Page 1

CMYK

25

SELASA 20 SEPTEMBER TAHUN 2011

Bikin Desain Kostum Damarwulan LICIN - Workshop bagi para peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dimulai kemarin (19/ 9). Dalam workshop yang diadakan di Gedung Diklat di Desa Tamansari, Kecamatan Licin tersebut, peserta langsung praktik desain kostum bertema Damarwulan. Workshop tersebut melibatkan seniman dan budayawan Banyuwangi. Peserta dibimbing untuk mendesain kostum sesuai kreativitas masing-masing. Mereka diberi kebebasan mengembangkan imajinasi ke dalam desian kostum karya mereka sendiri. Kemudian,

karya mereka dinilai tim pembimbing. Pada pergelaran BEC 22 Oktober 2011 mendatang, yang ditampilkan ada tiga tema seni dan budaya Banyuwangi. Pertama adalah Gandrung, Darmarwulan, dan Kundaran. Semua kesenian itu akan ditampilkan ala karnaval, sehingga kostum yang digunakan akan dimodifikasi sedemikian rupa. Oleh karena itu, para peserta digembleng untuk mencurahkan imajinasinya dalam bentuk desain kostum ■  Baca Bikin...Hal 35

GILANG GUPTA/RaBa

ASYIK MENGGAMBAR: Suasana hari pertama workshop BEC di Gedung Diklat di Kecamatan Licin kemarin.

Warning 31 Pemilik Billboard BANYUWANGI - Penertiban papan reklame masih terus dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi. Setelah membongkar bando reklame dua tiang, kini petugas penertiban itu mengincar billboard (papan reklame dengan satu tiang). Sejumlah neon box berukuran kecil dan besar yang terpasang di sekitar pusat Kota Banyuwangi juga akan ditertibkan karena masa izinnya sudah habis. “Papan reklame satu tiang atau bill-

DIBIDIK:

board dengan ukuran kecil dan besar banyak yang sudah mati,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto. Menurut Ustadi, billboard satu tiang dan reklame neon box yang sudah habis masa izinnya itu akan ditertibkan semua. Ukuran papan reklame yang izinnya kedaluwarsa beragam. Ada yang berukuran dua meter X dua meter, dua meter X empat meter, dan ada yang berukuran empat meter X enam meter ■  Baca Warning...Hal 35

Billboard Segera Dibongkar Paksa

Papan reklame yang terancam dibongkar Satpol PP Banyuwangi.

■ ■ ■ ■

Papan reklame di depan Giant, Jalan Basuki Rahmat. Papan reklame di depan RSI Fatimah, Desa Kalirejo, Kabat. Billboard di depan kantor PJR, Jalan Adi Sucipto. Papan reklame di depan ASDP Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

GALIH COKRO/RaBa

ADA APA LAGI

Motor Dipinjam, Dipreteli lalu Dijual ROGOJAMPI - Kalau meminjam barang segera kembalikan bila sudah selesai dipakai. Jangan malah dipreteli lalu dijual. Sebab, itu bisa berujung di penjara. Seperti yang dilakukan Sodikin, 23, warga Dusun Banyuputih, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat. Gara-gara meminjam motor lalu dijual, dia harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Sodikin ditangGILANG GUPTA/RaBa kap polisi di ruSodikin mahnya kemarin (19/9). Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi P 6126 YU yang sudah tinggal kerangka ■

Janda Muda Nyanyi, Pemasok SS Diciduk

 Baca Motor...Hal 35

PEMERINTAHAN FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

PENGAMAN: Erlis dan helm tempat menyimpan sabu diamankan di Mapolres Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Polisi kembali menggerebek rumah Harmadi alias HRD, 30, yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu (SS) kemarin (19/9). Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menangkap lelaki yang sudah lama diincar aparat Satuan Resnarkoba Polres Banyuwangi itu. Tertangkapnya Harmadi itu berkat “nyanyian” Erlis Rochyani, janda berusia 30 tahun yang tinggal di Jalan Progo, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi. Janda muda itu mengaku, SS yang dia miliki berasal dari Harmadi. Mendapat informasi itu, polisi menggerebek rumah Harmadi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Di lokasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti (BB), yakni satu pipet yang masih ada sisa SS. Ditemukan pula dua buah klip plastik bekas bungkus SS, dua buah potongan klip plastik bekas bungkus SS, satu buah insulin bekas, dan sebuah botol minuman dengan dua lubang pada tutupnya. Di lokasi itu, polisi juga mengamankan empat korek api dan empat buah sedotan. “Semua BB ini kita sita,” ujar Kasatnarkoba Polres Banyuwangi

AKP Watiyo kemarin. Sehari sebelumnya, Erlis ditangkap karena membawa satu paket SS. Janda muda itu ditangkap saat naik motor Honda Vario di dekat jembatan Sobo. Janda tersebut menyembunyikan barang haram itu di dalam helm yang dia gunakan. “Erlis mengaku barang itu dibeli dari Harmadi,” terang Watiyo. Menurut Watiyo, Harmadi diduga sebagai pengedar SS yang memiliki banyak jaringan. Selain di Banyuwangi, Harmadi diduga juga punya jaringan dengan para pengedar di Bali. “Harmadi sudah lama kita incar tapi selalu lolos,” katanya. Watiyo mengaku, rumah Harmadi pernah digeledah petugas beberapa bulan lalu. Penggeledahan itu dilakukan karena Harmadi diduga terlibat jaringan narkoba. Tetapi sayang, saat itu polisi sama sekali tidak menemukan narkoba ■

Harmadi

 Baca Janda...Hal 35

Ricky dan Kautsar, Juara Olimpiade Sains Tingkat Nasional

Minim Peralatan, Maksimalkan Improvisasi GALIH COKRO/RaBa

JEMPOL: Beberapa anggota dewan jelang rapat paripurna tentang sembilan raperda di DPRD Banyuwangi kemarin.

Tegaskan Korpri Tak Bebani APBD BANYUWANGI - Penolakan tujuh fraksi di DPRD Banyuwangi untuk membahas rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pengaturan reklame dan raperda Sekretariat Korpri yang telah diajukan eksekutif mendapat perhatian serius dari Bupati Abdullah Azwar Anas. Dalam rapat paripurna dengan agenda tanggapan eksekutif atas pandangan umum (PU) fraksi atas diajukannya sembilan raperda kemarin (19/9), Bupati Anas berhalangan hadir ■  Baca Tegaskan...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Prestasi membanggakan diukir dua siswa SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, Ricky Aditia Fandi dan Kautsar ul Haq. Mereka meraih medali emas dan perak bidang fisika dan kimia dalam Olimpiade Sains Nasional yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, 11- 16 September 2011 lalu NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

CUACA di halaman Pemkab Banyuwangi cukup cerah pagi kemarin (19/9). Terik matahari sudah terasa menusuk kulit meski jarum jam baru menunjuk pukul 08.00. Rutinitas kantor pemkab langsung berjalan selepas apel dan upacara yang dilaksanakan di halaman

GALIH COKRO/RaBa

SMART: Ricky (kiri) dan Kautsar di kantor Pemkab Banyuwangi kemarin.

kantor pemerintah itu. Persis lima menit bergeser dari pukul 08.00, ratusan siswa SMAN

1 Glagah memasuki halaman depan kantor pemkab. Mengenakan jaket almamater berwarna biru,

para siswa memasuki halaman pemkab menggunakan kendaraan roda dua. Hanya dua siswa yakni, Ricky Aditia Fandi dan Kautsar Ul Haq, yang diusung naik kendaraan terbuka. Mengenakan kemeja batik dan bertopi, kedua siswa itu dikawal sejumlah guru dan kepala SMAN 1 Glagah, Imam Suudi. Saat rombongan itu turun, beberapa pejabat pemkab langsung menyambut, termasuk Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Dalam perbincangan dengan Wabup Yusuf Widyamoko, Ricky dan Kautsar menceritakan pengalamannya berkompetisi di Olimpiade Sains Tingkat Nasional di Manado. Ricky yang berlaga di bidang fisika menjadi pusat perhatian pagi itu. Siswa kelahiran Banyuwangi 12 April 1994 ini menyabet dua titel sekaligus dalam even bergengsi itu ■

Hadang air sungai Sampeyan, tancapkan pagar raksasa

Jangan malah tancapkan tiang, lalu muncrat airnya

Nelayan Jangkar Situbondo makan nasi aking

Kalau lauknya ikan kerapu, tetap saja maknyus

 Baca Minim...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Selasa 20 September 2011

Perhiasan Kerajinan Bedug Tembus Mancanegara Perak Banjir Peminat Potensi Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh

KEMIRI – Desa Kemiri memang kaya akan berbagai macam produk kerajinan. Salah satu yang patut mendapat perhatian adalah kerajinan alatalat musik kesenian “kuntulan” dan alat musik dangdut. Di desa yang terletak di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, itu terdapat dua pengrajin terbang, jidor, bedug, ketipung, dan berbagai alat musik berbahan kulit yang lain. Tidak tanggung-tanggung, hasil karya industri rumahan ini telah mampu menembus pasar luar negeri. Di antaranya Singapura dan Perancis. Pesanan dari pasar dalam negeri juga tidak kalah banyak. Beberapa masjid di Bali, Batam, Medan, dan kota besar yang lain ternyata menggunakan bedug made in Kemiri tersebut. Menurut Askolani, 55, salah seorang perajin alat-alat musik setempat, lewat usaha padat karyanya itu, dia telah mempekerjakan enam warga sekitar. “Maklum, pesanan selain berasal dari seantero tanah air, pesanan yang datang kepada

saya juga berasal dari luar negeri,” ujarnya. Pria yang karib dipanggil Koming itu menambahkan, saat ini dia sedang sibuk membuat bedug pesanan masjid di Seririt dan Singaraja, Bali. “Beberapa saat yang lalu, saya juga mendapat pesanan satu set alat kuntulan dari seorang warga Singapura. Dia mendapat informasi tentang produk karya saya setelah membaca koran. Ketika itu dia sedang menginap di salah satu hotel di Genteng,” kisahnya. Selain pernah diekspor ke Singapura, hasil karya Koming juga telah sampai ke tangan seorang seniman asal Perancis. “Informasinya, di negeri asalnya (Perancis), alat-alat musik hasil karya saya di gunakan untuk pertunjukan,” pungkasnya. Sekadar diketahui, selain Koming, perajin alat-alat musik kesenian kuntulan di Desa Kemiri adalah M. Soleh. Sama seperti Koming, buah karya Soleh juga telah sampai ke seantero negeri hingga mancanegara.(sgt/als)

SIGIT HARIYADI/RaBa

KOMODITAS ANDALAN: Terbang, Bedug, dan berbagai alat musik karya Koming juga diminati masyarakat luar negeri.

