Issuu on Google+

essay : ragam wajah nusantara

The Inflight Magazine of Lion Air

VOLUME V / februari 2010

Leisure:

Rumah Tjong A Fie

Baduy

Perjalanan Ke Tanah Leluhur TUK K UN G TIDA PULAN WA DIBA UK

T NT AWA YA U HAN TAS PES IA CA D DIBA

februari 2010 LIONMAG

1


Change for a new Indonesian Sky WINGS AIR introduces the ATR 72-500 in Indonesia. The entry into service of the new fleet of ATR 72-500s enables WINGS AIR to expand its domestic network in Indonesia with the most efficient and reliable regional aircraft. Providing advanced technology and highquality service to their passengers, the ATR 72-500s will also offer safe and regular air connectivity to more remote areas in Indonesia.

2

LIONMAG februari 2010


Indosat Hadirkan Infrastruktur Handal untuk Mendukung Layanan Informasi dan

Komunikasi

Jaringan Terintegrasi dari Indosat Saat ini Indosat telah memiliki infrastruktur backbone yang sangat lengkap dan handal serta dapat menjangkau baik domestik maupun internasional. Untuk jaringan backbone domestik, Indosat mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dan informasi antar pulau yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Untuk jaringan backbone internasional, Indosat adalah satusatunya operator yang mengoperasikan tiga sistem kabel internasional. Indosat memiliki tiga jalur utama Ring backbone internasional: melalui Jakarta (Ancol) ke Internasional, melalui Medan ke Internasional, dan melalui Batam ke Internasional sehingga mampu menjangkau berbagai penjuru Negara. Masing-masing ring backbone internasional tersebut memiliki total kapasitas terpasang antara 20 sd 160 Gigabit/s. Semua sistem kabel FO (fiber optic) Indosat sudah menggunakan sistem ring atau redundant yang (memiliki kemampuan pengalihan trafik melalui rute lain), sehingga jika ada yang putus, langsung akan di-back up oleh jaringan FO yang lain. Ini berlaku baik untuk jenis backbone yang berupa kabel darat (terrestrial), kabel laut (SKKL), maupun satelit yang saling bahu-membahu jika salah satu mengalami gangguan yang lain akan menggantikan tugasnya. Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakabare Infrastruktur kabel laut terbaru Indosat yang telah mulai beroperasi penuh pada 10 November 2009 baik untuk sisi domestik maupun internasional adalah SKKL JAKABARE (JAwa-KAlimantan-BAtamSingapoRE). Membentang sepanjang 1300 km dengan titik pendaratan di Tanjung Pakis (Karawang, Jawa), Tanjung Bemban (Batam), Sungai Kakap (Kalimantan) dan Changi (Singapura). Dengan kapasitas awal 160 Gigabit/s, Jakabare memiliki kapasitas maksimum 1.28 Terabit/s, Jakabare didisain dengan teknologi Dense Wavelength Division Multiplex (DWDM) terbaru yang akan memenuhi kebutuhan bandwith kapasitas besar di tengah tingginya kebutuhan pasar

BEIRUT

KABUL

TOKYO HONGKONG

KUALA LUMPUR ACEH

DOHA

MEDAN SINGAPORE MANADO

BATAM PEKANBARU

PADANG

PONTIANAK

BALIKPAPAN PALANGKARAYA

SINGAPORE

JAMBI BENGKULU PALEMBANG

BANJARMASIN

JAKARTA

MAKASAR

LAMPUNG

JAWA DWDM SMW3 TRANS SUMATERA JAKASUSI JSS JAKABARE

KENDARI

JAKARTA BANDUNG

CIREBON

SURABAYA MALANG

DENPASAR

SYDNEY

APCN AAG

informasi dan komunikasi saat ini yang haus akan kapasitas. Integrasi SKKL Jakabare dengan jaringan kabel laut yang telah dimiliki sebelumnya yaitu SMW-3, APCN, dan AAG menjadikan Indosat sebagai satu-satunya provider jaringan kabel laut yang mampu menawarkan jaringan berkualitas tinggi dan memberikan layanan handal dengan kemampuan diversity route. Keunggulan Satelit PALAPA-D Satelit PALAPA-D yang telah diluncurkan pada akhir Agustus 2009 merupakan bukti komitmen Indosat untuk tetap terus menyediakan layanan terbaik satelit kepada pelanggannya. Menempati orbit 1130BT, satelit PALAPA-D dengan platform SpaceBus 4000-B3 buatan Thales Alenia Space France ini memiliki kapasitas dan power yang sangat besar mencapai 7500 watt, dengan cakupan yang luas serta memiliki kemampuan steering yang bisa diarahkan. PALAPA-D memiliki total 40 transponder, yang terdiri dari 24 transponder C-Band, 11 transponder Extended C-Band, dan 5 transponder Ku-Band, yang mampu mencakup mulai dari Kawasan Timur Tengah sampai ke New Zealand (meliputi wilayah Timur Tengah, Kawasan Asia, ASEAN, Australia, sampai ke New Zealand); serta memungkinkan stasiun televisi untuk dapat menyiarkan lebih dari 4 milyar acara ke seluruh Kawasan Asia. Dengan EIRP daya yang diterima di coverage area sebesar 41 dBW untuk C-Band dan 52 dBW untuk KuBand, pelanggan akan mendapatkan banyak

keuntungan seperti antena yang lebih kecil dan perangkat yang lebih efisien. Layanan Satelit PALAPA-D Satelit PALAPA telah memiliki track record yang sangat bagus dalam memberikan pelayanannya. Dengan kehandalan 99,9% dan layanan tanpa gangguan, memberikan layanan berkualitas yang akan memenuhi kebutuhan informasi dan telekomunikasi. Indosat Group, dengan kemampuan Satelit PALAPA-D-nya mampu menyediakan layanan antara lain berupa Transponder Lease, Digibouquet dan TV Link untuk layanan broadcasting, cellular backhaul sebagai basic service, VSAT service, Telecast Service, VSAT-IP, akses Internet melalui satelit dengan teknologi DVB-RCS, Direct to Home TV dan akses Internet

Broadband melalui satelit, sebagai nilai tambah yang semuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan korporasi, SME/SOHO maupun personal dalam komunikasi data dan broadcasting. Dengan PALAPA-D, pelanggan Indosat akan memperoleh kesempatan yang tak terbatas untuk mengembangkan dan meningkatkan business value mereka secara efektif. Dengan kekuatan infrastruktur yang ada, diperkuat dengan adanya Jakabare dan Satelit PALAPA-D, semakin menyempurnakan kelengkapan solusisolusi korporat yang diberikan oleh Indosat. Untuk info lengkap mengenai produkproduk Indosat Corporate Solution, silakan hubungi : ics.sales@indosat. com atau call center 102

INDOSAT CORPORATE SOLUTION

februari 2010 LIONMAG

3

Keterangan selengkapnya klik www.indosat.com


4

LIONMAG februari 2010


februari 2010 LIONMAG

5


Content LIONMAG februari 2010

Baduy Perjalanan Ke Tanah Leluhur

28

Rumah Tjong A Fie Falsafah Hidup Sang Milioner

Foto: Campbell Bridge

essay ramai ragam raut wajah indonesia

10 news around 12 Wisdom in the Air Tentang Nilai 14 Traveling Venice 54 profile Inyo 58 healhty file

COVER HIT suku baduy, banten FOTO : Donang Wahyu

6

LIONMAG februari 2010

60 Gallery 70 lady in the air


februari 2010 LIONMAG

7


Contributors JEMY VESTIUS ­CONFINDO Master of Science in ­Engineering Management Tufts University, AS, ini kini bertugas sebagai Master Trainer pada Telkom ­Training Center, Bandung. Bidang yang diajar Member of Society Competitive Inteligent ­Professional (SCIP) hingga need analysis.

14 DONANG WAHYU Freelance documentary photojournalist di Jakarta. Pernah terpilih oleh World Press Photo Foundation, Asia-Europe Foundation dan philippine Centre for Photojournalism untuk berpartisipasi dalam photojournalism and photo documentary class di Manila

36

42

70

8 48

LIONMAG februari 2010

PAUL I ZACHARIA Penggemar foto dan travel ini belajar memotret sejak usia 10 tahun, dan acap menjadi juri lomba foto lokal dan nasional sejak 1987. Sebagai fellow perdana di Indonesia dari lembaga fotografi Royal Photographic Society, Inggris, ia kerap menulis di media nasional. Toto Santiko Budi Fotografer lepas, tinggal di Jakarta. Mengawali karir di Surabaya, tahun 2000. Sebagai staf foto Harian Radar Surabaya. Tahun 2005 bergabung dengan Jiwa Foto Agency Jakarta. Sejumlah karyanya pernah dimuat media lokal dan Internasional, seperti koran Tempo, National Geographic Indonesia dan Destin Asia. Peter Milne Lahir di Inggeris, Peter Milne telah tinggal dan bekerja ­selama 14 tahun di ­Indonesia. Saat ini bekerja dan menetap di Jakarta sebagai konsultan ­pembangunan. Pada edisi ini Peter Milne menulis tentang keindahan kota Venecia, Italia.


februari 2010 LIONMAG

9


cockpit’s note

Peningkatan Demi Peningkatan Pembaca yang budiman, sejak akhir tahun lalu kami telah menyusun berbagai program agar dapat berpacu lebih cepat untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada para pelanggan setia kami. Percepatan tersebut sangat dibutuhkan agar dapat mengikuti pertumbuhan ekonomi yang berdampak kepada kebutuhan akan jasa transportasi serta tuntutan pelayanan yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan terutama kawasan timur Indonesia menimbulkan pergerakan para pelaku usaha dari berbagai wilayah yang tentunya membutuhkan alat transportasi yang cepat dan mudah. Kami sebagai penyedia jasa angkutan udara terpanggil untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan harapan akan semakin ­meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan mempercepat ­pemerataan pembangunan diberbagai wilayah. Perwujudan dari keinginan tersebut kami telah membuka rute-rute baru di daerah-daerah di kawasan timur Indonesia, termasuk daerahdaerah terpencil yang selama ini tidak atau kurang memiliki akses sarana angkutan khususnya angkutan udara. Harapan kami dengan dibukanya rute-rute tersebut akan memudahkan para pelaku usaha ataupun wisatawan melakukan perjalanan keberbagai tujuan di kawasan timur Indonesia dalam waktu yang pendek dari berbagai wilayah ­Indonesia lainnya. Seiring dengan itu, pada tahun 2010 ini manajemen Lion Air akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, melalui penambahan sarana fasilitas pelatihan yang akan dimanfaatkan untuk peningkatan ­kualitas Sumber Daya Manusia. Peningkatan mutu perawatan pesawatpun akan terus kami lakukan, terkait dengan hal tersebut kami akan segera membangun pusat perawatan pesawat berupa hanggar dan fasilitas pendukung di Surabaya. Hanggar tersebut akan dimanfaatkan untuk perawatan, pemeliharaan serta penyimpanan pesawat-pesawat agar senantiasa siap terbang melayani masyarakat ke berbagai tujuan di Indonesia maupun beberapa negara tetangga. Harapan kami ­dengan tersedianya sarana tersebut dan dengan pesawat-pesawat baru ­dioperasikan akan terawat dengan baik sehingga akan mendukung tujuan kami meningkatkan pelayanan, keselamatan, dan keamanan penerbangan. Kesempatan yang berbahagia ini perkenanlah kami m ­ engucapkan selamat merayakan Tahun Baru Imlek bagi penumpang yang ­merayakannya, semoga di tahun yang baru memberikan kedamaian dan kebahagian. Salam hormat dan selamat menikmati perjalanan anda.

