Issuu on Google+

9 772 087 27 567 1


SOWAN DARI REDAKSI

Mencari

Hikmah Bencana

B

Dari peristiwa-peristiwa ini, kita hendak disadarkan atas ketidakberdayaan kita dalam menghadapi kekuatan alam. Dalam posisi kita di titik terendah inilah, kita umumnya baru akan merasa tentang keberadaan Sang Penguasa Alam.

umi Nusantara memang indah tak terperi. Alamnya permai. Kekayaan alamnya pun berlimpah ruah. Bumi Nusantara sungguh merupakan karunia selaksa surga. Akan naif sekali kiranya, bila kita menafikannya, meski sebagai bangsa kita acap kali lupa menjaganya dengan penuh bijaksana. Namun demikian, kita juga tak bisa membohongi kenyataan bahwa bumi Nusantara ini berada di kawasan ring of fire yang selalu bergejolak. Bahkan, Nusantara menjadi tempat pertemuan tiga lempeng kulit bumi yang bergerak dinamis. Kenyataan ini sudah semestinya membuat kita terjaga. Mau tidak mau, suka tidak suka, toh negeri kita ini ditakdirkan sebagai negeri yang rawan bencana. Berbagai bencana, baik karena alam atau akibat buah tangan manusia sendiri menjadi sah menyapa kita. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, banjir lumpur, tsunami, telah menjadi saksi perjalanan panjang negeri ini. Yang terakhir terjadi, seperti banjir di Manado, erupsi Sinabung dan Kelud, sebenarnya telah menegur kita betapa keberadaan dan status kita hanyalah sebagai makhluk biasa di muka bumi ini. Dari peristiwa-peristiwa ini, kita hendak disadarkan atas ketidakberdayaan kita dalam menghadapi kekuatan alam. Dalam posisi di titik terendah inilah, kita umumnya baru akan merasa keberadaan Sang Penguasa Alam. Hati kecil orang di manapun, sejatinya selalu menyadari bahwa mereka adalah makhluk lemah yang membutuhkan perlindungan dari Sang Penguasa Alam. Sayangnya, kesadaran itu sering pula terlupakan oleh “penyakit lupa� yang juga selalu ada. Dalam lupanya, kita, manusia, berbuat semaunya sendiri pada alam. Manusia lupa bahwa semuanya itu ada yang menguasai, melihat dan mengawasi. Ya, secara kasat mata bencana berarti kehancuran. Segala upaya yang dibangun dalam perjalanan panjang negeri ini bisa saja hancur dalam sekejap akibat dahsyatnya bencana. Peradaban yang adiluhung, beserta artefak yang menjadi saksi eksistensinya, segera terserak dan terkubur di kedalaman pilu. Sebagai negeri yang “dipaksa takdir� harus berkawan dengan bencana, sungguh kita, masyarakat Indonesia, dituntut untuk mematut diri agar bisa hidup bersanding dengannya. Memang butuh kearifan untuk bijak memaknai dan memahami alam raya ini. Hanya keheningan hati yang sungguh dapat memandu kita untuk melihat lebih jernih segala hikmah yang tersembunyi di balik semuanya ini. + Salam dari Baciro

Kunjungi website majalah Kabare di: www.kabaremagzine.com

04

Maret 2014

Dapatkan e-magz Kabare di: www.wayangforce.com

Majalah Kabare/Kabare Magazine Group: Kabare Magazine Community


PERINTIS: Prof. Dr. H Koesnadi Hardjasoemantri, SH, ML (Alm) PENASIHAT: GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi KBPH. Prabu Suryodilogo Moetaryanto Poerwoaminoto AO KRT. Sugiharto Soeleman Ir. Paulus Warsono Broto, MM PENANGGUNG JAWAB: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH DEWAN DIREKSI: Drg. R Eddy Purjanto KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH Ir. Danang Wibowo DEWAN REDAKSI: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH FA Herru Della Yuanita Agus Yuniarso FOTOGRAFI: Budi Prast Albert Taurino ARTISTIK & PRODUKSI: Sutoto Arif Tedja Mukti PEMASARAN IKLAN: Anis Rohmah Nurjanah (Koordinator) M Farid Imawan KEUANGAN & ADMINISTRASI IKLAN: Lulu Z Ofta Arianti SIRKULASI & PROMOSI: Tegar Hartoko Sutaryo REDAKTUR ONLINE: Agus Yuniarso ADMIN IKLAN Monica Dyah Kusumawati PERWAKILAN JABODETABEK Herlan Parisa Bambang Kusubyanto Kristina Agustin (Administrasi)

Model : Pandu Djajanto & dr. Uthit Sri Mulyati Busana & Aksesoris : Koleksi pribadi Foto : Rama Desain : Sutoto

PENERBIT: PT. Kabare Jogja Media Pariwara ALAMAT REDAKSI, IKLAN DAN SIRKULASI: Jl. Pacar 67A, Baciro, Yogyakarta, Telp +62 274 562 887, Faks +62 274 558 072 E-mail: info@kabaremagazine.com, kabareyk@indosat.net.id Website: www.kabaremagazine.com ALAMAT PERWAKILAN JAKARTA: Sovereign Plaza Lantai 12 Jl. TB. Simatupang No. 36, Jakarta 12430 Telp: 021 - 294 00 153. Fax: 021 - 294 00 161

Maret 2014

05


PASUGATAN

DAFTAR ISI

10 Regol Bagi masyarakat lain, erupsi Gunung Merapi memang sering dianggap sebagai bencana. Tapi bagi orang Jawa, khususnya mereka yang tinggal secara turun temurun di lerengnya, Merapi mempunyai arti tersendiri. Salah satunya adalah berkah di bidang pariwisata, di mana telah tercipta satu bentuk wisata baru. Bentuk wisata yang selama ini belum pernah terpikirkan oleh masyarakat di sana, yaitu wisata menyusuri lereng dan lembah Merapi setelah erupsi dengan menggunakan kendaraan adventur.

Kondhang 28 Tak hanya bisa menjadi media penghibur diri ketika Anda dirundung masalah, musik pun bisa mengendurkan ketegangan pikiran, musik bisa mengendurkan kekalutan perasaan dan membuat lebih rileks sehingga kita bisa produktif kembali dalam melakukan tugas dan pekerjaan. Bagi Aas Asikin Idat, CEO PT. Pupuk Kaltim, musik dapat menjadi jendela dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Seberat apapun masalah yang dihadapi, dengan musik, semua dapat menjadi ringan.

44 Canthing Kampung Minomartani mendadak menjadi ramai diperbincangkan banyak orang. Kampung ini kini menjadi salah satu sentra bakpia yang diburu banyak orang. Meski namanya belum sepopuler Pathuk, bakpia yang menjadi salah satu hasil industri rumahan warga Kampung Minomartani ini cukup laris manis di pasaran. Adanya celah bisnis bakpia yang cukup menjanjikan membuat warga Kampung Mino beramai-ramai memulai usaha tersebut.

Pendopo 70 Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kalimat itu juga tepat disematkan untuk tahu. Di negeri kita ini, tahu kebanyakan diproduksi oleh rakyat jelata secara tradisional, lalu dikonsumsi juga oleh kebanyakan rakyat yang lainnya. Tahu memang sangat mudah diproduksi. Satu di antaranya di Desa Greso, Kelurahan Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Daerah itu memang terkenal sebagai sentranya, dan sebagian warga di desa itu kesehariannya memproduksi tahu sebagai mata pencarian. 06

Maret 2014


36 Gebyar Enam busana koleksi Dj by Uzy kali ini merupakan busana dengan padu padan yang simpel dan chic yang bisa dikenakan di berbagai acara. Keunikan dari koleksinya terlihat dari kekuatan teknik cutting dan kreasi sang desainer yang jeli hingga memunculkan sisi terbaik dari material, motif dan siluet busana yang ditampilkan dan menjadi ciri khasnya.

Klangenan 82 Meski belum lama, sudah banyak orang yang merekomendasikan Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto untuk disambangi. Itu karena Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto satusatunya gerai es krim di Jogja yang memanjakan penggemarnya dengan 54 varian rasa yang unik dan tak biasa. Tak hanya itu, di gerai ini juga menyediakan menu hidangan selain es krim yang juga mengajak pengunjung dapat mengeksplorasi keunikan rasanya.

REGULER 32. PEPANGGIHAN 66. NGADI BUSANA 74. PLESIR 78. PESANGGRAHAN

86. PAGUYUBAN 92. GUNEMAN 94. DULU KINI 95. LAKON LAKU

96. JERON BETENG 102. CAWISAN

Maret 2014

07


PASURYAN CERITA SAMPUL

Pandu Djajanto

& dr. Uthit Sri Mulyati

Harga Diri Bangsa Teks: BK; Foto: Rama

08

Maret 2014


B

udaya, bagi seorang Pandu Djajanto, adalah harga diri bangsa. Budaya Indonesia amatlah agung dan tinggi sekali maknanya. Budayalah yang akan menguatkan pengaruh Indonesia di dunia internasional. Apabila kita, sebagai bangsa, telah luntur harga dirinya, itu berarti kita sudah tidak menghargai budaya kita sendiri. Berbincang tentang budaya, membuat Pandu Djajanto semangat. Rasanya dapat terbaca, bahwa ia seorang yang amat menghargai budaya bangsanya. Baginya, kebudayaan adalah nilai paling tinggi. Tidak sekadar etika, tapi adalah nilai-nilai dalam diri seseorang yang terkandung dari kemampuan menjalani kehidupannya dengan beretika. Menurutnya, budaya pun merupakan seni, yang juga mengacu

pada masalah nilai. “Yaitu bagaimana melakukan suatu pandangan hidup, menilai perilaku, menilai bagaimana menghargai kehidupan, bagaimana suatu akulturisasi terkait dengan masalah-masalah kehidupan, itu bagian dari budaya,� ujar Pandu. Artinya, cara kita melihat suatu itu adalah bagaimana kita melihat perilaku orang, bagaimana menghormati apa yang menjadi bagian kehidupannya, apa yang merupakan korelasi hidupnya. Jadi sifat budaya itu absurd tapi konkrit. Dan seseorang bisa disebut berbudaya dapat dilihat dari bagaimana dia menghargai akulturisasi, bagaimana dia melihat suatu kehidupan dan penghidupannya. Dari situ kita bisa menilai, apakah orang itu memiliki sense akan budaya. Sense itu harus dinilai dengan bagian dari cara pandangnya. Tidak harus yang sifatnya glamor, tapi dilihat dari pola pikirnya apakah termasuk golongan yang berbudaya atau tidak. Contohnya, kita bisa lihat di selatan Jogja ada desa budaya namanya Tembi di daerah Bantul. Mereka memiliki nilai budaya dan memahami nilai budaya dengan kesederhanaan yang tidak memperlihatkan atribut glamorisasi. Orang-orang di sana bisa melihat kehidupan dan menghargai kehidupan secara sederhana dengan belajar dari ajaran-ajaran yang bersifat historikal, ajaran pendahulunya dan sejarah-sejarah yang di ketahui, dipahami, dan dijalankan. Pria yang menikah dengan dr. Uthit Sri Mulyati dan memiliki dua orang putra bernama Djati Herlambang dan Purbo Ajie Hermawan, ini sangat berharap anak-anak muda sekarang mau mulai belajar dan yang tua-tua yang sudah mulai lupa, mau belajar lagi atau tengok lagi sejarah bahwa kita punya budaya yang sangat kaya akan ajaran luhur. Orang baik, orang luhur, orang ngalah belum tentu lemah. Justru dengan itu kita kuat. Kenapa Jepang bisa, karena Jepang mau menghargai budayanya. Sedangkan kita yang lebih kaya dengan budaya kenapa tidak bisa? Padahal kita memiliki 544 suku bangsa, yang artinya kita ada 544 budaya. Hanya satu kata kuncinya, seperti yang orang Jawa bilang: ojo lali kabudayanmu. Pandu Djajanto sendiri sangat kagum akan budaya Indonesia. Seperti misalnya, ia kagum pada ornamen-ornamen budaya yang diperlihatkan dengan atribut warna yang sangat banyak. Juga dari atribut alat seni dari yang sederhana, seperti alat tabuhan tifa hingga alat yang membawa harmonisasi seperti gamelan. Itu artinya orang Indonesia memiliki atau mengenal budaya yang sangat tinggi. Pandu Djajanto adalah seorang yang peduli dan fokus terhadap aspek kebangsaan dan kebudayaan. Apalagi sejak mengikuti pendidikan PPSA/KSA angkatan XV LEMHANAS tahun 2007, pemahaman tentang wawasan kebangsaan itu semakin didapat, yaitu bagaimana melihat sesuatu tidak dari satu sudut pandang tapi juga dari sisi yang lain. Dalam kesehariannya, Pandu yang hobi akan musik dan memasak ini sangat suka bergaul dengan berbagai kalangan. Dari musisi jalanan Malioboro, seperti grup Martodegu hingga kalangan ekspatriat. Sebagai seorang kepala ruamah tangga, keluarga adalah kekayaan yang utama terutama dalam mendidik anak-anaknya dengan latar belakang agama. +

Maret 2014

09


REGOL KABAR UTAMA

Merapi, Gunung Rezeki Teks: Wahyu Indro S, FA Herru; Foto: Budi Prast

10

Maret 2014


Berdiri menjulang hingga lebih kurang 2.968 meter di atas permukaan laut, gunung itu benarbenar terlihat gagah. Punggungnya tampak berkilauan ditimpa sinar matahari, sementara puncaknya mengeluarkan asap tipis. Pertanda salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia.