KEMIRI – Kerajinan perak merupakan salah satu potensi ekonomi yang terus dikembangkan masyarakat Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh. Sebab, peluang pasar komoditas yang satu ini masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan. Bahkan, karena kewalahan memenuhi permintaan, saat ini salah satu dari enam sentra kerajinan perak di desa tersebut hanya bersedia menerima permintaan dari dalam negeri. Seperti diutarakan Ali Alamsyah, 40, seorang perajin perhiasan perak. Menurutnya, segala macam produk yang dia hasilkan. Di antaranya cincin, gelang, kalung, anting, dan lain sebagainya sangat digemari oleh para pecinta perhiasan, baik mereka yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sayangnya, karena keterbatasan modal, Ali hanya mampu memenuhi pesanan

SIGIT HARIYADI/RaBa

DIGEMARI: Seorang perajin perhiasan perak sibuk membuat perhiasan untuk memenuhi pesanan konsumen

yang datang dari seantero tanah air. Misalnya dari Bali, Batam, Surabaya, Bekasi, dan beberapa kota besar yang lain. “Karena keterbatasan modal, kami belum mampu memenuhi permintaan dari luar negeri,” ujarnya. Menurut Ali, rata-rata satu sentra pengrajin perak mampu mempekerjakan sepuluh karyawan. Keuntungan yang bisa diraih pun cukup besar. Dia mencontohkan, saat harga perak murni di pasaran sebesar Rp 12 ribu per gram, dia mampu menjualnya dalam

bentuk perhiasan senilai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per gram, tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya. Mengingat besarnya peluang usaha tersebut, Ali dan rekanrekannya sepakat membentuk semacam perkumpulan pengrajin perak yang tersebar di Kecamatan Singojuruh. “Tujuannya untuk saling berbagi informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan kerajinan perak. Mulai model yang paling digemari konsumen, sampai pemasarannya,” pungkasnya. (sgt/als)

Perketat Jalur Menuju Bali Polisi Sweeping Penumpang Feri

POLRES FOR RABA

PELOTOTI KTP: Kabagren Kompol Agus Dwi Jatmiko memeriksa identitas penumpang kapal di pelabuhan penyeberangan Ketapang.

BANYUWANGI – Tiada hari tanpa operasi ofensif. Itulah yang dilakukan aparat Polres Banyuwangi dalam pekan terakhir ini. Mereka diterjunkan untuk mencegat kendaraan di jalur strategis Banyuwangi. Operasi seperti ini difokuskan pada jalur transportasi menuju Bali. Ada yang dikerahkan di depan terminal Sri Tanjung, Ketapang. Di tempat ini, belasan personel gabungan mencegat

kendaraan dari arah Surabaya atau sebaliknya dari arah selatan. “Kita ingin menciptakan situasi Banyuwangi yang kondusif. Operasi seperti ini akan terus kita intensifkan,’’ kata Wakapolres Banyuwangi Kompol Heru Prasetyo. Selain di depan terminal Sri Tanjung, aparat kepolisian juga diterjunkan di pelabuhan penyeberangan Ketapang. Di tempat itu, polisi naik di atas feri untuk memeriksa barang bawaan penumpang. Satu persatu penumpang juga diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tidak ada temuan

mengejutkan terkait operasi ini. “Selain untuk menciptakan situasi yang kondusif, kami juga mengantisipasi kerusuhan kasus Ambon beberapa waktu lalu,’’ imbuh Heru Prasetyo. Polisi tidak hanya disebar di atas kapal. Mereka jugasiaga di pintu keluar pelabuhan Ketapang. Satu persatu penumpang kapal diminta menunjukkan KTP lalu digeledah barang bawaannya. “Anggota juga kita sebar di stasiun kereta api. Penumpang kereta juga kita minta menunjukkan KTP,’’ tandas mantan Wakapolres Situbondo itu. (aif)

SEMINAR

Ibu-Ibu Digembleng Bahaya Narkoba KALIPURO- Tingginya penyalahgunaan narkoba di Banyuwangi, mengundang keprihatinan intansi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Instansi pimpinan Freddy Numberi itu melakukan deteksi dan pencegahan dini dengan cara menggelar seminar bahaya narkoba di aula PT Indonesia Fery (IF) Ketapang kemarin (17/9). Seminar itu diikuti puluhan ibu-ibu dari kalangan keluarga besar perhubungan dan kalangan pelajar SLT. Mitra kerja PT IF Ketapang, Syahbandar Tanjung Wangi dan Syahbandar ikut dalam acara seminar bahaya narkoba tersebut. Materi bahaya penyalagunaan narkoba disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah BAnyuwangi, Rafiud Darojat dan Tim Satuan Bimas Polres Banyuwangi yang dipimpin Kasat Bimas AKP Mahmud. Rafiud lebih menekankan bahaya dan gejala-gejala mengkonsumsi narkoba. Menurut Rafiud, pengguna dan korban menyalahgunaan narkoba dari tahun ketahun terus meningkat. Sasaran peredaran narkoba saat ini, kalangan pelajar. “Ibu-ibu harus bisa mendeteksi putra putri secara dini apakah terkena narkoba atau tidak,” jelas Rafiud sembari menjelaskan gejala dan pengaruh mengkonsumsi narkob. Sementara tim dari Polres lebih banyak menekankan pada prilaku dan pengaruh penyalahgunaan narkoba. Narkoba, kata Mahmud, bisa menjerat siapa saja. Tidak saja kalangan pelajar, kalangan ibu-ibu rumah tangga juga jadi incaran sindikat narkoba internasional. Sebab, itulah keluarga harus terus mewaspadai ancaman penyalahgunaan narkoba pada keluarga. “Jangan bosan-bosan pesan dari kepolisian tentang bahaya narkoba,” pinta Mahmud. Kepala Syahbandar Tanjung Wangi, Sri Sukesi mengatakan, pihaknya sengaja menyelenggerakan seminar bahaya narkoba agar keluarga besar perhubungan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Sasaran kegiatan itulah ibu-ibu yang menjadi benteng pertahanan keluarga. (afi/aif)

ICHSAN/RaBa

CERAMAH:AKP Mahmud menyampaikan materi narkoba

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


cmyk

27

Selasa 20 September 2011

Remehkan Keselamatan Berlalu-lintas GENTENG - Pengemudi dan penumpang mobil pikap Chevrolet bernomor polisi P 8178 VA itu terkesan tidak mengindahkan keselamatan. Mobil yang melaju di Jalan Raya Jember, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi kemarin sore (19/9) itu memuat singkong melebihi kapasitas. Tak ayal, beberapa karung singkong yang dimuat hampir terjatuh. Pasalnya, bak mobil tidak lagi mampu menampung muatan tersebut. Sementara itu, si penumpang juga diangkut di bak pikap dan mereka harus rela terjepit tumpukan singkong. Kedua tangannya harus memegang erat karung tersebut karena khawatir jatuh. Bagaimana ini? (azi/irw) BAHAYA: Mobil pikap bermuatan singkong melebihi kapasitas melintas di Jalan Raya Jember, Desa Setail, Kecamatan Genteng, kemarin sore (19/9).

ABDUL AZIZ/RaBa

Sadis, Bapak Gauli Putrinya

POLITIK

Lima Tahun Dijadikan Budak Nafsu

ALI NURFATONI/RaBa

BERKIBAR: Bendera Partai Demokrat dipasang di tiang depan gedung persidangan, samping Polsek Srono.

Sebar Bendera Demokrat CLURING - Kasus Nazarudin, mantan bendahara DPP Partai Demokrat, selama ini telah menjadi bumbu tak sedap bagi partai besar tersebut. Dengan segudang cobaan berat itu, kini Partai Demokrat di tingkat bawah berusaha memperbaiki pencitraan. Tujuannya, tentu saja untuk menjaring konstituen baru dan mengembalikan kepercayaan publik. Salah satu upayanya, menancapkan bendera besar Partai Demokrat di sejumlah titik setrategis di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya di tepi jalan raya depan balai persidangan Cluring. Kemarin (19/9), bendera yang sudah beberapa hari terakhir terpasang itu masih berkibar di langit. Bendera besar itu terkesan masih baru. Mungkin, pengurus partai itu beranggapan harapan baru akan muncul di tengah isu tak sedap yang merebak akhir-akhir ini. (ton/irw)

ANTISIPASI RUSUH

Safari Masjid, Masuk Kereta Api SEMPU - Langkah antisipasi agar tidak ada yang terprovokasi kasus kerusuhan Ambon, aparat Polsek Sempu rela safari ke masjid-masjid. Bahkan, aparat blusukan ke dalam kereta api sejak dua hari lalu. Dipimpin Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri, para petugas intens memberikan imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi. Sebab, ada yang sengaja mengajak warga ke Ambon. “Hampir setiap sore kami lakukan kegiatan rutin, dengan cara naik kereta api dari Stasiun Temuguruh ke Setail dan sebaliknya,” tutur Toha kepada RaBa kemarin (19/9). DOK/RaBa Di dalam gerbong kereta api, Toha Choiri lanjut kapolsek, pihaknya bersama anggota bukan hanya melakukan operasi terhadap penumpang yang membawa senjata tajam dan berniat pergi ke Ambon. Polisi juga melakukan pendekatan dan memberi pemahaman kepada para penumpang agar tidak terprovokasi ajakan ke Ambon. “Karena di sejumlah daerah lain sudah ada SMS provokasi terkait konflik di Ambon,” ungkapnya. Belakangan, polisi juga intens melakukan pendekatan dan sosialisasi ke masjid-masjid dan kelompok masyarakat. “Intinya, yang kita sampaikan sama, yaitu mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan kasus di Ambon,” terangnya seraya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan instruksi Polda Jatim. (azi/irw)

SRONO - Entah setan apa yang merasuki otak Muhammad Saturi, 40. Diduga, dia telah menggauli putri kandungnya sendiri. Sadisnya, warga Dusun Sukolilo RT 03 RW 04, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono, itu diduga telah melakukan perbuatan asusila itu sejak tahun 2006. Aksi bejat bapak yang dikaruniai dua putri tersebut terkuak setelah Saritem (nama samaran), 18, korban sekaligus putrinya, bercerita kepada budhe-nya (tantenya, Red) sendiri pada Jumat (16/9) lalu. Sang

tante langsung kaget mendengar laporan keponakannya itu. Tidak lama kemudian, informasi tersebut merembet ke warga lain, termasuk pejabat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat. Untuk mengatasi masalah tersebut, dengan cepat pejabat lingkungan setempat melakukan investigasi kepada Saturi. “Setelah saya de ngar informasi dari ketua RT, saya langsung mendatangi Saturi pada Jumat malam setelah Magrib,’’ tutur Handoyo Setiawan, ketua RW setempat kepada RaBa, kemarin (19/9). Menurut Handoyo, dia telah mendapatkan laporan dari Seger

Prayitno, ketua RT setempat. Dia langsung menelusuri kebenaran informasi tersebut. Investigasinya berlanjut dengan mendatangi rumah Sa turi. Selanjutnya, dia mengajak pria itu ke rumah nenek korban. “Biar samasama tahu, saya ajak dia ke rumah ibunya,’’ terangnya. Setelah berada di rumah ibunya, lanjut Handoyo, disaksikan keluarga Saturi, dia menanyakan fakta terkait masalah tersebut. Pengakuannya, dia sebatas meraba paha putrinya. “Saya tanya, katanya hanya sebatas paha,’’ ungkapnya dengan nada keheranan n  Baca Sadis...Hal 35

Ditinggal Istri ke Taiwan SEMENTARA itu, dugaan Saturi tega menggauli putrinya sendiri adalah karena lama ditinggal istrinya bekerja di luar negeri. Praktis, selama beberapa tahun terakhir pria itu kesepian, karena hanya tinggal bersama dua putrinya. Selain Saritem, seorang putri yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar (SD) juga tinggal serumah dengan Saturi. Handoyo, ketua RW setempat membenarkan bahwa warganya itu sudah lama ditinggal istrinya pergi keluar negeri. Sebelumnya, istrinya juga jarang berada di rumah. “Memang tidak ada di rumah. Dulu kerja di Bali, Batam,

dan sekarang ke Taiwan,’’ bebernya kepada RaBa kemarin. Nah, sepeninggal istrinya, Saturi sebenarnya sudah mempunyai pekerjaan. Dia mencari barang-barang bekas untuk dijual. Tetapi, entah karena apa, tiba-tiba dia berhenti bekerja hingga menjadi pengangguran. “Dulu dia (Saturi, Red) kerja mencari rongsokan, tapi sudah lama dia tidak kerja,’’ jelasnya. Sebenarnya, pasangan suamiistri yang dikaruniai dua putri tersebut belum bercerai. Hanya saja, menurut Handoyo mereka sudah pisah ranjang. “Mereka tidak cerai, cuma sendiri-sendiri,’’ ungkapnya. (ton/irw)

