Issuu on Google+

DESTINATION: LOMBOK - PERANG TOPAT, PERANG YANG MENYATUKAN

The Inflight Magazine of Lion Air

JANUARI 2012

Klenteng Padamuttara Sejarah dalam setapak jalan merah

DANAU TOBA

TIDAK UNTUK DIBAWA PULANG

SEMALAM DI BAKKARA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

i


ii

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

1


2

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


JANUARI 2012

COVER HIT MEMBAKAR KERTAS DOA LOKASI :VIHARA BOEN TEK BIAO FOTO : TOTO SANTIKO BUDI

REGULAR

64

FOTO: YUSUF AHMAD

DESTINATION WAKATOBI

“Wakatobi dengan upacara Karia’a dan keindahan alamnya  layak dikatakan sebagai salah satu obyek wisata berkelas dunia namun bisa dikunjungi oleh siapa saja,”

CHECK OUR DIGITAL COPY @

4

www.issuu.com/lionmagazine LIONMAG JANUARI 2012

LIONMAG INFLIGHT MAG

8

NEWS AROUND

18

LEISURE

20

WISDOM IN THE AIR

24

ECONOMIC FILE

73

TIPS

76

GALLERY

80

POSTCARD

88

LADY IN THE AIR

CONTENT 28

TRAVELING | danau toba

36

SPECIAL |

40

TRAVELING |

sydney

44

TRAVELING |

tasikmalaya

50

DESTINATION | lombok

54

DESTINATION | ujung genteng

60

DESTINATION | SOE

70

EVENT | SANUR VILLAGE FESTIVAL 2011

klenteng boen tek biao


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


Contributors

Latifah Zaid Nahdi Wanita asal Surakarta memiliki ketertarikan di bidang fotografi, traveling, dan dunia perfilman. Saat ini Bergiat di Komunitas Lubang Jarum Yogyakarta (KLJ), Biennale Jogja X 2009, Jogjakarta, Indonesia, Jogjakarta – NETPAC Asian Film Festival, Yogyakarta.

6

LIONMAG JANUARI 2012

Paul I. Zacharia

Teguh Sudarisman

Campbell Bridge

Penggemar foto dan travel ini belajar memotret sejak usia 10 tahun, dan acap menjadi juri lomba foto lokal dan nasional sejak 1987. Sebagai fellow perdana di Indonesia dari lembaga fotografi Royal Photographic Society, Inggris, ia kerap menulis di media nasional.

Dikenal sebagai travel writer & photographer, aktif traveling keliling pelosok Indonesia. Liputannya kali ini adalah menyusuri daerah sekitar Danau Toba. Tepatnya di Bakkara yang terletak di tepi barat daya Danau Toba. Bakkara merupakan daerah asal Sisingamangaraja XII. Editor-in-Chief TGIFmag. com ini Juga sering mengadakan travel writer workshop.

Sehari- hari Campbell Bridge adalah seorang pengacara di Sidney, Australia. Hobinya pada fotografi telah membawanya pada setiap kesempatan di pelosok Asia Tengah, Himalaya, hingga Asia Tenggara. Dia sangat terpesona dengan budaya keramahan penduduk Indonesia. Sejak tahun 2007 telah aktif menulis kisah-kisah perjalanan di Majalah ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


COCKPIT’s NOTE PRESIDENT DIRECTOR Rusdi Kirana DIRECTOR OF PRODUCTION Capt. Ertata Lananggalih DIRECTOR OF OPERATION Capt. Adi Widjajanto

SELAMAT TAHUN BARU 2012

DIRECTOR OF TECHNICS Romdani

Penumpang yang berbahagia, tanpa terasa kita telah meninggalkan tahun 2011 dan mulai melangkahkan kaki masuk tahun 2012. Di tahun yang baru ini tentu banyak harapan dan cita yang ingin diraih. Tahun lalu merupakan tahun yang membanggakan, karena kami telah melakukan penandatanganan kerjasama pengadaan 230 unit pesawat seri Boeing 737 MAX yang disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Dengan penandatanganan kerjasama ini berarti total pesanan seluruhnya menjadi 408 unit pesawat Boeing seri 737.

DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan

Di tahun ini kami terus berusaha meningkatkan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dengan penambahan pesawat baru, membuka rute baru dan menambah jadwal penerbangan di beberapa rute yang sudah ada. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, secara rutin kami melakukan berbagai pelatihan.

PUBLISHER & EDITOR IN CHIEF Makhfudz Sappe

Selamat Tahun Baru 2012 dan Selamat Tahun Baru Imlek bagi penumpang sekalian yang merayakannya. Kiranya di tahun ini kita semua semakin maju, berhasil dan meraih kesuksesan. Selamat menikmati penerbangan Anda. Salam, Rusdi Kirana President Director

DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait GM SALES & MARKETING Rudy Lumingkewas GM SERVICE Ari Azhari

EDITOR A Gener Wakulu, Ristiyono, Ed Zoelverdi, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain REPORTER Wisnu Ridwan Maulana MARKETING MANAGER A Gener Wakulu MARKETING Fransiska Ririn Tri Astuti, Irma Herliana G. Hardianto, Rusman Madjulekka, Amrul Alam, M. Lottong Makkaraka ART DIRECTOR Gerald Manuel Wangsasaputra Richard Archie F.M (Illustrator) MARKETING SUPPORT Farid K FINANCE Ade Kristanti CIRCULATION M. Solichin BALI REPRESENTATIVE Fernandito Haka, Yurison Suryantara PUBLISHED BY PT BENTANG MEDIA NUSANTARA ADVERTISING Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com editorial@lionmag.com HOTLINE LIONMAG: 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

8

LIONMAG JANUARI 2012

Majalah LIONMAG terbit setiap bulan dan di distribusikan ke seluruh pesawat Lion Air. LIONMAG juga dapat dibaca di seluruh outlet The Coffee Bean, Walnut Cafe dan Dome Coffee.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


NEWS AROUND

juga memberikan manfaat bagi Lion Mentari untuk meningkatkan manajemen likuiditas mereka karena seluruh proses pembayaran dilakukan secara online dan realtime melalui BII CoOLPAY. Luncurkan B2B Lion Cargo Online Payment “Dengan pengetahuan dan Pertama di Indonesia pengalaman yang kami miliki di bidang electronic banking dan layanan cash PT Lion Mentari dan PT Bank Internasional Indonesia management, mitra forwarder Lion Mentari dapat Tbk (BII) meningkatkan kerjasama di bidang Cash melakukan pembayaran kargo secara lebih cepat,” kata Management dengan meluncurkan B2B Online Cargo Rahardja Alimhamzah. “Solusi BII CoOLPAY ini juga Payment. Penandatanganan piagam kerjasama dilakukan membantu Lion Mentari dan para mitra forwarder-nya oleh Pjs. Presiden Direktur BII Rahardja Alimhamzah dan meningkatkan manajemen likuiditas mereka karena Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Four Seasons seluruh proses dilakukan secara realtime,” tambahnya. Hotel Jakarta bulan lalu. Edward Sirait mengatakan, “Fasilitas yang disediakan Solusi B2B Online Cargo Payment ini merupakan oleh BII diharapkan dapat mengangkat mutu layanan pertama di Indonesia yang ditujukan untuk terhadap mitra-mitra kami dalam pengiriman kargo ke mempermudah mitra Lion Mentari melakukan seluruh rute-rute dalam negeri maupun luar negeri.” pembayaran Jasa Pengiriman Barang (Cargo) Kerja sama dengan Lion Mentari merupakan bagian melalui platform BII CoOLPAY.  Dengan B2B Online dari upaya BII untuk terus memberikan kemudahan Cargo Payment, mitra forwarder Lion Mentari dapat bagi pelanggan dan nasabah travel agent dan melalukan pembayaran secara lebih efisien dan cepat forwarder dalam menjalankan bisnis dan transaksi yang berdampak langsung pada kecepatan proses operasional harian.  pengiriman barang. Solusi dari BII Cash Management ini

Lion Air dan BII

SAFETY CAMPAIGN 2011

D

irektorat SSQ (Safety, Security, and Quality) Lion Air berusaha mensosialisasikan pemahaman mengenai bagasi kepada staff check-in dan penumpang Lion Air dengan Safety Campaign yang dilakukan di Terminal 1 A Bandara Soekarno-Hatta. Tema Safety Campaign untuk tahun ini adalah “Passenger Baggage”. Tema ini dipilih sebagai bentuk komitmen Lion Air terhadap safety. Di dalam penerbangan sipil terdapat dua macam tipe bagasi, yaitu carryon baggage/bagasi kabin dan bagasi yang dimasukkan ke dalam kompartemen pesawat disebut sebagai checked baggage/bagasi tercatat. Bagasi kabin penumpang Lion Air tidak boleh melebihi 7 kg dan ukuran standar: 40 cmx 30 cm x 20 cm. Bagasi tercatat memiliki batasan sampai dengan 20 kg untuk penerbangan domestik. Konsep penyampaian yang unik dibuat dalam Safety Campaign kali ini. Dua orang pantomim yang berolah tubuh menghibur penumpang beserta pramugari-pramugari yang mengerti dan mempunyai pengetahuan mengenai bagasi diterjunkan untuk mendukung keberhasilan Safety Campaign ini.

10

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


NEWS AROUND

Lion Air Buka Rute Baru Surabaya – Singapura

Mulai 16 Desember lalu Lion Air membuka rute penerbangan baru Surabaya – Singapura PP secara langsung. Pembukaan rute baru ini merupakan wujud komitmen Lion Air untuk terus meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi para penumpang. Penerbangan perdana rute baru ini dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900 ER. Turut dalam penerbangan perdana ini Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, Andi Burhan dan Harris Arthur beserta jurnalis dari beberapa media duduk di antara para penumpang umum. Pesawat berangkat pukul 08.00 wib dan mendarat mulus di Bandara Changi Singapura pukul 11.20

waktu setempat. Sesaat setelah mendarat dan pesawat parkir dengan sempurna, seluruh penumpang disambut oleh perwakilan manajemen Bandara Changi Singapura dan manajemen Lion Air. Semua penumpang disambut dengan pengalungan bunga serta pemberian gift berupa coklat. Lim Ching Kiat, Senior Vice President Market Development Changi Airport menjelaskan bahwa dalam sehari ada sebanyak 34 penerbangan dari dan ke Surabaya setiaphari yang dioperasikan oleh beberapa maskapai termasuk di dalamnya Lion Air. Rute SurabayaSingapura ini dilayani Lion Air setiap hari. Dengan jadwal keberangkatan

dari Surabaya pukul 08.00 wib dan tiba di Singapura pada pukul 11.20 waktu setempat. Sementara penerbangan kembali dari Singapura ke Surabaya pukul 12.10 waktu setempat dan tiba di Surabaya pukul 13.30 wib. Dengan pembukaan rute baru ini tentu semakin memudahkan penumpang dari Singapura yang akan mengunjungi Surabaya dan kota sekitarnya demikian juga sebaliknya. Diharapkan dengan pembukaan rute baru ini akan dapat meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung ke Surabaya.

Lion Air Menambah Jadwal Penerbangan

U

ntuk meningkatkan pelayanan agar semakin baik dan maksimal kepada seluruh penumpang maka Lion Air selain membuka rute baru juga menambah jadwal penerbangan di beberapa rute yang sudah ada. Hal ini dilakukan untuk menampung jumlah arus penumpang yang cenderung semakin meningkat di beberapa rute yang diterbangi Lion Air. Beberapa penambahan jadwal penerbangan tersebut adalah Surabaya-Banjarmasin pukul

12

LIONMAG JANUARI 2012

15.00, Banjarmasin-Surabaya pukul 17.50, SurabayaJakarta pukul 16.00, Jakarta-Surabaya pukul 18.10. Untuk rute Jakarta-Medan ada penambahan penerbangan pukul 18.00 dan Medan-Jakarta pukul 20.10. Sementara rute Jakarta-Manado pukul 01.45 dini hari, ManadoJakarta pukul 08.00. Untuk rute Jakarta-Kuala Lumpur penambahan jadwal penerbangan pada pukul 11.40, Kuala Lumpur-Jakarta pukul 15.30.


Institut Pertanian Bogor

Memanen Matahari Khatulistiwa

Indonesia merupakan negara dengan sumber kekayaan alam berlimpah ruah dengan matahari bersinar sepanjang tahun. Tersusun lebih dari 17.000 pulau, keragaman hayati (biodiversity) yang luar biasa, memiliki 10-20% tumbuhan dan satwa dunia, 16% jenis reptil dunia, 17% jenis burung dunia; 25.000 tumbuhan berbunga, 515 jenis mamalia (36 % merupakan jenis endemik). Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia dengan kekayaan terumbu karang terkaya di dunia (18% dari total dunia), 20% jenis ikan di dunia, dan species ikan hiu terbanyak di dunia (150 species). Tak hanya itu, Indonesia menempati peringkat pertama dalam komoditas pertanian, yaitu cengkeh, pala, dan kelapa sawit; peringkat kedua produsen karet alam; peringkat ketiga produsen kakao dunia; peringkat keempat produsen kopi dunia. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis yaitu sekitar 80% pasar dunia. Hutan bakau Indonesia juga terbesar di dunia. Institut Pertanian Bogor (IPB) yang lahir pada 1 September 1963 bertekad mencetak sumberdaya manusia unggul yang akan melahirkan inovasi-inovasi cerdas di bidang pertanian. Empat tahun berturut-turut IPB memboyong kontribusi terbesar dalam Inovasi Nasional Paling Prospektif yang digelar oleh Business Innovation Center (BIC) yang didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi RI. Seluruh inovasi peneliti dan dosen IPB yang tercatat dalam 100, 101, 102, dan 103 Karya Inovatif Nasional Paling Prospektif telah dikompilasikan dalam sebuah buku berjudul “131 Karya Inovatif Paling Prospektif IPB� yang akan didiseminasikan kepada masyarakat. Di bidang budidaya buah-buahan, teknologi perakitan varietas melon Orange Meta dan Sunrise Meta memiliki keunggulan beradaptasi baik dengan lingkungan, memiliki penampilan menarik, warna daging buah jingga, tingkat kemanisan minimal 12o Brix. Di bidang kedokteran hewan, inovasi prospektif dari IPB adalah produksi sel punca dari embrio partenogenetik sebagai upaya menunjang terapi sel pada kasus penyakit degeneratif. Teknologi ini menawarkan keunggulan antara lain mampu menjadi terapi alternatif untuk berbagai penyakit degeneratif. Dengan teknologi kriopereservasi dapat disimpan untuk keperluan pengobatan di masa mendatang. Teknologi kawin silang udang Windu ditemukan IPB untuk mendapatkan benih unggul dengan biaya murah dan mudah serta memiliki keunggulan antara lain menghasilkan jumlah telur yang lebih banyak, larva berkualitas dan tahan penyakit, menekan ongkos produksi, inovasi mudah diaplikasikan, masa pertumbuhan dan penggantian kulit lebih cepat dan ukuran tubuh lebih panjang. Selain itu, IPB juga menemukan teknologi berupa mesin pemanen udang dengan keunggulan dapat menekan tingkat kematian atau cacat pada udang atau ikan yang dipanen mendekati nol persen, sehingga meningkatkan kualitas hasil panen dan produktivitas, dan mempersingkat waktu panen. Inovasi lainnya adalah teknologi pembuatan tepung Teripang Pasir sebagai Aprodisiaka alami memiliki keunggulan antara lain aman dikonsumsi karena dari sumber alami, bagi pria meningkatkan kesuburan dan memberikan efek aprosidiak, teknologi pembuatan sangat sederhana, mudah dan murah. Inovasi di bidang pakan ternak “Indigofeed� berupa formulasi pelet dari daun indigofera sebagai sumber suplemen protein murah pakan kambing perah. Inovasi ini memberikan keuntungan berupa penghematan biaya pakan utama, menaikkan produksi susu hingga 18 persen serta menaikkan bobot kambing dara hingga 75 persen. Indigofeed dapat mengurangi ketergantungan peternakan kambing perah akan konsentrat yang bahan bakunya sebagian impor. Harga lebih murah dibanding harga konsentrat. Praktis dalam pembuatan, penyimpanan, distribusi dan penggunaannya.

Alat timbangan biomassa dan massa karbon pohon adalah salah satu inovasi di bidang kehutanan yang memiliki keunggulan antara lain pengukuran tidak merusak pohon, cara penghitungan sederhana, praktis, mudah dan cepat, mudah diterapkan oleh masyarakat, memperkecil risiko kecelakaan dalam tugas pengukuran pohon. Di bidang biofarmaka, salah satu inovasi prospektif adalah Ekstrak Tabat Barito (Ficus Deltoidea) berkhasiat antitumor. Inovasi ini memiliki keunggulan antara lain memiliki kemampuan fisiologi aktif sebagai anti tumor, khususnya menghambat pertumbuhan sel tumor payudara, menggunakan teknologi yang mudah digunakan dan diaplikasikan, telah memenuhi persyaratan sebagai ekstrak herbal standar. Di bidang gizi, teknologi mikroenkapsulasi mineral besi dan zinc diaplikasikan dalam pembuatan makanan tambahan balita gizi kurang. Selain memiliki keunggulan menggunakan bahan baku lokal yang sudah dikenal, hasil teknologi ini mudah disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi, mudah cara penyajian, dan siap santap. Pada aspek lingkungan, inovasi IPB berupa kertas ramah lingkungan dari selulosa mikrobial memiliki keunggulan warna yang cenderung putih/bening sehingga relatif kurang memerlukan bahan dan proses pemutihan dan mempunyai beberapa sifat fisik yang lebih baik dibandingkan kertas dari selulosa kayu, batang pisang dan jerami. Sebagai terobosan inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, IPB bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) merancang peluncuran Satelit B-1 Lapan-IPB (LISAT). IPB bertekad mewujudkan dirinya sebagai universitas berbasis riset dan inovasi. Sembilan Fakultas yang ada di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedoktera Hewan, Fakultas Perikanan dan llmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, dan Fakultas Ekologi Manusia siap mencetak masa depan pertanian Indonesia dengan

Informasi :

Kampus Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Darmaga Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 Jawa Barat, Indonesia Telp/Faks. 0251-8425635 . Email : humas_se@ipb.ac.id

www.ipb.ac.id INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


NEWS AROUND

Komodo Pasca The New Seven Wonders Seminar mengenai “Komodo the new seven wonders : what’s next”, yang digelar di Universitas Paramadina Jakarta, pada 7 Desember 2011, dalam rangka mensyukuri kemenangan Pulau Komodo sebagai The New Seven Wonders. Pada acara ini dihadiri oleh beberapa pembicara antara lain, Sofyan Winandi, Emmy Hafild (Koordinator pemenangan komodo), YW Junardy (mantan Presiden Indonesia Marketing Association), dan Wijayanto (Managing Director Paramadina Public Policy Institute). Dalam seminar ini H.M. Jusuf Kalla sebagai keynote speaker, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung Pulau Komodo sebagai The New Seven Wonders. Menurut JK, program Komodo sebagai The New  Seven Wonders dapat dijadikan alasan untuk menjaga persatuan, asalkan ada tiga faktor yang menunjang yaitu, selama masyarakat mengetahui tujuannya dengan jelas, mayarakat dipastikan bahagia atas tujuan yang dicapai, jangan ada kepentingan pribadi. Komodo merupakan ikon yang tepat untuk dijadikan sebagai brand, karena memang satu-satunya yang ada di dunia. Adapun tujuan seminar ini yakni membahas mengenai langkah dan strategi apa yang perlu diambil untuk meningkakan kesejahteraan rakyat NTT dan sekitarnya karena diperlukan upaya kreatif dan serius untuk menjadikan Komodo sebagai ikon kelas dunia yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat NTT dan sekitarnya.

