__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1

AUTOMOTIVE: Giulia gta - Kembalinya Sang Legenda

The Inflight Magazine of Lion Air

APRIL 2020

Melarapkan Ribang

Pantai Kelingking Pukau Pancarona

Batu Caves


cuma mengingatkan ...

www.pajak.go.id

Lebih Awal. Lebih Nyaman.


Contents

April 2020

foto: Muhammad Ridwan Alimuddin

151.15

26

Traveling Batu Cave

“Entah karena patung emas berukuran mega atau gua batu kapurnya yang meraksasa, yang jelas leher saya tak berhenti menengadah. Ditambah pula semburat warna ratusan anak tangga yang berbaur dengan siluet para pelaku wisata. Ah, Batu Caves sudah memesona sejak tatapan pertama.�

10

16

52

Traveling Buton

Traveling Bali

Destination Keraton Cirebon

Gerbang Lawana Baau berada di sisi selatan, dan merupakan satu dari 12 gerbang sebagai akses masuk Benteng Wolio. Inilah benteng yang oleh Guiness Book of Record ditetapkan sebagai benteng terluas di dunia. Bayangkan saja, luasnya sekitar 23,375 ha atau 34 kali luas lapangan sepak bola!

Nusa Penida memang menjadi salah satu destinasi pilihan baru kala berada di Bali. Pulau terbesar dari gugusan pulau-pulau di Tenggara Bali ini memiliki panorama alam memikat dan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan keagamaan.

Sekitar abad ke-15, kota Cirebon sudah erat dengan sistem kesultanan. Keraton Kasepuhan merupakan keraton pertama di kota ini. Hingga akhirnya perkembangan zaman dan dinamika sosial membuat keraton ini terpecah menjadi 4 keraton. Tapi siapa sangka, kini keraton-keraton tersebut menjadi nafas utama wisata di kota berjuluk Kota Udang ini.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

3


Contents

62.

22

Travel Sketch Semarang

Regular

60

Inside

32

62

Automotive Alfa Romeo

Hot Stuff

38

66

Art Srihadi Soedarsono

Postcard

44

Lion Air Section

Destination Jakarta

48

Destination Curug Cimahi

32.

72

Aircraft Fleet

73

Welcome Aboard

58

74

Culinary Takjil

News Around

78 Info

82

KidZone

86

Route Map

48. Contributors Valentino Luis

Pria kelahiran Maumere, Flores ini menyelesaikan studi di Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar dan Institut fßr Sprache & Komunikation Hannover, Jerman. Mulai berkelana ke berbagai negara sejak 2007 dan menjadi kontributor untuk majalah wisata dalam dan luar negeri (Nature’s Best Photography, Merian Germany, National Geographic Traveler, Travelxpose, dll).

Dian Permatasari

Alumni Desain Komunikasi Visual President University ini kecanduan traveling. Mengeksplor dan menulis artikel travel di sela-sela kesibukannya sebagai fotografer kapal pesiar Carnival.


Cockpit’s Note

Lion Air Group Lakukan Sterilisasi Pesawat Pelanggan yang budiman, Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kita sedang menghadapi pandemi Covid-19. Sebagai warga negara semestinya kita turut bersatu padu bergandengan tangan menghadapi virus ini agar tidak semakin menyebar luas. Untuk itu, sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 ini, kami melakukan sterilisasi semua pesawat yang beroperasi. Hal ini sesuai dengan kebijakan regulator dan standar penerbangan internasional dan diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta (KKP) yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Kami mengajak pelanggan sekalian untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan tubuh kita. Tetap mengikuti arahan pemerintah dalam upaya menghadapi dan menanggulangi pandemi Covid-19 ini. Pada kesempatan ini juga keluarga besar Lion Air mengucapkan “Selamat Hari Raya Paskah” kepada seluruh penumpang yang merayakannya. Dan juga kepada seluruh umat muslim, kami mengucapkan “Selamat Menyongsong Bulan Suci Ramadan”. Terimakasih atas kepercayaan pelanggan sekalian, selamat menikmati penerbangan Anda.

President Director Rudy Lumingkewas Director of Safety and Security Capt. Mahyuddin Indrawan Director of Operation Capt. I Putu Wijaya Director of Technics Ahmad Romli Director of Commerce Achmad Hasan Director of General Affairs & Finance Edward Sirait General Manager Service Ari Azhari Corporate Legal Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H.

Publisher & Editor In Chief Makhfud Sappe Editor Ristiyono, Faisyal, Dody Wiraseto, Priyanto Sismadi Art Director Gerald Manuel Wangsasaputra

Salam,

Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, Sahman Ahmad Tjambolong, Fernandito Haka (Bali)

Rudy Lumingkewas President Director Lion Air

Illustrator & Designer Richard Archie F. Mandagie, M. Saleh Hanif Finance & Administration Ade Kristanti, Imam Marsus, M. Solichin

Advertising Hotline Lionmag: 0821 10 88 22 00 Fax.: +62 (21) 3151668 Email: edlionmag@gmail.com

Beragam informasi tentang dunia traveling dan lifestyle di Lionmag ini bisa dibaca di www.lionmag.net

www.issuu.com/lionmagazine

6

LIONMAG INFLIGHT MAG

LIONMAG APRIL 2020

Issn: 1979-4185


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

7


foto: Dody WIraseto

EDITOR’S NOTE Edisi kali ini kami menyajikan beragam informasi tentang destinasi wisata menawan di timur Indonesia. Adalah Benteng Wolio, kubu pertahanan tangguh dari Kesultanan Buton yang masyur.

Tidak hanya destinasi wisata dalam negeri, destinasi wisata terkenal Batu Cave kami sajikan untuk pembaca setia. Keindahan warna-warni destinasi ini bisa jadi alternatif berwisata Anda.

Setelah melihat pesona Benteng Wolio, destinasi wisata selanjutnya adalah Pantai Kelingking. Salah satu pantai terbaik dunia yang berada di Nusa Penida. Pulau yang juga kerap kali dinobatkan sebagai pilihan berlibur terbaik di Bali.

Selain itu di bagian automotif, kami menginformasikan tentang Alfa Romeo Giulia GTA. Kendaraan supercar futuristik dengan teknologi yang canggih.

Dari wisata yang sarat budaya, berlanjut ke sejarah menawan Kota Semarang Lama. Destinasi yang sarat sejarah dan keindahan ini diabadikan dalam bentuk sketch menarik. Dari keunikan beberapa bangunan tua di Semarang, berlanjut ke karya istimewa Srihadi Soedarsono. Lewat lukisan dia mepresentasikan alam dan keindahan sejarah nusantara.

Dalam edisi kali ini kita juga menyusuri beberapa keindahan keraton yang tersebar di beberapa wilayah di kota Cirebon. Masih banyak informasi menarik dan terkini dalam edisi kali ini yang kami sajikan untuk menemani perjalanan Anda selama berada di pesawat Lion Air.

Makhfud Sappe


Traveling Buton

Benteng Wolio Kubu Pertahanan Tangguh dari Kesultanan Buton yang Masyur TekS Valentino Luis Foto Valentino Luis & Oliver

10

LIONMAG APRIL 2020


Pola benteng bagian utara dilihat dari udara. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

11


D

i gerbang Lawana Baau, samping Bastion Melai dan Bastion Gudang Mesiu, La Aubi berdiri sendirian. Dengan sebilah logam, tangan pria itu menggarukgaruk lumut yang menempeli dinding gerbang. “Saya petugas kebersihan di benteng ini, tiap hari menyingkirkan lumut-lumut yang menjejali tembok, dari jam delapan pagi hingga siang,� terang pria itu. Beberapa menit sebelumnya, saya telah bertemu juga dengan salah satu rekan La Aubi yang melakukan tugas serupa. Mereka

12

LIONMAG APRIL 2020

ada 16 orang, mengitari tiap sudut benteng demi merawat situs ini agar tetap lestari. Gerbang Lawana Baau berada di sisi selatan, dan merupakan satu dari 12 gerbang sebagai akses masuk Benteng Wolio. Inilah benteng yang oleh Guiness Book of Record ditetapkan sebagai benteng terluas di dunia. Bayangkan saja, luasnya sekitar 23,375 ha atau 34 kali luas lapangan sepak bola! Benteng Wolio berada di Baubau, Pulau Buton. Posisinya tak jauh dari keramaian kota, dan kendati berada di ketinggian, benteng ini sangat mudah

dijangkau. Saya bahkan langsung mencapainya kurang dari 30 menit dari hotel tempat saya menginap. Sore sebelumnya, saya datang dengan ekspektasi melihat senja dari tembok benteng. Kendati sunset dari benteng ke arah laut sangat memikat, namun pengunjung lumayan berjubel sehingga sulit bagi saya untuk meresapi setiap detail benteng ini. Makanya saya memutuskan untuk kembali lagi keesokan paginya, karena saya yakin tak ada banyak orang yang pergi ke benteng untuk melihat sunrise. Perkiraan yang jitu. Pagi


(kiri ke kanan) Matahari pagi menyingsing ditilik dari benteng. • Meriam yang masih utuh terdapat di setiap bastion benteng. • Anak-anak menuju Bastion Gudang Peluru di sisi selatan.

Pelindung Keraton

ini ketika saya tiba, suasana terasa lengang dan lebih sakral. Berdiri di panggung kayu Look Point di luar Bastion Baluwu, saya menikmati terbit matahari yang mengusir kabut di perbukitan timur hingga laut di sisi utara benteng. Saya memutuskan untuk mengitari Benteng Wolio, dari utara berjalan kaki hingga ke selatan di bagian barat,

kemudian saya kembali ke utara lagi lewat bagian timur. Sebagian besar gerbang serta bastion masih lestari terawat, beberapa memang perlu dipugar. Bahkan meriam-meriamnya tampak sangat utuh di tiap bastion. Butuh tiga jam agar saya benar-benar meresapi tiap detail benteng. Lumayan membuat kaki pegal, namun sungguh terpuaskan.

Benteng Wolio kerap juga disebut Benteng Keraton Buton, lantaran dibangun oleh penguasa Buton sebagai bagian dari keraton tempatnya tinggal dan memerintah. Kesultanan Buton adalah kerajaan yang tumbuh di Buton pada abad ke-XIV. Semula kesultanan ini bernafaskan Hindu karena terbentuk atas kesepakatan tiga kelompok (Kerajaan Sriwijaya, Kekaisaran Cina, dan Kerajaan Majapahit), kemudian terkonversi menjadi kesultanan Islam dua abad setelahnya. “Ketika awal berdiri, pemimpin Buton adalah seorang perempuan, ratu,” kata La Aubi, membuat saya agak terhenyak. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

13


(kiri ke kanan) Masjid Keraton Buton senja hari. • Salah satu rumah khas Buton di dalam kompleks benteng. • Look Point di sisi timur Lawana Kampebuni.

Sejarahnya, Benteng Wolio dibangun pada abad ke-XVI oleh Sultan Buton ke-III bernama La Sangaji. Benteng tersebut semula hanya dibangun dalam rupa tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana, bertujuan sebagai pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat. Barulah pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi (bergelar Sultan Dayanu Ikhsanuddin), tumpukan batu dijadikan bangunan permanen yang lebih kokoh dan berfungsi sebagai pelindung keraton. Kesultanan Buton berjaya berkat posisi strategis mereka dalam jalur perdagangan maritim abad Pertengahan sebelum Eropa masuk ke Indonesia, menjadi pelintasan sekaligus lokasi pertemuan para

14

LIONMAG APRIL 2020

saudagar kapal dari belahan barat ke timur Nusantara. Keberadaan benteng Wolio memberi pengaruh besar terhadap eksistensi kesultanan Buton. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, mereka mampu menunjukkan kekuatannya dan terhindar dari ancaman musuh. Kesultanan Buton menguasai sebagian besar kepulauan di Sulawesi Tenggara, dan benteng ini menjadi cikal bakal dibangunnya benteng-benteng kecil lainnya di berbagai pulau, hingga ke

Wakatobi dan Selayar yang hingga kini secara adat tetap berada di bawah kendali kesultanan.

Komponen Benteng & Misteri Arung Palakka Mengingat ukurannya yang besar dan letaknya yang strategis, benteng ini mengingatkan saya pada reruntuhan kastil-kastil Medieval di Eropa. Bedanya, Benteng Wolio tidak memiliki istana dari batu yang tinggi menjulang.


