Issuu on Google+

TWITTER

@kabarmaduranews

RABU 6 Februari 2013

KM/HAIRUL ANAM

PASTIKAN AMAN: Peralatan keamanan tampak di halaman Kantor Panwaslu Pamekasan di Jalan Trunojoyo sejak dua hari terakhir ini.

KPU-Panwaslu Dijaga Ketat

Putusan Sidang PHPU Mahkamah Konstitusi

INFOGRAFIS: RYAN KALIG

PAMEKASANMahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak semua

gugatan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kholilurrahman-Masduki (KOMPAK) dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (5/2). Penolakan MK atas nomor perkara 6/PHPU.D-XI/2013 ini, karena dinilai pihak KOMPAK tidak dapat membuktikan gugatannya secara objektif, sepihak atau hanya subjektif. Bersambung ke Hal 6

PAMEKASAN-Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Penjagaan tersebut dilakukan mengingat dua hari terakhir ini, Pamekasan terus diwarnai aksi unjuk rasa dari masyarakat yang menyatakan tidak puas atas hasil penetapan Pemilukada KPU Jawa Timur. Terlebih, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin menolak gugatan pemohon untuk seluruhnya. Sekalipun massa gencar memblokade jalan dan mengganggu jalan-

jalan perkotaan melalui pembakaran ban, itu tak lantas menciutkan semangat polisi menindak tegas mereka. Dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Nanang Chadarusman, keamanan Kabupaten Pamekasan terbilang tetap stabil. “Kami akan terus berupaya memelihara keamanan ini. Pasukan, kami komando langsung,” ujar AKBP Nanang Chadarusman sembari berharap, para masyarakat yang terlibat dalam segala aksi demonstrasi, tidak sampai berbuat atau bertindak kekerasan. Bersambung ke Hal 6

AWE FOR KM

JEMPOL: Bupati terpilih Pamekasan Achmad Syafi’i bersama dengan istri dan sejumlah pendukungnya seusai mengikuti sidang gugatan Pemilukada Pamekasan di depan gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa (5/2) kemarin.

Tol Suramadu

Cuaca Berubah, Bakal Sering Ditutup BANGKALAN-Cepatnya perubahan cuaca membuat jembatan tol Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, terpaksa ditutup sementara sebanyak 8 kali, penutupan. Ini akibat kecepatan angin berada di atas jembatan di atas batas normal. Bersambung ke Hal 6

Pemekaran

Aksi Bakar-bakar Dianggap Mengganggu PAMEKASAN-Menyusul aksi unjuk rasa sehari sebelumnya yang sempat diikuti kericuhan, Polres Pamekasan diprotes massa pendemo, Selasa (5/2) kemarin. Namun terkait tudingan tindak represif yang dipertunjukan apara kepolisian, pihak polres menilai apa yang dilakukan para pendemo dengan melakukan aksi bakarbakar ban sudah dianggap mengganggu. Bersambung ke Hal 6

KM/FATHOR RAHMAN

POLUSI: Massa pendemo saat menggelar aksi di areal Arek Lancor yang diwarnai dengan membakar ban bekas.

KM/DOK

GADUH : Para guru SMAN 3 Pamekasan yang mengkritisi kebijakan kepala sekolah yang dinilai seenaknya sendiri dalam penggunaan uang sekolah.

Kepala SMAN 3 Terancam Dimutasi PAMEKASAN-Ancaman sejumlah guru SMAN 3 Pamekasan yang akan melaporkan pimpinannya kepada Dinas Pendidikan (Disdik) rupanya bukan sekadar gertak sambal. Pihak Dinas Pendidikan Pamekasan menyatakan telah menerima pengaduan para guru sekolah dimaksud.

Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Pamekasan Nawawi mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari sejumlah guru SMAN 3 terkait permasalahan yang dihadapinya saat ini. ”Klarifikasi kita sudah lakukan dengan para guru dan dari yang bersangkutan sendiri (kepsek,red). Bersambung ke Hal 6

Pelantikan Bupati Terpilih Sampang Dikabarkan Berubah

Dianggap Bukan Hari Baik, Terancam Ada Plt KM/ AHMAD AINOL HORRI

INGIN BERPISAH: Puluhan massa melakukan demonstrasi di depan kantor dewan Sumenep.

Lagi, Diungkit Wacana Provinsi Madura SUMENEP-Lama terdengar kabarnya, wacana lama pembentukan Provinsi Madura kembali mencuat. Sejumlah elemen masyarakat Madura melakukan unjuk rasa agar DPRD Sumenep merekomendasi kembali aspirasi pembentukan Provinsi Madura. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Gelaran pelantikan bupati terpilih Sampang dikabarkan bakal diubah dari rencana semula pada 26 Februari mendatang. Jabatan Bupati Sampang pun terancam bakal diisi pelaksana tugas (Plt). Ada apa? SYAIFUL ISLAM, Sampang MASA jabatan Noer Tjahja-Fannan Hasib sebagai Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Sampang memang berakhir pada tanggal 26 Februari 2013 mendatang. Pelaksanaan pelantikan sendiri sudah dijadwalkan 26 Februari. Namun ada kabar, Bupati

terpilih, Fannan Hasib, tidak bersedia dilantik pada 26 Februari 2013. Alasannya, menurut perhitungan atau primbon hari itu kurang bagus. Kemudian mengusulkan pelantikan ditunda sehari berikutnya. Ketua KPU Kabupaten Sampang, KH Abu Ahmad M

Dhovier Shah, mengatakan, kalau pada 26 Februari 2013 tidak dilantik Bupati terpilih, maka harus ada pelaksana tugas (Plt). Sesuai peraturan KPU Nomor 9, pelantikan bupati terpilih dilaksanakan pada akhir masa jabatan Bupati sebelumnya. Bersambung ke Hal 6

KM/DOK

MOLOR: Bupati Sampang Noer Tjahja (di dalam bangunan) dan Wakil Bupati Fannan Hasib saat sedang berziarah, beberapa waktu lalu.


2

RABU

6 Februari 2013

Akses Suramadu Jalur Tengkorak Dua Hari Berturutturut Jadi TKP Laka Lantas

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

PUNDI-PUNDI UANG: Gerbang Tol Jembatan Suramadu, di sisi Madura (Bangkalan) setiap hari dilewati banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Tapi tak sepeserpun menetes ke Bangkalan.

Dana Bagi Hasil Tol Masih Buram KOTA-Sampai detik ini kabar tentang dana bagi hasil pengelolaan Tol Jembatan Suramadu, tak kunjung ada kejelasan. Walaupun ada awal tahun lalu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan, Pemerintah Pusat telah menyetujui pencairan dana bagi hasil untuk 5 daerah yang “tersentuh” Jembatan Suramadu. “Sampai saat ini kami belum dapat informasi lebih lanjut terkait dana bagi hasil itu,” ungkap Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Munawwar Cholil. Padahal menurut Munawar, sudah sejak lama Pemkab KBangkalan menuntut segera terealisainya

dana bagi hasil Tol Suramadu, dan masyarakat sempat senang setelah mendengar informasi disetujuinya pencairan dana bagi hasil tersebut. Sebagaimana diketahui, selama ini tuntutan Pemkab Bangkalan tersebut terkendala oleh aturan perundangan. Namun nyatanya, kabar menggembirakan yang diucapkan Pakde Karwo, di awal tahun lalu itu, ternyata cuma angin surga belaka. Sebab, hingga kini, tidak juga ada tanda-tanda hak Bangkalan tersebut, segera mengucur. “Kami harap, dalam waktu dekat segera ada kejelasan terkait dana bagi hasil tersebut,” ucap Munawar

dengan nada mendesak. Dan berdasarkan simulasi perolehan dana bagi hasil yang pernah dilakukan DPRD Bangkalan beberapa tahun lalu, diperkirakan dana bagi hasil untuk Kabupaten Bangkalan persentasenya terbesar di bandingkan 4 daerah lain (Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Surabaya). “Kalau dari simulasi yang pernah kami ikuti, persentase Bangkalan paling besar,” ungkap Khotib Marzuki Anggota Komis B DPRD Bangkalan. Sayangnya dia mengaku lupa soal angka persisnya, persentase dana bagi hasil yang akan didapatkan Bangkalan. (fir/yoe)

KOTA-Dalam kurun waktu 2 hari berturut-turut akses Jembatan Suramadu memakan korban. Sebagaimana yang telah dilansir Kabar Madura, Selasa (5/2), sebuah mobil Xenia milik warga Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Kota Bangkalan, Senin lalu (4/2), terguling akibat pengemudinya mengantuk. Untungnya, kecelakaan tunggal tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa. Pengemudi Xenia hanya mengalami luka ringan. Namun mobil yang terlibat laka lantas, jadi rusak parah di bagian depan. Kerugian materi, ditaksir sekitar Rp 30 juta. Menyusul kecelakaan lalulintas (laka lantas), Senin (4/2) pagi sekitar pukul 05.00 itu, satu lagi peristiwa laka lantas kembali terjadi di kawasan akses Suramadu, tepatnya di Desa Baengas, Kecamatan Labang. Berdasarkan data kepolisian sekitar pukul 09.00 Selasa kemarin, di lokasi tersebut, sebuah sepeda motor Honda Supra bernopol L 2985 CB, tertabrak mobil Daihatsu Xenia bernopol B 1953 BKI, dari arah belakang. Menurut keterangan polisi, sepeda motor Honda Supra itu dikemudikan Nasir, 60, warga Kecamatan Labang. Dia memboncengkan rekannya, Suki, 60, juga warga Kecamatan Labang. Saat itu, kedua laki-laki lanjut usia (lansia) tersebut, melaju dari arah selatan ke utara. Entah apa sebabnya, sepeda motor yang dikendarai dua laki-laki lansia

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

AKSES NERAKA: Jembatan Suramadu sedianya untuk memudahkan transportasi dari dan ke Madura. Tapi faktanya, justru memudahkan pula penyebaran narkoba. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

ringan 15 orang. Kerugaian materiil yang terjadi mencapai Rp 87 juta. Sedangkan daerah yang rawan terjadi laka lantas adalah wilayah Kecamatan Burneh, dengan 4 kejadian, selama Januari tahun ini. Disusul Kecamatan Tanah Merah. Yang mencatat 2 kecelakaan, selama bulan lalu. Semuanya itu disebabkan oleh faktor manusia yang kurang hati-hati. Kendati demikian, menurut Kasat lantas Polres Bangkalan AKP Yusis Budi, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka terjadinya laka lantas, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih santun saat berkendara. Mengingat begitu besarnya risiko yang harus ditanggung jika terjadi kecelakaan di jalan raya. “Penyebab utama terjadinya kecelakan itu manusianya sendiri. Misalnya berkendara dengan kecepatan tinggi dan tidak menjaga jarak aman,” ungkap Yusis kemarin. (jos/yoe)

KM/AGUS JOSIANDI

PENGEMUDINYA SELAMAT: Sepeda motor rusak agak parah, pada bagian belakang akibat kecelakaan yang terjadi di kawasan akses Suramadu kemarin (5/2)

Pagu Raskin Akhirnya Turun

SINDIKAT NARKOBA Gerbang Masuk Madura Minim Pengawasan KOTA-Wilayah Bangkalan, sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Madura, ternyata merupakan salah satu akses masuknya narkoba di Madura. Bahkan sejak beroperasinya Jembatan Suramadu tren narkoba di Madura semakin meluas. Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Bangkalan, Khotib Marzuki mengungkapkan, sebagai pintu masuk menuju Madura, Bangkalan merupakan lokasi tepat untuk menyelundupkan beragam jenis barang haram itu. Terlebih pasca beroperasinya Suramadu, sindikat narkoba menjadi lebih mudah memasok narkoba ke Madura karena minim sekali pengawasan jaringan narkoba di Suramadu. “Aparat yang bertugas tentu sulit sekali memantau jalur narkoba pasca Suramadu,” ungkapnya. Lebih lanjut dia mengatakan pasca beroperasinya Jembatan Suramadu juga membuat pergeseran sindikat narkoba di Bangkalan. Jika seblumnya dekat dengan Pelabuhan Kamal, sekarang bergeser ke arah timur, dekat dengan Suramadu. Menurutnya hal tersebut terbukti dengan banyak diungkapnya beragam kasus narkoba di dekat Jembatan Suramadu. Itu tengara, jalur narkoba Madura mudah diakses melalaui Jembatan Suramadu. “Di Bangkalan, saya lihat ada pergeseran daerah peredaran narkoba, dengan melihat penangkapan dari aparat kepolisian,” tandasnya. Sedangkan terkait tren penyalahgunaan narkoba yang terjadi di bangkalan, Granat melihat sampai saat ini tidak ada penurunan malah cenderung meningkat. Bahkan Granat menengarai, anak-anak di bawah umur sudah mulai terlibat jaringan narkoba. Beberapa bulan lalu kepolisian Bangkalan berhasil mengungkap anak usia di bawah umur yang terlibat peredaran narkoba. “Tidak ada penurunan, malah naik dan semakin luas,” ungkapnya. (fir/yoe)

itu, tiba-tiba lajunya tak lagi lurus mengikuti jalur untuk roda dua, tapi melenceng terlalu ke kanan. Pada saat yang bersamaan, mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Arif Efendi, melaju dengan kencang dari arah yang sama. Tak pelak, sepeda motor itu pun tertabrak dari belakang. Nasir, pengemudi sepeda motor beruntung. Dia selamat, hanya mengalami luka ringan di bagian dahi. Suki, rekannya, yang duduk di boncengan, justru mengalami luka serius di kepala bagian belakang. Kondisinya kritis, dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Bangkalan. Sementara, kerugian materi, ditaksir sekitar 10 juta rupiah. Data lain dari Satlantas Polres Bangkalan menyebutkan, selama Januari 2013, di seluruh wilayah hukum Polres Bangkalan, telah terjadi 17 laka lantas, dengan 2 korban meninggal dunia. Kemudian, korban luka berat 9 orang, dan luka

KOKOP-Ribuan warga di 4 desa yang masuk wilayah Kecamatan Kokop, hingga kini belum menerima e-KTP. Rinciannya, Desa Bandar Soleh sebanyak 1.340 orang; Desa Lembong Gunung, 1.143 orang; Amparaan, 1.240 orang; dan Desa Manukan, 1.927orang. Totalnya 5.650 orang. Idam Maulid, Kasi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Kokop mengakui hal tersebut. “ Ya, benar mas, 4 desa itu sampai kini belum menerima e-KTP,” ujarnya, Selasa (5/2) kemarin. Menurut Idam, keterlambatan penerimaan itu bukan

disengaja, tapi sejak awal dari Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Bangkalan. “Pak Camat sudah melaporkan kekurangan e-KTP itu dan sampai saat ini kita masih menunggu dan pemberitahuan lebih lanjut dari Dispenduk Capil Kabupaten Bangkalan,” tuturnya. Hodori, Camat Kokop, juga mengakui hal tersebut. “Sambil membagikan e-KTP kepada warga, kita tunggu saja mungkin nanti akan menyusul datangnya. Yang penting bagaimana cara menjelaskan kepada warga

dengan arif sehingga mereka memaklumi,” jelasnya. Kabid Kependudukan Dispenduk Capil Bangkalan, Jayus Sayuti mengatakan, keterlambatan penerimaan e-KTP itu, akan segera diselesaikan dan dilaporkan ke Pemerintah Pusat. Yang perlu diketahui warga, lanjut dia, e-KTP selesainya secara bertahap. Jadi, mungkin saja bagi warga yang belum mendapat e-KTP, agak belakangan sedikit dan segera menyusul. “Paling lambat Oktober 2013 e-KTP secara nasional sudah tuntas semuanya,” kata Jayus. (jos/yoe)

KOTA-Pagu beras untuk masyarakat miskin (raskin) akhirnya turun juga. Sebagaimana diungkapkan Wasisno, Kabag Perekonomian Setdakab Bangkalan sebelumnya, untuk tahun ini penerima raskin secara nasional mengalami penurunan. Begitu juga untuk Bangkalan, yang menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Bangkalan, angka kemiskinanannya mengalami penurunan. “Jadi secara nasional, pagu raskin tahun ini menurun, begitu juga di Bangkalan yang berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang didasari data kemiskinan BPS, terjadi penurunan,” tutur Wasisno, beberapa waktu yang lalu. Saat ditemui kembali oleh Kabar Madura, Selasa (5/2), di ruang kerjanya, Wasisno mengatakan, data pagu raskin untuk Kabupaten Bangkalan sudah turun dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Berdasarkan Surat Gubernur Nomor 518 / 24531/021 2012, ditetapkan, per tahun 2013 ini kuota raskin untuk Bangkalan sebayak 85.068 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM). Di mana dalam berkas tersebut juga dijelaskan, kuota per RTS-PM adalah 15 kilo-

KOTA-Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan kembali menggelar sidang kasus carok Kepala Desa (Kades) Kajjan, Kecamatan Blega, Selasa (5/2). Dalam sidang yang beragendakan pembacaan putusan sela itu, majelis hakim menyatakan, menolak eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa. Akibat putusan itu, proses hukum bagi terdakwa dilanjutkan. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, kasus ini bermula saat

Sukri bin Nariken, terdakwa kasus ini, pulang ke Blega, kampung halamannya untuk menghadiri pernikahan kerabatnya. Di sana dia berselisih degan Ridwan, Kades Kajjan. Perselisihan itu berujung carok yang mengakibatkan terbunuhnya Syafii, kakak Ridwan. Dalam sidang berbeda untuk kasus yang sama, Mahfud, salah satu terdakwa carok tersebut, juga mengajukan eksepsi, tapi juga ditolak oleh mejelis hakim.

Pengacara Mahfud juga merupakan pengacara Sukri. Sidang putusan sela yang dipimpin Fajarini, Ketua Majelis Hakim itu, berlangsung singkat. Kedua terdakwa akan terus menjalani proses persidangan hingga selesai. Mereka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancazman hukumannya, maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati. (jos/yoe)

JATAH DUAFA: Jumlah warga miskin Bangkalan yang berhak menerima raskin Tahun Anggaran 2013, menurun dibanding tahun sebelumnya.

KM/AGUS JOSIANDI

HARUS SABAR: Para staf Seksi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Kokop, banyak mendapat cecaran pertanyaan soal keterlambatan penerimaan e-KTP. Mereka pun berusaha memberi penjelasan.

