Page 1

9 7 7 2 0 8 7 2 7 5 6 7 1


SOWAN DARI REDAKSI

Orkestra yang

Indah Tujuannya

H

Kita musti mengisi hari-hari untuk membentuk sebuah “lagu� kehidupan. Dan kehidupan baru akan terasa keindahannya ketika setiap orang bisa bersatu dan membentuk sebuah harmoni kehidupan

idup ini memang begitu indah. Kita, sebagai umat manusia, sudah pasti seharusnya pandai-pandai mensyukurinya. Untuk itu, bagaimana kita bersikap, berbuat, dan menjaga hubungan baik dengan sesama tanpa kecuali, adalah salah satu tindakan yang patut kita lakukan sebagai sebuah ungkapan syukur. Mungkin, pergelaran orkestra bisa kita jadikan objek ibarat. Ya, hidup manusia itu bisa ibarat sebuah orkestra. Dalam orkestra, setiap pemain pasti memegang alat musiknya masing-masing dan memainkan nada-nada untuk membentuk sebuah lagu. Bayangkan, bagaimana jika setiap pemain itu sesuka hatinya memainkan alat musiknya? Pastinya, tidak akan pernah tercipta lagu yang baik dan indah. Mereka bisa dibilang tak sanggup memainkan perannya dengan baik. Dan lihat ketika semua pemain bisa memainkan perannya dengan menyatu dan membentuk sebuah harmoni, saling mengisi dan melengkapi. Sudah barang tentu, dengan begitulah pertunjukan orkestra akan terasa keindahannya. Lalu, apakah keindahan orkestra terjadi karena kehebatan masing-masing pemainnya? Tidak.. Tentu, ada seorang konduktor atau pemimpin yang mengaransemen, menyatukan, dan mengarahkan semua pemain. Demikian juga dengan hidup kita ini. Kita memang wajib menjalani hidup masing-masing, sebaik mungkin sesuai dengan peran kita di kehidupan ini. Kita musti mengisi hari-hari untuk membentuk sebuah “lagu� kehidupan. Dan kehidupan baru akan terasa keindahannya ketika setiap orang bisa bersatu dan membentuk sebuah harmoni kehidupan. Saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Keindahan hidup ini tidak terjadi karena kehebatan kita. Kehidupan bisa menjadi indah karena ada Dia yang memimpin, merencanakan setiap detail kehidupan, menyatukan dan mengarahkan kita. Jadi, sepatutnyalah mata dan hati kita selalu tertuju pada Sang Konduktor, agar kita bisa berhasil memainkan peran kita masing-masing, yang pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yaitu keharmonisan, keindahan menjalani kehidupan ini. Ini pun yang menjadi harapan bangsa Indonesia. Semoga, dengan adanya presiden kita yang baru, semua masyarakat tanpa pandang bulu, dapat menyadari peran masing-masing untuk melintasi perjalanan selanjutnya. Mari kita sama-sama bersatu, memainkan orkestra hidup ini agar terasa indah. + Salam dari Baciro

Kunjungi website majalah Kabare di: www.kabaremagzine.com

04

Juli 2014

Dapatkan e-magz Kabare di: www.wayangforce.com

Majalah Kabare/Kabare Magazine Group: Kabare Magazine Community


PERINTIS: Prof. Dr. H Koesnadi Hardjasoemantri, SH, ML (Alm) PENASIHAT: GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi KBPH. Prabu Suryodilogo Moetaryanto Poerwoaminoto AO KRT. Sugiharto Soeleman Ir. Paulus Warsono Broto, MM PENANGGUNG JAWAB: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH DEWAN DIREKSI: Drg. R Eddy Purjanto KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH Ir. Danang Wibowo DEWAN REDAKSI: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH FA Herru Della Yuanita Agus Yuniarso Wahyu Indro Sasongko FOTOGRAFI: Budi Prast Albert Taurino ARTISTIK & PRODUKSI: Sutoto Arif Tedja Mukti PEMASARAN IKLAN: Anis Rohmah Nurjanah (Koordinator) M Farid Imawan KEUANGAN & ADMINISTRASI IKLAN: Lulu Z Ofta Arianti SIRKULASI & PROMOSI: Tegar Hartoko Sutaryo REDAKTUR ONLINE: Agus Yuniarso ADMIN IKLAN Monica Dyah Kusumawati

Model Busana & Aksesoris Foto Desain

: : : :

Arswendo Atmowiloto Koleksi pribadi BK Sutoto

PERWAKILAN JABODETABEK Herlan Perisa Bambang Kusubyanto Kristina Agustin (Administrasi) PENERBIT: PT. Kabare Jogja Media Pariwara ALAMAT REDAKSI, IKLAN DAN SIRKULASI: Jl. Pacar 67A, Baciro, Yogyakarta, Telp +62 274 562 887, Faks +62 274 558 072 E-mail: info@kabaremagazine.com, kabareyk@indosat.net.id Website: www.kabaremagazine.com ALAMAT PERWAKILAN JAKARTA: Sovereign Plaza Lantai 12 Jl. TB. Simatupang No. 36, Jakarta 12430 Telp: 021 - 294 00 153. Fax: 021 - 294 00 161

Juli 2014

05


PASUGATAN

DAFTAR ISI

10 Regol Kawasan Parangtritis yang berada di pesisir selatan Yogyakarta dan berhadapan langsung dengan laut selatan Jawa, tentu memiliki nilai kultural penting. Selain terkait dengan keberadaan dan perkembangan warisan budaya dari Dinasti Mataram Islam yang senantiasa dijaga lestari, juga berkaitan dengan filosofi keberadaan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Selain menjadi salah satu kawasan wisata yang paling ramai dikunjungi karena keelokan bentang alamnya, Parangtritis juga menjadi salah satu pusat aktivitas spiritual dengan berbagai peninggalan bersejarah yang tersebar di sejumlah situs yang senantiasa dijaga kesakralan dan kelestariannya.

Kondhang 24 Meski telah lama meninggalkan hiruk pikuk kepopuleran, sebagai pemusik Leo Kristi tak pernah berhenti berkarya. Ia terus mencipta dan sesekali naik ke panggung yang tentu jauh dari dunia populer. Ia menghibur hanya untuk orang-orang yang setia mengikuti, yang merindukan syair-syairnya sebagai hembusan angin di tengah terik negeri ini. Leo Kristi bukanlah penyanyi yang dikenali seantero negeri ini. Panggung Konser Rakyatnya pun bukan panggung gemerlap seperti panggung para selebriti saat ini.

40 Canthing Kristal dianggap bunga dalam dunia mineral. Kekayaan warna dan energi yang dimiliki kristal semakin nyata manfaatnya setelah digabungkan dengan teknologi canggih sebagai alat perawatan tubuh dan wajah secara modern. Batu kristal juga menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mendambakan penampilan mewah dan elegan, serta memberikan gaya berbeda dalam berbusana. Salah satu yang paling digemari yakni kristal swarovski yang banyak dipilih para perancang, baik busana maupun aksesoris, juga perhiasan.

Pendopo 72 Konon, nyadran merupakan tradisi yang diawali oleh Ratu Tribuana Tungga Dewi, sang Raja Majapahit. Saat itu dirinya ingin berdoa kepada ibunya yang bernama Ratu Gayatri dan roh nenek moyangnya yang diperabukan di Candi Jabo. Untuk itu disiapkan sesaji yang ditujukan kepada para dewa. Tradisi ini pun kemudian dilanjutkan oleh Prabu Hayam Wuruk. Konon pula, tradisi nyadran ini dilanjutkan oleh Wali Songo dengan tujuan untuk mendoakan para orangtua di alam baka. 06

Juli 2014


32 Gebyar Terinspirasi gaya hidup kaum sosialita yang kini lebih tertarik untuk tampil simpel, dinamis, dan trendi, membuat busana muslim kini sangat diminati masyarakat. Kesan busana muslim yang merupakan kolaborasi antara bentuk-bentuk simetriasimetris dengan perpaduan efektif antara komposisi material utama batik indigo motif parang dengan lipatan-lipatan asimetris, memberi nilai lebih pada tampilannya yang lebih profesional.

Klangenan 84 Aktivitas ngopi lantas menjelma jadi satu bagian dari gaya hidup. Gaya hidup yang bukan saja milik para pencinta sejatinya, tapi juga semua kalangan, lintas usia serta lintas profesi. Mereka menikmati kopi tak hanya saat ada waktu luang. Di waktu menjalani aktivitas pun, kopi acap dijadikan teman. Bahkan, tempat-tempat minum kopi kemudian bagai rumah atau office kedua bagi mereka. Oleh sebab semakin jadinya gaya hidup ini, gerai-gerai kopi yang ada lalu semakin memacak diri. Didesain manis, dibuat begitu nyaman supaya tercipta suasana hangat, dan representatif agar dapat jadi venue acara tertentu. Seperti halnya gerai kopi Excelso di Jogja City Mall (JCM).

REGULER 28. PEPANGGIHAN 68. NGADI BUSANA 76. PLESIR 80. PESANGGRAHAN

88. PAGUYUBAN 92. GUNEMAN 94. DULU KINI 95. LAKON LAKU

96. JERON BETENG 102. CAWISAN

Juli 2014

07


PASURYAN CERITA SAMPUL

Arswendo Atmowiloto

“Budaya itu

Teks & Foto: BK

A

Bintangnya

Indonesia”

rswendo Atmowiloto, sosok pria agak nyleneh, dikenal suka berkelakar dan terkesan seenaknya sendiri. Dialah pribadi yang suka humor dan santai. Nama aslinya adalah Sarwendo, tapi karena dianggap tidak membawa keberuntungan, maka dia mengubahnya menjadi Arswendo Atmowiloto. Pria yang dikenal sebagai penulis sekaligus wartawan yang aktif di berbagai surat kabar ini lahir di Solo, 26 November 1948. Sejak kecil, Arswendo sudah biasa hidup berkesenian. Terbilang hebat memang, dulu sewaktu kecil dia sudah bisa mendalang. Mendalang, bagi Arswendo, merupakan salah satu bentuk narasi-narasi hidupnya yang tergali. Karena, waktu kecil Arswendo belum bisa membaca, tapi karena sudah bisa mengenali bentuk tokoh wayang, maka oleh orang lain dia dianggap sudah bisa mebaca. Hal itu bahkan dianggap aneh bagi orang lain. Itulah kelebihan Arwendo. Seni tampaknya memang selalu dekat dengan hidup Arswendo. Sejak lulus SMA, menulis sudah menjadi bagian dari hidupnya, bahkan hingga sekarang ini. Arswendo mulai menulis menggunakan bahasa Jawa. Ia pun suka membuat cerpen, cerita bersambung hingga artikel berbahasa Jawa yang kemudian mengantarnya menjadi wartawan di harian berbahasa Jawa Dharma Kandha dan Dharma Nyata di Solo dan koresponden lepas Majalah TEMPO. Budaya Jawa bagi sosok bapak yang telah memiliki lima cucu dari tiga anaknya ini, memiliki kesan yang mendalam. Bagi dia, budaya Jawa memiliki prinsip-prinsip, pahampaham, tata nilai yang menurutnya “gila” karena memiliki pendekatan dan konsep yang sangat luwes di semua hirarki kehidupan. “Konsep budaya seperti budi pekerti, unggah ungguh, itu kan di Jawa dan di Jawa itulah nilainya, karena di Jawa itu bukan hasilnya, tapi laku itu merupakan bagian proses untuk itu. Orang tidak perlu jadi kaya raya, tapi kalau kita laku dan sifat menuju atau seolah-olah sedermawan orang kaya, itu sama. Itu yang luar biasa,” kata Arswendo, mencontohkan. Bahkan paham-paham Jawa seperti alon alon waton kelakon dan sebagainya, yang sudah dikenal amat luas oleh masyarakat yang bukan hanya Jawa, bagi Arswendo itu harus kita kenali. Karena idiom-idiom seperti itu memberikan gambaran, mau kita berusaha sekuat tenaga seperti apapun, kalau yang kita incar itu bukan menjadi rezeki kita, maka kita bisa mengikhlaskan saja. Dari sedikit percakapan saja, Arswendo terlihat sangat cerdas. Pun demikian dengan nilai-nilai hidup dari budaya Jawa yang dipahaminya dengan cerdas. Nilai-nilai luhur budaya Jawa itulah yang sampai kini dipegangnya sebagai dasar hidupnya sebagai orang asli Solo. Meskipun budaya Jawa sangat mempengaruhi hidupnya, tapi Arswendo juga tak menabukan nilai-nilai kebudayaan daerah lainnya untuk dipahaminya. Ia bahkan menganggap, bahwa budaya dari daerah-daerah lain itu merupakan bintangnya Indonesia. 08

Juli 2014

Sebab, menurutnya, budaya-budaya itu tidak saling meniadakan. Tapi justru sebaliknya, mereka semua saling memberi inspirasi. Sebagai penulis, kariernya di bidang jurnalistik boleh dikatakan cukup melejit. Dulu, setelah Arswendo pindah ke Jakarta, ia sempat menjadi redaktur pelaksana di majalah humor ASTAGA, kemudian menjadi pemimpin redaksi Majalah HAI dan tabloid Monitor. Di Tabloid Monitor itulah, Arswendo tersandung kasus yang membuat dirinya harus menghabiskan waktu di dalam jeruji besi selama lima tahun. Tapi dasar penulis, jiwa berkaryanya tak pernah mati. Ia tak lantas bersusah diri ketika menjalani hukuman itu. Semangat menulisnya justru menjadi tinggi. Mungkin saja, hotel prodeo itu malahan menjadi tempat tetirah baginya, sehingga ia bisa mengumpulkan banyak imajinasi untuk menulis. Bagaimana tidak, buktinya dalam penjara Arswendo menghasilkan 7 novel, beberapa cerita bersambung, dan naskah skenario film. Salah satu novelnya yang dibuat di penjara adalah “Menghitung Hari”. Bahkan, novel itu kemudian diminati dan dijadikan bahan membuat sinetron yang akhirnya memenangkan Piala Vidya. Selepas dari penjara, selain tetap menulis, Arswendo mendirikan rumah produksi PT. Atmochademas Persada yang membuat sejumlah sinetron yang di antaranya sinetron “Keluarga Cemara” yang sempat memenangi Panasonic Award. Film lain, seperti “Pemahat Borobudur” memenangi piala Vidya. +


“Konsep budaya seperti budi pekerti, unggah ungguh, itu kan di Jawa dan di Jawa itulah nilainya, karena di Jawa itu bukan hasilnya, tapi laku itu merupakan bagian proses untuk itu. Orang tidak perlu jadi kaya raya, tapi kalau kita laku dan sifat menuju atau seolah-olah sedermawan orang kaya, itu sama. Itu yang luar biasa.�

Juli 2014

09


REGOL KABAR UTAMA

K

ota Yogyakarta dengan Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai titik pusatnya, bukan hanya dibangun berdasarkan nilai estetika semata, namun juga mengandung nilai filosofi tinggi yang memaparkan harmonisasi hubungan antara diri manusia dengan alam semesta. Konsep ini mencakup dimensi ruang lahir dan batin, serta dimensi waktu dari awal hingga akhir. Oleh karenanya, bukan sesuatu yang tidak disengaja, jika Kota Yogyakarta berada tepat di tengah poros imajiner dari Laut Selatan Jawa atau Segara Kidul hingga Gunung Merapi. Poros ini melintasi Panggung Krapyak, Keraton serta Tugu Kota Yogyakarta, dan meletakkannya pada satu garis lurus, dimana setiap tempat dan bangunan yang

10

Juli 2014

berkaitan dengan Keraton pun selalu memiliki makna tersendiri sesuai dengan fungsi bangunannya. Kawasan Parangtritis yang berada di pesisir selatan Yogyakarta dan berhadapan langsung dengan laut selatan Jawa, tentu memiliki nilai kultural penting, selain terkait dengan keberadaan dan perkembangan warisan budaya dari Dinasti Mataram Islam yang senantiasa dijaga lestari, juga berkaitan dengan filosofi keberadaan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Selain menjadi salah satu kawasan wisata yang paling ramai dikunjungi karena keelokan bentang alamnya, Parangtritis juga menjadi salah satu pusat aktivitas spiritual dengan berbagai peninggalan bersejarah yang tersebar di sejumlah situs yang

senantiasa dijaga kesakralan dan kelestariannya. Perpaduan antara pusaka alam dan pusaka budaya yang ada di kawasan segitiga yang dibatasi oleh Samudera Indonesia, Pegunungan Seribu dan aliran Kali Opak ini, menempatkan Parangtritis sebagai salah satu pusaka saujana (cultural landscape heritage) penting, tak sebatas hanya di Yogyakarta, namun juga di Indonesia, bahkan di tingkat dunia. Indonesia yang memiliki wilayah luas dengan beragam adat dan istiadat khas yang dimiliki masyarakatnya memang memiliki begitu banyak kawasan pusaka saujana yang harus terus dijaga lestari. Dan Parangtritis dengan nilai sejarah yang kuat, rupa geografis yang khas, serta keberagaman


P

arangtritis,

Pusaka Saujana

budaya yang terus berkembang adaptif dari masa ke masa, adalah salah satunya. Di Parangtritis, bentang alam yang terbentuk secara alamiah seperti pantai, sungai, bebukitan, goa-goa dan gumuk pasirnya yang khas, berbaur dengan tradisi, kepercayaan dan cara hidup manusia yang menempati dan menjaga kelestariannya. Hubungan harmonis antara pusaka alam (natural heritage) dan pusaka budaya (cultural heritage) yang terefleksikan di Parangtritis telah terbentuk dalam kesatuan ruang yang luas dan melintasi waktu yang sangat lama. Bagaimanapun, wajah Parangtritis tidak selalu sama dari masa ke masa. Desa yang berada di Kecamatan Kretek, Kabupaten

di Tepi Samudera Teks: Agus Yuniarso; Foto: Albert

Bantul, 25 kilometer selatan Kota Yogyakarta ini, tentu sudah banyak berubah sejak pertama kali banyak dikunjungi sekitar tahun 1920-an. Satu dari sedikit referensi tentang suasana Parangtritis “tempo doeloe� dapat dibaca dalam naskah Pasanggrahan Tamansari yang ditulis oleh R.Ng. Djajalana dan diterbitkan oleh Balai Poestaka, Batavia Centrum, tahun 1933. Naskah yang ditulis dalam bahasa Jawa kromo ini berisi sejumlah kisah bercampur legenda asal muasal keberadaan Parangtritis yang terbagi dalam 18 bab. Banyak tempat yang tercantum dalam naskah ini sudah dilupakan dan tidak banyak lagi dikenal

masyarakat luas, seperti Pesanggrahan Parangtritis; Hotel John Kersch (hotel pertama di Parangtritis), Porangan (kolam besar dengan perahu wisata), Trebis dan Gondokuwak (tempat-tempat untuk bertirakat), dan Rawa Aji (kolam besar dan dalam yang ditumbuhi teratai) dan Gebangkara. Kini, Parangtritis menawarkan pilihan bagi siapa saja yang mengunjunginya: menikmati keelokan pusaka alamnya, menghayati pusaka budayanya, atau meraih sekaligus keduanya. Apapun pilihannya, sudah selayaknya pusaka saujana ini untuk dijaga bersama demi kelestarian keberadaannya. + Juli 2014

11


REGOL KABAR UTAMA

D

i sela bentang alam yang eksotik, biasanya tersembunyi sudutsudut sakral yang hampir selalu dipercaya memiliki daya spiritual lebih dibanding tempat lainnya di muka bumi. Salah satunya adalah kawasan Parangtritis yang diakui menjadi salah satu titik penting yang memiliki daya spiritual di Pulau Jawa. Keberadaan Parangtritis sebagai salah satu pusat kegiatan spiritual sudah dikenal jauh sebelum tempat ini ramai dikunjungi sebagai kawasan wisata. Kisah pertemuan Panembahan Senopati sebagai pendiri Dinasti Mataram Islam dengan Kanjeng Ratu Kidul sang penguasa laut selatan Jawa menjadi legenda utama yang terus lestari dan mewarnai kesakralan kawasan Parangtritis hingga hari ini. Namun berbagai situs yang disakralkan, baik situs sejarah maupun alam, sudah ada di kawasan ini sejak lama, bahkan jauh sebelum masa berdirinya Dinasti Mataram

Islam. Setidaknya hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah bangunan dan arca dari zaman Hindu yang ditemukan di sejumlah situs, seperti Bukit Sentono, Gembirowati dan Goa Suracala. Situs-situs yang disakralkankan itu, khususnya di hari-hari sakral tertentu, masih banyak dikunjungi peziarah dengan berbagai hajat dan kepentinganya masing-masing. Berdasarkan bukti peninggalan dan kronologi sejarahnya, situs-situs di seputar kawasan Parangtritis secara umum dapat dibedakan dalam sejumlah kelompok sesuai dengan perkiraan masa keberadaanya yang mengacu pada legenda berdirinya Dinasti

Mataram Islam yang menjadi riwayat utama yang masih tetap lestari hingga kini. Kelompok pertama adalah situs sejarah yang berkaitan keberadaan sejumlah tokoh pendahulu yang telah ada sebelum berdirinya Dinasti Mataram Islam. Situssitus yang tersebar di sejumlah tempat, khusus di puncak perbukitan ini di antaranya adalah Petilasan Syekh Maulana

Aura Spiritual Melegenda di Parangtritis Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast, Albert

12

Juli 2014


Maghribi di Bukit Sentono, Makam Kyai Sela Hening, Nyai Gedoyang dan Kyai Arisbaya di Dusun Mancingan, Makam Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking di Bukit Banteng, dan Makam Kyai Tunggulwulung di Dusun Grogol. Siapakah tokoh-tokoh ini? Syekh Maulana Maghribi dikenal sebagai salah satu waliyullah yang menjadi tokoh penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa. Setelah sebelumnya mendarat di Pasai (Sumatera), perjalanan dakwahnya berlanjut menuju Jawa dan berlabuh di Demak, bertepatan dengan masa-masa awal berdirinya kerajaan Islam di kota pesisir ini. Dari Demak, Syekh Maulana Maghribi berkelana menuju Blambangan, Tuban hingga Mancingan. Setelah beberapa tahun tinggal di Mancingan dan berhasil mengislamkan penduduk setempat, Syekh Maulana Maghribi melanjutkan perjalanan dakwahnya kembali ke Jawa Timur, hingga kemudian wafat dan dimakamkan di Gresik, Jawa Timur. Peninggalan Syekh Maulana Maghribi yang terdapat di Bukit Sentono ini sejatinya bukanlah makam, namun petilasan yang dibangun menyerupai makam lengkap dengan nisannya. Petilasan serupa juga dapat dijumpai di hampir setiap tempat yang pernah disinggahinya.

Meski hanya sebuah petilasan, tempat ini tetap ramai dikunjungi oleh para peziarah dan dimuliakan oleh Keraton Kasultanan Yogyakarta, karena menurut silsilahnya juga dipercaya sebagai salah satu tokoh yang menurunkan para raja Dinasti Mataram Islam. Kyai Sela Hening semula adalah seorang pendeta Hindu keturunan Majapahit yang membangun tempat pemujaan di puncak Bukit Sentono. Dikisahkan, setelah beradu ilmu batin dan mengakui keampuhan Syekh Maulana Maghribi, penguasa wilayah Mancingan ini pun kemudian dengan sukarela memeluk agama Islam. Pada saat yang sama, Raden Dhandhun dan Raden Dhander, dua bersaudara pelarian dari Kerajaan Majapahit yang tinggal bersama Kyai Sela Hening pun mengikuti keyakinan

yang sama. Setelah menjadi mualaf, Raden Dhandhun berganti nama dan kemudian dikenal sebagai Syekh Bela-Belu, sementara Raden Dhander kemudian dikenal sebagai Kyai Damiaking. Nyai Gedoyang adalah putri dari Kyai Sela Hening yang meneruskan kedudukan orangtuanya sebagai sesepuh di Mancingan, sementara Kyai Arisbaya adalah putra dari Nyai Gedoyang yang dipercaya sebagai cikal bakal Dusun Grogol dan Kyai Tunggulwulung adalah anak angkat Kyai Arisbaya.