Secara umum, terdapat tiga komponen di benteng ini. Pertama, meriam yang disebut Badili. Ratarata berukuran 2 sampai 3 depa. Jika saya tilik baik-baik, meriam-meriam ini memiliki ciri meriam Belanda dan Portugis, yang kemungkinan dipasang ketika kedua bangsa itu terkontak dengan Buton. Komponen kedua, Baluara. Kata baluara berasal dari bahasa Portugis yaitu ‘baluer’ yang berarti bastion. Baluara dibangun sebelum benteng keraton didirikan pada tahun 1613 pada masa pemerintahan La Elangi, Sultan Buton ke-4. Komponen ketiga, yakni gerbang, atau disebut Lawa/ Lawana, berfungsi sebagai pintu penghubung keraton dengan kampung-kampung yang

berada di sekeliling benteng. Terdapat 12 Lawa, yang konon merupakan simbol 12 lubang pada tubuh manusia. Masing-masing diberikan nama, dan memiliki sebuah menara pengamat berukuran mungil. 12 nama tersebut, yaitu: Lawana Lanto, Lawana Rakia, Lawana Kampebuni, Lawana Labunta, Lawana Waborobo, Lawana Dete, Lawana Kalau, Lawana Wajo, Lawana Burukene atau Tanailandu, Lawana Lantongau, Lawana Gundu-gundu, dan Lawana Baau. Selain para sultan Buton, Benteng Wolio juga identik dengan tokoh bernama Arung Palakka. Ia adalah sultan Bone, kerabat sultan Buton dari Sulawesi Selatan. Dikisahkan, Arung Palakka dikejar pasukan Sultan Hasanuddin, ia pun berlayar ke Buton

lalu disembunyikan di gua dekat benteng. “Kami masyarakat Buton memanggil Arung Palakka dengan sebutan La Toondu. Gua persembunyiannya bisa kamu lihat luar benteng, lumayan curam tapi sudah dibuatkan dengan jalur yang aman,” cerita La Aubi. Saya berusaha membayangkan sosok Arung Palakka dan bagaimana serunya cara keraton melindungi dirinya. Gerbanggerbang benteng ini berjumlah belasan, mungkin tidak sulit untuk menyelinapkan makanan bagi Arung Palakka, tapi bisa juga harus ada taktik-taktik khusus. Oh, sebelum fantasi saya melayang kemana-mana, harus kuakui Benteng Wolio adalah saksi sejarah yang mengagumkan. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

15


Traveling Bali

16

LIONMAG APRIL 2020


Melarapkan Ribang Pantai Kelingking TekS & Foto Dody Wiraseto

17

Bentang menawan OF Pantai Kelingking. INFLIGHT MAGAZINE LION AIR


(kiri ke kanan) Perbukitan yang jadi tempat wisatawan berfoto. • Wisatawan sedang menikmati view bukit T-Rex. • Akses menuruni bukit yang sudah rapih

G

elombang laut terlihat tenang, namun kapal cepat serasa sedang melayang di udara. Sesekali bagian badan kapal menghantam air laut dan menimbulkan percikan air hingga masuk ke dalam kapal. Beberapa penumpang terlihat cemas sembari memegang erat bangku. Di bagian lainnya riuh rombongan wisatawan asal India malah bersorak ketika percikan air semakin tinggi.

18

LIONMAG APRIL 2020

“More, more, more,� teriak mereka seakan menantang juru kemudi kapal cepat kami. Mereka tampak senang dan menganggap penyebrangan dari Sanur melewati Selat Badung menuju Nusa Penida layaknya berada di wahana pemacu adrenalin. Sedangkan di bagian lainnya, wajah beberapa turis asing mulai memerah. Nusa Penida memang menjadi salah satu destinasi pilihan baru kala berada di Bali. Pulau terbesar dari gugusan pulau-pulau di Tenggara Bali ini memiliki panorama alam

memikat dan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan keagamaan. Nusa Penida kini bukan lagi pulau terpencil tapi bertransformasi menjadi pulau eksotik dengan ragam destinasi wisata. Setelah 45 menit menyebrangi Selat Badung, kapal cepat kami mulai melepas jangkarnya dan bersandar di Pelabuhan Toyapakeh. Dari pelabuhan ini, para penyedia jasa penyewaan motor berlomba menawarkan jasanya sembari memberikan informasi singkat tentang Nusa Penida.


Pesona Karang dan Bukit Berkapur Rasanya pesona Nusa Penida baru kali ini saya rasakan geliatnya. Sejak diadakan Nusa Penida Festival di 2014, perlahan tapi pasti nama Nusa Penida mulai terangkat sebagai destinasi wisata di Bali. Bahkan pulau ini mendapat penghargaan dari

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai Favorit II lokasi menyelam populer. Saya rasa inilah pendongkrak Nusa Penida hingga mampu menjadi seperti sekarang ini. Selepas istirihat sejenak di homestay, I Kadek Darmada, pemilik di homestay di kawasan Sampalan, Nusa Penida ini, langsung menghampiri

sembari memberi informasi tentang pulau ini. Pertanyaan saya langsung mengarah pada satu destinasi utamanya yakni, Pantai Kelingking, “Letak geografis Nusa Penida didominasi dengan kondisi tanah berkarang dan batu kapur. Jadi tidak heran kalau beberapa pantai berada di bawah tebing yang curam,� jelas Putu. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

19


Hamparan pantai berpasir putih serta berair biru tosca membentang di depan mata. Belum lagi dengan deburan ombaknya yang tinggi membuat pantai ini langsung diserbu wisatawan untuk melepas lelah.

Kontur ini pula yang membuat destinasi wisata di Nusa Penida memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Setelah mendapat arahan yang cukup jelas dari Putu, tujuan langsung ditujukan ke Pantai Kelingking. Sebenarnya pantai ini lebih dikenal dengan sebutan Kelingking Secret Point dan menjadi lokasi diving favorit untuk melihat langsung Manta, ikan pari terbesar di dunia. Setelah mendapat arahan dari Bli Kadek, saya melanjutkan perjalanan menyelesaikan rasa penasaran terhadap pantai ini. Dari Sampalan, jaraknya ternyata lumayan jauh, membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Dusun Karang Dawa, di Desa Bunga Mekar yang merupakan lokasi pantai ini. Dari parkiran motor, bentang Samudera Hindia sudah terlihat jelas. Birunya air laut berpadu dengan teriknya sinar matahari. Nusa Penida saat kemarau memang memiliki cuaca panas yang menyengat. Disarankan untuk mempersiapkan sunblock untuk menangkal panasnya matahari di

20

LIONMAG APRIL 2020

pulau ini. Dari parkiran, jajaran rumah makan sudah menyambut wisatawan yang baru atau sudah mengunjungi Pantai Kelingking. Pantai ini memiliki gardu pandang di atas tebingnya untuk melihat langsung kontur Pantai Kelingking. Dari atas tebing ini bisa langsung melihat lansekap Pantai Kelingking. Di titik ini, puluhan wisatawan rela mengantre untuk berfoto dengan latar pemandangan pantai ini yang ikonik. Sekilas pantai ini tidak memiliki garis pantai yang panjang, tetapi air lautnya yang berwarna biru tosca benar-benar membius mata. Belum lagi dengan pasir putih yang berkilau diterpa matahari. Menjadikan pantainya seakan menantang untuk disambangi. Keunikan tersendiri dari pantai ini adalah tebingnya yang menyerupai kepala Tyranosaurus, jenis dinosaurus legendaris yang kerap muncul di film bertema hewan purba. Tebing ini yang menjadi jalan satu-satunya untuk mencapai pantainya. Bagi wisatawan yang memiliki fisik prima, menuruni

bukit ini menjadi tantangan tersendiri. Apalagi kini sudah dibuat jalur untuk mencapai bibir pantainya. Kondisi fisik adalah hal paling harus dipahami. Disertai perbekalan air minum yang mencukupi. Bukan tanpa sebab, walau pantai terlihat sangat dekat, tetapi menuruni bukit ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Apalagi dengan kondisi jalan yang sempit sehingga harus bergantian dengan wisatawan yang ingin naik ataupun turun.


Hamparan pasir putih di Pantai Kelingking.

Menikmati Pantai Berpasir Putih Halus Dari atas bukit menuju pundakan bukit memang jalan sudah terlihat bagus. Tetapi dari pundakan menuju garis pantai, bersiaplah dengan tantangan sebenarnya. Jalur yang dibuat seadanya, semakin menguras tenaga dengan sudut kemiringan yang hampir 70 derajat. Disertai panas yang terik, membuat air minum memegang peranan penting. Namun dari sini, bentang pantai

semakin terlihat jelas yang akan menambah semangat. “Difficult roads often lead to beautiful destinations�. Rasanya pepatah itu tepat untuk disematkan ke pantai ini. Setelah sejam terengah-engah menuruni bukit. Hamparan pantai berpasir putih serta berair biru tosca membentang di depan mata. Belum lagi dengan deburan ombaknya yang tinggi membuat pantai ini langsung diserbu wisatawan untuk melepas lelah.

Berjemur di tepi pantai jadi pemandangan yang umum. Dari raut wajah wisatawan yang datang tidak terlihat sebuah penyesalan. Mereka tertawa lepas seakan bersyukur berhasil mencapai garis pantai ini. Mereka seakan mencapai puncak gunung tertinggi. Di pasir putih halusnya saya melarapkan sebuah harapan. Pesan kerinduan yang akan membawa saya kembali untuk mengunjungi pantai ini. Pantai menawan yang pernah dinobatkan sebagai salah satu pantai terbaik di dunia. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

21


Travel Sketch Kota Semarang Lama

Menguak Sejarah Kota Semarang Lama 22

LIONMAG APRIL 2020


Ikon Kota Semarang Lama

Oudestad Semarang.

Kota Semarang memiliki jejak historis menawan. Kota yang dulunya dikenal sebagai kota pelabuhan, menyimpan cerita istimewa tentang ragam budaya. Kota Semarang Lama, jadi bagian sejarah kota ini sejak abad ke-15 hingga awal abad ke-20 ini. Teks Dody Wiraseto ILUSTRASI Archie Mandagie

Oudestad akan jadi puncak perjalanan wisata budaya di Kota Semarang. Disinilah bangunanbangunan peninggalan zaman Belanda dahulu masih terjaga dan terawat dengan baik. Walaupun fungsi dan kepemilikannya telah berubah, tetapi arsitektur dan suasananya masih tetap terasa sama. Apalagi setelah dilakukan revitalisasi yang membuat wajah bangunan-bangunan di kawasan ini semakin rapi dan menarik. Mengunjungi kawasan yang jadi salah satu destinasi utama di Semarang ini serasa berada di luar negeri. Keberadaan Gereja Blendug yang ikonik serta bangunan-bangunan berarsitektur Eropa memberikan kesan yang kian menawan. Ditambah lagi dengan aneka atraksi lainnya seperti bersepeda, berkeliling menggunakan Vespa hingga bermain otoped. Di kawasan ini juga jadi tempat tepat untuk berwisata kuliner. Beragam restoran hingga coffeeshop modern mengisi bangunanbangunan bersejarah ini. Untuk yang ingin mencari cendera mata, di kawasan ini terdapat Galeri Industri Kreatif dengan beragam barang kuno dengan kondisi yang baik. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

23


Menyusuri Kota Semarang Lama ini membuka pemahaman baru tentang sejarah keberadaan Semarang di masa dulu. Sebuah perjalanan wisata budaya yang menyenangkan dengan ragam peninggalan budaya mengagumkan. Perjalanan yang membuat saya lebih dekat untuk mengenang masa lalu Semarang dengan tampilan yang masa kini.

Menyusuri Kampung Kauman

Perjalanan dilanjutkan ke Kampung Kauman di kecamatan Semarang Tengah. Kini, tempat ini terkenal sebagai kampung santri dengan segala kenangan budaya yang khas didalamnya. Pelestarian Kampung Kauman dapat digunakan sebagai kawasan wisata budaya yang terintegrasi dengan keempat situs lainnya. Kampung Kauman sendiri dulunya merupakan permukiman muslim yang

24

terletak di sebelah barat komplek Kanjengan (pusat pemerintahan Kabupaten Semarang masa VOC). Di kawasan ini terdapat alun-alun sesuai dengan konsep tata kota tradisional Jawa zaman dahulu. Demi mengembalikan wujud aslinya, alunalun di kawasan Kampung Kauman ini pun sedang dibangun kembali. Namun ada satu bangunan budaya yang tidak lekang dimakan zaman adalah keberadaan Masjid Agung Kauman. Masjid ini didirikan pada 1170 Hijriyah atau 1749 Masehi dan merupakan

masjid tertua di Semarang dengan arsitektur bergaya Jawa dan Persiatradisional tapi modern. Keberadaan masjid ini juga jadi salah satu catatan sejarah kemerdekaan Indonesia di kota Semarang. Di mimbar masjid ini, jadi satu-satunya masjid di Indonesia yang berani umumkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tepat satu jam setelah proklamasi oleh Ir. Soekarno. Tata interior masjid ini pun cukup unik dengan didominasi oleh tiang-tiang besar di dalamnya.

