Issuu on Google+

RABU 12 OKTOBER

29

TAHUN 2011

HAJI

Berebut Raudah BERADA di Madinah dengan waktu yang singkat membuat calon jamaah haji (CJH) Banyuwangi berusaha menjangkau berbagai sudut tempat bersejarah. Salah satunya adalah Raudah. Tempat itu berada di antara makam Nabi dan mihrab yang diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Maka dari itu, tidak mengherankan jika tempat yang H. Ainul Yakin cukup sempit itu menjadi rebutan para Langsung dari Madinah jamaah untuk tempat Jamaah Kloter 17 salat dan berdoa. Rombongan “kaum Adam” CJH Banyuwangi mulai berusaha mendekat ke Raudah (10/10) saat malam hari tiba ■  Baca Berebut...Hal 39

Isi Rekening Menguap MUNCAR - Agus Hariyanto, 36, nasabah Bank Central Asia (BCA), mengaku isi rekening tabungannya tibatiba menyusut. Tidak tanggung-tanggung, uang yang raib mencapai jutaan rupiah. Lantaran merasa tidak mengambil uang tabungannya, warga Dusun Stoplas, RT 2, RW 2, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Muncar Senin lalu (10/10). Agus mengaku kehilangan uang Rp 7,5 juta. Padahal, dia merasa tidak pernah menarik uang tersebut selama sepekan. ‘’Saya tidak merasa mengambil, tapi uang saya mendadak tidak ada dalam rekening,’’ ujarnya di Mapolsek Muncar kemarin (11/10). Dia menjelaskan, raibnya uang tersebut bermula saat dia akan melakukan transaksi di ATM pada Sabtu lalu

(8/10). Namun, proses transaksi ATM gagal dan tidak bisa dilakukan. Kemudian, Agus mencoba melakukan hal serupa di BCA Muncar pada Senin kemarin (10/10). Tanpa disangka, tiba-tiba uang dalam rekeningnya sudah berkurang Rp 7,5 juta. ‘’Saya cek hari Senin ternyata uang saya dalam rekening sudah hilang,’’ ujarnya. Lantaran merasa dirugikan, Agus langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Muncar. Tidak terkecuali, dia juga meminta keterangan kepada pihak bank yang bersangkutan. Menurut Agus, petugas bank mengatakanbahwa transaksi senilai Rp 7,5 juta sudah dilakukan pada hari Kamis sekitar pukul 08.00. ‘’Saya tidak pernah transaksi kala itu,’’ jelasnya. Kata Agus, pihak bank mengatakan bahwa uang senilai itu diambil dalam tiga kali transaksi. Lantaran merasa

tidak melakukan, dia langsung meminta agar uang yang raib tersebut dikembalikan. Agus tegaskan bahwa nomor PIN sudah disimpan dengan baik. Nomor PIN tersebut menurutnya tidak pernah dicatat dalam kertas maupun ponsel. ‘’Nomor PIN ya saya ingat di kepala saya. Tidak pernah saya kasih tahu kepada siapa pun,’’ jelasnya. Agus menambahkan, istrinya juga tidak pernah diberitahu tentang nomor PIN-nya. Tidak mungkin pula dia memberitahukan nomor PIN kepada anaknya. Sebab, anaknya masih kecil ■

K a m i masih memberikan batasan waktu sampai lima hari ke depan untuk melakukan proses. Dari 100 kasus, hanya satu karena kelalaian bank.’’ MICHAEL PURWANTO Kepala Cabang Pembantu BCA Muncar

 Baca Isi...Hal 39

Nelayan Keruk Pasir Sendiri

TAK SABAR: Beberapa nelayan mengeruk endapan pasir yang menutup kawasan muara Pantai Boom, Banyuwangi, siang kemarin.

BANYUWANGI - Nelayan Pantai Boom sepertinya mulai hilang kesabaran. Lantaran terlalu lama menunggu pelaksana proyek pelabuhan bertindak, mereka mengeruk endapan pasir muara Boom secara manual kemarin (11/10). Langkah tersebut dilakukan agar perahu dan kapal nelayan tidak kandas saat masuk ke dermaga. Selama ini, pendangkalan pintu masuk dermaga itu mengakibatkan banyak perahu yang kandas. Terlebih, ketika air laut mulai surut. Hasan, seorang nelayan Boom mengatakan, para nelayan merasa sangat kesulitan dengan adanya pasir tersebut. “Ya mau bagaimana lagi, akhirnya kita keruk sendiri,” cetusnya. Hal itu dilakukan karena kondisi pasir di pintu masuk dermaga sudah sangat mengganggu lalu-lintas perahu. Jika tidak dikeruk, kemungkinan besar tidak ada perahu yang bisa masuk ke dermaga ■ Baca Nelayan...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.07 14.11 17.14 18.25 03.41

ADA APA LAGI

Tewas Diseruduk Pelat Merah WONGSOREJO - Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Dusun Kampe, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Senin pukul 18.00 kemarin (10/ 10). Motor Honda Supra Fit bertabrakan dengan mobil Isuzu Elf pelat merah milik Sekretariat DPRD Situbondo. Dalam kecelakaan tersebut, pengendara motor tewas dan penumpang yang dibonceng terluka serius. Pengendara motor yang meninggal dunia adalah Amin, 19, warga Dusun Kemangian, Desa Pakistaji, Keca-

matan Kabat. Dia mengalami luka serius di kepala. Korban lain yang masih kritis adalah Harun Al-Rasyid, 22, warga Desa Pakistaji. “Kedua korban dibawa ke Puskesmas Wongsorejo,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Banyuwangi, Ipda Mujiono, kemarin (11/10) ■

BANYUWANGI - Permohonan kartu susunan keluarga (KSK) dan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), melonjak drastis beberapa bulan terakhir. Dalam tempo sehari, Dispendukcapil rata-rata menerbitkan sekitar 600 hingga 800 lembar KSK. Sebelumnya, permintaan permohonan KSK dalam kisaran 300 lebar per hari. Namun, sejak dua bulan terakhir, permintaan melonjak menjadi 800 lembar lebih. “Bahkan, beberapa kali mencapai 1000 lembar per hari,” ungkap Kadis Pendukcapil, Sujani. Lonjakan permohonan KSK itu terjadi sejak pelimpahan kewenangan dari Dispendukcapil kepada kantor kecamatan. Kini proses permohonan KSK cukup dilayani di kantor kecamatan. Kewenangan Dispendukcapil hanya mengesahkan. Proses pengesahan yang mengajukan adalah pihak kecamatan. “Proses pengesahan di Dispendukcapil selesai satu hari. Pagi dimasukkan, siang sudah beres,” tegas Sujani. Kecamatan yang paling banyak mengajukan permohonan KSK adalah kecamatan Banyuwangi. Dalam sehari, Kecamatan Banyuwangi mengajukan 150 hingga 200 KSK baru ■

 Baca Tewas...Hal 39

MAUT:

AGUS BAIHAQI/RaBa

SPESIALIS: Tiga tersangka pencuri alat elektronik di Mapolsek Wongsorejo kemarin.

Berkomplot Jarah Alat Elektronik WONGSOREJO - Tiga kawanan maling spesialis barang elektronik berhasil digulung anggota Polsek Wongsorejo kemarin (11/10). Ketiga tersangka ditangkap setelah membobol rumah Rodiyah, 25, warga Dusun Aseman, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo. Ketiga tersangka kini masih menjalani pemeriksaan polisi. Mereka adalah Misiyanto, 27, warga Dusun Bengko Alas, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo; Didik Suprayodi, 29, asal Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo; dan Narso, 46, warga Dusun Widro Pasar, Desa/Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Selain mengamankan ketiga tersangka, aparat kepolisian juga menyita TV berwarna 21 inch dan salon ■  Baca Berkomplot...Hal 39

APJ PT. PLN BANYUWANGI Kepada Pelanggan Dengan Daya 450 VA hingga 900 VA untuk tambah daya menjadi 1.300 VA hingga 2.200 VA

GRATIS http://www.radarbanyuwangi.co.id

Sehari Bikin Seribu KSK

Mobil Isuzu Elf milik Sekretariat DPRD Situbondo (kiri). Kondisi motor Honda Supra Fit yang mengalami tabrakan di Desa Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi (kanan).

 Baca Sehari...Hal 39

FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

Cara Unik Hipaba Mengenalkan Konservasi Alam kepada Pelajar

Edukasi Dilakukan dengan Kegiatan Uji Nyali Pendidikan konservasi alam tak hanya dilakukan secara formal. Edukasi tentang konservasi ternyata juga bisa dilakukan dengan kegiatan uji nyali yang menantang. Seperti yang dilakukan himpunan pencinta alam Banyuwangi (Hipaba). ABDUL AZIZ, Bangorejo.

TEGANG dan mengkhawatirkan. Itulah perasaan para orang tua ketika menyaksikan anaknya melakukan uji nyali panjat tebing di jembatan Desa/Kecamatan Bangorejo yang memiliki ketinggian sekitar 17 meter dari dasar sungai. Para orang tua, khususnya ibuibu, terlihat waswas dan khawatir ketika menyaksikan anaknya yang

sudah remaja bergelantungan di atas sungai yang cukup curam. Sesekali mereka histeris begitu melihat anaknya bergelantungan dan seolah tidak kuat lagi memanjat. Namun, sesekali mereka juga bersorak-sorai begitu melihat anaknya berhasil menaklukkan tebing sungai Kalibaru tersebut. Begitulah sekilas suasana ketika ratusan Pencinta Alam Banyuwangi, Koordinator Wilayah III, melakukan latihan gabungan di jembatan (talang) Bangorejo yang dipandu Hipaba hari Minggu lalu. Kegiatan itu diikuti para peserta Sispala Sispak SMK Muhammadiyah 9, Gembolo, Kecamatan Gambiran. Peserta lain dari Sispala Orspala SMK Muhammadiyah 8, Pesanggaran. Ada pula utusan Sispala, Ippala, SMK 17 Agustus 1945 Cluring, SMK Puspa Bangsa Cluring, Sispala dan Ipastu SMAN 1 Genteng. Partisipan lain berasal dari Sispala

Warga Situbondo menambang emas di Tumpang Pitu

Terprovokasi kampanye rumput tetangga lebih hijau

Dua sekawan nyolong besi jembatan perkebunan

Kalau bebas nanti dilarang masuk Suramadu

ABDUL AZIZ/RaBa

UJI NYALI: Siswi pencinta alam menuruni jembatan di Desa Bangorejo.

