Issuu on Google+

CMY

CMY Rabu, 13 Juli 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

“Itu Simbol Tak Percaya Diri Hadapi Pilgub” La Ode Songko Panatagama : Soal Sorotan La Ode Ida, Ridwan BAE dan Ali Mazi Terhadap Nur Alam

La Ode Songko Panatagama

Kendari, KP Rivalitas Nur Alam dengan tiga tokoh Sultra (La Ode Ida, Ali Mazi dan Ridwan BAE) dinilai Himpunan Intelektual Muda Indonesia (HIMI) yang kebetulan putra Sultra, La Ode Songko Panatagama SH, L.LM sudah mengarah pada perseteruan elit Sultra. La Ode berharap, polemik itu sebaiknya dihentikan karena tak ada pihak yang diuntungkan, sebaliknya, merugikan rakyat Sultra oleh karena Gubernur Sultra turut terpengaruh dengan statemen ketiga tokoh tersebut.

Dikatakan, koalisi La Ode Ida, Ali Mazi dan Ridwan BAE dinilai hanya membentuk kubu yang akan menyebabkan terjadinya pengkotakkotakan masyarakat Sultra. Disadari ata tidak, lanjutnya, pengelompokan diri tiga tokoh Sultra itu akan membangun opini publik yang bisa saja dimanfaatkan pihak ketiga kearah instabilitas. “Analisa saya, komitmen berkelompok itu karena tidak adanya rasa percaya diri menghadapi Pilgub mendatang. Akhirnya, ketiganya berkoalisi membangun kekuatan untuk melawan satu orang. Persoalan ini sangat tidak etis untuk dipertontonkan,” ungkap Ketua Presidium HIMI, saat ditemui, kemarin (12/7). Perkubuan yang diciptakan oleh La Ode Ida, Ridwan, dan Ali Mazi, kata dia, hanya menguntungkan Nur Alam. Pasalnya, tiga tokoh tersebut selama ini disebut-sebut berpotensi menjadi Cagub Sultra. Ironinya, koalisi tersebut dibentuk hanya bernuansa menjatuhkan kepemimpinan satu orang. “Masyarakat Sultra pada umumnya, sama karakternya dengan masyarakat di

Kasus Tambang Lain Menanti Buhari SELEBRITI

Putusin Brondong KABAR kandasnya hubungan asmara antara Okie Agustina dengan Irwan Purwanto alias Phewe ternyata bukan gosip belaka. Janda Pasha ‘Ungu’ itu membenarkan bahwa hubungannya dengan vokalis band Tahta yang telah dijalin lebih dari enam bulan itu sudah bubar. “Iya, bener sudah putus, sekitar sebulan yang lalu tepatnya awal Juni," aku Okie saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, kemarin. Menurut Okie, salah satu penyebab gagalnya membangun hubungan dengan Phewe adalah karena ketidaksamaan cara pandang membawa hubungan asmara mereka kemana. Ibu tiga anak itu menganggap Phewe b e l u m cukup dewasa untuk bisa diajak ke hubungan yang lebih serius. (tia)

Okie Agustina

Kendari, KP Hari-hari yang dilalui Bupati Kolaka, Buhari Matta, ke depannya dipastikan tidak akan tenang. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus illegal minning, rupanya Bupati Kolaka dua periode tersebut masih harus terkait dengan perkara tambang lainnya. Adanya perkara lain yang menanti Buhari Matta disampaikan Kajati Sultra AR Nashruddien SH MH. Menurut Kajati, saat mengikuti Rakornas di Jakarta, dirinya telah memperoleh informasi dari tim Nashruddien penyelidik Kejagung bahwa dalam waktu dekat mereka akan berkunjung ke Sultra dalam rangka menangani perkara tambang di Kolaka. Saat ditanya apakah perkara yang dimaksud terkait dengan dugaan korupsi karena mengeluarkan izin Kuasa Pertambangan (KP) di areal kawasan Konservasi Taman Wisata

Baca TAMBANG di Hal. 7

Baca PILGUB di Hal. 2

Mantan Kabag di Konut Ditahan

Kendari, KP Penetapan Bupati Kolaka sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejagung membuat Wakil Ketua DPD RI, La Ode Ida kaget. Ia sama sekali tidak La Ode Ida yakin jika seorang Buhari Matta melakukan tindakan melawan hukum, termasuk tentu saja menyelewengkan kewenangannya dalam pemberian kuasa penambangan (KP) di Kolaka. “Setahu saya pak Buhari Matta gak pernah diperiksa oleh pihak kejaksaan atau penegak hukum lainnya. Setidaknya, koran tak pernah memberitakan hal ini,” kata La Ode Ida, kemarin lewat telepon selulernya. Kata Ida, dirinya sudah lama mengenal Buhari Matta dan Bupati Kolaka itu dinilainya sebagai orang yang cukup baik dan religius, sehingga agak aneh jika dia melakukan tin-

Kendari, KP Tekad Kajati Sultra, Drs. AR Nashruddien SH MH untuk memberantas korupsi cukup kuat. Terbukti, kemarin (12/7), sekitar pukul 16.00 wita, pihak Kejati melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan pemotongan tunjangan Desa Kabupaten Konut tahun 2009, Yade Rianto, mantan Kabag Pemerintahan Umum Setda Konut. Penahanan Yade Rianto terkait kasus dugaan pemotongan tunjangan Desa tahun 2009 dengan jumlah anggaran keseluruhan Rp 1,9 miliar untuk 107 desa di Kabupaten Konut. Tersangka diduga melakukan pemotongan sekitar Rp 4 juta - Rp 10 juta per desa. Padahal, setiap desa seharusnya menerima tunjangan sebesar Rp 18.250.000. Kasi Humas dan Penkum Kejati Sultra, Asrul Alimina SH MH mengatakan, sebelum penahanan dilakukan, Yade Rianto diperiksa sebagai tersangka, kemarin. Sekitar pukul 16.00 wita, mantan pejabat eselon III di Konut itu langsung diantar ke Hotel Prodeo Punggolaka.

Baca BELA di Hal. 7

Baca DITAHAN di Hal. 2

La Ode Ida Bela Buhari

Kota Baubau, Pilihan Cerdas Mengisi Masa Liburan (2)

Osiymo Baubau, Pintu Gerbang Wisata dan Ekonomi Sultra Begitu banyak/bupati walikota di Indonesia tapi jarang yang menonjol. Di antara sedikit bupati dan walikota itu salah satunya adalah Walikota Baubau, Amirul Tamim di Pulau Buton. Hal itu terungkap pada catatan Dirut PLN Dahlan Iskan, yang dilansir Jawa Pos Group (Ada lebih 100 media di bawah Jawa Pos Group), pekan ke III Juni 2011.

Bupati Lamongan yang dulu (Dahlan tidak mengenal reputasi bupati yang sekarang menjabat), Bupati Wakatobi di Sultra, Walikota Ternate, Bupati Asahan, Bupati Burau di Kaltim dan Walikota Surabaya (baik Bambang DH maupun penggantinya). Masih ada beberapa lagi memang, tapi tidak akan seberapa. Disebutnya dua walikota/bupati di Sultra sebagai yang menonjol, yakni Walikota Amirul Tamim dan Bupati Hugua tentu begitu menarik. Ada hal luar biasa dari reputasi para bupati dan walikota tersebut dalam kinerjanya, sehingga begitu dikenal di publik nasional, minimal mencuri simpatik dari Dahlan Iskan. Hal itulah yang menarik Kendari Pos, untuk melihat Baubau setelah sembilan tahun menjadi daer-

SAWALUDDIN LAKAWA, Kendari PADA catatannya Dahlan Iskan hanya menyebut sekitar sembilan bupati/walikota yang dianggapnya menonjol. Mereka adalah Walikota Baubau, Walikota Solo, Bupati Sregan,

SAWALUDDIN LAKAWA/KP

Benteng Keraton Buton, salah satu obyek wisata di kota Baubau.

Baca WISATA di Hal. 7

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

Mantan Kadis Capil Konut jadi Tersangka Jakarta, KP Satu persatu pejabat dan mantan pejabat daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) ditetapkan sebagai tersangka. Setelah Bupati Kolaka, Buhari Matta ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), kini giliran mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil) Kabupaten Konawe Utara, Gusti Mashud jadi tersangka. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra menetapkan Gusti sebagai tersangka atas dugaan tindak

pidana korupsi penyimpangan dan penyelewengan dana rutin saat menjabat tahun 2010. “Dana Rutin pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Konawe Utara Tahun 2010 senilai Rp 1 miliar lebih,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra Asrul Alimina yang dirilis Kejaksaan Agung, Selasa (12/7). Menurut Asrul, hingga saat ini Tim Penyidik Kejati Sultra yang dipimpin Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidus) Tumpak Simanjuntak terus melakukan penyidikan dengan

memeriksa sejumlah saksi. Sebelumnya, Kejati Sultra juga telah menetapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Hasanuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan dana dari PT. Baula Petra Buana. Penyidik Kejati Sultra menilai tanpa ada dasar hukum yang mengatur, Hasanuddin melakukan pungutan dana Permintaan dana oleh Hasanuddin didasarkan pada suratnya Nomor :61074-2009 tanggal 16 Juni 2009

Soal Nazaruddin, SBY Salahkan Media

kepada PT. Baula Petra Buana sebesar Rp. 578 juta. Dana itu untuk biaya penerbitan izin lokasi, biaya pengukuran dan biaya inventarisasi tanah lokasi Kuasa Pertambangan. “Penerimaan dana tersebut tidak dimasukkan oleh bendahara penerima dalam Kas BPN Konsel sebagai PNBP karena belum ada aturannya sehingga terjadilah penggunaan langsung untuk membiayai kegiatan pengukuran dan inventarisasi serta biaya penerbitan izin lokasi” kata Asrul.(awa)

Sorotan Tiga Tokoh Tak Menguntungkan Pilgub ....................... seluruh Indonesia. Mereka akan lebih memihak kepada pihak yang dianggap teraniaya. Apalagi, dalam perseteruan tersebut, ketiganya berbicara masalah kegagalan Nur Alam. Itu belum bisa diukur sampai saat ini. Saya bukan pro sama Nur Alam. Tapi, mereka (La Ode Ida, Ridwan, Ali Mazi, dan Nur Alam) adalah pemimpin yang seharusnya duduk bersama-sama memikirkan perkembangan daerah ini. Pilgub masih jauh. Masih banyak yang harus dilakukan. Bukan berbicara soal pergantian pemimpin,” jelas La Ode Songko yang selama ini aktif sebagai advokat di Yogyakarta.

Alumni magister hukum UGM itu berharap agar perkubuan-perkubuan tersebut dihilangkan. Ia menilai, tidak ada dampak positif dari perseteruan itu. Malah, bisa mengajarkan cara berpolitik yang salah pada generasi muda di Sultra. Cara berpolitik untuk meraih kepemimpinan dengan menghalalkan segala cara. “Jika perkubuan dibentuk hanya untuk merebut kekuasaan, saya bisa katakan, itu cukup naif. Itu tidak memberikan efek yang bagus bagi pembangunan dan kemajuan Sulawesi Tenggara kedepan. Apalagi, mereka ini adalah orangorang yang ditokohkan di Sultra,” jelas advokat di Yogyakarta kelahiran Muna ini. Koalisi La Ode Ida, Ridwan,

dan Ali Mazi dianggap tidak akan berumur panjang. Mereka berkoalisi dengan berharap hanya pada satu partai. “Koalisi ini tidak akan berumur panjang karena koalisi ini rapuh. Semuanya berorientasi pada kekuasaan, bukan koalisi permanen yang diikat oleh MoU partai yang berbeda,” kata dia. “Sekali lagi, saya bukan pro sama Nur Alam. Tapi jangan mengeluarkan statemen negatif yang diarahkan kepada Nur Alam. Belum bisa diklaim Nur Alam gagal. Lalu apa yang disumbangkan tiga tokoh itu selama ini. Kamu mengaku kecewa dengan kepemimpinan Nur Alam di Sultra, nah, jika ada yang membalik pertanyaan itu misalnya, prestasimu sebagai pimpinan DPD apa? Prestasimu sebagai mantan gubernur apa?

Yang Bikin Gerah SBY

Curhat .......................

Dan, prestasimu sebagai Bupati Muna apa? Kalau itu yang terjadi, maka image yang didapat semuanya negatif. Disamping itu, pola-pola seperti ini tidak akan memberikan pembelajaran yang positif bagi masyarakat Sultra. Karena itu, sebagai generasi yang lahir di Sultra, saya minta polemik ini dihentikan,” jelasnya. La Ode Songko menawarkan solusi atas persoalan ini. Persoalan keberhasilan dan kesuksesan dalam memimpin, biarkan masyarakat Sultra sendiri yang menilai. “Tiga tokoh ini (La Ode Ida, Ridwan, dan Ali Mazi) biarkan berkreasi sendiri-sendiri untuk mengembangkan Sultra. Tidak usah ada gesekan-gesekan seperti ini,” ungkapnya.(aka)

merupakan sosok yang sangat kuat. Selain menjadi ketua Dewan Pembina, SBY menjabat ketua Majelis Kehormatan dan ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Posisi ini membuat elit-elit yang ada di bawah, termasuk Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, tunduk,” katanya. Seperti diketahui, gara-gara mengirimkan SMS mengenai “penyelamatan partai” kepada jajaran Dewan Pembina, termasuk SBY, sejumlah pihak menuding Marzuki, pesaing Anas saat kongres, tengah menggagas KLB. Dalam keterangan pers di pendopo kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, tadi malam, SBY benar-benar gerah dengan pemberitaan yang terus-menerus menjadikan partai berlambang Mecry itu sebagai sasaran tembak. Sebelum berbicara selama hampir 20 menit itu, SBY lebih dulu menggelar pertemuan dengan sejumlah elit PD. Antara lain Ketua Umum Anas Urbaningrum, Sekjen Edhie Baskoro, dan Ketua Fraksi PD Jafar Hafsah. Juga hadir para anggota dewan pembina PD, yaitu Ketua DPR Marzuki Alie, Menpora Andi Malarangeng, Men PAN

• • •

Uang Rp 9 miliar dari Sesmenpora Wafid Muharam diberikan kepada Paul (pengusaha). Dari Paul, uang diserahkan kepada I Wayan Koster (anggota Banggar DPR dari PDIP) dan Angelina Sondakh (Banggar DPR dari Demokrat), lalu diberikan kepada Wakil Ketua Banggar dari Demokrat Mirwan Amir. Dari Mirwan, uang diserahkan kepada pemimpin banggar dan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah. Jatah untuk Demokrat tidak diserahkan kepada Nazaruddin, melainkan langsung kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Andi Mallarangeng menerima Rp 5 miliar. Setelah penangkapan Wafid oleh KPK, Mirwan menyerahkan uang Rp 7 miliar lagi kepada Anas untuk pengamanan media.

Money Politics dalam Kongres Demokrat • • •

Biaya untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam kongres Demokrat sekitar USD 20 juta (Rp 170 miliar). Seluruh perwakilan DPC diberi uang USD 10 ribu?USD 40 ribu untuk memenangkan Anas. Nazaruddin juga memberikan dana untuk seluruh calon ketua umum Partai Demokrat dengan alasan investasi: Jangan menaruh telur dalam satu keranjang.

SUMBER: BLACKBERRY MESSENGER (BBM) DAN WAWANCARA DENGAN NAZARUDDIN

EE. Mangindaan, Menbudpar Jero Wacik, Menkop dan UKM Syarif Hasan, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Wakil Ketua MPR Melani Leimina S, dan pendiri PD Ventje Rumangkang. Para menteri dan pejabat DPR-MPR itu datang atas statusnya sebagai pengurus DPP Partai Demokrat. “Mengapa saya memandang perlu untuk menyampaikan pernyataan dan penjelasan ini” Karena lebih dari dua bulan ini

Partai Demokrat menjadi objek pemberitaan media,” kata SBY. Baik itu yang dipandang wajar sebagai keniscayaan kehidupan politik, maupun yang mencerminkan politik yang tidak sehat. “Karena sekali lagi, Partai Demokrat merasakan bahwa perkembangan politik di negeri ini benar-benar tidak sehat dan satu dua kejadian menurut Partai Demokrat juga, politik yang tidak ksatria,” keluhnya. (fal/agm)

Gara-gara Tunjangan Desa, Pejabat Konut Dikerangkeng Ditahan ..................... “Sampai saat ini, baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Nanti kita lihat perkembangan penyidikannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka langsung ditahan,” terang Asrul Alimina saat dimintai keterangan sesaat setelah penahanan dilakukan.

Sementara, Yade Rianto enggan memberikan komentar terkait penahanan tersebut. Ia hadir di Kejati Sultra didampingi dua pengacara yakni Gazali Hafid SH MH dan Muh. Amin SH. “Saya sudah serahkan semuanya pada pengacara saya,” ungkap Yade Rianto sambil menuju mobil yang akan mengantarnya ke Rutan Punggolaka. Pengacara Yade Rianto pun

tak berkomentar banyak terkait kasus tersebut. Pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan bagi kliennya dan akan diajukan dalam waktu dekat. “Mau diapa lagi, klien kami sudah ditahan. Kami juga berharap tidak ditahan. Versi kami, sangkaan yang ditujukan kepada klien kami, masih diragukan. Tapi, nanti kita ‘baku bantai’ di pengadilan,” ungkap Gazali Hafid.(aka)

”Gembira Desa” Pangkas Dana SKPD Masyarakat ............... Kekayaan Bombana itu amat melimpah, tapi faktanya, kesejahteraan rakyat tidak lebih baik, bahkan tata kelola anggarannya amburadul, apa rencana anda untuk mengelola itu semua agar paralel dengan kesejahteraan? Persoalan tambang ini memamg harus kita bedah baikbaik dan detail, saya berharap dengan banyaknya tambang yang tidak dapat diperbaharui dan sudah dieksploitasi, kami ingin supy ini bermanfaat bagi daerah, dan aturan sudah jelas, inilah yang akan kita coba menjadi fasilitator untuk potensi PAD, agar jadi pendapatan yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa digunakan untuk membangun daerah.

