Karateristik Populasi 4. karakteristik Sampel 5. Probability Sample 6. Non-Probability Sample 7.
Pengukuran Sampel 8.
Populasi dan Sampel | Statistika
DEFINISIPOPULASI
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannnya. Obyek/suyeknya dapat berupa anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam suatu tempat secara terencana menjadi tergat kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.
Populasi tidak sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek, melainkan juga meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek/obyek yang diteliti. Kuantitas populasi tidak harus berjumlah banyak. Satu orang pun dapat dijadikan sebagai populasi, karena satu orang itu memiliki berbagai karakteristik yang dapat dijadikan data untuk diteliti dan ditarik kesimpulannya.
JENIS-JENIS
POPULASI
Berdasarkan jumlah populasi:
Terdapat 3 klasifikasi dari populasi, yaitu berdasarkan jumlah populasi, berdasarkan sifat populasi, dan berdasarkan perbedaan lain.
Berdasarkan sifat populasi:
2
Populasi terbatas atau populasi terhingga, sumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif karena memiliki karakteristik yang terbatas.
1. Populasi Tak Terbatas atau populasi tak terhingga, sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan.
1.
Populasi homogen, populasi yang unsurnya memiliki sifat yang sama, sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.
2
Populasi heterogen, populasi yang dalam unsurnya terdapat sifat variasi sehingga ada batasan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Berdasarkan sifat populasi: Populasi target adalah populasi yang ditentukan sesuai dengan yang tertera dalam masalah penelitian. 1. Populasi survei adalah populasi yang terliput di dalam penelitian yang sedang dilaksanakan. 2
Populasi dan Sampel | 01
Populasi dan Sampel | Statistika
Sampel
DEFINISISAMPEL
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari keseluruhan populasi, peneliti dapat mengambil sampel dari populasi tersebut. Sampel yang diambil dari populasi harus representatif (menwakili).
Sampel dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut:
a. Peneliti bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi, sehingga harus meneliti sebagian saja.
b. Penelitian bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil-hasil kepenelitiannya, dalam arti mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada objek, gejala, atau kejadian yang lebih luas.
ALASAN MENGAMBIL
Ukuran populasi
SAMPEL
Masalah biaya
Dalam hal populasi tak terbatas (tak terhingga) berupa parameter yang jumlahnya tidak diketahui dengan pasti, pada dasarnya bersifat konseptual. Karena itu sama sekali tidak mungkin mengumpulkan data dari populasi seperti itu.
Masalah waktu
Penelitian sampel selalu memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada penelitian populasi. Sehubungan dengan hal itu, apabila waktu yang tersedia terbatas, dan kesimpulan diinginkan dengan segera, maka penelitian sampel, dalam hal ini, lebih tepat.
Percobaan yang sifatnya merusak
Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh populasi karena dapat merusak atau merugikan.
Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak sedikitnya objek yang diselidiki. Semakin besar jumlah objek, maka semakin besar biaya yang diperlukan, lebih-lebih bila objek itu tersebar di wilayah yang cukup luas.
Masalah ketelitian
Salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan cukup dapat dipertanggungjawabkan. Ketelitian, dalam hal ini meliputi pengumpulan, pencatatan, dan analisis data. P
Masalah ekonomis
Aka selalu ada pertanyaan: apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya, waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan? Dengan kata lain penelitian sampel pada dasarnya akan lebih ekonomis daripada penelitian populasi.
Populasi dan Sampel | 02
Populasi dan Sampel | Statistika
SAMPEL Teknik Pengambilan
Probability dan Non-Probability Sampling
MACAM-MACAM
PROBABILITYSAMPLING
Simple Random Sampling
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu
Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik pengambilan sampel daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional
Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional
Sampling Sistematis
Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
Sampling Jenuh
Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau kecil.
Sampling Kuota
Teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
Sampling Purposive
Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi.
