaha! Jalan mulai menanjak, dan saya yang paling belakang mulai tertinggal. Tapi tidak apa, karena saya membawa senter, sehingga Boy dan Rai mesti menghentikan langkahnya dulu supaya mereka bisa melihat jalur trekking yang dilalui. Boy membawa senter kecil, namun sepertinya lupa mengganti baterainya, sehingga cahayanya tak cukup menerangi jalur trekking yang masih gelap. Sampai di sebuah pertigaan, Boy meminta saya menyorot sebuah penunjuk jarak yang menempel di pohon yang tertutup daun-daun. Terlihat tulisan Kawah Ratu 1,3 Km, Cidahu 6,3

Km, Puncak I 8,8 Km. Saya lega, karena trekkingnya cuma 1,3 km. Dengan berjalan normal, paling 45 menit sampai. Tapi‌ mengapa Boy tadi di penginapan bilang trekkingnya 2-3 jam? Apa medannya berat? Saya tak banyak berpikir, karena harus mengejar Rai dan Boy yang sudah jauh lagi di depan. Meski gelap gulita, Rai sepertinya punya ‘mata harimau’, sehingga bisa menyusur jalur trekking tanpa kesulitan. Terlebih karena ia tidak membawa apa-apa. Tas kamera, air, dan bekal makanan semua dibawa Boy dalam dua backpack. Sementara saya membawa tas kamera, tripod, dan senter. Patok 85 kami lewati, dan jalan tanah yang becek serta sempit dan menanjak mulai kami lewati. Suara adzan subuh terdengar di kejauhan. Nomor patok yang kami lalui pun makin menurun, 84, 82, 81, 79‌. Tidak selalu urut, karena bisa saja kami tak melihatnya karena gelap. Saya tak tahu sampai patok nomor berapa kami akan berjalan. Apakah nomor 0? Apakah patok ini

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

69


dinomori dari Puncak I, atau dari Kawah Ratu? Kalau dari Kawah Ratu, berarti jarak treknya 8,6 kilometer dong, bukan 1,3 km seperti tertulis di penunjuk jalan tadi? “Kita tidak akan sampai patok 0, tapi mungkin patok 30-an saja,” kata Boy. Oke, berarti sekitar 5 sampai 5,5 km, bukan 1,3 km? Ah, sudahlah, saya tidak mau terlalu memikirkan jaraknya, yang penting jalan saja terus. Kami melewati sebuah lahan yang agak lega dan datar, sebuah camping ground. Ada dua tempat lapang yang cukup untuk 4-5 tenda, tapi tidak ada yang kemping di sini, karena di sebuah pohon ada papan larangan untuk kemping. Mungkin karena Kawah Ratu aktif mengeluarkan gas, kemping di sini dianggap tidak aman karena jaraknya cukup dekat. Kami terus menyusuri jalur trekking yang bersisian dengan sungai kecil, sehingga suara gemericik airnya terus menemani sepanjang kami jalan. Kadang-kadang jalurnya naik sekitar 5-10 derajat, diikuti jalur datar yang cukup membantu menenangkan nafas yang tersengal-sengal. Untung, karena membawa senter –sekarang senter Boy sudah mati– mereka tidak bisa bergerak jauh dari saya.

Antara ‘Potekan’ dan Korek Hari makin terang, dan kami menyeberangi sebuah sungai kecil, sampai ke sebuah tanah datar yang cukup untuk 1 tenda kemping, dengan sebatang pohon mati untuk duduk-duduk. Waktu sudah pukul 6 pagi dan kami dapat melihat sekeliling dengan jelas, hutan yang rapat dan gemericik air dari sungai kecil di kanan kami. Tidak ada patok penunjuk jarak di sini, dan Boy

70

LIONMAG MARET 2012

menerabas semak-semak, lalu menyeberang sungai itu diikuti Rai. Tapi Boy kemudian balik lagi. “Sepertinya bukan ini jalurnya.” Boy mencari-cari lagi jalur trekking yang benar, sementara saya dan Rai beristirahat di tempat kemping. Sepertinya Boy tidak menemukan. “Apa jalurnya sudah berubah ya? Saya cari-cari patok, tidak ada juga.” Menurut Boy, ia terakhir trekking melalui jalur ini tahun 2009, dan tidak menemui tempat seperti ini. Jadi, dengan kata lain, kami mulai tersesat? Dalam pikiran saya, seharusnya kami tidak tersesat, karena jalur trekking ini cukup populer. Pasti jalurnya telah dibuat dengan jelas. Hanya saja karena kami berjalan dalam gelap, bisa saja kami tak melihat semua patok. Tadi saya melihat patok 67, namun itu cukup jauh di belakang. Boy menerabas jalur di depan yang menaik. Namun setelah kami ikuti beberapa puluh langkah, jalur itu makin rapat oleh tanaman pakis dan pohon-pohon tinggi. Dia mencari-cari jalur lagi di sisi kiri. “Sepertinya jalur yang ini!” Saya dan Rai pun mengikutinya. Kali ini, menghindari tersesat lebih jauh lagi, setiap 10 meter saya mulai memotek (mematahkan) batang tanaman pakis, dan mengarahkan patahan itu ke arah yang saya tuju. Daun-daun pakis itu berpola mengerucut, cocok sekali sebagai alat darurat untuk menunjukkan arah. Kami menembus hutan yang rapat, lembab serta terus menanjak. Di depan sana terlihat garis punggungan gunung, dan di kanan kami, di atas pohon-pohon yang rapat, terlihat asap putih mengepul. Itu pasti Kawah Ratu, pikir saya. Tapi mengapa kami mengambil arah yang berbeda? Apakah mesti ke puncak gunung di depan kami agar bisa melihat jalur trekking di bawah? Bukankah kalau mau ke puncak Gunung Salak dari jalur trekking tadi harus melewati Kawah Ratu dulu? Boy punya keraguan yang sama. “Sebaiknya kita tidak meneruskan melalui jalur ini. Bisa-bisa nanti kita tidak bisa pulang.” Dan benar, untuk kembali ke tempat kemping saja kami beberapa kali tersesat. Untung, potekan-potekan ranting pakis itu bisa kami temukan, dan menolong kami kembali ke tempat awal kami. Daripada stres memikirkan mengapa kami bisa tersesat, Boy mengeluarkan bekal untuk membuat kopi dan memasak mi instan. Ia mengeluarkan kompor portabel, tertegun sejenak, lalu bertanya ke saya, “Mas, kamu bawa korek api?” Aaaahh! Ia pasti lupa membawa korek api! Aduuh! “Bukannya kamu merokok, Mas?” gantian saya bertanya. “Iya, tapi tadi korek saya habis dan waktu mau beli rokok, warungnya masih tutup.” Hahaha! Saya tak bisa menahan tawa, antara mangkel dan geli, karena kejadian ini mirip seperti sewaktu saya mendaki Gunung Sundoro di Temanggung, dua tahun lalu. Waktu itu pemandu saya, Adi, membawa korek api yang tinggal beberapa batang, tapi lupa membawa kompor. Akibatnya kami minum kopi pagi dengan cara yang unik: masukkan kopi ke dalam jerigen berisi air, tutup rapat. Kocok-kocok jerigen itu berulangkali agar kopi melarut. Jadilah kopi dingin. Hahaha!


