Page 1

CMY

CMY Kamis, 6 Oktober 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

9 Tersangka Pembakar Kantor Bupati Butur Zainuddn Ambo : Yang Terbakar Barang Ilegal, Karena itu Polisi Harus Menangkap Aktor yang Menentukan Kantor Bupati Hingga Dibangun di Ereke

Raha, KP Jumlah tersangka terbakarnya kantor Bupati dan DPRD Buton Utara (Butur) terus bertambah. Dari enam tersangka yang sudah ditetapkan, kini menjadi sembilan tersangka. Tambahannya, Kades Nsumala, Wahyu Wirawan, La Edy dan La Kia. Sebelumnya, Polisi menetapkan enam tersangka yaitu, Iwan, Afif

dan Zainal yang lebih dulu ditangkap di Butur. Menyusul Nasri, Deny dan Ashami yang ditangkap di Baubau. Khusus Ashami dilepas dan dijadikan saksi. “Dari pengembangan dan keterangan tersangka yang lebih dulu diamankan, Polres Muna menangkap lagi tiga tersangka,” ujar Kapolres Muna, AKBP R Wawan Irawan melalui Kasatreskrim AKP

Agus Sugiarso, kemarin. Ketiga tersangka ditangkap di Butur, tidak lama setelah penangkapan tiga tersangka di Baubau. Namun dari ketiga tersangka yang ditangkap, hanya Kades Nsumala, Wahyu Wirawan yang ditahan. “La Edy dan La Kia tidak ditahan,” sebutnya. La Edy tidak ditahan kare-

Baca TERSANGKA di Hal. 7

Zainuddin Ambo

Presiden Puji Prestasi TNI Tak Pernah Lagi Muncul Linu-linu itu “Keluhan yang berarti belum ada,” ujar lelaki 48 tahun yang bernama Robiadi ini, saat ditanya masalah kesehatan fisiknya. “Hanya, menurut ayah satu orang

Baca MUNCUL di Hal. 2

HUMANIORA

JK Duta Komodo MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla punya aktivitas baru. Sejak pekan lalu pria lincah ini dipilih oleh Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) sebagai duta binatang langka itu. Tak perlu menunggu lama, kemarin dia mendatangi habitat komodo di Loh Liang, Labuan Bajo, NTT. Yang diajak ada Chris Kanter, Sofyan Wanandi, Aksa Mahmud, Yasril Ananta, dan Fahmi Idris. Loh Liang, Labuan Bajo adalah pusat konservasi komodo. Para pegiat P2K yang

Baca JK di Hal. 7

SELEBRITI

Cinta Batik PENYANYI mungil asal Australia, Lenka Kripac, menyempatkan diri menjumpai wartawan beberapa jam sebelum konsernya diselenggarakan kemarin (5/10). Bertempat di Velpa Kafe Gandaria City, perempuan 33 tahun itu menjawab berbagai pertanyaan. Malamnya, dia menggelar pertunjukan keduanya di Indonesia dalam balutan acara Lenka Live in Concert di Skeenoo Hall, Gandaria City, Jakarta Selatan. Lenka sudah cukup akrab dengan Indonesia. Dia pernah dua kali berlibur ke Bali. Saat makan, menu yang diminta adalah gado-gado. "Saya sudah tiba di Jakarta tadi malam (Selasa malam, Red). Ya, saya makan gado-gado juga, soto ayam," katanya antusias. Saat Lenka berbicara, bola matanya terlihat berbinar, menujukkan semangatnya. Penyanyi dan penulis lagu yang tenar dengan Trouble is a Friend itu terlihat imut. Rambut pendeknya berhias bando. Dia mengenakan mini dress batik. "Saya cinta batik. Sudah lama saya suka batik. Sejak SMA. Bahkan, dulu ada guru yang mengajari saya membatik," beberny a . (ayi)

Lenka Kripac

DWI PAMBUDO/RM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Inspektur Upacara melakukan pemeriksaan barisan peserta upacara peringatan ke-66 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10).

10 Anggota DPR jadi Terlapor Mafia Anggaran Jakarta, KP Deklarator Pos Pengaduan Praktek Mafia Anggaran (P2MA)(P2MA), Ilham Bintang mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menerima 20 laporan dari masyarakat. Dari laporan itu, ada 10 nama anggota DPR yang disebut terlibat dalam mafia anggaran. “Dari pengaduan yang masuk, ada yang menyebut 10 anggota DPR. Ada dari Badan Anggaran (Banggar), ada juga yang bukan,” kata Ilham Bintang ketika ditemui di Lantai VIII Gedung Nusantara III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Politisi senior Golkar ini menyebutkan laporan yang diterima dari berbagai macam proyek yang ada di daerah. Ia menduga, nama-nama anggota DPR yang disebut terlibat dalam mafia anggaran ini adalah orangorang yang menciptakan proyek di Dapil-nya (daerah

pemilihan). Siapa 10 nama anggota yang dilaporkan itu? Ilham enggan mengungkapnya. Ia beralasan menjunjung asas praduga tak bersalah dan menjaga martabat serta kehormatan orang yang disebutkan terlibat mafia anggaran. Nama yang dimaksud itu hanya akan diserahkan ke aparat penegak hukum. “Kami tidak akan menyebut nama,” elaknya. Ilham menjelaskan Pos pengaduan yang didirikan bukanlah lembaga yang bisa melakukan tugas penyidik seperti memanggil atau memeriksa seseorang yang di-

Baca MAFIA di Hal. 2

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta DALAM sidang peninjauan kembali (PK) kasus pembunuhan bos PT Rajawali Putra Banjaran Nasruddin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pekan lalu, Widodo tampil sebagai saksi ahli yang membela terpidana Antasari Azhar. Dari pemeriksaan kondisi dua peluru kaliber 0,38 inci yang membunuh

Nasrudin, Widodo membeber fakta mengejutkan. Dia mengatakan, dua peluru itu meluncur dari dua pistol berbeda. Selain itu, melihat kondisi peluru tersebut, satu peluru ditembakkan tanpa medium. Artinya, peluru itu ditembakkan langsung ke kepala korban. Padahal, versi polisi selama ini menyebutkan bahwa suami siri Rani Juliani itu ditembak dari luar kaca mobil. “Satu peluru masih utuh saat diambil dari kepala korban, sedangkan satunya sudah penyok, bahkan berupa serpihan. Mereka tidak melewati medium yang sama,” kata lelaki 76 tahun itu. Dasar pernyataan Widodo adalah berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu peluru memiliki berat 9,605

Baca TNI di Hal. 7

Pemerintah Dinilai Lecehkan Guru Honorer Jakarta, KP Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru yang berstatus bukan pegawai negeri sipil (non-PNS) atau honorer masih sangat rendah. Hal tersebut dibuktikan masih minimnya upah atau gaji yang dibayarkan pemerintah kepada para guru tersebut meskipun jam mengajar sudah sesuai layaknya guru PNS.

Baca HONORER di Hal. 2

Mantan Guru yang Berguru Ilmu Perang ke Yugoslavia Widodo Harjoprawito adalah salah seorang produk sengketa politik pada 1965. Sempat hijrah ke berbagai negara karena kondisi tanah air runyam, dia kembali ke Indonesia membawa pengetahuan tentang persenjataan. Siapa dia?

Jakarta, KP Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji prestasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang hari ini genap berusia 66 tahun. Presiden juga mengucapkan rasa terimakasih kepada prajurit TNI yang telah melaksanakan tugas di perbatasan dan pulau-pulau terdepan. Termasuk prajurit yang mengemban misi perdamaian dunia. “Secara khusus saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas Operasi Militer TNI untuk membebaskan Kapal dan Warga Negara Indonesia yang disandera oleh perompak Somalia,” kata Presiden SBY dalam sambutannya di Mabes Angkatan Darat, Cilangkap, Rabu (5/10). Terkait dengan kesiapan mengemban tugas Operasi Militer Selain Perang itu, SBY mengatakan di akhir tahun 2012 akan diresmikan penggunaan Peacekeeping Center, yang menjadi bagian dari

gram dan satunya 5,855 gram. Jika belum ditembakkan, dua peluru tersebut memiliki berat yang sama, 10,1 gram. “Peluru pertama menunjukkan bahwa dia sangat mendekati utuh. Sedangkan peluru kedua seperti berupa serpihan karena melalui medium keras (kaca mobil, Red) sebelum sampai ke korban,” katanya. Ini berarti membuka berbagai kemungkinan tentang kematian Nasruddin. Bisa jadi dia dihabisi sebelum Daniel Daen Sabon (eksekutor Nasruddin yang disewa Williardi Wizard) menembaknya dari luar mobil dalam perjalanan pulang dari padang golf Modern Land, Tangerang. Apalagi, posisi peluru tersebut berada di belakang-bawah telinga sebelah kiri menembus otak kecil. Dengan fakta itu, mustahil menembak Nasruddin dalam posisi duduk. “Saya tak mau berspekulasi. Saya cuma kasih pendapat bahwa satu peluru (yang

Widodo Harjoprawito

Baca GURU di Hal. 7

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

Jajanan di Sekolah Membahayakan Fahri Sebut KPK Terima Dana Asing Awas ........................ tadi. Sebaliknya, pihak-pihak distributor hingga retailer sudah memiliki sistem menyetok langsung ke industri rumahan. Dengan berkembangnya model distribusi seperti ini, Roy mengatakan tantangan menambal kebocoran semakin besar. Selain harus digarap berbagai sektor, Roy juga mengatakan upaya memberangus kejahatan pengolahan makanan di negeri ini masih lemah. Penyebannya, sistem hukum yang berjalan di negeri ini lembek. Dia mencontohkan, hukuman bagi pelanggar pengolahan makanan terlalu ringan yaitu denda Rp 1,5 juta. “Jika kurungan, paling hanya dua bulan. Intinya

kasus ini dianggap tipiring (tindak pidana ringan, red),” katanya. Padahal, menurut Roy, dampak dari kejahatan pengolahan makanan cukup besar. Apalagi, hasil penelitian BPOM 2010 menyebutkan jika 44 % jajanan sekolah tidak memenuhi standar keamanan pangan. Banyak mengandung bahan beracun seperti pewarna untuk tekstil, boraks, hingga formalin. “Selain berharap aturan hukum kuat, kita juga terus mengedukasi masyarakat,” jelas Roy. Roy memaparkan, keberadaan jajanan sekolah tidak bisa diberangus. Sebab, jajanan sekolah menyumbang 31,5 % asupan energi anak, dan 34,4 % asupan protein anak. Upaya yang bisa dilakukan

adalah mengontrol supaya jajanan yang dijual itu benarbenar sehat dan berkualitas bagus. Apalagi, hampir separuh dari anak-anak usia sekolah membeli jajanan selama empat hari dalam sepekan. Dengan upaya pengetatan bocornya zat kimia berbahaya yang bisa digunakan untuk bahan makanan ini, Roy berharap gerakan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dicanangankan Wapres Boediono 31 Januari lalu bisa berjalan optimal. Hasil pantauan sementara, pada 2010 ada 12,13 % jajanan sekolah mengandung kandungan zat kimia berbahaya. Sementara hingga pertangahan 2011, angka tadi turun di kisaran 7 %. “Tapi belum final, masih ada beberapa bulan lagi,” pungkas Roy.(wan)

KPK .......................... wasan,” jelasnya. Dengan kerja semacam itu, kata Fahri, setiap lembaga adhoc pasti memahami bahwa mereka harus memiliki sifat self destruction atau pada saatnya akan bubar. Dengan terus bekerja melakukan supervisi, maka kemudian lembaga penegak hukum inti bisa memperbaiki diri sebagaimana esensi UU KPK tersebut. “Jangan karena ada yang berseberangan, malah dianggap maling. Nanti BPK yang memiliki temuan baru kasus Century, dan KPK menganggap tidak ada, dianggap sarang koruptor,” sorotnya. Menurut Fahri, pembagian wilayah yang jelas inilah yang

Pembinaan Profesi Guru Tidak Berjalan Honorer ..................... Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Sulistiyo mengatakan, pihaknya menemukan banyak guru non-PNS yang bekerja penuh waktu dari Senin sampai dengan Sabtu. Namun ternyata, banyak yang memperoleh penghasilan hanya Rp 200 ribu per bulan. “Itu pelecehan profesi guru. Memang banyak guru yang sangat tulus mengabdi, berapa pun honor yang diterima. Tetapi, itu tidak manusiawi dan sangat tidak layak, dibandingkan dengan kebutuhannya sebagai manusia, apalagi sudah berkeluarga dan harus menyekolahkan anaknya,” tegas Sulistiyo di Jakarta, kemarin. Berkaitan dengan kondisi tersebut, Sulistiyo mengungkapkan jika tindakan pemerintah tidak sesuai dengan UU yang berlaku. Yakni, Pasal 39 UU Guru dan Dosen yang menyatakan bahwa guru berhak memperoleh

penghasilan yang wajar. Sejalan dengan itu, PGRI sudah mengusulkan kepada Pemerintah, agar segera menetapkan penghasilan minimal guru non-PNS yang dianggarakan melalui APBN dan ditusangkan dalam Peraturan pemerintah tentang pegawai Tidak tetap. “Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah agar secepatnya ditetapkan penghasilan minimal guru yang berstatus non-PNS. Usul itu, sekaligus mengurangi keinginan semua orang menjadi pegawai negeri” imbuhnya. Pembinaan Profesi Guru Tidak Berjalan Kesempatan sama, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo mengungkapkan, hingga saat ini program pembinaan profesi guru di Indonesia tidak efektif dan cenderung mandeg. Padahal, masih cukup banyak guru di daerah yang tidak berkesempatan untuk mengikuti pendidikan dan

pelatihan yang dibiayai dan disiapkan oleh pemerintah. “Rasanya justru program ini jalan di tempat dan tidak berjalan sama sekali apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Banyak sekali guru yang sebenarnya antusias, nyatanya tidak efektif. Apalagi guru sekolah swasta dan guru honorer,” ungkap Sulistyo. Adanya kondisi tersebut, lanjut Sulistyo, kemampuan profesional guru di Indonesia banyak yang tidak berkembang, bahkan bisa jadi wawasan kependidikan guru menurun, setelah yang bersangkutan sekian tahun bekerja. “Maka jangan heran jika banyak keluhan berkaitan dengan mutu guru. Karena, lembaga pendidikan penghasil guru saja juga belum mampu mempersiapkan kompetensi guru dengan baik,” ujarnya. Di beberapa negara lain, menurut Sulistiyo, guru diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam satuan waktu tertentu. Ada yang minimal 100 jam setahun, yang dibiayai

oleh pemerintah. Materi pelatihan diusulkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan kondisi guru yang bersangkutan. “Dengan demikian, tidak pada tempatnya jika pemerintah hanya menuntut terlebih mengancam guru, sedangkan kewajiban membinanya tidak pernah dilakukan dengan baik,” tandasnya. Di samping pembinaan profesi, menurut Sulistiyo, berbagai persoalan guru yang mestinya segera mendapat perhatian adalah terjadinya politisasi terhadap guru, terutama pascapilkada. Guru yang netral dianggap tidak memberi dukungan, sehingga setelah calon jadi bupati, guru banyak yang dihukum. “Kasus seperti ini yang banyak dijumpai di daerah, di mana guru diperlakukan sewenang-wenang, dipindah dan dimutasi tanpa memperhatikan kepentingan dan pertimbangan akademis. Ketenangan dan keselamatan kerja tidak bisa diperoleh dengan pasti,” tutur Sulistiyo.(cha)

Muncul ...................... anak ini, saat ditemui 2 Oktober 2010 yang lalu di rumahnya, dalam beberapa bulan belakangan ini kadar asam urat darahnya agak tinggi, dan sudah mencapai 7. Dari kadarnya yang tinggi itu, gejala yang dirasakan pengusaha desain interior, dekorasi pesta, katering, dan beberapa bidang lainnya ini adalah linulinu di kaki, terutama di saat ia bangun tidur, di pagi hari. Untuk mengatasinya, atas saran seorang kenalannya, sarjana hukum lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, ini rutin mengonsumsi Kedelai Bubuk Instan New Mandala 525, walau hanya satu kali dalam sehari, sejak beberapa bulan ini. Dan hasilnya? “Awalnya kaki saya ini terasa makin linu, namun setelah saya teruskan mengonsumsinya beberapa lama, kondisi kaki saya ini malah semakin lama semakin baik,” ungkap pria yang sekarang sedang

harus dilakukan dalam revisi UU KPK. Dia menilai, KPK selama ini cenderung mendapat popularitas tinggi, sementara kepolisian dan kejaksaan terus menerus anjlok. “Jangan institusi adhoc ini lantas ingin menjadi institusi intinya,” tandasnya. Sementara itu, Mantan Ketua PP Muhammadiyah yang juga anggota Komite Etik KPK Syafii Maarif menyebut yang ingin membubarkan KPK adalah orang labil. Saat jumpa pers mengenai hasil Komite Etik dia menegaskan hal itu tidak rasional. “Kalau mau bubarkan KPK, bubarkan saja negara sekalian,” ujarnya. Tidak hanya itu, dia lantas mengibaratkan anggota DPR sedang dalam ketakutan mendalam terhadap KPK. Dia menggambarkan ketakutan itu dengan menyebut KPK sebagai teroris yang mengancam DPR. Oleh sebab itu, dia mengimbau

masyarakat yang masih peduli dengan pemberantasan korupsi ikut membantu KPK. “Istilahnya, turun gunung lawan korupsi,” jelasnya. Ketua KPK Busyro Muqoddas juga tidak mau ambil pusing dengan usulan pembubaran intansi pimpinannya itu. Menurutnya, selama ini KPK hanya menjalankan tugasnya yakni untuk pencegahan korupsi. Dia juga menolak komentar banyak tentang stigma tanpa dasar. “Kalau semua saya komentari, rugi dong,” ucapnya. Oleh sebab itu, apapun kecaman yang diarahkan ke pihaknya, Busyro tidak gentar untuk mengobok-obok Banggar. Busyro mengatakan bakal terus memperdalam materi supaya tidak menjadi fitnah. Dia juga memastikan tidak membalas perilaku DPR yang emosi kepada KPK. “Biar masyarakat yang menilai. Yang penting kami sudah datang dan menun-

jukkan itikad baik,” tandasnya. Terpisah, Wakil Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Adnan Topan Husodo menilai, pernyataan Fahri tentang pembubaran KPK sebenarnya hanyalah bagian dari skenario besar pelemahan KPK. “Sangat mungkin ini hanya awalan,” ujar Adnan. Menurut dia, upaya sejumlah anggota parlemen terkait pelemahan KPK nantinya akan terus berlanjut dalam dua agenda penting yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat di DPR. Yaitu, revisi UU KPK dan uji kepatutan dan kelayakan calon pimpinan KPK. “Karenanya, kita semua perlu mengawasi dua hal ini dengan serius, jika mereka dibiarkan leluasa maka bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit pelemahan (KPK) itu bisa terwujud,” tandasnya.(bay/dim)