IAM MAN Pesanggaran dan Sispala Palasari SMKN 1 Tegalsari. Ketika para peserta berada di

tebing, ibu-ibu yang menyaksikan terlihat khawatir dan cemas ■

 Baca Edukasi...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Selasa 12 Oktober 2011

PENDAPATAN DAERAH

Pemkab Harus Selamatkan PT PBS BANYUWANGI - Ketua DPRD Hermanto meminta pada Pemkab Banyuwangi, untuk segera turun tangan dalam menangani persoalan yang melilit PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS). Perusahaan daerah yang melayani penyebarangan di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk itu dianggap sedang terpuruk. Target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 3 miliar setiap tahun, sebenarnya cukup realistis. Tapi kenyataannya, hingga akhir September 2011 baru bisa mengumpulkan Rp 750 juta. “Saya rasa ini (PT PBS) sudah tidak sehat,” kata Hermanto. Kasus hukum yang hingga kini masih membelit manajemen PT PBS, dianggap sebagai salah satu penyebab perusahaan yang memiliki dua kapal itu tidak bisa maksimal. “Pemkab tidak bisa tinggal diam, harus segera turun tangan,” pinta mantan ketua DPC PDIP Banyuwangi itu. PT PBS ini, lanjut dia, sebenarnya termasuk primadona dalam menyumbang PAD pada daerah. Tapi karena ada persoalan yang tidak lekas kunjung selesai, perusahaan ini seperti sedang mati suri. “Selama persoalan hukum belum tuntas, PT PBS juga akan seperti ini terus, dan ini kerugian besar bagi Banyuwangi,” imbuh pengusaha TV kabel itu. Hermanto menuding, selama ini Pemkab Banyuwangi terkesan tidak mau tahu dengan nasib PT PBS. Padahal, ini termasuk aset daerah yang cukup besar bila dapat dikembangkan. “Kalau sudah selesai kasus hukum, segera dilakukan RUPPS (rapat umum pemilik pemegang saham, Red),” usulnya. Untuk menjaga aset ini, Hermanto berharap pada pemerintah untuk segera menyiapkan peraturan daerah (Perda). Sebagai salah satu perusahaan milik pemkab, PT PBS harus dibuatkan aturan yang jelas berupa perda. “Saya heran dengan sumbangan pada PAD yang cukup kecil,” katanya. Keprihatinan nasib PT PBS ini, juga disampaikan oleh wakil ketua DPRD H Adil Achmadiyono. Perusahaan dengan dua kapal penyeberangan itu, dinilai tidak berkembang. “Sumbangan pada daerah, ternyata sangat kecil,” sebut ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini. Adil mengaku pernah melihat dua kapal Sri Tanjung yang dikelola oleh PT PBS. Dari keterangan salah satu petugas di PT PBS, ternyata dua kapal itu bisa beroperasi dengan baik. “Saat kita coba menghitung, PT PBS itu bisa menyumbang pada PAD Rp 5 miliar setiap tahun,” tegas Adil. (abi/aif)

ADA APA LAGI

EDY SUPRIYONO/RaBa

DISOAL: Jaelani menunjukkan isi Alquran yang salah.

Minta BKR Ditarik SITUBONDO – Buku Kegiatan Ramadan (BKR) untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diterbitkan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) disoal. Pasalnya, banyak penulisan ayat-ayat Alquran, sabda Nabi Muhammad maupun kalimat-kalimat doa yang salah dalam buku setebal 17 halaman tersebut. Jika tidak segera dilakukan ralat dan ditarik dari peredaran, maka dikhawatirkan buku itu akan menyesatkan pemahaman siswa tentang nukilan-nukilan ayat Alquran. “Siswa SD dan MI masih sangat awam, jangan-jangan mereka menganggap benar nukilan ayat Alquran yang salah itu,” kata Koordinator Pengawas Sekolah Dasar (SD) dan Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Situbondo, Jaelani. Awalnya pihaknya terkejut saat banyak pihak yang menepon tentang ditemukannya buku kegiatan Ramadan yang di dalamnya berisikan ayat-ayat Al-Quran yang dicetak kocar-kacir. Kalimat yang satu dengan yang lainnya teracak. “Salah yang saya maksudkan, tidak jarang banyak ayat, sabda nabi yang tercecer, padahal dalam penulisan itu sudah ada tanda berakhir. Lanjutannya kemudian ditaruh seenaknya dibawahnya. Banyak sekali yang semacam itu,” ungkapnya. Pria yang berdomisili di Jangkar itu meminta agar penerbit buku tersebut meminta maaf kepada masyarakat. Sebab, tak seharusnya buku yang sudah beredar masih dipenuhi dengan kesalahan yang sangat fatal semacam itu. Jaelani meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar cepat melakukan upaya penarikan buku tersebut. Ini agar tidak makin menyebar kemana-mana. Jika dibiarkan, khawatir kelompok masyarakat yang fanatik malah yang melakukan tindakan sendiri. (pri/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

ANTISIPASI: Petugas Dinas Peternakan (Disnak) melakukan penyemprotan kandang ternak milik warga Kelurahan Patokan kemarin (11/10).

Belasan Ayam Mati Mendadak Disnak Pastikan Bukan Flu Burung

SITUBONDO - Sejak beberapa hari terakhir, belasan ekor ayam milik warga Lingkungan Karangkenik, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, mati mendadak. Warga sekitar khawatir kejadian itu disebabkan serangan flu burung sehingga berpotensi membahayakan keselamatan mereka. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pagi kemarin (11/10) beberapa petugas Dinas Peternakan (Disnak) Situbondo dikerahkan untuk mengetahui penyebab pasti kematian belasan hewan sebangsa unggas tersebut. Selain melakukan lignin tes, petugas juga melakukan penyemprotan desinfektan untuk membunuh penyakit yang bersarang di kandang ternak. Sudarsih, 45, warga setempat mengatakan, sepekan terakhir tercatat sudah 17 ekor ayam miliknya yang mati mendadak. Rata-rata ayamayam itu ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa pada pagi hari. “Padahal, sore sebelumnya, ayam tersebut terlihat sangat sehat,” ujarnya heran. Wanita yang satu ini menambahkan, dia memeliara 70 ekor ayam di pekarangan samping rumahnya. Dia khawatir, kematian ayam peliharaannya itu disebabkan serangan flu burung. “Tentu saja kami sekeluarga khawatir tertular flu burung. Makanya kami melapor kepada petugas Disnak agar segera ditangani,” jelasnya. (sgt/aif) KHAWATIR FLU BURUNG: Seorang warga Lingkungan Karangkenik, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo menunjukkan ayam miliknya yang mati mendadak.

SIGIT HARIYADI/RaBa

SEMENTARA itu, beberapa saat setelah menerima laporan, dipimpin langsung Kepala Disnak Situbondo, Gaguk Musdjianto, mereka langsung meluncur ke Lingkungan Karangkenik untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. “Kami melakukan lignin tes untuk mengetahui apakah ayam-ayam itu mati karena flu burung ataukah bukan. Alhamdulillah hasilnya negatif,” tandasnya. Menurut Gaguk, kematian mendadak yang dialami belasan ekor ayam tersebut bukan akibat flu burung, tapi karena penyakit newcastle disease (ND), yakni penyakit yang disebabkan serangan virus yang termasuk dalam famili Paramyxoviridae. Oleh warga sekitar, penyakit itu lazim disebut “tetelo” atau “pelaren”. Gaguk menjelaskan, gejala yang ditimbulkan penyakit ND memang menyerupai flu burung. Bedanya, tetelo tidak menular kepada manusia. “Meski demikian, kami tetap melakukan pencegahan agar wabah penyakit flu burung tidak merebak di Situbondo. Caranya, kami menyemprot kandang ternak milik warga menggunakan desinfektan,” pungkasnya. (sgt/aif )

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Rabu 12 Oktober 2011

TAMBANG LIAR

Warga Situbondo Nambang di Tumpang Pitu

Tenggelam saat Menjaring Ikan

PESANGGARAN - Patroli gabungan petugas Perhutani Banyuwangi Selatan dan Polsek Pesanggaran kembali menangkap seorang penambang illegal di kawasan Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, kemarin. Kali ini, yang tertangkap petugas gabungan adalah Hariyono, warga Jalan Pemuda, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Lelaki berusia 50 tahun tersebut ditangkap petugas di jalan hutan milik Perhutani RPH Kesilir Baru, Petak 79 D, Dusun Ringin Agung, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa karung plastik berupa tanah campur batu seberat 10 kilogram yang diduga mengandung emas. Selain itu, petugas patroli gabungan juga mengamankan barang bukti berupa sebuah motor Honda Astrea Grand bernopol DK 3081 KK. ‘’Sekarang tersangka masih dalam proses penyidikan di Mapolsek Pesanggaran,” kata Kapolsek Pesanggaran, AKP. Supriyadi kemarin. (azi/bay)

BGC

ABDUL AZIZ/RaBa

BERSIHKAN SAMPAH: Petugas DKP dibantu warga membersihkan tepi jalan raya Pasar Genteng kemarin pagi.

ALI NURFATONI/RaBa

EVAKUASI: Petugas dan warga mengangkut jenazah korban tewas tenggelam di laut, Basori, ke dalam mobil ambulans di pantai Desa Palukuning, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

Sapu Pasar jelang Penilaian

Besi Jembatan pun Diembat

GENTENG - Menyambut jadwal penilaian Green and Clean hari ini (12/10), pemerintah Kecamatan Genteng dan warga melakukan bersihbersih masal di beberapa lokasi kemarin. Salah satu sasarannya adalah jalan raya Pasar Genteng. Semua sampah yang berserakan di pasar tersebut dibersihkan. Bahkan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi juga menerjunkan petugas dan mobil sampah. “Persiapan dalam rangka penilaian Green and Clean besok, DKP tidak hanya membantu mobil pengangkut sampah tapi juga menerjunkan petugas,” kata Camat Genteng, Zein Costolani. (azi/bay)

KALIBARU - Rusdi, 20, dan Riyanto, 28, dua sekawan asal Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ini memang keterlaluan. Tanpa memikirkan bahaya bagi pengendara yang melintas, mereka nekat mencuri besi jembatan di areal perkebunan Jatirono. Akibat tindak kriminal mereka, dua karyawan lepas Perkebunan Afdeling Gunung Raung, Kebun Jatirono, itu akhirnya dibekuk petugas Polsek Kalibaru kemarin (11/10). Kapolsek

Kalibaru AKP Suwanto Barri melalui Kanitreskrim Aiptu Abdul Karim mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan warga kepada petugas keamanan kebun. Kepada petugas keamanan Kebun Jatirono, warga mengaku sempat melihat dua orang mencuri besi jembatan di sebuah sungai di dalam kebun. Mendapat laporan itu, dua petugas keamanan perkebunan, yaitu Kusnadi dan Misbah, langsung mendatangi tempat kejadian. Ketika sampai di lokasi, dua