PRESIDENT DIRECTOR Rusdi Kirana DIRECTOR OF PRODUCTION Capt. Ertata Lananggalih DIRECTOR OF OPERATION Capt. Hadikuntjoro Filemon DIRECTOR OF TECHNICS Romdani DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait GM SALES & MARKETING Rudy Lumingkewas GM SERVICE Andi Burhan

PUBLISHER & EDITOR IN CHIEF Makhfudz Sappe EDITOR A Gener Wakulu, Ed Zoelverdi, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain, Designer Lulu Purwanto BUSINESS DEV. MANAGER Lily Suhairy MARKETING G. Hardianto, M Lottong Makkaraka MARKETING SUPPORT Ade Kristanti CIRCULATION M. Iqbal. AM, Solichin PUBLISHED BY PT BENTANG MEDIA NUSANTARA Jln. Teungku Cik Ditiro 77 Menteng Jakarta Pusat - Indonesia Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com editorial@lionmag.com, ISSN: 1979-4185

Rusdi Kirana Presiden Direktur Majalah LIONMAG terbit setiap bulan dan didistribusikan ke seluruh pesawat Lion Air. LIONMAG juga dapat dibaca di seluruh outlet The Coffee Bean

10

LIONMAG februari 2010


februari 2010 LIONMAG

11


news arround

Peluncuran Buku dan Pameran Festival Danau Sentani Bupati Jayapura, Papua, Habel Melkias Suwae, S.Sos, M.M., 30 Januari 2010, meluncurkan buku Doors to the Unknown yang dirangkaikan dengan pembukaan Pameran Foto-foto Festival Danau Sentani 2008 dan 2009 di Lantai IV Plaza ­Indonesia Jakarta. Dihadiri Menteri Pariwisata dan Kebudayan diwakili Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Firmansyah, wakil dari beberapa kedutaan asing di Jakarta dan artis senior Christine Hakim, pameran foto-foto tersebut berlangsung hingga 8 Februari 2010. ‘’Pameran ini dilaksanakan sebagai promosi pelaksanaan Festival Danau Sentani 2010 yang dijadwalkan berlangsung 19 s.d. 23 Juni,’’ kata Habel Melkias Suwae pada acara yang di­semarakkan beberapa nomor tari khas Papua tersebut. ­Puluhan foto yang dipajang menggambarkan aktivitas budaya suku bangsa yang berdiam di sekitar Danau Sentani, Papua.

The Pool Villa Club Sanur Beach Bali Hotel Bagi Anda yang sering berliburan ke Pulau Dewata, pasti sudah tidak asing lagi dengan Pantai Sanur. Sanur Beach Bali Hotel, yang berlokasi strategis di Pantai Sanur ini, merupa­ kan pilihan yang tepat bagi Anda untuk ­menginap. Untuk menuju hotel ini dari Bandara Ngurah Rai, cukup menempuh waktu 25 menit dan 15 menit ke kota Denpasar. Sanur Beach Bali Hotel bintang lima ini, baru saja membuka Pool Villa Club. Setiap villa dilengkapi teras dan 11 private pools. Anda pun dapat menikmati santap makanan di Gazebo dengan pemandangan keindahan Pantai Sanur. Anda yang akan bermain maupun berjemur di Pantai Sanur yang berpasir putih, dengan mudah dapat langsung menuju ke Pantai Sanur. Nikmati kenyamanan Anda di Pool Villa Club dan jadikan liburan Anda yang tak akan terlupakan di Sanur Beach Bali Hotel. Sanur Beach Bali Hotel, Jl. Danau Tamblingan – Sanur. Telp (+62-361) 288011, Fax (+62-361) 281755, sales@sanurbeach.aerowisata.com. (LS)

12

LIONMAG februari 2010

Keanggunan dari The Amaroossa Hotel Kesan mewah dan ­elegan ­tergambarkan dari lobby Hotel ­Amaroossa. ­Perpaduan warna merah ­marun, ungu, dan hitam ­mendominasi ­interior hotel baru ini. ­Sentuhan tangan wanita ­tergambarkan di The Amaroossa Hotel yang terletak di dekat Jalan RE Martadinata, atau tepatnya Jalan Aceh No. 71 A, Bandung. Hotel yang baru saja beroperasi pada Desember 2009 lalu, memiliki empat tipe kamar, dengan total 82 kamar yaitu ­deluxe, superior, junior suite, dan president suite. Setiap kamar dilengkapi fasilitas mini bar, TV Flat 37 inch, ACC, IDD telephone line, iron board, hair dryer, safety box, dan ­wireless internet access. The Amaroossa Hotel berbintang 4 ini juga dilengkapi meet­ ing room dan boardroom. Hotel yang mengusung konsep keluarga ini memiliki kolam renang yang dirancang unik, yakni air terjun, berpasir putih serta bagi anak-anak pun tersedia tempat bermain. Urusan santap, nikmatilah berbagai menu makanan dan minuman di The Roses Coffee Shop & Bar. Sedangkan bagi penikmat Wine, Amaroossa memiliki koleksi Wine yang akan menggugah selera Anda. Untuk reservasi hubungi, Telp ­(+6222) 422.2221, Fax (+62-22) 422.2223. (LS)


Achmad Hasan, Direktur Niaga Lion Air menyerahkan hadiah umrah kepada pemenang.

Lomba Mancing Wisata di Tanjung Pasir Resort Bertempat di Tanjung Pasir Resort, Teluk Naga, Tangerang, 30 Januari lalu diadakan lomba wisata memancing. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan kegiatan mancing dengan lokasi masih sekitar Jakarta bagi para penggemar memancing. Acara ini sendiri merupakan inisiatif Jusuf ­Manggabarani yang juga punya hobi memancing. Jusuf berencana menyelenggarakan acara seperti itu secara berkala, tiga bulan sekali. Sementara ­bertindak sebagai ketua panitia acara memancing yang pertama ini adalah Sigid Sudarmanto. Dimulai pukul 10 pagi hingga, 12 siang, acara ­kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama sambil dihibur oleh beberapa artis yang kebetulan juga ikut lomba mancing. Para penyanyi tersebut seperti Yani Libel, H Mansur S, Tommy Ali, ­Sarwana hingga Dea Mirella. Selain itu juga ada Bupati ­Cirebon dan Walikota Bangka Belitung. Tercatat ­umlah peserta pemancing 100 orang, dengan total jumlah ikan kakap yang dipancing seberat 287 kg. Hadiah utama event ini adalah sebuah citycar ­Proton Savy yang disponsori oleh Bosowa Corporation dimenangkan oleh Bapak Susanto dari Jakarta. H ­ adiah lainnya adalah tiket Jakarta-Bali, 12 unit s­ epeda motor dan dua paket Umroh dari Lion Air. Tanjung Pasir Resort sendiri terletak di Teluk Naga, Tangerang, tidak jauh dari bandara Soekarno-Hatta, adalah sarana pemancingan seluas 41 ha untuk melengkapi kenyamanan dilengkapi dengan kolam renang, taman bermain anak, garden party, cottage, 3 unit restoran termasuk restoran di atas air.

februari 2010 LIONMAG

13


wisdom in the air

Tentang Nilai Teks: Jemy V. Confido

“Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.� Albert Einstein

Dengan apakah harkat dan derajat manusia diukur? Pepatah mengatakan: �Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.� Pepatah tersebut jelas menyiratkan kekayaan dan nama besar, itulah paling tidak dua hal yang menjadi ukuran penilaian harkat dan derajat manusia. Benarkah? Dalam perjalanan hidupnya, umat manusia berusaha meraih atau menghasilkan sesuatu seperti harta kekayaan, kedudukan, kemashuran, ilmu pengetahuan dan maha karya. Semua itu seringkali dijadikan ukuran untuk menilai harkat dan derajat seseorang. Buktinya, berbagai penghargaan selalu diberikan untuk masing-masing kriteria tersebut. Untuk urus-an kekayaan, terdapat organisasi-organisasi atau majalah-majalah yang mengeluarkan daftar orang terkaya di suatu wilayah setiap tahunnya. Salah satunya adalah majalah Forbes yang secara berkala mengeluarkan daftar orang terkaya di suatu negara, di suatu benua hingga di seluruh muka Bumi. Untuk kedudukan pun demikian. Setiap tahun diberikan begitu banyak penghargaan untuk mengapresiasi CEO terbaik, tokoh paling berpengaruh dan sebagainya. Kemashuran atau ketenaran pun tak kalah heboh. Photo atlit terpopuler, artis terkenal, dan pengusaha ternama seringkali menghiasi sampul berbagai media. Demikian pula untuk urusan ilmu pengetahuan. Sama pula halnya untuk urusan ilmu pengetahuan dan mahakarya.

atau bahkan terbenam sama sekali. Tentu saja keyakinan tersebut tidak sepenuhnya benar. Memiliki sesuatu yang bernilai tinggi bisa saja justru membawa orang yang memilikinya terjerumus bila ia tidak hati-hati menggunakannya. Namun tetap saja kebanyakan orang lebih mempersoalkan bagaimana bisa mendapatkan sesuatu yang bernilai tersebut ketimbang memikirkan bagaimana menggunakannya dengan benar. Bahkan tidak jarang seseorang berusaha mendapatkan sesuatu yang bernilai tersebut dengan menggunakan cara-cara yang picik atau licik. Tidak sedikit pula orang yang berusaha menjegal orang lain untuk meraih sesuatu yang bernilai tersebut manakala ia sendiri tidak dapat meraihnya. Bahkan ada pula yang tega menghilangkan atau menghancurkan suatu nilai yang telah dicapai orang lain. Dalam proses kelahiran dan kehancuran nilai tersebut, saya mengidentifikasi terdapat tujuh jenis manusia yang dibedakan menurut peran mereka masing-masing. Ke tujuh peran tersebut adalah:

1. Creator. Peran yang satu ini memberikan sumbangsih yang paling bermakna dalam penciptaan nilai. Para creator menemukan gagasan dan menciptakan impian. Lalu dengan hasrat yang tinggi, mereka menginspirasi orang lain. Selanjutnya, mereka juga terlibat dalam proses pengerjaan untuk mewujudkan impian dan Namun sayangnya, upaya luhur umat manusia tersebut tidak segagasan tersebut. Thomas Edison dan Walt Disney merupakan lalu dilalui dengan mulus. Dalam perjalanan mencapai nilai yang contoh para creator. tinggi bagi hidupnya tersebut, kerap kali terjadi pertikaian sengit 2. Improver. Para improver menangkap gagasan dan spirit yang justru bertentangan dengan keagungan dari nilai yang dari para creator. Lalu mereka mempelajari kelemahan dari hendak diraih itu sendiri. Demi mendapatkan harta kekayaan, gagasan-gagasan tersebut dan kemudian memperbaikinya kedudukan, kemashuran, ilmu pengetahuan dan maha karya, manusia bisa melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak sepa- sehingga memberikan manfaat yang lebih besar. Banyak inovator, konseptor dan pemimpin moderen yang merupakan improver. tutnya atau bahkan tidak manusiawi. Mereka menangkap spirit dari para pendahulunya, mempelajari Namun begitulah kehidupan. Manusia seakan dikodratkan untuk kekurangannya, lalu kemudian melakukan perbaikan. Jack Welch, berlomba-lomba meraih apa yang bernilai menurut mereka. mantan CEO General Electric (GE), merupakan seorang improver. Mengapa? Karena diyakini, entah dari mana asalnya, bahwa Ia bersedia mengambil gagasan dari mana saja untuk kemudian orang-orang yang memiliki sesuatu yang bernilai bisa menapaki memperbaiki­nya dan menerapkannya di GE. kehidupan untuk menuju ke puncak dengan mulus. Bahkan bagi sebagian orang, raihan-raihan nilai tersebut merupakan puncak 3. Mediator. Peran mediator sangat penting dalam mewujudkan itu sendiri. Sebaliknya, orang-orang yang tidak memiliki sesuatu gagasan para creator dan improver. Selain mengkomunikasikan yang bernilai akan tertatih-tatih menelusuri liku-liku kehidupan dan menyampaikan gagasan-gagasan tersebut, khususnya kepada

