Issuu on Google+

AUTOMOTIVE BMW r 1200 RT - KETIKA PENGGEMAR TURING KIAN DIMANJA

The Inflight Magazine of Lion Air

JANUARI 2014

Teatro Gastroteque

UNIQUE & FABULOUS

BALURAN

SEBONGKAH AFRIKA DI TANAH JAWA

TANJUNG BIRA

PESONA PASIR PUTIH & PINISI

AMAZING

LUANG PRABANG HUA HIN KOTA PENCURI HATI KELUARGA RAJA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR TIDAK DIBAWA PULANG

i


ii

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

1


2

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


4

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


6

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


28 TRAVELING THAILAND

16

34 TRAVELING PUH SARANG

20 LEISURE

50 EVENT TOUR DE IJEN 2013

24

WISDOM IN THE AIR

54 AUTOMOTIVE MUSEUM Lamborghini

136

DINE IN

62 TRAVELING TANJUNG PAPUMA

142 CULINARY

68 TRAVELING LEMBANA

144

74 TRAVELING SEMARANG

HOT STUFF

148 POSTCARD

80 TRAVELING PULAU MERAH

168

88 TRAVELING CINQUE TERRE

84/9

no

8

NEWS AROUND

LIONMAG JANUARI 2014

LADY IN THE AIR

104 SPECIAL 5 HOTEL OUTDOOR 114 DESTINATON SUMBA 122 DESTINATION JAKARTA 128 DESTINATION GARDENS BY THE BAY

foto DAMMER SARAGIH

CONTENTS

REGULAR


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


Contributors

PETER MILNE

Lahir di Inggris, Peter Milne telah tinggal dan bekerja selama 14 tahun di Indonesia. Saat ini bekerja dan menetap di jakarta sebagai konsultan pembangunan.

YUsUf AhMAd

Fotografer jurnalistik, alumni Jurnalistik Universitas Hasanuddin, Makassar. Memulai karier fotografi tahun 1998 di Harian Fajar, Makassar. Menjadi Editor Foto Harian Tribun Timur Makassar selama tiga tahun. Bergabung dengan Kantor Berita Reuters tahun 2003 hingga sekarang.

10

LIONMAG JANUARI 2014

DAMMER SARAGIH

Sebelum menekuni dunia fotografi pria kelahiran Palangka Raya ini sempat berkarir sebagai digital artist di eVox imaging di Los Angeles. Sejak tahun 2005 serius berkosentrasi pada foto korporasi yang memberinya kesempatan bepergian ke banyak tempat. Menyukai dunia traveling sejak dini dan aktif menulis catatan perjalanan di berbagai media.

Heru HENDARTO

Lahir dan besar di Pontianak, Heru Hendarto memulai hobi jalan-jalan dan fotografi setelah menyelesaikan kuliahnya di Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Saat ini berkarier sebagai Project Manager di salah satu kontraktor tambang, namun tetap menyempatkan diri melakukan perjalanan ala backpacker di waktu senggang. Mulai aktif menulis artikel dan foto wisata di berbagai media semenjak 2008.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


COCKPIT’S NOTE

President Director Rusdi Kirana Director Of Operation Capt. Theodore Henry Mudigdo Director Of Technics Rai Pering Santaya

SEMANGAT TAHUN BARU

Director Of Finance Yunita Sastrasanjaya

Penumpang yang budiman, Pertama, kami mengucapkan ‘’Selamat Tahun Baru 2014’’. Semoga pada tahun ini Tuhan Yang Maha Esa tetap melimpahkan rahmat dan perlindungannya kepada kita. Semoga di tahun baru ini pula kita mendapatkan pembaruan semangat demi kesuksesan. Semangat tahun baru ini pula yang mendorong kami terus berupaya memberikan yang terbaik kepada seluruh penumpang. Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus kami lakukan agar para penumpang merasa aman sekaligus nyaman terbang bersama kami. Secara bertahap kami juga terus menerima kiriman pesawat baru sebagai pendukung terciptanya rasa aman dan nyaman bagi penumpang sekalian. Bulan lalu Batik Air menerima dua unit armada pesawat Boeing 737-900ER langsung dari pabriknya di Seattle, Amerika Serikat. Tentu ini akan menambah kapasitas Batik Air melayani penumpang. Masih dalam bulan yang sama, Batik Air juga mulai menerbangi Kota Makassar, Ambon, dan Kupang. Desember kemarin pula, Malindo Air mulai membuka rute baru Jakarta-Delhi via Kuala Lumpur. Demikian juga Thai Lion Air telah melayani rute Jakarta-Bangkok. Semua ini merupakan upaya sekaligus bukti komitmen kami memberikan yang terbaik kepada penumpang. Dengan menambah armada pesawat baru, membuka rute baru, serta menambah frekuensi terbang pada rute yang sudah ada, kami berharap perjalanan penumpang sekalian semakin mudah. Terima kasih atas kepercayaan Anda terbang bersama Lion Air. Selamat menikmati penerbangan Anda.

Director Of Commerce Achmad Hasan Director Of General Affairs Edward Sirait Gm Sales & Marketing Rudy Lumingkewas Gm Service Ari Azhari

Publisher & Editor In Chief Makhfudz Sappe Editor Ristiyono, A Gener Wakulu, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, G. Hardianto, M. Lottong Makkaraka. Sahman AT, Aman Sugandhi (Surabaya), Qurratu Ainie Partono (Surabaya), Fernandito Haka (Bali), Yurison Suryantara (Bali). Art Director Gerald Manuel Designer & Illustrator Richard Archie F.M., Riman Saputra N., Muhammad Saleh Hanif Finance Ade Kristanti

Salam,

Marketing Support Mochammad Zaky

Rusdi Kirana CEO Lion Air Group

Circulation M. Solichin Published By PT. Bentang Media Nusantara Advertising Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com redaksi@lionmag.com HOTLINE LIONMAG: 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

LIONMAG INFLIGHT MAG

12

LIONMAG JANUARI 2014

www.issuu.com/lionmagazine

PRINTED BY PT. MEGA INDAH


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


NEWS AROUND

Workshop

Safety Management System Acara Workshop Safety Management System dibuka oleh Capt. Henry Mudigdo mewakili Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana. Pelatihan tersebut sebagai wujud keseriusan Lion Air mengutamakan keselamatan dalam penerbangan. Acara yang diadakan tanggal 2 – 5 Desember 2013 lalu diikuti oleh para peserta dari pagi hingga sore hari. Pelatihan demi pelatihan diberikan oleh tim dari Airbus. Trainer system manajemen keselamatan dari Airbus, Melanie Astruc memberikan materi pelatihan di Lion Tower yang diikuti kalangan direksi, level manager, staf dan pilot. Para peserta terlihat begitu antusias mengikuti workshop tersebut.

SARINAH NEVER SLEEP “URBAN LIFESTYLE” Sarinah The Indonesian Emporium kembali menggelar acara Sarinah Never Sleep dengan tema kali ini “ Urban Lifestyle”. Sabtu, 7 Desember 2013, di halaman parkir selatan gedung Sarinah, dari pukul 10.00 wib sampai dengan 01.00 wib (Minggu dinihari). Acara ini dimeriahkan Live Manequin, Midnite Sale di toko Thamrin, Theatrical Jaksaber Show, Komunitas Hantu (Jak Inc), Mural Activity, Modify Car Show Off, B Boys Battle, Reog Ponorogo, Rakusi Perkusion, Urban Bazzar, Kuliner, dan lainnya. Mira Amahorseya Direktur Utama PT Sarinah mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Sarinah. Menjadi tempat berkumpul para kawula muda yang belum familiar dengan area Sarinah di jalan Thamrin. Yang tidak pernah sepi dengan kegiatan terutama F & B yang buka 24 jam, seperti Mc Donald, KFC, Exelco, Dunkin Donuts, Indosat dan akan hadir Emax Store pertama di Indonesia yang buka 24 jam.

SWISS-BELHOTEL INTERNATIONAL MELUNCURKAN PROPERTI PERTAMANYA DI SURABAYA Swiss-Belinn Manyar, hotel bintang 3 yang memiliki 143 kamar ini merupakan properti pertama Swiss-Belhotel International di Surabaya yang dalam peresmianya dihadiri oleh jajaran direktur PT Pondok Tjandra Indah, Presiden Direktur – Tjandra Sugiharto, Komisaris –Jenny Sugiharto, Managing Director – Glenn Widjaja Sugiharto, Direktur Operasional – Edward Sugiharto. Sementara dari SwissBelhotel International turut hadir Senior Vice President of Operations and Development for Indonesia, Malaysia dan Vietnam – Emmanuel Guillard, Vice President of Information and Technology – Matthew Faull dan Regional Director of Operations, Project – Bill Vincent. Hotel ini memiliki fasilitas bar, restoran dan lounge, akses internet Wi-Fi di semua kamar dan area publik, 6 ruang pertemuan dan sebuah ballroom dengan kapasitas hingga 500 orang, kolam renang , spa dan pijat. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas pengontrol AC pribadi, mesin pembuat kopi dan teh, mini-bar dan kotak deposit pribadi.

14

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


NEWS AROUND Celebrating Beach Lifestyle… Menjelang bergantinya tahun dan masuk ke musim panas sudah menjadi tradisi buat Havaianas perusahaan alas kaki yang sangat terkenal dari Brasil ini meluncurkan produk terbarunya terinspirasi dari kawasan Bondi Beach Australia dengan tema ‘summer, sun and the beach’ produk terbaru ini diberi nama ‘Aquabumps x Havaianas’ yang menurut Kylie Turner – Brand Manager Indonesia bisa Anda peroleh di seluruh toko Universo Indonesia mulai sekarang. Bali tepatnya Keramas Beach dan Uluwatu Beach menjadi inspirasi untuk produk terbaru dari Havaianas ini. Produk terbaru ini sangat tepat untuk liburan musim panas, dengan desain warna cerah, baik untuk pria maupun wanita. Selamat berbelanja…

Nutrimax Peduli Kesehatan Anda

16

LIONMAG JANUARI 2014

2nd Anniversary & Grand Launching The Kasultanan Ballroom Dua tahun sudah usia dari Royal Ambarrukmo Yogyakarta sejak dibuka 27 Oktober 2011 lalu. Untuk itu Royal Ambarrukmo Yogyakarta mengadakan serangkaian kegiatan yang diadakan mulai 18 Oktober 2013 sampai pada puncaknya 3 Desember 2013 menggelar resepsi syukuran dengan tema “Hamemayu Hayuning Bawana” serta peresmian ballroom baru : The Kasultanan Ballroom. The Kasultanan Ballroom diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng ulang tahun kedua Royal Ambarrukmo Yogyakarta. L. Sudarsana, General Manager dalam kesempatan itu menyampaikan pesan bahwa Royal Ambarrukmo harus tetap optimis untuk menjadi pilihan utama dan terbaik di Yogyakarta. “A True Winner”, menjadi pemenang sejati, pemenang dalam segala hal, baik okupansi, profit, pelestari seni dan budaya, juga sebagai salah satu destinasi wisata di Yogyakarta.

PT. Suryaprana Nutrisindo dengan brand produk nya Nutrimax yang telah tersebar di seluruh Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Untuk itu diadakanlah kegiatan rutin berupa pameran produk Nutrimax yang disertai dengan pemeriksaan kesehatan. Pada pameran ini, pengunjung dapat dengan mudah memantau kondisi kesehatan mereka melalui pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan kadar kolesterol, trigliserida, gula darah, asam urat, tekanan darah, serta penimbangan berat badan. Selain itu, pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan konsultan Nutrimax yang telah terlatih dan berpengalaman untuk mendapatkan tips dan saran kesehatan. Pameran ini diadakan di berbagai pusat perbelanjaan yang ada di Ibukota.


Come journey through a land of amazing wonders, where everyone can indulge in all their desires. From high fashion brands and personal care, to delicious chocolates or hearty fare. With 350 outlets of all sorts, precious moments await at Malaysia International Airports. Participating Malaysia International Airports: KLIA • LCCT-KLIA • PENANG • LANGKAWI • KOTA KINABALU • KUCHING Terms and conditions apply. For more info, visit: www.malaysiaairports.com.my/indulge

Or download our app: MAHB AIRPORTS

Download the iButterfly Asia app now to catch your butterflies and receive great offers The Official Card

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


LEISURE

The Gallery Restaurant Anda dapat mencicipi kelezatan beragam sajian makanan Indonesia dan masakan internasional. Mulai dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup, baik dari meja buffet ataupun daftar menu a la carte di The Gallery Restaurant yang terletak di lantai satu. Silakan cicipi ‘Porsi Biadab’, yang merupakan hidangan khas Hotel Ciputra Semarang. Dinamai Porsi Biadab, karena selain dihidangkan dalam porsi yang besar, juga rasanya yang super pedas. Adapun seporsinya bisa dinikmati enam sampai delapan orang. Sebagai pelengkap, menu ini juga disajikan denga kerupuk dan lalapan serta satu pitcher es teh.Porsi Biadab yang khas dengan tambahan

The Best Medical Spa Of The Year Kehadiran Cocoon Medical Spa di Bali tentu memberi angin segar bagi Anda yang ingin tampil lebih sempurna. Berkantor pusat di Australia dan menjadi salah satu ‘market leader’ dibidang medical spa merupakan suatu kebanggaan Bali bertambah satu lagi sebagai tujuan wisata relaksasi. Terletak di jalan utama Sunset Road simpang Dewi Sri – Nakula, Cocoon Medical Spa ingin mengingatkan pentingnya menjaga perawatan kulit. Menempati areal yang lumayan luas dengan design bangunan tampak unik, membuat Anda yang berkunjung ke tempat ini akan merasa ke sebuah gallery. Treatment yang ditawarkan antara lain; 3D Skin Rejuvenation, Live & Feel Better Revive at Cocoon dan paket treatment dari Cocoon Medical Spa yang sangat terkenal 24 Carat Gold Facial dengan slogan The Secret of Cleopatra is Revealed.

