Issuu on Google+

CMYK

RABU 21 SEPTEMBER

29

TAHUN 2011

Muara Buntu, Pelabuhan Lumpuh BANYUWANGI - Muara pelabuhan tradisional di Pantai Boom, Banyuwangi, kembali tertutup tumpukan pasir kemarin (20/9). Akibatnya, aktivitas kapal nelayan dan kapal antar-pulau lumpuh. Kapal-kapal tersebut tidak bisa masuk pelabuhan rakyat. Sementara itu, kapal yang sudah telanjur sandar tak bisa keluar dari lokasi pelabuhan tersebut. Tertutupnya muara pelabuhan itu bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa bulan lalu, muara tersebut juga pernah tertutup akibat tingginya sedimentasi. Untuk mengatasi sedimentasi, Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur (Jatim) turun tangan melakukan pengerukan. Puluhan ribu kubik pasir berhasil dikeruk sehingga aktivitas kapal-kapal nelayan lancar kembali. Namun demikian, pengerukan tumpukan pasir yang menelan anggaran puluhan miliar itu tidak berlangsung lama. Saat ini, muara tertutup total dan perahu tidak bisa merapat ke pelabuhan. Para nelayan menyandarkan kapal di sekitar pantai. Bongkar-muat tangkapan ikan pun terpaksa digotong ramai-ramai. Sementara itu, kapal kecil sudah hampir sebulan tidak beraktivitas. Mereka kesulitan bongkar-muat barang karenatidakbisasandardi dermaga pelabuhan. Nelayan berencana membongkar tumpukan break water di sebelah selatan dermaga agar kapal nelayan bisa masuk. ■

WORKSHOP

BEC

Ide Liar Desain Bermunculan

Lokasi : Gedung Diklat Desa Tamansari, Kecamatan Licin Acara Hari ke-2 : - Materi dasar desain kostum - Materi dasar make up - Praktik contoh desain kostum Damarwulan - Pemotretan prototipe kostum

LICIN - Instruktur dari Jember Fashion Carnival

22 - 10- 2011

 Baca Muara...Hal 39

Tetap Tolak Bahas Raperda

(JFC) mengaku terkesan dengan antusiasme para peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Para peserta cepat dalam menyerap instruksi tentang desain kostum. Padahal, workshop yang diadakan di Gedung Diklat di Kecamatan Licin itu adalah hal baru bagi para peserta. Persiapan BEC yang sangat mepet rupanya tidak menjadi masalah bagi para peserta. Ocha, salah satu instruktur dari JFC mengatakan, para peserta sangat antusias terhadap materi yang diberikan. Mereka juga cepat tanggap tentang materi kostum. “Tidak susah mengajari mereka,” ujarnya kemarin (20/9). Dalam workshop tersebut, para peserta dibekali dasar-dasar ilmu desain kostum dan make up. Selain itu, instruktur dari JFC juga berusaha memberikan pengetahuan yang dapat membuat pikiran peserta lebih terbuka tentang konsep desain. “Semakin cepat semakin baik,” cetus Ocha. Menurut Ocha, peserta wajib membebaskan ide-ide liar tentang gambaran desain kostum. Semakin liar ide peserta, lanjut Ocha, semakin bercorak pula desain kostum yang dihasilkan ■  Baca Ide...Hal 39

Sikat Bersih Spanduk Reklame

BANYUWANGI - Permintaan eksekutif agar rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pengaturan reklame dan raperda sekretariat Korpri dibahas ternyata tidak digubris dewan. Dalam paripurna internal yang dilaksanakan di DPRD Banyuwangi kemarin (20/ 9), para legislator tetap tidak membahas kedua raperda tersebut. Dalam paripurna internal yang dipimpin wakil ketua DPRD Banyuwangi H. Adil Achmadiyono, dewan menetapkan empat panitia khusus (pansus) yang akan membahas tujuh raperda yang diajukan eksekutif, ditambah satu raperda inisiatif DPRD. “Empat pansus itu anggotanya sesuai empat komisi yang ada,” cetus H Adil Achmadiyono usai paripurna kemarin ■

BANYUWANGI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus melakukan bersih-bersih kawasan kota. Puluhan baliho dan spanduk reklame yang izinnya sudah kedaluwarsa langsung digulung dari sekitar jalan raya kemarin (20/9). Sasaran penertiban spanduk kedaluwarsa itu dimulai dari Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, di sisi selatan Kota Gandrung ■  Baca Sikat...Hal 39

 Baca Tetap Tolak...Hal 39 GALIH COKRO/RaBa

BAZ KALIPURO

Laporan Keuangan BADAN Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Kalipuro pada 21 September 2011 telah berhasil menghimpun dana zakat, infaq, dan sodaqah, sebesar Rp 29.995.413,00. (*)

SUE GER POJOK

..

Berharap Dapat Mukzizat MEMENANGKAN undian hadiah utama, seperti mobil, mungkin menjadi impian setiap orang. Hal itu juga diimpikan Arika Riski Gindiandayani. Perempuan yang berstatus karyawan Bank Rakyat Indonesia unit Jajag itu memendam keinginan bisa mendulang rezeki nomplok dari undian berhadiah. Sayang, harapan itu belum pernah terwujud. Meski beberapa kuis yang digelar di media cetak dan elektronik sudah diikuti, tapi dia belum bisa mewujudkan impian memenangkan hadiah utama. “Ya ingin menang sih, tapi belum pernah,” katanya ■

Baca Berharap... Hal 39

Polisi Nakal Jangan ”Diberi”

IBU-IBU: Wakapolres Kompol Heru Prasetyo memberi pembekalan masalah hukum di Wisma Bhayangkari, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Ratusan istri polisi mengikuti penyuluhan tentang kesadaran hukum di gedung Wisma Bayangkari, Jalan Veteran, Banyuwangi, kemarin (20/9). Dalam penyuluhan hukum tersebut, Wakapolres Banyuwangi Kompol Heru Prasetyo diundang untuk menjadi narasumber. “Anggota Bhayangkari harus ikut membentuk karakter suami agar selalu mematuhi peraturan kedinasan yang berlaku,” cetus wakapolres dalam paparannya ■  Baca Polisi...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Aktivitas Warga Desa Mangir setelah Serangan Anjing Misterius

Rela Begadang demi Amankan Ternak Serangan anjing misterius terhadap domba pekan lalu membuat warga Desa Mangir trauma. Berbagai upaya mereka lakukan demi mengamankan ternak. GILANG GUPTA, Rogojampi

JALAN beraspal di Desa Mangir lengang seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda warga ketakutan dengan teror anjing yang telah menyebabkan enam ekor domba menjadi tumbal. Namun, di balik lengangnya situasi itu, masyarakat masih penasaran dengan keberadaan anjing misterius tersebut. Seekor anjing yang menyerang ternak itu oleh sebagian warga dianggap sebagai anjing jadi-jadian. Sejak empat ekor kambing milik Asmuni menjadi korban, masya-

rakat setempat sepakat meningkatkan kewaspadaan. Warga pun begadang hingga larut sebagai upaya berjaga-jaga. Warga menyebut siluman anjing itu sebagai lembok. “Saat ini banyak warga yang tidur lebih larut daripada biasa,” cetus Asmuni. Aktivitas warga tersebut bertujuan memburu lembok yang telah meresahkan warga tersebut. Mereka rela memotong jam tidur demi keamanan kampung GILANG GUPTA/RaBa dari serangan lembok. DISERET: Warga menemukan mayat kambing di tepi sungai di Desa Mangir pekan lalu. Mereka tidak ingin kecolongan lagi. “Sampai saat ini saya yang wajib dilakukan. Padahal, menjaga ternak. Mereka tidak ingin masih penasaran,” kata Asmuni. keesokan harinya mereka harus domba-domba peliharaannya Bagi warga pemilik domba, kini be- bekerja. Tetapi, hal tersebut tidak menjadi target anjing misterius ■  Baca Rela...Hal 39 gadang menjadi salah satu aktivitas menjadi halangan bagi mereka demi

Muara buntu, pelabuhan rakyat Boom lumpuh

Dibor saja pakai goyangan Inul Daratista

DPRD bersikukuh tolak bahas dua raperda

Berarti usulan raperda itu memang tak ada ”apa-apanya”

NIKLAAS/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Rabu 21 September 2011

Sales Susu Tepergok Mencuri Handphone

CERMIN DIRI

Pesimisme dari Muara Boom BERITA muara Pantai Boom tertutup endapan pasir memang bukan hal baru. Endapan pasir di muara tersebut harus disingkirkan agar kawasan yang menjadi gerbang keluar-masuk perahu nelayan tersebut bisa lebih bermanfaat bagi warga sekitar. Sayangnya, untuk membuang endapan pasir di muara Pantai Boom, pemerintah harus membayar mahal. Tidak sedikit dana APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang sudah dikucurkan untuk “membuang” endapan pasir di muara Pantai Boom tersebut. Muara pantai Boom itu setidaknya sudah menguras dana APBD Jatim puluhan miliar rupiah. Sekadar diketahui, aktivitas pengerukan muara Pelabuhan Boom dilakukan mulai tahun 2007. Waktu itu, Pemprov Jatim menggelontor dana Rp 3,7 miliar untuk pengerukan muara. Tahun 2009, aktivitas pengerukan dilanjutkan kembali dengan anggaran yang lebih besar, yakni Rp 44 miliar. Kali ini, dana tersebut juga digunakan untuk pembangunan break water dan pemasangan sheet pile agar pengerukan muara bisa bertahan lama. Pada tahun 2010, Pemprov Jatim kembali mengucurkan dana Rp 11 miliar. Dana itu digunakan untuk pengerukan muara pelabuhan dan penambahan beton cengkih pencegah sedimentasi. Tahun 2011, APBD Provinsi Jatim lagi-lagi mengucurkan dana Rp 8,9 miliar untuk lanjutan pembangunan Pelabuhan Boom. Pembangunan tersebut sudah dilaksanakan PT. Tiara Multi Teknik Aura Sinar Baru (JO), Malang. Pelaksana proyek menjelaskan, tidak ada pengerukan muara tahun ini. Pengerjaan dikonsentrasikan untuk memperpanjang break water. Penambahan break water belum rampung tahun ini dan rencananya dilanjutkan dengan APBD 2012 mendatang. Melihat fakta tersebut, sudah banyak uang negara yang dihabiskan untuk mengatasi problem muara Pantai Boom. Jika muara sudah lebar dan dalam, arus lalu-lintas perahu dan kapal tradisional di Pelabuhan Boom pun menjadi lancar. Jika sudah demikian, tingkat perekonomian dan kehidupan para nelayan setempat diharapkan menjadi lebih baik. Namun, berulang kali pula yang terjadi sungguh mengenaskan. Setiap tahun, kondisi muara itu kembali mengkhawatirkan. Endapan pasir kembali menutup mulut muara. Berulang kali pula, “pintu masuk” perahu menuju pelabuhan rakyat Boom itu tertutup lagi. Kenyataan itu seolah-olah memberikan kesan bahwa puluhan miliar uang rakyat yang dikucurkan untuk pembangunan pelabuhan itu tak ada artinya. Nelayan setempat tetap saja didera kesulitan akibat kondisi tersebut. Jika kendala itu terus berkelanjutan tanpa ada solusi riil yang langsung dirasakan nelayan, bukan tak mungkin akan muncul semacam pesimisme. Orang-orang tak akan berpikir positif lagi dengan proyek tersebut. Ya, semua berharap agar hal itu tidak sampai terjadi. Jangan sampai nanti masyarakat mengutuk dengan pernyataan kontraproduktif semacam ini: Buat apa duit puluhan miliar rupiah dipakai untuk hal yang sia-sia. Kalau duit itu dipakai membangun jalan di sekitar pelabuhan, pasti sudah berapa kilometer jalanan yang menjadi mulus. Toh, jalan mulus juga akan memperlancar distribusi dan pemasaran hasil laut dari para nelayan. Kalau sudah begini, lantas siapa yang memikirkan kawasan pelabuhan? Semoga saja pesimisme tidak terjadi, dan proyek besar itu bisa segera terasa manfaatnya bagi nelayan. (*)

AGUS BAIHAQI/RaBa

NGUTIL HP: Hengki Kurniawan saat diekspose di Mapolsek Blambangan, kemarin.