14

LIONMAG februari 2010


pihak-pihak yang tidak terjangkau oleh para creator dan impro­ ver, para mediator juga mencurahkan komitmen mereka untuk mewujudkan gagasan-gagasan tersebut. Pandit Jawaharlal Nehru merupakan contoh mediator yang berkomitmen tinggi. 4. Enabler. Para enabler lebih tidak terlihat peranannya secara langsung, namun tanpa kehadiran para enabler, para creator belum tentu bisa mencapai hasil tertinggi mereka. Kehadiran para enabler telah memberikan kematangan dan kemampuan bagi para creator untuk bisa menemukan gagasan dan impian mereka. Dengan kesabaran dan kecerdasan yang tinggi, para enabler menemukan cara yang paling tepat untuk membimbing para creator. Aristoteles dan Anna Sullivan merupakan contoh para enabler hebat. 5. Evaluator. Para evaluator tidak terlibat dalam penciptaan nilai. Mereka memberikan penilaian dan kritik terhadap apa yang dihasilkan. Kehadiran para evaluator memberikan keseimbangan bagi para creator yang tengah melaju dengan ­gagasan-gagasan mereka. Para juri dan kritikus memainkan ­peran sebagai evaluator dalam penciptaan nilai. 6. Claimer. Para claimer merupakan orang-orang yang mengakui nilai yang sesungguhnya dihasilkan atau dimiliki oleh orang lain. Tidak peduli spirit dan perjuangan yang telah dilalui oleh para creator, para claimer mengklaim bahwa semua nilai itu merupakan milik mereka. Para plagiat dan pihak-pihak yang menggugat nilai tanpa dasar yang kuat bisa dikelompokkan sebagai claimer. Khususnya, bila mereka melakukan klaim ­tersebut tanpa melalui perjuangan yang sesungguhnya. 7. Destructor. Para destructor melakukan ­penghancuran secara brutal terhadap nilai-nilai yang sudah ­terbangun ­dengan baik. Tujuan para destructor bukanlah untuk ­melakukan ­perbaikan, tapi semata-mata untuk menutupi ­ketidakmampuannya dalam mencapai nilai yang setara atau keinginannya untuk menghambat orang lain dalam mencapai nilai-nilai mereka. Para invader dan pengkhianat yang culas merupakan contoh para destructor. Kita dengan mudah bisa segera mengenali bahwa para creator, improver, mediator dan enabler berperan positif terhadap penciptaan nilai. Sementara itu, evaluator menjadi ­penyeimbang. Sebaliknya, para claimer dan destructor memainkan peran negatif terhadap penciptaan nilai. Sejarah membuktikan, para creator, improver, mediator dan enabler telah mengubah dunia dan menjadi orang-orang yang dicintai. Sebaliknya para claimer dan destuctor justru menyusahkan banyak orang dan karenanya dihujat di setiap tempat dan saat. Menilik pada sejarah yang terus berulang tersebut, maka saya ingin mengajak para pembaca untuk merumuskan ulang tentang nilai. Menurut hemat saya, bukan seberapa besar nilai yang dimiliki seseorang yang dijadikan ukuran harkat dan derajat manusia melainkan seberapa berat perjuangan yang ia lalui dan terlebih lagi, bagaimana ia menggunakan apa yang telah diraihnya tersebut. Semakin berat dan tulus perjuangan yang ia lalui dan semakin ikhlas saat ia menggunakannya, maka semakin tinggilah harkat dan derajat seseorang. Ingin menjadi orang seperti apakah Anda? Semoga Anda membuat keputusan yang tepat untuk hal yang satu ini. www.jemyconfido.com februari 2010 LIONMAG

15


traveling travelingsantiago venice de compostella

Bridging the Occident and the Orient Text and Photo : Peter Milne

So many words have been written about Venice it is t­ empting to wonder if there is much more to be said. But when I ­returned to the city recently after a 30-year interlude, I found myself thinking about its origins and history, and its links to the Orient without which it would never have prospered. I looked at Venice from a more Asian perspective — the result of having lived for several years in Indonesia’s capital, Jakarta. My first view was not of Venice itself but of the marshes of the lagoon as we slowly descended towards Marco Polo airport. Snake-like meandering riverlets turn this way and that, through the flat grassy brown marshland that surrounds the lagoon. It suddenly occurred to me that this was how it first looked back in the fifth and sixth centuries, when small communities of people from the Veneto cities of the mainland, traumatized by the successive waves of Germanic invaders from the north, decided to

16

LIONMAG februari 2010

move to the safety of the marshes to be totally surrounded by water. Stepping off a flight from Jakarta into the warmth of a sunny late-summer’s afternoon at the airport — a mere 30 minutes from the medieval city sitting at the centre of its lagoon — I jumped onto a bus and in a short while was being whisked across the causeway that connects Venice to the mainland. Of course, the causeway is a relatively new addition to Venice,


februari 2010 LIONMAG

17


traveling venice

One of Venice’s high tides making an appearance in St. Mark’s Square, with St. Mark’s Basilica in the background.

Pigeons taking an afternoon shower in the Campo del Ghetto Nuovo, the world’s oldest ghetto. Replicas of the four bronze horses above the Basilica’s central portal. The originals were taken from Constantinople in the fourteenth century.

18

LIONMAG februari 2010


Colourful dwellings on the island of Burano, with the leaning campanile in the background.

built by the Austrians who controlled the city state in 1846. It spans more than 2.5 km and is supported by 222 arches, complete with 48 explosive chambers for easy demolition during times of war! And then there I was: back in the ancient city that I had last visited 30 years ago, enthralled by the magic of the Serennissima (the Most Serene), as it was sometimes called in medieval times. I was arriving in late September, just one week after the glitz and the crowds of the famous Venice Film Festival had moved on. And so the

city was once again quiet, fewer tourists were to be seen, and the lagoon was blessed with the most beautiful Indian summer of balmy days and warm evenings — perfect for eating on the outside terrace of a Venetian restaurant in just a T-shirt. My first reflection was that the city really hadn’t changed much at all in the intervening years and it still retained the same certain shabbiness that is its charm. It is said that Venice comprises a total of 117 islets and that when the first settlers arrived they called the large river that flowed through the middle

the Rivo Alto. This later gave its name to the famous Rialto bridge, which for several centuries was the only way of crossing the Grand Canal without ­using a gondola. The islets were divided into six ancient segments and within these grew up a sequence of villages, gradually spreading out over the years and creating a mosaic of old communities that make up the city today. I was staying in a small backstreet hotel in the Cannaregio district, not far from the railway station at the end of the causeway — a humble down-to-earth corner of Venice where you realize that if you walk a little you

februari 2010 LIONMAG

19


traveling venice

Traffic navigating the busy Grand Canal.

can quickly discover that Venetian daily life stills goes on undisturbed by the tourist throngs. As the afternoon sun started to descend, I jumped on one of the vaporetti (public transport canal boats)that ply the Grand Canal and are Venice’s waterborne equivalent of the Jakarta busway — albeit rather more romantic. Late afternoon is a perfect time to go on a tour of the Grand Canal down to the famous St Mark’s Square, with its Basilica containing the tomb of St Mark himself (or so they say), the Doge’s Palace and the iconic tower (campanile). The Doge’s palace — the seat of Venetian power for so many centuries — dates from

20

LIONMAG februari 2010

the ninth century, although it has been badly damaged by fires and repaired several times since then. The campanile, ­Venice’s primary landmark, ­completely collapsed in a pile of ­rubble on 14 July 1902, and so the current one is a reproduction. Indeed, one of the surprising sights of Venice is to see just how many towers there are: in the sixteenth century there were more than 200, while today there are about 170, the rest having fallen down. And another surprise is to observe just how many of those remaining 170 towers are leaning at curious angles. Pisa isn’t by any means alone in having a leaning tower. St Mark is the patron saint of the city.

Legend has it that he was shipwrecked in the lagoon and came across a marsh upon which he declared a great church should be built. Several centuries later, in the ninth century, when the Doges of Venice decided that they needed additional divine support, two Venetian merchants were engaged to steal the corpse of St Mark from his tomb in Alexandria. They somehow succeeded and brought the body back so that it could be preserved beneath the High Altar of the Basilica. ­However, the chances are that, even assuming they took the right body, the one that now lies in the Basilica today is no longer his, as the original was almost certainly destroyed in a huge blaze in the Basilica in 976.


A Clockwise: Fresh seafood on display at the Rialto fish market. The Bridge of Sighs behind the Doge’s Palace surrounded by advertising used to cover renovation work. Tourists taking a break at a café looking out towards the cemetery island of San Michele.

Then it was time to jump on another vaporetto and head back to Cannaregio along the Grand Canal before dusk. The 45-minute trip is a perfect way to admire the gondaliers skillfully guiding their craft in just the same way as their predecessors have been doing for centuries, and take in the golden rays of the afternoon sun as they bathe the palaces along the canal in soft light. One of the secrets of getting to see as much as possible of Venice is to use the vaporetti. Anyone intending to stay in Venice for more than a couple of days should invest in a vaporetti pass for 3 to 7 days, which allows the holder to jump on and off them at will, going almost anywhere,

including the other islands, on the same ticket. Suddenly, the world (of Venice) becomes your oyster once you have your pass. If you like markets, another fascinating vaporetto trip — only instead of late afternoon this one is the early morning — is to get off at the Rialto bridge and visit the city’s main market. Centuries old and a hive of activity in the early morning, the displays of vegetables and seafood are unforgettable. Thinking back to St Mark, in their heyday the Venetians , perhaps a little like the latter-day British, seem to have made a habit of stealing things.

A case in point is the magnificant four bronze horses that used to adorn the hippodrome in the Imperial Palace of Constantinople. They were taken back to Venice and installed above the Basilica overlooking St Mark’s square, at least until they were replaced by replicas and the originals moved inside when the city decided they were suffering from the effects of pollution. The horses were taken in the fourteenth century, a time when Venetian power was at its peak, when the walls of Constantinople had been breached for the first time and, in the wake of the defeat of the Byzantines, Venice was lord over “a Quarter and a HalfQuarter of the Roman Empire”. It is hard to believe that Venice is still

februari 2010 LIONMAG

21


venice de compostella traveling santiago

A traghetto ferry taking passengers across the Grand Canal. It is customary to stand while crossing.

the third-largest port in Italy, but it is. Her power originally came from her eastern commerce, trading with the cities of the Levant. In the centuries before the Europeans had discovered the spice islands of Indonesia, those same spices from Maluku came to Europe via the merchants of Venice and their contacts across the Orient. It was in this way that Venice acted for centuries as a unique bridge between east and west — one of the first truly international cities. The Venetian empire was dealt a mortal blow with the loss of Constantiople to the Ottomans in 1453, which ended her control of the Levant, and also by da Gama’s ­voyage to India in 1498. The advances in sea-faring technology of the Portuguese, then the Spanish, and later the Dutch and English, ended the Venetian monopoly on Oriental trade, and her power slowly started to fade. If you have enough days to spare and have your vaporetti pass to hand, you can spend an interesting day visiting the islands to the north of Venice, namely Murano, Burano and Torcello. The nearest of the three isalnds to Venice is Murano, which

22

LIONMAG februari 2010

Imposing eighteenth century church on the Grand Canal


The stairway leading from the courtyard of the Doge’s Palace into the interior chambers.

is famous for its glass-blowing industry. In the thirteenth century, so many fires ravaged Venice that a ­decision was made to move all the glass furnaces to Murano, which ­became the world’s principal glass producer in the sixteenth century. Glass production was so important to the Venetian republic’s economy that any glass-maker who tried to take his knowledge elsewhere would be tracked down and killed by agents of the state. Glassmaking is still the mainstay of Murano’s economy today, although to my mind most of the glasswork is bording on the kitsch. The next island is Burano, which is a colourful place: the ­terraced cottages that make up the little town are painted in a splurge of different colours, while its campanile is leaning at a crazy angle and looks likely to fall down any day.