Anda kemarin menang telak di Poleang, bagaimana kebijakan anda nanti agar tidak dikesankan memihak ke wilayah tertentu saja? Saya kira, sebagai pemerintah kita tidak boleh lagi mendikotomi daerah tertentu lagi, persoalan politik dan dukung mendukung itu sudah selesai. Rumbia, Poleang, dan Kabaerna itu masyarakat saya juga, sehingga pembangunan harus mengacu pada skala prioritas mana yg sangat membutuhkan, pembangunan harus merata. Makanya ada program Gembira Desa, itu adalah program pemerataan bagi semua desa di Bombana Apa sudah bisa dilakukan tahun ini semua? Begini, APBD 2011 ini terus terang kami hanya mengawal, APBD perubahan, tidak ada yng bisa kita bikin hanya plus-minus

dari APBD induk, kita hanya, mengendalikan, monitoring dan pengawasan dalam pelaksanaan ini, sambil mempersiapan APBD 2012, baru disitu kita bisa susun, karena kita masih akan buat RPJM, ada Renstra dan apa segala macam, ini kan butuh waktu. Kami berharap waktu yang tersisa kita manfaatkan dan langsung take of Januari 2012 nanti Bisa anda jelaskan lebih detail soal program Gembira Desa itu? Program Gembira Desa ini kita akan buat Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum, cuma petunjuk teknisnya kita lihat dulu yang mana paling tepat pengelolaannya, apakah kita akan mengadopsi system seperti bloc grant atau system PNPM. Hanya ini kan kita belum masuk ke sitem itu, nanti kita akan kaji kembali, kita mau program ini ada dampaknya, bermanfaat bagi daerah, jangan membuat kades bermasalah karena uang yang mereka kelola itu uang negara, Rp 350 juta tidak main-main. Nah, tugas kepala daerah itu melindunginya. Dananya darimana?

Kedepan, infrastruktur di pedesaan diakomodir disitu (Gembira Desa), SKPD tidak urus lagi supaya tidak tumpang tindih. Deuker, jalan usaha tani, ngapain lagi PU kerja yang begitu, itu yang kita mau dorong. PU hanya akan melakukan pendampingan teknis. Jadi nanti kita bikin system perencanaan terpadu, supaya program itu tidak tumpang tindih, jangan satu objek dua pertanggungjawabannya. Jadi, dana di SKPD itu yang akan kita kurangi, kita copot dari situ, yang selema ini punya program di desa. Kan yang lebih paham soal kebutuhan desa itu adalah masyarakat desa itu sendiri yang diputuskan dengan musyawarah desa. Nanti Kades-kades itu kita ajar mandiri, pintar kerja administrasi. Bagaimana nanti anda merangkul semua pihak yang selama ini berbeda saat Pilkada? Saya kira memang perlu rekonsiliasi, malah saya berharap kita bisa laksanakan itu di bulan Ramadahan ini, sampai dengan lebaran, halal bi halal, itu yang saya kejar. Makanya saya berharap, Gubernur Sultra sudah ada waktu untuk melantik bupati terpilh. Saya yakin, masyarakat Bombana itu butuh perubahan, termasuk yang mendukung pihak lain juga butuh perubahan, dan saya yakin rekonsiliasi ini akan berjalan secara otomatis.(*)


3

Rabu, 13 Juli 2011

Yamaha Perpanjang Semarak Miliarder Kendari,KP PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (Yamaha Indonesia) secara nasional pertengahan tahun ini membukukan penjualan sedikitnya 243.771 unit. Jumlah itu berasal dari motor matik 53 persen, bebek 11 persen, dan sisanya motor sport. Jumlah tersebut masih akan ditingkatkan, untuk menggaet konsumen sejumlah program promo pun dilakukan, diantaranya memperpan-

jang program Semarak Milyarder. Seperti dikatakan Kasi Promosi PT Yamaha Sultra, Zulkifli, program nasional tersebut memiliki dampak langsung bagi penjualan. Semarak Milyarder periode ke - 4 tahun ini akan mengundi pembelian sepeda motor (SPM) Yamaha periode Juni - Agustus 2011. “Dalam periode undian ke 4 ini Yamaha melibatkan 120 peserta grand drawing dari berbagai daer-

ah di Indonesia. Hadiah utama dua orang pemenang masing-masing memperoleh Rp 1 miliar. Kemudian 100 orang masing-masing mendapatkan Rp 25 juta dan sisanya masing-masing Rp 10 juta,” terangnya kemarin. Menurut Zulkifli Milyarder Yamaha periode keempat ini, Berbeda dengan tiga periode sebelumnya yang hanya berlaku selama dua bulan lamanya, periode keempat berjalan

lebih lama yakni tiga bulan. “Agar kami memberikan kesempatan lebih luas bagi banyak konsumen menjadi miliarder baru,” kata Zulkifli. Untuk itu, Zulkifli mensupport masyarakat untuk tidak ragu-ragu membeli SPM Yamaha. “Apalagi saat ini pelayanan untuk memperoleh SPM Yamaha mudah, sejumlah outlet sudah didirikan, termasuk pelayanan servis sudah menyebar hingga ke pelosok,” pungkasnya (lis/awl)

dok/kp

Pelayanan servis Yamaha kini sudah menyebar. Itulah yang membuat daya tarik tersendiri termasuk memperpanjang program semarak Miliarder

Telkomsel Gaet Komunitas Pelajar Gelar School Community Camp

dok/kp

Kehadiran Garuda di Kendari mendapat tempat khusus bagi penggunanya. Tampak pesawat Garuda saat mendarat di bandara Haluoleo

Tinggi, Load Faktor Garuda Harga Tiket Capai Rp 4 juta Kendari,KP Sudah beberapa pekan, jumlah penumpang (load faktor) Garuda mengalami peningkatan drastis. Load faktor normal 78 - 80 persen, tapi saat ini mencapai 99 persen, bahkan beberapa hari yang lalu, seat (kursi) selalu penuh. Ini karena masa-masa tersebut merupakan puncak liburan terutama anak sekolah yang mengakhiri masa liburnya, dan akan kembali bersekolah, sehingga jasa penerbangan terutama melalui Garuda bertambah banyak. Kepala Bagian penjualan Garuda Indonesia Kendari, Johanis F.Mardianto menjelaskan, bila saat ramai seperti ini, memang harga promo dibatasi, dan yang terjual kebanyakan adalah tarif bisnis. Misalkan untuk Kendari- Makassar diatas satu juta dan Jakarta diatas Rp 4 juta. “Seperti penerbangan hari ini tinggal 6 seat bisnis yang tersisa, malah hari-hari sebelumnya penuh terus,” terang Johanis. Tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa Garuda kata Johanis menunjukkan bahwa masyarakat percaya terhadap Garuda. Hal tersebut pula menunjukkan bila masyarakat Kendari tidak lagi menjadikan tarif sebagai acuan naik pesawata tapi kenyamanan. “Kalau soal tarif tiket tentunya harga promo kami tidak banyak. Seperti saat ramai beberapa pekan ini tentunya kami terbatas menyediakan

seat promo lebih banyak pada kelas bisnis,” paparnya. Sesuai data yang ada, tingginya load faktor atau tiket yang sudah terbooking sejak pertengahan Juni sampai 18 Juli mendatang. Namun hingga menjelang Ramadhan permintaan masih tinggi. Tapi hingga seminggu setelah Ramadhan penumpang akan menyusut, karena saat itu kegiatan perekonomian agak berkurang. Hanya saja dua minggu menjelang Ramadhan, permintaan akan lebih tinggi lagi, banyaknya masyarakat yang akan mudik lebaran di kampungnya, khususnya bagi pendatang.

Saat ramai untuk Garuda dikatakan Johanis bukan pada saat liburan atau menjelang hari raya, tapi momen-momen pilkada dipastikan menjadi pasar bagi pihaknya. Apalagi konsumen Garuda yang ratarata adalah corporate, sehingga pick sesion (masa ramai) tidak menentu. “Bagi warga Kendari yang ingin menggunakan jasa Garuda sebaiknya booking jauh hari memang setidaknya seminggu sebelum keberangkatan, untuk bisa mendapatkan peluang memperoleh harga promo, kalau pada hari H tentunya yang kami siapkan harga tiket kelas bisnis,” pungkasnya. (p6/lis)

Kendari,KP Dalam rangka memberikan apresiasi bagi pelanggan yang tergabung dalam School Community, Telkomsel menggelar School Community Camp, yakni program pengembangan kepribadian bagi para pelajar dalam bentuk kegiatan camping yang bersifat edukatif sekaligus menghibur. Kegiatan School Community Camp diadakan sejak 28 Mei dan akan berakhir pada 24 Juli 2011 yang diselenggarakan secara roadshow di 11 kota, yakni Bogor, Bandung, Solo, Pasuruan, Bali, Bukit Tinggi, Lampung, Jayapura, Makassar, Yogyakarta, dan Deli Serdang. Para peserta yang terdiri dari 1.750 pelajar dari 450 SMA yang tersebar di wilayah Sumatera, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan dan pembekalan motivasi dan leadership

berupa camping, outbond, dan pertunjukan hiburan di alam terbuka. GM Community Management & New Segment Telkomsel, Yunita Primastuti mengatakan, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas anggota Telkomsel School Community (TSC), menyediakan suatu wadah bagi mereka untuk meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik. “Kami berharap program Telkomsel School Community Camp dapat mempererat keakraban sesama anggota komunitas sekaligus mengasah potensi para peserta melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat fun,” terangnya melalui release yang diterima Kendari Pos Kemarin. Sekadar diketahui peserta yang mewakili kota Kendari pada ajang TSC Supercamp di Malino 9 – 10 Juli 2011 lalu terdiri dari empat peserta dimana mereka mewakili sekolahnya masing-masing yaitu Isnin Ramadhani Nafiu (SMA 1 Kendari), Andika Dzulhaji Pratama (SMA 4 Kendari), Mutmainah (SMK 1 Kendari ) dan Rafi In Araaf

S (SMA Kartika Kendari). Ke empatnya bergabung dengan 75 peserta dari kota lainnya di Indonesia Timur yang tergabung dalam Telkomsel School Community. Dalam kegiatan itu, para peserta berpartisipasi dalam beragam permainan petualangan menantang yang merangsang keterampilan dan melatih kekompakan, seperti team building, teamwork, dan problem solving. Para anggota TSC ini juga akan mendapat pengetahuan menarik seputar sosial media. Di samping itu, Telkomsel juga menghadirkan motivator handal yang akan menyampaikan materi self-improvement untuk memberikan suntikan motivasi bagi para peserta. TSC merupakan komunitas sekolah pertama dan terbesar di Indonesia yang kini memiliki lebih dari 8,5 juta anggota dari sekitar 9.500 sekolah di seluruh Indonesia. Peningkatan kualitas prestasi siswa dengan mengkombinasikan konsep edukasi dan entertainment menjadi fokus kegiatan TSC. Dengan bergabung di TSC, para anggota dapat mengikuti berbagai kegiatan

bermanfaat yang dapat membuka wawasan akademis, baik melalui seminar/ workshop, penyelenggaraan beasiswa, program homestay, pertukaran pelajar di mancanegara, try out Ujian Nasional (UN), pentas seni, dan branding sekolah. Di samping itu, anggota TSC juga mendapatkan berbagai penawaran menarik berupa diskon harga spesial untuk berbagai layanan Telkomsel. Anggota TSC dapat menikmati tarif murah untuk nelpon, SMS, dan internet. Tersedia pula paket spesial chatting melalui layanan Chatbox (Rp 5.500 per 30 hari), paket hemat internet berkecepatan tinggi Telkomsel Flash (Rp 10.000 untuk 35 MB), serta diskon penggunaan GPRS menjadi Rp 1/ KB. Untuk menjadi salah satu peserta program ini, pelajar SMU yang menjadi pelanggan Simpati atau Kartu As harus mendaftarkan diri menjadi anggota TSC. ‘’Sekolah yang ingin mendapatkan school ID dan bergabung ke dalam TSC dapat menghubungi kantor Grapari Telkomsel terdekat,’’ pinta Yunita. (lis/awl)


Rabu, 13 Juli 2011

email : bumianoa@gmail.com

Demo Tambang Berakhir Anarkis Dua Polisi Luka, Tiga Pendemo Diamankan Rumbia, KP Kunjungan gubernur Sultra, Nur Alam di Kabupaten Bombana kemarin, di sambut aksi demonstrasi dari Forum Masyarakat Anti Tambang (Format) Bombana. Elemen massa dari Kecamatan Poleang Timur ini, menyuarakan pencabutan semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Poleang Timur dan pemekarannya. Sayang, aksi demonstrasi ini berakhir anarkis disertai dengan dentuman tembakan berkali-kali di udara. Bahkan dua orang polisi mengalami luka di kepala dan tangan sedangkan tiga demonstran diamankan di Polres Bombana. Dua polisi yang mengalami luka itu adalah Briptu Arsyad. Anggota Satuan Samapta Polres Bombana ini terkena lemparan batu dibagian kepala sebelah kiri. Akibat lemparan batu itu, Arsyad terpaksa dilarikan di RSUD Bombana untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan satu polisi yang terluka adalah Kepala Bagian Perencanaan Polres Bombana, AKP Yahya Barapadang, menderita luka disalah satu lengannya. Tak hanya itu ada juga polisi yang terkena lemparan batu tapi tidak terluka. Mereka diantaranya, Kabag Sunda AKP Faisal, Kasat Lantas, AKP Soe-

Baca DEMO di Hal 6

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Sidang Terdakwa Money Politik Kembali Tertunda Raha, KP Sidang terdakwa Ahmad Gamsir, anggota DPRD Buton Utara (Butur) yang tersandung kasus money politik (politik uang, red) saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) lalu, kembali tertunda, kemarin. Tertundanya sidang politisi asal Patriot itu dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU), untuk kali keduanya. Setelah Selasa (5/6), juga tertunda diluar persidangan. Informasi tertundanya sidang Ahmad Gamsir karena

NURYADI/KP

Salah seorang massa dari Format diamankan petugas kepolisian pasca aksi anarkis.

JPU Tajuddin SH, sedang berada diluar Kota. “Jaksa penuntut terdakwa Ahmad Gamsir, sedang mengikuti rapat kerja di Kendari,� kata salah satu staf Kejari Raha, sembari menyebutkan Kasi Intel Kejari Raha yang menjadi JPU diperkara itu berangkat tadi pagi (kemarin pagi red). Untuk diketahui, Ahmad Gamsir dilaporkan atas perkara money politik saat pilkada Buton Utara. Saat sidang dengan agenda keterangan saksi, para saksi mengaku menerima

uang dari politisi asal Patriot itu sebesar Rp 1,6 Juta, untuk memilik pasangan nomor 1 Ridwan Zakaria -Harmin Hari. Transaksi tersebut terjadi di Desa Laano Ipi, Kecamatan Bonegunu, Butur. Atas perlakuan terdakwa, dikenakan pasal 117 ayat 2 UU no 32 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU no 12 tahun 2008 tentang pemerintahan daerah. Dimana ancaman hukuman paling singkat dua bulan dan paling lama 12 bulan tahanan. (awn)


6

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

Walhi Dinilai Paksakan LP Bukan Posisi Korban pada Persoalan PT DRI Kendari, KP Pegiat lingkungan, LSM Walhi melalui Deputi Direkturnya, Sarmin Ginca dan kuasa hukumnya, Baron Harahap, SH dinilai terlalu memaksakan kehendak untuk membuat laporan polisi terkait temuannya yang menduga PT Dharma Rosadi Internasional (PT DRI) Kolaka melakukan pelanggaran dalam eksploitasi penambangan. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi di Mapolda Sultra, kemarin. “Kami tidak menolak laporan dari Walhi, hanya semua persoalan hukum ada mekanisme dan standar operasional prosedur atau SOP-nya. Beberapa waktu lalu, memang pihak Walhi datang ke Mapolda Sultra membawa data tentang pelanggaran penambangan yang dilakukan oleh PT DRI, tapi mereka memaksakan dibuat laporan polisi saat itu juga,” terang Moch. Fahrurrozi. Kabid Humas mengaku pihak Dit

Reskrimsus Polda Sultra, telah menyarankan kepada Sarmin dan Baron untuk membuat surat pemberitahuan tentang temuannya itu ke Kapolda Sultra dengan tembusan ke beberapa bagian, namun enggan dilakukan. Malah, keduanya memaksakan diri agar kepolisian langsung membuat laporan atas temuan mereka. “Jika sebuah kasus, dimana kasus tersebut yang dirugikan adalah negara, maka yang melaporkan adalah pihak negara dalam hal ini pihak Polri dan instansi terkait. Jika itu menyangkut masalah kehutanan, maka yang bisa melaporkan langsung adalah pihak kehutanan atau kepolisian. Jika menyangkut masalah korupsi, maka yang melaporkan adalah instansi yang menyidik atau bisa juga dari pihak BPK RI,” terangnya. Namun, lanjutnya, pihak LSM Walhi dalam kasus tersebut, bukan berposisi sebagai korban. Pihak Walhi hanya bisa memberikan informasi soal temuannya itu dan jika dinilai memang terdapat indikasi pelanggaran, maka akan dilakukan penyelidikan. Yang bertindak sebagai pelapor

dalam kasus tersebut adalah polisi, bukan Walhi. “Untuk kasus-kasus seperti itu, kami berusaha melindungi saksi. Jika dalam penyidikannya, lantas kasus tersebut tidak terbukti, maka pihak terlapor bisa menggugat balik. Sungguh tidak etis jika pihak Walhi digugat balik, sementara posisinya bukan korban. Harusnya, pihak Walhi cukup menyampaikan datanya, dan mengajukan surat adanya temuan dugaan pelanggaran di bidang eksploitasi penambangan. Bukan bertindak sebagai korban dalam kasus tersebut,” ungkap Fahrurrozi. Mantan Wakapolres Kebumen itu menilai, pihaknya tidak pernah menolak laporan dari warga, termasuk LSM. Namun, masing-masing kasus memiliki mekanisme sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Jangan dengan cara memaksakan kehendak untuk dibuatkan laporan polisi, padahal bukan pada posisi korban langsung. Penanganan kasus lainnya berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” terangnya. (aka)