18

LIONMAG JANUARI 2014

lombok setannya ini terdiri dari tiga macam pilihan yaitu; Nasi Goreng Kakeane berisi irisan ayam dan telur serta lombok setan untuk cita rasa pedasnya. Bihun Goreng Nggapleki, berisi udang, daging cincang, sosis dan tidak ketinggalan lombok setan. Dan terakhir, Tamie Cap Cay Nggasruh yaitu mie telor kering yang disiram dengan kuah sayur, udang, daging cincang, sosis dan tentu saja lombok setan. Selain itu, The Gallery Restaurant juga menawarkan signature dish berupa Sup Buntut, Nasi Ulam, Nasi Goreng Simpang Lima, Ikan Bakar Simpang Lima dan Grill Oxtail Soup. Perpaduan fasilitas, pilihan menu, dan layanan yang prima dari Hotel Ciputra Semarang, akan menjadikan acara Anda menjadi saat indah yang tak terlupakan.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


LEISURE The EdelweisS Primo Kuta

Pilihan tepat saat berlibur di Bali Bali memang tidak ada matinya. Selalu ada kesenangan baru yang muncul untuk mencuri perhatian setiap wisatawan yang berkunjung. Salah satunya adalah The Edelweiss Primo Kuta yang menawarkan hotel butik mewah dan berkelas di tengah-tengah wilayah yang sudah begitu terkenal, Jalan Kartika Plaza, Kuta Bali. Hotel ini memiliki 115 kamar yang terdiri dari 75 Superior, 29 Deluxe, 2 Executive dan 9 Junior Suite siap mengakomodir liburan Anda. Beberapa fasilitas yang dapat kita nikmati antara lain Swimming Pool with Bar, Spa, Laundry & Dry Cleaning, Airport Transfer, dan Free Wi-Fi access on Public Area. Sementara fasilitas kamarnya antara lain tempat tidur yang nyaman, TV LCD 29�, shower, safe deposit box, fasilitas kopi dan teh. Untuk urusan perut jangan khawatir karena Lemongrass Restaurant dapat memuaskan selera kita. The Edelweiss Primo Kuta menjadi tempat menginap yang sangat tepat selama liburan karena berada di daerah yang paling dinamis di Bali. Dengan kamar trendi dan fasilitas yang elegan, hotel ini hadir dengan berbagai pilihan kuliner, belanja, hiburan dan wisata yang dapat kita nikmati hanya dengan berjalan kaki dari pintu hotel. Jadi tunggu apa lagi?

20

LIONMAG JANUARI 2014

A Tropical Hotel With A True Sense of Style Mengarah ke kawasan Canggu The Kirana Hotel Resto Spa yang baru saja diresmikan memberi warna baru di kawasan ini. Lebih tepatnya hotel ini dikatakan sebagai butik hotel dengan menempati tanah memanjang dan terbagi dalam tiga bangunan; bangunan pertama area lobby dibagian depan dipisahkan oleh sepetak sawah, bangunan kedua The Restaurant & Bar dipadukan dengan Kirana room dilantai dua dan tiga serta bangunan ketiga kirana deluxe, suite, penthouse dan beberapa fasilitas seperti Infinity swimming pool, The Spa, The Gym & Yoga Center. Memiliki total 29 kamar yang terbagi dalam dalam empat tipe; Kirana Room, Kirana Deluxe, Kirana Suite dan Kirana Penthouse diharapkan hotel ini menjadi destinasi baru bagi honeymooner yang tentunya ingin mencari ketenangan. Sebagian tanahnya tetap difungsikan sebagai sawah untuk menjaga keasrian hotel dan memberi pemandangan hijau ketika Anda bersantai di area swimming pool. Detail bangunan yang sebagian besar berwarna kayu diharapkan memberi ketenangan bagi yang menginap.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


LEISURE

Collaboration Of Living & Entertainment… TS Suites Leisure Seminyak menyapa kawasan Seminyak di awal tahun 2014 dengan konsep perpaduan hotel dan pusat hiburan serta restoran. Hotel Modern ini sudah terlihat jelas memiliki target pasar tersendiri, dengan slogan ‘Hip, Endless Indulgence, Extraordinary, Easy, Lifestyle’ menyajikan kamar-kamar berukuran luas yang terdiri dari 90 kamar, 53 suites dan 12 villa. Lebih menarik dari hotel ini ketika merasakan sendiri fasilitas yang ditawarkan, seperti area leisure club yang terdiri dari infinity pool 50 meter, lounge deck and bar, spa, fitness center, pool table, library and business center, entertainment program serta toddler corner. Selain itu mudahnya akses untuk jalan-jalan di kawasan Seminyak karena lokasi hotel yang sangat strategis, serta terdapat 12 resto besar dan satu night-club di lantai dasar. Sensasi tinggal di hotel ini akan Anda dapatkan ketika berada di area leisure club tepatnya area infinity pool dengan pemandangan kawasan Kuta – Legian dan Seminyak…Wonderful!!!

Comfort & Stylish Living Arion Swiss-Belhotel Kemang Jakarta dirancang dalam arsitektur bergaya Eropa berpadu dengan interior modern, sehingga memberikan kenyamanan dan kemewahan. Hotel ini memiliki akses mudah untuk menjangkau berbagai restoran, tempat hiburan dan rekreasi favorit di Jakarta. Arion Swiss-Belhotel Kemang Jakarta memiliki 94 kamar, terdiri dari kamar Superior, Deluxe, Junior Suite, Executive Suite, Flora Suite dan Royal Suite. Untuk aktifitas bisnis dan konferensi menyediakan layanan pusat bisnis, enam ruangan rapat dan ballroom yang mampu menampung hingga 750 orang dengan Wi-Fi berkecepatan tinggi di seluruh area dan kamar serta bebas layanan parkir. Tersedia juga fasilitas outdoor swimming pool yang berada di roof top hotel, Fitness, Spa, The Lounge & Swiss Deli yang terletak di Lobby Level, Swiss-Café yang terletak di Mezzanine level serta Basement Café yang berada di Basement level. Sesuai dengan tagline Arion Swiss-Belhotel Kemang Jakarta “Comfort and Stylish Living”. 22

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


WISDOM IN THE AIR

Rahasia untuk Mengubah Dunia OLEH Jemy V. Confido

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah Dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita-cita itupun agak kupersempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah Negeriku. Namun tampaknya hasrat itupun tiada hasilnya. Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah Keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku. Tetapi celakanya merekapun tidak mau diubah! Dan kini sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari : “Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah Diriku, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi akupun mampu memperbaiki negeriku; kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa Mengubah Dunia!” Tulisan yang mengharukan tersebut dipahat di atas sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris dengan catatan tahun 1100 Masehi. Setiap dari kita mungkin pernah pada suatu saat memiliki keinginan dan keyakinan yang begitu kuat untuk mengubah dunia. Entah pada saat kita masih kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan setelah kita memasuki usia senja. Namun pada akhirnya waktu jugalah yang menguji tekad dan keyakinan kita tersebut. Hari demi hari berganti, bulan demi bulan berlalu, dan tak terasa usia kita terus bertambah sehingga bahkan sebagian dari kita mungkin mulai berpikir tidak akan lama lagi berada di dunia ini. Namun apa yang terjadi dengan keinginan kita untuk mengubah dunia? Ketika kita menelusuri kembali perjalanan hidup kita, ternyata tidak banyak yang kita ubah seperti tulisan pada makam di atas. Bahkan bisa jadi kita hampir tidak bisa mengubah diri kita sendiri. Untuk

24

LIONMAG JANUARI 2014

menghidari nasib tragis seperti kisah di atas, ada baiknya kita mencari tahu apa yang salah sehingga kita bisa segera memperbaikinya dan memanfaatkan sisa waktu yang masih kita miliki sebaikbaiknya untuk mengubah dunia. Setiap orang pada dasarnya memiliki keinginan untuk mengubah dunia atau paling tidak sebagian dari dunia. Khususnya ketika orang tersebut masih berusia muda, memiliki semangat yang kuat dan keyakinan yang tinggi. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui dan menyadari dari mana dan bagaimana memulai sebuah perubahan. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak satu situasi sederhana berikut ini. Pada saat berbincang-bincang dengan rekan sejawat Anda, topik pembicaraan mana yang paling menarik untuk dibahas? • Situasi perekonomian dunia yang dipicu oleh tidak menentunya harga minyak bumi. • Iklim politik di tanah air dan perkiraan pemenang pemilu tahun depan. • Kemacetan yang terus meningkat di kota Anda. • Kondisi persaingan bisnis di industri tempat dimana Anda bekerja.

• Kebijakan manajemen puncak tempat dimana Anda bekerja. • Menumpuknya pekerjaan Anda akhir-akhir ini. Berdasarkan pengamatan dan survey yang saya lakukan, sebagian besar memilih membicarakan topik nomor 1 sampai nomor 5. Bahkan topik nomor 1 sampai nomor 3 menjadi bahan pembicaraan di kalangan luas mulai dari pembicaraan di warung-warung di pinggir jalan, sampai pembicaraan para pejabat dan eksekutif perusahaan. Topik nomor 6 biasanya hanya dibicarakan di meja-meja rapat itu pun harus dengan diembel-embeli workshop atau lokakarya yang mengambil tempat di hotel berbintang atau vila yang sejuk dan jauh dari tempat kerja dengan diselingi (atau bahkan tergantikan) oleh pembicaraan topik nomor 1 sampai nomor 5. Lebih menariknya lagi, topik nomor 6, kalaupun sengit dibicarakan, hanya sedikit yang benar-benar menuangkannya dalam rencana kerja yang cukup jelas dan rinci. Bahkan bila sudah ditulis dalam rencana kerja yang cukup jelas dan rinci, hanya sedikit yang benar-benar melakukannya.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


Suatu ketika, saya menemukan jawaban yang sangat menarik dalam salah satu sesi pelatihan yang saya ikuti. Dalam pelatihan tersebut, saya diajarkan bahwa setiap orang sesungguhnya memiliki tiga buah lingkaran dengan pusat yang sama dalam kaitannya dengan perubahan. Lingkaran yang paling luar adalah lingkaran pengamatan (circle of attention). Pada lingkaran ini, kita hanya bisa jadi penonton. Kita praktis tidak memiliki kekuatan untuk melakukan apa-apa selain menerima apa yang terjadi. Kembali kepada lima topik pembicaraan di atas, topik nomor 1 sampai 3 berada pada circle of attention bagi kebanyakan orang kecuali orang itu memiliki kekuasaan yang sangat besar untuk mempengaruhi situasi-situasi tersebut. Kemungkinan lainnya, orang tersebut kebetulan menjadi pelaku dari peristiwa tersebut sehingga ia memiliki pengaruh terhadap fenomena yang sedang terjadi. Di luar kedua kemungkinan tersebut, usaha yang bisa kita lakukan hanyalah doa. Lingkaran yang ke-dua adalah lingkaran perhatian (circle of concern). Pada lingkaran ini, kita menjadi pemeran figuran. Kita bisa berinteraksi dengan pemeran utama atau pemeran pembantu tetapi kita tidak bisa berbuat banyak selain memberikan dukungan berupa upaya dan mungkin dana. Topik nomor 4 dan 5 berada pada lingkaran perhatian ini. Kecuali, tentu saja, kitalah penguasa bisnis di industri tersebut atau manajemen puncak di perusahaan kita. Lingkaran yang ketiga, yang merupakan lingkaran paling dalam, adalah lingkaran pengaruh (circle of influence). Pada lingkaran ini,

26

LIONMAG JANUARI 2014

kita menjadi pemeran utama. Kita bisa melakukan sesuatu untuk menciptakan perubahan. Topik nomor 6 berada pada lingkaran paling dalam ini. Memang lingkaran pengaruh ini mungkin terasa kecil bagi seseorang pada awalnya. Namun demikian, bila lingkaran ini digarap dengan baik dan sungguhsungguh, lingkaran ini akan membesar sehingga apa yang tadinya berada pada lingkaran perhatian dan bahkan lingkaran pengamatan bisa masuk ke dalam lingkaran pengaruh tersebut. Dalam salah satu kesempatan memberikan pelatihan di Bandar Lampung, saya berjumpa dengan seorang vice president sebuah perusahaan distribusi ayam yang juga menjadi pembicara tamu pada program pelatihan tersebut. Beliau menuturkan kisah suksesnya meniti karir di perusahaan yang menguasai distribusi ayam se-Sumatera tersebut. Berawal dari seorang salesman, Pak Agus, begitu panggilan beliau, mulai melakukan perubahan berawal dari lingkaran pengaruhnya. Sebagai contoh, Pak Agus mencatat stock ayam yang tersedia di setiap peternakan meskipun tidak diperintahkan oleh atasannya. Pak Agus juga membangun hubungan yang baik dengan para peternak meskipun dalam mata rantai bisnis, sebenarnya Pak Agus ini adalah customer bagi para peternak tersebut. Komitmen Pak Agus untuk mengubah apa yang ada di dalam lingkaran pengaruhnya telah memberinya kesempatan untuk mengubah apa yang ada di lingkaran perhatiannya. Suatu ketika, perusahaan distribusi tersebut membutuhkan supply ayam dengan jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat. Para salesman yang lain serta merta menjadi panik dan menyatakan tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut. Sebaliknya, Pak Agus, yang memang sudah mengetahui jumlah ayam yang ada di masing-masing peternakan dan didukung hubungan baik dengan para peternak, segera menyanggupi permintaan tersebut. Upaya-upaya luar biasa terus dilakukan oleh Pak Agus untuk mengubah apa yang bisa

diubahnya seperti melampaui target penjualan yang menantang. Perlahanlahan, lingkaran pengaruh Pak Agus di perusahaan itu pun membesar. Hasilnya bisa ditebak, Pak Agus menjadi General Manager dan kemudian vice president termuda di perusahaan tersebut. Sekarang, dengan kedudukan yang jauh lebih tinggi, Pak Agus memiliki lingkaran pengaruh yang jauh lebih besar. Hal-hal yang tadinya berada pada lingkaran perhatian atau bahkan lingkaran pengamatan, sekarang telah masuk ke dalam lingkaran pengaruhnya. Kesalahan yang seringkali terjadi pada saat seseorang berusaha melakukan perubahan adalah ia justru sibuk mengubah apa yang ada di lingkaran pengamatan tanpa memperbesar lingkaran pengaruhnya. Bahkan yang lebih mendasar lagi, banyak orang yang bahkan tidak bisa membedakan mana yang berada di lingkaran pengamatan, mana yang berada di lingkaran perhatian dan mana yang berada di lingkaran pengaruh baginya. Terkadang, memang tidak mudah untuk menyadari keberadaan ketiga lingkaran tersebut apalagi membedakannya. Untuk bisa menggunakan ketiga lingkaran tersebut dengan tepat, dibutuhkan kebesaran jiwa, keberanian dan kebijaksanaan seperti dipanjatkan oleh Reinhold Nieburh dalam doanya pada tahun 1926. Tuhan, berikanlah aku kebesaran jiwa untuk menerima hal-hal yang tak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya. Terkadang, mungkin kita tidak bisa mengubah sesuatu namun kita tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Pada kesempatan lain, kita sebenarnya bisa melakukan perubahan, namun kita tidak memiliki cukup keberanian untuk memulainya. Namun yang lebih penting lagi, kita seringkali kehilangan pijakan pada saat harus membedakan mana yang bisa kita ubah dan mana yang belum saatnya kita ubah. Semoga Anda memiliki kebijasanaan yang satu ini untuk mulai mengubah dunia! jemyconfido@yahoo.com


R

MARCH 2014

MARCH 2014

SUKABUMI

BALI

BOUNTY

Seminyak, Bali

Suprapto, Malang

Tidar, Surabaya

You Tube

LEGIAN

Dharmahusada, Surabaya

Glodok, Jakarta

Soekarno Hatta, Bandung

OPENING 2014 :

Malang, East Java Glodok, Jakarta Soekarno Hatta, Bandung Tidar, Surabaya Pemuda, Jakarta Seminyak, Bali Dharmahusada, Surabaya Pangkal Pinang, Bangka Tanjung Pandan, Belitung

OPENING 2015 :

Malioboro, Yogyakarta

Kramat, Jakarta Raya Tuban, Bali Hayam Wuruk, Jakarta

Muara Enim, South Sumatera

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27

BUSINESS STYLE COMFORT

H O T E L


TRAVELING SAGORI

“Pelarian’’ Ke

Sagori Teks & foto HERU HENDARTO

28

LIONMAG JANUARI 2014


‘’Muhamaa...., jangan kau kasih kanan haluan, bisa kandas kita!”