Warga 4 Desa Belum Terima e-KTP

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

gram beras per bulan dengan harga Rp 1.600 per kilogram. Sehingga dengan angkat tersebut setiap bulannya pagu raskin yang masuk ke Bangkalan adalah seberat 1.276.020 kilogram beras dan total 15.312.240 kilogram beras dalam setahun. Angka RTS-PM tersebut menurun dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 102.102 RTS-PM. Lalu, kapan raskin itu mulai didistribusikan? Wasisno mengaku, hal itu adalah kewenangan pihak Bulog. Namun demikian pihaknya mengatakan, akan ada launching penyaluran raskin di tingkat provinsi, 7 Februari esok. “Mengenai kepastiannya, bisa ditanyakan ke Bulog, karena barang ini tidak disalurkan melalui kami,” tandas Wasisno. “Tapi berdasarkan info yang saya terima, setidaknya tanggal 7 (Februari) besok, akan ada launching penyaluran di provinsi (PemprovJati, red)”, tegasnya. Mengenai peran pemkab dalam penyaluran raskin itu, Wasisno mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan tim monitoring dan evaluasi yang nantinya akan melakukan pengawasan terhadap distribusi raskin ini hingga ke penerimanya. (jos/yoe)

KM/WWW.TEMPO.CO


RABU

3

6 Februari 2013

Pelabuhan Taddan untuk Pemburu Minyak CAMPLONG-Pembangunan pelabuhan yang terletak di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, hingga kini masih belum selesai seratus persen. Informasi yang berkembang, pelabuhan itu direncanakan akan menjadi pelabuhan kelak berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal besar, skala regional, nasional, bahkan internasional. Namun sesungguhnya, proyek pembangunan Pelabuhan Taddan tersebut digelar karena diasumsikan, ada sumber minyak bumi yang terkandung di daratan dan perairan Sampang, yang hingga saat ini sudah dieksplorasi tapi belum satu pun dieksploitasi. Kabar itu diungkapkan Kabid Perumahan dan Penataan Lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikartarung) Kabupaten Sampang, Wahyu Prihartono, kemarin (5/2). Dia menegaskan, alasan utama pembangunan Pelabuhan Taddan tersebut, karena adanya minyak yang terkandung di situ. “Saya tahu itu, karena dulunya saya masih di Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) dan saya juga turut mengonsepkan itu (proyek pembangunan Pelabuhan Taddan, red),” ujarnya sembari tersenyum. Sebagai mantan pegawai yang pernah mengonsepkan alasan pembangunan pelabuhan tersebut, pihaknya pada saat itu menyayangkan jika Sampang tidak mempunyai pelabuhan. Padahal berdekatan dengan adanya sumur minyak yang

hingga saat ini sudah tereksplorasi dekat dengan pelabuhan tersebut. “Daripada dia (perusahaan penambang minyak, red) ngambil shore base-nya dari Banyuwangi yang letaknya lebih jauh,” ungkapnya. Selain itu, nantinya dengan adanya eksplorasi perminyakan tersebut, dapat mengakibatkan pelabuhan itu akan terpakai secara maksimal. Sebab, hal ini dapat menjadikan pelabuhan ini bukan lagi pelabuhan lokal, melainkan pelabuhan regional. Bahkan sampai internasional. “ Itu karena kapal-kapal yang merapat di sana itu bukan cuma kapal-kapal loal, tapi berasal dari regional,” ulasnya kembali. Sehingga dengan dihubungkan dengan jalur lingkar selatan nantinya, fungsi pelabuhan ini secara otomatis sangat berperan. Karena jarak tempuh antara Sampang sampai Kwanyar, Bangkalan, lebih dekat, ketimbang dari Sampang ke daerah lain Bangkalan. “Masih terpaut sekitar dua kilometer lebih itu. Termasuk kalau kita mau nembus Sreseh, pastinya lebih deket,” paparnya. Sekedar diketahui pembangunan tahap I pelabuhan terbesar di Selat Madura itu sebelumnya telah menelan anggaran berkisar, Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Sedangkan tahap II mencapai Rp 32,5 miliar, dan tahap III sekitar Rp 33 miliar. Proses optimalisasi dan penyelesaian proyek pembangunan Pelabuhan Laut Taddan yang sempat terhenti, beberapa waktu lalu dilanjutkan kembali. Pelabuhan laut yang dalam pembangunannya diperkirakan bakal menelan

MEGA PROYEK: Proyek Pelabuhan Taddan, selama ini dikabarkan akan menjadi dermaga penyeberangan kapal feri yang menghubungkan Probolinggo-Situbondo, mengikuti perkembangan arus lalu lintas pasca Suramadu.

dana APBN sebesar Rp 135 miliar, bahkan lebih itu, oleh Kementerian Perhubungan sempat pula ditargetkan akan beroperasi 2012 lalu. Namun ketidakseriusan Kementrian Perhubungan sempat pula dituding menjadi kendala utama tersendatnya pembangunan mega proyek di atas lahan seluas 139 hektare itu. (sya/yoe)

Satu Meninggal, DBD Masih Jadi Momok

FLU BURUNG

KOTA-Terhitung dari awal tahun 2012 hingga akhir Januari 2013, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang yang ditangani RSUD setempat, memang sangat

KM/IST

TERLAMBAT: Keengganan peternak unggas melaporkan tanda-tanda serangan wabah flu burung, akibatnya akan seperti ini. Ternak harus dimusnahkan.

Nihil karena Enggan Lapor KOTA- Setelah digemborkan, banyak wilayah yang akan terserang flu burung, beberapa waktu lalu, rupanya ini tidak terbukti adanya serangan wabah penyakit mematikan itu, di Kabupaten Sampang. Namun tidak menutup kemungkinan tetap ada, tapi luput dari pemeriksaan. Akhir tahun 2012 Pemkab Sampang melalui DKPP (Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan) menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap unggas yang terserang virus mematikan yang bisa menular ke manusia tersebut. Tapi sampai hari ini belum ditemukan kasus penularan virus flu burung di Kabupaten Sampang. Tim yang berjumlah 8 orang, dan disebut Tim Unit Reaksi Cepat Deteksi Dini Flu Burung tersebut, saat melakukan pemerikasaan selalu menemukan sampel yang menyatakan negatif terjangkit virus H5N1 ini. Tim ini sudah mendapatkan pelatihan dan bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), dalam melakukan deteksi dini virus H5N1 (avian Influenza). Hal tersebut diungkapkan Halifatul Ummah, Kabid Kesehatan Hewan DKPP Sampang kepada Kabar Madura (5/2). Menurutnya beberapa sampel darah hewan ternak yang dikirim ke laboratorium di Kabupaten Tuban, hasilnya masih negatif. “Beberap sampel yang dikirim masih negatif, belum ada tanda terjangkit virus H5 N1,” ujarnya. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan tim, memang tidak ditemukan adanya gejala flu burung, kebanyakan unggas mati karena penyakit biasa dan karena perubahan cuaca. Namun ada beberapa hal yang menurutnya belum dipahami peternak unggas di Sampang. Yakni tentang kesadaran untuk melaporkan kejadian kepada DKPP jika ditemukan unggas yang menandakan terserang penyakit. “ Masyarakat itu kurang kesadaran melaporkan jika ada unggas yang terserang penyakit,” terang nya. (waw/yoe)

KEHILANGAN HILANG STNK Nopol M 4621 NK An Arif Setiawan jalan Imam Ghozali Honda Beat New CW tahun 2012 warna putih. HILANG BPKB Motor Honda nopol M 4445 NO tahun 2011 no BPKB H.10806162 An Sujiono jalan perum barisan indah nomer 10 sampang HILANG BPKB L300 mitsubishi nopol M 8622 N tahun 1994 no BPKB H 1828477 An H Dae dusun gunung kesan karangpenang sampang HILANG BPKB dumptruck tahun 1994 no BPKB 2673270J nopol M 8765N an zain Fatahillah jalan trunojoyo 70 A Sampang.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/WWW.PANORAMIO.COM

Potong Kompas Shore Base di Banyuwangi

memprihatinkan. Hal ini berdasarkan dengan jumlah pasien yang mencapai 193 penderita. Sehingga masyarakat dihantui oleh penyakit yang disebabkan oleh

nyamuk Aedes aegypti yang saat ini sudah menjangkiti terhadap kalangan dewasa maupun anak-anak. Penyebaran kasus DBD memang meningkat pada musim penghujan

dan terdapat beberapa daerah yang paling banyak mengalami kasus DBD. “Ada beberapa daerah yang paling rawan penyakit ini. Sebab, kondisi hujan yang menyebabkan banykanya genangan air dapat menjadi sarang tempat bertelurnya nyamuk penyeban penyakit ini,” ujar Humas RSUD Sampang dr Yuliono, kemarin (5/2). Selain itu, Yuliono menerangkan, tingginya jumlah penderita DBD di Sampang disinyalir karena musim penghujan. Sehingga banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Dari jumlah 193 pasien yang sudah dirawat di RSUD Sampang tersebut, diungkapkan Yuliono, satu di antaranya meninggal dunia, karena diduga keterlambatan korban mendapat penanganan dari pihak rumah sakit. “Satu di antaranya meninggal, untuk data yang dewasa dan anak-anak masih kita rekap lagi,” ungkapnya. Dijelaskan, dengan jumlah itu bukan hanya penderita demam berdarah saja, melainkan dengan jumlah penderita yang mendekati gejala tersebut. Seperti adanya demam tinggi dan masih belum menunjukkan adanya pendarahan. “Kalau dibiarkan akan lebih parah dan biasanya lebih cenderung jadi demam berdarah,” ucapnya kembali. Di sisi lain, dokter ini meminta masyarakat untuk waspada karena ada kecenderungan meningkatnya kasus DBD. Dengan tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Sampang, pihaknya menekankan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan. Disamping itu terus menggiatkan 3 M. yakni menguras, menutup dan mengubur, sehingga jumlah penderita KM/IST FOGGING: Penanggulangan DBD dengan melakukan pemberantasan jentik-jentik nyamuk semacam ini, hasilnya kurang optimal. Lebih DB berkurang dan tidak ada lagi korban yang sampai meninggal. (sya/yoe) tepat menggalakkan gerakan 3 M.

Peninggalan Bersejarah yang Terlupakan KOTA-Bilamana berbicara dengan peninggalan sejarah sebagai salah satu bentuk dan satu kesatuan dari tarbentuknya suatu daerah, maka barang tentu harus tidak melupakan benda bersejarah lainnya. Seperti halnya pohon asam tertua dan terbesar yang diyakini masih menyimpan banyak cerita dan keunikan tersendiri bagi masyarakat, khususnya warga di daerah Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang. Pada zaman sekarang banyak masyarakat yang sudah melupakan proses bersejarah dari adanya beberapa benda yang dinilai masih mempunyai nilai sejarah yang unik sebagai salah satu proses terjadinya sejarah pembentukan kota sampang yang panjang. Di mana beredar banyak versi yang menyebutkan kabar terbentuknya kabupaten ini masih saling berkaitan dengan sejarah-sejarah lainnya. H Malik, salah satu warga Polagan yang tinggal dekat dengan pohon besar peninggalan zaman dulu tersebut

mengatakan semua cerita yang saat ini banyak beredar dimasyarakat sudah banyak melenceng dari cerita aslinya. Di mana dikatakan hingga saat ini masih ada orang yang mengetahui betul sejarah dan cerita yang terjadi dulu. “Banyaknya yang salah dengan banyaknya cerita yang sudah banyak beredar di masyarakat saat ini,” ujarnya saat ditemui Kabar Madura secara santai di rumahnya, kemarin (5/2). Ungkapan ini dilontarkan karena banyaknya cerita yang dinyatakan tidak sesuai dengan cerita aslinya. Seperti pohon asam ini diceritakan masih menyimpan banyak keunikan dan cerita lainnya yang hingga saat ini masyarakat menganggapnya berbeda. Pohon yang sudah diperkirakan berumur ratusan tahun ini berada sejak zaman kerajaan. Dan berkaitan dengan proses terbentuknya Masjid Madegan yang berdampingan dengan situs Makam Ratoh Ebuh saat ini. Pohon asam tersebut dikatakan sebagai pohon yang

mengandung banyak berkah dan hingga saat ini ukurannya tidak berubah tahun demi tahun. “Ukuran tinggi daunnya tetap aja segini mas, gak pernah sampai ke bawah,” ucapnya kembali. Kejelasan terkait pohon tersebut menurutnya masih sangat kontroversial. Orang yang mengetahui betul sejarahnya, kini tinggal di daerah Demongan mengatakan, banyak sejarah yang beredar di masyarakat sudah tidak sesuai dengan aslinya. “Kalau yang tahu betul sejarah disampang ini namanya H Musa,” pungkasnya. Saat ini, masyarakat sekitar meyakini adanya kekeramatan terhadap pohon tertua yang berada disamping gapura pasarean pangeran Santo Merto di sampang. Pohon ini diyakini bila daunnya diberikan kepada hewan, khususnya hewan kambing dapat menyebabkan kematian. Hal ini sudah beberapa kali dibuktikan dengan jangka waktu dua hari, hewan ternak tersebut meninggal. (sya/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

DAUNNYA MEMATIKAN: Pohon asam tertua dan terbesar ini diyakini masih berhubungan erat dengan silsilah sejarah sampang.


4

RABU

6 Februari 2013

TPI

Polres Periksa Semua Anggota Soal Sikap Represif Amankan Demontrasi

KM/DOK

SEPI: Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di desa Branta Pesisir kecamatan Tlanakan, Pamekasan masih kekurangan fasilitas.

Terkendala Minimnya Fasilitas TLANAKAN-Keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan dinilai minim fasilitas. Tak heran jika pengoperasian TPI tidak digunakan maksimal oleh para nelayan. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Husnan Ahmadi mengatakan, adanya TPI yang telah berdiri itu masih membutuhkan pembenahan untuk memaksimalkan penggunaannya. Dia tidak memungkiri, jika penggunaan TPI saat ini masih jauh dari harapan awal. “Kalau saya amati, TPI itu masih kekurangan fasilitas, sehingga itu yang menjadi salah satu kendala,”ujarnya, Selasa (5/2). Dalam upaya memaksimalkan, lanjut Husnan, banyak hal yang bisa dilakukan. Tetapi yang terpenting penambahan fasilitas dari Pemkab Pamekasan mengingat hal itu sangatlah penting. “Beberapa hal yang bisa dilakukan supaya TPI itu bisa maksimal, yaitu penambahan fasilitas dan adanya kebiasaan dari para nelayan itu. semuanya memiliki peran mengenai persoalan itu,” tandasnya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Nurul Widiastuti mengaku, adanya TPI untuk nelayan tersebut sudah berjalan meski sebagian masih melakukan transaksi diluar. Pihaknya telah menambah fasilitas guna mempermudah para nelayan tatkala membutuhkan sesuatu. “Disana (TPI, red) sudah lengkap kebutuhan nelayan, seperti es dan fasilitas lainnya,”ungkapnya kepada Kabar Madura kala itu. (jck/h4d)

KOTA-Massa Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (Ampera) kembali melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (5/2). Dalam unjuk rasa kali ini, mereka menuntut agar Kepala Polres Pamekasan segera mengusut tuntas pelaku pemukulan terhadap massa Ampera yang beraksi pada Senin (4/2) kemarin, hingga menyebabkan satu orang luka di bagian kepala. “Seharusnya tindakan tersebut tidak dilakukan anggota kepolisian, karena tindakan tersebut merupakan tindakan premanisme, kami minta Kepala Kapolres mengusut tuntas adanya pemukulan pada warga serta yang melakukan harus ditindak tegas,” ujar Korlap aksi damai, Khairus Saleh. Selain itu, Ampera menuntut agar Polres bertanggung jawab atas adanya segala kejadian yang telah membuat kerusakan pada sound sistem milik masyarakat, dan terhadap pedemo yang terluka. Pihak Polres sendiri menegaskan, dalam pengamanan aksi sudah bekerja sesuai protap yang menjadi pedoman. “Semuanya mungkin sudah melihat kejadian aksi yang kemarin, bahwa kondisinya seperti apa. Kami mencoba untuk persuasif, dan menghimbau untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” ujar Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman pada Kabar Madura, Selasa (5/2). Lebih jauh Nanang menjelaskan, bahwa bakar-bakar ban yang dilakukan para peserta aksi secara otomatis sudah mengganggu masyarakat yang hendak melintas dan sejatinya meresahkan. Sebab bakar-bakar ban di Simpang Tiga Gurem dianggap sangat riskan karena merupakan akses lalu lintas. “Yang perlu perlu dipahami juga kondisinya seperti apa, kalau aksi kemarin sampai menimbulkan salah satu anggota pedemo yang terluka, karena

KM/FATHOR RAHMAN

PENGAMANAN: Sejumlah personel dari Polres Pamekasan melakukan persiapan untuk melakukan penjagaan di beberapa titik, Selasa (5/2).

perbuatan salah satu anggota kami yang berlebihan, kami sebagai pimpinan menyampaikan permohonan maaf, sebab insiden tersebut juga tidak kami inginkan,” imbuhnya. Lebih jauh Nanang juga menyatakan, jika pihak Polres sudah melakukan pemeriksaan terhadap semua anggota yang melaksanakan tugas pengamanan dalam aksi kemarin. Sejauh ini, pihak Polres tidak bisa mencari pemicu

kericuhan aksi kemarin lusa tersebut, karena Polres lebih menekankan pada tindakan persaudaraan. “Sejauh ini yang diduga melakukan pemukulan masih belum kami temukan dan masih belum diperiksa karena kami masih melakukan idik, dan pihak yang ditengarai terluka juga belum kami periksa,” pungkas Kapolres. Sementara itu, demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah per-

Ikuti TDL, PDAM Naikkan Tarif KOTA-Akibat Tarif Dasar Listrik (TDL) mengalami kenaikan, manajemen Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Pamekasan berencana akan menaikkan tarif kepada setiap pelanggan yang ada. Sebab, hal itu merupakan satu-satunya cara guna memaksimalkan kinerja PDAM pada tahap berikutnya. “Ya, kita akan menaikkan tarif karena tarif listrik saat ini juga naik, kalau itu tidak dilakukan maka PDAM nanti akan bangkrut,”tutur direktur PDAM Pamekasan Agus Bahtiar, Selasa (5/2). Kenaikan tarif PDAM itu, lanjut Agus, tidak lain sebagai upaya mengimbangi kenaikan TDL pada tahun 2013 ini. Sehingga tidak boleh tidak tarif PDAM akan dinaikkan pula. “Sebetulnya tarif itu tidak naik, hanya saja mengimbangi kenaikan listrik. Ya, kalau tarif listrik tidak naik, kita tidak akan menaikkan tariff. Kita hanya menyesuaikan berapa kenaikan tarif listrik itu,” dalih Agus. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Husnan Ahmadi mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari PDAM terkait kenaikan tarif tersebut. Namun kata Husnan, pihaknya masih melakukan pengkajian guna memandang efek dari kenaikan tersebut. “Memang PDAM telah mengirimkan surat ke DPRD untuk menaikkan tarif dengan alasan, pertama karena sekitar 5 tahun tidak ada kenaikan tarif. Yang kedua kenaikan biaya produksi naik, termasuk kenaikan TDL, karena porsi terbesar PDAM itu adalah biaya listrik,” ungkapnya. “Kita saat ini masih melakukan pertimbangan, tentu saja kami melakukan pertimbangan dari berbagai aspek, terutama menyangkut keseimbangan antara tarif yang harus ditetapkan dengan kualitas pelayanan yang diterima oleh pelanggan,” imbuhnya. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini

KM/MARZUKIY

NAIK: Sepeda motor sedang melintas di depan kantor PDAM Jalan Kabupaten, Pamekasan, Selasa (5/2).

