Page 1

RABU 13 JULI

1

TAHUN 2011

Tanpa Atribut Nyeleneh ANGGARAN

GALIH COKRO/RaBa

HEARING: Kadishubkominfo Agus Siswanto membeberkan kegiatan dinas yang dipimpinnya di DPRD kemarin.

Kecewa Penyerapan APBD Rendah BANYUWANGI - Komisi IV DPRD Banyuwangi memanggil empat dinas di lingkungan pemkab kemarin (12/7). Para wakil rakyat meminta kejelasan tentang penyerapan dana APBD di beberapa dinas tersebut. Dari empat dinas yang dipanggil, ternyata jawabannya mengecewakan para wakil rakyat ■  Baca Kecewa...Hal 7

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Peringatan keras untuk sekolah penyelenggara masa orientasi peserta didik baru (MOPDB) rupanya cukup manjur. Itu dibuktikan dengan pelaksanaan masa perkenalan siswa baru di sejumlah sekolah yang berjalan tanpa kekerasan dan perpeloncoan. Berdasar pantauan wartawan koran ini di sejumlah sekolah yang menggelar MOPDB kemarin (12/7), semua nyaris bebas dari praktik perpeloncoan. Bahkan, aksesori nyeleneh yang biasa menjadi pemandangan umum di masa perkenalan sekolah, kini tidak terlihat. Orientasi di hari kedua justru banyak dilakukan di dalam ruangan. Itu berbeda dengan kegiatan hari pertama yang lebih banyak melaksanakan kegiatan di luar ruangan ■  Baca Tanpa...Hal 7

MOTIVATOR: Mantan Jebeng Banyuwangi, Reyza Fitri Aninda, memberikan materi dalam kegiatan MOPDB di aula SMAN 1 Glagah kemarin.

Jarak Pandang hanya 5 Meter ROGOJAMPI - Warga Kecamatan Rogojampi dan sekitarnya digegerkan dengan turunnya kabut tebal pagi kemarin (12/7). Saking tebalnya kabut tersebut, jarak pandang warga terbatas hanya sekitar lima meter. Fenomena alam tersebut terbilang langka di kawasan tersebut. Sebab, wilayah Rogojampi bukan daerah dataran tinggi. Apalagi, kabut tersebut terus menyelimuti kawasan Rogojampi hingga sekitar pukul 08.00. Biasanya, kabut di daerah

Rogojampi dan sekitarnya hanya muncul sampai pukul 05.00. Itu pun, kabut yang ada cukup tipis dan hanya muncul di kawasan persawahan. Dengan munculnya kabut tebal secara mendadak tersebut, banyak warga Rogojampi yang merasa waswas. Seluruh pengendara di ruas jalan utama di kecamatan tersebut melaju dengan hati-hati. Hal itu dilakukan karena jarak pandang pengendara sangatlah terbatas ■

TERBATAS: Kabut tebal menyelimuti jalan Raya Srono di Kecamatan Rogojampi sekitar pukul 07.00 kemarin.

 Baca Jarak...Hal 7

GILANG GUPTA/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

Cegat Penerobos PARA pengendara motor yang menerobos ruas satu jalur dari arah utara Jalan Diponegoro kena batunya. Beberapa petugas Satuan LaluLintas (Satlantas) Polres Banyuwangi mencegat para pengendara mokong tersebut kemarin (12/7). Tanpa ampun, petugas langsung mengganjar beberapa pengendara tersebut dengan memberi surat tilang. Semoga ini jadi peringatan bagi yang lain agar mematuhi rambu-rambu di kawasan tersebut. (gal/bay)

BAGAIMANA INI

Ingin Dahulukan Pengerukan Pasir Askab Siap untuk Kerahkan Massa BANYUWANGI - Para nelayan yang mangkal di sekitar Pantai Boom, Banyuwangi, kecewa dengan pelaksanaan proyek pelabuhan tersebut. Sebab, pihak pelaksana tidak segera mengeruk tumpukan pasir di sekitar muara. Apalagi, endapan pasir yang menumpuk tinggi itu hampir menutup muara yang menjadi pintu masuk utama kapal nelayan menuju pelabuhan. Di antara para nelayan, malah ada yang mengancam akan menggelar aksi untuk menghentikan proyek pembangunan dermaga bila pasir yang

sudah menggunung itu tidak segera dikeruk. “Nelayan sudah susah dengan minimnya hasil tangkapan ikan, kini disusahkan lagi dengan muara yang tertutup pasir,” kata Totok, seorang nelayan asal Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Sebelum diadakan pembangunan dermaga, kata Totok, para nelayan pernah dikumpulkan pemerintah ■  Baca Ingin...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

PROYEK: Alat berat bekerja di Pantai Boom. Nelayan berharap pelaksana proyek mendahulukan pengerukan muara.

BANYUWANGI - Mlaku Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul yang digelar Radar Banyuwangi mendapatkan respons luar biasa dari berbagai kalangan. Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) menyatakan mendukung jalan sehat bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada 24 Juli mendatang tersebut. Ketua Askab, Agus Tarmidi menyatakan, pihaknya akan ikut memeriahkan Mlaku Bareng. ‘’Kami akan mengerah-

kan massa untuk mengikuti acara tersebut, minimal pengurus dan anggota Askab turut serta di Taman Blambangan,’’ ujar lelaki yang juga kepala Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, itu kemarin (12/7). Sementara itu, warga yang menukarkan guntingan iklan Mlaku Bareng untuk mendapatkan kupon terus mengalir. Setiap hari, ratusan warga mendatangi tiga lokasi yang ditetapkan sebagai tempat penukaran kupon ■  Baca Askab...Hal 7

Perjalanan Kontingen Banyuwangi dari Jambore Nasional di OKI

Ketinggalan Bus, Nyaris Tak Bisa Pulang GALIH COKRO/RaBa

HAMIL: Orgil perempuan tidur di belakang Poslantas 90 Banyuwangi kemarin.

Minta Tertibkan Gepeng dan Orgil BANYUWANGI - Pimpinan DPRD mendesak eksekutif segera menertibkan gelandanganpengemis (gepeng) dan orang gila (orgil). Desakan tersebut muncul lantaran populasi gepeng-orgil di Kota Gandrung kian meningkat akhir-akhir ini. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono mengatakan, gepeng dan orgil merupakan golongan orang miskin. Sesuai yang digariskan UUD 1945, mereka seharusnya ditanggung negara. “Pemerintah harus segera bertindak untuk mengatasinya,” tegas politisi Partai Golkar itu ■  Baca Minta...Hal 7

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Jambore Nasional Pramuka yang digelar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dari 2 hingga 9 Juli lalu memberikan banyak kisah bagi kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyuwangi. Berikut catatan perjalanan mereka setelah tiga hari menempuh perjalanan jalur darat yang melelahkan. GILANG GUPTA, Banyuwangi

SEBUAH bus memasuki halaman kantor Radar Banyuwangi (RaBa) di Jalan Yos Sudarso 89 C, Banyu-

wangi, siang itu. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 01.00. Raut muka letih terlihat dari wajah penumpang bus tersebut. Meski begitu, mereka langsung mengabaikan rasa lelah itu dan turun dari bus sambil bernyanyi diiringi tepuk tangan. Ya, meGILANG GUPTA/RaBa reka baru saja me- MAMPIR: Rombongan Kwarcab Banyuwangi di kantor Radar Banyuwangi. nempuh perjalanan panjang dari Palembang, Sumatera wilayah Banyuwangi, mereka tak dapur redaksi RaBa. Rombongan Selatan, menuju Banyuwangi. langsung pulang ke rumah ma- tersebut disambut Pemred RaBa, Rombongan Pramuka Pengga- sing-masing. Elly Irwan Suryanto. Namun, kalang yang berjumlah 18 siswa itu Rupanya, mereka menyempat- rena mereka datang secara menterdiri atas gabungan siswa sekolah kan diri mampir di kantor RaBa. dadak pada siang hari, kontingen dasar (SD) dan sekolah menengah Dalam kunjungan tersebut, seka- tersebut tidak bisa melihat proses pertama (SMP) se-Banyuwangi. ligus mereka ingin melihat lang- kerja di dapur redaksi ■  Baca Ketinggalan...Hal 7 Begitu bus yang ditumpangi masuk sung proses pembuatan koran di

Kabut turun, jarak pandang hanya lima meter

Tak berpengaruh bagi pengantin baru

Diwarning Dispendikpora, MOS aman tanpa atribut nyeleneh

Kok ya tidak diterapkan dari dulu

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


2

Rabu 13 Juli 2011

CERMIN DIRI

Dukung Beasiswa Penuh PROGRAM Banyuwangi Cerdas yang dicanangkan Bupati Abdullah Azwar Anas patut mendapat apresiasi banyak pihak. Pasalnya, salah satu item dalam program tersebut adalah memberikan fasilitas beasiswa secara penuh kepada siswa dari keluarga miskin yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Pemkab tidak hanya menanggung biaya kuliah saja, tetapi juga memberikan uang saku kepada mahasiswa tidak mampu selama masa kuliah. Meski penerima program beasiswa penuh tersebut sangat terbatas, namun setidaknya hal tersebut memberikan harapan besar bagi keluarga miskin. Sebab, dengan program Banyuwangi Cerdas tersebut, pendidikan tidak hanya dinikmati kalangan keluarga berada. Lewat beasiswa penuh tersebut, orang-orang miskin pun bisa menikmati pendidikan secara gratis. Harapannya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) sebagai pihak yang bertugas menentukan penerima beasiswa, betul-betul melakukan seleksi yang sangat selektif kepada calon penerima. Sebab, jangan sampai penerima beasiswa justru bukan dari kalangan warga miskin. Harus ada standarisasi yang jelas siapa saja kalangan keluarga bisa digolongkan sebagai keluarga miskin. Jangan sampai keluarga yang memiliki rumah gedek (anyaman bambu) tetapi di dalamnya memiliki perabotan lengkap, punya pesawat televisi, bahkan memiliki sawah atau motor, justru mendapat beasiswa. Proses selektif ini wajib dilakukan Dispendikpora agar beasiswa penuh untuk masyarakat miskin ini tepat sasaran. Sehingga, keluarga-keluarga miskin yang betul-betul membutuhkan bisa merasakan pendidikan. (*)