Demo ................... liaman serta Kasat Bimas AKP Ares. Tiga perwira pertama Polres Bombana terkena lemparan batu dibagian pinggang, bahu dan tangan. Selain itu ada juga polisi yang mengalami gatal-gatal disekujur tangan dan badan. Salah satunya Briptu Samsu. “Sumber gatal-gatal dari salah seorang pendemo setelah salah satu dari mereka memegang tanganku,” kata Samsu. Sedangkan tiga demonstran yang diamankan aparat polisi adalah Basir, ketua Lembaga bantuan hukum (LBH) Bombana, Arman serta Darwis. “Mereka (ketiganya) hanya dimintai keterangannya di Polres,” kata Kasat Reskrim Polres Bombana, AKP Muhammad Sioti. Demonstrasi yang berujung anarkis itu terjadi disaat Gubernur Nur Alam bersama unsur Muspida serta Pj Bupati Muhammad Hakku Wahab bersama unsur Muspidanya tengah mendengarkan uraian hikmah Isra Miraj, yang merupakan salah satu rangkaian acara peresmian mesjid Bintang Emas “Haqqul Yaqin”. Saat pembawa menutup uraian hikmah Isra Miraj serta MC membacakan agenda acara selanjutnya yakni pelepasan 1000 ekor ikan, tiba-tiba terdengar beberapa kali tembakan dari senjata dan pistol anggota Polri (Polres dan Brimob) yang melakukan pengamanan demo di depan halaman masuk kantor bupati. Tembakan itu dilakukan untuk menghalau dan membubarkan massa, pasca terjadinya aksi lempar batu dari arah belakang massa. Spontan tembakan dan lemparan batu itu, membuat beberapa polisi lari menyelamatkan diri. Meski begitu ada

juga polisi yang mencari tahu sumber batu serta mengamankan para pendemo yang bertanggung jawab. Sedangkan polisi yang terluka dilarikan di rumah sakit. Aksi demo yang disertai tembakan peringatan dan lemparan batu itu, membuat Kapolres Bombana, AKBP Arief Dwi Koeswandhono turun tangan. Padahal saat kejadian Dia juga tengah bersama rombongan Gubernur mendengar uraian Hikmah Isra Miraj. Kapolres pun beranjak dari tempat duduknya dan menemui para demosntran. “Saya sudah izinkan demo, tapi saya juga telah menghimbau untuk tidak anarkis,” kata Kapolres di tengah-tengah kerumanan massa. Begitu Kapolres datang menemui massa, tidak lama kemudian Gubernur Sultra Nur Alam, Pj. Bupati Muhammad Hakku Wahab, Sekda Rustam Supendy, ketua DPRD Bombana, Andhy Ardian juga menyusul menemui demonstran. Nur Alam lalu meminta tuntutan para demonstran. “Sudah ada izin tambang yang dikeluarkan. Dan itu masuk ditengah-tengah persawahan kami, perkampungan Kami. Jadi kami minta dari DPRD, apakah itu izin pusat, provinsi atau pemda, jika itu sasarannya perkampungan dan persawahan, kami haramkan untuk diolah,” kata Sarifuddin Resso, ketua Format Bombana kepada gubernur. Sebelum memberi jawaban, Nur Alam, lebih dulu bertanya pada pendemo. “Apakah sudah ada kegiatan menggali disitu,” tanya Nur Alam. “Baru sebatas mematok,” jawab salah seorang orator. Mendengar jawaban itu, Nur Alam mengatakan bahwa jika belum ada harus ditahan dulu sepanjang lahan tersebut masuk persawahan, perkebunan warga yang dibuktikan dengan kepemilikan. Kegiatan penambangan meski sudah ada suratnya tapi tidak ada izin dari pemiliknya, tidak boleh diolah. “Itu ketentuannya,” tegas Nur Alam. Soal pencabutannya berdasarkan aspirasi masyarakat, ada proses administrasi yang diatur. Sebab setiap surat-surat yang ditertibkan oleh pemerintah punya konsep. Inilah yg diatur sehingga penertibannya bisa diatur dengan baik tanpa kepentingan merugikan masyarakat sehingga legalistas izin bisa dicabut kembali selama alasan-alasan mencabut memenuhi alasan yang kuat. Yang harus dijaga saat ini kata Nur Alam adalah mengawasi pemilik IUP untuk tidak menggali di sawah, kebun, mete, jika itu benar-benar milik warga. Sehingga ada satu ruang berkomunikasi antara investor dan masyarakat. “Jika bukan milik kalian (pendemo) dikawasan IUP itu tapi ada tanaman itu ada proses sosialisasi yang dilakukan investor bersama masyarakat dan pemerintah. Kalau sepakat bisa berjalan baik, tapi kalau tidak, tetap tidak bisa dipastikan,” ungkap Nur Alam. Usai memberikan penjelasan, Gubernur di dampingi Pj Bupati meninggalkan demonstran sedangkan beberapa pendemo bergegas meninggalkan lokasi. (nur)


7

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

Kajati: Dimungkinkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa La Ode Ida Nilai Kasus Buhari Politis Tambang .................... Alam Laut (TWAL) Pulau Lemo tanpa ada izin dari Menteri Kehutanan, Nashruddien mengatakan perkara yang baru sebatas penyelidikan (Lid) Kejagung, dan berbeda atau tidak terkait dengan Pulau Lemo. “Memang secara spesifik tidak disebutkan perkara tambang apa, namun beberapa bulan lalu, saat tim penyelidik Kejagung ke Sultra langsung dilakukan pemeriksaan keterangan saksi-saksi terkait, di antaranya pejabat provinsi yang sudah dimintai keterangan. Sejauh ini belum ada informasi peningka-

tan status perkara tersebut,” terang Mantan Wakajati Kalimantan Selatan ini, didampingi Asintel Kejati Sultra, Suleman Hadjarati, saat dikonfirmasi di ruang kerja, Senin (11/7). Terkait perkara Pulau Lemo yang sepenuhnya ditangani Kejagung, menurut pengganti Donny Kadnezar Irdhan ini, itu hal yang wajar saja. Sepanjang masyarakat bisa langsung menyampaikan ke Kejagung, dan setelah ditelaah memenuhi untuk ditingkatkan ke penyidikan, tentu sangat dimungkinkan. Pastinya, perkara yang menduga Buhari menerima uang lebih dari Rp 5 miliar dari rekanan itu, tidak per-

nah ditangani Kejati ataupun Kejari Kolaka. “Pernah ada informasinya, tetapi setelah ditelaah hanya menyangkut persoalan lingkungan sehingga Kajati saat itu menyerahkan penanganan perkara pada Polri untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya. Mengingat masalah lingkungan bukan kewenangan kejaksaan,” tambah Mantan Kajari Makassar ini. Meskipun perkara Buhari Matta ditangani Kejagung, bukan berarti tidak melibatkan Kejati Sultra. Nashruddien mengatakan sangat dimungkinkan pihaknya akan diminta untuk sharing dalam

penuntutan perkara. Jadi, sama sekali tidak benar kalau ada anggapan Kejagung mengambil alih peran Kejati di Sultra. “Tidak mungkin pimpinan beranggapan seperti itu. Justru kalau ada kasus yang ditangani, kita disupport sepanjang itu masih level kewenangan kita. Saat di Makassar pun, ada beberapa perkara yang ditangani Kejagung karena laporan yang langsung diberikan masyarakat. Sepanjang alat buktinya memenuhi, minimal dua alat bukti, sangat dimungkinkan seseorang dijadikan tersangka tanpa harus memeriksa tersangka saat penyelidikan,” pungkasnya.(aka/lia)

Bela .......................... dakan melawan hukum. Dibawah kepemimpinan Buhari Matta, lanjut Ida, Kabupaten Kolaka juga cukup berhasil dalam membangun daerah. Buktinya, antara lain, penghargaan untk beberapa bidang selama lima dan enam tahun berturut turut, dan juga mampu mengeluarkan Kolaka dari daftar “daerah tertinggal”. “Makanya, saya berpikir ‘ada kejanggalan’ dalam kasus status Pak Buhari sebagai tersangka ini,” katanya. La Ode Ida berharap agar masyarakat Sultra tak langsung tergiring ke arah opini negatif terhadap Buhari Matta. Apalagi jika dikait-kaitkan dengan agenda politik di daerah yang eskalasinya akhir-akhir ini me-

mang agak memanas. Kata Ida, asas praduga tak bersalah tetaplah harus dikedepankan dalam melihat persoalan Bupati Kolaka tersebut. “Sejauh pemahaman saya, seorang bisa jadi tersangka setelah melalui proses pemeriksaan oleh pihak berwajib, dan setelah ada bukti kuat maka ditetapkan sebagai tersangka,” kata pria kelahiran Muna ini. Hal itu, lanjut Ida, berbeda dengan yang dialami Buhari Matta saat ini, dimana ia tanpa pernah melalui proses apapun, tibatiba sudah jadi tersangka. “Sehingga tak heran kalau kasus Pak Buhari Matta ini lebih terkesan tiba-tiba dan sangat politis. Oleh karena, barangkali akan sangat elegan apabila pihak kejaksaan terlebih dahulu melakukan ekspose publik tentang kasus itu, sehingga setidaknya kasusnya bisa lebih transparan,” tandasnya.(abi)

Masyarakatnya Sadar, Birokrasinya Cerdas Wisata ...................... ah otonom sendiri. Pada usia itu, delapan tahun dipimpin Walikota Amirul Tamim. Setelah menjadi daerah otonomi baru, Kota Baubau mengalami perkembangan yang begitu pesat di Sultra. Hal itu bisa dilihat dari berbagai indikator makro ekonomi Kota Baubau. Tiga tahun terakhir ini, misalnya, mulai tahun 2009, 2010 hingga semester I tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Baubau mencapai 10 % lebih. Angka pertumbuhan ekonomi Kota Baubau ini tentu merupakan sumbangan besar bagi pertumbuhan ekonomi Sultra yang tiga tahun ini mengalami pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Jumlah penduduk miskin Kota Baubau pun terus mengalami penurunan. Pada tahun 2006, angka kemiskinan tercatat 23.070 jiwa, terus mengalami penurunan setiap tahunnya, sehingga tahun 2009 tinggal 18.170 Jiwa. Demikian pula derajat kesehatan dan pendidikan mengalami perbaikan dan peningkatan yang sangat signifikan. Untuk perkembangan pendidikannya, Baubau merupakan daerah yang pertama tuntas wajar sembilan tahun, sehingga tahun 2009 Baubau telah mencanangkan wajar 12 tahun atau lebih cepat setahun dari pencangan Wajar 12 tahun tingkat Provinsi Sultra yang dicanangkan tahun 2010 lalu. Pencapain itu tentu tak bisa dilepaskan dengan kinerja pemerintahan Amirul Tamim dan jajarannya serta etos kerja masyarakat Baubau. Sejak Amirul Tamim dipercaya memimpin Baubau, ia mencanangkan untuk menjadikan Baubau sebagai pintu gerbang parawisata dan ekonomi di Sultra. Hal itu dijadikan target karena melihat potensi Baubau yang dahsyat, karena didukung daerah belakang yang mempunyai potensi basar dan letak Baubau yang menghubungkan Barat dan Timur. Letak strategis Baubau itu telah diperankan sejak jaman dahulu. Belum lagi dukungan sumber daya manusia (SDM) Baubau yang cukup banyak karena sebagai kota tentu menjadi daerah tujuan, sehingga Baubau dihuni oleh beragam etnis. Melihat potensi itu, maka Baubau pun dibangun secara terkonsep dengan membagi Baubau dalam tujuh wilayah bagian kota (BWK). Dalam action dimulai dengan cara-cara yang sederhana, namun mempunyai effect besar. Setelah melakukan pembagian tata ruang wilayah, yang diwujudkan dengan penataan kawasan dari La Elangi pada dua bulan umur pemerintahannya, Amirul Tamim lalu memanggil aparatnya untuk menjadikan denyut perekonomi Kota Baubau tidak berhenti selepas shalat magrib. Untuk mewujudkan itu dilakukan pembenahan fasilitas umum, terutama perbaikan jalan dan lampu jalan. Upaya memuluskan jalan kota dan menerangi kota pun menjadi prioritas setiap tahun. Hasilnya, kini jalan-jalan Baubau telah mulus, baik jalan utama maupun jalan lorong. Yang menarik dalam membangun, Walikota Baubau juga termasuk sedikit dari walikota dan bupati di Indonesia yang memegang prinsip, tidak menjadikan batas administrasi sebagai penghambat dalam membangun. Semua jalan dalam kota ditangani pengaspalannya, baik itu jalan protokol yang seharusnya menjadi tanggung jawab provinsi atau negara ditangani pengaspalannya. Hal itu dilakukan Amirul untuk mengurangi beban yang dipikul masyarakat bila jalan rusak. “Kalau jalan rusak, coba hitung berapa beban yang ditanggung masyarakat setiap tahun untuk pergantian onderdil kendaraannya. Ketimbang

dana masyarakat habis untuk pembelian suku cadang kendaraan yang nota bene suku cadang itu berasal dari luar Kota Baubau, yang berarti dana orang Baubau tersedot keluar, mending kita perbaiki jalan,” kata Amirul Tamim pada suatu perbincangan dengan wartawan Kendari Pos. Mulusnya jalan dalam Kota Baubau itu kemudian muncul pertanyaan anekdot, apa beda Kota Baubau dengan Kabupaten Buton? Ternyata, bedanya terletak pada kenyamanan berkendara, di Kota Baubau, mulus berkendara, sedang di Kabupaten Buton pengendaran akan selalu tersentak karena banyaknya lubang di jalan. Demikian halnya lampu-lampu dalam kota diperbanyak. Seiring dengan itu, Pemkot melakukan pembenahan tata ruang wilayah secara bertahap. Diantaranya memperluas wilayah kota, yang antara lain dilakukan dengan membangun RSUD Kota Baubau dan Kantor Walikota Baubau di kawasan Palagimata. Dampaknya, daerah yang dulunya hanya berupa kebun-kebun masyarakan kini

telah berubah total. Warga Kota Baubau pun tidak harus terkosentrasi lagi pada kawasan La Elangi dan sekitarnya, tetapi telah menyebar. Penataan ruang publik pun dilakukan. Bila dulunya Baubau hanya memiliki Pantai Kamali sebagai ruang publik, kini di sejumlah tempat telah dibangun ruang publik baru, diantaranya Sulaa dan di Wantiro. Terbaru, ruang publik di Kota Mara. Kota Marah pernah menjadi lokasi Halo Sultra, yakni kegiatan promosi budaya, wisata dan pameran pembangunan tingkat Provinsi Sultra tahun 2011, yang dipusatkan di Kota Baubau. Demikian pula fasilitas perhubungan dan IT dilakukan pembenahan besar-besaran. Bandara Baubau kini telah sangat refresentatif. Apalagi pelabuhan lautnya, telah naik kelas dari kelas 1 langsung naik ke kelas III. Dari sisi udara Baubau bisa ditempuh 40 menit dari Makassar dan 20 menit dari Wakatobi. Baubau juga telah menjadi daerah yang memasuki era IT. Bukan hanya siswa di sekolah IT menjadi suatu yang wajib, tetapi juga masyarakat umum

dibiasakan dengan IT. Beberapa fasilitas publik, seperti di Pantai Kamali, telah dilengkapi dengan hot spot, sehingga masyarakat bisa bermain internet secara gratis. Berkat kerja-kerja keras yang dilakukan, Baubau kini telah memainkan perannya sebagai pintu gerbang ekonomi dan parawisata di Sultra. Pada tanggal 18-21 Juni, atau awal pekan depan misalnya, Baubau akan menggelar Festival Perairan Pulau Makassar yang telah menjadi kelender parawisata nasional. Di Baubau juga akan digeler pertemuan Raja dan Sultan se-Nusantara. Secara ekonomi, Baubau kini menjadi pemasok kebutuhan sejumlah daerah di kawasan Selatan dan Timur Indonesia. Lebih membanggakan lagi, Baubau telah menjadi daerah Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Itu artinya, banyak fasilitas umum dan pembangunan di Baubau akan digerakkan dengan dana APBN. Artinya, akan ada energi besar dalam pendanaan pembangunan di Kota Baubau. Oleh karena itu, Walikota Baubau, Amirul Tamim

kini dengan bangga mengkampanyekan “Osiymo Baubau”, atau inilai Baubau, pintu gerbang ekonomi dan parawista Sultra. Bagi pemerintahan Amirul Tamim, era “Osiymo Baubau” merupakan era pemantapan setalah delapan tahun melalui tahap persiapan dan pelaksanaan kegiatan dalam menjabarkan visi dan misi rencana pembangunan jangka menengah Kota Baubau. Masyarakatnya Sadar, Birokrasinya Cerdas Ada dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan geliat pembangunan Kota Baubau, yakni masyarakatnya yang sadar dan mengedepankan kepentingan umum serta daerah atau negara, dan adanya dukungan aparat birokrasi yang loyal dan cerdas dalam menjabarkan setiap program pembangunan yang dicanangkan walikota sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misinya. Falsafah orang Buton, “Bolimo Karo Samanamo Lipu” yang mengambarkan orang Buton akan selalu mengutamakan dan mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan prib-

adi atau golongan, benar-benar tercermin dalam prilaku keseharian. Banyak kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintah berlangsung sukses. Contohnya pada penetaan kawasan La Elanggi dan pasar jajanan siap saji yang dulunya menyebar kini berpusat di Stadion Betoambari, kawasan kota yang kumuh itu ditata hanya dapal tempo dua pekan. Hal ini karena masyarakatnya secara sadar dapat memahami langkah penataan yang dilakukan pemerintah. Bahkan, setelah mendapat penjelasan pemerintah dan diajak berdiskusi akan apa yang akan dilakukan pemerintah, termasuk dampak yang akan diperoleh setelah dilakukan penataan, warga Kota Baubau akan secara sadar taat dan mengikuti anjuran pemerintah. Bahkan, mereka memindahkan dan marapikan sendiri lokasinya, tanpa harus menunggu dukungan pemerintah. kepentingan tercermin Dukungan aparat biroktasi pun demikian. Dari sejumlah pejabat yang ditemui wartawan koran ini semuanya memahami dan mampu menjelaskan secara

baik visi dan misi pembangunan Kota Baubau, yang kemudian menjabarkannya dalam tugas dan fungsi (Tupoksi) di satuan kerja perangkat daerah (SKPD)nya masing-masing. Ketua Bappeda, Drs Sudjiton MM, misalnya, ia tidak hanya bisa menjelaskan secara baik mulai dari perencanaan pembangunan hingga pelaksanaan pembangunan secara baik, tetapi juga bisa menjelaskan secara garis besar pencapain pembangunan di Kota Baubau. Demikian halnya, Kadis P dan K, Drs H Masri MM dan Assiten II Setkot Baubau, Feto Daud yang ternyata juga bisa menjelaskan secara baik berbagai program pembangunan yang dicanagkan Pemerintahan Amirul Tamim, yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaan tugas di lembaganya. “Ini adalah hikmah karena Pak Walikota sering memanggil kami untuk menjelaskan dan mendiskusikan berbagai hal terkait pelaksanaan pembangunan, sehingga kami paham dan menjabarkan dalam program di instansi kami,” kata H Masri. (***)