14

LIONMAG JANUARI 2012

‘Green Opening’

POP! Hotel Festival CTlink Bandung Acara ‘Green Opening’ dari POP! Hotel Festival CTlink Bandung diadakan pada tanggal 17 Desember 2011 yang dihadiri oleh owning company, perwakilan dari TAUZIA Hotel Management maupun perwakilan dari komunitas lokal. POP! Hotel Festival CTlink – Bandung akan menawarkan 175 kamar, ‘shower pod’ yang inovatif, iPad check-in, fasilitas gratis wi-fi, area ‘quick bite’ dan akses langsung ke Festival CTlink Mal. Saat itu juga diumumkan pemenang ‘Green Art Festival’. ’Green Art Festival’ adalah inisiatif POP! Hotels untuk kampanye kesadaran lingkungan ke tingkat yang lebih jauh. Diikuti oleh 10 Sekolah Menengah Atas di Bandung dimana mereka berkompetisi untuk menciptakan karya seni yang kreatif dan terbuat dari material daur ulang. Ini akan menjadi acara regular yang akan diadakan disetiap pembukaan POP! Hotels di seluruh Indonesia. “Kami yakin bahwa mereka adalah generasi POP! Hotels yang mana nantinya acara ini akan menjadi suatu wadah untuk penyebaran kesadaran lingkungan kepada para tamu kami dan juga masyarakat luas,” tutur Christophe Glass, Director dari TAUZIA Hotel Management.

Kaca Film CPF1

Terkenal di Indonesia CPF1 merupakan kaca film yang di import langsung dari Amerika oleh PT. Jaya Kreasi Indonesia. Sebagai pemegang brand kaca film no. 1 di Indonesia, nyatanya begitu dikenal oleh pihak ATPM. Dengan mutunya yang tinggi, CPF1 memperkenalkan diri langsung ke pasar retail Indonesia. Menurut Yungistira, General Marketing Manager CPF1, “Penjualan kami begitu meningkat tajam, hal tersebut merupakan dampak positif dari kepercayan masyarakat memilih produk CPF1. Produk CPF1 mendapat tempat no.1 di pasar, sebab CPF1 mempunyai beberapa keunggulan, mampu menghalangi sinar UV hingga 99% dan memblok panas sinar matahari sampai 90%.” Sementara menurut Fendi, President Direktur PT. Jaya Kreasi Indonesia, “dengan memiliki 50 cabang, seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati keistimewaan produkproduk CPF1. Dan menurut hasil survey LifeStyle magazine, automotive kaca film CPF1 berada di posisi no. 2.”


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


NEWS AROUND MUSEUM BECAK INDONESIA

11 November lalu telah dicanangkan rencana pendirian Museum Becak Indonesia di Makassar yang digagas oleh Ir. Arwan Tjahjadi dan Fintje Tjahjadi dengan perencana/kepala museum oleh Shaifuddin Bahrum. Tujuan dari pendirian Museum Becak Indonesia ini selain untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan becak yang pernah ada di Indonesia dari beberapa kota, juga memaparkan kepada warga dunia bagaimana becak turut berperan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Museum Becak, tidak hanya akan berceritera tentang sebuah moda transpotrasi tradisional dengan bentuknya yang unik yang digerakkan oleh tenaga manusia. Ia tidak akan sekedar bercerita tentang serangkaian benda-benda yang terdiri dari logam, kayu, karet, dan plastik yang rirangkai menjadi sebuah struktur bangun sebuah kendaraan. Akan tetapi ia juga akan bercerita tentang profesi manusia yang telah digeluti setia hampir satu abad lamanya. Rencananya Museum Becak Indonesia ini akan diresmikan pada tanggal 12 Desember 2012.

CIRCUS WATERPARK - BALI

W

ahana Permainan Air teranyar di Pulau Dewata, alternatif wisata hiburan air yang dapat dinikmati oleh siapa saja dari berbagai kalangan dan umur. Nama Circus digunakan karena “Sirkus” identik dengan keceriaan dan kegembiraan, begitu pula konsep Circus Waterpark, yaitu siapapun yang mengunjungi hiburan ini akan merasakan kebahagiaan dan pengalaman menarik. Beberapa wahana di dalamnya antara lain Speed Slider, Wave Slider, Spiral Slider, Speed Water Boom dan Lazy River untuk dewasa. Serta Slider Tube, Phinisy Game, Mini Slider dan Spilled Bucket untuk anakanak. Circus Waterpark juga memiliki beberapa outlet yang menunjang wahana permainan tersebut, antara lain Club House yang dapat digunakan sebagai sarana ramah tamah, ulang tahun, serta acaraacara lainnya dengan kapasitas 300 orang sampai 500 orang dengan pemandangan menghadap ke area wahana itu sendiri. Dengan jam operasional dari pukul 09.00-18.00 Wita setiap harinya, Circus Waterpark siap menyambut liburan anda di seputaran Jl. Kediri, Kuta - Bali.

16

LIONMAG JANUARI 2012

PEMENANG LOMBA BLOG OLEH POLANTAS MAKASSAR Menggandeng Kosh Mediatama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang online marketing dan blogpreneur serta komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri, Polantas Makassar dibawah pimpinan Kasatlantas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi M. Hidayat B. SH, SIK, MH menggelar sebuah lomba blog dengan dua tema utama yaitu : Testimoni Korban Kecelakaan Lalu Lintas dan Fenomena Pengendara Di Bawah Umur. Lomba ini didukung oleh beberapa sponsor utama seperti Lionmag, Lion Air, Adira Multifinace dan Bank BRI. Dalam lomba yang digelar dari tanggal 29 November 2011 sampai 9 Desember 2011 ini tercatat 72 peserta ikut meramaikan. Setelah melewati proses penjurian yang terdiri dari AKBP M. Hidayat B, SH, SIK, MH. (Kasat Lantas Polrestabes  Makassar), Syaifullah Dg. Gassing (Ketua Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri) dan Kamaruddin Azis (Jurnalis, Aktivis LSM, Penasehat Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri) maka ditetapkan 10 orang pemenang, yaitu : • Fauzan Mukrim - Penulis, Karyawan TV Swasta - Jakarta • Andi Januar Jaury Dharwis – Anggota DPRD Sulsel – Makassar • Mansyur Rahim - Aktivis LSM Bulukumba • Bradley Marlissa - Guru, Penerjemah, Penulis - Jakarta • Febrianty Utami - Blogger - Makassar • Eko Rusdianto - Jurnalis – Soroako • Ni Nyoman Anna Marthanti - Ibu Rumah Tangga – Makassar • Irma Suryani – Blogger – Makassar • Abdul Muis Karim - Blogger – Bekasi • Soekarno - Traveler, Jurnalis


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


LEISURE

JAMBULUWUK MALIOBORO HOTEL JOGJAKARTA, hotel bintang 4 yang terletak 5 menit dari Jalan Malioboro, pusat belanja dan budaya Jogjakarta. Kamar hotel luas untuk tipe superior 25m2 dan deluxe 33m2, dilengkapi dengan kolam renang asri dan tropis, children playground, fitness dan spa serta JAVA GRAND BALLROOM yang mewah dengan kapastias 1000pax sangat ideal untuk Wedding, Conference dan aktifitas bisnis lainnya. Harga promo mulai Rp.475.000,- Nett. JAMBULUWUK BATU RESORT juga ada di Batu Malang dan Ciawi dengan masing-masing keunggulan pelayanan dan fasilitas. JAMBULUWUK BATU RESORT dengan promo 30% selama Weekdays memiliki JAMBULUWUK CLUBHOUSE restoran di puncak bukit dengan pemandangan diketinggian spektakular untuk tempat makan siang dan makan malam. Dilengkapi dengan Sport Hall indoor dan Grand Ballroom Internasional. Serta JAMBULUWUK CIAWI RESORT, hanya 1 jam dari Jakarta, bebas dari kemacetan ‘buka-tutup’ Jalan Raya Puncak. Lokasi yang ideal dengan suasana asri dan cantik.

Untuk informasi kegiatan dapat menghubungi Jakarta 021 300 12 411 | Jogja : 0274 585655 | Batu : 0341 512 999 HOTLINE : 0877 800 400 80 www.jambuluwuk.co.id

Teh Pucuk Harum Rasa Teh Terbaik Ada di Pucuknya

B

agi sebagian orang, minum teh sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Selain menjadi kebiasaan yang nikmat sebagai teman sarapan, saat bersantai dan dimanapun berada, minum teh memang nikmat, berbeda dengan minuman lainnya. Minuman teh sangat digemari bukan hanya karena rasa dan wanginya yang khas, tetapi juga karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Bicara soal teh, Teh Pucuk Harum salah satu pilihan teh yang tepat, karena teh ini diolah dari pucuk daun teh pilihan, yakni bukan daun teh biasa. Selain aromanya yang harum, juga memiliki khasiat bagi kesehatan. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak dikonsumsi. Teh Pucuk Harum diproses dengan teknologi canggih yakni, Advanced Sterilizing Technology yang membuat Teh Pucuk Harum tidak lagi menggunakan bahan pengawet apapun dan mampu bertahan selama 12 bulan. Adapun hal penting yang perlu diketahui, Teh Pucuk Harum benar-

18

LIONMAG JANUARI 2012

benar tidak menggunakan pemanis buatan juga tanpa tambahan bahan pewarna. Nyatanya, Teh Pucuk Harum telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Selain itu, proses produksi Teh Pucuk Harum juga telah mendapatkan Sertifikat ISO 22.000, yaitu pengakuan tertinggi badan Internasional akan Standar Keamanan Pangan. Hal inilah yang membuat Teh Pucuk Harum berkomitmen untuk menjaga kualitas produk. Banyak kandungan nutrisi dalam Teh Pucuk Harum yang tetap terjaga, karena dalam prosesnya, pucuk daun teh pilihan berkualitas ini telah diseduh secara langsung (real brewed). Pucuk daun teh pilihan berkualitas hanya digunakan untuk satu kali proses produksi saja, sehingga rasa dan aromanya selalu tetap terjaga. Rasa manisnya pas, harum dan menyegarkan.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


WISDOM IN THE AIR

Tentang

Kepedulian Oleh: Jemy V. Confido

Love begins by taking care of the closest ones – the ones at home. Mother Teresa

S

uatu ketika Albert Einstein menjadi gundah gulana. Ia merasa bahwa dunia ini akan menjadi tempat yang semakin tidak aman untuk didiami. Yang membuat Einstein resah adalah bukan karena semakin banyaknya orang-orang jahat di muka bumi ini melainkan Karena semakin banyaknya orang-orang yang tidak peduli. Mungkin Einstein benar. Dalam isu global warming misalnya, lebih banyak orang yang tidak melakukan upaya pengurangan efek pemanasan global dibandingkan orang yang berupaya mengurangi efek tersebut serta secara aktif termasuk mengirim pesan ke berbagai pihak terkait. Demikian pula dalam kasus penyalahgunaan narkoba, pelestarian lingkungan, dan masalah-masalah sosial lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bunda Teresa sepertinya memiliki jawaban atas kegundahan Einstein. Ia menyarankan agar setiap orang mulai mempedulikan orang-orang terdekatnya, orangorang yang tinggal satu rumah dengan dirinya. Mungkin Bunda Teresa menyadari bahwa Kecenderungan seseorang untuk menjadi tidak peduli terhadap banyak hal justru berawal dari perasaan bahwa ia sudah peduli (terutama kepada orang-orang yang paling dekat dengan dirinya) dan karenanya ia justru menjadi tidak peduli. Terdengar seperti sebuah paradoks memang. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak kisah menarik berikut ini. Di sebuah desa terpencil dekat sebuah sungai, hiduplah sebuah keluarga beranggotakan seorang ayah, seorang ibu dan dua orang anak laki-laki yang beranjak remaja. Untuk menopang hidup mereka, sang ayah didampingi dua putranya menangkap ikan di sungai setiap hari. Ikan hasil tangkapan tersebut

20

LIONMAG JANUARI 2012

sebagian dimakan dan sisanya dijual. Namun tidak selalu mereka berhasil menangkap ikan. Kadang-kadang mereka berhasil menangkap satu ekor ikan, sesekali mereka berhasil menangkap dua ekor ikan atau lebih dan tidak jarang pula mereka harus pulang dengan tangan hampa. Sang ibu, setiap kali suami dan anak-anaknya pulang dengan membawa ikan, langsung menyambut mereka dengan gembira. Dibersihkannya ikan tersebut dan dimasaknya sesuai dengan selera suami dan anakanaknya tersebut. Maka mereka berempat pun duduk bersama-sama siap menyantap ikan tersebut. Sebelum acara makan dimulai, sang ibu selalu berkata, ”Suamiku dan anak-anakku, makanlah dahulu ikan ini. Pilihlah bagian yang kalian sukai. Untuk ibu, cukup disisakan kepalanya saja.” Maka bergegaslah ketiga orang tersebut menyantap ikan tadi bersama-sama dengan lahap. Saking lahapnya, seringkali ikan tersebut habis ludes. Kepala ikan yang dipesan oleh sang ibu pun lenyap. Demikian kejadian tersebut berlangsung berkali-kali. Suatu ketika, tibalah hari ulang tahun sang ibu. Maka sang ayah dan kedua puteranya itu pun berembuk untuk memberikan kado istimewa. Setelah kado disiapkan, ketiga orang itu pun menemui sang ibu. ”Istriku,” demikian sang ayah membuka pembicaraan, ”di hari ulang tahun ini kami bertiga telah menyiapkan kado istimewa untukmu.” Segera putera mereka yang sulung pun melanjutkan ucapan sang ayah sambil menyerahkan sebuah bingkisan, ”Ini kado istimewa untuk ibu.”


GONG XI XI FA FA CAI CAI 2563 2563 GONG Kunjungi Dealer CPF1 terdekat di kota Anda Jakarta Serimpi Motor 021-654 6861 / 021-658 6813

Bandung Fenyen Motor 022-521 1561 / 022-523 0228

Makassar Audio Style 0411-575 0899 / 0411-363 1920

Varia Baru 021-565 6677

Semarang UD. Iman Sejati 024-844 5689 / 024-331 60971

Kupang Ferari Variasi 0380-822 4491

Tangerang Serimpi Motor 021-538 2377 021-9546 9776 Cirebon D’Boy 0231-911 3838

Yogyakarta Star Variasi 0274-623 414 Surabaya Masagung Auto Film 031-545 5940

Lampung R&B Variasi 0721-483 838 Batam Jaya Ban 0778-430483 0778-453192

Pontianak ERA Motor 0561-739 384 / 0561-737 81 Palembang Dolphin Car Acc 0711-790 3898 / 0711-361 053 Medan Merlin Jaya Service 061-821 4385 / 061-821 6410 Manado KK Motor 0431-334 5285

Customer Service : 021 710 677 07

Dapatkan

Angpao Imlek

Rp.500.000,-*

Follow us : CPF1 Window Film

@CPF1WindowFilm

www.cpf1.co.id *Syarat dan ketentuan berlaku Dapatkan angpao Imlek seharga Rp. 500.000,- | Berlaku untuk pemasangan kaca film full body, kaca depan clear 65, samping dan belakang VIP/Black 80 (pilihan) berlaku dari tanggal 15 Jan s/d 15 Feb 2012

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


WISDOM IN THE AIR

Dengan perasaan berdebar-debar, sang ibu pun membuka kado tersebut. Satu demi satu pembungkus kado ia lepaskan dan alangkah terkejutnya ia setelah melihat isi kado itu. Rupanya kado itu berupa sebuah kepala ikan. Dengan penasaran, sang ibu pun bertanya, ”Mengapa di hari ulang tahun Ibu, kalian memberikan kepala ikan sebagai kado?” Tanpa ragu dan dengan serta merta, kedua puteranya pun menjawab, ”Karena kepala ikan adalah makanan kesukaan Ibu.” Lalu sang ayah menambahkan, ”Kami tahu karena kamu selalu meminta agar kami menyisakan kepala ikan setiap kali makan.” Mendengar jawaban tersebut, kedua mata sang ibu pun berkaca-kaca. Hatinya merasa kekecewaan yang sangat dalam. ”Tahukah kalian, sesungguhnya ibu tidak menyukai kepala ikan. Ibu lebih senang memakan daging ikan.” Terkejut mendengar jawaban tersebut, anak yang bungsu pun bertanya, ”Tapi mengapa Ibu selalu minta kami untuk menyisakan kepala ikan dan bukan dagingnya?” Sang ibu pun menjawab dengan terbata-bata, ”Ibu tahu kalian juga sangat senang daging ikan. Dan agar kalian bisa makan daging ikan, Ibu memilih untuk memakan kepalanya saja.” Dari kisah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa karena sang ayah dan kedua puteranya berpikir bahwa mereka sudah tahu apa kesukaan sang ibu yaitu kepala ikan maka mereka menjadi tidak tahu situasi yang sesungguhnya. Di sinilah paradoksnya, perasaan mereka yang merasa sudah peduli kepada istri atau ibu mereka tersebut ternyata justru membuat mereka menjadi tidak peduli. Dalam banyak kasus pertikaian rumah tangga yang bisa jadi berujung pada perceraian, seringkali berasal dari hal kepedulian kecil yang kemudian berakumulasi sehingga menjadi sebesar gunung. Perasaan masing-masing pihak, baik suami maupun istri, yang merasa yakin bahwa mereka telah benarbenar peduli kepada pasangannya justru membuktikan ketidakpedulian mereka. Bila paradoks ini dibumbui dengan ego maka hal yang tadinya sederhana bisa berubah menjadi kompleks. Karena saya (merasa) telah peduli kepada pasangan saya maka saya berhak untuk juga dipedulikan oleh pasangan saya itu. Sementara di sisi lain, sang pasangan pun merasakan hal yang sebaliknya. Lalu bagaimana cara kita mengatasi benang kusut ini? Seperti saran dari Bunda Teresa, jawabannya adalah selalu bertanya kepada diri kita,