PPLS 2011

Keluarga Miskin Didata BANYUWANGI - Angka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 tercatat mencapai 318.133 ribu atau 20,04 persen dari jumlah penduduk yang ada. Penyebaran rumah tangga miskin (RTM) tertinggi berada di Kecamatan Kalipuro, sedangkan terendah di Kecamatan Purwoharjo. Kondisi itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Karti Utami dalam sosialisasi Pendataan Program Perlindungan Sosialisasi (PPLS) 2011 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) di aula Rempeg Jogopati, Pemkab Banyuwangi, pagi kemarin (12/7). Menurut Karti, pemerintah telah melakukan berbagai upaya intervensi untuk mengurangi angka kemiskinan. Bahkan, prioritas pembangunan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional adalah menanggulangi kemiskinan. Tidak tanggung-tanggung, anggarannya mencapai Rp 43 miliar. “Ada 14 indikator kemiskinan yang menjadi parameter bagi pemerintah untuk melakukan intervensi program pengentasan GALIH COKRO/RaBa Muhammad Wahyudi kemiskinan,” tuturnya. Sementara itu, Kepala BPS Muhammad Wahyudi menjelaskan mekanisme pendataan dalam PPLS 2011. Ada perbedaan mekanisme dibandingkan PPLS 2008. Pendataan yang sekarang dilakukan pencacah lapangan dengan melalui tiga tahapan. Tahapan itu adalah mengunjungi ketua satuan lingkungan setempat dan melakukan kunjungan ke salah satu rumah tangga menengah ke bawah yang bertanda tangan pada daftar PPLS. Kemudian, melakukan pencacahan rinci rumah tangga menengah ke bawah. “PPLS dilakukan mulai 22 Juli sampai 15 Agustus,” ungkapnya. Selain Karti dan Wahyudi, narasumber ketiga yang dihadirkan adalah Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi I Made Bagus Sudarmaja. Ketua komisi yang membidangi pemerintahan, pertanahan, kesehatan, dan kesejahteraan, itu memaparkan tentang karakteristik kemiskinan. Menurutnya, kemiskinan sering berkaitan dengan kondisi gizi dan kesehatan yang buruk, serta pendidikan minim yang berimplikasi pada kriminalitas. “Usaha memperbaiki distribusi pendapatan masyarakat dapat ditempuh melalui campur tangan pemerintah daerah. Seperti melakukan perlindungan sosial yang meliputi program Jamkesmas, Jampersal, Jamkesda, pemberian air bersih dan listrik, bantuan langsung tunai (BLT), dan jaring pengaman sosial,” sebutnya. Sosialisasi itu sengaja dilakukan untuk menyambut PPLS 2011 yang akan melibatkan 980 pencacah lapangan. Acara yang mengundang satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, para camat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), para stakeholder, dan media massa, itu dibuka Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu Pemimpin Redaksi Radar Banyuwangi E. Irwan Suryanto itu, para camat berebut menyampaikan masukan dan uneg-uneg terkait PPLS sebelumnya. Mereka menginginkan agar dilibatkan secara penuh, sehingga data yang dihasilkan lebih valid. Sementara itu, usai membuka acara, Wabup Yusuf menaruh harapan besar terhadap program PPLS. “Saya tentu saja ingin mengentaskan rakyat miskin di Banyuwangi. Semoga program ini benar-benar tidak meleset,” harapnya. (mg-1/irw)

Wabup Serahkan Trofi HUT Radar JUARA Dance Islami dan Fashion News Paper Competition dalam rangka HUT Radar Banyuwangi ke12 diumumkan malam kemarin. Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan trofi dari Radar Banyuwangi biro Situbondo. Piagam dan trofi juga diberikan kepada peserta kehormatan, David Devina. Penyerahan dilakukan Wabup Rachmad pada malam penutupan Gelar Budaya Rakyat (Gebyar) Situbondo di Alun-Alun Kota Situbondo. (pri/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

Formapaksi Lurug Dewan Minta Penetapan Harjakasi Dibawa ke Paripurna SITUBONDO – Forum Pemerhati Aspirasi Masyarakat Kabupaten Situbondo (Formapaksi) kemarin mendatangi DPRD setempat. Komunitas yang digawangi sesepuh masyarakat Kota Santri itu mendesak anggota DPRD memberikan perhatian khusus terhadap penetapan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi). Bahkan, mereka menuntut agar para wakil rakyat itu bisa menyampaikan kepada Bupati Situbondo untuk merubah penetapan Harjakasi yang dinilai tidak tepat. “Kita sudah mengirim surat Januari 2011 lalu, tentang peninjauan kembali Harjakasi tapi sampai kini tak ada respons,” ungkap Badarus Zaman, Wakil Ketua Formapaksi.

Formapaksi juga sudah menghadap langsung bupati, wakil bupati maupun pimpinan DPRD. Mereka sudah menyampaikanya banyaknya kejanggalan penepatan Harjakasi 19 September 1972 yang mengambil dasar peralihan pemerintahan dari Kabupaten Panarukan ke Kabupaten Situbondo. Kedatangan anggota Formapaksi ke gedung DPRD kemarin memang bukan yang pertama. Pada kesempatan kali ini mereka meminta permasalahan penetapan Harjakasi dibawa ke forum paripurna. Mereka ditemui Ketua Komisi I DPRD, Syaiful Bahri dan sejumlah anggotanya. “Ini perlu mendapat perhatian, karena kalau tidak segera dirubah, September ini akan ada perayaan Harjakasi lagi. Padahal, Harjakasi 19 September sama sekali tidak membanggakan bagi masyarakat Situbondo,” imbuh Badaruz Zaman. Amam Suradji, anggota Formapaksi lainnya mengakui penetapan Harjakasi 19 September 1972 penuh kejanggalan.

EDY SUPRIYONO/RaBa

TOLAK PENETAPAN HARJAKASI : Syaiful Bahri menemui anggota Formapaksi di ruang kerja Komisi I DPRD, siang kemarin.

Apalagi penetapannya dilakukan tiga hari menjelang DPRD periode 2004 – 2009 mengakhiri masa tugasnya. “Anehnya lagi yang dipilih tidak sesuai hasil penelitian,” kata Amam. Diungkapkan, penelitian untuk kepentingan Harjakasi menelan sekitar Rp 200

juta. Formapaksi membawa momentum 15 Agustus 1818 sebagai yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Harjakasi. Itu merupakan SK bupati pertama Besuki. “Kalau yang itu insyaallah bisa mengakomodir seluruh sejarah pemerintahan Kabupaten Situbondo,” imbuhnya. (pri/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

SERIUS: Suasana pertemuan perwakilan warga, tokoh agama, dan muspika, di kantor Kecamatan Mangaran Minggu malam.

Tolak Tempat Ibadah MANGARAN - Diduga akan digunakan sebagai tempat peribadatan, pembangunan sebuah gedung yang berlokasi di Desa/Kecamatan Mangaran terpaksa dihentikan masyarakat setempat. Pendirian gedung itu sebenarnya baru memasuki tahap awal pembangunan. Namun, penolakan warga sekitar sudah merebak setelah warga setempat yang mayoritas muslim mendapati indikasi gedung tersebut akan digunakan sebagai gereja. Untuk membahas persoalan itu, Minggu malam kemarin (10/7), tokoh agama setempat bersama jajaran muspika dan perwakilan warga megadakan pertemuan di Kantor Kecamatan Mangaran. Hasilnya, tercapai kesepakatan untuk menghentikan sementara pembangunan gedung tersebut. Belakangan diketahui pemilik tanah itu bernama Yeyasa Malino, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Dia mengajukan izin men-

dirikan bangunan (IMB) untuk membangun rumah. “Sebenarnya, di lokasi itu dulu memang berdiri sebuah gereja. Namun, saudara Yeyasa Malino mengajukan IMB untuk membangun rumah kediaman di bekas gereja tersebut,” tukas Kapolsek Mangaran AKP Wahyudi. Masih menurut kapolsek, tokoh masyarakat setempat bereaksi setelah melihat gambar rancangan bangunan menyerupai gereja. “Berdasar rapat yang dihadiri tokoh agama, masyarakat, MUI, dan anggota DPRD, diputuskan pembangunan dihentikan sembari menunggu petunjuk lebih lanjut dari bupati,” ujarnya. Tanggapan serupa dilontarkan Ketua MWC NU Mangaran, H. Ahsan Zubaidi. Menurutnya, penolakan pendirian gereja tersebut bertujuan menjaga kondusivitas daerah, khususnya di Kecamatan Mangaran. Mengingat, gedung itu berada di tengah permukiman penduduk yang mayoritas muslim. (sgt/aif)

Pemimpin Redaksi: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Mohammad Isnaeni Wardan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT Banyuwangi MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


3

Rabu 13 Juli 2011

Kasus Saminah Masuk Penyidikan Penyidik akan Panggil Perangkat Desa Bumiharjo

ABDUL AZIZ/RaBa

MULAI PANEN: Nelayan Pancer kini sedang menikmati musim panen ikan. Tetapi, ombak dan angin di laut justru tidak mendukung.

