Page 1

EVENT : FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010

The Inflight Magazine of Lion Air

VOLUME V / DECEMBER 2010

PONTIANAK & SINGKAWANG gold, trade and the confluence of Chinese, Malay & Dayak culture

DESTINATION

BAUBAU

BALEO

&PAUS LAMALERA

TUK K UNNTUK G TITDIDAAKAUPULLAANNG U IBIBAAWWA P NTUK T DD K A U

YAA UNPTU SAW T HAN Y S E AWA HADNIATA S PES ACACA DIATA DIBIB A D

DECEMBER 2010 LIONMAG

1


2 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

1


Content LIONMAG DECEMBER 2010

Foto: Peter Milne

2

8

NEWS AROUND

48

EVENT

TRAVEL

12

LEISURE

50

SPECIAL

PONTIANAK

28

WISDOM IN THE AIR

58

GALLERY

22

30

DESTINATION

60

TIPS

36

EVENT

66

BALI SECTION

ARCHIFILE

42

TRAVEL

78

LADY IN THE AIR

ALMERE STAD

2 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

3


22 COVER HIT FESTIVAL TOPENG NUSANTARA FOTO : Toto Santiko Budi

30

Contributors JEMY VESTIUS CONFIDO

1

Master of Science in Engineering Management Tufts University, AS, ini kini bertugas sebagai Master Trainer pada Telkom Training Center, Bandung. Bidang yang diajar Member of Society Competitive Inteligent Professional (SCIP) hingga need analysis.

CAMPBELL BRIDGE

36

2 PAUL I ZACHARIA

3 PETER MILNE

78

4

Penggemar foto dan travel ini belajar memotret sejak usia 10 tahun, dan acap menjadi juri lomba foto lokal dan nasional sejak 1987. Sebagai fellow perdana di Indonesia dari lembaga fotografi Royal Photographic Society, Inggris, ia kerap menulis di media nasional.

Lahir di Inggris, Peter Milne telah tinggal dan bekerja selama 14 tahun di Indonesia. Saat ini bekerja dan menetap di Jakarta sebagai konsultan pembangunan. Pada edisi ini Peter menulis tentang Tuscany di Italy

TOTO SANTIKO BUDI

5

4 LIONMAG DECEMBER 2010

Sehari-hari Campbell Bridge adalah seorang Lawyer di Sidney Australia. Tapi hobinya pada fotografi telah membawanya pada setiap kesempatan di pelosok Asia Tengah, Himalaya, hingga Asia Tenggara. Dia sangat terpesona dengan budaya keramahan penduduk Indonesia. Sejak 2007 aktif menulis kisah perjalanan di Majalah ini.

Fotografer lepas, tinggal di Jakarta. Mengawali karir di Surabaya, tahun 2000. Sebagai staf foto Harian Radar Surabaya. Tahun 2005 bergabung dengan Jiwa Foto Agency Jakarta. Sejumlah karyanya pernah dimuat media lokal dan Internasional, seperti koran Tempo, National Geographic Indonesia dan Destin Asia.


DECEMBER 2010 LIONMAG

5


cockpit’s note

PRESIDENT DIRECTOR Rusdi Kirana DIRECTOR OF PRODUCTION Capt. Ertata Lananggalih

TETAP MELAYANI, MEMBERI YANG TERBAIK Waktu berjalan terus tanpa terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2010 dan tidak lama lagi akan masuk tahun baru 2011. Kami patut bersyukur atas dukungan para pelanggan semua sehingga Lion Air bisa berkembang dan sampai akhir tahun ini telah menerima 43 unit pesawat baru jenis Boeing 737-900 ER dan rencananya tahun depan akan tiba 16 unit lagi dari total 178 yang telah dipesan. Segala usaha dan inovasi terus kami lakukan guna meningkatkan dan menyempurnakan pelayanan kepada seluruh penumpang Lion Air dan Wings Air. Tentunya langkah kami tidak akan berhenti sampai di sini saja. Termasuk peningkatan sumberdaya manusia menjadi prioritas kami sehingga faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan tetap terjaga bahkan semakin meningkat kualitasnya. Penambahan armada pesawat baru dan pembukaan rute-rute baru terus kami kerjakan. Hal ini sebagai wujud komitmen kami untuk turut membangun bangsa Indonesia. Juga komitmen untuk selalu memberi yang terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia. Dalam kesempatan ini perkenankanlah kami mengucapkan Selamat Hari Natal bagi segenap penumpang yang merayakannya dan Selamat Tahun Baru 2011. Kiranya di tahun yang baru nanti memberi semangat dan harapan yang baru untuk berkarya lebih baik lagi.

DIRECTOR OF OPERATION Capt. Hadikuntjoro Filemon DIRECTOR OF TECHNICS Romdani DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait GM SALES & MARKETING Rudy Lumingkewas GM SERVICE Andi Burhan

PUBLISHER & EDITOR IN CHIEF Makhfudz Sappe EDITOR Ed Zoelverdi, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain, Ristiyono MARKETING MANAGER A Gener Wakulu

Selamat menikmati penerbangan Anda.

MARKETING Fransiska Ririn Tri Astuti, G. Hardianto, Rusman Madjulekka, Adriansyah, M. Lottong Makkaraka

Salam,

DESIGNER Gerald Manuel Wangsasaputra

Rusdi Kirana President Director

MARKETING SUPPORT Farid K FINANCE Ade Kristanti CIRCULATION M. Solichin BALI REPRESENTATIVE Fernandito Haka, Yurison Suryantara PUBLISHED BY PT BENTANG MEDIA NUSANTARA ADVERTISING Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com editorial@lionmag.com

HOTLINE : 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

online magazine @ www.issuu.com/lionmagazine 6 LIONMAG DECEMBER 2010

Majalah LIONMAG terbit setiap bulan dan di distribusikan ke seluruh pesawat Lion Air. LIONMAG juga dapat dibaca di seluruh outlet The Coffee Bean, Walnut Cafe dan Dome Coffee.


DECEMBER 2010 LIONMAG

7


neWs ARoUnD

YOU. C1000

Minuman Kesehatan Bagi Tubuh

Kebutuhan Vitamin C penting bagi tubuh kita, termasuk Anda yang sering berpergian keluar kota maupun luar negeri. Selain menjaga dan meningkatkan stamina tubuh, Vitamin C dosis tinggi juga bermanfaat memperkuat sistem imun tubuh, bagus untuk menguatkan tulang dan gigi, kecantikan kulit, serta mengurangi risiko terkena serangan jantung. YOU•C1000 tersedia dalam 2 jenis produk yang dibuat dari bahan-bahan alami dengan teknologi modern dari Jepang. YOU•C1000 Vitamin Orange, Lemon dan Apple untuk Anda nikmati setiap hari sebagai minuman kesehatan yang menyegarkan. YOU•C1000 Lemon Water dan Orange Water minuman isotonik dengan 1000 mg Vitamin C, diperuntukkan bagi Anda yang aktif dan cocok diminum sehabis berolahraga atau beraktivitas. Dengan mengonsumsi YOU•C1000 Anda bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan kulit yang cantik.

PLANT TODAY fOR A GREENER TOMORROW Pop! Harris Hotel yang berlokasi di Jl. Teuku Umar No. 74 Denpasar Bali mengadakan Green Opening dengan tema “Plant Today for A Greener Tomorrow” pada 8 November 2010 lalu. Acara ini ditandai dengan penanaman pohon di sepanjang jalan depan hotel yang sejalan dengan aspirasi Pop! Harris Hotel untuk menjadi sebuah wadah dalam rangka mempromosikan kesadaran akan lingkungan dan perilaku hijau kepada tamu, pemasok, lingkungan sekitar dan rekan bisnis. “Pop! Harris Hotel akan dihubungkan dengan segala inisiatif yang berhubungan dengan kesadaran lingkungan baik dalam taraf lokal, propinsi bahkan nasional,” kata Marc Steinmeyer, President Director dari Tauzia Hotel Management. “Kami telah menjalin kerja sama yang erat dengan Green Building Council Indonesia dan juga tercatat sebagai member aktif.” Acara pembukaan ini dihadiri oleh perwakilan dari Tauzia Hotel Management, Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Denpasar serta beberapa organisasi hijau.

8 LIONMAG DECEMBER 2010

kkb bRI SOLUSI KENDARA KELUARGA Awalnya mobil merupakan kebutuhan tersier, kendati begitu sekarang kendaraan roda empat ini sudah menjadi kebutuhan sekunder karena sangat fungsional bagi keperluan rumah tangga. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Merencanakan anggaran adalah salah satu yang terpenting untuk dilakukan. KKB BRI merupakan pilihan yang tepat untuk membiayai mobil yang akan Anda beli secara kredit. KKB BRI memiliki fitur unggulan antara lain : • Bunga ringan dengan program KKB Extra 4,6% per tahun* • Jangka waktu fleksibel hingga lima tahun • Angsuran tetap dan pembayaran angsuran pertama dilakukan satu bulan setelah realisasi pinjaman sehingga total pembayaran awal ringan • Uang muka ringan, bahkan bisa memanfaatkan produk DP 0%* • Syarat mudah • Proses cepat Nikmati berbagai keunggulan dan kemudahan untuk Anda dan miliki mobil idaman bersama KKB Extra BRI. Informasi lebih lanjut hubungi : CALL BRI 14017 atau 021-57987400 *Syarat dan ketentuan berlaku


STAY AND EXPERIENCE THE DIffERENCE HOTEL ATLET CENTURY PARK-JAKARTA Hotel Atlet Century Park adalah hotel bisnis bintang empat dengan lokasi strategis di Jakarta. Hotel ini memiliki 475 kamar dan suite serta memiliki ruangan serba guna yang mampu mengakomodir berbagai acara dengan daya tampung 10-2000 orang. Dikelilingi taman kota Gelora Bung Karno yang hijau dan gedung-gedung utama pusat bisnis, mal-mal bergengsi, dan pusat hiburan di daerah Senayan, hotel menawarkan sisi bisnis, hiburan, dan wisata yang menyatu. Renovasi total di semua kamar, function room, outlets, hingga renovasi luar gedung. Suasana kamar yang baru berkonsep lux dan modern. Sehingga mampu bersaing dengan hotel bintang empat lainnya bahkan menyamai hotel bintang lima karena menawarkan nilai tambah yaitu; kamar bertipe executive dengan beberapa kategori hingga Presidential Club. Fasilitas free shuttle bus ke Plaza Senayan, Senayan City, FX-tainment dan Grand Indonesia. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan mengunjungi website kami di www.atletcentury.com.

REKOR MURI UNTUK SANTIKA INDONESIA HOTELS & RESORT Bulan November lalu Santika Indonesia Hotels & Resorts berhasil meraih Rekor MURI sebagai Grup hotel yang mampu meresmikan 3 hotel dalam waktu 1 bulan. Tiga hotel tersebut adalah Amaris Hotel Panakkukang – Makassar yang diresmikan pada 5 Juli 2010. Kemudian Amaris Hotel Palangkaraya yang diresmikan pada 9 Juli 2010. Dan yang ketiga adalah Amaris Cimanuk – Bandung yang diresmikan pada 15 Juli 2010. Sertifikat Rekor MURI diserahkan langsung oleh Jaya Suprana dalam acara jamuan makan di Hotel Santika Premier Jakarta. Amaris Hotel merupakan smart hotel yang memiliki konsep “Bed & Breakfast” dengan tempat tidur nyaman dari King Koil dan makan pagi prasmanan. Seluruh kamar di Amaris Hotel dilengkapi dengan fasilitas @Xpress, Wifi dan High Speed Internet Access. Amaris Hotel dikenal dengan image sebagai hotel “bersih” dan pelayanan yang berkualitas.

DECEMBER 2010 LIONMAG

9


neWs ARoUnD

JADWAL KEDATANGAN ER

B

anyak orang lupa berpikir, bahwa jalur-jalur penerbangan yang dilayani Lion Air itu ternyata sangat vital. Karena Lion Air telah secara massif menjangkau pelosok Tanah Air Indonesia dengan membentuk jembatan udara. Sebuah jembatan udara yang sepuluh tahun lalu dimulai hanya dengan sebuah pesawat Boeing 737-200 dengan registrasi PK-LIA yang melayani rute Jakarta-Pontianak. Memasuki tahun kelima, peremajaan armada pesawat Lion Air dimulai secara gradual –sekaligus massif, dengan masuknya pesawat baru, Boeing 737-900 ER. Lion air bahkan menjadi launch customer pesawat tipe tersebut. Artinya, pemakai pertama itu di dunia, dalam launching pesawat itu di Seattle, Amerika Serikat. Awalnya, pada Juli 2005, di pabrik Boeing di Seattle dipesan 60 pesawat. Lalu 40 pesawat lagi dipesan saat berlangsungnya Paris Air Show 2007. Kemudian 22 pesawat tambahan dipesan pada Langkawi International Airshow, akhir 2007. Karena dinilai belum cukup, Lion Air kembali memesan 56 pesawat tersebut pada Singapore Airshow 2008 sehingga total pesanannya menjadi 178 unit. Tidak hanya itu, Lion Air mendapat opsi untuk menambah lagi 50 pesawat itu di masa mendatang. Ini kali pertama sebuah maskapai nasional melakukan pemesanan pesawat dalam jumlah besar. Sesuai dengan jadwal, B737-900ER pertama kali diterima oleh Lion Air pada April 2007. Rencananya, pemesanan keseluruhan akan rampung pada tahun 2016 dengan jumlah total pesawat 182 unit.

10 LIONMAG DECEMBER 2010

TABEL KEDATANGAN BOEING 737-900 ER LION AIR TAHUN

TAMBAHAN

2010

TOTAL PESAWAT 43 unit

2011

16

59 unit

2012

24

83 unit

2013

24

107 unit

2014

24

131 unit

2015

24

161 unit

2016

21

182 unit


DECEMBER 2010 LIONMAG

11


LEISURE

LEMBUTNYA TAHU DI UDARA DINGIN Lembang, Jawa Barat terkenal dengan keindahan alam dan kesejukan udaranya. Tentunya di daerah seperti ini membuat perut tidak kompromi dengan rasa lapar. Tahu goreng sepertinya dapat menjadi pilihan yang sangat tepat. Nah, bagi Anda yang sedang berlibur kesana jangan lupa mampir ke Tahu Lembang, sebuah resto yang unik. Restoran ini berdiri di atas tanah seluas lebih dari 2,5 hektar yang terdiri dari bangunan resto, pabrik tahu, arena outbound, ATV, maze yang tentunya menjadikan liburan keluarga berkesan. Ada yang unik yaitu bangunan menyerupai POM bensin, namun diplesetkan menjadi POM Tahu (Pusat Orang Makan Tahu). Menu favorit sudah tentu tahu namun banyak menu lainnya seperti sop buntut bakar, nasi liwet komplit dan bermacam minuman. Tahu Lembang Jl. Raya Lembang No. 177 Bandung - Jawa Barat T. 022 278 9008

TEXAS CHICKEN Epicentrum Boulevard - Medan Setelah 26 tahun kehadirannya di Indonesia dengan lebih dari 100 restoran, Texas Chicken kini hadir dengan konsep yang lebih ceria, dinamis, serta menyenangkan, tanpa melupakan keunggulan dalam produk, rasa, kualitas, dan harga. Setelah kehadiran pertamanya di kota Medan tahun 1989 dengan jumlah outlet sebanyak 10 outlet, kini Texas Chicken hadir dengan outlet ke-11 di Medan yaitu di Epicentrum Boulevard, Jl. Dr. Mansyur. Outlet ini merupakan outlet ke 107 di Indonesia. Untuk outletnya di Epicentrum Boulevard ini, Texas Chicken juga hadir dengan Texas Cafe & Lounge di lantai 2. Texas Cafe & Lounge ini didesain khusus dengan sofa-sofa yang nyaman, dan pilihan menu yang beda dari biasanya. Khusus di Texas Cafe & Lounge yang ada di Epicentrum Boulevard ini, pengunjung dapat menikmati aneka sajian menu spesial mulai dari Creamy chicken & corn soup, Crispy fried calamary, Grilled chicken sandwich, Spaghetti Garlic with chicken, Grilled chicken steak. Juga tersedia berbagai menu pilihan dessert dan minuman. Jadi tunggu apalagi, Texas Chicken Epicentrum Boulevard merupakan tempat tujuan bersantap yang lengkap dengan harga yang bersahabat. Texas Chicken Epicentrum Boulevard Jl. Dr. Mansyur, Medan T. 061 – 821 3000