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


Rai, yang mendengar cerita saya, lalu melakukan aksinya. Ia memasukkan coffee mix ke dalam botol air kemasan, tutup, lalu kocok-kocok. Jadilah coffee mix dingin. Sejarah kembali terulang.

Masih 3,6 Km Lagi? Tak terasa kami telah menghabiskan 2 jam di tempat kemping ini. Kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke patok yang kami temui sebelum tersesat dan mengecek jalur trekking dari patok itu. Baru berjalan pulang sekitar 20 meter dan menyeberangi sungai kecil, tanpa sengaja saya menengok ke belakang, dan astaga! Ada penunjuk jarak di atas pohon! Mengapa tadi Boy tidak melihatnya, padahal pohon ini kelihatan jelas di pinggir jalur trekking? Di penunjuk itu tertulis Kawah Ratu 3,6 Km, Cidahu 8,6 Km, Puncak Salak I 11,1 Km. Saya terhenyak. Masih 3,6 km lagi? Bukankah penunjuk jarak di awal pendakian menyebutkan 1,3 km? Mengapa kini jaraknya makin panjang? Padahal kami sudah menempuh separuh perjalanan. Tak jauh dari pohon ini, saya temukan juga patok nomor 62. Perlu waktu 35 menit agar kami sampai di area yang hutannya porak-poranda seperti habis diamuk badai. Batu-baru putih dan kuning kecoklatan bertebaran bersama batang-batang pohon yang roboh. Sebuah sungai kecil mengalir tenang dengan bebatuan dasarnya putih kelabu. Ini yang disebut Kawah Mati I, yang sudah tidak aktif lagi. Kami kemudian sampai di Kawah Mati II, yang kondisinya hampir sama, hanya ada genangan air, lumut, dan pokok-pokok kayu mati. Di dekat sini katanya ada Danau Sanghyang, tempat orang-orang mencari berkah. Tapi kami lewatkan saja karena ingin cepat-cepat sampai ke Kawah Ratu. Sekitar pukul 9.30 pagi, akhirnya kami sampai juga tempat yang cukup lapang dan dipenuhi kabut asap berwarna putih: Kawah Ratu! Hujan gerimis menyambut kami, dan asap mengepul tak henti-hentinya dari sekitar 10 sumber, mulai dari dekat kami berdiri, di lembah yang menuju sungai di depan bawah sana, hingga di bukit belakangnya. Luas area kawah ini kira-kira 100x100 meter. Asap membubung tinggi hingga menyelimuti hutan dan puncak gunung di atas kawah. Kalau saya mendaki sampai Puncak Salak I pun percuma, karena pasti pemandangan putih semua tertutup kabut asap. Ternyata, patok di area ini bernomor 49. Jika patok di awal trekking tadi 85, dikurangi 49 ini, berarti kami menjalani 36 patok alias 36 Hektometer, alias 3,6 kilometer. Hmm, jangan-jangan… dua penunjuk jarak yang tadi kami temui dipasang tertukar? (Catatan: Beberapa hari kemudian, setelah hitung sana-sini dan melihat foto kedua penunjuk jarak, ternyata benar, keduanya dipasang tertukar. Yang “Kawah Ratu 3,6 Km” seharusnya dipasang di patok 85, dan yang “Kawah Ratu 1,3 Km” seharusnya dipasang di patok 62. Sungguh menyedihkan, tidak ada yang tahu tentang kesalahan ini, termasuk si pemasang!). Di area kawah yang lebih tinggi ternyata ada 3 mahasiswa pecinta alam Universitas Mercu Buana Jakarta yang lebih dulu sampai. Mereka, Adit, Rudi dan Fajar, berangkat dari titik awal

72

LIONMAG MARET 2012

yang sama pukul 7, sampai di sini pukul 9, alias 2 jam. Kami, berangkat pukul 3.45, sampai di sini pukul 9.30, alias 5 jam 45 menit! Untung mereka bawa korek api, jadi Boy bisa memasak mie instan dan membuat kopi. Sebuah aliran air kecil keluar dari celah salah satu sumber asap, airnya hangat dan asam. Maklum, air itu melalui batuan kapur dan belerang. Air itu terus menuju lembah, menyatu dengan aliran Sungai Cikaluwung. Sungai yang bersumber di puncak Gunung Salak ini membelah kawah dari kiri ke kanan, dengan sisi depan berupa dataran berbatu-batu, di belakang sana bukit-bukit vertikal dengan asap putih yang lebih tebal. Uniknya, air sungai ini dingin dan tawar, tidak bercampur belerang. Cuaca makin mendung, dan kami memutuskan untuk pulang. Pukul 12.10, kami dan tiga teman baru itu pun kembali menyusuri jalur trekking. Saya berjalan tertatih-tatih karena jari-jari kaki mulai sakit akibat menahan berat badan agar tidak terpeleset di jalur trek yang kini becek dan licin tersiram hujan. Dan akhirnya, sampai juga saya ke kantor pintu masuk Taman Nasional, setelah menempuh trekking balik selama 3 jam! Tidak saya temukan penjaga di sini. Eh, di jendela kaca kantor itu ada peta kecil jalur trekking ke Kawah Ratu dan Gunung Salak I dan II. Ternyata, kalau tadi kami terus saja mendaki saat tersesat, kami akan sampai ke Gunung Sumbul (1.926 mdpl), gunung ‘sadel’ antara puncak Salak I dan II. Dan ternyata lagi, penomoran yang menurun pada patok-patok itu tidak ke arah puncak Salak I atau II, melainkan ke titik awal pendakian dari rute Cidahu-Cangkuang. Terima kasih Tuhan, saya mendapat banyak pelajaran hari ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