N

amun, di balik penampilannya yang begitu tenang, Gunung Merapi menyimpan kekuatan alam dahsyat. Gunung Merapi sanggup menyemburkan awan panas bersuhu 800 1.000 derajat Celcius yang meluncur ke bawah dengan kecepatan hingga 70 km/jam. Roda zaman pun seperti menjadi saksi, jika awan panas dari letusan Gunung Merapi mampu meluluhlantakkan apa saja yang ada di sekelilingnya. Dalam catatan geologi modern, letusan Merapi tahun 1872 dianggap sebagai erupsi terkuat. Tetapi, erupsi yang terjadi pada 1930 yang menelan 13 desa dan 1.400 nyawa dalam sekejap, tercatat sebagai

letusan dengan korban terbesar hingga sekarang. Rangkaian letusan Gunung Merapi, terakhir tercatat pada bulan Oktober dan November 2010 silam, yang dievaluasi sebagai yang terbesar sejak letusan 1872 . Bagi masyarakat lain, erupsi Gunung Merapi memang sering dianggap sebagai bencana. Tapi bagi orang Jawa, khususnya mereka yang tinggal secara turun temurun di lerengnya, Merapi mempunyai arti tersendiri. Jika diamati dengan seksama akan tampak bahwa untuk mempertahankan kehidupannya, mereka tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan tempat tinggalnya. Mereka akan selalu

tergantung dan berinteraksi dengan lingkungan hidupnya secara terus menerus. Dari interaksi tersebut, melalui pengalaman dan pengamatan, mereka akan mendapatkan gambaran tentang lingkungan hidupnya, yang memberikan serangkaian petunjuk mengenai apa yang dapat diharapkan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap lingkungan, demi kehidupan yang baik. Oleh karena pada hakikatnya sistem kepercayaan Jawa sama dengan kebudayaan Jawa, maka ia adalah serangkaian pengetahuan, petunjuk-petunjuk, aturanaturan, resep-resep dan strategi-strategi untuk menyesuaikan diri dan

Maret 2014

11


REGOL KABAR UTAMA membudidayakan lingkungan hidup, yang bersumber pada sistem etika dan pandangan hidup orang Jawa. Sejak kecil orang Jawa telah akrab bergaul dengan alam yang melingkungi dirinya. Orang-orang yang hidup di lereng Gunung Merapi, seperti diajarkan bukan untuk menguasai alam, tetapi bagaimana menyesuaikan dirinya dengan kehidupan alam dan menitikberatkan bagaimana menjaga keselarasan atau harmoni dengan alam. Sehingga, sebesar dan sedahsyat apapun letusan Gunung Merapi, bagi penduduk yang tinggal di lerengnya, bukanlah merupakan suatu ancaman serius yang harus sangat dikhawatirkan, bahkan justru dianggap sebagai sebuah berkah. Penduduk mempunyai kepercayaan bahwa apa yang rusak akan mendapat ganti berlipat. Melihat kepercayaan masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi tersebut, Kepala Pusat Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, mengatakan, untuk menghadapi bencana Merapi, diperlukan keseimbangan manusia. Keilmuan berperan penting dalam menyeimbangkan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat. Penjelasannya, kearifan lokal bisa respect

12

Maret 2014

(menghormati) alam, sementara respect kepada alam itu adalah dalam alam sadar dan pikiran, manusia tidak bisa mengalahkan alam dengan teknologi apapun. “Kita harus belajar memahami alam dalam arti yang bijaksana. Penghormatan terhadap alam itu tak berarti harus takut kepada alam. Melainkan sebuah bentuk penghargaan terhadap keseimbangan alam,� kata Surono. Ya, begitulah apa yang ada di benak orang Jawa, mereka yang tinggal di lereng Merapi. Setiap waktu gunung itu meletus, waktu itu jugalah mereka harus menyesuaikan diri. Masyarakat musti membantunya, yaitu menyingkir dahulu, sebagai maksud memberikan jalan atau ruang pada Merapi yang hendak “sibuk dengan pekerjaannya� meskipun penduduk harus kehilangan harta bendanya. Setelah semuanya selesai, barulah masyarakat lereng dapat kembali lagi, namun dengan suasana yang baru, serta kehidupan baru. Mereka boleh memanfaatkan apa yang telah dibuat sang gunung. Seperti misalnya mengambil pasirnya, batu-batunya, dan bahkan juga memanfaatkan kondisi baru lingkungan Merapi dengan menciptakan hal-hal atau aktivitas yang dapat memberikan

keuntungan bagi masyarakat. Hal itu semata-mata dianggap sebuah berkah tersendiri oleh masyarakat. Karena selalu saja ada asa atau pengharapan baru untuk menjalani hidup selanjutnya selepas Merapi erupsi. Seperti halnya setelah erupsi Merapi tahun 2010 lalu, masyarakat dengan kesadarannya membangun diri dan kehidupannya kembali. Dengan bermacam dukungan dari banyak pihak, dengan kreativitasnya masing-masing, masyarakat lereng Merapi perlahan-lahan namun pasti, kembali berenergi. Dan banyak hal serta cara baru untuk itu, meskipun yang lama juga dapat dan coba dihidupkan kembali. Salah satunya adalah di bidang pariwisata, di mana telah tercipta satu bentuk wisata baru. Bentuk wisata yang selama ini belum pernah terpikirkan oleh masyarakat di sana, yaitu wisata menyusuri lereng dan lembah Merapi setelah erupsi menggunakan kendaraan adventur, seperti jeep. Inilah salah satu bentuk berkah tersendiri yang diperoleh masyarakat. Buah dari sebuah kepercayaan dan keinginan untuk selaras dengan alam. Pernik-pernik hidup milik masyarakat yang telah hancur atau hilang, diberikan kembali oleh Merapi dengan asa yang baru. +


estate


REGOL KABAR UTAMA

14

Maret 2014


Kreativitas Lereng

Merapi Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

Maret 2014

15


REGOL KABAR UTAMA

E

mpat tahun telah berlalu di kala Gunung Merapi terakhir kali meletus. Tahun 2010, kala itu letusan Merapi memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya yang tinggal di lerengnya atau di zona bahaya lainnya. Letusan besar yang terjadi pada 3 dan 5 November menciptakan awan panas yang meluncur hingga 15 kilometer melalui Kali Gendol. Material yang dimuntahkan mencapai 150 juta meter kubik. Amukan awan panas dan material jatuhan menyebabkan 3.307 bangunan rumah, sekolah, puskesmas, dan pasar rusak. Dari catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana tanggal 30 November 2010, sebanyak 61.154 orang mengungsi, 341 orang tewas, dan 368 orang harus dirawat inap. Nilai kerugian pun mencapai 4,23 triliun rupiah. Sehubungan dengan kondisi Merapi saat itu, Kota Yogyakarta serta sebagaian kota atau daerah lain di Jawa Tengah, terkena dampak kabut asap hingga hujan debu vulkanik yang cukup tebal. Kota 16

Maret 2014


Yogyakarta yang menjadi tujuan favorit para turis, pun musti menghentikan sejenak aktivitas kepariwisataannya. Perhatian semua warga tertuju pada Merapi dan kondisi yang ditimbulkannya. Ya, letusan Merapi empat tahun silam itu secara kasat mata memang merenggut sebagian kehidupan masyarakat Yogyakarta yang telah lama berjalan teratur. Namun secara batin, masyarakat Yogyakarta, terlebih mereka yang tinggal berdampingan lebih dekat dengan Merapi, menganggap kapan pun meletusnya Merapi sebagai kehendak sang gunung yang harus dihormati, bagian kehidupan yang memang harus dihadapi. Karena itu, masyarakat lantas tak menganggap itu sebuah bencana. Sikap yang demikian itu tentu didasari pandangan bahwa Merapi selama ini telah banyak berjasa dan memberi sumber penghidupan bagi kelangsungan hidup mereka. Itulah sebabnya, mengapa mereka harus menghormati dan menerima dengan ikhlas bila Gunung Merapi sedang “nduwe gawe�, meskipun harta benda yang dimiliki menjadi korban. Letusan terakhir Merapi di tahun 2010, yang imbasnya meghancurkan desa-desa di sekelilingnya dan bermacam kisah memilukan, kini telah ditinggalkan sebagai buah peristiwa yang lewat. Asa masyarakat telah kembali membuncah. Roda kehidupan kembali ditata. Bunga pun kembali bermekaran di desa-desa lereng Merapi. Di antara sisa-sisa dampak letusan, juga di antara pohonpohon besar yang tumbang terbakar, tanaman perdu tampak kembali menghijau. Meskipun perlahan, masyarakat lereng Merapi kembali berbenah. Mereka mengandalkan kekuatan sendiri, ditambah dukungan dari berbagai pihak, kehidupan sosial ekonomi kembali ditata. Ada banyak aktivitas yang kemudian muncul di sana. Mulai dari

Secara batin, masyarakat Yogyakarta, terlebih mereka yang tinggal berdampingan lebih dekat dengan Merapi, menganggap kapan pun meletusnya Merapi sebagai kehendak sang gunung yang harus dihormati, bagian kehidupan yang memang harus dihadapi

Maret 2014

17


REGOL KABAR UTAMA

aksi penanaman pohon, aksi pemulihan ekonomi masyarakat lereng, hingga kegiatan wisata alam. Benar saja, Merapi sungguh tak pernah ingkar janji pada masyarakat yang mendiami kakinya. Sepedih-pedihnya bencana, pasti 18

Maret 2014

terkandung berkah besar menyertainya. Tuhan memang tak pernah menjanjikan kebahagiaan tanpa derita, dan juga matahari tanpa hujan. Begitulah ungkapan petuah sang bijak yang muncul kemudian dari mulut jutaan

orang. Pascapenurunan status Merapi dari awas menjadi siaga, berarti kawasan kaki atau lereng Merapi aman dikunjungi. Asa memang takkan pernah mati seperti kehidupan yang telah terkubur dan terbakar. Semenjak itulah, berbondongbondong orang dari penjuru daerah mendekat, meskipun sekadar untuk melihat dan memastikan apa yang lantas terjadi pasca erupsi. Mungkin inilah yang juga disebut berkah besar tersendiri. Antusiasme orangorang tersebut menjadikan warga Merapi kreatif. Keganasan erupsi Merapi yang berlanjut dengan banjir lahar dingin, seakan tertutupi oleh hiruk pikuk pengunjung yang lalu lalang di semua ruas jalan desa-desa yang sejalan menuju ke sana. Tiga dusun tertinggi yang dekat dengan puncak sang gunung, yakni Kinahrejo, Kaliadem, dan juga Kalitengah Lor, kemudian menjadi daerah tujuan wisata paling favorit. Kawasan bencana berubah menjadi kawasan wisata. Setidaknya, aktivitas orangorang yang berkunjung ke sana pun mendatangkan berkah bagi warga sekitar.