Menengok Kiprah Jawara Model dari Kota Genteng

Koleksi Puluhan Tropi, Ingin Ikut Putri Indonesia Sherliyana Maharani Syafitri baru berusia 15 tahun. Namun, segudang prestasi sudah direngkuh oleh warga Jalan Krakatau, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu. Puluhan tropi model kini sudah dia koleksi. ALI NURFATONI, Genteng KALI pertama bertamu di rumah Imam Syafi’i, kesan yang muncul di benak adalah puluhan piala dipajang rapi di atas lemari. Deretan tropi dengan berbagai model dan warna itu, ternyata milik Sherli—panggilan putri Imam. Kumpulan piala tersebut diraih

gadis belia itu sebagai juara lomba modelling dan fashion. Sejak anak-anak, bakat dan potensi anak sulung pasangan suami-istri Imam dan Dwi Emi Kresnawati itu memang sudah terlihat. Awalnya, sebatas mengikuti lomba fashion di tingkat desa. Namun, siapa sangka, setelah itu siswa kelas X SMAN 1 Genteng itu sering meraih juara. Sherli semakin eksis dengan sering tampil di even lomba kecamatan dan kabupaten. Bahkan, talentanya sebagai model terus diasah hingga merambah level nasional. Sherli nekat mengikuti perlombaan model di Jakarta. Jangan heran, bila wajahnya pernah menghiasi majalah remaja “Kawanku” dan tabloid “Gaul”. Sederetan prestasi yang mengharumkan Bumi Blambangan itu tidak diraihnya dengan mudah. Sebab, untuk menjadi model profesional butuh banyak per-

juangan. Baik dari segi mental maupun tenaga, dan pikiran. Apalagi, dana yang harus dikeluarkan untuk biaya terbilang tidak sedikit. Dengan melalui beragam hambatan, akhirnya hasil yang diraih bisa memuaskan orang tuanya. “Itu sepeda motor dapat hadiah waktu di Jakarta,’’ ungkap Imam kepada RaBa sembari menunjukkan motor yang diparkir di halaman rumahnya, kemarin siang (19/9). Menurut Imam, putrinya memang mempunyai bakat sejak usianya masih belia n  Baca Koleksi...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

SEGUDANG PRESTASI : Sherli berpose di depan puluhan tropi di rumahnya, kemarin (19/9).


KOMUNIKASI BISNIS

28

Selasa 20 September 2011

Atasi Krisis Pangan, BUMN Luncurkan Program GP3K BANYUWANGI - Ancaman krisis pangan berada di depan mata saat ini. Perubahan iklim global menjadi salah stau penyebab petani gagal panen. Di samping itu serangan hama dan penyakit juga menjadi faktor penyesak dada untuk petani menikmati hasil olah tanahnya. Mensiasati kondisi tersebut pemerintah pusat melalui empat BUMN yang menaungi bidang ketahanan pangan dan pertanian, pemerintah menginginkan agar stok pangan bisa tercukupi. Solusi yang ditempuh di antaranya dengan menggandeng petani lewat program kemitraan yang diberi nama program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan (GP3K) berbasis Korporasi. Lewat program ini, pemerintah berharap petani mampu meningkatkan produksi pertaniannya khususnya pangan. Program ini dijalankan dengan metode pemberian pinjaman pupuk kepada petani tanpa bunga. Pupuk majemuk yang terdiri dari NPK Pelangi sejumlah 300 kg, Urea 150 gram, dan Ze Organik sebanyak 500 kg menjadi paket stimulus dari bentuk pinjaman kepada petani dari pemerintah. Pupuk majemuk diberikan sebagai upaya pemerintah meningkatkan produksi hasil pertaniannya. Sebab, selama ini petani hanya mengunakan satu jenis pupuk saja. Imbasnya, hasil produksi yang diharapkan tidak maksimal. Program ini juga menyediakan pinjaman pestisida bagi petani. Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Kaltim Yusri Minarsyah mengatakan, lewat program ini diharapkan ada peningkatan produksi pertanian dari petani. Minimal peningkatan dalam satu hektar, petani mampu meningkatkan kapasitas prosuksinya hingga 1 ton. Dalam penyaluran pupuk di Banyuwangi nantinya, PT Kaltim akan menggandeng distributor pupuk yakni CV Panen Raya. Dari distributor inilah pupuk akan disalurkan kepada petani lewat kios maupun kelompok tani.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SOSIALISASI: (Ki-ka) Petinggi PT Kaltim Yusri Minarsyah dan Adam Arifin didampingi Wabup Yusuf Widyatmoko, Sekkab Sukandi, dan owner CV Panen Raya Michael Edy Hariyanto kemarin.

Dijelaskan pula, untuk program GP3K ini PT Pupuk Kal-

tim menilai Banyuwangi layak menjalankan program ini.

Dengan kuota 6000 hektar dari 24000 hektar yang menjadi wilayah pengelolaan PT Kaltim di Sulawesi dan Bali. Dia yakin program ini bisa mendukung peningkatan pangan. Dalam sosialisasi program GP3K yang dilaksanakan di AIL Rogojampi kemarin, sederet petinggi PT Kaltim juga hadir. Di antaranya Direktur Komersil Suldja Hartono, GM Penjualan Adam Arifin. Di samping itu Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Sekretaris Daerah Sukandi juga tampak hadir. (nic/adv/als)

Toha/RaBa

BERKUMPUL: Dari kiri, Ny Minuk Widyatmoko, Ny Ipuk Fiestiandani Anas (Ketua Penasehat GOW) dan Ny. Sukandi saat acara halal bihalal di Pendapa Shaba Swagata Blambangan kemarin.

Wedding Fair di Gedung Wanita BANYUWANGI—Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banyuwangi punya gawe besar. Even yang digelar dalam rangka menyambut hari Ibu itu bertajuk ‘Wedding Fair 2011’. Rencananya, pameran ini digelar tanggal 4-6 Oktober 2011 di Gedung Paramita Kencana Banyuwangi. Ketua GOW Banyuwangi, Ny Minuk Uliawati Widyatmoko mengatakan even yang ini digelar ini merupakan hasil

karya dari kreativitas anggota GOW. GOW harus mampu menunjukkan jati diri sebagai wadah bertemunya organisasi wanita. Sehingga dapat memupuk dan memelihara persatuan dan kesatuan baik sesama anggota GOW maupun eksternal. “Untuk mengelola potensi yang dimiliki kaum wanita, perlu didorong dalam melahirkan dan melaksanakan rencana-rencana strategis. Sehingga pencapaian tujuan dapat menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Ny Minuk. Dalam even akbar pertama yang digelar di Banyuwangi ini, Wedding Party ini mempromosikan dekorasi, tata rias, tenda, souvenir, catering, kartu

undangan dan foto serta video. Selain memamerkan aneka macam perlengkapan pernikahan. Pameran ini juga akan dihibur dengan berbagai macam lomba. Seperti lomba gemuk luwes, lomba kreativitas daur ulang, lomba design batik, dan lomba fashion show. “Pameran ini dijamin akan menampilkan sekaligus memberikan informasi seluas-luasnya tentang perlengkapan pernikahan. Oleh sebab itu, saya menghimbau kepada semua organisasi wanita untuk jadi peserta. Dan, bagi masyarakat, bisa menyaksikan pameran ini,” pungkasnya. Informasi pendaftaran pameran ke Mbak Ita 082140245567. (ikl/als)

DIJUAL Suzuki ST 100 SP th 2000 biru mtl hrg 47,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki SB416 Escudo (jeep) th 2000 biru mtl hrg 92,5 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Daihatsu F70R-R Taft (jeep) solar th 1989 hitam hrg 52,5 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Mts T120ss pu 1.5 FD (pick-up) th 2009 hitam KNZI hrg 71,5jt nego brg istw Bisa , Kash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Nissan Xtrail 2.5L ST AT th 2003 hitam hrg 152,5 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Pertama di Banyuwangi, Dimeriahkan Berbagai Lomba

Hotline Iklan: (0333) 412224


BALJEBOL

Selasa 20 September 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Guru-Siswa Demo Pembangunan Perpustakaan BONDOWOSO - Kebijakan pengurus cabang Muhammadiyah Bondowoso yang berencana membangun gedung perpustakaan bagi SMP Muhamadiyah di satu kompleks dengan SD Muhammadiyah direaksi keras para guru dan 75 siswa SD Muhammadiyah. Kemarin, mereka menggelar unjuk rasa dan orasi saat berlangsungnya upacara bendera di halaman sekolah yang tengah di bangun pondasi bagi gedung perpustakaan tersebut. Bahkan, para siswa-siswi SD Muhammadiyah menangis sebab mere-

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

PRIHATIN: Para guru dan murid SD Muhammadiyah saat aksi kemarin. Pembangunan gedung di halaman sekolah membuat siswa tak bisa upacara.

JEMBER

Dikeroyok 8 Pemuda, Pingsan LUKY Kurniawan, 19, warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates harus mendapat perawatan intensif tim medis RSD dr Soebandi. Ini setelah Luky dikeroyok beberapa pemuda hingga tak sadarkan diri. Aksi pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 23.00 di sekitar Hotel Panorama, Kaliwates. Informasi RJ menyebutkan, sebelum kejadian, Luky mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Riky, 20, warga Tegal Besar, Kecamatan Kaliwaes. Saat itulah, ada beberapa anak kecil di tepi jalan yang mengolok dan mengumpat mereka berdua. Lantaran jengkel, Riky dan Luky menghentikan laju motor dan mendatangi anak-anak tersebut. Saat keduanya memarahi anak-anak tersebut, datanglah delapan pemuda yang langsung menghardik Luky dan Riky. Delapan pemuda itu tidak terima saat Riky dan Luky memerahi anak-anak tersebut. Tanpa banyak cakap, delapan pemuda langsung menghajar Riky dan Luky. Lantaran terdesak, Riky berusaha melarikan diri. Sialnya, Luky tak kuasa melarikan diri hingga kena hajaran. Akibatnya, Luky babak belur dan tak sadarkan diri. Pasca kejadian, beberapa warga datang dan berusaha menolong anaknya. Selanjutnya, korban dibawa ke RSD dr Soebandi untuk mendapat perawatan medis. Tak terima dengan kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan kejadian yang dialami ke pihak berwajib. Kini, kasusnya masih dalam penanganan. Sedangkan korban, hingga kemarin masih belum bisa dimintai keterangan. (rid/wnp/jpnn)

BONDOWOSO

ka akan kehilangan sebidang tanah yang bakal dibangun gedung perpustakaan. ”Kami tak pernah diajak bicara oleh pengurus cabang. Tibatiba pada Sabtu kemarin lusa, halaman depan sekolah SD Muhammadiyah yang satu kompleks dengan SMP Muhammadiyah, sudah dibangun galian untuk pondasi,” kata Solihin, 48, wakil Kepala SD Muhammadiyah Bondowoso. Oleh sebab itu, kata Solihin, para guru SD dan para siswa-siswi, keberatan dengan pembangunan gedung perpustakaan yang lokasinya persis

di depan SD Muhamadiyah tersebut. ”Jika bangunan perpustakaan ini berdiri, maka anak-anak tidak bisa lagi berolah raga, bermain, atau melakukan kegiatan upacara,” ungkapnya. Sehingga, saat upacara bendera digelar, para siswa-siswi itu, berdiri digundukan galian tanah yang ada didepan kelas mereka. Bahkan, para siswa-siswi itu menangis saat para guru menggelar orasi. ”Saya juga tidak habis pikir, kenapa pengurus Muhammadiyah, sewenang-wenang kepada SD Muhamadiyah,” ungkapnya. Di lokasi banyak tertempel poster

yang mengungkapkan keberatan terkait pembangunan perpustakaan bagi SMP Muhamadiyah tersebut,. Bunyi poster itu, antara lain, ‘Halaman itu untuk, upacara, bermain, olah raga, drum band, tapak suci, senam, dll”, ‘Ayo bermain di genteng,’ Kami bukan sapi yang hanya diarak diam, kembalikan halaman kami,’. Dan poster sejenis yang mengutuk pembangunan gedung perpustakaan. Usai upacara, para siswa tanpa dikomando, melakukan aksi dengan menguruk lobang pondasi dengan tanah. (eko/ido/wah/jpnn)