12 LIONMAG DECEMBER 2010

Kudapan Belanda di Bumi Sangkuriang Anda kenal dengan makanan kecil yang bernama Bitter Bollen atau kroket khas Belanda? Ya, penganan dengan bentuk bulat ini sangat pas dinikmati bersanding segelas kopi. Nah, bila Anda sedang berlibur ke Bandung silahkan mecicipi menu ini di Bumi Sangkuriang. Sebuah klub yang usianya lebih dari satu abad termasuk salah satu heritage kebanggaan Kota Kembang. Sementara menu lainnya Anda bisa mencicipi Oven Roasted Stuffed Chicken with Pineapple & Raisin, Triangle Grand Marnier Spicy Cake dan masih banyak lagi menu yang disajikan dengan citarasa bintang lima. Sementara deretan menu minuman seperti Pina Colada, Coffe Liegoise, Es Teller Parfait with Exotic Coconut Sec menjadi minuman khas yang siap memuaskan selera Anda. BP. Bumi Sangkuriang Jl. Kiputih 12 Bandung T. 022 2032661 / 2034149 F. 022 2034155 www.bp.bumisangkuriang.com


DECEMBER 2010 LIONMAG

13


TRAVEL PONTIANAK

14 LIONMAG DECEMBER 2010


Pontianak & Singkawang Gold, trade and the confluence of Chinese, Malay and Dayak culture TEXT & PHOTOS : Peter Milne

T

he name of Pontianak, the provincial capital of West Kalimantan, originates from the Malay word puntianak, which is turn is thought to derive from kuntilanak, the name given to the wandering ghosts of women who die in childbirth in Indonesian folklore. Not a terribly auspicious name, then, for this small but bustling city, and one that perhaps hints at extreme poverty and resulting high maternal mortality rates in previous times. Arriving in Pontianak for the first time, I am more inclined to think it should perhaps be renamed Kota Walet, walet being the Indonesian name for swallow. Bred in special windowless houses for the large ethnic-Chinese community, who prize their nests as culinary delicacies, tens of thousands of these tiny acrobatic birds fill the skies above the center of the city particularly at dusk and just before sunrise. It’s a lucrative business, and some city-dwellers build such walet houses on the top floors of their shop-houses downtown. Another surprise for me was to discover that Pontianak lies on the banks of Indonesia’s longest river, the Kapuas, which rises about 1,140km upstream in central Borneo, the ancestral homeland of the Dayak, and then winds its way through the jungle interior of West Kalimantan towards the sea. Despite these various attributes, probably Pontianak’s most well-known claim to fame is that it is situated right smack bang on the equator, a geographic fact that was celebrated by the Dutch in 1928 in the form of a strange

gyroscopic-looking monument. The khatulistiwa (equator) monument is across the Kapuas river from the main town, on the edge of Pontianak just beside the main road to Singkawang heading north. The original rather modest Dutch monument is now enclosed in a large concrete dome, constructed in 1991, with a huge replica of the original contained inside now built on top. Today Pontianak is a small city by Indonesian standards, with about 500,000 inhabitants. But one of its characteristics is the high proportion of ethnic-Chinese who live in the city — and indeed in most of the towns along the coast of West Kalimantan heading north. As a result, Pontianak blends the influences of three ethnic groups to give the city its cultural quality, namely the ethnic-Chinese who probably make up about 40 percent, together with the Dayak from the tropical hinterland, and the ethnicMalay community. My host for my few days in Pontianak, Pak Yusran, is a good example of the mix: he is ethnic-Malay, originating from Palembang in Sumatra, while his wife, Anie, is ethnic-Chinese, born in Pontianak. After marrying Pak Yus, Ibu Anie had mastered the art of cooking the best Palembang empek-empek (made from fish and sago, and deep fried), and tekwan soup (made from tasty noodles, mushrooms and roots) from his parents. She now runs Pontianak’s best empek-empek warung in Jalan Nurali, a few minutes walk from the city’s passenger ferry across the Kapuas. The modest restaurant is served by a small team of Dayak girls who have board and lodging with Pak Yus’s family, and who send their entire earnings back to their families far up the Kapuas river.

DECEMBER 2010 LIONMAG

15


TRAVEL PONTIANAK

One question that springs to mind is: what is the history behind Pontianak’s ethnic mix and why does the coast of West Kalimantan have such a high concentration of ethnic-Chinese? The city was founded in 1772 by Sultan Syarif Abdul Rahman on the site of a trading station on marshy ground at the confluence of the Kapuas and Landak rivers, becoming an independent sultanate of Pontianak. Sultan Abdul Rahman (also known as Abdurrakhman) was one of half a dozen ethnic-Malays who established themselves as Muslim sultans in the area from Pontianak to Singkawang, indicating that there was already a significant population of Muslim Malay and Bugis traders in the eighteenth century. Also in the early eighteenth century, gold was discovered. As the economic importance of gold grew in the region, it seems that the sultans in both Pontianak and Singkawang, encouraged by the hardworking reputation of the Chinese and the fact they possessed superior skills and technology in gold extraction, started to import ethnic-Chinese workers to mine the gold. A land-leasing system to encourage exploration of the territory attracted large numbers of Chinese from their impoverished villages in southern China, triggering something of a good-rush. Most of the immigrants were of Teochew or Hakka extraction, each with their own distinctive dialect, although Teochew has since come to dominate in Pontianak, while Hakka dominates in Singkawang. The Hakka came from the north-east of Guangdong province, while the Teochew came from the eastern area of Guangdong province. The Chinese started to arrive in such large numbers that they were able to form kongsi (companies) to protect their interests towards the end of the eighteenth century. It is an amazing fact, but in the mid-1700s the area from Ponitanak north to Singkawang produced one-seventh of the world’s gold. It seems that the area’s wealth from gold also influenced the local textiles: Pontianak is famous for kain songket, a decorative fabric with gold and silver thread sown into it. As increasing numbers of the indigenous Dayak came to the coastal towns in search of the work created by

16 LIONMAG DECEMBER 2010

the economic boom, so the ethnic mix came to be predominantly Malay-ChineseDayak, with smaller communities of Bugis, Javanese, Batak and Madurese. As Dutch economic interests in the region grew in the nineteenth century, so the sultanates began to fall under Dutch colonial influence and authority. In 1884, led by the ethnic-Chinese kongsi, Singkawang refused to submit to the Dutch rule, triggering a four-year war before the Dutch finally brought Singkawang to heel. Interestingly, fearing reprisals by the Dutch, some of the ethnic-Chinese fled to Sumatra, and later to Kuala Lumpur and Singapore. They included in their number the Hakka ancestors of Lee Kuan Yew, who would later become the founding father of the modern Republic of Singapore. Since those days Singkawang has grown to have the highest concentration of ethnicChinese in Indonesia, estimated to be around 65 percent. Today, Pontianak’s cultural mix is reflected in community facilities: there are numerous ethnic-Chinese yayasan (foundation) that cater to that community, but in addition the Malay have their own impressive cultural center, located close to the Malaysian Consulate, on Jl Sutan Syahrir, while on Jl Sutoyo is a replica of a traditional Dayak longhouse. Across the Kapuas river on the marshy area where the Landak river joins the Kapuas, is the old eighteenth century palace, Istana Kadriyah, built by Sultan Abdul Rahman, while 100 metres down the road is the impressive royal mosque, Mesjid Abdurrakhman, built in a typical South Sumatran style. Both buildings are constructed in the local Borneo wood called ironwood, or belian in Indonesian, which is famous throughout Indonesia for its strength and longevity. Sadly, belian is now running out because of rampant logging and the great length of time it requires to grow. The elegant two-storey palace was lived in by descendants of the sultan until 1952 and it now a small museum containing photographs, portraits and artifacts of the sultanate. The easiest way to visit the palace and the mosque is to take a public canoe taxi for up to 10


DECEMBER 2010 LIONMAG

17


TRAVEL PONTIANAK

18 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

19


TRAVEL PONTIANAK

passengers from the main town across the Kapuas — for the princely sum of Rp 2,000. The area along the banks of the Landak and Kapuas close by the mosque is a good place to take a stroll along the flimsy wooden boardwalks that give access to the houses on stilts that comprise the kampung dalam. Obviously a poor neighbourhood, the village is inhabited mainly by ethnic-Malay families. Despite the squalor of their flood-prone surroundings, the people are a friendly bunch and the children have an irrepressible desire to be caught on camera. Washing clothes seems to be a major pastime, and the fruits of this labour can be seen blowing in the breeze from the house fronts. Despite the rickety nature of the dwellings, many look quite comfortable inside, with comfy sofas and armchairs, and usually a large television. While the women busy themselves with the washing, many of the men tend the fishing enclosures that run along the riverward side of the boardwalks. One of the nicest pleasures I had in Pontianak was enjoying the warung kopi (café snack bars) that can be found throughout the city. These establishments open well before the break of dawn, as the walet start to fill the still-dark morning sky.

20 LIONMAG DECEMBER 2010

All run by ethnic-Chinese, who obviously know a thing or two about brewing a good cup of local coffee, some cater more for the ethnic-Chinese, others to the ethnicMalays, while some are mixed. There even seems to be a kind of shift system in some warung kopi, with the industrious ethnic-Chinese traders having their black coffee, and small cakes and sticky rice well before dawn, and the more leisurely Malays taking the next shift after 6am and the arrival of daylight. Whatever the mix, everyone seems to know everyone, and the warung kopi are an important venue for exchanging news, as well as reading the morning paper. The coffee is delicious, often poured into the coffee cups from a jug held up high at arm’s length from the cups by the master brewer. My favourite early morning snacks were the lightly boiled ayam kampung eggs, beancurd cake, and sticky rice wrapped in small banana-leaf parcels.

If you have time over a long weekend, an interesting day trip is to drive north up the coast road to the town of Singkawang, about 150km from Pontianak. Singkawang is also sometimes referred to as the City of a Thousand Temples, which is a slight exaggeration. The town’s name comes from the Hakka name san kew jong, which means ‘a town surrounded by hills, with the sea nearby’. As the origins of its name suggest, Singkawang is a Hakka ethnic-Chinese town, which grew in the days of the eighteenth century gold rush. Today, Singkawang is known for its Chinese-ceramic workshops, which turn out imitation Ming-dynasty water jars. The town is also somewhat infamous as a supposed source of young ethnic-Chinese brides who are ‘contracted’ by their families through middlemen for shortterm ‘marriages’ to mainly wealthy men in Taiwan. The center of Singkawang has a very colonial feel reminiscent of British Malaya, with streets of shop-houses and shaded pavements. The center of the town is also the site of the oldest Chinese temple in West Kalimantan. On the day before my visit, there had been a small riot in the town: a statue of a Chinese dragon had been erected following the granting of permission by the newly elected mayor (the first ever ethnic-Chinese mayor in the town). This had prompted the local branch of the Islamic Defenders’ Front (FPI) to muster its men and pelt the poor dragon with stones. Defended by the local police, the dragon seems to have survived for the time being, and all was quiet by the time I arrived the following day. Apart from its temples and wrath-inducing dragon, another speciality of Singkawang is its Chinese food: some of the most delicious noodles, bakso (meatballs) and kwetiao (thicker flat noodles) I have had were in a small restaurant called Bakso 68 on Jl Diponegoro….and all for less than the price of a Big Mac.


DECEMBER 2010 LIONMAG

21


ARCHIFILE AMSTERDAM

ALMERE STAD Teks: Paul I. Zacharia, Foto: Michelle Shang

Dalam dekade terakhir ini hunian mengalami metamorfosa arsitektural yang penting. Bukan saja dirancang dengan citarasa estetika tinggi, tapi juga menjajal konsep-konsep yang tidak jamak. Bahkan tak terpikirkan.

entukan-bentukan yang keluar dari pakem normal bertumbuh binal. Bidang yang seharusnya biasa, dibuat tidak biasa. Dengan kesulitan tinggi tercipta permukaan-permukaan yang umumnya kita jumpai dalam komik fantasi. Kreatif. Inovatif. Stimulatif. Tengok bagaimana kota Almere, di Belanda seakan ingin mengklaim bahwa dalam urusan arsitektur mereka tak ketinggalan. Dirancang oleh arsitek tenar mereka Rem Koolhaas, 66 tahun, kawasan ini sukses memikat para pecinta arsitektur.

Albert Heijn Supermarket

22 LIONMAG DECEMBER 2010

Di kawasan yang diresmikan tahun 2006 ini terdapat satu konsep baru yang dirancang memadukan hunian dengan tempat kerja secara harmonis tanpa perlu saling mengusik. Disini ada waterfront yang cantik, apartemen, teater, pertokoan, resto, dan perpustakaan. Semuanya dalam keunikan bentuk yang tidak lazim, namun tetap memberi ketenangan, karena kendaraan bermotor tidak membisingkan atau mengancam pejalan kaki. Sebagian pengendara adalah pengayuh sepeda,


Apartemen The Wave, dengan waterfront yang nyaman

23

DECEMBER 2010 LIONMAG Patung modern menarik perhatian peminatnya.


ARCHIFILE AMSTERDAM

yang memang jadi pilihan favorit sinyo dan nonik bule di negara ini. Selain bentuk yang inkonvensional, warna juga memainkan peranan penting untuk membangun suasana. Ada kejutan-kejutan cantik dipermainkan saat warnawarna fluoresen menjadi aksen di lingkungan yang berwarna tanah: terakota, magenta, atau hijau lumut. Sengaja diatur teka teki refleksi oleh posisi kaca yang serba bersudut. Ada jembatan-jembatan udara yang tibatiba mengusik rasa penasaran kita.

(kiri atas) Teater De Kunstlinie, yang ‘menyambung air; (kanan atas) Hunian dan Lokasi bisnis ‘The Citadel’; (tengah) Entertainment Center, di sebelah Apollo Hotel dari kayu; (bawah) Siempre Department Store; (halaman kanan) Almere Library mengisyaratkan tumpukan buku.

24 LIONMAG DECEMBER 2010

Yang penting kawasan pengunjung tidak lagi sekedar untuk mencari angin. Sangat jelas betapa bangunanstruktur-tata lingkungan yang inovatif ini diberi jarak pandang yang cukup leluasa untuk menikmati karyakarya arsitektur ini. Dalam jarak satu sama lain yang sangat pas, terciptalah ruang antara yang cukup lengang untuk menjadi kawasan pedestrian yang nyaman. Sungguh kontras dengan gaya gang-gang sempit Amsterdam yang sesak dan berbelok-belok. Bertolak belakang dengan ruko-ruko sempit dan berdesakan di kawasan Sentrum yang berusia berabad-abad. Inilah hunian dimana keserasian hunian dan perdagangan dapat dipertemukan, dimana fokus dan apresiasi arsitektural menjadi pemanja mata para pengunjungnya!


DECEMBER 2010 LIONMAG

25


ARCHIFILE AMSTERDAM

(atas) The Wave, apartemen yang mensimulasi ombak air (kiri bawah) Pertokoan di tengah hunian ( kanan bawah) Department Store HEMA

Pertokoan di tengah hunian

26 LIONMAG DECEMBER 2010

Department Store HEMA

The Wave, apartemen yang mensimulasi ombak air


DECEMBER 2010 LIONMAG

27


WISDOM IN THE AIR

8 kata yang tak terucapkan Mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain adalah sesuatu yang tidak akan menimbulkan biaya.

