Page 1

KAMIS 13 OKTOBER

25

TAHUN 2011

Cegah Difteri,

Sweeping Balita

BANYUWANGI - Merebaknya penyakit difteri di Jawa Timur membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi tak mau kecolongan. Dinkes mengerahkan seluruh Kasus Difteri petugas kesehatan untuk melakukan sweeping balita dari rumah ke rumah. Bila ditemukan balita yang belum pernah divaksin difteri pertusis tetanus di Banyuwangi hepatitis B (DPT HB), maka petugas langsung menyuntik vaksin tersebut TAHUN 2010 agar balita itu kebal dari penyakit difteri. “Sweeping ini dimulai sejak SeKejadian : 10 kasus PENYEBARAN : nin lalu (10/10),” kata Kepala Dinkes Banyuwangi, Hariadji Kecamatan Banyuwangi Soegito, kemarin (12/10). Kecamatan Glagah Menurut Hariadji, difKecamatan Giri teri termasuk peKecamatan Cluring nyakit yang cukup TAHUN 2011 serius dan bisa Kejadian : 2 kasus menyebabkan Penyebaran : ke matian. Saat Kecamatan Kalipuro ini, di wilayah Kecamatan Glagah Jawa Timur, jen is penyakit tersebut telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). “Di Banyuwangi ada catatan pasien difteri,” katanya. Pada 2010, Hariadji menyebut ada sepuluh pasien di Banyuwangi yang terserang difteri. Sepuluh kasus tersebut terdapat di Kecamatan Banyuwangi, Glagah, Giri, dan Cluring. “2011 ini turun menjadi dua kasus, yakni di Kecamatan Kalipuro dan Glagah,” ungkapnya. Dia menambahkan, saat muncul 10 kasus difteri tahun 2010 lalu, Dinkes langsung menggelar outbreak respons immunization (ORI). Sasaran ORI setahun lalu itu adalah pelajar SD/MI, terutama kelas IV, V, dan VI n Baca Cegah Difteri...Hal 35 MENANGIS: Petugas menyuntik balita di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

Ruas Jalan Alternatif Terganjal Rel Sepur Pemkab Koordinasi, Polres Siap Bantu BANYUWANGI - Penolakan pemerintah pusat terhadap alih fungsi jalan nasional di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) ternyata sudah dilakukan tiga kali. Dua kali penolakan secara “halus” dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Ratna Ani Lestari. Penolakan tegas dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada pengajuan ketiga yang dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas. Di era Bupati Ratna, penolakan pemerintah pusat terkesan lebih lunak. Kementerian PU ketika itu telah memberikan lampu hijau untuk alih fungsi jalan nasional itu asalkan ada jalan pengganti. Nah, yang dimaksud ruas jalan pengganti bukanlah jalur kecil memutar beberapa ratus meter mengelilingi Taman Sri Tanjung. Untuk memenuhi syarat dari pemerintah pusat tersebut, akhirnya Pemkab Banyuwangi mewacanakan ruas pengganti

Ruas Jalan 077.14K di Depan MAB Kementerian PU berikan lampu hijau untuk alih fungsi jalan nasional itu untuk halaman MAB, asal ada jalan pengganti (era Bupati Ratna Ani Lestari) Pemkab wacanakan ruas jalan pengganti yakni Jalan Brawijaya, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raden wijaya, dan Jalan Argopuro Kementerian PU menilai poros jalan pengganti itu tidak memenuhi standar jalan nasional. Karena melewati dua lintasan KA. Bupati Abdullah Azwar Anas mengajukan permohonan ketiga kali. Kali ini, Kementerian PU tegas menolak permohonan alih fungsi jalan nasional sebagai lahan parkir MAB. Sebaliknya, pemerintah pusat menginstruksikan Bupati Anas untuk menertibkan fungsi jalan nasional yang sudah ditutup selama lima tahun itu.

yang membentang di sisi barat Kota Gandrung. Ruas jalan alternatif yang diwacanakan sebagai pengganti jalur nasional adalah ruas Jalan Brawijaya, Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Jalan Raden Wijaya, dan Jalan Argopuro n Baca Ruas Jalan...Hal 35

BAZ KALIPURO

Laporan Keuangan PERTANG GUNGJAWABAN pengurus lama Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Kalipuro periode 2009-2011. Penerimaan: Rp 81.357.117,-. Pengeluaran: Rp 49.205.800,-. Saldo hingga tanggal 13 Oktober 2011 mencapai Rp 32.151.317,-. (*)

HAJI

Sehari Delapan Kali ke Masjid Quba

Kampanyekan BEC di Austria WINA - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang bakal dihelat Minggu 22 Oktober 2011 dikampanyekan hingga Wina, Austria. Pada jamuan makan malam di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wina Selasa malam (11/10), Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Banyuwangi Elly Irwan Suryanto meminta support ke-

SELAIN Masjid Nabawi yang menjadi target utama Arbain, beberapa calon jamaah haji (CJH) Banyuwangi juga sering mengunjungi Masjid Quba. Meski berjarak lima kilometer dari penginapan, tapi tekad jamaah untuk salat di Masjid Quba cukup tinggi. Dalam sehari, mereka bisa delapan kali ke Masjid Quba hanya untuk salat sunah dua rakaat yang diyakini berpahala setara H. Latif Harun umrah n Pembimbing KBIH Sabilillah

pada Kepala Perwakilan Tetap RI, I Gusti Agung Wesaka Puja. KBRI diminta membantu mempromosikan acara bergengsi tersebut kepada warga negara Austria yang hendak berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. Kepada RaBa, Agung mengaku sangat mendukung promosi bu daya Indonesia di Austria. Pihaknya selalu memfasilitasi

untuk pergelaran budaya dan kesenian Indonesia di Austria. Bahkan, KBRI juga membina kelompok kesenian yang anggotanya adalah para warga negara Indonesia di Austria. “Kami sangat mendukung promosi budaya dan pengenalan kesenian Indonesia di Austria,” tegasnya Selasa malam lalu n Baca Kampanyekan...Hal 35

Sarankan Bangun Masjid Agung Baru

PROMOSI WISATA: Irwan menyerahkan brosur pariwisata Banyuwangi kepada Konsul KBRI Austria, Sulistijo Djati Ismojo.

Baca Sehari...Hal 35 DOK IRWAN/RaBa

JURNALIS

Punya Kartu Pers Belum Tentu Wartawan BANYUWANGI WANGI - Ini peringatan dari Ketua kum dan Perundangan Dewan Pers, Komisi Hukum mada Sukardi, untuk oknum warWina Armada ng tidak melaktawan yang sanakan kode etik jurla melakukan nalistik. Bila kesalahan dan dituntut, rs tidak mau Dewan Pers membela. an Armada itu Pernyataan kan dalam sadisampaikan ntang Implemenrasehan tentang san Kebangsaan tasi Wawasan ofesi Wartawan Melalui Profesi ksa nakan yang dilaksa Bakesbangpol ngi di Banyuwangi h Sakit aula Rumah Islam (RSI)) Fatinyumah, Banyumawangi, kemarin (12/10) n

GALIH COKRO/RaBa

BERSIH: Kondisi ruas Jalan PB Sudirman yang jadi halaman parkir Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, kemarin.

SEMENTARA itu, Ketua DPC PKNU Banyuwangi H. Achmad Wahyudi menyatakan, kontroversi soal jalan nasional pada ruas 077.14K antara pengurus Yayasan MAB dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) harus segera diakhiri. Menurut Wahyudi, kalau tidak segera diakhiri, masalah itu dikhawatirkan akan menyeret jamaah masjid hingga suasana menjadi panas. Wahyudi menambahkan, masjid tidak boleh melahirkan

situasi panas atas persoalan apa pun. Sebaliknya, masjid harus mampu melahirkan suasana yang sejuk dan damai. Menurut mantan ketua DPRD Banyuwangi itu, masjid merupakan baitullah yang dicintai Allah. Oleh karena itu, masjid sebagai barometer keteladanan sosial, ikon, dan simbol kesucian ibadah kepada Sang Khaliq, wajib dihindarkan dari hal-hal yang bersifat kontroversial n Baca Sarankan...Hal 35

Mengikuti Pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri Banyuwangi

Kumpulkan Seribu Ton Beras, Siap Umrah Seribu Orang Kesad Kesadaran keagamaan kalangan pejabat, mantan pengusaha, aktivis pejabat, p parpol, LSM, dan profesional, di Banyuwangi profesiona Mereka terus menggeliat. me berkumpul dalam b pengajian Khotmil pe Quran AdzDzikri yang rutin dilaksanakan setiap dila Minggu pagi. RASYID, A.F. ICHSAN IC Banyuwangi

Baca ca Punya... a... Hal 35

JAMAAH pengajian p Khotmil Quran Adz-Dzikri berbelak latar belakang profesi yang

berbeda-beda. Namun demikian, mereka menyatu menggelar pengajian rutin setiap pekan. Pengajian digelar mulai pukul 05.00 hingga 06.50. Selama 1,5 jam itu, mereka melakukan zikir bersama dan mendengar kajian keislaman yang dibina mantan Ketua DPRD Banyuwangi, H. Acmad Wahyudi. Dalam pengajian tersebut, berkumpul beberapa pengusaha, aktivitas LSM, pejabat, mantan pejabat, guru, dan beberapa aktivis lintasparpol. Mereka pun berasal dari ormas Islam yang berbeda; ada warga Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad, LDDI, dan HTI. Pengajian yang dipimpin H. Ahmad Riyadi itu, sudah berdiri sejak dua tahun lalu. Awalnya, pengajian tersebut hanya diikuti beberapa orang. Dalam perjalanannya, jumlah jamaah terus bertambah.

Punya kartu pers belum tentu wartawan Bisa saja “warga tangi awan”

Cegah difteri, Dinkes sweeping balita Menyusul berikutnya, sweeping mencegah HIV-AIDS

ISTIMEWA

MUALAF: Suasana pengajian Adz-Dzikri hari Minggu pagi lalu (9/10).

Beberapa pejabat Pemkab Banyuwangi, instansi vertical, dan beberapa pejabat BUMN di Banyuwangi juga mengikuti pengajian tersebut.

