Page 1

Kabar Bangkalan Disperindag dan Disbudparpora Saling Tuding Pembukaan Pumara Baru Kembali Molor Kabar Sampang Retribusi Parkir Gagal Capai Target Terkendala Aturan dari Pusat Kabar Pamekasan Dishubkominfo Kena Sentil Lagi MPU Liar Tetap Berkeliaran di Pusat Kota

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Dituding Langgar Perbup Pembentukan Panitia Pilkades Meddelan

SABTU 23 Februari 2013

BALIKPAPAN-Laga Persepam Madura United (P-MU) kontra tuan rumah Persiba Balikpapan yang kick-off nanti sore pukul

15.30 WIB (Live-ANTV) akan menjadi laga maha penting bagi Laskar Sape Kerap. Itu karena, partai yang bakal dipimpin wasit

Muslimin SH ini adalah pembuktian jika Zaenal Arif dan kawan-kawan tak hanya jago kandang. Bersambung ke Hal 6

Luca dan Moustapha Terkendala Cedera BALIKPAPAN-Angin segar menghinggapi tim Persiba Balikpapan jelang laga kontra Persepam Madura United (P-MU). Bersambung ke Hal 6

TABRI S. MUNIR dari Balikpapan

Pelantikan Bupati

Tak Peduli Pemborosan, 1.500 Undangan Disebar SAMPANG-Berbagai persiapan untuk prosesi pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih Sampang periode 2013-2018, A Fannan Hasib-Fadhilah Budiono (Al Falah), terus dilakukan. Hingga kini, persiapan yang dilakukan oleh panitia sudah mencapai 80 persen. Bahkan, untuk penyebaran undangan sudah mencapai 95 persen. Adapun total undangan yang sudah disebar totalnya sebanyak 1.500 lembar. Dengan rincian 1.000 undangan untuk kalangan masyarakat, seperti tokoh ulama dan pemuda. Kemudian, 500 lainnya untuk para kepala desa beserta istri masingmasing, pejabat SKPD (satuan kerja perangkat daerah), serta seluruh camat beserta istri masing-masing. Tidak hanya itu, panitia juga mengundang forum pimpinan daerah (forpimda) kabupaten, maupun Provinsi Jatim. Forpimda Provinsi Jatim, yang diundang, antara lain, Kapolda Jatim, Irjen (Pol) Hadiatmoko; dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI H Murdjito; serta Bupati se-Madura dan Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) IV Jatim di Pamekasan. Bersambung ke Hal 6

Pengawas Pemilu

Potongan Kemaluan Belum Ditemukan SUMENEP-Habis sudah kejantanan Hasana Riadi, warga Dusun Langsar Laok, Desa Langsar, Kecamatan Saronggih, Sumenep ini, sekalipun dia mampu beristri lebih dari satu. Karena, sampai kemarin, potongan kemaluannya belum juga ditemukan. Lelaki berusia 38 tahun itu sudah dapat dipastikan tak mampu lagi menjalankan kewajiban biologisnya sebagai suami, lantaran kemaluannya tinggal sekitar 1-2 cm saja. Itu terjadi, setelah Marsiyati, 33, istri tuanya kalap karena tak rela di-

madu, dan menebas batang kemaluannya pakai sebilah clurit, Kamis (21/2), sekitar pukul 04.00. Saat itu, Riadi tengah tertidur lelap. ”Barang buktinya sudah kami amankan, berupa sebilah celurit, celana (dalam) korban, serta barang bukti lainnya yang ada di TKP (tempat kejadian perkara). Sementara potongan kelamin itu, belum di temukan. Bahkan korban sendiri mengaku lupa,” ungkap Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Edi Purwanto, Jumat kemarin (22/2). Bersambung ke Hal 6

KM/HUMAS PEMPROV JATIM

AKRAB: Gubernur Jatim Soekarwo bersilaturrahmi dengan para kiai, di Masjid Maqbaroh Syaichona Moch Cholil, Mertajasah Bangkalan, Kamis malam (21/2).

KarSa-Kiai, Jalin Kemesraan di Bangkalan BANGKALAN-Peringatan Maulud Nabi Muhammad saw sekaligus haul KH Syaichona Moch Cholil, di Masjid Maqbaroh Syaichona Moch Cholil, Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan, Kamis malam (21/2), begitu semarak dengan kehadiran ribuan masyarakat Bangkalan. Terlebih, Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf yang

telah mencanangkan diri sebagai pasangan KarSa Jilid 2 untuk maju dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim periode 2013-2018, juga hadir dalam acara tersebut. Para ulama se-Madura, seperti KH Nuruddin A, Rahman dan kiai-kiai lain dari beberapa daerah di Jatim, juga hadir. Antara lain, KH Miftahul Ahyar dari PWNU Jatim, KH Zainuddin Jasuli dari Ploso, Kediri. KH

Dr Hasyim Muzadi, dari Syuriah PBNU, bertindak sebagai penceramah dalam acara itu. Bupati Bangkalan, RKH Fuad Amin, dalam sambuatannya mengatakan, peringatan Maulud Nabi Muhamma saw dan haul KH Syaichona Moch Cholil, selalu diselenggarakan setiap tahun. “Alhamdulillah, saat ini dihadiri beberapa ulama dari Madura, juga dari (daerah lain) Bersambung ke Hal 6 Jatim.

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

KORBAN KDRT: Marsiyati diperiksa sebagai tersangka, di Polres Sumenep, Jumat (22/2). Dia termasuk korban kekerasan psikis oleh suaminya, yang menikah lagi secara diam-diam.

KM/ AHMAD AINOL HORRI

TERAKHIR: Lima pendaftar Panwascam Raas sedang mengikuti tes tulis di Kantor Panwaslu Sumenep, kemarin. Mereka merupakan pendaftar yang terakhir setelah Panwaslu Sumenep melakukan perpanjangan waktu pendaftaran.

Pendaftar Panwascam Raas Baru Jalani Tes SUMENEP-Setelah beberapa hari calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Raas kosong, lima pendaftar akhirnya mengikuti tes tulis di Kantor Panwaslu Sumenep, Jumat (22/2). Mereka mengaku terlambat mendaftar karena baru mendengar informasi dari media eletronika jika lowongan anggota Panwascam Raas tidak ada peminatnya. Mereka menjadi yang terakhir mengikuti tes tulis akibat keterlambatan mendaftar. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Catatan Perjalanan Melihat Tangkis Laut Misterius (3-Habis)

Dipastikan, Pemborong Pembangunannya Tidak Korupsi Akhirnya, Subaidi dapat menginjakkan kaki di atas tangkis laut misterius yang membuncahkan rasa penasarannya. Di atas bangunan alam itu, Subaidi mendapat pencerahan, betapa Tuhan Maha Suci dari perbuatan nista semacam korupsi. SUBAIDI CUBIT, Kontributor Lepas Sumenep SEMBARI menunggu saat “berlayar”, di pelabuhan Sungai BatoBato saya menyempatkan diri berbincang dengan sang “kapten” perahu yang akan membawa kami ke tangkis laut itu. “Kapten” perahu yang berdarah Bugis itu, bercerita, tangkis laut tersebut memang muncul secara tiba-tiba dalam satu malam. Pada malam hari, di tanggal 18

Januari, terdengar bunyi-bunyian yang tidak biasa di tengah laut. Warga sekitar yang sedang mencari ikan menduga, bunyi itu lantaran cuaca ekstrem yang memang terjadi saat itu. Dan, keesokan harinya, muncul lah tumpukan bebatuan yang kemudian disebut jembatan aneh, tangkis laut dan istilah-istilah lainnya.

KM/IST

UNIK: Permukaan tangkis laut misterius yang mengundang penasaran banyak orang ini, ada yang menghampar dengan kontur khas, mirip karton tatakan telur.


2

SABTU

23 Februari 2013

Disperindag dan Disbudparpora Saling Tuding Tanggung Jawab

KM/AGUS JOSIANDI

SEPI: Pembukaan Pumara baru terancam molor lagi. Hal ini dikarenakan masih ada bangunan lain yang akan dikembangkan.

GELOMBANG TINGGI Jalur Pelayaran Kembali Terganggu KOTA-Ombak dan gelombang laut di sekitar perairan Madura kembali tinggi. Bahkan dari informasi yang dihimpun Kabar Madura, kondisi ini sempat menggangu sejumlah pelayaran termasuk jalur Sumenep-Kangean. Atas kondisi ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak Surabaya menjelaskan faktor-faktor penyebab. Disebutkan, ini terjadi akibat Saya harap di bawah adanya tekanan kepemimpinan yang rendah. baru, senantiasa Dihubungi me- menjaga soliditas dan lalui saluran telecitra positif KWB.” pon, Arif Wiyanto, salah seorang F o r e c a s t e r d i EKO KRISMIYANTO BMKG Maritim Ketua KWB periode sebelumya Perak Surabaya, menjelaskan bahwa faktor tingginya gelombang di sekitar perairan Madura belakangan ini terjadi akibat adanya tekanan rendah di perairan Samudera Hindia. “Memang gelombang sedang tinggitingginya mas, dari catatan kami di sekitar Madura gelombang bisa mencapai 4-5 meter belakangan ini. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan rendah di Samudera Hindia,” jelasnya. Menurut Arif, akibat dari tekanan rendah tersebut angin berhembus kencang dari arah barat ke sekitar Laut Jawa dan Perairan Madura dengan kecepatan 30 knot yang berujung pada terciptanya gelombang tinggi. “Jadi ini angin barat, di Laut Jawa bagian utara gelombang sekitar 5 meter, sedangkan di Laut Jawa bagian selatan gelombang bisa mencapai 7 meter,” imbuhnya. Ditanya hingga kapan hal ini terjadi, pihak BMKG tidak dapat memastikan hal tersebut. Namun demikian pihaknya menghimbau agar para nelayan waspada. (jos/h4d)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KOTA-Pembukaan Pusat Makanan Rakyat (Pumara) baru tampaknya masih harus menunggu lebih lama lagi. Kendati bangunan telah selesai dibangun, namun pihak terkait merasa perlu ada bagian yang ditambah sehingga masih ada proses pembangunan lebih lanjut. Ditemui di kantornya, Budi Utomo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangkalan mengatakan bahwa pembukaan Pumara masih terkendala beberapa hal. “Masih ada kendala mas. Kendalanya adalah tempat makan, selama ini kan yang ada hanya tempat untuk warungnya saja, jadi nanti akan kita bangunkan tempat untuk makan para pembeli,” jelasnya. Ditanya terkait kapan proses pembangunan tersebut dimulai, pihak Disperindag berdalih bahwa semua itu diproses oleh pihak Disbudparpora. “Disbudparpora yang akan membangun rumah makannya mas. Yang tahu anggarannya juga Disbudparpora,” jelasnya. Menurut Budi, berbeda dengan pembangunan Pumara sebelumnya yang dianggarkan dari APBD 2012, pembangunan lokasi makan yang belum terlaksana ini nantinya akan diambil dari APBD 2013. Sedangkan saat dihubungi melalui selularnya, Krisna Widjaja, Kadisbudparpora Bangkalan, saat ditanya terkait proses pembangunan lokasi tambahan di Pumara baru ini, dirinya malah mengaku bahwa yang menangani pembangunan disana adalah Disperindag. “Yang menangani Disperindag mas,” jawabnya singkat. Sementara berdasarkan catatan Kabar Madura, stand Pumara baru yang diakui akan ditempati oleh para pedagang berjumlah 41 kios dengan panjang 2,5 meter kali 1,5 meter per kiosnya. (jos/h4d)

Pelayanan Pasien Miskin di RSUD Meningkat KOTA-RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan terus berusaha menjadi lini depan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Terkait pelayanan terhadap pasien miskin, dari tahun ke tahun jumlah pasien yang dirawat di RSUD Syamrabu terus meningkat signifikan. Pada tahun 2009, total pasien miskin baru mencapai 1094 orang. Setahun kemudian, RSUD mampu memberikan pelayanan kepada 7636 pasien dan meningkat menjadi 12.989 di tahun 2011. Sementara di tahun 2012, jumlah pasien miskin telah mencapai 18.230 orang. “Kenaikan angka pasien miskin yang dilayani oleh rumah sakit ini menunjukan komitmen pelayanan rumah sakit kepada warga miskin,” ungkap Yusro, Direktur RSUD Syamrabu beberapa hari yang lalu. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D, Imron Rosadi menyambut baik. Menurutnya, data tersebut menunjukkan jika masyarakat sudah

bisa menggunakan fasilitas gratis. “Ini artinya penggunaan fasilitas gratis sudah semakin meningkat, bisa jadi dulu hanya sedikit masyarakat yang bisa mengakses. Dengan membaiknya layanan masyarakat semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat untuk menggunakan layanan rumah sakit dan masyarakat memilih layanan tersebut” paparnya. Berbeda dengan pernyataan Imron, Mujiburrahman, Anggota Komisi A DPRD Bangkalan beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa kendati dirinya memberi apresiasi, namun baginya pelayanan masyarakat miskin yang dirawat melalui Jamkesmas, Jamkesda dan SPM perlu ditingkatkan. “Saya dukung hal tersebut, namun saya harap selain peningkatan kuantitas, kualitas pelayanan saya harap juga perlu diperhatikan, sebab saya nilai pelayanan bagi penerima Jamkesmas hari ini masih terlampau minim,” tukas anggota dewan asal Tanjung Bumi ini. (jos/h4d)

KM/DOK

MENINGKAT: Pelayanan terhadap pasien miskin di RSUD Syamrabu Bangkalan jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.

Gembong Ditangkap, Ranmor Masih Marak

KOTA-Pencurian kendaraan bermotor (Ranmor) merupakan kejahatan yang sulit diberantas. Dibutuhkan kerja keras dari berbagai pihak dan tidak hanya bergantung dari aksi kepolisian semata. Masih maraknya aksi curanmor di Bangkalan ini memunculkan keresahan tersendiri bagi masyarakat. Sebab, mereka harus ekstra hati-hati mengamankan motor yang dimilikinya. Bahkan sejumlah warga mengaku harus menyiapakan kunci pengaman cadangan guna mengamankan kendaraan bermotornya agar

tidak menjadi korban ranmor. “Saya harus pakai kunci pengaman, takut hilang,” ungkap Subaidi, 28 warga Kota Bangkalan. Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro mengakui, masih maraknya curanmor di wilayahnya tidak lepas dari masih adanya masyarakat yang mau membeli motor hasil kejahatan. Terlebih lagi motor hasil kejahatan umumnya dijual dengan harga jauh di bawah standar pasar, bahkan bisa mencapai 50 persen dibandingkan harga pasar. “Harga motor hasil kejahatan

Harga motor hasil kejahatan di bawah standar dengan sebuah resiko melawan hukum. Tapi sebagian masyarakat masih saja membelinya.” AKBP ENDAR PRIANTORO Kapolres Bangkalan

di bawah standar dengan sebuah resiko melawan hukum. Tapi sebagian masyarakat masih saja membelinya,” ungkap Kapolres, belum lama ini.

Minat masyarakat membeli motor hasil kejahatan yang masih tinggi dapat mendorong munculnya para pelaku kejahatan. Kapolres Bangkalan mengatakan, masih tingginya minat masyarakat terhadap motor hasil kejahatan menjadi salah satu indikator masih tingginya aksi ranmor di Kabupaten Bangkalan. Walaupun pihak Polres Bangkalan telah berkali-kali melakukan penangkapan terhadap pelaku, namun terus saja bermunculan pelaku ranmor baru. Walaupun gembong curanmor telah berhasil ditangkap, namun

sampai saat ini curanmor masih saja terus terjadi. Bahkan yang makin memprihatinkan pelaku masih tergolong belia. Terlebih lagi pelaku ranmor dengan mudah dapat menjual motor curiannya langsung ke penadah tanpa perlu mencari pembeli lagi.Peran sentra penadah inilah yang kemudian harus diberagus, bukan hanya para pelaku cuiranmor saja yang di tangkap saja. “Kami juga tengah memburu sejumlah penadah motor curian yang menjadi bagian dari mata rantai maraknya aksi ranmor,” katanya. (fir/h4d)


SABTU

3

23 Februari 2013

Retribusi Parkir Gagal Capai Target Terkendala Aturan dari Pusat KOTA-Pemasukan retribusi parkir umum di Kabupaten Sampang gagal mencapai target yang ditetapkan. Pemasukan dari parkir disebut hanya mencapai 50 persen dari target yang dipatok, yakni Rp 110 juta. Tidak tercapainya target tersebut lantaran ada peraturan dari pusat. Dimana arus lalu lintas harus lancar. Sehingga mengurangi pemasukan dari sektor parkir umum.

“Pemasukan untuk retribusi parkir umum tidak memenuhi target yang telah ditetapkan,” terang Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sampang, Jaya Abrianto, pada Kabar Madura, Jumat (22/2). Ia menjelaskan, tidak maksimalnya pemasukan dari sektor parkir umum, salah satunya karena ada peraturan baru dari pusat. Dimana arus lalu lintas harus lancar. Akibatnya, mengurangi kendaraan yang parkir di pinggir jalan.

“Kami akan terus berupaya dan mengkaji apa yang menyebabkan pemasukan parkir umum turun. Lalu berusaha bagaimana cara meningkatkan pemasukan dari retribusi parkir umum,” ucapnya. Selain retribusi parkir umum, sambung Jaya, juga ada retribusi dari parkir khusus. Untuk parkir khusus pendapatannya melebihi target yang telah ditentukan. Target parkir khusus sebesar Rp 218 juta. Parkir khusus ini diantaranya terletak di terminal, lapangan tenis dan pasar.

Disusul di Pelabuhan Tanglok. “Terpenuhi target dari sektor retribusi parkir khusus tidak lepas dari petugas di lapangan dan masyarakat. Petugas bekerja dengan sungguh-sungguh. Begitu juga dengan masyarakat yang sadar akan kewajibannya dengan membayar uang parkir,” ujarnya. Ia menambahkan, retribusi parkir khusus dan umum diharapkan terus mengalami peningkatan. Sehingga bisa mendongkrak pendapatan asli daerah

(PAD) Sampang. Jika PAD sudah melonjak, secara otomatis juga akan mengangkat sektor perekomian masyarakat. Pasalnya, kondisi keuangan daerah sehat dan bisa membangun infrastruktur yang akan mempermudah arus lalu lintas. “Kalau jalannya sudah bagus, maka warga yang ingin ke pasar lebih mudah. Sehingga akan menumbuhkan laju perekonomian masyarakat,” pungkasnya.. (ful/h4d)

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

TANPA TARGET: Obyek wisata pemandian Sumber Oto’ yang tidak begitu banyak diminati pengunjung. Kondisi ini membuat pemkab akhirnya menghapus target pemasukannya.