Ada Anggota DPR yang Tiba-tiba Hidup Mewah Mafia ........................ anggap terlibat. Kata dia, Pos P2MA hanya melakukan investasi terhadap orang-orang yang terlapor yang ditopang oleh data-data dari pelapor. Dari laporan yang masuk, Ilham menguraikan bahwa modus terciptanya kesepakatan menganggarkan proyek di daerah itu berasal dari anggota DPR. Menurutnya, anggota DPR yang berasal dari Dapil tertentu akan menghubungi kepala daerah untuk memasukkan proyek. Setelah ada komunikasi kata dia, anggota DPR kemudian mengutus orang yang dipercayai di daerah sebagai penghubung ke kepala daerah. Akhirnya kemudian terbentuk unit kerja untuk membahas teknis penganggarannya. Bupati sendiri akan menyiapkan kon-

melanjutkan kuliah ke jenjang S2 bidang kenotariatan di kampus yang sama ini. “Bahkan sekarang tidak pernah lagi muncul linulinu itu, meskipun saat bangun tidur,” lanjut penduduk Jalan Tirtayasa, Kelurahan Cikapit, Kecamatan Citarum, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, ini. Dr. Iskandar Junaidi, pengarang buku Rematik & Asam Urat, mengatakan, hingga saat ini tak ada obat buat menyembuhkan penyakit rematik dan asam urat, kecuali rematik dan asam urat yang diakibatkan oleh infeksi. Menurutnya, obat hanya bisa mengatasi gejala penyakit itu. Karena itu, yang perlu dilakukan adalah menekan gejala itu. Untuk itu, salah satunya dibutuhkan terapi herbal. Nah, bahan nabati yang digunakan dalam terapi herbal itu bisa bermacam-macam. Mengonsumsi susu kedelai, yang kaya akan isoflavon, asam amino, vitamin, dan mineral, adalah salah satunya. Bangsa Indonesia paling

traktor yang siap dimenangkan dari proses tender rekayasa terhadap proyek yang masuk. “Kontraktor ini akan ditugasi oleh bupati, memainkan uang panjar yang diperlukan unit kerja. Ada 7 sampai 10 persen yang akan dikeluarkan komisinya. 1 persen yang mondarmandir (jatah penghubung) dan sisanya masuk di Badan Anggaran. Kalau Rp 500 miliar, satu persen itu kan Rp 5 miliar,” katanya. Menurut Ilham, untuk mengidentifikasi awal anggota DPR yang terindikasi mafia anggaran sebenarnya tidak terlalu sulit. Alasannya, gaya hidup anggota DPR bisa dijadikan informasi awal. “Sebetulnya bisa ditemukan dari gaya hidupnya orang-orang yang diindikasikan terlibat mafia anggaran. Orang yang dulunya hidup sederhana kok tiba-tiba menjadi mewah. Inilah yang direkam

banyak dijangkiti penyakit ini ketimbang bangsa lain. Asam urat merupakan bagian dari metabolisme purin. Dalam keadaan normal, semua produk buangan ikut terbuang melalui urine atau saluran ginjal, termasuk asam urat. Dalam kondisi tak normal, asam urat yang diproduksi oleh tubuh menumpuk di dalam jaringan sendi sehingga menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Serangannya biasanya terjadi secara tiba-tiba alias akut. Selain oleh purin, penyakit ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, alkohol, berat badan berlebih, obat-obatan tertentu, kurang minum air, dan lainlain. British Journal of Clinical Pharmacology menyatakan, lebih dari 80% gejala rematik dan asam urat reda setelah penderita melakukan terapi herbal. Dalam hal ini, kedelai membantu proses pengendalian itu. Meskipun demikian, menjalankan pola hidup sehat lainnya tetap penting untuk dilakukan, seperti menjaga pola

masyarakat,” tukasnya. Ilham menyadari proses pengungkapan yang akan dilakukannya memang tidak mudah dan butuh waktu yang lama. Makanya kata dia, dalam proses investigasi dari pengaduan yang diterima Pos P2MA, pihaknya akan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah dan masyarakat. “Ini memang tidak mesti cepat,” katanya. Sebagaimana diketahui, Pos P2MA yang digagas Wakil Ketua DPD, La Ode Ida dan Zainal Bintang sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya mafia anggaran yang menjadikan proyek-proyek di daerah bocor. Laporan yang masuk ke Pos P2MA akan diseleksi dan akan ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum, termasuk melaporkan terduga anggota DPR ke pimpinan partainya.(awa)

makan dengan baik, berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, meminum air putih dengan cukup, dan tidak merokok. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, sebagai perintis keberadaan kedelai bubuk komersial di Indonesia, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)


3

Kamis, 6 Oktober 2011

Gas Elpiji Langka di Kendari Hasruddin Laumara

Prihatin (25), pengrajin batu bata hanya mampu meratapi bangsalnya yang rubuh, disamping bangsal induknya ini.

Puting Beliung Menghantam, Pengrajin Batu Bata Merugi

Ratusan Juta Melayang, Butuh Modal Bangun Bangsal Pengrajin batu bata di Desa Napoosi Kecamatan Onembute baru saja mendapat musibah. Bangsal usaha mereka dihantam angin puting beliung, Jumat (30/9) lalu hingga ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kendati begitu, semangat warga membuat batu bata tidak surut. Aktifitas itu kembali berjalan normal meski terseok-seok. Bagaimana kondisi mereka saat ini? Hasruddin Laumara, Unaaha KECAMATAN Onembute secara administratif berbatasan langsung dengan Kecamatan Raterate, Kabupaten Kolaka. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari ibukota Unaaha. Penghujung September lalu, lima desa di kecamatan itu diluluhlantakkan angin puting beliung. Puluhan bangsal usaha batu bata warga rubuh. Bukan hanya Desa Napoosi saja yang warganya berprofesi pengrajin batu bata. Beberapa desa sekitar Napoosi juga kebanyakan warganya pengrajin batu bata. Dibandingkan keempat desa lainnya yang dilanda bencana angin, Desa Napoosi adalah desa terparah. Prihatin (25), warga Desa Napoosi, Onembute dengan telaten menyusun satu demi satu batu bata yang berserakan dan masih tersisa, setelah bangsal milik keluarga dihantam angin puting beliung akhir September lalu. Sembari menidurkan anak bungsunya yang sesekali menangis dalam ayunan, ibu tiga anak itu menuturkan kerugian materilnya. Kendati hanya tiga ribuan batu batanya hancur atau sekitar tiga meter kubik ia tetap semangat mengais rejeki. Satu meter kubik batu batanya yang dihargai Rp 350 ribu hancur berantakan. Prihatin menuturkan kerugian lainnya yakni bangsal berukuran 7x6 meter persegi yang juga satu-satunya penopang hidupnya itu luluh lantak. “Kalau mau bikin bangsal baru, saya harus siapkan dana

sekitar Rp 2 juta,” ujar ibu muda berjilbab kepada koran ini Selasa (4/10) kemarin. Untuk membangun kembali bangsalnya yang hancur, Prihatin membutuhkan sekitar 500 lembar atap rumbia. Setiap helainya seharga Rp 25.000. Mengharap modal dari suaminya, Ma’ne, yang hanya berprofesi buruh pengangkut kayu mungkin hal sulit. Untuk itu, Prihatin mengharapkan segara ada bantuan pemerintah Kabupaten Konawe. Dari hitung-hitungan pengrajin batu bata dan pemerintah desa Napoosi, diperkirakan pengrajin mengalami kerugian banyak. Bahkan mencapai angka ratusan juta rupiah. Estimasinya, ungkap Muh Fadil, Kepala Desa Napoosi, sekitar 150-an warganya berprofesi pengrajin batu bata atau sekitar 60 persen dari total 315 Kepala Keluarga (KK). Sebagian warganya memiliki dua hingga tiga bangsal usaha batu bata. Sedangkan hasil inventarisasi pemerintah desa tercatat sekitar 54 bangsal rubuh dihantam angin puting beliung. Membuat satu bangsal saja membutuhkan dana sekitar Rp 3 hingga Rp 4 juta. Itu untuk ukuran sederhana saja. Nah, bagaiamana dengan warganya yang memiliki ukuran bangsal sampai 8x10 meter persegi. Belum terhitung batu bata siap jual yang hancur ditimpa bangunan bangsal yang mencapai puluhan meter kubik. Sementara setiap kali pengrajin membakar batu bata mencapai 30-an kubik. Jadi, diprediksi setiap usaha batu bata mengalami kerugian sekitar Rp 6 hingga Rp 7 juta. “Sementara bangsal yang ada di Napoosi ini sekitar 54 buah yang rubuh. Jika dikalikan Rp 6 juta saja sudah mencapai angka Rp 324.000.000,” ujar Muh Fadil, dikediamannya kemarin. Muh. Fadil mengklaim usaha batu bata warganya ini mengalami kelumpuhan. Apalagi usaha batu bata ini merupakan penopang hidup warganya. Untuk itu, warganya berharap agar bantuan pemerintah segera terealisasi, semisal

paku dan atap rumbia. Sedangkan kayu dapat diswadayakan masyarakat. “Ini baru Napoosi saja. Bagaimana dengan desa lainnya yang juga berprofesi sama. Apalagi batu bata disini berkualitas terbaik. Jadi, logis kalau kerugiannya lebih besar. Untuk beli atap dengan uang Rp 1 juta saja tidak cukup. Luasan bangsal umumnya 8x10 meter, sehingga butuh banyak atap. Kerugian besar juga dialami Marikin, warga Napoosi lainnya. Ia merinci kerugiannya lantaran bangsal miliknya berukuran 10x20 meter persegi, rubuh. Membangun bangsal berukuran yang sama, ungkap Marikin membutuhkan dana sekitar Rp 7 juta. Itu belum terhitung empat meter kubik batu batanya hancur ditimpa bangunan bangsal. Kendati secara materil merugi, Marikin masih bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat saat angin puting beliung berputar-putar dan menghantam bangsalnya. “Pas kejadian kami semua berhamburan keluar. Anak-anak bisanya cuman nangis,” kata Marikin dengan dialek Jawa-nya. (***)

Kendari,Kp Sudah sepekan terakhir ini, masyarakat Kendari kesulitan mendapatkan elpiji. Dari ibu rumah tangga hingga sektor industri kecil sampai skala restaurant juga mengeluhkan keberadaan bahan bakar gas tersebut. Dua agen elpiji di Kota Kendari yang sempat mengalami kekosongan, memang sudah berusaha mendapatkan tambahan pasokan tapi tetap tidak sesuai dengan permintaan konsumen di kota ini. Pihak distributor pun mengatakan, kurangnya stok karena distribusi yang terganggu, yakni pengiriman dari Bajoe ke Kendari mengalami hambatan, sehingga jumlah tabung elpiji yang masuk terbatas. “Apalgi setelah tenggelamnya KM Windu Karsa, dan ratusan tabung kami tenggelam di laut, pengiriman semakin terbatas,” terang Iman salah seorang karyawan di Putra Wirawan Gas, salah satu agen resmi elpiji di Kendari. Akibat tidak adanya elpiji ini, banyak warga yang harus mencari lagi minyak tanah sebagai bahan bakar mereka. Terlebih memperoleh MT tidak lagi gampang, di beberapa pangkalan sudah dijatah, apalagi bila bukan giliran MT datang, tentunya pangkalan tidak menyediakan. Masyarakat pun harus membeli di tingkat pengecer yang harganya mencapai Rp 6500 per liter. Sudah menyerupai harga industri, padahal harga dari Pertamina hanya Rp 3100 per liter nya. Alasan pengecer menjual dengan harga tinggi, mereka harus mengantri dan proses

sulis/kp

Tumpukan tabung Elpiji di PT Putra Wirawan gas, beberapa waktu lalu. distribusi dari pengkalan ke rumahnya juga menggunakan biaya. “Kalau begini terus kami masyarakat tambah susah. Bagaimana ini pemerintah terkait, tolong carikan solusi,” kata Sri salah seorang pemilik usaha gorengan yang setiap harinya menggunakan elpiji sebagai bahan bakar. WP Depot Pertamina Kendari, Daniel saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, untuk elpiji tidak ada kaitannya dengan Depot Pertamina Kendari,

karena agen yang ada mempoleh langsung dari Pertamina Makassar. Namun hal tersebut pun telah dikonfimasikan ke Makassar, adanya kelangkaan elpiji bukan karena ada pembatasan, tapi pihak kapal yang membatasi kapasitas muatan. Hal itu dilakukan setelah adanya tragedi KM Windu Karsa, sehingga muatan dalam kapal pengawasannya diperketat, harus sesuai aturan berlaku. “Jadi Pertamina tidak membatasi permintaan agen. Terlebih informasi yang kami peroleh sejumlah kapal yang melintas dari Bajoe- Kolaka, mengalami DOC (perbaikan red), sehingga jumlah angkut barang juga terbatas karena armadanya yang terbatas,”kata Daniel. Adanya Dermaga Sambuli yang seharusnya sudah bisa melayani pengisian elpiji, sampai saat ini belum bias terwujud. Versi Daniel, pihaknya juga telah mempertanyakan kepada perusahaan yang membangun fasilitas tersebut, dan pembangunan sudah rampung 100 persen. “Mengenai realisasi pengoperasiannya belum diketahui, pemerintah yang akan tentukan termasuk konversi dari minyak tanah menuju elpji,” paparnya. Kasi Informasi dan Penggembangan Pasar Subdin Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Disperindag Sultra, Darmin saat dikonfirmasi tentang kekosongan elpji, mengaku baru akan melakukan pengecekan lapangan. Versinya bila ada kendala pada distribusi tentunya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. (lis)

Indosat Kenalkan Mobile Off Portal Advertising Kendari,KP Kembali mengokohkan posisinya sebagai operator pelopor layanan mobile advertising di Indonesia, Indosat hari ini memperkenalkan inovasi berupa channel terbaru dari layanan ini, yaitu Indosat Mobile Off Portal Advertising, yang didukung oleh Ericsson. Hal ini sekaligus menjadikan Indosat sebagai operator pertama di Indonesia yang menghadirkan channel terbaru mobile off portal advertising di bidang mobile advertising. Inovasi terbaru ini merupakan bagian dari kerjasama strategis antara Indosat dan Ericsson dalam pengembangan bisnis

dan inovasi di bidang telekomunikasi, dalam hal ini di bidang mobile advertising. Indosat Mobile Off Portal Advertising akan menampilkan iklan berada di top dan bottom suatu portal yang ditampilkan dan didukung oleh jaringan operator yang dapat dilihat oleh pengguna pada saat melakukan browsing mobile portal dari mobile device (handphone, tablet, netbook/notebook berbasis OS mobile). “Mewujudkan komitmen untuk selalu fokus pada pelanggan, tidak hanya menghadirkan layanan berkualitas namun juga berbagai inovasi dan nilai lebih (value added) yang menyertainya. Kami berharap channel baru

Indosat Mobile Off Portal Advertising dalam layanan mobile advertising ini akan semakin menjawab kebutuhan sekaligus memberikan benefit baik bagi pemasang iklan maupun pelanggan,” demikian disampaikan Harry Sasongko, President Director and CEO Indosat. Mats V. Otterstedt, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, mengatakan, bila Ericsson bangga menjadi bagian penting bagi Indosat dalam memperkenalkan inovasi baru pada layanan mobile advertising di Indonesia. Seiring dengan makin meningkatnya orang dan alat (devices) terkoneksi, operator akan semakin memainkan

peranan penting untuk mendukung suksesnya layanan telekomunikasi menuju era baru ini, era Masyarakat Berjejaring (Networked Society). Indosat sendiri telah menghadirkan layanan mobile advertising sejak tahun 2008 dengan brand-nya ‘i-klan’. Indosat saat ini telah memiliki channel untuk layanan mobile advertising sebanyak 20 channel dan telah dimanfaatkan oleh lebih 300 partner terpercaya. “Saat ini Indosat masih terus mengembangkan layanan dan channel ini, dimana salah satu inovasinya dihadirkan hari ini yaitu, Indosat Mobile Off Portal Advertising,” pungkasnya. (lis)


Cyan

enta

llow lack

Cyan

enta

llow lack

Kamis, 6 Oktober 2011

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

email : bumianoa@gmail.com

Puluhan Rumah dan SD Rusak Berat Lagi, Puting Beliung Mengamuk Andoolo, KP Amukan angin puting beliung di sejumlah kabupaten di Sultra kembali terjadi. Bencana kali ini terjadi di wilayah Konawe Selatan (Konsel) tepatnya di Kecamatan Mowila, Sab-

tu sore (2/10). Sebelumnya, Jumat (1/10) lalu, terpaan puting beliung juga menghancurkan puluhan rumah warga dan sekolah MI Ma’arif NU, di Kecamatan Onembute, Konawe. Sementara di Konsel, korban bencana puting beliung mencapai puluhan rumah warga, termasuk satu unit bangunan SD 2 Muliasari, mengalami

rusak berat. Rinciannya 16 unit rumah rusak berat, 16 rusak sedang dan 56 rusak ringan di tujuh desa. Akibat bencana tersebut, puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di rumah kerabat yang tidak tertimpa bencana. “Penanganan pasca bencana telah dilakukan dengan memberikan bantuan makan-

an untuk tanggap darurat selama tujuh hari. Bantuan tersebut berupa beras dan mie instans untuk 431 Jiwa di tujuh desa di Kecamatan Mowila. Sementara untuk rehabilitasi SD 2 Muliasari, rusak berat akan dibangun gedung baru dari pos anggaran bencana