MUNCAR - Nasib malang menimpa Basori, warga Dusun Krajan, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Lelaki berumur 74 tahun itu ditemukan tewas tenggelam di pantai Palukuning, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, sekitar pukul 13.00 kemarin (11/10). Kejadian itu bermula saat korban bersama empat temannya mencari ikan di sekitar pantai tersebut. Mereka yang menjaring adalah Supasmo, 54, Suratman, 40, dan Nurmal, 40. Seorang pencari ikan lain bernama Mahari, 54. Kelima orang tersebut mencari ikan menggunakan jaring. Usaha penangkapan ikan itu dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari. Sedianya mereka akan pulang pada pagi hari. Nah, sekitar pukul 05.00 korban diketahui tidak ada. Keempat pencari ikan tersebut pun melaporkan kejadian itu ke mapolsek setempat. Mendapat laporan, polisi langsung meminta keterangan saksi-saksi yang terlibat pencarian ikan. Selain itu, juga dilakukan pencarian korban di sekitar pesisir. Hasilnya, korban ditemukan tewas mengapung di perairan berjarak 500 meter dari tepi pantai. Pencarian itu dilakukan polisi bersama masyarakat, TNI, dan Polisi Perairan Muncar. ‘’Kami bekerja sama dengan semua komponen untuk mencari korban. Hasilnya, kami menemukan korban dalam posisi tengkurap,’’ ujar Kapolsek Muncar Kompol Mustaqim kemarin. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke puskemas terdekat untuk divisum. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke rumah duka. (ton/bay)

petugas keamanan perkebunan melihat kedua sekawan itu sedang mengikat tiga batang besi. ‘’Nah, melihat hal itu, dua keamanan kebun itu langsung melakukan penangkapan,” ujarnya. Begitu berhasil ditangkap, kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Pos Penjagaan Perkebunan. ‘’Tapi kemudian diserahkan ke Polsek Kalibaru,” tandas kapolsek seraya menyebutkan bahwa tersangka Riyanto sudah empat kali melakukan tindak pidana. (azi/bay)

BAHAYA: Tiga batang besi jembatan di Mapolsek Kalibaru kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

Nemu Tumpukan Jati Illegal SILIRAGUNG - Petugas gabungan Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) Perhutani Banyuwangi Selatan dan Polsek Siliragung menemukan tumpukan kayu jati illegal kemarin (11/10). Kayu jati tersebut menumpuk di pekarangan belakang rumah warga di Dusun Senepo Lor, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Tumpukan kayu jati tidak bertuan itu berjumlah 72 batang. Petugas memperkirakan volume kayu tersebut mencapai 4,095 meter kubik. Kayu jati sebanyak itu diduga hasil jarahan dari hutan wilayah KRPH Curah Lele, BKPH Pesanggaran. Operasi gabungan Polhutmob dan Polsek Siliragung itu berlangsung sekitar pukul 11.00.

mendapat informasi da ri warga. In formasinya, a khir-akhir ini sering ada orang membawa kayu jati di sekitar lokasi tersebut. Atas laporan ABDUL AZIZ/RaBa tersebut, PolILLEGAL: Tumpukan kayu jati ditemukan petuhutmob digas di Desa Barurejo kemarin. bantu Polsek Kegiatan tersebut dipimpin lang- Siliragung langsung melakukan sung Komandan Regu (Danru) penyisiran di Desa Barurejo. Polhutmob Sugito bersama Ka- ‘’Hasilnya, kita temukan tumpupolsek Siliragung AKP Subandi. kan kayu jati illegal, dan sekarang Danru Sugito mengatakan, langsung kami amankan di tempenemuan kayu jati illegal terse- pat penimbunan kayu Gaul Purbut karena sebelumnya petugas woharjo,” tandasnya. (azi/bay)


32

Rabu 12 Oktober 2011

Akibat Berkurangnya Musuh Alami Wereng SINGOJURUH – Meningkatnya serangan hama wereng yang meresahkan petani terus menerus mendapatkan perhatian serius dari Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi. Setelah melakukan penyemprotan masal di Dusun Setembel Desa/Kecamatan Gambiran, Selasa (11/10) pagi, Dinas Pertanian bersama kelompok tani Lembu Asri Desa Benelan Kidul, Singojuruh, melakukan gerakan masal pengendalian hama wereng alternatif berupa penyemprotan menggunakan agens hayati verticilium lecani. Saman Hudi, Ketua Pusat Pengembangan Agens Hayati (PPAH) Banyuwangi mengatakan, Agens Hayati me-

BANYUWANGI

rupakan organisme hidup bisa berupa virus, fungi, bakteri yang menjadi musuh alami wereng di alam. Agens hayati juga dapat menekan perkembangan papulasi hama wereng dengan cara menginfeksi tubuh serangga wereng. Sehingga menyebabkan wereng sakit, bahkan mati. Namun demikian, lanjutnya, penggunaan agens hayati oleh petani belum dapat berkembang dan meningkat sebagaimana yang diharapkan. “Hal ini karena petani menganggapnya kurang ampuh dan tidak langsung membunuh hama,” duganya. Sementara itu, Plt Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Djati Loekito yang turun langsung ke lapa-

BANYUWANGI

ngan dan bersosialisasi dengan masyarakat petani mengatakan, meningkatnya serangan hama wereng yang meresahkan petani akhir-akhir ini salah satunya disebabkan karena berkurangnya musuh alami wereng di alam. Sementara, salah satu pemicu berkurangnya populasi alami hama wereng adalah penggunaan insektisida secara membabi buta tanpa memperhatikan dosis dan cara penyemprotan hama yang tepat. Karena sudah terbiasa mengaplikasikan pestisida, seringkali petani mengesampingkan cara pengendalian hama yang memanfaatkan manajemen agroekosistem. “Misalnya dengan memutus siklus berkembangan wereng dengan

BANYUWANGI

berganti tanaman padi ke tanaman palawija dan penggunaan agens hayati,” ujarnya. Penggunaan agens hayati sebenarnya bukanlah tekhnologi baru. Walaupun masih banyak petani yang belum memanfaatkannya. Disperhutbun Kab. Banyuwangi dengan bantuan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur bahkan sejak tahun 2005 telah mengembangkan kelompok tani pengembang agens hayati yang disebut PPAH. “Sampai sekarang di Banyuwangi telah ada 19 PPAH yang setiap tahun memproduksi dan mengembangkan agens hayati pengendalian hama,” pungkas Djati Loekito.(azi/als)

ABDUL AZIZ/RaBa

SEMPROT: Gerakan massal berantas hama wereng di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, kemarin.

DI JUAL Toyota Avanza 1.3G F60 IRM th 2007 biru mtl hrg 128,5 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 635176 0811351148

DI JUAL Daihatsu F70R-R TAFT (Jeep) 4x4th 1993 hitam (solar) hrg 75 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351148

DIJUAL MTS kuda VB 5W GLS th 2001 merah tua met hrg 83,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351148

DIJUAL Mitsubishi FM 215 (Truck) th 1982 kuning mrh hrg 50 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351148

DIJUAL Nissan Xtrail 2.5L ST AT th 2003 hitam hrg 152,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Mts Colt diesel fe 447 MB/ Truck th 1996 merah hrg 75 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Tanah dengan luas 305m2, dengan harga Rp. 35.000/m2, lok Desa Gurit, Rogojampi. Tlp: 081703334710, 08155918371

DIJUAL Daihatsu Zebra S91 BF1 (pickup) th 2007 hitam hrg 57,5 jt nego brg istw Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 0811351148

DIJUAL Suzuki Grnd Vitara JX 2WD M/T (jeep) th 2006 abu-abu mtl hrg 162,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit (0333) 631526 – 635176 0811351148

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT th 2007 biru muda met hrg 137,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 54f turbo H Tauring th 2008 hitam 187,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pickup) th 2007 hitam nippon hrg 67,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

•GRIYA PERMATA•

•SAWAH TEPI JALAN•

•TANAH 594M2•

• RUKO AGUS SALIM•

• SUZUKI KARIMUN•

• KUCING PERSIA•

•JEWELLERY•

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

DJL Cpt Tnh SHM L 594 M2, Glagah , Harga 40 Juta bs Tukar mbl & Djl Tanah +Rmh SHM L 765 M ada 2 Rmh Lok Jl Brantas Jajag Hub. Wawan 085331632942,081252599910

DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

•PERUM SUTRI• SOBO,LT11x8,LB82m2,ltatascor,2kmr,kmrmndi bathub&shower.H.085230529953,087755679193

•JL. ADI SUCIPTO•

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•TANAH 8000M2•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

SITUBONDO

•TANAH 2000M2•

•JL. DIPONEGORO•

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

• DIJUAL CPT • DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

•TANAH 8050M2• DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

•TANAH KAPLING• DJL Tnh Kapling uk. 10x20 M2 (H.45 JtTepi Jalan), 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok.Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

SITUBONDO

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

•DIKONTRAKKAN• RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok Jln Agus Salim14 Bwi. Sblh brt BKD (08179622454).

•TANAH 100M2• DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

Hotline Iklan: (0333) 412224

• PROMO DAIHATSU• MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/0815.5970.5555 / 081.233.432.555.

• JUAL CEPAT• DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

BANYUWANGI •SPA• JUAL produk spa n kecantikan (lulur, masker,ratus,body butter, lotion) lgs dari Bali dg hrg terjangkau.Hub 03338278555

BANYUWANGI •STNK• HLG STNK Nopol P 6086 WZ, an. Hartoyo, al: Dsn. Rejopuro RT 1/2, Krg Anyar, Glagah.

•JUAL KAYU•

BANYUWANGI

DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

• SALES SPREADING•

•DEPO AIR ISI ULANG•

DICARI Sales Spreading/Motoris, Ikan Wijinongko No. 11, Sobo, depan MIN.

TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

• PT. GSI•

•PENGOBATAN•

DCR Sopir utk krj di Surabaya, tahu dlm kota Sby dan sekitarnya. Min pny SIM A, jujur, sabar & tgg jwb. Krm lmrn ke KOPERASI MODERN Jl. P.B Sudirman No. 99-101 Bwi. Telp. (0333) 413322.

TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262

Langganan koran: (0333) 412224

SITUBONDO • INTERNET MARKETING • Pelatihan bisnis/toko online dengan trainer nsional , 300 rb daftar: 081336237001


Rabu 12 Oktober 2011

BALJEBOL BALI

TNI

Diimbau Ikut Jaga Ketahanan Pangan JEMBER – Kehadiran Pengkostrad Letjen TNI A.Y. Nasution di Markas Batalyon Infanteri (Yonif ) 515 Tanggul, Jember, kemarin (11/10) membawa nuansa baru. Selain memberikan arahan terkait tugas-tugas TNI, Nasution juga mengimbau jajaran TNI untuk ikut menjaga ketahanan pangan. Dia mengatakan, presiden telah menginstruksikan seluruh komponen bangsa untuk ikut menjaga ketahanan pangan. Tak terkecuali TNI. “Sudah ada instruksi presiden agar semua komponen dilibatkan dalam ketahanan pangan,” katany. Nasution menyontohkan ketika TNI dikerahkan ke daerah bencana. Salah satu upaya rekonstruksi yang dilakukan TNI adalah ikut menjaga kelestarian tanaman pangan yang dibutuhkan masyarakat. Bukan hanya itu, dia mengatakan, TNI bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur yang dikuasai TNI untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tujuannya untuk ikut mengamankan sumber pangan. “Ketahanan pangan kita sekarang sedang rawan. Maka, perlu mengoptimalkan lahan-lahan di sekitar. Utnuk itu prajurit juga akan dikerahkan dalam aksi sosial di bidang agribisnis yang bersentuhan dengan masyarakat,” tuturnya. Selain bisa mendekatkan TNI dengan masyarakat, cara tersebut juga bisa menopang ketahanan pangan. Kehadiran Nasution ke Tanggul bak sebuah reuni. Sebab, Nasution pernah menjadi Danyoninf 515 pada 1995 – 1996. (jum/fid/har/jpnn)

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Karyawan PDP Tagih Janji Zarkasi Untuk Umumkan Hasil Audit JEMBER – Perwakilan buruh dan karyawan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember kemarin (11/10) mendatangi kantor Pemkab Jember. Mereka menagih Penjabat Bupati Jember Zarkasi yang berjanji akan mengumumkan hasil audit terhadap PDP Jember. Sayang, sejumlah perwakilan buruh dan karyawan PDP tidak berhasil menemui Zarkasi. Bahkan, mereka juga tidak berhasil menemui seorang pun pejabat di Pemkab Jember yang terkait dengan PDP. Termasuk, jajaran Inspektorat Pemkab Jember.