Kampung Kauman terkenal sebagai kampung santri dengan segala kenangan budaya yang khas didalamnya. Pelestarian kampung Kauman dapat digunakan sebagai kawasan wisata budaya yang terintegrasi dengan keempat situs lainnya.

Masjid Agung Kauman. LIONMAG APRIL 2020


juga terkenal dengan Masjid Menara. Fungsi menara adalah tempat bilal atau muazin. Tetapi pada masa perang kemerdekaan 1945-1949 fungsi menara sempat berubah sebagai menara pengawas pantai.

Istimewanya Kawasan Pecinan

Kampung Melayu.

Dari Masjid Hingga Arsitektur Unik di Kampung Melayu

Menyusuri situs Kota Semarang Lama lainnya adalah Kampung Melayu yang merupakan pemukiman masyarakat melayu dan terletak di tepi barat Kali Semarang. Saat ini eksistensi Kampung Melayu ditandai dengan keberadaan Masjid Menara Layur dengan kondisi yang masih terawat. Selain itu, masih bisa ditemui bangunan-bangunan khas dengan gaya rumah Indies, yakni rumah Indo-cina dan Melayu. Menyusuri Kampung Melayu yang dulunya merupakan tempat mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan ini bertitik pusat di Masjid Menara Layur yang hingga kini masih berdiri kokoh. Masjid yang didirikan pada 1802 oleh sejumlah saudagar dari Yaman yang bermukim di ibu kota Jawa Tengah itu, kubahnya tidak menggunakan kubah sirap, tetapi berbentuk tajuk bersusun tiga dan tertutup genteng.

Dinding masjid dihiasi ornamen bermotif geometrik dan berwarnawarni. Tetapi karena Kompleks Masjid Menara ini dibatasi oleh tembok tinggi kurang lebih lima meter dengan demikian yang kelihatan dari luar hanya menara saja yang tinggi. Karena adanya menara yang tinggi di Masjid Layur ini maka menyebabkan masjid

Pasar Semawis jadi salah satu agenda rutin di kawasan pecinan Semarang. Kawasan ini adalah salah satu bagian dari sejarah tentang Kota Semarang Lama. Kampung Pecinan dengan kegiatan perdagangan dan dan tempat tinggal orang-orang Tiongkok. Menjelajahi kawasan Pecinan dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa kelenteng di daerah ini. Situs Kampung Pecinan memiliki 10 kelenteng di mana salah satunya adalah keberadaan kelenteng Tay Kak Sie di Jalan Gang Lombok. Kelenteng ini berdiri sejak tahun 1746 ini, tertulis nama Tay Kak Sie tepat di pintu masuknya. Pada pintu masuk tersebut, terdapat penjelasan sejarah penamaan kelenteng yang berarti Kuil Kesadaran Agung ini oleh Kaisar Dao Guang (1821-1850) dari Dinasti Qing.Â

Pecinan Semarang INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

25


Traveling Batu Caves

Pukau Pancarona Batu Caves TekS & Foto Dian Permatasari

26

LIONMAG APRIL 2020


Batu Caves, tempat peribadatan umat Hindu yang dibangun di dalam gua. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

27


“Entah karena patung emas berukuran mega atau gua batu kapurnya yang meraksasa, yang jelas leher saya tak berhenti menengadah. Ditambah pula semburat warna ratusan anak tangga yang berbaur dengan siluet para pelaku wisata. Ah, Batu Caves sudah memesona sejak tatapan pertama.�

K

awanan burung merpati terbang rendah menuju saya dan beberapa turis yang baru melangkah masuk. Terkejut, kami pun menepi sejenak. Rupanya tepat di belakang kami, seorang wanita keturunan India sedang menaburkan biji-bijian. Di sisi lain jalan, beraneka pedagang mencari peruntungan. Mulai dari minuman dingin untuk melibas rasa gerah hingga kebutuhan ibadah umat Hindu. Dua bangunan candi saya lalui sebelum berbelok menuju gerbang Batu Caves. Ukiran patung Dewa Murugan berwarna emas bermandikan matahari pagi di sisi gerbang. Ukurannya yang masif masih tampak kecil saat bersanding dengan dinding gua batu kapur di belakangnya. Tetumbuhan menyelimuti seluk

dinding yang kasar dan tak beraturan. Saya berfokus pada setitik hitam di mulut gua. Di sanalah tujuan utama umat Hindu dan para turis yang bertandang. Dua ratus tujuh puluh dua anak tangga terbentang di antara kami. Saya mencoba tak memikirkan berapa yang telah ditanjaki. Warna-warni tangga cukup memberi semangat. Setidaknya sengat matahari masih terhalang oleh dinding gua. Dalam hati, saya bersyukur bangun pagi.

Sri Velayuthar Temple Ruang di dalam Batu Caves lebih lega dari perkiraan saya. Di sisi kiri terdapat candi utama Sri Velayuthar. Saya bergegas ke sana setelah terlebih dulu melepas alas kaki. Bangunan candi dipenuhi ukiran yang

(atas) Suasana pagi di dalam Batu Caves belum padat oleh pengunjung. (kiri bawah) Deretan kalung bunga yang dijajakan untuk beribadah. (kanan bawah) Sepasang turis sedang menerima pemberkatan dari pemimpin agama.

28

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

29


30

LIONMAG APRIL 2020


Lokasi Batu Caves tak terlalu jauh dari Kuala Lumpur. Mudahnya akses melalui komuter KTM atau bus, mejadikan tempat ini dibanjiri wisatawan setiap harinya. Kombinasi wisata religi dan alam ini patut disambangi. Di perjalanan kali ini, saya pulang dengan memori warna-warni.

sangat detil dan menawan. Begitu banyak kombinasi warna, namun semuanya berpadu dan terlihat indah di mata. Suara pendeta terdengar sayup sembari berdoa. Di tangannya terdapat sebuah tatakan berisi lilin dan bindi. Beberapa umat Hindu bersisian sambil menelungkupkan kedua tangan menunggu giliran pemberkatan. “Ini adalah ritual ibadah sehari-hari,� kata pendeta yang lebih muda saat saya bertanya.

Sri Valli Deivanai Murugan Temple Candi Sri Valli Deivanai Murugan terletak di atas dan bagian lebih dalam gua. Kera-kera liar berkeliaran di salah satu dinding gua. Beberapa dari mereka datang menghampiri untuk mengambil makanan yang dilempar pengunjung. Selain para umat, pendeta di candi ini juga memanggil para turis untuk menerima pemberkatan. Kami berbaris di belakang para umat dan meniru

gerak-gerik mereka. Bindi, pewarna berupa garis putih dan titik merah digoreskan di dahi kami, di antara kedua alis. Titik tersebut dipercaya sebagai tempat mata ketiga, pusat spiritual dan kebijaksanaan. Sebuah simbol pengingat agar pikiran terpusat pada Tuhan.

Ramayana Caves Tak ada biaya masuk ke Batu Caves, namun untuk mengakses gua Ramayana, pengunjung dikenakan biaya lima Ringgit. Gua ini terletak bersebelahan dengan Hanuman Temple. Epik Ramayana dinarasikan melalui diorama patung dan tata cahaya yang indah. Lokasi Batu Caves tak terlalu jauh dari Kuala Lumpur. Mudahnya akses melalui komuter KTM atau bus, mejadikan tempat ini dibanjiri wisatawan setiap harinya. Kombinasi wisata religi dan alam ini patut disambangi. Di perjalanan kali ini, saya pulang dengan memori warna-warni.

(atas) Sebuah taman di dalam kompleks Batu Caves. (kiri bawah) Patung replika Kumbhakarna di dalam Ramayana Cave. (kanan bawah) Interior dan dekorasi warna-warni menjadi ciri khas candi di Batu Caves. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

31


Automotive Alfa Romeo

Giulia gta

Kembalinya Sang Legenda

32

LIONMAG APRIL 2020


Menandai ulang tahunnya yang ke-110, Alfa Romeo membawa kembali sang legenda Giulia GTA. Terinspirasi oleh Gran Turismo Alleggerita, GTA versi baru ini mengusung berbagai fitur luar biasa dan diproduksi hanya 500 unit. Teks Ristiyono FOTO Dok. Alfa Romeo

A

lfa Romeo memiliki sejarah yang unik dan, pada 24 Juni, masuk usia ke-110 dalam kiprah bisnisnya, di mana para insinyur dan desainernya terus-menerus mengejar inovasi. Selama bertahun-tahun, kombinasi ini telah menciptakan beberapa kendaraan paling ikonik yang pernah dibuat, dan untuk menandai ulang tahunnya yang ke 110, Alfa Romeo membawa kembali kejayaan sang legenda, Giulia GTA. Tersedia dalam dua versi, Giulia GTA dengan empat kursi dan Giulia GTAm dengan dua kursi balap, roll-bar, dan pengaman enam titik, keduanya akan menghadirkan mesin bensin 2,9 liter V6 Bi-Turbo yang memproduksi 540 hp bersama dengan solusi penghematan berat untuk tetap setia pada etos model 1965 asli.

Fitur Teknis Khusus & Gaya Fungsional Pada Giulia GTA, para insinyur Alfa Romeo telah bekerja untuk meningkatkan aerodinamika dan handling tetapi yang terpenting untuk mengurangi bobot mobil. Aerodinamika aktif secara khusus dipelajari untuk meningkatkan downforce. Solusi ini mengandung pengetahuan teknis yang datang langsung dari Formula 1, berkat sinergi dengan Sauber Engineering dan penggunaan Sauber Aerokit. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

33


Sistem pembuangan pusat titanium Akrapovic, terintegrasi dalam diffuser belakang serat karbon, juga baru, seperti halnya roda pengunci tengah 20-inci. Penanganan pada kecepatan tinggi telah ditingkatkan dengan memperluas track roda depan dan belakang sebesar 50mm dan mengembangkan set pegas baru, peredam kejut dan bushing untuk sistem suspensi. Pada GTAm, bagian depan aerodinamis telah dioptimalkan dengan menambahkan splitter depan yang lebih besar dan sayap belakang serat karbon, yang memastikan beban seimbang sempurna pada kecepatan tinggi. Dalam hal kinerja, mesin 2,9 liter V6 Bi-Turbo Alfa Romeo, yang seluruhnya terbuat dari aluminium dan mampu melepaskan tidak kurang dari 510hp dalam konfigurasi standar, mencapai output 540hp di Giulia GTA berkat pengembangan dan kalibrasi yang teliti dari para insinyur Alfa Romeo. Dasbor berpotongan AlcantaraŽ, panel pintu, kompartemen sarung tangan, pilar samping, dan trim tengah di kursi, menjadi ciri interior mobil ini. AlcantaraŽ digunakan bahkan lebih ekstensif dalam versi GTAm, di mana bangku belakang telah dilepas, meninggalkan ruang untuk ‘basin’ berlapis sepenuhnya, dengan cetakan khusus yang dirancang untuk menahan helm dan pemadam api. Di GTAm baru, interiornya unik karena menampilkan roll-bar, tidak ada panel pintu atau kursi belakang dan pintu dibuka dengan sabuk sebagai pengganti pegangan, sentuhan lain yang terinspirasi oleh dunia balap.

34

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

35


GTAm mampu memberikan kinerja luar biasa. Akselerasinya dari nol hingga 62mph, dengan sistem Launch Control, hanya 3,6 detik.

Khusus Untuk 500 Pelanggan yang Beruntung

Rasio Power-To-Weight yang Luar Biasa Kekuatan sendiri tidak cukup untuk memastikan kinerja yang luar biasa. Pekerjaan yang dilakukan untuk mengurangi berat kendaraan telah teliti, dengan total pengurangan berat sebesar 100kg. Untuk mencapai hal ini, GTA menggunakan bahan ringan seperti serat karbon untuk poros penggerak, kap mesin, atap, bemper depan, lengkungan roda depan dan sisipan lengkungan roda belakang dan cangkang dari kursi dengan sabuk pengaman Sabelt enam titik di GTAm.