Baca RUSAK di Hal 6

Pemkab Abaikan Keputusan Dewan Rumbia, KP Pengelolaan keuangan Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana tidak pernah baik. Bayangkan, program atau anggaran yang sudah ditetapkan bersama dalam pembahasan APBD, ternyata bisa dihilangkan begitu saja oleh eksekutif, tanpa sepengetahuan DPRD setempat. Parahnya, program atau anggaran pengganti yang hilang itu, ternyata tidak pernah juga

dikonsultasikan atau mendapat persetujuan dari dewan, khususnya dari badan anggaran legislatif. Keberanian eksekutif Bombana itu langsung disoroti fraksi Demokrat Indonesia Raya (DIR). Saat rapat paripurna pandangan akhir fraksi tentang rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) perubahan APBD 2011 kemarin. Melalui juru bicara fraksi

DIR, Husnia Mida mengatakan dalam pelaksanaan APBD Tahun 2011, Pemkab masih melakukan pelanggaran hak konstitusional terhadap DPRD selaku lembaga yang mempunyai hak konstitusional dalam hal budgeting. Hal ini kata Husnia Mida ditunjukkan dengan adanya penambahan anggaran terhadap pos anggaran tertentu, tanpa dikonsultasikan lagi ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Tidak hanya itu, sejumlah proyek yang terdapat dalam APBD induk 2011 yang telah diberi tanda bintang, ternyata tidak dimunculkan lagi dalam APBD Perubahan. Fraksi yang terdiri dari gabungan Partai Demokrat dan Gerindra mempersoalkan hal tersebut karena eksekutif sudah menghilangkan program yang telah masuk dalam APBD

Dandim Buton Letkol (Inf) Unang Sudargo memeriksa pasukan pada upacara HUT TNI ke-66 yang di pusatkan di Makodim Buton, Rabu (5/10). SYAMSUDDIN/KP

TNI Siap Jaga Keutuhan NKRI Kodim Buton Gelar Upacara HUT TNI ke 66 Baubau KP Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 66 ditandai dengan upacara di halaman Makodim Buton, kemarin (5/10). Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.45 Wita ini dipimpin langsung Komandan Kodim 1413 Buton Letkol Inf Unang Sudargo, SH . Upacara tersebut juga dihadiri Walikota Baubau H. Mz Amirul Tamim serta sejumlah unsur Muspida dan seluruh anggota TNI di jajaran Kodim 1413 Buton. Peringatan HUT TNI kali ini mengambil tema “Dengan Keterpaduan dan Profesionalis-

me, TNI bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI”. Terselenggaranya HUT TNI ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan semangat pengabdian TNI dalam melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa negara. Dalam kesempatan tersebut, Dandim Buton, Letkol Inf Unang Sudargo membacakan amanat Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono. Disampaikan bahwa pengabdian TNI sejak awal kemerdekaan hingga saat ini pada hakikatnya merupakan bukti komitmen kesetiaan tulus prajurit TNI pada bangsa negara. “Di hari bersejarah ini sudah patut kita

Cyan

Mage

Yell Black

Baca TNI di Hal 6

Baca DEWAN di Hal 6

Suasana Belajar MI Ma’Arif NU Pasca Gedung Sekolah Hancur Dihantam Puting Beliung

Belajar di Eks Penggilingan Padi, Dua Kelas Digabung Satu

Proses belajar belasan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama (NU), Desa Napoosi, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe saat memprihatinkan. Tiga lokal ruang belajar sekolah mereka, rata tanah akibat hantaman angin puting beliung, Jumat sore (30/9). Bangunan bekas mesin penggilingan padi jadi tempat belajar sementara. HASRUDDIN LAUMARA/KP

Hasruddin Laumara, Unaaha SEKILAS bangunan semi permanen di Dusun II Desa Napoosi yang sisi atasnya ditambahkan beberapa lembar papan itu, tak nampak sebuah sekolah darurat milik Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Jika lebih teliti, nampaklah jelas, eks penggilingan padi itu sebuah bangunan tempat belajar murid MI. Sabtu (1/10) lalu, ketika koran ini bertandang di lokasi bencana alam angin puting beliung, bangunan semi permanen itu masih polos. Sisi atas transparan tanpa papan di bagian atas tembok setinggi satu meter. Pintu juga tak ada. Berselang empat pasca musibah, kemarin bangunan semi permanen berukuran sekitar 2x7 meter itu berubah fungsi menjadi dua ruang belajar belajar darurat para murid MI LP Ma’arif NU. Dua ruang belajar itu disekat papan. Awalnya bangunan itu hanya satu lokal saja. Desa Napoosi, Kecamatan Onembute, Konawe secara administratif berbatasan langsung dengan Kecamatan Raterate, Kabupaten Kolaka. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari ibukota Unaaha. Kepala Desa Napoosi, Muh. Fadil mengaku bangunan yang ditempati proses belajar murid MI LP Ma’arif NU itu eks tempat penggilingan padi. Sebelum digunakan alternatif tempat belajar murid MI, bangunan itu pernah dijadikan tempat Posyandu saat lomba desa beberapa tahun lalu. “Saya sudah arahkan untuk belajar di balai desa tetapi karena pertimbangan guru-gurunya mau jadi belajar disana saja. Karena lebih dekat (dengan rumah murid) dan banyak siswanya dari dusun II,” ujar Muh.Fadil kepada koran ini dikediamannya, kemarin. Melongok lebih ke dalam, bangunan yang disekat menjadi dua ruangan belajar itu, murid ditampung dalam satu kelas. Kelas I hingga Kelas III bertum-

Naisya, salah seorang guru MI Ma'arif NU Desa Napoosi, sedang mengajar muridnya ditengah keterbatasan fasilitas pasca bencana.

puk dalam satu ruangan ukuran kecil. Sedangkan ruangan lainnya, Kelas V berjumlah tiga orang dan murid Kelas IV berjumlah empat orang digabung. Untungnya, sedikit lebih luas dibanding ruang satunya. Saat koran ini bertandang di sekolah darurat mereka, para murid dua kelas berbeda ini terlihat belajar seadanya, tanpa papan tulis. Satu per satu mereka dipanggil untuk membaca materi pelajaran lalu dijelaskan gurunya, Naisyah. “Ini sangat memprihatinkan,

Baca BELAJAR di Hal 6

Cyan

Mage

Yell Black


n

enta

low k

n

enta

low k

6 Rusak alam,” ujar Wakil Bupati Konsel, Sutoardjo Pondiu, kemarin. Menurutnya, penanganan bencana puting beliung langsung mendapat perhatian pemerintah, mengingat kondisi pemukiman warga mengalami kerusakan berat, sehingga warga tidak dapat menempatinya. “Untuk sementara warga ada yang menginap di rumah-rumah kerabat dan Masjid. Begitu juga dengan siswa-siswi SD Muliasari, untuk sementara belajarnya di masjid terdekat dengan sekolah,” terangnya. Mantan Ketua DPC Demokrat Konsel itu menambahkan, untuk bantuan makanan berupa beras dan mie instan mu-

Belajar ..................... kasian para murid-murid belajar seadanya. Semoga ada perhatian cepat dari pemerintah,” harapnya. Guru lainnya, Nursamawati, terpaksa duduk di luar bangunan. Ditemani sebuah bangku dan meja, tepatnya dekat pintu masuk kelas. “Agar proses belajar mengajar tetap berjalan, terpaksa murid diberikan materi pelajaran dengan cara didikte. Materi dibacakan lalu dijelaskan dan murid diberikan tugas pekerjaan rumah diakhir pelajaran,” ujar Nursamawati. Ani Asyifah, murid Kelas IV mengaku sedih karena belajar tanpa fasilitas memadai. Karena sekolahnya yang dulu runtuh. “Kalau belajarnya masih baik saja. Guru juga aktif. (Harapannya) Bisa dibuatkan sekolah lagi,” polos murid Kelas IV ini. Hal yang sama diungkapkan murid MI Ma’arif NU lainnya, Trio Armanto. Murid Kelas V ini mengaku sumpek belajar di ruangan sempit itu karena sekolah sebelumnya rubuh. Bocah berbadan subur ini menjelaskan suasana belajar di ruangan sempit itu tidak sama dengan sekolah sebelumnya nyaman. “Tidak sama, karena ruangan lebih kecil,” ujarnya. Menyangkut proses belajar mengajar masih sama metode sebelumnya. Karena papan tulis sekolah mereka ikut hancur ditimpa bangunan sekolah, Trio Armanto dan teman-temannya hanya menerima penjelasan dari mata pelajaran dari gurunya. “Kalau mau menulis belum bisa karena tidak ada meja, kami hanya mendengar penjelasan guru,” tuturnya. Nursamawati enggan memastikan sampai kapan batas waktu belajar di eks penggilingan padi. Kemungkinan sampai sekolah sebelumnya dibangun kembali. Yang pasti aktivitas belajar mengajar tetap berjalan. Menyangkut muridnya hanya sebelas orang saja, se-

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

lai di drof hari ini (5/10). “Dinas Sosial, Badan Bencana Daerah dan beberapa instansi teknis lainnya sudah di lokasi untuk melakukan penanganan. Harapannya warga mendapat perhatian dan dapat melakukan aktifitas seperti biasanya,” tandasnya. Selain bantuan dari pemerintah kabupaten, Sutoarjo berharap, ada juga bantuan dari pihak-pihak lain yang turut membantu atas bencana puting beliung yang menimpa puluhan kepala keluarga di Kecamatan Mowila. “Dalam bencana itu tidak ada korban jiwa dan kejadiannya pada sore hari sekitar pukul 15.00 wita. Kalau kerugian dari bencana tersebut mencapai ratusan juta rupiah,” tandasnya. (era)

sungguhnya banyak, tetapi tidak hadir lantaran banyak fasilitas semisal kursi dan meja hancur ditimpa bangunan sekolah yang rubuh. Sayang, Nursamawti tidak mengetahui pasti jumlah muridnya mulai kelas I hingga Kelas V. Katanya jumlah pastinya, Kepala Sekolah MI, Yati Haryati yang tahu pasti. “Ada beberapa murid yang memilih keluar (pindah sekolah), karena gedungnya hancur begitu. Jadi disangka tidak belajar,” tambahnya. Menyangkut bantuan dari Pemerintah Kabupaten, Nursamawati mengatakan sewaktu Bupati Konawe meninjau lokasi bencana, Sabtu (1/10) lalu sempat berjanji akan segera memberikan bantuan. “Sampai hari ini bantuannya belum ada, kami hanya disuruh menunggu saja. Kita berharap sekali sekolahnya dibantu supaya anak-anak bisa sekolah, bisa belajar dengan baik. Supaya tidak begini, karena sempit ruangannya.Yang saya lihat yang hadir anak-anak tetap semangat,” bebernya sembari merinci guru yang aktif saat ini yakni Yati Haryati, kepala sekolah merangkap guru, Naisyah, Muhozin dan Yusni Hasbiah. Komite sekolah, guru-guru dan wali tua murid melalui Kades Napoosi, Muh. Fadil berharap agar secepatnya anakanak didik mereka ini dibangunkan sekolah baru, sesuai janji Bupati Konawe ketika itu. Menurutnya, kerusakan parah bangunan MI dipicu atap genteng menindih bangunan. “Estimasi kami, bangunan baru membutuhkan dana sekitar Rp 50 juta. Namun kalau perkiraan konsultan malah bisa lebih dari Rp 50 juta. Yang jelas, kedepan saya akan galakkan swadaya masyarakat,” komitmen Muh. Fadil. Tentunya, swadaya itu digalakkan setelah melihat sejauh mana respon pemerintah kabupaten Konawe. Ia akan meminta swadaya wali murid. “Malah kalau tidak salah, awal berdirinya MI ini juga diresmikan Bapak Bupati, lima tahun lalu,” tutupnya. (*)

Bentrok Kembali Terjadi Tokoh Masyarakat Mengadu ke DPRD Raha, KP Suasana kondusif yang tercipta beberapa hari pasca bentrok antara pemuda Jalan Rambutan dan Jalan Jambu Mete (Lorong PK), hanya bersifaat sementara. Kemarin sekitar pukul 14.30 Wita, kembali terjadi bentrok kedua lorong bertetangga itu. Belum ada laporan korban dari kedua belah pihak. Namun baik jalan rambutan dan lorong PK, “benteng” yang mereka buat dari

seng dan kayu terbakar. Tak diketahui siapa yang memulai, warga sekitar yang melihat kedua pemuda lorong tersebut saling kejar dengan benda tajam dan saling panah (busur red). Perkelahian pemuda kedua lorong tersebut berlangsung hampir dua jam. Pihak keamanan, Polisi dan TNI baru bisa meredakan pertikain itu sekitar pukul 15.30. Warga disekitar pun cukup panik dan menutup pintu rumah mereka. Sebelum terjadi bentrok untuk kesekian kalinya. Tokoh masyarakat jalan Rambutan menyampaikan aspirasi di DPRD. “Kita ingin pertikaian ini

berakhir, bisa hidup damai tanpa dihinggapi ketakutan dan kekhawatiran, “ ungkap Budilah, Kepala lingkungan III Jalan Rambutan. Mereka berharap melalui DPRD, bisa menjembatani dengan pihak polisi agar bisa melakukan patroli di lingkungan mereka. “Kalau ada Polisi atau tentara yang berjaga, tidak ada pertikaian. Tapi ketika petugas keamanan pulang pukul 03.00 dini, bentrok kembali terjadi. Kami meminta agar Polisi dan TNI bisa berjaga 24 jam di wilayah kami,” harapnya. Pria bercambang itu, sudah tiga kali menyampaikan kepada Bu-

pati. “Setiap kali terjadi pertikaian. Saya melaporkan ke Bupati. Bupati merespon dengn melakukan rapat muspida. Tapi sampai hari ini, kedamaian belum tercipta, “ungkapnya. Ketika para tokoh masyarakat Rambutan ke DPRD. Saat itu (pukul 11.00) Komisi I menggelar pertemuan dengan asisten I Ruslan Ibu, Kepala Kesbang Aswar Efendi dan Camat Katobu Aliudin, serta dihadiri oleh para Lurah. Langkah DPRD menjembatani menyelesaikan konflik terkesan terlambat, karena konflik sudah terjadi hampir tiga pekan (sejak 17 September red). (awn)

Ruksamin Lantik Ratusan Pejabat Mulai Kabid, Kasek dan Lurah Wanggudu, KP Mutasi besar-besar pejabat lingkup pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara kembali dilakukan pasangan Aswad Sulaiman-Ruksami, Selasa (4/10) lalu. Pelantikan pejabat kali ini, merupakan yang ketiga kalinya selama pemerintahan dipimpin Aswad-Ruksamin. Jumlah yang dilantik kali ini, sebanyak 100 lebih pejabat mulai

TNI ................ memberi penghormatan tinggi pada pejuang yang gugur membela bangsa dan negara. TNI lahir di tengah rakyat, TNI adalah tentara rakyat, pejuang dan profe-

Dewan .................. induk itu kemudian memasukan program yang baru dalam APBD perubahan dengan mengabaikan program yang telah diberi tanda bintang tersebut. “Ini salah satu catatan Fraksi Demokrat Indonesia Raya. Makanya Kami meminta penjelasan kepada eksekutif terkait masalah

eselon III maupun eselon IV (kepala bidang, kepala sekolah hingga lurah). Proses pelantikannya dilakukan Wakil Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin, di aula Pemkab setempat, sesuai SK bupati nomor 363 tahun 2011. Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Ruksamin mengatakan, mutasi pejabat tersebut merupakan hal biasa dan lumrah di lingkungan PNS. Ini tak lain sebagai upaya penyesuaian, penyegaran dan pembinaan dalam rangka peningkatan kinerja aparatur. Disamping sebagai up-

aya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, mengingat tuntutan masyarakat yang semakin besar seiring dinamikan yang berkembang. “Sebagai ujung tombak, maka saudara-saudara dituntut memiliki keahlian dalam berbagai bidang pemerintahan terutama pemahaman saudara terhadap uraian tugas dan fungsi jabatan yang diemban,” pesan Ruksamin. Menurut Ruksamin, tantangan kedepan terletak pada usaha bagaimana memaksimalkan fungsi-fungsi yang ada agar tercipta

kemandirian daerah sebagaimana dimaksud dari otonomi daerah yang berlangsung saat ini. Fungsifungsi tersebut harus mampu menjadi perekat, sehingga merupakan suatu kekuatan yang masih bersifat sinergis dalam mendorong arus informasi lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan itu, Ruksamin juga meminta kepara para pejabat eselon III dan IV untuk mewujudkan dan mendukung program pemerintah provinsi yaitu BAHTERAMAS dan program daerah Konawe Utara. (p1)

sional, sehingga harus berpihak pada kepentingan rakyat, serta tidak henti berjuang untuk bangsa,” ujarnya. Panglima menegaskan bahwa prajurit TNI juga harus berupaya meningkatkan kinerja dan kemam-

puan profesionalisme. “Ini juga merupakan komitmen TNI bahwa seluruh elemen bangsa punya tanggung jawab membela negara. Kemanunggalan pada rakyat juga merupakan kunci strategis untuk keberhasilan TNI,” katanya.

