Issuu on Google+

Jumat, 21 Januari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

FOTO : DWI PAMBUDO/RM

ABANG- ADIK Menpora Andi Mallarangeng bersama Choel Mallarangeng saat menjadi saksi pelapor pencemaran nama baik kasus Bank Century di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

3 Perampok Beraksi di Siang Bolong Barang-barang Dagangan Digasak di Depan Mata Karyawan

selebriti

Selidiki Foto Syur Selena Gomez lagi resah. Ada kabar, sebuah foto syur Gomez beredar di internet. Tak mau namanya tercoreng, Gomez langsung menyelidiki penyebar foto syur dirinya. “Keluarga Gomez saat ini sedang mengerahkan segala cara untuk mengejar jejak si pelaku,” ucap juru bicara Gomez pada Aceshowbiz. Sebelumnya, beredar foto Gomez berpose berdiri bugil di depan kamar mandi. Gomez merasa tak pernah berpose seperti itu dan menyebut dia jadi korban rekayasa teknologi. “Gomez merasa takut bila suatu saat akan dinodai oleh rekayasa foto lewat Photoshop yang menyesatkan, dan akhirnya hal ini terjadi juga,” katanya. Artis remaja ini siap mengambil tindakan tegas lewat jalur hukum secepatnya jika pelaku penyebar fotonya dirinya terdeteksi. Sebelum kasus ini muncul, Gomez juga dipusingkan dengan beredarnya foto ia bermesraan dengan Justin Bieber di sebuah Villa mewah di Karibia, St. Lucia.(gie)

Selena Gomez

barang ke atas mobil disaksikan oleh Siti Aminah, karyawan Ruko tanpa reaksi apapun. Tapi, sesaat setelah kawanan Rampok tancap gas, seketika itu Aminah sadar dan panik. Menurut Aminah, kawanan rampok berjumlah tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan menggunakan mobil open cup (bak terbuka) sejenis carry. Saat meninggalkan Ruko yang beralamat di JL Sao Sao (belakang STM Kendari), Aminah mengontak (SMS)

Kendari, KP Perampokan gaya baru muncul di Kota Kendari. Sekawanan perampok menggunakan mobil bak terbuka dengan bebas menggasak barang-barang yang ada dalam Ruko milik UD Hariati sekitar pukul 11.00 siang, kemarin. Lucunya, saat para perampok menaikkan barang-

Hariati

Gayus Diduga Punya Beking Kuat Jakarta, KP Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Bony Hargens menduga, pihak Istana lah yang memainkan skenario pembongkaran kasus mafia pajak, sebagaimana testimoni Gayus Halomoan Tambunan yang disampaikan Rabu (19/1).

Skenario Istana itu, kata Bony, mendapatkan resistensi di kalangan para elit parpol sehingga ada serangan balik atas skenario itu. “Saya sejak awal menduga bahwa dibalik berbagai langkah dan pernyataan

Gayus

Baca gayus di Hal 7

pemilik Ruko, Hariati. UD Hariati yang menjual barangbarang keramik (guci). Kata Aminah, dari tiga perampok, dua orang yang mengangkut guci keramik dari dalam Ruko ke atas mobil. Sebanyak 15 guci keramik dengan harga kurang lebih Rp 20 juta berhasil dibawah kabur. Tak membuang waktu, pemilik Ruko, Hariati didampingi suaminya Zainuddin Ambo langsung melaporan kasus

Sampel Darah Dikirim ke Labfor Makassar Kendari, KP Tim penyidik Narkoba Polresta Kendari terus mengintensifkan pengembangan penyidikan terhadap tersangka dugaan kasus narkoba yang melibatkan mantan Pembantu Dekan (PD) IV Fakultas Ekonomi (Fekon) Unhalu, Sudirman

Naysela, Bayi 10 Bulan yang Terpaksa Ikut Ibunya Tinggal di Tahanan

Petugas Lapas Urunan Beli Pampers Kasihan nasib Naysela Dwi Hardianti. Bayi 10 bulan ini harus hidup di sel Lapas Kelas I Madiun. Dia diajak ibunya, Sulistyowati, yang menjalani hukuman tiga bulan penjara garagara tersandung kasus pencurian dan penipuan. OCKTa PRana l., Madiun TanGIS Naysela pecah sesaat setelah masuk ruang kerja Maman Herwaman, Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Madiun, Senin lalu (17/1). Dia digendong ibunya, Sulistyowati. Bulir air mata bayi itu mengucur deras, sembari meronta seolah meminta pertolongan. Sejurus kemudian suara tangis itu

mereda. Ini setelah Sulistyowati memberikan ASI (baca: air susu ibu) untuk anak keduanya itu. “Sejak lahir saya memang memberikan ASI untuk Naysela. Sebagai ibu, memberikan ASI itu kewajiban,” tutur Sulistyowati, ditemui khusus Radar Madiun (Jawa Pos/Kendari Pos Group) hari itu. Naysela terlihat begitu nyaman berada di pangkuan ibundanya, sembari menikmati ASI. Tapi, matanya seakan nanar menatap sang ibu. Sedangkan tangan kirinya, erat menggenggam kotak hijau berisi sirup. Bayi perempuan berbobot delapan kilogram itu ternyata sedang kurang enak badan. Menurut Sulistyowati, putrinya sedang sakit flu dan batuk. Pagi itu dia sempat dibawa

perampokan di siang bolong ini di Polresta Kendari, sekitar pukul 12.00. Di Polresta, laporan Hariati diterima oleh Ipda Hasanuddin. Kepada wartawan koran ini, Hariati berharap pelakunya cepat ditangkap dan diberikan hukuman setimpal. Hal lain, dengan terungkapnya kasus ini kelak, tidak akan ada lagi korban-korban perampokan unik ini. “Karyawan saya seperti terhipnotis. Biasanya, kalau ada pembeli dia SMS saya. Kemarin, banyaknya barang yang “diangkut” saya tidak dikontak. Setelah pergi, baru dia sadar. Kaya terbius,” tuturnya.(ong)

ke klinik lapas. “Sudah diperiksa dokter lapas dan diberi obat,” ujar perempuan 31 tahun warga RT 24 RW 3, Desa Purworejo, Geger, Kabupaten Madiun ini. Kondisi kesehatan Naysela memang sempat menurun. Belum diketahui persis penyebabnya. Yang jelas, bayi berusia 10 bulan putri pasangan Isnaini-Sulistyowati, kini berada di lingkungan

Baca pEtugas di Hal 7 F-ARIEF YOGA/RADAR MADIUN

Naysela dipangku ibunya, Sulityowati. Dia harus menginap di Lapas Kelas I Madiun karena ibunya ditahan.

Zaid. Polisi berkomitmen memberantas pelaku penyalahgunaan narkoba di Sultra, khususnya di Kota Kendari tanpa tebang pilih. Kasat Narkoba Polres Kendari, AKP

Baca sampEl di Hal 7


2

Kendari Pos | Jumat, 21 Januari 2011

Hak Interpelasi untuk Bargaining Jakarta, KP PDI Perjuangan tidak terburu-buru ikut mendorong penggunaan hak menyatakan pendapat (HMP) untuk kasus Bank Century.

Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait mensinyalir, munculnya wacana penggunaan hak dewan yang mengarah pada impeachment itu belakangan ini, telah berusaha dimanfaatkan

sejumlah parpol koalisi hanya untuk kepentingan mereka.

Baca interpelasi di Hal 7

Mendagri Tidak Akan Turuti DPD Jakarta, KP Mendagri Gamawan Fauzi bersikukuh untuk terus mengajukan Rancangan Undang-Undang Khusus (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gamawan tidak akan menuruti permintaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang meminta agar RUU tersebut ditarik kembali. Gamawan menjelaskan, dalam mekanisme pembahasan RUU, tidak ada istilah penarikan RUU. “Mekanismenya kan tidak pernah ada ditarik kembali seperti itu. Itu kan kewajiban konstitusi kita, nanti dibahas dengan DPR. Masak ditarik kembali,” ujar Gamawan Fauzi di Jakarta, Kamis (20/1). Pernyataan mantan gubernur Sumbar itu menanggapi anggota Komisi I DPD Ferry Tinggogoy, yang meminta pemerintah menarik kembali RUUK DIY. Alasan Ferry, RUU tersebut dinilai DPD jauh dari sempurna dan berpotensi menimbulkan instabilitas di DIY maupun sistem pemerintahan RI. Ferry juga menilai, RUUK yang disampaikan pemerintah memiliki kelemahan filosofis, historis dan yuridis, bahkan ada beberapa pasal yang melanggar konstitusi. Menurut Gamawan, RUUK DIY sudah masuk dalam agenda program legislasi nasional (prolegnas) di DPR. Karenanya, pemerintah saat ini dalam posisi menunggu dimulainya pembahasan bersama DPR. DPD, menurutnya, bisa

Gamawan Fauzi memberikan masukan saat dimulainya pembahasan. “Bukannya minta ditarik kembali,” ucap Gamawan. Terpisah, Wakil Ketua DPD, Laode Ida mengatakan, sikap DPD yang minta agar RUU tersebut ditarik kembali, merupakan peringatan terhadap pemerintah. Menuurtnya, dengan banyaknya kelemahan di RUU itu, maka nantinya bisa memicu stabilitas di DIY jika sudah diterapkan. “Karena banyak sekali kelemahan yang sifatnya mendasar,” ujarnya. Kesimpulan banyaknya kelemahan, berdasarkan pembandingan RUU DIY yang dirumuskan DPD. Dia tegaskan, DPD tetap bertahan pada sikapnya, yakni mendesak agar RUU tersebut ditarik kembali. Pasal krusial yang dipersoalkan DPD, antara lain yang mengatur mengenai pengisian jabatan gubernur DIY.(sam)


3

Jumat, 21 Januari 2011

Tenunan Lokal Banjir Pesanan

DOK/JPNN

Karena Merugi, Mandala menghentikan kegiatan operasi. Namun kondisi itu dipastikan takkan lama. Beberapa investor berniat menanamkan modalnya agar Mandala kembali terbang. Tampak konter Mandala Bandara Hang Nadim Batam yang terlihat sepi dari petugas tiket karena tidak beroperasi.

Mandala Siap Terbang Lagi Jakarta, KP Penghentian operasional PT Mandala Airlines sejak 13 Januari, tidak akan berlangsung lama. Dirut PT Mandala Airlines Diono Nurjadin memastikan akan mulai beroperasi lagi sesuai batas waktu PKPU yang dikeluarkan Pengadilan Niaga pada 17 Januari lalu. “Mandala akan tetap terbang lagi. Kita saat ini sedang dalam tahap pembicaraan dengan investor baru untuk menanamkan

modalnya lagi,” kata Diono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (19/1) lalu. Dia menyatakan optimis, dalam tenggat waktu 45 hari proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), sudah ada investor baru yang akan menyuntikkan dananya. Sehingga Mandala sudah bisa memulai beroperasi lagi. “Pembicaraan dengan investor ini sudah dilakukan Mandala jauh sebelum penghentian opera-

sional. Karena itu kami optimis dalam waktu dekat, Mandala bisa beroperasi,” ujarnya. Mengenai alasan penghentian operasional, dijelaskan Diono, karena perusahaannya terus merugi. Ini dipicu oleh tingginya cost operasional yang tidak diimbangi dengan income. Di mana jumlah penumpang yang tadinya 3,5 juta (2008), kemudian mulai turun pada 2009 menjadi 2,5 juta, dan di 2010 tinggal 1,5 juta. “Kalau

operasional Mandala tidak dihentikan, akan berdampak buruk bagi perusahaan yaitu kebangkrutan,” akunya. Dalam proses penghentian operasi ini, Mandala tetap mempertahankan karyawannya dan memberikan gaji. “Untuk pilot, Mandala bekerja sama dengan airlines lain untuk menampung pilot kami agar bisa tetap terbang. Jadi tidak ada pemberhentian karyawan maupun awak kabin,” tandasnya. (jpnn/awl)

Pengusaha Tempe Keciprat Bantuan Kendari, KP Saat ini di Desa Lambusu Kecamatan Konda memiliki 27 pengusaha tahu tempe. Usaha mereka terkategori berskala mikro hingga besar. Tapi ratarata mereka mengalami kekurangan modal. Hal itulah yang membuat mereka terpaksa meminjam uang dengan bunga tinggi. Namun sejak Desember 2010 lalu, tiga belas dari pengusaha itu sudah mendapatkan dana dari pihak perbankan dan BUMN. Kepala unit pendamping langsung (UPL) Disperindag Sultra, Muh. Ali mengatakan, bila pihaknya bersama Bank Indonesia serta pihak bank umum dan BUMN bekerjasama membantu para pengusaha tersebut. Selama dua tahun sebelumnya mereka telah disurvei dan diberikan bimbingan oleh team, yang operasionalnya didanai BI Kendari. Setelah itu mereka diberikan pelatihan good manifacturing practice (GMP). “Set-

elah layak mendapat bantuan modal, kami ajukan mereka ke perbankan yakni Bank Mandiri melalui dana kredit mikro untuk tiga pengusaha karena usaha mereka skalanya lebih besar dibandingkan yang lainnya. Kemudian sepuluh pengusaha lain didanai dari dana program kemitraan bina lingkunan (PKBL) PT Jasa Raharja. Untuk kredit bank dikenakan bunga 12 persen pertahun, kemudian PKBL enam persen pertahun,” terang Muh. Ali kemarin. Selama ini kata Ali para pengusaha tempe memiliki juragan kedelai. Dalam sehari rata-rata mereka membutuhkan 100 ton kedelai, yang disuplai dari salah seorang pengusaha kedelai. Harga normalnya satu kilogram kedelai Rp 5 ribu, tapi karena dibayar setiap bulan sehingga dikenakan harga Rp 5,5 ribu perkilo gram. Selisih pembayaran kedelai dalam satu bulan berkisar enam juta rupiah yang harus ditanggung pengusaha tempe. “Itulah

yang menjadi pekerjaan rumah bagi kami selama membina mereka, bagaimana agar dana enam juta rupiah itu tidak diberikan sebagai bunga pinjaman ke orang lain, tapi terakumulasi menjadi pendapatan,” papar Ali. Dalam balutan Konsultasi Keuangan Mitra Bank (KKMB), puluhan pengusaha tempe ini terus dibina, baik dari sisi managemen, keuangan maupun kualitas produk. Hingga akhirnya kedua lembaga yakni Bank Mandiri dan PT Jasa Raharja bisa menerimanya, dan diangap layak untuk memperoleh pinjaman. “Pinjaman diberikan dalam jangka waktu dua tahun, dalam kurun waktu tersebut pengusaha mengeluarkan cicilan yang lebih kecil dibanding mereka membayar selisih harga kedelai. Tepat dua tahun nanti, pinjaman lunas dan mereka masih punya modal sejumlah uang yang mereka pinjam. Bila usaha mereka bagus tentunya pembiayaan bisa ditingkat-

kan agar mereka bisa menjadi lebih besar, demikian pengusaha lain yang saat ini belum mendapat pinjaman tentunya diupayakan agar juga bisa mendapatkannya” ujarnya. Menurut Ali, KKMB bukan hanya membidik lembaga keuangan perbankan, tapi banyak BUMN di daerah ini yang menyalurkan PKBL. Alangkah bagusnya bila dana itu dikoordinasikan dengan KKMB, sehingga penyalurannya jelas menyentuh pihak usaha kecil, seperti orentasi pemerintah. Selama ini banyak pengusaha menyalurkan PKBL sendiri, alhasil tidak sedikit yang mengalami kemacetan. Sementara di KKMB mereka diberi bantuan setelah dinilai layak pasca diberikan binaan. Demikian evaluasi terus dilakukan hingga pengusaha benar-benar maju, tumbuh dan menjadi besar. “Kami harap lembaga atau perusahaan lain bisa bekerjasama dengan kami,” pungkas Ali. (lis/awl)

30 Pos Tarif Bakal Dibebaskan Jakarta, KP Pemerintah bakal membebaskan 30 pos tarif terkait stabilisasi harga pangan. Keputusan mengenai hal tersebut akan diambil dalam pleno tim tarif yang digelar hari ini. Sebelumnya, bea masuk nol persen untuk beras sudah ditetapkan Desember lalu. Dan menyusul untuk komoditas pangan lain di antaranya gandum, kedelai, bahan baku pupuk dan pakan ternak. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah tengah berusaha memberikan perlindungan kepada masyarakat dan industri dalam negeri. “Sekitar 30 (pos tarif), pokoknya semua yang berkaitan dengan pangan. Intinya kita tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat, tetapi memperhatikan betul

industri dalam negeri,” kata Hatta usai rakor pangan di kantornya Rabu (19/1) kemarin. Hatta mengatakan, pembebasan tarif tersebut hanya bersifat sementara. Kebijakan fiskal tersebut hanya untuk merespon anomali cuaca yang melonjakkan harga pangan. “Kita kan harus mengacu pada roadmap. Sebetulnya kalau tidak ada gangguan seperti ini itu sudah mengikuti roadmap kita. Itu kan karena ada situasi yang tidak normal saja,” katanya. Dia menambahkan, seluruh instrumen akan digunakan pemerintah guna menstabilkan harga pangan. Hatta mencontohkan, ketika panen, pemerintah harus menjaga pendapatan petani. Ketika harga tinggi, pemerintah harus menjamin stok. Secara terpisah Menteri Perdagangan mengatakan upaya

pengendalian harga untuk komoditas beras sudah ditempuh. Seperti dengan menurunkan bea masuk. “Bahkan harga beras dari Thailand sudah berada di bawah harga dalam negeri. Dengan demikian, itu akan membantu sebelum panen raya berlangsung,” ucapnya. Dikatakan, fokus ke depan melakukan langkah-langkah antisipatif semaksimal mungkin dengan mengurangi biaya. Sebab di satu sisi harus mengimbangi lonjakan harga dunia yang tinggi. “FAO (Food and Agriculture Organization, Red) memprediksi kondisi tahun ini bakal sama dengan

2008 lalu,” kata dia. Dikatakan, penetapan jangka waktu pemberlakuan bea masuk tersebut harus melalui proses evaluasi. Karena, dari proses evaluasi tersebut diketahui lonjakan harga akan berlangsung. “Saat harga tinggi, bea masuk turun tidak akan mempengaruhi perlindungan di dalam negeri. Beberapa bea masuk ditetapkan untuk melindungi petani,” ucapnya. Mengenai pemberlakuan tersebut, Mari mengatakan, akan dievaluasi terlebih dulu sampai ada keputusan akan diperpanjang atau dihentikan.(jpnn/awl)