Panen Ikan Tapi Cuaca Buruk Nelayan Muncar Balik Kucing PESANG GARAN - Mulai datangnya musim panen ikan di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, mengundang perhatian nelayan

dari Kecamatan Muncar. Kini, mereka turut melaut di Pantai Selatan tersebut. Sayangnya, belakangan cuaca di laut Pancer sedang kurang bersahabat. Tak ayal, sebagian nelayan Muncar, khususnya yang menggunakan perahu besar, terpaksa balik kucing. “Ikan ada, tapi agak

berkurang. Selain cuaca di laut kurang bagus, ombak dan angin juga besar sehingga membuat banyak nelayan Muncar pulang,” tutur Mat, nelayan kapal slerek, saat ditemui RaBa di Pantai Pancer kemarin (12/7). Petugas Pol Air Pancer Bripka I Gede Eka D yang sehari-hari ber-

GLENMORE - Kasus pembabatan tanaman jagung seluas 1,5 hektare milik Saminah, 48, warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, memasuki babak baru. Penyidik Polsek Glenmore sudah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan. Bahkan, belasan perangkat Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, yang diduga membabati tanaman tersebut bakal dipanggil penyidik. Mereka akan dimintai keterangan seputar kasus pembabatan tanaman jagung tersebut. “Kamis (7/7) sudah ada yang kita sidik,” ungkap Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Aiptu Garus Elyas kepada RaBa kemarin (12/7). Garus menuturkan, pening-

katan penyidikan tersebut dilakukan setelah aparat Reskrim Polsek Glenmore melakukan penyelidikan sekaligus konfrontasi. “Konfrontasi itu dilakukan antara korban dan para pihak yang diduga melakukan pembabatan,” ungkapnya. Apakah dengan peningkatan status penyelidikan menjadi penyidikan akan memunculkan tersangka? Garus tidak menampik hal itu. “Kemungkinan itu ada, dlihat saja besok,” jawabnya singkat saat ditanya tentang penetapan tersangka. Seperti pernah diberitakan beberapa waktu lalu, perangkat Desa Bumiharjo harus berurusan dengan Polsek Glenmore. Mereka diduga kuat telah melakukan pembabatan tanaman jagung milik Saminah awal bulan lalu. Saat kejadian, puluhan orang yang membawa sabit membabati tanaman jagung yang sudah berusia dua bulan. Saminah dan beberapa anggota keluarganya

yang melihat aksi itu tidak bisa berbuat banyak. Mereka tidak mampu menghalau perangkat desa dan puluhan warga yang membabati tanamannya. Tidak terima dengan ulah perangkat desa dan puluhan warga itu, Saminah melapor ke Polsek Glenmore. Menindaklanjuti laporan tersebut, beberapa perangkat desa langsung dipanggil. Mereka adalah Kepala Dusun Balairejo Ponimin, anggota BPD Bumiharjo Katiran, dan Kepala Dusun Wonoasih Abdul Aziz. Beberapa warga juga dipanggil, di antaranya Pa’at dan Tarji. Kuasa hukum perangkat Desa Bumiharjo Jazuli menerangkan bahwa aksi yang dilakukan para kliennya tersebut didasari surat kepemilikan lahan atas nama desa. Ditegaskannya bahwa tanah seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung oleh Saminah itu berstatus tanah kas desa (TKD). Tanah tersebut disewa Saminah dan masa sewanya sudah berakhir. (azi/irw)

tugas di Pantai Pancer juga membenarkan bahwa belakangan ini banyak nelayan Muncar, khususnya nelayan andon, yang pulang kampung. Sebab, cuaca di perairan laut Pancer semakin kurang bersahabat. “Tinggal kapal-kapal kecil saja yang masih bertengger di Pantai Pancer,” ungkapnya kemarin. (azi/irw)

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RaBa

MUSIM TANAM: Anak-anak bermain layang-layang di areal persawahan di Kecamatan Rogojampi kemarin.

Musim Tanam, Musim Main Layang-Layang ROGOJAMPI - Setelah gagal panen selama beberapa kali musim tanam, petani padi di Kecamatan Rogojampi dan sekitarnya mulai bergeliat. Hama wereng dan tikus yang sebelumnya selalu menyerang, kini juga menghilang. Petani pun bisa kembali bergairah mengolah lahan sawah. Bahkan, sebagian petani akan mulai menanam padi. “Mudah-mudahan wereng dan tikus tidak menyerang lagi,” harap Supono, 58, warga Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, kemarin (12/7). Sementara itu, selain musim petani padi bercocok tanam, belakangan juga musim anak bermain layang-layang di sawah. Mereka seolah ikut merasakan kebahagiaan petani yang tidak lagi dihantui serangan wereng dan tikus. (azi/irw) ADVERTORIAL PENDIDIKAN

Bupati Abdullah Azwar Anas: Pendidikan Usia Dini Penting

UNTUK GENERASI MUDA: Ketua Muslimat NU Makmullah Harun presentasi di hadapan Bupati Anas. Muslimat mendorong pengembangan PAUD.

BANYUWANGI–Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian serius Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dengan memberikan modal dasar kepada pendidikan PAUD yang baik, dalam 10 tahun mendatang akan bisa melahirkan generasi yang handal. Hal itu disampaikan Bupati Anas, saat menerima rombongan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi di Ruang Kerja Bupati, Selasa (12/7). Dikatakan, terkait PAUD ini, Muslimat NU memiliki ribuan guru dan TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) yang cukup banyak di Banyuwaangi. “Dari sinilah para pengajar akan bisa

menyampaikan dasar-dasar pendidikan dan akhlak yang baik kepada anak-anak sejak usia dini. Pendidikan anak usia dini sangat penting sebagai modal dasar pembangunan bangsa,” tuturnya. Untuk itulah, Bupati Anas menitipkan keseriusan pengelolaan PAUD kepada Muslimat NU. Selain PAUD, Bupati Anas juga menitipkan pesan kepada Muslimat NU, untuk mensosialisasikan program-program pemerintah. Seperti, Green and Clean, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pengentasan kemiskinan. “Karena, organisasi NU yang memiliki komunitas sendiri yang sangat konkrit program-programnya,” cetusnya.

Selain itu, imbuh bupati, Muslimat juga memiliki tradisi yang mengakarm seperti pengajian rutin, adanya organisasi daiah-daiah perempuan, dan pengembangan koperasi. ”Dengan adanya sosok Muslimat ini, diharapkan bisa menyampaikan pesan sekaligus menerima masukan dari bawah,” terang Bupati Anas. Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Dra Hj. Makmulah Harun, MpdI menyambut baik semua pesan bupati dan berjanji akan meneruskan program pemerintah lewat kaderkadernya. Pendidikan agama untuk anak-anak perlu menjadi perhatian

sejak dini oleh semua pihak. Muslimat NU terus mendorong pengembangan lembaga pendidikan berbasis agama, termasuk PAUD. Menurut Makmullah, sebagai organiasi keagamaan, NU fokus pada kegiatan pendidikan agama, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Mantan anggota DPRD Banyuwangi itu juga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan pemerintah yang telah membantu semua program-program Muslimat. “Kami juga mohon doa restu, untuk keberangkatan kami ke Bandar Lampung mengikuti kongres Muslimat NU seIndonesia,” pinta Makmulah. (ikl/irw)

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

ROMBONGAN: Bupati Anas menerima kunjungan Muslimat NU Banyuwangi ruang kerjanya kemarin.

POSE BERSAMA: Pengurus muslimat NU berfoto bersama Bupati Anas. Pertemuan ini diharapkan mampu meningkatkan peran Muslimat untuk mendidik anak usia sejak dini melalui PAUD.

HANGAT: Ny Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas turut menyambut kedatangan Muslimat NU.


4

PENDIDIKAN

Calon Penerima Beasiswa Diseleksi Program Banyuwangi Cerdas untuk Mahasiswa Tak Mampu BANYUWANGI – Program cemerlang pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mensukseskan pendidikan nasional melalui Banyuwangi Cerdas sudah memasuki tahap uji seleksi. Bertempat di aula Dinas Pendidikan Nasional Banyuwangi, sebanyak 30 calon mahasiswa dari program jurusan IPA dan 37 dari IPS mengikuti tahap ujian tulis. Materi yang diujikan adalah kemampuan program jurusan dan uji kemampuan umum. Dalam pelaksanakan ujian kemarin, hanya satu calon mahasiswa dari jurusan IPA yang tidak hadir mengikuti uji seleksi ini. Bobot materi dan waktu pelaksanaan juga disamakan dengan uji SNMPTN yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Program Banyuwangi Cerdas yang bekerjasama dengan Uni-

BANYUWANGI

SITUBONDO

SITUBONDO

BANYUWANGI

•DINA LAUNDRY•

•HONDA•

•WWW.ZHIBOND.COM•

•SAWAH•

DINA LAUNDRY K i l o a n P k t M l i 50Rb Unlimited 300rb Bergaransi A t r - J p t M e m b e r H ra n D i s c 1 0 % 7733509/085749262307

JUAL Honda Accord Th 83 Bir u Tua, Kond Bags, Siap Pakai 26Jt Nego.081336921448

TELAH HADIR Ja s a Pe m bu a t a n Website & Toko Online Professional Murah Berkualitas Hub Sekarang Juga 081336237001

JUALSHM, Ds Pendarungan Ls 6920M2, Lok Bagus Pinggir Jl Aspal, Hasil Bagus Hub: 081559501444/082143540008 Bwi

•ARYA JEWELLRY•

BANYUWANGI

BANYUWANGI

JUAL Tnh Murah Lok Jl Ry Lngkr Barat Rgjp SHM/Pgr Batubata/Slop /Aci/386M2/100Jt/Cck Usaha Hub: 08123866288 / 082145500709

SEDIA Cincin Pernikahan Aneka Model Dari Emas&Perak.Hrg mulai Rp650rb.H 081336659258

SITUBONDO •MEI-LAN COLLECTION• ALI SODIQIN/RaBa

WAJIB DITELITI: Calon mahasiswa penerima beasiswa mengikuti ujian di Aula Dispendikpora Banyuwangi kemarin.

versitas Jember (Unej) itu bertujuan memberikan beasiswa penuh kepada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) yang berasal dari warga tidak mampu. Menurut Ka Dispendikpora Banyuwangi Drs Sulihtiyono MPd, jalur beasiswa ini harus memenuhi dua tahap seleksi. Yang pertama, seleksi uji akademik, dalam hal ini uji tulis yang berlangsung kemarin. Selanjutnya, tahap kedua calon mahasiswa akan mengikuti seleksi kelayakan. “Akan ada tim survei yang menyeleksi bahwa

calon penerima beasiswa benarbenar dari masyarakat tidak mampu,” terang Sulihtiyono. Oleh sebab itu, pada pendaftaran sebelumnya juga disertakan surat keterangan keluarga miskin (gakin) dari kelurahan/ desa. Setelah lulus uji seleksi kemampuan akademik, akan dilanjutkan seleksi survei gakin. Apabila calon mahasiswa penerima beasiswa tidak lulus dalam dua tahap tersebut, maka mereka akan dianggap gugur. Adapun hasil uji kemampuan akademik akan diumumkan pada Sabtu, 16 Juli mendatang. (adv/als)

Rabu 13 Juli 2011

GROSIR & Eceran Aneka Merk Sprei, Baju Baby, Fashion, Bantal, Guling, Bantal Cinta, Baby Doll, Hub:081336761176

•GENTENG BETON• PERUSAHAAN Bumi Indah Jl Semeru No III Stbd Telp. 0338-671950. JUAL MURAH

SURABAYA •TOKO KIMIA•

•GEBYAR DISCOUNT DAIHATSU• GEBYAR Discount Xenia 4Jt, Terios 4Jt, Luxio 15Jt, Sirion 15Jt, GM MB 7Jt, GM PU 9Jt/DP 5Jtan, Brhadiah Uang 1M, 8Terios, 18 Xenia Diundi Agustus Hub: Sakti AI 08121732210/ 081216299993/03337728434

•HONDA• JUAL Maestro 90 Putih Siap Pakai Hub: 08123353502

ALL New Civic ‘06, CRV’03, Avanza G’09, Xenia Li’07, Innova’04,05 solar, LSX’97 solar, LGX’02 bensin, LGX 1.8 ‘03 solar, Kijang P.Up’00, Kijang box ‘00, Taft GT 4x4’96 L300’05,09 cash/kredit bunga ringan Hub: 0333-845442/081234851769.