Kawasan bencana berubah menjadi kawasan wisata. Setidaknya, aktivitas orang-orang yang berkunjung ke sana pun mendatangkan berkah bagi warga sekitar

Maret 2014

19


REGOL KABAR UTAMA Tentu, hal itu jadi peluang bagi warga di sana. Ladang pertanian, perikanan, peternakan, juga rumah-rumah warga yang hancur, menjadi pemantik warga untuk memanfaatkan kedatangan para pengunjung. Mereka menyediakan dan mengelola sumbangan sukarela, penjaga parkir atau bahkan menjadi pemandu. Lambat laun, warga-warga yang lebih siap, juga mulai dapat berjualan, meski ala kadarnya. Sampai kini, di kala kehidupan dan aktivitas warga lereng kembali normal, meskipun kondisi desa dusun yang terkena terjangan awan panas masih seperti adanya,

Kreativitas warga pun terus berlanjut. Di kala wisata erupsi atau kerennya disebut lava tour terus menjadi tujuan pilihan wisatawan domestik dan manca negara, warga Merapi seolah tak pernah kehabisan akal

hiruk pikuk itu tetap berlangsung. Di dusun Kinahrejo, misalnya, satu dusun di mana sang juru kunci Mbah Maridjan yang juga tewas akibat terjangan wedus gembel, kini terdapat rumah-rumah sederhana yang menjajakan makanan-minuman serta suvenir. Sejauh mata memandang, tak ada lagi penghalang. Kinahrejo dulu begitu tampak berbeda dengan pemandangan sekarang. Sisa-sisa pohon-pohon besar yang tumbang atau meranggas terpanggang wedus gembel, 20

Maret 2014


memberikan pesona tersendiri. Alam Merapi seperti menampakkan wujud aslinya, terlihat menghampar dengan balutan warna hijau tetumbuhan yang kembali hidup. Bukit-bukit kecil dengan cekungannya yang curam pun terlihat jelas. Di sela-selanya, sisa-sisa rumah yang luluh lantak juga menjadi pemandangan yang kontras. Kreativitas warga pun terus berlanjut. Di kala wisata erupsi atau kerennya disebut lava tour terus menjadi tujuan pilihan wisatawan domestik dan manca negara, warga Merapi seolah tak pernah kehabisan akal. Kini yang tampak menonjol dari aktivitas pariwisata adalah penyediaan kendaraan-kendaraan adventur, seperti jeep atau juga motor trail yang dapat disewa untuk menyusuri Merapi. Dengan itu,

mereka pun membuat paket-paket wisata. Sektor pariwisata inilah salah satu pemulihan ekonomi yang secara kreatif dibentuk oleh warga desa seputaran Merapi. Tempo hari, sesaat selepas erupsi, dengan kunjungan rata-rata sekitar 500 sampai 1.000 orang per hari di Desa Umbulharjo atau Desa Kepuharjo, misalnya, uang yang masuk ke pengelola kawasan itu lumayan besar. Per hari mereka dapat menghasilkan sekitar 5 juta rupiah, yang kemudian dana itu digunakan oleh warga untuk mendukung pemulihan roda perekonomian. Begitu pula halnya hasil dari paket-paket lava tour dengan menggunakan kendaraankendaraan adventur itu. Menurut Riswanto Nugroho dari Asosiasi Jeep Kaliurang,

salah satu tokoh yang membidani munculnya gagasan wisata itu, penghasilan bersih yang dapat diraup bahkan sampai 1,3 miliar selama 10 hari, antara 25 Desember 2013 – 5 Januari 2014. Bukankah itu merupakan angka yang cukup menakjubkan untuk satu sektor wisata saja di Yogyakarta. Ya, menyusuri Merapi menggunakan kendaraan adventur, saat ini menjadi sumber keuntungan yang tak sedikit. Bagaimana tidak, setiap harinya apalagi di hari-hari libur, wisata yang seperti ini cukup menjadi objek incaran para wisatawan. Dengan ini, warga Merapi memang telah memopulerkan jenis wisata baru, yaitu wisata minat khusus yang menantang adrenalin. Inilah tren sekaligus ikon baru wisata di Yogyakarta. +

Maret 2014

21


REGOL KABAR UTAMA

Jelajahi

Alam

Kaki

Merapi Teks: Wahyu Indro S; Foto: Budi Prast

22

Maret 2014


B

agi siapapun, bencana alam akan selalu menjadi mimpi buruk. Namun, di lereng Gunung Merapi, bencana dibaca sebagai pembawa berkah. Mungkin, itu adalah ungkapan tepat untuk menggambarkan kondisi masyarakat Gunung Merapi. Setelah mengalami letusan hebat pada 2010, kini sisa-sisa letusannya menjadi daya tarik bagi wisatawan. Seiring dengan statusnya yang kembali normal, lokasi bencana ini ternyata menjadi destinasi wajib saat berlibur di Yogyakarta. Masyarakat setempat pun melakukan pembenahan diri dan roda perekonomian dengan membangun wisata yang bertajuk "lava tour". Untuk dapat menelusuri sisa letusan Gunung Merapi, Anda dapat menggunakan motor trail ataupun mobil jeep yang banyak disewakan di berbagai titik. Mulai dari Kaliurang atau bisa juga dari Cangkringan. Rute yang dipilih bisa beragam, namun seluruhnya akan menelusuri sisa-sisa letusan

Maret 2014

23


REGOL KABAR UTAMA

Walaupun perjalanan yang Anda dapat hanya akan bertemu jalanan berliku, penuh bebatuan dan pasir bercampur abu, namun perjalanannya tak hanya terasa menegangkan, tapi juga menyenangkan!

24

Maret 2014

Gunung Merapi. Untuk perjalanan menggunakan mobil jeep, harga sewanya mulai Rp. 300.000 sampai Rp. 600.000 per unit. Satu unit mobil dapat digunakan untuk empat orang didampingi seorang pemandu. Sementara untuk motor trail, harga sewanya mulai Rp. 150.000, tergantung pada rute

yang dipilih. Anda dapat menyewa motor trail saja, bisa juga dengan pemandu. Menurut pemilik Kaliurang Adventure, Riswanto Nugroho, dalam Lava Tour, ratarata setiap asosiasi menyediakan 3 paket. Rute juga bisa dibolak-balik, tergantung darimana wisatawan itu berangkat. Untuk


paket pertama yang disebut short trip, biasanya membutuhkan waktu 90 menit dan menempuh jarak sekitar 18 kilometer. Pertama-tama pemandu akan membawa Anda ke Museum Gunung Merapi. Ditempat tersebut, Anda dapat mempelajari ilmu tentang kegunungapian.

Baru kemudian, perjalanan dapat Anda lanjutkan menuju kaki Gunung Merapi. Mengunjungi wilayah yang tertimpa lahar dari erupsi gunung Merapi di tahun 2010. Menyusuri Kali Kuning, kawasan desa yang diterjang lahar, Kali Opak, desa Kali Adem, dan Kali Gendol.

“Sedangkan paket kedua atau medium trip. Rute perjalanan dari paket 1 tadi ditambah dengan menyusuri Kali Gendol. Waktunya sekitar 120 menit dan menempuh jarak sekitar 22 kilometer. Disana, wisatawan bisa melihat timbunan material dari dalam perut Gunung Merapi. Kemudian, setelah itu kita bawa melewati hunian tetap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat letusan Gunung Merapi tahun 2010. Dan paket 3 Lava Tour, akan membawa wisatawan menuju perjalanan lebih panjang lagi, membutuhkan waktu sekitar 180 menit dan menempuh jarak kurang lebih 30 kilometer,� kata Riswanto. Walaupun perjalanan yang Anda dapat hanya akan bertemu jalanan berliku, penuh bebatuan dan pasir bercampur abu, namun perjalanannya tak hanya terasa menegangkan, tapi juga menyenangkan! Jika Anda berangkat via Kaliurang, tujuan Anda setelah dari Museum Gunung Merapi adalah lokasi bunker tua. Meski sudah tidak layak untuk difungsikan, namun setidaknya Anda akan tahu bahwa Maret 2014

25


REGOL KABAR UTAMA dahulu, keselamatan sudah dipikirkan oleh orang-orang terdahulu. Kemudian, perjalanan akan dilanjutkan ke pintu gerbang Merapi Kinahrejo. Di sini, Anda dapat melihat sebuah tugu kecil bertuliskan nama-nama korban tewas letusan Gunung Merapi. Desa Kinahrejo dulunya menjadi gerbang awal pendakian Gunung Merapi. Di desa ini terdapat tujuh buah mata air yang dijadikan tempat diselenggarakannya festival budaya Labuhan Merapi. Desa Kinahrejo sendiri merupakan dusun yang mengalami kerusakan terparah, karena dusun itulah yang paling dekat dengan kaki Gunung Merapi. Dari lokasi ini wisatawan bisa melihat bekas amukan

Jika Anda seorang penikmat kopi, Anda bisa meminta pemandu untuk membawa Anda ke warung yang menyediakan Kopi Merapi di Tugu Ambruk, sembari menatap Gunung Merapi terlihat sangat gagah jika tidak tertutup awan

26

Maret 2014

sang Merapi. Muntahan lahar panas sang Merapi bahkan meluluhlantahkan Kinahrejo beserta 25 dusun lainnya. Dahulu, sang Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan juga tinggal di Kinahrejo. Kini, rumahnya lebih tampak seperti gubuk tanpa dinding, sementara sisanya masih tertutup abu yang cukup tebal karena rumah yang asli belum digali. Ditempat tinggal Alm. Mbah Maridjan tersebut juga terdapat mobil yang dipakai untuk evakuasi, tapi terbakar. Di rumah anaknya Mbah Maridjan, yang bersebelahan, Anda akan melihat peralatan rumah tangga yang berserakan. Di sana, juga terdapat masjid, di dalamnya Anda bisa lihat lukisan pasir berukuran besar bergambar Gunung Merapi dan Mbah Maridjan

juga. Meskipun, saat ini daerah tersebut tidak lagi ditinggali penduduk karena alasan keamanan. Namun, setiap harinya lokasi ini ramai didatangi. Selain melihat indahnya puncak Merapi, banyak panorama menakjubkan yang bisa kita lihat di sini. Selain Kinahrejo, wisatawan juga bisa menikmati lokasi lainnya seperti dusun Petung, Kopeng, dan yang paling dekat dengan lembah Merapi adalah Kaliadem di Desa Kepuharjo, Cangkringan. Reruntuhan rumah yang tersapu awan panas atau wedhus gembel masih tampak di kanan dan kiri jalan di wilayah Petung. Di dusun Petung, jika situasi memungkinkan, Anda juga dapat berhenti


sebentar di sebuah museum kecil yang menampilkan barang-barang sisa letusan Gunung Merapi. Selain tempat-tempat tersebut, para pemandu Lava Tour biasanya juga akan membawa Anda ke Batu Alien, Batu Manten, Batu Tumpeng, dan Batu Gajah. Batu-batu besar itu keluar dari perut gunung, ibarat saksi betapa hebatnya erupsi Merapi. Atau, jika Anda seorang penikmat kopi, Anda bisa meminta pemandu untuk membawa Anda ke warung yang menyediakan Kopi Merapi di Tugu Ambruk, sembari menatap Gunung Merapi terlihat sangat

gagah jika tidak tertutup awan. Batu-batu vulkanik yang sangat besar juga menjadi daya tarik tersendiri. Saat libur akhir pekan dan libur panjang, wisatawan yang mengunjungi lereng Merapi jumlahnya luar biasa banyak. Bahkan bisa membludak. Jika di hari biasa sekitar 100 orang, di akhir pekan mencapai 500 orang, dan di libur panjang bahkan biasanya lebih dari 1.000 orang berkunjung untuk menikmati lava tour bekas erupsi Merapi 2010. Menurut Wanto, wisatawan yang datang mayoritas dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian dari Yogyakarta. Dari luar daerah antara lain dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, juga dari luar Jawa bahkan turis

mancanegara. Sampai saat ini, banyaknya jeep di Kaliurang jumlahnya sudah lebih dari 200 unit dari berbagai jenis. Namun, bagi lakilaki penggagas ide wisata tersebut, keberadaan jeep-jeep tersebut lebih ditekankan sebagai alat transapotasi pemandu wisata. "Artinya, kami menawarkan jasa pemanduan kepada wisatawan dengan fasilitas jeep yang kami punya. Sebagai pemandu kita tidak sekadar menjadi pengemudi, kami harus bisa menjelaskan kepada wisatawan tentang letusan Merapi, bagaimana dampaknya, berapa korbannya dalam setiap letusan, dan keindahan Merapi dalam kondisi normal," tutur Riswanto. +

Maret 2014

27


KONDHANG TOKOH

Drs. Aas Asikin Idat, Ak. MM

Suntik

Energi dengan

M

usik memang menjadi suntikan energi bagi banyak orang. Mendengarkan alunan musik dari genre yang kita sukai seakan menambah semangat kita dalam bekerja. Tak hanya bisa menjadi media penghibur diri ketika Anda dirundung masalah, musik pun bisa mengendurkan ketegangan pikiran, musik bisa mengendurkan