Kendari,KP Empat tahun yang lalu, gaung tenun lokal (baca daerah,red) kurang diminati. Tapi dua tahun belakangan prospeknya makin menjanjikan. Hal itu karena banyaknya pengguna tenun di Kendari baik lingkup instansi maupun lembaga swasta yang menjadikan tenun sebagai pakaian seragam. Pemilik koleksi Toko Tenun Mahkota Kendari, Hj Endang yang ditemui menjelaskan bila saat ini dalam satu bulan tokonya mampu menjual sekitar seribu hasil tenunan lokal. Konsumennya bukan hanya warga lokal, tapi sejumlah tamu luar daerah banyak yang meminati. “Bahkan selain instansi pemerintah yang mengharuskan seragam menggunakan tenunan khas, saat ini sejumlah lembaga swasta juga banyak yang memberlakukannya. Orentasinya untuk memperkenalkan tenunan lokal pada setiap orang,” terangnya. Prospek usaha kain tenun di tahun lalu kata Endang tumbuh hingga angka 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Apalagi setelah adanya promosi yang dilakukan oleh pemda di tingkat nasional maupun luar negeri, telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan jenis kerajinan daerah itu. Bahkan sejumlah desainer kondang dari ibukota telah menjadikan kain tenun Sultra, sebagai karya-karyanya. Pemilik Toko Mahkota ini yakin, bila prospek usaha tenun ini akan semakin bagus baik di tingkat lokal maupun nasional. Namun semakin bagusnya pasar tentunya harus disupport oleh kemampuan produksi dalam daerah. Selama ini produk dari Sultra masih minim, yakni diantaranya masih menggunakan tenaga kerja dari luar daerah. Biasanya pengrajin dari Sengkang, bahkan bila stok tidak mencukupi didatangkan dari daerah tersebut. Kondisi itulah yang membuat Endang ingin mendirikan pusat produksi. Bahkan rencanya, Hj Endang ingin mendirikan rumah kreasi Mahkota yakni sebuah fasilitas produksi tenun dan segala pelengkapnya, misalkan kreasi bor-

dir mapun payet. Untuk tenaga kerjanya akan memberdayakan lulusan SMK di Kendari jurusan kerajinan tenun. Tentunya sebagai trainer akan mendatangkan tenaga profesional dari Sengkang (Sulsel). Bila produksi sudah mencukupi, pengembangan pasar bisa dilakukan sampai keluar negeri. “Mudah-mudahan Pemda bisa membantu semua ini, dalam hal ini Disperindag nampaknya tertarik, dan sudah ada lampu hijau. Karena tenun ini sebuah prospek sehingga harus dikembangkan dan diperluas produksinya,” paparnya. Lebih jauh Endang menambahkan corak tenun khas beberapa etnis daerah ini mendapat antusias dari pasar. Itu terlihat dari sejumlah tamu yang mendatangi Sultra, rata-rata menjadikan tenun sebagai oleholeh. “Rencananya saya juga akan memasok sejumlah hotel seperti Swiss -Belhotel Kendari, Horison, Plaza In dan Dewa Bintang. Mudah-mudahan awal tahun ini tamu-tamu daerah, sudah bisa memperoleh tenun melalui sejumlah hotel tersebut,” pungkasnya. (lis/awl)

BNI Kelola Dana APBN Jakarta, KP Sebagai bentuk komitmen penyedia solusi layanan keuangan secara menyeluruh (total financial solution), BNI menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan tentang penyediaan dan penggunaan layanan jasa perbankan. Sebelumnya, BNI ditunjuk sebagai Bank Operasional 1 oleh Kementerian Keuangan dalam penyaluran dana-dana APBN di beberapa kantor Wilayah Perbendaharaan. Dengan demikian, BNI siap mendukung dan membantu Kementerian Perhubungan dalam memperlancar penyaluran dana APBN kepada Unit

Pelaksana Teknis di daerah. Apalagi BNI didukung sistem cash management BNI yang dapat membantu pengelolaan keuangan secara elektronik yang terintegrasi, online, dan realtime. “Dengan demikian transaksi pembayaran dan monitoringnya dapat dilakukan secara online, baik itu untuk transaksi di internal, misalnya, untuk pengiriman dana antar kantor atau ke pegawai, maupun untuk transaksi ke luar, seperti dengan rekanan. Kantor-kantor cabang BNI telah siap dihubungi oleh Unit Pelaksana Teknis - Kementerian Perhubungan di daerah-daerah untuk membuka rekening

dan mewujudkan kerjasama ini,” kata Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI di Jakarta, Rabu (19/1) lalu. Lingkup kesepakatan bersama ini meliputi layanan penyaluran dana APBN, layanan pemberian fasilitas kredit dan garansi bank, layanan pemberian fasilitas pinjaman untuk pegawai, layanan penyimpanan dan pengelolaan dana melalui Integrated Cash Management. Layanan lainnya adalah pengelolaan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), layanan pembayaran gaji pegawai (payroll), layanan Corporate Credit Card, dan layanan produk dan jasa perbankan lainnya. (jpnn/awl)


Jumat, 21 Januari 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Bansus Tambang Pelsus PT. CNS Disegel Kinerja DPRD Bombana Disoroti Rumbia, KP Borok PT. Cromindo Nusantara Selaras (CNS) terungkap. Saat melakukan pengapalan batu krom di Pulau Kabaena Minggu (16/1) lalu, perusahaan asal Makassar ini ternyata belum memiliki izin pembangunan pelabuhan khusus (Pelsus) dari Dirjen perhubungan laut. Karena pelanggarannya itu, Pelsus PT. Cromindo di Desa Malandahi, Kabaena Utara akhirnya disegel oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana, Rabu (19/ 1) lalu sekitar jam 13.00 Wita. Penyegelan dilakukan dua pegawai Dishub Bombana, Cahyadi dan Rahman dibantu Polisi Pamong Praja, personil Polisi Air Bombana dan TNI

Sukarnaeni Arif Angkatan Laut setempat. “ Begitu disegel, perusahaan

itu tidak bisa lagi memasukan kapal atau melakukan pengapalan batu krom atau hasil operasi produksinya,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Bombana, Sukarnaeni Arif, kemarin. Ia mengaku, penyegelan dilakukan karena pihaknya menemukan indikasi bila perusahaan itu benar-benar belum mengantongi izin pembangunan pelabuhan khusus dari Dirjen Perhubungan Laut. “ Bagaimana bisa didapatkan, rekomendasi dari Dishub Bombana saja belum Kami berikan karena tidak satupun dari pihak perusahaan yang bermohon,” katanya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dikbudpar) Bombana

ini menambahkan, tidak adanya izin pembangunan Pelsus itu juga diakui Ivan Djunaedi, salah seorang pengawas sekaligus penanggung jawab perusahaan itu ketika Rahman dan Cahyadi mengkroscek langsung di Kabaena. Bahkan kepada dua anak buahnya itu, Ivan mengaku salah dan membuat surat pernyataan resmi untuk tidak melakukan aktivitas pengapalan sampai izin Pembangunan Pelsus dikantongi. “Kami tunggu permohonan mereka. Sebab pada prinsipnya Dishub tidak pernah memperhambat aktivitas pengapalannya jika memang persyaratan yang diberikan betul-betul dipenuhi,” tandas Sukarnaeni. (nur)

Pengacara Penggugat Nyaris Diamuk Massa Dalam Sidang Lapangan Sengketa Lahan SDN 2 Andoolo Kendari, KP Gelar sidang perkara sengketa kepemilikan lahan di atas bangunan SDN 2 Andoolo yang dipimpin langsung Majelis Hakim dari PN Kendari, Mawardi, SH sempat diwarnai insiden keributan. Pemicunya saat hakim mengundang penggugat dan tergugat untuk langsung melakukan pengukuran lokasi yang disengketakan. Warga yang turut hadir dalam gelar sidang lapangan tidak menerima jika lahan publik itu digugat Nurhati Binti Kamedi (Istri Hamid Lamonde). Sebab tanah tersebut diyakini warga telah diwakafkan untuk ke-

pentingan umum. Meski terjadi kericuhan dan diwarnai penolakan warga, namun pengukuran lahan sengketa tetap dilakukan penggugat didampingi pengacara Tadjuddin Sido dan staf Pengadilan Negeri Kendari. Untuk diketahui, luasan lahan yang disengketakan tersebut 71 kali 75 meter persegi. Gelar perkara lapangan ini juga dihadiri langsung Sekab Konsel, H. Sardjun Mokke, Camat Andoolo, Hijar Silondae termasuk Lurah Alangga dan Kepala Desa Andoolo. Kehadiran penggugat, Nurhati dan suaminya, Hamid Lamonde menjadi cibiran dan cacian warga. “ Kami tidak pernah akan mengakui jika lahan ini miliknya. Terlebih lagi sekolah ini dibangun sudah puluhan tahun. Kenapa nanti

sekarang baru ada gugatan. Untuk itu sebaiknya Hamid Lamonde diusir saja,” teriak warga. Camat Andoolo, Hijar Silondae yang turut mendampingi Sekab dan Kepala Dinas Pendidikan, B. Haryanto juga sempat larut dalam suasana emosional tersebut, “ Saya juga dulu sekolah di sini dan Kepala Sekolahnya, Hamid Lamonde. Kalau ini memang tanahnya, kenapa saat hendak dibangun tidak dikomplain. Masyarakat di sini tidak pernah mengakui, kalau ini tanah milik Hamid Lamonde,” ketusnya dengan teriakan. Kemarahan warga kian tersulut ketika pengacara Nurhati, Tadjuddin Sido melayangkan protes agar penduduk yang hadir dalam sidang lapangan itu tetap mengikuti prosedur berlang-

sung. Warga yang “panas” langsung mencoba menyerang Tadjuddin Sido. Untunglah berkat kesigapan aparat Polsek Andoolo, kemarahan warga dapat diredam. “ Mari kita hargai proses yang sementara berlangsung. Kalau penggugat menang di pengadilan, pemerintah tidak akan diam, Kita akan proses lagi lebih lanjut. Ada banding dan kasasi,” himbau Kepala Dinas Pendidikan Konsel, B. Haryanto mencoba menenangkan warga. Melihat situasi, Hakim PN Kendari yang menyidangkan perkara tersebut, Mawardi, SH langsung menutup proses tersebut. ‘’ Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Selasa 25 Januari mendatang. Agendanya masih akan dilakukan pemeriksaan barang bukti, termasuk saksi,” tandasnya. (era)

Jaksa Gadungan Pemeras Kades Tertangkap Saat ‘’Investigasi’’ Dana Block Grant Raha, KP Entah sudah berapa banyak Kepala Desa (Kades) yang menjadi korban LM. Baharuddin, SH. Dengan memperkenalkan diri sebagai seorang jaksa, pria yang yang memiliki kartu anggota LSM Lembaga Pembangunan Komunikasi dan Jaringan Informasi (LEPKAI) itu berhasil memperdayai para pimpinan pemerintahan terendah itu. Namun aksi Baharuddin pun terhenti di Kusambi. Ia ditangkap oleh Kades

Kasus Cetak Sawah Bidik Tersangka Lain Unaaha, KP Jaksa penyidik Kejari Unaaha terus mengintensifkan penuntasan dugaan kasus korupsi proyek pencetakan sawah tahun 2006. Dua tersangka sebelumnya Takrif Wahab sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Amran Yunus, Direktur PT Ranasfi Aryanori, kontraktor pelaksana pekerjaan kini memasuki tahap persidangan. Agendanya, pembuktian pemeriksaan saksi-saksi meski terjadi perbedaan perlakuan, Takrif ditahan sementara Amran yunus tetap bebas melenggang. Teranyar, Kejari Unaaha mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka lainnya, Egel Sofyan selaku Pejabat Penguji dan Permintaan Pembayaran (P4). Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Unaaha, Agus Tjipto, SH mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Egel Sofyan dan akan dimintai keterangan tambahan.“PeranEgelSofyandalam proyek itu sebagai P4 yang bertugas menguji apakah pembayaran dapat dilakukan atau tidak. Ketika itu, Egel Sofyan menyatakan layak dibayarkan sehingga terjadi kerugian negara saat proyek itu tidak selesai,” jelas Agus Tjipto sambil mengakui Egel Sofyan belum ditahan.

Baca KASUS di Hal 6

Guali, La Hasali yang juga telah menjadi korban penipuannya, kemarin. Modus operandi yang digunakan jaksa gadungan itu saat membidik korbannya adalah dengan alasan sedang melakukan investigasi penggunaan dana block grant. Saat menjalankan aksinya di Desa Guali, Baharuddin menggunakan nama Kadir Hasan, SH dengan jabatan Kasi Humas Kejari Raha. La Hasali percaya begitu saja, bahkan sempat menyerahkan uang sebesar Rp 200 ribu. “ Uang itu untuk biaya registrasi,’’ kata Hasali mengutip perkataan Baharuddin. Namun, setelah ‘’Kadir Hasan’’

meninggalkan kantor Desa Guali, Ia merasa ada yang janggal. Laporan hasil investigasi jaksa gadungan tersebut ditulis di atas kertas HVS kosong dengan kop bertuliskan “Kejaksaan Negeri Raha” yang ditulis tangan. Kades Guali itu pun kemudian mencari informasi ke Kejari Raha. Namun, di kantor adhyaksa itu, tak ada yang mengenal nama Kadir Hasan dengan jabatan Kasi Humas. Oleh pegawai di Kejari, Hasali diarahkan untuk menangkap jaksa gadungan tersebut bila bertemu. Saat hendak menjalankan

aksinya di Desa Kusambi, Kades Guali tersebut bertemu lagi dengan Baharudin. Dibantu masyarakat, jaksa gadungan tersebut ditangkap dan digiring ke kantor Kusambi, lalu diamankan di Polsek Kusambi, kemarin. Kapolsek Kusambi, AKP Yakobus Lantapi membawa jaksa gadungan tersebut ke Kejari. “Kita mengamankan jangan sampai dihakimi masyarakat, sekaligus mencari tahu kebenaran, apakah Kadir Hasan pegawai di Kejari, “ungkap Yakobus. Dari Kejari, Baharuddin,

Baca KADES di Hal 6

Kendari, KP Masuknya sejumlah investor tambang di Pulau Kabaena terbukti bukannya mendatangkan kesejahteraan bagi warga lokal, justru masalah terus bermunculan. Kasus pengapalan batu krom dari Sikeli, Kabaena ke Cina, tumpang tindihnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Pongkalaero antara dua perusahaan berbeda adalah cerita terkini di daerah itu. Herannya, Badan Khusus (Bansus) bentu-

kan DPRD Bombana untuk masalah tambang justru diam dan tak melakukan apa-apa. ‘’ Ini aneh memang. Padahal Bansus itu kami harap bisa punya kontribusi untuk menyelesaikan berbagai kisruh soal tambang di Kabaena, nyatanya sampai hari ini Kami tidak melihat langkahkongkrit,’’kataMuhammad Samid, tokoh pemuda asal Pulau Kabaena, kemarin. Ia mengurai beberapa masalah yang harusnya jadi lahan kerja

bagiBansus.DiPongkalaero,Kabaena Selatan, ada dua perusahaan yang masuk yakni Prima Nusa Sentosa (PNS) dan Anugerah Kharisma Barakah (AKB). Dua investor ini mengkapling lahan yang hampir sama sehingga di masyarakat terjadi pertentangan kepentingan. Di Batuawu, masih di Kabaena Selatan, saat ini ada perusahaan yang melakukan pengukuran lokasi

Baca BANSUS di Hal 6

Manajemen Perusda Amburadul Kolaka, KP Seolah tak henti, Perusahaan Daerah (Perusda) Kolaka terus diterpa masalah. Setelah Direktur Operasional, Hasbi Jalil resmiditetapkansebagaitersangka dan ditahan oleh pihak Kejati Sultra baru-baru ini dalam kasus dugaan penambangan dalam kawasan hutan lindung, manajemen perusahaan milik Pemk-

ab Kolaka tersebut rupanya sudah tak berjalan sebagaimana mestinya. Humas Perusda Kolaka, Haning Abdullah yang dikonfirmasi mengatakan Petinggi Perusda Kolaka lainnya, Andi Alwi sudah hampir tiga bulan tidak lagi berkantor dan lebih banyak tinggal di Makassar. Demikian pula para jajaran direksi yang jarang berkantor.

‘’ Ada banyak keputusan penting yang dikeluarkan tanpa melalui mekanisme dan tak dikoordinasikan ke Badan Pengawas Perusda. Jika ini terus berlanjut, bukan hanya Perusda yang dirugikan tapi juga Pemkab selaku pemilik perusahaan,’’ keluh Haning. Selain

Baca PERUSDA di Hal 6

Nikel Berlimpah, PAD Minim Kolaka, KP Semua sektor potensi pendapatan di Kabupaten Kolaka ternyata menjadi penyumbang defisit APBD 2010. Salah satunya adalah berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor usaha pertambangan. Fakta itu diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kolaka, M. Bachrun Hanise. Dari target

yang dibebankan pada dinas pertambangan tahun 2010 sejumlah Rp 42,7 miliar hanya mampu terealisasi Rp 14,8 miliar. Padahal, jumlah usaha pertambangan di Kolaka yang menjamur seharusnya mampu memenuhi target tersebut. Bachrun menjelaskan, sektor pertambangan merupakan salah satu sumber PAD yang diharapkan dapat berkontri-

busi banyak, namun hasilnya sangat mengecewakan. ‘’ Kami akan berusaha memperkaya pungutan di sektor usaha pertambangan tahun ini,’’ ungkapnya, kemarin. Selain usaha pertambangan, penyebab kurangnya PAD tahun lalu adalah dari perhubungan dan pariwisata. Pada

Baca PAD di Hal 6


6 Kades ...................... lalu digelandang di Polres Muna. Terungkap, Kades Lakawohe juga ternyata telah menjadi korban penipuan jaksa gadungan tersebut. Bila di Guali, Ia menggunakan nama Kadir Hasan. Di Desa Lakawohe, Baharuddin memakai nama Bahtiar Hamsah, SH, sesuai dengan buku tamu yang diisinya, Sabtu (15/1). Di Desa Lakawohe, jaksa gadungan tersebut meminta uang Rp 350 ribu sebagai biaya registrasi. Kasubagbin Kejari Raha, Ismail Musa, SH mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke kepolisian. Ia juga telah melaporkan ke atasannya, terkait pencemaran nama baik korps kejaksaan. Ismail Musa menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang melakukan investigasi mengatasnamakan kejaksaan. “ Bila ada, segera konfirmasi ke kami,” harapanya. (awn)

PAD ..................... bidang perhubungan sendiri hanya mampu mencapai 20,11 persen dari tahun sebelumnya yang berhasil hingga 97 persen. Ini disebabkan berkurangnya operasional perhubungan yang sebelumnya karena adanya warga Sulsel yang mendatangi Bombana lewat Pelabuhan Kolaka saat maraknya pendulangan emas lalu. Pariwisata, bisa menyumbang 51,31 persen sementara tahun lalu hanya sampai 37,38 persen. Target PAD dari sektor lainnya rata-rata mencapai target, bahkan banyak yang melampaui secara signifikan hingga di atas 100 persen. (p6)

Perusda ..................... itu dari beberapa mitra Perusda yang melakukan penambangan nikel, kini hanya PT. Media Arsir saja yang masih memiliki aktivitas. Itupun stok file ore yang dimiliki hingga kini belum dikapalkan, karena PT. Wirabuana (subkontraktor) yang juga milik anak seorang Direktur Perusda belum mendatangkan kapal yang hendak mengangkut ore. Haning meminta agar Pemkab Kolaka segera mengambil langkah evaluasi kinerja manajemen Perusda dan melakukan perbaikan. ‘’ Apalagi masa jabatan direktur Perusda akan berakhir bulan April mendatang. Jangan sampai dikemudian hari ada masalah apalagi yang berimplikasi pada hukum,’’ tandas Haning. (ndi)

Kendari Pos |Jumat, 21 Januari 2011

PenerimaRaskin Masih 31RibuKK Kolaka, KP Klaim Kadis Sosial Kolaka, Syamsul Rijal yang mengatakan mengklaim tak ada lagi warga miskin di daerahnya, sulit untuk dipercaya. Sebab nyatanya, jumlah masyarakat penerima beras miskin (Raskin) di Kolaka justru tetap banyak, bahkan masih perlu ditinjau ulang. Data penerima Raskin pada Bagian Perekonomian Setkab Kolaka yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 31.825 KK atau berada pada urutan keempat dari seluruh wilayah di Sultra. Tahun ini penyaluran Raskin menurut Kabag

Perekonomian Kolaka, Asmani Arief tetap menggunakan data BPS tahun 2008. Padahal Asmani juga menyakini perekonomian warga Kolaka sudah membaik. Meskipun sebelumnya jumlah penerima sebanyak 33.129 KK. ‘’ Sebenarnya warga Kolaka secara ekonomi sudah membaik, signifikan malah. Hanya saja penerima Raskin kita sesuaikan dengan data BPS. Untuk daftar terbaru, BPS menjanjikan kami April nanti. Jadi kita pakai yang ada dulu,’’ terangnya. Asmani menambahkan, dengan adanya program Demo Gerbang Mastra, perkembangan

kesejahteraan ikut membaik. Meski tak menyebutkan indikator keberhasilannya, dia mengaku Kolaka sudah menyandang predikat kabupaten yang lepas dari daerah tertinggal. Asmani mengklaim pula, masyarakat penerima Raskin saat ini sebenarnya tak semua masuk dalam kategori miskin. ‘’ Masyarakat sudah diberi bantuan pada berbagai lingkup. Mulai dari bantuan usaha, bibit, dana maupun perbaikan rumah layak huni melalui program Aladin. Jadi sebenarnya jumlah warga miskin berkurang,’’ ujar mantan Camat Kolaka ini.(p6)

Amirul Raih Leadership MDGs Award Baubau, KP Deretan prestasi mewarnai karir Wali Kota Baubau, H. MZ. Amirul Tamim dalam memimpin otorita itu. Awal pekan ini, Ia kembali memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat bersama 14 bupati/wali kota di Indonesia. Amirul Tamim menerima anugerah Leadership MDGs Award 2010 yang diserahkan Menko Kesra, Agung Laksono di Jakarta.