Torcello, the furthest of the three, is actually where it all started: today only a hundred people live here, but at its zenith in the 1500s it boasted a population of some 20,000. Now, seen from a ­distance, all that remains is a lonely proud campanile. It seems that Torcello was probably the first major settlement of the fleeing mainlanders, and it grew in size and influence ahead of Venice. But then it went into a dramatic decline as its canals started to clog up with silt from the rivers entering the lagoon, and malaria spread amongst its inhabitants. People left in droves, its infleunce waned and Venice ­prospered in its stead. My trip lasted a week and I soaked up as much of the atmosphere of the city as I could: its brilliance, its richness, its art, its food, and also its sadness, its melancholy of decay. But for me, its uniqueness as a city and its unparalleled history still make it one of the most interesting and rewarding of all the great cities of the old world.

februari 2010 LIONMAG

23


leisure don kopihasman aroma profile

Kejujuran Dalam

Secangkir Kopi Teks and Foto: Toto Santiko Budi

Desain kemasan tetap jadul

24

LIONMAG februari 2010


kopi-kopi siap untuk digiling

Suatu pagi di kawasan Banceuy, Pecinan lama Kota ­Bandung. Hiruk pikuk kawasan yang terkenal sebagai pusat niaga onderdil ­kendaraan bermotor belum terlihat. Sinar matahari menerpa dinding luar ­sebuah bangunan tua berarsitektur art deco. Memunculkan bayang­bayang tegas nama “Aroma Paberik Kopi” di antara putih catnya yang ­terkelupas di sana-sini dimakan usia. Sejumlah orang-orang berdiri mengantri di dalam gedung bagian depan yang berfungsi sebagai toko itu. Ruangan itu bercat coklat muda dan putih yang kusam dan terkelupas di beberapa tempat. Mereka adalah para pelanggan setia kopi yang dibuat pabrik ini, yang berdiri tahun 1930-an. Ruangan itu berhias beberapa poster berbahasa Belanda maupun ejaan lama terbingkai di dinding. Toples-toples kaca berpenampilan jaman dulu alias jadul berukuran sedang berjajar di atas meja berbahan stainless steel. Bersanding dengan rak-rak kaca. Sejumlah alat penggiling

biji kopi tua berjajar rapi. Harum wangi kopi semerbak kuat membekap ruangan itu. Seorang pria berperawakan kecil datang dari arah dalam bangunan, menghampiri dan menyapa ramah para ­pelanggan. Kemeja dan celana panjang serta topi kain yang ia kenakan semua berwarna coklat, serupa dengan bubukbubuk kopi yang terlihat di sana-sini. Widyapratama atau Pak Widya (58 tahun) demikian nama pria itu akrab disapa, adalah pemilik dan pengelola pabrik

februari 2010 LIONMAG

25


leisure kopi aroma

Presisi berat dalam setiap kemasannya

Ini warisan, semua disimpan agar kita selalu ingat bagaimana semua ini berawal Limbah kayu karet terbaik untuk pembakaran (atas), Potret Widyapratama di sudut favorit pabrik (bawah)

26

LIONMAG februari 2010


Turun langsung mengontrol tungku pembakaran

itu sekarang. Sebagai anak tunggal ia mewarisi pabrik sejak tahun 1982 saat Tan Houw Sian -sang pendiri Aroma yang juga ayahnya- meninggal dalam usia 86 tahun. Setelah bersalaman dan memperkenalkan diri segera saya diajak masuk dan berkeliling bagian dalam pabrik. Tur berawal dari bagian tengah pabrik. “Ini mesin kasir yang digunakan saat berdirinya Aroma,” paparnya. Ruang tengah adalah tempat penggilingan biji kopi menjadi bubuk sekaligus tempat pengepakannya. Bubuk kopi ­dikemas dalam kantung-kantung kertas berwarna putih. Masuk lebih ke dalam pabrik terlihat tiga sepeda onthel tergantung di dinding. “Ini warisan, semua disimpan agar kita selalu ingat bagaimana semua ini berawal,” kata pria yang juga menjadi pengajar di Universitas Padjajaran Bandung ini.

Perjalanan pun berlanjut. Ia bercerita tentang berbagai hal, juga tentang mesin pengolah kopi Probat buatan Jerman yang masih digunakan sejak awal pabrik berdiri hingga kini. Langkahnya berhenti di depan sebuah ­ruangan yang pintunya terbuka, dengan karung-karung goni bertumpuk menjulang, nyaris menyentuh atap. Rupanya itulah salah satu syarat terciptanya kopi yang baik. Seusai dijemur biji-biji kopi disimpan selama lima hingga delapan tahun –disebut sebagai proses penuaan atau aging- sebelum siap diproses lebih lanjut. Proses ini menyebabkan kadar asam kopi turun hingga menjadi 2-3%, begitu juga kadar kafeinnya. Hasilnya, kita tidak akan kena sakit maag atau kembung saat meminumnya. Biji kopi sebagai bahan baku juga harus dipetik saat ­masak. Pak Widya berburu sendiri biji-biji kopi terbaik. Kopi ­Arabika biasa diperoleh dari Aceh, Toraja, hingga ­Jember.

februari 2010 LIONMAG

27


leisure kopi aroma

Sepeda onthel para pendiri (atas). Antrian pembeli setia di pagi hari (kiri). Calon penerus pabrik Kopi Aroma (bawah)

Kopi Robusta berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, ­Lampung, dan Bengkulu. “Kopi Indonesia adalah yang terbaik di dunia,” puji Pak Widya. Pak Widya mempertahankan semua yang diwariskan ayahnya, mulai dari mesin-mesin tua, metode dan proses produksi, serta yang terpenting di masa kini, yaitu filosofi bisnis yang mengutamakan kejujuran. Setiap pagi selepas subuh, ia dan sejumlah karyawan memulai pekerjaan rutin. Mengisi tungku dengan limbah kayu-kayu karet sebagai bahan bakar untuk ­memanggang biji-biji kopi yang sebelumnya telah melalui proses ­penua­an. Setiap hari ia lakukan itu dari Senin hingga Sabtu. “Hidup harus seimbang, jangan duniawi saja. Harta tak dibawa mati”, pesannya tegas. Hari Minggu adalah saat bagi Keluarga Widya untuk ­meluangkan waktu dan mengasihi mereka yang kurang beruntung hidupnya. Konsistensi moral akan berbuah ­terpeliharanya kualitas dan citarasa kopi yang ­diproduksi.

28

LIONMAG februari 2010


februari 2010 LIONMAG

29


Paul I. Zacharia

essay ragam pulau wajah tidung nusantara destination

30

LIONMAG LIONMAGfebruari februari 2010 2010


Ramai Ragam Raut Ramah Indonesia Teks: Paul I. Zacharia

Tak keliru bila tanah air kita dielukan bak ‘untaian ratna mutu manikam’. ­Keindahan bentuk pulau-pulau kita tanpa tersangkal membentuk suatu nirmana yang serasi dan seimbang. Belum lagi bila kita mereguk keindahan alam dan b ­ udayanya yang sangat beragam. Dapat dikatakan inilah arkipelago yang seakan terdiri dari beberapa negara kecil yang membentuknya. Perbedaan yang mencolok dari satu suku ke suku lainnya memperkaya khazanah profil manusia Nusantara. Semua itu tercermin dari raut wajah yang beragam, namun satu dalam azas dan tunggal dalam tujuan. Tiada bangsa yang sekaya pluralisme seperti bangsa kita. ­Tiada etnik dunia yang seramai kemajemukan yang ada di Nusantara. Inilah ­kekayaan yang tak terpemanai yang seharusnya tetap terjaga di antara kita. Menapaki tahun yang baru ini, mari simak diri. Mari dekap sesama sedarah cair dan setanah air. Mari kagumi karya Sang Pencipta yang memberi keberagaman, bukan keseragaman. Mari apresiasi bapa-bapa pendiri bangsa yang memberi kesatuan, bukan keakuan. Tidak keliru mereka memilih ungkapan Mpu Tantular dalam kitab Suta Soma: ­Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. Maknanya yang kita kenal dalam lambang negara: Beragam itu Satu adanya. Kebenaran itu tiada yang ganda. Kebenaran yang tidak dapat disangkal: Betapa dalam perbedaan bisa ditemukan kesatuan! Di tengah perbedaan paradigma dalam alam demokrasi, biarlah semangat dan itikad kalbu kita tetap sama. Biarlah sebagai bangsa Indonesia, hati kita tetap cinta sesama warga Indonesia. Jayalah Indonesia!

Senyum seorang Ibu dari darah Bugis, Sulawesi Selatan

februari februari 2010 2010 LIONMAG LIONMAG

31


Campbell Bridge

Campbell Bridge

Paul I. Zacharia

Campbell Bridge

essay ragam wajah destination pulau nusantara tidung

Searah jarum jam: Ibu dari Sumba, Ibu dari Mentawai, Bapak dari Palembang dan Jogyakarta

32

LIONMAG februari 2010


Campbell Bridge

Suku Asmat Papua februari 2010 LIONMAG

33


essay ragam Jogja wajahx-2009 nusantara art biennale

Remaja dari daerah Makassar, Jenneponto (kiri) Seorang penari dari Bali (kanan)

34

LIONMAG februari 2010


februari 2010 LIONMAG

35

Paul I. Zacharia

Makhfudz Sappe


A.Taufik

Campbell Bridge

Campbell Bridge

Campbell Bridge

essay ragam Jogja wajahx-2009 nusantara art biennale

Searah jarum jam : Seorang ibu dari Banjarmasin, Flores, Gadis dari daerah Danau Toba dan Ibu dari Suku Dayak

36

LIONMAG februari 2010


Campbell Bridge

Senyum pedagang cenderamata di Kampung Arab, Surabaya

februari 2010 LIONMAG

37


essay bioskop permata

The Last Show Teks dan Foto: Donang Wahyu Di era 60 an, tak ada tempat hiburan yang mampu mengalahkan sebuah tempat bernama Bioskop ­Permata. Tempat ini merupakan sarana hiburan ­paling mewah bagi kawula muda, apalagi bagi ­mereka yang hendak berbagi kasih dengan sang ­pacar. Ditempat inilah biasanya pusat keramaian muda mudi yang ingin menyaksikan film-film ­bermutu atau sekedar berkumpul bersama kawan. Bioskop yang ada sejak tahun 1940 dan berdiri ­dijalan Sultan Agung itu menjadi saksi bisu ­perjuangan dan sejarah hiburan kawula muda Yogyakarta. Ditempat ini, diera 60-70an film-film bermutu Indonesia pernah diputar, salah satunya film Badai Pasti Berlalu yang dibintangi oleh Roy Marten dan Christine Hakim. Kini diusianya yang semakin renta, bioskop Permata tak lagi menjadi pusat berkumpulnya muda mudi Yogyakarta. Bangunan yang telah berumur 70 tahun itu kini semakin renta dan tak terawat. Ia tak kuat menahan gerusan kemajuan zaman dan kapitalisme

Salah satu pekerja bioskop Permata menunggu penonton yang akan masuk ke bioskop, sementara deretan kursi tempat menunggu sepi terabaikan seiring sepinya penonton yang kini jarang datang.

38

LIONMAG februari 2010


Pegawai memutar film menggunakan proyektor tua dari dalam ruang proyektor.

februari 2010 LIONMAG

39


essay bioskop permata

Seorang pedagang berhenti didepan bioskop untuk melihat jadwal film yang sedang diputar.

pemilik modal yang menguasai film-film box office. Untuk bertahan hidup seringkali bioskop P ­ ermata memutar film-film kategori B yang memuat adegan-adegan syur khusus bagi konsumsi orang dewasa. Dengan harga tiket Rp.6000,- sesekali para penggemar film dengan kantong cekak tetap mampir kesini. Terkadang ada juga orangorang tua yang mampir sekedar ingin mengenang masa muda mereka untuk menyaksikan film yang diputar. Pemilik sering kali terpaksa merelakan sejumlah peralatan bioskop untuk tambal sulam m ­ enutupi ­biaya operasional. Beberapa peralatan bioskop juga telah banyak yang dijual untuk keperluan menggaji karyawan dan sewa film. Sejumlah ­pendingin ruangan juga telah dijual demi agar Permata bertahan hidup. Bioskop yang melegenda itu kini perlahan mulai

40

LIONMAG februari 2010

dilupakan. Tak seperti layaknya gedung bioskop lain, bioskop Permata itu kini lebih sering lengang. Permata itu kini tak lagi memancarkan kilaunya. Seperti letaknya yang berada disudut Jalan Sultan Agung, dia juga tersudut ditepian zaman dikalahkan oleh bioskop 21 yang selalu memutar film-film terbaru. Tak lama lagi bioskop ini akan hilang dari ­pandangan. Seorang pengusaha telah bersiap untuk mengambil alih gedung penuh sejarah ini. Dibulan ini terakhir kalinya Permata ­memutar film bagi penggemar setianya. “Begitu uang transfer masuk ke rekening saya, maka Permata akan berhenti. Ini pertunjukan film yang terakhir mas”, itulah yang diucapkan oleh pemilik bioskop ­Permata sambil ia mengangkat telepon yang berdering didekatnya. Permata itu kini kehilangan kilau sinarnya tersingkirkan oleh pusaran zaman.


Sebagian besar penonton yang masih setia mampir ke bioskop Permata juga termasuk orang-orang lanjut usia yang menginginkan hiburan murah.

februari 2010 LIONMAG

41


essay bioskop permata

Suasana dari ruang proyektor saat film diputar. Pegawai pemutar proyektor biasanya mengawasi jalannya film yang diputar dari lubang kecil yang ada diruangan tersebut.