BANYUWANGI - Nasib apes menimpa Hengki Kurniawan, 26. Pria yang tinggal di Jalan Mendut, Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi itu ditangkap warga karena diduga akan mencuri handphone (HP) di sebuah konter Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Akibat perbuatannya itu, untuk sementara Hengki harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Blambangan. Dari tangan Hengki, polisi mengamankan sebuah HP merk E Touch yang hendak dicuri. “Tersangka ditangkap warga, lalu diserahkan ke polisi,” ujar Kapolsek Blambangan AKP Ary Murtini. Aksi pencurian terjadi pukul 14.00. Saat itu, konter HP Bintang Theiava milik Maria Ulfa,

21, kebetulan sedang sepi. Korban berada sendirian di ruangan dekat konter. “Dilihat konter sepi, tersangka berhenti,” kata Kapolsek. Melihat situa si konter sepi, Hengki yang kesehariannya bekerja sebagai sales produksusu itu lalu mengambil sebuah HP merk E Touch yang ada di etalase. Tapi sial, saat hendak kabur, Hengki tepergok pemilik konter. ”Dibantu warga sekitar, tersangka akhirnya berhasil ditangkap,’’ tandas Kapolsek. Dalam keterangannya pada polisi, Hengki mengaku tidak punya niatan mencuri. Tapi, saat melihat konter sepi, tiba-tiba dia punya keinginan untuk mengambil HP. “HP itu rencananya akan saya pakai sendiri,” akunya. (abi/aif)

Fasilitator Klarifikasi Tuduhan LSM Transparansi JATIBANTENG- Tak terima kegiatan fisik Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Desa Wringinanom dituding bermasalah, Zainul Arifin, fasilitator Kecamatan Jatibanteng, kemarin mendatangi DPRD. Dia melakukan klarifikasi bahwa tuduhan LSM Transparansi tidak benar. Menurut Zainul Arifin, pengaduan yang dilakukan warga dan dibantu LSM Transparansi itu diduga kuat karena ketidakpahaman mereka tentang kegiatan yang dilakukan. Proyek di Desa Wringinanom merupakan jembatan limpas, sehingga tinggi jembatan tidak seperti pada umumnya. “Tidak benar kalau dikatakan

yang dibangun tidak seperti jembatan pada umumnya. Sebab, saat air sungai besar, air akan mudah melewati bagian atasnya. “Desainnya memang seperti itu, kalau air sungai

kecil ya lewat biasa, di bagian bawah,” ungkap Zainul. Kata dia, hingga saat ini pengerjaan proyek masih 60 persen. Sebab, dana yang cair baru 60 persen. (pri/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

SELESAI 60 PERSEN: Jembatan limpas di Desa Wringinanom, Jatibanteng, yang dibangun dibiayai PNPM.

jarak jembatan dan permukaan sungai hanya satu meter. Yang benar jaraknya dua meter. Dalam RAB (rencana anggaran

belanja) memang begitu,” terang mantan aktivis PMII tersebut. Dijelaskannya, jembatan limpas merupakan jembatan

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Muhammad Isnaeni Wardhan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


cmyk

31

Rabu 21 September 2011

Ratusan Warga Kembali Menggali Lubang PESANGGARAN - Ratusan penambang emas tradisional yang sempat menghentikan aktivitasnya kini kembali menambang. Mereka kembali melakukan penambangan secara liar di Petak 78 dan 79, Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran. Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, para penambang ilegal tersebut masuk kawasan hutan Gunung Tumpang Pitu sejak Kamis lalu (15/9). Seperti unjuk rasa yang biasa dilakukan, ratusan penambang tradisional memasuki kawasan hutan dari berbagai arah. Mereka sengaja bergerak tidak secara bersamaan. Nah, memasuki hari kedua dan berikutnya, suasana kawasan hutan, khususnya di Petak 78 dan 79, semakin ramai. Jumlah warga yang datang semakin banyak. Mereka pun melakukan aktivitas penambangan emas seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu. “Jumlahnya ratusan, sekarang warga menambang lagi kayak dulu,” terang beberapa sumber kuat Radar Banyuwangi (RaBa) yang minta namanya tak disebutkan kemarin (20/9). Saat dikonfirmasi RaBa, Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Kesilir, Perhutani Banyuwangi Selatan, Sukardi, tidak membantah adanya kabar penambangan emas kembali marak. Dia mengakui, para penambang ilegal yang dulu sempat berhenti kini kembali beraktivitas. ”Iya, memang banyak yang menambang lagi, jumlahnya sekarang sekitar dua ratus,” ungkapnya saat dihubungi kemarin siang n  Baca Menambang...Hal 39 LUAS: Areal penambangan tradisional di sekitar Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, difoto dari udara beberapa waktu lalu.

GALIH COKRO/RaBa

ADA APA LAGI

Bapak Cabuli Putri Menghilang

Gencar Cegah Warga ke Ambon

ABDUL AZIZ/RaBa

ASYIK: Beberapa anak kecil bermain di sungai menggunakan pelepah pohon pisang.

Bermain di Sungai Kalibaru TEGALSARI - Sungai Kalibaru yang airnya mengalir sampai ke beberapa kecamatan di Banyuwangi Selatan menjadi lokasi bermain favorit anak-anak. Pemandangan anak-anak bermain air terlihat di Sungai Kalibaru yang melintasi Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Kemarin siang (20/9), beberapa anak laki-laki yang tinggal di tepian sungai asyik berenang sambil menaiki perahu berbahan pelepah pohon pisang. Keceriaan tampak terpancar di wajah mereka. Anak-anak itu pun terkesan sangat menikmati permainan gratis tersebut meski bahaya selalu mengintai yang tak mahir berenang. (azi/irw)

PESANGGARAN - Jajaran kapolsek all out menindaklanjuti imbauan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko agar mencegah masyarakat berangkat ke Ambon. Jajaran kepolisian kini terus melakukan pendekatan kepada warga supaya tak terprovokasi oleh mengajak aksi solidaritas terhadap konflik di Ambon. Sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terprovokasi kasus Ambon itu juga dilakukan petugas Polsek Pesanggaran. Sejak Jumat lalu (16/9), Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi dan beberapa anggotanya intens melakukan sosialisasi ke berbagai kelompok masyarakat di wilayah tugasnya. Selain di kelompok pengajian, kapolsek dan jajarannya juga melakukan sosialisasi kepada perangkat desa di Kecamatan Pesanggaran. “Seperti yang kita lakukan hari ini (kemarin, Red), kita sosialisasi di Balai Desa Sumberagung dan kelompok yasinan,” ungkap Kapolsek Supriyadi kemarin siang (20/9). Kapolsek menuturkan, sosialisasi intens dilakukan siang dan malam. Tujuannya, ikut menjaga situasi agar kondusif terkait kasus di Ambon. “Kami juga meminta masyarakat berdoa agar situasi di Ambon kondusif,” pungkasnya. (azi/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

SALAMAN: Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi melakukan sosialisasi di masjid dan Balai Desa Sumberagung kemarin.

SRONO-Keberadaan Muhammad Saturi, 40, masih menjadi tanda tanya hingga kemarin (20/9). Pria yang diduga telah menjadikan putri kandungnya sebagai budak nafsu selama lima tahun itu masih misterius. Warga Dusun Sukolilo RT 03 RW 04, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono itu kini seakan hilang di telan bumi. Hasil pantauan koran ini di lapangan kemarin (20/9) menyebutkan bahwa keberadaan Saturi masih belum ditemukan. Pria yang sejak tahun 2006 diduga sering menggauli Saritem, 18, putrinya sendiri, itu belum kembali ke rumahnya. Bahkan belum ada tanda-tanda dia akan keluar dari persembunyiannya. Saat koran ini mencoba bertanya soal keberadaan Saturi, warga Desa Sukomaju mengaku tidak tahu. Sebab, hingga kemarin pencarian terhadap pria itu belum membuahkan hasil. Persembunyiannya juga belum terdeteksi di mana lokasinya. “Belum ada kabar, para tetangga juga belum tahu dia di mana,” ungkap seorang tokoh masyarakat Desa Sukomaju yang enggan dikorankan namanya saat dihubungi RaBa, kemarin petang. Menurut sumber kuat RaBa tersebut, Saturi tampaknya masih minggat. Entah sekarang dia berada di mana. Yang pasti, tandas warga setempat itu, masih terus dalam pencarian. “Kalau sampai dia kepegang massa, ya bisa lunas mas,” ujarnya kepada koran ini. Seperti diberitakan kemarin, warga Dusun Sukolilo, Desa Sukomaju, dihebohkan kabar bapak menggauli putrinya. Cerita itu terbongkar setelah korbannya Saritem menceritakan penderitaannya selama lima tahun kepada budhe-nya, Jumat lalu (16/9). Tak ayal, perbuatan tak senonoh yang dilakukan bapak dua putri tersebut langsung menyebar di kalangan warga n  Baca Bapak...Hal 39


KOMUNIKASI BISNIS

32

Rabu 21 September 2011

SMP Negeri 2 Kendit

Wakili Situbondo ke Tingkat Provinsi ABDUL AZIZ/RaBa

PELATIHAN: Camat Pesanggaran Danisworo (dua dari kiri) dalam acara pelatihan UKM kemarin.