Sebagian besar pengurus PGRI dan beberapa anggota PGRI menjadi anggota aktif pengajian itu n Baca Kumpulkan...Hal 35

GALIH COKRO /RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Kamis 13 Oktober 2011

Tergiur Investasi, Rp 490 Juta Amblas

BAGAIMANA INI

SITUBONDO - Sial menimpa Siti Nurjanah, 30. Gara-gara tergiur keuntungan berinvestasi, warga Kampung Tengah, Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, malah menderita kerugian hampir setengah miliar. Uang yang dia pinjamkan kepada rekannya untuk membuka usaha ternyata hanya dibayar dengan cek kosong. Penipuan itu bermula saat korban bertemu Edi Susanto, 50, warga Jalan Raya Banyuwangi, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, di toko milik korban pertengahan April tahun 2010 lalu. Ketika itu, Edi meminjam uang senilai

Rp 490.500.000 kepada Siti. Untuk meyakinkan calon korban, Edi mengaku uang itu akan dia gunakan sebagai modal usaha. Tidak hanya itu, Edi juga menjanjikan bunga sebesar 20 persen per bulan. Tentu saja Siti tergiur dengan tawaran itu. Wanita ini pun langsung meminjamkan uang kepada Edi. Rupanya, trik itu hanya akalakalan Edi untuk memperdaya Siti. Buktinya, selang beberapa saat kemudian, Edi membayar pinjamannya

dengan beberapa lembar cek kosong. Bahkan, korban sempat kecele saat bermaksud mencairkan cek itu. Sebab, saldo simpanan milik pelaku tidak cukup untuk membayar cek tersebut. Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, Siti membulatkan tekad melaporkan peristiwa yang menimpanya kepada aparat kepolisian. Berbekal fotokopi 14 lembar cek kosong yang dia terima dari Edi, Selasa siang (11/10) korban mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres

Situbondo. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Iptu Mardjuki membenarkan pihaknya telah menerima laporan tindak pidana penipuan tersebut. “Kami akan segera menyelidiki kasus ini,” ujarnya. Mardjuki menambahkan, jika terbukti bersalah, penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku dapat dijerat Pasal 378 subsider Pasal 372 KUHP. “Yang bersangkutan (Edi) akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (sgt/aif)

Pengeroyok Siswa SD Masih Simpang Siur EDY SUPRIYONO/RaBa

Super Nekat di Jalan Raya DALAM interaksi hidup bermasyarakat, kebersamaan memang sangat diperlukan. Namun kalau kebersamaan seperti yang ada dalam foto ini, perlu dipikir berkali-kali. Bayangkan saja kalau mobil dengan bak terbuka ini celaka. Betapa para penumpangnya bisa mengalami luka serius bahkan kehilangan nyawa. Warga super nekat ini sudah menumpang kendaraan yang sebenarnya diperuntukkan untuk mengangkut barang. Yang lebih parah, muatannya sudah melebihi kewajaran. Bagaimana ini? (pri/aif)

JANGKAR - Bola panas terkait dugaan pengeroyokan yang menimpa Maulana Jakfar, 9, warga Dusun Beringin, Desa/ Kecamatan Jangkar, terus menggelinding. Pihak sekolah, yakni SD Negeri 4 Jangkar, masih berupaya mengumpulkan data untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Siswa kelas IV itu mengeluh sakit di pinggang dan tengkuk hingga harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem Situbondo. In formasi yang berkembang me nyebutkan, sakit yang diderita Maulana disebabkan pengeroy o k a n y a n g di lakukan lima siswa SD Negeri 1 Jangkar. Kebetulan, lokasi kedua SD tersebut hanSIGIT HARIYADI/RaBa ya berjarak sekitar Supriyanto 500 meter. Kepala SD Negeri 4 Jangkar, Supriyanto mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya telah berkoordinasi dengan SD Negeri 1 Jangkar. Pertemuan itu dihadiri siswa yang menjadi saksi peristiwa yang menimpa Maulana, guru, dan kelapa sekolah (kasek). “Hasilnya, belum ada pengakuan dari beberapa siswa SD Negeri 1 Jangkar yang dituduh melakukan pemukulan. Begitu juga keterangan siswa SD Negeri 4 Jangkar yang menjadi saksi. Pengakuan mereka masih berubah-ubah, belum positif pengeroyokan,” ujarnya. Untuk itu, Supriyanto berusaha memintai keterangan Maulana. Namun sayang, saat dijenguk di RS dr. Abdoerrahem kemarin, Maulana masih belum bisa dimintai keterangan. “Jadi saya harus menunggu sampai yang bersangkutan (Maulana) bersedia memberikan kesaksiann Baca Pengeroyok...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

DITUNGGUI ORANG TUA: Maulana Jakfar masih terbaring lemas di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrrahem Situbondo.

Siswa Disarankan Melapor pada Guru KEPALA SD Negeri 1 Jangkar, Slamet mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak SD Negeri 4 Jangkar. “Menurut pengakuan siswa kami (siswa SD Negeri 1 Jangkar), dia malah menolong Maulana yang terjatuh dari sepedanya. Bahkan, siswa tersebut memperbaiki sepeda Maulana yang rusak,” tukasnya. Slamet menambahkan, untuk mengantisipasi kesalahpahaman serupa,

dengan terpaksa pihaknya “melarang” siswanya menolong siswa sekolah lain yang terjatuh di sekitar SD Negeri 1 Jangkar. Siswa yang melihat ada korban jatuh disarankan melapor kepada guru. Nanti guru yang akan menolong korban. Diberitakan sebelumnya, diduga menjadi korban penganiayaan siswa sekolah lain, Maulana Jakfar tergolek lemah di RS dr. Abdoerrahem. Bungsu dua bersaudara putra pasangan

Subairi, 32, dan Ulis, 30, itu mengeluh sakit di pinggang dan leher bagian belakang hingga harus menjalani rawat inap di RS pelat merah tersebut. Subairi mengatakan, sepulang sekolah hari Senin lalu, putranya mengeluh sakit. Alangkah terkejutnya orang tua Maulana saat mendengar cerita beberapa teman putranya yang mengatakan bahwa Maulana sakit karena dikeroyok lima siswa SD Negeri 1 Jangkar. (sgt/aif)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 13 Oktober 2011

Lintas Selatan Ditutup Bambu ROGOJAMPI - Salah satu ruas jalur lintas selatan yang berada di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, ditutup warga. Jalur tersebut ditutup menggunakan bambu, sehingga hanya bisa dilalui sepeda motor dan mobil kecil. Penutupan jalan tersebut lantaran proyek tersebut tak kunjung tuntas. Setelah sekian tahun berjalan, ruas jalan tersebut tak kunjung diaspal. Padahal, kendaraan besar banyak yang melintas di jalan baru tersebut. Debu pun beterbangan saat kendaraan besar melintas. Akibatnya, rumah warga sekitar menjadi kotor karena dipenuhi debu. Lantaran risi dengan debu yang mengotori rumahnya,

warga setempat akhirnya menutup jalur tersebut agar tak bisa dilalui kendaraan besar. ‘’Kalau nggak ditutup begini, kendaraan besar banyak yang lewat sini, dan warga sini yang jadi korban debu,” kata Imron, warga Desa Pengatigan. Sejak ditutup menggunakan palang bambu, kendaraan besar tidak lagi bisa melintasi jalur tersebut. Hanya kendaraan roda dua dan mobil kecil yang bisa melintas di sana. Meski sudah tidak terganggu kendaraan besar, warga tetap mempertanyakan kelanjutan proyek besar tersebut. ‘’Sebenarnya jalur ini mau dibiarkan begitu saja ataukah mau diteruskan, kok kesannya nggak ada tindak lanjut,” kata Imron. (azi/bay)

Lagu yang Dilarang Diputar di Radio: 1. 2. 3. 4.

Hamil Duluan (dangdut) Lubang Buaya (dangdut) Watu Cilik (campursari) Iwak Peyek (campursari)

Alasan Pelarangan : - Syair lagu tersebut tidak mendidik - Mengandung unsur cabul - Mengarah ke pornografi

Empat Lagu Dilarang Masuk Radio dan TV GENTENG - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur melarang pemutaran empat lagu di radio. Selain itu, empat lagu tersebut juga tak boleh ditayangkan di televisi. Alasannya, lagu-lagu tersebut dinilai berbau pornografi. Dari empat lagu tersebut, dua di antaranya merupakan lagu dangdut yaitu berjudul ‘Hamil Duluan’ dan ‘Lubang Buaya. Sedangkan dua lagu lainnya merupakan genre lagu campursari yakni berjudul ‘Watu Cilik’ dan ‘Iwak Peyek’. Pelarangan itu disampaikan Ketua Bidang Kelembagaan KPID Jawa Timur, Surya Aka dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Selasa malam lalu (11/ 10). Dijelaskan bahwa syair keempat lagu itu tidak mendidik, cabul, dan mengarah ke arah pornografi. “Pelarangan ini kami lakukan, karena dikhawatirkan dapat merusak pola pikir dan mental masyarakat. Terutama bagi anak-anak yang mendengarnya,” ujar pria asal Genteng itu. Surya Aka mengimbau, masyarakat yang masih mendengarkan atau melihat pemutaran keempat lagu tersebut bisa langsung melaporkan ke KPID Jawa Timur. “Setiap saat kami siap menerima laporan, dan tentu setiap laporan akan kami tindak lanjuti,” tandasnya. (azi/bay)

ABDUL AZIZ/RaBa

TAK JELAS: Portal bambu dipasang di ruas jalan Lintas Selatan di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kemarin.

Ujian Persamaan Molor Kemenag Nyatakan Sesuai Jadwal GAMBIRAN - Kalangan wali murid peserta ujian persamaan yang digelar Kantor Kementerian Agama Banyuwangi kecewa. Sebab, pelaksanaan ujian hari pertama sempat molor. Seperti yang diungkapkan Yudi, 35, warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Menurutnya, ujian persamaan semestinya sudah dilakukan secara serentak di delapan lembaga pen-

didikan pondok pesantren (ponpes) sejak Selasa lalu. Namun, karena berkas dan lampiran masih belum difotokopi, akhirnya ada peserta ujian yang harus menunggu sampai keesokan hari. ‘’Saya heran, waktu hari H kok masih belum tuntas, padahal Dinas Pendidikan sudah melaksanakan,’’ bebernya. Yudi menegaskan, jadwal sudah ditentuan jauh-jauh hari. Oleh karena itu, dia menilai Kemenag tidak serius mengemban tanggung jawab itu. ’’Itu karena koordinasi dengan dinas terkait kurang,’’ ujarnya.