Situssitus sejarah tersebut rata-rata masih terawat dengan baik, termasuk sisa-sisa arca peninggalan dari zaman Hindu yang terdapat di Bukit Sentono. Kelompok berikutnya adalah situssitus sakral yang diperkirakan sudah dikenal keberadaannya sebelum berdirinya Dinasti Mataram Islam. Salah satunya adalah candi atau pesanggrahan Gembirowati yang berada di bukit sebelah

Juli 2014

13


REGOL KABAR UTAMA

timur, tepatnya di Desa Watugajah, Desa Girijati, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul. Dari bangunan berbentuk teras yang menghadap ke arah selatan pada tempat yang cukup

14

Juli 2014

tinggi ini tampak pemandangan yang cukup leluasa ke arah Samudera Indonesia. Situs ini tampaknya masih relatif terjaga kelestariannya. Ada pendapat yang mengatakan bahwa situs ini merupakan reruntuhan candi dari era Mataram Kuno dan dianggap sebagai “The Last Hindu Temple�. Pendapat lain menyatakan bahwa Gembirowati merupakan sebuah pesanggrahan yang dibangun pada zaman Mataram Islam, meski tak pernah tersebutkan siapa penguasa saat itu yang membangunnya. Pendapat ini dikuatkan oleh FDK Bosch, ahli purbakala berkebangsaan Belanda yang mengunjunginya pada tahun 1902. Menurut Bosch, berdasarkan arsitektur bangunan serta ragam hias yang disisakannya, Situs Gembirowati diperkirakan dibangun sekitar abad ke-16. Pengamatan Bosch ini tercantum dalam Oudheidkundige Verslag yang memuat laporan arkeologi Pemerintah Hindia Belanda yang terbit

pada tahun 1925. Keterangan lain menyebutkan, sebagaimana tertulis dalam Serat Rerenggan Kraton, bahwa Gembirowati merupakan salah satu dari 13 tempat yang pernah dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono II sebagai pesanggrahan bersama sejumlah pesanggrahan lainnya, seperti Pesanggrahan Ngarjokusumo, Wonocatur, Purwokusumo dan Jowinangun. Di seputar perbukitan di sebelah timur kawasan Parangtritis ini juga banyak dijumpai sejumlah situs alam, khususnya berbentuk goa-goa yang hingga saat ini masih disakralkan dan dipercaya memiliki daya spiritual lebih dibanding tempattempat lainnya, seperti Goa Langse yang menjadi salah satu petilasan Syekh Maulana Maghribi, Goa Suracala yang pernah dipergunakan oleh Sunan Amangkurat Mas dari Kartasura sebagai tempat menyepi, serta Goa Cerme yang masih banyak dikunjungi peziarah hingga hari ini. Selanjutnya adalah kelompok situs sejarah yang dibangun dan dilestarikan


pada masa Kasultanan Yogyakarta, di antaranya adalah Pesanggrahan Parangtritis, Pemandian Parang Wedang dan Cepuri Parangkusumo. Pesanggrahan Parangtritis dengan sebuah bangunan yang disebut Bale Kencur serta mata air Umbul Payung dan Goa Payung diperkirakan sudah lama ada sebelum Keraton Kasultanan Yogyakarta mempergunakannya sebagai tempat peristirahatan. Sayang ng tidak ada informasi yang pasti tentang riwayat pembangunannya. Baru pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono V (18201855), pesanggrahan ini dikembangkan bangunannya menjadi tempat peristirahatan, sekaligus

menempatkan sejumlah abdi dalem keraton untuk menjaga dan merawatnya. Pesanggrahan Parangtritis sebagai situs sejarah Keraton Kasultanan Yogyakarta kini tak lagi bisa dijumpai dan lokasinya beralih fungsi sebagai

Terminal Bis Parangtritis. Bangunan pesanggrahan nyaris tak bersisa, kecuali p kkeberadaan Goa Payung berikut mata air yyang ada di dekatnya. Parang Wedang adalah mata air panas aalami yang mulai dimuliakan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku p Buwono VI (1855-1877) dan B bangunannya mulai disempurnakan pada ba masa m pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921). Tempat ini Bu dipergunakan sebagai pemandian kerabat dip Keraton Kasultanan Yogyakarta hingga Ke


REGOL KABAR UTAMA

masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939). Setelah jarang dipergunakan oleh kerabat keraton, pemandian ini kemudian dibuka untuk masyarakat umum yang sebagian besar mempercayai kemampuan sumber air hangat ini untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Situs utama yang dikenal paling sakral dengan nuansa spiritual dan tradisi yang bertahan lestari hingga hari ini adalah Cepuri Parangkusumo. Inilah tempat terpenting yang terkait dengan legenda berdirinya Dinasti Mataram Islam. Pantai Parangkusumo dipercaya sebagai gerbang kerajaan gaib penguasa laut di selatan Pulau Jawa, sekaligus menjadi titik sakral yang menjadi tempat pertemuan Panembahan Senopati sebagai pendiri Dinasti Mataram Islam dengan Kanjeng Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Kini, petilasannya yang berbentuk 2 buah batu hitam besar diabadikan dalam kompleks cepuri berpagar putih yang menjadi pintu masuk menuju Pantai

16

Juli 2014

Parangkusumo dan setiap tahun dipergunakan oleh Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai tempat diselenggarakannya Upacara Labuhan. Sebagaimana tempattempat sakral lainnya, Cepuri Parangkusumo biasanya akan menjadi lebih ramai pada hari-hari tertentu, seperti malam tanggal 1 Suro (Muharram), atau setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon dalam penanggalan Jawa. Di waktuwaktu tersebut, suasana mistis dan sakral sangat terasa kental, yang ditandai dengan bau bebungaan dan kemenyan, serta abdi dalem yang sibuk melayani kedatangan para peziarah yang datang untuk bertirakat. Saat ini, selain menjadi tempat diselenggarakannya Upacara Labuhan, di Pantai Parangkusumo banyak digelar berbagai ritual keagamaan dan aliran kepercayaan, seperti peringatan Malam 1 Suro (1 Muharram), Upacara Melasti

menyambut Hari Raya Nyepi di kalangan umat Hindu, Upacara Labuhan Trah Honggodento, serta perayaan Peh Cun dari kalangan Tionghoa. Kawasan Parangtritis juga semakin semarak dengan kegiatan spiritual umat Islam dengan didirikannya replika bangunan Ka'bah di tengah gumuk pasir yang menjadi tempat manasik sebelum menuaikan ibadah haji, serta didirikannya sholat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha di hamparan gumuk pasir yang mulai digelar sejak beberapa tahun belakangan ini. +


REGOL KABAR UTAMA

“Segitiga Parangtritis� Sepemandangan Mata

Bentang Alam Eksotik di Selatan Yogyakarta Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast, Albert

P

arangtritis adalah sebutan umum untuk menamai kawasan wisata yang terletak di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Mudahnya, keseluruhan wilayah pesisir yang diapit oleh aliran Kali Opak dan ujung barat Pegunungan Seribu. Jika dipandang dari udara, kawasan Parangtritis dapat dengan mudah dikenali sebagai bentuk yang menyerupai segitiga. Sisi pertama adalah garis pantai Samudera Indonesia di sisi selatan, sisi kedua adalah jajaran perbukitan yang menjadi bagian dari ujung Pegunungan Seribu di timur, sementara hilir dan muara Kali Opak yang melintang diagonal dari timur laut ke barat daya menjadi sisi ketiganya. Inilah “Segitiga Parangtritis� yang selain dikenal sebagai pusaka budaya Jawa dengan nuansa spiritualnya, juga menjadi pusaka alam dengan romantisme suasana pantai yang lekat dengan keberadaanya. Sesungguhnya, beberapa situs dan objek wisata yang dikenal sebagai bagian dari kawasan ini pada kenyataannya tidak berada di wilayah kecamatan yang sama, bahkan wilayah kabupaten yang berbeda. Begitu pun, eksotika kawasan Parangtritis sesungguhnya tak sebatas ada pada pantaipantainya. Bentang alam dalam segitiga ini bisa

18

Juli 2014

dibilang sebagai salah satu kawasan geoheritage menarik yang selain pantai, juga menawarkan keelokan muara sungai yang mengalirkan material vulkanik, bebukitan yang menjadi ujung dari pegunungan kapur yang sangat panjang berikut goa-goa dan mata air di bawah tanahnya, serta adanya fenomena gumuk pasir yang terbilang unik dan langka. Semuanya terangkum di satu tempat yang selalu menarik untuk dikunjungi, baik sekadar berekreasi maupun untuk tujuan edukasi. ***

Empat pantai di sekitar Parangtritis memiliki suasana, nuansa dan daya tarik yang berbeda-beda. Keempatnya berada dalam posisi sejajar dan relatif saling berdekatan. Dari arah Jogja, setelah melintasi jembatan panjang yang membentang di atas Kali Opak, keempatnya cukup dikunjungi melalui satu pintu retribusi saja, melalui gerbang utama di Jalan Parangtritis atau gerbang alternatif di satu-satunya jalan menuju Pantai Depok. Pantai Depok berada di ujung paling barat, tepatnya di sisi timur muara Kali


Opak. Di sini, selain menikmati keindahan pantai dengan ombak besarnya, wisatawan dapat menjumpai kehidupan khas para nelayan yang melaut dengan perahu motor bercadik, suasana khas yang tidak dijumpai di tiga pantai lainnya. Aktivitas para nelayan ini baru muncul dan berkembang dalam dua dasawarsa terakhir, lengkap dengan fasilitas penunjangnya, seperti Pangkalan Pendaratan Iklan (PPI) serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang berujung dengan ketenaran Depok sebagai pantai wisata baru. Umumnya, wisatawan lokal dari Yogyakarta dan sekitarnya memilih pantai ini sebagai alternatif suasana Pantai Parangtritis yang seringkali terlalu ramai, menjadi tempat berkumpul sembari menikmati wisata kuliner dengan aneka pilihan hidangan laut yang segar. Pantai Depok memang menjadi pusat wisata kuliner di sepanjang pantai selatan Kabupaten Bantul. Deretan warung bernuansa khas pesisir di sepanjang bibir pantai menyediakan aneka

pilihan seafood yang dapat dinikmati sembari menikmati hamparan pasir berlatar lautan lepas. Dengan menjemput perahu-perahu nelayan yang pulang berlabuh atau menuju tempat pelelangan, pengunjung bisa

mendapatkan pengalaman lebih dengan memilih sendiri beragam jenis ikan dan hasil laut fresh from the sea dan langsung membawanya ke warungwarung yang siap mengolahnya menjadi sajian nikmat yang siap untuk disantap. Suasana berbeda tampak di Pantai Parangkusumo yang berada di sebelah timur Pantai Depok. Sejumlah bangunan permanen bernuansa khas Jawa, menandai keberadaan kawasan ini sebagai pusat aktivitas spiritual, tak sebatas sepanjang pantai selatan Yogyakarta, bahkan sepanjang sisi selatan Jawa.

Juli 2014

19


REGOL KABAR UTAMA dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahunnya. Selain keramaian pengunjungnya, warung-warung, losmen dan penginapan, serta kios-kios cinderamata yang saling berhimpitan, menjadi ciri khas yang membedakan dengan tiga pantai-pantai di kiri kanannya. Pantai Parangtritis masih dianggap sebagai bagian dari gerbang kerajaan gaib penguasa laut di selatan Pulau Jawa, sehingga berlaku kepercayaan yang sama sebagaimana yang diyakini masyarakat di sepanjang pantai selatan ini dan seyogyanya perlu dihormati oleh setiap pengunjung. Lepas dari realitas mistis yang berlaku pun, pantai ini memang menyimpan fakta

Pantai Parangkusumo dipercaya sebagai gerbang kerajaan gaib penguasa laut di selatan Pulau Jawa, sekaligus menjadi titik sakral yang menjadi tempat pertemuan Panembahan Senopati sebagai pendiri Dinasti Mataram Islam dengan Kanjeng Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Kini, petilasannya yang berbentuk 2 buah batu hitam besar diabadikan dalam kompleks cepuri berpagar putih yang menjadi pintu masuk menuju Pantai Parangkusumo dan setiap tahun dipergunakan oleh Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai tempat diselenggarakannya Upacara Labuhan. Sebagai “pintu gerbang� yang dikeramatkan, sejumlah kepercayaan dalam bentuk larangan berlaku di tempat ini, salah satunya adalah larangan bagi pengunjung untuk mengenakan pakaian berwarna hijau, karena dianggap menyamai warna kesukaan Kanjeng Ratu Kidul. Konon, barangsiapa yang dengan sengaja melanggar larangan ini akan terseret ke tengah lautan sebagai ganjarannya. Nyaris tanpa penanda batas yang jelas, Pantai Parangtritis yang terkenal dan paling 20

Juli 2014

banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara persis berada di sebelah timur Pantai Parangkusumo. Suasananya tak banyak berubah sejak mulai dikembangkan di tahun 1960-an dan

alami yang perlu diperhatikan. Pantai Parangtritis yang landai dikenal dengan ombak yang besar dan arusnya kuat, sehingga untuk menghindari bahaya pengunjung tidak dianjurkan untuk berenang, karena hampir setiap tahun selalu terdapat korban jiwa karena terseret ombak atau tenggelam di lautan. Meski dilarang berenang, wisatawan tak akan kekurangan sarana untuk bersenangsenang. Panorama dan suasana pesisir yang indah dengan hamparan pasir di sepanjang pantainya dapat disusuri dengan menunggang kuda, menghela bendi atau menyewa fasilitas ATV (all terrain vehicle) yang tersedia. Tak seberapa jauh dari


pantai, pengunjung juga dapat memanjakan diri di Parang Wedang, pemandian air panas yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Pantai Parang Endog adalah pantai di ujung timur yang letaknya agak tersembunyi. Tepatnya di sebelah timur Pantai Parangtritis. Konon, dahulu di sini banyak ditemukan bebatuan berbentuk menyerupai endog atau telur di antara parang atau batu karang yang menjorok ke laut, sehingga lahirlah istilah Parang Endog sebagai nama pantai ini. Berbeda dengan tiga pantai di sebelah baratnya, Pantai Parang Endog memiliki latar belakang bukit karang terjal bagian dari ujung Pegunungan Seribu, yang menjulang tak terlalu jauh dari bibir pantai. Artinya, pantai ini memang tak terlalu luas karena diapit oleh bukit karang dan muka air laut. Di salah satu sudutnya terdapat petak-petak sawah tak terlampau luas yang dihidupi oleh

Bukit Sentono dan Bukit Pemancingan yang terletak di sebelah utara Pantai Parangkusumo bisa menjadi alternatif pilihannya. Di sepanjang jalan mendaki hingga puncak kedua bukit yang menjadi petilasan Syekh Bela-Belu dan Syekh Maulana Maghribi (tokoh penyebaran Agama Islam di abad XVXVI) ini, dapat dinikmati indahnya keempat pantai yang berjajar dari timur ke barat, serta sebagian hamparan gumuk pasir. Pemandangan serupa dengan sudut yang berbeda yang didominasi hamparan samudera juga bisa dinikmati dari puncak Bukit Parang Endog di

Goa Cerme dengan keindahan batu stalagtit dan stalagmit serta aliran sungai bawah tanah yang mengalirinya. Selain ombak besar di sepanjang pantainya, secara geofisik kawasan Parangtritis juga sangat dikenal dengan keberadaan fenomena gumuk pasir (sanddune) yang terbilang unik dan langka. Unik, karena meski tak terlampau luas, fenomena

yang lazim terjadi di daerah gurun pasir ini juga terjadi di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujannya yang tinggi. Langka, karena hamparan pasir luas di antara Pantai Depok dan Pantai Parangkusumo yang menyerupai gurun ini menjadi fenomena alam khas satu-satunya yang dijumpai di Asia Tenggara. Gumuk pasir Parangtritis diperkirakan terbetuk dari materi vulkanik Gunung Merapi yang terbawa arus hingga mencapai muara sungai di pesisir selatan. Melalui proses selama ribuan tahun, bukit terjal di sebelah timur memantulkan bulir-bulir

air tawar yang muncul dari celah perut bebukitan di belakangnya. Meskipun relatif sepi, namun suasananya tampak lebih asri dan justru menjadi menarik untuk dikunjungi. *** Mengunjungi Parangtritis tak selalu harus merasakan basahnya percikan air laut. Luas dan eloknya bentang Samudera Indonesia justru lebih bisa dinikmati dari tempat-tempat yang lebih tinggi dari bibir pantai.

sebelah timur. Di sisi timur ini pengunjung juga dapat melihatnya di Situs Gembirowati atau mengunjungi sejumlah goa yang ada di sekitarnya, seperti Goa Langse yang berada di dasar tebing, atau menuju ke Goa Suracala dan Juli 2014

21


REGOL KABAR UTAMA pasir yang terhempaskan ombak besar serta tertiup angin laut dan membawanya jatuh membentuk bukit-bukit pasir di sekitar Parangtritis. Proses ini melahirkan pola alami beragam yang dikenal sebagai bentuk-bentuk gumuk pasir, seperti parabolic dune, longitudinal dune, comb dune dan barchan dune. Mengingat pentingnya kelestarian fenomena alam yang unik ini, Badan Informasi Geospasial (BIG), bekerjasama dengan Fakultas Geografi UGM dan Pemerintah Kabupaten Bantul, telah mendirikan Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis. Lembaga yang terbentuk pada tahun 2006 ini bertugas untuk melakukan riset yang berhubungan dengan keberadaan gumuk pasir yang membentang luas di sepanjang pesisir, pemetaan potensi ikan bagi nelayan serta pembuatan basis data spasial. *** Bentang alam eksotik yang terhampar di Segitiga Parangtritis menjadikan kawasan ini sebagai destinasi yang selalu menarik dikunjungi. Selain nuansa spiritual dan romantisme suasana pantai yang lekat dengan keberadaannya,

22

Juli 2014

pengunjung Parangtritis sekaligus juga dapat menikmati beragam keindahan alam, mulai dari sungai, persawahan, hutan, bukit, goa, serta “gurun pasir�. Karakter inilah yang membedakan Parangtritis dengan pantai wisata lainnya di berbagai penjuru Nusantara. Bentang alam dan lokasi strategis kawasan ini juga melahirkan berbagai aktivitas, atraksi dan bentuk rekreasi modern, dimana wisatawan tak lagi hanya sebatas menyaksikan, namun juga dapat menikmati dan memanfaatkannya sendiri setiap potensi yang tersedia. Dalam satu dasawarsa terakhir misalnya, kawasan Parangtritis telah dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga dirgantara. Fasilitas yang tersebar dari Parang Endog, Parangtritis, Parangkusumo hingga Pantai Depok akan terus dikembangkan menjadi P surga olahraga dirgantara, baik bagi para wisatawan, pemula maupun atlet profesional dari w ddalam negeri dan mancanegara. Misi ini telah ddiawali saat Menteri Pemuda dan Olahraga RI Roy Suryo mencanangkan Pantai Depok sebagai R Pusat Olahraga Dirgantara Indonesia atau P IIndonesia Aero Sport Centre, bertepatan dengan aagenda tahunan Jogja Air Show 2014 awal bulan Maret lalu. M Dalam beberapa tahun terakhir, eksotika ggumuk pasir yang terbentang di antara Pantai Depok dan Pantai Parangkusumo juga telah D melahirkan kesenggangan baru, yaitu berselancar m


Sejak pertama kali dikenal pada tahun 1920-an dan kemudian dikembangkan pada tahun 1960-an, wajah kawasan Parangtritis sebagai tempat rekreasi tentu sudah sangat jauh berbeda.

di atas pasir atau yang dikenal dengan istilah “sandboarding�. Kawasan gumuk pasir ini juga dikenal sebagai space istimewa untuk pengambilan gambar dalam pre-wedding photography, di samping sejak dahulu telah menjadi studio alam yang sering dipergunakan dalam produksi film profesional, baik kelas nasional maupun internasional. Kawasan Parangtritis yang terbuka luas juga menjadi tempat favorit bagi para penggemar layang-layang. Festival Layang-layang pun sering digelar di sini. Angin laut yang kencang namun stabil, sangat membantu layang-layang untuk terbang tinggi, sehingga siapapun, bahkan yang belum pernah bermain layang-layang sekalipun, akan mampu menerbangkannya dengan mudah dan menyenangkan.

Tak sedikit objek menarik yang hilang dan tak lagi dijumpai, namun objek-objek baru dengan beragam aktivitas modern pun bermunculan, dan akan terus hadir seiring perkembangan zaman. Kawasan Segitiga Parangtritis tidak hanya menjadi cagar alam sekaligus budaya, namun juga menjadi sumber ilmu pengetahuan yang tidak ada habisnya. Semuanya terangkum menjadi pusaka saujana yang akan terus dapat dinikmati, sejauh tetap dirawat dan dijaga kelestariannya. +


KONDHANG TOKOH

Lirik-lirik yang diciptakannya seperti syair kehidupan. Potret rakyat jelata, pigura alam, serta degup jantungnya pada negeri tercinta. Semua tercipta dari tapak kaki yang menuntunnya dari ujung ke ujung jalan.