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


K

ru di haluan meneriaki motorist di buritan. Saya yang semula asyik duduk di atap seketika ikut tegang. Di depan tampak jelas dasar pasir bertabur karang dan bayangan rumput laut menempel permukaan air. Inilah kawasan perairan Pulau Sagori. Sejak zaman kumpeni, jalur ini membuat jerih siapa pun yang berlayar di dekatnya. Bahkan sebuah kapal dagang VOC sempat tenggelam di sini. Sagori telah menjadi jalur utama lalu-lintas pelayaran dari Gowa ke Ternate dan Banda sejak zaman keemasan rempah-rempah.

30

LIONMAG JANUARI 2014

Tiga mesin 20 PK dimatikan. Satu mesin tersisa digas perlahan. Speedboat pun melambat namun lebih lincah meliuk. Beruntung kami merapat dari arah matahari terbit di sisi Pulau Kabaena. Jika menghampiri dari sisi barat Sagori, bisa-bisa kami menyusul kapal VOC tergolek di dasar laut. Sauh pun dilempar. Speedboat tak bisa merapat penuh akibat begitu dangkal. Jetty kayu ringkih yang ada dipastikan tak kuat menopang beban, baik boat maupun orangnya. Akhirnya kami harus turun berbasah ria sambil menarik boat ke darat. Saya pun berjingkrakjingkrak melompat kaget melihat seekor ular laut berenang sejauh

lima langkah di samping kanan. Mendarat di sisi timur pulau, hamparan pasir putih halus memanjang menyambut kami. Dilihat dari aplikasi Google Earth, pulau ini bergaris luar putih dan berbentuk nyaris seperti bulan sabit tipis memanjang. Tak ada tanaman besar. Di sisi timur hanya ada beberapa cemara kecil dan rerumputan. Bisa dipastikan gempuran dahsyat ombak laut membuat apa pun yang berukuran lebih besar tidak bisa bertahan. Bahkan sebuah bangunan kayu serupa cottage tampak hancur di sana-sini. Tak bisa dihuni lagi karena fondasinya amblas. Konon cottage kayu itu merupakan tempat istirahat favorit para pejabat di


(kiri) Menikmati pantai timur Sagori (tengah) Kayu bakar diambil dari Kabaena di seberang (kanan) Pondok wisata di bagian barat.

sana. Memang sih, tinggal di tempat ini serasa memiliki pulau pribadi. Tak ada orang lain. Pasir putih langsung terhampar di serambi dengan pekarangan lautan hijau membiru. Suasana masih pagi dengan langit membiru cerah. Awan pun malu-malu mengawang. Perlahanlahan terik matahari mulai membakar. Cukup puas menikmati pantai timur, saya bergerak ke sisi pulau sebelahnya. Kami harus berjalan melewati perkampungan penduduk. Walau namanya kampung, saya menebak paling jumlah rumahnya tidak lebih dari empat puluhan, ya satu RT saja seperti di Jawa.

Yang menyedot perhatian mata, rumah-rumah kayu dibangun dengan gaya arsitektur asli. Saya bisa mengenali rumah mana yang ditempati suku-suku tertentu hanya dengan melihat model atap depan dan jendelanya. Penduduk Pulau Sagori terbuka dan solider. Suku Bajo, Bugis, dan Buton hidup berdampingan dengan akur. Sumber rezeki warga sepenuhnya berada di tengah laut. ‘’Lis, coba kau kasih tanya berapa mereka punya ikan. Kalau murah, bisa buat kita bakar-bakar sebentar sore tho,’’ pinta saya ke salah satu teman. Siapa yang tidak langsung terpikat disambut hamparan ikan

di mana-mana. Di kanan-kiri jalan, depan dan bawah rumah, hingga di pantai belakang, semua penuh ikan. Melimpah dengan hasil laut, warga mengolahnya menjadi ikan asin dan ikan asap. Nah, sebenarnya yang terakhir ini paling saya suka. Apalagi bau harumnya selalu bikin perut keroncongan. Beberapa ekor ikan segar pun kami gotong ke barat. Arang sudah siap, panggangan sudah dibawa. Siang ini definitely fish barbeque time for all! Saatnya pesta bakarbakar ikan. Apalagi di pantai barat cocok untuk yang ingin berteduh. Pepohonan cemara nan tinggi teduh menaungi lokasi ini. Beberapa pondok terbuka pun dibangun

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


Rumah penduduk dengan gaya tradisional

untuk wisatawan. Sebuah lapangan sepakbola sederhana menghiasi perbatasan kampung dan ‘’kebun cemara’’. Nyaman sekali sekadar duduk-duduk di sini dengan angin berembus semilir. Pantai barat bagian utara dihiasi batu karang pada bagian dasarnya, sementara bagian selatan menghadap laut terbuka. Tempat berlabuh paling cocok memang di tempat speedboat tadi atau di sebelah kampung sekalian. Arang pun digelar, ikan sudah dibersihkan. Sambil menunggu api hidup dan ikan dibakar, saya terus melangkahkan kaki mengikuti setapak ke ujung barat. Sehari sebelumnya perairan ini dihajar badai. Bekas-bekasnya masih

32

LIONMAG JANUARI 2014

jelas tersisa. Di pantai, beberapa gadis kecil sibuk memunguti rumput laut yang terdampar. Bagi nelayan, rumput laut merupakan komoditi yang tak kalah menarik dibandingkan ikan. Di ujung pulau, sebuah pohon cemara masih kokoh tegak berdiri walau tanaman sekelilingnya hancur diterjang ombak. Sayang air laut masih cukup tinggi. Jika surut, saya bisa berjalan menuju tembok karang sejauh 2 km di depan. Mungkin di situ kapal VOC nahas itu bersemayam. Teriakan menggema di kejauhan nyaris terbawa angin. Ikan sudah siap. Saya buru-buru kembali ke lokasi pembakaran. Dua sisi seekor ikan bakar segera masuk perut. Lezat sekali, apalagi bumbu colo-

colonya yang dicampur mangga muda membuat liur ini menetes. Begitu mengesankan berkunjung ke Sagori. Mungkin pada waktu lain saya masih bisa menyempatkan menginap dan menyaksikan sunset dan sunrise, pastinya lebih menyenangkan. Sagori memang indah, sebagaimana diabadikan dalam lirik lagu daerah berjudul Kampung Tangkeno ini: Polihee pokia aruane i tahi, i nonto ea pulau sagori Moico ea ontohawano, sababuna mo uso asapampa (Lihatlah sejenak di laut sana, tampak sekali Pulau Sagori Indah sekali pemandangannya, sebabnya hijau separuh)


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


TRAVELING SITUBONDO

34

LIONMAG JANUARI 2014


BALURAN SEBONGKAH AFRIKA DI TANAH JAWA Teks & foto DAMMER SARAGIH

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


36

LIONMAG JANUARI 2014


H

amparan savana seakan tak berujung membentang di depan mata. Di kejauhan terlihat kawanan rusa (Cervus timorensis russa) berkeliaran bebas menikmati sore. Rasanya seperti terlempar ke benua lain. ‘’Selamat datang di Afrika, di timur Jawa,’’ ujar Pak Darmin, pengendara mobil sewaan yang membawa kami dari Kota Banyuwangi. Sambutan itu menyadarkan lamunan saya. Ternyata saya masih berada di Jawa Timur, bukan di Afrika, karena Taman Nasional Baluran ini memang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Baluran diambil dari nama gunung setinggi 1.247 meter yang melatari bentang savana di hadapan saya. Dengan luas areal 250 kilometer persegi dan hampir setengahnya (40 persen) merupakan padang savana berkarakteristik hutan kering berwarna kuning keemasan, jika musim kemarau seperti saat kunjungan saya ini, pasti membuatnya lekat dengan julukan Africa van Java. Dari gerbang utama, kendaran kami harus menempuh sekitar 45 menit untuk mencapai savana bernama Bekol ini. Jarak sebenarnya hanya 12 km, tetapi kondisi jalan yang seadanya membuat laju kendaraan tidak maksimal. Namun perjalanan perlahan ini justru membuat saya bisa menikmati pemandangan hutan kering di sisi kiri-kanannya. Beberapa pepohonan terlihat dihiasi daun kemerahan, unik bak nuansa musim gugur. Sesampai di Bekol, saya mencoba menaiki menara pandang setinggi 10 meter yang berdiri di belakang sebuah bangunan. Dari puncaknya bisa disaksikan semua sisi savana sambil berharap menemukan banteng jawa (Bos javanicus), sang tuan rumah. Sayang dari kejauhanpun saya tidak juga menemukan satwa yang gambarnya menghiasi logo taman nasional ini. Mereka seolah enggan menunjukkan diri. Menurut informasi, populasi icon Taman Nasional Baluran ini memang kian langka. Jumlah yang semula ratusan kini tinggal beberapa puluh ekor saja. Perubahan iklim, penyempitan lahan, hingga perburuan liar oleh warga diduga menjadi ancaman kepunahannya. Sungguh malang nasib herbivora langka ini. Banteng jawa atau rusa tidak hidup sendirian mendiami Baluran. Terdapat 26 jenis satwa yang hidup bebas di kawasan ini, di antaranya kerbau liar, kancil, merak, lutung

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


jawa, hingga predator seperti ajax dan macan tutul. Seekor merak jantan bahkan saya temui tak lama setelah menapak turun tangga. Saya mencoba mendekat untuk mengabadikannya. Sayang, hewan cantik tersebut bergerak menjauh ke dalam hutan sebelum bulu indahnya terekam kamera saya. Naluri defensive satwa memang sensitif terhadap makhluk asing.

Pantai Bama Selain savana, vegetasi taman nasional ini juga terhitung lengkap dengan keberadaan hutan rawa, hutan hujan tropis (di sekitar Gunung Baluran), hutan musim, hutan bakau, dan hutan pantai. Dua jenis hutan terakhir berada di sekitar Pantai Bama, tempat kami akan menginap. Pengelola memang menyediakan dua lokasi penginapan di dalam areal, yaitu dekat Savana Bekol dan Pantai Bama yang dipisahkan jarak sekitar 3 km. Pantai Bama menawarkan suasana tenang tanpa ombak. Pantai ini bersih dan cukup sunyi. Dikelilingi hutan mangrove dan jauh dari hiruk pikuk. Kabarnya keindahan terumbu karang di pantai ini juga bisa disaksikan jika mencoba snorkeling.

38

LIONMAG JANUARI 2014

Fasilitas di Bama juga terbilang lebih lengkap dibandingkan Bekol. Di Bama berdiri sebuah kantin sederhana untuk sekadar mengisi perut. Tak banyak pilihan menu di kantin satu-satunya di tengah hutan seperti ini, selain nasi pecel, soto, atau nasi/mi goreng. Namun sekiranya setiap pengunjung perlu menyadari datang ke sini bukanlah wisata penuh kemewahan, melainkan petualangan lebih mendekat ke alam. Usai rehat, berbilas, dan makan malam, sejatinya kami berencana mencoba safari malam. Namun karena lelah, kami memilih bercengkrama beratapkan bintang di atas lautan hingga kantuk menyergap dan menuntun ke peraduan. Melepas malam dengan deburan ombak, suara jangkrik, serta satwa lain dari dalam hutan adalah musik penghantar tidur nan indah. Sebuah anugerah bisa menyatu intim dengan alam.

