Page 1

CMYK

KAMIS 22 SEPTEMBER

29

TAHUN 2011

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.14 14.28 17.17 18.26 03.53

BGC

GERGAJI Dikirim

Kerabat Agus penipuan dan penggelapan itu baru dilakukan polisi siang kemarin (21/9). Kali ini, Renza lebih banyak menimpakan kesalahan pada rekannya sesama tahanan yang kabur yakni, Agus Budiono, 24, warga Jember. Menurut Renza, ide kabur dari sel tahanan itu berasal dari Agus. Selain itu, Agus pula yang merusak jeruji besi sisi utara sel tahanan itu dengan gergaji. Renza mengaku hanya bertugas mengawasi keadaan.

Kena di Bondowoso, Tahanan Kabur Didor

GALIH COKRO/RaBa

PATOK: Deretan tiang kayu sudah dipasang mengelilingi Taman Sri Tanjung kemarin.

Poslantas 90 Tergusur

BANYUWANGI - Satu dari dua tahanan yang kabur dari sel tahanan Polres Banyuwangi berhasil dibekuk polisi di Bondowoso Senin lalu (19/9). Dia adalah Renza Adi, 35, warga Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Namun, penangkapan Renza yang terlibat kasus

Lantas, dari mana asal gergaji itu? Lagi-lagi Renza menimpakan masalah itu kepada Agus. Menurutnya, gergaji tersebut didapat dari seorang kerabat yang membesuk Agus. “Saya ikut kabur karena ingin bertemu anak,” ujarnya kemarin (21/9). Sementara itu, perusakan jeruji tahanan polres tersebut dilakukan sehari setelah mendapat kiriman gergaji dari pembesuk. “Ide itu berasal dari Agus n

GALIH COKRO/RaBa

KREASI: Pelajar menunjukkan desain kreasinya di gedung Diklat Licin kemarin.

Garap Baju Kuntulan LICIN - Setelah dua hari menggarap desain kelompok janger alias seni Damarwulan, kemarin (21/9) peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) mulai menggarap kostum seni kuntulan. Peserta yang dilatih di Gedung Diklat di Kecamatan Licin itu menentukan sendiri pilihan warna kostum yang akan digarap. Selain aplikasi warna, peserta juga mendapat pengarahan tentang volume kostum. Salah satu instruktur workshop tersebut, Ocha mengatakan, volume kostum dan aplikasi aksesori me-g. miliki peran penting. n “Pertama kita berikan n tentang pengetahuan dasar,” ujar Ocha. Dia menambahkan, para peserta akan terus mendapat kegiatan hingga malam hari. Mereka akan difokuskan mengonstruksi kostum kuntulan yang telah didesain pada siang hari, sehingga gambaran kostum desain mereka bisa terlihat hasilnya. “Mereka akan belajar secara cepat tentang mendesain kostum,” ujarnya. Selain itu, mereka juga harus memanfaatkan bahan-bahan yang dibawa. Jadi, ketika mendesain kostum kuntulan, peserta harus menyesuaikan bahan yang ada. Sehingga, mudah menggambarkan bentuk kostum kuntulan karya mereka sendiri. Sementara itu, jumlah peserta BEC dari kelompok kuntulan lebih sedikit daripada jumlah kelompok Damarwulan. Namun, antusiasme yang diperlihatkan para peserta sama-sama tinggi. “Mereka cukup semangat,” ujarnya. (mg-1/bay)

Baca Gergaji...Hal 39

BANYUWANGI - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi menggelontor dana Rp 3,6 miliar untuk mempercantik Taman Sri Tanjung. Taman yang berlokasi di jantung Kota Gandrung itu akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dengan konsep civic education. Pembangunan taman dilakukan dua tahap. Tahap pertama anggaran dikucurkan melalui APBD 2011 sebesar Rp 2,7 miliar. Tahap kedua, anggaran dikucurkan melalui perubahan APBD 2011 sebesar Rp 900 juta. Pembangunan tahap pertama sudah mulai dilakukan saat ini. Pelaksana proyek sudah memasang pagar keliling untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di sekitar Taman Sri Tanjung siang kemarin (21/9). Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setyawan mengatakan, pemkab akan mengubah total wajah Taman Sri Tanjung. Ke depan, Taman Sri Tanjung tidak akan berpagar seperti saat ini. Dia menjelaskan, Taman Sri Tanjung dan lahan parkir akan dijadikan satu kesatuan sebagai RTH. Konsekuensinya, pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Sri Tanjung akan ditata ulang n Baca Pos Lantas...Hal 39

BAGAIMANA INI

KETAT: Polisi bersenjata lengkap menggelandang Renza Adi di Mapolres Banyuwangi kemarin.

KA Tertahan Hampir Sejam Gara-gara Aturan Baru Gerbong Kelas Ekonomi

GALIH COKRO/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

Dibersihkan Kotor Lagi KONDISI aliran Kalilo di kawasan Jalan Kapten Ilyas, Banyuwangi, ini cukup memprihatinkan. Petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) bersama warga baru saja membersihkan kawasan tersebut pekan lalu. Namun kemarin (21/9), kondisi aliran sungai yang membelah Kota Gandrung itu tampak kotor lagi. Kok masih ada saja yang membuang sampah di sungai. Bagaimana ini? (gal/bay)

SUE GER POJOK

..

Tak Sabar Tampil SEBAGAI AI bagian dari uda, Larasati kaum muda, lalu ingin Panca selalu enmencar i p pengalaman baru. Nah, kalii ini MK siswi SMK Negeri u Kalibaru aitu menjamjal kemama dapuannya latihan lam pelatihan desain kostum di an Licin unKecamatan laran Banyutuk pergelaran hno Carnival. wangi Ethno erambut lurus Gadis berambut gaku sangat itu mengaku ati pelatihan menikmati berikan. Rasa yang diberikan. ama mengikuti lelah selama an tidak perpelatihan nah dia rasakan. “Saya mendapat at banyak ilmu baru di sini,” cetus dara kelahiran n Banyuwangi 1 Juni 1994 itu. Bahkan,, Laras mengaku sangat tidak dak sabar untuk segera tampil mpil dalam pergelaran karnaval rnaval tersebut. “Saya ingin gin memberikan kemampuan uan yang terbaik untuk Banyuwangi, nyuwangi,” ujar siswi kelas XII itu. (mg-1/bay)

Nelayan Berencana Jebol Muara BANYUWANGI - Buntunya muara Pelabuhan Boom, Banyuwangi, benarbenar mengundang keresahan para nelayan. Kini aktivitas perekonomian nelayan dan buruh-angkut pelabuhan rakyat tersebut tersendat. Sebab, kapal dan perahu yang beroperasi kesulitan masuk dan keluar pelabuhan.

Lumpuhnya aktivitas pelabuhan tradisional itu sudah berlangsung beberapa pekan. Dalam sebulan terakhir, perahu nelayan dan kapal antar-pulau hanya bisa beraktivitas selama tiga hari. Itu terjadi pada puncak air laut pasang atau saat bulan purnama, yakni tanggal 13,14, dan 15 kalender Jawa. Pada tang-

gal tersebut, nelayan bebas keluar-masuk pelabuhan karena air laut sedang mengalami pasang. Sekretaris Peguyuban Nelayan Pondok Layar, Kasianto mengatakan, selama puncak air pasang, nelayan harus cermat menghitung waktu n Baca Nelayan...Hal 39

TERJEBAK: Beberapa kapal sandar di Pelabuhan Boom, Banyuwangi. Kapal tersebut tak bisa keluar dari pelabuhan karena muara tertutup pasir.

ROGOJAMPI - Penumpang kereta api (KA) Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang merasa disandera petugas PT. KAI Stasiun Rogojampi. Kejadian tersebut terjadi pada Senin 19 September lalu. Akibat kejadian tersebut, pemberangkatan KA Tawang Alun molor hampir satu jam. Para penumpang merasa dirugikan dengan molornya keberangkatan kereta tersebut. Keberangkatan yang tidak sesuai jadwal itu disebabkan petugas di Stasiun Rogojampi mengatur ulang susunan tempat duduk penumpang sesuai nomor yang tertera di tiket. Terang saja para penumpang merasa dirugikan. Sebab, mereka tidak tahu tentang aturan tiket KA ekonomi yang baru. Kepala Bagian Humas PT. KAI Daops 9 Jember, Gatut Setyatmoko mengatakan, ada ketentuan baru pada KA kelas ekonomi. Terhitung sejak Senin lalu (19/9), terdapat nomor tempat duduk di tiap tiket KA kelas ekonomi. Selain itu, ada pula tiket untuk penumpang berdiri seperti yang sudah berlaku pada KA eksekutif dan bisnis. Oleh karena itu, sejak Senin lalu penumpang tinggal menyesuaikan nomor tempat duduk yang tertera pada tiket. “Penumpang tidak bisa bebas memilih tempat duduk,” ujarnya. Sayangnya, aturan baru nomor kursi pada KA kelas ekonomi tersebut kurang disosialisasikan pihak PT. KAI n Baca KA Tertahan...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Pasar Hewan Glenmore yang Eksis sejak Zaman Belanda

Bertahan karena Pasokan Ternak dari Perkebunan Pasar hewan di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, termasuk salah G satu tempat transaksi ternak sat terbesar di wilayah eks Karesidenan Besuki. Selain K itu, pasar hewan tersebut terbilang tua karena sudah t eeksis sejak zaman Belanda. ABDUL AZIZ, Glenmore JIKA dibandingkan beberapa pasar hewan lain di di Banyuwantra gi, transaksi di pasar hewan Glenmore setiap hari Jumat termasuk t yang terbesar. Setiap Jumat, ribuan orang datang ke pasar tersebut untuk melakukan jual-beli. Sela berasal dari Jawa Timur, Selain

ada juga pedagang yang berasal dari Jawa Tengah, Jakarta, bahkan Kalimantan. Oleh karena itu, jangan heran bila kita harus melintas perlahan di depan pasar hewan tersebut setiap Jumat. Sebab, banyak truk pengangkut hewan yang parkir di kanan dan kiri jalan. Sebagian besar truk yang parkir merupakan kendaraan pengangkut sapi. Membeludaknya penjual dan pembeli setiap hari Jumat tersebut juga menunjukkan membeludaknya perputaran uang di pasar hewan itu. Dalam satu hari, transaksi yang terjadi di pasar hewan Glenmore diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih. ‘’Perkiraan ya sekitar itu (Rp 1 miliar, Red),” kata Kepala Pasar Hewan Glenmore, Bakri. Besarnya peredaran uang di pasar hewan Glenmore tersebut tentu memberikan dampak beruntun

KA Tawang Alun tertahan satu jam di Rogojampi KA telat itu biasa, kalau datang lebih cepat itu baru luar biasa.