Bansus ..................... hingga mendekati pusat mata air masyarakat. Masalahnya, antara warga dan pemerintah setempat sudah mulai terjadi perbedaan sikap soal investor itu. Di Rahampuu, Kecamatan Kabaena, ada PT Timah Eksplomin yang masuk. Masalahnya kemudian, saat ini antara pemilik lahan, yang belum menjual dan sudah menjual mulai ada bibit konflik. Mereka yang anti

Anugerah itu diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi para pemimpin daerah yang dianggap mampu mengaktualisaikan komitmen pembangunan dalam bentuk pencapaian program-program aksi berkelanjutan yang searah dengan delapan tujuan pembangunan millennium. ‘’ Baubau dinilai telah melakukan program berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan

milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Sektor-sektor yang menjadi perhatian adalah dalam hal peningkatan pencapaian indeks pembangunan manusia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi,’’ kata , Kepala Badan Kominfo Baubau, Sadarman. Selain itu, keberhasilan Pemkot Baubau dalam kendali Amirul Tamim juga terlihat dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi setiap tahun. (k1)

tambang menolak menjual lahan, sedangkan mereka yang wellcome terhadap investor, mau melepas lahan. Pernyataan Sekretaris APINDO Bombana ini bukan tanpa alasan. Katanya, kurang lebih sekitar 70-an perusaan yang telah di keluarkan Izin Usaha Pertambangannya (IUP) kurang lebih sekitar 20-an berada di Kabaena. Anehnya, hingga hari ini belum ada yang tersentuh oleh kinerja Bansus yang dipimpin Sahrun Gaus itu.

Samid menduga Bansus sudah “masuk angin” sehingga telah terjadi proses pembiaran terhadap kegiatan para penambang yang ada di Kabaena. Samid yang juga putra Desa Pongkalaero ini juga mempersoalkan hadirnya PT (PNS) dan AKB di Pongkalaero. Versi Samid, di desanya itu pertama kali hadir perusahaaan AKB dan dalam proses rekrutmen pekerja kemudian muncul PT PNS. Kehadiran perusahaan itu sesaat

Pemkab Hanya Dapat Rp 250 Dari Diving Wangiwangi,KP Target PAD yang harus dicapai sektor pariwisata Wakatobi tahun 2010 sesuai proyeksi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) sebesar Rp 350 juta, berhasil dicapai. Untuk terus meningkatkan capaian PAD, tahun 2011 akan dikeluarkan ketentuan penggunaan pin bagi setiap orang yang melakukan aktivitas diving bekerjasama dengan pengusaha penyedia jasa penyelaman. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Wakatobi, H. Hasirun Ady menjelaskan, tahun 2011 ini, pin yang dicetak sebanyak 1500 keping dengan harga masing-masing hanya Rp 250. ‘’ Satu kali saja membayar untuk keperluan menyelam selama satu tahun,’’ katanya. Ketentuan penggunaan pin itu sudah disepakati dengan pihak ketiga dan akhir bulan ini akan dibagi kepada pengusaha-pengusaha penyedia jasa penyelaman seperti WDR Tomia, Tomia Dive Center, Raka Dive, Patuno Beach Resort dan Opwal Hoga. ‘’ Semakin meningkatnya jumlah kunjungan ke Wakatobi, maka penggunaan pin itu akan semakin meningkat juga, sehingga tidak menutup kemungkinan penambahan jumlah pin yang dicetak dilakukan,’’ tandas Hasirun. (cr1)

Kasus ......................... Saat ini pihaknya tengah memeriksa saksi-saksi. Setelah Egel Sofyan diperiksa, berkasnya dinyatakan lengkap dan layak disidangkan maka akan dilimpahkan ke PN Unaaha. Untuk diketahui, agenda sidang saat ini sidang pembuktian. Terdakwa Takrif Wahab kini menjadi tahanan PN Unaaha. Sementara, terdakwa lainnya Amran Yunus, Direktur PT Ranasfi Aryanori belum ditahan. Anggaran proyek cetak sawah ini sebesar Rp 2,3 miliar dari APBN tahun 2006. Proyek ini berasal dari Deptan melalui Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air, seluas 500 hektar. (din) setelah Bansus DPRD terbentuk bahkan PT yang dimaksud melakukan sosialisasi di masyarakat setelah masyarakat dikabarkan akan kedatangan tamu dari Bansus DPRD Bombana. Kondisi itu memprihatinkan Samid yang juga Ketua GAPENSI Bombana. Ia mengaku akhir-ahir ini banyak mendapatkan laporan dari masyarakat jika Bansus DPRD dekat dengan perusahaan tertentu yang masuk di Pongkalero. Sinyalemen itu tidak

berlebihan dengan melihat proses pembiaran dari Bansus terhadap PT PNS yang mencoba melakukan upaya provokatif pecah belah masyarakat setempat dengan memanfaatkan sekelompok warga untuk melakukan aktivitas pemetaan areal konsensi dalam bentuk menancapkan beberapa patok batasan areal tambangnya, yang diketahui juga sebagaian merupakan areal dari PT. AKB yang lebih awal telah memulai proses eksploitasinya. (abi)


7

Kendari Pos | Jumat, 21 Januari 2011

Mengusut Gayus yang Golongan III Kok Harus Pakai Inpres? Gayus... Gayus, ada Istana di belakangnya hingga Gayus berani membongkar berbagai ketidakberesan ini di depan publik,” ujar Bony melalui keterangan tertulisnya yang dikirim dari Berlin, Jerman, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/1). Jika dugaan ini benar, lanjut Bony, maka yang paling patut disalahkan adalah langkah Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas PMH) yang bekerja tidak professional. Menurutnya, kerja skenario seperti ini harusnya tidak meninggalkan jejak. “Tapi karena dikerjakan secara serampangan dan kotor sehingga jejaknya bisa terlihat dimana-mana. Satgas yang diberikan tugas dan kepercayaan khusus pun kemudian menjadi blunder buat Istana,” ujar Bony. Dikatakan, Satgas itu dibentuk karena adanya ketidakpercayaan pihak Istana terhadap penegak hukum dalam menuntaskan berbagai institusi yang korup. “Namun karena satgas kerjanya jorok dan haus popularitas serta punya agenda pribadi, yang terjadi, yah seperti ini,” kata Bony. Terakhir Bony menyatakan, Gayus tidak akan berani membongkar berbagai hal yang selama ini sudah menjadi rahasia umum, tanpa ada kekuatan lain di luar dirin-

ya. “Tengok saja bagaimana dia memporakporandakan institusi Polri dan Kejaksaan yang selama ini solid hingga menjadi terpecah-pecah, jika tidak ada orang yang sangat kuat di belakangnya,” pungkas Bony. Meski hanya divonis tujuh tahun penjara dengan dan denda Rp 300 juta, Gayus tidak belum bisa tenang. Sebab, beberapa kasus lain telah menantinya untuk segera disidangkan. Hingga saat ini Gayus sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus lainnya. Dua kasus itu adalah penyuapan sembilan petugas Rutan Mako Brimob Kelapa Dua yang dipimpin oleh Kompol Iwan Siswanto. Mantan pegawai Dirjen Pajak ini diduga telah pelicin puluhan juta rupiah agar dirinya leluasa untuk keluar dari rutan. Selain, itu suami Milana Anggraeni itu juga telah ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan paspor yang digunakannya untuk berpergian ke beberapa negara saat masih berstatus sebagai tahanan Rutan Mako Brimob. Tak hanya itu, saat menjalani sidang vonis di PN Jaksel kemarin, ketua majelis hakim Albertina Ho meminta agar perkara penggelapan pajak dan pencucian uang yang sebelumnya disidangkan di PN Tangerang segara dilimpahkan

ke penegak hukum. Sebab, saat menjalani sidang di PN Tangerang Gayus yang menjadi terdakwa telah menyuap Muhtadi Asnun hingga dirinya dinyatakan bebas. Testimoni Gayus Dipercaya Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menilai, langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah mengeluarkan Intruksi Presiden (Inpres) untuk penanganan kasus mafia pajak dengan terpidana Gayus Halomoan Tambunan, sangatlah berlebihan. Bahkan dia menuding tindakan tersebut berpotensi melecehkan institusi kepresidenan. “Dimana logikanya, untuk menangani seorang Gayus Tambunan yang mantan pegawai rendahan dengan golongan IIIA di Dirjen Pajak, presiden harus mengeluarkan Inpres. Ini sangat berpotensi melecehkan institusi kepresidenan,” tegas Adhie Masardi, dalam acara Dialektika, bertema ‘Kemana Arah Kasus Century Pasca Keputusan MK, di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (20/1). Tambah berlebihan lagi lantaran Wakil Presiden Boediono ditunjuk sebagai pengawas terhadap Inpres penanganan kasus Gayus tersebut. “Bukankah Boediono oleh DPR diduga terlibat dalam skandal dana talangan Bank Century sebesar

Rp6,7 triliun itu?” tanya Adhie, yang juga mantan jurubicara era Presiden Abdurrahman Wahid itu. Jika presiden bersungguhsungguh untuk mengusut dan menyelesaikan skandal mafia pajak, lanjutnya, mestinya Presiden SBY cukup memerintahkan Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan bahasa yang tegas dan lugas serta mudah dicerna oleh penegak hukum. “Bagi saya, selain berpotensi melecehkan institusi kepresidenan, inpres itu sekaligus memperlihatkan sikap bahwa Presiden SBY membiarkan orang-orang yang bermasalah tetap berada di lingkungan istana,” tegasnya. Terakhir, Adhie Massardi mengatakan pasca-keluarnya Inpres penanganan kasus Gayus, ternyata rakyat lebih percaya pada testimoni Gayus, yang disampaikan usai mendengarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ketimbang pernyataan yang disampaikan oleh pihak istana. “Apapun keterangan istana bahwa pihaknya bersungguh-sungguh menyelesaikan kasus Gayus, rakyat tetap tidak percaya. Rakyat lebih percaya omongan Gayus tentang keterlibatan lingkungan istana yang telah mempolitisir kasusnya,” pungkas Adhie Massardi.(fas)

Bayi 8 Bulan Terpaksa Diikutkan ke Penjara Petugas... baru yang asing baginya. Ya, sejak Kamis (13/1) pekan lalu Naysela harus ikut “boyongan” dari tempat tinggal ibundanya di Desa Purworejo ke Lapas Kelas I Madiun. Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun melakukan eksekusi dan menahan Sulistyowati dalam kasus pencurian dan penipuan. Dalam vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun November 2010, Sulistyowati dihukum tiga bulan penjara. Naysela dan ibunya menginap di sel yang terletak di Blok A. Terdapat sepuluh penghuni dari berbagai kasus di tempat itu. Misalnya, kasus togel, penipuan, pencurian, dan penggelapan. Rata-rata narapidana yang sekamar dengan Naysela sudah berumur. Bak primadona, kehadiran Naysela menambah warna dan kehangatan di sel berukuran 3 x 7 meter tersebut. “Ya, bersyukur yang lain bisa menerima dan ramah. Naysela juga dekat dengan Mbak Isni (warga binaan) yang hamil delapan bulan,” ujar Sulistyowati. Beruntung, saat malam putrinya tidak rewel. Lapas juga memberikan bantuan diapers. Bantuan itu cukup menolong, karena saat malam sel digembok sehingga napi bisa leluasa keluar. Hanya, Sulistyowati tidak tidur di barak (alas kayu) yang tersedia di sel. Dia lebih memilih tidur di lantai beralas busa dan perlak yang disiapkan lapas. “Naysela sulit tidur kalau di atas. Dia sukanya di lantai dengan alas busa,” ujarnya. Jika Sulistyowati sibuk mencuci atau salat, Naysela berada di gendongan tahanan lain. “Awal masuk ke sini (lapas, Red) anak saya takut didekati napi lain. Sekarang sudah berkurang dan mau digendong kok,” ujarnya. Bahkan, napi yang biasa di-

panggil “Mama” kerap memasakkan sayur untuk Naysela. Jatah makan dari lapas diolah lagi dengan peralatan dapur yang tersedia. Kebetulan sebelum tersandung kasus, Mama punya katering di Kota Madiun. Asupan lain Naysela juga cukup. “Naysela juga mendapat bubur dan buah dari lapas. Jadi, saya bersyukur. Meski di sini (tahanan), dia tidak kekurangan,” tambahnya. Meski demikian, batinnya masih merasa tercabik. Keputusan membawa bayi ke tahanan diakuinya sebuah pilihan berat. Apalagi, putri kesayangannya itu tidur di sel. “Saya sedih dan terkadang menangis,” ujarnya sembari mengusap air mata. Situasi pelik itu terpaksa dia jalani. Sebab, Isnaini, sang suami, sebulan lalu merantau ke Kalimantan untuk bekerja sebagai kuli bangunan. Mbah Rohmat, mertuanya, juga harus merawat Ihsan Ardiyansah, 4, anak pertama Sulistyowati. Dia

pun menerima kabar bahwa anak pertamanya itu sedang sakit. Dia kerap mengigau, memanggil namanya dan Naysela, sang adik. “Di rumah tidak ada yang merawat. Lebih baik putri saya di sini,” ujarnya. Perempuan yang bekerja sebagai penjual kayu bakar di kampungnya itu mengaku bahwa saat dieksekusi, yang ada dibenaknya adalah Nay-

sela harus ikut. Kabid Pembinaan Maman Herwaman menuturkan, karena masih bayi, Naysela bakal dipantau tim dokter lapas. Pihaknya juga akan memberikan asupan makanan khusus. “Kami tetap pantau kondisinya,” tegasnya. Untuk membantu Naysela, pejabat lapas rela merogoh kocek untuk membeli roti dan keperluan lain. (irw)

Bendung Reshuffle, Koalisi Hangatkan Interpelasi Interpelasi... “Partai koalisi menggunakan isu Century ini untuk sekedar bargaining posisi,” kata Marurar Sirait, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (20/1). Yaitu, lanjut dia, untuk menahan wacana reshuffle sekaligus mengamankan kader mereka yang duduk sebagai menteri di kabinet. Karena fakta itu lah, pihaknya memilih untuk me-

nahan diri untuk tidak dulu menggunakan dan mendorong HMP. “Kami tidak mau diperalat parpol koalisi hanya untuk mempertahankan menteri atau sekedar menjaga eksistensi mereka,” kata putra politisi senior PDIP Sabam Sirait tersebut. Menurut Maruarar, pihaknya nanti baru akan tampil mengusung hak menyatakan pendapat ketika sudah datang momentum yang tepat tepat. “Kami menyambut gembira

munculnya kembali kelanjutan kasus Bank Century, namun sekarang situasi belum memungkinkan (untuk HMP),” tandas anggota komisi DPR tersebut. Dia lantas menyarankan, agar Presiden SBY segera memastikan ada atau tidak reshuffle kabinet. Presiden tidak perlu disandera dengan isu tersebut oleh parpol-parpol koalisi. “Supaya nanti partai koalisi juga jadi kelihatan aslinya,” imbuhnya. (dyn)

Delapan Menteri Mangkir Bahas RUU BPJS SBY... hadir bersama Pansus,” ungkap Surya. Dijelaskannya, RUU BPJS ini merupakan inisiatif dari DPR guna mendorong pemerintah secara bersungguh-sungguh menjalankan UU Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Tapi pemerintah justru memperlihatkan sikap mengabaikan hak-hak rakyat untuk

memperoleh jaminan sosial. Sebagaimana yang telah diberitakan, pembahasan Pansus RUU DPR dengan pemerintah “deadlock” sebelum masuk pada substansi. Perdebatan hingga rapat terakhir menitikberatkan pada sikap pemerintah untuk mempertahankan RUU BPJS hanya sekedar penetapan (beschiking). Sementara DPR ingin RUU BPJS harus bersifat penetapan dan sekaligus pengaturan. Sebelumnya, pemerintah melalui suratnya Nomor S-17/

MK.01/2011 M.HH.PP.01.12-06, tanggal 12 Januari 2010 menyatakan bahwa pasal 5 UU Nomor 40/2004 berbunyi “Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dibentuk dengan Undang-Undang”. Maka seyogianya RUU BPJS hanya bersifat penetapan (beschikking) pembentukan BPJS saja. Pengaturan soal tata kelola, tujuan dan fungsi serta hubungan antarkelembagaan BPJS hendaknya dituang dalam bab khusus yang mengatur tentang BPJS dalam UU SJSN. (fas)