PDAM Pamekasan mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak, utamanya pelanggan yang tidak puas atas pelayanan yang disuguhkan. Seperti seringnya pipa bocor dan pelayanan yang tidak memuaskan. Namun Direktur PDAM Agus Bahtiar berjanji, untuk perbaikan pipa bocor sudah men-

jadi agenda tahun 2013 ini mengingat aliran PDAM selalu tersendat karena disebabkan pipa yang sering bocor itu. “Insya Allah tahun ini, semua pipa akan diperbaiki, maksimal April sudah mulai tuntas, sehingga dipastikan tahun 2013 pipa tidak akan bocor lagi,”pungkasnya. (jck/h4d)

KPPT Tidak Miliki Data Izin Tower KOTA-Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Pamekasan mengaku tidak memiliki data terkait surat izin yang diajukan setiap perusahaan. Sebab, KPPT yang berdiri di Pamekasan hanya terhitung sejak Agustus 2011 lalu, sehingga data perizinan sebelumnya tidak dimiliki KPPT. “Kami tidak memiliki data perizinan karena KPPT ini baru berdiri Agustus 2011 lalu,” ungkap Herman Sukamto, Selasa (5/2). Sebelumnya, proses perizinan yang dilakukan setiap perusahaan ditangani oleh setiap instansi yang membi-

danginya, seperti pembangunan perumahan, rumah kos dan instansi. “Dulu, yang menangani surat perizinan itu adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU). Badan Lingkungan Hidup (BLH), Bappeda dan instansi lain yang sesuai dengan porsinya. Makanya untuk data perizinan sebelum tahun itu kami tidak memiliki,” tandasnya. Mengenai permasalahan yang diajukan masyarakat tentang pendirian tower di Dusun Bajur Timur, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Pamekasan yang meresahkan warga, pihaknya telah menerima laporan itu

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Kami telah mengirim surat kepada setiap instansi, seperti BLH, PU, Bapedda, KPPT, DPRD dan lain sebagainya, jika nanti tidak segera ada tindak lanjut kami akan melakukan audiensi dengan dewan.” NURAHMAT Ketua FPPP namun diakuinya tidak memiliki data perizinannya. “Memang kami menerima laporan dari masyarakat itu,

tetapi yang jelas kami tidak memiliki datanya, sehingga itu bisa dipertanyakan kepada yang menangani masalah itu dulu,” tegas Herman Sukamto. Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Peduli Pamekasan (FPPP) Nurahmat mengatakan, pihaknya akan melakukan tembusan kepada setiap instansi yang membidangi surat perizinan pada waktu dulu. “Kami telah mengirim surat kepada setiap instansi, seperti BLH, PU, Bapedda, KPPT, DPRD dan lain sebagainya, jika nanti tidak segera ada tindak lanjut kami akan melakukan au-

diensi dengan dewan,” kata Nurrahmat. Patut diketahui, masyarakat Dusun Bajur Timur, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Pamekasan diresahkan dengan pendirian tower sejak tahun 2009 lalu karena tanpa adanya pemberitahun dan kesepakatan. Yang lebih menghawatirkan lagi, tower yang telah sekian lama berdiri itu seakan mau roboh ketika ada angin dan hujan turun, disamping mengganggu terhadap channel TV sekitar. Sehingga masyarakat meminta tower tersebut dipindah atau bahkan dirobohkan. (jck/h4d)

sonel pasukan dari Polres Pamekasan kembali diturunkan. Ini dilakukan untuk mengamankan beberapa titik yang dipandang rawan. “Kami telah minta bantuan Brimob Polda Jatim untuk membantu pengamanan dan pada Dalmas untuk pengamanan di Pamekasan, selain itu juga pengamanan menjelang putusan MK,” tukas AKBP Nanang Chadarusman, Selasa (5/2). (ong/h4d)

Dianiaya Pedemo, Lapor Polres KOTA-Aksi demontrasi massa Ampera (Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat), Senin (4/2), tak hanya memunculkan kabar pemukulan salah satu peserta aksi oleh oknum petugas keamanan. Seorang warga juga melaporkan tindakan tak terpuji para peserta aksi. Warga bernama Budi Hariyanto itu mengaku sempat dipukuli massa saat akan melintas di perempatan Gading Pamekasan. Atas tindakan ini, warga Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih ini mendatangi Polres Pamekasan untuk melapor, Selasa (5/2). “Saya saat itu bersama ibu mau keluar dari gang dan mau balik karena ada huruhara. Melihat kondisi yang seperti saya mau balik putar arah, rupanya sepeda saya ditahan mau dibakar juga. Selain itu saya juga dipukuli oleh massa,” terang Budi kepada Kabar Madura. “Pada saat itu, karena melihat saya dipukuli dan dikeroyok massa, ibu saya berusaha membela. Saya tidak tahu alasan pemukulan tersebut dan saya juga tidak mengerti karena apa,” lanjutnya. Sementara itu, Hj Khatimah, Ibu Budi Hariyanto menjelaskan, dirinya dan anaknya sudah hendak pulang. Tapi ia kemudian mengurungkan niat menyeberang perempatan Gadin, seandainya disuruh pulang saja tanpa dipukuli, dirinya

sudah siap untuk pulang. “Karena anak saya sudah dikeroyok, saya berusaha menyelamatkan anak saya dengan membantu anak saya dari pengeroyokan massa tersebut, sebelum itu anak saya saling tarik motor milik anak saya dengan massa. Saya tidak mengerti latar belakang pemukulan itu, karena saya tidak punya salah apa-apa. Maka saya akan meminta pertanggungjawaban koordinatornya atas perbuatan tersebut,” ujar Hj. Khatimah. Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman, membenarkan adanya laporan salah satu warga Pamekasan, yang beralamat RW 2 RT 2, Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, yang telah menjadi korban pemukulan yang ditengarai dilakukan beberapa peserta aksi demo. “Menurut laporannya, telah terjadi pengeroyokan di simpang empat Pegadaian, ada dua orang yang mengendarai motor, yaitu ibu dengan anak. Menurut pelaporan kedua warga tersebut telah dikeroyok atau di pukul,” jelas AKBP Nanang Chadarusman, pada Kabar Madura, Selasa (5/2) kemarin. Proses selanjutnya pihak kepolisian akan melakukan idik terlebih dahulu terhadap insiden tersebut. penanggung jawab aksi kemungkinan akan diperikas oleh pihak kepolisian untuk menindaklanjuti pelaporan tersebut. (ong/h4d)

KM/FATHOR RAHMAN

MELAPOR: Salah satu warga saat melapor ke Polres Pamekasan karena diduga telah dipukuli massa pedemo


RABU

5

6 Februari 2013

Pantau Banjir, Wabup Turun Lapangan SARONGGI-Terjangan banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep, beberapa hari terakhir, memaksa jajaran pemerintah mencari solusi. Sebab, bencana banjir tersebut merupakan kali pertama terjadi, namun langsung membawa dampak merugikan, termasuk tenggelamnya lahan pertanian milik masyarakat. Khawatir banjir yang bertambah parah, Wakil Bupati Sumenep Sungkono Sidik bersama beberapa dinas terkait, langsung terjun ke lokasi kejadian. Dalam kesempatan ini, Wabup memantau banjir yang menenggelamkan lahan persawahan seluas 50 hektare di Desa Nambekor, Kecamatan Saronggi. ”Khawatir jika suatu hari ada hujan satu hari bisa tenggelam Sumenep ini. Nah, makanya ini cari pemecahan. Saya ajak, PU Pengairan, Pertanian dan PU Cipta Karya untuk mencari solusinya,” jelas Sungkono Sidik kepada Kabar Madura, Selasa (5/2). Sungkono menjelaskan, telah

memerintahkan Dinas PU Pengairan untuk melakukan pembenahan drainase yang ada di kota. Ia juga menyebutkan untuk membangun pintu air dan rumah pompa. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bambang Heriyanto mengatakan, terkait dengan gagal panen tidaknya, pihaknya masih menunggu empat hari dari kejadian banjir. Jika selama 4 hari air ternyata tidak susut, maka hal tersebut sudah di tetapkan sebagai gagal panen. ”Jika selama 4 hari masih belum susut, nah itu otomatis gagal panen, dan masuk kategori boso. Tapi sampai sekarang kan masih 2 hari, jadi masih belum bisa dipastikan sebagai gagal panen atau boso,” ungkapnya. Bambang menegaskan, jika sudah di tetapkan sebagai gagal panen, pihaknya akan mengupayakan ke pihak provinsi untuk mendapatkan bantuan benih dan sarana produksi pertanian lainnya. ”Karena untuk hal itu pihak provinsi yang mempunyai program,” lanjutnya. (aqu/h4d)

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

CARI SOLUSI: Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik (bertopi) ketika meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Saronggi bersama jajaran dinas terkait, Selasa (5/2). Ini dilakukan agar banjir di Sumenep tidak bertambah parah.

Bikin Pintu Air di Kali Marengan Pemkab Antisipasi Banjir Susulan KOTA-Pasca luapan air sungai akibat hujan yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah termasuk perumahan warga dan persawahan, mendapatkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Untuk menghindari dan mengantisipasi banjir susulan, pihak pemkab berencana membuka pintu air Kali Marengan, Kecamatan Kalianget. Ini dilakukan agar air hujan akan langsung mengalir ke laut. Kepala Dinas PU Pengairan Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan, berdasarkan hasil pantauan bersama Wakil Bupati Soengkono Sidik, langkah tercepat mengatasi banjir susulan, direncanakan bakal dibuat pintu air menuju lautan, yakni di Kali

Marengan Kecamatan Kalianget. ”Sesuai perintah Bapak Wakil Bupati, untuk merencanakan pembuatan pintu air di wilayah hilir, di Kali Marengan. Sistemnya kerja pintu air ini buka tutup, yaitu pintu air akan ditutup di saat hujan lebat. Kemudian, air di Kali Marengan akan dipompa menuju lautan. Setelah debit air kembali normal, pintu akan dibuka lagi,” ujar Edy Rasiyadi, ketika melakukan pemantauan, Selasa (5/2). Menurutnya, pembuatan pintu air tersebut memang membutuhkan waktu. Dari itu, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan akan teralisasi. Kendati demikian, Edy mengaku akan berupaya untuk merealisasikannya secepat mungkin. Sebab, khawatir akan terjadi banjir susulan mengingat curah hujan di Kabupaten Sumenep semakin tinggi. Dia menjelaskan, sebelum ter-

KM / DOK

BANJIR: Para pengendara berusaha menghindari genangan air di salah satu ruas jalan protokol, Jalan Tronojoyo Kota Sumenep, Selasa (5/2)

jadi banjir sebenarnya daerah luapan sungai sudah dilakukan pengerukan pada tahun 2012

kemarin. Namun, lanjutnya, untuk Kali Marengan, pengerukan tidak sampai keseluruhan.

”Makanya, tahun ini kami akan upayakan pengerukan hingga hilir sungai. Sedangkan di sekitar Kali Sokra, yang perlu dilakukan adalah normalisasi saluran air C-8,” ujar Edy Rasiyadi. Dari itu, pihaknya meminta kepada masyarakat Sumenep, terutamanya yang tinggal di tepi Kali Marengan, agar tidak membuang sampah ke sungai. Sebab, 90 persen pembuangan drainase di wilayah Kecamatan Kota Sumenep dan sekitarnya menuju Kali Marengan. ”Dengan begitu, kalau Kali Marengan dipenuhi sampah, maka secara otomatis tidak akan mampu menampung debit air hujan yang cukup banyak,” terangnya. Sementara itu, terkait dengan rencana pengerukan sungai, belum bisa dipastikan akan dilakukan karena dananya berasal dari APBN senilai Rp 2,5 miliar.

HNSI Siap Kawal Bantuan Nelayan

LINGKUNGAN Kepedulian Minim KOTA-Forum Belajar Bersama Rakyat (FB2R) menilai terjadinya banjir di Sumenep sebenarnya momentum bagi Dinas Pendidikan untuk menggalakkan pendidikan berbasis lingkungan. ”Kami menilai, terjadinya banjir tersebut bukan semata-semata karena pemerintah, tetapi memang kepedulian warga terhadap lingkungan masih sangat minim,” ujar Tin Mayyah, Koordinator FB2R, Selasa (5/2). Dia memaparkan, berbagai tempat sampah yang tersebar di perkotaan tidak pernah terisi. Masyarakat, menurutnya, lebih suka membuang sampah di luar tempat yang sudah disediakan. ”Budaya hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya itu belum terwujud. Dan saya rasa, dalam hal ini, pendidikan berbasis lingkungan menemukan momentumnya,” tambahnya. Pernyataan senada juga diungkapkan Fendi, seorang Aktivis pendidikan, mengatakan bahwa pendidikan lingkungan selama ini masih sebatas wacana. Belum ada langkah kongrit dari pihak pemerintah untuk merealisasikannya. ”Pendidikan lingkungan itu bisa bermacam-macam. Tidak hanya fokus pada lembaga pendidikan sekolah. Tetapi mewajibkan kepada para pejabat pemerintah untuk berperilaku ramah seperti tidak membuang puntung rokok atau sampah plastik sembarangan. Tentu kebijakan ini harus dari atas, dan didukung dengan sanksi tegas,” ungkapnya. Fendi menambahkan, selama ini, logika pemerintah dalam menanggulangi bencana seringkali muncul setelah ada kejadian yang luar biasa. Seperti kasus banjir yang menyerang Sumenep, kata Fendi, pemerintah baru turun mengontrol dreinase dan aliran sungai. ”Seakan kalau tidak ada korban, pemerintah seperti tidak mau bertanggung jawab atas lingkungan sekitarnya. Padahal yang mesti dibangun itu adalah mental kemanusiaannya. Ya kalau manusia tetap serampangan buang sampah seperti itu, meski Kali Marengan dikeruk, pendangkalan akan tetap meningkat, karena sungai jadi lahan membuang sampah,” sindirnya. (aqu/h4d) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

”Kami masih belum bisa memastikan kapan pengerukan sungai bisa dilakukan. Pemkab Sumenep hanya menyediakan dana untuk pembersihan kotoran disekitar Kali Marengan itu,” katanya. Berdasarkan hasil analisa sementara, faktor utama terjadinya genangan air disebabkan debit air hujan meningkat, disertai air laut pasang. Padahal, biasanya jika hanya curah hujan tinggi tetapi tidak dibarengi air laut pasang, tidak akan terjadi genangan air. Seperti diberitakan, sejumlah wilayah di Kecamatan Kota, Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Batuan, serta sejumlah areal persawahan di Desa Nambakor Kecamatan Saronggi tergenang air akibat hujan, Minggu (2/2). Munculnya banjir tersebut akibat luapan dari Kali Marengan, Kali Sokra dan Kali Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep. (bus/h4d)

KM/DOK.

SIA-SIA: Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Madura (GPMD) yang membeberkan fakta di ruang Komisi A DPRD Sumenep pada 22 Januari lalu menemui jalan buntu.

Dugaan Pungli e-KTP Tak Berlanjut

KOTA-Kasus Dugaan Pungli E-KTP yang diduga dilakukan oknum UPT Disdukcapil Ganding sudah dianggap selesai oleh Komisi A DPRD Sumenep. Pasalnya, pihak DPRD Sumenep mengaku tidak akan lagi melakukan pemanggilan terhadap Disdukcapil terkait laporan GPMD (Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Madura) pada 22 Januari lalu. Ketua Komisi A DPRD Sumenep, Abrari Mannan menyatakan, sudah melakukan konfrontasi menyusul laporan GPMD. Abrari mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Plt Kepala Disdukcapil Akhmad Zaini. ”Waktu LSM ke sini kita langsung konfrontasi ke dinas kependudukan. Bahwa dinas kependudukan sendiri memang mengakui adanya penarikan Rp 3 Ribu bagi pemilik KTP yang tidak memiliki identitas lama

untuk dibelikan matrai,” papar Abrari menceritakan ulang saat menghubungi Plt. Kepala Disdukcapil, (22/1) lalu. ”Tetapi Dinas Kependudukan melalui Plt kepala dinasnya itu sudah berjanji bahwa ke depan tidak ada lagi pungutan semacam itu setelah melakukan konsultasi hukum kepada Bagian Hukum Sekretariat Daerah yang menjelaskan bisa menggunakan surat pernyataan tanpa materai,” tambahnya. Lebih lanjut Abrari memaparkan, pihaknya masih menunggu bukti-bukti kongkrit lain terkati adanya dugaan pelanggaran hukum dari pihak GPMD. Jika sudah ada bukti-bukti yang dapat diterima, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan ke ruang komisi untuk mengkonfrontasikan data tersebut dengan pihak kependudukan. Di sisi lain, Anggota GPMD

Fery Arbania mengaku selama ini memang menunggu kejelasan kapan diadakannya forum klarifikasi tersebut. Dia membantah jika pada 22 Januari lalu pihak komisi masih meminta bukti-bukti lagi tentang laporan pungutan yang dilakukan pihak Disdukcapil Kecamatan Ganding. ”Wah ini lucu. Dulu janjinya di depan teman-teman akan memanggil pihak Disdukcapil untuk dimintai keterangan dalam ruang komisi A. Dan itu akan melibatkan kami sebagai pihak pelapor. Tapi sekarang kok malah seperti itu,” bantahnya. Lebih lanjut, Fery mengaku kecewa dengan pihak Komisi A yang sudah lupa terhadap janjijanjinya. Sebab, pada pertemuan 22 Januari lalu, pihaknya sudah membeber fakta pungutan uang yang dilakukan oleh Upt. Disdukcapil Ganding.(aqu/h4d)

KOTA-Bantuan beras untuk nelayan yang sempat macet sejak 2010 akhirnya dibahas di Komisi B DPRD Sumenep, Selasa (5/2). Dalam pertemuan itu, hadir Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sebagai perwakilan dari nelayan dan juga dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Sumenep. Bantuan untuk nelayan saat cuaca ekstrem selama ini tidak didistribusikan kepada nelayan yang ada di Sumenep. Bantuan tersebut macet sejak tiga tahun lalu, padahal setiap tahun alokasi bantuan tersebut disediakan oleh pemerintah pusat. Ketua HNSI Sumenep, H. Afandi Magribi menyampaikan, pihaknya mendesak agar bantuan beras untuk para nelayan saat cuaca buruk segera didistribusikan, karena saat ini kata H. Afandi, nelayan sedang menunggu bantuan tersebut. ”Kalau memang pendistribusiaan mudah, kenapa dipersulit. Kami minta agar bantuan itu segera dicairkan, biar dimakan oleh nelayan . Sebab, sekarang banyak tangkapan nelayan nihil, belum musim. Bahkan mereka tidak cukup untuk sakunya, makan saja tidak punya, apalagai modal,” ungkap pria asal Pulau Masalembu. H. Afandi juga mendesak pemerintah agar tepat sasaran dalam mendistribusikan bantuan untuk para nelayan yang ada di Sumenep. Karena menurut informasi yang dia terima, di Pulau Kangean, bantuan kepada nelayan justru diberikan kepada petani.