36

LIONMAG APRIL 2020

Aluminium telah digunakan pada mesin, pintu, dan sistem suspensi, serta berbagai material komposit lainnya. Di GTAm, Lexan - resin polikarbonat unik yang berasal langsung dari dunia motorsport - telah digunakan di bingkai jendela samping dan belakang, yang selanjutnya berkontribusi pada penurunan bobot mobil. Hasilnya adalah bobot sekitar 1.520kg yang, dikombinasikan dengan peningkatan output menjadi 540hp, membawa rasio power-to-weight menjadi 2,82 kg / hp, membuat Giulia

Alfa Romeo Giulia GTA dan Giulia GTAm, akan dibangun dalam edisi terbatas dengan total hanya 500 unit, semuanya bernomor dan bersertifikat dan siap untuk mengambil tempat bersama pendahulunya pada tahun 1965 sebagai salah satu yang paling dicari setelah barang kolektor. Mobil ini tidak hanya luar biasa untuk dilihat, mereka juga siap untuk melepaskan kekuatan mengesankan mereka di jalan. Secara khusus didedikasikan untuk pengalaman mengesankan para pelanggan, yang dirancang untuk memperlakukan 500 pemilik yang beruntung dengan pengalaman unik. Pemilik akan menerima paket pengalaman yang dipersonalisasi, yang mencakup helm Bell dalam livery GTA khusus, perlengkapan balap standar Alpinestars (baju balap, sarung tangan, dan sepatu) dan penutup mobil Goodwool yang dipersonalisasi untuk melindungi GTA atau GTAm mereka. (Sumber: www.media.fcaemea. com/uk-en/alfa-romeo/press/giuliagta-the-return-of-an-alfa-romeolegend-uk)


NEWS

Dream & Kanomas Group

Provider Visa Terbesar di Dunia Muhammad Umar Bakadam adalah Vice President Dream Group, Beliau merupakan Provider Visa Terbesar di Dunia dan juga PTA untuk maskapai Lion Air Group Pilihan Umroh dan Haji dengan harga terbaik, Empat Kota Besar Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makassar menjadi kekuatan kami, diluar dari kantor cabang dan perwakilan kami di lebih dari 30 Kota Besar di Indonesia Kami memberikan pelayanan yang Aman, Nyaman, dan Amanah.

PAKET UMRAH | 09D

PAKET UMRAH | 09D

Signature from | IDR

29,500,000 *Harga Quad Room

Hotel Fairmont / Setaraf *5 - Makkah Hotel Shaza / Setaraf *5 - Madinah Direct Flight to Madinah

BUY 3 GET 1 FREE PAKET UMRAH PROMO | 09D

Exclusive

from | IDR

PAKET UMRAH SIGNATURE | 09D

Private from | IDR

35,750,000

Priî ¨ity from | IDR

50,000,000 *Harga Triple Room

Hotel Dar Altawhid / Setaraf *5 - Makkah Hotel Oberoi / Setaraf *5 - Madinah Direct Flight to Madinah

*Harga Quad Room

Hotel Hyatt / Setaraf *5 - Makkah Hotel Frontel / Setaraf *5 - Madinah Direct Flight to Madinah

38,500,000

PAKET UMRAH | 09D

Priî ¨ity from | IDR

*Harga Quad Room

Hotel Fairmont / Setaraf *5 - Makkah Hotel Shaza / Setaraf *5 - Madinah Direct Flight to Madinah

BIZ

60,000,000 *Harga Triple Room

Hotel Dar Altawhid / Setaraf *5 - Makkah Hotel Oberoi / Setaraf *5 - Madinah Direct Flight to Madinah

CONTACT Kantor Pusat : Gedung Dream House Jl. Matraman No.7 , Kebon Manggis Jakarta Timur 13150

call 021 - 2138 1090 Group of

GROUP

Kantor Cabang Makassar : Jl. Sultan Alauddin No.105G, Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221

Kantor Cabang Bandung : Gedung Dream Tour Jl. Lengkong Kecil No.7 , Paledang Lengkong, Bandung Jawa Barat 40261

Kantor Cabang Pekanbaru : Jl. Ariin Ahmad No.90 C Tangkerang Tengah Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau

call 0411 - 368 1116

call 022 - 2054 6868

call 0761 -

Sponsored by

670 535

*Update On : 02/03/2020

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

37


Art Srihadi Soedarsono

Pesan dari Bentang Alam

Karya Srihadi Soedarsono dapat ditafsirkan sebagai kelanjutan dari upaya mistis Jawa yang kembali ke zaman Borobudur. Srihadi memanfaatkan bahasa simbolis Borobudur dan wayang dalam melukis, dan memosisikan dirinya sebagai maestro simbol. Teks Faisyal Foto Ristiyono

38

LIONMAG APRIL 2020


L

ukisan-lukisan bentangan alam (landscape) karya maesto lukis Srihadi Soedarsono dipamerkan dalam pameran tunggal bertajuk Srihadi Soedarsono – Man X Universe, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 11 Maret – 9 April 2020. Ada 44 lukisan yang dipajang, secara umum bercerita tentang alam. Srihadi Soedarsono— Man x Universe menginterpretasikan keindahan landscape Indonesia sebagai semangat spiritual atas rasa kemerdekaan dan kebanggaan berbangsa. Sebab, landscape dalam perspektif Srihadi adalah tema yang lebih dalam – bukan sekadar lukisan pemandangan yang menghipnotis orang lain untuk datang berkunjung.

Seri lukisan bentangan alam merupakan salah satu pendekatan yang sangat dikenal, dan menjadi ciri khas karya-karya Srihadi. Lukisan landscape dalam kontek pameran ini memiliki struktur bentang alam, darat (bumi), langit dan unsur-unsur kritik sosial. Pameran tungggal ini juga merekam perjalanan artistik Srihadi, setidaknya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir – di mana dia mengadakan pameran tunggal retrospektif di tahun 2012, dan menerbitkan buku Srihadi dan Seni Rupa Indonesia – ditulis oleh Jim Supangkat. Kemudian di 2016 mengadakan pameran tunggal sekaligus memamerkan 300 karya dalam rentang waktu 70 tahun berkarir sebagai seniman, disertai menerbitkan buku 70 Tahun Rentang Kembara

Roso, ditulis oleh Farda Srihadi dan A. Rikrik Kusmara. Karya-karya yang dipamerkan, antara lain Horizon – The Golden Harvest (2018), Borobudur Drawing (1948), Borobudur – The Energy of Nature (2017), Mt. Bromo – The Mystical Earth (2017), Papua – The Energy of Golden River (2017). Kemudian, The Mystical Borobudur (2019) dan Jakarta Megapolitan – Patung Pembebasan Banjir (2020). Dari sekian lukisan yang dipajang, ada sebuah sketsa, yaitu Borobudur yang dibuat tahun 1948. Sketsa Borobudur dilukis saat usia Srihadi baru 17 tahun, dan dalam suasana perang. Ketika itu ia menjadi Tentara Pelajar Balai Penerangan Tentara Divisi IV. Diusia belia itu, dia sudah menunjukkan intuisi dan ketertarikan terhadap nilainilai alam, manusia, dan budaya. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

39


Gambar Borobudur dalam bentangan alam – hadir melalui garis-garis ekspresif yang khas, kemudian menjadi salah satu objek simbolik utama dalam karya-karyanya hingga kini. Dia menggambarkan candi Borobudur dengan pendekatan landscape melalui garis-garis ekspresif. Gambar Borobudur dalam bentangan alam – hadir melalui garis-garis ekspesif yang khas, kemudian menjadi salah satu objek simbolik utama dalam karyakaryanya hingga kini. Sketsa Borobudur dipajang di bagian depan – dekat pintu masuk. Sketsa tersebut sengaja ditampilkan bersama karya-karya mutakhir lain, sebagai penanda bahwa sketsa Borobudur cikal bakal Srihadi membuat lukisan-lukisan landscape di kemudian hari. Di balik estetika suatu karya, ada pergumulan sosial, budaya, bahkan politik. Itulah yang sedang dikedepankan dalam “Srihadi Soedarsono— Man x Universe”.

40

LIONMAG APRIL 2020

“Universe itu catatan tentang ingatan-ingatan, layaknya seseorang yang mengingat memorinya sebelum menulis. Ini cara saya mencatat perjalanan dari kanak-kanak sampai sekarang usia 88 tahun. Bagaimana sawah yang dahulu begitu luas sekarang tidak ada lagi yang seluas itu,” ujar Srihadi Soedarsono.

Interprestasi Keindahan Alam Kurator A. Rikrik Kusmara mengelompokkan 44 karya Srihadi dalam empat rumpun besar. Pertama social critics yang terdiri dari Papua Series, Bandung Series, dan Field of Salt. Kedua dynamic memuat Jatiluwih Series dan Energy of Waves. Ketiga human & nature terdiri dari Mountain Series, Tanah Lot Series, dan Gunung Kawi Series. Dan yang keempat contemplation yang terdiri Horizon

Series dan Borobudur Series. A. Rikrik Kusmara menguraikan, pameran Srihadi Soedarsono— Man x Universe adalah pendekatan baru Srihadi dalam mengekspresikan landscape. Menampilkan metafor dan simbol yang cukup kompleks. Proses artistik tersebut tak lepas dari kondisi sosial politik Indonesia yang tensinya naik sepanjang 2016–2019. Tahun-tahun dimana Srihadi menghasilkan karya untuk pameran ini. Srihadi melukis landcape layaknya mencatat kejadian-kejadian, dan merekam perubahan-perubahan. Seperti tertuang dalam lukisan Horizon – The Golden Harvert yang memampangkan pemandangan panen pada era 1970an. Penduduk desa bergotong royong, bergantian memanen padi. Bentangan sawah yang luas, berbatas bukit landai ditemani cakrawala.


Di sisi lain, kata Rikrik Kusmara lukisan Horizon – The Golden Harvert mengingatkan kita pada sebuah kalimat, yakni “hamparan sawah sejauh mata memandang”. Kalimat tersebut bercerita tentang bentangan sawah yang luas di bumi Nusantara. Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak demikian. Sebab sawah-sawah sudah dipenuhi perumahan, villa-villa mewah dan restoran yang ikut menjual keindahan pemadangan sawah. Hal serupa juga diceritakan Srihadi, waktu ia kecil sering diajak kakeknya berkeliling melihat pemandangan, dan melihat bentangan sawah yang luas. “Sekarang, sawah di belakang rumah saya sudah dipenuhi

rumah-rumah. Fenomena tersebut menjadi paradok bagi negeri yang dijuluki sebagai lumbung padi, dan tambak garam. Tapi kekurangan padi dan garam, hingga harus impor,” ujar Srihadi. Ada beberapa aspek dari karya landscape Srihadi, di antaranya sebuah paradoks, keindahan dalam realita. Lukisan-lukisan ini menurut Rikrik Kusmara, merupakan kepedulian Srihadi terhadap kondisi bangsa. Meskipun tampil dalam susunan yang sangat harmonis, namun sebetulnya terdapat tanggapan terhadap wacana politik pembangunan bangsa – tentang eksploitasi alam dan pembangunan yang tak berkeadilan.

Aspek lain, karya Srihadi seperti momen perenungan diri dengan mengambil aspek manusia, alam dan budaya. Tampak seperti terjadi dialog antara alam, kebudayaan dan manusia. Srihadi ingin menempatkan posisi esensi manusia yang kompleks. Menempatkan aspek sosial budaya dalam renungan siklus bumi dan jagat raya – yang dibungkus halus dalam struktur lapisan visual. Karya-karya Srihadi secara keseluruhan menggunakan refrensi bentangan alam yang berasal dari hasil proses perenungan mendalam – hingga menghasilkan pengalaman dan karya yang maksimal. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

41


42

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

43


Destination Jakarta

Ekspresi Seni Lewat Mural Teks & FOTO Dody Wiraseto

44

LIONMAG APRIL 2020


(kiri ke kanan) Mural di Jembatan Layang Non-Tol Antasari. • Mural di Terowongan Kendal, Stasiun Sudirman. • Rumah adat Betawi yang jadi tema mural. • Pengunjung berfoto di mural M Bloc Space.

M

ural dan grafiti bukanlah barang baru di Indonesia. Tak lama setelah Indonesia merdeka, tembok-tembok di jalanan penuh tulisan dari cat yang membakar semangat para pejuang untuk terus melakukan perlawanan kepada penjajah. Zaman Orde Baru, mural atau grafiti memang masih ada, tapi sifatnya kebanyakan mencari eksistensi. Pada era 2000-an, grafiti dan mural kembali ramai di Indonesia. Tak hanya menyuarakan eksistensi, tapi juga merespon ruang publik.

Mural memang bukan lagi sekadar karya seni biasa. Fungsinya dinamis seiring berkembangnya waktu. Mengacu pada definisi dasarnya, mural sendiri berasal dari bahasa latin yakni murus. Bila ditilik dari asal bahasanya, mural merupakan menggambar atau melukis di media dinding atau media lebar lainnya yang bersifat permanen. Karena itu, banyak pula ditemui mural tidak hanya di dinding, tetapi juga di lantai, meja bahkan langit-langit bangunan. Bahan yang digunakan pun biasanya cat tembok hingga cat kayu permanen.