Barang Bukti Ganja Dikirim ke Makassar Sampel... Aris Rallang mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mengirim sampel darah dan barang bukti narkotika jenis ganja ke Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar. Sampel darah dan barang bukti ganja akan diuji di Labfor Makassar. “Hari ini, kami sedang mengirim sampel darah, urine dan barang bukti ke Laboratorium Makassar. Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut,” terang AKP Aris Ral-

lang saat dihubungi via telepon selularnya, kemarin. Pemeriksaan sampel darah dan barang bukti ganja ke Labfor Makassar sebagai salah satu dasar hukum bagi polisi dalam melakukan penyidikan. Pasalnya, yang berkewenangan memberikan keterangan saksi ahli dalam penyidikan kasus tersebut adalah Labfor Makassar. Seperti diberitakan, pengungkapan sindikat penyalahgunaan narkotika jenis ganja berhasil diungkap Satuan Narkoba Polres Kendari, Sen-

in (17/1) lalu. Polisi berhasil membekuk tiga orang yang diduga pelaku mantan Pembantu Dekan IV Fakultas Ekonomi (Fekon) di Universitas Haluoleo (Unhalu), Sudirman Zaid, kontraktor bernama M. Hasyim Nur Dharma dan Rudi Iskandar. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa ganja seberat 696 gram yang dikirim dari Jakarta ke Kendari via biro jasa pengiriman TIKI. Setelah mendapat informasi tentang pasokan barang haram tersebut, polisi langsung melakukan pengintaian.(aka)


Kendari Pos

8

Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra

Kendari Pos | Jumat, 21 Januari 2011

Daftar Kebohongan Pemerintahan SBY Tambah Satu Lagi Jakarta, KP Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Pansus RUU BPJS), DR Surya Chandra Surapaty menilai, sikap pemerintah yang mangkir tanpa keterangan dari pembahasan RUU BPJS yang semestinya berlangsung, Rabu (19/1) malam, telah menambah daftar kebohongan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Kalau kalangan tokoh lintas agama baru menyebut 18 kebohongan pemerintah SBY, maka dengan ketidakhadiran delapan menteri selaku wakil pemerintah untuk membahas jaminan sosial bagi rakyat malam tadi, maka dengan sendirinya daftar kebohongan Pemerintahan SBY bertambah satu lagi, yakni tidak peduli terhadap jaminan sosial rakyat,” tegas Surya Chandra Surapaty, di gedung Nusantara I, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (20/1). Selain menempatkan ketidakhadiran delapan menteri membahas RUU BPJS ke dalam daftar kebohongan pemerintah, Surya Chandra Surapaty juga menilai langkah delapan menteri pembantu Presiden SBY tersebut sebagai tindakan Contempt of Parliament. “Ketidakhadira n delapan menteri yang diperintah oleh presiden untuk bersama-sama dengan Pansus DPR RI membahas RUU BPJS, merupakan sebuah bentuk Contempt of Parliement atau penghinaan terhadap terhadap parlemen,” kata Surya Chandra Surapaty. Lebih lanjut dia ungkap, proses pembahasan selama ini, pemerintah lebih terkesan sebagai pihak yang secara sengaja mengganjal hadirnya suatu badan yang secara khusus menyelenggarakan jaminan sosial terhadap seluruh rakyat Indonesia. “Puncaknya, malam tadi, para pembantu SBY membuat konspirasi untuk tidak hadir di DPR. Kecuali Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati

Baca sby di Hal 7

FOTO: YASIN HABIBI/ RM

Terdakwa Susno Duadji saat menjalani sidang dengan rekontruksi kejadian di kediaman Susno di jalan Abuserin 2B, Fatmawati, Jakarta Selatan. Sidang digelar berdasarkan permohonan pengacara terdakwa Henry Yosodiningrat guna mencocockkan keterangan saksi dalam penyerahan uang Rp 500 juta dari Sjahril Djohan.

Susno Jalani Sidang di Rumah Jakarta, KP Sidang dengan terdakwa Komjen Pol Susno yang berlangsung kemarin (20/1) berbeda seperti biasanya. Majelis hakim yang dipimpin Charis Mardiyanto mengabulkan permintaan tim pengacara Susno yang meminta sidang dilangsungkan di rumah mantan Kabareskrim di Kawasan Fatmawati Jaksel. “Itu untuk membuktikan kesaksian Syamsulrizal maupun Sjahril terkait pengakuan adanya penyerahan uang Rp 500 juta di rumah itu,” ujar kuasa hukum Susno Hendry Yosodiningrat kepada majelis hakim. Hendry melanjutkan, sidang pemeriksaan setempat perlu dilakukan agar bisa dibuktikan bagaimana posisi penerimaan uang seperti yang dituduhkan dengan kondisi rumah dan perabot yang ada. Misalnya kursi

model L yang dimaksud, posisi televisi, meja, pintu, tempat parkir dan lain sebagainya. “Mantu pak Susno dan pembantunya sudah “”siaap bersaksi di sana (rumah),” lanjutnya. Tentu saja jaksa penuntut umum (JPU) langsung melayangkan sikap keberatan atas permintaan itu. “Keberatan yang mulia. Mungkin saja kondisi di dalam rumah sudah berubah,” kata Narendrta Jatna salah seorang JPU. “Justru itu, lihat dulu apakah rumah itu ada perubahan atau tidak,” sergah Hendry seolah merayu majelis hakim. Charis tidak langsung memberi tanggapan. Sejenak dia berdiskusi dengan Syamsudin dan Kusno, anggota majelis yang lainnya. “Kami memutuskan menerima permintaan itu. Tujuannya untuk mendapatkan kebenaran materil,” ucap Charis.

Sejurus kemudian, Charis segera menutup sidang untuk sementara. Namun sebelum mengetuk palu sidang, Charis menjelaskan untuk pemeriksaan saksi tidak bisa dilakukan di rumah, namun tetap harus dilakukan di ruang sidang pada persidangan selanjutnya. Setelah hakim menutup sidang, semua pihak segera bersiap-siap meluncur ke rumah Susno yang tepatnya beralamat di Jalan Abuserin Nomor 2B, Cipete Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 11.45, rombongan tiba di rumah Susno. Seluruh unsur persidangan hadir di rumah tersebut. Begitu tiba, Charis dan hakim anggota yang tidak mengenakan seragam kebesaran hakim itu langsung menyusuri rumah yang didominasi warna cokelat itu. Tentu saja yang disasar hakim adalah

ruang tamu. Di sana tertata tiga kursi cokelat yang mengelilingi sebuah meja kayu bundar. Tanpa mengeluarkan pertanyaan apapun hakim juga mengamati ruang keluarga yang hanya dipisahkan dengan perabot kayu dari ruang tamu. Di ruang tersebut terdapat beberapa kursi, meja dan sebuah televisi layar datar. Sekitar 15 menit kemudian hakim menutup sidang. “Sidang dilanjutkan Selasa (25/1) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi,” tutur Charis, lalu segera meninggalkan rumah itu. Hendry mengaku puas karena permintaannya dikabulkan hakim. Dia lalu berkomentar tentang anggapan bahwa posisi rumah sudah berubah. “Untuk apa kami merubah. Kami tidak gila dan sebodoh itu untuk merubah posisi rumah agar meringankan kami,” kata dia.(kuh)

Pemda Diperintahkan Bagi Beras ke Nelayan

FOTO:NICK HANOATUBUN/RM

Mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno saat diperiksa sebagai tersangka KPK, Jakarta, Kamis(20/1). Sabarno diperiksa terkait kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran Departemen Dalam Negeri 2002-2005.

KPK Periksa Mantan Mendagri Jakarta, KP Setelah menetapkan Hari Sabarno sebagai tersangka sejak 29 September 2010, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Mantan Mendagri tersebut untuk pertamakalinya, kemarin (20/1) Tersangka kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di 22 wilayah di Indonesia itu diperiksa terkait pengembangan penyidikan kasus tersebut. “Benar. Hari ini (kemarin) KPK melakukan pemeriksaan atas HS (Hari Sabarno) terkait kasus damkar. Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka,”ujar Staf humas KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, kemarin (20/1). Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan perdana bagi purnawirawan Jenderal TNI itu sejak ditetapkan sebagai tersangka. Hari menjalani pemeriksaan selama sekitar 3,5 jam. Hari yang kala itu mengenakan baju safari abu-abu terlihat mendatangani KPK sekitar pukul 09.15. Dia keluar sekitar pukul 12.30. Usai menjalani pemeriksaan kemarin, Hari menyangkal bahwa dirinya terlibat dalam kasus korupsi yang telah merugikan negara hingga Rp86,7 miliar tersebut. “Saya diperiksa bukan sebagai saksi. Saya dianggap ikut serta dan terlibat. Padahal faktanya tidak demikian,”katanya. Hari menyatakan, dirinya tidak paham dengan penetapannya sebagai tersangka. Dia menyayangkan, KPK baru menetapkan status tersangka atas dirinya setelah empat tahun lalu, peristiwa korupsi damkar tersebut berlalu. “Saya menyayangkan, ini kan sudah empat tahun peristiwa (korupsi damkar) itu muncul. Kalau dulu saya memang memenuhi syarat sebagai tersangka kenapa tidak bersamaan dengan almarhum Hengky Samuel Daud dan saudara Oentarto Sindhung Mawardi,” papar Hari. Jika penetapan tersangka atas dirinya bersamaan dengan Hengky dan Oentarto, kata Hari, bisa dilakukan cek silang atas tiga pihak tersebut. “Kalau sekarang gimana, kan pengusahanya (Hengky ) sudah meninggal. Ya ini kan jadinya kayak setengah musibah bencana,”tambahnya. Hari diduga terlibat korupsi terkait perannya dalam menyetujui penerbitan radiogram yang dibuat oleh mantan Dirjen Otonomi Daerah Depdagri, Oentarto Sindung Mawardi. Atas persetujuan radiogram tersebut, mendiang Hengky Samuel Daud selaku pemilik PT Satal Nusantara dan PT Istana Sarana Raya menjadi rekanan tunggal pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah daerah. Dalam pengadaan tersebut ditengarai praktik penggelembungan harga hingga merugikan keuangan negara hingga Rp 86,07 miliar. KPK juga menduga Hari menerima imbalan dari Hengky. Mendagri pada era kepemimpinan Presiden Megawati itu disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 atau Pasal 12 Huruf b UU 31 1999. (ken)

Jakarta, KP Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, memerintakan kepada para kepala daerah (Kada) untuk membagikan beras bantuan kepada nelayan. Perintah ini sebagai respon atas cuaca buruk yang melanda sebagian besar perairan Indonesia di awal tahun 2011. Akibat dari cuaca buruk ini, ratusan ribu nelayan terpaksa kehilangan penghasilan karena tidak melaut. Kementrian Sosial sendiri sudah menetapkan sebgai bencana sosial karena sebagai besar nelayan kekurangan pangan. “Gubernur dan bupati/walikota dapat meman-

faatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai langkah tanggap darurat,” kata Fadel Muhammad di sela-sela penyaluran 198 paket bantuan secara simbolis kepada nelayan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi di Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (20/1). KKP mencatat sebanyak 473.983 orang nelayan yang tidak dapat melaut akibat cuaca buruk. Para nelayan ini tersebar di 41 kabupaten/kota pada 20 provinsi. “Dibutuhkan sebanyak 13.271 ton beras bantuan kepada nelayan beserta lima orang anggota keluarganya,” katanya. Dalam kondisi darurat, kata Fadel,

pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota atas persetujuan Menteri Sosial (Mensos) memiliki kewenangan menyalurkan CBP demi menjaga ketahanan pangan rumah tangga bagi korban bencana sebanya 200 ton/tahun. Pemerintah kabupaten/kota sendiri memiliki kewenangan menyalurkan CBP 100 ton/tahun. “Jumlah tersebut tidak harus dihabiskan, nanmun dengan kewenangannya gubernur dan bupati/walikota mempunyai stok beras yang cukup untuk membantu korban bencana pada detik pertama termasuk nelayan yang tidak bisa melaut karena cuaca buruk,” katanya.(awa)

Fadel Muhammad


Hujan Ringan

Jumat, 21 Januari 2011

GOTONG ROYONG

Pemkot Canangkan BBGRM di Abeli Dalam

23 - 33 °C

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Sumpah Zainuddin Palsu Dalam Rekaman, Zainuddin Akui Potong Dana Bantuan Staf Diminta Tidak Bercerita ke Media

ULFAH/KP

Walikota Ir Asrun memberikan bantuan saat mencanangkan bulan bhakti gotong royong di Abeli Dalam kemarin. TRADISI gotong royong kembali dibangkitkan. Sebab dengan budaya gotong royong tentu dapat mendukung pembangunan bangsa. Nah, Pemkot Kendari melalui badan pemberdayaan masyarakat pemerintah kelurahan (BPM-PK), kemarin melaksanakan pencanangan bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Abeli. “Pencanangan ini kami laksanakan di Kelurahan Abeli Dalam, karena kondisinya masih sangat terbelakang. Khusus untuk kondisi jalannya, tahun ini mulai dilakukan pengerasan dan tahun 2012 nanti menyusul pembangunan jembatan,” kata Walikota Kendari, Ir Asrun. Melalui pencanangan BBGRM tentunya dapat memaksimalkan Kelurahan Abeli Dalam menjadi target pelaksanaan program P2WKSS. “Diharapkan tahun ini Kota Kendari akan kembali menang, seperti tahun lalu yang diwakili Kelurahan Benua Nirae,” katanya. Lebih lanjut dijelaskannya, Kelurahan Abeli Dalam belum berkembang, sebagaimana kelurahan lainnya. Padahal memiliki potensi alam yang cukup besar. Menjadikan pihaknya akan mengkaji untuk menjadikannya desa. Sesuai peraturan yang berlaku, dimungkinkan membuat desa dalam sebuah kotamadya, tentunya dengan kondisi lingkungan alami yang mendukung. “Kami akan pelajari jika akan dijadikan desa, apalagi ada dana alokasi pembangunan khusus pedesaan. Hal itu satu peluang, kalau lebih menguntungkan masyarakat dan tidak bertentangan dengan aturan, maka pembentukan desa akan dilakukan,” jelasny sembari mengaku, kelurahan pinggiran kota yang berpotensi untuk dijadikan desa seperti Abeli Dalam, Amohalo, Pulonggida dan Benua Nirae. Kepala BPM-PK Kota Kendari, Arifin Baidi mengatakan saat ini UU Desa lagi dalam proses revisi. Kata dia, masih ada kota yang memiliki desa. “Seperti juga di Kota Kendari masih terdapat kelurahan yang 80 persen masyarakatnya bekerja pada sektor pertanian dan nelayan, serta masih mengandalkan kearifan lokal. Potensi ini akan kita kaji untuk memberdayakan,” katanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan membentuk tim lintas instansi teknis terkait, lalu mengkajinya selanjutnya sosialisasi di tingkat dewan. Karena bisa saja terdapat wilayah yang sangat sulit berkembang dengan kondisi kelurahan, sehingga dapat dihapus menjadi desa sesuai dengan UU penghapusan. “Selain itu kita juga memiliki Perda tentang penghapusan kelurahan, untuk selanjutnya dibentuk menjadi sebuah desa. Dengan desa, mereka dapat memperoleh dana alokasi daerah (ADD) sebesar Rp 2 milliar setiap tahun,” jelasnya. Pencanangan BBGRM tingkat Kota Kendari diisi dengan pemberian bantuan pertanian, sosial budaya dan gotong royong kepada masyarakat sekitar. Meliputi 2 unit mesin parut sagu, 30 stel pakaian seragam SD dan SMP, 10 paket susu balita, 30 unit kelambu, perbaikan 48 unit rumah, pembuatan jalan setapak sepanjang 300 meter, pembuatan sumur gali 2 unit serta pemberian bantuan bibit tanaman pangan. (fas)

Kendari, KP “Lillahi Ta’ala, itu hanya merusak nama baik saya. Tidak mungkin saya mau jual saya punya jabatan. Luar biasa itu kalau Rp 500 ribu untuk tandatangan,”kata Zainuddin, mantan Kakandepag Kota Kendari ketika ditanya dugaan keterlibatan atas penyelewengan yang terjadi di bekas kantornya. Namun, bantahan Zainuddin yang kini jadi Kabid Pekapontren di Kanwil Depag Sultra itu ada benarnya. Dalam rekaman, Zainuddin mengakui pemotongan dan meminta staf untuk tidak berbicara kepada media. Rekaman yang berdurasi 20 menit itu diperdengarkan Sitti Junaeda kemarin. Dalam rekaman tesebut, Zainuddin memerintahkan kepada salah satu stafnya yaitu Ahmad Lita dan diteruskan kepada Rahmat Marsuki untuk meminta Rp 500 ribu kepada tenaga honorer, saat itu jumlah 2,5 juta rupiah. Bahkan, Rahmat Marsuki meminta kepada lima orang yang menyetor dana tersebut untuk tidak membeberkan kepada orang lain apa lagi ke media. Zainuddin dalam percakapan

antara Sitti Junaeda kepada salah satu orang yang memberikan informasi tentang bagaimana dana 2,5 juta rupiah itu bisa dikumpulkan. Pemunggutan dana itu ternyata bersifat dadakan. Sehingga lima orang yang dimintai uang saat itu harus berusaha meminjam kepada keluarganya dan kerabat dekatnya. “Saya juga terpaksa harus meminjam dana 200 ribu rupiah untuk menggenapkan 500 ribu rupiah,” kata seorang staf yang termasuk dalam pungli yang dilakukan mantan Kakandepag Kota Kendari. Bahkan, lima orang tenaga honorer di Ummusabri tersebut saling tuding jika ada yang membayar dan ada yang tidak menyetor. Akhirnya, dikemudian harilah terungkap jika mereka semuanya menjadi korban pungli itu. Keganjilan lain pun terjadi, ada guru honorer yang sudah lama mengabdi di sekolah tersebut hingga saat ini belum terkafer dalam data base. Sementara keponakan Zainuddin yang belum setahun mengajar lebih dulu dimasukan. Nah, saat itu sempat muncul pertanyaan dan perdebatan diantara tenaga honorer. Kesimpulan teakhir, guru-guru yang belum sempat masuk dalam daftar akan dimasukan tahun mendatang. Dalam rekaman tersebut juga terkuak jika Zainuddin dengan beberapa bawahanya melakukan pemotongan bantuan dari kementerian agama kepada TPA dan Majelis Taqlim. Masing-masing 2,5 juta dari total bantuan Rp 5 juta. Agar Zainuddin selamat dari tuduhan

METRO COVER STORY

DOK/KP

Zainuddin diambil sumpahnya ketika dilantik menjadi Kakandepag Kendari beberapa waktu lalu.