S

elepas 1980-an, waktu laksana sampan yang dikayuhnya ke tepian. Sosok penyanyi balada era 1970-an, Leo Kristi, hampir tak pernah terlihat lagi di layar kaca hingga saat ini. Dunia populer perlahan ditinggalkan, seiring berubahnya gaya melagu para seniman musik. Sendiri, ia telah menemukan jalurnya dan menikmatinya. Leo memilih mendayung sampan di tepian, di sungai kecil yang tak banyak ikan. Di situ ia tetap melagu, menyuarakan rasa yang menggelora ketika melihat serak-serak kehidupan yang dilewatinya. Meski telah lama meninggalkan gemerlap keartisan, sebagai pemusik Leo tak pernah berhenti berkarya. Ia terus mencipta dan sesekali naik ke panggung yang tentu jauh dari dunia populer. Ia menghibur hanya untuk orang-orang yang masih setia mengukuti, yang merindukan syair-syairnya sebagai hembusan angin di tengah terik negeri ini. Leo Kristi memang bukanlah penyanyi yang dikenali seantero negeri ini. Panggung Konser Rakyatnya pun bukan panggung gemerlap seperti panggung para selebriti saat ini. Dulu, di era 1970 sampai 1980-an, Leo Kristi memang sering tampak di layar kaca. Dengan memangku gitar, jubah hitam, dan penutup kepala yang khas, ia lebih akrab di mata para pemirsanya. Balada adalah ciri

24

Juli 2014

Leo Kristi

Orkestra Sang

Pengelana Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast


Juli 2014

25


KONDHANG TOKOH

Pahit dan getir kehidupan rakyat kecil, kemiskinan, dan ketimpangan sosial, disampaikan dalam lirik yang meski beraroma protes, namun itu disampaikannya dengan santun, indah, dan “tidak telanjang� khas dari hampir seluruh musik yang diciptakan, dan Leo menyebutnya Konser Rakyat untuk setiap lagu-lagunya. Beberapa albumnya pun sempat beredar, seperti Nyanyian Fajar (1975), Nyanyian Malam (1976), Nyanyian Tanah Merdeka (1977), Nyanyian Cinta (1978), Lintasan Biru Emas dan Potret Kecil Citra Negeriku (1984), atau Biru Emas Bintang Tani (1985). Tentu, sosok bernama lengkap Leo Imam Sukarno ini lebih banyak dikenali oleh orang-orang yang pernah muda pada era itu. Kini tak sedikit juga mereka yang merindukan Leo kembali membalada, membawakan lagu-lagunya yang bersyair kuat dan mengeratkan rasa cinta bangsa dan tanah air, juga yang menggambarkan hasil pengembaraannya yang memotret kehidupan masyarakat kecil. Bagi mereka, mungkin Leo Kristi masih populer, dan syair-syairnya bahkan masih terpelihara di benak hingga kini. Bagaimana tidak, dari sekian banyak pemusik tanah air dari era 1970 hingga sekarang, Leo Kristi salah satu pemusik yang unik. Ia memiliki selera bermusik yang berbeda dengan yang lain, hingga dikatakan memiliki jalurnya sendiri. Salah satu keunikannya yang banyak diperhatikan penggemarnya adalah proses penciptaan setiap karyanya. Ia tak hanya cukup duduk terdiam, merenung, lalu menuliskan

26

Juli 2014

pikirannya di atas kertas. Tapi ia butuh kontemplasi, berdialog dengan alam sekitar, dan berhubungan dengan sesama manusia agar ia dapat mencipta syair dan lagunya. Karena itu, Leo Kristi selalu suka mengembara. Ia tak pernah lama berada di satu tempat. Ditemani gitar di punggungnya, Leo berkelana ke pelosokpelosok negeri lalu merekam apa yang dia dapat dari perjalanannya itu. Dari pengembaraan menempuh waktu itulah, lalu banyak syair tercipta. Syair yang kemudian menjadi lagu. Syair yang ditulis dari persetubuhannya yang mendalam, dari pengalaman batin dan raga, dari ikatan emosional, yang terjalin antara dirinya dan kehidupan rakyat Indonesia yang ditemui dan dihayatinya. Leo seolah menulis syair sembari berjalan. Itulah mengapa Leo dijuluki sebagai troubadour. Ia memotret apa yang dilihatnya, yang tampak nyata dari masyarakat pesisir, pedalaman, atau juga emperan kota besar. Lalu ia membingkainya ke dalam lagu. Pahit dan getir kehidupan rakyat kecil, kemiskinan, dan ketimpangan sosial, disampaikan dalam lirik yang meski beraroma protes, namun itu disampaikannya dengan santun, indah, dan “tidak telanjang�. Mungkin itulah kelebihan Leo. Bagaimanapun adanya itu, ia tetap menunjukkan rasa cinta pada negerinya.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan gelora cintanya itu, sama ke dalam syair. Menghormati para pendiri negeri ini. Ia pun mengajak siapa saja untuk tetap berdedikasi terhadap negara dan bangsa. Lihat saja ketika Leo berdendang di atas panggung-panggung Konser Rakyatnya. Suaranya lantang, tegas dan penuh gelora semangat menyuarakannya. Mungkin inilah sebab, mengapa di hari ini kehadiran Konser Rakyat Leo Kristi selalu dinanti-nanti. Setidaknya bagi para penggemarnya yang segelintir. Seorang bilang, karena Leo Kristi dan lirik-liriknya bagai oase di padang gersang. Di saat negeri ini mulai luntur dan hampir kehilangan jati diri, sosok-sosok seperti Leo Kristi amat dirindukan. Syair-syair penyemangat, penumbuh debar cinta pada negeri, menggelora dari suaranya. Mereka, orang-orang yang mengagumi Leo dan lagu-lagunya, tentu tak hendak kehilangan dan luntur pula rasa cintanya pada negeri. Bahkan, mereka menganggap syair-syair Leo bagai kitab yang selalu coba untuk dimengerti, diresapi dalam hati, hingga mereka sama-sama memahami kondisi negeri ini. Bukan untuk menumbuhkan semangat kedengkian atau protes pada keadaan yang ada, namun sebaliknya, untuk menumbuhkan rasa cinta kehidupan, cinta


pada rakyat kecil, cinta pada negeri, menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan apapun itu yang nyatanyata membuat diri semakin dalam berpihak pada kejujuran dan kebenaran dengan dasar cinta. Lkers, adalah sebutan bagi orang-orang yang menggemari Leo Kristi. Meski anggotanya terbilang tak banyak, namun mereka tersebar di Indonesia, bahkan luar negeri, dan memiliki profesi yang berbedabeda. Mereka membangun persahabatan yang sampai kini terus terjalin melalui

mailing list, dengan simpul pengikat yang sederhana, yaitu lagu-lagu Leo Kristi yang memang digemari dengan fanatik. Dari mereka inilah, terkadang Konser Rakyat Leo Kristi bisa dinikmati lagi. Namun bukan semata untuk dinikmati sendiri, tapi justru karena ingin orang lain turut menikmati. Di tahun ini, atas inisiatif dari mereka, satu lagi album Leo Kristi segera diluncurkan. Bukan lagu-lagu baru, namun diambil dari lagu-lagu lamanya. “Akan ada 12 lagu di album ini. Memang semuanya pilihan para LKers.

Temanya bervariasi, tapi yang paling banyak tentang kehidupan sosial negeri ini. Seperti Kereta Laju, Tembang di Hati, Tembang Lestari, Salam dari Desa, dan lainnya,” jelas sang troubadour Leo Kristi kepada Kabare. Sedang menurut anggota Lkers, Ahmad Nasuha, album Leo Kristi ini dibuat dengan format orkestra, dengan judul album Hitam Putih Orche 2014 - Konser Rakyat Leo Kristi. “Pekerjaan ini melibatkan beberapa musisi tanah air, yaitu Singgih Sanjaya dengan orkestranya, penyanyi Trie Utami dan Berlian Hutahuruk, gitaris I Wayan Balawan, instrument builder Wukir Suryadi, serta musisi etnik Redy Eko Prastyo,” ujarnya. Bagi para LKers, album orkestra Leo Kristi ini pastinya bertujuan untuk memberi apresiasi yang lebih tinggi lagi terhadap sang idola. Karya-karya Leo Kristi yang diangkat lagi, tentu bukan semata untuk dikonsumsi oleh internal LKers. “Justru ada beberapa lagu yang memang merupakan etalase tentang Indonesia, Nusantara. Dan lagu-lagu itulah yang perlu disebarkan secara meluas, terutama untuk tataran generasi muda sekarang. Dengan ini, kita coba membuat media bahwa karya Leo Kristi adalah representasi Indonesia. Setidaknya, itu dari sudut pandang kami,” demikian Redy Eko Prastyo menutup bincang. +

Di saat negeri ini mulai luntur dan hampir kehilangan jati diri, sosok-sosok seperti Leo Kristi amat dirindukan. Syair-syair penyemangat, penumbuh debar cinta pada negeri, menggelora dari suaranya Juli 2014

27


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

Dr. Tedjo Rukmoyo, Sp.OTSpine (K)

Ubah

Rasa Takut Jadi Energi Positif Teks: Della Yuanita; Foto : Albert

H

obi dalam bidang otomotif rupanya sudah mendarah daging sejak kecil. Kepada Kabare, sosok dokter ahli bedah orthopedi dan tulang belakang yang kini bertugas di RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta, ini banyak mengisahkan kenangan masa kecil dan pengalamannya dalam bidang otomotif. Dr. Tedjo Rukmoyo, Sp.OTSpinke (K), dikenal

Bagi saya, rasa takut adalah hambatan psikis saja. Saya belajar dari setiap kejadian dalam hidup. Intinya, jangan takut menghadapai masalah apapun sebagai dokter spesialis bedah tulang belakang. Alumni dari FKU UGM yang mengambil spesialisasi bedah tulang di Unair kemudian dilanjutkan dengan memperdalam bedah tulang belakang di UI, hingga akhirnya menyempurnakan pendidikannya di Sapporo University dan State University New York, ini memang cukup mumpuni dalam bidangnya. Dr. Tedjo yang lahir di Yogyakarta, 12

28

Juli 2014

Agustus 1959 ini mengatakan bahwa di balik profesinya sebagai seorang dokter, otomotif tetap menjadi bidang lain yang butuh perhatiannya. Pria yang sudah mahir mengendarai sepeda motor sejak kelas 2 SD ini memang menggilai dunia otomotif. “Dulu waktu masih kecil saya suka naik kendaraan dengan kecepatan tinggi, tapi masih takut dan deg-degan. Kalau sekarang saya merasa jika mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, saya sudah merasa menyatu. Ibaratnya, saya sudah bisa menguasai motor,� paparnya. Tak hanya menjadi hobi, otomotif pun menjadi sarana positif dalam melampiaskan kepenatan akibat rutinitas pekerjaan. Dr. Tedjo yang dalam setiap bulannya bisa menangani minimal 50 tindakan operasi ini sudah sejak lama mencoba untuk serius dalam ajang balap motor. Menurutnya, guru pertamanya di sirkuit adalah pembalap nasional Dian Dilato. Dari Dian Dilato, Dr. Tedjo belajar tahap awal balap motor hingga akhirnya dirinya mampu menguasai motor 1.000 cc dengan kecepatan tinggi. “Menariknya, pada 6 Juni 2012, saya pernah mengalami kecelakaan ketika mengikuti balapan di sirkuit Sentul, hingga mengharuskan saya minum lima macam obat anti nyeri. Saya pun sempat mengalami problem di bagian tulang

selangkang. Akan tetapi dengan semangat dan motivasi saya pun segera bangkit. Selama saya menekuni dunia balap motor, saya merasa bisa mengelola rasa stress dan ketakutan dengan menyalurkannya ke dalam energi yang positif. Sehingga membuat kita lebih semangat. Ketika kita jatuh, dalam artian tak hanya jatuh dari motor saja, tapi jatuh terpuruk ketika kita memiliki suatu masalah maka bangunlah! Tidak perlu merenung dan berpikir terlalu panjang, jika kita jatuh, maka segera lupakan. Saya rasa, semua orang pernah jatuh dan mengalami masalah yang berat, karena sesuatu hal, maka jangan berhenti dan takut, bangkitlah dan otomatis rasa takut kita akan hilang. Bagi saya, rasa takut adalah hambatan psikis saja. Saya belajar dari setiap kejadian dalam hidup, intinya, jangan takut menghadapai masalah apapun,� papar peraih Juara 3 IndoPrix ini sambil tersenyum. Kepada para generasi muda yang kini menekuni bidang otomotif, Dr. Tedjo menyarankan bahwa kuncinya hanya satu yakni fokus, konsentrasi dan melihat ke depan. Agar stamina tetap terjaga, Dr. tedjo juga melakukan olahraga yang teratur setiap harinya. Selain itu, perlengkapan mengendarai motor dalam ajang balap juga harus dilengkapi dengan perlengkapan safety riding seperti warepack set yang terbuat dari kulit untuk melindungi tubuh serta bahu. +


Juli 2014

29


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

30

Juli 2014


Dr. Maman Hermawan, M.Sc

Kembangkan Hasil Laut

Non Konsumsi Hingga

Mancanegara Teks & Foto: Herlan

I

ndonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam. Dengan luas lautan hampir 70 persen dari total keseluruhan luas negara Indonesia, diperkirakan lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis karang hidup di dalamnya. Ternyata selain hasil pangan yang dihasilkan oleh laut Indonesia ada hasil yang merupakan nonpangan yang dihasilkan oleh laut Indonesia. Contohnya, tanaman laut, rumput laut, mutiara, limbah ikan seperti kulit dan sirip yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, dan bahan-bahan kerajinan dan anyaman. Untuk mengelola hasil tersebut pemerintah memiliki Dinas Pengembangan Produksi Non Konsumsi yang membawahi bidang tersebut dan langsung di bawah Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dinas Pengembangan Produksi Non Konsumsi inilah yang dipimpin oleh Dr. Maman Hermawan. Pria kelahiran Bandung 5 Mei 1960 ini sudah bertugas menjadi direktur dalam dinas ini sejak tahun 2010, dan menjadi direktur pertama yang memimpin bidang ini. Menurut Maman, tujuan dibentuknya direktorat Pengembangan Produksi Non Konsumsi ini ada tiga hal, yaitu penguatan nilai tambah dan daya saing produk, subtitusi impor, dan evaluasi ekonomi sumber daya

kelautan dan perikanan. “Hasil nonpangan kelautan dan perikanan Indonesia masih kalah saing dengan negara-negara lainnya. Contoh, persaingan produk ikan patin dengan Vietnam, di mana produk dari negara tersebut harganya jauh lebih murah dari Indonesia. Saat ini Indonesia baru memanfaatkan produk utamanya saja dan tidak memperhatikan hasil limbah dari produk utamanya tersebut. Untuk itulah dinas ini berperan, dimana hasil sampling tersebut diolah menjadi produk-produk baru yang bermanfaat dan dengan menggunakan konsep blue economy,� ujar pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perikanan Provinsi di Bengkulu ini kepada Kabare. Menurut pria yang memulai kariernya di Dinas Kelautan dan Perikanan sejak tahun 1984 ini, perkembangan usaha produksi nonkonsumsi kelautan dan perikanan di Indonesia sepertinya masih belum mengalami peningkatan daya produsi. Masih kurangnya kesadaran dari pelaku usaha dan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan ini untuk meregister usahanya, menjadi salah satu penyebab belum majunya usaha produksi nonkonusmsi kelautan tersebut. Maman berujar jika semuanya memiliki kesadaran maka hasil dari produksi mereka dapat terdata dan dapat dibantu untuk proses produksi dan perdagangannya oleh

Dinas Pengembangan Produksi Non Konsumsi ini. Hasil produksi yang paling menonjol dan sedang ditingkatkan terus hasil produksi dan perdagangannya dalam produksi nonkonsumsi kelautan dan perikanan ini, adalah mutiara. Menurutnya mutiara yang dihasilkan oleh laut Indonesia ini termasuk jenis mutiara yang berbahan langka dan bagus

Mutiara yang dihasilkan oleh laut Indonesia ini termasuk jenis mutiara yang berbahan langka dan bagus jenisnya sehingga harganya pun sangat mahal jenisnya sehingga harganya pun sangat mahal. Karena hal tersebut, mutiara kita semakin diminati oleh pangsa pasar internasional ketimbang pangsa pasar domestik. Selain itu dirinya juga sedang fokus agar pasar domestik juga mulai memilih mutiara produksi bangsa sendiri ketimbang hasil dari bangsa lain. Walaupun harganya lebih murah dari mutiara Indonesia tetapi kualitasnya tetap lebih unggul hasil dari laut Indonesia. + Juli 2014

31


GEBYAR

FESYEN

Casual-Etnic, style sang desainer, terwujud dalam padu-padan blouse abu-abu asimetris berbahan taveta silk, dipadukan dengan celana palazo berpotongan overlap ini tampil unik beraksen batik indigo motif parang pada bagian depan.

32

Juli 2014


Effective Collaboration

T

erinspirasi gaya hidup kaum sosialita yang kini lebih tertarik untuk tampil simpel, dinamis, dan trendi, membuat busana muslim kini sangat diminati masyarakat. Kesan busana muslim yang merupakan kolaborasi antara bentuk-bentuk simetri-asimetris dengan perpaduan efektif antara komposisi material utama batik indigo motif parang dengan lipatan-lipatan asimetris, memberi nilai lebih pada4 tampilannya yang lebih profesional.

Juli 2014

33


GEBYAR

FESYEN

Busana muslim yang modern dan trendi muncul dalam padu-padan 3 pieces, yaitu atasan pendek beraksen asimetris layer berwarna abu-abu, dalaman hitam berbahan lycra, dan gaucho-pants panjang dari batik indigo motif parang.

34

Juli 2014


Perpaduan antara batik indigo motif parang, tampil modern sekaligus memikat saat diwujudkan dalam blouse hitam pendek ber-cutting unik di bagian depan dengan rok Aline beraksen ban pinggang besar ditambah lipit di bagian panggul. Busana ini menambah kesan muslimah yang tampil fashionable. Juli 2014

35


GEBYAR

FESYEN

Masih dengan kekuatan pada asymetric-cutting, kesan simpel tetap terwujud dalam siluet long-dress dengan aksen aplikasi kepang hitam-putih yang seolah melilit melingkar mengikuti siluet tubuh pemakainya tanpa meninggalkan konsep muslimah yang trendi.

36

Juli 2014


Elegan sekaligus dinamis tampil dalam wujud paduan busana berwana hitam-indigo dengan detail asymetric-cutting sebagai salah satu ciri khasnya. Tambahan aksen variasi lengan camelot dan lengan raglan menjadi sentuhan unik dalam mengolah keseluruhan material.

Juli 2014

37


GEBYAR

FESYEN

Asymetric-blousses pendek berwarna abu-abu sebagai pengganti bolero, tampil menawan saat dipadukan dress bersiluet flare dengan aksen ploi lebar dari bagian empire. Sentuhan nuansa warna abu-abu dan indigo pilihan sang desainer memberi nuansa harmonis pada tampilannya yang modern dan dinamis. 38

Juli 2014


B

erawal dari kecintaannya dengan dunia fesyen, Dewi Ranaya pun menekuni dunia ini lewat brand “Dewi Ranaya” yang seringkali disingkat “DR”. Karakternya yang simpel dan elegan tampak jelas dari karya dan produknya yang merupakan ethnicmoslem ready to wear. Karya-karya Dewi Ranaya seringkali terinspirasi dari kaum sosialita hijabers yang kini cenderung menggemari busana dengan material etnik dengan kemasan yang lebih modern. Desainer kelahiran Salatiga 8 September 1982, yang merupakan lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Ekonomi ini, terus mengembangkan desain dan bisnisnya. Selain membuka workshop di Jl. Namburan Kidul No. 64, Yogyakarta, Dewi yang merupakan anggota APPMI DIY juga sering mengikuti berbagai event fesyen baik lokal maupun nasional agar semakin dikenal luas di kalangan pencinta dan penikmat mode khususnya fashionista Indonesia. + Busana: Dewi Ranaya Model: Nela Rheiana Fotografer: Budi Prast Asst. Fotografer: Sutoto Stylist & Writer: Tyas Santhi Fatmasari Make Up & Hair Do: Virdausi Salon Koordinator: Farid Imawan Editing: Sutoto Lokasi: Kampung Labasan Tropical Resort, Yogyakarta.

Jl. Namburan Kidul No. 64 Yogyakarta Telp. 08112543117 e-mail: dewieranaya@yahoo.com PIN: 2B163A6C

Jl. Kaliurang, Km 17,5, Pakem, Sleman, Yogyakarta Phone : 0274 - 895896 email : kampunglabasanresort@gmail.com web : www.kampunglabasan.com


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Kilau Cantik

Batu Kristal Teks: Della Yuanita; Foto: Ist.

40

Juli 2014


K

eindahan batu kristal rasanya tak perlu lagi dipertanyakan. Batu kristal selama ini dikagumi banyak orang karena cahaya dan keindahannya. Kristal pun memiliki banyak fungsi, mulai dari pemanis dekorasi rumah, aksesoris wanita hingga kesehatan tubuh serta kecantikan kulit. Untuk dua fungsi yang terakhir, rupanya bangsa Mesir dan Yunani kuno telah menggunakan batu yang dipercaya sebagai lambang kebijaksanaan dan perlindungan ini sejak dahulu kala. Kristal dianggap bunga dalam dunia mineral. Kekayaan warna dan energi yang dimiliki kristal semakin nyata manfaatnya setelah digabungkan dengan teknologi canggih sebagai alat perawatan tubuh dan wajah secara modern. Batu kristal juga menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mendambakan penampilan mewah dan elegan, serta memberikan gaya berbeda dalam berbusana. Salah satu yang paling digemari yakni kristal swarovski yang banyak dipilih para perancang, baik busana maupun aksesoris juga perhiasan. Tentunya aplikasi kristal swarovski ini dapat melengkapi desain guna memberikan penampilan mewah dan anggun. Adalah Daniel Swarovski, pria asal Australia ini tentu tak pernah menyangka bahwa buah pemikirannya kini begitu digemari dengan penghargaan tinggi. Berawal dari bisnis keluarga sebagai pemotong bebatuan, termasuk kristal, Daniel kecil berpikir untuk mempermudah dan menemukan cara untuk membuat bebatuan ini menjadi lebih indah. First Electrical Exhibition di Vienna menjadi awal munculnya ide di kepala, di mana akhirnya pada tahun 1892, ia pun mematenkan mesin yang diciptakan untuk membuat batu kristal tampil menjadi lebih

Chanel dan Elsa Sciaparelli menjadi pelanggan setianya. Sederet nama desainer kondang lainnya seperti Prada, Roberto Cavalli, Emanuel Ungaro, Vera Wang, Dior, Ellie Saab hingga Dolce & Gabbana pun mengikuti kecemerlangan kristal swarovski. Di Indonesia sendiri kita memiliki desainer ternama Biyan W Wanaatmadja. Desainer yang terjun ke industri mode

memesona di setiap inci keindahannya. Swarovski menjadi pilihan terutama bagi perancang busana sejak tahun 1895. label mode ternama seperti Coco

Juli 2014

41


CANTHING ARTIKEL LEPAS

harmonis. Karena kristal menetralisir energi negatif. Kristal dibuat dengan elemen api. Karena itulah, kristal membuat energi yin menjadi yang. Semakin besar kristal, semakin banyak kristal akan semakin memberi energi positif dalam rumah kita. Untuk itulah, chandelier disarankan memiliki warna merah dan diletakkan pada bagian depan atau ujung dalam rumah. Fungsinya untuk melancarkan energi. Ada baiknya, chandelier ditempatkan di lobi, ruang keluarga atau di ruang tamu sehingga ruangan akan terlihat semakin cantik. Agar kilau kristal tak mudah pudar, maka tetaplah penting untuk dilakukan perawatan. Kristal asli yang terbuat dari batu kristal akan berbunyi nyaring seperti toast pada gelas anggur kristal. Untuk merawat chandelier maka gunakanlah matahari atau cukup menyalakan lampu. Cahaya mencuci energi kristal sehingga akan menjadikannya lebih kuat. Sedangkan untuk merawat pajangan kristal maka cukup mencucinya dengan air sabun sedikitnya tiap tiga bulan sekali. Untuk bagian dalam kristal yang agak sulit dijangkau, cukup gunakan cotton bud dan campuran air sabun. Terakhir, cukup bilas dengan air bersih keringkan menggunakan lap atau kain lembut, maka kecantikan kristal Anda akan berkilau sepanjang masa. + Indonesia sejak tahun 1984 ini memiliki kekhasan dalam setiap koleksi busananya. Biyan hampir selalu memberikan sentuhan kemewahan yang elegan pada setiap rancangan busananya dengan menambahkan aplikasi swarsovski. Seperti tren luar negeri, desainer lokal lainnya pun mengikuti langkah Biyan untuk memasang swarovski sebagai pemanis aplikasi busana. Taburan kristal swarovski pun membuat hasil akhir dari sebuah busana tampak anggun dan berkelas. Melihat kenyataan tersebut, swarovski pun tak hanya ditaburkan dalam busana saja namun juga clutch, sepatu hingga pemanis tata rias wajah. Lantas, bagaimana kilau kristal dalam mempercantik interior? Ahli feng shui Yohan Suyangga mengatakan bahwa lampu kristal atau chandelier mampu meningkatkan feng shui dalam rumah Anda. Chandelier membuat suasana semakin cantik karena kristal mempengaruhi suasana hati dan kesan romantis di rumah. Semakin banyak kristal di dalam rumah, suasana akan semakin 42

Juli 2014


estate


CANTHING ARTIKEL LEPAS

ART | JOG 2014

“Legacies Of Power” Teks: Wahyu Indro S; Foto: to: Albert

R

atusan karya seni rupa kontemporer ntemporer ditampilkan dalam ruang dan displayy di Taman Budaya Yogyakartaa (TBY), venue yang sudah bertahun-tahun menjadi enjadi tuan rumah ART JOG. Semua karya ya tersebut adalah hasil kreativitas seni yang dilahirkan melalui daya kritis dan ekplorasi pemikiran sejumlah seniman dari berbagai daerah di Indonesia, juga sejumlah seniman dari negara-negara di Asia maupun Eropa. Kebiasaan yang tidak hilang darii ART R JOG adalah selalu tampil mengejutkan. kan. Jika tahun lalu ART|JOG 2013 secara gila menyulap bagian depan Taman Budaya Yogyakarta akarta menjadi

444

Juli 2014

lambung kapal raksasa dengan ratusan lempeng drum bekas, maka kali ini, ART|JOG 2014 secara mengagumkan memindahkan istana para pemimpin negeri. Bagian depan TBY diubah menjadi halaman depan Istana Negara lengkap dengan para menteri kabinet yang berdiri berbaris di depannya. Mereka adalah anggota Kabinet Goni. Instalasi karya Samsul Arifin tersebut menjadi Commission Work ART|JOG 2014. Karya tersebut adalah tafsir para wakil rakyat yang menduduki kabinet pemerintahan. Dengan berpose di depan istana mereka tampil peme sebagai sosok yang seolah-seolah cerdas dan bijaksana. Namun kenyataannya menggelikan. Apa yang ditampilkan Kabinet Goni adalah benang merah dari ART|JOG 2014. Secara cerdas pagelaran ini mengusung tema “Legacies of Power”, sebuah pesan penuh makna sekaligus sindiran kepada bangsa Indonesia menjelang pergantian kkekuasaan. Legacies of Power adalah cara seniman dan ART JJOG untuk mengkritisi praktik dan produk demokrasi di IIndonesia termasuk kusutnya wajah kepemimpinan nasional IIndonesia menjelang Pemilu 2014. l Pagelaran seni rupa kontemporer internasional ke-7 yang berbasis di Yogyakarta tersebut, secara resmi digelar mulai 7 b


mengajak publik, termasuk para seniman dan pengunjung, untuk memulai sebuah proses demokrasi penting tahun ini sambil melihat kembali sejarah beragam peralihan kekuasaan di Indonesia. Selain