”Masak seorang petani diberi jaring untuk menangkap ikan, itu kan sudah fatal sehingga bantuan yang dikucurkan pemerintah tidak bermanfaat,” tandasnya. Kedepan, pihaknya berkomitmen bersama HNSI yang ada di tingkat kecamatan dan desa untuk mengawal program bantuan para nelayan. Sebab, selama ini selain bantuan tidak turun seperti bantuan beras juga salah sasaran. ”Saya berharap ke depan kerjasama pemerintah eksekutif maupun legislatif bisa menjadi mitra HNSI untuk mengawal pemberdayaan nelayan di Sumenep. Untuk data nelayan, kami sudah setorkan ke Dinas Perikanan dan Kelautan, sehingga ke depan tidak ada alasan lagi, bantuan tidak turun karena tidak ada data,” katanya. Sementara itu, Komisi B DPRD Sumenep selama ini tidak pernah tahu kalau ada bantuan beras untuk para nelayan saat cuaca buruk. Sehingga pada pertemuan itu, Dinas sosial tidak dihadirkan untuk membicarakan proses bantuan tersebut. ”Mereka menanyakan bantuan beras nelayan pada cuaca buruk. Kami terus terang, tidak tahu kalau ada bantuan itu. Tadi tidak mengundang dinas sosial karena tidak tahu kalau itu bantuan melalui dinas Sosial, selanjutnya, kami akan undang dinas sosial untuk membicarakan hal itu agar bantuan tersebut sampai pada nelayan” terang Syaiful Rahman, anggota Komisi B DPRD Sumenep.(rei/h4d)


6

RABU

6 Februari 2013

Gugatan KOMPAK Ditolak, ASRI Pimpin Pamekasan Sambungan dari hal 1

Sebagai dikutip dari situs resmi Mahkmah Konstitusi, www.mahkamahkonstitusi.go.id, permohonan pasangan KOMPAK ditolak seluruhnya oleh 9 majelis hakim konstitusi dalam rapat permusyawaratan yang digelar Senin (4/2). Dalam sidang pleno yang dilakukan terbuka untuk umum, Selasa (5/2), kemarin 8 majelis hakim membacakan hasil putusan tersebut. “Dalam pokok permohonan, menolak semua permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” ujar M Akil Muhtar membacakan amar putusan sebagaimana yang ada di situs resmi MK. Hal ini juga ditegaskan oleh kuasa hukum KPU Jawa Timur, Agung Nugroho, selaku termohon dalam sidang majelis hakim yang diketuai M. Akil Mochtar, dan sebagai hakim anggota Hamdan Zoelva, dan Muhammad Alim, bertempat di ruang sidang pleno lantai 2 gedung MK. Agendanya adalah pembacaan putusan. Saat berhasil dihubungi wartawan Kabar Madura pukul 18.17, Agung Nugroho menegaskan bahwa putusan DKPP dan PTUN berkenaan dengan Pemilukada Pamekasan, juga menjadi bahan pertimbangan utama. “Seperti diketahui, pemohon (KOMPAK, red) merasa keberatan

atas putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur Nomor 04/KptsKPU-Prov-014/ Tahun 2013 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Pamekasan tanggal 12 Januari 2013 dan surat keputusan Nomor 05/KptsKPU-Prov-014/Tahun 2013 mengenai penetapan pasangan Achmad Syafii dan Khalil Asy’ari (ASRI),” ungkap Agung Nugroho saat dihubungi Kabar Madura, Selasa (5/2) petang. Menurutnya, muara tuntutan itu ialah agar Pemilukada Pamekasan diulang dengan tanpa melibatkan pasangan ASRI. “Karena kuasa hukum KOMPAK tidak dapat membuktikan tuntutannya, akhirnya MK menolak seluruh materi gugatannya,” tekannya. Sementara itu, kuasa hukum yang juga ketua tim pemenangan pasangan KOMPAK, Chairil Utama, belum bisa dikonfirmasi. Hingga berita ditulis Chairil Utama belum bisa dikonfirmasi Kabar Madura.Namun begitu, sebelumnya, Chairil Utama sering menegaskan bahwa apapun keputusan MK, pihaknya akan menerima dengan lapang dada. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan ASRI KH Ahmad Nawawi Thaha menyatakan senang dengan keputusan MK. Dalam hematnya, keputusan

tersebut patut diapresiasi oleh semua pihak. “Kami memang yakin sejak awal, gugatan tersebut akan ditolak oleh MK,” tegasnya. Karena itu, Ketua Tim Advokasi ASRI Heru Budhi Prayitno, menegaskan bahwa keputusan MK itu mutlak dilaksanakan. Dan penolakan terhadap keputusan MK, dalam hematnya, adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. “Patuhilah hukum. Kasihanilah masyarakat Pamekasan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Tim Advokasi ASRI, Muhammad Alim, merespons demonstrasi besar-besaran yang selama beberapa hari terakhir ini menghiasi Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, itu gerakan yang sia-sia. “Dan kalaupun misalnya hendak mempengaruhi keputusan MK, itu tidak akan terwujud. Justru itu merugikan sendiri pada orang-orang KOMPAK,” tegasnya. Sampai saat ini, selanya, pihak ASRI tidak memiliki agenda khusus misalnya ada gerakan penolakan terhadap MK. Kalau itu terjadi, menurut Alim, amat disayangkan dan kian membuktikan bahwa pihak KOMPAK itu tidak siap kalah. “Apalagi jargon KOMPAK adalah aman dan kondusif. Mestinya, ini betul-betul dilaksanakan. Jangan hanya sekadar jargon,” kritiknya. Untuk diketahui, sebagaimana

Lagi, Diungkit Wacana Provinsi Madura Sambungan dari hal 1

Puluhan massa yang tergabung dalam Panitia Pembentukan Persiapan Provinsi Madura (P4M) datang dengan membawa poster besar. “Kami berani bermimpi berjuang untuk kemakmuran Madura”, demikian salah satu bunyi poster. “Mari kita angkat harkat dan martabat masyarakat Madura yang kaya sumber alamnya”, bunyi poster lainnya. Edy Junaidi, koordinator aksi, mengatakan, Madura memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang miskin. “Kalau Madura menjadi provinsi maka semua sumber alam seperti migas akan dikelola sendiri dan masyarakat akan makmur,” kata Edy Junaidi saat orasi di depan kantor DPRD, kemarin. Meski berlangsung damai, aksi unjuk rasa tersebut dikawal ketat puluhan polisi dari Polres Sumenep. Setela selesai berorasi, sebanyak 5 wakil massa pengunjuk rasa masuk gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada anggota DPRD.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Sumenep, Abrary Mannan mengatakan, masuk akal kalau Madura menjadi provinsi. Sebab, menurutnya, dari segi geografis, luas daerah Pulau Madura, penduduk, sosial budaya dan ekonomi telah siap pecah dari Provinsi Jawa Timur. ”Hanya sekarang yang perlu kita persiapkan, untuk pemekaran wilayah, apakah itu provinsi apakah itu kabupaten atau kota kan ada UU yang mengaturnya, UU 32 tahun 2004 sebagaimana juga dirinci di PP 78 tahun 2007 bahwa ada persyaratan teknis dan administratif yang harus dipenuhi, salah satunya kalau mau jadi provinsi itu harus terdiri dari 5 kabupaten atau empat kabupaten satu kota” terang Abrary. Sementara, kabupaten yang ada di Pulau Madura hanya ada empat, sehingga untuk memenuhi syarat agar bisa menjadi provinsi adalah melakukan pemekeran kabupaten di Madura, apakah Sumenep atau kabupaten lain. ”Harus ada dari salah satu kabupaten yang dipecah, ini yang menjadi persoalan, tapi yang sangat memungkinkan

adalah Kabupaten Sumenep, karena wilayahnya hampir sepertiga wilayah provinsi Jawa Timur, artinya kepulauan di Sumenep menjadi kabupaten tersendiri”, terangnya lebih lanjut. Namun, lanjut Abrary, untuk membentuk kabupaten di kepulauan harus ada persyaratan teknis dan admisnitratif pula, seperti mendapat dukungan dari masyarakat kepulauan. ”Apakah masyarakat pulau setuju atau tidak, ini juga yang menjadi persoalan” imbuhnya. Menurut Abrary, selain Sumenep, kabupaten yang siap melakukan pemekaran adalah Bangkalan, namun hingga saat ini pemekaran Kabupaten di Bangkalan maupun di Sumenep masih sebatas opini. Sejak awal, ketika ada isu Madura dijadikan provinsi, Abrary mengaku setuju. Dia juga akan membawa gagasan itu ke kaukus parlemen di Madura untuk membicarakan hal itu, agar gerakan Madura sebagai provinsi massif di madura, tidak hanya di Sumenep.”Kita sangat mendukung sekali jadi provinsi” pungkasnya. (rei/zis)

KPU-Panwaslu Dijaga Ketat Sambungan dari hal 1

Sebab, katanya, segala bentuk kekerasan jelas melanggar hukum dan tidak bisa dimaafkan. Dikatakan, masyarakat Pamekasan terbilang bermartabat selama ini. Dengan begitu, tegasnya, jangan sampai kemartabatan tersebut ternodai oleh tindakan yang tidak dilandaskan pada pemikiran dan sikap matang serta bertanggung jawab. Pantauan Kabar Madura, di Kantor KPU Pamekasan yang terletak di Jalan Brawijaya, dikelilingi kawat berduri. Di pintu masuk yang berada di sebelah timur, pagar betis anggota kepolisian dari Polres dan Brimob tampak siaga. Senapan dipegang dan

ditegakkan ke dadanya. Demikian halnya di Kantor Panwaslu yang berada di Jalan Trunojoyo. Sekalipun empat hari terakhir disegel dan tidak ada petugas Panwaslu yang masuk kerja, penjagaan super ketat tetap dilakukan. Sesekali, para anggota Polres dan Brimob menikmati makanan di warung dekat kantor penyelenggara pemilu tersebut. Taman yang berada di depannya yang tepat di pinggir jalan, menjadi tempat berteduh petugas dari terik matahari. Ahmad Yanto, salah seorang sekretariat Panwaslu, tampak berbaur dengan petugas. Sekalipun mendapat teror dengan disegelnya Kantor Panwaslu, Ahmad Yanto tetap terlihat tenang. (anm/zis)

ditegaskan Agung Nugroho, bahwa titik tekan dari gugatan KOMPAK ialah berkutat pada dualisme nama. Yakni Khalil Asy’ari dari pasangan Achmad Syafii. Sehingga, katanya, materi gugatannya mengarah pada pencabutan SK KPU Jatim yang meloloskan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) sebagai peserta Pemilukada Pamekasan. “Karena itu, hasil penetapan KPU Jawa Timur pada 12 Januari 2013, yakni kemenangan pasangan ASRI, diminta dicabut dan dilangsungkan pemilihan kembali. Dengan catatan, pasangan ASRI tidak dilibatkan,” ujarnya. Padahal, ujarnya, nama ganda yang sudah mendapatkan penetapan pengadilan, tidak dapat dikualifikasi sebagai persoalan administrasi persyaratan yang dapat menggagalkan seseorang untuk mengikuti pemilukada. “Sepanjang semua persyaratan yang terdapat dalam UU Nomor 12 Tahun 2008 juncto Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah telah dipenuhi, maka hak seseorang untuk menjadi peserta pemilukada tidak dapat dihalang-halangi,” tekannya. Ditambahkan, berdasarkan saksi ahli pihak termohon Saldi Isra, KPU provinsi dan atau KPU kabupaten

atau kota tidak dapat menafsirkan sendiri ketentuan-ketentuan dimaksud selain yang termuat dalam peraturan dimaksud, apalagi penafsiran yang menimbulkan kerugian bagi warga negara yang mengajukan diri sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Menurutnya, Saldi yang didaulat sebagai ahli oleh pasangan ASRI yang menjadi piha terkait dalam gugatan ini, lembaga yang berhak menetapkan perubahan nama seseorang adalah pengadilan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 52 UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang menyatakan, “(1) Pencatatan perubahan nama dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri tempat pemohon; (2) Pencatatan perubahan nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Instansi Pelaksana yang rnenerbitkan akta Pencatatan Sipil paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya salinan penetapan pengadilan negeri oleh Penduduk.” Adapun ketentuan tersebut mengatur dua peristiwa pokok, yaitu penetapan perubahan nama dan pencatatan perubahan nama. Penetapan perubahan nama dilakukan oleh pengadilan, sedangkan pencatatan perubahan nama dilakukan oleh badan pencatatan sipil. Kedua peristiwa tersebut merupakan dua

peristiwa yang berbeda namun saling berhubungan. Ditambahkan, keabsahan perubahan nama ditetapkan oleh pengadilan. Artinya, perubahan nama sah sejak dikeluarkan penetapan pengadilan. Keabsahan perubahan nama bergantung pada kekuatan penetapan oleh pengadilan. “Ketika ketetapan sudah dikeluarkan, maka perubahan tersebut telah sah secara hukum dan telah boleh digunakan sekalipun belum dicetak dalam pejabat pencatatan sipil,” terangnya. Dengan demikian, katanya, berdasarkan ketentuan UU Nomor 3 Tahun 2006, maka perubahan nama yang bersangkutan telah sah secara hukum. “Ahli berpendapat, Mahkamah berkewajiban mencegah orang-orang yang berupaya memenangkan proses pemilu melalui pengadilan, karena ini adalah pilihan rakyat, bukan pilihan para Hakim,” kata Agung menirukan bahasa Saldi. Untuk diingat, rekapitulasi Pemilukada Kabupaten Pamekasan, pasangan nomor urut 1 Al Anwari Holil (AHO) meraup 6.905 suara (1,49%). Pasangan nomor urut dua KOMPAK meraih 205.902 suara (44,45%). Dan, pasangan ASRI mendulang 250.336 suara atau 54,51 persen. Keputusan MK kian meneguhkan bahwa ASRI pantas menjadi pemimpin Pamekasan periode 2013-2018. (anm/zis)

Dianggap Bukan Hari Baik, Terancam Ada Plt Sambungan dari hal 1

“Kalau sampai tanggal 26 Februari tidak ada pelantikan, maka harus dibentuk Plt. Ini hasil konsultasi dengan Gubernur Jatim yang dihadiri Asisten 1 Gubernur. Harus ada Plt walaupun beberapa jam,” ucap Dhovier Shah pada Kabar Madura, Selasa (5/2) kemarin. Ditanya siapa yang bakal menjadi Plt Bupati Sampang, ia mengatakan, boleh dari Sekda (sekretaris daerah) Sampang. Namun, persoalannya Sekda Sampang sekarang bukan definitif, namun juga Plt. “Pertanyaannya apakah Plt Sekda boleh menjadi Plt

Bupati, nanti akan konsultasikan kepada Gubernur. Jika Bupati terpilih tidak menginginkan adanya Plt, maka boleh mengajukan jadwal pelantikan dimajukan. Tapi, itu bukan urusan KPU. Melainkan urusan dewan dan Gubernur,” pungkasnya. Tim Pemenangan Alfalah (Fannan Hasib-Fadilah Budiono), Parmadi, saat dikonfirmasi menyatakan, Fannan Hasib tidak bersedia pelantikannya dilaksanakan tanggal 26 Februari. Ia menilai, hari itu kurang baik.“Pak Fannan tidak mau pelantikannya 26 Februari. Karena kata beliau harinya kurang bagus,” terang Parmadi. Walau demikian, sambung

Parmadi, SK (surat keputusan) pengangkatan tetap turun pada tanggal 26 Februari. Selanjutnya pada keesokan hari tepatnya tanggal 27 Februari disusul dengan pelantikan Fannan-Fadhilah sebagai Bupati-Wakil Bupati Sampang oleh Gubernur Jatim. Sehingga tidak perlu ada Plt Bupati Sampang. Pasalnya, SK pengangkatan turun di akhir masa jabatan bupati yang sekarang. Di samping itu, informasinya Gubernur Jatim pada 26 Februari juga ada agenda melantik Bupati di daerah lain. “Jadi tidak ada Bupati pelaksana nanti. Kami tidak akan mengajukan pelantikan Bupati dimajukan, karena

masa jabatan Bupati sebelumnya belum habis. Meski begitu, kami tetap mengikuti aturan main atau prosedur yang ada,” pungkasnya. Seperti diketahui, sebelumnya DPRD Kabupaten Sampang sudah menetapkan pelantikan Bupati-Wakil Bupati Sampang terpilih digelar 26 Februari 2013. Anggaran untuk pelantikan juga telah disepakati sebesar Rp 300 juta. Tidak hanya itu, terkait dengan pengamanan jalannya prosesi pelantikan, Polres Sampang juga sudah mengundang personel Brimob Polda Jatim. Total setidaknya 120 personel kepolisian baik dari Polres Sampang sendiri dan Brimob Polda Jatim. (zis)

Aksi Bakar-bakar Dianggap Mengganggu Sambungan dari hal 1

Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman mengatakan pihaknya sudah berusaha bekerja dengan metode persuasif dan sudah sesuai dengan protap yang menjadi pedoman Polres Pamekasan. “Semuanya mungkin sudah melihat kejadian aksi yang kemarin (kemarin lusa, red) bahwa kondisinya seperti apa, kami mencoba untuk persuasif, dan mengimbau untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” kata Nanang Chadarusman pada Kabar Madura, kemarin. Lebih lanjut Nanang menjelaskan, aksi bakar-bakar ban yang dilakukan oleh pendemo secara otomatis sudah mengganggu masyarakat yang hendak melintas

dan sejatinya meresahkan, sebab bakar-bakar ban di simpang tiga gurem dianggap sangat riskan karena merupakan akses lalu lintas. “Yang perlu perlu dipahami juga kondisinya seperti apa, kalau aksi kemarin (kemarin lusa, red) sampai menimbulkan salah satu anggota pendemo yang terluka, karena perbuatan salah satu anggota kami yang berlebihan, kami sebagai pimpinan menyampaikan permohonan maaf, sebab insiden tersebut juga tidak kami inginkan,” imbuhnya. Semua anggota yang melaksanakan tugas dalam aksi kemarin (kemarin lusa, red), pihak Polres sudah melakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan terkait insiden dalam aksi tersebut. Sejauh ini, pihak polres tidak bisa mencari pe-

micu kericuhan aksi kemarin lusa tersebut, karena Polres lebih menekankan pada tindakan persaudaraan. Sementara itu, kemarin, aksi unjuk rasa masih tetap dilakukan sejumlah massa, salah satunya yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (Ampera) di areal Arek Lancor. Digelar tidak sebesar sehari sebelumnya, aksi unjuk rasa itu dilakukan melalui aksi teatrikal, orasi dan lagilagi bakar-bakar ban yang menimbulkan polusi asap. Dalam aksi mereka, pengunjuk rasa kembali mengecam atas tindakan kepolisian yang dinilai telah melakukan tindakan yang represif terhadap para pendemo. Mereka menuntut kapolres untuk bertanggung jawab terhadap insiden tersebut. “Seharusnya tindakan terse-

but tidak dilakukan oleh anggota kepolisian, karena tindakan tersebut merupakan tindakan premanisme, kami minta kepada Kapolres untuk mengusut tuntas adanya pemukulan pada warga serta yang melakukan harus ditindak tegas,” ujar Koordinator Aksi Khairus Saleh. Selain itu, massa juga menuntut agar Polres bertanggung jawab atas adanya segala kejadian yang telah membuat kerusakan pada sound sistem milik masyarakat, dan terhadap pendemo yang terluka. “Sejauh ini masih belum yang diduga melakukan pemukulan masih belum kami temukan dan masih belum diperiksa karena kami masih melakukan lidik, dan pihak yang ditengarai terluka juga belum kami periksa,” pungkas Nanang. (ong/zis)

Cuaca Berubah, Bakal Sering Ditutup Kepala SMAN 3 Terancam Dimutasi Sambungan dari hal 1

“Selama bulan Januari hingga awal Februari kami sudah melakukan penutupan sementara sebanyak 8 kali, rata-rata selama penutupan berlangsung selama 25 menit,” ujar Kepala Gerbang Jembatan tol Suramadu, Suharyono kepada Kabar Madura. Dijelaskan Suharyono, penutupan sebanyak 8 kali tersebut dengan rincian penutupan total bagi roda dua dan roda empat dengan kecepatan angin 70 km/jam sebanyak 3 kali. Sedangkan untuk roda dua sebanyak 5 kali dengan kecepatan angin di atas 40km/jam. “Penutupan itu berlaku di dua pintu masuk baik dari arah Madura maupun dari arah Surabaya dan kami prediksi ke depan masih berpotensi dilakukan penutupan karena angin kencang diprediksi terus berlangusng

hingga akhir Februari,” ungkapnya. Langkah penutupan tol Suramadu tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada pengendara di atas jembatan. Sebab, protap dari pengelola jembatan apabila angin di atas batas normal yang telah ditentukan harus dilakukan penutupan sementara hingga angin kembali normal. “Tiap kali dilakukan penutupan, antrian panjang tidak terhindarkan dari dua arah Madura dan Surabaya, khususnya bagi roda dua yang sering kami lakukan pentupan, kami imbau untuk para pengendara untuk selalu waspada apabila terjadi angin kencang diatas jembatan,” pungkasnya. BMKG Maritim Surabaya kondisi cuaca di Bangkalan sangat potensial tercipta angin kencang, terutama puting beliung.(fir/zis)

Sambungan dari hal 1

Untuk langkah langkah berikutnya kami masih komunikasikan dengan pihak terkait,” kata Nawawi ditemui Kabar Madura, Selasa (5/2) kemarin. Ada beberapa kemungkinan, kata Nawawi, yang bisa ditempuh oleh Disdik Pamekasan dalam upaya menindaklanjuti persoalan yang sedang dihadapi oleh sekolah unggulan itu. “Ya, apakah kita akan lakukan pembinaan beberapa waktu dulu, atau kalau tidak memungkinkan dengan upaya upaya lain, kita bisa lakukan mutasi,”tegasnya. Namun, imbuh Nawawi, titik persoalan yang kini telah dihadapinya bukan

semata-mata karena adanya dugaan penyelewengan uang sekolah, melainkan ada faktor lain yang membuat para guru tidak senang dengan gaya kepemimpinannya. Langkah dengan melakukan pembinaan kalau memungkinkan diambil untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Artinya, siswa tidak lagi dijadikan korban karena tidak sejalannya sejumlah guru dan kepala sekolah itu sendiri. “Itu supaya SMAN 3 Pamekasan tetap kondusif, proses belajar mengajar tetap lancar dan siswa tidak menjadi korban, karena adanya permasalahan internal itu,”pungkasnya. Terpisah, Kepala SMAN 3 Pame-

kasan, Dra. Tien Farihah, M.Si kepada Kabar Madura menyatakan, dirinya tidak mau berbicara banyak mengenai persoalan yang kini memojokkan dirinya. Sebab semua itu ada prosedur yang harus dilalui. “Ya, saya no comment masalah itu, tetapi saya akan mengikuti sesuai prosedur saja,”ungkapnya saat dihubungi Kabar Madura melalui telpon genggamnya. Sebagaimana diketahui, sehari sebelumnya, sejumlah guru di SMAN 3 Pamekasan yang terletak di jalan Pintu Gerbang kecewa atas keputusan yang diambil oleh kepsek dan ditengarai sebagian dana sekolah digunakan hanya untuk kepentingan pribadinya.(jck/zis)