Jalan Diportal, Warga Memanas LUMAJANG – Kondisi Desa Pandan Arum Kecamatan Tempeh, Lumajang, kemarin pagi (19/9) sedikit memanas. Pasalnya, dua kubu yakni petani dan penambang pasir nyaris bentrok. Masalahnya, jalan menuju tambang pasir diberi portal oleh petani. Para petani menganggap aksi penambangan merusak pertanian dan jalan mereka. Puluhan orang dengan menggunakan sekitar delapan truk pasir kemarin pagi (19/9) mendatangi portal yang ada di dekat Pantai Selatan Desa Pandan Arum. Mereka turun dari truk dan merusak portal yang dibuat oleh para petani di portal tersebut. Para petani sendiri yang jumlahnya hanya belasan hanya dapat melihat portal tersebut dibongkar oleh para penambang pasir. Kemarahan orang yang merusak portal tersebut menggambarkan bagaimana memanasnya dua kubu, yakni petani dan penambang di desa tersebut. Alasanmereka, karena debu yang dibawa truk pasir kerap merusak tanaman pertanian. “Truk yang melintas merusak jalan dan debunya merusak tanaman,” kata Surdi, salah satu petani di lokasi kejadian kemarin. Kekisruhan tersebut sebenarnya bermula dari kegiatan beberapa warga yang menambang di areal tanah oloran Perhutani sejak beberapa bulan lalu. Sebelumnya, warga Pandan Arum hanya menambang pasir di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimujur. Untuk mencapai lokasi, mereka melewati lahan pertanian tersebut Usman, kepala Desa Pandan Arum mengatakan, pihaknya memang mendapatkan protes dari para petani terkait adanya penambangan tersebut. “Petani protes dan langsung memasang portal di jalan,” kata Usman. Padahal, pihak desa tidak memberikan rekomendasi, sebaliknya memberikan izin penambangan tersebut. Alasannya, sama-sama mencari nafkah untuk keluarga. “Asalkan untuk penambangan manual atau tradisional,” jelasnya. (ram/sh/jpnn)

GUIDO/RADAR JEMBER/JPNN

HARUS ANTRE: Warga Desa Klekean terpaksa antre mengambil air bersih dari tandon di desa setempat.

RADAR JEMBER/JPNN

RUSAK LAHAN PETANI: Para petani dari Desa Pandan Arum, Lumajang, memblokade jalan menuju lokasi penambangan pasir kemarin.

Warga Klekean Antre Air KEMARAU panjang yang melanda Bondowoso tahun ini mempengaruhi ketersediaan air bersih di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso. Akibatnya, sebagian besar warga desa tersebut, mulai mengalami kesulitan air bersih, utamanya untuk kebutuhan konsumsi sehar-hari. Itu karena, kemarau panjang membuat sumber air tidak dapat memenuhi penampungan air bersih atau tandon milik warga Desa Klekean. Sehingga, warga terpaksa antre untuk mendapatkan air bersih dari tandon. ”Biasanya warga mudah mengambil air bersih di tandon, tapi sekarang harus antre karena persediaan air bersih terbatas,” kata Nurlaeli, seorang warga setempat. Sedangkan untuk kebutuhan air mandi, sebagian besar warga Desa Klekean tak menggunakan air bersih dari tandon. Mereka memakai air sungai yang lokasinya cukup jauh dari desa itu. ”Kalau untuk mandi, warga pergi jalan kaki ke sungai yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari desa,” katanya. Kades Klekean Nurhadi mengatakan, kesulitan air bersih yang menimpa warga desanya, terjadi mulai pekan lalu. Itu karena, menipisnya debit air dari sumber air pemasok penampungan air bersih atau tandon milik warga Desa Klekean. ”Kalau satu bulan ke depan tidak turun hujan dan pemkab tidak segera menyalurkan bantuan air bersih, warga pasti akan krisis air bersih untuk konsumsi sehari-hari,” jelasnya. (ido/wah/jpnn)

Mesum, Digerebek Sabhara LUMAJANG – Anik, 24, warga Desa Serbet,Kecamatan Sumbersuko dan Saman, 26, warga Ranuyoso, Lumajang kemarin pagi (19/9) digrebek tim Sabhara Polres. Kedua sejoli yang belum terikat pernikahan dengan orang lain memang keterlaluan. Mereka ketahuan nekat mesum di taman Alun-Alun Lumajang saat jam kerja. Kejadian tersebut bermula dari beberapa warga yang risih dengan adegan yang dilakukan keduanya di tengah taman alun-alun tersebut. “Dengan santai mereka berciuman dan berpelukan,” kata Nuh, warga Lumajang yang biasa berjualan koran tersebut. Bahkan, keduanya terlihat cuek saat warga

lewat dan beberapa rekan tv mengabadikan aksi keduanya. Tentu saja, hal tersebut membuat Nuh risih. “Bagaimana ini satpol PP? Orang mesum dibiarkan, yang jualan Koran diusir,” seru Nuh yang jengkel karena Satpol PP sepertinya tidak menghiraukan kejadian yang sering terjadi di alun-alun tersebut. Tidak beberapa lama, ternyata ada warga yang melaporkan kepada Sabhara Polres Lumajang. Tidak beberapa lama, beberapa anggota Polres Lumajang pun menangkap keduanya. Keduanya langsung digelandang ke Mapolres Lumajang untuk dimintai keterangannya. Kepada petugas, mereka

mengaku baru bertemu sekali itu saja. “Saya kenal juga lewat sms,” kata Saman yang sedang pisah ranjang dengan istrinya namun belum bercerai tersebut. Namun, yang dilakukan dirinya di alun-alun tersebut tentu tidak menunjukkan dua orang yang baru kenal. Melainkan seperti orang yang sedang kasmaran tersebut. Sementara Anik yang ditinggal suami kerja di Sumatra tersebut, juga mengatakan hal serupa. Mereka hanya kenal lewat sms dan baru janji bertemu. Kasat Sabhara Polres Lumajang, AKP Edi Santoso mengatakan, yang dilakukan jajarannya karena dapat laporan dari masyarakat. (ram/sh/jpnn)

Dilindas Truk, Siswi MAN I Tewas JEMBER – Kecelakaan hingga menelan korban jiwa terjadi di jalan raya Desa Gempal, Kecamatan Pakusari. Korbannya adalah Bella Wahyu, 17, siswi MAN I kelas III Jember asal Banyuwangi. Dia tewas setelah terlindas truk sekitar pukul 06.00. Kini, kasusnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Jember. Menurut Nanang, salah seorang saksi mata, sebelum kejadian, dari arah timur korban mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol P 4964 YY. ‘’Sepertinya dia baru saja dari rumah dan akan berangkat ke MAN,’’ katanya. ”Mungkin korban takut terlambat datang ke

sekolah. Korban melaju dengan kecepatan tinggi,’’ imbuhnya. Mendadak motor korban terlihat oleng hingga akhirnya jatuh ke aspal. Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan melintas truk Nopol P 4899 UM yang dikemudikan Sahrin, 55, warga Banyuwangi dengan kecepatan tinggi. ‘’Jarak terlalu dekat. Begitu korban jatuh langsung melindas tubuh korban. Seketika itu, korban meninggal,’’ kata Nanang lagi. Setelah petugas datang, tubuh korban dibawa ke RSD Soebandi. Sedangkan Sahrin berikut truk diamankan di Polres Jember. (rid/wnp/jpnn)

M. Morsydi dan Kepeduliannya pada Anak Yatim

Berbagi Rumah hingga Ngutang untuk Memenuhi Biaya Berbagi terhadap sesama tidak harus menunggu saat kaya. M. Morsydi mampu membuktikannya. Diasuhnya puluhan anak yatim dan kaum duafa justru di tengah segala keterbatasan. EKO SETIA BUDI, Jember FAKIR miskin dan anak telantar dipelihara oleh Negara, begitu amanat pasal 34 ayat 1 UUD 1945. Sementara pasal 31 ayat 1 UUD mengamanatkan kepada Negara untuk memberikan pendidikan kepada setiap warganya tanpa membedakan status sosial mereka. “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan,” begitu seru undang-undang Namun begitu, masih banyak kaum duafa serta anak yatim di negeri ini yang belum mencecap pendidikan layak. Hal itulah yang membuat M. Morsydi dan keluarganya terpanggil. Diasuhnya puluhan anak yatim dan kaum duafa itu. Dia juga menanggung

biaya pendidikan dan hidup mereka. Semuanya berawal pada medio 2010. Muhammad Anis, kakak ipar Morsydi yang kerap mengisi pengajian tersadar. Seringkali dia menemukan kaum duafa khususnya anak yatim tanpa pendidikan. Dari situlah, muncul gagasan di keluarganya untuk memberikan akses pendidikan secara cuma-cuma kepada anak yatim dan kaum duafa Memulai niat baik itu, mereka menjemput satu per satu, anak-anak dari keluarga fakir. “Awal kali ada 7 anak yang kita jemput dari rumahnya,” kenang Morsydi, pria kelahiran Bondowoso, 3 Juli 1970. Karena belum memiliki pendidikan formal, anak-anak diberi sentuhan pengetahuan keagamaan. Pria yang sehari-hari mencari nafkah di bidang pertanian ini menganggap bahwa dasar keagamaan, khususnya akhlak dan budi pekerti, sangat penting sebagai dasar kehidupan seseorang. Karena hal itu yang akan menjadi bekal bocah-bocah dari kaum duafa ini kala menjalani hidupnya kelak.

PEDULI: Meski harus ngutang, Morsydi tetap mengurusi yayasan anak yatim dan kaum duafa.

RADAR JEMBER/JPNN

Perlahan-lahan, jumlah anak-anak duafa dan yatim yang diasuh oleh yayasan Mabdaus Surur milik keluarga Morsydi bertambah. Kini, setelah lebih satu tahun perjalanan, sudah sekitar 33 anak duafa dan yatim yang diasuh di yayasan ini. Mereka tidak hanya dari lingkungan di kawasan Sukowono. Tapi juga data-

ng dari berbagai daerah lainnya, mulai dari Ledokombo, Kalisat, Sumberjambe hingga Bondowoso. Tak hanya memberikan pendidikan, Morsyidi juga memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kebutuhan mulai dari makan hingga mandi. Begitu juga dengan kebutuhan tempat istirahat. Bahkan Morsydi merelakan

sebagian ruangan di rumahnya di jalan Untung Suropati no 85 Sukowono, dijadikan tempat tidur bagi anak-anak kurang beruntung itu. Kepedulian keluarga Morsydi terhadap sesama bukan karena memiliki harta berlimpah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup para anak duafa dan yatim itu, mereka menyisihkan penghasilan pribadi. Beberapa bisnis keluarga pun dijalankan. “Kita punya toko di depan. Yang ngelola istri saya. Ya dibantu anakanak yang kita asuh,” kata alumnus Institut Agama Islam Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo ini. Dari penghasilan bisnis jual beli di tokonya itulah, sebagian disisihkan untuk kebutuhan anak-anak asuhnya. Pada perkembangannya, kepedulian dari para donatur juga berdatangan. Seringkali mereka mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan di yayasannya. Kendati begitu, bantuan itu tak langsung dihabiskan. Melainkan diputar untuk menjalankan beberapa usaha. Mulai dari jual micin hingga bawang. Semua hasilnya khusus untuk biaya anak-anak asuhnya.