Gergaji pembobol sel polres berasal dari pembesuk Sebentar lagi pembesuknya ganti dibesuk

ABDUL AZIZ/RaBa

TERBESAR: Deretan tiang penambat ternak di Pasar Hewan Glenmore.

bagi masyarakat sekitar, terutama pemilik sapi dan kambing. Banyak peternak di sejumlah perke-

bunan di Glenmore yang sengaja melakukan penggemukan ternak n Baca Bertahan...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Kamis 22 September 2011

TNI Donor Darah di Giant

CERMIN DIRI

Tindak Tegas Pelaku Asusila KASUS pencabulan dan tindak pidana asusila cukup marak di Bumi Blambangan. Korbannya cenderung menimpa gadis usia belasan tahun, bahkan tak sedikit yang masih di bawah umur. Gadis usia 17 tahun ke bawah tak luput dari sasaran nafsu pria hidung belang. Pelakunya pun beragam, dari berbagai kalangan usia dan strata. Bahkan, tak jarang masih memiliki hubungan darah dengan korban. Seperti yang kini ramai dibicarakan warga Dusun Sukolilo, RT 03 RW 04, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Saritem (nama samaran), gadis usia 18 tahun, menjadi budak nafsu bapak kandungnya selama lima tahun. Sejak tahun 2006, gadis itu telah diperlakukan layaknya istri, yang digauli setiap bapaknya merasa kesepian karena ditinggal istri bekerja di Taiwan. Penderitaan itu dia alami sejak masih duduk di bangku kelas I SMP. Tersangka Moh. Sapturi, 40, bapak korban, telah menggaulinya hingga 15 kali. Korban selalu dibuat tidak berdaya dan tak kuasa melawan. Selain kalah tenaga, korban juga diperdaya dengan ancaman akan dibunuh. Bahkan, ancaman itu juga diarahkan kepada adiknya yang masih kecil. Untungnya, penderitaan korban kini berakhir berkat keberaniannya menceritakan beban hidupnya itu kepada bibinya. Kenekatan itu harus mengorbankan masa depan korban, yakni urung menikah dengan pria idaman hatinya. Sebab, gara-gara kisahnya menyebar di telinga masyarakat dan terdengar keluarga calon suami, rencana pernikahannya dibatalkan secara sepihak. Lagi-lagi, korban harus menanggung penderitaan seorang diri. Apalagi, sang bapak yang telah menjerumuskannya dalam masalah pelik dan traumatis itu kini menghilang bak ditelan bumi. Keberadaannya baru terdeteksi minggat ke Bali. Akibatnya, polisi belum berhasil meringkusnya dan yang bersangkutan belum mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasus terbaru adalah ulah Dwiyanto, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Srono. Sejak kemarin (21/9), pria 23 tahun itu meringkuk di tahanan Mapolsek Rogojampi. Dia diduga kuat menggauli gadis di bawah umur. Sebut saja korban bernama Cipluk (nama samaran), 17, warga Dusun Patoman, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi. Setelah berkenalan melalui handphone, pria-beristri yang mengaku bujangan itu memperdayai korban. Di rumahnya yang kebetulan sepi, tersangka merayu Cipluk agar mau berhubungan badan layaknya suami-istri. Perbuatan itu terbongkar setelah orang tua Cipluk kebingungan, karena dua hari putrinya tak pulang. Mereka pun melapor ke Mapolsek Rogojampi. Dua kasus di atas hanya contoh kecil yang sering terjadi di Banyuwangi. Banyak kasus serupa yang telah disidangkan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Meski hukum telah ditegakkan, tapi terkesan belum bisa memberikan efek jera kepada pelaku pencabulan. Faktanya, akhir-akhir ini kasus tersebut justru menunjukkan tren peningkatan. Apakah hal itu terjadi lantaran tingginya angka kejahatan seksual ataukah reaktifnya masyarakat, khususnya orang tua korban, melapor ke polisi? Ada banyak kemungkinan yang terjadi. Sebab, dalam kasus tertentu, orang tua sering melaporkan pencabulan yang menimpa putrinya karena tidak terima kepada pacar anaknya. Padahal, perbuatan mereka dilakukan atas dasar suka sama suka. Tak jarang pula, usai menjalani hukuman, si pria malah menikahi korban yang tak lain kekasihnya sendiri. Namun, dalam konteks kejahatan seksual yang sebenarnya aparat penegak hukum harus tegas. Jatuhkan sanksi hukuman yang setimpal. Sebab, pelaku bukan hanya merenggut kehormatan korban, tapi juga menodai harga diri, melukai hati, dan meninggalkan trauma di jiwa korban. Tak hanya itu, masa depan si gadis juga dikorbankan. Seperti yang dialami Saritem yang urung dinikahi pemuda yang dia cintai setelah tahu bahwa Saritem korban asusila bapaknya. Masya-Allah!

GALIH COKRO/RaBa

RANGKAIAN HUT TNI: Kegiatan ndonor darah di pusat perbelanjaan Giant yang diselenggarakan TNI.

BANYUWANGI – Sebanyak 800 orang mengikuti donor darah di pusat perbelanjaan Giant kemarin (21/9). Kegiatan donor darah itu digagas oleh TNI sebagai rangkaian kegiatan Hari TNI yang ke-66 yang jatuh pada tanggal 5 Oktober mendatang. 800 orang peserta donor darah tersebut terdiri dari anggota TNI dan Polri. Tidak ketinggalan pula peserta dari sekolah-sekolah di Banyuwangi. Serta masyarakat umum yang juga turut mendonorkan darah mereka. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) E.V. Nurrokhman menjejaskan, kegiatan donor darah tersebut sebagai wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Bagi TNI, setetes darah sangat berarti bagi kehidupan. “Dengan donor bisa dikatakan kita turut menyelamatkan nyawa orang lain,” cetusnya. Nurrokhman mengatakan, kegiatan untuk memperingati hari TNI itu memang difokuskan ke dalam bentuk kegiatan sosial. Hal tersebut sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat. “Kita semua adalah anggota masyarakat yang saling membutuhkan,” ujarnya. Darah yang terkumpul selama kegiatan donor darah tersebut akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi. Selanjutnya, pihak PMI yang berhak menyimpan darah dari kegiatan donor darah. Kegiatan donor darah itu dimulai sejak pukul 08.00. Menurut Nurrokhman, kegiatan yang dilaksanakan di area food court Giant itu adalah tahap awal dari rangkaian kegiatan peringatan hari TNI ke-66. Setelah donor darah, kegiatan berikutnya yaitu lomba gambar untuk anak-anak TK. (mg-1/aif)

Warga Bantal Kesulitan Air Bersih Musim Kemarau Sumur Warga Banyak yang Kering ASEMBAGUS - Musim kemarau panjang yang terjadi di wilayah Situbondo membuat puluhan warga Dusun Curah Malang, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, mulai kesulitan mendapat air bersih. Mereka terpaksa menempuh perjalanan sejauh satu kilometer menuju sungai yang mengalir di desa setempat sekadar mendapatkan air untuk mencukupi kebutuhan mandi dan minum. Kesulitan warga bertambah karena jalan yang mereka lalui berupa tanjakan dan turunan yang cukup terjal. Tidak cukup di situ, mereka juga harus berjalan menyusuri sungai yang sudah mulai mengering sejauh puluhan meter menuju mata air. Lantaran air yang berasal dari sumber itu cukup kecil warga sekitar harus berbagi rata agar semua kebagian.

Maklum, sumber yang kecil itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan 120 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut. Salah seorang warga sekitar, Matsani, 42, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak sebulan terakhir. Sebab, kemarau panjang membuat sumur warga mengering. “Jalan satu-satunya adalah mengambil air di sumber ini,” ujarnya. Kini, warga Dusun Curah Malang mulai ketar-ketir jika sewaktu-waktu mata air tersebut juga mengering. Masyarakat setempat berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi kesulitan mereka. Caranya, melakukan dropping air bersih ke dusun mereka. Ironisnya, selain kesulitan air bersih untuk dikonsumsi, kemarau juga membuat lahan pertanian di kawasan tersebut banyak yang gagal panen. “Mudah-mudahan hujan lekas turun. Agar kesulitan yang kami alami segera teratasi,” pungkas Matsani. (sgt/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

BAGI RATA: Warga antre mendapatkan air bersih di sumber mata air di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, kamerin (21/9).

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Muhammad Isnaeni Wardhan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


CMYK

31

Kamis 22 September 2011

15 Kali Digauli Bapak

Tower Gintangan Jalan Terus ROGOJAMPI - Lokasi tower di Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, tergolong jauh dari Kota Banyuwangi, sehingga agak sulit terpantau pemerintah. Terbukti, pendirian menara seluler itu terus berlanjut meski telah mendapatkan peringatan keras. Hingga kemarin (21/ 9), para pekerja masih melakukan aktivitas pembangunan. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas pembangunan tower tersebut sudah memasuki fase akhir. Di ujung tower setinggi 53 meter itu sudah terpasang sejumlah antena. Kemarin, dua pekerja sibuk memanjat dan beraktivitas di ujung atas tower tersebut. Fenomena tersebut membuktikan bahwa gembar-gembor pemerintah hanya isapan jempol belaka. Peringatan kepada para pemilik tower agar segera membongkar sendiri tampaknya tidak bertaring. Padahal, kalau tak segera dibongkar, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengancam akan melakukan tindakan tegas. Namun, sepertinya itu tidak berlaku di kawasan pedesaan. Dalam kurun tiga bulan terakhir, pembangunan tower di Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, tetap jalan terus. Peringatan pemerintah terkesan diabaikan begitu saja. Pantauan RaBa di lokasi pembangunan tower di desa yang dipimpin Kepala Desa Rusdianah itu kemarin menyebutkan bahwa pekerjaan terus berlangsung. Tidak ada tanda-tanda pambangunan tower akan dihentikan. Saat RaBa menggali informasi, salah seorang pekerja mengungkapkan bahwa tower yang dikerjakan tersebut sudah mengantongi izin. “Kalau tidak ada rekomendasi dari dinas, maka tower ini tidak akan berdiri,’’ tandasnya kemarin. Wartawan koran ini sempat terlibat perbincangan singkat dengan pria yang tengah mengawasi para pekerja tersebut. n Baca Tower...Hal 39

Korban Diancam Akan Dibunuh

ALI NURFATONI/RaBa

DUA WARNA: Tower di Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Rogojampi hampir selesai kemarin (23/8).