Ketika perwakilan buruh dan karyawan PDP datang ke kantor Inspektorat Pemkab Jember, tidak ada seorang pun pejabat. Para pejabat inspektorat tengah dinas ke luar kantor. Para perwakilan buruh dan karyawan PDP pun kecewa. Mereka berjanji akan datang ke Pemkab Jember kembali. “Kami ingin menagih janji Pak PJ Bupati. Katanya hasil audit akan diumumkan terbuka,” ungkap Agus Dwi, salah seorang perwakilan buruh dan karyawan PDP di Pemkab Jember. Agus menyatakan, Penjabat Bupati Jember Zarkasi berjanji akan mengumumkan hasil audit atas PDP sepuluh hari sejak tim audit dibentuk. Dan ke-

marin sudah lebih dari sepuluh hari sejak dibentuk, namun hasil audit belum juga diumumkan terbuka. Terutama, kata dia, hasil audit atas indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh Direktur Umum dan Keuangan Handoyo dan Direktur Produksi dan Teknik Sudarisman. Para karyawan PDP sebelumnya meminta Zarkasi untuk mencopot Sudarisman dan Handoyo. Keduanya dinilai tidak memiliki memiliki kompetensi menjadi direksi PDP. “Kami akan datang lagi ke pemkab. Kalau perlu buruh dan karyawan PDP akan turun jalan lagi,” ujar Agus. Terpisah, Zarkasi yang ditemui

Persoalkan Berangkat dari Stadion Lumajang LUMAJANG—Komisi D DPRD Lumajang masih mempersoalkan keberangkatan calon jamaah haji Lumajang dari Stadion Lumajang. Dewan berdalih, keberangkatan CJH dari halaman lapangan sepak bola tersebut dianggap kurang tepat. Seperti tahun sebelumnya, komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat tersebut masih tidak puas dengan kebijakan pemerintah yang memberangkatkan CJH Lumajang dari stadion Lumajang. Tahun ini, kebijakan pemerintah yang memberangkatkan CJH dari stadion juga masih dipertanyakan dewan. Komisi D menyayangkan pembernagkatan jamaah haji dari stadion,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Lumajang, Bukasan. Mestinya, kata legislator PDIP tersebut, pembe-

PERTANIAN

Padi Anjlok, Kedelai Naik JEMBRANA - Gagal panen padi yang berujung anjloknya pendapatan ternyata tidak membuat petani di Jembrana menyerah. Sawah mereka yang tidak mengasilkan padi ditanami kedelai dan hasilnya cukup untuk menganti kerugian akibat gagal panen dan bisa untuk menyambung hidup. Kedelai yang ditanam petani kini sudah memasuki musim panen. Hasil kedelai mereka juga cukup bagus sehingga diserbu saudagar dengan harga yang lumayan. Satu are kedelai petani dihargai Rp 50 ribu. “Harga satu are kedelai yang bagus bisa sampai lima puluh ribu. Harga ini lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Sindra, saudagar kedelai asal Banjar Sumbu, Yehembang Kangin, Mendoyo. Naiknya harga kedelai dari Rp 30 ribu per are menjadi Rp 50 ribu tersebut dibenarkan olehMade Suarma, petani di Dusun Tembles, Penyaringan. “Kualitas kedelai sekarang cukup bagus karena didukung cuaca. Sehingga harganya juga bagus,” ucapnya. (nom/gup/jpnn)

Masih Ada Penolakan Imunisasi

LAKA LANTAS

JUMAI/RADARJEMBER/JPNN

REMUK: Kondiusi motor GL Max milik korban yang remuk menjadi tontonan warga sekitar. Korban ditabrak bus karena belok kanan mendadak tanpa melihat ke belakang.

Belok Mendadak, Diseruduk Bus Estu JEMBER – Ini peringatan bagi pengendara yang biasa belok kanan mendadak tanpa melihat ke belakang. Kemarin, kecelakaan tragis terjadi di jalan raya jurusan Jember – Tanggul tepatnya di daerah Budi Karya Desa Klatakan Tanggul. Bus Estu Jaya N 7497 UR yang kemudikan M Yudho Wibowo, 45 warga Pakis Malang menabrak pengendara motor P 4878 LW yang dikendarai Lukman, 30 warga Desa Darungan Tanggul. Kecelakaan itu berawal saat pengendara motor yang melaju dari arah Jember dengan kecepatan tinggi. Menurut beberapa warga, sejak dari SPBU Klatakan pengendara motor tersebut sudah melaju sangat kencang. Namun sesampai di simpang empat yang dikenal dengan Budi Karya mendadak belok kearah kanan. ‘’ Saat belok kanan pengendara tidak menyangka kalau ada bus jurusan Jember – Surabaya dari belakang,’’kata Rizki, tukang ojek yang mangkal di sekitar kejadian. Karena jarak terlalu dekat, korban dan motornya terseret hingga 30 meter ke sisi kanan jalan. Bahkan korban terseret dan berada di bawah bemper bersama dengan motornya. Beruntung, meskipun korban terseret dibawa bemper bus korban hanya mengalami patah tulang di bagian lengan kanan. Selain itu mengalami luka di kepala dan sekujur tubuhnya. (jum/wah/jpnn)

rangkatan CJH Lumajang tidak di lepas dari stadion. Pemerintah, kata dia harusnya lebih menghargai dan menghormati calon jamaah haji dengan cara melepas pata calon tamu Allah tersebut dari Pandapa Kabupaten Lumajang. Bagaimna pun, pandapa adalah simbol pemerintahan daerah. Namun, meski muncul penolakan dewan, pemerintah tetap besikukuh untuk memberangkatkan CJH Lumajang dari stadion. Pemerintah berpendapat, pembernagkatan dari pandapa tidak memungkinkan karena akan membuat para keluarga CJH akan berdesak-desakan. Dari segi keamanan dan kelancaran, pemerintah mengaku pemberangkatan dari Stadion Semeru lebih nyaman dan lancar. (wan/sh/jpnn)

PERLU KERJASAMA: Tumpukan raskin pengadaan tahun 2011 saat disalurkan ke warga miskin.

KESEHATAN BONDOWOSO – Pemberian imunisasi untuk mencegah meluasnya difteri di Bondowoso memang terus dilakukan. Namun upaya itu tak semulus yang diharapkan. Masih ada orang tua yang keberatan atau menolak anaknya diberi vaksin anti difteri. ‘’ Masih ada beberapa orang tua yang menolak jika anaknya divaksin. Sehingga ini yang membuat timbulnya rasa kekuatiran,” kata kepala dinkes Bondowoso Agus Suwardjito, kepada RJ kemarin. Menurut Agus, meski saat ini Bondowoso sudah dinyatakan aman atau steril dari serangan penyakit mematikan itu, namun pihaknya terus waspada. Bahkan, pihaknya terus melakukan imunasi difteri tetanus (DT) secara total kepada warga Bondowoso, mulai dari usia balita hingga remaja usia 15 tahun.”Saat itu, kami turun ke posyandu-posyandu, sekolah, madrasah, dan pondok pesantren, untuk melakukan imunisasi difteri,” tambahnya. Bahkan, ada sekitar 140 ribu, balita dan remaja, yang disuntik vaksin difteri. Beberapa bulan lalu, di Bondowoso ada 33 warga yang terkena penyakit yang menyerang organ tenggorok tersebut. Bahkan, 3 warganya meninggal dunia. “Namun, kami akan tetap mewaspadai penyakit difteri ini jangan sampai menyerang kembali,” ungkap Agus . (eko/wah/jpnn)

sejumlah wartawan mengatakan, dirinya belum menerima laporan hasil audit PDP. “Saya belum bisa komentar. Saya belum terima laporan dari tim,” ujarnya. Dirinya masih menunggu laporan dari tim khusus yang dibentuk untuk mengudit PDP Jember. Zarkasi menjelaskan, audit itu dilakukan setelah dirinya konsultasi dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Saat itu Soekarwo memberi sinyal pada Zarkasi agar memenuhi tuntutan karyawan agar dua direktur PDP dicopot. Tetapi, harus dilakukan penelitian lebih dulu terhadap PDP. Maka, dilakukanlah audit tersebut. (aro/har/jpnn)

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

KENA BATUNYA: Kedua pelaku yang sempat menjadi sasaran amuk massa saat digiring ke Polsek Jombang. Keduanya menjambret pengendara motor di jalan raya Keting Kencong.

Pulang Merantau, Kakak-Adik Njambret JEMBER - Kakak beradik asal Desa Balung, Jember, Tutul Balung Sugiarto 26, dan Swandi, 28, kemarin menjadi bulan-bulanan warga yang emosi. Keduanya tertangkap usai menjambret tas pengendara yang melintas di jalan Bulak Keting Desa Keting, Jombang, Jember. Korbannya adalah pasangan suami istri Alex dan Mega yang dalam perjalanan pulang ke Yosowilangun Lumajang. Melihat korban yang bersama dua anaknya melintas, kakak beradik itu langsung beraksi. Rupanya, kedua pelaku asal Balung Tutul Kecamatan Balung ini sudah mengintai sejak di jalan raya Kencong. Saat melintas di jalan yang sepi, dua pelaku langsung mendekati motor korban dan menyambar tas yang dipegang Mega.