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


RABU

6 Februari 2013

The Rise of The Creative Class

SEBAGAI seporter P-MU kita harus bisa belajar lebih dewasa lagi dan tidak akan mencaci apalagi menghujat kalau timnya kalah dalam sepak bola itu sudah biasa ada yg kalah dan yg menang,bola ini ibarat judi dalam persahabatan,bukan cuman seporter yg selalu mengengikan timnya menang pemain,pelatih,menijemen dan menijerpun juga sudah berusaha ingin ngasik yg terbaik buat seporter dan masyarakat madura umumnya tapi mungkin belum saatnya kita menang dan sebagai seporter kita harus mendukung dgn seportif tidak dgn anarkis,,,,yg perduli dgn P-MU reng darma MECCAZENT +6281235240022 AYO cpetan datang marcel km di tunggu suporter laskar sapeh kerap krna km yang bisa menciptakan gol.by ferdi cha2 cholo’ mania. +6287750537344 KEKALAHAN xg D aLAmi PmU tdK LpaS Dri KUrangx KOrdINAsi dAN kRJA sMA anTAr lINi .. KEkalahan Tu bIasa, Tp 3 Kali Brturut tUrut AMAZING dah bwt PMU, Tp Tetap SemANGat bWAt PMu,.. Pmu q hrap jgn peRMAlukan Wrga Madura, BKIn kMI bngGA D0nkz.. By: Aryk Avc Odhenk’z Apoy 94 +6281939297038 MET datang laskar speh kerrap meskipun u klah di tur papua g’ mslah kita jdikan pljaran brharga shoalx P mu msih termuda di ISL. +6281913603496 P-MU semangat!! Buktkan team p-MU bsa memba2t lawan, do’aq slalu mexertai P_MU LIAT Pemain p-mu fto2 jd pngen ikutan {fathoni,yanti tifadhira} gemilang waru +6287850789766 P-MU...maju terus.bantai semua lawan2 mu.buktijan kamu bisa masuk ke liga ISL by:ZEN B@MA SI ANAK MAMA WARU +6287850447613 Ayo PMU kibarkan semangat n tekat mu,kalah kan smua lwan2 mu,kami slalu mendukung mu........ Sukses slalu GO... GO...GO...PMU KU, BY PENDUKUNG FANATIK MU BADOENK FC +6285331122086

Bagi pembaca yang berminat mengirimkan karyanya, Silahkan kirim ke:

Kantor Redaksi KABAR MADURA di San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No. 95) Pakuwon City Surabaya. Diutamakan via email ke kabarsastrabudaya@gmail.com. Panjang tulisan maksimal dua lembar kertas ukuran folio dengan 1,5 spasi. Nama dan alamat terang, serta foto diri harus dilampirkan.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

RICHARD Florida melontarkan teorinya dalam The Rise of the Creative Class bahwa untuk membangun sebuah masyarakat yang kreatif, diperlukan adanya teknologi, talenta, dan toleransi (3T). Teknologi yang selalu dikembangkan oleh talenta-talenta inovatif yang datang dari penjuru dunia, melahirkan sebuah industri tangguh dan penuh daya inovasi. Ditambah lagi toleransi yang sedemikian besar sehingga masyarakat bisnisnya bisa menerima kegagalan orang lain dengan lapang dada. Budaya yang luar biasa ini mendorong lahirnya banyak pengusaha yang berani memulai bisnis baru tanpa takut tersaingi. Kebanyakan para pengusaha yang kreatif jarang dan peduli dengan apa latar belakang pendidikan, warna kulit, etnis, agama, budaya, atau latar belakang keluarga seseorang. Yang mereka ingin tahu cuma satu, apakah Anda memiliki daya inovasi yang cukup tinggi. Itu sebabnya Steve Jobs yang dropout dari bangku kuliah, dengan modal inovasinya yang brilian berhasil membangun Apple Inc yang menggemparkan dunia dengan produk-produk mutakhirnya macam iPhones, iPod dan iTunes. Tanpa toleransi yang cukup besar pula, boleh jadi inovator India Sabeer Bhatia, takkan melahirkan konsep e-mail gratis Hotmail. bahkan mungkin bisa jadi juga, Vinod Khosla dan Becholensheim pun tak mungkin bisa memperkenalkan teknologi mutakhirnya dibawah bendera Sun Microsystems. Lantas kenapa mesti jadi pengusaha kreatif? Dalam gejolak bisnis sekarang ini, ada sebuah paradigma baru yang sedang berkembang dan ramai menjadi topik bahasan para pakar di banyak sekolah kewirausahaan bergengsi di AS. Kira-kira seperti konsepnya Prof. Kim, ”Blue Ocean Strategy”, yang meledak di pasaran Di tengah-tengah terungkapnya keserakahan banyak CEO, para pemimpin visioner meyakini sebuah tujuan, yaitu bahwa mereka bekerja demi kepentingan diri mereka sekaligus orang lain. Mereka menyadari bahwa tujuan itu adalah visi dan “ruh” mereka, yang membuat para pegawai setia dan dengan sukarela memenuhi apa yang dituntut perusahaan dari mereka, bahkan tidak segan-segan melampauinya. Berangkat dari premis bahwa kita berada di zaman ketika bisnis dan kerja menduduki posisi sentral

dalam kehidupan Mitersebut, mereka denhaly Csikszentmihalyi gan mudah akan men, seorang imigran asal jadi ahli musik atau Hungaria, mengungpenyanyi yang sukses kapkan bagaimana dan kreatif. para pemimpin bisnis, Csikszentmihalyi manajer, dan bahkan kemudian menyimpegawai dapat menpulkan, kalaupun ada emukan “flow” dan satu kata yang bisa tidak hanya berusaha dipakai untuk menymencari kebahagiaan impulkan sifat-sifat mereka sendiri, tetapi yang dimiliki orangOleh: juga berkontribusi orang kreatif, maka PANJI KARTIKO bagi terwujudnya sekata tersebut adalah buah masyarakat yang kompleks (complex). adil dan terus berkembang. Dengan istilah ini, CsikszentCsikszentmihalyi mengidentifi- mihalyi mengartikan kemampuan kasikan faktor-faktor krusial bagi individu menunjukkan dua sifat terselenggaranya sebuah bisnis ekstrim secara bersamaan, yang yang baik (good business): keper- umumnya sulit ditunjukkan oleh cayaan, komitmen untuk mendo- orang-orang normal lainnya. Sebrong pertumbuhan personal dari agai contoh, individu yang kreatif para karyawan, dan dedikasi untuk bisa memiliki imajinasi yang mengmenciptakan produk yang berman- gila dan kesadaran akan keterbafaat bagi umat manusia. Konsep ini tasan realitas pada saat yang sama. menelaah, bagaimana menghargai Kemampuan seperti itulah yang kontribusi positif dari para individu memungkinkan mereka berpikir dalam dunia bisnis yang tak pernah secara “lain”. berhenti berubah ini. Kemampuan menunjukkan sifatCsikszentmihalyi tak pelak lagi sifat ekstrim tersebut sebenarnya merupakan salah satu pakar terbaik dimiliki oleh setiap orang. Tetapi, di bidang kreativitas individu. Dia pada kebanyakan dari kita, … kita telah mencurahkan puluhan tahun telah melatih diri kita sehingga dari hidupnya untuk menyelidiki hanya satu sisi dominan saja yang fenomena kreativitas, termasuk muncul. Carl Jung, psikoanalis dari mewawancarai banyak pemenang Swiss yang terkenal itu telah lama Hadiah Nobel dari bidang-bidang menyelidiki fenomena tersebut dan yang berbeda. menciptakan istilahshadow. Salah satu kesimpulan yang Shadow adalah sisi lain dari sifat didapatnya adalah (yang ditulis dominan kita yang jarang dikemdalam bukunyaCreativity): Tidak bangkan. Orang alim, misalnya, ada tipe kepribadian tertentu yang kadang ingin menjadi liar. Cowok bisa dikorelasikan dengan kemam- macho kadang ingin menangis puan menjadi kreatif. Orang-orang lepas. Menurut Jung, selama kita kreatif bisa jadi adalah ekstrovert, menekan shadow kita dengan tetapi banyak juga yang introvert. keras dan berusaha menafikan Raphael adalah seorang ekstrovert keberadaannya, kita tidak bisa dan Michelangelo seorang introvert, menjadi manusia seutuhnya. dan keduanya adalah jenius besar. Orang-orang kreatif, karenanya, Orang-orang kreatif bisa juga adalah orang-orang yang bisa alim seperti para ulama, bisa juga berdamai dengan shadow mereka. jahat seperti Hitler. Ada yang Lalu, apa saja sifat-sifat kontradikhidung belang, tetapi ada juga tif yang sering ditunjukkan oleh yang setia sampai mati. Ada yang orang-orang kreatif? Csikszentmikonservatif, ada yang berpikiran halyi memberi sebuah daftar yang terlalu maju. Ada yang serius, ada terdiri dari 10 pasangan sifat: „ Energi fisik yang besar dan yang santai. Tegasnya, tidak ada ketenangan. Mereka bisa bekerja konsistensi di sini. Bagaimana dengan pengaruh keras sampai tidak mengenal wakgenetik? Pengaruh genetik me- tu, bahkan pada usia tua; namun mang tidak bisa diabaikan, tetapi mereka tahu kapan harus berhenti pengaruhnya lebih ke menentukan dan mengisi ulang energi mereka. „ Cerdas dan naif pada saat yang kecendrungan bidang mana yang akan dikuasai seorang individu sama. Tentu tidak ada lagi yang dengan baik. Orang yang dilahir- meragukan kecerdasan orangkan dengan sensitivitas yang tinggi orang kreatif besar seperti Einstein, terhadap suara akan cenderung tetapi mereka sering melihat dunia menjadi ahli musik atau penyanyi melalui kaca mata seorang anak yang baik. Bila hal itu digabung kecil (dan kadang menunjukkan dengan latihan keras di bidang sikap seperti anak kecil).

7

„ Suka bermain-main dan disiplin. Mereka bekerja keras dan disiplin, tetapi juga melihat pekerjaan mereka sebagai permainan yang menyenangkan. „ Berimaginasi dan realistis. Mereka berkhayal untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan masa depan, tetapi tidak melarikan diri dari realitas dan keterbatasan hari ini. „ Ekstrovert dan introvert. Mereka mampu menjalin hubungan dengan orang-orang lain, tetapi suka sendirian juga. „ Rendah hati dan bangga. Mereka sadar pengetahuan dan ciptaan mereka merupakan hasil dari individu-individu besar lainnya, tetapi mereka juga berambisi besar dan berbesar hati dengan pencapaian yang mereka peroleh. „ Maskulin dan feminin. Jangan lihat ini sebagai kecendrungan seksual yang mengarah ke homoseksualitas. Namun istilah ini menunjukkan kecendrungan psikologis dalam pengertian yang lebih luas. Sebagai contoh: pria yang kreatif memiliki kemampuan yang lebih dalam mengungkapkan perasaan mereka dibanding rekanrekan mereka; sementara wanita kreatif bersikap lebih dominan dibanding wanita-wanita yang “kurang” kreatif. „ Pemberontak dan patuh. Orang kreatif memberontak dengan mengajukan ide-ide baru, tetapi pada saat yang sama tetap mampu bekerja dan mengikuti peraturan di domainnya. Sebagai contoh: Anda tidak mungkin menjadi seorang pemusik kreatif bila tidak mengikuti aturan-aturan dan prinsip-prinsip dasar musik. „ Bergairah dan bersikap objektif terhadap pekerjaannya. Dengan gairah, mereka memelihara energi untuk berkarya, dan dengan sikap objektif mereka menilai validitas dan menjaga kredibilitas karya mereka. „ Mudah disakiti dan disenangkan. Sikap sensitif, atau penolakan-penolakan membuat mereka mudah disakiti; namun berkarya untuk sesuatu yang benar-benar disukai membuat mereka mendapatkan kepuasan jiwa terus menerus. Polaritas seperti itu, menurut Csikszentmihalyi, memang dibutuhkan agar kita bisa menjadi kreatif. Tanpa kemampuan berpindah dari satu ujung ke ujung lainnya, kita sulit menciptakan sesuatu yang baru tetapi tetapi dihargai oleh dunia hari ini.

*) Banking Consultant

Sosialisme Sektor Ekonomi dan Produksi (2) MICRO-management menjadi lengkap ketika dikeluarkannya UU no 41 tahun 2008 yang salah satunya menyangkut pembatasan cost recovery sebagai bagian untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dan undang-undang ini kemudian dijabarkan dalam Peraturan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Nomor 22 tahun 2008. Sejak saat itu cost recovery menjadi salah satu agenda DPR dan pemerintah. UU 41 tahun 2008 setahun kemudian direvisi dengan UU no. 26 tahun 2009. Indonesia yang menganut sistem bagi-hasil produksi minyak, mempunyai mekanisme cost recovery sebagai jalan bagi kontraktor untuk mengklaim kembali biaya produksi dan investasi yang dikeluarkan. Ini termasuk gaji pegawai, perawatan/ pembelian/sewa alat, dan lain sebagainya. Micro management ini mencabut dari cost recovery semua program-program yang sifatnya sebagai pemberian insentif guna mencegah keluarnya karyawan. Dan yang paling konyol lagi tidak bisanya cost recovery untuk, quote, “surplus material yang berlebihan akibat kesalahan perencanaan dan pembelian. Pembangunan dan pengoperasian projek/fasilitas yang telah Place into Service (PIS) dan tidak dapat beroperasi sesuai dengan

umur ekonomis akibat moneter 1997 dan sekelalaian Kontraktor jak itu tidak pernah Kontrak Kerja Sama.” bisa mendongkrak Perhatikan kata “keproduksi. Dan Tahun salahan” dan “kel2004 Indonesia menalaian” pada cuplikan jadi net-eksportir minperaturan menteri ini. yak, tingkat produksi Setiap orang yang minyak mentah mulai waras yang bekerja menurun sejak masa di perusahaan yang reformasi 1998. Apakberorientasi keuntunah suatu kebetulan gan tidak akan mau atau cermin dari semaOleh: berbuat salah dengan kin parahnya campurCHRISTORY GERSON sengaja sehingga petangan pemerintah? rusahaannya rugi. Negara yang katDi satu sudut, BP Migas di- anya kaya akan sumber daya alam, tekan untuk “berprestasi” dengan kaya minyak, ternyata menjadi menekan cost dan cost recovery, se- negara pengekspor minyak. Semahingga membuat BP Migas seperti kin berkurang perusahaan yang auditor dan penyidik. Di sudut lain betul-betul mau investasi disektor PSC menjadi enggan berinvestasi minyak. Untuk tahun 2009 misalkarena dihambat oleh gaya penyi- nya, dari 17 blok eksplorasi minyak dik BP Migas dan takut biaya yang yang ditawarkan pemerintah, hanya dikeluarkan tidak bisa mendapat- 2 diambil peminat. Padahal tahun kan cost recovery. Akibatnya pem- 2008 ketika UU yang mengatur cost bangunan penemuan-penemuan recovery belum diterapkan, ada 25 minyak mengalami hambatan. Dari blok konsesi yang ditawarkan dan pengalaman, terkadang produksi 22 diambil peminat. dari suatu penemuan ladang minWalaupun masih banyak prospek yak harus menunggu 4-6 tahun cekungan-cekungan geologi yang (bisa lebih lama). Padahal sebe- mempunyai potensi cadangan minlum UU No. 22 Tahun 2001 dan yak, tetapi peminatnya menyurut reformasi, rata-rata hanya perlu sejak UU yang menyangkut cost 40 bulan bila memang temuan recovery diberlakukan. Tragis, ladang minyak itu ekonomis untuk Indonesia berubah dari ekportir diproduksi. Produksi minyak Indo- minyak menjadi importir minyak. nesia menurun drastis sejak krisis Kalau swasta tidak berminat,

kenapa tidak negara saja yang mengeksplorasi dan mengeksploitasi saja? Bukankah bunyi kalimat di UUD 45 adalah: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bagi Pembaca yang kritis, skeptis dan waras, pemerintah bukan organisme makhluk hidup yang perduli dan punya motivasi untuk memakmurkan rakyat dengan keringatnya sendiri. Mereka adalah sekumpulan individu – politikus dan birokrat – yang mengejar kepentingannya sendiri. Ide bahwa sektor-sektor yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, kekayaan alam dan sumber daya mineral dikuasai oleh negara, terbatas menjadi ide bahwa swasta yang berkeringat mencari sumber-sumber alam, mengolahnya, menanggung resiko gagal dan para birokrat/politikus yang dapat nama dan keuntungan. Tetapi semua ada batasnya. Bisnis adalah bisnis, bila resiko yang ditanggung swasta terlalu besar, maka mereka tidak akan berminat dan turunlah produksi minyak nasional. *) Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya


8

RABU

6 Februari 2013

Sampang Tak Pengaruh Konflik Pusat

Terkait Tuntutan Mundur kepada Anas Urbaningrum SAMPANG-Konflik internal yang menghantam Partai Demokrat terkait keinginan sebagian kader yang meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat sepertinya tidak berpengaruh di tingkat bawah. Tingkat elektabilitas Partai Demokrat ditengarai semakin menurun di bawah kepemimpinan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat tersebut. Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Saiful Munaji Research and Consulting (SMRC). Namun demikian, pergolakan yang terjadi tersebut tidak berpengaruh terhadap pengurus di Sampang. Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sampang sejauh ini mengklaim diri tetap solid. ”Kami tidak terpengaruh adanya konflik internal di pusat. Pergolakan tersebut terjadi di tingkat pusat, bukan di sini (Sampang, red),” terang Ketua I DPC Partai Demokrat Sampang, Mohammad Hodai, kepada Kabar Madura, kemarin. Ia menjelaskan, pihaknya tetap menghargai hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga. Hal semacam itu akan dijadikan cambuk dalam berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat. Ia menandaskan, dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, dibutuhkan sebuah kerja keras. Salah satunya dengan cara memperjuangkan kepentingan rakyat. Sehingga mereka tetap percaya terhadap partai Demokrat. ”Hasil survei akan dijadikan koreksi

DANA BANPOL Laporan Sering Terlambat SAMPANG - Pencairan dana bantuan politik atau banpol untuk partai politik (Parpol) yang mendapatkan kursi di DPRD Sampang sudah rampung. Namun, yang sering menjadi persoalan pengurus parpol terkadang telat menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Hal ini dikhawatirkan, akan mempengaruhi pencairan dana banpol berikutnya. Sehingga pengurus parpol yang mendapatkan banpol diwanti-wanti supaya melaporkan pertanggungjawaban tepat waktu. “Pencairan banpol tahun 2012 sudah selesai, tinggal laporannya saja. Tapi, terkadang pertangungjawaban terlambat dari parpol,” terang Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sampang, H Rudi Setiadi SE MM, melalui Kabid Hubungan Antar Lembaga, Abd Fatah, kemarin. Ia menjelaskan, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi terkait pencairan dana banpol. Pasalnya, dalam pencairan dana langsung ke rekening parpol masing-masing. Bakesbangpol hanya sebatas melakukan verifikasi dan evaluasi bersama tim. Dimana untuk proses pengajuan dana banpol, diajukan terlebih dulu dengan dilengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Setelah dinyatakan lengkap, baru diajukan kepada Bupati. “Pencairan banpol langsung dikirim ke rekening parpol penerima,” ucapnya. Menurut Fatah, dana yang dialokasikan untuk banpol sebesar Rp 864.560.605.00. Adapun besaran dana banpol yang diterima masing-masing parpol berbeda tergantung dari jumlah suara yang diperoleh saat pileg kemarin. Paling besar parpol yang menerima banpol yakni PKB sebesar Rp 199.521.743. Disusul PPP yang memperoleh suntikan dana banpol senilai Rp 129.499.442. Kemudian PBR sebesar Rp 72.618.062. Sedangkan parpol yang mendapatkan banpol paling sedikit adalah Partai Karya Perjuangan (PKP) senilai Rp 19.714.344.(ful/h4d)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

WWW.KOMPAS.COM

TINGKAT ELEKTABILITAS MENURUN: Sebagian kader yang menginginkan Anas Urbaningrum mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

bagi kami. Kami akan buktikan kalau kader demokrat masih di Sampang solid dan mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam pileg nanti,” ungkapnya. Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang tersebut

mengatakan bahwa pihaknya menargetkan bakal mendapatkan 14 kursi dalam pileg 2014 mendatang untuk DPRD Sampang, setiap kecamatan ditargetkan bakal dapat satu kursi. Target tersebut tidak asal patok. Melainkan

sudah melalui perhitungan secara matang dan hasil survei yang dilakukan di internal parpol. Caleg yang akan diberangkatkan dari Partai Demokrat harus mempunyai elektabilitas yang tinggi. Serta dipercaya oleh tokoh masyarakat di akar rumput.