SRONO–Saritem (nama samaran), 18, gadis korban asusila oleh bapaknya sendiri, kemarin (21/9) menjalani pemeriksaan di Mapolsek Srono. Kepada penyidik, warga Dusun Sukolilo, RT 03 RW 04, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono itu mengaku sudah digauli bapaknya Moh. Sapturi (bukan Saturi), 40, hingga 15 kali. Korban menuturkan bahwa kali pertama menerima perlakuan asusila tersebut sejak bangku kelas I SMP. Saat itu, keperawanannya direnggut pada malam hari sekitar tahun 2006. Di hadapan penyidik, korban mengaku, tibatiba bapaknya masuk kamarnya. Bapaknya langsung mendekap tubuh korban dengan erat. Tak pelak, korban tidak kuasa melawan, karena tak kuat menahan tindihan bapaknya. Apalagi, korban juga mendengar kata-kata ancaman. “Kalau kamu bilang sama orang lain, kamu akan saya bunuh,’’ ungkap Saritem menirukan ucapan bapaknya. Ironisnya, ancaman dibunuh itu bukan hanya berlaku untuk Saritem. Bapaknya juga mengancam akan mencelakai adik korban yang masih kecil. “Kalau kamu tetap bilang, adik kamu akan saya bunuh, biar mati sekalian,’’ beber Saritem. Meski selama lima tahun menjadi budak nafsu bapaknya, korban mengaku bahwa hubungan intim itu tidak

sering dilakukan. “Seingat saya, cuma lima belas kali digituin oleh bapak,’’ sebutnya. Nah, lantaran tidak tahan menerima perlakuan dan ancaman dari bapaknya, akhirnya korban terpaksa mengadukan cerita amoral tersebut kepada Boanah, budhenya (bibi, Red). “Karena saya sudah tidak kuat lagi, saya laporkan peristiwa itu ke saudara saya,’’ terang Saritem yang dicatat dalam berkas penyidikan. Korban mengaku, terakhir berhubungan intim dengan bapaknya pada Kamis malam (15/9) lalu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00. “Terakhir saya digituin sama bapak, besoknya saya cerita sama bibi,’’ tutur korban. Dalam pemeriksaan di mapolsek kemarin, sejumlah keluarga ikut mendampingi korban. Sayangnya, mereka enggan untuk dimintai keterangan terkait kasus pencabulan bapak terhadap putrinya sendiri tersebut. “Saya tidak tahu mas, saya baru tahu masalah ini dari istri saya kemarin (dua hari lalu, Red),’’ kata seorang pria yang mengaku paman korban kepada RaBa, kemarin. Warga Dusun Rimpis, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono itu menegaskan bahwa masalah tersebut sepenuhnya diserahkan kepada polisi. “Saya tidak tahu, tahu-tahu ramai seperti ini. Biar pak polisi saja yang menangani,’’ cetusnya. Di mapolsek juga tampak sejumlah anak. n Baca 15 Kali..Hal 39

Ngaku Bujang, Gagahi ABG

INFRASTRUKTUR

Korban Masih Berusia di Bawah Umur

ABDUL AZIZ/RaBa

MASIH RUSAK: Jalan Raya Sukorejo, Kecamatan Bangorejo belum diaspal sampai kemarin.

Jalan Sukorejo Masih Rusak BANGOREJO - Sejumlah jalan rusak di Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, dan Bangorejo, memang sudah diperbaiki. Namun, belum semua tersentuh perbaikan. Salah satu jalan yang masih rusak parah adalah jalan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, jurusan Kecamatan Siliragung. Jalan tersebut hingga kini ternyata masih dibiarkan. Sampai kemarin, jalan jurusan Buk Putih, perbatasan Kecamatan Bangorejo dan Siliragung tersebut, belum tersentuh pengaspalan hotmix. Padahal, beberapa waktu lalu, sesaat setelah APBD 2011 didok DPRD, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan sejumlah jajaran di bawahnya meninjau lokasi tersebut. Banyak lubang jalan dan aspal rusak yang hanya ditimbun batu geragal dan tanah. Padahal, selama ini “ranjauranjau” jalan itu membuat pengendara sulit melintas. Para pengemudi kendaraan harus berhati-hati dan waspada ketika melintas di jalur tersebut. Sebab, kecelakaan mengintai setiap saat. Bagaimana ini? (azi/irw)

ROGOJAMPI - Dwiyanto, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, meringkuk di tahanan Mapolsek Rogojampi kemarin (21/9). Pria berusia 23 tahun tersebut diduga kuat menyetubuhi anak di bawah umur. Sebut saja korban bernama Cipluk (nama samaran), 17, warga Dusun Patoman, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi. Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, kasus tersebut bermula dari perkenalan keduanya melalui handphone (HP). Saat itu, Dwiyanto yang sudah beristri mengaku masih bujangan. Berawal dari perkenalan via HP tersebut, keduanya membuat janji untuk bertemu di Pantai Blibis, Kecamatan Rogojampi. Puas jalan-jalan menikmati indahnya panorama pantai, si pemuda mengajak korban yang masih ABG (anak baru gede) itu pulang ke rumahnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Srono. Sampai di tujuan, ternyata kondisi rumah tersangka sedang sepi. Niat jahat pun tebersit di otaknya. Kondisi rumah yang sepi itu dimanfaatkan Dwiyanto untuk me-

ALI NURFATONI/RaBa

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara”

DIPERIKSA: Korban Saritem menjalani pemeriksaan di Mapolsek Srono, kemarin (21/9).

Pernikahan Dibatalkan

Bagio, SP Kapolsek Rogojampi ngajak korban melakukan hubungan intim layaknya suamiistri. Nah, perbuatan asusila itu terbongkar, gara-gara Cipluk dua hari tidak pulang ke rumah orang tuanya. Lantaran khawatir, orang tua korban melapor ke Mapolsek Rogojampi. “Laporan itu langsung kita tindak lanjuti,” tegas Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio, SP saat dikonfirmasi wartawan Radar Banyuwangi (RaBa), kemarin siang. Hasilnya, dari penyelidikan yang dilakukan polisi diperoleh keterangan bahwa terakhir kali korban terlihat keluar dan berjalan dengan tersangka Dwiyanto. Informasi itu langsung dikembangkan oleh polisi. Dari hasil pengembangan itu diketahui bahwa tersangka akan kabur ke

Blitar. “Namun, dengan upaya yang kita lakukan, akhirnya tersangka berhasil kita tangkap,” ungkap Kapolsek Bagio. Selain menahan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antara barang bukti itu berupa seperangkat pakaian korban. Ada juga selembar kain sprei yang masih ada bercak darahnya. Diduga bercak itu adalah darah korban saat malam pertama digagahi oleh Dwiyanto. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Dwiyanto kini dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23/ 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” sebut Bagio. (azi/irw)

SUDAH jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami Saritem (bukan nama sebenarnya). Tidak hanya menerima perlakuan asusila dari bapak kandungnya. Gadis 18 tahun itu juga harus menemui kenyataan pahit lain. Calon suaminya membatalkan rencana pernikahan dengan dirinya. Beberapa bulan lalu, korban telah bertunangan dengan pria idaman hatinya. Calon pendamping hidupnya itu berasal dari Kabupaten Jember. Namun, karena nasib korban akhir-akhir ini ramai dibicarakan warga, calon suaminya menjadi tidak tahan. Tak ayal, pria itu langsung mundur dari ikatan perjodohan tersebut. “Tunangannya sudah tidak mau lagi,’’ ungkap pria yang mengaku paman korban kepada RaBa kemarin. Warga Dusun Rimpis, Desa

Sumbersari, Kecamatan Srono, itu juga menjelaskan, keponakannya tersebut sudah cukup lama bertunangan. “Mereka sudah bertunangan lebih dari empat bulan,” bebernya. Kapolsek Srono melalui Kanitreskrim Aiptu Nanang Hary membenarkan bahwa empat bulan lalu korban dijodohkan dengan pria asal Jember. Sebenarnya berdasarkan hasil pemeriksaan, beber kanit, calon suami korban sempat meminta pernikahan dipercepat. Namun, saat itu keluarga korban belum bisa memberikan kepastian. Akhirnya, keburu beredar kabar tak sedap di kalangan masyarakat. Tak pelak, keluarga calon suami akhirnya membatalkan rencana pernikahan itu. “Setelah ramai, calon suami korban sudah tidak mau melanjutkan proses pernikahan,’’ terangnya. (ton/irw)


KOMUNIKASI BISNIS

32

Kamis 22 September 2011

JawaPos Hot Sale 2011 di Hi-Tech Mall

Kian Murah, Merek Jagoan Jadi Rebutan PRODUK dengan harga murah, merek jagoan selalu jadi rebutan, Hi-Tech Mall yang hadir lewat Jawa Pos Hot Sale 2011 Inilah yang membuat Hi-Tech Mall selalu ramai dikunjungi penggemar TI seluruh daerah. Diawali Sony VAIO VPC YB15AG, AMD Dual Core, 2 GB DDR3, 320 GB HDD Rp.4,699juta bonus slop case. HP G4-1002TU harga Rp.4,799juta menjadi Rp.4,489juta. Acer 4253, AMD E350 memberikan free Supercare, anti virus dan modem 3G plus XL unlimited. Notebook berkekuatan 1 GB DDR3, 500 GB HDD itu dibandrol Rp.3,599juta. Asus A43E, Core i3, 2 GB DDR3, 500 GB HDD seharga Rp.4,25juta dari harga awal Rp.4,55juta. Anote CA 9242, Core 2 Duo, 12" yang turun dari harga Rp.3,199juta jadi Rp.2,75juta saja. Atau Lenovo S10-3S, N550 dengan Rp.2,299juta yang sebelumnya ditawarkan Rp.2,499juta. Zyrex SKY LM 1211, N455, 1 GB yang dibandrol Rp.2,099juta juga turun jadi Rp.1,899juta. Tak ketinggalan, Dell 4110 i5, core i5, 4 GB, 640 GB

HDD seharga Rp.6,75juta ikutan turun jadi Rp.6,3juta dan Toshiba NB520, Win7 seharga Rp.3,7juta hari ini bisa didapat dengan Rp.3,35juta. USB Mini Bluetooth dan T-Shirt keren gratis jadi milik anda jika membeli produk Wearnes Quadra CNT1301, Core 2 Duo, 13", 2 GB DDR, 500 GB HDD yang turun dari Rp.4,3juta jadi Rp.3,797juta. Hebohnya lagi, Axioo Pico PJM 318, Intel Atom N435, 1 GB DDR3, 8 GB USB seharga Rp.1,749 juta. Printer Epson L100 seharga Rp.1,25juta memberikan 2 botol tinta color gratis. Canon IP 2770 + modif seharga Rp.425ribu. Printer HP K110a (print, scan, copy) pun dibandrol murah dengan Rp.899ribu free shopping voucher Rp.100ribu + flashdisk Disusul LG projector BS275 Resolusi SVGA (800x600) free screen 70" dari harga Rp.3,5juta jadi Rp.3,299juta. Sementara, Monitor LG 3D “W63D”, 23" seharga Rp.3,5juta turun menjadi Rp.3,299juta saja. Anti Virus Kasperky 2012 dari harga Rp.100ribu menjadi Rp.89ribu saja. (*)