SKPD Kecamatan Pesanggaran

Latih 60 Pemilik UKM PESANGGARAN - Sebanyak 60 peserta pemilik home industry mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan usaha kecil menengah di Pendapa Kecamatan Pesanggaran kemarin. Acara tersebut merupakan hasil kerjasama SKPD Kecamatan Pesanggaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Pelangisari. Camat Pesanggaran Drs. Danisworo mengatakan, para peserta kegiatan tersebut adalah para pengrajin dan pemilik home industry yang ada di Kecamatan Pesanggaran. Tujuan pelatihan itu sendiri, tidak lain untuk meningkatkan kualitas

bahan makanan dan kerajinan yang selama ini sudah dimiliki oleh para pemilik home industry di Kecamatan Pesanggaran. Selain itu, juga dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui home industry. ’’Jadi ini merupakan program inovasi yang dilakukan oleh SKPD Kecamatan Pesanggaran,” kata Danisworo. Danis juga menyebutkan, sebelumnya beberapa potensi industri rumahan indutsri di Kecamatan Pesanggaran sudah mengikuti kegiatan Pameran Expo di Lapangan Pesanggaran. ‘’Selain itu, juga diikutkan lomba pameran tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh

Disperindag,” ujarnya. Di sisi lain, tambah Sekcam Pesanggaran Didik Joko Suhono, beberapa waktu lalu, SKPD Kecamatan Pesanggaran juga menggelar pelatihan serupa untuk para pemilik home industry di Kecamatan Pesanggaran. Nah, kegiatan serupa kemarin sengaja kembali digelar dengan nara sumber yang berbeda. Karena SKPD Kecamatan Pesanggaran ingin terus meningkatkan kualitas produksi para pemilik home industry. ‘’Ini program yang sangat bagus. Tentu dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” tandas Didik . (azi/adv/als)

SITUBONDO - Dalam rangka mewujudkan kualitas pendidikan, SMPN 2 Kendit merumuskan seperangkat program sebagai acuan dasar penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Salah satunya, kriteria minimal dari berbagai aspek terkait penyelenggaraan pendidikan. Hal tersebut akan dijadikan pedoman untuk mewujudkan pendidikan yang berisi muatan yang seimbang dan holistik, proses pembelajaran yang demokratis, mendidik, motivatif, mendorong kreativitas, dan dialogis. Selain itu, juga untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan terukur. Melalui visi “Dengan Iman dan Taqwa Membentuk Peserta Didik yang Berprestasi, Terampil, dan Berbudaya”, SMP Negeri 2 Kendit yang sejak

SYAMSURI/RaBa

PRESTASI: Dandim 0823 memberikan trofi dan penghargaan kepada siswa SMPN 2 Kendit yang meraih juara I cerdas cermat.

tahun 2009 telah berstatus sekolah standar nasional (SSN) terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Berbagai kegiatan yang telah diprogram dan dirumuskan

melalui kegiatan akademik dan non-akademik telah membuahkan hasil menggembirakan. Selama tiga tahun berjalan, sejumlah prestasi yang telah diraih, di antaranya terpilih menjadi duta

seni tari dinas kebudayaan dan pariwisata Situbondo untuk mengisi Anjungan Jawa Timur di TMII Jakarta pada Juni 2011. Selain itu, menjadi peserta Jambore Nasional IX 2011 di Teluk Gelam Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, pada 2–9 Juli 2011. Selain itu, siswa SMPN 2 Kendit juga meraih juara I lomba Dinamika Kelompok, dan juara III Peserta Terbaik dalam Jambore PIK Remaja 2011 yang digelar BKKBN Kabupaten Situbondo pada 1112 September 2011. Meskipun SMPN 2 Kendit berada di pinggiran kota, tapi mampu bersaing dengan sekolah lain dalam rangka pengembangan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi, dan kepribadian bagi siswa. n

 Baca Wakili...Hal 39

Budi Jaya Motor Gelar Pilihan Putri Mio BANYUWANGI – Diler Yamaha Budi Jaya Motor punya gawe besar. Pemilihan putri Mio 2011 bakal digelar pada tanggal 28 September 2011. Kategori pemilihan lomba ini ada dua. Kategori usia 6 – 12 tahun dan usia 13-23 tahun. Peserta lomba wajib menggunakan busana casual full colour. Manager Budi Jaya Motor Banyuwangi, Drs. Hariyanto mengatakan, lomba ini digelar karena Yamaha sangat apresiasi dengan pemilihan Putri Indonesia. Apresiasi itu diaplikasikan dalam bentuk Yamaha Mio yang didesain untuk para wanita. “Kami sangat memperhatikan emansipasi. Makanya, Yamaha memproduksi motor khusus wanita, dan Yamaha Mio yang pertama melakukannya,” ujar kata pria yang pernah menekuni dunia pendidikan itu. Saat ini, kata dia, Yamaha sudah menjadi

BANYUWANGI

APRESIASI: Yamaha sedang mencari putri Yamaha Mio.

istimewa

market leader. Salah satunya lewat Yamaha Mio. Yamaha menjadi yang pertama berinovasi membuat motor khusus kaum wanita. Untuk mengikuti lomba ini, peserta bisa mendaftar ke semua cabang diler Yamaha

BANYUWANGI

Budi Jaya Motor, Banyuwangi di Jalan Basuki Rahmat telepon 424895. Purwoharjo Jalan Raya Grajagan telepon 397251. Ketapang (depan Pelabuhan ASDP) telepon 424479. Dan Siliragung Jalan MT. Hariyono telepon 711562. (ikl/*/als)

SITUBONDO

SITUBONDO

•RUMAH•

•TANAH 1665M2•

•HONDA•

•TANAH - MOBIL•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

ALL New Jazz 11’ Polish Metal, KM 4rb, V-kool, Alarm, Anti Karat Elektronik, Dll Hrg 195Jt Nego TPHub 085852378900

DJL Tanah SHM L 271M2 Jl Melati VI/9, 90Jt/Rmh+Toko GPM A14, Panther 91, 43Jt, Trm Carter Avanza;08123463642

•READY STOCK•

BANYUWANGI

•KERTANEGARA•

•TANAH 300 M2•

DJL Rmh Jl. Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg bisa ditingkat. Lsg bisa ditempati, harga nego TP. Hub 081-803587-755

DJL Tnh Kapling SHM L +- 300 M2/ 1 1/2 Kavling Lok. Dlm Kota, Gg Makning Hrg Nego Berminat Hub. 08123444291/0333-423537

•RUMAH & BANGUNAN• DJL Rmh & Bgnn L 320M2 Letak Strategs Didpn Pintu Masuk ASDP, Ketapang Bwi Hub: 081358436164

•OPER KONTRAK•

•TANAH 1900M2• TANAH 1900m2, Ds Kedayunan, ada phn durian dll, dlm kampung,T.426449/ 081911695857

•SAWAH•

• PROMO DAIHATSU•

•KESEHATAN•

MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/ 0815.5970.5555 / 081.233.432.555

ANDA Telat Bulan ??? Solusi Cepat dan Tepat Untuk Melancarkan Haid Secara Teratur Dalam Waktu Singkat, 3 jam di jamin lancarHub. 085257454364

•TANAH KEBUN•

•PROPERTY•

DJL Tanah Kebun L22.250 Dsn Kejoyo Tambong Ada 100Phn Kelapa 1000Pepaya, bs Ut Usaha Batu Bagn Hub 085258759917

•PROPERTY• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl Agussalim (Blkg Untag) Bwi Hub Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

•PROPERTY• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL-Sisa 1 unit Ruko) Lok Jl Agussalim (Blkg Untag) Bwi Hub Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

•TANAH L 4,65 HA• DJL Tanah 4,65 Ha, SHM Pinggir Jl, Hrg 65rb/M2 (Nego). Lokasi Kaliputih Gtg Wetan Bwi Hub: 081-249-760-49

•TANAH DIJUAL• LUAS 2480M2 Lokasi Pakis Jalio, SHM, Berminat Serius Hub: 0877-55723445

•SAWAH• DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM, 4500M2, Dpn Perumahan 170Jt Nego Hub: 081346293265

•DIJUAL CEPAT•

•TANAH KAPLING•

RMH Jl Adi Sucipto 63 Dpn Kntr Golkar & Togamas, Strategis, Pusat Kantor Hub: 081336450163 (A. Rofik)

DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

RUMAH & TOKO DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot , strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

•RUMAH SEWA• Rmh+UangSewa2ThnTunai.PenatabanPggrJln BsrLt.1750Lb + 390 SHM Andre08211380580

SITUBONDO

BANYUWANGI

•INGIN WIRAUSAHA • FASHION, Tour&Ticketing,Salon,Kursus/ Bimbel,Spa&Clinic?Anda tdk tau caranya?Hub SBC 7742121 mdl mulai dr 500rb-25jt.

DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM 1Ha 400Jt Nego Hub: (0333)424368

RUMAH 3Kmtdr, 3 Km Mnd, Perum Graha Blambangan Blok A6 Hub:08122114228

PERUMAHAN Brawijaya Asri Blok B-5.Jl Kerta negara Bwi. Tipe 36/216 Renovasi. Hub 08123254317

NEW Jazz MMC, CRV, Freed DP 10Jt + Lucky Dip All Color. Ready Stock Info 082131080096

•TANAH KAPLING• DIJUAL Tanah L 2600 M Jl. Mega segara Berminat Hub. 081558705503

SITUBONDO •TANAH 271M2• DJL CPT SHM L 271m2, Jl. Melati VI/9. 90jt / Rmh toko GPM A14, Panther ‘91 43jt, trm carter Avanza, 08123463642

•DIJUAL CEPAT• DJL Rmh SHM Lt. 92 M2 4 Kt dr , Rt. 2 Km Perum Panper Blk CC 16 H-0341-715472 /TP

•ISUZU PANTHER• DJL Panther Super Royal HI-GLX 97 biru met istimewa. Hub: 08121732210

•SEPEDA MOTOR• DJL Salah Satu Vario Techno CBS Th2010 & Jupiter MX 2007 Hub 081234590052

•TOYOTA• DJL Toyota Corola Altis G 03’ Silver Vcool VL 17 Pemakai 08124626104 BUC

•TOYOTA• DIJUAL Kijang Inova E Bensin '06 Silver Plat DK Hub. 085648819475

•GEBYAR DISCOUNT DAIHATSU• GEBYAR Discount Xenia 4Jt, Terios 4Jt, Luxio 15Jt, GM MB 7Jt, GM PU 9Jt/DP 5Jtan, Brhadiah Uang 1M, 8Terios, 18 Xenia Diundi Agustus Hub: TOPAN 081 331928140/085859493336

•PRIMA MOBIL• RDY Xenia05,06,07.Avanza05,06,07.Kjg LGX03.Inova05,(dsl, bnsin), Panther99, 00,03. CRV09.Zebra07. Taruna04. Advntr97.Cart0 4,PUL300'09, PUFUT'09. PU Zebra06. H 0811301676,0333411655

•PRIMA MOBIL• RDY New Car.Avanza,Inova, Yaris, Xenia, Terios,PUGrandMax,Honda All New Jazz MMC,All New CRV,Nissan,G-Livina, Juke,March,Fortuner,APV,Swift ,Splash, PUT120SS. H. 0811301676, 0333411655

•STAR BOX• DIJUAL / Disewakan Mesin Karaoke + Koleksi Lagu + 35.000. Berminat!! Hub: Jl Jendral Sudirman 199 Bwi Telp. (0333) 421678

•KULINER• TELAH Dibuka Wrg”ENA’ Yo” Jl Ltjn Sutoyo Dpn Lap Futsal Scudeto Blkg SD Brawijaya. Sedia Lontong Mie, Mie Ayam, Nasi Bakmoy, Es Rainbow, Dll.

•INVESTASI• ANDA karyawan/ibu RT/pensiunan ingin memiliki tabungan & investasi dgn keuntungan 100%, legal, aman&terjamin? hub.smartvest 8930726, 087755501166.

•PELATIHAN• INGIN usaha? Daftarkan sgr di pelthan entrepreneur. Dijamin! Biaya ringan, lulus lgsg memiliki usaha&bantuan modal. Daftar 5-15 Sep. disc 50%. Hub 085738511018, 7742121

•SOUVENIR• CETAK Mug Kaos Pin Ganti Kunci Jam Untuk Promo Toko Kantor Souvenir Ultah Nikah hrga Murah. Jula Kaos & Souvenir Bwi Partai & Ecran Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto 0333-417992-081913906633

•PENGOBATAN• TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262

•JIMNY•

BANYUWANGI JEMBER •SUMBERSARI• DJL Tnh &Bgn SHM, Tingkat, 11Kmr, Cck U/ Kos, Dkt Kmps UNEJ, L141M2. Jl Halmahera GgII No05 Hub(031) 70971222/085258759917

BANYUWANGI

•DIJUAL•

•DIKONTRAKAN• RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok jln agus salim14 Bwi. Sblh brt BKD.

