Page 1

AUTOMOTIVE Dodge Charger Pursuit AWD - ANDALAN POLISI AMERIKA

The Inflight Magazine of Lion Air

FEBRUARI 2014

SAVANA

SUMBA TIMUR

PULAU ROTE PESONA DARI TAPAL SELATAN

ESFAHAN SAKSI PERADABAN AGUNG PERSIA

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR TIDAK DIBAWA PULANG

1


2

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


4

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

5


6

LIONMAG FEBRUARI 2014


Mandiri Perkuat Daya Saing dan Ketaatan Pajak UKM

B

ank Mandiri terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor usaha kecil menengah (UKM) melalui peningkatan daya saing pengusaha sektor UKM. Untuk itu, Bank Mandiri melaksanakan program edukasi bagi 300 pengusaha UKM di Jakarta pada Kamis (19/12/2013). Sejak tahun 2011, Bank Mandiri telah melaksanakan program edukasi di berbagai kota di Indonesia. Edukasi kepada pelaku UKM yang telah menjadi salah satu program rutin Bank Mandiri tersebut pada tahun 2013 dan 2014 mengangkat tema khusus yaitu peningkatan ketaatan pajak pelaku UKM sejalan dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak (WP) yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, yang berlaku sejak 1 Juli 2013. Pada pelaksanaan program edukasi di Jakarta, para pelaku UKM mendapatkan pelatihan dari Chief Strategy Consultant Arrbey Consultant Handito Joewono,

sedangkan sosialisasi pajak UKM disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Pelatihan dengan tema dimaksud akan dilanjutkan di 15 kota di seluruh wilayah Indonesia pada 2014. “Melalui program ini, Bank Mandiri ingin meningkatkan peran aktif dalam mengembangkan sektor UKM di Indonesia. Dengan pengembangan bisnis dan manajemen UKM yang baik, kami berharap pengusaha UKM dapat menjadi pengusaha tangguh dan memiliki daya saing,� kata Sunarso, Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri. Sunarso menjelaskan, Bank Mandiri memiliki unit bisnis yang fokus menangani UKM dan koperasi, yaitu Mandiri Business Banking. Unit bisnis yang bertujuan merealisasikan komitmen dalam mengembangkan sektor UKM ini berkonsentrasi dalam penyaluran kredit produktif, berupa kredit modal kerja atau investasi dengan limit di atas Rp100 juta hingga Rp10 miliar. Sampai akhir September 2013, Mandiri Business Banking tercatat telah

menyalurkan kredit kepada lebih dari 40.000 pelaku UKM dengan nilai total mencapai Rp 43,74 Triliun. Penyaluran ini naik 24,90 % dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 35,02 Triliun kepada lebih dari 38.000 pelaku UKM. Penyaluran kredit tersebut mayoritas disalurkan kepada sektor perdagangan dengan kontribusi sebesar 58% dari total pembiayaan. Mandiri Business Banking juga menyediakan layanan cepat dan mudah bagi para pelaku UKM dan Koperasi melalui 235 kantor layanan UKM dan Koperasi yang terdiri dari 41 Business Banking Center, 99 Business Banking Floor, dan 95 Business Banking Desk, serta beberapa kantor Cabang Bank Mandiri melalui penerapan konsep Sales Point. Menurut Handito, kunci keberhasilan UKM terletak pada strategi dan tujuan yang kuat untuk terus tumbuh dan berkembang. “Seorang pelaku UKM harus memiliki jiwa entrepreneurship dan kompetensi yang tangguh sehingga mampu bersaing, � ujarnya.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


26 TRAVELING pulau rote

12

34 AUTOMOTIVE DODGE

18 LEISURE

42 TRAVELING ESFAHAN

22

WISDOM IN THE AIR

50 TRAVELING CIREBON

90

HOT STUFF

56 TRAVELING KEDIRI

94

DINE IN

62 TRAVELING SUMBA

100 CULINARY

70 DESTINATON TANGERANG

102 POSTCARD

76 DESTINATION SHANGHAI

120

82 DESTINATION BALI

85/9

no

8

NEWS AROUND

LIONMAG FEBRUARI 2014

LADY IN THE AIR

foto DOK. GARCON

CONTENTS

REGULAR


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

9


Contributors

26 PETER MILNE

Lahir di Inggris, Peter Milne telah tinggal dan bekerja selama 14 tahun di Indonesia. Saat ini bekerja dan menetap di jakarta sebagai konsultan pembangunan.

34

Toto Santiko Budi

62

10

LIONMAG FEBRUARI 2014

82

Fotografer lepas, tinggal di Jakarta. Mengawali karir di Surabaya, tahun 2000. Sebagai staf foto Harian Radar Surabaya. Tahun 2005 bergabung dengan Jiwa Foto Agency Jakarta. Sejumlah karyanya pernah dimuat media lokal maupun Internasional, seperti koran Tempo, National Geographic Indonesia dan Destin Asia.

Yudasmoro Minasiani

Mantan seorang manajer restoran cepat saji. Hobby jalan-jalan dan menulis akhirnya membuat pria penulis buku Travel Writer ini alih profesi menjadi penulis perjalanan. Penggemar wisata kuliner dan budaya ini berdomisili di Jakarta dan menulis artikel perjalanan untuk beberapa media travel.

SAFIR MAKKI

Belajar di jurusan fotografi Institut Seni Indonesia Jogjakarta. Pernah bekerja sebagai kontributor lepas di beberapa media. Saat ini menjadi staf fotografer harian Jakarta Globe. Menjadi backpacker ke Iran, India, Nepal, Cambodia, Vietnam, dll. Peraih Permata Photojournalist Grant Workshop. Telah melahirkan buku foto esai perjalanan di Iran “Juvenile Evolvere�.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


COCKPIT’S NOTE

President Director Rusdi Kirana Director Of Operation Capt. Theodore Henry Mudigdo Director Of Technics Imam Fajri

KOMITMEN & HARAPAN DI ‘’TAHUN KUDA KAYU’’ Penumpang yang budiman, Pertama izinkan kami mengucapkan ‘’Selamat Tahun Baru Imlek 2565” bagi Anda yang merayakannya. Sekiranya di ‘’Tahun Kuda Kayu’’ ini Tuhan Yang Maha Esa masih berkenan melimpahkan perlindungan dan berkah kepada kita semua. Semoga kesuksesan juga masih senantiasa mengisi hari-hari kita. Rasa syukur juga kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena bulan lalu Lion Air Group mulai membuka Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) di Batam Aero Technic yang berlokasi di Bandara Hang Nadim Batam. Beroperasinya MRO ini tentu akan memperlancar sekaligus mempermudah perawatan semua armada pesawat Lion Air Group. Dengan pesawat selalu terjaga perawatannya, kami berharap penumpang sekalian merasa aman dan nyaman terbang bersama kami. Komitmen kami adalah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang sekalian dengan menambah armada pesawat baru, membuka rute baru, serta menambah frekuensi terbang pada rute yang sudah ada. Kami berharap perjalanan penumpang sekalian semakin mudah. Akhirnya terima kasih atas kepercayaan penumpang sekalian terbang bersama Lion Air. Selamat menikmati penerbangan Anda. Salam,

Director Of Finance Yunita Sastrasanjaya Director Of Commerce Achmad Hasan Director Of General Affairs Edward Sirait Gm Sales & Marketing Rudy Lumingkewas Gm Service Ari Azhari

Publisher & Editor In Chief Makhfudz Sappe Editor Ristiyono, Faisyal, Marisa Aryani, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, G. Hardianto, M. Lottong Makkaraka. Sahman AT, Aman Sugandhi (Surabaya), Qurratu Ainie Partono (Surabaya), Fernandito Haka (Bali), Yurison Suryantara (Bali). Art Director Gerald Manuel Designer & Illustrator Richard Archie F.M., Riman Saputra N., Muhammad Saleh Hanif

Rusdi Kirana CEO Lion Air Group

Finance Ade Kristanti Marketing Support Mochammad Zaky Circulation M. Solichin Published By PT. Bentang Media Nusantara Advertising Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com redaksi@lionmag.com HOTLINE LIONMAG: 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

LIONMAG INFLIGHT MAG

12

LIONMAG FEBRUARI 2014

www.issuu.com/lionmagazine

PRINTED BY PT. MEGA INDAH


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


NEWS AROUND

Lion Air Buka Rute Baru Lion Air menambah jadwal penerbangan ke sejumlah kota dan membuka rute baru. Penambahan jadwal penerbangan dan pembukaan rute baru ini sudah dimulai 17 Januari 2014. Rute baru Lion Air tersebut adalah Lombok-Yogyakarta dan Yogyakarta-Lombok. Penerbangan dari Lombok pada pukul 06.00 WITA, penerbangan dari Yogyakarta pada pukul 17.40 WIB. Rute baru lainnya adalah Batam-Semarang pada pukul 09.45 dan Semarang-Batam pada pukul 12.20 WIB. Lion Air juga menambah jadwal rute YogyakartaBatam dan Batam-Yogyakarta masing-masing dua kali penerbangan dalam sehari. Penerbangan dari Yogyakarta ke Batam pada pukul 07.00 dan 12.20, Batam ke Yokyakarta pada pukul 09.40 dan 15.00 WIB.

Wings Air Tambah Jadwal Penerbangan

Lion Air Peduli Banjir bandang yang menimpa Manado dan wilayah sekitarnya merupakan bencana terdahsyat sejak 2013 hingga saat ini. Bencana ini tidak hanya merusak bangunan dan ruang kota. Banjir bandang menyebabkan sebagian orang meninggal dunia, karena terseret banjir dan tertimbun longsor. Masyarakat Manado membutuhkan bantuan. Untuk itu sebagai rasa peduli sesama, dalam program “Lion Air Peduli� pihak Lion Air memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Manado. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Manado. 14

LIONMAG FEBRUARI 2014

Penambahan rute Wing Air, menurut Direktur Niaga Wings Air Rudy Lumingkewas telah dimulai 9 Januari 2014. Rute yang ditambah adalah Makassar-Poso-Makassar. Rute ini ditingkatkan dari 3 kali seminggu, menjadi 7 kali seminggu atau setiap hari. Penerbangan dari Makassar pukul 08.00, dari Poso pukul 09.50 Wita. Selain itu, rute MakassarMamuju-Makassar ditingkatkan dari 7 kali seminggu menjadi 14 kali seminggu atau dua kali dalam sehari. Penerbangan dari Makassar pukul 13.10 dan pukul 16.00, dari Mamuju pukul 06.25 dan 14.40 Wita. Rute MakassarLuwuk-Makassar juga ditingkatkan dari tujuh kali seminggu menjadi 10 kali seminggu. Penerbangan dari Makassar pada pukul 08.00 Wita setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dan pukul 16.00 Wita setiap hari. Penerbangan dari Luwuk pukul 06.00 setiap hari dan pukul 10.00 Wita setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sejak 3 Januari lalu Wings Air juga menambah jadwal penerbangan dari Medan ke Gunung Sitoli dan Sibolga menjadi enam kali dalam sehari. Rute Medan-Sibolga dan Sibolga-Medan menjadi tiga kali sehari.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


NEWS AROUND Fave Hotel Hadir di Kota Hujan Sukses mengembangkan sayap di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya - Archipelago Internasional mendirikan penginapan baru di Kota Hujan, yaitu Fave Hotel Padjajaran Bogor. Hotel baru yang berada di kawasan Bogor ini miliki 109 kamar terdiri dari standard double dan single room, dan setiap kamar dilengkapi sama LCD TV, serta tempat tidur yang nyaman. Kamar juga dilengkapi kamar mandi elegan, meja kerja, kotak penyimpanan dan Wifi berkecepatan tinggi – hingga memudahkan tamu dalam mengakses internet. Selain itu, tersedia pula cafe shop, ruangan pertemuan dan area parkir yang luas. Fasilitas-fasilitas tersebut ditujukan semata-mata buat kepuasan dan memanjakan tamu.

Archipelago Internasional Memperkuat Portofolio Dalam rangka memperkuat portofolio dari brand Hotel NEO, Archipelago Internasional mengambil alih Green Savana Hotel dengan menggantikan namanya menjadi Hotel NEO+ Green Savana Sentul City. Secara desain, hotel yang berlokasi di Sentul City ini sangat memukau, karena menyatu dengan alam, dan pemandangan gunung menjadi daya tarik tersendiri. Pengambil alihan Hotel Green Savana merupakan suatu kehormatan bagi manajemen Archipelago Internasional. Pengambilan alih ini juga dalam rangka memprakarsai dua proyek selanjutnya, yaitu membuka Aston Resort and Conference Center yang rencananya dibuka pada tahun ini – dan pembukaan The Alana Hotel, penginapan bintang empat yang berkonsep life style, tahun 2015.

16

LIONMAG FEBRUARI 2014

Aplikasi Mobile Best Western Demi memudahan pelancong berkunjung ke sebuah negara, Best Western Internasional menciptakan sebuah aplikasi travel dan penginapan bernama Best Western to go! Melalui jaringan Android, Ipad, Iphone dan Blackberry, para pengguna aplikasi ini akan memperoleh kemudahan mencari informasi seputar kamar yang ada di jaringan seluruh Best Western dunia. Khusus Indonesia, tamu yang men-download aplikasi ini akan mendapatkan penawaran istimewa, berupa diskon 10 persen untuk makan di seluruh restoran Best Wertern yang ada di Indonesia. “Dengan men-download aplikasi ini, kami berharap para tamu dapat lebih efisien dan mudah dalam memesan kamar di seluruh Best Western Indonesia,” terang Andrew Tampi, General Manager Internal Operations Best Western.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

17


NEWS AROUND

Hidup Sehat Ala Buah Buavita

Singgah ke GM Klang Wholesale City Jika anda berkunjung ke Malaysia, jangan lupa singgah ke GM Klang Wholesale City, salah satu pusat grosir paling lengkap di Malaysia. GM Klang Wholesale City menawarkan berbagai barang menarik, mulai dari pakaian muslim, asesoris wanita, seperti tas, kalung, gelang, sepatu, sandal, lingerie dan pakaian anak-anak. GM Klang Wholesale City juga menyediakan produk kecantikan dan kesehatan. Pusat grosir yang berlokasi di jalan Kasuarina 1, Bandar Botanic Capital, 41200 Klang, Selangor, Malaysia ini – berada di tempat yang sangat strategis, karena dekat pelabuhan, bandara dan jalan utama. Di sana pun terdapat restoran dan kafe yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Jadi jangan khawatir, jika datang bersama keluarga dijamin aman, dan menyenangkan. www.gmklang.com

Intiwhiz Raih Penghargaan Atas prestasinya Intiwhiz Hospitality Management (Intiwhiz) mendapat penghargaan dari Indonesia Travel & Tourism Award (ITTA) yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sebagai Indonesia Leading Local’s Hotel Chain 2013/ 2014. Penghargaan tersebut langsung diterima Moedjianto Soesilo Tjahjono, President Director and Chief Executive Officer Intiwhiz Hospitality Management. Menurutnya, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Intiwhiz, karena menjadi wujud kepercayaan dan penghargaan langsung dari masyarakat terhadap Intiwhiz. Acara ITTA bertujuan untuk menciptakan kesadaran layanan berkualitas oleh para penyedia layanan dalam industri perjalanan dan pariwisata, yang merupakan sektor pendapatan kedua terbesar Indonesia.

18

LIONMAG FEBRUARI 2014

Sabtu, 11 Januari 2014 bertempat di atrium Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Buavita kembali menggelar kompetisi Frutarian Challenge sebagai bagian dari rangkaian kampanye hidup sehat yang bertajuk Buavita Frutarian: Small Actions, Big Difference.Kali ini para tamu mendapat kesempatan membuat menu sehat yang langsung dipandu Chef Edwin Lau. Sebelumnya, Chef Edwin sudah mendemokan makanan sehat dan minuman sehat yang menggunakan berbagai varian Buavita sebagai bagian dari bahan utama. Edwin juga berbagi pengetahuan dan pengalaman cara membuat makanan dan minuman sehat.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


LEISURE

Garcon Menawarkan suasana kehangatan yang berkelas, Garcon bistro, bar, and patisserie yang berlokasi di Plaza Senayan memenuhi kebutuhan kaum urban akan tempat bersosialisasi yang nyaman. Seperti namanya, Garçon memiliki tema ala Paris yang moderen, chic dan edgy. Berbicara mengenai makanan, Garcon menyediakan kombinasi makanan berkelas hasil racikan Chef Camille Benedetto Flosse yang berpengalaman selama 18 tahun dalam bersentuhan dengan masakan Perancis. Racikannya yang menjadi favorit sebut saja Duck Confit With Shallots and Red Wine Sauce, The Seared Foie Gras With Melon and Port Reduction, dan The Crispy Skinned Seabass With Beurre Blanc Sauce yang mana menyandang gelar best seller di Garcon. Di bagian patisserie, ada Pastry Chef Masaaki Konno yang menghadirkan cake dan pastry spesial yang ditawarkan khusus bagi para pecinta cake di luar sana. Berkat kenyamanan yang ditawarkan dan pilihan makanan terbaiknya, Garcon kerap kali dijadikan pilihan tempat hang out bagi kaum urban di Jakarta.