74

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


CULINARY

Sop Buntut

Juara Dunia

Di Indonesia, sop buntut adalah salah satu comfort food yang populer. Item sop buntut banyak hadir di daftar menu restoran di seluruh Indonesia. Mirip nasi goreng, bila seseorang sedang “mati gaya� di restoran, pastilah yang dipesan adalah sop buntut. Teks: Bondan Winarno | Foto: Ristiyono

76

LIONMAG MARET 2012


S

op buntut bukan sekadar sop sebagai hidangan pembuka, melainkan complete meal karena selalu disajikan dalam porsi besar, dan disertai seporsi nasi. Hidangan ini juga cocok sebagai sajian segala cuaca. Dari dulu saya selalu menganggap bahwa sop buntut adalah sebuah kreasi masakan peranakan Belanda-Indonesia. Para nyonya Belanda di masa kolonial dulu paling jago memasak sop yang lezat untuk meredam cuaca tropis di negeri ini. Jejaknya masih dapat kita temukan di berbagai manifestasi kuliner kita, antara lain sop senerek (snertensoep) di Magelang. Logika bahwa sop buntut kemungkinan dilahirkan di dapur nyonya-nyonya Belanda di masa lalu adalah penggunaan bumbu-bumbu yang khas – seperti pala – untuk menciptakan aroma dan citarasa yang pas; serta penggunaan sayur mayur pengisi, seperti: kentang, wortel, buncis, dan kembang kol. Salah satu sop buntut favorit saya di Jakarta disajikan di sebuah warung kecil di Jalan Menteng Kecil, sebelah Timur Laut Masjid Cut Meutia. Dulunya warung ini berjualan nasi padang. Tetapi, karena sop buntutnya lebih populer, maka warung ini pun kemudian banting setir dan fokus hanya berjualan sop buntut. Kuah sopnya sangat gurih dan segar, sedangkan daging buntutnya lembut dan empuk. Warna kemerahan daging itu membuat saya sempat curiga bahwa pemasakannya menggunakan sendawa atau saltpeter. Konon, warung ini merupakan cikal bakal popularitas sop buntut Hotel Borobudur. Gara-garanya adalah para karyawan Agung

Concern – tidak jauh dari warung ini – yang menggandrungi sop buntut ini. Saking enaknya, Nyonya Panggabean, pemilik Agung Concern, membawa beberapa porsi sop buntut untuk disajikan di coffee shop-nya Hotel Borobudur. Ternyata, sop buntut Menteng Kecil ini pun langsung populer di Hotel Borobudur. Akhirnya, chef di Hotel Borobudur pun meniru resepnya dan menyajikan sop buntut sebagai menu andalan yang populer. Di Bogor juga ada warung sop buntut kenamaan yang dikenal dengan nama Ma’ Emun. Sang Nenek sudah meninggal, dan usaha sop buntutnya kini diteruskan oleh anak dan cucunya. Langganan saya di Bogor sekarang adalah Mang Endang, cucu lelaki Ma’ Emun, dengan warung yang berlokasi di Jalan Sudirman, dekat Air Mancur – jalanan menuju pabrik Good Year. Buntutnya sangat empuk, sampai diikat dengan tali bambu agar tidak hancur di panci. Tetapi, sop buntut yang bikin merem-melek dan saya anggap juara dunia adalah sajian RM Dahapati yang letaknya berseberangan dengan pompa bensin (SPBU) Jalan Cipaganti, Bandung. Rumah makan ini mengambil tempat di bagian depan sebuah rumah bekas villa pengungsian pangeran Thailand pada tahun 1930-an. Resep sopnya pun diwarisi dari keluarga Pangeran Thailand ini. Kuah sopnya sungguh sangat “Belanda”, dengan hint citarasa pala dan tingkat kepekatan kaldu yang membuat lidah menari. Daging buntutnya pun dimasak dengan ketepatan yang mengagumkan. Lain kali, bila Lion Air menerbangkan Anda ke Bandung, hukumnya wajib ‘ain untuk singgah ke RM Dahapati. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


gadget

KOMPAK KAMERA

ringan dan handal abadikan perjalanan Mendengar kata kamera kompak, mungkin terbayang kamera pocket sederhana. Sekarang ini kamera kompak sudah tidak sesederhana yang kita bayangkan. Beberapa produsen malah membuat kamera kompak berkualitas tinggi hingga mendekati kamera pro high end. Yang menjadi ‘kelebihan’ yang sulit dikalahkan oleh kamer DSLR adalah kamera kompak ini bisa lebih cepat siap memotret objek dan ringan untuk dibawa kemana-mana. Sangat praktis untuk street photography. Berikut beberapa jenis kamera kompak yang kerap digunakan banyak orang. Fuji FinePix X100 Kamera kompak dengan desain body yang klasik namun fitur-fiturnya modern. Diantaranya hybrid viewfinder, gabungan optical viewfinder yang biasa pada kamera tipe rangefinder klasik dan sistem electronic viewfinder. Lensa F2 fixed focal berukuran 23mm, CMOS custom , ISO 200 – 6400, menggunakan prosesor EXR, dan fungsi Motion Panorama. Kamera ini juga memiliki kemampuan untuk merekam video HD. Pengguna dapat merekam video dengan pilihan mode aperture-priority AE dan menghasilkan video dengan background objek yang agak buram dan tidak fokus.