C M Y K

8

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

C M Y K

Wawancara dengan H Tafdil, Bupati Bombana Terpilih Periode 2011-2016

Masyarakat Bombana Ingin Bukti HIRUK-pikuk politik di Kabupaten Bombana yang sudah berjalan sejak tahun 2010 silam akhirnya berakhir. H Tafdil yang berpasangan dengan Masyhura Ila Ladamay dipilih oleh mayoritas masyarakat daerah itu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2011-2016. Pelantikan pemimpin daerah kaya emas itu kini tinggal menunggu waktu. Berbagai rencana besar untuk Bombana sudah disiapkan H Tafdil, Bupati Bombana terpilih itu. Ia sudah ingin membuktikan semua janji politiknya kepada rakyat. Minggu (10/ 7) siang lalu, disela-sela kegiatan PAN, ia membincangkan Bombana dan gagasan besarnya kepada Abdi Mahatma dari Kendari Pos. Berikut petikannya. Selamat atas kemenangan pasangan Tamasya di Pilkada Bombana, apa arti kemenangan ini bagi anda? Terima kasih, begini...kemenangan kami ras-

akan saat ini adalah buah dari perjuangan yang luar biasa, dan tentu saja adalah kemenangan rakyat Bombana karena sudah sukses memilih memilih pemimpin definitif 5 tahun kedepan, Apa sebenarnya kunci kemenangan pasangan Tamasya di Pilkada Bombana? Poin terpenting saya kira adalah masyarakat itu perlu bukti, dalam setiap ajang Pilkada itu penting. Kedua, masyarakat itu butuh sentuhan, kita ini calon harus rajin menyentuh mereka menyentuh tidak harus dengan materi tapi rajin interaksi, kita sampaikan program yang bias mereka terima,

apa yang kita janjikan harus kita penuhi. Di masyarakat kita ini ada krisis kepercayaan, masyarakat selalu apriori, selalu berpendapat siapapun bupati saya tetap jadi petani. Nah itu yang kita sentuh, kita sampaikan ke mereka bahwa perubahan untuk kesejahteraan rakyat yang akan dilakukan pemimpinnya nanti. Petani akan mendapat kemudahan berusaha, neyalan kita berikan kenyamanan bekerja, tidak usah terlalu mulukmuluk kita janji. Saya kira itu kuncinya. Sebentar lagi anda akan dilantik, apa agenda prioritas di tahun pertama pemerintahan anda Pertama, agenda pokok percepatan pembangunan infrastruktur wilayah maupun pedesaan, kita tau sebagian jalan desa dan kota itu rusak, contoh sederhana seperti masih adanya jembatan batang kelapa yang sebenarnya itu sudah tidak perlu ada, apalagi ini di dalam kota, kita akan tunjang dengan program percepatan Gembira Desa, yakni pengalokasian dana Rp 350 juta tiap desa di Bombana.

Selain itu, kita juga akan mengalokasikan dana dana Rp 20 miliar di tahun pertama untuk pembenahan Ibu Kota Bombana, kalaupun tidak cukup, akan kita alokasikan secara bertahap tahun depan. Itu khusus jalan, yang kedua adalah kanal-kanal supaya tidak ada banjir, kita butuh ini karena buat saluran saluran tersier kalau saluran premier belum ada, Prioritas selanjutnya adalah listrik. Ibukota tidak akan indah kalau listriknya tidak ada, bagaimana menarik investor jika kondisi litrik seperti saat ini, banyak yang ingin berinvestasi di Bombana seperti sektor perhotelan dan lainnya tapi karena kondisi listik belum memamdai, mereka berfikir Bagaimana dengan wilayah di luar ibu kota? Nah, kita punya menyiapkan dana Rp 1 miliar setiap kecamatan, tiap tahun untuk memenuhi yg tidak bisa dipenuhi dana program Gembira Desa, akan ditangani kecamatan, Prioritas apa lagi yang menurut anda urgen dilakukan di Bombana? Reformasi birokrasi, bagi saya ini adalah keharusan. Tapi ini jangan diidentikan dengan membongkar yang ada saat ini, karena itu juga terlalu ekstrim. Reformasi

yang saya maksud adalah menata kembali birokrasi agar lebih efisien dan produktif menuju pemerintahan yang good governance itu penting. Bagaimana menata tentunya sesuai aturan, penjejangan harus jelas, selanjutnya dievaluasi. Jadi tiap pejabat harus siap dievaluasi, ini akan menjadi barometer apakah mereka akan lanjut

mengisi jabatan itu atau tidak, jadi barometer kinerja. Selanjutnya adalah reformasi tata kelola anggaran, kita nanti akan melibatkan lembaga-lembaga audit seperti BPK, target saya 3 atau 4 tahun ke depan laporan keuangan Bombana sudah tidak disclaimer lagi, minimal tahun depan kita harap sudha bisa

masuk ke tahap Wajar denga Pengecualian (WDP), nanti kemudian baru WTP. Makanya, pejabat yang mengurus keuangan dan asset ini nantinya saya pengen yang berkompeten di bidangnya, orang yang professional dan yang mengerti betul soal keuangan.

Baca MASYARAKAT di Hal. 2

H Tafdil

SBY Curhat Lagi

C M Y K

Jakarta, KP Pidato Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin malam (11/ 7), soal carut-marut Partai Demokrat dan tuduhan M. Nazaruddin dianggap belum memenuhi harapan publik. Dalam penjelasan yang disiarkan televisi secara live tersebut, ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu terkesan lebih banyak mencari kambing hitam daripada membeberkan langkah konkrit pembenahan internal partainya. “Tidak ada efek kejut bagi publik yang cukup meyakinkan bahwa Partai Demokrat tengah berbenah. Secara eksternal, penjelasan SBY tidak memuaskan,” kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi di Jakarta. Burhan —begitu dia biasa disapa, mencontohkan SBY yang malah menyalahkan media massa yang telah menjadikan BlackBerry Messenger (BBM) dan SMS dari orang yang “mengaku” Nazaruddin sebagai judul dan headline. SBY, lanjut dia, juga menyebut adanya pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh dan menjadi penumpang gelap dalam kasus Nazaruddin. “Seandainya SBY mengumumkan pemecatan Nazaruddin, karena sudah offside dan melanggar AD/ ART, pasti publik akan mengapresiasi,” ujar Burhan. Secara internal, lanjut Burhan, pidato SBY telah menutup peluang bagi pihak-pihak yang bermimpi hendak menggulirkan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggulingkan Anas Urbaningrum selaku ketua umum Partai Demokrat.. Wacana KLB kepengurusan Anas muncul tak terlepas dari kedekatan mantan ketua umum HMI (Himpuna Mahasiswa Islam) itu dengan Nazaruddin. Bahkan, sebagian dana politik Anas disebut berasal dari Nazaruddin. “Dengan penegasan SBY, usaha KLB, praktis sulit direalisasikan,” kata Burhan. Dia mengingatkan di internal Partai Demokrat, SBY

Baca CURHAT di Hal. 2

C M Y K


Rabu, 13 Juli 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Perampok Nasabah Bank Ditangkap Kendari, KP Komplotan rampok nasah bank di BRI Cabang Kendari, Senin (11/7) ditangkap. Hanya dalam termpo 3 jam, dua pelaku dibekuk saat hendak melarikan diri ke Makassar melalui Bandara Haluoleo Kendari, sekitar pukul 17.15 Wita. Rampok spesialis nasabah bank ini bernama Machmud Hassan (32) dan Burhanuddin (28) yang berasal dari

foto:suwarjono, desain grafis: fajar/kp

Kedua perampok saat dimasukan ke sel milik Polresta Kendari. Kawanan rampok diduga masih memiliki beberapa rekan di Kendari.

Kota Palembang, Sumatera Selatan. Mereka hendak melarikan diri via Batavia Air Lines. Saat penangkapan dilakukan, para pelaku berusaha melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri. Akhirnya polisi mengambil tindakan tegas dan melumpuhkan kedua tersangka dengan timah panas yang ber-

Baca perampok di Hal 10

Suhaeni

Anggaran Pendidikan Sangat Minim Wacana pendidikan gratis menjadi salah satu motivasi masyarakat untuk berpatisipasi dalam dunia pendidikan. Sayangnya, apa yang terjadi di lapangan, tidak demikian. Ternyata, tidak semua item pembiayaan pendidikan digratiskan. Salah satu alasannya karena keterbatasan anggaran. Hal itu terungkap dalam diskusi mingguan Kendari Pos dengan tema “Sekolah Gratis” yang digelar di ruang redaksi Graha Pena kemarin, (12/7). Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sultra, sejak tahun 2008 hingga 2011 terjadi peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD tahun 2011 mencapai 54,24 persen, APK SD/MI dari tahun 2008 sebesar 100,98 persen mengalami kenaikan hingga 101,97 persen di tahun 2011. Sementara untuk APK SMP/MTs dari tahun 2008 sebesar 90,51 persen naik menjadi 98,45 persem tahun 2011. APK SMA/MA dari 54,17 persen tahun 2008, naik menjadi 50,96 persen tahun 2011.

Pembunuh Brimob Dituntut Hukuman Mati Kendari, KP Kasus pembunuhan terhadap anggota Brimobda Sultra, Briptu Ahmad Zainuddin sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kendari. Terdakwa yang disidangkan hanya tiga, yakni Abd Gafur, Akbar alias Kiu, dan Iin Jusnaeni (istri Kopka Lismuddin). Sementara pelaku utamanya yakni Kopka Lismuddin ditangani oleh Mahkamah Militer. Sidang kasus dengan agenda mendengarkan pembelaan

Baca anggaran di Hal 10

Warga Sultra Harus Sekolah Upaya pemeritah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sultra tampaknya semakin serius. Salah satunya mengharuskan seluruh masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Hal itu kata Kabid Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi M Jabaruddin, tertuang dalam penuntasan wajar dikdas (wajib belajar pendidikan dasar) 12 tahun, yang sudah dilounching gubernur Sultra tahun 2010 lalu. Untuk mendukung program itu, Pemprov mengalokasikan dana melalui bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk jenjang SMA/MA dan SMK. Sedangkan untuk SD dan SMP diporsikan melalui biaya operasional siswa (BOS) yang bersumber dari APBN. “Pemerintah sudah memberikan warning, agar seluruh masyarakat bisa memperoleh pendidikan. Baik secara formal maupun non formal. Untuk itu kita harapkan dengan alokasi dana yang ada, mampu membantu membebaskan biaya pendidikan untuk warga yang kurang mampu, dan meringankan biaya pendidikan bagi mereka yang mampu,”

Baca warga di Hal 10

Baca pembunuh di Hal 11

foto:suwarjono/kp

Suasana diskusi mingguan di Graha Pena kemarin. Selengkapnya baca di halaman edukasi koran ini.

DPRD Tak Hadir, Peserta Diskusi Kecewa Kendari, KP Rakyat sepertinya skeptis terhadap wakilnya di DPRD Sultra. Saat diskusi mingguan Kendari Pos di Graha Pena lantai 3, anggota dewan yang diharapkan sebagai penyambung lidah justru tak nampak. Kekesalan makin bertambah ketika anggaran pendidikan untuk Sultra cuma Rp 91 miliar yang diporsikan. Padahal undangan sudah disebar jauh

As’ad Pimpin Disnakertransos Kendari, KP Kepergian almarhumah Hj Ferial Bunggasi,Kadis Nakertransos, meninggalkan luka mendalam bagi seluruh lingkup pemerintah Kota Kendari. Meski demikian, Pemkot tetap berinisiatif untuk terus bangkit dan mengisi kekosongan jabatan yang sempat diemban selama dua Minggu oleh wanita berkerudung itu. Kemarin, Wali Kota Kendari Ir Asrun melantik dua pejabat

hari sebelumnya. Diskusi alot yang dipandu Korlip Kendari Pos Manan Rachman, membahas mengenai realisasi anggaran pendidikan di Sultra. Hanya beberapa narasumber yang ternyata serius menunjukkan kepeduliannya untuk meningkatkan kualitas peendidikan di Bumi

Baca dprd di Hal 10

As’ad

Baca pimpin di Hal 11


Metro

10

Bawa Uang Banyak, Minta Pengawalan Polisi Perampok... sarang di betis pelaku. Mereka pun diboyong ke Mapolres Kendari untuk penyidikan lebih lanjut. Reaksi cepat Polres Kendari dan jajaran dalam menindaklanjuti laporan perampokan cukup membanggakan. Penangkapan tersebut berhasil dibongkar setelah ada informasi dari korban bahwa dirinya dirampok di halaman parkir BRI Cabang Kendari. Polisi pun langsung ke TKP dan melakukan olah TKP. Sebagian dari mereka berusaha memeriksa CCTV bank untuk mengidentifikasi pelaku. Ternyata, ada orang yang mencurigakan dan diduga pelakunya. Polisi pun langsung mengembangkan kasus tersebut dan menyiagakan seluruh jajaran untuk melakukan pengejaran. “Tim kami perintahkan untuk berjaga di Bandara Haluoleo. Kami menyebarkan ciri-ciri pelaku. Setelah diidentifikasi bahwa pelaku sudah berada di bandara, tim langsung bertindak dan meringkus kedua tersangka,” terang AKBP Yuyun Yudhantara, Kapolres Kendari saat dimintai keterangannya, kemarin (12/7), di Mapolres Kendari. Barang bukti yang berhasil diamankan, uang tunai Rp 70,5 juta. Semuanya pecahan Rp 50 ribu. Selain itu, polisi juga mengamankan 1 unit notebook dan tiga HP. Sebagian dari uang yang dirampok diperkirakan digunakan untuk kebutuhan selama berada di

Sultra. “Setelah kami lakukan penyidikan, ternyata kedua tersangka telah melakukan pencurian di 3 TKP yakni 1 unit laptop di Lapangan Tenis RSUP Sultra, uang tunai Rp 10 juta di parkiran Bank Mandiri, dan terakhir uang tunai Rp 95 juta di parkiran BRI Cabang Kendari,” jelasnya. Ternyata, kedua pelaku baru tiba di Kendari 1 Juli 2011. Mereka berasal dari Palembang dan menuju Sultra hanya untuk melakukan perampokan. Mereka menyewa kamar di salah satu penginapan di Kota Kendari. “Kami masih mengembangkan kasus ini. Ada teman mereka yang masih berada di Kota Kendari dan kini ditetapkan DPO. Atas kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat lebih waspada terhadap pelaku kejahatan, apalagi jelang Ramadhan. Jika membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak, mintahlah pengawalan dari kepolisian dan itu gratis,” ungkap mantan Kapolres Konawe itu. Tersangka cukup tertutup. Mereka mengaku tiba di Kendari tanggal 1 Juli 2011. Mereka mengaku hanya datang sendiri dan tidak ada rekan atau teman yang memberi petunjuk untuk ke Kendari. “Kami berangkat saja. Tidak ada teman saya di sini. Saya bekerja selama ini sebagai tukang ojek. Rencananya hendak kembali ke Semarang, tapi transit dulu di Makassar,” terang Machmud Hassan. (aka)

Seharusnya DPRD Memberikan Klarifikasi Anggaran DPRD... Anoa, antara lain M Jabaruddin, Kabid Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Sultra, Suhaeni, Tim Teknis Kegiatan BOP Dinas Pendidikan Sultra, Milwan M Pd Kepala SMPN 17 Kendari, Muhtar Ibrahim Ketua Komite SMPN 1 Kendari dan Jopy Pamba Guru SMKN 2 Kendari. Atas ketidakhadiran seorangpun anggota dewan, para narasumber lainnya tampak sedikit kecewa. Apalagi, diskusi itu membahas sepenuhnya mengenai anggaran, otomatis sangat membutuhkan peran dari perwakilan rakyat yang dapat menjadi jembatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mengenai kondisi pendidikan. “Seharusya anggota dewan hadir dalam diskusi ini. Apalagi tema yang diangkat memang sedang diperbincangan seluruh masyarakat. Seandainya ada anggota dewan, mereka bisa menjadi fasilitator dalam menyampaikan aspirasi terkait anggaran pendidikan kepada pimpinan tertinggi, baik provinsi maupun di tingkat pusat,” ungkap Jopy Pamba.