Kursi DPRD Bangkalan Bakal Bertambah BANGKALAN-Jika mengacu pada data jumlah penduduk Bangkalan pada Pemilukada Bangkalan, Desember tahun lalu, jumlah penduduk Bangkalan telah mencapai angka di atas 1 juta jiwa yang tersebar di 273 desa dan delapan kelurahan di 18 kecamatan. Jumlah penduduk tersebut berbanding dengan bertambahnya jumlah kursi di DPRD Bangkalan dalam Pemilu Legis- Tergantung jumlah latif 2014 se- penduduknya. Di banyak lima UU jelas kalau penduduk di kursi dari atas 1 juta jiwa sebelumnya kursinya harus 45 kursi men50.” jadi 50 kursi. Hal tersebut TAJUL ANWAR kini ramai diAnggota perbincang- KPU Bangkalan kan anggota DPRD Bangkalan. Khotib Marzuki, Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, mengungkapkan berdasarkan data jumlah penduduk yang ada di Bangkalan, maka pada Pemilihan Legislatif 2014 nanti jumlah kursi di DPRD Bangkalan akan bertambah menjadi 50 dari semula 45 kursi. “Kalau mengacu data penduduk Bangkalan, saat ini jumlah penduduk Bangkalan sudah di atas 1 juta jiwa, artinya 2014 nanti akan ada tambahan 5 kursi menjadi 50,” ungkapnya. Hal tersebut dibenarkan Anggota KPU Bangkalan, Tajul Anwar. Menurutnya jika memang jumlah penduduk Bangkalan di atas 1 juta jiwa, maka sesuai

Tajul Anwar, Anggota KPU Bangkalan

undang-undang jumlah kursi di DPRD yang akan diperebutkan harus 50. ”Tergantung jumlah penduduknya. Di UU jelas kalau penduduk di atas 1 juta jiwa kursinya harus 50,” ungkapnya. Namun Tajul enggan menjelaskan lebih lanjut apakah sudah

ada kepastian terkait hal tersebut. Bertambahnya jumlah kursi tersebut, menurutnya, walaupun data yang ada menunjukkan jumlah penduduk Bangkalan sudah berada di atas 1 juta jiwa, tetap harus menunggu keputusan KPU Pusat. (fir/rr)

”Kami yakin target ini bisa tercapai karena adanya koordinasi yang baik dan intensnya komunikasi antara pengurus DPC dengan PAC. Kami akan bekerja keras dan memaksimalkan kekuatan yang ada,” tandasnya. (ful/rr)

Demokrat dan PAN Bidik Tambahan 3 Kursi PAMEKASAN – Dalam calon bupati dan wakil buPemilihan Legislatif (Pileg) pati terpilih Achmad Sy2014 mendatang, dua partai afii-Khalil Asy’ari (ASRI) politik besar di Pamekasan, ini, cukup optimis menang yakni Partai Demokrat dan dalam pemilu 2014 nanti. Partai Amanat Nasional Sebab, mesin politik sudah (PAN) sama-sama membi- lama dipersiapkan sekaligus dik target minimal meraih digerakkan. tambahan tiga kursi. Hal demikian juga ditegKetua Dewan Perwakilan uhkan pengurus PAN PameCabang (DPC) Partai De- kasan. Heru Budhi Prayitno, m o k r a t P a m e k a s a n , H sekretaris PAN Pamekasan Hermanto menegaskan, mengatakan, bahwa kaderpihaknya menarkader potensial getkan partainya PAN sudah dimeraih minimal siapkan. “Dan 8 kursi di DPRD kami sudah Pamekasan. Saat melakukan koorini, partai berdinasi secara inlambang mercy tens di Surabaya. tersebut sudah Dalam hal itu, mengantongi 5 kami akan berukursi. Dengan paya memberidemikian, untuk kan yang termencapai target baik. Peraturan minimal, tingdalam berpartai, KM/DOK gal menambah 3 juga perlu diperHERMANTO kursi lagi. hatikan secara Ketua DPC Partai “Saat ini, kami sungguh-sungsudah dan se- Demokrat Pamekasan guh,” terangnya. dang melakukan Ditambahkan penjaringan calon legislatif Ketua Tim Advokasi ASRI (caleg) dari setiap keca- ini, kendaraan politiknya sumatan. Persiapan sudah dah melakukan pendekatan matang,” tegas H Hermanto secara masif untuk meraup sembari menekankan, pi- banyak dukungan. haknya juga memberikan Sebab, ujarnya, pendekapeluang kepada siapapun tan secara emosional dan untuk berproses atau men- d i l a k u k a n s e c a r a b e r empuh karir politiknya di kesinambungan, bisa menPartai Demokrat. jadi senjata utama dalam Partai yang menjadi pen- memenangkan pertarungan gusung utama pasangan dalam politik. (anm/h4d)


RABU

9

6 Februari 2013

DP4 Pilgub Jatim Masih Simpang Siur KPU Jatim Bingung, Berdasarkan Data e-KTP atau Data Lainnya SAMPANG-Ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim sudah di ambang mata. Para komisioner KPU di daerah (provinsi dan kabupaten/kota), tentu sudah melakukan sejumlah persiapan. Salah satu faktor yang paling penting dalam pilgub maupun pemilukada lainnya adalah DP4 (Data Pen-

duduk Potensial Pemilih Pemilu). Hingga saat ini, DP4 yang direncanakan disetorkan kepada KPU Jatim masih berbasis pada data Dispendukcapil di daerah. Sehingga hal ini dinilai masih belum adanya kepastian dan ketidaksinkronan. DP4 seperti dalam pemilukada yang baru beberapa bulan lalu kelar, masih memegang peranan penting dalam penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) nantinya sebelum ditetapkan nantinya sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub jatim. Sesuai dengan porsinya, DP4 tersebut biasanya ber-

PENYELENGGARA PEMILU

KM/DOK

HIDAYAT ANDIANTO Anggota KPU Sumenep

sumber dari data Dispendukcapil setempat. Namun, belum tuntasnya program e-KTP di beberapa kecamatan di Sampang, masih dijadikan polemik yang sangat berhubungan erat dengan daftar tersebut. Salah satu anggota KPU Kabupaten Sampang Hernandi Kusuma Hadi mengatakan, hingga saat ini dalam persiapan tahapan Pilgub Jatim, pihaknya masih sampai pada pengumpulan data DP4. Data DP4 dari KPU tersebut, nanti akan menjadi pembanding terhadap data DP4 dari Dispendukcapil

setempat. “Nantinya akan digunakan pembanding saja dengan DP4 hasil dari dinas,” ujarnya saat ditemui Kabar Madura, kemarin (5/2). Selain itu, pihaknya menekankan fungsinya DP4 sebagai otak penentuan dari DPS maupun DPT nantinya haruslah sesuai dengan yang sebenarnya. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dan timbulnya banyak perbandingan dalam pilgub mendatang. “Harus riil lah data yang disampaikan, sebab data itu nantinya akan jadi cikal bakal dari data-data selan-

jutnya (DPS dan DPT, red),” jelasnya. Sebagaimana diketahui, pihak KPU Jatim hingga saat ini masih belum dapat memastikan apakah DP4 dalam Pilgub Jatim 2013 mendatang, akan berdasarkan pada data e-KTP secara keseluruhan, atau pada data lainnya. Sebab hal ini masih belum ada keputusan bersama terkait kebijakan itu. Di mana tahapan-tahapan pilgub jatim yang masih akan disusun oleh KPU Jatim nantinya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat. (sya/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

NYANTAI: Anggota KPU Kabupaten Sampang Hernandi Kusuma Hadi menyatakan, pihaknya hanya mempersiapkan DP4 sebagai pembanding untuk mendapatkan data yang riil.

Parpol Jangan Jual Rekom SUMENEP-Manuver politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim mendatang, tidak akan lepas dari peran partai politik yang ada. Peran partai dalam memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat sangat dibutuhkan, sehingga rekomendasi parpol terhadap kandidat yang akan maju bersaing di perebutan pemimpin Jatim benar-benar suara yang muncul dari bawah. Selama ini, sering terjadi komersialisasi rekomendasi parpol dalam setiap kontes pemilihan, baik pemilihan kepala daerah kabupaten maupun provinsi. Sehingga yang terjadi di lapangan, banyak kader partai yang

tidak konsisten dalam dukungannya. ” Rekomendasi dari salah satu parpol kepada kandidat sering tidak sejalan dengan keinginan kader di bawah. Partai dukung si A, namun kader justru dukung si B. Diduga, semua itu karena banyak partai yang ‘ menjual’ rekom, ” kata Hidayat Arrahman, Pengamat Kebijakan Publik Selasa (5/2). Padahal pilihan partai semestinya merupakan representasi dari kader yang ada di bwah sehingga, rekom yang dikeluarkan oleh partai juga mendapat dukungan dari kader yang ada dibawah, ” Seharusnya parpol melakukan poling lah ke kader yang

ada di bawah, bukan jual rekomendasi kemudian sosialisasi ke bawah” sindirnya. Dalam momentun Pilgub Jatim mendatang, Hidayat berharap parpol yang mendukung salah satu calon melakukan penjaringan suara dari bawah agar pilihan parpol dengan kader di bawah tidak simpang siur. ”Karena hal itu merupakan pendidikan politik pada masyarakat. Terus terang saya terkadang naif ketika parpol seperti dagang sapi dalam rekomedasi. Sehingga masyarakat menjadi korban dalam dunia politik praktis,” ujarnya. Sementara itu, Zaini Rahman, juga

berharap agar Pilgub Jatim mendatang benar-benar dijadikan ajang demokrasi. Masyarakat bukan menjadi objek kerakusan kekuasaan namun bagaimana mereka terididik dengan adanya politik praktis. ”Dan yang sangat berperan dalam dukung mendukung ini adalah parpol. Saya sangat menyesalkan ketika parpol hanya menerbitkan rekomedasi dengan cara komersialisasi tanpa melihat kebutuhan masyarakat terutama kader di bawah, siapa kandidat yang pantas. Parpol jangan memaksakan diri, namun harus mendengar suara kader,” kritik pengurus Gemasaba Sumenep itu. (rei/yoe)

Februari, Pembentukan PPK dan PPS SUMENEP-Tahapan pendaftahan calon anggota legislatif DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, akan mulai dibuka April mendatang oleh KPU Sumenep. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep masih belum menentukan waktu rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Anggota KPU Sumenep, Hidayat Andiyanto mengatakan, tahapan rekrutmen pembentukan PPK dan PPS akan dilakukan bulan Februari 2013 ini. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan tanggal berapa tahapan tersebut akan dilaksanakan. Cuma, dia memastikan sudah masuk pada tahapan Pemilu di bulan Februari. ”Rekrutmen anggota PPK dan PPS akan dilakukan di bulan Februari ini. Cuma, kepastiannya masih menunggu tahapantahapan. Makanya, kapan waktunya yang pasti, kita tunggu dulu mas,” kata Hidayat. Anggota Bidang Hukum dan Pengawasan tersebut menjelaskan, berdasarkan rekrutmen PPK dan PPS 2009 lalu, nantinya akan terdapat petunjuk teknis tentang rekrutmen anggota PPK dan PPS baru. Persyaratan yang akan dilaksanakan memang tidak terlalu ribet dan tidak harus lulus sarjana. Tetapi, meminimal memiliki kemampuan yang mempuni. ”Makanya, nantinya KPU menerima pendaftaran calon, melakukan tes tulis, wawancara, sesuai dengan petunjuk yang akan turun dari KPU pusat,” tuturnya. Muhammad Ilyas, anggota KPU yang lain mengatakan, masing-masing Kecamatan akan mengambil lima orang anggota PPK dan tiga orang anggota PPS ditingkat desa atau kelurahan. Salah satu tahapan berikutnya, rekrutmen anggota PPK dan PPS. Akan tetapi, keduanya masih menunggu keputusan atau instruksi dari KPU RI. ”Kami saat ini masih menunggu tahapan berikutnya yang akan ditentukan oleh KPU RI yaitu pembentukan PPK dan PPS. Direncanakan, tahahan rekrutmen PPK dan PPS mulai bulan November 2012 hingga bulan Pebruari 2013. Tapi, hingga saat ini kami masih belum mendapatkan instruksi dari KPU RI,” ujar Ilyas, beberapa waktu lalu. (bus/yoe)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

OGAH-OGAHAN: Merasa sudah lolos verifikasi faktual membuat sejumlah parpol jadi sedikit jumawa. Karena Pileg 2014 masih lama, banyak yang belum mendaftar ke KPU.

KM/DOK

Belum Ada Parpol Daftar Kampanye SAMPANG-Sejumlah partai politik (parpol) yang dinyatakan lolos oleh KPU pusat masih belum ada greget. Buktinya, sampai saat ini parpol tersebut belum mendaftar pelaksana kampanye di KPU Sampang. Padahal, pendaftaran sudah dibuka sejak beberapa waktu lalu. Diperkirakan parpol belum mendaftar disinyalir karena masa kampanye berlangsung lama. Sehingga mereka

masih santai-santai saja. “Masih belum ada greget. Hingga sekarang belum ada parpol yang mendaftar pelaksana kampanye,” terang Ketua KPU Kabupaten Sampang, KH Abu Ahmad M Dhovier Shah, pada wartawan Kabar Madura. Ia menjelaskan, pihaknya tidak tahu secara pasti alasan parpol belum mendaftarkan pelaksana kampanye ke KPUD. Namun, diprediksi mereka be-

lum mendaftar karena masa kampanye untuk pileg masih panjang. Ada 10 parpol yang dinyatakan lolos oleh KPU pusat. Diantaranya PKB, PDI P, Partai Demokrat, Gerindra dan PPP. Sebenarnya saat proses verifikasi parpol yang dilakukan KPU Sampang, ada 22 parpol yang ikut diverifikasi. Awalnya hanya ada 16 parpol yang ikut proses verifikasi. Namun, karena ada putusan dari DKPP akhirnya ada

tambahan 6 parpol lagi. Hasil verifikasi yang dilakukan KPU Sampang beberapa waktu lalu hanya ada satu parpol yang tidak lolos. “P31 tidak lolos karena ada salah satu persyaratan yang tidak dipenuhi. Kemudian hasil verifikasi ini disampaikan ke KPU Provinsi, setelah sebelumnya dilakukan rapat pleno terbuka di tingkat kabupaten,” paparnya. (ful/zis)


10

RABU

6 Februari 2013

Melalui Uji Publik

Meski RSBI, Biaya Tetap Gratis

RSBI Bubar, Tak Pengaruhi SMPN 5 Bangkalan BANGKALAN-Memang, melalui putusan MK (Mahkamah Konstitusi), RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dinyatakan bubar. Karena dianggap tidak memiliki landasan hukum yang kuat. Imbasnya pula, otomatis SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) juga bubar. Seperti diberitakan banyak media beberapa waktu lalu, RSBI dinilai sekolah eksklusif dan cenderung menimbulkan perlakuan diskriminatif di bidang pendidikan. Sehingga bertentangan dengan prinsip pendidikan. Hanya anak-anak orang kaya saja yang bisa masuk RSBI. Dikarenakan biaya yang dikenakan jauh lebih tinggi dibanding sekolah biasa atau regular. Namun, berbeda halnya dengan SMP Negeri 5 Bangkalan, sekolah RSBI satu-satunya di Bangkalan. Meski RSBI dibubarkan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sekolah tersebut. Sebab, kata Moh. Subaidi selaku Wakil Kepala (Waka) SMPN 5 Bangkalan saat ditemui oleh Kabar Madura di ruang kerjanya, SMPN 5 Bangkalan tetap menerapkan proses belajar mengajar dengan jumlah jam belajar seperti ketika sekolah tersebut berstatus RSBI. Begitu pun juga dengan guruguru yang mendapat jam tambahan, tetap mengajar seperti biasanya dan dibayar sendiri oleh pihak sekolah. Tentunya diambilkan dari dana bantuan pemerintah sebelumnya. ”Guru yang mengajar di jam tambahan, tetap dibayar oleh sekolah,” ujarnya. Subaidi lantas menerangkan mengapa pembubaran RSBI tidak ber-

Pemberlakuan Kurikulum 2013

KM/ABDUR ROHIEM

SEMBURAT: Usai bel pulang sekolah berbunyi, siswa-siswi SMPN 5 Bangkalan meninggalkan lingkungan sekolahnya.

dampak serius terhadap sekolah. Sebab, akunya, meskipun SMPN 5 Bangkalan berstatus RSBI, pihak sekolah tidak menambah biaya sekolah. Sehingga siswa dan orang tua siswa tidak merasa terbebani dengan status RSBI. Khususnya terkait membayar biaya-biaya tambahan. ”Tidak ada pungutan biaya tambahan sepeser pun, meski SMPN 5 Bangkalan berstatus RSBI,” tegas Moh. Subaidi. Diakui juga, di SMPN 5 Bangkalan, penerapan RSBI yang sudah berlaku empat tahun, sangat terasa sisi positifnya. Terbukti, 75 persen siswanya diterima melalui jalur PMDK. Yakni, siswa yang melan-

jutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi diterima tanpa tes. Subaidi menegaskan, meski polemik bergulir, pihaknya lebih mementingkan dan mengutamakan untuk mempertahankan reputasi kecerdasan siswa dari pada membahas polemik mengenai RSBI. Dalam hal ini, apa pun yang diputuskan pemerintah, baik menggunakan status RSBI atau Sekolah Standar Nasional (SSN), SMPN 5 Bangkalan akan mengikuti prosedur yang akan ditetapkan. ”Yang terpenting adalah bagaimana caranya mempertahankan reputasi kecerdasan siswa agar tidak kalah bersaing dengan sekolah-sekolah favorit lainnya,” timpalnya.