Pelaku selanjutnya kabur ke arah Yosowilangun. Alek pun tanpa pikir panjang langsung mengejar pelaku. Sesampai di tikungan Yosowilangun, Alek langsung menabrakkan motornya ke motor pelaku. Korban dan pelaku sama-sama jatuh dan terlibat perkelahian. “Saya langsung pukul pelaku dan istri saya teriak-teriak minta bantuan warga,” jelas Alek. Swandi dan Alek terlibat perkelahian hingga akhirnya berhasil melumpuhkan Swandi. Warga yang datang langsung emosional mendengar Mega meminta bantuann. Massa yang datang langsung mengeroyok kedua pelaku. Kemarahan warga tak terbendung, bahkan sebagian warga membawa bensin untuk membakar keduanya. Namun,

TO Narkoba Diciduk JEMBRANA - I Komang Merta Dwi Putra alias Mangto, 39, Senin (10/10) lalu sekitar pukul 05.15 ditangkap Resimen Narkoba Polres Jembrana. Ia diciduk saat hendak mengambil sabu-sabu yang diletakan Robi, seorang penjual Narkoba asal Banyuwangi yang tinggal di Denpasar. Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Jembrana untuk proses hukum lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Jembrana, Bali, AKP I Wayan Setiajaya menyatakan, pelaku sudah lama masuk target operasi (TO) jajaran narkoba. Dan, kemarin menjadi hari apes bagi Mangto. Sebab, petugas mendapat informasi akan ada transaksi narkoba di Jalan Ngurah Rai, Negara. Tanpa membuang waktu, anggota Resimen Narkoba yang dipimpin AKP I Nyoman Master langsung melakukan penyelidikan. “Anggota

di lapangan melihat ada seseorang yang masuk ke bilik ATM dan membongkar tempat sampah. Ini tentu mencurigakan. Nah, setelah itu pelaku kami tangkap,” tuturnya. Mangto, pria asal Dusun Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, ini mencari sabu-sabu tersebut sesuai pesan singkat yang dikirim Robi di ponsel-nya. Dalam pesan singkat itu disebutkan, “Masuk saja, bahan ada di bawah tempat sampah besi yang pertama di dalam ATM BCA,” kata Setiajaya membaca pesan singkat yang dikirim Robi kepada Mangto. Menurut informasi yang diterima koran ini. Sebelumnya Robi meminjam uang sebesar Rp 900 ribu dari Mangto. Karena belum dibayar, ayah empat anak ini meminta agar diberikan sabu-sabu. Permintaan itu dilakukan Mangto lewat telepon. (don/gup/jpnn)

upaya itu berhasil digagalkan petugas kepolisian Yosowilangun, Lumajang. Dua pelaku segera diamankan untuk menghindarkan dari amuk massa. Setelah mendapat kronologi, akhirnya petugas polsek menyerahkan dua pelaku ke Mapolsek Jombang. Kapolsek Jombang AKP Prayitno Alhuda mengatakan kedua pelaku nekat menjambret karena sepulang merantau di Batam, mereka tak mendapat hasil. (fid/jum/wah/jpnn)

Ribuan Ton Gabah Dijual ke Luar Bondowoso BONDOWOSO-Sedikitnya 330 ribu ton gabah hasil panenan para petani di Bondowoso selama satu tahun ternyata banyak dibeli tengkulak dari luar Bondowoso. Padahal, jika Bulog Subdivre Bondowoso mau melakukan kerjasama dengan petani, maka target Bulog untuk membeli beras sebanyak 70 ribu ton beras selama setahun, akan dapat direalisasi. “Oleh sebab itu, perlu ada kerjasama yang mengikat, antara Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Bondowoso dengan Bulog sehingga gabah atau beras, bisa dibeli langsung oleh Bulog dari petani,” ungkap

Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Bondowoso Hindarto. Diakui Hindarto, tengkulak dari luar Bondowoso mau membeli gabah petani dengan harga yang mahal sehingga banyak petani yang tertarik untuk menjual gabah kepada para tengkulak.”Selanjutnya, tengkulak ini menjual beras hasil penggilangan gabah yang dibeli dari petani dengan harga jual yang tinggi ke pasar,” katanya. Oleh sebab itu, harga jual beras di pasaran terus mengalami kenaikan. ”Itu sebabnya, kenapa harga beras selalu naik yang membuat masyarakat kelabakan dengan kenaikan tersebut,” katanya. (eko/wah/jpnn)


38

Rabu 12 Oktober 2011

Kedatangan Pilar Negeri Gingseng

GALIH COKRO/RaBa

PENGHOBI: Sesepuh balap sepeda Banyuwangi Bambang Sutrisno pose bersama juara etape ke-8 tour d’Indonesia Shinichi Fukushima, Senin (10/10).

Pengkab ISSI Diminta Bentuk ”Persewangi” BANYUWANGI - Kehadiran peserta tour d’Indonesia di Banyuwangi yang bertanding di etape ke-8 diharapkan bisa memiliki akses positif bagi pembinaan dan prestasi olahraga balap sepeda di Banyuwangi. Bukan itu saja, para rider yang tergabung di bawah naungan Pengkab ISSI Banyuwangi berharap ada partisipasi bagi tim balap asli Banyuwangi di ajang tersebut. Harapan itu disampaikan penghobi sekaligus sesepuh olahraga balap sepeda Banyuwangi, Bambang Sutrisno. Dia berharap, Banyuwangi bisa turut andil dalam kejuaraan berlevel internasional tersebut. “Eman, potensi kita banyak di olahraga balap sepeda,” katanya. Kehadiran tim balap di bawah komando ISSI langsung menjadi mutlak. Bambang mencontohkan, bila di sepak bola ada Persewangi, maka ISSI juga harus punya satu tim atau klub sepeda balap sekaliber Persewangi, yang juga bisa berlaga di ajang resmi. Dia berharap, kepengurusan ISSI mampu mewujudkan hal tersebut. Sebab, hal itu menjadi mimpi yang diharapkan oleh penggila dan pelaku olahraga balap sepeda di Banyuwangi. “Dari pada membela daerah lain, mendingan membela daerah sendiri,” pintanya. Soal pendanaan, itu menjadi beban bersama. Namun, ISSI dan semua komponen bisa menjadi bagian untuk mendukung tim itu nantinya dalam ikut berkompetisi. Manfaatnya banyak selain menggali potensi putra daerah. Promosi daerah juga bisa disematkan dengan keikutsertaan pebalap Banyuwangi dalam berbagai even. (nic/als)

GALIH COKRO/RaBa

Pemain Persewangi saat berlatih di Stadion Diponegoro. Saat ini, latihan tim kebanggaan Larosmania itu dipusatkan di Lapangan Watukebo, Rogojampi.

Gojukai Siapkan 20 Karateka Proyeksi Tampil di Kerjunas di Bali BANYUWANGI – Perguruan karate Gojukai Banyuwangi kini tengah bersibuk diri. Hajatan bertitel kejuaraan nasional Gojukai di Bali bulan November mendatang menjadi acara yang akan diikuti salah satu per-guruan yang ada di bawah naungan Forki Banyuwangi itu. Penjaringan karateka pun dilakukan perguruan dengan lambang kepalan tangan ini. Simpai Gojukai Banyuwangi

I Wayan Radita mengatakan persiapan menatap ajang ini sudah dilakukan. Di antaranya, langkah pertama dengan menggelar seleksi secara bertahap. Tahapan ini pun sudah dilalui dengan terpilihnya lebih kurang 20 karateka yang diproyeksikan tampil di kejurnas mendatang. Lebih lanjut, Wayan optimistis anak asuhnya bisa meraih hasil maksimal dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut. Untuk menempa kemampuan atletnya, Gojukai Banyuwangi pun menggeber latihan khusus untuk

Etape 8 Speedy Tour d’Indonesia Sukses Speedy Juga Serahkan Bantuan CSR BANYUWANGI — Penyelenggaraan Speedy Tour d’Indonesia 2011 etape 8, Probolinggo-Banyuwangi berlangsung meriah dan sukses. Beberapa hiburan mewarnai kegiatan ini. Mulai tari tradisional, gandrung, hingga tari modern, tampil di ajang balap sepeda tersebut. Terlebih, kehadiran band Indi juga mampu menampilkan performa baiknya. Sehingga, penonton yang ada di venue betah berlama-lama menyaksikan event tahunan ini. Selain itu, beberapa pimpinan Muspida Banyuwangi hadir di perhelatan sepeda Internasional ini. Dan, dari jajaran Telkom nampak hadir pula GM Unit Customer Service V Jatim, Joko Raharjo, Manar UCS Jember Heru Subyantoro serta Manar DTF, Susilo. Dalam kesempatan tersebut, GM UCS V Jatim Joko Raharjo secara simbolis menyerahkan bantuan kepada salah satu SMAN yang ada di kota Banyuwangi. Bantuan tersebut disampaikan langsung kepada kepala sekolah yang hadir saat itu. Dalam sambutanya, Joko Raharjo menyampaikan terimakasih atas antu-

PEDULI: Joko Raharjo (kiri) memberikan bantuan kepada Kepala sekolah SMAN 1 Glagah Imam.

ISTIMEWA

siasme masyarakat Banyuwangi di event balap sepeda Internasional ini. Lebih lanjut Joko mengatakan, penyerahan bantuan tidak hanya kepada SMAN I Glagah saja, tapi juga diberikan kepada salah satu desa yang ada di Banyuwangi, yaitu Desa Kaligondo. Semua ini, kata Joko, yang disampaikan dalam sambutanya, merupakan kepedulian Telkom terhadap dunia pendidikan. Untuk itu, Joko berharap bantuan CSR tersebut hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya demi

kemajuan dunia pendidikan di kota Banyuwangi. Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi Hermanto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Telkom Indonesia atas terpilihnya Banyuwangi sebagai salah satu venue finish Speedy Tour d’Indonesia. “Semoga dengan adanya event Internasional tersebut mampu memacu atau memotivasi atlet sepeda Banyuwangi di kancah Nasional maupun Internasional,” katanya. (ikl/*/als)

Stikes Gembleng Maba Dengan Outbond Digelar Tiga Hari di TN Baluran B ANYUWANGI —Untuk mengembleng mahasiswa baru (maba) agar lebih percaya diri, Stikes menggelar outbond selama tiga hari di Taman Nasional Baluran. Peserta outbond terdiri dari beberapa bagian. Untuk maba berjumlah 255 orang, turut juga BEM Stikes, KSR, dosen, hingga rektor pun turut hadir dalam pembentukan mental maba itu. Ketua panitia outbond Yossy Indra Kusuma mengatakan, kegiatan outbond ini merupakan rangkaian acara menuju puncak acara dies natalis. Beberapa kegiatan yang menyertainya, di antaranya khitanan masal. “Khusus khitanan masal ini kita batasi 40 anak. Jadi, silakan mendaftar ke Stikes,” kata Yossy, kemarin. Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi H. Soekardjo mengatakan, selama ini outbond dikenal sebagai kegiatan outdoor yang menyenangkan. Karena di dalamnya terdapat konsep permainan yang bertujuan membangun kebersamaan, team building, dan rasa percaya diri pada peserta. Program ini merupakan program lanjutan dalam penerimaan maba. “Sebelumnya adalah ospek dan setelah ini pelatihan ESQ dari trainier nasional,” kata Soekardjo. Dikatakan, tugas perkuliahan di Stikes

KOMPAK: Permainan outbond yang disuguhkan memberikan pelajaran agar mahasiswa bisa bekerjasama, mandiri dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