Meski begitu, bukan berarti semuanya berjalan mulus tanpa ada rintangan. Keluarga ini kerap kehabisan dana. Mengasuh puluhan anak duafa dan yatim bukan perkara mudah. Apalagi, hingga saat ini, semuanya swadaya. Hanya semangat solidaritas dan kerja sama bahu-membahu antar anggota keluarga yang membuat mereka bisa bertahan. Kalau perlu mengambil jalan dengan berutang. “Kalau ngutang kita sering. Pernah kita dapat pinjaman sapi untuk kita jual terlebih dahulu,” katanya. Dengan semua keterbatasannya, pria dengan dua orang putra ini tetap memanjatkan rasa syukur pada Tuhan Semesta Alam. Karena hingga saat ini, dia dan keluarganya mampu melunasi semua utang. Hingga kini, Morsydi dan keluarganya tak pernah membatasi jumlah anak yatim dan duafa di yayasan. Bahkan, tak pernah ada seleksi untuk menerima mereka. Morsidy pun tak pernah menolak kalaupun ada yang orang tuanya cukup mampu namun berpura-pura miskin. Semuanya diterima . (*/c1/lie/jpnn)


CMYK

34

Selasa 20 September 2011

Tambah Dua Amunisi Asal Brasil BANYUWANGI – Seleksi calon skuad Persewangi proyeksi Divisi Utama semakin berwarna. Persaingan menuju tim inti tidak hanya terjadi antar sesama pemain lokal. Sederet legiun asing yang menjajal berkostum merahhitam juga terlibat persaingan sengit untuk masuk bagian dalam tim.

Gambaran ini setidaknya dengan masuknya dua pemain asing yang turut beradu nasib bersama tim arahan Yudi Suryata kemarin sore. Kedua pemin asing asal Brasil itu, di antaranya Pedro Cesar Franko dan Luis Eduardo da Silva. Mereka melengkapi kehadiran tiga legiun asing sebelumnya yang turut hadir dalam seleksi sebelumnya. Ketiga pemain itu adalah Nilson Chapparo, Diego Mendieta,

dan Asmoah. Mereka akan beradu kemampuan untuk masuk dalam penjaringan tahap akhir yang akan dilaksanakan pada Rabu (14/9) besok. “Dari sini kita akan ambil maksimal 30 pemain untuk masuk dalam skuad tim,” beber Nanang Nur Ahmadi, ketua Persewangi.

Masih adanya jeda satu hari untuk menjaring pemain, Persewangi masih memungkinkan untuk masuknya kedatangan pemain asing lainnya. Di antara yang ditunggu adalah kehadiran pemain Asia asal Korea Selatan. Pemain Asia tersebut belum

hadir dalam sesi seleksi yang digelar sore kemarin. Nanang menyatakan membuka se-

luas-luasnya bagi pemain untuk mengikuti seleksi ini. Tidak heran bila selain diminati oleh sejumlah pemain asing, Persewangi juga kedatangan sederet pemain lokal lainnya. Di antaranya yang tampak turut berlatih adalah David Ariyanto yang notabene merupakan mantan pemain timnas U-21 dan Persiwa Wamena. Lalu, bagaimana pengurus melihat hasil seleksi sejauh ini? Nanang mengaku untuk urusan teknis diserahkan sepenuhnya kepada pelatih. Siapa saja yang masuk dalam tim nanti, dia berharap pemain itu merupakan pemain yang terbaik untuk menghuni skuad Persewangi. “Secara umum mereka pemain yang bagus. Tetapi pelatih yang berhak menentukan,” cetusnya. (nic/als)

DIAMBIL 30 PEMAIN: Legiun asing asal Brasil Eduardo da Silva (hijau) berebut bola dengan pemain seleksi Persewangi di Stadion Diponegoro kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

Sabet Emas, Belum Masuk Limit PON BANYUWANGI – Harapan Yudi Dwi Nugroho mendulang medali di kejuaraan nasional mahasiswa (Pomnas) menjadi kenyataan. Dalam final nomor 100 meter putra yang digelar di lintasan atletik, Riau, kemarin, sprinter asal Licin itu sukses membukukan kemenangan di nomor spesialisasinya tersebut. Yudi finis di posisi pertama sekaligus berhak atas kalungan medali emas. Dan, harapan mahasiswa Uniba Banyuwangi itu untuk mendulang medali lagi masih terbuka. Yudi dipastikan lolos ke final di nomor spesialisasinya yang lain, 200 meter putra. Otomatis, hasil ini membuat mimpi Yudi menembus skuad PON Jatim semakin besar. Hanya saja, Yudi rupanya masih perlu memperbaiki catatan waktunya sebagai batasan dalam limit PON mendatang. “Catatan waktunya saat ini

BANYUWANGI •RUMAH• DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

•KERTANEGARA• DJL Rmh Jl. Kertanegara/Baluk Bgn 76M2 Tanah 200M2 Blkg bisa ditingkat. Lsg bisa ditempati, harga nego TP. Hub 081-803587-755

•RUMAH & BANGUNAN• ISTIMEWA

PERLU PERBAIKAN: Yudi Dwi (kiri) bersama ketua PASI Ayub Hidayat usai mendapat kalungan medali emas Porprov di Kediri beberapa waktu lalu.

11,3 detik. Masih perlu diperbaiki,” beber Agus Sujiono, pelatih PASI Banyuwangi. Agus mengeluhkan kondisi lintasan atletik yang digunakan anak asuhnya untuk bertanding. Idealnya kejuaraan

nasional dilaksanakan di lintasan sintetis. Nyatanya Yudi berlaga di lapangan yang sama seperti saat berlaga arena Porprov Jatim di Kediri beberapa waktu lalu yang merupakan lintasan tanah liat. (nic/als)

DJL Rmh & Bgnn L 320M2 Letak Strategs Didpn Pintu Masuk ASDP, Ketapang Bwi Hub: 081358436164

•OPER KONTRAK• RUMAH 3Kmtdr, 3 Km Mnd, Perum Graha Blambangan Blok A6 Hub:08122114228

•PROPERTY• PERUMAHAN Brawijaya Asri Blok B-5.Jl Kerta negara Bwi. Tipe 36/216 Renovasi. Hub 08123254317

•PROPERTY• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl Agussalim (Blkg Untag) Bwi Hub Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

•PROPERTY• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL-Sisa 1 unit Ruko) Lok Jl Agussalim (Blkg Untag) Bwi Hub Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

•DIJUAL CEPAT• RMH Jl Adi Sucipto 63 Dpn Kntr Golkar & Togamas, Strategis, Pusat Kantor Hub: 081336450163 (A. Rofik)

RUMAH & TOKO DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot , strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

BANYUWANGI •TANAH 1900M2•

•HONDA•

•TANAH - MOBIL•

ALL New Jazz 11’ Polish Metal, KM 4rb, V-kool, Alarm, Anti Karat Elektronik, Dll Hrg 195Jt Nego TPHub 085852378900

DJL Tanah SHM L 271M2 Jl Melati VI/9, 90Jt/Rmh+Toko GPM A14, Panther 91, 43Jt, Trm Carter Avanza;08123463642

•READY STOCK•

BANYUWANGI

•SAWAH• DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM 1Ha 400Jt Nego Hub: (0333)424368

•TANAH KEBUN• DJL Tanah Kebun L22.250 Dsn Kejoyo Tambong Ada 100Phn Kelapa 1000Pepaya, bs Ut Usaha Batu Bagn Hub 085258759917

NEW Jazz MMC, CRV, Freed DP 10Jt + Lucky Dip All Color. Ready Stock Info 082131080096

BANYUWANGI

•TANAH L 4,65 HA•

•DAIHATSU•

•KESEHATAN•

MILIKI Xenia VVT-i UM 12 jt, Terios UM 21 jt, Granmax UM 6 jtan, Luxio disc 15jt. Bs kredit 5th + hadiah menarik. Hub sgr HADI 0333-7728456/081559705555/ 081233432555

ANDA Telat Bulan ??? Solusi Cepat dan Tepat Untuk Melancarkan Haid Secara Teratur Dalam Waktu Singkat, 3 jam di jamin lancarHub. 085257454364

•TANAH DIJUAL• LUAS 2480M2 Lokasi Pakis Jalio, SHM, Berminat Serius Hub: 0877-55723445

•SAWAH• DJUAL Sawah Dlm Kota, SHM, 4500M2, Dpn Perumahan 170Jt Nego Hub: 081346293265

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

•TANAH KAPLING• DIJUAL Tanah L 2600 M Jl. Mega segara Berminat Hub. 081558705503

SITUBONDO •TANAH 271M2• DJL CPT SHM L 271m2, Jl. Melati VI/9. 90jt / Rmh toko GPM A14, Panther ‘91 43jt, trm carter Avanza, 08123463642

•ISUZU PANTHER• DJL Panther Super Royal HI-GLX 97 biru met istimewa. Hub: 08121732210

•SEPEDA MOTOR• DJL Salah Satu Vario Techno CBS Th2010 & Jupiter MX 2007 Hub 081234590052

•TOYOTA• DJL Toyota Corola Altis G 03’ Silver Vcool VL 17 Pemakai 08124626104 BUC

•TOYOTA• DIJUAL Kijang Inova E Bensin '06 Silver Plat DK Hub. 085648819475

•GEBYAR DISCOUNT DAIHATSU• GEBYAR Discount Xenia 4Jt, Terios 4Jt, Luxio 15Jt, GM MB 7Jt, GM PU 9Jt/DP 5Jtan, Brhadiah Uang 1M, 8Terios, 18 Xenia Diundi Agustus Hub: TOPAN 081 331928140/085859493336

•PRIMA MOBIL• RDY Xenia05,06,07.Avanza05,06,07.Kjg LGX03.Inova05,(dsl, bnsin), Panther99, 00,03. CRV09.Zebra07. Taruna04. Advntr97.Cart0 4,PUL300'09, PUFUT'09. PU Zebra06. H 0811301676,0333411655

SITUBONDO

BANYUWANGI

•DIJUAL CEPAT•

•DIJUAL• DJL Ruko 2Lt, 5,5mx12m. Jl Raya 157 Rogojampi Bwi Ex.Sawerigading, SHM, IMB,PLN, Telp, PDAM Hub: 087857211611

•PRIMA MOBIL• RDY New Car.Avanza,Inova, Yaris, Xenia, Terios,PUGrandMax,Honda All New Jazz MMC,All New CRV,Nissan,G-Livina, Juke,March,Fortuner,APV,Swift ,Splash, PUT120SS. H. 0811301676, 0333411655

•DIKONTRAKAN•

•JIMNY•

RUKAN Luas 170 m2 ( 10X17 m) ada kt 2,km2, dpr, r.klrg. lok jln agus salim14 Bwi. Sblh brt BKD.