Namun, pembubaran RSBI oleh putusan MK beberapa waktu yang lalu, dampak psikologisnya juga dirasakan oleh siswa SMPN 5 Bangkalan. Sebab, RSBI yang diterapkan di sekolahnya dirasa berhasil mengangkat prestasi siswa. Seperti yang utarakan Hafid Ade Wirianto, siswa Kelas VII A ketika ngobrol dengan Kabar Madura. Dia mengatakan, RSBI seharusnya jangan dibubarkan. Sebab, dirinya bisa lebih lama belajar di sekolah tanpa ada rasa jenuh. ”Meskipun lama di sekolah, kan belajar mas. Bukan bermain. Buktinya, nilaiku bagus-bagus,” ujarnya polos. (roh/ed)

Banyak Tak Melibatkan Komite Sekolah

DISDIK

Evaluasi RKAS BOS

KM/ABDUR ROHIEM

MOH. YA’KUB

DNS 30 Sekolah Belum Ter-upload BANGKALAN-Jika tak ada perubahan, Ujian Nasional (Unas) 2013 bakal digelar April mendatang. Untu itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Dinas Pendidikan (Disdik), mewajibkan setiap sekolah mengisi Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta Unas. Untuk selanjutnya, Disdik berkewajiban mencetak DNS peserta Unas persekolah dimulai Januari sampai akhir Februari. Sehingga semua peserta sementara unas tervalidasi. Nantinya, DNS persekolah tersebut yang akhirnya akan menjadi Daftar Nominasi Tetap Ujian Nasional (DNTUN) tahun 2013. Khusus wilayah Bangkalan, menurut Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Disdik Pemkab Bangkalan, Moh. Ya’kub, semua satuan pendidikan yang ada sudah menyetorkan DNS. Mulai tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA). Meskipun, akunya, saat ini masih ada beberapa sekolah yang belum ter-upload secara on-line. ”Semua satuan pendidikan bisa mengecek ataupun mengambil print out melalui website yang disediakan melalui operator pelaksana,” tegas Moh. Ya’kub, waktu ditemui di kantornya. Disampaikan, data offline-nya semua satuan pendidikan sudah masuk. Namun, sekitar DNS 30 sekolah masih belum terupload. (roh/ed)

SAMPANG-Penyaluran BOS (Biaya Operasional Sekolah) di wilayah Kabupeten Sampang tahun 2012 lalu, masih ditemukan banyak kelemahan. Seperti pemahaman bendahara yang minim tentang pengelolaan dana BOS, dan lainnya. ”Banyak juga peng-SPJ-annya yang melampaui batas RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekola) yang sudah diajukan,” ungkap Abdussalam, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sampang kepada Kabar Madura. Termasuk juga sering bergantigantinya bendahara di sekolah. ”Sehingga pemahaman tentang pengelolaannya menjadi tidak maksimal,” imbuh Abdussalam. Minimnya keterlibatan Komite Sekolah juga dipersoalkannya. Diakui, selama ini untuk wilayah pedesaan di Sampang, banyak ditemui sekolah yang dalam pengelolaan BOS hanya melibatkan kasek dan bendahaara. Sementara keberadaan Komite Sekolah seringkali diabaikan. ”Perlu ada transparansi yang melibatkan komite wali murid dan guru,” lanjut Abdussalam. Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat ini mengungkapkan, selama ini Komite Sekolah hanya bisa tanda tangan. Padahal tidak mengetahui bagaimana isi RKAS yang ada. ”Penyelenggaraan BOS itu seharusnya melibatkan komite dan anggotanya serta satu perwakilan wali murid di luar komite,” ung-

KM/ABDUR ROHIEM

RISMAN IRIYANTO Kasi Kurikulum SMP/ SMA Disdik Bangkalan

Obyeknya ada pada penekanan daripada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.” peserta didik lebih baik dalam mengobservasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan atau mempresentasikan apa yang mereka peroleh setelah menerima materi pembelajaran. ”Obyeknya ada pada penekanan daripada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya,” sambungnya lagi. Adanya bebarapa mata pelajaran yang dintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya, otomatis jumlah mata pelajaran akan berkurang. Namun dalam jumlah jam belajar, siswa nantinya akan ditambah. Seperti mata pelajaran SMP yang pada awalnya 32 jam perminggu, akan menjadi 38 jam perminggunya. ”Inilah yang dinamakan penyederhanaan tematik integratif,” katanya. Dia juga mencontohkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang awalnya 6 jam perminggu akan menjadi 8 jam perminggu. Sedangkan maksud dari lama tinggal di sekolah, dalam hal ini adalah penambahan dalam jam pelajaran. (roh/ed)

Beda Jumlah Mata Pelajaran

KM/DOK

BUTUH ULURAN: Salah seorang pengajar menyampaikan materi pelajaran ke siswanya di salah satu kelas darurat.

kap anggota komisi yang membidangi pendidikan ini. Dikatakan pula, ketidakefektifan Komite Sekolah tersebut kebanyakan terjadi di tingkat sekolah dasar. ”Tapi memang, sebagian sudah ada yang efektif,” pungkasnya. Sementara di 2013, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kebijakan penyaluran BOS melalui kepala sekolah (kasek) langsung. Kebijakan tersebut ditegaskan dalam Juknis (Petunjuk Teknis) BOS 2013. Dimana penyaluran dana BOS langsung masuk ke rekening kasek masing-masing.

Setelah RKAS selesai dibuat oleh kasek, secara otomatis dana BOS akan turun ke rekening kasek. Sebelumnya, pada juknis tahun 2012, untuk mencairkan dana BOS harus mendapat rekomendasi dari dinas pendidikan (disdik) setempat. Akibatnya, saat ini disdik hanya bisa menerima SPJ (surat pertanggungjawaban) dari kasek, bukan memverifikasi seperti pada juknis sebelumnya. Sedangkan untuk proses verifikasi dilakukan oleh pengawas, sebelum diserahkan ke disdik. Dengan kebijakan seperti ini, perlu pengawasan lebih ketat di sekolah-sekolah. (waw/ed)

SEMENTARA mulai Juli nanti, tepatnya di tahun ajaran baru, Kurikulum 2013 akan diberlakukan. Banyak perubahan-perubahan yang mendasar antara kurikulum terdahulu (KTSP 2006) dengan kurikulum 2013 yang akan datang. Terutama pada banyaknya jumlah mata pelajaran yang akan diajarkan di sekolah. Untuk tingkat sekolah dasar (SD), kurikulum yang akan diterapkan adalah bersifat tematik integratif. Sehingga ada beberapa mata pelajaran yang akan diajarkan menjadi berkurang. ”Ada beberapa mata pelajaran yang dimerger, sehingga mata pelajarannya berkurang. Seperti IPA dan IPS,” Ujar Moh. Ya’kub, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Sementara itu menurut Risma Iriyanto, Kasi Kuri-

kulum SMP/SMA Disdik Bangkalan, kurikulum yang diajarkan di sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, pendekatannya melalui mata pelajaran. Oleh karena itu, jumlah mata pelajaran yang diajarkan tidak banyak perubahan. Hanya saja, memang ada beberapa mata pelajaran yang akan diintegrasikan yang bersifat tematik. Hal ini memang sesuai dengan biasanya, bahwa guru SMP dan SMA disebut guru mata pelajaran. Sedangkan guru SD adalah guru kelas. ”Seperti pelajaran TIK, nantinya akan diintegrasikan dengan beberapa mata pelajaran yang mempunyai unsur-unsur TIK,” jelasnya sambil mencontohkan. Selain itu, keterampilan, muatan lokal, dan pengembangan diri nantinya akan diintegrasikan. (roh/ed)

Kurikulum 2013 Ringankan Beban Guru BANGKALAN-Seiring akan digantinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Kurikulum baru, ada satu hal yang menarik dari pemberlakuan Kurikulum 2013. Dimana nanti, guru tidak lagi dibebani membuat silabus dalam pengajaran terhadap siswanya, seperti yang terjadi di kurikulum terdahulu (KTSP 2006). Saat dikonfirmasi setelah rapat, Risman Iriyanto selaku Kasi Kurikulum SMP/SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, mengatakan, untuk mengurangi beban kerja guru dalam proses pembelajaran di kelas, guru memang tidak diwajibkan membuat silabus. Namun untuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) guru tetap wajib membuatnya.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

BANGKALAN-Langkahlangkah pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), mengembangan Kurikulum 2013, selain melibatkan sejumlah pakar dan praktisi pendidikan, kabarnya juga sudah melalui uji publik. Itu, sebagaimana dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SMP/SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Bangkalan, Risman Iriyanto. Bahwa, uji publik dimaksud melalui dua jalur. Yakni, melalui internet dan media cetak. ”Sebenarnya uji publik Kurikulum 2013 sudah selesai. Namun pemerintah masih menyosialisasikannya agar lebih kurikulum baru ini lebih matang di tahun ajaran baru mendatang,” ujar Rismansapaan Risman Iriyanto. Saat dijumpai di ruang kerjanya, Risman juga mengatakan bahwa tujuan dari adanya uji publik itu sendiri untuk mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Apa kekurangannya dan mana yang harus dibenahi. ”Setelah uji publik, baru akan dilakukan penyempurnaan dan selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013,” timpalnya. Risman melanjutkan, inti dari Kurikulum 2013, adalah adanya upaya penyederhanaan dan tematik-integratif. Sehingga akan tercipta generasi yang siap menghadapi masa depan. Diharapkan, pada akhirnya siswa bisa mengantisipasi perkembangan masa depannya. Namun yang terpenting menurut Risman, tujuan dari Kurikulum 2013 ini adalah untuk mendorong

”Nantinya silabus itu akan disediakan oleh pusat. Sedangkan RPP tetap menjadi kewajiban guru,” ujar Risman. Dia melanjutkan, masalah yang cukup signifikan juga datang dari banyaknya Lembar Kerja Siswa (LKS) yang tidak sesuai. Apalagi dituding, adanya LKS ini disebabkan terbatasmua kemampuan guru dalam membuat soal latihan untuk murid. Sehingga penggunaan LKS ini menjadi pilihan guru. ”Oleh karena itu, nantinya pembuatan LKS akan digabung dengan pembuatan RPP. Sehingga LKS itu memang sesuai dengan RPP yang dibuat guru,” ungkapnya. Dihubungi terpisah, Efendy Yunanto, Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMA Ma’arif

KM/ISTIMEWA

EFENDY YUNANTO Waka Kurikulum SMA Ma’arif Bangkalan

Bangkalan menyambut baik pelimpahan pembuatan silabus oleh pusat yang pada awalnya menjadi tugas guru. Sebab, implementasi riil KTSP 2006 di lapangan memang sangat membebani tugas guru.

Karena kemampuan guru untuk membuat Silabus dan RPP bermacam-macam. Menurut Efendy, meskipun guru sudah tidak dipusingkan lagi membuat perangkat silabus, namun dia menambahkan bahwa akan timbul permasalahan baru dengan pelimpahan silabus ke pusat. Sebab, sebenarnya pembuatan silabus adalah wewenang guru. Dan di masing-masing daerah berbeda dalam pengembangannya. ”Yang ngerti kan guru di daerah, bukan orang pusat,” ujar Efendy. Namun diakui, sosialisasi Kurikulum 2013 ini masih belum merata. Terutama di sekolah-sekolah swasta. Padahal kurikulum baru ini akan segera diterapkan di

tahun ajaran baru, tepatnya Juli nanti. Jika sosialisasi ini terlambat, maka akan muncul kekhawatiran dari semua guru. Sehingga guru benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukannya di dalam kelas untuk melakukan proses belajar-mengajar. Selain dari itu, satu hal yang disesalkan Efendy Yunanto adalah terlalu seringnya pemerintah menggonta-ganti kurikulum. Ini, akunya, seakan-akan pergantian kurikulum hanya sebatas program cobacoba pemerintah. Bagaimana tidak, kurikulum lama belum tuntas sudah diganti dengan kurikulum baru yang belum teruji keberhasilannya. ”Seharusnya satu kurikulum yang belum tuntas jangan diganti dulu,” tutupnya. (roh/ed)


RABU

11

6 Februari 2013 13

K-CONK MANIAA Ngonggahi Blitar Sewa Satu Bus BANGKALAN-Momen laga perdana PSB di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, sore iini, tidak dilewatkan begitu saja oleh pendukung fanatik PSB, K-Conk Mania. Komunitas suporter yang bermarkas di Jalan HOS Cokroaminoto No.50 Bangkalan tersebut siap ‘menyerbu’ Stadion Soepriyadi untuk mendukung Danilo Fernando dan kawan-kawan. Dalam agenda ngongghai Blitar tersebut, Mimit dan kawan-kawan berencana tidak turun dalam jumlah besar. Selain karena pertandingan digelar pada hari kerja, beberapa alasan lain menjadi pertimbangan komunitas dengan warna khas kombinasi merah-putih tersebut. ”Tidak banyak, hanya satu bus saja. Beberapa anggota tidak bisa hadir langsung ke stadion di Blitar karena alasan pekerjaan dan sebagian lain ada yang sekolah,” ungkap Mimit kepada Kabar Madura, kemarin. Alasan lain minimnya keberangkatan jumlah anggota K-Conk Mania ke Blitar karena suporter yang sudah berusia tiga tahun tersebut juga sedang berkonsentrasi mempersiapkan pertemuan akbar suporter se-Madura menjelang bergulirnya beberapa laga di SGB. Rencananya meeting tersebut akan digelar Kamis (7/2) mendatang di Bangkalan. Setelah itu, K-Conk Mania akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, panitia pelaksana (panpel) pertandingan, dan suporter tamu. (bai/rr)

Wajib Menang!

EL CAPITANO: Danilo Fernando yang didapuk sebagai kapten tim Perseba Super Bangkalan mengemban tugas berat memimpin rekan-rekan melakoni laga perdana Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di kandang PSBK Kota Blitar.

BLITAR-Kedatangan dua pemain baru, Ferry Aman Saragih dan Ferry N Somah, membuat skema permainan an Perseba Super Bangkalan (PSB) berubah. Pakem 4-23-1 resmi diusung oleh pelatih Nus Yadera menggantikan formasi 4-4-1-1 yang biasa dimainkan oleh Danilo Fernando dan kawan-kawan. Skema permainan tersebut akan dijabarkan oleh penggawa Laskar Suramadu saat menantang tuan rumah PSBK Kota Blitar dalam laga perdana mereka di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Soepriyadi, Blitar, Rabu (6/2). Nus menekankan kepada anak asuhnya untuk memantapkan pola serangan dengan mengandalkan trio pendobrak dari lini tengah yang diisi Ferry Aman Saragih dan Fandi Ahmad dengan dikomando Danilo Fernando. Mantan pelatih PSBK di musim lalu tersebut menegaskan jika ketiganya akan dipasang secara bersamaan sejak menit awal dengan peran menjadi penyokong pergerakan Ferry N Somah yang diplot sebagai ujung tombak tunggal. Trio jenderal lini tengah PSB tersebut dilapis suplai bola dari sektor gelandang tukang air yang diisi Victor da Silva dan La Umbu. Suplai bola dari Victor da Silva diharapkan bisa mengalir dari sektor tengah tersebut untuk diteruskan kepada Ferry N Somah. Meski mengusung pola permainan menyerang, Nus tidak melupakan barisan pertahanan. Duet stopper Fendi Taris

Siap Adu Kreasi

I

IQUN

D BA

HMA

KM/A

PERTANDINGAN PSBK Kota Blitar melawan PSB sore ini bakal berlangsung meriah. Kehadiran dua kelompok suporter yang akan melakoni pertandingan Grup C Divisi Utama Liga Indonesia tersebut menjadi penyebab utama. ”Komunikasi antara K-Conk Mania dan PETA Mania sudah intens dilakukan. Mereka antusias dengan kedatangan kami dan sepertinya stadion akan ramai oleh aksi kreasi kami,” ungkap Mimit, Dirijen K-Conk Mania. Aksi berupa yel-yel selamat datang dari pihak suporter tuan rumah pun akan diterima K-Conk Mania. ”Informasinya mereka (PETA Mania, red) juga akan memberikan aksi khusus untuk menyambut rombongan K-Conk Mania,” imbuh pria yang akrab disapa Mimit Jenggot tersebut. Di luar acara memberi dukungan kepada PSB, Mimit dan kawan-kawan juga berencana akan melakukan ziarah ke makam Bung Karno, beberapa jam sebelum kick off dimulai. Tingginya jumlah penonton saat pertandingan PSBK berlangsung, merupakan buah dari kemenangan demi kemenangan yang diraih Laskar PETA saat Divisi Utama, musim lalu. Selain PSBK, Blitar juga mempunyai PSBI Blitar yang bermain di Divisi Utama PSSI yang dioperatori PT Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS). (bai/rr)

KEDATANGAN Ferry N Somah ke PSB membuat sedikit perubahan komposisi pemain di lini depan Laskar Suramadu. Mengusung strategi satu striker, Nus harus mengorbankan goal getter Fandi Ahmad lebih ke belakang. Nus lebih memilih striker jangkung asal Liberia tersebut sebagai target man dan menarik Fandi sebagai penyokongnya. Menanggapi peran barunya tersebut, Fandi mengaku tidak begitu mempermasalahkannya. ”Saya kira tak ada masalah dengan posisi baru saya. Kedatangan Somah justru akan meningkatkan kualitas tim, khususnya lini serang. Itu bagus untuk meningkatkan kuali-

jika kekalahan yang terjadi kemarin bukanlah tanda kiamat bagi P-MU, sebab masih ada 31 pertandingan lagi yang harus dilakoni skuad P-MU. ”Di Divisi Utama musim lalu, kami juga mengalami kekalahan di laga-laga awal. Pertandingan di kandang besok adalah saatnya untuk membalas kekalahan terhadap tim asal Papua,” ujar pemain asal Solo tersebut. Dalam rangka menghadapi dua tim asal Papua tersebut, pelatih Daniel Roekito sudah mempersiapkan tim asuhannya semaksimal mungkin, salah satunya mengoptimalkan status sebagai tuan rumah. ”Sudah saatnya kami tidak membicarakan mental dan

KM/TABRI S MUNIR

BIKIN PERHITUNGAN: Striker P-MU, Indrianto Nugroho, siap membalas dua kekalahan di Papua terhadap dua tim asal Papua yang lain di Stadion Gelora Bangkalan. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN PSBK: Bayu Prisma (kiper); Nugroho Mardianto, Slamet Santoso, Suprianto, Godstime (belakang); Olisa, Bambang Priyo, Andri Gepeng Budianto, Larry Quiah, Sigit Oktarianto (tengah); Nurhuda, Purwanto Suwondo (depan). Pelatih: Muhadi PERSEBA SUPER: M. Juni Irawan (kiper); Kodari Amir, Mujib Ridwan, Fendi Taris, M. Rokip (belakang); La Umbu, Victor da Silva, Danilo Fernando, Fandi Ahmad, Ferry Aman Saragih (tengah); Ferry N Somah (depan). Pelatih: Nus Yadera

Fandi Siap Mainkan Peran Baru

Usung Misi Balas Dendam PAMEKASAN-Dua kekalahan dalam laga tandang Persepam Madura United (P-MU) ke bumi Cenderawasih dari Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena adalah kekelahan yang menyakitkan bagi seluruh penggawa Laskar Sape Kerap. Tidak heran jika dua laga yang akan berlangsung di kandang, yakni ketika melayani Persidafon Dafonsoro dan Persiram Raja Ampat adalah pertandingan yang mengemban misi balas dendam. ”Saatnya Madura membalas kekalahan dari tim Papua,” ujar pemain gaek P-MU, Indriyanto Nugroroho, Selasa (5/2). Pemain jebolan Privamera tersebut menuturkan

dan Mujib Ridwan akan menjadi benteng kokoh di jantung pertahanan PSB yang akan dikawal penjaga gawang M. Juni Irawan. Duet Fendi dan Mujib disokong oleh Mochammad Rokip di kanan dan Kodari Amir di kiri. Tanpa George Dakkar Mitchell, lini perta tahanan PSB mengalami sedikit ketidakseimbangan yang membuat La Umbu harus bekerja ekstra keras untuk merebut lini tengah. ”Intinya bagaimana peran La Umbu di posisi gelandang bertahan. Kalau dia bermain bagus, maka kendali p permainan kita yang pegang,” ungkap Nus Yadera, kemarin. Pelatih berusia 46 tahun tersebut mengatakan secara non-teknis anak asuhnya sudah siap dengan melakukan adaptasi terhadap lapangan sejak Senin (4/2). ”Sejak kemarin (Senin, red) kami sudah berlatih di Stadion Soepriyadi. Mudah-mudahan cukup bagi anak-anak dalam melakukan adaptasi.” Terang Nus. (bai/rr)