Sebagai wali murid, Yudi meminta agar penundaan ujian seperti itu tidak terjadi lagi di kemudian hari. Sebab, hal itu dinilai merugikan para peserta. ‘’Kemenag kan lembaga struktural, kok ujian sampai ditunda itu bagaimana?’’ sesalnya. Sementara itu, secara terpisah Kepala Seksi (Kasi) PK Pontren Kemenag Banyuwangi, Zainal Abidin, membantah ujian tersebut ditunda. Menurut Zainal, pelaksanaan ujian sudah sesuai jadwal. ‘’Tetap kami lakukan, tidak ada penundaan,’’ ujarnya kemarin (12/10)n

Ujian Persamaan Pelaksanaan : pukul 13.00 - 1730 Jumlah peserta : 134 orang. Lembaga Penyelenggara Ujian Tulis: n PP Al Atiq Purwoharjo n PP Al Futuhiyah Muncar n PP Maulana Ishak Muncar n PP Minhajut Tulab Muncar n PP Rhoudotut Tholabah Genteng n PP Bahrul Hidayah Srono n PP Darul Falah Purwoharjo n PP Al-Azhar Sempu

Baca Ujian...Hal 35

Cegah Teroris, Waspadai Tamu Berlakukan Aturan Wajib Lapor RT

POLSEK PESANGGARAN FOR RaBa

SOSIALISASI: Kasi Humas Polsek Pesanggaran Aiptu Lipur saat pertemuan di Balai Desa Sumbermulyo kemarin

PESANGGARAN - Polsek Pesanggaran terus melakukan sosialisasi waspada terhadap para tamu tak dikenal yang masuk ke lingkungan. Kemarin (12/10), aparat Polsek Pesanggaran berdialog dengan seluruh ketua RT dan ketua RW setempat di Balai Desa Sumber-

mulyo, Kecamatan Pesanggaran. Kasi Humas Polsek Pesanggaran, Aiptu Lipur, dan Kepala Desa Sumbermulyo, Subali, menjadi narasumber utama dalam dialog tersebut. Dalam kesempatan itu, Lipur meminta agar warga mengaktifkan kembali wajib lapor bagi tamu. Wajib lapor itu berlaku selama satu kali 24 jam. ‘’Itu kita lakukan untuk mengantisipasi hal–hal yang tidak

kita inginkan bersama,” serunya. Lipur menuturkan, terkait waspada terhadap orang baru yang masuk ke suatu lingkungan, aparat Polsek Pesanggaran akan terus melakukan sosialisasi secara menyeluruh sampai ke pelosok desa. ‘’Dalam setiap sosialisasi, kita akan berusaha merangkul semua elemen masyarakat,” ujarnya. (azi/bay)

Penilain Tahap I Banyuwangi Hijau & Bersih 2011 Meliputi: Kecamatan Srono, Cluring, Kabat, dan Singojuruh

SMPN 2 Srono Kec Srono

SMPN 1 Kabat Kec Kabat

SDN Gambor Kec Singojuruh

SDN 2 Wonosobo Kec Srono

Balai Desa Kedayunan Kec Kabat

RT 2 RW 1 Dusun Sukopura Desa Sukonatar Kec Srono

Kantor Desa Alasmalang Kec Singojuruh

UPTD TK SD Kec Cluring


KOMUNIKASI BISNIS

28

Kamis 13 Oktober 2011

Hi-Tech Mall Sale 2011 di Hi-Tech Mall

Penawaran Spesial, Produk Paling Aktual HI-TECH Mall terus memberikan penawaran spesial bagi pengunjung khusus luar kota selain terus menghujani dengan hadiah-hadiah yang melimpah sampai 16 Oktober 2011 lewat Hi-Tech Mall Sale 2011. Diawali Sony VAIO E series bahkan dipatok Rp.4,999juta saja. Fujitsu LH530, dual core P6200, awalnya Rp.4,339juta menjadi Rp.3,875juta. Toshiba NB520, N570, 1GB DDR3 harganya Rp.3,449juta menjadi Rp.3,085juta. Ada juga Toshiba C600-1005, core 2 duo, P7570 dari harga Rp.4,524juta menjadi Rp.4,399juta. Acer 4739SE, core i3, 2GB DDR3, 320 GB HDD ditawarkan Rp.4,399juta dari Rp.4,299juta. Lenovo B460-0640, core i3, 2GB DDR3, 500GB HDD ditawarkan Rp.4,199juta yang sebelumnya Rp.5,199juta. Axioo HNM 5320R, core i5-2410, 2GB DDR3, 500GB HDD hanya Rp.5,199juta free voucher belanja senilai Rp.250ribu dan goody bag. Wearnes Quadra CI1441_i3, core i3, 2GB DDR3 seharga Rp.3,547juta dari harga Rp.4,547juta Zyrex SKY LM 1211, N455, 1 GB, seharga Rp.2,099juta turun menjadi Rp.1,899juta. Anda juga bisa mendapatkan Canon IP 2770 + modif seharga Rp.425ribu saja. Epson L100 seharga Rp.1,25juta free T-Shirt senilai Rp.100ribu. Printer HP K110a (print, scan, copy) pun dibandrol murah dengan Rp.899ribu free shopping voucher Rp.100ribu + flashdisk. Tak ketinggalan proyektor Microvision MX228A hanya Rp.4,7juta.

Android Sale PAKET produk berbasis android ini juga memberikan kejutan spesial untuk pengujung pameran. Dimulai Wearnes Litepad LP-1021 sebelumnya Rp.6,497juta kini seharga Rp.5,497juta saja plus free modem 3G, T-Shirt, ponsel + pulsa Rp.150ribu. Zyrex Onepad SP1113G, NVidia Tegra, 10", seharga Rp.3,999juta turun menjadi Rp.3,499juta free 16 GB Micro SD dan folder Onepad gratis. Axioo PicoPad QGN655 hanya Rp.3,499juta free headset bluetooth, screen protector, leather case dan micro SD 16GB. Anote CPad 703 seharga Rp.2,499juta free leather pouch, keyboard, kabel HDMI senilai Rp.350ribu. Huawei S7 Slim seharga Rp.3,199juta jadi Rp. 2,95juta free 90 hari internetan. AHAPad S7 Slim seharga Rp.3,177juta jadi Rp.2,9jutaan free headset dan internetan unlimited 60 hari. Olivepad seharga Rp.2,88juta jadi Rp.2,449juta free akses 2 GB internet. Inforce 7” hanya Rp.949ribu. EPad hanya Rp.1,699juta free modem dan micro sd 4GB. Setiap pembelian Android mendapat hadiah langsung dan mug Android yang tercetak langsung foto diri Anda dan pin Android di redemption Android dan juga konsultasi gratis di Android Corner. Seminar gratis “Optimized Your Android” 15/10/11, Info pendaftaran : R.Workshop 031-5317594/Dedi 08819349565.

Banjir Bonus Hingga Notebook BUKAN Hi-Tech Mall kalau tak menyediakan bonus tambahan. Dapatkan promo menarik dari broadband-broadband seperti Telkomsel, AHA, XL, Quicknet, Flexinet dan Smartfren yaitu modem mulai Rp.100ribuan dan ratusan hadiah langsung lainnya. Dan seperti biasa, Hi-Tech Mall juga kembali memberikan hadiah langsung selain bonusbonus yang diberikan para vendornya itu. Hadiah langsung mulai puluhan printer, notepad hingga notebook dan ratusan hadiah langsung lainnya untuk setiap pembelanjaan produk berstiker HiTech Mall minimal Rp 2 juta dan pembelian minimum pembelanjaan Rp 500 ribu untuk mug eksklusif yang tercetak langsung foto Anda. Masih menimbang-nimbang untuk datang di HiTech Mall Sale ini? Tak perlu berpikir panjang. Hi-Tech Mall memang jagonya produk murah dan unggul. Ingat IT, Ingat Hi-Tech Mall dong. (*)

Ujian Paket B Digelar 18 Oktober Kejar Paket C Dimulai Kemarin ROGOJAMPI - UNPP Program Paket C tahap II Kabupaten Banyuwangi secara serentak digelar pada 11-14 Oktober 2011. Ujian kejar Paket C dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di seluruh wilayah Banyuwangi. Pesertanya berjumlah 467 dari siswa gagal formal. ”Materi ujian meliputi Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi dan Matematika,’’ jelas Drs. Adnan Kohar MPd, Kabid PNFI Dinas Pendidikan Banyuwangi. Menurut Adnan, dalam ujian kejar Paket

C kali ini juga diikuti oleh siswa gagal formal dari Kantor Kementrian Agama Banyuwangi. Sejumlah 134 peserta mengikuti ujian yang digelar di Pondok Pesantren yang ada di Purwoharjo, Muncar, Sempu, Srono dan Purwoharjo. ”Dalam UNPP periode 2 ini Kamenag ikut bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi,’’ ujar Adnan Kohar. Untuk melihat secara langsung kegiatan ujian kejar Paket C yang mulai dilaksanakan pada hari Selasa lalu, Kabid PNFI Adnan Kohar bersama Staf Hamim meninjau langsung di PKBM temapt penyelenggara ujian. Tempat pertama dikunjungi adalah PKBM Mitra Abadi

MENINJAU: Kabid PNFI Drs. Adnan Kohar MPd (kiri) bersama Drs.Janoto memantau pelaksanaan ujian kejar Paket C kemarin.

Kecamatan Rogojampi, kemudian dilanjutkan di PKBM Sentosa, Kecamatan Kalibaru, dan terakhir di PKBM Prakarsa, Kecamatan Genteng. ”Alhamdulilah pelaksanaan ujian Kejar Paket C sesuai rencana dan berlangsung sukses dan lancar,’’ ujar Adnan yang juga mantan Kasi Monev Kecamatan Banyuwangi tersebut. Lebih lanjut Adnan menjelaskan, untuk ujian kejar Paket A dan Paket B dilaksanakan pada tanggal 18-20 Oktober 2011. Lokasi ujian tetap di PKBM yang ada di seluruh wilayah Banyuwangi. ”Semoga pelaksanaan ujian kejar Paket A dan Paket B juga berlangsung dengan baik tanpa kendala yang berarti,’’ harapnya. (adv/als) IWAN SETIONO/RaBa

DIJUAL Suzuki Grnd Vitara JX 2WD M/ T (jeep) th 2006 abu-abu mtl hrg 162,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT th 2007 biru muda met hrg 137,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 54f turbo H Tauring th 2008 hitam 187,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pickup) th 2007 hitam nippon hrg 67,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Nissan Xtrail 2.5L ST AT th 2003 hitam hrg 152,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Mts Colt diesel fe 447 MB/ Truck th 1996 merah hrg 75 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•GRIYA PERMATA•

•SAWAH TEPI JALAN•

•TANAH 594M2•

• RUKO MUCAR•

• SALES SPREADING•

•KONTAK JODOH•

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag Hub. Wawan 085331632942,081252599910

DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

DICARI Sales Spreading/Motoris, Ikan Wijinongko No. 11, Sobo, depan MIN.