Sebelumnya puncak perayaan HUT ke 66, berbagai kegiatan telah dilakukan, diantaranya, donor darah, karya bakti sosial, pertandingan olahraga, serta ziarah ke Taman Makam Pahlawan. (k1)

ini,” ungkap politisi dari Partai Gerindra ini. Sahrun Gaus, MM, ketua Fraksi DIR juga menyesalkan tindakan inkostitusional eksekutif tersebut. Katanya, langkah eksekutif seperti itu merupakan bentuk delegitimasi terhadap DPRD. Sebab tiap program yang masuk dalam batang tubuh APBD dan sudah disepakati bersama eksekutif, tern-

yata tidak terealisasi. Hal ini akan menjadi sorotan masyarakat, DPRD juga dirugikan karena sasaran sorotan masyarakat pasti ada di dewan. “Jangan alasan defisit, dijadikan dalih untuk menghilangkan program yang sudah disepakati,- ungkap politisi dari partai Demokrat ini. Meski menyorot langkah eksekutif itu, namun dalam akhir

pandangannya, Fraksi Demokrat Indonesia Raya juga sepakat untuk menetapkan KUA PPAS perubahan APBD 2011 untuk ditetapkan menjadi KUA PPA. Ini diikuti juga dengan kesepakatan tiga Fraksi lainnya di DPRD yakni Golkar Bersatu, Fraksi Patriot Amanat Nurani Bersatu, dan Fraksi Bintang Kebangkitan Demokrasi Indonesia. (nur)


7

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

Galang 100 Juta SMS demi Tujuh Keajaiban Dunia JK ............................. dikoordinasi aktivis lingkungan Emy Hafildz juga ikut dalam rombongan. “Masih ada waktu sampai 11 November untuk memberikan dukungan agar komodo menjadi bagian dari Seven Wonders. Langsung ketik komodo dan kirim SMS ke 9188,” kata JK, sapaan Jusuf Kalla, seusai melihat dari dekat komodo di balik rimbun hutan Loh Liang. Menurut dia, peluang komodo menjadi satu di antara tujuh keajaiban dunia ciptaan alam sangat terbuka. Untuk bisa masuk dalam tujuh keajaiban dunia, paling tidak dibutuhkan 100 juta SMS dukungan. “100 juta SMS itu tidak sulit kalau kita mau. Lebaran lalu, jumlah SMS tembus satu miliar,” ujar JK. Saat ini komodo telah masuk dalam 28 besar dari 400 calon warisan alam di daftar keajaiban dunia. Laut Mati dan hutan Amazon adalah dua dari beberapa warisan alam lain yang kini bersaing dengan komodo untuk masuk tujuh besar. Apa langkah konkret JK untuk menggalang dukungan

bagi komodo” Dengan tegas JK menyatakan akan mendekati para pengusaha nasional. Dia tidak mau memilih jalan pintas dengan membeli pulsa telepon dalam jumlah besar dan digunakan untuk mengirim SMS. “Tidak seperti itulah. Ini lebih kepada kesadaran. Apalah arti SMS seribu rupiah untuk komodo, daripada Facebook-Facebookan. SMS komodo lebih bermanfaat,” tutur mantan ketua umum Partai Golkar ini. Selain pengusaha, JK akan meminta Presiden SBY ikut mendukung gerakan vote komodo. “Saya akan meminta waktu kepada presiden untuk menyampaikan hal ini,” katanya. Di beberapa negara, kepala negara memang memimpin langsung bangsanya agar warisan alamnya bisa masuk dalam daftar keajaiban dunia. Afrika Selatan dan Korea Selatan, misalnya. Presiden dua negara itu serius mengampanyekan pemilihan tujuh keajaiban dunia. Di Loh Liang JK juga mengajak wartawan mengirimkan SMS demi kemenangan komodo. “Seribu rupiah per SMS untuk komodo, untuk Indone-

sia. Ayo, dukung komodo masuk Seven Wonders,” katanya. Menurut JK, dukungan luas untuk komodo perlu digalang. Sebab, jika berhasil masuk tujuh keajaiban dunia, dampaknya akan sangat luar biasa. “Borobudur tidak berhasil masuk dalam Seven Wonders buatan manusia karena minimnya dukungan. Kali ini kita harus berhasil,” tandas JK dengan mimik serius. Menurut dia, jika komodo berhasil masuk tujuh keajaiban dunia, Nusa Tenggara Timur yang menjadi wilayah habitat komodo akan mendapat manfaat luar biasa. “NTT bisa menjadi Bali kedua. Menjadi destinasi wisata kelas dunia. Wisatawan dari Bali bisa melanjutkan wisata ke NTT,” jelasnya. Wisata komodo, menurut JK, harus dikelola dengan tetap mengutamakan sisi ekologi, bukan sekadar wisata yang bersifat refreshing semata. JK menyebut wisata komodo tetap harus terkendali untuk menghindari dampak kerusakan alam. Sembari menyusuri rute terpendek Loh Liang, JK menuturkan, mundurnya Indonesia dari daftar tuan rumah rangkaian acara tujuh keajaiban dunia tidak akan mengubah peluang

kemenangan komodo. Peluang menang tetap terbuka, mengingat komodo adalah satu-satunya satwa dari zaman purba yang masih bertahan hingga kini. “Antara menjadi host dan masuk dalam Seven Wonders adalah dua hal berbeda. Ini (usaha masuk tujuh keajaiban dunia) seperti Indonesia Idol. Semakin banyak SMS, peluang menang makin besar,” bebernya. Dengan menenteng tongkat dan mengenakan topi rimba, JK bersemangat menuturkan nilai strategis Seven Wonders bagi Indonesia. “NTT jelas akan mendapat manfaat dan Indonesia juga akan menikmati manfaat serupa,” bebernya. JK bukan satu-satunya duta komodo yang digaet P2K. Masih ada mantan ratu badminton Susi Susanti dan Susi Hartomo yang selama ini dikenal sebagai pakar perawatan wajah dan kosmetik. Duta komodo P2K berbeda dengan duta serupa yang ditunjuk Kemenbudpar. “Tidak masalah duta dari mana. Saya juga tidak sedang mengambil alih pekerjaan pemerintah. Ini pekerjaan bagi semua untuk Indonesia,” tandas JK.(nw)

Tersangka Pembakaran Kantor Bupati Bertambah Tersangka .................. na pertimbangan telah lanjut usia dan dikenakan wajib lapor. “Dia bisa bekerjasama dan setiap dipanggil selalu datang,” terangnya. Sementara La Kia, karena pertimbangan memiliki anak yang masih kecil-kecil dan dengan taraf hidup ekonomi dibawah garis kemiskinan. “Dia menjadi tulang punggung keluarganya. Rumah yang mereka tempati gubuk-gubuk,” jelas Kasatreskrim. AKP Agus, -begitu Ia disapa, mengungkapkan peran masing-masing tersangka. Untuk Afif dan Iwan ditetapkan sebagai tersangka karena menghasut sehingga terbakarnya kantor Bupati dan DPRD Butur. Kades Nsumala Wahyu Wirawan yang menggerakan massa. Kemudian La Kia dan La Edy diduga yang melakukan pembakaran. “Kita masih melakukan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka,” ujarnya. Sementara itu, Korda Partai Golkar Butur, Zainuddin Ambo meminta jajaran kepolisian agar tidak hanya menangkapi masyarakat yang diduga

melakukan pembakran. Tetapi, polisi juga harus melihat dan menelaah akar masalah hingga peristiwa itu terjadi. “Pembangunan kantor Bupati di Ereke ilegal karena ibukota bukan Ereke tapi Buranga. Kalau kita menggunakan rasio, masyarakat sebenarnya menegakkan hukum. Apakah barang yang dibangun dengan melanggar hukum lalu dimusnahkan salah? Ada kisah di zaman nabi, seorang raja membangun patung-patung berhala dari uang negara. Karena dianggap ilegal dan salah, masyarakat kemudian menghacurkan patung-patung berhala itu walaupun dibangun dengan menggunakan uang negara oleh raja saat itu. Ternyata, polisi di zaman nabi tidak menghukum orangorang yang menghancurkan patung berhala. Jadi, hakikat hukumnya yang harus ditegakkan,” tutur Zainuddin. Kepada wartawan koran ini, Zainuddin melihat beberapa indikasi kongkalingkon dalam penataan ibukota Butur. Salah satu contoh yang disebutkan adalah, pemasangan papan-papan nama kantor di depan sebuah gedung di Buranga yang luas bangunannya sekitar 6x9

meter. Ada sekitar 15 papan nama kantor mereka jejer di depan sebuah bangunan. Karena tidak cukup dijejer melebar, akhirnya dipasang bersusun ke belakang. Kalau betul papan nama itu, maka PNS di 15 kantor itu harus bertugas di bangunan yang 6x9 meter. Setiap kantor menenpati ruangan 1x3 meter. Anda bisa bayangkan pembohongan dan pembodohan rakyat yang mereka lakukan. Mestinya, polisi menangkap orang-orang seperti itu karena itu juga bisa dianggap provokator. Salah satu kemarahan rakyat di Butur adalah tindakan-tindakan pemerintah seperti ini,” tuturnya. Hal lain katanya, tim verifikasi dari Depdagri telah berkunjung di Butur dan membuktikan bahwa ibukota memang di Buranga dan bukan Ereke. “Saat itu, tim berangkat dari dari Kendari via Amolengu, Konawe Selatan. 20 menit kemudian sudah tiba di Buton Utara. Dari Buranga bisa bolakbalik ke Kendari. Kalau via Baubau, bisa memakan waktu dua hari,” kata Zainuddin Ambo yang juga mantan Caleg Golkar Dapil Muna-Buton Utara ini.(awn)

Widodo, Ahli Balistik Pernah Jadi Penasihat Militer Bolivia Reformasi Internal TNI Berkelanjutan Guru ......................... ditembakkan mengenai otak kecil, Red), ditembakkan secara langsung, tanpa melewati medium keras seperti kaca. Itu tugas penyelidik untuk membuktikannya,” kata Widodo yang ditemui di kawasan perkantoran Menteng, Jakarta Pusat (3/10). Nama Widodo di jagat balistik memang jarang terdengar. Dia baru muncul saat memberikan kesaksian untuk Antasari dan Williardi Wizar (perwira menengah polisi yang juga menjadi terpidana kasus pembunuhan Nasruddin). Sebelumnya, nama Widodo nyaris tak pernah muncul. “Saya tak terlalu banyak muncul dan bicara soal persenjataan. Soalnya, nanti takut ada yang tersinggung kalau sampai saya sebut rahasia negara,” katanya lantas terkekeh. Widodo saat ini berusia 76 tahun. Lama berkecimpung di dunia balistik membuat pendengarannya berkurang. Dalam sidang Antasari, dia harus didampingi seorang pengacara untuk mengulang pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan berbagai pihak. Meski sudah senior, Widodo selalu bersemangat kalau berbicara soal persenjataan. “Kalau orang sudah cinta pada profesi, apa saja dilakukan seperti melakukan hobi,” katanya. Lelaki kelahiran Bojonegoro, Jatim, 1935 itu memang termasuk orang lama di dunia balistik Indonesia. Pada 1963, dia masuk ke PT Pindad di bagian penelitian dan pengembangan. Padahal, Widodo sama sekali tidak berlatar belakang militer. Dia hanya lulusan jurusan ilmu pasti Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Malang “sekarang menjadi Universitas Negeri Malang. Setelah lulus pada 1958 dan menjadi guru di beberapa SMA, Widodo lantas melamar ke PT Pindad. “Saya hidup di masa perang. Karena itu, saya suka sekali terlibat di hal-hal tentang perang,” katanya. Widodo termasuk orang yang menyaksikan sendiri sejumlah peperangan di Indonesia. Saat masih belasan tahun, dia sempat menyaksikan bom diluncurkan di dekat rumahnya di Bojonegoro dan beberapa kontak senjata di daerah Lamongan. “Dulu bapak saya kan pernah jadi camat di Semlarang, Lamongan. Makanya, sejak kecil saya selalu senang dengan peperangan,” katanya. Di Pindad, gairah Widodo terhadap dunia militer terpenuhi. Dia menjadi orang yang mengurusi penelitian balistik dan roket. Penelitian dan pengembangan itu sempat menuai hasil. Pindad pernah mampu menerbangkan roket kecil berukuran 5 sentimeter bikinan sendiri. Prestasi itu diganjar oleh Kepala Laboratorium PT Pindad Azwar Anas (yang kemudian menjadi menteri perhubungan dan menko kesra di era Presiden Soeharto) untuk tugas belajar persenjataan ke Yugoslavia. Widodo berangkat ke negara

Balkan itu pada 1964. Dia belajar persenjataan di Yugoslavia lima tahun hingga 1969. Masa belajar lima tahun itu tak dihabiskan Widodo hanya di kelas-kelas teori. Sering dia menyelidiki sendiri gudang-gudang senjata Yugoslavia. Ternyata, militer negeri yang pecah sejak 2003 lalu itu menyembunyikan senjata dengan dikubur dalam tanah jauh di dalam hutan. “Sebab, kalau diletakkan dalam gudang, tinggal di bom saja sama musuh,” katanya. Gara-gara rasa penasaran yang tinggi itu, Widodo sempat ditangkap tentara Yugoslavia karena dianggap mata-mata. Mantan guru di SMA 6 Jakarta itu sempat meringkuk di tahanan empat hari sebelum akhirnya dilepaskan. “Saya bilang, saya bukan mata-mata. Indonesia tidak memiliki persoalan dengan Yugoslavia,” katanya. Karena sedang tugas belajar di Yugoslavia itulah, Widodo tidak mengalami peristiwa kelam Gerakan 30 September (G 30 S). Namun, dia terus memonitor perkembangan di tanah air. “Saya bilang pada diri saya, itu bukan perang saya. Kalau PKI yang menang, bisa jadi orangorang PNI (Partai Nasionalis Indonesia, Red) yang

dibunuhi,” katanya. Widodo memang aktivis tulen saat muda. Dia pernah menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) PTPG Malang. Karena itu, saat tugas belajarnya selesai pada 1969, Widodo menolak kembali ke Indonesia. Sebab, para aktivis GMNI ditangkapi oleh Orde Baru karena dianggap berafiliasi dengan PNI. “Beberapa kelompok di PNI dulu dianggap PKI, ditangkapi,” katanya. Widodo pun desersi. Dia memutuskan untuk berimigrasi ke Kanada pada 1970. Bapak dua anak itu lantas bekerja di sebuah perusahaan asuransi. Salah seorang pimpinannya kemudian menawari dia bekerja di pertambangan emas di Bolivia. Sebab, pengetahuan Widodo tentang bahan peledak bisa dimanfaatkan. Widodo lantas hijrah ke Bolivia pada 1972. Di Bolivia, Widodo menikah dengan perempuan lokal. Dari pernikahan itu dia dikaruniai dua anak. Widodo masih penasaran dengan dunia militer. Karena itu, dia melamar ke angkatan bersenjata Bolivia pada 1976. Dia kebagian tugas di bidang litbang persenjataan. Pekerjaan Widodo bermacam-macam. Mulai pemeliharaan alat-alat bersen-

jata, meriam, pistol, hingga menguji senjata-senjata yang akan dibeli Bolivia. Widodo juga sempat mengajar perwira-perwira militer Bolivia. Selama sepuluh tahun, Widodo mengabdi pada militer Bolivia. Pada 1987, dia pulang ke Indonesia karena urusan keluarga. Sulung dari enam bersaudara itu akhirnya menetap di Indonesia sampai sekarang. Istrinya yang asli Bolovia dan dua anaknya dia bawa serta. Widodo menilai, paradigma terkait persenjataan saat ini harus diubah. Negara, kata dia, jangan berpikir terus-terusan soal pengadaan alutsista. Sebab, alutsista tak akan ada gunanya tanpa peluru. “Tank itu tidak bisa menghancurkan musuh. Yang bisa menghancurkan musuh itu peluru. Begitu juga pesawat dan alat-alat persenjataan lain,” katanya. Selain itu, kata Widodo, pengadaan alutsista selama ini sering salah kaprah. Negara hanya berpikir membeli alat-alat yang dimiliki negara lain. “Tidak harus begitu. Kita harus berpikir bagaimana perkembangan militer musuh dan bagaimana kita menghadapi teknologi persenjataan mereka,” katanya.(nw)

TNI ........................... The Indonesian Peace and Security Center, di Kawasan Santi Dharma, Sentul, Bogor, Jawa Barat. “Ini sebuah kawasan yang direncanakan akan menjadi

sarana pendidikan dan latihan bersama dalam operasi pemeliharaan perdamaian, penanggulangan bencana, penanggulangan terorisme dan pangkalan bagi standby force, atau satuan tempur mekanis,” jelas SBY. Menurut SBY selama 66 ta-

hun, TNI terus mengalami banyak perubahan. Jika di masa lalu, TNI pernah dikritisi karena keterlibatannya yang terlalu dalam di ranah sosial-politik, kini TNI tampil sebagai komponen utama pertahanan negara yang makin profesional.(afz)


C M Y K

8

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

Awas, Bahan Kimia Berbahaya Beredar di Jajanan Sekolah

DPR Seriusi Kasus Century Jakarta, KP Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, menegaskan legislatif masih menunggu dokumen resmi hasil Audit Forensik Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait kasus mega skandal Bank Century. Jika hasil audit itu sudah secara resmi diterima DPR, maka akan jelas diketahui siapa yang menerima aliran dana dari bekas Komisaris Utama Bank Century, Robert Tantular. “Kami masih menunggu dokumen resmi yang mudahmudahan bulan ini bisa diterima untuk mengetahui siapa yang menerima aliran dana dari Robert Tantular atau lainnya, terkait kebijakan yang ada pada Bank Century pada waktu itu,” kata Pram, kepada pers, Rabu (5/10), di Jakarta. Dijelaskan Pram, audit forensik itu akan semakin menguatkan jawaban atas apa yang menjadi pertanyaan publik selama ini, mengenai siapa orang yang mengambil manfaat dari proses bailout Bank Century tersebut. “Dan, yang mengambilnya itu salah satunya Deputi Gubernur BI. Mudah-mudahan hasil temuan ini akan mengungkap hal lainnya yang masih gelap dan samar-samar,” katanya. Bekas Sekjen PDI Perjuangan itu berharap, sebelum Tim Pengawas Century DPR tugasnya berakhir Desember 2011 nanti, maka apa yang jadi keputusan Paripurna DPR RI soal tugas Timwas Century, itu bisa diselesaikan.“Di antaranya menyangkut aliran dana,” tegasnya. Ditanya soal informasi informal yang memastikan ada aliran dana ke Budi Mulya, Pram menjawab memang pihaknya mendapatkan informasi seperti itu. “Tapi, tidak etis menyebut nama. Kami dapat informasi bahwa ada salah seorang Deputi Gubernur BI yang menerima aliran dana itu,” tegas anak buah Megawati

Jakarta, KP Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih terlalu lemah dalam mengawasi peredaran bahan kimia berbahaya. Mereka mengakui peredaran bahan-bahan tersebut masih bocor. Celakanya, muara kebocoran sampai di home industry jajanan sekolah. Mereka hanya bisa menghimbau kepada sekolah dan orang tua untuk hati-hati membeli jajanan sekolah. Guru dan orang tua harus hati-hati. Anak-anak harus diawasi membeli makanan kemasan dan makan yang menggunakan bahan pabrik dan kemasan lainnya. Paparan tentang masih bocornya peredaran bahan kimia berbahaya ini disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Roy Sparrin-