22

LIONMAG JANUARI 2012

Apakah Anda benar-benar peduli terhadap dunia dan sekeliling Anda? Sebelum Anda menjawabnya, pastikan Anda juga peduli kepada orangorang terdekat Anda “Apakah saya sudah benar-benar peduli?” Untuk lebih jelasnya, perkenankanlah saya mengajak para pembaca merenungkan situasi berikut ini. Suatu ketika, seorang anak laki-laki berusia lima tahun berlari masuk ke dapur rumahnya dimana sang ibu sedang memasak. Dengan suara yang sangat nyaring, anak ini pun berkata, “Ibu, Ibu, ....” Sang Ibu yang tepat sedang mengirisi wortel dan tangannya masih memegang sebilah pisau itu pun segera menghentikan aktivitasnya. Dengan wajah yang serius ia segera memalingkan mukanya ke arah anaknya itu. “Ada apa Nak?” Demikian tanya si ibu. “Ibu, aku tahu kalau Ibu sangat peduli pada ku.” Jawab anak itu spontan. “Kok kamu bisa tahu?” Tanya sang ibu lagi. ”Iya, soalnya, setiap kali Ibu berbicara pada ku, Ibu selalu menghentikan apa pun yang sedang Ibu lakukan dan menatap wajahku.” Jawab sang anak lagi dengan polos. Sesederhana itukah? Ya. Sang ibu dalam kejadian tersebut sadar betul bahwa meskipun yang dihadapi itu adalah anaknya, ia tidak selalu benar-benar telah mengerti apa yang dimaksud anaknya itu dan terlebih lagi ia belum tentu telah memberikan kepedulian seperti yang diinginkan anaknya. Karena itu, daripada memilih bersikap seolah-olah sudah peduli, sang ibu justru berusaha untuk benar-benar memahami apa yang sedang dialami anaknya. Hal itu dilakukannya dengan cara yang sangat sederhana yaitu menghentikan apa pun yang sedang dia lakukan dan menatap wajah anaknya. Ternyata hal sederhana ini justru menjadikan sang anak benar-benar yakin bahwa ibunya sungguh-sungguh peduli kepada nya. Apakah Anda benar-benar peduli terhadap dunia dan sekeliling Anda? Sebelum Anda menjawabnya, pastikan Anda juga peduli kepada orangorang terdekat Anda. Mungkin kini saat yang tepat bagi Anda untuk menghentikan apa pun yang sedang Anda lakukan dan benar-benar menyimak kata-kata mereka. (www.jemyconfido.com)


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


ECONOMIC FILE

Berhasilnya mobile-money di Indonesia: Senjata Andalan Keuangan Inklusif

S

urvei Bank Dunia di tahun 2010 menemukan bahwa satu dari dua penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap jasa keuangan formal. Sementara, penetrasi telepon seluler (ponsel) di Indonesia berada pada kisaran 80 persen dari seluruh penduduk. Beberapa mitra pembangunan mulai mendengungkan kemungkinan penggunaan “mobile-money� yang dapat membuat keterbatasan akses keuangan menjadi sejarah di masa lalu. Salah satu perintis penggunaan mobile-money yang berhasil meningkatkan inklusivitas keuangan adalah Safaricom di Kenya. Dengan layanan yang disebut sebagai M-Pesa, yang diluncurkan di tahun 2007, penduduk Kenya di seluruh negeri dapat melakukan transfer dana dari satu ponsel ke ponsel lainnya dengan menggunakan berbagai operator jasa telekomunikasi. Hingga bulan September 2011, terhitung 15 juta rakyat Kenya (dari 41 juta jumlah penduduk) telah menggunakan M-Pesa untuk mengirimkan uang kepada keluarganya, 600 organisasi telah menerima pembayaran tagihan melalui M-Pesa, dan M-Pesa memiliki jaringan nasional yang hampir mencapai 32.000 agen terlatih yang mendukung kelancaran sistem tersebut. Di tahun 2010, tercatat sekitar tujuh miliar dolar Amerika telah berpindah tangan melalui M-Pesa, yang setara dengan 20 persen PDB Kenya. Di tahun yang sama, ekonomi Indonesia setidaknya berukuran 22,5 kali dari ekonomi Kenya, dengan kata lain kita dapat melakukan transfer senilai 150 miliar dolar Amerika melalui sistem mobile-money yang serupa. Sistem mobile-money tersebut, yang menggunakan teknologi komunikasi dan informasi melalui ponsel dapat memberikan akses akan jasa keuangan yang aman, hemat biaya dan nyaman serta memungkinkan hampir seluruh rakyat Indonesia untuk mengirimkan uang kepada anggota keluarganya, membayar tagihan, membeli layanan jasa dan berpotensi untuk berkembang menjadi suatu sistem yang dapat mendorong orang-orang yang sebelumnya tersisihkan dari akses jasa keuangan untuk mulai menabung. Mereka yang hidup di lokasi terpencil tidak akan lagi merasa dianaktirikan dari manfaat ketersediaannya jasa keuangan.

24

LIONMAG JANUARI 2012

Bank-bank umum kini giat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi, untuk masuk ke dalam pasar konsumen yang saat ini belum terjangkau oleh bank. Salah satu kebutuhan utama dari mereka yang saat ini tersisih dari jasa keuangan adalah fasilitas tabungan yang murah dan aman. Salah satu pemikirannya adalah dengan menciptakan rekening mobile-money di mana nasabah dapat menggunakan ponsel untuk mengirimkan uangnya secara virtual ke rekening bank, tanpa harus mengunjungi bank itu. Untuk memperluas akses, bank-bank dapat diwakili oleh jaringan agen berskala nasional – toko-toko kecil, SPBU, apotek dan warung-warung eceran lainnya – yang dapat digunakan nasabah untuk menarik uang tunai mereka. Sistem ini akan memungkinkan lima puluh persen penduduk Indonesia yang saat ini tidak memiliki rekening tabungan untuk menabung sejumlah kecil uangnya dengan biaya yang sangat rendah. Hal ini bukan saja merupakan satu langkah maju yang besar bagi mereka yang tersisih dari jasa keuangan, tetapi juga memungkinkan sektor perbankan untuk masuk ke dalam segmen pasar yang belum tersentuh dan sangat besar. Transfer pemerintah kepada individu juga merupakan potensi kedepan lainnya. Sistem mobile-money dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mentransfer dana bantuan bersyarat secara lebih tepat sasaran. Alih-alih pencairan dana lewat jaringan kantor pos nasional, yang menyebabkan antrian panjang dan seringkali membutuhkan biaya perjalanan yang mahal ke kantor pos terdekat, dana dapat dicairkan secara lebih mudah melalui fasilitas mobile-money langsung kepada pihak penerima. Hal itu akan lebih aman dan rendah biaya, dan juga mendukung transparansi. Dengan banyaknya manfaat dan keunggulan tersebut, apakah yang menghalangi peluncuran mobile-money


di Indonesia? Masalah utamanya adalah mahalnya investasi yang dibutuhkan untuk mengadakan jaringan agen mobile-money secara nasional, yang melibatkan pelatihan, pengadaan, dan pengawasan sekitar 10,000 agen secara nasional. Masalah lainnya adalah tidak adanya peraturan yang jelas yang mendukung sistem mobile-money, sehingga merintangi investasi tersebut. Untuk maju ke depan, praktik-praktik terbaik internasional tentang peraturan mobile-money perlu dicermati untuk melihat mana yang sesuai untuk Indonesia. Juga terdapat masalah tentang apakah Indonesia dapat dengan nyaman untuk menggunakan ‘agen perbankan’, dimana bank menyediakan layanan jasa keuangan melalui toko-toko biasa dan eceran lainnya. Hal itu telah dimungkinkan di Kenya setelah adanya perubahan undang-undang perbankan, dan telah membantu meningkatkan ketersediaan layanan jasa keuangan secara drastis, terutama di daerah pedesaan. Setelah disepakatinya kerangka peraturan yang berlaku, maka giliran berikutnya akan jatuh kepada berbagai pemain sektor swasta di pasar untuk merancang jasa dan layanan yang paling menarik bagi konsumen. Hal ini dapat menggunakan salah satu sistem yang berdiri sendiri namun bersifat paralel; dengan bekerja sama dalam suatu perserikatan; atau bahkan bermitra dengan perusahaan-perusahaan kartu kredit seperti Visa atau Mastercard untuk mendukung keberhasilan sistem. Persaingan, setidaknya pada tahap-tahap awal, akan mendorong terciptanya produk-produk yang lebih baik dan dapat menurunkan harga dalam jangka panjang. Melalui sistem mobile-money, lebih dari 100 juta rakyat Indonesia pada akhirnya akan dapat memiliki akses akan rekening tabungan dan jasa keuangan lainnya. Bank-bank umum, pemerintah, dan perekonomian secara keseluruhan, akan memperoleh manfaat dari meningkatnya inklusivitas keuangan. Sekarang adalah waktunya bagi para penyusun kebijakan untuk menyelesaikan masalah terkait dengan peraturan dan mulai mengizinkan sektor swasta untuk memainkan perannya dalam perluasan keuangan inklusif ke seluruh pelosok nusantara. Michael Joseph adalah Global Fellow Bank Dunia, mantan CEO Safaricom dan pendiri M-Pesa. Yoko Doi adalah financial specialist pada kantor Bank Dunia di Jakarta.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


ECONOMIC FILE

Making mobile-money work in Indonesia: Financial inclusion’s silver bullet

A

World Bank survey in 2010 found that one in two Indonesians have no access to formal financial services. At the same time however, mobile-phone penetration in Indonesia is now around over 80 percent of the total population. Some development quarters are buzzing at the prospect of using “mobile-money” to make financial exclusion a thing of the past. One of the most successful pioneers in using mobilemoney to increase financial inclusion is Safaricom in Kenya. Led by a service called M-Pesa launched in 2007, Kenyans across the country can transfer money from one mobile phone to another using several operator services. As of September 2011, 15 million Kenyans (from a total population of 41 million) use M-Pesa to send remittances to their families, 600 organizations accept billing payments using M-Pesa, and M-Pesa has a nationwide network of almost 32,000 trained agents who make the system work. In 2010, about $7 billion was transferred through M-Pesa, equivalent to a whopping 20 percent of Kenya’s GDP. That same year, Indonesia’s economy was 22.5 times the size of the Kenyan economy, which means that it could have transferred $150 billion under a similar mobile-money system. A mobile-money system using ICT through mobile phones could provide safe, cost-effective and convenient access to finance to enable almost every Indonesian to send money to family members, pay bills, buy services and could potentially grow into a system that could encourage previously financially excluded individuals to even start saving money. No longer would those in remote areas be excluded from the advantages of being financially connected. Commercial banks are now keen to work with telecommunications companies to tap into this new market of unbanked customers. One of the most important needs of the financially excluded in Indonesia is the ability to save money safely and easily. So, one idea is to create mobile-money accounts in which a customer can use a mobile phone to send their money virtually into a bank account, without having to visit a bank. In order to broaden access, banks could be represented by a nationwide network of agents – small shops, petrol stations, pharmacies and other retail outlets – from which customers could collect their cash. This system would allow fifty percent of Indonesians who currently have no savings accounts to save small sums of money at a very low cost. Not only would this be a major step forward for the financially excluded, but it would also allow the

26

LIONMAG JANUARI 2012

banking sector to tap into an enormous and largely untapped market segment. Government-to-Person transfers are another potential step forward. A mobile-money system could be used by the government to make more accurately targeted conditional cash transfers. Instead of the money being disbursed though the national post office network, causing long queues and often involving expensive trips to the nearest post office, funds could be disbursed more conveniently via mobile-money straight to recipients. Not only would this be safer and more cost-effective, but it would also improve transparency. So, in view of the great benefits, what is preventing the introduction of mobile-money in Indonesia? The major issue is that the investment required to set up a nationwide network of mobile-money agents is costly, involving the training, setting-up and monitoring of tens of thousands of agents nationwide. Another issue is the lack of clear regulations supporting the mobile-money system, thus deterring investment. In order to move forward, there is a need to look at international best-practices in mobile-money regulations and see what’s appropriate for Indonesia. There is also the issue of whether Indonesia would be comfortable with ‘agency banking’, whereby banks provide financial services through existing mom-and-pop shops and other retail outlets. This was made possible in Kenya thanks to a change in banking laws, and has dramatically helped improve access to financial services, especially in rural areas. Once a regulatory framework is settled upon, it is then up to the various private-sector players in the market to design the most attractive services for customers. This could be done either by using independent but parallel systems; by working together in alliances; or even by teaming up with credit-card companies such as Visa or Mastercard to make the system work. Competition, at least in the early stages, would lead to better products and lower prices in the long run. Through a mobile money system, more than 100 million Indonesians could finally have access to savings accounts and other financial services. Commercial banks, the government, and the economy as a whole, all stand to benefit from a higher level of financial inclusion. It is time for policymakers to address the regulatory issues and allow the private sector to play its role in expanding financial inclusion throughout the archipelago. Michael Joseph is a World Bank Global Fellow, former CEO of Safaricom and founder of M-Pesa. Yoko Doi is a finance specialist at the World Bank office in Jakarta.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


TRAVELING DANAU TOBA

Semalam di Bakkara Lembah surga di tepi Danau Toba ini menawarkan banyak keunikan, tapi masih jarang dikunjungi wisatawan. Teks & Foto: Teguh Sudarisman

28

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


TRAVELING DANAU TOBA

H

ari sudah pukul 4.30 sore ketika saya dan teman seperjalanan, Vivi, sampai di pertigaan Dolok Sanggul yang menuju Bakkara, tujuan kami. Sejak pagi tadi kami sudah naik ojek dari Tongging di sisi barat laut Danau Toba, menuju Silalahi, lalu diteruskan naik angkot ke Sidikalang. Dari kota kopi ini kami meneruskan dengan bis kecil CRB untuk sampai ke pertigaan ini. Masih 10 km lagi supaya kami bisa sampai di Bakkara (kadang ditulis juga Bakara) yang terletak di tepi barat daya Danau Toba. Mengapa kami menuju daerah asal Sisingamangaraja XII ini, tak lain karena kami pernah melihat keindahan negeri ini saat mencari info tentang Danau Toba di internet. Di sebuah warung dekat pertigaan ini orang-orang berkumpul. Sebagian sedang menumpang beristirahat, sebagian lagi sedang menunggu angkot ke Bakkara, yang tidak muncul-muncul. Salah satunya Pak Banjar Nahor dan istrinya. Dia asli Bakkara namun tinggal di Sidikalang. Meski hanya terpisah jarak 2,5 jam saja dengan angkutan umum, dia mengaku jarang sekali pulang ke Bakkara. Berjas biru yang sudah agak pudar warnanya, lelaki yang berbadan kecil dan bersuara lirih ini sekarang hendak pulang kampung karena ada kerabatnya yang menikah. “Nanti menginap di mana?” tanyanya. Kami terus terang belum punya gambaran mau menginap di mana, karena memang tidak menemukan informasi tentang penginapan di Bakkara. Dalam rencana kami, menginap di rumah penduduk juga tidak apa-apa. “Nanti menginap di rumah saudara saya saja, di Warung Lala,” tawar Pak Banjar. Oh, tentu saja kami terima dengan senang hati! Lagi-lagi, di perjalanan mengelilingi Toba yang sudah menginjak hari ketiga ini, kami selalu bertemu dengan orang baik. Setelah menunggu hampir satu jam, angkot L300 warna putih kusam yang kami tunggu akhirnya datang. Sepertinya ini angkot yang kebetulan lewat saja karena habis dicarter orang dari Bakkara. Sebab menurut informasi, angkot hanya ada dua kali dari Bakkara: satu jam 8 pagi, satu lagi jam 3 siang. Jalan aspal yang kami lalui sempit dan menurun, namun cukup mulus sehingga mobil pun berlari kencang. Duduk di belakang supir membuat saya bisa menikmati pemandangan di depan. Hanya ada beberapa kampung di sisi jalan, sisanya bukit di sisi kanan dan lembah di sisi kiri. Setelah melewati beberapa tikungan tajam dan menurun, kami memasuki daerah yang di sisi kirinya

30

LIONMAG JANUARI 2012

dipenuhi jejeran pohon cemara, dan tiba-tiba saja di depan bawah sana terhampar pemandangan yang menakjubkan. Terbentang lembah yang luas dengan hamparan sawah menghijau, kelokan alur sungai tepat di tengahnya, di kanan-kiri diapit bukit yang tinggi, dan kesemuanya berujung ke Danau Toba! Di belakang air danau yang biru memutih itu masih ada lagi bukit-bukit yang menjulang tinggi. Persis dengan foto-foto di internet tentang lembah ini. Pemandangan seperti ini kami temui di beberapa tikungan. Sayang, mobil tidak bisa berhenti. Setelah melewati jalan yang agak sedikit rusak, kami memasuki Desa Simamora, yang dulu bernama Desa Lumbanraja. Kami melewati sebuah kompleks rumah Batak di sisi kanan jalan, dan Pak Banjar memberi tahu saya. “Di situ ada makam Sisingamangaraja X dan Sisingamangaraja XI. Tapi karena sudah lewat jam 5, sepertinya sudah tutup, jadi besok saja kalau mau mampir.” Beliau juga bilang kalau makam Raja Sisingamangaraja XII, yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional, tidak satu kompleks dengan ayah dan kakeknya, tapi di Soposurung dekat kota Balige, 2 jam dengan mobil dari Bakkara. Bakkara sendiri merupakan nama untuk daerah yang mencakup keseluruhan lembah ini. Di dalamnya terdapat beberapa desa: Simamora, Sionggang, Sinambela, Marbun, dan Simangulampe. Marga-marga Batak yang mendiami daerah ini, selain Simamora, Sinambela, dan Marbun, juga ada Lumbanraja, Malau, dan Manalu. Bakkara ini masuk ke dalam Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Udara terasa sejuk dan hari sudah gelap saat mobil kami berhenti di depan sebuah warung, dan Pak Banjar ‘menitipkan’ kami ke Lala Marbun, kerabat yang sepertinya silsilahnya ada di bawah, karena Lala memanggilnya opung (kakek). Sepertinya tidak ada tempat untuk tidur kami di warung ini, karena hanya ada satu kamar yang ditempati Lala dan adiknya, Rugun, serta bapaknya tidur di bangku panjang. Di Bakkara ini memang ada sebuah wisma pemerintah, tapi untuk bisa menginap di situ, kami harus minta izin dulu sebelumnya ke Pak Camat. Lala segera mengontak sepupu laki-lakinya, Berlin, untuk mencarikan rumah penduduk yang bisa ditumpangi kami menginap. (searah jarum jam) Pagi yang moody - Diambil dari dermaga Bakkara | Ikan Pora-pora - Setiap hari bisa diambil nelayan dari Danau Toba | Desa Simangulampe - Padi menguning menjelang panen | Kopi di Simangulampe - Ditanam bersisi-sisian dengan padi