•GANTI OLI & VET•

BANYUWANGI

SITUBONDO •STNK•

•DIPLOMA 1•

HLG STNK Nopol P 3495 EL an; Kusmartoyo al. olean selatan Rt2/1 Stb.

BHS Inggris & Manajemen Bisnis. Perkuliahan Okto ‘11. SPP 199ribu/bln, dosen luar & dlm negeri, psti kerja. H: 0361-237367

Hotline Iklan: (0333) 412224

DICARI Wnt max 28th, bs pajak, komptr, satpam max 30thn pnglmn.Krywn laki2 max 35th dan driver, pny SIM B2 umum. Lok kerja di Gambor Parijatah.Krm ke DI Panjaitan 64 Bwi

•ANUGERAH FOTOCOPY•

SITUBONDO

DBTHKN SGR, 1. Tng Admin (pr, min SMA sdrjt, pnglmn, dtmptkn di Bandung); 2. Pengasuh anak (pr, maks 25th, blm mnikah); 3. PRT. Hub Anugerah Fotocopy, Jl. Agus Salim (sltn Untag) Bwi, 0333-427190.

•PEMBANTU• CARI Pembantu Gj 700, B.Sitter Gj 1,5jt, bersih krj di Bali. H: 0361-488315/ 487706.

•TANAH 8050M2• DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

DCR Karyawan utk Ganti Oli & VET. Penglmn (2th). Hub 085852397999 (Bwi)

•KARYAWAN/TI• •STNK• HLG STNK Nopol P 4479 TU an. Umi Kulsum al: Dsn Krajan 01/05 Dasri Tegalsari, Bwi.

DJL/SW Tnh+Bgn 700m2 pggr jln 2TK+ Rmh+gdng, PLN, SHM, lok Klatak, Bwi/dpn POM BU/sgr Hub: 7796719/081336673143

•TANAH 594M2•

BANYUWANGI

DJL Ruko 2Lt, 5,5mx12m. Jl Raya 157 Rogojampi Bwi Ex.Sawerigading, SHM, IMB,PLN, Telp, PDAM Hub: 087857211611

•TANAH & BANGUNAN•

DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag& Hub. Wawan 085331632942,081252599910

DJL Jimny Htm Th 90 Modif Variasi AC DVD Plat (P) Hub: 087875505157 Hrg 40Jt Nego

BANYUWANGI

•BUTUH SEGERA•

•PELUANG BISNIS•

PT BANK Syariah Mandiri Lamaran Kirim Ke Jl Basuki Rachmad 93 Banyuwangi.

WWW.program5milyar.com/?id=chocolate Saatnya Uang Bkrj u/ Anda.Buktikan!


BALJEBOL

Rabu 21 September 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Mutasi Pejabat Pemkab Jalan Terus Zarkasi Perintahkan Kepala SKPD Siapkan Memori Sertijab JEMBER – Putusan kasasi yang memenangkan Bupati M.Z.A. Djalal tidak memengaruhi rencana mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Jember. Penjabat Bupati Jember Zarkasi memastikan, mutasi pejabat jalan terus. Bahkan, Zarkasi sudah meminta kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menyiapkan memori serah terima jabatan (sertijab).

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Zarkasi akan melantik sejumlah pejabat Eselon II, III dan IV di Pemkab Jember. Tetapi, Zarkasi menegaskan hanya akan mengisi posisi kepala SKPD dan ratusan jabatan struktural yang kosong. Penegasan Zarkasi ini diungkapkan di depan ratusan Kepala Desa dan kepala SKPD yang hadir dalam acara bimbingan teknis dan penyuluhan hukum untuk Kepala Desa di Aula Hotel Rembangan kemarin (20/9). “Selama perintah gubernur belum dicabut, (mutasi) tetap akan saya lakukan. Kecuali, gubernur meminta

untuk menunda (mutasi). Saya hanya mengisi jabatan kosong,” ujarnya. Dia menyatakan, dirinya telah menyusun daftar pejabat yang akan dimutasi atau promosi jabatan. Sebelum melakukan mutasi, dirinya suah koordinasi dengan pimpinan DPRD. Namun, Zarkasi tidak menampik pengisian jabatan tersebut akan membuat terjadi pergeseran pejabat, baik vertikal maupun horizontal.”Ibarat gerbong kereta, jika satu gerbong ditarik akan menarik gerbong yang lain,” terangnya. Hanya, pria yang juga Inspetur Pemprov Jatim itu belum bersedia

membeberkan nama pejabat dan waktu pelaksanaan mutasi. ”Saya berhati-hati. Semua harus dilakukan sesuai aturan. Kalau lambat, DOK.RADAR JEMBER/JPNN ya lambat,” Zarkasi imbuhnya. Namun, dia menjamin proses mutasi sudah sesuai dengan aturan yang

ada. Sebab, gubernur meminta agar dirinya koordinasi dengan pimpinan DPRD untuk melakukan mutasi pejabat. Selain itu, dirinya dilarang untuk melakukan pergantian direksi di badan usaha milik daerah (BUMD). Zarkasi berterus terang, dirinya sudah meminta pejabat yang terkena mutasi untuk menyiapkan memori sertijab. ”Saya beritahukan sebelumnya agar tidak kaget,” tandasnya. Sebab, berdasarkan pengalaman Zarkasi di Pemprov Jatim, surat pemberitahuan mutasi biasanya dikriim menjelang tengah malam. Pernyataan Zarkasi ini sekaligus

menjawab berbagai spekulasi yang berkembang seputar rencana mutasi. Sebagian kalangan dewan, khususnya dari partai pendukung Bupati Djalal, meminta agar mutasi tidak dilakukan. Mereka meminta agar kebutuhan pengisian jabatan kosong dilakukan setelah Djalal diaktifkan kembali oleh Mendagri. Sekkab Jember Sugiarto yang juga ketua Baperjakat Pemkab Jember menolak memberikan penjelasan tambahan seputar mutasi. Dia menyatakan, pernyataan Zarkasi tentang mutasi sudah lengkap dan mewakili Pemkab Jember. (aro/har/jpnn)

Tambang Pandan Arum Ilegal LUMAJANG – Pertambangan pasir di Desa pandan Arum Kecamatan Tempeh Lumajang yang didemo warga petani beberapa waktu lalu ternyata illegal. Sebab, hingga saat ini tak satupun pemilik lahan di pertambangan tersebut mengantongi izin. Penegasan itu disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Pemkab Lumajang Dedwy Suprapto kepada RJ kemarin. “Tak ada izinnya,” kata Dedwy kemarin. Bahkan, dia menengaskan, untuk yang menggunakan alat sedot lebih dilarang oleh KPT. Dari banyaknya lahan tanah oloran di Desa Pandan Arum yang ditambang masyarakat tersebut, menurut dia, semuanya tidak ada yang mengantongi izin. Sebenarnya, Pemkab Lumajang tidak tinggal diam terhadap penambangan illegal tersebut. Pemkab sudah beberapa kali turun untuk menghalau penambangan tersebut. “Kalau tidak salah sudah tiga kali satpol PP turun ke lapangan,” ujar Usman, Kepala Desa Pandan Arum kemarin. Dia mengatakan, Satpol PP datang untuk menyita mesin sedot yang digunakan penambang yang sempat didemo warga kemarin itu. Waktu itu, jelas dia, Satpol PP datang malam hari. Tapi gagal karena warga tambang menolaknya. Warga yang membandel memakai mesin tersebut siap membongkar sendiri dan berjanji tidak memakainya lagi. “Tapi tetap saja ada yang membawa mesin sehingga menimbulkan gesekan,” kata Usman. Pihak desa sendiri sudah menyatakan melarang penambangan yang menggunakan mesin. (wan/ram/wah/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

GELAR AKSI DAMAI: Aksi teatrikal yang digelar pelajar SMK Perikanan dan Kelautan Puger sebagai wujud aksi keprihatinan atas terjadinya tawuran antara pelajar SMA 6 Jakarta.

Kutuk Aksi Anarkis Siswa SMA 6 Jakarta JEMBER - Ratusan siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger mengecam aksi tawuran dan kekerasan yang dilakukan siswa SMA 6 Jakarta kepada kalangan media hingga melukai wartawan. Sebagai wujud rasa keprihatinan atas kejadian tersebut, ratusan taruna dan taruni sekolah ini menggelar aksi damai dan aksi teatrikal di depan sekolah, kemarin (20/9). Para pelajar mengutuk tindakan anarkis para pelajar SMA 6 Jakarta tersebut. Sebelum melakukan aksi damai, ada bimbingan rohani yang disampaikan KH. Hamid Hasbullah, pengasuh Ponpes Al-Azzhar Kranjingan, Jember. Usai dilaksanakan bimbingan rohani, semua pelajar SMK berkumpul di halaman sekolah kemudian menggelar aksi damai disertai sejumlah orasi yang mengutuk aksi tawuran dan kekerasan tersebut. Sejumlah poster dibentangkan para siswa. Salah satu isinya mengutuk aksi brutal yang dilakukan pelajar. Antara lain berbunyi, “Pelajar Tugasnya Belajar Bukan Tawuran.’ Isi poster tersebut dipertegas saat pelajar menggelar orasi. ”Kita bersama-sama menghentikan aksi tawuran para pelajar. Karena itu sungguh tidak berguna,” teriak salah satu orator. Setelah orasi dilanjutkan aksi teatrikal yang menggambarkan aksi tawuran antarpelajar. (jum/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

PENGHARGAAN: Berkat Masjid inilah akhirnya Polres Jember raih predikat Best of the Best.

RADAR JEMBER/JPNN

JOKI CILIK: Lomba karapan sapi di Desa Jatiroto, Sumberbaru, kemarin menyajikan atraksi menarik dan menghibur.

Karapan Sapi ala Pendalungan DOK.RaBa

SINGKAT: Wagub Jatim Gus Ipul (kanan) mendadak berkunjung ke Bondowoso.