DJL Jimny Htm Th 90 Modif Variasi AC DVD Plat (P) Hub: 087875505157 Hrg 40Jt Nego

KIAN SENGIT: Kejuaraan basket antarsekolah di GOR Sahabat diwarnai sejumlah kejutan

SDN Model Bikin Kejutan Tundukkan Kepatihan di Game Kedua BANYUWANGI – Persaiangan antar tim kandidat juara semakin terasa saat memasuki hari kedua gelaran Liga Bola Basket (LBP) 2011 kemarin. Di grup B, SDN 4 Penganjuran putra yang melakoni laga keduanya memastikan angka penuh dalam laga yang dimainkan di GOR Sahabat

Banyuwangi tersebut. Menghadapi SDN Kepatihan, anak-anak Brawijaya tampil penuh percaya diri. Dalam empat kuarter yang dimainkan, SDN 4 Penganjuran menutup laga dengan skor menyakinkan 23-13. Hasil ini membuat ambisi SDN 4 Penganjuran lolos ke babak berikutnya terbuka lebar. Kejutan justru terjadi di game kedua pool D. Tim putri SDN Model mampu menjungkalkan

perlawanan SDN Kepatihan. SDN Model yang takluk dari SDN 4 Penganjuran di laga perdana mampu tampil dominan. SDN Kepatihan dibuat scorless dalam pertandingan yang disaksikan puluhan pasang mata ini. Selama empat babak yang dilalui, SDN Model menutup laga dengan torehan 100. Kemenangan yang sekaligus menjaga peluang SDN Model bersaing di grup ini. (nic/als)

BANYUWANGI SITUBONDO

•STNK•

•TANAH 8050M2•

•DIPLOMA 1•

HLG STNK Nopol 5090 XB an. Ibnu Sunaryo al: Krajan RT03/RW01 Cluring, Bwi.

DJL SEGERA Tanah 8050m2+bangunan rumah. Ada 63 pohon rambutan dan 2 bekas kolam pemancingan, di dusun Pekulo, SHM, harga 375 juta (nego), peminat serius Hub: 081554147502.

BHS Inggris & Manajemen Bisnis. Perkuliahan Okto ‘11. SPP 199ribu/bln, dosen luar & dlm negeri, psti kerja. H: 0361-237367

•BPKB•

BANYUWANGI

•TANAH 300 M2• DJL Tnh Kapling SHM L +- 300 M2/ 1 1/2 Kavling Lok. Dlm Kota, Gg Makning Hrg Nego Berminat Hub. 08123444291/0333-423537

HLG BPKB Nopol P 6194 WV an Dwi Wahyu NovanAditiaal:Kamp.BoadanaMataloko,Ngada HLG BPKB Nopol P 6194 WV an Dwi Wahyu Novan A. No Mesin G.420.10138318

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•KULINER• TELAH Dibuka Wrg”ENA’ Yo” Jl Ltjn Sutoyo Dpn Lap Futsal Scudeto Blkg SD Brawijaya. Sedia Lontong Mie, Mie Ayam, Nasi Bakmoy, Es Rainbow, Dll.

•INVESTASI• ANDA karyawan/ibu RT/pensiunan ingin memiliki tabungan & investasi dgn keuntungan 100%, legal, aman&terjamin? hub.smartvest 8930726, 087755501166.

•PELATIHAN• INGIN usaha? Daftarkan sgr di pelthan entrepreneur. Dijamin! Biaya ringan, lulus lgsg memiliki usaha&bantuan modal. Daftar 5-15 Sep. disc 50%. Hub 085738511018, 7742121

•SOUVENIR• CETAK Mug Kaos Pin Ganti Kunci Jam Untuk Promo Toko Kantor Souvenir Ultah Nikah hrga Murah. Jula Kaos & Souvenir Bwi Partai & Ecran Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto 0333-417992-081913906633

•PENGOBATAN• TIGA Therapi Alternatif , Refleksologi, Accupresure dan TA Hubungi: 03338919141, 082140734262

•KARYAWAN/TI•

DJL Tnh &Bgn SHM, Tingkat, 11Kmr, Cck U/ Kos, Dkt Kmps UNEJ, L141M2. Jl Halmahera GgII No05 Hub(031) 70971222/085258759917

BANYUWANGI

•STAR BOX• DIJUAL / Disewakan Mesin Karaoke + Koleksi Lagu + 35.000. Berminat!! Hub: Jl Jendral Sudirman 199 Bwi Telp. (0333) 421678

BANYUWANGI

•SUMBERSARI•

GALIH COKRO/RaBa

•INGIN WIRAUSAHA • FASHION, Tour&Ticketing,Salon,Kursus/ Bimbel,Spa&Clinic?Anda tdk tau caranya?Hub SBC 7742121 mdl mulai dr 500rb-25jt.

DJL Tanah 4,65 Ha, SHM Pinggir Jl, Hrg 65rb/M2 (Nego). Lokasi Kaliputih Gtg Wetan Bwi Hub: 081-249-760-49

•RUMAH SEWA•

JEMBER

SITUBONDO

TANAH 1900m2, Ds Kedayunan, ada phn durian dll, dlm kampung,T.426449/ 081911695857

Rmh+UangSewa2ThnTunai.PenatabanPggrJln BsrLt.1750Lb + 390 SHM Andre08211380580

DJL Rmh SHM Lt. 92 M2 4 Kt dr , Rt. 2 Km Perum Panper Blk CC 16 H-0341-715472 /TP

SITUBONDO

•PELUANG BISNIS• WWW.program5milyar.com/?id=chocolate Saatnya Uang Bkrj u/ Anda.Buktikan!

HLGBPKB Nopol P 3045 WO an. SusiloWidia Ningrum. al:Kamp.BoadanaMataloko,Ngada HLGBPKB Nopol P 3045 WO an SusiloWidia Ningrum, Mesin 5TL-428717 Srono HLG BPKB Nopol P643 VJ an Giyem Dsn Plosorejo Rw 03/01 Hub: 081358561991

DICARI Wnt max 28th, bs pajak, komptr, satpam max 30thn pnglmn.Krywn laki2 max 35th dan driver, pny SIM B2 umum. Lok kerja di Gambor Parijatah.Krm ke DI Panjaitan 64 Bwi

•ANUGERAH FOTOCOPY• DBTHKN SGR, 1. Tng Admin (pr, min SMA sdrjt, pnglmn, dtmptkn di Bandung); 2. Pengasuh anak (pr, maks 25th, blm mnikah); 3. PRT. Hub Anugerah Fotocopy, Jl. Agus Salim (sltn Untag) Bwi, 0333-427190.

•PEMBANTU• CARI Pembantu Gj 700, B.Sitter Gj 1,5jt, bersih krj di Bali. H: 0361-488315/ 487706.

•BUTUH SEGERA• PT BANK Syariah Mandiri Lamaran Kirim Ke Jl Basuki Rachmad 93 Banyuwangi.


Selasa 20 September 2011

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Empat Billboard Jadi Incaran ... ■ WARNING... Sambungan dari Hal 25

“Semua itu papan reklame dengan satu tiang,” terangnya. Penertiban bando satu tiang

dan neon box ini, jelas dia, untuk sementara akan dilakukan di sekitar pusat kota. Sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah mengirim surat peringatan kepada pemilik pa-

pan reklame yang telah habis masa izinnya itu. “Kita baru mengirim surat peringatan kepada 31 pemilik papan reklame satu tiang itu,” jelasnya. Sejumlah 31 bando satu tiang

dan neon box itu terpasang mulai Perumahan Kalirejo di Kecamatan Kabat hingga depan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro. “ Meski izinnya sudah habis, sampai

Beri Ruang untuk Fotografer ■ BIKIN... Sambungan dari Hal 25

Workshop yang digelar pada 19 sampai 30 September itu tidak hanya berisi materi tentang desain kostum. Peserta BEC juga akan diajari dasar-dasar koreografi, tari, dan ekspresi. “Untuk dua hari ini, kita fokus di desain kostum dan make up,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

(Disbudpar) Banyuwangi, Suprayogi. Menurut Suprayogi, pergelaran BEC akan dihadiri 2.500 undangan. Para undangan tersebut berasal dari kalangan pengusaha hotel, budayawan, dan penggiat seni di Banyuwangi. “Para peserta akan berekspresi di atas catwalk yang disediakan,” tuturnya. Koreografi akan disesuaikan alunan musik. Musik akan dimainkan secara live. Selama peserta BEC berjalan selepas dari

catwalk, akan diikuti sebuah mobil yang mengangkut para pemain musik. “Semoga pergelaran ini sukses,” harap Suprayogi. Dia menegaskan juga ada panggung khusus para fotografer. Dari panggung tersebut diharapkan para fotografer bisa mengabadikan momen-momen terbaik dari pergelaran BEC. “Kita berikan space khusus agar para fotografer benar-benar leluasa,” cetusnya. (mg-1/bay)

Akan Dijual ke Pasar Loak Genteng ... ■ MOTOR... Sambungan dari Hal 25

“Saat ini, tersangka menjalani proses pemeriksaan,” ujar Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio SP. Kasus itu mengemua setelah Nurhasanah, 30, warga Dusun Warengan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, melapor ke

Polsek Rogojampi. Dalam laporannya, Nurhasanah mengaku ditipu Sodikin. Motor Yamaha Mio milik korban dipinjam tersangka. Bukannya dikembalikan, motor itu malah dipreteli. “Menurut keterangannya, onderdil pretelan itu akan dijual terpisah di pasar loak di Kecamatan Genteng,” jelas Kapolsek Bagio.

Dari laporan tersebut, anggota Satreskrim Polsek Rogojampi langsung melakukan penyisiran. Hasilnya, tersangka yang sedang berada di rumahnya berhasil diciduk tanpa perlawanan. “Langsung kita bawa ke polsek,” ujar Kompol Bagio. Kepada polisi, Sodikin mengakui perbuatannya. Dia mengaku akan menjual motor Yamaha

Mio tersebut secara terpisah di pasar loak. Penjualan spare part motor itu secara terpisah dilakukan agar kejahatannya tersebut tidak mudah terendus polisi. Namun, sial baginya, belum sempat semua onderdil motor itu terjual, polisi sudah meringkusnya. “Motivasinya ingin mendapat keuntungan,” ujar Bagio. (mg-1/bay)

Dana Iuran Anggota Korpri ... ■ TEGASKAN... Sambungan dari Hal 25

Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko yang mewakili Bupati Anas menyampaikan, peraturan daerah (perda) tentang pengaturan reklame dan raperda Sekretariat Korpri sangat diperlukan. Wabup Yusuf menyampaikan, pihaknya berterima kasih kepada anggota dewan yang telah memberi saran, kritik, dan pendapat, atas diajukan-

nya sembilan raperda itu. Sejumlah kritik dan saran yang disampaikan tujuh fraksi terhadap raperda Satpol PP banyak yang disetujui. “Eksekutif bisa memahami dan menyetujui,” katanya. Dari sembilan raperda yang diajukan, eksekutif banyak mengalah dengan menerima hampir semua saran dan kritik tujuh fraksi tersebut. Namun, untuk dua raperda yakni pengaturan reklame dan raperda sekretariat Korpri yang ditolak legislatif,

eksekutif berharap bisa dibahas. “Korpri tidak akan membebani APBD bila dibuatkan perda,” cetus Wabup Yusuf. Wabup menyebut, Korpri sebenarnya bagian dari organisasi perangkat daerah (OPD). Organisasi ini telah banyak diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). “Sumber keuangan Korpri juga sudah jelas,” ungkapnya. Di antara sumber keuangan yang diperoleh Korpri berasal

dari iuran anggota. Selain itu, juga ada dari pihak lain yang halal dan tidak mengikat. “Dengan sumber dana ini, tentu tidak akan membebani APBD,” cetus Yusuf. Raperda pengaturan reklame yang ditolak dewan juga ditanggapi serius eksekutif. Wabup Yusuf menyampaikan bahwa raperda reklame dijamin tidak akan tumpang tindih dengan raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang kini sedang digodok. (abi/bay)

Saturi Sudah Pergi dari Rumah ■ SADIS... Sambungan dari Hal 27

Padahal, imbuh dia, pengakuan korban, ayahnya sudah melakukan perbuatan mesum layaknya suami istri terhadapnya. Parahnya, perbuatan tak senonoh itu sudah sering dilakukan sejak korban masih duduk di kelas 1 SMP. “Korban mengaku sudah digituin sejak SMP kelas satu,’’ beber Handoyo. Namun, siapa sangka dalam pembicaraan bersama keluarga tersebut, Saturi justru melarikan diri. Dia kabur dengan berpura-pura buang air kecil. “Saya asyik-asyiknya ngomong sama keluarganya, dia tahu-tahu sudah tidak ada di tempat.