Pemkab Hapus Target Pemasukan Sumber Oto’ KOTA-Obyek wisata diketahui merupakan salah satu potensi sumber pendapatan bagi sebuah daerah. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin pemasukan dari sektor ini bisa diandalkan. Kabupaten Sampang sendiri memiliki banyak obyek wisata potensial, namun sejauh ini pendapatan dari sektor ini dirasa belum maksimal. Hingga tahun anggaran 2012, hanya pemandian Sumber Oto’, wisata pantai dan hotel di Camplong yang memberi kontribusi besar. Achmad Rochim Mawardi, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sampang menyatakan, saat ini pendapatan dari Sumber Oto’ tidak lagi ditarget. Rochim beralasan di Sampang sudah terlalu banyak yang membuka usaha kolam pemandian sehingga membuat pelanggan pemandian semakin berkurang.

Angin Kencang, Nelayan Urung Melaut KOTA- Beberapa pekan terakhir, cuaca masih belum bersahabat terlebih bagi kalangan nelayan. Cuaca yang tidak menentu dan ekstrim membuat para nelayan memilih untuk tidak melaut. Mereka lebih memilih mencari kesibukan di darat. Situasi ini berdampak pada harga ikan dipasaran. Seperti yang disampaikan Nurul Hidayah, warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang. Dalam sebulan terakhir, harga ikan memang mengalami kenaikan. “Kata penjualnya mas, banyak nelayan yang tidak melaut sekarang karena angin laut yang kembali kencang,” ujarnya kepada Kabar Madura, Jumat (22/2). Terpisah, salah satu perwakilan Seksi Pengelolaan Pesisir Kelautan dan Pulau Kecil Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) kabupaten Sampang membenarkan jika beberapa minggu terakhir cuaca memang cukup ekstrim dan kembali tidak bersahabat. “Dalam sebulan dua kali, pihak kita biasanya lakukan operasi laut yang bekerja sama dengan pihak Polairud setempat,” ujarnya tanpa menyebut nama. Dijelaskan, cuaca yang ekstrim membuat para nelayan memilih tidak melaut. Berdasarkan data, dalam beberapa bulan lalu terdapat

beberapa kapal nelayan yang hancur akibat cuaca yang sangat ekstrim tersebut. “Waktu itu, sudah masuk laporan tentang 2 kapal nelayan yang hancur di wilayah Camplong,” ungkapnya. Pihaknya akan terus mengadakan pemberdayaan terhadap para nelayan sehingga hasil produksi ikan di Sampang tidak turun. Disini, peran mitra usaha sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan produksi agar tidak terjadi penurunan pendapatan. “Dua langkah sudah kita laksanakan dengan mengadakan operasi laut dan budidaya ikan. Diharapkan dengan hal ini nelayan bisa tenang selama menunggu cuaca yang sempat ekstrim ini berakhir,” harapnya. Selain itu, bentuk pengendalian dan pengawasan yang dilakukan dengan melaksanakan pengawasan terhadap daya alat tangakp nelayan yang sesuai dengan peraturan. “Pelanggaran yang pernah terjadi biasanya meliputi alat tangkap, wilayah penangkapan dan ijin usahanya,” ulasnya. Berdasarkan data yang berhasil diperoleh, jumlah nelayan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sampang sekitar 20.772 orang. Dengan 3841 perahu dan kapal, mereka dapat menangkap ikan dengan prosentase setahun sebanyak 8.075.071 ikan. (sya/h4d)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

“Tahun ini kita sudah tidak berani pasang target untuk sumber oto’, sudah terlalu banyak kolam pemandian di Sampang ini biar di masukan di pemasukannya lain-lain saja setorannya,” ujarnya, Jumat (22/2). Rochim mengaku berkeinginan mengelola obyek wisata agar menjadi alternatif wisata yang bisa dibanggakan. Hanya saja, tambahnya, untuk itu masih harus banyak yang lebih dulu dibenahi. Menurutnya, dalam dua kali pertemuan dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) disepakati untuk membangun sarana dan prasarana lebih dulu. “Sudah Saya sampaikan pada beberapa lembaga terkait saat dua kali rapat di BPWS bahwa perlu dibangun sarana dan prasarananya dulu,” paparnya. Penanganan obyek wisata ini, lanjut Rochim, tidak bisa ditangani Disbudparpora sendiri. Sebab,

selama ini koordinasi dari satker (Satuan Kerja) Pemkab sampang masih kurang intens, apalagi kabupaten saat ini mempunyai potensi destinasi yang sangat tinggi karena letaknya di tengah-tengah antara Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep. “Sebenarnya ini peluang besar, baik dari sisi geografis, iklim dan posisinya di tengah-tengah sehingga wisatawan yang menuju Pamekasan dan Sumenep pasti lewat Sampang dan yang kita inginkan bukan hanya lewat tapi mampir,” imbuhnya. Dia menuturkan untuk saat ini masih perlu perbaikan koordinasi lintas sektoral karena mengembangkan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa kepedulian dari satker lainnya “Misalnya Waduk Kera Nepah, kalau tidak ada kepedulian dari Dinas Kehutanan atau Praswilnya ya sulit,” tandasnya. (waw/h4d)

Stok Elpiji 3 Kg Diharap Stabil

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

TAK BERSAHABAT: Kondisi angin yang berhembus kencang membuat nelayan tidak bisa melaut hingga cuaca sedikit reda.

KOTA–Ketersediaan gas elpiji kemasan 3 kg di tingkat pengecer, diharapkan bisa stabil dan tidak ada keterlambatan pengiriman. Seperti diketahui, ketersediaan sangat berpengaruh terhadap harga. Untuk menjaga agar tidak terjadi lonjakan, maka kelangkaan stok harus dihindari. Masyarakat sendiri tidak dihadapkan pada pilihan. Jika harga elpiji kemasan 3 kg naik dari harga normal, mereka terpaksa harus menambah uang belanja. Sebagai program konversi minyak tanah ke gas, elpiji 3 kg telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat menengah ke bawah. Sejauh ini, fenomena kelangkaan banyak disebabkan karena agen resmi penjualan dan pengecer mendapat batasan pengiriman dari pihak Pertamina. Hal ini tentu membuat masyarakat terlebih pedagang resah. Kelangkaan yang kemudian memicu lonjakan harga, beberapa waktu lalu juga sempat terjadi di Sampang. Bahkan karena stok di tingkat pengecer sangat minim, kenaikan harga saat itu bisa mencapai 40 persen dari harga biasa. Diduga, tidak stabilnya harga gas elpiji dan stok kepihak agen tersebut disebabkan adanya permainan kurang sehat antara pengecer dengan agen resmi. Mereka berebut untuk menjual

gas elpiji ukuran 3 kg dengan harga termurah. Hal ini berdampak ketidaksamaan dan ketidakmerataan harga diberbagai daerah. Akhirnya, pihak Pertamina sebagai penyuplai utama mengambil kebijakan dengan menjatah suplai distribusi tabung gas untuk ukuran 3 kg. “ Setiap agen dijatah sebanyak 560 buah untuk tabung 3 kg,” ujar salah seorang agen elpiji dijalan Mutiara, Jumat (22/2). Dijelaskan, akibat penjatahan tersebut, harga satu persatu agen dan pengecer tidak sama antar 1 daerah. Seperti yang terjadi di daerah perkotaan, harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg mengalami kenaikan sebesar Rp 1500. Namun, bila melihat

di daerah Pulau Mandangin, harga gas elpiji 3 kg mencapai Rp 17.500. “Mungkin masih menghitung ongkos kapalnya,” ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, harga elpiji ukuran 3 kg di Sampang pernah mengalami penurunan hingga Rp 11.750 per tabung. Bahkan sampai ada yang berani menjual dibawah harga tersebut. Namun, akibat penjatahan elpiji dari pihak Pertamina ke agen resmi juga berdampak pada sedikit stabilnya harga. Yakni kembali normal menjadi Rp 12.500 pertabungnya. Namun, dalam belakangan terakhir kembali mengalami kenaikan hingga mencapai harga Rp 15 ribu ditingkat konsumen. (sya/h4d)

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

BAHAN BAKAR: Kebutuhan masyarakat akan elpiji 3 kg terbilang masih tinggi seiring berjalannya program konversi pemerintah dari minyak tanah ke gas.


4

SABTU

23 Februari 2013

Dishubkominfo Kena Sentil Lagi MPU Liar Tetap Berkeliaran di Pusat Kota

KM/ANWAR NURIS

BERBASAH-BASAH RIA: Para petani rumput laut sedang mengikat bibit rumput lautdi Pantai Jumiang, Jumat (22/2) kemarin.

Angin Kencang, Semai Bibit Rumla

PADEMAWU-Meski kondisinya sedang angin kencang dan laut berombak, namun para petani rumput laut (Rumla) di pantai Jumiang Desa Tanjung Kecamatan Pademawu seperti tak terganggu. Seperti yang terpantau, Jumat (22/2) kemarin, sejumlah petani rumput laut yang memanfaatkan waktu selain sebagai nelayan, tengah menyemai bibit rumput laut merah. Di lokasi tepatnya di tempat khusus mengikat bibt rumput laut yang disediakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Pamekasan, puluhan pekerja tampak sibuk dengan rumput laut yang siap direndam di pantai.

Supik, salah satu petani rumput laut, ada tiga jenis bibit rumput laut yang dibudidayakan para petani pesisir pantai Jumiang, yakni rumput laut hijau dari Bali seharga Rp 3 ribu per kilogram, coklat dengan harga Rp 3 ribu/kg dari Jawa, dan merah dari Sumenep seharga Rp 2 ribu/kg-nya. Supk mengatakan petani rumput laut banyak memilih rumput laut merah. “Lebih cepat masa panennya yakni 20 hari bisa besar, sedangkan yang hijau dan coklat akan besar setelah berumur 40 hari,” jelas perempuan muda semampai itu. “Bisanya panen setiap satu bulan setelahnya melaku-

RETRIBUSI PASAR Kenaikan Tak Sesuai Perda KOTA-Kenaikan retribusi pasar secara bertahap yang telah disepakati oleh Pemkab Pamekasan dengan pedagang ternyata tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2012 tentang Jasa Karena kenaikan retribusi itu Pelayantidak sesuai dengan perda, an Pasar. maka harus dibuatkan perK e t u a aturan bupati (perbub) sebagai Komisi payung hukum itu nanti,” B DPRD HUSNAN AHMADI PameKetua Komisi B DPRD kasan Pamekasan Husnan Ahmadi mengaku, kenaikan retribusi pasar secara bertahap itu memang tidak sesuai dengan perda yang ada, namun itu telah menjadi kesepakatan bersama karena kenaikan retribusi jasa pelayanan pasar yang tercantum pada perda itu dinilai terlalu tinggi oleh masyarakat, yakni 100 persen. “Karena kenaikan retribusi itu tidak sesuai dengan perda, maka harus dibuatkan peraturan bupati (perbub) sebagai payung hukum itu nanti,” ulas Husnan, Jumat (22/2) kemarin. Pihaknya meminta agar kenaikan retribusi pasar secara bertahap itu segera diterbitkan perbup guna menjadi payung hukum, tentunya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. “Kenaikan yang disepakati itu dari 20 hingga 50 persen, karena kenaikan secara bertahap itu akan dilaksanakan pada bulan Maret yang akan datang, maka perbup akan terbit bulan Februari ini,” ujarnya. Sebelumnya pemkab Pamekasan telah memberlakukan kenaikan retribusi pasar terhitung sejak Februari 2013 sebesar seratus persen, namun karena terjadi gejolak di kalangan pedangang karena dinilai terlalu tinggi, maka kenaikan itu dicabut dan kembali dimusyawarahkan dengan pihak terkait lainnya, utamanya pedagang itu sendiri. Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Taufikurrahman pernah mengatakan, pihaknya telah melakukan kesepakatan dengan pedagang jika kenaikan retribusi itu secara bertahap. “Ya, nanti kenaikan retribusi itu akan naik secara bertahap, sesuai dengan musyawarah yang kami lakukan dengan pedagang,” ungkapnya beberapa waktu lalu.(jck/zis)

KEHILANGAN BPKB sepeda motor Kawasaki EX 250 J wrn Hijau Nopol W 5591 XR a/n Astri Venny Ds Kloposepuluh Hub : Heri Susanto : 087 851 512 122

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

kan pembibitan lagi, jadi bersambung terus, setelah panen baru naruh lagi ke tengah pantai,” sambung Yusuf salah satu pekerja yang tengah mengangkut bibit rumput laut yang telah diikat dan siap direndam ke tengah pantai pada Kabar Madura, kemarin (22/2). “Untuk sekali budidaya dibutuhkan kira-kira 15 kilogram bibit rumput laut, dan harga rumput lautnya saat panen paling murah Rp 9 ribu dan Rp 13-15 ribu perkilonya yang penjualannya dijual melalui koperasi kelompok tani yang ada di desa Tanjung sendiri,” jelas Pak Idi, petani lainnya. Pak Idi mengatakan, petani

rumput lautr setempat mengunakan dua cara dalam merendam, petama bibit rumput laut diikat ke tali senar yang ukuran sedang, kemudian tali senar tersebut diikatkan ke dua bilah bambu dan di sepanjang tali senar di beri semacam beban dari bekas botol air minum untuk tidak tenggelam ketika ditarik ke tengah pantai dan diikatkan ke pancung bambu sebagai penahan. Sedang cara kedua dengan cara ditaruh di jala jaring yang kemudian diikatkan ke batu supaya tidak terbawa ombak pada saat direndam di pantai. “Lalu dibiarkan sampai bibit rumput laut besar dengan sendirinya,” ujar Pak Idi. (KM12/zis)

KOTA-Sampai saat ini, mobil pengangkut umum (MPU) liar masih saja terlihat di berbagai sudut kota Pamekasan. Mereka beroperasi layaknya MPU berizin yang beroperasi di dalam kota. Seperti halnya di jalan Kabupaten, MPU liar atau mobil plat hitam yang dijadikan MPU masih saja berkeliaran. Padahal sudah jelas larangannya, taksi MPU dilarang masuk ke wilayah yang sudah dilarang. “Ada dua hal yang harus ditelaah, yang pertama dari sisi ketentuan aturan, bahwa mobil plat hitam itu tidak masuk ke MPU, hal itu sudah jelas melanggar ketentuan, sedangkan yang kedua, mobil pribadi atau plat hitam, nyatanya di lapangan beroperasi layaknya MPU,” tukas Ketua Komisi A DPRD Pamekasan, Suli Faris, pada Kabar Madura, Jumat (22/2) kemarin. Berangkat dari telaah kedua sistem yang dinilai sudah di luar aturan tersebut, pihak dewan menginginkan pada pihak terkait, supaya Dishubkominfo ada komunikasi yang serius dengan instansi lainnya, untuk membicarakan jalan keluar bagi MPU liar tersebut. Sebab tidak mungkin permasalahan tersebut diselesaikan dalam satu waktu.

“Bisa saja menjalin komunikasi dengan baik kepada sejumlah MPU gelap untuk difasilitasi, agar MPU gelap yang berplat hitam itu menjadi MPU yang legal dengan plat kuning. Akan tetapi untuk melakukan upaya yang demikian, tentunya harus dengan pelayanan yang bagus dan tanpa biaya,” tandasnya. Sementara itu, Dishubkominfo menyatakan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi, termasuk dengan rambu-rambu yang sudah dipasang, serta setiap hari melakukan patroli untuk menjaring MPU liar. “Sekarang permasalahannya, untuk menangkap MPU gelap tersebut harus ketangkap tangan oleh petugas kepolisian dan petugas dari

Dishub, ketika menurunkan atau menaikkan penumpangnya. Meskipun ada petugas Dishub yang ada di lapangan, lantas mengetahui taksi gelap beroperasi, pihak kami tidak mempunyai wewenang untuk menilang, akan tetapi yang mempunyai wewenang tetap kepolisian,” terang Kepala Dishubkominfo Pamekasan, Bahrun pada Kabar Madura. Terkait dengan masih bandelnya para sopir atau pemilik MPU ini, pihak dewan menyampaikan kegeramannya. “Kalau sudah ada sosialisasi dan pendekatanpendekatan tertentu, maka sudah saatnya untuk memberikan tindakan tegas bagi pemilik taksi gelap yang beroperasi tersebut,” kata Suli Faris. (ong/zis)

KM/FATHOR RAHMAN

NEKAT: Sejumlah MPU liar masuk ke wilayah kota dengan beroperasi layaknya MPU resmi.

Minta Pembangunan Trotoar Selesai Tepat Waktu KOTA-Pembangunan trotoar di beberapa ruas kota Pamekasan yang dinilai bermasalah membuat masyarakat Pamekasan kecewa. Itu disebabkan target perbaikan untuk tahun 2012 belum terselesaikan. Hartono,30, salah satu warga jalan Kabupaten Pamekasan, Jumat (22/2) meminta, agar pembangunan trotoar yang telah teranggarkan dapat terselesaikan tepat waktu, tentunya dengan kualitas yang baik pula. Bagaimana pun lanjut Hartono, dana perbaikan yang telah teranggarkan itu tentunya sudah diprediksi sejak awal akan cukup tidaknya dana, sehingga pelaksanaannya pun harus berjalan dengan baik. “Yang pasti masyarakat meminta agar pembangunan trotoar itu tepat waktu, tentunya dengan dana yang telah dianggarkan tersebut. Makanya masalah ini perlu ada perhatian dari berbagai pihak,”tegasnya. Ditambahkan, dana yang cukup besar itu seharusnya tidak lagi memolorkan waktu dalam penyelesaiannya, seperti

KM/DOK

MORAT MARIT: Sebuah becak tengah mengangkut penumpang disamping salah satu ruas trotoar di sepanjang jalan Kabupaten yang masih rusak.

yang terlihat di jalan Kabupaten, Jalan Trunojoyo dan sebagian di area Arek Lancor jantung kota Pamekasan.

