Issuu on Google+

1

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II Koran Madura

KAMIS

Harga Eceran Rp 3.500,- Langganan Rp 70.000,-

4 JULI 2013

g PAMANGGHI

Citra Oleh : Carol Aji

Kolumnis, tinggal di Jakarta

C

GEMPA ACEH TENGAH Warga mencari korban gempa yang diduga masih tertimbun di runtuhan masjid di Lampahan Timur, Aceh Tengah Provinsi Aceh. Rabu (3/7). Gempa berkekuatan 6,2 SR itu mengakibatkan 17 orang tewas, 15 lainnya masih dinyatakan hilang, ribuan bangunan hancur dan ribuan orang mengungsi. ant/rahmad

PPP: “Poros Tengah” Bisa Saja Kembali antara foto/wahyu putro a

KASUS SUAP PEMAKAMAN. Foto kombo tersangka dugaan suap perizinan lahan taman pemakaman bukan umum (kiri ke kanan) PNS Pemkab Bogor Usep Jumenio, Mantan Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher serta Honorer Pemkab Bogor Listo Welly meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (3/7). Berkas penyidikan ketiga tersangka tersebut telah selesai dan akan dilanjutkan ke persidangan.

KASUS SUAP MAKAM

Berkas Tersangka Sudah di Kejaksaan JAKARTA- Berkas tiga tersangka dugaan suap izin lokasi pembangunan tempat pemakaman bukan umum (TPBU) di Desa Antajaya kabupaten Bogor Jawa Barat, dilimpahkan ke tahap penuntutan jaksa penuntut umum KPK. “Hari ini dilakukan tahap dua atas nama tersangka ID (Iyus Djuher), LWS (Listo Wely Sabu) dan UJ (Usep Jumeino) masing-masing dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kaitan dengan pemberian suap terkait pengurusan izin lokasi TPBU di desa Antajaya, Bogor,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu. Dalam tahap dua tersebut artinya berkas penyidikan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum KPK yang akan menyusun dakwaan terhadap ketiga tersangka tersebut dengan waktu maksimal 14 hari. Sedangkan mengenai tempat persidangan, Johan masih akan mengonfirmasinya. “Pengadilan yang akan menyidangkan masih akan dikonfirmasi, mungkin akan disidang di pengadilan Tipikor Jawa Barat, karena tempat kejadian perkara ada di sana,” tambah Johan. (ant/riz)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali tidak menampik kemungkinan terjadinya koalisi Poros Tengah pada Pemilu 2014 sebagaimana pernah terjadi saat Pemilu 1999. “Semua kemungkinan bisa terjadi dalam Pemilu. Syukur-syukur ada poros tengah. Akan tetapi, sekarang kami belum tahu soal arah koalisi pilpres. Keputusan mengenai itu akan mengerucut setelah Pemilu Legislatif 2014,” kata Suryadharma di sela-sela acara Pembekalan Calon Legislatif PPP di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu. Dia mengatakan kondisi sekarang belum tepat untuk menentukan arah koalisi karena segala keputusan masih mentah dan dapat berubah sewaktuwaktu sampai Pemilu Legislatif 2014 berakhir. PPP menyatakan diri sebagai satusatunya partai yang tidak malu-malu menunjukkan asas serta identitas Islam dan menegaskan akan terus konsisten dengan hal itu. “Sejak Orde Baru hingga sekarang PPP tetap pada asas Islam. Partai lain mungkin masih malu-malu untuk menunjukkan diri sebagai identitas Islam secara konsisten,” kata dia. Meski begitu, dia akan sangat membuka diri jika umat Islam berkeinginan kembali bersatu dalam satu

wadah PPP dengan satu tujuan mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada. “Saya berharap kita semua menjaga kebersamaan dan menyingkirkan segala hal sia-sia yang dapat mengganggu seperti konflik,” kata dia. Dalam acara Pembekalan Caleg PPP tersebut dia mengimbau semua caleg partai berlambang kabah itu dapat bekerja keras dalam meningkatkan perolehan suara pada Pemilu Legislatif 2014.

“Jika kami mampu bekerja sama dengan baik dan terarah maka target kenaikan 200 persen suara dari pemilu sebelumnya merupakan hal mudah,” katanya. Perolehan suara PPP di tingkat DPR RI di beberapa edisi pemilu mengalami tren negatif. Pada Pemilu 1999, partai tersebut memperoleh suara sebesar 10,7%. Selanjutnya dalam Pemilu 2004 turun menjadi 8,15% dan tersisa 5,32% saat Pemilu 2009. (ant/pri)

PERJALANAN SPIRITUAL KORAN MADURA MENYAMBUT RAMADHAN (1)

Singgah di Negeri Singa, Teringat Tragedi Syiah di Sampang Dari Surbaya pesawat yang ditumpangi Abrari Alzael, Pemimpin Redaksi Koran Madura, tidak bisa langsung mendarat di Bandara Changi, Singapura, seperti direncanakan semula. Ia bersama rombongan harus singgah terlebih dahulu di Jakarta dan Baru menjejakkan kaki di Bandara Changi, Rabu (3/7) siang. Berikut catatannya di bandara mewah tersebut sebelum terbang menggunakan Arabian Airlines menuju Bandara King Abdul Aziz, Jedah. Sebenarnya Singapura sangat kecil dibanding Indonesia, dan begitu pula populasi penduduknya. Tetapi sebagai negara maju, Indonesia harus mengakui keunggulan Singapura. Dari sisi kemegahan, Indonesia harus tahu diri. Dibandingkan

Changi ini, Indonesia jorok. Tetapi sekumuh apa pun, saya tetap rindu Indonesia. Ini bukan soal Changi yang megah dengan semua lantai bersih dan berkarpet. Tetapi aura Negeri Singa ini menggambarkan kehendak pemerintahannya. Kesungguhan untuk menjadikan negeri yang semula kawasan rawa-rawa kumuh ini, bisa tercermin sejak dari senyum para petugas bandara yang santun dan ramah. Toilet yang selalu bersih dan harum, dinding-dinding kaca yang selalu bening dan penataan kelengkapan bandara yang sangat rapi, bagi saya sudah lebih cukup untuk menjawab tanya bagaimana Negeri Singa ini dikelola dan dipimpin. Jujur saya langsung teringat Indonesia. Tapi rasanya tidak perlu lagi cerita bagaimana sebenarnya.

Seorang kawan di Singapura, Mohammad Ridwan bertanya kapan Indonesia akan memiliki bandara setara Changi dan pernik lainnya di Singapura. Orchad misalnya, atau China town maupun tempat lainnya yang serba teratur? Di beberapa tempat di Singapura, saya menjumpai polisi seperti halnya di Indonesia. Namun terus terang polisi di Singapura tidak sok seperti oknum polisi di tanah air. Ketika saya menanyakan sesuatu yang tidak saya ketahui, security santun menjawab dan bahkan mengantar saya. Ini kadang agak berbeda atau sama sekali tidak sama dengan oknum security di tanah air yang tidak jarang bersikap arogan dan sok. Dan rupanya, hanya karakter pemimpinnya yang membentuk security bersikap melampaui dirinya sebagai security.

Sayang, saya tidak boleh berlamalama tinggal di Singapura karena tujuan utama saya hanya mampir. Dulu saya pernah tinggal di Singapura, meski hanya 3 hari. Saya mengerti mengapa Singapura seperti itu. Saya juga memahami mengapa republik saya seperti ini. Dalam soal korupsi, pejabat Singapura langsung mengundurkan diri. Di tanah kelahiran saya, ada terpidana korupsi masih terima gaji. Saya harus menarik nafas bukan karena rindu negeri, tetapi pesawat Saudi Air Lines terdengar memanggil calon penumpangnya di Changi. Saya penumpang, saya bagian dari jemaah, dan saya bukan Syiah. Jadi, ingat Sampang, kota kecil di Madura yang mengguratkan duka Syiah meski akar masalahnya bukan karena sematamata karena Syiah. Dengan nama Allah yang juga dituhankan warga Syiah, saya meneruskan perjalanan material dan spiritual tahun ini. (bersambung)

itra adalah sebuah produk kecantikan. Warnanya putih. Baunya wangi. Pada botolnya disebutkan kasiatnya; Bisa membuat kulit lebih putih dan bersih. Tidak sedikit orang yang tergiur dengan promosi produk ini karena ingin mendapatkan kulit yang putih dan bersih. Yang memakai pun tak sebatas perempuan. Laki pun menggunakannya. Tujuannya, ya itu tadi, agar kulit bisa lebih putih, bersih, dan halus. Tetapi dalam dunia politik, citra memiliki makna tersendiri. Citra berarti image, kesan seseorang di mata publik. Karena itu hampir semua politisi dari pusat hingga daerah ingin menciptakan image, kesan atau citra yang positif di mata publik. Dengan citra yang baik, mereka bisa dengan lebih mudah menjual diri saat pemilu. Sebaliknya, bila citra jelek, maka proses “jual diri” saat pemilu menjadi sedikit lebih sulit. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan belakangan ini sering melakukan hal yang jarang dilakukan pejabat publik lainnya. Ketika PT Kereta Api Indonesia melakukan program e-ticketing, Dahlan kemudian naik kereta commuter line dan mencoba sistem baru tersebut. Saat itu dia menjelang menemukan pemilu seperti harga tiketnya ini, citra terlalu mumenjadi begitu rah, hanya Rp penting 2.000 perak. B u k a n hanya itu. Pemilik Jawa Pos Grup ini pernah juga memaksa petugas pintu tol Semanggi, Jakarta Pusat, untuk membuka pintu tol yang sedang tutup karena antrian kendaraan di pintu tol itu terlalu panjang dan menyebabkan kemacetan panjang. Bahkan, pria yang sudah melakukan operasi transplantasi hati di Cina itu turun dari mobil tanpa sandal. Tetapi banyak orang menilai, aksi Dahlan Iskan ini tidak murni untuk menaikkan kinerja BUMN yang berada di bawah wewenangnya. Dahlan dinilai sedang melakukan pencitraan. Sebab, pria ini memiliki hasrat untuk menapaki karier politik yang lebih tinggi dari sekedar menjadi seorang menteri. Dia ingin menjadi wakil presiden atau bahkan presiden. Kecurigaan ini makin kencang ketika dalam beberapa waktu belakangan ini, dia terus menempel Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi. Maklum, elektabilitas Jokowi sedang naik tajam, bahkan mengalahkan calon presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie dan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jadi, mendekati Jokowi agar popularitasnya turut naik. Ya, menjelang pemilu seperti ini, citra menjadi begitu penting. Dahlan tidak ingin bau amis tubuhnya tercium pemilih Indonesia. Sebab kalau ketahuan bau, dia pasti akan dijauhi dan beralih ke calon lain. Karena itu sedapat mungkin dia ingin tetap tampil ganteng dan wangi. Dalam konteks politik pencitraan menjelang pemilu 2014 seperti ini, apa yang dilakukan Dahlan Iskan itu bisa dimengerti. Tetapi mudah-mudahan, tindakan-tindakan humanis itu tidak melulu untuk pincitraan demi kedudukan politik lebih tinggi pada pemilu nanti, tetapi betul-betul untuk membenahi dan memperbaiki kondisi negara ini ke arah yang lebih baik. =

Ongkos Becak “Ke depan Toko Sinar, 2000 aja ya Cak” tawar Matrawi kepada tukang becak. “Oke pak, naik saja” jawab sang tukang becak kepada Matrawi dan temannya. Begitu sampai, Matrawi menyodorkan uang Rp 2000,- tapi sang tukang becak menolak. “Sampeyan kan berdua, jadi Rp 4000,-” Matrawi hanya melongo heran. Namun kemudian ia segera merogoh kantong dan menyerahkan uang Rp 6000,- kepada sang tukang becak. “Lho kok ini Rp 6000,- harusnya kan Rp 4000,-?” “Bapak ini gimana, kan tadi naik becak bertiga sama sampeyan” jawab matrawi datar sembari berlalu. Sang tukang becak hanya bisa melongo sambil memandangi uang yang ada di tangannya.

Cak Munali


2

SUMENEP

KAMIS 4 JULI 2013 NO. 0152 | TAHUN II

Penumpang Bertahan di Pelabuhan SUMENEP – Cuaca buruk masih belum kembali normal, sehingga sejumlah kapal belum bisa melakukan pelayaran. Ratusan penumpang menuju Pulau Kangean dan Masalembu hingga Rabu (3/7) tertahan di Pelabuhan Kalianget, karena tidak ada kapal yang melakukan aktivitas berlayar. Yati (45), penumpang kapal dengan tujuan Masalembu, sudah beberapa hari terpaksa menginap di pelabuhan, karena Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang mestinya berangkat ke Masalembu, tidak berani melakukan pelayaran, cuaca tidak bersahabat. “Mestinya kapal ke Masalembu berangkat Rabu (3/7) siang. Tapi ternyata informasi yang saya dapat, kapal sementara sandar di Pelabuhan Kalianget. Tidak berani berangkat karena cuaca buruk. Angin kencang dan ombak tinggi,” terangnya, Rabu (3/7). Untuk istirahat sambil menunggu kapal berlayat, dirinya menginap di pelabuhan, karena tidak memiliki sanak saudara di daratan Kota Sumenep. Sedangkan untuk tinggal di hotel, dirinya tidak punya cukup uang. “Ya saya semen-

tara tidur di kantor pelabuhan ini, karena mau tidur di hotel juga saya tak punya uang. Bekal hanya pas-pasan,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Suhdi, warga asal Pulau Kangean. Dirinya sudah tertahan di Pelabuhan Kalianget sejak hari Senin (1/7). Sampai saat ini belum ada kapal yang berangkat. “Senin kemarin kapal cepat ke Kangean tak berangkat karena angin kencang dan ombak besar. Ternyata sekarang pun kapal DBS tak berangkat juga, karena cuaca buruk. Ya terpaksa saya menginap di pelabuhan, menunggu ada kapal yang berangkat ke Kangean,” ungkapnya. Manajer Operasional Kapal DBS 1 Bambang Supriyo mengatakan, ketidakberangkatan kapal sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan itu akibat dari cuaca yang tiba-tiba buruk,

sehingga sangat berbahaya jika dipaksakan. “Sebenarnya jadwal keberangkatan sudah ditentukan, tapi kondisi cuaca berubah, tidak bersahabat, akhirnya ditunda dulu hingga cuaca membaik,” katanya. Direktur PT Sumekar, operator Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS), Rasul Djunaedy menjelaskan, pihaknya tidak berani memberangkatkan kapal, karena cuaca sangat buruk. “Berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini ketinggian ombak mencapai 4 meter. Kami tidak mungkin memaksakan diri untuk berlayar, karena justru akan membahayakan keselamatan,” terangnya. Ia mengaku akan memberangkatkan kapal apabila cuaca sudah membaik. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca. “Kalau nanti cuaca sudah bersahabat, maka kami akan memberangkatkan kapal. Jadi kami meminta pada para penumpang untuk bersabar, karena ini menyangkut cuaca, dan keselamatan penumpang,” pungkasnya. Kepala BMKG Kalianget Joko Sulistiyo memprediksi, cuaca buruk yang terjadi di pe-

rairan Sumenep saat ini akan bertahan hingga tujuh hari ke depan. Pihaknya meminta seluruh pelayaran kapal ke kepulauan untuk dihentikan sampai cuaca normal kembali. “Kami dari BMKG ini kan sifatnya hanya menginformasikan kondisi cuaca. Dan mengimbau pelayaran ke kepulauan, sebaiknya dihentikan dulu, tapi ini bukan larangan. Keputusan akhir apakah kapal bisa berlayar atau tidak, tergantung pada syahbandar dan nahkoda,” katanya. Sedangkan kecepatan angin yang terjadi di Sumenep saat ini mencapai 24 knot atau sekitar 50 kilo meter perjam, sehingga mengakibatkan terjadi gelombang tinggi mencapai 3 sampai 4 meter dalam beberapa hari kedepan. “Memang sekarang kondisi cuaca sekarang sedang buruk, angin serta gelombang sangat tinggi, itu sudah diluar cuaca norma seperti biasanya, “ jelas Joko. Jadi semua operator kapal yang beroperasi menuju kepulaun, seperti Perintis, Sabuk Nusantara, Dharma Bahari Sumekar, Ekspres Bahari, tidak beroperasi karena gelombang

yang sangat berbahaya bagi pelayaran. Suplai Makanan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, memberikan bantuan berupa makanan siap saji kepada penumpang yang bertahan di pelabuhan. Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik menjelaskan, pihaknya siap untuk memberikan bantuan pada warga kepulauan yang tertahan di pelabuhan karena cuaca buruk. “Kan ada dana untuk pemberian bantuan tersebut, melalui Dinas Sosial dan BPBD. Ini kan kategori bencana juga. Tidak bisa berlayar karena alam, karena cuaca buruk,” katanya, Rabu (03/7) Menurut Soengkono, pihaknya akan memberikan bantuan berupa makanan kepada para penumpang di pelabuhan sampai kembali bisa berlayar. “Seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya, ketika terjadi cuaca buruk, maka kami akan mengirimkan nasi bungkus pada para penumpang di pelabuhan,” ujarnya.

Antisipasi Penumpang Sakit Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Anugerah Rizka Rahadi mengatakan, akan mengirimkan tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan para penumpang kapal yang menginap di pelabuhan. “Saya akan instruksikan pada Puskesmas Kalianget, untuk mengirimkan tenaga kesehatan ke pelabuhan,” katanya.

Rizka menambahkan, pihaknya akan mengirimkan minimal dua tenaga kesehatan untuk memantau kondisi kesehatan para penumpang. “Petugas kami memang tidak menetap di pelabuhan, tapi akan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang setiap hari. Ini rutin kami lakukan, setiap kali ada penumpang kapal yang menginap di pelabuhan,” imbuhnya. (edy/athink/mk)

SISA PENGGUNAAN ANGGARAN

Silpa APBD Lebih 220 Miliar

Penari menampilkan tari kreasi baru Kompang , yang merupakan hasil pengembangan gerak dari beberapa tari klasik tradisional Melayu.

BENCANA ALAM

Puting Beliung Menimpa Gili Genting SUMENEP - Hujan deras dan angin kencang tiga hari terakhir menyebabkan rumah warga di Dusun Lombang, Desa Lombang, Pulau Gili Genting rusak parah karena ditimpa puting beliung. Bencana tersebut terjadi Rabu (3/7) sekitar pukul 13.30 Wib. Rumah milik Mutam rusak parah. Juga tiga kandang sapi berantakan. Masingmasing kandang tersebut milik Nursalim, Mansuri dan Rahdhali. Menurut tim reaksi cepat Tagana Kecamatan Gili Genting, Misnoto, dari pagi hujan deras dan angin kecang. Rumah warga yang rusak terdapat dipinggir pantai. “Kebetulan rumah korban di pinggir pantai,” ujarnya, Rabu (3/7). Dia menyebutkan, selain rumah dan beberapa kandang sapi yang rusak, Susiati, istri Mutam, mengalami sobek bagian kepala, beberapa bagian kulitnya juga robek dan harus dilarikan ke Puskesmas Gili Raja. Susiati pada saat kejadian, menurutnya, berada di dalam rumah dan tidak sempat menyelematkan diri sehingga tertimpa reruntuhan atap dan tembok rumahnya. Untung pada saat kejadian, beberapa warga langsung menyelematkan korban dan melarikannya ke Puskesmas Gili Raja. Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Gili Raja. Beberapa lukanya sudah dijahit, tetapi korban, masih trauma. “Bagaimana tidak trauma, Pak, rumahnya hancur total. Untunglah dia masih bisa diselematkan warga,” ungkapnya. Kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp. 95 juta. Sehari sebelumnya, Selasa (2/7), puting beliung menghajar dua desa, yaitu Desa Paberasan dan Kacongan sehingga menyebabkan tiga rumah warga rusak parah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (athink/mk)

SUMENEP - Sisa lebih penggunaan anggaraan (Silpa) APBD Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2012 lebih dari Rp. 220 miliar. Silpa tersebut terjadi karena beberapa pos anggaran tidak terserap, sehingga tidak dapat direalisasikan. Wakil Bupati Soengkono Sidik mengatakan, Silpa terjadi karena beberapa alasan teknis, sehingga posting anggaran tidak seluruhnya terserap dan direalisasikan. “Tidak sepenuhnya anggaran itu terserap kadang karena berkaitan dengan petunjuk teknis dari pusat yang lambat. Padahal realisasinya harus segera dilakukan,” terangnya, Rabu (3/7). Menurutnya, ada dua instansi yang mengalami kendala teknis sehingga anggaran yang mestinya terserap tidak bisa terserap semua. Dua instansi tersebut adalah Dinas Pendidikan dan PU Bina Marga. Data yang dihimpun Ko-

ran Madura, Silpa tahun 2012 sebesar Rp. 220.649.230.447. Angka tersebut merupakan hasil perhitungan dari selisih antara realisasi pendapatan dengan realisasi belanja (surplus/defisit) sebesar Rp.62.118.035.621, ditambah dengan pembiayaan netto yang jumlahnya Rp. 158.531.194.825. Sebelumnya, fraksi PPP, PBB, PAN, PKB, Keadilan Demokrasi (KD) dan PKNU melalui juru bicaranya masing-masing menyoroti soal pencapaian Pendapatan Asli Daerah dan Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) itu. Juru Bicara Fraksi PPP, Achmad Juhari dalam pandangan umumnya menyatakan, meskipun PAD melampaui target, namun perlu terus ditingkatkan demi mewujudkan kemandirian daerah. Disamping itu, peningkatan kualifikasi keuangan APBD 2012 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendapat opini Wajar

VALIDITAS DATA

kin,” jelasnya. Secara terpisah, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sumenep Saiful Bahri mengatakan, sebelum BLSM itu dicairkan kepada masyarakat, data penerima BLSM itu harus diumumkan kepada semua masyarakat. “Biar masyarakat tahu, siapa yang berhak menerima, dan siapa yang tidak berhak menerima. Sehingga nantinya, masyarakat juga ikut andil terhadap validnya data penerima BLSM. Kalau bisa di setiap kecamatan atau kelurahan atau kantor desa, data-data pen-

erima itu dipajang dan dipampang agar mereka tahu siapa yang berhak mendapatkan. Paling tidak, masyarakat juga bisa menilai dan menanggapi data tersebut,” pungkasnya. Dia menambahkan, kalau sudah dipampang, maka masyarakat akan lebih puas dengan adanya BLSM. “Sehingga data penerima BLSM itu berjalan secara transparan, adil dan tidak berpihak kepada mereka,” imbuhnya. Ia berharap BLSM itu betulbetul tepat sasaran. “Artinya, bantuan itu diperuntukkan bagi masyarakat yang betul-

Tidak sepenuhnya anggaran itu terserap kadang karena berkaitan dengan petunjuk teknis dari pusat yang lambat. Padahal realisasinya harus segera dilakukan.

Soengkono Sidik Wabup Sumenep

TARIF ANGKUTAN UMUM

Data Penerima BLSM Diragukan SUMENEP – Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Ahmad Khotib mempertanyakan validitas data penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Ia meragukan data tersebut karena pemerintah dalam menyalurkan bantuan kompensasi kenaikan harga BBM tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 Menurut Peneliti Madura tersebut, mestinya data penerima BLSM itu menggunakan data terbaru. “Karena khawatir, penyaluran BLSM tidak tepat sasaran seperti pengalaman bantuan-bantuan sebelumnya, baik BLT maupun bantuan beras untuk rakyat miskin,” katanya, Rabu (3/7). Keraguan lulusan UIN Sunan Kalijaga kian menguat ketika melihat pengalaman tahun lalu saat penyaluran BLT, datanya juga menggunakan data yang kurang akurat. “Sehingga ada banyak orang miskin yang tidak dapat jatah BLT. Bantuan itu hanya dinikmati oleh kalangan orang yang mampu,” ujarnya. Jika pemerintah tetap menggunakan data itu, dia pastikan penyaluran BLSM itu bernasib sama dengan BLT. “Sebelum dicairkan semua, di banyak tempat ada penerima BLSM yang punya motor baru, ini kok bisa. Termasuk di Sumenep, tidak menutup kemungkinan, BLSM tidak bisa dinikmati oleh keluarga mis-

Dengan Pengecualian (WDP) harus mulai diubah. Politisi PPP itu berharap jangan sampai perolehan peringkat opini WDP karena persoalan tidak terserapnya anggaran, dan menyebabkan Silpa dikemudian hari dapat menurunkan lagi kepada status yang terburuk. (athink/mk)

betul miskin. Selain itu, penyaluran BLSM jangan sampai disalahgunakan oleh oknumoknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya. Karena pihaknya tahu, adanya kebijikan kenaikan harga BBM itu, semua harga bahan pokok pasti naik melonjak tajam berhubung kenaikan BBM sampai 2 ribu. “Jelas akan dirasakan betul oleh masyarakat bahwa dirinya ada tekanan ekonomi. Sebelum naik saja ekonomi masyarakat sudah pas-pasan, sekarang ditambah lagi denagn naiknya BBM,” harapnya. (sym/mk)

Kenaikan Tarif Diperkirakan 20 Persen SUMENEP – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Hery Koentjoro memprediksi, kenaikan tarif angkutan di daerah tersebut sampai 20 persen. ”Kenaikan tarif angkutan itu diperkirakan sampai 20 persen,” katanya, seusai mengikuti rapat di Gedung DPRD Sumenep, Rabu (3/7). Namun, sampai saat ini angka kenaikan tersebut masih belum final. Pihaknya belum melakukan rapat dengan organda setempat. ”Kami pasti akan menyesuaikan kondisi sekitar dengan ketentuan yang telah di keluarkan oleh pemerintah pusat. Bahkan kami masih akan melakukan musyawarah dengan Organda Sumenep,” terangnya. Sementara ketika disinggung pemberlakuan kenaikan tarif, pihaknya belum bisa memastikan.”Jika tidak ada halangan, kami masih akan membahas besok (hari ini, 4 Juli 2013), jika tidak halangan. Kami akan segera mensosialisasikan,” terangnya. Pemerintah pusat telah mengumukan kenaikan tarif anggutan umum dalam kota sebesar 15 persen. Sementara berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubenur Jatim Soekarwo Nomor 46 Tahun 2013 tertanggal 1 Juli 2013 untuk Angkutan Umum Antara Kota dalam Provinsi (AKDP) mengalami kenaikan sebesar 17 persen. (edy/mk)


SUMENEP

3

KAMIS 4 JULI 2013 NO. 0152 | TAHUN II

TRANSPORTASI UDARA

Oktober, Maskapai Trans Nusa Pasifik Air Beroperasi SUMENEP– Maskapai Trans Nusa Pasicipic pada bulan Oktober nanti akan melayani penerbangan dengan rute Sumenep-Surabaya. Wakil Bupati Soengkono Siddik menjelaskan, bupati sudah menandatangi MoU dengan persuhaan maskapai tersebut. “Bulan Oktober depan, sudah operasi pesawat Trans Nusa Pasicipic itu,” paparnya. Sebelumnya, Pemkab Sumenep memperkirakan pesawat tersebut dapat beroperasi pada tahun depan. Tetapi, MOU tersebut dimajukan lebih awal sehingga hasilnya

tidak sampai pada pertengahan tahun ini. “Rute penerbangan Trans Nusa Pasipic Air hanya memiliki kapasitas 20 shit dengan ongkos Rp. 204 ribu dari Sumenep-Surabaya, pulang-pergi,” ungkapnya, usai Peripurna Tanggapan Bupati tentang PU Fraksi, di gedung DPRD Sumenep, Rabu (3/07). Dioperasikannya penerbangan dengan pihak maskapai Trans Nusa Pasipic Air, karena permintaan dari maskapai lebih longgar. Pihak maskapai hanya meminta ketebalan landasan pacu, sedan-

gkan perpanjangan tetap seperti sekarang. Sedangkan program ke depan, Trans Nusa Pasipic Air akan memiliki dua pesawat yang siap dioperasikan. Pertama yang memiliki kapasitas 20 shit, kemudian yang 50 shit. Untuk yang 50 shit, masih menunggu perpanjangan run way. Pemerintah berharap beroperasinya pesawat tersebut, akan menjadi solusi bagi masyarakat dalam mempermudah transportasi dan mempercepat tingkat perubahan ekonominya. (athink/mk)

INFRASTRUKTUR Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (kanan) berbicara bersama Senator Jambi Juniwati T. Masjchun S (tengah) dan Peneliti YLKI Ilyani dalam dialog kenegaraan dengan tema ‘Meredam Gejolak Harga Sembako Jelang Ramadhan’ di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/7). Dialog tersebut mengkritisi pemerintah yang tidak membuat kebijakan tetap untuk mengantisipasi berbagai kenaikan harga menjelang Ramadhan yang terjadi setiap tahun.