ANDA mau cari jodoh! Buka website kami www.loverpartner.com

•PERUM SUTRI• SOBO,LT11x8,LB82m2,ltatascor,2kmr,kmrmndi bathub&shower.H.085230529953,087755679193

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

SITUBONDO

•TANAH 8000M2•

•TANAH 100M2•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

SITUBONDO

•TANAH 2000M2•

BALI

•JL. DIPONEGORO•

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

•JL. ADI SUCIPTO•

DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

• PANJI PERMAI • DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

•RUMAH & MOBIL• RMHSHMLT92m2,4KT,RT,2RM,1gdg,PerumPanperblok CC16.H:0341-715472,0338-678709.&DjlKijang‘91,knds bgs,wrnsilver,50jtnego,H:0338-678709/081336144020

•DIKONTRAKKAN• DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10 dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

•TANAH 8050M2•

•TANAH 316 ARE• DJL/ForSaleTanah316AreCont2lntai,cckubisnis, lok sblh Maya Resort Hotel +1km dr Pasar UbudBali,Gianyar.H:081338265609/087755821594

DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

•TANAH KAPLING• DJL Tnh Kapling uk. 10x20 M2 (H.45 JtTepi Jalan), 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok.Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

•DIKONTRAKKAN• RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok Jln Agus Salim14 Bwi. Sblh brt BKD (08179622454).

• PT. GSI•

•JEWELLERY•

DCR Sopir utk krj di Surabaya, tahu dlm kota Sby dan sekitarnya. Min pny SIM A, jujur, sabar & tgg jwb. Krm lmrn ke KOPERASI MODERN Jl. P.B Sudirman No. 99-101 Bwi. Telp. (0333) 413322.

ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

•JUAL KAYU• DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

BANYUWANGI • SUZUKI KARIMUN• DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

• PROMO DAIHATSU•

BANYUWANGI

MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/0815.5970.5555 / 081.233.432.555.

• RUKO AGUS SALIM•

• JUAL CEPAT•

DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

SITUBONDO • KUCING PERSIA• DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

•PENGOBATAN• TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262

SITUBONDO BANYUWANGI

• INTERNET MARKETING •

•SPA•

Pelatihan bisnis/toko online dengan trainer nsional , 300 rb daftar: 081336237001

JUAL produk spa n kecantikan (lulur, masker,ratus,body butter, lotion) lgs dari Bali dg hrg terjangkau.Hub 03338278555

DIJUAL Tanah dengan luas 305m2, dengan harga Rp. 35.000/m2, lok Desa Gurit, Rogojampi. Tlp: 081703334710, 08155918371


Kamis 13 Oktober 2011

BALJEBOL BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Radio Ilegal Bakal Ditertibkan

INFRASTRUKTUR

Diawali Jombang dan Kediri, Berikutnya Jember, Banyuwangi, dan Situbondo

JUMAI/RADAR JEMBER

JALAN RUSAK: Beberapa anggota komisi C DPRD saat melihat kondisi jalan yang rusak dan sempat diblokir warga.

DPRD Sidak Jalan yang Diblokir JEMBER – Jalan di Desa Tanggul Kulon, Tanggul, Jember, yang sempat ditanami pisang oleh warga kemarin disidak komisi C DPRD Jember. Hasilnya, jalan yang menjadi wilayah bangunan dinas pekerjaan umum itu itu bakal diperbaiki. Kades Tanggul Kulon Agus Riyono (bukan Agus Riadi seperti berita sebelumnya) menjelaskan, meskipun dia sempat marah pada warganya yang melakukan aksi, namun tak dapat dipungkiri jika kondisi jalan perlu dibenahi. Karena jalan tersebut menjadi wilayah PU, maka pihaknya tak berani menggarap melalui dana desa. “Kalau pakai dana desa ya menyalahi prosedur,” jelasnya. Untuk itu, sebelum kejadian tersebut, dia mengaku sudah berulang kali mengirim surat pengajuan agar jalan tersebut di bangun. Namun, masih belum ada respon hingga akhirnya beberapa warga menanam sebatang pohon pisang di tengah jalan. Beberapa saat setelah menanam pohon pisang, warga langsung meninggalkan lokasi. Cara itu membuat kades Tanggul Wetan marahmarah karena tak ada koordinasi. Agus menjelaskan, tim yang terdiri dari anggota komisi C DPRD Jember itu, diantar dan bisa melihat langsung kondisi jalan Kenanga. Hasilnya, jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 5,7 meter itu direncanakan untuk bisa dibangun paska pelaksanaan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Jember. “Sudah ada rencana akan dibangun setelah PAK, jadi warga tak peru khawatir dan demo-demoan lagi,” tandasnya. Anggota Komisi C Syahroni membenarkan rencana itu. Pasalnya, setelah mendatangi lokasi, jalan tersebut memang selayaknya untuk dibangun. “Dinas PU perlu mengagendakan pembangunan jalan kenanga ini. Karena layak dan perlu dibangun,” katanya.(fid/jum/wah/jpnn)

JEMBER – Keberadaan radio ilegal mendapat perhatian serius dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur. Karena itu, mereka menyatakan segera melakukan penertiban terhadap radio ilegal tersebut. Termasuk menetibkan radio-radio yang perizinannya telah mati. Sebagai langkah awal, KPID Jatim telah melakukan penertiban di Kabu-

paten Jombang dan Kediri. Berikutnya kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi akan menjadi sasaran. Kabupaten/ kota lain di Jatim lainnya juga akan ditertibkan bertahap. Karena itu, upaya penertiban mulai mendaptakn respon dari pemilik radio ilegal. Belakangan KPID Jatim banyak di datangi pemilik radio ilegal. Mereka meminta diberikannya rekomendasi kelayakan untuk pengurusan izin baru. “Pasca operasi penertiban yang dilakukan balai monitoring di daerah Jombang dan Kediri kini banyak radio datang ke KPID,” kata anggota KPID Jatim M Dawud. Disela-sela verifikasi perpanjangan

izin radio beberapa waktu lalu Dawud menjelaskan sesuai undang-undang 32 tahun 2002 radio yang melakukan siaran sebelum memiliki izin penggunaan frekuensi masuk kategori pelanggaran pidana. ,”Bisa kena sanksi dua tahun penjara,” ungkapnya Namun karena saat ini sudah tidak ada lagi kanal frekuensi yang bisa diberikan untuk pengajuan izin baru KPID tidak bisa mengeluarkan rekomendasi kelayakan. Sebab ada moratorium dari menkominfo. ,’Terhitung sejak tahun 2008 sudah tidak diperkenankan lagi mengeluarkan izin radio baru,” imbuhnya.

Pelajar Tewas Diseruduk Mobil

BUNUH DIRI JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

Sumpek, Tabrakan Diri ke Bus JEMBER - Konflik keluarga membuat Zaenal Arifin, 38, warga Dusun Krajan, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji gelap mata. Dia mengakiri hidup dengan menabrakan diri ke bus yang melintas di Jalan raya. Aksi nekat ini jelas membuat geger warga dan memacetkan arus lalu lintas hingga beberapa jam. Aksi ini dilakukan Zaenal Arifin di jalan raya Kaliwining, Rambipuji Selasa (11/10) sekitar pukul 17.00. Informasi dihimpun menyebutkan, siang sebelum kejadian, korban yang juga seorang kernet angkot itu marah-marah dan adu mulut dengan Khosidah, ibunya. Kemudian dia pun juga memecahi kaca cendela rumahnya. Itu belum cukup, dia terus marah. Sampai akhirnya, dia pun berlari keluar dari rumah. ‘’Tiba-tiba dia berlari kencang keluar dari rumah,’’ ungkap Arsad, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian. Korban pun berlari ke jalan raya. Dia terus berlari di tengah jalan. Sementara dari arah Terminal Tawangalun, sebuah bus melintas. Arus lalu lintas lancar sehingga laju kendaraan pun cukup kencang. Tiba-tiba dari sebuah gang keluarlah korban. Dia berlari ke tengah jalan tanpa melihat kendaraan yang melintas. Akibat aksi nekat ini, Zainal pun langsung tewas di lokasi kejadian. ‘’Dia berlari menabrak bus tubuhnya sampai naik ke atas dan kaca depan bus pecah,’’ ungkapnya. Aksi nekat Zainal ini mengundang reaksi warga. Mereka pun berhamburan melihat apa yang menimpa Zainal. Saking banyaknya orang melihat. Jalur Tawangalun Rambipuji itupun macet total hingga beberapa jam. Kemudian polisi datang untuk menangani masalah itu. Lalu lintas perlahan lancar. Kemudian mayat Zainal pun dibawa ke RSD Soebandi. (rid/wah/jpnn)

Tenggak Baygon, Masuk RS DENPASAR - Dua orang gadis, Ni Putu Astini tinggal di Jalan Batukaru, Denpasar, dan Komang Sari Artawan, 24, asal Jalan Nangka, Gang Kenari, Denpasar, Selasa (11/ 10) harus masuk RS. Ini gara-gara keduanya nekat menenggak racun serangga, Baygon. Tak pelak, masingmasing korban bergantian digotong ke RS Sanglah. Informasi yang dihimpun di RS Sanglah menyebutkan, kejadian ini terjadi di rumahnya sendiri dan diduga dia bertengkar dengan pacarnya dan akhirnya nekat minum Baygon hingga kelengar. Melihat kondisi Astini sudah tak berdaya, waktu itu pula pacarnya pun langsung menggotong ke puskesmas terdekat untuk mencari perawatan. Lantaran kondisinya memburuk, akhirnya dia dirujuk ke RS Sanglah. Maklum dia menenggak Baygon cair di habiskan hingga setengah botol. “Dia minum Baygon, “ ungkap Tery pacarnya yang langsung mendampinginya di RS Sanglah. Sementara, Komang Sari itu tiba di RS Sanglah sekitar pukul 13.00, juga dengan kasus yang sama yakni menenggak Baygon, hingga kondisinya kritis. (dwi/pit/jpnn)

Solusinya, lanjutnya balai monitoring akan melakukan penyegelan jika mereka tetap memaksa melakukan siaran.,”Jika mereka tetap siaran tentu akan kami tindak. Akan disegel,” ungkapnya. Sehingga, selama belum ada ijin radio ileggal tersebut dilarang keras untuk siaran. Lebih jauh dia menjelaskan saat ini sedang di proses oleh KPID Jatim hanya untuk pengurusan perpanjangan izin bagi 98 radio yang selama ini sudah eksis. Sedangkan yang belum ada izin, tidak akan diproses. Untuk penertiban radio yang belum berizin akan segera dilakukan oleh balai monitoring. (aro/wah/jpnn)

OLENG:Warga beramai-ramai mendorong mobil yang menabarak dua pelajar SMK dan kios bensin di Jambearum, Puger.