Monti Café Sentuhan Eropa di Bandara Sejak diresmikan menjadi bandara umum awal Januari lalu, Bandara Halim Perdana Kusuma semakin ramai. Monti Café menjadi tempat yang sangat ideal bagi para penumpang baik yang datang maupun yang hendak bepergian untuk menikmati minuman dan makanan. Tidak sulit menemukan café ini, karena desain eksteriornya paling berbeda dari lainnya. Sentuhan gaya Eropa begitu kental mulai dari bagian luar pun juga area dalam hingga pernik aksesoris penghias ruangannya. Tentu hal ini memberi warna dan kesejukan tersendiri ditengah hiruk pikuk kendaraan dan penumpang yang lalu lalang. Menurut Pratiwi Hidayat, sang pemilik café ini didesain sedemikian rupa mengadopsi gaya café-café yang ada di eropa agar terkesan hangat dan homey. Semua pengunjung adalah teman. Andalan dari café ini adalah kenikmatan kopinya. Wajar saja karena Pratiwi Hidayat pernah menimba ilmu sebagai barista. Tentu tidak hanya kopi saja yang bisa kita nikmati. Banyak varian minuman lainnya hingga berbagai menu makanan mulai dari bakery, siomay, roti bakar hingga nasi Bali siap memuaskan selera. Monti Café selalu ramai pengunjung mulai dari penumpang, pilot, kru pesawat bahkan menjadi tempat nongkrong para bikers Harley Davidson.

20

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


LEISURE

Momen Spesial di Hotel Kempinski Momen valentine bisa jadi sebuah perayaan yang paling ditunggu-tunggu khususnya oleh kaum hawa di ibu kota. Untuk merayakan momen yang jatuh sekali dalam setahun ini, hotel Kempinski mempersembahkan paket Valentine’s Promotion yang terdiri dari 2 malam menginap di kamar Presidential Suite, tur dengan helikopter pribadi, serta persembahan spesial dari Tiffany & Co. Solitaire Love Diamond Ring. Cukup dengan IDR 99,999,999. Pengalaman menyantap makanan nan romantis juga ditawarkan oleh hotel berbintang 5 ini lewat Signatures Restaurant, Casa D’oro, dan Sky Pool Bar. Promo ini berlangsung sepanjang hari di tanggal 14 Februari 2014 mendatang. Untuk memanjakan para tamunya, Kempinski Hotel juga mempersembahkan paket spa yang terdiri dari Love Birds package dan Deep Desire package.

22

LIONMAG FEBRUARI 2014

Stay in Love Luxurious, Elegance & Romantic merupakan kesan pertama ketika Anda menginjakan kaki di Amaroossa Hotel. Butik Hotel berbintang 4 ini mempunyai 92 kamar yang didesain khusus bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan dibalut dengan kemewahan. Ditambah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan bisnis sampai dengan relaksasi, Amaroossa Hotel mempunyai 11 ruang pertemuan, Business Center, Vlinder Bar, Scarlet Pool Bar, The Roses coffee shop, La Vie En Rose Dine & Lounge, Fitness center, Massage & Spa. Berlokasi strategis di jantung Kota Bandung, Jl. Aceh no 71 A, merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin berbelanja di Factory Outlet ataupun menikmati wisata kuliner. Kini AMAROOSSA Hotel hadir di Bogor, Bali dan Jakarta untuk informasi lebih lanjut serta pemesanan silahkan hubungi telepon di 022 – 4222221, pin BB 227A9841, www.amaroossahotel.com


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


WISDOM IN THE AIR

pertama menghadapi ujian itu. Perempuan cantik yang sudah menjadi istri Yudistira berpuluhpuluh tahun itu pun tak kuasa melanjutkan pendakian. Ia tewas. Penyebab Drupadi tidak diperkenankan memasuki khanyangan secara raga adalah karena ia tidak pernah dengan tulus mencintai Yudistira. Dengan kecantikan yang dimilikinya, Drupadi lebih mencintai Arjuna dan merasa layak bersanding dengannya. Si kembar Nakula dan Sadewa adalah yang berikutnya. Dua anggota Pandawa yang sebenarnya merupakan anak dari Dewi Madri dan bukan anak dari Kunti itu pun tewas. Mereka merasa paling terampil dibandingkan anggota Pandawa lainnya. Sayangnya, perasaan itu membuat mereka tidak layak memasuki kahyangan secara raga. Paling tidak, itulah keputusan para dewa selaku dewan juri dalam pendakian ini. Maka tinggalah Arjuna, Bima, Yudistira dan sang anjing. Sejak awal, Arjuna dan Bima memang mengambil start dengan bergerak paling cepat meninggalkan Yudistira jauh di belakang. Arjuna dan Bima memang yang paling sakti dan paling tangguh di antara anggota Pandawa lainnya. Namun apa dikata, dewata berkehendak lain. Arjuna tak kuasa melanjutkan pendakian dan ia pun harus tereliminasi. Perasaan sebagai anggota Pandawa yang paling ganteng, paling gagah dan paling sakti membuat Arjuna tidak bisa lulus ke tingkat berikutnya. Tinggalah Bima, Yudistira dan sang anjing. Bima selama ini dikenal sebagai anggota Pandawa yang paling tangguh. Hal ini dibuktikannya dengan menjadi anggota Pandawa yang paling banyak menewaskan Kurawa dalam perang Bharata Yuddha termasuk Duryudana dan Dursasana, dua anggota Kurawa yang tertua dan terkuat. Bahkan, keberhasilan Bima menaklukkan begitu banyak Kurawa telah menyebabkan pamannya yaitu Prabu Destarata yang tak lain adalah ayah dari para Kurawa menaruh dendam kepadanya dan bermaksud menggunakan ilmu Labur Geni agar Bima luluh menjadi abu. Namun untuk urusan mendaki Himalaya, ukuran kelulusan yang digunakan para dewa bukanlah kekuatan dan kesaktian fisik melainkan kemurnian hati. Untuk urusan ini, Bima memang terengah-engah dibandingkan Yudistira yang tiba-tiba saja menjadi begitu kuat. Bima yang sejak awal memimpin di depan, sekarang harus tertatih-tatih menyusul di belakang. Setelah mengerahkan seluruh kemampuannya, akhirnya Bima pun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tinggalah Yudistira dan sang anjing. Yudistira tentu saja bukan manusia tanpa cacat. Keranjingannya terhadap judi telah membuat kerajaan Indraprastha yang dibangun para Pandawa dengan susah payah harus digadaikan kepada para Kurawa dan selanjutnya para Pandawa pun harus diusir ke

To The Next Level

Ujian ke Tingkat Berikutnya OLEH Jemy V. Confido

Pandawa Lima sudah mencapai tingkatan tanpa tanding. Pasca perang Bharata Yuddha yang maha dahsyat, Pandawa Lima memimpin Hastina Pura dengan penuh kedamaian dan kemakmuran. Setelah anak-anak mereka siap mengambil alih pimpinan kerajaan dan tidak ada lagi misi yang harus diemban, maka Pandawa Lima ditambah Drupadi, istri dari si sulung Yudistira, membulatkan tekad untuk mendaki puncak Himalaya. Tujuan para Pandawa tidak lain adalah untuk memasuki kahyangan dengan raga mereka karena Himalaya diyakini merupakan pintu gerbang tempat para dewa menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di muka bumi. Bila impian mereka bisa terwujud, maka hal itu akan menjadi sebuah pencapaian tertinggi bagi seorang manusia di mata para dewata. Berbekal kekuatan fisik dan kesaktian yang tiada tanding di muka bumi, di tambah kekuatan cinta dari Drupadi, keenam insan itu pun memulai pendakiannya. Di kaki gunung, seekor anjing menghampiri mereka. Serta merta keempat anggota Pandawa mengusir anjing itu kecuali Yudistira yang malah membiarkan anjing itu mengekor di belakangnya. Pendakian pun dimulai. Gunung Himalaya adalah gunung tertinggi di dunia dan memberikan ujian yang benar-benar tangguh bahkan untuk para Pandawa sekali pun. Namun satu hal yang tidak disadari oleh para Pandawa dan Drupadi adalah bahwa ujian yang harus mereka hadapi dalam pendakian itu bukanlah ujian kekuatan fisik namun ujian kekuatan bathin. Drupadi adalah yang

24

LIONMAG FEBRUARI 2014


04

01

05

air dan merupakan rumah bagi 50,000 hewan laut, pengunjung dihibur melalui viewing panel terbesar di dunia yang berukuran setara dengan dua baris tumpukan tiga bus double-decker.

02

01. 02. 03. 04. 05.

03

Resorts World Sentosa Wahana Untuk Semua

Dengan Universal Studios Singapore dan Marine Life Park sebagai dua mega-atraksi andalan, Resorts World Sentosa menjadi jawaban atas hasrat berpetualang Anda. Bagi pencinta dunia perfilman yang ingin memperkenalkan masa keemasan industri layar lebar kepada pasangan, sangat tepat jika Anda memilih untuk mengunjungi Universal Studios Singapore. Bukan hanya pasangan, seluruh anggota keluarga pun dijamin akan merasakan sendiri serunya berbagai atraksi di objek wisata yang menampung 24 jenis wahana ini. Diinspirasi oleh film-film blockbuster dan serial TV favorit

LightSeeker Musical S. E. A. Aquarium Universal Studios Singapore Dolphin Island Adventure Cove Waterpark

Anda, nikmati wahana-wahana unggulan seperti TRANSFORMERS The Ride: The Ultimate 3D Battle, Jurassic Park Rapids Adventure dan banyak lagi. Setelah puas menjelajahi seluruh sudut-sudut Universal Studios Singapore, tak ada salahnya berbasah-basah di Dolphin Island yang berada di kawasan Marine Life Park. Berintaraksi secara dekat dengan lumba-lumba tak hanya menjadi pengalaman baru bagi pengunjung, tetapi juga inspirasi untuk lebih mengenal kehidupan lumbalumba di bawah laut. Ada enam program yang bisa Anda pilih, yakni Dolphin Discovery, Dolphin Trek, Dolphin Adventure, Dolphin Observer, Dolphin VIP dan Trainer for a Day. Jangan lupa membawa pakaian renang agar Anda dapat bergerak lebih leluasa di dalam air. Masih di area Marine Life Park, S. E. A. Aquarium menanti kedatangan Anda dengan berbagai zona menarik yang diisi dengan lebih dari 800 spesies fauna laut. Salah satu atraksi yang terkenal akan kemegahan pemandangannya adalah Open Ocean Habitat. Mencakup lebih dari 18 juta liter

Berbicara mengenai terumbu karang, Rainbow Reef di wilayah Adventure Cove Waterpark adalah salah satu atraksi wisata yang akan meninggalkan kesan yang membekas. Kenakan snorkel Anda dan menyelamlah bersama 20.000 jenis ikan tropis yang muncul dari sela-sela terumbu karang. Di Adventure Cove Waterpark ini, program khusus anak-anak juga tersedia seperti Adventure River, Big Bucket Treehouse, Bluwater Bay dan Seahorse Hideaway. Untuk menutup petualangan seru sekaligus menurunkan laju adrenalin Anda, Resorts World Sentosa menghadirkan pertunjukan musikal berdurasi 90 menit. Berkisah mengenai The General yang mengemban tugas untuk energi berharga yang dapat menjadikan Emperor jahatnya semakin kuat. Dengan negeri dongeng sebagai latar belakang, pencariannya dibumbui oleh pertempuran memperebutkan gadis misterius yang tampaknya mampu menciptakan The Light. Apakah The General berhasil melaksanakan misinya? Puaskan keingintahuan Anda di pementasan bertajuk LightSeeker ini. Apa pun kebutuhan petualangan Anda, Resorts World Sentosa memiliki jawabannya. Dapatkan promosi tiket Universal Studios Singapore seharga S$68 (harga normal S$74), Kupon Makan senilai S$10 dan Kupon Belanja sebesar S$5. Pesan melalui www.rwsentosa.co.id. Syarat dan ketentuan berlaku.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


hutan. Bahkan, akibatnya ketidakmampuannya mengendalikan diri tersebut, Yudistira hampir saja mengakibatkan Drupadi dipermalukan kalau saja dewata tidak turun menolong sehingga Dursasana yang ditugaskan menelanjangi Drupadi di muka umum pun kelelahan karena pakaian itu menjadi tidak ada ujungnya. Namun Yudistira adalah manusia yang tahu apa yang menjadi batu sandungannya untuk bisa lulus ke tingkat berikutnya. Meskipun cerdas dan bijak, ia selalu berkata jujur dan rendah hati sehingga kereta yang ditungganginya tidak pernah menyentuh tanah, kecuali sekali pada saat ia ’menipu’ Dorna dengan mengiyakan kematian Aswatama, putera kesayangan sang mahaguru tersebut. Namun kebohongan Yudistira itu merupakan strategi yang dibuat oleh Batara Kresna agar Dorna patah semangat dan bisa dikalahkan. Setelah berjuang sendirian ditemani sang anjing, Yudistira pun akhirnya tiba di puncak Himalaya dan diperkenankan masuk ke kahyangan secara raga. Sang anjing yang semula hendak diusir oleh para anggota Pandawa lainnya ternyata adalah Dewa Dharma yang menyamar untuk menilai kemurnian para anggota Pandawa dan Drupadi. Di dalam kahyangan, Yudistira pun diajak berkeliling oleh pemimpin swarga yaitu Batara Indra. Hal pertama yang dilihatnya adalah para Kurawa dan paman mereka, Sangkuni, yang telah banyak menyengsarakan Pandawa di muka bumi sedang bersantaisantai menikmati keindahan kahyangan ditemani para bidadari. Yudistira pun menyapa mereka dengan tulus. Pemandangan berikutnya sungguh menakjubkan, Yudistira menyaksikan para adik-adiknya sedang disiksa dan dihukum. Padahal selama di dunia mereka telah berusaha sekuat tenaga untuk membela kebenaran dan keadilan. Namun Yudistira tidak memprotes keputusan dewata tersebut. Bahkan ia menyanggupi tinggal di neraka asalkan bisa mendampingi adik-adiknya. Dewa Indra pun bertanya, mengapa ia tidak mempertanyakan hadiah bagi para Kurawa dan hukuman bagi para Pandawa? Yudistira pun menjawab dengan bijak, bahwa para dewa tentu punya penilaian tersendiri dan sebaik apa pun para Pandawa, pasti ada kesalahan yang pernah mereka lakukan. Sebaliknya, seburuk apa pun para Kurawa, pasti ada kebaikan yang pernah mereka lakukan. Hukuman bagi para Pandawa tidak ada apaapanya dibandingkan kesenangan yang akan mereka rasakan nanti. Sebaliknya, kesenangan para Kurawa tidak ada apaapanya dibandingkan dengan hukuman yang akan mereka alami. Indra pun sangat senang dengan jawaban Yuidistira dan kemudian adik-adiknya dibebaskan serta derajat mereka dinaikkan di hadapan para dewa. Dari cuplikan bagian akhir kisah Mahabrata ini, kita bisa mempelajari tiga hal. Yang pertama, untuk setiap tingkatan kehidupan, manusia mengalami ujian. Bagi anak sekolah dasar, ada ujian untuk masuk ke sekolah menengah. Bagi karyawan perusahaan, ada ujian untuk dipromosikan. Demikian pula dalam dimensi-dimensi kehidupan. Ada ujian untuk menjadi orang sukses, ada ujian untuk menjadi orang terkenal, dan ada pula ujian untuk menjadi orang bijak. Untuk pembelajaran yang pertama ini semua anggota Pandawa