Trek Pengamatan Burung Pagi datang, pemandangan indah sunrise berhias rona merah berpadu ungu menebar di atas Selat Bali. Pagi itu Pantai Bama benar-benar menyapa kami dengan hangat. Hiburan kami semakin bertambah melihat


kawanan kera yang bermain di tepi pantai. Beberapa di antaranya begitu lucu kala mencoba menangkap kepiting yang keluar dari lubang persembunyian di dalam tanah. Begitu santai seolah waktu terasa bergerak tanpa tergesa-gesa. Tak lama, kami ditawari seorang ranger, Ferdy, untuk mencoba trek pengamatan burung. Tak menyia-nyiakan kesempatan, kami pun bergegas ke lokasi. Apalagi, kata Ferdy, waktu terbaik melakoninya memang di pagi hari. Jalur itu berada di sekitar hutan bakau yang tak jauh dari pondokan kami. Taman nasional ini memang sudah lama terkenal sebagai surga untuk pengamatan burung. Baluran merupakan habitat 155 spesies burung, mulai dari elang jawa, merak, hingga bangau tong-tong yang merupakan spesies langka. Diperlukan kesabaran untuk mendeteksi gerak-gerik mereka. Kami harus berusaha mencari sumber suara saat sesekali terdengar suara merdu dari balik pepohonan. Beberapa jenis burung dengan paruh kuning melintas, sementara lainnya berpindah dari satu ke pohon lain. Tampak juga seekor elang jawa bertengger perkasa di ujung ranting pohon.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


Membelah Hutan Merasa stamina masih mumpuni, Ferdy kembali menawari kami treking ke Bekol melewati hutan. Ajakan ini kembali kami iyakan. Treking yang cukup menguras keringat sebenarnya. Membelah hutan kering di bawah terik matahari dengan harapan bisa bersua sang primadona, banteng jawa. Namun satu jam lebih kami habiskan tak banyak satwa yang terlihat, kecuali sesekali ayam hutan berseliweran. Beberapa kali saya harus meneguk botol mineral untuk membasahi kerongkongan yang begitu cepat mengering. Terdengar suara lutung dari atas pohon, seolah menertawakan kami. Barangkali mereka

40

LIONMAG JANUARI 2014

menyadari kami terlihat nyata sebagai manusia kota yang kelelahan berjalan di bawah sinar matahari yang kian membakar kulit sambil menerobos semak belukar berduri tajam. Sesekali saya harus duduk rehat di pohon yang tumbang. Dalam perjalanan kembali ke Bama melalui jalur berbeda, seekor ‘’banteng’’ di sebuah kubangan besar di tengah hutan saya dapati. Semula saya meyakini itu banteng jawa yang kami rindukan. Namun setelah melihat ciri-ciri fisiknya yang tanpa bulu dan putih di sekitar kaki, pantat, serta moncongnya, saya pun kecewa. Ternyata binatang itu adalah kerbau liar. Sepintas keduanya memang mirip. Kerbau liar


berukuran besar itu asyik merendamkan tubuhnya ke dalam air, seolah tak mengindahkan kami yang mengamati dari balik pepohonan berjarak 5-10 meter. Binatang itu tampak menikmati segarnya rendaman air di tengah sengatan surya meski sorot matanya terlihat tetap waspada. Saya mencoba mendekat namun Ferdy menegur saya sambil berbisik meminta menjauh meninggalkan areal ini. Dengan tanduknya yang tajam, kerbau liar itu ternyata juga memiliki naluri agresif, menyerang siapa saja yang dianggap mengancamnya. Kami pun perlahan pergi. Tak terasa hari semakin siang. Kami harus bersiapsiap meninggalkan Baluran. Dalam perjalanan pulang

saya membolak balik brosur taman nasional ini sambil sesekali melirik ke belakang. Terasa berat memang meninggalkan dekapan alam di sini yang begitu intim. Lamunan saya semakin jauh begitu mengamati logo Taman Nasional Baluran dihiasi wajah sang banteng . Satwa yang saya yakini begitu spesial hingga dijadikan logo itu. Sayang, saya tak bisa memandang langsung wajah aslinya karena bersua pun tidak. Pikiran saya mulai mengada-ada. Ekspresi banteng itu sepintas berubah dari yang mengesankan sangar menjadi muram. Seolah guratan wajahnya memohon ingin lebih diperhatikan agar bisa lestari menjadi maestro taman ini, Taman Nasional Baluran.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


TRAVELING TANJUNG BIRA

Tanjung Bira Pesona Pasir Putih & Pinisi

Teks & foto HERU HENDARTO

42

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


P

erlahan kaki telanjang saya melangkah, menapaki basah pasir putih memanjang. Sesekali empasan lembut ombak mengusili mata kaki. Di langit matahari mulai mengintip. Kuningnya menerangi ufuk timur. Deretan rumah kayu berarsitektur tradisional di sisi kiri berbenteng jejeran nyiur melambai. Serasa terlempar ke masa ratusan tahun silam. Nyaris tak tampak manusia lain di sini. Pantai ini masih serasa milik saya pribadi pada kunjungan kali kedua itu. Bira adalah tanjung yang membagi dua pantai, barat dan timur, dengan masing-masing menawarkan pesona berbeda namun melengkapi. Karena konsentrasi pengunjung lebih banyak di sebelah barat, saya memilih menikmati ‘’perawannya’’ di sisi timur. Tak banyak yang tahu pantai Bira di sisi timur ini sangat menarik. Selain lebih sepi, seperti halnya khas daerah Bulukumba dan Tana Beru, di sini ditemukan pula beberapa perahu pinisi yang sedang dibangun. Tidak cuma satu atau dua, belasan perahu serupa yang sedang diperbaiki juga bisa disaksikan. Persis di sebelah dermaga penyeberangan ferry Bira-Pamatata di Selayar, sebuah teluk tenang memang dikhususkan untuk menjadi ‘’bengkel’’ perahu kayu besar nan tangguh ini. Terbuat dari kayu ulin atau jati terbaik, pinisi sudah kondang mengarungi se-antero dunia. ‘’Kami membuat perahu ini turun-temurun. Syarat utama dalam pembuatannya adalah tidak boleh bertengkar sesama pekerja,’’ tutur Pak Barru, nelayan yang baru tiba dari melaut pagi itu. Pembuatan sebuah pinisi bisa memakan waktu hingga satu tahun dan sarat dengan ritual. Panrita Lopi, sebutan untuk pawang perahu, mengawal ritual pembuatan perahu dengan khidmat. Tidak ada buku panduan, gambar teknis atau hitungan eksak dalam pembuatan pinisi. Semua langkah kerja dan desain

44

LIONMAG JANUARI 2014

sudah ada di luar kepala, terasah oleh pengalaman turun-temurun selama ratusan tahun. Pertengkaran sesama pekerja dalam proses pembuatan menjadi pantangan serius karena diyakini bisa menghasilkan perahu yang cacat kala dipakai melaut. Dikerjakan dengan bahan terbaik oleh para pekerja terampil, harga sebuah pinisi berukuran sedang pun bisa mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Matahari meninggi, saya pun meninggalkan pantai timur dan melangkah ke barat. Pasir putih menghampar hingga 3 km ke utara dan di sisinya dibentengi tebing-tebing karang nan indah. Penasaran dengan kelembutan pasirnya, tangan saya memungutnya dan menggenggamnya. Wow, butirannya begitu halus. Pasir bak bubuk itu meluncur ke bawah dari sela-sela jemari. Konon tekstur pasir seperti itu menjadi kegemaran penyu untuk bertelur. Pantai barat ini landai dan berair jernih serta menghadap ke Pulau Lihukan. Begitu panjang pantai ini, kita pun bisa berjalan jauh ke utara menyusuri sisinya dan sepanjang jalurnya bisa menikmati pemandangan yang apik. Bira barat merupakan pusat keramaian dengan banyak orang beraktivitas, mulai dari nelayan melaut, penduduk berbelanja, juga wisatawan yang asyik menikmati pesona pantai. Penginapan banyak tersebar di sini, tinggal pilih sesuai selera. Beberapa kali perahu bermotor berlayar hilir-mudik ke Lihukan. Sebagian membawa wisatawan, sebagian memang kapal reguler yang membawa penduduk datang dan pergi. Penasaran, saya pun mendekat dan mengorek informasi. Nego punya nego, saya ambil paket snorkeling dengan speedboat fiber terbuka, tentu juga lengkap dengan life vest.

(atas) Panorama pasir putih Bira (bawah) Snorkling di bawah laut Lihukan


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


Panorama pesisir Lihukan

Lihukan sejatinya pulau berkontur karang. Pasirnya tak kalah putih dari Bira dengan keindahan panorama bawah lautnya menjadi bonus luar biasa. Setelah mengarungi ombak kurang dari satu jam, tanpa basa-basi saya langsung terjun ke air. Badan langsung disambut ombak lembut bersuhu hangat. Di bawah permukaan airnya, ribuan hard dan soft coral terhampar di dasar. Samar-samar di selanya terdapat banyak ikan kecil warnawarni berenang meliuk menerobos arus bawah air. Hamburan gelembung udara berukuran mini tersebar di mana-mana, lepas dari karang dan perlahan naik. Seberkas sinar matahari menerobos air, sinarnya terpantul indah. Kalap dengan keindahannya, dua tempat utama lokasi snorkeling terbaik pun saya sambangi. Puas dan, tentu saja, lelah. Atas rekomendasi motorist perahu, kami tidak langsung kembali ke Bira tetapi melipir ke sebuah restoran terapung. Namanya daerah pesisir, tentu yang terhidang sebagai menu utama adalah ikan bakar. Sambil menunggu, kami

46

LIONMAG JANUARI 2014

menikmati hiburan yang membuat restoran terapung ini unik. Di sebelah tampat makan, tepatnya di bagian bawah terdapat kolam berukuran sedang berisi air laut dengan sejumlah penyu dan aneka ragam warna ikan. Tak ketinggalan berpuluh udang galah. Di siang nan terik, para penghuni kolam itu lebih suka mengademkan diri di sela-sela tembok bebatuan karang. Tinggal sungutnya yang mencuat dan tampak dari luar kala meliuk-liuk ke sana-ke mari. Beberapa penyu yang ditangkar itu berenang lambat di alam kolam. Ukurannya cukup besar, setara anak SD. Kita bisa ikut berenang mendampingi penyu dan memberinya makan dari sayuran yang disediakan. Apalagi penyu-penyu itu sangat penurut. Menyenangkan! Asyik berenang, panggilan pelayan nyaris tidak terdengar. Ternyata makanan sudah siap. Saya naik meninggalkan kolam. Ikan kuwe bakar dengan lalap tomat, siraman kecap irisan cabe, serta nasi hangat menjadi kombinasi pas untuk disantap di siang bolong. Bira memang istimewa.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


DESTINATION JAKARTA

Warna & HIKMAH Kirab Agung Keraton Sedunia

48

LIONMAG JANUARI 2014


(kiri) Peserta dari Kapangeranan Gebang Kinatar, Cigugur Kuningan Tampil Meriah. (tengah) Gadis Peniup Bagpipes Mewakili Kerajaan Inggris Raya. (kanan) Pangeran Djatikusumah dan Istri Tampil Penuh Wibawa.

Karnaval budaya lazim menarik lautan massa.  Begitu pula saat ribuan warga Jakarta dan sekitarnya, plus wisatawan mancanegara, menyemut di kawasan Monumen Nasional (Monas) Minggu, 8 Desember 2013. Mereka hadir di seputaran titik nol kilometer metropolitan ini untuk menyaksikan ‘’Kirab Pergelaran Agung Keraton Sedunia’’. Teks & foto Toto Santiko Budi

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


M

eski jauh hari diumumkan acara berlangsung sekitar pukul 15.00 sore, sejak siang banyak yang hadir di kawasan Monas. Bahkan ada yang datang sejak pagi sembari menikmati hari bebas kendaraan bermotor yang diterapkan di sejumlah ruas jalan utama setiap hari Minggu. Masyarakat yang hendak menonton kirab tampak berdiri berjejal di sepanjang trotoar di sekeliling Monas, jalur hijau di bawah jalan layang kereta api Gambir,  di perempatan Bank Indonesia, di sekitar Patung Arjuna Wiwaha, hingga di atas jembatan penyeberangan orang dekat gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf ). Kirab ini merupakan puncak acara ‘’Pergelaran Agung Keraton Sedunia’’ yang baru kali pertama

50

LIONMAG JANUARI 2014

diselenggarakan. Rangkaian acara dibuka Gubernur DKI Joko Widodo di Hotel Borobudur, Kamis (5/12). Dalam rangkaian acara sebelum ditutup kirab, juga digelar pameran benda-benda pusaka keraton, kereta kencana, pertunjukan kesenian, serta sejumlah lokakarya, di antaranya pembuatan keris.  Semua kegiatan dikonsentrasikan di kawasan Monas. Langit Jakarta Minggu sore itu berangsur-angsur gelap tersaput mendung. Namun antusiasme masyarakat tidak surut. Bahkan saat gerimis menetes, mereka bertahan di tempatnya.  Semua demi bisa menyaksikan kirab budaya seperti ini yang belum pernah hadir di Jakarta. Peserta berasal dari 165 keraton Nusantara dan 10 kerajaan

mancanegara. Utusan keraton itu juga membawa 80 kereta kencana. Kemeriahan arak-arakan masih ditambah rombongan 1.000 seniman yang beratraksi di sejumlah titik sepanjang jalan yang dilewati Pawai melintasi jalan-jalan di sekeliling Monas, diawali dari Silang Monas Timur Laut menuju Jalan Medan Merdeka Utara, kemudian ke Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan, lalu masuk ke Monas melalui pintu tenggara. Pembuka kirab adalah barisan paskibra dengan pakaian seragam khas putih-putih. Peserta pawai berikutnya adalah wakil dari Kerajaan Inggris Raya, terdiri atas sepasang pemudi membawa bendera dan seorang lagi yang memainkan bagpipes, alat musik khas Skotlandia.

(kiri) Penampilan Jokowi dan Ahok Disambut Meriah Warga. (kanan atas) Replika Istana dan Singgasana Diusung saat Kirab. (kanan bawah) Salah Satu dari 80 Kereta Kencana Keraton Peserta Arak-arakan.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


Hadir dalam pawai ini juga Pura Djojonagoro, Kendal, Jawa Tengah.  Para prajurit wanita berbalut kostum berwarna ungu dan bersenjata busur panah berada di depan. Bersama rombongan ini para seniman tari kuda lumping. Kemeriahan makin menjadi kala sebuah kereta kencana berwana hitam dengan ornamen dan hiasan didominasi warna merah dan hitam melintas di depan penonton.  Masa sontak berteriak dan menyapa ke arah dua orang pemegang tali kekang berwarna merah yang mengendalikan sepasang kuda penarik kereta.  Kedua orang tersebut berbaju hitam ala raja dengan ikat kepala merah dan selempang warna merah putih. Dua orang itu adalah Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya, Basuki

Tjahaja Purnama. Keduanya tiada henti membalas sapaan warga dengan lambaian tangan. Mengikuti ‘’kereta kencana’’ Jokowi-Ahok adalah puluhan kereta kencana berhias bunga-bunga aneka rupa.  Kereta tersebut membawa utusan keraton dan raja-raja dari berbagai daerah di Nusantara, seperti dari Jawa, Bali, Lombok, Riau, Sumatera Barat, Nusa Tenggara, hingga Papua Barat. Rombongan dengan jumlah peserta terbanyak dalam kirab ini berasal dari Kepangeranan Gerbang Kinatar, Kuningan, Jawa Barat.  Duduk di singgasana Pangeran Djatikusumah dan istri.  Daerah yang terkenal dengan upacara adat ‘’Seren Taun’’-nya ini juga tak lupa menampilkan nuansa kemeriahan serta sukacita upacara syukuran panen itu pada kirab kali ini.