“Hingga pada akhirnya saya pun kembali bertemu teman-teman lama saya yang satu band dan kami pun kembali membentuk grup band dengan nama Stallion yang beraliran rock�

kekalutan perasaan dan membuat lebih rileks sehingga kita bisa produktif kembali dalam melakukan tugas dan pekerjaan. Begitulah kira-kira yang dirasakan oleh Chief Executive Officer (CEO) PT. Pupuk Kalimantan Timur (PT. Pupuk Kaltim), Aas Asikin Idat. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 25 Juni 1956 ini memang 28

Maret 2014

Musik Teks: Della Yuanita;Foto: Albert


Maret 2014

29


KONDHANG TOKOH orangtua. Saya berusaha menerima dan menjalani keputusan itu. Karena pada waktu itu saya berusaha meyakini dibalik

Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Bandung. Aas mengakui jika sang ayah, R. Idat, sangat peduli dengan pendidikan. Tak heran sebab sang ayah merupakan Kepala Pendidikan Dasar Jawa Barat di tahun 1960-an dan pengarang buku pelajaran Bahasa Sunda yang berjudul Upi, Diajar Maca yang pada saat itu digunakan sebagai acuan oleh seluruh siswa sekolah dasar seJawa Barat. Ibunya pun sangat mendukung

Loyalitasnya dalam bekerja pun dibuktikan hingga pada tahun 2002 dirinya ikut mengantarkan PT. Pupuk Kujang sebagai BUMN terbaik di Indonesia

menggemari musik khususnya yang beraliran rock sejak usia muda. Musik rupanya telah menjadi dunia tersendiri bagi pria yang mahir memainkan gitar ini. Kemampuan bermusiknya semakin terasah ketika saat SMA dirinya bergabung dengan para musisi seperti Jimmy Manopo, Agus (adik rocker Alm. Gito Rollies), Harry Subardja, Ocid dan Syaiful Anwar. “Di tengah kegandrungan saya bermusik tak disangka kedua orangtua saya malah memindahkan sekolah saya dari Bandung ke SMA di Cikampek. Kaget tentu saya rasakan, namun saya tak pernah mempertanyakan keputusan kedua 30

Maret 2014

keputusan tersebut ada hikmah yang lebih bernilai. Mungkin kedua orangtua saya khawatir kalau saya melupakan pendidikan dan hanya fokus ke musik saja. Saya kira wajar saja, karena kasih sayang orangtua yang begitu besar dan kekhawatiran mereka jika anaknya terus menggeluti musik, sementara pada saat itu masa depan pemusik belum terlalu menjanjikan, maka mereka pun memutuskan memindahkan saya ke Cikampek,� papar Aas ketika ditemui Kabare di sela-sela acara CEO Menyanyi di XT Square Yogyakarta. Aas pun kemudian membuktikan bahwa dirinya dapat berprestasi. Dalam berbagai kegiatan di sekolah Aas selalu menonjol bahkan dirinya selalu menduduki ranking pertama hingga akhirnya diterima di Jurusan Akuntansi,

keputusan sang ayah dalam urusan pendidikan anak-anaknya. “Hingga pada akhirnya saya pun kembali bertemu temanteman lama saya yang satu band dan kami pun kembali membentuk grup band dengan nama Stallion yang beraliran rock. Band kami sempat menjadi salah satu yang popular di Bandung. Meski demikian kuliah saya tetap berjalan dengan baik karena pada saat itu saya berpikir bahwa musik bukan menjadi tujuan hidup, melainkan sebagai wahana kehidupan. Karena menurut saya, musik dapat menjadi jendela dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Seberat apapun masalah yang saya hadapi, dengan musik, semua dapat menjadi ringan,� ujarnya. Lulus dari FE Unpad, Aas pun mulai fokus pada karirnya. Aas memulai karirnya dari nol di PT. Pupuk Kujang Cikampek. Kerja kerasnya membuahkan hasil, dari awalnya hanya staff biasa, Aas pun naik jabatan menjadi direktur keuangan dan berhasil menduduki puncak kariernya sebagai direktur utama PT. Pupuk Kujang. Loyalitasnya dalam bekerja pun dibuktikan hingga pada tahun 2002 dirinya ikut mengantarkan PT. Pupuk Kujang sebagai BUMN terbaik di


Indonesia yang dinilai oleh suatu lembaga independen. Berkat kerja keras seluruh teamwork, pada tahun 2003 PT. Pupuk Kujang menjadi perusahaan BUMN terbaik di bidang industri. Tekad Aas untuk tetap mempertahankan kinerja PT. Pupuk Kujang sebagai perusahaan yang sehat pun terbukti. Pada tahun 2004, perusahaan yang dipimpinnya menjadi perusahaan yang sehat berdasarkan kriteria yang ditetapkan

Papua. Sebagai seorang pemimpin, Aas pun sangat dekat dengan bawahan. Baginya, tidak ada jarak dengan staff lainnya. Aas menganggap seluruh karyawan merupakan bagian yang mendukung keberhasilan perusahaan yang dipimpinnya selama ini. “Selama ini saya selalu menganggap bekerja sama dengan kita beribadah. Saya memimpin sebuah pabrik yang hasilnya dibutuhkan oleh para petani kecil, namun

oleh Kementerian BUMN. Tahun 2010 Aas pun bergabung dengan PT. Pupuk Kaltim sebagai CEO. Banyak hal yang dilakukan oleh Aas dalam upaya memajukan perusahaan yang dikomandaninya. Sebagai pemasok pupuk di wilayah Indonesia bagian timur, dalam setahun PT. Pupuk Kaltim dapat menghasilkan 3 juta ton pupuk. Pupukpupuk tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia bagian timur, mulai dari Jawa Timur, Kalimantan, hingga

hasilnya dinikmati seluruh rakyat secara menyeluruh. Oleh karenanya, kami dari PT. Pupuk Kaltim pun berusaha memberikan penyuluhan kepada para petani kecil, agar hasil panen mereka dapat maksimal,� paparnya. Dalam kesederhanaan, Aas dan timnya pun mampu mengukir sederet prestasi. Pada tahun 2011 PT. Pupuk Kaltim berhasil meraih penghargaan sebagai BUMN dengan inovasi SDM terbaik di ajang Anugerah BUMN 2011 dan menyisihkan 69 BUMN lainnya. Di ajang

Dalam kesederhanaan, PKT mampu mengukir sederet prestasi. Pada tahun 2011 kami berhasil meraih penghargaan sebagai BUMN dengan inovasi SDM terbaik

yang sama pun pihaknya berhasil menyabet 3 kategori Inovasi pelayanan Publik terbaik dan masih banyak lagi prestasi yang dihasilkan. Satu lagi PT. Pupuk Kaltim mendukung penuh grup marching band-nya untuk berprestasi. Setelah berhasil menjadi raja Grand Prix Marching Band (GPMB) sebanyak 10 kali berturut-turut. Grup marching band asal Bontang ini akhirnya menginspirasi untuk dibuatkan film berjudul 12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya ini. + Maret 2014

31


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

32

Maret 2014


Mr. Christian Gerhard Bradach

Memperbaiki CitraIndonesia

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

M

asyarakat barat umumnya senang melihat kebiasaan timur yang tentunya berbeda dengan budaya mereka. Indonesia, misalnya, orang barat terkesan budayanya yang unik dan beragam. Setidaknya hal ini terungkap dari pria berkebangsaan Austria, Christian Gerhard Bradach, ini. Christian Gerhard Bradach adalah salah satu dari sekian juta masyarakat barat yang punya hati dengan budaya Indonesia. Ia sendiri sudah cukup lama mengenal Indonesia. Paling tidak, hal itu dibuktikannya dari kedekatannya dengan masyarakat Jawa. “Saya suka banyak hal di sini. Mulai dari alam, budaya, sampai fashion Indonesia seperti batik. Saya pun suka bergaul dengan orang di sini. Menurut saya, Indonesia salah satu negara yang sangat menarik dan punya prospek yang menarik pula,” ungkap Christian. Karena terkesan dengan budaya Indonesia, Christian lantas membuka usaha dengan mendirikan Java House di Kota Klagenfurt, Provinsi Carinthia, Austria, pada tahun 1997. Perusahaan yang didirikannya itu bergerak di bidang perdagangan furnitur. Ia membawa aneka furnitur dari Jawa ke negara asalnya. “Saya juga berdagang cinderamata, kain batik, dan sebagainya dari Indonesia. Memang, sejak dulu saya sangat tertarik dengan batik. Kebetulan juga, saya pernah tinggal lama di Solo dan sempat melihat bagaimana caranya membuat batik,” ujarnya. Pada setiap kesempatan, Christian memang lebih senang berpakaian batik. Apalagi sang istri, Hj. Baningsih Tedjokartono, adalah seorang perempuan yang berasal dari Solo, sebuah kota di Jawa Tengah yang sangat kental dengan budaya batiknya. Pastinya, bersama sang istri itulah, Christian Bradach menjalani dan mengembangkan usahanya, serta tentu saja mengenal lebih dalam tentang adat dan kebiasaan masyarakat Jawa di Solo. Sebagai pengusaha, Christian Bradach memiliki sepak terjang yang cukup baik di negeri asalnya. Christian tercatat sebagai anggota beberapa organisasi bisnis atau perdagangan di Carinthia. Berbagai kalangan bisnis dan perdagangan dalam negeri, negara Eropa lainnya, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pekerjaannya, tentu telah menjadi bagian dari dunianya. Dan dari dunia itu juga, Christian kemudian dapat bertemu dan kenal dengan duta besar Indonesia di Austria. “Sejak saat itu, saya kemudian sering menyelenggarakan acara Indonesian Night di sana. Dan ketika Indonesia membutuhkan warga Austria untuk menjadi wakilnya, lantas Kedutaan Besar Indonesia di Austria mulai mendekati saya dan akhirnya meminta saya untuk mau diangkat sebagai Konsul Kehormatan Indonesia di Austria,” ujar Christian.

Memang tidak salah pemerintah Indonesia memilih Christian Bradach. Dialah seorang Austria yang cukup lama berbisnis dengan Indonesia dan mengenal kebudayaannya. Seorang yang memiliki kecintaan terhadap budaya, serta dapat membantu masyarakat pengusaha di Indonesia menangkap peluang di Eropa. Pada 8 Februari 2005, Christian Gerhard Bradach diangkat sebagai Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Carinthia oleh Duta Besar Indonesia untuk Austria, TA Samoedra Sriwidjaja. “Ini terjadi karena memang saya senang dengan negara dan masyarakat Indonesia. Dan sebuah kehormatan besar buat saya karena dipilih sebagai konsul. Di seluruh dunia, Indonesia punya sekitar 70 konsul, dan di Austria hanya ada 1,” katanya lagi. Sebagai seorang yang dipercaya sebagai wakil Indonesia, menurutnya, hal utama yang jadi Pastinya, bersama sang tujuannya adalah memperbaiki citra istri itulah, Christian Indonesia di Eropa. Bradach menjalani dan Berbagai masalah mengembangkan dalam negeri, seperti usahanya, serta tentu saja terorisme dan isu mengenal lebih dalam sara, yang seringkali menjadi berita di tentang adat dan media-media Eropa, kebiasaan masyarakat menjadi ganjalan dan Jawa di Solo kekhawatiran masyarakatnya untuk berhubungan dengan Indonesia, baik untuk berbisnis ataupun sekadar sebagai wisatawan. Karena itulah, dengan kapasitasnya sebagai Konsul Kehormatan, Christian mau berusaha memberi kesaksian bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu negara paling aman untuk berbisnis ataupun wisata meskipun ada beberapa masalah intern. “Dengan ini, saya pun dapat lebih sering membawa tamu dari Austria baik sebagai turis atau untuk mencari kesempatan bisnis. Itu juga salah satu niat konsulat, mempromosikan negara di Eropa,” ujarnya. Di tahun 2014 ini, Austria-Indonesia akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik. Sejak tahun 1954, Austria dan Indonesia telah menjalin kerjasama yang baik. “Yang pasti, tahun ini akan ada aktivitas yang sangat penting bagi kita. Duta besar di Austria sudah meminta saya untuk menyelenggarakan acara yang topiknya hubungan diplomatik Austria-Indonesia,” tutupnya.+ Maret 2014