26

LIONMAG FEBRUARI 2014

menyadarinya. Mereka paham betul bahwa untuk bisa masuk ke kahyangan secara raga, mereka harus menaklukkan puncak himalaya. Yang kedua, setiap orang menghadapi dimensi ujian mereka masing-masing. Bagi seorang yang sombong, ujiannya adalah kerendahan hati. Bagi seorang yang tamak, ujiannya adalah kekayaan. Bagi seorang yang pandai ujiannya adalah pengetahuan. Untuk bagian yang kedua ini, tidak semua anggota Pandawa menyadarinya. Drupadi tidak menyadari bahwa ujian baginya adalah cinta. Demikian pula halnya Nakula, Sadewa, Arjuna dan Bima yang tidak menyadari bahwa ujian bagi mereka adalah perasaan mereka sendiri yang menilai bahwa mereka adalah yang tercepat, terbaik dan terkuat di antara anggota Pandawa lainnya. Yang ketiga, berbeda dengan Ujian Akhir Nasional, ujian kenaikan tingkat, atau fit and proper test, ujian dalam kehidupan ini tidaklah kita ketahui saatnya demikian pula tidaklah kita ketahui siapa atau apa yang menguji kita. Di sinilah Yudistira menunjukkan kemurniannya. Ia tidak peduli apakah itu hanya seekor anjing, ia tetap memperlakukannya dengan hormat. Demikian pula saat dewata memperlihatkan ketidakadilan dengan menunjukkan para Kurawa yang sedang bersenang-senang dan sebaliknya para Pandawa disiksa, Yudistira tetap bersikap rendah hati, bijak, dan yakin terhadap keadilan para dewa. Tentu saja pada dasarnya kita tidak senang diuji. Namun kita pun harus menyadari bahwa ketidaksenangan itu pun sesungguhnya merupakan suatu ujian. Saya jadi teringat kisah sebutir mutiara. Mutiara yang sangat indah dan mahal harganya, sesungguhnya adalah kumpulan calcium carbonate dan conchiolin yang dikeluarkan oleh kerang ketika ada benda asing masuk ke tubuhnya. Setiap kali benda asing masuk ke tubuh kerang, kerang akan merasa kesakitan. Untuk menahan rasa sakit itu, kerang mengeluarkan kedua zat tersebut. Proses menyakitkan ini terjadi berulang-ulang sampai akhirnya terbentuklah mutiara yang sangat indah. Tanpa rasa sakit tersebut, kerang tidak akan bisa menghasilkan mutiara yang indah. Hal yang sama terjadi pula dengan emas dan besi. Semakin tinggi suhu pembakaran emas, maka semakin murni emas yang dihasilkan. Dan semakin panas suhu pada saat besi ditempa, semakin kuat pula besi itu jadinya. Satu hal yang perlu kita waspadai adalah api yang memurnikan kita dan besi yang menempa kita, kerap kali adalah hal-hal kecil yang kita abaikan selama ini. Sebuah saran kecil dari teman kita, sebuah pertanyaan dari bawahan kita, sebuah inisiatif dari pesaing kita, sebuah ejekan dari lawan kita, sebuah teguran dari atasan kita, sebuah komplain dari pelanggan kita, sebuah keluhan dari istri kita, dan sebuah tangisan dari anak kita mungkin adalah api pemurni dan besi tempa bagi kita. Bila hal-hal tersebut kita abaikan, maka kita tidak akan pernah mencapai the next level dalam hidup kita. Apakah Anda bercita-cita atau bahkan berencana mencapai tingkat yang lebih tinggi? Perhatikanlah sekeliling Anda! Ssst....! Ujian bagi Anda sedang berlangsung. jemyconfido@yahoo.com


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


TRAVELING PULAU ROTE

28

LIONMAG FEBRUARI 2014


Pesona dari

Tapal Selatan TEKS & FOTO VALENTINO LUIS

L

angit biru menandai kecerahan hari di Dermaga Tenau, Kupang. Saya dan puluhan orang lainnya melangkah gegas menuju ferry cepat Bahari Express, sarana angkut yang akan membawa kami menggapai sebuah pulau di titik terselatan Indonesia, Rote. Tiket per orang untuk ferry yang berangkat tiap jam 9 pagi ini Rp 150 ribu per orang. Dua jam terbuai riak lautan, akhirnya kami tiba di Pelabuhan Rote, tepat di bibir pusat Kota Ba’a. Rote terbentuk sebagai sebuah kabupaten otonom sejak 2002. Sebelumnya ia bergabung dalam Pemerintahan Kabupaten Kupang. Dengan luas wilayah 1.200 km persegi dan beribu kota di Ba’a, teritori Rote juga termasuk 96 pulau kecil yang mengitarinya.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


Setelah mendapatkan sepeda motor sewaan, saya menuju Termanu, sasaran pertama. Termanu cukup melegenda berkat dua buah batu besar nan kokoh, Suelay dan Hun, yang konon pada zaman dahulu bisa berpindah-pindah. Kedua batu tersebut terasosiasikan dengan kelamin lelaki dan perempuan. Keberadaan mereka dipandang mistis bagi penduduk setempat. Masih tidak begitu jauh dari pusat Kota Ba’a, saya mengarahkan perjalanan berikutnya menuju Pantai Tiang Bendera. Pemberian nama Tiang Bendera dilatarbelakangi peristiwa heroik perjuangan rakyat Rote mengusir penjajah Belanda. Tempat ini sesungguhnya kumpulan batu karang hitam di laut yang pada zaman

30

LIONMAG FEBRUARI 2014

dahulu dijadikan pos kontrol Belanda dengan satu tiang dari beton yang dipasangi bendera. Ketika kekuatan Belanda mengendur dan harus menyingkir dari Indonesia, penduduk berbondong-bondong menghancurkan pos kontrol itu, lantas mengganti bendera Belanda dengan Sang Merah Putih. Tiang Bendera diapit Batu Boloanak, gugusan karang tajam yang memiliki celah-celah sempit serta menyimpan cerita menyeramkan. Di sini banyak warga yang dituduh pengikut PKI dibunuh dan dikuburkan secara massal. Serakan karang-karang runcing menjadikan pantai di sekitar Tiang Bendera tampak dramatis, terlebih menjelang terbenamnya matahari.


Lontar dan Surga Peselancar Pulau Rote lekat dengan pohon lontar. Banyak produk makanan serta kerajinan yang bersumber pada lontar. Sebut saja ‘’air gula’’ dan ‘’gula lempeng’’ yang dihasilkan dari sadapan nira. Kemudian ada ‘’tii langga’’, topi khas pria Rote yang disebut-sebut sebagai salah satu topi tradisional paling atraktif. Alkisah tii langga merupakan karya seni hasil kolaborasi antara penduduk setempat dengan pelaut Portugal abad ke-16. Produk kreatif dari lontar yang paling terkenal yakni Sasando. Aplikasi alat musik petik ini telah ada di Rote sejak abad ke VII. Dalam arti harfiah, Sasando bermakna benda yang bergetar. Cerita rakyat Rote mengisahkan

bahwa Sasando tercipta oleh seorang pemuda bernama Sangguana yang terdampar di pulau Ndana. Ketika dibawa penduduk menghadap raja, Sangguana dan putri raja saling jatuh hati. Sebagai syarat pernikahan, ia diminta menciptakan alat musik yang lain dari yang lain. Sangguana menyanggupinya, dan lewat mimpi ia memperoleh cara untuk menciptakan alat musik dari bambu serta lontar yang kemudian dinamakan Sasando. Kunjungan ke Rote belum lengkap jika tanpa menyertakan Nemberala. Bahkan harus diakui nama Rote termasyur ke mancanegara gara-gara desa nelayan di barat pulau ini. Wisatawan asing yang bertandang ke Rote benarbenar mengincar Nemberala, surga bagi para peselancar.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


Satu dasa warsa silam, pengunjung Nemberala dimonopoli peselancar Australia. Namun kini sudah berubah. Peselancar dari berbagai belahan dunia berseliweran di sini. Saat menginap di Hotel Tirosa, tetangga kamar saya adalah peselancar dari Kanada, Italia, Spanyol, Brasil, dan Inggris. Vila-vila serta resort mewah milik orang asing telah menghiasi pesisir Pantai Nemberala. Yang berkocek pas-pasan, pilihan pun jatuh ke sejumlah homestay warga lokal. Ombak Nemberala tidak seperti ombak di Kuta yang langsung dinikmati gulungannya di bibir pantai. Di Nemberala, peselancar harus mendayung surf board mereka agak tengah laut. Tinggi ombak di bulan-bulan tertentu bisa mencapai beberapa meter sehingga, tak ayal, juga kerap dijuluki sebagai Hawai II.

32

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


Arah gulungan ombak Nemberala variatif. Ada yang ke kanan, ada yang ke kiri. Jika ombak Nemberala kurang memuaskan, para peselancar menumpang sampan ke Pulau Do’o atau Pulau Nuse yang gulungan ombaknya sangat panjang. Pulau Do’o dan Pulau Nuse adalah dua pulau imut di depan Pantai Nemberala dan bisa ditempuh selama 30 menit. Tetangga Nemberala yang juga jadi tempat bermain para peselancar adalah Bo’a. Saya hanya perlu bergeser sejenak karena letaknya berdampingan. Meski tetangga, topografi kedua tempat ini berbeda jauh. Secara estetika, Bo’a lebih cantik dari Nemberala sebab pantainya putih bersih dan lebar serta diapit karang yang menjorok ke laut. Ombaknya pun lebih dahsyat sehingga permainan para peselancar dapat dipantau dengan jelas. Keistimewaan lain Bo’a adalah pemandangan ke Pulau Ndana di hadapannya yang berhutan dan dilingkari pasir putih. Jaraknya hanya 300 meter. Ndana sebetulnya titik terselatan Indonesia. Karena tidak berpenduduk, jadilah Pulau Rote yang dinobatkan sebagai pulau paling selatan di perbatasan Indonesia-Australia.

34

LIONMAG FEBRUARI 2014

Pantai-pantai indah dan tersembunyi masih banyak di sebelah timur Bo’a. Contohnya Umbrella Rock Beach alias Pantai Karang Payung. Saya menemukan pantai molek ini secara kebetulan. Begitu menyentuh pasir putihnya, mata langsung tersihir sebuah karang besar berbentuk payung. Indahnya bukan main. Genap seminggu saya menikmati Rote. Pulau di tapal selatan ini memang memesona. Taktala ferry Bahari Express memperdengarkan denting permainan Sasando sepanjang pelayaran pulang, saya merasa seserpih hati tertinggal di pulau itu.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


AUTOMOTIVE

Dodge Charger Pursuit AWD

Andalan

PolisiAmerika 36

LIONMAG FEBRUARI 2014


Jangan coba-coba bertindak melawan hukum di jalanan Amerika Serikat. Anda akan sulit lolos dari sergapan sedan produk Dodge ini. TEKS Karman Mustamin - Foto Chrysler LLC

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


B

erani ugal-ugalan di jalan Amerika Serikat? Cobalah berpikir ulang dulu. Meski Anda mengendarai mobil sport, tetap saja bukan jaminan bisa mudah mengatasi kecepatan mobil yang digunakan polisi. Pasalnya, pihak Dodge sudah menyiapkan kendaraan andal pilih tanding. Dodge Charger Pursuit AWD keluaran 2014 ini bukan sedan sembarangan. Mesin V8 Hemi

38

LIONMAG FEBRUARI 2014

yang digunakan sanggup menyemburkan tenaga 370 horsepower. Dengan kemampuan mesin itu, Dodge Charger Pursuit tampil sebagai yang tercepat dalam uji coba yang dilakukan Michigan State Police (MSP) di Grattan Raceway, Michigan. Selain sukses memertahankan rekor kecepatan untuk katagori penggerak roda belakang, sekaligus tampil sebagai yang terbaik untuk formasi penggerak All-Wheel Drive (AWD).


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


40

LIONMAG FEBRUARI 2014


Teknologi AWD pada Dodge Charger Pursuit ini juga tergolong canggih dan eksklusif. Aplikasi active transfer case berikut frontaxle-disconnect system, mobil ini mampu mengubah mode sistem penggeraknya secara otomatis. Bila peranti Komputer mobil membaca mode AWD tidak dibutuhkan, penyaluran tenaga ke sumbu roda depan otomatis terputus. Artinya, proses ini tidak membutuhkan campur tangan pengemudi. Dengan demikian, konsumsi bahan bakar ikut tereduksi. Berbagai Penyempurnaan Keandalan mobil ini tentu saja tidak serta merta diperoleh. Racikan yang diperoleh sekarang berkat masukan pihak petugas penegak hukum serta Police Advisory Board dari Dodge sendiri. Penyempurnaan itu tak terbatas pada unit yang bermesin V8 tapi juga untuk varian V6. Salah satu aspek penting dalam penyempurnaan yang dilakukan adalah pada sistem rem. Dengan cakram berdiameter 14,5 inci pada roda depan dan ukuran caliper yang lebih besar pada keempat rodanya, Charger Pursuit mampu berhenti dari kecepatan 100 km/jam hanya dalam jarak sekitar 38 meter. Perangkat rem yang pakem ini memang sangat krusial. Bayangkan, mesin V8 berkapasitas 5.7 liter dengan tenaga 370 hp itu sanggup melesatkan Charger Pursuit dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam dalam tempo kurang dari 6 detik. Mungkin saja mobil sport yang Anda gunakan bisa lebih cepat.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


Keandalan mobil ini tentu saja tidak serta merta diperoleh. Racikan yang diperoleh sekarang, berkat masukan yang diberikan pihak petugas penegak hukum serta Police Advisory Board dari Dodge sendiri.

42

LIONMAG FEBRUARI 2014

Tapi tunggu dulu. Cadangan bahan bakar di mobil sport Anda, mungkin tidak akan cukup bila harus terus menghindar di sepanjang jalan bebas hambatan. Sementara, Charger Pursuit mampu melakukan efisiensi konsumsi bahan bakar. Cara yang ditempuh Dodge, yakni menerapkan Fuel Saver Technology melalui cara hanya mengaktifkan 4 silinder saja. Dukungan MOPAR Sebagai mobil yang disiapkan untuk digunakan kepolisian memerangi beragam tindak kejahatan, Dodge Charger Pursuit AWD ini tentu saja dilengkapi berbagai peralatan pendukung. Pada mobil ini, terpasang antara lain berbagai macam lampu, sirine, perangkat komputer, modem, radar, hingga sistem kamera. Seluruh perlengkapan itu mendapatkan pasokan arus listrik dari Power Distribution Center (PDC) yang dihasilkan oleh dua

unit alternator berkekuatan 100 ampere. Seluruh sistem elektronik mendapatkan sistem pendinginan atau pemanasan ekstra untuk menstabilkan temperatur. Raungan sirine menjadi ciri khas mobil-mobil polisi. Charger Pursuit ini memakai speaker berkekuatan 100 watt yang memenuhi standar SAE Class A serta aturan yang ditetapkan California Title XIII. Speaker ini diposisikan di belakang grille sehingga tampilan mobil tetap klimis. Selain perangkat standar yang tersedia, pihak MOPAR sebagai brand aftermarket untuk grup Chrysler juga menyediakan perangkat fungsional lainnya. Sebut saja push bumper, overhead lightbar, hingga trailer-tow harness. Menurut informasi, Dodge Charger Pursuit ini diproduksi di pabrik Chrysler Group LLC di Brampton, Ontario. Sedangkan pengoperasiannya dijadwalkan pada musim panas 2014.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


TRAVELING IRAN

ESFAHAN Saksi Lestari Peradaban Agung Persia

TEKS & FOTO SAFIR MAKKI

44

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


E

mpat abad lalu, seorang penyair Prancis bernama Renier terpana dengan Esfahan, kota terpenting dan terindah di Persia. Sampai-sampai ia menyebut Esfahan sebagai kota Half of the World, separuh keindahan dunia dapat ditemukan di Esfahan. Saya pun hendak mengulang dan membuktikan pernyataan penyair itu, berkelana ke Kota Esfahan. Di awal musim semi, Esfahan terasa sejuk meski matahari bersinar cerah. Pepohonan berjejer hijau di kawasan Chahar Bagh Abbasi Street. Hiruk-pikuk didominasi warga berpakaian hitam. Kaum muda perempuan tampak mengikuti perkembangan mode terkini namun tak lupa mengenakan chador, kain hitam panjang penutup tubuh perempuan Iran. Esfahan, kota metropolis namun tidak meninggalkan akar sejarah dan budaya. Sesekali mobil sport produksi Eropa melintasi kawasan utama di kota yang juga ditulis Isafahan atau Esafahan ini. Di masa lampau kota ini juga ditulis dengan Ispahan, Aspadana dalam bahasa Persia Kuno, serta Spahan dalam bahasa Persia Pertengahan. Kini orang menyebutnya Esfahan ataupun Isfahan, sebuah kota kosmopolitan di masa keemasan Islam yang kaya akan kemegahan seni budaya Persia Iran. Bahkan Ratu Elizabeth dari Inggris Raya dan para Sultan Turki pun takkan mampu menghadirkan kota sedemikian luas dan megah seperti Esfahan. Kota seluas 24 mil dengan puluhan gerbang, lebih dari 160 masjid, 48 madrasah, 1.800 terminal persinggahan khalifah, serta memiliki lebih dari 270 pemandian umum.

46

LIONMAG FEBRUARI 2014

Esfahan juga kota yang terkenal karena arsitektur Islamnya, dengan banyak jalan utama yang lebar, jembatan yang beratap, istana-istana, serta masjidmasjid dan menaranya. Perwujudan Kota Impian Esfahan adalah perwujudan dari hasrat terpendam sang pemimpin Persia, Shah Abbas I, akan sebauh kota impian. Kota ini meraih masa keemasan sebagai kota dunia dengan kekayaan budaya, arsitektur, dan seni yang memukau banyak orang. Kota ini berkembang antara 1050 hingga 1722, khususnya di bawah Dinasti Safavid pada abad ke-16, saat menjadi Ibu Kota Iran atau Persia. Pada era Arsacides, Esfahan merupakan pusat ibu kota dengan daerah luas yang dipimpin Gubernur Arcasides. Sedangkan di era Sasananiyah, Esfahan dialami dan dipimpin tujuh keluarga terpandang Iran yang memiliki posisi penting di Kerajaan Persia.