Sampling Insidental
Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Snowball Sampling
Teknik penentuan sampel yang mulamula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
Populasi
Probability
Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel
Non-Probability
Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsut atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel
Perbedaan
Keduanya
Probability sampling
Setiap anggota populasi
memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih
Teknik ini biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif
Hasil penelitian lebih objektif, tanpa bias, dan dapat diuji secara statistik
Teknik ini dapat menggeneralisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas
Non-probability sampling
Tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi
Bergantung pada metode subjektif seperti kemudahan atau penilaian
Berpotensi menimbulkan bias pada sampel dan memengaruhi generalisasi temuan
KARAKTERISTIK POPULASI
Karakteristik populasi dalam ruang lingkup biologi dapat dilihat dengan adanya keberadaan suatu organisasi dan tentunya juga struktur organisasi yang memiliki sifat konstan dan fluktuasi sesuai dengan waktu Dalam karakteristik ini, populasi memiliki sejarah kehidupan yang terjadi sejak lahir di dunia ini hingga meninggal dunia Populasi dalam ruang lingkup biologi dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari dampak lingkungan dan bisa juga merespon perubahan dari lingkungan tersebut
Karakteristik populasi dalam ruang lingkup statistik adalah mengenai kepadatan dan juga ukuran dari besaran populasi itu sendiri yang termasuk didalamnya ada beragam variabel atau parameter utama yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kematian dan juga kelahiran Karakteristik dalam lingkup statistik sendiri merupakan sebaran yang ada dalam populasi dan juga dapat dipengaruhi oleh adanya sebaran dari beberapa objek tertentu, dipengaruhi juga oleh iklim dan cuaca, struktur dan juga umur dari objek yang ada tersebut
KARAKTERISTIK SAMPEL
Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sampel Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalamsampel, makin akurat sampel tersebut Tolok ukur adanya“bias” atau kekeliruan adalah populasi Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (N
Presisi, sampel harus memiliki tingkat presisi estimasi. Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi
Presisi diukur oleh simpangan baku SAMPEL POPULASI TEMUAN 8 (standard error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat presisinya
PENENTUAN UKURAN
Tabel, Nomogram Hary King, dan
Rumus
RUMUS SLOVIN
N = Ukuran sampel
N = Populasi
E = Persentase kelonggaran ketidakterikatan karena kesalahan pengambilan sampel yang masih diinginkan
NOMOGRAM
HARRY KING
Misalkan populasi sebanyak 250, taraf signifikansi yang dikehendaki adalah 10%
Maka, akan diperoleh nilai skala persentase 20%
Jumlah sampel 20% x 250 = 50
RUMUS ISAAC DAN MICHAEL
s = Jumlah sampel
λ² = Chi Kuadrat yang harganya tergantung derajat kebebasan dan tingkat kesalahan Untuk Derajat Kebebasan 1 dan kesalahan 5% harga chi kuadrat = 3,841
N = Jumlah populasi
P = Peluang benar (0,5)
Q = Peluang salah (0,5)
d = Perbedaan antara rata-rata sampel dengan rata-rata populasi Perbedaan bisa 0,01; 0,05; dan 0,10.
Tabel Isaac dan Michael
RUMUS KREJCIE
Keterangan:
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi
X2 = Nilai Chi Kuadrat
d = Galat pendugaan
P = Proporsi populasi
Tabel Krejcie
Kanadeva Hosanna Augusta Pangaribuan
TerimaKasih
Populasi dan Sampel. | Statistika
Summary
Populasi adalah sekumpulan objek atau subjek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti sebagai fokus penelitian.
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk penelitian karena keterbatasan dalam meneliti seluruh populasi.
Teknik Pengambilan Sampel terdiri dari 2, yaitu Probability Sample dan Non-Probability Sample
Karakteristik Populasi terbagi dalam 2 ruang lingkup, yaitu ruang lingkup biologi dan ruang lingkup statistik
Karakteristik Sampel ditentukan oleh 2 hal, yaitu akurasi/ketepatan dan presisi
Macam-macam pengukuran sampel, yaitu rumus slovin, rumus isaac dan michael, rumus krejcie, dan nomogram harry king