S

Teks: Jemy V. Confido , Ilustrasi : Richard Archie FM

epasang kekasih sedang berjalan di malam hari ketika tiba-tiba seorang perampok menodongkan pistol kepada sang pria. Alih-alih berusaha melawan, sang pria malah terkena tembakan si perampok dan akhirnya tewas seketika. Setelah menjadi arwah, sang pria masih gentayangan di muka bumi. Ia berkelana ke sana kemari untuk bisa menyampaikan satu pesan kepada sang kekasih yang masih hidup. Akhirnya, sang pria berhasil berkomunikasi dengan seorang cenayang yang kemudian melalui perantaraan sang cenayang, ia berhasil menyampaikan pesan tersebut. Tentu pesan yang akan disampaikan oleh sang pria adalah pesan yang sangat penting sampai ia harus merelakan dirinya menjadi arwah penasaran. Dan bila Anda bertanya-tanya apakah isi pesan tersebut maka jawabannya adalah: ”I love you.” Itulah rangkuman film ’Ghost’ yang dibintangi oleh Patrick Swayze, Demi Moore, Tony Goldwyn dan Whoopi Goldberg. Sebuah film satire romantis yang diwarnai bumbu komedi. Namun dibalik ketegangan dan gelak tawa yang dirasakan para penonton, tersirat makna yang sangat mendalam akan satu hal yaitu sampaikanlah kata-kata yang paling bermakna dalam hidup kita kepada orangorang di sekitar kita, terutama orang-orang yang kita cintai, sebelum akhirnya katakata tersebut menjadi kata-kata yang tidak terucapkan. Berapa banyak kata-kata yang tidak terucapkan seperti itu dalam hidup kita? Mungkin Anda akan berpikir sangat banyak. Namun pada kenyataannya kata-kata yang tidak terucapkan jumlahnya sedikit. Bahkan bisa jadi kurang dari sepuluh kata. Berikut ini adalah beberapa kata yang bisa jadi belum pernah kita ucapkan kepada orang-orang yang kita cintai. 1. Sapaan atau nama Cukup mengherankan memang bahwa sebagian orang mungkin tidak terbiasa memanggil orang yang dicintainya dengan sapaan yang pantas. Seorang anak memilih untuk tidak mengucapkan kata ’ibu’ untuk memanggil ibunya karena ia merasa sangat kecewa terhadap ibunya tersebut. Dalam kasus lain seorang sahabat sudah terbiasa memanggil temannya dengan nama julukan sampai-sampai ia hampir lupa nama asli sahabatnya itu. Agar sapaan atau nama tidak menjadi kata-kata yang tidak terucapkan, maka kita perlu membuka diri untuk menghargai orang-orang tersebut dengan sepantasnya. Memanggil seseorang

28 LIONMAG DECEMBER 2010

dengan julukan memang membuat kita lebih akrab, namun ada saatnya kita memanggil dia dengan nama yang sepantasnya sehingga ia tetap merasa dihargai. 2. Permisi Kata permisi biasanya tidak terucapkan karena dua hal yaitu kita merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi atau sama sehingga kita merasa tidak perlu meminta ijin atau karena kita takut kalau-kalau kita tidak diijinkan sehingga kita tidak mengucapkan kata permisi tersebut. Hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa mengucapkan kata permisi dengan lugas adalah menghargai keberadaan orang lain serta keberanian untuk menghadapi konsekuensi bila keinginan kita ternyata tidak mendapat ijin. 3. Tolong Kata yang satu ini sebenarnya sangat efektif dipergunakan diawal kalimat perintah. Misalnya: ”Mas, tolong dong beliin nasi!” Dengan penggunaan satu kata ’tolong’ maka kalimat yang sesungguhnya kalimat perintah tersebut menjadi lebih sopan dan bisa diterima oleh orang yang kita mintai tolong. Namun karena kebiasaan, maka kita seringkali dengan entengnya menghilangkan kata ’tolong’ dalam kalimat tersebut sehingga lambat laun kita pun mulai kurang menghargai orang yang kita mintai tolong padahal kita sangat membutuhkannya. Agar kita tidak alpa mengucapkan kata yang satu ini maka kita harus menyadari betapa sulitnya hidup kita bila orang tersebut tidak ada di dekat kita atau tidak bersedia membantu kita. 4. Terima kasih Kata yang satu ini biasanya akan menjadi sulit diucapkan ketika kita menghadapi kenyataan bahwa kita harus mengucapkan terima kasih kepada orang yang tidak kita sukai atau orang yang selama ini kita sepelekan. Terlebih lagi bila kita harus mengucapkannya dengan tulus dari dalam lubuk hati kita. Untuk alasan inilah maka sebisa mungkin kita tidak memiliki orang yang tidak kita sukai dalam hidup kita dan sebisa mungkin pula kita tidak menyepelekan orang lain. Bagaimanapun juga, mengucapkan ’terima kasih’ jauh lebih menyenangkan daripada menjalani hidup tanpa pertolongan mereka. 5. Mengaku Salah Mengaku salah merupakan hal yang cukup berat khususnya ketika diucapkan kepada orang-orang yang tidak ingin kita sakiti. Alasan lain mengapa kita menghindari mengaku ’salah’ adalah karena


kita takut dengan konsekuensinya. Bila Anda menghadapi kesulitan yang satu ini, maka Anda harus meyakini bahwa orang-orang yang Anda cintai akan lebih tahu bahwa Anda mencintai mereka ketika Anda mengakui kesalahan Anda. Demikian pula orang-orang yang Anda khawatirkan akan ’menghukum’ Anda akan lebih respek kepada Anda bila Anda mengakui kesalahan Anda. 6. Meminta Maaf Meminta maaf biasanya merupakan lanjutan dari mengaku salah. Pada umumnya bila Anda sudah mengakui kesalahan Anda, maka Anda akan lebih mudah meminta maaf. Namun demikian, meminta maaf tidak selalu mudah juga untuk diucapkan meskipun Anda sudah mengakui kesalahan Anda. Hal terburuk yang Anda khawatirkan dari meminta maaf adalah bahwa orang tersebut tidak mau memaafkan Anda. Dalam hal ini Anda perlu memahami bahwa saat Anda meminta maaf, Anda sedang meminta maaf kepada tiga pihak yaitu diri Anda sendiri, orang yang Anda lukai dan Yang Maha Kuasa. Percayalah, Yang Maha Kuasa pasti memaafkan Anda. Anda sendiri tentu harus belajar memaafkan diri Anda. Sedangkan orang yang Anda lukai, ia bisa saja berkata bahwa ia tidak mau memaafkan Anda. Tapi bila Anda sudah meminta maaf darinya, maka Anda sudah menyelesaikan bagian Anda. 7. Sayang Kata ’sayang’ seringkali diumbar berlebihan pada masamasa pendekatan namun sayangnya justru pada saat-saat diperlukan kata-kata yang satu ini justru jarang terucap. Yang penting untuk kita pahami adalah saat yang tepat untuk mengucapkan kata ’sayang’. Saat-saat dimana orang yang Anda sayangi membutuhkan dukungan Anda merupakan salah satunya. Yang lainnya adalah saat dimana ia tidak menduga bahwa Anda akan mengucapkannya. 8. Cinta Kata ’cinta’ biasanya diucapkan setelah kita sebelumsebelumnya kita mengatakan ’sayang’ karena seringkali ’cinta’ diartikan memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari sayang. Berbeda dengan kata ’sayang’, kata cinta menyiratkan komitmen untuk berkorban lebih besar. Karena itu bila diucapkan terlalu sering, kata ’cinta’ menjadi terdegradasi kekuatannya. Namun tidak mengucapkannya juga bukan merupakan pilihan yang bijak. Salah-salah Anda mengalami nasib seperti kisah film ’Ghost’ di atas. Selain memilih saat yang tepat, kata ’cinta’ juga harus disampaikan dengan cara yang tepat. Itulah delapan kata yang tak terucapkan. Bisa saja ada kata-kata lainnya yang juga tidak terucapkan. Namun tentu saja saya berharap daftar kata-kata yang tak terucapkan ini tidak bertambah menjadi lebih panjang lagi. Karena kata-kata yang sudah sangat kita kenal ini bisa mengubah makna hidup kita bila kita mengucapkannya pada saat yang tepat dengan setulus hati. (www.jemyconfido.com) DECEMBER 2010 LIONMAG

29


DstinAtion BAUBAU

BAUBAU

BEACHES, FORTS AND HISTORY IN SOUTH EAST SULAWESI TEXT & PHOTOS BY : CAMPBELL BRIDGE

30 LIONMAG DECEMBER 2010


H

The palm trees white sand and clear waters of Pantai Nirwana

idden away off the tip of remote South East Sulawesi, Pulau Buton and its largest town, Baubau, are in many ways a microcosm of much that is interesting and beautiful about Sulawesi and Indonesia. As I standing on top of the hill which dominates the town of Baubau, I find myself within the remnants of a most impressive fort. The walls and gun emplacements (many with real Dutch cannons still bearing the logo of the Dutch East India Company – the VOC) stretch for 3 kilometres. For centuries the fort was the guardian of the extraordinarily strategic position of Baubau right on the southernmost tip of the eastern arm of Sulawesi. It was here that the Dutch needed to protect their spice fleets bearing rich cargoes of nutmeg and cloves coming from Banda and Ternate to the east. From here, the ships travelling west to Batavia and then onto Europe had to run the gauntlet of the Bugis and other pirates of South Sulawesi. Without the protection of the fort and the Dutch forces in Baubau, such fleets were at the mercy of the marauders as they entered the dangerous waters between Buton and Java. Today, the former fortress, the remnants of the palaces of the rulers of this ancient Islamic sultanate, a museum and the oldest mesjid in Sulawesi, still well preserved, remain. A delightful way of experiencing the present and sensing the past of this historic place is to simply spend a couple of hours wandering in the evening around the many sights on the top of the hill inside the walls of the fort.

DECEMBER 2010 LIONMAG

31


DestinAtion BAUBAU

(clockwise) Bugis traders are everywhere on Pulau Buton; The Walio keraton of Baubau; Dutch canons of the VOC still ward off pirates and invaders; The oldest mosque in Sulawesi has a commanding view over Baubau

The centrepiece of this area is the Walio keraton with its relatively modern teak building. Wandering beyond the keraton to the top of the hill here gives you spectacular views over the ocean and surrounding islands. Islam and the some pre-Islamic traditions blend here. While people enter the mosque for maghrib prayers, under large shady trees behind me other local people pay homage at the tomb of Sultan Murham. Up here is a most peaceful place to simply sit and contemplate the traditions and history of this island. Watch the sunset and take in the atmosphere – it is not hard here to cast your mind and imagination back to a time three or four centuries ago. Looking out over the blue and white stone mosque which happens to be the oldest unrestored mosque in Sulawesi (dating from 1712), you can almost still picture the scene 300 years ago when Dutch ships resting at anchor in the narrow strait prepared themselves for the next assault by the Bugis marauders. Things are very much more peaceful these days. One can wander along the walls and explore for hours. The walls themselves are remarkably well preserved. Inside the walls of this living monument, many Butonese families still live in their

32 LIONMAG DECEMBER 2010

beautiful traditional houses with their bright painted timber facades is spectacular flower gardens. As elsewhere in Indonesia the local people are overwhelmingly friendly. I found myself being invited into houses to be given tea and snacks. With so few tourists in these parts, the people were almost overwhelmingly curious about where I came from, how I liked Indonesia, and why I was in Baubau. I was told with great pride how many centuries ago, a queen married a Javanese prince and their descendants became the royal family of Pulau Buton. In 1540 the ruler converted to Islam and took on the name of Sultan. The people here did not succumb to the Dutch without a struggle. The first attempt in 1637 to take the keraton by the Dutch was resisted. By the end of the century the Dutch succeeded in subjugating the Butonese. As I wander along the high walls of the fort and incredibly steep terrain beneath them, it is not hard to see finally conquering this place and these proud people proved so difficult. Like so many other parts of Indonesia which are similar, Baubau has an interesting town town and port area. Its port and wonderful markets with their fresh fruit, fish and vegetables


DECEMBER 2010 LIONMAG

33


(top left) A day at the beach in Baubau. (top right) Wide tree-lined streets of Baubau. (bottom left) The seafood of Baubau should never be missed. (bottom right) The Sultans of Baubau are reviewed and respected, even in death.

provide plenty of photographic opportunities. While the town is stretched out in a long and relatively narrow strip along the waterfront and below the fort, it is relatively easy to get around by taxi or ojek. Like so many other islands in Sulawesi and Maluku, there are beautiful clean white sand beaches within easy reach of Baubau. Pantai Nirwana, about 11 km from the centre of town, has a picture postcard setting under the palm trees. It is a superb place to swim or snorkel in clear clean water. While on the weekends it can get a little noisy and crowded (by Baubau standards) it is relatively deserted by the standards of Bali or Jakarta. During the week it is deserted by any standards. Any time it is a wonderful place to simply swim or chill out in the warm clear water. 10 kilometres further out of town, Pantai Batauga is every bit as pretty with even fewer people. While the daily Wings flight to Baubau makes it an easily accessible destination in its own right, the more adventurous can travel on from Baubau to the Tukangbesi Islands - the area of Wakatobi Marine National Park. When Jacques Costeau first

34 LIONMAG DECEMBER 2010

came here a couple of decades ago he thought the diving at Wakatobi was as good as anywhere he had ever seen. As well as its great scenery and extraordinary marine attractions, this is yet another fascinating cultural area with large numbers of Bajo (“sea gypsies)� living in traditional houses set on the ocean on stilts in the area. While appearing to be so far off the beaten track but still readily accessible, Pulau Buton remains a fascinating destination untrammelled by mass tourism. It has plenty to interest everyone from nature lovers, to beach lovers and history enthusiasts. While there are still remnants of the pre-Islamic traditions of Indonesia, many signs of the Dutch colonial influence, and wonderful beaches on which to relax, Baubau definitely has some feel of the modern frenetic life of moderate size Indonesian towns with its markets, motorcycles and overwhelmingly friendly people. There are adequate hotels in Baubau (the Rajawali is quiet and has a nice pool a couple of kilometres east of the port), and there are plenty of places to sample Indonesian and Chinese food. As impressive as the setting and the history of Baubau alone might be, there much to keep you amused for a day or two. It is perhaps disappointing that many people passing through simply regard Baubau as a stepping off point to the Tukangbesi Islands and the wonderful diving and snorkelling of Wakatobi. Pulau Buton and Baubau is well worth the trip in its own right.


:X]XbPPc]hPQTafXbPcPZT

BTcT[PW_^aPZ_^aP]SPSXcTaYP]Vcbd]P\XT]P\%cPWd][P[d 1P]SP0RTWZX]XcT[PWQP]VZXcZT\QP[XSP]bXP_\T]YPSXbP[PW bPcdcdYdP]fXbPcP0]SPSXQPVXP]_P[X]VQPaPc8]S^]TbXP APbPZP]ZTWPa\^]XbP]caPSXbXSP]QdSPhP]hPQTaQPdaST]VP] ZTX]SPWP]P[P\]hP0]SPPZP]\T]T\dZP]bTbdPcd[dPaQXPbP hP]VcXSPZQXbPSXd]VZP_ST]VP]ZPcPZPcP 1TabP\PZP\X 3P_PcZP]bT]bPbXSPaXbXcdbbTYPaPWfXbPcPa^WP]XZTX]SPWP] P[P\bT]XQdSPhPZd[X]TaPRTWSP]fPaXbP]cbd]P\X

fffQP]SPPRTWc^daXb\R^\

DECEMBER 2010 LIONMAG

35


EVENT FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010

Kirab Budaya

MERIAHNYA FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010 Teks dan foto: Toto Santiko Budi

36 LIONMAG DECEMBER 2010

Hujan deras mengguyur kota Cirebon menjelang fajar. Udara dingin dan basah meliputi kota pesisir ini. Waktu seakan melambat, membuat enggan bangkit dari buaian. Namun, pagi itu Alun-alun Keraton Kasepuhan telah ramai. Sejumlah orang sibuk dan bergegas menyelesaikan segala persiapan dengan cermat dan terencana. Pagi itu Kota Cirebon punya hajat besar bertajuk Kirab Budaya Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Acara ini menjadi salah satu bagian Festival Topeng Nusantara 2010 yang diikuti barisan prajurit keraton (Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan), pelajar, seniman, serta kelompok kesenian di Cirebon dan sekitarnya. Sekitar seribu orang berpartisipasi. Cuaca yang kurang bersahabat membuat acara dimulai pukul 09.00, mundur dari jadwal semula yakni pukul 07.30. Akan tetapi, keterlambatan itu tak menyurutkan antusiasme warga kota Cirebon dan wisatawan untuk datang menyaksikan


kirab di kota yang pada bulan Desember mendatang berusia 641 tahun itu. Kirab dilepas oleh Sultan Kasepuhan di alun-alun Keraton Kasepuhan. Selanjutnya, arak-arakan peserta kirab menempuh rute perjalanan sejauh empat kilometer, melintasi sejumlah jalan utama dan berakhir di Gedung Negara, Kota Cirebon. Peserta kirab tampil dengan keunikan masing-masing. Yang paling menarik perhatian adalah tiga kereta sultan dari tiga keraton yang ada di Cirebon yaitu Kereta Singa Barong dari Kasepuhan, Kereta Paksi Naga Liman dari Kanoman, dan Kereta Juru Mudi dari Kacirebonan. Meski berupa replika, kehadiran ketiga kereta itu di hadapan publik terbilang langka. Ketiga kereta itu dikawal pasukan bersenjata dari keraton. Shalawat dinyanyikan sepanjang perjalanan, diiringi tabuhan rebana dan tamborin. Replika pedati yang ukurannya sangat besar dan beroda enam, juga turut dalam kirab. Konon pedati aslinya digunakan Sunan Gunung Jati untuk mengangkut kayu-kayu bahan baku pembangunan

masjid agung Keraton Kasepuhan. Jaman dulu, pedati super berat ini ditarik kerbau. Dalam pawai budaya, pedati ditarik manusia. Jalanan yang dilalui kirab dipenuhi warga dan wisatawan yang ingin menonton. Lakilaki, perempuan, tua, muda, dan anakanak, ramai menyoraki, melambaikan tangan, dan mengabadikan peserta kirab dengan telepon seluler berkamera. Kemeriahan itu makin bertambah ketika rombongan kirab disambut atraksi dan kesenian barongsai, liong, bahkan kuda ronggeng, di beberapa persimpangan besar.