22 Juni 2014. Sebanyak 103 seniman melalui karyanya mencoba memaknai visi pelaksanaan demokrasi di Indonesia sembari melihat kembali sejarah peralihan kekuasaan di Indonesia. "Tema dipilih bertepatan dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan berlangsungnya pemilihan Presiden di bulan Juli mendatang," ujar Direktur ART|JOG 2014, Satriagama Rakantaseta. Menurutnya, Legacies of Power mencoba

menjadi ajang pameran, ART|JOG 2014 juga merupakan bursa seni rupa kontemporer

yang menjadi etalase bagi perkembangan seni dan pencampaian yang telah diciptakan oleh para seniman, termasuk di antaranya pencapaian kreatif para seniman muda berbabakat tanah air. Tak sembarang karya bisa ditampilkan di ART|JOG 2014. Pasalnya, pihak penyelenggara menerapkan seleksi yang profesional dan kurasi yang kketat. Tak ayal lagi jika la ART|JOG A 22014 disebutssebut sebagai yyang terbaik ddi Asia Tenggara dalam hal kualitas kurasi. Tidak mengheranka n pula, jika ART JOG lambat laun menjadi magnet dan agenda seni rupa kontemporer di Asia berkat karakternya yang unik.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Potret Ibu Kota dalam Sebuah Karya Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

I

bu kota selalu saja memiliki banyak cerita untuk dikisahkan. Sebagai ibukota dari Indonesia, Jakarta memang menyimpan sejuta hal menarik untuk dituangkan dalam berbagai hal. Salah satunya, dengan mengabadikannya dalam sebuah karya foto. Seperti yang dilakukan oleh Kelas Pagi Jakarta (KPJ) bekerjasama dengan Kelas Pagi Yogyakarta (KPY), pada tanggal 6-15 Juni 2014 lalu menggelar pameran fotografi bertajuk Ibu Kota. Pameran yang digelar di Rumah Kelas Pagi Yogyakarta di Jalan Brigjend Katamso, Prawirodirdjan GM II/1226 Gonodmanan, Yogyakarta tersebut diikuti oleh 27 fotografer fashion ternama di Indonesia. Budi ND Dharmawan, selaku pengurus Galeri KPY, dalam press release-nya mengatakan bahwa para fotografer fashion ternama tanah air seperti Advan Mathhew, Agan Harahap, Andre Wiredja, Anton Ismael, Arseto Adiputra, Bona Soetirto, Burhan Prawira, Hakim Satriyo, Ifan hartanto, Jacky Suharto, Michael Cools, Shakti Siddharta, Teuku Aji, Vicky Tanzil, Yogi Kusuma dan lainnya sangat tertarik mengikuti pameran foto tersebut. Karya-karya para fotografer tersebut telah dikenal dan dianggap cukup berpengaruh dalam dunia fotografi di Indonesia. Dalam pameran ini, mereka pun diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya masing-masing. Berbicara mengenai tema, Ibu Kota dipilih menjadi tema besar karena Jakarta merupakan tempat tinggal sebagian besar fotografer yang berpartisipasi. Tinggal di Jakarta dirasakan sebagai hal yang tidak mudah, terlebih bagi seniman yang dituntut untuk dapat menciptakan atau menghasilkan keindahan di tengah kondisi Jakarta yang serba kacau dan sibuk. Dalam pameran yang dibuka pada Jumat, 6 Juni 2014 lalu, digelar serangkaian acara yakni 46

Juli 2014

Workshop Fashion Fotografi oleh Anton Ismael dan Ifan Hartanto yang berlangsung selama tiga sesi. Selain itu ada pula fashion show oleh desainer Lulu Luthfi Labibi yang menampilkan busana-busana terkini. Lulu Luthfi sendiri dikenal sebagai desainer berbakat asal Jogja yang karyanya sudah tidak diragukan lagi. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Festival Malioboro 2014

Embrio

Menduniakan Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

M

Malioboro

alioboro merupakan satu kawasan yang paling lekat namanya dengan Yogyakarta. Kawasan itu telah lama menjadi pusat perbelanjaan dan kegiatan wisata di kota pelajar. Keraton, titik nol kilometer, Pasar Beringharjo, Istana Presiden, Benteng Vredeburg, Taman Pintar, Taman Budaya, dan sebagainya merupakan objek-objek wisata yang memberi warna tersendiri di kawasan itu. Posisi dan sejarahnya, membuat Malioboro juga menjadi kian terkenal sebagai ikon kota Yogyakarta. Dengan itu, kawasan Malioboro kemudian sering menjadi tempat idola para seniman, pelajar, dan masyarakat untuk bertemu, berkumpul dan berekspresi dalam bermacam kegiatan. Karena itulah, Dinas Pariwisata DIY mengangkat kawasan itu dalam event 48

Juli 2014

bertajuk “Festival Malioboro�. Menurut Hero Darmawanta, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Festival Malioboro yang mengangkat M ikon Yogyakarta ini i merupakan upaya untuk m menciptakan sebuah event, yang ke depannya akan diupa-yakan untuk menjadi salah satu event budaya yang cukup representatif dan terutama dikenali oleh dunia internasional. Selain itu, festival tahunan yang telah kali kelima ini diselenggarakan ditujukan juga untuk mengapresiasi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Terutama mereka yang ke Malioboro yang tiap tahunnya dinilai selalu bertambah. Pastinya,


Ini menunjukkan pula bahwa Yogyakarta memang heterogen. Masing-masing budaya dari penjuru Nusantara dapat dilihat dari Yogyakarta

sebagai kota pariwisata dan kota budaya, Yogyakarta akan semakin memiliki daya tarik dengan adanya gelaran-gelaran budaya semacam ini. Memang, selain ingin menikmati objekobjek wisata yang ada di Yogyakarta, pastinya para wisatawan pun juga ingin melihat event budaya. Karena itulah,

Festival Malioboro diselenggarakan setiap tahun. Di tahun 2014 ini, Festival Malioboro digelar pada tanggal 20-22 Juni, bertepatan dengan high season wisatawan ke Yogyakarta. Bermacam pertunjukan seni budaya dapat dinikmati para wisatawan.

Sebagai kota yang juga dikatakan sebagai “Indonesia mini�, tentu pertunjukan seni budaya yang disuguhkan dalam festival ini tak hanya dari Yogyakarta. Para wisatawan pun dapat melihat pertunjukan seni budaya dari penjuru daerah di Indonesia. Seperti dari Balikpapan, Aceh, Papua, Bali, Jawa

Teng T ah Tengah , Lampung, dan Sulawesi, yang dibawakan oleh Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah (IKPMD). Mereka semua adalah pelajar yang saat ini masih mengenyam pendidikan di Yogyakarta, yang membawakan seni budaya dari daerah masing-masing. “Kami memang mendorong dan memberikan kesempatan kepada para pelajar itu untuk tampil. Karena dengan itu, mereka sekaligus dapat mempromosikan daerahnya, memanfaatkan Jogja untuk dijadikan etalase provinsi lainnya. Ini menunjukkan pula bahwa Yogyakarta memang heterogen. Masing-masing budaya dari penjuru Nusantara dapat dilihat dari Yogyakarta,� ujar Hero Darmawanta. Selain itu, dalam festival ini juga menyuguhkan festival kuliner, perlombaan pedagang kaki lima di Malioboro, serta penampilan dari kelompok-kelompok musik yang ada di Yogyakarta. Tak hanya itu, festival ini juga mendatangkan band nasional yang penampilannya sekaligus menutup Festival Malioboro. Seperti dikatakan Hero Darmawanta, saat ini Festival Malioboro masih berupa embrio. Embrio yang ke depannya akan terus bertumbuh, ditata dan dikembangkan lebih baik. Tak lain, tujuannya adalah untuk membuat ikon Yogyakarta ini semakin dikenal oleh dunia internasional. +

Dinas Pariwisata DIY Jalan Malioboro No. 56 Yogyakarta Indonesia. Telp: 0274-587486 - Fax. 0274-565437 www.visitingjogja.com

Juli 2014

49


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Tong Tong Fair 2014, Denhaag

Belanda Kangen Melihat Tari Bedaya Teks: Wahyu Indro S; Foto: Ist

50

Juli 2014

S

ebanyak 45 seniman asal Yogyakarta unjuk gigi di Festival Tong Tong di Denhaag, Belanda, pada akhir Mei 2014 kemarin. Kepala Dinas Kebudayaan DIY, GBPH Yudhaningrat, mengatakan, keberangkatan rombongan seniman ke Belanda itu sebagai bagian misi diplomasi kebudayaan Yogyakarta. Di negeri kincir angin itu, rombongan seniman dari Yogyakarta menyuguhkan berbagai tari tradisional dari DI Yogyakarta. Karena, sesuai dengan permintaan pemerintah Belanda, masyarakat di sana ingin menyaksikan tari klasik dari Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman. Selain tari Bedaya, beberapa tari klasik lainnya dipertunjukkan di Festival Tong Tong yang berlangsung 28 Mei hingga 4 Juni 2014. Festival Tong Tong merupakan festival budaya tertua di Belanda. Festival ini sudah ada sejak 1959, meskipun baru disebut sebagai Tong Tong Fair pada 2009 lalu. Dalam setiap pergelarannya, festival yang menyuguhkan berbagai atraksi seni, kuliner, dan workshop budaya ini biasa dikunjungi hingga 100.000 orang. Pementasan tari klasik pertama di festival itu justru dilakukan oleh Kraton Kasunanan Surakarta pada 1985. Saat itu, putri Paku Buwono XII menarikan tari klasik Srimpi. Itulah pertama kalinya, tarian klasik Jawa dipentaskan di luar tembok Kraton. Dalam Festival Tong Tong itu, Pemda DIY sengaja melibatkan seniman senior maupun junior, sehingga bisa menampilkan dua bentuk kesenian yang berkembang di Yogyakarta, baik klasik maupun kontemporer. Pemda menggandeng maestro tari Didik Nini Thowok. T Selain kesenian berbentuk tari, salah satu seniman asal Yogyakarta juga turut memamerkan sebanyak 100 lebih wayang kancil yang menggambarkan berbagai jenis binatang yang ada di udara darat dan laut juga ikut dipamerkan di Atrium City Hall atau Gedung Balai Kota Den Haag, Belanda. Pameran itu digelar oleh Sanggar Wayang Kancil Yogyakarta bekerja sama dengan Atrium City Hall Den Haag, Tong-Tong Fair, dan Wayang Bank Project Europe. Ki Ledjar Subroto, dalam pameran tersebut, tidak hanya memerkan wayang berbentuk binatang-binatang (wayang kancil) dengan warna warni yang begitu indah dan mencolok, tetapi juga memperlihatkan keragaman jenis wayang, berupa wayang kulit seperti yang selama ini dikenal publik. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

H

Tri Suci Waisak Tahun 2558 Buddha Era Perayaan

di Candi Borobudur 2014 Teks&Foto: Herlan

diajarkan oleh Sang Guru Agung, Buddha Gautama. Dalam malam perayaan Waisak tersebut, umat Buddha di Indonesia berkumpul di pelataran Candi Borobudur untuk merayakan bersama-sama. Borobudur merupakan satu-satunya candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun oleh nenek moyang kita di masa puncak kejayaan wangsa Syailendra dari aliran Buddha Mahayana antara abad 8 dan 9. Malam perayaan puncak Waisak yang diselenggarakan pada 14 Mei 2014 52

Juli 2014

ari raya Tri Suci Waisak merupakan hari yang suci dan mulia bagi umat Buddha di berbagai penjuru dunia. Tri Suci Waisak mengingatkan kita pada tiga peristiwa suci dan agung yang dialami oleh guru agung Buddha. Sidharta Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna dan parinibbana beliau. Ketiga peristiwa agung ini memiliki nilainilai keutamaan kebenaran Dharma yang sangat diyakini dan di agungkan oleh umat Buddha. Penjabaran tentang nilai pengorbanan hidup, kebenaran, kebijaksanaan dan kesempurnaan hidup dan p secara utuh telah dijalani j


ini semakin istimewa dan bermakna karena kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono dan Ibu Herawati Boediono. Pada perayaan tersebut Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono juga berkenan memberikan kata sambutan. Dalam perayaan Waisak malam itu ditampilkan drama kolosal yang dipersembahkan oleh Sanggar Artina Production pimpinan Ibu Haryati Abelam. Drama kolosal ini berkisah tentang tiga peristiwa agung yang merupakan perwujudan dari perayaan Tri Suci Waisak yaitu kelahiran, pencerahan sempurna dan parinibbana beliau, dari Sang Guru Agung Buddha Gautama. Sebelum acara puncak perayaan Tri Suci Waisak tersebut, telah dilaksanakan pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit dan Api Abadi Mrapen Grobogan, dan prosesi akbar jalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi

Agung Borobudur. Setelah perayaanTri Suci Waisak, seluruh Umat Buddha yang berada di Candi Borobudur akan melakukan ritual puja-bhakti dan ritual pradakshina atau mengelilingi tempat suci. Setelah itu perayaan Tri Suci Waisak ini ditutup dengan melepaskan seribu lampion ke udara dengan mengucap syukur atas kebahagiaan yang telah diterima serta memohon berkah Waisak untuk kemakmura, kesejahteraan Bangsa Indonesia dan seluruh mahkluk ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa di dunia. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Pergelaran

Wayang Golek Pesisiran Teks&Foto: Herlan

P

ewayangan merupakan khasanah budaya dan sumber kreativitas seni yang tak ada habis untuk digali. Di dalam pewayangan atau pakeliran, penonton dihadapkan pada berbagai karakter dan perilaku tokoh wayang untuk dipilih mana yang bermanfaat bagi dirinya, yang pantas diteladani, dan yang tidak pantas untuk dicontoh. Pakeliran Golek pada umumnya mengangkat cerita Menak (bagi wayang golek Jawa) atau cerita Ramayana dan Mahabarata (bagi wayang golek Sunda). Tetapi di daerah pesisir utara Jawa cerita wayang golek cepak Tegal dengan wayang golek Cirebon maupun wayang golek Kebumen sangat berbeda. Bentuk wayang goleknya pun berbeda, wayang golek Kebumen bentuknya lebih kepada seperti manusia, sedangkan wayang golek Cirebon bentuknya seperti wayang kulit, kepalanya lebih maju atau ke depan seperti wayang kulit pada umumnya. Wayang golek cepak Tegal bentuknya sama dengan wayang golek Cirebon, perbedaannya ada pada kostum yang dipakai. Wayang golek Cirebon lebih mewah dari pada wayang golek cepak Tegal. Pada 24 Mei 2014 yang lalu dalang muda asal Tegal, Sri Waluyo mementaskan wayang golek pesisiran dengan judul “Jamaludin The Robber� di Gedung Kesenian Jakarta. Sri Waluyo tampil memukau bersama grup wayangnya yang diberi nama Cing-cing Mong. Grup wayang Cing-cing Mong ini sangat menarik karena dalam grup tersebut terdapat beberapa

54

Juli 2014

dalang yang masih remaja. Pementasan wayang golek pesisiran ini berbeda dari pementasan wayang-wayang golek biasanya. Dimana biasanya pertunjukkan wayang hanya terdapat unsur-unsur wayang pada umumnya, seperti adanya dalang, sinden dan pemain alat musik gamelan atau sejenisnya. Tetapi dalam wayang yang dipentaskan oleh Sri Waluyo ini banyak terdapat perpaduan unsur antara tradisional dan modern. Hal ini bukan bertujuan untuk merusak kecirian seni wayang golek itu sendiri tetapi semata-mata untuk sarana memperkenalkan wayang golek agar lebih diminati para generasi muda. Di tangan Sri Waluyo, pementasan wayang golek pesisiran merupakan gabungan unsur pesisiran Tegal,


Cirebon, dan Kebumen, dengan iringan musik diatonik dan dilengkapi dengan alat musik biola dan erhu. Kedua alat musik tersebut ia kolaborasikan dengan alat musik tradisional seperti kendang, slenthem, gambang, gender, kecapi dan lainnya. “Jamaludin The Robber� merupakan kisah yang dipentaskan pada pertunjukan Sri Waluyo bersama timnya kali ini. Walaupun judulnya berbau kebarat-baratan tetapi keaslian dari cerita ini tidak ada kaitannya dengan kisah-kisah yang mengadaptasi dari dongeng-dongeng Barat. Kisah “Jamaludin The Robber� mengangkat kisah nyata asli Nusantara yang menceritakan kisah tragedi cinta abadi seorang Jamaludin, anak lurah dari Tegal. Kisah ini juga memiliki makna yang sangat dalam dimana Sebuah cinta yang tulus tidak dapat dibeli dengan apapun kecuali perasaan saling mengasihi, saling mengerti dan saling menerima apa adanya. Dalam pementasan kali ini Sri Waluyo juga dibantu oleh sang istri tercinta Cahwati, yang merupakan seorang penata tari dan vocal, dan rekannya Gondrong Guanto yang merupakan seorang penata gending dari Ngawi, Jawa Timur. Meraka bertiga berhasil menggabungkan seni wayang golek pesisiran dengan seni tari dan musik. Pertunjukkan ini berhasil membius para penonton dan ikut berinteraksi agar pentas lebih hidup sehingga semua yang hadir merasa terlibat dan terbawa dalam cerita yang tengah dibawakan. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Perupa Indonesia - Thailand Gelar

Pameran

Bersama Teks: Wahyu Indro S.;Foto: Albert

A

wal tahun ini, sejumlah seniman Yogyakarta menggelar pameran bersama dan workshop di Thailand, kini giliran 16 perupa asal Negeri Gajah Putih itu berkolaborasi dengan 12 seniman Yogyakarta menggelar kegiatan serupa di Yogyakarta. Pameran bertajuk “Thai and Indonesia Art Exchange Exhibition 2014? ini digelar di Bentara Budaya Yogyakarta dari tanggal 24 Mei hingga 1 Juni 2014. Perupa Yogyakarta yang terlibat pada pameran dua negara ini adalah Agus Baqul, Basuki Prahono, Eddy Sulistyo, Emmy Go, Hadi Soesanto, Hardiana, I Made Arya Palguna, Januri, Kuss Indarto, Timbul Rahardjo, dan Yoyock Suryo. Sedangkan dari Thailand antara lain Akamol Rojanajiranan, Banlu Wiriyapompranas, Jirawat Phirasant, Nukoon Panyadee, Thong Udompol, Wattanachot Tungateja, Saravut Vongnate, dan lain-lain. Selain memajang sekitar 28 karya lukisan, keramik, dan patung, rangkaian acara juga diisi dengan workshop seni rupa yang digelar pada tanggal 25 & 26 Mei mulai pukul 9 pagi di Omah Petroek Karang Klethak, Pakem, Sleman. Pada acara workshop tersebut, para seniman membuat karya seni kolaboratif dan saling bertukar pengalaman dalam berproses kreatif. Selama di Yogyakarta para seniman Thailand juga diajak berkunjung ke sejumlah tempat kreatif seperti studio seni Nasirun, galeri dan Museum Affandi, Museum H. Widayat, Museum OHD, Candi Borobudur, Omah Limanjawi, Kraton Yogyakarta, sentra gerabah Kasongan, galeri Sangkring, dan galeri-galeri terkemuka di 56

Juli 2014

Yogyakar ta lainnya. Pada pameran tersebut, karyakarya yang menyajikan perihal kehidupan alam dan manusia sangat terlihat mendominasi pameran kolaborasi ini. Lokasi mereka berkarya, tampaknya mempengaruhi dalam memilih tema. Pendek kata, para perupa seperti memiliki kesamaan keinginan dalam mengambil tema, yakni kehidupan dan alam sekitarnya. Salah satu contohnya adalah karya kolaborasi yang disajikan secara bersama dalam bentuk bingkai yang besar. Dalam karya ini masing-masing perupa menghadirkan karyanya sendiri. Dalam karya itu tergambar gambar pisang, tanaman, orang, binatang dan lainnya. Dari pameran seni rupa kolaborasi ini menunjukkan bahwa seni rupa sebagai suatu media bisa mempertemukan sikap budaya dari bangsa yang berbeda. Alam, dalam konteks ini Merapi, seperti menyatukan perupa dari kedua negara, meski dengan tafsir yang berbeda. Salah satu seniman yang berpameran, Yoyock Suryo, mengatakan bahwa rangkaian acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pertukaran seni yang diadakan di Chalerm Phrakiat Art Gallery di Uttaradit Rajabhat University, Thailand, pada 3 – 8 Februari yang lalu. Pameran kolaborasi Thailand-Yogyakarta tersebut dibuka oleh Romo Sindhunata pada hari Sabtu, 24 Mei 2014 mulai pukul 19.30 WIB dan bertambah meriah oleh panggung musik dangdut Hasoe (Hadi Soesanto) beserta 45 Angels-nya yang ikut memenaskan suasana. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Deklarasi Koalisi

Merah Putih Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

G

aung pemilihan presiden Republik Indonesia semakin menggema. Masing-masing calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) mulai berlomba untuk mencari dukungan rakyat. Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa kini merambah ke Jogjakarta untuk mendeklarasikan rumah kemenangan serupa dengan Rumah h Polonia. Sesuai nama koalisi, rumah tersebut sepakat dinamakan makan Rumah Merah Putih. Rumah yang berdiri megah di tengah area cagar budaya, tepatnya di Jalan Pattimura 1, Kotabaru, Yogyakarta, yakarta, menjadi saksi deklarasi tim pemenangan Prabowo-Hatta. Acara deklarasi yang digelar pada hari Minggu, 1 Juni 2014 14 lalu menjadi penegasan bahwa Rumah Merah Putih ini sedianya dijadikan tempat berkumpulnya relawan Prabowo-Hatta. Tampak ampak hadir dalam acara deklarasi tersebut, adik dari capres Prabowo wo Subianto, Hashim Djojohadikusumo ojohadikusumo dan musisi Ahmad Dhani. “Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pendeklarasian rumah ini. Selain masih kokoh dan terawat, rumah ini merupakan bangunan n

58

Juli 2014 14

bersejarah yang menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia di Yogyakarta. Rumah ini juga sekaligus digunakan sebagai pusat Koalisi Merah Putih yang terdiri atas Parta Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB dan Partai Golkar di Yogyakarta. Selain itu, para pendukung Prabowo-Hatta juga akan diterima secara terbuka di rumah tersebut,” papar Nazaruddin, selaku sekretaris tim pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah Yogyakarta. Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo dan musisi Ahmad Dhani juga menggelar konferensi pers di kediaman mantan walikota Yogyakarta, Herry Zudianto. Herry Zudianto memperkuat tim sukses dan tim kampanye Prabowo-Hatta di DIY. Herry bahkan bertindak sebagai Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta di DIY. “Dalam hal ini saya bertindak selaku pribadi dan warga Kota Yogyakarta, saya tidak mewakili partai. Saya berharap kehadiran Y ssaya di tim ini dapat bermanfaat bagi Indonesia. Saya pun bergabung berdasarkan keyakinan bahwa Prabowo-Hatta tepat b bagi masa depan Indonesia. Meskipun Jokowi-JK juga merupakan b putra terbaik bangsa, tapi sesuai tantangan Indonesia ke depan, p tentu Prabowo-Hatta yang terbaik saat ini. Indonesia sedang membutuhkan sosok pemimpin yang tegas, teguh pendirian serta cerdas, dan sifat itu ada dalam diri Pak Prabowo,” papar Herry di hadapan rekan media. +