“Penyelesaian tepat waktu sudah tidak bisa ditawar lagi, karena setiap pekerjaan pasti ada target waktunya

dan dana pun sudah diprediksi sejak awal, kalau saya pribadi meminta harus tepat waktu lah, dan masyarakat yang lain saya yakin memiliki permintaan yang sama,”tegasnya. Senada juga diutarakan Nurhasalah warga kelurahan Patemon kecamatan kota Pamekasan, dia mengatakan, pembangunan totoar yang memakan dana Rp. 6 miliar untuk tahun 2012 itu realisasinya patut dipertanyakan. “Saya sebagai masyarakat Pamekasan pasti meminta agar pengerjaannya tepat waktu dan penggunaan dana pun tepat harus tepat sasaran, supaya tidak ada kecurigaan di mata masyarakat,”katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas PU Pamekasan Totok Hartono mengatakan, jika pembangunan trotoar tersebut tidak mangkrak, namun karena disebabkan beberapa faktor yang menjadi kendala. “Itu bukan mangkrak, hanya keterlambatan pasokan tegel alur dari pabrikan, bukan mutlak kelalaian rekanan, dan pembangunannya akan dilanjutkan tahun ini”dalih Totok Hartono.(jck/zis)

Perceraian Meningkat, Salahkan Handphone TLANAKAN-Angka Perceraian di kota Gerbang Salam mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tercatat permohonan yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Pamekasan tahun 2011 sebanyak 1.660 perkara, sementara untuk tahun 2012 sebanyak 1.763 perkara. Berdasarkan data tersebut menunjukkan ada kenaikan permohonan perceraian kurang lebih 2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk tahun 2013 terhitung hingga Februari ini tercatat 204 perkara. Nurul Qolbi, Humas PA Pamekasan, Jum’at (22/2) kemarin mengatakan, akhir akhir ini faktor perceraian yang diajukan oleh pasangan suami istri (pasutri) sudah merembet kepada kecanggihan teknologi, seperti handphone dan facebook. Sehingga kemajuan teknologi itu harus digunakan dengan baik. “Memang sudah banyak yang melakukan perceraian karena gara gara HP, ada yang bilang karena salah kirim, ada pula karena ada nomer baru diladenin, makanya penggunaan teknologi ini harus hati hati dan tidak boleh disalah gunakan, sementara karena gara facebook hanya satu orang,”terangnya. Ditegaskan, adapun perincian dari data yang ada itu tidak semua suami yang mengajukan talak, melainkan sang istri pun kerap kali mengajukan

gugatan perceraian karena beberapa hal. “Kalau dulu kan suami yang banyak mengajukan talak, tetapi sekarang sudah banyak pula istri yang mengajukan gugat perceraian. Untuk tahun 2012 permohonannya ada 530 perkara, gugatan (istri minta cerai --red) sebanyak 1233, cerai talak (suami yang minta cerai --red) sebanyak 508 sementara cerai gugat sebanyak 714, dan yang telah terselesaikan 1.735 perkara, cerai talak (yang selesai -- red) 433 dan cerai gugat sebanyak 640. Sehingga ada 28 perkara tahun 2012 yang belum selesai,” beber dia. “Adapun rinciannya untuk tahun 2011 cerai Talak sebanyak 509 perkara dan cerai gugat sebanyak 610 perkara,” tambah dia. Sementara tunggakan perkara tahun 2012 sebanyak 28 tersebut dalih Nurul Qolbi pihaknya tidak bisa memprediksi secara pasti. Sebab itu semua tergantung pada yang bersangkutan. “Misalnya pegawai negeri mungkin disebabkan surat izinnya belum turun, kalau izinnya belum turun perkara bisa ditunda selama 6 bulan, atau karena berbeda Kabupaten, kalau antar Kabupaten perkara itu bisa ditunda minilam 1 bulan dan faktor lainnya yang menghambat,”katanya. “Untuk

KM/MARZUKIY

SALAHKAN TEKNOLOGI: Kantor Pengadilan Agama (PA) Pamekasan yang terletak di jalan Tlanakan Pamekasan tampak dari depan, foto diambil, Jumat (22/2).

tahun 2012 peringkat pertama angka perceraian disebabkan tidak adanya keharmonisan sebanyak 432 orang,

tidak tanggung jawab sebanyak 283 dan peringkat ketiga disebabkan ekonomi 102 orang,”pungkasnya.(jck/zis)


SABTU

5

23 Februari 2013

Dituding Melanggar Aturan Pembentukan Panitia Pilkades Meddelan KOTA-Pembentukan panitia pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng dikeluhkan warganya. Ini karena proses pembentukannya tidak demokratis dan dinilai melanggar peraturan bupati (perbup). Proses pembentukannya pun tidak dihadiri camat yang menjadi syarat pembentukan perbup tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam Perbup No. 1 Tahun 2013 bagian kedua pasal 3, tentang pembentukan panitia pilkades memang tercatat ada tiga poin penting yang harus diperhatikan. Pertama, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus mengadakan rapat bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat dengan dihadiri camat sebagai fasilitator, untuk membentuk panitia pilkades. Ayat dua, perbup tersebut ber-

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

BUKTI: Warga Meddelan menunjukkan perturan bupati dalam pembentukan panitia pemilihan kepala desa saat melapor ke Komisi A DPRD Sumenep, Jumat (22/2) kemarin.

bunyi bahwa panitia pemilihan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), keanggotaannya terdiri dari unsur perangkat desa, unsur lembaga kemasyarakatan desa dan tokoh masyarakat. Sementara pada ayat ketiga berbunyi bahwa panitia yang ditetapkan

sebagaimana yang dimaksud ayat (2) ditetapkan dengan keputusan BPD berdasarkan hasil rapat dan disampaikan secara tertulis kepada bupati melalui camat. Namun ketiga syarat tersebut dinilai belum tercermin dalam pembentukan panitia pilkades

di Desa Meddelen. ”Jadi karena tidak dihadiri oleh camat, pembentukan itu seolah-olah terindikasi bahwa pembentukan itu ada konspirasi. Konspirasi yang dimaksud antara BPD dan orangorang tertentu. Karena memang banyak masyarakat yang tidak tahu bahkan camat pun saat kita datangi juga mengaku tidak tahu bahwa di desa Meddelan sudah ada pembentukan panitia,” terang Tamam Huri, Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Desa Meddelan, Jumat (22/2). Kata Tamam, pembentukan tersebut tidak representatif karena banyak masyarakat yang tidak tahu. Ia menuding pembentukan panitia pilkades telah melanggar hukum karena melangkahi aturan yang sudah ada. Sebab, di antara panitia yang dimasukkan tersebut terdapat 3 orang yang bukan warga Meddelan sendiri. ”Bagi kami itu telah melanggar hukum azaz kemanfaatan dan melanggar azaz demokrasi karena banyak putra desa yang masih mau tetapi kenapa mesti ada orang luar yang menjadi pa-

PERBUP NO. 1 TAHUN 2013 Bagian II Pasal 3 Ayat 1 : Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus mengadakan rapat bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat dengan dihadiri camat sebagai fasilitator, untuk membentuk panitia pilkades. Ayat 2 : panitia pemilihan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), keanggotaannya terdiri dari unsur perangkat desa, unsur lembaga kemasyarakatan desa dan tokoh masyarakat. Ayat 3 : panitia yang ditetapkan sebagaimana yang dimaksud ayat (2) ditetapkan dengan keputusan BPD berdasarkan hasil rapat dan disampaikan secara tertulis kepada bupati melalui camat.

nitia. Karena itu kami ke Komisi A melaporkan persoalan ini. Yang saya catat, di antara tiga orang itu 1 dari Desa Parsangah dan 2 orang dari Desa Cangkreng,” pungkasnya. Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Sumenep, Ach. Junaidi mengaku akan membahas laporan tersebut Senin (25/2)

mendatang. Pada hari tersebut, Komisi A memang memiliki agenda untuk membahas tentang pilkades secara khusus bersama Kepala Bagian Pemerintah Desa Pemkab Sumenep. ”Suara mereka kami tampung dan akan dibahas pada senin mendatang. Ya itu saja komentar saya,” pungkasnya. (aqu/zis)

KRIMINAL Diserempet hingga Jatuh, Warga Gapura Dirampok GAPURA-Suryani, warga Desa Panagan Kecamatan Gapura, sedang sial. Ia terpaksa merelakan harta bendanya berupa motor melayang setelah dirampok di jalan Desa Longos Gapura, (22/2) kemarin. Perampokan yang dialami Suryani bukannya terjadi pada malam hari, namun justru pada siang hari. Lokasi tepatnya di jalan perbatasan Desa Longos dan Andulang sekira pukul 15.00 WIB saat perjalanan pulang dari Desa Jadung Kecamatan Dungkek menuju rumahnya di Desa Panagan Gapura. Sebelum motornya dirampas perampok, Suryani yang mengendarai sepedanya itu dibuntuti dari belakang kemudian diserempet oleh pelaku hingga terjatuh. ”Korban dari Jadung Kecamatan Dungkek mau pulang ke Gapura, terus kemudian sampai di jalan Desa Longos diserempet motor kemudian jatuh ke luar jalan, terus sepedanya diambil dibawa lari,” ungkap Kapolsek Gapura, AKP Suwarno saat dihubungi Kabar Madura, Jumat (22/2). Suryani tidak mengenali pelaku perampas motornya karena menggunakan helm teropong. Mereka melakukan aksi kejahatan bersama dua temannya yang menggunakan satu sepeda motor. Berdasarkan keterangan Kapolsek Gapura, AKP Suwarno, perampok tersebut diduga lari menuju jalur Kecamatan Batang-Batang. ”Yang nyerempet boncengan cuma tidak jelas karena pakai helm teropong. Kemungkinan pelaku lari ke arah barat kemudian ke arah utara, jalur Kecamatan Batang-Batang. Sebab suaminya yang melihat di jalan di desa Gapura tidak ada sepeda yang dibawa lewat, jadi kemungkinan ke utara, ” terangnya. AKP Suwarno menjelaskan, pihak korban melaporkan kejadian setelah satu jam lebih dari kejadian sehingga sulit untuk menemukan pelaku. ” Pelakunya belum diketahui, karena laporannya terlambat, satu jam lebih dari kejadian baru laporan. kemarin polisi tahunya setelah ada ramerame, korban tidak langsung laporan ke Polsek, ” ujar Suwarno. (rei/zis)

KM/CERIWIS.COM

ELOK: Pulau Saebus di Kepulauan Sapeken yang pengelolaannya diatur berdasarkan peraturan pemerintah setempat. Perbup No. 8/2010 tentang Konservasi Laut bakal dikaji ulang setelah sempat mendapat penolakan dari warga Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken.

Janji Kaji Ulang Perbup Zona Konservasi Laut KOTA-Setelah sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken, Pemkab Sumenep siap mengkaji ulang Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Konservasi Laut. Seperti diungkapkan Kepala Bagian Humas Sekkab Sumenep, Abdul Kahir, pihaknya berjanji segera mengkaji ulang perbup tentang konservasi laut itu, kalau memang dinilai tidak sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

“Kami akan kaji ulang dan melakukan studi kelayakan, agar keinginan pemerintah dengan masyarakat bisa selaras,” kata Abdul Kahir seperti dikutip situs beritajatim.com. Terkait dengan desakan untuk mencabut perbup dimaksud, Abdul Kahar mengatakan perbup tersebut tidak bisa begitu saja dicabut seperti keinginan sejumlah warga Tanjung Kiaok. Pemkab masih harus menunggu hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Bagian Hukum Pemkab.

“Nanti setelah ada hasil dari studi kelayakan itu, pemerintah dapat mengambil kebijakan sebagai acuan. Jadi sebaiknya kita tunggu saja hasilnya,” ujar Abdul Kahir. Kahir mengungkapkan, Desa Tanjung Kiaok masuk pada zona konservasi laut, karena merupakan wilayah yang strategis dalam melakukan proteksi laut dari wilayah di sekitar kecamatan/kepulauan Sapeken itu. “Tanjung Kiaok itu kan strategis untuk proteksi laut,

makanya ditetapkan sebagai kawasan konservasi,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken memprotes terbitnya Perbup Nomor 8/2010, yang menyatakan Tanjung Kiaok masuk zona konservasi laut. Perbup tersebut, di mata warga, dianggap mengurangi mata pencarian masyarakat setempat karena lahan produksi rumput laut berkurang, dan perahu warga tidak bisa sandar di tempat tersebut. (bjt/zis)

Raperda Batu Bara Dianggap Mengada-ada KOTA-Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertambangan Logam dan Batu Bara yang diajukan pihak eksekutif dinilai tidak mewakili dari kebutuhan dan kekayaan yang alam yang ada di Kabupaten Sumenep. Karenanya raperda tersebut dianggap tidak masuk akal alias mengada-ada. Terkait itu, Komisi A DPRD Sumenep yang satu pekan kemarin membahas raperda tersebut berencana akan mengembalikan rancangan tersebut kepada eksekutif dalam rapat yang digelar Senin (25/2). Ketua Komisi A DPRD Sumenep Bambang Prayogi mengatakan sejak dari awal raperda itu nomenklaturnya sudah rancu. “Di daerah kita kan tidak ada batu bara. Tapi karena itu sudah masuk inisiatif dari eksekutif dan di Baleg juga sudah lolos, jadi mau tidak

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

mau kita harus membahas itu,” papar Bambang Prayogi, kepada Kabar Madura. Dijelaskan lebih lanjut, raperda tersebut akan dikembalikan ke eksekutif karena hingga Jumat kemarin belum menemukan titik temu di antara anggota Komisi A sendiri. Bahkan, lanjut Bambang, raperda tersebut justru mengundang perdebatan yang tak kunjung usai saat mulai dibahas. ”Setelah kita paksakan untuk bahas raperda tersebut, selama satu minggu, dari Senin sampai Jumat. Sampai hari ini pun belum ada sesuatu yang matching (sepakat –red.), perlu ada suatu perdebatan yang cukup bagus. Di antara eksekutif dan legislatif. Rencananya kita akan kembalikan lagi ke pihak eksekutif untuk disesuaikan kembali dengan potensi daerah yang ada,” tegasnya.

Menurut Bambang, pengembalian tersebut berdasarkan dari beberapa pertimbangan di antaranya persoalan batu bara di situ harus dikupas habis. Kedua, di raperda tersebut berisi pertambangan mineral logam, sementara di daerah Sumenep tidak ada pertambangan logam seperti yang dimaksudkan dalam raperda tersebut. ”Makanya, teman-teman komisi berinisiatif untuk mengembalikan reperda ini untuk disesuaikan dengan potensi daerah yang ada. Tidak harus mem break down dari atas. Di situ tertulis pertambangan batu bara, sementara kita hanya punya batu kan lucu nanti kalau ini diloloskan. Jadi saya harapkan beberapa eksekutif tersebut membentuk work team untuk menyesuaikan raperda tersebut, dari segi pajaknya dan lain-lainnya,” pungkasnya. (aqu/zis)

KM/DOK

BAMBANG PRAYOGI Ketua Komisi A DPRD Sumenep


6

SABTU

23 Februari 2013

Baktonah Kerapan Ongghu Taretan Sambungan dari hal 1

Selain itu, laga di Stadion Persiba yang berlokasi di Komplek Pertamina Parikesit, Balikpapan, sebagai ajang kebangkitan mental dan pembuktian kolektifitas tim yang sering didengungkan. Dengan tekad dimaksud, jangan ada kata kalah lagi. Sekalipun tim tuan rumah sering tampil sangar di kandangnya. Misi harus meraih poin di kandang lawan ini memang menjadi misi utama anak asuh Daniel Roekito. Bertanding di bawah tekanan suporter Selicin Minyak, menjadi uji mental sebenarnya bagi Laskar Sape Kerap. Tribun penonton yang san-

gat dekat dengan pemain, serta lawan yang sedang on fire, berikut kondisi lapangan stadion yang tak ubahnya lapangan kerapan sapi, adalah tantangan yang harus ditaklukkan oleh anakanak Sape Kerap. Melihat kondisi tersebut, M. Rivai langsung nyeletuk jika pertandingan sore nanti akan mejadi ajang kerapan yang sesungguhnya antara pemain P-MU dan Persiba. ”Kalau melihat lapangan dan tribun yang seperti ini betul-betul seperti kerapan,” ujar Rivai, salah satu penggawa P-MU kelahiran Madura. Rivai tidak salah mengandaikan pertandingan nanti sore sebagai ajang kerapan. Pasalnya, lapangan Stadion

Persiba sangat becek melebihi lapangan Stadion Siliwangi Bandung ketika hujan turun. Kendati demikian, menurut Osas Saha, lapangan yang becek bukanlah halangan baginya untuk kembali menampilkan permainan terbaiknya. Dia akui sangat terobsesi untuk terus menaikkan performa P-MU di pentas ISL. Itu, tentunya menjadi tanggung jawabnya, bersama-sama dengan pemain lainnya. ”Saya ingin memberikan yang terbaik bagi warga Madura dimanapun berada,” tandas Osas Saha. Ambisi anak didik Daniel Roekito untuk menaikkan standar permainannya, tentu tidak semudah bayangan.

Potongan Kemaluan Belum Ditemukan Sambungan dari hal 1

Selanjutnya Edi mengatakan, Marsiyati, kini tengah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, oleh para penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep. Marsiyah, imbuhnya, tak memungkiri perbutannya tersebut. Dia mengaku, kalap karena sang suami telah melakukan nikah siri tanpa memberi tahu sebelumnya. ”Pengakuannya itu karena suaminya mengaku telah nikah siri dengan perempuan lain. Pelaku merasa cemburu kepada korban, karena korban pada waktu menyampaikan pada istrinya telah nikah siri,” beber Edi. “Dan pada waktu itu, juga sempat menelepon ke istrinya yang baru, dengan diloudspeaker HP-nya. Karena mangkel (jengkel) terhadap suaminya, sehingga timbul niat semacam itu,” imbuhnya.