C M Y K

ga. Ditemui usai diskusi Keamanan Pangan dan Pola Konsumsi Anak yang digelar Fonterra di Jakarta kemarin (5/ 10), Roy memaparkan banyak sekali jenis bahan kimia berbahaya yang bocor dan digunakan bahan olahan jajanan. “Zat pewarna untuk industri tekstil masih berada di atas potensi kebocoran,” tuturnya. Selanjutnya, disusul oleh kebocoran perdagangan zat berbahaya formalin dan boraks. Resiko jika sering mengkonsumsi jajanan yang mengandung zat-zat tersebut adalah kanker. Roy menuturkan, persoalan pengawasan bahan kimia berbahaya supaya tidak bisa bocor tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPOM. Menurutnya, pengawasan ini harus dilakukan serentak oleh kepolisian,

dinas kesehatan dan pemerintah daerah. Jika pihak-pihak ini kompak, potensi kebocoran zat kimia bisa ditekan. BPOM pernah menyelidiki rute kebocoran zat kimia berbahaya ini. Ternyata, pantauan tidak boleh berhenti di distributor saja. Tapi juga harus menyentuh sampai retailer. Roy menuturkan, selama ini banyak sekali retailer yang menjual zat-zat kimia baracun bodong. “Sebaliknya, jika berizin tapi tidak ada pengawasan intensif,” katanya. Menurut Roy, aliran zat-zat kimia berbahaya ini sudah mengalami evolusi. Saat ini, pemilik usaha rumahan jajanan sekolah tidak perlu datang ke tokotoko barang kimia untuk membeli bahan-bahan berbahaya

Baca AWAS di Hal. 2

Rezim SBY–Boediono Ciptakan Wabah Korupsi

TEDY KROEN/RAKYAT MERDEKA

Jaksa Agung Basrief Arief (kedua dari kanan) didamping pejabat Kejaksaan Agung menguraikan laporannya dalam Rapat dengan Tim Pengawas (Timwas) Kasus Century, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/10), terkait persiapan kuasa hukum negara dalam rangka menghadapi cross examination gugatan Rafat Ali Rizfi dan Hisyam Al Waraq di Mahkamah Arbitrase Internasional. Soekarnoputri, itu. Lantas apakah ada pihak lainnya yang menerima dana, kata

Pram, memang disebutkan ada yang lainnya tapi bukan pada level pengambil kebijakan. “Ini

yang nanti pada Audit Forensik akan diungkapkan secara lebih gamblang,” ujarnya lagi. (boy)

Fahri Minta KPK Diaudit Khusus Jakarta, KP Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah, nampaknya belum bisa berhenti mengeluarkan kritik terhadap KPK. Setelah mengusulkan pembubaran KPK, kali ini Fahri meminta dilakukannya audit khusus terkait penerimaan dana asing di lembaga pemberantas korupsi itu. “Saya melalui kesempatan itu (rapat konsultasi pada Senin 3/10, red) ingin mengusulkan dilakukan audit khusus, karena bisa jadi KPK ada kekuatan yang mendrive (mengendalikan, red),” kata Fahri kepada wartawan usai rapat tim pengawas kasus bank Century di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (5/10). Menurut Fahri, kekuatan yang mengendalikan KPK itu tidak bersumber dari kekuatan politik lokal. Kekuatan itu tidak pula berasal dari institusi yang sumbernya dari pembiayaan negara. “Tapi kemungkinan didrive oleh institusi non APBN, namun sangat dominan dalam mengarahkan KPK. Ini mulai mencurigakan saya,” ujarnya. Lembaga seperti apa yang dimaksud” Fahri menyatakan tidak tahu pasti. Untuk itulah, perlu dilakukan audit khusus. Dalam hal ini, Badan Pemeriksa Keuangan memiliki kewenangan melakukan audit khusus. “Audit ini terutama dana non APBN di KPK, kan selama ini belum diaudit,” jelasnya. Menurut Fahri, dibandingkan dengan kepolisian dan kejaksaan, KPK selama ini mendapatkan laporan dari masyarakat begitu tinggi. Namun proses penyelesaiannya sangat minim. Sementara, potensi yang dimiliki oleh kepolisian dan jaksa dengan melimpahnya jumlah petugas, justru terkesan makin dilemahkan atas posisi KPK. “Polisi punya 400 ribu orang, jaksa punya 20 ribu, sementara penyidik dan penyelidik KPK hanya sekitar 100 orang. Apa bisa ditangani oleh KPK semua,” ujarnya dengan nada bertanya. Dalam hal ini, Fahri mencoba mengingatkan kembali substansi dari terbentuknya UU 30 tahun 2002 tentang KPK. Menurut dia, esensi UU KPK ini sudah terlanggar. Harusnya KPK dengan kewenangannya yang besar, melalukan tugas lebih dominan pada supervisi,

C M Y K

bukan pada penindakan. “Dengan kewenangannya, harusnya KPK (bekerja) senyap saja. Dia berkoordinasi dengan penegak hukum. Termasuk dengan dewan,” kata

Fahri. Dengan begitu, kata Fahri, KPK juga bisa dengan mudah memberikan informasi kepada Dewan terkait anggota yang diduga melakukan praktek tindak pidana korupsi. “Se-

hingga isu korupsi di Komisi itu ada yang menyuplai (dari KPK), sehingga anggota dewan pun lebih bergigi dalam penga-

Jakarta, KP Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyatakan, meski sudah 13 tahun perjalanan reformasi di Indonesia, tapi kehidupan mayoritas rakyat Indonesia seolah tak berbeda dengan zaman penjajahan. Kemiskinan dan pengangguran sudah menjadi pemandangan yang biasa di negeri kita. Mereka menilai, telah terjadi pembelokan konstitusi rezim SBY-Boediono yang akhirnya menciptakan wabah korupsi. “Ganti Rezim SBY-Boediono, Rezim Antek Asing dan Korup. Kita harus mengambil peran maksimal dalam perjuangan untuk mengembalikan kedaulatan nasional, kedaulatan atas sumber daya, kedaulatan politik, dan kedaulatan

budaya,” kata Ketua LMND, Lamen Hendra Saputra kepada JPNN (Kendari Pos Grup), di Jakarta, kemarin. Data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 2009 mencatat 961.000 sarjana yang menganggur yang merupakan lulusan 2.900 perguruan tinggi dari berbagai disipilin. Menurut Lamen, jumlah ini meningkat dari tahun 2008 yang mencapai 740.000 sarjana atau rata-rata peningkatan pengangguran lulusan perguruan tinggi tiap tahunya, 216.300 sarjana. “Cita-cita reformasi yang pernah diperjuangkan mahasiswa dan rakyat, telah mengalami proses penjajahan baru. Empat kali amandemen UUD 1945 justru menyebabkan hilangnya makna kedaulatan dan

kemandirian yang ditanamkan para Bapak Pendiri Bangsa,” katanya. Parahnya lagi, dominasi asing dalam sektor Energi dan Sumber Daya Mineral sudah sampai 75 persen. Menurut Lamen, sampai Maret 2011, asing juga telah menguasai 50,6 persen aset perbankan nasional. Begitu juga dengan nasib Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui program privatisasi, kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen. “Praktek korupsi terus meluas di kalangan pengambil kebijakan. Para elit politik secara berjamaah ramai-rama melakukan KKN. Semua bermuara pada uang dan kekuasaan atau Kekuasaan dan uang,” tandasnya.(kyd)

Baca KPK di Hal. 2

C M Y K


Kamis, 6 Oktober 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Bersama Menjaga Keutuhan NKRI Kendari,KP Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) wilayah Kendari digelar di arena SSDC MTQ Square, kemarin. Peringatan tersebut dihelat dengan upacara parade dan defille. Hadir dalam kegiatan itu adalah Gubernur Nur Alam, Wali Kota Kendari Ir. Asrun, para perwira, tamtama, vet-

Suhartina, SH Laxmi Hj. Dawalyati Dachri (Lia)

siapa menyusul ?

eran, muspida provinsi, satuan polisi pamong praja, serta para pegawai negeri sipil TNI. Upacara peringatan hari jadi ke-66 TNI ini dipimpin Mayor Laut (S) Ajik Sismanto yang sehari-hari menjabat Pasintel Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kendari. Bertindak sebagai perwira upacara, Kapten Laut (P) Ab-

dul Kadir Mulku Zahari yang merupakan Pasops Lanal Kendari. Sedangkan yang menjadi inspektur upacara adalah Kolonel Laut (P) Yuwono, komandan Lanal Kendari sekaligus ketua panitia peringatan HUT ke-66 TNI wilayah Kendari. Upacara tersebut juga dirangkaikan dengan penganugerahan Bintang

Jalasena Nararya dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono,kepada Kapten Laut Elektronik Juanto yang dinilai dicbidang tugas-tugas kemiliteran menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan dan jasajasa luar biasa melebihi panggilan ke-

Baca BERSAMA di Hal 10

57 Buku 100 Buku 31 Buku

977

buku mi !

TERIMA PEGAWAI

Moratorium CPNS Sudah Final MORATORIUM penerimaan pegawai negeri sipil tahun 2011 sudah final. Hal tersebut disosialisasikan pada seluruh Sekda dan Kepala BKD di kabupaten dan kota se Sultra. Kepala BKD H. Tony Herbiansyah mengatakan, keputusan bersama menteri tentang moratorium, disepakati penundaan sementara penerimaan CPNS terhitung 1 September s.d. 31 Desember 2011. Pada 2012 penerimaan CPNS akan kembali dibuka,” ungkap Tony. Ketiga menteri yang menandatangani SKB itu adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. SKB tersebut diteken di hadapan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. “Rencana moratorium penerimaan CPNS didasari banyak alasan diantaranya karena komposisi dan distribusi pegawai yang tidak proporsional dan penempatan PNS yang tidak sesuai kompetensi,”tandas Tony. Meskipun persentase jumlah PNS terhadap jumlah penduduk masih sekitar 1,98 persen atau di level yang moderat, tetapi dari sisi komposisi, distribusi, dan kompetensi masih bermasalah. Misalnya belanja pegawai dalam APBD di atas 40 persen di 396 kabupaten/kota. “Ini yang menjadi alasan selama ini,”katanya. (p10)

Tony Herbiansyah

foto-foto:suwarjono/kp

Puncak HUT TNI kemarin mengundang perhatian masyarakat dari berbagai sudut kota, yang terpusat di MTQ Square. Atraksi bela diri ini mendapat aplaus penonton, termasuk gubernur. Inilah salah satu bagian mendekatkan diri dengan masyarakat.

Block Grant Disoal Kendari, KP Pembahasan APBDP di DPRD Kota Kendari berlangsung alot. Hampir semua SKPD diserang dengan pertanyaan kritis dari para anggota dewan. Tak terkecuali Kepala Badan Pemberdayaan masyarakat (BPMD), Arifin Baidi. Ia disorot karena dianggap tidak mampu melengkapi administrasi program yang dilaksanakan. Salah satunya mengenai block grant. Anggota komisi III DPRD, Aladin, menyarankan agar block grant untuk Kendari dicoret. Apalah artinya jika dalam pelaksanaan program tidak jelas seperti apa realisasinya. Buktinya sama sekali tidak ada data yang disajikan dalam pembahasan. “Dana block grant ini banyak sekali masalah dan temuan. Aneh jika Kepala BPMD mengaku tidak tahu siapa yang terima berapa jumlah dananya perkelurahan dan kecamatan. Mana mungkin Pemprov akan memberikan bantuan kalau tidak ada usulan dari BPMD Kota Kendari. Kalau kerja dengan model ini, lebih baik block grant kita pending dan coret dari APBD P tahun 2011. Nanti 2012, baru diusulkan kembali,” katanya. Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Hj Sitti Nurhan mengatakan,

Baca DISOAL di Hal 10

Jalur Terbuka Hijau

Tak Jelas

Payung Hukumnya Kendari, KP Kawasan Tapak Kuda yang diklaim sebagai jalur terbuka hijau ternyata belum memiliki payung hukum yang jelas. Hal itu diakui Abd. Rasak, Ketua DPRD Kendari. Masyarakat mengatakan lahan itu milik mereka, padahal pemerintah sudah menetapkannya sebagai ruang terbuka hijau. Menurut Rasak, tidak ada alasan untuk menepis pengakuan warga. Apalagi lahan kawasan itu belum memiliki aturan hukum yang kuat ditetapkan sebagai jalur hijau. “Kalau memang itu jalur hijau, mana payung hukumnya.Itu tentu tidak bisa langsung ditetapkan karena lahan itu jelas milik warga yang dibuk-

Baca TAK JELAS di Hal 11


Metro

10

Oknum Siswi SMA Mengaku Diperkosa Digilir Enam Rekan Sekolah Kendari, KP Salah seorang oknum siswi SMAN 1 Wawonii, Bunga-nama samaran- (16) mengaku menjadi korban pemerkosaan. Ia melapor ke Polsek Wawonii, akhir pekan kemarin, jika dirinya telah digilir oleh enam rekan sekolahnya. Mereka melakukan hubungan layaknya suami istri dalam waktu dan lokasi yang sama. Anehnya, insiden pemerkosaan terjadi sejak tanggal 22 September 2011 di Pantai Pasir Putih, Dusun Pasir Putih, Desa Langara, Kecamatan Wawonii. Namun baru melapor ke pihak berwajib, Sabtu (1/10 lalu). Enam nama yang disebut se-

bagai pelaku yakni BR, ES, IH, MR, AD, dan TM yang juga tercatat sebagai siswa SMAN 1 Wawonii. Kasubag Humas Polres Kendari, AKP Andayani mengungkapkan, Bunga yang baru duduk di bangku kelas I SMA menuding enam orang kakak kelasnya sebagai pelaku pemerkosaan. Dari laporan korban, insiden tersebut berawal ketika Br, ES, IH, MR, dan AD sedang nongkrong di deuker depan sekolahnya pada jam istrahat. “Tak lama kemudian, korban melintas di depan pelaku. Korban pun diajak bergabung dalam kelompok tersebut. Bunga turuti ajakan rekan-rekanya. Lalu, MR mulai merayu korban dan mengajaknya ke pantai Pasir Putih. Namun korban menolaknya,” ungkap Andayani.

Jangan Sebatas Monitoring Disoal...

Merasa ditolak, pelaku mengolok korban dengan kalimat, “Kalau kita yang ajak, tidak mau. Kalau orang lain pasti mau”. Setelah itu, tiba-tiba TM muncul dengan menggunakan sepeda motor dan mengajak Bunga pergi. Tanpa banyak pikir, korban langsung naik ke sepeda motor TM. Mereka langsung menuju Pasir Putih. “Di Pasir Putih pelaku menurunkan korban, lalu TM kembali menjemput BR, ES, IH, MR, dan AD yang masih berada di depan sekolah. Setelah berkumpul di Pantai, ES dan MR langsung melepas busana korban hingga tak sehelai benang pun di badannya,” jelasnya. Namun, tak ada reaksi dari korban. Ia hanya diam saja seakan mengizinkan pelaku membuka pakaian korban. Momen tersebut langsung dimanfaatkan

oleh BR sebagai eksekutor pertama. Anehnya lagi, korban tidak melakukan perlawanan. “Setelah dieksekusi oleh BR, secara bergantian yang lainnya melakukan hal yang sama. Namun, juga tidak ada perlawanan. Setelah melakukan perbuatan tersebut, mereka kembali ke sekolah bersama-sama untuk mengikuti pelajaran. Sekitar 10 hari setelah kejadian, barulah korban melapor ke polisi dengan delik aduan kasus pemerkosaan,” terang Andayani. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan para pelaku. Kini, enam siswa SMAN 1 Wawonii itu sedang menjalani proses penyidikan di Mapolsek Wawonii. (aka)

trermasuk membela kepentingan negara di ataskepentingan daerah, suku, ras dan golongan agama. Di akhir sambutan tersebut, Panglima TNI menyampaikan tujuh perintah harian untuk para anggota. Antara lain: Memelihara dan tingkatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pegang teguh sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI, serta meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mencermati setiap perkembangan

lingkungan strategis. Usai upacara sejumlah anggota TNI dari kesatuan Yonif 725 Woroagi menampilkan atraksi bela diri Yoong Modo, Karate dan Kempo. Mereka dibina langsung oleh Kolonel Infanteri Taufik Hidayat, Danrem 143 Haluoleo. Atraksi yang secara tidak langsung menunjukkan kekuatan satuan TNI ini mengundang decak kagum, termasuk Gubernur Nur Alam. Gubernur Juga didaulat memotong tumpeng tanda syukur di depan panggung prajurit. (p10)

Atraksi Bela Diri Bikin Kagum Bersama... wajiban tanpa merugikan tugas pokok yang disumbangkan khusus untuk kemajuan dan pembangunan angkatan laut, sesuai keputusan presiden yang ditetapkan Maret lalu. Tema yang diusung dalam peringatan HUT ke-66 TNI adalah “Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme, TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keu-

tuhan NKRI”. Sambutan Panglima TNI dibacakan oleh inspektur upacara. Menurutnya, TNI lahir dari pangkuan rakyat di tengah kancah perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Sebagai tentara rakyat, TNI hanya berpihak pada kepentingan seluruh rakyat dan negara. Sebagai tentara pejuang, TNI tidak akan pernah berhenti dalam berjuang mewujudkan cita-cita bangsa,