Gus Ipul Temui Bupati dan Ulama BONDOWOSO - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mendadak mengunjungi Bondowoso kemarin (20/9). Gus Ipul yang datang hanya didampingi seorang ajudan menggunakan mobil plat nopol warna hitam ini disambut langsung Bupati Amin, Ketua PC GP Ansor Miftahul Huda, dan sedikitnya lima belas kepala desa di Pendapa Bupati Bondowoso. Kabag Humas Bambang Sukwanto mengaku tidak mengetahui persis kunjungan mendadak Gus Ipul di Bondowoso. “Tak ada agenda khusus dalam pembicaraan itu. Gus Ipul dengan bupati, para ulama, dan belasan, lebih banyak bercanda dan bergurau,” katanya. Gus Ipul sendiri tidak membantah kunjungannya ke Bondowoso kemarin sore dikatakan mendadak. Meski begitu, dia mengaku tidak ada agenda khusus dalam kunjungan mendadak ke Bondowoso ini. “Ini kunjungan biasa saja dan tidak ada agenda khusus. Saya ke Bondowoso, ini untuk silaturahmi sekaligus mengucapkan lahir batin kepada teman saya Bupati Amin dan khususnya para kades di Bondowoso,” katanya. (ido/wah/jpnn)

JEMBER – Masyarakat Jember yang dikenal dengan budaya pendalungan (percampuran budaya Jawa dan Madura) belum sepenuhnya lepas dari dua budaya induk itu. Salah satunya karapan sapi yang selama ini dikenal sebagai tradisi masyarakat Madura. Di Desa Jatiroto, Sumberbaru, Jember, tradisi karapan sapi juga masih ada. Sejak Sabtu (17/9) di desa tersebut digelar karapan sapi dalam rangka peringatan kemerdekaan RI ke-66. Kegiatan itu berakhir kemarin (20/9). Masyarakat Sumberbaru mayoritas memang keturunan etnis Madura. Tidak heran, selama tiga hari kegiatan karapan sapi digelar, ribuan orang tumplek blek menyaksikan

balapan sapi tersebut. Nasirudin, Kades Jatiroto, Sumberbaru mengungkapkan, kegiatan tersebut bagian dari tradisi masyarakat desanya. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan RI. ‘’Ini sebagai wujud syukur dari warga kami atas rahmat kemerdekaan,’’ ungkapnya. Dia menjelaskan, masyarakat Sumberbaru banyak yang memelihara sapi, mulai dari sapi potong, sapi perah, hingga sapi balapan. ‘’Balapan ini sebagai bagian untuk unjuk tradisi masarakat di sini,’’ katanya. Jumlah peserta karapan sapi itu mencapai 148 orang. ‘’Mereka datang dari berbagai daerah,’’ ujar Abdul Hadi,

ketua Panitia Karapan Sapi. Selain datang dari Sumberbaru, juga ada peserta yang berasal dari Lumajang dan Probolinggo. Bahkan, ada pula peserta yang datang dari Madura. Peserta dari Madura itu juga membawa serta sapi-sapinya. Bukan hanya adu cepat sapi, para peserta juga dituntut untuk memiliki kemampuan membuat sapisapinya bisa berlari kencang. Salah satunya dengan memberikan jamujamu khusus. Karapan sapi juga menuntut ketangkasan dari joki. Selain orang dewas, dalam karapan sapi itu juga diperlombakan karapan sapi anak dengan sapi-sapi anakan pula. (rid/her/har/jpnn)

Polres Jember Raih Best of The Best JEMBER – Prestasi diraih Polres Jember yang memenangkan lomba lomba Masjid Bintang yang digelar Polda Jatim. “Polres Jember meraih predikat Best of the Best. Masjid Bintang ini program bapak Kapolda Jawa Timur yang dilaksanakan sebelum Lebaran Idul Fitri hingga setelah Lebaran,” ujar Kapolres Jember AKBP Samudi SIk. Dijelaskan, program Masjid Bintang dipusatkan di Masjid Walisongo Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul milik KH Muzakki Syah, Pengasuh Ponpes Al Qodiri Jember. “Masjid Bintang Polres Jember mamang memenuhi syarat. Selain dilengkapi sarana seperti bengkel, pos kesehatan, alat pijat, juga ada perpustakaan. Ini kerja sama dengan pihak Brigif 9 Kostrad Jember,” ujarnya. Menariknya, Masjid Bintang juga dilengkapi SPBU dan cafe yang disiapkan untuk tempat istirahat bagi pemudik. “Masjid bintang itu juga dilengkapi dengan tempat parkir yang sangat luas. Serta disiapkan tempat istirahat para sopir yang memang benar-benar capek setelah perjalanan jauh,” tegasnya. (jum/wnp/jpnn)

Pasar Sengon Tembus Luar Negeri JEMBER – Bisnis usaha kayu sengon rupanya masih menjanjikan. Ini bisa dilihat dari semakin banyaknya pengolahan kayu sengon di Jember. Pasarnya tak hanya membidik dalam negeri, tetapi sudah menembus negara lain. ‘’Permintaan sangat banyak. Bukan hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri,’’ ungkap Edi Sanjoko, pengolah kayu sengon asal Ambulu. Edi mengungkapkan, usaha pengolahan kayu sengon memang semakin marak di Jember. Ini mengingat, Jember memiliki bahan baku melimpah. Lima tahun lalu, banyak orang menanam pohon sengon dan sekarang mereka mulai memanen. ‘’Lima tahun lalu masih

sepi. Belum banyak orang yang tertarik. Namun sekarang mereka yang menanam sudah mulai merasakan hasilnya,’’ kata Edi. Lebih jauh diungkapkan, kayu-kayu sengon digergaji lalu dibuat ukuran tertentu. Setelah itu disetor ke Surabaya untuk diolah kembali. ‘’Kami di sini hanya menyediakan bahan baku. Kayu yang sudah kita gergaji akan dikirim ke Surabaya,’’ ungkapnya. Sampai di Surabaya, kayu tersebut diolah lagi dengan menggunakan teknologi canggih. Baru kemudian dikirim ke luar negeri. ‘’Pasar kayu sengon olahan sangat banyak. Orang luar negeri butuh kayu ini untuk bahan bangunan,’’ katanya.

Apakah tidak keropos dan cepat rusak? Edi menjelaskan, banyak orang yang berpendapat seperti itu. ”Karena kayu sengon sangat ringan dan mudah lapuk. Namun setelah diolah dengan teknologi, kayu sengon ini akan keras. Bahkan jati pun bisa kalah kerasnya. Ini cocok untuk perabot serta bangunan rumah,’’ ungkapnya. Pasar kayu sengon semakin kuat ketika sengon menjadi bahan baku playwood. ”Sengon juga dijadikan bahan baku yang lain,’’ kata Nonot, salah satu pengelola sengon. Nonot mengungkapkan, sengon juga dibutuhkan oleh industri lain. Sebab, kayu sengon bisa dijadikan kotak untuk pengiriman buah. Selain

BARID ISHOM/RADAR JEMBER/JPNN

IRIS SENGON: Para pekerja tengah mengolah kayu sengon, sebelum dipasarkan ke luar negeri.


CMYK

38

Rabu 21 September 2011

SIAPA TERDEPAK?: Seleksi calon pemain Persewangi proyeksi Divisi Utama memasuki tahap akhir sore ini di Stadion Diponegoro.

GALIH COKRO/RaBa

TAKLUK: Pemain SMP 1 Cluring (biru dongker) berusaha memasukkan bola saat berhadapan dengan SMP 1 Giri kemarin.

Dua Game Menentukan BANYUWANGI - Start mulus dipetik tim putra SMP 1 Giri dalam kompetisi Liga Bola Basket (LBP) 2011. Dalam laga grup H yang dimainkan di GOR Sahabat siang kemarin, tim berjuluk Wijaya Kusuma itu sukses meredam perlawanan tim SMP 1 Cluring. Dalam laga yang disaksikan puluhan pasang mata itu, SMP 1 Giri menyudahi permainan dengan skor 34-31. Kedua tim mampu memeragakan permainan menghibur. Kejarmengejar poin tersaji dalam empat game yang dimainkan. Di kuarter kedua, SMP 1 Giri hanya unggul setengah bola dari lawannya, 22-21. Namun, kekuatan mental akhirnya yang berbicara. Lewat kerja sama dan kematangan team work, SMP 1 Giri mampu mempertahankan gap poin dengan sang rival. Hingga

PENENTUAN NASIB BANYUWANGI - Seleksi calon skuad Persewangi sore ini memasuki fase paling krusial. Itu karena penjaringan pemain akan dirampungkan hari ini. Artinya, siapa yang masuk dalam daftar kerangka tim Persewangi di bawah pelatih Yudi Suryata akan segera diketahui. Persaingan menjadi bagian dari skuad Persewangi proyeksi Divisi Utama boleh jadi cukup ketat. Tidak hanya pemain lokal yang menunggu ketok palu Yudi Suryata, lima pemain asing yang kini turut beradu nasib juga tengah menunggu; masuk tim ataukah dieliminasi. Apalagi, komposisi peserta seleksi saat ini relatif gemuk. Sederet pemain lokal yang menapak ke fase akhir jumlahnya masih di atas 30 pemain. Ditambah lima pemain asing, total jumlahnya hampir 40-an pemain. “Rabu besok (hari ini, Red) kita akan tentukan siapa saja yang akan masuk dalam tim,” beber Nanang Nur Ahmadi, ketua Persewangi.

Penyataan Nanang itu membuat seleksi sore ini dibaratkan seleksi final. Informasi yang berkembang menyebutkan, hanya 18 pemain yang akan masuk dalam komposisi tim. Otomatis bila saat ini ada sekitar 30 pemain, akan ada 15 pemain yang dipastikan terdepak. Perlakuan yang sama juga akan diberlakukan terhadap lima pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Nilson Chapparo, Diego Mendieta, Asmoah, Pedro Cesar Franko, dan Luis Eduardo da Silva. Dengan kuota tiga pemain asing yang bisa tampil di Divisi Utama mendatang, artinya akan ada dua pemain yang akan tercoret. Siapa saja mereka yang tercoret dan menjadi bagian dalam skuda Persewangi? Jawabnya tentu berada di catatan sang arsitek, Yudi Suryata. Namun, publik yang menyaksikan langsung di Stadion Diponegoro Banyuwangi bisa menilai sendiri siapa saja yang layak dipertahankan dan dilepas. (nic/als)

ongisnade.co.id

GABUNG?: Pablo Frances saat masih membela Arema Malang.

Bidik Pablo Frances SELEKSI calon skuad Persewangi mendekati titik akhir. Namun, menjelang ditutupnya penjaringan pemain tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut, sejumlah pelamar diprediksi masih akan datang untuk mengadu nasib menjadi bagian dari tim. Dia adalah Pablo Frances yang merupakan mantan pilar Persib Bandung, Arema Malang, Persekab Bandung, dan Persijap Jepara. Bila tidak ada aral merintang, dia akan meramaikan persaingan bersama lima kontestan asing lain; Nilson Chap-

paro, Diego Mendieta, Asmoah, Pedro Cesar Franko, dan Luis Eduardo da Silva. Kabar kedatangan Pablo Frances dibenarkan Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi kemarin. Dia mengaku sudah mendapat kontak dari pemain Argentina itu untuk turut dalam seleksi yang digelar saat ini. “Mudah-mudahan dia bisa hadir dan ikut seleksi,” terangnya. Bila jadi datang, persaingan memperebutkan posisi di lini depan dipastikan bertambah seru. (nic/als)

GALIH COKRO/RaBa

Soal Dana, Pengurus Persewangi Harus Kreatif BANYUWANGI - Keluhan pengurus Persewangi dan Pengkab PSSI Banyuwangi soal tidak adanya alokasi dana APBD untuk kirprah The Lasblang dalam kompetisi Divisi Utama disikapi serius KONI Banyuwangi. Induk semang cabang olahraga di Banyuwangi itu menilai bahwa persoalan yang dihadapi kedua organisasi yang sama-sama mengurus sepak bola itu merupakan masalah internal. Dana alokasi dari uang rakyat hanya untuk kegiatan cabang olahraga (cabor) yang sesuai bidangnya, yakni melakukan pembinaan atlet olahraga. Yulis Setyo Puji Rahayu, sebagai bendahara KONI sekaligus perwakilan KONI dalam pertemuan PSSI, Persewangi, bersama tim anggaran eksekutif, menuturkan sejumlah alasan kenapa PSSI dan Persewangi tidak men-

DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pick-up) th 2009 hitam KNZI hrg 71,5jt nego brg istw Bisa , Kash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

dapat alokasi dana dari APBD. Dia menyebut, bahwa persoalan yang dihadapi Persewangi dan PSSI saat ini merupakan masalah internal. Apalagi Persewangi kini bukan lagi sebagai tim amatir. Alhasil, Persewangi yang rencananya akan main di level II atau Divisi Utama pendanaannya harus menggunakan dana yang bukan berasal dari APBD. Itu menjadi konsekuensi dari status tim. Selain itu, aturan pun sudah jelas melarang penggunaan dana APBD bagi tim profesional. “Saya rasa itu masalah internal mereka. Aturannya sudah jelas, tim profesional dilarang menggunakan dana APBD,” tegasnya. Lantas dari mana sumber dana untuk

DIJUAL Daihatsu F70R-R Taft (jeep) solar th 1989 hitam hrg 52,5 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Persewangi berkompetisi nanti, Yulis menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus. Sebab, pengurus harus mampu mengantisipasi dan menganalisis persiapan tim. Dia meminta agar pengurus kreatif menggali dana untuk menghidupi tim entah seperti apa caranya. Bisa juga menggandeng pihak ketiga atau sponsor. Mengenai permintaan dana PSSI untuk muscablub, Yulis sekali lagi menegaskan bahwa itu merupakan masalah internal PSSI. KONI sebagai pengatur saluran dana APBD dari pemerintah tidak berkewajiban membiayai agenda internal pengurus di luar kegiatan pembinaan yang menjadi kewajiban cabor. Sebab, pemilihan atau suksesi

DIJUAL Suzuki SB416 Escudo (jeep) th 2000 biru mtl hrg 92,5 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

pengurus merupakan wilayah pribadi pengurus yang pendanaannya dibebankan kepada induk cabor tersebut. Harapan publik bola Banyuwangi melihat tim kesayangannya, Persewangi, tampil di level II Liga Indonesia musim ini boleh jadi hanya tinggal impian. Beberapa faktor, di antaranya pendanaan dan kesiapan tim, yang belum jelas disebut-sebut menjadi calon pengganjal partisipasi The Lasblang dalam mengikuti kompetisi di bawah nahkoda baru PSSI, Djohar Arifin. Dampak tidak adanya asupan APBD berdampak multidimensi. Selain mengancam partisipasi Persewangi dalam Liga Indonesia Level II tahun ini, tiadanya suntikan uang rakyat juga mempengaruhi kehidupan pengkab PSSI Banyuwangi. (nic/als)

DIJUAL Nissan Xtrail 2.5L ST AT th 2003 hitam hrg 152,5 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Suzuki ST 100 SP th 2000 biru mtl hrg 47,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

kuarter akhir, keunggulan 3431 bisa dipertahankan sekaligus menjaga peluang SMP 1 Giri lolos ke fase berikutnya. Sementara itu, dalam game yang digelar hari keempat sore ini, empat tim lain akan menentukan kiprahnya di ajang tersebut. Di kategori sekolah dasar, tim putra SDN Model akan ditantang SDK Santa Maria. Kemenangan akan menjadi perpanjangan napas SDK Santa Maria setelah di laga awal digebuk SDN 4 Penganjuran. Nasib yang sama juga dialami tim putri SD Kepatihan. Kekalahan telak dari SDN Model menuntut tim tersebut meraih hasil maksimal saat bersua SDN 4 Penganjuran. Sementara itu, bagi tim putri Brawijaya, kemenangan akan menjadi penentu satu tempat untuk lolos ke babak kedua. (nic/als)


BERITA UTAMA

Rabu 21 September 2011

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Berharap Tuntas Akhir Oktober ■ TETAP TOLAK... Sambungan dari Hal 29

Menurut Adil, rapat paripurna itu juga mengatur mekanisme kerja pansus dalam membahas raperda. Lantaran ada delapan raperda, masing-masing pansus bertugas memba-

has dua raperda. “Semua fraksi menyepakati delapan raperda yang dibahas,” kata lelaki yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi itu. Ditanya nasib raperda pengaturan reklame dan raperda sekretariat Korpri, Adil menyampaikan dalam paripurna itu

tidak ada anggota atau fraksi yang mengusulkan agar dibahas. Lantaran tidak ada usul, maka hanya delapan raperda yang dibahas. “Tidak ada yang mengusulkan dua raperda itu,” cetusnya. Sementara itu, dalam rapat paripurna sehari sebelumnya

(19/9), Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko saat menyampaikan tanggapan atas pandangan umum (PU) fraksi menyatakan, raperda sekretariat Korpri tidak akan membebani APBD seperti yang dikhawatirkan tujuh fraksi.

Break Water Belum Tuntas ■ MUARA... Sambungan dari Hal 29

Namun, hingga kemarin rencana tersebut belum dilaksanakan. “Nelayan masih mencari solusi bagaimana caranya kapal bisa beraktivitas tanpa harus bongkar break water,” ujar tokoh nelayan Kelurahan Kampung Mandar, Saiful Khafi. Tahun 2011, APBD Provinsi Jatim mengucurkan dana Rp 8,9 miliar untuk lanjutan pembangunan Pelabuhan Boom. Itu sudah dilaksanakan PT Tiara Multi Teknik Aura Sinar Baru (JO) Malang. Pelaksana proyek tersebut, Argo, menjelaskan bahwa tahun ini tidak ada pengerukan muara. Pengerjaan dikonsentrasikan untuk memperpanjang break water. “Dalam kontrak kita, pengerukan tidak ada. Hanya membuat break water,” jelas Argo. Penambahan break water, lanjut Argo, tidak rampung 2011, sehingga diusulkan lagi dalam APBD 2012 yang akan datang. “Kalau pembuatan break water belum tuntas, percuma dilakukan pengerukan pasir muara,” jelasnya. (afi/bay)

Sambungan dari Hal 29

“Karena ini bukan karnaval biasa,” cetus Ocha. Kostum yang didesain para peserta BEC sangat

Sebab, cakupan wilayah keduanya sangat berbeda. Disinggung dua raperda itu menjadi kebutuhan daerah, Adil kembali berdalih bahwa dalam paripurna internal kemarin tidak ada yang mengusulkan kedua raperda itu dibahas. “Setiap pansus mendapat jatah membahas dua raperda. Saya rasa itu sudah cu-

kup,” dalihnya. Bila raperda ditambah lagi, kata Adil, dikhawatirkan hasilnya kurang maksimal. Apalagi, pembahasan delapan raperda ini diharapkan selesai akhir Oktober 2011. “Tidak ada target berapa lama harus dibahas, tapi kita berharap akhir Oktober 2011 selesai,” cetusnya. (abi/bay)

Bukan Hal yang Mustahil ■ BERHARAP... Sambungan dari Hal 29

Keinginan Arika meraih hadiah utama dalam sebuah undian akhirnya sedikit terobati. Sebab, dia pernah mendapat hadiah tas dalam undian tekateki silang.

Awalnya dia tidak menyangka bakal menang. Tetapi nyatanya, penyuka nasi tempong itu benar-benar memenangkan undian teka-teki silang tersebut. Dia percaya bahwa pemenang undian memiliki garis nasib yang senantiasa berun-

tung. Menurutnya, menang undian adalah keberuntungan. Keberuntungan itulah yang selalu diharapkan perempuan asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, itu. Kalau ada mukzizat, memperoleh hadiah utama bukan hal mustahil. (nic/bay)

Tak Percaya Tampil Baik ■ WAKILI... GALIH COKRO/RaBa

BUNTU: Gundukan pasir menutup muara yang menjadi jalan masuk-keluar kapal-kapal nelayan di pelabuhan Boom kemarin.

Peserta Cepat Paham Desain ■ IDE...

“Raperda reklame itu mengatur secara detail tentang reklame, termasuk dasar penarikan retribusi dan penertiban. Jadi sangat dibutuhkan daerah,” katanya. Wabup Yusuf menambahkan, raperda pengaturan reklame juga tak berbenturan dengan raperda rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).

tergantung kreativitas para peserta. Sebab, kostum yang digunakan dalam BEC adalah kostum kreativitas para peserta sendiri. Oleh karena itu, akan banyak ditemui modifikasi desain asli.

“Yang pasti desain kostum asli akan tetap tampak,” katanya. Ocha menambahkan, mepetnya jadwal persiapan bisa diatasi jika para peserta tetap menjaga antusiasme terhadap

program pelatihan yang diberikan selama workshop. Para instruktur juga berjanji akan all out dalam membimbing mereka. “Mudah-mudahan nanti sukses,” cetusnya. (mg-1/bay)

Sambungan dari Hal 32

Bahkan, belum lama ini tiga siswa SMP Negeri 2 Kendit menyabet juara pertama lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara 2011 yang digelar Kodim dan Dinas Pendidikan di Makodim 0823 Situbondo pada Kamis hingga Sabtu (15-17/09) lalu. Tiga siswa SMPN 2 Kendit yang berprestasi adalah Dewo Irfan

Hadi, Devita Megasari, dan Restu Amalia. Mereka lolos dari babak penyisihan setelah bersaing dengan peserta dari 24 SMP negeri sekabupaten Situbondo. “Kita bersyukur di babak final SMP Negeri 2 Kendit bisa juara I,” ungkap Kepala SMPN 2 Kendit, Agus Triono. Dia tidak percaya siswa-siswanya bisa tampil dengan baik. Itu diharapkan bisa menjadi pemacu semangat untuk terus berprestasi. “Kita mohon

doa restu dan dukungan agar para siswa yang akan dikirim ke tingkat provinsi mewakili Situbondo bisa berprestasi,” harapnya. Kabid Dikmen Dinas Pendidikan, Dwi Totok, berharap para peserta yang telah memperoleh juara pertama mempersiapkan diri untuk mewakili Kabupaten Situbondo di tingkat Provinsi Jawa Timur. “Pelaksanaanya di Korem Malang,” imbuhnya. (pri/adv)

Tunggu Perintah Bongkar Billboard Masih dalam Tahap Pembicaraan ■ SIKAT... Sambungan dari Hal 29

Selanjutnya, petugas bergerak ke utara dan berkeliling di sekitar wilayah Kecamatan Banyuwangi. “Baliho dan spanduk yang izinnya sudah habis, semua kita gantol,” ujar Kepala Satpol PP Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto. Menurut Ustadi, baliho dan spanduk itu sebenarnya menjadi tanggung jawab pemasang. Bila masa izinnya sudah

habis, pemasang wajib membongkar sendiri spanduk tersebut. “Tapi itu sengaja dibiarkan sampai rusak,” katanya. Menurut Ustadi, penertiban baliho dan spanduk itu tidak hanya berlaku di wilayah perkotaan. Ketentuan tersebut juga berlaku di semua daerah di wilayah Kabupaten Banyuwangi. “Semua baliho dan spanduk di sekitar jalan raya harus dibersihkan bila masa izinnya sudah habis,” cetusnya. Penertiban di wilayah keca-

matan akan diserahkan kepada petugas penertiban di kantor kecamatan yang bersangkutan. Sosialisasi mengenai penertiban ini, kata dia, sudah disampaikan kepada seluruh camat di Banyuwangi. “Kita minta bapak dan ibu camat menggerakkan penertiban ini,” terangnya. Sementara itu, terkait rencana pembongkaran billboard (papan reklame besar dengan satu tiang), Ustadi mengaku pihaknya masih menyelesaikan

administrasinya. Sebelum eksekusi dilakukan, Satpol PP menunggu surat perintah dari Bupati Abdullah Azwar Anas. “Kita masih menunggu surat perintah dari atasan (bupati),” dalihnya. Di bulan September ini, dia menegaskan akan ada billboard yang dibongkar paksa bila pemiliknya tidak menanggapi surat peringatan dari Satpol PP. “Kita juga masih menunggu surat peringatan ketiga yang telah kita kirim,” katanya. (abi/bay)

Dibekali Pengetahuan KDRT ■ POLISI... Sambungan dari Hal 29

Wakapolres berharap anggota Bhayangkari membantu tugas suami dalam mengumpulkan informasi terkait permasalahan di sekitarnya. “Semua anggota Bhayangkari harus tahu tentang hukum, jadi bisa membantu tugas-tugas suami,” harapnya.