Aset Suhadi Terancam Disita Bank Kendari,KP Sejumlah aset Suhadi terancam disita. Pemilik lembaga pendidikan ke Jepang Hikari Jeindo mulai dilirik Panin Bank Kendari. Ini karena sejak awal 2010 Suhadi menungak membayar kredit di lembaga keuangan tersebut. Nilainya sekitar Rp 2 miliar dengan jaminan dua ruko, satu rumah tempat tinggal dan satu

tempat usaha. Saat ini Pihak Panin Bank sedang melayangkan somasi melalui pengadilan negeri MEMBURU Kendari. Bila sampai jangka waktu yang ditentukan kredit tersebut belum dilunasi, tentunya ke empat jaminan

KASUS

SUHADI

Baca SUMPAH di Hal. 11

Suhadi Menipu Rp 1,7 Miliar

itu disita dan kemudian dilelang. Manager Bisnis Panin Bank Kendari, Jonatan Kondorura mengatakan, kredit yang dipinjam Suhadi termasuk bunga dan denda senilai Rp 2 miliar. Dana tersebut dipinjamnya sejak tahun 2008 dengan penggunaan untuk pembelian ruko dan mengem-

Tajudin Sido : Suhadi Juga Korban

Baca ASET di Hal. 10

Baca SUHADI di Hal. 11

Kendari, KP Ternyata tidak hanya Rekson S Limba saja yang menjadi korban penipuan Suhadi. Anggota DPRD Kendari itu juga melaku-

Tajudin Sido

Resosialisasi Tuna Rungu Wicara PSBRW

Bernyanyi, Tina Nur Alam Teteskan Air Mata kan, tapi saat diperhatikan dengan seksama, keduanya tampak berbincang sembari berjalan. Yang membuat agak aneh, karena perbincangan yang mereka lakukan bukan secara verbal, keduanya berbicara sambil menggerakkan jari tangannya membentuk semacam simbol beraturan. Sepanjang perjalanan antara dua gedung yang hanya berjarak sekitar 10 meter itu, keduanya sesekali tertawa dengan suara yang agak tercekik, tidak keluar seutuhnya. Mungkin saja mereka menertawai beberapa anak-anak di seberang jalan yang tengah asik bergoyang mengikuti alunan musik dari loudspeaker yang terpasang di aula BPSRW, yang

Mungkin tidak ada orang yang ingin terlahir cacat. Namun kenyataannya, banyak pula yang terlahir menyandang status itu. Di Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) mereka yang menyandang status cacat rungu (tuli) dan wicara (bisu) belajar cara menjadi lebih produktif dalam berkarya untuk menutupi kekurangannya. Hal itulah yang mereka tunjukkan ketika resosialisasi yang dihadiri ibu Gubernur Tina Nur Alam, MM.

Eko Mardiatmo DUA pria berbaju batik cokelat muda berjalan dari ruangan aula PSBRW ke kantor kepala UPTD PSBRW Dinas Sosial Sultra. Entah apa yang akan mereka laku-

EKO/KP

Tina Nur Alam menyalami salah satu tuna runggu usai memberikan bantuan peralatan.

Baca BERNYANYI di Hal. 10


Metro

10

Kendari Pos |Jumat, 21 Januari 2011

Klien Bernyanyi dan Membaca Puisi Bernyanyi .................. suaranya menggema hingga ke panti anak dan remaja yang hanya dipisahkan jalan raya. Ketika mereka keluar dari kantor, beberapa rekannya di aula sudah menunggu. Sambil mengayunkan tangan pertanda memanggil kedua pemuda tadi, beberapa orang yang masih berada di luar aula juga bergegas masuk. Kedua orang tersebut merupakan klien (penghuni) PSBRW. Mereka berstatus penyandang cacat rungu dan wicara, sama dengan teman-temannya yang berada di aula. Di dalam aula, kondisinya tampak teratur seperti sedang menggelar hajatan. Panggung dengan dekorasi sederhana terpasang berhadapan dengan deretan kursi. Bisa dipastikan dengan ukuran ruangan yang hanya sedikit lebih besar dari satu lapangan bulu tangkis dan dipadati manusia, ruangannya akan menjadi panas dan pengap. Karena itu, beberapa jendela yang terpasang di aula, terlihat dilepas agar angin leluasa masuk. Hingga saat itu, suasana di aula masih hingar bingar. Suara electone mengiringi penyanyi, suara para staf PSBRW sedang berbincang, dan suara para pejabat di Dinsos Sultra sedang berbicara bersatu membumbung di langitlangit aula. Namun suasan itu sedikit berubah menjadi tenang ketika sedan hitam milik ibu Gubernur Tina Nur Alam masuk ke parkiran aula. Para staf PSBRW dan pejabat Dinsos ke-

luar menjemput istri Gubernur Nur Alam itu. Selang beberapa menit kemudian, selepas kepala UPTD PSBRW Chistiana Junus melaporkan kondisi pantinya yang kekurangan ruang belajar dan staf pengajar, suasana semakin hening. Secara drastis suasana berubah mengharu biru, ketika para klien PSBRW mempertunjukkan persiapan mereka menyambut resosialisasi atau dalam istilah pendidikan disebut penamatan. Lima belas klien naik ke atas panggung. Mereka lalu membentuk barisan sejajar. Ketika semuanya terdiam, dentingan piano melantunkan melodi lagu berjudul Bunda ciptaan Melly Goeslaw. Kepala UPTD PSBRW yang saat memberikan sambutan berada di atas podium, lalu naik ke panggung dan menyanyikan lagu tersebut. Seluruh klien yang ada di atas panggung dengan segala keterbatasan pendengaran dan kemampuan verbalnya mengikuti “ibunya” itu bernyanyi. Selain dengan kata-kata, mereka juga mengunakan bahasa isyarat untuk menyanyikan lagu. Tidak sempurna memang kata demi kata yang mereka ucapkan. Tapi para klien tersebut tetap terlihat penuh ketegaran memamerkan kemampuan yang justru menjadi titik kelemahan mereka. Suasana semakin mengharu biru saat ditengah lagu, aktifitas bernyanyi dihentikan. Masih diiringi dentingan piano, dua orang klien yang ada di atas panggung maju ke depan dan membacakan puisi berjudul “Bunda”. Lagi-lagi den-

gan penuh ketegaran mereka berusaha menampilkan anugerah tuhan yang tidak sepenuhnya mereka nikmati, suara dan pendengaran. Suara yang dikeluarkan dua klien tersebut seakan terdesak ditenggorokannya. Meski terlihat berteriak, namun suara yang keluar hanya berupa lengkingan rendah yang tak beraturan artikulasinya. Hampir seluruh isi aula tersebut terisak dan menangis melihat ketegaran dan syahdunya nuansa yang diciptakan para klien. Ibu gubernur yang duduk di barisan terdepan, berulang kali mengusap air matanya menggunakan tissue. Walaupun hadirin terisak, klien lainnya yang di atas pangung tetap tertunduk, mereka berangkulan dengan mimik penuh kepolosan seperti sedang berusaha menyelami makna dari puisi yang dibawakan kedua rekannya. Diakhir puisi, mereka melanjutkan lagu “Bunda” yang sengaja dihentikan untuk diselingi puisi. Air mata para hadirinpun semakin sulit terbendung. Menyanyi dan membaca puisi bukan satu-satunya keahlian para klien. Setelah pertunjukkan itu, mereka memperlihatkan keahlian lainnya yang mereka miliki. Dimulai dengan peragaan tarian yang dipungkasi dengan peragaan busana. Yang menarik, busana yang dikenakan oleh pembimbing, penari dan peraga busana, merupakan karya orisinil para klien PSBRW. Berbeda dengan penampil pertama yang mengharukan suasana, penampil kedua membuat

seluruh ruangan terkesima dan tertawa lepas. Saat memperagakan busana, salah seorang klien bergerak luwes sambil melambaikan tangannya ke arah hadirin seperti selebriti kepada fansnya. Para klien sepertinya ingin membagi kebahagiaannya kepada para hadirin. Setelah hampir tiga tahun mereka menempuh bimbingan mental, sosial dan latihan keterampilan, inilah saatnya mereka kembali ke rumah masing-masing, ke rumah orang tua asli mereka. Di PSBRW, mereka belajar keahlian salon, penjahitan, sablon/percetakan serta keterampilan plus seperti komputer dan mengelas. Itulah yang dibanggakan oleh ibu gubernur yang baru saja yudicium untuk gelar master manajemennya ini. Menurutnya, kreatifitas yang ditampilkan oleh para klien tidak kalah dengan manusia sempurna. Tempaan PSBRW dianggap berhasil meningkatkan rasa percaya diri para klien sehingga akan berdampak juga pada kepercayaan masyarakat terhadap klien. “Masyarakat harusnya melihat mereka (klien) seperti manusia sempurna lainnya. Sebagai anak tuna rungu dan wicara, mereka juga punya kelebihan,” ujarnya. Sebagai bentuk perhatian, ibu gubernur yang hadir sebagai ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial, akan mengupayakan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk para klien.”Kita akan berikan pendanaan pada yang prioritas melalui CSR perusahaan

yang sedang kita usahakan. Untuk itu secepatnya akan kita laksanakan,” tambahnya. Pernyataan ibu gubernur itu seperti setitik harapan ditengah kegamangan para klien. Saat resosialisasi itu, banyak para klien yang menangis karena harus berpisah dengan rekannya. Kesedihan yang mereka rasakan seperti gambaran kesedihan sarana PSBRW yang tidak memiliki ruangan untuk tempat pelatihan keterampilan. Bayangkan saja, untuk tempat latihan salon dan sablon, mereka terpaksa menggunakan rumah jabatan kepala UPTD yang sudah bocor disanasini. Untuk pelatihan bahasa saja yang menjadi syarat mutlak PSBRW, tidak disediakan oleh pemerintah. Namun PSBRW tetap memberikan apresiasi saat resosialisasi tersebut. 10 orang klien yang resosialisasi, diberikan bantuan peralatan sesuai dengan keahlian mereka. Kepala UPTD PSBRW Christiana Junus, mengatakan hingga kini jumlah klien mereka hanya dibatasi 30 orang (termasuk yang resosialisasi). Rinciannya Kolaka 4, Konawe 4, Konawe Selatan 1, Buton 4, Muna 5, Kendari 8, Bombana dan Baubau 2. Namun di 2011, mereka berharap bisa ditambah hingga 50 klien dengan pertimbangan PSBRW sedang diusulkan untuk menjadi UPTD Kementerian Sosial. “Kita meminta data dari daerah, lalu kita seleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan seperti berusia 13 hingga 45 tahun, belum menikah dan bersedia dibina hingga tiga tahun,” jelasnya. (***)

Panin Bank akan Somasi Mencuri ..................... bangkan tempat usaha. “Awalnya pembayaran cicilan di Panin Bank lancar, seperti nasabah pada umumnya.Kala itu Suhadi pun belum menjadi anggota dewan,” terang Jonatan. Kemudian pada awal 2010, kredit Suhadi macet, pihak bank pun beberapa kali mempertanyakannya, jawaban yang bersangkutan akan ada funding dari pihak lain dan menjanjikan Juli 2010 akan dibereskan. Hingga akhir 2010 seharusnya kredit Suhadi selesai tapi janji untuk melunasi tak pernah terealisasi. “Kami ini tidak makan janji, tapi kami butuh bukti pembayaran sesuai perjanjian baik secara tertulis maupun lisannya, hingga saat ini yang yang besangkutan masih berjanji akan menyelesakan tapi itu tadi tidak ada realisasi,” paparnya. Merasa sudah cukup bersabar, pihak Panin Bank akhirnya menempuh jalur hukum. Panin Bank melakukan somasi melalui pihak Pengadilan Negeri Kendari. Merekalah yang akan menyelesaikan kepada yang bersangkutan. Bila nantinya Suhadi belum bisa melunasi hutanghutangnya melalui somasi, jalan akhir adalah sita eksekusi. Proses somasi ke penyitaan ini biasanya waktunya dua minggu, bila dalam kurun waktu tersebut tidak ada respon dari yang bersangkutan akan dilakukan penyitaan. Kemudian hingga proses pelelangan dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Usai proses lelang bila harga barang jaminan melebihi hutang dan semua biaya bunga berikut denda, akan dikembalikan ke pemilik jaminan. “Sebenarnya komitmen kami tidak akan melakukan penyitaan apalagi sampai pelelangan, bila nasabah tersebut masih bisa diperbaiki. Tapi bila jalan terakhir harus melalui jalur tersebut kami pun harus melakukannya. Karena dana yang dipinjam itu milik masyarakat yang harus dikembalikan bila mereka membutuhkan,” tandas Jonatan. (lis)


Metro

Kendari Pos |Jumat, 21 Januari 2011

Minta Pinjaman Lagi ke Panin Bank Suhadi ....................... kan penipuan dengan modus yang sama pada Surunudin Dangga dan Sudiro. Mereka dijanjikan seorang donatur untuk kegiatan politiknya menjelang Pemilukada oleh Suhadi. Sebagai “pelicin”, Suhadi meminta kepada tiga korbannya itu uang tunai senilai Rp 1 miliar yang tertuang dalam kesepakatan bersama (MoU). Tapi tidak ada satupun yang memenuhi kesepakatan tersebut. Rekson S Limba hanya mampu membayar Rp 700 juta sebanyak enam kali angsuran, Sudiro juga Rp 700 juta dan Surunudin Rp 300 juta. Itu berarti total penipuan Suhadi mencapai Rp 1,7 miliar. Keterangan Suhadi yang diperoleh dari pengacaranya, Taju-

din Sido, seharusnya pembayaran tersebut dilakukan kontan, bukan angsuran. Semuanya terang Tajudin harus sesuai dengan komitmen awal di MoU. Terlepas dari kasus penipuannya, ia menilai kliennya juga berbuat salah dengan menerima uang tersebut meski tidak sesuai MoU. “Rekson Limba pernah mengatakan enam bulan sebelum Pemilukada Bombana (7 Agustus 2010, red) sudah akan dilunasi, tapi kan tidak juga,” terangnya. Mengenai tudingan penipuan yang dialamatkan pada kliennya, Tajudin mengatakan Suhadi juga sebenarnya menjadi korban dalam kasus itu. Ia menceritakan bahwa Suhadi memiliki mitra di Jepang bernama Matsudo. Matsudo sudah beberapa kali memberikan bantuan dana kepada Suhadi untuk keg-

iatan politiknya. Atas dasar itu, Suhadi juga ingin membantu Rekson yang meminta bantuannya. Katanya, Suhadi akan membantu Rekson mendapatkan pendanaan melalui Matsudo. Namun sebagai syaratnya, Suhadi meminta uang Rp 1 miliar. Dengan uang tersebut, ia berjanji Matsudo akan memberikan uang Rp 30 miliar. Sedangkan Surunudin dan Sudiro, setelah mengetahui Suhadi akan membantu pendanaan Rekson, mendatangi Suhadi dan meminta pertolongan yang sama. Sebagai konsekwensinya, Surunuddin dan Sudiro juga dimintai uang Rp 1 miliar, meski akhirnya tidak ada yang lunas. Uang yang telah dikumpulkan itupun dikirim Suhadi ke Matsudo melalui transfer e-banking. Celakanya, versi Tajudin, sete-

lah dikirimi uang itu, Matsudo menghilang. “Suhadi langsung ke Jepang untuk mencari Matsudo, tapi ia tidak pernah ketemu. Dalam hal ini sebenarnya Suhadi juga korban,” ungkapnya. Lantas kenapa sejak saat itu Suhadi tidak pernah menampakkan mukanya lagi di Kendari?. Tajudin mengungkapkan karena tidak berhasil menemui Matsudo di Jepang, Suhadi jadi tidak berani ke Kendari. “Saat ini Suhadi tengah berada di Bekasi,” katanya. Karena melarikan tiga korbannya, Tajudin berkata Surunudin dan Rekson sudah mengambil langkah ekstrem. Surunudin sudah mengambil mobil Toyota Hilux Suhadi yang harganya berkisar Rp 150 jutaan. Sedangkan Rekson Limba pernah memasang tali pembatas seperti “police line” di lembaga pendidikan milik Suhadi, Hikari Jeindo.

Bagaimana dengan uang tiga korban yang dilarikan Suhadi? Tajudin mengungkapkan Suhadi tetap berniat membayarnya. Keyakinan itu katanya karena teman Suhadi sesama penyalur tenaga kerja ke Jepang sudah berkomitmen untuk memberikan sejumlah dana ke Suhadi yang salah satunya akan digunakan untuk membayar uang tiga korbannya di Kendari. Dana yang akan diperoleh itu katanya berasal dari pinjaman proposal ke Bank Panin di Jakarta. Sebenarnya dana tersebut dijanjikan cair 15 Januari 2011, tapi karena berita penipuan Suhadi sampai ke Jakarta, pencairannya ditunda. Namun setelah Suhadi menjelaskan pesoalannya terang Tajudin, Bank Panin akhirnya bersedia memberikan pinjaman kepada rekan Suhadi tersebut. “Pokoknya sudah cair Januari ini,” tuntasnya. (ema)

11 Kakanwil Depag Ikut Amankan Zainuddin Sumpah ..................... maka saat masing-masing yayasan tersebut menyetor harus membawa uang tunai dan kesepakatan tidak membawa pulang bukti penyetoran. “Saya sendiri yang mengantar mereka bertemu dengan Zainuddin,” ungkap staf yang mengetahui kejadian pemotongan dana tersebut. Selain itu, anak Zainuddin yang masih berstatus tenaga honorer masuk dalam kepanitian penerimaan haji. Bahkan, anak Zainuddin pun harus ikut penerbangan ke Makassar mengantar jamaah haji dan hal itu sudah di SK-kan. Sitti Junaeda akan memberikan bukti rekaman itu juga ada yang membutuhkan demi terungkapnya

kasus di Depag Kendari. Di tempat terpisah, Wa Upe mengatakan rekaman tentang perilaku mantan Kakandepag bersama stafnya berada di tangan Sitti Junaeda. Dirinya tidak terima jika alasan pemutasian itu berdasarkan jarak rumah. “Saya minta ada kejelasan dan saya akan menemui pak Zainuddin untuk menanyakan hal ini,” katanya, kemarin. Seperti diketahui, Kakanwil Depag Abd Muis sempat mengungkapkan bahwa Zainuddin adalah pejabat yang tak pernah bermasalah. Sehingga dia diusulkan menjadi Kabid Pekapontren. Namun, belakangan apa yang diungkapkan Abd Muis sulit diterima akal sehat. Sebab kebobrokannya dibongkar staf yang dimutasi. (ano/ema)