Seminar dan Konsultasi Gratis Android

Pesta Android Murah ANDROID keren tapi murah? VTab VT 751, 7" ini mungkin solusinya. Ditawarkan dengan Rp.999ribu, gadget canggih dengan memory 4 GB tersebut bisa langsung dibawa pulang. Inforce 7” DM 70 yang turun dari Rp.1,4 juta jadi Rp.1,1juta. Wearnes Litepad LP-1021 yang banting harga dari Rp.6,497juta jadi Rp.5,497juta memberikan free modem 3G, T-Shirt, ponsel + pulsa Rp.150ribu. Onepad SP1113G, NVidia Tegra, 10", seharga Rp.3,999juta turun jadi Rp.3,499juta plus 16 GB Micro SD plus folder Onepad gratis spesial buat anda dan Vandroid T1R hanya Rp.2,199juta. Huawei S7 Slim yang jatuh dari harga Rp.3,199juta jadi Rp. 2,95juta dan 90 hari internetan gratis. AHAPad S7 Slim seharga Rp.3,177juta jadi Rp.2,9jutaan pun menghadiahkan headset dan internetan unlimited 60 hari gratis. Olivepad seharga Rp.2,88juta jadi Rp.2,449juta berikan free akses 2 GB internet.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

JANGAN lewatkan konsultasi gratis tentang Android di Android Corner lantai Dasar dan Seminar Aplikasi Bisnis di Android 24 September 2011. Info dan pendaftaran : R. Workshop (08563471723)/Dedi (08819349565). Jika belum puas, Hi-Tech Mall masih memberikan hadiah langsung mulai puluhan printer, notepad hingga notebook dan ratusan hadiah langsung lainnya untuk setiap pembelanjaan produk berstiker Hi-Tech Mall minimal Rp 2 juta dan pembelian minimum pembelanjaan Rp 500 ribu untuk mug eksklusif yang tercetak langsung foto Anda. Masih murung karena kantong terbatas? Pameran ini solusinya. Ingat IT, Ingat Hi-Tech Mall dong. (*)

DIJUAL Suzuki ST 100 SP th 2000 biru mtl hrg 47,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki SB416 Escudo (jeep) th 2000 biru mtl hrg 92,5 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pick-up) th 2009 hitam KNZI hrg 71,5jt nego brg istw Bisa , Kash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Nissan Xtrail 2.5L ST AT th 2003 hitam hrg 152,5 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

SITUBONDO

•RUMAH•

•TANAH 2600M2•

•HONDA•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DIJUAL Tanah L 2600 M Jl. Mega segara Berminat Hub. 081558705503

ALL New Jazz 11’ Polish Metal, KM 4rb, V-kool, Alarm, Anti Karat Elektronik, Dll Hrg 195Jt Nego TPHub 085852378900

•KERTANEGARA•

•TANAH KEBUN•

DJL Rmh Jl. Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg bisa ditingkat. Lsg bisa ditempati, harga nego TP. Hub 081-803587-755

DJL Tanah Kebun L22.250 Dsn Kejoyo Tambong Ada 100Phn Kelapa 1000Pepaya, bs Ut Usaha Batu Bagn Hub 085258759917

•PROPERTY• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl Agussalim (Blkg Untag) Bwi Hub Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

•DIJUAL CEPAT•

SITUBONDO •TANAH 271M2• DJL CPT SHM L 271m2, Jl. Melati VI/9. 90jt / Rmh toko GPM A14, Panther ‘91 43jt, trm carter Avanza, 08123463642

RMH Jl Adi Sucipto 63 Dpn Kntr Golkar & Togamas, Strategis, Pusat Kantor Hub: 081336450163 (A. Rofik)

BANYUWANGI • PROMO DAIHATSU• MILIKI XENIA VVT-i UM 9 jt, TERIOS UM 21 jt, GRAN MAX UM 6 jtan, LUXIO Disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub Sgr HADI (0333) 7728.456/ 0815.5970.5555 / 081.233.432.555

•ISUZU PANTHER• DJL Panther Super Royal HI-GLX 97 biru met istimewa. Hub: 08121732210

•SEPEDA MOTOR• DJL Salah Satu Vario Techno CBS Th2010 & Jupiter MX 2007 Hub 081234590052

•RUMAH SEWA•

DIJUAL Daihatsu F70R-R Taft (jeep) solar th 1989 hitam hrg 52,5 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

BANYUWANGI •INGIN WIRAUSAHA • FASHION, Tour&Ticketing,Salon,Kursus/ Bimbel,Spa&Clinic?Anda tdk tau caranya?Hub SBC 7742121 mdl mulai dr 500rb-25jt.

•KESEHATAN• ANDA Telat Bulan ??? Solusi Cepat dan Tepat Untuk Melancarkan Haid Secara Teratur Dalam Waktu Singkat, 3 jam di jamin lancarHub. 085257454364

Rmh+UangSewa2ThnTunai.PenatabanPggrJln BsrLt.1750Lb + 390 SHM Andre08211380580

BANYUWANGI

•TOYOTA•

•JUAL MESIN BUBUT•

SITUBONDO

RUMAH & TOKO

DJL Toyota Corola Altis G 03’ Silver Vcool VL 17 Pemakai 08124626104 BUC

JUAL Mesin Bubut Taiwan panjang 1,25 meter 0331-7181378,0812348558

•DIJUAL CEPAT• DJL Rmh SHM Lt. 92 M2 4 Kt dr , Rt. 2 Km Perum Panper Blk CC 16 H-0341-715472 /TP

DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot, strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

•INVESTASI• ANDA karyawan/ibu RT/pensiunan ingin memiliki tabungan & investasi dgn keuntungan 100%, legal, aman&terjamin? hub.smartvest 8930726, 087755501166.

•DIJUAL• DJL Ruko 2Lt, 5,5mx12m. Jl Raya 157 Rogojampi Bwi Ex.Sawerigading, SHM, IMB,PLN, Telp, PDAM Hub: 087857211611

JEMBER

BANYUWANGI

•DIKONTRAKKAN•

•GURU PAUD•

RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok jln agus salim14 Bwi. Sblh brt BKD.

BTH CPT Lulusan SMU/D3 sebagai guru PAUD (ada training) Hub: Jl. MH Thamrin 48 Bwi 085236095152

•SUMBERSARI•

•KARYAWAN/TI•

DJL Tnh &Bgn SHM, Tingkat, 11Kmr, Cck U/ Kos, Dkt Kmps UNEJ, L141M2. Jl Halmahera GgII No05 Hub(031) 70971222/085258759917

DICARI Wnt max 28th, bs pajak, komptr, satpam max 30thn pnglmn.Krywn laki2 max 35th dan driver, pny SIM B2 umum. Lok kerja di Gambor Parijatah.Krm ke DI Panjaitan 64 Bwi

BANYUWANGI •TANAH 8050M2• DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

BANYUWANGI •STNK• HLGSTNKNopolP4483 X an, Drs. Mosleh al: Lingk. Papring RT 04/02 Kel Kalipuro, Bwi. HLG STNK No P 938 VI an. Adi Jaya W, Jl. Candi Kalasan 15 RT 03/01,Penganjuran.

DBTHKN SGR, 1. Tng Admin (pr, min SMA sdrjt, pnglmn, dtmptkn di Bandung); 2. Pengasuh anak (pr, maks 25th, blm mnikah); 3. PRT. Hub Anugerah Fotocopy, Jl. Agus Salim (sltn Untag) Bwi, 0333-427190.

SITUBONDO

•TANAH 300 M2•

•STNK•

DJL Tnh Kapling SHM L +- 300 M2/ 1 1/2 Kavling Lok. Dlm Kota, Gg Makning Hrg Nego Berminat Hub. 08123444291/0333-423537

HLG STNK Nopol P 6563 EM, an. Salim, al: Trebungan RT 1/9 Mangaran, Stb.

•TANAH 1900M2•

HLG STNK Nopol P 4844 FA, an. Matrawi/ Hasan Asari, al: Kalibagor RT 01/02, Stb.

TANAH 1900m2, Ds Kedayunan, ada phn durian dll, dlm kampung,T.426449/ 081911695857

•ANUGERAH FOTOCOPY•

HLG STNK Nopol P 6424 EC, an. P Hendrik Abdrahem, al: Blimbing RT 02/01, Besuki, Stb.

SITUBONDO •DIPLOMA 1• BHS Inggris & Manajemen Bisnis. Perkuliahan Okto ‘11. SPP 199ribu/bln, dosen luar & dlm negeri, psti kerja. H: 0361-237367

•PELATIHAN• INGIN usaha? Daftarkan sgr di pelthan entrepreneur. Dijamin! Biaya ringan, lulus lgsg memiliki usaha&bantuan modal. Daftar 5-15 Sep. disc 50%. Hub 085738511018, 7742121

•SOUVENIR• CETAK Mug Kaos Pin Ganti Kunci Jam Untuk Promo Toko Kantor Souvenir Ultah Nikah hrga Murah. Jula Kaos & Souvenir Bwi Partai & Ecran Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto 0333-417992-081913906633

•PENGOBATAN• TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262


BALJEBOL

Kamis 22 September 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Pembunuh Ustad Keponakan Sendiri Mengaku Dendam Karena Orang Tuanya Diusir LUMAJANG – Shodikin, 22, warga Dusun Tugulsari Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, terlihat tenang dan puas. Padahal, Shodikin terancam mendekam di penjara seumur hidup karena perbuatannya yang membunuh Maksum, pamannya sendiri dengan sadis 23 Agustus lalu. Sekadar informasi, warga Dusun Desa Pandansari digegerkan dengan penemuan mayat Maksum yang tubuh penuh luka 23 Agustus lalu. Korban ditemukan di dekat Musala

depan rumahnya. Ustadz Madrasah Diniyah Yayasan Nurul Quran itu dibantai sesaat setelah membangunkan masyarakat untuk bersantap sahur saat bulan puasa Ramadan. Tersangka yang dihadirkan di Mapolres Lumajang kemarin pagi (21/9) dalam gelar perkara dengan santai menjawab pertanyaan wartawan, tanpa ada rasa takut. Shodikin mengaku, nekat melakukan aksi kejinya karena sudah lama dendam terhadap korban. Korban dianggap melecehkan keluarganya, terutama Maat, sang ayah. Karena itu, begitu ada kesempatan langsung membunuh pamannya tersebut. “Saya tidak terima Maksum sering

RADAR JEMBER/JPNN

DIPICU DENDAM: Polisi membeberkan barang bukti pembunuhan terhadap Maksum.

mengejek bapak (Maat, red),” ujar tersangka kepada koran ini kemarin. Dalam keterangannya, selain

mengejek, korban pernah memukul ayahnya tersangka. Puncaknya, saat korban mengusir keluarganya dari

kampung tersebut. Padahal, tanah yang ditempati tersebut merupakan tanah warisan yang masih sengketa. “Jadi saya karena dendam saya bunuh,” ujarnya. Dia mengaku, tidak dibantu siapa-siapa saat membunuh tersebut, alias sendiri dengan menggunakan celurit dan batu. Hebatnya, Shodikin mengaku puas dengan yang dia lakukan. Dia tidak merasa menyesal dan siap mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sebagai bukti, Shodikin sama sekali tidak pernah lari setelah kejadian tersebut dan tetap santai di rumahnya. Kapolres Lumajang AKBP Tejo Wijanarko didampingi Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Kus-

mindar sejak awal sudah mengidentifikasi pelaku pembunuh Maksum adalah Shodikin. Namun, polisi tidak mau gegabah karena belum menemukan bukti kuat. akhirnya, setelah mendapatkan bukti kuat yakni hasil lab forensic, pihaknya pun segera membekuk tersangka. “Terutama baju yang terciprat darah identik dengan milik korban,” ujarnya. Terkait dengan latar belakang kasus tersebut, Tejo mengatakan disebabkan karena pembagian harta warisan yang diduga tidak merata sehingga menyebabkan konflik tersebut dan terjadilah pembunuhan sadis tersebut. (ram/sh/jpnn)

Belum Setahun, Banyak Lubang Berisi Air LUMAJANG - Pertambangan pasir di Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang, yang dilakukan oleh warga sekitar selain ilegal juga membuat rusak lingkungan. Pasalnya, banyak bekas lubang yang ditinggalkan penambang tanpa adanya relokasi di sisa lahan tambang tersebut. Seperti pantauan koran ini di lokasi pertambangan tersebut. Ada puluhan lubang-lubang sisa pertambangan pasir di kanan kiri jalan pada areal tersebut. Penambangan yang tanpa direncanakan matang tersebut membuat kondisi lahannya kelihatan bopeng-bopeng karena lubangnya tidak beraturan.