Tindakan Marsiyati, imbuh Edi, secara hukum telah melanggar pasal 44 ayat 1 dan 2 KUHP, tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Atas dasar itu Marsiyati, dapat dikenai ancaman hukuman maksimal di atas 5 tahun penjara. ”Ancaman pidananya itu di atas 5 tahun penjara,” tegasnya. Tapi menurut Sekretaris PC Fatayat NU Sumenep, Tin Mayyah, dalam kasus tersebut baik pelaku maupun korban, sama-sama telah melakukan KDRT. Hasana Riyadi telah melakukan KDRT terhadap istrinya secara psikis dengan melakukan perselingkuhan, sementara Marsiyati salah karena menempuh jalan kekerasan pula. ”Saya tidak membela keduanya, tetapi bagi saya keduanya tetap salah. Suaminya itu telah salah dengan nikah tanpa memberi tahu sebelumnya kepada sang istri, dan si istri telah salah kare-

na melakukan kekerasan semacam itu. Dan itu telah Masuk KDRT,” paparnya. Lebih lanjut, Tin Mayyah menuturkan bahwa dalam kasus KDRT perempuan seringkali menjadi korban kekerasan psikologis. Lebih-lebih di daerah Madura yang sistem sosialnya masih patriarkhi. Hampir dipastikan, setiap hari telah terjadi kekerasan psikologis yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya. ”Cuma memang, hanya ada beberapa orang saja yang berani membawanya ke ranah hukum. Sebagian besar perempuan itu meski sudah diperlakukan tak adil, mereka tetap membela suaminya. Mungkin dalam kasus Langsar (Laok) itu sang istri sudah tidak lagi kuat menahan emosi, karenanya, tekanan psikologis terhadap Marsiyati harus juga menjadi pertimbangan hukum,” pungkasnya. (aqu/yoe)

stadium empat, hal pertama yang saya lakukan di tempat itu adalah menyentuh pasir dan bebatuan yang tinggitumpukannya sekitar tiga meter di atas permukaan air itu. Pasirnya tidak halus sebagaimana pasir pantai pada umumnya yang saya lihat dan rasakan seperti di Pantai Lombang atau Slopeng. Pasir di sini lebih mirip kerikil-kerikil kecil. Bentuknya beragam, kebanyakan batang memanjang, ada yang bulat, oval dan jenis serta bentuk lainnya. Bahkan ada yang menghampar dengan kontur yang khas. Ada juga yang berbentuk seperti karton telur. Unik. Warna bebatuan didominasi warna putih cerah, bahkan ada yang mengkilap. Saya menduga bahwa batuan-batuan kecil ini berasal dari koral atau terumbu karang yang entah bagaimana caranya terhempas dan hancur dari kedalaman laut atau pinggir pantai lalu menumpuk membentuk tangkis laut, yang menurut perkiraan sepanjang kurang lebih dua kilometer. Di samping batuan-batuan kecil, ada juga batu-batu besar. Bahkan ada yang sangat besar. Bentuknya seperti batu karang biasa. Jika diamati dengan mata telanjang, ada perbedaan posisi penempatan batubatu itu. Batu-batu kecil berada di sisi yang menghadap ke pantai. Sementara batu-batu besar menghadap lautan lepas. Sehingga seolah-olah batu-batu besar itu menahan batu-batu kecil agar tidak terbawa arus ke tengah laut atau terhempas ke arah pantai – perlu diketahui, menurut cerita penduduk setempat ombak di sekitar tangkis laut itu

relatif besar dibanding dengan yang lain. Di samping itu, batu-batu kecil penempatannya lebih teratur dan rata. Sementara batu-batu yang besar tidak beraturan. Salah satu teman mencoba mengukur lebar tangkis laut itu, pada titik terlebar didapat angka kurang lebih 15-20 meter. Hal menarik lainnya, di atas tangkis laut itu, telah berdiri dua buah warung yang menjual makanan dan minuman ringan. Penduduk sekitar jeli memanfaatkan banyaknya masyarakat yang datang sebagai peluang bisnis. Jasa antar-jemput perahu juga menjamur. Perahu yang biasanya dipakai untuk mencari ikan, kini bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan sampingan antarjemput masyarakat yang penasaran terhadap tangkis laut itu. Pada hari Minggu atau hari-hari libur sekolah, banyak masyarakat yang datang mengobati penasaran sambil menyegarkan pikiran dari kesibukan pekerjaan sehari-hari. Pada gundukan yang agak tinggi di sisi barat, terpancang bendera merah putih berkibar-kibar ditiup angin. Beberapa muda-mudi mengambil gambar dengan kamera ponsel. Beberapa yang lainnya merekam pakai kamera video. Saya berfikir bagaimana tangkis laut sepanjang dua kilometer ini bisa tercipta dalam satu malam. Dengan banyak bebatuan yang besar pula. Seorang teman nyeletuk dengan nada bercanda, ‘’siapa pemborong tangkis laut ini?” Dalam hati saya menimpali, siapapun yang memborong pekerjaan tangkis laut ini pasti tidak ada korupsi di dalamnya. (yoe)

Dipastikan, Pemborong Pembangunannya Tidak Korupsi Sambungan dari hal 1

Giliran rombongan kedua pun tiba. Saya bergegas melompat ke atas perahu. Setelah mesin dihidupkan, perahu ini melesat dengan cepat. Wajar saja, bodinya ringan karena terbuat dari fiber. Setelah hampir 30 menit, sang “kapten” perahu menunjuk sebuah tanjung berbukit yang tidak jauh lagi. “Di balik tanjung itu posisinya”, ujar dia. Saya pun mengangguk antusias. Melewati tanjung itu, perahu kemudian berbelok kanan dengan pelan. Benar, batu-batu yang membuat kehebohan itu ada di sana. Memanjang mengikuti garis pantai. Perahu bergerak pelan berhati-hati terhadap batu karang di perairan dangkal. Di balik batu-batu itu, dua perahu ukuran besar sudah terparkir, dan sepertinya perahu yang lebih besar terdampar dan tidak bisa bergerak. Puluhan mudamudi berenang, ada juga yang tetap di atas perahu, dan sebagian yang lainnya “jalan-jalan” di atas tangkis laut itu. Tepat jam 14.20 kami turun dari atas perahu dan menginjakkan kaki di atas tangkis laut itu. Saya tidak bisa membendung rasa penasaran. Mengabaikan wanti-wanti nenek via telpon sebelum berangkat, agar jangan pernah menginjakkan kaki di atas tangkis laut itu. Katanya, bisa saja batuan itu ambrol dan saya bisa ditelan oleh laut. Nenek mendengar cerita tentang tangkis laut ini versi mistisnya dari kabar mulut ke mulut. Tapi aku pikir itu tak lebih bentuk kasih sayang dan kekhawatiran sebagai orangtua. Karena rasa penasaran

Persiba yang diasuh Hery Kiswanto saat ini memang salah satu tim asal Kalimantan yang terperosok di papan bawah klasemen ISL musim ini. Namun demikian, mereka saat ini juga berambisi untuk terus mensejajarkan diri dengan klub Kalimantan lainnya. Persela Lamongan yang menjadi tamu Persiba sebelum P-MU (19/2), harus pulang dengan gigit jari setelah kalah 1-0 atas Persiba. Tampilan Persiba saat lawan Persela sepertinya kembali akan ditampilkan oleh Pelatih Herry Kiswanto. Dimana kepercayaan penuh akan diberikan kepada Precious Messi, Mahmoud elAli dan Patrice Nzekou. Tiga pemain asing tersebut

adalah kreator permainan Persiba selama musim kompetisi kali ini. Belum lagi nama Rendi Siregar, Fengky Turnando dan Wayan Gangga Mudana, pastinya masih akan menempati starting line up skuad yang juga berjuluk Laskar Beruang Madu. Terhadap kondisi tersebut, Daniel Roekito mengaku tak perlu ada penjagaan khusus terhadap pemain dimaksud. Sebab seluruh pemain Persiba sama-sama berbahaya. Pilihannya adalah pemain menampilkan permainan terbaiknya dan tak terbebani dengan nama besar lawan. Menurut pria asal Semarang tersebut, dia akan kembali memainkan starting eleven sebagaimana yang

kala melawan Barito Putera. ”Tidak ada strategi khusus dan penjagaan terhadap pemain lawan. Semuanya harus bermain secara kolektif,” jelas Daniel Roekito. Melihat latihan kemarin pagi yang digelar di lapangan Stadion Persiba, Anton Samba kembali menjadi pemain yang harus menunggu waktu pas untuk diturunkan. Dia akan lebih dulu duduk di bangku cadangan. Selain Anton Samba, Galih Firmansyah tampaknya akan kembali harus menemani Anton Samba dan Zahila Abubakar di bench pemain. Sementara pilihan untuk menurunkan Rossy Noprihanis atau Issac Djober sejak menit pertama menurut Daniel Roekito

masih harus diperhitungkan masak-masak. Tentunya, sangat tergantung strateginya. ”Issac dan Rossy samasama memiliki karakter. Mereka berdua sama-sama dibutuhkan dalam srategi permainan di lapangan,” ungkap Daniel Roekito. Kendati masih mengambang menurunkan kedua pemain tersebut sejak menit pertama, melihat latihan sesion kedua pada latihan pagi kemarin, tampaknnya Rossy kembali akan diturunkan pada menit pertama. Hal itu bisa saja terjadi. Karena Issac akan dijadikan sebagai kartu as permainan P-MU sebagaimana saat meladeni Barito Putera. (bri/ed)

Sambungan dari hal 1

Bagus juga membenarkan, penyebaran undangan sudah 95 persen rampung. “Acara pelantikan sendiri digelar di Pendapa Agung pada Senin, 26 Februari nanti, dimulai pukul 08.00 tepat. Dipastikan Pendapa Agung cukup untuk menampung semua undangan yang mencapai 1.500 orang,” paparnya. Bagus menambahkan, para awak media massa akan diberi tempat khusus untuk mengambil gambar, saat meliput prosesi pelantikan bupati-wakil bupati terpilih. Namun, tidak semua wartawan diperbolehkan masuk dalam lokasi acara pelantikan tersebut. Tegas Bagus, wartawan yang boleh masuk, hanya mereka yang mengantongi

surat undangan dan dan memiliki ID card khusus dari panitia. Setiap media hanya boleh satu wartawan yang meliput, tidak boleh lebih. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, upacara pelantikan Al Falah itu, mengundang sorotan publik di Sampang. Sebab, biayanya dinilai terlalu besar. Terlebih, ada pembengkakan anggaran, dari Rp 300 juta menjadi Rp 380 juta. Tapi, tak terlontar sedikitpun kalimat tanggapan dari pihak panitia pelantikan, terkait sorotan publik tersebut. Penjelasan dari Bagus hanya menyatakan, tak ada kendala krusial yang menghadang persiapan pelantikan bupati-wakil bupati itu. Hanya ad sedikit kendala teknis,

namun sudah bisa diatasi, bahkan telah klir. “Kami berharap pelaksanaan pelantikan nanti bisa berjalan lancar dan aman. Sebagaimana yang telah direncanakan sejak awal. Soal pengamanan, kami sudah koordinasi dengan Polres Sampang,” ucap Bagus, mengakhiri penjelasannya. Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu, Direktur Madura Development Watch (MDW), Tamsul, menyatakan, anggaran yang ditetapkan untuk biaya pelantikan itu, terlalu besar. Padahal, acaranya bersifat seremonial belaka. “Ini suatu pemborosan terhadap anggaran, Rp 300 juta sudah besar malah naik lagi menjadi Rp 380 juta.” (ful/yoe)

memberikan sambuatannya. “Saya berterimakasih diberi kesempatan Bupati Fuad Amin untuk hadir dalam acara ini. Dan juga putranya (Ra Momon, red) yang kini menjadi bupati terpilih di Bangkalan hingga masuk Muri (Museum Rekor Indonesia),’’ ujar Gubernur. Pengamatan Kabar Madura, pasangan incumbent itu, terlihat begitu akrab dengan para kiai yang ada di Bangkalan, saat tampil di atas panggung. Namun, Pak De Karwo (Soekarwo), terkesan enggan bicara soal KarSa Jilid 2. Berbeda dengan Pak De Karwo, Gus Ipul (Syaifullah Yusuf), tampak begitu antusias ketika ber-statement tentang langkah mereka,

maju kembali sebagai pasangan bacalon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim untuk yang kedua kalinya. Ditemui Kabar Madura seusai acara, Soekarwo tampak lebih tertarik membahas masalah undangan acara yang dihadirinya. “(Kami) ini diundang dalam rangka Maulid dan haul Kiai Syaichona, kegiatan rutin untuk silaturrahmi dengan para kiai,” ungkapnya. Dia malah melimpahkan ke Gus Ipul ketika menjawab pertanyaan terkait Karsa jilid 2. “Ini Gus, silahkan dijawab,” ujarnya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Ipul mengatakan, KarSa Jilid 2 tengah dalam masa proses. “Insya Allah tunggu saja, kami

sudah proses semuanya, sudah dalam pembahasan nanti pada saatnya akan diumumkan,” ungkapnya. Menambahkan komentar sebelumnya, Gus Ipul meyakini, bahwa dukungan kiai masih kepada pihaknya walau santer terdengar di beberapa pemberitaan, Nahdlatul Ulama (NU) akan mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai bacalon Gubernur Jatim. “Tentu jika kiai-kiai memberi dukungan kami akan berusaha keras membawa amanah itu sebaik mungkin. Seperti yang sudah kami jelaskan pada (KarSa) jilid pertama, mandat kiai sudah kami jalankan walaupun gak semuanya bisa terwujud,” paparnya. (kas/jos/yoe/adv)

tulis sebelumnya. ”Pengumuman pendaftar akan dilakukan secara serentak seluruh kecamatan lain, meski pendaftar dari Kecamatan Raas mengikuti tes paling akhir, pengumumannya tetap bersamaan karena hasil tes tulis yang sebelumnya juga belum diumumkan,” terang Ketua Panwaslu Sumenep, Zamrud Khan, kemarin. Ia menjelaskan, keterlambatan pendaftar calon anggota Panwascam Raas diduga karena minimnya minat masyarakat setempat. Keterlamabatan para pendaftar dalam mengikuti

proses perekrutan hingga 19 Februari, padahal tes administrasi dan tulis pada semua pendaftar di 26 kecamatan sudah selesai dilakukan. ”Karena sejak awal hingga akhir masa pendaftaran peminat dari Kecamatan Raas masi tetap kosong, maka kami melakukan perpanjangan waktu. Bawaslu Jawa Timur mengintruksikan agar menidaklanjuti perekrutan di Kecamatan Raas dengan memperpanjang masa pendaftaran sehingga pada tes tulis sebelumnya, tidak ada pendaftar dari Kecamatan Raas,” jelas

Zamrud. Meski belum memenuhi kuota minimal sebanyak enam orang, Panwaslu Sumenep tetap melanjutkan tahapan tes tulis pada lima pendaftar karena batas waktu yang diberikan sudah berakhir. Zamrud mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan pengumuman terkait rekrutmen calon anggota panwascam tersebut melalui sejumlah media dan telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk disampaikan ke setiap desa yang ada di setiap pulau di Kecamatan Raas. (rei/rr)

paikan ke sejumlah wartawan. ”Tapi sejauh ini kemungkinan besar Moustapha punya peluang besar bisa main untuk kembali saya tandemkan dengan Mahmoud El Ali,” imbuhnya. Mengenai Luca sendiri, Herkis -sapaan karib Herry Kiswanto- mengaku belum berani memastikan apakah akan dimainkan besok atau tidak. ”Pada dasarnya Luca punya kemauan besar untuk main, demikian pula cederanya juga semakin baik. Hanya

saja saya masih menunggu perkembangannya. Karena cedera panjangnya itu pasti masih ada trauma, dan itu butuh waktu,” terang dia. Meski demikian, Herkis mengaku memang butuh seorang jenderal lapangan tengah sekaliber Luca Savic. Secara tersirat pemain asal Serbia tersebut akan diturunkan melawan P-MU. ”Lihat nanti dan juga masukan dokter hingga jelang laga, kalau benar-benar siap

mengapa tidak? Karena saya memang butuh pemain seperti dia (Luca Savic),” tegas legenda Timnas PSSI ini. Sementara itu Luca Savic sendiri pada latihan pagi kemarin (22/2) sudah menunjukkan gregetnya ingin tampil. Bahkan pada game kemarin, pemain Serbia ini sudah bergabung. ”Saya siap main kalau pelatih menurunkan saya. Cedera saya sudah tak ada masalah, buktinya saya sudah bergabung di game,” ucapnya. (bri/ed)

Tak Peduli Pemborosan, 1.500 Undangan Disebar

Pelantikan Al Falah itu sendiri, dijadwalkan bakal dipimpin langsung Gubernur Jatim, Soekarwo. “Persiapan sudah 80 persen, tinggal rekan-rekan digerakkan. Senin besok (25/2) akan digelar gladi bersih. Kemudian malamnya akan siap 100 persen atau sudah final,” terang Bendahara Pelaksana Pelantikan Bupati Terpilih, Bagus Sulton, saat dikonfirmasi Kabar Madura, Jumat (22/2). Dia tak membantah ketika dikonfirmasi, pelantikan tersebut akan menghadirkan 1.500 undangan, yang terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, mulai dari rakyat jelata hingga pejabat teras.

KarSa-Kiai, Jalin Kemesraan di Bangkalan Sambungan dari hal 1

Juga hadir Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim,’’ katanya. Masyarakat yang hadir pada itu memenuhi di dalam masjid dan halaman masjid. Tidak ketinggalan di pelataran parkir ramai dengan jamaah. Fuad, Bupati Bangkalan sekaligus juru kunci pemakaman KH Syaichona Cholil, juga berterimakasih karena bersedianya KH Dr Hasyim Muzadi, hadir pada acara itu. “Kami berterimakasih pada semuanya yang hadir. Dan marilah kita dengarkan hikmah dan mauidoh hasanah dari beliau,’’ ujarnya. Sebelum ceramah agama, Gubernur Jatim Soerkarwo diberi kesempatan untuk

Pendaftar Panwascam Raas Baru Jalani Tes Sambungan dari hal 1

”Saya mendaftar sebagai calon anggota panwascam karena mendengar informasi dari radio bahwa peminta di Kecamatan Raas masih belum ada,” ungkap Masnawi, salah seorang peserta tes tulis dari Kecamatan Raas setelah selesai mengerjakan tes di Kantor Panwaslu Sumenep, kemarin. Kendati demikian, pengumuman calon anggota yang lolos ke proses berikutnya tetap dilakukan secara serentak dengan pendaftar dari kecamatan yang lain yang telah mengikuti tes

Luca dan Moustapha Terkendala Cedera Sambungan dari hal 1

Sempat dihantui cedera beberapa penggawanya, kini Pelatih Persiba Herry Kiswanto bisa tersenyum. Pasalnya, dua pilar Persiba yakni playmaker Luca Savic dan striker Moustapha El Kassaa berangsur pulih. ”Harapan kami dua pemain tersebut benar-benar siap di laga menjamu Madura United,” kata Herry Kiswanto, kemarin, sebagaimana disam-

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro, Hadi Pudjiantoro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


SABTU

7

23 Februari 2013

Harapan Tunas Masa Depan Tidak Ada Lagi Gendrang Perang SARA

AYO PMU tunjukkan kemampuanmu kpd sluruh public indonesia bahwa Madura punya kemampuan bersaing dlm spk bola,n bukan skedar jago kandang.aq ykin nanti km pasti menang lawn persiba paling gk skor akhir 2-0. Amienariex,Darma Gg 1 Pamex. I LOVE U PMU +6287750522125 SBELUMNYA sy mnt mf kpd para pedukung P.MU. Dgn rendah ht tlolonglah jgn sling menyalahkan pemain kita. Sebetulnya kita mendukung dan mendoakan kebruntungan ada di pihak kita. Kalah menang it udh biasa. Bkn menagnya yg di puji. Kalahpun kita ttp kasik semangat. Kita hrus berpikir secara jernih..tdk ada pemain yg mau kalah..it smua msh blm bruntung..sy himbau kpd msyarakat madura jgn menghianti kelahirannya sendri. Kalah menang kita wajib membri dukungan. Krn dukungan it sebagian dr sifat baik kita sendri. Salam tretan mania NETRAL. Suharto Jln Darma, +6281939324907. AKU kangen dg gol-gol cntikmu P-MU buat ole-ole k warga madura yg kgum dg pnamplanMU wktu maen dg Barito Putra, blaskn k PESIBA ttap smangat..... (Talengko Mania Ra’as/GPMR. FC), +6281935170974 BERJUANG dan BrDOA’.. Truz Berharap agar Pmu meraiH poin.. SatUKan doa’ dan kuatkan Tekad sErTA SatUkAN hATi. BRAVO PMU. Aryk Vianisty’via’vallent Apoy Nyalabu Daya.Pamexasan, +6281939297038. GOOD luck P_MU gol mue slalu ku tunggu. Cetak score yang banyak agar bisa menjadi the winner .... Alvaro Oki Junior, +6287850408863 AYO tantaretan madureh kta dukung p mu kta doa’in mga mnang di tanndang lwan amin! Tretan Burons Mnia, +6281330979870 P-MU u haruuzz mnang lw4n persiba. que clalu mendukungmu salam sett0ng dereh VITA_CeNt!L#69, +6281939316593 AY0 ay0 y0 y0...? slam sett0ng derehhh ay0 persepam u hrus mnang bwh pulang 3 angka kmadura que clalu berd0a bu4t zainal arief dkk. mudah2 menang t0ur b0rne0 clalu menang VitA-Clalu Ch!mENk tAREt4n dh!k#69, +6281939204272 P-MU kami oreng madure haus g0l kamu.aku ingin nnti s0re lawan persiba u haruz menang j9n banyak 3_0 aj lah buat p-mu. osas saha que pendukungmu smangat kami tdk akan mundur buat u dy0n_vita tretan mania k0bar #69, +6281939204272 AYO PMU jangan patah semangat aku slalu mndukungmu di ISL Aldi Taretan Mania, +6282335508000 G0 G0 ...Bangktlah berjuanglah bes0k klahkah persba 3-0 Ja curi poin penuh maen yg bgus kx,wkt maen d kndang barito buat osas m elcapitan0,cetakgol mu yg cntik Q Mendoa,ka d mendkungmu .. Barosszt Taretan Mania Com0nity, +6281939316890

SUDAH saatnya kita berpaling dari keterpurukan, menghapus pola pikir fundamentalisme guna mencapai peradaban dinamis. Dinamis dalam skop global, khususnya dalam bidang tataniaga, pola politik, pendidikan dan kesehatan. Sebab kesemuanya merupakan kebutuhan primer bagi seluruh insan di alam semesta. Tidak patut kiranya, apabila perjalanan dunia yang semakin modern penuh dengan tantangan era yang menuntut penggerak peradaban untuk bersaing mewujudkan nilai kemajumukan. Majemuk yang mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh alam. Alam dalam arti global seluruh jagat raya. Tidak pandang bulu, hewan melata pun juga membutuhkan kedamaian dan ketentraman abadi. Sehingga dengan begitu sudah tidak arif lagi ketika harus senantiasa bercengkrama dalam kenistaan saling tuding dalam pertentangan SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Mestinya, meminjam bahasa Ahok, wakil Jokowi selaku Gubernur Jakarta, yang dinyatakan di salah satu televisi swasta, ”Tugas besar hari ini adalah tidak lain untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat atau rakyat. Agar merasa penuh otaknya. Penuh perutnya dan penuh dompetnya secara menyuluruh (adil). Bukan penuh hanya sebatas perorangan, pemangku birokrasi atau kebijakan.”