Penyuluhan hukum tersebut berlangsung gayeng. Apalagi, perwira dengan melati satu di pundak itu sesekali mengeluarkan joke-joke sehingga para istri anggota polisi kerap menahan tawa. “Untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, ibu-ibu juga harus mengawasi perilaku suami. Kalau nakal jangan diberi ya,” cetus wakapolres dan disambut

gelak tawa para anggota Bayangkari. Wakil Ketua Cabang Bhayangkari Banyuwangi Ny. Renny Prasetyo SSi MARS mengatakan, acara tersebut sebenarnya pertemuan rutin setiap bulan. Pertemuan kali ini sengaja dibuat lain, yaitu diadakan penyuluhan hukum. “Agar anggota Bhayangkari pintar hukum,” katanya.

Dengan mengerti hukum, anggota Bhayangkari diharap bisa melakukan advis untuk dirinya sendiri bila menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu, juga bisa memberi pencerahan hukum kepada masyarakat. “Anggota Bhayangkari harus menyosialisasikan tentang hukum kepada masyarakat, terutama yang ada di sekitarnya,” harapnya. (abi/bay)

Kapolres: Polisi Tetap Siaga ■ MENAMBANG... Sambungan dari Hal 31

Apa tindakan pihak Perhutani Banyuwangi Selatan? Sukardi mengaku belum bisa berbuat banyak. Selama ini, jajarannya hanya sebatas memantau perkembangan aktivitas di Petak 78 dan 79. Selanjutnya, hasil pantauan tersebut dilaporkan kepada atasannya. Sukardi mengaku telah memberikan imbauan kepada para penambang ilegal agar berhenti beraktivitas. Langkah itu dilakukan dengan menggandeng pihak-pihak terkait, sep-

erti Muspika Pesanggaran. “Sementara kita sebatas mengimbau. Tindakan lebih dari itu menunggu arahan pimpinan,” terangnya. Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Rastra Gunawan menegaskan, hingga kemarin aparat kepolisian masih berjaga-jaga di areal pertambangan emas Gunung Tumpang Pitu. Pihaknya juga intens melakukan pendekatan secara persuasif kepada para penambang ilegal. Soal banyaknya jumlah warga yang kembali naik ke Gunung Tumpang Pitu, Rastra

mengaku terus memantau. “Hanya saja, karena arealnya sangat luas, tentu sulit mengetahui masuknya mereka lewat mana,” jelas kapolres saat dihubungi RaBa kemarin sore. Apa tindakan yang akan dilakukan polres? Menurut Rastra, pihak Perhutani Banyuwangi Selatan lebih berkompeten menjawab hal tersebut. “Kan ada Perhutani. Mestinya, yang lebih tepat menjawab pertanyaan itu adalah Perhutani, karena mereka yang punya wilayah,” tegasnya. Meski demikian, lanjut Rastra, sebagai aparat keamanan

yang diberi amanat undangundang, kepolisian akan tetap menjaga situasi kondusif sekaligus menegakkan aturan. “Karena bagaimana pun itu amanat undang-undang,” ujarnya. Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan sesuatu yang melanggar aturan. Apalagi, saat ini sudah ada upaya dari sekelompok orang untuk mengajukan usaha pertambangan rakyat. “Mereka kan sedang berusaha mengajukan izin pertambangan rakyat ke pemkab. Nah, mestinya sabarlah menunggu proses,” pesan Rastra. (azi/irw)

■ STASIUN...

Sambungan dari Hal 40

Salah satu tujuannya untuk mendukung peranan pelabuhan Panarukan. “Rencana itu memang sudah kita sampaikan saat bertemu masyarakat,”

Sambungan dari Hal 31

Hingga akhirnya terdengar ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat. “Setelah saya tahu informasi dari ketua RT, saya langsung

mendatangi Saturi, pada Jumat malam setelah maghrib,’’ tutur Handoyo Setiawan, ketua RW setempat. Handoyo mendapatkan laporan dari Seger Prayitno, ketua RT setempat. Saturi langsung diklarifikasi di rumah nenek

korban. Namun, di tengah pembicaraan kekeluargaan tersebut, Saturi melarikan diri. Tak pelak, warga pun langsung melakukan pencarian. Masalah tersebut juga telah dilaporkan ke Mapolsek Srono. Khoirudin, tetangga korban

mengaku terus melacak keberadaan Saturi. Dia telah menyebar foto di sejumlah tempat strategis di Banyuwangi. “Kebetulan saya punya fotonya dan sudah saya sebar ke lokasi di luar sini sampai kota Banyuwangi,’’ ungkapnya.(ton/irw)

Berharap Ada Tindakan dari Aparat ... ■ RELA... Sambungan dari Hal 29

“Siang kami tetap kerja,” cetus Sukoco, warga Desa Mangir yang empat dombanya mati diserang anjing misterius. Warga menganggap, tak ada ruginya bila tidur lebih larut demi menjaga keamanan. Meskipun sampai saat ini tersangka yang mereka buru, yakni anjing, belum berhasil ditangkap, mereka tidak putus asa. Sebagian warga mengakui bahwa yang mereka buru bukanlah hewan pada umumnya. “Dengan berjaga toh kampung kita

tambah aman,” cetus Asmuni. Menurut Hairudin, salah satu tokoh masyarakat setempat, warga berharap ada tindakan dari pemerintah desa dan aparat keamanan. Dengan begitu, lanjut Hairudin, warga bisa lebih tenang. Apalagi, mereka takut bila anjing misterius tersebut menyerang manusia. “Banyak warga yang cemas, jangan-jangan anjing itu nanti menyerang manusia,” cetusnya. Sebagian warga percaya bahwa anjing itu sebuah bentuk ngilmu untuk pesugihan. Apalagi, jauh sebelum kejadian dua domba milik Asmuni diserang, warga di Dusun

Kapelakan sudah sempat melihat anjing aneh tersebut. Bahkan, ada warga yang sempat bergulat dengan lembok tersebut. “Mereka hampir menangkapnya,” jelas Sukoco. Memang, fenomena anjing misterius itu bukanlah hal yang bisa diterima nalar. Jika dipikir dengan akal sehat, sangat tidak mungkin peristiwa semacam itu terjadi. Tetapi, sebagian warga mengaku sudah membuktikan bahwa semua itu benarbenar terjadi. Apalagi, kisah sepak terjang anjing yang kepalanya berambut gondrong itu sudah menjadi kisah klasik bagi masyarakat Banyuwangi. (bay)

“Apakah kereta penumpang atau kereta barang masih dalam tahap pembicaraan. Nanti kalau sudah ada kepastian segalanya akan kita informasikan,” kata Dody saat dihubungi melalui telepon selulernya, tadi malam. (pri/aif)

Sepi Tangkapan Ikan ■ WARGA... Sambungan dari Hal 40

Salah satu keluarga yang terpaksa mengonsumsi nasi aking adalah pasangan suami istri (pasutri) Sutrisno, 54, dan Wiwik, 52. Warga miskin yang tinggal di gubuk bambu itu ter-

paksa mengonsumsi nasi aking karena sudah tidak mampu membeli beras. “Kami sudah tidak mampu membeli beras. Sebab, sejak sepekan terakhir, suami saya tidak pernah mendapat tangkapan ikan,” ujar Wiwik. Wiwik menambahkan, kesuli-

tan tersebut juga disebabkan harga beras di pasaran mahal. Ibu dua anak itu mengungkapkan, saat ini harga beras berada di kisaran Rp 7.500 sampai Rp 8.000 per kilogram (kg). “Dengan harga semahal itu, rasanya sangat sulit bagi kami untuk membeli beras,” tukasnya. (sgt/aif)

Rutin Mengonsumsi Jintan Hitam ■ ZIARAH... Sambungan dari Hal 40

“Pengakuan Eni, dia tidak mengkonsumsi multivitamin tertentu mulai mengandung sampai saat ini,” ujarnya terheran-heran. Diana menambahkan, saudaranya itu memang gemar mengonsumsi kurma dan makanan olahan berbahan buah khas Timur Tengah tersebut sejak hamil. “Selain itu, Eni juga rutin mengonsumsi jintan hitam. Selebihnya, dia tidak mengonsumsi obat kimia kok,” tandasnya.

Masih menurut Diana, Eni yang seorang bidan merasa terkejut dengan perkembangan putrinya yang sangat cepat tersebut. “Eni kan bidan. Menurut dia, baru kali ini ada bayi yang bisa berjalan saat usianya baru 6,5 bulan. Biasanya, bayi baru belajar berjalan saat usianya sembilan bulan,” katanya. Hal lain yang tidak kalah mengherankan, ternyata Syafira juga tidak mengonsumsi multivitamin perangsang pertumbuhan. Bocah yang satu itu hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI) eksklusif. “Sampai usianya enam bulan, Syafira

hanya mengonsumsi ASI, tidak yang lain,” pungkas Diana. Kemarin syafira asyik bermain dengan beberapa bocah lain yang usianya dua sampai tiga tahun. Dengan langkah yang masih tertatih-tatih, Syafira berusaha meraih kereta dorong yang berjarak sekitar tiga meter darinya. Meski harus bersusah payah, akhirnya Syafira mampu berjalan sampai kereta dorong. Setelah itu, dia mencoba memanjat kereta dorong tersebut dan duduk santai di atas kereta dorong kesayangannya itu. (sgt/aif)

KINI H. SAMSO TIDAK LAGI MENGELUHKAN ASAM URAT

Warga Membantu Pencarian ■ BAPAK...

ungkap Dody. Hanya saja, Dodi belum mau berkomentar banyak tentang akan dihidupkannya lagi jalur kereta api menuju Panarukan tersebut. Dia hanya mengatakan sudah dalam pembicaraan serius pihak-pihak terkait.