•RUMAH L160/165•

•TUKANG KAYU• RUMAH Dijual K Tdr 4+1, Kmndi 2, L 210M2, Jl Kopral Talab.28 Kel Tkgkayu Sertifikat Hak Milik Hub: 08176339007, 0818946848

•KETAPANG• DJL Rmh Bersertifikat L320M2 Letak Strategis, Dpn Pintu Masuk ASDP Ketapang Tnp Prntra Hub: 081-358436164

•TANAH L 5915M2•

BANYUWANGI •KAYU & SENG• DIJUAL Kayu Bekas, Kayu Kalimantan Uk 15x60m & Seng Kondisi Masih Bagus Hub: 081-336656064

MIRANTA Arsitek Jasa Gbr Bangunan 3D Wrn,Mrh Inves Tnh Dkt ITN Mlg Cck Utk KosanRokoclustr 082140136614

DJL Tnh 5915 m2, Cck U/ Tmpt Ush /pabrik Lok dikwsn industri Argopuro, Jl Argopuro No.76 Kalipuro H U B 0811352122/0333411017

•TANAH KAPLING• DJL 2 Tnh Kapling Gandeng SHM, L. 10x40M2, Hrg NEGO. Dan1 Tnh Kapling.Lok Pinggir Jln L. 10x20 M2 Harga NEGO, SHM, Cck u/ Investasi, lok.JL.Sutawijaya (Dpn Prm Istana Brawijaya). TP. Hub; 0333-8930348.

•PELATIHAN HIPNOTIS• **PELATIHAN Hipnotis Masal & Sulap** Kuasai Hipnotis Ala Uya Kuya, Biaya Hanya 300rb, Privat Hy 1Jutaan. Bns Pengobatan Di Hotel Berlian Abadi. Tgl 10/07/2011 Hub: 087880990910 (SANDY) Daftar Hotel Berlian 10.0014.00 WIB

BANYUWANGI •THE LAGON• RUKO 2 Lt, Strategis Jl Yos Sudarso Lb 110/Lt 80 SHM Hrg 375Jt Hub: 081331354660

•LAND 5915M2• FOR Sale, Land – 5915 m2, Perfect for Manufacturing Factory.Jl. Argopuro No. 76 Kalipuro BWI Cntct nmbr: 0811356109

•MIRANTA ARSITEK•

BANYUWANGI DJL Rmh Jl Adi Sucipto Lt/Lb 160/165 2Kt 2Km, Mushola, 2200W, Telp, Air Keramik Full. H 325Jt Nego TP Hub EKO 08882721945

DBIMBING Slm 4Bln Jd Guru Paud Proff, Job Trning. Dftr100rb Lgs Msk. Hub Jl MH Thmrin 48Bwi T.085236095152,10-14WIB

•HONDA• JUAL Honda Jazz 06 Idsi 05 VTi Mtic, Taruna CSX 06 Oxy, Escudo 01 20.i L 300 07 Cash/Kredit Tukar Tambah Hub: 0821421941111, 081335897888

•TYS MOBIL•

TOKO KIMIA,DISTRIBUTOR: Bahan Fiber Glass, Pasta Sablon,Semir Ban, Lycal, DLL. Jl.Ngagel Jy Sltn 95, SBY. 03160317007

•TADIKA PURI•

•ROGOJAMPI•

BANYUWANGI •SPEAKER• JUAL Speaker JBL Wharfedale.BMB. Semua asli. Power 3canel 800 watt. Cocok utk hall karaoke R.Meeting .Hub03337722222

BANYUWANGI

•KONTRAK•

•CANVASSER SALES•

DKONTRKN Ruko 2 Lt, 12 x 7 M . PLN 2200 PDAM. Toilet Atas + Bwh D/a: Kmplek Ruko Jl. Kepiting 5 A Sobo Bwi Telp 0333-422950

DIBUTUHKAN Canvasser Sales Pend Min SMA Usia Min 22th, Kirim Lam + CV Ke Perum Griya Mahkota B2, Karangrejo Banyuwangi (Selatan Pabrik Es)

BANYUWANGI •STNK-BPKB• HLGSTNK Nopol P 4751 XC an Nur Wahidah Krajan Rt/Rw 003/001 Gintangan

•GARDENIA ESTATE• DJL Rmh Jl S. Parman Gardenia Estate Banyuwangi Lt 160 Lb 175 Kt 4 Km 4, PLN 3500 Hub: 08123453635. Bisa Kredit

(10-17/07)

(10-17/07)

(10-17/07)

(10-17/07)

> BWI: DIJUAL Mits L300 DF (Pick Up) Th 2006 Wrn Coklat Tembakau, Hrg 87,5Jt Nego nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Daihatsu Gren Max (Pickup) S40IRP TMREJJ HC th 2008 biru mtl hrg 70 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Isuzu panther TBR 52 BFSR th 1996 silver hrg 65 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

> BWI: DIJUAL Mitsubishi colt FE 111 EZRY MB / light truck th 1980 kuning muda hrg 39,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

(10-17/07)

(09-14/07)

(08-17/07)

(09-18/07)

> BWI: DIJUAL Sedan Honda Civic SR4GM th 1992 hijau tua mtl hrg 60 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

> BWI: DIJUAL/Dikontrakkan RUKO Luas Tanah 203M2, Jl Jend Gatot Subroto 139 (Sebelah Selatan Kantor Pelayaran SP) Ketapang Bwi Hub:0333-416524

> BWI: DIJUAL Cepat Tanah/Rmh (Tnp Perantara) LS Tanah 493M2; Ls Bgn 118m2 Jl Kopral Talab (Dpn Pemkab Bwi) Hub: 0817388528

> BWI: Dijual Suzuki Amenity 1990, siap pakai, ban baru semua. Hrg nego dikit. Hub 081358231733


5

Rabu 13 Juli 2011

Herman Susul Syukron

18 Cabor Berangkat ke Kediri

PENCAK SILAT

GALIH COKRO/RaBa

TARGET TINGGI: Atlet silat proyeksi porprov saat berlatih di padepokan silat Jl. Adi Sucipto beberapa waktu lalu.

IPSI Rampungkan TC BANYUWANGI - Optimisme diusung cabang pencak silat menjelang Porprov III yang akan dibuka 15 Juli nanti di Kediri. Menurunkan tujuh pesilat, cabang itu seolah ingin mengulang memori manis di ajang dua tahunan tersebut. Salah satu tujuannya, menjaga tradisi mendulang medali emas. Dibanding cabor lain, pencak silat boleh menepuk dada. Cabang ini cukup konsisten dalam dua porprov sebelumnya. Dalam ajang yang digelar di Surabaya dan Malang itu, pencak silat sukses sebagai pendulang medali. Cerita sukses itulah yang kini menjadi penyemangat para pendekar berbaju serba hitam itu. Persiapan panjang menapak porprov pun dilakukan. Pemusatan latihan (TC) berjenjang menjadi pilihan untuk meraih hasil maksimal dalam even ini. “Alhamdulillah hari ini (kemarin) kita sudah selesaikan latihan,” ujar Bambang Wahyuono, pelatih IPSI Banyuwangi. Latihan terakhir yang diberikan tidak terlalu berat. Bambang hanya memberikan latihan ringan dan finishing akhir terhadap teknik bertanding pemain. Itu bertujuan agar atlet terhindar dari cedera dan memiliki kondisi lebih fresh sebelum tampil di ajang resmi nanti. Soal target, Bambang mengaku akan berusaha memaksimalkan penampilan anak asuhnya. Di kelas tanding, Umi Lailiyah tetap menjadi tumpuan sebagai pendulang medali. “Di kelas tanding peluang cukup besar,” katanya. Perhatian Bambang justru tertuju pada kelas seni. Boleh jadi ini kesempatan langka bagi Banyuwangi. Sebab, kelas ini baru saja lolos ke babak utama. Pada dua edisi porprov sebelumnya, kelas seni belum pernah berhasil menembus babak utama. Alhasil, kelas ini menjadi ujian perdana bagi IPSI Banyuwangi di porprov tahun ini. (nic/als)

BANYUWANGI - Kontingen Banyuwangi diagendakan berangkat malam ini menuju arena Porprov III Jatim. Sebanyak 235 atlet dan ofisial dari 18 cabang olahraga akan diberangkatkan ke veneu porprov di Kota Kediri. Pemberangkatan itu sekaligus melengkapi kontingen sebelumnya yang berangkat pada Minggu (10/7) kemarin. Dijadwalkan, pemberangkatan sisa kontingen Banyuwangi akan dilaksanakan malam ini pukul 07.00. Sebab, sejumlah cabor yang akan bertanding rata-rata sudah dihadapkan pada dua agenda besar. Pertama, temu teknik dan kedua adalah seremoni pembukaan porprov yang akan dilaksanakan 15 Juli. Kontingen pertama porprov Banyuwangi yang sudah bertolak ke Kediri adalah cabang bulu tangkis dan tenis lapangan. Total di ajang multieven tingkat regional Jawa Timur tahun ini, Banyuwangi memastikan turut serta dalam 20 cabor dari 26 cabor yang dipertandingkan. Proses pemberangkatan kontingen Banyuwangi sudah dilaksanakan secara simbolis oleh Bupati Abdullah Azwar Anas Jumat (8/7) lalu. Bertempat di halaman Pemkab Banyuwangi, seluruh kontingen porprov hadir dalam seremoni yang juga dihadiri pengurus KONI Banyuwangi itu. Dalam sambutannya, Bupati Anas meminta agar kontingen Banyuwangi berjuang sungguh-sungguh. Sebagai duta kabupaten, dia berharap agar mereka tetap menjaga perilaku dan sportivitas serta nama baik Banyuwangi. “Jadilah duta Banyuwangi dan menyampaikan yang ada di Banyuwangi saat ini,” katanya. Tidak ketinggalan, Ketua KONI Banyuwangi Yusuf Widyatmoko juga menyampaikan permohonan doa restu kepada masyarakat Banyuwangi. Di ajang ini, induk semang cabor itu mengusung dua misi utama; sukses keikutsertaan dan sukses prestasi. (nic/als)

Nyatakan Mundur dari Pengurus Persewangi

GALIH COKRO/RaBa

SELAMAT BERJUANG: Kontingen Banyuwangi secara simbolis dilepas Bupati Abdullah Azwar Anas Jumat (8/7) lalu.