ISTIMEWA

yang begitu padat diperlukan fisik dan mental yang kuat dalam keberhasilan seorang mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Nah, outbond ini bertujuan untuk memahami pola pikir dan pola belajar. Mahasiswa yang belajar di Stikes dipersiapkan menjadi tenaga perawat dan bidan yang profesional. Sehingga dalam tugasnya diperlukan kerjasama. “Melihat keuntungan yang kita harapkan tentunya outbond

merupakan suatu usaha yang sangat bermanfaat,” ungkap mantan Kabag TU RSUD Blambangan itu. Dalam kesempatan tersebut, Soekardjo juga memohon doa restu kepada masyarakat Banyuwangi terhadap akan dilaksanakannya akreditasi visitasi S1 Keperawatan, setelah itu Kebidanan. “Visitasi ini untuk klarifikasi, verifikasi, dan validasi data, serta informasi,” pungkas mantan Ketua PPNI itu. (ikl/als)

meningkatkan kemampuannya sebelum bertolak ke Bali. Menilik prestasi Gojukai dalam ajang yang sama tahun lalu, kalungan medali menjadi target yang diusung anggota PJR Banyuwangi ini bagi anak asuhnya dalam even itu nanti. “Target prestasi menjadi keharusan bagi Gojukai Banyuwangi,” katanya. (nic/als)

BANYUWANGI – Suntikan berharga diperoleh Persewangi dalam persiapan menghadapi kompetisi segitiga yang digelar dalam waktu dekat. Ini menyusul masuknya pilar asing dalam skuad Laskar Blambangan. Dia adalah striker asal Korea Selatan, Jin Jun. Mantan pilar PSCS Cilacap ini turut bergabung bersama 23 pemain Persewangi yang lolos dalam seleksi sebelumnya. Malahan, pelatih kepala Persewangi Yudi Suryata langsung memainkan stiker berkulit putih ini dalam sesi latihan yang digelar di Lapangan Watukebo, Rogojampi, kemarin. Bergabungnya Jun, membuat line up di Persewangi kini dihuni sedikitnya tiga pemain asing. Selain Jun, di sana masih ada Diego Mendieta dan Antonio da Silva. Mereka berlatih bersama dalam persiapan menghadapi kompetisi Divisi Utama. Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengatakan, masuknya Jun merupakan suatu kebanggan bagi Perse-

wangi. Ini menunjukkan bahwa animo pemain untuk menjadi bagian tim cukup tinggi. “Kita harap ini ada nilai plus dari sini,” kaanya. Meski belum memutuskan untuk menggunakan jasa Jun atau tidak dalam musim kompetisi Divisi Utama nanti, Nanang berharap kehadirannya bisa sekaligus menjadi motivasi bagi pemain lainnya. Soal digunakan atau tidak, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih untuk menilai dan merekomendasi. Sementara itu, terkait rencana menggelar pertandingan segitiga, Nanang mengaku berusaha akan mewujudkannya. Dua tim, All Star Legiun Asing dan Bali Devata, menyatakan kesiapannya untuk tampil di ajang yang bertajuk Piala Bupati Banyuwangi itu. Tokoh MWCNU Rogojampi ini pun berharap, pertandingan ini bisa segera digelar. Sekaligus pertandingan ini akan menjadi momen untuk memperkenalkan skuad Persewangi Divisi Utama kepada publik bola di Banyuwangi. (nic/als)


Rabu 12 Oktober 2011

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Agus Lapor ke Polsek Muncar ... ■ ISI... Sambungan dari Hal 29

‘’Tidak mungkin saya kasih tahu anak saya, karena anak saya masih kecil. Kartu ATM juga selalu saya bawa ke manamana,’’ bebernya. Secara terpisah, Kepala Cabang Pembantu BCA Muncar, Michael Purwanto mengatakan, pihaknya memang sudah menerima laporan dari nasabah terkait dananya yang hilang. Pihak bank akan melakukan proses agar uang tersebut bisa ditelusuri ke mana larinya. ‘’Kami masih memberikan batasan waktu sampai lima hari ke depan untuk melakukan proses,’’ ujarnya. Michael mengakui, kasus serupa sudah sering menimpa nasabah. Dia menuding, kejadian seperti itu karena kecerobohan nasabah, misalnya memberikan nomor PIN kepada orang dekat atau keluarga. ‘’Tidak kali ini saja terjadi. Su-

RAMAI: Lokasi konter ATM di BCA Muncar kemarin. DI tempat inilah Agus mengetahui kalau uang dalam rekening tabungannya raib.

ALI NURFATONI/RaBa

dah sering kali terjadi,’’ jelasnya. Padahal, sebelum membuka rekening di bank, seorang nasabah sudah diberitahu agar tidak memberitahukan nomor PIN kepada siapa pun. Sebab, imbasnya akan merugikan nasabah. ‘’Waktu pembukaan rekening, semua nasabah sudah kami beri tahu agar PIN dijaga

dengan baik. Jangan sampai diberitahukan kepada siapa pun,’’ terangnya. Untuk kasus ini, kata Michael, nasabah diduga telah memberitahukan nomor PIN kepada keluarganya, bisa istri bisa pula anak-anaknya. ‘’Mungkin nasabah memberi tahu PIN kepada anaknya. Itu tidak boleh sesuai

kesepakatan awal,’’ jelasnya. Apabila memang kesalahan dilakukan pihak bank, Michael berjanji akan mengembalikan uang tersebut sesuai jumlah. Meski begitu, pihaknya memprediksi bahwa uang tersebut murni kesalahan nasabah. ‘’Dari 100 kasus, hanya satu karena kelalaian bank,’’ pungkasnya. (ton/bay)

Usul Pindahkan Batu Cengkih ■ NELAYAN... Sambungan dari Hal 29

“Kita sangat kesulitan dengan kondisi itu,” imbuhnya. Selama ini, perahu nelayan harus waspada saat masuk muara. Jika tidak, perahu mereka bisa kandas. Kemungki-

nan perahu nelayan kandas semakin besar ketika air laut surut. “Sudah banyak yang kandas,” cetus Hasan. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tetrapod (batu cengkih) di sebelah barat muara yang menjadi pintu masuk ke pelabuhan rakyat. “Mending batu cengkih itu dipindah, karena tidak ada fungsinya

selain menghalangi perahu,” ujar Rudi, nelayan lain. Sementara itu, para nelayan menganggap pemerintah belum bereaksi atas kondisi itu. Sampai saat ini mereka berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah tersebut. “Mudah-mudahan segera diperhatikan,” ujar Rudi. (mg-1/bay)

Menyalip dan Menyenggol Truk ... ■ TEWAS... Sambungan dari Hal 29

Kecelakaan maut itu bermula saat Amin dan Harun naik motor Honda Supra Fit bernopol DK 4089 QD dengan kecepatan tinggi dari arah utara. Setiba di lokasi kejadian yang jalannya menikung, motor yang dijoki Amin akan menyalip truk Mitsubishi Fuso di depannya. Saat mendahului truk, ternyata motor tersebut menyenggol body truk besar terse-

but. Akibatnya, motor tersebut oleng ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah selatan meluncur mobil Isuzu Elf pelat merah yang disopiri Hosnan, 39, warga Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Lantaran jarak mobil dan motor sudah dekat, tabrakan pun tidak bisa dihindari. “Kedua korban terpelanting dan membentur aspal jalan,” terang Ipda Mujiono. Tabrakan yang menelan korban jiwa itu menarik perhatian

warga Dusun Kampe. Mobil Isuzu Elf bernopol P 7001 EP itu nyaris dirusak warga sekitar. Untungnya, emosi warga berhasil diredam perangkat desa setempat. “Mobil Elf itu dari Banyuwangi, penumpangnya penuh,” kata Mujiono. Di antara penumpang mobil Sekretariat DPRD Situbondo itu ternyata ada anggota FPPP DPRD Situbondo, H.A. Jupri. Penumpang lain masih ada hubungan keluarga dengan anggota dewan asal Desa Tan-

jung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Situbondo, itu. “Saya mengantar Pak Jupri bersama keluarganya,” cetus Hosnan, sopir mobil Elf tersebut. Hosnan mengaku sudah memberi aba-aba lampu saat ada motor yang akan menyalip truk Fuso. Bahkan, untuk menghindari tabrakan, mobilnya sudah minggir hingga keluar badan jalan. “Motor nyenggol truk, lalu menyerong ke kanan dan menabrak mobil yang saya sopiri,” jelas Hosnan. (abi/bay)

Belum Perlu Penetapan PN ■ SEHARI... Sambungan dari Hal 29

“Karena dekat, setiap hari Kecamatan Banyuwangi mengajukan penerbitan dan pengesahan KK,” ungkapnya. Sementara itu, permohonan akta kelahiran juga mengalami lonjakan pada hari-hari normal. Setiap hari, Dispendukcapil menerbitkan sekitar 150

hingga 20 akta kelahiran. Pada hari-hari biasa, permintaan akta kelahiran tidak lebih dari 100 lembar. Beberapa bulan ini permintaan meroket tajam. “Kalau semua persyaratan lengkap, akta bisa dilayani dalam sehari,” ungkapnya. Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, lanjut Sujani, pihaknya membuka layanan jemput bola setiap

kecamatan. Setiap hari Sabtu, pihaknya keliling ke beberapa kecamatan untuk memberikan layanan kepada pemohon akta. Hanya saja, ungkap Sujani, layanan jemput bola itu hanya diberikan kepada pemohon akta mulai 2006 hingga 2011. Tahun 2006 ke bawah, layanan akta dilakukan di kantor Dispendukcapil. “Layanan jemput bola itu akan dilakukan hingga

Desember,” ujarnya. Kepada warga yang belum memiliki akta kelahiran, Sujani berharap agar segera mengurus sebelum tahun 2011. Sejak tahun 2012, permohonan akta harus melalui penetapan pengadilan negeri (PN). “Kalau sekarang, tidak perlu ada penetapan persidangan di PN. Cukup keterangan saksi-saksi, salinan akta bisa diterbitkan,” pungkasnya. (afi/bay)

Masuk Paksa Congkel Jendela ... ■ BERKOMPLOT... Sambungan dari Hal 29

Kedua barang elektronik yang sempat dibawa kabur para tersangka kini juga diamankan di polsek sebagai barang bukti (BB). “Para tersangka kita tangkap di rumahnya masing-masing,” cetus Kapolsek Wongsorejo, AKP Suhardi.

Pencurian yang dilakukan para tersangka terjadi sebelum hari raya Idul Fitri. Kawanan maling itu masuk ke rumah korban dengan cara mencukit jendela rumah dan kabur dengan barang jarahan melalui pintu. “Di rumah korban mengambil TV dan salon,” terangnya. Saat terjadi pencurian, terang kapolsek, korban sedang tertidur pulas. Mereka baru tahu

rumahnya dimasuki kawanan maling sekitar pukul 03.00 saat akan sahur. “Korban langsung melapor ke polsek dan kita juga berusaha mengejar para pelaku,” ungkapnya. Sayangnya, saat kejadian, polisi tidak berhasil menangkap para tersangka. Baru sebulan kemudian, setelah melakukan penyelidikan, aparat kepolisian menemukan pe-

tunjuk para pelaku. “Dari keterangan saksi, pelaku ternyata beberapa orang dan semua dari Situbondo,” cetusnya. Dengan bekal yang diperoleh dari saksi, polisi mulai menangkap Misiyanto di rumahnya. Dari keterangan tersangka, mengembang kepada Didik dan Narso. “Para tersangka kita tangkap di rumah masingmasing,” jelasnya. (abi/bay)

Tinggi Tebing Gunung Gumitir 20 Meter ... ■ EDUKASI... Sambungan dari Hal 29

Padahal, anaknya yang sedang ikut latihan gabungan itu terlihat tenang sambil mendaki tebing dengan tali. ‘’Kegiatan ini melatih mental anak-anak. Saat mendaki, pengamanan sudah disiapkan,” kata Pembina Ippala Cluring, Anjar Prabowo. Latihan gabungan (latgab) merupakan salah satu kegiatan Hupaba yang rutin digelar setiap bulan di sejumlah tebing. Kegiatan itu biasanya lebih banyak diikuti siswa pencinta alam atau sispala. Dari beberapa kali kegiatan, tebing paling tinggi yang pernah ditaklukkan para anggota sispala adalah tebing dekat jembatan rel kereta api di Gunung Gumitir.