33


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

Hartono Sumarsono

KoleksiMelestarikan untuk

F

okus dan sesuai dengan hati adalah falsafah yang dipakai Hartono Sumarsono membangun usaha batiknya yang terkenal dengan brand Kencono Wungu. Menurutnya, apabila kita fokus pada pekerjaan yang kita tekuni, maka hasilnya akan membuat kita bangga. “Selain fokus, harus pula sesuai dengan hati kita. Apabila kita telah fokus mengerjakan pekerjaan, tapi tidak sesuai dengan hati, maka hasilnya juga tidak akan maksimal,” ujarnya. Hartono Sumarsono awalnya tidak terpernah membayangkan akan menjadi seorang pedagang batik. Cita-cita pria kelahiran Arjawinangun, sebuah kota kecamatan yang terletak di antara Cirebon dan Jatibarang, ini adalah dokter. Semua itu berubah karena pengalaman hidup yang ia alami. Setamat SMP 1969, Hartono melanjutkan SMA Dalam memimpin di Jakarta. Di ibukota, ia perusahaan, pengusaha tinggal bersama pamannya yang sehari-hari berdagang harus memiliki rasa batik di Tanah Abang. Pada pendekataan pada pagi hari, Hartono membantu pamannya semua asset, berdagang batik, siang khususnya pada harinya belajar di SMA karyawannya Kristen, Jl. Pintu Air Jakarta Pusat. Setamat SMA tahun 1971, ia memulai usaha sendiri berdagang kain batik di Jatinegara, Jakarta Timur, dengan kios amat sederhana. “Berdagang kain batik waktu itu lakunya banyak, tapi untungnya sedikit. Karena itu sempat terbersit dalam hati, apakah akan melanjutkan sekolah atau bekerja,” kenang Hartono. Tapi seiring waktu, muncul tren daster dengan motif batik yang berasal dari Solo, dan juga pakaian wanita yang biasa disebut rok klok atau rok lilit. Hasilnya pun memuaskan. Dari situlah, Hartono beralih dari kain ke pakaian batik. Pendek kata, berkat ketekunannya, akhirnya ia bisa membeli toko dan sebuah rumah. Setelah memiliki kios sendiri, ia tidak berhenti berinovasi. “Saya harus punya merek atau brand sendiri. Rasanya tidak puas kalau menjual barang merek atau brand milik orang lain,” katanya. Mulailah merek seperti Mojang Priangan, Purnama, Sendang Kencana dan Kencana Wungu disematkan pada dagangannya. Dan ternyata, merek Kencana Wungu yang banyak diminati dan kemudian dikenal orang. “Akhirnya saya fokus di merek Kencana Wungu hingga sekarang,” tambahnya lagi. 34

Maret 2014

Teks & Foto : BK

Untuk memperkenalkan Kencana Wungu, ia rajin mengikuti acara pameran dan bazar. Model promosi seperti itu sempat dicemooh para pedang batik lain. “Kata mereka, dagang daster batik saja sampai harus ikut pameran,” kenang Hartono. Hal itu terjadi karena saat itu, sekitar 1984, pakaian bermotif batik belum cukup dikenal. Tapi hal tersebut tidak membuat Hartono meninggalkan batik. Ia tetap setia dengan batik, walaupun pakaian batik saat itu termasuk tekstil model baru. “Saya cukup bangga kalau apa yang dibuat oleh Kencana Wunggu bisa memuaskan pembeli, karena itu merupakan bentuk tanggung jawab dalam berbisnis kepada konsumennya. Dalam membangun Kencana Wungu ini, saya tidak mau terlalu berspekulasi. Harus step by step dan tidak ingin terlalu melejit. Karena biasanya yang cepat melejit akan cepat jatuhnya. Itu jurus yang saya gunakan dan jadi pedoman saya dalam menjalankan Kencana Wungu hingga seperti saat ini,” ujar ujar bapak satu anak dan empat cucu ini. Ditambahkan Hartono, dalam berbisnis, pengusaha harus juga percaya pada kemampunan orang lain. Ia selalu mempercayakan pengelolaan usahanya pada karyawan, sehingga ia memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan dan memikirkan hal lain. Dalam memimpin perusahaan, pengusaha harus memiliki rasa pendekataan pada semua asset, khususnya pada karyawannya. “Apabila kita nguwongke karyawan, tentunya mereka akan memberikan yang terbaik pada perusahaan,” kata Hartono. Kesetiaan dan kecintaannya akan batik ini didukung hobinya yang suka mengumpulkan barang antik, mulai dari keramik Cina, kristal hingga kain batik kuno. Ada pengalaman yang lantas didapatnya saat itu. Ketika ia hunting barang antik di Jalan Surabaya, Menteng, Hartono banyak mendengar kalau kain batik kuno paling banyak dibeli orang asing. “Sungguh sayang bahwa kain batik kita, justru yang menghargai adalah orang asing bukan orang kita. Trenyuh dan prihatin, saya saat itu. Dan saat itu jugalah, saya mulai berburu kain batik tulis kuno agar tidak punah,” ujar Hartono. Supaya masyarakat Indonesia maupun mancanegara bisa menghargai dan menikmati batik tulis, khususnya batik pesisir, Hartono mengabadikan dalam buku “Batik Pesisir Pusaka Indonesia” terbit tahun 2011, dan“Benang Raja Menyimpul Keelokan Batik Pesisir” terbitan tahun 2013, serta ikut menyertakan koleksinya pada pameran, seperti Adiwastra, World Batik Summit 2011, dan beberapa ajang pameran lainnya. Untuk jerih payahnya ini, tahun 2011 pemerintah memberikan penghargaan Upakarti kepadanya karena melestarikan kain batik kuno warisan nenek moyang.+


Maret 2014

35


GEBYAR

FESYEN

E

nam busana koleksi Dj by Uzy kali ini merupakan busana dengan padu padan yang simpel dan chic. Busana karya Uzi Umi Fauziah dapat dikenakan di berbagai acara. Keunikan dari koleksinya terlihat dari kekuatan teknik cutting dan kreasi sang desainer yang jeli sehingga mampu memunculkan sisi terbaik dari material, motif, dan siluet busana yang ditampilkan dan menjadi ciri khasnya.

Ethnique, Batik dalam Padu Padan 36

Maret 2014


Simpel namun unik dengan sentuhan etnik pada desain-desain Uzy, diwujudkan pada padu-padan busana kali ini. Ia memadukan pencil-skirt dan chinesse simple blouses berbahan tenun biru dengan detail asymetric-cutting, sehingga menjadi busana bagi wanita muda dalam kesempatan santai dan non-formal.

Maret 2014

37


GEBYAR

FESYEN

Kesan edgy, terefleksikan dalam padu padan busana kali ini. Short jacket berbahan batik lawasan motif tambal, ber-cutting lengan unik yang dapat disulap menjadi cardigan, dipadukan dengan tube berbahan jumputan Jogja dan midi pants yang berdetai patch berbentuk seperempat kipas batik, menjadikan tampilannya simpel dan chic.

38

Maret 2014


Kain batik motif parang yang diolah sedemikian rupa, tampil modern dan unik dengan kesan androginy, saat diwujudkan dalam short blousses hitam beraksen lengan dengan cutting open shoulder dan dipadukan dengan jodhpur-pants menegaskan ciri khas yang dimiliki sang desainer.

Maret 2014

39


GEBYAR

FESYEN

Kesan glamor namun tetap simpel dan chic terangkum harmonis dalam busana berbahan kombinasi batik parang, tenun ATBM, dan jumputan ini. Nampak dalam tampilannya saat short cardigan merah beraksen bordiran kelopak mawar putih yang cantik dan dipadukan dengan tube atau kemben pendek serta jodhpur-pants.

40

Maret 2014


Loose Blousses berbahan tenun yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, terlihat feminim saat dipadukan dengan rok merah berdetail asymetriccutting masih tetap beraksen patch batik sebagai salah satu ciri khasnya, menjadi sentuhan unik buah.

Maret 2014

41


GEBYAR

FESYEN

Casual loose dress menjadi pilihan sang desainer dengan paduan big clutch bag coklat memberi sentuhan tersendiri pada tampilan keseluruhannya, hingga menjadi paduan yang simpel namun chic di tengah rutinitas siang itu.

42

Maret 2014


U

zi Umi Fauziah, atau yang lebih akrab dipanggil dengan sapaan Mbak Uzi, dengan ramah menuturkan sekelumit kisah di balik brand miliknya. Di sela-sela pemotretan berlatar The Phoenix Hotel Yogyakarta yang sarat dengan arsitektur kolonial, ditemani cerahnya hari meskipun masih tersisa debu-debu abu vulkanik kiriman dari letusan Gunung Kelud belum lama ini, Uzi pun mulai mengisahkan kilas balik kariernya sebagai desainer. Brand yang disingkat menjadi Dj by Uzy, sebenarnya merupakan akronim dari kata Damarjati, brand miliknya. Namun disingkat menjadi demikian, agar memudahkan pengucapannya serta pengingatannya oleh para customer dan relasi. Mengingat banyaknya brand produk-produk batik dan tenun yang muncul belakangan ini, Uzi memilih nama yang simpel namun unik layaknya koleksi busana miliknya. Pengalamannya melanglang buana di dunia fashion dan bertemu dengan berbagai kalangan baik itu customer, buyer, maupun penikmat dan pemerhati fashion, memperkuat identitasnya serta mengasah kreativitasnya sebagai desainer. Keterlibatannya di berbagai event fashion baik lokal maupun nasional seperti Jogja Fashion Week dan Indonesia Fashion Week pun secara tidak langsung membuat kemampuannya semakin terasah. Jenis produksi yang menjadi ciri khasnya yaitu aneka baju kombinasi batik dan tenun, tas kulit mix batik dan tenun, clutch bag berbahan kain batik, tenun dan kulit ular, serta tas kulit ikan pari dipadu-padankan dengan batik. Harapannya dengan produk yang mengambil unsur-unsur etnik dalam negeri khususnya batik suatu saat akan membawanya merambah pasar internasional. + Busana dan Asesoris: Dj by Uzy Model: Lolyta Fotografer: Budi Prast Asst. fotografer: Sutoto Stylist & Writer: Tyas Santhi Fatmasari Make Up & Hair Do: Virdausi Beauty Studio Koordinator: Farid Imawan Editing: Sutoto Lokasi: The Phoenix Hotel, Yogyakarta.

Dj

by Uzy

Special Hand Made Batik With Ethnic & Unique

Show Room: Lumbung Batik, Gedung PPBS Purwosari, Laweyan, Solo Workshop: Jl. Diponegoro 162 Kertonatan RT 02/ RW II, Kartasura, Solo Telp. 085814477677 e-mail: batikdamarjati@yahoo.com


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Teks: Della Yuanita ; Foto: Albert

Bakpia

Mencicip

Kampung Mino

S

ebagai salah satu ikon oleh-oleh khas Jogja, bakpia memang identik dengan daerah Pathuk. Memang tidaklah berlebihan karena pada awalnya, kudapan khas yang lezat ini merupakan industri rumahan yang dirintis oleh warga

Bakpia yang menjadi salah satu hasil industri rumahan warga Kampung Minomartani ini cukup laris manis di pasaran

44

Maret 2014

Pathuk. Sehingga bakpia lebih dikenal dengan sebutan bakpia Pathuk. Namun, siapa sangka kini ada beberapa kawasan lain yang juga mulai disorot sebagai daerah pembuat bakpia yang kelezatannya tak kalah jika dibandingkan dengan yang sudah populer terlebih dahulu. Kampung Minomartani mendadak menjadi ramai diperbincangkan banyak

orang. Kampung ini kini menjadi salah satu sentra bakpia yang diburu banyak orang. Meski namanya belum sepopuler bakpia Pathuk, bakpia yang menjadi salah satu hasil industri rumahan warga Kampung

Minoma rtani ini cukup laris manis di pasaran. Adalah Suharti, warga asli dari Pathuk inilah yang memulai industri bakpia di


kampung Mino. Dirinya melihat celah bisnis bakpia cukup menjanjikan karena permintaannya pun terus meningkat. “Sebagai warga pindahan dari Pathuk, saya melihat bisnis bakpia cukup menjanjikan. Maka saya pun mulai membuat usaha bakpia 714 di sini, tepatnya pada 11 Agustus 1997. Ada tiga rasa bakpia yang saya produksi yakni bakpia basah dengan isi kacang hijau dan bakpia kering

Dalam produksinya kami berusaha selalu menjaga mutu dengan menggunakan bahanbahan yang terjamin

rasa keju dan coklat. Pemasarannya saat itu hanya dari mulut ke mulut saja dan biasanya para pelanggan saya memesannya untuk acara-acara arisan dan pengajian. Untuk resep memang sudah turun temurun dari keluarga, karena memang saya asli dari Pathuk,� ujar ibu dua putra ini.