Nus Yadera Mantap Mainkan Pola 4-2-3-1

skil individu pemain seperti di tiga laga awal lalu. Kali ini target kami mendapat enam poin dari dua kemenangan di kandang atas Persidafon dan Persiram,” tutur pelatih asal Rembang tersebut. Belum mencetak sebiji gol dan sudah kebobolan 10 gol dalam tiga laga bagi sebagian besar suporter P-MU adalah prestasi yang meyesakkan dada. Posisi juru kunci klasemen sementara ISL harus ditebus dengan tampilan impresif dan meraih kemenangan dalam laga perdana di kandang. “Kami selaku suporter sangat berharap jumlah kemasukan gol tersebut tidak bertambah. Justru kini saatnya P MU men P-MU mencetak gol perdana di ISL. IS Kita semua warg warga Madura harus m menyatukan tekad untuk meraih kemenangan,” ujar Abdul Rahem, K Koordinator Lapanga gan Taretan Mania. Se Seruan serupa juga disa disampaikan Erwin, pento pentolan suporter P-MU asal P Pamekasan. Menurutnya kritik pedas dan rutnya, hujatan kepada pemain sudah ssaatnya dihentikan untuk me memompa semangat perang pemain pe P-MU. ”Jangan ada lagi pemain yang dikritik dikri karena mandul tidak bisa mencetak gol. Semu Semuanya harus menyatukan tekad agar misi balas dendam terhadap dua tim Papua betul-betul terwujud. (bri/rr)

tas lini depan Perseba,” ujarnya. Ia menambahkan, semakin banyak pilihan pemain membuat pelatih lebih banyak memiliki variasi dalam menurunkan komposisi pemain. ”Justru masuknya Somah semakin bagus. Apalagi selama ini saya juga sering bermain di posisi second striker atau gelandang serang sehingga tidak butuh waktu lama untuk adaptasi,” imbuhnya. Posisi second striker akan membuat Fandi bisa lebih berkreasi dalam menyokong kineerja ujung tombak. Posisi tersebut juga bukan menjadi halangan baginya untuk mencetak gol. ”Posisi second striker yang dipercayakan oleh pelatih kepada saya akan dijawab dengan penampilan maksimal. Kalau memang memiliki kesempatan bagus, saya juga akan

menyumbangkan gol,” semangat pemain berusia 21 tahun tersebut. Fandi sangat optimistis PSB mampu menaklukkan tuan rumah PSBK Kota Blitar dalam laga sore ini, mengingat bermain di Stadion Soepriyadi Blitar akan membawa keuntungan tersendiri bagi PSB. Mayoritas skuad Laskar Suramadu saat ini adalah eks-penggawa Laskar PETA, julukan PSBK Kota Blitar, musim lalu. Bahkan pelatih Nus Yadera dan manajer Ayu Sartika Virianti merupakan duet pelatih dan manajer PSBK musim lalu. ”Kami sangat optimistis bisa meraih hasil maksimal. Mayoritas pemain Perseba saat ini adalah mantan pemain PSBK musim lalu sehingga tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan lapangan,” imbuhnya. (bai/rr)

Mengenal Sosok Mohammad Rochip, Wing Back Kanan Perseba Super Bangkalan

Wong Jepara yang Juga Piawai dalam Hal Seni Ukir Kayu Sosok Mohammad Rochip memang tidak sulit untuk dikenali dalam skuad Perseba Super Bangkalan (PSB). Secara penampilan, pemain yang beroperasi sebagai wing back kanan tersebut terbilang unik dengan perawakan, warna kulit, dan bentuk wajah yang terlihat oriental. Siapakah dia sebenarnya? AHMAD BAIQUNI, Bangkalan BENTUK mata yang sipit dan rambut lurus yang dimiliki Mohammad Rochip membuatnya sangat mirip dengan warga keturunan etnis Cina. Menurut pengakuannya, empunya ciri-ciri tersebut merupakan asli keturunan Jawa dan tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan etnis Cina. Lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 15 Maret 1984, Rochip memulai karir sepakbolanya di SSB Putra Sabilan di Jepara pada tahun 2000. Selama dua tahun di sana, keterampilan bermain sepakbolanya memikat mata

pemandu bakat tim yunior Persijap Jepara. Ia pun ditarik untuk memperkuat Persijap U-18 yang dipersiapkan untuk mengikuti sejumlah turnamen dan kejuaraan. Nasib mujur terus menaungi Rochip. Bersama rekan-rekannya, bungsu dari empat bersaudara tersebut langsung berhasil membawa pulang tropi juara Piala Soeratin edisi tahun 2002. Setahun berselang, pemain yang identik dengan nomor punggung 27 tersebut langsung dipercaya bermain di skuad senior Persijap yang saat itu masih berkutat di Divisi I. Usai memperkuat tim berjuluk Laskar Kalinyamat, Rochip berpetualang memperkuat PSIR Rembang dan Persewangi Banyuwangi. Mitra Kukar menjadi klub profesional pertama bagi Rochip yang dibelanya pada musim kompetisi 2007 hingga 2009 sebelum akhirnya berlabuh di tanah Madura memperkuat PSB musim ini. Tidak hanya bermain sepakbola, sebagai putra daerah Jepara yang terkenal dengan seni ukir kayu, Rochip juga tidak ingin kehilangan identitas. Berbekal pengalaman membantu pekerjaan mengukir di perusahaan milik kakaknya, ia terbilang piawai dalam membuat sebuah ukiran. Bahkan ia selalu diminta

BIODATA NAMA: Mohammad Rochip TTL: Jepara, 15 Maret 1984 Alamat: Teluk Awur, RT.03/RW.01, Tahunan, Jepara Tinggi

: 173 cm

Berat

: 64 kg

Posisi

: Wing Back Kanan

No Punggung : 27

membantu membuat ukiran di luar aktivitasnya di dunia sepakbola. ”Kalau sedang libur sering diminta bantu di perusahaan kakak. Lumayan sambil cari penghasilan tambahan di luar sepakbola” imbuhnya sambil tersenyum. Di lapangan, Rochip terbilang pemain yang sangat disiplin. Menurutnya, salah satu kunci dalam mempertahankan penampilan untuk bersaing di level profesional baginya adalah kedisiplinan. Tidak hanya saat bersama tim, namun pemilik tinggi 173 cm itu juga mengaku tetap harus disiplin secara individu. ”Disiplin itu sangat perlu. Tidak hanya saat bersama tim seperti tepat waktu dan lain sebagainya. Namun

KM/AHMAD BAIQUNI

BUKAN CINA: Mohammad Rochip sangat garang dalam mengawal lini pertahanan tim yang diperkuatnya.

hal-hal kecil juga ikut berpengaruh,” ujarnya mencoba membagi resep kedisiplinan. Salah satu ciri khas Rochip ketika berada di atas lapangan yakni selalu memasukkan ujung kaos ke dalam celana. Ia mengaku hanya menuruti cara berpakaian dalam olahraga dan merupakan salah satu wujud kedisiplinan seorang pemain. (rr)


12

RABU

6 Februari 2013

Saatnya Bangkit, Cong!

Satukan Visi Angkat Derajat Madura USAI melakoni dua laga berat di tanah Papua, skuad Laskar Sape Kerap mulai kembali melahap porsi latihan ringan untuk mengembalikan kebugaran yang sempat terkuras oleh lamanya waktu perjalanan. Latihan ringan tersebut digelar di Lapangan Pandapa Ronggosukawati, Pamekasan, Selasa (5/2) sore. Sebelumnya, pemain sempat direncanakan akan melakukan latihan di Bangkalan, tepatnya di SGB, yang akan menjadi arena pertandingan P-MU dalam menjamu lawannya di ISL. Sayang, rencana tersebut harus tertunda satu hari karena segala keperluan di Bangkalan seperti tempat menginap pemain hingga ketersediaan lapangan untuk latihan masih belum siap. ”Kami memang berencana hari ini (kemarin, red) untuk berangkat ke Bangkalan. Berhubung masih ada kendala teknis, terutama tempat penginapan dan lapangan untuk latihan, terpaksa kami tunda hingga besok (hari ini, red),” jelas Daniel Roekito kepada Kabar Madura, kemarin di sela memimpin latihan. Rencana merapat lebih awal ke Bangkalan tersebut bertujuan sesegera mungkin melakukan persiapan sebelum untuk melakoni laga kandang perdana P-MU di ISL. Menurut Daniel, hal tersebut dilakukan karena ia menginginkan tim asuhannya tampil dengan kekuatan 100 persen, sekaligus memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah. ”Kami datang lebih awal ke Bangkalan karena ingin betul-betul tampil sebagai tuan rumah yang mengenal lebih karakter lapangan dan sudut-sudut stadion,” tutur Daniel yang mengaku semakin merasakan soliditas tim, terutama antarpemain yang mulai terjalin dengan baik. ”Kami sudah melakukan evaluasi dan menyamakan persepsi. Semua pemain sepakat memiliki komitmen untuk mengangkat derajat tim asal Madura di persepakbolaan nasional,” imbuh pelatih asal Rembang tersebut. Usai melakukan evaluasi kemarin, semangat membara muncul dari seluruh pemain dan tim pelatih P-MU. Mereka siap untuk tampil habishabisan di laga kandang perdanannya dengan target memberikan hiburan dan kemenangan bagi seluruh suporter dan masyarakat Madura. Sebelumnya semangat tim P-MU dihawatirkan oleh sejumlah pihak akan terjun bebas setelah menelan tiga kali kekalahan beruntun. Pada latihan kemarin, seluruh pemain hadir di lapangan kecuali Kim Sung Yeon yang sedang sakit. (bri/rr)

Lebih Awal ke Bangkalan, Adaptasi Lapangan PAMEKASAN-“Lupakan kekalahan dan meraih kembali harga diri Madura yang tercabik”. Demikian tema yang diusung oleh skuad Laskar Sape Kerap usai berdarahdarah dalam tiga laga awal Indonesia Super League (ISL) musim ini. Untuk itu rencananya Firly Apriansyah dan kawan-kawan langsung bertolak ke Bangkalan, Selasa (5/2), untuk melakukan persiapan guna menghadapi laga selanjutnya menjamu Persidafon Dafonsoro dan Persiram Raja Ampat, 9 dan 14 Februari mendatang. Namun sayang, rencana tersebut terpaksa ditunda karena terkait dengan fasilitas penginapan serta lapangan masih belum bisa digunakan di Bangkalan. Keberangkatan tim ke Bangkalan terpaksa ditunda siang ini karena alasan tersebut. Ditundanya keberangkatan Zaenal Arif dan kawan-kawan ke Bangkalan tersebut disampaikan oleh Pelatih P-MU, Daniel Roekito, sebagai upaya untuk semakin memperkuat adaptasi pemain terhadap lapangan Stadion Gelora Bangkalan (SGB). ”Kami ingin berbenah memperbaiki seluruh kekurangan tim agar pemain betul-betul bisa menampilkan karakter permainan yang telah kami siapkan,” tandas Daniel. Pelatih asal Rembang, Jawa Tengah, tersebut menyebut jika tingkat percaya diri anak asuhnya sudah mulai membaik pasca melakoni laga super berat saat bertandang ke

KM/TABRI S MUNIR

LATIHAN PERDANA: Dipimpin pelatih Daniel Roekito, skuad P-MU menjalani latihan pertama pasca melakoni tur Papua di Lapangan Pendapa Ronggosukawati, Pamekasan, Selasa (5/2) sore.

kandang Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. ”Dua laga tersebut memang menguras mental dan fisik pemain. Ternyata anak-anak bisa melaluinya dengan baik meski kami gagal mempersembahkan poin untuk masyarakat Madura. Kini saatnya titik balik kebangkitan mental pemain di ISL,” jelas pelatih yang pernah menukangi PSS Sleman, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persisam Putra

Samarinda tersebut. Ungkapan Daniel bukan diucapkan tanpa bukti nyata. Beberapa pemain P-MU yang sebelumnya belum pernah merasakan bertanding di arena ISL sudah mulai bisa menampilkan kreasinya di lapangan. Hal tersebut terlihat kala P-MU meladeni Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena. Pada laga tersebut, M. Hussen, Alfonsius Kelvan, Rossy

Norpihanis, dan Issac Djober mulai menampilkan skill individunya. Bahkan mereka sudah tidak sungkan untuk melayani duel dengan pemain lawan. Sementara persforma pemain asingnya P-MU yang saat ini berjumlah empat penggawa, masing-masing Kim Sung Yeon, Kwon Jun, Kristian Adelmund, dan Osas Marvelous Ikpefua Saha, diakui Daniel berada dalam tahap perkembangan yang

menggembirakan. Daniel mengatakan jika keempat legiun asingnya terus berupaya bangkit dan menampilkan permainan terbaiknya untuk memberikan kemenangan perdana bagi Laskar Sape Kerap. ”Mereka berjanji di hadapan saya, siap bekerja keras di lapangan untuk memberikan kemenangan bagi P-MU,” ungkap pelatih berkacamata tersebut. (bri/rr)

Issac Djober, Pemain Divisi Utama yang Mulai Menyesuaikan Atmosfer ISL

Sempat Demam Panggung, Tampil Enjoy pada Laga Ketiga Laga Persepam Madura United (P-MU) kontra tuan rumah Persiwa Wamena, Minggu (3/2) lalu, seolah menjadi titik balik kebangitan mental penggawa P-MU yang sebelumnya tidak pernah merasakan ketatnya berkompetisi di Indonesia Super League (ISL), salah satunya Issac Y.M. Djober.

TABRI S. MUNIR, Pamekasan MUSIM lalu pemain asal Papua tersebut tercatat memperkuat dua klub Divisi Utama. Sebelum bergabung dengan Laskar Sape Kerap, pemain kelahiran Merauke, 3 Agustus 1989 tersebut tercatat bermain untuk klub Divisi Utama lain, Persikota Kota Tangerang. Bahkan sebelum memperkuat tim berjuluk Bayi Ajaib tersebut, Issac bermain di klub Persiwon Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Musim ini menjadi momen bersejarah bagi pemain bernomor punggung 7 tersebut dalam karirnya sebagai pemain sepakbola. Ya, musim ini menjadi tahun pertama bagi Issac merumput di ISL. Pemain yang sering mempertontonkan kemampuannya dalam melakukan dribbling cepat dalam menga-

KM/TABRI S MUNIR

NAIK KELAS: Pergerakan liar Issac Djober dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan membuatnya harus dikawal ketat oleh dua pemain Persiwa Wamena.

cak-acak barisan pertahanan lawan tersebut sempat mengalami ‘demam panggung’ pada dua laga awalnya saat menantang tuan rumah Persela Lamongan dan Persipura Jayapura. Namun suasana mulai mencair saat pertandingan ketiga melawan Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena, Minggu (3/2) lalu. Issac terlihat mulai menikmati pertandingan ISL dan menunjukkan kemampuannya. Penampilan di Lembah Baliem saat itu bertolak belakang dengan dua

laga sebelumnya yang dimainkannya. Dalam dua laga awal tersebut Issac seakan betul-betul mati kutu dan menjadi ‘pesakitan’ di atas lapangan karena tampil serba salah. Namun pada laga melawan Persiwa, penampilannya tidak hanya bisa mengangkat performa tim, tetapi juga menarik simpati dari sejumlah suporter tuan rumah yang memadati stadion. Aksi Issac beberapa kai merepotkan barisan belakang anak asuh pelatih Suharno. Bahkan pelatih P-MU,

Daniel Roekito, memuji Issac dan mengaku bangga melihat mental bertanding pemainnya mulai bangkit dan mulai bisa menyesuaikan dengan atmosfer ISL. ”Atmosfer kompetisi ISL memang beda dengan kompetisi Divisi Utama. Di ISL tekanan sangat kuat, baik terhadap teknik maupun mental pemain. Skuad P-MU rata-rata diperkuat pemain yang belum pernah merasakan atmosfer ISL sehingga mereka canggung di laga awal,” beber Daniel yang menuturkan bahwa ia mulai merasakan mental pemain asuhannya mulai menyesuaikan dengan atmosfer ISL. Penampilan Issac yang sangat menonjol di sisi sayap kiri pada pertandingan tersebut membuat ia mendapat pengawalan ketat oleh pemain lawan. tak jarang 2-3 pemain Persiwa mengeroyok Issac untuk mematikan pergerakannya yang liar. Yang patut digarisbawahi, meski terus mendapatkan pressing ketat hingga terpaksa harus dilanggar, emosi Issac tetap stabil dan tidak terpancing sedikitpun. Ia tetap enjoy bermain dan tidak terpengaruh provokasi pemain lawan Hingga pada akhirnya, Camara, pemain Persiwa asal Kamerun habis kesabarannya dengan memukul Issac. Sikap Camara yang tidak bisa mengontrol emosi, serta kemampuan Issac menjaga emosinya menjadikan pemain tersebut dihadiahi kartu kuning untuk kemudian mendapatkan kartu merah.(rr)

Keluarga Besar Keluarga Besar DPC PARTAI DEMOKRAT KABUPATEN PAMEKASAN M E N G U C A P K A N

SELAMAT ATAS TERPILIHNYA

KADES DASUK, KECAMATAN PADEMAWU, PAMEKASAN M E N G U C A P K A N

SELAMAT ATAS TERPILIHNYA DRS H ACHMAD SYAFII, M.SI & DRS KHALIL ASY'ARI (ASRI)

DRS H ACHMAD SYAFII, M.SI & DRS KHALIL ASY'ARI (ASRI) Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan Periode 2013-2018

Semoga Dapat Membawa Perubahan Pamekasan Menjadi Lebih Baik Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan Periode 2013-2018

Semoga Dapat Membawa Perubahan Pamekasan Menjadi Lebih Baik H HERMANTO Ketua DPC Demokrat Pamekasan

H AGUS MULYADI Kades Dasuk, Pademawu, Pamekasan

KM/TABRI S MUNIR

SIAP MERUMPUT: Anton Samba (empat dari kanan) menyatakan kesiapannya turun ke lapangan membela P-MU melawan Persidafon dan Persiram usai mengalami cedera.

Cedera Membaik, Anton dkk Siap Tempur

LIMA penggawa P-MU yang tidak dibawa serta ke Papua karena sakit dan cedera, antara lain: Muhammadou Tassiou Bako, Galih Firmansyah, Busari, Denny Rumba, dan Anton Samba, menyatakan sudah fit untuk turun ke lapangan di laga berikutnya. Kesiapan tersebut diungkap Anton Samba. ”Saya sudah sembuh dan siap bermain melawan Persidafon dan Persiram,” ujar pemain asal Paloppo, Sulawesi Selatan, kepada Kabar Madura, Selasa (5/2) usai latihan. Tenaga mantan pemain PSMS Medan tersebut memang sangat diharapkan bisa turun dalam laga perdana P-MU di kandang. Kontribusi pemain yang biasa berposisi sebagai gelandang bertahan tersebut sangat dibutuhkan untuk menambah kekuatan benteng pertahanan Laskar Sape Kerap. Harapan besar juga disematkan kepada Deny Rumba. Pemain asal Semarang yang pernah memperkuat PSIS Semarang dan PSMS Medan tersebut juga tidak dibawa serta dalam rombongan P-MU ke Papua. ”Jika dipercaya pelatih,

saya siap turun di SGB saat menjamu Persidafon dan Persiram. Saat ini kondisi sudah membaik dan smoga tidak ada masalah lagi dengan dengan lutut saya,” jelas Rumba, panggilan akrab pemain mungil tersebut. Rumba yang biasa berperan di bek sayap kanan atau kiri tersebut diharapkan segera bisa merumput menyusul cedera yang menimpa Micahel Orah saat pertandingan kontra Persipura Jayapura. Orah masih sering bermasalah dengan engkel kaki kirinya. Sementara Busari yang bisa bermain sama bagusnya di posisi gelandang sayap maupun striker tersebut sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan terkait cederanya. Menurut Kepala Tim Medis P-MU, Hermanto, mantan pemain Persibo Bojonegoro dan Persiba Bantul tersebut mengalami hamstring ketika P-MU meladeni Persela Lamongan pada laga perdana ISL di Stadion Surajaya, Lamongan, 16 Januari silam. ”Cedera Busari sudah membaik. Insya Allah dia bisa turun di Bangkalan,” ujar Hermanto. (bri/rr)


Kabar Madura