Berlin kemudian datang membawa motor dan sebuah kabar baik: kami bisa menginap di rumah Ibu Bidan Ainur Malau. Kami pun bertiga berboncengan naik motor, dan setelah melewati sebuah pekan (pasar) sampailah kami di rumah yang dituju, di sebuah gang. Ibu Ainur, yang belakang rumahnya langsung berbatasan dengan Danau Toba, dengan ramah dan keibuan menerima kami. Beliau mempunyai 7 anak yang sudah menyebar ke berbagai kota. Sekarang, dia hanya tinggal bersama anak perempuannya yang meneruskan profesinya menjadi bidan, sang menantu yang menjadi pegawai kelurahan, dan dua cucu laki-lakinya yang masih balita. Untuk ukuran Bakkara, rumahnya cukup bagus, meski tidak mewah. Ternyata, dia mempunyai lima kamar kosong di tingkat dua. Cuma entah mengapa tidak dibuka menjadi penginapan. Mungkin dia terlalu repot untuk mengurusnya, atau mungkin karena jarang ada wisatawan mampir ke sini. Setelah Ibu Ainur membersihkan dua kamar, kami pun dipersilakan beristirahat. Di lantai atas itu terdapat

sebuah beranda di belakang. Tak jauh di bawahnya ada kandang babi, lalu tepi Danau Toba. Hanya riak-riak kecil terdengar dari air danau. Udara malam di sini cukup dingin dan suasananya sepi sekali. Kami, yang sudah cukup lelah karena seharian memutari sisi barat danau, akhirnya tertidur dengan cepat. Sunrise yang kami tunggu-tunggu sejak gelap ternyata tidak muncul, karena pagi tertutup mendung. Namun dari dermaga kecil di samping rumah, kami melihat seorang nelayan mendayung perahu kecilnya merapat ke dermaga, dan tampaklah oleh kami perahunya terisi setengahnya oleh ikan pora-pora. Ini adalah ikan khas Danau Toba, besarnya sekitar dua jari tangan, dengan badan berwarna keperakan dan punggung berwarna biru. Ikan-ikan itu nanti akan dijual ke pengumpul. Dari dermaga ini pula, setiap hari pasar, yakni Rabu, ada kapal yang melayani rute Bakkara-Nainggolan di Pulau Samosir. Sayang sekarang hari Senin. Setelah minum kopi dan pisang goreng di warung dekat dermaga, kami cuma bisa melewati pasar dengan los-los yang sepi. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


SPECIAL GREBEG IDUL ADHA

Beberapa lelaki tengah mengobrol di sebuah warung kopi di pinggir jalan, dan kami bertanya apakah mereka bisa mengantar kami ke Air Terjun Janji, Aek Sipangolu, kompleks makam Sisingamangaraja, lalu ke pertigaan Dolok Sanggul tempat kami kemarin sore. Air Terjun Janji, kata Lala, mesti dikunjungi karena indah dan bertingkat. Sedangkan Aek Sipangolu, kata seorang teman di Jakarta, mesti dikunjungi karena situs itu merupakan sumber air kehidupan. “Bisa. Kalau buat dua orang, biayanya 300 ribu.� Aahh, mahal sekali, pikir saya. Kami menawar separuhnya, tapi mereka bergeming. Mereka tentu saja mau menolong, tapi dari pengalaman selama mengelilingi Toba ini, mereka tidak mau menurunkan harga. Jadi kami minta ditunjukkan saja bagaimana cara ke Air Terjun Janji. “Jalan kaki saja menyusuri jalan aspal ini, nanti air terjunnya ada di samping warung pinggir jalan,� kata salah seorang bapak. Mula-mula kami melewati rumah-rumah penduduk, lalu kebun bawang merah, yang berseberangan dengan sawah menghampar hijau, luas sekali hingga ke ujung sana. Kalau ke sini satu bulan lagi, pasti sawah ini menjadi hamparan padi kuning keemasan. Jalan lalu menaik begitu bertemu dengan tepi Danau Toba. Pagi

32

LIONMAG JANUARI 2012

masih mendung, namun air yang menghampar luas dan tenang, dikelilingi gunung-gunung yang biru memutih dan udara yang sejuk, memberikan perasaan damai dan tenang. Sebuah jalan di seberang selatan sana yang menggaris gunung, pastilah jalan menuju Muara, kota di timur Bakkara. Sedangkan jalan yang saya tapaki ini akan menuju ke sebuah desa di kejauhan sana, yang kemudian saya tahu bernama Desa Tipang. Di depan desa ini ada sebuah pulau kecil tanpa penghuni, yang disebut Pulau Simamora. Sekitar 10 menit berjalan, kami mendengar bunyi gemuruh saat mendekati sebuah warung yang baru dibuka oleh pemiliknya. Tak salah, ini adalah Air Terjun Janji. Air limpahan air terjun ini dibendung di beberapa titik sehingga menciptakan kolam-kolam kecil yang asyik untuk berendam. Saya baru memotret beberapa kali, ketika mendung berubah menjadi gerimis. Saya dan Vivi berteduh di warung. Tak lama kemudian datang seorang pengunjung yang juga ikut berteduh. Jadilah kami mengobrol. Menurut pengunjung tadi, Pak Aman Simamora, air terjun ini dinamakan Air Terjun Janji, karena dulu pernah menjadi rebutan kememilikan antara Bakkara dan Tipang. Kedua daerah akhirnya mengadakan perjanjian damai,


dan air terjun ini masuk wilayah Bakkara. Dari situlah nama ‘Janji’ berasal. Mendengar kami hendak ke Aek Sipangolu, sang pemilik warung, Mas Harto Marbun, menawarkan diri untuk mengantar kami. Dengan satu motor bertiga orang, kami balik lagi ke Bakkara, melintasi sungai utama, masuk Desa Sinambela, lalu belok kiri mengikuti petunjuk arah ke Aek Sipangolu. Kami melewati jalan yang kanan-kiri dipenuhi sawah dengan padi-padi hijau menguning, dan di beberapa tempat berdampingan dengan kebun kopi. Seumur hidup, saya baru melihat ada tanaman kopi berdampingan dengan padi, di tepi sebuah danau. Kami melewati beberapa orang tengah mengemas ikan pora-pora ke dalam bak-bak fiberglass untuk diangkut memakai truk. “Ikan-ikan itu akan dijual ke Pekanbaru dan Padang,” tutur Harto. Sungguh mengagumkan, danau ini tiap hari menghasilkan ribuan ikan yang bisa menghidupi penduduk di sekitar danau. Dan ini tak hanya di Bakkara saja. Di hari-hari sebelumnya, kami juga melihat nelayan di Tolping, Tongging, dan Silalahi memanen ikan-ikan ini. Kami melewati sebuah gereja yang berdampingan dengan SD Simangulampe, dan tak lama kemudian, kami sampai di sebuah jembatan kecil. Sungai kecil mengalir dari bukit di kanan kami, airnya menerobos di

bawah jembatan, masuk ke sebuah kolam buatan kecil. Dari sini, air sebagian mengalir ke danau, sebagian lagi masuk ke bilik-bilik mandi. Rupanya ini yang disebut Aek Sipangolu (air kehidupan). Menurut cerita, mata air ini muncul setelah Raja Sisingamangaraja XII menancapkan tongkatnya untuk memberi minum bagi gajahnya yang kehausan. Konon air ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, dan orang yang mandi di sini bisa awet muda. Terus terang saya agak kecewa, karena saya mengira Aek Sipangolu ini sebuah air terjun yang tinggi, bagus, dan bernuansa alami. Ternyata tidak. Jadi saya memutuskan hanya akan numpang ke toilet saja. Begitu saya buka salah satu bilik mandi untuk laki-laki, ternyata di dalamnya ada sebuah pipa berdiameter sekitar 5 cm, dengan air dingin yang mencurah deras. Tiba-tiba saja saya jadi ingin mandi! Apa lagi tadi pagi saya memang tidak mandi karena airnya dingin sekali. Vivi yang sedang mengopi di warung pun tertawa melihat saya kemudian muncul dengan badan segar dan rambut basah. Di warung itu ada juga Ibu Erni Tagor dari Asahan, yang sengaja datang ke sini diantar saudara laki-lakinya. Erni membawa sebuah jerigen, dan meminta saya untuk memfotonya begitu dia mengambil air. Ternyata di kolam kecil buatan itu ada sesajian, dan orang-orang yang datang dari jauh mengambil air di sini untuk mendapat berkah. Dari Aek Sipangolu ini, kalau memandang ke seberang danau, akan tampak dua air terjun menjulang tinggi. Salah satunya tampak seperti air terjun bersusun. Air dari air terjun itu masuk bukit, lalu keluar lagi menjadi air terjun kedua di bawahnya. “Itu kan Air Terjun Janji yang tadi Mas ke sana,” terang Harto. Astaga, kenapa saya lupa dengan perkataan Lala, bahwa air terjun itu bertingkat? Mengapa tadi saya tidak melihatnya? “Kalau pas di bawahnya memang tidak kelihatan, kecuali Mas mendaki lagi jalan setapak di samping air terjun. Lagipula tadi hujan kan waktu Mas di sana.” Air terjun satunya lagi yang juga tinggi, bahkan lebih tinggi, adalah Air Terjun Tipang. Ah, sepertinya saya harus ke sini lagi lain kali dan menginap di Tipang agar bisa menjelajahi kedua air terjun itu dengan lebih tuntas. Matahari hampir di atas kepala. Sekarang kami tinggal ke kompleks makam raja, lalu balik ke Dolok Sanggul untuk meneruskan perjalanan ke Tele. Karena angkot (kiri) Lembah Bakkara - Pemandangan lebih detil di dasar lembah (tengah atas) Aek Sipangolo - Bu Erni sedang mengambil air dari kolam (tengah bawah) Pulau Simamora - Pulau tak berpenghuni antara Bakkara dan Tipang (kanan) Air Terjun Janji - Bertingkat tapi tidak kelihatan

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


SPECIAL GREBEG IDUL ADHA

baru ada jam 3, Harto menawarkan untuk mengantar kami memakai dua motor. Kami pun balik ke rumah Ibu Bidan untuk mengambil backpack dan pamit. Harto menelepon temannya, Efdi, yang kemudian datang dengan motor. Kami pun melaju ke makam raja. Kompleks makam dan istana Sisingamangaraja terletak di pinggir jalan Desa Lumbanraja -sekarang namanya Desa Simamora- bersebelahan dengan rumah-rumah penduduk. Suasana bagian depannya sepi, namun tertata rapi. Kami naik undak-undakan untuk sampai ke makam sebenarnya. Salah satu anggota keluarga penjaga yang ada di sini, Pak Markoni Sinambela, menjelaskan makam-makam di sini. Yang seperti sumur ditutup beton adalah makam Raja Sisingamangaraja X. Yang dikuburkan di sini hanya kepalanya saja, sementara badannya konon terkubur bukit di tempat lain saat beliau gugur dalam perang melawan Tuanku Rao. Makam anaknya, Sisingamangaraja XI merupakan sebuah cungkup tertutup, dengan bagian depannya dihiasi bendera kerajaan berwarna merah dengan dua pedang dan bulan-bintang. Sisingamangaraja XII, yang melancarkan perlawanan gerilya selama 31 tahun terhadap penjajah Belanda (1876-1907), tidak ada di sini. Semula makamnya berada di Tarutung, namun kemudian dipindah ke Soposurung, Balige, atas saran Presiden Soekarno. Setelah Sisingamangaraja XII wafat, tidak ada lagi raja yang menjadi penerusnya, hingga sekarang. Namun Pak Markoni sendiri mengaku bahwa kalau dirunut, dirinya (kiri) Gorga di istana raja - Stempel kerajaan - cecak - dan konon lambang payudara wanita. (kanan) Makam Sisingamangaraja XI Lambang bendera kerajaannya untik dan mencerminkan adanya pengaruh Islam

34

LIONMAG JANUARI 2012

adalah Sisingamangaraja XV. Saya, tentu saja, tak ingin mempertanyakan benar-tidaknya klaim beliau. Yang unik, di samping makam ini ada tiga bangunan rumah kayu khas Batak, yang dulu merupakan istana raja. Orang luar ternyata boleh menginap di sini, asal minta izin lebih dulu ke Pak Markoni. Dinding luar istana-istana ini mempunyai gorga (ukiran tradisional Batak) yang unik, yang didominasi warna putih, hitam, dan merah. Markoni membacakan ukiran stempel raja, yang ternyata ditulis dalam huruf Batak dan huruf Arab! Konon hal itu karena adanya percampuran budaya antara Parmalim –agama asli orang Batak– dengan agama Islam. Hal lain yang unik, di tiap istana itu pasti ada ukiran cecaknya. Menurut Markoni, hal itu karena dalam kepercayaan orang Batak, cecak merupakan pelindung rumah dan juga lambang keuletan. Kami meninggalkan kompleks makam raja, melaju di jalan yang meliuk dan makin meninggi, hingga kemudian sampai di tikungan dengan pemandangan indah yang saya lihat kemarin. Begitu turun dari motor untuk memotret, suara gemericik air Sungai Bakkara yang membelah lembah di bawah terdengar jelas sekali dari tempat kami berdiri, bercampur dengan desau angin. Lembah Bakkara yang luas memanjang hingga menyentuh tepi Danau Toba ini sungguh menakjubkan, layaknya negeri dongeng. Dan ternyata tidak hanya satu, tapi ada tiga tikungan jalan yang menawarkan pemandangan luar biasa lembah ini. Mendadak saya jadi sedih, mengapa saya baru menikmati keindahan ini ketika hendak pulang? Kalau saja saya tidak harus ke tempat lain, pasti saya akan meminta Harto untuk membawa saya balik ke Bakkara, dan tinggal lebih lama lagi di surga ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


SPECIAL Klenteng boen tek biao

Klenteng Padamuttara, Tangerang

Sejarah

Dalam Setapak Jalan Merah

Klenteng merupakan salah satu indikator usia sebuah kota. Seperti kota Tangerang, adanya klenteng yang relatif kecil ini sangat banyak berkisah. Klenteng Padamuttara ini dibangun pada tahun 1684, jadi sudah 327 tahun! Teks dan Foto: Paul I.Zacharia

36

LIONMAG JANUARI 2012


K

lenteng ini lebih dikenal sebagai Klenteng Boen Tek Biao yang berarti Tempat Ibadah Sastra Kebajikan. Biao atau tempat ibadah yang perdana masih sederhana sekali berupa tiang bambu dan beratap rumbia. Awal abad ke-19 setelah perdagangan di Tangerang meningkat, dan umat Boen Tek Biao semakin banyak, klenteng ini berupa seperti yang bisa dilihat sekarang. Terletak di belakang pasar yang saat ini ada di balik pertokoan sepanjang jalan utama kota, inilah pusat kota asli sebenarnya, dimana aktifitas ibadah dan perdagangan berdampingan langsung. Disini suasana tempo dulu masih cukup kental terasa.

Berbeda dengan kebanyakan klenteng di Indonesia atau di negeri asalnya, Klenteng Boen Tek Baio mempunyai satu tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun yaitu Gotong Toapekong. Setiap 12 tahun sekali yaitu saat tahun Naga menurut kalendar Cina, pesta tahun Naga ini dimeriahkan oleh pertunjukan Barongsai dan Wayang Potehi yang selalu menyedot ribuan pengunjung. Disamping acara gotong Toapekong, sejak tahun 1911 para umat Boen Tek Biao menyelenggarakan pesta Pehtjun yang diadakan di (kiri) Seorang pengunjung sedang menaruh Hio di perabotan klenteng yang bersejarah (kanan) Lilin raksasa selalu bernyala di kiri kanan altar klenteng

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


SPECIAL Klenteng boen tek biao

sepanjang Kali Cisadane, yaitu perlombaan perahu naga. Perlombaan ini berlangsung sekitar bulan Mei-Juni saat musim kemarau dimana air sungai jernih dan tenang. Disamping itu diadakan juga lomba membuat telur berdiri di terik siang, yang merupakan daya tarik cukup unik dan menarik. Klenteng kecil ini mengikuti perjalanan sejarah Tangerang yang terwarnai tragedi Cina Benteng. Pada bulan Mei 1946, sebanyak 636 orang Tionghoa, termasuk 136 orang perempuan dan anak-anak di daerah Tangerang dan sekitarnya telah menjadi korban

h.32 (searah jarum jam) Pengunjung sedang khidmat melakukan persembahyangan | Salah satu ruang persembahyangan di sisi kanan klenteng | Para dewa di pusat altar dengan penerangan lampu teratai | Beberapa warga bercengkerama di kawasan berrekreasi h.33 Genta kuningan berukiran indah tergantung di halaman klenteng

38

LIONMAG JANUARI 2012

pembunuhan. Sekitar 1.268 rumah etnis Tionghoa habis dibakar dan 236 lainnya dirusak. Namun sejarah yang merah dengan darah itu tidak memadamkan semangat hidup etnis yang telah datang sejak abad 15 dan berasimilasi dengan warga pribumi dan menghasilkan keturunan yang beken dengan sebutan Cina Benteng. Klenteng tertua ini masih menjadi jujukan warga Cina yang datang dari berbagai tempat termasuk dari mancanegara. Bak sebuah rumah, sebuah klenteng lebih daripada suatu tempat beribadah. Perawatan lingkungan yang bersih membuatnya menjadi tempat warga Cina menjadikannya seperti rumah kedua mereka, dimana mereka bisa bermain mahyong dan menghabiskan waktu bersama-sama bak suatu keluarga besar. Masa lalu yang kelam telah terkubur bersama melangkahnya waktu.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


TRAVELING SYDNEY

40

LIONMAG JANUARI 2012


Sydney

Shopping Bargains and More! TEXT AND PHOTOS: CAMPBELL BRIDGE

M

y hometown Sydney has virtually everything available for fanatical shoppers – my observation is that 99.9% of Indonesians fit into that category. It was said by Bo Derek that whoever said money can’t buy happiness simply didn’t know where to go shopping. If shopping was an Olympic sport, there is little doubt that Indonesians would be world champions. Many Indonesians will find themselves in Sydney either as tourists, students, visiting friends and relatives, or working here. The question is how does someone in Sydney best indulge in the favourite Indonesian past time. While Sydney has virtually anything available in one part or another of the city, shopping here is fundamentally different to Jakarta and Singapore. While there are many malls, the best bargains are often in the markets and factory outlets which are close to the centre of the city. There are also modern design

name shopping centres in the city such as Centrepoint and restored historic shopping arcades such as the Strand Arcade and the Queen Victoria Building. Bargain Central in Sydney is Paddy’s Market. It is the best place to get all those oleh oleh for your family members and friends at home for a very reasonable price. Australian souvenirs including

endless varieties of T-shirts, cute stuffed toys such as koalas and kangaroos, woollen ugg boots for those freezing nights in Bandung, hand and carry bags, and leather goods can all be found here at good low prices. Similar souvenirs in tourist shops around the city are often double the price of Paddy’s and prices at Sydney airport will be much higher again.