Esfahan juga kota yang terkenal karena arsitektur Islamnya, dengan banyak jalan utama yang lebar, jembatan yang beratap, istana-istana, serta masjid-masjid dan menaranya.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


Esfahan memiliki pusat militer dengan basis pertahanan yang kuat. Kota ini akhirnya diduduki bangsa Arab Muslim sebagai tanda kekalahan bangsa Persia. Setelah masuk Islam, Esfahan berada di bawah dominasi Bangsa Arab, seperti kota lainnya di Iran hingga awal abad ke-4 di bawah pimpinan Khalifah Mansour. Dinasti Safavids berhasil menyatukan Iran awal abad ke-16 dan mencapai masa keemasannya di bawah kepemimpinan Shah Abbas I The Great (15871629). Selanjutnya Shah Abbas I mewujudkan Esfahan sebagai Ibu Kota Persia dengan persiapan matang. Ia berhasil merancang blue print kota dengan menata ulang kembali kota agar saling berhubungan, termasuk mendirikan bangunan-bangunan monumental dan taman-taman kota dengan perhitungan yang cermat. Provinsi Esfahan berada di tengah negeri Iran, di antara Teheran dan Fars. Dari Teheran, menuju Esfahan bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi umum bus yang memakan waktu lebih kurang tujuh jam. Di sepanjang perjalanan, hamparan ladang gandum serta gunung dan bukit gersang menjadi sajian mata saat menyusuri jalanan membentang mulus tanpa hambatan. Terbilang daerah gersang, Esfahan didominasi pegunungan dengan lembah Sungai Zayanedh Rud yang melintasinya. Pemukiman besar dengan oasisoasis menjadi sejarah akan rute kuno para khalifah zaman dulu, yang menjadikan Esfahan sebagai tempat untuk beristirahat saat perjalanan panjang. Daerah ini menghubungkan bagian barat laut dan tenggara Iran, khususnya bagi pengembara yang ingin melintasi dinginnya pegunungan hingga ke selatan, dari Kota Shiraz hingga pelabuhan di Teluk Persia.

48

LIONMAG FEBRUARI 2014

Kemegahan Arsitektur Islam Persia Gemercik air mancur tak hentinya menemani sebuah kolam besar di Imam Square (Naqsh-E- Jahan Square), kawasan monumental yang bersejarah. Imam Square merupakan salah satu lapangan terluas di dunia. Berukuran 500 meter x 160 meter yang menjadi simbol utama pemerintahan Dinasti Safavids, lapangan megah ini dikelilingi tembok memanjang pada keempat sisinya. Masjid Imam Shah di selatan, Masjid Sheikh Lotfollah di timur, Istana Ali Qapu di barat, dan pintu masuk utama bazaar yang terkenal di bagian utara. Kompleks Imam Square menjadi perhatian utama para turis asing maupun lokal. Seluas 8 hektar, ia jauh lebih luas ketimbang kompleks-kompleks plasa yang sudah ada di Eropa pada masanya. Banyak juga yang memuji keindahan arsitekturalnya yang homogen. Dulu lapangan ini juga dipenuhi tenda-tenda para pedagang, pemahat, pemangkas rambut, hingga para seniman dan artis. Dalam sekejap lapangan pun dapat dialihkan untuk keperluan parade militer kerajaan, kontes memanah, pertandingan polo, dan festival di malam hari dengan 50 ribu lampu tembikar digantung di setiap bangunan yang menyinari Imam Square. Saya takjub dan tak berkedip kala memasuki Masjid Sheikh Lotfollah dan Masjid Imam. Selain detail arsitektur


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


dan ornamennya, juga luasnya dengan perhitungan tata cahaya matahari menerobos ruangan masjid. Kaligrafi yang menghiasi dinding masjid semakin merekatkan keagungan arsitektur Persia. Selain objek wisata budaya, Esfahan dikenal juga sebagai tempat wisata belanja. Bazar-e Bozorg merupakan pasar beratap yang terhubung langsung dengan Imam Square dan Masjid Jamik. Bazar yang penuh sejarah di Esfahan ini dibangun pada abad ke17 dan merupakan bazar yang terbesar dan tertua di Timur Tengah. Kala memasuki lorong-lorong bazar beratap kubah kecil dengan ukiran dan ornamen Persia, senyuman ramah pedagang selalu menyambut. Tak henti para pedagang menawarkan barang jualan, mulai dari cinderamata khas Esfahan hingga peralatan rumah tangga. Selain itu, di bazar ini bisa ditemui pula toko karpet khas Iran hingga kafe kecil yang menjajakan teh dan makanan kecil. Jembatan Si-o-Seh Senja mulai beranjak. Embusan udara sejuk mulai membekap tubuh. Saya mulai mengayunkan kaki menuju Jembatan Si-o-Seh yang paling terkenal di Esfahan. Atapnya dengan rangkaian 33 lengkukan penyangga dibuat sebagai penghargaan kepada Shah Abbas I dari salah satu jenderalnya. Nama Si-o-Seh sendiri berasal dari bahasa Parsi untuk angka 33. Jembatan ini dibangun dalam satu rangkaian ponton jembatan besar dan di antaranya terdapat tea house. Bangunannya dikenal juga sebagai

50

LIONMAG FEBRUARI 2014

Jembatan Allahverdi Khan, nama jenderal yang bertanggung jawab untuk konstruksi jembatan. Bagian tapak jalan jembatan diapit tembok tinggi agar pengguna jembatan terlindung dari angin kencang dan aman saat berjalan di sisi jembatan dari ramainya lalu lintas. Jembatan itu memiliki panjang 295 meter dan lebar 13,75 meter. Di sini pula kaum muda Esfahan berkumpul, menyeruput secangkir teh ataupun es krim yang banyak dijual, sambil menikmati romantisme petang di Jembatan Si-o-Seh yang dibelah aliran Sungai Zayandeh. Malam semakin dingin, perjalanan di Esfahan hari itu menyimpan pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Sambil berjalan kaki menyusuri penginapan, pikiran saya serasa melayang ke abad ketika Iran, khususnya Esfahan, telah merancang kota dan bangunan indah yang mampu menjadi kebanggaan mereka hingga kini. Khodahafez Esfahan!


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


TRAVELING CIREBON

52

LIONMAG FEBRUARI 2014


Batik

Trusmi nan Elok Entitas Batik Trusmi mengacu pada lokasi pembuatannya, yaitu Desa Trusmi di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, lebih kurang 4 km dari Kota Cirebon ke arah barat menuju Kota Bandung. Ribuan perajin batik ada di desa ini. Teks & Foto Toto Santiko Budi

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


S

uatu pagi di hari Jumat, sebagian langit Cirebon masih berhias awan putih. Matahari tak leluasa memancarkan sinarnya. Namun tetap saja udara gerah khas iklim pesisir utara Jawa menemani perjalanan kami menuju kawasan sentra batik Trusmi. Memasuki Jalan Syekh Datul Kahfi, sebuah tugu penanda bertulisan ‘’Sentra Batik Trusmi Kabupaten Cirebon’’ terpampang di depan mata. ‘’Akhirnya tiba juga,’’ kata saya dalam hati. Beberapa kali berkunjung ke Cirebon, baru kali ini saya berkesempatan mengunjungi Trusmi. Begitu memasuki wilayah desa, segera terlihat papan-papan penanda bertulisan nama-nama toko batik terpasang di sebagian besar rumah warga, mereka seakan berlomba-lomba memikat tamu masuk dan berbelanja batik di toko mereka. Kendaraan kami tak berhenti di sana. Perlahan kami masuk lebih dalam menuju Trusmi Kulon.

54

LIONMAG FEBRUARI 2014

Laju kendaraan mulai melambat saat memasuki Jalan Buyut Trusmi saat jalan desa yang tak lebar menyambut kami. Meski jalanan desa yang sempit, jangan khawatir kualitasnya. Jalanan ini beraspal mulus. Akhirnya tujuan menyambangi kediaman sekaligus rumah produksi batik milik Katura AR pun terpenuhi. Kendaraan mesti diparkir di tanah kosong samping Koperasi Batik Budi Tresna. Lokasi rumah Katura ada di gang sempit di seberang koperasi itu. Sepeda-sepeda milik para pekerja tampak terparkir rapi di halaman depan rumah yang teduh. Penampilan rumah Katura tipikal orang berada pada masa lalu, elegan namun tidak glamor. Dua pilar silindris bercat putih sewarna dinding berdiri kokoh di bagian depan, menopang rangka atap dan bilah-bilah plafon beranda. ‘’Mungkin terbuat dari kayu jati,’’ jawab Katura ketika ditanya jenis kayu yang tampak di langit-langit rumah. Tak sekadar digunakan sebagai ruang menerima tamu, teras juga difungsikan sebagai ruang pamer.


Beberapa baju berbahan kain batik, berpotongan pria maupun wanita, dipajang di sana. Sementara kainkain yang belum dijahitdisimpan di ruangan sebelah kanan. Tamu-tamu bisa nyaman memilih motif kain yang disukai sambil berlesehan santai karena alas kaki pengunjung dan pelanggan memang harus dicopot saat akan menapaki teras. Aturan tak tertulis ini bahkan berlaku di setiap rumah batik yang ada di Trusmi. Beberapa foto berbingkai dipasang di dinding beranda. Foto-foto tersebut menceritakan berbagai aktivitas Katura sebagai seniman batik berprestasi. Sejumlah tanda penghargaan dan piala lainnya menegaskan pencapaiannya. Meski demikian, penampilan pria kelahiran 15 Desember 1952 ini tetap bersahaja. Berkemeja putih dengan batik motif bertani warna biru, penerima penghargaan Upakarti dari pemerintah ini lantas mengantar kami tur berkeliling demi melihat proses pembuatan batik di ruang produksi di bagian belakang.

Ruang-ruang tempat para pekerja membuat batik itu diberi nama sesuai proses kerja yang dilakukan secara berurutan. Ruang-ruang yang terdapat di sana, di antaranya, ruang gambar (dikerjakan laki-laki yang tugasnya menyalin pola pada kain); ruang isen-isen (memberi variasi pada motif yang telah digambar pada kain atau nglengreng); ruang tembok atau nembok (menutup alias ngeblok bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai). Di Katura isen-isen dan nembok semuanya dikerjakan kaum perempuan yang kebanyakan berusia muda. Mereka bekerja dengan tekun dan terampil dalam menggunakan canting. Proses berlanjut pada ngobat, yaitu mewarnai batik yang sudah di-tembok dengan mencelupkannya pada larutan pewarna, kemudian nglorod (menghilangkan lilin dengan cara direbus dalam air mendidih), dan terakhir adalah pencucian (setelah lilin lepas dari kain, lalu dicuci sampai bersih dan dijemur). Beragam Corak Bila mendengar Batik Cirebon, atau lebih tepatnya lagi Batik Trusmi, kebanyakan yang terbayang adalah sebuah kain bermotif awan berarak atau dikenal sebagai corak Mega Mendung. Sejatinya corak Batik Trusmi banyak macamnya. Gampangnya ada dua golongan corak batik yang lazim dijumpai di Cirebon, yaitu pesisiran dan keratonan. Objek batik pesisiran biasanya berupa flora dan fauna, seperti bunga, kupu-kupu, ayam alas, dan ikan.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55


Sedangkan keratonan berupa benda-benda yang ada atau menjadi simbol keraton. Mega Mendung, Taman Arum, Naga Saba, Singa Payung merupakan contoh motif keratonan. Usai berkeliling melihat sebagian proses membatik, karena sedang tidak ada proses ngobat dan seterusnya, kegiatan pun berlanjut dengan melihat dan berburu kain Batik Trusmi. Duduk santai berlesehan kami melihat-lihat koleksi batik karya Katura. Pertama-tama kami melihat aneka corak Mega Mendung, dari yang sederhana dan satu warna hingga yang rumit dan banyak warna. Seiring waktu beragam corak batik dengan kombinasi warna-warni yang memikat semakin banyak keluar dari lemari pajangan. Kuriah, istri Katura, dengan sabar melayani kami yang penasaran dengan motif-motif batik

56

LIONMAG FEBRUARI 2014

yang memikat itu. Rupanya benar, aneka penghargaan yang dipajang diteras itu bukan tanpa bukti. Katura memang seniman batik sejati. Kreasi desain yang tampil dalam sehelai batik karyanya memang indah. Motif unik dengan detail rumit berpadu harmonis dengan warna-warna yang kaya. Sehelai batik tulis atau kombinasi dengan cap pada kain sutera kreasi Katura harganya berkisar jutaan Rupiah. Makin detail motif, makin tinggi tingkat kesulitannya, dan semakin tinggi pula harga jualnya. Bahkan tak sedikit harga batik buatannya mencapai Rp 15 juta. Proses pembuatan batik tulis berbahan sutera bisa memakan waktu 2-6 bulan. Kesempurnaan dalam seluruh proses produksi menjadi prioritas, diawali dari pemilihan kain katun atau suteranya, malam (lilin), pewarna, desain motif, proses membatik, hingga penyelesaian akhirnya. Batik adalah karya seni, membuatnya pun tak bisa dilakukan dengan terburu-buru. Semua dilakukan dengan tangan. Tak ada dua kain yang benar-benar sama. Batik karya Katura banyak diminati konsumen Jepang. Tak sedikit dari mereka yang datang dan memesan batik dengan desain motif tradisional tertentu atau bisa juga dikombinasikan dengan ragam hias Negeri Sakura. Tak sekadar memesan kain batik, sejumlah orang Jepang secara antusias juga ingin memelajari batik pada ayah lima anak ini. Sepertinya Katura juga tidak pelit ilmu. Rumah produksinya pun terbuka untuk siapa pun yang ingin datang dan menyaksikan proses membatik. Ia bahkan mendirikan pusat pelatihan batik yang diberi nama Sanggar Batik Katura sebagai tempat bagi siapa pun, dari mana pun, yang ingin belajar membatik. Katura berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang mau belajar membatik. Dengan demikian, mereka juga bisa menghargai batik sebagai hasil kreasi seni budaya Indonesia yang bernilai tinggi.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


TRAVELING KEDIRI

Ritual Sesaji

Gunung Kelud

Saat Gunung Sinabung dan Merapi menggeliat, masyarakat lereng Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar ritual sesaji untuk berdamai dengan alam. Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dijauhkan dari bencana sekaligus menghormati leluhur yang dipercaya mendiami gunung setinggi 1.731 meter ini. Teks & Foto ARIEF PRIYONO

58

LIONMAG FEBRUARI 2014


H

ujan baru reda namun jalanan masih gelap terhalang kabut. Pengendara harus ekstrawaspada, kalau perlu memicingkan mata agar tetap bisa menatap pandang meski terbatas. Salah antisipasi, jurang menganga di kiri-kanan jalan siap menanti. Apalagi beberapa sisi jalan longsor belum diperbaiki. Kerikil bercampur longsoran tanah siap menggelincirkan para pelintas jika tidak berhati-hati. Begitu pula sejumlah tanjakan yang curam. Setelah melintasi Pos Pengamatan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, wisatawan memang tidak lagi menjumpai rumah warga.