SONY NEX-7 Kamera hybrid terbaru dari Sony ini sudah dilengkapi dengan fitur lebih baik. Type ini adala pengembangan dari type Nex 3 dan Nex 5. Menggunakan sensor APS HD CMOS dengan resolusi 24.3 megapixel. Kamera ini memiliki shutter speed tercepat di kelasnya, yakni 20 milidetik. NEX-7 juga merupakan kamera kompak pertama di dunia yang dilengkapi XGA OLED 2,359K dot TruFinder untuk framing dan focusing yang akurat. Selain itu, mampu menangkap video kualitas HD dengan ISO 100-16000. Kehadiran LCD Xtra sebesar 3 inci yang mampu dimiringkan hingga posisi 90 derajat ke atas, atau 45 derajat ke bawah tentu mempermudah dalam pengambilan gambar.

CANON POWERSHOT G1 X Canon kembali memperkenalkan PowerShot G1 X, kelihatannya masih mirip G-series, tapi kamera ini sudah dilengkapi dengan sensor yang lebih besar, 18,7 x 14mm, yang berarti 20% lebih kecil dari sensor yang umumnya digunakan DSLR Canon. Dilengkapi dengan layar 3.0 inci dan LCD yang memungkinkan untuk dibuka dan diputar sangat membantu pada pengambilan yang sulit. Dengan lensa 28112mm, 4x zoom dan kontrol manual yang lengkap. G1x adalah kamera untuk fotografer yang sudah memiliki DSLR high end seperti 5D Mark II atau 7D.

Lumix DMC-GX1 Lumix DMC-GX1 type terbaru kamera kompak premium Panasonic. Kamera ini memiliki FourThirds berukuran 16-megapixel Live MOS sensor, built-in pop-up flash dan layar LCD sentuh selebar 3 inci. Untuk video, DMC-GX1 juga menawarkan full HD 1920 x 1080 pada 60i (NTSC) / 50i (PAL) dalam format AVCHD dengan suara stereo dan fokus otomatis serta dapat mengunci subjek. GX1 Panasonic tersedia dalam dua pilihan warna, Grey Gunmetal dan Black Raven.

78

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


GALLERY Kombinasi Skuter dan Ransel Wujudkan GigPack Sebuah inovasi kembali tercipta pada sebuah ransel yang dikombinasikan menjadi skuter untuk penggunaan sehari-hari, inovasi tersebut diwujudkan dalam Gigpack, yang mana dirangkai sedemikian rupa untuk digunakan saat akan berpergian dan dapat juga digunakan sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan. Ransel ini didesain dengan perpaduan antara perangkat aluminium serta ransel yang berbahan nilon sehingga tampak kokoh ketika dioperasikan. Bagian skuternya berada dibagian luar dan mampu dilipat serta ada yang sistem mengikat kuat. GigPack ini dapat digunakan hingga menopang bobot 90 kg dilengkapi dengan roda karet yang besar dan tahan kuat dalam menopang beban.

Foldable Bike Helm Lipat Saat berkendara sepeda motor, helm merupakan salah satu aksesoris pelindung kepala, namun fungsi helm bukan hanya ditujukan bagi pengendara motor saja, tetapi helm juga bisa berfungsi untuk melindungi kepala saat Anda bersepeda. Memang sudah banyak tersedia pelindung kepala atau helm yang dikhususkan bagi pengendara sepeda. Seperti helm untuk pengendara sepeda yang satu ini, dengan desain yang praktis dan menarik. Foldable Bike Helmet merupakan helm bagi anda yang menyukai kegiatan bersepeda, helm inovatif ini juga dapat dilipat sedemikian rupa, sehingga praktis untuk dibawa kemana saja. Bisa pula disimpan dalam tas.

I’m Watch Jam Tangan Dengan OS Android Sebuah teknologi dirancang pada sebuah perangkat, yang mana mengkombinasikan seluruh fitur ponsel smartphone menjadi sebuah jam tangan berkelas yang dapat digunakan di pergelangan tangan, dilengkapi dengan koneksi Bluetooth, melakukan panggilan, cek email, serta fitur hebat lainnya hadir diperangkat pintar ini. Perangkat jam tangan pintar ini dirancang dengan pilihan warna yang berkelas serta silikon berkualitas, i’m Watch menggunakan OS Android 1.6.

80

LIONMAG MARET 2012


SpareOne Ponsel Dengan Ketahanan Baterai Hingga 15 Tahun Kekhawatiran terhadap sebuah ponsel pada umumnya adalah masalah baterai, yang mana baterai merupakan bagian yang paling penting agar komunikasi bisa terus berjalan lancar. Dalam hal ini telah diwujudkan oleh sebuah produk inovatif yaitu SpareOne ponsel yang memiliki daya tahan baterai hingga 15 tahun. SpareOne dirancang khusus dengan dual GSM untuk situasi darurat atau khusus. Jika digunakan dengan waktu bicara nonstop hanya bertahan hingga 10 jam yang memiliki karakter sama baterai AA Energizer Ultimate Lithium L91. Sangat cocok untuk penggunaan outdoor saat melakukan perjalanan panjang.

Dua Walkman Player

E Series dari Sony Sony kenalkan dua walkman player seri terbaru yaitu E-Series. Dua walkman player terbaru ini merupakan paling tipis dan ringan dari pendahulunya yang memiliki warna cerah dan memikat, juga dilengkapi dengan layar LCD 1.4 inci dengan desain yang elegan. NW E060 dan NW E063 ini dapat memutar musik hingga 30 jam non stop dalam keadaan tenaga yang terisi penuh, dari kedua walkman player ini memliki perbedaan dalam asupan memorinya, yakni pada NW E060 memiliki built in memori 2 GB sementara NW E063 4 GB.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


Pusat pengobatan tradisional dan klinik spesialis pria dan wanita

Fu Shou Tang Pusat Pengobatan Gabungan Metode Timur & Barat Spesialis Penyakit Pria dan Wanita Untuk mengatasi keluhan masyarakat luas mengenai penyakit pria dan wanita yang pengobatannya lama tetapi tidak sembuh, saat ini telah resmi dibuka Pusat Pengobatan Gabungan Metode Timur dan Barat Spesialis Penyakit Pria dan Wanita yang pertama di Indonesia , dengan bergabungnya beberapa ahli berpengalaman dari China, menggunakan perlengkapan dan teknologi kedokteran berstandar internasional yang terkini, membantu anda mengatasi berbagai macam gangguan penyakit.