(left page) Strand Arcade (this page) Koalas by the Thousand at Paddy’s

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


TRAVELING SYDNEY

The market is in the middle of Chinatown near the centre of Sydney. It has a food court. There are also lots of Chinese restaurants and shops as well as a number of Indonesian restaurants which serve halal food. Remember that Paddy’s market is not open every day - check on the Internet or with your hotel. Just a couple of kilometres away or about 10 minutes away in a taxi are the factory outlet stores in the suburb of Alexandria. While not the bargain basement prices of Paddy’s market, the top brand names will often sell their superseded or surplus merchandise here at far lower prices than they would otherwise be available. There are plenty of clothing manufacturers and suppliers operating here and also shoe and appliance suppliers. For Indonesians with friends or relatives resident in Australia, it is worth remembering that goods can be mailed from the US or elsewhere into Australia without any obligation to pay duty or goods and services tax (top left) Kangaroo oleh oleh (top right) Go to Sydney centre for luxury shops (bottom left) Paddy’s Market entrance in Chinatown (bottom right) Plenty of bags and clothing in Paddy’s

42

LIONMAG JANUARI 2012

(“GST”) if the shipment value is less than A$1000 (about IDR 9jt). As some US suppliers can be reluctant to ship to Indonesia, it can make good sense to ship what you want to your friend or relative in Australia and pick them up when you come to Australia. Finally, for those who are more interested in the whole shopping experience rather than just bargainhunting, places like the Strand Arcade and the Queen Victoria Building have a wide range of designer and brand-name shops, with an emphasis on a wide variety

of fairly quaint quality shops within them. Both beautifully restored historic buildings. A highlight is the exquisite coffee shops and cafes here. Unlike Jakarta, there are very few chain coffee shops - they are mostly individually owned with each owner particularly proud of his barristas and the brew of cappuccino or espresso which they make. Finally, check the shopping hours in Sydney. Generally shops open much earlier than Jakarta close much earlier except on Thursday night when most shops remain open until 9pm.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


TRAVELING TASIKMALAYA

Belajar Dari Kearifan

Masyarakat Adat Kampung Naga Teks dan foto : Ifa Nahdi

S

aya melangkah berhati-hati menuruni ratusan anak tangga yang menurun dan curam, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Di kanan kiri tangga terdapat saluran air yang airnya mengalir cepat. Saya menyempatkan diri menyentuh air jernih itu, terasa dingin dan segar. Segarnya air pedesaan yang belum terkontaminasi oleh polutan dan cemaran yang lain. Nun di bawah saya, terhampar persawahan yang menghijau. Di sepanjang persawahan itu meliuk sebuah jalan setapak dengan sebuah sungai disampingnya. Dan diujung jalan itu tampak puluhan rumah beratapkan rumbai atau ijuk

44

LIONMAG JANUARI 2012

berwarna hitam berjajar dengan rapi. Ketika saya menyelesaikan anak tangga terakhir yang berjarak 500 m tadi. Sungai Ciwulan tepat dihadapan saya, kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai itu. Saya telah memasuki sebuah kampung tradisional, Kampung Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat. Bersama beberapa warga yang masih mempunyai pertalian darah dengan Kampung Naga, saya berjalan melewati jalan setapak yang masih terbuat dari tanah. Mereka yang berjalan beriring kebanyakan adalah perempuan dengan membawa gendongan dipunggung. Awalnya mereka merupakan warga yang tinggal di Kampung Naga, tetapi karena sesuatu hal, seperti menikah dengan orang lain, maka mereka

harus keluar dari kampung tersebut. Tetapi di setiap penyelenggaraan upacara adat, mereka akan kembali lagi ke kampung ini. Seperti yang dilakukan hari ini, mereka akan mengikuti upacara Hajat Sasih, salah satu upacara yang sakral bagi mereka. Kampung Naga sendiri merupakan sebuah kampung tradisional yang terletak di ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya dan Garut. Kampung ini didiami oleh masyarakat yang sangat kuat memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Mereka hidup pada sebuah tatanan kemasyarakatan yang sederhana, menghormati lingkungan serta kearifan lokal yang ada. Sedangkan secara administratif Kampung


Naga termasuk kampung Legok Dage, Desa Neglasari, Salawu, Tasikmalaya. Permukaan tanah di Kampung Naga merupakan tanah perbukitan dengan produktivitas yang tinggi. Sebagian pertanahan yang ada digunakan sebagai perumahan, pekarangan, kolam pemeliharaan ikan, dan sisanya digunakan sebagai areal persawahan yang dapat dipanen setahun dua kali. Senyap, ketika melangkah memasuki perumahan warga, rumahrumah dari bambu itu tertutup rapat. Saya melangkah melewati jalan kecil yang memisahkan antar rumah. Dan mengamati, bentuk bangunan rumah di Kampung Naga semua sama, berupa rumah panggung, dengan tumpukan batu yang tersusun rapi

berfungsi layaknya pondasi rumah. Dinding terbuat dari anyaman bambu yang dikapur putih, dan sebuah pintu terbuat dari serat rotan terletak di tengah dan lantai rumah dari bambu juga. Atapnya terbuat dari daun rumbia, daun kelapa, atau ijuk sebagai penutup bumbungan. Semua bangunan yang ada di kampung ini menghadap Utara atau Selatan, dan memanjang ke arah Barat - Timur. dinding rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun pemilik rumah mampu membuat rumah tembok. Lalu tiang-tiang peyangga bangunan disambung tanpa paku, tetapi menggunakan sistem knockdown dan ikat yang memungkinkan gerakan lentur, sehingga rumah akan mengikuti gerakan tanah bila

ada gempa bumi. Rupanya tata letak dan penggunaan bahan alami merupakan ciri khas gaya arsitektur dan ornamen Kampung Naga ini. Di sebuah tikungan saya bertemu dengan seorang perempuan yang sedang duduk di depan rumahnya. Di sebuah tangga bambu yang juga berfungsi sebagai tempat warga untuk duduk-duduk bersama. Sedangkan perempuan lain sedang menjemur pakaian di atap rumahnya. meski sudah mengenakan t-shirt, dia tetap menggunakan kain jarik sebagai bawahannya. Dari penuturan mereka, bahwa sebagian besar warga telah berkumpul di masjid. Di sana akan menjadi pusat berkumpulnya warga kampung dan melaksanakan upacara Hajat Sasih. Upacara Hajat Sasih di Kampung Naga merupakan ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad.  Atas pemberian keselamatan, keberhasilan dan limpahan rejeki, berupa hasil bumi serta tanah yang subur. Sekaligus sebagai penghormatan kepada leluhur mereka, Eyang Singaparna, yang dianggap menurunkan  orang Sa-Naga, sebagai cikal bakal Kampung Naga. Dalam upacara yang cukup besar ini, dihadiri oleh warga adat Sa-Naga, baik yang bertempat tinggal di Kampung Naga maupun di luar Kampung Naga. Beberapa INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


TRAVELING TASIKMALAYA

kegiatan yang biasa dilakukan adalah mengganti pagar bambu yang mengelilingi  Bumi Ageung, mencuci benda-benda pusaka, beberesih (mandi di Sungai Ciwulan), membersihkan makam Eyang Singaparna, bersalaman dengan kuncen, dan makan bersama di Balai Patemon. Biasanya Hajat Sasih dilaksanakan setiap, 26 hingga 28 Muharam; 10,12,14 Maulud; 16 hingga18 Jumadil Akhir; 14 hingga16 Ruwah; 1 hingga 3 Syawal serta 10 hingga 12 Rayagung. Yang menarik adalah pemilihan waktu pelaksanaan upacara Hajat Sasih tersebut. Dilakukan bertepatan dengan hari-hari besar agama Islam. Ternyata penyesuaian waktu tersebut bertujuan agar kedua upacara dapat dilaksanakan sekaligus. Sehingga antara ketentuan adat dan akidah agama Islam dapat dilaksanakan secara bersama dan harmonis. Meski mengaku sebagai penganut Islam, tetapi mereka masih taat memegang teguh adat-

46

LIONMAG JANUARI 2012

istiadat dan kepercayaan leluhurnya. Walaupun memeluk agama Islam, syariat Islam yang mereka jalankan berbeda dengan pemeluk lainnya. Dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang. Misalnya sembahyang lima waktu, pada hari-hari lain mereka tidak melaksanakan sembahyang lima waktu. Jadi sembahyang Subuh, Dzuhur, Ashar, Mahgrib, dan Isya, hanya dilakukan pada hari Jumat. Kali ini Saya diperbolehkan untuk masuk lebih jauh, karena upacara sudah mendekati usai. Sebelumnya saya telah memasuki kampung ini di pagi hari. Tetapi tidak diperbolehkan untuk memasuki kampung lebih jauh, karena upacara Hajat Sasih sedang berlangsung. Saya hanya dapat memperhatikan dari ketinggian, di kampung Rancak yang berada di atas kampung Naga. Belasan laki-laki berjubah putih beriringan menuju arah barat kampung, menuju makam Eyang Singaparna yang

terletak di hutan keramat Leuweung Larangan. Saya pun melangkah menuju masjid, sambil mempelajari rumah-rumah yang saya lewati. Menurut penuturan pak RT, jumlah bangunan dan rumah di Kampung Naga dipertahankan selalu 118 bangunan. Dari jumlah tersebut, 108 merupakan rumah penduduk, yang lain merupakan bangunan untuk masjid, tempat pertemuan dan rumah agung yang tidak boleh ditempati oleh siapapun. Kemudian mereka memiliki lahan untuk hutan larangan yang tidak boleh disentuh siapapun. Sisanya dipakai untuk persawahan, perkebunan dan pemakaman. Cara ini membuat ketersediaan air mereka terjamin. Kampung yang berada di ceruk itu juga terjaga dari bencana tanah longsor. Setibanya di Masjid Agung, saya masih sempat melihat iringan para tetua adat dengan pakaian adat mereka yang serba putih. Mereka berjalan memasuki masjid


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


TRAVELING TASIKMALAYA

setelah sebelumnya melakukan prosesi keliling kampung itu. Perempuan-perempuan yang tadi membawa gendongan, ternyata sedang menunggu di luar masjid itu. Kemudian mereka bersamasama mendekati masjid dan menyerahkan gendongan mereka itu. Isi gendongan mereka adalah Nasi Tumpeng Sisihan, nasi tumpeng beserta lauk pauknya, di dalam masjid itu. Bagi yang akan mengikuti upacara, sebelum masuk mereka mencuci kaki terlebih dahulu. Kemudian masuk kedalam sembari menganggukan kepala dan mengangkat kedua belah tangan. Hal itu dilakukan sebagai tanda penghormatan dan merendahkan diri, karena masjid merupakan tempat beribadah dan suci. Di dalam masjid, seorang wanita paruh baya dengan baju kemben dan kain merah yang disebut patunggon datang membawa kendi berisi air untuk kemudian diberikan kepada kuncen yang ada di dalam masjid. Setelah patunggon masuk, para warga bergiliran dan memasukkan tumpeng secara berantai melewati jendela di samping kanan dan kiri masjid. Di luar masjid, saya mendengar lirih Al Fatihah selesai dibacakan sebagai tanda berakhirnya upacara Hajat Sasih. Tumpengtumpeng yang telah didoakan pun bergiliran keluar dari masjid untuk segera disantap oleh seluruh warga. Usai upacara saya bertemu dengan ketua RT, Bapak Risman. Beliau mengajak saya untuk ke rumahnya. Ditemani nasi Bobokoh dengan lauk ikan dan sayur kacang panjang, dia bercerita tentang kampung ini. Ada 3 hal yang selalu melekat pada masyarakat Kampung Naga, yaitu amanat,

48

LIONMAG JANUARI 2012

wasiat dan akibat. Upacara Hajat Sasih adalah salah satu amanat yang diberikan oleh Leluhur Eyang Singaparna. Sedangkan penolakan listrik dan jalan memang diambil untuk mencegah timbulnya akibat kecemburuan sosial antar warga. Kampung Naga menolak masuknya listrik ke sini, karena ditakutkan akan terjadi hubungan pendek dan bisa menimbulkan kebakaran serta kecemburuan sosial. Kalau malam hari hanya pakai lampu teplok, sehingga kehidupan malam betulbetul terasa sepi. Oleh karena itu warga menggunakan accu untuk menyalakan televisi mereka yang masih hitam putih itu. Mereka

yang ingin mendapatkan lebih, dipersilahkan untuk keluar dari kampung ini. Akhirnya meski sedikit, saya masih sempat mendapatkan prosesi Hajat Sasih yang digelar di kampung ini. Meskipun pada awal kedatangan, saya harus kembali keluar kampung dan menunggu di atas karena upacara ini tertutup untuk umum. Apa yang bisa saya pelajari dari mereka, dari kearifan lokal Kampung Naga adalah sikap mereka terhadap kearifan alam sekitar. Tidak lupa juga sesuap Nasi Bobokoh yang mampu mengganjal perut sehari itu serta keramahan masyarakat Naga yang tulus.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


DESTINATION LOMBOK

Perang Topat

Perang yang Menyatukan,

Bukan Menghancurkan

“Para pemimpin negara-negara di dunia ini bisa datang dan belajar dari masyarakat Sasak. Setahun sekali kami berperang tapi bukan untuk saling melukai maupun saling menghancurkan. Melainkan ini perang yang membawa damai dan kegembiraan,� kata Suparman Taufik, pemangku suku Sasak sehari sebelum acara perang topat (ketupat) di Pura Lingsar, Lombok Barat. Teks dan Foto: Toto Santiko Budi

50

LIONMAG JANUARI 2012


S

etahun sekali masyarakat suku Sasak yang muslim dan masyarakat keturunan Bali beragama Hindu yang tinggal di Lingsar melakukan sebuah ritual yang tak akan dijumpai di tempat lain di dunia ini. Ribuan orang mengikuti aksi saling melempar topat yang selalu digelar pada bulan purnama sasih(bulan) keenam kalender Bali atau sasih pitu kalender Sasak, sekitar bulan November-Desember. Agama Islam masuk ke Lombok dengan damai dan melebur dengan adat istiadat kebiasaan maupun

agama leluhur yang banyak dianut masa itu, yaitu Hindu dan animisme. Muncul istilah Islam wetu telu. Kini masyarakat muslim Sasak umumnya beribadah seperti halnya masyarakat muslim lainnya di seluruh dunia. Sebagian umat lain masih ditambah menjalankan berbagai ritual adat tradisionalnya. Pura Lingsar adalah tempat bermulanya akulturasi budaya ini. Salah satu tempat ibadah tertua di Lombok yang dibangun pada tahun 1759 oleh Anak Agung Ngurah di masa kejayaan kerajaan Karang

Asem Sasak ini memang berbeda dari pura lain yang ada. Pura Lingsar menjadi tempat suci bagi dua keyakinan yang berbeda. Di bagian utara komplek Pura Lingsar terdapat Pura Gaduh, tempat ibadah utama umat Hindu. Di bagian selatan terdapat situs “Kemalik�, yaitu tempat yang disucikan dan dikeramatkan oleh suku Sasak. Kemalik menjadi tempat ibadah universal. Berbagai umat dari agama yang berbeda acap terlihat hadir dan berdoa, menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

(kiri) Saling lempar topat dilakukan selama 15 menit. (kanan) Arak-arakan ketupat menuju Kemalik untuk disucikan.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


DESTINATION LOMBOK

Perang topat sesungguhnya merupakan puncak acara dari ritual tahunan yang dikenal sebagai pujawali. Bagi masyarakat Hindu, pujawali berarti pemujaan terhadap Ida Bathara atau bisa berarti hari jadi tempat ibadah/pura. Masyarakat muslim Sasak memaknai pujawali sebagai memuja wali atau para penyebar agama Islam di pulau Lombok. Meskipun ada pemaknaan yang berbeda dari pujawali, ritual ini dipersiapkan bersama dan gotongroyong oleh masyarakat muslim dan Hindu. Gotong-royong itu antara lain dalam membersihkan lokasi sekitar komplek pura, hingga menghias sudut-sudut Pura Lingsar dengan penjor atau hiasan dari janur. Suguhan juga disiapkan untuk menyambut para tamu, dengan hidangan utama berupa sate daging kerbau. Sehari sebelum disembelih, kerbau diarak keliling pura oleh umat Hindu dan Sasak. Penggunaan kerbau ini merupakan ‘kompromi’ dari masyarakat muslim dan Hindu. Bila di pura lain sering terlihat penggunaan daging babi untuk sesaji maka di Pura Lingsar ini tidak diperbolehkan. Sebaliknya, umat muslim Sasak di sekitar pura tidak memakan daging sapi. Umat muslim yang menyembelih kerbau ini. Kaum laki-laki mengambil peran dalam menyiapkan hidangan. Adapun kaum perempuan membuat kulit topat dan memasak topat. Untuk membuat 9.000 topat seukuran telur ayam pada ritual kali ini, dibutuhkan 1 kuintal beras. Perang topat diawali dengan pasukan “Batek Baris” yang membawa senjata dan berpakaian ala pasukan Belanda, diikuti penari gandrung dan pemain gendang beleq khas Lombok. Di belakangnya, barisan pembawa rombong (lumbung

52

LIONMAG JANUARI 2012

kecil), sesaji, kebun odek, lamak, momot, kerbau dan ketupat. Mereka mengadakan ritual mengelilingi Kemalik beberapa kali. Selanjutnya semua sesaji dan ketupat disucikan dan didoakan. Tepat pukul 17.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA), usai ritual doa di Kemalik, perang topat dimulai. Bupati Lombok Barat HM Zainy Arony mengawali, dengan melempar ketupat ke arah masyarakat. Masyarakat telah terbagi dua kubu, berhadap-hadapan di bagian Utara dan Selatan, tak jauh dari dinding Pura dan Kemalik. Mereka menunggu ketupat sebagai amunisi. Tatkala ketupat-ketupat itu dilemparkan dari balik dinding Kemalik, masyarakat saling berebut. Amunisi yang telah terkumpul itu lantas dilemparkan ke kubu seberangnya, saling lempar dan saling serang. Mereka berperang dengan gembira, diiringi suara kul-kul menyemarakkan suasana. Perang hanya berlangsung 15 menit. Tak ada dendam atau pertikaian yang berlanjut sesudahnya. Seru! Seusai perang, warga Lingsar, terutama petani mengumpulkan ketupat-ketupat yang berserakan. Nantinya, ketupat-ketupat itu akan ditanam di sawah atau digantungkan di pohon buah-buahan, diiringi doa kepada Tuhan Yang Mahaesa. Mereka berharap, panen mendatang akan bagus hasilnya. Suparman Taufik (73), pemangku suku Sasak yang juga purnawirawan TNI AD ini menyebutkan, perang topat mengandung beberapa doa dan permohohan. Pertama, agar hujan dapat turun dengan baik. Kedua, agar damai selalu tercipta dan dijauhkan dari nafsu jahat. Ketiga, mohon keselamatan bagi semua umat. “Hidup ini seperti mata uang.