Kebanyakan dari lubang-lubang tersebut terisi air, sehingga bentuknya seperti danau atau ranu. Namun, airnya cukup kotor. “Ada juga yang di sisa galian dimanfaatkan untuk pertanian,” kata Agus Triyono, Camat Tempeh kepada koran ini kemarin. Jadi, setelah diambil pasirnya, lahannya dijadikan sawah dan ditanami dengan tanaman. Tetapi, sisa lahan yang dijadikan sebagai lahan pertanian hanya sedikit saja dari banyak lubang yang ditinggalkan tersebut. Yakni, hanya lahan sisa penambangan yang tidak digenangi air. Jika penuh air, biasanya langsung ditinggalkan. Jadi, tanpa ada

relokasi yang dilakukan terhadap sisa lahan tersebut. Munculnya puluhan lubang tersebut, jelas dia, cukup mengkhawatirkan. “Karena penambangan di tempat tersebut baru beberapa bulan saja,” ujar Agus. Yakni sekitar awal tahun 2011 yang lalu. Oleh karena itu, cukup memprihatinkan jika kondisi tersebut terus dibiarkan karena dapat merusak lingkungan di dekat pantai itu. Sementara itu, terkait dengan kepemilikan lahan, Agus mengatakan kurang paham. Setahu dia, lahan yang dijadikan sebagai pertambangan pasir tersebut adalah milik perhutani. (ram/wan/sh/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

BERLUBANG: Warga saat melihat lahan sisa pertambangan pasir di Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Lokasi pertambangan yang ditinggalkan kini dipenuhi air hingga menjadi mirip ranu (danau).

Masih Tiga Bulan Lagi

KASUS PDP

Tuntutan Sulit Dikabulkan

PENDIDIKAN

Wajib Ajari Baca Tulis Quran BONDOWOSO - Sekitar 80 guru pendidikan agama Islam (PAI) dari berbagai SD se Bondowoso, mengikuti pelatihan cara belajar baca tulis Alquran bagi murid-murid SD di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik), kemarin (21/9). Para guru PAI itu diharapkan mempunyai standar kompetensi yang mumpuni dalam memberikan pelajaran kepada anak didik. ”Apalagi, para guru PAI, pada tahun ajaran 2011 ini, diwajibkan untuk mengajari anak didik belajar baca tulis Quran,” kata Kabid TK SD Dispendik Bondowoso, Drs Sudiono, kepada RJ. Selain itu, kata dia, pelajaran muatan lokal (mulok) baca tulis Quran, sudah diwajibkan untuk diajarkan kepada anak didik. Sehingga, anak-anak didik, baik kelas 1 hingga kelas VI SD, mampu menyerap dengan baik pengajaran para guru PAI. ”Oleh sebab itu, para guru PAI wajib mengikuti pelatihan standar kompetensi selama tiga hari,”” jelasnya. Apalagi, lanjut Sudiono, mulok baca tulis Quran, sudah masuk dalam perda pendidikan. Sehingga, mau tidak mau, wajib untuk mengajarkan baca tulis Quran. ”Namun, kami optimistis para guru PAI sanggup menjalankan amanah ini,” katanya. Apalagi, lanjut dia, didukung oleh situasi dan kondisi yang agamis pada masyarakat. (eko/sh/jpnn)

Perkiraan Djalal Aktif Sebagai Bupati

BERAKSI SIANG HARI: Rumah milik Syaiful di Jalan Doho 9 C di Kelurahan Sumbersari yang disatroni maling.

Rumah Karyawan Bank Jatim Dibobol Maling SUMBERSARI – Rumah Syaiful, 40, karyawan Bank Jatim Cabang Jember dibobol maling. Pelaku diduga beraksi di rumah Syaiful di Jalan Doho 9C, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari saat siang hari. Namun, kejadian tersebut baru diketahui setelah Syaiful pulang bekerja di Bank Jatim sekitar pukul 21.00 Saat itu, korban berusaha mengeluarkan kunci gembok pagar rumah seperti biasanya. Tetapi ketika memasukkan kunci gembok, ternyata sudah dalam keadaan terbuka. Melihat kondisi mencurigakan, Syaiful tak langsung masuk rumah. Dia mendatangi rumah Achmad Sudiyono, Kadispendik Jember yang lokasinya bersebelahan dengan rumahnya. Keb-

etulan saat itu ada Munir, yang bertamu di rumah Achmad Sudiyono. Munir kemudian diminta menemani Syaiful masuk dalam rumah. Ternyata benar, setelah masuk rumah, Syaiful mendapati pintu depan sudah dalam kondisi terbuka. Bahkan, kunci pintu telah dirusak pencuri. Setelah isi rumah diperiksa, didapati lemari berisi baju di dalam kamar telah diobrak-abrik dan sebagian barang dikeluarkan pelaku. “Memang, rumah selalu kosong karena ditinggal bekerja,” kata Syaiful. Pelaku hanya berhasil membawa TV LCD 37 inc dan sebuah handphone milik Syaiful. Syaiful menduga, pelaku masuk rumah saat siang hari. Apalagi, menurut

Munir, saat memarkir sepeda motor di depan rumah Syaiful sekitar pukul 14.30, dirinya sempat melihat pintu pagar rumah Syaiful sudah dalam kondisi terbuka. “Saya kira terbukanya pintu pagar karena pemiliknya pulang sebentar,” kata Munir. Sementara itu, kejadian serupa dialami Pak Fauzi, 45, warga Dusun Krasak Desa/Kecamatan Ajung. Pencuri juga menyatroni rumahnya sekitar pukul 09.30. pelaku berhasil membawa kabur perhiasan dan uang tunai jutaan rupiah. Dua pelaku masuk rumah dengan cara merusak pintu depan ketika istri korban sedang berada di dapur. Setelah masuk rumah, pelaku mengalungkan celurit kepada istri korban. (jum/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

JEMBER - Badan pengawas (banwas) mulai turun tangan untuk menyelesaikan polemik antara karyawan dengan dua direksi Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Sudarisman dan Handoyo. Banwas PDP akan berdialog secara khusus dengan para karyawan, termasuk membahas tuntutan pencopotan dua direksi PDP. Ketua Banwas PDP Sugiarto menyatakan, pihaknya sulit memenuhi tuntutan karyawan PDP. ”Itu sulit. Kewenangan Pak Penjabat Bupati terbatas,” kata Sugiarto yang juga Sekkab Jember. Sebab, direktur PDP yang mengangkat adalah bupati definitif. Menurut Sugiarto, ada mekanisme dalam penunjukan maupun penonaktifan direktur di badan usaha milik daerah (BUMD), termsuk di PDP. ”Direktur punya masa jabatan, sehingga Pj Bupati tidak bisa serta merta melakukan penonaktifan. Bahkan, untuk penunjukan direktur utama definitif ,” terangnya. Meski demikian, kata dia, seluruh tuntutan karyawan sudah diterima banwas PDP. ”Itu (tuntutan karyawan, Red) akan segera dibahas dalam rapat tim khusus,” ujarnya. Hasil rapat tersebut bisa sebagai laporan ke Penjabat Bupati Jember untuk disampaikan sebagai saran kepada gubenur. ”Karyawan PDP harus bersabar karena hanya gubernur yang bisa memutuskan,” tandasnya. (aro/har/jpnn)

JEMBER – M.Z.A. Djalal dan pendukungnya harus lebih sabar. Sebab, proses pengaktifkan kembali Djalal yang diberhentikan sementara sebagai bupati oleh Mendagri pasca putusan kasasi yang memenangkan dirinya, diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan lagi. Perkiraan itu diungkapkan Wagub Syaifullah Yusuf di selasela halal bihalal Asosiasi Kepala Desa (AKD) di gedung serba guna, Selasa (20/9) malam. Perkiraan itu, menurut dia, mengacu pada pengaktifan kembali Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar yang juga menang di tingkat kasasi dalam kasus korupsi bantuan hukum (bankum) di Jember pada 2005. “Lebih cepat lebih baik. Pak Masdar dua sampai tiga bulan,” kata pria yang biasa disapa Gus Ipul itu. Dengan dipimpin oleh bupati definitif, roda pemerintahan akan berjalan normal. Bagaimana pun, kata dia, kewenangan Penjabat Bupati Zarkasi sangat terbatas. Sejak Bupati Djalal digerhentikan sementara, Gubernur Jatim Soekarwo memberikan mandat kepada Inspektur Provinsi Jatim Zarkasi menjadi Penjabat Bupati Jember. Gus Ipul menegaskan, gubernur segera memproses pengaktifan kembali Djalal. “Setelah terima surat dari Pengadilan Negeri (Surabaya, Red), otomatis Pak Gubernur mengembalikan Pak Djalal. Sama halnya dengan Pak Masdar,” ungkapnya. Pada prinsipnya, lanjut dia, gubernur akan melaksanakan UU. Hal yang sama juga dilakukan pada Dade Angga, Bupati Pasuruan, yang juga bebas dalam kasus korupsi. Diper-

M.Z.A. Djalal DOK.RADAR JEMBER/JPNN

kirakan, pengaktifan Djalal dilakukan setelah Dade Angga, mengingat putusan MA untuk Dade Angga turun lebih dahulu daripada Djalal. Namun, Gus Ipul mengaku belum mendapatkan surat resmi dari PN Surabaya. “Kita baru mendengar dari berita. Kalau berita itu benar, kita proyeksikan. Melihat Pak Masdar tiga bulan ke depan. Itu paling lambat. Kalau bisa lebih cepat lebih bagus. Saya berharap lebih cepat agar pemerintahan normal kembali,” ungkap keponakan almarhum KH Abdurrahman Wahid tersebut. Ditegaskan dia, Gubernur Soekarwo juga menginginkan agar Djalal lebih cepat aktif. (aro/har/jpnn)


38

Kamis 22 September 2011

Seleksi

Rampung,

TC GALIH COKRO/RaBa

DIRAHASIAKAN: Manajemen Persewangi masih belum buka mulut terkait nama-nama pemain yang lolos seleksi.