JEMBER - Kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi di jalan. Kali ini dua pelajar yang hendak berangkat sekolah mengalami kecelakaan hingga dari dari dua pelajar itu tewas. Kecelakaan itu melibatkan Isuzu Phanter N 1625 YE yang dikemudikan Bonadi, 45 warga Jalan Urip Sumoharjo, Desa Kasiyan Timur Puger dengan motor Suzuki Shogun P 5124 NF yang dikendarai Muhamad Inton Mutaqi, 16 dan Yayan, 16 keduanya warga Karetan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember. Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Balung, Desa Jambearum, Jember, sebelah selatan SPBU kemarin siang sekitar pukul 12.00. Saat itu mobil Panther melaju dari arah Rambipuji dengan kecapatan cukup tinggi berusaha mendahului kendaraan di depannya. Saat berusaha mendahului mobil di depannya itulah, dari arah berlawanan muncul motor yang dikendarai oleh dua orang pelajar ini. Tak pelak, tabrakan pun terjadi. Yayan yang menderita luka parah di sekujur tubuhnya mengalami patah kaki, sedangkan Mohamad Iton Halimutaqi temannya nyawanya tak terselamatkan. Menurut petugas di Pos Pol Kasiyan, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh pihak Laka Lantas Polres Jember. (jum/fid/wah/jpnn)

Soal Debt Collector, Dua LSM Sepakat Damai JEMBER – Polemik seputar penjabelan motor yang dilakukan ekternal atau Debt Collector PT Adira dengan sebuah LSM akhirnya berakhir. Kemarin dua LSM di fasilitasi Polres Jember sepakat mengakiri polemik tersebut. LSM Gagak Hitam yang diwakili Afiantodan LSM Forum Peduli Rakyat Nogosari (FPRN) di wakili Suwarno menyadari bahwa masalah muncul karena miscommunication. Pertemuan kesepakatan mengakiri polemik itu dilakukan di lakukan di ruang Intelkam Polres Jember. Kedua LSM tersebut tampaknya bisa menerima keberadaan tersebut. ‘’Permasalahan ini muncul karena miscommunication. Dan kami sepakat untuk mengakiri ini. Kami ingin Jember kondusif dan bisa kembali bekerja dengan enak,’’ ungkap Afianto, kemarin di saksikan para aparat intelkam Polres Jember. Sementara itu, Suwarno dari

FPRN membantah bahwa pihaknya membagikan kartu anggota LSM untuk menghindari penjabelan motor. Menurutnya, pembagian kartu anggota itu harus dilakukan sebagai bentuk pembinaan. Siapa saja boleh bergabung dengan LSM FPRN dan harus mentaati aturan yang ada. ‘’Memang ditarik biaya untuk administrasi. Bukan berarti setelah pegang kartu LSM bisa seenaknya melanggar aturan. Tidak seperti itu,’’ ungkapnya. Terkait dengan masalah akan mendatangi kantor PT Adira dan melakukan aksi, Suwarno menyatakan, apa yang dilakukan itu sebagai bagian melaksanakan Peraturan Kapolri nomor 08 tahun 2011. Ini terkait dengan keberadaan UU pedusia. Dimana dalam aturan itu ditegaskan, bahwa persoalan penjabelan motor yang dilakukan oleh debt colector itu tidak diperbolehkan bahkan juga melanggar aturan. ‘’Seha-

rusnya ketika ada masalah dalam kredit motor antara nasabah dengan leasing dan perlu dilakukan penjabelan, harus membawa aparat kepolisian. Tidak serta merta menggunakan debt colector. Ini yang akan kami suarakan ke PT Adira saat itu,’’ ungkapnya. Kebetulan menurut Suwarno, saat itu anggota FPRN sedang mengendarai motor. Motor itu hasil kredit ke PT Adira. Kemudian tiba-tiba di cabut oleh pihak debt colector PT Adira. ‘’Itu anggota saya dan apa yang dialami anggota, kami berhak untuk melindungi. Sebab apa yang di-

lakukan anggota saya itu benar,’’ katanya. Akhirnya FPRN mengajukan surat izin ke Polres Jember untuk melakukan aksi demo ke PT Adira. Saat itulah beredar kabar akan dihadang oleh massa LSM. Dan izin tidak diberikan. ‘’Kami bukan ingin bentrok. Kami ingin menerapkan aturan,’’ katanya. Dimana dalam aturan itu, jika antara leasing sudah melakukan perjanjian dengan nasabah untuk pengambilan motor harus diserahkan ke notaris. Kemudian dari notaris itu akan muncul akte perjanjian. Kemudian dari akte perjanjian itu

diserahkan ke kantor Hukum dan Ham. ‘’Dari sana akan muncul sertifikat,’’ katanya. Jika ternyata dalam perjalanan ada masalah, maka pihak leasing yang memegang sertifikat pedusia bisa melakukan tindakan. Dan tentunya harus didampingi aparat kepolisian. Jika tidak, maka leasing melanggar hukum dan aturan. Dari kondisi inilah, akhirnya FPRN kembali mengajukan izin untuk melakukan aksi kembali ke PT Adira. Namun karena ada kesepakatan, akhirnya rencana aksi itu ditinjau kembali. (rid/wah/jpnn)


34

Kamis 13 Oktober 2011

Pemain Keluhkan Kondisi Lapangan TANGGAPAN terkait kondisi lapangan Stadion Diponegoro juga datang dari sejumlah calon pemain Persewangi. Rata-rata mereka mengeluhkan kondisi lapangan yang sangat jauh dari kata layak. Selain tidak rata, lapangan yang keras juga membuat pemain rentan terhadap cidera. Keluhan itu disuarakan oleh gelandang Persewangi Raul Setiawan. Dia mengaku kondisi lapangan tidak nyaman untuk bermain. Permukaan lapangan yang tidak rata membuat siapa pun pemain akan kesulitan mengendalikan laju bola. “Nggak enak blas lapangan dibuat main,” keluhnya. Bila dibiarkan, kata Raul, kondisi lapangan seperti itu pemain tentu menjadi waswas. Ancaman cidera menjadi momok bagi setiap pemain

yang menginjakkan kaki di lapangan. Belum lagi efek lain seperti debu bisa menjadi gangguan saat bermain. Hal yang sama juga diungkapkan bek senior Persewangi, Heri Fiandoyo. Mantan pilar Mojokerto Putra itu menilai lapangan Stadion Diponegoro perlu mendapat perhatian serius. Permukaan tanahnya yang keras membuat laju bola lebih liar dan sulit dikendalikan. Heri pun merasa aneh dengan lapangan yang masih bisa digunakan secara bebas. Apalagi, Persewangi sejauh ini sengaja mengalah untuk meninggalkan Stadion Diponegoro dengan memilih berlatih di Lapangan Watukebo. “Tujuan latihan pindah ini untuk memberikan peremajaan lapangan. Tapi aneh kok malah dipakai secara bebas,” ujarnya. (nic/als)

GALIH COKRO/RaBa

PERLU BERBAIKAN: Kondisi lapangan Stadion Diponegoro hendaknya mendapat perhatian serius. Selain lapangan keras, rumputnya juga tidak tumbuh sempurna.

Turnamen Segitiga Terancam Bubar Lapangan Rusak, Stadion Diponegoro Belum Steril BANYUWANGI – Optimisme pengurus Persewangi menggelar turnamen segitiga sebagai persiapan menatap kompetisi Divisi Utama rupanya cukup tinggi. Selain memastikan dua tim, All Star Legiun Asing dan Bali Devata sebagai pesertanya, ajang pemanasan itu rencananya juga akan dihelat pada bulan ini juga. Namun, di tengah kepercayaan diri akan gelaran pertandingan bertajuk Piala Bupati Banyuwangi tersebut, sinyal merah justru datang dari kondisi home base Persewangi, Stadion Diponegoro. Kondisi lapangan di

markas tim berjuluk Laskar Blambangan itu cukup memprihatinkan. Pantauan koran ini di lapangan menunjukkan, sebagian besar rumput di lapangan dalam kondisi kering. Usaha penyiraman rumput yang dilakukan petugas stadion tidak banyak membantu. Rumput yang mati menjadi pemandangan yang cukup memilukan di dalam lapangan di dalam stadion berstatus utama di Banyuwangi itu. Kondisi rumput di dalam stadion juga diperparah dengan kondisi lapangan yang bergelombang. Beberapa bagian lapangan tampak bagian tanah yang tidak ditumbuhi rumput. Belum lagi kondisi

tanahnya juga keras dan berdebu. Pemandangan ini diperparah dengan belum sterilnya lapangan dari pengguna umum. Penelurusan koran ini menunjukkan, lapangan stadion masih digunakan oleh sebagian masyarakat dengan leluasa. “Kantor (Dispenda) belum keluarkan larangan. Jadi nggak bisa melarang juga mereka main di lapangan,” ujar Mohamad Yasin, petugas jaga Stadion Diponegoro. Belum sterilnya lapangan di dalam Stadion Diponegoro juga disayangkan oleh petinggi Persewangi. Mereka menilai latihan tim selama ini dipindah ke Lapangan Watukebo, Rogojampi, untuk memberikan kesempatan

jdsnvn DOK.RaBa

DIGELAR SEHARI: Untuk meningkatkan kualitas pesenam, Persani akan menggelar pelatihan senam pada 16 Oktober nanti di GOR Tawang Alun Banyuwangi.