Kendari Pos | Kamis, 6 Oktober 2011

BPMD sudah pernah disampaikan untuk melengkapi data terkait realisasi bantuan yang ada di bidang itu. Misalnya, bantuan makanan untuk anak sekolah dan block grant yang dikucurkan pemerintah provinsi. Sudah beberapa kali dipertanyakan, data itu selelalu tidak tersedia.Lalu apa panduan mereka dalam merealisasikan program. “Mestinya BPMD menyediakan data yang valid, terkait bantuan-bantuan maupun program yang terealisasi. Kalau seperti ini tidak diketahui secara pasti sejauh mana realisasinya,” terangnya. Menanggapi hal itu, Kepala BPMD Arifin Baidi mengatakan, bidang yang ditanganinya memang bersentuhan dengan pemberdayaan masyarakat. Bantuan yang bergulir pun diketahui oleh BPMD. Tapi mengenai ketersediaan data, itu langsung ke kelurahan, BPMD hanya bertugas untuk melakukan monitoring. “Kami punya data masalah bantuan dana block grant ini, tapi tidak detail. Mungkin bisa ditanyakan pada BPKD karena merekalah yang melakukan pencairan pada kelurahan dan kecamatan di Kota Kendari. Jujur saja kita tidak pernah dilibatkan pembahasan bantuan. Ibaratnya dana block grant dan P2MK di BPMD hanya numpang lewat. Apa yang harus saya jelaskan di dewan, karena kami memang tidak pernah dilibatkan saat menyusun dana bantuan ini,” ungkapnya. Mengambil jalur tengah dari permasalan itu, Anggota komisi II Hamzah menyarankan dana LPM ataupun kelurahan, masuk dulu melalui BPMD. Hal itu kata dia untuk memberikan peran dalam hal pembinaan masyarakat. “Ada program tapi tidak ada tindakan yang lebih jauh ke bawah, tentu itu tidak memberikan fungsi bagi BPMD. Jadi kalau bisa, jangan hanya sebatas monitoring, tapi BPMD juga menjadi pelaksana program,” katanya. (fya)


Kendari Pos | Kamis, 6 Oktober 2011

Metro

Pembobol Rumah Dibekuk Kendari, KP Satu pelaku pembobolan rumah mulai terungkap. Pelakunya bernama Ardi alias Aldo alias Bro (25), warga Jalan Rambu Rambu Jaya, Kecamatan Ranomeeto. Tersangka adalah seorang residivis perampokan beberapa tahun lalu. Ardi dibekuk Tim Buser Polresta diback-up Resmob Polda Sultra atas komando Ipda Donny di Bandara Haluoleo, kemarin, sekitar pukul 13.30 Wita. Pelaku berhasil dicekal saat hendak melarikan diri ke Makassar. Pengungkapan terhadap pelaku pembobolan rumah itu berawal ketika Ardi membobol rumah salah seorang warga di Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, Sabtu (1/10), sekitar pukul 12.15 Wita. Rumah yang dibobol itu milik Risnawati (35). Pelaku masuk melalui flapon teras. Saat itu, rumah Rinawati sedang kosong. Ardi pun mengambil seluruh barang-barang berharga. Uang tunai sebesar Rp 150 juta dan emas. Akhirnya, Risnawati mengalami kerugian Rp 225 juta saat itu. Keluarga Risnawati mencurigai Ardi pelakunya. Ia pun melakukan pengintaian bersama Tim Buser Polres

Pemerintah Jangan Rugikan Masyarakat Tak Jelas... tikan dengan kepemilikan sertifikat,” terangnya. Sampai sekarang belum ada perubahan RTRW. DPRD juga belum memili petunjuk bahwa kawasan itu adalah jalur hijau. Jadi, jangan sampai merugikan masyarakat pemilik lahan karena mereka memiliki legalitas tanah itu. Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan Legislasi Daerah DPRD Kendari, Muh Ali. Ia mengatakan perlu ada transparansi agar jelas bagaimana status hukum lahan yang diklaim sebagai kawasan jalur hijau. “Memang ada informasi seperti itu, tapi bukan menjadi pegangan yang harus digunakan dalam penentuan kebijakan. Tanah itu sudah lama diklaim sebagai jalur hijau, tapi belum jelas aturannya,” katanya. (fya)

Kendari dan Resmob Polda. Kecurigaan semakin besar saat Ardi hendak meninggalkan Kendari secara tibatiba. Penggeledahan pun dilakukan saat masuk ke Bandara Haluoleo. Polisi menemukan emas 150 gram dalam tas Ardi termasuk uang tunai Rp 34 juta. Pelaku pun langsung diboyong ke Mapolres Kendari untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Kendari, AKP Andayani mengungkapkan, hasil penyidikan sementara, uang sebesar Rp 150 juta yang dicuri oleh pelaku, sebagian besar sudah ditabung ke rekeningnya. Uang tunai yang tersisa pada diri pelaku hanya Rp 34 juta dan emas 150 gram tersebut. “Kami masih berusaha untuk menyita kembali uang curian yang ditransfer pelaku ke rekeningnya. Kini pelaku sedang dalam proses pendalaman penyidikan,” terang Andayani. Penyidikan tersebut, kata dia, akan dikembangkan untuk mengungkap TKP pencurian lain yang dilakukan tersangka. Penyidikan awal menunjukan adanya kemungkinan TKP lain menjadi wilayah operasi pelaku. (aka)

11

Nyaris Terpelanting Saat Dijambret Kendari, KP Salah seorang pengendara sepeda motor di Jalan Ahmad Yani, depan Kantor Imigrasi Kendari nyaris terjatuh, kemarin malam sekitar pukul 20.30 Wita. Penyebabnya karena tas korban dirampas jambret saat kendaraan dalam keadaan jalan. Korbannya bernama Kiki Sriwulan, seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kendari yang berdomisili di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Mataiwoi, Kota Kendari. Petaka yang dialami Kiki terjadi saat pulang dari studio foto dekat Ade Swalayan. Kiki dibonceng temannya. Dalam perjalan pulang, korban tak pernah menyangka jika dirinya dibun-

tuti pengendara lain. Tepat berada di depan Kantor Imigrasi Kendari, tiba-tiba ada pengendara yang coba mengapit. Seketika pengendara lain yang berboncengan juga langsung merampas tas korban. Kondisi kendaraan sempat tidak stabil karena kaget akibat perbuatan penjambret itu. Tak hanya nyaris terpelanting, Kiki juga mengalami kerugian sebesar Rp 1,8 juta dari barang dalam tas. Kasubag Humas Polres Kendari, AKP Andayani membenarkan adanya kejadian tersebut. Laporan korban telah diterima di Mapolres Kendari dan pihaknya kini sedang dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku.(aka)


Cyan

enta

llow lack

Cyan

enta

llow lack

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

Hiburan

13

Muhamad Iqbal Piagi SE

Wakili Indonesia di Tingkat ASEAN Laudya Cynthia Bella

Seharian Betah di Salon Jakarta, KP Laudya Cynthia Bella, 23, gemar sekali ke salon. Kalau sudah berada di salon, dia bisa menghabiskan waktu seharian. Mulai pagi sampai malam. Hal itu sering membuat pacar Bella, Chico Jericho, curiga. ”Kan aku tuh mulai pagi sampai malam di salon. Chico bilang, ’Ngapain dari pagi sampai malam di salon?’,” ceritanya kemarin (4/10) di Plaza Semanggi Jakarta. Butuh waktu seharian karena memang perawatan yang dilakukan bintang film Di Bawah Lindungan Ka’bah itu beragam. Melihat kebiasaan sang kekasih yang betah berlama-lama di salon, Chico menyarankan Bella untuk pindah ke salon langganannya. ”Ya sudah aku pindah ke salon tempat biasanya Chico potong. Jadi bisa sekalian bareng. Tapi, kalaupun bareng, tetap saja aku yang paling lama nyalonnya,” tuturnya lantas tertawa. Bintang film Virgin tersebut gemar ke salon karena rambutnya bermasalah. Rambutnya beruban meski usianya masih 23 tahun. Hal itu membuatnya malu. ”Tapi, setelah cerita ke sepupu, ternyata dia punya masalah yang sama. Mungkin itu karena pola hidup. Namun, katanya, hal tersebut juga bisa disebabkan faktor genetik. Keluarga mamaku kan banyak yang ubanan di usia muda,” terangnya. (jpnn/lia)

Kendari, KP Nama Muhamad Iqbal Piagi SE, tentu tidak asing bagi masyarakat di Sultra. Juara umum bintang Radio 2010 tingkat nasional tersebut, kini akan kembali menyalurkan bakatnya di kancah internasional. Ia terpilih menjadi duta Indonesia dalam ajang Bintang Radio Televisi (BRTV) se Association of South East Asia Nations (ASEAN) yang akan diikuti empat negara, yaitu Indonesia, Singapura, Bruney Darussalam, dan malaysia. Menurut pria kelahiran 4 Juli 1981 itu, dunia musik tak hanya menjadi ajang untuk bisa bersaing dan mencari ketenaran ataupun sekadar bakat suara yang bagus. Yang terpenting, kata dia, seorang penyanyi harus memiliki kematangan dalam mengolah vokalnya, seperti ketika harus memadukan antara entertain dan kualitas suara. Alumni SMAN 4 Kendari itu memang kerap menjuarai berbagai lomba yang telah ditekuninya sejak berumur 11 tahun. “Alhamdulillah, sejak kecil hobi menyanyi sudah saya tekuni dengan serius. Hasilnya pun tidak mengecewakan, pertama kali ikut lomba saya sudah masuk final bahana suara pelajar. Saya juga pernah ikuti pekan seni mahasiswa tingkat nasional 2002 juara II dan peringkat IV BRTV pada tahun 1997. Saya terus mengasah kemampuan dan saya bersyukur karena tahun 2010 berhasil menjadi juara I dan mewakili Indonesia di BRTV se ASEAN “ ujar Iqbal. Terakhir, guru seni dan budaya SMAN 4 Kendari itu optimis, akan memberikan yang terbaik bagi bangsanya. Ia berjanji

Senyum, Rahasia Kemenangan Leila Lopes

akan tampil maksimal. Hanya saja, itu tak cukup tanpa dukungan doa dari masyarakat Indonesia umumnya, dan Sultra khususnya untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. (P1/lia)

MISS Universe 2011 Leila Lopes, 25, mengatakan memiliki jurus andalan sehingga dirinya memenangi kontes kecantikan yang diikuti. Jurus tersebut adalah senyum alami dari bibirnya. Ya, senyum Lopes memang indah dan tulus. Karena itu, dia menyebut bibir dan mata sebagai bagian tubuh yang paling disukai. “Ketika saya mengikuti ajang Miss Angola maupun Miss Universe, di hari pertama saya sudah memakai jurus itu. Natural smile,” katanya. Dia tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain demi meraih simpati juri atau memenangi kompetisi. Bersikap saja seperti biasanya. “You have to be a normal girl. Buat apa pura-pura,” tegasnya. Dia sangat tahu bahwa tidak semua orang menyukainya. Dia juga tidak bisa memaksa semua orang agar menghormatinya. Yang bisa dilakukan adalah terus berpikir positif. Baru beberapa minggu dinobatkan menjadi Miss Universe 2011, terang dia, dirinya sudah mendengar komentar banyak orang. Tidak semua memuji. Banyak juga yang mengkritik dan mencela. “Padahal, saya juga tidak mengenal sia-

pa mereka. Tetapi, kita memang harus selalu berpikir positif. Sudah menjadi konsekuensi saya dengan itu semua. Saya harus mau menerima kritik. Saya tahu kok siapa diri saya,” terangnya. Berpikir positif seperti itu, papar dia, bisa memancarkan aura kecantikan dari dalam. Sementara itu, untuk menjaga kecantikan dari luar, Lopes memiliki resep turun-temurun dari keluarganya. Biasanya, seminggu sekali dia melulur badan dengan campuran gula dan susu. “Itu resep spesial dari keluarga saya. Itu bisa membantu membersihkan kotoran di tubuh. Untuk rambut, saya tidak punya resep khusus. Hanya pakai sampo dan conditioner,” ungkapnya. Soal cita-cita, mahasiswi jurusan bisnis manajemen itu ingin menjadi pengusaha. “Lima tahun dari sekarang, semoga saya sudah punya perusahaan kosmetik sendiri. Punya brand sendiri. Juga, tentu saja sudah menikah dan memiliki dua anak. Satu lakilaki dan satu perempuan. Setelah itu, hidup normal seperti orang kebanyakan,” ungkap Lopes tentang rencana hidupnya lima tahun mendatang. (jpnn/lia)


nta

w

nta

w

Edukasi

14

PLH Masuk Kurikulum, Sekolah akan Sejuk Kendari,KP Sejak tahun 2008 lalu, atas kemitraan non goverment organisation (NGO) pemerhati lingkungan dengan sekolah, pendidikan lingkungan hidup (PLH) telah masuk dalam kurikulum sekolah lingkup Kota Kendari. Tentunya manfaat juga telah dirasakan pihak sekolah. “Sejak tahun 2006 lalu bidang studi PLH dan bahasa daerah masuk dalam bidang studi muatan lokal (mulok) di SMP, sesuai SK Wali Kota Kendari. Khusus penerapan mulok PLH, disesuaikan dengan keunggulan lokal tiap sekolah,’’ kata Kepala SMPN 17 Kendari, Milwan. Dikatakan, PLH di SMPN 17 Kendari misalnya pembuatan pupuk kompos dari daun-daun pohon di pekarangan sekolah, dengan menggunakan alat komposter. Hasil pupuk kompos digunakan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan sekolah. “Selain itu untuk guru PLH, kami melatih guru kompeten di Badan Pertanian Makassar, dengan dana dari anggaran sekolah. Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan terhadap masuknya PLH dalam kurikulum,” lanjutnya. Berbagai manfaat telah dirasakan pihaknya sejak penerapan pendidikan karakter, diantaranya lingkungan sekolah semakin bersih dan asri serta terjaga kebersihan dan keasriannya. Disamping itu limbah yang sudah tidak terpakai baik berbahan

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

Konsistensi Kuota PSB Untungkan Sekolah Swasta Kendari,KP Pasca ditetapkannya kesepakatan antarsekolah, akan jumlah siswa baru yang diterima maksimal 29 rombongan belajar (rombel), membawa manfaat bagi sekolah swasta. “Sesuai aturan satu kelas diisi 32 siswa dan boleh 36 siswa dengan seizin dinas pendidikan. Dengan pertimbangan banyaknya siswa yang tidak tertampung, akan menjadi jatah sekolah swasta,’’ Kepala SMAS DDI Kendari, Drs Kahar Bolok MSi. Dengan menambah jumlah siswa, tentunya banyak sekolah yang akan minta tambahan ruang kelas belajar (RKB). Masalah itu semakin berkurang, karena ketentuan satu sekolah negeri maksimal 29 rombel. Ketentuan itu telah diterapkan SMAN 1 Kendari dengan idealnya kelas X sebanyak sembilan kelas, juga diterapkan sekolah negeri lainnya. “Meskipun demikian, sekolah swasta tidak kha-

ULFAH/KP

Lingkungan SMPN 17 Kendari yang bersih dan asri. kertas, plastik dan kaleng dapat dibuat berbagai keterampilan yang dapat dikomersilkan mulai dari hiasan meja hingga berbagai hiasan dinding. “Meskipun demikian masih harus dilakukan bebeberapa pembenahan, di antaranya menyiapkan sekolah Adiwiyata yang mewakili Kota Kendari bahkan Sultra untuk percontohan pengelolaan lingkungan di tingkat nasional. Selain itu menggenjot pelaksanaan sister school dengan sekolah

lain dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya. Tidak kalah pentingnya pelaksanaan berbagai lomba lingkungan hidup (LH) antar sekolah, sebagai penambah motivasi dan penghargaan atas kesadaran menjaga lingkungan sekitar. “Dengan melakukan hal tersebut, semakin menambah wujud kepedulian Pemkot melalui Diknas Kota Kendari, atas peningkatan kesadaran siswa terhadap lingkungannya,” tutupnya. (fas)

watir akan penambahan pendaftar di sekolah negeri dengan catatan kelasnya cukup, bukannya menyulap ruangan tertentu menjadi kelas, bahkan terdapat kelas masuk siang,” kata alumni S1 FKIP Matematika Unhalu ini. Ketidakkhawatiran tersebut jelasnya mengingat letak SMAS DDI Kendari di Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi, sehingga pasti ada saja siswa yang masuk baik melalui penerimaan siswa baru (PSB) maupun pindahan. “Misalnya pada pembukaan SMAN 9 lalu, tidak memengaruhi sekolah kami karena kuota per kelas tetap terpenuhi. Karena itu saya selalu memantau agar sekolah menerapkan peningkatan mutu, sehingga para alumni dapat berkualitas pasalnya mempengaruhi minat masyarakat untuk masuk di sekolah swasta,” jelasnya sembari mengatakan di Jawa, minat masyarakat ke swasta lebih banyak karena mutu. (fas)

Madrasah Ambruk Tanggung Jawab Kemenag Jakarta, KP Ambruknya sekolah madrasah diniyah di Banten yang menewaskan seorang siswa, menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh merupakan tanggung jawab Kementerian Agama. “Sekolah yang ambruk itu, bukan sekolah dibawah wewenang Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Sekolah madrasah merupakan wewenang Kementerian Agama (Kemenag),” terang Nuh ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa ( 4/10). Nuh menjelaskan, pihaknya hingga saat ini belum dapat memutuskan apa-apa sebelum adanya pemberitahuan dari pihak Kemenag. “Apakah nantinya akan ada rencana rehabilitasi bangunan sekolah madrasah tersebut dan

bagaimana koordinasinya, kita tunggu penjelasan dari Kemenag dulu ya,” serunya. Terpisah, Anggota Komisi VII DPR RI, Jazuli Juwaini sangat menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, dengan besarnya anggaran pendidikan di setiap tahunnya seharusnya dapat disalurkan dan diserap dengan baik, terutama untuk perbaikan sekolah. “Kita mengetahui bahwa ada tiga pilar kebijakan pendidikan, yakni perluasan dan pemerataan pendidikan. Namun ternyata itu belum terlaksana dengan baik. Masih banyak anak-anak yang tidak berkesempatan untuk sekolah dikarenakan kurangnya akses pendidikan,” ungkapnya. Ia pun mengungkapkan, sangat ironis sekali jika di saat ini masih ada sekolah yang rubuh karena tidak ada biaya dan di satu sisi ada sekolah

yang rubuh padahal baru dibangun dengan dana yang cukup besar. “Artinya, ini kan ada yang tidak beres dalam pengelolaan anggaran pendidikannya. Harus dilakukan penyelidikan kemungkinan adanya penyelewengan berupa penurunan spesifikasi bangunan,” ungkap Jazuli. Untuk diketahui, gedung madrasah diniyah di Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (3/ 10) kemarin, roboh dan menewaskan satu orang anak berusia 9 tahun dan 11 orang lainya mengalami luka-luka. Peristiwa robohnya bangunan tersebut saat kegiatan belajar mengajar di madrasah setempat sekitar pukul 14.20 WIB. Para korban adalah pelajar sekolah dasar yang mengikuti pendidikan agama di madrasah diniyah itu. Sebab siswa SD di Kecamatan Bayah diwajibkan sore harinya mengikuti pendidikan agama Islam. (jpnn)


Edukasi

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

15

Kalau Dana Kurang, Jangan Salurkan ULFAH/KP

Suasana supervisi pilotting pendidikan karakter di SLB Mandara Kendari.