Kedinamisan fungsi mural pun kian berlanjut hingga era modern saat ini. Seniman-seniman mural mulai bermunculan, hal ini diiringi dengan semakin lebarnya ruang publik yang banyak diberi sentuhan mural. Seni ini lambat laun kian populer, apalagi ditunjang dengan kemajuan media sosial yang jadi ajang unjuk diri. Mural pun kini jadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep wisata apalagi mereka yang ingin mengusung tema “instagramable”. Di Jakarta pun tidak luput dari tren mural, di beberapa ruang publik dengan mudah mural ditemui. Salah INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

45


(kiri-kanan) Suasana interior Yello Hotel - Foto: Doc Yello Hotels

satunya adalah di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta Selatan yang dibuat mural di 63 tiangnya pada 2018 lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang saat itu meresmikan mengungkapkan, sebagai ibu kota negara, Jakarta membutuhkan banyak ruang ekspresi karya seni dan budaya. Salah satu yang bisa disulap yaitu tiang JLNT. Mural yang dilukis oleh siswa-siswi menengah ke atas ini bertemakan budaya-budaya Betawi. Gambargambar mulai dari wajah ondel-ondel yang digambarkan menggunakan pakaian astronot hingga gambar penari topeng Betawi yang jadi objek mural. Tidak hanya ondel-ondel dan tariannya, inspirasi budaya di Jakarta pun beragam untuk dituangkan ke dalam bentuk mural. Jadilah beberapa tiang dihiasi dengan gambar Monumen Nasional hingga rumah adat Betawi. Selain budaya Betawi, ada pula

46

LIONMAG APRIL 2020

tiang beton yang dihiasi gambar pakaian adat berbagai daerah di Indonesia.

Mural Sebagai Identitas Bila ditilik ke belakang, mural sendiri sudah ada sejak ribuan abad lalu. Salah satu mural yang paling bersejarah adalah perkembangan seni ini didunia adalah mural karya Pablo Picasso. Pablo Picasso membuat sebuah mural yang dinamakan Guernica atau Guernica y Luno. Mural ini dibuat pada saat terjadinya peristiwa perang sipil di Spanyol pada tahun 1937. Tujuan dibuatnya mural ini yaitu untuk memperingati peristiwa pengeboman oleh tentara Jerman yang terjadi di sebuah desa kecil dimana kebanyakan diantara mereka yaitu masyarakat Spanyol. Oleh Pablo Picasso, mural dijadikan seni

ekspresi diri mengingatkan tentang sejarah-sejarah bangsa. Kini fungsi mural pun semakin meluas. Jika dulu hanya sebagai wujud ungkapan, mengkritisi masalah sosial lewat gambar dan tulisan di dinding jalan dan trotoar, kini mural pun jadi sebuah bisnis seni yang menjanjikan. Semakin banyak fasilitas publik, ruang publik bahkan hotel yang mengedepankan konsep mural. Seni artistik ini dipercaya menjadi daya tarik tersendiri dan sebagai spot foto menarik. “Konsep secara besar yang kami angkat untuk YELLO Hotels adalah Urban Lifestyle dimana kalau kita telaah dari segi seni, yang paling banyak kita jumpai di tata kota adalah street art. Street art sendiri memiliki banyak elemen, dimana salah satunya adalah mural,� jelas Nadia Kamballa Tika, Corporate PR


Manager Tauzia Hotels, yang memiliki satu jenama yakni Yello Hotels yang dihiasi mural di tiap propertinya. Lebih lanjut dijelaskan olehnya, YELLO Hotels merupakan sebuah konsep yang diramu dari 2010 dan akhirnya diluncurkan pada tahun 2012. Hal ini dilatari adanya potensi pergeseran market di semua industri, termasuk perhotelan. Generasi millenial akan terus bertumbuh dan menjadi game changer di semua industri secara global. Generasi inipun akan lebih banyak tinggal atau berpergian ke major cities (kota maju / kota besar). Oleh sebab itu, YELLO Hotels mengangkat konsep Urban Lifestyle secara garis besar. Konsep ini diterapkan di hotel secara lebih spesifik dengan dua DNA utama: “Street Art” dan “Gaming Experience”.

DNA Street Art ditampilkan dengan kehadiran mural sebagai bagian dari desain hotel, sementara DNA Gaming Experience diterapkan dengan adanya dedicated area Gaming Station yang terletak di lobi. Berbeda dengan mural di ruang publik lainnya, di YELLO Hotels lebih mengedepankan nilai kearifan atau ciri khas dari di mana hotel itu berada. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai positif yang disampaikan turut dirasakan tamu yang datang. Seniman mural pun diberi kebebasan dalam menuangkan idenya sesuai dengan gaya masing-masing. Hanya saja, konten yang dibuat tidak boleh berbau SARA dan bebas dari unsur politik. “Kami melibatkan beberapa street artist dari luar dan dalam negeri baik yang sudah senior (profesional)

maupun yang sedang berkembang di dalam sebuah rangkaian acara launching kami, YELLO Off Da Wall,” ujar Nadia. Tidak hanya hotel, beberapa pusat kuliner pun juga mengedepankan mural sebagai identitasnya. Salah satunya adalah M Bloc Space, yang jadi wadah ekspresi baru kalangan milenial di Jakarta. Di salah satu sudutnya terdapat mural-mural menarik yang dijadikan wadah ekspresi diri pengunjung yang datang. Mural kini jadi sebuah seni yang tidak lagi mengedepankan isu sosial, mural pun juga bukan milik segelintir kalangan saja. Mulai dari remaja hingga kalangan dewasa, menjadikan mural sebagai bagian dari kehidupan sehari-harinya. Di jalan hingga restoran mural adalah seni berekspresi menunjukan identitas diri.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

47


Destination Curug Cimahi

Misbah Alam Curug Cimahi Dataran tinggi di Bandung Barat, menyimpan permata wisata yang menarik untuk ditelusuri. Dengan sedikit sentuhan kreasi manusia, berkah alam akan menjadi berkah juga bagi masyarakat sekitarnya. TekS & Foto Dody Wiraseto

48

LIONMAG APRIL 2020


W

isata jadi nyawa tempat bergantung manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Curug Cimahi adalah salah satunya, air terjun menyegarkan dan jadi tujuan wisata favorit wisatawan saat ke kawasan sejuk ini. Bandung Barat memang jadi pilihan wisata alternatif saya setelah kota Bandung yang semakin padat.

Dari hasil penelusuran di media sosial dan internet, kawasan ini memiliki banyak pesona alam yang menarik untuk dikunjungi. Cukuplah kota Bandung yang dijadikan tempat berwisata belanja dan kuliner, tapi untuk urusan alam, Bandung Barat adalah jawabannya. Itulah mengapa Curug Cimahi jadi salah satu tujuan utama saya kali ini. Lokasinya seakan menjadi pintu masuk bagi wisatawan santai seperti saya sebelum menuju Lembang. Tepatnya berada di Jalan Kolonel Masturi No. 325, Cisarua, Jawa Barat, curug ini berada di tepian jalan Cimahi arah Lembang. Tidak sulit menemukannya, karena di sekitarnya terdapat parkiran yang cukup luas dan warung-warung sederhana masyarakat sekitar yang saban hari menyajikan hidangan khas Jawa Barat.

Menikmati perjalanan dengan alunan musik jazz yang santai mengantarkan saya ke pintu masuk curug ini. Deburan air terjun yang menerpa permukaan sudah terdengar dari sebelum masuk. Serta terpaan angin menyejukan menambah rasa antusias untuk segera turun ke labium air terjunnya. Apalagi dari pintu masuk, air terjun ini sudah terlihat jelas dengan dikelilingi pepohonan yang rindang. Serasa menyejukan mata dengan warna hijau pepohonan berpadu dengan jernihnya air terjun yang turun deras. Tanpa butuh berlama-lama, akhirnya melangkah cergas menuruni anak tangga sembari kembali ditemani alunan merdu suara Phill Perry. Mendengarkan musik menjadi cara untuk mempertahankan antusias saya, karena untuk menuju labium

Dari pintu masuk, air terjun ini sudah terlihat jelas dengan dikelilingi pepohonan yang rindang. Serasa menyejukan mata dengan warna hijau pepohonan berpadu dengan jernihnya air terjun yang turun deras.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

49


Air terjun ini diklaim merupakan air terjun tertinggi di Bandung. Lokasinya berada di ketinggian 1050 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat suhu saat berada di air terjun ini terasa sejuk. Rata-rata suhu saat berada di Curug Cimahi mencapai 18-22 derajat Celsius.

air terjunnya harus menuruni 587 anak tangga. Tanpa musik, bisabisa baru setengah jalan, langkah saya langsung dihantam keletihan yang menggagalkan perjalanan saya menikmati curug ini lebih dalam. Secara geologi Curug Cimahi telah ada sejak hadirnya Gunung Sunda Purba, yang sekarang lebih terkenal dengan Gunung Tangkuban Parahu. Aliran derasnya berasal dari sungai yang mengalir dari hulu Situ Lembang menuju kota Cimahi. Itulah mengapa air terjun ini dinamakan Curug Cimahi. Selain itu, banyak pula yang menyebut curug ini sebagai Curug Pelangi. Oleh pengelola Curug Cimahi, air terjun ini diklaim merupakan air terjun tertinggi di Bandung. Lokasinya berada di ketinggian 1050 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat

50

LIONMAG APRIL 2020

suhu saat berada di air terjun ini terasa sejuk. Rata-rata suhu saat berada di Curug Cimahi mencapai 18-22 derajat Celsius. Deburan air yang jatuh terasa kencang apalagi saat musim hujan dikarenakan air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 87 m. Langkah kaki menuruni anak tangga sedikit tidak terasa berkat deburan air terjun yang terasa hingga ke muka. Perlahan-lahan tanpa terasa saya sudah mendekati labium air terjunnya. Menariknya anak tangganya disusun menarik dengan diberi pembatas jalan yang instagramable. Menuruni anak tangga serasa memasuki Lorong gua yang sejuk dengan pepohonan menjalar sebagai atapnya. Semakin menarik dengan penambahan dua buah gardu pandang

yang bisa dijadikan sebagai spot berfoto dengan latar air terjun. Gardu pandang ini tidak hanya membantu wisatawan yang ingin mengabadikan momen di air terjun ini. Tapi juga menolong wisatawan yang keletihan setelah menaiki dan menuruni anak tangga. Tidak heran bila di tiap gardu pandang pun diberi kursi-kursi berbahan ban sebagai tempat bersantai dan beristirahat.


Setelah hampir 30 menit saya menuruni anak tangga, akhirnya sampai juga di labium air terjunnya. Deburan air yang menerpa bebatuan di bawahnya menjadi alunan pemecah keletihan. Mendekati air terjunnya, segarnya udara serta percikan air terjun yang menerpa badan serasa mengisi ulang energi saya yang habis setelah menuruni ratusan anak tangga. Bunga-bunga terompet menjadi pemanis di sekitar air terjun.

Di dasar air terjun, jadi pusat aktivitas bagi wisatawan. Ada yang menghabiskan aktivitas dengan berendam dan berfoto bersama, tetapi adapula yang sekadar ingin bersantai menikmati air terjun ditemani kopi hangat dan mi instan. Fasilitas di dasar air terjunnya memang terbilang lengkap. Selain ada area warung jajanan, di dasarnya terdapat musola, serta tempat membilas dan mengganti pakaian setelah puas berenang. Lokasi

dasar air terjunnya berada di lembah yang semakin syahdu saat sore hari. Kabut-kabut tipis mulai turun ke dasarnya, menambah kesejukan suasana. Ditemani ratusan monyetmonyet liar yang mulai turun ke dasar lembah, menjadi pertanda saya harus segera bergegas kembali menaiki anak tangga. Harmoni alam serta flora dan fauna menawan pengantar saya mengagumi pesona yang tersaji di Curug Cimahi. Menenangkan. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

51


Destination Keraton Cirebon

Jejak KeratonKeraton Cirebon TekS & Foto Dody Wiraseto

52

LIONMAG APRIL 2020


Suasana di Keraton Kasepuhan Cirebon.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

53


S

ekitar abad ke-15, kota Cirebon sudah erat dengan sistem kesultanan. Keraton Kasepuhan merupakan keraton pertama di kota ini. Hingga akhirnya perkembangan zaman dan dinamika sosial membuat keraton ini terpecah menjadi empat keraton. Tapi siapa sangka, kini keratonkeraton tersebut menjadi nafas utama wisata di kota berjuluk Kota Udang ini. Mengunjungi keraton-keraton tersebut, seakan menjadi napak tilas sejarah kota ini. Akses yang semakin mudah membuat Kota Cirebon jadi salah satu destinasi alternatif berakhir pekan. Bila Bandung sudah penuh dengan warga Jakarta yang ingin berbelanja ataupun bersantai, Kota Cirebon menjadi pilihan bagi mereka

54

LIONMAG APRIL 2020

yang ingin berwisata kuliner. Ya, Kota Cirebon memang diberkahi kuliner yang istimewa. Sebut saja Empal Gentong, Tahu Gejrot, hingga Nasi Lengko yang memiliki cita rasa yang khas. Tapi sejarah dan budaya, tetaplah jadi yang utama di kota ini. Bila berbicara tentang budaya dan sejarah, keraton-keraton di Cirebon seakan menggambarkan perjalanan kota ini secara keseluruhan. Dari zaman masih memegang teguh ajaran Sunda Wiwitan hingga bagaimana sosok seorang Sunan Gunung Jati menyebarkan agama islam di kota ini. Dilansir dari situs www.cirebonkota. go.id yang merupakan situs resmi pemerintah Kota Cirebon, kesultanan baru terbagi di 1677. Pada tahun itu, Pangeran Martawijaya dinobatkan sebagai Sultan Sepuh bergelar Sultan Raja

Syamsuddin, Pangeran Kertawijaya sebagai Sultan Anom bergelar Sultan Muhammad Badriddin. Sultan Sepuh menempati Kraton Pakungwati dan Sultan Anom membangun kraton di bekas rumah Pangeran Cakrabuwana. Sedangkan Sultan Cerbon berkedudukan sebagai wakil Sultan Sepuh. Hingga sekarang ini di Cirebon dikenal terdapat tiga sultan yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Sultan Cirebon. Keberadaan ketiga sultan juga ditandai dengan adanya keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan. Di luar ketiga kesultanan tersebut terdapat satu keraton yang terlepas dari perhatian. Keraton tersebut adalah Keraton Gebang. Semuanya memegang peranan penting masing-masing dengan mengedepankan ciri dan identitas yang beragam.