Jokowi Sultan Ingin Tiru

Yogyakarta

Teks: Wahyu Indro S;Foto: Budi Prast

S

ebelum sowan kepada Sultan, Jokowi sengaja berjalan kaki sejauh satu kilometer di Malioboro dan blusukan ke Pasar Bringharjo. Sambutan masyarakat yang meriah juga tampak saat Jokowi mendatangi deklarasi Ormas Barisan Nusantara DIY, akademisi, budayawan dan berbagai kelompok relawan di Gedung Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI), Alun-alun Utara Yogyakarta. Barisan Nusantara merupakan ormas pendukung Anies Baswedan pada saat Konvensi Capres Partai Demokrat dan didirikan oleh para mantan aktivis 1990-an. Sesampai di Kraton Kilen, dengan memakai baju khas kotakkotaknya, Joko Widodo sowan ke Kraton Yogyakarta, 2 Juni lalu, menaiki andong. Sesampainya di bangsal kediaman Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, sosok calon presiden itu memberi penghormatan dengan melepas sepatu dan kaos kakinya. Sri Sultan Hemangku Buwono X didampingi Permaisurinya, GKR Hemas bersama tiga putrinya, GKR Pembayun, GKR Condrokirono dan GKR Bendoro bersama suaminya KPH Yudhanegara, menyambut rombongan capres yang diusung oleh

koalisi PDI-P, NasDem, Hanura dan PKPI tersebut. Tak lama berselang, rombongan Jusuf Kalla juga menyusul. Tampak ikut di dalam rombongan Anies Baswedan, Sukardi Rinakit, Arya Bima, Sutrisno Bachir, ibu kandung dan pakdhe dari Jokowi. Usai menyambut semua tamu, Sri Sultan HB X langsung mengajak Joko Widodo ke ruang khusus untuk berbicara empat mata. Usai berbicara secara privasi, Joko Widodo dan Sri Sultan HB X langsung memberikan keterangan kepada para awak media massa yang sudah menunggu. Joko Widodo mengaku, akan meniru gaya kepemimpinan Sri Sultan HB X jika dirinya dipercaya untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Selain sowan ke Kraton Yogyakarta, Joko Widodo juga menghadiri Silaturahmi dan Rakorwil Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor DIY di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Sementara itu, saat Jokowi berada di tengah pendukungnya, Jusuf Kalla memilih bertemu menemui Buya Syafi'i Ma'arif di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, sekaligus menengok Julius Felicianus korban kekerasan berlatar agama di RS Panti Rapih. Joko Widodo merupakan sosok calon presiden yang ternyata punya banyak dukungan juga di Yogyakarta. Tanggal 24 Juni lalu, para seniman, budayawan, pegiat seni, pegiat budaya, kelompok kesenian, serta masyarakat sipil lainnya di Yogyakarta, menggelar kirab budaya dan deklarasi dukungan terhadap Capres-Cawapres Jokowi-JK. Acara tersebut dilaksanakan di Jalan Malioboro tepatnya di depan Gedung DPRD DIY, hingga Titik Nol Kilometer. Sejumlah budayawan juga turut serta melakukan deklarasi, antara lain Mohammad Sobari, Slamet Rahardjo, Goenawan Mohammad, Marwoto, Marzuki Mohammad, Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Djoko Pekik, dan lain-lain. + Juli 2014

59


CANTHING ARTIEL LEPAS

“Eco Aksi Sosial Wedding Paguyuban Vaganza” Mustoko Putri Teks: FA Herru; Foto: Albert

A

ksi sosial merupakan agenda yang kerap dilakukan oleh bermacam komunitas atau paguyuban, sebagai ungkapan kepedulian mereka terhadap sesama. Bermacam kegiatan yang tujuannya membantu serta meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, pun rutin atau secara berkala dilaksanakan. Tak terkecuali Paguyuban Mustoko Putri, yang telah kali kedua ini menyelenggarakan acara Nikah Bareng sebagai salah satu bentuk aksi sosial mereka. Indri Dapsari, anggota Mustoko Putri yang mengetuai kegiatan sosial kali ini, memaparkan bahwa acara Nikah Bareng tercetus karena keprihatinan mereka melihat banyak pasangan yang karena suatu kondisi lantas belum dapat melangsungkan pernikahan. “Banyak pasangan yang sebenarnya sudah layak menikah namun belum berani menikah. Ketika suatu hal yang seharusnya sudah dilakukan tapi belum tercapai, sudah saatnya kita yang diberi kelebihan oleh Allah kemudian 60

Juli 2014

membantu mereka,” ujarnya. Untuk itu, Paguyuban Mustoko Putri kemudian bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mewujudkan kegiatan sosial Nikah Bareng ini, yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei lalu. Nikah Bareng ini diikuti 30 pasangan yang berasal dari berbagai daerah dan kota. Seluruh pasangan pengantin ini tentu disediakan dan diberi fasilitas sebagaimana umumnya gelaran pernikahan. Mulai biaya pencatatan nikah, pakaian dan rias pengantin, katering, hingga foto prewedding dan foto pernikahan. Mereka juga disediakan mahar berupa seperangkat alat sholat, sepasang burung merpati, serta pohon buah yang wajib ditanam oleh setiap pasangan. “Maksud memberi mahar pohon buah yaitu penanda bahwa Mustoko Putri pun peduli pada kelestarian lingkungan dan alam. Karena itulah, Nikah Bareng kali ini bertemakan

Eco Wedding Vaganza,” tambah Indri. Tanpa mengurangi kesakralan dan kekusyukan, sebanyak 14 pasangan mengikat janji sehidup semati dalam ikatan perkawinan di Masjid Agung Sudiro Husodo Sleman. Sedangkan 16 pasangan lain sebelumnya telah melaksanakan akad nikah di KUA atau di rumah masingmasing. Dari 30 pasangan pengantin itu, 14 di antaranya merupakan pasangan tuna netra. Seusai dilansungkan akad nikah di masjid agung tersebut, panitia pun menggelar pesta atau resepsi pernikahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Sebelumnya, para pasang pengantin melaksanakan kirab menggunakan becak hias menuju Rumah Dinas Bupati diiringi kesenian jathilan. Bupati Sleman, Kepala Kantor Kementrian Agama Sleman serta


para pejabat Sleman lainnya, serta anggota Paguyuban Mustoko Putri mengiringi mereka dengan menggunakan andong. Ratusan tamu dari sanak keluarga masing-masing mempelai pun menghadiri gelaran resepsi dan jamuan makan tersebut. Dalam resepsi tersebut, panitia juga menyediakan berbagai bingkisan hadiah untuk para pasangan pengantin berupa peralatan rumah tangga serta fasilitas menginap di beberapa hotel berbintang. Beberapa hotel berbintang memang turut bekerjasama dengan Mustoko Putri dan mendukung agenda kegiatan sosial Nikah Bareng ini. Selain memperoleh bermacam fasilitas, tak ketinggalan Bupati Sleman sendiri memberikan tali kasih pada para pengantin dengan memberi dana tunai masing-masing sebesar limaratus ribu rupiah. Demikian Paguyuban Mustoko Putri menyelenggarakan acara Nikah Bareng ini, yang tak lain merupakan wujud kepedulian para anggotanya kepada sesama. Mustoko Putri sendiri merupakan perkumpulan atau wadah komunikasi perempuan sosialita Yogyakarta yang berasal dari berbagai lintas profesi. Mereka merupakan perempuan yang telah mapan, memiliki kemampuan dan aktualisasi diri yang baik, dan sama-sama memiliki perasaan mau berbagi dengan yang lain. Sebagai sebuah paguyuban yang awalnya dirangkum dalam kegiatan arisan, Mustoko Putri memiliki agenda kegiatan setiap bulan yang mengusung tema-tema tertentu, seperti pelestarian alam, kegiatan sosial atau juga spiritual. Tak hanya itu, mereka pun memiliki agenda berskala besar tiap tahunnya, seperti acara Nikah Bareng ini. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Gerobak Sapi

Tetap

Bertahan di

Pusaran

Zaman Teks: Wahyu Indro S; Foto: Albert, Budi Prast

62

Juli 2014

G

erobak sapi bisa dikatakan telah menjadi kendaraan langka. Sedikit berbeda dengan andong atau kereta kuda yang masih bisa ditemukan di beberapa tempat di Yogyakarta, gerobak sapi semakin sulit ditemukan. Nyaris mustahil menemukan gerobak sapi berkeliaran di jalan raya kota. Meski sudah langka, gerobak sapi masih ada. Dahulu, gerobak sapi adalah kendaraan tradisional yang cukup banyak ditemukan di seluruh Jawa. Konon, pada masa lalu, Raja Hayam Wuruk sering menggunakan kendaraan berupa gerobak yang ditarik oleh dua ekor kerbau. Mungkin pada zaman itu gerobak merupakan salah satu kendaraan yang cukup mewah. Maklum, tidak setiap orang mampu membeli gerobak maupun binatang penariknya. Pada gilirannya gerobak menjadi kendaraan yang cukup diandalkan di Jawa disamping cikar, delman, atau andong. Entah mulai kapan pengertian alat angkut yang


bernama gerobak itu mulai mengerucut pada pengertian sebuah kendaraan beroda dua yang terbuat dari beberapa batang balok kayu, berdinding anyaman kulit bambu dengan bentuk seperti trapesium, dan atap umumnya terbuat dari anyaman bambu yang ditumpuk berlapis ataupun kayu. Selain itu terdapat juga tirai yang terbuat dari anyaman bambu yang berfungsi untuk menahan terpaan sinar matahari dan tampias air hujan. Tirai di bagian samping atas gerobak disebut kroso, sedang dibagian bawahnya disebut gribig, dan dibagian belakang disebut tepongan. Tirai ini disangkutkan pada atap dan tiang atap gerobak atau drajug. Terdapat juga rem yang terbuat dari balok atau gelondongan batang kayu, bajingan yang selalu memegang cemeti, sepasang kuk dengan tangkai balok kayu yang menyambung ke bodi kendaraan, serta sepasang hewan penarik kendaraan yang umumnya berupa dua ekor sapi atau kerbau dengan kalung lonceng yang selalu berbunyi kelonengan atau klonthong. Gerobak semacam itu, dahulu sempat menjadi raja jalanan. Pasalnya pada masa lalu kendaraan ini menjadi alat angkut yang vital bagi hasil-hasil bumi dari pedalaman Jawa. Bukan hanya hasil bumi dari para petani di Jawa, melainkan juga hasil-hasil perkebunan milik Belanda yang memberikan hasil berkelimpahan pada zaman Tanam Paksa. Menurut seorang pembuat gerobak sapi yang juga seorang bajingan (pengemudi gerobak sapi, bhs. Jawa-red) Bambang Montil. Gerobak sapi mengalami era-era kejayaan di masa modern pada tahun 1970 hingga 1980-an. “Mulai tahun 1990, gerobak sapi secara perlahan mulai

tergantikan oleh truk dan mobil b berjenis pick up. SSedikit demi ssedikit, para p penarik dan pemilik ge gerobak sapi di w wilayah Yogyakarta, K Klaten, Solo, bahkan Se Semarang mulai ber berkurang,� kata B m Bambang. Selain dianggap sudah tidak dapat mengikuti perkembangan jaman, lanjut Bambang, ada masa sebuah peraturan yang dibuat untuk melarang gerobak sapi ada di jalan raya. “Alasan pelarangan

Nyaris mustahil menemukan gerobak sapi berkeliaran di jalan raya kota. Meski sudah langka, gerobak sapi masih ada

tersebut dikarenakan roda gerobak sapi bisa merusak aspal jalan. Pasalnya, roda gerobak sapi pada jaman dahulu itu terbuat dari besi,� ujarnya. Di masa lalu gerobak merupakan kendaraan yang cukup mahal juga harganya, maka kendaraan ini juga menjadi semacam tanda bahwa orang yang memilikinya merupakan orang yang lumayan juga kedudukan ekonominya. Lebih-lebih pada masa lampau pesanan akan jasa gerobak ini cukup sering terjadi. Juli 2014

63


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Sehingga pemasukan bagi pemiliki gerobak relatif cukup terjamin, setidaknya dibandingkan kehidupan para petani penggarap atau petani kecil pada masa lalu. Bahkan, jika disbanding ada masa dengan sopir truk pada kini, hasil dari narik (mengangkut muatan) gerobak sapi jauh lebih besar. “Satu kali perjalanan dengan membawa muatan,hasil dari narik gerobak sapi tersebut cukup untuk menghidupi keluarga dalam waktu seminggu,� katanya. Namun, apa daya, berkembangnya jaman tidak bisa dihentikan. Pesatnya kemajuan teknologi terlampau sulit mengenali lagi sisi manusiawi, terlebih sebuah nilai-nilai tradisi. Lelaki yang hidup di masa kejayaan gerobak sapi itu, pernah dibuat kuatir. Gerobak sapi yang pernah menghidupi keluarganya lambat laun tergusur dan ditelan pusaran jaman. Hingga ada saat ketika ia harus membanting stir menjadi perajin mebel demi menyambung hidup. Akan tetapi, kini Bambang bisa bernapas lega. Setelah pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwana X di tahun 2009. 64

Juli 2014

Pesatnya kemajuan teknologi terlampau sulit mengenali lagi sisi manusiawi, terlebih sebuah nilai-nilai tradisi Gerobak sapi boleh mendenyutkan jantungnya kembali. Secara resmi, Sri Sultan menginginkan agar gerobak sapi tetap dilestarikan dan dibuatkan sebuah acara khusus untuk gerobak sapi, Festival Bajingan. Kini, pelan tapi pasti. Setelah puluhan tahun menunggu, akhirnya gerobak sapi bangkit lagi. Bagi Bambang, kebangkitan gerobak sapi mendatangkan rejeki. “Awalnya, memang gerobak sapi hanya ada ketika acara tahunan. Namun, dari acara tersebut, gerobak sapi mulai mendapat tempat di masyarakat. Meski sudah tidak lagi digunakan untuk mengangkut barang, melainkan sebuah acara pertunjukkan. Selain itu, kini juga sudah banyak orang yang ingin memiliki gerobak sapi,� ujarnya. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Jogja Fashion Week 2014 “Aura�

Teks: Wahyu Indro S; Foto: Farid Imawan, Albert

S

ekitar 81 perancang busana meramaikan Jogja Fashion Week (JFW) di Jogja Expo Center mulai 18 Juni-22 Juni 2014. Pada hajatan akbar para desainer ala Yogyakarta ini, para perancang busana yang ikut andil dapat bebas mengeluarkan ide dari tradisi masing-masing. Seperti mengangkat batik, tenun atau songket dengan ide yang 66

Juli 2014

menarik. Selain itu, desain pakaian yang ditampilkan selalu dapat digunakan atau ready to wear. Karena, hal ini menjadi ciri khas dari acara tahunan JFW. Selama penyelenggaraan JFW tahun 2014, setiap harin ada tiga sesi peragaan busana. Setiap sesinya, memfasilitasi desain busana anak, pemula dan profesional yang dibagi waktunya mulai dari siang, sore hingga malam hari. Sore hari untuk parade dan malam dalam bentuk mini show. Khusus hari terakhir, yakni hari Minggu, 15 Juni 2014 diisi dengan peragaan busana pria. Panggung JFW juga dirancang agar mengacu pada peragaan busana kelas dunia, yakni dengan tidak lagi

menggunakan stage namun langsung lantai. Untuk menunjukkan ciri khas Yogyakarta, tampilan catwalk dibuat dengan latar belakang Tugu, satu ikon khas dari Kota Gudeg. Mengusung tema Aura, Jogja Fashion Week tahun ini bertujuan merangkum warna-warna tradisi Nusantara, mulai dari Sabang sampai pulau Rote. Ini dikarenakan para perancang busana yang terlibat bukan hanya berasal dari Yogyakarta namun juga dari luar Jawa. Dari 81 perancang busana yang terlibat, hanya 45 persen yang berasal dari Yogyakarta, sementara selebihnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung, Bali, Palembang, bahkan Malaysia. Selama penyelenggaraan JFW 2014, ada 1.080 outfit yang bisa dilihat pengunjung. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun


lalu dengan 1.015 karya dari 100 perancang busana. Meski jumlah perancang busana yang terlibat tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, namun hal ini memang menjadi salah satu persyaratan bagi perancang busana yang ingin mengikuti acara tersebut. Karena setiap malam hanya digelar 5-6 perancang busana, jadi para desainer dituntut harus bisa memproduksi lebih banyak rancangan hingga sekitar 24 jenis busana. Ketua Panitia JFW 2014, Afif Syukur mengatakan bahwa JWF merupakan media apresiasi dan promosi antara produsen fesyen dan masyarakat konsumen maupun pemerhati. "Tahun ini JWF memasuki usia ke-9 tahun. Kami sangat berharap ajang ini akan terus menjadi pendorong tumbuh kembangnya produsen busana yang merupakan home industry dan usaha kecil menuju kesempurnaan," kata Afif saat peluncuran JWF 2014. Sebagai brand batik tulis yang lahir di Yogyakarta, Sidji Batik Indonesia pun tak ketinggalan untuk berperan serta dalam pekan mode terbesar di Yogyakarta ini. Sidji Batik menampilkan 16 koleksi busana di panggung peraga Fashion Parade yang dilangsungkan pada Jumat, 20 Juni 2014.

Busanabusana besutan seorang desainer muda asal Ponorogo, Puput Sumargiana tersebut, terbagi menjadi 10 busana wanita dan 6 busana pria. Sidji Batik membuka show dengan koleksi cocktail dress, dilanjutkan dengan busana sporty untuk pria, dan diakhiri dengan evening gawn yang anggun. Mengambil tema “Forget Me Not� yang bermakna jangan lupakan aku, Puput berusaha untuk tidak melupakan proses dalam sebuah penciptaan karya. Menurut Marcom Sidji Batik, Denny Arivian, keikutsertaan Sidji Batik dalam gelaran JFW ini merupakan kedua kalinya, sedangkan keikutsertaan dalam Fashion Parade adalah kali pertamanya. Jika selama

ini Sidji Batik hanya dikenal sebagai produsen kain batik tulis dengan motif abstrak kontemporer, lewat acara JFW Sidji Batik akan semakin dikenal sebagai pelaku bisnis fashion ready to wear. Satu hal yang perlu diketahui, ajang Jogja Fashion Week merupakan satu prestasi luar biasa bagi dunia fashion di Indonesia. Mengapa? Sebab, nilai ekspornya pada akhir tahun 2013 lalu mencapai angka fantastis yakni sebesar hampir 12 miliar USD. Pertumbuhan ekspor produk fashion sejak tahun 2009 hingga 2013, terus menunjukkan tren positif sebesar hampir 11 persen. Ketua Dewan Penasehat API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) Yogyakarta, Robby Kusumaharta mengatakan, hal itu menguatkan bahwa industri garmen di Yogyakarta semakin tumbuh berkembang menggandeng industri kreatif lain sebagai pendukungnya. + Juli 2014

67


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN

Dr. Ernawati Hardani, MPH.

Fashion Menunjang Kecantikan

Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

68

Juli 2014


K

esehatan, kecantikan dan fashion merupakan tiga hal yang saling berkaitan satu sama lain. Bagi setiap orang, khususnya kaum hawa, memiliki tiga hal tersebut sangatlah penting. Menjaga ketiganya agar tampil berimbang menjadi PR utama bagi setiap wanita. Dr. Ernawati Hardani, MPH., yang merupakan dokter ahli gizi dan aesthetic yang cukup populer di Yogyakarta juga berusaha selalu tampil sehat, cantik dan menawan. Bagi perempuan kelahiran 18 Mei ini, wanita harus selalu tampil cantik. Kecantikan raga tak harus selalu ditunjang dengan perawatan yang mahal, namun dengan pemilihan padu padan busana yang pas, maka akan terlihat anggun dan berkelas. Maka lain halnya dengan wanita yang memiliki paras rupawan tapi penampilannya urakan maka jika dilihat secara keseluruhan maka kecantikannya tak akan terlihat. “Kecantikan dan fashion itu kan seiring sejalan. Wanita mana yang tak ingin terlihat cantik? Oleh karenanya, setiap wanita harus memiliki taste yang bagus untuk fashion. Tentunya, akan lebih bagus lagi jika ditunjang dengan perawatan kecantikan baik dari dalam maupun dari luar, karena penampilan yang baik akan menunjang kecantikan kita,” ujar dokter yang juga pemilik Derna Health & Beauty ini. Kepada Kabare, Dr. Ernawati mengisahkan bahwa awalnya dirinya merupakan seorang dokter umum alumni dari Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, dirinya sempat bertugas di Klinik Bhayangkara. Dr. Erna kemudian mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mulai menjadi dokter di puskesmaspuskesmas wilayah Yogyakarta, hingga akhirnya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Jetis, Yogyakarta. “Namun akhirnya saya mengajukan pensiun dini karena selama saya praktek di Puskesmas tersebut, saya sudah mulai merintis usaha klinik kecantikan. Di mana dalam klinik kecantikan tersebut saya fokus di bidang terapi obesitas. Memang saya belajar akupuntur dengan mengambil S2

“Kecantikan dan fashion itu seiring sejalan. Wanita mana yang tak ingin terlihat cantik? Oleh karenanya, setiap wanita harus memiliki taste yang bagus untuk fashion”

Busana kaftan bercorak batik karya Biyan

Kebaya encim dipadu dengan kain tenun rangrang dari Nusa Penida

Juli 2014

69


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN Selain sibuk di Derna Health & Beauty, Dr. Erna juga masih bertugas di RS. Jogja International Hospital di bagian akupuntur. Dr. Erna juga seringkali mengisi seminar mengenai kecantikan, kesehatan, anti aging, obesitas dan aesthetic. Belum lagi dirinya sering mengikuti short course tentang kecantikan dan kesehatan di luar negeri seperti Paris, Swedia hingga Hong Kong. Menurutnya, ilmu kecantikan berkembang sangat cepat, sehingga dirinya harus terus meng-up date-nya setiap saat agar tidak ketinggalan.

Cocktail dress karya Biyan

Kebaya brokat modern dipadu dengan dress batik dari Chaliet Bambang

Ilmu Gizi di UGM. Selain itu, saya juga sering mengikuti short course untuk bidang aesthetic. Saya mengambil ilmu kecantikan karena prospeknya sangat bagus. Berjalannya waktu, pasien semakin banyak dan juga kesibukan juga sangat padat. Akhirnya saya memang harus memilih, cukup sulit membagi waktu antara kesibukan di puskesmas maupun di klinik. Bekerja di puskesmas bergerak di bidang kuratif, promotif dan preventif dan rehabilitatif. Untuk promotifnya, saya harus melakukan promosi kesehatan di suatu wilayah yang dilaksanakan tak hanya pagi atau siang hari saja, kadang juga sampai malam hari. Sehingga berbenturan dengan klinik, maka saya harus memilih tidak boleh serakah dua-duanya sehingga akhirnya saya memilih mundur dari puskesmas dan fokus di klinik,� ujarnya panjang lebar.