Seorang pemutar proyektor termenung disamping proyektor yang tengah memutar film.

42

LIONMAG februari 2010


PHOTO essay

competition februari - Agustus 2010

“Manusia Indonesia Meniti Nafkah”

Sekretariat: Jl. Tengku Cik Ditiro No. 77, Jakarta

email: edlionmag@gmail.com

februari 2010 LIONMAG

43


traveling Suku baduy essay pantai losari

Seorang suku baduy luar berjalan melewati salah satu desa Baduy luar.

44

LIONMAG februari 2010


Salah satu perkampungan Baduy luar.

Perjalanan Ke Tanah Leluhur Teks and Foto: Donang Wahyu

Di sebuah negara terpadat keempat di dunia dimana hampir 90% 足rakyatnya memeluk agama Islam sebagai agamanya, hidup satu suku yang sangat enigmatic yang hidup di pedalaman hutan berbukit pegunungan 足Kendeng, Provinsi Banten. Adalah Suku Baduy, yang telah hidup terisolasi dari 足pengaruh peradaban modern sejak pertengahan tahun 1500, di sebuah area seluas 50km/segi. Dengan jarak hanya 150km dari ibukota Jakarta, sangat sedikit dapat kita temui tanda modernisasi disana.

februari 2010 LIONMAG

45


traveling suku baduy

Lumbung padi tempat masyarakat Baduy menyimpan hasil bumi mereka. Setiap perkampungan Baduy dalam dan Baduy luar memiliki lumbung padi untuk menyimpan hasil panen mereka seperti padi dan jagung.

Suku Baduy hidup dengan cara tradisi leluhurnya yang telah diterapkan sejak ratusan tahun yang lalu. Suku ini masih memegang teguh kebudayaan leluhur mereka. ­ Sebuah masyarakat komunal. Mereka menolak m ­ entahmentah usaha pemerintah untuk menjadikan mereka bagian dari dunia modern. Keyakinan dan kekunoan mereka merupakan identitas dasar yang menjadi ciri khas suku baduy. Keyakinan kuat mereka, percampuran antara animisme dan Hindu kuno, membuat mereka tertahan dimasa lampau dan terisolasi dari pengaruh dunia luar. Kepercayaan Suku Baduy atau masyarakat Kanekes sendiri sering disebut dengan Sunda Wiwitan yang berdasarkan pada pemujaan nenek moyang (animisme), namun semakin berkembang dan dipengaruhi oleh agama lainnya seperti agama Islam, Budha dan Hindu. Namun inti dari kepercayaan itu sendiri ditunjukkan ­dengan ketentuan adat yang mutlak dengan adanya “pikukuh” (kepatuhan) dengan konsep tidak ada perubahan

46

LIONMAG februari 2010

sesedikit mungkin atau tanpa perubahan apapun. Wilayah Baduy terpecah menjadi dua, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam masih memegang teguh pranata sosial dan adat setempat. Mereka juga belum terkontaminasi dengan dunia luar. Sedangkan Baduy Luar, sudah lebih membuka diri dengan dunia luar dan anggota masyarakatnya berani keluar dari komunitasnya untuk berbagai kegiatan. Wilayah Baduy Luar sekarang berjumlah 54 kampung, yang sudah banyak berbaur dengan masyarakat Sunda ­lainnya. Baduy luar atau biasa mereka menyebutnya Urang Panam­ ping. Cirinya, selalu berpakaian hitam dengan ikat kepala warna hitam bermotif biru. Umumnya orang Baduy luar sudah mengenal kebudayaan luar (diluar dari ­kebudayaan Baduy-nya sendiri) seperti mendengarkan radio, sebagian masyarakatnya sudah bisa membaca dan menulis, bisa berbahasa Indonesia. Mata pencaharian m ­ ereka bertani.


Anak-anak suku Baduy luar bermain didepan rumah mereka (atas); Setiap laki-laki suku Baduy memiliki golok yang selalu menempel dipinggang mereka. Golok ini selain sebagai senjata juga digunakan sehari-hari untuk bekerja di ladang (bawah)

Iklan Jasindo

Sedangkan masyarakat Baduy Dalam memiliki pakaian khas berwarna putih dengan celana hitam serta ikat kepala berwarna putih. Sedangkan wanita baik di Baduy dalam maupun luar memiliki ciri pakaian yang hampir sama berupa kebaya ‘Karempong’. Wilayah Baduy Dalam meliputi Cikeusik, Cibeo, dan Cikartawarna. Nama Baduy sendiri diambil dari nama sungai yang melewati wilayah itu sungai Cibaduy. Mengenai asal usul orang Baduy, jawaban yang akan diperoleh adalah mereka keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Baduy mempunyai tugas bertapa atau asketik

februari 2010 LIONMAG

47


traveling suku baduy

Searah jarum Jam: Atap disetiap rumah yang berdiri di perkampunan suku Baduy dalam dan luar semua menggunakan bahan dari alam; Masyarakat Baduy luar bersantai dibawah pohon di lingkungan Baduy luar; Salah satu kegiatan wanita suku Baduy adalah ­bertenun, selain untuk keperluan sendiri juga untuk dijual.

(mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Mereka juga beranggapan bahwa suku Baduy merupakan peradaban masyarakat yang pertama kali ada di dunia. Pendapat lainnya yang membuktikan orang Baduy m ­ anusia tertua setidaknya di Pulau Jawa , berdasarkan bukti-bukti prasejarah dan sejarah, punden berundak ­Lebak Sibedug di Gunung Halimun 3 km lebih dari Cibeo berusia 2500 SM masa neolitik, memiliki kesamaan simetris dengan peninggalan yang sama  dengan piramida di Mesir dan Kuil Mancu Pichu di Peru ribuan tahun silam. Asal-usul orang Baduy tersebut berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya ­dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Cina, dan ­ceritera rakyat mengenai Tatar Sunda yang cukup ­minimal ­keberadaannya. Masyarakat Baduy dikaitkan dengan ­Kerajaan Sunda atau yang lazim disebut sebagai Kerajaan Pajajaran pada abad 15 dan 16, atau kurang lebih enam ­ratus tahun yang lalu. Wilayah Banten pada waktu

48

LIONMAG februari 2010

itu merupakan bagian penting dari Kerajaan Pajajaran, yang berpusat di Pakuan (wilayah Bogor sekarang). Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum ­menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng ­tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus ­tersebut t­ ampaknya menjadi cikal bakal ­Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut ­(Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa ­kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan ­kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.


februari 2010 LIONMAG

49


leisure rumah tjong aisland fie traveling menjangan

Falsafah Hidup sang Milioner Teks: gener wakulu, Foto: makhfudz sappe

50

LIONMAG februari 2010


“Di mana bumi kupijak di sanalah langit dijunjung, dan keberhasilan serta kejayaan bukanlah apa yang kuperoleh tetapi apa yang telah kuberikan.�

februari 2010 LIONMAG

51


leisure rumah tjong a fie

Perkawinan dan Puncak Kejayaan

S

etelah menikah dengan anak keluarga Chew, ­keturunan China terkemuka dari Penang, ia harus bersedih karena di tinggal mati sang istri, akibat sakit di usia 32. Dari istrinya ini ia ­mendapatkan  tiga orang anak. Sebelumnya, ia juga telah menikah dengan seorang wanita bernama Lee di kampungnya, Sung-Kow, akibat permintaan orangtuanya Kemudian ia pun menikah lagi dengan Lim Koei-Yap, seorang gadis belia berusia 16 tahun, putri seorang jagoan silat yang bekerja sebagai tandil atau mandor besar di ­Perkebunan Deli Maatschappij di Sei Mencirim, Langkat. Konon, Tjong A Fie sangat mencintai istri ketiganya ini. Ia mengangapnya sebagai hoki, pembawa keberuntungan. Sebab, tak lama setelah ia menikahi wanita cantik

52

LIONMAG februari 2010

itu, kekayaannya berlipat ganda. Pemerintah Belanda pun ­menaikkan pangkat Tjong A Fie menjadi Luitenant der Chinezen. Pemberian pangkat ini bertujuan untuk ­menyelesaikan setiap pertikaian yang timbul antara etnis Tionghoa dengan Belanda. Tercatat, ia mengubah padang ilalang dan sawah di kawasan Kesawan, medan menjadi pusat bisnis baru. Di situ pula ia membangun mansion (baca: istana)nya yang megah, seperti yang dilukiskan di atas. Sementara bekas rumahnya di Pulo Brayan dijadikan tempat peristirahatan. Rumah peristirahatan ini konon sangat luas dan indah, yang dilengkapi dengan kebun binatang. Singkat kata, kota Medan kala itu menjadi seakan-akan


milik Tjong A Fie. Hal itu dimungkinkan karena ia dekat dengan setiap strata, mulai dari bangsawan hingga rakyat jelata. Sultan yang saat itu sangat di hormati, pun, akrab menjadi temannya. Ini terbukti dalam sebuah buku biografi berjudul “Memories of A Nonya”, karya putri pertamanya, Tjong Fuk–Yin (Queeny Chang) dari Lim Koei-Yap, yang berisi tentang hubungan kekerabatan Sultan dengan Tjong A Fie. Demikianlah, berkat kepiawaian Tjong A Fie, ia berhasil membeli sebuah perkebunan karet, teh dan kelapa, setelah pemerintah Belanda memberi kesempatan padanya ­sebagai satu-satunya pengimpor candu ke Sumatera. ­Khusus mengenai perkebunan Tjong A Fie, seorang wartawan senior di Medan, melukiskan “hampir imbang” dengan luas perkebunan milik Belanda terbesar di Suma-

tera Timur, Deli Maatschappij. Sebagai gambaran, perusahaan Belanda yang dibuka pada tahun 1867 mengusahakan 7.000 Ha dan pada tahun 1941 memiliki luas tak kurang dari 180.000 Ha. Perkebunan Tjong A Fie kala itu luasnya hampir sebanding dengan luas Deli Maatschappij. Selain itu, Tjong A Fie juga terjun ke bidang perbankan. Deli Bank, namanya. Konon, banknya itu tak kalah bonafid dengan bank milik Belanda. Ia juga bersama kolega-koleganya dari Batavia mendirikan sebuah bank yang terkenal dengan sebutan “Batavia Bank”. Ia memegang 200 saham dari total saham keseluruhan (baca; berjumlah 600). Akan tetapi yang paling mencengangkan adalah usaha­ nya di negara leluhur, Tiongkok. Bersama sang kakak, ia mendirikan perusahaan kereta api yang menghubungkan

februari 2010 LIONMAG

53


leisure rumah tjong a fie

Ia mengubah padang ilalang dan sawah di kawasan Kesawan, medan menjadi pusat bisnis baru... kota Chow-Chow dan Swatow. Hal, yang kemudian membuat Yong Hian (si kakak) mendapat gelar kehormatan Menteri Perkeretaapian dari pemerintahan Mancu dan diterima beraudiensi oleh kaisar Tse Hsi. Kalau sang kakak naik joli ke desa mereka, konon di depan joli ada penabuh gong yang memberitahu kedatangannya. Dan, penduduk pun akan berlutut di sepanjang jalan yang dilaluinya.

Akhir Perjalanan Suatu sore di awal tahun 1921, dalam pertemuan keluarga, di rumah megahnya, Tjong A Fie bercerita kepada istri dan anak-anaknya, bahwa ia sedang memesan kapal baru berbobot mati 6.000 ton dari Jepang. Kapal itu merupakan kapal terbesar yang dibuat pada awal abad XX, memuat barang maupun penumpang. Tour ke Eropa dengan kapal pribadi tersebut, merupakan

54

LIONMAG februari 2010

impian perihal kemegahan harta Tjong A Fie. Namun, apa hendak di kata, sehari setelah membeli kapal 足tersebut, tepatnya pada tanggal 8 Februari 1921, ia terserang 足gangguan pembuluh otak, dan akhirnya meninggal dunia. Saat itu, berakhirlah sudah perjalanan anak rantau asal Kanton, Tiongkok, yang terkenal dengan keberanian dan kedermawanannya. Kini, tinggallah semua harta dan rumah megah yang ditempatinya selama 21 tahun. Warga Medan pun ikut berkabung atas kepergiannya. Tjong A Fie kemudian dikuburkan di pemakaman khusus dekat rumah peristirahatannya di Pulo Brayan, Medan. Kabarnya, peti matinya diberi lapisan minyak tung dari China sebanyak tujuh lapis dengan liang kuburnya yang 足dilapisi timah hitam, sehingga akan tahan terhadap kelembaban dan rayap selama 100 tahun.