(kiri ke kanan) Masjid Agung Cipta Rasa yang letaknya tidak jauh dari Keraton Kasepuhan. • Interior Masjid Agung Cipta Rasa. • Salah satu bangunan tertua di Keraton Kanoman yang konon dibuat dari karang-karang pantai selatan.

Sebagai keraton tertua di kota Cirebon, Keraton Kasepuhan dan pernak-pernik di dalamnya merupakan perpaduan dari tiga agama, yaitu Hindu, Islam dan Budha, serta tiga budaya yaitu Jawa, Tiongkok dan Eropa. Perpaduan ini yang menjadikan Keraton Kasepuhan istimewa disamping kondisinya yang terawat sehingga jadi destinasi utama di kota ini. Rancangan Keraton Kasepuhan serupa dengan Keraton Yogyakarta dan Solo yang merupakan representasi dari arsitektur Islam nusantara. Secara keseluruhan, kompleks keraton terdiri dari keraton itu sendiri, alunalun, serta masjid. Namun, Keraton Kasepuhan masih memiliki unsur Hindu yang kental. Terlihat dari tembok keraton yang terdiri dari bata merah dan bentuk gapura keraton serupa dengan arsitektur bangunan Hindu seperti Keraton Majapahit. Tidak jauh dari komplek keraton, keberadaan Masjid Agung Cipta Rasa semakin kentalkan pesona Islam di

keraton ini. Masjid ini dibangun pada 1498 M oleh Wali Songo atas prakarsa Sunan Gunung Jati. Pembangunannya dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan arsitek Raden Sepat dari Kerajaan Majapahit bersama dengan 200 orang pembantunya atau tukang yang berasal dari Demak. Mesjid ini dinamai Sang Cipta Rasa karena merupakan pengejawantahan dari rasa dan kepercayaan. Penduduk Cirebon pada masa itu menamai mesjid

ini Mesjid Pakungwati karena dulu terletak dalam komplek Keraton Pakungwati. Dari sisi budaya, keberadaan Siti Hinggil yang berada di dalam komplek keraton dan pendopo-pendopo kecil adalah representasi dari bangunan Jawa. Sementara, terdapat juga keramikkeramik dinding yang punya 2 corak, Eropa dan Tiongkok. Di Taman Bundaran Dewandaru yang terletak di kompleks tengah keraton, unsur Hindu bisa dijumpai dalam wujud Lembu Nandu. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

55


(atas) Siti Hinggil Keraton Kanoman. (bawah) Gapura dari batu bata merah di Keraton Kasepuhan.

Sementara, unsur Eropa berwujud meriam hadiah dari Thomas Stanford Raffles. Benda kuno keraton yang menunjukkan dengan jelas perpaduan unsur berbagai agama dan budaya adalah kereta kencana Singa Barong, kereta kencana tua canggih pertama buatan Indonesia. Kesemuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tidak jarang wisatawan mengabadikan diri berfoto di gerbang keraton atau bersantai di Taman Bundaran Dewandaru. Lain halnya dengan Keraton Kanoman, yang letaknya berada tidak jauh dari Keraton Kasepuhan.

56

LIONMAG APRIL 2020

Lokasinya berada di dalam Pasar Kanoman, sehingga akses menuju keraton ini cukup sempit karena bersisian dengan pedagang-pedagang Pasar Kanoman. Hanya sebuah gapura putih yang akan menunjukan keberadaan keraton ini. Keraton Kanoman yang didirikan Pangeran Kartawijaya terletak tak terlalu jauh dari Keraton Kasepuhan. Desain arsitektur Keraton Kanoman amat berbeda dari Keraton Kasepuhan. Bangunan-bangunan Keraton Kanoman didominasi warna putih dengan hiasan-hiasan keramik di dindingnya. Terdapat berbagai

peninggalan bersejarah di keraton ini seperti kereta kuda, peralatan rumah tangga, dan berbagai jenis senjata para prajurit keraton. Keunikan Keraton Kanoman terlihat di arsitektur di komplek Siti Hinggil. Dinding bangunan komplek Siti Hinggil dihiasi keramik bercorak Tiongkok yang sudah berusia ratusan tahun serta tembok berwarna putih. Komplek Siti Hinggil sudah ada sejak abad ke-14 masehi, bangunan ini merupakan saksi dari penyebaran agama Islam di tanah Cirebon. Bahkan di era Kaprabonan Caruban, Siti Hinggil pernah dipakai sebagai Pura tempat penobatan raja. Jika nuansa Tiongkok begitu kentara di Keraton Kanoman, hal lain dapat ditemui di Keraton Kacirebonan yang lokasinya tidak jauh dari Keraton Kanoman dan Kasepuhan. Keraton Kacirebonan adalah pecahan dari Keraton Kanoman yang memiliki nuansa gabungan arsitektur khas Belanda, Cina, dan Arab. Kekhasan tersebut adalah akibat dari renovasi, rehabilitasi, dan penambahan bagian-bagian dan bangunan-bangunan baru di kompleks keraton sepanjang masa pemerintahan yang cukup lama. Hasilnya, keraton indah yang kini menjadi salah satu destinasi wisata Cirebon.


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

57


Culinary

58

LIONMAG APRIL 2020


Cemal Cemil Takjil Teks Dody Wirasto Foto Ristiyono

R

amadan tiba, menjadi bulan yang ditunggutunggu oleh umat muslim sedunia. Momen Ramadan jadi sebuah medium untuk menyucikan diri dengan berpuasa penuh selama satu bulan setelah itu ditutup dengan merayakan Idul Fitri. Tidak terkecuali di Indonesia dengan mayoritas warganya yang muslim, Ramadan erat kaitannya dengan tradisi-tradisi turun temurun, salah satunya dengan takjil. Takjil sendiri saat ini diidentikan dengan hidangan pembuka puasa. Namun bila ditilik lebih jauh lagi, sebenarnya makna takjil bukanlah seperti yang umum saat ini. Kata “takjil” memiliki arti makanan-makanan untuk hidangan berbuka puasa. Padahal kata takjil atau ta’jil artinya adalah “bersegera”, diambil dari hadist Nabi Muhammad SAW yang menyuruh untuk berbuka puasa dengan bersegera ketika telah sampai waktunya. Takjil bermakna kita jangan menunda berbuka, saat berbuka tiba maka segeralah berbuka. Karena di Arab warganya suka berbuka dengan korma, maka korma ini disebut makanan untuk takjil, alias makanan untuk menyegerakan berbuka. Istilah ini yang kemudian diadopsi oleh warga di Indonesia dengan menyebut kurma dan makanan untuk berbuka sebagai Takjil. Menu-menu takjil tidak hanya kerap dibagikan gratis di jalanan dan masjid tiap bulan Ramadan. Bahkan juga bermunculan pusat-pusat menu takjil selama Ramadan seperti salah satunya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Bisa dibayangkan betapa meriahnya menu takjil yang disajikan di atas meja, dengan jenis dan asal makanan berbeda-beda Mulai dari menu manis, seperti es buah, bubur sumsum, dan kue-kue basah; menu gurih seperti aneka goreng-gorengan, gudeg, dan pempek; sampai menu pedas, seperti makanan khas Minang dan ayam bakar, semua tersedia di sini. Harganya dibanderol dari Rp 10 ribu dapat 3, sampai belasan ribu. Menu-menu istimewa untuk takjil kian beragam seiring bertambahnya penjual takjil di bulan Ramadan. Pada umumnya, menu-menu takjil adalah camilan yang tidak terlalu berat. Salah satu menu takjil yang wajib ada adalah Kurma. Ya, keberadaan kurma sebagai menu takjil memang sudah menjadi bagian dalam sejarah takjil itu sendiri di dunia. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, kurma adalah menu pembuka pilihan.

Tidak hanya kurma yang disajikan untuk menu takjil di Indonesia. Beragam camilan istimewa pun kerap jadi menu takjil pilihan. Mulai dari aneka gorengan, kemudian juga aneka es mulai dari es buah hingga es degan. Lalu hidangan takjil yang ikonik di Indonesia selama Ramadan adalah kolak. Ada berbagai macam varian kolak yang disajikan, salah satunya adalah kolak pisang dan kolak biji salak. Ragam menu takjil menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Sarat dengan tradisi, tidak hanya sekadar makna secara bahasa, takjil adalah bagian keseharian masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Tradisi yang dirayakan bersama, dinikmati dengan rasa syukur dan suka cita selama mengisi bulan penuh berkah ini. Camilan nikmat di bulan penuh rahmat. INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

59


Inside Tarakan

Menelusuri Bumi Paguntaka Tarakan dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada sangat dekat dengan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Kota ini banyak menyimpan banyak potensi wisata dengan pemandangan yang indah.

M

enurut cerita, kata Tarakan berasal dari bahasa Tidung, gabungan dua suku kata yakni Tarak (bertemu) dan Ngakan (makan) yang secara harfiah dapat diartikan tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain.

60

LIONMAG APRIL 2020

Tarakan merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Utara. Kota yang berjuluk Bumi Paguntaka ini berada di bagian utara pulau Kalimantan. Kota tersebut banyak menyimpan berbagai potensi wisata. Pemerintah daerah Tarakan sudah mulai mengembangkan parwisata, hingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan APBD. Tarakan merupakan kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara, dan

kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota Tarakan berada diposisi yang strategis, yaitu sebagai penggerak pertumbuhan wilayah Kalimantan Utara, dan pintu gerbang kedua bagi Kalimantan Timur setelah Balikpapan.

Transportasi

Sebagai daerah yang mulai berkembang – infrastruktur


transportasi ke Tarakan sudah mulai baik. Maskapai penerbangan sudah banyak yang buka rute ke sana, termasuk grup Lion Air. Anda bisa menggunakan penerbangan Lion Air atau Batik Air ke kota ini. Sampai di Tarakan, menuju ke lokasi objek wisata Anda bisa menggunakan transportasi lokal. Pelayanan transportasi lokal cukup baik – fasilitas transportasi sudah banyak. Memudahkan Anda berkunjung ke daerah yang mau dituju.

Objek Wisata

Ingin berwisata pantai? Datanglah ke Pantai Amal. Ini adalah pantai paling populer di Kota Tarakan. Lokasi Pantai Amal berada di Kecamatan Tarakan Timur. Pantai Amal sendiri terdiri dari dua pantai, Amal Baru, dan Amal Lama. Kedua pantai ini saling berdekatan dan menghadap ke timur sehingga menjadi tempat yang cocok untuk menikmati matahari terbit. Untuk wisata sejarah dan budaya bisa berkunjung ke Museum Rumah Bundar, seperti namanya Rumah Bundar atap dari bangunan museum ini berbentuk setengah lingkaran. Setelah itu jangan lupa berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) yang berada di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara. Yang tak kalah penting adalah melihat

bekantan, yaitu monyet hidung panjang yang juga terdapat di hutan mangrove ini.

bagi wisatawan yang berkunjung ke Tarakan. Masih banyak hotel lain yang bisa Anda pilih untuk menginap.