(kiri) Pelajar kota Cirebon bersiap sebelum pawai. (tengah) Riuhrendah pawai dijalanan kota. (kanan) Atraksi Bujangganong dalam lakon Guro Gudho dari Jawa Timur. (bawah) Tari Topeng Tenget dari Bali.

Saat arak-arakan kirab tiba di tujuan akhirnya, yaitu Gedung Negara, masyarakat, tamu-tamu dan undangan -diantaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Director UNESCO Asia Pasifik Mr. Hubert Gijzen, dan sejumlah duta besar negara sahabat- disuguhi ucapan selamat datang berupa

DECEMBER 2010 LIONMAG

37


EVENT FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010

Centilnya tari Topeng Tunggal Betawi.

tari Topeng Kelana masal yang ditarikan puluhan penari dari berbagai sanggar seni Cirebon. Pesta rakyat di Gedung Negara berlanjut hingga malam hari dengan pementasan aneka kesenian dan suguhan hiburan artis ibukota dan wisata kuliner. Terpesona Miroto dan Terharu oleh Rasinah

Waktu terasa bergerak lambat saat saya menunggu acara puncak Festival Topeng Nusantara berupa Pagelaran Festival Topeng Nusantara. Acara yang bertajuk gala performances ini, sesuai namanya, memang didahului oleh acara makan malam yang sangat formal bagi tamutamu undangan.

38 LIONMAG DECEMBER 2010

Maetsro tari Indonesia Martinus Miroto membawakan karyanya yang telah  mendunia Panji Penumbra dan Tari Topeng Tunggal 5 Wajah.

Padahal, saya ingin segera senimanseniman tari topeng nusantara beraksi. Namun, saya harus bersabar hingga tamu-tamu selesai santap malam. Meskipun sehari sebelumnya saya sempat menyaksikan gladi bersih, namun saya tetap penasaran dengan pertunjukannya secara penuh. Setelah dua jam didera penasaran, akhirnya pertunjukan dibuka oleh seorang penari kontemporer kenamaan negeri ini, Martinus Miroto. Tarian berjudul Panji Penumbra dan Tari Topeng Tunggal Lima Wajah, awalnya dibawakan penari kelahiran Yogyakarta ini seorang diri. Suasana syahdu dan senyap mengawali penampilannya. Di adegan berikutnya tiga rekannya tampil. Topeng-topeng tidak

hanya dikenakan menutup wajah, tapi juga di kedua tapak tangan dan kaki masingmasing penari. Sungguh menghipnotis sekaligus menghibur. Tepuk tangan tamutamu yang memadati Panggung Budaya Cilimus 1928, Sangkanhurip Resort, Kuningan, seolah tiada akhir, ketika penari yang telah berpentas di banyak negara ini mengakhiri tariannya. Selanjutnya, panggung diisi silih berganti oleh delapan penampil dari berbagai daerah nusantara. Diawali Tari Topeng Tunggal dari Jakarta, Topeng Gandrung dari Jawa Tengah, Topeng Tengget Bali, Topeng Hudoq dari Kalimantan Timur, Gundala-Gundala dari Sumatera Utara, Teater Tradisional Cerita Cupak Gerantang dari Nusa Tenggara Barat, Tari


Exclusive living for discerning guests

Santika Indonesia Hotels & Resorts offers a comprehensive range of exclusive facilities to suit the most discerning of guests. Business and leisure travelers seeking the many up-market comforts of a top-quality hotel will find all these and more at Santika Hotels & Resorts, where world-class standards of service are seamlessly combined with a uniquely Indonesian touch. Santika Indonesia Hotels & Resorts caters to guests who seek the finer things in life, and a host of other comforts designed to make every stay a truly memorable experience.

Hotel Santika Premiere: Bali | Jakarta | Jogja | Malang | Manado | Semarang Hotel Santika: Balikpapan | Bandung | Bangka | Bogor | Bali | BSD City – Serpong Cirebon| Makassar | Pontianak | Semarang | Surabaya Amaris Hotel: Ambon | Banjar - Kal-Sel | Bandara Soekarno-Hatta | Panglima Polim - Jakarta| Panakkukang - Makassar | Palangkaraya | Cimanuk-Bandung Diponegoro-Jogja | Cihampelas - Bandung | Pekanbaru | Pemuda - Semarang

SANTIKA RESERVATION CENTRE: Ph : (62-21) 270 0027 Fax : (62-21) 270 0350 E-mail : reservation@santika.com website: www.santika.com | www.amarishotel.com DECEMBER 2010 LIONMAG

39


EVENT FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010

Topeng Guro Gudho dari Jawa Timur, dan penampilan Topeng Cirebon yang antara lain dibawakan oleh Wangi Indria, Aerli Rasinah (cucu sang maestro Mimi Rasinah) dan sejumlah penari lainnya memungkasi gelaran malam itu. Suasana berganti senyap dan keharuan merebak saat layar panggung menayangkan sepenggal kisah hidup Mimi Rasinah, maestro tari topeng Indramayu. Jelas terlihat kecintaan luar biasa Mimi Rasinah terhadap seni yang menjadi jalan hidupnya. Bahkan ia masih menari tatkala tubuhnya telah renta. Tak salah apabila puncak acara gala performances malam itu diisi dengan penyerahan penghargaan life time achievement pada Mimi Rasinah. Maestro tari topeng Indramayu itu meninggal 7 Agustus 2010 lalu (pentas terakhirnya di

40 LIONMAG DECEMBER 2010

Bentara Budaya Jakarta pernah dimuat dalam majalah ini edisi September). Penghargaan diterima Aerli Rasinah cucu sang maestro. Melestarikan Seni Topeng

Kekayaan seni budaya kita disebut-sebut yang terkaya di dunia. Buku-buku pelajaran sekolah pun dengan detail mendiskripsikan beragam seni dan budaya –termasuk seni topeng- dari suku-suku di nusantara. Pengantar buku acara FTN 2010 yang ditulis Nani Y Taufik, ketua umum Yayasan Prima Ardian Tana menyebutkan, FTN 2010 adalah peristiwa budaya yang menjadi ajang pelestarian warisan bangsa. Selain itu, pengembangan seni topeng diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi kerakyatan melalui industri kreatif dalam konten budaya lokal.

(searah jarum jam) Pamungkas festival Tari Topeng Panji Cirebon; Hudoq yang sakral dan mistis dari Kalimantan Timur; Komunitas onthel (sepeda tua) pun bertopeng; Gemulainya Tari Gandrung di gladi resik telah memikat para juru foto.

Usaha melestarikan seni tradisi bangsa, termasuk seni topeng, adalah tanggung jawab bersama. Mari kita belajar mengenal untuk bisa mencintai hasil karya adiluhung bangsa. Menghargai dan mendukung kesetiaan para seniman dalam berkarya, bukan menghitung untung rugi dan pilih-pilih seni dan budaya berdasarkan hitung-hitungan komersial. Semoga pelestarian seni topeng tak hanya sebatas pelaksanaan festival yang gemerlap dan gegap-gempita.


DECEMBER 2010 LIONMAG

41


tRAVeL GOA BUNIAYU

wISATA GuA

DI PERUT BUMI SUKABUMI TEKS & fOTO: BERNADUS BUDHIPRAYOGA SURYANTO

Belum luas diketahui oleh orang Indonesia, nun di perut bumi Sukabumi ada kehidupan mempesona -yang tak pernah terbayangkan, kecuali kita datang sendiri menyaksikannya di sana.....

42 LIONMAG DECEMBER 2010

WOI ......woooiiiii...., haloha.... haaalooohaaa..... Itu bukan suara Tarzan, tapi sipongang alias gaung yang dipantulkan oleh dinding-dinding kapur Goa Buniayu. Gua ini terletak 27 km sebelah selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat, memiliki sensasi khas bagi para peminat wisata di perut bumi atau penelusuran gua (caving). Berada pada ketinggian 750 meter di atas permukaan laut, Goa Buniayu dapat dicapai satu jam perjalanan darat dari Sukabumi. Atau kurang lebih 5 jam dari Jakarta -- ini hitungan tanpa macet, lho. Masyarakat Sukabumi sendiri kerap kali mengunjungi lokasi wisata ini di akhir pekan, atau pada musim liburan sekolah. Goa Buniayu memiliki beberapa gua. Wisatawan yang tertarik hanya sekadar menikmati pesona perut bumi, dapat

memilih jalur gua wisata. Namanya: Goa Siluman, dengan jarak penelusuran sekitar satu jam. Di dalam Goa Siluman ini terdapat beberapa titik lampu listrik untuk menerangi jalur penelusuran yang terbuat dari batuan semen. Pengunjung dapat menyaksikan keunikan stalaktit dan stalakmit. Sosoknya masih alami. Kita harap begitulah seterusnya, jauh dari usil tangan jahil alias vandalisme. Jangan sampai seperti nasib beberapa gua wisata lain, misalnya, Goa Jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah, banyak dicoratcoret para vandalis. Jika memang bernyali menempuh tantangan, boleh coba menelusuri gua vertikal. Lokasinya berdekatan dengan Goa Siluman, dan tidak jauh dari pintu gerbang kawasan Goa Buniayu. Gua vertikal ini


(kiri) Berjalan menyelusuri aliran gua (tengah) Mulut goa dilihat dari dasar goa vertikal Buniayu (kanan) Ornamen goa yang cukup banyak dijumpai pada permulaan penelusuran yaitu umbrella fellow stone stalaktit yang bentuknya menyerupai payung batu besar.

punya kedalaman 30 - 50 meter, kerap kali lebih diminati wisatawan asing yang menyukai sensasi petualangan di perut bumi. Lebih dari sekadar nyali, untuk mampu menyusuri gua vertikal juga perlu stamina prima. Ditambah modal lain, yakni punya kebolehan bergelayut di tali. Ketrampilan teknik SRT (Single Rope Technique) ini penting dikuasai ketika hendak menuruni dinding cadas licin, sampai ke dasar -yang sering tidak nampak jelas dari mulut gua. Untuk menempuh jalur vertikal ini, pengunjung wajib didampingi seorang pemandu. Mereka adalah warga setempat, siap dengan peralatan caving, seperti wear pack, sepatu boot plastik, dan helm. Kita hanya perlu membawa senter plus baterai cadangan. Selebihnya, peralatan SRT, seperti tali karmantel, autostop, dan pemasangan anchor (tambatan tali) akan disiapkan oleh Kang Ucok beserta kawan - kawan pemandu lainnya. Kita akan dibawa menjelajah dasar gua -- yang tidak pernah

dibayangkan sebelumnya. Penelusuran gua vertikal biasanya makan waktu empat jam, dengan jarak tempuh 2,5 km. Ongkos satu pemandu antara Rp 80.0000,- sampai Rp 100.000,Tidak terlalu mahal jika dihitung dengan peralatan yang disediakan -- dan yang terpenting: selamat! Menurut cerita Kang Ucok, di sini Dr R.K.T.Ko pernah melakukan riset dan pemetaan dalam perut Goa Buniayu. Kini mantan Ketua Hikespi itu menjadi Ketua Lembaga Karst Indonesia, MENJELAJAH PERUT BUMI Kita masuk melalui bibir gua yang berupa celah sempit batuan karst yang tajam dan licin karena lelumutan. Meluncur perlahan menggunakan tali dan autostop, kita menuruni sebuah ruangan besar (chamber) -- menyerupai hall seakan kita berada di dalam sebuah kubah raksasa. Di sini terdapat lebih dari tiga chamber gua. Kita berjalan 10 menit meninggalkan chamber utama, penjelajahan dasar bumi DECEMBER 2010 LIONMAG

43


TRAVEL GOA BUNIAYU

dilanjutkan melalui gorong-gorong gua. Jalur ini becek di musim hujan, karena rembesan air dari langit-langit gua. Hampir separuh penelusuran, kita berpapasan dengan pesona ornamen gua yang mengkilap ketika disorot cahaya senter. Jenis ornamen yang banyak dijumpai pada awal penelusuran adalah umbrella fellow stone stalaktit. Bentuknya menyerupai payung batu besar. Rintangan yang dilalui pun cukup berbahaya. Itu sebabnya, perlu pemandu untuk masuk ke dalam gua vertikal ini. Rintangan pertama, kita akan turun jurang licin sedalam 3 meter, melalui bantuan tali pita (webbing) yang dikaitkan pada lobang kecil dinding gua. Sesampai di dasar gua, perjalan lanjut menyusuri aliran sungai yang semakin deras arusnya. Ujungnya tiba-tiba lenyap ditelan rongga perut bumi, berupa rekahan besar. Ini sangat berbahaya untuk dilalui. Di perut gua ini banyak ditemukan aliran sungai. Arusnya deras di musim hujan. Aliran sungai inilah sumber kehidupan bagi penghuni gua: ya, cacing, serangga, laba-laba, jangkrik, kecoak, kelelawar, dan ular. Kita lanjutkan penjelajahan, ketemu lagi rintangan berupa jebakan lumpur di gorong-gorong gua. Begitu sempitnya, hingga kita tidak mungkin berjalan tegak alias harus merunduk. Terbungkuk di kubangan lumpur, rasanya kaki terhisap, dan amat sangat berat untuk melangkah. Sehingga kita harus merangkak, dan terkadang harus melepaskan sepatu boot yang terjebak dalam lumpur pekat. Dalam situasi “kritis� semacam ini terasa udara jadi pengap. Di bagian ini, jangan panik jika tak ingin keadaan jadi lebih gawat. Tenang saja. Minta rekan yang di belakang untuk bantu mendorong

44 LIONMAG DECEMBER 2010

(searah jarum jam) Akhir penelusuran lokasi di air terjun; Menuruni jurang licin dengan bantuan webbing; Menyusur sungai dalam goronggorong gua

kita jalan. Bagaikan di jalanan Jakarta, kemacetan khas “jalan� dalam gua ini pun cukup menyita waktu. Sebab sangat tidak mudah melepaskan diri dari jeratan lumpur basah. Di penghujung gua, masih ada jalur yang menantang. Yaitu, berupa celah vertikal. Ini hanya dapat dilalui dengan berpegangan pada seutas tali webbing. Lalu tubuh dirambatkan pada rekahan dindingdinding gua yang menghimpit punggung. Perlahan-lahan tapi pasti -- plus tentunya tidak pernah putus asa, gagal sekali, ya coba lagi dan lagi. Sampai sukses merambatkan badan mirip kucing menyelipkan tubuh di celah sempit. Hahhhh.. secercah cahaya menembus gorong-gorong gua, merupakan sebilah harapan akan penantian menyelesaikan sebuah sensasi petualangan kali ini. Nafas terasa segar kembali dapat menghirup udara bebas. Jalur tangga alami berupa

susunan bebatuan gua, menjadi pertanda bahwa penelusuran perut bumi berakhir sudah. Kawasan Goa Buniayu juga memiliki air terjun, berjarak 2 km dari mulut gua yang berada di tengah perkebunan sayur penduduk. Air terjun ini kerap digunakan sebagai tempat berbilas bersih ketika kita selesai melakukan penelusuran gua vertikal Buniayu. Belum luas diketahui oleh orang Indonesia, nun di perut bumi Sukabumi ada kehidupan mempesona -- yang tak pernah terbayangkan, kecuali kita datang sendiri menyaksikannya di sana.