70

Juli 2014


Kekayaan kain Nusantara sangat bisa naik kelas. Semuanya tergantung desain dan bagaimana kita memadu padankan busana dan aksesorisnya

seperti Mango dan Zara. Beberapa busana karya perancang dunia seperti Burberry, Gucci, Chanel hingga Armani pun menjadi koleksinya. “Akan tetapi sejujurnya saya lebih menyukai kain-kain tradisional, seperti batik, songket, kain endek dari Bali dan lainnya. Saya suka kain batik, seperti koleksi Chaliet Bambang dan Biyan. Harga memang relatif akan tetapi kainnya sangat awet hingga 15 tahun kemudian. Kekayaan kain Nusantara sangat bisa naik kelas. Semuanya tergantung desain dan

bagaimana kita memadu padankan busana dan aksesorisnya. Selain itu, para pengrajin harus bisa mengkreasikan motif kainnya, jika kainnya berupa batik, maka jangan sampai menghilangkan pakem kedaerahannya. Alangkah baiknya jika warnanya pun lebih bervariatif dengan kualitas bahan kain yang tidak panas di kulit. Yang terakhir, para pengrajin dan desainer bisa saling menjalin kerjasama agar bisa bersama-sama menaikkan nilai jual dan image dari kain Nusantara tersebut,� pungkasnya. +

“Dulu orang mau kulitnya kencang harus menjalani operasi plastik, sekarang untuk mendapatkannya kita bisa melakukan botox, tanam benang dan terapi lainnya. Oleh karena itu saya harus selalu up date dengan ilmu-ilmu baru di bidang kecantikan agar tak ketinggalan. Meskipun saya di Jogja, tapi ilmu saya juga mengikuti perkembangan zaman. Memang saya sengaja mengambil S2 Gizi untuk melengkapi praktek saya di bidang akupuntur karena bisa mengatasi berbagai keluhan masalah kesehatan dan kecantikan para pasien. Oeh karena itu saya melengkapi ilmu saya untuk pelayanan kepada pasien,� papar Dr. Erna. Dalam kesehariannya, Dr. Erna merupakan wanita yang hobi memadupadankan busana. Dirinya mengatakan bahwa sebenarnya lebih menyukai busana ready to wear daripada menjahitkan kain. Dr. Erna cukup selektif dalam memilih busana yang dia kenakan. Selain harus nyaman, kainnya tidak panas. Dr. Erna mengaku untuk beberapa occasion tertentu, dirinya memilih menjahitkan kain ke beberapa desainer ternama tanah air, seperti Biyan, Chaliet Bambang, Ghea, Budi Susanto, Ananta Kanapi, Ghea, Vera Abby, dan Nicholas Edo. Sedangkan untuk busana yang casual dirinya menyukai brand-brand

Dress dari kain batik tulis karya Chaliet Bambang

Juli 2014

71


PENDOPO ESAI FOTO

B

agi para umat Muslim, ada sebuah ritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Nyadran, menjadi ritual yang hingga kini masih sering dilakukan oleh masyarakat Jawa. Nyadran adalah suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga dan kenduri selamatan di makam leluhur. Konon, nyadran merupakan tradisi yang diawali oleh Ratu Tribuana Tungga Dewi, sang Raja Majapahit. Saat itu dirinya ingin

72

Juli 2014

Nyadran, Penghormatan Ritual

Bagi Leluhur Teks: Della Yuanita ;Foto: budi prast


berdoa kepada ibunya yang bernama Ratu Gayatri dan roh nenek moyangnya yang diperabukan di Candi Jabo. Untuk itu disiapkan sesaji yang ditujukan kepada para dewa. Tradisi ini pun kemudian dilanjutkan oleh Prabu Hayam Wuruk. Konon pula, tradisi nyadran ini dilanjutkan oleh Wali Songo dengan tujuan untuk mendoakan para orang tua di alam baka. Bedanya, tak ada lagi Juli 2014

73


PENDOPO ESAI FOTO

74

Juli 2014


Konon pula, tradisi nyadran ini dilanjutkan oleh Wali Songo dengan tujuan untuk mendoakan para orang tua di alam baka. Bedanya, tak ada lagi sesaji yang diperuntukkan kepada para dewa

sesaji yang diperuntukkan kepada para dewa, tetapi diganti dengan menyedekahkan sebagian kecil harta yang dimiliki untuk fakir miskin. Dalam perkembangannya kini, nyadran menjadi agenda tradisi yang kian melestari. Salah satunya yang masih rutin digelar yakni tradisi nyadran di Dusun Demangan, Candi Mulyo, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Suasana sakral namun tetap meriah tampak menyelimuti dusun tersebut. Masyarakat memulai tradisi ritual nyadran dengan doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah doa bersama selesai, dilakukan kirab nyadran, yakni warga membawa tenong dari rumah menuju makam leluhur Kyai Demang secara bersama-sama. Selain tenong, di antara mereka juga ada yang membawa kuali berisi gulai kambing. Adapun jenis lauk pauk yang terdapat dalam tenong tersebut, antara lain daging, peyek, tempe, bakmi goreng, dan ingkung ayam. Sampai di makam, sebagian makanan di dalam tenong tersebut kemudian diambil dan ditempatkan di atas tampah untuk diserahkan pada panitia. Nasi beserta lauk pauk tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Warga yang hadir kemudian makan nasi bersama-sama secara berkelompok dari makanan yang disajikan panitia

tersebut, beberapa di antara mereka juga makan dengan alas pincuk (wadah dari daun pisang). Sebelum acara makan bersama dimulai, masyarakat Dusun Demangan terlebih dulu melakukan bersih dusun, membaca tahlil dan doa bersama di area pemakaman sebagai penghormatan terhadap arwah leluhur. Sang juru kunci, Rohmidi, menuturkan bahwa tradisi nyadran digelar setiap tahunnya menjelang bulan suci Ramadhan atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa pada hari Jumat Kliwon. + Juli 2014

75


PLESIR WISATA

Agent Apreciation

Trip

Garuda Indonesia Yogyakarta

Teks&Foto: Danang Wibowo

Air awet muda di Shinheungsa

Seluruh anggota rombongan berf oto

bersama Patung Admiral Yi Sun-shin di Gwanghwamun Plaza di pusat Kota Seoul

Mount Seorak

K

orea Selatan tampaknya masih menjadi magnet wisata bagi banyak orang untuk mengunjunginya. Bisa dikatakan bahwa Korean Wave menjadi impian para traveler dunia untuk bisa menjejakkan kaki di sana. Korea Selatan tak hanya dilirik karena artis atau dunia hiburannya saja, namun sektor pariwisata di negeri Gingseng ini masih saja membuat penasaran para petualang wisata. Tak hanya itu saja, namun gaya K-Pop remaja Korea telah membius dunia dengan segala pernakperniknya, mulai dari gaya rambut, topi hngga busananya. Karena alasan inilah akhirnya Garuda Indonesia untuk mengajak para travel agent dan media dari Yogyakarta untuk mengapresiasi prestasi mereka dalam membawa para traveler dengan menggunakan perusahaan airlines tersebut. 76

Juli 2014

ace) di Korea Selatan Istana Kerajaan (Grand Pal

Kabare menjadi salah satu media yang terpilih mengikuti Agent Apreciation Trip Garuda Indonesia Yogyakarta, pada 13 hingga 18 Juni 2014 lalu. Rombongan yang berjumlah 23 orang ini terdiri dari 13 travel agent terbaik pilihan Garuda Indonesia Yogyakarta dan rekan media. Tampak GM. Garuda Indonesia Yogyakarta, M. Anshori dan Ketua ASITA, Edwin Himna. Dengan menumpang pesawat terbaru Garuda Indonesia Air Bus seri 330, rombongan lepas landas dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Setelah menempuh perjalanan udara selama 7 jam, rombongan pun sampai di Bandar Udara Internasional Gimpo di


Seoul, Korea Selatan. Tak mau kehilangan momen, rombongan pun memulai tournya ke beberapa tempat wisata paling populer di Korea Selatan. Pertama rombongan berkeliling Kota Seoul yang merupakan ibukota negara Korea Selatan. Kami mengunjungi Namsan Seoul Tower, sebuah menara komunikasi dan observasi yang terletak di Gunung Namsan, Seoul, Korea Selatan. Menara setinggi 236, 7 meter ini merupakan landmark Kota Seoul dan merupakan titik tertinggi di kota ini. Salah satu yang menjadi daya tarik terbesar dari Namsan Seoul Tower adalah ribuan gembok cinta berwarna-warni aneka bentuk yang ada di pohon dan juga pagar di bagian bawah menara. Selain itu, di puncak Namsan Seoul Tower juga terdapat 4 dek

observasi di mana kita bisa melihat panorama Kota Seoul dari ketinggian. Satu dek observasinya merupakan restoran berputar yang memungkinkan kita menikmati santapan lezat sekaligus pemandangan 360 derajat. Namsan Seoul Tower ini menggambarkan kebudayaan Korea di masa lalu, kini dan masa depan. Untuk menuju Namsan Seoul Tower banyak cara yang bisa ditempuh, namun yang menjadi salah satu favorit pengunjung adalah dengan naik kereta gantung atau cable car, kemudian berjalan kaki menuju menara. Tentu saja bonusnya kita bisa menikmati pemandangan alam yang hijau terbentang bak permadani. Hal lain yang identik dengan Korea Selatan adalah istana kerajaan zaman dulunya yang sering muncul di dramadrama kolosal Korea. Ada 5 istana (Grand Palace) yang dibangun pada masa dinasti Joseon, yaitu Istana Gyeongbokgung, Changdeokgung, Changgyeonggung,

Deoksugung dan Gyeonghuigung. Istanaistana indah dan khas Korea ini sangat populer dan menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi di Seoul, Korea Selatan. Selain pemandangan kompleks istana yang indah, kita juga bisa melihat secara dekat arsitektur, interior, adat istiadat serta benda-benda peninggalan warisan Dinasti Joseon. Setiap harinya di beberapa istana ini juga diadakan pertunjukan peragaan ulang dari ritual, tradisi serta kegiatan-kegiatan yang terjadi di kehidupan kerajaan pada zaman Dinasti Joseon. Keesokan harinya, rombongan pun menuju Nami Island. Pulau Nami atau Namiseom adalah pulau mungil berbentuk bulan separuh yang berada di wilayah Chuncheon-si, provinsi Gangwon-do, Korea Selatan. Nami Island sendiri merupakan sebuah

Patung Buddha di Mount Seorak

Juli 2014

77


PLESIR WISATA

Sebuah patung ibu dan anak di Nami Island Gembok Cinta Di Namsan

Penyeberangan ke Nami Island

destinasi wisata terpopuler di Korea Selatan. Bagi Anda yang menggemari drama Korea berjudul Winter Sonata, di sini kita bisa melihat patung artis yang menjadi bintang utama dalam serial drama tersebut. Tak hanya itu, selama berada di sana, kami melihat banyak keindahan Yangduam Dragon Head Rock, batu karang menyerupai kepala naga yang besar pemandangan dari pohon pinus serta sakura di sepanjang sisi jalan. Pulau yang memiliki julukan Island of the Gods ini memiliki Selain memiliki pemandangan alam yang indah, Nami Island pemandangan alam yang bervariasi meliputi tebing, gunung, juga merupakan pusat acara-acara kebudayaan dan seni di Korea yang diadakan hampir setiap pekan. Pulau ini juga memiliki kebun pantai, air terjun dan padang rumput serta padang bunga liar yang indah. Jeju Island banyak menyisakan ruang dan alam terbuka yang binatang, kebun botani, perahu wisata, ayunan luncur menuju tidak hanya tenang tetapi juga elok bagi para pengunjung yang pulau, museum dan galeri seni, panggung indoor dan outdoor ingin berekreasi sambil menikmati pemandangan alam. Selain serta pondok penginapan serta hotel lengkap dengan fasilitas keindahan alamnya, Jeju Island juga menawarkan banyak obyek seminar dan workshop. Nami Island juga memiliki keunikan tersendiri dengan mendeklarasikan diri sebagai Republik Naminara wisata dan daya tarik lainnya seperti taman dewasa Love Land dan aneka souvenir lainnya. Tak ketinggalan kami juga menyaksikan dan memiliki kelengkapan administrasi seperti halnya sebuah pertunjukan Nanta yang terkenal, desa wisata Sengeup atau negara independen. Yangduam Dragon Head Rock, sebuah batu karang yang Puas mengunjungi Nami Island, kami pun berangkat menuju menyerupai kepala naga yang besar. Jeju Island. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dari Kota Bukchon Hanok Village menjadi destinasi wisata kami Seoul, kami pun tiba di pulau yang indah tersebut. Jeju Island juga selanjutnya. Tempat wisata ini merupakan desa rumah tradisional tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan dianggap Korea yang terletak di area Bukchon, di antara Istana sebagai salah satu tujuan wisata honeymoon paling top di dunia. 78

Juli 2014


Patung pasangan Bae Young Joo dan Choi Ji Woo, kedua pemain Winter Sonata di Nami Island

Bukchon Hanok Village

Jembatan monumental tempat syuting drama Korea Winter Sonata

sudut Jeju Island Penulis berpose di salah satu

Gyeokbokgung dan Kuil Jongmyo Royal Shrine. Desa tradisional yang memiliki banyak gang sempit dan rumah tradisional

Penerima Award Travel Agent Terbaik

Korea (hanok) ini sengaja dijaga kelestariannya untuk mempertahankan suasana perkotaan pada masa dinasti Joseon. Kawasan Bukchon yang terdiri dari Wonseo-dong, Jae-dongm Gye-dong, Gahoe-dong dan Insa-dong, dulunya memang merupakan kawasan tempat tinggal para bangsawan dan pejabat kelas atas dari dinasti Joseon. Oleh karena itu, rumah-rumah tradisional di desa ini juga merupakan rumah gedongan pada masanya. Saat ini, Bukchon Hanok Village digunakan sebagai pusat kebudayaan tradisional Korea dan juga kulinernya. Desa ini memiliki jalan yang sempit, berliku dan menanjak yang diapit oleh bangunan tradisional sehingga memberi atmosfer yang khas. Beberapa tempat wisata lain seperti Mount Seorak, Shinheungsa Temple yang dibangun pada masa penjajahan Mongolia,

di mana terdapat mata air untuk menambah awet muda, patung Buddha perunggu terbesar di dunia, hingga Deongsan Sunrise Park yang merupakan sebuah bentukan daratan dari lava letusan gunung berapi 100.000 tahun lalu. Di hari terakhir kami, GM. Garuda Indonesia Branch Office Yogyakarta, M. Anshori memberikan piagam kepada para travel agent sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terimakasih Garuda Indonesia berkat adanya kerjasama yang terjalin sangat baik selama ini. Semuanya tampak gembira dan menikmati suasana malam itu. Keesokan harinya, kami pun pulang kembali ke tanah air dengan perasaan senang dan sedih karena harus meninggalkan negara yang indah ini. Terimakasih Garuda Indonesia untuk kesempatannya dan sampai berjumpa lagi Korea Selatan. + Juli 2014

79


PESANGGRAHAN INFO HOTEL

LORIN Solo Hotel

Jadi PilihanPertama

Selalu

kompetensi para pekerjanya. Salah satu yang konsisten melakukan hal tersebut ialah manajemen Lorin Solo Hotel. Sebab, bagi pihak manajemen Lorin Solo Hotel, melakukan peningkatan kualitas pada operasional hotel, baik dari segi produk, program, jasa pelayanan, fasilitas, dan SDM menjadi hal yang sangat penting, agar memperoleh kinerja dan hasil yang maksimal. Oleh karena kerja keras itu, sertifikasi IISO 9001 - 2008 berhasil disabet oleh pihak manajemen Lorin Solo Hotel dan p tterus dipertahankan untuk menjadi pondasi dalam pelayanannya. Selain itu, p kkeunggulan Lorin Solo Hotel ddibandingkan hotel lain, dibuktikan ddengan menjadi tempat akomodasi Presiden RI sebanyak dua kali dan empat P kkali dipercaya menjadi penyedia konsumsi bagi bagi Presiden RI, Susilo Bambang b Yudhoyono. Y Tidak berhenti disitu saja, Lorin Solo Hotel juga sudah berkali-kali dipercaya H sebagai penyedia katering VVIP di Kota

Suite Room

Keunggulan Lorin Solo Hotel dibandingkan hotel lain, dibuktikan dengan menjadi tempat akomodasi Presiden RI sebanyak dua kali dan empat kali dipercaya menjadi penyedia konsumsi bagi bagi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

S

eiring kemajuan industri pariwisata di berbagai wilayah, membuat persaingan pelaku yang bergerak di dalamnya semakin ketat. Baik itu para pelaku yang menyediakan barang maupun

80

Juli 2014

jasa. Tak ayal lagi, seribu satu cara ditempuh agar kelangsungan bisnis mereka tetap berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Mulai dari mengatur strategi penjualan hingga meningkatkan

Solo. Rekomendasi tersebut didapatkan, karena Lorin Solo Hotel adalah satu satunya hotel dan catering di Solo yang memiliki sertifikasi ISO 2000 : 2005. Sehingga tidaklah mengherankan jika Lorin


Solo Hotel juga dipercaya menjadi penyedia catering haji selama lebih dari 8 periode. Predikat sebagai Solo Best Brand Index serta predikat The Most Favorite Hotel & Service Excellence juga menambah lengkap puluhan penghargaan bergengsi lainnya. Selain menjadi tempat menginap favorit pilihan presiden, menteri, tamu kenegaraan, dan kepala daerah. Puluhan artis terkenal pun pernah singgah dan bermalam di Lorin Solo Hotel. Antara lain Ahmad Dhani, grup Band Ungu, Rio Febrian, Syahrini, Marcel Siahaan,The Virgins, Ari Wibowo, Yovie & The Nuno, Smash, 3 Diva, serta masih banyak lagi. Mengapa begitu banyak orang, mulai dari selebriti, artis, hingga presiden memilih Lorin Solo Hotel sebagai tempat menginap? Alasannya ialah Lorin Solo Hotel mampu memberikan suasana resort yang benar-benar nyaman, keamanan yang terjaga, fasilitas yang begitu lengkap , produk yang beragam, serta pelayanan yang prima menjadikan Lorin Solo Hotel sebagai hotel berbintang yang terkemuka dan selalu menjadi pilihan pertama. Beralamat di Jl. Adi Sucipto 47 Solo, Lorin Solo Hotel yang diresmikan pada 30

Sampai saat ini, Lorin Solo Hotel memiliki kamar yang berjumlah total 359 yang terdiri dari berbagai tipe. Antara lain, 239 kamar Moderate, 54 kamar Deluxe, 46 kamar Executive, 8 kamar Moderate Suite, 6 kamar Deluxe Suite, 3 Pangeran / Raja / Sultan Suite, dan 3 bungalow dengan tingkat okupansi 82 persen rata-rata setiap

Executive Room

Bungalow room

Januari 1999 dengan mengusung konsep Business Resort. Konsep tersebut, bagi manajemen Lorin Solo Hotel, dianggap menjadi konsep yang paling pas. Sebab, konsep resort yang memadukan business dengan leisure sehingga peserta meeting tidak bosan, adanya restoran berkonsep outdoor dengan harga terjangkau sebagai opsi untuk makan siang ataupun makan malam, tersedia tenant batik, car rental, e ticket selling, lokasi yang sangat dekat dengan bandara.

bulannya. Selain meningkatkan okupansi kamar, pihak manajemen juga membuat strategi menjadikan Lorin Solo Hotel sebagai hotel MICE, karena melihat perkembangan Kota Solo yang semakin mengarah sebagai kota pilihan diselenggarakannya pertemuan-pertemuan tingkat nasional

Deluxe room

Moderate room

Juli 2014

81


PESANGGRAHAN INFO HOTEL maupun internasional. Menurut manajemen Lorin Solo Hotel, dipilihnya Kota Solo dikarenakan faktor keberagaman budaya, kekayaan kuliner, keramah-tamahan penduduknya, serta harga barang kebutuhan yang cukup terjangkau, dan tertatanya moda transportasi membuat perekonomian Solo semakin berkembang pesat. Sehingga semakin banyak investor yang menanamkan investasi untuk proyeksi bisnis ke depan, maraknya hotel dan mall menandakan potensi bisnis Solo cukup menjanjikan. Untuk menunjang program dan meningkatkan kualitas, sejak awal tahun Lorin Solo Hotel sudah melakukan penambahan 167 kamar baru, masingmasing 159 kamar bertipe Moderate dan 8 kamar tipe Suite, serta ballroom berkapasitas mencapai 1500 orang. Lorin Solo Hotel tidak hanya menawarkan akomodasi yang nyaman serta fasilitas MICE yang lengkap namun juga fasilitas Spa, High Rope, Laundry, Outbound, Lounge 24 jam, Restaurant yang memiliki menu andalan Sop Buntut dan Udang

Lor In Spa

Pool bar Kampung Ikan

Untuk menunjang program dan meningkatkan kualitas, sejak awal tahun Lorin Solo Hotel sudah melakukan penambahan 167 kamar baru, masing-masing 159 kamar bertipe Moderate dan 8 kamar tipe Suite, serta ballroom berkapasitas mencapai 1500 orang. Lounge

82

Juli 2014


Bakar Colomadu serta menu-menu internasional, Swimming Pool & Fitness Centre, Sand Field, kolam pancing hingga areal untuk outbound yang dilengkapi sungai alami yang bisa digunakan sampai 1000 orang. Tetapi, jika Anda ingin berkegiatan di luar hotel. Pihak Lorin Solo Hotel juga bersedia mengantar Anda ke tempat-tempat yang direkomedasikan, seperti Kampoeng Batik Laweyan, Kuliner Galabo, Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, gudeg ceker Margoyudan, Pusat Oleh Oleh Kali Larangan, Tengkleng Klewer, Candi Sukuh, kebun teh Kemuning, Night Market

Jika Anda ingin berkegiatan di luar hotel. Pihak Lorin Solo Hotel juga bersedia mengantar Anda ke tempattempat yang direkomedasikan.