Pendidikan Karakter Masuk Tahap Supervisi Kendari,KP Kelanjutan rapat kerja dan sosialisasi pendidikan karakter di Jakarta dan sosialisasi di daerah tepatnya di SMAN 4 Kendari Juli lalu, kemarin (4/10) giliran Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurkub) melakukan supervisi pilotting pendidikan karakter di SLB Mandara Kampus Lama Unhalu. “Supervisi pilotting pendidikan karakter ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yaitu pelaksanaan sosialisasi pendidikan karakter pada bulan Juli lalu dan dalam waktu satu bulan sekolah diberikan kesempatan menyelesaikan action plan,” terang Sekretaris Diknas Kota Kendari, Makmur. Dijelaskannya supervisi kegiatan tersebut termasuk dengan penyusunan silabus, action yang dilakukan sekolah serta kendala yang dihadapi. “Meskipun tidak ada target dari pemer-

intah pusat, tetapi diupayakan persiapan di lapangan sudah maksimal karena penerapan pendidikan karakter telah dilaunching Kemendiknas. Apalagi saat ini tujuh sekolah pilotting pendidikan karakter di Sultra telah menerapkan pendidikan karakter,’’ jelasnya. Pasca supervisi pilotting pendidikan karakter, akan diikuti dengan action plan secara keseluruhan. Diharapkan semua sekolah dapat mengikuti supervisi ini, sehingga dapat ditindaklanjuti kendala dari action mereka,” ungkapnya. Pada supervisi yang dijadwalkan tiga hari tersebut, tim Puskurkub dipimpin Sapto Aji, dan tim memberikan instrumen untuk diisi tujuh sekolah pilotting yaitu instrumen penelahaan KTSP, manajerial, observasi pembelajaran dan penilaian, serta instrumen daya dukung satuan pendidikan. (fas)

Kendari,KP Masalah pembayaran tunjangan sertifikasi guru di Kota Kendari, sepertinya akan terus bermasalah. Jika Dinas Diknas Kota Kendari tidak memperbaiki mekanisme pendataan guru sertifikasi serta penyaluran dana terus jadibulan-bulanan. “PGRI Kota Kendari tidak minta banyak, hanya berharap agar dinas tidak langgar kesepakatan hearing. Hearing pertama tanggal 27 Juli lalu menyepakati mekanisme pencairan dana,’’ kata ketua PGRI Kota Kendari Drs LM Safei SPd MSi. Kesepakatan yang ditempuh saat hearing bahwa siapa saja telah menyerahkan surat pernyataan, langsung bisa dicairkan dana sertifikasinya. Kesepakatan pada waktu, dana sertifikasi triwulan pertama akan direalisasikan sebelum bulan Ramadhan sedangkan triwulan II sebelum lebaran. Nyatanya tidak terealisasi. Dikatakan, ditinjau dari logika berpikir, pemerintah tentunya tidak bodoh untuk memberikan

beban tugas kepada pengelola suatu program tanpa memberikan imbalan jasa atau biaya operasional. Dengan demikian sudah selayaknya sebagai pengelola, Diknas harus pro aktif dengan segera mengimbau ke sekolah untuk segera menyetorkan surat pertanggung jawabannya. Guru mata pelajaran matematika SMPN 4 Kendari ini ketika dana triwulan pertama ditransfer dari pusat pada bulan April dan triwulan II pada Juli, sebagaimana yang tertera dalam Permenkeu No 71 Tahun 2001. Tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak mendapatkan dana sertifikasi karena terlambat menyetor surat keterangan pertanggung jawaban. “Sama dengan seorang guru jika ingin siswa cerdas, harus pro aktif mengajar dengan baik, pasalnya seorang guru tugasnya mengajar. Dengan begitu guru telah bekerja secara profesional,” tuturnya. Mengenai alasan Diknas selain terlambatnya sekolah menyetorkan surat pertanggung jawaban,

keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi juga disebabkan transfer dana dari pusat tidak mencukupi, tetapi Diknas tetap mendistribusikan ke guru-guru, dijawabnya terasa ganjil. “Kalau dana tidak cukup sebaiknya tunjangan tidak didistrbusikan dulu, dan menunggu kecukupan dari pusat. Selain itu tidak mungkin dana dari pusat bisa kurang, kalau data Diknas akurat,” ujarnya. Ditanya kemungkinan pengaruh tidak cukupnya tunjangan karena adanya kenaikan pangkat guru, tentunya tidak memengaruhi. Tunjangan sertifikasi yang dibayarkan pastinya berdasarkan berkas yang diajukan seorang guru. “Dengan begitu tatkala pembayaran tengah berlangsung dan guru tersebut mengalami kenaikan pangkat, tentunya pembayaran dilakukan sesuai pangkat awal yang tertera dalam berkas,” jawabnya. Serangkaian kejadian tersebut pihaknya pesimis tahun 2012 nanti pengelolaan dana sertifikasi akan lebih baik, begitu pula den-

gan kecukupan dananya. “Sudah berbagai aspirasi kami kemukakan, lengkap dengan solusinya tetapi sejak 2010 lalu tunjangan sertifikasi yang merupakan hak guru sesuai dengan UU tidak dikelola dengan baik oleh Diknas,” pungkas mantan Guru SMPN 3 Raha ini sambil merinci jumlah guru yang sementara menerima sertifikasi sebanyak 1.228 orang. Untuk diketahui dana transfer dari pusat masuk ke kas daerah, untuk dana triwulan pertama Juli sebesar Rp 10.237.153.000. Sedangkan triwulan II pada awal Agustus 2011 dengan jumlah yang sama. Jumlah dana tersebut kurang untuk membayar tunjangan sertifikasi guru, pasalnya yang diajukan sesuai jumlah guru penerima sebesar Rp 11.020.574.820 per triwulan, sehingga kekurangan Rp 783.421.820 di triwulan I diambilkan dari dana triwulan II, menyebabkan dana triwulan II tersisa Rp 9.453.731.180 dan tidak cukup untuk membayarkan keseluruhan dana sertifikasi guru. (fas)

Sanksi Pungutan di Sekolah tak Jelas Jakarta, KP Mendiknas M Nuh berkalikali menegaskan melarang pungutan di sekolah. Namun, dalam draft Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang mengatur larangan pungutan di jenjang pendidikan dasar, yakni SD dan SMP, ketentuan

sanksinya tak jelas. “Aturan itu cukup bagus karena untuk menekan pungutan di sekolah. Tapi masalahnya, di dalam implementasinya tidak dijelaskan apa sanksinya?,” ungkap Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri di Jakarta, Selasa (4/10).

Menuryt ICW, mestinya aturan sanski tegas, termasuk membuat tim gabungan dari kejaksaan dan kepolisian untuk menindak pihak sekolah yang terbukti menarik pungutan. “Misalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang fungsinya untuk operasional tetapi ternyata sekolah masih

menarik pungutan, maka sekolah sebaiknya langsung diproses hukum,” kata Febri. Dikatakan, jika aturan yang akan diterbitkan tak disertai sanksi, maka niatnya hanya untuk pencitraan saja. Febri mengajak masyarakat ikut melakukan pengawasan. (jpnn)


C M Y K

16

C M Y K

Xpresi

Kamis, 6 Oktober 2011

11

Adinda Farhah dinda2903@yaoo.com SMPN 1 Ranomeeto “Nervous mang sring trjadi di saat.saat .. Klau sdh disuruh kerja tugas ... Di papan hug itu mi s pedoko.. Lau lau .. Peet tp untung s bsa ji mngatasinya dngn cra toh.. Qoo bale2 kebelakang qo tnya2 tmn2 mu apa jawabannya ,kirimkan sj lewat sms klau qo bsa .qoo tdk nervous gimana bos btul toh met nah hehehe...” Megha Manopo Hutapea Puspita.megha@yahoo.co.id SMA Kartika “Yang nama.y nervous sy mi ituu :D , Itu hari d.suruh maju d.dpn kls ceritakan isi rangkuman ,Lantaran grogi sa lupa mi semua yg sa hapal , Jadi lain kali klo disuruh begitu optimis sj jgn nervous :) Yhani Cwabi Sangat Yhanicwabiii@yahoo.com SMAN 1 Lainea “Nervous.99% org prnh mnglmi. krn sngt nervs sa’t main voly,,mukaq ampe d cium bola” Agassy-Rahmasrisafhira K h e k e Rahma_imutczz@yahoo.co.id SMAN 1 Wawotobi “Nervous...Hmmmp...sdhzaorg yg pling suka nervous.. Klwulanganlisan,,atawketemu sm cwok yg disyng.. Hmp...keringat dngin mnda2k pweeeddd. Hehehe....” Fhara Sanjaya fadillaarfan86@yahoo.com SMKN 1 Unaaha “NERVOUS..... pling sring q rsakan pda saat tmpil d dpan orang2 yg gk d knal, or kramaian.. waw.. degdegan + keringat dngin sdah pasti.m dtang menerpa.q... tp lw d biasakan tuk pede2 aj...yeach,ndak jdi msalah lg thu” Uzhy Nakwannabesweetgirlzandechy emcjunior03@ymail.com SMA 1 Sampara “NERVOUS. . .pling sring aq rskan pda saat tmpil d’dpn orang2 bnyak dan slah s2.ae da cwok yg aq taksir;)NERVOUS bagedt. Tpi lw ngak mw NERVOUS PD aja lg” IfDaar Nagg Brandalanznyaandepaly Ifdar_rudifsan@yahoo.co.id SMAN 1 Sampara “Hmp yg nama.x nervous z mhe kazian itU. Ntu hari pernah z d’panggil di dpan kelaz membacakan pengalaman. .lantaran z malu smpe2 z lupa. .masaa sekian bnyak’x siswa juztru z yg naik d’dpan kelaz. Hmp cara mengatasix toh optimir sja jgn nervous” Wachyoe Rock Retro wahyu_smansa95@yahoo.co.id SMAN 1 Sampara “Hhahaha,, tema yg bagus. Nervous emg pasti prnah dialami ama smua org, bgitu pula dgn saia. Hhehe, nervous yg prnah z alami pas pda saat gi tampil presentasi makalah didpan kls,, hmm.hm, tapi alhamdulillah itu bisa teratasi dgn baik.Hhehehehehh” Incha PuNyakoee ZelalUu ccnkpuNyakoe@ymail.com “PrNH siH NgaLmiN DisaaT Q dbw o/ pcR krmH oRtUx tyUz dkNLiN Ma oRtUx AmpiyuN Dj NerVouZ bWngt! Wulan Chayank “Pernah dtunjuk tb2 dr bnyaky org aq dsuruh jd model ddpn bnyak orang ..awaly nervous lm klamaan sich nggak n msh byk lg pngalaman2 nervous lainya” Narno Vkicenk Narno_cuekz@yahoo.com “Pernah Q nervous waktu masa-masa sekolah disuruh ibu guru presentasi,, Bgitu nm saya dipanggil udah langsung gemetar tpi semua bisa diatasi dgn percaya diri & anggap jwa tmn2 yg ad didepan qt sm sX ngga mencela qt,, Good luck..^^ C M Y K

Upzzt... Nervous Kumat Lagi!! KONDISI psikologi setiap orang nggak selalu sama lho. Pasti bakal ada perbedaan. Apalagi dalam menghadapi momen tertentu, biasanya someone akan mengalami perubahan sikap dan emosi, entah karena sikon yang nggak biasa dihadapi, atau karena menjadi obyek perhatian banyak orang. Situasi kayak githu biasanya disebut nervous (baca:nerves). Takut, malu, canggung, pokoknya bercampur aduk menjadi satu, sehingga nggak heran kalo ada yang nyaris pingsan saat diperhadapkan dengan situasi yang menyebabkannya menjadi nerves. Kata Cahya, nerves itu alamiah alias natural. Saat kita berada dalam situasi yang nggak biasanya kita alamin, pasti akan merasakan hal yang demikian. Tapi tentu tarafnya nggak sama dengan orang lain. Ada orang yang mampu menguasai diri, sehingga rasa nervesnya nggak jadi alasan tuk ngerusak suasana. Ada juga yang nggak mampu menguasai perasaannya, sehingga hal itu membuat momen yang ada jadi kacau, akhirnya malu-maluin dech.. Untuk menghilangkan rasa nerves saat tampil dipublik kata cewek berjilbab itu, memang bukan hal yang mudah. Selain butuh persiapan mental, juga harus ada persiapan fisik yang kita lakuin sebelumnnya, eits..bukan bertapa lho maksudnya..hehehe, but sesuatu yang bakal membuat kita merasa nyaman, misalnya mengisi perut yang kosong, en istrahat yang teratur. Kalo lagi lapar, terus nggak tidur semalaman, lalu besoknya akan menghadapi banyak orang disuatu acara, udah ketebak tuch, pasti rasa groginya sulit terbendung. Apalagi kalo udah ada kesalahan yang kita lakuin, entah itu salah kostum (saltum) atau datangnya terlambat, bisa jadi pengaruh besar yang membuat nerves kita sulit teratasi. Nggak hanya Cahya, Tri juga mengatakan demikian. Cowok berkacamata alumni SMA Kartika itu ngaku kalo nervesnya kumat saat-saat tertentu. Misalnya ditugasin mempresentasikan hasil penelitian, atau mengungkapkan pendapat di depan banyak orang. Bukan karena malu sech, tapi kata cowok yang menjadi member Xpresi Lovers Kendari Pos itu bilang, karena takut salah aja. Apalagi kalo yang datang itu adalah orang-orang yang nggak dikenal, wuih...nerves banget. Tapi bukan berarti kondisi kayak gitu membuat nyalinya ciut. Justru kata dia, menjadi penyemangat untuk bisa lebih baik dan bisa maksimal tampil di depan orang banyak. “Kalo nggak mencoba, kapan kita bisa,” katanya. (fya)

cuap-cuap

Herlin (Mahasiswi Unhalu)

Nerves dengan Senior HUUUH... ngomongin soal nervous kayaknya semua orang pasti dech pernah dapat pengalaman yang sama dengan saya. Bayangin aja, waktu kita beranjak di bangku SMP, kita udah ngerasain nervous saat disambut senior. Begitu juga saat kita mulai masuk SMA, uh... ketemu dengan senior bikin semangat ke sekolah. Nah, kalo di kampus, lain lagi nich... karena kita sudah semakin dewasa, maka nervous saat di kampus wah... beda banget dech. Biasa, kita harus mencari akal supaya ospek menjadi lancar dan gak tersiksa. Jadilah kita harus lebih banyak mencari perhatian dengan para senior. Tapi, dunia kampus memang berbeda dengan saat-saat kita masih sekolah. Lebih asyik dan lebih berwarna, hehee.... maklum aja, pasti semua juga ngerasin kok. Kalo kita ketemu rasanya grogi abis, tapi ujung-ujungnya jadi senang dan lebih semangat. (Wulan)

share

Khadidjah D. Selomo (Psikologi)

Kurang PeDe... NERVOUS memang sering dialami remaja. Kalo remaja sih wajar saja jika mengalami nervous ketika menghadapi moment-moment tertentu atau ketika ketemu sang idola. Hal yang biasa kok. Itu disebabkan remaja belum mempunyai emosi yang stabil sehingga merasa kurang percaya diri dan salah tingkah. Remaja nervous juga bisa karena ada yang kurang pada dirinya, sehingga timbul rasa malu untuk tampil. Begitu juga ketika mata tertuju kepadanya sehingga tidak mampu berbuat sesuatu dan terlihat nervous. Misalnya aja garagar nervous tangan jadi dingin dan berkeringat ketika bertemu sang idola. (Wulan)

C M Y K


Kendari Pos | Kamis, 6 Oktober 2011

PLAYERS OF THE GERMAN NATIONAL FOOTBALL TEAM TAKE PART IN A TRAINING SESSION ON OCTOBER 4, 2011 IN MAINZ, WESTERN GERMANY. AFP PHOTO/ FREDRIK VON ERICHSEN

Meski telah memastikan diri lolos ke putaran final Euro 2012 namun Timnas Jerman tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk meraih poin sempurna. Tampak sesi latihan jelang dua laga kualifikasi menghadapi Turki 8 Oktober WIB di Istanbul dan Belgia pada 12 Oktober mendatang di Duesseldorf.