Jika kali kedua dilaksanakan diskusi dan DPRD tidak mengindahkan undangan, Jopy degan tegas mengatakan akan mempertanyakan hal itu ke dewan, terkait kredibilitas mereka terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sultra. Bukan hanya Jopy, Milwan juga ikut kecewa. Ia berharap kedepan ada perhatian dari DPRD untuk sharing pendapat guna merumuskan apa yang harus dilakukan untuk perbaikan mutu pendidikan. “Sebenarnya saya ikut kecewa dengan keabsenan anggota dewan. Tapi mudah-mudahan kedepan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Harap kamikan dialog bisa lebih efektif dengan kehadiran narasumber yang kompeten,” katanya. Kehadiran anggota dewan sebenarnya menjadi salah satu motivator bagi narasumber lain untuk membahas permasalahan pendidikan. Apalagi, terjadi perbedaan persepsi di masyarakat tentang wacana pendidikan gratis. Selaku pihak yang bertanggung jawab membahas masalah anggaran di tingkat legislatif, sebenarnya kehadirannya sangat diharapkan untuk memberikan klarifikasi peningkatan anggaran pendidikan melalui APBD. (fya)

Bantu Fasilitas Laboratorium di 61 Sekolah Warga... terangnya. Bukan hanya dalam bentuk dana, pemerintah juga menyiapkan pemenuhan buku paket pelajaran dan alat peraga/bahan praktikum bagi sekolah. Sejak tahun 2008 sampai 2010, telah diadakan buku paket mata pelajaran untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA sehingga tersedia satu buku paket untuk setiap siswa pada setiap mata pelajaran. Sejak tahun 2010 pula kata Jabar, telah diadakan

bahan dan peralatan laboratorium IPA kepada 61 SMA/SMK dengan target tahun 2013 semua SMA/ SMK dan MA mendapatkan bantuan alat peraga dan bahan praktikum laboratorium IPA. “Kabupaten/kota tidak boleh lepas tangan dengan pembiayaan pendidikan, karena mereka yang punya sekolah. Sebaiknya melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi dalam rangka sinkronisasi program. Menyediakan biaya pendidikan yang tidak dapat dipenuhi APBN maupun APBD provinsi, menyediakan biaya operasional untuk tim teknis kegiatan BOP dan menyediakan insentif bagi guru TK,” tukasnya. (fya)

Kendari Pos | Rabu, 13 Juli 2011

Berutang Untuk Biayai Kegiatan Sekolah Anggaran... Peningkatan partisipasi masyarakat, ternyata belum dibarengi dengan anggaran pendidikan yang memadai. Buktinya, masih ada biaya-biaya yang harus ditanggulangi sendiri oleh orang tua siswa. Misalnya seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. Menurut Suhaeni, Tim Teknis BOP Dinas Pendidikan Sultra, sejak tahun 2008-2011, Pemprov mengalokasikan dana APBD untuk pendidikan sebesar Rp 396.330.607.780. Khusus untuk 2011, terealisasi sebesar Rp 91 miliar lebih. Dana yang ada, hanya mampu memenuhi 46 persen dari kebutuhan siswa SMA/MA, yakni hanya Rp 450 ribu dari standar biaya operasi sebesar Rp 977 ribu/ siswa/tahun. Sedangkan untuk SMK jauh lebih sedikit, hanya 22 persen saja yang mampu ditutupi, yaitu Rp 450 ribu dari Rp 1.960 ribu yang dibutuhkan setiap siswa pertahunnya. “Kita akui memang belum semua kebutuhan siswa terpenuhi dari bantuan daerah. Namun, kita juga harus paham bahwa anggaran daerah terbatas. Untuk insentif guru saja, menghabiskan 55,50 persen dari total dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Sedangkan, jumlah siswa mencapai 137.750 siswa SD sampai SMA di Sultra,” ungkapnya. Terkait kekurangan dana itu, Jopy Pamba, guru SMKN 2 Kendari berharap, danadana yang bergulir ke sekolah tidak mengalami keterlambatan. Apalagi, jika membuat sekolah harus berutang ke pihak lain. “Tolong kalau dana untuk sekolah, dicairkan tepat pada waktunya agar kegiatan yang berlangsung tidak mengalami kendala,” harapnya. (fya)


Kendari Pos | Rabu, 13 Juli 2011

Metro

Tunjukan Kerja yang Profesional Pimpin... eselon II Drs As’ad, mantan Kadis Perhubungan Kota Kendari menjadi Kadis Tenaga Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Untuk menggantikan posisis As’ad, Asrun mempercayakan kepada Yunus Alif Toondu SH, yang sebelumnya bertugas sebagai staf di sekretariat. Menurut Asrun,pelantikan yang dilakukan adalah biasa dalam pemerintahan. Selain untuk melakukan penyegaran, juga mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Hj Ferial Bunggasi. “Pelantikan ini merupakan evaluasi atas kinerja para pejabat dan staf. Untuk itu saya harap ini disikapi dengan baik dan bijaksan,

dan jangan dijadikan indikator untuk menilai pimpinan secara negatif. Hal ini juga dalam rangka mendukung tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan kemasyarakata guna mencapai kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Sebagai pimpinan daerah, pasangan Musadar Mappasomba itu sadar, tugas yang diembannya cukup berat. Olehnya ia berharap kendala dan tantangan dapat diselesaikan bersama, dengan dukungan penuh dari team work yang berkomitmen penuh untuk menunjukkan kinerja secara profesional. “Besar harapan saya, agar seluruh pejabat dan pegawai di lingkup Pemkot Kendari menunjukkan kinerja dengan penuh tanggung

jawab, dalam rangka mendukung kemajuan pembangunan kota,” harapnya. Secara terpisah, As’ad mengatakan, pelantikan itu merupakan hal yang wajar. Apalagi dalam hal evaluasi, pimpinan berhak memberikan prestise ataupun teguran kepada bawahannya. Bukan untuk tendensi tertentu, tapi sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan spirit dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Saya belum bisa memberikan gambaran tentang apa yang menjadi prioritas kerja saya kedepan. Yang jelasnya, saya akan mempelajari tupoksi saya dan melaksanakan sesuai apa yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab saya,” katanya. (fya)

12 SKPD Belum Setor LPJ Kendari, KP Kepala Biro Keuangan Pemprov, Hj Isma dibuat pusing tujuh keliling oleh SKPD. Penyebabnya karena laporan pertanggung jawaban (LPJ) 12 SKPD belumdisetor. Padahal pihaknya sudah menyampaikan sejak 26 Juni lalu untuk seg-

era membuat LPJ. Karena itu, Isma kembali memberi deadline agar 12 SKPD menyelesaikan hingga Jumat (15/7). Isma berjanji akan memberi sanksi SKPD yang belum menyelesaikan LPJ sampai batas deadline habis. Sanksinya tak memberi dana

semester II. “Kalau tidak menyelesaikan sampai batas deadline, kami tak akan berikan dana tahap II,”janjinya. Hal tersebut terungkap saat rapat dengan SKPD,tentang pengelolaan anggaran semester pertama. (magang)

11

DPRD Tolak Moratorium CPNS Kendari, KP Rencana pemerintah pusat akan moratorium penerimaan CPNS mendapat reaksi dari parlemen Sultra. Menurut Wakil Ketua DPRD La Pili, boleh dilakukan moratorium tapi tidak di kabupaten baru. Ia menyebut Kolaka Utara, Konawe Utara, Buton Utara adalah wilayah yang masih membutuhkan tenaga kerja. Pada dasarnya harus ada klasifikasi. Misalnya melihat faktor di la-

pangan, terutama struktur kepegawaian di sektor pendidikan,apalagi di daerah terpencil yang sangat kekurangan tenaga pendidik. “Untuk Sultra tidak tepat kalau ada pemberhentian sementara. Jadi kalau ada masalah, masih bisa dimaklumi karena ada keterbatasan anggaran sehingga yang harus dilihat adalah kebutuhan dari daerah tersebut,” katanya. Lantas, bagaimana dengan beberapa SKPD yang banyak pegawainya,

termasuk honorer tapi tidak efekltif ? Hal itu adalah peran kepegawaian untuk memaksimalkan tenaga mereka. Berbeda dengan SKPD yang banyak melayani publik, memang dibutuhkan tenaga yang banyak. “Untuk membiayai honorer yang menumpuk sama sekali tidak menganggu APBD karena secara komposisi sudah seimbang antara pembelanjaan aperatur dan pembelanjaan publik,”katanya. (magang)

Terdakwa Tak Pernah Didampingi Pengacara Pembunuh... terdakwa atas tuntutan mati jaksa penuntut umum (JPU), Maryono, SH. Kuasa hukum terdakwa Iin Jusnaeni, Riskanawati SH mengungkapkan, semua yang dakwaan JPU dalam kasus tersebut masih abu-abu. Pasalnya, dalam setiap pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap kliennya, dianggap selalu didampingi oleh kuasa hukumnya. Tapi kenyataannya, saat proses penyidikan, para terdakwa tidak pernah didampingi kuasa hukum. “Ini melanggar pasal 56 KUHAP. Saya meminta kepada yang mulia Majelis Hakim agar menolak tuntutan hukuman mati dari JPU,” ungkap Riskanawati saat persidangan.Namun, JPU tetap mempertahankan tuntutan hukuman mati terhadap ketiga pelaku pembunuhan anggota Brimobda Sultra itu. Sidang akhirnya ditunda Minggu depan dengan agenda putusan sela. Seperti diketahui, mayat Briptu Ahmad Zainuddin ditemukan di kali Andounohu, Jumat (11/3), seki-

Suasana rekonstruksi pembunuhan anggota Brimob Polda Sultra tar pukul 05.30 wita oleh seorang warga. Pelakunya pembunuhan adalah oknum TNI yang selama ini bertugas di Denkes Korem 143 HO. Oknum tersebut bernama Kopka Lismuddin. Pembunuhan terhadap Briptu Ahmad Zainuddin dilakukan secara

dok/kp

berencana oleh Lismuddin bersama dua orang rekannya. Ia memancing korban menuju lokasi eksekusi dengan menggunakan istri korban sebagai umpan. Motif dibalik pembunuhan tersebut diduga akibat persoalan syahwat antara pelaku dengan korban. (magang)


`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Hiburan

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

Dinda Kanyadewi,

Tergoda Ingin Menikah DINDA Kanyadewi menjadi salah seorang tamu undangan dalam resepsi pernikahan pesinetron Shandy Syarif dan Phylsa Idroes di Jakarta Minggu malam lalu (10/7). Melihat prosesi acara yang sedemikian indah dan mempelai yang bahagia, Dinda jadi tak sabar untuk melepas status lajang. “Pengantinnya cantik banget. Jadi ingin menikah,” ujar Dinda kepada wartawan setelah menghadiri resepsi. Dinda menuturkan, setiap menghadiri undangan pernikahan, dirinya jadi ingin menikah. Apalagi, usia Dinda sudah lebih dari cukup untuk maju ke pelaminan. “Berdoa semoga menyusul juga, he he he. Kalau datang ke pernikahan, saya biasanya lapar mata. Ingin menikah juga,” ucap pesinetron Citra Fitri itu. Berniat menikah, artinya dara kelahiran 5 Februari 1987 tersebut sudah membayangkan konsep pernikahannya kelak. Tetapi, dia menolak mengungkapkannya. “Konsep nikah ada sejak dulu. Apa konsepnya” Di KUA (kantor urusan agama),” ujarnya, lantas tertawa. Saat datang ke pernikahan Shandy, Dinda tak menggandeng pacar. Pacarnya, Dochi Sadega, personel band Pee Wee Gaskins, tidak menemani. “Datang dengan teman saya yang juga berharap menyusul ke pelaminan,” ucap dia. Sebelum bersama Dochi, Dinda menjalin hubungan dengan musisi Derby Romero. Dia menyatakan tak trauma merajut asmara dengan kalangan selebriti. “Gue nggak trauma. Kalau gue nggak mau pacaran lagi dengan orang dari dunia hiburan, kok kayaknya dangkal banget,” ucapnya. Meski sudah putus, Dinda masih memberikan perhatian kepada Derby, termasuk mengucapkan selamat saat vokalis imut itu berulang tahun. (jpnn/lia)

13

ArumiKembaliGandengBintangMalaysia Jakarta, KP Pernah membuat heboh sehubungan dengan kasus pelariannya yang melibatkan aktor Malaysia Miller Ali, artis belia Arumi Bachsin tidak kapok bekerja sama dengan selebriti dari negeri jiran itu. Sabtu lalu (9/7) dia kembali terlibat dalam pembuatan klip video penyanyi muda Malaysia Nai’zle di kawasan Kemanggisan. Apakah Arumi trauma bekerja sama dengan artis Malaysia? “Nggak lah. Maksudnya, dengan orang mana pun, nggak ada masalah. Walaupun negaranya sama, so what” Secara personal, nggak ada masalah. Kalau secara personal baik, kenapa saya harus mempermasalahkan” katanya di sela-sela syuting klip video berjudul Kecebong. Lawan mainnya dalam klip video tersebut, Nai’zle, memuji

kecantikan Arumi. “Orangnya asyik dan kece,” ujarnya. Pemilik nama asli Alif Naizal itu tidak mempermasalahkan latar belakang Arumi yang pernah terkena kasus pelarian. “Aku kerja sama ya memang karena niat kerja. Profesional aja. Latar belakang orang, past is past,” jelasnya. Arumi mengungkapkan senang karena bisa kembali beraktivitas di dunia entertainment setelah lama vakum. Artis blasteran Jerman, Belanda, dan Indonesia tersebut menikmati comebacknya ke dunia yang membesarkan namanya itu. “Back to normal lagi. Job entertainment kan beda-beda dan punya suasana sendiri. Jadi, kita juga explore diri sesuai dengan tempat dan konsep,” kata gadis 17 tahun tersebut. (jpnn/lia)

ArumiBachsin

Marshanda, Prioritaskan Kuliah daripada Anak SEPERTI sejumlah selebriti, Marshanda menunda punya anak begitu resmi dinikahi Ben Kasyafani pada 2 April 2011. Namun, bukan karir yang menjadi satusatunya alasan. Perempuan kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1989, itu, rupanya, berhasrat menyelesaikan pendidikan S1 sebelum berbadan dua. Saat ini Caca, sapaan akrabnya, tercatat sebagai mahasiswi semester enam Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang. “Soal anak, menunggu setelah (lulus kuliah) S-1. Sekitar 1,5 tahun lagi,” ujarnya saat ditemui di Studio Tebet, Jakarta Selatan, kemarin (11/7). Akibat kesibukannya di dunia entertainment, Caca pernah cuti kuliah beberapa semester. Baru bulan depan dia kembali ke bangku kuliah. Dia menyatakan sudah tidak sabar untuk mengikuti perkuliahan bersama teman-temannya. “Aku kangen kuliah. Maka, Agustus nanti masuk kuliah lagi. Aku nggak mau cuti lagi,” tutur dia.