“Sejak tahun 2008 saya menderita asam urat,” Ucap H. Samso ketika ditemui di kediamannya di Kel. Kebon Sari, Kec. Sumber Sari, Jember, Jawa Timur, “Kalau asam urat saya kambuh, saat bangun tidur tangan tidak bisa digerakan.” Keluh pria berusia 68 tahun tersebut. Asam urat bukanlah nama suatu penyakit, namun ia adalah suatu zat sisa metabolisme zat yang bernama purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Keadaan dimana tubuh mengalami kelebihan kadar asam urat disebut hyperuricemia. Pada kondisi normal, kelebihan purin ini akan dikeluarkan melalui urine dan feses. Namun jika purin

yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, maka ginjal akan kesulitan mengeluarkan zat tersebut sehingga terjadi penumpukan sisa metabolismenya (asam urat). Penumpukan sisa metabolisme zat purin di persendian dapat menyebabkan bengkak dan rasa nyeri. Badan terasa linu, nyeri terutama di malam hari atau pagi hari saat bangun tidur, sendi terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi, timbul benjolanbenjolan kecil dari mulai sebesar biji beras sampai kacang hijau di daun telinga bawah (tofus) adalah gejala-gejala yang kerap dirasakan oleh penderitanya Beruntung, pensiunan pegawai bank ini telah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhannya, yakni dengan minum Gentong Mas, minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. “Sudah 6 bulan saya minum Gentong Mas, baru minum 3 kotak sudah terasa manfaatnya. Badan kini sehat dan jarang sakit, keluhan akibat asam urat pun hilang.” Tutur ayah 4 orang anak tersebut. Setelah merasakan manfaatnya, kini ia tidak segan-segan membagi pengalaman sehatnya

tersebut dengan orang lain. Habbatussauda dalam Gentong Mas bermanfaat untuk menormalkan metabolisme, termasuk metabolisme purin sebagai pembentuk asam urat yang dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran asam urat dari darah melalui urine. Selain itu, Gula Aren dalam Gentong Mas selain memiliki rasa yang manis dan lezat, juga bermanfaat menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil maksimal, kontrol makanan yang dikonsumsi seperti makanan yang mengandung banyak purin (diet rendah purin), mengurangi makanan kacang-kacangan dan beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge, serta banyak minum air putih, sekitar 8 gelas sehari. Kini, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan.Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085234398441. Banyuwangi:085234398441. Situbondo: 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


CMYK

40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Rabu 21 September 2011

Stasiun Kereta Api Panarukan akan Dibuka Lagi PANARUKAN – Rencana pengoperasian dermaga Pelabuhan Panarukan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga berharap

rencana itu segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Supriyono, tokoh Dusun Pesisir Panarukan mengungkapkan, sangat wajar jika masyarakat menyambut gembira hal tersebut. Sebab, secara tidak langsung masyarakat akan

mendapatkan ”berkah” dari pengoperasian dermaga baru tersebut. “Yang paling bisa diharapkan tentunya dampak perkembangan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Panarukan. Sebab, ini akan berdampak terhadap kesejahteraan hidup. Ujung-ujungnya tentu akan berdampak juga terhadap bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat,” papar Supriyono, kemarin. Saat melakukan dialog dengan sejumlah pihak ter-

kait, masyarakat begitu optimistis bahwa pelabuhan Panarukan bisa kembali berjaya. Dalam waktu dekat akan segera dilakukan uji coba sandar kapal bermuatan 5.000 ton batu bara. “Selain itu, juga sudah direncanakan akan dibuka kembali jalur kereta api di jalur Panarukan. Ini tentu akan kian mendukung terhadap perkembangan pelabuhan,” kata pria yang juga berprofesi sebagai advokad tersebut. Kepala Pelabuhan Panarukan, Dody Sambodo membenarkan adanya rencana akan menghidupkan kembali jalur kereta api menuju Panarukan n  Baca Stasiun...Hal 39

TAK TERAWAT: Kondisi stasiun kereta api Panarukan kini sangat memprihatinkan. Sisi bangunannya banyak yang rusak.

EDY SUPRIYONO/RaBa

FKB Soroti Proyek Pengadaan Sapi

APA POLEH

SITUBONDO - Indikasi maraknya makelar dalam proyek pengadaan barang dan jasa Pemkab Situbondo mulai mendapat sorotan DPRD setempat. Salah satu yang santer disorot adalah lelang pengadaan sapi dan domba ekor gemuk di Dinas Peternakan (Disnak). Lelang proyek yang didanai ratusan juta rupiah lewat APBD itu ditengarai sarat suap. Sebab, rekanan yang dinyatakan sebagai pemenang ternyata bukanlah penawar terendah. Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Situbondo, Kholis, mengaku mendapatkan laporan dari sejumlah

SIGIT HARIYADI/RaBa

LINCAH: Syafira berjalan menuju kereta dorong yang berjarak tiga meter darinya.

Bocah 6,5 Bulan Pintar Berjalan PANJI - Khauro Syafira Hidayat memang layak mendapat julukan bayi ajaib. Betapa tidak, di saat usianya baru 6,5 bulan, bocah perempuan yang satu itu sudah bisa berjalan. Padahal, rata-rata bocah seusianya baru belajar merangkak. Putri pertama pasangan Syaiful Yasin Hidayat, 42, dan Eni, 26, itu tiba-tiba berdiri lalu melangkahkan kakinya saat bertandang ke rumah bibinya, Diana, 31, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, sekitar tiga hari lalu. Kontan saja, keluarga terheran-heran melihat tingkah bocah kelahiran 18 Februari 2011 tersebut. Uniknya lagi, ternyata Syafira lahir secara prematur saat masa kandungan ibunya baru tujuh bulan. Sebagaimana diketahui, usia normal bayi berada dalam rahim adalah sembilan bulan sepuluh hari. Diana tidak menampik bahwa keponakannya itu sudah bisa berjalan saat usianya belum genap tujuh bulan n  Baca Ziarah...Hal 39

kalangan terkait amburadul-nya proyek senilai Rp 558.643.000 tersebut. Termasuk, dugaan suap yang diterima pejabat pembuat komitmen (PPK) Disnak. Anggota Komisi III DPRD itu mengungkapkan, sebenarnya ada salah satu rekanan yang menyodorkan penawaran sekitar 20 persen dari pagu anggaran, atau sekitar Rp 447 juta. “Tetapi, yang ditetapkan sebagai pemenang malah rekanan yang menawar Rp 547 juta lebih. Ada apa ini? Bukankah tujuan lelang adalah mencari penawar terendah dalam rangka efisiensi anggaran negara,” ujarnya. Kholis menambahkan, adanya indi-

Pihak terkait perlu melakukan penyelidikan, demi kebenaran informasi Kholis Ketua FKB DPRD Situbondo

Ziarah ke Makam Pendiri Situbondo SITUBONDO - Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) diakhiri istighotsah dan ziarah makam. Kemarin, rombongan Bupati Dadang Wigiarto mengunjungi Masjid Agung al-Abror. Selanjutnya, rombongan berziarah ke makam leluhur yang dianggap berjasa atas berdirinya Kabupaten Situbondo. Ziarah itu diawali dari asta KHR. As’ad Syamsul Arifin di kompleks Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, Banyuputih. Persis di belakang Masjid Jamik Ibrahimy tersebut, rombongan membaca tahlil dan istighotsah yang dipimpin Ustad Abdul Azis. Ikut dalam rombongan ziarah adalah Wabup Rachmad, Ketua DPRD Zeiniye, Sekda Hadi Wijono, dan sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Situbondo. Para camat juga ikut mendampingi bupati. Usai dari Ponpes Sukorejo, rombongan bupati langsung menuju ke makam Adipati Saleh yang berlokasi di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Istighotsah di makam Adipati Saleh dipimpin Ketua MUI Situbondo, KH. Syaiful Muhyi. Dia juga memberikan tausiyah. “Ziarah kubur ini hendaknya menjadi motivasi bagi yang masih hidup untuk selalu ingat bahwa manusia dan makhluk di dunia ini akan mati. Dengan begitu kita akan selalu berusaha

menabar kebaikan bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan,” kata Syaiful Muhyi. Tempat ketiga yang dijadikan objek ziarah adalah kompleks makam Bupati Besuki dan Panarukan di Desa Bloro, Besuki. Tempat terakhir yang disinggahi adalah makam Ki Pate Alos di Besuki. Bagi masyarakat Besuki, Ki Pate Alos sangat berjasa terhadap berdirinya wilayah Besuki yang menjadi cikal bakal berdirinya Situbondo. Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, (Disparbudpora) Sugiono mengatakan, ziarah dalam rangka memperingati Harjakasi ke-39 itu bertujuan mengenang jasajasa tokoh pen diri Kabupaten

Situbondo. Itu diharapkan menjadi motivasi untuk meneladani dan terus bersemangat membangun Situbondo. (pri/aif)

EDY SUPRIYONO /RaBa

PERINGATAN HARJAKASI: Bupati Dadang Wigiarto menaburkan bunga di pusara Adipati Saleh di Kelurahan Dawuhan.

Warga Miskin Digerojok Sembako JANGKAR - Belasan keluarga miskin yang bertempat tinggal di Dusun Asta, Desa/Kecamatan Jangkar, boleh sedikit bernapas lega. Setelah sepekan terpaksa mengonsumsi nasi aking (nasi basi yang dikeringkan lalu dimasak kembali), kemarin (20/9) beberapa pihak terkait sudah terjun ke lapangan untuk mengetahui dari dekat kesulitan ekonomi yang mereka alami. Salah satunya, Dinas Sosial (Dinsos) Situbondo. Kemarin, beberapa petugas diterjunkan ke lokasi untuk mendata jumlah keluarga miskin di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama petugas juga membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang rentan kekurangan pangan tersebut. Sedikitnya 50 paket sembako dibagikan kepada warga Dusun Asta. Pembagian paket berisi lima kilogram (kg) beras, satu kg gula, lima bungkus mi instan, dan setengah liter minyak

kasi suap yang diterima beberapa pejabat tersebut sangat perlu dilacak. “Pihak terkait perlu melakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut,” imbaunya. Kepala Disnak Situbondo Gaguk Murdjianto tidak menepis rumor suap dalam proses lelang proyek pengadaan sapi dan domba ekor gemuk tersebut. Gaguk mengaku sudah mengetahui siapa stafnya yang dituding menerima suap dari salah satu rekanan. “Setelah kami selidiki, ternyata itu bukan suap melainkan masalah utangpiutang,” ujarnya tanpa menyebut nama staf yang dituding menerima suap. (sgt/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

LEGA: Warga miskin di Jangkar mendapat bantuan sembako dari instansi terkait.

goreng (migor), itu diharapkan bisa meminimalisasi kesulitan ekonomi yang tengah mereka alami.

Sekretaris Dinsos Situbondo, Muh. Imam Darmaji mengatakan, di Dusun Asta memang terdapat sebelas

keluarga miskin. “Mereka memang mengonsumsi nasi aking. Tetapi, nasi itu adalah kelebihan konsumsi tentara yang berlatih di sekitar tempat tinggal mereka beberapa waktu lalu. Karena terlalu banyak, nasi itu dikeringkan. Nah sekarang, mereka mengonsumsi nasi aking tersebut karena eman. Jadi, tidak semata-mata karena tidak mampu membeli beras,” ujarnya. Menurut Imam, pihaknya menyalurkan bantuan paket sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang tergolong tidak mampu. Diberitakan sebelumnya, para nelayan di kawasan perairan Kecamatan Jangkar mulai merasakan dampak buruk sulitnya mendapatkan tangkapan ikan. Lantaran sulit mencukupi kebutuhan makan sehari-hari, belasan kepala keluarga yang tinggal di kawasan itu terpaksa mengonsumsi nasi aking sejak beberapa hari terakhir n  Baca Warga...Hal 39


Radar Banyuwangi 21 September 2011