Oleh: JUFRI ZAITUNA Lahir di Sumenep, Madura, 15 Juli 1987.

PENGEMBARA TUBUH di keningmu, kukecup permata yang berkilauan cahaya melingkar di jari-jari manismu gemetar menerangi janji-janji suci dalam kenisbian ilahi antara malam kegaiban dan degup jantung yang terus bersahutan di bibirmu, aku berkaca wajahku memerah, sukmaku hilang arah dingin membakar darah di langit mempesona gigil di puncak kekosongan sewaktu kaugigit lidahku, kugigit lidahmu sampai kita sama-sama bisu di dadamu, aku berjalan kupeluk bayangan bulan berwarna putih melon malam kian licin kegelapan jatuh di pangkuan namun kita masih tertidur di puncak dingin di pusarmu, aku penari yang mabuk di atas perahu tak ada suara, selain bisikan hati yang menggema mengalirkan asmara yang teramat gilanya terhuyung-huyung, tenggelam ke dalam pusaran palung segala muasal di kelaminmu, aku kelelawar yang menggantung berayun-ayun antara malam dan siang saat malam kesepian di ranjang terbakar puisi yang kutulis dengan semerbak melati 2012

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

ripah loh jinawi mesti Ketika dipahami dari bangkit dari keterpupernyataan Ahok, aparukan, untuk menuju bila ditarik dari garis Indonesia sejahtera nasab pahamnya, yang tentunya tidak maka dia berbeda denhanya terdengar saat gan paham mayoritas. yel-yel semata. Tetapi Tetapi ketika diamharapan kami lebih bil garis lurus konteks pada kenyataan dan ketegasannya, maka fakta autentik undia benar dan sangat tuk dipersembahkan arif. Dikarenakan dia Oleh: bagi rakyatnya. Yang merupakan sosok teKOIRUS SHODIQIN hidupnya mengais gas dan wibawa, serta rezeki di bawah terik benar-benar ihklas unmatahari demi sesuap tuk mengabdi pada bangsa dan umat dalam perjala- nasi mengambil sisa-sia barang nannya selama beberapa bulan ini. bekas di balik gedung-gedung berSelain itu, dengan karir yang tingkat dan para bapak-bapak yang semakin menegaskan dirinya se- duduk manis di dalam gedung bagai pemangku kebijakan yang ber-AC, serta tindakan miris yang bersikap blak-blakkan dan selalu kerap kali dipertontonkan dengan siap untuk serumpun dengan etnis paradigma mempersengketakan apapun dan menjalankan sesuai anggaran yang tidak pasti untuk dengan amanah masa lantik serta siapa? Tidak ada permintaan lebih, sesumpah jabatannya, yang berlandaskan undang-undang yang diber- lain kedigjayaan bagi Indonesia lakukan oleh Indonesia, pertanda secara universal, tanpa adanya bahwa dia mempunyai komitmen diskriminasi antar ras, agama, besar untuk menuntaskan visi etnis, budaya dan sosial, tentunya dan misi nenek moyang untuk dengan jalan memberikan hak adil memberikan kesejahteraan bagi yang sesuai dengan hak asasi maseluruh umat Indonesia yang tidak nusia. Sehingga dengan demikian pandang bulu. Dia juga telah mem- perjalanan kehidupan negeri ini buktikan bahwa Bhineka Tunggal akan mencapai pula brand negara Ika, itupun bukan hanya nyanyian madani. Negara yang mempunyai kewibawaan, harga diri, yang tenorang tidak waras semata. Akan tetapi, Bhineka Tunggal tunya akan menjadi daya topang Ika, merupakan keindahan ke- untuk meninggikan harkat dan bersamaan dan berkah dari suatu martabat seluruh tumpah darah perbedaan. Maka dari itu, saatnya yang berlindung di dalamnya. Maka dengan uraian di atas kedeIndonesiaku yang katanya gemah

pannya, tidak harus ada tindakan sensitifitas tingkat tinggi ketika bermunculan pemeran asing sebagai lakon untuk membangun dan mengembangkan starata sosialnya di negeri ini. Sebab dalam risalah Pecinan diceritakan bahwasanya mereka juga ikut melakukan penumpasan para penjajah saat Indonesia berada di bawah kungkungan tirani VOC dan lain sebagainya. Sehingga mereka secara telaah sejarah juga memiliki hak kelola untuk merasakan kekayaan bumi pertiwi ini. Tetapi harus tetap berada pada koridor aturan yang diberlakukan oleh Indonesia. Akan tetapi kita selaku pribumi juga seyogyanya belajar agar lebih maju dan maju lagi. Ingat pula sabda Rasulullah SAW, ”Tuntutlah ilmu walau sampai negeri Cina.” Dengan medium sabda dari Rasul, telah jelas pula bahwasanya ilmu merupakan harga tertinggi dalam kehidupan manusia. Maka kembali lagi agar kita tidak hanya mengedepakan sikap egeoisme dan sensifitas tinggi dalam menjalankan tugas kewenangan sebagai khalifah fil’ard. Tetapi yang perlu dilakukan hanyalah senantiasa memperdalam ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan masa depan. Lagi-lagi guna mewujudkan kehidupan umat manusia yang bermartabat menuju usainya perhelatan SARA.

WUJUD MURNI

LUKISAN HUJAN

KAMPUNG KESUNYIAN

wajahmu, hatimu hatimu cermin, cermin hatimu wajahmu cermin, cermin wajahmu tataplah...! di sana ada kenyataan yang tak ingin menjadi saksi bila kita selalu berdua untuk saling menatap akan wujud kenyataan di wajah cermin yang bening di cermin wajah yang buruk

begitu deras mengguyur tanah tapi tanah tak juga basah tak ada satu pun rumput tumbuh pelukis pun pergi ke sawah

untuk memukulnya sekeras hati yang memanggil akan roh-roh kenyataan yang bangkit seperti gelisah berputar-putar dalam mata mengejar suara-suara hati bayangan tak pasti ketika tangan mesra ini menyentuhnya dengan kelembutan alismu yang telah lama tertidur mencari wujud lain dari kehendak pertemuan yang selalu menyisakan ketidakmengertian 2012

ZIARAH HATI sepi tinggal tulang hati berjalan melewati bangkai puisi yang tertancap dalam jiwa gelisah maut seolah gonggongan anjing yang memanggil-manggil peti jenazah jerit hati menyalakan api di batu-batu jiwa bertuliskan usia yang kian melapuk di ranjang bertabur bisikan tentang gelap bersiasat membuntuti alamat asing juga anasir langit yang murung di kota yang kausinggahi tak lagi mendengungkan keindahan bagi hari-hari yang seperti selembar kertas yang bertuliskan: laknat! 2012

*) Kabid PA HMI Cabang Pamekasan

-alm taufiqur rahman

2010-2011

PERONDA suara kentongan hati siapakah yang terus bertalu-talu seirama tahlil katak di teluk sunyi abadi menanti matahari datang menelan roh kantuk kegelapan 2011

TAKDIR BERDURI kaudengar kicau waktu dalam sangkar duri menyekap alam pikiran mematuk angan yang sekejap bayangan hitam setiap kali desir angin melintasi perjumpaan hinggap di dahan-dahan kenangan mencari sarang yang terbakar api kebencian kini tinggal nyanyian daun-daun tersungkur ketika kaubuka jendela bagi gelap mata terkuak cahaya, melesat di dada puing-puing batu cadas hanguslah jadi debu getar firman seolah membelah kepala menjadi persimpangan jalan beralamatkan sorga-neraka pada siapa lagi mesti kaupilih jalan ini bila mereka menganggap diriku: pengigau, si gila, penabur kembang kata-kata ketakpastian meniupkan roh-roh kebimbangan setiap kali kidung sunyi memendam takdir berduri 2012

Kau teramat sunyi saat kupandangi wajahmu Hanya denting dingin menampar pipi malam yang teramat cekung pada setiap yang datang mengalungkan doa bagi diam rasa sakitmu yang kaupendam tanya kenangan bertalu-talu meriwayatkan batinmu yang akan terkubur dalam setiap ingatan akan langkahlangkahmu di malam kepulanganmu menuju kampung kesunyian 2012

DI MANAKAH KITA? di manakah kita? di bahasa sucikah? atau terperangkap dalam jaring makna yang tersembunyi dalam gelapnya diri terikat tali-tali waktu yang melingkar di ujung semu apakah kita sama-sama menunggu? kuda-kuda hitam untuk kita tunggangi di malam kemarau di bawah pohon asam untk mengukir nama-nama menggambar wajah asing dengan denyut keindahan yang menetes dari dedaunan jatuh dari reranting 2012


8

SABTU

23 Februari 2013

Belum Bekerja, KPU Sudah Mengeluh

PEMEKARAN DAPIL Masih Belum Ada Keterbukaan SUMENEP-Tujuh daerah pemilihan (dapil) dalam Pemilu 2009 dimungkinkan tidak akan ada perubahan dalam Pemilu 2014 mendatang. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.5 tahun 2013, jumlah kursi setiap dapil anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) paling sedikit tiga kursi dan paling banyak 12 kursi. Kendati demikian, KPU Sumenep masih belum bersedia membuka kepada umum bahwa kemungkinan pemekaran dapil sangat kecil bisa terjadi. Alasannya, masih akan dilakukan koordinasi dengan dengan seluruh parpol peserta Pemilu 2014 dalam waktu dekat ini di Kantor KPU Sumenep, Jalan Asta Tinggi, Kebonagung. Anggota KPU Sumenep, Muhammad Ilyas, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima PKPU No.5 tahun 2013 tersebut sehingga dengan PKPU tersebut KPU memiliki landasan untuk melakukan penetapan dapil dan alokasi kursi setiap dapil dalam Pemilu 2014. ”Saya menjumpai di PKPU No 5 tahun 2013, salah satu kalausul yang sangat penting bahwa penambahan dapil dilakukan bagi dapil yang sebelumnya melebih 12 kursi. Misalnya di Dapil A pada Pemilu 2009 berjumlah 10 kursi tetapi sekarang diproyeksikan lebih dari 12 kursi, maka diupayakan untuk dimekarkan,” ujar Ilyas, Jumat (22/2). Menurutnya, terdapat beberapa prinsip dalam penetapan dapil dan alokasi kursi, antara lain: keseteraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, integritas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama dan kesinambungan dari Pemilu 2009. ”Prinsip-prinsip itulah yang akan menjadi acuan dasar dalam pemetaan dapil. Yang terpenting menjadi acuan adalah DAK2 yang telah diserahkan kepada KPU Sumenep dari pemerintah. Itu nantinya tetap akan menjadi pijakan untuk menentukan kursi di masing-masing dapil,” terangnya. Disinggung soal hasil hasil pembahasan internal KPU terkait dengan pemetaan dapil, pihaknya mengaku masih belum selesai. Namun, dia berjanji bahwa dalama satu atau dua hari sudah selesai dilakukan pembahasan. ”Insya Allah, dalam waktu dekat akan mengundang partai politik untuk melakukan rapat koordinasi tentang pemeaan dapil. Sebab, Tanggal 28 Pebruari sudah diminta oleh KPU Jawa Timur menyerahkan pemetaan dapil,” terangnya. Ia menambahkan, KPU Sumenep masih belum menemukan simpulan apakah dapil akan tetap seperti tahun 2009 atau terdapat perubahan. Menurutnya KPU Sumenep masih belum melakukan pembahasan. ”Tetapi dimungkinkan akan ada komposisi kursi yang berubah sering dengan perubahan penduduk di masing-masing Kecamatan, yang berimplikasi juga terhadap jumlah kursi dimasing-masing dapil. Dapil mana, kita masih belum bisa menyampaikan saat ini karena masih belum melakukan pembahasan,” pungkasnya. (bus/rr)

Terkait Rekrutmen Anggota PPS dan PPK SUMENEP-Proses rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa yang bersamaan dengan seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) rupanya membuat bingung KPU Sumenep. Sebelumnya rekrutmen PPS menjadi tugas dari PPK yang diambil dari warga setempat. Berdasar data dari KPU Sumenep, jumlah desa di Sumenep mencapai 332 desa. Jika setiap desa mengirimkan enam calon anggota PPS,

maka ada 1.992 atau hampir 2.000 orang yang harus diseleksi oleh KPU Sumenep dengan tenggang waktu hanya 15 hari. Anggota KPU Sumenep, M. Jazuli Muthar, mengatakan bahwa salah satu yang akan membuat puyeng KPU Sumenep adalah tes wawancara bagi calon anggota PPS yang harus dilakukan sendiri oleh anggota KPU Sumenep. ”Dalam Pemilu 2009 lalu, pembentukan PPK dilakukan terlebih dahulu dibandingkan pembentukan PPS sehingga pembentukan PPS yang merupakan kewenangan KPU bisa dilimpahkan ke PPK. Tapi saat

KM / BUSRI THAHA

M. JAZULI MUTHAR Anggota KPU Sumenep

ini rekrutmen anggota PPS dilakukan secara bersamaan dan semua proses seleksi di-

lakukan KPU Sumenep,” ujar Jazuli, Jumat (22/2). Ia menambahkan, KPU Sumenep berharap kebijakan dari KPU Jawa Timur agar pelaksanaan rekrutmen PPS lebih lancar dan lebih efisien. ”Jika dihitung secara kasar, untuk menuntaskan proses wawancara terhadap ribuan orang calon anggota PPS tersebut kami memerlukan waktu 15 hari non-stop 24 jam tanpa tidur dan istirahat,” keluhnya. Mengingat kondisi Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan, KPU Sumenep berharap ada kebijakan yang lebih efektif dan efisien dari KPU Jawa Timur untuk proses

seleksi PPS tersebut. Jazuli mengaku akan sulit bagi KPU Sumenep melakukan wawancara dengan ribuan calon anggota PPS dari kepulauan dengan tenggat waktu yang sangat terbatas. Bahkan Jazuli sudah terlihat menyerah sebelum melaksanakan tugas tersebut. ”Khusus untuk PPS, sesuai aturan kami meminta pada para kepala desa untuk mengusulkan enam orang sebagai calon anggota PPS yang akan mengikuti seleksi. Jumlah tersebut dua kali lipat dari jatah anggota PPS, yakni tiga orang per desa,” pungkasnya. (bus/rr)

Baliho Ilegal Rusak Pemandangan Kota PAMEKASAN-Meski pelaksanaan kampanye terbuka untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 masih belum waktunya digelar, sejumlah baliho partai politik (parpol) sudah terlihat bertebaran di Pamekasan. Penyebaran baliho tersebut tidak hanya di daerah perdesaan saja, tetapi juga marak di perkotaan, tepatnya di sekitar Monumen Arek Lancor. Kenyataan tersebut menjadi pembicaraan negatif di kalangan masyarakat sehingga sorotan tajam dan kecaman dinyaringkan. Pada umumnya masyarakat menilai hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan. Mengingat Pamekasan selama ini sudah membuktikan adanya warna perpolitikan yang cerdas dan mematuhi peraturan hukum serta undangundang. Direktur Institute for Democray and Social Analysis (IDEAS), Minhadji Ahmad, menegaskan bahwa apapun motifnya, Pamekasan harus steril dari baliho berbau politik. Selain mengoyak keindahan kota, baliho tersebut juga dapat memicu kecemburuan sosial. ”Pemasangan baliho politik sebalum waktu seolah tampak sepele. Tapi kalau kita sadar politik yang bersih, baliho berbau politik tersebut belum waktunya ditayangkan. Jelas ini ilegal,” tekannya. Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Ahmad Husaifi, mengatakan jika pihaknya tidak berwenang menurunkan baliho tersebut. Alasanya, panwaslu mengaku belum menerima surat keputusan (SK) yang menerangkan bahwa lembaga tersebut juga ‘bekerja’ dalam Pemilu 2014 dan pemilihan presiden (pilpres). ”SK yang kami terima dari Bawaslu menerangkan bahwa tugas Panwaslu Pamekasan hanya untuk pemilukada saja. Tidak ada kejelasan apakah tugas kami berlanjut hingga pemilu legislatif dan pilpres,” kilah Husaifi sembari menambahkan bahwa pihaknya pasti bertindak sigap manakala terdapat

KM/HAIRUL ANAM

MENCURI START: Baliho dari salah satu partai politik dipajang di tempat terbuka, tepatnya di dekat Monumen Arek Lancor, Pamekasan, mengotori pemandangan wilayah kota Pamekasan.