Pembangun Pasar Dilanjutkan Investor SUMENEP- Kelanjutan pembangunan Pasar Anom Baru menemukan titik terang. Hal tersebut diketahui Pemerintah Kabupaten Sumenep mendapatkan kepastian dari kontraktor pertama, yaitu PT SBS tentang pengembalian uang sebesar Rp 800 juta. Kontraktor sudah siap mengembalikan anggaran yang sudah ditilap itu. “Masalah Pasar Anom alhamdulillah sudah menemukan titik terang. Sekarang pemerintah daerah sudah ada titik temu dengan kontraktor. Kontraktor siap mengembalikan anggaran Rp 800 juta walaupun degan cara mencicil,” kata Bambang Proyogi, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sumenep, Rabu (3/7) Dijelaskan oleh Bambang bahwa kontraktor tidak bisa mengembalikan kelebihan anggaran tersebut secara tunai, kontraktor akan mencicil selama 3 bulan, dari bulan Juni hingga Agustus 2013.

“Jadi, tak kenapa walaupun harus dengan dicicil, yang penting ada niat baik dari mereka untuk mengemablikan uang tersebut, karena mereka sudah ingin membayar,” lanjutnya. Ketika ditanya apakah pembangunan pasar anom akan langusng dihandle oleh Pemkab, Bambang mengatakan bahwa kelanjutan pasar anom tersebut akan dilanjutkan oleh investor. “Kelanjutanan pembangunan pasar anom tidak akan dihandle langsung oleh pemkab, tetapi dilanjutkan oleh investor,

dan itu sudah jelas, karena pemkab dan investor sudah ada kesepakatan, cuma masih menunggu hasil keputusan final kontraknya,” ucap Bambang. Berarti jika sudah ada kesepakatan dilanjutkan oleh investor secara tidak langsung akan tidak ada anggaran dari APBD. “Iya, tidak mengggunakan APBD, kalaupun nantinya ada, mengkin hanya dana sharing saja. Jadi, itu murni berada di bawah tanggung jawab investor,” tambah Bambang Namun, lanjut Bambang, nanti DPRD tetap akan melakukan kajian dan musyawarah lebih lanjut dengan pemkab terkait dengan kontraknya. “Misalnya kontraknya 20 tahun baru akan menjadi milik pemerintah daerah atau ada kesepakatan lain. Tetapi yang jelas akan kita atur, selama beroperasi, pemkab itu dapat

berapa persen,” ujarnya. Pembangunan pasar anom baru menurut rencana akan dilanjutkan setelah PAK. “Menurut rencana akan dilanjutkan setelah PAK, jadi menunggu hasil dari PAK dulu,” ucapnya. Sementara, Ketua FKMS Kabupaten Sumenep Eko berharap agar pemkab tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya. Termasuk juga, jika benar-benar akan dilanjutkan oleh investor, maka pemkab harus mementingkan kepentingan para pedagang. “Jadi, kita akan menolak jika hanya menguntungkan investor, kasihan para pedagang yang sudah lama terlantar akibat kesalahan pemkab yang bekerjasama dengan kontraktor yang tidak profesional. Dan kami harap tidak terjadi kesalahan yang kedua kalinya,” harap Eko. (sym/mk)

PELANGGARAN PEMILU

KPU Diminta Telusuri Dugaan Ijazah Palsu Bacaleg SUMENEP - Berdasarkan tanggapan dari masyarakat terhadap Daftar Calon Semetara (DCS) yang telah ditetapkan oleh KPUD, ditemukan salah satu bakal calon legislatif (bacaleg) yang diduga menggunakan ijazah palsu. Selain itu, bacaleg yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut juga pernah tersandung kasus hukum, yakni sebagai mantan narapidana. Sesuai Peratuan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Tahun 2013, hasil verifikasi DCS tanggapan masyarakat juga ikut andil dalam menentukan daftar caleg sementara menjadi daftar caleg tetap. Sehingga sekecil apapun tanggapan masyarakat harus ditindaklanjuti, apalagi laporan tersebut mengenai ijazah palsu bacaleg. “Pada prinsipnya, KPU itu harus segera mengambil sikap dengan adanya laporan masyarakat terkait adanya dugaan bahwa ada salah satu bacaleg ternyata menggunakan ijazah palsu dan pernah tersandung masalah hukum sebagai mantan narapida. Artinya, KPU harus bisa melakukan eksekusi terhadap permalahan ini, sebab ini adalah temuan-temuan dari masyarakat yang sudah sampai kepada lemabaga KPU,” kata Zamrud Khan, Ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep, Rabu (3/7) kepada wartawan. Sehingga, lanjut Ketua Panwaslu dua periode tersebut, dalam amanah undang-undang maupun PKPU itu, sudah jelas kalau

KPUD memiliki hak untuk mengeksekusi. “Apakah bacaleg tersebut memenuhi syarat atau tidak. Salah satu contohnya seperti kemarin, ada bacaleg yang usianya tidak memenuhi syarat. Dan di Sumenep itu sudah terjadi. Dari hasil pengumuman DCS yang KPU tetapkan, ternyata ada tanggapan masyarakat tentang bacaleg yang umurnya belum genap 21 tahun, sehingga KPU harus mencoret bacaleg tersebut. Nah, dalam kasus ini KPU juga harus tegas agar KPU itu benar-benar bekerja sesuai dengan amanah undangundang dan peraturan KPU,” jelasnya Zamrud Khan meminta dalam menelusuri ijazah palsu palsu bacaleg, KPU tidak hanya menelusuri terhadap partai yang

mengusungnya. “Artinya, KPU juga harus telusuri ke Dinas Pendidikan jika ijazah tersebut di bawah Dinas, dan ke Kemenag jika ijazah itu diterbitkan oleh Kemenag. Dan meninaklanjuti ke lembagai terkait seperti Dinas Pendidikan maupun ke depag, maka itu diperbolehkan oleh undang-undang. Karena KPU itu adalah lembaga penyelenggara pemilu yang menjunjung tinggi sportifitas dan independensi,” terang Ahli Hukum tersebut. Selain itu, KPU juga harus telurusi ke aparat penegak hukum mengenai track record bacaleg yang tersandung hukum. “Agar KPU benar-benar independen dan sportif memperlakukan semua proses tahapan pemilu,” ujarnya Ketika ditanya lebih

lanjut jika KPU masih belum secepatnya mengambil sikap terkait temuan masyarakat terhadap salah satu bacaleg yang menggunakan ijazah palsu da mantan narapinda, Zamrud menegaskan bahwa pihanya sebagai lembaga pengawas, maka Panwaslu akan terus mengawal itu, agar proses tahapan pemilu itu benarbenar berjalan dengan baik, netral dan tidak memihak. Tetapi soal lolos tidaknyan bacaleg tersebut tetap yang memiliki hak otoritas adalah KPU, karena KPU sebagai eksekutornya. “Tetapi sikap KPU meloloskan atau tidak nanti tetap kami akan awasi itu, apa alasan KPU meloloskan, apa pula alasan KPU tidak meloloskan,” tandasnya. Panwaslu kini juga telah menerima banyak laporan masyarakat terkait proses tahapan pemilu. Selain telah menerima laporan adanya dugaan ijazah palsu bacaleg dan mantan narapidan, pihaknya juga telah menerima banyak laporan dari seluruh panwascam bahwa masih terdapat banyak pemilih ganda di Kabupaten Sumenep. ”Karena kami sendiri jika ada laporan dari masyarakat, kecil atau besar pasti akan kami tindak lanjuti, apalagi terkait dengan adanya dugaan ijazah palsu, jelas kami tidak lanjuti. Jika itu valid, maka laporan masyarakat itu akan kami naikkan statusnya, yaitu ke penyelidikan atau investigasi,” tegas Zamrud. (sym/ mk)

Jalan Rusak Seringkali Menyebabkan Kecelakaan SUMENEP– Kecelakaan pengendara sebagian besar disebabkan oleh infrastruktur yang rusak, seperti jalan di Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep. Selain menyebabkan maraknay kecelakaan, jalan tersebut membuat aktivitas warga setempat terganggu. Jalan tersebut merupakan jalur pusat perekonomian masyarakat setempat. Jalan berlubang dan licin seringkali terjadi kecelakaan. Setiap pengendara yang hendak melintas di jalan tersebut harus ekstra hati-hati. Jalan yang rusak sangat parah dan berlubang. Setiap kali diguyur hujan digenangi air. Jalan licin sering kali mengakibatkan pengendara terjatuh. Roni, Selasa (3/7), pengendara yang melintas di jalan tersebut, mengatakan, jalan rusak sudah lama dan tidak kunjung di perbaiki. “Beberapa waktu lalu sudah dua pengendara roda dua terjatuh di jalan ini, Mas. Sebab, jalan yang digenangi air licin, beruntung hanya luka lecet saja,” katanya. Pantauan Koran Madura, pengendara yang berpapasan dari arah berbeda salah satu-

Lihat saja wong para pejabat tiap hari lewat di jalur ini, kok rasanya pura-pura tidak tahu, bahwa jalan utama jalur provinsi ini tak ubahnya jalan pedesaan

Ahmad Warga

nya harus ada yang berhenti. Pengendara dari jalur yang berlawanan terpaksa bergantian melewati jalan berlubang yang digenangi air karena khawatir terjatuh. Jalan yang sudah rusak tersebut semakin diperparah dengan banyaknya mobilmobil besar yang melintas, seperti mobil truk dengan muatan berat. “Mobil besar itu membuat jalan semakin kocar kacir. Padahal, masih berdekekatan dengan jantung kota. Namun belum juga mendapat

perhataian pemerintah untuk segera diperbaiki,” terangnya. Jalan rusak ini merupakan akses menuju Bandara Trunojoyo Sumenep, yang tidak lama lagi akan menjadi bandara komersil. Kondisi jalan yang juga tidak jauh berbeda terjadi di jalan provinsi, Desa Patean Kecamatan Batuan. Jalan berlubang menyebabkan sering terjadi kecelakaan. Meski sudah diperbaiki, namun tidak bertahan lama. Ahmad, salah satu pengendara mengaku sangat aneh, jalan utama yang seringkali dilalui mobil besar seperti bus dan truk perbaikan jalan terkesan setengah hati. Bahkan saat ini kondisinya semakin parah pasca dilakukan pelebaran. “Lihat saja wong para pejabat tiap hari lewat di jalur ini, kok rasanya pura-pura tidak tahu, bahwa jalan utama jalur provinsi ini tak ubahnya jalan pedesaan,” gerutunya. Beberapa waktu lalu, baik legislatif dan ekskutif berjanji bahwa APBD 2013 sebagian sebagian besar akan diperuntukkan terhadap perbaikan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan rusak. (sai/mk)

DPC Hanura Dukung Duet Wiranto-Hary Tanoesoedibjo

SUMENEP – Deklarasi calon presiden (capres) dan calon wakil Presiden (cawapres) Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo dari partai Hanura langsung mendapat apresiasi penuh sejumlah DPC di kabupaten. Salah satunya, dari D PC Hanura Sumenep. DPC Hanura kota Sumekar itu memastikan mendukung dan siap memenangkan duet Wiranto dan bos MNC Group itu. Alasannya, duet Wiranto-HT dianggap cukup ideal. Keduanya juga dianggap mampu memimpin bangsa ke arah yang lebih baik. Sehingga, tidak ada alasan DPC Sumenep untuk menolak pencalonan itu. ”Kami dengan tekad yang kuat mendukung pasangan Wiranto-HT. Juga, siap memenangkannya,” kata ketua DPC Hanura Heri Efendi. Menurut Heri, sejak awal pihaknya memang sudah melirik duet Wiranto dan HT. Sebab, keduanya juga bisa

menunjang meningkatkan elektabilitas partai. Utamanya, dalam mendongkrak perolehan suara pada pemilu legislative (pileg) 2014 mendatang. ”Ini awal yang bagus. Kami yakin Hanura bisa menjadi partai yang besar, dan perolehan suara masuk tiga besar. Kalau perlu menjadi pemenang pemilu,” ungkapnya. Tidak hanya itu, tutur anggota komisi D ini, pihaknya juga akan berjuang untuk mendapatkan saura terbanyak di kota Sumekar. Minimal, juga bisa masuk tiga besar pemenang pemilu. ”Kami optimis satu fraksi bisa dapat. Intinya, kami akan menjadi the winner pada pemilu mendatang,” ungkapnya. Apalagi, sambung dia, calon legislatife (caleg) yang diusungnya untuk saat ini memang kapabel dan berkualitas. Sehingga, bisa menarik simpati masyarakat. ”Caleg yang kami terjunkan merupakan petarung dan

memang bisa diandalkan. Sehingga, suara Hanura untuk Sumenep kemungkinakan bakal meraih kemenangan,” ujarnya datar. Setidaknya, perolehan suara yang banyak nanti juga akan menjadi pertimbangan dalam merebut posisi pucuk pimpinan Sumenep. ”Bisa jadi, ke depan Hanura akan menjadi pemimpin. Tapi, untuk saat ini kami konsentrasi dulu untuk pememangan pemilu, hingga pemenangan duet Wiranto-HT,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya mengharap dukungan dari masyarakat untuk bisa berpartisipasi mendukung Hanura. Apalagi, Hanura tidak akan khianat kepada rakyat. ”Tentu saja, akan berjuang untuk rakyat. Kami bekerja hati nurani. Makanya, percayakanlah masa depan bangsa kepada kami,” tukasnya. (adv/yat)


4

Banjir Memutus Jalur Utama Pamekasan-Sumenep PAMEKASAN - Jalan Raya Jokotole, Pamekasan, tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu selama semalam. Jalan itu merupakan jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Pamekasan dengan Kabupaten Sumenep. Di beberapa titik genangan air di jalan yang berada di jantung kota Pamekasan itu hampir setinggi pinggang orang dewasa sehingga tidak mungkin dilalui kendaraan bermotor. Polisi dan warga terpaksa menutup jalur tersebut dan mengalihkan jalur kendaraan dari Pamekasan yang akan menuju arah Sumenep melalui Jalan Bonorogo. Air mulai menggenangi jalan sejak pagi setelah semalaman kawasan itu diguyur hujan lebat ditambah kurang befungsinya saluran air yang berada di kanan-kiri jalan. Selain jalan, genangan air juga terjadi di kompleks perkantoran milik Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang juga berada di Jalan Jokotole. Genangan juga masuk ke sebagian ruangan kantor di kompleks tersebut sehingga kegiatan lumpuh total. Tidak ada kegiatan layanan publik di kantor yang biasanya ramai itu. Sejumlah karyawan terlihat memindahkan barang-barang yang perlu diselamatkan, seperti arsip dan barang elektronik, agar tidak

PAMEKASAN

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152| TAHUN II

terkena air. Kompleks perkantoran itu di sejumlah instansi pemerintah, di antaranya Inspektorat Kabupaten, Kantor Catatan Sipil, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, serta instansi lainnya. Selain kompleks perkantoran itu, satu kantor milik Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang juga tergenang adalah Kantor Dinas Perindustrian dan Perdaggangan, juga salah satu kantor asuransi. Banjir di jalan tersebut juga berdampak terhadap puluhan rumah warga yang berada di sekitarnya. Bahkan, pemilik toko mebel mengaku harus menanggung kerugian akibat banyaknya air yang masuk dan menggenangi tokonya. Mohammad Ilham, salah seorang warga Jalan Jokotole mengatakan banjir disebabkan kurang berfungsinya saluran drainase di sepanjang jalan tersebut. Sehingga setiap kali wilayah itu diguyur hujan

deras dalam waktu yang cukup lama dipastikan akan terjadi banjir. Ia meminta agar pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan evaluasi terhadap kondisi saluran tersebut serta memperketat izin pendirian bangunan di sepanjang jalur itu.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii meminta warganya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayahnya selama sehari semalam. Apalagi, kondisi cuaca masih belum bisa diperkirakan secara pasti sehingga masih dimungkin-

kan akan kembali turun hujan lebat dalam waktu yang cukup lama. “Intensitas hujan yang masih tinggi, tidak menutup kemungkinan akan terjadinya banjir. Karnanya, kami meminta agar masyarakat lebih mawasdiri,” katanya. (awa/muj/ rah)

PEJABAT PEMPROV

Gubernur Serahkan Kasus Penodongan Pistol Kepada Proses Hukum PAMEKASAN - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyerahkan kasus penodongan senjata api yang dilakukan oleh Budiono, salah seorang oknum pejabat Pemerintah Provinsi ke warga diproses secara hukum. Selain itu, ia meminta Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk menangani kasus tersebut secara kedinasan. Menurut Soekarwo, pihaknya akan melakukan tindakan kepada bawahannya itu, setelah mendapat perkembangan hasil penyelidikan dari aparat kepolisian. ”Kami tunggu hasil penyelidikan dari kepolisian, baru selanjutnya kami akan melakukan tindakan,” katanya, Rabu (3/7). Gubernur enggan memberikan tanggapan, saat ditanya kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan kepada oknum pegawai negeri yang melakukan penodongan dengan pistol. Ia hanya menjawab sanksi tersebut pasti akan dijatuhkan apabila terdapat bukti adanya pelanggaran. Dia juga menyatakan tidak akan melindungi anak buahnya yang melakukan pelanggaran hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihak yang berwenang. Di tempat terpisah, Kepala Bakorwil Madura, Edy Santoso mengaku baru mendapat informasi kasus tersebut dari media. Edy mengatakan akan memanggil Budiono untuk dimintai klarifikasi (penjelasan) tentang kasus itu. Selain memanggil Sekretaris Bakorwil itu, Edi menyatakan sudah membentuk tim investigasi untuk menelusuri lebih mendalam kasus tersebut. Juga pihaknya akan mengumpulkan bukti dan fakta yang sebenarnya. Itu dilakukan agar data dan keterangan yang dimiliki tidak diperoleh dari satu pihak saja, melainkan diperoleh secara berimbang dari pihak-pihak yang terlibat dan mengetahui kejadiannya. Setelah mengumpulkan bukti dan keterangan itu, Bakorwil akan melaporkan secara tertulis kepada Gubernur Jawa Timur dan menunggu turunnya rekomindasi dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur.

“Kami pasti akan membuat laporan tertulis sehingga bisa dijadikan bahan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan rekomendasi,” katanya. Ia menegaskan, proses investigasi (penyelidikan mendalam) itu hanya sebagai bahan untuk langkah internal dan bukan untuk mempengaruhi penyelidikan yang dilakukan oleh pihak-pihak di luar Bakorwil, termasuk oleh lembaga kepolisian jika kasus tersebut sudah dilaporkan ke lembaga Bhayangkara tersebut. Diberitakan sebelumnya, Budiono pejabat pemrov yang menodongkan pistol mainan kepada Sudi (50), warga Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Pamekasan, membantah telah menodong pistol. Bahkan, sebaliknya Budiono menuding Sudi melakukan penganiyaan terhadap NH, warga setempat yang diakuinya sebagai rekan bisnisnya. Pria yang ternyata Sekretaris Bakorwil Madura itu juga membantah berselingkuh dengan NH dan membantah tudingan bahwa dia telah menikahi sirri perempuan yang menurut warga sekitar masih bersuami itu . Sementara Sudi dan sejumlah warga Desa Trasak, menyatakan Budiono seringkali menemui perempuan yang sudah pisah ranjang dengan suaminya itu. Terakhir, dia datang ke rumah NH dengan menggunakan mobil dinas Pemprov Jatim yang bernomor polisi L 1051 QP. Warga yang sudah lama resah dengan hal itu menegur keduanya di rumah NH. Namun, yang terjadi Budiono menodongkan pistol yang belakangan diakui sebagai pistol mainan ke Sudi dan warga lainnya. Selain itu dia juga menunjukkan borgol sambil mengaku bahwa dirinya adalah anggota polisi. Tidak terima dengan kasus itu, Sudi yang merupakan anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Trasak beserta sejumlah warga membawa pria itu ke Polsek Larangan. Di kantor Polisi, Budiono mengaku sebagai salah seorang pejabat di Pemprov Jatim dan belakangan diketahui dia bertugas di Bakorwil Madura dengan jabatan Sekretaris Bakorwil. (awa/muj/rah)

PENYEGARAN BIROKRASI

Sejumlah Pejabat Kemenag akan Terkena Restrukturisasi TRANSPORTASI KUDO BABAN. Warga Garabak Data bersama “Kudo Baban” melewati kawasan hutan di Nagari Batubajanjang, Jorong Muaro, Kec.Tigolurah, Solok, Sumbar, Rabu (3/7). Puluhan ekor kuda digunakan masyarakat desa terisolir di Nagari Garabak Data sebagai transportasi membawa hasil bumi dengan waktu tempuh paling cepat enam jam perjalanan dan upah Rp1.500 per kilogram.

Pemotongan Dana Bantuan Sekolah

Kepala Kemenag Tak Akan Lindungi Anak Buahnya PAMEKASAN - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Muarif Tanthowi menyatakan tidak akan melindungi karyawannya yang terlibat pemotongan dana bantuan atau menjadi makelar program. Pernyataan itu disampaikan Muarif, Rabu (3/7), menanggapi isu adanya oknum karyawan lembaga yang dipimpinnya terlibat makelar bantuan dana Blockgrant (program bantuan langsung) untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pamekasan. Oknum tersebut diisukan oknum tersebut terlibat pemotongan dana bantuan sebesar Rp 25 juta dari Rp 93 juta bantuan untuk masingmasing MTs penerima. Kemenag, kata dia, secara kelembagaan tidak akan

melindungi karyawannya yang melakukan tindakan melawan hukum, seperti melakukan pemotongan dana bantuan. Bahkan, beberapa waktu lalu, tim dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sudah menemuinya dan memberitahu akan melakukan penyelidikan kasus tersebut. “Bantuan tersebut harus diterima secara utuh dan tidak boleh ada potongan, karena akan digunakan untuk pengembangan pendidikan, terutama untuk perbaikan dan penambahan sarana,” katanya. Muarif mengaku sudah menerima laporan tentang keterlibatan kepala madrasah yang menjadi pengepul uang pungutan dari bantuan blockgrant tersebut. Menurut informasi yang diteriman-

ya, oknum kepala madrasah tersebut juga diduga menjadi pengatur nama-nama lembaga pendidikan yang akan menerima bantuan pada tahun selanjutnya. Ia berjanji akan memanggil oknum tersebut, untuk dilakukan klarifikasi (meminta penjelasan). Jika terbukti melakukan pemotongan, dirinya memastikan akan memberikan sanksi sesuai aturan kedinasan yang berlaku. “Sanksi kedinasan itu adalah sanksi internal. Itu belum termasuk sanksi hukum jika terbukti adanya kasus pelanggaran hukum,” katanya. Sebelumnya Persatuan Kepala Madrasah Kabupaten Pamekasan melaporkan dua oknum kepala MTS yang diduga menjadi makelar ban-

tuan dan pungli Nomor Registrasi Guru (NRG) ke Komisi D DPRD setempat dan kepala Kemenag Pamekasan, Muarif Tanthowi. Kepala madrasah yang diduga menjadi makelar sekaligus pengepul dana potongan blockgrant itu diduga menerima setoran dari 88 Madrasah Ibtidayah dan MTS penerima bantuan pada tahun 2012 sebesar Rp 25 juta setiap madrasah. Total dana yang terkumpul dari pemotongan itu diperkirakan mencapai Rp 220 juta. Selanjutnya, pada tahun ini, para makelar itu diduga menutup-nutupi sosialisasi, sehingga penerima bantuan hanya lembaga pendidikan tertentu yang sudah menjalin kerja sama mereka dan siap membayar setelah dana terse-

but cair. Praktek ini diduga dilakukan secara berjemaah, dan diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk mantan Kepala Kemenag Pamekasan, Nurmaluddin. Berdasarkan pernyataan koordinator Persatuan Kepala Madrasah Pamekasan, Zainullah, untuk madrasah negeri penyetoranya diberikan kepada oknum kepala MTS yang berada di Kecamatan Kota, sementara untuk madrasah swasta disetorkan kepada seorang oknum kepala madrasah yang di Kecamatan Kadur. Dua oknom kepala madrasah tersebut diduga memiliki peran peting dan mengetahui pembagian hasil pemotongan dana blockgrant tersebut.(awa/mu/rah)

PAMEKASAN - Sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan diperkirakan akan terkena restrukturisasi (penataan ulang) internal. Restrukturisasi itu direncanakan akan dilakukan secara besar-besaran dan akan diumumkan pekan depan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Pamekasan, Zayyadus mengatakan diperkiakan Surat Keputusan pengangkatan pejabat akan diterima dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur dalam tiga hari kedepan. Sehingga pelantikan pejabat hasil restrukturisasi akan dilakukan pekan depan. Sayangnya, Zayyadus menolak menyebutkan pejabat yang diperkirakan akan terkena penataan ulang itu dengan alasan belum mengetahui secara rinci. Ia hanya menyebutkan, ada tiga posisi jabatan yang akan dilakukan penataan ulang mulai dari Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi hingga staf. “Mutasi ini tergantung pada keputusan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, jika memang di anggap perlu untuk diganti

dan diperbaiki maka posisinya akan diganti,” kata Zayyadus. Ia juga tidak mengetahui secara pasti hari dan tanggal pelaksanaan mutasi tersebut, karena SK mutasi itu belum diterima Kemenag Pamekasan. Menurutnya, setelah SK itu diterima, Kepala Kantor Kemenag akan membuat surat tugas kepada para pejabat dan staf yang terkena mutasi. Zayyadus membantah jika restrukturisasi itu dilakukan untuk membersihkan orang-orang mantan Kepala Kemenag sebelumnya, Nurmaluddin, dari posisi strategis di kantor tersebut. Hal itu, kata dia, dilakukan untuk melakukan perbaikan struktur di Kantor Kemenag untuk lebih memaksimalkan fungsi masing-masing setelah terjadi pergantian Kepala Kantor dari Nurmaluddin ke Muarif Tanthowi beberapa waktu lalu. “Semua masalah sudah dalam pross penyelesaian. Sedang restrukturisasi ini memang untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan demi perbaikan Kemenag ke depan,” katanya. (CR-1/muj/ rah)


PAMEKASAN

5

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152| TAHUN II

KURIKULUM BARU

Ada Penambahan Jam Pelajaran

BUS GRATIS MAHASISWA. Beberapa mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) naik bus Lintas USU, di Medan, Sumut. Transportasi gratis yang difasilitasi pihak kampus tersebut, untuk menghantarkan mahasiswa di kawasan kampus USU.