Seandainya cuaca bersahabat, hamparan kebun nanas, tekstur bukit, dan lansekap menawan bisa menjadi bonus tersendiri selain jalan berkelok-kelok dan jurang tadi. Musim hujan tidak bisa ditolak. Saya pun hanya berharap bisa segera tiba ditempat parkir, kemudian berjalan-jalan menikmati sejuk udara pegunungan. Setiba di areal parkir matahari mulai ramah menyapa. Warga lalu-lalang menyiapkan ritual sesaji. Sejumlah gunungan yang dirangkai dari jajanan pasar dan hasil bumi pun siap diarak. Kendaraan wisatawan mulai berdatangan. Sementara sejumlah warung yang berjajar rapi di sisi areal parkir sudah mulai melayani pembeli. Acara dibuka dengan tarian sejumlah gadis. Lantas sesaji-sesaji

diarak warga lereng gunung. Diawali dengan sejumlah remaja putri yang menjadi cucuk lampah, kemudian tetua-tetua desa setempat. Ada lima desa yang tampak hadir dan tertulis dalam sejumlah sesaji utama, yakni Desa Sugihwaras, Desa Babadan, Desa Ngancar, Desa Pandantoyo, dan Desa Sempu. Semuanya terletak di lereng Gunung Kelud dengan wilayah administrasi Kecamatan Ngancar. Arak-arakan meninggalkan lokasi parkir menuju kubah lava dengan perjalanan melintasi terowongan. Beruntung sekarang terowongan telah dilengkapi penerangan meski jarak antara satu titik lampu ke titik lain terbilang agak jauh. Fungsi terowongan yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1926 ini sejatinya

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


untuk mengalirkan lahar jika terjadi letusan Gunung Kelud. Berkat terowongan sepanjang 100 meter ini pula, wisatawan tak perlu repot-repot mendaki gunung untuk mencapai kubah lava atau anak Gunung Kelud. Kubah lava merupakan gundukan isi perut bumi yang dominan, terdiri atas material pasir dan batu. Sebelum muncul anak gunung tersebut, lokasi ini berupa danau kawah berwarna kehijauan. Ketika Gunung Kelud erupsi pada 2007, muncullah fenomena kubah lava itu. Lokasi yang dulu berupa danau menghilang seiring munculnya material perut bumi yang membukit. Dilokasi itu setiap bulan Suro pada penanggalan Jawa, warga lereng gunung selalu mengadakan

60

LIONMAG FEBRUARI 2014

ritual sesaji untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terlindung dari letusan Gunung Kelud. Legenda Lembu Suro Seperti daerah-daerah lain, keberadaan Gunung Kelud juga tidak bisa lepas dari legenda lokal yang dipercaya masyarakat turuntemurun. Konon Gunung Kelud bukan berasal dari gundukan tanah meninggi secara alami karena energi magma bumi, seperti lazimnya proses terjadinya gunung. Gunung Kelud terbentuk dari ‘’pengkhianatan cinta’’ seorang putri bernama Kilisuci terhadap dua raja sakti, Mahesa Suro dan Lembu Suro. Kala itu Dewi Kilisuci, putri dari Kerajaan Jenggala (Kediri) yang terkenal atas

kecantikan parasnya, dilamar untuk diperistri dua raja tersebut. Ternyata yang melamar bukan dari bangsa manusia. Lembu Suro merupakan sosok berkepala Lembu (sapi) dan Mahesa Suro adalah sosok berkepala Mahesa (kerbau). Karena kenyataan tersebut, Dewi Kilisuci bersiasat menolak lamaran mereka. Suatu hari ia membuat sayembara yang, tampaknya, mustahil bisa dipenuhi siapa pun. Wujud sayembara itu adalah membuat dua sumur. Satu sumur berbau amis, sedangkan sumur lainnya berbau wangi. Sayembara ini harus dilaksanakan selama satu malam dan harus selesai menjelang fajar tiba. Dengan kesaktiannya, Lembu Suro dan Mahesa Suro menyanggupi memenuhi sayembara itu. Di luar dugaan, mereka pun


HOTEL Raya Kuta Bali

.

Now

for n e Op

! ! s g n i k o o B HARRIS Raya Kuta Starting from

468

Rp HOTELS

.000 Nett Room/Night

/HARRISRayaKuta

HARRIS Hotel Raya Kuta - Bali Jl. Raya Kuta No. 83 E, Kuta - Badung, Bali - Indonesia t. +62 361 763 863 f. +62 361 763 867

@HARRISRayaKuta

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


berhasil merampungkan permintaan Dewi Kilisuci. Akan tetapi Dewi Kilisuci masih belum mau diperistri salah satu dari dua raja tersebut. Dibuatlah satu permintaan lagi. Kedua raja itu harus benar-benar membuktikan kedua sumur tersebut benar-benar berbau wangi dan amis dengan cara masuk ke dalamnya. Karena terpedaya rayuan Dewi Kilisuci, keduanya pun menuruti permintaan itu dan masuk sumur. Ketika dua raja itu berada dalam sumur, Dewi Kilisuci meminta prajuritnya menimbun sumur tersebut dengan batu. Tamatlah riwayat Lembu Suro dan Mahesa Suro. Namun sebelum ajal Lembu Suro sempat bersumpah, ‘’Ya, wong Kediri mbesok bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi kedung (Ya, orang Kediri besok akan mendapat balasanku yang sangat

62

LIONMAG FEBRUARI 2014

besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan rata menjadi daratan, dan Tulungagung akan jadi danau).’’ Dari legenda itu, masyarakat lereng Gunung Kelud pun melakukan sesaji sebagai tolak balak sumpah yang pernah diucapkan Lembu Suro. Ritual Giri Kerti Selain ritual sesaji yang digelar masyarakat lereng gunung, pada hari yang sama umat Hindu dari Parisada Hindu Dharma Kediri juga menggelar upacara Giri Kerti. Selain bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, upacara itu juga untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar terhindar dari bencana. Menurut Ni Made Susilawati, Ketua Parisada Hindu Dharma Kediri, upacara Giri Kerti ini juga agar umat Hindu diberi kekuatan lahir dan batin serta jauh dari marabahaya. ‘’Dahulu saat masih

ada danau kawah, upacara ini disebut ‘Pakelem’ karena bentuknya melarung sesaji ke air. Sekarang karena danau sudah hilang dan digantikan kubah lava, nama ritualnya juga berubah menjadi Giri Kerti,” tuturnya menjelaskan. Upacara ini dihadiri ratusan umat Hindu dari Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Berpakaian serbaputih, mereka khidmat mengikuti semua tahapan ritual. Dalam ritual Giri Kerti, umat Hindu juga membawa berbagai macam sesaji persembahan dan sejumlah unggas. Setelah memanjatkan doa-doa, sesaji tersebut kemudian diletakkan di bebatuan kubah lava. ‘’Semua sesaji ini memiliki makna. Sebut saja unggas (bebek) yang mampu membedakan mana ikan dan mana lumpur. Itu berarti umat Hindu harus bisa membedakan yang benar dan yang salah,” kata Ni Made Susilawati.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


TRAVELING SUMBA

SAVANA SUMBA TIMUR

“Negeri Tersembunyi’’ Negeri Dambaan Teks & Foto Yusuf Ahmad

64

LIONMAG FEBRUARI 2014


Di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu Aneh, aku jadi ingat pada Umbu Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari membusur api di atas sana Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka Bila mana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut Dan angin zat-asam panas mulai dikipas dari sana Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari Beri daku sepucuk gitar, bossa-nova dan tiga ekor kuda Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak berkata, namanya Sumba Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua Dan bola api, merah-padam, membenam di ufuk yang teduh Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari membusur api, cuaca kering dan ternak melenguh Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


P

uisi Taufiq Ismail itu membawa kita pada dunia khayal tentang Sumba, ke sebuah alam yang belum pernah dipijak sebelumnya namun terasa begitu indah. Sumba adalah padang-padang terbuka. Keindahannya membuat siapa pun betah berlama-lama menikmati hamparan padang berbukit nan tak berujung. Langit biru yang selalu terasa dekat dan seolah hendak runtuh, jatuh, membuat kita berkhayal di padang ini tidak ada langit yang jauh. Semua terasa dekat. Padang alang-alang ini semua berguna. Lihatlah bagaimana ia dijadikan atap rumah, bagaimana saat

66

LIONMAG FEBRUARI 2014

ia menjadi santapan kuda-kuda liar, bagaimana saat ia diabadikan menjadi sebuah foto, lalu disajikan di depan mata kita. Sepanjang Sumba Barat Daya hingga ke bagian timur Sumba, pemandangan di depan mata terus menggoda. Kehidupan sehari-hari, cara berpakaian, dan budaya Sumba yang masih kental selalu menarik dijamah dengan optik kamera. Sumba sungguh menjadi ‘’negeri tersembuyi’’. Belum banyak yang tahu keindahan alamnya. Belum banyak yang tahu cara hidup dan budaya mereka. Sepertinya kita dibawa hanya ke dunia khayal sebagaimana Taufiq Ismail membawa kita ke dunia mayanya.


Kambata Mapambuhang Kambata Mapambuhang, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kambata Mapambuhang berarti ‘’negeri yang didambakan’’. Kecamatan ini merupakan satu dari 22 kecamatan di Kabupaten Sumba Timur. Di kecamatan itulah kita bisa menikmati bentangan bukit-bukit savana. Alam Sumba Timur yang memiliki bentang berupa bukit-bukit savana dengan luas berhektarehektare itu menjadi pemandangan yang membuat kita berdecak kagum. ‘’Indonesia masih memiliki alam yang indah dan belum tersentuh. Tak menyangka ada savana

seindah ini di negeri Indonesia,’’ kata Meg, rekan yang mendampingi saya dalam perjalanan ke Sumba. Perjalanan menuju savana ini sebenarnya bukan tujuan utama saya. Namun saya tidak bisa berpaling dan begitu terperangah kala menatap bukit-bukit savana yang tak berujung bagai lautan itu. Jalanan berkerikil berkelok-kelok membelah hamparan savana luas yang tampak tak berujung. Nyaris tak tampak rimbunan pohon. Hanya dahan kering yang tampak dari kejauhan. Hanya sesekali menyaksikan warga melintas atau sibuk dengan keseharian mereka, pun deru satu-dua mobil melintas menyisakan empasan debu ke hamparan bukit. Hampir semua mobil yang melintas jenis double

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


68

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

69


Savana di Sumba ini bukan padang bentukan baru. Gemak Sumba (Turnix everetti), salah satu habitat yang hidup hanya di padang rumput, menjadi bukti savana ini telah ada sejak dulu kala.

cabin dan angkutan antardesa berupa truk dilengkapi sejumlah kursi panjang menyerupai bus. Muatannya penuh manusia dan barang. Tak jarang ada yang berdiri di bagian belakang truk bersama tumpukan barang terikat. Perjalanan lebih dari dua jam itu akhirnya tiba di sebuah­perkampungan ujung savana. Matahari sudah tak tampak. Yang tersisa di hadapan mata hanya pancaran warna kuning keemasannya yang menyelinap masuk rumah dan menerobos ranting pepohonan kering. Hampir seluruh pedesaan yang kami lewati seolah berada di puncak bukit. Desa dengan rumah-rumah klan jerami berbentuk unik. Warga memertahankan tradisinya. Padang rumput nan luas. Kuda betebaran di mana-mana. Semuanya menguatkan status Sumba

70

LIONMAG FEBRUARI 2014

sebagai salah satu pulau terkemuka di Indonesia. Kuda, yang di wilayah-wilayah lain hanya muncul dalam pertunjukan budaya dan olahraga, masih menjadi moda transportasi di bukit savana. Masyarakat setempat juga masih menjadikan hewan itu simbol kekayaan dan lambang status sosial. Savana di Sumba ini bukan padang bentukan baru. Gemak Sumba (Turnix everetti), salah satu habitat yang hidup hanya di padang rumput, menjadi bukti savana ini telah ada sejak dulu kala. Sejauh melempar pandang ke savana, keindahan itu membuat siapa pun serasa tiada mampu melepasnya. ‘’Cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan.’’ (Melodia, Umbu Landu Paranggi).


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


DESTINATION TANGERANG

The Pearl of

Tangerang Benteng Heritage Museum TEXT & PHOTOS PETER MILNE

72

LIONMAG FEBRUARI 2014


I

t comes as a big surprise to learn that the Jakarta suburb of Tangerang, known today for its sprawling factories and warehouses, has a history that makes it unique in the Indonesian archipelago. It is believed to be the site of one of the first settlements of ethnic-Chinese settlers in the archipelago. Although there are signs that Chinese merchants had contacts with Indonesia dating back as far as the 6th century, permanent settlements were another matter. A man called Chen Chi Lung is thought to have led a small band of followers from the northern Javanese coast, close to what would later become Batavia, up the River Cisadane in 1407. These initial settlers are also thought to have been acolytes of the famous Muslim admiral from China, Cheng Ho, who led a total of seven great Chinese fleets of huge wooden junks to Indonesia

and beyond in the period 1405-33 during the Ming Dynasty. So, this means that ethnic-Chinese settlement in Indonesia, starting in Tangerang, occurred a full century before the first contact with European explorers. These settlers have since become known as “Cina Benteng”, meaning “the Chinese of the fort”, a name that derives from the fact that Tangerang and the bend in the River Cisadane became the site of a Dutch fort in the 17th century. The fort was built in order to protect the Dutch settlement of Batavia (modern-day Jakarta) from attack by the unruly Bantenese further west. The ethnic-Chinese descendants remain thus named to this very day. So, it’s fascinating to consider that today’s sprawling district of Tangerang started life as a small village of Chinese settlers on the banks of the River Cisadane in the early 15th century. Before the property developers

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

73


and factories arrived, this was a fertile rural area of rice fields and rubber plantations. If you go to the old centre of Tangerang today, and wander down the narrow, crowded old market (Pasar Lama), you’ll still see old Chinese-style buildings with their characteristic low curving sloped roofs and a lively 17th century Chinese temple where incense still smolders. One man, a third-generation descendant, has made it his mission to try to save a little of what is left of the Chinese heritage in Tangerang. Udaya Halim (Chinese name: Lim Tjin Pheng), born and raised in old Tangerang, is using this heritage to help encourage the Tionghoa community — as the ethnic-Chinese community is now known — to appreciate and preserve their traditions and identity, and also educate Indonesians as a whole about the longevity and richness of their country’s Chinese heritage. Pak Udaya, as a small boy growing up in a modest house overlooking the Pasar Lama, would sometimes gaze over the narrow lane towards a large old Chinesestyle house on the other side, and wonder what secrets it contained. Much later in life, after starting successful King’s English Language School in Tangerang and expanding it to other cities, Pak Udaya had a dream one night that he found himself inside the house. That was the moment he knew it was his destiny to buy the old house, renovate it, and turn it into a museum dedicated to the preservation and revelation of the Chinese heritage of Indonesia — before it was too late. He had recently visited the old trading port of Malacca, in Malaysia, and it was like

74

LIONMAG FEBRUARI 2014

a déjà vu for him: today’s Bandar Tua Malacca was just as Pak Udaya wanted the future Pasar Lama to become, a living monument to Tionghoa heritage tourism. Pak Udaya had been impressed by the quality of the restored houses in Malacca and, as a result, felt more confident that a similar transformation could be made here in Tangerang. Today, Pak Udaya’s dream has finally starting to come true. Purchased in September 2009, lovingly and carefully restored in its original style, and keeping as many of the original features and materials as possible, the association of Museum Benteng Heritage was founded on the auspicious date of 11th November 2011 (11/11/2011). At least one example of a 17th century Chinese-style house in Tangerang has been saved and restored to its former glory. Constructed on two main floors with a beautiful firstfloor terrace overlooking the street below, the building contains many historic artifacts and pictures of Tionghoa life in Indonesia from over the centuries, together with explanations of the importance of the voyages of Admiral Cheng Ho in spreading the Chinese heritage across Asia and beyond. For instance, there’s a collection of old opium scales from different periods from across the region, examples of traditional Tionghoa costumes that were borrowed from the 18th and 19th century Qing Dynasty, and a collection of tiny ladies’ shoes used for the bound feet of woman in the days when the Chinese thought that small feet enhanced a woman’s beauty. There are also examples of an ivory mahjong set, Chinese artifacts found in the vicinity of old Tangerang, and examples of old Chinese techniques and styles of batik fabric. One of the most impressive original elements of the house is a delicate relief surrounding the first-floor opening towards the skylight above. This relief


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


depicts the story of General Kwan Kong, a famous Chinese general widely revered as an epitome of loyalty and righteousness, thought to date from the 17th century. Museum Benteng Heritage is very much a living museum and community hall, as it is now used by the local Tionghoa in Tangerang and, increasingly, by the wider Chinese diaspora in Indonesia to hold cultural events. These events include the hosting of traditional Tionghoa wedding ceremonies, kebaya and sarong fashion shows that show how the Tionghoa adapted local fashions to incorporate traditional Chinese designs, and culinary festivals using the house’s own kitchen to show off traditional Tionghoa food (known also as Peranakan or Baba Nyonya food). In fact, Museum Benteng Heritage has grown in reputation to become such an important icon of Indonesian Tionghoa culture that it has won several prestigious awards, such as: the MURI (Museum Records Indonesia) Cipta Pesona Award, from the Ministry of Tourism, for the best cultural a tourism destination in 2012; the Gold Winner of Prix D’Excellence Award for

76

LIONMAG FEBRUARI 2014

Heritage Restoration from FIABCI Indonesia in 2012; and the Silver Winner of FIABCI International in 2013. This last award, akin to the Oscar of real estate, is given to real estate projects that embody excellence in all disciplines of their creation. Pak Udaya is unwavering in his energy and dedication to the cause of preserving the Tionghoa identity and traditions in Indonesia, not as a way of showing off Chinese culture but to educate all Indonesians, both indigenous and Tionghoa, in how the mixing of cultures has created this unique Tionghoa heritage in Indonesia — a story that started here in Tangerang in the early 15th century. There’s no holding him back now: he has recently bought and is in the process of renovating another Chinese-style building just a couple of blocks away, on the banks of the River Cisadane. This he intends to turn into a café and restaurant specializing in Tionghoa (Peranakan/ Baba-Nyonya) food, even offering cooking classes to those keen to continue the culinary Peranakan Tionghoa traditions. His latest ambition is to protect the old Tionghoa area of Tangerang from further destruction and to turn Pasar Lama, with its 17th century temple and early 18th century mosque — which have lived in close harmony for three centuries — into a heritage site for cultural tourism. If you’d like to visit the museum, it’s open to visitors six days a week (closed on Mondays) and, if arranged in advance (info@bentengheritage. com), can also include an interesting 45-minute heritage walk taking in other Tionghoa buildings, including the stillfunctioning Boen Tek Bio temple and the old 18th century mosque with its unique pagodashaped building just around the corner.