Tempat terbaik mengobati penyakit

EJAKULASI DINI, KELENJAR PROSTAT DAN MASALAH BAU BADAN Dalam mengobati penyakit pria dan wanita, Kami paling Profesional! Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Pria: Satu kali pengobatan langsung mengatasi ejakulasi dini sampai ke akarnya, kulit alat vital terlalu panjang, operasi plastik alat vital versi Korea, pembesaran alat vital, pembesaran prostat(hypertrophy prostat), radang prostat, sering buang air kecil dan buang air kecil tidak tertahan, saluran kencing menetes cairan putih, tidak ada tenaga untuk buang air kecil, kesulitan buang air kecil, infeksi mikroba Mycoplasma dan Chlamydia, penyakit Mangga(Gonorrhea), Herpes, Condyloma(Kutil), Syphilis, gangguan fungsi seksualitas dan Penyakit Menular Seks(PMS) lainnya.

Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Wanita: Hanya dengan satu kali tindakan penanganan mengatasi penyakit Cervical Erosion(pengikisan leher rahim), tumbuh daging pada leher rahim, dan kista leher rahim, perbaikan selaput dara, mengecilkan organ intim, memperindah bibir dalam organ intim. Mengobati keputihan yang berlebihan, keputihan bercampur darah, dan berbau; peradangan organ intim seperti:terasa terbakar, pedih, gatal, bengkak, merah, dan tumbuh daging; gangguan menstruasi seperti: haid tidak teratur/terlambat haid, terasa menyiksa dan sakit yang luar biasa waktu haid, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan organ intim di luar masa haid, penurunan libido, radang panggul, appendagitis(memasang dan melepas spiral), kemandulan menahun,kista ovarium(indung telur), myoma, kista dan benjolan berisi nanah pada vestibular gland, dan penyakit kelamin seperti:syphilis, gonorrhea, condyloma acuminatum(kutil), dan herpes.

Informasi selengkapnya: Mangga Dua Square Jl.Gunung Sahari Raya No.1, Road Level 2A,2B,2C,3 Jakarta Utara Telp: 1. Untuk Informasi PENGOBATAN TRADISIONAL: (021)6231 3520 2. Untuk Informasi PENGOBATAN BARAT/MEDIS: (021)6231 8500 Fax:(021)6231 3519 | welaskasihsehat@gmail.com www.welaskasihsehat.com | www.dokterurologi.co | www.dokterkandungan.co | www.sinshe.co | www.doktertulang.co

Buka setiap hari, Hari Minggu & Libur TETAP BUKA Jam Praktek : 09.30-13.00WIB, Siang 14.00-18.00WIB, Istirahat : Jam 13.00-14.00WIB 82

LIONMAG MARET 2012


Pusat pengobatan tradisional dan klinik spesialis pria dan wanita

Spesialis TCM Sinshe Senior Han Jian Fang. dilahirkan dalam keluarga yang berprofesi di bidang pengobatan tradisional sehingga dari usia muda sudah belajar tentang pengobatan tradisional. Beliau lulusan Universitas Pengobatan Tradisional Beijing China pada tahun 1964, pernah berguru kepada “Shi Jin Mo” yang merupakan salah satu dari 4 sinshe terkenal di Bei Jing. Dengan penelitian klinis selama 40 tahun berhasil menyimpulkan “Cara menguatkan dan menormalkan fungsi ginjal sebagai patokan utama untuk mengobati penyakit diabetes, stroke, lever, ginjal dan memadukan obat-obatan herbal dan akupuntur, dengan cara melakukan pengobatan dari dalam dan pengobatan dari luar, serta mengutamakan penyembuhan sampai ke akar penyakitnya. Dengan pengalaman praktek selama 40 tahun lebih menjadikan beliau memiliki sistem pemikiran dan teori ilmu tersendiri. Menggunakan obat minum dan rendam dari herbal serta akupuntur untuk mengobati penyakit yang sering ditemui yang hasilnya sangat efektif. Mempunyai keahlian khusus dalam mengobati penyakit diabetes yang menyebabkan luka (borok), pembengkakan, nyeri, kesemutan pada kaki, fungsi ginjal menurun (gagal ginjal), ureum dan kreatinin tidak normal

Sinshe Spesialis tulang dan nyeri Prof Dr Zhang Wei Hua, ­ lulusan Universitas ­Pengobatan Tradisional ­Beijing China, merupakan murid terbaik penemu metode pengobatan spesial “Zhen Dao”(Acuphotomology) dan pernah belajar di ­Universitas Pe­ngobatan Jordan. Dalam mena­ ngani penyakit tulang, nyeri(pegal) dan saraf, Beliau ­mempunyai ­pandangan tersendiri dan cara pengobatan yang baru dan ajaib.Khusus mengobati pusing yang disebabkan oleh sakit leher yang ­membandel, sakit kepala, leher, pundak, tangan, punggung, pinggang, dan pinggul, tangan ­kesemutan, ­bantalan tulang pinggang keluar(LDP), saraf kejepit, pengapuran, tulang keropos, radang sendi lutut, pembengkakan dan sakit pada kaki, ber­bagai jenis penyakit saraf, kesemutan(baal), mengobati sakit bahu dan pinggang pada remaja yang disebabkan oleh tulang punggung miring atau tidak lurus. Pasien yang belum mendapat hasil dari akupuntur dan Tui Na , Silakan datang ke klinik kami untuk mendapatkan hasil ­pengobatan yang terbaik.

. Juga ahli dalam mengobati alergi pada hidung, radang tenggorokan akut dan kronis, bronkitis, radang paru-paru, berbagai macam penyakit lambung, radang usus besar, fungsi ginjal menurun(gagal ginjal), dan ginjal bocor yang diakibatkan dari gangguan organ ginjal, linu/ngilu pada pinggang yang disebabkan dari lemah ginjal, batu ginjal, batu saluran kencing, penyakit lever (hepatitis) dan empedu, SGOT dan SGPT tinggi, pembengkakan di perut yang diakibatkan dari pengerasan lever, fatty lever (lemak hati), radang kandung empedu, rasa pusing, sakit kepala, insomnia / susah tidur, jantung berdebar yang disebabkan oleh kolesterol, trigliserida, hypertensi (darah tinggi), dan gula darah tinggi serta penyakit pembuluh darah jantung dan otak yang disebabkan dari kekurangan darah pada jantung, jantung koroner, kekurangan suplai darah ke otak, stroke dan pasca stroke.Menggunakan metode akupuntur dan obat kompres pada 6 titik akupuntur untuk mengobati penyakit reumatik, imunitas tubuh menurun, maag, sakit kepala, insomnia (susah tidur) , radang hidung, asma dan sistem pernafasan. Penyakit anak-anak yang sering ditemui, penyakit menstruasi, pendarahan akibat ketidaknormalan fungsi rahim, gejala menopause pada wanita, penyakit kelenjar payudara, flek pada muka serta gatalgatal pada kulit yang semua pengobatannya mempunyai khasiat yang sangat bagus. Untuk penderita tumor digunakan cara pengobatan dengan” Memperkuat daya tahan tubuh dan Menghilangkan faktor perusak” untuk memperpanjang usianya.