Dana Polindes Ngendap karena Lelang Tak Jelas PAMEKASAN - Pembangunan lima unit Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Pamekasan sampai kini belum terealisasi akibat belum jelasnya jadwal pelaksanaan lelang sehingga rekanan pelaksana pembangunan belum bisa ditentukan. Kelima Polindes itu antara lain Polindes Tanjung, Kecamatan Pademawu, Polindes Bajang, Kecamatan Pakong, Polindes Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Polindes Gagah Kecamatan Kadur, dan Polindes Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar.

Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Pamekasan, Basri Yulianto mengatakan tahapan pelaksanaan proyek ini sama dengan beberapa pekerjaan fisik lainnya seperti peningkatan jalan dan proyek program listrik masuk desa (PLMD). Yakni, masih

dalam tahap persiapan pelelangan. Ia memastikan pelelangan proyek sebesar Rp 1,2 miliar ini segera digelar karena perencanaan teknisnya sudah selesai. Menurutnya, pelaksanaan pelelangan ini masih tahap persiapan untuk menentukan jadwal pelaksanaan, melengkapi dokumen dan metode yang akan digunakan. Dia jelaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani agar tahapan pelaksan-

aan program ini lancar dan terlaksana sesuai ketentuan. Yang pasti perencanaan teknisnya sudah selesai mudah-mudahan segera digelar. Saya belum bisa tentukan kapan karena ini kewenangan panitia lelang. Yang jelas secepatnya,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam meminta, agar setiap tahapan pekerjaan proyek itu bisa dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingat-

kan, agar rekanan pelaksana yang ditunjuk nantinya, menjaga kualitas dan mutu pembangunan Polindes yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. Demikian juga kepada dinas kesehatan (Dinkes) setempat, pihaknya meminta untuk proaktif melakukan pengawasan dan pemantauan pembangunan Polindes. Setelah terbangun nanti, ia juga meminta agar bisa digunakan sesuai fungsinya agar tidak sia-sia. (uzi/muj/rah)

PERTANIAN

Tembakau Hasil Tanam Ulang Tergenang Air

PAMEKASAN - Ribuan pohon tembakau yang sebagian merupakan hasil tanam ulang di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, terancam membusuk dan mati karena terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari

berturut-turut. Supari, salah satu pemilik lahan tembakau mengaku resah karena terancam mengalami kerugian lebih besar, setelah bibit tembakau yang ditanam sebelumnya mati terkena banjir. Tanaman tembakau yang saat ini tumbuh

subur merupakan hasil proses tanam kedua kali. “Saya sudah menanam dua kali di lahan ini, karena bibit yang saya tanam sebelumnya mati terkena banjir. Kalau hujan terus seperti ini, saya pasti rugi lagi,” katanya. Ia sudah berupaya un-

tuk membuang air dari lahan tembakau itu dengan membuat saluran pembuangan di beberapa bagian. Sayangnya, upaya itu belum berhasil karena ketinggian air di saluran irigasi sejajar dengan genangan air pada lahan tembakau itu. Supari mengaku tidak akan menyerah dan akan terus berupaya untuk menyelamatkan tanaman tembakau yang sudah menghabiskan biaya cukup besar itu. Kalaupun nantinya benar-benar mati membusuk, pihaknya akan kembali menanam dengan mempertimbangkan cuaca. Ia berkeyakinan, harga tembakau tahun ini pasti mahal jika cuaca berpihak kepada petani. Lebih dari itu, menanam tembakau sudah menjadi rutinitas petani setiap musim kemarau. Sebab, tanaman itu masih menjanjikan keuntungan besar bagi petani. Sementara itu, Hosnan Ahmadi, ketua Komisi B DPRD Pamekasan mengimbau petani tembakau agar memperhatikan perkembangan cuaca dalam menggarap lahan pertanian, agar tidak mengalami kerugian besar. Sebab musim kemarau tahun ini tergolong kemarau basah yang kurang berpihak kepada petani tembakau. Dengan kondisi seperti itu, pihak Pemerintah Kabupaten Pamekasan, belum merekomendasi petani untuk menanam tanaman alternatif, karena khawatir tidak menguntungkan petani. Sebab, tanaman

alternatif di Pamekasan masih sebatas ujicoba yang belum tentu menguntungkan petani. Dia jelaskan, pemkab setempat kini hanya bisa menganjurkan, agar petani mengoptimalkan lahan yang ada dengan jenis tanaman yang ditanam sebelumnya. Sehingga mereka masih bisa menikmati hasil dari lahan mereka, meski bukan dari tanaman tembakau. “Tanaman alternatif kami masih trail and error, yang bisa mengalami kendala pada pemasaran. Jadi belum bisa memberi tambahan ekonomis. Makanya, kami hanya bisa menyarankan untuk dilakukan optimalisasi lahan. Misalnya, tanaman padi yang biasanya cuma ditanam sekali bisa ditanam dua kali,” katanya. Dia jelaskan pihaknya sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemkab Pamekasan. Dari hasil koordinasi pihaknya memperoleh penjelasan tentang langkah-langkah yang dilakukan pemkab setempat sekaligus rekomendasi yang disampaikan kepada petani. Hosnan mengaku juga memperoleh penjelasan, bahwa sampai bulan ini, potensi hujan masih berpeluang namun intensitasnya menurun. Oleh karenanya, ia menegaskan, agar para petani mengikuti perkembangan cuaca, agar berhasil dalam membudidayakan tembakau. (uzi/muj/ rah)

PAMEKASAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan menyatakan pada kurikulum baru 2013 akan ada penambahan empat jam pelajaran setiap minggu dibanding kurikulum sebelumnya. Penambahan jam pelajaran itu karena ada perubahan konsep dari prioritas intelektual (kecerdasan otak) ke pembentukan karakter siswa dan lebih mengarah pada visi dan misi pendidikan untuk menciptakan generasi yang cerdas yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik, Mohammad Tarsun mengatakan kirukulum baru itu lebih mengarah pada kecerdasan spritual, penataan emosi, dan mental siswa dengan tidak menghilangkan peningkatan kemampuan intelektual dengan berbasiskan kompetensi. “Para kurikulum itu, metode yang digunakan juga berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan sistem siswa diberitahu, pada kurikulum baru akan dirubah menjadi siswa mencari tahu,” katanya, Rabu (3/7). Pemerintah melakukan perubahan kerikulum itu, kata dia, disebabkan adanya perubahan kecenderungan karakter siswa di masyarakat yang sudah sangat mengkhawatirkan, akibat kurikulum sebelumnya lebih menfokuskan pada kempampuan intelektual siswa, sehingga penataan mental siswa sedikit terabaikan. Kurikulum baru itu diharapkan bisa merubah karakter dan prilaku generasi muda, yang selama ini dinilai cenderung melakukan tindakan-tindakan negatif akibat belum tertatanya mental dan moral mereka.

Perubahan lain dalam kurikulum ini adalah mata pelajaran yang menggunakan metoda tematis dan integratif, sehingga dalam satu tema pelajaran akan saling berhubungan dengan beberapa mata pelajaran lainnya. Sehingga, lanjutnya, siswa tidak lagi banyak membawa buku pelajaran ke sekolah karena dalam satu buku sudah memuat beberapa mata pelajaran. Dan untuk kurikulum uji coba ini, buku siswa sudah disediakan oleh Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebagai pilot project (proyek percontohan) kurikulum baru itu, pemerintah telah menentukan sekolah sasaran. Untuk Sekolah Dasar (SD) ada sembilan sekolah yang ditunjuk, sedang untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat enam SMP, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terdapat tujuh sekolah. Kesembilan SD itu antara lain SD Negeri Kertagena laok 1 Kecamatan Kadur, SD Negeri Kowel 3 Kecamatan Kota, SD Negeri Larangan Badung 1 Kecamatan Palengaan, SD Negeri Larangan Tokol 4 Kecamatan Tlanakan, SD Negeri Lemper 2 Kecamatan Pademawu, SD Negeri Montok 2 Kecamatan Larangan, SD Negeri Tampojung Tengah Kecamatan Waru, SD Negeri Tattango Tengah 2 Proppo, dan SD Al-Munawwarah Kecamatan Kota. Untuk SMP antara lain, SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, SMP Negeri 1 Pademawu, SMP Negeri 3 Pademawu dan SMP Negeri 1 Larangan. Sedangkan untuk SMA antara lain, SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, SMA Negeri 5, SMA Negeri 1 Waru dan SMA Negeri 1 Pademawu. (CR-1/ muj/rah)

SEKRETARIS DAERAH

Pemprov Belum Putuskan Sekda yang Definitif PAMEKASAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum memutuskan pejabat yang akan menempati posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan yang saat ini masih dijabat oleh Herman Kusnadi sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Mungkin berkasnya sudah dikirim ke Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Tapi saya masih belum mengetahui siapa orang itu,

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat berkunjung ke Pamekasan, Rabu(3/7), mengatakan dirinya belum bisa memberikan jawaban siapa figur yang akan menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan yang definitif. “Mungkin berkasnya sudah dikirim ke Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Tapi saya masih belum mengetahui siapa orang itu,” kata Soekarwo, saat ditemui Koran Madura di Pendapa Ronggosukowati. Beberapa waktu lalu, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii menyatakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah mengajukan

tiga nama ke Gubernur Jawa Timur untuk dipilih. Mereka antara lain Alwi Beig (Kepala Inspektorat), Herman Kusnadi (Plt. Sekda), dan Al Walid (Staf Ahli Bupati). Di tempat terpisah, ketua Lembaga Pengkajian Kebijakan Daerah (LPKD) Pamekasan Shodiq El fajar mengatakan semestinya kekosongan Sekda menjadi telaah awal untuk mengawali semua program pemerintah, mengingat jabatan Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Sekda yang diduduki oleh Herman Kusnadi sudah tergolong lama. Ia meminta agar tiga figur yang telah diajukan oleh Bupati Pamekasan segera ditetapkan, sebab kondisi ini akan memberikan efek tersendiri bagi kinerja pemerintahan yang ada. Ia menilai lambatnya penetapan Sekda definitif itu akibat persaingan yang kurang sehat di internal Pemkab. Padahal, masalah itu jelas akan menghambat program atau kinerja yang seharusnya segera dilaksanakan. Menurut Shodiq, meski persaingan tersebut tidak muncul ke permukaan, namun masalah itu sudah menjadi rahasia umum yang patut dicurigai, termasuk oleh pemangku kebijakan. “Makanya harapan terbesar kami, dalam waktu dekat Sekda Pamekasan sudah bisa didengar oleh masyarakat. Tentunya ini sangat mendukung terhadap program bupati itu sendiri,” kata Shodiq. (CR-1/muj/rah)


6

SAMPANG

KAMIS 4 JULI 2013 NO. 0152 | TAHUN II

IBADAH HAJI

42.200 CJH Gagal Berangkat

ryan hariyanto/koran madura

TETAP OPTIMIS. Salah seorang petani garam di Desa Pangarengan Kabupaten Sampang masih mengelola meratakan tanah dan berencana menggarap garam bulan depan karena masih hujan turun terus menerus.

Produksi Garam Molor Akibat Anomali Cuaca SAMPANG - Curah hujan cukup tinggi membuat petani garam di Desa Pangarengan Kabupaten Sampang mulai resah. Pasalnya, petani garam harus molor dalam memproduksi garam. Petani masih menunggu musim kemarau untuk produksi garam. Volume hujan cukup tinggi tak hanya berpengaruh terhadap tanaman tembakau para petani asal Desa Gunung Maddah, yang mengakibatkan puluhan hektar sawah ditanami tembakau mulai rusak.

Petani garam saat ini masih melakukan pengeratan lahan agar hasil produksi garam lebih maksimal. Darmanto (45), petani garam Desa Pangarengan Kabupaten Sampang, me-

ngatakan, hujan deras yang terus menerus mengguyur di wilayahnya membuat dirinya khawatir. Lantaran, kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut membuat dirinya belum melakukan aktivitas apa pun. Sehingga, untuk produksi garam harus menunggu musim kemarau. “Kalau saat ini hujan terus gak bisa produksi garam, nunggu kemarau mungki. Bulan depan ini, karena takutnya gak bisa jadi garam,” ucapnya.

Masih kata Darmanto, mengacu terhadap tahun lalu dimana dalam bulan Juni saat ini seharusnya sudah mulai memasuki bulan kemarau. Tetapi, kini dirinya hanya terus memantau kondisi lahan ladangnya dengan pemerataan tanah untuk mengolah garam. “Ya biasanya kalau tahun lalu bulan Juni sudah kemarau, mungkin Agustus saya yakin pasti mulai panas, dan saya bisa produksi garam,” jelasnya saat ditemuinya.

Begitu juga diungkapkan oleh, Mat Saleh (50) warga Desa Aeng Sareh Kec/Kota Sampang. Ia terpaksa harus melakukan kegiatan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bersama istrinya berjualan ikan di Pasar Srimangunan. “Dari pada mau produksi garam yang nunggu musim kemarau, bantu istri saja dulu jualan. Ini juga buat nambah modal nantinya,” singkatnya. (ryn)

BANJIR

Peserta UKG Pertanyakan Kelulusan

lum/koran madura

SUMPAH JABATAN: Sejumlah pengurus PCNU Sampang diambil sumpah jabatannya saat dilantik oleh Sekjend PWNU Jatim, Rabu (3/7).

ADVERTORIAL

Akulturasi Aswaja Kuatkan Moral Bangsa SAMPANG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang resmi dilantik oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah, Rabu (3/7). Setelah pengukuhan, ketua tanfidziyah yang baru saja terpilih itu langsung menyampaikan orasi Nahdhiyah di halaman kantor PCNU Sampang. Dalam orasinya, Mutawakkil meminta semua warga Nahdliyin agar memperkuat proses akulturasi materi Aswaja (ahlussunnah wal jama’ah) dalam kehidupan sehari-hari. Itu untuk membentengi moral generasi penerus agar tahan banting menghadapi perkembangan zaman. ”Dakwah kultural yang dikembangkan oleh wali songo harus kita teruskan. Misalnya, metode tasamuh, tawazun dan I’tidal yang diterapkan wali songo sangat manjur untuk menyelesaikan persoalan,” ungkapnya. Selain itu, lanjut Mu-

tawakkil, warga Nahdliyin juga harus ikut andil dalam penguatan semangat nasionalisme melalui pendidikan. Sebab, kondisi bangsa saat ini, dalam pandangannya, sering diganggu dengan persoalan-persoalan yang mengarah pada proses disintegrasi NKRI. ”Banyaknya kasus yang mengancam keutuhan NKRI tidak menutup kemungkinan ada campur tangan pihak ketiga. Ini harus kita waspadai,” tuturnya sambil mengingatkan warga Nahdliyin. Usai acara, Wakil Sekretaris PCNU Sampang Miftahur Rozaq mengatakan, pelantikan pengurus PCNU Sampang kali ini terbilang istimewa. Sebab, berbarengan dengan momen Harlah NU yang ke-90 sehingga panitia bisa menggelar dua acara bersejarah sekaligus. ”Selain acara pelantikan, kami juga merayakan Harlah NU yang ke-90. Ini peringatan hari lahir organisasi NU,” tukasnya. (adv/lum)

SAMPANG - Hujan sehari semalam membuat jalan di Desa Prajjen Kecamatan Camplong kembali tergenang air. Jembatan Sungai Lorong yang berdekatan dengan jalan itu nyaris roboh, sehingga warga khawatir tidak bisa menyebrang dari Dusun Morsongai ke Dusun Prajjen yang merupakan satu-satunya jembatan penghubung dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Salah satu warga Prajjen, Moh Sofwen (30), mengatakan, sejak hujan kemarin malam sampai sekarang banyak jalan yang tergenang air. Selain itu ada jembatan yang terancam roboh karena keadaannya sudah

agak miring. Hal ini dikarenakan Sungai Kancah dan Mor Songai meluap dalam waktu yang bersamaan, sehingga air deras menerjang kaki jembatan dan juga meluap ke jalan. “Hujan yang tak kunjung berhenti dari kemarin malam sampai sekarang membuat jalan tergenang air. Hal ini diperparah luapan dua sungai yang membuat jembatan nyaris roboh. Apabila nanti benar-benar roboh, bagaimana menyebrang antara Dusun Morsongai ke Dusun Prajjen atau sebaliknya,” ucapnya kepada Koran Madura, Rabu (3/07). Hal serupa juga diungkapkan oleh Agus (42). Ia

mengatakan bahwa jarang di desanya terjadi banjir. Namun pada tahun 2013 ini sering sekali tergenang air. Sudah dua kali ini terjadi banjir dan besar kemungkinan dikarenakan banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan. “Biasanya di sini jarang terjadi banjir meskipun hujan lama dan deras. Kemungkinan besar ini dikarenakan pembuangan sampah yang sembarangan yang berakibat sungai menjadi dangkal, dan ketika hujan seperti ini sungai tidak bisa menampung kapasitas air. Akhirnya meluap sampai kejalan “ucapnya. (Jun)

SAMPANG - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, kebijakan Pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota jamaah haji sebanyak 20 persen, mengakibatkan sebanyak 42.200 calon jamaah haji Indonesia gagal berangkat. Pengurangan kuota karena adanya proses perluasan tempat tawaf di Masjidil Haram. Hal itu membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengambil kebijakan dengan mengurangi kuota calon jamaah haji selama masa renovasi. Menurut Suryadharma Ali, pengurangan kuota haji bukan hanya ditujukan kepada Indonesia, melainkan untuk negara-negara lain di seluruh dunia. Presiden sudah mengupayakan pengurangan 20 persen bisa dikendalikan dengan melakukan pengiriman surat

kepada Kerajaan Arab Saudi agar jumlah pengurangan tersebut tidak terpotong. “Ini jumlah pemotongannya yang sangat besa, oleh karenanya bapak Presiden (SBY-red) mengirimkan surat dengan tiga tujuan kepada Arab Saudi untuk Indonesia tidak dipangkas, apalagi masa tunggunya nanti lama dan biaya CJH besar,” ucapnya kepada Koran Madura. Dengan adanya perluasan tempat tawaf di Masjidil Haram yang seharusnya bisa menampung 48 ribu jemaah per jam, kini hanya mampu menampung 22 ribu jemaah perjamnya. Sehingga pengurangan kuota haji dikurangi, guna keamanan dan kenyamanan setiap jamaah dalam menjalankan ibadah.(ryn)

BANJIR

Jembatan Sungai Nyaris Roboh SAMPANG - Hujan sehari semalam membuat jalan di Desa Prajjen Kecamatan Camplong kembali tergenang air. Jembatan Sungai Lorong yang berdekatan dengan jalan itu nyaris roboh, sehingga warga khawatir tidak bisa menyebrang dari Dusun Morsongai ke Dusun Prajjen yang merupakan satu-satunya jembatan penghubung dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Salah satu warga Prajjen, Moh Sofwen (30), mengatakan, sejak hujan kemarin malam sampai sekarang banyak jalan yang tergenang air. Selain itu ada jembatan yang terancam roboh karena keadaannya sudah agak miring. Hal ini dikarenakan Sungai Kancah dan Mor Songai meluap dalam waktu yang bersamaan, sehingga air deras menerjang kaki jembatan dan juga meluap ke jalan. “Hujan yang tak kunjung berhenti dari kemarin malam sampai sekarang membuat jalan tergenang air. Hal ini

diperparah luapan dua sungai yang membuat jembatan nyaris roboh. Apabila nanti benar-benar roboh, bagaimana menyebrang antara Dusun Morsongai ke Dusun Prajjen atau sebaliknya,” ucapnya kepada Koran Madura, Rabu (3/07). Hal serupa juga diungkapkan oleh Agus (42). Ia mengatakan bahwa jarang di desanya terjadi banjir. Namun pada tahun 2013 ini sering sekali tergenang air. Sudah dua kali ini terjadi banjir dan besar kemungkinan dikarenakan banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan. “Biasanya di sini jarang terjadi banjir meskipun hujan lama dan deras. Kemungkinan besar ini dikarenakan pembuangan sampah yang sembarangan yang berakibat sungai menjadi dangkal, dan ketika hujan seperti ini sungai tidak bisa menampung kapasitas air. Akhirnya meluap sampai kejalan “ucapnya. (Jun)

Junaidi/koran madura

TERGENANG. jalan di Desa Prajjen Kecamatan Camplong kembali tergenang air akibat Jembatan Sungai Lorong yang berdekatan dengan jalan itu nyaris roboh.

SERTIFIKAT MASSAL SWADAYA

Pemohon Berniat Lapor Polisi SAMPANG - Sudah tiga tahun lalu pemohon Sertifikasi Massal Swadaya (SMS) di Desa Temoran Kecamatan Omben Sampang nyantol tanpa ada kejelasan hingga saat ini. Hal ini membuat sejumlah pemohon beserta Kepala Desa Temoran geram. Pemohon mengancam melaporkan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat yang sudah menerima uang dari sejumlah pemohon dengan jumlah total Rp. 90 juta dengan alasan biaya administrasi untuk mempercepat pengurusan sertifikat tersebut . Kades Temoran Kecamatan Omben Sampang Kholifah menjelaskan, dirinya sudah puluhan kali mendatangi pihak BPN Sampang untuk mempertanyakan kepastian sertifikat tanah milik war-

ganya yang berjumlah 120 pemohon. Namun jawaban BPN hingga saat ini tidak ada kepastian yang jelas, bahkan terkesan pejabat di BPN saling lempar tanggungjawab. “Berdasarkan kesepakatan awal, pihak BPN Sampang berjanji bulan Juni 2013 lalu akan menyelesaikan sebagian dari total pemohon berjumlah 38 pemohon yang dinyatakan lengkap administarsinya, tetapi kenyataannya hingga saat ini memasuki bulan Juli masih belum selesai juga,” katanya, Rabu (3/7). Lebih lanjut Kholifah menjelaskan, warganya sejak tahun 2010 sudah mengajukan permohonan melalui pejabat BPN Sampang, Dwinanto, dan sebagian pemohon membanyar biaya administrasi, bahkan ada se-

bagian membanyar lunas. Hal senada juga diungkapkan Nurhasan (40). salah satu pemohon sertifikat massal asal Desa Temoran Kecamatan Omben. Ia mengungkapkan sudah beberapa kali bersama kepala desa mendatangi BPN

Sampang mempertanyakan kepastian sertifikat tanah tersebut, bahkan sudah membanyar lunas. Untuk satu bidang tanah membayar Rp. 1.100.000. Ditempat terpisah, Kasubag TU BPN Sampang Sugeng

mengatakan, dari total pemohon yang ada, 38 bidang sudah terdaftar di loket dan siap ditandatangani kepala BPN Sampang. S eda ngka n si sa ny a ma si h proses peta b i dang. (Hol)


BANGKALAN

7

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II

106 Calon Jamaah Haji Masuk Daftar Tunggu BANGKALAN - Sebanyak 106 Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kabupaten Bangkalan dipastikan gagal berangkat tahun ini. Hal itu lantaran adanya kebijakan reduksi kuota sebanyak 20 persen dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, mereka yang terpangkas dan tidak bisa berangkat dialihkan sebagai waiting list (daftar tunggu) pada tahun 2014. Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan, melalui Kasi Haji dan Umroh Kemenag Bangkalan, Abd Hamid mengatakan pada daftar pemberangkatan awal, CJH asal Bangkalan yang direncanakan berangkat ke tanah suci pada tahun ini berjumlah sekitar 868 orang. Akan tetapi, setelah ada kebijakan dari pemerintah Arab Saudi yang memangkas kuota CJH asal Indonesia, sebanyak 106 orang CJH asal

Bangkalan gagal berangkat. Sedangkan CJH yang dipastikan berangkat ke tanah suci sebanyak 762 orang akan diberangkatkan melalui embarkasi Juanda Surabaya. Saat ditanya mengenai waktu pemberangkatan CJH asal Bangkalan, Hamid mengaku belum tahu secara pasti. Sebab masih belum ada pengundian dari pusat yang mengatur akan keberangkatan CJH. Namun, dirinya memberitahukan kalau pem-

Abd. Hamid

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Bangkalan berangkatan kloter pertama embarkasi Juanda akan diberangkatkan pada tanggal 9 September 2013 mendatang. “Belum dilakukan pengundian, kapan waktu pemberangkatan untuk CJH asal Bang-

kalan,” ujarnya. Menurutnya, kebijakan itu diambil oleh kementerian agama lantaran adanya kebijakan Arab Saudi tentang kondisi Arab Saudi yang sedang dalam proses renovasi. “Otomatis hal itu akan berdampak pada kondisi masjidil haram yang tidak memungkinkan untuk menampung ribuan jamaah haji,” terangnya. Dalam waktu normal, masjidil haram bisa menampung 40 ribu lebih jamaah dalam per jamnya, sedangkan saat ini diperkirakan hanya bisa menampung 20 ribuan orang saja. Oleh karena itu, kebijakan pemangkasan dinilai lebih tepat untuk menghindari kondisi berdesakan. Apalagi, orang yang sudah lanjut usia. (ori/rah)

doni heriyanto/koran madura

PENJUAL: Hj. Maimunah salah satu penjual cabai di pasar Tradisioanal Ki Lemah Duwur Bangkalan.