Datangkan Instruktur dari Surabaya Persani Gelar Pelatihan Senam Korpri BANYUWANGI – Olahraga senam tidak pernah kehilangan tempat di hati para pelakunya. Demi memasyarakatkan olahraga ini, Persani menggagas pelatihan senam Korpri dalam waktu dekat. Even yang dihelat pada 16 Oktober ini akan dibuka untuk khalayak umum yang berminat mendalami dan menekuni senam. Gelaran pelatihan senam

Korpri disampaikan Ketua Umum Persani Ena Samsul Hadi kemarin. Kegiatan yang akan dilaksanakan di GOR Tawang Alun Banyuwangi ini, Persani akan mendatangkan instruktur langsung dari Kota Pahlawan Surabaya Drs H Rudi. “Acara ini akan start pukul 07.00 setelah senam bersama di kawasan GOR Tawang Alun,” bebernya. Bagi peserta yang berminat mengikuti kegiatan ini, Persani telah menyediakan sarana pendukungnya seperti com-

pact disc, kaset, dan materi pelatihan. Kegiatan yang dilaksanakan selama sehari ini, dapat diikuti secara perorangan maupun perwakilan dari sanggar senam. Erna berharap, lewat kegiatan ini prestasi olahraga senam Banyuwangi dapat lebih terangkat. Ini setidaknya dibuktikan dengan capaian prestasi yang ditorehkan atlet senam dalam Porprov III lalu di Kediri. Persani mampu mempersembahkan medali emas bagi kontingen Banyuwangi. (nic/als)

Dispora Gagas Liga Pelajar BANYUWANGI – Kerinduan gelaran kompetisi sepak bola antar pelajar di Banyuwangi bakal segera terobati. Ini menyusul dengan agenda kejuaraan yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi dalam waktu dekat. Bertajuk Liga Pelajar Indonesia (LPI), even ini akan menjadi saran pencarian bakat pemain bola di level sekolah. Plt. Kepala Dispora Ahmad Khairullah mengatakan, agenda LPI memang menjadi agenda kejuaraan yang dipersiapkan oleh jajarannya. Mirip seperti Liga Pendidikan Indonesia, kompetisi antar pelajar ini juga akan menjadi media persiapan menuju ajang yang digagas Kementrian Pemuda dan Olahraga tersebut. Meski demikian, Khairullah belum berani merinci kapan even tingkat pelajar itu akan

KIAN SEMARAK: Dinas Pemuda dan Olahraga berencana menggelar Liga Pelajar antar SMP dan SMA seBanyuwangi. DOK.RaBa

dilaksanakan. Namun, dia menegaskan bila tidak ada halangan minimal paling cepat akhir tahun ini atau awal tahun depan LPI bisa dilaksanakan. “Kita masih cari waktu yang pas,” ujarnya. Bila soal waktu pelaksanaan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dispora saat ini, Khairullah menegaskan bahwa perserta LPI nanti akan diikuti

dua kasta sekolah. Kontestan yang akan diturutkan dalam ajang ini adalah sekolah menengah pertama (SMP) dan atas (SMA) sebagai pesertanya. Di sisi lain, dua venue, yakni Stadion Diponegoro dan Maron Genteng digadang menjadi helatan kompetisi sepak bola pelajar di Banyuwangi ini. “Sejauh ini dua tempat itu yang dipersiapkan,” pungkasnya. (nic/als)

bagi rumput stadion untuk peremajaan. Bila masih digunakan, tentu saja situasi ini sangat mengkawatirkan. Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengatakan, peremajaan rumput dan lapangan menjadi mutlak dilakukan. Sebab, hal ini sebagai salah satu syarat untuk Persewangi berlaga di Divisi Utama mendatang. “Percuma (latihan) dipindah, kalau lapangan tetap dipakai. Padahal, kompetisi sudah dekat,” katanya. Mensiasati hal tersebut, Nanang akan kembali menyurati bupati dan dinas terkait sterilisasi stadion. Selain untuk persiapan Divisi Utama, sterilisasi juga akan mendukung gelaran turnamen GALIH COKRO/RaBa segitiga yang akan segera diputar Per- HARUS STERIL: Tak hanya pemain lokal, legiun asing Persewangi sewangi dalam waktu dekat. (nic/als) juga mengeluhkan kondisi lapangan stadion yang buruk.


35

Kamis 13 Oktober 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Sudah Ditutup Lima Tahun n RUAS JALAN... Sambungan dari Hal 25

Hanya saja. Poros jalan pengganti yang diwacanakan pemkab tersebut tidak memenuhi standar jalan nasional. Alasannya, ruas jalan pengganti yang diusulkan tersebut melewati dua lintasan kereta api (KA). Oleh karena itu, ketika Bupati Anas mengajukan permohonan yang ketiga kali tahun ini, jawaban pemerintah pusat lebih tegas. Kementerian PU terangterangan menolak permohonan alih fungsi jalan nasional sebagai lahan parkir MAB. Tidak hanya menolak, pusat justru menginstruksikan Bupati Anas menertibkan fungsi jalan nasional yang hampir lima tahun ditutup tersebut. Sementara itu, pengurus Yayasan MAB sepertinya belum bisa menerima sikap pemerintah pusat tersebut. Setidaknya itu bisa dilihat dari pemasangan surat jawaban

GALIH COKRO/RaBa

PENOLAKAN: Petugas memasang baliho besar berisi surat dari Kementerian PU di halaman MAB kemarin.

dari Direktorat Jalan dan Jembatan Wilayah Barat, Departemen PU, atas permohonan alih fungsi jalan yang disampaikan Yayasan MAB. Surat jawaban PU yang dikirim 15 Mei 2006 lalu itu dicetak dalam bentuk baliho besar dan dipasang di depan MAB kemarin (12/10). Secara terpisah, masalah

alih fungsi jalan tersebut kini tengah jadi bahasan khusus di pemkab, “Kita sedang berkoordinasi,” cetus Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi, Sukandi, kemarin. Menurut Sekkab Sukandi, jalan di depan MAB itu merupakan jalur nasional, sehingga penyelesaiannya harus dilaku-

kan di tingkat pusat. Meski surat permintaan sudah ditolak Kementerian PU, pihaknya masih akan berupaya mencari jalan keluar. “Kita juga berkoordinasi dengan pengurus masjid (Yayasan MAB),” katanya. Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Rastra Gunawan enggan berkomentar saat dikonfirmasi mengenai “hangatnya” masalah alih fungsi ruas jalan di depan MAB itu. Meski begitu, pihaknya akan membantu penuh dalam mencari jalan keluar atas problem tersebut. “Kita siap bantu,” tegas kapolres. Mengenai penolakan penggunaan ruas jalan di depan masjid sebagai lahan parkir, Kapolres Rastra mengaku bahwa penyelesaian masalah itu sepenuhnya diserahkan kepada pemkab. Sebab, persoalan itu bukan bagian dari kewenangannya. “Yang jelas, kami siap membantu,” sebutnya. (abi/afi/bay)

Bisa Jadi Hikmah agar Lebih Kompak n SARANKAN... Sambungan dari Hal 25

Perbedaan keinginan pengurus Yayasan MAB dan kebijakan pemerintah pusat, kata Wahyudi, tidak perlu diperpanjang dan harus dihentikan sekarang juga. Sebab, masjid membawa nama besar Islam. Oleh karena itu, kewajiban semua umat Islam untuk merawat keagungannya agar tidak menimbulkan gesekan antara pengurus, jamaah, dan pemerintah. “Masjid milik umat Islam, sedangkan jalan merupakan fasilitas umat muslim dan nonmus-

lim,” ujarnya. Kalau memang MAB tidak bisa diperluas, Wahyudi mengusulkan agar umat Islam Banyuwangi mulai berpikir untuk pembangunan masjid baru di lokasi dan tempat yang lebih ideal. “Sebagaimana yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam membangun Masjid Akbar Surabaya (MAS),” saran Wahyudi. Kalau pembangun masjid baru bisa menjadi solusi keruwetan MAB saat ini, maka lokasi parkir jamaah bisa dibuat lebih luas. Selain itu, juga bisa membangun fasilitas penunjang yang memadai

sehingga tidak mengganggu fasilitas umum seperti yang terjadi saat ini. Wahyudi juga berharap, kasus yang terjadi antara pengurus Yayasan MAB dan pemerintah pusat menjadi hikmah bagi umat Islam untuk lebih kompak. Silang pendapat yang sudah berlangsung selama ini merupakan peluang dan tantangan umat Islam di Bumi Blambangan untuk melahirkan keputusan-keputusan besar bagi Banyuwangi. “Dari aspek lokasi, MAB sudah tidak memungkinkan dikembangkan. Solusinya, ya harus bangun masjid agung alternatif yang lebih besar,” sarannya. (afi/bay)

Mendatangi Seluruh Rumah Warga n CEGAH DIFTERI... Sambungan dari Hal 25

Selain itu, juga pelajar SMP/MTs. “Juga pengobatan terhadap orang di sekitar penderita difteri,” ujarnya. Hariadji menyebut, ORI yang dilaksanakan pada 2010 itu ternyata cukup berhasil dalam mencegah merebaknya difteri. Oleh karena itu, pada tahun 2011 ini Dinkes hanya menemukan dua kasus.

“Kita berharap bisa menekan lagi, minimal bertahan pada dua kasus untuk tahun depan,” tegasnya. Sementara itu, sweeping difteri itu dilakukan secara serius oleh para petugas kesehatan dari Puskesmas Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kemarin. Caranya, petugas mendatangi seluruh rumah di wilayah tersebut. Selain itu, para petugas juga mengundang sejumlah keluarga yang memiliki

balita berkumpul di salah satu rumah warga. “Dalam sweeping ini petugas keliling kampung,” ujar Kepala Puskesmas Kertosari, drg. Sutaji Saputro. Dalam sweeping balita tersebut, terang Sutaji, petugas akan meminta Kartu Menuju Sehat (KMS) balita. Bila belum pernah diberi vaksin DPT HB, maka akan langsung disuntik vaksin. “Kalau sudah pernah di vaksin DPT HB, ya tidak diberi lagi,” terangnya. (abi/bay)

KBRI Dukung Promosi Wisata n KAMPANYEKAN... Sambungan dari Hal 25

Dalam pertemuan antara rombongan peserta kongres editor surat kabar sedunia dari Jawa Pos Group bersama jajaran KBRI itu, Irwan menyerahkan brosur dan leaflet pariwisata Banyuwangi . Secara kebetulan, KBRI Wina menyediakan rak khusus untuk meletakkan buku dan brosur tentang

pariwisata daerah-daerah di Indonesia. “Kami berharap brosur ini bisa menjadi bahan informasi bagi warga Austria yang hendak bepergian ke Indonesia dan mengurus visa di KBRI Wina. Semoga mereka tertarik berkunjung ke Banyuwangi,” harap Irwan. Sementara itu, Djati, konsul KBRI, menyambut baik atas permintaan dukungan untuk mempromosikan wisata

Banyuwangi tersebut. Pria asal Tegal, Jawa Tengah, itu siap memberikan informasi tentang wisata Kota Gandrung, termasuk BEC. Dia juga menunjukkan setiap brosur wisata yang dititipkan di stan khusus KBRI kepada warga Austria yang hendak ke Indonesia. “Kami siap membantu jika dikirimi brosur dan buku wisata maupun budaya Banyuwangi lebih banyak lagi,” janjinya. (irw)