Kendari Pos |Jumat, 21 Januari 2011

Poppy Bunga, Pamer Tato Malaikat ADA yang berbeda di tubuh Poppy Bunga. Ada gambar makhluk bersayap lagi terbang di punggung cewek cantik ini. Rupanya itu adalah tato permanen yang sengaja dibuat Poppy. Poppy merasa dirinya seksi dengan tato itu. “Aku pengen nikmatin sendiri aja bukan untuk pamer ke orang-orang kalau aku punya tato dan ada satu hal yang menonjol dari aku. Dan satu bukti jadi seksi saja,” kata Poppy saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. Rupanya itu bukan tato baru. Ia mengaku sudah membuatnya sejak tahun 2008, tapi baru dipamerkan sekarang. “Aku buat tato itu kena Rp 1 juta. Kalau tidak salah aku buatnya sama Ken-Ken di Bandung,” ujar Poppy Dara yang melejit namanya lewat film Bidadari Jakarta ini tertarik mengukir tato di tubuh karena tato merupakan seni dan menarik dipandang mata. “Aku buat tato tidak sembarangan. Aku melihat tato itu seni. Aku buat tato karena memang tato yang ada di punggung aku ada artinya,” ujarnya, Soal arti, Poppy mengatakan memiliki makna tersendiri. Tato itu menggambarkan sifat Poppy yang tidak diketahui banyak orang. “Ini kan gambar malaikat cewek nunduk, ini lebih pada diri aku. Kalau aku punya masalah atau apa pun itu, aku pasti nyimpen semuanya sendiri,” jelasnya. (jpnn/lia)

Hiburan

13

Dewi Perssik, Tiga Jam Digarap Polisi PERSETERUAN Dewi Perssik versus Julia Perez bakal makin panjang. Kemarin, Dewi Perssik menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait pengaduan Jupe. Mengenakan kemeja putih dan celana panjang warna biru, Depe datang sekitar pukul 14.00 WIB. Didampingi oleh manajer dan tim pengacaranya, Depe langsung menjalani pemeriksaan. Hampir 3 jam lamanya, Depe diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Cewek yang bergabung dalam Republik Cinta Manajemen (RCM) ini yakin menang lawan Jupe karena bukti video yang dimilikinya lebih kuat di banding dengan bukti video yang dibeberkan Jupe beberapa waktu lalu. “Saya bersyukur Alhamdulillah saya sudah melihat bukti-bukti dari Jupe. Seharusnya saya yang memberikan bukti itu. Bukti video saya dari handphone tidak mungkin bisa dimanipulasi,” jelas Depe didampingi pengacaranya seusai diperiksa polisi di Polda Metro Jaya, kemarin. Dalam pemeriksaan itu, Depe dicecar 21 pertanyaan. Depe merasa di atas angin karena menurutnya, apa yang diperiksa di Polda sama dengan pemeriksaan di Polsek Matraman, Jakarta Timur. “Jadi nggak ada bedanya dengan pertanyaan-pertanyaan dengan yang di Polsek Matraman. Kan Seharus saya yang

Dewi Perssik

dianiaya, hasil visum kan saya yang jadi korban,” katanya. Yakin menang, Depe siap menjebloskan Julia Perez ke penjara. “Habis dari sini saya mau ke Polsek Matraman untuk menjalani pemeriksaan tambahan. Mari kita antar sama-sama Jupe ke penjara,” sesumbar Depe. Depe juga merasa menjadi korban promosi film terbarunya. Ke depan Dia berjanji akan selektif memilih tawaran dari rumah produksi film. Sementara itu, Shanker RS, produser film Arwah Goyang Karawang membantah tuduhan menyebarkan video perkelahian Dewi Perssik dan Julia Perez di facebook-nya. Menurutnya, video tersebut sudah ada dan beredar luas di masyarakat saat Depe memberikan keterangan sebagai saksi. “Video itu bukan dari saya, bukan saya yang pertama kali memperlihatkan ke publik. Tapi Jupe dan Depe sendiri,” ujarnya. Lebih lanjut Shanker memaparkan, kejadian pertengkaran Jupe dan Depe itu berada di luar kontrolnya sebagai produser. “Kalau dibilang ini hanya untuk mendongkrak film, itu tidak mungkin. Saya yakin mau dibayar berapa pun, seorang artis tidak ada yang mau kalau sampai ada kejadian seperti ini. Apalagi lukanya, luka cakaran di wajah. Untuk wanita sendiri, wajah itu kan properti. Semua ini kejadian yang tidak direncanakan, semua di luar kontrol,” tukasnya. (jpnn/lia)

Efranda

Ingin Main Film Berpesan Moral Jakarta, KP Prsenter musik yang juga video jockey (VJ) MTV, Efranda Stephanus, ingin bermain film yang mempunyai pesan moral. Walau ingin main film, namun jebolan Komunikasi Massa itu tetap selektif. “Ada banyak tawaran untuk bermain film, tapi ‘kan aku harus liat gimana ceritanya dan sinopsisnya seperti apa. Selain itu, aku juga harus melihat bagus atau nggak,” kata Franda. Menurut gadis cantik itu, film yang mengandung cerita kuat akan berpengaruh pada imej pribadi. “Sekarang banyak film dan sinopsis yang ceritanya nggak punya pesan sama sekali, jadi buat apa,” katanya. Franda menilai, banyak film yang diproduksi hasilnya kurang mendidik, karena temanya cenderung horor dan seksi. “Perkembangan perfilman sekarang emang nggak bagus. Tapi yang namanya industri nggak bisa disalahin juga, mungkin itu strategi untuk mendapatkan penonton banyak,” ujarnya memprediksi. (jpnn/lia)


Edukasi Pertengahan April, Ujian Nasional

14

Kendari Pos |Jumat, 21 Januari 2011

SARFIAYANTI/KP

Sosialisasi un di aula Dinas Pendidikan Sultra kemarin.

Puspendik Gencar Sosialisasi UN Kendari, KP Ujian nasional (UN) sudah di ambang pintu. Tak heran jika saat ini sosialisasi pelaksanaan sudah gencar dilakukan. Kemarin (20/1), Dinas Pendidikan Sultra melibatkan tim dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Jakarta melangsungkan sosialisasi. Peserta sosialisasi adalah para penyelenggara pendidikan di seluruh kabupaten/kota, termasuk personil dari kementerian agama kabupaten/kota dan provinsi. Selain tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan UN, pada kesempatan itu, Drs Safari MA APU, tim dari Puspendik juga memaparkan kriteria kelulusan siswa. Selain nilai UN dan US, penilaian guru kata dia, juga turut dimasukkan dalam penetapan kelulusan. Sistem penilaian itu menurut Safari, berbeda dari tahuntahun sebelumnya, karena ban-

yak saran dari masyarakat maupun DPR yang menginginkan adanya intervensi sekolah dalam memberi penilaian. Untuk itulah nilai rapor siswa yang diperoleh dalam proses pembelajaran setiap semester, beserta penilaian guru juga menjadi indikator yang menentukan kelulusan bagi peserta UN. Selain kriteria penilaian yang mengalami perbedaan dari tahun sebelumnya, jadwal pelaksanaan ujian sekolah juga diubah. Pada UN mendatang ujian sekolah/madrasah dilaksanakan sebelum UN. Hal itu kata Safari, karena hasil penilaian ujian sekolah, akan dikirim ke puspendik dan nantinya akan digabung dengan hasil UN. Demikian halnya dengan sekolah kejuruan. Ujian praktik kejuruan dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum penyelenggaraan UN. Pada sosialisasi yang berlangsung selama kurang dari tiga jam itu, tim puspendik

mendapatkan pekerjaan rumah (PR) dari peserta yang menanyakan sistem penilaian rapor untuk SMA. Pasalnya, dalam rapor siswa SMA di Sultra, ada tiga kolom penentuan nilai, yakni afektif, kognitif dan psikomotorik. Satu item dari ranah itu dinilai dengan menggunakan huruf. Hal itu tentu saja menyulitkan guru untuk menjumlahkan angka siswa di rapor, karena belum ada standar yang disepakati, terkait nilai dari huruf yang terdapat dalam penilaian tersebut. Menanggapi hal itu, tim puspendik berjanji akan mempelajari lebih dulu, karena rapor bagi siswa SMA di Sultra berbeda dengan di luar daerah, sehingga belum diketahui bagaimana perhitungannya. “Dalam waktu dekat akan kami sampaikan bagaimana mestinya menghitung nilai rapor SMA, agar bisa seragam,” katanya. (fya)

Kendari, KP Ujian nasional (UN) akan berlangsung pada bulan April tahun ini. Jadwal itu sudah paten, berdasar prosedur operasional standar (POS) yang dikeluarkan BSNP. Menghadapi hajatan nasional tersebut, siswa diimbau agar lebih meningkatkan kualitas pembelajaran, guna memaksimalkan hasil ujian. Berdasarkan sosialisasi kemarin (20/1), diketahui UN utama untuk SMA/MA berlangsung tanggal 18 April s.d 21 April, UN SMK dimulai 18 s.d 20 April, UN SMP/MTs dan SMPLB berlngsung 25 s.d 28 April. Sedangkan SMALB jadwal pelak-

sanaan UN sama dengan SMK. Pada hari pertama UN SMA/ MA, mata pelajaran yang akan diuji nasionalkan adalah Bahasa Indonesia, hari kedua, matematika, hari ketiga bahasa Inggris dan hari terakhir Fisika untuk jurusan IPA, Ekonomi untuk jurusan IPS, bahasa asing untuk program bahasa serta tafsir untuk program studi keagamaan. Untuk SMK hari pertama mata pelajaran yang akan diUN-kan adalah Bahasa Indonesia, hari kedua matematika dan hari terakhir bahasa Inggris, jadwal tersebut juga berlaku di SMALB. Jadwal UN untuk jenjang SMP dan sederajat, hari

pertama adalah bahasa Indonesia, hari kedua matemtika, hari ketiga bahasa Inggris dan hari terakhir IPA. Kadis Pendidikan Sultra, Drs H Damsid M Si mengatakan meskipun tak ada UN ulangan, tapi siswa yang tidak dapat mengikuti UN utama, tetap diberikan kesempatan untuk ikut dalam UN susulan. Namun, mereka yang diikutkan hanyalah yang memiliki surat keterangan sakit dari dokter atau izin dari pihak sekolah. UN susulan kata Damsid, dijadwalkan berlangsung tanggl 25 April s.d 28 April untuk jenjang SMA/MA, SMK dan SMALB dijadwalkan berlang-

sung 18 s.d 27 April, sementara SMP sederajat akan dilangsungkan tanggal 3 s.d 6 Mei. “UN akan dilaksanakan secara serentak dan hanya satu kali, terdiri atas UN utama dan UN susulan. UN susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah,” terangnya. Disampaikan, untuk mengefektifkan persiapan UN, diharapkan diknas kabupaten/ kota juga melaksankan sosialisasi bagi kepala sekolah, agar mereka lebih paham mengenai aturan main dalam UN, termasuk sistem penilaian yang berlaku dalam UN tahun ini. (fya)

Dana Operasional Perpustakaan Terapung Minim Wangi-Wangi, KP Instansi teknis pengelola perpustakaan terapung Wakatobi, harus pandai-pandai menyusun rencana anggaran biaya (RAB) operasional perpustakaan terapung, dalam melayani kebutuhan baca masyarakat. Pasalnya, T.A. 2011, operasional perpustakaan itu, sebesar Rp 100 juta. Dana itu, akan dipakai untuk mengunjungi daerah-daerah di Wakatobi yang terdiri dari beberapa pulau. Menurut Kepala Kantor Perpustakaan Daerah dan Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Kabupaten Wakatobi, La Mego R, SE, kebutuhan operasional kapal perpustakaan terapung

yang mereka estimasi dan ajukan sekitar Rp 200 juta dan yang terealisasi sebesar Rp 100 juta. Berkaitan dengan itu, untuk memaksimalkan operasional kapal perpustakaan terapung itu, tidak bisa dioperasikan setiap hari, harus berkala dalam pengoperasiaannya. Alasannya, kalau dilakukan setiap hari, kapal perpustakaan itu tidak akan bisa maksimal dalam satu tahun anggaran, karena akan kehabisan anggaran operasional. Jadi, langkah yang paling efisien adalah melakukan penjadwalan. Mantan pegawai Perpusda Sultra itu merinci, kapal per-

pustakaan membutuhkan bahan bakar bensin murni, dengan kapasitas satu ton dan jika dikonversi ke drum, sekitar lima drum. Kalau dikonversi ke rupiah sebesar Rp 5 juta, dengan estimasi Rp 900 ribu per drum. Kondisi bahan bakar sejumlah itu, bisa melayani perjalanan kapal perpustakaan pergi-pulang dari Pulau Wangi-Wangi, ke Kaledupa, Tomia dan Binongko. Supaya maksimal lanjutnya, kapal itu tidak bisa setiap hari, tetapi harus diagendakan bermalam di salah satu pulau. Kemudian, rute perjalanannya, harus menyisir, tidak boleh tembak langsung ke pulau terujung seperti Binongko, demi

penghematan bahan bakar. Selain itu, agar lebih efektif penggunaannya, jadwal kunjungan kapal perpustakaan apung itu, sudah akan disampaikan kepada instansi terkait di setiap pulau, sehingga ketika kapal sudah tiba, masayarakat dapat mengetahuinya dan bisa langsung menggunakan layanan bacaan di dalamnya. “Pelayanan perdana akan dimulai, Februari 2011. Saat ini, sementara dipersiapkan halhal teknis yang bisa mendukung pelayaran kapal itu. Mudahmudahan, kehadiran kapal itu, dapat menjawab kebutuhan baca seluruh masyarakat Wakatobi,” pungkasnya. (cr1)


Kendari Pos |Jumat, 21 Januari 2011

Mendiknas Tolak Ide Tambah Jam Jakarta, KP Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menerangkan, yang terpenting saat ini adalah pengembangan kemampuan dan karakter siswa. Hal ini lebih penting dari sekadar penambahan jam pelajaran pada mata pelajaran Agama di sekolah. Penambahan jam pelajaran, kata Mendiknas, hanya akan membuat siswa semakin lelah. “Soal penambahan jam pelajaran agama itu, sebenarnya bukan soal penambahan jamnya, tetapi bagaimana bisa mengembangkan kemampuan dan karakter akademik siswa di sekolah,” ungkap Mendiknas ketika ditemui usai rapat kerja (Raker) bersama Komisi X di Gedung DPR RI, Jakarta. Mendiknas mengatakan, jika ada rencana untuk melakukan penambahan jam mata pelajaran, harus mengukur tingkat kelelahan siswa. Menurutnya, siswa sekolah mulai dari pukul 7.00 hingga pukul 13.00 sudah cukup membebani siswa. Hal tersebut, lanjut Mendiknas, belum termasuk dengan penambahan waktu untuk pendidikan pengembangan karakter. “Pendidikan pengembangan karakter di sini, misalnya mengunjungi tempat korban bencana alam. Selain itu, jika siswa yang berada di daerah, biasanya juga mengikuti belajar mengaji,” jelasnya. Oleh karena itu, usulan penambahan jam pelajaran agama ini harus dikaji ulang yang tentunya dengan memperhatikan beberapa aspek terkait lainnya. “Jadi, ini semua harus melalui kajian terlebih dahulu,” imbuhnya. Untuk diketahui, usulan penambahan jam pelajaran agama di sekolah umum ini muncul dari kalangan Kementerian Agama (Kemenag). Kemenag rencananya akan mengusulkan agar jam agama yang sekarang berdurasi dua jam pelajaran dilipatgandakan menjadi empat jam pelajaran dalam satu pekan. Satu jam pelajaran sama dengan 45 menit. (jpnn)

Edukasi

15

Mahasiswa Harus Punya Karakter Kendari, KP Mahasiswa Unhalu yang memprogram kuliah kerja profesi (KKP) mengikuti pelepasan (20/ 1). Sebelumnya mereka telah mengikuti pembekalan baik di universitas dan di fakultas masing-masing. Mereka akan berada di lokasi 20 Januari s.d 28 Maret mendatang. Sebanyak 627 mahasiswa KKP, yaitu dari fakultas ekonomi sebanyak 121 orang, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik 175, pertanian 105 orang, MIPA 77, teknik 97 orang, hukum 10 orang, dan fakultas perikanan 42 orang. Dengan keseluruhan jumlah mahasiswa KKP, t terdapat 32 orang pembimbing beserta supervisi 42 orang, dan tim monitoring 7 orang. Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Unhalu, Dr. Ansir, S.E., M. Si mengatakan, mahasiswa yang mengikuti KKP hendaknya membawa karakter yang kuat dalam mengabdikan diri pada masyarakat, dan mampu membawa nama besar Unhalu. Diharapkan pula oleh Ansir, KKP kali ini harus membawa perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan adanya pembekalan secara dua tahap, di fakultas dan di universitas,

LUTHER/KP

Dari kiri, Pembantu Rektor I Unhalu, Prof. Ir. H La Sara, Rektor Unhalu Prof Dr. H. Usman Rianse dan Ketua LPPM Unhalu, Dr. Ansir. secara tidak langsung mahasiswa harus mampu memberi kontribusi yang besar pada

masyarakat maupun lembaga pendidikan. Peserta KKP diharap dapat menaati peraturan

dan disiplin di lingkungan lapangan praktik. Sedangkan menurut Rektor

Unhalu yang diwakili pembantu rektor I, Prof. Ir. La Sara, Ph.D, mahasiswa yang akan KKP selam 45 hari itu harus mampu mengabdikan ilmunya di masyarakat. Selain itu juga mampu membawa nama besar Unhalu, sehingga memberikan citra yang baik pada lembaga pendidikan. “Kami berharap mahasiswa yang KKP dapat mengembangkan ilmunya di masyarakat, mengikuti KKP secara disiplin dan menaati peraturan. Jangan membawa peraturan sendiri, tetapi harus mematuhi apa yang ada di instansi tempat mengabdikan ilmu,” kata Ir. La Sara. Untuk diketahui, mahasiswa yang mengikuti KKP kali ini bertempat di instansi pemerintah provinsi sebanyak 99 mahasiwa pada 11 lokasi. Sedangkan di pemerintah Kota Kendari 218 orang, yang meliputi 20 lokasi, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan sebanyak 119 orang yang meliputi 12 lokasi, instansi vertikal sebanyak 166 orang dengan 23 lokasi, Unhalu sebanyak 14 orang dengan tiga lokasi, dan pemerintah Kabupaten Konawe sebanyak 11 orang untuk satu lokasi. (p2)

SMPN 9 Kendari Tiadakan Les Kendari, KP Berbeda dari tahun-tahun sebelumya, persiapan ujian nasional (UN) di SMPN 9 Kendari tahun ini lebih fokus pada proses belajar dan mengajar di siang hari. Les atau pengayaan, yang biasanya dilaksanakan beberapa bulan sebelum penyelengaraan,

mulai tahun ini ditiadakan. Hal itu menurut Kepala SMPN 9 Kendari, Nurdin Tinggila M Pd mengatakanpeniadaanLesdisore hari bukan karena mengganggap UN tahun ini lebih enteng dari tahun sebelumnya. Hanya berdasarkan pengamatan pihak sekolah,orientasisiswamengikuti

les tidak sepenuhnya untuk persiapan UN, tetapi sebagian siswa ada yang hanya ikut-ikutan. “Tahun ini les kami tiadakan. Untuk mempersiapkan UN, kegiatan pembelajaran seperti biasa akan dioptimalkan. Bukan berarti UN kami sepelehkan, tetap kami upayakan nilai ujian

kali ini bisa lebih tinggi dari tahung sebelumnya,” terangnya. Nurdin mengatakan, meskipun ujian masih empat bulan lagi, tetapi persiapan UN sudah dilaksanakan. Mulai dari arahan-arahan motivasi belajar kepada siswa, hingga persiapanmateri-materipelajaranyang esensial sudah mulai dilakukan.