SEMBAKO

Harga Cabai Tembus Rp 65.000 Per Kg BANGKALAN - Harga cabai rawit merah kembali mengalami lonjakan harga. Kenaikan harga tersebut sebesar Rp 25.000 per kilogram (Kg) dari harga semula. Hingga saat ini harga cabai rawit merah meroket jadi Rp 65.000 per kg. Menurut salah satu penjual cabai di pasar Tradisioanal Ki Lemah Duwur Bangkalan,Hj. Maimunah mengatakan kenaikan harga kali ini dikarenakan momentum memasuki bulan suci Ramadhan. "Menjelang puasa ini biasanya memang begitu, berangsur-angsur naik, Terutama harga cabai" kata Hj.Maimuinah. Pedagang sembako dan

sayur mayur di pasar KLD ini juga mengaku heran atas kenaikan yang sangat drastis pada komoditi tersebut. Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu sepekan. “Saya juga heran, Mas. Tapi dari sananya sudah dikasih gini mau gimana lagi. Minggu lalu masih Rp 40 ribu. Sekarang sudah Rp 65 ribu sekilonya,” imbuhnya. Dia katakan mengenai kenaikan harga tersebut, menurut para pedagang besar di Surabaya tempatnya mengulak barang, kenaikan terjadi pada cabe, selain karena kenaikan BBM dan menjelang masuknya bulan puasa, juga dikarenakan cuaca yang tidak mendukung.

“Katanya para pedagang di Surabaya, cabai naik selain masalah BBM dan menjelang puasa, juga karena cuaca. Ini kan sering hujan sekarang, jadi cabai banyak yang busuk,” paparnya. Sementara itu, Hasan, salah seorang pedagang bakso mengaku kewalahan menghadapi harga cabai yang naik secara drastic. Menurutnya, untuk menyiasati kenaikan harga ini, dirinya harus mencampur lada di sambal yang biasa dia sajikan ke pelanggannya agar dapat menekan biaya produksi. “Mau gimana lagi, naiknya segitu, ya ditambahi lada, biar gak mahal-mahal biaya buat sambalnya,” ungkap Hasan. (dn/rah)

KOMPENSASI

Penerima BLSM di Kamal Terendah MEMBENTANG LUAS: Sawah ditanami padi yang hampir panen membentang luas di daerah kabupaten Bangkalan.

doni heriyanto/koran madura

PERTANIAN

Insya Allah Hama Tak Menyerang BANGKALAN – Hujan yang terus mengguyur wilayah Bangkalan selama dua hari terakhir, menimbulkan kegelisahan bagi segenap kelompok tani. Sebab hujan yang turun intensitas curahnya tinggi, hampir tidak kunjung berhenti. Mereka takut akan muncul penyakit yang akan menyerang tanaman padi mereka. Terlebih akan berdampak pada kondisi tanaman yang rusak. Kekawatiran petani itu bukan tanpa alasan. Sesuai pengalaman yang terjadi, saat musim tanam yang usianya baru rata-rata 1, 5 bulan hingga dua bulan biasanya banyak penyakit yang menyerang tanaman padi. Umumnya sejenis hama yang tiba-tiba mengerat batang padi dan mengakibatkan padi mati.

“Kalau hujannya jarangjarang saat musim tanam biasanya dibarengi muncul hama yang menyerang padi. Apalagi, hujannya dua hari tidak berhenti,” kata Nasir, salah satu ketua Poktan asal Kecamatan Klampis, kemarin (3/7). Di saat turun hujan yang tidak menentu pada usia padi sekarang ini, petani mulai mengeluarkan biaya ekstra untuk menanggulangi hinggapnya hama ke batang padi. Yakni dengan menyiramkan pembasmi hama ke tanaman. Cara ini sudah biasa petani praktikkan dan menampakkan hasilnya. Populasi hama yang terbang dan hingga di batang padi akan mati. Harapannya hama yang rontok dan nempel di batang padi tidak bisa terbang dan mati dengan sendi-

rinya. Petani berharap tak ada hujan lagi, karena khawatir penyakit menyerang. Sementara kebutuhan air pengairan sudah cukup hingga waktu panen nanti. Sementara itu, petani cabai di Kecamatan Modung menilai musim kemarau yang masih disertai hujan membuat tanaman cabai rentan terserang hama, juga sulit bertahan dalam lahan pertanian basah. Cabai bisa panen maskimal saat musim kemarau, tetapi tidak kekurangan air. Selain itu, jika tersiram hujan berlebih tanaman akan membusuk. “Minat tanam cabai petani di daerah ini masih cukup tinggi, tapi kendalanya mereka akan gagal panen akibat

perubahan cuaca,” kata Danu, salah satu petani. Dia menyatakan sejak memasuki musim kemarau petani mulai menanam cabai, tapi anomali cuaca menyebabkan kekawatiran tanaman mereka membusuk akibat curah hujan. Mereka sering menghadapi masalah klasik yaitu lahan terendam air saat penghujan, sementara ketika kemarau sering gagal panen karena kekurangan air. Oleh karena itu, dibutuhkan saluran irigasi yang baik agar air hujan mengalir dengan baik sehingga tanaman tidak mendapatkan pasokan air berlebih, sementara ketika kemarau bisa mendapatkan pasokan air yang cukup. (ori/rah)

DIDUGA REBUTAN WARISAN

doni heriyanto/koran madura

MENDENGARKAN KESAKSIAN: Toli (40), kakak kandung Saminah (30), asal dusun Kajjan desa Manukan saat mendengarkan kesaksian di PN Bangkalan, Rabu (3/7) kamarin. “Saya dipukul kakak dengan bambu sebanyak 7 kali, kemudian ditendang hingga tak sadarkan diri sambil diseret,” ujar wanita berkerudung ini dalam kesaksiannya. Ditanya terkait alasan pe-

Tajungan hanya terdapat 50 orang. Sedangkan paling banyak yaitu warga Gili Timur sebanyak 246 orang. Dengan demikian kata Salmet, populasi masyarakat miskin sangat rendah di wilayah Kamal. “Jumlah bantuan itu kan memang berdasarkan masyakat miskin yang ada,” imbuhnya. Ditanya kemungkinan adanya masyakat yang belum terdata untuk menerima bantuan tersebut, Slamet menegaskan bahwa pihaknya meyakini bahwa semua masyarakat yang berhak telah tercover. Karena, pihaknya

juga telah terjun langsung untuk memantau kondisi di lapangan. “Apabila belum ada yang terdata pasti masyakat telah melapor, tapi sampai saat ini kami belum menerima laporan,” tandasnya. Sementara itu, jumlah penerima tertinggi BLSM di antara 18 kecamatan di Bangkalan yaitu Kecamatan Kokop sebanyak 11.989 rumah tangga sasaran. Setiap warga penerima bantuan akan mendapatkan uang sebanyak Rp. 300.000 selama empat bulan. (dn/rah)

doni heriyanto/koran madura

MEMBERIKAN BLSM: Kepala Kantor Pos Cabang Kamal Slamet Santosa saat memberikan BLSM kepada salah satu warga di Kecamatan setempat.

PENDIDIKAN

Seharusnya Kakak Tidak Menganiaya Adik Sendiri BANGKALAN - Nasib naas menimpa Saminah (30), asal dusun Kajjan desa Manukan. Akibat berselisih masalah emas warisan ibunya, wanita ini dipukul oleh Toli (40), yang ternyata saudara kandungnya sendiri. Dengan menggunakan sebilah bamboo, Toli memukuli Saminah hingga tak sadarkan diri. Sayangnya, pelaku pemukulan tak mengakui perbuatannya. Pelaku berdalih memukul sang adik karena memiliki tanggung jawab sebagai seorang kakak, karena sang adik sering keluyuran dan jarang di rumah. Di depan muka persidangan yang di pimpin oleh Majelis Hakim Fadjarisman. Korban mengaku dalam insiden pemukulan tersebut membuat korban menderita luka memar di sejumlah bagian tubuhnya. Luka memar itu akibat prilaku kasar kakak kandungnya sendiri.

BANGKALAN - Dibandingkan dengan kecamatan lainnya, Kecamatan Kamal merupakan daerah terendah penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Dari data kantor pos setempat menunjukkan rumah tangga sasaran penerima bantuan tersebut hanya 1621 kepala keluarga (KK). Kepala kantor pos cabang Kamal Slamet Santosa mengatakan bahwa daerahnya memang menjadi kecamatan terendah penerima bantuan BLSM di antara 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan. Menurut Slamet, menjadi hal yang wajar jika daerah Kamal yang paling kecil dalam menerima dana kompensasi dari kenaikan BBM ini. “Saya memaklumi apabila menjadi daerah yang paling sedikit menerima BLSM. Sebab, rata-rata masyakatknya menjadi pegawai,” katanya. Dibandingkan dengan kecamatan yang lain, lanjut Slamet, Kamal hanya terdiri dari 10 desa saja. Adapun Desa yang menerima bantuan paling sedikit adalah warga

mukulan terhadap dirinya, Saminah mengatakan di muka persidangan bahwa perbuatan kakaknya itu dilandasi karena ketidakpuasannya terhadap perbuatan Saminah yang menjual emas sisa pening-

galan almarhum ibunya yang baru meninggal. “Ya karena saya menjual emas penbinggalan ibu. Saya jual itu untuk biaya perawatan bapak, tapi kakak gak suka dan memukuli saya,” ungkapnya. Sementara itu, Toli yang selama ini merantau ke kawasan pangkal Pinang dan baru pulang setelah ibunya meninggal, membantah pernyataan adiknya. Dirinya berdalih memukul adiknya sebagai bentuk didikan dirinya selaku kakak kandung, karena Saminah sering keluyuran dan jarang pulang. “Tidak, Pak. Bukan karena emas, tapi karena dia jarang pulang dan sering keluyuran di luar,” bantahnya. Akibat perbuatan kasarnya tersebut, Toli oleh Jaksa Penuntut Umum didakwa dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dirinya diancam dengan hukuman penjara selama 5 tahun. (dn/rah)

SMPN 1 Sudah Tak Representatif BANGKALAN – Karena jumlah siswa melebihi kapasitas gedung yang ada, SMPN 1 Bangkalan perlu direlokasi ke tempat yang lebih representatif. Saat ini sekolah tersebut memberlakukan dua waktu pembelajaran yakni pagi dan siang. Hal itu disebabkan, keadaan gedung sekolah yang sudah tidak dapat menampung jumlah siswa yang overload. Sehingga dinilai akan berpengaruh terhadap proses belajar siswa. “SMPN 1 Bangkalan memang perlu dipindah, karena sudah tidak bisa menampung siswa,” kata Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Cholil, Selasa (2/7). Menurut Mukaffi, sebagai lembaga pendidikan yang menjadi favorit sudah tidak mampu lagi menampung siswa. Akibatnya, pihak sekolah memberlakukan masuk pagi dan siang. Ini lantaran

lahan yang ada sempit, sehingga tidak bisa lagi dilakukan perluasan bangunan. Dirinya menilai dengan sistem yang diberlakukan saat ini. kurang efektif untuk siswa dalam menerima pelajaran.

SMPN 1 Bangkalan memang perlu dipindah, karena sudah tidak bisa menampung siswa,”

Mukaffi Cholil

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Lanjutnya, lahan yang ditempati bangunan gedung SMPN 1 Bangkalan sangat sempit. Padahal, sekolah yang menjadi favorit harus mempunyai lahan luas sehingga bisa menampung semua murid.

Idealnya sebagai sekolah tertua dan favorit, SMPN 1 Bangkalan dibangun di atas lahan kurang lebih sekitar 1 hektar. Kalau sudah begitu, maka tidak ada lagi siswa yang masuk sore hari karena ruang kelas cukup untuk masuk pagi semua. “Kalau sekolah sudah masuk sore, saya nilai banyak siswa yang kurang semangat untuk belajar. Jadi hal semacam ini perlu ada solusi. Jalan keluarnya harus direlokasi pada lahan yang lebih luas,” ucapnya. Dinas pendidikan dan pihak sekolah harus lebih memperhatikan hal semacam itu, agar siswa yang mengikuti KBM (kegiatan belajar mengajar) bisa nyaman. Ditanya dimana tempat yang lebih representatif, Mukaffi masih belum bisa memastikan dan menjawab secara diplomatis. Dia mengaku, untuk lokasi yang pas bisa dibicarakan kemudian hari. (ori/rah)


8

LINTAS JATIM

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II

Dewan Pers Minta Awak Media Cerdas

PERTEMUAN PEMRED

SURABAYA – Dewan Pers menghimbau kepada pemilik media besar di Indonesia, baik media cetak maupun elektronik agar cerdas dalam menyajikan program acara. Demikian isi pesan yang diterima terkait penyiaran disinyalir ditunggangi kepentingan politik, terlebih pemilih umum 2014 semakin dekat.

ant/satya baty

BERBINCANG: Ketua Dewan Pers, Bagir Manan (kanan) berbincang usai membuka Pertemuan Puncak Pemimpin Redaksi Se-Indonesia, di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua Bali beberapa hari yang lalu. Pertemuan yang pertama kali digelar ini mengambil tema "Mewujudkan Indonesia Perkasa". Forum Pemred ini diharapkan bisa mendorong dan mengawal agar bisa bersama-sama mewujudkan secara konkret Indonesia yang lebih perkasa dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Sudah menjadi rahasia publik, sejumlah pemilik media besar di Indonesia merupakan ketua umum atau petinggi partai politik. Aburizal Bakrie merupakan calon presiden tunggal yang diusung Partai Golongan Karya, adalah pemilik Grup Viva yang menaungi TVOne, dan ANTV. Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh pemilik Media Grup yang menaungi Metro TV.

Sebagai contoh, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hati Nurani Rakyat, Hary Tanoesoedibjo pemilik Grup MNC, yang didalamnya terdapat RCTI, MNCTV dan Global TV. Hary Tanoesoedibjo telah mendeklarasikan sebagai wakil calon presiden bersama Wiranto. Anggota Dewan Pers Anthonius Jimmy Silalahi mengatakan semakin banyak masyarakat membicarakan

Pemilu menandakan keinginan itu dan mengambil tempat untuk membantu mewujudkannya. Oleh karena itu, ia mengingat awak media, termasuk pemilik media agar cerdas dalam menyajikan acara. Menghadapi Pemilu 2014, setidaknya muncul tiga harapan terhadap pers. Pertama, pers mampu menangkap keinginan atau tuntutan dari masyarakat yaitu perubahan. Liputan pers selama Pemilu seharusnya manangkap dan menggambarkan tuntutan perubahan itu. Kedua, pers diharapkan bersikap independen dan adil terhadap semua peserta Pemilu. Saat ini, masalah intervensi pemilik media terha-

dap redaksi terus muncul dan semakin intensif dibicarakan. Penyebabnya, kedekatan sejumlah politisi atau pimpinan partai politik dengan perusahaan pers, terutama stasiun televisi. Harapan ketiga, pers dapat membantu mencerdaskan pemilih melalui liputan-liputan berkualitas. Hingga kini belum banyak liputan yang mengungkap program partai politik. Untuk wartawan agar tetap menjaga independen dan tidak asal bapak senang (ABS) karena hanya ingin menyenangkan pemilik media yang berafiliasi partai politik. “Kita menghimbau awak media. Cerdaslah anda. Justru jika ada terlalu berpatokan supaya asal bapak senang demi bos. Masyarakat akan menganggap anda tidak cerdas dan tidak kreatif. Masyarakat akan melihat ini indikator ketidakcerdasan media bersangkutan,’’ kata Antonius Jimmy Silalahi, Rabu (3/7). (ara)

kas/koran madura

USAI PERSIDANGAN: Mahfud Zakariya, usai dari persidangan di PN Surabaya, Rabu (3/7) kemarin .

FITNAH PELARANGAN SHOLAT JUM’AT

Zakariya Ajukan Keberatan SURABAYA - Sidang perkara fitnah pelarangan sholat jum’at di PT Hasil Fastindo dengan terdakwa Mahfud Zakariya kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/7), kemarin dengan agenda pembacaan eksepsi atau tanggapan keberatan terhadap dakwaan Jaksa. Dihadapan majelis hakim yang diketuai Ahmad Fauzi, melalui Nurana Dibyantarsih selaku Kuasa Hukum Mahfud Zakariya menyatakan keberatan atas dakwaan Jaksa. Pasalnya, pernyataan Mahfud soal pelarangan sholat Jumat dalam demo itu mewakili serikat pekerja jadi harusnya dilindungi Undang-Undang. Selain itu, perkara Mahfud ini mencuat karena pemberitaan media, untuk itu, lanjutnya, seharusnya perkara ini tidak perlu dipidanakan. “Pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan pernyataan Mahfud seharusnya melalui hak jawab tak perlu dipidanakan,”. Kata Nurana saat membacakan nota eksepsinya. Selain itu, Nurana juga menyebut bahwa pelarangan sholat yang diberlakukan PT Hasil Fastindo memang benar adanya, buktinya sebelum demo ada beberapa buruh yang dipecat lantaran nekat tetap menunaikan sholat Jumat. “Selain itu, saat ini Disnaker Surabaya juga sudah menetapkan tersangka, jadikan jelas bahwa terbukti adanya pelarangan ini,” tandasnya. Usai persidangan, Mahfud Zakariya mengancam akan menurunkan 28 organisasi serikat buruh ke PN Surabaya jika sidang perkara pidananya tetap dilanjutkan. Pasalnya, Mahfud menilai perkataannya terkait pelarangan sholat Jumat di perusahaanya itu seharusnya tidak perlu dilanjutkan ke pidana, melainkan hanya perlu hak jawab untuk pihak yang merasa keberatan dengan ucapanya. “Seharusnya melalui hak jawab dengan mengundang media yang meliput demo

waktu itu, tidak perlu dipidanakan,” ujar Mahfud kepada wartawan usai sidang. Untuk itu, dirinya bersama 28 organisasi serikat buruh di Surabaya dalam waktu dekat akan menggelar aksi besar-besaran untuk meminta penghentian persidangan ini. “Ada 28 organisasi yang telah setuju untuk bergabung dalam aksi nanti,” tambahnya.

Untuk diketahui, sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Agus Oktavianto dari Kejari Surabaya menjerat Mahfud pasal 311 ayat 1 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun penjara. Dipaparkan Deddy, fitnah yang dikenakan pada Mahfud berawal pada 15 Maret 2012 lalu, dimana Mahfud memimpin demo di halaman Toko Hasil. Dalam demo itu, Mahfud menyampaikan aspirasi bahwa buruh disana dilarang melaksanakan shalat Jumat. “Namun apa yang disampaikan terdakwa tanpa didasari bukti yang kuat,” jelas Deddy dalam persidangan. Dalam dakwaan juga dijelaskan, manajemen PT Hasil Fastindo tak pernah melarang karyawannya untuk melakukan shalat Jumat. Bahkan mengenai pelaksanaan dan waktu, semuanya diserahkan pada karyawan sendiri. (kas)


LINTAS JATIM

9

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II

TIDAK TERBUKTI GILA

Pembunuh Balita Divonis 17 Tahun Penjara

ant/syaiful arif

PEMUTAHIRAN DATA PEMILIH: Petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) melakukan pencocokan dan penelitian untuk pemutakhiran data pemilih pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 di rumah salah satu warga Desa Cukir, Jombang, Jawa Timur. Pemutakhiran data pemilih itu untuk mendata pemilih yang akurat dan sesui dengan kondisi riil di lapangan untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 dan pada Pemilu Legislatif 2014.

DPS Pemilukada Naik 577.544 Ribu Pemilih SURABAYA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, memberikan keterangan bahwa Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur dipastikan mengalami kenaikan sekitar 577.554 ribu, sehingga total semua mencapai 29.809.792 juta pemilih. “Saya pastikan angka DPS sekitar 29,8 juta angka itu adalah hasil data pemilih yang sudah didapatkan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur," ujar Anggota Komisioner KPU Jatim Divisi Data Pemilih, Agus Mahfud Fauzi saat di KPU Jatim, Rabu (3/7). Menurutnya, jumlah DPS yang keluar tersebut memang mengalami kenaikan sekitar 577.554 ribu dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang sudah dis-

etorkan Pemprov Jatim. Pada maret lalu, Pemprov Jatim menyetorkan DP4 Pilgub Jatim sekitar 29.232.238 jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan DP4 Pemilihan Presiden (Pilpres) yang diberikan Pemerintah Pusat pada Pemprov Jatim sebanyak 29.348.579 jiwa. Ia menjelaskan, angka tersebut terdiri dari pemilih perempuan yang mencapai 15.051.185 dan pemilih lakilaki sebesar 14.758.597 pemil-

ih. Sedangkan, jumlah pemilih pemula diprediksi mencapai 10 persen atau sekitar 2,98 juta. "Kalau pemilih pemula kisaran angkanya memang segitu. Kalau untuk data konkritnya nanti bisa didapatkan setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tersusun," paparnya. Pihak KPU Jatim menunggu revisi daftar pemilih sampai 4 Juli. Dalam waktu dua hari ke depan, petugas di lapangan akan melakukaan pemutakhiran data pemilih tahap kedua. Bagi warga Jatim yang punya hak suara tetapi belum masuk dalam DPS, maka petugas di lapangan akan mencatatnya. "Selama dua hari ini kami memberikan kesempatan bagi warga yang belum masuk dalam daftar DPS. Nanti petugas di lapangan juga akan

melakukan pemutakhiran data kembali," tegasnya Setelah melakukan pendataan, KPU Jatim akan mengumumkan tambahan daftar pemilih pada 5 sampai 7 Juli. Tambahan data pemilih itu nantinya akan dijumlah dengan hasil DPS untuk dijadikan menjadi Daftar Pemilihj Tetap (DPT) pada 8 sampai 10 Juli. "Nanti tambahan data pemilih akan segera diumumkan berapa dan hasilnya akan dijumlah dengan DPS. Jumlah itu nantinya yang akan dijadikan DPT," ujarnya. Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menyatakan, 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sudah menyerahkan dan menyelesaikan proses pemutakhiran data pada tahap pertama pada Jumat (28/6). (mag/kas)

SURABAYA – Upaya Muh Solikin (31), terdakwa kasus pembunuhan balita 3,5 tahun bernama Fachri Romadhon, untuk dapat lepas dari jeratan hukum akhirnya Kandas, Meski sebelumnya Yuliana selaku pengacaranya menyatakan jika Solikin mengalami gangguan jiwa. Namun oleh majelis hakim yang terdiri dari Suhertoyo (ketua), Bandung dan M Yappi (masing-masing hakim anggota) menangkalnya dalam persidangan yang digelar diruang sidang sari PN Surabaya, Rabu (34/7), kemarin. Oleh Hakim, Terdakwa yang tinggal di jalan Endrosono VII No 31 Surabaya ini dijatuhkan vonis 17 tahun penjara. Vonis itu lebih rendah 3 tahun dari tuntutan Jaksa Eko Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, yang sebelumnya menuntut 20 tahun penjara. Solikin dinyatakan hanaya terbukti melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,”terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan secara berencana seperti yang didakwakan jaksa dalam dakwaan primernya yang melanggar

pasal 340 KUHP, menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 338 dan menjatuhkan hukuman 17 tahun penjara.,”kata hakim Suhertoyo dalam amar putusannya, kemarin. Saat dibacakan putusan vonisnya, Solikin terlihat gelisah dan selalu menundukan wajahnya. Namun usai dibacakan, Ia terlihat semeringah dan menerima putusan itu. Bahkan usai menandatangani berita acara vonis, Ia menjabat tangan seluruh majelis hakim dan melambaikan tangannya ke para pemburu berita. “Saya terima dan tidak banding,” singkat Solikin menjawab pertanyaan hakim dan langsung meninggalkan ruang persidangan sari PN Surabaya. Seperti diketahui, pembunuhan tersebut bermotif dendam, akibat sering dicaci maki oleh ayah korban. Tindakan pembunuhan itu terdjadi pada 16 Februari 2013 lalu. saat itu, terdakwa Solikin melihat korban tengah sendirian di depan rumahnya usai bepergian dengan sang ayah, Misnawi. Dalam pengakuan terdak-

wa, ia sempat menyeret Fachri dan membungkam mulutnya, setibanya di teras rumah milik kakak terdakwa, bocah yang baru akan bersekolah pada tahun depan itu, langsung dibantingnya dengan posisi kepala di bawah sebanyak tiga kali hingga kepala korban mengucurkan darah. Solikin juga melakukan hal yang sama di gang sempit celah rumah bagian kanan sebanyak dua kali, kemudian membawa korban yang diketahui sudah meninggal dunia ke gang sempit sisi kiri rumahnya. Tak sampai disitu saja, Solikin yang kemudian mulai cemas karena jasad Fachri mulai mengeluarkan bau, pada 18 Januari 2013 lalu, Ia membeli semen pada pagi harinya dan segera melumuri tubuh korban dengan semen. Namun karena keesokan harinya jasad Fachri masih mengeluarkan bau busuk, maka terdakwa kembali berencana membeli semen untuk tambahan. lantas melumuri tubuh korban dengan semen pada pagi hari sebelum jasad ditemukan oleh warga dan pihak kepolisian. (kas)

kas/koran madura

MELAMBAIKAN TANGAN: Terdakwa Solikin melambaikan tanganya ke wartawan usai menandatangani berita acara vonis di PN Surabaya, kemarin.

ADVERTORIAL

KH. A. Madani Mendoakan Pakde Karwo Saat Penyelamatan Sumber Mata Air PAMEKASAN - Meskipun cuaca hujan, masyarakat tetap antusias menunggu Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim di Ds. Pakong, Kec. Pakong Kab. Pamekasan untuk mencanangkan gerakan penyelamatan Sumber air dan pengukuhan dai-daiyah lingkungan Kapal Jawa Timur Taman Pakong Air di Masjid Nurul Rahman. Saat Pakde Karwo memasuki desa tempat lokasi sumber mata air hingga ujung jalan masuk desa, warga dan siswa sekolah sangat antusias menyambut kedatangannya. Diiringi mobil hias dan drumband siswa, Pakde Karwo yang turun dari mobil langsung menebar senyum dan menyapa warga dengan berjabat tangan. Rasa haru dan tawa bahagia karena bisa berjumpa dengan seorang pemimpin yang dicintainya meskipun harus berdesakan, rintikan hujan dan becek tidak menyurutkan niat mereka untuk mendekat. “Bismillahirohmanirohim, semoga sumber mata air ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Pamekasan sehingga dapat mensejahterakan

kehidupan masyarakat yang ada di Pulau Madura,” imbuhnya. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang hadir

dalam pencanangan gerakan penyelamatan Sumber air dan pengukuhan dai-daiyah lingkungan Kapal Jawa Timur mendapat kado istimewa dari tokoh masyarakat dan ulama di sumber mata air. KH. Achmad Madani Pengasuh Ponpes Sumber Bungur Pakong Kab. Pamekasan sepontan mendoakan Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jawa Timur ini agar senantiasa menjalankan amanah dari masyarakat khususnya menjaga dan melestarikan lingkungan di Jatim. “ Semoga Pak Gubernur senantiasa diberikan kesehatan dalam memimpin rakyat Jatim dan Pulau Madura,” ujarnya yang diamini oleh seluruh masyarakat yang hadir. Menurut Kiai Madani, sapaan seharian pengasuh Ponpes Sumber Bungur ini, kehadiran pemimpin yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di Desa Pakong ini sangat luar biasa. “Apalagi mau menanam pohon di sekitar sumber mara air. Saya wajib mendoakan Pakde Karwo,” katanya usai menerima pucuk tumpeng dari Pakde Karwo. Selanjutnya Kyai Mada-

ni mengajak Pakde Karwo melakukan sholat sunnah “Tahiyatul Masjid”

MENDOAKAN: KH. Achmad Madani saat mendoakan Pakde Karwo agar tetap amanah dalam memimpin Jawa Timur kedepan. sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas keberadaan sumber mata air yang berdekatan dengan Masjid Nurul Rohman ini. Acara yang bertujuan untuk menjadikan Jawa Timur menuju Indonesia bersih, hijau dan biru ini memiliki arti penting bagi masyarakat. Langkah penyelamatan sumber air ini adalaah tugas keseharian untuk senantisa mengingat-ingat amanat leluhur bagi kehidupan. Sumber mata air yang berada di desa pakong

ini membutuhkan tindakan total dari para pengabdi lingkungan untuk memompa kesadaran serta bergandengan tangan menyelamatkan bumi demi keberlanjutan dan masa depan yang penuh syukur. Sumber mata air ini menghasilkan 10.000 liter perdetik yang dapat menghidupi ribuan orang di wilayah Pakong Pamekasan maupun sebagian wilayah Guluk-Guluk Kab. Sumenep. Sebagaian masyarakat yang datang dengan mengenakan payung ini sangat ingin menghadiri acara yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan. Selain itu, masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai petani padi dan tembakau ini sangat senang karena desa mereka mendapat perhatian

dari Gubernur Jatim dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. Dari data geologi yang diperoleh Tim Kapal Jatim menyebutkan, dua juta tahun yang lalu sumber ini telah berporses serta menjalankan pesan untuk memberikan kehidupan kepada seluruh manusia. Wilayah perbukitan ini adalah penyangga hidup masyarakat yang terletak kisaran 50-350 meter diatas permukaan air laut dengan kemiringan antara 30-50 % dan menempati 22,23 % wilayah Kab. Pamekasan. Pamekasan terbagi menjadi tiga wilayah yakni

pantai (37,74%), dataran rendah (40,03%)dan perbukitan tempat sumber air (22,23%). Sumber air di wilayah per-

bukitan ini telah mengalir dan memberikan jasanya ke-

ist/koran madura

pada 12 sungai di Pamekasan untuk memenuhi kebutuhan hidup warganya. Pada kesempatan yang langka itu, Pakde Karwopun menanam pohon langka juga berupa 2 pohon bernama pohon Atin dan Pohon Setigi. Dua pohon ini sudah sulit ditemukan dan seringkali dikeramatkan. Namun yang menjadi keyakinan bahwa kedua pohon itu memiliki khasiat dan bermanfaat untuk kesehatan. “Pohon Setigi diyakini masyarakat dapat mengusir ular,” ujar Dr. Soepartowijoyo ketua Kapal Jatim menerangkan salah satu manfaatnya. (*)


10

SURAMADU

KAMIS 4 JULI 2013 NO. 0152 | TAHUN II

Pemerintah Perlu Dukung Obat Herbal Terstandar SURABAYA - Peneliti herbal dan obat tradisional dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Mangestuti Apt MS menyarankan pemerintah perlu senantiasa meningkatkan dukungan pada penyediaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka. “Kedua jenis obat yang berbahan baku tanaman obat itu sudah melalui serangkaian penelitian yang memberikan landasan ilmiah pada pemakaiannya untuk tujuan kesehatan. Fitofarmaka merupakan obat herbal yang telah melalui serangkaian uji klinis pada manusia sebelum dinyatakan secara resmi dapat beredar di masyarakat,” katanya kepada Antara di Surabaya, Rabu. Menurut dosen Fakultas Farmasi Unair itu, pemakaian herbal yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dalam bentuk ramuan obat tradisional Indonesia itu memang secara empiris terbukti dapat membantu mencapai kondisi sehat. “Karena itu, seorang guru besar dari Jepang pernah mengatakan bahwa seharusnya bangsa Indonesia tidak perlu mencari obat tradisional ke negara lain,

karena sudah mempunyai kekayaan ramuan dan herbal yang tumbuh subur,” ujarnya, menanggapi salah satu hasil dari APEC Senior Official Meeting (SOM) III di Medan pada 28 Juni - 4 Juli, di antaranya terkait ‘herbal medicine’ sebagai potensi regional. Ia menilai pendapat profesor Jepang itu sangat tepat dan perlu menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun peneliti Indonesia untuk berkomitmen menyelenggarakan pengobatan yang dapat dipertanggungjawabkan mutu dan khasiatnya secara ilmiah melalui pengadaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka di pasaran. “Berbagai penelitian menunjukkan obat-obatan yang berasal dari alam, yaitu tanaman obat atau yang populer dengan sebutan herbal itu secara turun temurun terbukti bisa membantu mencegah

penyakit dan mengatasi penyakit ringan,” ungkapnya. Oleh karena itu, kata peneliti yang aktif mengampanyekan tanaman obat itu, pemerintah yang selama ini masih memasukkan jamu ke dalam sistem pengobatan tradisional yang boleh diramu dan dikonsumsi tanpa bukti penelitian ilmiah, perlu mendukung pembuatan dan pemakaian jamu yang mengikuti kaidah kefarmasian, seperti pemilihan bahan baku, cara pembuatan, aturan pemakaian dan peringatan efek samping yang mungkin timbul. “Pengembangan obat herbal yang sangat potensial itu perlu satu syarat yakni penataan menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka, sehingga obat herbal akan semakin banyak yang teruji dan masyarakat pun aman. Untuk itu, peran pemerintah mengembangkan penataan obat herbal menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka itu penting, agar penyediaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka di apotek dan toko obat pun akan semakin berkembang, tuturnya. Selain itu, penataan penyediaan bahan herbal terstandar

Penelitian membuktikan khasiat empon-empon yang luar biasa. Misalnya, kunyit sebagai anti radang dan analgesik. Bahkan hasil penelitian juga menunjukkan kandungan zat emponempon yang berkhasiat sebagai antioksidan yang bisa mencegah kerusakan sel.

Prof. Dr. Mangestuti Peneliti Unair

di tempat penjualan umum juga diperlukan untuk menghasilkan jamu yang makin berkualitas. Contohnya adalah berbagai jenis empon-empon yang banyak dipakai sebagai bahan baku ramuan jamu Madura.

BULAN RAMADHAN

Jam Buka Warung Makan Dibatasi

“Penelitian membuktikan khasiat empon-empon yang luar biasa. Misalnya, kunyit sebagai anti radang dan analgesik. Bahkan hasil penelitian juga menunjukkan kandungan zat empon-empon yang berkhasiat sebagai antioksidan yang bisa mencegah kerusakan sel,” paparnya. Ia menambahkan keseriusan pihak pemerintah dalam menyelenggarakan obat herbal terstandar dan fitofarmaka dapat dibandingkan dengan langkah Pemerintah Jepang dalam mengembangkan obat tradisional mereka. Peran serta pemerintah Jepang itu membuat industri obat tradisional Jepang berkembang dengan dukungan dokter. “Peran Kementerian Kesehatan sudah sangat serius, antara lain melalui berbagai penelitian yang dikembangan di pusat penelitian di Tawangmangu dan institusi penelitian di perguruan tinggi, karena itu angggaran pemerintah perlu senantiasa ditingkatkan untuk mendukung penelitian tanaman obat sebagai bahan obat herbal terstandar dan fitofarmaka,” tandasnya. (ant/mk)

SUMENEP - Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Abd. Madjid mengatakan, pemerintah telah memutuskan membatasi jam buka waeung makan di bulan Ramadhan. Jam buka warung makan hanya diberi waktu 12 jam. “Sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Bupati Sumenep A. Busyo Karim, warung makan hanya diperbolehkan buka dari pukul 3 sore sampai menjelang imsyak saja,” ungkapnya, Rabu (3/7). Menurutnya, pihaknya sebagai penegak peraturan daerah (perda) akan selalu memantau keberadaan warung makan yang biasa beroperasi setiap hari di siang hari. Dan apabila menemukan warung makan yang tetap buka di luar jadwal, maka akan dikenakan sanksi. “Kami tidak akan segan-segan. Jika sudah ada yang melanggar pasti kami akan berikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya. Sedangkan untuk tempat-tempat prostitusi, pihanya sudah beberapa kali melakukan razia. ”Unuk mengantisipasi ketika bulan puasa nanti, kami telah berkali-kali melakukan razia diberbagai kosan dan kafe,” tukasnya. (edy/mk)

PENDIDIKAN

Ketimpangan Daratan-Kepulauan Masih Terjadi SUMENEP – Undangundang mengamanatkan setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, ketimpangan antara pelajar yang mengenyam pendidikan di daerah daratan Sumenep dengan yang belajar di daerah kepulauan masih terjadi.

Kepala Badan Litbang Kesehatan Kemenkes Trihono (tengah) bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi (kiri) dan Vice Chair LSIF Maureen Goodenow (kanan) usai memimpin pertemuan APEC Third Senior Officials Meeting (SOM) III And Related Meetings di Medan, Sumut, Rabu (3/7). Pertemuan tersebut membahas mengenai obat-obatan tradisional bersertifikasi dan standarisasi yang dapat diterima di negara lain, khususnya dari negara-negara berkembang.

PERAGA GAMPANYE

Pilkada Tingkatkan Permintaan Alat Cetak Digital SURABAYA - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah kota/ kabupaten di Indonesia meningkatkan permintaan alat cetak digital secara nasional. “Kalau menjelang pilkada maupun pemilu, angka penjualan produk kami bisa meningkat menjadi Rp10 miliar hingga Rp12 miliar secara nasional dari biasanya Rp7 miliar hingga Rp8 miliar,” ujar “Technical Advisor for Sales & Marketing, Sales & Marketing Division” PT Mimaki Indonesia, Ryo Uehara di Surabaya, Rabu. Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) maupun pilkada, kata dia, tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi politik, akan tetapi juga membawa angin segar bagi peningkatan ekonomi masyarakat. “Salah satunya adalah peningkatan per-

mintaan alat cetak ‘digital’. Setiap kali jelang pemilu maupun pilkada, memang ada sektor lainnya yang terdongkrak,” ucapnya. Selain itu, pendukung lainnya pertumbuhan industri cetak “digital” adalah pelaku industri lain yang membutuhkan sarana promosi. “Industri cetak ‘digital’ memang selalu mengikuti pertumbuhan industri lainnya yang membutuhkan media promosi,” paparnya. Ia juga mengemukakan, serbuan teknologi digital tidak akan terlalu berpengaruh besar atau menurunkan pertumbuhan industri cetak. “Teknologi ‘digital’ bisa mengancam industri cetak. Namun, kebutuhan akan media promosi cetak dan berbagai komponen produk dalam bentuk cetak, tetap tidak dapat tergantikan oleh ‘digital’,” katanya. (ant/mk)

Kondisi pendidikan di daerah kepulauan Sumenep memprihatinkan dibandingkan dengan daerah daratan. Aktivitas pendidikan di daerah kepulauan sedikit tertinggal karena fasilitas yang dimiliki tidak selengkap sekolah yang ada di daratan. Selain itu, tenaga pendidk juga belum sepenuhnya bisa menjadi guru. “Ketertinggalan itu sebenarnya ada beberapa elemen,

seperti halnya tenaga pengajar yang berasal dari daratan itu jarang sekali mengajar secara maksimal. Padahal, PNS ditetapkan dapat gaji ke-13. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan realita yang ada. Banyak guru-guru dari daratan itu jarang sekali ke tempat untuk mengajar,” ungkap tokoh masyarakat kepulauan, Badrul Aini, Rabu (3/7). Menanggapi ketimpangan tersebut, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep Fajar Santoso mengatakan, agar tidak selalu muncul stigma negatif dan tertinggal, saat penerimaan siswa baru semua lembaga pendidikan harus memberikan program unggulan. Hal itu untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan putra putrinya di sekolah tersebut. Ia tidak membantah jika antara pendidikan di daerah kepulauan dan daratan masih

belum adil. “Memang di satu sisi pelaksanaan pendidikan di wilayah kepulauan masih sedikit tertinggal dengan wilayah daratan terutama dari aspek fasilitas,” katanya. Sementara di tempat terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Sumenep M. Kamalil Ersyad menyatakan, seharusnya lembaga pendidikan benar-benar berorientasi pada prestasi, baik prestasi akademik dalam arti kemampuan kecerdasannya maupun prestasi moralnya yang harus terukur. Sebab, menurutnya, keterpenuhan fasilitas dan pendukung lainnya bukan jaminan. “Apalagi maraknya istilah titip-titipan, itu mengotori citra dari sekolah-sekolah untuk mendidik anak sebaikbaiknya. Jadi saya sudah mengimbau kalau titip-titipan itu harus dihindari. Terlepas di sekolah manapun,” pungkasnya. (sai/mk)

CAPRES

Deklarasi Wiranto-HT Tak Untungkan Hanura SURABAYA - Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menilai deklarasi Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2014 tak menguntungkan Partai Hanura. “Deklarasi yang terkesan terburu-buru kurang menguntungkan partainya. Kalau saya melihatnya, keputusan ini tidak didasari proses komunikasi politik yang matang,” ujarnya ketika dihubungi di Surabaya, Rabu. Menurut dia, cara instan dengan mendeklarasikan pasangan calon presiden kurang bagus dan tidak elok bagi masyarakat. Apalagi belum diketahui bagaimana kinerja kedua tokoh tersebut serta partai itu sendiri. “Ini juga tidak lepas dari tingginya syahwat politik yang dimiliki mayoritas politisi di negeri ini. Sehingga sering kali mengabaikan keinginan publik,” kata pakar komunikasi politik tersebut. Selain itu, deklarasi duet militer-pengusaha itu dinilai kurang berdampak secara umum. Bahkan, tidak menutup kemungkinan justru dicurigai oleh masyarakat bahwa keduanya sangat berhasrat duduk sebagai orang nomor satu dan dua di negeri ini. Suko Widodo juga memberi catatan khusus ke Hary

Tanoesoedibjo. Menurut dia, pengusaha sekaligus bos media tersebut belum memberi kontribusi nyata ke masyarakat Indonesia. “Sejak memutuskan terjun ke dunia politik, Hary Tanoesoedibjo belum membuktikan tentang apa yang sudah diperbuat. Sehingga, potensi kegagalan dalam Pilpres mendatang sangat tinggi,” katanya. Tidak hanya itu, di beberapa survei yang diketahu-

inya, nama pria yang dikenal dengan sebutan “HT” tersebut kurang baik. Karena itulah, lanjut dia, deklarasi yang dilakukan saat ini terkesan hanya pencitraan. Seperti diberitakan, Partai Hanura resmi mengusung pasangan Wiranto-Hary Tanoesoedibjo melalui deklarasi yang dilakukan di Jakarta, Selasa (2/7). Wiranto yang juga mantan Panglima TNI periode 1998-

1999 itu menjelaskan perbedaan latar belakang antara dia dan Hary Tanoe digunakan sebagai senjata untuk melakukan perubahan di Tanah Air. Sedangkan, Hary Tanoesoedibjo yang baru saja ditunjuk sebagai Ketua Badan Pelaksana Pemenangan Pemilu DPP Partai Hanura mengaku sepaham dengan visi dan misi Wiranto untuk mencalonkan diri menjadi penguasa Pemerintah Indonesia. (ant/mk)


MATARAMAN

11

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II

KOPWAN

39 Koperasi Wanita Memprihatinkan

ant/ismar patrizki

PEMUSNAHAN NARKOBA: Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Sujarno (tengah) memperhatikan sekantung narkoba saat pemusnahan barang bukti narkoba di kawasan Bandara SoekarnoHatta, Tangerang, Banten, Rabu (3/7). Polda Metro Jaya, memusnahkan barang bukti narkoba yang terdiri dari 1.503,6 kg ganja, 10,3 kg shabu, 163.949 butir ekstasi, 4,2 kg heroin, 2,2 kg ketamin, 38,5 liter shabu cair, 13,8 kg serbuk shabu dan 14,5 kg kristal shabu setengah jadi dengan total nilai sekitar Rp. 150 miliar.

Wakapolda: Narkotika Sejajar dengan Kejahatan Terorisme TANGERANG - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigjen Sudjarno menyatakan pemberantasan narkotika sama pentingnya dengan memberantas terorisme. "Narkotika itu bisa dikatakan sejajar dengan kejahatan terorisme karena telah menjadi permasalahan utama dunia internasional," katanya ditemui usai pemusnahan narkotika di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu. Dikatakannya, kesejajarannya dengan terorisme sebab narkotika bisa menghancurkan sendi manusia dari mulai ekonomi, budaya, pendidikan hingga ketahanan nasional. Razia yang begitu gencar dilakukan kepolisian terkait pemberantasan narkotika ternyata tidak membuat ciut nyali pelaku.

Bahkan, kata dia, hukuman yang diberikan kepada pelaku pun ternyata tidak membuat jera, bahkan pelaku yang ditangkap terus meningkat. "Jumlah barang yang disita pun adanya peningkatan, dan ini menjadi indikasi kalau Indonesia telah menjadi pangsa pasar yang tinggi bagi pelaku peredaran narkotika," katanya. Pasalnya, kejahatan narkotika yang terorganisir dan telah dilakukan secara lintas internasional meliputi Iran, China, Thailand terus berkembang. Meski demikian, polisi terus bekerja dan bekerjasama

dengan semua pihak untuk melakukan pemberantasan narkotika. "Targetnya adalah agar Indonesia benar - benar bisa bebas dari peredaran dan pengguna narkotika," katanya. Yerry Pattinasarany yang merupakan dari anak Ronny Pattinasarani mengatakan pada kesempatan yang sama menyatakan narkotika telah menghancurkan hidupnya. Kesuksesannya sebagai juara kelas, pemain tenis semuanya hancur setelah mengkonsumsi narkotika. Tidak hanya keluarga yang hancur tetapi juga psikologis dan psikis. "Saya kelas satu SMP menggunakan narkoba yang diperoleh dari jajajan sekolah. Setelah menjadi pemakai, semua karir saya hancur dan tidak adanya menguntungkan," katanya.

Narkotika Senilai Rp150 Miliar Dimusnahkan Memerangi peredaran narkotika di negara ini bukan basa-basi. Perang itu ditunjukkan oleh Polda Metro Jaya. Barang bukti kejahatan berupa narkotika dari berbagai jenis senilai Rp150 Miliar dimusnahkan di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu. Narkotika yang dimusnahkan terdiri atas ganja 1.503,6 kilogram, shabu 10,3 kilogram, ekstasi 163.949 butir, heroin 4,2 kilogram, ketamin 2,2 kilogram, shabu cair 38,5 kilogram, serbuk shabu 13,8 kilogram, kristal shabu setengah jadi sebanyak 14,5 kilogram. "Narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil dari pengungkapan selama kurun waktu dua bulan terakhir," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sujarno.

Ia menambahkan narkotika yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari pengungkapan 38 kasus dengan 47 tersangka. Seluruh tersangka termasuk dalam kategori jaringan internasional dengan menggunakan modus baru untuk menghindari penangkapan petugas. Meski demikian, kepolisian akan terus melakukan penangkapan dan menindak tegas siapa saja pelaku yang terbukti menggunakan maupun mengedarkan narkotika. Walaupun banyak razia telah dilakukan petugas namun tidak membuat ciut nyali para tersangka. Bahkan petugas berhasil menyita jumlah narkotika yang begitu banyak. Proses pemusnahan narkotika itu dilakukan dengan cara memasukan seluruh narkotika ke dalam inisiator untuk dibakar. (ant/rah)

SEPAK BOLA

Pelatih Arema: Jangan Nyalakan Kembang Api MALANG - Pelatih Arema Indonesia Rahmad Darmawan meminta seluruh suporter Arema (Aremania) agar tidak menyalakan kembang api (flare) lagi ketika tim berjuluk Singo Edan itu sedang bertanding menjamu tamunya. "Selain akan memicu sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bagi tim, performa pemain juga drop karena pertandingan dihentikan oleh wasit akibat kabut asap dari flare yang dinyalakan suporter," tegasnya di Malang, Rabu. Menurut dia, ketika tim dalam kondisi "on fire" dan pertandingan tiba-tiba dihentikan oleh wasit, jelas tidak menguntungkan bagi tim, bahkan semangat pemain juga langsung drop. "Kalaupun pertandingan akhirnya dilanjutkan, pemain juga membutuhkan waktu untuk mengembalikan semangat dan top performanya. Saya berharap pertandinganpertandingan kandang selanjutnya tidak ada lagi flare," tandas Rahmad Darmawan. Sementara itu Media Ofiser Arema Sudarmaji mengatakan akibat penonton menyalakan "flare" tersebut, manajemen tim Singo Edan dikenai sanksi denda oleh Komdis PSSI. Sanksi denda pertama sebesar Rp50 juta ketika Arema menjamu Persegres (15/6). Saat itu pertandingan sempat dihentikan selama sekitar 15

ant/ari bowo sucipto

POSISI RUNNER UP: Pelatih Arema Indonesia Cronous, Rahmad Darmawan (kanan) memberi instruksi kepada anak asuhnya saat latihan di lapangan UMM, Malang, Jawa Timur, Rabu (3/7). Arema akan menggunakan strategi menyerang untuk mengalahkan PSPS Pekan Baru sekaligus mengejar posisi Runner Up di kompetisi Indonesia Super League pada Kamis (4/7). menit. Selanjutnya, denda kedua juga menanti saat Arema meladeni Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (30/6), karena pertandingan juga sempat dihentikan selama sekitar 20 menit. Ia mengaku sebenarnya penonton sudah diimbau dan

diinstruksikan untuk tidak menyalakan "flare" pada saat pertandingan berlangsung, namun masih ada saja penonton yang tidak mengindahkan imbauan dan larangan tersebut. "Masalah flare ini memang tidak bisa langsung dihilangkan begitu saja, tapi

butuh proses. Kami cuma berharap pada laga kandang ke depan sudah tidak ada lagi flare yang mengganggu jalannya pertandingan, paling tidak bisa diminimalisasi," ujarnya. Dihentikannya pertandingan laga Arema yang menjamu Persija Jakarta akibat adanya "flare" yang meng-

ganggu tersebut, manajemen pada Rabu (3/7) dipanggil Komdis PSSI di Jakarta. Laga kandang terdekat Arema adalah menjamu PSPS Pekanbaru, Kamis (4/7). Saat menjamu PSPS tersebut, Arema tidak diperkuat Christian Gonzales karena terakumulasi kartu. (ant/rah)

MALANG - Sebanyak 39 dari 390 koperasi wanita di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam kondisi memprihatinkan sehingga masuk kategori rehabilitasi. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kabupaten Malang Bambang Sumantri di Malang, Rabu, mengakui ke-39 koperasi wanita (kopwan) itu bisa dikatakan “sekarat” dan harus direhabilitasi. “Penyebabnya adalah suntikan dana pada saat pendirian koperasi sebesar Rp25 juta untuk modal simpan pinjam, pengembaliannya tidak lancar, unit usaha yang dijalankan juga tidak berjalan, bahkan kelembagaannya juga kurang solid,” tegas Bambang. Menurut dia, secara kelembagaan ke-39 kopwan itu masih ada. Untuk mengaktifkan kembali kopwan tersebut, perlu dilakukan penanganan serius, mulai dari pembinaan pengurus, penataan lembaga hingga dorongan untuk menambah permodalan. Penanganan kopwankopwan yang kondisinya memprihatinkan tersebut, katanya, disesuaikan dengan kondisi masing-masing, tidak bisa ditangani dengan cara dan solusi yang sama. Ia mencontohkan, kalau persoalan yang dihadapi kopwan bersangkutan adalah dana, bisa diselesaikan melalui simpanan pokok dan wajib anggota. Selain itu, juga bisa menggunakan dana pinjaman dari perbankan yang ada di bawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Malang. Selain 39 kopwan yang

masuk kategori rehabilitasi, lanjutnya, justru ada 20 kopwan yang masuk kategori stabilisasi atau berkembang, karena kopwan tersebut sudah eksis dan tanpa ada campur tangan lagi dari pemerintah. Sementara ratusan kopwan lainnya dalam kategori konsolidasi, artinya kemandirian kopwan sudah

Penyebabnya adalah suntikan dana pada saat pendirian koperasi sebesar Rp25 juta untuk modal simpan pinjam, pengembaliannya tidak lancar, unit usaha yang dijalankan juga tidak berjalan, bahkan kelembagaannya juga kurang solid,”

Bambang Sumantri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM) Malang

baik, namun masih perlu pembinaan dan bimbingan dari pemerintah. Pada awal 2011, 390 kopwan di Kabupaten Malang mendapatkan kucuran bantuan permodalan sebesar Rp9,7 miliar atau masing-masing sebesar Rp25 juta. Namun, 39 kopwan di antaranya tidak bisa berkembang, bahkan kondisinya saat ini memprihatinkan. (ant/rah)

DAMPAK BBM

Inflasi Juni Lampaui Jatim MALANG - Inflasi Kota Malang, Jawa Timur, yang tercatat di Badan Pusat Statistik setempat pada Juni 2013 mencapai 0,91 persen atau melebihi inflasi Jatim sebesar 0,68 persen, tetapi masih lebih rendah dari pada nasional sebesar 1,03 persen. Menurut Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Malang Enny Fatma Setyorini, Rabu, tingginya inflasi sepanjang Juni di daerah itu dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan harga BBM bersubsidi itu menyumbang inflasi sebesar 0,390 persen. “Naiknya harga BBM bersubsidi ini juga berimbas pada komoditas lainnya, seperti angkutan umum atau jenis transportasi lainnya. Secara umum, kelompok transportasi, telekomunikasi, dan jasa keuangan menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Malang, yakni mencapai 3,61 persen,” katanya. Kelompok bahan makanan juga memberikan sumbangan besar terhadap inflasi di Kota Malang, yakni 1,04 persen. Sebab, selama Juni sejumlah bahan pangan pokok mengalami kenaikan harga cukup signifikan, seperti telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut, kata Enny, selain dipicu oleh kenaikan harga BBM, juga dipicu oleh suplai yang terlambat. Inflasi tahunan Kota Malang pada semester pertama 2013 tercatat sebesar 3,13 persen dan lebih tinggi dari Jatim yang hanya sebesar 2,98 persen. Namun, masih lebih rendah ketimbang inflasi nasional pada Semester I yang mencapai 3,35 persen. Pada bulan Januari, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,94 persen, kemudian pada bulan Februari turun menjadi 0,88 persen, lalu pada bulan Maret

naik kembali menjadi 0,94 persen. Pada bulan April mengalami deflasi sebesar 0,21 persen yang berlanjut pada bulan Mei juga deflasi sebesar 0,35 persen. Namun, pada bulan Juni kembali mengalami inflasi sebesar 0,91 persen. Sementara itu, sejumlah komoditas bahan pangan pokok juga terus mengalami kenaikan harga, seperti daging ayam ras saat ini

Naiknya harga BBM bersubsidi ini juga berimbas pada komoditas lainnya, seperti angkutan umum atau jenis transportasi lainnya. Secara umum, kelompok transportasi, telekomunikasi, dan jasa keuangan menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Malang, yakni mencapai 3,61 persen,”

Enny Fatma S.

Kasi Statistik dan Distribusi BPS Malang seharga Rp30 ribu/kg yang sebelumnya hanya Rp25 ribu - Rp26 ribu/kg, cabai rawit menjadi Rp44 ribu/kg dari Rp34 ribu/kg. Bawang merah menjadi Rp40 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp24 ribu/kg, telur menjadi Rp20 ribu/ kg dari harga sebelumnya Rp16 ribu--Rp17 ribu/kg. Sementara berbagai jenis sayuran harganya juga naik hampir 100 persen, seperti bayam, sawi hijau, dan kangkung yang biasanya seharga Rp750/ikat menjadi Rp1.500/ikat. (ant/rah)


12

NASIONAL

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II

Korban Gempa Aceh Butuh Tenda

Jaringan Seluler dan Internet Masih Terganggu BANDA ACEH- Ribuan korban gempa di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah kini membutuhkan tenda dan alat berat untuk mengevakuasi puingpuing reruntuhan rumah mereka akibat bencana alam itu.

ant/ rahmad

BUTUH TENDA. Sejumlah warga korban gempa berada ditempat pengungsian sementara di Desa Blang Mancom, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Senin (2/7). Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR itu merobohkan ratusan rumah, fasilitas umum serta puluhan korban jiwa.

POLITIK

Mendagri: DPRD Jadi Caleg Parpol Berbeda Dipecat JAKARTA- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pemerintah bisa memecat atau mengganti anggota DPRD yang kembali mencalonkan diri untuk mengikuti Pemilu Legislatif 2014 melalui partai berbeda. Hal itu mengingat anggota DPRD yang kembali mencalonkan diri menjadi calon legislatif (caleg) namun diusung oleh parpol berbeda, bukan peserta Pemilu 2014, seharusnya mengundurkan diri dari keanggotaan di legislatif, katan Mendagri di Jakarta, Rabu. “Caleg itu saat ini duduk di DPRD atas nama partai lama, sedangkan dia sudah tidak diusung lagi oleh partai lama sejak mencalonkan dari partai baru. Masa iya dia masih terima gaji atas nama partai lama?” kata Gamawan Fauzi menegaskan. Proses pemberhentian atau pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRD, katanya, seharusnya dilakukan atas dasar usulan dari partai politik yang mengusung anggota dewan bersangkutan. Namun, seringkali parpol

tidak menyampaikan usulan kepada ketua DPRD. Sementara ketua DPRD juga tidak secara aktif melakukan proses PAW terhadap anggota yang sudah menjadi caleg dari partai berbeda dari sebelumnya. Oleh karena itu, Mendagri minta para gubernur, bupati dan wali kota untuk aktif menyampaikan rujukan terkait keberadaan anggota DPRD yang masih terdaftar padahal mencalonkan diri lewat partai lain. “Kami berikan batas waktu 14 hari kerja sejak surat itu diedarkan. Hal itu kami harapkan dapat secepatnya diproses,” tambahnya. Apabila dalam jangka waktu 14 hari tersebut pimpinan parpol tidak juga mengirimkan usulan pemberhentian, maka pimpinan DPRD

dapat mengusulkan pemberhentian antarwaktu kepada Mendagri melalui gubernur untuk anggota DPRD provinsi dan kepada gubernur melalui bupati-wali kota dan selanjutnya diresmikan PAW-nya. “Supaya proses itu tidak perlu menunggu pengusulan pemberhentian dari partai lama, lantas kami buat surat edaran agar gubernur, bupatiwali kota serta ketua DPRD aktif,” ujar Mendagri. Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 161/3294/Sj tertanggal 24 Juni 2013 telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Tanah Air, termasuk pimpinan DPRD provinsi dan kabupaten/kota, DPR Aceh, DPR Papua, serta DPR Papua Barat. Hal itu dibuat berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD mengenai Tata Tertib DPRD yang menegaskan soal keanggotaan DPRD. (ant/fran)

Masyarakat korban, terutama orang tua dan anakanak, tidur di bawah tenda darurat yang mereka buat sendiri dan riskan terhadap kesehatannya. “Sesuatu yang memprihatinkan, para orang tua dan anak-anak tidur di bawah tenda darurat yang mereka buat sendiri di depan bangunan rumah yang hancur,” kata Rahmad menjelaskan. Informasi diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan jumlah korban yang ditemukan meninggal dunia di Aceh Tengah sebanyak 17

orang dan 15 jiwa masih dilaporkan hilang. “Masyarakat menduga masih banyak korban yang tertimpa bangunan rumah atau longsoran dan belum di evakuasi. Alat berat sangat minim dikerahkan ke lokasi terparah,” kata Rahmad menambahkan. Sementara itu, jaringan komunikasi seluler dan internet di Aceh Tengah juga masih terganggu pascagempa utama berkekuatan 6,2 Skala Richter menguncang dataran tinggi “Tanah Gayo” itu pada tanggal 2 Juli 2013.

Kawasan terparah porakporanda akibat gempa bumi di Aceh Tengah adalah Kampung Blang Mancong Kecamatan Ketol. Rumah-rumah penduduk rata engan tanah, selain juga bangunan sekolah, masjid, dan fasilitas publik lainnya. Rahmad menyebutkan, hingga kini, longsoran bukit masih terus terjadi di Kecamatan Ketol, sementara upaya evakuasi warga selamat terus dilakukan dengan pengerahan prajurit TNI dan Polri di lokasi kejadian. Selain itu, bantuan logistik dan selimut juga masih dibutuhkan para korban selamat dari bencana gempa di sejumlah kecamatan di Aceh Tengah. Informasi yang diterima Koran Madura, Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan senilai Rp 2,1 Milyar . (ant/az/beth)

ANOMALI CUACA

Mendag: Harga Cabai Naik 69,59 % JAKARTA - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mencatat harga cabai rawit merah mengalami kenaikan secara signifikan dengan prosentasi kenaikan mencapai 69,59 %. Selain terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi, melonjaknya harga produk hortikultura juga disebabkan anomali cuaca. “Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada kelompok hortikultura, yaitu cabai rawit merah 69,59 % dan bawang merah 21,66 %. Kenaikan ini lebih besar dari 2012, karena anomali cuaca kemarau basah yang menyebabkan penurunan kualitas hasil panen,” kata Gita di Gedung DPR Jakarta, Rabu (3/7). Menurut Gita, pasca kenaikan harga BBM Kemendag memantau tiga kelompok komoditi, yakni kelompok pangan hasil industri, pangan hasil peternakan dan kelompok pangan segar. “Dampak kenaikan BBM dan peningkatan permintaan menjelang puasa dan Lebaran, maka tidak dipungkiri akan berimplikasi pada kenaikan harga bahan pangan pokok,” paparnya.

Secara nasional, terang Gita, perkembangan harga komoditi yang masuk kelompok pertama relatif stabil, karena besaran kenaikan hanya mencapai 1,5 %. Untuk kelompok daging ayam, telur dan daging sapi kenaikannya berkisar 1-7 %. “Kenaikan harga daging dan telur juga karena tradisi peternak yang menaikkan harga menjelang puasa Ramadhan,” ucapnya. Kenaikan harga tertinggi, kata dia, ada pada cabe rawit merah dan bawang merah, sedangkan cabai merah keriting dan biasa mengalami penurunan masing-masing 2,99 % dan 2,55 %. “Karena anomali cuaca, menyebabkan kualitas hasil panen, sehingga banyak mengalami kerusakan saat pengangkutan dari sentra produksi ke sentra konsumsi,” ucapnya. Pasokan Terganggu Di tempat terpisah, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan menjadi Rp33 ribu per kilogram, cabai merah biasa menjadi Rp32

ribu per kilogram dan cabai rawit merah menjadi Rp54 ribu per kilogram. Bayu menyebutkan, kenaikan harga cabai disebabkan pasokan yang terganggu dan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, lanjut dia, permintaan masyarakat mengalami peningkatan menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran, sehingga kekurangan suplai. “Cabai ini naik karena siklus cuaca, gangguan panen serta pemintaan masyarakat yang naik. Ini juga yang menyebabkan inflasi Juni naik,” ujar Bayu di kantornya, Jakarta, Rabu (3/7) Dia mengaku, sejauh ini pemerintah masih mengalami kesulitan untuk mengatasi persoalan kenaikan harga cabai. Sebab, lanjut dia, jenis komoditas ini sulit untuk disimpan dalam waktu lama, sementara masyarakat menginginkan cabai segar. “Susah mau pasok cabai lama-lama. Tidak bisa. Bisa busuk cabainya,” ujar Bayu. Berdasarkan pantauan di Pasar Jaya Mampang Prapatan Jakarta, hampir seluruh

bahan pangan pokok mengalami kenaikan harga yang signifikan. Umumnya, pada pedagang pasar menyebutkan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan harga BBM bersubsidi dan menjelang puasa Ramadhan. Menurut pemilik Toko Rahayu di Pasar Jaya Mampang Prapatan, Sumardi (36), hampir semua jenis kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan harga dan diprediksikan akan berlanjut hingga menjelang Lebaran. “Kenaikan harga kebutuhan pokok terus berlanjut hingga menjelang dua hari sebelum puasa. Memang enaikannya tidak terlalu signifikan, hanya sedikit-sedikit saja,” ujarnya. Seorang pembeli di Pasar Jaya Mampang Prapatan Susi (43) mengatakan, kalau kenaikan harga kebutuhan pokok sudah sangat meresahkan masyarakat, apalagi di saat menjelang Ramadhan. “Pemerintah harus cepat menstabilkan harga yang ada di pasar, jangan sampai harga kebutuhan pokok di pasar terus melambung,” kata Susi. (gam/bud)

KASUS HAMBALANG

KPK Menjamin Akan Menahan Semua Tersangka JAKARTA-Kendati berjalan lambat, Ketua KPK Abraham Samad memastikan para tersangka kasus Hambalang semuanya akan ditahan. Penegasan Samad ini menjawab banyaknya pertanyaan yang muncul untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Misalnya, kenapa proses hukum terhadap tersangka kasus Hambalang berjalan lambat ketimbang kasus suap impor daging sapi yang melibatkan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “(Kasusnya) Sedang didalami, seluruh tersangka dalam kasus Hambalang pasti ditahan,” kata Ketua KPK, Abraham Samad di Jakarta, Rabu (3/7). Menurut Samad, KPK sedang menunggu perhitungan kerugian negara, yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah laporan berada di tangan KPK, maka para tersangka akan ditahan. “Setelah hasil perhitungan negara sudah final (akan ditahan), tidak usah ragu kepada kami. Seperti Anda meragukan pertama kali kami mentersangkakan menteri (Andi Malarangeng) dan Ketua Umum Demokrat (Anas Urbaningrum),” terangnya Terkait ada kesan KPK melakukan diskriminasi dibanding kasus impor daging, Samad mengakui kasus tersebut memang berbeda. “LHI

adalah kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) sedangkan Hambalang bukan. (Kalau) OTT, kami terikat batas waktu yang ditentukan dalam KUHAP,” ujarnya. Sementara itu, Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha mengungkapkan saat ini ada pemanggilan terhadap sejumlah pemeriksa barang dan jasa Rahmatullah, Sadi, Sudiro, Iswandi, dan Choiruddin Noor. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk para tersangka,” tuturnya Dalam kasus dugaan korupsi Hambalang, KPK telah menetapkan tiga tersangka yaitu mantan Kepala Biro Rumah Tangga dan Keuangan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Deddy Kusdinar, mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng dan eks Kepala Divisi Kontruksi I PT. Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor. Selain itu, kata Priharsa, KPK juga memeriksa mantan Deputy Meneg BUMN, Muchayat terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang. Menurut Priharsa, Muchayat yang juga menjabat Wakil Presiden Komisaris Utama Bank Mandiri diperiksa sebagai saksi untuk tiga orang tersangka, yakni Deddy Kus-

dinar, Andi Mallarangeng dan Teuku Bagus Mokhamad Noor. “Muchayat Diperiksa sebagai saksi,” tegasnya. ebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin mengatakan Munadi adalah salah satu orang yang memuluskan proyek Hambalang. Anas Urbaningrum menggunakan Munadi untuk menekan Badan Usaha Milik Negara yang lain agar tidak ikut campur dalam proyek bernilai Rp 2,5 triliun itu. Menurut Nazaruddin, Anas sering minta backingan kepada Munadi jika ada proyek yang diganggu. Anas juga meminta Munadi melobi ayahnya buat mengamankan proyek-proyek, salah satunya Hambalang. Sementara itu, kubu tersangka Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng, menyebut otak dari kasus ini adalah Anas dan Muchayat. Adik kandung Andi, Rizal Mallarangeng menduga, Muchayat yang pernah menjadi Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawahi pengawasan BUMN konstruksi itu terlibat dalam mengatur pemenangan PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek Hambalang. “Dia (Muchayat ini kan bosnya BUMN konstruksi),” pungkasnya. (gam/cea)

ant/fahrul jayadiputra

REKA ADEGAN. Ketua Ormas Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung (tengah), dikawal ketat oleh aparat kepolisian seusai menjalani Rekonstruksi Kasus Suap Hakim di Cafe Bali, Bandung, Jabar, Rabu (3/7). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar reka ulang kasus suap hakim terhadap pengurusan perkara korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) di pemerintahan kota Bandung sebesar Rp. 66,5 miliar dengan menghadirkan empat tahanan yakni Asep Tritna, Toto Hutagalung, Setyabudi Tejocahyono dan Hery Nurhayat.


EKONOMI

13

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152 | TAHUN II

Jika Diminta DPR

BSBI Bisa Awasi Kinerja OJK JAKARTA-Badan Supervisi BI (BSBI) dimungkinkan mengawasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paska beralihnya fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke OJK. Namun pengawasan ini dengan catatan, ada penugasan secara resmi dari Komisi XI DPR. “Jika ada penugasan dari Komisi XI dan sepanjang tidak ada larangan secara hukum, maka saya merasa penelaahan dan analisa terhadap OJK adalah sesuatu yang memadai,” kata pengamat ekonomi Fadil Hasan saat menjalani fit and proper test calon anggota BSBI di Gedung DPR Jakarta, Rabu (3/7). Sebagaimana diketahui, pada fit and proper test anggota BSBI kali ini, DPR akan menguji 8 nama calon diantaranya adalah Fadil Hassan, Tony Prasetiantono, Sri Adiningsih dan Erani Yustika. Mereka diuji untuk mengisi lima kursi anggota BSBI. Rapat ini dipimpin Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis dan dihadiri seorang anggota Komisi XI, Iskan Qolba Lubis. Komisi XI lebih mengedepankan pertanyaan yang berkaitan dengan independensi BSBI sebagai badan supervisi yang mengawasi BI. Menurut Fadil, pengawasan terhadap kinerja sangat memungkinkan untuk dilakukan oleh BSBI, sepanjang DPR sebagai lembaga pengawas otoritas keuan-

gan menugaskan BSBI untuk mengawasi OJK. “Karena, fungsi BSBI adalah alat atau instrumen pengawasan dari DPR,” katanya. Fadil menjelaskan, fungsi pengawasan perbankan yang dimiliki BI akan beralih ke OJK, sehingga pada 2014 pengawasan bank akan dilakukan oleh OJK. Dengan demikian, lanjut dia, sebagai kepanjangan tangan DPR untuk mengawasi otoritas perbankan, maka BSBI bisa mengawasi OJK sepanjang tidak melanggar UU BI dan aturan hukum lainnya. Lebih lanjut Fadil mengungkapkan, meski bisa mengawasi kinerja OJK, namun peran BSBI hanya bisa mengontrol kinerja OJK yang berkaitan dengan pengawasan terhadap industri perbankan. “Hanya pengawasan bank oleh OJK saja yang bisa dianalisa oleh BI,” ucapnya. Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR, Andi Timo Pangerang, keputusan pemilihan anggota BSBI akan dilakukan Komisi XI pada 8 Juli 2013. “ Ada sepuluh nama yang masuk ke DPR, namun dua di antaranya mengun-

durkan diri,” kata Andi saat menutup uji kelayakan dan kepatutan calon anggota BSBI. Sementara itu, Calon anggota BSBI, Umar Juoro berjanji akan menjadi kepanjangan tangan DPR untuk menggambarkan dan mengawasi kinerja BI. Dengan demikian, Umar mengaku akan lebih konsentrasi pada pembenahan mekanisme kerja BSBI yang anggarannya bersumber dari Anggaran Tahunan BI. “Kalau terpilih (kembali menjadi anggota BSBI) yang akan diperbaiki terlebih dahulu mekanisme kerja di BSBI. Banyak yang bisa dilakukan, saya akan bekerjasama dengan Komisi XI DPR dalam mengefektifkan pengawasan kebijakan moneter,” kata Umar saat menjalani fit and proper test calon anggota BSBI di Gedung DPR Jakarta, Rabu (3/7). Sementara itu, calon anggota BSBI lainnya, Chairul Djakman yang saat ini menjadi dosen di Universitas Indonesia mengungkapkan, meski anggaran BSBI bersumber dari BI, namun dirinya meyakini BSBI ke depan akan mampu menjaga independensi. “Siapa pun yang membayar, independensi akan dijaga, meskipun yang mambayar BI. Karena ini adalah tanggung jawab, bukan berarti harus patuh kepada BI,” paparnya. (gam/bud/abd)

ant/asep fathulrahman

HARGA DAGING NAIK. Pedagang menumpuk menyayat serat dan lemak daging sapi, di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Rabu (3/7). Beberapa hari menjelang bulan puasa harga sejumlah bahan pokok merangkak naik termasuk harga daging dari Rp86.000 menjadi Rp92.500 perkilogram.

ant/m rusman

PEMUSNAHAN PAKAIAN BEKAS SELUNDUPAN. Petugas bea cukai, kepolisian, TNI AL, Satgas Pamtas, Satpol PP dan Imigrasi memusnahkan 18 karung pakaian bekas di Kantor Bea Cukai Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Rabu (3/7). Pakaian bekas selundupan dari Malaysia tersebut merupakan hasil tangkapan selama Januari-Oktober 2012 oleh Bea Cukai Kabupaten Nunukan.

Bank Dunia Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi JAKARTA-Revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia menjadi 5,9 persen pada 2013 tidak membuat pemerintah patah arang. Namun revisi itu menjadi amunisi bagi pemerintah harus bekerja keras mengejar target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2013 sebesar 6,3 persen. Dalam laporannya tentang Indonesia, Selasa (2/7), Bank Dunia memperkirakan tingkat inflasi di Indonesia bisa mencapai 9% di 2013, menyusul kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi. Ini merupakan perbedaan yang cukup signifikan dibanding perkiraan Pemerintah sendiri, yaitu 7,2 persen. Selain itu, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 hanya akan mencapai 5,9 persen. Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop mengatakan angka tersebut turun dari proyeksi sebelumnya di kisaran 6,2 persen. Lambannya pemulihan di bidang ekspor, membuat Bank Dunia menu-

runkan ekspektasi terhadap perekonomian Indonesia tahun ini. Ndiame menyarankan, pemerintah Indonesia perlu menjaga kebijakan-kebijakan ekonomi makro secara fleksibel, tetapi kebijakan itu juga harus dikomunikasikan dengan baik. Pemerintah juga perlu memberikan prediksi yang komunikatif. Sehingga, akan membantu Indonesia melalui masa yang penuh ketidakpastian. Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan prediksi Bank Dunia tersebut merupakan pelecut kinerja pemerintah untuk bekerja keras pada semester kedua ini agar pertumbuhan ekonomi dapat

ASURANSI

Allianz Life Luncurkan Asuransi Perlindungan 100 Penyakit Kritis JAKARTA-PT Asuransi Allianz Life Indonesia (“Allianz Life”) meluncurkan Allianz SmartLink CI100, yang merupakan manfaat perlindungan kondisi penyakit kritis terlengkap saat ini yang mencakup 100 kondisi penyakit kritis. Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling mengatakan, Allianz SmartLink CI100 dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan penyakit kritis. Perlindungan terhadap tertanggung dimulai dari kondisi awal (early stage) sampai dengan kondisi akhir (late/advanced stage). “Penyakit kritis adalah momok yang menakutkan bagi setiap orang. Masyarakat kota besar memiliki eksposur tinggi terhadap berbagai risiko kesehatan, karena umumnya mereka cenderung terbentur keterbatasan untuk melakukan gerak fisik akibat tuntutan pekerjaan yang memaksa untuk terus berada di belakang meja. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga gaya hidup sehat dan melengkapi dirinya dengan perlindungan asuransi sebagai upaya pencegahan dan mewujudkan hidup 100 persen ,” ujar Joachim di Plaza Bapindo, Jakarta, Rabu (3/7). Hasil survei yang dilakukan oleh Allianz terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, di antaranya: Jakarta, Manado,

Bali, Surabaya dan Makassar, menunjukkan bahwa 95% responden menyatakan bahwa mereka menyadari akan risiko penyakit kritis dan potensi tingginya biaya pengobatan yang diperlukan. Allianz SmartLink CI100 hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang lebih menyeluruh. Selain dari jenis penyakit kritis yang lebih banyak, perlindungan terhadap tertanggung juga dimulai dari kondisi awal (early stage) sampai dengan kondisi akhir (late/advanced stage). Untuk beberapa penyakit kritis bahkan dilindungi sampai dengan kondisi terparah (catastrophic stage). Tertanggung akan mendapatkan perlindungan sampai usia 100 tahun dan memiliki fasilitas multiple claims selama manfaat polis asuransi tambahan berlaku. Manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari SmartLink CI100 adalah

tambahan uang pertanggungan jika Tertanggung harus menjalani Angioplasty dan jika terdiagnosa Komplikasi Diabetes. Dari data klaim yang dimiliki oleh Allianz Life, tercatat bahwa lima penyakit kritis yang paling banyak diklaim selama dua tahun terakhir adalah kanker, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan tumor otak jinak. Faktanya penyakit kritis memiliki tahapan dan jenis yang jumlahnya tidak

sedikit. “Kami melihat angka klaim terhadap penyakit kritis setiap tahunnya masih cukup tinggi. 38,5% klaim sepanjang tahun 2012 berasal dari klaim terhadap penyakit kritis. Dengan perlindungan sejak early stage, penyakit kritis bisa ditangani lebih awal untuk mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan baik,” jelas Todd Swihart. Yang paling ditakutkan dari kondisi penyakit kritis bukan saja tentang penyakitnya, namun juga biaya yang

harus dikeluarkan pada saat penyembuhan. “Mengingat tingginya biaya yang diperlukan untuk berobat dan berbagai macam tindakan penyembuhan, sudah seharusnya kita tidak perlu menunggu sampai penyakit itu datang. Kami berharap Allianz SmartLink CI100 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai komitmen kami dalam memberikan dan menghasilkan sesuatu bagi para nasabah kami,” tutup Joachim. (gam)

tercapai. “Karena itu menurut saya harus ada ekstra effort pemerintah di semester kedua. Karena angkanya Bank Dunia, 5,9 persen,” ujar dia yang ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (3/7). Chatib percaya dampak kenaikan BBM masih akan berjalan selama tiga bulan ke depan yang menyebabkan angka inflasi masih tinggi. Ini menjadi tantangan lain bagi pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan. “Kalau lihat dari empiris. nanti September efek inflasinya sudah jauh lebih rendah. apalagi setelah lebaran kemungkinan deflasi ada,” tegas dia. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, lanjutnya, harus menjamin suplai makanan dan distribusi dengan baik sehingga inflasi tidak terlalu tinggi dan melampaui target pemerintah sebesar 7,2 persen. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengaku, berbeda

pendapat dengan Bank Dunia terkait dengan perkiraan angka inflasi tahun 2013. “Saya kira mereka terlalu pesimistis. Angka inflasi 7,2 persen bukan sesuatu yang mustahil akan kita capai. Kami di Kemendag menetapkan perkiraan inflasi tahun ini di rentang 7,2-7,5 persen,” kata Bayu Krisnamurthi, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (3/7). Bayu mendasarkan keyakinannya pada angka inflasi semester pertama (Januari-Juni 2013) yang baru mencapai 3,35 persen dan angka inflasi tahunan bulan Juni 2013 terhadap bulan Juni 2012 yang 5,90 persen. “Jadi sangat besar kemungkinan inflasi tidak akan sampai sembilan persen,” tutur Bayu. Kendati demikian, Bayu mengakui tekanan inflasi pada bulan-bulan mendatang akan sangat besar. Itu terutama karena adanya faktor lebaran, liburan, tahun ajaran baru sekolah serta dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM. (gam/abd)

Mendahului BI Rate dan LPS Rate

Jaga Likuiditas, Bank Naikkan Suku Bunga Deposito JAKARTA-Industri perbankan dipastikan menaikkan suku bunga depositonya untuk menjaga arus likuiditas menyusul kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin dari 5,75 persen menjadi 6 persen. Langkah ini dilakukan agar nasabah tidak kabur ke instrumen investasi lainnya seperti ke dollar AS dan saham. “Prakteknya suku bunga deposito sudah naik. Apalagi deposan besar yang memiliki uang banyak, bisa menentukan suku bunga. Beda-beda tipis 25 bps, kabur dia ke bank lain,” ujar Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono diselasela uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/7). Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi telah memberikan efek besar terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut menyebabkan banyak bank mengalami kesulitan dalam membendung arus dana keluar. Keluarnya dana ini terjadi karena nasabah menganggap bunga deposito tidak lagi menarik ditengah tingginya angka inflasi. Akhirnya banyak orang yang tarik uangnya dan dipindahkan ke instrumen investasi lainnya. Karena itu kata dia, untuk membendung nasabah, banyak bank yang akhirnya menaikan bunga deposito untuk menahan laju dari keluarnya dana tersebut. Dengan kata lain, kenaikan suku bunga deposito bank mendahului suku bunga acuan atau BI Rate. “Secara riil banyak bank yang sudah menetapkan bunga deposito di atas BI rate atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) rate,” ungkap Tony. Bagi nasabah, kata Tony, tidak ada urusan dengan LPS karena uang yang dimiliki LPS hanya sebesar 30 triliun rupiah. Sementara total aset perbankan mencapai 4.300 triliun rupiah. “Andaikan 1 bank besar bangkrut dengan aset ratusan triliun rupiah, LPS juga nggak bisa apa-apa. Sekarang, bagi nasabah, banknya bisa dipercaya atau tidak,” tegas dia. Bagi perbankan, kata dia, menaikan suku bunga deposito jauh lebih baik dibanding menaikan suku bunga kredit demi menjaga likuiditasnya. Tetapi kenaikan suku bunga deposito ini tidak akan bertahan lama karena perbankan juga perlu menjaga keseimbangan LDRnya. (gam)


14

PROBOLINGGO

KAMIS 4 JULI 2013 NO.0152| TAHUN II

Diguyur Hujan

Pengunjung Semipro Sepi, Penjual Merugi

VONIS BEBAS ROHINGYA. Sejumlah pengungsi Rohingya dan pihak organisasi keagamaan berteriak setelah mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim, terhadap pengungsi Rohingya yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan warga negara Myanmar, di PN Medan, Sumut, Rabu (3/7). Majelis hakim memvonis bebas kepada terdakwa Muhammad Yasir (15), Ismail Kamal Husein (16) dan Mahmud Huson (16), tiga dari 17 terdakwa kasus pembunuhan warga negara Myanmar yang terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan pada Jumat (5/4).

Lelah Mengantri BLSM, Dua Orang Jatuh Pingsan PROBOLINGGO- Akibat terlalu lama berdesakan dua orang lanjut usia yang merupakan warga miskin di Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, menunggu pembagian dana bantuan langsung sementara masyarakat atau BLSM, saling berdesakan. Bahkan mereka aksi dorong-dorongan hingga membuat dua orang lansia jatuh pingsan. Rohima, wanita berusia 73 tahun ini mendadak pingsan di tengah antrean untuk mendapatkan bantuan langsung sementara masyarakat atau BLSM yang berlangsung di Kecamatan Besuk, Rabu (3/7). Warga desa ini telah mengantri sejak pukul 08.00 Wib pagi. Meski sangat lelah Rohima tetap berdesak-desakan bersama ratusan warga desa lain di Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan rupiah senilai Rp.300 ribu sebagai santunan dari pemerintah untuk dua bulan hidupnya yang dikategorikan sebagai masyarakat

miskin. Diduga sang nenek terdorong desak pengantri, apalagi sang nenek saat berangkat belum sarapan. Ini disampaikan oleh Nurhidayati (38) cucu sang nenek. Akhirnya si nenek tersebut diamankan dari kerumunan. “Memang dia sebelum berangkat belum sarapan. Terus dia kelelahan menunggu karena banyak orang, dan terpaksa dipulangkan dulu kerumahnya,”ujarnya. Nurhidayati, menambahkan dampak kenaikan harga BBM memang tidak hanya sebatas naiknya bahan pokok serta sarana transportasi. Namun kericuhan juga muncul dari pembagian dana yang diperuntukkan membantu warga miskin ini, akibat mem-

bludak dan berdesakannya warga yang datang mengantre pembagian BLSM. “Ini menujukkan ketidaksiapan pemerintah dalam

Antrian dan saling desak warga masih terjadi. Sesekali warga yang tak sabar meneriaki petugas dan mendorongdorong. Kondisi ini semakin

distribusi BLSM. Belum lagi masih banyak rumah tangga sasaran yang justru tidak mendapatkan bantuan langsung ini,”ucapnya.

memprihatinkan lantaran tak sedikit warga yang mengantri dengan kelelahan, karena menunggu sejak pagi. (hud).

BELAJAR MEMBATIK

Sikecil Belajar Membatik di Expo UKM

PROBOLINGGO - Sejumlah pengunjung Expo UKM di GOR Ahmad Yani Kota Probolinggo menyaksikan belasan anak kecil sedang belajar membatik, Rabu (3/7). Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menularkan kecintaan terhadap batik terutama bagi anak-anak muda di perkotaan. Aroma lilin terbakar menyeruak di Expo UKM Kota Probolinggo. Lokasi ini memang menawarkan pelatihan membatik secara kilat untuk pengunjung. Tak jarang anakanak datang untuk mengikuti pelatihan singkat membatik dari pembatik Tenggeran. Tak jarang, mereka mampir hanya untuk belajar membatik. Pelatihan singkat untuk anak adalah membuat batik di sapu tangan. Paket sapu tangan ini sebenarnya juga

bisa untuk dewasa. Harganya pun sangat terjangkau. Untuk pelatihan membatik membuat sapu tangan, tak dipungut biaya. Menurut Agustin instruktur batik Tenggeran, sejak anak usia 2-3 tahun pun sudah bisa belajar membatik.”Cuma tangan dia mesti dipegangin,” katanya. Hal ini penting , kata dia, karena genggaman si kecil yang belum terlalu kuat. Selain itu, anak harus berhatihati pada lilin atau malam yang panas. “Makanya sebelum mulai, kita perkenalkan dulu alatnya. Kita jelaskan ini panas, ada apinya. Jadi jangan bercanda di sini. Kalau megang canting jangan miring-miring, lilin bisa tumpah,” kata Agustin. Untuk pembuatan batik

sapu tangan, lanjut Agustin, si kecil pertama-tama memilih dulu gambar yang diinginkan. Beberapa gambar sudah disediakan, mulai dari tokohtokoh kartun kesukaan anakanak sampai pola batik. Setelah itu, anak menjiplak gambar ke kain dengan pensil. Bisa juga si kecil mengambar di kain sesuai kreasi sendiri. “Ada anak yang suka gambar dan buat coretan-coretan sendiri. Pas sudah jadi dipigura dan dipajang di kamar. Katanya untuk kenang-kenangan pernah belajar batik,”cerita Agustin. Setelah menggambar di atas kain, gambar pun dikelowong atau dicanting. Jangan lupa untuk membatik di kedua sisi. Sebelumnya, instruktur telah menyiapkan malam yang sudah encer di

atas wajan. Tahap selanjutnya adalah pewarnaan. Si kecil bisa memilih warna yang diinginkan. “Biasanya anak-anak pilihnya warna merah atau biru. Baru kemudian kain direbus untuk menghilangkan lilin. Pada tahap ini, anak hanya bisa melihat proses perebusan,”ucapnya. Ia juga menuturkan ratarata seorang anak perlu waktu satu jam untuk menyelesaikan batik sapu tangan. Sebagian besar pelatihan singkat adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Banyak juga anak yang tertarik dan akhirnya rutin mengambil pelatihan batik tingkat lanjut. Bahkan, sanggar Batik miliknya di Jalan Mastrip Kelurahan Kanigaran Kota Probolinggo, menjual paket alat membatik yang berisi kain setengah meter, tiga canting dengan ukuran berbeda-beda, malam dua potong, wajan, dan kompor kecil. Biasanya, peserta yang membeli peralatan membatik akan dijelaskan terlebih dahulu cara mengencerkan malam. Anak-anak yang belajar batik tidak hanya anak perempuan, tapi juga banyak anak laki-laki. Beberapa anak pasti mengalami kendala saat pertama kali mengoreskan canting. “Kadang-kadang tangan gemeteran. Tapi seperti naik sepeda saja, awal-awal belajar pasti jatuh. Ini sama, awalnya netes-netes lilinnya, tapi pas sudah jadi goresan-goresan, anak-anak jadi keasyikan,”pungkas Agustin. (hud).

PROBOLINGGO - Hujan lebat yang menguyur Kota Probolinggo sejak sore hingga malam, membuat para pedagang di Alon-Alon Kota Probolinggo, pada perheletan SEMIPRO 2013, hari ketiga membuat pedagang yang menempati stand pameran dan bazaar mengeluh. Soalnya, tak banyak pengunjung yang datang karena hujan. Lokasi berjualan pun becek sehingga membuat pengunjung semakin tak mendekat. “Karena, hujan terus menerus setiap malam, pengunjung jadi tak banyak,” keluh Jiwan, salah seorang pedagang kaos dar Jogjakarta, Rabu (3/7). Jiwan mengaku terpaksa harus buka tutup dagangan sejak mulai menepati lapak

di stand tersebut karena diprediksi sejak hari pertama langit cerah dan tidak turun hujan. Bahkan, pada hari ketiga diikuti angin kencang sehingga sebagian dagangannya ada yang basah. Sedikit beruntung bagi pedagang yang menempati stand di badan jalan karena tempat berdagang tidak becek. Tetapi tetap tidak bisa menghindari kerugian akibat terus menerus diguyur hujan. Beberapa orang pedagang mengaku merasa tak mampu memenuhi kewajiban membayar penyewaan stand jika kondisi ini terus berlanjut hingga festival kesenian SEMIPRO 2013 berakhir. Pameran dan bazaar ini bukan tidak mendapat antusiasme

pengunjung. Sebab, dari sebagian warga yang sempat dimintai pendapat, sangat ingin datang ke lokasi. Namun, karena terus diguyur hujan, niat warga jadi urung. Calon pengunjung mengaku malas karena lokasi pameran banyak yang becek terutama yang dijadikan lokasi bermain anak-anak. “Keinginan jalan-jalan ke Lokasi SEMIPRO 2013 yang setiap malam menampilkan kesenian sih ada. Tapi, bagaimana bisa nyaman kalau lokasinya banyak yang becek apalagi tempat bermain anak-anak,” tutur Budi, salah seorang warga. Baik pedagang maupun warga calon pengunjung tetap berharap tidak lagi turun hujan sampai SEMIPRO berakhir.(hud).

LOMBA LARI

Roby Dwi Kurniawan Jawara Lari 10 Km PROBOLINGGO – Roby Dwi Kurniawan (17) pelajar SMP Negeri 7 Kota Probolinggo yang pada tahun 2012 lalu adalah pemegang juara satu dalam lomba lari 10 Km, kini kembali mempertahankan gelarnya. Putra pasangan Mistarman (45) dan Sudarmin (41) warga jalan Wijaya Kusuma, Nomor 110, RT 12 RW 01 Kelurahan Sukabumi Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, masih duduk dibangku kelas IX ini, dalam lomba lari 10 K yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Probolinggo dalam ajang SEMIPRO, Rabu (3/7) pagi, mampu bertahan hingga garis finish, dengan catatan waktu 37,07 menit. Sementara diurutan kedua dan ketiga ditempati oleh pelari dari SMA Taman Dewasa dan MAN I Kota Probolinggo, yaitu Ririk dan Hisnul Mabrur. Menurut orang tua Roby Dwi Kurniawan, Mistarman, mengatakan putranya ini sebelum mengikuti lomba lari 10 K tersebut, tidak ada persiapan secara khusus. Hanya saja diakui olehnya, sering latihan lari pada jam tertentu saja, yaitu pada saat ada waktu senggang sore hari dan libur sekolah. “Kami sebagai orang tua hanya memberikan dukungan saja dan kuncinya sering latihan lari pada jam tertentu saja, yaitu pada saat ada waktu senggang sore hari dan libur sekolah.,”kata Mistarman. Disamping itu, Mistarman juga mengakui bahwa Roby Dwi Kurniawan, yang merupakan anak sulung ini, pada tahun 2012 yang lalu adalah pemegang juara yang sama. Sehingga pada tahun 2013 ini mampu kembali mempertahankan gelarnya. Sementara itu, guru olah raga disekolah tersebut mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswinya tersebut. Dari sejak melaju dari garis star, dirinya mengaku terus mendampingi Roby Dwi Kurniawan hingga garis

finish. Dalam perjuangan untuk mencapai ke garis finish, tidak jarang Pembina Guru Olah Raga SMP Negeri 7 ini terus memberikan support dan semangat kepada siswinya agar bisa sampai ke garis finish. Roby Dwi Kurniawan, ketika ditanya bagaimana perasaannya usai lomba tersebut, mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa tetap bertahan pada posisinya sebagai juara satu lomba lari 10 K, sebagaimana yang pernah diraihnya pada tahun 2012 yang lalu. “Persiapan khusus dalam lomba ini, tidak ada. Hanya motivasi dan dukungan orang tua dan guru olahraga saja yang diberikan kepada saya. Selebihnya tergantung pada diri kita masing-masing. Apakah itu perlu kita latihan atau tidak, itu tergantung diri kita menyikapinya,”katanya. Sementara itu, dibagian putri, yang dimenangkan oleh Uzlifatul asal Kabupaten Bondowoso dengan catatan waktu 43,01 menit, setelah mengalahkan rivalnya Vivi Tri dari Kabupaten Bojonegoro dengan catatan waktu 45,13 menit diurutan kedua. Sedangkan diurutan ketiga ditempati oleh Triyani dari Kabupaten Lumajang, dengan waktu tempuh 45,59 menit. Menurut Adi Sasanto, Ketua Panitia Lomba Lari 10 K SEMIPRO 2013, mengatakan bahwa kejuaraan lomba lari 10K pada tahun ini, untuk juara satu sampai tiga semuanya diborong para pelajar Kota Probolinggo. Ia juga mengatakan bahwa kejuaraan lomba lari 10K kali ini, diambil sampai 10 besar, baik dibagian putri maupun dibagian putra. Asi Susanto juga merincikan para pemenang lomba lari 10K yang diikuti 973, meliputi 672 peserta putra dan 301 peserta putri ini, sampai dengan 10 besar, untuk putra nomor urut pertama ditempati Roby Dwi Kurniawan dengan catatan waktu 37,07 menit, nomor

JAWARA, Roby Dwi Kurniawan peserta pertama menginjak garis finish.

urut dua Ririk SMA Taman Dewasa dengan waktu tempuh 38,10 menit, dinomor urut tiga ditempati Hisnul Mabrur dari MAN I dengan waktu tempuh 38.28 menit dan dinomor urut keempat ditempati Rahmat Setia Budi dari Wajak Kabupaten Malang, dengan waktu tempuh 39,02 menit. Kemudian dinomor urut kelima, ditempati peserta dari APASI Kabupaten Jember, Erfan Sahari, dengan waktu tempuh 37,48 menit, dinomor urut keenam ditempati Muh. Yahya Muhaimin dari PASI Bondowoso dengan waktu tempuh 40,50 menit. Sedangkan dinomor urut ketujuh, Moh. Ismail dari PASI Kabupaten Jember(40,55) delapan Abi Zakari (41,03) dari MTs Negeri Kota Probolinggo, Sembilan Zainul Halim (41,30) dari PASI Kabupaten Jember, dan nomor urut sepuluh, Azizul (41,36) dari SMA PGRI Banyuwangi. Sementara dari golongan putri, masing-masing ditempati oleh Uzlifatul dari Bondowoso, dengan waktu tempuh 43,01 menit, Vivi Tri dari Bojonegoro dengan waktu tempuh 45,13 menit, dinomor urut ketiga ditempati Triyani dari Lumajang dengan waktu tempuh 45,59 menit, dinomor urut keempat ditempati Suwanti SMKN I Kota Probolinggo dengan waktu tempuh 47,41 menit, dan dinomor urut kelima ditempati Fitriyah dari Bonsowoso dengan waktu tempuh 48,22 menit. Selanjutnya, dinomor urut keenam ditempati Ririn dari Pandaan dengan waktu tempuh 49,38 menit, dinomor urut ketujuh ditempati Diatul dari Jember dengan waktu tempuh 50,14 menit, dinomor urut kedelapan ditempati Anggiene dari mMalang, dengan waktu tempuh 50,57 menit, dinomor urut kesembilan ditempati Diniati dari Pasuruan dengan waktu tempuh 51,15 menit, dan terakhir Tri Ena diurutan kesepuluh dengan waktu tempuh 53,24 menit. (hud).


OPINI

15

KAMIS 4 JULI 2013 NO. 0152 | TAHUN II

Problem Purba Partai Politik

salam songkem Menyambut Ramadhan

B

ulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Pemeluk agama islam tentu sangat senang, sebab akan segera bertemu dengan bulan suci itu. Bagi orang islam, bulan ramadhan sangat terhormat. Beribadah pada bulan itu diyakini akan dikabulkan oleh Allah Yang Maha Esa. Karena itulah, semua muslim dan muslimah pasti bersiap menyambut kedatangannya. Bersiap dari semua dimensi kehidupan, termasuk juga memantapkan niat untuk menghormati bulan ramadhan. Menghormati bulan sucinya orang islam dapat diukur dengan pelaksanaan puasa wajib di bulan ramadhan. Tentu juga menjaadi indikator penghormatan itu adalah tidak mengusik orang yang sedang menjalani puasa ramadhan. Membuka warung dan menyiapkan makanan-minuman yang dapat membatalkan puasa di siang hari merupakan salah satu wujud dari sikap yang tidak menghormati bulan suci ramadhan. Demikian juga orang islam yang tidak berpuasa di bulan ramadhan, hakikatnya telah melakukan suatu perbuatan yang melecehkan bulan ramadhan. Apalagi dengan sengaja menyiapkan makanan dan minuman, yang dapat mendorong seseorang tidak melakukan puasa, sungguh itu perbuatan dosa yang berdampak pada kehidupannya, baik di dunia dan akhirat kelak. Itulah sebabnya, menyiapkan diri dan menata niat menyambut ramadhan merupakan suatu keniscayaan. Hanya orang-orang tidak menyenangi islamlah yang akan berupaya merusak aktifitas ibadah puasa di bulan ramadhan. Akan tetapi, menghormati bulan ramadhan tidak semudah yang diucapkan. Kerapkali menjadi pemberitaan banyak warung buka di siang hari di bulan ramadhan. Sehingga tidak sedikit muslim dan muslimah tergiur menikmati menu yang tersedia di warung tersebut. Mereka telah melalaikan kewajiban menunaikan ibadah puasa. Mereka yang tidak puasa, juga pemilik warung yang menyediakan makanan dan minuman untuknya, tercatat sebagai orang-orang yang dipastikan dapat konsekuensinya. Dengan kesadaran untuk menyiapkan diri dan menata niat untuk menghormati bulan sucinya agama islam, maka tak perlu ada penegakan perda. Namun karena kesadaran itu kadang-kadang terabaikan oleh kepentingan individual dan semacamnya, maka penegakan perda dan penertiban warung yang buka di siang hari selama bulan ramadhan tidak terelakkan lagi. Petugas Satpol PP sebagai pihak yang berwenang dalam melakukan penertiban dan penegak peraturan daerah (perda), harus bekerja ekstra selama bulan ramadhan. Satpol PP tidak hanya bertugas menutup sejumlah warung yang buka di siang hari, tapi satuan polisi pamong praja itu pun berkewajiban menyisir semua kantong-kantong daerah yang ditengarai menjadi lokasi kegiatan yang melanggar perda. Di Sumenep, Madura, misalnya, Pemerintah setempat telah menurunkan aturan waktu 12 jam dalam sehari semalam, buka mulai jam 15.00 wib sore hingga menjelang insaf dini hari. Sebab ada peraturan tersebut, keberadaan warung makan yang biasa beroperasi setiap hari memang perlu dilakukan pemantauan, bahkan bila perlu penertiban, untuk menghormati bulan suci ramadhan. (*)

Fariz Alnizar Peneliti di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta

P

ersiapan menuju tahun kontestasi politik semakin hangat bahkan cenderung memanas, pelbagai persiapan mulai dilakukan oleh partai-partai yang telah mengantongi tiket dan dinyatakan lolos oleh KPU untuk menjadi peserta pemilu 2014 mendatang. Persiapan itu di antaranya adalah dengan mem-blow up calon-calon anggota legislatif dari partai tersebut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pola rekrutmentasi dalam tubuh partai politik di Indonesia dewasa ini –bahkan mungkin dari dulu—melulu tak kunjung beres. Apa pasal? Jawabannya terletak pada kepragmatisan pengelola partai dalam memegangi ideologinya itu saja tidak lebih. Jikalau ideologi yang diusung sebuah partai itu bisa dipegang dengan teguh serta diterjemahkan dengan baik oleh para pelaku serta politisi pengelola partai politik, apapun jenis ideologinya agamis maupun nasionalis, bisa dipastikan tak akan pernah mucul kosa-kata politisi karbitan

Alih Nama Sertifikat

A

Ketaksaan Ideologi Ambiguitas ideologi, betapapun dewasa ini seakan menjadi benda yang sangat halus dan bisa menyusup dan mempengaruhi sistem cara berpikir kita. Sehingga, pada gilirannya kita dibuat tak berdaya olehnya karena tidak mampu lagi mengenalinya, bahkan hanya sekedar untuk mengendusnya. Karena kelewat halus dan lumrahnya. Masalah ketaksaan ideologi ini dalam bahasa agama disebut dengan subhat dalam terminologi Islam adalah ambiguitas status hukum, jika suatu benda memilki status hukum yang samar-samar serta ambigu maka barang tersebut dihukumi subhat. Dalam konstelasi perpolitikan di Negara kita, sampai saat ini kita masih

dengan sangat mudah menemukan kesubhatan serta ambiguitas ideologi partaipartai politik yang ada. Nasionalis yang di usung oleh Nasional Demokrat apakah sama dengan nasionalis yang digaungkan oleh Partai Demokrat, Gerindra atau juga Golkar? Islamis yang diusung oleh PAN, PKB apakah sama persis dengan Islamisnya PKS dan seterusnya?. Kesubhatan atau ambiguitas ideologi partai inilah yang nampaknya membuka kran lebar-lebar bagi menjamurnya praktik kutu loncat kader partai. Para kader hampir tak ada yang benar-benar murni kader yang tangguh, militan dan ideologis pada satu pertai saja, semuanya politis. Namanya juga politis tentu hukumnya tak ada teman dan musuh yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi, dan itu sungguh berbahaya mengingat ideologi jika ditunggangi kepentingan maka kiamatlah kita. Kalaulah misalnya sesorang kader partai dengan sangat teguh memegang prinsip serta ideologi yang diperjuangkan partai maka loyalitanya tak akan pernah bisa dipertanyakan lagi, pertimbangan ia masuk masuk patai tentu karena merasa bahwa ideologi yang diusung oleh sebuah partai sama dengan ideologi yang dimilikinya dalam memperjuangkan hakhak rakyat, maka ia memutuskan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat melalui kendaraan partai tersebut. Dewasa ini yang terjadi di Indonesia terkait fenomena kader yang dengan berani menentang partainya jika mereka menganggap haluan serta ideologi garis perjuangan partai dirasa telah menyimpang masihlah sangat sedikit, bahkan dalam hitungan jari.

Kasus Effendi Choiri dan juga Lily Hadijah Wahid yang di PAW oleh partainya memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa idealisme tidak bisa ditukar dengan apapun, dan ideologi seperti itulah idealnya yang harus dimiliki oleh seluruh anggota legislatif terlebih oleh sebuah partai. Bobroknya Rekrutmentasi Masalah yang kedua adalah masalah ketidak jelasan rekrutmentasi, batapapun masih segar dalam ingatan kita ketika MUI berencana membuat fatwa akan haramnya Golput, keadaan tersebut menuai pro dan kontra sebagaia lazimnya yang dialami oleh MUI tatkala akan memproduksi fatwa setiap kali. Mengapa golput sampai terjadi dan cenderung masyarakat yang disalahkan sebagai pemilih? Ini jelas pikiran yang salah dan terlalu mengada-ada. Jika kita dengan jernih berfikir logis tentu yang pertama kali menabur kesalahan adalah partai politik yang tidak pernah dengan serius melakukan kaderisasi. Sudah menjadi rahasia umum partai politik terkesan lebih memilih jalur yang instan dalam merekrut kader, jalan instan yang dimaksud adalah dengan cara merekrut mereka-mereka yang dirasa mempunyai tingkat “elektabilitas” serta familiaritas yang tinggi di masyarakat, jenis manusia seperti ini adalah manusia-manusia yang berprofesi sebagai publik figur, entah sebagai artis atau pekerja-pekerja media elektroonik lainnya. Keadaan tersebut diperparah dengan regulasi yang ditetapkan oleh KPU yang tidak pernah rekam memeriksa rekam jejak para kader yag dicaolonkan oleh parpol untuk duduk di kursi dewan

nantinya. Pemeriksaan rekam jejak ini penting untuk mengantisipasi kader-kader karbitan yang tak mengerti betul ideologi yang diusung partai tersebut. Logikanya, sederhana saja, bagaimana mungkin rakyat mau untuk disuruh memakan makanan jikalau yang disuguhkan adalah makanan beracun semua, pengalaman demi pengalaman terkait pemilihan umum memberikan pelajaran yang tidak sedikit bagi mereka bahwa siapapun yang dipilih akan berujung pada kesengsaraan bagi mereka. Kalaulah misalnya KPU tidak berani untuk membuat regulasi untuk meneliti serta mempelajari rekam jejak para calon anggota legislatif maka ada baiknya kita mengikuti saran konyol esais Putu Setia, ia mengatakan bahwa kita harus membuat semacam lembaga swasta yang madiri untuk menyeleksi, melakukan tindakan prevensi serta mengumumkan pada publik bahwa caleg A tidak memenuhi kualifikasi dan jangan dipilih karena telah terbukti ia pernah melakukan korupsi. Wallahu’alam Bis Shawab. =

Menyoroti Moralitas Politik Elite

M

enggunakan sertifikat merupakan hak pribadi pemiliknya. Meskpun memiliki hak penuh dalam mengambil manfaat sertifikat yang dimilikinya, sikap berhati-hati tetap menjadi suatu kewajiban, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Peristiwa alih nama sertifikat yang terjadi di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Madura, jangan sampai menelan korban lebih banyak lagi. Sebanyak 240 sertifikat tanah milik ratusan warga di 24 Kecamatan di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Madura, beralih nama. Kasus penipuan tersebut cenderung berpotensi menimbulkan upaya saling bunuh antar warga yang bersangkutan. Kasus tersebut berawal pada tahun 2008 lalu saat Hadrawi Mubarok, warga Jatrah Timur, Kecamatan Banyuates, Sampang, mendatangi warga dengan menawarkan kredit lunak jangka pendek dengan bunga ringan dan tanpa survey dengan jaminan sertifikat. Dari ratusan warga di dua kabupaten tersebut terkumpul ratusan sertifikat tanah yang bila dirupiahkan senilai sekitar Rp 500 miliar. Namun, tanpa terduga sebelumnya, setelah semua sertifikat tersebut dijadikan agunan untuk mendapatkan kredit lunak, justeru sertifikat milik warga tersebut telah raib karena telah dilakukan balik nama. Pelakunya ternyata bos Hadrawi Mobarok, Ko Tjunaidi Wibowo, seorang pengusaha yang beralamatkan di Jl. Dukuh Kelurahan Nyamplungan, Pabean Cantikan, Surabaya. Ko Tjunaidi Wibowo telah mengalihnamakan pemilik sertifikat warga tersebut dengan atas nama Ko Tojun, anak-anak, dan sebagiannya sudah dijadikan jaminan ke Bank BRI cabang Perak Barat. Peristiwa peralihan nama sertifikat tersebut kiranya merupakan sebuah keteledoran Badan Pertanahan Nasional. Seharusnya BPN sebagai badan pemegang kewenagan yang mengeluarkan sertifikat tanah seharusnya lebih seksama dalam mengeluarkan sertifikat tanah. Apa pun alasannya, keteledoran BPN semacam tentu sangat merugikan pemilik sah sertifikat. Kasus penipuan pengalihan nama ratusan sertifikat itu ditengarai berawal dari adanya pemalsuan tandatangan. Ranah pidana semacam ini sudah sangat meresahkan warga. Dikhawatirkan aka nada lagi korbankorban berikutnya, baik dilakukan oleh jaringan yang sama atau orang lain yang terinspirasi oleh kejahatan Ko Tjunaidi Wibowo. Kejahatan semacam ini tidak bisa ditolerir lagi. Penegak hukum harus secepatnya bertindak menelusuri dan menyelesaikan kasus penipuan yang mengorbankan banyak warga. Jangan hanya Hadrawi yang sebagai pangelar yang diproses secara hukum, tapi atasannya juga, Ko Tjunaidi Wibowo dan anaknya yang terlibat dalam kasus pidana pengalihan nama sertifikat tersebut dijerat dengan hukum yang berlaku.(*)

dalam dunia perpolitikan kita. Politisi karbitan inilah yang meminjam istilahnya Sukardi Rinakit (2012) menjadi penyakit yang saat ini menjalari seluruh anatomi tubuh partai politik yang ada di Indonesia. Pola rekrutmentasi yang tak beres tentu tidak hanya berakhir pada kesalahan pemilihan calon-calon legislatif saja, lebih dari itu laju kesalahan akan semakin kencang yang pada titik kulminasinya akan melahirkan apa yang isitilahkan oleh Lawrance J. Peter (2007) dengan istilah polusi birokrasi, yakni sebuah polusi yang lahir dan berasal dari produk-produk kebijakan yang tidak ramah sama sekali, kebijakan yang jauh panggang dari api. Jika kita bongkar akar masalahnya, kita akan menemukan betapa benih penyakit ketidak beresan politik kita hari ini lahir dan berkembang dari dua sebab besar, satu ambiguitas ideologi dan yang kedua bobroknya pola rekrutmentasi

Lilis Suryani Pengamat ilmu sosial di Lembaga Yayasan Al-Arief Jate

H

ingga saat ini, dalam bidang politik, semangat reformasi yang pernah digelorakan para aktivis mahasiswa, tokoh reformis, dan masyarakat umum, belum menciptakan tatanan politik berkualitas tinggi. Alih-alih menerbitkan politik mensejahterahkan rakyat, reformasi justru “mereproduksi’ tontonan politik yang remeh-temeh, terutama sekali menjelang Pemilu 2014 mendatang. Meskipun telah merentang selama 15 tahun pada Mei 2013 ini, namun realitas politik yang diciptakan para politikus semakin menunjukkan sisi rendahnya. Politik berkualitas tinggi, yang salah satunya dicirikan sikap idealisme mengutamakan kepentingan rakyat, telah “’dibanting setir” menuju sikap pragmatisme mengutamakan kepentingan diri

dan kelompok (partai) nya. Konsekuensi logis yang harus diterima akibat “daur ulang” banalitas politik adalah hadirnya ruang-ruang publik politik yang dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat dangkal, yang tidak konstruktif bagi pendidikan publik politik. Berbagai tindakan politik (pilihan politik, kebijakan politik, strategi politik, keputusan politik) sangat dibentuk oleh sifat populerisme, sehingga terperosok ke dalam “pengkerdilan politik”. Pendeknya, negara dikelola oleh politik yang remeh-temeh. Kasus-kasus hukum seperti korupsi, pencucian uang, dan suap yang menyeret beberapa politikus yang ditampilkan media massa akhir-akhir ini menunjukkan betapa para politikus tidak becus menjalankan politik yang berwibawa. Kekusaan politik kini dibuat alat untuk mengeruk kekayaan negara entah melalui kekuasaan legislatif, eksekutif, atau yudikatif. Di sinilah politik telah menjelma menjadi “mastodon-mastodon” yang siap memakan harta milik rakyat. Politik dinasti yang dinilai banyak kalangan telah mencederai prinsip demokrasi atau fenomena keterlibatan calon legislatif (caleg) dari kalangan artis yang kemampuan politiknya meragukan juga bisa dikatakan manisfestasi keremeh-temehan politik. Di sinilah kita bisa menyaksikan betapa pemimpin-pemimpin parpol gagal menciptakan kader-kader berkualitas tinggi dari internal partai. Di

sini pulalah kita bisa melihat betapa popularitas artis dijadikan “mantra politik” untuk mendulang suara rakyat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak praktik politik yang dijalankan politikus-politikus di negeri ini berlumuran intrik dan tipu daya. Sudah menjadi pengetahuan rakyat bahwa pemimpin partai politik sebagai “orang tua” seringkali melindungi sebagian kadernya yang terlibat kasus hukum, misalnya korupsi. Semua banalitas politik tersebut jelas berpotensi besar merusak tatanan kebangsaan dan kenegaraan. “Politik biasa-biasa saja” sangat mungkin menyebabkan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengalami krisis kepercayaan dari rakyat. Masyarakat pun menganggap politik sebagai aktivitas tipu daya, berbohong atau curang. Kalau sudah begini keadaanya, kehancuran bangsalah yang akan terjadi. Oleh karena itu, menjunjung tinggi moralitas dalam berpolitik tak bisa ditawar-tawar lagi. Menjamah kemerdekaan iman dan akal sehat dalam berpolitik harus dihindari sejauh mungkin. Citra buruk politik akibat perilaku tak bermoral politikus harus disegera dibenahi. Partai politik sebagai salah satu pilar negara demokrasi juga harus ikut mendukung penuh penghadiran nilai-nilai moral dalam menjalankan mesin-mesin politiknya.

Moralitas Politik Para politikus di negeri ini, terutama yang terlibat korupsi, perlu menyadari bahwa politik bisa menjadi baik apabila memiliki landasan moral yang kuat. Tingginya moral politik akan menyebabkan keselamatan dan kesejahteraan bangsa dan negara. Dalam konteks inilah politik memerlukan orang-orang yang baik, orang-orang yang memiliki moral yang tinggi. Sebenarnya, di negeri Indonesia ini, jumlah orang baik tidak kurang untuk mengisi struktur-struktur kenegaraan yang ada. Namun yang menjadi masalah mendasar adalah mereka sering lupa, bahkan pura-pura lupa ketika sudah duduk di tampuk kekuasaan. Wajah idealis mereka berubah menjadi pragmatis. Bahkan, politikus yang baik, sengaja disingkirkan lawan politiknya demi politik pragmatis ini (memburu kekayaan dan kekuasaan). Adalah suatu kewajiban bagi seorang politikus untuk tidak menciptakan ketegangan antara moralitas dan politik. Anggapan sebagian besar masyarakat bahwa politikus memiliki integritas moral yang rendah dan sering melakukan hal-hal buruk, termasuk berbohong, korupsi, suap, dan sebagainya, perlu menjadi perhatian utama elite-elite politik di negeri ini. Ini mengandung makna bahwa para politikus harus benar-benar menjalankan tujuan politik itu sendiri, yaitu sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat dan menggapai kebaikan bersama.

Jangan sampai politik terusmenerus mendapat citra buruk dari masyarkat karena kelakuan politikus yang tidak beradab, remeh-temeh dan banal. Selain itu, penting kiranya para politikus mengedepankan budaya politik toleran, yaitu budaya politik di mana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar dan adil yang selalu membuka pintu untuk bekerja sama secara efektif demi kepentingan rakyat banyak. Para politikus harus menghindari budaya politik yang memiliki sikap atau mental absolut, yaitu budaya politik yang memiliki nilainilai dan kepercayaan yang danggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Mereka harus mengutamakan budaya politik yang memiliki mental akomodatif yang terwujud dalam sikap keterbukaan dan kesediaan menerima apa saja yang dianggap berharga, termasuk kritik konstruktif. =

Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, M. Farizal Amir, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto, Website Hairil Anwar, Biro Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Holis, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan, Viane Cara Rima Pamela, Joeli Hidayati, Agus Setyawan, I Made Ardhiangga Probolinggo Pujianto Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan) G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OLAHRAGA

16

KAMIS 4 JULI 2013 NO. 0152 | TAHUN II

Agen: Thiago Silva Tak Mungkin ke Barcelona RIO DE JENEIRO - Agen kapten Tim Nasional (Timnas) Brasil yang juga bek tangguh Paris Saint-Germainn (PSG) Thiago Silva, Paulo Tonietto, membantah bahwa kliennya itu akan pindah ke Barcelona pada musim panas ini. Kalaupun ingin memboyongnya ke Camp Nou, juara La Liga itu harus berbicara dengan PSG. Tonietto mengeluarkan pernyataan tersebut untuk menanggapi rumor yang beredar luas di media bahwa dia sudah bertemu dengan Direktur Barcelona, Raul Sanllehi untuk membicarakan kepindahan mantan bek AC Milan itu ke Camp Nou. “Tidak benar itu. Saya saja tidak mengenal Raul. Apakah dia pendek, tinggi, blonde atau berambut pirang. Saya tidak mengenalnya. Saya pun tak tahu siapa Raul. Jadi gosip itu tidak benar,” kata Tonietto kepada stasiun radio RAC 1. Setelah gosip kepindahan Thiago beredar luas di Barcelona dan Prancis selama beberapa minggu terakhir, Tonietto menegaskan bahwa kedua klub harus melakukan diskusi sebelum berbicara kepadanya. “Bila Barcelona tertarik, mereka harus berbicara dengan PSG, bukan dengan saya,” imbuhnya. Dia melanjutkan, “Sangat sulit menyaksikan itu terjadi karena Thiago memiliki kontrak dengan klub dari Paris itu dan mereka belum ingin menjualnya. Belum ada yang berbicara dengan PSG dan tidak satu klub pun yang bernegosiasi dengan mereka atau dengan kami.” (sky sports/aji)

SELEBRASI. Jese Rodriguez, penyerang Spanyol, meluapkan kegembiraannya setelah berhasil mencetak gol kemenangan Spanyol atas Meksiko.

SPANYOL MENANG DRAMATIS

AC Milan Pertahankan ‘Fir’aun Kecil’ El Shaarawy

Prancis Menang Meyakinkan atas Turki

ISTANBUL - Empat tim telah memastikan diri melaju ke babak perdelapan final usai menaklukan lawannya masing-masing dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-20 yang digelar pada Selasa (2/7) waktu setempat atau Rabu (3/7) dini hari WIB. Spanyol menang dramatis 2-1 saat menghadapi Meskiso, sementara Prancis mengemas kemenangan meyakinkan dengan skor 4-1 saat berhadapan dengan tuan rumah Turki. Dua tiket lainnya diraih Uzbekistan yang menaklukan Yunani 3-1, dan Uruguay yang mengandaskan Nigeria dengan skor akhir 2-1. Berlaga di Turk Telekom Arena, Istanbul, Turki, Spanyol harus berjuang ekstra keras menghadapi Meksiko. “La Rojita” tercatat mendapatkan banyak peluang dengan melesakan 18 tembakan dengan sembilan diantaranya mengarah ke gawang. Sementara, “Los Aazteca” hanya membukukan enam tendangan dengan tiga mengarah ke gawang.Namun, Meksiko mampu tampil efektif. Wakil CONCACAF ini bahkan membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi Arturo Gonzalez ketika laga baru menginjak satu menit. Spanyol butuh waktu lama un-

tuk bisa menyamakan kedudukan. Setelah kegagalan memanfaatkan peluang demi peluang, Derik Osede akhirnya membuat keadaan seimbang lewat lesakannya pada menit ke-73. Ketika laga sepertinya akan berakhir imbang dan dilanjutkan ke babak tambahan waktu, Jese Rodriguez tampil sebagai pahlawan kemenangan timnya melalui golnya pada menit ke-90. “Saya pikir kami akan tersingkir. Ketika saya melihat bola masuk, saya langsung berlari ke sisi lapangan dan melepaskan semua emosi saya. Laga ini sangat berat,” ujar Jese seusai pertandingan. Pada laga lain, Prancis memetik kemenangan telak 4-1 Turki di Kamil Ocak Stadium. Gol-gol “The Little Blue” dilesakkan oleh Geoffrey Kondogbia pada menit ke-18, Jean-Christophe Bahebeck (33’), Yaya Sanogo (67’), dan Jordan Veretout (73’). Sementara satu-satunya

gol bagi Turki dicetak oleh Sinan Bakis di menit 76. Sementara Uruguay mengatasi perlawanan Nigeria 2-1 lewat sumbangan dua gol Niceolas Lopez. Striker yang merumput bersama AS Roma ini mencetak gol pembuka pada menit ke-65, sebelum disamakan oleh Olarenjawaju Kayode tiga menit berselang. Lopez memastikan timnya lolos setelah eksekusi titik putihnya berhasil menemui sasaran ketika laga memasuki tujuh menit menjelanh usai. Kejutan datang dari Uzbekistan yang berhasil melaju ke babak selanjutnya usai menaklukan Yunani dengan skor 3-1. Tiga gol wakil Asia ini dicetak oleh Abbosbek Makhstaliev pada menit ke26, sebelum ditambah oleh Igor Sergeev melalui titik putih pada menit ke-61 dan juga lewatu eksekusi penalti Sardor Rakhmanov pada delapan menit jelang laga usai. Sedangkan, satu-satunya gol Yunani dicetak oleh Kostas Stafylidis melalui titik putih ketika laga memasuki menit ke-32. Dengan hasil ini Spanyol akan berhadapan dengan Uruguay di babak perempatfinal. Sedangkan Prancis akan berduel dengan Uzbekistan. Kedua laga itu akan dihelat pada 6 Juli mendatang. (aji)

Derik 74’ Jese 90’

2’ Gonzalez

STATISTIK PERTANDINGAN

69% 21 12 2 8 2 0 1

Penguasaan bola Tembakan Ke Gawang Gol Pelanggaran Offside Sepak Pojok Kartu Kuning

31% 8 4 1 13 2 0 1

Steven Gerrard Pemain Kunci Liverpool LIVERPOOL - Pelatih Liverpool Brendan Rodgers menegaskan, Steven Gerrard masih menjadi bagian penting dari rencananya bersama klub Merseyside itu. Bahkan, Gerrard menjadi pemain kunci dari skema yang akan terus dikembangkannya di Anfield untuk meraih gelar juara Liga Utama Inggris beberapa musim ke depan. Sementara itu, gelandang Tottenham Hotspur asal Brasil Sandro mengucapkan selamat datang kepada rekan senegaranya, Paulinho di White Hart Lane. Gerrard absen pada sejumlah laga terakhir musim lalu karena harus menjalani operasi bahu. Tetapi pada musim 2013-2014 ini, kapten Tim Nasional Inggris itu siap membela dan tampil penuh bersama “The Reds” sejak awal musim. Rodgers pun menegaskan, legenda Liverpool itu adalah pemain paling penting yang pernah dimiliki klub tersebut. “Dia memang sudah berumur 33 tahun sekarang, tetapi Steven masih seorang bagian integral dari apa yang akan saya coba lakukan di sini dan akan terus dikerjakan dalam beberapa tahun ke depan. Dia sudah menjalani operasi pada akhir musim lalu dan dia akan terus melakukan pemulihan sebelum musim baru mulai digelar,” kata mantan pelatih Swansea City itu. Dia melanjutkan, “Saya salut dengan dia. Dia bekerja tanpa lelah selama musim panas ini. Dia tidak akan pergi terlalu jauh. Dia luar biasa dan sedang berada dalam kondisi kesehatan yang prima.” Tetapi Rodgers harus memutar otak untuk memoles lini belakang timnya setelah pemain veteran Jamie

Carragher memutuskan gantung sepatu pada akhir musim lalu. Mantan asisten Jose Mourinho di Chelsea ini sudah mendatangkan bek Manchester City Kolo Toure untuk mengisi posisi yang ditinggal Carragher. “Kehilangan orang seperti Carragher meninggalkan sebuah lubang besar di lini belakang, terutama faktor pengalamannya. Tetapi pengalaman Kolo Toure juga sangat penting buat kami. Bukan hanya itu, Kolo Toure adalah seseorang yang memiliki mental juara. Tidak terlalu banyak pemain yang lebih baik dari Kolo Toure. Dia selalu bermain di klub-klub besar, dia memahami apa itu mental juara. Dia seorang pribadi yang baik dan memahami budaya se-

buah klub besar seperti ini,” tegas Rodgers. Paulinho Disambut Sandro Sementara itu, gelandang Tottenham Hotspur asal Brasil Sandro yakin kehadiran kompatriotnya, Paulinyo di White Hart Lane musim panas ini akan membantu mereka merebut gelar juara Liga Europa musim mendatang. Paulinho sudah mengumumkan bahwa dia akan segera berseragam Tottenham Hotspur pada Senin (2/7) lalu dan proses transfer senilai 17 juta pound itu dari Corinthians akan rampung pada beberapa hari mendatang. Paulinho berperan sangat penting di Timnas Brasil saat menjuarai Piala Konfederasi 2013 setelah mengalahkan Spanyol di final dengan skor telak 3-0. Dia adalah pemain jangkar yang memutus aliran bola para pemain tengah Spanyol. Dia juga menjadi pemain dengan umpan akurat paling tinggi di Seleccao. Di Hotspurs, dia akan berduet dengan Sandor di lini tengah. Kehadiran Paulinho diharapkan bisa membantu klub dari London Utara itu masuk empat besar musim ini, setelah kalah bersaing dengan Arsenal musim lalu dan bermain di Liga Champions musim depan serta menjuarai Liga Eurupa. “Saya kira dia akan bermain bagus di sini. Ini sebuah klub dengan strukt u r yang

luar biasa dan sudah berjuang untuk berada di papan atas dalam beberapa tahun dan bermain di kompetisi Eropa. Paulinho pasti akan membantu kami menjadi lebih kuat,” kata Sandro yang gagal masuk Timnas Brasil. Mantan pemain klub Brasil Internacional yang absen pada paruh kedua musim lalu di Liga Utama Inggris akibat cedera lutut berjanji akan membantu rekan senegaranya itu untuk berkibar di Inggris. “Saya hanya bisa bilang, selamat datang di Tottenham Paulinho. Saya sangat bahagia, saya akan mencoba melakukan apa yang diperbuat Gomes ketika saya datang untuk pertama kalinya di Hotspurs. Dia sangat penting ketika saya tiba dan membantu saya beradaptasi. Bila Pualinho membutuhkan saya, saya akan membantu. Saya menyambutnya,” kata Paulinho. (espn/sky sports/aji)

ALL ABOUT GERRARD Nama lengkap Steven George Gerrard Tempat lahir Whiston, Inggris Tanggal lahir 30 Mei 1980 Umur 33 tahun Posisi bermain Gelandang Klub saat ini Liverpool

MILAN - AC Milan menegaskan bahwa mereka tidak akan menjual Stephan El Shaarawy, meski sejumlah klub besar seperti Manchester City dari Inggris menginginkan pemain 20 tahun ini. El Shaarawy sudah lama digosipkan akan meninggalkan San Siro pada musim panas ini karena nyaris tidak mencetak gol untuk Milan pada paruh kedua musim lalu. Pada paruh pertama musim, pemain berjulukkan Firaun Kecil itu menjadi pencetak gol ulung bagi Milan. Tetapi kehadiran Mario Balotelli pada jendela transfer Januari 2013 membuat peran itu diambil alih mantan pemain Manchester City tersebut. Hal itulah yang membuatnya gencar digosipkan akan pindah ke klub lain pada jendela transfer musim panas. “Sudah ada pertemuan antara Wakil Presiden Milan Adriano Galliani, Stephan El Shaarawy dan agen sang pemain

muda. Semuanya berlangsung baik. Stephan selalu menjadi penggemar AC Milan dan menegaskan komitmennya untuk selalu bermain untuk Rossoneri,” bunyi pernyataan yang dimuat di situs resmi klub, acmilan. com. Dilanjutkan, “Baik Milan maupun El Shaarawy sepakat untuk menatap masa depan yang sudah dimulai pada 2011 silam secara bersama-sama. Tidak ada pembicara pasar transfer dan tidak ada rumor terkait perpindahan. AC Milan, warna merah, dan Faraone (julukan untuk El Shaarawy) akan selalu bersama.” (espn/aji)

Sandy Belum Terbendung SOLO - Petenis tunggal putri Indonesia Sandy Gumulya belum terbendung langkahnya setelah menyingkirkan petenis asal China Chun Yan He, pada Turnamen Tenis Internasional “So Good Womens Circuit Seri I” di Lapangan Tenis Manahan Solo, Rabu. Petenis tuan rumah tersebut berhasil mengalahkan petenis putri China Chun Yan He, dengan melalui tiga set yakni 7=6 (4), 5-7, dan 5-7. Sandy Gumulya pada set pertama yang tampil menekan melawan Chun Yan He, berhasil membuka game pertama dan unggul sementara 2-4. Namun, putri China itu, bermain alot sehingga mampu menyamakan menjadi 6-6 yang kemudian harus melalui tie break. Namun, petenis China Chun Yan He akhirnya mengambil set pertama dengan 7-6 (4). Sandy Gumulya pada set kedua bangkit untuk bermain lebih tenang, dan mampu mengungguli petenis China dengan 2-5. Tetapi, kegigihan petenis China itu, mampu menyamakan 5-5, meski akhirnya Sandy mampu menyelesaikan set kedua dengan 5-7.

Pada set ketiga atau penentuan, Sandy maupun Chun Yan He bermain ulet karena dari game ke game sering terjadi deuce. Sandy yang ketinggalan 5-3, akhirnya mampu menyamakan kedudukan, dan menyelesaikan set ketiga dengan 5-7. Menurut Sandy Gumulya, dirinya yang dua tahun tidak mengikuti even sangat mempengaruhi penampilannya turnamen di Solo ini. “Pada set pertama saya sering melakukan kesalahan sendiri terutama servis sering out atau menyangkut jaring net. Namun, set kedua ketiga bisa mengimbangi lawan dan menang,” kata Sandy usai pertandingan. Menurut Sandy, pertandingan melawan petenis putri China tersebut cukup lama dengan waktu sekitar tiga jam. Petenis China itu, sangat ulet dan bola diarahkan ke daerah sulit bisa dikejar serta dikembalikan dengan baik. “Namun, saya harus bermain sabar menunggu kesempatan baik untuk menekan lawan untuk menambah poin demi poin, akhirnya bisa menang,” katanya. (ant/bam/dar)


e Paper Koran Madura 4 Juli 2013