Dinda Kanyadewi

Meski begitu, tidak berarti Caca akan meninggalkan dunia akting atau tarik suara. Pemain sinetron Sejuta Cinta Marshanda tersebut justru bertekad menjalani kegiatannya sebagai pekerja seni, mahasiswi, dan istri secara bersamaan. Untuk itu, dia sudah mendapat izin suaminya. “Dukungan Ben sangat luar biasa. Setiap aku syuting, selalu ditungguin. Alhamdulillah, karir aku setelah menikah menjadi lebih baik. Sekarang aku sibuk syuting sinetron. Job lagi banyak-banyaknya dan lancar-lancar saja,” ungkapnya. Selain sinetron, anak sulung di antara tiga bersaudara itu kini menyiapkan single terbarunya. Dia menggandeng Abdee ‘Slank’ dalam penggarapan single berjudul Cinta Kembali. Abdee mengaransemen lagu tersebut dan memproduseri pembuatan klip videonya. "Sebenarnya, aku sudah lama bekerja sama dengan Abdee. Dari ulang tahun ke-17-ku, kami bikin acara sosial bareng. Dari situ, kami mulai berpikir untuk bekerja sama (di bidang musik). Abdee bikin lagu buat aku. Lagunya lebih mellow,” tuturnya. Selain single itu, ada dua lagu lagi yang disiapkan oleh Caca. Tiga lagu tersebut akan dikemas dalam sebuah mini album. “Dua lagu lain, aku yang menciptakan. Sebenarnya, dua lagu itu sudah direkam dua tahun lalu. Tapi, direkam ulang karena suaraku sudah berubah,” terangnya. Meski suara itu berubah, kekaguman Abdee terhadap Caca tak berkurang. “Dia punya karakter vokal yang keren. Aku suka karakternya. Dia sangat kreatif dalam menulis lirik. Dia bisa menuangkan beragam ide ke lirik lagu yang enak didengar,” ujar Abdee. (jpnn/lia)


Edukasi

14

FPIK Kursuskan Laboran dan Alumni

Kendari, KP Guna mendorong percepatan peningkatan kualitas pembelajaran di level staf non dosen dan alumni pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu, dilaksanakan pelatihan bahasa Inggris. Pelatihan itu akan dimulai hari ini (13/7) di FPIK untuk Program Studi Budidaya Perairan (BDP) dan Program Studi Manajemen Sumberdaya perairan (MSP). Menurut Dekan FPIK, Prof. Dr La Ode Aslan, pelatihan bahasa Inggris ditujukan untuk peningkatan kualitas pengelola laboratorium. Lebih dari itu,latihan dimaksudkan untuk meningkatan kualitas pelayanan pada mahasiswa baik dalam lingkup Unhalu maupun dalam pelayanan pada

mahasiswa atau peneliti asing. “Pelatihan Ini sangat bermanfaat bagi fakultas karena pada awal semester depan akan dikunjungi mitra peneliti dari Perancis tepatnya dari University De La Rochelle,” kata Dekan FPIK. Dikatakan, khusus untuk alumni FPIK Unhalu yang ingin berkontribusi dalam peningkatan daya saing alumni agar dapat lebih kompetitif di dunia kerja. Saa ini semua perusahaan sudah menggunakan bahasa asing saat proses rekruitmen berlangsung. Selain itu bagi alumni yang berminat melanjutkan program S2 ke luar negeri juga berpeluang lebih besar. Pelatihan itu katanya akan meng-

gunakan tiga materi untuk tiap bidang utama yaitu listening atau mendengarkan, grammar dan structur bahasa dan reading comprehension atau kemampuan membaca serta speaking atau kemampuan berbicara. Pemateri selama pelatihan berasal dari dosen FPIK lulusan PT luar negeri dan dosen dalam negeri yang memiliki skor TOEFL di atas 500. “Hasil pelatihan akan diukur menggunakan test TOEFL yang akan diadakan pasca pelatihan yang direncanakan berlangsung selama satu bulan. Rencana kami apabila hasilnya maksimal, FPIK akan menggelar pelatihan bahasa Inggris bagi mahasiswa secara massal agar memiliki skor TOEFL tinggi,’’ katanya. (p1)

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

PNBP Dikti Diturunkan 20 Persen Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mengusulkan komposisi anggaran pendidikan tinggi (Dikti) yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diturunkan menjadi 20 persen. Cara ini ditempuh untuk menurunkan pendanaan yang berasal dari orang tua mahasiswa. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas, Jakarta, Selasa (12/7). Djoko menyampaikan, komposisi pembiayaan meliputi pembiayaan yang bersifat mengikat, tidak mengikat, dan PNBP. Dia menyebutkan, saat ini komposisi anggaran bersumber dari PNBP sebanyak 37,20 persen. “Kita usulkan PNBP 20 persen, sehingga jumlah SPP (sumbangan penyelenggaraan pendidikan) yang ditarik dari mahasiswa otomatis turun,” terangnya di Gedung Ditjen Pendidikan

Tinggi (Dikti) , Kemdiknas. Sementara, lanjut Djoko, pembiayaan yang bersifat mengikat diusulkan naik dari 25,62 persen menjadi 48 persen dan tidak mengikat dari 37,18 persen menjadi 32 persen. “Kita sudah ketahui cara menghitungnya, sehingga bisa dilakukan berbagai perubahan jika diperlukan,” katanya . Djoko menyebutkan, isu pembiayaan pendidikan meliputi sistem pembiayaan berkeadilan, ketergantungan pada kontribusi orang tua/mahasiswa yang tinggi, pembedaan menurut kelompok bidang ilmu, upah minimum regional, standar pelayanan minimum, rumusan satuan biaya (unit cost), dan bantuan biaya pendidikan. Adapun satuan biaya pendidikan meliputi tiga komponen. Pertama, biaya operasional yang mencakup biaya tetap, biaya variabel seperti pegawai, bahan ajar, operasional dan pemeliharaan, dan utilitas. Kedua, biaya tiap komponen

STIE66OptimisPertahankanPTSSehat Kemendiknas Geber Pendidikan Karakter Kendari, KP Dua tahun berturut-turut STIE 66 Kendari dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi swasta (PTS) Sehat dari Kemdiknas Dirjen Dikti. Sejak tahun 2009 s.d 2010 rekor ini pun masih disandang. Ketua Labolatorium Komputer STIE 66 Kendari Baharudin, S.Pd., mengatakan, tahun 2011, tentu penghargaan tersebut masih akan dipertahankan. Tekatnya untuk mempertahankan kampus sehat. “Insyaallah kami akan terus mempertahankan penghargaan yang diberikan Dirjen Dikti, utamanya untuk bersaing dengan PTS di Sultra,” ujarnya. Menurut guru SMAN 3 Kendari itu, sebagai PTS sehat bukan berarti adalah kampus yang bersih dan indah. Namun indikator yang menjadi tuntutan bagi PTS sehat adalah kampus yang menciptakan kondisi yang seim-

bang. Praktinya seperti proses akademik yang baik, disiplin, dan pelayanan yang maksimal. “Kampus sehat berarti mampu mengolah sistem managemen dan administrasi kampus yang baik. Selain itu didukung dengan pelayanan yang baik dan transparan bagi seluruh mahasiswa dan dosen,” tukasnya. Di STIE 66, mahasiswa leluasa beraspirasi terhadap dosen. Aspirasi itu khusus bagi dosen yang baru satu semester mengajar untuk mengetahui apakah caranya sudah sesuai yang keinginan mahasiswa. Kerap juga dilaksanakan dialog akademik untuk membahas berbagai persoalan seputar kampus dan mahasiswa. “Selain kuisioner, kami selalu mengadakan dialog akademik untuk membahas permasalahan seputar mahasiswa. Jadi kami bisa saling terbuka dan mencari solusinya bersamasama,’’ katanya. (p1)

Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terus mendorong pendidikan karakter. Tujuannya, agar peserta didik memiliki kepribadian kokoh dan berkarakter kuat. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam pencanangan pendidikan berbasis karakter dalam apel kesiapan tahun ajaran 2011/ 2011 di SMA Negeri 70 Jakarta, Selasa (12/ 7). Fasli yang bertindak sebagai pembina upacara mewakili Mendiknas Muhammad Nuh, mengatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui pendidikan, kata dia, hendak diwujudkan peserta didik yang memiliki kepribadian kokoh dan membentuk karakter kuat. “Kita sudah sepakat untuk menjadikan momentum tahun pelajaran baru untuk menjalankan dan mengimplementasikan pendidikan karakter di semua jen-

jang pendidikan,” katanya saat memberikan sambutan. Fasli menambahkan, tujuan lain pendidikan adalah menjadikan peserta didik berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggungjawab. “Melalui pendidikan berbasis karakter, harapannya semua jenjang pendidikan akan mampu mengeksplorasi potensi peserta didik, sehingga menjadi manusia Indonesia yang memiliki karakter,” ujar Fasli. Dijelaskan, kegiatan apel dan pencanangan pendidikan karakter merupakan gerakan yang digalakkan di seluruh Indonesia. Menurutnya, para pimpinan daerah mulai gubernur, wali kota, bupati, hingga kepala dinas dan kepala sekolah telah bertekad melaksanakan revitalisasi pendidikan karakter melalui upacara yang sama dan dibacakan sambutan Mendiknas. “Bukan upacaranya yang penting, tetapi ada semangat untuk bersama-sama membangun kembali pendidikan yang lebih kokoh,” tukasnya.

mencakup geografi dan ketersediaan sarana. Ketiga, kurikulum dan metode mencakup biaya mutu. Diterangkan, saat ini kebutuhan anggaran di 83 perguruan tinggi negeri (PTN) termasuk Universitas terbuka setiap tahunnya mencapai Rp 38,86 triliun. Sebanyak Rp 30,9 triliun dari anggaran ini dibebankan kepada pemerintah, sedangkan sisanya Rp 7,9 triliun atau maksimal 30 persen dari biaya operasional ditanggung oleh masyarakat. “Kita memang belum menerapkan batas atas dari biaya SPP. Ke depan, kita hitung terus untuk menetapkan. Itu memang harus dikendalikan, tetapi yang penting kalau sudah ditetapkan ada usaha memperbesar biaya untuk mereka yang ekonominya lemah. Itu yang harus terus kita kampanyekan, tetapi yang menyumbang jangan dilarang. Akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada ekonomi lemah,” ujarnya. (jpnn)


Edukasi

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

15

Diskusi Mingguan Kendari Pos BOP Masih Perlu Sosialisasi Kendari,KP Masih banyak diantara para guru yang belum mengetahui secara pasti peruntukan pembiayaan dana bantuan operasional pendidikan (BOP) Bahteramas, sehingga merupakan tambahan tugas tersendiri bagi Disdik Sultra dalam mensosialisasikannya. “Masih banyak guru tidak mengetahui peruntukan, khususnya berkenaan dengan besarnya insentif yang mereka terima dari Suhaeny dana BOP, dan sampai kapan mereka dapat menerima insentif tersebut,” kata Kepala SMPN 17 Kendari, Milwan SPd MPd. Dikatakan, seharusnya ada surat edaran ke sekolah-sekolah kalau insentif hanya guru yang belum tersertifikasi, serta berlaku untuk guru PNS maupun non PNS. Selama ini para guru mengetahui bahwa akan menerima insentif dari dana BOP APBD, karena dana sertifikasi bersumber dari APBN. Tidak kalah penting ungkapnya sosialisasi atas peruntukan sembilan item pembiayaan dana BOP. Dengan begitu orang tua tidak lagi bertanya akan peruntukan dana tersebut, sehingga item yang gratis menjadi jelas. “Jangan sampai orang tua berpikiran semua item digratiskan, padahal hanya item-item tertentu yang dibiayai BOP,” ungkapnya. Menjawab pertanyaan dan masukan dari tenaga pengajar terseJabaruddin but, Kabid Dikmenti Disdik Sultra, Jabaruddin menjelaskan karena APBD terbatas, BOP SMA/ SMK hanya dialokasikan Rp 450 per siswa. “Kalau APBD membaik, tentunya alokasinya bertambah pula. Apalagi 55,50 persen dari BOP 2011 sebesar Rp 91 miliar lebih digunakan untuk insentif 33.857 guru TK-SMA se-Sultra,” jawab Jabaruddin. Pria paruh baya ini mengilustrasikan dana pusat saja tidak cukup untuk membiayai operasional siswa, yaitu Rp 168 ribu per siswa per tahun untuk siswa SMP dan Rp 977 ribu per siswa per tahun untuk SMA serta SMK 1.960.000 per siswa per tahun, padahal BOP hanya Rp 450 ribu per siswa per tahun. “Karena itu meskipun tidak seberapa, tetapi pemprov berharap dengan BOP pendidikan wajar 12 tahun dapat dirasakan semua masyarakat. Dengan begitu angkatan kerja wajar 12 tahun di Sultra lebih berkualitas,” jelasnya sambil mengatakan Perda BOP sementara digenjot, sehingga di pemerintahan mendatang dapat terus dilanjutkan,” jelasnya. Tim teknis kegiatan (TTK) BOP Disdik Sultra, Suhaeny menambahkan, sama halnya penghitungan kebutuhan ideal biaya operasional siswa per jenjang pendidikan, penghitungan jumlah guru yang menerima insentif pun memiliki rumus tersendiri. Misalnya insentif guru SD, idealnya VI kelas ditambah dengan dua guru mata pelajaran dan kepala sekolah, sedangkan SMP dan SMA yaitu rombongan belajar dikali jumlah guru dikali 14 mata pelajaran. “Lagi pula BPK telah merekomendasikan BOP dapat dilanjutkan, yang juga berarti program ini sehat dan layak untuk dilanjutkan,” tambah Suhaeny. (fas)

BOP Hanya Melengkapi BOS Kendari,KP juga kembali mengingatkan Berbeda dengan prohakikat pendidikan terbagram pendidikan gratis gi dua yaitu pendidikan yang dicanangkan Keyang dibiayai pusat dan mendiknas RI melalui daerah. Misalnya pendididana BOS, pendidikan kan gratis BOP Bahteramas gratis versi Pemprov Sulharus diclearkan jika tidak termasuk program politik tra melalui kegiatan pemberian dana BOP Bahterapenguasa saat itu. “Sebaiknya pembiayaan mas sejak 2008 lalu, denpusat dan daerah harus gan alokasi tahun 2011 ini sebesar Rp 91 miliar lebih sinkron, tetapi yang kita untuk TK-SMA, dianggap lihat sekarang bertolak belakang. Apa dan siapa yang belum dapat dikatakan seMuhtar Ibrahim bagai program pendididigratiskan, sebaiknya kan gratis. dikaji ulang, sehingga jelas “Dana Rp 91 miliar lebih belum cuksharing pemerintah pusat dan daerah, up untuk kebutuhan sekolah, yang berbegitu pula dengan subsidi silang antardasarkan biaya operasional ideal siswa siswa,” ujarnya. SMK Rp 1.960.000 per siswa per tahun. Sehubungan dengan subsidi silang Lebih memprihantinkan untuk memantarsiswa, Kepala SMPN 17 Kendari, beli satu unit resistor seharga Rp 15 ribu Milwan SPd MPd mengungkapkan pipun tidak ada anggarannya, belum lagi hak sekolah harus kreatif dalam menkalau kita ilustrasikan untuk kebutucari kekurangan dana. Di antaranya han dua jurusan dari 11 jurusan di partisipasi dari orang tua siswa dan SMKN 2 Kendari, Rp 2 miliar per tahun pelaku usaha di sekitar sekolah. “Kita belum cukup,” ujar Guru SMKN 2 Kenharus mengetahui bagaimana keuandari, Yoppy Pamba. gan daerah kita, apa berlebihan atau Ketua PGRI Kecamatan Kendari ini pas-pasan, jangan hanya mengharap

Menanggapi pernyataan bantuan pemerintah. Karena itu kepala sekolah harus jangan ada politik di pendidikan, Kabid Dikmenti kreatif, misalnya SMPN 17 Kendari memperoleh 120 Disdik Sultra, Jabaruddin SE MPd mengatakan perlu unit meubeler dari orang tua siswa menyumbang dipahami jika terdapat tiga pilar dalam program satu buah meubeler. Selain Bahteramas yaitu pendidiitu sumber biaya lain adkan dan kesehatan gratis alah perusahaan batu merserta blockgrant 100 juta ah di dekat sekolah per desa. Khusus program menyumbang untuk pembangunan musallah,’’ kata pendidikan gratis, Pemprov Sultra melakukan Milwan. kegiatan pemberian biaya Sementara itu Ketua KoMilwan mite RSBI SMPN 1 Kenoperasional pendidikan dari, Muhtar Ibrahim men(BOP) dengan sembilan item untuk SMA serta satu item untuk gatakan selama ini pihaknya tidak pernah menerima bantuan uang tunai SD dan SMP. dari Dinas Pendidikan Sultra, tetapi “Sumber dana BOP dari APBD Pemmenerima bantuan labortaorium yang prov Sultra, yang include dengan program kerja Gubernur Sultra Nur Alam diadakan orang tertentu. “Wujud bantuan tersebut merupakan bentuk sejak 2008 lalu. Perlu juga kami inforpenggenjotan untuk menjadi SBI, sehmasikan, meskipun bertujuan untuk ingga kami pun meminta agar pempemerataan insentif baik untuk guru prov, pemkot serta masyarakat dapat PNS maupu non PNS, tetapi sejak hadbersatu agar pendidikan gratis bisa irnya program ini kami pun dihadapterwujud, yaitu pemenuhan biaya opkan pada permasalahan GTT dadakan, erasional Rp 168 ribu per siswa per sehingga perlu seleksi lebih,” kata Jabulan,” kata Muhtar. baruddin. (fas)

Pendidikan Gratis Dipertanyakan Kendari,KP Menelisik munculnya pendidikan gratis berawal dari leaflet Menteri Pendidikan Nasional yang saat itu sedang dijabat Bambang Sudibyo. Promosinya adalah sekolah gratis dengan bantuan operasional sekolah (BOS) yang meliputi sembilan item pembiayaan, Pemda se-Indonesia pun meluncurkan program serupa. Seiring dengan upaya melengkapi kebutuhan dana BOP, Pemprov Sultra meluncurkan program Bahteramas dengan jenis kegiatan pemberian bantuan operasional pendidikan (BOP). Berbeda dengan SMA yang dibiayai untuk sembilan item, SD dan SMP hanya dibiayai satu item yaitu insentif guru,khususnya yang tidak menerima insentif baik bersumber dari APBD maupun APBN. “Menurut saya pendidikan belum gratis, pasalnya meskipun pembiayaan BOS terdiri dari sembilan item, tetapi kami masih harus memilah kegiatan prioritas karena dana tidak memadai. Sebagai solusinya, kami mengklasifikasikan siswa berdasarkan ekonomi orang tuanya, mulai dari kurang mampu, sedang hingga menengah, agar dapat dilakukan subsidi silang,” kata Kepala SMPN 17 Kendari, Milwan MPd. Kepala sekolah SMP berprestasi

tingkat Sultra tahun 2011 ini menerangkan, pemprov memang telah mengalokasikan BOP, tetapi hanya untuk SMA. Karena itu tidak cocok jika pemprov menggembar-gemborkan pendidikan gratis untuk SD dan SMP. “Kalau pusat yang mengatakan pendidikan gratis sudah cocok untuk SD dan SMP, karena mereka mengalokasikan BOS seperti yang dibayar pertriwulan. Dari pelatihan SBI di Makassar oleh Dirjen PMPTK, terungkap biaya operasional siswa SMP idealnya Rp 168 ribu per siswa per bulan, sehingga kekurangan Rp 120 ribu merupakan tanggung jawab pemprov, pemkot dan masyarakat,” katanya. Dikatakan, kalau pun ada pengelola pendidikan yang mengatakan sekolahnya gratis, berarti sedang mengalami kekurangan siswa, sehingga harus mengampanyekan sekolah gratis. “Kalau ada SMP mengatakan sekolahnya gratis, berarti masih cari siswa. Misalnya saja SMPN 17 Kendari mendapatkan alokasi dana BOS Rp 80 juta per triwulan dan APBD Kota Rp 25 juta masih belum memenuhi kebutuhan, sedangkan bantuan dari pemprov belum ada,” ungkapnya. Senada dengan itu Ketua PGRI Kecamatan Kendari, Yoppy Pamba dalam