Melihat usaha Suharti, para warga Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman pun lantas mulai mengikuti jejaknya dalam membidik peluang usaha yang cukup menjanjikan ini. Kurang lebih ada 16 warga dari RT 12, 13 dan 14 yang masuk ke dalam wilayah RW 03 yang membuat usaha

sejenis. Kini ada banyak merek bakpia yang diproduksi di kampung ini. Sebut saja bakpia Istu, bakpia 217, bakpia 2000, dan masih banyak lagi yang lainnya. Salah satu yang juga mengawali usahanya dari Pathuk yakni Bakpia Istu yang dikomandani Misdianto. Sang pemilik yakni Ibu Istu mempercayakan bisnisnya ke pria yang sudah 10 tahun bekerja di salah satu toko bakpia di Pathuk. “Bakpia Istu mulai buka sejak 26 Mei 2006, pas dengan gempa di Jogja. Setiap harinya kami memproduk si kurang lebih 200 dos bakpia rasa kacang hijau, kumbu hitam, coklat dan keju. Dalam produksinya kami berusaha selalu menjaga mutu dengan menggunakan bahan-bahan yang terjamin kualitasnya sehingga rasa yang dihasilkan pun tak kalah dengan bakpia khas Pathuk,� jelas Misdi. Banyaknya usaha bakpia yang dikelola oleh warga Mino akhirnya mencetuskan ide untuk membentuk paguyuban usaha yang diberi nama Sekar Lestari dengan fokus usaha pembuatan bakpia aneka rasa. Salah seorang warga yang juga produsen bakpia 803 yakni Ibu Sumarno pun dipilih menjadi ketua paguyuban tersebut. Dari pemasarannya yang door to door kini usaha bakpia Minomartani mulai merambah ke perkantoran baik pemerintah maupun swasta serta kelompok arisan dan pengajian. Omongan dari mulut ke mulut para pelanggan yang puas dengan bakpia buatan Kampung Mino membuat usaha bakpia di sana semakin dikenal orang. Ibu Suharti, pemilik Bakpia 714 mengatakan bahwa paguyuban ini dimaksudkan

Maret 2014

45


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Begitu majunya usaha ini, maka pada akhir tahun 2011 Pemda Sleman pun menetapkan Minomartani sebagai sentra kuliner bakpia.

untuk saling berbagi ilmu baik dalam produksi, pemasaran atau pun penambahan modal. Khusus untuk penambahan modal, kelompok ini mendapat dukungan dari Pemda Sleman berupa pemasangan baliho 46

Maret 2014

ukuran besar hingga pemberian alat-alat produksi guna memajukan usaha ini. Begitu majunya usaha ini, maka pada akhir tahun 2011 Pemda Sleman pun menetapkan Minomartani sebagai sentra kuliner bakpia. “Karena usaha ini termasuk baru dan homemade, harga yang ditawarkan sangat terjangkau oleh konsumen. Dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp. 15.000,hingga Rp. 17. 000,- konsumen bisa

mendapatkan bakpia yang baru karena kami tidak menggunakan bahan pengawet pada bakpia yang diproduksi. Setiap hari kami selalu produksi, maka bisa dibilang bakpia kami selalu fresh from the oven. Rata-rata bakpia basah produksi kampung Mino tahan hingga satu minggu, sedangkan untuk bakpia kering ketahanannya sampai dua minggu lamanya,� ujar Misdi dari Bakpia Istu. Dalam sehari industri bakpia ini memproduksi sekitar 5 – 16 kilogram bakpia, namun bisa bertambah saat hari libur dan lebaran tiba. Dengan dukungan dari Pemda Sleman, Minomartani sukses menjadi salah satu UKM penghasil bakpia sekaligus destinasi wisata oleh-oleh bakpia bagi para wisatawan.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Membentuk Wadah

Kebudayaan

Suku

di Indonesia

Teks: Wahyu Indro S; Foto: Budi Prast, Albert

S

uara lecutan cambuk Sri Paduka Paku Alam IX menandai dibukanya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2014. Perhelatan yang digawangi oleh Jogja Chinese Art Culture Centre (JCACC) merupakan sebuah wadah dari 14 perkumpulan Tionghoa di Yogyakarta. Meskipun pada malam sebelumnya di kawasan Ketandan sudah terdengar suara instrumen musik khas Tionghoa bersaut-sautan memberikan kegaduhan tersendiri. Sebuah pertunjukan wayang po tay hee mencoba menggambarkan suasana di medan perang. Pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Pertunjukan wayang khas dari Negeri Tirai Bambu tersebut memang menjadi bagian dari rangkaian acara PBTY 2014. Deretan rumah-rumah masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek di kawasan tersebut juga sudah berbenah dengan melengkapi rumahnya dengan hiasan Imlek. Hiasan itu berupa lampion, tiruan pohon Sakura, dan hiasan gantung lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Tahun Baru Imlek 2565 ini, Paguyuban Tionghoa Yogyakarta menyelenggarakan PBTY yang ke 9 dan berlangsung mulai tanggal 10 – 14 Februari di Kampung Pecinan, Ketandan, Jalan Margomulyo, Yogyakarta. "Dalam Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun ini tidak hanya melibatkan kesenian dan budaya dari etnis Tionghoa saja, tetapi juga budaya lain yang ada di Indonesia," kata Ketua Umum Panitia Penyelenggara PBTY 2014, Tri Kirana Muslidatun yang akrab dipanggil Ana Haryadi. Ia menjelaskan, tahun ini PBTY mengangkat tema ''PBTY 48

Maret 2014

Melestarikan Budaya, Meneguhkan Keindonesiaan''. Dikatakan, PBTY ini merupakan kegiatan rutin dari JCACC sengaja digelar dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek (Sincia). Serangkaian kegiatan PBTY 2014 ini bakal diisi dengan pameran budaya, atraksi liong samsi, dan naga barongsay, wayang po tay hee, karnaval kirab budaya, Jogja Dragon Festival III, lomba karaoke dan baca cerita Mandarin, panggung hiburan, sampai stan bazar pernak-pernik Imlek. “Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan ucapan syukur menyambut datangnya musim semi, tradisi yang selalu dirayakan

Dalam Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun ini tidak hanya melibatkan kesenian dan budaya dari etnis Tionghoa saja, tetapi juga budaya lain yang ada di Indonesia," kata Ketua Umum Panitia Penyelenggara PBTY 2014, Tri Kirana Muslidatun


etnis Tionghoa di Negeri Tiongkok, dan seluruh dunia. Pada 2014, Tahun Baru Imlek 2565 jatuh pada Jumat (31/1). Perayaan ini merupakan satu rangkaian perayaan Cap Go Meh di akhir lingkaran 14 hari Tahun Baru Imlek,” ucap Tri Kirana. Selain itu, menurutnya, sesuai dengan harapan Sri Sultan Hamengku Buwono ke X agar Kampung Pecinan di Ketandan dapat dikemas lebih baik lagi, sehingga

menjadi semakin memper banyak ragam destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. "Warga Tionghoa yang sudah tidak tinggal di Ketandan diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Kampung Pecinan Ketandan sebagai destinasi wisata di Yogyakarta," harapnya. PBTY 2014 dimulai dengan menampilkan aneka hiburan, gerak dan lagu persembahan paguyuban Tionghoa

Yogyakarta. Selain pementasan wayang potehi, ada satu bentuk kesenian yang dipentaskan oleh seniman yang sudah punya nama, Didik Nini Thowok. Pada malam itu, ia berkolaborasi dengan beberapa seniman musik yang salah satunya berasal dari Taiwan, Jen Shyu yang mementaskan sebuah opera asli dari Tiongkok yang diberi judul “Beauty Meet Beauty”, setelah sebelumnya Didik Nini Thowok menampilkan satu tarian yang berjudul “Kuda Kayu Melaju” dengan Agung Tri Uwana. Yang menarik dari pementasan tari dengan Jen Shyu, Maret 2014

49


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Warga Tionghoa yang sudah tidak tinggal di Ketandan diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Kampung Pecinan Ketandan sebagai destinasi Wisata di Yogyakarta Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun baru Imlek yang datang dari tahun ke tahun wajib disambut dengan penuh kegembiraan. Seperti halnya hujan yang datang setiap menjelang Imlek, sebab hujan turun dipercaya membawa simbol rezeki kepada umat manusia. Makin sering turun hujan menjelang tahun baru Imlek,

perempuan kelahiran Amerika, namun memiliki darah campuran Timor Leste dan Taiwan tersebut tampil cukup memukau. Tidak hanya dengan permainan “gitar bulan” miliknya, namun sebelum pertunjukan dimulai ia juga sempat melantunkan sebuah tembang Jawa yang ia nyanyikan secara baik, baik syair maupun cengkoknya. Jen Shyu menjelaskan, sebenarnya dalam hal tarik suara, kebudayaan nembang di Jawa dan China tidak jauh berbeda. Menurutnya, dua kebudayaan tersebut bisa dipertemukan. Disamping acara di panggung utama, di sepanjang jalan kampung Ketandan digelar bazar dan pameran dengan menyuguhkan aneka makan ala Indonesia dan China, seperti lontong “Cap Go Meh” yang merupakan alkulturasi makanan, opor ayam. Disamping itu masih banyak lagi sajian makanan lainnya, dan menjadi alternatif wisata kuliner. 50

Maret 2014

maka ada suatu mitos atau kepercayaan bahwa negeri tersebut akan diberkahi dengan rezeki berlimpah atau "Hoki Lai Le". Untuk tahun ini, Imlek jatuh di tahun Kuda Kayu. Dipercayai, shio Kuda, elemen Kayu mampu mendatangkan banyak rejeki dan manfaat. Semoga.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Puncak Perayaan Cap Go Meh 2014

“Indonesia Satu Indonesia Jaya” P Teks&Foto: Herlan

uncak perayaan Cap Go Meh 2014 kembali digelar di Jakarta tepatnya pada 14 Februari 2014 bertempat di Hall D JIEXPO Kemayoran Jakarta. Perayaan puncak Cap Go Meh 2014 ini kembali dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Republik Indonesia Budiono serta Ibu Herawati Budiono lengkap dengan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2. Perayaan kali ini merupakan perayaan yang istimewa untuk Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, karena tahun ini merupakan tahun terakhir SBY menghadiri perayaan puncak Cap Go Meh sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI. “Walaupun bangsa kita pada tahun ini sedang dilanda berbagai musibah, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta toleransi antarumat beragama. Semoga perayaan Cap Go Meh ini juga dapat menjadi semangat bagi para saudara-saudara kita yang

52

Maret 2014

terkena berbagai musibah bencana alam dan sekaligus sebagai pembuka tahun 2014 sebagai tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar SBY dalam pidato sambutannya. Perayaan Cap Go Meh tahun ini juga kembali diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni, tidak hanya kesenian khas Tionghoa saja yang digelar di perayan Cap Go Meh 2014 ini, melainkan berbagai kesenian tradisional Indonesia juga ikut ditampilkan dalam puncak perayaan Cap Go Meh 2014 ini, salah satunya Tari Mitreka Buana dari Sulawesi Utara yang dibawakan oleh para penari dari Sanggar Artina Production. Tema dari


Puncak Perayaan Cap Go Meh 2014 ini adalah “Indonesia Satu, Indonesia Jaya�, kalimat ini diambil dari judul drama musikal yang dibawakan oleh Sanggar Artina Production pimpinan Ibu Haryati Abelam. Setiap tahunnya Puncak Perayaan Cap Go Meh memang selalu diisi dengan drama musikal yang menceritakan tentang sejarah bangsa dan juga perkembangan masyarakat Tionghoa di Indonesia dari tahun ke tahun.

Dalam drama musikal ini diceritakan tentang peran serta warga Tiong Hoa dalam mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia sejak zaman kemerdekaan sampai dengan sekarang. Drama ini juga terinspirasi dari Sumpah Pemuda dan 10 November 1945, dimana pada 10 November 1945 terkenal dengan peristiwa Hotel Yamato dimana salah seorang masyarakat Indonesia yang berasal dari Etnis Tionghoa mencabut dan menggantikan bendera penjajah dengan bendera Merah Putih. Drama musikal ini juga diramaikan para artis Ibu Kota diantaranya Titiek Puspa dan Joy Tobing. Indonesia Satu, Indonesia Jaya, menggambarkan ikrar semua komponen bangsa untuk bersatu padu, bergandeng tangan menggalang persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan kejayaan Indonesia. Puncak Perayaan Cap Go Meh ini merupakan persembahan Forum Komunikasi antar umat beragama yang di ketuai Murdaya Poo untuk seluruh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indoensia. +

Maret 2014

53


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Museum Sandi Negara

Media Pengenalan Sejarah

Teks: FA Herru; Foto: Albert

Sandi

Di sinilah terdapat jejak rekam sejarah persandian di Indonesia pada masa prakemerdekaan dan pascakemerdekaan, serta sejarah persandian dunia. Museum Sandi,keberadaannya adalah upaya pemeliharaan dan pemanfaatan bendabenda peninggalan sejarah, selain sebagai media sosialisasi dan pembelajaran.