C

M

Y

CM

MY

CY

CMY

K


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


DESTINATION SHANGHAI

78

LIONMAG FEBRUARI 2014


Menyapa Selebritis di

MUSEUM MADAME TUSSAUD

Teks & Foto YUDASMORO MINASIANI

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

79


J

ackie Chan menyambut saya di pintu masuk. Ia tampil sumringah dengan senyuman khasnya. Sebuah lorong agak gelap mematung di samping aktor laga yang tenar dengan gaya kung fu komedinya itu. Saya memasuki lorong dan kembali disambut oleh Tom Cruise yang juga memamerkan pesonanya dengan senyum khasnya. Di sampingnya, Nicole Kidman, berdiri agak berjauhan dengan Tom. Keretakan rumah tangganya tak memungkinkan lagi bagi mereka tampil mesra di depan publik. Tak jauh dari sang bintang Mission Imposible itu, tampak Bill Gates sedang duduk dengan sebuah laptop menyala di sampingnya. Tampaknya ia puas dengan produk Windows terbarunya. Saya tidak sedang menghadiri acara penyerahan anugerah perfilman Hollywood. Saya bahkan datang tanpa mengenakan tuxedo dan tidak diantar limousine. Saya sedang menikmati sebuah museum yang terkenal dengan karya-karya patung lilinnya yang legendaris. Madame Tussaud Museum-Shanghai. Begitu yang tertera pada pintu masuk bangunan. Museum ini tidak berdiri pada sebuah bangunan tersendiri. Ia terdapat pada sebuah gedung bergaya Victoria, yang juga berfungsi sebagai pusat pertokoan. Dengan

80

LIONMAG FEBRUARI 2014

membayar tiket seharga 150 yuan, saya bisa berfoto dan mengelilingi isi museum ini sepuasnya. Gedungnya terkesan agak sempit dengan ruangan museum dihiasi lampu agak redup. Beberapa artis besar dunia dipajang di sini dalam bentuk replika patung lilin. Madame Tussaud Museum adalah museum yang memajang karya-karya Madam Tussaud dalam bentuk patung lilin. Tak cuma artis, tokoh politik seperti Bill Clinton, Vladimir Putin, dan Barack Obama juga ada di museum ini. Bahkan beberapa atlet kenamaan dunia juga tampil menghiasi museum ini. Ruangan pertama tak begitu luas. Di sini berdiri patung-patung artis Hollywood seperti Tom Cruise, Nicole Kidman, Michelle Yeoh, Andy Lau, Edward Cullen, serta sederet bintang lainnya. Ruang pertama ini cukup ramai pengunjungnya. Kelebihan museum ini adalah siapa pun dapat berfoto dengan bebas bersama bintang idolanya. Menyentuh patung pun tidak dilarang. Sangat berbeda dengan ketentuan di museum-museum yang selama ini pernah saya kunjungi. Di ruangan berikutnya, saya bisa berjumpa sang legendaris pencipta gadget paling populer, Steve Jobs. Di dekatnya berdiri pula sang jenius Albert Einstein. Sepertinya ini galeri khusus untuk mereka yang berkecimpung dalam hal teknologi dan ilmu


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


TRAVELING LAOS

pengetahuan. Seperti saya duga, untuk berfoto dengan patung Steve Jobs, saya harus antre cukup lama. Di pojok ruangan, terdapat ruangan khusus yang menjadi milik Madonna. Sang penyanyi tenar itu tidak dalam posisi berdiri seperti patung lainnya tapi sedang duduk santai di sebuah sofa berwarna merah cerah. Pengunjung boleh berfoto dengan sang bintang pujaannya. Karena ruangan ini cukup sempit dan hanya menjadi milik Madonna, untuk bisa berfoto dengannya saya juga harus rela berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Berikutnya saya dapat menyapa keluarga Kerajaan Inggris, seperti Pangeran William dan Kate Middleton.

82

LIONMAG FEBRUARI 2014

Bahkan saya juga bisa berjumpa ibu sang pangeran, mendiang Putri Diana. Museum ini juga memiliki ruangan khusus yang memajang patung-patung khusus penyanyi, mulai dari Elvis Presley, Michael Jackson, Kylie Minoque, Lady Gaga, hingga Aaron Kwok, Teresa Teng, dan Leslie Cheung. Proses pembuatan patung juga sekilas ditunjukkan di ruangan ini, terutama pada bagian pembuatan bola mata. Jujur saja, sejak masuk museum, saya takjub dengan bola mata yang kelihatan begitu asli. Kejelian tingkat tinggi pun dibutuhkan dalam proses pembuatan patung. Semua patung yang ada di sini dibuat sesuai ukuran aslinya, termasuk pola retina bola matanya. Menarik kan?


Anna Maria membuat patung pertamanya tahun 1777, saat usianya baru 16 tahun. Karyakaryanya terus berlanjut dengan membuat patung keluarga kerajaan Perancis.

Meski sangat mengandalkan keterampilan seni tingkat tinggi tapi beberapa patung tampil agak mengecewakan. Keasliannya tak seperti yang saya bayangkan. Bahkan patung Barack Obama pun tampak seperti manekin toko pakaian. Terlalu mengkilap! Setidaknya itu menurut pengamatan mata awam saya. Begitu juga dengan tokoh Lady Gaga. Sang penyanyi ‘’kontroversial’’ ini tampil dengan sangat kaku dan kurang ekspresif. Jauh dari ekspektasi saya. Meski begitu, secara keseluruhan museum yang membanderol harga tiket sebesar 150 yuan per orang ini tidak mengecewakan. Saat memasuki ruangan olah raga, Tiger Woods terlihat cukup serius memperhatikan hole-nya. Sementara Michael Jordan dan Yao Ming tampak saling beradu lemparan 3 angka. Semuanya dibuat dengan ukuran sesungguhnya. Berada di antara mereka membuat saya seperti anak umur 7 tahun yang berdiri di antara dua orang dewasa. Kesuksesan Madame Tussaud Museum sebenarnya tak selaras dengan masa suram yang pernah dijalani Anna Maria (nama asli Madame Tussaud). Terlahir di Strasbourg, Prancis, ia menimba ilmu membuat patung dari Dr. Phillipe Curtius, majikan tempat ibunya bekerja.

Ia membuat patung pertamanya pada 1777 saat baru berusia 16 tahun. Karya-karyanya terus berlanjut dengan membuat patung keluarga Kerajaan Prancis. Anna Maria menjadi dekat dengan kalangan ningrat Prancis saat itu. Tapi hubungan manis ini tak bertahan lama. Meletusnya Revolusi Prancis membawanya pada masa-masa kelam. Anna Maria sempat ditahan. Ia harus mencari kepalakepala korban perang yang dipenggal untuk dibuatkan topeng dan kemudian membuat replika kepala-kepala korban itu untuk digantung di sepanjang jalan Kota Paris. Masa kelam itu membuat Anna Maria (yang menikahi Francois Tussaud) terusir dari negerinya sendiri. Ia terpaksa menetap di Inggris dan membuka museum pertamanya di London. Tapi kondisi kini berubah. Karya-karya Tussaud telah memukau jutaan turis di beberapa kota besar dunia. Museum Madame Tussaud kini tersebar di penjuru dunia, seperti di London, Las Vegas, Amsterdam, Bangkok, Hong Kong, Washington DC, New York, dan Shanghai. Masa kelam Tussaud kini berubah cerah. Secerah senyum Robbie William dan pasangan Angelina Jolie–Brad Pitt yang saya tatap sesaat sebelum meninggalkan museum.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


DESTINATION BALI

THE

SUKARNO CENTER

84

LIONMAG FEBRUARI 2014


Seperti tiada habis-habisnya Pulau Bali memiliki tujuan wisata baru untuk pengunjungnya. Kini ada Istana Mancawarna –dari sebuah kerajaan yang belum kita kenal— tapi sudah mulai bersinar di jalur utama antara Denpasar ke Tampaksiring. Inilah lokasi The Sukarno Center, sebuah museum yang menyimpan semua hal tentang mantan Presiden Soekarno. Teks & Foto Paul Zacharia

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

85


D

i antara foto-foto, artefak, piagam, serta berbagai memorabilia kita dibawa kembali ke era heroik penuh dinamika dan romantika dari Bapak Bangsa kita. Berlokasi 1 km sebelum Istana Tampaksiring, The Sukarno Center menempati lahan seluas hanya 1.000 meter persegi. Meskipun tidak terlalu besar dan cuma dua lantai, museum ini disebut sebagai Istana Mancawarna dan diresmikan pada 10 Nopember 2011 oleh Ketua Dewan Pembina The Sukarno Center yang juga putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri. Museum yang didirikan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIIÂ dan Sukmawati ini terpilih sebagai Museum Terbaik di Bali dalam Bali Best Brand 2013 yang diadakan di Grand Bali Beach Sanur.

86

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

87


CULINARY

Berdasarkan polling BBB, museum ini dianggap yang terbaik dari 10 museum yang dinominasikan sehingga menambah pamor kawasan Tampaksiring. Selama tahun 2012–2013 museum ini telah dikunjungi oleh presiden dan perdana menteri dari 90 negara dan kerajaan di dunia. Berdasarkan polling BBB, museum ini dianggap yang terbaik dari 10 museum yang dinominasikan sehingga menambah pamor kawasan Tampaksiring. Enong Ismail, ketua dewan kurator, layak berbangga karena selama tahun 2012–2013 museum ini telah dikunjungi oleh presiden dan perdana menteri dari 90 negara dan kerajaan di dunia. Sejumlah tokoh populer seperti Gubernur DKI Jakarta Joko ‘’Jokowi’’ Widodo, ketua dan anggota Komisi Yudisial RI, sejumlah menteri kabinet, forum raja sultan (FSKN), serta wisatawan dari seluruh dunia menambah daftar panjang pengunjungnya. Dengan menampilkan foto-foto bersejarah yang diperbesar, koleksi museum ini ditata cukup rapi dan berselera. Turis mancanegara yang singgah pasti akan terkesan dengan melihat relasi Bapak Negara mereka dengan Bapak Bangsa kita. Banyak memori tentang para kepala negara mereka dalam berbagai kesempatan pasti

88

LIONMAG FEBRUARI 2014

akan terasa, sebagai jembatan silaturahmi antarbangsa, karena presiden perdana kita itu memang sangat beken dan terekspose luas ke dunia. Di museum tersebut bisa disaksikan beberapa foto kehidupan pribadi Soekarno yang termasuk langka dan jarang diketahui publik, seperti momen keluarga saat almarhum bercengkerama di lapangan rumput dengan istri dan anak-anaknya. Salah satunya, tentu Megawati ketika masih anak-anak. Masih di ruang yang sama, tampak fotonya dengan Ratna Sari Dewi saat masih muda, juga dengan Marylin Monroe, artis seksi Amerika. Di saat lain, tampak Presiden Soekarno bergaul akrab dengan wong cilik, bahkan ikut mengecek kap mobil presiden yang terbuka karena sedang mogok. Tiba-tiba Bung Karno terasa sangat dekat dengan semua pemirsanya. Bapak Bangsa ini memang layak diabadikan dalam berbagai rupa.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

89


PEMENANG

BIMONTHLY CERIA ANAK INDONESIA PHOTO CONTEST Periode DESEMBER 2013 - JANUARI 2014

Lomba Foto Dua bulanan Lionmag pada periode Desember 2013-Januari 2014 ini bertema Ceria Anak Indonesia dengan batas penerimaan 20 Januari 2014 telah selesai. Setelah melalui proses seleksi dan penjurian yang dilakukan oleh tim Lionmag maka ditetapkan pemenangnya adalah:

PEMENANG PERTAMA: halkin filhawan - joyride

90

LIONMAG FEBRUARI 2014


PEMENANG KEDUA Akhmad Solihin - Lomba Lari Sawah

PEMENANG KETIGA Arbain Rambey - Gadis Sumba

Lomba foto periode Februari-Maret 2014 mengangkat tema FESTIVAL BUDAYA. Batas akhir pengiriman foto pada 20 Maret 2014 dan setiap peserta dibatasi maksimal mengirimkan karyanya sebanyak 3 foto. Penulisan nama file sebagai berikut: namapeserta_judul foto_no telp/HP peserta.jpg Co: ahmad riyanto_tari topeng_0215736773.jpg INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

91


HOT STUFF

Sony PS4 Game Masa Kini Anda penggemar game, jangan lupa menyisakan uang untuk membeli Sony Play Station 4 atau PS4. Game ini  menggunakan prosesor x86 yang biasanya digunakan pada komputer, dan diperkuat RAM 8GB. Dengan sejumlah komponen tersebut, Sony PS4 mampu menghasilkan grafis yang menakjubkan dengan detail yang tinggi. Untuk desain, tampilannya hampir sama dengan DualShock 4, di mana kemampuan controllernya jauh lebih baik dari generasi sebelumnya, sebab menggunakan touchpad, kamera 3D yang bisa mendeteksi pergerakan pemain melalui sebuah bar bercahaya. Selain itu PS4 bisa dimainkan di Sony Play Station Vita.

Oppo R1 Buat Kalangan Menengah Dilihat dari segi tampilan dan fitur, Oppo R1 ditujukan buat kalangan menengah, karena tampilannya yang elegan. Dalam berkerja, telepon pintar asal China itu menggunakan sistem operasi Android Jelly Bean 4.2.2 yang telah disempurnakan. Oppo R1 juga menggunakan prosesor Quad Core yang memiliki kecepatan 1.3 GHz. Kelebihan lain adalah layar 5.0 inci, dan menggunakan jenis layar IPS LCD yang memiliki 16 juta warna. Membuat tampilan layar semakin jernih dan tajam, diatambah lagi dengan adanya perlindungan layar, yaitu Corning Gorilla Glass 3 yang mampu melindungi layar Oppo R1 dari gesekan dan benturan benda kasar.

Acer Iconia A1-830 Bukan Sekedar Acer Untuk melengkapi penampilan dan memudahkan bekerja – lengkapi diri Anda dengan Acer Iconia A1-830. Tablet satu ini memiliki resolusi layar lumayan besar, yaitu 768 x 1024 pixels. Namun sayang, Acer Iconia A1-830, tidak dilengkapi SIM Card, jadi pengguna hanya bisa mengoperasikannya seperti layaknya komputer biasa. Meski tidak memiliki SIM Card, pengguna dapat mengoperasikannya, seperti layaknya smartphone, browsing internet, merekam video dan aktivitas lainnya. Acer Iconia A1-830 telah dilengkapi kamera utama 5 MP, namun tidak dilengkapi fitur LED Flash. 92

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

93


HOT STUFF Denon Cocoon DSD-501

Xperia Z1 Compact Tahan Debu dan Air Sony akhirnya memperkenalkan Xperia Z1 Compact yang merupakan Xperia Z1 versi mini dengan layar 4,3 inci. Sony Xperia Z1 Compact mengalami penurunan spesifikasi dari Xperia Z1, terutama pada ukuran layar dan baterai. Tak hanya mewarisi spesifikasi dari Xperia Z1, telepon pintar ini dibekali bahan alumunium dan kualitas rancang bangun yang setara dengan sang kakak. Selain itu, Xperia Z1 Compact memiliki sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air dengan standar IP58. Sony akan memasarkan Xperia Z1 Compact mulai bulan Februari.