Turki v Jerman

Ujian Bagi Ozil Berlin, KP BadaicederatimnasionalJermankembali memusingkan Joachim Loew dalam persiapan mereka menghadapi Turki. Toni Kroos dipastikan absen dalam laga yang akan digelar di Istambul, Jumat (7/10) nanti itu. Kroos terserang flu dan hasil tes darah menyebutkan kalau ia tidak fit untuk dibawa terbang ke Turki. “Toni Kroos akan absen. Ia masih terbaring dengan virus, tapi ia merasa lebih baik. Tapi hasil tes darah menunjukkan ia tidak mampu melawannya. Jadi, kami memutuskan untuk terbang tanpanya,” kata Loew dalam konferensi pers. Bukan hanya gelandang Bayern Munich itu saja yang akan absen. Loew juga masih menunggu hasil tes tera-

khir dari Mesut Ozil dan Miroslav Klose, yang cedera karena membela klub masing-masing akhir pekan lalu. “ Kami masih harus melihat seberapa seriusnya yang terjadi dengan Mesut Ozil, Klose juga cedera pada lututnya tapi saya belum mendapatkan kabar negatifnya,” tambah Loew. Pelatih timnas Jerman Joachim Low menjamin Mesut Ozil akan tampil sebaik seperti biasanya meski terancam dicemooh penonton Turki dalam lanjutan kualifikasi Euro 2012 itu. Ozil memiliki garis keturunan Turki, tetapi memilih berseragam timnas Jerman. Pilihan tersebut terbukti tidak salah karena gelandang 22 tahun itu menjadi andalan pasukan

Low, tetapi mengecewakan Turki yang pernah berniat memulangkannya ke negeri leluhur. “ Kami tahu apa yang akan kami hadapi di Turki. Setiap kali menghadapi Jerman, atmosfir memanas dan seluruh negara berada di belakang timnya. Turki masih berpeluang lolos (dengan mencapai posisi play-off) dan semua orang akan mendukung mereka,” ujar Low. Ozil diyakininya mampu menghadapi cemoohan pada laga pertama di Berlin dan situasi yang sama akan terjadi di Turki. Pertandingan ini sungguh emosional baginya. Namun, untuk seorang yang pernah membela Real Madrid dalam enam penampilan melawan

Barcelona, cemoohan fans bukan apaapa. Ozil sudah dewasa dan tahu bagaimana mengatasinya. Mesut Ozil sendiri mengaku sudah siap menghadapi tekanan mental yang akan dilancarkan pendukung Turki saat Jerman bertandang ke Istanbul nanti. “ Ada kemungkinan penonton akan menyerang saya, tapi itu takkan mempengaruhi saya. Saya bisa menghadapi situasi itu secara profesional dan mengatasinya. Saya kira masyarakat Turki bangga kepada saya. Mereka bangga saya tampil rutin di Real Madrid. Saya pernah mengalami rasa respek yang mereka tunjukkan dan banyak orang bisa menerima keputusan saya bermain untuk Jerman,” ujar Ozil kepada Kicker. (dwi/rel)

Serbia v Italia

Tak Berpengaruh Roma, KP Giuseppe Rossi diragukan bisa tampil membela timnas Italia dalam laga kualifikasi Euro 2012 melawan Serbia, akhir pekan ini. Striker Villarreal itu mengalami cedera lutut. Cedera yang menimpa Rossi terjadi ketika bermain untuk Villarreal pada Selasa pekan lalu. Sebelumnya, selama beberapa pekan terakhir, Rossi sudah terganggu dengan rasa sakit di lutut kiri. Kepastian cedera tersebut baru diketahui Pelatih Cesare Prandelli menjelang laga Italia kontra Serbia dan Irlandia Utara. Kabar ini tentu saja membuat Prandelli pusing. Sebab, striker Inter Milan Giampaolo Pazzini juga diperkirakan absen karena cedera. Pemain lain yang mengalamai cedera adalah Domenico Criscito. Bek kiri Zenit St Petersburg. Dia pulangkan dari kamp latihan Gli Azzurri karena mengalami masalah selangkang. Sementara Federico Balzaretti terlihat sudah fit dan siap diturunkan. Sekadar diketahui, Italia sudah meraih tiket ke Kejuaraan Piala Eropa 2012. Sementara itu gelandang Serbia, Milos Krasic mengharapkan Italia akan tetap

ALIA Hal 18 Baca IT ITALIA

AFP PHOTO / ROBERTO SALOMONE

Penyerang Villareal yang menjadi andalan Timnas Italia Giuseppe Rossi (tengah) diragukan untuk tampil memperkuat skuad negaranya akibat cedera yang dialami saat bermain untuk klubnya.


CMY

CMY

20

Kendari Pos |Kamis, 6 Oktober 2011

KPU Sultra Diduga “Masuk Angin” Kendari, KP Niat KPU Sultra mengambil alih KPU Buton lalu kemudian meminta “restu” ke KPU pusat ditentang habis-habisan Partai Golkar. Partai yang mengusung pasangan Agus Feisal-Yaudu Salam Ajo di Pilkada Buton ini menyebut bahwa rencana KPU Sultra itu sudah melanggar amar putusan MK 91-92/PHPU.D-IX/ 2011, tentang Pilkada Buton. “Silahkan cermati baik-baik dan baca terang-terang itu putusan MK, jelas sekali tertulis bahwa penyelengaraan Pilkada Buton dilakukan KPU Buton dan diawasi KPU Sultra, tidak ada

item bahwa urusan di Buton diambil alih, kalau itu dilakukan KPU Sultra, maka itu sama saja melanggar hukum juga. Tolong jangan lagi amar putusan itu ditafsirkan, dengan dalih meminta paying hukum lagi ke KPU, bagaimana ka ini logika berpikiranya KPU,” kata Sekretaris Bappilu Partai Golkar, Sultra, Ahmad Syahrul Nippo, kemarin. Ia mengaku heran dengan rencana tersebut hingga kemudian membuat surat mempertanyakan masalah ini ke KPU kembali. Syahrul heran, kenapa lagi masalah ini dipertanyakan kembali ke KPU pada-

hal amar putusan MK sudah terang-benderang menjelasakan bagaimana urusan Pilkada Buton itu. “Kalau soal tahapan kampanye mungkin masuk akal dipertanyakan, tapi kalau pengambilalihan, saya kira ini mengada-ada,” tukasnya. Syahrul curiga, KPU Sultra sudah masuk angin dan telah terpengaruh agenda politik pihak-pihak tertentu yang tidak mau Pilkada Buton ini digelar cepat dan sesuai amar putusan MK sehingga mencari-cari dalih untuk mengulur waktu. Tidak hanya itu, Syahrul bahkan yakin bahwa sejatinya

surat KPU Sultra yang dibawa Mas’udi ke KPU pusat adalah ide pribadi yang coba diinstitusoonalkan. “Kita semua tahulah bagaimana konstalasi di KPU Sultra itu. Saya tidak percaya kalau itu putusan pleno dan jadi surat seperti itu. Termasuk rencana pembentukan Dewan Kehormatan (DK), apakah ini menjadi prioritas saat ini dibanding memikirkan bagaimana nasib masyarakat Buton yang membutuhkan pemimpin definitif,” kata kader Partai Golkar ini. Protes Partai Golkar ini juga

seirama dengan suara yang disampaikan sekelompok massa yang menyebut dirinya Aliansi Mahasiswa Rakyat Buton Bersatu (AMARA) saat berunjuk rasa di KPU Sultra. Mereka meminta agar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Buton, segera dihelat. Menurut Korlap, Laode Sirwan, dari beberapa kabupaten di Sultra yang pernah menyelenggarakan Pilkada, selalu mengalami kendala klasik yakni persoalan anggaran yang tidak tersedia. Yang membingungkan dan jadi tanda tanya besar, kata dia, mengapa PSU Buton yang sudah tersedia anggaran-

ASWARLIN/KP

Rapat pembahasan anggaran Pilkada Buton yang berlangsung alot di DPRD. perlu lagi dibawa ke tingkat paripurna karena sudah disepakati dalam pembahasan APBD 2010. Namun Ketua Pansus I, Umar Samiun punya presepsi lain soal dana Pilkada ini. Ia mengatakan sebelum menetapkan anggaran Pilkada ulang, semua pihak harus memahami dulu nomenklatur anggaran yang ingin disepakati nanti. Dalam amar putusan MK KPU diamanahkan untuk melakukan verifikasi ulang dan menyelenggarakan PSU. Jadi pemerintah keliru jika mengkoneksikan anggaran Pilkada ulang dengan anggaran pilkada sebelumnya. “Eksekutif keliru persepsikan hasil putusan MK. Pilkada ulang dengan Pilkada putaran kedua itu berbeda. Otomatis anggaran dan nilai-nilainya tentu akan berbeda. Jadi perlu dipahami dulu ini bukan pilkada putaran kedua tetapi Pilkada ulang,” ujarnya. Penjelasan yang dipaparkan sekda buton, lanjut Umar, nomenklaturnya untuk pilkada putaran kedua. Sehingga dana yang digunakan dapat dikoneksikan dengan anggaran Pilkada sebelumnya. Namun karena MK mengamanahkan penyelenggaraan Pilkada ulang maka otomatis anggarannya tidak boleh dikoneksikan dengan anggaran Pilkada sebelumnya, melainkan

diusulkan ulang untuk anggaran baru. Umar menambahkan jika diambil perbandingan dengan anggaran Pemilukada yang ditetapkan melalui APBD 2010 sebesar Rp 15 miliar, KPU Buton menghabiskan anggaran mencapai Rp 9 miliar untuk tahapan pemilukada yang gagal itu. Olehnya itu, jika pihak eksekutif hanya mengusulkan Rp 9,9 miliar, itu hanya bisa digunakan untuk pilkada satu putaran. “Jika hanya dianggarkan satu putaran siapa yang bisa menjamin kalau Pemilukada nanti hanya akan berlangsung satu putaran,” tambahnya Sementara itu, legislator Golkar Hasmin Ilmih menilai usulan pihak eksekutif yang memasukan dana Pilkada ulang di dalam APBD Perubahan 2011 mencapai Rp 9 miliar sudah cukup rasional. Kalaupun ternyata dalam penyelenggaraan Pilkada ulang akan berlangsung dua putaran, maka anggarannya dapat dibahas di APBD 2011 yang dibahas pada Desember mendatang. Setelah melewati perdebatan panjang dan alot, rapat terpaksa diskorsing hingga 30 menit. Disela waktu skorsing, unsur pimpinan DPRD, Pansus dan Sekda Buton menggelar rapat setengah kamar di ruang Ketua DPRD Buton guna membahas usulan anggaran

pah yang kemudian dihambur. Melihat tingkah mereka, Kasubag Program dan Data KPU Provinsi, Wasil, mengambil inisiatif dengan menemui demonstran. Dia menjelaskan, bahwa tak satu pun dari komisioner KPU provinsi yang masuk kantor. Namun, dia memastikan Mas’udi tengah konsultasi ke KPU pusat terkait PSU Buton. Pengganti Bosman itu, baru akan kembali pekan depan. Penjelasan Wasil tetap tak diterima. Namun, akhirnya mereka meninggalkan KPU Sultra dengan tertib dan berjanji akan kembali Senin (10/ 10) nanti. (dri)

Haris Andi Surahman Rekrut 500 Relawan

Alot, Pembahasan Dana Pilkada Buton di DPRD Pasarwajo, KP Keteledoran KPU Buton dalam menggelar Pilkada Buton, 4 Agustus lalu hingga kemudian dibatalkan hasilnya oleh Mahkamah Konstitusi (MK) benar-benar membuat pusing banyak elemen masyarakat di Buton. Perintah Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Buton oleh MK kini jadi komoditas politik baru oleh berbagai pihak sehingga penyelenggaran Pilkada ulang itu sampai saat ini belum bisa dipastikan. Pemkab Buton yang bertugas menyiapkan anggaran bukannya tidak tanggap dan cepat bertindak, tapi usulan mereka ke DPRD Buton ternyata tidak mulus. Usulan agar dana PSU sebesar Rp 9 M dimasukan dalam APBD Perubahan 2011, sejauh ini masih belum bisa disetujui DPRD. Selain memang paripurna pembahasan APBD P 2011 baru akan digelar, perdebatan tentang dana itu juga masih terjadi di internal DPRD. Dua hari lalu, digelar rapat terbatas antara eksekutif dan legislatif di aula DPRD Buton. Pemerintah yang diwakili Sekab Buton, Kaharuddin Sukur. Kata Kaharuddin pada dasarnya dana penyelenggaraan pemilukada untuk KPU Buton tidak ada tambahan karena telah dianggarkan sebesar Rp 15 miliar pada APBD 2010. Dari anggaran yang ada sudah terealisasi Rp 9 miliar dan masih ada Rp 6 miliar lagi yang belum digunakan. Dari sisa anggaran Rp 6 miliar tinggal ditambahkan sekira Rp 3 miliar untuk anggaran Panwaslu dan Pengamanan. Sekda menambahkan terkait dana hibah Pemkab Buton kepada KPU Buton untuk pembiayaan Pemilukada bukan senilai Rp 9 miliar melainkan Rp 15 miliar. Dana tersebut sudah mendapat persetujuan dan setiap item per item dan telah tertera dalam naskah surat perjanjian. Dana tersebut tidak

nya, justru harus tertunda dalam waktu yang tidak jelas. Padahal, Pemkab Buton sudah menyediakan anggaran untuk membiayai pelaksanaan PSU. “KPU provinsi dan KPU pusat harus tegas dalam menentukan waktu pelaksanaan PSU di Buton serta tidak hanya duduk diam dan menutup mata dalam menerima aspirasi rakyat Buton,” katanya. Kesal karena tak ada satu pun anggota yang menemui, mereka akhirnya menghambur sampah di lantai. Sebelumnya, di halaman depan Sekertariat KPU Sultra, demonstran membakar sam-

penyelenggaraan Pemilukada Buton. Usai menggelar rapat setengah kamar, rapat pembahasan APBD Perubahan kembali dilanjutkan dan telah mendapat titik temu. Namun tanggapan pemerintah terhadap anggaran sekitar Rp 9 miliar itu sudah dijawab pihak eksekutif secara tertulis. Sehingga rapat langsung ditutup dan akan diparipurnakan pada Kamis (6/10), hari ini. Sekda Buton Kaharuddin Sukur yang ditemui sejumlah wartawan menjelaskan kewenangan pemerintah terhadap penyelenggaraan Pemilukada Buton hanya sebatas pada pengusulan anggaran. Terkait pilkada ulang pihaknya telah menyiapkan anggaran sisa penggunaan Pilkada sebelumnya sebesar Rp 6 miliar dan ditambah lagi anggaran untuk Panwas senilai Rp 1,2 dan pengamanan Rp 1,3. Sehingga totalnya mencapai sedikitnya Rp 8,5 miliar. Untuk anggaran putaran kedua Pemilukada Buton, akan disiapkan dalam APBD 2011 Kabupaten Buton yang akan dibahas pada awal Desember. Ditanya apakah usulan anggaran tersebut memberi sinyal akan digelarnya pilkada pada bulan desember, sekda mengaku hal tersebut kewenangan KPU. “Kami hanya siapkan dana, kalau soal jadwal itu kewenangan KPU,” tutupnya. (p4)

Kendari, KP Haris Andi Surahman menunjukan keseriusannya untuk menjajaki persaingan Pilwali Kendari. Setelah mendaftarakan diri di Koalisi Bougenville (KB) yang diprakarsai Partai Golkar, Haris juga sudah merekrut 500 relawan pemenangannya untuk mulai bekerja serius mensosialisasikan dirinya, agar bisa mendongkrang popularitas dan elektabilitasnya. “Target saya, kerja dua atau tiga bulan Haris ke depan, sebelum tahapan di KPU dimulai, sudah harus sampai 20 persen,” kata Haris, kemarin. Ia menjelaskan, relawan-relawan itu kini sudah bergerak di 10 kecamatan dan 64 kelurahan yang ada di Kota Kendari hingga ke tingkat RT/RW. Mereka ditugasi untuk memperkenalkan Haris dan mengajak masyarakat bergabung dengan barisannya. Ketua Departemen Tenaga Kerja DPP Partai Golkar ini juga mengaku bahwa selain berkomunikasi dengan KB, ia juga sudah menjalin komunikasi dengan partai-partai lain agar bisa “membantunya” di Pilwali nanti, tentu saja dengan komitmen-komitmen tertentu. “Tapi tentu saya memprioritaskan lolos di KB karena disana ada Partai Golkar dan saya adalah kader,” kata mantan Caleg DPR RI 2009 lalu ini. Haris mengaku bahwa ia punya peluang untuk bersaing dengan semua calon di Pilwali ini karena tim-tim sukses yang membantunya saat proses konvensi Partai Golkar di Pilwali 2007 lalu termasuk rekan-rekannya di Pemilu 2009 lalu sampai saat ini masih ia rawat dan jaga kesolidannya. Artinya, ia sebenarnya sudah punya infrastruktur politik yang tinggal ia gerakkan. “Jangan salah, 80 persen Pilwali di Indonesia, incumbent itu kalah. Beda dengan Pilbub, dimana 80 persen incumbent itu menang. Jadi sebagai kontenstan baru, saya merasa punya peluang asal bisa meyakinkan rakyat. Tipologi pemilih di perkotaan itu berbeda dengan di daerah kabupaten, di kota itu lebih cerdas dan teredukasi dengan informasi media,” kata Wasekjend MKGR ini, menyampaikan keyakinannya. Menurutnya, kekuatan terbesar yang ia miliki sehingga berani maju adalah koneksi di level nasional, baik birokrasi, swasta dan partai politik. Sebagai tokoh muda, ia mengusung semangat membaharuan dengan slogan “Bersama Menata Kota Kendari”. Yang pasti, alasan utamanya ia tampil, selain banyak mendapat dukungan, juga karena merasa Kota Kendari seolah krisis kader pemimpin, sehingga tidak ada tokoh-tokoh lain yang berani bertarung.(dri)

Sutoardjo Dewan Pembina PD Konsel

CMY

CMY

Andoolo, KP Setelah sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang Partai Demokrat Konawe Selatan dengan memilih Hj Ismiati Iskandar sebagi ketua, langka cepat yang dilakukan Ketua DPC terlih dengan langsung menyusun komposisi pengurus massa bakti 2011-2016. Ketua DPC demisinoner H Sutoardjo Pondiu dipasang sebagai Ketua Dewan Pembinan DPC PD Konsel, sementara Budi S Prasojo, mantan sekretaris yang juga rival Hj Ismiati di Muscab dipasang dikomposisi sebagai wakil ketua. Untuk job sekretaris, Hj Ismiati bersama tim formatur masih menggodok untuk ditetapkan, namun demikian beberapa calon yang diajukan sudah ada nama baik itu dari pengurus DPC lalu maupun dari DPAC. “Untuk posisi sekretaris belum kita tetapkan, mengingat ada beberapa nama yang diajukan formatur untuk mendampingi saya. Dewan pembina sudah finalkan yakni H Sutoardjo Pondiu,”ujar Ismiati, Iskandar, kemarin saat ditemui di kantor DPRD Konsel. Menurut Ketua Fraksi Demokrat di DPRD itu, percepatan penyusunan komposisi pengurus DPC Demokrat ini dimaksudkan, kegiatan dan program kerja termasuk untuk konsolidasi hingga ditingkat ranting dapat segera dilakukan. “Insyah Allah dalam pekan ini komposisi sudah dapat dirumuskan dan ditetapkan untuk kemudian diajukan di DPD untuk dibuatkan Surat Keputusannya dan seterusnya dilantik,”terangnya. Ditambahkan, masuknya H Sutoardjo Pondiu yang juga wakil Bupati itu sudah mendapat persetujuan. Begitu juga dengan mantan sekretarsis yang juga peaingnya di Muscab II PD Konsel Budi Prasojo sudah ada pertemuan dan pembicaraan. (era)

Kendari Pos Edisi 6 Oktober 2011  

E_Paper Kendari POs