(kiri) Penapilan Grup Kesenian dari Pura Djojonagoro, Kendal, Jawa Tengah. (kanan) Penampilan Anggun dan Gemulai Penari dari Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

52

LIONMAG JANUARI 2014

Apa sih pentingnya keratonkeraton Nusantara bagi kita di era digital seperti sekarang? Jangan lupa, bangsa ini berdiri karena peran besar kerajaankerajaan, kesultanan, kepangeranan, serta kedatuan yang kompak meletakkan ego dan bersatu demi kemerdekaan dan berdirinya Nusantara. Bahkan sejumlah kerajaan rela menyumbangkan harta kekayaannya untuk modal berdirinya bangsa ini. Kirab ini membuka mata kita akan keragaman budaya bangsa yang sangat unik dan kaya, seperti terlihat dari aneka ragam model dan warna busana wakil-wakil keraton dan para pemangku adat se-Nusantara. Lantunan musik dan gerak tari yang dibawakan sejumlah perwakilan keraton juga makin menegaskan keragaman warna dan kebesaran budaya negeri yang semestinya kita jaga kelestariannya bersama ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


AUTOMOTIVE

BMW R 1200 RT Ketika Penggemar Turing Kian Dimanja Perjalanan panjang selalu menarik bila menyenangkan. Itulah alasan BMW menawarkan motor turing yang bertenaga dan lincah. Teks Karman Mustamin • Foto BMW Motorrad

54

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55


56

LIONMAG JANUARI 2014


L

ebih dari 35 tahun silam, pihak BMW Motorrad untuk kali pertama mengenalkan generasi RT. Inilah jenis motor yang dirancang khusus untuk keperluan turing. Selain dilengkapi peranti pelindung bagi penunggangnya, motor ini juga menjanjikan kenyamanan prima ketika dipakai melaju di jalan. Tak heran bila kemudian generasi RT menjadi pilihan utama para penyuka turing yang juga mengutamakan kenyamanan. Sepanjang sejarah kelahirannya, tentu saja generasi RT terus mengalami perubahan, terutama masuknya berbagai peranti sarat inovasi. Sebagai motor turing, RT juga tak luput dari sentuhan untuk mendongkrak performanya hingga kemudian lahir generasi R 1200 RT yang dipersenjatai mesin baru, tanpa kehilangan ciri sebagai kendaraan untuk long-distance traveling dengan pengendalian nan sempurna dan dinamis.

Mesin Boxer Generasi terbaru R 1200 RT ini memang diklaim mengusung mesin baru dengan konstruksi boxer. Karena konstruksinya itu, faktor getaran yang dihasilkan semakin diminimalkan. Hasilnya, mesin halus yang menyumbang kenyamanan saat perjalanan jauh. Mesin R 1200 RT dirancang berupa flat twin boxer menggunakan basis serupa dengan mesin DOHC yang dipakai pada BMW R 1200 GS. Perbedaan yang mencolok, mesin yang diaplikasi pada R 1200 RT secara spesifik diarahkan agar selaras dengan keperluan sebuah motor turing sehingga, hasilnya, mesin ini mampu memproduksi tenaga 125 hp pada 7,750 rpm dan torsi maksimum 125 Nm pada 6,500 rpm.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


Dibandingkan generasi sebelumnya, mesin ini mengalami peningkatan torsi yang signifikan. Di samping itu, produksi torsi di atas 100 Nm sudah bisa dinikmati penunggangnya pada rentang putaran mesin yang umum digunakan. Ini menghasilkan efek, antara lain, mengurangi effort yang harus dilakukan penunggangnya. Aspek dimaksud sangat penting dalam kegiatan turing karena mampu mengeliminasi kelelahan. Sistem pendingin juga memasukkan perhitungan penggunaan motor untuk perjalanan jauh. Mesin berkapasitas 1.170 cc ini sekarang memang masih mengaplikasi sistem pendingin gabungan udara dan cairan. Tapi air dipilih sebagai unsur utama untuk menurunkan temperatur sehingga menghasilkan thermal stability pada berbagai kondisi. Tapi pilihan pada pendinginan air ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga hanya bekerja di komponen penghasil panas utama. Sedangkan pendinginan mesin secara keseluruhan tetap mengandalkan udara.

Pengendalian Sport Performa sebuah motor turing juga sangat bergantung pada desain chassis. BMW kembali melakukan inovasi di sektor ini untuk menggabungkan kelincahan dengan kenyamanan. Lagi-lagi, New BMR R 1200 RT ini mengadopsi beberapa komponen yang terbukti unggul dari

58

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


generasi R 1200 GS. Frame baru yang dipakai tetap saja kembali menghadirkan BMW telelever dan BMW paralever agar menghasilkan rigiditas. Ini penting untuk memertahankan keunggulan stabilitas. Dengan penguatan mounting untuk dudukan suspensinya, diperoleh respon chassis yang lebih sensitif. Penambahan steering angle menjadi 36 derajat juga mendongkrak kemampuan motor ini bermanuver di area yang sempit. Sedangkan pembenahan distribusi bobot dan center of gravity, pengendalian R 1200 RT menjadi lebih mudah dibanding generasi pendahulunya. Sebagai motor turing, handling R 1200 RT pun setara motor sport.

60

LIONMAG JANUARI 2014

Suspensi semi-active yang dikenal dengan nama BMW Motorrad Dynamic ESA (Electronic Suspension Adjustment) juga turut memaksimalkan aspek safety, termasuk pula aspek performa dan kenyamanan. Peranti spring travel censors pada suspensi depan dan belakang bertugas memonitor pergerakan vertikal. Sensor ini berfungsi mengoleksi data yang kemudian dimanfaatkan untuk menyesuaikan tekanan suspensi.

Tetap pada Simbol Hal lain yang tak luput dari diperhatian BMW, yakni pada desain bodi. R 1200 RT ini tampil lebih dinamis dan ramping untuk menghasilkan keunggulan aerodinamis. Tapi di saat yang sama motor ini memberikan perlindungan lebih baik pula terhadap terpaan angin dan gangguan cuaca. Intinya, dalam mengejar peningkatan performa, BMW tidak mengesampingkan fungsinya. Simbol RT tetaplah tidak bisa ditawar sebagai motor dengan kemampuan long-distance, memiliki reliability, serta kenyamanan prima. Tampilan dimanis, diperkuat lagi melalui racikan warna yang melabur R 1200 RT. Bagi penggemar setianya, BMW menyiapkan tiga pilihan komposisi kelir. Masing-masing Quartz blue metallic dan Callisto grey metallic matt. Setiap warna ini dipadu warna kontras Dark slate metallic matt. Sedangkan pilihan warna yang ketiga adalah Ebony metallic yang dipadu Monolith metallic matt. Sementara untuk jok, hanya tersedia warna hitam untuk semua kombinasi warna bodi tersebut. Yang jelas, semua kombinasi warna ini menghasilkan aura berbeda ketika menungganginya. Warna Quartz blue metallic menonjolkan kesan dinamis dan kelincahan. Lalu warna Callisto grey metallic matt lebih menghadirkan kesan sporty sekaligus elegan. Sedangkan Ebony metallic mewakili karakter high-class. Mana yang Anda pilih?


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


DESTINATION MAKASSAR

62

LIONMAG JANUARI 2014


Pengasapan

TEMBAKAU

TRADISIONAL

Bertahan dengan Konsumen Setia TEKS & FOTO YUSUF AHMAD

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


A

roma asapnya menyengat. Konon, kata para pengisapnya, rasanya juga khas.Butuh empat hari pengolahan secara tradisional tembakau ini, mulai dari proses awal, pengasapan, hingga packing. Usaha Pengasapan Tembakau Adidie di Jalan Tinumbu, Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu yang masih bertahan dengan sokongan 10 pekerja yang sebagian besar lelaki sudah berumur.  ‘’Membuat tembakau tradisional ini butuh kesabaran,’’ tutur Haji Saide, pemilik Usaha Pengasapan TembakaU Adidie. ‘’Meraciknya juga butuh keterampilan khusus. Sedikit saja kesalahan mencampur akan berpengaruh pada rasa dan aroma tembakau.’’ Di tengah maraknya industri rokok yang dikelola modern, usaha pengelolaan tembakau tradisional memang tidak sebanyak dulu lagi. Makin tahun, ujar Haji Saide, permintaan semakin menurun. Namun ia optimistis usahanya bertahan karena memiliki pasar tersendiri, konsumen setia, hingga di pulau seberang.

64

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


66

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


‘’Membuat tembakau tradisional ini butuh kesabaran. Meraciknya juga butuh keterampilan khusus. Sedikit saja kesalahan mencampur akan berpengaruh pada rasa dan aroma tembakau.’’

68

LIONMAG JANUARI 2014

Tak hanya untuk Haji Saide, sejauh ini Usaha Pengasapan Tembakau Adidie juga banyak memberi manfaat kepada pekerjanya. ‘’Anak saya ada tiga. Alhamdulillah sejak bekerja di sini saya berhasil menyekolahkan mereka hingga lulus kuliah,’’ kata Beddu, pekerja yang bergelut dengan pengelolaan tembakau tradisional sejak 1970-an. 


Assa Rent

Trust, Service & Loyality to Customer‌ Perkembangan pesat sebuah bisnis jasa penyewaan mobil berskala besar dapat tercermin dari Assa Rent, yang dalam waktu sepuluh tahun sudah memiliki armada sebanyak 13.000 kendaraan tersebar di 34 kota Provinsi dan Kotamadya/Kabupaten. Prestasi ini tentu saja memberi nilai lebih dan meningkatkan kredibilitas Assa Rent dimata loyal customer dan calon customer. Menjalankan bisnis jasa ini tentu berdasarkan kepercayaan dan kerjasama yang baik antara Assa Rent dan customer dengan mengutamakan pelayanan yang terbaik dan transparan dikedua belah pihak. Target utama pelanggan dari Assa Rent lebih ke perusahaan-perusahaan dalam penyediaan kendaraan operasional, bertujuan untuk efisiensi sebuah perusahaan tanpa harus mengeluarkan modal besar dalam penyediaan kendaraan operasional dan perawatan kendaraan tersebut. Oleh Assa Rent semua yang berhubungan dengan kendaraan akan disediakan, seperti jenis kendaraan yang dibutuhkan, sopir yang terlatih, asuransi kendaraan, perawatan

kendaraan serta pelayanan mendadak atau darurat jika kendaraan mengalami masalah akan ditindaklanjuti segera. Assa Rent juga memperhatikan seluruh pihak yang berperan didalamnya dengan menanamkan budaya service sebagai dasar dari bisnis yang bergerak dibidang jasa, bahwa semua akan berjalan lancar jika semua pihak saling bekerja sama dengan baik. Hal ini sangat penting mengingat dari semua cabang yang ada tentu saja masing-masing memiliki budaya beranekaragam dari karakteristik orang-orang yang bergabung di perusahaan ini. Menurut Prodjo Sunarjanto – President Director; budaya service sangat penting dan ini merupakan sifat dasar dari manusia untuk tetap menjaga hubungan baik antar sesama manusia. Ditambahkan juga bahwa rencana lima tahun kedepan Assa Rent ingin meningkatkan jumlah armada dua kali dari yang dimiliki saat ini, hal ini tentu membuka lapangan pekerjaan baru bagi yang membutuhkan. Assa Rent akan terus menjaga kerjasama yang baik dengan customer agar bisnis jasa penyewaan kendaraan ini berjalan lancar dan tidak memandang perusahaan lain sejenis sebagai pesaing akan memberi nilai positif akan bisnis ini, mengingat kebutuhan akan kendaraan terus meningkat dan belum banyak perusahaan jasa penyewaan kendaraan berskala besar tentu memberi peluang investor di bisnis ini. (adv) INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

69


TRAVELING THAILAND

HUA HIN Kota Pencuri Hati Keluarga Raja Teks & foto DAMMER SARAGIH

70

LIONMAG JANUARI 2014


P

erlahan-lahan minivan yang kami tumpangi meninggalkan terminal Victory Monument di jantung Kota Bangkok. Kendaraan berkapasitas sembilan orang ini melaju membelah kepadatan lalu lintas menuju wilayah bagian selatan Thailand. Tujuan kami, Hua Hin, sebuah kota pantai di Teluk Thailand yang berjarak 200 km dari pusat Kota Bangkok. Jika ditempuh dengan kendaraan roda empat, butuh sekitar tiga jam perjalanan dari Bangkok. Destinasi wisata itu seolah luput dari agenda perjalanan pelancong Tanah Air. Maklum, Hua Hin tidak sepopuler Phuket, Krabi, maupun Pattaya. Padahal Hua Hin disebut sebagai kota wisata pertama di Thailand. Ditemani Duangjao Kongton (21), seorang rekan warga Thailand, saya tertarik menyambangi kota yang kabarnya dihuni banyak kaum bangsawan, ekspatriat, hingga para pesohor ini. Kota ini juga dipilih Raja Thailand sebagai tempat tetirah sejak lebih dari 80 tahun silam yang ditandai dengan pembangunan jalur selatan kereta api pada awal 1920-an semasa Raja Rama VI. Di Hua Hin, terdapat beberapa istana peristirahatan keluarga kerajaan di tepi laut. Bahkan Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX) kini lebih memilih tinggal di Hua Hin ketimbang di Bangkok. Banyak cara mudah menjangkau kota ini, mulai dengan pesawat udara, roda empat, hingga kereta api. Rel yang membentang di jalur selatan menuju perbatasan Malaysia juga melewati kota ini. Kami sendiri memilih menggunakan mobil travel yang di sini disebut van (kerap dilafalkan ‘’wan’’). Tiba di pusat Kota Hua Hin, matahari baru menenggelamkan diri. Beruntung kami mendapatkan penginapan persis di bibir pantai dengan tarif hanya 900 baht. Padahal menemukan budget hotel di kawasan yang dipenuhi jaringan hotel internasional ini bagai mendapati jarum di tumpukan jerami. Mod Guest House, penginapan yang kami tempati, berbentuk seperti dermaga. Meski kamarnya berukuran mungil, tapi bersih dan nyaman. Lebih istimewa lagi, hanya beberapa langkah dari pintu terhampar panorama Teluk Thailand. Cantik sekali.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


Usai rehat kami bersantai sambil menikmati noodle soup di sebuah resto yang tidak jauh dari Clock Tower, landmark Hua Hin. Suasana malam hari kota ini mirip Pantai Cenang di Langkawi . Tawaran kehidupan malam seperti di Phuket dan Pattaya tidak terlihat di kota ini. Sebagai gantinya adalah ketenangan wisata kota pantai yang rileks. Kafe-kafe memilih alunan musik lembut untuk bersantai. Jauh dari kesan hingar-bingar.