BANYUWANGI - Kepengurusan Persewangi di bawah komando Nanang Nur Ahmadi kembali mendapat cobaan. Setelah ditinggal Syukron Makmun yang menyatakan diri mundur dari kepengurusan tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut, kini ada satu lagi yang menyatakan sikap sama. Dia adalah Hermanto yang tidak lain ketua DPRD Banyuwangi. Kepada koran ini, politisi asal PDIP itu menyatakan mundur dari kepengurusan Persewangi. “Saya ingin mundur, tapi ini sebatas lisan. Besok saya kirimkan suratnya,” ujar mantan manajer Persewangi itu. Dalam kepengurusan Persewangi pimpinan Nanang, Hermanto diplot sebagai wakil ketua I. Terkait keputusan terDOK/RaBa sebut, Herman beralaHermanto san banyak pekerjaan dan kegiatan yang membutuhkan perhatiannya. Terkait tergabungnya dia dalam susunan pengurus Persewangi, Hermanto memiliki pengakuan tersendiri. Dia mengaku tidak tahumenahu terkait masuknya nama dirinya dalam susunan kepengurusan Persewangi. Padahal, jabatan yang diemban Hermanto tidak mainmain. Kolektor smartphone itu dipercaya sebagai wakil ketua I. Sekadar diketahui, pengunduran diri Hermanto itu melengkapi daftar pengurus yang mundur sebelumnya. Pernyataan yang sama juga disampaikan wakil ketua IV, Syukron Makmun. Syukron yang tidak lain adik kandung Bupati Abdullah Azwar Anas itu memilih meletakkan jabatannya sebagai mengurus Persewangi juga karena alasan kesibukan. (nic/als)

BALJEBOL BALI

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

Tender Renovasi STAIN Diprotes

RADAR JEMBER/JPNN

LATIH KEBERSAMAAN: Salah satu kegiatan pengenalan sekolah yang dilakukan SD I Tompokersan.

Kenalkan Sekolah lewat Outbond LUMAJANG – Pengenalan kehidupan sekolah terutama bagi siswa baru tak harus dengan kegiatan yang menguras dan melatih mental. Namun juga bisa dengan kegiatan untuk melatih kebersamaan, seperti outbond misalnya. Seperti yang dilakukan SD I Tompokersan, Lumajang, di alun-alun kemarin (12/7). Murid-murid di sekolah tersebut sangat menikmati kegiatan yang diselenggarakan pihak sekolah. Seperti permainan titian bambu yang dilaku-

kan oleh anak-anak. Dalam permainan tersebut setiap kelompok terdiri dari sembilan anak. Delapan anak masingmasing berpasangan memegang tongkat. Sementara satu siswa lainnya harus meniti di tongkat tersebut tanpa boleh terjatuh. Setelah bambu dilewati, maka pasangan tersebut harus pindah ke depan. Begitu seterusnya hingga sampai ke garis finis. “Yang paling cepat mencapai garis finis dan tidak terjatuh jadi pemenang,” kata Mujahid,

salah satu guru yang mendampingi kegiatan tersebut. Dia mengatakan, kegiatan tersebut dinamakan sepekan pengenalan sekolah. Dengan kegiatan tersebut, pihaknya ingin melatih motorik anakanak sehingga lebih bisa bergerak aktif. Bukan hanya itu, semua permainan yang dilakukan adalah permainanpermainan yang mengandalkan kerja sama tim. “Hal ini untuk melatih rasa persaudaraan kepada murid-murid,” ujarnya. (ram/wah/jpnn)

JEMBER – Tender pembangunan sejumlah ruang dan gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Jember diprotes. Sejumlah kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekido) kemarin mempertanyakan proses tender yang dilaksanakan panitia lelang STAIN Jember. Aspekido menengarai, panitia tidak profesional dalam proses tender untuk empat pekerjaan di STAIN Jember. Meliputi, pekerjaan renovasi ruang belajar senilai Rp 1,065 miliar, lanjutan pembangunan gedung perpustaan tahap V senilai Rp 882,8 miliar, tender lanjutan pembangunan gedung pascasarjana tahap III senilai Rp 974 juta, serta rehabilitasi gedung kuliah senilai Rp 346,5 juta. ”Ada indikasi rekayasa dalam proses tender. Panitia tidak layak,” kata Hendik Marta Nagara, wakil Ketua Aspekindo Jember. Menurut dia, adanya penambahan susunan personalia dalam kepanitiaan lelang menyalahi aturan. Dia menilai, panitia lelang tidak menunjukkan poin-poin secara detail gugurnya sejumlah rekanan yang ikut tender. ”Rekanan hanya diberi tahu gugur saja. Tidak disertai penjelasan,” ungkapnya. Padahal, kata dia, poin-poin tersebut bakal digunakan rekanan yang kalah untuk melakukan pe-

Pencuri Kabel Telepon Dihajar JEMBER- Abdus Salam, 30, spesialis pencurian kabel telepon asal Dusun Karanganyar, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Jember berhasil dibekuk. Bahkan, tersangka satu ini sempat dihajar warga hingga babak belur. Kini, tersangka berikut barang bukti hasil kejahatan telah diamankan di Mapolsek Rambipuji. Aksi pencurian kabel ini terjadi sekitar pukul 23.00 di Dusun Gumukbago, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, malam kemarin. Pelaku bersama temannya masuk ke daerah itu dengan membawa gergaji. Kabel telepon sepanjang 5 gawang dipotong, kemudian dibawa ke area persawahan, tak jauh dari lokasi pencurian.

‘’Kami mengetahui hal itu. Dan kami tidak ingin warga sini dituduh sebagai pencuri kabel,’’ ungkap Heri Koko, Kaur Keamanan Desa Nogosari. Warga tidak langsung menangkap pelaku, melainkan menunggu terlebih dahulu sampai seluruh barang bukti terkumpul. ‘’Pagi hari sekitar pukul 08.30, seorang pelaku datang ke sawah untuk mengambil tembaga isi kabel tersebut,’’ ungkap Heri. Saat itulah, warga langsung bergerak dan menangkapnya. Tertangkap basah, pelaku berusaha melawan dan menyanggah kalau dirinya telah mencuri kabel. Saat itu, sempat terjadi perkelahian antara Heri Koko selaku kaur keamanan

dengan pelaku. Warga lainnya pun ikut membantu. Tak pelak, sebelum berhasil dilumpuhkan, warga menghujami pelaku dengan bogem mentah. Selanjutnya, warga menyeret pelaku ke Mapolsek Rambipuji. ‘’Kami sudah menerima penyerahan dari warga. Sekarang kasusnya dalam penanganan,’’ ungkap Kanit Reskrim Pozsek Rambipuji, Aiptu Agus Solikhin. Dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata pelaku tidak hanya sekali mencuri kabel milik Telkom. Berdasarkan catatan polisi, tersangka mencuri kabel lebih dari tiga kali di lokasi berbeda ‘’ Kasus ini masih kami kembangkan. Sebab ada pelaku yang belum tertangkap,’’ ungkap Agus. (rid/wnp/jpnn)

nyanggahan. Tak heran bila Hendik menilai, panitia lelang kurang transparan dalam proses tender. ”Ada indikasi direkayasa,” terangnya. Indikasi lainnya, rekanan pemenang dinyatakan tidak lolos administrasi

dalam satu kegiatan. Tetapi, rekanan tersebut dinyatakan lolos administrasi untuk tiga kegiatan lainnya. Siswono, ketua Aspekindo Jember menambahkan, pihaknya akan melakukan penyanggahan terhadap proses tender.

Apalagi, menurut dia, ada diskiriminasi dalam proses tender total senilai Rp 3,2 miliar tersebut. Bahkan, Siswono mengancam akan mengerahkan massa untuk mendemo STAIN Jember agar mengulang proses tender. (aro/wnp/jpnn)


CMYK

6

KOMUNIKASI BISNIS

Tinggal Lima Hari Lagi, Sirkus Makin Ramai BA N Y U WA N G I – P e n a m pilan sirkus di Stadion Diponegoro yang digelar hingga 17 Juli nanti benar-benar memukau penonton. Bahkan, pertunjukkan tersebut mendapat apresiasi dari Ny. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Ketua PKK Kabupaten Banyuwangi yang juga istri Bupati Anas itu menyempatkan melihat langsung aksi pemain sirkus pada Minggu (10/7) lalu didampingi Camat Kota Banyuwangi, H Lukman. Turut serta Ny Yusuf Widyatmoko dan Ny Hj Lukman. Mereka rupanya penasaran dengan aksi sirkus dari Oriental Circus Taman Safari Indonesia itu. Memang, sejak menghibur masyarakat Banyuwangi, keberadaan pertunjukkan sirkus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Setiap hari selalu ada saja yang melihat berbagai aneka macam hiburan yang disuguhkan. Bahkan, saat musim liburan, pertunjukkan yang digelar hingga 17 Juli itu memberikan alternatif hiburan bagi keluarga. “Sirkus bagi saya sebuah pertunjukkan yang menyenangkan. Selama ini saya hanya lihat di televisi. Namun sekarang bisa menyaksikannya langsung,” kata Bagong, salah seorang pengunjung. Penanggung jawab sirkus Budiharjo mengatakan, antusias penonton sirkus luar biasa. Setiap hari tercatat lebih seribu orang menyaksikannya. Penonton bisa melihat waktu pertunjukan sesuai kesempatan yang dimiliki. Jam pertunjukan

TOHA/RaBa

BUAS TAPI JINAK: Penonton bisa melihat dari dekat penampilan Harimau Sumatera yang buas tapi jinak.