Gong Xi Fa Chai 55)

februari 2010 LIONMAG =<9IL8I@)'('C@FED8>


profilePERESMIAN daniel “inyo” special ATR opa 72-500

“Mereka ­

56

Foto: Makhfudz Sappe

Meninggalkan k ­ uliahnya di fakultas k ­ edokteran, ia malah menjadi penata m ­ ake-up di ­sinetron dan film. ­Bahkan ­untuk untuk para Miss ­Universe.

LIONMAG februari 2010


Sangat Manusiawi...” Berapa orang di Indonesia yang pernah menyentuh wajah seorang Oxana Federova, wanita cantik dengan jabatan Letnan polisi di Rusia yang menjadi Miss Universe 2002? Berapa orang di Indonesia yang pernah menyentuh wajah Amelia Vega Polanco, Miss Dominican Republic yang ­menjadi Miss Universe 2003? Tidak banyak juga. Berapa orang pula di Indonesia yang dipercaya memoles-moles wajah Jennifer Hawkins, cheerleader rugby di Newcastle Knights, yang jadi Miss Australia 2004 dan pada tahun yang sama menjadi Miss Universe 2004? Jelas tidak banyak. Satu orang di Indonesia itu bernama Inyo. Bagaimana ­ceritanya? Inyo adalah artistic make-up man, profesi yang digelutinya setelah ia keluar dari bangku kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Inyo dipilih dari sekian banyak lulusan pendidikan tata rias di Mustika Ratu yang telah diseleksi saat para Miss ­Universe itu datang berkunjung ke Indonesia pada tahuntahun itu. Lalu, bagaimana perasaannya ketika dipilih menata rias wajah para wanita paling cantik dan cerdas di dunia selama tiga tahun berturut-turut itu? “Ya, tentu saja saya langsung tersentak pada kenyataan, bahwa orang yang akan saya make-up adalah wanita paling cantik dan cerdas sedunia: Miss Universe. Tapi saya pikir

mereka juga tahu, bahwa orang yang akan me-make-up mereka pastilah juga orang pilihan,” kata Inyo sembari menambahkan ia selalu mendapat “postcard” mereka yang dibubuhi tanda tangan mereka langsung dan foto bersama mereka. Apa kesan Inyo terhadap mereka? “Nah, ini yang tidak banyak diketahui orang. Para Miss Universe itu ternyata sangat manusiawi dalam penampilan dan perkataannya. Mereka tidak terlalu merasa bahwa mereka adalah wanita paling cantik sedunia. Kalau mau dibandingkan, saat saya me-make-up model Indonesia misalnya, wah, banyak sekali komentarnya.” Menjadi penata make-up artistik sebenarnya juga bukan pekerjaan mudah. Namun Inyo, pria kelahiran Makassar yang akrab disapa Opa Daniel ini bukan hanya terpilih menjadi penata make-up artistik berturut-turut tiga wanita penyandang gelar Miss Universe, tapi juga tiga orang “Ibu Negara” Afrika yang hadir pada Konferensi Asia-Afrika 2005 di Bandung, mendampingi suami-suami mereka. Inyo sendiri telah memutuskan untuk terjun menjadi makeup artistik, kesadaran itu sangat membantunya dalam menghayati secara total dunia pekerjaan yang menurutnya adalah “The Man Behind the Screen” itu. “Saya memang tidak popular, tapi hal yang membuat saya bahagia adalah banyak orang popular mengenal saya,” ungkapnya. Aktivitas Inyo saat ini berada di bawah bendera Mustika Ratu serta bertanggung jawab mempromosikan Mustika Ratu di Divisi Sinetron dan Film. Sinetron yang melibatkannya cukup berhasil menjadi tontonan favorit pemirsa pencinta drama, seperti “Kisah Sedih di Hari Minggu”, “Liontin”, “Cincin”, “Aqso dan Madinah”, “Rafika” hingga 30 judul sinetron lainnya. Belum termasuk film layar lebar “Naga Bonar Jadi 2”.

Dok. Inyo

Di samping penampilannya yang unik dan “berani” dalam corak busana, Inyo juga kaya dengan filosofi kehidupan. Ia selalu berbuat baik, itu yang dipegangnya. “Kebaikan hati adalah bahasa yang dapat didengar oleh orang tuli dan dilihat oleh orang buta,” tutupnya. Gegen Saat merias Oxana Federova Miss Universe 2002 februari 2010 LIONMAG

57


Healthy file neuglow

Buang Semua Lemak Anda Vaser Liposelection membantu masyarakat untuk menyelesaikan 足masalah estetik mereka

Sebelum

S

erbaguna, inovatif dan aman - Vaser LipoSelection adalah jalan keluar untuk membuang semua lemak yang tidak diinginkan serta meminimalkan efek pada jaringan sehingga proses penyembuh足 an dapat berlangsung cepat dengan hasil yang maksimal.

Vibration Amplification of Sound Energi Resonansi (Vaser) tidak hanya membuang semua lemak yang tidak diinginkan, tetapi juga bertujuan untuk membentuk tubuh dan menghasilkan bentuk tubuh yang baik. Vaser LipoSelection bekerja dengan cara menghancurkan deposit lemak, dengan menggunakan gelombang ultrasonik yang dipancarkan dari probe kecil, yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui sayatan kecil pada tubuh. Sementara itu jaringan lemak yang telah hancur disedot keluar dari sayatan dengan kombinasi pijat dan kontrol penghisap.

58

LIONMAG februari 2010

Sesudah

Dengan cara ini maka pembuluh darah, saraf, dan jaringan ikat tubuh tidak akan rusak selama prosedur berlangsung.

siapakah yang butuh perawatan Vaser? Prosedur Vaser dapat dilakukan oleh banyak orang, mulai dari masyarakat yang tidak dapat membuang lemak dari daerah tertentu pada tubuh mereka walaupun menjalankan kebiasaan hidup sehat dengan pola makan yang baik, sampai masyarakat yang ingin meningkatkan penampilan fisik dengan menyembunyikan kelemahan dan menonjolkan kelebihan fisik. Vaser LipoSelection dapat menyamarkan area tubuh dengan baik, termasuk paha bagian dalam, dagu, dan leher - ya, percaya atau tidak, leher Anda! Dengan begitu akan memperlihatkan kemungkinan-kemungkinan daerah estetis baru yang tak pernah terbayangkan oleh Anda sekalipun.


penuaan tubuh, dan hal ini mungkin saja ­termasuk berat badan.

Sebelum

Sesudah

Buang semua keraguan Anda

Jika Anda ingin mempelajari pilihan yang tersedia dalam hal meningkatkan kualitas dan membuat perubah­an pada tubuh Anda, orang terbaik untuk ­membicarakan pilihan ini adalah dengan dokter yang terlatih dan telah memenuhi syarat untuk menjawab semua pertanyaan Anda serta dengan senang hati akan membantu Anda di sepanjang prosesnya untuk ­mewujudkan keinginan Anda.

Kekhawatiran yang sering muncul dalam pikiran ­masyarakat dalam mempertimbangkan prosedur Vaser Liposelection atau prosedur membuang lemak yang lain adalah apakah lemak akan kembali terkumpul atau muncul di bagian tubuh yang lain? Kemungkinan akumulasi lemak tidak perlu dikhawatirkan apabila diimbangi dengan gaya hidup baik, diet sehat dan latihan fisik yang memadai. Vaser Liposelection adalah prosedur yang dapat memperlambat tetapi tidak menghentikan sepenuhnya proses

Dr Gerard Tan Eng Choon Medical Director, NeuGlow The Aesthetics Doctors MBBS, Singapore www.neuglow.com

februari 2010 LIONMAG

59


special kelapa

Sang Pohon Kehidupan Teks: Ed Zoelverdi

Minyak kelapa luas digunakan penduduk Asia dan Pasifik sebagai obat tradisional, selama ribuan tahun. Belakangan ini, ilmu kesehatan moderen mulai menggali kembali rahasia kekuatan penyembuhan yang menakjubkan dari kelapa. INGAT lagu terkenal “Rayuan Pulau Kelapa” yang digubah Ismail Marzuki. Sentana kita mendengarnya tatkala berada di luar negeri, niscaya batin tergugah: antara haru dan bangga terhadap Ibu Pertiwi -- negeri kepulauan yang kaya dengan pohon kelapa. Inilah jenis pohon yang tiada duanya dalam hal manfaat bagi kehidupan manusia (lihat juga: Pohon Tiada Tandingan). Buah kelapa dilukiskan sebagai “raja kelana” -- sungguh jitu, karena dia bisa mengembara dibawa gelombang samudera, dan kemudian terdampar di pantai nun di pelosok dunia. Lalu dia pun tumbuh. Tanaman yang satu ini boleh dibilang istimewa. Dia tak hanya tumbuh di dekat air asin, tapi juga di kawasan pegunungan. Begitulah penduduk kepulauan di Asia dan Pasifik selama ribuan tahun sudah akrab dengan kelapa, baik sebagai bahan makanan maupun untuk pengobatan serta komoditas dagang. BERAGAM KHASIAT UNTUK PENGOBATAN Para penjelajah dari Spanyol di masa dini menyebutnya coco nucifera -- ini kelak menjadi nama ilmiah kelapa. Coco berarti “muka monyet”, karena pada batok yang masih berbulu ada tiga mata,

Tas wanita dari bahan batok kelapa.

60

LIONMAG februari 2010

mirip kepala dan wajah monyet. Nucifera secara harfiah berarti nut-bearing alias buah kelapa. Lepas dari urusan nama yang mungkin aneh itu, yang jelas sejarah sudah membuktikan betapa kelapa merupakan sumber gizi, baik berupa dagingnya, santan ataupun minyak. Buah ini bergizi tinggi dan kaya dengan serat, vitamin serta mineral, tergolong “makanan fungsional”, karena ­mengandung berbagai manfaat buat kesehatan. Rahasia kekuatan penyembuhan yang menakjubkan dari kelapa, Belakangan ini, kembali jadi kajian ilmu kesehatan moderen. Masyarakat dari beragam budaya, bahasa, agama, dan ras -- yang tersebar di berbagai pelosok dunia, memuliakan kelapa sebagai sumber makanan serta bahan pengobatan. Namun opini yang gencar digelembungkan kemudian justru menuding kelapa sebagai ‘biang penyakit’. Lambat-laun ketahuan, motifnya tak lain dari sekadar kepentingan bisnis. Kini, berbagai studi yang disiarkan dalam jurnal medis menunjukkan bahwa minyak kelapa memang mengandung khasiat yang luas untuk pengobatan. Secara tradisional, minyak kelapa mangkus mengobati aneka penyakit, seperti kurang gizi, lesu, asma, bronkitis, batuk, pilek, flu dan tifus. Juga untuk sakit kuping, radang gusi, sakit gigi, radang tenggorokan, gangguan masa haid, keluhan lambung, sembelit, mual, batu ginjal. disentri, sakit kuning. Begitu pula untuk obat rambut rontok, membasmi kutu di kepala, abses, luka, memar, luka bakar, bengkak, bisul, infeksi kulit, kudis dan kurap. Luas juga digunakan untuk mengobati tumor, tbc paru-paru, dan bahkan untuk gonorrhea serta sipilis.


Penting dicatat lagi khasiatnya untuk me­ngobati stres, memelihara level kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat tulang, memelihara pencernaan dan metabolisme. Juga menormalkan tekanan darah, diabetes, dan obat kanker. Rangkaian bukti tentang khasiat minyak kelapa buat kesehatan, sejauh ini memang dikenal luas dalam pengobatan tradisional India di Ayurveda. Minyak kelapa sering dipilih sebagai bagian menu para atlet dan binaragawan. Alasannya, minyak kelapa mengandung kalori lebih rendang dibandingkan minyak lain. Lemaknya mudah diolah menjadi energi, dan tidak menumpuk di jantung dan saluran darah. Dengan demikian, sang atlet dapat tampil secara prima di arena. Minyak kelapa pernah disebut tak sehat. Salah paham ini timbul karena mengira kandungan lemak jenuhnya tinggi. Kini diketahui, lemak dalam minyak kelapa adalah unik, dan beda dengan umumnya minyak-minyak lain. Dan banyak khasiatnya buat kesehatan. Yah, perlu waktu panjang untuk mengakuinya sebagai makanan yang sehat bergizi.