Perlu Cermati Kualitas Pemain SEMENTARA itu, berakhirnya seleksi calons skuad Persewangi disikapi serius oleh barisan pendukungnya. Di antara suara yang muncul didengungkan oleh barisan suporter Laros Jenggirat. Mereka meminta agar tim pelatih dan pengurus cermat dalam menentukan sosok penghuni skuad Persewangi. Ketua Laros Jenggirat Ahmad Mustain mengatakan, level profesional berbeda jauh dengan kompetisi amatir. Dalam pantauannya, kualitas pemain yang turut seleksi dalam terlihat jelas. “Pengalaman yang berbicara di lapangan selain pendukung lainnya seperti teknik dan

stamina setiap pemain,” katanya. Dia pun meminta agar pemilihan pemain dilakukan dengan cermat. Sebab, yang terjadi dalam ranah sepak bola Indonesia DOK.RaBa sering terjadi Ahmad Mustain anomali kualitas permainan. Pemain justru mampu tampil bagus saat seleksi dan melempem saat kompetisi sesungguhnya. Tidak hanya pemain lokal, kepala unit BRI Wongsorejo ini juga me-

minta pelatih mencermati kualitas pemain asing. Bila jadi diambil dalam tim, Mustain meminta agar kualitas mereka di atas rata-rata pemain lokal. Tujuannya jelas, yakni sebagai pendongkrak tim sekaligus guru bagi pemain lain. Maka, setelah seleksi rampung dilakukan, Mustain menyarankan agar pemain yang lolos diumumkan ke publik. Ini penting agar masyarakat bola tahu siapa saja calon penghuni skuad Persewangi musim depan. “Masyarakat nanti bisa juga menilai dan memprediksi tim ini seperti apa nanti saat kompetisi,” cetusnya. (nic/als)

LOLOS: Tim SDN Model menang atas SDK Santa Maria dalam laga lanjutan LBP di GOR Sahabat kemarin.

GALIH/RaBa

SD Penganjuran dan Model Buka Peluang BANYUWANGI – Tim putra SDN Model menatap babak kedua Liga Bola Basket Pelajar (LBP) 2011. Kepastian itu diperoleh setelah dalam laga grup B yang digelar di GOR Sahabat kemarin sore. Sekolah plat merah itu sukses menundukkan rivalnya SDK Santa Maria dengan keunggulan 17-12. Hasil ini membuat SDN Model berpeluang lolos ke babak berikutnya. Sementara itu, penampilan tim

putri SDN Kepatihan semakin terpuruk. Kekalahan menyesakkan dari SDN Model di game kedua lalu masih membekas. Imbasnya, saat meladeni SDN 4 Pengajuran, SDN Kepatihan kembali menuai hasil buruk. Melakoni pertandingan di grup D, SDN Kepatihan kembali dipaksa

bertekuk lutut. Kali ini SDN 4 Penganjuran yang melumat sang lawan dengan skor teak 48-0. Hasil ini membuat langkah tim yang lebih dikenal sebagai SDN Brawijaya ke babak berikutnya semakin ringan. Torehan hasil positif juga diraih oleh SMPK Santo Yusuf. Meladeni perlawananan SMPN 2 Banyuwangi di tempat yang sama, SMPK Santo Yusuf mendulang kemenangan impresif dengan skor 34-9. (nic/als)

BANYUWANGI – Siapa saja penghuni skuad Persewangi proyeksi Divisi Utama musim depan? Tampaknya, penggemar tim berjuluk Laskar Blambangan harus sedikit bersabar. Sebab, komposisi calon pemain Persewangi yang lolos dalam tahapan seleksi masih dalam pembahasan tim pelatih. Pelatih kepala Persewangi Yudi Suryata plus dua asistennya Imam Hambali dan Bagong Iswahyudi belum bisa merinci siapa saja pemain yang masuk dalam skuad Persewangi. Tidak hanya pemain lokal, lima pemain asing yang turut penjaringan juga masih akan dibuat berdebar-debar menunggu kejelasan nasib mereka selanjutnya. Rencananya, dari seleksi yang dipastikan berakhir di Sta-

Pekan Depan

dion Diponegoro kemarin, manajemen Persewangi kemungkinan akan memanggil sekitar minimal 18 nama hingga maksimal 30 pemain. Mereka yang masuk akan mulai dimasukkan dalam program kelanjutan berikutnya. Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengatakan figur yang lolos sepenuhnya adalah kewenangan pelatih. Sejauh ini pihaknya masih menunggu laporan dari kerja tim kepelatihan di lapangan. “Setelah kami terima siapa saja namanya, baru kita akan umumkan,” katanya. Tokoh MWCNU Rogojampi ini pun memastikan, bahwa proses seleksi benar-benar berakhir kemarin. Selanjutnya, pemain yang lolos pemantauan akan diberikan waktu

rehat selama empat hari. Kemudian mereka dijadwalkan akan memulai sesi latihan resmi pekan depan. Selain latihan di Banyuwangi, Nanang juga membidik Kota Batu sebagai persinggahan skuad Persewangi berikutnya. Selama dua pekan di kota berhawa pegunungan ini, pemain akan menjalani training centre (TC). “Setelah ini kita agendakan pemusatan latihan,” bebernya. Sementara itu, proses seleksi pemain di hari pamungkas kemarin berlangsung ketat. Selain diisi muka-muka lama yang lebih dulu lolos dalam tahapan seleksi sebelumnya, beberapa muka baru juga tampak dalam penjaringan ini. Termasuk yang konsisten hadir, di antaranya lima pemain asing yang turut serta dalam seleksi ini sebelumnya, kemarin juga masih terlihat. (nic/als)

Raih Perunggu, Bintang Tampil di APSSO BANYUWANGI – Kesempatan emas terbentang di hadapan Tri Sakti Bintang Pamungkas. Harapan pecatur muda masa depan Banyuwangi ini merasakan atsmofer kompetisi catur tingkat internasional berada di depan mata. Ajang ASEAN Primary School Sport Olympiade (APSSO) yang dihelat di Jogjakarta pada 8 hingga 13 Oktober mendatang menjadi ladang pembuktian kemampuan bocah 10 tahun ini. Kepastian Bintang, sapaan akrab

Tri Sakti Bintang Pamungkas, dipastikan lewat hasil kejuaraan nasional (kejurnas) catur di Palembang. Dalam kejurnas yang digelar di Bumi Wong Kito tersebut, dia berhasil menggondol medali perunggu. Capaian ini membuat dia didaulat bergabung untuk tampil di ajang internasional regional Asia Tenggara ini.

Demi memuluskan penampilannya di ASEAN Primary School Sport Olympiade mendatang, Bintang pun digadang untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta. Di Ibu Kota nanti, dia akan bertapa selama sepekan mulai 1 hingga 7 Oktober mendatang. Soal peluang meraih prestasi, Bintang mengaku kesempatan itu selalu ada. Baginya, tampil diajang internasional merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. “Aku siap untuk tampil dan meraih hasil terbaik,” tegasnya. (nic/als)


39

Kamis 22 September 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Kabur Lantaran Kangen Anak n GERGAJI... Sambungan dari Hal 29

Sejak dibesuk pertama kali, Agus langsung dapat kiriman gergaji dari kerabatnya,” ujarnya. Setelah berhasil keluar dari ruang tahanan polres sebelum Subuh, Renza langsung berjalan keluar kompleks mapolres. Namun, dia tidak menjelaskan bagaimana bisa lolos dari penjagaan di gerbang depan mapolres. Tidak dibeberkan pula apakah mereka berjalan lewat pintu depan ataukah melompati tembok belakang mapolres. Hanya saja, setelah keluar kompleks polres, Renza mengaku langsung menumpang angkutan kota menuju Terminal Brawijaya atau Terminal Karangente. Kemudian, dia menumpang bus menuju Kecamatan Genteng. “Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke Jember,” ujarnya. Sementara itu, Wakapolres Banyuwangi, Kompol Heru Prasetyo mengatakan, Renza Adi ditangkap sekitar pukul 05.10 Senin lalu (19/9). Saat itu, Renza berada di rumah saudara istrinya di Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso. “Penggerebekan tersebut dipimpin langsung kasatreskrim,” cetusnya. Renza mengakui, dirinya me lakukan perlawanan ketika ditangkap polisi.

Tembakan peringatan dari polisi tidak dihiraukan. Akibatnya, kaki kanannya ditembus timah panas. “Saya lari karena takut,” cetusnya. Sementara itu, Wakapolres Heru menambahkan, pihaknya akan memperketat pembesuk tahanan. Sebab, lolosnya dua tahanan itu bermula dari kiriman gergaji oleh pembesuk. Seharusnya para pembesuk menyerahkan KTP kepada petugas. “Prosedur pembesuk tahanan akan semakin diperketat. Kita juga akan periksa bahan-bahan yang dibawa,” cetusnya. Kompol Heru juga menegaskan, pihaknya akan menyelidiki pembesuk yang mengirimi gergaji kepada kedua tahanan tersebut. “Kita masih melakukan proses,” ujarnya. Diberitakan sebelumnya, dua tersangka yang menghuni sel tahanan Mapolres Banyuwangi kabur Rabu dini hari lalu (14/9). Mereka adalah Renza Adi, 35 (tahanan kasus penipuan dan penggelapan), dan Agus Budiono, 24 (tahanan kasus pencurian pemberatan). Keduanya kabur diperkira kan pukul 03.00 sampai pukul 04.00. Modus yang digunakan adalah merusak jeruji besi sebelah utara. Dugaan itu semakin kuat lantaran satu ruas jeruji besi sepanjang 30 cm terlepas. Usai merusak jeruji, keduanya melompat tembok pemisah ruang tahanan dan gedung mapolres. (mg-1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

PENGAMAN TAMBAHAN: Beberapa pekerja memasang lapisan teralis lubang ventilasi sisi luar sel tahanan Mapolres Banyuwangi.

Terkendala Masalah Biaya n NELAYAN... Sambungan dari Hal 29

Sebab, kalau sampai salah perhitungan, kapal bisa terjebak air surut. “Kalau air surut, yang di dalam pelabuhan nggak bisa keluar dan yang di luar nggak bisa masuk,” ujarnya. Yang dirugikan dengan buntunya muara itu, lanjut Kas-

ianto, bukan hanya nelayan. Buruh yang bekerja di pelabuhan juga kehilangan sumber pendapatan. Selama ini, para buruh menggantungkan perekonomian dari bongkar-muat kapal nelayan dan kapal antar-pulau. Namun, karena sudah dua bulan ini kapal tidak bisa masuk pelabuhan dengan lancar, ekonomi mereka

juga ikut tersendat. Kalaupun ada kapal yang bisa beraktivitas, para buruh tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Sebab, lokasi sandar kapal jauh dari jangkauan kendaraan darat. Agar para nelayan dan buruh pelabuhan tetap bisa beraktivitas, mereka berencana menjebol muara Kalilo. Nelayan dan buruh menilai, muara Kalilo

memungkinkan dijebol agar kapal bisa masuk. Namun, kata Kasianto, rencana menjebol muara itu belum dilakukan karena masih banyak pertimbangan. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah biaya pengerukan. ”Walau hanya buat jalan kapal, tapi butuh biaya juga,” jelasnya. (afi/bay)

Bantah KA Disandera n KA TERTAHAN... Sambungan dari Hal 29

Akibatnya, Senin lalu, hari pertama pemberlakuan aturan baru, banyak penumpang yang

n POS LANTAS... Sambungan dari Hal 29

Untuk pengembangan taman, Pos Polisi Lalu-Lintas (Poslantas) 90 Polres Banyuwangi harus rela tergusur. Bangunan permanen itu akan dibongkar.