DECEMBER 2010 LIONMAG

45


GEDUNG TEATER JAKARTA Reputasi Insan Seni Indonesia

Bangsa ini memiliki banyak sekali seniman yang terbukti mumpuni dalam menghasilkan karya yang sangat kreatif dan berkualitas. Tentunya harus didukung dengan infrastruktur berkualitas yang dapat mengakomodir daya kreatifitas pelaku seni ini sehingga menghasilkan seni pertunjukkan yang luar biasa. Gedung Teater Jakarta hadir menjawab kerinduan para pelaku seni budaya Indonesia akan sebuah gedung pertunjukan yang bertaraf internasional.

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN PROVINSI DKI JAKARTA www.jakarta-tourism.go.id

46 LIONMAG DECEMBER 2010


A D V E R T O R I A L

G

edung yang berlokasi di Komplek Taman Ismail Marzuki ini diresmikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo bulan Oktober lalu. Dengan diresmikannya gedung Teater Jakarta yang bertaraf internasional ini dapat memperkuat ikon Jakarta sebagai kota pusat seni budaya Indonesia - bahkan internasional. Bentuk bangunan yang futuristik namun tetap artistik ini berdiri megah dengan mengusung berbagai kelebihannya. Sistem audio visual yang modern, tata pencahayaan yang bagus serta tersedianya mesin hidrolik di panggung akan lebih memaksimalkan efek-efek pertunjukkan. Gedung berlantai tiga ini mampu menampung sekitar 1.200 pengunjung yang dapat menikmati pertunjukkan dengan nyaman. Karena dilengkapi dengan kursi yang elegan, yang tersedia di kedua balkon. Pun masih dilengkapi dengan pendingin ruangan yang sangat memadai. Gedung Teater Jakarta ini juga menyediakan fasilitas 10 ruang ganti pakaian yang dilengkapi dengan toilet, wardrobe, make up station yang mampu menampung 10 orang sekaligus untuk pertunjukan dengan mobilitas yang tinggi. Kelebihan lainnya adalah tersedianya akses penuh bagi para penderita cacat fisik yang menggunakan kursi roda, baik ke lokasi pertunjukan maupun ke toilet khusus. Bagi para pengunjung tidak perlu repot mencari tempat parkir karena Gedung Teater Jakarta memiliki basement yang dapat menampung 500 kendaraan roda empat. Pada Desember ini akan digelar pertunjukkan Musikal Laskar Pelangi karya Mira Lesmana dan Toto Arto sebagai produser dengan didukung oleh praktisi seni yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Sebut saja Riri Riza selaku sutradara, pengarah musik Erwin Gutawa, Hartati sebagai koreografer dan Jay Subyakto menangani desain visual. Sebelumnya, di Teater Jakarta ini juga telah digelar pertunjukkan Onrop! Musikal, sebuah komedi satir bagi yang masih percaya akan kekuatan cinta yang disutradarai Joko Anwar. Dengan kehadiran Teater Jakarta, diharapkan TIM semakin dikenal sebagai pusat budaya kota Jakarta yang merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan kesenian di Indonesia.

ARIE BUDHIMAN

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. “Teater Jakarta harus menjadi patron aktifitas seni dan budaya nasional maupun internasional. Seniman yang tampil di sini harus yang berkualitas, tidak asal-asalan dan sudah lolos uji kualifikasi dari Dewan Kesenian Jakarta sebagai kurator seni yang akan ditampilkan di gedung ini. Sehingga setiap pertunjukkan di Teater Jakarta ini dapat disejajarkan dengan pertunjukkan kelas dunia di Esplanade, Opera House, West End maupun Broadway.”

RIRI RIZA “Walaupun konsep musikal yang kami siapkan menerapkan tata cara musikal seperti digunakan oleh Teater West End maupun Broadway, Musikal Laskar Pelangi akan memasukkan unsur lokal dan budaya Indonesia yang kuat. Baik penyutradaraan, musik, desain panggung dan koreografi akan menampilkan sentuhan melayu yang kental”

MIRA LESMANA “Fasilitas Teater Jakarta sangat mendukung kebutuhan pertunjukan Musikal Laskar Pelangi. Ini adalah gedung pertunjukan yang sudah lama kami nantikan. Ide menggelar Musikal Laskar Pelangi telah kami pikirkan sejak film Laskar Pelangi pertama kali diputar di sinema pada tahun 2008 lalu. Kami sangat bersemangat mewujudkan ide ini karena baik buku maupun film Laskar Pelangi mampu menghibur sekaligus memperkaya nilai dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Namun kami harus menunggu memproduksinya karena tidak tahu harus tampil dimana. Dengan adanya Teater Jakarta, ide menghadirkan musikal dapat diwujudkan lebih maksimal. Hal ini penting karena yang akan kami tampilkan adalah musikal yang menerapkan tata cara yang digunakan oleh teater internasional seperti West End dan Broadway, dan gedung Teater Jakarta sangat memungkinkan untuk menyelenggarakan pertunjukan seperti ini”.

DECEMBER 2010 LIONMAG

47


EVENT festival baleo

Aksi lamava menombak ikan paus, Foto : M. Ridwan

Barter Sepiring Jagung

Teks & foto: Makhfudz sappe

TRADISI TANGKAP PAUS LAMALERA “Baleo, baleo, baleo…!” Begitu teriakan orang-orang di desa Lamalera. Maka para warga desa dalam sekejap berhamburan dari segala pelosok dengan penuh hasrat, berpacu dengan degup jantung mereka yang sudah meresap secara kultural. Teriakan tadi adalah semacam sandi, bahwa ada ikan paus yang sedang melintas di depan kampung mereka. Kampung memang sontak geger. Dan kalau itu terjadi, maka berlanjutlah tradisi menangkap paus yang sudah berlangsung ratusan tahun. TRADISI RATUSAN TAHUN Pertanyaannya, di mana Lamalera? Sebenarnya, Lamalera adalah nama desa nelayan yang terdiri dari beberapa dusun di pulau Lembata, kecamatan Wulandoni, kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai pulau Lembata, bisa menggunakan perahu dengan waktu tempuh empat jam dari Larantuka. Larantuka sendiri bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama 3-4 jam Maumere. Kota Maumere adalah perhentian yang menghubungkan kota-kota di pulau Flores, karena Wings Air terbang kesini. Lazimnya berlangsung antara awal bulan Mei hingga September. Itulah periode di mana ikan paus dari jenis sperm whale alias

48 LIONMAG DECEMBER 2010

koteklema melintas dalam prosesi migrasinya dari Australia. Dan begitu paus melintas, maka secara otomatis tersusun tim yang akan memburunya. Yang menjadi ujung tombak dari tim pemburu paus ini adalah juru tikam –dalam bahasa lokal disebut “lamava”. Para lamava ini “menikam” dengan cara melemparkan tombak bambu ke tubuh paus. Pada ujung tombak bambu itu ada besi lancip, pisau tipis bermata satu. Melemparnya tentu dari kapal yang mengikuti “driving lane” si paus. Dan itu masalahnya. Pertama, bila tombak mengenai paus, belum tentu mamalia laut bongsor itu kontan lumpuh. Bila tidak tepat hingga melumpuhkan, bisa-bisa tombak bertali itu ikut diseret paus menjauh. Itu belum selesai. Karena dalam “pelarian”nya membawa tombak, paus bisa bertindak tak terduga –termasuk menyelam. Artinya, tombak, perahu berikut krunya bisa terseret ke bawah muka laut –syukur bila bisa muncul lagi. Ada persoalan lain lagi dari tingkah paus yang terluka. Ekornya bisa liar mengibas kesana-kemari. Risikonya, kapal pecah. Paus pun hilang. Itulah kenapa, saat perburuan terjadi dalam atmosfir yang heroik, semua kru menggantungkan harapannya pada lamava, agar tombak tepat menusuk dan melumpuhkan paus, tidak meleset.


Namun perlu digarisbawahi, bahwa perburuan paus di Lamalera adalah adalah sebuah tradisi, sebuah artikulasi kebudayaan akan heroisme para warga Lamalera –bukan didasari kebutuhan industri skala besar. Seorang lamava misalnya, dalam setahun lazimnya membunuh 3-4 ekor paus saja. Itupun tidak sembarang dalam beraksi. Umpama, bila dihubungkan dengan local wisdom bahwa tidak diperkenankan memburu paus sampai batas wilayah perairan tertentu. 
 KEINDAHAN SISTEM SOSIAL Belum lagi berkenaan dengan hasil perburuan. Daging hasil perburuan paus akan dibagi-bagi ke warga desa. Dan yang pasti –dijamin-- mendapat bagian adalah para wanita berstatus janda di desa tersebut. Sehingga ketika terjadi perburuan paus, ibu-ibu ini menaruh harapan yang besar. Sungguh sebuah sistem sosial yang indah. Adapun lamava, para juru tikam, juga punya kedudukan penting dan sistem sosial. Aslinya, profesi ini diturunkan dari ayah ke anaknya –meski ada juga yang bukan karena faktor keturunan walau jarang terjadi. Lamava punya tanggung jawab besar, dikarenakan semua awak perahu menggantungkan harapannya kepada juru tikam ini, termasuk para wanita janda yang berharap atas hasil tangkapan berupa paus itu. Konon, agar siap berburu,

seorang lamava hanya boleh tidur bersama istrinya sekali dalam seminggu selama terjadi musim migrasi paus. Dan lamava memang bukan tidak punya risiko. Banyak kecelakaan menimpa lamava. Ada yang terbelit tali saat melompat untuk menombak ikan. Ada yang kehilangan tangan atau kakinya. Daging paus yang setidaknya berukuran panjang 15 meter itu sebenarnya lazimnya diperdagangkan di dalam desa secara barter. Satu potong daging paus bisa ditukar dengan sepiring jagung atau 12 ikan tongkol. Kebiasaan ini sudah berlangsung turun-temurun. Jarang terjadi ada yang mau membayar tunai untuk daging paus. FESTIVAL BALEO Saya datang ke Lamalera bertepatan dengan berlangsungnya Festival Baleo. Pada festival rakyat ini digelar berbagai lomba seperti dayung, renang dan peragaan penangkapan ikan paus. Masyarakat Lamalera memenuhi pantai untuk bersuka cita menonton berbagai lomba itu. Kemudian di malam hari, musik pantai digelar. Para pemusik dari Jakarta seperti Ivan Nestor dan kawan-kawan menghibur masyarakat Lamalera. Tampak pula aktris Happy Salma yang ikut menghibur masyarakat Lamalera dengan puisinya di antara deretan obor yang dipasang di sepanjang pantai. DECEMBER 2010 LIONMAG

49


SPECIAL HOLIDAY

4

TUJUAN LIBURAN FAVORIT

Mau liburan kemana? Berapa hari? Naik apa? Bersama keluarga ya? Ah, seringkali beberapa pertanyaan tersebut menyergap menjelang akhir tahun. Pertanyaan yang terkadang cukup membuat kita bingung. Wah, kalau sudah begini bisa runyam urusannya. Karena itu akan lebih baik jika soal liburan sudah kita rencanakan jauh hari sebelumnya. Begitu kota tujuan sudah ditetapkan tinggal menyusun anggaran dan rencana liburan selama di kota tersebut. Kita patut bersyukur berada di bumi nusantara yang begitu kaya dengan keindahan alam dan keragaman budayanya. Sehingga sebenarnya kita tidak perlu repot menentukan tujuan liburan keluarga karena kemanapun kita pergi di wilayah Indonesia ini kita akan menemukan keindahan dan keragaman budaya yang begitu mempesona. Nah, berikut ada beberapa kota yang dapat menjadi alternatif tujuan liburan akhir tahun keluarga kita. Teks & Foto: Ristiyono

50 LIONMAG DECEMBER 2010

MEDAN

ANTARA BECAK MOTOR-ROTI CANAI -HINGGA DURIAN Horas! Sebagai pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Medan berkembang menjadi kota metropolitan. Sebagian besar penduduknya adalah suku Batak dan Melayu. Selebihnya Jawa, Cina, Aceh dan India. Tentunya dengan penduduk yang beragam ini menjadikan Medan semakin semarak adat dan budayanya. Geliat ekonomi yang semakin maju membawa Medan menjadi kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Pusat perbelanjaan, restoran, perkantoran, hotel tumbuh cukup pesat. Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan moda transportasi darat, laut maupun udara. Banyak spot menarik bila kita berada di Medan. Tapi sebelum menjelajah ada baiknya kita mencoba moda transportasi khas Medan, becak motor atau becak mesin. Dengan beberapa ribu kita bisa berkeliling kota. Di kota ini banyak dijumpai bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda, tepatnya di kawasan yang dikenal dengan nama Kesawan. Nah, di wilayah ini ada pusat kuliner dan jalan-jalan yaitu Merdeka Walk. Kita juga bisa berkunjung ke Istana Maimun yang berada di Jl. Brigjend Katamso. Tidak jauh dari Istana Maimun, tepatnya di Jl. SM. Raja berdiri megah Masjid Raya Medan. Kawasan Kampung Madras menawarkan suasana yang berbeda. Di wilayah ini kita bisa menjumpai orang keturunan India dengan berbagai macam makanan khas India. Wajar saja bila kawasan sering juga disebut Little India. Di daerah ini juga terdapat Kuil Shri Mariamman yang berdiri megah dengan segala keindahannya. Bila ingin tempat wisata yang agak jauh dari Medan sekitar 78 km, Tanah Karo bisa menjadi pilihan. Salah satu tempat terkenal di Tanah Karo adalah Berastagi. Udara yang sejuk dengan hamparan ladang pertanian yang indah, luas dan hijau menjadi ciri khas daerah ini. Selain itu kita juga bisa lanjut ke Air Terjun Sipiso-piso dan desa adat Lingga. Tentunya, bila sudah sampai Medan sayang sekali bila tidak menyempatkan diri ke Danau Toba dan menyeberang ke pulau Samosir dan mengakhirinya dengan menyantap durian di Ucok durian.


DECEMBER 2010 LIONMAG

51


SPECIAL HOLIDAY

BANDUNG SEJUTA DAYA PIKAT KEINDAHAN SETIAP SUDUT KOTA

K

ota yang juga dikenal dengan julukan Kota Kembang ini begitu menarik perhatian. Sampai-sampai penjajah Belanda pun tertarik akan keindahannya dan menamakannya Parijs Van Java. Hanya 2 jam dari Jakarta, aura keindahan dan kesejukan Bandung menarik setiap wisatawan. Kota ini memang pas sebagai tujuan wisata belanja dan wisata kuliner. Maraknya factory Outlet yang menjual pakaian-pakaian branded dengan harga miring, distro yang menjual kaos gaul anak muda sampai penjaja makanan kaki lima hingga restoran dan cafe high class yang

52 LIONMAG DECEMBER 2010

bertebaran di Lembang dan Dago Atas memanjakan wisatawan yang datang. Beberapa spot yang menarik lainnya untuk jalan-jalan diantaranya jalan Braga, Ciwalk, Paris Van Java, kawasan Asia Afrika. Di jalan Riau dan jalan Dago banyak kita jumpai Factory Outlet dan deretan cafe & Resto. Bila ingin makan sambil menikmati suasana yang romantis di ketinggian, kita bisa memilih salah satu resto yang ada di daerah Dago Atas. Dari sini kita bisa melihat keindahan kerlap-kerlip lanskap kota Bandung di waktu malam. Nah, bagi Anda penyuka makanan khas Sunda bisa ke daerah Punclut, Ciumbeluit. Jika ingin yang agak jauh dari pusat kota, kita bisa ke arah Lembang, Tangkuban Perahu atau ke obyek wisata Kawah Putih Ciwidey. Selain panorama yang indah, udara sejuk hingga nikmatnya ragam kuliner dapat kita temui disini. Jangan lupa juga menikmati sensasi buah strawberry dengan memetik sendiri langsung di kebun.