Mempunyai dua sisi yang berbeda, namun menjadi satu. Agama kami berbeda, cara beribadah pun masing-masing, di luar itu dalam bermasyarakat kami adalah satu,” kata Suparman Taufik. Masyarakat muslim dan Hindu, terutama yang tinggal di sekitar Pura Lingsar, sehari-harinya memang hidup rukun. Semoga kita bisa belajar bertoleransi seperti yang ditunjukkan warga Lingsar, Lombok Barat.


Bagaimana ke sana? Pulau Lombok mempunyai bandara internasional baru yang sering disingkat dengan BIL, menggantikan bandara Selaparang. Bandara yang terletak di Lombok Tengah ini dapat ditempuh selama 1,5 jam dari Kota Mataram menggunakan kendaraan roda empat. Ada juga bus Damri dari BIL menuju terminal bus Mandalika hingga Senggigi. Hotel dan penginapan banyak terdapat di Mataram hingga kawasan Senggigi. Pura Lingsar terletak lebih kurang 15 kilometer dari pusat kota Mataram atau 7 km sebelah barat Narmada. Transportasi umum cukup susah di Lombok. Untuk bepergian jarak dekat kita bisa menggunakan ojek motor maupun taksi. Bila kita ingin mengunjungi banyak tempat wisata di Lombok lebih baik menyewa mobil.

(kiri atas) Perempuan Sasak menyiapkan kebun odek perlambang kesuburan (kanan atas) Menyiapkan bumbu dan memasak hidangan tugas kaum pria (kiri tengah) Tua dan muda menjadi bagian dari ritual napak tilas sehari sebelum perang topat (kanan tengah) Umat Hindu turut memanjatkan doa di Kemalik. (bawah) Para pemuda bersantai sebelum prosesi mengarak kerbau mengelilingi Pura Lingsar.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


DESTINATION ujung genteng

Ujung Genteng

Pesona Tukik Berlari

ke Alam Bebas teks dan foto: jeffry tarigan

U

jung Genteng, nama ini acapkali diumbar di forumforum backpacking, fotografi, surfing dan blog di dunia maya. Penasaran ingin membuktikan sendiri keindahan daerah ini seperti yang dijanjikan beberapa blog sebagai the most beautiful beach in West Java, akhirnya melangkahlah saya dan beberapa teman ke sana dengan semangat backpacking yang menggebu-gebu. Ditambah lagi karena kecintaan saya terhadap pantai-pantai yang masih perawan yang sepi belum berubah sejak meninggalkan Bali enam bulan yang lalu. Lantas, apa yang membedakan Ujung Genteng di Sukabumi dari pantai-pantai wisata lainnya di Selatan Jawa Barat? Nyaris Tidak ada. Setelah melalui perjalanan 6-7 jam dengan mobil dari Jakarta yang terasa begitu lama melalui Bogor, Cibadak, Cidadap, Jampang Kulon, dan Surade, saya menjumpai tipikal pantai Selatan di daerah berkapur yang masih relatif belum terjamah: pasir putih, karang, ombak yang besar dan ketenangan. Kecewa? Saat itu saya tidak ingin menyerah. Beberapa nelayan lokal menyarankan saya untuk pergi

54

LIONMAG JANUARI 2012

melihat pelepasan bayi penyu, atau tukik, ke laut. Sore itu, sehabis bermain-main di pantai dekat sebuah surf spot bernama Turtles, berangkatlah saya ke Pantai Pangumbahan, sebuah pantai di mana warga setempat rutin melepaskan ratusan tukik ke laut Selatan setiap hari sebelum senja. Pelepasan tukik-tukik itu ternyata adalah bagian dari penangkaran penyu hijau yang dilakukan warga setempat di bawah supervisi Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Masyarakat setempat yang peduli dengan populasi hewan amfibi ini, mencoba menyelamatkan penyu hijau dari gangguan predator maupun tangantangan serakah manusia. Penangkaran dilakukan dengan membantu penetasan telur penyu yang ditanam oleh sang induk selama 55-60 hari. Menurut Darma, salah satu petugas jaga pantai, setelah penyu selesai bertelur dan menanamnya di dalam pasir, warga akan memindahkan semua telurnya ke tempat penetasan yang sudah disiapkan. Kegiatan

ini dilakukan pada malam hari, di mana pengunjung dapat juga berpartisipasi asal tidak berisik, karena akan mengganggu prosesnya. Setelah menetas, tukik kecil pun siap dilepas kembali ke laut. Setiap sore, lebih dari 500 ekor tukik dilepas ke laut. Saat itu saya bahkan tidak dapat berhitung saking banyaknya makhluk-makhluk hijau kecil itu bergerombol. Sayangnya, tukik yang dapat bertahan hidup hingga menjadi penyu hijau besar hanya sekitar lima persen dari jumlah itu. “Karena banyaknya predator di dalam laut, pelepasan dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB saat ikan-ikan biasanya sudah kenyang,� kata Darma. Dan untuk dapat menjadi induk dan bertelur, penyu betina memerlukan waktu 30 tahun. Sedih saya mendengarnya, melihat ternyata tukik-tukik kecil itu adalah hewan rapuh. Untuk mengetahui jumlah populasinya, penyu yang bertelur di Ujung Genteng akan didata dengan cara diberi tanda dan diukur bobot

(atas) Puluhan tukik yang ada penangkaran setelah berhasil ditetaskan (bawah) Senyum puas dari wajah seorang penangkar penyu melepas puluhan ekor tukik dengan berharap mereka bisa bertahan hidup


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55


DESTINATION ujung genteng

tubuhnya. “Penyu yang sudah bertelur di sini biasanya akan kembali lagi ke tempat ini untuk melakukan hal sama. Dia tidak akan pernah pindah ke tempat lain,� ujar Darma. Binatang bernama latin chelonia mydas sebenarnya mampu hidup hingga ratusan tahun. Namun populasi hewan bercangkang keras ini sekarang sudah semakin berkurang akibat sering diburu predator lain berwujud manusia. “Untuk dikonsumsi dagingnya, telur hingga cangkangnya,� kata Darma. Kondisi ini rupanya mengusik perhatian warga setempat. Mereka lalu melakukan penangkaran penyu hijau bekerjasama dengan pihak swasta. Sejak tahun 70-an Ujung Genteng yang semula hanya rawa yang tidak terawat berubah jadi tempat penangkaran penyu hijau. Kerja keras warga akhirnya terbayarkan. Kini balai konservasi penyu Ujung Genteng yang pengelolaannya sekarang dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan berubah menjadi salah satu tempat penangkaran penyu hijau terbesar di wilayah Jawa Barat. Hampir setiap hari tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kawasan wisata ini juga banyak didatangi mahasiswa dari berbagai universitas yang hendak melakukan penelitian. Bagi para fotografer, pantai Ujung Genteng yang indah sangat bagus untuk diabadikan. Sebenarnya balai ini terletak masih satu teluk dengan Turtles, sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pantai atau masuk melalui pintu depan balai menyusuri jalan setapak atau dengan ojek Rp 40.000. Bahkan menurut seorang surfer dari

56

LIONMAG JANUARI 2012

Spanyol, surf spot itu dinamakan Turtles karena tukik-tukik itu. Setiap pengunjung balai dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 untuk membayar jasa pemandu. Jika ingin melihat pelepasan penyu, pengunjung sudah harus berada di Ujung Genteng sore hari. Pada malam harinya wisatawan bisa melihat secara langsung proses penyu hijau bertelur. Pagi hari wisatawan bisa jalan-jalan ke tempat pelelangan ikan yang lokasinya tidak jauh dari Ujung Genteng.

Satu lagi keunikan yang disajikan Ujung Genteng, yaitu pengunjung dapat menikmati sunset dan juga sunrise di sisi yang berbeda. Suatu hal yang jarang dapat dinikmati sekaligus. Jika ingin menikmati sunset yang romantis, pergilah ke arah Barat Ujung Genteng, tepat pada surf spot Ombak Tujuh. Jika ingin merasakan sunrise yang tenang dan damai, pergilah ke pantai di dekat tempat pelelangan ikan yang menuju ke Amanda Ratu.

(atas) Deretan rapi tempat penetasan telur penyu yang dipindahkan dari alamnya (bawah) Kumpulan telur penyu yang masih tampak segar yang siap dipindahkan dari alamnya ke tempat penangkaran


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


Jangan khawatir dengan akomodasi, walau terpencil tempat ini sudah teruji oleh para backpacker dan peselancar-peselancar yang juga otomatis adalah backpacker. Backpacking, tentu identik dengan segala sesuatu yang murah meriah. Penginapan murah, transportasi murah dan makanan murah. Terdapat paling tidak sembilan penginapan murah yang tersebar di penjuru Ujung Genteng, di antaranya

Pondok Adi, Mamas Losmen, Pondok Hexa, Vila Ujang, Batu Besar dan Koboi. Bahkan kamar yang ditawarkan bervariasi, tidak hanya melulu budget room, mereka juga memiliki kamar-kamar ber-AC dan vila-vila luas dengan 2-3 kamar. Alternatif lain adalah rumahrumah penduduk. Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung permintaan kita, apakah itu untuk satu rumah dengan dua sampai

(atas) Puluhan ekor tukik berlari menyongsong lautan bebas menuju kehidupan sebenarnya (bawah) Petugas penangkar membawa puluhan ekor tukik yang telah siap untuk dilepas di laut bebas

58

LIONMAG JANUARI 2012

empat kamar, ataupun hanya menumpang di satu kamar saja yang dihargai Rp 50.000. Menurut penduduk setempat, 10 tahun lalu Ujung Genteng benarbenar sepi, tidak ada listrik apalagi penginapan ber-AC, beruntung sekarang Ujung Genteng lebih mudah dicapai dan lebih ramah pengunjung, dengan fasilitas yang sudah lumayan baik. Namun, jangan mengharapkan Ujung Genteng seperti tempat-tempat wisata pantai lainnya di Bali, Ujung Genteng tetaplah daerah terpencil dimana jika malam tiba, tidak ada hiburan dan kesunyian menyelimuti. Hanya suara pengajian dari Mesjid saja yang terdengar. Namun, jika anda menginap di losmen Koboi atau Batu Besar, para peselancar di sana seringkali memiliki hiburan sendiri ala mereka yang dapat menghilangkan kesunyian. Saran saya jika pergi ke Ujung Genteng bawalah kendaraan pribadi kalau tidak ingin repot menyewa jasa ojek yang juga relatif mahal, karena pantai-pantai di sana terletak benar-benar terpencil dan tersebar berjauhan serta harus melalui jalan setapak menembus ladangladang penduduk. Lebih enak lagi jika menggunakan motor karena beberapa tempat tidak dapat dilalui mobil kecuali kendaraan 4x4.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


DESTINATION soe

FACES

of SoE TEKS dan FOTO: Putu Sayoga

S

o E merupakan sebuah kota kecil yang terletak di Pulau Timor. Kota ini merupakan ibukota dari kabupaten Timor Tengah Selatan yang terletak di ketinggian 800 mdpl. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan naik bus untuk mencapai kota ini dari Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Semenjak dibangunnya Pasar Inpres di tahun 1980an, kota So E berubah menjadi kota pasar yang sangat penting bagi perekonomian di Timor Tengah Selatan. Pasar yang selalu buka tiap hari ini menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai desa-

60

LIONMAG JANUARI 2012

desa di pedalaman Timor Tengah Selatan. Berbagai macam dagangan dijual, terutama untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan tentu saja buah pinang yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi orang So E ataupun daerah Timor lainnya. Di pasar ini kita bisa melihat berbagai macam wajah-wajah So E yang begitu eksotis. Wajah seorang nenek penjual pinang dengan dandanan tradisional atau seorang remaja penjual ayam dengan dandanan khas anak muda berupa kalung rantai besi dan earphone menyumpal kedua lubang telinga. Senyum gadis kecil semanis jambu biji yang dijualnya dan wajah-wajah garang penjual ikan yang berubah

menjadi ramah ketika senyum mereka tersungging menghiasi sudut pasar. Beranjak ke daerah pemukiman penduduk, seperti halnya sebuah kota yang baru dibangun dibeberapa bagian kota masih kental dengan suasana pedesaannya. Jarak antar rumah masih berjauhan dan pekarangan rumahnya pun luas dengan berbagai macam tanaman dan ternak babi yang dibiarkan bebas kemana saja. Anak-anak tampak bermain dengan ketapel menyusuri lahan luas yang masih rimbun oleh pepohonan sembari berburu burung. Inilah selayang pandang yang saya tangkap dari kota So E, sebuah kota kecil nun jauh di Nusa Tenggara Timur sana.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


62

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


DESTINATION wakatobi

Mendewasakan

Anak

Lewat Adat Upacara Karia’a, Teks DAN Foto: Yusuf Ahmad

64

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


SPECIAL

GREBEG IDUL ADHA

P

uluhan laki-laki yang menginjak dewasa berbaris dihiasi dengan pakaian adat tradisional suku Buton Wakatobi.  Di belakangnya ikut barisan gadis yang juga menginjak dewasa. Tapi di konvoi kedua itu seluruh gadis tidak menari, melainkan diusung  oleh keluarga mereka. Para gadis diarak keliling kampung dan dikawal barisan pria dengan tarian khas mereka. Berjalan, menari sembari mengibas-ibaskan selendang, sebagai pengawal konvoi sang gadis. Arak-arakan ini untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa mereka secara utuh telah memeluk agama Islam.  Dan juga sebagai penanda bahwa mereka sudah dewasa. Karena pada hakekatnya, Tari Karia’a adalah tatanan masyarakat Wakatobi sebagai perwujudan tanggung jawab orang

66

LIONMAG JANUARI 2012

tua kepada anaknya dalam menentukan akidah sebelum mereka berumah tangga. Inilah pertunjukan adat budaya Karia’a. Salah satu tradisi Suku Buton Wakatobi yang sudah dilakukan sejak 1918. Biasanya dilakukan di sebuah lapangan terbuka, ditandai dengan suara nyanyian dari sekelompok ibuibu. Seluruh peserta perayaan Karia’a akan mendapatkan bagian dari syara, yaitu pemimpin upacara Karia’a. Kemudian, semua peserta upacara akan menuju batanga, yaitu tempat perayaan dari rumah mereka masingmasing. Peserta menuju batanga dengan menggunakan kansoda’a, yaitu usungan yang terbuat dari bambu besi, atau oleh masyarakat setempat disebut o’o. Perayaan Karia’a dilakukan dengan arak-arakan keliling kampung sambil membawa usungan. Uniknya, dalam perayaan Karia’a yang diusung bukanlah anak laki-laki yang telah disunat, melainkan anak-anak


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


SPECIAL

68

GREBEG IDUL ADHA

LIONMAG JANUARI 2012


perempuan yang telah didandani dengan pakaian adat daerah Buton Wakatobi dan hiasan bunga di kepala. Anak laki-laki hanya sebagai pengawal rombongan anak-anak perempuan. Setiap usungan bisa berisi tiga hingga lima anak perempuan dan diusung oleh empat hingga sepuluh laki-laki dewasa. Arak-arakan Karia’a boleh juga diikuti oleh laki-laki dewasa yang sudah disunat namun belum pernah mengikuti perayaan Karia’a sebelumnya. Upacara adat sunatan massal ini  lebih banyak ditampilkan pada acara tahunan Sail Wakatobi, atau tahun kunjungan wisata di daerah ini. Sebagai salah satu tujuan obyek wisata di Indonesia, Wakatobi yang terletak di Sulawesi Tenggara, tidak hanya memiliki tarian Karia’a, juga memiliki ciri khas tersendiri. Selain kaya akan khasanah bawah laut, Wakatobi yang merupakan penggabungan dari empat buah pulau besar yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko ini juga memiliki keragaman kebudayaan yang melimpah misalnya taritarian dan upacara adat Karia’a Kepulauan Wakatobi banyak dijadikan pilihan utama bagia mereka yang akan melepaskan penat dengan menikmati suguhan tari-tarian dan upacara adat Karia’a. Tidak hanya itu, keindahan bawah laut yang memiliki terumbu karang terbanyak di dunia yang dimiliki Wakatobi,menjadi salah satu daya tarik Kepulauan ini.   Wakatobi memang terletak  di jantung segitiga karang dunia yang meliputi enam negara yaitu Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Wakatobi terletak di titik pusat segitiga karang dunia. “Wakatobi dengan upacara Karia’a dan keindahan alamnya  layak dikatakan sebagai salah satu obyek wisata berkelas dunia namun bisa dikunjungi oleh siapa saja,” ujar salah seorang wisatawan. Jadi, tak ada salahnya mencoba melihat salah satu keindahan bawah laut dan eksotisme keragaman budaya di Wakatobi. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

69


event sanur village festival 2011

FLOWER FIESTA

The New Spirit of Heritage Teks & Foto : Ridwan

RAGAM BUSANA YANG MENCITRAKAN ESTETIKA BUDAYA DAN HORTIKULTURA BEGITU MENYATU DALAM BALUTAN FASHION YANG SANGAT MENAWAN DAN PENUH WARNA

S

anur Village Festival 2011 merupakan even tahunan yang digagas yayasan pembangunan Sanur ini dalam kurun waktu pelaksanaannya sangat melekat, yang mana menjadi identitas bagi desa Sanur dengan segala potensi dan kreativitas masyarakat yang dimilikinya. Adapun pelaksanaan acara ini beriringan dengan even Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) dengan tema khusus Flora Fiesta. Pekan Flori Flora sendiri adalah ajang pameran hortikultura berskala