Menyusuri Malam Dengan skuter matic sewaan, kami berkeliling di jalanan yang lengang. Kota kecil ini relatif tidak sesak. Penduduknya tidak lebih 100 ribu jiwa. Kami pun menghabiskan malam menelusur sebagian Petchakaseem Road dengan deretan kafe dan butik serta mal betebaran pada kedua sisinya. Terlihat bersih dan tertata. Menjelang tengah malam kami mampir ke Hua Hin Night Market untuk menikmati suasana pasar malam

72

LIONMAG JANUARI 2014

khas Thailand, menelusur setiap jengkal lapak, sebelum mencicipi seafood di salah satu resto yang menebar kursi dan meja lebih banyak di luar ruang. Sebagai kota nelayan, hidangan laut merupakan menu andalan. ‘’Lengkapi dengan seteguk anggur,’’ ujar seorang pelayan ramah menawarkan sebagaimana diterjemahkan Duangjao. Keakraban dengan tiada menyisakan jarak juga ditunjukkan pemilik resto. Ia kerap menyapa sekaligus bergabung ngobrol dengan tamu-tamunya. Segelas anggur lokal lalu mengakhiri kuliner malam kami di Hua Hin, yang juga dikenal sebagai salah satu kota penghasil anggur lokal terbaik di Thailand. Esok harinya, usai menikmati sunrise dari seaview terrace di penginapan, kami memulai penjelajahan. Pagi itu cuaca cerah seolah menyambut hangat perjalanan kami. Tujuan pertama, Bukit Khao Hin Lek Fai yang


berjarak 3 km dari pusat kota. Kami bisa melihat pemandangan Kota Hua Hin dari atas bukit. Pagi hari adalah saat terbaik melihat hamparan panorama kota berikut Hua Hin Beach dan Fishing Pier-nya. Pancaran surya pagi mengelir langit kebiruan di atas kota. Menawan sekali. Tak jauh dari pusat kota terdapat Stasiun KA Hua Hin, ikon utama yang wajib dikunjungi sekaligus salah satu stasiun tertua di Thailand. Saya tertarik arsitekturnya yang unik karena menggabungkan gaya tradisional Thailand dengan sedikit sentuhan Victorian. Pada salah satu sudutnya terdapat bangunan ruang tunggu kerajaan yang direlokasi dari Istana Sanam Cham. Stasiun tercantik di Thailand ini masih berfungsi hingga kini. Banyak wisatawan memilih jalur kereta api agar bisa merasakan tiba di situs warisan sejarah ini. Perjalanan KA Bangkok-Hua Hin ditempuh lebih kurang empat hingga enam jam.

Dari Kuil ke Kuil Selanjutnya kami bergerak ke arah selatan melewati perkebunan nanas di pinggiran kota. Sebagian besar spot yang kami tuju adalah kuil. Seperti Huay Mongkol Temple yang, menurut Duangjao, sangat populer di negaranya. Kuil ini dibangun untuk menghormati Luang Phor Thuat, biksu legendaris yang hidup pada periode Ayyutahya sekitar 400 tahun silam. Kuil lain yang kami kunjungi adalah Wat Khao Laod yang berdiri kokoh di atas bukit dengan panorama desa nelayan berpadu dengan deretan hotel dan kondominium menjulang. Juga Kuil Khao Yao yang juga berada di tebing batu. Kedua kuil ini memang memiliki pemandangan istimewa. Terik matahari bahkan tak mampu mengusir kami menikmati panorama di hadapan. Sangat indah. Tak heran, negeri ini menjadikan kuil-kuil cantik sebagai salah satu tujuan wisata.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


Tak terasa waktu bergerak semakin sore. Saat rasa lapar mendekat kami mampir di Sam Pan Nam Floating Market. Sebuah areal seluas 16 hektare dengan 200an toko kecil di sekeliling danau dilengkapi boardwalk di tepian. Tidak ada pedagang di atas sampan seperti imajinasi saya tentang umumnya floating market, melainkan toko di atas air yang konon terinspirasi kehidupan lampau Hua Hin. Di sini juga dibangun replika mini Hua Hin Railway Station lengkap dengan kereta mini yang membawa kita berkeliling areal. Usai menyantap semangkuk kecil boat noddles berikut Hoi Tod (martabak kerang) dan cemilan nasi ketan mangga, kami bersiap kembali ke pusat Kota Hua Hin. Memang satu malam terlalu singkat untuk menikmati Hua Hin secara utuh. Kami tak sempat berkunjung ke Klai Kangwon Palace (istana kerajaan yang terbuka untuk publik), Air Terjun Namtok Pa La-u hingga Perkebunan Anggur Hua Hin Hills. Bahkan Hua Hin Beach yang terkenal itu hanya kami lewati. Sebelum meninggalkan Hua Hin, Duangjao sempat mengajak saya ke Santorini Park. Sebuah atraksi terbaru yang iklannya beberapa kali saya lihat di TV lokal. Taman rekreasi seluas 9,5 hektare ini didesain dengan konsep

74

LIONMAG JANUARI 2014

nuansa serba-Yunani. Unik karena seperti merasakan sebuah potongan Yunani yang dipindahkan ke Asia Tenggara. Sangat kreatif. Sebuah perjalanan ke Hua Hin makin menambah kekaguman saya pada Thailand. Negara ini tidak hanya mampu menjual tradisi, sejarah, maupun keelokan alamnya, namun juga berinovasi dengan hal-hal baru. Hua Hin tidak hanya sebuah potret rekaman kota masa lalu, tetapi juga cermin kemampuan menyesuaikan diri dengan zaman yang terus berdandan. Kota nelayan yang pernah menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2009 ini telah bertransformasi menjadi kota wisata yang memikat para pelancong asing, tidak hanya untuk sekadar berkunjung melainkan juga menetap. Tak perlu memiliki kekayaan alam dan beragam budaya sebanyak Indonesia. Pikiran saya menerawang jauh ke Tanah Air dari dalam jendela minivan yang membawa saya kembali ke Bangkok. Sebuah tepukan hangat perempuan cantik di sebelah saya mengagetkan lamunan. ‘’Did you enjoy your trip?’’ tanya Duangjao. Saya terdiam sekian detik sebelum akhirnya menjawab. ‘’Yes, absolutely. Thanks for bringing me here. I’ll visit Hua Hin again one day”.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


TRAVELING LAOS

Amazing

Luang Prabang The Cultural & Historic Heart of Laos TeXT & PHotoS PETER MILNE

if

you’ve ever wondered what Asia (or in those former times, Indochina) must have felt like a century ago, before the Cold War conflicts that were to tear it apart, then the old city of Luang Prabang in the north of Laos is probably one of the few places still remaining that offers a glimpse of those bygone times. Nestling on a sliver of land sandwiched between two rivers and surrounded by lofty green mountains, the

76

LIONMAG JANUARI 2014

old city is easily the country’s — if not Asia’s — most magical and romantic city, and a strong tourist magnet as a consequence. A tiny mountain kingdom for more than one thousand years, Luang Prabang is blessed with a legacy of ancient Buddhist temples and Frenchera colonial shop-houses that, together with its history, earned the city Unesco World Heritage status in 1995. Hemmed in by the mighty Mekong River on one side and the Nam Khan River on the other, the old city exudes an atmosphere of charming tranquillity and


under-stated grandeur, not to mention sacred peace, with its graceful lines of saffron-robed monks gliding quietly through the morning mists to the sonorous thump of the temple drums. As a result, Luang Prabang is a perfect place in which to watch the day go by from a riverside terrace or bar, or to try one its haute cuisine French restaurants. As the capital of Lao cuisine, it’s also a great place to sign up for an introductory cooking class at one of the excellent cookery schools attached to some of its best restaurants. Then, if that’s not enough, for more active visitors there is the surrounding lush tropical countryside, with waterfalls and caves to explore, boat trips on the Mekong, kayaking and cycling tours, and even a couple of elephant camps where you can try your hand at being a mahout for a day. Basically, there’s something for everyone in Lao’s former royal capital, and it’s easy to see why those who planned on just visiting for a day or two end up staying for weeks. The city’s history is anything but straightforward, similar in many ways to Laos’s own history, squeezed as it is between powerful neighbours, such as the Thais, the Khmer, the Vietnamese, the Burmese and the mighty China to the north. Suffice to say that in 1353

King Fa Ngum established the first Lao Kingdom, called Lan Xang, on the site of Luang Prabang. In 1512, the king accepted the Pha Bang, a solid gold celebrated Sinhalese image of Buddha, as a gift from the Khmer monarchy, from which the city was renamed Luang (Great/Royal) Prabang (Pha Bang). Never particularly strong or secure, under threat from the Burmese the king moved the capital to Vientiane two centuries later. With the collapse of the Lan Xang kingdom in the late 17th century, an independent kingdom was established in Luang Prabang, in competition with kingdoms based in Vientiane and Champsak further south. Under pressure from attacks by militias fleeing southern China in the 19th century, the kingdom accepted French protection, after which it became a favourite posting for French colonials seeking to get as far away from Paris as possible (it took longer to steam up the Mekong from Saigon to Luang Prabang than the entire steamship voyage from France to Saigon!). The city remained the seat of the monarchy throughout the Japanese invasion during World War II and the two Indochina wars, until the victory of the communist Pathet Lao in 1975, when the monarchy was dissolved. Several sights in the old city are not to be missed. One is the former Royal Palace, which is now a museum, built in 1904 by the French, using traditional Lao and French beaux-art styles. The palace is home to various artefacts from the royal era, but what is most interesting is the simplicity of the residential quarters, including the king’s bedroom. The highlight of the collection is the Pha Bang 83cm-tall gold Buddha, twice carried off by the invading Thais, first in 1779 and then again in 1827, but on both occasions returned. The image served to legitimize the former royal dynasty as Buddhist rulers, and legend has it that it was made in Sri Lanka in the 1st century AD (although given its Khmer style the image is more likely to date from the 14th century and be of Khmer origin). Rumours claim that the image on display is actually just a copy, and that the real Pha Bang is stored in a vault in Moscow, given by the Pathet Lao to its Vietnamese ally in return for support during the war, and somehow ending up in Moscow. Sadly, photographing the image is strictly forbidden. Dominating the old city is the sacred hill of Phu Si (or Phousi), a 100m-tall hill crowned by a 24m-high golden-gilded stupa called That Chomsi. The hill is believed by Buddhists to have been the home to a

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


powerful naga (dragon), and also as Mount Meru, like a Mount Olympus, the Holy Mountain of HinduBuddhist belief. The peak affords stunning views of the surrounding city and the rivers that define it, together with the jungle-covered mountains encircling the valley. Although many tourists trek up here for the sunset, in many ways a more evocative view is of the golden stupa itself reflecting the rays of the setting sun. This can best be seen from Wat Chom Phet, one of the four wats that line the opposite bank of the Mekong, in Xiengmene, and easily reached by taking a small ferry or longboat across the river from the Luang Prabang pier. The most ancient and important of the Buddhist temples in the whole of Laos, Wat Xieng Thong monastery at the northern end of the city peninsula is also a ‘must-see’ on any visit to Luang Prabang. The main sim was built is 1560 and with its five levels of sweeping roofs it is considered the definitive classic example of Lao design. It is interesting to learn that during the 1887 sacking of the city by the marauding Chinese-militia Black Flag army, this was only one of two temples that were spared, on account of its architectural beauty and the fact that the leader of the Black Flag had studied as a monk at the temple in his youth. The monastery complex houses several stupas and small chapels, called haw in Lao, containing images of

78

LIONMAG JANUARI 2014

Buddha. Opposite the main sim is a lavish gilded garage for a large ceremonial carriage used to carry the remains of deceased members of the Lao royal family in huge urns. Not of great antiquity, the carriage was only used once, to transport the remains of King Sisavang Vong to cremation in April 1962. The last king of Lao never got to use the carriage, dying along with his queen and crown prince son in captivity in remote eastern Laos in the late 1970s. One experience that it well worth trying to get up at the crack of dawn for, is the monks’ alms procession, when the saffron clad monks walk barefoot through the streets with metal alms bowls to collect offerings such as balls of sticky rice, bananas or packets of biscuits. Although the ceremony still occurs all over Laos, in Luang Prabang it is particularly atmospheric thanks to the setting, despite the fact that these days tourists are starting to outnumber locals. The best way to participate is to try to visit the morning market before the procession to buy some freshly made top grade sticky rice, and to avoid buying over-priced rice from pushy vendors along the route. Once in position, don’t forget to remove your shoes and kneel with your feet pointing behind you, and as the line of monks approaches try to avoid making eye contact. If all goes well, your kharma should be raised a couple of notches for your next life.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


DINE IN

SEPUTIH CINTA SENIKMAT RASA “Memasak itu harus dengan cinta, semangat dan hati yang senang sehingga menghasilkan rasa yang lezat”. – Gatot Susanto, Executive Chef –

S

uasana homey langsung terasa saat masuk Bianco Sapori D’Italia yang berlokasi di Atria Residences Paramount Serpong Tangerang. Dinding putih dengan furniture berwarna kayu alami semakin menghangatkan suasana. Di sebagian dinding dihias lukisan suasana Venice, Italia. Menurut Gatot Susanto, Executive Chef Atria Residences dan Atria Hotel & Conference, lebih dari 80% bahan makanan diimpor dari Italia terlebih keju dan tomato nya. Hal ini untuk menjaga agar rasa tetap otentik. Sore itu lidah saya jatuh cinta pada kecapan pertama Last Minute Salmon Lasagna. Lasagna yang baru dibuat saat ada pesanan membuatnya tetap fresh dan lezat. Aroma mozzarella cheese berbaur dengan tomato paste serta daging salmon yang juicy benar-benar membangkitkan selera. Saat lapisan lasagna tersebut saya potong, pada lapisan kedua terdapat spinach sebelum akhirnya pisau menyentuh daging salmon

80

LIONMAG JANUARI 2014

Norwegia yang lembut. Paduan yang sempurna dari rasa gurih, sedikit asam dan lelehan mozzarella cheese membuat suapan demi suapan tak bisa berhenti hingga semua yang ada di piring ludes tanpa sisa. Menu berikutnya adalah Grilled Lobster Hollandaise Beetroot Mashed Potato & Spinach. Lobster segar menjadi tokoh utama dalam menu ini dengan pendamping Hollandaise sauce, spinach dan mashed potato. Sausnya memang juara, menyempurnakan rasa daging manis lobster yang putih lembut. Menariknya lagi, asupan karbohidrat dari mashed potato yang berwarna pink yang didapat dari beetroot yang dicampur didalamnya. Hasilnya, rasa gurih dan creamy dengan sentuhan tipis rasa manis menjadi paduan sempurna mashed potato ini. Semua warna untuk makanan disini menggunakan bahan natural, seperti warna merah dari beetroot, warna hijau dari daun bayam hingga warna hitam dari tinta cumi. Dari pengalaman bersantap di restoran ini, rasanya sangat layak menempatkannya dalam daftar teratas restoran Italia favorit saya. Bon Appetit. TekS & FOTO RISTIYONO Atria Residence Paramount Serpong CBD Gading Serpong Lot #5 Jl. Boulevard Gading Serpong Paramount Serpong, Tangerang 15810 T. 021 29215999 • F. 021 29216999


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


DINE IN

NISHIMURA, MENU JEPANG YANG OTENTIK

R

estoran Nishimura membawa nuansa kesegaran baru di ShangriLa Jakarta. Tidak hanya menghadirkan jenis-jenis hidangan tradisional Jepang dengan bahan baku segar yang langsung diimpor dari Jepang, Nishimura juga menghadirkan aneka sajian fusion yang memberi sentuhan modern. Beberapa contoh sajian fusion di Nishimura, antara lain

82

LIONMAG JANUARI 2014

Kaiseki Fusion Course Menu, yang menghadirkan rangkaian set menu mulai dari appetiser, soup, sashimi, boiled dish, tempura dish, grilled dish, rice dish hingga dessert. Selain itu, ada pula Salmon Skin Cracker dan Chicken Cracker dari kategori hidangan pembuka; Lobster Miso Soup; Foagura Chawanmushi atau Steamed Egg Custard with Foie Gras; hingga Broiled Spicy Salmon Roll.