Penandatanganan Prasasti

D

i Museum Sandi tersimpan bermacam koleksi. Baik berupa barang asli ataupun barang replika. Yang dapat dilihat, di antaranya peralatan atau mesinmesin sandi, dokumen sandi, gambar dan diorama, tayangan film sejarah sandi, replika rumah sandi, maket, diagram sejarah persandian Indonesia, dan sebagainya. Sedikitnya, saat ini ada 35 koleksi peralatan persandian di museum itu. Di sini, siapapun yang berkunjung diajak untuk mengetahui sejarah persandian Indonesia dan dunia, sejarah perkembangan ilmu persandian dari Sistem Kriptografi Klasik dan Sistem Kriptografi Modern. Tak hanya itu, pengunjung pun dapat melihat evolusi peralatan sandi. Dengan adanya Museum Sandi, masyarakat diajak untuk memahami dan melestarikan nilai sejarah persandian sebagai bagian integral perjuangan kemerdekaan. Juga,

Museum Sandi Pengunjung mengamati koleksi

54

Maret 2014

Santoso, Sri Sultan HB X, Mayjen Dr Djoko Setiadi, MSi, Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli, SE

memberikan penanaman nilai patriotisme kepada generasi muda. Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hemengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Gagsan tersebut disambut baik oleh Kepala Lembaga Sandi Negara saat itu, Mayjen TNI Nachrowi Ramli, dan segera ditindaklanjuti. Kemudian terwujudlah gagasan tersebut pada tanggal 29 Juli 2008 dengan diresmikannya Museum Sandi yang menempati Museum Perjuangan. Sampai saat ini, Lembaga Sandi Negara terus berupaya melakukan berbagai inovasi kegiatan dan ide pengembangan museum. Dan pada perkembangannya, setelah sekian lama menempati gedung Museum Perjuangan, akhirnya pada 29 Januari 2014 lalu, Museum Sandi berpindah ke gedung yang semula digunakan oleh Badan Perpustakaan Arsip Daerah di Jl. Faridan Muridan Noto 21, Kotabaru, Yogyakarta. Gedung yang telah menjadi Benda Cagar Budaya (BCB) tersebut semula adalah milik Pemerintah Daerah DIY yang


Melihat pemutaran sejarah singka singkat persandian Indonesia

no Broto, MM Ir. Paulus Warso

diserahkan kepada Lembaga Sandi Negara RI untuk Museum Sandi. Pada waktu itu, peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan pengguntingan buntal. Dilakukan juga penandatanganan prasasti oleh Kepala Lembaga Sandi Negara Mayjen Djoko Setiadi dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Museum Sandi di Kotabaru diharapkan dapat semakin memperkuat predikat Yogyakarta sebagai kota museum Pada kesempatan ini, tak hanya Museum Sandi yang diresmikan, namun juga Rumah Sandi yang ada di Kulonprogo. Djoko Setiadi serta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya, berharap Museum Sandi di Kotabaru dapat semakin memperkuat predikat Yogyakarta sebagai kota museum. Museum itu diharapkan pula dapat menyebarluaskan informasi seputar ilmu persandian pada generasi muda, terutama lewat koleksi-koleksi yang dimiliki. Mereka pun berharap, Yogyakarta semakin banyak dikunjungi wisatawan, khususnya yang ingin mengenal sejarah perjuangan bangsa lewat museum-museum yang ada. Pada acara peresmian Museum Sandi, Januari lalu itu, dihadiri oleh beberapa tokoh penting. Di antaranya pelaku sejarah persandian Santoso, mantan Kepala Lembaga Sandi Negara

Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Brigjen Pol Drs. RM. Haka Astana M. Widya, SH, Kolonel Sus Drs. Suhanto, MT, Kolonel Laut (P) Daniel Mudji Rahadi, Kolonel Infantri Arif Nugroho

Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramly, SE; Komandan Korem 072/ Pamungkas Brigjend TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. RM. Haka Astana M. Widya, SH; Kepala LPPM AAU Kolonel Sus Drs. Suhanto, MT; Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Daniel Mudji Rahadi; Pamen Ahli Bidang Kejuangan Akmil Magelang Kolonel Infantri Arif Nugroho, serta Presiden Direktur Dewata Group Ir. Paulus Warsono Broto, MM. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Mesa Stila Mountain Bike Tour 2014

di Tengah Gowes Hijaunya Alam M Teks: Della Yuanita;Foto: Budi Prast

enyusuri alam dengan bersepeda memang sudah biasa, namun apakah Anda sudah pernah mencoba menyusuri track di sekitar Mesa Stila Hotel & Resort? Inilah yang dilakukan oleh sekumpulan pengusaha asal Jakarta yang memang hobi bersepeda lintas alam. Pada 1 – 2 Februari 2014 lalu, sekitar 16 peserta Mesastila Mountain Bike Tour 2014 siap menyusuri track-track menarik di sekitar resort tersebut. Event bersepeda yang awalnya digagas oleh Indra Cahya Uno dan Murdargo ini merupakan annual event yang digelar oleh Mesa Stila

56

Maret 2014

Hotel & Resort. Acara yang digelar H uuntuk kedua kalinya ini menyediakan ddua pilihan jarak tempuh bagi para pesertanya, yakni 21 kilometer dan 35 p kkilometer. General Manager Mesa Stila Hotel & Resort Muhammad Isa Ismail Rauf mengatakan bahwa MBT 2014 yang awalnya diprakarsai oleh dua tokoh penggiat hobi bersepeda Indra Uno dan Murdargo ini memang sengaja digelar untuk mengakomodir orang-orang yang hobi bersepeda. Menurut Isa, keduanya melihat bahwa Mesa Stila memiliki track-track menarik yang dapat dilalui oleh para peserta MBT. “Tahun ini kami mempersiapkan dua rute, yang pertama sejauh 21 kilometer, mulai jam 07.00 pagi dengan rute Mesa Stila menyusuri Jambu kemudian naik menuju hutan karet dan kembali ke hotel. Rute kedua dengan jarak tempuh sejauh 35 kilometer, berangkat mulai pukul 07.00 pagi dari hotel, menuju Candi Umbul kemudian naik ke Sekar Langit dan kembali ke Mesa Stila. Khusus di hari pertama ada dua kelompok peserta dengan dua rute yang berbeda karena kelompok pertama tiba lebih dulu di hotel sehingga mereka sudah tidak sabar untuk mencoba track dengan jarak tempuh lebih jauh yakni 70 kilometer menuju ke Gedong Songo. Untuk hari kedua, rutenya termasuk flat karena termasuk dalam kategori cross country, namun tetap dibutuhkan skill dalam teknik mengendarai sepeda,� ujarnya kepada Kabare. Lebih lanjut, Isa menambahkan bahwa bersepeda cross country


a akan membawa kkita menjelajahi aalam dengan ssegala karakteristiknya. k Berbagai kondisi B jalur yang j dihadapiakan d menjadi m tantangan t tersendiri selain t faktor cuaca dan f kondisi alam lainnya. Tak hanya butuh l persiapan fisik dan mental, namun persiapan lain yang berhubungan dengan sepeda, seperti kondisi dan kesiapan sepeda, tekanan angin, rem, setelan driver train, suku cadang sepeda, toolset portable, sarung tangan, p kacamata, body protector dan air minum sangat diperlukan untuk

menunjang faktor keamanan dan kenyamanan. Dharmawan Samsu, salah seorang peserta yang juga merupakan Vice President British Petroleum Indonesia mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik mengikuti MBT 2014 ini karena di sinilah dirinya bisa berolahraga sekaligus menikmati keindahan alam Magelang. Dharmawan bersama istrinya, Reni, mengaku ketika mengikuti event tersebut, mereka memperoleh banyak manfaat. Tak hanya sehat, namun keduanya juga merasakan keramahan masyarakat sekitar. “Track-nya lumayan berat karena kami harus gowes sejauh 70 kilometer sampai ke Gedong Songo. Tapi untungnya, selama perjalanan kami tidak merasakan lelah yang berlebihan karena sepanjang jalan disuguhi dengan pemandangan alam yang indah khas pegunungan lengkap dengan hawanya yang sejuk,” ujar Dharmawan. “Istilahnya kami benar-benar menemukan keramahan orang-orang Jawa. Inilah the real Indonesia yang dirindukan banyak orang. Tak hanya keramahannya namun kesopanannya tidak dibuat-buat. Di Jakarta kami tidak bisa menemukan lagi track bersepeda yang nyaman, kondisi jalanan yang crowded membuat kami kalah dengan kendaraan bermotor,” ujar Petty Tunjung Sari, istri Murdargo, yang juga putri penyanyi legendaris Titiek Puspa. Sementara itu, para peserta lainnya seperti Osman Suyud, Basrie Kamba, Achirul Djamal, Ade Dewijanti dan lainnya sepakat mengatakan bahwa Mesa Stila memiliki track bersepeda yang mengasyikan namun cukup menantang. Mereka juga mengatakan bahwa jika dipromosikan dengan maksimal maka bukan tidak mungkin para penggiat sepeda di berbagai belahan bumi dunia akan berbondongbondong datang ke resort yang tenang dan nyaman ini. “Kami sebagai komunitas yang hobi bersepeda juga mengharap dukungan dari pemerintah akan kebutuhan para pesepeda. Dengan bersepeda, maka masalah kesehatan, energi dan transportasi akan bisa diatasi dengan baik,” pungkas Indra Uno menutup perbincangan.+

Maret 2014

57


CANTHING ARTIKEL LEPAS

40 Tahun Eros Djarot Berkarya Teks: Della Yuanita;Foto: Istimewa

Erros Djarot bersama artis pendukung

N

ama Eros Djarot bisa dikatakan sebagai salah seorang legenda di bidang seni tanah air. Sudah banyak karya berkualitas yang dihasilkan oleh pria multitalenta ini. Melihat sederet prestasinya, tak heran ketika Erros menandai 40 tahun dirinya berkarya dengan menggelar konser Jumat 14 Februari 2014 lalu, penonton pun tampak memadati venue JCC Plenary Hall Senayan Jakarta. Konser 40 Tahun Eros Djarot Berkarya terbilang sangat elegan dan classy. Banyak penyanyi tenar yang didaulat mengisi konser tersebut, sebut saja Iwan Fals, Eva Celia, Bunga Citra Lestari bahkan grup

Di konser ini Eros ditampilkan bagaimana dirinya menjadi penata musik, sutradara film, pernah pula menjadi bagian dari media dan politik serta kisah pribadinya.

band Alexa dan The S.I.G.I.T. Penampilan mereka semakin memukau dengan iringan orkestra pimpinan Erwin Gutawa. Konser yang dibuka oleh solois Once Meikel dengan lagu Penghuni Malam dilanjutkan lagu Bisikku yang dibawakan Marcell Siahaan rupanya mampu menyihir ribuan penonton yang memadati venue tersebut. Beberapa publik figur seperti Melly Goeslaw, Christine Hakim, Andy F. Noya, Riri Riza dan Adib Hidayat pun bergantian memberikan sambutan dan pujian tentang sosok seniman besar Eros Djarot. Konser ini tidak hanya sekadar refleksi biasa, namun sang concept writer Mira Lesmana dan penata artisitik Jay Subijakto mampu menggabungkan antara bidang-bidang yang ditekuni oleh Eros Djarot. Mira merancang ada pembagian lima sesi Erros Djarot

58

Maret 2014

dalam konser yang menampilkan perjalanan hidup Eros Djarot dalam berbagai bidang dengan menjadikan musik sebagai nafas hidupnya. Di konser ini Eros ditampilkan bagaimana dirinya menjadi penata musik, sutradara film, pernah pula menjadi bagian dari media dan politik serta kisah pribadinya. Cuplikan film Tjoet Nja Dhien yang merupakan karya pertama Eros Djarot di tahun 1988 membuat penonton semakin terpana dibuatnya. Cuplikan Kantata Barok juga diputar saat The S.I.G.I.T


Deretan tembang lawas yang hits di era 90-an seperti Serasa, Matahari, Rindu, Merepih Alam, Pelangi, Merpati Putih hingga Badai Pasti Berlalu pun dinyanyikan oleh para penyanyi kebanggan Indonesia

Kikan Namara

Iwan Fals bersama Erwin Gutawa Orkestra

Bunga Citra Lestari

Alexa band

membawakan lagu Moral dan Kembalikan Masa Depanku. Dua lagu itu dipopulerkan oleh Barong's Band, grup musik yang pertama kali dibentuk Eros sepulang dari studi di Jerman pada awal 1970-an. Kantata Barok yang disutradari Eros bersama Gatot Prakosa bermunculan nama-nama seniman legendaris seperti Iwan Fals dan WS. Rendra. Tak hanya menampilkan musik-musik dengan penyanyi berkualitas, Konser 40 Tahun Eros Djarot Berkarya pun

menampilkan teater musikal yang dipimpin oleh Kikan Namara dan Dandy Mike. Bersama puluhan penari, Kikan menggambarkan sebuah masa dimana Eros memimpin sebuah media bernama Tabloid Detik, lengkap dengan demonstrasi serta pembredelan media tersebut oleh penguasa Orde Baru. Setelah teater musikal tersebut, Iwan Fals naik panggung dengan membawakan lagu Yang Kita Inginkan Perubahan dan Tuhan Maafkan Dosa Kami. Selain lagu-lagu bertemakan politik, lagu-lagu bernuansa cinta dan kasih sayang karya Eros Djarot pun dinyanyikan.