DECEMBER 2010 LIONMAG

53


SPECIAL HOLIDAY

SEMARANG

Foto : Paul I. Zacharia

MENYERUPUT TEH POCI BERSANDING LUMPIA DI ANTARA BANGUNAN TUA

P

usat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah ini juga menarik untuk dikunjungi sebagai salah satu tujuan wisata. Salah satu yang wajib dikunjungi bila tandang ke sini adalah Lawang Sewu. Gedung bersejarah ini dirancang oleh arsitek Belanda C.Citroen dari Firma J.F. Klinkhamer dan B.J. Quendag pada tahun 1903 dan selesai tahun 1907. Bangunan ini menghadap ke Taman Wilhelmina yang sekarang lebih dikenal sebagai komplek Tugu Muda. Dekat dengan komplek ini berdiri Gereja Katedral Randusari yang juga merupakan bangunan bersejarah. Selain itu masih ada beberapa tempat menarik yang sayang untuk dilewatkan. Seperti Taman Srigunting di kawasan Kota Lama, tepatnya di Gereja Blenduk. Kuil Sam Po Kong sekitar 3 km dari Tugu Muda. Atau meluncur ke Klenteng Tay Kak Sie yang didirikan sejak tahun 1746 yang berada di Gang Lombok. Semarang sebagai tujuan wisata kuliner juga tak perlu diragukan. Beragam kuliner dapat kita jumpai, jadi bukan hanya sekadar lumpia atau bandeng presto saja. Coba saja saat malam tiba, kita bisa menuju ke kawasan kuliner Semawis, tidak jauh dari Klenteng tadi. Berbagai jenis makanan khas Semarang mudah kita dapatkan begitu memasuki kawasan semawis, yang ditutup bagi kendaraan ini. Namun perlu diingat Semawis hanya ada pada hari Jumat sampai Minggu. Atau bisa saja kita duduk lesehan di Simpang Lima sambil menyeruput hangatnya teh poci.

54 LIONMAG DECEMBER 2010

Foto : Paul I. Zacharia


A D V E R T O R I A L

‘One Stop Service’ Medical Tourism BP HEALTHCARE

K

ini, wisata bisa dikemas dalam berbagai macam disain yang menarik. Ada eco-tourism. Ada pula wisata kuliner. Dan kini, ada lagi medical tourism –begitu yang kami lihat di Penang, Malaysia. “Ya, memang kini berkembang medical tourism. Ke Penang, misalnya, jalanjalan sambil periksa kesehatan. Biasanya juga dalam kelompok kecil, seperti keluarga,” ungkap Chevy Beh Yen San, Finance & Investment Director BP Healthcare Group Pendapat Chevy mungkin benar. Kini banyak orang melakukan medical check-up di Singapura atau Malaysia –sambil berwisata tentunya. Hanya, kalau menilik dari ‘kualitas’ medical check-up itu sendiri, apa yang ditawarkan BP Healthcare sangat kompetitif, unggul dari segi kualitas pula. “Kami fokus pada primary care. Di sini, one stop servicelah. Kami punya 70 cabang diagnostic center. Dan informasi di antara semua cabang itu terkoneksi bagus. Anda datang kemana saja, sama saja. Semua terkoneksi. Sebenarnya, tanggungjawab kami memberi info kesehatan pengunjung. Nah, kalau dia punya masalah, maka kami bisa memberi rekomendasi, umpama bila harus ditindaklanjuti secara medik,” terang Chevy. Dengan pengalaman 28 tahun sebagai healthcare provider, BP Healthcare yakin bahwa bila seseorang didiagnosis, itu bukan berarti mencari-cari apa yang ‘salah’ dalam tubuhnya, melainkan untuk meyakinkan bahwa tubuhnya dalam keadaan baik. Nah, untuk mendapatkan hasil yang komprehensif, maka BP Diagnostic Center menyajikan screening “Head2Toe” –benarbenar dari ujung rambut hingga ujung kuku. Secara garis besar, diagnostik pada program ini mencakup Medical Examination, Optometry, Audiometry, Chest X-ray, BP ECG Stress Test, Lung Function Test, Ultrasound, DC Series Blood Analysis, Body Composition Analysis, DC Series Blood Analysis, Body Composition Analysis, Mammogram, Nutritional Intervention, Pap Smear, Wellness Coaching hingga Bone Density Test.

Bagi BP Healthcare, health-screening mesti reliable, komprehensif, dilakukan oleh dokter ahli, penyimpanan data handal, teamwork, harga yang masuk akal hingga community service --seperti yang mereka lakukan. “Harga di sini lebih reasonable ketimbang di Singapore,” imbuh Chevy. Dalam operasionalnya, BP Healthcare mengedepankan keunggulan komparatif seperti pelayanan, lingkungan kerja satu atap, SDM bermutu tinggi, peralatan mutakhir (BP Healthcare tergolong memiliki peralatan yang jarang dimiliki provider lainnya seperti audiometry), tempo pelayanan yang singkat, biaya yang masuk akal, laporan rekam medik yang cepat, konsultasi atas hasil rekam medi, penyimpanan data yang handal hingga rujukan tindak lanjut bila ada masalah kesehatan. Standard BP Healthcare sendiri MS ISO 9001-2008 untuk Quality Management Requirements dan MS ISO 15189 yang Full Scope in Medical Lab. Itu termasuk parameter 135 tes, yang menjadikannya paling lengkap di seluruh Malaysia. “Kami nomor satu di Malaysia sesuai standar pemerintah,” tambahnya lagi sambil menceritakan kebanyakan pengunjung berasal dari Indonesia. Pertanyaannya, apa beda diagnostic center dengan rumah sakit? Chevy pun menjelaskan, “Coba lihat di tempat kami, apa yang datang orang sakit? Justru yang sehat. Berbeda bila ke RS, kita lihat orang sakit. Belum apa-apa jadi ikut sakit. Nah, di Penang, memang jadi medical tourism. Kami bahkan punya paket untuk keluarga. Ikutkan saja istri, ibu, anak, mertua hingga kemenakan. Selain itu, bila ke RS, Anda bisa naik-turun lantai, pindah-pindah bagian, dari gedung ke gedung. Habis waktu.” DECEMBER 2010 LIONMAG

55


SPECIAL HOLIDAY

BALI EVERYDAY IS HOLIDAY

Siapa yang tak kenal Bali? Pulau satu ini bak primadona tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia. Keelokan alam dan keragaman seni budayanya membuat setiap insan yang berkunjung berdecak kagum. Banyak pilihan obyek wisata di Pulau Dewata ini. Dari seni budaya, pantai, taman bawah laut, pegunungan yang indah, hingga aktifitas wisata yang memacu adrenalin pun ada. Tidak terlalu susah untuk menjelajah pulau ini. Jika ingin petualangan seru, kita bisa menyewa sepeda motor dengan harga sewa Rp. 30.000 – 50.000 per hari berkeliling menjelajah Bali. Kawasan pantai Kuta boleh dibilang menjadi tujuan paling favorit bagi wisatawan karena kawasan ini menjadi cikal bakal obyek wisata di Bali sebelum yang lainnya mulai dikenal. Jika Anda ingin menikmati hiburan malam wilayah Kuta, Legian, Seminyak, Kerobokan, Petitenget boleh menjadi pilihan. Karena di kawasan ini banyak terdapat klub-klub malam yang siap memanaskan malam dengan dentuman musik karya para DJ baik lokal maupun internasional. Jika ingin liburan yang tenang, kita bisa meluncur ke Ubud. Boleh dibilang Ubud merupakan desa seniman. Karena dari sini banyak dihasilkan karya seni yang dapat kita bawa sebagai cindera mata. Salah satu obyek wisata yang dapat kita kunjungi saat di Ubud adalah Monkey Forest. Masih banyak tempat menarik yang bisa kita kunjungi, seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem yang terkenal dengan ritual perang pandan. Taman Ujung, Taman Air Tirtagangga, Tanah Lot, Kawasan Nusa Dua, Sanur, Lovina yang terkenal dengan lumbalumbanya. Wah, bisa jadi tidak cukup seminggu untuk mengeksplor keindahan wisata Bali.

56 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

57


GALLeRy

TABLET LG E-NOTE H1000B Tablet PC terbaru keluaran LG ini dioperasikan dengan sistem operasi Windows 7 starter edition. Memiliki layar 10,1 inci dengan 1366 x 768 pixel jenis layar sentuh resistif dengan stylus. Mengusung beberapa fitur seperti low watt, prosesor 1.1 GHz Intel Atom Z510 atau 1.6 GHz Intel Atom Z530, 1 GB RAM dan 16 GB solid state disk. TABLET LG E-NOTE H1000B mendukung Wi-fi, Bluetooth 3.0 dan WiMAX opsional. Perangkat seberat 1,9 Kg ini memiliki 2 port USB dan slot SDHC card. Juga dilengkapi baterai 4 cell yang bisa dilepas.

CAMELBAK OCTANE XCT LIME Bagai menyimpan air di punggung Sebuah piranti yang unik dan sebenarnya sudah begitu populer di kalangan pecinta motorcross, sepeda motor gunung, maupun pecinta olah raga sepeda gunung. CamelBak Octane XCT Lime adalah tas punggung khusus yang berfungsi sebagai pembawa air minum dengan sistem hidrasi khusus yang memungkinkan para pengendara ini minum tanpa melepas tangan dari setang sepeda motor. CamelBak mampu menampung air sebanyak 2 liter yang juga dilengkapi beberapa kantong untuk snack dan peta perjalanan. Karena bentuknya yang simpel, ringan CamelBak sangat cocok untuk aktifitas olah raga lari, bersepeda atau jalan kaki.

G-SHOCK GRAVITY DEfIER WATCHES Jam ideal bagi para pilot

Casio Computer Co, Ltd, November lalu mengumumkan peluncuran tiga jam tangan G-SHOCK yaitu G-1250BD, G-1250D dan G-1250B. G-SHOCK Gravity Defier watches dibuat berdasarkan konsep penerbangan bukan saja mampu menahan goncangan tapi juga mampu menahan gaya gravitasi sentrifugal. Sehingga jam tangan ini sangat ideal bagi para pilot karena tiga varian jam ini sudah lulus uji dan mendapatkan sertifikat ISO 2669 untuk peralatan pesawat. Beberapa fitur selain tahan terhadap gaya grafitasi jam ini juga tahan air sampai kedalaman 200 m. Dapat menampilkan waktu di 48 kota di dunia berdasarkan Coordinated Universal Time (UTC), yang digunakan dalam kontrol lalu lintas udara. Masih banyak keunggulan lainnya yang tentu sangat bermanfaat bagi para pilot.

58 LIONMAG DECEMBER 2010

AIPTEK POCKET CINEMA T20 Proyektor mini berfungsi maxi Perangkat satu ini sangat ideal buat Anda yang harus presentasi dengan mobilitas tinggi. Sebuah proyektor mini keluaran AIPTEK yang diberi nama PocketCinema Pico T20 ini berukuran kecil hanya sebesar telapak tangan orang dewasa sehingga mudah dibawa. Dengan berat 4.1 ons proyektor mini ini menggunakan mesin display LcoS dan lampu LED putih, VGA beresolusi 640 x 480 dan 10 kecerahan lumen. Dengan spesifikasi seperti ini dapat menampilkan proyeksi gambar berukuran 6 inci hingga 42 inci. Proyektor ini terhubung ke input dan listrik dengan menggunakan kabel USB yang sama.


DECEMBER 2010 LIONMAG

59


TIPS

GAYA

HIDUP INVESTASI “Bing beng bang yok kita ke bank - Bang bing bung yok kita nabung - Tang ting tung hey jangan dihitung - Tau tau kita nanti dapat untung....... Dari kecil kita mulai menabung - Supaya hidup kita beruntung Mau keliling dunia ada uangnya - Juga untuk membuat istana...�

epenggal lirik lagu anak-anak ini boleh mengingatkan kita untuk berhemat dan rajin menabung. Sebenarnya budaya menabung sudah kita kenal semenjak kecil. Tentunya kita juga masih ingat dengan celengan babi atau ayam yang bertengger di meja belajar. Atau dalam bentuk yang paling sederhana berupa potongan seruas batang bambu yang kita lubangi pas seukuran koin – mirip kentongan. Hingga suatu saat tabungan itu penuh, kita pecahkan dan uang yang terkumpul kita

60 LIONMAG DECEMBER 2010

www.photolibrary.com

belanjakan keperluan ataupun impian kita. Boleh dikata hal ini sudah menjadi gaya hidup yang ditularkan oleh orang tua kita sejak dulu. Bukan hanya menabung di bank saja, saat ini sedang maraknya orang ingin berinvestasi. Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali jenis investasi yang ditawarkan baik oleh bank maupun perusahaan lainnya yang bergerak dalam bidang finansial. Adapun jenis investasi pada prinsipnya terbagi menjadi dua macam : investasi aktif, yaitu investasi yang dikelola sendiri atau bersama-sama. Misalnya berjualan atau usaha aneka macam produk barang dan jasa yang menghasilkan pendapatan rutin. Sedang investasi pasif adalah investasi yang dikelola sendiri atau orang lain namun tidak menghasilkan pendapatan rutin. Misalnya membeli tanah/kavling, saham/reksadana, tabungan, deposito dan membeli apartemen. Nah, salah satu yang cukup menarik saat ini adalah investasi dalam bentuk emas. Ini termasuk jenis investasi pasif. Investasi emas ini dalam artian penanaman modal dengan bentuk khusus berupa emas

batangan /lantakan dengan kadar 24 karat secara fisik (tangible asset) bukan dalam bentuk emas perhiasan. Umumnya logam mulia/Fine Gold dalam bentuk lantakan ini dengan berat bervariasi mulai dari 1 gr hingga 1.000 gr. Rata-rata orang yang melakukan investasi emas ini menyimpan emasnya dengan menyewa deposit box di bank atau ada juga yang menyimpannya di rumah. Beberapa keuntungan investasi dalam bentuk emas ini diantaranya: aman, terlindung dari inflasi, mudah dipindahkan, mudah dicairkan, tahan lama, kepemilikan dan pengelolaan sendiri, bebas biaya administrasi, dapat dibagi dengan nilai tetap, digemari dan dapat diterima umum serta masih banyak lagi keuntungan lainnya. Intinya adalah bila kita mulai sekarang disiplin dan menjadikan investasi dalam bentuk apapun juga menjadi salah satu gaya hidup kita, maka sudah dapat dipastikan beberapa tahun kemudian kita akan menuai berbagai keuntungan finansial dari investasi tersebut. Dan harapannya adalah bahwa keuntungan finansial dari nilai investasi itu dapat meningkatkan kesejahteraan hidup kita.