“Nilai ujian sekolah menjadi salah satu item dalam penentuan kriteria kelulusan. Tapi bukan berarti UN disepelehkan, karena UN mendapat porsi penilaian lebih besar. Harus dipersiapkan secara optimal agar memberikan hasil yang maksimal pula,” ungkapnya. (fya)


KOMUNIKASI BISNIS

16

Perpaduan Antara Mall dan Apartemen Menghadap Laut Hanya Ada di Green Bay Pluit. Info 0401-3903078 SATU-SATUNYA Apartemen di Jakarta yang memadukan Mall berpanorama laut dan 60% area hijau. Green Bay Pluit berlokasi di kawasan emas Pluit, lokasi yang aman, elit dan strategis serta memiliki nilai investasi tinggi. Hanya 15 menit dari bandara Internasional SoekarnoHatta. Dikembangkan oleh developer berpengalaman yang terdepan dan terpercaya Agung Podomoro Land. Dibangun di atas lahan 12,5Ha, Green Bay Pluit dikembangkan dengan konsep yang sangat unik dan spektakuler. Merupakan icon baru superblock di Indonesia, yang memadukan antara Green Development dan Mix Use Development. Green Bay Pluit satu-satunya superblock yang di bangun di pinggir laut yang memadukan apartement, berpanorama laut serta daerah hijau (ditanami berbagai macam tanaman dan pohon-pohon yang tinggi) sehingga merasakaan lingkungan yang hijau, sehat, asri dan nyaman. Tinggal di Green Bay Pluit menjadikan hidup

serasa berlibur setiap hari. Green Bay Pluit merupakan commercial Area dan tersedia Mall yang berkonsep life style entertainment 24 jam, mall ini lebih didominasi oleh resto dan café yang ternama, dan merupakan satu-satunya mall yang mempunyai dermaga sendiri, mall ini menghadap panorama laut langsung didepannya dan satu-satunya di Jakarta. Sembilan Keunggulan Green Bay Pluit: Terletak di lokasi emas Pluit, lokasi yang aman, elit, strategis dan berinvestasi tinggi. Fasilitas lengkap bisa sambil berekreasi. Tersedia sebuah mall yang berkonsep life style entertaiment 24 jam yang langsung berpanorama laut. 60% dari luas lahan yang ada diperuntukan untuk penghijauan. Keindahan panorama laut ini bisa anda saksikan setiap saat tanpa harus dari balik kaca jendela hunian anda. Harga amat sangat terjangkau dan cara bayar yang ringan dan fleksibel. Selain itu sertifikat hak milik, bebas banjir dan dikembangkan dan dibangun oleh pengembang yg terdepan dan terpercaya Agung Podomoro Group. Agus Lay, Marketing Supervisor mengatakan, Green Bay saat ini juga dipasarkan di kota Kendari, “Bagi masyarakat

RANJIT Singh seorang ahli pengobatan alternatif penyakit mata, juga berpengalaman menyembuhkan ambeien, lemah syahwat dan berbagai penyakit lainnya. Ranjit yang asli India sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun memiliki keahlian menyembuhkan penyakit mata tanpa operasi. Ilmu pengobatan tersebut diperoleh leluhurnya dari India. Dengan keahlian yang jarang dimiliki orang banyak, Ranjit Singh membuka klinik dengan Izin dari Dinkes No.0644.1999 bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki

berbagai keluhan penyakit dengan biaya yang terjangkau. Ranjit Singh membuka Klinik Mata India diberbagai daerah dan salah satunya berada dikota kendari. Dengan pengalaman puluhan tahun tersebut, Ranjit Singh telah berhasil menyembuhkan puluhan ribu pasien keluhan mata diant-

aranya; glaukoma, katarak, radang kornea, iritasi mata minus, cylindris, plus pada remaja, retinitis pigmentosa, pendarahan retina, syaraf mata rendah, dan tretionphaty diaebetic, dan lainnya. Ranjit Singh juga mengobati penyakit ambeien baru atau lama tanpa operasi, lemah syahwat dan kecing manis. Metode yang digunakan, dengan menggunakan ramuan herbal murni dari India dan tumbuh-tumbuhan dari Indonesia tanpa menggunakan obat-obatan kimia sehingga tanpa efek samping dengan jaminan sekali berkunjung penyakit akan sembuh. Kunjungi langsung Klinik Mata India cabang Kendari di JL. R Suprapto No.18 (depan PO. Hasnur) Mandonga, Kendari. (adv)

Motor Viar Motor Hebat Hanya 8 Jutaan, Subsidi Uang Muka Rp.700 Ribu, Angsuran 3 Ratusan

VIAR Motor adalah sepeda motor rakitan Taiwan namun berteknologi Jepang yang sudah mendapat tempat ditengah masyarakat Indonesia, khsusunya di Sultra. Untuk memiliki motor ini, angsuran

perbulan sangat ringan, hanya Rp.300.000 (Rp.11.000/hari) tentunya sangat membantu anda yang ingin segera memiliki motor berkualitas. Ketangguhan motor Viar tak perlu diragukan sebab jenis motor ini lebih mengutamakan kualitas namun berharga ekonomis dan perawatannya pun sangat mudah. Viar memberi garansi mesin selama 3 tahun, selain itu servis gratis sebanyak 6 Kali plus gratis Oli mesin. Hebat kan?. Saat ini, telah hadir pula produk terbaru

Viar matic bernama Vio-R yang dibandrol hanya Rp.9 juta. Viar hadir dengan 4 tipe, Star Z, Star Cx, Sport Vix-R dan karya (3 roda). Viar juga menyiapkan spare-part (suku cadang) yang lengkap. Anda berminat? silakan menghubungi delaer resmi motor Viar AL-IKHWAN MOTOR di Jl. Saranani (samping Barata, Mandonga) HP: 081355027767, Dealer Viar BAUBAU Jl. Monginsidi No.75, 081241754253, dan Viar RAHA Jl. Sukawati, 081341778146. (adv)

Pernah Coba Aneka Masakan Kepala Ikan? Hanya Terdapat di Rumah Makan Parahiyangan ANDA salah satu penggemar kepala ikan kakap merah dan sunu? Tampaknya, anda harus mengunjungi Rumah Makan Parahiyangan. Disini anda akan merasakan Sup kepala ikan, Pallu-mara kepala ikan, Pallu-kaloa kepala ikan, serta Gulai kepala ikan yang lezat. Selain itu juga tersedia ayam kampung goreng-bakar yang nikmat, gurih dan renyah serta makanan lainnya yang menggugah selera. Ditambah dengan suasana tempat yang sangat startegis dan mudah dijangkau pasti akan menambah kenikmatan sajian yang dise-

diakan Rumah Makan Parahiyangan yang terletak di kawasan bisnis Ahmad Yani Square (belakang Hotel Horison). Rumah makan ini selalu ramai saat jam makan siang dan malam hari. Selain itu juga disiapkan menu-menu umum namun bercita-rasa khas Parahiyangan seperti nasi goreng, sup buntut dan menu-menu lainnya. Khusus menu ayam bakar dan goreng, Parahiyangan menggunakan ayam kampung dengan bumbu yang meresap kedalam daging sehingga terasa lebih renyah dan sesuai selera, apalagi ditambah sambal dan sup pasti anda bisa ketagihan dibuatnya. Walau kualitas cita-rasa tak diragukan, Parahiyangan tetap membandrol harga lebih ekonomis sehingga terjangkau se-

ACNOR mengandung ekstrak biji kiwi yang berdasarkan penelitian memiliki kemampuan yang luar biasa dalam membantu menghilangkan jerawat dengan aksi triple actionnya yaitu mengendalikan aktivitas kelenjar sebum yang berlebihan, membantu mematikan bakteri penyebab jerawat serta menghilangkan alergi yang seringkali membuat jerawat serasa gatal dan perih. Selain itu, Acnor juga dilengkapi dengan buah Chasteberry yang akan membantu menyeimbangkan hormon yang merupakan biang keladi penyebab jerawat membandel. Acnor juga mengandung ekstrak dari Pumpkin Seed yang mampu menghilangkan pigmentasi (flek hitam) pada kulit akibat jerawat. Minum Acnor Tablet, 2-3 tablet perhari secara teratur selama 3-6 bulan, dan oleskan secara teratur AcnorLiquid 1-2 kali sehari didaerah yang berjerawat. Sebelumnya wajah dibersihkan dan dikeringkan, lakukan pada pagi dan malam hari sebelum tidur dan rasakan hasilnya, kulit anda pun akan halus mulus, bebas jerawat dan mulus.

SIAPA bilang untuk sehat dan cantik harus mengeluarkan biaya yang mahal, sekarang tidak lagi dengan kehadiran AL-Ishlah Oriental Medical Clinic yang menawarkan facial laser Rp.30.000, totok wajah Rp.30.000, facial laser dan terapi wajah Rp.50.000, serta paket kecantikan hanya Rp.150.000, yang terdiri dari facial laser, totok wajah, masker, vitamin kulit dan akupuntur kecantikan/wajah. Fungsi akupuntur kecantikan; mengencangkan otot wajah, menghilangkan flek, mengatasi jerawat, kerutan diwajah, kulit kusam dan kantong mata. Selain itu memperbaiki bentuk hidung dan dagu. Penanganan paket kecantikan di AL-Ishlah dilakukan secara holistic atau menyeluruh. Disamping untuk kecantikan akupuntur dapat pula mengatasi berbagai penyakit seperti: stroke, hipertensi, maag kronis, asma, diabetes, sinusitis, polip, rhematik, asam urat, kolesterol,

Hotline Service (SMS Only): 081806100100. Tersedia di Kendari : Ap. Surya (085241842109), Ap. Hiba (0816245177), Ap. Teladan (081355884221), Ap. Saranani (3125791), Ap. Mono Valensi (0811400739), Ap. Alfa (3191524), Ban-Ban : Ap. Roza (085341510740), Ap. Asyifa (085232776277), Ap. Aditya (085241615054), Raha : Ap. Binter (085341510740), Kolaka : Ap. Nur Kolaka (081341777999). Distributor: PT. SAPTA SARI TAMA. Cab. Makassar (0411- 327545). (adv)

PUSAT elektronik PT Sharp Kendari, saat ini bekerja sama dengan Toko Sumber Elektronik menjalankan program bertajuk “Sharp Januari Hujan Hadiah” yang juga menggandeng dua perusahaan pembiayaan FIF Spektra dan Kredit Plus. Promo ini berlaku sejak 4 - 25 Januari 2011. Untuk kemudahan konsumen, diberikan diskon angsuran 1 hingga 2 bulan. Selain itu, proses kredit hanya 2 jam anda sudah bisa bawa pulang barang, tanpa proses survey, tanpa uang muka tanpa dokumen tambahan, dan lainnya (syarat dan ketentuan berlaku). Manfaatkan promo “Januari

Hujan Hadiah” persembahan Sharp. Untuk info lebih lanjut, silakan mengubungi CP: 085241858949 (Dedi), 081245999890 (Emil). (adv)

batuk menahun, alergi, vertigo, sakit kepala menahun, sakit Pinggang, kaku kuduk, obesitas, kebotakan, rambut rontok, lever, ginjal, prostat, gondok beracun, tumor, kanker, stress, depresi, penanganan narkoba dan lainnya. Klinik AL-Ishlah juga melayani bekam, terapi telinga, gurah tradisional, totok payudara, totok vagina, massage full body (khusus pria), terapi obesitas, kebotakan dan rambut ronto. Tersedia herbal dalam bentuk kapsul, untuk paket hemat ditawarkan terapi tiga orang gratis orang keempat dan terapi 5 kali gratis yang keenam dengan terapi yang sama. Untuk kenyamanan anda seluruh ruang terapi ber-AC. Praktek mulai pukul 09.00 - 19.00 Wita. Hubungi kantor pusat AL-Ishlah Makassar Jl.A.P.Pettarani 33 No.9, Telp-0411435365, AL-Ishlah KENDARI Jl.A.H.Nasution Poros Anduonohu, Telp. 0401-3196576. ALIshlah KOLAKA , Jl.Pramuka No.68 E. Telp. 0405-2324068 (adv)

TVS Motor Kualitas Dunia Dilengkapi MP3, Radio FM dan Anti Maling. Garansi Mesin 5 tahun MOTOR TVS dipersembahkan bukan sekadar motor tapi teknologi lebih diutamakan. TVS Motor Company, produsen sepeda motor asal India ini telah dipercaya lebih dari 13 juta pengendara di seluruh dunia, kini dipasarkan di Indonesia termasuk Kendari. TVS Motor telah memiliki 3 produk unggulan, yakni TVS Neo 110 cc, adalah motor bebek yang dirancang khusus dengan keunggulan fitur-fitur berupa I ride, fitur kopling ganda, kopling otomatis dan manual dalam satu motor dan I charge, fitur pengisi baterai ponsel, serta I econo, fitur indikator hemat BBM. Selain itu TVS Apache RTR 160 cc, adalah sepeda motor kategori sport berkapasitas mesin 160 cc, TVS RockZ 125 cc, produk yang paling sarat fitur inovatif yang belum pernah ada sebelumnya di motor bebek 125 cc. Semua produk

TVS meng-garansi mesin selama 5 tahun dan sparepart (suku cadang) tersedia lengkap di dealer 3S (Sales-Servis-Spareparts) TVS Kendari di Jl. Saranani 126-127, Tlp: 04013131039 - 0852420 62300, TVS BAUBAU Jl. S. Hasanuddin (Depan kantor Telkom) HP 081338364256. TVS RAHA Jl. Sukawati, HP 085342029549. (adv)

Beli Helm Dapat Motor

mua kalangan, harga menu makanan ditempat ini hanya berkisar antara Rp.19.000 hingga Rp.23.000, menarik bukan!. Sebagai menu penutup, Parahyiangan juga menyiapkan aneka minuman jus. Rumah Makan Parahiyangan juga membuka cabang di lokasi Kopi Lapiaza, ditempat ini cita-rasa dan harga masakan tetap sama nikmatnya. (adv)

Januari Hujan Hadiah dari SHARP

Stand pameran Sharp ‘Januari Hujan Hadiah‘ di Mal Rabam lantai 1.

Bebas Jerawat dengan Acnor

Sehat dan Cantik dengan Akupuntur Kendari dan sekitarnya yang berminat, segera mengunjungi stand pameran Green Bay yang berakhir hingga hari minggu, 23 Januari 2011 di Briliyant Plaza (Matahari Kendari) lantai dasar, kesempatan bagi anda tersedia promo cicilan 48 kali angsuran tanpa DP atau 4 Jutaan per bulan yang sudah sangat terbatas,” ucap Agus. (adv)

Ahli Pengobatan Mata Tanpa Operasi Ditangani Langsung Tabib Ranjit Singh dari INDIA

Kendari Pos | Jumat 21 Januari 2011

DANA Persada selaku produsen Helm-helm SNI berkualitas merk NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, dan REX baru-baru ini telah menyelenggarakan program undian SMS Promo dengan tagline “ Beli motor dapat helm itu biasa, Beli helm dapat motor baru LUAR BIASA..!”. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi Dana Persada kepada konsumen yg membeli Helm SNI berkualitas produksi perusa-

haan pembuat Helm ternama ini. Puluhan konsumen Dana Persada dari seluruh provinsi se-Indonesia yang beruntung mendapatkan hadia Grand Prize berupa puluhan sepeda motor Yamaha Vega ZR-DB. Selain itu, ratusan hadiah hiburan lainnya seperti helm GM Nano, GM Jacket, dan MAZ Jacket Harian. Data peserta SMS yang terkumpul sampai akhir Periode 17 November 2010 telah menembus agka 39.000 SMS dari seluruh Indonesia dalam jangka waktu tiga bulan. Untuk pemenang undian wilayah Provinsi SULAWESI TENGGARA hadiah GRAND PRIZE 1 unit motor Yamaha Vega ZR DB dimenangkan oleh RISA PARADIBA R dari Kendari. Anda bisa mendapatkan Helm NHK,GM,VOG,MAZ,MIX,REX ditoko Agen Resmi MULIA JAYA HELM-KENDARI atau di SUB AGEN dan toko-toko antara lain BINTANG MOTOR, SARANANI. MULIA JAYA HELM, KOLAKA. INTI MOTOR, KENDARI. MULIA JAYA MOTOR, POMALAA. BINTANG HELM KOTA, RAHMA MOTOR HELM, KENDARI. Serta di toko-toko helm yang tersebar diseluruh kota Kendari dan seIndonesia. (adv)


Kendari Pos | Jumat, 21 Januari 2011

2 AS Roma v Lazio 1

Singkirkan Rival Roma, KP Kemenangan kembali menjadi milik AS Roma dalam derby della Capitale pada babak 16 besar Coppa Italia, kemarin dini hari (20/1). Mereka mengalahkan rival sekotanya Lazio dengan skor ketat 2-1 (0-0) di Olimpico, Roma. Dengan begitu, tim berjuluk Giallorossi tersebut selalu menang dalam empat laga derby terakhir selama diasuh Claudio Ranieri. Kemenangan juga mampu mereka raih tanpa kehadiran il capitano Francesco Totti yang selalu diskorsing dalam dua bentrok terakhir. Secara total, kemenangan itu memperpanjang dominasi Roma atas Lazio dalam laga derby. Dalam 167 laga, Roma mencatat 62 kemenangan, 60 kali imbang, dan 45 laga lainnya dimenangkan Biancoceleste, julukan Lazio. Keberhasilan Roma menyingkirkan Lazio, membuat mereka berhak melaju ke perempat final. Klub asal Ibu Kota Italia itu bakal berhadapan dengan Juventus pada 26 Januari mendapat di Olimpico, Turin. Bentrok dua tim paling sukses di Coppa Italia.