Testimoni Pasien PENYAKIT PRIA Saya Nuryasin umur 35 tahun, memiliki keluhan ejakulasi dini selama 5 tahun. Kemudian saya berobat di Klinik Welas Kasih Sehat/Fu Shou Tang di Mangga 2 Square, lantas ejakulasi dini yang saya alami akhirnya hilang. Saat itu kata dokter, keluhan saya ini harus ditangani dengan operasi sayatan kecil syaraf-syaraf alat vital yang supersensitif agar dimatikan sebagian. Setelah dioperasi, hasilnya benar-benar diluar dugaan. Hubungan seks yang biasa saya lakukan dengan istri berlangsung cepat, sekarang bisa bertahan lama. Di klinik ini juga melayani operasi pembesaran alat vital, demi dicintai istri saya turut mencobanya, dan hasilnya benar-benar memuaskan. Terima kasih Klinik Welas Kasih Sehat yang telah mengembalikan rasa percaya diri saya. No HP Saya : 081585926928. Testimoni Pasien sinshe Zhang Wei Hua Saya Nina umur 36tahun, saya telah berobat di Fu Shou Tang( Welas Kasih Sehat) dengan metode Zhen Dao( Acuphotomology), Chiropraktik, dan minum ramuan. Sakit di leher, tulang belakang dan pinggang saya sudah ada 10 tahun lebih, dikarenakan pekerjaan kantor saya yang kebanyakan duduk dan pakai komputer. Setelah diobati 3 kali dengan jarak seminggu sekali, keluhan saya hilang semua dan tidak pernah kambuh lagi… Saya sudah referensi banyak teman-teman ke situ dan hasilnya pada memuaskan. Terima Kasih Fu Shou Tang! No. HP saya : 08568326111.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


PEMENANG

LOMBA FOTO WISATA LIONMAG Periode 1, Januari - Februari 2012 Lomba Foto Dua bulanan Lionmag pada periode pertama ini dengan foto Wisata dengan batas penerimaan 20 Februari 2012 telah selesai. Dalam periode pertama ini terkumpul 221 pengirim dengan lebih dari 800 karya foto yang masuk. Setelah melalui proses seleksi dan penjurian yang dilakukan oleh tim Lionmag dan Paul I.Zacharia maka ditetapkan pemenangnya adalah:

HARAPAN

Michael Aleng - Papua

Bintang Laut Pantai Biak Lokasi : Pantai Ampubukor, Biak Barat - Papua

PEMENANG

Tan Nono Rahardian - Jakarta

MENGANTAR SESAJI Lokasi: BaliÂ

84

LIONMAG MARET 2012


HARAPAN

Timbul Manurung - Jakarta/Jogjakarta

Sunrise Candi Borobudur Lokasi : Punthuk Setumbuh, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

C

M

Y

CM

MY

CY

CMY

K

HARAPAN

Mario Susilo - Jakarta

Singapura di Waktu Malam Lokasi: Singapura Cipinang Indah II. Jl. Nuri Blok EE no.6. Jakarta Timur 13430

Lomba foto periode kedua bulan Maret-April mengangkat tema “Senyum Anak Indonesia”. Batas akhir pengiriman foto pada 20 April 2012 dan setiap peserta dibatasi maksimal mengirimkan karyanya sebanyak 3 foto. Penulisan nama file sebagai berikut: namapeserta_judul foto_no telp/HP peserta.jpg Co: ahmad riyanto_tari topeng_0215736773.jpg

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

85


POSTCARD

Danau Sentani, Papua

SENTANI FLY BOYS Foto ini saya ambil saat menunggu momen pembukaan Festival Danau Sentani Juni 2011 yang lalu, “Love, Peace, and Harmony “ atau “Kasih, Damai, dan Rukun” tema yang diangkat pada pelaksanaan FDS 2011 saya ekspresikan pada momen ini, menggambarkan suasana keceriaan anakanak penduduk lokal di sekitar Danau Sentani. Kedamaian pun sangat terasa saat saya merekam tingkah mereka yang penuh canda tawa kebersamaan. Ya masa kecil memang begitu indah, tanpa beban dan sepertinya tidak ada lelahnya mereka bermain bersama. Sesekali kami bersenda gurau... “pace, foto kitong lagi kaa...” (pak, foto kita lagi dong), teriak mereka serempak, seperti anak-anak pada umumnya mereka sangat welcome kepada siapapun. “Semuanya bekerja dengan semangat gotong royong, satu utuh ceria berkarya menuju kejayaan atau helem foi... kenambai umbai,” mengutip perkataan dari Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae. Semoga pesan tersebut tersampaikan melalui gambar ini dan semoga berkenan. Ghani Novianto KARYAWAN BUMN

86

LIONMAG MARET 2012


Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

87


Kabupaten Limboto, Gorontalo

INDONESIAN EIFFEL Nama menara ini adalah Menara Keagungan Limboto. Menara ini tepat berada di jantung kota Kabupaten Limboto, kota kecil berjarak 20 km dari ibukota provinsi Gorontalo. Menara ini tepat berada diatas perempatan jalan, sehingga kendaraan dapat lalu lalang dibawahnya. Bila malam tiba, lampulampu akan menyala terang menyerupai menara Eiffel yang ada di perancis.