pelanggaran dari parpol atau politisi secara pribadi. Terpisah, Ketua Panwaslu Pamekasan, Zaini, menyatakan bahwa berdasarkan Peraturan KPU Pusat Nomor 1 Tahun 2013, panwaslu memiliki kewewenang melakukan penurunan atau mencabut baliho politik di zona yang dilarang. Terkait kelanjutan tugas Panwaslu Pamekasan, Zaini mengaku belum bisa memberikan keterangan. ”Saat ini kami masih konsentrasi

pada laporan dari Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). Deadlinenya hingga tanggal 28 Februari 2013 dan setelah itu kami baru bisa memberikan komentar,” dalih Zaini. Hingga Jumat (22/2), baliho politik tersebut masih terpajang di sudut-sudut kota Pamakesan. Rata-rata tidak berisi ajakan untuk memberikan dukungan atau mencoblos parpol tersebut, namun bertuliskan ucapan selamat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Meski mengucapkan selamat untuk Maulid Nabi Muhammad SAW, namun hal tersebut kurang baik bagi kelangsungan politik sportif di Pamekasan. Kalau itu dinilai tidak bermasalah, maka tidak menutup kemungkinan akan diikuti oleh parpol dan politisi lainnya,” sesal Minhadji Ahmad yang meminta panwaslu atau Satpol PP untuk segera menurunkan baliho ilegal tersebut. (anm/rr)

Dana Pilkades = Kapitalisasi Politik SUMENEP-Biaya yang dikeluarkan oleh calon kepala desa (kades) ternyata sangat besar. Selain mengeluarkan dana untuk mobilisasi politik, para calon kades juga harus mengeluarkan biaya kepanitiaan yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Fenomena tersebut sudah berlangsung lama sehingga setiap momentum pemilihan kepala desa (pilkades) selalu dimanfaatkan oleh petualan politik untuk mengeruk kepentingan pribadi. Bahkan akhir-akhir ini calon kades harus mengeluarkan dana ekstra untuk biaya panitia pelaksana. Ironisnya jumlah tersebut di luar batas rasionalitas. ”Jika anggaran panitia saja mencapai Rp 100 juta, maka dana yang ditanggung calon kepala desa bisa ratusan juta rupiah. Rp 100 juta

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

dikalikan jumlah calon,” ungkap Anggota DPRD Sumenep dari Komisi A, Darul Hasyim Fath, Jumat (22/2). Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai jika dana untuk pilkades tersebut sebagai kapitalisasi politik di tingkat desa. Panitia sering memanfaatkan suasana dengan membesarkan anggaran yang tidak rasional. ”Proses retribusi yang diminta oleh panitia kepada calon kepala desa rentan kapitalisasi politik dan itu berbahaya. Menurut saya subtansi demokrasi menjadi terancam semata-mata karena urusan kapitalisme,” ujarnya tegas. Menyikapi hal tersebut ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) mengambil

suatu kebijakan untuk membendung fenomena kapitalisasi politik di desa. ”Pemerintah harus dapat menyelamatkan konsensus demokrasi di tingkat desa,” harap Darul. Dana yang ditentukan panitia dengan nilai yang cukup tinggi, menurut Darul, sering dijadikan alat para calon yang memilki modal besar untuk mengelabuhi lawan politiknya. Sementara kepentingan masyarakat tidak pernah tercover. ”Itu sebabnya pemkab melalui Bagian Pemdes harus bergerak cepat untuk menyelamatkan konsesi demokrasi karena kerentanan itu sering terjadi sebagai upaya lawanlawan politik tertentu yang memiliki kekuatan modal cukup besar. Sementara representasi kepentingan rakyat tidak ter-

KM/ DOK

DARUL HASYIM FATH Anggota DPRD Sumenep

cover dalam keseluruhan isu kapitalisasi,” tegasnya. Ia menambahkan, masyarakat wajib untuk menolak sistem pilkades dengan anggaran dana yang cukup tinggi dan tidak rasional sebab kapitalisasi politik di tingkat desa itu menjadi

ancaman serius dalam proses demokrasi di desa. Sebagai anggota DPRD, Darul mendesak pemerintah membuat regulasi atau aturan tentang pilkades terkiat dengan retribusi yang harus dikeluarkan oleh masing-masing calon kades karena jika dibiarkan, perdagangan politik itu akan menjadi persoalan yang mencenderai proses demokrasi. ”Jadi kita penting menolak kapitalisasi politik, itu bisnis politik dan itu menjadi ancaman serius dalam rekrutmen demokrasi. Pemerintah harus segera membentuk regulasi dan itu tidak cukup sekedar himbauan,” tutupnya. Kepala Bagian Pemdes Pemkab Sumenep, Ferdian, saat dikonfirmasi terkait rentannnya kapitalisasi retribusi calon ke-

pala desa yang ditentukan panitia, mengatakan bahwa selama ini tidak pernah ada masalah terkait hal tersebut. Menurutnya, dalam pelaksanaan pilkades sudah ada surat edaran dari bupati yang disampaikan ke masing-masing panitia di desa. Reribusi yang ditentukan panitia, kata Ferdian, merupakan wewenang panitia di masing-masing desa. Pemerintah tidak bisa mengintervensi soal pembiyaan proses pilkades yang dibebankan kepada para calon oleh panitia. Ia mengungkap, biaya yang disediakan Pemkab Sumenep untuk masing-masing desa sebesar Rp 5 juta. ”Untuk sementara setiap panitia mendapat dana dari pemkab sebesar Rp 5 juta per desa,” jelasnya. (rei/rr)


SABTU

9

23 Februari 2013

CAGUB JATIM Said Abdullah Yakin Dapat Rekomendasi SURABAYA-Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Said Abdullah, optimistis akan mendapatkan rekomendasi dari partainya untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Timur. Menurutnya rekom dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut akan keluar pada Maret, bulan depan. Ia menandaskan, ada enam calon yang diusulkan oleh PDI Perjuangan, antara lain: Buchori (Walikota Probolinggo), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Bambang Dwi Hartono (Wakil W a l i k o t a KM/DOK Surabaya), SuSAID ABDULLAH handoyo (Wakil Politisi PDI Perjuangan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur), Budi Sulistyono (Bupati Ngawi), dan Said Abdullah. Ia mengatakan, dari enam calon tersebit sudah sepakat siapa saja yang menjadi cagub dan cawagub Jawa Timur dari PDI Perjuangan harus didukung untuk mengalahkan incumbent, pasangan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf. ”Kalau dicalonkan, saya siap mengemban amanat tersebut,” ucapnya di Surabaya, kemarin. Mengenai berapa besar peluang dari keenam calon tersebut, Said mengaku tidak mengetahui karena semuanya berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputeri. Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang, Wahyudi Binaryo, mengatakan jika PDI Perjuangan tidak perlu ragu mengusung kader internal terbaiknya sebagai cagub dan cawagub Jawa Timur. Dengan modal 17 kursi di DPRD Jawa Timur, PDI Perjuangan bisa mengajukan calonnya tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain. ”Modal politik dari PDI Perjuangan lebih dari cukup. Sebagai partai yang bermartabat dan memiliki kedaulatan, PDI Perjuangan wajib mengusung kader internal terbaiknya sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. (ant/rr)

Massa Khofifah Semakin Menggurita Gus Ipul Optimistis Dukungan Kiai Madura PAMEKASAN-Dukungan kepada Khofiah Indar Parawansa untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, Agustus 2013 mendatang terus mengalir di Madura. Kelompok Petani dan Perajin Garam menjadi salah satu yang masih tetap getol menyuarakan akan mendukung Khofifah. Sebagaiaman dilansir beberapa media online, dukungan bagi Khofifah tersebut sangat siginifikan mengingat jumlah keluarga petani garam di Pamekasan saja bisa mencapai angka 100.000 lebih yang memiliki hak pilih. Beberapa waktu lalu Kelompok Petani dan Perajin Garam melalui juru bicaranya, Husni Thamrin, kegagalan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf dalam membendung masuknya garam impor ke Jawa Timur cukup menyakiti mereka. ”Kami para petani dan perajin garam rakyat di Madura menginginkan adanya perubahan di Jawa Timur. Selama ini gubernur tidak mampu menutup kran garam impor yang jelas-jelas sangat merugikan petani garam di Madura,” ujar Husni, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari sebuah media online. Ia menambahkan, Soekarwo kerap mengabaikan kemakmuran petani garam Madura, sekaligus menutup mata atas masuknya garam impor sehingga menenggelamkan harga garam rakyat pada titik yang sangat merugikan petani. ”Kami, para petani dan perajin garam di Madura membutuhkan figur gubernur yang cerdas, visioner, pengalaman, dan memilikik kekuatan basis yang mengakar di Jawa Timur, khususnya Madura. Figur itu kami lihat ada pada Ibu Khofifah Indar Parawansa,” tambah Husni. Soekarwo juga dihakimi gagal membina ribuan perajin batik di Madura. Akibatnya, produsen batik di Madura kesulitan sektor permodalan dan pemasaran lantaran tidak mendapat pembinaan dari gubernur. ”Petani garam di Pamekasan dengan tegas mendukung Khofifah Indar Par-

KM/KASIONO

SAMBANGI BANGKALAN: Gubernur Soekarwo menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Syaichona Cholil, Bangkalan, Rabu (21/2) malam. Pasangan KarSa optimistis mendapat dukungan kiai Madura dalam Pilgub Jawa Timur 2013.

awansa untuk menjadi gubernur Jawa Timur selanjutnya. Beliau pernah menjabat menteri, anggota DPR/MPR, juga sebagai Ketua Gerakan Pengembangan Keuangan Mikro dan ketua Accosiation For Community Empowerment,” pungkas Husni. Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul, optimistis jika dukungan untuk pasangan SoekarwoSyaifullah Yusuf (KarSa) masih tetap

solid di Madura. Gus Ipul menyebut jika para ulama dan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Madura akan kembali mendukung pasangan KarSa dalam Pilgub Jawa Timur 2013. ”Anda bisa melihat sendiri! Seluruh kiai se-Madura hadir dalam acara malam ini (kemarin ,red) dan ini membuktikan dukungan ulama terhadap pasangan KarSa masih kuat. Kami optimistis bisa kembali menang,” kata Gus Ipul saat dijumpai Kabar Madura

di Bangkalan, Kamis (21/2) malam dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Syaichona Cholil. Gus Ipul berkilah bahwa kehadirannya di kompleks pemakaman tokoh ulama Madura tersebut tidak hanya saat berkepentingan dalam pilgub saja. ”Setiap tahun kami selalu hadir ke sini dan sekarang ini terasa berbeda karena ulama dari berbagai kabupaten di Madura ini juga turut hadir menyemarakkan acara,” ujarnya. (rr)

Pembentukan PPK Tunggu Pleno KPU PENGUMUMAN PENDAFTARAN DAN SELEKSI CALON ANGGOTA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN (PPK) dan PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS) PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Sehubungan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2013, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pamekasan membuka pendaftaran Calon Anggota PPK dan PPS dengan ketentuan sebagai berikut: A. SYARAT CALON ANGGOTA PPK Surat lamaran ditujukan kepada Ketua KPU Kabupaten Pamekasan dengan alamat Jl. Brawijaya No. 34 Pamekasan; Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat pendaftaran; Berpendidikan paling rendah SLTA atau sederajat; Melampirkan Surat Pendaftaran Pencalonan Anggota PPK/PPS (form 1); Melampirkan Surat Keterangan Domisili yang dikeluarkan oleh desa/kelurahan di mana calon anggota PPK dan PPS akan mendaftar di wilayah kerja kecamatan tersebut dan dibuktikan dengan foto copy KTP/identitas kependudukan lain yang sah (form 2); Melampirkan Daftar Riwayat Hidup (form 3) ; Pas Photo berwarna ukuran 4 cm x 6 cm sebanyak 4 lembar; Melampirkan Foto Copy Ijazah terakhir yang dilegalisir oleh Pejabat yang berwenang; Melampirkan surat ijin dari atasannya bagi pegawai pemerintah, pegawai BUMN/BUMD maupun swasta; Melampirkan Surat pernyataan setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945; Melampirkan surat pernyataan kesanggupan menjalankan tugas sebagai anggota PPK/PPS; Melampirkan Surat Keterangan Sehat jasmani dan rohani; Melampirkan surat keterangan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih; Melampirkan Surat pernyataan tidak pernah menjadi anggota partai politik yang dinyatakan secara tertulis dalam surat pernyataan yang sah atau sekurangkurangnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik; Untuk persyaratan calon anggota PPK/PPS pada angka 10, 11, 12, 13 dan 14 dapat dipenuhi dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh calon yang bersangkutan (form 4).

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

B. TEMPAT PENGAMBILAN FORMULIR DAN PENDAFTARAN Pengambilan formulir pendaftaran disediakan di masing-masing Kantor Kecamatan atau di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pamekasan pada jam kerja mulai tanggal 26 Pebruari s/d 4 Maret 2013 atau dapat diunduh atau didownload di website KPU Kabupaten Pamekasan yaitu : www. kpud-pamekasankab.go.id. Untuk PPS diusulkan oleh Kepala Desa/Lurah bersama ketua BPD paling sedikit 6 calon anggota PPS ke KPU Pengembalian formulir pendaftaran PPK diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pamekasan terakhir tanggal 4 Maret 2013 jam 13.00 Wib. Untuk PPS diserahkan melalui Kepala Desa masing-masing dan disampaikan oleh Kecamatan masing-masing dengan surat pengantar resmi kepada KPU Pamekasan. C. JADUAL DAN TAHAPAN SELEKSI CALON ANGGOTA PPK dan PPS Seleksi administrasi calon anggota PPK dan PPS dilaksanakan pada tanggal 26 Pebruari - 4 Maret 2013 Pengumuman hasil seleksi administrasi calon anggota PPK dan PPS dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2013 Pelaksanaan Tes Tulis khusus PPK bagi yang lulus seleksi administrasi akan dilaksanakan tangal 6 Maret 2013 Tempat pelaksanaan tes dapat dilihat di Kantor KPU tanggal 5 Maret 2013 Pengumuman hasil tes tulis khusus PPK pada tanggal 7-8 Maret 2013 Tes Wawancara bagi PPK yang lulus testulis dilaksanakan pada tanggal 9 - 11 Maret 2013 mulai pukul 08.00 WIB- selesai, bertempat di KPU Kab Pamekasan. Pengumuman anggota PPK terpilih tanggal14 Maret 2012 Tes Wawancara khusus PPS dilaksanakan pada tanggal 11-16 Maret 2013 bertempat di KPU KabPamekasan Penetapan Anggota PPS tanggal 17-18 Maret 2013 Pengumuman Anggota PPS Terpilih pada 19 Maret 2013 Surabaya, 23 Pebruari 2013 KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR KETUA, ANDRY DEWANTO AHMAD, SH

SAMPANG-Tahapan Pilgub Jawa Timur 2013 di Sampang hingga kini masih belum berjalan sesuai rencana karena belum terbentuknya Panitia Penyelenggaran Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan. Sempat beredar kabar yang menyebut jika anggota PPK lama yang bertugas saat Pemilukada Sampang, 12 Desember 2012 lalu, kembali langsung menjadi anggota PPK dalam pelaksanaan Pilgub Jawa Timur mendatang. Namun kabar tersebut dibantah keras Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Miftahur Rozak, Jumat (22/2). Ia mengatakan bahwa dalam pembentukan PPK untuk Pilgub Jawa Timur nanti akan kembali dilakukan seleksi. ”Belum tentu anggota PPK dan PPS pada Pemilukada Sampang lalu otomatis akan kembali menjadi anggota. Semua putusan

KM/DOK

MIFTAHUR ROZAK Anggota KPU Sampang

masih harus menunggu hasil rapat pleno yang akan kami gelar,” ujarnya melalui sambungan telepon, kemarin. Rozak mengatakan, KPU masih akan merencanakan jadwal rapat tersebut dan direncanakan akan dilaksanakan pasca peresmian gedung KPU Sampang yang

baru. Ia menambahkan, setelah pembentukan PPK nantinya proses pendataan dan pemeriksaan Daftar Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang diterima dari Pemkab Sampang dapat dikerjakan secara maksimal. ”Semua sudah ada mekanisme dan ketentuan yang mengatur tentang hal itu. Diharapkan pelaksanaan Pilgub Jawa Timur nantinya dapat sukses seperti pelaksanaan Pemilukada Sampang yang sudah tinggal babak akhir, yakni pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pilgub Jawa Timur 2013 akan digelar pada tanggal 29 Agustus mendatang. Hingga saat ini KPU Sampang sebagai kepanjangan KPU Jawa Timur di tingkat kabupaten/kota masih dalam proses pembentukan PPK yang akan ditentukan melalui rapat pleno untuk menentukan personil PPK. (sya/rr)

Soal Capres, Pakde Hanya Tertawa BANGKALAN-Soekarwo hanya tertawa menanggapi adanya kabar yang menyebut namanya dicalonkan sebagai Presiden RI berpasangan dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Radjasa, dalam Pilpres 2014 mendatang. ”Wah, berita itu cepat sekali berkembang! Saya saja tahunya dari internet,” ujarnya sambil tertawa saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Bangkalan, Kamis (21/2) malam. Wacana tersebut semakin kuat mengingat Hatta Radjasa memiliki hubungan dekat sebagai besan dengan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Soekarwo yang akrab disapa Pakde merupakan salah satu kader Partai Demokrat yang memiliki catatan dan prestasi bagus selama menjadi Gubernur Jawa Timur. ”Nggak ada pikiran soal pilpres. Saya cukup di sini saja sebagai gubernur dan masih konsentrasi menghadapi Pilkada Jatim yang digelar tahun ini. Tidak pernah ada angan-angan menjadi wakil presiden, apalagi presiden,” katanya. Hatta Radjasa selama ini dikenal tidak pernah berseberangan

KM/IST

BESAN PRESIDEN: Ketua Umum PAN, Hatta Radjasa, disebut-sebut akan dicalonkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Soekarwo yang dicalonkan sebagai presiden oleh Partai Demokrat.

dengan SBY dan dianggap sebagai salah satu orang kepercayaan SBY untuk melanjutkan program-program kenegaraan SBY. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum,

sebelumnya menyatakan bahwa syarat capres yang disung Partai Demokrat harus bisa melanjutkan program dan kebijakan tentang keberhasilan SBY memimpin roda pemerintahan. (rr)


10

SABTU

23 Februari 2013

Syafii Ingin Pamekasan Jadi Pusat Pendidikan PAMEKASAN-Saat ini, masyarakat Pamekasan tinggal menunggu waktu dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih periode 2013-2018. Komitmen tinggi untuk kian memajukan dunia pendidikan di Pamekasan pernah diucapkan bupati terpilih, Achmad Syafii pada saat kampanye Pemilukad Pamekasan lalu. Ia mengatakan, pendidikan menjadi visi utama untuk membangun perubahan di kota gerbang salam. Pria yang masih tercatat sebagai anggota DPR RI tersebut menegaskan bahwa pendidikan patut diutamakan mengingat sendi kehidupan itu terbangun dari pendidikan yang baik. ”Untuk melahirkan masyarakat yang beradab, pendidikannya mesti diseriusi dan perhatian penuh dari pemerintah,” ujarnya kepada Kabar Madura, beberapa waktu lalu. Ia menuturkan, saat memimpin Pamekasan pada 2003-2008 lalu, penanganan dunia pendidikan memang digalakkan. Kesejahteraan guru betulbetul dikedepankan. Demikian halnya penguatan prestasi dalam pentas nasional maupun internasional. ”Saya kira wajar jika Pamekasan terus didorong untuk jadi kota pendidikan karena memang dulu sejarahnya Pamekasan mendapat julukan sebagai kota pendidikan,” ungkap Syafii. Kader Partai Demokrat tersebut mencontohkan, SMP Negeri 1 Pamekasan dulu merupakan ‘SMP-nya’ orang Madura. SMP Negeri 1 Pamekasan merupakan satu-satunya SMP di Madura. Bahkan beberapa siswa dari luar Madura banyak yang bersekolah ke lembaga pendidikan tersebut. ”SMA Negeri 1 Pamekasan dulu juga seperti itu. Kini kita tahu sendiri, sudah banyak bermunculan sekolahsekolah di Pamekasan yang terbilang maju dan berkembang secara pesat.