Galaxy Camera 2 Tampil Lebih Langsing dan Ringan Samsung Galaxy Camera 2 hadir dengan bodi lebih langsing dan ringan. Desain lekukan bagian handgrip dengan sudut bulat tetap dipertahankan. Termasuk layar, tetap mempertahankan layar sentuh HD Super Clear 4,8 inci, penggunaan lensa sudut lebar 23mm dengan zoom optikal 21x, opsi ISO 100 hingga 3200, dan sensor BSI CMOS 1/2.3 inci. Hadir dalam dua varian warna, yaitu hitam dan putih, serta dilengkapi prosesor Quad-Core Exynos terbaru 1.6 Ghz dengan RAM 2GB, sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean. Kemampuan merekam video pada kecepatan 120 fps diresolusi 768Ă—512 pixel, 28 Smart Mode lebih lengkap. Termasuk mode Selfie-Alarm bagi penggemar foto diri sendiri. Pengguna juga dapat layanan Dropbox berkapasitas 50GB gratis selama dua tahun. 94

LIONMAG FEBRUARI 2014

Selain mengandalkan AirPlay sebagai penghubung ke perangkat iOS, speaker berdesain unik ini memiliki koneksi WiFi sehingga dapat menghubungkannya ke gadget lain berbasis Android atau Windows tanpa menggunakan kabel. Dock ini juga dilengkapi port Ethernet, port jack audio 3.5 mm, dua buah tweeter berukuran 40 mm, sepasang woofer berdiameter 100 mm, amplifier Class D berkekuatan 4x25 watt, dan docking retractable untuk menancapkan iPod/iPhone yang dapat bersembunyi saat tidak digunakan. Bagian dock juga dilengkapi panel OLED yang menampilkan info lagu yang sedang diputar dan semua tombol navigasinya menggunakan soft button di bagian atas. Jika bosan mendengarkan koleksi lagu dari perangkat gadget Android atau iOS, Denon Cocoon DSD-501 menyediakan fitur Internet. Speaker ini hadir dalam 2 pilihan warna hitam dan putih dengan harga sekitar US$ 406.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

95


DINE IN

Collaboration

timur. Beberapa menu pembuka yang layak Anda coba diantaranya Exotic Seafood Salad dan Boccocini of Mozzarella. Untuk soup, ada Minestrone Alla Genovese dan Tomato Soup. Menu utama yang direkomen, Eastern Food seperti Grand Aston Fried Rice, Ayam Kampung Bakar Madu, Oxtail Soup Kedondong dan King Prawn Rendang. Sedangkan untuk Western Food ada Pave of Salmon, Ox-rib Texas, Mini Chateaubraind dan Parmesan Breaded Chicken. Jika Anda masih sanggup untuk melanjutkan culinary journey. Beberapa menu penutup bisa dicoba, seperti Valrhona Jivara 55% Viena Cake, Parfait Walnut served in Strawberry Coulis dan Valrhona Hot Chocolate Fondant. Menu penutup ini akan lebih nikmat dipadukan dengan secangkir Cappuccino atau American Latte. Dijamin sensasi dan kepuasan menyantap makanan di resto ini, akan membuat Anda datang kembali. Bon Appetit!

Western & Eastern Foods

G

rand Aston Yogyakarta, hotel bintang lima yang lebih mengarah ke hotel bisnis dan city hotel dengan target group meeting ini dilengkapi fasilitas seperti restaurant, meeting room, swimming pool, spa, fitness center dan convention center. Dari dua fasilitas restoran yang dapat Anda coba, salah satunya Saffron Restaurant yang terletak di belakang lobby utama. Saffron Restaurant menjadi rekomendasi untuk dicoba, karena makanannya memiliki rasa yang otentik. Konsep perpaduan barat

96

LIONMAG FEBRUARI 2014

Teks Fernandito & Foto Grand Aston Yogyakarta

dan timur terlihat dari tampilan interior, ornamen kayu, logam, dan penataan meja-kursi. Secara tata ruang restoran ini terbagi dua bagian, yaitu bagian dalam berkapasitas 100 orang dan bagian luar berkapasitas 50 orang. Resto ini buka dari jam 06.30 WIB sampai menjelang tengah malam, atau dengan kata lain melayani breakfast, lunch dan dinner. Menu-menu yang tersaji sangat bervariasi sesuai dari konsep resto, yaitu perpaduan barat dan

Grand Aston Yogyakarta Jl. Urip Sumoharjo No. 37, Yogyakarta 55222 T. 0274-566999 • F. 0274-553999 www.GrandAstonYogyakarta.com


ibisbudget.com | accorhotels.com

FROM IDR *

294.000 nett

NOW OPEN @ JUANDA INTERNATIONAL AIRPORT

ibis Budget Surabaya Airport is designed to offer you the essentials comfort at a budget price. You’ll get even better than a good night’s sleep in our cocoon rooms that accommodate up to three people. Comfortable beds with soft duvet, a pleasant, contemporary atmosphere, an XL shower, free unlimited Wi-Fi access, and all-you-can-eat-buffet. Terminal Bandara International Juanda Jl. Ir. Juanda No. 1, Sedati Sidoarjo 61253 - Indonesia P: +62 31 8688115 Email: reservation@ibisbudget-surabaya-airport.com

DEEP SLEEP, DREAM PRICE.

*Terms and conditions apply

Find ibis Family Indones ia : Jakarta - Bandung - Semarang - Solo - Surabaya - Yogyakar ta - Pekanbaru - Balikpapan - Bali - Malang - Padang

J O I N O U R G L O B A L L OYA L T Y P RO G R A M AT ACCO R H OT E L S . CO M

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

97


DINE IN

Classic and Authentic

Italian Restaurant

G

rand Aston Bali Beach Resort, hotel bintang lima yang terletak di kawasan Tanjung Benoa ini memiliki fasilitas empat restoran, satu diantaranya Giorgio Italian Restaurant. Resto yang terletak di lantai dua hotel ini, terdiri dari dua area dining, indoor dan outdoor. Konsep klasik Itali yang ingin ditonjolkan oleh resto yang berkiblat ke Piedmont, Lombardy dan Toscana, dapat dilihat dari tampilan desain interior area indoor dan lighting, serta meja-kursi bergaya desain klasik. Atmosfer Itali semakin terasa kuat saat membuka daftar menu yang ditawarkan pelayan. Keaslian rasa dapat Anda buktikan sendiri dimulai Anti Pasto, diantaranya Carpaccio Di Manzo, Melanzane Alla Griglia con Ancora Proprietario dan Giorgio Platter yang terdiri dari Buffalo Mozzarella with Pesto, Prosciutto with Melon, Grilled Eggplant, Vitello Tonato dan Marinated Artichoke. Seperti menu pembuka restoran Italia lainnya, resto ini juga menyajikan Insalata atau Salad direkomen Caprese, Ruccola dan Frutti Di Mare. Untuk Zuppe atau menu soup, cobalah Minestrone, Crema Di Funghi dan Di Vongole. Menjadi lebih menarik jika mencicipi Homemade Pasta, yang diantaranya Gamberi Fusilli alla Creama, Beef Ravioli, Ravioli Al Frutti Di Mare, Tagliolini Nera Polpa di Grancio, Tagliatelle Al Gamberi dan Tortellini Prosciutto e Funghi. Setelah itu jangan lupa memesan Secondi Di Carne E Pesce atau menu utama yang lain, seperti Contro Filleto Alla Il Mio, Filetto Di Salmone Alla Griglia, Manzo Alla Saltimbocca, Tuna Alla Griglia dan chef rekomen Quail Straordinaria. Masih sanggup untuk mencoba menu penutup? Dolce atau Dessert yang seluruhnya menggunakan

resep Itali seperti Tortino Caldo Al Cioccolato Fuso, Zabaglione Con Fragole, Coppa Amarena, Trilogy of Crème Brulee, Tiramisu dan Strawberry Cheese Cake akan memberikan cita rasa yang berbeda. Melengkapi semua menu yang tersaji, tersedia juga pilihan wine lokal dan impor di wine cellar yang terlihat lumayan besar. Dengan iringan musik jazz akustik menambah nilai lebih resto ini bagi Anda yang membutuhkan tempat makan dengan suasana romantis. Bon Appetit! Teks Fernandito & Foto Grand Aston Bali Beach Resort

Grand Aston Bali Beach Resort • Jl. Pratama 68X, Tanjung Benoa, Nusa Dua - Bali• T. 0361-773577 • F. 0361-774954 • www.GrandAstonBali.com

98

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

99


DINE IN

Romantic, Delicious &

Comfortable Place

M

engunjungi Metis Restaurant and Gallery saat anda berada di Bali untuk wisata kuliner atau sekedar bersantai sangat direkomen. Terlebih di bulan February yang dikenal dengan bulan kasih sayang ini, karena resto ini bernuansa homey dan terasa romantis. Menempati area yang lumayan luas dengan udara segar dan pemandangan sawah serta tidak jauh dari pantai, resto ini menjadi favorit bagi penggemar menu makanan dari Perancis yang dipadukan dengan menu Asia. Bangunan besar resto ini terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian

100

LIONMAG FEBRUARI 2014

depan untuk Gallery berisi koleksi benda-benda seni, memasuki ruang selanjutnya yang terbagi menjadi dua bagian indoor dan outdoor untuk resto dan lounge serta dibagian atas gallery terdapat function room yang sering digunakan untuk private event. Resto yang dibuka dan melayani lunch dan dinner ini, memiliki beberapa menu andalan mulai dari menu Starter seperti; Yellow Fin Tuna Tartare with Sesame Oil, Kalamata Olive Tapenade, Les Escargots, Salmon Roe, Crème Fraiche Blinis and Condiments. Untuk Main Course; Black pepper Steak, Home Made French Fries

dan Traditional Beef Stroganoff and Steamed Rice. Khusus penggemar ‘Foie Gras’ tersaji dalam menu khusus, yang terbagi menjadi menu Cold diantaranya; Terrine of Foie Gras, Apple Cloves Compote, Morello Cherry Sauce, Crispy Foie Gras and Yellow Tuna Sushi Roll, Trilogy of Foie Gras. Sedangkan untuk menu Hot antara lain; Pan Seared Foie Gras, Staar Fruit Confit, Seared Poached Foie Gras, Chicken Dashi Broth, Our Legendary pan Seared Hot Foie Gras. Khusus untuk lunch, resto ini memiliki promo paket menu yang setiap harinya berbeda. Bon Appetit! Teks Fernandito & Foto Metis Restaurant and Gallery

Metis Restaurant and Gallery Jl. Petitenget No. 6 Kerobokan Kelod Kuta - Bali 80361 T. 0361-4737888 www.metisbali.com


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

101


CULINARY

Kumandang

Luti Gendang

S

aat kita berada di Batam, lupakan sejenak sarapan di hotel. Karena ada satu tempat spesial untuk membuka pagi dengan menikmati sarapan ditempat favorit di kota ini. Ya, Kedai Mie Tarempa yang berada di Batam Centre. Kedai ini tak pernah sepi pengunjung. Sebenarnya, Tarempa sendiri adalah sebuah daerah di luar Pulau Batam, namun masih dalam wilayah Kepulauan Riau. Tarempa masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, letaknya cukup jauh dari

102

LIONMAG FEBRUARI 2014

Batam. Banyak orang Tarempa yang mengadu nasib di Batam dan tentu saja dengan adanya kedai ini paling tidak dapat mengobati rasa kangen mereka akan kampung halaman. Kedai ini selalu ramai pengunjung saat sarapan dan waktu makan siang. Saking ramainya, kadang pengunjung harus rela menunggu giliran mendapat tempat duduk yang kosong. Nah, di kedai ini kita bisa menikmati berbagai makanan khasnya antara lain mie goreng, kwetiau goreng, gado-gado dan sup ikan. Rasa mie gorengnya

memang khas dengan tingkat kekenyalan mie nya yang pas. Mie di sini homemade alias dibuat sendiri dari tepung sagu tanpa bahan pengawet. Pantas saja rasanya nikmat, apalagi setelah menikmati mie Tarempa langsung menyeruput secangkir kopi panas yang begitu harum dan nikmat. Nah, satu lagi yang jangan sampai terlewatkan saat kita berada di kedai ini. Yaitu satu camilan yang mereka namakan Luti Gendang. Biasanya camilan ini langsung dihidangkan begitu kita duduk. Luti Gendang berbentuk bulat lonjong berwarna coklat keemasan. Sebenarnya kalau boleh dibilang camilan ini lebih seperti roti goreng dengan ukuran tak begitu besar. Rotinya yang lembut namun begitu renyah bagian luarnya ini ternyata di dalamnya diisi abon ikan tongkol yang aroma dan rasanya memang juara. Kumandang Luti Gendang ini nyatanya nyaring hingga jauh di luar pulau Batam sehingga tak heran jika banyak pengunjung yang sengaja membawanya menjadi buah tangan bagi keluarga di rumah. Teks & Foto RISTIYONO


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

103


POSTCARD

104

LIONMAG FEBRUARI 2014


papua

01.02.2014 D O N E SI

A

IN

Papua

PULAU SAONEK Melakukan perjalanan ke daerah Wayag Raja Ampat Papua jangan pernah lupa sebelum sampai ke kawasan top view, sempatkanlah singgah di beberapa pulau yang dilalui. Satu diantaranya pulau Saonek. Anda akan temukan pemandangan alam yang menarik, dipadukan dengan kegiatan keseharian penduduk, khususnya anak-anak yang berburu ikan. Air yang bening biru kehijauan, memerlihatkan ikan ikan berbagai jenis, corak dan warna berseliweran dengan bebas. Joel Mochammad

BEKASI

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

105


106

LIONMAG FEBRUARI 2014


nan yun

01.02.2014 C HINA

China

The Black Dragon Pool The Black Dragon Pool adalah taman yang paling terkenal di Jade Spring Park (Yu Quan Gong Yuan), terletak di kaki gunung Elephant Hill. Dapat di tempuh dengan berjalan kaki dari Kota Tua Lijiang di Provinsi Yunnan, China. Dibangun pada tahun 1737 semasa Dinasti Qing dan menawarkan pemandangan spektakuler gunung Yulong Xue Shan (Jade Dragon Snow Mountain) sebagai backgroundnya. Dalam rangkaian perjalanan saya ke Yunnan adalah mengunjungi Lijiang, disebelah Utara dari Lijiang Old Town dapat kita jumpai Black Dragon Pool, setelah sibuk berkeliling Lijiang Old Town selanjutnya melangkahkan kaki memasuki taman ini. Konon Black Dragon Pool ini dibangun untuk mengusir roh-roh jahat sekaligus jadi tempat liburan raja-raja. KARNADI LIM

MEDAN

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

107


Bromo

mo bro

KOBOI BROMO

01.02.2014

I

D O N E SI

AKBAR FAISAL

JAKARTA

Pantai Klayar

SPHINX VAN JAVA

pacitan

01.02.2014

D O N E SI

A

I

N

Pantai Klayar berlokasi di 45 km sebelah barat Kota Pacitan. Perjalanan menuju pantai ini merupakan tantangan tersendiri yang memacu adrenalin dengan rute yang naik turun dan berkelok tajam dengan jalur jalan sempit. Pantai eksotik berpasir putih ini mempunyai laguna cantik di sisi timur dengan dekorasi alam yang luar biasa yaitu batu karang berbentuk Sphinx dan adanya fenomena seruling samudera. Lukas Ris Indarto

YOGYAKARTA

108

LIONMAG FEBRUARI 2014

A

Di tengah tiupan angin dingin pegunungan para “Koboi Bromo� menghela kuda menanti wisatawan yang ingin berkelana merasakan sensani di atas kuda berpacu di lautan pasir yang luas.

N


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

109


Jember

Tanjung Papuma

jember 01.02.2014

DONE

SI

A

I

N

Eksotis. Itulah kata yang terucap ketika saya melihat pantai ini pertama kali. Perjalanan sekitar 5 jam dari Kota Surabaya ke arah Jember, Jawa Timur. Berlokasi di desa Sumberejo kecamatan Ambulu kabupaten Jember. Pantai ini sekitar 37 km dari pusat kota Jember. Perjalanan yang melelahkan seakan terbayar lunas ketika kita melihat pesona alam yang elok ini. Pantai berpasir putih, bebatuan yang membentuk bukit bukit kecil dan sunset nan indah tersaji dalam pesona alam yang sangat menakjubkan. M. Aan Anshori Shoim

SURABAYA

HO CHI MINH CITY Dulu dikenal sebagai Saigon, lalu berganti nama menjadi Ho Chi Minh City setelah berakhirnya perang Vietnam April 1975. Kopi yang nikmat dan seafood kaki lima, terutama menjajakan aneka jenis kerang, tersebar hampir di seluruh penjuru kota. Sepeda motor merajai jalanan di HCM City

Syamsu Hudaya

JAKARTA

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut

110

email : 2014 postcard.lionmag@gmail.com LIONMAG ke FEBRUARI

h

Vietnam

hi minh oc

01.02.2014 VI

ETNAM


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

111


112

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

113


info ssq

“Barang Terlarang”

di Dalam Pesawat DANGEROUS GOODS!!

Pernahkah anda mengalami kejadian di saat hendak melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, pisau lipat Swiss anda disita oleh petugas keamanan bandara? Atau anda harus merelakan parfum yang anda beli sebagai oleh-oleh berpindah ke tangan petugas keamanan? Atau Anda mungkin berpikir, mengapa harus terjadi demikian? Lewat artikel ini, kami akan berbagi informasi mengenai barang-barang dan zat yang tidak diperbolehkan atau dibatasi pada penerbangan komersial. Dalam dunia penerbangan komersial, ada dua istilah untuk barang-barang yang dilarang masuk ke pesawat komersial, yaitu “Dangerous Goods” dan “Security Item”. Untuk lebih jelasnya silakan anda simak penjelasan di bawah ini.