Sebagai gantinya, pemkab akan menyediakan lokasi lain. ”Pemindahan pos polisi sudah dibicarakan pendahulu kami,” jelas Arief. Dalam konsep penataan Taman Sri Tanjung sebagai RTH, sekitar lokasi tidak boleh ada bangunan permanen. Oleh

karena itu, pos polisi tersebut secara otomatis harus dipindahkan ke tempat lain. ”Pemkab sudah menyiapkan bangunan di sebelah utara Masjid Agung Baiturrahman,” kata lelaki yang tinggal di Jalan Tunggul Ametung itu. Dalam tahun anggaran 2011,

pemkab menyiapkan anggaran untuk pengembangan beberapa taman sebagai RTH. Beberapa taman yang akan direnovasi adalah Taman Blambangan, Taman Tirtawangi atau patung kuda, dan taman di Kedayunan, Kecamatan Kabat. (afi/bay)

Belum Sempat Dibawa ke RS n TRUK... Sambungan dari Hal 40

Sebelum kejadian, truk bernopol P 7066 BU yang dikemudikan rahmat Wibowo, 23, warga Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, itu melaju dengan kecepatan sedang dari arah timur. Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), tibatiba ban bagian kiri-belakang meletus. Kontan, laju kendaraan besar yang satu itu oleng kemudian terguling ke kiri hingga keluar dari bahu jalan. Ribuan batang tebu yang diangkut pun berserakan di tanah. Ironisnya, selain ribuan kilogram tebu, di atas bak truk tersebut juga terdapat lima orang penebang tebu.

“Saking kerasnya letusan ban, suaranya sampai terdengar di SPBU yang berlokasi ratusan meter dari TKP,” ujar Sugianto, 27, saksi mataSementara itu, menyadari beberapa penumpang tertimbun tumpukan tebu, sopir truk langsung berteriak minta tolong. Dalam sekejap, puluhan warga tiba di lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi para korban. “Beruntung, sebelum truk benar-benar terguling, saya bersama seorang rekan saya masih sempat melompat,” tukas Nihadi, 45, juga warga Kecamatan Wonosari. Namun sayang, tiga dari lima penumpang yang duduk di bak belakang tidak sempat melompat. Mereka pun harus tertimbun tumpukan tebu. Ketiganya adalah

Suhdi, 35; Syaiful, 40; dan Hamin, 55. Ketiga penebang tebu tersebut tercatat sebagai warga Desa Pelalangan, Wonosari. Akibatnya, Syaiful dan Hamin mengalami luka berat hingga harus dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem, Situbondo, guna mendapatkan perawatan medis. Suhdi yang terakhir kali berhasil diangkat beberapa warga sekitar dari tumpukan tebu telah tewas sebelum sempat dilarikan ke RS. “Sedianya tebu ini saya angkut dari Asembagus menuju Prajekan, Bondowoso. Tetapi sayang, sesampai di tempat ini (jalan raya Desa Panji Lor, Red), kecelakaan terjadi karena ban truk pecah,” ujar sopir Rahmat Wibowo. (sgt/aif)

Hanya Ramai Jumat, 6 Hari Berikutnya Sepi n BERTAHAN... Sambungan dari Hal 29

Mereka rutin menjual ternaknya di pasar itu setiap enam bulan, sehingga para peternak sudah memiliki kalender tersendiri untuk meraup keuntungan dari usaha penggemukan sapi. ‘’Mereka biasanya beli sapi kurus, kemudian diprogram selama enam bulan hingga sapinya gemuk. Setelah gemuk, sapi itu dijual ke pasar, dan begitu seterusnya,” jelas Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, yang rumahnya berada di sebelah barat pasar hewan tersebut. Banyaknya peternak di sejumlah perkebunan di Kecamatan Glenmore dan sekitarnya menjadi salah satu faktor pendukung pasar hewan tersebut. Sebelum berdiri di lokasi yang sekarang ini, pasar hewan di daerah itu berlokasi di kantor

Kecamatan Glenmore. Lokasi pasar hewan lama itu berada di selatan jalan raya atau sekitar 1,5 kilometer arah barat dari lokasi pasar hewan yang sekarang. Atas beberapa pertimbangan, sekitar tahun 1980-an, pemerintah daerah memindah pasar hewan tersebut ke lokasi yang baru dan beroperasi hingga sekarang. Rupanya, perpindahan lokasi tersebut tak membuat pasar hewan menjadi sepi. Pindahnya pasar hewan di tempat baru itu justru membuat pasar tersebut semakin eksis. Bahkan, pasar hewan Glenmore menjadi salah satu yang terbesar di wilayah eks Karesidenan Besuki. ‘’Beberapa pasar lain sudah sepi, nah di Glenmore pasar hewan tetap ramai. Salah satu sebabnya, banyak peternak di perkebunan dekat pasar,” jelas Ruliyono. Meski sudah menjadi salah satu sumber ekonomi yang besar bagi masyarakat

dan pemkab, pasar tersebut selama ini terkesan kurang mendapat perhatian. Pasar yang ramai pengunjung itu hanya dibiarkan apa adanya. Tahun ini, Pemkab Banyuwangi melalui dana APBD 2010 menyalurkan anggaran Rp 600 juta lebih untuk perbaikan dan pembangunan sejumlah tempat di dalam pasar hewan tersebut. Perbaikan pasar tersebut diharapkan bisa memaksimalkan pemanfaatan pasar. Sebab, pasar seluas 18.330 meter persegi itu selama ini hanya dimanfaatkan setiap hari Jumat. Dengan adanya perbaikan, diharapkan pasar tersebut dapat dimanfaatkan di hari-hari lain selain Jumat. Los pasar yang saat ini sedang dibangun, diharapkan bisa digunakan untuk berjualan buah dan pakaian. ‘’Dengan begitu, manfaat pasar ini bisa lebih besar untuk masyarakat,” harap Ruliyono. (bay)

Segera Tertibkan Bangunan di Jalur Protokol BANYUWANGI - Penertiban yang dilakukan Pemkab Banyuwangi, tampaknya tidak hanya sebatas pada reklame dan tower ilegal. Bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) juga segera dilakukan penertiban secara bertahap.

Saat ini, tim sedang melakukan inventarisasi sejumlah bangunan yang tidak memiliki IMB. Tahap awal, inventarisasi dilakukan terhadap bangunan ilegal yang berlokasi jalan protokol. ”Tata ruang kita sudah waktunya dilakukan pembenahan,”

ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Mujiono. Mujiono menjelaskan, sebelum mendirikan bangunan, masyarakat harus mengajukan permohonan IMB. Agar pelanggaran aturan tersebut

tidak berlanjut, pemerintah segera melakukan penertiban. Penertiban ini akan dilakukan secara bertahap dan persuasif. Pihaknya agar terlebih dahulu mengirimkan surat peringatan tertulis kepada pemilik bangunan. (afi/bay)

gatur ulang susunan tempat duduk, KA pun tertunda hampir satu jam. “Tidak ada yang namanya penyanderaan KA,” ujar Gatut. (mg-1/bay)

Lari ke Pulau Dewata n 15 KALI... Sambungan dari Hal 31

Para PKL Akan Ditata Ulang

masih berebut tempat duduk. Begitu KA Tawang Alun tiba di Stasiun Rogojampi, para penumpang berhamburan berebut tempat duduk. Saat petugas bermaksud men-

Belakangan diketahui salah satunya adalah adik kandung Saritem yang masih duduk di bangku kelas IV SD. Dari mulut bocah itu keluar pernyataan bahwa sejak kecil dia tinggal bersama neneknya. “Mulai kecil sama nenek, kakek sudah tidak ada,’’ ucapnya polos. Dikonfirmasi usai pemeriksaan di mapolsek, Kapolsek Srono melalui Kanit Reskrim Aiptu Nanang menjelaskan, korban memang mengaku disetubuhi oleh bapak kand-

ungnya. Sebelumnya, korban mengadukan kepada salah satu keluarganya. Cerita itu berlanjut hingga warga melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek. “Memang benar, korban mengaku mendapatkan perlakuan itu mulai tahun 2006 lalu,’’ bebernya, kemarin siang. Mengenai tersangka Moh. Sapturi yang melarikan diri, Nanang menegaskan bahwa tersangka sudah saat warga melaporkan kejadian itu. “Sampai saat ini, kami masih terus memburu pelaku,’’ ujarnya. Kemana tersangka kabur? Nanang mengungkapkan, dari

hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa tersangka sudah berada di luar Kabupaten Banyuwangi. Keberadaan tersangka terdeteksi di Pulau Dewata. “Sesuai proses penyelidikan, tersangka melarikan diri ke Bali,’’ sebutnya. Kanit berharap, dalam waktu dekat, tersangka mau menyerahkan diri kepada polisi. Meski begitu, harapan itu tidak mengurangi usaha keras polisi untuk terus mengejar tersangka. “Tidak ada kata-kata lain, selain mencari dan menangkapnya,’’ tegasnya. (ton/irw)

Pekerja Sudah Pasang Antena n TOWER... Sambungan dari Hal 31

Ketika disinggung bahwa tahun 2011 tidak ada izin yang turun, dengan cepat salah satu pekerja yang ditengarai bos proyek tersebut langsung mengingatkan anak buahnya. “Ayo turun-turun!,’’ perintahnya kepada para pekerja di

atas tower. Di lokasi pembangunan tower tersebut ada empat pekerja. Dua pekerja berada di atas tower, dan dua pekerja lain berada di bawah. Di depan bangunan yang menjulang tinggi itu terparkir mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi L 1722 AJ.