Restoran Nishimura dikepalai oleh Chef Hideki Chomei. Chef Chomei memiliki spesialisasi di hidangan-hidangan Kaiseki atau set menu khas Jepang. Berbeda dari sajian budaya Barat dimana rangkaian hidangan terdiri dari appetiser, main course dan dessert, set menu a la Jepang pada umumnya terdiri dari delapan langkah yakni appetiser, soup, sashimi, nimono (boiled dish), yakimono (grilled dish), agemono (deep fried dish seperti tempura), main course (rice dish) dan dessert. Hidangan-hidangan set menu yang disajikan di Nishimura antara lain tersedia di dalam beberapa kategori seperti Kaiseki Course Menu – baik tradisional maupun fusion, Dinner Set Menu, serta Teppanyaki Course. Nishimura juga menawarkan beragam pilihan sushi maupun sashimi. Restoran ini memiliki tiga jenis private dining room bagi para tamu yang mengutamakan kenyamanan dan privasi saat menikmati hidangan favorit mereka. Tatami Room tersedia sejumlah tiga ruangan dimana masing-masing ruangan dapat menampung sampai delapan orang. Juga terdapat tiga buah Teppanyaki Room yang masing-masing dapat menampung sampai sepuluh orang. Selain itu, dua buah ruang privat bergaya Western masing-masing dapat mengakomodasi sampai delapan orang. Para tamu juga dapat menikmati hidangan sushi dan sashimi di area Sushi Bar. Shangri-La Hotel, Jakarta T. 021 2922 9999 • F. 021 251 1258 www.shangri-la.com


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


DINE IN

Unique & Fabulous Resto Teatro Gastroteque satu diantara fine dining resto di kawasan Seminyak yang sangat menarik perhatian, mengapa demikian? Sesuai dengan namanya Teatro yang berarti teater seolah ingin menunjukan seni memasak secara langsung kepada tamu resto maupun siapa saja yang melintas di depannya, terlihat dari bagian depan yang seluruhnya kaca seolah etalase besar sebuah toko saat melihat resto ini. Space resto yang tidak terlalu besar dengan kapasitas sebanyak lima belas meja masing-masing untuk dua kursi, tentu saja dapat Anda bayangkan kualitas makanan yang disajikan benar-benar diperhatikan. Sambutan ramah dari penerima tamu dengan menyebutkan nama tamu seolah telah mengenal baik tamu memberi nilai tambah untuk resto ini, mengingat terbatasnya kapasitas sangat dianjurkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu saat akan berkunjung ke resto ini. Interior dining area perpaduan ukiran kayu, bata merah dan kursi-kursi berwarna merah tua dan abu-abu serta meja berwarna hitam dengan tata lampu yang tepat memberi suasana tenang dan nyaman.

Menu yang ditawarkan sebagian besar set menu dan ala carte yang seluruhnya menggunakan bahan makanan segar, dengan kata lain resto ini menyediakan bahan makanan sesuai pesanan dari tamu yang telah melakukan reservasi. Set menu yang ditawarkan sangat bervariasi dari empat courses, enam courses sampai dengan tigabelas courses serta disajikan dengan pilihan wine impor atau tanpa wine. Mungkin Anda yang ingin mencoba dapat memilih enam courses set dinner yang direkomen oleh Mandif M. Warokka sebagai Executive Chef sekaligus owner resto ini. Enam courses set dinner terdiri dari Amuse Bouche (Cassava, Duck-Pao, Quail Egg) dilanjutkan dengan dua appetizer; Alaskan King Crab dan Artisan Foie Gras Terrine. Untuk main course terdiri dari tiga macam; Butter Poached Lobster, Wild Caught Sea Grouper, Dry Aged Beef dan ditutup dengan dessert 70% Valrhona Chocolate Fondant. Secara keseluruhan dari masingmasing menu yang disajikan memberi sensasi yang berbeda. Harap diingat resto ini buka dari 6.30 – 11.00 PM hanya untuk makan malam dan khusus ditujukan untuk tamu dewasa. Bon Appetit! TekS Fernandito • Foto Teatro Gastroteque

84

Teatro Gastroteque Jl. Kayu Aya Blok C No. 1-2, Seminyak - Bali 80361 • T. 0361-8700078 • www.teatrobali.com LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

85


CULINARY

KOPI KOK TONG Kopi Kok Tong yang sudah melegenda di Pematangsiantar sejak 1925 menawarkan citarasa kopi yang luar biasa. Kopi O-nya yang menjadi andalan Kok Tong sangat memikat.

P

ematangsiantar merupakan kota terbesar kedua setelah Medan di Sumatra Utara. Di kota inilah Kopi Kok Tong Kopi Tiam yang berdiri sejak 1925 berada. Orang Siantar lebih mengenal tempat ini dengan nama kopi Kok Tong, kopi paling terkenal di Sumatra Utara. Awalnya Kok Tong merupakan usaha perkopian yang dirintis oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Lim Tee Kee pada tahun 1925. Saat itu dinamai kedai kopi Hang Seng. Kemudian diturunkan kepada anaknya (generasi kedua) yang bernama Lim Kok Tong yang mengubah nama kedai ini menjadi Kok Tong pada 1978, dan kini diteruskan kepada A Min. Di tangan generasi ketiga inilah Kopi Kok Tong melebarkan sayapnya dengan membuka cabang hingga ke mal-mal di kota Medan. Nah, saya bersama rombongan media yang diundang Kemenparekraf menikmati Kopi Kok Tong di Pematangsiantar, tempat aslinya. Kok Tong disini menggunakan kopi robusta yang diolah secara klasik dari biji kopi bermutu tinggi yang diambil dari dataran tinggi Simalungun dan Tobasa. Kopi robusta ini memiliki rasa pahit yang khas dan saat dituangkan dari jarak cukup tinggi dengan air panas akan menghasilkan buih putih kecoklatan. Saat kami tiba di Kok Tong, suasana sangat ramai. Mulai dari tukang becak hingga pejabat turut meramaikan warung kopi ini. Kopi O adalah menu andalan dari Kok Tong. Pilihannya ada Kopi O Panas, Kopi O Besar, dan Kopi O Dingin dengan harga mulai dari tujuh ribu hingga sembilan ribu rupiah. 86

LIONMAG JANUARI 2014


Bukan hanya kopi O saja yang ditawarkan, menu lain seperti kopi susu, teh manis, teh susu, teh tong hingga roti panggang ada disini. Karena terkenal akan kopi O-nya, maka sebagian besar kami pun memesan kopi O, ada yang dingin dan panas. Tidak lama setelah memesan, gelas dengan gambar logo Kopi Kok Tong since 1925 yang berisikan kopi tanpa ampas disajikan. Kopinya terasa kental dan pekat. Untuk Kopi O dingin tampak seperti rootbeer, buih berwarna putih kecoklatan di bagian atasnya menjadikan tampilan kopi ini lebih menarik. Gelasnya pun berukuran besar layaknya gelas untuk menyajikan bir. Sementara itu, Kopi O panas disajikan dalam cangkir berwarna putih dengan ukuran kecil. Saat dicicipi, rasa pahit kopi nya memang berbeda, tanpa gula pun sudah enak untuk dinikmati. Disini siapapun bebas melihat proses pembuatannya. Kopi ditarik kemudian disaring. Setelah itu, untuk Kopi O Panas langsung dituang dari jarak yang cukup tinggi. Buih putih kecoklatan pun terlihat, namun hanya sesaat saja. Berbeda dengan Kopi O dingin, setelah disaring kopi dimasukan ke shaker lalu dikocokkocok. Hasilnya kopi tampak seperti bir hitam dengan buih putih kecoklatan yang cukup tebal di bagian atasnya. Buat yang ingin membawa oleh-oleh, ada Kopi Kok Tong yang sudah dikemas dalam bungkus kotak berwarna kuning. Jadi Anda bisa menikmati Kopi Kok Tong di rumah bersama teman atau keluarga. TekS & FOTO RIman SAPUTRA N.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

87


HOT STUFF

FOODSKIN Foodskin menjadi solusi penyimpanan makanan yang optimal. Kadang Anda lupa untuk membungkus erat grilled cheeseburger melt, dan saat makan siang tiba, semuanya jadi berantakan. Nah, dengan “kotak makan siangâ€? ini, Anda tidak perlu lagi menggunakan aluminium foil atau plastic wrap untuk membungkus makanan. Dengan Foodskin , Anda tinggal menempatkan sandwich di dalamnya lalu tutup. Tutupnya yang terbuat dari silikon elastis mampu membuat bentuk apapun yang ada di dalamnya benarbenar tetap pada tempatnya. Sementara itu bagian-bagian yang kosong akan tetap datar. Saat dimasukkan ke dalam tas pun tidak akan mengubah posisi yang ada di dalam Foodskin. Kotak makan siang ini tersedia dengan harga â‚Ź 24,95.

QUICKBOAT FOLDING BOAT The Quickboat, menghadirkan perahu lipat yang hanya dalam tiga menit, satu orang saja mampu membuatnya siap masuk air. Apalagi dilakukan bersama teman, kurang dalam satu menit perahu berkapasitas empat orang ini sudah siap. The Quickboat menggunakan sistem click-together panels untuk mengunci panel satu dengan lainnya. Ketika belum terpasang, The Quickboat terpisah menjadi dua tas dengan ukuran 11,8 x 2,3 x 0,4 feet dan 4,9 x 3,9 x 0,3 feet, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Perahu ini dapat dipasang outboard motor hingga 10hp , asalkan beratnya kurang dari 66 kilogram. The Quickboat menggunakan bahan Kevlar, high-end glass, foam cores , dan armor skins di bagian atas panel yang menjadikannya kaku, stabil, kering, dan aman, namun tetap sangat ringan. Harga The Quickboat diperkirakan sebesar AUD$4.375. 88

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

89


HOT STUFF

Mirror Boombox

Toshiba Pro Theatre L9300 Series Toshiba Pro Theatre L9300 series menghadirkan suasana menonton bioskop di rumah dengan dua pilihan ukuran yaitu 58inci dan 84-inci. Untuk menampilkan visual yang memukau , TV ini didukung chip prosesor CEVO 4K Quad Core yang mampu melakukan pemrosesan gambar 16-bit dengan dukungan fitur 4K+ Resolution. Toshiba L9300 series mampu memutar konten Full HD dan meningkatkan kualitasnya menjadi mirip Ultra HD. Fitur ini menjadi penting mengingat belum banyak konten 4K dan media player pedukungnya di pasaran. Toshiba juga melengkapi Pro Theatre L9300 dengan fitur Intelligent Auto View yang secara otomatis dapat menyesuaikan pengaturan gambar dengan kondisi ruangan. Tersedia opsi pengaturan gambar seperti Hollywood Picture Mode, teknologi audio Audyssey Premium, fitur konversi 2D to 3D dan fitur USB Movie. Harga Toshiba L9300 berada di kisaran 170 juta rupiah untuk versi layar 84-inci.

Samsung Galaxy J Samsung memperkenalkan smartphone terbarunya dengan bodi metal, Samsung Galaxy J. Desainnya merupakan perpaduan antara Samsung Galaxy S4 dan Galaxy Note 3. Untuk spesifikasi mirip dengan Note 3. Smartphone ini memiliki layar Super AMOLED 5-inci Full HD 1080p, prosesor Qualcomm Snapdragon 800 quad-core 2.26GHz, RAM 3GB, memori internal 16/32GB yang dapat ditambahkan microSD hingga 64GB, kamera 13 megapixel, perekaman video UHD 4K, dan baterai berkapasitas 2.600mAh. Galaxy J masih mengusung OS Android 4.3 Jellybean. Galaxy J mulai dipasarkan di Taiwan dengan kisaran harga US$740 atau sekitar Rp. 9 jutaan.