Dangerous Goods Dangerous goods (DG) didefinisikan sebagai bahan atau benda yang dapat membahayakan pesawat dan/atau penumpangnya jika dibawa, sehingga dilarang atau hanya boleh dibawa dengan memperhatikan kemasan, jumlah, posisi penyimpanan, perlakuan terhadap benda lain, atau kategori penerbangan tertentu (cargo). Berdasarkan peraturan International Civil Aviation Organization (ICAO - Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) Annex 18 dan Surat Keputusan Kementrian Perhubungan Indonesia, Dangerous Goods dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

114

LIONMAG FEBRUARI 2014

Oleh: SSQ Team Lion Air

Diperbolehkan untuk diangkut melalui Udara Yaitu jenis barang berbahaya yang dapat diangkut dengan mengikuti persyaratan atau proses tertentu, yaitu sudah diklasifikasikan oleh orang yang berwenang dan bersertifikat, dikemas sesuai dengan klasifikasinya, diberi marka dan label, serta disertai dengan dokumen resmi. Beberapa benda yang termasuk benda dengan kategori ini adalah: Minuman beralkohol. Minuman harus berada dalam kemasan tersegel maksimum 1 liter per kemasan, kadar alkohol yang diperbolehkan 24% - 70%, dan maksimal satu orang hanya boleh membawa 5 liter. Obat semprot, parfum, hairspray, pasta, dan gel. Maksimum satu penumpang hanya boleh membawa barang ini ke dalam kabin sebanyak 1 liter dengan kemasan masingmasing 100 ml. Sementara tidak ada batasan jika disimpan di dalam bagasi. Alat bantu kesehatan, seperti tabung oksigen (max 5 kg), obat-obatan, atau baterai lithium yang digunakan untuk mengoperasikan alat bantu kesehatan dapat dibawa ke dalam kabin dengan menyertakan dokumen pendukung seperti surat keterangan dokter.

Tidak diperbolehkan diangkut melalui udara Yaitu bahan atau barang yang dapat meledak, menimbulkan reaksi yang membahayakan, menimbulkan api atau perubahan panas yang membahayakan atau mengeluarkan emisi beracun, korosif, atau gas dan uap yang mudah terbakar pada kondisi normal dalam penerbangan. Contoh benda yang termasuk kategori ini adalah petasan, kembang api, tabung gas LPG, korek api gas, tabung pemadam kebakaran, cat, thinner, alcohol, bahan bakar minyak, butane fuel, dll.

Barang pengecualian yang dapat diangkut melalui udara Yaitu bahan atau barang berbahaya yang biasanya tidak diperbolehkan, namun diberikan perkecualian karena fungsinya, seperti peralatan penunjang kelaikan pesawat udara, perlengkapan pelayanan di pesawat udara (mis: parfum & aerosol), dry ice untuk pemberian layanan makanan & minuman di pesawat. Dangerous goods ini dibagi menjadi sembilan kelas, yaitu: Kelas 1: Explosive, yaitu semua bahan peledak dan sangat dilarang dalam penerbangan.


Kelas 2: Flammable Gas, yaitu gas bertekanan,mudah terbakar. Kelas 3: Flammable Liquid, yaitu cairan yang mudah terbakar. Kelas 4: Flammable Solid, yaitu zat padat yang mudah terbakar. Kelas 5: Oxidizing Substances & Organic Peroxides, yaitu zat yang mudah menghasilkan oksigen sehingga dapat dengan mudah mengakibatkan kebakaran. Kelas 6: Toxic, yaitu zat padat / cair yang bila dihirup atau ditelan akan menyebabkan kematian. Kelas 7: Radioaktif, yaitu bahan/barang/benda yang memancarkan radiasi. Kelas 8: Corrosive, yaitu bahan yang dapat merusak jaringan kulit atau mempunyai tingkat korosif yang tinggi. Kelas 9: Miscelaneous, yaitu bahan padat atau cair yang mengganggu atau menyebabkan ketidaknyamanan.

Security Item Security item adalah barang-barang yang dapat membahayakan keselamatan orang lain, sehingga pengangkutannya harus diatur. Untuk membawa security item ini diperlukan izin atau dokumen khusus, contohnya polisi yang membawa senjata api atau senjata tajam atau atlit panahan yang membawa anak panah dan busurnya. Security Item diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, yaitu: Senjata api dan perangkat lain yang dapat melontarkan proyektil yang mampu, atau tampak mampu, digunakan untuk mencederai secara serius yang disebabkan oleh pemakaian sebuah proyektil, antara lain: • Semua jenis senjata api, seperti: pistol, revolver, senapan, shotguns • senjata mainan, replika senjata dan senjata api tiruan yang dapat disalah gunakan untuk mengelabui sebagai senjata nyata • Komponen senjata api, termasuk teleskopis • Senjata yang menggunakan tekanan angin, seperti pistol angin, senapan pelet, senapan angin dan senapan pelontar bola, Pistol suar dan pistol starter • Senjata tradisional, seperti busur panah, tombak, ketapel, dll. Perangkat yang dirancang khusus untuk membuat pingsan/melumpuhkan, antara lain : • Perangkat untuk melumpuhkan, seperti: senjata bius, pistol setrum (tasers) dan peralatan setrum, Perangkat pelumpuh hewan (stunner) dan perangkat pembunuh hewan • Bahan kimia, gas dan semprotan yang dapat melumpuhkan, seperti: semprotan merica, semprotan capsicum, gas air mata, semprotan asam dan semprotan pembasmi hewan

Benda dengan ujung atau sisi yang tajam yang dapat menyebabkan cedera serius karena dikhawatirkan dapat mencederai orang lain, seperti: kapak, silet, pisau lipat, cutter, pisau dengan panjang lebih dari 5 (lima) cm dari titik pegangan, dll. Alat kerja yang dapat menyebabkan cedera serius atau mengancam keamanan penumpang dan/atau pesawat udara, misalnya: linggis, pencong, cangkul, bor, obeng, pahat, gergaji, dll. Alat tumpul yang jika digunakan untuk memukul mampu menyebabkan cedera serius, antara lain: tongkat (tongkat pemukul, pemukul blackjacks, tongkat keamanan, tongkat hockey, golf, billiard, dll), racket, dan peralatan seni bela diri. Bahan peledak, zat pembakar dan bahan atau zat lainnya yang mampu, dan dapat digunakan untuk menyebabkan cedera serius atau mengancam keamanan pesawat udara. Dengan pengetahuan ini diharapkan Anda mampu memilah barang-barang yang akan anda bawa bepergian. Jangan sampai barang yang anda bawa pulang sebagai oleh-oleh malah disita petugas karena tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

Beberapa kecelakaan yang disebabkan oleh Dangerous goods & Security Item 1. Asiana Boeing 747-400F, pada 28 Juli 2011, dilaporkan terbakar 50 menit setelah take off dari Incheon, Korea Selatan. Investigasi mengindikasikan bahwa ada barang dangerous goods yang dibawa, termasuk baterai lithium ion. 2. Pada 3 September 2010, sebuah Boeing 747-400F terbang dari Dubai International Airport menuju Cologne, Jerman. Pesawat kemudian terbakar dan jatuh di selatan Dubai International airport. 3. Pesawat DC10 milik FedEx terbakar setelah landing di Newburgh, USA karena terbakar pada cargo compartment. 4. Pesawat DC8 yang dioperasikan oleh UPS hancur pada 5 September 2013 karena kebakaran yang berasal dari salah satu cargo container. 5. Pesawat DC93 terbakar pada 11 Mei 1996. Api berasal dari dangerous goods yang berada di cargo. Pesawat kemudian jatuh di Florida Everglades, USA. 6. Empat pesawat, American Airlines no penerbangan 11 dan 77, dan United Airlines no penerbangan 175 dan 93 dibajak orang bersenjata sehingga dua dari pesawat tersebut ditabrakkan ke gedung World Trade Centre, satu pesawat ditabrakkan ke gedung Pentagon, dan satu lainnya jatuh di Pennsylvania, USA.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

115


BATAM HUB Airline

Rute

Jam

RUTE

JAM

MULAI TANGGAL 6 DESEMBER 2013 Lion Air

Batam – Balikpapan (Non Stop)

16.45 Wib

Balikpapan – Batam (Non Stop)

11.20 WITA

Lion Air

Batam – Manado (Via Bpn)

16.45 Wib

Manado – Batam (via BPN)

06.00 WITA

Lion Air

Batam – Makassar (Via Bpn)

16.45 Wib

Makassar – Batam (via BPN)

09.10 WITA

Lion Air

Batam – Palu (Via Bpn)

16.45 Wib

Palu – Batam (via BPN)

06.05 WITA

Lion Air

Berau – Batam (via BPN)

07.00 WITA

Lion Air

Tarakan – Batam (via BPN)

06.00 WITA

5X Jakarta – Batam

06.10, 09.25, 11.00,

SUDAH BEROPERASI Lion Air

5X Batam – Jakarta

08.35, 11.50, 13.25, 15.35, 19.05 Wib

13.10, 16.40 WIB

Lion Air

3X Batam – Pekanbaru

09.10, 13.30, 15.25 Wib

3X Pekanbaru – Batam

10.40, 15.00, 16.55 WIB

Lion Air

3X Batam – Surabaya

09.00, 13.45 (Via Bdo), 14.55 Wib

3X Surabaya – Batam

08.05, 09.25 (via BDO), 11.50 WIB

Lion Air

2X Batam – Medan

10.55, 14.40 Wib

2X Medan – Batam

07.00, 12.55 WIB

Lion Air

Batam – Padang

16.30 Wib

Padang – Batam

07.50 WIB

Lion Air

Batam – Jogjakarta

09.40 Wib

Jogjakarta – Batam

12.20 WIB

Lion Air

Batam – Bandung

13.45 Wib

Bandung – Batam

11.20 WIB

Lion Air

Batam – Palembang

18.30 Wib

Palembang – Batam

07.30 WIB

Lion Air

Batam – Jambi

12.10 Wib

Jambi – Batam

13.45 WIB

Wings Air

Batam – Bengkulu

17.55 Wib

Bengkulu – Batam

06.30 WIB

Wings Air

Batam – Pangkal Pinang

12.40 Wib

Pangkal Pinang – Batam

16.05 WIB

Wings Air

Batam – Tanjung Pandan (Via Pgk)

12.40 Wib

Tanjung Pandan – Batam (via PGK)

15.15 WIB

Wings Air

Batam – Natuna

08.45 Wib (Sen, Sel, Kam, Sab)

Natuna – Batam

10.35 WIB (Sen, Sel, Kam, Sab)

Wings Air

Batam – Silangit

08.30 Wib (Rab, Jum, Ming)

Silangit – Batam

10.35 WIB (Rab, Jum, Ming)

SEGERA DIBUKA RUTE BARU Lion Air

Batam – Semarang

09.45 Wib

Semarang – Batam

12.20 WIB

Lion Air

Batam – Pontianak

12.00 Wib

Pontianak – Batam

13.55 WIB

116

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

117


LION AIR GROUP FLEET

Boeing 747 - 400 Total 2 units 506 seats ECONOMY

Boeing 737 - 900 ER & 800 NG 88 UNITS IN SERVICE 737-900 ER 215 SEATS ECONOMY 737-800 NG 189 SEATS ECONOMY

Boeing 737 - 900 ER 6 UNITS IN SERVICE 168 seats economy. 12 seats business.

Boeing 737 - 900 ER 6 UNITS IN SERVICE 168 seats economy. 12 seats business. ATR 72-600 3 UNIT

Boeing 737 - 900 ER 2 UNITS IN SERVICE 215 SEATS ECONOMY

ATR 72-500 & 72-600 27 UNITS IN SERVICE 72 seats economy.

118

LIONMAG FEBRUARI 2014


WELCOME ABOARD

SELAMAT DATANG Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat Ponsel Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. PERALATAN ELEKTRONIK Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut. BARANG -BARANG BERBAHAYA LAINNYA Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. MEROKOK Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan. PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi. UTAMAKAN KESELAMATAN Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan.

Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

MULAI 19 DESEMBER 2013 (THAI LION AIR) JAKARTA - BANGKOK & CHIANG MAI JAKARTA - BANGKOK (2X Sehari Jam 06.30, 14.40) BANGKOK - JAKARTA (2X Sehari Jam 10.10, 19.20) JAKARTA - CHIANG MAI (via Bangkok) Jam 06.30 CHIANG MAI - JAKARTA (via Bangkok) Jam 17.50 MULAI 20 DESEMBER 2013 (BATIK AIR) JAKARTA - MAKASSAR, AMBON, KUPANG JAKARTA - MAKASSAR (3X Sehari Jam 06.00, 10.50, 17.15) MAKASSAR - JAKARTA (3X Sehari Jam 09.50, 15.00, 22.50) JAKARTA - AMBON (2X Sehari Jam 00.30, 13.00) AMBON - JAKARTA (2X Sehari Jam 06.50, 19.20) JAKARTA - KUPANG Jam 02.30 KUPANG - JAKARTA Jam 08.00

MULAI 30 DESEMBER 2013 (MALINDO AIR) JAKARTA - NEW DELHI

BAGASI Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi Anda. - Carry on baggage (Bagasi Kabin) Tidak lebih dari 7 kg

40 cm

Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda.

30 cm

20 cm

- Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 15 kg Kelas Bisnis : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 15 kg Kelas Bisnis : 30 kg

JAKARTA - NEW DELHI (via Kuala Lumpur) Jam 13.15 NEW DELHI - JAKARTA (via Kuala Lumpur) Jam 22.20

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

119


ROUTE MAP LION GROUP

120

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

121


LADY IN THE AIR

Ucha Ratu

Garis Keluarga Awak Kabin “Memang, banyak yang salah paham dengan namaku. Dikira nama panggilan. Padahal Ucha itu nama asli. Ratu ini maksudnya mewarisi kecantikan. Kesimpulannya, tarik sendiri deh,” ujar Ucha Ratu memulai pembicaraan. Perempuan yang berusia awal 20-an ini tampak tangkas berbicara. Gayanya tampak selaras dengan cita-citanya yang bagai garis lurus. Ucha, gadis kelahiran Jambi, 27 Februari itu sejak dini memang telah memaku cita-citanya ke lapisan terdalam memori kanak-kanak dan remajanya: Menjadi pramugari. Ucha memang bergerak seperti garis lurus dalam hal cita-cita. Hal itu didukung profesi ibunya yang pernah menjadi awak kabin pula. Putri kedua dari 3 bersaudara pasangan Moh. Yani dan Novi Rama ini lahir dan besar di Jambi hingga masa SMA sebelum akhirnya masuk ke batch 149 pendidikan flight attendant Lion Air pada tahun 2012. Namun yang tidak diketahui orang banyak, Ucha memang serius menjadi pramugari. Makanya begitu menamatkan sekolahnya di SMA 2 Jambi, ia masuk ke PSPP, semacam sekolah pramugari, sebelum bergabung dengan Lion Air. Gadis dengan postur tinggi 162 cm dan bobot 53 kg ini tampaknya memang sudah siap. Sewaktu SMA pernah menjadi Juara I Busana Kebaya se-Jambi. Keikutsertaannya dalam event sejenis bukan hanya sekali, dan ia “langganan” juara. “Remaja seusia saya saat itu cenderung memilih bidang foto model. Itu sih wajar. Tapi entah kenapa, saya cocok dengan profil busana kebaya. Mungkin karena pembawaan saya yang dewasa. Kebaya itu memang membuat kita tampil elegan,” komentar penggemar shopping dan nonton film ini.

Ketika ditanya apa punya cita-cita lain, Ucha juga tegas menyebut ingin menjadi lawyer, suatu hari nanti. “Aku ini berani dan pintar ngomong. Itu memang bawaanku. Pokoknya pantang menyerah,” tutup peminum jus buah naga ini.

122

LIONMAG FEBRUARI 2014

TEKS: GEGEN - FOTO: MAKHFUDZ

Yang menarik ketika Ucha ikut memromosikan Jambi, yang menurutnya punya banyak daya tarik termasuk kuliner, seperti pempek jambi hingga tempoyak durian. Bahkan ia tampak ngotot menjelaskan tentang batik jambi. “Batik Jambi itu ada, dengan motif flora, indah. Cuma memang jarang dibahas. Tidak seperti kita memperbincangkan batik Cirebon, Pekalongan, Jogja, Solo, Sidoarjo, Madura. Tapi itu menunjukkan bahwa negeri kita kaya sekali akan khazanah busana tradisional,” ujar pelahap donat, burger, dimsum, kwetiaw dan bubur ayam ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

123


124

LIONMAG FEBRUARI 2014


Bagi adik-adik yang ingin mendapatkan majalah Cubbo silahkan minta ke Kakak Pramugari. Dalam majalah tersebut Adik-adik bisa berkreasi. Oh iya, adik-adik jangan kecewa ya kalau tidak mendapatkan majalah Cubbo, karena memang tergantung pada persediaan yang ada. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

125


126

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

127


128

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

129


130

LIONMAG FEBRUARI 2014


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

131


132

LIONMAG FEBRUARI 2014

LIONMAG FEBRUARI 2014  

Travel, Pulau Rote, Iran, Sumba Timur

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you