SMA meliputi sembilan dialog itu menuturkan bahitem, sedangkan SD dan wa selama ini tidak pernah merasakan insentif dari SMP karena telah memiliki dana BOS maka hanya dana BOP Bahteramas. dibiayai insentif guru, itu “Tidak hanya itu biaya ujian kompetensi nanti 3 pun bagi guru yang belum menerima insentif sertifikas.d 4 bulan setelah pelaksi baik PNS maupun non sanaan, baru kami diberikan. Tidak heran sekolah PNS,” jelas Jabaruddin. Menurutnya, sesuai jukmengutang dulu dengan konsekuensi pinjaman bernis katanya, tidak semua bunga,” tutur Yoppy. guru menerima insentif, pasalnya dana BOP sifatMenanggapi penjelasan guru senior SMKN 2 Kennya menutupi kekurangan Yoppy Pamba dari, Kabid Dikmenti Disdana BOS. Selain itu dana dik Sultra, Jabaruddin SE MPd didamp- BOP yang disediakan, sesuai dengan ingi Tim Teknis Kegiatan (TTK) BOP kemampuan anggaran daerah. MisalnSultra, Suhaeny menjelaskan, yang ya sasaran BOP tahun 2011 Rp 91 miliar perlu dipahami tentang tupoksi pem- lebih untuk anggaran TK-SMA. Denprov dalam pendidikan gratis yaitu PP gan perhitungan ideal biaya operasionNo 19 tahun 2005. Disebutkan biaya al siswa SMA yaitu Rp 977 ribu per pendidikan meliputi biaya investasi siswa per tahun, sedangkan SMK yang dibiayai pemerintah pusat, biaya 1.960.000 per siswa per tahun. “Kami sadari jumlah tersebut jauh operasional dan biaya guru, serta biaya personal. Selain itu terdapat pula PP No dari cukup, pasalnya dari anggaran Rp 91 miliar, Rp 50 miliar lebih atau 55 38 tahun 2007. “Pemprov hanya memiliki fungsi persen untuk insentif guru, atau 82,55 koordinasi, pembinaan dan monitoring, persen dari jumlah guru ideal,” tambah mengingat pemkot yang memiliki Suhaeny sambil merinci jumlah total sekolah, sehingga berkewajiban dalam guru TK-SMA se-Sultra sebanyak 33.857 pemberian anggaran rutin. Kembali orang dan siswa sebanyak 137.750 orang kami tegaskan pembiayaan BOP untuk yang tersebar pada 4.537 sekolah. (fas)


+

KOMUNIKASI BISNIS

16

+ Kendari Pos | Rabu 13 Juli 2011

Info Komunikasi Bisnis Hubungi 081341772227

Jempol ‘Cenat–cenut‘ Akibat Asam Urat Cara Mudah Hidup Sehat, Atasi dengan Nutrisi yang Tepat

Cyan

enta llow lac k lack

+

APAKAH anda sering mengonsumsi jeroan, seafood, kangkung, bayam, kacang, emping, makanan kaleng, atau minuman beralkohol? lalu merasakan nyeri luar biasa seperti digigit kalajengking setelah mengonsumsi makanan tersebut. Jika ya, anda patut waspada karena rematik dan asam urat mengintai hidup anda. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya. Penyakit ini umumnya ditandai dengan pembengkakan dan merah di persendian terutama yang jauh dari jantung seperti jari-jari kaki disertai dengan nyeri yang luar biasa. Asam urat bisa diobati, tapi jangan dipijat karena bentuknya seperti kristal jarum, maka ketika dipijat, kristal tadi akan semakin menancap di persendian

dan bila dibiarkan bisa memicu kecacatan sendi. Selain itu, untuk mencegah terjadinya komplikasi segera obati dengan REMACT (No. POM TI 094 340 391) produk hasil riset ilmuwan yang berisikan semua formulasi bahan alam, seperti jahe, yang apabila dikombinasikan dengan tanaman lain seperti Boswellia serrata dan Devil’s claw, maka ketiganya akan mampu menghilangkan rasa nyeri secara perlahan tanpa menimbulkan efek nyeri pada lambung. Bila Anda mengalami nyeri sendi akibat asam urat ataupun rematik sendi, cobalah konsumsi REMACT 2x2 kapsul secara teratur dan rasakan khasiatnya. Hotline service (SMS Only) : 08 777 100 100 7 atau PT Marion SamREMACT tersedia di : Kendari : Ap. Surya (085241842109), Ap. Hiba (0816245177), Ap. Teladan (081245723089), Ap. Saranani (3125791), Ap. Mono Valensi (0811400739), Ap. Alfa (3191524), Ap. Wua Wua, Ap. Medika Farma, Ap. Baruga Bau-Bau : Ap. Rhoza (2826594), Ap. Asyifa (2822462), Ap. Aditya

Ekonomis dan Praktis

Gratis Konsultasi dan Servis

(085241615054), Ap. Kawi Indah (2826180), Ap. Adita (085241615054), Ap. Eka Sari, Raha : Ap. Inter Farma (0852241707776), Ap. Medi Farma, Ap. JF Farma Kolaka : Ap. Nur Kolaka (081341777999) PT. Sapta Sari Tama Cabang Makassar 0411-327545. (adv)

Sehat dan Nikmat ala Pijat Refleksi Keluarga Melayani Pijat Panggilan Rumah

PIJAT Refleksi Keluarga saat ini telah memiliki 3 cabang di kota Kendari yang berlokasi Kompleks Ruko Ahmad

Yani Square (belakang Hotel Horizon) Block C.11, cabang di Jl. Ir Alala (By Pass) No.147 (samping dosmering teratai), dan baru-baru ini telah beroperasi cabang di Jl. Sao-Sao depan BTN 1 (ruko warna merah). Pijat refleksi adalah salah satu pengobatan alternatif yang ampuh, aman, praktis, murah, dan tanpa efek samping. Selain mencegah dan menyembuhkan, pengobatan ini juga dapat mendeteksi apakah

salah satu organ kita terganggu atau masih sehat. Pengobatan ini menggunakan penekanan pada titik syaraf ditelapak kaki, tangan, badan, wajah dan kepala dengan teknik kekuatan jari-jari (tanpa alat), sehingga dapat memperlancar saraf yang tersumbat dan menormalkan peredaran darah dan fungsi organ tubuh. Bandrol pijatan mulai dari Rp. 20.000 hingga Rp 55.000. C p . 0 8 5 2 7 9 0 4 0 6 3 4 085241841352. Cabang Kolaka, di Jl. Pemuda KM 4 (samping Kampus USN) Rp. 20.Rb 1/2 jam, dan Rp. 35.Rb/jam, Cp:

085239888761. Rido: 0811400706/ 081245555055. Pijat Refleksi Keluarga memiliki tenaga-tenaga terlatih bersertifikat Internasional dan Nasional yang menggunakan teknik Refleksi dengan Double Message. Ditempat ini juga melayani pijat panggilan rumah, menyiapkan tenaga pijat khusus perempuan dan ibu-ibu muslimah (ahwat). Layanan harga terjangkau sehingga menampung semua strata sosial. Telah banyak masyarakat yang merasakan kenikamatan Refleksi ala Pijat Refleksi Keluarga. (adv)

Sehat dan Cantik dengan Akupuntur AL-Ishlah Oriental Medical Clinic SIAPA bilang untuk sehat dan cantik harus mengeluarkan biaya yang mahal, sekarang tidak lagi dengan kehadiran AL-Ishlah Oriental Medical Clinic yang menawarkan facial laser Rp.30.000, totok wajah Rp.30.000, facial laser dan terapi wajah Rp.50.000, serta paket kecantikan hanya Rp.150.000, yang terdiri dari facial laser, totok wajah, masker, vitamin kulit dan akupuntur kecantikan/wajah. Fungsi akupuntur kecantikan; mengencangkan

otot wajah, menghilangkan flek, mengatasi jerawat, kerutan diwajah, kulit kusam dan kantong mata. Selain itu memperbaiki bentuk hidung dan dagu. Penanganan paket kecantikan di AL-Ishlah dilakukan secara holistic atau menyeluruh.

Disamping untuk kecantikan akupuntur dapat pula mengatasi berbagai penyakit seperti: stroke, hipertensi, maag kronis, asma, diabetes, sinusitis, polip, rhematik, asam urat, kolesterol, batuk menahun, alergi, vertigo, sakit kepala menahun, sakit Pinggang, kaku kuduk, obesitas, kebotakan, rambut rontok, lever, ginjal, prostat, gondok beracun, tumor, kanker, stress, depresi, penanganan narkoba dan lainnya. Klinik AL-Ishlah juga melayani bekam, terapi telinga, gurah tradisional, totok payudara, totok vagina, massage full body (khusus pria), tera-

pi obesitas, kebotakan dan rambut ronto. Tersedia herbal dalam bentuk kapsul, untuk paket hemat ditawarkan terapi tiga orang gratis orang keempat dan terapi 5 kali gratis yang keenam dengan terapi yang sama. Untuk kenyamanan anda seluruh ruang terapi ber-AC. Praktek mulai pukul 09.00 - 19.00 Wita. Hubungi kantor pusat ALIshlah Makassar Jl.A.P.Pettarani 33 No.9, Telp0411-435365, AL-Ishlah KENDARI Jl.A.H.Nasution Poros Anduonohu, Telp. 04013196576. AL-Ishlah KOLAKA, Jl.Pramuka No.68E Telp. 0405-2324068. (adv)

TOP WATER (reverse osmosi) adalah produk penyulingan dan penyaringan air yang berstandar kualitas air International dengan ukuran filter sangat halus, 1/1000 mikron. Produk ini mampu membuang seluruh pencemaran kimia, bakteri dan virus. Dengan mengonsumsi air minum yang murni dari hasil mesin TOP Water maka kesehatan dan fungsi ginjal dalam tubuh anda dan keluarga tetap terjaga. Selain itu, Top Water mampu membuang zat polutan berbahaya hingga air menjadi murni 99,9% atau TDS 0,02 ppm dengan kandungan oksigen yang sangat tinggi. Sebelum pemasangan filter, terlebih dahulu dilakukan tahapan proses analisa air baku sebanyak 7 kali menggunakan membran yang telah lulus uji kelayakan dari NSF dan Water Quality USA. Memiliki Top Water dirumah tentunya sangat bernilai ekonomi yang tinggi dibandingkan membeli air minum isi ulang sehingga bisa meminimalisir pengeluaran. Stop pemborosan, stop masak air dan stop beli air. Dengan Top Water, air dari kran bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak. Top Water merupakan

teknologi yang telah teruji secara International dan digunakan oleh jutaan rumah tangga di Negara-negara maju. Pemesanan Hub: UD. Jumbo Niaga di Jl. RA. Kartini No.26 Kota Lama. Tlp: 0401-3001620, 0811402670. Kifly 085298892165. Pablo 085796711131. Arifuddin 085241925216. H Makmur 085299557725. Cab. Baubau, Abidin 082193110120. Silakan SMS/ Telpon, alamat anda akan dikunjungi. (adv)

Ma

Y

Uang Muka Spin dan Titan Hanya Rp 600.000 Program Ramadhan Ceria BAGI anda yang melakukan penawaran motor secara kredit, saat ini Suzuki memberikan kemudahan uang muka yang sangat terjangkau dan subsidi uang muka yang menguntungkan. Suzuki saat ini menjalankan program ‘Ramadhan Ceria‘ dengan memberlakukan uang muka kredit yang sangat terjangkau untuk produk Spin, Ti-

tan, dan Axelo. Kredit uang muka Shogun Axelo cukup Rp 750.000 dan konsumen mendapat subsidi Rp 1.250.000. Selain itu, Spin tak mau kalah dengan uang muka saat kredit hanya Rp 600.000 dan subsidi Rp 1.400.000, dan Suzuki Titan hanya Rp 600.000 dengan subsidi Rp 1.500.000. Syarat kredit sangat ringan, cukup copy KTP dan copy KK. Info lebih lanjut hubungi sales/marketing Suzuki 085241515858. (adv)

Pusat Pengobatan Khusus Pria Lemah Syahwat dan Tambah Ukuran Bisa Diatasi, Usia Tua-Muda

Cyan

enta

TERJADINYA penurunan kemampuan vitalitas seksual kelaki-lakian bisa terjadi pada semua orang dengan berbagai macam latar belakang profesi atau kebiasaan, seperti faktor usia, pola makan yang kurang terkontrol, gaya hidup yang tidak sehat, mengidap penyakit tertentu semisal kencing manis,

darah tinggi, ginjal, jantung, stres dan lainnya. Semua itu hanya bisa diatasi dengan kesadaran dan keinginan individu untuk segera berobat, dan yang paling utama berobat ditempat yang paling tepat. Menurut survei, pada umumnya pria yang bermasalah dengan Seksualitas memiliki sifat temperamental, egois, dan menutup diri alias malas untuk berobat atau berkonsultasi dengan pihak yang berkompeten, sehingga akhirnya akan berdampak fatal pada keharmonisan rumah tangga dan etos kerja yang menu-

run, serta dibarenaban hanya bisa merenungi nasib. Jika anda memiliki masalah dengan seksualitas, tak perlu panik dan pesimis karena telah hadir AHLI PENGOBATAN KHUSUS PRIA yang siap mengatasi keluhan anda seperti: Mampu menambah ukuran Mr.P keras dan tahan lama, mengobati lemah syahwat, Impotensi, ejakulasi dini, dan belum punya keturunan. Semua ditangani dengan sistem terapi tanpa efek samping dengan biaya yang terjangkau semua kalangan. Ditempat ini dalam

hal pengobatan pasien, akan diberi jaminan berhasil 100% dan lebih baik dan akurat dari pusat-pusat pengobatan yang pernah anda datangi. Segera hubungi PENGOBATAN LICHENG, di Jl. Sawerigading (Lorong Dolog) Depan Kantor Pos Mandonga, Kendari (HP: 08114O8222). Praktek setiap hari, hari Minggu dan hari besar tetap buka. (adv)

Mag

Y

B

llow lac k lack

+ +


Kendari Pos | Rabu, 13 Juli 2011

3 PS Konsel v PS Wakatobi 1 LINTAS VENUE LA ODE IMAN-KENDARI POS

Pasangan ganda pertama bulutangkis Kota Kendari Kristian Sihombing dan Ricar Saranani yang sukses menjadi penentu raihan medali emas bagi timnya, kemarin

Kendari dan Konawe Berbagi Emas

Kendari, KP Kontingen Kota Kendari dan Konawe sukses merebut masingmasing satu medali emas dinomor beregu cabang olahraga bulutangkis. Untuk beregu putra, tim Kota Kendari berhasil menyabet peringkat pertama setelah difinal mengalahkan Muna dengan skor 3-1, perunggu diraih Kolaka Utara dan tuan rumah Konsel. Sedangkan Konawe, meraih emas dinomor beregu putri. Mereka berhasil mengandaskan Kota Kendari 21. Perunggu direbut Kolut juga Konsel. Kesuksesan Kota Kendari dipersembahkan tujuh atletnya. Meski, Kristian Sihombing yang turun ditunggal pertama gagal memanfaatkan keunggulan setelah dikalahkan Yoga Sisdiq dari Muna. Namun, Felix Ola Lumele dari Kota Kendari berhasil menyamakan kedudukan setelah mengandaskan Candra pemain kedua Muna. Ditunggal ketiga, Sugianto kembali membuat unggul Kota Kendari 2-1 setelah mengalahkan Satria Muslim atlet ketiga Muna. Sebenarnya, masih ada satu partai ganda putra terakhir. Namun, tidak dimainkan. Pasalnya, diganda pertama, Kristian Sihombing dan partnernya M Syafan Saranani sukses memenangkan partai itu sehingga Kota Kendari dinyatakan menang dan berhak meraih emas dengan skor 3-1. Sedangkan Konawe berhak meraih emas diganda Putri. Partai ini terbilang mengejutkan. Sebabnya, dalam final kali mereka menghadapi atlet senior dari Kota Kendari yang kerap menjuarai beberapa turnamen. Tunggal pertama, Apriyani dari Konawe sukses menumbangkan Wa Ode Anggraini. Lalu dibalas Isra Fadillah yang mengandaskan Aisyah dari Konawe. Dipartai penentu, Apriani dan Yuliastuti berhasil unggul atas Kota Kendari yang dimainkan Wa Ode Angraini dan Suci Juwita sehingga skor menjadi 2-1. “ Ini baru dua nomor, masih ada lima nomor lagi yang akan dipertandingkan. Saya lihat, atlet yang tampil memiliki talenta dari masing-masing klub yang dibina tiap daerah. Jadi disini tidak ada yang komplain karena semua murni,”ujar Boy Ihwansyah Ketua Pengprov PBSI Sultra kemarin. (p2)