Sasono Bujono

Health Club

Grand Ballroom

Puri Kencono Ballroom

Jacuzzi

Ngarsopuro, Pasar Antik Triwindu, Mangkunegaran, dan Kasunanan Palace. Jadi bisa dikatakan, Lorin Solo Hotel adalah satu-satunya resort berstandar Bintang Lima dengan fasilitas terlengkap di Kota Solo dan dapat mengakomodir tidak hanya kebutuhan bisnis, namun juga kebutuhan rekreasi Anda. +

Juli 2014

83


KLANGENAN KULINER

Meresapi

di Excelso

JCM Teks: FA Herru; Foto: Albert

Ultimate Frappio

84

Juli 2014

A

ktivitas ngopi sepertinya sudah menjadi sapaan akrab bagi banyak orang. Di jam-jam tertentu, menyeduh kopi sudah menjadi kebiasaan yang tak elok dilewatkan. Memang, ngopi bagi mereka jadi sering diibaratkan menyeduh kenikmatan dan kenyamanan. Karena itu, perkara menyeduh kopi sejatinya bukanlah usaha menghilangkan dahaga semata, namun ada banyak perkara yang lebih hangat dan berasa di balik seduhan kopi itu sendiri. Sekarang ini, aktivitas ngopi lantas menjelma jadi satu bagian dari gaya hidup. Gaya hidup yang bukan saja milik para pencinta sejatinya, tapi juga semua kalangan, lintas usia serta lintas profesi. Mereka menikmati kopi tak hanya saat ada waktu luang. Di waktu menjalani aktivitas pun, kopi acap dijadikan teman. Bahkan, tempat-tempat minum kopi kemudian bagai rumah atau office kedua bagi mereka. Oleh sebab semakin jadinya gaya hidup ini, gerai-gerai kopi yang ada lalu semakin memacak diri. Didesain manis, dibuat begitu nyaman supaya tercipta suasana hangat, dan representatif agar dapat jadi venue acara tertentu. Seperti halnya gerai kopi Excelso di Jogja City Mall (JCM). Gerai Excelso di sini baru, sebaru JCM yang belum lama ini beroperasi. Letaknya di Ground Floor 49-50 JCM Jl. Magelang Km 5,8 Jombor, Sleman. Persis di sebelah utara pintu masuk mall tersebut. Di kota Jogja, Excelso sebelumnya telah membuka gerai di Galeria Mall dan Malioboro Mall. Gerai Excelso JCM sendiri merupakan gerai ketiga di kota Jogja. Dengan ini, sudah pasti masyarakat, terutama penggemar kopi Nusantara, makin punya banyak pilihan tempat yang nyaman untuk ngopi. Gerai ketiga di Jogja ini memang berbeda dengan gerai Excelso lainnya. Menurut Sukartono, Supervisor, Excelso JCM memang gerai terbesar di Jogja pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. Gerainya luas, cukup lega meskipun kursi terisi penuh. Dia dipisahkan dalam dua ruang, non smoking dan smoking. Di sini, nuansa gerai terlihat sengaja dibangun senyaman mungkin dengan tatanan interior yang apik. Nyaman sebagai tempat jujugan untuk sekadar mampir ngopi, ataupun hangout keluarga dan komunitas. Dan yang membuatnya lain, Excelso JCM memberi fasilitas meeting room berkapasitas 12 orang di lantai dua. Dibuatnya meeting room ini tentu karena melihat animo banyak komunitas yang suka memilih kafe sebagai tempat pertemuan. Mungkin perlu juga diketahui, gerai kopi Excelso merupakan bagian dari Kapal Api Global, perusahaan produsen kopi besar di Indonesia. Excelso pertama kali dibuka September 1991 di Plaza Indonesia, Jakarta. Sampai kini, gerai kopi ini telah tersebar di 28 kota di Indonesia dengan lebih dari 100 outlet. Excelso pun lantas menjadi pesaing utama gerai-gerai kopi impor. Dengan perkembangan usaha yang begitu pesat, gerai kopi yang hadir untuk kalangan menegah atas ini tentu juga telah sangat memahami tuntutan gaya hidup yang berkembang. Karena itu, hanya kopi-kopi terbaiklah yang disediakan di Excelso. Beragam pilihan kopi terbaik Nusantara ada di sini,


Dory En Oats

BBQ Chicken Nachos

seperti kopi luwak yang 100 % arabica, kolasi Toraja, kopi lanang Toraja, Sumatera Mandheling, juga dari Java. Pun demikian, sebagai sebuah gerai kopi, pastinya tak hanya Nusantara saja yang disediakan. Excelso juga menyediakan bermacam kopi terbaik dari luar negeri, seperti Jamaican blue mountain, Ethiopian Yirgacheffe, Brazilian Santos, Columbia Supremo, juga Papua New Guinea o Kenya AA. Ada pula blend coffee. Di antaranya Excelso house blend, Supremoo Excelso blend, Premium robusta, Afternoon blend, dan Decaff special. Berbagai minuman dingin dan panas dengan campuran kopi pun, Excelso punya kreasinya. Sebut saja Avocado Coffee, Coffee Float, Mega Mocha Shake, Pearl Coffee, dan Frappio, yaitu minuman dingin berbahan dasar kopi yang sangat nikmat dengan beberapa pilihan rasa. Frappio adalah salah satu yang recommended. Pengunjung dapat merasakan signature drink Excelso ini dalam tiga pilihan kreasi. Fruit Frappio, Tea Frappio, dan Original Frappio. Meskipun gerai kopi, tapi Excelso ternyata juga menyediakan minuman yang tidak dibuat dari kopi. Tentunya, ini untuk memperkaya pilihan menu minuman, terutama untuk mereka yang suka hangout namun tidak minum kopi. Yaitu berbagai pilihan teh serta kreasi minuman dengan bahan utama buah. Untuk merasakan kopi-kopi Excelso itu, pastinya ada beberapa cara penyajian. Dengan mesin espresso tentunya, dan ada yang menggunakan sebuah alat yaitu syphone brew. Dengan alat ini, pengunjung dapat merasakan sensasi menyeduh kopi sendiri tanpa

wich Excelso Club Sand

Juli 2014

85


KLANGENAN KULINER Sedangkan untuk teman ngopi? Ya, ngopi bersama keluarga, kolega, atau teman sekomunitas dalam suasana hangat serta nyaman seperti di Excelso JCM ini, tentu saja akan berasa kurang tanpa kudapan. kehilangan aroma kopi yang fresh. Sedang-kan untuk teman ngopi? Ya, ngopi bersama keluarga, kolega, atau teman sekomunitas dalam suasana hangat serta nyaman seperti di Excelso JCM ini, tentu saja akan berasa kurang tanpa kudapan. Dan tak perlu khawatir, di Excelso JCM, bermacam hidangan pilihan tersedia. Mulai dari menu-menu starter sampai menumenu dessert. Ada bermacam pilihan sup dan salad, sandwich, pasta, cake dan pastry, dan sebagainya. Seperti yang tampak dalam foto, adalah beberapa menu yang pantas dicoba, yang sering pula dipilih para pengunjung Excelso. Dory En Oats, ini main course yang juga recommended. Ini adalah hidangan dari ikan Dory, semacam ikan patin dengan tekstur daging yang lebih lembut. Dibalut dengan gandum lalu digoreng, dan diberi saus tar-tar yang dituang di permukaannya, kemudian disajikan dengan sauted potato atau french fries. Selain itu, main course lain yang paling umum jadi pilihan pengunjung, satu lagi adalah Excelso Club Sandwich. Hidangan yang satu ini memang cocok untuk menemani minuman apapun. Lalu jika ingin makanan ringan atau cemilan, pengunjung boleh mencoba BBQ Chicken Nachos. Yaitu kripik jagung yang diberi daging, mozarela chesee, tomat, dan juga jalapeno. Terakhir, sebagai penikmat kopi, silakan Anda mulai mencoba kopi beserta hidangan-hidangannya di Excelso JCM. Gerai ini buka mulai pukul 10 pagi sampai 12 malam. +

Syphon Brew

Mantapnya

Menu Kali di Warung Makan Iwak Kali Teks: FA Herru; Foto: Albert

J

Pak Suko

ika sedang berada di Jogja atau sedang berwisata ke sana, apa lagi yang enak kalau bukan mencoba makananmakanan tradisionalnya. Ibarat kata, kita tidak akan pernah merasa kelaparan ketika berkunjung ke Jogja. Di kota gudeg itu, ibaratnya setiap jengkal saja kita melangkah, pasti menemukan tempat makan. Tinggal kita sendiri, lalu mau pilih yang mana. Nah, ada satu lagi warung tradisional di sana yang menyediakan menu iwak kali atau serba ikan yang didapat langsung dari sungai. Segar, alami, dan tentu bukan dari kolam peliharaan. Warung itu berada di Desa Sampangan, Mantub, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Atau jika berangkat dari kota, kita langsung saja menuju Jl Wonosari km 7, dan setelah bangunan Sekolah Dasar langsung belok kiri, lalu sekitar 300 meter kita sudah akan menemukan warung Pak Suko. Warungnya sangat sederhana, terbuat dari bamboo, tapi cukup luas. Di warung ini kita dapat mencicipi ikan wader, kutuk, lele, nila, dan belut yang dibalut tepung tipis, dengan lalapan plus sambal bawang. Jika ingin lebih mantap, pesan sekalian sayur oseng kates atau tumis danun papaya. O ya, di warung ini juga punya menu sambel welut yang juga mantap. Pastinya, menu yang seperti ini memang lebih cocok dinikmati untuk makan siang. Kalau nanti Anda ingin mencicipi, silakan saja langsung datang. Warung ini buka mulai pukul 10.00 pagi dan akan tutup setelah persedian habis. Tapi lebih baik datang sewaktu jam makan siang atau sebelumnya. Sebab warung itu setiap harinya ramai, lebih-lebih saat jam makan siang. Setelah itu, kira-kira pukul dua siangan, persediaan sudah mulai habis. Monggo. + 86

Juli 2014


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

Penandatanganan prasasti oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X

Pertunjukan tari bali

berfoto bersama Para tamu undangan Buwono X ku ng me Sri Sultan Ha

Made, Ira, Haris, Wawan, Tyas, Aji

Bambang bersama seluruh staff Bebek Tepi Sawah Restaurant Cabang Ubud - Jogja

Wisata Kuliner Bebek Tepi Sawah Restaurant Peresmian Destinasi

Ubud-Jogja

Cabang

Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

D

estinasi kuliner baru bercita rasa lokal namun sesuai selera internasional hadir di Yogyakarta. Kali ini, Bebek Tepi Sawah (BTS) Restaurant Cabang Ubud – Jogja hadir memenuhi keinginan para pencinta kuliner kota budaya ini. Pada Rabu, 25 Juni 2014 lalu, BTS Restaurant Cabang Ubud- Jogja pun resmi dibuka setelah beberapa waktu lamanya dilakukan soft opening. Peresmian destinasi kuliner baru di Jogja ini dilakukan langsung oleh Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di resto yang berada di Jalan Damai Mudal, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Sri Sultan HB X mengatakan bahwa kehadiran BTS Restaurant ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat makan biasa. Namun, keberadaannya dapat menjadi daya dukung bagi acara-acara Meeting, Insentive, Conference and Exhibition (MICE) yang digelar di Jogja. Selain itu, Sultan berharap Bebek Tepi Sawah Restaurant mampu menjaga standar kualitas dan memperhatikan gizi, kesehatan dan kebersihan makanan yang disajikan. Sementara itu, Direktur Utama PT. Amerta Caya Parama, perusahaan yang mengelola Bebek Tepi 88

Juli 2014


dari konsep sederhana seorang pelukis terkenal setempat, Nyoman Sumerta, yakni menyajikan makanan yang memang disukai dan kerap disantap keluarganya. Sebagai usaha keluarga, resto ini sampai detik ini masih menyiapkan bumbunya sendiri. Kepiawaian sang istri, Ni Nyoman Sulasih, dalam hal memasak memang sudah teruji, karenanya, sang istri selalu menyiapkan

Nyoman Sumerta didampingi segenap direksi PT. Amerta Caya Parama memberikan lukisan sebagai tanda mata untuk Sri Sultan Hamengku Buwono X

Segenap direksi PT. Amerta Caya Parama beserta wakil bupati Sleman Yuni Satia Rahayu dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Sulis, Ibu Sudaryomo, Nadia, Ibu Ratih, Hendry, Ibu Andri, Putri

Sawah Cabang Ubud – Jogja, sekaligus pemegang hak waralaba BTS Restaurant Cabang Ubud – Jogja untuk area DIY dan Jawa Tengah, drg. Eddy Purjanto mengatakan bahwa pengalaman dalam penyelenggaraan acara MICE seringkali peserta kesulitan mencari tempat makan yang nyaman menurut standar kalangan menengah bahkan tamu VVIP. Adanya BTS Restaurant Cabang Ubud – Jogja hadir menjawab kebutuhan tersebut. Dalam acara peresmian tersebut, tampak hadir beberapa tamu penting

Herbert, M. Ali, Andri, Ketut Sunesa, Danang Wibowo, Hartono, Teddy Alamsyah, Edwin Himna

Wahyuningrum, Aryani, Afnan

seperti pendiri sekaligus pemilik Bebek Tepi Sawah Restaurant Ubud, Nyoman Sumerta dan keluarga, Duta Besar Indonesia untuk Brazil, Sudaryomo, Bupati Sleman, Sri Purnomo, mantan walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, GM. Garuda Indonesia Yogyakarta, M. Anshori, Ketua ASITA Yogyakarta, Edwin Himna, Ketua PHRI, KRHT. Drs. H. Istidjab M. Danunagoro, MM., segenap direksi PT. Amerta Caya Parama,dan masih banyak lagi. Restoran Bebek Tepi Sawah ini lahir

Keluarga Nyoman Sumerta

KRHT. Drs. Istidjab Danunagoro

Wahyudi Sutoro, Ajeng Ayu Anglaina,

bumbu-bumbu yang diperlukan agar rasa dan kualitas makanan yang keluar dari dapur resto selalu terjaga. Beberapa menu andalan dari Bebek Tepi Sawah, bebek goreng pastinya menjadi salah satu menu yang wajib dicoba di restoran ini. menu yang paling diminati adalah menu Tepi Sawah Crispy or Grilled Duck. Menu lain yakni Bebek Betutu, Grilled Cock Fighting, Ayam Betutu, Ayam Asap Goreng, Ayam Panggang Tepi Sawah hingga Ayam Goreng Lalapan. +

Juli 2014

89


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

M

Inggrid Sutardjo memberika hadiah kalung mutiara kepada tamu undangan yang beruntung mendapatkan nomor doorprize

Seminar Sehari

Indonesia South Sea Pearl 2014 Teks&Foto: Herlan

itsubhisi Corporation menemukan keberhasilan di tahun 1928, yang kemudian dikenal sebagai penemuan “Indonesia South Sea Pearl” (ISSP) pertama di dunia. Mitsubishi Corporation kemudian mendirikan sebuah perusahaan mutiara yang bernama Nanjo Shinju KK, namun terpaksa ditutup karena pecahnya perang dunia ke II. Kemudian setelah perang dunia kedua berakhir, di awal ien Uno, Noor Traavik, M Caroline tahun 1950 Rieke pengusahapengusaha mutiara terkenal dari Jepang, termasuk Mikimoto secara “on and off ” meneruskan penelitian dan percobaan pembudidayaan mutiara di

Indonesia. Usia industri budi daya mutiara di Indonesia baru mulai didirikan pada tahun 1970. Saat ini Indonesia menghasilkan ratarata 50 persen dari mutiara Laut Selatan, namun demikian hanya sebagian kecil dari masyarakat yang mengetahui hal ini. Oleh karena itu dalam upaya untuk mensosialisasikan ISSP kepada masyarakat terutama masyarakat ekspatriat di Jakarta, dan dengan harapan agar ISSP lebih marak di negara luar, Kementerian Kelautan di bawah Ditjend P2HP Kementrian Kelautan Republik Indonesia, bersama Inggrid Mutiara Sutardjo dan Nunik Anurningsih seorang desainer pehiasan mutiara serta pencinta dan pemerhati mutiara menyelenggarakan talkshow atau seminar sehari ISSP pada 21 Mei 2014 lalu. Acara ini digelar di kediaman Menteri Kelautan Republik Indonesia, Sharif Cicip Sutardjo. Sebelumnya Ibu Inggrid Muti ara Sutardjo dengan Ibu Nunik Anurningsih telah menerbitkan buku ISSP bulan September tahun lalu yang merupakan buku pertama ISSP di Indonesia. +

Nu Anurningsih seorang desainer munik tiara Indonesi sedang mendemokan hasil-hasil mutiaranyaa

Saut Hutagalung, Sranya Natalegawa, Inggrid Sutardjo, Maman Hermawan

Ratih Item, Winny Erwindia, Yenny Santoso

Yuli, Mrs. Youngok Cho

Nasta Sutardjo, Anggia Item

90

Mrs. Natalia, Diana

Juli 2014

Fatma Suhadirman, Roswita Moelia

Mojgan Farazandeh, Fatma Dessouki

Irena Smetankova, Theresa Taylor


GUNEMAN OBROLAN SINGKAT

Novita Pratika Ismayanti Pimpinan Purwa Caraka Music Studio Area Jogja-Solo

Menyeimbangkan yang Teks&Foto: FA Herru

Kiri dan Kanan

I

ni adalah soal pengaruh otak kiri dan kanan pada cara berpikir. Banyak artikel menyebutkan, otak kiri berfungsi mengatur kemampuan manusia pada nalar, tulisan, hitungan dan logika. Jika otak kiri bermasalah, akan berakibat gangguan ingatan jangka pendek, berbicara, dan logika matematis. Orang musti bermain puzzle, belajar berhitung dan ilmu pasti lainnya, untuk menjaga otak kiri bekerja optimal. Sedangkan otak kanan berfungsi untuk berpikir kreatif, berkhayal, mencurahkan emosi, mebedakan warna, serta ilmu ruang. Otak kanan juga berkemampuan menyimpan memori jangka panjang. Jika yang kanan bermasalah, yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Untuk menjaga ketajamannya, seseorang perlu mendengarkan atau bermain musik. Hal itu juga yang diangguki Novi Pratika Ismayanti. Ia setuju jika berlatih musik itu untuk penyeimbang kemampuan otak. Oleh sebab itu, Novi sering menyarankan temannya, koleganya, atau juga para kliennya, untuk berlatih musik. Terutama untuk anak-anaknya. Itu bukan semata karena ia saat ini berbisnis sekolah musik, tapi karena ia ingin bahwa dengan musik, banyak orang menjadi hebat. “Anak yang belajar musik kebanyakan punya kemampuan berlebih, multitasking. Kebanyakan dari mereka selalu mendapat nilai yang bagus di sekolahnya. Jarang sekali saya menemui yang tidak bagus,” ujarnya. Karena itu, menurutnya, belajar musik memang perlu. Sebab bermusik itu menggunakan rasa. Tidak hanya dirasakan oleh tangan, tapi juga telinga, dan perasaan. Jadi kemampuan imajinasi pada anak terakomodasi lewat musik. Sebab, mungkin saja di lingkungan sekoloah formal atau kehidupan sehari-hari, otak kiri lebih terbiasa berperan. Nah, dengan belajar musiklah salah satunya, otak kanan juga akan terjaga kemampuannya. +

Rudy Christianto PIC Survei, Lifeskill dan Seni Budaya Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim

Bangun Generasi

Bangsa

Lewat Edukasi

Teks&Foto: Della Yuanita

P

otens bidang pertanian dan seni budaya di Indonesia mengalami kemajuan berarti. Peran pendidikan otensi dalam memajukan potensi ini juga sangat penting, karena edukasi merupakan landasan pokok untuk menyiapkan generasi mendatang. Meski demikian, rupanya Indonesia masih memiliki daerah yang meny m ma aassi sih tertingg masih tertinggal, karena keterbatasan pemerintah menjangkau tempat-tempat tersebut sehingga pendidikan ddirasakan di ira rassaaka k n kura kurang optimal. Menyadari bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, n amun un juga ta namun tanggung jawab bersama, maka PT. Astra International, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, me m era rasa sa terpan merasa terpanggil untuk berkarya menyelamatkan generasi bangsa melalui kepedulian di bidang pendidikan. ““Kami “K Kami me memang fokuskan diri pada bidang pendidikan. Saat ini kami menyasar sekolah-sekolah di beberapa w illaayah yah Indon ya wilayah Indonesia, seperti di Bogor, Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Kutai Barat dan Serang. Ma M asi sing-masin sekolah kami sesuaikan dengan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Seperti di sin Masing-masing Gu G unun un ungkidul, Yogyakarta, kami lebih fokus dalam bidang seni budaya, seperti belajar membatik,” ujar Rudy Gunungkidul, C hris rriist stia ia ianto, P Christianto, PIC Survei, Lifeskill dan Seni Budaya, Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim. M eski ban Meski banyak mengalami tantangan, terutama SDMnya, namun semangat dari guru dan para murid sangat me m embantu dir membantu dirinya dalam mengembangkan apa yang dicita-citakan oleh presiden direktur perusahaan tersebut. Ki K ini in ni, R Rudy pu Kini, pun boleh berbangga hati karena batik tulis karya anak-anak sekolah asuhannya di daerah G edanggsari, G Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta sudah mulai banyak digemari para pencinta batik tanah air. +

92

Juli 2014


Arie Irwanto General Manager @HOM Platinum

Tingkat Pendidikan Bukan Penghalang

Teks&Foto: Wahyu Indro S.

B

anyak orang tidak akan menyangka, Arie Irwanto mengawali karier di bidang perhotelan sebagai seorang security 9 tahun yang lalu. Awal kariernya dimulai selepas ia lulus SMK di Surabaya, merantau ke Pulau Dewata dan bekerja di salah satu hotel. Waktu pun bergulir, pihak manajemen hotel menilai, Arie bekerja sangat baik. Maka oleh manajemen, Arie dipindah ke bagian dalam dapur. Karier Arie tidak hanya berhenti sampai di situ. Pelan tapi pasti, kariernya menanjak hingga puncak. Hingga suatu waktu, ia dipercaya owner menjabat general manager. Hasilnya, hotel yang ia pimpin berkembang sesuai harapan. Atas prestasi itu, Arie lalu dipercaya menakodai 3 hotel sekaligus dan bisa memberikan hasil yang memuaskan. Menurutnya, dalam dunia kerja jika ada kesempatan yang baik maka segera ambil kesempatan tersebut. “Jika suatu kesempatan akan membawa kita ke arah yang lebih baik, maka segera ambil. Prinsipnya, saya harus lebih baik lagi dibanding hari ini,” ucapnya. Ia pun tidak hanya memegang jabatan GM, melainkan juga sudah menjadi owner representative. Sebuah jabatan yang membawanya berpindah kota, dari Bali ke Yogyakarta. “Banyak yang mengatakan, lulusan setingkat SMA itu dapat apa? Tetapi, bagi saya, sekolah jangan jadi penghalang dalam bekerja. Apapun yang saya lihat di dunia ini dan jika itu tidak mustahil, maka saya bisa melakukannya. Jika seorang pemimpin itu lahir dari bawah, pemimpin tersebut akan lebih mudah paham apa kesulitan yang dihadapi oleh pekerjanya,” kata Arie, di akhir kata. +

Sri Maryati Area Sales Manager Jateng-DIY Martha Tilaar Group

CantikMilik Perempuan Itu

Teks&Foto: FA Herru

S

emua memang harus dari hati. Bagi kaum perempuan, cantik pun musti berasal dari hati. Hal itu yang diungkapkan Sri Maryati saat berbincang seputar kecantikan. Menurutnya, setiap perempuan wajib cantik. “Karena cantik itu milik perempuan, maka perempuan harus cantik,” katanya. Ditambahkan Maryati, kecantikan perempuan dari sisi fisik memanglah yang pertama, artinya memang harus benar dipelihara. Namun ada yang lebih dari itu, kecantikan perempuan yang utama adalah yang berasal dari hati, atau yang disebut inner beauty. Karena dengan itu, perempuan akan menjadi cantik sempurna. Maka tak ada yang bisa disangkal, sudah pasti merawat diri adalah keharusan bagi kaum perempuan. Berdandan, memoles wajah dengan produk kosmetik tentu membuat perempuan makin terlihat cantik. Begitu juga seharusnya hatinya. Kaum perempuan wajib memoles iner-nya. Artinya, perempuan harus memelihara hatinya; batin dan jiwanya. Tak lain, supaya tabiat, perilaku, ucapan, dan sebaginya, serba positif. “Jika sudah begitu, aura kecantikan yang sungguh natural akan tampak pada wajah perempuan,” ucapnya lagi. Bincang-bincang soal kecantikan, membuat Sri Maryati menjadi semangat. Itu patut, sebab bidang yang menjadi pekerjaan dan tugasnya adalah memasarkan produk yang berhubungan langsung dengan dunia kecantikan. Perempuan yang sudah 14 tahun lamanya berkarier di Martha Tilaar Group ini pun merasa bangga dengan pekerjaannya ini. “Sebab sedikit ataupun banyak, kami bergerak di bidang yang membantu kaum perempuan untuk semakin memperhatikan kecantikannya. Baik kecantikan dari dalam, ataupun dari luarnya,” ujarnya, menutup. + Juli 2014

93


BIYEN SAIKI DULU & KINI

Masjid Agung Banten Banten

Foto: Troppenmuseum (1872)

Foto: Albert (2014)