”Coconut oil is the healthiest oil on earth,” kata Bruce Fife, N.D, pengarang 18 buku termasuk The Coconut Oil Miracle (sebelumnya berjudul The Heal­ ing Miracles of Coconut Oil), di Colorado, Amerika Serikat. Mulai sekarang, mari gunakan kelapa untuk bahan masakan. Minyaknya untuk goreng-menggoreng, dan santannya untuk membuat gulai. Sebagai negeri kepulauan, pohon kelapa sungguh anugerah Ilahiyah. Kini waktunya untuk dimanfaatkan maksimal. Dengan demikian, perlu dihidupkan lagi pabrik minyak kelapa tulen. Atau mendorong tumbuhnya kembali ­sebagai industri rumahan. Lahan usaha rakyat jelata ini tentu dapat menjadi sebagian langkah menuju kemakmuran bersama di seluruh pelosok negeri. Mudah-mudanan tak keliwat terlambat menyadari, sudah ribuan tahun pohon kelapa dipandang bernilai tinggi di belahan bumi kita. Sehingga tak berlebihan bila penduduk kepulauan di Asia dan Pasifik menjulukinya “Pohon Kehidupan” (The Tree of Life).

Batang pohon kelapa kerap digunakan sebahai bahan bangunan

februari 2010 LIONMAG

61


GALLERY

NEW GADGET

iPAD MELUNCUR MULAI MARET

Inilah iPad, produk paling baru dari Apple, dengan model touch screen Backlet berdimensi 9,7 inci. Ketebalannya cuma 0,5 inci. Berbekal iPad, kita bisa surfing di internet, mengoperasikan e-mail, bahkan bisa kita fungsikan sebagai e-book dengan didukung layar LED dan kehandalan layar produk Apple yang terkenal, kita tetap bisa membaca secara nyaman meski dalam kondisi cahaya minim. Lifetime baterai alat ini sampai 10 jam. iPad keluar dengan kapasitas simpan 16, 32 dan 64 GB yang tentu mendukung koneksi internet berupa wifi dan model 3G. Adapun untuk model wifi, Apple akan memasarkan mulai Maret, sedangkan model 3G-nya pada bulan April.

Mito 302 Mito Mobile kembali menghadirkan ponsel seri terbaru MITO 302 “HaPe Sang Master”. Desain elegan QWERTY dual-on GSM+GSM. Hadir menggandeng operator terbesar tanah air, TELKOMSEL Kartu As memberikan pelanggan layanan telekomunikasi yang berkualitas dengan lebih dari 30.000 BTS di seluruh Indonesia. Selain dengan di balut bahan stainless, LCD 2.0 dan tampilan warna 65.000, MITO 302 menyediakan akses 1 touch Facebook. Bluetooth 2.1 (A2DP) dengan GPRS class 12 untuk melengkapi koneksi internet. Fitur “shake” akan mendukung anda dengan menggoyangkan ponsel ke kanan atau kiri, wallpaper dan musik akan melengkapi kegiatan anda seharihari. Musik didukung dengan MP3, video mpeg4/3gp, sound recorder dan FM Radio. Dengan harga sekitar Rp. 599.000,- mewakili ponsel fitur lengkap anda dengan harga termurah.

Sony Alpha A850 Siapa bilang Sony tak handal melansir kamera digital SLR? Debutan mereka, Alpha A850, punya fitur-fitur ridaman layaknya kamera SLR profesional –yang tentu saja juga interchangeable lenses. Kalau dikatakan interchangeable, Sony punya definisi sendiri yang mencengangkan. Soalnya, bodi Alpha A850 selain menampung lensa-lensa Sony, juga cocok dipakai dengan lensa-lensa AF keluaran Minolta dan Konica. Hebat, bukan? Kamera ini sendiri hadir dengan kapasitas tangkapan gambar 25,7 megapixel, di mana disediakan Memory Stick PRO Duo™ sebagai media penyimpan data, yang kemudian bisa disalurkan ke komputer baik yang menggunakan sistem Windows maupun MAC. Pemotretan menggunakan Alpha A850 bisa digeber secepat 3 frame per detik. Untuk scene mode, bisa Anda program untuk Portrait, Landscape, Sunset, Night, Autumn, BW hingga Sephia. Iso kamera ini bisa diset hingga ISO 6400. Bobot kosong kamera ini 850 gram, praktis dibawa kemana saja,

62

LIONMAG februari 2010


Sanyo vpc-wh1 Makin Sakti Inilah salah satu debutan menggemparkan dalam dunia kamera digital serbaguna. Sanyo VPC-WH1 muncul, nama lain untuk Xacti, dengan kemampuan lensa yang luar biasa, 30x optical zoom. Hal itu didukung Digital Image Stabilizer saat dioperasikan. Salah satu kelebihan Xacti WH1 yang menggemparkan adalah kemampuannya memotret dan melakukan rekaman video di dalam air. Dan untuk itu, WH1 mendapat rating yang tinggi. Tak ada kamera lain yang seberani ini sebelumnya. Tak ada masalah dengan air atau salju, misalnya. Selain itu, WH1 bisa mengenali 12 wajah dalam rekaman untuk mengoptimalkan fokus dan pencahayaan pada subjek-subjek tersebut. Format output dari kamera serbaguna ini adalah foto, video dan audio. Xacti punya kemampuan beroperasi memotret foto 13 gambar per detik, maksimal 29 foto, untuk ukuran 1.600 x 1.200. Sedang untuk video tipe HD-SHQ (1280 x 720) bisa bekerja dengan 30 frame per detik, untuk tipe TV-HR (640 x 80) 60 frame per detik. WH1 dengan mudah dikoneksi ke televisi digital dan DVD Recorder. Dengan kapasitas simpan kartu memori SDHC 16 GB, kamera ini bisa menyimpan rekaman video selama 5 jam 43 menit.

februari 2010 LIONMAG

63


aircraft fleet

Boeing 737 - 900 ER Total 178 units 213 seats (all economy) 195 seats economy. business class 10 seats. Total 9 units. Business Class 8 seats, Economy Class 150 seats Lion Air is the launch custumer of Boeing 737-900ER and has received a total 31 units 737-900ER to date

Boeing 737 - 400 Total 9 units. Business Class 8 seats, Economy Class 150 seats

Boeing 737 - 300 Total 2 units. Economy Class 149 seats (all economy)

MD 90 Total 4 units. Business class 8 seats, Economy Class 153 seats

64

LIONMAG februari 2010


Selamat Datang ... Apa yang harus anda ketahui Tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda didalam pesawat PONSEL

Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

PERALATAN ELEKTRONIK

Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flat mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut.

BARANG -BARANG BERHARGA LAINNYA

Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK

Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap disemua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan.

- Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK

UTAMAKAN KESELAMATAN

Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

BAGASI

Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi anda. - Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 25 kg Kelas Bisnis : 40 kg

Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda. Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

februari 2010 LIONMAG

65


schedule Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Gorontalo Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Nabire Padang Palembang Palu Pekanbaru Penang Pontianak Saigon Semarang Singapura Solo Sorong Surabaya Tual

Balikpapan Ambon Banda Aceh Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Jakarta Jambi Jayapura KualaLumpur Kupang Makassar Manado Mataram Padang Palembang Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Saigon Semarang Singapura Solo Surabaya Ternate Tual

Banda Aceh Ambon Balikpapan Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kendari Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Semarang Solo Surabaya

Batam Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Bengkulu Denpasar Fakfak Jakarta Jayapura Jogja Kaimana Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang

66

Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Pontianak Semarang Singapura Solo Surabaya

Bengkulu Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Denpasar Jakarta Jayapura Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pekanbaru Pontianak Semarang Singapura Solo Surabaya

Banjarmasin Ambon Banda Aceh Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Jakarta Jambi Jayapura Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Pontianak Saigon Singapura Solo Surabaya Ternate Tual

Denpasar Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Fakfak Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Pontianak Saigon Semarang Singapura Solo Surabaya

Fakfak Ambon Balikpapan Banjarmasin Denpasar Jakarta Kaimana Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Penang Saigon Singapura

LIONMAG februari 2010

Surabaya Tual

Gorontalo Balikpapan Banjarmasin Bengkulu Denpasar Jakarta Jogja Kupang Makassar Mataram Medan Padang Palembang Pekanbaru Saigon Semarang Singapura Surabaya

Jakarta Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Gorontalo Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Nabire Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Saigon Semarang Singapore Solo Sorong Surabaya Ternate Tobelo Tual

Jambi Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Bengkulu Denpasar Jakarta Jayapura Jogja Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palu Pangkal Pinang Pontianak Saigon Semarang Singapura Solo Surabaya

Jayapura Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Pekanbaru Pontianak Penang Semarang Singapura

Solo Surabaya

Jogja Ambon Banda Aceh Batam Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jayapura Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Saigon Surabaya Singapura Ternate

Kaimana Ambon Balikpapan Banjarmasin Denpasar Fakfak Jakarta Jogja Makassar Manado Mataram Medan Nabire Padang Palembang Palu Surabaya

Kendari Balikpapan Banjarmasin Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Padang Palembang Pekanbaru Penang Saigon Semarang Singapura Surabaya

Kupang Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jogja Kuala Lumpur Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pekanbaru Semarang Surabaya Solo Ternate Tual

Makassar Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Gorontalo Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kaimana

Kendari Kuala Lumpur Kupang Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Saigon Semarang Singapore Solo Surabaya Ternate Tual

Manado Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Saigon Semarang Singapura Sorong Surabaya Ternate Tobelo Tual

Mataram Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Fakfak Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Pontianak Saigon Semarang Singapura Solo Surabaya Ternate

Medan Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Gorontalo Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kaimana Kendari Kupang Makassar Manado Mataram Palembang Palu Pangkal Pinang Penang Pontianak Semarang

Solo Surabaya Ternate Tual

Nabire Ambon Balikpapan Banjarmasin Denpasar Jakarta Jogja Kaimana Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Penang Saigon Singapura Surabaya

Padang Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kendari Kupang Makassar Manado Mataram Palembang Palu Pangkal Pinang Penang Pontianak Saigon Semarang Singapore Solo Surabaya

Palembang Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Denpasar Jakarta Jayapura Jeddah Jogja Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Palu Penang Pontianak Saigon Semarang Singapore Solo Surabaya Ternate

Palu Ambon Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Fakfak Gorontalo Jakarta Jambi Jogja Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Pontianak Semarang Singapore Solo Surabaya Saigon Penang

Ternate Tual

Pangkal Pinang Balikpapan Banjarmasin Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Pekanbaru Penang Semarang Singapore Surabaya

Pekanbaru Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Jakarta Jayapura Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Palembang Palu Pangkal Pinang Pontianak Saigon Semarang Solo Surabaya Tobelo

Penang Banda Aceh Jakarta Medan

Pontianak Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jayapura Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pekanbaru Pontianak Semarang Singapore Solo Surabaya

Semarang Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Jakarta Jambi Jayapura Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Singapore Kendari Surabaya

Singapore Jakarta Saigon Denpasar

Surabaya Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Gorontalo Jakarta Jambi Jayapura Kaimana Kendari Kuala Lumpur Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Penang Pontianak Saigon Semarang Singapore Solo Tobelo Tual

Solo Ambon Denpasar Jakarta Jayapura Makassar Mataram Medan Padang Palembang Pekanbaru Surabaya

Sorong Ambon Jakarta Kupang Manado Surabaya Tobelo

Saigon Jakarta Singapore

Kuala Lumpur Jakarta

Ternate Ambon Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Denpasar Gorontalo Jakarta Jogja Kendari Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Palu Pangkal Pinang Pekanbaru Solo Tual

Tobelo Balikpapan Banda Aceh Banjarmasin Batam Bengkulu Jakarta Jambi Jogja Kupang Makassar Manado Mataram Medan Padang Palembang Pekanbaru Pontianak Semarang Solo Sorong Surabaya


PENDIDIKAN

PRAMUGARI Lion Air mengajak putri-putri Indonesia untuk bergabung menjadi duta dirgantara. Persyaratan : - Penampilan menarik, energik, ramah - Berusia max. 23 tahun, belum menikah - Pendidikan min. SMU, Tinggi badan min. 160 cm dengan berat badan Ideal - Bisa berbahasa Inggris ( Aktif & Pasif ) - Sehat jasmani & rohani tidak berkaca mata. ( Srt ket. Dokter ) - Surat persetujuan Orang Tua (Bermaterai) - Foto terbaru Close Up & Postcard seluruh badan - Ijazah dan CV