Penginapan

Kuliner & Belanja

Hotel di Kota Tarakan cukup banyak, Anda bisa memilih penginapan sesuai dengan keinginan. Swiss-Belhotel Tarakan, Jalan Mulawarman No. 15, Tarakan Timur, bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan malam di Kota Tarakan. Fasilitas dan pelayanannya sangat baik. Penginapan lain, ada Hotel Tarakan Plaza, yang berada di Jalan Yos Sudarso, Karang Balik, Kota Tarakan. Hotel bintang tiga ini menjadi salah satu rujukan

Di Kota Tarakan terkenal dengan makanan laut, khususnya kepiting. Yang paling populer adalah kepiting soka. Kepiting tersebut dapat dimakan seluruh bagian tubuhnya. Kepiting Soka memiliki cangkang lunak, sehingga bisa dimakan. Kepiting ini juga bisa dibuat camilan atau kerupuk. Malam hari merupakan momen yang paling tepat berburu kuliner khas Tarakan. Salah satunya adalah kepiting saos khas Tarakan yang berada di Jalan Mulawarman, yaitu Restoran Kepiting Saos Kenari.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

61


Hot Stuff

Microlino 2.0 Mobil Listrik Mungil Pabrikan mobil asal Swiss, Micro Mobility System AG, memperkenalkan mobil listrik mungil bernama Microlino. Mobil tersebuti cocok buat kota yang padat. Selain tampilannya mungil, keunikan lain adalah dari format. Mobil ini hanya punya satu pintu. Akses pengemudi dan penumpang untuk keluar masuk ada di depan. Moncong sekaligus berfungsi sebagai pintu. Eksterior dibuat sesederhana mungkin. Lampu depan dan belakang berupa garis lurus. Spion bulat menyatu dengan lampu dan spakbor belakang yang menutup seperempat roda. Trek roda belakang dibuat lebih sempit dibandingkan roda depan. (Dok foto: microlino-car.com)

Lego Mandalorian

Hadir Bersama Razor Crest Baru Film Star Wars ambil bagian atas lahirnya mainan Lego Mandalorian. Wajar karena film Star Wars banyak digemari. Kehadiran Lego Mandalorian semakin menyempurnakan koleksi para penggemar permainan Lego – terutama Lego seri Mandalorian. Lego Mandalorian hadir dengan tampilan lebih detail, dan Razor Crest terbaru sangat menarik. Begitu pula dengan tokoh-tokoh yang ada dalam kisah Star Wars. Desain planet, Razor Crest dan tempat pesawat serta senjata sangat apik. Detail tersebut terlihat jelas dari berbagai rakitan – termasuk dari kokpit pesawat. (Dok foto: www.lego.com)

62

LIONMAG APRIL 2020


Dyson 360 Heurist

Robot Cerdas Pembersih Rumah Kehadiran Dyson 360 Heurist sangat membantu ibu rumah tangga dalam membersihkan rumah. Robot vacuum cleaner ini lebih bagus dari generasi sebelumnya, daya isapnya 20% lebih kuat dari Dyson 360 Eye. Begitu pula dengan memori, daya jangkau lebih jauh dari Dyson 360 Eye. Dengan Dyson 360 Heurist, sambil mengerjakan pekerjaan lain, rumah akan bersih sendiri dan terhindar dari debu, terutama yang menempel pada karpet. Dalam bekerja, Dyson 360 Heurist mampu bekerja di ruang gelap, seperti di bawah kasur atau kursi, dan sudut-sudut ruangan. Sebab sudah dilengkapi sensor, kamera, dan lampu LED. (Dok foto: www. dysoncanada.ca)

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

63


Hot Stuff

Sennheiser Momentum True Wireless 2

Suguhkan ANC dan Baterai yang Lebih Awet Sennheiser meluncurkan perangkat wireless premium yaitu Sennheiser Momentum True Wireless 2. Perangkat generasi ke-2 ini dilengkapi fitur unggulan active noise cancelling (ANC). Menurut Sennheiser, fitur ini akan sangat efektif ditandemkan dengan isolasi pasif yang terealisasi berkat bentuk eartip-nya. Momentum True Wireless 2 memiliki bentuk yang lebih ringkas dibanding generasi pertamanya. Namun, untuk kualitas suara tetap premium dengan mengandalkan driver 7 mm. Menariknya lagi, ketangguhan baterainya mampu bertahan hingga 7 jam pemakaian. Kelebihan lainnya, sertifikasi ketahanan air IPX4, Google Assistant dan Siri, panel sentuh pada sisi luar masing-masing earpiece. (Dok. Foto: www. https://en-us.sennheiser.com)

Luminox Bear Grylls Survival Master Series

Jam Tangan Buat Sang Petualang Luminox Bear GryllsSurvival Master Series dirancang untuk menjadi jam yang tahan banting dalam kondisi alam apa pun. Jam tangan ini sangat cocok untuk para petualang – termasuk penggemar petualang ekstrem. Luminox Bear GryllsSurvival Master Series dirancang khusus buat yang suka berpetualang ekstrem. Jam ini tahan air dan tetap berfungsi meski berada dalam kedalaman 1000 kaki. Di era sekarang Luminox Bear GryllsSurvival Master Series menjadi jam tangan terbagus. Ada beberapa seris jam yang diproduksi oleh Luminox di antaranya Luminox Bear Grylls Survival Master Series - 3749, dan Luminox Bear GryllsSurvival Master Series - 3741 dengan tali berwarna hitam. (Dok foto: luminox-usa.com)

Logitech Powered Wireless Charging 3-in-1 Dock Mampu Mengakomodasi Tiga Perangkat Sekaligus

Logitech bukanlah nama pertama yang muncul di benak banyak orang saat membahas tentang perlengkapan charging. Buat para pengguna produk Apple, Logitech baru saja meluncurkan aksesori yang cukup menarik – bernama Logitech Powered Wireless Charging 3-in-1 Dock. Sesuai namanya, charging dock tersebut mampu mengakomodasi tiga perangkat sekaligus, yakni iPhone, AirPods, dan Apple Watch. Selain iPhone, tentu saja aksesori ini juga kompatibel dengan smartphone lain yang mendukung standar Qi wireless charging. (Dok foto: www.logitech.com)

64

LIONMAG APRIL 2020


Super Mario And Levi’s Kolaborasi Super Mario dengan Levi’s

Tak hanya pada permaian, Super Mario kini bisa kita temukan pada pakaian. Gabungan antara Super Mario dan Levi’s menghasilkan celana, kaos, dan jaket yang menarik. Kerja sama antara Nintendo dan Levi,s membuat tampilan produk Levi’s semakian menarik. Apalagi saat mengenakan jaket Levi’s bergambar Super Mario dan simbol-simbol yang ada pada game Super Mario. Tampilan celana jeans yang biasanya polos, di celana jeans Super Mario And Levi’s kita akan menemukan gambar Super Mario yang sedang berlari gembira. Yang paling menarik, dibagian logo Levi’s terdapat gambar Super Mario. Jamur yang ada pada game pun ikut mempercantik tampilan jaket – dijadikan motif jaket. (Dok foto: www.nintendolife.com)

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

65


Postcard

Venezia

Kota Kanal di Italia Venezia terkenal akan gondola dan juga suasana romantis kota ini. Kota yang dibangun di atas air yang daratannya dipisahkan oleh kanal-kanal. Sejauh mata memandang, gedung tua dengan perahu-perahu berseliweran sebagai sarana transportasi utama.

MAKHFUD SAPPE JAKARTA

66

LIONMAG APRIL 2020


ezi ven a 01.04.2020

I TA I A L

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

67


Postcard

Buton Tengah

Keindahan Banda Neira Dahulu kala, Banda Neira terkenal sebagai penghasil pala satu-satunya di dunia. Saat itu, segenggam komoditas ini setara nilainya dengan segenggam emas, membuat Banda menjadi wilayah perebutan dalam Treaty of Breda antara Inggris dengan Belanda. Rahmad La Dae BANDA NEIRA

68

LIONMAG APRIL 2020


maluku 01.04.2020

DO

N ES

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

I

A

I

N

69


70

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

71


LION GROUP FLEET

SEMUA PESAWAT BARU, DIKIRIM LANGSUNG DARI PABRIK

2 UNITS AIRBUS A330-900 NEO 436 SEATS ECONOMY

3 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

67 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

37 UNITS BOEING 737 - 800 NG 189 SEATS ECONOMY

11 UNITS Boeing 737 MAX 8 180 seats economy

LION AIR: TOTAL 120 UNITS

1 Unit AIRBUS A 330-300 Total 392 Seats : 374 Seats Economy - 18 Seats Business

6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 seats economy - 12 seats business

7 UNITS Boeing 737 - 800 NG

TOTAL 162 SEATS : 150 seats economy - 12 seats business

44 UNITS AIRBUS A 320-200 CEO TOTAL 156 SEATS : 144 seats economy - 12 seats business

BATIK AIR: TOTAL 58 UNITS 6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 seats economy - 12 seats business

23 UNITS Boeing 737 - 800 NG

TOTAL 162 : 150 seats economy - 12 seats business

13 UNITS ATR 72-600 MALINDO AIR: TOTAL 42 UNITS

3 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

17 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

11 UNITS Boeing 737 - 800 NG TOTAL 162 SEATS : 150 seats economy - 12 seats business

3 UNITS Boeing 737 MAX 9 180 seats economy

THAI LION AIR: TOTAL 34 UNITS

19 UNITS ATR 72-500 72 seats economy.

45 UNITS ATR 72-600 72 seats economy.

WINGS AIR: TOTAL 64 UNITS 2 UNITS HAWKER 900XP


WELCOME ABOARD

Selamat Datang

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat. What you need to know about the security, comfort and safety in the aircraft.

PERALATAN ELEKTRONIK Electronic devices Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seat belt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seat belt “ON” untuk persiapan mendarat makan penumpang harus mematikan penggunaan laptop dan PDA tersebut. Laptops and PDAs may be used after the fasten seat belt off and using flight mode. After the fasten seat belt is on in preparation for landing, passengers have to turn off the laptops and PDAs. BARANG-BARANG BERBAHAYA LAINNYA Dangerous goods Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa. Flammable goods (such as matches), explosives (firecrackers), material containing magnets, battery, gas cylinders, are not allowed to be brought on board. MEROKOK SmokING Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar aturan. Government regulations prohibit smoking during flight. There are smoke detectors in all toilets and those who break the rules will be subject to penalties. BAJU PELAMPUNG LiFe vest Jaket/Baju Pelampung merupakan salah satu peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air, jangan keluarkan jaket/baju pelampung dari tempat dalam kondisi normal dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang akan mendapatkan hukuman bagi yang mencuri jaket/ baju pelampung berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.

Life vest is one of safety equipment in the aircraft for emergency landing on water. Please do not remove live vest from the aircraft. Passengers who steal the life vest will be punished based on Government regulations. Article 54 of Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 undangundangnomer 1tahun 2009). MINUMAN BERALKOHOL AlcoholiC beverage Lion Air tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangannya, dan seluruh penumpang Lion Air dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung. LionAir does not provide alcohol on Lion Air flight service. Passengers are prohibited from consuming alcohol during the flight. WANITA HAMIL PREGNANT WOMEN Usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan. Dan mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI). Over 28 weeks women pregnant are required to include a medical certificate stating that passengers are medically fit to fly. And fill out the form of risk called Form of Indemnity (FOI). PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Travelling with kids Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan di pesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi. Lion Air does not provide baby food for domestic service, diapers are also not provided on the plane. Lion Air only provides hot water for baby milk. UTAMAKAN KESELAMATAN Safety Priority • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. Seat belts should always be fastened during take-off and landing. It is recommended to always put the seat belt during flight. • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda. Luggage must be placed in the overhead lockers or under the seat in front of you.

• Silahkan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantong kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Please read the safety instruction card that is present in the seat pocket. In the card you can determine the location of the emergency exit and a life jacket. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew. Look carefully the safety demonstration and instructions which is given by the cabin crew. BAGASI Baggage Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri. Goods or sharp objects should be placed in the check in bags and not allowed to be brought into the cabin. Bring precious objects in the bag you carry yourself. Perhatikan berat bagasi Anda. Note the weight of your luggage : - Carry on baggage (Bagasi Kabin) tidak lebih dari 7 kg Carry-on baggage not more than 7KG

40 cm

PONSEL Mobile phoneS Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat. All mobile phones and electronic devices that use radio transmission are not allowed during the flight, as they can disturb system navigation and communication with local control tower.