Kondisi Jamaah Sehat Wal Afiat n SEHARI... Sambungan dari Hal 25

Rasulullah adalah orang pertama yang meletakkan batu di mihrab masjid tersebut menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, kiblat pertama umat Islam, kemudian disusul berturut-turut oleh tiga saha-

bat Rasulullah. Tak heran, CJH Banyuwangi menjadikan masjid itu bagian dari perjalanan menuju ke-mabrur-an. Tergabung dalam pemberangkatan gelombang satu menjadi keuntungan tersendiri bagi CJH Banyuwangi. Tenaga yang masih fresh tentu tak akan mempengaruhi ibadah di Mas-

jid Nabawi dan Masjid Quba. Berbeda halnya saat jamaah tergabung dalam gelombang dua. Secara fisik tentu jamaah mengalami kelelahan setelah menjalankan ritual haji. Sementara itu, selama di Madinah, konsumsi jamaah dilayani dengan baik. Pihak maktab memberikan jatah makan

dua kali sehari, yaitu siang dan malam. Menu yang diberikan pun menu asli Indonesia, sehingga jamaah tidak kerepotan makan. Menu ayam goreng, ikan laut, daging bistik, dan sayuran, menjadi santapan jamaah setiap hari. Hingga laporan ini ditulis, kondisi jamaah dalam keadaan sehat. (*/bay)

Ada Dua Tahap Pemberangkatan n KUMPULKAN... Sambungan dari Hal 25

Saat ini, jamaah tetap pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri mencapai sekitar 600 orang. Total dengan jamaah tidak tetap mencapai seribu orang. Lokasi pengajian tidak menetap di satu tempat, melainkan berpindah-pindah. Namun, hinga kini lokasi pengajian masih berputar di wilayah Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya. Tema kajian keislaman difokuskan pada tema tauhid atau ketuhanan. Pengurus sengaja hanya mengkaji persoalan tauhid, bukan pada persoalan fiqih. Sebab, jamaah berasal dari berbagai ormas Islam yang berbeda. “Kita fokus pada kajian tauhid dalam rangka mempertebal iman jamaah,” ujar Humas Pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri, H. Abdurrahman. Selain dzikir dan kajian tauhid, klub pengajian masyarakat kelas menengah itu memiliki kegiatan rutin lain, yaitu menyantuni anak yatim. Setiap minggu, pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri sedikitnya mengeluarkan santunan Rp 2 juta untuk 40 anak yatim. Santunan itu sudah berlangsung sejak pengajian itu berdiri. Dana santunan berasal dari uang pribadi jamaah. Yang terbaru, pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri memiliki program umrah bersama yang rencananya akan mulai dilaksanakan awal tahun 2012. Umrah tersebut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, khusus bagi jamaah

yang paling aktif mengikuti pengajian. Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi agar masuk rombongan pertama. Selain aktif mengikuti pengajian, yang bersangkutan juga belum pernah menunaikan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci. Syarat lain, keluarga harus tekun menunaikan salat lima waktu dan beberapa salat sunah lain. “Anak, istri, dan suami harus tekun beribadah. Nanti ada tim khusus untuk memilih sepuluh jamaah yang akan diberangkatkan umrah,” tutur Abdurrahman. Rombongan umrah tersebut dibiayai jamaah pengajian. Mereka yang berangkat, sepuluh orang itu, tidak dipungut biaya apa pun. Seluruh biaya umrah ditanggung jamaah lain. Tahap kedua, anggota rombongan rencananya berjumlah seribu orang. Rombongan kedua itu berasal dari pengurus dan anggota PGRI se-Banyuwangi yang beragama Islam. Seribu orang itu akan berangkat umrah bareng dengan bimbingan tim pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri. Biaya perjalanan umrah rombongan kedua tersebut ditanggung sendiri oleh jamaah dan difasilitasi pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri. “Yang sepuluh orang tahap pertama, orang-orangnya belum dipilih. Yang seribu orang sudah pasti, dan namanya terdaftar,” papar Abdurrahman. Program lain yang akan segera dilakukan adalah pengumpulan beras seribu ton. Program itu dilaksanakan pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri bersama pengurus PGRI Banyuwangi.

Program pengumpulan seribu ton beras itu dalam rangka meringankan beban hidup fakir miskin dan kaum duafa di Banyuwangi. “Insyallah program ini akan dilaksanakan pada November 2011 mendatang,” cetusnya. Pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri Ahad lalu berlangsung berbeda dengan sebelumnya. Selain dzikir dan kajian tauhid, juga dilaksanakan ikrar sumpah dan ikrar dua kalimat syahadat oleh anggota baru. Dia adalah Suwarno, Kasi Pemuda dan Olahraga Kecamatan Srono. Suwarno merupakan salah satu wakil ketua PGRI Banyuwangi yang saat ini mendapat kepercayaan sebagai pejabat struktural di Kecamatan Srono. Warga Kecamatan Muncar itu selama ini belum memeluk agama Islam. Namun, sejak hari Minggu lalu, dia mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipimpin Wahyudi dan disaksikan ratusan jamaah pengajian Khotmil Quran Adz-Dzikri. Lalu, apa motivasi Suwarno memeluk agama Islam? Alasan dia cukup sederhana, yaitu ingin membangun keluarga sakinah dunia-akhirat bersama istri dan anak-anaknya. Istri dan anaknya ternyata sudah lebih dahulu memeluk agama Islam. Selama berkeluarga, Suwarno mengaku cukup harmonis dengan istri dan anak-anaknya meski berbeda keyakinan. “Selama puluhan tahun, kami tidak pernah berselisih tentang keyakinan. Kami sama-sama memahami, saya masuk Islam atas kesadaran sendiri dan tidak dipaksa siapa pun,” tutur Suwarno. (bay)

Minimal 6 Bulan Berturut-Turut n PUNYA... Sambungan dari Hal 25

Armada juga sempat menyampaikan pernyataan Ketua Dewan Pers, Bagir Manan. Bagir meminta agar wartawan yang tidak mau melaksanakan kode etik ditangkap dan diproses hukum. “Kata Pak Bagir Manan kalau wartawan benar ya harus dibela,” katanya. Menurut Armada, banyak sekali ditemukan wartawan yang tidak melaksanakan dan menaati kode etik jurnalistik. Dia mengantongi kartu pers, tapi tidak pernah bekerja sebagaimana wartawan sebenarnya. “Memiliki kartu pers, itu belum

tentu wartawan,” cetusnya. Saat melakukan kunjungan ke Sumatera, mantan sekretaris jenderal (sekjend) PWI Pusat itu sempat menemukan seorang wanita tuna susila (WTS) yang ternyata memiliki kartu pers. “Ada tujuh WTS yang memiliki kartu pers. Juga ada tukang becak dan sopir truk yang punya kartu pers,” ungkapnya. Tukang becak dan sopir, jelas dia, tidak masalah menjadi wartawan asalkan mereka mampu melaksanakan tugas sebagaimana yang harus dijalankan dalam dunia jurnalistik. “Wartawan itu harus mencari dan menulis berita. Bila ada wartawan yang tidak

pernah menulis berita, maka itu bukan wartawan meski punya kartu pers,” bebernya. Selain menulis berita, Armada menyebut seorang wartawan juga harus melaksanakan tugas jurnalistik minimal enam bulan berturut-turut dan tergabung dalam perusahaan pers. “Kalau tidak pernah menulis berita minimal enam bulan berturut-turut, berarti bukan wartawan,” sebutnya. Agar bisa menghadapi proses hukum dengan baik, wartawan bekerja di perusahaan pers yang jelas. Media harus mencantumkan nama penanggung jawab. “Kalau ada delik aduan, yang bertanggung jawab ya si penanggung jawab,” cetusnya. (abi/bay)

Didiagnosis Menderita Paru-Paru n PENGEROYOK... Sambungan dari Hal 26

Setelah itu, baru saya bisa menentukan langkah penyelesaian kasus ini,” terangnya. Masih menurut Supriyanto, jika nanti memang terbukti terjadi penganiayaan, tentu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak SD Negeri 1 Jangkar untuk memberi pem-

binaan terhadap para siswa yang terlibat. “Kejadian itu terjadi sekitar sebulan lalu. Usai menjalani latihan upacara, tanpa meminta izin guru, Maulana dan kawan-kawannya mandi di sungai yang berlokasi di dekat SD Negeri 1 Jangkar. Sepulang mandi itulah kejadian yang katanya pemukulan itu terjadi,” tandasnya.

Supriyanto menjelaskan, selain berusaha mengumpulkan keterangan dari beberapa siswa, pihaknya juga sudah bertanya langsung kepada petugas RS terkait sakit yang diderita Maulana. “Vonis medis, tidak ada retak pada tulang-tulang Maulana. Dia didiagnosis menderita sakit paru-paru yang cukup parah,” pungkasnya. (sgt/aif)

Digelar di Delapan Ponpes n UJIAN... Sambungan dari Hal 27

Zainal menegaskan, tidak benar kalau ujian itu dianggap molor dari jadwal semula. Menurutnya, ujian persamaan tersebut sudah mulai digelar Selasa lalu. Materi yang diujikan pada hari pertama me li puti pendidikan ke war ga ne garaan.

‘’Setelah istirahat ada materi bahasa Inggris,’’ jelasnya. Materi ujian pada hari kedua adalah sosiologi dan geografi. Sesuai rencana, ujian akan berakhir Jumat besok. ‘’Bahasa Indonesia dan ekonomi hari Ka mis. Hari Jumat ada satu ma teri, yakni matematika,’’ jelasnya. Ujian dimulai pukul 13.00 dan selesai pukul 17 30. Peser-

ta yang mengikuti ujian sejumlah 134 peserta. Ada delapan lembaga penyelenggara dalam ujian tulis tersebut, seperti PP Al-Atiq Purwoharjo, PP Al-Futuhiyah Muncar, PP Maulana Ishak Muncar, PP Minhajut Tulab Muncar, PP Rhoudotut Tholabah Genteng, PP Bahrul Hidayah Srono, PP Darul Falah Purwoharjo, dan PP Al-Azhar Sempu. (ton/bay)

Menuju Masyarakat Makmur n BERANTAS... Sambungan dari Hal 36

Waktu pelaksanaannya masih menunggu kesanggupan wakil gubernur,” kata Sekda Hadi Wijono. Upacara dimulai sekitar pukul 08.00. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Dadang Wigiarto. Dalam kesempatan tersebut, bupati membacakan sambutan Gubernur Jatim Soekarwo. “Peringatan Hari Jadi ke-66 Jatim dalam sebuah tema besar yang diambil dari semangat zaman yang sedang kita jalani saat ini,” ungkap bupati. Makna peringatan tentu bu-

kan sekadar menyegarkan kembali ingatan tentang kiprah Pemprov Jatim. Tetapi, juga sebagai ungkapan rasa syukur, baik pejabat maupun rakyat, yang susah payah penuh dedikasi dan ketulusan membangun kejayaan Jawa Timur hingga seperti ini. “Di atas timbunan semangat, ketulusan, dan kerja keras merekalah, sekarang kita berdiri menikmati hari-hari kita penuh rahmat dan kemuliaan,” imbuh bupati. Tonggak sejarah Jatim telah diletakkan para tokoh, pemimpin, dan rakyat, jauh sebelum kemerdekaan. Namun demikian, salah satu tonggak sejarah yang penting adalah