Katanya mau kencing, tapi malah tidak kembali,’’ sesalnya. Sesaat setelah kejadian yang taak diduga tersebut, Handoyo dan keluarga Saturi langsung bergegas mencarinya. Namun, pria itu menghilang. “Langsung kami cari dibantu warga, tapi (Saturi, Red) sudah tidak ada,’’ ungkapnya. Saturi melarikan diri tanpa mengendarai kendaraan apa pun. Sebab, dia memang tidak memiliki kendaraan. Selama ini dia hanya pengangguran. Jadi, tidak ada penghasilan sama sekali. “Dia lari tidak bawa apa-apa, lha wong dia tidak punya sepeda motor,’’ jelas ketua RW itu. Khoirudin, tetangga korban menuturkan kepada RaBa bah-

wa sebenarnya dirinya sudah mengetahui gelagat kurang baik yang dilakukan Saturi. Sebagai tetangga sekaligus sahabat, dia sudah berupaya menasihatinya. Jangan sampai merusak keluarga sendiri. “Saya sudah sering kasih tahu dia, jangan sampai merusak keluarga,’’ tuturnya di kediamannya kemarin. Bahkan, Khoirudin mengaku pernah sengaja mengajaknya jalan-jalan, tujuannya agar Saturi bisa bersenang-senang. Dia yang menanggung semua biaya hura-hura itu. “Saya tanggung asalkan jangan sampai merusak keluarga,’’ tuturnya. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Usahanya tidak dihiraukan Saturi. Hingga akhirnya

terkuak setelah korban tidak kuasa menahan beban penderitaannya. Merasa punya tanggung jawab bersama, akhirnya beberapa pentolan warga sekitar melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Srono Sabtu pagi (17/9). Saat dikonfirmasi RaBa kemarin, Kanitreskrim Polsek Srono Aiptu Nanang Hary mengakui pihaknya sudah menerima laporan dari warga tentang dugaan tindak asusila tersebut. Sayangnya, pria yang diduga sebagai pelaku sudah tidak ada di rumah. “Kami masih menyelidiki dan mencari Pak Saturi yang menghilang,’’ tegasnya saat ditemui di markasnya. (ton/irw)

Tahun Ini Lebih Meriah ■ PEMKAB... Sambungan dari Hal 36

Pernyataan itu disampaikan langsung Dadang saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Harjakasi ke-39 tahun 2011 di Alun-Alun Situbondo kemarin. Diakui Dadang, sejumlah komponen masyarakat dalam satu tahun terakhir ini memang keberatan dengan usia Situbondo yang kini masih 39 tahun. “Intinya pemkab akan merespons setiap aspirasi yang berkembang di masyarakat, termasuk kontroversi penetapan Harjakasi. Kita akan memfasilitasi adanya

dialog agar peringatan Harjakasi bisa membanggakan masyarakat Situbondo,’’jelas Dadang. Dia meminta agar kontroversi penetapan Harjakasi tidak dijadikan wahana yang justru melemahkan rasa bangga dan cinta terhadap Kabupaten Situbondo. Apa yang dilakukan pemkab saat ini, kata Dadang, merupakan wujud kepatuhan dalam menjalankan amanah Perda No. 06 Tahun 2009 tentang Harjakasi. Kepatuhan itu diaplikasikan dalam pelaksanaan berbagai agenda dalam memperingati Harjakasi. Harjakasi yang merupakan tonggak sejarah berdirinya Ka-

bupaten Situbondo harus menjadi sumber motivasi bagi masyarakat dalam menapak kehidupan pemerintah yang desentralistik di era otonomi daerah ini. “Sehingga, Harjakasi bisa dijadikan sebagai sebuah identitas yang bisa dibanggakan masyarakat dan menjadi muara dalam menggalang solidaritas, rasa memiliki, dan rasa cinta terhadap daerah. Itu tentu akan mendorong kreativitas masyarakat untuk berkarya dan membangun demi kemajuan kabupaten tercinta ini,” paparnya. Selesai upacara dilanjutkan ramah tamah di Pendapa Graha

Amukti Praja. Sebagai ungkapan syukur, peringatan Harjakasi ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. Potongan tumpeng itu diberikan kepada Ketua DPRD Zeiniye. Acara juga diisi tausyiah oleh Ketua MUI Situbondo, KH. Syaiful Muhyi. Kadisparbudpora Sugiono menambahkan, semarak Harjakasi tahun ini akan dimeriahkan berbagai kegiatan, baik yang bersifat religi, tradisi, olahraga, rekreasi, maupun kegiatan sosial. “Yang pasti Harjakasi tahun ini akan lebih meriah,” tandas Sugiono. (pri/adv/aif)

Janji Lengkapi Lab Fisika Tahun Depan ... ■ MINIM... Sambungan dari Hal 25

Dia dinyatakan sebagai the best theory dan absolute winner. “Berat juga perjuangan di sana,” kata Ricky. Meski pernah berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Ricky merasakan persaingan di Manado itu cukup ketat. Ditambah lagi, sarana yang dimiliki sangat terbatas. Dia sudah merasakan beratnya menuju Olimpiade Sains dalam masa persiapan. Ricky dihadapkan pada kenyataan bahwa sarana pendukung untuk uji coba dan praktik sangat minim. Itu karena sekolahnya belum memiliki laboratorium fisika. Beruntung, pemusatan latihan yang dia jalani bersama Kautsar di beberapa kota bisa menjadi jalan keluar. Sejak bulan Puasa, keduanya sudah menjalani persiapan demi meraih hasil maksimal di ajang tersebut. Dengan persiapan yang seadanya, keduanya dituntut pandai melakukan im-

provisasi. Apalagi, saat lomba berlangsung, dia haruskan mengukur arus listrik dari panel surya. Belum lagi dia juga dihadapkan pada kenyataan bahwa alat lomba yang diberikan sengaja dalam keadaan rusak. “Alhamdulillah, lewat kejelian saat lomba, alat yang rusak bisa diperbaiki dan digunakan,” bebernya. Hal inilah yang membuat tim juri memberikan poin sempurna kepada pelajar asal Jalan Gunung Srawet, Lingkungan Karang Agung, Singotrunan, Banyuwangi, itu. Selain menyabet medali emas untuk kategori the best theory, dia juga dinyatakan sebagai absolute winner. Cerita sukses Ricky juga diikuti rekannya, Kautsar. Turun kali pertama di kejuaraan nasional di bidang kimia, pelajar berkacamata itu mampu membuktikan dirinya tidak kalah dengan peserta lain. Meski hanya menyabet medali perak, perjuangan siswa asal Jalan Surabaya itu hanya terkendala dengan peralatan kimia yang belum pernah dia temui.

Saat lomba, dari empat materi, Kautsar hanya kurang beruntung di satu materi, yakni kromatografi. Dia diminta memisahkan zat warna dan jenis bahan yang terkandung dalam permen. Sayangnya, tidak adanya peralatan untuk mengurai warna membuat Kautsar kurang beruntung. Jawara pun jatuh ke tangan peserta wakil Provinsi DKI Jakarta. “Kita tidak punya alatnya. Wakil DKI bisa karena menang dia berlatih di laboratorium Universitas Indonesia. Makanya anaknya (Kautsar) sempat bingung saat lomba. Tapi tidak masalah, dia sudah tampil cukup baik,” ujar Sudjatmiko, guru mata pelajaran kimia di SMAN 1 Glagah. Semangat perjuangan inilah yang mengundang apresiasi Wabup Yusuf Widyatmoko. Saat menerima Ricky dan Kautsar bersama ratusan siswa SMAN 1 Glagah di halaman pemkab, Wabup Yusuf berjanji akan memperhatikan dunia pendidikan. “Kita akan lengkapi laboratorium fisika tahun depan, dan tentunya reward bagi gurunya,” tegasnya. (bay)

saat ini masih digunakan memasang iklan,” cetusnya. Dia menambahkan, surat peringatan yang dikirim itu beragam jenis. Selain surat peringatan pertama, surat peringatan kedua dan ketiga juga sudah dikirim. “Bila surat peringatan yang dikirim tidak diperhatikan, papan reklame itu akan kita bongkar paksa,” ancamnya. Ustadi mengakui, bando satu

tiang dan neon box itu izinnya sudah cukup lama kedaluwarsa. Dari catatan yang ada, masa izin tempat iklan itu ada yang sudah mati sejak tahun 2008. “Juga ada yang mati pada 2009, 2010, dan akhir Agustus 2011 lalu,” ungkapnya. Dari 31 bando satu tiang itu, ada 4 yang menjadi sasaran utama karena izinnya sudah lama mati. Keempat papan reklame

yang pemiliknya nakal itu di Jalan Basuki Rahmat (depan Giant); Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat (depan RSI Fatimah); Jalan Adi Sucipto (depan kantor PJR); dan di depan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro. “Empat bando satu tiang itu izinnya sudah lama mati, dan pemiliknya sudah kita kirimi surat peringatan kedua dan ketiga,” paparnya. (abi/bay)

Terkait Jaringan Narkoba Bali ■ JANDA... Sambungan dari Hal 25

“Karena tidak ada BB, kita tidak bisa menangkapnya. Tapi tersangka sudah lama kita incar,” sebutnya. Dari keterangan Erlis, rumah Harmadi itu sempat diguna-

kan pesta SS. Salah satu pengedar asal Bali yang bernama Andi bersama pacarnya datang ke rumah Harmadi. “Mereka sempat pesta SS. Bekas pipet yang digunakan pesta SS kita sita dan masih ada sisa SS,” terang Watiyo. Saat diperiksa polisi, Harmadi

mengaku SS yang sempat dibeli Erlis itu berasal dari Andi, temannya dari Bali. Satu paket SS berisi 0,27 gram yang dibawa janda muda itu harganya Rp 500 ribu. “Satu paket itu saya beli seharga Rp 500 ribu,” cetus Erlis saat ekspose di ruang kasatnarkoba kemarin. (abi/bay)

Berharap Pikirkan Warga Miskin ■ NELAYAN... Sambungan dari Hal 36

Menurut Wiwik, dia dan keluarganya terpaksa mengonsumsi nasi aking karena sudah tidak mampu membeli beras. “Kami sudah tidak mampu membeli beras. Sebab, sejak sepekan terakhir suami saya tidak pernah mendapat tangkapan ikan,” ujarnya kemarin (19/9).