PRAMUKA Cegah Kenakalan Remaja SUMENEP-Masuknya pramuka ke dalam kurikulum 2013 masih dinilai setengah hati oleh anggota pramuka sendiri. Gerakan pramuka yang selama ini tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pemerintah akan menjadi beban moral tersendiri pada penyelenggaraan kegiatan kepramukaan ke depan. Pernyataan tersebut diungkap Ketua Gusus Depan (Gudep) 0761 Annuqayah, Mohammad Homaidi, Jumat (22/2). Ia mengatakan, dimasukkannya pramuka ke dalam kurikulum baru tersebut mengandung dua makna, yakni menjadi hikmah karena kepramukaan kini sudah mulai dilirik oleh pemerintah dan bisa menjadi petaka karena akan disertifikasikan. ”Kalau sudah masuk kurikulum, itu berarti akan ada anggaran dari pemerintah khusus untuk kegiatan kepramukaan. Dengan ini pramuka justru terbantu dengan dana tersebut untuk menjalankan program pendidikannya. Tetapi di sisi lain, justru saya khawatir kabar akan adanya sertifikasi itu. Saya takut nilai ketulusan pada pembina itu luntur,” ungkapnya. Ia berlandaskan pada kenyataan di lembaga pendidikan yang ada saat ini. Menurutnya, nilai ketulusan guru saat ini sudah mulai tergadaikan sejak adanya intervensi negara melalui iming-iming pemberian bantuan. Ia menilai hilangnya ketulusan mengabdi pada anak bangsa dalam diri guru akan berdampak secara psikologis terhadap pembentukan karakter anak. ”Kalau angka kriminalitas anak-anak seperti yang diungkap media terus bertambah, jangan heran karena memang gurunya sudah begitu, yakni menjadikan mengajar sebagai pekerjaan, bukan lagi pengabdian. Semangat kapitalisme terus tampak,” paparnya. ”Saya khawatir nilai juang pembina pramuka lambat laun akan tergeser seiring dengan adanya bantuan dari pemerintah. Kalau sudah itu yang terjadi, tidak mungkin pramuka akan menjadi pendidikan alternatif dalam menanamkan pendidikan moral di luar sekolah,” pungkas Homaidi. Sebelumnya, Kepala Disdik Sumenep, Ahmad Masuni, mengatakan bahwa pendidikan kepramukaan sangat penting bagi pembentukan karakter anak. Selain itu juga, Masuni juga menegaskan bahwa pramuka akan menjadi wadah alternatif agar anak tidak lagi salah bergaul dan terjerumus ke hal-hal yang berbau negatif. (aqu/rr)

KM/IST

PEMBENTUKAN KARAKTER: Pramuka disebut sebagai salah satu wadah alternatif agar anak tidak lagi salah bergaul dan terjerumus ke hal-hal yang berbau negatif. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/DOK

PEDULI AKADEMIS: Achmad Syafii ingin generasi muda Pamekasan mengenyam pendidikan layak karena Syafii meyakini sendi kehidupan terbangun dari pendidikan yang baik

Demikian juga dengan kabupaten lain di Madura,” terangnya. Syafii menambahkan, banyaknya pesantren-pesantren besar di Pamekasan yang memiliki santri dari luar Madura semakin menambah khazanah nuansa pendidikan di Pamekasan. Ia pun tidak malu menyebut Pamekasan sebagai pusat pendidikan.

”Yang sangat penting saat ini Pemkab Pamekasan harus melakukan keseimbangan pendidikan atau dengan kata lain antara daerah satu dengan lainnya terdapat pemerataan pendidikan,” harapnya. Syafii tidak menampik jika kesenjangan pendidikan di Pamekasan masih terbilang cukup parah. ”Bahkan di pinggiran Pamekasan kondisi pendidi-

kan kita masih perlu banyak pembenahan. Banyak daerah yang kondisinya sarana pendidikannya sangat memprihatinkan,” terangnya. Menurutnya ada daerah-daerah yang memiliki sarana pendidikan bagus. ”Yang itu perlu terus kita tingkatkan. Pemerataan guru juga perlu dipikirkan dan dilakukan pengupayaan jalan ke-

luarnya,” ungkapnya. Ia menggagas agar guru di perdesaan harus diperhatikan sehingga mereka kerasan mengajar di sana. Syafii juga berharap, perumahan guru tidak menempel ke sekolah, melainkan dibuatkan suatu kawasan sehingga para guru bisa berkumpul dan kerasan,” tukasnya. (anm/rr)

Status Kota Pendidikan Surut Tidak Sesuai Realisasi di Lapangan PAMEKASAN-Pembangunan pendidikan memang menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, hal itu tidak berlaku untuk sisi kuantitas, tapi juga kualitas. Dari sini, masukan dari berbagai pihak untuk kemajuan pendidikan sangat diperlukan. Sejumlah tenaga pengajar, kini mempertanyakan status kota pendidikan yang selama ini disandang Pamekasan. Salah satu yang menjadi alasan adalah realisasi di lapangan yang tidak sesuai dengan diskripsi mengenai kualitas pendidikan yang muncul. Sebagian besar guru di Pamekasan mempertanyakan eksistensi kota pendidikan yang disandangnya, karena Pamekasan selama ini banyak berkemelut dengan masalah, baik penolakan kepala sekolah atau dugaan penyalahgunaan keuangan. Zainurrahman salah seorang guru di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan mengatakan, kota pendidikan yang dimiliki oleh Pamekasan kian surut dan tidak lagi menjadi cermin bagi kabupaten lainnya. Semestinya, kota pendidikan tidak

hanya berkutat pada perolehan prestasi saja melainkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan penting untuk dipelihara dengan baik agar tidak menjadi bumerang dalam dunia pendidikan. “Sangat disayangkan, beberapa persoalan pendidikan di Pamekasan yang terjadi selama ini justru merendahkan kota pendidikan yang disandangnya. Yang namanya kota pendidikan semuanya harus berbenah,”ungkapnya, Jumat (22/2). Diakuinya, perkembangan pendidikan di Pamekasan lebih pesat ketimbang pendidikan di tiga Kabupaten lainnya di Madura, namun sejak tahun 2013 ini Pamekasan belum menunjukkan taring sebagai kota pendidikan. “Tetapi justru persoalan yang semestinya tidak terjadi itu berkemelut disini (Pamekasan, red), ini menjadi pertanyaan besar bagi kami sebagai guru. Tidak pantas lah jika pendidikan dijadikan sebagai wadah mencari prioritas,” tandasnya. Busairi guru lainnya pun menilai, kota pendidikan yang telah sekian tahun dimiliki Pamekasan ini tidak menutup kemungkinan untuk diambil alih oleh kabupaten lainnya di Madura. “Karena ketika hanya berkemelut

KM/DOK

CERIA: Sekelompok siswa dari salah satu lembaga pendidikan di Pamekasan yang baru saja menyelesaikan jam sekolah dan hendak pulang.

dalam persoalan tak penting, maka kami yakin prestasi peserta didiknya pasti menurun, makanya tidak perlu lah persoalan pribadi dibawa ke dunia pendidikan, atau ingin mencari uang dalam lembaga pendidikan,” kritik guru asal Desa Sanah Tengah, Kecamatan Pasean.

Mulai sekarang lanjut Busairi, saatnya Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan untuk berbenah diri, sehingga tidak lagi terjadi persoalan yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.”Dan semuanya harus mempunyai tanggung jawab terhadap majunya dunia pendidikan di Pamekasan,” pungkasnya. (jck/h4d)

Banyak Program Luput dari Anggaran 2013 SAMPANG-Rencana anggaran 2013 yang diajukan Disdik Sampang dinilai masih banyak yang luput dari perhatian. Hal tersebut terlihat dari pengajuan anggaran yang masih belum banyak menyentuh nasib guru tidak tetap (GTT), terutama di daerah terpencil. Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Abdul Mukhlis, mengatakan jika pihaknya hanya menerima dan memeriksa apa yang diajukan dari eksekutif. Menurutnya, jika ada permasalahan pendidikan yang luput dari anggaran karena memang tidak dianggarkan oleh eksekutif, dalam hal ini Disdik, bukan merupakan kesalahan dewan. ”APBD diajukan oleh eksekutif. Kalau Dinas Pendidikan sudah membuat dan ada RKA-nya, kenapa kita harus menolak?” ujar pria asal Kecamatan Omben yang juga didaulat sebagai juru bicara Komisi D tersebut. Selain terkait kesejahteraan GTT di daerah terpencil, Mukhlis mengakui masih banyak dari bawah yang tidak terakomodasi sehingga yang terjadi pada penganggaran APBD 2013 lalu hanya hasil

pengalokasian dana yang diajukan eksekutif. ”Terus terang saja, anggaran kita ini bukan usulan dari bawah sehingga banyak yang tidak terakomodasi. Penganggaran kemarin hanya pengalokasian, misalnya untuk Dinas Pendidikan angkanya berapa dan untuk kegiatan apa,” katanya. Ia mengakui, banyak GTT yang mengabdi dari berbagai macam tendensi, mulai dari yang ingin menunggu sampai diangkat menjadi PNS atau yang sekedar mengabdi. Mereka ini yang belum banyak diperjuangkan haknya, apalagi honor yang mereka terima sangat kecil. ”Kita mengakui sebenarnya banyak kesejahteraan GTT yang masih butuh perjuangan banyak pihak. Contohnya GTT yang memang berniat mengabdi untuk pendidikan. Mereka butuh kesejahteraan. Bahkan banyak dari mereka yang honornya hanya tersisa Rp 100 ribu per bulan karena banyaknya kebutuhan,” ungkapnya. Kelemahan tersebut dikatakan Mukhlis karena minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sehingga perlu peningakatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

dan mengurangi berbagai macam kebocoran dari Disdik. Ia mencontohkan fenomena yang terjadi SD Negeri Pandan 1, Omben. Sekolah tersebut hanya memiliki satu guru yang berstatus PNS dan menjabat

sebagai kepala sekolah dengan dibantu empat orang GTT yang masing–masing menerima honor Rp 100 ribu per bulan. ”Kalau kita hanya membaca dari perkotaan, tidak bisa jadi ukuran. Sekolah seperti terse-

but dana BOS-nya sangat kecil. Dengan kondisi seperti itu kita juga turut memonitoring BOS sampai ke sekolah yang bersangkutan supaya benarbenar diterima yang berhak,” tandasnya. (waw/rr)


SABTU

23 Februari 2013

MADURA UNITED Sebagian Pemain Buta Persiba BEDA dengan pertandingan P-MU kontra Barito Putera, sebagian pemain P-MU justru mengaku buta terhadap Persiba Balikpapan. Itu terjadi karena pertandingan melawan Persiba adalah kali perdana. Termasuk juga baru sekali main di Stadion Persiba Balikpapan. Tak heran, melihat kondisi lapangan yang sangat becek dan tak pernah dikenalnya, sejumlah pemain mengaku lapangan Persiba tak ubahnya lapangan kerapan sapi. Hal itu disampaikan oleh Issac Y.M. Djober dan M. Rivai. Bahkan Kristian Adelmud, Rossy Noprihanis dan Alfonsius Kelvan mengaku tak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di Stadion Persiba. Mereka mengakui saat jajal lapangan kemarin adalah kali pertama menjejakkan kaki di stadion yang berdekatan dengan industri hilir Pertamina itu. (bri/ed)

Hanya Dua Kali Jajal Lapangan SIDOARJO-Meskipun sudah merapat dan menjalani latihan di Sidoarjo beberapa hari terakhir ini, namun Perseba Super Bangkalan (PSB) baru bisa menjajal rumput Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu pagi (24/2). Alhasil, Danilo Fernando dan kawankawan hanya akan bisa m e n jalani proses adaptasi menjelang pertandingan keempat menghadapi tuan rumah Deltras Sidoarjo sebanyak dua kali. Yaitu Minggu pagi dan sore harinya.

Pelatih Kepala Perseba Super Nus Yadera menanggapi hal tersebut dengan tenang. Pelatih berdarah Maluku itu mengaku akan memaksimalkan momen tersebut sebaik mungkin. ”Ini biasa terjadi pada klub-klub away lainnya. Bahkan ada yang langsung main tanpa menjajal lapangan terlebih dulu. Yang jelas, jatah latihan di Stadion si Delta, akan kami maksimalkan,” ujarnya singkat. Menanggapi hal itu, Manajer PSB, Ayu Sartika Virianti, mengaku tak terlalu memusingkannya. Bahkan dirinya mengatakan bahwa bagi anak-anak Bangkalan, Stadion Delta sudah seperti homebase kedua. ”Banyak dari pemain kita yang pernah ber-homebase di Gelora

Delta. Saya kira ini akan memberi keuntungan tersendiri bagi tim, meskipun kali ini bermain sebagai tamu,” ujarnya melalui BlackBerry Messenger. Beberapa penggawa Laskar Suramadu memang pernah tercatat sebagai penghuni Gelora Delta. Ferry Aman Saragih dan Danilo Fernando bahkan terkenal cukup a akrab dengan lapangan ya menjadi kandang tim yang berjuluk The Lobster itu. Menjelang bergulirnya bigmatch Grup 3 Divisi Utama Liga Indonesia tersebut, Perseba Super akan turun dengan kekuatan penuh. Bahkan striker mungil asal Tarakan-Kaltim, Fandi Ahmad yang sebelumnya mengalami luka memar di bagian mulut dalam pertandingan melawan Persekam Metro FC Kab Malang beberapa waktu lalu, sudah pulih dan siap diturunkan. (bai/ed)

11

Perang Pemuncak Grup 3 Jelang Deltras v PSB SIDOARJO-Pertandingan Perseba Super Bangkalan (PSB) menghadapi tuan rumah Deltras Sidoarjo yang akan digelar Senin (25/2) mendatang, tentu akan mendapatkan label bigmatch. Selain kedua tim yang memiliki komposisi pemain-pemain kelas 1, penampilan keduanya pada masing-masing pertandingan sebelumnya, juga terbilang ciamik. PSB yang belum terkalahkan di tiga laga awal kompetisi, s e mentara ini mengintai posisi juara grup dengan selisih 1 poin. Sementara Deltras Sidoarjo, memang berada di posisi 3 dengan poin 7 hasil dari rekor dua kali kemenangan dan sekali draw. Namun poin plus bagi Deltras adalah ketiga pertandingan yang sudah dilalui The Lobster (julukan Deltras), dijalani sebagai tim tamu. Sehingga nilai 7 yang diperoleh, masih terbilang fantastis dibanding PSB yang sudah melakoni 2 laga kandang. Itulah yang menjadi pertimbangan lain bahwa pertandingan ini akan berjalan sengit. Selain pergeseran

MENGHINDAR: Striker Perseba Super Bangkalan Fandi Ahmad (10-kanan) berusaha melewati kawalan pemain lawan yang menjaganya.

posisi pemuncak klasemen yang dipastikan juga berubah apabila 3 poin berhasil dibukukan oleh salah satu tim. PSB akan menjadi juara grup apabila bisa merebut 3 poin. Perolehan tersebut melengkapi sapu bersih poin dari empat laga dengan total 12 poin. Apabila sebaliknya, maka Deltras dipastikan menyodok ke posisi runner up sekaligus menggeser kedudukan Perseba Super. Tak hanya menjadi sorotan publik Bangkalan. Laga ini juga masuk on the spot secara lebih luas hingga seantero Madura. Hartono, pecinta sepak bola Madura asal Pamekasan adalah salah satu yang penasaran dengan hasil laga tersebut. Pria yang tinggal di Jl. Dharma, Kecamatan Kota itu juga berharap 3 poin yang diperebutkan, akan bisa dibawa pulang oleh anakanak Bangkalan. ”Saya sangat memantau laga Deltras lawan Perseba Super ini. Mudahmudahan tim Bangkalan bisa membawa pulang 3 poin,” ujarnya melalui ponsel. Komentar berbeda juga datang dari Medi. Pria asal Kalianget, Sumenep ini bahkan berencana akan hadir langsung untuk memberikan dukungan solidaritas bagi sesama klub asal Madura itu. ”Mudah-mudahan tak ada halangan. Jadi saya bisa hadir ke Sidoarjo,” ungkap ayah satu anak ini. (bai/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

Menelusuri Jejak Warga Madura di Kota Balikpapan (2)

Kota Kerja yang Dipenuhi Pendatang, Minus Papua Setelah bermalam di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ada beberapa hal menarik yang perlu disajikan untuk pembaca. Berikut catatan wartawan Kabar Madura Tabri S. Munir, yang ikut serta dalam rombongan P-MU selama melakoni Tur Borneo. KOTA Balikpapan adalah kota kerja. Demikianlah ungkapan sejumlah warga yang berada di Balikpapan. Selain itu, sebutan yang paling akrab di telinga Kabar Madura, Balikapan adalah kotanya para pendatang. Nah, sebutan yang kedua ini yang paling gampang diterima. Pasalnya, kota yang pada tahun ini menancapkan usianya yang ke-116 ini, sebagian besar penduduknya adalah warga pendatang dari berbagai wilayah Indonesia. Cuma, kendati berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yang paling jarang ditemui di kota ini adalah warga asal Papua atau Indonesia timur lainnya. Di kota yang juga dijuluki sebagai Kota Minyak, sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Madura. Sebutan Madura sengaja dipisahkan dengan Jawa, karena warga Madura di Balikpapan membentuk koloni sendiri. Beberapa warga Madura yang hidup di Balikpapan sebagian besar sudah turun temurun. Tak jarang dari mereka sudah memiliki rumah serta keturunan yang sudah tidak banyak tahu tentang Madura. Seperti Hasan, Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