sirkus pada hari Senin hingga Jumat adalah 19.00. Sedangkan Sabtu ada dua kali show. Yaitu pada pukul 18.00 dan 19.00. Pada hari Minggu atau hari libur lainnya, show dimulai pukul 13.00, 18.00, dan 20.00. Tarif tiket dijamin masuk terjangkau. Kelas ekonomi hanya Rp 20 ribu, utama Rp 35 ribu, VIP Rp 50 ribu, dan VVIP Rp 75 ribu. “Tiket pertunjukan ini sangat ekonomis. Sebab, di daerah lain harga tiket di atas ini,” kata pria asal Sidoarjo itu. Dengan harga tiket yang terjangkau, penonton bisa dengan leluasa melihat atraksi

pemain sirkus. Misalnya, unjuk kebolehan gadis karet. Di mana, gadis-gadis ini memiliki kelenturan tubuh yang luar biasa. Atraksi gaya kelabang dengan membawa lilin menyala, seorang gadis pemain sirkus begitu lihai bergerak, sehingga lilin di kedua tangan dan kaki tidak jatuh. Kontan saja, pertunjukan itu panen aplaus dari penonton sirkus. Oriental Circus Taman Safari Indonesia juga menampilkan hiburan hewan-hewan lucu. Ada juga atraksi hewan buas yang ditaklukkan. Seperti empat ekor gajah Sumatera, yang men-

jadi pusat perhatian penonton. Dalam pertunjukan itu, sang gajah memberikan salam hormat kepada semua penonton. Tidak hanya itu, aksi flying trapeze juga luar biasa. Keberanian sang flier melayang-layang dengan seutas tali, sehingga membuat adrenalin penonton ikut terpacu. Aksi lainnya adalah empat harimau Sumatera, anjing pudel London, burung kakak tua, dan burung mako. “Jadi masih ada sisa waktu lima hari, silahkan menonton bagi yang belum lihat atrkasi para pemain sirkus,” kata Budi. (ikl/als)

Rabu 13 Juli 2011


Rabu 13 Juli 2011

7

BERITA UTAMA HALAMAN SAMBUNGAN

Akibat Suhu Dingin pada Malam Hari ... ■ JARAK... Sambungan dari Hal 1

Terlebih, kabut tersebut menyelimuti kawasan tersebut pada jam-jam sibuk warga berangkat bekerja. Berdasar pantauan wartawan koran ini, fenomena kabut tebal tersebut terlihat di beberapa desa, yaitu Desa Rogojampi, Pengatigan, Gladag, Lemahbang, dan Gitik. Kabut tebal

juga dapat dirasakan warga di wilayah Desa Karangbendo. Salimi, warga Desa Pengatigan mengatakan, kabut tebal tersebut mulai terlihat sejak dini hari kemarin. Namun, warga masih belum tahu apa penyebab munculnya kabut tebal tersebut. “Mungkin ini ada alas kobong,” kata Salimi. Sementara itu, fenomena alam tersebut berangsur hilang memasuki pukul 08.30.

Kepala Teknis di stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Mawardi mengatakan, fenomena kabut tersebut merupakan hal yang wajar. Kabut yang tebal itu akibat suhu udara yang dingin pada malam hari. Mawardi menambahkan, penguapan yang tidak sempurna juga bisa menimbulkan kabut. Meski demikian, kabut terse-

but akan hilang dengan sendirinya ketika matahari mulai terbit. Terkait kabut tebal yang terjadi di wilayah Kecamatan Rogojampi dan sekitarnya, hal itu juga dipengaruhi cuaca pagi yang mendung. Oleh karena itu, Mawardi meminta agar masyarakat Rogojampi tidak perlu panik atas peristiwa tersebut. “Saya mengimbau masyarakat jangan cemas,” ujarnya. (mg1/bay)

Kenalkan Budaya Hidup Positif ■ TANPA... Sambungan dari Hal 1

Sejumlah materi yang disampaikan di setiap sekolah pun bervariasi, misalnya yang dilakukan di SMAN 1 Glagah. Peserta didik baru dibekali materi tentang potensi wisata di Banyuwangi, budaya tertib berlalu-lintas, dan bahaya narkoba serta seks bebas.

Pemateri pun beraneka ragam disesuaikan tema yang akan disampaikan, seperti dari Paguyuban Jebeng Thulik, Satlantas Polres Banyuwangi, Komisi Penanggulangan Aids, dan Dinas Kesehatan Banyuwangi. “Kegiatan ini sekaligus untuk memperkenalkan sikap dan budaya hidup positif kepada anak didik baru,” ujar Ivan Alfandi, ketua Paguyuban

Jebeng Thulik. Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) akan mengeluarkan sanksi bagi sekolah yang kedapatan memasukkan unsur kekerasan dan perpeloncoan dalam MOPDB tahun ini. Bila terbukti melakukan kegiatan yang dilarang tersebut, Catur menyatakan akan memberikan sanksi. Sekadar diketa-

hui, MOS tahun 2011 ini diselenggarakan secara serentak untuk tiga tingkatan sekolah, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Total siswa SMP dan SMA sederajat yang turut serta dalam kegiatan yang akan berakhir 13 Juli nanti itu 47.000 siswa. Mereka terdiri atas 25.000 siswa SMP/ MTS dan 22.000 siswa SMA/ SMK/MA. (nic/bay)

Dewan Segera Panggil Pelaksana Proyek ■ INGIN... Sambungan dari Hal 1

Dalam pertemuan itu, pengerukan pasir di muara harus menjadi prioritas. Selain itu, di sekitar dermaga pelabuhan rakyat di Pantai Boom itu juga harus dikeruk. “Janjia itu tidak pernah dipenuhi, dan nelayan semakin susah,” katanya. Nelayan lain, H. Teguh mengatakan, muara di sekitar proyek dermaga itu merupakan satu-satunya jalur yang dilewati perahu dan kapal milik

para nelayan. Saat ini, muara itu dipenuhi pasir hingga sulit dilalui perahu. “Untuk melintas di muara itu, kita harus ekstra hati-hati,” cetus nelayan asal Kelurahan Kepatihan itu. Menurut Teguh, lintasan di muara itu hanya cukup untuk satu perahu. Itu pun perahu tidak bisa melaju cepat karena berisiko menghantam batu cengkih (tatrapod, Red) di sekitar muara. “Kalau menabrak batu cengkih, perahu bisa rusak,” jelasnya. Sementara itu, anggota komisi

IV DPRD Banyuwangi, Sukirman, saat ditemui di gedung dewan mengaku kecewa dengan pelaksana proyek tersebut. Sebab, pelaksana tidak menggubris permintaan wakil rakyat. “Kita sudah pernah sidak ke proyek itu, dan kita minta pengerukan segera dilakukan karena mengganggu aktivitas nelayan,” kata politisi PDIP itu. Sukirman menyebut, proyek lanjutan pengembangan pelabuhan rakyat tahun ini dikucuri dana Rp 8,9 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur. Dana se-

besar itu, di antaranya untuk pengerukan pasir di sekitar muara. “Pengerukan pasir di muara itu ada anggarannya, kenapa tidak lekas dilakukan,” katanya. Merasa diabaikan, Sukirman akan segera memanggil pihak pelaksana proyek untuk dimintai pertanggungjawaban. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Banyuwangi. “Komisi IV sudah meminta pimpinan dewan memanggil pelaksana proyek,” cetusnya. (abi/bay)

Dinas PU Paling Rendah ... ■ KECEWA... Sambungan dari Hal 1

Bahkan, usai acara salah satu anggota dewan mengaku tidak puas dengan jawaban yang diberikan para pejabat tersebut. “Bapak pimpinan, jawabannya ngambang semua,” kata anggota Komisi IV DPRD, Muhammad Hidayat. Empat dinas yang dipanggil DPRD untuk dengar pendapat itu adalah Dinas Kesehatan (Dinkes); Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora); Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU); dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkomin-

fo). “Angka penyerapan sangat rendah. Sampai semester pertama, ternyata penyerapan masih di bawah 10 persen semua,” kata anggota Komisi IV DPRD, Gunawan. Menurut Gunawan, dari empat dinas yang dipanggil, angka penyerapan tertinggi hanya Dinkes yang mencapai 7 persen. Yang paling rendah adalah Dinas PU yang penyerapan anggarannya hanya 0,4 persen. Dua dinas lain, yakni Dispendikpora, masih 1,4 persen, dan Dishubkominfo sekitar 2,8 persen. “Penyerapan ini sangat rendah,” kecam anggota Fraksi Partai Demokrat itu. Ketua Komisi IV DPRD, Zainal

Arifin Salam, mengaku ada beberapa alasan terkait rendahnya angka penyerapan APBD itu, di antaranya aturan yang ada. “Kita lihat angka penyerapan memang sangat rendah,” kata lelaki yang juga ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) itu. Dalam dengar pendapat itu, Arifin Salam juga meminta empat kadis segera melakukan kegiatan. Penyerapan anggaran harus segera dilakukan demi melayani masyarakat. “Semua rekanan yang sudah mendapat SPK (Surat Perintah Kerja) harus segera mengerjakan pekerjaannya,” pintanya. Arifin mengakui, rendahnya penyerapan salah satunya ka-

rena sejumlah paket pekerjaan harus ditender ulang. Sebab, saat dilakukan lelang ternyata tidak memenuhi beberapa persyaratan yang ada. “Kita minta Dinas PU segera melakukan penyerapan, karena penyerapannya paling rendah,” ungkapnya. Meski masih banyak kendala, Arifin tetap berharap pemerintah memperbaiki sejumlah program yang sudah ditetapkan. Terutama, perbaikan sarana infrastruktur, seperti jalan raya yang banyak rusak. “Idul Fitri jalan-jalan yang rusak harus sudah diperbaiki biar rakyat bisa menikmati hasil pembangunan saat Lebaran,” pintanya. (abi/bay)

Berkeliaran Tanpa Busana ... ■ MINTA... Sambungan dari Hal 1

Dia menambahkan, populasi gepeng dan orgil tampaknya terus bertambah di Banyuwangi. Keberadaannya terkadang juga

membuat orang lain terganggu. “Orgil banyak yang berkeliaran, bahkan ada yang jalan-jalan tanpa busana,” cetusnya. Ruliyono mengaku, Bupati Abdullah Azwar Anas sebenarnya sudah menginstruksikan

untuk mengatasi masalah sosial seperti itu. Tetapi, para pejabat yang terkait tidak segera bertindak. “Ini urusan Satpol PP dan Dinas Sosial,” sebutnya. Sebagai pihak yang terkait dalam penertiban gelandangan

dan orgil, kata Ruliyono, Satpol PP dan Dinas Sosial ternyata lamban. Menurutnya, kedua instansi itu terkesan kurang bisa memahami tugasnya. “Para pejabat tidak bisa mengikuti irama bupati,” sindirnya. (abi/bay)