Tiga bulan lalu, ratusan anggota sispala melakukan uji nyali di lokasi tersebut. ‘’Biasanya tebing-tebing yang kita jadikan lokasi latihan, berketinggian rata-rata 17 meter. Tetapi, di Gunung Gumitir ketinggian tebing mencapai 20 meter,” sebut Ketua Hipaba, Siswanto. Selain rutin melakukan latihan setiap bulan, Hipaba juga memiliki kegiatan yang tak kalah menantang, yaitu melakukan pendakian gunung dan menyusuri hutan belantara. Saat ini, gunung yang sering jadi ajang uji nyali dan pelatihan konservasi alam adalah Gunung Ijen di Kecamatan Licin, dan hutan di Taman Nasional Alas Purwo di Kecamatan Tegaldlimo. Selain mendaki gunung di Banyuwangi, Hipaba yang memiliki 46 klub dan ribuan

anggota itu juga pernah melakukan pendakian gunung di luar Banyuwangi. ‘’Setiap tahun kita melakukan pendakian di Gunung Semeru, Malang,” sebutnya. Apa tujuan semua kegiatan tersebut? Selain persoalan uji nyali, Hipaba juga ingin mengajak semua anggota memahami pentingnya mencintai dan menjaga kelestarian alam. Dengan menanamkan hal tersebut kepada para anggota yang kebanyakan pelajar, diharapkan kelak mereka ikut ambil bagian dalam membantu program pemerintah. “Cinta terhadap alam bila ditanamkan sejak dini akan membuat mereka merasa ikut memiliki, sehingga tanpa diminta mereka juga akan ikut menjaga,” pungkasnya. (bay)

Tak Ada Batu Nisan ■ BEREBUT... Sambungan dari Hal 29

Meski berdesakan, tapi ada beberapa yang belum bisa menyentuh taman surga itu. Sementara itu, kesempatan bagi jamaah wanita untuk mendekat ke Raudah adalah pagi haris ampai sebelum salat Duhur. Tidak hanya Raudah, makam Nabi Muhammad dan tiga sahabatnya yang terkenal itu juga

tak lepas dari tujuan jamaah. Para jamaah banyak yang menangis sambil melambaikan tangan. Selain itu, CJH Banyuwangi juga berziarah ke beberapa situs bersejarah Selasa (11/10). Ziarah yang dikunjungi, seperti Jabal Uhud, Masjid Quba, Kebun Kurma, dan Masjid Qiblatain. Dalam ziarah tersebut, jamaah melihat gunung Uhud yang berwarna kemerahan yang dahulu pernah menjadi tempat

perang besar antara kaum muslim dan kafir Quraisy. Di sekitar Gunung Uhud, para syuhada yang mati syahid dikubur dalam satu lahan, termasuk paman Nabi, Sayidana Hamzah bin Abdul Muthalib. “Menariknya, areal permakaman yang dikelilingi pagar itu tak ada tanda-tanda khusus, seperti batu nisan sebagai tanda,” kata Ainul Yakin, yang juga Sekretaris Akli Banyuwangi itu. (*/bay)

Jalin Kebersamaan Antarsiswa ■ USUNG TEMA... Sambungan dari Hal 40

Masing-masing menyampaikan materi tentang teknis jurnalistik majalah sekolah dan mading. Acara yang ditempatkan di aula STKIP PGRI kemarin itu dibuka Kabid Dikmen Dispendik, Dwi Totok. “Simaco kita harapkan menjadi momentum kebangkitan majalah sekolah, khususnya majalah dinding. Ayo berkompetisi dengan sehat, adu kreativitas, dan pres-

tasi,” ajak Dwi Totok disambut aplaus seluruh peserta. Simaco merupakan even kerja bareng Dispendik dan Radar Banyuwangi Biro Situbondo. Kegiatan itu akan diusahakan menjadi pesta mading tahunan pelajar di Kota Santri. Sebab, selama ini hampir tak ada perhatian khusus terhadap nasib media penerbitan sekolah dan mading. Padahal, majalah sekolah dan mading memiliki peranan sangat penting dalam mencetak siswa yang kreatif, inovatif,

dan terampil. Khususnya siswa yang memang hobi tulis-menulis. “Mading juga sebagai wahana menjalin kebersamaan dan solidaritas antar-siswa,” imbuhnya. Menurut Totok, Simaco tahun ini bertema tentang sumpah pemuda. Itu sekaligus untuk memberikan motivasi kepada siswa agar senantiasa mematrikan semangat sumpah pemuda dalam diri. “Makanya Simaco bertema Sumpah Pemuda Bebas Mirasantika (minuman keras dan narkotika). (pri/aif)

Kasek Bantah Siswanya Mengeroyok ■ DIKEROYOK... Sambungan dari Hal 40

“Bahkan, sepeda anak saya rusak. Rantainya putus menjadi dua bagian,” jelentrehnya. Singkat kata, agar sakit yang diderita Maulana tidak bertambah parah, pihak keluarga memutuskan melarikannya ke RS Abdoerrahem. Oleh tim medis, sakit yang diderita Maulana diindikasi akibat komplikasi paru-paru. Untuk memastikan penyebab rasa sakit di bagian tengkuk, tim medis telah melakukan rontgent. “Saat ini (kemarin), kami tinggal menunggu hasil foto rontgent tersebut,”

pungkas Subairi. Kepala SD Negeri 1 Jangkar, Slamet, menampik dugaan lima siswanya melakukan pengeroyokan terhadap korban. “Kami sudah menginterogasi beberapa murid kami. Tetapi, mereka mengaku hanya dituduh, tidak ada pertengkaran maupun pemukulan,” ujarnya. Slamet menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak SD Negeri 4 Jangkar. Selain dihadiri beberapa siswa SD Negeri 1 Jangkar yang dituduh melakukan pengroyokan terhadap Maulana, pertemuan itu juga dihadiri beberapa saksi dari

siswa SD Negeri 4 Jangkar, guru, dan kepala sekolah (kasek) kedua sekolah. “Menurut pengakuan siswa kami (siswa SD Negeri 1 Jangkar), dia malah menolong Maulana yang terjatuh dari sepeda. Bahkan, siswa tersebut memperbaiki sepeda Maulana yang rusak,” imbuhnya. Masih menurut Slamet, peristiwa itu terjadi saat istirahat sekolah. Maulana bermainmain di sekitar Sungai Tanah Miring. “Mungkin dia (Maulana) kesurupan. Sebab, kawasan itu rawan mahluk halus. Namanya saja Tanah Miring,” pungkasnya. (sgt/aif)

Memaksa Turun dari Bus ■ BATAL... Sambungan dari Hal 40

Najib memaksa turun dari bus yang sedianya akan mengantarkannya ke asrama haji Sukolilo, Surabaya. Salah satu CJH muda itu menga-

lami depresi dan merengek minta diturunkan beberapa saat setelah bus yang dia tumpangi diberangkatkan Minggu malam (9/ 10). Berbagai upaya sudah dilakukan untuk membujuknya agar bersedia melanjutkan perjalanan. Namun sayang, upaya itu ti-

dak membuahkan hasil. Dengan terpaksa panitia menurunkan Najib saat bus yang dia tumpangi sampai di wilayah Pasuruan. Panitia langsung melarikannya ke rumah sakit (RS) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. (sgt/aif)

Sudah Ambil Sidik Jari ■ CONGKEL... Sambungan dari Hal 40

Uang tersebut diletakkan di dalam tas kerja korban. Kawanan begundal itu memang sangat keterlaluan. Tidak puas mencuri barang-barang berharga, tega-teganya mereka juga menggondol satu unit celana jeans di dalam le-

mari. “Kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp 15 juta,” ujar Kapolsek Panji, AKP Mas Akhmad, usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kemarin. Menurut kapolsek, berdasarkan hasil olah TKP, kuat dugaan pelaku berjumlah lebih dari satu orang. “Kawanan pelaku masuk dan keluar rumah korban me-

lalui jendela samping,” duganya. Mas Akhmad menambahkan, untuk melacak pelaku, pihaknya sudah mengambil sidik jari di lokasi kejadian. Diduga kuat, pelaku sudah mengenal lingkungan sekitar rumah korban. “Saat ini, kami masih menyelidiki kasus ini. Mudah-mudahan pelaku segera tertangkap,” harapnya. (sgt/aif)

ARYONO SUDAH MEMBUKTIKAN MANFAAT PEGOBATAN YANG ALAMI “Sudah 1 tahun saya minum Gentong Mas, sekarang tekanan darah saya sudah normal, selain itu badan jadi hangat, jarang pusing, vitalitas pun bagus.” Ungkap Aryono. 1 tahun yang lalu, pria berusia 50 tahun ini menderita hipertensi yang seringkali membuat aktifitasnya menjadi tidak nyaman, “Kalau tekanan darah saya tinggi, saya sering merasa pusing, mau beraktifitas jadi tidak nyaman...” keluh ayah 2 orang anak tersebut menceritakan tentang sakit yang dulu sering dialaminya. Hipertensi (hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan diastolic (angka bawah) pada pemeriksaan tensi darah. Nilai normal tekanan darah seseorang secara umum adalah 120/80 mmHg. Dalam aktifitas seharihari, tekanan darah bervariasi tetapi masih dalam kisaran normal. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat di waktu beraktifitas atau berolahraga. Tertarik dengan pengobatan yang alami, pensiunan PNS ini pun mencoba mengkonsumsi Gentong Mas, “Sepengetahuan saya pengobatan herbal itu bagus karena terbuat dari bahan-bahan yang alami, karenanya begitu saya tahu tentang Gentong Mas, saya tertarik untuk mencobanya.” Terangnya menceritakan perkenalannya dengan Gentong Mas. Kini, setelah merasakan manfaatnya, Aryono dapat menjalani masa pensiunnya dengan nyaman. Ia pun tak segan-segan untuk membagi pengala-

man baiknya tersebut dengan orang lain, “Sekarang bukan hanya saya yang minum Gentong Mas, ibu saya juga ikut minum, dan sudah merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan pengalaman yang saya alami ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harap warga Kel. Jember Kidul, Kec. Kaliwates, Jember, Jawa Timur tersebut. Gentong Mas merupakan minuman herbal dengan bahan baku utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah untuk menormalisir tekanan darah. Habbatussauda dalam Gentong Mas bermanfaat untuk memelihara pembuluh darah dari endapan lemak dan pengapuran. Sementara Kayu Manis yang juga dikandung dalam Gentong Mas berfungsi sebagai penormal tekanan darah. Sedangkan Gula Aren selain rasanya manis dan lezat juga bermanfaat menurunkan penyerapan lemak. Untuk hasil maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti menjalani diet rendah garam, kolesterol, dan lemak jenuh, stop konsumsi makanan dan minuman beralkohol, hindari stress, olahraga teratur, dll. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085234398441. Banyuwangi:085234398441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Rabu 12 Oktober 2011