48 Nomor, Hanya 32 Medali Sah Kendari, KP Cabang olahraga renang akhirnya sukses menuntaskan seluruh lomba di ajang Porprov. Sembilan daerah berpartisipasi mengikuti 48 nomor pertandingan. Hasilnya, Kota Kendari berada dipuncak klasemen mengoleksi 12 emas, enam perak dan satu perunggu. Posisi kedua ditempati Konsel dengan 10 emas 19 perak tujuh perunggu, ketiga Konawe 10 emas, empat perak, tiga perunggu, keempat Muna delapan emas, 12 perak 15 perunggu, kelima Kota Bau-Bau dengan delapan emas, enam perak 18 perunggu. Lalu Buton satu perak empat perunggu. Sedangkan tiga kabupaten lainya, Wakatobi, Kolaka dan Konawe Utara (Konut) tak berhasil meraih medali. Meski begitu, dari 48 nomor yang dipertandingkan, pihak KONI Sultra menegaskan, nomor yang diakui dan dihitung dalam Porprov hanya 32 nomor saja. Sesuai dengan keputusan saat rapat yang digelarseluruhjajaranKONIdan Pengprov cabor. “ Saya minta kepada seluruh KONI daerah tidak mentolelir 16 cabor yang tak masuk dalam hitungan KONI Sultra. Apalagi sampai memberikan bonus. Sebab, 16 nomor yang mereka paksakan untuk dipertandingkan, sama sekali tidak sah dalam perhitungan perolehan medali,” tegas Wakil Ketua KONI II Sultra, Tasman Taewa, kemarin. Menurutnya, 16 nomor yang dipaksakan terlibat itu hanya partai eksebishi. Pasalnya, pengurus renang tidak menyikapi hasil keputusan rapat yang ditentukan KONI Sultra. “ PON saja hanya 32 nomor yang dipertandingkan. Masa kita mau mengikutkan 48 nomor yang mereka ajukan. Intinya, 16 nomor ilegal dalam penghitunganmedali,”tandasnya.(p2)

TEGANG MENUJU FINAL

Andoolo, KP Babak semifinal yang mempertemukan PS Konsel versus PS Wakatobi di cabang sepak bola yang berlangsung kemarin di Stadion Utama Andoolo berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tuan rumah. Raihan gemilang anak asuhan Arsalim Arifin itu disumbangkan melalui Yusmar Adri dimenit ke 53, Hengky dimenit 82 dan Ruslin Kahar (Ulink) pada menit 88. Sementara PS Wakatobi yang diarsiteki H. Rivai disumbangkan melalui strikernya bernomor punggung 10, Muh Asnun dimenit 78. Pertemuan kedua kesebelasan untuk menentukan langkah menuju final itu berlangsung dalam tensi emosi tinggi. Wasit Arfandi harus mengeluarkan empat kartu kuning dan satu kartu merah untuk pemain PS Wakatobi dan satu kartu kuning bagi PS Konsel. Semifinal cabang olahraga paling populer yang disaksikan langsung Bupati Konsel, H. Imran bersama Wakil, H. Sutoardjo Pondiu dan Kapolres, AKBP Anjar Wicaksana dibabak pertama berakhir dengan skor 0-0. Setelah masa jedah, PS Konsel yang terbeban untuk memenangkan pertandingan mulai merubah pola permainan. Pelatih Kepala, Nurwan melakukan pergantian pemain. Purnama ditarik keluar dan digantikan Hengky serta Heri Kuswanto digantikan Fandi Ahmad. Masuknya kedua pemain ini membuat lini tengah PS Konsel lebih hidup. Alur serangan kepada duo striker

Jimmliyanto dan Hengky terus mengalir. Ketatnya pertahanan PS Wakatobi yang dikapteni Arifandi sulit untuk tertebus. Dimenit ke 48 PS Wakatobi melalui Hardiayansya (13) melakukan pelanggaran keras dan harus diganjar kartu kuning untuk kedua. Akumulasi dua kartu inilah Wasit Arifandi mengeluarkan kartu merah dan harus keluar meninggalkan lapangan. Berkurangnya pemain PS Wakatobi dimanfaatkan pemain PS Konawe Selatan dengan menekan barisan pertahanan. Melalui Yusmar Adri dimenit 53 berhasil menjebloskan sikulit bundar digawang Wakatobi yang dijaga Tony Ariwibowo. Keunggulan PS Konawe Selatan tersebut tidak dapat dipertahankan. Akibat kesalahan barisan pertahanan Haruddin, Hadianto dan Junaid membuat striker PS Wakatobi Muh. Asnun mampu menyamakan kedudukan di menit ke 78. Gol yang tercipta diparuh babak kedua tersebut menyulut pemain PS Konsel untuk menekan pertahan lawan. Hasilnya dimenit ke 82 Hengky memanfaatkan asist Jimmylianto memasukkan bola ke gawang PS Wakatobi melalui heading. Gol itu melecut semangat untuk menambah pundi-pundi gol. Dimenit ke 88 melalui akselerasi Ulink dengan melewati beberapa barisan pertahanan lawan dan menciptakan gol pamungkas. Bupati Konsel H Imran yang menyaksikan pertandingan ini langsung

Baca FINAL Hal 18

LA ODE IMAN-KENDARI POS

Bupati Butur, Ridwan Zakariah didampingi Ketua PODSI, Hado Hasina usai memberikan bonus kepada atletnya.

Bupati Butur Gandakan Bonus Atlet Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XII 2015 Kendari, KP Tampil sebagai debutan, atlet-atlet Buton Utara (Butur) sampai saat ini sukses merebut 10 medali emas, tujuh

perak dan 11 perunggu diajang Porprov XI Konsel. Sejumlah medali itu dipersembahkan dari cabor dayung, karate, tenis lapangan dan balap motor. “ Masih banyak medali yang bisa diraih. Jika terlaksana, ini merupa-

Baca BUTUR Hal 18

DARWIN SIHOMBING-KENDARI POS

Playmaker PS Konsel, Yusmar (kanan) membawa bola dalam pengawalan ketat pemainpemain PS Wakatobi. Skuad tuan rumah unggul 3-1 dan berhak melaju ke babak final menantang pemenang antara PS Kota Kendari v Gasko Kolaka, sore ini di Stadion Utama Andoolo.

Silat Kacau, Laga Dihentikan Andoolo, KP helatan Porprov tak lama lagi akan berakhir. Namun sejumlah pertandingan terpaksa dihentikan panitia dan dewan juri karena adanya aksi protes dari atlet, pelatih, Official dan manajer ataupun wasit/Juri itu sendiri. Kemarin, pertandingan penyisihan menju final cabang olahraga silat yang berlangsung di Aula DPRD Konsel terpaksa dihentikan panitia karena komplain sejumlah daerah peserta pertandingan terhadap penilaian wasit. Adu argumentasi antara manager, official, atlet terhadap wasit yang sementara bertugas hampir berujung keributan namun cepat dihentikan panitia pelaksana, khususnya dari Pengprov IPSI. Pertemuan dilakukan untuk membahas kelanjutan helatan tersebut. Pengprov bersama panitia lokal, kepolisian, wasit dan manager tim masing-masing peserta menggelar pertemuan di ruang Rapat KONI Konsel, kemarin. Dari pertemuan tersebut mas-

ing-masing peserta meminta wasit atau juri bekerja secara profesional dan menjalankan sesuai aturan-aturan yang ada. Selain itu juga membludkaknya penonton diarea pertandingan dinilai sangat menggangu peserta yang sementara bertanding. Pihak keamanan diminta menambah personil di lokasi pertandingan. Panitia Pengprov Cabor Silat, Alimin yang memimpin rapat didampingi Kapolres Konawe Selatan, AKBP Anjar Wicaksana, Sekretaris KONI Konsel Beangga Haryanto pun menyimpulkan, untuk pertandingan cabor silat yang sementara berlangsung kemarin dihentikan dan akan dilanjutkan hari ini. Untuk diketahui, keributan saat pertandingan itu terjadi saat pesilat Konawe Selatan bertanding dengan pesilat Kolaka. Aksi protes terjadi dan ditujukan kepada wasit yang memimpin pertandingan. Begitu juga saat pertandingan yang mempertemukan pesilat Muna dan atlet Buton. (era)


CMY

CMY

20

Kendari Pos |Rabu, 13 Juli 2011

September, Tafdil-Masyhura Dilantik

DOK/KP

Pasangan Tafdil-Masyhura ini baru saja memenangkan Pilkada Bombana. Tapi mereka baru akan dilantik, September nanti. Rumbia, KP Bombana masih akan lama memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang definitif. H.Tafdil, SE.MM, dan Ir.Hj. Masyura Ila Ladamai, yang baru saja dikukuhkan sebagai pemenang Pilkada Bombana masih harus menunggu lama untuk merasakan buah dari perjuangan mereka. Gubernur Sultra, Nur Alam baru akan melantik keduanya September nanti. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Sultra saat memberikan sambutan dihadapan kepala SKPD, Camat dan Lurah dalam acara peresmian mesjid bintang emas “Haqqul Yaqin” di kantor Bupati Bombana, sore kemarin. “Bupati dan Wakil Bupati terpilih September baru dilan-

tik,” kata Nur Alam. Menurut gubernur, ada beberapa alasan sehingga pasangan dengan jargon Tamasya (Tafdil-Masyura) belum dilantik. Pertama, pasca putusan Mahkamah Konstitusi, maka proses terus berlanjut. Beberapa hari lalu, dirinya baru menandatangani surat usulan pengesahan sekaligus pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Surat ini diusulkan ke Mendagri untuk mendapatkan SK atas nama presiden. Prosesnya masih berjalan. Yang kedua mumpung masih ada jeda waktu satu atau dua bulan kedepan, Nur Alam meminta kepada Pj Bupati, pimpinan dan anggota DPRD untuk mempercepat proses pembahasan APBD Perubahan

2011. Tujuannya, jika pemerintahan yang baru duduk, bisa langsung star dengan format dan kebijakan anggaran yang baru, disamping yang bersangkutan mempersiapkan RPJM tahun 2011-2016. Sebab pelaksanaan pembangunan saat ini harus ada patron yang jelas dan terukur. “Kita perkirakan semua ini bisa rampung paling lambat dalam bulan September, sehingga surat keputusan mentri atas nama presiden rampung, pelantikan Bupati pun bisa dilaksanakan,” tutur Gubernur. Terlambatnya pelantikan satu bulan atau dua bulan itu tidak mengurangi masa jabatan seseorang. Sebab jika dilantik bulan sembilan nanti bulan sembilan lima tahun de-

pan baru berakhir masa jabatannya. Olehnya itu Nur Alam minta bisa dipahami sebaiknyabaiknya. Tidak hanya itu, Gubernur juga memberikan penjelasan, pencerahan sekaligus klarifikasi tentang Pilkada. Katanya, setiap pilkada dan proses demokrasi, selalu memberi ruang seluasluasnya kepada masyarakat, kelompok maupun kandidat yang jadi kompetitor untuk sosialisasi dan konsolidasi. Namun akhir dari perjuangan itu, setelah pelaksanaan pilkada berlangsung, perhitungan suara, dan proses hukum yang mengukuhkan hasil pemilu. Setelah itu tidak ada lagi polarisasi, konflik, kelompok politik serta pertentangan satu sama lain sebab siapapun terpilih dia wajib dan harus melaksanakan tugas untuk seluruh masyarakat di kabupaten tersebut khususnya di Bombana. “Jadi tidak ada lagi orangnya Tafdil, tidak ada lagi orangnya Subhan. Semuanya adalah rakyat Bombana yang harus bersama-sama pemimpinya didalam rangka melaksanakan pembangunan,” kata Nur Alam. “Begitu juga dengan birokrasi. Ada yang di Subhan ada di Tafdil. Itu menurut isunya. Tapi saya tidak yakin. Karena birokrasi netral,” sambungnya. Sekarang kata Nur Alam, tidak perlu lagi ada keresahan. Bekerjalah dengan baik, bersatu padu memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Bombana.(nur)

Hanura Masih Buka Lowongan Kendari, KP Beberapa pengurus DPC Partai Hanura Kota Kendari, kebablasan. Instruksi partai untuk menjalin silaturahmi Ir Asrun, salah satu bakal calon Walikota Kendari malah diartikan berbeda oleh beberapa oknum pengurus partai itu. Klaim bahwa Hanura sudah hampir pasti jadi kendaraan politik Asrun, langsung diklarifikasi pengurus DPD Hanura Sultra. Seperti diketahui, atas nama partai, Wakil Ketua DPC Hanura Kota Kendari, Muslimin dan Wakil Sekertaris DPC Hanura Kota, Fadlan, menemui walikota Kendari, Ir Asrun dan memberi garansi bahwa partai akan mendukung calon incumbent itu, di Pilwali nanti. Padahal,

mekanisme di partai tersebut, masih jauh. Artinya, belum ada calon yang diusung. Akibat dari pernyataan Muslimin dan Fadlan, calon lain yang menggebu-gebu maju lewat pintu Hanura, akhirnya pikir-pikir untuk gabung. Ini kemudian membuat pengurus DPD Hanura Sultra, meradang. Sekertaris DPD Hanura Sultra, Slamet Durasim, mengatakan, pintu Hanura masih terbuka untuk semua calon. Silaturahmi dengan semua calon, kata dia, adalah wajar dilakukan. Tapi, yang kemudian menjadi salah, jika silaturahmi tersebut, malah disalah artikan oleh pengurus yang ditugasi, hingga melahirkan pernyataan yang salah di media. “Dengan semua calon kami

komunikasi. Tapi masalahnya, Hanura belum membuka penjaringan. Ada mekanisme partai yaitu Juklak. Itu harga mati, yang harus diikuti dan dipahami. Jadi belum ada calon yang kami lahirkan,” katanya, kemarin. Menurutnya, Hanura tidak gegabah memutuskan siapa calon yang akan diusung kelak. Sebab, masih ada beberapa tahapan yang akan berjalan, hingga akhirnya lahir keputusan calon yang menggunakan pintu Hanura di Pilwali tahun depan. “Fit and proper test dilakukan DPD dan dirembukan dengan DPC. Karena keputusan calon, lahir dari bawah. Setelah fit, dikerucutkan 3 nama lalu dikirim ke pusat dan dikomunikasikan lagi ke DPD

ABDI MAHATMA/KP

Pelantikan pengurus DPW PAN Sultra beberapa hari lalu sangatlah meriah. Para petinggi partai matahari terbit ini hadir. Nampak Ketua DPP PAN, Hatta Rajasa, Wakil Ketua Zulkifli Hasan yang juga Menhut, Taufik Kurniawan, Sekjend DPP PAN dan Ketua PAN Sultra, Nur Alam.

Nasdem Sudah Daftar Jadi Parpol Kendari, KP Cerita soal Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang akan bermetamorfosis menjadi partai politik hingga membuat Sri Sultan Hamengkubuono mengundurkan diri, boleh jadi ada benarnya. Di Sultra, lembaga politik bernama Nasdem, tanpa banyak gembar-gembor ternyata sudah mendaftarkan diri di Badan Kesbang, Politik dan Linmas sebagai sebuah parpol, dan siap diverifikasi. “Partai Nasdem dan sebelas parpol lainnya, sudah memenuhi syarat untuk diverifikasi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi tiap Parpol dalam melakukan verifikasi adalah seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010,” kata Kepala Badan Kesbang Politik Linmas Sultra, Mesak Tanan, kemarin. UU Nomor 2 tahun 2010, kata dia, merupakan perubahan dari UU Nomor 2 Tahun 2008, tentang Verifikasi Partai Politik, dimana setiap Parpol harus

memenuhi 50 persen kepengurusan di tingkat kecamatan dan 75 persen kepengurusan di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, lanjut dia, Parpol harus memiliki sekertariat tetap dan anggota pengurus partai tidak merangkap pengurus partai lain. Kiprah Nasdem sebagai Parpol baru, semakin tak terbantahkan dengan terbentuknya pengurus di tingkat DPW, DPD hingga tingkat ranting. Di Sultra, Nasdem telah memiliki sekertariat yang beralamat di Jalan Mekar Kelurahan Kadia-Kecamatan Kadia-Kota Kendari. Menurut Mesak, Nasdem telah terdaftar di Kantor Badan Kesbang Politik Linmas Sultra, sebagai salah satu peserta verifikasi, Jumat (24/6) lalu. Dari data yang dimiliki Kesbang, Parpol itu di Sultra diketuai La Ode Iksanuddin Saafi SH, Jurni S. Si di posisi Wakil Ketua DPW dan Abdul Azis SE sebagai sekretaris DPW Nasdem Sultra. Kendari Pos mencoba mengecek ke sekertariat DPW Partai Nasdem

yang berada di Jalan Mekar. Namun, di alamat seperti yang didaftarkan di Kantor Kesbang Linmas, hanya ada bangunan kosong tanpa penghuni. Kantor DPW Nasdem tepatnya di sebuah rumah berlantai 1 dengan dinding tembok bercat putih. Di teras kanan bangunan itu ada sebuah mobil sedan berwarna hitam diparkir begitu saja. Di teras rumah juga terdapat pot bunga yang dijejer rapi. Di kiri depan Kantor sekretariat tersebut dipasang papan nama partai Nasdem yang bertuliskan logo partai, nama partai, serta alamat partai. LM Bariun, salah seorang pengurus Ormas Nasdem Sultra membantah jika Partai Nasdem yang didaftarkan di Kesbang itu ada kaitannya dengan Ormas Surya Paloh. Ia mengatakan, memang sudah mendengar adanya parpol bersama Nasdem, tapi ia memastikan tidak ada kaitannya dengan mereka sebagai pengurus Ormas Nasdem di Sultra.(m2)

bersama DPC,” ujarnya. Karenanya, dia menegaskan, pintu partai masih terbuka untuk umum. Entah itu kader atau pun di luar kader, Hanura masih steril. Menanggapi hal itu, Sekertaris DPC Kota Kendari, Zohorman Halili, menambahkan, apa yang diungkapkan dua rekannya di Hanura Kota itu, hanyalah bersifat pribadi. “Pernyataan mereka, hanya pribadi saja. Kami masih buka peluang untuk semua calon, baik 01 atau 02. Belum ada yang pasti, karena penjaringan saja belum kami lakukan. Waktu itu kami hanya silatuhrami dengan Pak Wali. Sebelum beliau pun, kami sudah komunikasi dengan Pak Geo (La Ode Geo) dan La Ode Magribi,” tandasnya.(dri)

CMY

CMY


Kendari Pos Edisi 13 Juli 2011