DECEMBER 2010 LIONMAG

61


HUMOR

SI KORUPTOR KUALAT DUIT PILEK Koleksi Ed Zoelverdi ; Ilustrasi oleh Richard Archie FM

MAU dibilang kebiasaan ganjil, yah begitulah adanya di kalangan Bangsa Pendek Lidah. Mereka seolah bangsa yang sibuk kerja, dan tak cukup waktu untuk bicara panjang. Banyak kata diobok-obok, lalu disingkat. Contohnya, “pemilihan umum” disingkat menjadi “pemilu”. Boleh dicatat, “pemilu” secara harfiah berarti “yang bikin pilu”. Mau contoh? Ini dia. Di tengah hari-hari kampanye yang riuh dan berbusah-busah, satu di antara calon yang amat bersemangat adalah Don Silupajanji. Dia pidato berapi-api di lapangan Desa Undur-undur. Melalui corong pembesar suara, biasa, dia pun umbar janji untuk memajukan masyarakat desa. Caranya, dia janji akan memperlancar arus pengiriman hasil bumi dari desa tersebut ke kota. “Sudara-sudara sekalian, begitu terpilih nanti saya akan memperbaiki jalan masuk ke desa ini,” ujarnya. “Percayalah susudara..., saya akan perbanyak truk datang ke sini.: Prok... prok.. suit... suiiit... Dapat tepuk tangan ramai dan siulan nyaring sambung-menyambung, membuat Don Silupajanji kian menggelembung. “Sudara-sudari.., di saat musim hujan pun hasil panen kalian akan tetap bisa dibawa ke kota. Saya akan membangun jembatan untuk mengatasi banjir.” Mendengar ucapan terakhir ini, juru bisiknya bilang dari belakang panggung: “Ati-ati, bos, di sini nggak ada sungai.” Bisikan itu dengan sigap disambarnya: “Yak, susudara... jangan kuatir... nanti sungai pun saya bikin....” *** SUATU sore di satu praktek dokter jiwa, datang seorang nyonya cantik. Dalam daftar pasien, namanya tertulis Nyonya Don Silupajanji -- yah, pahamlah itu nama orang yang pernah getol obral janji di arena pilek alias pemilihan eksekutif. Menurut kabar terakhir, dia gagal. Padahal modal tampil sudah ludes milyaran -- dan uang itu seharusnya merupakan dana bantuan untuk peternak ayam dan petani padi. Sebagai pejabat berwenang, Don Silupajanji pun lupa diri dan enak saja melipat sebagian besar duit itu masuk kantongnya. Begitu lihainya, meski sempat heboh namun dia tak sampai masuk bui. Nah, isterinya tadi hanya duduk diam di pojok menunggu giliran. Tiba waktunya ketemu dokter, segera saja dia teriak: “Gawat, dokter! Anda harus segera tolong suami saya. Dia selalu bilang bahwa dia itu ayam.” “Aha! Tenang, nyonya. Itu cuma delusi alias khayalan saja,” sahut dokter. “Bawa saja ke sini, supaya perasaan sebagai ayam itu

62 LIONMAG DECEMBER 2010

bisa dihilangkan.” “Wah, nggak bisa, dok, nggak bisa! Dokter kok bego amat, sih... Saya kan perlu telur ayam juga...” *** SEMBUH.., eh, kumat lagi. Begitulah kondisi Don Silupajanji. Setelah menjalani perawatan setahun lebih -- bersama istri, mereka pun boleh pulang. Dan kembali pada rutinitas seharihari: sang istri ya sibuk ngerumpi di tetangga, atau pergi arisan. Sedangkan si suami rajin lari pagi bersama kawan-kawan. Dan malamnya, rame-rame ngerumpi di kafe. Singkat cerita, Don Silupajanji dan isteri tampak sembuh total. Hebat! Bulan bersilih bulan, sampailah pada suatu pagi yang gerimis. Don Silupajanji dan kawan-kawan sedang lari pagi, tibatiba si Don lari pontang-panting, sambil teriak-terak. Mulanya, kawan-kawannya mengira si Don takut kena hujan. Mereka coba mengejar, eh, malahan dia tendang. Seorang kawannya bertanya: “Kenapa, Don? Ada apa, sih?” Tanpa menjawab, si Don malahan mempercepat larinya, dan memekik minta tolong. Keruan saja kawan-kawannya bingung. Masih sambil berlari, Don Silpujanji teriak terus: “Tolong.., tolooong... aku bakal dicotok ayam....” Itulah hari pertama dia menyebut dirinya sebagai padi. Itulah hasil yang namanya makan duit serong, ya buntutnya dia pun jadi pesong alias sinting. Sebulan dalam perawatan, belum banyak kemajuan. Menjelang bulan ketiga, tampak isyarat kesembuhan. Dia tidak menoleh lagi ketika disapa Mr. Padi. Dan setelah benarbenar dia marah mendengar sebutan itu, maka sah sudah dia dinyatakan waras kembali. Ya, boleh pulang. Don Silupajanji pun melangkah ke pelataran parkir, dan dia lihat beberapa ekor ayam sedang mengekas di bawah pohon. Lama dia menatap ayam-ayam itu, lalu sembari menciutkan badan dia putar langkah kembali ke dalam rumah sakit. “Hah.. hah.., mana dokter, mam..mana dokter?” katanya, dengan tersengal meski tadi dia tidak berlari. Suster yang ditanya balik bertanya: “Lah, bapak kok balik lagi?” “Aduh, suster, tolong aku... itu di luar ada ayam, cilaka.. bisa-bisa aku dicotok rame-rame...” “Ooo, begitu. Tapi bapak tahu bahwa bapak bukan padi?” “Yaaaa.., tahu dong.” “Lantas, kenapa harus takut sama ayam, sih?” “Suster, aku memang bukan padi, itu aku tau persis. Tapi..., tapi ayam itu kan nggak tau....” *** INGAT pesan nenek: “kata” adalah pusaka tertua umat manusia. Ungkapan ini mengisyaratkan agar kita berhati-hati menggunakan kata. Jangan serampangan membonsai kata. Sebab tiap kata niscaya punya arti, punya makna -- dan tiap kata mengandung energi! Bisa bertuah, terutama jika “kata” itu dilafalkan sebagai doa oleh rakyat yang teraniaya oleh kezaliman pengurus negeri yang korup.


DECEMBER 2010 LIONMAG

63


>8CC<IPE<N

PUSAT PENGOBATAN TRADISIONAL DAN KLINIK SPESIALIS PRIA DAN WANITA

FU SHOU TANG PUSAT PENGOBATAN GABUNGAN METODE TIMUR & BARAT SPESIALIS PENYAKIT PRIA DAN WANITA Leklbd\e^XkXj`b\cl_XedXjpXiXbXkclXjd\e^\eX`g\epXb`kgi`X[XenXe`kXpXe^ g\e^fYXkXeepXcXdXk\kXg`k`[Xbj\dYl_#jXXk`e`k\cX_i\jd`[`YlbXGljXkG\e^fYXkXe >XYle^XeD\kf[\K`dli[Xe9XiXkJg\j`Xc`jG\epXb`kGi`X[XeNXe`kXpXe^g\ikXdX[`@e[fe\j`X# [\e^XeY\i^XYle^epXY\Y\iXgXX_c`Y\ig\e^XcXdXe[Xi`:_`eX#d\e^^leXbXeg\ic\e^bXgXe[Xe k\befcf^`b\[fbk\iXeY\ijkXe[Xi`ek\ieXj`feXcpXe^k\ib`e`#d\dYXeklXe[Xd\e^XkXj`Y\iYX^X` dXZXd^Xe^^lXeg\epXb`k%

Tempat terbaik mengobati penyakit EJAKULASI DINI dan KELENJAR PROSTAT ;XcXdd\e^fYXk`g\epXb`kgi`X[XenXe`kX#BXd`gXc`e^Gif]\j`feXc Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Pria: Satu kali pengobatan langsung mengatasi ejakulasi dini sampai ke akarnya,blc`kXcXkm`kXck\icXcl gXeaXe^#fg\iXj`gcXjk`bXcXkm`kXc m\ij`Bfi\X#g\dY\jXiXeXcXkm`kXc# g\dY\jXiXegifjkXk_pg\ikifg_p gifjkXk #iX[Xe^gifjkXk#j\i`e^YlXe^X`ib\Z`c[XeYlXe^ X`ib\Z`ck`[Xbk\ikX_Xe#jXcliXeb\eZ`e^d\e\k\jZX`iXe glk`_#k`[XbX[Xk\eX^XleklbYlXe^X`ib\Z`c#b\jlc`kXe YlXe^X`ib\Z`c#`e]\bj`d`bifYXDpZfgcXjdX[Xe:_cXdp[`X# g\epXb`kDXe^^X>fefii_\X #?\ig\j#:fe[pcfdXBlk`c # Jpg_`c`j#^Xe^^lXe]le^j`j\bjlXc`kXj[XeG\epXb`kD\elcXi J\bjGDJ cX`eepX%

Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Wanita::\im`ZXc <ifj`fe\ifj`gX[Xc\_\iiX_`d # iX[Xe^XcXkm`kXcMX^`e`k`j #iX[Xe^ jXcliXeb\eZ`e^#iX[Xe^gXe^^lc# b`jkXgX[X`e[le^k\cli#blk`c b\cXd`eZfe[pcfdXXZld`eXkld # Jpg_`c`j#d\dXjXe^&d\c\gXj @L;Jg`iXc #g\iYX`bXej\cXglk[XiX[XeY\iYX^X`g\iX[Xe^Xe g\epXb`kdXe^^X>fefii_\X #?\ig\jgX[XXcXkb\cXd`e% Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Dalam: Penyakit yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti flu, demam, pembengkakan dan sakit tenggorokan serta penyakit lainnya.

@e]fidXj`j\c\e^bXgepX1DXe^^X;lXJhlXi\Ac%>lele^JX_Xi`IXpXEf%(# IfX[C\m\c)8#)9#):#*AXbXikXLkXiX K\cg1(%Leklb@e]fidXj`PENGOBATAN TRADISIONAL1')( -)*(*,)' )%Leklb@e]fidXj`PENGOBATAN BARAT/MEDIS1')( -)*(/,'' =Xo1')( -)*(*,(0

(64

LIONMAG DECEMBER 2010 C@FED8>D<@)'('


JG<J@8C@JK:D

PUSAT PENGOBATAN TRADISIONAL DAN KLINIK SPESIALIS PRIA DAN WANITA

JG<J@8C@JK:D

Sinshe Senior Han Jian Fang% [`cX_`ibXe[XcXdb\clXi^XpXe^ Y\igif]\j`[`Y`[Xe^g\e^fYXkXe kiX[`j`feXcj\_`e^^X[Xi`lj`Xdl[X jl[X_Y\cXaXik\ekXe^g\e^fYXkXe kiX[`j`feXc%9\c`XlclcljXeLe`m\ij`kXj G\e^fYXkXeKiX[`j`feXc9\`a`e^:_`eX gX[XkX_le(0-+#g\ieX_Y\i^lil b\gX[XÈJ_`A`eDfÉpXe^d\ilgXbXe jXcX_jXkl[Xi`+j`ej_\k\ib\eXc[`9\`A`e^%;\e^Xeg\e\c`k`Xe bc`e`jj\cXdX+'kX_leY\i_Xj`cd\ep`dglcbXeÈ:XiXd\e^lXkbXe [Xed\efidXcbXe]le^j`^`eaXcj\YX^X`gXkfbXelkXdX leklbd\e^fYXk`g\epXb`k[`XY\k\j#jkifb\#c\m\i#^`eaXc[Xe d\dX[lbXefYXk$fYXkXe_\iYXc[XeXblglekli#[\e^XeZXiX d\cXblbXeg\e^fYXkXe[Xi`[XcXd[Xeg\e^fYXkXe[Xi`clXi# j\ikXd\e^lkXdXbXeg\ep\dYl_XejXdgX`b\XbXig\epXb`kepX% ;\e^Xeg\e^XcXdXegiXbk\bj\cXdX+'kX_lec\Y`_d\eaX[`bXe Y\c`Xld\d`c`b`j`jk\dg\d`b`iXe[Xek\fi``cdlk\ij\e[`i`% D\e^^leXbXefYXkd`eld[Xei\e[Xd[Xi`_\iYXcj\ikX Xblgleklileklbd\e^fYXk`g\epXb`kpXe^j\i`e^[`k\dl`pXe^ _Xj`cepXjXe^Xk\]\bk`]%D\dglepX`b\X_c`Xeb_ljlj[XcXd d\e^fYXk`g\epXb`k[`XY\k\jpXe^d\ep\YXYbXeclbXYfifb # g\dY\e^bXbXe#ep\i`#b\j\dlkXegX[XbXb`#]le^j`^`eaXc d\elile^X^Xc^`eaXc #li\ld[Xebi\Xk`e`ek`[XbefidXc%Al^X X_c`[XcXdd\e^fYXk`Xc\i^`gX[X_`[le^#iX[Xe^k\e^^fifbXe

Xblk[Xebife`j#Yifeb`k`j#iX[Xe^gXil$gXil#Y\iYX^X`dXZXd g\epXb`kcXdYle^#iX[Xe^ljljY\jXi#]le^j`^`eaXcd\elile^X^Xc ^`eaXc #[Xe^`eaXcYfZfipXe^[`Xb`YXkbXe[Xi`^Xe^^lXefi^Xe ^`eaXc#c`el&e^`clgX[Xg`e^^Xe^pXe^[`j\YXYbXe[Xi`c\dX_ ^`eaXc#YXkl^`eaXc#YXkljXcliXeb\eZ`e^#g\epXb`kc\m\i_\gXk`k`j  [Xe\dg\[l#J>FK[XeJ>GKk`e^^`#g\dY\e^bXbXe[`g\ilk pXe^[`Xb`YXkbXe[Xi`g\e^\iXjXec\m\i#]Xkkpc\m\ic\dXb_Xk` # iX[Xe^bXe[le^\dg\[l#iXjXglj`e^#jXb`kb\gXcX#`ejfde`X& jljX_k`[li#aXekle^Y\i[\YXipXe^[`j\YXYbXefc\_bfc\jk\ifc# ki`^c`j\i`[X#_pg\ik\ej`[XiX_k`e^^` #[Xe^lcX[XiX_k`e^^`j\ikX g\epXb`kg\dYlcl_[XiX_aXekle^[XefkXbpXe^[`j\YXYbXe[Xi` b\bliXe^Xe[XiX_gX[XaXekle^#aXekle^bfife\i#b\bliXe^Xe jlgcX`[XiX_b\fkXb#jkifb\[XegXjZXjkifb\%D\e^^leXbXe d\kf[\Xblglekli[XefYXkbfdgi\jgX[X-k`k`bXblglekli leklbd\e^fYXk`g\epXb`ki\ldXk`b#`dle`kXjklYl_d\elile# dXX^#jXb`kb\gXcX#`ejfde`XjljX_k`[li #iX[Xe^_`[le^#XjdX [Xej`jk\dg\ieX]XjXe% G\epXb`kXeXb$XeXbpXe^j\i`e^[`k\dl`#g\epXb`kd\ejkilXj`# g\e[XiX_XeXb`YXkb\k`[XbefidXcXe]le^j`iX_`d#^\aXcX d\efgXlj\gX[XnXe`kX#g\epXb`kb\c\eaXigXpl[XiX#]c\bgX[X dlbXj\ikX^XkXc$^XkXcgX[Xblc`kpXe^j\dlXg\e^fYXkXeepX d\dglepX`b_Xj`XkpXe^jXe^XkYX^lj%Leklbg\e[\i`kXkldfi [`^leXbXeZXiXg\e^fYXkXe[\e^XeÉD\dg\iblXk[XpXkX_Xe klYl_[XeD\e^_`cXe^bXe]Xbkfig\iljXbÉleklbd\dg\igXeaXe^ lj`XepX%

J@EJ?<JG<J@8C@JKLC8E>;8EEP<I@ Prof Dr Zhang Wei Hua#clcljXe Le`m\ij`kXjG\e^fYXkXeKiX[`j`feXc9\`a`e^ :_`eX#d\ilgXbXedli`[k\iYX`bg\e\dl d\kf[\g\e^fYXkXejg\j`Xc“Zhen Dao”(Acuphotomology)[Xeg\ieX_ Y\cXaXi[`Le`m\ij`kXjG\e^fYXkXeAfi[Xe% ;XcXdd\eXe^Xe`g\epXb`kklcXe^# ep\i`g\^Xc [XejXiX]#9\c`Xld\dglepX` gXe[Xe^Xek\ij\e[`i`[XeZXiXg\e^fYXkXepXe^YXil[XeXaX`Y%

B_ljljd\e^fYXk`glj`e^pXe^[`j\YXYbXefc\_jXb`kc\_\ipXe^ d\dYXe[\c#jXb`kb\gXcX#c\_\i#gle[Xb#kXe^Xe#gle^^le^#g`e^$ ^Xe^#[Xeg`e^^lc# tangan kesemutan, bantalan tulang pinggang keluar(LDP), saraf kejepit, pengapuran#klcXe^ b\ifgfj#iX[Xe^j\e[`clklk#g\dY\e^bXbXe[XejXb`kgX[XbXb`# Y\iYX^X`a\e`jg\epXb`kjXiX][Xeb\j\dlkXeYXXc %GXj`\epXe^ Y\cldd\e[XgXk_Xj`c[Xi`Xblglekli[XeKl`EX#J`cXbXe[XkXe^ b\bc`e`bbXd`leklbd\e[XgXkbXe_Xj`cg\e^fYXkXepXe^k\iYX`b%

9lbXj\k`Xg_Xi`#?Xi`D`e^^lC`YliK<K8G9LB8 AXdGiXbk\b1'0%*'$(*%''N@9#J`Xe^(+%''$(/%''N@9#@jk`iX_Xk1AXd(*%''$(+%''N@9

65 )

DECEMBER 2010 LIONMAG D<@)'('C@FED8>


BALI SECTION

TIRTAGANGGA MATA AIR PENYUCIAN PARA RAJA erada di desa desa Ababi, kecamatan Abang yaitu sekitar 83 Km dari Denpasar atau sekitar 6 Km dari Amlapura ke arah Utara, mata air Tirtagangga ini menunggu setiap insan yang mau berkunjung menyejukkan dan menyucikan diri. Taman Air Tirtagangga ini dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina.