30 cm

20 cm


foto: dok. Lion Air Group

Lion Air Group News

Lion Air

Sterilisasi Seluruh Pesawat Operasional Sesuai Standar Internasional Sebagai maskapai swasta terbesar di pasar penerbangan domestik, Lion Air melakukan sterilisasi semua pesawat yang beroperasi untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan penumpang. Hal ini sesuai dengan kebijakan regulator dan standar penerbangan internasional. Proses disinfeksi unit pesawat ini sesuai dengan prosedur internasional dan prosesnya diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta (KKP) yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Lion Air mendemonstrasikan proses disinfeksi pada Lion Air Boeing 737-800NG di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (17/3) dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan yang meliputi bagian kabin, kokpit dan kompartemen kargo di bawah pesawat. Sterilisasi pesawat adalah kebijakan proaktif yang diadopsi oleh Lion Air dan Lion Air Group sebagai langkah pencegahan dalam menghadapi wabah Covid-19 yang

74

LIONMAG APRIL 2020

melanda dunia, termasuk Indonesia. Komitmen untuk mendisinfeksi pesawat terbang adalah inisiatif terbaru dari Lion Air selain langkahlangkah yang sebelumnya sudah diterapkan untuk melindungi awak pesawat dan personel layanan darat (ground handling). Misalnya pemeriksaan suhu badan wajib terhadap semua personel layanan darat dan kru penerbangan yang menjalani pemeriksaan kesehatan

sebelum diizinkan melakukan penerbangan. Selain itu, peralatan kesehatan seperti masker dan pembersih tangan juga tersedia di pesawat. Lion Air juga mengambil peran untuk mendorong kesadaran kesehatan masyarakat dengan kampanye salam alternatif diantaranya melakukan sapaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).Â


foto: dok. Lion Air Group

Lion Air Resmikan Terbang

Batik Air Resmikan Rute

Lion Air telah meresmikan penerbangan perdana pada 6 Maret 2020, ke Banyuwangi – Bandar Udara Blimbingsari yang dilayani dari Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Penerbangan perdana ini menempatkan Banyuwangi sebagai tujuan baru Lion Air untuk melengkapi jaringan domestik. Kota ini merupakan kota ketiga di Jawa Timur oleh operasional Lion Air setelah Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) dan Bandar Udara Abdul Rachman Saleh di Malang (MLG). Lion Air mengoperasikan penerbangan secara langsung (nonstop) dengan frekuensi satu kali setiap hari atau tujuh kali dalam seminggu. Dalam upaya peningkatan kualitas layanan penerbangan, seluruh operasional tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan (safety first). Lion Air mengoperasikan nomor penerbangan JT-594 dari Terminal 1 A Soekarno-Hatta pukul 06.30 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan mendarat di Banyuwangi pada 08.20 WIB.  Layanan sebaliknya, Lion Air ber nomor terbang JT-593 pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandar Udara Internasional SoekarnoHatta pada 10.40 WIB.

Batik Air mengumumkan peresmian rute baru domestik yang menghubungkan Jakarta melalui Bandar Udara Internasional SoekarnoHatta, Tangerang dengan Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten melalui Banar Udara Kalimarau, Berau di Kalimantan Timur, pada 20 Maret 2020. Penerbangan perdana dilaksanakan dalam rangkaian agenda “tepung tawar – welcome ceremony”, yang dilakukan oleh Bupati Berau H. Muharram, Kepala Bandar Udara Kalimarau Bambang Hartanto, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Kualitas (Safety, Security and Quality) Batik Air Capt. Wamildan Tsani Panjaitan, perwakilan jajaran karyawan Lion Group serta mitra terkait.

Perdana ke Banyuwangi

Baru Jakarta-Berau

Pendaratan pesawat pertama sekaligus menandai layanan operasional Batik Air di Berau, menggunakan Airbus 320-200CEO registrasi PKLUF. Pesawat ini berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi hiburan di pesawat – inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi, jarak antarkursi (seat pitch) lega, serta sajian makanan (inflight meals). Batik Air bernomor ID-6430 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pukul 05.00 WIB dan mendarat di Bandar Udara Kalimarau (BEJ) pada 08.30 WITA. Layanan penerbangan dilakukan secara berjadwal satu kali setiap hari. Dengan demikian menempatkan Batik Air sebagai maskapai pertama dan satusatunya saat ini yang menghubungkan tanpa henti atau transit (non-stop) Jakarta ke Berau pergi pulang (PP). Untuk layanan dari Berau, Batik Air memiliki waktu keberangkatan terbaik pukul 09.10 WITA, nomor penerbangan ID-6431. Pesawat tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 10.40 WIB.

(Kiri-Kanan) Kepala Bandar Udara Kalimarau Bambang Hartanto; Direktur Keselamatan, Keamanan dan Kualitas (Safety, Security and Quality) Batik Air Capt. Wamildan Tsani Panjaitan; Bupati Berau H. Muharram. Foto: Muhammad Fikri Ardriawan.

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

75


Lion Air Group News

Wings Air

foto: dok. Lion Air Group

Buka Rute Baru Intra Kalimantan

“SNAP! Sharing and Expressing” CEO Goes to Campus Lion Air Group melaksanakan program berjadwal SNAP! Sharing and Expressing ke Universitas Pelita Harapan Kampus Surabaya bersama narasumber utama Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait, pada 9 Maret 2020. Pada kesempatan ini, Lion Air Group mengapreasiasi kerjasama dengan Rektor UPH, Dr. (Hon). Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc.; Executive Director and Associate Dean UPH Campus Surabaya, Dr. Ronald, ST, MM; Head of Management Study Program, Dr. Amelia, SE, MM dan Head of Accounting Study Program, Vierly Ananta Upa, S.E., MSA., Ak., CA. SNAP! Sharing and Expressing sebagai salah satu program unggulan yang dilatarbelakangi bentuk kepedulian perusahaan pada lingkungan pendidikan tinggi sejalan kesungguhan Lion Air Group guna mengakomodir pengalaman ke milenial dalam berbagai literasi (sumber). Agenda mengusung tema Hi Millennials, CEO goes to campus mengutamakan rangkaian topik yang terbagi dalam empat sesi, terdiri pengenalan Lion Air Group, perkembangan bisnis penerbangan, karier serta teknologi dan transformasi di era saat ini. Lion Air Group mengharapkan, SNAP! dapat menjadi bagian pembelajaran “best practice” di perguruan tinggi. Kegiatan di UPH Surabaya ini melibatkan 350 mahasiswa himpunan mahasiswa program studi Manajemen dan program studi Akuntansi. Lion Air Group menyampaikan terima kasih atas peran aktif, dukungan dan antusias kepada seluruh mahasiswa yang terlibat selama pelaksanaan acara SNAP! Sharing and Expressing. Lion Air Group berupaya merancang SNAP! Sharing and Expressing menjadi atraktif, menarik dan sesuai dengan minat pengembangan bakat mahasiswa. Kedepan, program tersebut akan terus dijalankan secara terstruktur dan kesinambungan di kota-kota berikutnya. Kegiatan sudah berjalan di Universitas Diponegoro, Semarang; STMIK Prabumulih Sumatera Selatan; Politeknik Penerbangan Surabaya; Universitas Muhammadiyah Palembang; Universitas Negeri Jakarta; Politeknik Negeri Kupang; Universitas Bina Darma Palembang, Politeknik Negeri Malang; Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Tarumanegara Jakarta.

76

LIONMAG APRIL 2020

Seiring mendukung pemerataan kawasan ekonomi baru, peningkatan potensi pariwisata dan akan membantu peningkatan sektor bisnis lainnya di Kalimantan, Wings Air membuka rute baru intra Kalimantan. Mulai 3 April 2020, Wings Air membuka rute PontianakPalangkaraya dan Banjarmasin-Sampit. Rute dari Pontianak ke Palangkaraya, secara berjadwal dengan frekuensi satu kali dalam seminggu pergi pulang (PP). Rute pertama Wings Air dimulai dari Bandar Udara Internasional Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat (PNK) pukul 15.20 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat/ WIB, GMT+ 07). Wings Air menggunakan nomor penerbangan IW-1448 dan akan mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah pukul 16.55 WIB. Di hari yang sama, Wings Air melayani penerbangan sebaliknya. Wings Air nomor IW-1449 dari Palangkaraya dijadwalkan mengudara pada 17.15 WIB, kemudian diperkirakan tiba di Supadio pukul 18.55 WIB. Layanan Pontianak – Palangkaraya – Pontianak akan menempatkan Wings Air sebagai maskapai satu-satunya yang menerbangi kedua kota. Untuk rute Banjarmasin-Sampit Wings Air di tahap awal menyediakan penerbangan tujuh kali dalam sepekan atau frekuensi satu kali setiap hari. Hal ini juga menjadikan Wings Air sebagai maskapai satu-satunya beroperasi Banjarmasin – Sampit – Banjarmasin. Wings Air menawarkan waktu keberangkatan dan kedatangan sesuai kebutuhan. Penerbangan nomor IW1470 akan mengudara dari Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ) pukul 16.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Tengah/ WITA, GMT+ 08) dan akan mendarat di Bandar Udara H. Asan, Sampit (SMQ) pada 15.40 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat/ WIB, GMT+07). Selanjutnya, penerbangan nomor penerbangan IW-1471 akan terbang dari Sampit pukul 16.00 WIB dan memiliki waktu tiba di Banjarmasin pada 17.40 WITA. Rute tersebut dilayani di hari yang sama.


TERBANG LANGSUNG SETIAP HARI (PP)

MULAI 19 FEBRUARI 2020

JAKARTA - BANYUWANGI JAM 08.45

BANYUWANGI - JAKARTA JAM 11.15

MULAI 20 MARET 2020

JAKARTA - BERAU JAM 05.00

BERAU - JAKARTA JAM 09.10

MULAI 29 MARET 2020

MAKASSAR - GORONTALO JAM 16.10

GORONTALO - MAKASSAR JAM 18.20

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

77


SSQ

Our Flight Attendants are Here to Ensure Your Safety and Well Being

Awak Kabin Kami Ada Untuk Memastikan Keselamatan dan Kenyamanan Anda Kami mengutamakan Keselamatan Anda

Keselamatan penumpang adalah hal terpenting bagi operasional Lion Air Group. Baik kebijakan internal kami maupun tuntutan regulasi mengharuskan adanya perhatian tertinggi terhadap keselamatan penumpang dan operasi penerbangan. Awak kabin kami telah terlatih dengan baik dan bertanggungjawab untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang ketika terbang bersama kami. Mungkin ada saatnya dimana awak kabin mengingatkan penumpang untuk menaati peraturan yang berlaku, oleh karena itu kami meminta kerjasama dari semua pihak untuk memastikan tingkat keselamatan tertinggi tetap terjaga di penerbangan kami. Dalam setiap keadaan darurat, mohon agar dapat mematuhi instruksi dari Kapten Pilot dan awak kabin. We look after Your Safety Passengers’ safety is of outmost importance to Lion Air Group’s operations. Both our Internal Policies and Regulatory requirements demands the highest level of attention to safety for our passengers and our flight operations. Our flight attendants are well trained and are responsible to ensure each and every passenger’s safety while they are on-board our planes. There may be occasions that our flight attendants will remind passengers on compliance to strict regulatory requirements and we seek everyone’s cooperation to ensure that the highest level of safety is maintained on our flights. In all cases of emergencies, please strictly follow the instructions of your Captain and Flight Attendants. For your Comfort In Lion Air Group, we take huge pride in ensuring that our passengers’ travel needs are well taken care of, reflecting our special Indonesian hospitality and service. Our Flight Attendants are responsible to ensure that all on-board safety and cabin operational processes are fully complied with in a timely manner. We ask for your understanding in the rare occasion when a request is not immediately responded to. For inflight Sales, our Flights Attendants will assist you if you require any inflight sales items. Please do inform our Flight Attendants in advance of your needs. Have a pleasant flight with us.

Demi Kenyamanan Anda

Di setiap maskapai anggota Lion Air Group, kami merasa bangga untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penumpang, sebagai cerminan keunikan karakter keramahan Indonesia dan pelayanan yang kami miliki. Awak kabin kami bertugas memastikan semua proses keselamatan dan operasional di kabin pesawat telah terpenuhi dan diselesaikan tepat waktu. Kami memohon pengertian Anda apabila; walaupun jarang terjadi; kami tidak segera dapat memenuhi permintaan Anda ketika bertugas. Awak kabin kami juga akan membantu Anda apabila Anda ingin membeli barang yang ada di katalog penjualan kami. Mohon beritahukan terlebih dahulu awak kabin kami barang yang Anda butuhkan agar kami dapat sediakan. Selamat menikmati penerbangan bersama kami.

Capt. Aric Oh Managing Director of Safety & Quality Lion Air Group


80

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

81


82

LIONMAG APRIL 2020


KIDZONE

INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

83


84

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

85


LION AIR ROUTE MAP


LION AIR GROUP INTERNATIONAL ROUTE MAP

88

LIONMAG APRIL 2020


INFLIGHT MAGAZINE OF LION AIR

89


90

LIONMAG APRIL 2020

Profile for Bentang Media Nusantara

LIONMAG APRIL 2020  

Batu Cave | Buton | Bali | Keraton Cirebon | Travel Sketch Semarang| Alfa Romeo | Srihadi Soedarsono | Jakarta | Curug Cimahi | Takjil

LIONMAG APRIL 2020  

Batu Cave | Buton | Bali | Keraton Cirebon | Travel Sketch Semarang| Alfa Romeo | Srihadi Soedarsono | Jakarta | Curug Cimahi | Takjil

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded