Issuu on Google+

JUMAT

erSekjen PDIP B um m U a temu Ketu Partai NasDem Berita Utama hal | 2

KORAN MADURA

11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000

Akhirnya Indonesia Punya Pesawat Kepresidenan

PESAWAT KEPRESIDENAN INDONESIA. Mensesneg Sudi Silalahi (ketujuh kanan) bersama Menko Kesra Agung Laksono (keenam kanan), Menhan Purnomo Yusgiantoro (kedelapan kanan), Vice President of Boeing International and President of Boeing Southeast Asia , Ralph L. Boyce (ketujuh kiri), Menhub E.E. Mangindaan (kelima kanan), Kapolri Jenderal Pol. Sutarman (keempat kanan) dan sejumlah pejabat terkait lainnya berfoto bersama usai menyambut kedatangan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4). Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800 yang memiliki spesifikasi dan desain interior khusus untuk penerbangan VVIP dan baru pertama kali dimiliki oleh Indonesia tersebut dibeli pemerintah seharga US$89,6 juta atau sekitar Rp847 miliar.

JIKA PDIP BERKUASA

Tak Ada Bagi-bagi Kursi Menteri JAKARTA-PDI Perjuangan terus melakukan penjajakan dengan sejumlah partai untuk berkoalisi. Namun koalisi ini akan terwujud dengan parpol yang berkomitmen membangun sistem presidensil. Karena jika terpilih dia berjanji tidak akan bagi-bagi kursi dengan partai lain jika nanti berkoalisi. “Ini sistem presidensil, ya kan. Jadi, yang namanya bagi-bagi kursi, bagi-bagi menteri, itu hanya ada di koalisi parlementer,” ujar calon prediden PDI Perjuangan, Joko Widodo di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (10/4). Menurut dia, sistem bagi-bagi kursi di level menteri tidak akan berlaku jika PDI Perjuangan berkuasa, sebagaimana dilakukan pemerintahan SBY selama ini. “Koalisi itu, kalau kamu 20 persen dapat jatah menteri delapan, misalnya. Lalu kalau 10 persen ya jatah mu lima kursi, itungitungannya seperti itu. Tapi kan kita tidak, karena kita presidensial, kerjasama. Kalau bareng-bareng, ya harus mau kerjasama,” imbuhnya. Sebelumnya, Jokowi mengklaim perolehan suara PDI Perjuangan akan bercokol di angka 20 persen. Untuk itu partainya tidak akan berkoalisi dengan partai lain. Sementara itu, dari perolehan hitung cepat sementara dari beberapa lembaga survei diketahui

suara PDI Perjuangan berkisar diangka 18-19 persen. Jokowi tidak mau dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tidak tercapainya target 20 persen suara PDI Perjuangan di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) ini. Menurutnya, dua faktor yang membuat partainya tidak mencapai target 27 persen dalam Pileg. Menurutnya, faktor utama adalah peran calon legislatif (Caleg) kurang maksimal. “Calegnya sendiri. Artinya caleg harus bisa menjual. Menjual produknya, itu macam-macam produknya. Misalnya dirinya sendiri, programnya, mungkin capresnya (saya) bisa saja. Itu marketing politik yang harus dilakukan di darat,” ungkapnya.

1

0328-6770024 JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III www.koranmadura.com

Jokowi menambahkan, seharusnya para caleg dapat bertarung maksimal. Sebab mereka berada di ruang-ruang kecil yang sudah dikuasai masingmasing. Ruang tersebut, katanya, sangat dekat dengan masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya. “Mereka kan punya ruang-ruang kecil yang sudah dikuasai mereka. Nah ruang-ruang itu mungkin TPS, RT, RW, jadi itu. Sebenarnya pertarungannya antar mereka (caleg),” tegasnya Jokowi buru-buru menyanggah saat disebut para caleglah yang gagal menyukseskan target PDI Perjuangan dalam pileg itu. “Lho menang juara satu, gimana sih,” sanggahnya. “Ini gimana sih, kan udah juara satu, kok masih ribut aja. Oleh sebab itu, itu pertarungan kecil di bawah caleg-caleg,” tambahnya. Selain caleg, dia menerangkan faktor kedua yang dianggap kurang maksimal yakni marketing politik. “Iklan ini kita hanya berapa hari? Tiga hari. Yang lain itu sudah 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun. Marketing politik kita kalah dengan yang lain karena 3 hari, bukan karena duitnya lho ya,” tutupnya. =GAM/ABD

Barcelona Tersingkir MADRID - Pelatih Barcelona Gerardo Tata Martino mengaku, timnya kesulitan membongkar pertahanan Atletico Madrid pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di Vicente Calderon, Kamis (10/4) dini hari WIB. Kesulitan mengembangkan permainan di kotak penalti lawan membuat “El Barca” harus menelan kekalahan 0-1 dan tersingkir dari Liga Champions musim ini.


2

KORAN MADURA

PAMANGGI

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

Jokowi Efek

Oleh : Miqdad Husein

Kolumnis, tinggal di Jakarta

Banyak kalangan mempertanyakan Jokowi efek terkait pencapaian suara PDIP yang tak mencapai 20 persen. Ada anggapan Jokowi yang pada hampir seluruh survei sangat fenomenal elektabilitasnya ternyata tak memberi pengaruh signifikan pada suara PDIP. Pemikiran seperti ini sebenarnya terjebak kesalahan logika. Ada semacam simplikasi pemikiran yang menganggap elektabilitas Jokowi identik dengan perolehan suara Pileg PDIP. Ini sama saja membandingkan kualitas mobil mewah dengan mobil murahan; sebuah perbandingan dan pengkaitan pada obyek yang memiliki anatomi berbeda. Pileg dalam tataran riil memiliki ikatan terkait person-person yang mencalonkan diri pada berbagai dapil, DPR maupun DPRD. Ikatan pemilih pada person caleg harus diakui masih sangat kental di berbagai dapil yang sering melampaui ikatan kepartaian. Bisa jadi, ada banyak dapil dari partai lain sangat kuat ikatan pemilih dengan calegnya sehingga suara terpecah ke berbagai partai. Ini tentu saja terkait sistem Pileg yang murni proporsional terbuka yang memberi ruang persaingan sangat penuh warna pada tataran akar rumput. Sekedar perbandingan, di luar Jawa, pada Pemilu 2009 banyak partai yang tak lolos verifikasi Pemilu 2014 merajai berbagai DPRD. Atau, partai yang di tataran nasional tergolong partai gurem, ternyata di berbagai daerah justru tergolong partai papan atas, yang menguasai pimpinan DPRD. Di Bombana, misalnya, dari 35 anggota DPRD, 23 orang ternyata dari partai yang tak Elektabilitas tokoh lolos verifikasi Pemilu 2014. satu hal, perolehan Bahkan ada Ketua DPRD di suara partai, bisa beberapa kabupaten yang menjadi hal lain partainya, tak masuk sebagai peserta Pemilu 2014. Ini terjadi karena ikatan ketokohan para Caleg, yang relatif penuh warna, di negeri yang luar biasa dengan kekayaan keaneka ragaman budaya itu. Jadi sejatinya tidak menjadi jaminan persambungan antara elektabilitas seorang Jokowi dengan suara PDIP. Apalagi praktis Jokowi tak optimal memainkan peran di Pileg, ditambah lagi dengan pengumuman pencapresannya yang relatif terlambat. Jangan lupa Jokowi bukanlah aktor utama sepanjang tahun 20132014 dalam kepengurusan PDIP. Secara faktual Jokowi sampai saat ini bukanlah “matahari” utama PDIP sehingga gema dan gaungnya tak seperti SBY di Partai Demokrat, yang memang sangat sentral. Yang juga layak dicermati, Pileg melibatkan begitu banyak kandidat dengan tingkatan ikatan kepartaian yang sangat beragam. Sementara Pilpres sangat personal dan jauh lebih dominan pada ketokohan, yang kadang lepas dari ikatan kepartaian. Jadi bukan hal aneh, bila elektabilitas Jokowi yang luar biasa, kurang memberi efek pada kenaikan suara PDIP. Secara politik sudah menjadi rahasia umum bahwa Pileg dalam konteks anatomi elektabilitas jauh berbeda dengan Pilpres maupun Pilkada. Jika Pileg faktor partai sangat dominan, termasuk persambungan kesejarahan dengan para tokohnya; pada Pilpres maupun Pilkada, yang lebih mengemuka adalah ketokohan. Karena itu tak aneh bila Pemilukada misalnya, ikatan kepartaian tak menjadi jaminan. Tokoh dari partai besar, tak lantas terpilih sebagai Gubernur, Bupati maupun Walikota. Pilpres tahun 2004 bisa menjadi bukti kongkrit, betapa SBY yang ketika itu penuh pesona, berhasil menang meyakinkan walau partainya, Partai Demokrat bukanlah pemenang Pileg. Elektabilitas tokoh satu hal, perolehan suara partai, bisa menjadi hal lain. Begitu. =

Berita Utama

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

2

Sekjen PDIP Bertemu Ketum NasDem Kunjungan Resmi Pertama atas Perintah Megawati JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo mengunjungi kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Kamis, untuk menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Sebagai pemenang pemilu legislatif, kunjungan ini ialah penjajakan pertama kali yang dilakukan PDIP kepada partai peserta pemilu lainnya setelah hasil hitung cepat pemilu 2014 atau “quick count” resmi dikeluarkan lembaga-lembaga survei. Sekjen PDIP Tjahjo Kumulo ditemani Wasekjen Hasto Kristianto dan Tim Sukses “Jokowi for President” (JKW4P) Andi Widjajanto, bertemu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Tjahjo mengakui, kunjungan ke Partai NasDem adalah kunjungan resmi pertama kali yang dilakukan PDIP atas perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kedatangannya untuk membangun kesepakatan bersama dengan Partai NasDem dalam membangun bangsa Indonesia ke depan.

“Kita berbicara dan membahas tentang bangsa Indonesia ke depan, yakni bangsa berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) dibidang ekonomi secara luas serta berkepribadian. Pikiran Ketua Umum Megawati dan Ketua Umum Surya Paloh memiliki kesamaan. Kesepakatan akan dilanjutkan nanti,” ujarnya. Saat ditanya apakah pertemuan ini sebagai bentuk ajakan koalisi dari PDIP kepada Partai NasDem, ia memastikan belum ada pembicaraan koalisi. Pertemuan ini didasari atas kesamaan visi dan misi serta platform antara PDIP dan Partai NasDem. “Kita secara ideologis sejak awal sama. Soal implementasinya seperti apa, kita lihat nanti. Kita juga

sambil mencermati dinamika politik partai lain secara global. Terpenting bagaimana pemikiran Bung Karno bisa diaktualisasikan,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Sekjen DPP Partai NasDem Willy Aditia mengatakan, pertemuan ini merupakan bentuk persahabatan yang terjalin sudah lama antar-masing-masing ketua umum partai. Pertemuan antara PDIP dengan Partai NasDem sudah sering dilakukan, baik pertemuan formal ataupun informal. PDIP dan NasDem memiliki basis yang sama, yakni Trisakti. “Ini hubungan baik layaknya hubungan antar kakak dan adik. NasDem terbuka dengan siapa saja. Bersyukur kita memiliki modal politik yang signifikan. Dengan spirit bersama membangun Indonesia baru memperkuat presidensial untuk melahirkan ‘good government’ sesuai mandat konstitusi. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan berikutnya,” papar Willy. =ANT/SYAIFUL

AS BELUM RATIFIKASI FCTC

Pemerintah Harus Berpikir Rasional JAKARTA-Pemerintah diminta berpikir rasional sebelum mengambil suatu kebijakan, termasuk soal ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Pasalnya, Amerika Serikat yang secara sistem kesehatan sudah mapan, hingga saat ini juga belum meratifikasi FCTC yang didorong World Health Organization (WHO). “Sampai saat ini Amerika Serikat juga belum ratifikasi FCTC, pemerintah harus jernih melihat sikap Amerika itu. Pemerintah harusnya mendesak Amerika ratifikasi, bukan sebaliknya ngotot meratifikasi, antar kementerian saja masih berbeda pendapat,” tegas Guru Besar Hubungan Internasional, Hikmahanto Juwana kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/4). Dia menegaskan, seyogyanya diselidiki dulu negara mana saja yang memulai dan merancang FCTC. Termasuk menyelidiki kemungkinan negara tersebut memiliki kepentingan agar masyarakat terhindar dari bahaya tembaka atau industri dalam negerinya tidak terganggu mengingat persaingan dari negara penghasil tembakau seperti Indonesia. “Jangan sampai kedaulatan negara dikompromi dengan kepent-

ingan negara lain,” tambahnya. Dia menilai, selama ini pemerintah cenderung terlalu naif dalam melihat perjanjian internasional, termasuk FCTC. Pemerintah selalu berpikir jika meratifikasi akan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia internasional sekaligus masalah di dalam negeri langsung tuntas. “Padahal perjanjian internasional,seringkali menjadi pengganti kolonialisme baru yang merugikan negara lain. Menciptakan ketergantungan ekonomi. FCTC ini kan dimunculkan didesak oleh negara maju,” terang dia. Dari sisi ekonomi, tenaga kerja, dan pendapatan negara, sebetulnya semua aturan FCTC sama sekali tidak berpihak pada Indonesia. “Jangan bermimpi dengan ratifikasi segala sesuatu akan lebih baik,

tidak menjamin. Yang selama ini ada setelah ratifikasi tak ada tindak ada lanjutnya dari pemerintah,” tegasnya. Dengan ratifikasi Indonesia akan dituntut dari waktu ke waktu untuk memenuhi kewajibannya dalam perjanjian internasional. Padahal, Indonesia memiliki kelemahan dalam menterjemahkan ketentuan dalam perjanjian internasional ke dalam hukum nasional. UN Convention on Anti Corruption yang telah diratifikasi Indonesia sejak tahun 2006 hingga saat ini belum diterjemahkan dalam UU Tindak Pidana Korupsi. Ia mengingatkan, kejadian AS dan Australia menyadap percakapan penting pejabat Indonesia terkait sengketa keberlangsungan pabrik rokok kretek menjadi bukti AS ingin menjatuhkan industri rokok kretek nasional. Hal tersebut, terungkap setelah data penyadapan National Security Agency (NSA) alias Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) atas Biro Hukum Mayern Brown dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden. =GAM/ABD


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Nasional

JUMAT APRIL 2014 JUMAT 11 APRIL11 2014 | No. 0340 | TAHUN III No. 0340 | TAHUN III

33

PEMILU LEGISLATIF 2014

Kotak Suara Dibuka Diam-diam BATAM- Kotak berisikan surat suara di beberapa kelurahan Kota Batam Kepulauan Riau dibuka diam-diam oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, tanpa sepengetahuan saksi partai politik dan calon anggota DPD, Kamis.

ant/widodo s. jusuf

EVAKUASI BOGIE KA MALABAR. PT. KAI berusaha mengevakuasi bogie (roda) lokomotif kereta api Malabar menggunakan crnae (alat berat)diperlintasan kereta api KM 244+0/1, di Kampung Terung, Mekarsari, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/4). PT. KAI mengevakuasi terlebih dahulu bogie untuk mengurangi beban berat lokomotif dengan bobot sekitar 90 ton, karena crane yang dipakai tidak mampu mengangkat lokomotif secara keseluruhan.

Demokrat Terjun Bebas Elektabilits Tergerus Habis Kasus Korupsi JAKARTA-Hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei menunjukkan Partai Demokrat yang berkuasa selama dua periode di pemerintahan justru anjlok dalam perolehan suara pada Pemilu Legislatif 9 April kemarin. Menurut Pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi, jebloknya perolehan suara partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini disebabkan banyaknya kasus korupsi yang melilit para elit parpolnya. “Sangat rasional jika pemilih mengaku kecewa dengan Demokrat karena muak dengan perilaku koruptif yang ditunjukkan elit-elitnya. Apalagi sosok SBY yang menjadi basis pilihan pemilih juga tidak bisa mencalonkan diri lagi,” jelas Ari, Kamis (10/4). Meski demikian kata pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, raihan suara Demokrat masih selamat dari perkiraan para pengamat yang dinilai han-

ya bertahan di angka 3-4 persen. “Harus diakui di saat-saat akhir jelang Pemilu, iklan Demokrat yang cerdas dan mengena serta massif di stasiun-stasiun televisi juga serangan negatif dari pendukung SBY ke arah Jokowi dan PDIP juga turut menyumbang perolehan suara Demokrat yang 10 persen,” kata dia. Di samping itu, konvensi capres Demokrat juga tak banyak membantu menyelamatkan Demokrat. “Dan harus dicermati juga, etalase deretan tokoh-tokoh yang maju di konvensi ternyata juga tidak begitu memikat pemilih. Artinya, ada persoalan sistemik di tubuh Demokrat yang membuat SBY sendiri kewalahan menertibkan perilaku anak buahnya yakni korupsi. Dan rakyat membacanya dengan tidak memilih Demokrat di pemilu 2014 ini,” tandasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Tinggi Demokrat Marzuki Alie mengatakan, kekalahan partainya salah satunya disebabkan pemberitaan negatif soal kader-kadernya yang terlibat kasus korupsi. “Ini pembelajaran bagi Demokrat bahwa isu yang sifatnya negatif tidak boleh dibiarkan. Dua tahun Demokrat dihajar media, apapun ceritanya tertanam Demokrat par-

tai koruptor,” bebernya dalam diskusi bertajuk ‘What’s Next, Indonesia’ di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta (Kamis, 10/4). Menurut Marzuki, mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum cukup bertanggungjawab atas kekalahan partai bintang mercy saat ini. Di era kepemimpinan, Demokrat tidak melakukan upaya counter itu korupsi yang mendera. “Harusnya Pak Anas meng-counter korupsi,” katanya. Selain itu, dia menilai para kader Demokrat juga tidak mampu mengakapitalisasi kinerja pemerintahan SBY-Boediono yang menurutnya tidak terlalu buruk. Meski demikian, Marzuki mengaku bersyukur partainya berada di urutan keempat teratas dalam perolehan suara di pemilihan legislatif. Padahal, sebelum prosesi Pemilu 2014, Demokrat diprediksi akan terpuruk dengan perolehan suara hanya sekitar tujuh persen. “Untungnya di saat terakhir kita bekerja. Sebetulnya partai yang bnyak korupsi bukan Demokrat, tapi kan kapitalisasi kejahatan ini luar biasa. Itu yang membuat Demokrat terpuruk yang mendapat sepuluh persen,” jelasnya. =GAM/ABD

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, peristiwa itu terjadi di Kelurahan Sei Binti Kecamatan Sagulung, Kelurahan Bukit Tempayan, Batu Aji dan Kelurahan Tiban Baru, Sekupang. Anggota Komisi Pemilihan Umum Batam Yudi Kornelis membenarkan kejadian itu. “Kalau masalah gembok kotak suara itu, memang ada dini hari tadi di Sei Binti. Tapi sudah selesai,” katanya. Menurut dia petugas sengaja membuka kotak suara, namun hanya untuk mengambil form C1 yang tertinggal di dalam kotak suara yang seharusnya tidak dibuka kembali. Form C1 yang merupakan lembaran berhologram surat negara itu harus diisi sebelum dikembalikan ke KPU. Karena tertinggal di dalam kotak suara dan belum diisi, maka petugas berupaya mengambil kembali. Seorang saksi dari partai politik yang enggan disebutkan namanya mengatakan khawatir adanya kecurangan dalam pembukaan kotak suara secara diam-diam dengan memanipulasi jumlah surat suara yang sudah dicoblos. “Makanya nanti perlu disinkronkan kembali, apakah jumlahnya sama dengan perhitungan sebelumnya,” kata dia. Ia juga menyesalkan pemunduran waktu perhitungan suara di PPS yang seharusnya mulai Kamis menjadi Jumat. Menurut dia, penguluran waktu itu sangat rentan kecurangan dan jual beli suara. Banyaknya jeda waktu bisa dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk berbuat curang. Karenanya ia memutuskan untuk terus berjaga di TPS. “Kami memilih untuk jaga-jaga dan menginap. Karena ini potensial terjadi kecurangan, kami tidak ingin ada kecurangan apa pun,” kata dia. Selain rawan kecurangan, pemunduran waktu juga tidak sesuai Peraturan KPU yang mengharuskan form C1 terkirim ke KPU sebelum pukul 24.00 WIB, di hari pemilihan. =ANT/JANNATUN NAIM


4

KORAN MADURA

Nasional

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

PEMUNGUTAN SUARA

337 TPS di Jabar Akan Diulang JAKARTA- Sebanyak 337 TPS di Jawa Barat akan melakukan pemungutan suara ulang karena masalah surat suara yang tertukar, kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daniel Zuchron, Kamis.

ant/zabur karuru

REKAPITULASI SUARA PILEG. Panitia pemungutan suara melakukan rekapitulasi suara Pemilu Legislatif di Kelurahan Pasar Baru, Jakarta, Kamis (10/4). Rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu legislatif tingkat nasional dilakukan pada 26 April - 6 Mei kemudian ditetapkan secara resmi KPU pada 9 Mei.

Golkar Akan Ada dalam Pemerintahan JAKARTA - Partai Golkar didirikan bukan untuk menjadi oposisi melainkan untuk berkarya dalam pemerintahan. Karena itu, partai berlambang pohon beringin ini sulit menolak ajakan untuk terlibat dalam kekuasaan. Kalau tidak menginginkan Golkar berada dalam pemerintahan, maka jangan mengajaknya berkoalisi. Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya yang juga Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari di Jakarta, Kamis (10/4). Dalam pemilu legislatif Rabu (9/4), menurut hitung cepat semua lembaga survei, Partai Golkar hanya berada di peringkat kedua dengan 14 persen suara. Sementara partai pemenang pemilu legislatif adalah PDI Per-

juangan dengan 19 persen suara. Dengan hasil seperti ini, maka PDI Perjuangan harus berkoalisi dengan partai lain dalam pengusungan calon presiden (capres). Golkar pun tidak bisa mengajukan pasangan capres sendiri kalau tidak berkoalisi dengan partai lain. Sejauh ini pembicaraan dan penjajakan koalisi itu belum mulai dilakukan. Koalisi baru

akan dilakukan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan resmi perolehan suara masing-masing parati politik. “Doktrin dalam Partai Golkar itu Karya Siaga Gatra Praja. Artinya, dalam doktrin itu Golkar susah menolak jika diajak untuk ikut mengelola negara,” ujarnya Hajriyanto. Menurut Hajriyanto, sejak dari awal Partai Golkar akan berkoalisi, termasuk apabila partai berlambang beringin itu mendapatkan suara 20 persen. Menurutnya, koalisi merupakan keniscayaan bukan hanya dilihat dari segi legal-formal, tetapi juga adanya kesadaran bahwa persoalan bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri. “Kalau parpol-parpol meng-

inginkan Golkar berada di luar pemerintahan, ya enggak usah diajak (dalam koalisi pemerintahan). Kalau sekali diajak, Golkar akan susah menolak,” kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI tersebut. Mengenai koalisi, Golkar masih menunggu hasil rekapituasi suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hajriyanto mengatakan, Golkar sebenarnya sudah melakukan penjajakan dengan parpol-parpol lain sebelum pemilu legislatif. “Kesemuanya pada waktu itu adalah menunggu hasil pileg karena akan didapatkan perolehan riil partai yang diajak koalisi bisa dihitung. Semuanya juga sama, masih menunggu,” ujarnya. =GAM/AJI

Selain di Jawa Barat, pemungutan suara ulang juga dilakukan pada 60 TPS di Jawa Tengah. Tetapi untuk waktu pelaksanaannya, menurut dia, akan ditentukan kemudian oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena hal tersebut terkait dengan ketersediaan logistik. “Keputusan KPU untuk mengulang pemungutan harus dijelaskan agar partisipasi pemilih tetap tinggi. Logistik juga harus disiapkan lagi,” katanya. Hingga Kamis (10/4) sore, pihaknya telah menerima berbagai laporan dari pihak PPL yang berada di TPS-TPS. Kasus terkait menyangkut aspek legalitas di antaranya terkait surat suara tidak ditandatangani KPPS terjadi sebanyak 13.994 kasus, saksi tidak hadir di TPS sebanyak 4.391 kasus, keberatan saksi di TPS 6.945 kasus, KPPS tidak menerima keberatan saksi/ PPL sebanyak 8.537 kasus dan pemilih menerima surat suara kurang dari empat jenis sebanyak 13.089 kasus. Laporan-laporan tersebut berasal dari seluruh provinsi di Tanah air kecuali Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Dari seluruh laporan yang diterima Bawaslu, Jawa Tengah menempati urutan teratas dengan kasus terbanyak, disusul Jawa Barat dan Jawa Timur. Pihaknya berharap kasuskasus tersebut bisa diselesaikan di tingkat TPS sehingga tidak memberatkan kerja pusat. “Agar teman-teman di TPS bisa menyelesaikan persoalanpersoalan perhitungan, hal-hal yang menyangkut keberatan seharusnya diselesaikan di tiap tingkatan sehingga tidak menumpuk di tingkat atas,” katanya. Selain itu TPS di Kota dan Kabupaten Sukabumi juga terancam melakukan pemungutan suara ulang karena tertukarnya surat suara untuk calon legislatif DPR RI. =ANT/ANITA


KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

JUMAT 11 APRIL 2014 JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III No. 0340 | TAHUN III

55

IURAN SEKTOR JASA KEUANGAN

OJK Siap Kenakan Sanksi Denda JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 4/POJK.04/2014 tentang Tata Cara Penagihan Sanksi Administratif Berupa Denda di Sektor Jasa Keuangan. Peraturan ini dikeluarkan sebagai bagian dari pelaksanaan Pasal 8 huruf i Undang-Undang Nomor 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Undang-undang itu menyatakan OJK berwenang menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di sektor jasa keuangan.

Keterangan tertulis OJK menegaskan POJK ini juga sesuai dengan serta Peraturan Pemerintah Nomor 11/2014 tentang Pungutan oleh OJK yang menetapkan sanksi administratif berupa denda atas pelanggaran peraturan pe-

rundang-undangan di Sektor Jasa Keuangan sebagai bagian dari penerimaan Pungutan OJK. POJK yang telah ditetapkan pada 1 April 2014 ini terdiri atas dua materi pokok yaitu kewajiban pembayaran, penagihan,serta pengurusan piutang macet. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa Sanksi Administratif Berupa Denda adalah sanksi kewajiban membayar sejumlah uang kepada OJK sebagai akibat pelanggaran peraturan perundangundangan di Sektor Jasa Keuangan. Pembayaran Sanksi Administratif Berupa Denda tersebut

dilakukan dengan membayar kepada OJK melalui penyetoran ke rekening OJK atau cara pembayaran lain yang ditetapkan oleh OJK paling lama 30 hari setelah surat Sanksi Administratif Berupa Denda ditetapkan. Pelaksanaan pembayaran bagi Bank Umum yang dikenakan sanksi dilakukan melalui pendebetan rekening giro Bank Umum untuk rekening OJK di Bank Indonesia. Peraturan OJK itu juga mengatur pihak, yang dikenakan sanksi administratif berupa denda dapat mengajukan keberatan. Besarnya

bunga atas keterlambatan pembayaran sanksi denda ditetapkan sebesar dua persen per bulan dan paling banyak 48 persen dari jumlah sanksi denda. Jika sanksi denda dan bunga dari denda itu tidak dilunasi dalam jangka waktu setahun maka OJK mengkategorikan sanksi administratif tersebut sebagai piutang macet dan OJK melimpahkan pengurusannya ke Panitia Urusan Piutang Negara. “POJK ini mulai berlaku sejak diberlakukan pada tanggal 1 April 2014,” ujarnya. =GAM

EKSPLOITASI MIGAS

PHE ONWJ Capai Rekor Produksi Tertinggi JAKARTA-PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatatkan rekor produksi harian tertinggi pada kuartal pertama 2014. Pada penghujung Maret lalu, PHE ONWJ berhasil mencatat produksi minyak sebesar 43.900 BOPD atau tertinggi sejak Pertamina menjadi operator blok ONWJ.

ant/wahyu putro

PENJUALAN CNG BITUNG. Seorang petugas melakukan pengecekan saluran pipa Stasiun Induk compressed natural gas (CNG) Bitung milik Pertamina Gas di Bitung, Tangerang, Banten, Kamis (10/4). Pertagas Niaga yang menjalankan fungsi niaga PT Pertamina Gas menargetkan penjualan CNG sebesar 2-3,5 MMSCFD dari kapasitas Stasiun Induk Bitung sebesar 4 MMSCFD kesejumlah ke perusahaan industri di kawasan Jabodetabek pada akhir 2014.

Capaian tersebut sangat menggembirakan karena sebelumnya pada periode JanuariFebruari operasi produksi minyak dan gas bumi sempat terganggu oleh cuaca buruk. Diharapkan target produksi minyak sebesar 39,400 BOPD sesuai persetujuan WP&B 2014 dapat direalisasikan. Peningkatan produksi ini utamanya didukung oleh selesainya Pengembangan Lapangan Baru, Lapangan UL. PHE ONWJ telah berhasil mengoperasikan sumur-sumur di lapangan UL pada Februari 2014. Keberhasilan ini kembali menunjukkan kehandalan PHE ONWJ dalam mengoperasikan lapangan minyak dan gas bumi lepas pantai. “Tambahan produksi dari pengembangan lapangan UL ini diharapkan dapat membantu pencapaian target produksi pada tahun 2014 ini sebesar 39.400 BOPD dan 207,7 MMSCFD,” ujar Executive VP/GM PHE ONWJ Jonly Sinulingga di Jakarta, Kamis (10/4). Proyek Pengembangan Lapangan UL merupakan salah satu proyek pengembangan

yang dilakukan PHE ONWJ untuk menambah produksi minyak dan gas bumi. Lingkup pekerjaan proyek ini meliputi pembangunan ULA tripod platform (anjungan lepas pantai berkaki 3) dan pemasangan pipa bawah laut sebesar 12” sepanjang 6,1 km. Dengan mengutamakan kehandalan dan kemanan operasi yang diterapkan di PHE ONWJ, proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan aman tanpa ada kecelakaan. Selain kontribusi dari produksi yang dihasilkan dari Lapangan UL, peningkatan produksi juga berasal dari berbagai inovasi dan optimasi produksi yang dilakukan tim PHE ONWJ. “PHE ONWJ akan terus melakukan berbagai aktivitas yang dapat mendukung target produksi migas nasional. Kegiatan eksplorasi dan berbagai pengembangan lapangan baru akan terus kami lakukan pada tahun-tahun mendatang agar trend peningkatan produksi dapat terus dijaga,” tutup Jonly. =GAM/BETH


6

KORAN MADURA

Ekonomi

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

USAHA KECIL MENENGAH

Banyak Pelaku UKM Menunggak Kredit JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat data pertumbuhan kredit di kuartal I- 2014 yang cukup tinggi. Tercatat, pada Maret 2014 angka kredit tumbuh kisaran 20-21 persen.

ant/seno

PEMBIBITAN TEMBAKAU. Sunari menyiram bibit tembakau Na Oogst di Desa Glundengan, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Kamis (10/3). Petani mulai melakukan pembibitan tembakau menjelang musim tanam tembakau pada Bulan Mei mendatang.

Gubernur BI Agus Martowardojo tak khawatir. Tingginya pertumbuhan kredit di tiga bulan pertama awal tahun merupakan siklus yang selalu terjadi tiap tahun. “Memang pada Maret kredit tumbuh lebih tinggi dan itu tidak apa-apa karena memang itu siklusnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/4). Dia menuturkan, sektor keuangan sedang dalam proses rebalancing agar lebih sehat sehingga bisa berperan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional lebih kuat. Mantan menteri keuangan ini optimis pertumbuhan kredit tahun ini bisa tercapai. “Kita masih optimis bahwa pertumbuhan kredit nasional bakal tercapai di kisaran 15-17 persen,” jelas dia. Target tersebut, kata Agus Marto, sejalan dengan indikator-indikator ekonomi yang akan dicapai. “Indonesia jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, pertumbuhan kredit di Indonesia sudah tinggi,” ungkapnya. Lebih lanjut, dia mengingatkan perbankan nasional untuk memperhatikan masalah rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Peringatan ini bukan tanpa alasan. Sebab, hingga kuartal 1 2014 rasio

kredit bermasalah perbankan cenderung mengalami peningkatan. Data BI menyebutkan, rasio kredit bermasalah paling tinggi berada di sektor UMKM. Catatan BI, kredit macet di sektor UMKM mencapai 3-4 persen. “Yang tadi saya sampaikan sektor UMKM yang cenderung meningkat,” ujarnya. Agus Marto menuturkan, bank sentral tidak menghendaki rasio kredit macet terus meningkat. Dia berpesan, untuk menjaga pertumbuhan rasio kredit macet, perbankan harus terus melakukan pengelolaan lebih baik dari sebelumnya.”Kalau sekarang sudah 3-4 persen untuk sektor UMKM saja maka jadi perlu dilakukan pengelolaan lebih baik oleh perbankan secara umum,” jelas dia. Mantan Menteri Keuangan ini menegaskan, BI sudah memiliki target maksimal untuk rasio kredit macet, yakni harus di bawah 3 persen. Ini dilakukan untuk terus menjaga pertumbuhan kredit tetap stabil secara nasional. “Harus dilakukan pengelolaan yang lebih baik lagi dari periode yang sama setiap tahunnya.Kami ingin kembali turun di bawah 3 persen,” ungkapnya. =GAM

Dana Asing Masuk Indonesia Jumlahnya Mencapai Rp 32 Triliun JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia Tbk tidak terkejut ketika di akhir triwulan I 2014, dana asing yang masuk mencapai Rp 32,33 triliun. Kenaikannya mencapai 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada 2013, volume dana asing baru menembus Rp 30 triliun mulai pertengahan triwulan II, tepatnya Mei. Direktur Utama BEI Ito Warsito menganggap capaian ini wajar mengingat investor global masih tetap mempercayai kinerja ekonomi Indonesia. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi yang diramalkan tetap terbaik sejagat di bawah China.

“Pada saat banyak yang pesimis dengan pasar modal 2014, saya sampaikan kita harusnya lebih optimis. Bukan hanya karena ada pemilu, tapi pada 2014 pertumbuhan ekonomi kita akan jadi salah satu yang terbaik di G20, kita hanya akan

kalah dengan China,” ujarnya di Auditorium BEI, Jakarta, Kamis (10/4/2014). Di luar itu, kepercayaan investor juga terbangun berkat pertumbuhan laba emiten (Return of Equity) yang lebih baik dibanding bursa regional, misalnya Shanghai, Malaysia, Filipina, Tokyo, ataupun Thailand. “Itu kuncinya, sehingga Indonesia akan tetap jadi pilihan investasi investor global,” tandasnya. Peningkatan volume dana asing juga ditopang rajinnya pemodal asal luar negeri bertransaksi di BEI. Ito menyatakan,

data menunjukkan investor asing tercatat melakukan transaksi harian di kisaran 35-40 persen, entah itu untuk nett sell, maupun nett buy. Adanya isu penarikan stimulus bank sentral Amerika Serikat (the Fed) diakui otoritas bursa sempat menghambat aktivitas investor asing. Tapi nyatanya, pada triwulan I lalu, selera pemodal luar membeli sahamsaham di IHSG maupun LQ45 tak kunjung padam. “Tappering off termasuk sentimen negatif tp itu tidak akan memicu investor keluar,” kata Ito.

Berkat derasnya arus modal asing, secara year to date, IHSG naik 15,14 persen ke level 4.921,40 pada data 8 April lalu. Ditilik dari segi sektor, saham properti dan konstruksi melonjak signifikan dengan naik 34,27 persen dalam perbandingan tahunan. Sektor saham yang menguat lainnya seperti sektor saham keuangan naik 22,31 persen, dan sektor saham industri dasar menguat 17,49 persen. Dengan demikian, pertumbuhan IHSG menjadi yang terbaik dibandingkan bursa saham Asia lainnya. =GAM


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Budaya

JUMAT 11 APRIL 2014 No. 0340 | TAHUN III

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

77

Serangan Fajar Cerpen: Khairul Mufid JR*

R

idla akan membeli suara masyarakat dengan bungkusan hitam, ia yakin kalau segalanya bisa dibeli dengan materi, apalagi untuk membeli hati masyarakat Desa Banyu-urib, “seperti mudahnya membalikkan telapak tangan”. Ridla salah satu kandidat Kepala Desa Banyu-urib, dikenal ramai sebagai pribadi yang trengginas, keras kepala, tertutup, dan egois, siapa pun yang melerai kemauannya, tak segan ia membikin sengsara bahkan mencabut nyawa, keinginannya tak bisa diotak-atik laiknya keabsahan surga-neraka. Di tahun ini, dalam pencalonannya yang kedua kali, Ridla telah menyiapkan modal besar untuk memenangkan pilkades (pemilihan kepala desa). Tak tanggung-tanggung uang senilai tujuh miliar, tiga ratus lima puluh orang bajingan, dan seratus kyai keranjang bermata kalap telah dipersiapkan Ridla. Babu-babu itu ia dapat secara gampangan. Cukup diberi makan, rokok dan duit ganti keringat, mereka telah ngangguk-ngangguk siap dicekoki pekerjaan. Tak lain semuanya hanyalah untuk membentengi misi sebagai kepala desa, dan dari serangan-serangan lawan politik. *** Sedang di rumah sederhana berdinding bidhik, beratap jerami, dan berlantai tanah guntai. Berdiam kelurga kecil yang jumlah penghuninya tiga jiwa, si bapak, ibu, dan satu anak laki-laki berumur enam tahun. Ahmad sebagai presiden keluarga hanya bekerja sebagai kuli salang di pasar, ia juga dikenal sebagai takmir masjid, dan sering memimpin kambrat yasinan di Desa Banyu-urib. Masyarakat ramaipun segan dengannya. Berangkat dari keterpaksaan, dan dari desakan masyarakat untuk mengubah desa Banyu-urib, diam-diam Ahmad ikut mencalonkan diri menjadi kepala desa. Ia sangat pesimis akan hal ini, bahkan ia sempat menghilang bermingguminggu untuk mencari ketenangan, saking mindernya sebagai calon kepala desa, ia tak banyak pilihan, pencalonan itu hanya membuat petaka untuknya dan keluarga, ia takut kalau terjadi apa-apa menimpa keluarganya, ia pun hilang akal bagaimana

Langit tak ingin menyudahi air matanya, ia mengguyuri perabot bumi dan fajar di pagi hari, gedung, pepohonan, satwa, dan manusiapun menggigil tak berdaya, angin menyerang di sudut-sudut waktu. Semalaman hujan ini tak kunjung reda, namun dinginnya tak hinggap ke satu rumah bertingkat itu, yang mulai malam tadi mendidih karena membias kepentingan tak tersalurkan, hujan telah memucatkan siasat Ridla (pemilik rumah) untuk menabur bungkusan plastik hitam ke masyarakat, di dalamnya mengeram sembako dan amplop putih berisi pecahan uang dua ratus ribu.

memodali pencalonannya, jangankan untuk biaya pendaftaran yang sangat mahal. Untuk makan sehari-hari saja masih ngutang kesana-sini. “Atau aku mati saja ya?” bahasa yang selalu melintas di kepala Ahmad. Untung kesediaan masyarakat berbuah jawaban, sebagian kebutuhan pencalonan dilengkapinya, mulai dari uang pendaftaran dan lubang kebutuhan lainnya, sekali pun jumlahnya tak seberapa, setidaknya mendinginkan kepala Ahmad yang sejauh ini pening. Tak ada ritual khusus yang Ahmad lakukan, di rumahnya ia hanya yasinan dan memanjatkan doa-doa untuk mendapat keselamatan. Yang hadir pun itu-itu saja. Masyarakat pengusung, kerabat, dan keluarga. Ahmad lakukan itu setiap malam tak pernah bolos sampai pemilihan. *** Ketika waktu menggelinding, akrobat jarum jam menunjuk angka sepuluh. Aroma malam menikam sukma, suasana begitu mencekam, rumah Ridla mengeluarkan asap, seakan dikompori dari bawah, Ridla tengah marah besar karena tahu lawan politiknya si Ahmad, sebab mereka begitu dekat

dan bersahabat dari SD sampai sekarang. Tapi bagaimanapun bentuknya, bukan Ridla kalau masih iba dan belas hati. “Kalian harus lebih giat menabur uang, karena lawan politik kita adalah seorang ustad, pasti dia suka menabur pituah kepada masyarakat, ambil hati masyarakat dengan uang” Ridla tampak gelisah, meniban perintah pada babu-babunya. “Siap, Gan” sahut babunya serentak. “Tapi apakah bias, Gan” tambah salah satu anak buahnya yang dari tadi diam. “Maksud kamu apa?” Ridla tampak menyidik. “Iya Gan, waktu kemarin saya membagi-bagikan bungkusan kepada masyarakat, mereka pada nggak mau dan tampak acuh” “Mengapa kau tidak paksa saja, dan kalau melawan potong saja tangannya” Ridla tambah geram. “Ooo, siap Gan” “Ada masalah lagi?” Tambah Ridla membuka pintu. “Ada Gan” kyai yang dari tadi bengung, ngacung. “Gini Gan! waktu saya bertapa tadi malam, saya mendapat wangsit dari Datuk Pruwareng,

kalau di tempat pemilihan nanti, perintahnya harus ditanami jarum biku, dan darah ayam jantan”. Sang kyai menimbun cerita dan meyakinkan Ridla. “baik jika begitu, kita siapkan segalanya” “Jadi, semua siaga di posisi kalian, dan pahami tugas kalian masing-masing, malam ini kita akan melakukan seranganserangan”. “Siap Gan” Sahut mereka akur. Ketika semua berpencar, tiba-tiba tangan Ridla melambai keras dibarengi suara menyembur dari mulutnya, “Parid, sini dulu!” panggilnya pada dirigen bajingan: “saya tak mau tahu caranya, kamu harus bunuh Ahmad malam ini juga”. Di bawah bulan temaram, dan di atas bumi berlendir, anak buah Ridla menyusur keheningan waktu, malam ini tertanggal malam tenang yang tak satu pun orang bisa keluyuran. Malam yang sangat sunyi dari yang sudah-sudah, dan malam petaka bagi siapa saja yang ketahuan batang hidungnya. Tapi Pasukan Ridla mengindahkan hal itu, mereka pun diam-diam menabur uang, ada yang menanam jarum

biku dan mengubur darah ayam jantan di tempat pemilihan, ada yang mencuri surat suara, dan ada yang mengintai rumah Ahmad beserta geliat pendukungnya. Sementara di bawah rimbunan pohon pisang belakang rumah Ahmad, seorang bertopeng membawa celurit mengintai, di balik topeng itu terselip wajah Parid, ia berencana membunuh Ahmad. Tak menunggu lama, tibatiba Ahmad keluar rumah untuk buang hajat, dan secepat kilat Parid menyergap mentahmentah dari balik pohon pisang, ia langsung meringkus tangan Ahmad, dan memenggal kepalanya tanpa belas, kemudian Parid menyeret sang mayat dan membuang jasadnya ke kebun tebu. Dari serangan-serangan yang di kemas Ridla dan anak buahnya, sejauh ini berputar baik sesuai porosnya. Keheningan malam itu pun kian melantunkan kengerian, tiba-tiba suara ngilu terlantun dari pengeras suara di masjid: Tolong…! Tolong…! Ada mayat mengapung di tengah sungai, tolong..!! Suara itu menyusup batin, dan tersalurkan ke semua pasang telinga masyarakat Banyuurib, masyarakat serentak mengerebungi tepian sungai, mereka saling tanya tentang mayat siapa yang mengambang. Tapi usaha mereka tidak berbuah hasil, tak ada yang tahu itu mayat siapa. Namun ketika masyarakat setempat menarik mayat itu ke bibir sungai, alihalih jawaban mulai mengemuka, mereka tertegun rapi ketika mayat lelaki dibaringkan, tubuhnya gemuk, berewokan, dan kepalanya gondrong. “Innalillahiraji’un” ini mayat Bapak Ridla, kok bisa mati mengenaskan begini, siapa yang tega berbuat nista. *** Serangan demi serangan malam itu mengekor pertanyaan, siapa besok yang akan dipilih masyarakat Desa Banyu-urib? *) Alumnus PP. Darul Ihsan Pakamban Daya Pragaan Sumenep, dan kini sedang bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Dan tercatat sebagai santri Hasyim Asy’ari Yogyakarta.


KORAN MADURA Lintas Jatim KORAN 8 PROBOLINGGO Oleh: 8 Benazir Nafilah

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

MADURA

MUSIM CINTA

Puisi

KORAN MADURA

SELASA 7 JANUARI 2014 No. 0275 | TAHUN III

JUMAT 11 APRIL 2014 No. 0340 | TAHUN III

Menjadi Pemimpin yang Sederhana Oleh: Junaidi Khab*

1. Padamu aku selalu rindu Pada sebidang tanah kau letakkan batu Lalu jadilah rumah tempat kita bertapa Meramu cinta dalam gelak tawa Bertumbuhan di antara belukar Waktu telah membunuh kuncup Hingga mekar kembang semerbak Pada aroma yang selalu tubuhmu Kemennyan liar nalar Aku tak tau parfum apa yang kau pakai Hingga beku dalam salju nafasmu Sepasang kupu terbang di atas kepala Berputar-putar merawat usia 3 tahun ini kita selalu mendekat Melebur ke jantung yang terdalam (sambil menghela nafas) aku mencintaimu dalam rindu Dalam waktu Dalam ruh Siang jadi panjang dan malam yang kian menyempit Merindupun aku selalu Meski tak ingin lagi Sebab kau sudah satu Denganku! Menubuh! 2. Padamu aku memanja Sebaris puisi kutulis Dalam gugur daun Pada sisi waktu yang selalu meramu rindu Aku memanja Sebab aku bungsu Tapi dirimu juga begitu Tak ingin kau mengembara Tapi tak juga tersesat dalam jantungku yang buntu Hanya beralamat namamu Memahat sejarah, Mengekalkan tawa yang terlanjur basah Dalam dahaga ada madu meski berlebah Tapi itulah aku dan kamu Dalam duka menuju bahagia Di taman hati Aku yang padamu Membeku dalam cinta yang manja Suara yang merembes ke gendang telinga Merayumu, memintamu Adalah aku dan buah hati kita Sumenep, Kamis 3 April 2014

Benazir Nafilah

Penulis. Tinggal di Sumenep Madura. Aktif di Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep.

ResensiJATIM Buku 8 LINTASLINTAS JATIM

Kita akan sangat sulit dan dilematis jika dihadapkan pada pilihan kesederhanaan hidup. Nurani kita memang mau menjadi pribadi yang sederhana. Namun, nurani yang ada dalam diri ini tidak hanya sendirian. Masih ada nafsu yang menjadi saingan nurani yang samasama memiliki hasrat berkuasa. Kenyataannya, nurani yang berkeinginan menjadi pribadi sederhana kandas. Nafsu kita lebih dominan menghadapi perubahan zaman yang makin hari makin berkembang dan maju.

A

palagi jika kita menjadi seorang pemimpin, tentu nafsu akan semakin gila yang sejadi-jadinya melihat gemerlapan dunia yang ada di bawah kekuasaan kita. Sehingga kita mudah terjebak dalam rayuan hawa nafsu yang terus ingin mewah meski melakukan hal-hal di luar batas. Akhirnya melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Buktinya banyak para birokrat, dan pemimpin negeri ini yang tidak menepati janjinya dan menelantarkan nasib rakyatnya, hanya demi mementingkan dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Jika sudah demikian, kehancuran suatu bangsa atau negara akan segera datang menjemput. Sulit rasanya menasihati dan menydarakan para pemimpin (yang berkuasa) agar lebih hidup sederhana dan lebih mendahulukan terhadap keadaan dan kepentingan rakyat yang ada di bawah kepemimpinannya. Namun, sebagai cambuk sekaligus bahan pelajaran bagi kita semua, khusunya para pemimpin negeri agar lebih hidup sederhana dan lebih mendahulukan pada keadaan dan kepentingan masyarakat yang dipimpin, buku ini hadir di tengah-tengah kita dengan berbagai inspirasi, motivasi, dan keteladanan para pemimpin terdahulu

yang hidup sederhana dan mendahulukan kepentingan rakyatnya dibanding kepentingan dirinya sendiri. Umpanya kita belajar dari kepemimpinan nabi Muhammad Saw. yang sangat sederhana dan lebih mendahulukan kepentingan kaum (rakyat)-nya (hlm.11). Nabi Muhammad Saw. sebagai nabi sekaligus utusan Allah Swt. yang paling akhir menjadi teladan bagi umat seluruh alam, baik dari sisi moral, kehidupan, dan kepemimpinannya pada saat itu. Memang tidak mudah untuk meneladaninya, tapi itu harus menjadi sebuah kewajiban bagi kita jika ingin hidup ini bisa lebih baik dan maju. Memimpin bukan berarti menguasai, tapi memimpin tak lain menjadi tonggak inspirasi untuk melakukan terobosan baru demi kemajuan dan kepentingan rakyat, bukan kepentingan diri sendiri. Demi Rakyat! Bagi kalangan kita semua memang sangat mudah mengatakan bahwa apa yang kita lakukan demi rakyat, namun aplikasinya kadang tak memberikan apa-apa bagi rakyat. Tetapi, kita hanya pandai mengelabuhi dan mengkibuli mereka dari belakang. Kenyataannya, kekayaan rakyat sendiri yang diam-

bil melalui kursi kepemimpinan yang sedang diduduki. Korupsi di berbagai bidang telah menjadi kebiasaan turun temurun yang diwariskan oleh para pemimpin kita bagi anak negeri ini. Suap-menyuap menjadi tren saat ini demi kelancaran dalam memenangkan suatu proyek atau pemilihan. Padahal kita memimpin didahului kata “demi rakyat!�, kenyataannya demi diri sendiri. Jika kita memimpin demi kepentingan rakyat, maka kita jadi pemimpin tidak harus melakukan suap-menyuap demi memenangkan pemilu. Rakyat akan memilih dengan suka hati dan penuh kesadaran, serta setidaknya kelak kemimpinan kita akan selalu dirindukan. Semestinya memimpin itu demi rakyat, bukan demi diri sendiri. Misalkan Abraham Lincoln yang menjadi pemimpin Amerika ke-16 demi menghapus perbudakan. Nelson Rolihlahla Mandela (Nelson Mandela) yang memimpin Afrika Selatan dan berhasil menghapus sistem rasisme kulit hitam dan kulit putih. Di Indonesia juga ada Soekarno (Bung Karno) sebagai presiden pertama, dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) presiden keempat yang memimpin Indonesia demi kepentingan rakyat dan berhasil menyatukan masyarakat Indonesia yang pluralitas menjadi bangsa yang satu dan saling menghargai satu sama lain (hlm. 73). Meskipun buku ini menyajikan beberapa tokoh pemimpin yang memimpin demi kepentingan rakyat sebagai inspirasi bagi kita dan pemimpin di negeri ini, penulisan biodata di dalamnya masih kurang sempurna dan merata. Hanya sekilas-sekilas saja pemaparan yang disampaikan tentang tokoh pemimpin yang memperjuangkan nasib rakyatnya. Akan, tetapi hal tersebut bukan suatu kekurangan yang membunuh nilai inspirasi dan motivasi dari buku ini. Nilai-nilai inspirasi akan tetap terasa jika secara didalami dan dihayati secara mendalam untuk ditiru.= *) Pengurus Devisioner Ikatan Mahasiswa Sumenep (IKMAS) di Surabaya, Tercatat sebagai Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.

KORAN MADURA

PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein, G. Mujtaba REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Ali Ridha BIRO PAMEKASAN: A. Fauzi M (Plt. Kepala), Ali Syahroni, Sukma Firdaus BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www. koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.

WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Lintas Jatim

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014

JUMATNo. 11 APRIL 2014||TAHUN No. 0340 |IIITAHUN III 0340

JALAN AHMAD YANI. Frontage sisi timur Jalan Ahmad Yani, Surabaya (kanan) sudah bisa dilalui hingga Jalan Bundaran Waru Surabaya.

21 Persil Hambat Proyek Frontage Ahmad Yani SURABAYA – Penyelesaian proyek frontage road (FR) atau jalur lambat di sisi barat jalan Ahmad Yani Surabaya dipastikan molor. Pasalnya, dalam proses pengerjaannya terkendala pembebasan tanah persil yang harus menunggu persetujuan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya terus kebut agar bisa segera mengurai kemacetan di kawasan itu. Setidaknya ada 16

persil yang sudah dibebaskan, 21 lainnya belum,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kepada wartawan, Kamis (10/4).

Risma mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirim surat ke Kepala BPN agar pemkot segera melakukan pembayaran untuk pembebasan lahan. Namun, Kepala BPN belum menjawab surat tersebut. Meski demikian, lanjutnya, pemkot sudah berkoordinasi ke pemerintah pusat, dan BPN. “Saya sudah lama kirim suratnya, mungkin beliau belum jawab surat kami,” ujarnya. 21 persil yang masih me-

nunggu pembebasan diantaranya Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), dan perusahaan transportasi Cipaganti. Namun, ungkap Risma, bidang tanah milik Cipaganti tersebut sebenarnya tidak boleh dibebaskan lantaran mempunyai sertifikat hak milik (SHM) dan Endelmen (sertfikat Belanda). "Kalau pom bensin itu belum tahu statusnya bagaimana. Namun yang di depan kantor Dinas Peternakan dan Pertanian, Kejak-

OPINI 99

e hana diman/koran madura

saaan Tinggi dan di depan dealer Nissan sudah clear," imbuhnya. Selain itu, lahan milik Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jatim yang juga dilewati proyek frontage road tersebut juga masih menunggu keputusan dari Mabes Polri. Dalam penyelesaian proyek tersebut juga masih membutuhkan lahan yang lebih luas tepatnya di depan Rumah Sakit Islam (RSI) dan SMA Khadijah lantaran jalan tersebut akan dibuat jembatan. Hanya saja, Pemkot Surabaya belum berkomunikasi dengan SMA Khadijah dan RSI. Selain membangun Frontage Road, baik sisi timur dan barat Jalan Ahmad Yani, Pemkot Surabaya juga telah membuka jalan Middle East Ring Road (MERR) untuk sisi timur Surabaya. = E HANA DIMAN


10

Lintas Jatim

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

PENCOBLOSAN ULANG

Akan Digelar pada12 April MADIUN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyatakan pencoblosan atau pemungutan suara ulang di enam TPS bermasalah di wilayah setempat akibat tertukarnya surat suara DPR RI, akan dilakukan pada Sabtu (12/4). Ketua KPU Kabupaten Madiun Anwar Sholeh Azarkoni mengatakan pencoblosan ulang di enam TPS di Kecamatan Pilangkenceng tersebut berdasarkan hasil rapat tertutup yang digelar KPU Kabupaten Madiun dengan PPS dan PPK setempat. "Rencananya enam TPS itu akan melaksanakan pencoblosan ulang tanggal 12 April. Tapi pencoblosan ulang hanya khusus caleg DPR RI," ujar Anwar Sholeh kepada wartawan. Selain itu, pencoblosan ulang tersebut juga atas intruksi KPU Pusat yang memperoleh laporan terjadinya kekeliruan surat suara caleg DPR RI. Menurut dia, alasan digelarnya pemungutan suara ulang tersebut karena surat suara yang tertukar sudah terlanjur dicoblos dan dimasukkan ke dalam kotak suara. Keenam TPS yang akan melaksanakan pencoblosan ulang yaitu TPS IV, V, VI di Desa Kenongorejo serta TPS III, V, VI di Desa Luworo. Semuanya di Kecamatan Pilangkeceng. Sesuai hasil pemeriksaan, di TPS IV Desa Kenongorejo terdapat 49 surat suara DPR RI yang telah dicoblos, TPS V Desa Kenongorejo terdapat 10 surat suara, dan TPS VI Desa Kenongorejo terdapat satu surat suara. = ANT/SLAMET AGUS SUDARMOJO/DIK

4,8 Triliun Muluskan Jalan di Jatim SURABAYA – Pertumbuhan volume kendaraan mengakibatkan ruas jalan nasional di Jawa Timur mengalami kerugian Rp 293,3 juta. Kerugian terbesar terjadi di Jawa Tengah khususnya jalur Pantura Jawa senilai Rp 385,7 juta, dan DI Yogyakarta Rp 25 juta. “Kerugian tersebut dihitung berdasarkan biaya tanggap darurat dan pasca bencana yang dialokasikan untuk penanganan sementara agar jalan tetap berfungsi,” ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V, Kementerian Pekerjaan Umum, Hedi Rahadian kepada Koran Madura, Kamis (10/4) Di Jawa Timur, sejumlah ruas jalan yang rusak antara lain jalan Untung Suropati di Bangil, Pasuruan, batas Bangil-Kota Pasuruan, batas Kota SitubondoBajulmati di Banyuwangi, jalan Soekarno Hatta di Lumajang, jalan Pasirian di Lumajang, jalan Srono-Muncar di Banguwangi, batas Kabupaten ProbolinggoGrobogan, Jembatan Sembayat di Gresik, Bulu-Tuban, Bojonegoro-Padangan-Ngawi, batas Kediri-Kota Jombang, Jombangbatas Kabupaten Mojokerto dan jalan Sudiro Husodo di Gresik. Kerusakan jalan di jalur Pantura Jawa selalu menjadi isu nasional lantaran sebagian besar roda ekonomi nasional tergantung di sana. Pihaknya kini tengah melakukan dua strategi kebijakan agar jalan tetap bisa

dilintasi. Pertama, penanganan darurat dengan menutup lubang atau mengaspal hingga awal Maret. Kegiatan ini melibatkan TNIAD, Polri dan instansi lain. Kebijakan berikutnya, berupa penanganan secara permanen berupa pengadaan barang dan jasa secara cepat. Artinya proses pelelangan lebih dipercepat agar jalan segera diperbaiki atau normal kembali. Kebijakan itu bisa berupa penunjukkan secara langsung kontraktor pelaksana. Dikatakannya, kerusakan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan nasional bukan semata disebabkan rendahnya kualitas konstruksi, namun juga faktor tingginya volume lalu lintas serta besarnya kelebihan tonase. Hedi mengibaratkan pembangunan jalan seperti membeli pulsa Rp 100.000 untuk satu bulan. Jika penggunaannya hanya untuk sms atau telepon lokal, waktu pakainya akan lama. Tetapi kalau untuk telepon interlokal, sehari habis. “Bukan membeli pulsanya yang salah, tetapi penggunaannya,” ujarnya. Saat membangun jalan, tidak terpikir bagaimana pertamba-

han volume kendaraan roda dua atau roda empat yang demikian banyak, sementara panjang jalan dan lebarnya tetap sama. Akibatnya, dimana-mana terjadi kemacetan dan kerusakan. Nah disaat hal yang demikian terjadi baru kita reaktif. Menurutnya, kebijakan penanganan jalan sudah sepatutnya bersifat responsif bukan reaktif. Artinya, kebijakan pembangunan atau pemeliharaan jalan juga memikirkan efek jangka

Kerugian tersebut dihitung berdasarkan biaya tanggap darurat dan pasca bencana yang dialokasikan untuk penanganan sementara agar jalan tetap berfungsi,”

Hedi Rahadian Kepala BBPJN V

panjang. Bagaimana kondisi jalan lima atau sepuluh tahun berikutnya. “Kami butuh ‘dukun’ yang tau kondisi jalan jauh kedepan,” ujarnya. Selain itu, dukungan masyarakat dengan memanfaatkan fungsi jalan sesuai dengan lazimnya juga sangat dibutuhkan. Banyak sekali ruang milik jalan (Rumija) kita yang beralih fungsi menjadi tempat PKL, menjadi tempat hunian atau

saluran irigasi di pinggir jalan yang ditutup dan beralih fungsi menjadi tempat berjualan. Ia menyakini, sejak awal ketika suatu jalan dibangun standar yang dilakukan semuanya pasti sudah terpenuhi, seperti adanya saluran irigasi, Rumija atau pedestrian tempat pejalan kaki serta daerah milik jalan (Damija). Namun yang menjadi masalah, fungsi jalan kita banyak yang berubah. UU tidak mengamanatkan Bina Marga ikut serta melakukan penertiban bagi mereka yang tidak memanfaatkan fungsi jalan sesuai mestinya. Targetkan 94% Tahun 2014, secara nasional kemantapan jalan nasional ditargetkan mencapai 94%. Di Jatim, dari panjang jalan nasional 2.027,01 km, saat ini yang kondisinya mantap 1.934,23 km (95,42%) dan tidak mantap 92,77 km (4,58%). Untuk kondisi permukaan jalan, kondisi jalan nasional yang berstatus baik sepanjang 1.488,63 km (73,44%), sedang 445,60 km (21,98%), rusak ringan 76,25 km (3,76%), dan rusak berat 16,52 km (0,81%). “Kalau di Pulau Jawa kemantapan jalan nasional sudah sukup tinggi, namun di luar Jawa masih sangat minim,” paparnya. Kebijakan pembangunan jalan dan jembatan dilaksanakan untuk meningkatkan konektivitas/ aksesibilitas, mobilitas dan keamanan jalan untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional/wilayah. Salah satu yang diukur dalam pencapaian kinerja jalan adalah tingkat kemantapan jalan mencapai 90% (nasional) dan 60% (jalan daerah), peningkatan struktur dan kapasitas jalan. = G. ARMADIANTO SEMERU

LURAH BICARA

Pengentasan PMKS di Kelurahan Pakis Terkendala SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya telah melakukan berbagai program untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Namun, program-program tersebut belum mampu menekan jumlah angka kemiskinan. Malahan yang terjadi, kantung-kantung kemiskinan semakin banyak. Salah satunya Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. Di wilayah yang terdiri dari 10 RW ini, kantung kemiskinannya berada di RW 06. Hampir sebagian besar di RW 06 merupakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Profesi mereka rata-rata sebagai buruh lepas perawat makam di Makam Kristen Kembang Kuning Surabaya.

Menurut Lurah Pakis Hudaya , S.STP, pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai program untuk membebaskan warganya dari jerat kemiskinan. Berbagai pelatihan termasuk peralatan usaha diberikan cuma-cuma. "Tetapi karena tidak ada pengawasan dan pembinaan, semuanya tidak ada manfaatnya bagi warga. Yang terjadi, peralatan-peralatan bantuan dari Pemprov Jawa Timur seperti rombong malah dijual. Modalnya juga dihabiskan untuk makan," kata perempuan berjilbab ini dengan tegas. Kemiskinan di wilayah ini juga disebabkan karena karakteristik masyarakatnya yang malas

dan tidak mau berinovasi. Pengaruh lingkungan juga menjadi salah satu penyebab terus meningkatnya jumlah warga miskin kawasan tersebut. "Inilah yang sulit untuk kita rubah. Mereka inginnya

tidak hanya diberikan pancing, tetapi harus didampingi juga ketika memancing. Kan repot," ujarnya. Kemiskinan di kota-kota besar seperti ini merupakan kemiskinan struktural dimana kemiskinan ini diderita oleh suatu golongan masyarakat karena stuktur sosial masyarakat itu tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka. Langkah awal Pemkot membuat skema penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program meliputi perluasan kesempatan, pemberdayaan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas dan perlindungan sosial. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat miskin melalui fasilitas kebutuhan dasar, penataan dan pembinaan PKL serta usaha formal lainnya. Komitmen besar dalam menanggulangi kemiskinan ditunjukkan Pemkot Surabaya dengan terus meningkatnya anggaran untuk program ini. Pada Tahun 2009, dana penanggulangan sosial sebesar Rp 450.659.003.021, sedangkan untuk Tahun 2012 anggaran untuk program tersebut mencapai Rp 599.782.321.777,-. Anggaran ini disalurkan melalui berbagai macam kegiatan yang meliputi: Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. = E HANA DIMAN


Lintas Jatim

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

11

Wisata Agro Dipromosikan ke Taiwan SURABAYA – Pemerintah Provinsi (pemprov) Jatim promisi wisata argo seperti perkebunan dan pertanian ke sejumlah pebisnis Taiwan, sebagai bentuk peningkatan kerja sama antar kedua pihak. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, kerjasama di bidang pertanian mutlak harus dilakukan. Apalagi, Jatim banyak menjadi contoh dalam mengembangkan pertanian sebagai wisata agro seperti Kota Batu dan Malang. “Di daerah itu (Kota Batu dan Malang,red), banyak ditemukan berbagai aneka jenis hasil pertanian yang dikemas secara profesional sehingga menghasilkan nilai tambah bagi petani maupun masyarakat sekitarnya,” ujarnya saat menerima Pebisnis Agro Tourism Taiwan, Kamis (10/4). Kerjasama tersebut, lanjut Gus Ipul sapaan akrabnya, tidak hanya meliputi alih teknologi bidang per-

tanian, tapi juga dalam pengembangan wisata agro. “Kami sangat terbuka melakukan kerjasama dengan pebisnis dari berbagai negara khususnya Taiwan. Bahkan, kita akan mencoba menindaklanjuti dan mengembangkan kawasan agro yang ada di Jatim agar lebih menarik bagi wisatawan mancanegara,” ungkapnya. Gus Ipul menegaskan, bahwa di bidang perdagangan dengan Taiwan, Jatim masih defisit sekitar 277,75 US $ juta, dari total ekspor di tahun 2013 sebesar 403,47 US $ juta sedangkan impor sebesar 681,22 US $ juta. Defisit perdagangan tersebut akan diantisipasi, salah satunya dengan dengan meningkatkan potensi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Jatim yang bekerja di Taiwan. 70 persen pekerja Indonesia yang bekerja di Taiwan berasal dari Jatim. “Sekitar 200.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Jatim bekerja di Taiwan dan ini merupakan potensi untuk meningkatkan neraca perdagangan kita dengan mengekspor barang ke Taiwan,” jelasnya. Gus Ipul menambahkan, cara

TERIMA BUKU. Wagub Saifullah Yusuf saat menerima buku potensi pertanian dari Pemimpin Rombongan Pebisnis Agro Tourism Taiwan saat berkunjung di Ruang Kerjanya.

lain demi meningkatkan defisit perdagangan Jatim ke Taiwan dengan terus mempromosikan wisata Jatim ke luar negeri. Saat ini, banyak dari biro perjalanan memasukkan tujuan wisatanya ke Indonesia khususnya Jatim. “Kami akan berusaha meningkatkan sektor pariwisata dengan berbagai program yang ditawarkan dengan tujuan membawa wisatawan mancanegara berkunjung

dan berwisata di Jatim. Di Jatim kami memiliki Wisata agro seperti Kebun Teh, Jatim Park, Kebun Duren Bhakti Alam, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan tempat lainnya yang belum tereksploitasi ,” tegasnya. Sementara itu, ketua rombongan Pebisnis Agro Taiwan Leo Vang mengatakan, tujuannya berkunjung ke Jatim yakni ingin melihat kemajuan potensi wisata

khususnya di bidang agro atau pertanian. Pertanian Taiwan saat ini telah dirubah menjadi sarana rekreasi dan pusat belajar. Masyarakat Taiwan menginginkan sektor pertanian tidak hanya menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai bagi masyarakat, namun juga dapat menjadi tujuan utama wisata belajar. = G. ARMADIANTO SEMERU

SEREMONIAL

Interkoneksi Pelabuhan Picu Lonjakan Arus Barang SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III gencar membangun keterhubungan alias interkoneksi antar pelabuhan sehingga mendongrak kinerja sejumlah pelabuhan, seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, Banjarmasin, Benoa, Kumai, Sampit, Lembar, Tenau Kupang, dan pelabuhan lainnya. Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo III Faris Assagaf menjelaskan bahwa guna mendukung efektifitas arus logistik melalui laut, perseroan terus melakukan upaya-upaya terobosan. Langkah yang dilakukan tentu membuat fasilitas pelabuhan seperti dermaga, lapangan penumpukan dan modernisasi peralatan. Namun, selain itu dilakukan pula penataan lingkungan dermaga hingga fasilitas penunjang seperti jalan. "Penciptaan kondisi di masing-masing pelabuhan bisa mendorong pertumbuhan peti kemas domestik hingga 15%," jelasnya soal strategi perseroan menata 17 pelabuhan yang dikelolanya. Sedangkan internasional mencapai 4-5 persen di

DIOPRASIKAN. 2 unit Ship to Shore Crane (STS), 5 unit Automated Stacking Crane (ASC), dan 1 unit Automotive Terminal Tractor (ATT) akan dioperasikan di Terminal Teluk Lamong pada pertengahan Mei mendatang. tahun 2014 ini.

Pelabuhan Tanjung Perak. "Banyak perbaikan yang sudah kita lakukan, diantaranya dengan peremajaan peralatan maupun interkoneksi antar pelabuhan," ujarnya, Kamis (10/4). Adapun titik utama interkoneksi yaitu Pelabuhan Trisakti-Banjarmasin, Sampit, Kumai, Maumere dan Tenau Kupang. Program yang telah digenjot 5 tahun belakangan ini telah menampakkan hasil. Pelabuhan Trisakti-Banjar-

masin yang pada 2010 hanya melayani 272.180 boks meningkat 23% pada 2011 menjadi 335.733 boks setelah dibangun lapangan penumpukan. Peningkatan berlanjut pada 2012 tercatat volume yang dilayani 384.323 boks dan naik 14% pada 2013 menjadi 387.000 boks. Fenomena pertumbuhan signifikan karena perbaikan fasilitas juga terlihat di Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Teng-

gara Timur. Pada 2011 arus peti kemas 56.985 boks naik 4,7% menjadi 59.689 boks pada 2012. Sedangkan pada 2013 arus peti kemas 78.322 boks naik 31,2%. "Container crane disiapkan satu unit dan dua unit RTG [rubber tired gantry] serta penyiapan lapangan penumpukan, sehingga pada tahun 2012 ke 2013 terlihat pengaruhnya," jelasnya mengambarkan bagaimana fasilitas di Pelabuhan Tenau Kupang memacu pertumbuhan arus peti

kemas. Perbaikan fasilitas, lanjutnya, juga dilakukan di Pelabuhan Kumai, Sampit, Maumere maupun Lembar. Perbaikan di pelabuhan lain berdampak pula di Tanjung Perak. Terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak pada 2010 volume arus peti kemas 353.735 boks naik 52% pada 2011 menjadi 538.658 boks. Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara itu menegaskan, petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak memang tidak hanya dari Pelabuhan Banjarmasin. Sebab di beberapa daerah seperti Kupang, Maumere, Bagendang, Sampit, Kumai, dan Lembar sudah menggunakan petikemas. Dimana daerah-daerah yang sudah mengalami peralihan petikemas itu menjadi trigger setelah dilakukannya investasi alat. "Trigger-nya Pelabuhan Banjarmasin mempengaruhi Pelabuhan Tanjung Perak. Pada 2011 mulai Pelabuhan Lembar, Tenau Kupang, Maumere juga ditata, efeknya semua lari ke Pelabuhan Tanjung Perak," tambahnya. = G. ARMADIANTO SEMERU/PP3/ADV


KORAN MADURA

KORAN PROBOLINGGO 12 JUMAT 11 APRIL 2014|NO. 0340|TAHUN III MADURA

LINTAS12 JATIM

Probolinggo

JUMAT 11 APRIL 2014 NO. 0340 | TAHUN III

Suara Partai Hanura Amburadul Imbas Dana Saksi Tak Cair PROBOLINGGO – Tidak cairnya dana saksi partai Hanura Kabupaten Probolinggo berdampak terhadap perolehan suara pada pemilu 9 April 2014 kemarin. Pasalnya, hampir di setiap TPS, saksi partai Hanura kosong. Sehingga menjadi salah satu kendala bagi pengurus untuk mengetahui terhadap perolehan suara. Wakil Ketua DPC partai Hanura Kabupaten Probolinggo, Tiarnam mengatakan, tidak cairnya dana saksi di TPS membuat para saksi mengundurkan diri. Mereka tidak mau, karena tidak ada honornya.“Ya jelas mereka tidak mau,” tandasnya kepada wartawan, Kamis (10/4). Dia menjelaskan, tidak cairnya dana saksi tersebut, membuat sejumlah pengurus PAC meradang. Karena mereka terus

didesak oleh para saksi yang direkrutnya. “Saya kira wajar kalau para PAC mendesak DPC, karena yang merekrut saksi TPS itu mereka,” katanya. Tidak cairnya dana saksi itu, tidak hanya membuat sejumlah pengurus PAC mempertanyakannya. Namun juga berimbas terhadap perolehan suara Hanura sendiri. Mereka kecewa sehingga mengurangi kepercayaan terhadap partai.

Tiarnam menjelaskan, tidak adanya saksi partai di TPS, membuat pengurus kesulitan untuk melakukan pendataan terhadap perolehan suara. Kecuali bagi caleg yang menyediakan saksi sendiri. “Kalau caleg yang mempunyai saksi sendiri, saya kira tidak kesulitan untuk melakukan pendataan,” timpal mantan pengurus partai Golkar masa Orde Baru itu. Ketua DPC Hanura Kabupaten Probolinggo, Kasiyono saat dikonfirmasi membenarkan dana saksi partai memang tidak cair. Sedangkan jumlah saksi di Kabupaten Probolinggo sebanyak 2.300 orang. Kasiyono yang sudah menjadi Ketua DPC Hanura dua periode itu menambahkan, dari 2.300 saksi

hanya 300 orang saksi yang mendapatkan rekomendasi dari Bapilu pusat. Sedangkan sisanya bleng. “Dana saksi tidak cair itu tidak hanya di Probolinggo saja, tetapi seluruh DPC di Indonesia,” katanya. Dia sendiri mengaku tidak tahu, kenapa dana saksi partai itu tidak dicairkan oleh Bapilu pusat. Bahkan, pihaknya juga sempat mempertanyakannya ke pusat agar bisa mencairkan dana tersebut sebelum masa pencoblosan kemarin. Seperti apa yang dijanjikan sebelumnya, setiap saksi di TPS akan mendapatkan honor sebesar Rp.100 ribu. Jika jumlah saksi Hanura Kabupaten Probolinggo sebanyak 2.300, maka dana yang harus dicairkan oleh partai sebe-

sar Rp.230 juta. “Sedangkan dana saksi yang mendapatkan rekom sebanyak 300 orang itu, pendanaanya langsung ditekel oleh caleg DPR RI, karena yang telah memberikan rekomendasi ke pusat. Jadi dananya tidak ada di DPC,” kilahnya. Meski dana saksi tersebut tidak cair, namun partai masih mau bertanggungjawab. Sesuai himbauan yang diterima oleh Kasiyono dari DPP Hanura, dana saksi bisa dicairkan dengan menukar form C 1, setelah saksi itu mendapatkan surat mandat dari DPC Hanura Kabupaten Probolinggo. “Form C 1 itu nanti kita ajukan ke partai untuk mendapatkan pengganti honor saksi,” pungkasnya. =Muhammad Sugianto

PEMILU

Banyak Lansia Salah Nyoblos PROBOLINGGO – Pemilu legislatif tahun ini dinilai rumit. Pasalnya, selain harus mencoblos sebanyak empat kali, para pemilih juga mengaku kerepotan karena terlalu banyak calon yang harus dipilih. Terutama bagi kalangan lanjut usia (lansia). Salah satunya, Marsum, asal warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Pria yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu mengaku kerepotan saat mencoblos. “Banyak sekali calonnya,” katanya kepada wartawan, Kamis (10/4). Karena banyaknya caleg, iapun mengaku keliru saat mencoblos. Salahnya mencoblos terhadap salah satu caleg yang didukungnya itu, karena kertas suaranya berukuran besar. Sehingga harus membuka semua lipatan. “Kalau lipatannya tidak dibuka semua. Nama caleg tidak akan kelihatan,” katanya. Dia menjelaskan, untuk membuka lipatan kertas suara tersebut, tidak hanya pada satu kertas suara saja. Tetapi ada empat kertas suara yang harus dibuka satu

persatu. Yakni kertas suara untuk DPD, DPR RI, DPR Propinsi Jatim dan DPRD Kabupaten/Kota. “Daripada bingung-bingung saya coblos seadanya saja,” aku Marsum. Kesulitan mencoblos pada kertas suara tersebut, tidak hanya dialami oleh Marsum. Namun juga pada pemilih lainnya. Terutama bagi mereka yang berumur lansia mengaku kerepotan saat mencoblos caleg. “Daripada bingung-bingung saya nyoblos gambarnya saja,” terang Mbok Ning yang mengaku mencoblos di TPS 10 Kelurahan Triwung Kidul. Saat mencoblos di TPS-nya, dia mengaku bingung karena langsung diberi empat kertas suara oleh petugas. Selain banyak kalangan lansia yang mencoblos gambar partai, ada juga yang tidak mencoblos meskipun sudah datang ke TPS. Terbukti, saat penghitungan suara itu, banyak kertas suara yang masih utuh. Sehingga dianggap tidak sah, walaupun si pemilih sudah datang ke TPS. “Saya terpaksa tidak mencoblos dan hanya mengembalikan kertas suara itu ke kotak, karena bingung,” kata seorang lansia lainnya. =Muhammad Sugianto


Probolinggo

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 NO. 0340| TAHUN III

13

Kesalahan Administrasi

Rekapitulasi Suara Macet

MENCOBLOS: Tingginya permainan politik uang antar calon legislatif (caleg).

Caleg Mulai Sakit Kepala Massa Caleg Berkantong Tipis Jadi Sasaran Tembak PROBOLINGGO – Tingginya permainan politik uang antar calon legislatif (caleg) membuat sosok caleg yang mengeluarkan uang mulai sakit kepala. Pasalnya uang yang dipermainkannya tidak sesuai dengan harapan suara yang diperolehnya. Permainan politik uang cenderung lebih kental dilakukan oleh caleg DPRD di tingkat kabupaten atau kota. Rata-rata uang yang dikeluarkan caleg pada daerah pemilihannya bervariatif, mulai dari Rp 100 – 500 juta. Menurut pengakuan salah satu Caleg Hanura Ahmad, dirinya tidak bisa mendongkrak suara yang segnifikan dalam pileg kemarin. Sebab dia mengaku massa yang milikinya terseret oleh bujukan caleg yang mengeluarkan uang. “Padahal massa saya kemarin sesuai data dinilai sudah banyak. Tetapi ketika hari pencoblosan hasil suara yang mencoblos hanya sebagian kecil dan cendrung di setiap TPS tidak ada suara yang mendukung,” terangnya kepada wartawan, Kamis (10/9). Hilangnya massa riil yang sudah dimilikinya, Ahmad menduga mereka tergiring rayuan para tim sukses caleg membeli suaranya untuk beralih mendukungnya. Karena sudah diberikan uang, mereka kebanyakan tertarik dan mau ikut dengan pilihan caleg tersebut.“Berdasarkan informasi mereka diberikan uang mulai dari Rp 20 sampai dengan 50 ribu perorang,” katanya. Dia juga mengaku, kalau dirinya memang tidak mengelu-

arkan uang pada malam H untuk massa yang telah dikantongi sebelumnya. Sebab, permainan uang tersebut bukan jalan politik bagi dirinya. “Kalau sudah menggunakan uang dalam pileg untuk membeli suara pemilih, secara otomatis caleg yang dipilihnya menjadi perwakilan rakyat, saya kira mereka sulit untuk memikirkan rakyat,” tegas Ahmad. Lebih jauh Ahmad mengungkapkan, persaingan caleg juga akan berdampak dengan idealisme caleg dalam mengawal aspirasi rakyat.“Kalau dia sudah banyak uang yang dikeluarkan maka dia akan berfikir untuk mengembalikan biaya dalam waktu pencalekannya,”ucapnya. Caleg yang mengeleuarkan uang dengan modal pas-pasan banyak yang pusing. Sebab uang yang diberikannya relatif kecil. Karena sudah tertutupi suarnya dengan nominal uang lebih besar dari caleg lain.“Jadi pemilih juga akan pindah haluan, Siapa yang lebih besar maka pemilih akan mendukungnya,” tutur Ahmad. Pemilih Terkontaminasi Ulah Dewan Sikap politik para pemilih pileg sudah mulai beralih garis menuju politik yang bersifat tran-

saksional. Menurut Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Bedug Institute Probolinggo, Mushafi Miftah mengatakan, rusaknya pola piker dan idealisme pemilih memang sudah mulai berubah. Sebab mereka (Pemilih, red) sudah banyak dikecewakan oleh politisi yang duduk di kusri dewan. “Kalau sudah jadi kebanyakan dewan tidak memikirkan nasib rakyat namun mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi,” jelasnya. Melihat kondisi tersebut Mushaf, mengingatkan, kalau pola politik caleg yang menggunakan uang untuk membeli suara pemilih merupakan langkah politik yang dinilai salah. Sebab pemilih akan tergiur dengan melihat besaran uang yang diberikannya.“Mereka tidak akan memilih figur yang layak dan pantas menjadi perwakilannya,” katanya. Dia berharap kepada para caleg yang sudah terpilih nantinya, untuk menepati janji yang telah menjadi misi pada waktu mencalonkan diri.“Janji tersebut harus dibuktikan jangan hanya menjadi janjijanji bohong,” ucapnya. Sementara itu, Mushaf untuk merubah reliata yang terjadi ditubuh para pemilih, perlu adanya sebuah pemahaman dan pencerah dengan melakukan pendidikan politik kepada pemilih. “Kalau ini dibiarkan terus menerus dan berlarut larut maka demokrasi bangsa ini akan rusak,”pugkasnya. =Mahfud Hidayatullah

PROBOLINGGO - Proses rekapitulasi suara di tingkat PPS atau kelurahan terhambat akibat banyaknya kesalahan administrasi. Sebagian Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) salah dalam mengisi berbagai formulir yang disyaratkan ketika melaporkan berita acara hasil pemungutan. Masih banyak kelurahan belum berhasil memplenokan hasil pemungutan hingga Kamis (10/04) sore. Kesalahan tersebut terjadi akibat faktor kelelahan serta adanya beberapa anggota KPPS yang kurang memahami prosedur operasional pelaksanaan Pemilu. Misalnya, seharusnya formulir dilampirkan sebanyak delapan lembar, ternyata hanya ada satu. “Kesalahan itu karena proses rekapitulasi dan perhitungan di TPS memakan waktu berjam-jam, bahkan ada yang semalam suntuk,” tutur Hendrik, Anggota PPS disalah satu kelurahan Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Pihak PPS tidak bisa membantu pembetulan formulir karena tugas itu mutlak kewenangan KPPS. KPPS harus menyelesaikan sendiri berbagai kekurangan, termasuk meminta tanda tangan para saksi. Pihaknya menambahkan, sebanyak 11 TPS di wilayahnya berhasil menyelesaikan rekapitulasi di tingkat KPPS. Masih ada satu KPPS di yang belum melaporkan berita acara kepada PPS. Menurutnya, sebagian KPPS belum memahami pelaksanaan Pemilu karena hanya sebentar

mempelajari standar operasional prosedur (SOP) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Turunnya SOP memang terlalu mepet dengan Pemilu, namun kami maksimalkan bimbingan teknis untuk KPPS. Mereka secara umum sudah paham,”ucap Hendrik. Hari Ini Rekap Tingkat PPS Rekapitulasi perhitungan suara pemilihan umum legislatif (pileg) dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan di Kota Probolinggo akan dilakukan hari ini, Jumat (11/4), sebagai acuan untuk diteruskan ke tingkat kecamatan. Komisionaris KPU Kota Probolinggo, Eko Purwanto, mengatakan petugas di tingkat kelurahan meminta waktu untuk menyelesaikan perhitungan suara. Permintaan tersebut memungkinkan untuk direalisasikan karena dengan sesuai jadwal penyerahan dari PPS kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Saya bisa memahami kalau memang baru bisa dilakukan pada Jumat atau Sabtu. Petugas juga perlu waktu istirahat untuk menyelesaikan perhitungan ini,” ujarnya. Setelah di PPS, nantinya formulir model C1 selain diteruskan ke PPK juga akan diteruskan ke KPU Kota Balikpapan. Formulir yang diserahkan ini menjadi data pembanding guna meminimalisir terjadinya kecurangan dalam proses perhitungan. =M.Hisbullah Huda

REKAPITULASI: Proses perhitungan di TPS memakan waktu berjam-jam, bahkan ada yang semalam suntuk.


14

KORAN MADURA

Probolinggo

JUMAT 11 APRIL 2014|NO. 0340|TAHUN III

Caleg Terpilih Harus Tepati Janji PROBOLINGGO - Sejumlah warga yang ikut memilih calon anggota legislatif di Kota Probolinggo meminta kepada caleg yang terpilih menepati janji yang pernah disampaikan baik secara langsung kepada warga atau pada masa kampanye. Harapan tersebut disampaikan beberapa warga Kota Probolinggo, Kamis (10/4) di sela ikut mencoblos pada Pemilu legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD I, dan DPRD II. “Janji adalah utang dan harus direalisasikan, sebab jika tak ditepati, selain berdosa kepada warga juga kepada sang Khalik,” kata Mariatun, seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Kanigaran Kota Probolinggo. Hal sama juga disampaikan Nuriah, warga Kelurahan Sumbertaman yang berharap, janji caleg selama ini cukup banyak termas-

uk mensejahterakan masyarakat. Karena itu, harapan itu harus benar-benar direalisasikan. “Harapan kami, kepada bapak-bapak atau ibu-ibu yang terpilih, jadi anggota dewan bukan sebagai tempat bekerja hidupkan diri sendiri. Tetapi jadi pejuang masyarakat di parlemen,” katanya. Pihaknya meminta agar para caleg, jangan hanya mengumbar janji ke masyarakat saat berkampanye. Namun ketika terpilih, harus menepati janjinya. “Kami minta kepada para caleg, jan-

gan hanya janji-janji tetapi tidak tepati,”kata Nuriah. Nuriah meminta, janji yang disampaikan harus tertulis atau semacam perjanjian yang ditandatangai masyarakat dan caleg yang berjanji. “Caleg harus berani membuat janjinya secara tertulis dan ditanda tangani oleh dirinya dan masyarakat. Dengan demikian, secara tidak langsung mengikat dan mudah dikontrol masyarakat,”tandasnya. Perjanjian secara tertulis, lanjut dia, penting karena, para caleg yang marak menyebar janji ke warga di pesta demokrasi sebelumnya, tidak menepatinya ketika terpilih duduk di kursi legislator. Dia mulai melupakan janjinya ketika terpilih, malah lebih memilih mengurus kepentingan pribadi. “Banyak caleg yang saat kampanye ban-

yak umbar janji, tetapi ketika dipilih, mulai melupakan semua janjinya,” ucapnya. Kebiasaan caleg melupakan janji, secara tidak langsung membiarkan keterpurukan pelayanan publik yang didapatkan masyarakat. Pelayanan publik yang seharusnya dikontrol sebagai salah satu fungsi legislator tidak berlaku. Misalnya pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Hampir tiap tahun bidang pendidikan dan kesehatan, jalan ditempat. Bidang kesehatan, lanjutnya, banyak puskesmas pembantu (pustu) tidak difungsikan secara baik. Kebanyakan warga mengeluh karena susah mendapat layanan kesehatan karena kekurangan bidang dan petugas kesehatan serta dokter. “Bukan masalah baru, masalah

sudah lama tetapi masih saja terjadi,” katanya. Dia mengaku, permasalahan di dua bidang itu banyak didapati oleh pihaknya ketika melakukan pemantauan di lapangan. “Selain itu, kami juga selalu mendapat pengaduan dari warga terkait kedua bidang ini,” ucap Nuriah. Dia menambahkan, bukan hanya bidang itu, bidang-bidang lain juga masih bermasalah. Pihaknya berharap, mengacu pada segudang masalah di bidang pendidikan dan kesehatan serta bidang lain, para caleg yang menjanjikan perbaikan pendidikan dan kesehatan serta bidang lain, harus menepatinya. “Jangan tinggal janji dan janji tetapi tidak ada realisasi,” pungkasnya. =M.Hisbullah Huda

pileg

KPU Mengaku Sudah Melakukan TPS Keliling

PROBOLINGGO - Pasien rumah sakit umum Waluyo

jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo, tidak mencoblos

pada pemilu legisaltif Rabu (9/4) kemarin, KPU Kabu-

paten Probolinggo mengaku kalau tidak mencoblosnya

pasien bukan kesalahan pihaknya. “Kemarin pihaknya sudah menawarkan pasien untuk pemilih di rumah sakit tersebut,” terang Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Zubaidi, Kamis (10/4). Namun ketika pihakya sudah melakukan penawaran, pasien yang ada disana tidak bisa menyumbangkan sauaranya. Zubaidi mengaku kalau tidak bisanya melakukan pencoblosan, sebab pasien rumah sakit tidak bisa menujukkan kartu A5 dari PPS yang ada di desanya.“Padahal surat tersebut merupakan syarat untuk dapat memilih daera lain,” ujarnya. Dia juga mengatakan, pemilih yang ada di rumah sakit tersebut memang tidak paham tata cara mencoblos di TPS lain.Padahal untuk mengurus surat tersebut membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari.“Jadi ini bukan kesalahan KPU jika dikatakan tidak melayani pemilih di rumah sakit,” tegas Zubaidi. Sementara itu, Anggota Panwas Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim, menegaskan, memang kalau masalah tersebut bukan kesalahan KPU namun, itu karena ketidak pahaman pemilih.“Mereka memang sudah tidak paham akan pentingnya memilih,” ungkapnya. =Mahfud Hidayatullah


KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

15 Olahraga 15

JUMAT 11 APRIL 2014 No. 0340 | TAHUN III

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

Gol Evra Bangunkan Bayern Muenchen MUNICH - Kemenangan 3-1 yang diraih Bayern Muenchen atas Manchester United (MU) pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (10/4) dini hari WIB kemarin mengantar klub berjulukkan Hollywood itu ke semifinal. Tetapi kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Bahkan, kalau saja MU tidak melakukan kesalahan di lini belakang, Muenchen bisa saja tersingkir. Pasalnya, MU sukses unggul terlebih dahulu berkat gol indah melalui tendangan kaki kiri dari jarak jauh Patrice Evra di babak kedua sebelum disamakan oleh Mario Mandzukic melalui sundulan dan dua gol kemenangan masing-masing dari Tomas Mueller dan Arjen Robben. Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 45 menit pertama, sebelum empat gol itu lahir di babak kedua. Menurut Robben, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Baginya, gol Patrice Evra menjadi lonceng yang membangunkan mereka dari keterlenaan. “Mereka mencetak gol pertama dan menempatkan kami dalam kesulitan. Tetapi pada akhirnya posisi 3-1 adalah hasil yang sangat bagus,” kata Robben yang pernah berseragam Chelsea itu. Dia melanjutkan, “Sangat penting bahwa kami mencetak gol penyama kedudu-

kan hanya beberapa menit setelah mereka mencetak gol pertama. Ini hari yang krusial. Gol ini semacam lonceng yang membangunkan kami karena dalam 10 menit pertama babak kedua, kami bermain dengan cara yang membahayakan lawan. Kami menyerang lawan dan memainkan gaya sepakbola kami. Mereka hanya mengandalkan serangan balik dan dengan sejumlah pemain hebat yang dimiliki, serangan balik cepat mereka sangat berbahaya.” Menurut Robben mereka terlalu bermain hati-hati. Memasuki babak kedua, mereka justru bermain buruk dan MU

menghukum mereka dengan gol Evra. “Untunglah kami bisa membalikkan keadaan,” ucap mantan pemain sayap Real Madrid ini. Sedangkan pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola mengakui bahwa laga ini berjalan sangat ketat. “Saya sudah menduga pertandingan ini berjalan ketat. Ini perempat final Liga Champions dan mereka harus mencetak gol. Mereka juga menjaga tidak kebobolan dengan menempatkan delapan pemain di kotak penalti mereka. Taktik yang sama terjadi Old Trafford pekan lalu,” kata mantan pelatih Barcelona itu. Dia melanjutkan, “Tetapi kami bersabar dan cukup beruntung dengan sentuhan-sentuhan akhir. Kami memutuskan untuk sedikit menguasai bola di lapangan tengah dan bermain melebar. Mereka bertahan dengan baik. Ketika posisi 1-1, kami bermain lebih baik lagi dan kami layak masuk semifinal. Sekarang kami berada di sana dan saya sangat bangga dengan tim ini.” Sementara itu, pelatih MU David Moyes mengkritik pertahanan MU yang begitu rapuh sehingga gawang David De Gea bisa dirobek tiga kali oleh para pemain Muenchen. Bahkan Moyes mengolok-olok para pemain belakangnya seperti anakanak sekolahan. Dia pun mengingatkan para pemainnya untuk tidak boleh mengulangi lagi kesalahan seperti ini pada laga-laga selanjutnya. “Kami mendapat pengalaman yang cukup malam ini dan memastikan bahwa tidak akan melakukan lagi di waktu mendatang,” tutupnya. =SKY SPORTS/ESPN/AJI

LIGA PRIMER INGGRIS

Arsenal Harus Fokus di Piala FA LONDON - Peluang Arsenal untuk meraih gelar juara Liga Utama Inggris musim ini sangat kecil karena tertinggal 10 poin dari Liverpool di puncak klasemen sementara. Meski demikian, dengan sisa lima pertandingan, mereka masih bisa meraih trofi itu, asalkan Liverpool, Chelsea dan Manchester City selalu kalah dalam laga-laga sisa dan Arsenal menang terus. Tetapi kalau mengalami kekalahan dalam lagalaga sisa itu maka posisi keempat pun bisa saja terlepas dari tangan “The Gunners”. Peluang yang lebih besar bagi Arsenal untuk meraih trofi musim ini adalah gelar juara Piala FA. Anak-anak asuh Arsene

Wenger itu pun diminta untuk fokus pada laga semifinal kompetisi nomor dua di Inggris itu pada akhir pekan ini melawan finalis musim lalu, Wigan Athletic. Kalau bisa melewati Wigan, mereka akan ditantang oleh Hull City atau Sheffield United di partai puncak nanti. Sementara itu, di Liga Primer Inggris, Arsenal menghuni posisi keempat. Tim dari London Utara itu juga belum aman di zona empat besar. Everton yang berada di posisi kelima akan menggeser mereka kalau menang pada akhir pekan ini. Menurut mantan kiper legendaris Timnas Inggris David Seaman, sebuah trofi Piala FA

akan lebih berharga dan bermanfaat untuk Arsenal dalam jangka panjang daripada sekadar finis empat besar dan lolos ke Liga Champions. Pasalnya, ‘Meriam London’ sudah begitu lama tak mengangkat piala sejak jadi juara Piala FA 2005. “Saya akan memprioritaskan memenangi Piala FA di atas finis empat besar. Arsenal sudah berada di Liga Champions sejak kompetisi itu dimulai. Tampaknya itu tak berarti apa-apa. Itu memang pencapaian yang hebat, tapi kami ingin memenangi sesuatu dan Piala FA akan bagus,” ujarnya. Dia melanjutkan, “Bagi Arsenal, memenangi trofi sangat berarti dalam delapan tahun tera-

khir. Tekanannya makin besar dan semua orang telah menganggap ‘Anda tak memenangi apaapa’. Saya sangat ingin mereka memenangi Piala FA. Memenangi Piala FA dan finis empat besar, maka saya pikir semua orang akan bahagia di Arsenal.” “Tapi, tekanannya membesar dan makin berat dan makin berat. Emirates sangat lapar trofi. Piala FA masih sangat prestisius. Saya memenanginya empat kali, kalah di final sekali. Saya tak akan pernah melupakan pertandingan final dan bahkan pertandingan babak ketiga ketika Anda bertemu lawan-lawan dari non-liga,” kata penjaga gawang Arsenal pada periode 1990-2003 ini. =ESPN/AJI


16

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

62 HARI LAGI

GOL EVRA BANGUNKAN MUENCHEN

ARSENAL HARUS FOKUS DI PIALA FA OLAHRAGA | 15

OLAHRAGA | 15

Olahraga KORAN MADURA

16

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

Susah Bongkar Pertahanan Atletico

Barcelona Tersingkir MADRID - Pelatih Barcelona Gerardo Tata Martino mengaku, timnya kesulitan membongkar pertahanan Atletico Madrid pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di Vicente Calderon, Kamis (10/4) dini hari WIB. Kesulitan mengembangkan permainan di kotak penalti lawan membuat “El Barca” harus menelan kekalahan 0-1 dan tersingkir dari Liga Champions musim ini. Barcelona kalah agregat 1-2 dari Atletico, setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Camp Nou pekan lalu. Berhasil mencetak satu gol di Camp Nou sangat menguntungkan Atletico karena hanya butuh hasil imbang tanpa gol pada laga ini. Kegagalan tersebut menjadi derita bagi El Barca karena inilah untuk pertama kalinya, tim Catalan itu gagal tembus ke semifinal Liga Champions dalam tujuh tahun terakhir. Sebaliknya, Atletico menyambut keberhasilan ini dengan suka cita dan gegap gempita karena inilah semifinal pertama mereka di Liga Champions dalam 40 tahun terakhir. Pada laga itu, Atletico menerapkan taktik mencuri gol cepat. Taktik ini berjalan mulus karena mereka bisa mencetak gol pada menit ke-5 melalui Koke yang memanfaatkan bola umpan kepala Adrian Lopez di mulut gawang. Sebelum mengirim ke Koke, Adrian mendapat bola umpan lambung David Villa di dalam kotak penalti sebelah kanan lawan. Setelah unggul satu gol, Atletico lalu bermain bertahan. Sepanjang laga, Barcelona sukses mengurung pertahanan tuan rumah, tetpai Lionel Messi dan kawan-kawan gagal mencetak gol hingga laga usai. Padahal, satu gol akan sangat mengubah jalannya pertandingan. “Ketika Atletico lebih baik, mereka sukses mencetak gol. Sementara kami memiliki banyak peluang, tetapi hanya satu gol yang bisa kami ciptakan akan sangat mengubah jalannya pertandingan. Pada titik tertentu, kami tidak bermain seperti yang kami inginkan dengan alasan bagaimana lawan bermain. Atletico memarkir banyak pemain di kotak penalti. Mereka bertahan dengan sangat baik dan kami kesulitan melihat celah untuk merobek gawang mereka,” kata Martino. Setelah gol Koke ke gawang Jose Pinto, Vi-

cente Calderon, kadang Atletico menjadi seperti batu karang untuk Barcelona. Kondisi ini mengingatkan Tata Martino akan pengalaman di tanah kelahirannya, Argentina. “Suasana ini sulit ditemukan di Eropa, tetapi hal seperti ini sangat biasa di Argentina. Kami harus terus berjuang dalam dua kompetisi yang masih kami ikuti, yaitu La Liga dan Copa del Rey,” tambah Tata Martino lagi. Sedangkan gelandang Barcelona Xavi Hernandez menilai, timnya tidak layak kalah dalam pertandingan ini. Pasalnya mereka menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang dominan. “Saya tidak tahu kalau mereka layak menang. Kami akan menyaksikan lagi pertandingan ini,” kata Xavi. Dia menambahkan, “Kami memiliki empat atau lima peluang mencetak gol dan mereka hanya memiliki satu peluang dalam 15 menit pertama pertandigan. Sisanya, pertandingan ini sebenarnya milik kami.” Sementara itu, pelatih Atletico Diego Simeone mengakui atmosfer di Vicente Calderon sangat membantu anak-anak asuhnya mengalahkan Barcelona dan lolos ke semifinal. “Atmosfernya luar biasa. Suasana ini tidak berdampak kepada Barcelona karena mereka juga memiliki amosfer serupa (Camp Nou), tetapi ini sangat mempengaruhi pemain kami. Atmosfer seperti ini memberi energi positif yang luar biasa besar,” kata pelatih yang juga berasal dari Argentina itu. Mantan pemain Atletico Madrid itu juga memuji para pemainnya yang berjuang

keras menahan gempuran Barcelona. “Ketika seseorang bekerja seperti yang mereka lakukan, maka kita tidak punya kata-kata lagi untuk memujinya. Sejujurnya, saya sangat mengagumi para pemain ini lebih dari rasa afeksi saya sebagai manusia. Saya kagum pada pengorbanan diri mereka, cara mereka bekerja dalam tim dan seolah tidak pernah kehabisan tenaga,” paparnya. =ESPN/SKY SPORTS/AJI

Gelandang Atletico Madrid Koke (kiri) merayakan golnya ke gawang Barcelona bersama David Villa. Atletico mengalahkan Barca 1-0 di Vicente Calderon, Kamis (10/4) dini hari WIB


JUMAT 11 APRIL 2014 No. 0340 | TAHUN III

SABTU, DISTRIBUSI SOAL UN DARATAN SUMENEP | C

KORAN MADURA

NADIA UTAMI JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III JALANI HIDUP DENGAN PENUH ARTI

A

NETER KOLENANG |P

Taneyan Lanjang KORAN MADURA

Puting Beliung

Mengamuk 19 Rumah Mengalami Kerusakan

PAMEKASAN - Angin puting beliung kembali terjadi di Pamekasan sekitar pukul 12. 30 kemarin siang (10/4). Sedikitnya menerjang 19 rumah penduduk. 15 rumah di Dusun Serkeser Dejeh, Desa Buddangan, dan 4 rumah di Dusun Murtajih, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu. Puting beliung juga menumbangkan dua pohon asam di pinggir Jl Raya Sumenep dan menerjang satu gudang salah satu perusahaan rokok di Jl Pasar Pao. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Menurut salah satu korban, Husnul Kalam, 55, warga Dusun Serkeser Dejeh, saat itu cuaca mendung sangat gelap. Semua warga masuk rumah, karena akan turun hujan. Namun setelah warga masuk rumah, bukan hujan yang turun, malah angin tornado yang datang disertai suara gemuruh. Warga lantas ke luar rumah dengan tujuan menyelamatkan diri, karena takut rumah mereka roboh diterjang puting beliung. “Kami pasrah, tidak masalah rumah kami roboh, yang penting kami selamat,” kata Husnul. Warga menyaksikan sendiri bagaimana puting beliung menerjang rumah mereka. Rata-rata kerusakan ada di bagian atap rumah. Atap yang terbuat dari seng dan asbes beterbangan dibawa angin. Selain itu, tak sedikit atap genting amburadul dan pecah akibat diacak-acak tornado. Bahkan ada satu rumah warga yang tembok bagian atasnya sampai retak-retak, setelah angin kencang menerjang kerangka atap rumah. Menurut Kepala Desa (Kades) Buddagan Samsul Arifin, ada empat rumah warganya yang rusak parah. Ada 11 rumah yang mengalami rusak sedang. Jumlah tersebut berdasar

pendataan yang dilakukan paska kejadian. Selanjutnya akan segera dilaporkan ke kecamatan dan Pemkab Pamekasan. “Kerugian dari 15 rumah yang rusak itu kurang lebih Rp 40 juta. Semoga ada bantuan dari pemerintah untuk warga saya yang menjadi korban ini,” harapnya. Kepala Bidang (Kabid) Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pamekasan, Achmad Subaidi menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait rumah warga yang menjadi korban. Ia mengaku sudah menerima data terkait korban puting beliung dari aparat desa setempat, namun masih dilakukan pengecekan ke lapangan untuk mendata tingkat kerusakannya. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

MADURA

Sumenep

JUMAT 11 APRIL 2014 No. 0340 | TAHUN III

Pencoblosan Ulang 13 April Pengawas Pemilu: Junjung Asas Profesionalitas SUMENEP – Pemungutan suara di TPS yang surat suaranya tertukar akan dilakukan Minggu 13 April nanti. Surat suara yang tertukar terjadi di delapan TPS di Kecamatan Ambunten (dua TPS) dan Kecamatan Batuputih (enam TPS). KPU mengaku sudah menarik surat suara yang tertukar tersebut. “Sesuai rapat pleno, insya Allah kalau tidak ada aral melintang, pencoblosan ulang terhadap delapan TPS itu akan dilaksanakan pada tanggal 13 April mendatang,” kata Ketua KPU Sumenep Thaha Shamadi, Kamis (10/4). Pertimbangan KPU menentukan pencoblosan pada 13 April, selain hasil koordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur, juga semua logistik untuk kepentingan pencoblosan ulang dipastikan sudah tersedia dan terpenuhi semua. “Semua logistik pada delapan TPS yang sempat terpakai itu sudah ditarik dan akan diganti semua. Sekarang sudah diamankan di PPK. Termasuk hasil koordinasi kami dengan KPU Provinsi, selain bersamaan dengan semua TPS yang dinyatakan diulang di semua daerah, pula akan dilakukan pencoblosan

terhadap empat jenis suara. Jadi, tidak hanya 1 atau 2 jenis suara saja, tetapi akan diulang semuanya. Karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan,” jelasnya Melakukan pemungutan suara ulang terhadap 4 jenis suara bukan tanpa alasan, KPU menginginkan ada ketepatan dalam penghitungan semua surat suara. “Selain itu, di beberapa TPS itu juga terjadi situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga dikhawatirkan, kalau hanya dilakukan pencoblosan ulang terhadap satu jenis suara akan memiliki dampak besar terhadap ketepatan dalam penghitungan,” terang Thaha. Kini, KPU hanya menunggu sebeberapa cepat KPU provinsi melengkapi semua logistik yang dibutuhkan pada tanggal 13 April mendatang. “Karena seperti formulir C1 masih perlu di-

ganti, karena gara-gara formulir tersebut, kemarin ada beberap TPS yang kami hentikan saat melakukan pemungutan surat suara. Ini yang kami minta kepada KPU Provinsi agar segera melengkapi semua keperluan logistik,” tambahnya. Ketika ditanya lebih jauh terkait surat suara yang dibutuhkan oleh KPU dalam pemungutan surat suara ulang tersebut, Thaha menyebutkan bahwa KPU Sumenep kurang lebih butuh 2.500 surat suara. “Kurang lebih jumlah itu yang kami butuhkan, karena ini tidak jauh bedanya dengan pemilu yang baru digelar, semuanya baru. Andai hanya beberap TPS saja mungkin tidak usah ada pemungutan ulang, tetapi ini sudah sudah lebih dari 2 TPS, sehingga apapun harus dilengkapi dengan baik,” paparnya. Asas Profesionalitas Sementara itu, Ketua Panwslu Kabupaten Sumenep Zamrud Khan mengingatkan KPU agar menjunjung tinggi asas profesionalitas. “Jadi, KPU harus junjung asas profesionalitas dalam bekerja. Artinya, mereka

Thaha Shamadi

Ketua KPU Sumenep dituntut ekstra hati-hati dalam segala hal. Sebab salah sedikit, maka akan berakibat fatal tertahadap proses tahapan pemilu,” katanya. Zamrud mengingatkan agar pada pemungutan surat suara ulang yang akan dilaksanakan pada 13 April mendatang, sebelum didistribusikan ke beberapa daerah, KPU harus menghintung dan melihat surat suara dari dapil perdapil, agar tidak salah memasukkan surat suara. “Saya kira, tertukarnya su-

rat suara yang terjadi kemarin merupakan pengalaman pahit terhadap pemilu 2014. Ini tidak akan pernah terlupakan, bahkan publik sudah bisa mengartikan sendiri seperti apa kinerja KPU,” tegasnya. Zamrud mengharap agar pengalaman kemarin tidak perlu terjadi lagi. Agar pemilu itu berjalan sesuai yang diharapkan. “Kami akan terus mengawal proses tahapan pemilu hingga tuntas, termasuk akan mengawal ketat pemungutan suara ulang di 8 TPS tersebut. Silahkan KPU laksanakan dengan asas profesionalitas,” pintanya. Ia juga minta agar KPU juga gencar melakukan sosialiasi ketika ada perubahan regulasi terkait sistem pemilu. “Banyaknya regulasi yang berubahubah membuat masyarakat kian bingung dalam ikut serta dalam pemilu. Sebab seringkali regulasi pemilu sering berubah-ubah. Jika memang ada perubahan, maka sosialiasasi itu harus gencar dilaksanakan kepada masyarakat, agar mereka tidak salah mengartikan,” tandasnya. =SYAMSUNI/MK

GILIGENTING

PPL Disinyalir Intervensi KPPS

TEMUAN POLITIK UANG. Anggota Panwaslu Kabupaten Pasuruan menunjukkan sejumlah bukti politik uang berupa amplop berisi uang dan gambar caleg di Kantor Panwaslu Kabupaten Pasuruan, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jatim, Kamis (10/4). Panwaslu Kabupaten Pasuruan mendapat temuan 13 kasus politik uang di delapan Kecamatan.

SUMENEP – Pemungutan suara pemilu legislatif di TPS 10 Desa Lombang Kecamatan Giligenting, Rabu (10/4) sekitar pukul 09.00 sempat ditunda. Penyebabnya, anggota PPL berinisial A diduga melakukan intervensi KPPS. “Aksi yang diperagakan oleh oknum PPL itu dirasa sangat mengganggu pelaksanaan pemungutan suara. Sebab, ulah oknum tersebut justru bertentangan dengan panduan KPPS sebagaimana diatur dalam PKPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara DPR, DPD dan DPRD,” cerita Sudarno, tokoh masyarakat Giligenting. Anggota PPL tersebut tidak memperkenankan tuna netra didampingi panitia saat di bilik untuk mencoblos. Akibatnya, pemungutan suara sempat ditunda karena warga protes. Ulah anggota PPL tersebut disinyalir berdampak pada antusiasme pemilih.

“Buktinya, dari 543 undangan hak pilih di TPS 10 Desa Lombang, pemilih yang hadir menyusut menjadi 349 pemilih. Itu akibat dari ulah oknum PPL, setidaknya terdapat 3 pemilih tuna netra yang dibiarkan telantar di arena TPS 10 dan terpaksa gagal mencoblos garagara oknum PPL tersebut melarang mencoblos diwakili pendamping,” katanya kecewa. Padahal, kata Darsono, dalam panduan KPPS itu sudah jelas bagi pemilih yang memerlukan bantuan dapat didampingi petugas KPPS dengan terlebih dahulu mengisi formulis C-3. Pemungutan suara kembali dilanjutkan setelah sekitar satu jam vakum saat didatangi petugas panwas, polisi, dan TNI. Rekomendasi dari percekcokan itu, anggota PPL itu terpaksa dipindah ke TPS daerah lain. =ALI RIDHO/MK


Sumenep SURVEI PEROLEHAN KURSI

Proximity: PDI-P Raih Dua Kursi Sumenep - Hasil hitung cepat yang digelar Lembaga Survei Proximity menyebutkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendapatkan perolehan suara di Pulau Madura hingga dua kursi untuk DPR RI dengan perolehan suara partai 14,92 persen. "Namun, perolehan suara ini masih sementara, karena data penghitungan suara di TPS belum masuk secara keseluruhan. Jumlah tersebut bisa berubah," kata Direktur Proximity Whima Edi Nugroho di Sumenep, Kamis (10/4). Perolehan suara PDIP hingga memiliki perwakilan dua kursi di DPR RI ini meningkat dari pemilu sebelumnya. Sebab pada pemilu 2009 partai pimpinan Megawati Soekarno Putri di Madura hanya memiliki satu perwakilan saja. Sementara, dari 12 partai politik peserta pemilu yang ada di Pulau Madura, perolehan suara partai terbanyak berdasarkan data lembaga survei itu, adalah Partai Gerindra yakni 15,03 persen dan PDIP di urutan kedua, yakni 14,92 persen. Urutan ketiga adalah PKB 14,78 persen, lalu PPP 13,6 persen, Hanura 10,22 persen, Golkar 8,39 persen, Demokrat 7,7 persen, Nasdem 6,25 persen, PAN 6,05 persen, PKS 1,69 persen, PKPI 0,76 persen, dan terakhir PBB 0,53 persen. Jika mengacu pada survei yang dilakukannya pada tanggal 10-20 Maret 2014, PKB akan menang telak dengan perolehan suara untuk DPR RI Dapil Jatim XI Madura sebanyak 32 persen, PDIP 19,8 persen, PPP 11,4 persen, Demokrat 10,2 persen, Golkar dan Gerindra masing-masing 7,3 persen. "Dengan survei itu, maka 8 kursi untuk DPR RI Dapil Jatim XI Madura, akan didapat PKB 2 kursi penuh, dan PDIP 2 kursi (1 kursi penuh dan 1 kursi sisa suara). Kemudian Demokrat, PPP, Gerindra dan Golkar, masingmasing 1 kursi sisa suara," terangnya. Sementara Calon Anggota Legislatif (Caleg) PDIP Dapil Jatim XI Madura MH Said Abdullah mengaku bangga dengan perolehan sementara suara Pemilu Legislatif 2014, karena menurutnya, PDIP mulai diterima di masyarakat Madura. "Ini menunjukkan kalau kerja politik PDIP dihargai oleh masyarakat Madura. Catatan sejarah, baru MH Said Abdullah pelaksanaan Pemilu Caleg PDIP Dapil Legislatif kali ini PDIP Jatim XI Madura meraup suara di posisi kedua setelah PKB. Sungguh di luar dugaan," ungkapnya. Untuk itu, Said mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Madura yang telah memeberikan kepercayaan kepada PDIP pada Pileg tahun ini. "Kami yakin, tingginya suara PDIP adalah efek Jokowi dan kerja keras partai," katanya. Kendatipun demikian, pihaknya akan tetap menunggu hasil penghitungan KPU di empat kabupaten yang ada di Pulau Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. "Tapi biasanya hasil survei ini tidak akan jauh berbeda dengan hasil perhitungan manual," pungkas Said Abdullah. =ABDUL AZIZ/ANT

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

C

Sabtu, Didistribusi Soal UN Daratan Pengawas dari Perguruan Tinggi Ditambah

SIAGA. Kepala Seksi Kurikulum SLTP, SLTA, dan Kejuruan Dinas Pendidikan Sumenep Sri Agustina (kiri) siap siaga saat akan melakukan pendistribusian soal UN di tempat penyimpanan soal UN di Mapolres Sumenep.

SUMENEP – Naskah soal ujian nasional (UN) untuk daerah daratan Sumenep sampai saat ini masih belum didistribusikan. Sementara untuk daerah kepulauan seperti Kecamatan Arjasa, Kangayan, Nonggunong, dan Gayam sudah selesai didistribusikan, Kamis (10/4). Kasi Kurikulum, SLTP, SLTA dan Kejuruan Dinas Pendidikan Sumenep Sri Agustina mengatakan, distribusi UN untuk daerah daratan akan dilakukan pada Sabtu mendatang, atau H–1 pelaksaan UN. ”Memang sekarang jadwal terakhir untuk pendistribusian ke daerah kepuluan. Jadi kalau selesai hari ini, maka besar kemungkinan pendistribusian soal untuk daeran masih hari Sabtu mendatang,” terangnya, kemarin. Untuk memastikan kerahasiaan naskah soal UN, dalam pendistribusian naskah akan dikawal oleh polisi. Sementara untuk soal UN yang telah didistribusikan, untuk sementara waktu akan dititip di mapolsek. ”Dalam setiap pendistribusian, itu pasti dikawal oleh polisi,” katanya. Sementara Kapolres Sumenep AKBP Marjoko mengaku sudah membentuk tim untuk mengamankan pelaksanaan UN. ”Untuk pendistribusian soal UN, kami sudah bentuk tim,”

katanya. Tim tersebut bertugas menjaga keamanan pelaksaan UN. ”Jadi setiap kali pendistribusian itu, akan dikawal sebanyak 2-3 personel, baik personel dari polres maupun personel dari polsek setempat,” terangnya. Sementara pengawasan yang dilakukan Dinas Pendidikan Sumenep untuk memastikan naskah soal UN tidak bocor sebelum pelaksanaan, pengawas dari perguruan tinggi ditambah. Kata Tina, jika dalam satu penyelenggara terdiri dari empat ruang, maka pengawas dari perguruan tinggi satu orang. Jika ruangnanya sebanyak lima sampai sepuluh ruang, maka pengawsa dari perguruan tinggi sebanyak dua orang. ”Jika lebih dari itu (5-10 ruang), petugas dari PT sebanyak 3 orang,” terangnya. Sementara untuk setiap ruang, sambung Tina akan diikuti sebanyak 20 peserta, dengan dua orang pengawas ruangan.

Perubahan sistem pengawasan tersebut, menurut Tina, agar pelaksaan UN tahun 2014 benar-benar berjalan murni. Sebab pihaknya optimis jika pengawasannya diperketat, hasil UN pada tahun ini akan lebih murni dari tahun sebelumnya. ”Apalagi saat ini, hasil UN itu menjadi acuan PT,” tukasnya. Berdasarkan data yang dihimpun Koran Madura, peserta UN dari tingkat SMA negeri sebanyak 2.631 siswa, untuk SMA swasta 1.512 siswa, totalnya 4.158 siswa. Untuk peserta dari MAN sebanyak 2.528 siswa, dan dari MA swasta 3.001 peserta, jumlah total sebanyak 5.529 peserta. Peserta dari SMK negeri 1.035 perserta. Total jumlah peserta MA negeri /MA swasta/SMK negeri sebanyak 10.717 peserta. Sementara peserta UN tingkat SMP negeri sebanyak 5.566 siswa, SMP swasta 890 siswa, dengan total jumlah sebanyak 6476 siswa. Sedangkan peserta MTs negeri sebanyak 3.513 siswa, dan dari MTs swasta 4.077 siswa, total jumlah peserta sebanyak 8.220 siswa. Jumlah total peserta dari SMAN/SMA swasta/MTs negeri/MTs swasta sebanyak 14.696 siswa. =JUNAEDI/MK


D

KORAN MADURA

Sumenep

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

MIRAS

Minum Oplosan, Siswa SMA Tewas SUMENEP – J (17) warga Dusun Paderingan Barat, Desa Paberasan, kecamatan Kota, Sumenep, meninggal dunia usai menenggak minuman keras jenis oplosan, bersama rekan sekolahnya. Sementara nyawa D (15) rekan sekolah korban, berhasil diselamatkan, setelah keluarganya membawa korban membawanya ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) dr Moh Anwar Sumenep.

VISUALISASI JALAN SALIB. Sejumlah siswa melakukan teaterikal Visualisasi Jalan Salib di SMA St. Albertus, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/4). Kegiatan yang melibatkan puluhan siswa tersebut dilakukan untuk menyambut Paskah.

J yang masih duduk di bangku kelas III, dan D yang masih kelas I sebuah sekolah menengah atas di Sumenep, ditemukan tersungkur oleh warga setempat tak jauh dari rumahnya. Dua pemuda tanggung yang masih mengenakan seragam sekolah tersebut, diduga habis habis berpesta meras sepulang dari sekolah. Karena tubuh korban sudah tidak kuat akibat pengaruh alkohol, tubuh korban ambruk sebelum sampai ke rumahnya. Beruntung saat kejadian ada warga yang melihat dan mengantar korban ke rumah masingmasing. Namun apes, selang beberapa jam setelah korrban diantar ke rumahnya, nyawa J sudah melayang sebelum dibawa ke rumah sakit. Sedangkan nyawa D temannya, berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. “Saat kami pulang dari ladang, kami melihat sepeda motor roboh dipinggir, lalu kamisamperin, eh

tak tahunya ada pengendaranya disampingnya,” kata Salamet (40), waraga setempat yang pertama kali menemukan korban, Kamis (10/4). Setelah didekati, kondisi dua pengendara motor dalam kondisi tidak sadarkan diri, sehingga dirinya meminta bantuan warga yang lain untuk mengantar tubuh korban ke rumahnya. Namun baru sekitar 3 jam, dari mengantar korban, terdengar suara gaduh dari rumah korban, sehingga dirinya beserta masyarakat yang mendatangi rumah korban.“Kami terkejut sekali begitu mendengar suara gaduh dari rumah korban, setelah kami datangi ternyata korban yang kami antar sudah meninggal dunia,” sambungnya. Sementara Kapolsek Kota AKP Moh Heri, saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu kejadian, bahkan pihaknya mengaku baru mendengar kejadian tersebut dari wartawan.“Kami tidak tahu

kejadian itu, dan kami baru mendengar kejadian tersebut dari sampeyan, dimana kejadiannya,?” kata Moh Heri balik bertanya. Informasi yang berkembang di lapangan, korban memang sering ditemukan mabuk-mabukan oleh warga, namun pada saat mabok kondisi korban tidak sampai seperti saat, fisiknya masih kuat dan korban masih bisa pulang ke rumahnya. Tapi untuk saat ini tubuh korban pada saat ditemukan sudah tidak sadarkan diri, dari mulutnya keluar cairan dan tubuhnya menggigil kedinginan. “Waktu kami temukan tubuh korban sudah lemas dan tidak sadarkan diri, dan yang membuat kami takut, dari mulutnya keluar cairan berwarna hitam dan tubuhnya seperti menggigil kedinginan,” Sambung Kholiq, tetangga korban. Informasi lain dari rekan korban yang namanya tidak mau disebutkan, korban memang sering meminum minuman yang sudah dicampur, artinya kalau korban sudah minum pasti meminum minuman racikan. “Katanya sih minuman seperti itu adalah oplosan,” kata teman korban, sambil mengakhiri pembicaraan. =JUNAEDI

KEINDAHAN KOTA

Jangan Bongkar Muatan di Pinggir Jalan SUMENEP - Maraknya bongkar-pasang muatan di pinggir jalan di Jalan Trinojoyo, di sebelah barat pintu masuk Pasar Anom, dinilai sangat mengganggu kelancaraan lalu lintas. Zalwi mengatakan, jalan itu memang tampak semrawut, terlebih ketika pagi hari. Banyak truk dan pikap mengangkut barangbarang pedagang yang hendak berjualan di Pasar Anom. “Pasti mengganggu pengguna jalan lainnya, terutaman di pagi hari,” tuturnya. Menurutnya, seharusnya truk dan pikap itu bongkar pasang muatan di trotoar jalan, bukan di badan jalan, sehingga kesemrawutan tidak terjadi. ”Yang jelas itu mengganggu, sebab bongkar pasangnya bukan di trotoarnya, melainkan di badan jalan,” terangnya.

Pihaknya selaku warga setempat mengaku sangat resah dan meminta pihak terkait untuk segera mencarikan solusi. Sebab jika itu dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban. ”Kita semua tahu bahwa di jalan itu banyak kendaraan lewat, terutama di pagi hari banyak anak-anak sekolah. Kalau dalam keadaan tidak awas, dimungkinkan mereka akan kecelakaan gara-gara bongkar pasang muatan itu,” harapnya Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Abd Hadi tidak membantah, bahkan pihaknya sendiri mengaku sering menjumpai berbagai kendaraan yang sengaja melakukan bongkar pasang muatan di lokasi tersebut.

”Memang benar, jika di sana itu banyak pikap yang menurunkan barang di sana,” akunya. Kendati demikian, pihaknya selaku bagian dari pengatur jalannya lalin mengaku tidak bisa melakukan tindakan apa pun. Sebab berdasarkan pantauannya, tindakan itu tidak melanggar peraturan lalu lintas. ”Secara aturan itu tidak melanggar, kalau kelancaran lalin mungkin ya,” terangnya Oleh sebab itu, lanjut Hadi, agar lalin di jalan tersebut normal seperti sediakala, pihaknya mengaku sudah mengarahkan para sopir untuk melakukan bongkarpasang muatan di tempat berbeda, yakni di terminal Kargo, bekas terminal lama Sumenep. ”Kita arahkan untuk bongkar-pasang muatan di sana,” terangnya

Kondisi Jalan Trunojoyo di depan pintu masuk Pasar Anom sedang lengang, Kamis (10/9).

Untuk terus mengarahkan sopir agar tidak bongkar-pasang di pinggir jalan Trunojoyo tersebut, Hadi mengaku akan terus menyiagakan petugas dari Dishub di lokasi tersebut. Mengenai kemungkinan akan

diberikan sanksi bagi truk dan pikap yang ditemukan bandel masih bongkar-pasang di pinggir jalan tersebut, pihaknya memastikan tidak ada sanksi, sebab bukan masuk pelanggaran lalu lintas. =JUNAEDI/MK


KORAN MADURA

Sumenep

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

E

BELUM DIPERBAIKI. Pengendara melintas di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (10/9). Trotoar di depan kantor tersebut rusak akibat pelebaran jalan dan belum diperbaiki.

Trotoar Depan Pemkab Masih Dibiarkan Rusak JCW: Cikatarung Terkesan Lepas Tangan SUMENEP – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Sumenep dinilai lamban membenahi trotoar yang rusak akibat pelebaran jalan di Jalan dr. Cipto, tepatnya di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Sampai saat ini, trotoar sekitar 500 meter itu dibiarkan mangkrak. Anggota Jatim Corruption Watch Abd. Rahman mengatakan seharusnya PU Cikatarung lebih sigap dalam memperbaiki trotoar yang rusak akibat pelebaran jalan tesebut. ”Kan pekerjaan pelebaran jalan itu sudah lama selesai, maka seharusnya itu sudah selesai juga diperbaiki,” katanya. Tidak segera dilakukan perbaikan itu mengindikasikan ketidaksiapan Pemkab Sumenep dalam menata infrastruktur yang ada. ”Ini kan menunjukkan kelalaian, mengapa jika tidak siap

masih dikerjakan, ini kan sama halnya satker terkait lepas tangan namanya,” tudingnya. Seharusnya, kata Rahman, sebelum dilakukan pembongkaran karena pelebaran jalan itu, satker terkait juga memikirkan solusinya. Sehingga pelebaran jalan dan trotoar yang rusak bisa selesai secara bersamaan. ”Kalau ini kan lucu jadinya, sudah selesai pekerjaan pelebaran jalannya, tapi masih belum juga dilakukan perbaikan trotoarnya,” ungkapnya. Pekerjaan yang beruntun

seperti itu, sama halnya pemkab telah menghambur-hamburkan anggaran negara. Sebab, menurutnya, dipastikan setelah selesai pekerjaan pembanguan trotoar, kondisi jalan yang diperbaiki itu sudah banyak yang mulai rusak. Sehingga ketika ada program perbaikan jalan lagi dipastikan trotoarnya juga akan hancur kembali. Dia mencontohkan taman jalan yang dibangun oleh Pemerintah Sumenep di pinggir jalan raya Sumenep-Pamekasan, tepatnya di Desa Patean Kecamatan Batuan sudah rusak parah. Bahkan banyak yang sudah menghilang akibat tergusur adanya pelebaran yang dilakukan pada akhir tahun 2013. Padahal pembanguan taman jalan tersebut baru dibangun sekitar akhir 2012.

Pihaknya khawatir hal yang serupa juga terjadi di perbaikan trotoar yang terletak di Jalan dr. Cipto itu. ”Kalau tidak tidak segera diperbaiki, kemungkinan besar terjadi juga, bahkan itu bisa saja lebih parah lagi,” tukasnya. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Sumenep Bambang Irianto belum bisa dikonfirmasi. Ketika Koran Madura bertandang ke ruang kerjanya, mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olaharaga (Disbudparpora) itu sedang tidak ada ditempat kerjanya. ”Tidak ada (Kepala PU Cikatarung) keluar,” kata salah satu stafnya. Perlu diketahui pekerjaan pelebaran jalan merupakan anggaran tahun 2013 yang lalu. Namun dik-

erjakan sekitar awal bulan Januari 2014. Berdasarkan pantauan Koran Madura, selama pekerjaan berlangsung sampai saat ini masih belum ada papan namanya. Sehingga pekerjaan jalan itu terkesan disembunyikan. Selain itu juga, akibat proyek pelebaranjalan itu, telah merusak sekita 500 meter trotoar yang terletak sepanjang jalan dr. Cipto tepatnya didepan pemkab sumenep, bahkan sejumlah pohon yang melintang kearah barat itu mati ’tumbang’. Informasi lain mengatakan, jika CV yang mengerjakan itu diblac list, hal itu diduga karena pekerjaannya dikerjakan asal-asalan. Sehingga kualitas pekerjaannya masih perlu dipertanyakan. =JUNAEDI/MK


KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014|NO. 0340|TAHUN III PROBOLINGGO F KORAN MADURA

Pamekasan

JUMAT 11 APRIL 2014 NO. 0340 | TAHUN III

F

UPT Peramal Tak Kunjung Selesai Karena Masih Terkendala Lahan PAMEKASAN - Sejak tahun 2012 Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) membangun unit pelaksana teknis pengembangan sumber daya garam mineral dan air laut (UPT Peramal) di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Namun hingga saat ini belum dapat digunakan. Salah satu yang menjadi kendala adalah ketersediaan lahan. Kebutuhan lahan seluruhnya mencapai 3,6 hektare yang harus dipersiapkan pemkab setempat untuk dihibahkan kepada KPP-RI. Saat ini 1,8 hektare sudah tersedia hasil dari tukar guling antara Pemkab Pamekasan dengan Kelurahan Barurambat Timur, mengingat lahan tersebut adalah tanah kas kelurahan. Dengan demikian, masih kurang 1,8 hektare lahan yang akan segera terpenuhi dengan lahan hasil tukar guling tanah kas desa (TKD) Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, yang letaknya bersebelahan. Tukar guling lahan saat ini masih dalam proses peralihan kepemilikan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan, Nurul Widiyastuti melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Kelautan (PSDK), Istamam mengatakan pemkab telah memiliki lahan yang disiapkan untuk ditukar guling dengan TKD Desa Bunder. “Hanya saja masih dalam proses peralihan agar tanah milik pemkab jadi TKD desa Bender, proses itu banyak yang harus di-

kan air binten atau sisa air garam menjadi ekstrak air laut yang mengandung mineral mikro atau air nigari. Sehingga mereka mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,” katanya. Istamam menambahakan UPT Peramal adalah tempat penelitian

garam satu-satunya di Indonesia yang dibangun oleh KPP-RI. Sehingga kantor yang dibangun pertama kalinya itu, nantinya akan mewadahi (melayani ) seluruh minopolitan garam (Kabupaten/kota penghasil garam) di Indonesia. Saat ini tercatat ada 40 kabu-

paten/kota penghasil garam seluruh Indonesia. 11 kabupaten/kota diantaranya berada di Jawa Timur, termasuk didalamnya 3 kabupaten di Madura. Masing-masing Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Kabupaten Sampang. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

lalui, salah satunya Bupati harus mengirimkan surat permohonan kepada Gubernur, kemudian Gubernur akan merekomendasikannya,” katanya. Lahan seluas 3,6 hektare itu untuk membangun kantor dan lahan percontohan tambak garam. Pembangunan kantor tersebut seluruhnya dilakukan oleh pihak KPP-RI, mulai dari perencanaan hingga pembangunannya. Pemkab Pamekasan hanya menyiapkan lahan untuk kebutuhan UPT Peramal. Saat ditanya kapan kantor tersebut mulai digunakan untuk melakukan penelitian, pihaknya mengatakan hal itu juga menjadi kewenagan KPP-RI. Namun informasi yang di terima oleh DKP setempat, saat ini masih proses pembangunan tahap ketiga dan diperkiran seluruh pembangunan baru selesai pada akhir tahun 2014 ini. “Kantor ini bekerja untuk meneliti sumber daya garam mineral dan air laut, agar petambak garam tidak hanya bisa menghasilkan garam, tapi juga diharapkan bisa menghasilkan atau memanfaat-

PENDIDIKAN

Tidak Ada Perpanjangan Jabatan Kasek PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Achmad Syafii memastikan tidak akan memperpanjang jabatan kepala sekolah (Kasek) yang sudah mencapai 12 tahun. Keputusan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 Tahun 2010 tentang tugas tambahan guru sebagai kepala sekolah. Tidak diperpanjangnya Kasek yang sudah menjabat 12 tahun itu, agar ada regenerasi yang bisa memiliki pengalamanan dan kemampuan yang sama dalam hal kepemimpinan sekolah. Tanpa harus mengurangi kualitas kepemimpinan yang dinilai baik pada jabatan sebelumnya. Syafii

juga belum bisa memastikan peluang para Kasek yang sudah berakhir masa jabatannya bisa diangkat menjadi pengawas pendidikan. Karena hal itu ditentukan oleh kinerja dan kecakapan masing-masing calon pengawas. Hanya saja, ia memastikan akan dikembalikan ke tugas semula sebagai guru biasa. Tidak hanya kepada Kasek yang sudah mencapai 12 tahun memimpin, Kasek yang masih memimpin 4 atau 8 tahun bisa tidak diperpanjang jabatannya, jika tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik atau melakukan tindakan yang melanggar saat menjabat Kasek. Syafii masih memberi sinyal

bahwa kegiatan promosi dan rotasi Kasek SD hingga SMA masih akan terus dilakukan. Selain bertujuan sebagai penyegaran Kasek, juga sebagai tindak lanjut dari Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. Apalagi banyak Kasek yang sudah purna tugas alias pensiun menjadi Pengawai Negeri Sipil (PNS). Dalam Permendiknas itu disebutkan bagi Kasek yang masa tugas berakhir akan dikembalikan sebagai guru yang berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling sesuai kemampuan yang dimiliki Kasek tersebut. Syafii mengaku akan mengevaluasi kinerja para Kasek melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Hasil evaluasi itulah yang akan dijadikan dasar untuk memutasi dan merotasi Kasek. Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii menerbitkan SK pengangkatan Kasek untuk mengisi kekosongan jabatan Kasek SD, SMP, dan SMA di Pamekasan. Penataan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk keseriusan Bupati dalam memajukan pendidikan di wilayahnya. Semula diketahui sebanyak 100 surat keputusan (SK) pengangkatan Kasek di wilayah tersebut sudah kedaluwarsa. Rinciannya 90 SK Kasek tingkat SD dan 10 SK Kasek tingkat SMP dan SMA yang tersebar di 13 kecamatan se-Pamekasan. SK

Kasek dinyatakan kedaluwarsa karena sudah melebihi ketentuan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. Dari angka tersebut, kini mulai berkurang seiring keseriusan Bupati dalam melakukan penataan. Untuk tingkat SD, saat ini sudah berkurang seiring pengukuhan 33 kasek barubaru ini. Sehingga tersisa 57 kasek yang SK-nya kedaluwarsa. Sedangkan tingkat SMP 5 orang diangkat sebagai kasek dan tingkat SMA baru 1 orang diangkat sebagai kasek. Sehingga SK Kasek tingkat SMP dan SMA yang dinyatakan kadaluarsa saat ini tersisa 4 Kasek. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH


KORAN MADURA

Pamekasan

JUMAT 11 APRIL 2014 NO. 0340| TAHUN III

G

TUNJANGAN GURU

Dana Sertifikasi Akhirnya Cair

TAK KENAL LELAH. Petani Garam sedang membersihkan tambak garamnya di Dusun Mandala, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Waktu Produksi Garam Lebih Panjang Pemasaran Butuh Terkoneksi Langsung dengan Pabrikan PAMEKASAN – Para pendeder garam di Kabupaten Pamekasan mendapatkan angin segar pada masa produksi garam tahun ini. Hal ini seiring dengan perkiraan masa produksi garam tahun 2014 yang lebih panjang dibanding tahun 2013 lalu. Pada musim kemarau tahun lalu, efektivitas waktu produksi garam hanya 2 bulan, karena terjadi kemarau basah. Akibatnya, pendeder garam di Pamekasan hanya dapat melakukan empat kali panen dari delapan hingga sepuluh kali panen saat musim kemarau normal. Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Kelautan (PSDK), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Istamam mengatakan informasi masa produksi garam yang lebih panjang ini berdasar prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat sosialisasi Program Usaha Garam Rakyat (Pugar) Nasional di Lombok, beberapa waktu lalu. “Walau tahun ini masih ada kemarau basah, tapi tidak sepanjang tahun

lalu. Sekalipun terjadi hujan intensitasnya kecil. Sehingga hasil produksi garam akan lebih banyak dari tahun lalu,” katanya. Meski demikian, masa produksi yang lebih panjang ini diprediksi masih kurang menguntungkan pendeder garam. Sebab harga garam diperkirakan tidak akan jauh beda dengan tahun lalu, karena kualitas hasil produksi tahun ini akan tetap dianggap buru dan dihargai rendah. Prediksi didasarkan pada belum adanya akses pemasaran yang belum terkoneksi langsung dengan pabrikan (PT Garam). Selama ini, pendeder garam masih memasarkan garam kepada pihak tengkulak sehingga rawan dipermainkan dengan mematok harga rendah. Para tengkulak tidak memiliki tester khusus untuk menen-

tukan standarisasi harga garam sehingga bisa menentukan kualitas sesuka hatinya. Saat ini sudah muncul standar kualitas baru dari para tengkulak. Biasanya kualitas garam hanya ada dua jenis, namun tengkulak sudah menentukan kualitas garam dalam 4 jenis. Biasanya kualitas garam hanya KW-1 dan KW-2, namun kini juga ada KW-2,5 dan KW-3,5. “Jika dalam tataniaga garam itu masih ada kepanjangantangan pabrikan seperti itu, maka harga garam tidak akan pernah berpihak kepada rakyat,” ungkapnya. Sesuai harga pokok penjualan (HPP), garam KW-1 seharusnya dihargai Rp 750 perkilogram dan KW-2 Rp 550 perkilogram. Kenyataan yang terjadi di lapangan saat ini, harga tertingi untuk KW-1 masih di bawah harga Rp 500 perkilogram. Menurut Istamam, seharusnya pemilahan kualitas produksi tersebut dilakukan oleh PT Garam, bukan tengkulak sehingga petani bisa tahu harga yang lebih jelas. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

PAMEKASAN - Setelah ditunggu lama, akhirnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) cair juga. Kabar ini sangat menggembirakan ribuan guru penerima tunjangan itu di Pamekasan. Sebab sebagian TPG ini ada yang nunggak sejak 2011 lalu. Tercatat dalam kurun waktu dua tahun terakhir, 2011-2012, ada empat bulan TPG yang belum bisa dicairkan oleh para guru tersebut. Tunggakan selama empat bulan itu total Rp 22.709.789.000, yang akan dibagikan kepada 3.584 guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) Pamekasan. Selain menerima sisa empat bulan yang sempat nunggak itu, para guru juga bakal menerima TPG triwulan pertama tahun ini. Untuk TPG triwulan pertama ini sendiri sebesar Rp 41.267.099.000. Sedangkan di Kasda masih ada sisa pagu TPG 2011 dan 2012 sebesar Rp 8.860.713.660, yang sengaja ditahan karena tidak mencukupi untuk semua guru penerima jika dibagikan. Total dana yang baru saja diterima Pemkab Pamekasan sebesar Rp 55.116.175.000. Dana itu untuk TPG empat bulan yang nunggak ditambah TPG triwulan pertama 2014. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Taufikurrachman, dana itu sudah cukup untuk melunasi semua TPG guru, terutama yang nunggak. Karena dana tunggakan yang baru saja diterima sebesar Rp 13.849.076.000. Dengan TPG yang masih ada di Kasda, sudah lengkap sebesar Rp 22.709.789.000. Taufik juga menjelaskan transfer dari Kementerian Keuangan telah diterima Senin (7/4) lalu. Penyaluran dana ini setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 61/PMK.07/2014 tentang Pedoman dan Alokasi TPG kepada daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota tahun anggaran 2014. “Nanti masing-masing guru akan menerima TPG selama tujuh bulan. Empat bulan adalah jatah kekurangan, serta tiga bulan untuk jatah triwulan pertama,” terangnya kemarin (10/4). Meski dana tersebut

sudah ada di Kasda, pihaknya belum bisa mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Sebab pihaknya masih menunggu kelengkapan persyaratan atau berkas dari Bendahara Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan. Kepala Bagian Keuangan, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Kusfandi mengatakan meskipun TPG triwulan pertama tahun ini beserta tunggakan empat bulan 2011 dan 2012 telah ditransfer ke rekening kas daerah (kasda), namun pencairan ke rekening penerima belum bisa dilakukan. Penyebabnya belum ada Surat Keputusan (SK) penetapan oleh Kemendikbud dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penyesuain Gaji Pokok Baru.

Dana itu sudah cukup untuk melunasi semua TPG guru, terutama yang nunggak. Karena dana tunggakan yang baru saja diterima sebesar Rp 13.849.076.000. Dengan TPG yang masih ada di Kasda, sudah lengkap sebesar Rp 22.709.789.000.

Taufikurrachman Kepala (BPKA)

Menurut dia pencairan tidak bisa dilakukan tanpa ada dasar hukum yang jelas. Termasuk pencairan tunggakan TPG empat bulan senilai Rp 22.709.789.000. “Penerima tunggakan TPG sudah jelas, namun masih butuh SK penetapan yang baru,” katanya. Sebagaimana diberitakan jumlah guru PNSD yang belum menerima TPG selama empat bulan nunggak itu sebanyak 3.584 orang. Rinciannya 1.445 orang pada 2011, 2.139 orang pada 2012. Sebelumnya, pada 2010, TPG juga menunggak sebesar Rp 2.140.833.900, dengan jumlah guru PNSD sebanyak 812. Namun tunggakan telah dibayarkan lunas pada 2012 lalu. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH


H

KORAN MADURA

Pamekasan

JUMAT 11 APRIL 2014|NO. 0340|TAHUN III

Kinerja Dewan Mengecewakan Revisi Perda Tembakau Semakin Tak Jelas PAMEKASAN - Desakan agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan merivisi Peraturan Daerah (Perda) Nomer 6 Tahun 2008 tentang Tata Niaga Tembakau di Pamekasan terancam terabaikan. Pembahasan revisi Perda itu hingga saat ini belum dilaksanakan. Juru bicara Institut For De-

mocracy and Sosial Analays (IDEAS), Ali Wahdi mengaku kecewa terhadap kinerja DPRD Pamekasan yang dinilai tidak serius menindaklanjuti usulan dari mahasiswa tersebut. Padahal Perda itu tidak menguntungkan petani, justru berpihak pada pengusaha. Ia khawatir Perda tersebut tidak direvisi hingga jabatan mereka berakhir. Lebih dari itu, ia juga mencurigai adanya permainan antara DPRD setempat dengan pengusaha tembakau di Pamekasan. Wahdi mempertanyakan keseriusan Komisi B DPRD Pamekasan

bersama Badan Legislasi (Baleg) yang sebelumnya sudah berjanji akan serius mengurus desakan revisi perda tembakau dari mahasiswa. “Sudah hampir 6 bulan revisi perda itu tidak ada kabarnya. Makanya kami mempertanyakan,” katanya. Ada beberapa pasal yang dinilai sangat merugikan petani dan perlu direvisi. Pasal-pasal itu sudah disampaikan ke DPRD, namun belum ada tindak lanjut. Diantaranya, Pasal 13 tentang harga tembakau Madura pada musim panen ditentukan kualitas/mutu. Pasal 17 tantang pengambilan

sampel dilakukan pembeli paling banyak 1 kg dalam tiap kemasan dan Pasal 18 tentang potongan berat tikar pembungkus sebanyak 2 kg. Juga pasal perizinan juga harus diperjelas, karena dinilai menguntungkan pihak pabrikan. Ia juga mempertanyakan kepada pengusul dan tim yang melakukan kajian naskah akademik serta yang membahas Perda Tata Niaga Tembakau, sebelum disahkan menjadi perda. Karena dalam Perda itu, sama sekali sangat merugikan petani. Di tempat terpisah Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hos-

nan Ahmadi mengelak pembahasan revisi Perda Tata Niaga Tembakau itu diabaikan. Menurutnya, saat ini perda itu masih pra raperda dan tinggal menunggu giliran untuk dibahas. Hosnan menyatakan masih banyak perda yang sudah masuk daftar waiting list prolegda dan semuanya juga sangat penting untuk dibahas. “Pembahasan reperda itu ada mekanisme yang harus dijalani oleh DPRD dan Pemerintah, jadi tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ungkapnya. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH

sah 32.022 dan suara tidak sah 52 suara. Sementara total pemilih sendiri sebanyak 875.814 suara. Secara rinci, hasil perbandingan jumlah suara tiga besar ini adalah PPP memperoleh 7.500 suara, PD 4.750 suara, dan PKB 3.451.

Herman mengakui quick count yang dilakukan pihaknya ini terbilang lamban. Lambannya proses ini menurut Herman karena penghitungan di beberapa TPS, terutama di TPS-TPS pelosok sangat rumit dan lambat. Terkait rumitnya penghitungan itu, dimungkinkan karena faktor SDM petugas TPS-TPS bersangkutan. Pihaknya belum bisa memastikan, kapan penghitungan yang dilakukan Bakesbangpol ini akan selesai. “Ya kami tunggu saja. Lambat laun semua data dari TPS-TPS itu berangsurangsur akan masuk,” ungkap Herman. Sementara untuk Pileg tingkat Provinsi Jatim, suara yang masuk ke Bakesbangpol baru 2,66 persen atau sekitar 18.371 suara. Dengan suara sah sebanyak 17.955, dan suara tidak sah sebanyak 416. Jumlah suara itu didapat dari 75 TPS yang telah memberikan data. Pada Pileg Provinsi ini, PKB menduduki posisi teratas sementara di Pamekasan, dengan perolehan 5.530 suara, diikuti Partai Demokrat 4.112 suara, dan Gerindra 1,582 suara. Sedangkan untuk Pileg tingkat Pusat, PKB menduduki urutan tertinggi, dengan perolehan sementara 8.910 suara, tertinggi kedua Partai Demokrat 6.923 suara, dan tertinggi ketiga PPP 4.074 suara. Suara yang masuk ke Bakesbangpol, untuk tingkat pusat ini baru 4.97% atau sekitar 36.857 suara, dari 74 TPS. Dari suara itu, ada 33.574 suara yang sah, dan 3.103 suara tidak sah. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH

QUICK COUNT

Demokrat Terbanyak Kedua

PAMEKASAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pamekasan melakukan penghitungan cepat (quick count) Pileg 2014 ini. Dari hasil quick count hingga kemarin siang (10/4) pukul 13.00, perolehan

suara Partai Demokrat (PD) ada di urutan kedua untuk Kabupaten Pamekasan. Sedangkan di urutan pertama masih dipegang sang juara bertahan PPP. Sedangkan PKB menempati urutan ketiga setelah PD.

Menurut Kepala Bakesbangpol Pamekasan Herman Kusnadi, suara yang masuk baru 4,75 persen atau sekitar 32.074 suara, kiriman dari 125 TPS dari total 1.777 TPS yang tersebar di 189 desa/kelurahan. Dengan suara


KORAN MADURA

Pamekasan

JUMAT 11 APRIL 2014 NO. 0340| TAHUN III

I

MAN Masih Belum Kondusif Berdampak pada KKM MA Swasta PAMEKASAN - Kisruh penolakan Kepala MAN Pamekasan Taufiqi oleh kalangan siswa dan guru tidak hanya berpengaruh terhadap proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di internal sekolah. Melainkan juga berpengaruh terhadap Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MA swasta di bawah koordinasi MAN Pamekasan. Salah satu dampaknya lambatnya penyampaian segala informasi tentang kelembagaan, keterlambatan pengiriman proses administrasi Madrasah. Mulai data guru dan siswa, terhambat segala informasi usulan siswa penerima bantuan, hingga ke administrasi ujian nasional. Salah satu Kepala MA swasta yang menjadi anggota KKM di MAN Pamekasan, Zainullah menyatakan sangat merasakan dampak kisruh MAN Pamekasan.

Bahkan 37 MA yang berinduk ke MAN Pamekasan juga terkena dampak. Sebab itu dipastikan sangat terganggu dengan ketegangan yang terjadi berlarutlarut. Ia meminta Kepala Kemenag Pamekasan segera mencarikan solusi atas permasalahan yang hingga kini belum teratasi dengan baik. Bahkan dampak kekisruhan itu kian meluas pada pengunduran diri salah satu guru MAN Pamekasan dari jabatan sekretaris KKM. Kondisi

ini diduga menjadi pemicu lambatnya proses administrasi madrasah. “Kalau saya dengar alasannya karena MAN Pamekasan dipimpin orang yang tidak mampu menjadi pimpinan sekolah, sehingga guru-gurunya menolak,” katanya. Zainullah mengatakan selain diduga tidak memiliki kemampuan meminpin, Kepala MAN Pamekasan, Taufiqi merupakan adik kandung mantan Kepala Kemenag Pamekasan Normaluddin, yang dinilai memiliki citra buruk terhadap guru. Salah satunya memutasi guru MAN Pamekasan secara sepihak dan sempat ditentang oleh guru-guru di sekolah itu. Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur turun tangan mengatasi kemelut MAN Pamekasan. Jika tetap dibiarkan, akan

berpengaruh terhadap program jangka panjang MA di Pamekasan. KKM MA swasta berencana akan beraudiensi dengan Kepala Kanwil Kemenag Jatim agar secepatnya mengeluarkan keputusan yang terbaik terhadap MAN Pamekasan. “Ini menyangkut nasib siswa MAN Pamekasan dan nasib siswa MA swasta di bawah koordinasi MAN Pamekasan,” katanya. Kepala Kantor Kemenag Pamekasan, Muarif Tantowi belum bisa diminta keterangan soal kemelut MAN. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya tidak berhasil dan bernada tidak aktif. Namun pihak Kemenag pernah menjanjikan akan menyelesaikan ketegangan di MAN Pamekasan dengan kehadiran kepala

madrasah baru pada Maret lalu, namun hingga April ini belum ada kejelasan. Sementara Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kemenag Pamekasan, Juhedi memasrahkan sepenuhnya kemelut MAN Pamekasan kepada Kepala Kemenag Pamekasan. Sehingga ia tidak berani menyampaikan kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Kemenag setempat. Juhedi mengaku sudah menghimpun aspirasi para guru dan siswa MAN Pamekasan untuk disampaikan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, mengingat kewenangan memutasi Kasek berada di tangan Kapal Kanwil Kemenag Jatim. Ada dua kandidat pengangti Taufiqi, namun masih dirahasiakan. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH

PENGAMANAN UN

1 Sekolah 1 Polisi PAMEKASAN – Tiga hari lagi siswa kelas akhir pada tingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Pengamanan pelaksanaan UN nanti setiap sekolah penyelenggara akan dijaga oleh satu orang petugas polisi. Data pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan terdapat 100 sekolah yang menyelenggarakan UN, dengan rincian 28 SMA, 51 MA, dan 21 SMK yang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Yusuf Suhartono melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen), Moh Tarsun mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres setempat terkait jumlah sekolah yang harus dijaga dalam pelaksakan UN. “Ada 100 sekolah yang akan menyelenggarakan ujian. Dalam koordinasi itu kami meminta satu sekolah untuk dijaga satu orang polisi. Selain itu polisi yang bertugas juga tidak akan menggunakan seragam polisi,” katanya. Menurutnya, pihaknya sen-

gaja meminta petugas keamanan berpakaian preman agar siswa tidak merasa diawasi polisi sehingga siswa bisa lebih nyaman dan berkonsentrasi dalam mengisi setiap butiran soal. Tarsun meminta semua siswa yang akan mengikuti UN agar menyiapkan diri dengan meningkatkan porsi belajar, sehingga bisa lebih tenang saat di dalam ruangan. Persiapan mental juga penting, agar lebih percaya diri dalam menjalani UN. “Kami berharap kepada orang tua siswa agar juga ikut memperhatikan anaknya dalam menyiapkan diri dalam menghadapi UN,” katanya. Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Siti Maryatun mengatakan pihaknya telah menyiapkan 160 anggota polisi yang akan dilibatkan dalam pengamanan UN nanti. Dari jumlah tersebut, 100 personel akan ditugaskan di 100 lembaga penyelenggara berpakaian preman. Sisanya akan bertugas mengamankan soal dan LJK serta pengawalan saat pendistribusian soal ke setiap sekolah penyelenggara. “Polisi menjaga semua proses UN. Mulai dari pengambilan naskah soal dan LJK, penjagan, pendistribusian, hingga soal-soal itu dikirim lagi ke Surabaya polisi akan tetap mengawal,” katanya. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

DISTRIBUSI SOAL UN. Seorang petugas membawa paket berisi naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/ Sederajat untuk disimpan dan diamankan di Mapolres Kediri Kota, Jawa Timur. Sebelum didistribusikan ke sejumlah SMA/Sederajat naskah soal Ujian Nasional di simpan dan diamankan dengan penjagaan ketat dari anggota Kepolisian di Mapolres Kediri Kota hingga pelaksanaan UN serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia pada 14 - 16 April mendatang.


KORAN J JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III MADURA KORAN MADURA

Sampang

JUMAT 11 APRIL 2014 No. 0340 | TAHUN III

J

PELANGGARAN PEMILU

TINTA SIDIK JARI Seorang warga mencelupkan jarinya ke dalam tinta usai melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara, Rabu (9/4). Sementara itu, Panwaslu Sampang menerima banyak laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Panwas Kebanjiran Laporan Pelanggaran Sampang - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang mengaku banyak menerima laporan terkait dugaan pelanggaran pemilihan legislatif (Pileg) 9 April 2014, seperti perampasan kotak suara, warga tidak menerima surat undangan model C6, maupun pemilih yang belum cukup umur. Ketua Panwaslu Kabupaten Sampang Addy Imansyah mengatakan, temuan laporan dugaan pelanggaran pemilu tersebut disampaikan oleh panwas kecamatan (panwascam), pengawas pemilu lapangan (PPL), serta laporan dari masyarakat. “Dari adanya laporan ini kami secepat mungkin mendatangi ke lapangan untuk menindaklanjuti pelanggaran pemilu, untuk laporan C6 sendiri sudah ada dua laporan dari panwascam,” ucapnya, Kamis (10/4). Pihaknya kini sedang menindaklanjuti dugaan pelanggan tersebut dan akan melakukan pengumpulan barang bukti serta keterangan. Hal itu sebagai bahan kajian agar bisa menentukan status dalam pelanggaran tersebut. “Kita sesuai prosedur saja dalam menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran pemilu, supaya lebih bisa membuat keputusan kita dalam menetukan pelanggaran ini,” jelasnya. Panwaslu dalam menyelesai-

kan laporan pelanggaran membutuhkan waktu selama empat hari. Sehingga, untuk menyelesaikan permasalahan setelah ada rekomendasi sesuai prosedur yang akan disampaikan kepada yang bersangkutan. Meski, dalam aturannya penyelesaian dugaan pelanggaran selama lima hari. “Melihat akumulasi persoalan yang ada tidak mungkin menyelesaikannya dalam jangka singkat, makanya proses penanganan penyidikan awal yang juga dilakukan panwascam sehingga kita hanya mengkaji saja,” katanya. Ditanya soal insiden perampasan kotak suara yang dilakukan anggota tim sukses parpol dan salah satu caleg, apakah penangannya masih akan menetukan penyidikan tindak pidana pelanggaran pemilu atau secara langsung ditangani oleh Panwaslu? Addy menerangkan, jika hal yang dimaksud itu merupakan kewajiban yang harus ditangani Panwaslu. Sebab, insenden terjadi berlangsung ketika proses pe-

mungutan suara yang lokasinya berada di dalam TPS. “Tadi malam (09/4) kita sudah periksa dua orang ini, yakni AM dan MT, dan kita sudah memintai keterangannya,” tuturnya. Untuk sementara ini hasil adanya pemeriksaan bahwa keduanya memang mengaku telah terlibat dalam kejadian yang dimaksud. Namun, sayangnya Addy tidak memberikan penjelasan lebih banyak terkait modus dibalik inseden tersebut. “Motifnya kita masih menunggu kajian terlebih dahulu, sementara kita masih memintai keterangan dari yang bersangkutan yaitu AM dan MT,” tegasnya. Dengan demikian, Panwaslu juga jika dari hasil proses kajian tersebut ditemukan adanya tindak pidana pelanggaran pemilu. Maka, dipastikan Panwaslu tidak ragu memberikan sanksi kepada kedua orang yang terlibat. “Kalau misalnya ini tindak pelanggaran biasa itu kewenangan kita langsung, tapi kalau sebaliknya kita akan rekomendasikan kepada pihak kepolisian setempat,” imbuh Addy. Gakumdu Sementara itu, tim Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum (Gakkumdu) terdiri dari Pengawas

Pemilu, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri sampang, kamis (10/9) sekitar pukul 10.00 Wib melakukan rapat pertemuan di kantor Panwaslu Jalan Jaksa Agung Suprapto Kec/Kota Sampang. Mereka, membahas kasuskasus pelanggaran pidana pemilu yang terjadi di wilayah kota bahari. Itu dilakukan agar proses penanganan kasus tersebut lebih mudah dan cepat ditangani, mengingat undang-undang yang membatasi waktu penanganan kasus pelanggaran tindak pidana pemilu. Kepala Kejaksaan Negeri sampang Abdullah menjelaskan, akan terus memberikan suport kepada panwaslu dalam melakukan kewajibannya untuk melakukan tindakan sesuai apa yang telah ditemukan. Begitu pun, jika hal laporan panwas masuk muatan secara administratif, maka dominan dengan pihak KPU setempat. Bahkan, tindakan yang merupakan pelanggaran pemilu, maka domina kepada proses penyidikan seperti bisa ditangani pihak Gakkumdu. “Sejauh ini belum ada rekomendasi secara resmi kepada Gakkumdu dalam hal ini polres selaku penyidik, karena panwaslu sendiri masih akan melakukan verifikasi dilapangan, tapi dokumen dan data sudah dipegang,”ungkapnya. =RYAN HARIYANTO/MK

Gakkumdu Pantau TPS Fiktif Sampang - Dugaan adanya dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) fiktif di Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang sudah terendus Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Gakkumdu yang terdiri dari Polres, Kejaksaan Negeri, dan Panwaslu, Kamis (10/4) sekiitar pukul 10.00 wib melakukan rapat koordinasi untuk membahal hal itu. Dari informasi di lapangan ditemukan TPS 8 dan TPS 9 yang tanpa dilengkapi dengan bilik suara di sebuah musala yang ada di Desa Bire Barat Kecamatan Ketapang. Bahkan keterangan beberapa saksi, surat undangan model C6 untuk pemilih ternyata tidak dibagikan kepada warga. Begitupun, proses rekapitulasi dilakukan sekitar pukul 09.00 Wib. Dengan demikian, santernya informasi dikalangan masyarakat tersebut juga menyebar hingga ke aparat kepolisian. Buktinya, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, secara langsung melihat langsung keberadaan TPS tersebut. Sebelum Ketua Panwaslu Kabupaten Sampang Addy Imansyah melakukan klarifikasi kebenarannya mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum berani memastikan apakah dua TPS tersebut benar benar fiktif atau tidak. “Kita belum berani memastikan secara resmi, dan kita hari ini akan turun kelapangan untuk memastikan masalah ini benar atau tidak,” ucapnya. Lanjut Addy, bila nanti benar - benar terjadi permasalahan tersebut pihaknya juga masih akan mendalami. Pasalnya, hal itu jika nantinya ada pelanggaran yang mengarah pada administratif. Maka, akan ditangani oleh panwas. Sedangkan, untuk masalah tindakan yang mengarah kepada pidana nantinya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. “Kalau nanti kita temukan pelanggaran administratif, akan ditangani oleh panwas, sementara untuk masalah pelanggaran yang mengarah kepada pidana kita pasrahkan kepada kepolisian,”katanya. Hingga berita ini ditulis, Ketua Panwaslu Sampang belum bisa dikonfirmasi. Meski, rombongan panwaslu sudah melakukan rapat guna mengklarifikasi dugaan tersebut.=RYAN HARIYANTO/MK


Sampang

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

WIRAUSAHA

Putus Sekolah Demi Jualan Rok-Erok SAMPANG- Siti Hamidah (42) asal Jl Mutiara Gg 2 RT 003 RW 001, Kelurahan Banyuanyar, Kota Sampang sudah dari sekolah dasar (SD) senang berjualan. Perempuan dengan dua anak ini memulai usahanya ketika masih duduk di kelas tiga SD dan saking senangnya berjualan Hamidah memutuskan untuk berhenti meneruskan pendidikannya. Inspirasi berjualan rujak rok-erok (Madura) dimulai ketika meninggalnya seorang nenek yang berjualan rujak. Dari situ Hamidah mencoba berjualan rujak rok-erok karena menurutnya bahan-bahan yang digunakannya cukup sederhana, yaitu hanya bermodal buah-buahan (kedungdung, bengkoang, pepaya muda, nanas, timun dan mangga) serta kripik singkong dan bumbu petis untuk menjadi sebuah rujak rok-erok. Dalam perjalanan usahanya, Hamidah hanya bermodal alas dan perlengkapan lainnya yang cukup mudah didapat. Dia berjualan di depan SDN Banyuanyar 3, tempat dia menuntut ilmu. Ketika itu banyak guru menyayangkan sikap Hamidah yang memutuskan pendidikannya. “Hamidah ayo sekolah, nanti setelah pulang kamu bisa berjualan lagi,” cerita Hamidah menirukan ajakan gurunya kepada Koran Madura, Kamis (10/4). Seiring dengan waktu, hampir 20 tahun Hamidah menekuni untuk tetap berjualan rujak, meskipun orang yang membeli

rujaknya sepi dari pelanggan. Dulu bahanbahan campuran rujaknya hanya sebatas buah-buahan sehingga tiada begitu unik dan diminati oleh pelanggan. Dari kondisi tersebut dia memutuskan pindah tempat penjualannya di gang Taman Arum yaitu di Jl H Agus Salim Gg 9 RT 01 RW 03. Meskipun bermodal warung kecil, keuletan serta kejeliannya, dia membuat inovasi produk jualannya yang unik yaitu rujak yang sederhana tersebut ditambah pentol sebagai produk unggulannya. Hal tersebut tidak lazim digunakan oleh orang lain yang berjualan rujak. Namun baginya, penambahan pentol tersebut membuat jualannya mencuat ke semua daerah khususnya daerah Madura, mulai dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, bahkan ada yang dari luar Madura. “Ada rombongan anak dari bangkalan mampir kesini, saya jadi kasian karena jauh hanya ingin tau jualan saya” ujarnya. “Ada juga mobil rombongan yang dari Sumenep mampir kesini,” imbuhnya. Sekarang ini, Hamidah hanya bermodal Rp 150 ribu keuntungannya mencapai Rp 500 ribu setiap harinya. Menu rujak rok-erok ini sangat murah meriah yaitu Rp 3 ribu untuk porsi biasa dan Rp 5 ribu untuk porsi spesial yakni rujak yang dicampur pentol. Warung yang buka dari pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB ini selalu diserbu penggemarnya. Bahkan setiap kali untuk membeli, pelanggan merelakan untuk berdiri lama menunggu antrian hanya untuk mendapatkan seporsi rujak rok-erok. “Apalagi di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, warung disini sangat ramai,” ungkapnya. Tapi dia (Hamidah) malesan mas, meskipun sudah habis, dia tidak menambah stok penjualannya.” Saut ibu-ibu (pelanggan). Saat ini Hamidah bekerja sendirian sehingga kadang kualahan untuk melayani serbuan pelanggan. “Jika ramai, pelanggan saya suruh ambil sendiri. Cucian piring saya di bantu tetangga,” ujarnya sambil tertawa dan tersenyum. =CR2/LUM

K

PDAM PENUH MASALAH

Dari Air Macet Hingga Direktur Sering Bolos DARI LUAR: Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sampang, Kamis (10/4).

SAMPANG- Minimnya pelayanan yang diberikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sampang menuai kritik dari kalangan masyarakat. Warga Kampung Jhu’lanteng, Kelurahan Banyuanyar, Kota Sampang mengeluhkan adanya ketidak tegasan kinerja PDAM ketika ada problematika di lapangan. Warga mengeluhkan adanya kemacetan saluran air di rumahnya. Air dari saluran PDAM sering macet. Padahal warga yang berlangganan PDAM sudah rutin membayar uang iuran tiap bulanannya. Namun keluhan warga tersebut tidak dihiraukan oleh kantor PDAM. Rifki (28) warga Jhu’lanteng mengatakan, kinerja PDAM selama ini selalu mengecewakan masyarakat Sampang. Dirinya menilai bahwa Direktur PDAM tidak tegas dalam menangani keluhankeluhan masyarakat.

Menurutnya PDAM tidak pernah mengontrol kegiatan operasianal yang ada di lapangan. Banyak warga yang mengeluh terhadap pelayanan PDAM yang diberikan kepada warga jauh dari harapan. “Air di sini macet, kalau malam keluarnya sedikit,” ujarnya kepada Koran Madura, Kamis (10/4). Dirinya juga mengakui adanya pungutan liar yang dilakukan oleh petugas PDAM ketika warga hendak menjadi pelanggan baru. Menurutnya kontribusi untuk pemasangan pipa saluran air tidak sesuai dengan aturan PDAM. “Petugas PDAM memungut uang ongkos pemasangan asal-asalan,” ungkapnya. Sementara Direktur PDAM Robert Balbut sering tidak ada di meja kerjanya saat hendak dikonfirmasi. Sudah lima kali Koran Madura hendak menemuinya, tapi selalu tidak ada di kantor. =CR2/ LUM

BUDAYA

Rokat Untuk Memenuhi Nazar SAMPANG- Rokat adalah suatu tradisi yang dimiliki oleh sejumlah daerah Madura. Trasisi tersebut merupakan kebiasaan yang dilakukan untuk menyempurnakan dan memenuhi nazar bila niatnya itu tercapai dan sesuai dengan keiginannya. Seperti rokat di Pujuk Abu Syamsuddin dan Pujuk Bunglanglar yang dilakukan oleh warga Desa Ketapang, Dusun Bringin, Kecamatan Ketapang, Sampang, Kamis (10/4). Ritual atau tradisi tersebut dilakukan dengan pembacaan yasin dan tahlil bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah

karena sudah tercapai dan niatnya terkabul. Dan kebiasan itu sering dilakukan bila ada niat dan sukses. Menurut Absir salah satu tokoh yang memandu berjalannya Rokat, dalam acara tersebut dilakukan saat ada salah satu masyarakat yang berniat ke pujuk itu, bila niatnya tercapai dan dikabulkan oleh Allah, akan mengadakan Rokat pengajian misalanya. “Maka yang berniat ROKAT: warga yang melakukan rokat di Pujuk Abu Syamsuddin dan Pujuk Bunglanglar Kampungbringin Sampang, Kamis (10/4).

itu setelah tercapai mengadakan rokat ke pujuk itu,” jelasnya. Menurutnya, ada salah satu warga yang mempunyai anak sakit tak kunjung sembuh, dan berniat jika suatu saat sembuh maka akan mengadakan rokat di Pujuk Abu Syamsuddin dan Pujuk Bunglanglar. Dalam pelaksanaan itu diisi dengan ngaji bersama dan tahlil yang dikhususkan pada orang yang telah mendahului kita. “Dan setelahnya makan bersama dan ngopi, untuk mempererat tali silaturrahmi antar warga,” ungkapnya. =CR1/ LUM


L

Sampang

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

UNIK. Petugas Panitia Pemungutan Suara mengenakan kostum tokoh pewayangan untuk menarik masyarakat agar menggunakan hak pilihnya

Kejari Bakal Periksa Pihak Lain Sampang - Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Omben dan Karangpenang terus menjadi atensi Kejaksaan Negeri Sampang. Selain telah menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni koordinator Tim Pendamping Masyarakat (TPM) Sunato Wirodo, juga akan memanggil beberapa saksi yang mempunyai keterkaitan dengan program BSPS. Sebab, proses kasus BSPS yang ditangani Kejari sudah dalam ta-

hap penyidikan setelah kejari mengantongi beberapa bukti. Kejari dalam proses penyidikan juga para tersangka bisa berkembang sebanyak-banyaknya. Itu pun, setelah adanya dugaan keterlibatan dari pihak lain. “Dugaan pihak lain, selama proses penyidikan masih akan dilakukan

BLK BELUM BERFUNGSI

Mulai Juli Akan Didrop Alat Senilai Rp 1,1 M SAMPANG- Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibangun dengan dana Rp 2,8 M hingga kini masih belum berfungsi. Sebab, pengadaan alatalatnya baru akan didrop bulan Juli mendatang. Anggarannya mencapai Rp 1,1 M. Kabid Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Sampang Insriani Krisnawati menjelaskan bahwa gedung BLK yang masih terlihat kosong tersebut nantinya akan dibuka dua ruang khusus pelatihan bengkel mobil, dengan menyediakan beberapa kebutuhan orderdil mobil dan beberapa alat lainnya yang berkenaan dengan penyervisan mobil. Begitupula pada servis sepeda motor, penyediaan alat-alat untuk perbengkelan dan sparepart akan dibuat lengkap. Sedangkan untuk pelatihan menjahit, menu-

rutnya akan menyediakan 20 unit mesin jahit dan beberapa alat lainnya yang mendukung. “Untuk pertukangan kami juga akan memfasilitasi semua kebutuhan yang mendukungnya,” katanya kepada Koran Madura, Kamis (10/4). Dia menjelaskan, dana bantuan pengadaan alat tersebut dilaksanakan pada triwulan tiga tahun ini sebesar Rp 1,098 M. “Nanti kami akan menyediakan itu semua, sekarang kami masih nunggu dana cair. Paling bulan Juli anggarannya cair,” ujarnya. Ditanya proses perengkrutannya, dia berjanji akan mensosialisasikan dan akan mengumumkan ke tiap lembaga pendidikan setempat. “Nanti kami akan umumkan kepada siswa, sekarang kita hanya menunggu saja,” janjinya.= CR2/ LUM

pemeriksaan,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Abdullah. Dirinya menjelaskan, pihaknya dalam melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi kasus BSPS, akan dilakukan pada minggu depan. “Minggu depan kita akan panggil kepada saksi - saksi terkait yang disinyalir adanya pemotongan,”imbuhnya. Ditanya apakah dalam pemeriksaan kejari mengarah kepada oknum PNS maupun pihak luar, Abdullah belum banyak berkomentar. “Yang jelas, yang

membantu tersangka dalam kegiatan BSPS yang tidak sesuai dengan ketentuan,”jelasnya. Disamping itu, Abdullah juga menuturkan jika kini telah menetapkan dua dua orang tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BSPS tahun anggaran 2013 terhadap penerima sebanyak 500 rumah di Kecamatan Omben dan Karang Penang. “Yang jelas tersangka dua dan ini bisa terus berkembang, kita tidak ada batasan tersangka, karena selama itu bisa dibuktikan

dalam pengembangan penyidikan dengan bukti - bukti yang ada, kalau memang bisa dijadikan tersangka siapa pun saya jadikan tersangka,”tegasnya. Diketahui, Kejari Sampang dalam membidik kasus BSPS lantaran diduga ada penyelewengan. Dimana, bantuan yang seharusnya disalurkan kepada penerima sebesar Rp. 7,5 juta. Namun, realsisasi dilapangan hanya dikucurkan sebanyak Rp 3 juta dalam bentuk material. =RYAN HARIYANTO/MK

INDISIPLINER

Mobdin Parkir Sembarangan

SAMPANG- Tertib lalulintas yang sering diabaikan oleh kebanyakan pengguna jalan, terutama penggunaan parkir liar yang asal-asalan meletakkan dan tak patuh rambu-rambu. Hal kecil yang menjadi fenomena dalam sehari-hari tapi berakibat fatal. Sangat miris bila parkir liar terjadi pada Mobil Dinas (Mob-

din) Sampang di Jalan Trunojoyo, Kamis (10/4). Seaharusnya itu harus memberikan contoh yang baik, apa jadinya bila Mobdin pemerintah Sampang tak patuh terhadap rambu-rambu parkir. Itu sudah menjadikan cermin bagi masyarakat. Pemerintah sudah melanggar, apalgi dengan masyarakatnya.

Padahal sudah jelas ditempat itu tidak ada rambu-rambu untuk parkiran, apalgi untuk Roda empat, bisa saja menggaganggu jalannya arus lalulintas. Aktivis Mahasiswa Sampang Jalil menyayangkan bila ketertiban lalulintas Kota Sampang amburadul, termasuk parkir disembarang tempat. “Apalagi pelanggaran itu dilakukan pejabat pemerintah daerah yang seharusnya dijadikan acuan, dan memberikan cermin yang baik bagi masyarakatnya,” ungkapanya. Menurutnya, jika itu tetap dibiarkan dalam parkir liar, bisa jadi dijadikan contoh pengendara lain, Dan bisa menyebabkan kemacetan. Hal itu sudah ada aturannya semua jika terjadi pelanggaran. “Dan juga lemahnya petugas yang terkait tidak ada tindakan untuk parkir-parkir liar, karna bisa juga parkir sembarang tempat, dan bukan pada tempatnya mennyebakan kemcetan,” jelasnya. =CR1/ LUM


KORAN MADURA

Bangkalan

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014

JUMATNo. 11 APRIL 2014||TAHUN No. 0340 |IIITAHUN III 0340

M M

PUAP Belum Berjalan Maksimal 400 Hewan Ternak Mati BANGKALAN - Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) 2013 yang diterima gabungan kelompok tani (Gapoktan) Demangan Jaya di Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan tidak berjalan maksimal. Penggunaan anggaran yang diajukan untuk program budidaya hewan ternak gagal di lapangan. Sebab hewan ternak milik kelompok tani 80 persen mati. Kelompok Demangan Jaya menggunakan anggaran Rp 100 juta tersebut untuk tiga program. Pertama, budidaya hewan ternak berupa ayam. Kemudian budidaya tanaman jamur. Terakhir program simpan pinjam yang diberikan kepada para pedagang sayuran keliling. "Program budidaya hewan ternak, kami mengalami kegagalan, karena banyak yang mati. Sebanyak 400 hewan ternak dari 600 ekor ayam mati saat akan panen," kata Marsham, Ketua Gapoktan Demangan Jaya, kemarin (10/4). Setiap anggota tani, menerima 20 bantuan ayam ternak. Bantuan itu diberikan kepada 30 anggota. Namun, sebelum panen, hewan ternaknya mati. Untuk program budidaya jamur, sampai saat ini masih berjalan, dan dikelola oleh poktan Sejahtera. Hasilnya sudah dapat dijual ke berbagai tempat. "Tidak benar kalau programnya dikatakan fiktif, karena semuanya ada. Semuanya sudah dikerjakan oleh poktan yang menerima manfaat," ungkapnya. Selain itu, untuk program simpan pinjam masih berjalan. Para penerima manfaat terbantu dengan program itu, karena mereka bisa menjalankan usahanya. Pihaknya memberikan bantuan sebanyak Rp 1 juta kepada 48 orang dengan bunga 1 persen. Saat ditanya mengenai juknis penggunaan dana tersebut, pihaknya tidak terlalu menjelaskan lebih dalam, karena itu dianggap sudah sesuai juknis program tersebut. Sementara itu, Ketua LSM CIDe, Mathur Husyairi menilai matinya hewan ternak yang berasal dari program PUAP merupakan hal yang mustahil. Sebab tidak mungkin hewan ternak mengalami mati secara bersamaan. Logikanya ada 30 kandang yang tempatnya berbe-

da. Sebab yang menerima 30 orang. Jika matinya hewan ternak tersebut secara keseluruhan, ada indikasi manipulasi terhadap hewan ternak. Pihaknya mengaku akan meminta secara resmi proposal pengajuan dan akan dikroscek dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) program tersebut. Apakah ketiga program tersebut sudah sesuai dengan juknis atau belum. Kalau memang sifatnya pengajuan proposal, berarti jelas ada tiga proposal pengajuan dari poktan. "Kami akan mencari tahu mengenai realisasinya secara resmi, kelompok mana saja yang sudah mendapatkan. Sebab namanya saja gabungan kelompok tani, berarti terdiri dari banyak kelompok," ujarnya. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Puguh Santoso menyebut ada 3 program PUAP dari pemerintah. Pertama melalui jalur aspirasi masyarakat dengan tokoh/partai politik sebagai koordinatornya, sehingga langsung tanpa melalui lembaga Dispertanak. Kedua, melalui program pengajuan dari kelompok tani melalui Dispertanak. Terakhir, Run Down melalui pusat langsung turun ke gapoktan. Dalam ketiga program tersebut, tidak dipungkiri Dispertanak sebagai lembaga teknis yang berkaitan mengenai data penerima, sehingga saat ada program PUAP akan dikroscek terlebih dahulu guna menghindari kesalahan di lapangan. Setelah semua prosedur sudah lengkap dan dinyatakan bahwa gapoktan tersebut benar-benar ada, barulah datanya akan dikirimkan kembali ke pusat. "Jika dalam pelaksanaan di lapangan, hewan ternak mengalami kematian, harus ada berita acara pertanggungjawaban atas hal itu," jelas Puguh. = MOH RIDWAN/RAH

doni heriyanto/koran madura

DITUNTUT. Terdakwa saat mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum di PN Bangkalan.

KDRT

Terdakwa Dituntut Enam Bulan BANGKALAN - Sidang tiga terdakwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali dilanjutkan setelah sekian kali dilakukan penundaan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Sidang kali ini dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ketiga terdakwa tersebut, Syafiun, Syafii, dan Halimah, warga Socah yang diduga melakukan kekerasan terhadap Rodiyah, (34), dan Rizal, (17), warga Desa Sendang Kecamatan Labang. JPU Anis SH dari Kejaksaan Negeri (kejari) Bangkalan menuntut Syafiun dan Syafii dengan hukum pidana 6 bulan penjara dengan masa percobaan 12 bulan. Sementara Halimah hanya dituntut satu bulan penjara saja. Tuntutan tersebut berdasarkan bukti-bukti dan saksi dalam

persidangan. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga. ”Tuntutan terhadap terdakwa berdasarkan pada bukti hukum yang ada, selanjutnya kami menunggu keputusan hakim pada sidang putusan nanti,” katanya. Menurut JPU, kekerasan yang dilakukan terdakwa telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dalam hal ini, perbuatan terdakwa berakibat pada pada timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik bagi korban. "Maka dari itu terdakwa atas nama Syafiun dan Syafii dituntut hukuman penjara 6 bulan penjara dengan masa percobaan

12 bulan," ucapnya. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Andi Hendrawan berlangsung sangat singkat. Sidang berikutnya akan digelar pada hari Rabu (16/4) dengan agenda sidang pembacaan putusan. ”Sidang kami tunda sampai hari Rabu mendatang dengan agenda putusan,” ucapnya setelah itu majelis langsung menutup sidang dengan mengetuk palu. Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiga terdakwa dalam kasus tersebut, yaitu Syafiun dibantu adiknya Halimah dan Syafii, iparnya, melakukan pengeroyokan terhadap Rodiah dan Rizal hingga mengalami cedera di beberapa bagian tubuhnya, setelah terjadi perdebatan keras sebelumnya. = DONI HERIYANTO/RAH

PILEG

Formulir C-1 Tertukar BANGKALAN - Pelaksanaan pemilihan calon anggota legislatif (pileg) di beberapa kecamatan di Bangkalan masih semrawut. Di Kecamatan Socah yang terjadi kesalahan pendistribusian surat suara dengan Kecamatan Klampis, sehingga berdampak pada caleg yang bersangkutan. Kesalahan juga terjadi di kecamatan Tanah Merah. Formulir model C-1 yang berisikan nama-nama Daftar Pemilih Tetap (DPT) di

beberapa desa di Kecamatan Tanah Merah tertukar. Formulir tersebut tertukar antara dapil 5 dengan dapil 6, yakni Desa Petemon Kecamatan Tanah Merah dengan Desa Pendabah Kecamatan Socah. "Memang terjadi kesalahan, tetapi tidak sampai mengganggu jalannya pelaksanaan pileg. Sebab petugas segera mengatasi hal itu, dengan mengambil tindakan cepat," ujar Rizal Efendi, Sekretaris KPUD Bangkalan.

Sementara itu, Ketua Panwascam Tanah Merah, Abdul Manaf mengakui adanya kesalahan teknis berkaitan tertukarnya formulir model C-1. Namun petugas sudah mengatasi masalah tersebut dengan mengganti formulir yang benar. Sehingga pelaksanaan pencoblosan kembali normal. "Sudah tidak ada masalah lagi, karena sudah diatasi oleh KPU," ucapnya. = MOH RIDWAN//RAH


N

Bangkalan

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

PEMILU 2014

Diharapkan Lahir Caleg Muda Berkualitas

KESAL. Caleg Partai Demokrat saat menunjukkan kesalahan cetak pada kertas suara model BE-1, Kamis (10/4).

moh ridwan/koran madura

Sesalkan Kesalahan Cetak Putri Wandha Maulidia: Itu Kesalahan Fatal dan Merugikan BANGKALAN - Kesalahan cetak nomor partai yang terjadi di kertas suara model BE-1 disesalkan salah satu calon anggota legislatif. Dalam surat suara tersebut ada dua nomor partai yang sama. Partai Gerindra dan Partai Demokrat sama-sama mempunyai nomor urut 6. Hal itu menimbulkan kecurigaan bagi dirinya. "Sangat tidak masuk akal, kalau percetakan negara bisa terjadi kesalahan. Hal itu sangat fatal, karena berpengaruh terhadap mindset pemilih," kata Putri Wandha Maulidia, caleg DPRD Bangkalan dari Partai Demokrat. Dia menjelaskan keselahan cetak tidak mestinya terjadi, karena percetakan negara mempunyai editor yang banyak dan profesional. Sehingga pemeriksaan kertas suara ada banyak tahapan. Menurutnya, ada indikasi kesen-

gajaan dalam surat suara model BE-1 yang digunakan sebagai contoh dan terpampang di TPS saat pencoblosan. Menurutnya, hal itu sangat merugikan. Sebab saat kampanye dirinya selalu mensosialisasikan untuk memilih nomor 7 partai demokrat. Namun kenyataannya tidak ada nomor 7. Adanya hanya nomor 6. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di TPS 8 Kelurahan Demangan tempat dirinya mencoblos surat suara. Melainkan

juga terjadi di TPS 10,11, dan 12 Kelurahan Kraton. "Kalau 4 tempat sama-sama kertas suara model BE-1 salah, pastinya seluruh TPS juga salah. Itu ketahuan setelah tim saya memantau beberapa TPS," ungkap caleg Partai Demokrat nomor urut 6 dapil I ini. Dia menyebut biasanya kertas yang dicetak oleh negara sifatnya agak buram, tidak seperti kertas suara model BE-1 yang putih bersih. Dirinya khawatir ada indikasi kesengajaan yang dilakukan penyelenggara. Malah dirinya curiga, kertas suara BE-1 bukan dari negara, karena menduga ada editor yang bermain. Untuk itu timnya akan bertindak dan melaporkan ke panwaslu terkait kesalahan tersebut.

PEMBERANTASAN ANJAL

BANGKALAN - Permasalahan maraknya anak jalanan (anjal) di Kabupaten Bangkalan, hingga saat ini belum teratasi. Bahkan dari waktu ke waktu keberadaan anjal tersebut semakin menjamur. Rencana pemerintah setempat menempatkan petugas Satpol PP di sejumlah traffick light hanya isapan jempol. Janji tersebut tak kunjung ada reaslisasi. Pemerintah beralasan minimnya personel Satpol PP menjadi

penyebab tidak direalisasikannya rencana tersebut. Padahal asisten Kesejahteraan Sosial (Kesra) Pemkab Bangkalan, Hasan Buchori berjanji akan menempatkan petugas untuk menanggulangi maraknya keberadaan para penyandang masalah kesejahteraan sosial itu di wilayah setempat. Tidak hanya di setiap traffick light, bahkan di tempat-tempat pusat keramaian juga akan dijaga oleh petugas agar tidak ada anjal yang berkeliaran.

Pemkab Senang Umbar Janji

"Kami sudah mencoba minta ke TPS lain berkaitan model BE-1 sebagai bukti, tetapi oleh anggota KPPS tidak diperbolehkan," ujarnya. Sementara itu, saat dimintai keterangannya anggota KPUD Bangkalan, Tajul Anwar telah mengetahui terkait kesalahan cetak pada kertas suara model BE-1. Bahkan dirinya menyebut kesalahan tersebut tidak hanya di Bangkalan, karena juga terjadi di 8 kabupaten lain, tanpa merinci kabupaten mana saja yang juga mengalami hal serupa. "Lebih jelasnya, konfirmasi ke pak ketua KPUD saja. Saat ini, ketua masih keluar, mungkin masih melakukan pemantauan," saran Tajul, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. = MOH RIDWAN/RAH Sementara itu, Kepala Satpol PP Bangkalan, Bambang Setyawan beralasan masih menyiapkan sejumlah personel untuk memaksimalkan petugas yang akan ditempatkan sejumlah traffic light. Sebab personel yang ada saat ini masih sangat terbatas. Apalagi kebanyakan sudah memiliki tugas menjaga di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD). = DONI HERIYANTO/RAH

BANGKALAN - Pada Pemilu Legislatif 2014 diharapkan menghasilkan caleg muda berkualitas sebagai anggota dewan di Kabupaten Bangkalan. Anak muda memiliki semangat belajar tinggi sehingga lebih punya prospek untuk membuat perubahan dari masa lalu. Apalagi menjadi perwakilan rakyat dibutuhkan pemikiran yang cemerlang dalam mengatasi segala bentuk permasalahan. "Sedangkan orang tua biasanya lebih arif, tetapi lebih lambat karena banyak mengkaji baik dan buruknya. Itu tidak salah, tetapi perubahan butuh gerakan yang cepat agar tidak stagnan," kata pakar Bidang Pemerintahan Universitas Trunojoyo, Dr. Nunuk Nuswardani, SH. MH. Menurutnya, perubahan baru akan terjadi kalau orang-orang baru muncul. Dia berpesan kepada caleg muda yang terpilih nanti supaya tidak tergiur dengan praktik pragmatis dan transaksiaonal yang berlaku saat ini. Apalagi kesan negatif terhadap para wakil rakyat ini masih terlalu kuat di mata masyarakat. Sebab selama ini tidak ada kontribusi positif yang bisa dirasakan secara langsung. "Jika tergiur budaya instan ingin cepat kaya dengan peluang sebagai anggota dewan hanya akan merugikan politisi muda. Kalau itu terjadi sangat disayangkan mereka mengorbankan umur muda demi kepentingan sesaat," katanya. Menurutnya, menjadi anggota dewan memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Melihat dari fungsinya sebagai perwakilan rakyat dituntut agar bisa menjadi garda terdepan saat berbicara tentang kepentingan rakyat. Namun sejauh ini hal itu belum bisa ditunjukkan, karena dari awal sudah memilikir orientasi yang berbeda yakni bukan murni untuk memperjuangkan nasib rakyat. "Sejauh ini masih belum ada yang benar-benar mewujudkan dirinya sebagai wakil rakyat. Maka tahun ini besar harapan pada caleg muda untuk menjawab itu semua," tandasnya. = DONI HERIYANTO/RAH


KORAN Bangkalan MADURA

Komunitas

Bangkalan OO

KORAN MADURA

JUMAT 11 APRIL 2014

JUMATNo. 11 APRIL 2014||TAHUN No. 0340 |IIITAHUN III 0340

MMC for koran madura

KOMPAK. Anggota MMC saat berkumpul di Area Monumen Arek Lancor beberapa waktu lalu.

Salurkan Hobi dan Berbaur PAMEKASAN - Banyak yang dilakukan masyarakat untuk membentuk suatu perkumpulan, demi mengaktualisasikan diri mereka. Dalam bahasa ABG sekarang dikatakan sebuah geng. Istilah geng ini biasanya cenderung negatif. Seperti yang biasa kita dengar dan lihat di televisi, adanya geng motor yang anarkis bahkan melakukan perampokan. Geng anak sekolah yang biasa melakukan tawuran, geng sekelompok pemuda yang saling serang dengan geng pemuda lainnya, dan lain sebagainya. Hampir istilah ini jika terdengar sekilas akan negatif. Akan tetap, para kelompok komunitas lainnya, ada yang tak mau dibilang sebagai geng. Mereka hanya mau dianggap sebagai club atau komunitas saja. Seperti komunitas pencinta motor Mio di Pamekasan. Mereka menamakan diri Mex'z Mio Community (MMC). Sekitar 20 pemuda yang terkumpul dalam club ini, ingin menunjukkan jika sebuah club motor tidak selamanya negatif dan anarkis. Inilah latar belakang kenapa mereka tidak menamakan diri sebagai geng motor. MMC ini berdiri di Pamekasan pada 14 Februari 2008. Awalnya hanya beranggotakan 10 orang pemilik motor Mio saja. Namun anggotanya

terus bertambah hingga kini ada 20 orang. Motivasi mereka membentuk club motor ini, berawal dari hobi dan sering nongkrong di Area Monumen Arek Lancor. Awalnya 10 orang pencetus itu tak saling kenal. Namun karena sering bertemu di Arek Lancor setiap nongkrong, terutama pada malam Minggu, mereka saling kenal. Singkat cerita, setelah saling kenal dan ternyata motor yang masingmasing mereka pakai sama, yaitu Mio. Makanya mereka membuat club motor ini. Menurut Ketua MMC Ananda, kegiatan rutin dari club motor ini sebenarnya hanya nongkrong saja, atau dalam bahasa mereka kopi darat (kopdar). Yaitu setiap malam Minggu di Area Monumen Arek Lancor pukul 21.00 hingga selesai, rata-rata hingga jam 00.00. Dalam kumpulnya itu mereka biasanya hanya ngobrol dan bersenda gurau. Ada sebagian yang bermain catur, remi, domino, dan lain sebagainya. Ananda menegaskan, dalam clubnya itu sangat dilarang bahkan mengharamkan miras, narkoba,dan perbuatan tercela lainnya. "Kita nongkrongnya di tempat terbuka, sangat tidak mungkin melakukan hal negatif seperti itu," tukas Ananda kemarin (10/4). Selain rutinitas mingguan ini,

mereka juga sewaktu-waktu touring ke luar daerah, untuk mengunjungi club motor Mio lainnya. Biasanya touring ke luar daerah ini mereka lakukan pada hari libur, terutama saat tanggal merah yang hingga dua hari atau lebih atau saat cuti bersama. Sebab mayoritas anggota MMC ini sudah bekerja, ada yang jadi PNS, Polisi, pegawai swasta, dan wiraswasta. Bahkan jika ada rezeki lebih, terutama saat bulan puasa, MMC kerap touring sore hari ke pelosok-pelosok, untuk berbagi dengan membagikan takjil dan buka bersama dengan para fakir di desa-desa. Mereka juga memberikan sedekah, baik barang maupun uang kepada para fakir tersebut. Hal lainnya yang menjadi rutinitas di bulan puasa ini, mereka mengumpulkan zakat fitrah semua anggota, lalu dikirimkan ke panti asuhan. Setiap tahun berpindahpindah panti asuhan dalam mengirimkan zakat fitrah ini. "Kan kita punya kewajiban 2,5 persen dari penghasilan kita untuk kita bagikan kepada sesama. Kegiatan sedekah dan berbagi ini juga dalam rangka mengeluarkan yang 2,5 persen itu," kata Ananda, yang sehari-hari menjadi Polisi ini. = SUKMA FIRDAUS/RAH

MMC for koran madura

REKREASI. Mex’z Mio Community (MMC) sedang melakukan salah satu kegiatan menjelajahi alam.


KORAN MADURA PKORAN PROBOLINGGO

Neter Kolenang

JUMAT 11 APRIL 2014 JUMAT 11 APRIL 2014 | No. 0340 | TAHUN III

MADURA

No. 0340 | TAHUN III

NADIA UTAMI RAMADHANY

Meniti Hari dengan Penuh Arti ALI SUJOKO

Jadikan Organisasi Separuh Hidup anyak manfaat yang diperoleh bagi seorang yang aktif menjadi seorang aktifis dalam sebuah organisasi. Pasalnya di dalam organisasi banyak sejuta pengalaman yang akan diperolehnya. Selain itu juga menambah pengalaman serta mengasah diri menjadi seorang pemimpin. Lelaki yang mengaku namanya Ali Sujoko ini, menjadikan organisasi untuk mencetak kepribadian hidupnya sudah ditekuninya sejak masih duduk dibangku SMA sampai sekarang. Aktif diberbagia oraganisasi sudah banyak di ikutinya.“Dengan berorganisasi saya bisa memperoleh pengalaman dan ilmu yang jarang ditemui di lingkup pendidikan formal,” terangnya. Selain itu, Ali Sujoko , saat ini dia aktif dilingkup organisasi kepemudaan, dengan terus berorganisasi kita akan banyak mendapatkan teman baru serta banyak jaringan yang akan diperolehnya.“Bahkan teman yang saya kenal bukan di daerah lokal saja. Namun juga di tingkat provinsi sampai dengan pusat,” ucapnya. Selain itu, dia juga mengaku organisasi sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Karena dia menilai dengan hal itu maka akan mudah memperoleh kesuksesan. Ali Sujoko juga menjelaskan kalau banyak pendidikan yang diperolehnya. Seperti mendapatkan pembelajaran tentang kepemimpinan atau Laidership. “Sehingga ketika menghadapi sebuah permasalahan sekecil apapun bisa diselesaikan secara baik.” Paparnya. Dia juga mengungkapkan, berorganisasi juga tidak harus larut dalam kehidupan. Untuk berorganisasi juga harus bisa melihat situasi dan kondisi. Kapan kita harus berorganisasi dan kapan kita waktunya untuk bekerja, “Harus pandai-pandai membagi waktu untukbelajar berorganisasi,” kata Ali Sujoko yang mengaku aktif di Gerakan Pemuda Anshor ini. =M. HISBULLAH HUDA

Apapun yang terjadi pada kita di hari esok adalah apa yang kita lakukan hari ini. Iya, Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Takdir itu ada jika kita berusaha mencari dan mulai menata diri. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita benar-benar mau maju, maka berusaha, biar Tuhan memberikan takdir kesuksesan. Maka sebaliknya, jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan. adia Utami Ramadhany merupakan salah satu perempuan yang punya niat dan tekad yang kuat untuk mengetuk meniti hari dan menata hari dengan penuh arti. Perempuan kelahiran Sumenep, 10 Desember 1998 tersebut ingin menjadi sosok perempuan yang selalu yakin dan bersyukur atas nafas yang diberikan oleh Tuhan. Sebab bersyukur atas nafas yang masih berhembus di badan adalah cara terbaik untuk mengejar matahari. “Begitulah hukum hidup, kita dituntut untuk selalu berusaha untuk meniti hari menuju hidup yang lebih bermakna dan penuh arti. Sebab hanya dengan itulah jalan kesuksesan itu terbuka lebar. Kita pun diberikan pilihan sama Tuhan, memilih untuk menyerah pada nasib atau melawan nasib,” ucapnya di sela-sela ia usai berlatih pencak silat. Sehingga, diumurnya yang masih belia, perempuan yang akrab dipanggil Ami itu berani melawan arus kehidupan, sebab ia yakin, usaha dan kerja keras pasti akan mendapat hasil yang memuaskan. Dalam mengarungi hidup, kata perempuan yang jago tahfidz Al-Quran itu, kita dituntut untuk selalu berjuang dan berlajar tiada henti. Siapapun yang tidak silau pada hasil, tetapi kagum pada proses, maka dialah yang akan dipilih oleh takdir. “Karena apa yang kita lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan pada hari esok. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini. Agar masa depan kita menjadi jelas. Sebab tak ada yang mampu mengubah masa lalu, mulai meniti hari dengan penuh arti hingga menuai prestasi,” kata siswi kelas 3 SMPIT Al-Hidayah tersebut. Pada saatnya tiba, ketika zaman terus berkembang, maka ukuran kehiduapan itu bukan melulu ma-

teri. Sebab kekayaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak investasi yang kita lakukan, tetapi seberapa besar prestasi yang kita raih. Ami pun sadar, kadang dirinya juga dilanda rasa malas untuk belajar dan berproses. Tetapi dengan cepat, perempuan yang pernah juara III seJawa Timur dalam Kejuaran Pencak silat tersebut, mulai membuangnya. Ia jadikan itu sebagai bumbu dalam mengarungi kehidupan. =SYAMSUNI

PO


e Paper Koran Madura 11 April 2014