66 LIONMAG DECEMBER 2010

â&#x20AC;&#x153;Embukanâ&#x20AC;? begitulah masyarakat sekitar Tirtagangga menyebutnya yang artinya mata air. Konon sebelum dibangun menjadi seperti yang terlihat sekarang ini, terdapat sumber mata air yang besar di daerah ini. Dan setelah dibangun oleh Raja Karangasem, taman air ini dijadikan tempat para raja Karangasem mandi membersihkan dan menyucikan diri. Terhampar di area seluas 1,2 hektar, Tirtagangga terdiri atas tiga komplek. Komplek pertama, ini bagian paling bawah dimana kita bisa menemukan kolam teratai dan air mancur. Di komplek ini kita bisa menikmati keindahan bunga teratai dengan ikan berenang diantaranya. Disini juga terdapat banyak patung berdiri kokoh di dalam kolam tersebut. Kita dapat menjumpai kolam renang di komplek kedua yang berada di

bagian tengah area ini. Nah, kolam inilah yang dipakai sebagai tempat pemandian para raja waktu itu. Sementara, dikomplek ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja. Tidak salah memang jika Tirtagangga menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang berkunjung dan mengeksplorasi Bali Timur. Begitu masuk area taman air ini, rasa sejuk, nyaman dan tentram merasuk ke sanubari. Hijaunya dedaunan, angin bertiup sepoi-sepoi dan gemericik air begitu memanjakan perasaan kita kala duduk santai di tempat ini. Dinginnya air memercik ke seluruh tubuh seakan meresap menyegarkan seluruh kalbu. Seolah seperti dimurnikan kembali seluruh jiwa raga ini begitu keluar dari kesegaran air Tirtagangga. Teks & Foto : Ristiyono


DECEMBER 2010 LIONMAG

67


BALI SECTION Luxurious Villa Between The Green and The Blue Sebuah mahakarya tampak jelas saat anda berada di Alila Villas Soori, kompleks villa resort yang terletak diantara hijaunya teras siring persawahan dan birunya Samudera Hindia seolah memberi warna berbeda. Memiliki beberapa pilihan villa dengan pemandangan ke persawahan dan ke laut lepas serta yang menjadi ‘signature’ dari Alila Villas Soori tersedia satu unit villa dengan sepuluh kamar tidur dengan kemewahan semua fasilitasnya. Keistimewaan yang ditawarkan dari satu unit villa sepuluh kamar tidur ini dapat terlihat dari sentuhan interior design berselera tinggi dengan pemilihan brand furniture terbaik serta didukung fasilitas seperti dimasing-masing kamarnya 40 inch LCD TV dengan satelit chanel & Bose hi-fi system, wi-fi internet access, gourmet bar, grand shower room dan Alila Villas signature bath amenities untuk pria dan wanita. Selain itu tersedia fasilitas khusus untuk villa ini seperti; Private Spa & Gym, Library, Infinity Pool, Personal Host, Gourmet Kitchen dan Helipad. Alila Villas Soori Banjar Dukuh Desa Kelating Kerambitan Tabanan - Bali T : +62-361-8946388 www.alilahotels.com

Menu Tradisional Dari Resep Ibu Anda mencari tempat makan dengan suasana berbeda dan berada ditengah keramaian Kuta, direkomen untuk datang ke Waroeng Kita. Resto dengan konsep warung pada interior dan tentu saja menunya yang jarang anda peroleh di Bali layak anda coba. Terletak di depan Pantai Kuta mengisi salah satu unit di The Stones X’tertaiment Center menjadi alternatif anda yang ingin mencoba menumenu Indonesia pilihan yang tersaji ala warung. Menjadi pendatang baru dibidang kuliner memberi semangat kepada management untuk menjadi yang terbaik dan diminati oleh pengunjungnya. Beberapa keunikan ketika anda berada di resto ini seluruh perlengkapan makan dan minum layaknya di warung dengan pelayanan resto, dengan tetap mempertahankan ketradisionalannya resto ini direkomen untuk dicoba. Selain suasananya yang homy dan menu makanan dan minuman seluruhnya Indonesia dijamin anda akan merasa nyaman ketika di resto ini. WAROENG KITA The Stones Jl. Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod Kuta - Bali 80361 T : +62-361-759996

68 LIONMAG DECEMBER 2010

Holistic Healing Center Menjelajah Pulau Bali untuk berlibur bisa jadi sudah biasa, akan merasa berbeda ketika anda datang ke Bali untuk sebuah penenangan diri atau lebih dikenal sebagai ‘healing’. Mendengar orang menyebut kata ‘healing’ tentu saja bermakna sebagai pengobatan secara spiritual untuk dapat lebih tenang dalam menghadapi semua permasalahan di kemudian hari. Sebagai jawaban akan permintaan sebuah pusat ‘healing’ hadir Five Elements Puri Ahimsa. Five Elements Puri Ahimsa lebih kepada penggabungan tempat pengobatan secara spiritual dan spa yang terletak di area penuh dengan ketenangan serta di tepi sungai Ayung. Konsep bangunan yang seluruhnya menggunakan bambu dirancang sederhana ini memiliki filosofi bahwa kehidupan akan terus berjalan hingga menuju kepada Sang Pencipta. Beberapa treatment penyembuhan yang ditawarkan langsung ditangani oleh masternya. Yang menarik dari tempat ini segala sesuatunya berhubungan dengan lima unsur yaitu; Pertiwi, Apah, Teja, Bayu dan Akasa. Five Elements Puri Ahimsa Banjar Baturning Mambal-Bali 80352 T : +62-361-469206 www.fivelements.org


DECEMBER 2010 LIONMAG

69


BALI SECTION Unique Dining Experience Sebuah trend tercipta jika anda sukses dalam melakukan bisnis serta inovasi-inovasi yang menjadi paduan dari pebisnis lain yang bergerak dibidang sama. Begitu juga dengan Sarong Restaurant Bar & Lounge sejak awal dibuka hingga saat ini selalu ramai pengunjung setiap harinya karena telah menjadi trendsetter dibidang kuliner. Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pemilik sekaligus Executive Chef Will Meyrick menjadikan Sarong selalu diminati. Sarong dengan konsep fine dining resto dengan interior perpaduan classic Eropa dan Asia layak menjadi trendsetter, didukung menu makanan yang ditawarkan. Kecintaan Will akan makanan Asia khususnya dari Indonesia, Thailand, China, India dan beberapa Negara di Asia yang memiliki karakter khusus memberi inspirasi untuk disajikan di resto ini. Setiap ingin berinovasi untuk menu baru biasanya Sarong akan mendatangkan ahli masak dari negara bersangkutan untuk membantu memperkenalkan dan menerangkan kepada loyal customer dari resto ini. SARONG Restaurant – Bar – Lounge Jl. Petitenget No. 19X Kerobokan - Bali 80361 T : +62-361-737809 www.sarongbali.com

Mengujungi Ubud – Bali untuk liburan atau melepas lelah setelah anda beraktifitas dan traveling sekian lama menjadi keputusan yang tepat. Dengan memilih Mango Tree Spa di Kupu Kupu Barong sebagai tujuan penyegaran dan sekaligus berlibur. Keunikan spa ini dapat dilihat dari letaknya yang berada di kontur tanah berbukit, lebih tampak sebagai bangunan yang menempel di dinding tebing sebuah lembah hijau.

Fantastic Bar At The Rock Anugerah alam Bali benar-benar dimanfaatkan oleh Ayana Resort & Spa dengan menambah satu fasilitas hotel berupa bar minimalis. Konsep Rock Bar yang terletak 14 meter dari permukaan air laut bagai sebuah dermaga dengan diperkuat desain minimalis dan terbuka. Sebuah terobosan baru yang ingin diberikan oleh resort ini kepada anda sebagai tempat tujuan melepas lelah sambil menikmati indahnya ‘sunset’ di Pulau Dewata. Selain bar tersedia juga ‘stage on the rock’ sebagai tempat penampilan musisi dan DJ berkelas dunia menghibur pengunjung bar ini. Saatnya bagi anda yang berencana liburan di Bali untuk menambah dalam daftar tempat-tempat yang wajib dikunjungi, mengingat bar seperti ini tidak anda temukan di tempat lain. Menjelang pergantian tahun beberapa acara telah dipersiapkan oleh bar ini yang tentu saja akan menjadi moment terindah yang tidak terlupakan. Rock Bar Ayana Resort & Spa Bali Jl. Karang Mas Sejahtera Jimbaran - Bali 80364 T : +62-361-702222 www.ayanaresort.com

70 LIONMAG DECEMBER 2010

Pamper Your Body At Mango Tree

Jika diperhatikan nama spa ini tentunya anda dapat membayangkan seolah spa ini berada pada sebuah pohon mangga besar, memang benar kenyataannya. Kamar terapi berada diantara pohonpohon mangga berukuran besar, layaknya rumah pohon. Menggunakan produk dari L’Occitane menjadi sebuah kesempurnaan bagi anda yang mencoba mengambil treatment di spa ini. Kesegaran aroma produk serta nuansa alam di sekitar spa ini menjadi jaminan anda akan kembali segar dan bersemangat. Mango Tree Spa Kupu Kupu Barong Kedewatan PO Box 7 Ubud - Bali 80571 T : +62-361-975478 www.kupubarong.com


Exploring Cultural Activities at Grand Istana Rama Hotel

K

etika seseorang ditanya apakah mereka sudah mengunjungi Bali atau belum, biasanya mereka akan merespon dengan menunjukkan gambar yang diambil di Tanah Lot, Sangeh, Kuta, atau menunjukkan souvenir yang mereka beli dari pasar seni seperti Sukawati.Jika hanya respon seperti itu saja dapat dipastikan bahwa tidak ada emosi atau perasaan yang terlibat selama liburan mereka di Bali sehingga kurang berkesan. Untuk itu Grand Istana Rama Hotel, Kuta-Bali menawarkan kepada seluruh wisatawan beberapa aktivitas budaya sehingga para wisatawan ini dipastikan memiliki kesan mendalam dan abadi tentang Bali. Aktivitas tersebut adalah Bahasa Indonesia Lesson, disini para turis manca negara akan diajar bahasa Indonesia. Coconut Climbing, para wisatawan akan diajar berbagai kegunaan dari pohon kelapa. Seperti membuat sesaji dari janur, dekorasi maupun arang batok kelapa. Cooking Class, dalam aktivitas ini para wisatawan diajak memasak masakan tradisional Bali, bahkan mulai dari belanja di pasar tradisional. Grand Istana Rama Jl. Pantai Kuta, Bali T.: 0361 752208 F.: 0361 754852 www.grandistanarama.com â&#x20AC;¨

DECEMBER 2010 LIONMAG

71


WELCOME ABOARD

Selamat Datang ... Apa yang harus anda ketahui Tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda didalam pesawat PONSEL

Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

PERALATAN ELEKTRONIK

Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flat mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut.

BARANG -BARANG BERHARGA LAINNYA

Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK

Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap disemua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan.

- Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK

UTAMAKAN KESELAMATAN

Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

BAGASI

Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi anda. - Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 25 kg Kelas Bisnis : 40 kg

72 LIONMAG DECEMBER 2010

Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda. Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.


DECEMBER 2010 LIONMAG

73


AiRcRAFt FLeet

Boeing 747 - 400 Total 2 units 484 seats (all economy) 22 seats business

Boeing 737 - 900 ER Total 178 units 213 seats (all economy) 195 seats economy. business class 10 seats. Lion Air is the launch custumer of Boeing 737-900ER and has received a total 43 units 737-900ER to date

Boeing 737 - 400 Total 9 units. 168 seats (all economy)

Boeing 737 - 300 Total 2 units. Economy Class 149 seats (all economy)

MD 90 Total 4 units. 166 seats (all economy)

74 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

75


ROUTE MAP LION AIR & WINGS AIR

76 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

77


lady in the air

RESHYA PANGAU

Coto & Harry Potter Teks: Gegen Foto: RistiYono

S

ekarang kita simulasikan membuat Coto Makassar untuk enam orang. Maka bahan-bahan yang diperlukan adalah 500 gram daging sapi, 500 gram babat, 300 gram hati sapi dan 200 gram jantung sapi. Semua direbus matang. Setelah itu memarkan lima batang serai, empat sendok makan lengkuas, dan jahe, plus lima lembar daun salam. Lalu siapkan 250 gram kacang tanah, digoreng dan haluskan, lalu 2,5 liter air tajin, satu sendok makan bumbu kaldu bubuk rasa sapi serta enam sendok makan minyak sayur. Sementara itu, haluskan 10 siung bawang putih, 8 butir kemiri sangria, 1 sendok makan ketumbar sangria, 1 sendok teh jintan sangria, 1 sendok teh garam, 1 sendok teh merica butiran. Sebagai pelengkap, siapkan pula bawang goreng, irisan daun bawang dan irisan seledri serta sambal taoco. Nah, ramulah itu semua. Serve hot, for sure. Yang jelas, panjang kan daftar dan prosesnya?

78 LIONMAG DECEMBER 2010

Percaya tidak percaya, makanan ini punya pesona sendiri bagi banyak orang. Bahkan juga punya ‘influence’ bagi seorang pramugari Lion Air –yang bahkan bukan warga Sulawesi Selatan. Namanya Reshya Lucyanna Ramdyadiningrat Puzwita Pangau. Panjang kan namanya? Tapi apa hubungannya? Coto Makassar adalah makanan yang digila-gilai Reshya. Penasaran menelusurinya? Ayah Echa –nama panggilan Reshya—berasal dari Manado, namanya Decky Pangau. Sedang ibunya, Siti Fatimah --almarhum, adalah wanita Jawa yang pernah cukup lama tinggal di Makassar. Mungkin dari situ Echa terus dibayang-bayangi Coto Makassar. “Sebenarnya saya suka semua masakan Makassar. Semuanya enak. Tapi coto, memang saya tergila-gila,” ucapnya. Dengan profesi sebagai flight attendant, Echa tentu mengunjungi banyak kota. “Meski begitu. Aku tidak banyak mengumpulkan souvenir, barang-barang untuk dikoleksi misalnya. Aku sibuk mencoba berbagai menu, dari kota ke

kota,” serunya sambil terkekeh. Bagi Echa, wisata kuliner menampati posisi teratas ketimbang mengoleksi souvenir misalnya. Sementara, mengaku sebagai ‘movieholic’, Echa menyapu bersih semua seri Harry Potter: Harry Potter The Sorcerer’s Stone, Chamber of Secrets, Prisoner of Azkaban, Goblet of Fire, Order of the Phoenix, Half-Blood Prince hingga The Deathly Hallows. “Harry Potter itu susah dicari rumusan apa menariknya. Mungkin detil cerita, rasa ingin tahunya hingga special effect-nya. Tapi yang jelas, kita bisa addict terhadapnya,” komentar gadis kelahiran 30 Desember 1989 yang suka film bertema action, horor hingga drama romantik ini. Echa sendiri mengaku bergabung ke Lion Air pada akhir tahun 2008. Ibunya memang menginginkan ia menjadi pramugari. Namun ketika lulus dari SMA 2 Bekasi, gadis berpostur tinggi 164 cm dan bobot 50 kg ini sebenarnya masuk ke bangku kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi, Darat. Wah, mau jadi kepala terminal? “Enak aja!”


DECEMBER 2010 LIONMAG

79


postcARD

CANDA TAWA ANAK PANTAI Seringkali tanpa disadari ingatan kita melayang menembus kenangan masa kecil lalu. Satu masa yang penuh dengan keceriaan tanpa harus dibebani rasa takut menatap kehidupan. Bermain, kata itulah yang selalu memenuhi kepala kita saat itu. Apapun dan dimanapun bisa menjadi permainan yang sangat menyenangkan. Lihatlah tawa ceria anak-anak di salah satu desa pinggir pantai di Maumere ini seolah tak menghiraukan geliat alam sekitar. Begitu air laut surut, sontak mereka menanggalkan pakaian yang melekat di badan. Serentak terjun ke air laut tepat di bawah rumah panggung mereka. Deburan lembut ombak di bawah rumah menjadi arena bermain yang menyenangkan. Mendorong selembar papan atau styrofoam bekas menjadikan permainan seluncuran makin mengasyikkan. Mungkin dibenak mereka sedang berimajinasi tentang lomba balap perahu atau bisa jadi khayalan bak seorang peselancar profesional. Entahlah, yang jelas mereka bahagia dalam balutan kesederhanaan. fOTO : MAKHfUDZ SAPPE

80 LIONMAG DECEMBER 2010


DECEMBER 2010 LIONMAG

81


82 LIONMAG DECEMBER 2010


LIONMAG DESEMBER 2010  

lionmagazaine_ inflight magazine of Lion AIr

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you