Simaco Usung Tema Sumpah Pemuda Bebas Mirasantika SITUBONDO - Sebanyak 150 pengurus OSIS dan majalah sekolah dari 20 SMA/SMK sederajat kemarin mengikuti bimbingan teknis (bimtek) jurnalistik majalah sekolah dan majalah dinding (mading). Itu sebagai langkah awal pelaksanaan Situbondo Mading Competition (Simaco) yang rencananya akan digelar pertengahan November mendatang. Peserta bimtek yang rata-rata sudah memiliki pengetahuan jurnalistik dasar itu begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pertanyaan kritis dan sangat teknis datang bertubi-tubi. “Bagaimana agar informasi yang kita buat tidak cepat basi, padahal

kita terbit tiga sampai empat bulan sekali bahkan lebih?” tanya salah seorang siswa. Ada juga yang menanyakan apakah siswa yang melakukan kegiatan jurnalistik di luar sekolah juga dilindungi undang-undang pers. “Kalau memang dilindungi kita berani melakukan kegiatan jurnalistik di luar sekolah, misalnya di tempat prostitusi atau di tempat lain,” ungkap salah seorang pembina. Dua narasumber yang didatangkan adalah Edy Supriyono, Wartawan Radar Banyuwangi Biro Situbondo, dan Zaini Zain, reporter radio Bhasa FM n  Baca Usung Tema...Hal 39

EDY SUPRIYONO/RaBa

MENGAWALI SIMACO: Sedikitnya 150 peserta mengikuti bimtek jurnalistik majalah sekolah dan mading di aula STKIP kemarin.

Dikeroyok, Siswa SD Opname

APA POLEH

SIGIT HARIYADI/RaBa

KEMALINGAN: Jendela ini diduga dijadikan akses pencuri saat beraksi di rumah korban.

Congkel Jendela, Gasak Uang Tunai PANJI - Ini peringatan bagi warga agar selalu menjaga kemanan diri dan lingkungan. Itu penting dilakukan agar peristiwa yang dialami Mimik, 45, warga Desa Panji Lor, Panji, ini tidak terulang. Salasa dini hari (11/10), rumah wanita yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Kapongan tersebut dibobol maling. Diperkirakan, pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu masuk ke rumah Mimik sekitar pukul 02.00 dengan cara mencongkel jendela samping bagian depan saat kroban dan keluarganya terlelap. Kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 03.00 saat korban hendak menunaikan salat Subuh. Kejadian itu mengakibatkan korban menderita kerugian materi jutaan rupiah. Pelaku berhasil menggasak sejumlah barang berharga yang disimpan di dalam rumah tersebut, di antaranya dua unit laptop dan uang tunai sebesar Rp 5 juta n  Baca Congkel...Hal 39

SIGIT HARIYADI/RaBa

SITUBONDO - Diduga menjadi korban penganiayaan bocah-bocah sebayanya, Maulana Jakfar, 9, warga Dusun Beringin, Desa/Kecamatan Jangkar, tergolek lemah di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem, Situbondo. Siswa kelas IV SD Negeri 4 Jangkar itu mengeluh sakit di pinggang dan leher bagian belakang hingga harus menjalani rawat inap di RS pelat merah tersebut. Subairi, 32, ayah Maulana mengatakan, sepulang sekolah hari Senin pekan lalu (2/10), putranya mengeluh sakit. Bahkan, untuk sekadar membuka sepatu yang dia kenakan, Maulana harus meminta tolong Ulis, 30, ibunya. “Sepulang sekolah, anak saya terlihat loyo,” ujarnya. Keesokan harinya, kon disi fisik Maulana semakin lemah. Pihak keluarga mengira bungsu dua bersaudara itu menderita chikungunya. Sejak saat itu Maulana tidak masuk sekolah. “Saya mengirim surat ke sekolah (SD Negeri 4 Jangkar) memberitahukan anak saya sakit,” timpal Ulis. Alangkah terkejutnya orang tua Maulana saat mendengar cerita dari beberapa teman putranya bahwa Maulana sakit karena dikeroyok lima siswa SD Negeri 1 Jangkar. Beberapa kali korban dipukul menggunakan potongan batu bata. “Awalnya kami tidak langsung percaya. Tetapi, pada hari Jumat (7/10), seorang guru (guru SD Negeri 4 Jangkar, Red) mendatangi rumah kami dan memberitahukan bahwa berdasar pengakuan murid-muridnya, Maulana sakit akibat dikeroyok lima siswa SD Negeri 1 Jangkar,” tandas Ulis. Ulis menambahkan, pengeroyokan yang menimpa putranya itu terjadi saat Maulana bermaksud mandi di sungai tidak jauh dari SD Negeri 1 Jangkar pada jam istirahat sekolah n  Baca Dikeroyok...Hal 39

TAK BERDAYA: Maulana Jakfar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. Abdoerrahem Situbondo kemarin (11/10).

Batal Berhaji gara-gara Mabuk Darat MANGARAN - Setelah memaksa turun dari bus yang mengantarkannya menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu malam (9/10). Akhirnya Najibhurrahman, 26, seorang calon jamaah haji (CJH) asal Situbondo, tiba di rumahnya di Dusun Tanjungsari Timur, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Senin malam (10/10). Begitu tiba di kediamannya, CJH muda itu langsung mengurung diri di dalam kamar. Belakangan diketahui, sejak awal Najibhurrahman memang menolak berangkat ke Surabaya menggunakan bus. Dia meminta keluarganya mengantarkan ke As-

rama Haji Sukolilo menggunakan sepeda motor. Lantaran permintaannya tidak dituruti, Najibhurrahman memaksa turun dari bus saat bus yang dia tumpangi bersama ratusan CJH lain sampai di wilayah Pasuruan. “S ejak awal, dia (Na jibhurrahman) memang tidak mau berangkat naik bus. Dia minta diantar meng gunakan sepeda motor,” ujar Sukardi, seorang kerabat Najibhurrahman. Sebenarnya pihak keluarga sudah berusaha membujuknya

agar mau melanjutkan perjalanan ke Embarkasi Juanda. Namun sayang, usaha itu sia-sia. Najib-sapaan karib Najibhurrahman--bersikeras pulang. Saat itu, kondisi tubuh Najib sudah lemas. Diduga kuat, pemuda itu mengalami mabuk darat. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (11/10), Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo, Rosyadi Badar mengatakan, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi terkait masalah tersebut. Yang pertama, Najib

tetap bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun ini. Syaratnya, dia harus ikut dalam kelompok terbang (kloter) lain. Itu pun jika ada sisa kursi kosong di kloter tersebut. Kemungkinan kedua, Najib bisa melaksanakan ibadah haji tahun depan. Alternatif ke tiga, rencana Najib melaksanakan ibadah haji dibatalkan. “Jika alternatif ketiga yang dipilih. Maka biaya yang sudah disetorkan akan dikembalikan kepada yang bersangkutan (Najib),” terang Rosyadi. Diberitakan sebelumnya, diduga menderita fobia (ketakutan yang sangat berlebihan) dengan kendaraan bak tertutup, n

BATAL KE MAKKAH: Beberapa kerabat menunjukkan tas milik Najib yang sedianya akan diangkut ke Makkah.

 Baca Batal...Hal 39

SIGIT HARIYAD/RaBa

ADVERTORIAL KESEHATAN

80 Gakin Jalani Operasi Katarak Gratis SITUBONDO – Sebanyak 80 warga miskin (gakin) di Situbondo kemarin mengikuti operasi katarak gratis di Puskesmas Panarukan. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Jawa Timur, salah satunya di Situbondo. Di Situbondo operasi katarak merupakan program kesehatan unggulan yang dituangkan dalam program Gempitika. Pelaksanaannya kemarin sekaligus dibersamakan dengan rangkaian memperingati Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-35 dan Hari Jadi Bank Jatim ke-50. Mekanisme pelaksanaan operasi katarak melalui penjaringan (screening) di semua wilayah melalui Puskesmas. Dilakukan sejak Agustus–September 2011. Itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan seleksi persyaratan operasi katarak di Puskesmas Panarukan. “Jumlah pasien yang memenuhi persyaratan untuk dioperasi, 80 orang dengan 89 mata,” terang ketua penyelenggara, drg. G.M. Candrawati. Operasi katarak dilaksanakan Tim Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM). Mereka terdiri dua dokter spesialis mata, seorang dokter umum mahir mata, tiga perawat mahir mata, seorang tenaga administrasi serta dibantu oleh tenaga kesehatan Puskesmas Panarukan. Persiapan operasi dilakukan sejak

ISTIMEWA

PAKAI MASKER: Bupati Dadang didampingi Umi Kulsum melihat langsung jalannya operasi katarak di Puskesmas Panarukan. Senin (10/10). Mulai cukur bulu mata dengan petanda, cek tensi darah dan gula darah. Baru keesokan harinya dioperasi. Pasein yang selesai dioperasi dilakukan rawat inap selama dua hari di Puskesmas Panarukan. Bila keadaaan pasien baik, tak ada keluhan pasien bisa langsung pulang. Namun harus tetap dilakukan cek ulang selama tiga hari setelah operasi. “ Sumber dana kegiatan ini dari Jamkesda APBD Jawa Timur maupun APBD Situbondo 2011 serta CSR Bank Jatim Situbondo untuk operasional pelaksanaan operasi,” imbuh Candrawati. Pelaksanaan operasi katarak

kemarin dihadiri Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto dan Wabup Rachmad. Keduanya didampingi Sekretaris Daerah Hadi Wiyono, pemimpin Bank Jatim Ngusman

serta sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Situbondo. Bupati mengungkapkan, pelaksanaan operasi katarak saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, ada keikutsertaan Bank Jatim Situbondo yang ikut mensukseskan kegiatan sosial tersebut. “Mudah-mudahan tahun depan Bank Jatim bisa memberikan bantuan lebih besar,” harapnya. Operasi katarak merupakan kegiatan rutin tahunan. Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat miskin agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Sebab kesehatan mata sangat bermanfaat untuk membentuk keluarga yang sehat. “Yang membuat saya bangga lagi, pasien sudah di gratiskan masih diberi kaos dan sembako,” terangnya. Usai meninjau pasien operasi katarak, Bupati bersama rombongan mengunjungi keluarga pasien. (pri/adv/aif)

TANGGULANGI KEBUTAAN: Bupati Dadang dan pejabat pemkab menghadiri kegiatan operasi katarak.


Radar Banyuwangi 12 Oktober 2011