Dana Belum Turun, Gunakan Uang Sendiri ... ■ KETINGGALAN... Sambungan dari Hal 1

Sebab, para awak redaksi baru “ngantor” untuk menggarap koran pada sore hingga malam hari. Ketua rombongan Kwarcab Banyuwangi, Mukhiar, tampak terharu dengan perjuangan para Pramuka Penggalang tersebut selama mengikuti Jambore Nasional di OKI. Apalagi, mereka menempuh perjalanan darat sangat melelahkan. “Sebelumnya kami minta maaf jika bau kami mengganggu. Selama perjalanan, kami baru mandi dengan air segar di Kabupaten Probolinggo pagi tadi,” ujarnya membuka pembicaraan. Meskipun mereka lelah karena perjalanan sangat melelahkan selama tiga hari di dalam bus, tapi mereka tetap antusias mendengarkan penjelasan pemred RaBa tentang proses pembuatan koran. Sementara itu, banyak pengalaman yang mereka dapatkan di arena nasional jambore selama sepekan itu. Seperti penuturan Bagas, siswa SMP 1 Genteng. Bagas mengaku senang karena bisa bersalaman

dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Effendi, saat rombongan transit di Jawa Barat. Selain itu, mereka juga melihat langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di arena jambore. Bagi pelajar seperti Bagas, kesempatan bertemu presiden adalah kesempatan langka. “Padahal, barisan kontingen Jawa timur sangat banyak, ternyata SBY berdiri tepat di depan kami,” kata Bagas berapi-api. Selain itu, Bagas mengaku senang bisa berkenalan dengan kontingen dari Papua. Sambil sesekali mengusap peluh, dia seolah tidak merasa letih ketika menceritakan pengalamannya. “Ikut Jambore Nasional itu enak, bisa kenal teman-teman dari seluruh Indonesia. Apalagi, saya ketemu anak dari Kalimantan yang bisa bahasa Jawa,” ujarnya. Lain lagi pengakuan Eka. Siswi dari Kecamatan Srono itu mengaku punya banyak pengalaman tak terlupakan selama mengikuti Jambore Nasional. Selain tidur beralas matras, seorang temannya ada yang ngompol di tenda. Itu karena teman tersebut tak tahan dengan panjangnya

antrean di fasilitas MCK yang tersedia. Ada juga teman yang kehilangan telepon seluler (ponsel) ketika mengikuti wisata di kawasan Jembatan Ampera, Palembang. “Handphone saya hilang, tapi akhirnya ketemu. Saya sempat mencarinya pas wisata ke Ampera sampai akhirnya ketinggalan rombongan kakak pembina. Gara-gara ketinggalan bus, saya nyaris tak bisa pulang,” imbuhnya. Dari sekian banyak kegiatan yang diikuti selama Jambore Nasional, adventure challange adalah yang paling digemari para peserta dari Banyuwangi. Kegiatan tersebut meliputi latihan bertahan hidup di alam bebas. Dalam kegiatan tersebut, mereka juga diajari cara menangkap ular. Sayangnya, kegembiraan mereka tersebut tidak dibarengi dukungan pemkab. Perjalanan mereka selama satu minggu lebih itu menggunakan uang dari kantong pribadi masing-masing. Menurut Mukhiar, sebelum rombongan berangkat, mereka sudah mengajukan bantuan dana kepada pemkab. Namun, sampai mereka kembali ke Banyuwangi, dana tersebut belum juga turun. (bay)

Beredar 15 Ribu Kupon ... ■ ASKAB... Sambungan dari Hal 1

Hingga kemarin, kupon Mlaku Bareng yang sudah beredar di masyarakat mencapai sekitar 15 ribu lembar. Selain itu, panitia juga dengan

terbuka menerima komunitas, instansi, dan sekolah yang ingin berpartisipasi untuk mengerahkan massa dalam kegiatan ini. ‘’Askab sudah siap meramaikan acara ini. Ayo siapa lagi yang menyusul?’’ ujar Gerda Sukarno, salah satu panitia Mlaku Bareng. (event/bay)

Dua Orang Masih Buron ■ DUEL BERDARAH... Sambungan dari Hal 8

Pria 30 tahun asal Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, itu menderita robek di pinggul. Seorang personel Polres Situbondo Iptu Sadali yang sedang memintai keterangan Riskiyanto dan Doni, mencurigai Totok adalah salah satu anggota kawanan yang telah menganiaya korban. Semula, Totok Macan berdalih bahwa luka di pinggulnya akibat celuritnya sendiri. “Saya terjatuh saat akan mencari rumput, Pak,” kilahnya.

Upaya Totok Macan berkelit ternyata sia-sia. Sebab, saat kereta dorong yang digunakan untuk membawanya ke ruang bedah melintas, Doni berkata bahwa Totok Macan adalah orang yang membacok Riskiyanto. “Itu dia Totok Macan, Pak. Dia yang membacok korban,” kata Doni. Sementara itu, menurut pengakuan Doni, masih ada dua pelaku lain, yakni Totok dan Tomy, yang masih belum tertangkap. Kasatreskrim AKP Sunarto membenarkan masih ada dua pelaku yang buron. “Sampai saat ini (kemarin) kami masih me-

ngejar dua pelaku,” ujarnya. Motif pembacokan itu diduga dipicu dendam lama. Sebab, Tomy sempat carok dengan Riskiyanto di konser dangdut di Desa Siliwung beberapa waktu lalu. Singkat kata, Senin malam (11/7), Totok Macan, Doni, Totok, dan Tomy, menggelar pesta miras di rumah Doni. Mereka melanjutkan dugem di warung remang-remang di Desa Kotakan. Kebetulan, di salah satu warung itu mereka melihat Riskiyanto masuk ke sebuah kamar. Lepas tengah malam, Totok mendobrak pintu kamar dan langsung membacok korban. (sgt/aif)

PPP Setuju dengan Catatan ■ PARIPURNA... Sambungan dari Hal 8

Sementara itu, empat rancangan peraturan daerah (raperda) yang kini sedang dalam persetujuan di DPRD Situbondo berjalan mulus. Hampir semua fraksi menyatakan persetujuannya agar segera ditetapkan sebagai perda yang definitif. Meski demikian, fraksi-fraksi tetap memberikan sejumlah catatan. Empat raperda itu adalah raperda retribusi pelayanan kesehatan pada puskesmas dan laboratorium kesehatan dan raperda susunan organisasi dan tata kerja badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Selain itu, raperda pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBBPP) dan raperda bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Salah satu catatan kritis disampaikan Fraksi Partai Persa-

tuan Pembangunan (PPP). “Perlu adanya pendataan ulang terkait dengan penerimaan program jamkesmas atau jamkesda yang harus sesuai dan berpedoman pada standar pelayanan minimal (SPM),” ujar Asida Wahasni, Sekretaris FPP. Kata dia, program jamkesda/ jamkesmas selama ini banyak disalahgunakan. Bahkan, ada yang sampai diperjualbelikan. Sebab itulah, ke depan harus benar-benar dimanfaatkan bagi masyarakat miskin yang membutuhkan. Asida juga meminta agar dalam raperda retribusi pelayanan kesehatan pada puskesmas dan laboratorium kesehatan, sisa pengembalian retribusi agar dipergunakan untuk pembiayaan kesehatan masyarakat. Ini agar program pengembangan dan pemberdayana masyarakat terhadap kesehatan sesuai dengan hara-

pan dan tepat sasaran. Perampingan seksi-seksi dan tugas pokok Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam raperda juga dikritisi. “Harus sesuai dengan struktur organisasi dan kebutuhan yang berdasarkan pada APBD,” imbuh perempuan berjilbab tersebut. Asida meminta Pemkab secepatnya segera memberlakukan tarif dasar pengenaan pajak dengan plafon 0,13 persen dari NJOP (nilai jual objek pajak). Ini agar instansi pemungut dapat segera memungut pajak kepada objek pajak. “Pemkab juga harus memperhatikan kondisi riil kabupaten Situbondo dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat seutuhnya dalam penerapan raperda bea perolehan hak atas tanah dan bangunan yang ditetapkan sebesar lima persen,” imbuh politisi PPP itu. (pri/adv/aif)

Temukan Bercak Sperma ■ AS SULIT... Sambungan dari Hal 8

Soal sejak kapan tanggal efektif beliau (AS) tidak menjabat sebagai pinca Situbondo, kami tidak mengetahui secara pasti karena kami tidak memegang berkasnya,” jelentrehnya. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita berinisial AS digerebek aparat Polres Situbondo saat hampir semalaman menginap dengan pria yang belakangan diketahui masih berstatus mahasiswa, sebut saja namanya ASA, 22, di kamar kos AS, di Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Situbondo, Senin dini hari (11/7).