Diberitakan sebelumnya, pemantauan koran ini pada 4 Agustus 2011 lalu menyebutkan bahwa tower tersebut sudah berdiri tegak tapi belum dicat. Nah, pada 23 Agustus 2011, pengecatan sudah selesai. Kemarin, tower tersebut memasuki tahap penyelesaian karena antena sudah dipasang. (ton/irw)

OSTEOPOROSIS PERNAH MEMBUAT ROSNI TAK BISA BERJALAN AKIBAT menderita osteoporosis, Rosni Anas, warga Kel. Jember kidul, Kec. Kali Wates, Jember, Jawa Timur, sering mengeluhkan tidak bisa berjalan. Ketika memeriksakan diri ke dokter, ternyata wanita berusia 78 tahun itu didiagnosis menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Wanita memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang osteoporosis daripada laki-laki. Keadaan itu semakin rentan tatkala seorang wanita telah mengalami menopause. “Karena osteoporosis, sudah 1, 5 bulan saya tidak bisa berjalan, kaki seperti ada airnya, kalau shalat kaki jadi tidak bisa di tekuk,” terangnya. Beruntung, ibu rumah tangga ini mendapatkan informasi mengenai Gentong Mas yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, termasuk osteoporosis. “2 bulan yang lalu saya mulai minum Gentong Mas. Sekarang badan saya sehat, lebih segar dan sudah bisa jalan lagi.” Papar nenek 14 cucu tersebut dengan gembira. Setelah merasakan manfaatnya, ia ingin sekali berbagi pengalamannya tersebut dengan yang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya hidup dengan osteoporosis dan sehat dengan cara yang alami ini dapat bermanfaat bagi yang lain...” Harap ibu rumah tangga tersebut. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat.

Dibandingkan dengan Gula Tebu, Gula Aren mempunyai lebih banyak kandungan makro dan mikronutrien. Selain rasanya manis dan lezat, Gula Aren ternyata mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh, diantaranya adalah Riboflavin yang membantu pembentukan antibodi dan energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Sementara Habbatussauda dipercaya dapat meningkatkan jumlah selsel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Efektifitasnya hingga 72% jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7%. Dengan demikian, mengkonsumsi Habbatussauda dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Habbatussauda pun dapat menetralkan racun dalam tubuh yang dapat dikeluarkan dikeluarkan melalui kotoran, urine dan keringat, serta bermanfaat untuk mengatasi pengapuran. Gula Aren dan Habbatussauda pun mengandung Calsium yang berfungsi mencegah osteoporosis dan Thymohydroquinone, zat aktif anti radang sendi. Meski demikian, pola hidup sehat seperti olah-raga dan mengurangi merokok juga perlu dilakukan. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: 085234398441. Banyuwangi:085234398441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


CMYK

40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Kamis 22 September 2011

TRUK TEBU TERGULING, 1 TEWAS 3 Penumpang Tertimbun Tumpukan Tebu PANJI - Kecelakaan truk bermuatan tebu kembali terjadi. Kali ini di jalan raya Pantura, tepatnya di Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, Selasa malam (20/9). Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 19.00 itu diduga kuat disebabkan banbelakang truk warna kuning tersebut pecah. Akibatnya, tiga penumpang yang duduk di bak truk tertimbun tumpukan tebu. Bahkan, satu orang di antaranya meregang nyawa di lokasi kejadian.n Baca Truk...Hal 39

AKIBAT BAN MELETUS: Truk pengangkut tebu bernopol P 7066 BU terguling di jalan raya Desa Panji Lor Kecamatan Panji. FOTO-FOTO: SIGIT HARIYADI/RaBa

Polisi Selidiki Sebab Kecelakaan

GRAFIS WARDAN/RaBa

SELAIN lima penumpang yang duduk di bak belakang, truk nahas itu juga mengangkut empat orang lain yang duduk di sebelah sopir. Jadi, total penumpang truk tersebut sembilan orang plus seorang sopir. “Saya dan empat penumpang yang duduk di depan tidak mengalami luka-luka berarti,” lanjut Rahmat. Sementara itu, polisi yang terjun ke lokasi kejadian dipaksa bekerja keras mengatur arus

lalu-lintas di jalur padat kendaraan yang menghubungkan Banyuwangi-Surabaya tersebut. Hingga berita ini ditulis sore kemarin (21/9), kasus kecelakaan lalu-lintas yang merenggut satu korban jiwa itu masih diselidiki aparat Polres Situbondo. “Kami akan memintai keterangan sopir dan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” ujar Kasatlantas AKP Yusuf Suryadi. (sgt/aif)

PKL

Terbagi Tiga Kloter

Satpol PP Sterilkan Trotoar SITUBONDO - Banyaknya lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di trotoar jalan di wilayah Situbondo disikapi serius aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Pasalnya, selain dapat merusak keindahan dan kebersihan kota, lapak-lapak tersebut berpotensi membahayakan para pejalan kaki. Untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas Satpol PP rutin menggelar patroli penertiban PKL. Sebab, jika terus dibiarkan, keberadaan lapak tersebut tentu saja membuat para pejalan kaki harus berjalan di bahu jalan. Risikonya, mereka bisa saja tersambar kendaraan yang melintas. Seperti yang terlihat di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Situbondo, pagi kemarin (21/9). Beberapa petugas Satpol PP sibuk memindahkan lapak PKL yang berdiri di atas trotoar. “Lapak dagangan para PKL itu akan kami pindahkan ke tempat yang lebih aman,” ujar seorang petugas. Kepala Seksi Operasional, Pengawasan, Penyelidikan, dan Penindakan (Opswasdikdak) Satpol PP Usman mengatakan, pihaknya melakukan tindakan persuasif terhadap para PKL yang mendirikan kios dagangan di trotoar. “Kami tidak melarang warga mencari nafkah. Tetapi, kami menyarankan mereka agar berjualan di tempat yang lebih aman,” imbaunya. Usman menambahkan, penertiban PKL itu dilaksanakan agar kebersihan dan keindahan kota tetap terjaga. Selain itu, Satpol PP juga bermaksud melindungi hak para pejalan kaki untuk menggunakan trotoar. “Patroli semacam ini (penertiban PKL) rutin kami laksanakan setiap pagi,” tandasnya. Masih menurut Usman, pihaknya bertekad mensterilkan trotoar di seluruh ruas jalan di Kota Santri dari lapak PKL. “Untuk sementara kami hanya melakukan langkah persuasif,” pungkasnya. (sgt/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

DIPINDAHKAN: Keberadaan lapak PKL di sepanjang trotoar dapat membahayakan para pejalan kaki.

JADI TONTONAN WARGA: Muatan tebu tumpah di jalan raya.

Jumlah JCH Tahun Ini Mencapai 980 Orang

SIGIT HARIYADI/RaBa

BAGIKAN BUNGA:Salah seorang wartawati harian yang tergabung dalam Rumah Satu kemarin melakukan aksi simpatik mengecam pengeroyokan wartawan oleh siswa SMAN 6 Jakarta Selatan

Wartawan Kecam Aksi Kekerasan Bagi-bagi Bunga dan Galang Tanda Tangan .SITUBONDO - Sebanyak 20 wartawan yang berhimpun dalam Forum Silaturahmi Jurnalis Harian Situbondo (Rumah Satu) kemarin menggelar aksi damai. Aksi simpatik yang dilakukan di lingkungan sekolah dan Mapolres Situbondo itu bertujuan mengutuk pengeroyokan wartawan oleh siswa di SMAN 6 Jakarta. Aksi itu sekaligus sebagai desakan agar para pelaku pengeroyokan ditangkap dan diproses secara hukum. Sebab, jika dibiarkan itu akan sangat membahayakan dunia pendidikan dan dunia jurnalistik di Tanah Air. Mereka mengusung sejumlah poster yang bertulis hujatan terhadap perilaku siswa SMAN 6 Jakarta yang sangat tidak terpuji. Beberapa poster tersebut di antaranya bertulis, “Siswa Main Pukul? Jadi Preman Saja; Wartawan Bukan

Hidangan, Bukan untuk Dikeroyok; Stop Tindakan Brutal, Tangkap Siswa Preman”. Lokasi kali pertama yang menjadi tempat aksi simpatik wartawan yang tergabung di Rumah Satu adalah SMAN 2 Situbondo. Di tempat itu, selain melakukan orasi, para wartawan juga memberikan bunga kepada para siswa dan guru. Itu sebagai simbol kelembutan dan kasih sayang. “Kita mengajak para siswa mengutuk perilaku siswa SMAN 6 di Jakarta Selatan yang berprilaku anarkis. Kita ingin siswa SMA di Situbondo tidak ikut-ikutan seperti itu, dan kita percaya siswa Situbondo tidak akan pernah berbuat tidak terpuji semacam itu,” terang Ketua Rumah Satu, Edy Wahyudi. Para siswa dan guru di SMAN 2 Situbondo sangat antusias. Bahkan, mereka membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang dilakukan siswa. “Di sekolah, kita

diajari hidup saling mengasihi dan menyayangi. Tidak pantas jika siswa berbuat brutal. Kita dukung aksi ini,” ungkap siswa SMAN 2 Situbondo yang ikut memberikan orasi. Hal yang sama juga dilakukan para wartawan saat mendatangi SMAN 1 Situbondo. Dari sekolah di Jalan PB. Sudirman, aksi dilanjutkan ke Mapolres Situbondo. Para wartawan ditemui langsung Kapolres Situbondo, AKBP Imam Tobroni. “Kita memberikan dukungan moral agar Polres Jakarta Selatan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Kita juga berharap agar di Situbondo tidak sampai terjadi hal seperti di Jakarta Selatan. Tentu kita harus saling menjaga dan menahan diri,” tegas kapolres. Setidaknya ada lima tuntutan yang disampaikan para wartawan, di antaranya meresufle menteri pendidikan nasional. Sebab, pengeroyokan yang dilakukan siswa salah satu indikator gagalnya pendidikan karakter selama ini. (pri/aif)

SITUBONDO – Jumlah jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, sebanyak 980 JCH akan menjadi tamu Allah di Makah. Tahun sebelumnya, jumlah JCH hanya 666 orang. “Peningkatan jumlah JCH ini karena mereka bisa cepat terdaftar saat mendaftar secara online. Jadi bukan masalah kuota Situbondo sedikit atau banyak,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemeneg) Situbondo, Rosadi Bahar, kemarin. Jumlah JCH awalnya berjumlah 981 orang. Dalam perjalanannya, sebanyak dua orang memilih mundur menunda pemberangkatan. Selain itu, sembilan orang melakukan mutasi pemberangkatan ke luar daerah. “Jadi, bersisa 970 orang. Rinciannya, empat orang mu-

tasi ke Malang dan lima orang mutasi ke Kabupaten Probolinggo. Tak masalah, karena itu hak masing-masing JCH,” papar pejabat berkacamata itu. Kabupaten Situbondo juga menerima mutasi pemberangkatan dua JCH dari luar daerah. Selain itu juga ditambah delapan CJH yang berangkat melalui jatah tim petugas haji daerah (TPHD). Sehingga, totalnya JCH asal Situbondo mencapai 980 orang. Menurut Rosadi, JCH asal Situbondo terbagi ke dalam tiga kloter. Yakni, kloter 21,22 dan 23. Kloter 21 dan 22 masing-masing berisi 445 orang. Sedangkan, kloter 23 berisi 90 orang. Direncanakan para tamu Allah itu akan berangkat pada 9 Oktober mendatang melalui tiga titik yang berbeda di wilayah barat, tengah dan timur. “Tahun ini, acara seremonial pemberangkatan jadi satu dengan pelepasan 9 Oktober nanti,” papar Rosadi. (pri/aif)


Radar Banyuwangi 22 September 2011  

Radar Banyuwangi

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you