70

LIONMAG JANUARI 2012

Nasional dan bersifat Internasional yang diselenggarakan secara rutin di kota-kota penting di Indonesia. Selain itu PF2N Juga merupakan wahana bertemunya para produsen dan petani, pelaku bisnis, para peneliti, para pakar dan pencinta tanaman hortikultura. Menurut Ida Bagus Sidartha yang kerap disapa Gusde, ketua Sanur Village Festival, “Sanur Village Festival merupakan bagian rancangan pemetaan potensi desa Sanur serta respon kekinian yang menjadi dialog antara tempat, waktu, dan keadaan.” “Potensi yang ada di Sanur ini

dikembangkan menjadi gagasan kreatif yang mengarah pada berbagai sektor, dimana salah satunya adalah pariwisata. Nah, sektor inilah yang nantinya dapat mengangkat Sanur menjadi daerah tujuan pariwisata yang memiliki daya saing tinggi dibandingkan daerah-daerah pariwisata lainnya.” Tambah Gusde. Pesta seni budaya Sanur Village Festival dan Internasional ini bertujuan untuk memperkenalkan beragam pariwisata Sanur kapada Wisatawan. Digelar sebanyak 20 kegiatan yang berlangsung di even Sanur Village Festival,


diantaranya yakni pameran bonsai dan adenium, bersepeda keliling kota, Sanur Village Cycling dan Denpasar City Tour, kompetisi memasak (Bali Culinary Chalange), kampung seni, turnamen golf terbuka (Sanur Open Golf Tournament), Under Water Festival, kompetisi jakung dan festival layang-layang (kite festival), Kampung Yoga (Yoga Village), turnamen memancing (Fishing Tournament), global warming Act, Photography Contest, Marine Water Sport, beraneka lomba olah raga (Sport Activity), Games Activity, serta Parade Bleganjur. Sebelum pembukaan berlangsung, terlebih dahulu disuguhkan Tari Maha Puja dan Kecak Kolosal yang sangat

mewarnai pembukaan Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) dan Sanur Village Festival (SVF) yang diresmikan oleh Menteri Pertanian bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kemudian pembukaan secara resmi dilakukan oleh dua Menteri yang ditandai dengan menancapkan “kayonan” atau “gunungan” yang biasa digunakan dalam pewayangan diatas sebuah meja yang dihiasi dengan bebungaan dan dilengkapi hiasan kain dengan corak batik. Kayonan ini merupakan simbol alami lingkungan yang dalam acara ini diwujudkan dalam jambore varietas dan jambore bonsai. Selain dihadiri dua menteri, puluhan Walikota dan Bupati seIndonesia juga telah hadir. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


event sanur village festival 2011

Menurut Ida Bagus Rai Dharma Wijaya, Walikota Denpasar, “Peserta pameran dari seluruh Indonesia telah menyiapkan stand masing-masing. Begitu juga areal PF2N dan SVF dengan berbagai dekorasi bernuansa bunga dan tanaman siap menyambut para undangan dan pengunjung yang datang. Selain itu para seniman pendukung prosesi pembukaan juga telah merampungkan sesi latihan untuk tampil maksimal dalam acara ini.� Acara pun terus berlanjut dengan acara selanjutnya yang terus meramaikan acara malam itu. Selanjutnya berlangsung sebuah acara fashion show dengan tema Puspa Ragam Warna Kreasi Endek Bordir dan Songket kota Denpasar. Pameran busana ini merupakan bagian dari serangkaian Pekan Flori Flora Nasional (P2FN) dan Sanur Village Festival (SVF). Menampilkan 50 model cantik nan anggun dengan beragam busana kreasi terbaru ciptaan 20 desainer perajin bertalenta. Kemudian pada hari berikutnya digelar Sanur

72

LIONMAG JANUARI 2012

Parade Flower Fiesta yang turut memeriahkan. Pasalnya iring-iringan peserta parade yang berjumlah kurang lebih tiga ribu orang dengan ragam busana yang mencitrakan estetika budaya dan hortikultura begitu menyatu dalam balutan fashion yang sangat menawan dan penuh warna, yang mana merupakan sebuah tontonan menarik bagi para wisatawan. Musik tradisional dan modern serta kesenian tradisional nusantara tampak mendukung iring-iringan parade yang dikawan oleh Marching Band SMP Wisata Sanur. Iringan alunan drum band yang menampilkan sendra tari jempiring sebagai maskot kota Denpasar begitu memukau dan Iring-iringan panjang ibu-ibu dalam busana adat Bali yang jalan membawa gebokan buah dan bunga semakin memberikan identitas bagaimana Budaya menjadi dasar yang kuat dalam menyiratkan simbol kesuburan dan kemakmuran itu diusung dengan penuh suka cita. Tak kalah menarik tampilan

dari Barong Hortikultura yang dibuat dari produk hortikultura dengan bulu dari untaian padi dengan tangkai yang melambai bila digerakkan. Belaganjur kontemporer, Jimbe, Okokan, dan Reog Ponorogo juga terlihat ikut meramaikan parade ini. Lainnya lagi juga terlihat beberapa kendaraan yang dihias dengan semarak hortikultura dalam hiasan flori flora hingga membuat pengunjung terpukau melihatnya. Parade yang menyatu dengan iringan peserta berjalan, dimeriahkan pula oleh 162 gebokan yang pesertanya dari seluruh Banjar di Sanur diusung beriringan hingga menambah keindahan yang bertabur budaya Bali. Parade ini dimulai dari pasar Sindu Sanur dan berakhir di venue PF2N dan SVF. Dengan adanya kolaborasi antara Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) dan Sanur Village Festival (SVF) ini, benar-benar merepresentasikan sebuah kemasan hortikultura hidup dalam habitat budaya yang mengangkat flori flora tumbuh dan berkembang di kota Denpasar, Bali.


TIPS

Manfaat Pepaya

Bagi Kecantikan dan Kesehatan Pernah mendengar lirik lagu musik anak lawas? “Pepaya Mangga Pisang Jambu�. Tentu pernah kan... semua jenis buah-buahan ini masing-masing menyimpan manfaat, salah satunya pepaya, yang kali ini akan saya bahas tentang manfaat dan khasiatnya bagi kecantikan serta kesehatan tubuh. Buah yang satu ini begitu familiar kedengarannya, terutama di Indonesia. Bentuknya lonjong, berwarna hijau kemerah-merahan serta memiliki biji berwarna hitam dan mudah didapat di pasar-pasar. Perlu diketahui, manfaat pepaya sudah tersohor sejak zaman nenek moyang kita, konon katanya pepaya juga dikenal sebagai tanaman obat yang mujarab. Manfaat dari pepaya ini tidak hanya didapat dari buahnya saja, tetapi hampir semua bagian dari pepaya bisa dimanfaatkan khasiatnya. Sebut saja buah dan daunnya, berikut penjelasan dari keduanya...

Manfaat Buah Pepaya Manfaat dari pepaya yang sering kita peroleh adalah dari buahnya. Dengan rasanya yang enak, manis juga biasa dijadikan untuk pelengkap buah rujak. Buah pepaya mengandung berbagai macam enzim, vitamin, maupun mineral. Vitamin yang terkandung dalam buah ini diantaranya adalah Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B kompleks, dan Vitamin E. Hal lain yang bermanfaat dari buah ini yakni mempercepat proses pencernaan protein, sebab buah ini mengandung enzim papain. Enzim papain ini memiliki fungsi yang sangat banyak, seperti memecah protein menjadi arginin, dan mencegah makanan menjadi berbagai macam protein atau asam amino sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Manfaat Daun Pepaya Daun dari pepaya juga banyak menyimpan banyak khasiat, simak penjelasan di bawah ini... Daun pepaya dapat dijadikan sebagai obat jerawat, untuk mengatasi keluhan dengan jerawat yang tumbuh di wajah, maka gunakanlah daun pepaya yang dapat dijadikan serta dibuat sebagai masker. Cara membuatnya adalah, sediakan 2-3 lembar daun pepaya yang agak tua, kemudian jemur daun tersebut hingga kering dan halus, dan lumatkan dengan setengah sendok air, lalu tempelkan pada bagian wajah yang berjerawat. Daun pepaya dapat menambah nafsu makan, mungkin manfaat yang satu ini masih jarang diketahui. Untuk itu apabila anda mengalami kesulitan untuk makan karena nafsu makan anda berkurang, maka anda perlu menggunakan resep ini: sediakan daun pepaya yang masih segar seukuran telapak tangan, lalu tambahkan air hangat dan sedikit garam. Setelah itu blender campuran tadi dan peras lalu saring airnya. Kemudian minum air tersebut.. Daun pepaya untuk memperlancar pencernaan, yang terkandung dalam daun pepaya memiliki kemampuan untuk membunuh beberapa mikroorganisme yang dapat mengganggu pencernaan. Dari dua ulasan di atas mengenai manfaat buah serta daun pepaya, semoga dapat membantu anda dalam mengatasi keluhan yang anda alami, semoga keluhan anda dapat teratasi dengan menyimak tips ini. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


74

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


GALLERY Philips Esee Cam 150 Tahan AiR

Android USB Hub

S

ejauh ini sudah banyak perangkat gadget yang menggunakan OS Android termasuk aksesorisnya, bagi penyuka OS Android kali ini aksesoris USB Hub dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjadi pelengkap, seperti Android USB Hub desain dari ikon Android yang memiliki dua hub USB dibagian depannya, sehingga dapat memenuhi flash disk dua sekaligus. Android USB Hub ini berdimensi 80 x 54 x 90 mm dengan bobot 43 gram, serta memiliki warna hijau. Menempel pada USB, laptop maupun PC komputer. Selain itu juga terdapat LED untuk menunjukan status koneksi.

Sony Tablet P Dengan Dual Touchscreen Terbaru dari Sony, yakni Sony Tablet P yang hadir dengan desain clamshell compact, didominasi dengan layar sentuh ganda. Sony Tablet P ini memiliki desain dengan lekukan yang dinamis dan futuristik. Tablet ini memiliki layar 5.5 inci touchscreen dengan resolusi 1024 x 480 pixel, prosessor 1GHz dual core Nvidia Tegra 2, Ram 1 GB, serta menggunakan OS Android 3.2 Honeycomb. Selain itu memiliki tampilan dual LED backlit HD display, juga dilengkapi dengan fitur kamera belakang 5 megapixel, sedangkan untuk kamera depan terdapat kamera VGA. Dilengkapi dengan slot card microSD, speaker mono, konektivitas Bluetooth 2.1, WiFi, 802.11b/g/n, dan Hi-Speed. Berdimensi 180 x 158 x 13 mm dengan bobot 372 gram. 76

LIONMAG JANUARI 2012

Philips telah merilis kamera video atau camcorder saku yang tahan air, Philips Esee CAM 150 merupakan camcorder portabel yang sangat cocok untuk kegiatan outdoor, bertahan dalam keadaan cuaca yang eksrtim, seperti salju dan mampu bertahan di air. Philips Esee CAM 150 ini didukung sensor CMOS dengan 1/3.2 inci dan 8 megapixel, dilengkapi dengan lensa fokus anti goyang via gyro dan fitur image stabilization system, camcoder ini disematkan 2 inci layar, 128 MB on board pada memori serta dilengkapi oleh slot card microSD hingga 32 MB termasuk fitur USB dan port HDMI. Adapun fasilitas merekam dengan Full HD 1920 x 1080 pixel untuk sebuah resolusi video dan mampu merekam 30 frame perdetik. Dapat mengirimkan video yang berkualiatas rendah melalui internet dan foto 8 megapixel.


Cypteks USB Flash Drive Dengan Sistem Pengunci Penampilan unik dari sebuah USB Flash Drive diperkenalkan oleh Kickstarter Inc, yakni Cypteks USB Flash Drive Dengan Sistem Pengunci. Produk USB ini didesain mempunyai bentuk fisik sebagai pengunci yang tersimpan di bagian dalam dengan rangkaian konstruksi yang baik. Memiliki fitur 256 bit AES Hardware Encryption, dilengkapi dengan pengunci total terdapat sistem 14,348,907 kombinasi penguncian yang memungkinkan merubahnya setiap saat dan aman. Cypteks USB ini merupakan USB Flash Drive ekstra aman dengan kombinasi keamanan dalam kerahasiaan data didalamnya, dan tetap terjaga karena menggunakan paduan alumunium kuat dan kokoh serta ringan. Tersedia tiga model USB dengan memori 4 GB, 8 GB, dan 16 GB.

Camcoder 3D

Vivitar DVR 790HD Vivitar hadirkan kamera video baru, yaitu Vivitar DVR 790HD. Perangkat baru ini memiliki dual-camera array yang mampu menangkap video maupun foto 3D dalam bentuk yang sangat baik. Vivitar DVR 790HD merupakan sebuah camcorder 5.1 megapixel dengan fokus shooter 4x digital zoom dilengkapi dengan 2.0 USB dan port HDMI, juga terdapat memory card SD hingga 32 GB. Camcorder ini memiliki LCD berukuran 2.7 inci dan mampu menampilkan gambar dan video 3D. Selain itu, perangkat ini mampu merekam video 720p 3D atau 1280 x 720 pixel pada 25 frame per detik, dapat menghasilkan gambar maksimal dengan resolusi 2592 x 1944 pixel, dilengkapi dengan image stabilization dan Face Detection.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


Pusat pengobatan tradisional dan klinik spesialis pria dan wanita

Fu Shou Tang Pusat Pengobatan Gabungan Metode Timur & Barat Spesialis Penyakit Pria dan Wanita Untuk mengatasi keluhan masyarakat luas mengenai penyakit pria dan wanita yang pengobatannya lama tetapi tidak sembuh, saat ini telah resmi dibuka Pusat Pengobatan Gabungan Metode Timur dan Barat Spesialis Penyakit Pria dan Wanita yang pertama di Indonesia , dengan bergabungnya beberapa ahli berpengalaman dari China, menggunakan perlengkapan dan teknologi kedokteran berstandar internasional yang terkini, membantu anda mengatasi berbagai macam gangguan penyakit.

Tempat terbaik mengobati penyakit

EJAKULASI DINI, KELENJAR PROSTAT DAN MASALAH BAU BADAN Dalam mengobati penyakit pria dan wanita, Kami paling Profesional! Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Pria: Satu kali pengobatan langsung mengatasi ejakulasi dini sampai ke akarnya, kulit alat vital terlalu panjang, operasi plastik alat vital versi Korea, pembesaran alat vital, pembesaran prostat(hypertrophy prostat), radang prostat, sering buang air kecil dan buang air kecil tidak tertahan, saluran kencing menetes cairan putih, tidak ada tenaga untuk buang air kecil, kesulitan buang air kecil, infeksi mikroba Mycoplasma dan Chlamydia, penyakit Mangga(Gonorrhea), Herpes, Condyloma(Kutil), Syphilis, gangguan fungsi seksualitas dan Penyakit Menular Seks(PMS) lainnya.

Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Wanita: Hanya dengan satu kali tindakan penanganan mengatasi penyakit Cervical Erosion(pengikisan leher rahim), tumbuh daging pada leher rahim, dan kista leher rahim, perbaikan selaput dara, mengecilkan organ intim, memperindah bibir dalam organ intim. Mengobati keputihan yang berlebihan, keputihan bercampur darah, dan berbau; peradangan organ intim seperti:terasa terbakar, pedih, gatal, bengkak, merah, dan tumbuh daging; gangguan menstruasi seperti: haid tidak teratur/terlambat haid, terasa menyiksa dan sakit yang luar biasa waktu haid, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan organ intim di luar masa haid, penurunan libido, radang panggul, appendagitis(memasang dan melepas spiral), kemandulan menahun,kista ovarium(indung telur), myoma, kista dan benjolan berisi nanah pada vestibular gland, dan penyakit kelamin seperti:syphilis, gonorrhea, condyloma acuminatum(kutil), dan herpes.

Informasi selengkapnya: Mangga Dua Square Jl.Gunung Sahari Raya No.1, Road Level 2A,2B,2C,3 Jakarta Utara Telp: 1. Untuk Informasi PENGOBATAN TRADISIONAL: (021)6231 3520 2. Untuk Informasi PENGOBATAN BARAT/MEDIS: (021)6231 8500 Fax:(021)6231 3519 | welaskasihsehat@gmail.com www.welaskasihsehat.com | www.dokterurologi.co | www.dokterkandungan.co | www.sinshe.co | www.doktertulang.co

Buka setiap hari, Hari Minggu & Libur TETAP BUKA Jam Praktek : 09.30-13.00WIB, Siang 14.00-18.00WIB, Istirahat : Jam 13.00-14.00WIB 78

LIONMAG JANUARI 2012


Pusat pengobatan tradisional dan klinik spesialis pria dan wanita

Spesialis TCM Sinshe Senior Han Jian Fang. dilahirkan dalam keluarga yang berprofesi di bidang pengobatan tradisional sehingga dari usia muda sudah belajar tentang pengobatan tradisional. Beliau lulusan Universitas Pengobatan Tradisional Beijing China pada tahun 1964, pernah berguru kepada “Shi Jin Mo” yang merupakan salah satu dari 4 sinshe terkenal di Bei Jing. Dengan penelitian klinis selama 40 tahun berhasil menyimpulkan “Cara menguatkan dan menormalkan fungsi ginjal sebagai patokan utama untuk mengobati penyakit diabetes, stroke, lever, ginjal dan memadukan obat-obatan herbal dan akupuntur, dengan cara melakukan pengobatan dari dalam dan pengobatan dari luar, serta mengutamakan penyembuhan sampai ke akar penyakitnya. Dengan pengalaman praktek selama 40 tahun lebih menjadikan beliau memiliki sistem pemikiran dan teori ilmu tersendiri. Menggunakan obat minum dan rendam dari herbal serta akupuntur untuk mengobati penyakit yang sering ditemui yang hasilnya sangat efektif. Mempunyai keahlian khusus dalam mengobati penyakit diabetes yang menyebabkan luka (borok), pembengkakan, nyeri, kesemutan pada kaki, fungsi ginjal menurun (gagal ginjal), ureum dan kreatinin tidak normal

Sinshe Spesialis tulang dan nyeri Prof Dr Zhang Wei Hua, ­ lulusan Universitas ­Pengobatan Tradisional ­Beijing China, merupakan murid terbaik penemu metode pengobatan spesial “Zhen Dao”(Acuphotomology) dan pernah belajar di ­Universitas Pe­ngobatan Jordan. Dalam mena­ ngani penyakit tulang, nyeri(pegal) dan saraf, Beliau ­mempunyai ­pandangan tersendiri dan cara pengobatan yang baru dan ajaib.Khusus mengobati pusing yang disebabkan oleh sakit leher yang ­membandel, sakit kepala, leher, pundak, tangan, punggung, pinggang, dan pinggul, tangan ­kesemutan, ­bantalan tulang pinggang keluar(LDP), saraf kejepit, pengapuran, tulang keropos, radang sendi lutut, pembengkakan dan sakit pada kaki, ber­bagai jenis penyakit saraf, kesemutan(baal), mengobati sakit bahu dan pinggang pada remaja yang disebabkan oleh tulang punggung miring atau tidak lurus. Pasien yang belum mendapat hasil dari akupuntur dan Tui Na , Silakan datang ke klinik kami untuk mendapatkan hasil ­pengobatan yang terbaik.