94

Juli 22014 Juli 014 01 4


KONSULTASI

LAKON LAKU

MASALAH KESEHATAN Ibu Cheri Di Surabaya Pak Gembong yang terhomat, saya membaca Kabare dan tertarik membaca artikel laku dan lelakon. Untuk itu saya informasikan ke bapak mengenai penyakit yang sudah lama saya derita. Saya sudah berkeluarga dengan 2 orang anak dan bekerja di perusahaan swasta, suami saya juga bekerja. Setelah lahir anak yang kedua, saya sering merasakan kram pada bagian paha dan tulang betis. Di telapak kaki saya merasakan nyeri yang luar biasa. Saya sudah berobat kemana-mana dan melakukan pemeriksaan lab. Darah namun semuanya normal. Saya juga berobat ke ahli syaraf serta akupunktur tidak mengurangi bahkan semakin berat. Saya merasa sangat tersiksa, semakin lama semakin terasa pada bagian perut. Penderitaan ini sudah saya rasakan selama 4 tahun sejak kelahiran anak kedua. Bahkan ada orang pintar yang mengatakan bahwa saya terkena santet. Memang betul dari paha dan betis saya dikeluarkan barang-barang yang aneh dan tidak masuk akal seperti paku, jarum, dan potonganpotongan kuningan. Namun toh juga tidak ada artinya, penyakit saya pun tidak berkurang. Saya sampai bosan berobat karena hanya menemukan kekecewaan-kekecewaan. Terlebih sekarang ini sering merasakan migrain, sehingga saya merasa ingin keluar dari pekerjaan karena bingung dengan kondisi penyakit saya. Setelah membaca Kabare, semangat saya mulai muncul lagi, mohon bantuan bapak sebenarnya saya sakit apa. Terima kasih. Jawaban Ibu Cheri Di Surabaya yang sedang bingung dan kecewa. Membaca surat dan melihat foto Ibu maka dapat saya haturkan sebagai berikut. Bahwa yang jelas ibu sakit wajar, bukan karena di santet. Jadi kalau dulu dikeluarkan barang-barang yang tidak wajar, itu merupakan hal yang tidak logis, karena barang sudah dikeluarkan akan tetapi sakit tidak kunjung sembuh, justru semakin parah sehingga tidak benar itu karena santet. Rasa yang sering migrain tersebut disebabkan oleh virus CMV (Chyto Megalo Virus) dan rasa sakit pada bagian betis dan kaki disebabkan karena pembuluh darah arteri mengalami penyempitan dan sebagian mengalami pelebaran yang abnormal (Refflux). Arteri ini bisa menyebar sampai ke bagian kandungan dan perut. Namun kondisi refflux arteri tersebut secara medis harus dioperasi, akan tetapi saya akan membantu Ibu untuk proses pengobatannya. Silahkan sms kan nama Ibu dan alamat yang jelas, agar obat dapat kami paketkan. Terima kasih. MASALAH KELUARGA Ibu Wiwin di Bogor Pak Gembong yang baik, saya sangat tertarik untuk konsultasi dengan bapak mengenai kondisi keluarga saya. Saya sudah berkeluarga dan mempunyai 1 orang anak. Dari kecil sampai kuliah S1 anak saya tipe yang penurut dan baik. Sekarang anak saya sudah mau wisuda namun sudah 4 bulan ini anak saya mengalami perubahan sikap dan perilaku. Sekarang ini sifatnya berani terhadap orang tua dan mulai sering membantah, bahkan berani membentak saya. Saya merasa sangat sedih sekali, karena dia anak satu-satunya sehingga saya sangat ketat mendidik agar menjadi anak yang baik dan berhasil, namun ketika saya nasehati tidak pernah didengarkan sehingga kehidupan rumah tangga kami menjadi tidak tentram. Sikapnya semakin lama menunjukkan pemberontakan. Saya sangat sedih sekali, mohon bantuan bapak saya bingung kenapa anak saya bisa berubah. Bagaimana agar anak saya dapat kembali dan dapat harmonis dengan ibunya? Untuk itu saya sertakan foto anak saya, apakah ada yang mempengaruhi anak saya. Sebelumnya saya haturkan banyak terima kasih Jawaban Ibu Wiwin yang sedang sedih. Membaca surat Ibu dan melihat foto ibu dan putra ibu, maka dapat saya haturkan sebagai berikut. Sebetulnya putra ibu merupakan tipe anak yang lugu dan jiwanya baik. Perubahan sikap perilakunya bukan karena orang lain tetapi sebagai suatu sikap ingin melepaskan dari kungkungan orang tua yang masih selalu menganggap sebagai anak kecil karena memiliki keinginan mandiri yang sangat kuat ingin melepaskan pengaruh dari ibunya. Sehingga putra ibu sangat tidak meyukai Ibu dan dianggap musuh dan menghalang-halangi keinginannya untuk mandiri. Saya memaklumi sikap ibu terlalu over pengawasan terhadap putra tunggalnya sehingga justru memanjakan namun dengan cara yang salah yaitu ibu sering mengontrol dan mengatur kehidupannya. Hal ini membuat semakin perasaan putra ibu sangat tertekan. Oleh karena itu apabila ibu menghendaki agar hubungan dengan putra ibu menjadi harmonis kembali, lepaskanlah sikap over pengawasan terhadap putra dan berikan kepercayaan penuh namun dalan pengawasan dan tanggung jawab. Biarkanlah putra ibu menentukan sikap dalam pencarian identitas pribadi. Namun tetap lakukan pemberian nasehat pada kondisi yang tepat dan suasana yang baik untuk membicarakan masa depan putra ibu dengan cara belajar berdiskusi bukan mendikte setiap ada permasalahan. Apabila kurang jelas silahkan datang ke tempat praktek saya di jalan kesehatan III no. 7 Jakarta Pusat pada hari jumat dan sabtu jam 06.00-12.00. Demikian terima kasih. MASALAH USAHA Pak Hartono di Medan Pak gembong yang terhormat, saya senang sekali membaca kabare terutama pada rubrik laku dan lelakon karena saya ingin usaha untuk menambah pemasukan keluarga karena saya sudah pensiun, sementara anak-anak masih kuliah dan membutuhkan biaya yang tinggi. Saya memiliki sebidang tanah yang tempatnya sangat strategis, namun saya bingung untuk menentukan pilihan usaha. Dari diskusi dengan istri ingin usaha toko kelontong, namun diperlukan modal yang sangat besar. Mau disewakan namun nilainya tidak seberapa. Mohon petunjuk Bapak, usaha yang cocok untuk saya apa? Saya lahir tahun 1954 di bulan Agustus, sedangkan istri saya lahir tahun 1958 pada bulan Mei. Atas bantuan bapak saya haturkan terima kasih. Jawaban Bapak Hartono di Medan. Membaca surat, melihat foto bapak, dan tanggal lahir bapak, maka dapat saya haturkan sebagai berikut. Bahwa usaha yang cocok untuk bapak adalah di bidang kuliner karena usaha ini sangat menjanjikan dan dalam membuat usaha ini harus disesuaikan dengan kondisi kultur, taste masyarakat sekitar seperti misalnya bapak mendirikan restaurant serba ayam atau warung makan model lamongan dari jenis ikan-ikanan dan yang lainnya atau mendirikan warung spesial mie dan nasi goreng. Namun untuk mendirikan usaha kuliner ini, bapak harus belajar kembali mengenai manajemen restaurant sehingga di dalam mendirikan usaha tersebut betul-betul bapak memahami mengenai kuliner. Saya akan membantu bapak apabila bapak serius untuk menangani usaha yang akan dibentuk ini. Apabila kurang jelas, silahkan datang ketempat praktek saya di Jakarta. Demikian terima kasih.

Diasuh oleh: KRMH Ir Gembong Priyatmo Danudiningrat Tak ada kehidupan yang berjalan tanpa problema. Namun selalu ada jalan keluar. Kirimkan problema yang Anda hadapi lengkap dengan data diri dan foto, lebih baik surat ditulis dengan tangan. Pak Gembong akan membantu memecahkan problema Anda. Surat dapat dikirimkan ke: Redaksi Majalah Kabare Jl. Pacar 67A Baciro,Yogyakarta Telp. +62 274-562887, Fax. +62 274-558072 e-mail: info@kabaremagazine.com www.kabaremagazine.com

Juli 2014

95


JERON BETENG BERITA SINGKAT

12 Tahun Kabare

Dedikasi untuk

Budaya

Teks: Della Yuanita; Foto: FA Herru, Albert, Anis RN, Bayu Hapsoro

T

ak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin Kabare Magazine turut meramaikan bisnis media massa, kini di tengah keberhasilannya membangun diri sebagai majalah yang mengusung budaya dan gaya hidup, Kabare pun semakin solid di usianya yang ke 12 tahun. Sejak berdiri pada 7 Juni 2002 lalu, Kabare memang memiiliki visi dan misi sebagai majalah gaya hidup komunitas budaya. Kabare merupakan majalah berisikan perpaduan antara modern dan tradisional pertama di Indonesia. Keragaman budaya di bumi Nusantara menginspirasi Kabare untuk mengangkat kekayaan asli Indonesia. Sejak dulu Indonesia memang dikenal kaya akan hasil bumi dan budaya dari banyaknya suku yang dimiliki. Adanya peninggalan hasil

peradaban masa lalu, seperti mahakarya Candi Borobudur dari sekitar abad ke-7, menunjukkan tingginya peradaban di Indonesia pada masa silam sehingga tidak hanya kaya raya tapi juga berperadaban tua. Kabare Magazine hadir dengan mengangkat kekayaan budaya asli Indonesia yang sangat beragam dan dikemas secara eksklusif. Diawali dari budaya Jawa dan seterusnya akan menghadirkan seluruh kebudayaan di tanah air tercinta. Kini, menginjak usia 12 tahun, Kabare Magazine menggelar syukuran di The Westlake Resto, Yogyakarta. Banyak kenangan yang terukir indah selama perjalanan Kabare hingga menginjak usia 12 tahun. Selain itu, tujuan serta visi dan misi Kabare untuk mengede-pankan perpaduan budaya tradisional dan modern

serta gaya hidup terkini kian ditajamkan. Melalui penyajian tulisan yang menarik, Kabare mengajak tokoh-tokoh terhormat di Indonesia dan semua pihak yang peduli terhadap budaya kita, untuk mulai mengangkat dan mengapresiasi melalui berbagai cara agar kembali menjadi jati diri bangsa kita. Kabare juga aware terhadap bidang lain seperti fashion dan gaya hidup terkini. Pada hari yang sama, Jogjakarta Plaza Hotel

96

Juli 2014


Dafam Fortuna Malioboro

yakarta Sheraton Mustika Yog

Ibis Style

Horrison Riss Ultima Jogja

Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Purwa Caraka Music Studio Yogyakarta Hyatt Regency Yogyakarta

Puri Artha Hotel

Eastparc Yogyakarta

Santika Hotel

Kabare Magazine juga menerima ucapan selamat dari para kolega diantaranya dari berbagai hotel berbintang seperti Eastparck Hotel Yogyakarta, Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Lor In Hotel Solo, Hotel Santika Premiere Yogyakarta, Jogja Plaza Hotel, Hotel Puri Artha, Hotel Dafam Fortuna Malioboro, Hyatt Regency Yogyakarta, Hotel Horrison Ultima, Hotel Grand Artos Magelang, Hotel Ibis Style, Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Purwacaraka dan lainnya.Harapannya, Kabare Magazine akan terus menjadi citra bagi para pembacanya dan melalui budaya, kita rajut kembali Indonesia nan jaya. +

Mengucapkan terima kasih kepada: Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Ibis Style, Grand Aston Hotel, Lorin Solo Hotel, Eastparc Yogyakarta, Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Santika Hotel, Melia Purosani, Phoenix Hotel, Horrison Riss Ultima Jogja, Jogjakarta Plaza Hotel, Purwa Caraka Music Studio, Hyatt Regency Yogyakarta, Dafam Fortuna Malioboro, Puri Artha Hotel, Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention Magelang.

Juli 2014

97


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Archipelago International

Gelar

Job Fair Tahunan Teks: Anis RN ; Foto: Ist

J

ob fair tahunan kembali digelar Archipelago International. Bertempat di Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, 14 Juni 2014. Job Fair Tahunan diadakan untuk merekrut dan berinteraksi bagi para calon pelamar berbakat di Indonesia sekaligus untuk meningkatkan kesadaran akan brand Archipelago International. Dengan target dapat menarik lebih dari 1.000 pelamar dan mendapatkan yang terbaik bagi tim Archipelago. Archipelago International merupakan salah satu operator hotel terkemuka di Indonesia dengan portofolio memiliki lebih dari 80 hotel dan 12.000 kamar serta lebih dari 95 properti sedang dalam pembangunan di Indonesia, Filipina dan Malaysia. Di antaranya hotel Grand Aston, Aston, Aston City, Alana, Harper, Quest, favehotels, NEO dan Kamuela Dalam gelaran job fair tahunan, masyarakat mendapatkan berbagai macam informasi mengenai Archipelago Interinational, termasuk di dalamnya adanya beragam jenjang karir dan keuntungan berkarir di dunia perhotelan. Bagi pelamar yang tertarik dan saat ini tidak bekerja di dalam industri perhotelan, ada sejumlah program yang ditawarkan untuk membantu dengan proses transisi, seperti "Inter Hotel Staff Transfer" dan "Cross Program Exposure� “Tujuan utama kami untuk mengadakan acara job fair tahunan adalah untuk meningkatkan kesadaran brand kami bagi semua pencari kerja dan masyarakat luas. Archipelago International selalu mencari orang-orang yang berbakat untuk tumbuh dengan perusahaan kami yang sedang berkembang. Dengan 11 brand kami mulai dari bintang 5 sampai dengan bintang 2 dan vila, kami percaya grup hotel kami menawarkan lowongan pekerjaan yang terbesar di Indonesia. Posisi yang tersedia saat ini dapat ditemukan di website kami: www.ArchipelagoInternational.com dan Anda dapat mendaftarkan surat lamaran dilengkapi foto terbaru dengan mengakses www.AstonData.com/Jobs atau email ke Jobs@ArchipelagoInternational.com,� ujar Lukas K. Samali, VP Human Relations Archipelago International. +

U

ntuk membangun dan meningkatkan awareness Sariayu, pada periode Mei - Juni 2014 yang lalu diadakan road show produk Sariayu di wilayah Yogyakarta. Edukasi produk Sariayu ini sesuai dengan kelompok produk Sariayu dimana perlu diadakan event dengan secara kontinyu untuk memperkuat awareness dan create sales. Open counter di outlet-outlet yang dipilih Sariayu antara lain Mirota Kampus, Gardena Jogja, Pamella, Mirota Babarsari, dan Mutiara. Road show produk Sariayu ini juga diisi acara demo make up dan make over konsumen oleh seorang beauty consultant. Sariayu juga memperkenalkan rangkaian produk hijab yang terdiri dari empat produk khusus untuk hijab yaitu, shampoo, conditioner, hair tonic lotion, dan hair mist. Diharapkan dengan produk khusus hijab dari Sariayu ini, masalah perawatan rambut bagi wanita yang berhijab bisa teratasi. +

98

Juli 2014

Road Show Grand Demo

Sariayu Teks&Foto: Farid Imawan


Ramadhan Special di

Hyatt Regency

Yogyakarta

Teks: Anis RN ; Foto: Ist

M

Moment of Culture

Batik Rosso Teks: Anis RN ; Foto: Ist

Batik dan tari klasik merupakan dua elemen yang sebenarnya bisa digabungkan satu sama lain. Meski sebagian masyarakat masih melihat tari klasik sebagai suatu yang sulit dan membutuhkan energi yang besar untuk mencintainya. Padahal jika diterapkan dalam keseharian menjadi sangat ringan. Melihat tantangan tersebut, desainer asal Jogja, Rosso, menghadirkan Tari Suluk Batik untuk menjawab kerisauannya terhadap masalah tersebut. Tarian Suluk Batik sendiri menceritakan mengenai proses membatik. Tari ini mengkreasikan bagaimana proses membatik dan menunjukkan bahwa hasil akhir batik itu bagus. Tarian yang dipertunjukkan dalam acara Moment of Culture di Batik Rosso, Jalan Wonosari Km. 7, Banguntapan, Bantul, pada Selasa, 3 Juni 2014 lalu ini berpegang pada gerak tari klasik gaya Yogya. Hal itu dikarenakan tari klasik gaya Yogya masih memiliki ruh yang kuat di dunia tari. Namun, bagaimana dihadirkan dalam kondisi sekarang agar disukai masyarakat tentunya menjadi tantangan tersendiri. Menurut Rosso, tantangan itu ia olah dan dimasukkan ke dunianya sebagai perancang busana. Dunia tari di mata penari akan terlihat beda dengan dunia tari di mata perancang busana. “Karenanya, dalam tari tersebut, saya membawa diri sebagai seorang perancang busana. Di bagian akhir tari, saya mendandani penari dengan kain yang dililit,� ucap sang desainer kepada Kabare. Baru-baru ini Rosso juga berkesempatan berkolaborasi dengan seorang penari asal Pakistan. +

enyambut bulan Ramadhan, Hyatt Regency Yogyakarta mempersembahkan paket Ramadhan spesial yaitu menginap 2 malam dengan harga special yakni kisaran harga Rp 840.000,- nett untuk malam pertama dan Rp 700.000,- nett untuk malam kedua. Paket spesial tersebut terhitung mulai tanggal 28 Juni sampai dengan 24 Juli 2014. Bukan hanya itu saja, menurut Harum Winata selaku PR Manager Hyatt Regency Yogyakarta menyampaikan bahwa untuk memberikan semangat kepada para tamu dalam melaksanakan ibadah puasa di hari pertama, Hyatt Regency Yogyakarta juga akan memberikan fasilitas sahur untuk 2 orang dengan hidangan yang lezat ala Chef Catur Binawan dan tim. Sementara untuk hidangan takjil serta menu berbuka puasa dapat dinikmati oleh tamu di Kemangi Bistro. Bagi tamu yang sekedar ingin menikmati suasana berbuka, memasuki bulan suci Ramadhan, Bogey's Teras juga menghadirkan paket berbuka puasa bertemakan Break The Fast dengan harga terjangkau. Untuk pemesanan lebih dari 10 pax akan diberikan diskon spesial. +

Juli 2014

99


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Fashion Show

Batik Keris di The Phoenix Hotel Teks: Farid Imawan ; Foto: Ist

B

atik keris bekerjasama dengan The Phoenix Hotel Yogyakarta menyelenggarakan fashion show pada hari Sabtu, 7 Juni 2014, di Pre Function Phoenix Hotel Yogyakarta. Adapun tujuan dari acara tersebut adalah customer gathering. Batik Keris mengundang para kliennya sekitar 150 orang untuk datang melihat koleksi- koleksi terbaru serta menjamu mereka untuk makan malam. Acara fashion show dimulai sore hari setelah pers conference, dari perwakilan Direksi Batik Keris diwakili oleh Elvina Tjokrosaputro Fashion show ini banyak memperkenalkan koleksi baru dari Batik Keris, salah satunya adalah koleksi batik dengan aplikasi swarovski. Batik yang bertabur swarovski ini ditampilkan dalam bentuk busana cocktail yang terbuat dari batik tulis dan cap kombinasi diatas bahan sutra crep. Fashion show yang dibagi dalam 4 sesi ini semua merupakan koleksi terbaru dari Batik Keris. Sesi pertama ditampilkan koleksi busana casual yang terbuat dari katun cap untuk anak muda, sesi kedua family collection dan office wear sebagai busana kantor atau formal, sesi ketiga ditampilkan koleksi busana berbahan dasar katun wax dengan motif klasik modern dengan warna-warna cerah. Dan sesi terakhir adalah busana muslim yang terbuat dari katun dobi dan sutra. +

Tour de Singkarak 2014 Banggakan

Indonesia di Mata Dunia Teks&Foto: BK

T

our de Singkarak ke-6 yang baru saja selesai digelar pada 7 - 15 Juni 2014 kemarin, merupakan mega event yang sangat membanggakan Indonesia. Event kejuaraan balap sepeda berskala dunia ini telah berhasil menelurkan dampak positif bagi perkembangan daerah Sumatera Barat, khususnya di bidang pariwisata, ekonomi, dan juga investasi. Event ini kali pertama diselenggarakan pada tahun 2009 ini merupakan agenda tahunan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Pada tahun 2014 ini, Tour de Singkarak diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai negara. Mereka mengarungi total 1.250 Km dan melintasi 19 provinsi di Sumatera Barat. Dan untuk pemenang Tour de Singkarak tahun ini, pada etape ke sembilan dijuarai oleh Brenton Jones pembalap dari Australia dengan catatan waktu 2:43:12, disusul Soufiane Haddi dengan catatan waktu 2:43:12, dan di posisi terakhir ada Koroeda Saya dengan catatan waktu 2:43:12. Sementara pembalap yang berhasil menyabet juara umum adalah pembalap asal Iran, Amir Zargari dengan catatan waktu 28:31:48 dan berhasil meraih Yellow Jersey mengulang prestasinya di tahun 2011. +

100

Juli 2014


Peringatan 1 Tahun

Catur Sagotra Pelantikan Konsul Kehormatan

Nusantara Teks&Foto: BK

C

atur Sagotra Nusantara adalah organisasi kemasyarakatan nonpolitik yang bersifat paguyuban atau forum komunikasi dalam bidang budaya yang menghimpun para trah, kerabat, sentana, simpatisan yang berada di luar wilayah empat kraton/pura (Kraton Kasunanan, Kraton kasultanan, Pura Pakualaman, dan Pura Mangkunegaran) agar bersatu menjalin ikatan persaudaraan melalui kegiatan seni dan budaya. Selain empat kraton/pura, paguyuban ini diharapkan dapat merangkul kraton/pura di seluruh nusantara seperti cita-cita yang di prakarsai oleh Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwung Susuhunan Paku Buwono XII. Ngarso Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono IX, KGPAA Paku Alam VII dan KGPAA Mangku Nagoro VIII. Berdasarkan cita-cita mulia tersebut pada peringatan 1 Tahun Catur Sagotra Nusantara yang di adakan di Pusdiklat Kemensos Jakarta Selatan pada hari Sabtu tanggal 31 Mei 2014 mengangkat sebuah tema yaitu “Bercermin Pada Sejarah.� Tema ini mengandung maksud agar seluruh trah kraton/pura yang bergabung dalam CSN harus mulai menggali, mengapresiasi dan mempresentasikan sejarah kraton/pura masing-masing. Pada acara peringatan tersebut diundang 3 anggota CSN untuk mempresentasikan sejarah dan keseniannya, yaitu Kraton Kasepuhan Cirebon, Kraton Kasultanan Samalanga Aceh Darusalam dan Puri Karang Asem Bali. +

Hongaria

Teks: FA Herru;Foto: Budi Prast

P

ada Senin, 2 Juni 2014 lalu, Duta Besar Hongaria untuk Indonesia, Szilveszter Bus, mengundang sejumlah tokoh untuk menghadiri acara pelantikan Mr. George Iwan Marantika, sebagai Konsul Kehormatan Hongaria untuk Yogyakarta dan Jawa Tengah di hotel Pheonix Yogyakarta. Sebagai pakar ekonomi, George Iwan Marantika merupakan konsul kehormatan ke-4 setelah Bandung, Bali, dan Surabaya. Menurut Duta Besar Szilveszter Bus, George Iwan Marantika merupakan orang yang tepat untuk memegang jabatan itu, sebab ia dinilai mempunyai kriteria dan kompetensi yang sangat layak. Diangkatnya satu konsul kehormatan Hongaria untuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah ini, merupakan upaya untuk mempertahankan hubungan baik Hongaria dengan Indonesia, khususnya Yogyakarta. Dan dengan ini pula, diharapkan kerjasama antara keduanya dapat semakin bertambah, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, turisme, dan kebudayaan. Pada acara malam itu, hadir sebagai tamu di antaranya Moetaryanto Poerwoaminoto, Konsul Kehormatan Tunisia untuk Yogyakarta; Sugiarto Soeleman, Konsul Kehormatan Austria; Bugiakso, Ketua Umum Jenderal Soedirman Center; serta sejumlah tokoh-tokoh yang bergerak dalam dunia pendidikan dan bisnis, serta beberapa mahasiswa Hongaria yang berada di Yogyakarta. +

Juli 2014

101


CAWISAN EDISI DEPAN

KONDHANG KRMH Ir Gembong Priyatno Danudiningrat Foto: Budi Prast

REGOL

Pencak Silat

A

da budaya yang cukup menonjol dari tradisi Cina, yaitu kungfu. Tradisi seni bela diri ini telah menjadi budaya yang luar biasa di Cina, dan bertahan dan berkembang dengan baik. Sama seperti kungfu, budaya Nusantara juga mempunyai seni tradisi Pencak Silat. Tradisi bela diri Nusantara itu sudah berlangsung lama sekali. Silat bahkan memiliki akar yang berbeda-beda setiap daerahnya. Nah, liputan Regol edisi depan, akan menghadirkan seni tradisi ini. Mohon ditunggu kehadirannya. +

K

alau Anda memperhatikan salah satu rubrik di majalah Kabare: Lakon Laku, pastilah Anda akan mengerti siapakah sosok yang mengisi rubrik Kondhang bulan depan. Ya, beliau adalah KRMH Ir Gembong Priyatno Danudiningrat. Di dalam rubrik tersebut, biasanya Anda akan membaca mengenai konsultasi perihal keluarga, usaha dan juga masalah kesehatan. Nah, siapakah sebenarnya beliau? Simak ulasannya edisi depan. +

Juli 2014

CANTHING

Fashion Culinary

F

Foto: Dok. Kabare

102

Foto: Budi Prast

ashion Culinary, merupakan event yang baru saja digelar kemarin oleh Kabare. Seperti namanya, event itu mengetengahkan peragaan busana dari 9 desainer muda Yogyakarta. Idenya adalah menerjemahkan kuliner khas Jogja ke dalam fesyen. Kata orang, ini adalah ide “gila�. Nah, seperti apa kehebatan para desainer tersebut dalam menerjemahkannya, dan seperti apa busana-busana yang lantas ada? Simak ulasannya di edisi depan. +


Kabare Magazine edisi Juli 2014  

Kabare Magazine edisi Juli 2014

Kabare Magazine edisi Juli 2014  

Kabare Magazine edisi Juli 2014

Advertisement