ISTIMEWA

TARETAN DHIBI: Wartawan Kabar Madura, Tabri S. Munir (kanan), foto bareng wartawan Tribun News Balikpapan Feri Mei Efendi, yang aslinya dari Pamekasan.

wartawan lokal yang sempat diceritakan kemarin (21/2). Dia terlahir di Balikpapan dan sudah tidak banyak tahu tentang kebudayaan Madura. Pagi kemarin, Kabar Madura kembali menemukan saudara asal Madura, Feri Mei Efendi. Pria yang menajdi salah satu wartawan Tribun Kaltim tersebut adalah warga Madura yang sudah sejak tahun 2006 menetap di Balikpapan. Feri -biasa dipanggil, adalah warga Pamekasan. Tepatnya di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Bertemu dengan Kabar Madura, Feri langsung menyapa dengan

Bahasa Madura. Tukar nomor HP dan PIN BlackBery langsung dilakukan. Selama pertemuan tersebut, Feri lebih banyak bertanya tentang kondisi Madura terbaru. Termasuk perkembangan politik di Pamekasan. Sementara Kabar Madura lebih cenderung bertanya perkembangan warga Madura di Balikpapan. Dari cerita Feri, sebagian besar warga Balikpapan adalah pendatang. Sementara penduduk asli Kaltim menurutnya tersebar di beberapa titik saja. Kota Balikpapan sebagai kota kerja mulai jelas dari cerita Feri. Menurutnya, tuntutan hidup

dan biaya hidup yang sangat tinggi memaksa warga di Balikpapan harus bekerja secara maksimal. Tak heran, aktivitas warga Balikpapan dimulai sejak pukul 05.00 WITA hingga tengah malam. Itupun, bagi sebagian warga yang rajin memanfaatkan peluang di atas jam 12 malam, masih memungkinkan cari rezeki. Terutama dari sektor jasa angkutan dan hiburan. Harga-harga barang di Balikpapan memang tergolong tinggi dibanding harga-harga di Banjarmasin dan Martapura. Seperti sebungkus diterjen yang biasa dibeli seharga Rp 1.000 di Madura, bisa mencapai Rp 5.000. Mahalnya harga-harga tersebut tidak sama dengan harga permata sebagaimana dijual di Martapura. Jika membeli di Martapura harganya Rp 300 ribu di Balikpapan, tepatnya di Pasar Sayur bisa lebih murah. Untuk perhiasan yang dijual Rp 300 ribu bisa didapatkan dengan harga Rp 150 ribu. Soal tawar menawar tidak harus se ekstrem sebagaimana belanja di Martapura. Belanja berlian dan batu-batu perhiasan di Balikpapan lebih banyak yang melepas dengan harga pas. Bagaimana warga Madura di Balikpapan?. Menurut Abd. Hadi, salah satu penjual batu perhiasan di Pasar Sayur, sebagian besar warga Madura sebelum pulang ke Madura akan belanja batu perhiasan di Pasar Sayur. Menurut keterangan Hadi, mereka biasanya memborong hingga beberapa bungkus batu perhiasan. Itu semua, menurut Hadi, karena akan dijadikan sebagai hadiah sanak saudaranya di Madura. (ed)

KM/DOK

BERGEMURUH: Aksi Mimit memandu K-Conk Mania di Stadion Delta Sidoarjo saat mendukung P-MU di 8 Besar Divisi Utama lalu.

Mimit Pimpin Agenda Ngongghai Sidoarjo BANGKALAN-Perjuangan Perseba Super Bangkalan (PSB) saat melakoni laga berat melawan tuan rumah Deltras Sidoarjo tidak akan dijalani sendiri. Pasalnya sejak beberapa hari terakhir, pendukung fanatik PSB, K-Conk Mania sudah berkoordinasi terkait agenda Ngongghai Stadion Gelora Delta, tempat berlangsungnya pertandingan. Tidak seperti biasanya, Dirijen K-Conk Mania, Mimit Jenggot mengaku akan memimpin langsung keberangkatan anggotanya ke Sidoarjo. ”Kami sudah koordinasi. Saya akan pimpin langsung sebagai koordinator keberangkatan,” ungkap Mimit, saat ditemui di Markas K-Conk, kemarin (22/2). Selain itu, dalam koordinasi terakhir antara K-Conk dan Delta Mania, tercapai kesepakatan agar selama berada di stadion, K-Conk tidak menggunakan atribut suporter lain selain K-Conk Mania. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. ”Saya kira imbauan ini tetap akan

kita sosialisasikan. Bahwa KConk berangkat ke Sidoarjo hanya dengan atribut K-Conk Mania. Agar tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan,” imbuh Mimit. Sementara itu, komunikasi dengan suporter tuan rumah, Delta Mania, sudah dilakukan. Bahkan Ketua Koordinator Lapangan Delta Mania, Bakerok, mengaku dirinya beserta anggota-anggota Delta Mania sudah menantikan kehadiran K-Conk di Sidoarjo. ”Welcome buat K-Conk Mania di Sidoarjo. Kami sangat menunggu kedatangan saudara kami dari Madura ini,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya. Pertemuan dua suporter beda pulau ini sudah kedua kalinya terjadi, setelah tahun lalu saat Persepam Madura United (P-MU) melakoni babak 8 besar Grup Timur yang digelar di Gelora Delta. Hanya bedanya kali ini, KConk datang sebagai pengawal Perseba Super dan bertanding melawan tuan rumah yang memiliki level kompetisi yang sama pasca Deltras terdegradasi dari ISL musim lalu. (bai/ed)


12

SABTU

23 Februari 2013

Target Menang di Bentrok Perdana

LAGA tandang Persepam Madura United (P-MU) kontra Persiba Balikpapan nanti sore adalah pertemuan perdana kedua tim. Secara pengalaman, P-MU masih kalah jauh dengan Persiba yang lebih dulu mentas di kasta kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Kendati demikian, soal semangat tanding, keduanya sama-sama memiliki motivasi untuk bisa tetap bertahan sebagai peserta kompetisi ISL musim depan. Usungan target tersebut terus disematkan oleh seluruh pemain yang saat ini berb a j u

KM/TABRI S. MUNIR

LINE UP: Starting eleven Laskar Sape Kerap lawan Barito Putra, yang kemungkinan kembali dimainkan lawan Persiba Balikpapan.

loreng merah putih. Apalagi itu memang menjadi atensi tersendiri dari Manajer P-MU, Achsanul Qosasi. Pria asal Kecamatan Lenteng Kab. Sumenep yang berhasil membawa P-MU promosi ke

ISL tersebut mengaku usungan target tersebut adalah sangat realistis. Mengingat P-MU adalah peserta baru di pentas ISL. ”Segala upaya agar P-MU tetap bertahan di ISL

akan saya lakukan. Termasuk agar selalu meraih poin dalam setiap pertandingan,” ujar AQ -sapaan akrab dari manajer P-MU tersebut. Dalam rangka bertahan di ISL tersebut, tak heran jika Laskar Sape Kerap pada akhir musim nanti minimal meraup 41 poin. Itu, oleh banyak pengamat bola diakui sebagai poin keramat yang harus dikumpulkan Zaenal Arif dan kawan-kawan untuk menjaga eksistensi P-MU di musim mendatang. Untuk meraih angka tersebut, minimal harus bisa meraup poin penuh di 13 laga kandangnya. Memang sangat berat. Sebab lawan yang akan dihadapi P-MU semunya sudah siap meraih poin dimanapun bertanding. Salah satu cara yang sangat realistis untuk

menghimpun poin tersebut, menurut Pelatih Kepala P-MU adalah mengurangi raihan poin lawan di kandangnya. ”Kami akan selalu berusaha agar lawan tidak meraih poin penuh di kandangnya,” jelas Daniel Roekito. Target tersebut menurut Daniel adalah target realistis ketika P-MU harus bertanding di bawah tekanan s u p o r t e r dan jauh dari pembelaan suporter Madura. Dijelaskan pula, itu juga a k a n berdampak signifikan terhadap timnya. ”Setidaknya jika mampu mengurangi poin lawan kita akan bisa mengejarnya,” tandas pelatih asal Semarang tersebut. (bri/ed)

Siap Tampil Habis-habisan BAGI Laskar Sape Kerap, laga sore ini adalah ajang pertandingan sesungguhnya untuk menampakkan powernya. Sehingga titel the real game diusung oleh Zaenal Arif dan kawan-kawan. Ikhawal mengusung titel tersebut berawal dari pertandingan saat lawan Barito Putera sebelumnya. Menurut Zaenal Arif, elCapitino P-MU, laga lawan Barito Putera digelar adalah pertandingan antar-pemain yang masih segar bugar. Hal itu pantas disampaikan Zaenal karena yang berangkat ke Kalimantan adalah mereka yang siap tempur. Sementara terhadap pertandingan nanti sore, kondisi pemain P-MU mengalami sedikit cobaan. Itu karena tiga pemain mengalami masalah kebugaran usainya laga lawan Barito Putera. Kondisi tersebut mengingatkan memori ketika P-MU meladeni Persiwa Wamena. ”Saya sangat ingin tim ini terus naik performanya, dan pertandingan nanti bagi saya adalah pertandingan sesungguhnya untuk men-

Prediksi Menang Kalah POSISI Persiba Balikpapan sebagai tuan rumah justru tidak sebagaimana di siarkan oleh salah satu situs online justru tidak begitu diunggulkan. P-MU diunggulkan untuk menang dengan prediksi tipis

PMU MENANG PERSIBA MENANG DRAW

guji mental tim di lanjutan kompetisi,” ujar Zaenal. Ungkapan tersebut, disampaikan karena tribun penonton yang sangat dekat dengan lapangan menjadi salah satu alasan. Belum lagi suporter Persiba terkenal memiliki militansi yang kuat serta berani mengintervensi pemain melalui tribun. ”Kalau mental pemain tidak drop di Stadion Persiba ini, berarti mereka telah siap bertarung pada pertandingan selanjutnya,” ujar Daniel Roekito yang pengalaman sebagai pelatih Persiba Balikpapan dengan home base di Stadion Persiba. Terhadap kondisi tersebut, sejumlah pemain P-MU justru mengaku siap tampil habis-habisan dan berusaha tenang tak terpengaruh provokasi pemain lawan. ”Cukuplah saya menjadi pelaku gol bunuh diri kemarin. Saya akan berusaha tampil lebih tenang lagi,” uajr Filry Apriyansyah, pemain yang mengoleksi satu gol bunuh diri. (bri/ed)

Daniel Roekito Puasa Makan Ikan SUADI PRIBADI FOR KM

BUKTIKAN CONG: Sebagai striker utama, Osas Saha diharapkan bisa menjebol gawang Persiba Balikpapan di laga sore ini.

ISL 2012 / 2013 KLUB

P W D L GD PTS

1. MITRA KUKAR

8 6 1 1 19-12 19

2. PERSIPURA

7 4 3 0 14-3 15

3. AREMA INDONESIA

8 5 0 3 16-8 15

4. PERSISAM

8 4 2 2 13-11 14

5. GRESIK UNITED

8 4 1 3 10-11 13

6. SRIWIJAYA FC

7 3 2 2 14-12 11

7. BARITO PUTERA

6 3 2 1 8-6

11

8. PSPS

7 2 3 2 5-4

9

9. PERSIRAM

8 2 3 3 9-11

9

10. PERSITA

8 2 3 3 8-11

9

11. PERSIBA BALIKPAPAN

6 2 2 2 5-6

8

12. PERSIDAFON

8 2 1 5 11-14 7

13. PERSIWA

7 2 1 4 9-14 7

14. PERSELA

6 2 0 4 8-8

15. PERSIB

6 1 3 2 10-11 6

16. PELITA BANDUNG RAYA

7

17. PERSEPAM MU

6 2 0 4 5-14 6

18. PERSIJA

7 1 2 4 9-14 5

1

3 3 8-11

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

makan makanan yang berasal dari barang bernyawa, termasuk ikan laut,” ujar Daniel Roekito. Tak hanya itu, Daniel Roekito adalah penghobi krupuk. Baik di kamar ataupun tempat dimana dirinya duduk, selalu tersedia krupuk. Bahkan, ketika sedang perjalanan menggunakan bus, dia akan selalu nyangu krupuk. (bri/ed)

PERJUANGAN P-MU untuk meraih poin di Bumi Borneo belum selesai. Sore ini mereka akan meladeni tim berjuluk Beruang Madu, Persiba Balikpapan di Stadion Persiba. Target harus raih poin menjadi tekad utama yang diusung anak asuh Daniel Roekito. Dalam rangka meraih target tersebut, Manajer P-MU Achsanul Qosasi secara khusus dijadwalkan akan mendampingi pemainnya. Dukungan AQ –sapaannya, di bench pemain selama ini memang tergolong ampuh menaikkan daya juang Laskar Sape Kerap. Bahkan, Zaenal Arif dan kawan-kawan seakan tampil kesetanan jika manajer asal Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep ini, mendampingi pemainnya secara langsung. Itu terbukti, dalam dua laga kandang P-MU beberapa hari lalu. Selain akan memberi r rdukungan langsung termainnya, AQ hadap pemainnya, mengaku sangat ingin menikmati pertandingan tim P-MU.. Dia mengaku sangat ingin melihat P-MU bermain an tampil sportif dan awah tekanan lepas di bawah h. Untuk itu, tuan rumah. ap mental pedia berharap mainnya tak kendor. Tetapi teruss bangkit agar a mensejajarsegera bisa ngan klub ISL kan diri dengan lainnya. ”Pemain kami sadari nampakkan sudah menampakkan g mengembigrafik yang moga itu terrakan. Semoga gar target di us naik agar musim ini tercapai,” jelas AQ. usus pria Secara khusus yang juga menjabat

sebagai anggota DPR RI yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur-Madura, ini mengharap penggawa Sape Kerap tidak mengulang kesalahan. Terutama salah gawang. ”Harapan yang paling utama adalah pemain jangan kembali salah gawang untuk cetak gol,” ujar AQ, sebagai satiran terhadap terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan Firly Apriyansyah. Lebih lanjut AQ berharap agar kolektifitas dan soliditas antar-pemain terus dijaga. Sehingga nantinya bisa mendulang support dari sejumlah pihak, terutama suporter. ”Menggalang kolektifitas dan kerjasama antar pemain membutuhkan waktu dan ongkos yang tidak ringan. Ini harus terus dipupuk agar Madura terus kompak, baik pemainnya maupun suporternya,” pungkas pria yang menjadi wakil ketua umum Dewan Pengurus Nasional De Dewan HK KTI. (bri/ed) HKTI.

ACHSANUL QOSASI Manajer P-MU

Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim PERSIBA BALIKPAPAN 19 Feb 2013 Persiba Balikpapan (1) - Persela (0) 13 Feb 2013 Persita Tangerang (3) - Persiba Balikpapan (1) 27 Jan 2013 Persiba Balikpapan (1) - Arema (0) 22 Jan 2013 Persiba Balikpapan (1) - Gresik United (2) 10 Jan 2013 Pelita Bandung Raya (0) - Persiba Balikpapan (0) P-MADURA UNITED 19 Feb 2013 Barito Putra (2) - Persepam Madura United (1) 14 Feb 2013 Persepam Madura United (2) - Persiram (1) 9 Feb 2013 Persepam Madura United (2 )- Persidafon (1) 3 Feb 2013 Persiwa Wamena (2) - Persepam Madura United (0) 31 Jan 2013 Persipura (4) - Persepam Madura United (0)

Lapangan Becek, Main Full Power

KLASEMEN SEMENTARA NO

SEJAK rombonga P-MU berangkat ke Martapura, Daniel Roekito terlihat sering makan tanpa menggunakan ikan ataupun daging sebagai lauk. Usut punya usut, sebagaimana disampaikan oleh pelatih yang sering memakai topi ini, dirinya sedang puasa untuk makan sesuatu yang berasal dari hewan bernyawa. ”Saya sedang puasa

Bakar Semangat Tim, AQ ke Balikpapan

6 6

BALIKPAPAN-Laga tanding P-MU melawan tuan rumah Persiba Balikpapan, akan menjadi ajang mempertaruhkan nama klub asal Madura tersebut. Sebutan sebagai Laskar Sape Kerap harus dibuktikan di lapangan Stadion Persiba yang bersebelahan dengan perusahaan pengolahan migas. Di stadion yang kemungkinan tahun depan tidak akan lagi menjaadi home base Persiba tersebut, kondisi lapangannya sangat miris. Bahkan lebih parah dari lapangan Stadion Pendidikan sebagai home base Persiwa Wamena-Papua. Kondisi rumputnya memang agak rata jika dilihat dari jarak jauh. Tapi itu tak mampu menutupi kondisi lapangan Stadion Persiba Balikpapan yang becek. ”Pertandingan kalau kondisi lapangan seperti ini, seperti main di lumpur saja,” ujar Rivai mencoba mengomentari lapangan Stadion Persiba yang dijajalnya kemarin. Pantauan Kabar Madura yang ikut serta dalam rombongan P-MU ke Balikpapan dalam rangka meliput langsung segala aktivitas pemain P-MU selama di Balikpapan, lapangan dimaksud memang sangat becek. Bahkan ketika mencoba berlari di lapangan

KM/TABRI S. MUNIR

JAJAL LAPANGAN: Penggawa Laskar Sape Kerap latihan pagi di Stadion Persiba kemarin.

tersebut, beberapa kali kaki terperosok karena tanah lapangan sangat lembut. ”Hati-hati sendirilah nanti kalau main disini,” ujar Daniel Roekito, mencoba mengingatkan pemainnya terhadap kondisi lapangan Stadion Persiba.

Menyadari kondisi lapangan, Daniel Roekito sangat tak berharap pemainnya mengandalkan permainan cantik. Untuk itu, dia akan menginstruksikan pemainnya untuk bermain dengan umpan-umpan jauh serta kekuatan fisik selama permainan.

”Kondisi seperti ini, pemain harus mengandalkan powernya. Kalau sprint dan dribling sangat tidak bagus dimainkan di lapangan ini,” ujar Daniel Roekito ketika ditemui usai memimpin latihan. Harapan Daniel agar anak didiknya bisa main optimal dengan mengandalkan permainan yang mengandalkan power tersebut juga menjadi salah satu strategi yang akan diusung Pelatih Persiba, Herry Kiswanto. Pelatih yang pernah menjadi pemain Persib Bandung tersebut mengaku anak didiknya akan diupayakan tampil maksimal dengan mengandalkan kekuatan fisik. ”Kami sudah terbiasa dengan lapangan begini. Setidaknya, pemain sudah harus memainkan permainan keras dan cepat untuk meraih target menang di kandang,” ujar Herkis –sapaan Herry Kiswanto. Terhadap kondisi tersebut, Daniel tetap optimistis anak didiknya mampu meraih poin. ”Lawan memang lebih faham kondisi terhadap. Itu kunci superioritas mereka di sini. Tapi saya yakin P-MU pulang dengan poin di tangan,” ungkap Daniel Roekito. (bri/ed)

Kabar Madura  

daily newspaper

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you