Berkas dapat dikirim setiap hari & jam kerja ke : Lion Air Tower Jl. Gajah Mada No.7 Jakarta Pusat Untuk Keterangan lebih lanjut hubungi : HRD Recruitment Lion Air 021-6326036/38 (hari kerja pukul 08.30 s/d 16.00 WIB)

GRATIS

TIDAK DIPUNGUT BIAYA

februari 2010 LIONMAG

67


international destination

Kota Ho Chi Minh Hanoi

Ho Chi Minh

Ho Chi Minh adalah kota terbesar di Vietnam, juga dikenal dengan nama Saigon dan oleh penduduk aslinya bangsa Khmer disebut dengan nama Prey Nokor yang berarti “kota hutan” atau “negeri hutan”. Dahulu kota ini merupakan daerah rawa – rawa yang dihuni oleh bangsa Khmer hingga datang bangsa Vietnam yang mengungsi karena perang saudara di abad ke -17. Didirikan pada tahun 1698. Luas kotanya 2.095 km² dengan penduduk sekitar 6.2 juta jiwa, saat ini menjadi kota bisnis utama di Vietnam. Bangunan bangunan bersejarah dalam kota tetap dipertahankan dan menjadi obyek wisata. Selain itu

68

LIONMAG februari 2010

di kota ini juga ada wisata perang, mengingat perang Vietnam yang terjadi di tahun 70-an. Banyak museum yang memperlihatkan peninggalan bekas perang, salah satunya di War Remnants Museum. Selain itu obyek wisata yang terkenal lainnya adalah terowongan Cu Chi bekas peninggalan perang dan delta sungai Mekong. Bandar udara : Bandara Internasional Tan Son Nhat Mata Uang : Dong Bahasa: Vietnam LION AIR Vietnam : 1 A, Valentina Court, 124 Dien Bien Phu, Da Kao Ward 1, Ho Chi Minh City, Vietnam. Phone +84 8 820 8911

Kuala Lumpur Thailand

Kuala Lumpur

Singapura

Nama resminya adalah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, tapi lebih dikenal dengan sebutan KL. Kuala Lumpur didirikan pada 1857 di sekitar Sungai Gombak dan Kelang. Awalnya berkembang dengan adanya penambangan timah oleh penambang Tionghoa. Kuala Lumpur berpenduduk 1,8 juta jiwa dengan luas wilayah 243,65 km². Selain jaringan bus dan monorel sebagai sarana transportasi, KL juga memiliki stasiun kereta terbesar di Asia Tenggara yang terletak di KL Sentral. Obyek wisata yang paling

terkenal adalah Menara Kembar Petronas sebagai menara kembar tertinggi di dunia. Selain itu juga ada Suria KLCC, salah satu pusat perbelanjaan tersibuk di Malaysia dan Menara Kuala Lumpur di Bukit Nanas yang merupakan menara telekomunikasi tertinggi kelima di dunia. Daerah wisata yang terkenal lainnya adalah Genting Highlands, merupakan kompleks wisata di atas bukit. Bandar Udara : Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) terletak di Sepang. Mata Uang : Ringgit Malaysia Bahasa: Melayu, Inggris LION AIR Kuala Lumpur : MTB Level 4, No. S-28, Kuala Lumpur Int’1 Airpot, Phone : +603-8776 6081


Singapura

Penang

Republik Singapura adalah sebuah negara kota di Asia Tenggara yang terletak di ujung Semenanjung Malaysia, berbatasan dengan Johor (Malaysia) dan Kepulauan Riau (Indonesia). Memiliki wilayah seluas 692,7 km² dan penduduknya berjumlah 4,5 juta jiwa. Sejarahnya bermula pada abad ke-14 Masehi. Awalnya dikenal dengan nama Temasek, kemudian berubah menjadi Singha Pura atau “Kota Singa” dari bahasa Sansekerta. Pada tahun 1819 dikuasai Inggris dan Sir Thomas Stamford Raffles menetapkannya sebagai sebuah pusat perdagangan. Pada tanggal 9 Agustus 1965, Singapura merdeka dan berdiri sebagai negara republik.

Singapura saat ini menjadi kota bisnis utama di dunia, berbagai perusahaan dalam berbagai bidang menempatkan kantornya di Singapura. Dengan 8 juta wisatawan manca negara per tahunnya, menjadikan singapura tidak hanya terkenal sebagai kota perdegangan tetapi juga daerah tujuan wisata dunia. Tempat – tempat wisata yang terkenal a.l: Singapore Zoological Gardens, Jurong Bird Park dan Carlsberg Sky Tower di pulau Sentosa Bandar udaranya : Singapore Changi Airport. Mata Uang : Dollar Singapura Bahasa Resmi : Inggeris, Melayu, China dan Tamil.

Penang atau pulau Pinang dalam bahasa Melayu, merupakan salah satu negara bagian Malaysia yang terkecil namun termaju serta terpadat penduduknya dan di kenal sebagai Pearl of the Orient. Memiliki 2 wilayah daratan, yaitu Pulau Pinang seluas 293 km², dan “Seberang Perai” yang terletak di pantai barat Semenanjung Malaysia seluas 760km² . Sejak tahun 1985, dibangun Jembatan Penang yang menghubungkan pulau Pinang dengan daratan, yang menjadi salah satu jembatan terpanjang di dunia dengan panjang 13,5 km. Penang dikenal daerah tujuan wisata Internasional dengan banyaknya warisan budaya masa lalu, seperti Eropa, China India dan Melayu. Berbagai Gereja Tua, Kuil Tiong Hoa dan

Malaysia

Singapura

Bandar Udara : Penang Bayan Lepas International Airport Mata Uang : Ringgit Malaysia. Bahasa: Melayu, Inggris LION AIR Penang : Departure Concourse, Level 2, Penang International Airpot 11900, Bayan Lepas, Penang. Phone +604-641 4144 / +604-641 5144

LION AIR Singapore : 61, stamford road, #01-07, Singapore. Phone +65 6339 1922

Hindu serta mesjid – mesjid yang banyak bertebaran di negara bagian ini. Pada tahun 2001 ibu kotanya, George Town, ditetapkan sebagai World Site Heritage oleh UNESCO. Selain itu juga terkenal berbagai wilayah khas dari berbagai etnis. Ada kampung Melayu, kawasan Little India dan Chinatownnya. Selain itu merupakan salah satu pulau yang dikenal akan keindahan alamnya dan syurga kuliner Malaysia.

Penang

Kuala lumpur

februari 2010 LIONMAG

69


route map

Saigon

Phuket

Alor Star

Lhoksumawe

Ipoh

Meulaboh

Natuna Melaka

P Simeulue

Sibolga

Kucing Putusibau

Guning Sitoli

Sintang Ketapang

Pangkalan Bun

Teluk Betung

To JEDDAH

International route (Planning ) Lion Air & Wings Air route

70

LIONMAG februari 2010

Bandung

Cilacap

Batu Licin


PHILIPPINES

DAVAO

TALAUD

Tahuna Berau

Morotai Kao Toli Toli

Buli

Labuha Poso

Mamuju

Sanana

Toraja

Nabire

n Kolaka

Tanah Merah

Wakatobi

Sumabawa

Labuan

Bima

Kep Aru

Saumlaki

Maumere Ende

Atambua

Tambulaka

februari 2010 LIONMAG

71


lady in the air

Heavenly Green intan karina putri Inilah cerita tentang Intan Karina Putri, gadis Balikpapan yang lahir di Surabaya. Wah? Ya, “alur” kehidupan Intan tidaklah sesederhana itu. Meski lahir di Surabaya, ia kemudian besar di Balikpapan hingga SMA, kemudian sempat kuliah di LP3I mengambil Bahasa Mandarin. Menurut Intan, bahasa yang ­dipelajarinya itu ternyata kelak bermanfaat baginya. Ia merasa sedikit lebih ‘pede’ di dalam kabin Jakarta – Ho Ci Minh, Vietnam. Itulah rute yang menurutnya menuntut kematangan awak kabin. Dan sekaligus sebagai instruktur awak kabin, Intan sendiri tercatat pada batch 22 di Lion Air. Lho, sebagai instruktur memangnya Intan mengajar bidang apa untuk para junior awak kabinnya; general safety, emergency equipment, ­emergency procedure, atau hingga regulasi? “Intan bisa semua,” jawab gadis kelahiran 25 Desember ini. Pada usianya yang sekarang Intan tampak energik mempersiapkan masa ­depannya. Ia melanjutkan les Bahasa Mandarin di Jakarta; ia memulai usaha ­kecil-kecilan pula di bidang catering bersama ibunya di Balikpapan. ­Isyu-isyu dalam hidupnya memang kehidupan yang baik secara rohaniah dan karier serta mengurus keluarga; ayah, ibu dan adiknya. “Tapi kalau karier sih, saya bukan pemburu karier ke puncak,” tuturnya. Namun demikian ia telah ­membuktikan dirinya ‘tahan banting’. “Ya, saya waktu ke Jakarta kan gak kenal siapa-siapa, gak ada keluarga juga,” ­tambah penyuka bakso ini. Ia mengaku menerapkan prinsip dari pelatihan ‘Struggle for the Champion’ yang ­dijalaninya sejak SMA. Ketika ditanya tentang kenapa ia sering dipanggil ‘Intan Ijo’, Intan ­menjelaskan filosofinya yang ternyata mencengangkan. Dalam pengajian yang ­didalaminya, ia mendapati bahwa hijau adalah warna surga. “Itu kan warna surga. Makanya atribut saya hijau. Kalau gak hijau, gak soulmate banget,” ­tuturnya dengan mata berbinar. “Saya masih dalam proses ­pencarian, ­mencari kebahagiaan hakiki, meski tidak ada yang abadi,” imbuh wanita ­dengan bobot 165 cm - 52 kg berkulit putih bersih ini. “Tapi ngomong-ngomong, sebagai perempuan, saya tergolong yang ­jarang ke salon, gak suka terlalu dandan. Namun saya senang lihat orang lain ­dandan,” tuturnya. Jadi, kalau ada waktu senggang kemana? “Sukanya sih ke ­Balikpapan. Tau nggak, apa yg dimasak oleh ibu untuk saya kalau saya pulang agak lama ke Balikpapan? “Pepes ikan patin,” jawabku. “Kok tau sih?” tanyanya kaget.

72

LIONMAG februari 2010


TEKS GEGEN, FOTO MAKHFUDZ Lokasi: Terrazza Bianco, Hotel Akmani, Jakarta

februari 2010 LIONMAG

73


POStCARD ANGKOT PADANG

Diskotek dalam angkot, interior kabin penumpang angkot di Padang dipenuhi perangkat audio, speaker, dan subwoofer. Sambil mengemudi sang sopir pun memilih list lagu dalam MP3 laksana seorang DJ (Disc Jockey) Foto : Toto Santiko Budi

Sumatera Barat memang penuh pesona. Panorama alam, seni-budaya, sungguh kaya dan menarik untuk dinikmati serta diabadikan dalam foto. Kulinernya jangan ditanya. Ada satu lagi keunikan khususnya di kota Padang. Angkot disana tampil funky habis. Body ceper dengan tempelen aneka stiker membuatnya tampil bak mobil balap. Selain itu bagian dalam dipenuhi perangkat audio yang mampu membuat jantung penumpangya berdentum dihantam suara subwoofer. Para pengemudi yakin semakin garang body dan semakin keras musik yang menyalak dari perangkat audio berbanding lurus dengan banyaknya penumpang yang didapat. Tidak percaya? datanglah ke Padang dan buktikan.

Toto Santiko Budi, fotografer lepas tinggal di Jakarta. Sepuluh tahun lalu ia mengawali karir fotografi sebagai fotojurnalis sebuah harian di Surabaya. Di tahun 2005 fotografer dengan minat di bidang documentary dan travel photography ini hijrah ke Jakarta dan bekerja secara independen. Karyakaryanya telah dimuat di media lokal maupun internasional ternama. Esai fotonya tentang Banjir Jakarta tampil dalam Angkor Photo Festival.



LIONMAG FEBRUARY 2010