. Juga ahli dalam mengobati alergi pada hidung, radang tenggorokan akut dan kronis, bronkitis, radang paru-paru, berbagai macam penyakit lambung, radang usus besar, fungsi ginjal menurun(gagal ginjal), dan ginjal bocor yang diakibatkan dari gangguan organ ginjal, linu/ngilu pada pinggang yang disebabkan dari lemah ginjal, batu ginjal, batu saluran kencing, penyakit lever (hepatitis) dan empedu, SGOT dan SGPT tinggi, pembengkakan di perut yang diakibatkan dari pengerasan lever, fatty lever (lemak hati), radang kandung empedu, rasa pusing, sakit kepala, insomnia / susah tidur, jantung berdebar yang disebabkan oleh kolesterol, trigliserida, hypertensi (darah tinggi), dan gula darah tinggi serta penyakit pembuluh darah jantung dan otak yang disebabkan dari kekurangan darah pada jantung, jantung koroner, kekurangan suplai darah ke otak, stroke dan pasca stroke.Menggunakan metode akupuntur dan obat kompres pada 6 titik akupuntur untuk mengobati penyakit reumatik, imunitas tubuh menurun, maag, sakit kepala, insomnia (susah tidur) , radang hidung, asma dan sistem pernafasan. Penyakit anak-anak yang sering ditemui, penyakit menstruasi, pendarahan akibat ketidaknormalan fungsi rahim, gejala menopause pada wanita, penyakit kelenjar payudara, flek pada muka serta gatalgatal pada kulit yang semua pengobatannya mempunyai khasiat yang sangat bagus. Untuk penderita tumor digunakan cara pengobatan dengan” Memperkuat daya tahan tubuh dan Menghilangkan faktor perusak” untuk memperpanjang usianya.

Testimoni Pasien PENYAKIT PRIA Saya Nuryasin umur 35 tahun, memiliki keluhan ejakulasi dini selama 5 tahun. Kemudian saya berobat di Klinik Welas Kasih Sehat/Fu Shou Tang di Mangga 2 Square, lantas ejakulasi dini yang saya alami akhirnya hilang. Saat itu kata dokter, keluhan saya ini harus ditangani dengan operasi sayatan kecil syaraf-syaraf alat vital yang supersensitif agar dimatikan sebagian. Setelah dioperasi, hasilnya benar-benar diluar dugaan. Hubungan seks yang biasa saya lakukan dengan istri berlangsung cepat, sekarang bisa bertahan lama. Di klinik ini juga melayani operasi pembesaran alat vital, demi dicintai istri saya turut mencobanya, dan hasilnya benar-benar memuaskan. Terima kasih Klinik Welas Kasih Sehat yang telah mengembalikan rasa percaya diri saya. No HP Saya : 081585926928. Testimoni Pasien sinshe Zhang Wei Hua Saya Nina umur 36tahun, saya telah berobat di Fu Shou Tang( Welas Kasih Sehat) dengan metode Zhen Dao( Acuphotomology), Chiropraktik, dan minum ramuan. Sakit di leher, tulang belakang dan pinggang saya sudah ada 10 tahun lebih, dikarenakan pekerjaan kantor saya yang kebanyakan duduk dan pakai komputer. Setelah diobati 3 kali dengan jarak seminggu sekali, keluhan saya hilang semua dan tidak pernah kambuh lagi… Saya sudah referensi banyak teman-teman ke situ dan hasilnya pada memuaskan. Terima Kasih Fu Shou Tang! No. HP saya : 08568326111.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


POSTCARD

Candi Borobudur, Jawa Tengah

BorObudur Temple in Bluish Sekitar jam tiga pagi saya berangkat dari Yogyakarta menuju Candi Borobudur. Tujuannya untuk mengejar matahari terbit. Sesampainya di pelataran candi sekitar jam setengah lima pagi, tentu masih gelap. Berbekal lampu senter setapak demi setapak dalam kegelapan menyusuri anak tangga hingga puncak Candi Borobudur. Hening, senyap menunggu sang mentari muncul di ufuk timur. Namun sayang cuaca mendung dan berkabut sehingga matahari enggan untuk tampil. Rasa kecewa terobati ketika menangkap objek dua orang turis sedang asyik mengabadikan Candi Borobudur dalam suasana biru. RISTIYONO LIONMAG

80

LIONMAG JANUARI 2012


Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


POSTCARD

Gorontalo

TANJUNG KERAMAT Sore-sore pulang snorkeling dengan teman-teman kerja, kami berhenti berhenti di pinggir jalan yg memang view ke arah pantainya cukup bagus, tempat itu bernama Tanjung Keramat, sekitar 20 menit dari pusat kota Gorontalo. Selain view pantainya yg mempesona, entah mengapa lebih tertarik dengan perkampungan nelayan dengan jajaran kapal-kapal yg merapat di pesisir pantai yg terlihat cukup rapih. sempat terpikir ini seperti The Ancient Monaco :)

DWI KURNIAWAN, ST KARYAWAN SWASTA

Pantai Lakey, Nusa Tenggara Barat

TEMPAT BERSeLANCAR TERBAIK Pantai Lakey di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu lokasi berselancar terbaik dunia. Konsistensi ombaknya, setiap tahunnya pantai Lakey secara reguler dijadikan sebagai tuan rumah dari kompetisi selancar tingkat dunia. Dari Bandara Muhammad Salahuddin Bima, pantai ini dapat dijangkau sekitar 3 jam dengan jarak tempuh sekitar 100 km. Jalan dari Dompu ke Pantai Lakey cukup mulus dapat ditempuh satu jam lebih. Pantai Lakey-Hu’u mempunyai kehebatan 4 jenis ombak yaitu : Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe dan Periscop. Dan beberapa kilometer di dekat pantai Lakey anda akan menemukan Spot lain yang tak kalah hebatnya yang dikenal dengan Periscop, bagian yang paling konsisten dan hebat dalam berselancar di Lakey yaitu Lakey Peak. M. DAHLAN ABUBAKAR WARTAWAN, HUMAS UNHAS

82

LIONMAG JANUARI 2012

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com


S P E C I A L

A D V E R T O R I A L

KLINIK KESEHATAN TRADISIONAL

MAHARDHIKA ACUPUNCTURE - ACUPRESSURE - PHYTOTHERAPHY - MOXIBUSTION

Drs. I. Yongky Sugiarto, Apt., Acp. Apoteker & Ahli pengobatan Tradisional.

Membantu anda untuk menGATASI MASALAH-MASALAH BERIKUT: TINGGI BADAN | RAMBUT RONTOK | EJAKULASI DINI | DISFUNGSI EREKSI | SULIT MEMPEROLEH KETURUNAN

BERPENGALAMAN LEBIH DARI 17 TAHUN MENINGGIKAN BADAN

IXANTHINTM - treatment by Mahardhika

Memiliki postur tubuh yang tinggi ideal merupakan impian setiap orang. Dalam bidang karier dan pekerjaan, orang yang memiliki postur tinggi ideal memiliki lebih banyak pilihan profesi , karena saat ini beberapa macam pekerjaan dan karier menggunakan tinggi badan minimum. Ini menunjukkan bahwa memiliki tinggi badan ideal adalah penting bagi anda. Selain penting dalam menunjang karier dan pergaulan sehari-hari, bagi kaum pria memiliki postur badan tinggi ideal juga sangat menunjang penampilan, karena akan terlihat lebih gagah, lebih dewasa dan lebih berwibawa. Pada umumnya, masa pertumbuhan manusia terjadi sebelum melewati usia 21 tahun. Pada usia sebelum 21 tahun tersebut, pertumbuhan tinggi badan terjadi secara alami yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, antara lain adalah faktor keturunan, faktor asupan nutrisi harian, faktor aktifitas olahraga, dan beberapa faktor penting lainnya.

Rambut adalah mahkota bagi setiap insan dan memberi kontribusi lain terhadap penampilan anda. Jika rambut anda indah dan terawat rapi maka anda akan merasa lebih nyaman baik bagi wanita maupun para pria, tetapi jika anda mengalami sesuatu pada rambut, misalnya kerontokan, pecah, patah-patah, kusam, dan lain-lain, akan membuat anda cemas terhadap penampilan anda.

Di Klinik Mahardhika, kami dapat membantu Anda untuk mewujudkan keinginan untuk memiliki tinggi badan ideal dengan cara yang aman dan terjamin (MAKSIMAL 21 THN). Obat yang kami gunakan diformulasi oleh Apoteker yang sekaligus merupakan Ahli pengobatan tradisional. KAMI SIAP MEMBANTU ANDA! VIBELECTRIC METHOD + INFRA RED & HERBATERAPI (DILENGKAPI DENGAN AKUPUNKTUR)

Dengan teknik akupunKtur yang dilakukan SATU KALI di klinik kami, dapat mengurangi rambut rontok Anda. Selanjutnya Anda hanya perlu melakukan perawatan dengan HAIR TONIC herbal sendiri di rumah. Selain itu kami juga dapat membantu untuk menyuburkan kumis, cambang, jenggot, bulu dada, dan lainnya. KAMI JUGA DAPAT MEMBANTU ANDA YANG BERUSAHA

: EJAKULASI DINI, DISFUNGSI EREKSI, & SULIT MEMPEROLEH KETURUNAN

MENGATASI

“ Sebelumnya saya sulit hamil, setelah mengikuti terapi di Klinik MAHARDHIKA oleh Pak Yongky, saya akhirnya mendapat kehamilan. Saat ini (saat iklan ini mulai dicetak), anak saya sudah berusia 3 bulan. Puji Syukur kepada Tuhan, Amin.� - Indah Novitasari -

KLINIK KESEHATAN TRADISIONAL MAHARDHIKA Merupakan sebuah klinik kesehatan tradisional dengan ahli pengobatan tradisional yang berpengalaman lebih dari 17 tahun mengatasi masalah seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, sulit memperoleh keturunan, meninggikan badan, menyuburkan rambut, dan lainnya. Dengan cara yang aman tanpa menggunakan obat kimia.

BINTARO JAYA SEKTOR 3A - Jl. MANDAR XV BLOK DE 6 NO 32 TANGERANG SELATAN (dekat Jakarta Selatan)

T. +62 21 7357639 | 73883519 www.klinikmahardhika.com INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


AIRCRAFT FLEET Boeing 747 - 400 Total 2 units 484 seats (all economy) 22 seats business

Boeing 737 - 900 ER 51 UNITS IN SERVICE 127––– UNITS ON ORDER TOTAL 178 UNITS 213 seats (all economy) 195 seats economy. business class 10 seats.

Boeing 737 - 400 Total 9 units. 168 seats (all economy)

Boeing 737 - 300 Total 2 units. Economy Class 149 seats (all economy)

MD 90 Total 4 units. 166 seats (all economy)

84

LIONMAG JANUARI 2012


WELCOME ABOARD

Selamat Datang Apa yang harus anda ketahui Tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat Ponsel Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

PERALATAN ELEKTRONIK Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut.

BARANG -BARANG BERBAHAYA LAINNYA Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan.

BAGASI • Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. • Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi Anda. - Carry on baggage (Bagasi Kabin) Tidak lebih dari 7 kg

Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

UTAMAKAN KESELAMATAN • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. • Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda. • Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

40 cm

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK

30 cm

20 cm

- Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

85


ROUTE MAP

86

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

87


LADY IN THE AIR

Intan

Mawadah

88

LIONMAG JANUARI 2012


Hidup

Adalah Pilihan

I

ni catatan pendek tentang Intan Mawadah, gadis kelahiran Jakarta, 4 Juli 1990. Lulus sekolah menengah di SMA Sejahtera I, Depok, ia langsung menerobos ke barisan awak kabin Lion Air pada medio Agustus 2008. Bergabung pada batch 49. Dan jadilah ia pramugari, terbang kesana-kemari. Tapi meski sering terbang, persoalan transportasi jadi berbeda bagi Intan. Pasalnya, di darat ia mengandalkan taksi, lantaran tak punya SIM sama sekali. Olala.. Namun dari pengalamannya terbang mengunjungi tempattempat di Indonesia, Intan punya pandangan membandingbandingkan tempat wisata khususnya. “Bali masih tetap paling menyenangkan. Karena alam, personal kultur, hingga welcome atmosphere-nya. Setiap hari adalah hari libur di Bali. Sementara kalau makanan, enak di Medan dan Makassar. Manado menyusul,” tutur putri pasangan Irsan Damiri dan Nurahidawati ini. Kedua orang tua Intan berasal dari Padang dan Wonosobo, Jawa Tengah. Intan sendiri punya satu saudara, Ghazelina Aulia. Penyuka warna merah dan penggemar nasi goreng ini ternyata tidak suka ke salon. Buang-buang waktu, katanya. Lebih baik shopping. “Bali juga unggul karena ‘service culture’-nya. Maksudnya soal jasa pelayanan, belum bisa ditandingi daerah lain. Dengan mudah kita dilayani oleh satu orang saja untuk sebuah gathering perusahaan, misalnya. Contoh lain, sewa mobil, dengan Rp 200.000 kita bisa sewa mobil murah, lepas kunci, selesai. Itu belum bisa kita dapati di daerah lain,” tambahnya.

TEKS: GEGEN • FOTO: RISTIYONO

Selain itu, penyuka novel fiksi cinta ini punya filosofi hidup tersendiri. “Hidup itu soal pilihan. Dan setiap pilihan ada resikonya. Tapi kita harus pilih satu, tak bisa dua-duanya mau kita ambil. Percaya saja bahwa Tuhan akan beri kebahagiaan untuk kita,” tutupnya. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

89


LION facility

Wheel and Break Shop Menentukan Kelayakan Roda dan Rem Pesawat

S

ebagai maskapai nasional dengan jaringan pelayanan rute terbesar di Indonesia didukung berbagai fasilitas infrastruktur yang tergabung di Lion Village Facility. Fasilitas yang dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 2,1 hektar itu merupakan kawasan operasional Lion Air yang menyediakan aneka fasilitas pendukung operasi penerbangan dan perawatan pesawat beserta komponennya. Tentu ini sejalan dengan komitmen Lion Air untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Salah satu fasilitas pendukung disini adalah Wheel and Brake Shop yang sudah memiliki sertifikat dari Kemenhub dengan AMO 145 yang khusus dalam perawatan pesawat terbang. Wheel and Brake Shop ini merupakan pusat servis atau perbaikan roda dan rem pesawat. Untuk mengganti roda maupun rem pesawat ini rupanya harus melalui beberapa proses yang cukup panjang. Engineer di bandara akan segera mengganti roda jika kondisi tertentu misalnya ada spot, ada cutting/goresan. Termasuk jika tekanan angin berkurang dari batas yang sudah ditentukan. Kemudian mengirimnya ke Wheel and Brake shop untuk maintenance. Roda atau rem yang dilepas diberi label atau keterangan alasan kenapa roda atau rem tersebut harus diganti. Reason of removal ini sangat penting sebagai dasar bagaimana wheel dan brake tersebut harus diservis. Sedangkan brake / rem harus diganti jika wearpin indicatornya sudah dalam kondisi flush atau rata dengan permukaan piston housing, atau karena bagian hidroliknya ada kebocoran atau bisa juga karena ada indikasi overheat dan kondisi lainnya seperti yang tertulis di aircraft maintenance manual. Roda maupun rem dalam Wheel and Brake Shop akan dicek dengan berbagai metode. Wheel yang sudah dilepas dimasukkan ke proses cleaning. Proses berikutnya masuk ke ruang inspeksi untuk diproses secara Visual Inspection dan Measurement Inspection. Proses selanjutnya ke NDT (Non Destructive Test) Inspection yaitu tes tanpa merusak dari bahan yang di tes. Dengan bantuan peralatan yang canggih. Metode NDT ini meliputi Eddy Current, Ultrasonic, Magnetic Particle Inspection, dan Penetrant inspection. Dari sini akan diketahui apakah wheel ini layak untuk di pasang lagi atau tidak. Secara garis besar Ada 2 scope pekerjaan dalam perawatan wheel dan brake yaitu repair dan overhaul. Jika wheel di repair berarti hanya perlu diganti tire nya dan part tertentu saja dan inspeksinya juga tidak seperti saat overhaul. Tapi jika wheel tersebut di overhaul, berarti

90

LIONMAG JANUARI 2012

harus dilakukan perbaikan yang sangat detil. Semua harus dilepas per bagian dan setiap bagian hingga paling kecilpun harus di inspek. Hasil dari overhaul ini akan menjadi seperti baru karena melalui proses repainting. Di bagian inspeksi ini dapat di ketahui apakah ada kerusakan / keretakan pada wheel yang tidak terlihat oleh mata. Semua prosedur kerja di sini berdasarkan CMM (Component maintenance Manual), SPM (standard practice manual),NDTM (nondestructive test manual) dan manual lainnya dari pabrik sebagai referensi dalam bekerja. Setelah dinyatakan lolos dari Inspection ini wheel baru dirakit disatukan lagi semua komponennya, dipasang tire kemudian di pompa sampai pada batas tekanan yang benar. Sebelum roda ini dinyatakan layak, harus dicek lagi apakah ada kebocoran atau tidak dengan cara mendiamkannya selama 12 hingga 24 jam. Jika tekanan udara tidak berkurang melebihi yang ditentukan maka wheel tersebut siap dikirim kembali ke bagian logistik di bandara dan siap dipasang. Demikian juga dengan komponen remnya, pada prinsipnya melalui proses yang sama dengan proses wheel. Yang pasti semua yang keluar dari tempat ini sudah melalui proses pengerjaan dan pemeriksaan yang detil dengan tenaga kerja yang ahli dan peralatan yang modern dan teknologi canggih. Hal ini dilakukan agar terjaga tingkat keamanan wheel dan brakenya.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

91


92

LIONMAG JANUARI 2012


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

93


94

LIONMAG JANUARI 2012


Lionmag Januari 2012