90

LIONMAG JANUARI 2014

Mirror Boombox, speaker portabel dengan desain spion mobil Mini Cooper. Speaker yang ditenagai driver stereo 4 watt yang dapat menghasilkan suara pada frekuensi 80 Hz hingga 20 kHz, lengkap dengan radiator bass pasif ini telah mendapatkan lisensi resmi dari Mini Cooper. Mirror Boombox dilengkapi koneksi Bluetooth yang dapat dihubungkan ke 2 perangkat sekaligus dan telah memiliki fitur NFC. Selain itu, tersedia koneksi jack audio 3.5mm dan port micro USB untuk isi ulang baterainya. Speaker yang dapat digunakan hingga sekitar 8 jam non-stop ini juga dilengkapi mikrofon yang dapat digunakan untuk menjawab atau melakukan panggilan telepon jika dihubungkan ke smartphone Android atau iPhone. Mirror Boombox hadir dalam 3 pilihan motif, bendera Inggris, bendera Inggris hitam putih, dan motif papan catur yang masing-masing dibanderol dengan harga sekitar US$149.99.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

91


POSTCARD

92

LIONMAG JANUARI 2014


k

enhagen op

01.01.2014 DE

NMAR

K

Denmark

SUDUT KOPENHAGEN Salah satu keindahan sudut kota Kopenhagen yang terletak di pesisir timur pulau SjĂŚlland. Selain sebagai ibukota negara, kota yang telah mengalami transformasi dari kota Skandinavia kecil menjadi sebuah kota metropolitan ini juga berfungsi sebagai pusat budaya Denmark dan Skandinavia. BEKTO SUPRAPTO

JAKARTA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

93


94

LIONMAG JANUARI 2014


litung be

01.01.2014 D O N E SI

A

IN

Belitung

Pulau Lengkuas Pulau Lengkuas merupakan salah satu pulau yang berada di Belitung. Ciri khas nya adalah mercusuar yang bisa kita naiki sampai puncak. Dan jika kita berhasil mencapainya, hanya satu kata yg bisa kita ucapkan saat melihat ke bawah : Amazing. Hartadi Putro

JAKARTA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

95


nus a

rat

ggara ba ten

01.01.2014

D O N E SI

A

I

N

Lombok

BATU PAYUNG Foto ini berlokasi di Praya Selatan tepatnya di Pantai Kuta Lombok dengan nama Batu Payung saat saya baru ditugaskan untuk berdinas di pulau Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan keindahan alamnya yang eksotik dan masih dikategorikan masih asli dan belum tersentuh. Keindahan Alam yg sangat menawan ini akan selalu terkenang sampai kapanpun Pungky Gunawan Kusumanto

LOMBOK

Italia

VENICE Kota Venice di Italia adalah salah satu kota teromantis di dunia, dengan pemandangan yang indah  arsitektur bangunan-bangunan lama membuat kota ini sebagai tujuan untuk honeymoon.

Muhammad Febryansyah

JAKARTA

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut

96

email :2014 postcard.lionmag@gmail.com LIONMAG ke JANUARI

ice ven

01.01.2014

I T A LY


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

97


98

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

99


BATAM HUB

BATAM TEBAR PESONA Sejak awal Desember lalu, Lion Air menjadikan Batam sebagai HUB wilayah barat Indonesia. Tentu hal ini akan mempersingkat waktu bagi para penumpang dari wilayah timur seperti Kalimantan, Sulawesi, dan sekitarnya yang ingin menuju kota-kota di Pulau Sumatera ketimbang sebelumnya harus transit dulu di Jakarta. Kini penumpang bisa langsung atau transit di Batam yang, tentu, jauh lebih dekat ketimbang transit di Jakarta. Dijadikannya Batam sebagai HUB, tentu akan makin banyak penerbangan Lion Air ke Batam. Bandara Internasional Hang Nadim pun semakin ramai. Konsekuensinya, meningkat pula pengunjung yang datang ke Batam. Tentu ini menjadi nilai tambah bagi Batam. ‘’Terima kasih kepada Lion Air yang menjadikan Batam sebagai HUB untuk wilayah barat Indonesia, bahkan untuk penerbangan wilayah Asia Pasifik. Saya sangat optimistis langkah ini membawa kemajuan dan keberhasilan. Tentu tugas kami di daerah, mendesain dan mengembangkan bandara yang sudah ada ini menjadi sebuah bandara yang nyaman bagi para penumpang dan wisatawan. Juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata belanja bagi para penumpang yang 100

transit di Batam,’’ ujar Wali Kota Batam Drs. H. Ahmad Dahlan, M.H. Sebagai kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, Batam memang dianugerahi posisi sangat strategis. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia membuatnya menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di Indonesia. Belakangan ini Batam juga menjadi salah satu kota favorit untuk MICE (meetings, incentives, conferences and exhibitions). Pilihan itu memang tidak salah. Kota yang kini berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa ini memang memiliki fasilitas penunjang penyelenggaraan MICE yang terbilang lengkap. Ballroom berkapasitas hingga ribuan orang bisa mudah ditemukan di Batam. Demikian juga hotel hingga resor mewah yang betebaran di kota ini. Yang menarik, lazimnya di selaWali Kota Batam Drs. H. Ahmad Dahlan, M.H.

LIONMAG JANUARI 2014


sela penyelenggaraan event MICE, para peserta memiliki kesempatan menyeberang ke Singapura dengan kapal ferry cepat selama 40 menit. Kesempatan seperti ini juga menjadi salah satu keunggulan Batam. Pesona Batam, di sisi lain, juga mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Banyak spot menarik di kota ini, seperti Jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang yang menjadi kebanggaan warga Batam. Ada juga bekas camp pengungsi Vietnam yang menarik dikunjungi. Selebihnya, Batam juga dikenal sebagai surga penikmat kuliner, terutama makanan jenis seafood, salah satunya siput gonggong. Sedangkan wisata belanja dan hiburan malam, sekiranya juga tidak perlu diragukan lagi. Batam lah tempatnya. Begitu pula wisata alam perairan yang banyak tersebar di pulau ini. Salah satunya adalah Pulau Abang yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Pendek kata, dengan segala kelengkapan fasilitas dan pesonanya, Batam siap menjamu pengunjung dari belahan mana pun di wilayah Indonesia maupun dunia.(ist)

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

101


102

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

103


104

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

105


BATAM HUB Airline

Rute

Jam

RUTE

JAM

MULAI TANGGAL 6 DESEMBER 2013 Lion Air

Batam – Balikpapan (Non Stop)

16.45 Wib

Balikpapan – Batam (Non Stop)

11.20 WITA

Lion Air

Batam – Manado (Via Bpn)

16.45 Wib

Manado – Batam (via BPN)

06.00 WITA

Lion Air

Batam – Makassar (Via Bpn)

16.45 Wib

Makassar – Batam (via BPN)

09.10 WITA

Lion Air

Batam – Palu (Via Bpn)

16.45 Wib

Palu – Batam (via BPN)

06.05 WITA

Lion Air

Berau – Batam (via BPN)

07.00 WITA

Lion Air

Tarakan – Batam (via BPN)

06.00 WITA

5X Jakarta – Batam

06.10, 09.25, 11.00,

SUDAH BEROPERASI Lion Air

5X Batam – Jakarta

08.35, 11.50, 13.25, 15.35, 19.05 Wib

13.10, 16.40 WIB

Lion Air

3X Batam – Pekanbaru

09.10, 13.30, 15.25 Wib

3X Pekanbaru – Batam

10.40, 15.00, 16.55 WIB

Lion Air

3X Batam – Surabaya

09.00, 13.45 (Via Bdo), 14.55 Wib

3X Surabaya – Batam

08.05, 09.25 (via BDO), 11.50 WIB

Lion Air

2X Batam – Medan

10.55, 14.40 Wib

2X Medan – Batam

07.00, 12.55 WIB

Lion Air

Batam – Padang

16.30 Wib

Padang – Batam

07.50 WIB

Lion Air

Batam – Jogjakarta

09.40 Wib

Jogjakarta – Batam

12.20 WIB

Lion Air

Batam – Bandung

13.45 Wib

Bandung – Batam

11.20 WIB

Lion Air

Batam – Palembang

18.30 Wib

Palembang – Batam

07.30 WIB

Lion Air

Batam – Jambi

12.10 Wib

Jambi – Batam

13.45 WIB

Wings Air

Batam – Bengkulu

17.55 Wib

Bengkulu – Batam

06.30 WIB

Wings Air

Batam – Pangkal Pinang

12.40 Wib

Pangkal Pinang – Batam

16.05 WIB

Wings Air

Batam – Tanjung Pandan (Via Pgk)

12.40 Wib

Tanjung Pandan – Batam (via PGK)

15.15 WIB

Wings Air

Batam – Natuna

08.45 Wib (Sen, Sel, Kam, Sab)

Natuna – Batam

10.35 WIB (Sen, Sel, Kam, Sab)

Wings Air

Batam – Silangit

08.30 Wib (Rab, Jum, Ming)

Silangit – Batam

10.35 WIB (Rab, Jum, Ming)

SEGERA DIBUKA RUTE BARU Lion Air

Batam – Semarang

09.45 Wib

Semarang – Batam

12.20 WIB

Lion Air

Batam – Pontianak

12.00 Wib

Pontianak – Batam

13.55 WIB

106

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

107


LION AIR GROUP FLEET

Boeing 747 - 400 Total 2 units 506 seats ECONOMY

Boeing 737 - 900 ER & 800 NG 88 UNITS IN SERVICE 737-900 ER 215 SEATS ECONOMY 737-800 NG 189 SEATS ECONOMY

Boeing 737 - 900 ER 6 UNITS IN SERVICE 168 seats economy. 12 seats business.

Boeing 737 - 900 ER 6 UNITS IN SERVICE 168 seats economy. 12 seats business. ATR 72-600 3 UNIT

Boeing 737 - 900 ER 2 UNITS IN SERVICE 215 SEATS ECONOMY

ATR 72-500 & 72-600 27 UNITS IN SERVICE 72 seats economy.

108

LIONMAG JANUARI 2014


WELCOME ABOARD

SELAMAT DATANG Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat Ponsel Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. PERALATAN ELEKTRONIK Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut. BARANG -BARANG BERBAHAYA LAINNYA Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. MEROKOK Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan. PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi. UTAMAKAN KESELAMATAN Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan.

Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

MULAI 19 DESEMBER 2013 (THAI LION AIR) JAKARTA - BANGKOK & CHIANG MAI JAKARTA - BANGKOK (2X Sehari Jam 06.25, 14.40) BANGKOK - JAKARTA (2X Sehari Jam 10.20, 19.35) JAKARTA - CHIANG MAI (via Bangkok) Jam 06.25 CHIANG MAI - JAKARTA (via Bangkok) Jam 17.35 MULAI 20 DESEMBER 2013 (BATIK AIR) JAKARTA - MAKASSAR, AMBON, KUPANG JAKARTA - MAKASSAR (3X Sehari Jam 06.00, 10.50, 17.15) MAKASSAR - JAKARTA (3X Sehari Jam 10.10, 15.00, 21.30) JAKARTA - AMBON (2X Sehari Jam 00.30, 13.10) AMBON - JAKARTA (2X Sehari Jam 06.50, 19.55) JAKARTA - KUPANG Jam 02.30 KUPANG - JAKARTA Jam 08.00

MULAI 30 DESEMBER 2013 (MALINDO AIR) JAKARTA - NEW DELHI

BAGASI Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi Anda. - Carry on baggage (Bagasi Kabin) Tidak lebih dari 7 kg

40 cm

Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda.

30 cm

20 cm

- Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 15 kg Kelas Bisnis : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 15 kg Kelas Bisnis : 30 kg

JAKARTA - NEW DELHI (via Kuala Lumpur) Jam 13.15 NEW DELHI - JAKARTA (via Kuala Lumpur) Jam 22.20

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

109


ROUTE MAP LION GROUP

110

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

111


LADY IN THE AIR

Happy Mustika

Teh Happy Lady Awalnya, tak terpikir oleh Happy Mustika menjadi pramugari beneran. Pasalnya, saat itu ia sebatas menyukai dunia pramugari yang hanya dilihatnya dari jauh –sebagai anak SMA di Bandung. Lahir dan besar di Bandung, Happy merasa hidupnya lurus-lurus saja, sama seperti selera minumnya: teh. Dalam data pribadinya, Happy menulis teh kegemarannya, teh manis, dan Thai tea. Tapi lebih lanjut putri pasangan AM Sutisna dan R. Nenden Ratna ini mencoba mengingatkan manfaat minum teh. Yang paling penting adalah dasar teh sebagai sumber alamiah untuk antioksidan. “Kita cuma kenal teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Itu kan dari oksidasinya aja. Masing-masing punya manfaat. Yang terbanyak kita konsumsi ya teh hitam. Saya pernah baca, kalo minum teh hitam tiga cangkir per hari mengurangi risiko stroke 21%. Lalu, ada kandungannya yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mmm.. tapi jangan salah, teh juga mengandung kafein,” urainya. Sayang, menurut Happy, perlakuan terhadap teh berbeda dengan kopi yang dipasarkan hingga dalam bentuk gerai-gerai kopi modern yang melibatkan perusahaan multinasional.

Bagi Happy, hidup memang kadang tidak seperti yang diinginkan. Tapi menurut anak kedua dari enam bersaudara yang berpostur tinggi 163 cm dan bobot 50 kg ini, dalam setiap peristiwa atau “kelokan” hidup, senantiasa ada celah untuk seseorang memetik sesuatu yang membuatnya bahagia. “Mungkin karena itu namaku Happy. And I am a happy person,” tutupnya. Tambah tehnya, teh?

112

LIONMAG JANUARI 2014

Teks: Gegen - Foto: MAKHFUDZ SAPPE

Seperti kebanyakan perempuan, Happy juga ke salon, berenang, gym, lalu treatment untuk kesehatan dan kecantikan. Perempuan kelahiran Bandung, 25 November 1987 ini juga suka menonton film-film aksi, romantis, dan yang lucu. Soal makanan, ia menggasak pasta hingga steak. Apalagi sayuran –makanan yang gadis sekarang sering melupakannya. “Salah kalo cewek gak suka sayur. Sayuran itu manfaatnya banyak sekali. Makanya kalo ke restoran, itu menu yang wajib aku pelototi,” aku gadis yang bergabung ke Lion Air ini pada batch 59 B tahun 2009. “Sebenarnya waktu itu aku ke Wings dulu setahun, setelah itu ke Lion. Bedanya ya kota-kota yang aku kunjungi. Setidaknya ada beberapa kota di Asia yang sudah aku kunjungi. Hitung-hitung mencicil, punya niat keliling Asia,” akunya sambil tersenyum.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

113


114

LIONMAG JANUARI 2014


Bagi adik-adik yang ingin mendapatkan majalah Cubbo silahkan minta ke Kakak Pramugari. Dalam majalah tersebut Adik-adik bisa berkreasi. Oh iya, adik-adik jangan kecewa ya kalau tidak mendapatkan majalah Cubbo, karena memang tergantung pada persediaan yang ada.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

115


116

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

117


118

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

119


120

LIONMAG JANUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

121


122

LIONMAG JANUARI 2014


LIONMAG JANUARI 2014