RUDY HARSO KARYAWAN BUMN

Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia

Kinabalu, gagah di pagi hari Foto diambil ketika perjalanan turun dari puncak, sekitar jam 7 pagi hari. Dini harinya, saya dan beberapa kelompok pendaki memulai perjalanan summit-attack dari Laban Rata Resthouse, sekitar 2,5 km dari puncak, ini adalah perjalanan mendaki tebing-tebing batu dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Total 4 jam biasa dihabiskan di trek ini. Ditambah lagi 7 jam untuk trek sepanjang 6 km dari pintu masuk bawah ke Laban Rata yang biasanya dilakukan sehari sebelumnya. Saya bersyukur termasuk orang yang bisa menyaksikan sunrise di puncak Kinabalu pada waktu itu. Sungguh pengalaman yang membuat kita merasa kecil, terhadap gunung, apalagi terhadap Sang Pencipta. Alfin Mahfuz Daulay KARYAWAN SWASTA

88

LIONMAG MARET 2012

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com


S P E C I A L

A D V E R T O R I A L

KLINIK KESEHATAN TRADISIONAL

MAHARDHIKA ACUPUNCTURE - ACUPRESSURE - PHYTOTHERAPHY - MOXIBUSTION

Drs. I. Yongky Sugiarto, Apt., Acp. Apoteker & Ahli pengobatan Tradisional.

Membantu anda untuk menGATASI MASALAH-MASALAH BERIKUT: TINGGI BADAN | RAMBUT RONTOK | EJAKULASI DINI | DISFUNGSI EREKSI | SULIT MEMPEROLEH KETURUNAN

BERPENGALAMAN LEBIH DARI 17 TAHUN MENINGGIKAN BADAN

IXANTHINTM - treatment by Mahardhika

Memiliki postur tubuh yang tinggi ideal merupakan impian setiap orang. Dalam bidang karier dan pekerjaan, orang yang memiliki postur tinggi ideal memiliki lebih banyak pilihan profesi , karena saat ini beberapa macam pekerjaan dan karier menggunakan tinggi badan minimum. Ini menunjukkan bahwa memiliki tinggi badan ideal adalah penting bagi anda. Selain penting dalam menunjang karier dan pergaulan sehari-hari, bagi kaum pria memiliki postur badan tinggi ideal juga sangat menunjang penampilan, karena akan terlihat lebih gagah, lebih dewasa dan lebih berwibawa. Pada umumnya, masa pertumbuhan manusia terjadi sebelum melewati usia 21 tahun. Pada usia sebelum 21 tahun tersebut, pertumbuhan tinggi badan terjadi secara alami yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, antara lain adalah faktor keturunan, faktor asupan nutrisi harian, faktor aktifitas olahraga, dan beberapa faktor penting lainnya.

Rambut adalah mahkota bagi setiap insan dan memberi kontribusi lain terhadap penampilan anda. Jika rambut anda indah dan terawat rapi maka anda akan merasa lebih nyaman baik bagi wanita maupun para pria, tetapi jika anda mengalami sesuatu pada rambut, misalnya kerontokan, pecah, patah-patah, kusam, dan lain-lain, akan membuat anda cemas terhadap penampilan anda.

Di Klinik Mahardhika, kami dapat membantu Anda untuk mewujudkan keinginan untuk memiliki tinggi badan ideal dengan cara yang aman dan terjamin (MAKSIMAL 21 THN). Obat yang kami gunakan diformulasi oleh Apoteker yang sekaligus merupakan Ahli pengobatan tradisional. KAMI SIAP MEMBANTU ANDA! VIBELECTRIC METHOD + INFRA RED & HERBATERAPI (DILENGKAPI DENGAN AKUPUNKTUR)

Dengan teknik akupunKtur yang dilakukan SATU KALI di klinik kami, dapat mengurangi rambut rontok Anda. Selanjutnya Anda hanya perlu melakukan perawatan dengan HAIR TONIC herbal sendiri di rumah. Selain itu kami juga dapat membantu untuk menyuburkan kumis, cambang, jenggot, bulu dada, dan lainnya. KAMI JUGA DAPAT MEMBANTU ANDA YANG BERUSAHA

: EJAKULASI DINI, DISFUNGSI EREKSI, & SULIT MEMPEROLEH KETURUNAN

MENGATASI

“ Sebelumnya saya sulit hamil, setelah mengikuti terapi di Klinik MAHARDHIKA oleh Pak Yongky, saya akhirnya mendapat kehamilan. Saat ini (saat iklan ini mulai dicetak), anak saya sudah berusia 3 bulan. Puji Syukur kepada Tuhan, Amin.� - Indah Novitasari -

KLINIK KESEHATAN TRADISIONAL MAHARDHIKA Merupakan sebuah klinik kesehatan tradisional dengan ahli pengobatan tradisional yang berpengalaman lebih dari 17 tahun mengatasi masalah seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, sulit memperoleh keturunan, meninggikan badan, menyuburkan rambut, dan lainnya. Dengan cara yang aman tanpa menggunakan obat kimia.

BINTARO JAYA SEKTOR 3A - Jl. MANDAR XV BLOK DE 6 NO 32 TANGERANG SELATAN (dekat Jakarta Selatan)

T. +62 21 7357639 | 73883519 www.klinikmahardhika.com INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

89


TIPS

Mengendalikan

Kolesterol

K

olesterol merupakan zat lemak yang sangat penting dalam pembentukan dinding sel pada tubuh manusia dan hewan. Kolesterol juga ditemukan beredar dalam sirkulasi darah manusia. Kolesterol yang terdapat dalam tubuh manusia berasal dari dua sumber utama yaitu dari makanan yang dikonsumsi dan pembentukan oleh hati. Kolesterol yang berasal dari makanan terdapat pada daging, unggas, ikan dan produk olahan susu. Jeroan seperti hati sangat tinggi kandungan kolesterolnya, sedangkan makanan yang berasal dari tumbuhan justru tidak mengandung kolesterol sama sekali. Setelah makan, kolesterol akan diserap oleh usus halus lalu selanjutnya masuk ke sirkulasi darah dan disimpan dalam suatu mantel protein.

Beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan kolesterol: ¡ Diet: Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kolesterol. Misalnya dengan mengkonsumsi susu tanpa lemak dan mengurangi konsumsi daging. Pilihlah makanan dengan kandungan lemak tak jenuh daripada kandungan lemak jenuh. Minyak yang digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang dapat meningkatkan kadar kolesterol, maka ada baiknya Anda mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.