Ironisnya, penggerebekan itu dipimpin langsung suami sah AS. Sebut saja namanya EF, 29, warga perum Panorama Indah, Desa Sumberkolak, Kecamatan panarukan. EF merupakan personel polisi yang bertugas di Polres Situbondo. Sesaat setelah digerebek, sepasang pria-wanita bukan muhrim itu langsung digelandang ke Mapolres Situbondo. Polisi juga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam kamar kos AS. Beberapa barang bukti, seperti kain selimut, handuk, dan pakaian dalam AS, diamankan petugas. Kapolres Situbondo AKBP Imam Thobroni melalui Kasat-

reskrim AKP Sunarto mengatakan, saat olah TKP, polisi menemukan bercak sperma di atas tempat tidur AS. “Tetapi, untuk membuktikan apakah bercak di sprei itu sperma ataukah bukan, tentu masih harus diselidiki lebih lanjut. Kami masih akan menguji di laboratorium dan menunggu hasil visum,” ujarnya. Menurut Sunarto, berdasar hasil penyelidikan sementara, AS diketahui sebagai pinca Bank Mega di Situbondo. “Yang jelas, suami sah AS menuntut kasus ini. Tetapi, untuk membuktikan dugaan perzinaan AS dan ASA, kita harus melakukan penyidikan lebih lanjut,” tandasnya. (sgt/aif)

NYAMANNYA BERIBADAH TANPA GANGGUAN ASAM URAT Kurang lebih 5 bulan lamanya, Bardan, warga Desa Klakah, Kec. Klakah, Lamajang, Jawa Timur, mengeluhkan kakinya tidak bisa ditekuk karena menderita asam urat. Akibatnya, ia tidak bisa duduk dengan baik sehingga aktifitas ibadahnya menjadi terganggu, “Mungkin karena pola makan yang tidak sehat akhirnya saya terkena asam urat.” Tutur pria berusia 51 tahun tersebut. Asam urat bukanlah nama suatu penyakit, namun ia adalah suatu zat sisa metabolisme zat yang bernama purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Keadaan dimana tubuh mengalami kelebihan kadar asam urat disebut hyperuricemia. Pada kondisi normal, kelebihan purin ini akan dikeluarkan melalui urine dan feses. Namun jika purin yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, maka ginjal akan kesulitan mengeluarkan zat tersebut sehingga terjadi penumpukan sisa metabolismenya (asam urat). Penumpukan sisa metabolisme zat purin di persendian dapat menyebabkan bengkak dan rasa nyeri. Berbagai upaya telah dilakukan oleh ayah 3 orang anak itu untuk mengatasi keluhannya tersebut, namun belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Akhirnya, sekitar 2 bulan yang lalu, ia menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi keluhannya. Apakah itu? “Setelah minum Gentong Mas secara teratur, sekarang saya merasa lebih sehat, kadar asam urat sudah normal kembali, saya pun bisa duduk dengan baik, ibadah jadi lancar dan nafsu makan bertambah.” Ungkap karyawan BUMN tersebut dengan bahagia.

Dewasa ini, kecenderungan gaya hidup kini mulai kembali pada penggunaan produk-produk berbahan alami. Di berbagai negara, hal ini dikenal sebagai “gelombang hijau baru” atau new green wave. Gerakan ini berupaya menggunakan kembali bahan-bahan yang di dapat dari alam. Setelah merasakan manfaatnya, kini, ia ingin sekali membagi pengalaman sehatnya tersebut dengan orang lain, “Semoga pengalaman saya ini bermanfaat untuk yang lain.” Pungkasnya. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda bermanfaat untuk menormalkan metabolisme, termasuk metabolisme purin sebagai pembentuk asam urat yang dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran asam urat dari darah melalui urine. Selain itu, Gula aren bermanfaat menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil maksimal, kontrol makanan yang dikonsumsi dan banyak minum air putih, sekitar 8 gelas sehari. Kini, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi : 085234398441. Banyuwangi: 085234398441. Situbondo : 082143391646 Depkes:P-IRT.812.3205.01.114


8

Jawa Pos-nya Kota Santri

Rabu 13 Juli 2011

Duel Berdarah di Warung Remang Tiga Orang Terluka, Dilarikan ke RS

DIRAWAT: Doni mengalami patah tulang kaki kiri akibat terjatuh saat dikejar massa.

BERKELIT: Totok Macan juga menjalani perawatan medis di RS dr. Abdoerrahem akibat luka robek di pinggulnya.

SITUBONDO - Dendam lama setelah carok beberapa waktu lalu berbuah petaka bagi kedua belah pihak. Pasalnya, para pelaku itu kembali duel episode dua saat bertemu di sebuah warung remang-remang di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, dini hari kemarin (12/7). nsiden berdarah yang melibatkan lima orang itu mengakibatkan tiga orang di antaranya harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem, Situbondo, akibat luka-luka serius yang mereka derita. Awalnya, Riskiyanto, 29, warga Desa Siliwung, Kecamatan Panji, berkencan dengan seorang wanita malam yang mangkal di warung remang-remang tersebut. Menurut versi Riskiyanto, wanita bernama Nuryati, 29, itu adalah istri sirinya. Sekitar pukul 01.00, tiba-tiba ada seseorang tidak dikenal mendobrak pintu kamar tempat Riskiyanto dan Nuryati tidur. Tanpa banyak cakap, pelaku itu langsung mengayunkan sebilah celurit ke arah Riskiyanto hingga mengenai kepala bagian belakang.

Meski darah segar bercucuran dari luka menganga di kepalanya, Riskiyanto masih sempat bangkit. Dibantu warga sekitar, pria yang satu itu langsung mengejar pelaku yang ternyata datang ke lokasi prostitusi ilegal tersebut bersama tiga rekannya. Selang beberapa meter, tubuh Riskiyanto ambruk akibat terlalu banyak mengeluarkan darah. Untuk menyelamatkan korban, beberapa warga langsung melarikannya ke RS dr. Abdoerrahem. “Saat saya tidur dengan istri saya (Nuryati), tiba-tiba seseorang yang tidak saya kenal mendobrak pintu. Dia langsung menyabetkan celurit ke arah saya,” ujar Riskiyanto saat berada di RS. Uniknya, selang beberapa lama setelah korban menjalani perawatan di RS Abdoerrahem, datang seorang pasien bernama Doni, 29, warga Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, dengan kondisi patah tulang kaki kiri. Pria itu belakangan diketahui merupakan salah satu kawanan pelaku. Rupanya Doni terjatuh ke sungai di Desa Kotakan akibat ketakutan dikejar massa. Kejadian menarik lain, menjelang siang hari, seorang pelaku lain, yakni Totok Hariyanto alias Totok Macan, juga dievakuasi ke RS pelat merah di Kota santri tersebut n  Baca Duel Berdarah...Hal 7

SIGIT HARIYADI/RaBa

LUKA DI KEPALA: Riskiyanto ditemani Nuryati saat menjalani perawatan di RS dr. Abdoerrahem kemarin (12/7).

AS Sulit Ditemui Wartawan Paripurna Internal Umumkan 3 Raperda Pinca Bank yang Digerebek di Kamar Kos

SIGIT HARIYADI/RaBa

DIGELANDANG: ASA saat memasuki Mapolres Situbondo.

DIPERIKSA: AS saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Situbondo Senin (11/7) kemarin.

SITUBONDO - Bola panas terkait kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan petinggi Bank Mega Cabang Situbondo masih terus menggelinding. Anehnya, pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi bahwa wanita berinisial AS, 33, tersebut adalah pimpinan cabang (pinca) Situbondo. Saat wartawan koran ini mendatangi kantor cabang (kanca) Bank Mega di Jalan Argopuro, Kecamatan Panji, kemarin (12/7), para pegawai bank tersebut terkesan main “pingpong”. Yang pertama, Syaiful, seorang petugas keamanan (security) yang bertugas di sekitar area parkir, mengatakan bahwa wanita berinisial AS tersebut sedang tidak berada di kantor. Padahal, wartawan koran ini mendapati sedan merek Toyota warna silver dengan nomor polisi L 1776 NL yang sehari-hari digunakan AS berada di area parkir. Tidak begitu saja menyerah, Radar Banyuwangi (RaBa) bernisiatif memasuki kantor bank swasta itu menemui costumer service untuk meminta izin guna konfirmasi kepada AS. Lagi-lagi, jawaban berbelit dilontarkan pegawai Bank Mega. “Pimpinan (AS) memang ada. Sebentar saya komunikasikan dengan pejabat lain,” ujar seorang security yang bertugas di pintu masuk kantor Bank Mega. Namun sayang, setelah berdiskusi beberapa saat dengan para pegawai yang lain, security yang satu ini mengatakan bahwa AS tidak bersedia dikonfirmasi karena sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tim audit dari kantor wilayah Bank Mega. Setelah dijelaskan beberapa saat bahwa kedatangan RaBa untuk memberikan ruang bagi AS menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya, seorang pegawai yang mengaku bernama Putra melontarkan peryataan yang seolah tidak mengakui bahwa AS merupakan pinca Bank Mega Situbondo. “Yang bersangkutan (AS) sudah tidak bertugas di Situbondo,” ujarnya. Saat ditanya mengapa mobil AS berada di area parkir bank tersebut, Putra beralasan bahwa wanita yang satu itu sedang mengurus berkas-berkas kepindahannya. “Yang bersangkutan masih mengurusi berkas-berkas n  Baca AS Sulit...Hal 7

SITUBONDO - DPRD Situbondo terus berusaha produktif menelorkan peraturan daerah (perda). Kemarin, para wakil rakyat itu menggelar rapat paripurna internal yang salah satu agendanya mengumumkan tiga raperda baru yang akan dibahas dalam waktu dekat. Rapat yang dilakukan sebelum paripurna persetujuan empat rancangan perda (raperda) itu dipimpin langsung Ketua DPRD Zeiniye didampingi dua wakilnya, Hadi Prianto dan Narwiyoto. “Tadi agendanya juga pergantian Yusuf Firdaus di komisi,” kata Zeiniye usai paripurna kepada RaBa kemarin.

Menurut politisi perlu diatur secara perempuan PPP rinci melalui perda itu, tiga raperda pendidikan. yang kemarin diuRaperda pembumumkan dalam atan perda diranparipurna internal cang agar regulasi DPRD adalah radan mekanisme perda pembuatan pembuatan perda perda, raperda parmelalui beberapa tisipasi dan ketertingkat pembabukaan informasi hasan. Sehingga, publik, dan rapakan lebih fokus DOK.RaBa erda pendidikan. la gi dan diatur Zeiniye “Raperda pendididalam satu bingkan diusulkan lintas fraksi dari kai hukum. “Raperda ini diuKomisi IV,” terang Zeiniye. sulkan badan legislasi (banUsulan dilakukan sebagai re- leg),” imbuhnya. spons terhadap kondisi dunia Banleg juga mengusulkan pendidikan Situbondo yang perda partisipasi dan keterbutuh perbaikan. Sehingga, bukaan informasi publik. Itu

untuk memperbaiki model partisipasi program pembangunan, mulai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Semua tahapan itu perlu keterlibatan semua penentu kebijakan dan semua unsur masyarakat. Raperda keterbukaan informasi publik juga sangat penting. Sebab, saat ini setiap daerah memang berkewajiban membuka informasi kepada masyarakat luas. Dengan perda itu, nanti seluruh informasi terkait apa pun bisa diakses masyarakat. “Tiga raperda itu akan dibahas lebih lanjut oleh banleg,” imbuh Zeiniye n  Baca Paripurna...Hal 7


Radar Banyuwangi 13 Juli 2011  

Radar Banyuwangi

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you