Wiwik menambahkan, kesulitan tersebut juga disebabkan mahalnya harga beras di pasaran. Ibu dua anak itu mengungkapkan, saat ini harga beras berada di kisaran Rp 7.500 sampai Rp 8.000 per kilogram (kg). “Dengan harga semahal itu, rasanya sangat sulit bagi kami untuk membeli beras,” tukasnya. Masih kata Wiwik, dia berha-

rap pemerintah memikirkan nasib warga miskin seperti dia. Sebab, beras miskin yang dia terima se-tiap satu bulan sekali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ma-kan dia dan keluarga. “Kalau hanya mengandalkan beras miskin bantuan pemerintah ya tidak cukup mencukupi kebutuhan makan selama sebulan,” pungkasnya. (sgt/aif)

Kenaikan Terjadi Secara Nasional ■ HARGA... Sambungan dari Hal 36

Rudi mengatakan, pemicu kenaikan harga beras adalah banyaknya lahan pertanian yang mengalami puso, sehingga stok beras menipis. “Saya memasarkan beras dise-

suaikan harga beli di tingkat pengepul,” ujarnya kemarin (20/9). Kepala Seksi Promosi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Situbondo, Agustiono, membenarkan adanya kenaikan harga beras tersebut. Pria yang karib disa-

pa Agus tersebut mengatakan, kenaikan harga beras terjadi secara nasional karena stok beras di beberapa daerah juga menipis. “Setelah Ramadan, harga beras memang berangsur-angsur merangkak naik,” ujarnya saat dihubungi via telepon kemarin. (sgt/aif)

Pakai Manajemen Modern ■ HADANG... Sambungan dari Hal 36

Yang kini sedang diprioritaskan adalah penampungan lumpur. Untuk kepentingan itu, pelak-

sana menancapkan pagar raksasa berbahan baja di hulu galian. Penampung lumpur itu akan sangat berguna saat pengurasan. Lubang penampung lumpur tersebut memiliki pintu

pembuangan menuju sungai yang melewati kantor PLN. “Jadi, Dam Siluis nanti sudah bisa dikatakan dam dengan manajemen modern,” imbuh pejabat asal Mangaran itu. (pri/aif)

Kades Bantah Ada Penyimpangan ■ JALAN... Sambungan dari Hal 36

“Pengaduan PNPM ba-nyak kita terima, salah satunya ini. Makanya akan segera kita tindaklanjuti,” kata politi PDIP itu. Kades Curahsuri, Sunarto, membantah keras pengaduan

Syaiful Bahri tersebut. Kata dia, pengerjaan jalan telford sudah sesuai petunjuk yang ada. “Mulai peletakan pasir di bagian dasar hingga batu 20 x 30 sebagai penahan jalan semua sudah kita kerjakan. Sudah saya perintahkan langsung kepada yang mengerjakan,” terangnya

melalui telepon seluler. Satu-satunya yang jadi masalah dalam proyek PNPM di Desa Curah Suri, kata dia, ulah warga yang nekat menggunakan jalan meski belum waktunya dilewati. “Makanya saya sudah berencana membuat berita acara,” imbuhnya. (pri/aif)

Pernah Bawa Pulang Hadiah Motor ■ KOLEKSI... Sambungan dari Hal 27

Apalagi, postur tubuhnya dengan tinggi 172 centimeter dan berat badan ideal. Saat ini, alumnus SMPN 1 Genteng itu

tak hanya fokus menempuh pendidikan di sekolahnya. Sepulang sekolah, dia tidak menganggur di rumah. Pada sore hari, rutinitasnya melatih anak bimbingannya di rumah. “Ada sejumlah anak-anak

perempuan yang dilatih sama anak saya,’’ ungkap Imam. Satu lagi cita-cita yang ingin direngkuh Sherli. Dia ingin ikut ajang pemilihan Putri Indonesia. “Saya ingin sukses sesuai bakat saya,’’ kata Sherli. (irw)

SRI ATASI KESEMUTAN DENGAN YANG ALAMI PENGOBATAN herbal, tak diragukan lagi kini mulai dilirik banyak masyarakat yang merasakan sudah saatnya kini kembali pada yang alami. “Saya memilih pengobatan herbal karena komposisinya yang berbahan dasar alami,” tutur Sri Wahyuni membuka pembicaraan. Ketika banyak orang yang masih memiliki kepercayaan tinggi pada pengobatan konvensional, ibu 4 orang anak ini sadar bahwa sesungguhnya alam telah menyediakan solusinya, apalagi, Indonesia terkenal sebagai gudangnya tumbuhan obat. Maka, tak salah jika sebagai pribumi, Sri mempercayakan kesehatannya pada yang alami. “Dulu karena kesemutan, badan saya sering terasa sakit seperti yang mau melahirkan.” Keluh ibu rumah tangga yang telah 5 tahun lebih merasakan kesemutan itu. Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsangan listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh. Misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama. Banyak orang menganggap enteng kesemutan. Padahal kesemutan hanyalah sebuah gejala penyakit yang mungkin saja berat, seperti diabetes melitus atau kencing manis, radang sumsum tulang belakang (myelitis), carpal tunnel syndrome (CTS), jantung, rematik dll. Kini aktifitas wanita berusia 61 tahun ini tidak lagi terganggu oleh kesemutan yang dialaminya. Melalui salah satu saudaranya, Sri mengetahui Gentong Mas, minuman herbal yang sangat bermanfaat dan aman tanpa efek samping. Bahan baku utama Gentong Mas

adalah Habbatussauda (jintan hitam) dan Gula Aren. “Sudah 8 bulan saya minum Gentong Mas, baru minum 4 kotak manfaatnya sudah terasa, sekarang tidur menjadi nyenyak, bangun tidur pun terasa segar, kesemutan hilang dan stamina meningkat.” Tutur warga Kel. Kebun Sari, Kec. Sumber Sari, Jawa Timur tersebut dengan gembira. Karena telah merasakan manfaatnya, di akhir pembicaraannya, Sri berharap pengalamannya tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya yang mendapat kesehatan dengan cara yang alami ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Pungkasnya. Thiamin dalam Gentong Mas dapat memperkuat sistem syaraf dan otot. Saponin yang terdapat di dalam Habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress. Kandungan Riboflavin dalam Gula Aren membantu pembentukan antibodi dan energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas.Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi:085234398441. Banyuwangi: 085234398441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


CMYK

36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 20 September 2011

Hadang Air, Tancapkan Pagar Raksasa Pemerintah Mempercepat Pembangunan Dam Siluis

SITUBONDO - Pembangunan Dam Siluis di belakang kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo terus dikebut. Renovasi dam itu diharapkan bisa membentengi Situbondo dari hantaman banjir bandang. Konstruksi dam benar-benar dirancang untuk tahan tekanan air. Pintu pengambilan air lebih dimajukan ke depan. “Pintu pembuangan tetap,

tapi bentuknya nanti seperti huruf L,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Ir. Yoyok Mulyadi. Pembangunan sarana-sarana baru tersebut bertujuan agar distribusi air lebih merata. Sehingga, Situbondo bagian timur, tengah, dan barat, akan memperoleh bagian air yang sama n  Baca Hadang...Hal 35

EDY SUPRIYONO/RaBa

DIBIAYAI APBN: Pagar raksasa dari baja digunakan untuk membuat lubang penampungan lumpur di Dam Siluis, belakang kantor KPU Jalan Merak Situbondo. Pembangunan dam ini diharapkan bisa meratakan distribusi air.

Nelayan Makan Nasi Aking

HARJAKASI

Harga Beras Tembus Rp 8.000 Per Kg

Musim Paceklik Ikan di Jangkar SYAMSURI/RaBa

HARMONIS: Bupati Dadang Wigiarto memberikan potongan nasi tumpeng kepada Ketua DPRD Zeiniye pada tasyakuran peringatan Harjaksi ke-39 kemarin.

Pemkab Fasilitasi Dialog SITUBONDO - Usulan sejumlah pihak agar penetapan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ditinjau ulang mendapat respons positif dari Pemkab Situbondo. Bupati Dadang Wigiarto berjanji akan memfasilitasi dialog guna menyelesaikan pro-kontra penetapan Harjakasi yang jatuh pada 19 September 1972 itu n

JANGKAR - Para nelayan di kawasan perairan Kecamatan Jangkar mulai merasakan dampak buruk sulitnya mendapatkan tangkapan ikan. Lantaran kesulitan mencukupi kebutuhan makan sehari-hari, belasan kepala keluarga yang tinggal di Dusun Asta, Desa/Kecamatan Jangkar, terpaksa mengonsumsi nasi aking sejak beberapa hari terakhir. Salah satu keluarga yang terpaksa mengonsumsi nasi basi yang dikeringkan lalu dimasak kembali itu adalah pasangan suami istri (pasutri) Sutrisno, 54, dan Wiwik, 52. Sudah sepekan terkahir keluarga miskin yang tinggal di gubuk bambu itu mengonsumsi nasi aking n

 Baca Pemkab...Hal 35

 Baca Nelayan...Hal 35

SEMENTARA itu, sejak bulan Ramadan sampai pasca Idul Fitri harga beras di pasaran terus melambung. Mahalnya harga salah satu bahan kebutuhan pokok tersebut diakibatkan banyak lahan pertanian di Situbondo yang mengalami gagal panen. Tentu hal itu mengakibatkan stok gabah di perusahaan penggilingan padi menipis. Salah seorang pedagang beras di Situbondo, Rudi, 34, men-

gatakan, kenaikian harga beras sudah terjadi sejak sebelum Ramadan. Untuk beras kualitas medium, misalnya, harganya melonjak dari Rp 6.500 per kg menjadi Rp 7.500 per kg. Begitu juga dengan beras kualitas premium, jika sebelumnya harga beras kualitas super tersebut dipatok sebesar Rp 7.500 per kg saat ini harganya sudah mencapai Rp 8.000 per kg n  Baca Harga...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

MEMPRIHATINKAN: Sulitnya mencari ikan menyebabkan belasan warga miskin terpaksa mengonsumsi nasi aking.

Jalan Telford PNPM Disoal SITUBONDO - Dugaan ketidakberesan pengerjaan proyek fisik yang dibiayai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Jatibanteng kembali bergulir ke DPRD Situbondo. Setelah pengerjaan jembatan limpas di desa Wringinanom, kali yang disoal adalah PNPM di Desa Curahsuri, Kecamatan Jatibanteng. Pengerjaan jalan telford di Desa Curahsuri itu diduga kuat menyimpang. “Kita banyak menemukan ketidakberesan dalam pengerjaan, makanya kita laporkan ke DPRD,” ungkap Syaiful Bahri, anggota LSM Transparansi. Dia kemarin tidak sendirian. Sejumlah pengurus LSM yang bermarkas di wilayah barat itu juga ikut mendampingi, termasuk perwakilan warga yang menyoal pengerjaan kegiatan tersebut. Dia ditemui Andi Handoko, anggota Komisi III dari Banyuglugur. Sejumlah ketidakberesan pengerjaan proyek jalan telford

Pemimpin Beserta Karyawan/Karyawati

PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TIMUR Cabang Situbondo

Mengucapkan EDY SUPRIYONO/RaBa

MELAPOR: Pengerjaan proyek jalan telford di Desa Curahsuri, Jatibanteng, kemarin diadukan ke DPRD.

yang diadukan kemarin adalah tidak adanya lapisan pasir sebagai pondasi paling bawah. Pasir itu berfungsi sebagai media agar pemasangan batu bisa rapi. “Namun, kenyataannya yang kita jumpai batu ukuran 10 x 15 dan 5 x 7 dipasang langsung. Bahkan, batu pengunci ukuran 20 x 30 yang letaknya di bagian pinggir dan kanan jalan tidak kita jumpai,” ungkap Syaiful. Jika itu dibiarkan, kata dia,

proyek PNPM yang bertujuan menyejahterakan masyarakat itu akan muspro. Yang ada justru masyarakat dirugikan. “Makanya kita laporkan ke Komisi III agar bisa segera diperbaiki,” ungkapnya. Anggota Komisi III, Andi Handoko, mengaku akan segera melakukan kroscek ke lokasi proyek di daerah pemilihannya itu n  Baca Jalan...Hal 35

Selamat Atas HUT Kabupaten Situbondo Yang ke-39 Tahun 2011 Semoga Semakin Maju, Adil dan Makmur PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Situbondo NGUSMAN Pemimpin

Radar Banyuwangi 20 September 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you