Raden Mas Tumenggung Soerjo yang menjabat Residen Bojonegoro. Dia ditetapkan sebagai gubernur Jatim pertama pada 19 Agustus 1945. Dia memulai tugasnya pada 12 Oktober 1945. Momentum inilah yang disepakati sebagai Hari Jadi Jatim. Tema besar peringatan kali ini adalah “Semangat Memberantas Korupsi untuk Mengurangi Kemiskinan”. Dari tema itulah Bupati Situbondo berharap peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim ke-66 dapat menjadi tonggak sejarah baru yang mampu menjadi pemicu perwujudan cita-cita menuju masyarakat makmur. (pri/adv/aif)

Bara Abu Masih Menyala n ABU PANAS... Sambungan dari Hal 36

Hari mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat sekitar telah menentang pembuangan abu PG di sekitar tempat tinggalnya. Sebab, pada musim kemarau seperti saat ini, abu tersebut berterbangan hingga mengakibatkan rumah warga kotor. “Malam ini tumpukan

abu tersebut malah menelan korban,” ujarnya. Menurut Hari, Firman bekerja sebagai sopir angkutan limbah PG. Dia sengaja membuang abu PG tersebut di pekarangan terbuka miliknya tanpa seizin PG tempatnya bekerja. “Sebenanrnya Firman sudah tidak membuang abu PG di pekarangan tersebut sejak tiga bulan lalu. Tetapi sayang, bara

abu tersebut masih menyala hingga mengakibatkan seorang warga terluka,” urainya. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Situbondo, Iptu Mardjuki, membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. “Kami akan memintai keterangan pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya. (sgt/aif)

ASAM LAMBUNG TERATASI DENGAN MANFAAT YANG ALAMI

SEIRING bertambahnya usia, terutama setelah melewati setengah abad, kita semakin mudah terkena penyakit. Mengapa? sebab saat usia merangkak senja organ tubuh manusia berkurang efektifitas kerjanya sementara daya tahan tubuh (imunitas) juga melemah. Tirti Yono boleh dikatakan satu diantara lansia yang mengalami masalah dengan asam lambung, “Sejak 2 tahun lalu, saya menderita asam lambung imodium. Kalau sakitnya kambuh, saya sering terasa mual dan sering buang air,” terang pria berusia 50 tahun ini. Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa Yunani yaitu Gastro, yang berarti perut/ lambung dan Itis yang berarti inflamasi/peradangan dengan

gejala-gejala seperti perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan, mual, muntah, dll. Jika dibiarkan tidak terawat, Gastritis akan dapat menyebabkan peptic ulcers dan pendarahan pada lambung. Beberapa bentuk Gastritis kronis dapat meningkatkan risiko kanker lambung, terutama jika terjadi penipisan secara terus menerus pada dinding lambung dan perubahan pada sel-sel di dinding lambung. Beruntung, sejak 5 bulan yang lalu, ayah 2 orang anak ini mengkonsumsi Gentong Mas. Hasilnya… “Setelah minum Gentong Mas secara teratur, sekarang asam lambung saya sudah sembuh, buang air menjadi lancar, tidur jadi nyenyak, pokoknya semua jadi enak.” Ujar pria yang bekerja sebagai PNS tersebut dengan bahagia. Kini, warga Kec. Pakusari, Jember, Jawa Timur ini tidak segansegan berbagi pengalaman baik ini dengan yang lain. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda dalam Gentong Mas bermanfaat untuk memelihara pembuluh darah, perbaikan

sistem saraf, optimalisasi aktifitas hormon, meningkatkan proses penyembuhan diding lambung, meningkatkan daya tahan tubuh dan bersifat anti bakteri. Selain itu, Habbatussauda dapat mengatasi gangguan tidur dan relaksasi. Cabe Jamu yang terdapat dalam Gentong Mas bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan mukosa lambung. Sedangkan kandungan yang terdapat dalam Kayu manis bersifat anti kembung dan mules. Kapulaga dalam Gentong Mas bermanfaat sebagai anti muntah serta radang lambung. Dan Gula Aren bermanfaat untuk menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil cepat dan maksimal dianjurkan untuk makan teratur, hindari alkohol, rokok, kendalikan stress, dan jika memungkinkan hindari obat penghilang nyeri. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat yang mengkon sumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085 234 398 441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082 143 391 646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Kamis 13 Oktober 2011

Berburu Proyek, Catut Nama Kiai SPW Soroti Ulah Rekanan

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERBAHAYA: Warga menunjukkan lokasi pembuangan abu PG di Kelurahan Mimbaan Selasa malam (11/10).

Abu Panas PG Makan Korban

SIGIT HARIYADI/RaBa

KESAKITAN: Kedua kaki korban melepuh setelah menginjak abu sisa pembakaran PG.

PANJI - Jika tidak dikelola dengan baik, abu sisa pembakaran Pabrik Gula (PG) bisa mengancam keselamatan warga. Terlebih, tidak jarang oknum-oknum tidak bertanggung jawab membuang limbah tersebut di pekarangan terbuka tanpa dilengkapi tanda peringatan apa pun. Seperti yang dialami Subaeri, 27, warga Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Kedua kaki pria itu melepuh akibat menginjak abu limbah PG sekitar pukul 20.15 Selasa (11/10) kemarin. Sialnya, abu tersebut ditimbun di pekarangan terbuka dekat perumahan warga di Jalan Basuki Rahmat, RT 13/RW 12, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Hal yang lebih memprihatinkan, di sekitar lokasi pembuangan abu sama sekali tidak ada tanda peringatan. “Awalnya, saya berjalan kaki melewati tumpukan tanah yang terlihat hitam. Saat kedua kaki saya menginjak tanah yang terlihat hitam itu, bara api langsung menyambar. Akibatnya kedua kaki saya melepuh sampai sebatas mata kaki,” kata Subaeri. Subaeri menambahkan, permukaan tanah berwarna hitam yang belakangan diketahui merupakan abu bekas pembakaran PG itu tampak tidak berbahaya. Tetapi anehnya, saat dia menginjakkan kedua kakinya, bara api langsung menyengat. “Untung saya memakai celana jeans. Jika tidak, luka yang saya alami bisa lebih parah,” urainya. Menurut Subaeri, oknum yang membuang abu PG tersebut tidak lain adalah Firman Agik, 31, pemilik pekarangan. Sayangnya, di tempat itu tidak ada tanda peringatan apa pun. Pekarangan itu kerap digunakan sebagai tempat bermain anak-anak kecil. Agar kejadian serupa tidak terulang, Hari Trianto, ketua RT 13/RW 12, Kelurahan Mimbaan, melaporkan kelalaian yang dilakukan Firman Agik ke Polres Situbondo dengan tuduhan melakukan kelalaian hingga menyebabkan orang lain mengalami luka n  Baca Abu Panas...Hal 35

SITUBONDO - Aksi sejumlah rekanan proyek yang sering kali membawa-bawa nama bupati bahkan nama kiai kharismatik di Situbondo mendapat sorotan tajam. Aksi itu dinilai meresahkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Situbondo. Ketua Situbondo Parliament Watch (SPW), Supriyono mengungkapkan, sudah bukan rahasia lagi sejumlah rekanan di Situbondo yang dikenal sebagai orangnya bupati dan orangnya kiai. “Bahkan, sampai ada istilah K.1 dan K.2 untuk menyebut kiai satu dan kiai dua,” terang Supriyono. Akibatnya, sejumlah SKPD

ketakutan, sehingga dengan mudah memberikan proyek kepada rekanan tersebut. Padahal, sebelumnya kontraktor tersebut sudah di-black list karena pekerjaanya mengecewakan. “Kontraktor itu salah satunya berinisial A,” ungkap pria yang berprofesi sebagai pengacara itu. Apalagi, tidak jarang rekanan tersebut menawarkan kenaikan jabatan kepada pejabat di lingkungan SKPD. Itu sekaligus untuk membuktikan bahwa dirinya dekat dengan bupati dan kiai atau sekadar orang dekatnya. “Setelah diselidiki, rekanan berinisial A itu memang dekat dengan kiai,” tandas Supriyono. Meski demikian, Supriyono mengaku yakin bahwa bupati, K.1, dan K.2 tidak akan pernah tahu dengan urusan proyek

tersebut. Itu hanya salah satu trik rekanan untuk mendapatkan proyek. “Oleh sebab itu, SKPD jangan takut. Lawan saja,” ajak bapak dua anak itu. Menurut Supriyono, setiap kontraktor melalui CV-nya memang harus pandai melakukan bisnis marketing. Itu agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan. Namun, seharusnya yang harus benar-benar ditunjukkan adalah kemampuan diplomasi, komunikasi, dan kepastian bahwa dia mampu mengerjakan proyek dengan kualitas baik. “Namun, yang terjadi saat ini, banyak rekanan yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan cara instan, yakni membawa nama atau embel-embel orangnya K.1 dan K.2, bahkan menyatakan orang dekat bupati,” tandas Supriyono. (pri/aif)

PERINGATI HARI JADI PROVINSI JATIM: Bupati Dadang Wigiarto menyerahkan potongan tumpeng kepada wakil ketua DPRD Syamrowi.

SYAMSURI/RaBa

Berantas Korupsi, Kurangi Kemiskinan SITUBONDO - Pemkab Situbondo kemarin memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-66. Acara itu diawali upacara bendera di Alun-Alun Situbondo dan dilanjutkan tasyakuran di pendapa Graha Amukti Praja. Tasyakuran itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Dadang Wigiarto. Hadir dalam acara itu jajaran

muspida, pimpinan SKPD Pemkab Situbondo, ketua MUI, dan perwakilan tokoh masyarakat. Potongan tumpeng kali pertama diberikan kepada Wakil Ketua DPRD, H. Syamrowi, kemudian kepada sejumlah undangan lain. Untuk memeriahkan hari jadi pemprov, panitia menggelar pentas seni tradisional Ludruk Putra Samin. Pentas seni akan

dilaksanakan 15 Oktober 2011 di Alun-Alun Kecamatan Besuki. Ada juga lomba pencak silat se-Situbondo pada 28-30 Oktober 2011 di GOR Baluran. “Lomba pencak silat itu bekerja sama dengan IPSI Situbondo. Kita juga akan menggelar pengajian umum dan pembacaan Salawat Nariyah bersama wakil gubernur Jawa Timur n  Baca Berantas...Hal 35

Radar Banyuwangi 13 Oktober 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you