¡ Konsumsi makanan berserat: Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buahbuahan. Jenis makanan ini dapat menyerap kolesterol yang ada dalam darah dan mengeluarkannya dari tubuh.

¡ Konsumsi antioksidan: Antioksidan banyak terdapat dalam buahbuahan seperti jeruk, strawberi, pepaya, wortel, atau labu. Mengkonsumsi bawang putih secara teratur juga dapat menurunkan kadar kolesterol.

¡ Hindari alkohol dan merokok: Dengan merokok atau mengkonsumsi alkohol, kolesterol akan mudah menumpuk dalam aliran darah.

¡ Olahraga: Berolahraga secara teratur sesuai dengan umur dan kemampuan. Jaga agar berat tubuh Anda tetap ideal.

90

LIONMAG MARET 2012

Selain beberapa tips tersebut, ada juga beberapa jenis makanan yang aman dikonsumsi karena kadar kolesterol yang rendah, yakni : putih telur ayam, susu sapi non fat, daging ayam atau daging bebek pilihan tanpa kulit, ikan air tawar, daging sapi pilihan tanpa lemak, daging kelinci, daging kambing tanpa lemak. Sementara jenis makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi karena kandungan kolesterol yang tinggi, antara lain: santan, susu sapi, susu sapi cream, coklat, margarin atau mentega, jeroan sapi, kerang putih atau tiram dan jeroan kambing. Demikian penjelasan untuk mengendalikan Anda yang mengalami kolesterol tinggi. Semoga bermanfaat...


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

91


AIRCRAFT FLEET Boeing 747 - 400 Total 2 units 484 seats (all economy) 22 seats business

Boeing 737 - 900 ER 58 UNITS IN SERVICE 213 seats (all economy) 195 seats economy. business class 10 seats.

Boeing 737 - 400 Total 9 units. 168 seats (all economy)

Boeing 737 - 300 Total 2 units. Economy Class 149 seats (all economy)

92

LIONMAG MARET 2012


WELCOME ABOARD

Selamat Datang Apa yang harus anda ketahui Tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat Ponsel Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

PERALATAN ELEKTRONIK Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut.

BARANG -BARANG BERBAHAYA LAINNYA Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan.

BAGASI • Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. • Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi Anda. - Carry on baggage (Bagasi Kabin) Tidak lebih dari 7 kg

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK

UTAMAKAN KESELAMATAN • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. • Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda. • Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew. SEKARANG ANDA BISA MELAKUKAN CHECK-IN ONLINE MELALUI : www.lionair.co.id

40 cm

Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

30 cm

20 cm

- Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

93


ROUTE MAP

94

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

95


LADY IN THE AIR

SOFI FITRIA

Aku Merasa Cukup

P

aling tidak ada dua adegan dalam film seri televisi “Autumn in My Heart” yang begitu menyentuh perasaan, hati tiba-tiba “anjlok”, hambar tiada tepi dan berhenti berdenyut. Pertama ketika Yoon Eun-Seo dikembalikan ke keluarga aslinya –sebuah keluarga miskin. Sementara Choi Shin-Ae kembali kepada keluarga aslinya pula yang kaya raya, termasuk ke kakak kandungnya, Yoon Joon-Seo –yang diam-diam mencintai Eun-Seo. Keduanya tertukar di waktu kecil di rumah sakit. Namun ibu angkat Eun-Seo telanjur jatuh hati pada Eun-Seo dan menganggapnya anak kandung sendiri, menguntit putri angkatnya yang tengah bekerja keras di keluarga aslinya. Kedua, ketika mereka telah dewasa, saat akhirnya Eun-Seo berlari mengejar JoonSeo, harapan dan kerinduan hidupnya, setelah bertahun-tahun terpisah. Itulah penggalan-penggalan dalam film seri televisi rilisan KBS yang juga dikenal dengan judul “Endless Love” itu –yang menguras habis air mata Sofi Fitria, mengalirkannya lagi, dan mengurasnya lagi. “Ceritanya hebat, gak nyangka alurnya seperti itu. Dan tentu menyedihkan,” tutur penggemar Celine Dion ini. Maaf, flight attendant Lion Air ini garis wajahnya juga tidak jauh dengan para pemain wanita pada seri televisi itu. “Gak mau komentar ah soal itu. Tapi wajahku pernah dilukis oleh penumpang,” akunya. Kelahiran Tangerang, 12 Mei 1991, berbintang Taurus tentunya, Sofi bergabung ke batch 96 Lion Air pada bulan Januari 2011. Secara genetik, ia “sederhana” saja, kedua orang tuanya berasal dari Serpong, Tangerang. Ayahnya Darma Setiawan, ibunya Asnah Lismayanti. Ketika ditanya alasannya nge-fans sama Celine Dion, ia menjawab, “Suaranya bagus, performanya mantap.” Hal itu seperti senada dengan hobi anak keempat dari enam bersaudara ini: menyanyi. Hobi lainnya? “Nonton film, drama-drama sedih yang menyentuh,” susul penggemar makanan berkeju ini. Dengan usianya yang muda dan wajahnya yang “polos”, Sofi menyimpan banyak filosofi dalam hidupnya. “Yang sering dilupakan orang adalah bersyukur. Padahal itu bisa membuat kita bahagia. Karena dengan bersyukur membuat kita berterima kasih pada Tuhan dengan apa yang telah diberikan-Nya. Dengan bersyukur juga menghindari kita dari rasa tamak dan membuat kita merasa cukup.” Dan usia muda memang tidak menghalangi perempuan dengan postur tinggi 165 cm dan bobot 50 kg ini menyimpulkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya: “Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan. Yang jelas, waktu tidak bisa diulang,” tukas Juara I membaca Al Quran SD tingkat SD, dan Juara I Menyanyi Solo tingkat SMA di Tangerang ini. Jadi, apa cita-citanya? “Membahagiakan orang-orang di sekitarku.”

Teks: Gegen | Foto: Ristiyono

96

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

97


98

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

99


100

LIONMAG MARET 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

101


102

LIONMAG MARET 2012

LIONMAG MARET 2012  

Sensasi Spa | Singapore Air Show 2012 | Pemenang Lomba Foto Lionmag | Chio Tau

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you