Baca RIVAL Hal 18

Derby Kembali Makan Korban ATMOSFER panas derby della Capitale antara AS Roma melawan Lazio di babak 16 besar Coppa Italia, kemarin dini hari, merembet ke luar lapangan. Ketika kedua tim bertarung, seorang tifosi remaja menjadi korban penusukan. Berdasarkan kabar yang dilaporkan ANSA, tifosi berusia belasan tahun itu mengalami luka tusukan di bagian bokongnya. Akibatnya, dia dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Namun, lukanya tidak seberapa serius. Tidak hanya itu, tatkala skuad Lazio pulang dari Olimpico, Roma, setelah kalah dari Roma 1-2, mereka menjadi korban kebrutalan sejumlah tifosi. Dampaknya, jendela bus yang ditumpangi rombongan Lazio rusak cukup parah. Sejatinya, ini bukan situasi yang aneh. Nyaris setiap laga derby antara kedua tim, selalu diselingi dengan keributan di luar lapangan. Pada bentrok ter-

Baca DERBY Hal 18

MELAJU KENCANG 3 Inter Milan v Cesena 2

Milan, KP Leonardo masih mempertahankan rekor 100 persen menang sejak menjabat sebagai allenatore Inter Milan. Dengan susah payah Inter menang 3-2 (3-2) atas tamunya Cesena pada laga tunda Serie A Liga Italia, kemarin dini hari (20/1). Dengan begitu, sudah lima laga dilalui Leonardo dengan kemenangan. Empat laga di antaranya di Serie A dan satunya di Coppa Italia. Dampaknya, Inter yang sempat tersungkur di peringkat ketujuh sekarang telah kembali ke habitatnya. Ya, klub berjuluk Nerazzurri itu telah kembali ke empat besar. Inter di posisi keempat dengan koleksi 35 poin. Mereka menggusur AS Roma yang memiliki angka sama, tapi kalah produktifitas gol. Lagipula, Inter memiliki jumlah sisa laga lebih banyak. Sekarang Inter hanya tertinggal enam poin di belakang Milan. Mereka punya satu laga sisa lebih banyak. Inter baru melakoni 19 laga dari 20 pekan yang sudah dilalui. Kemenangan yang semakin meningkatkan kepercayaan diri Inter. “Scudetto selalu menjadi ambisi kami. Peluang tetap terbuka selama kompetisi masih berjalan. Selama kami mampu menjaga performa segalanya bisa kami atasi. Para pemain punya motivasi yang hebat,” bilang Leonar-

do, pelatih Milan, seperti dikutip Goal. Namun, tak mudah bagi Leonardo mempersembahkan kemenangan kelimanya. Bermain di Giuseppe Meazza, Inter memang langsung unggul dalam 15 menit pertama dengan dua gol dari Samuel Eto’o (14') dan Diego Milito (15'). Namun, Cesena memberikan perlawanan yang keras. Terbukti mereka bisa menyamakan skor menjadi 2-2 melalui Erjon Bogdani (23') dan Emanuele Giaccherini (29'). Kemudian, Christian Chivu menjadi

Baca MELAJU Hal 18

AFP PHOTO/ CRISTINA QUICLER

Gelandang Barcelona Xavi Hernandez dkk berhak melaju ke semifinal Copa del Rey, meski kalah dari Real Betis pada leg kedua babak perempat final dini hari kemarin. Xavi (kanan) berebut bola dengan pemain Real Betis Isidoro Gomez.

3 Real Betis v Barcelona 1 (Barcelona menang agregat 6-3)

Akhirnya Tertahan Juga

AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE

Pemain belakang Inter Milan Cristian Chivu menjadi penentu buat kemenangan timnya berkat golnya ke gawang Cesena pada lanjutan Serie A dini hari kemarin.

Sevilla, KP Terhenti sudah rekor tak terkalahkan Barcelona. Setelah tidak pernah kalah dalam 28 laga, mereka akhirnya takluk dari klub kasta kedua Real Betis 1-3 (1-3) pada second leg babak perempat final Copa del Rey, kemarin dini hari (20/1). Sungguh disayangkan lantaran itu rekor terbaik Barca selama berdiri selama 111 tahun tak berlanjut. Namun, tak menghambat laju Barca menuju ke semifinal Copa del Rey. Mereka lolos karena unggul agregat 6-3, lantaran menang 5-0 di first leg (12/1). Bermodal tabungan lima gol, Barca sengaja tidak turun dengan skuad terbaiknya. Hanya Gerard Pique, Xavi, dan Lionel Messi, pemain reguler yang dimainkan entrenador Barca Josep Guardiola sebagai starter. Sisanya, pemain pelapis. Dampaknya, daya tekan Barca mengendur. Bahkan, gawang Barca yang dikawal kiper Jose Manuel Pinto sudah kebobolan dua gol di sepuluh menit awal. Striker Betis Jorge Molina memborong dua gol itu di menit kedua dan ketujuh. Barca mengejar ketertinggalan melalui gol Messi pada menit ke-38. Namun, kemudian Betis kembali menjauh melalui gol Arturo “Arzu” Garcia pada injury time babak pertama. Skor 3-1 untuk Betis itu bertahan hingga laga bubar. Sejatinya, Barca punya kesempatan emas mencetak gol pada babak kedua, pelanggaran yang dilakukan bek Betis Isidoro di area terlarang. Tapi, Messi yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik di menit

ke-54. Kekalahan tersebut jelas bukan kado yang bagus buat Guardiola yang pada 18 Januari lalu merayakan ulang tahunnya ke-40. “Kami telah berusaha dan yang

Baca AKHIRNYA Hal 18

JosepGuardiola

Enggan Bicarakan Perpanjangan Kontrak ISU perpanjangan kontrak Pelatih Barcelona Josep “Pep” Guardiola selalu menarik perhatian. Tidak kunjungnya Guardiola memperbarui masa jabatannya, membuat banyak tim tertarik memboyongnya keluar dari Nou Camp, kandang Barcelona. Padahal kontrak Guardiola akan habis pada Juni mendatang. Hal ini membuat banyak pihak berspekulasi bahwa pelatih 40 tahun tersebut akan hengkang. Apala-

Baca ENGGAN Hal 18


20

Kendari Pos | Jumat, 21 Januari 2011

Esha dan Surgawi Saling Klaim Menang Di Pilkada Wakatobi

Asrun

Musadar

Duet Asrun Musaddar Harus Dipertahankan Kendari, KP Terpilihnya Ir Asrun-Musadar saat Pilkada 2007 lalu tak lepas dari dukungan Koalisi Bintang Demokrasi Sejahtera (KBDS). Koalisi itu merupakan gabungan dari partai Demokrat, PBR, PPDI, PDK dan PKS. Salah satu Koordinator KBDS, Sumedi yang ditemui kemarin berharap agar duet tersebut tetap berlanjut di Pilkada 2012 nanti. “Di tangan Asrun-Musadar pembangunan terarah, mulai dari kebersihan Kota hingga beberapa sarana lainnya semisal pembangunan pasar. Jadi kami berharap duet ini dipertahankan,” pintanya. Mantan Sekretaris PDK Kota Kendari itu sempat bernostalgia tentang perjuangan KBDS memenangkan duet ini. Salah satunya karena kedua pasangan itu selalu akur walaupun dimasa-masa sulit. “Dengan terpilihnya duet Asrun- Musadar sebagai Walikota dan Wakil Walikota akan membuat lawan-lawan lainnya ciut saat mereka berduet kembali,” terangnya. Apakah KBDS akan kembali solid mengusung mereka kembali? Kata Sumedi ia belum memastikan tapi bukan hal yang mustahil. Namun menurutnya pasangan itu akan menjadi idola partai-partai lain karena kinerja mereka mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari. Bagaimana jika Asrun - Musadar cerai di Pilkada 2012? Sumedi berharap itu tak terjadi. Namun ia memprediksi bila hal itu terjadi akan dimanfaatkan bagi kandidat lainnya yang bertarung. Tapi ia amat berharap duet tersebut tidak bercerai da kembali demi pembangunan Kota Kendari yang lebih baik lagi. Harapan Sumedi ini cukup terbuka. Oktober tahun 2010 lalu, Asrun pernah menyatakan keinginannya untuk tetap berduet dengan Musaddar. Saat itu, ia mengaku jika bersama pasangannya itu, Asrun bisa kompak membawa pembangunan Kota Kendari menjadi lebih baik. Alasannya, jika ia dan Musaddar berpisah, akan muncul stigma di masyarakat bahwa pemimpinnya bertengkar dan tidak kompak. Itu juga yang ia siratkan saat Kendari Pos menemuinya kemarin. Hanya kali ini ia terkesan tidak mau memaksakan keinginannya tersebut sekiranya Musaddar punya pilihan politik berbeda nantinya. “Belum tentu Musadar. Siapa tahu dia mau maju sebagai 01. Tapi kalau pun mau maju, itu kan haknya dia,” katanya. Asrun tidak gusar jika memang Musadar akan maju di posisi yang sama dengan dirinya. Bagi dia, pemilihan wali Kota Kendari, tak lebih dari sebuah game yang harus dimainkan beberapa orang untuk menentukan pemenangnya. “Ini permainan. Namanya juga demokrasi, kita butuh pesaing. Siapa saja boleh ikut,” ujarnya. Suami Hj Sri Yastin itu sepertinya benar-benar ikhlas, apabila Musadar akan meninggalkan dirinya. Sebaliknya, dia optimis bisa memenangkan pertarungan dengan modal pembangunan yang telah dirintisnya. Dengan penuh percaya diri, Asrun menyebut, kemenangan 70 persen bisa dia raih dalam waktu satu putaran pemilihan. Katanya, dulu saja dia belum punya “modal” sama sekali, tapi bisa menjadi walikota. Apalagi, dengan kondisi sekarang di bawah kendali pemerintahannya, semua sudah bisa dirasakan masyarakat Kota Kendari. Kini untuk memenuhi ambisinya, Asrun telah menggalang berbagai kekuatan dari semua unsur, salah satunya memaksimalkan peran ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di kelurahan. “Sosialisasi pada RT dan RW, hanya menyampaikan potret pembangunan kota supaya mereka tidak salah informasi. Kalau salah informasi, salah memilih. Tentu sesuai dengan program RT dan RW. Itu adalah garda terdepan saya dari pemerintahan kota,” tandasnya. (dri)

PDIP Harap Sudiro Menang Kendari, KP Di Kabupaten Konawe Utara (Konut), tanggal 25 Januari nanti, akan digelar Pilkada ulang untuk menentukan bupatiwakil bupati definitif. Delapan pasang calon akan mengikuti Pilkada ulang. Tapi, Aswad-Ruksamin dan Sudiro-Hj Siti Halna, merupakan pasangan yang punya kans besar untuk memenangkan pertandingan politik itu. Keduanya, bersaing ketat memperebutkan lebih 4 ribu suara masyarakat Konut di 10 desa dan 1 kelurahan. PDIP sebagai partai pengusung Sudiro, tentu tak mau calonnya gagal. Karena itu, sebelum Pilkada dimulai, DPD PDIP Sultra, akan mengutus wakilnya ke Konut. “Soal pilihan kita serahkan pada rakyat. Tapi tetap kita harapkan Sudiro bisa dapatkan 1 putaran. Mudah-mudahan, suara yang pernah diraih di Pilkada pertama tetap bisa kita pertahankan dan tentu saja harapannya bisa bertambah,” kata Sekertaris DPD PDIP Sultra, Hasid Pedansa. Ketika Pilkada pertama digelar, Sudiro-Hj Siti Halna memperoleh suara sekitar 20 persen lebih dari seluruh wajib pilih. Suara inilah yang akan diamankan PDIP agar tidak lari ke calon lain. Nah, untuk mengantisipasinya, partai banteng gemuk itu, bakal menurunkan pengurus partai yang berasal dari Konut. “Kita sorong teman (pengurus DPD PDIP-red) yang ada disini yang kebetulan punya basic di Konut, untuk turun ke sana. Anda-anda sudah tahu, jawabannya Aswad dan Sudiro punya peluang sama. Bukan lagi rahasia, tingkat elektabiltas mereka juga sama,” ujarnya. PDIP bukannya pesimis dengan Sudiro-Hj Siti Halna. Tapi, Aswad Sulaiman-Ruksamin (PASTI HARUM), bukan calon yang bisa diremehkan. Makanya, partai pengusung pasangan dengan akronim BERSINAR ini, berharap, yang keluar jadi pemenang di Konut adalah Sudiro-Hj Siti Halna.(dri)

Wangiwangi,KP Pilkada Wakatobi memang masih dua bulan lagi, tapi seteru antara kandidat makin terasa panas saja. Dua pasangan yang disebut-sebut memiliki potensi menang besar yakni Hugua-Arhawi (Surgawi) dan Ediarto-Hasimin (Esha) sudah mulai menyebar klaim kemenang. Kedua pihak samasama yakin bisa menang satu putaran saja. Surgawi, lewat tim pemenanganya La Ode Ota malah sempat mematok angka 70 persen. Tapi tim Esha tidak keder. Mereka percaya kemenangan akan mereka dapatkan. Indikasi utamanya, kehadiran simpatisan, dengan tidak dimobilisasi saat pasangan ini melakukan kunjungan dan sosialisasi. “Kami target suara, khusus di Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan (Wangsel) sebesar 80 persen,” kata sekretaris Tim Pemenang Esha, Subardin Bau, kemarin. Katanya, dari sekitar 37 ribuan di Wangi-Wangi dan Wangsel, serta sekitar 20 ribu lebih wajib pilih di Wakatobi II (Kaledupa, Kaledupa Selatan, Tomia, Tomia Timur, Binongko dan Togo Binongko) yakni di atas 60 persen. Apa tidak berlebihan? “Target ini

Ediarto tidak muluk-muluk, pasangan Esha adalah pasangan yang refresentatif. Kemudian, setiap melakukan sosialisasi, kami melihat antusias warga cukup tinggi, warga berdatangan tanpa dimobilisasi, tapi datang dengan kemauan sendiri. Kemenangan satu putaran pasti kami raih,” jawabnya yang diamini anggota pemenangan lainnya, Sutomo Hadi. Untuk mendukung upaya pemenangan itu, di setiap desa, sudah siap 100 tim, yang diberi nama tim 100 dan bertugas merangkul wajib pilih di desanya sebanyak-banyaknya.

Hugua Tim 100 itu, sudah dikukuhkan di sejumlah desa. Misal, beberapa malam lalu, sejumlah masyarakat Kapota, mendatangi sekretariat tim menyatakan dukungan. Mereka meminta dikukuhkan menjadi tim 100. Padahal yang hadir malam itu, kurang lebih 200 orang. “Kami tidak pernah membayangkan, dukungan besar seperti saat ini. Saudara-saudara kita dari Kapota itu, rela menyeberang ke Wanci malam hari, untuk bertemu Esha dan menyatakan dukungan. Kedatangan mereka, sedikitpun tidak dimobilisasi,” terangnya.

Sementara itu, Surgawi lewat calon bupati Hugua menyatakan bahwa kemenangan akan diraihnya karena merasa sukses mengantarkan Wakatobi saat ini mencapai kemajuan. Keterkenalan daerah itu dari sector wisata adalah tolak ukur penting keberhasilannya memimpin Wakatobi. Selain itu, Surgawi juga mencoba memberi penjelasan detail soal zonasi, sebuah system pembatasan terhadap masyartakat yang hendak melakukan kegiatan ekonomi di laut. Zonasi, dalam pandangan Surgawi bukan bentuk pelarangan bagi masyarakat untuk mencari sumber daya alam (SDA) seperti ikan di laut, melainkan pengaturan yang dilakukan pemerintah, agar SDA itu dapat melimpah dan maksimal dimanfaatkan warga lokal. Ketentuan zonasi itu, menjadi salah pencerahan yang disampaikan tim Surgawi, ketika melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat. “Selama ini tidak ada satu unsur pemerintah pun yang melakukan pelarangan itu, karena zonasi adalah salah satu wujud pengaturan, bukan pelarangan. Pengaturan yang dimaksud adalah agar potensi SDA seperti ikan dan kelautan tidak terjamah oleh orang-orang luar yang datang melakukan eksploitasi besar-

besaran, sehingga masyarakat lokal, bisa menikmati sepenuhnya potensi SDA Wakatobi,” jelas Sudirman, salah satu tim pemenangan Surgawi. Ketentuan zonasi, tidak pernah melarang adanya aktivitas nelayan, dengan catatan, tidak melakukan kegiatan pelanggaran hukum, seperti pemboman dan pembiusan ikan, karena akan merusak sumber daya di laut, yang bisa berakibat terhadap sulitnya masyarakat mencari ikan. “Zonasi bagaikan sebuah rumah yang memiliki kamar. Orang luar tentunya, ketika masuk dalam rumah harus mematuhi aturan orang rumah. Analoginya, orang rumah adalah warga Wakatobi, sedang orang luar adalah yang dating melakukan eksploitasi ikan, disitulah yang diatur, agar orang rumah lebih maksimal memanfaatkan potensi SDA. Terbukti saat ini, nelayan makin mudah mendapatkan ikan,” terangnya. Penjelasan terkait zonasi yang dilakukan saat sosialisasi lanjutnya, melahirkan antusiasme yang tinggi pada masyarakat, mereka menyadari betapa pentingnya zonasi itu demi peningkatan kesejahteraan bagi mereka yang memiliki pencaharian di laut. “Dan Surgawi akan memaksimalkan program-program yang memiliki kualitas peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (cr1)

Partai Patriot Dukung Pasangan Santun Kendari, KP Langkah Abd Hasan MbouH Acmad Buton menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton periode 2011-2016 mendatang terlihat mulai terbuka. Selain sudah membangun komunikasi dengan sejumlah partai politik baik yang punya kursi atau tidak di parlemen Buton, pasangan berakronim Santun ini, mengklaim sudah didukung sepenuhnya DPP Partai Patriot. Di hadapan sejumlah wartawan, kemarin (20/1), Hasan Mbou yang masih tercatat sebagai legislator DPRD Sultra ini, mengatakan pihaknya sudah menerima dukungan dari Partai Patriot yang memiliki tiga kursi di DPRD Buton sehingga posisi 2,3 persen suara di parlemen sudah aman. Pasangan Santun hanya membutuhkan 2 kursi lagi untuk menggenapkan kendaraan politik mereka.

Pasangan Abd Hasan Mbou-Ahmad Buton (Santun) menyampaikan kesiapan mereka tampil di Pilkada Buton. Partai yang bakal mengusung mereka salah satunya diklaim adalah Patriot “Kalau Partai Patriot, Insya Allah saya jamin mendukung kami (Pasangan Santun, red). Saat ini saya tengah melakukan komunikasi politik pada sejumlah Parpol untuk melengkapi syarat 15 persen memper-

oleh pintu, termasuk di dalamnya partai non seat,” terang Hasan Mbou yang didampingi Achmad Buton, kemarin. Walau menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Hanura, bukan berarti majunya Achmad Bu-

ton dalam bursa Wakil Bupati Buton secara otomatis direstui partainya. Menurut Hasan Mbou, ada mekanisme intern partai yang mesti dilalui sehingga siapapun termasuk pengurus Ha-

nura tidak boleh mengklaim dukungan langsung. “Yang pasti, langkah kami sepenuhnya ingin memberikan yang terbaik bagi warga Buton. Apalagi kami berdua adalah putra daerah yang sudah pasti memiliki hubungan emosional dengan warga setempat sehingga siap mengakomodir segala aspirasi yang menjadi impian selama ini, termasuk soal pemekaran Buton Tengah dan Buton Selatan,” janji Hasan Mbou. Terakhir, Ketua DPW Patriot Sultra ini, menganggap dirinya tidak pernah gagal di Pilkada Bombana. Kata dia, bagaimana mungkin gagal, toh dirinya tidak pernah tercatat sebagai calon bupati Bombana. Yang benar ia hanya taat pada keputusan DPP Partai Patriot yang memutuskan mengusung Attikurahman sebagai Calon Bupati Bombana yang ternyata gagal dipilih masyarakat.(lia)


kendari pos edisi 21 januari 2011