Deretan tembang lawas yang hits di era 90-an seperti Serasa, Matahari, Rindu, Merepih Alam, Pelangi, Merpati Putih hingga Badai Pasti Berlalu pun dinyanyikan oleh para penyanyi kebanggan Indonesia. Sebuah video dari Dewi Djarot, istri Eros Djarot diputar dan Dewi pun berkisah mengenai cerita dibalik hits fenomenal Selamat Jalan Kekasih. Konser pun ditutup oleh penyanyi bersuara gospel Berliana Hutauruk. Dan pilihan untuk menjadikan Berliana Hutauruk sebagai pamungkas dengan menyanyikan dua lagu Ketika Cinta Kehilangan Kata dan Badai Pasti Berlalu. Penampilannya pun mampu mendapatkan standing ovation dari seluruh penonton konser malam itu. Sebelum konser benar-benar ditutup, Eros Djarot pun naik ke panggung bersama seluruh pengisi acara. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada para pendukung acara dan penonton yang hadir memadati venue JCC Plenary Hall Senayan Jakarta. “Percayalah, kalau lagu-lagu ini menjadi baik karena ada Erwin Gutawa. Konser ini bisa sangat emosional karena ditulis oleh Mira Lesmana serta konser yang megah ini merupakan karya seorang Jay Subiakto,� pungkas Eros.+ Maret 2014

59


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Pentas Musikalisasi Teks: Wahyu Indro S; Foto: Albert

Protes

Orang Pinggiran

M

alam begitu lembab dan basah seusai seharian hujan turun di Yogyakarta. Namun, suasana yang dingin dan sesekali rintik hujan masih jatuh, tetapi tak menyurutkan niat penonton untuk memadati area Panggung Kampayo, komplek area Pasar Seni dan Kerajinan XT Square. Ya, malam itu Budi Djarot, yang juga merupakan adik dari politisi yang sudah cukup lama malang melintang di Indonesia, Eros Djarot, kembali menggebrak panggung Kampayo bersama Republik Anti Korupsi Band (RAK). Konser tersebut dimulai dengan sebuah lantunan tembang Jawa dari seorang penyanyi perempuan, Rengganis. Tembang yang berisikan alunan sedih tentang bencana dan kepedihan tersebut cukup membuat para penonton terdiam dan suasana menjadi hening. Lalu, disusul dengan naiknya Budi Djarot yang mengajak penonton untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam keremangan sorot lampu. Sesaat kemudian, sebuah film pendek diputar dengan latar belakang sebuah sidang seorang koruptor. Dalam film tersebut, sang terdakwa korupsi dibebaskan oleh hakim. Akan tetapi, yang terjadi sungguh mengejutkan, bukannya berbahagia karena dibebaskan dari segala tuduhan yang bisa membawa koruptor tersebut ke penjara. Sang terdakwa yang diperankan oleh Budi Djarot itu justru 60

Maret 2014

marah kepada hakim. Ia ingin dipenjarakan, sebab baginya justru di dalam penjara ia masih memiliki harga diri sebagai manusia dan bertanggung jawab atas segala yang diperbuatnya. Lalu musik beraliran rock yang cukup menghentak dimainkan oleh RAK Band . Di atas panggung Budi Djarot mengajak penonton untuk melawan korupsi. Malam itu, ia menyanyikan lagu antara lain Aku Cinta BK, Sayap Saruda, dan sederetan lagu-lagu yang bertemakan kritik sosial tentang korupsi dan carut marutnya


tata kelola negara, dan banyaknya sumber daya yang dikuasai oleh bangsa asing.

“Lagu-lagu ini bukan saya yang menciptakan. Ini diciptakan oleh keadaan yang ada di sekitar saya. Lagu-lagu ini lahir karena di Indonesia masih terjadi penjajahan. Para pejabat beramai-ramai korupsi dan tambangtambang kita dikuasai oleh asing. Itu yang harus kita lawan,� kata Budi Djarot. Menurutnya, lagu-lagu ditampilkan sama sekali bukan lagu atau musik cengeng. Lewat lagu itu, kita mencoba untuk membangun kesadaran masyarakat agar tetap terjaga dan selalu mengawasi kalau akan dibawa kemana negeri ini oleh para pengelola yang haus segalanya. Selain itu, adik Slamet Rahardjo dan Eros Djarot itu mengatakan, ingin

mengajak para peonoton dan masyarakat agar melawan segala bentuk politik uang yang banyak bermunculan dari kalangan calon anggota legislatif (caleg) yang ingin mendapatkan suara rakyat pada Pemilu 2014. Budi yang kini masuk DCT untuk DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan DIY, dengan adanya politik uang akan terjadi pembelokan kecerdasan masyarakat pemilih. Akibatnya, di masa depan akan merugikan masyarakat pemilih sendiri. Namun, ia yakin, kecerdasan pemilih saat ini sudah meningkat, termasuk masyarakat DIY. Pemilih tidak terpengaruh dengan nama besar dan mereka yang punya uang banyak. "Masyarakat kita sudah cerdas, sudah tahu kapasitas seperti apa yang harus mereka pilih. Karena itu, marilah kita menolak politik pra-bayar, terutama pada Pemilihan Umum ini. Jangan golput, karena golput tidak akan mengubah keadaan. Pilih wakil rakyat yang memiliki visi dan misi jelas. Salah satunya, anti korupsi,� tegasnya.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Konser Amal Dari

Gitaris

untuk Teks&Foto: Herlan

Indonesia

P

ara gitaris kawakan Indonesia berkumpul dan membuat sebuah pentas amal yang bertajuk “Dari Gitaris untuk Indonesia 2014�. Konser yang untuk kedua kalinya digelar ini adalah salah satu perwujudan rasa kepedulian yang dalam dari para gitaris untuk korban musibah bencan aalam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Pentas atau konser amal ini adalah konser yang sepertinya terheboh dan terdahsyat yang mungkin pernah diadakan pada tahun ini, karena hampir semua gitaris senior Indonesia tampil di konser ini. Mulai dari aliran Jazz sampai rock, dari generasi senior hingga anak-anak muda gaul, beragam gitaris berbaur dan tampil bersama dalam satu panggung. Acara ini diselenggarakan pada 12 Februari 2014 yang lalu, bertempat di Bentara Budaya Jakarta. Sederet nama gitaris ternama Indonesia yang tampil pada konser tersebut, antara lain Piyu, Baron, Endah and Rhesa, Jubing Kristanto dan masih banyak lagi gitaris-gitaris besar Indonesia lainnya yang ikut juga meramaikan konser untuk amal ini. Beragam bencana yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, tak hanya merupakan takdir alam melainkan sebagian di antaranya akibat dari ulah manusia. Hal inilah yang membangkitkan rasa empati dari para gitaris untuk bersama-sama memetik gitarnya untuk membangkitkan Burgerkill rasa empati dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk

62

Maret 2014

Jessica Hasan & Iwan Hasan


mau menyumbangkan sedikit hartanya untuk saudara-saudara yang terkena musibah bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Melihat nama-nama besar gitaris yang ikut terlibat, bisa ditebak konser ini pun sukses dan berhasil menarik rasa simpati dari para pengusaha dan instansi-intansi serta perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang pada konser tersebut terketuk hatinya untuk menyumbangkan sebagian dananya. Seperti yang dilakukan oleh Presiden Direktur Bank Mayapada Hendra Mulyono. Hendra yang hadir pada konser tersebut mewakili Bank Mayapada memberikan sumbangan sebesar limaratus juta rupiah. Tak hanya Hendra, penonton yang hadir pun tampak berbela rasa dan menyisihkan sebagian rezekinya sesuai dengan kemampuan masing-masing, mulai dari lima ribu rupiah hingga lima ratus juta rupiah. Seluruh dana yang terkumpul pada malam konser tersebut akan disalurkan oleh Dana Kemanusiaan Kompas dan akan disalurkan kepada korban bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia. Berkat kerjasama Kompas Media Group, seluruh gitaris yang mengisi konser amal tersebut, serta para donator dan masyarakat yang ikut menyaksikan, terkumpul dana sebesar 1,7 milliar rupiah lebih dan 10 Dollar Singapura. Setidaknya, inilah bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa kepedulian dan kebersamaan serta rasa saling tolong menolong yang tinggi bagi sesama. +

Eross Chandra

Endah & Reza


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Fun Bike & Fun

Teks&Foto: Herlan

Walk HariKanker Anak

Internasional P

enyakit kanker adalah penyakit dengan resiko teburuk urutan pertama di dunia di antara penyakit-penyakit berat lainnya. Bahkan penyakit kanker merupakan penyebab utama kematian pada anak, khususnya di negara-negara berkembang yang tingkat kelangsungan hidup penderita tidak ada kemajuan selama dua dekade terakhir. Di Indonesia sendiri, persoalan kanker ini merupakan persoalan yang cukup serius dan besar. Diperkirakan setiap tahun ada 100 orang penderita kanker baru dari 100.000 penduduk. Hal itu berarti untuk 220 juta penduduk Indonesia ditemukan 220.000 penderita kanker baru. Di mana jumlah dua persennya adalah kanker anak, maka artinya ditemukan 4.400 penderita kanker anak baru per tahun. Untuk memperingati dan mengingatkan Hari Kanker Anak Internasional, Yayasan Onkologi Anak Indonesia menyelenggarakan Fun Bike dan Fun Walk pada 15 Februari 2014 lalu bertempat di kawan Monumen Nasional Jakarta atau Monas. Kegitan yang bertema “ Jakarta Sehat Untuk Anak Kanker� ini sangat diapresiasi oleh

Di Indonesia sendiri, persoalan kanker ini merupakan persoalan yang ckup serius dan besar. Diperkirakan setiap tahun ada 100 orang penderita kanker baru dari 100.000 penduduk

64

Maret 2014

masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya terbukti dari jumlah masyarakat yang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini,yang berjumlah 3000 peserta, terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, anak-anak sekolah, mahasiswa dan beraneka ragam komunitas. Peserta Fun Bike dan Fun Walk tidak hanya datang dari komunitas masyarakat lokal, tetapi masyarakt asing yang ada di Jakarta juga ikut berpartisipasi, antara lain


Pendirian yayasan ini sebagai ungkapan rasa syukur karena salah satu putra dan putri, dibantu oleh para simpatisan yang terkena kanker berhasil disembuhkan. Indian Ladies Group dan Amerikan Women Association. Dalam kegiatan Fun Bike dan Fun Walk ini didukung juga oleh beberapa institusi pemerintah antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,

Kementerrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta tidak lupa juga dukungan Pemprov DKI Jakarta. Yayasan Onkologi Anak Indonesia sebagai pihak penyelenggara kegiatan ini merupakan salah satu yayasan yang didirikan sejak 24 Mei 1993 oleh beberapa orang tua. Pendirian yayasan ini sebagai ungkapan rasa syukur karena salah satu putra dan putri, dibantu oleh para simpatisan yang terkena kanker berhasil disembuhkan. Dalam kegiatan Fun Bike dan Fun Walk ini Linda Gumelar selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, membuka sekaligus melepas para peserta FunBike dan Fun Walk. Selain itu anak-anak kanker yang

turut hadir dalam acara ini juga diberi kesempatan untuk lebih mengenal Monas dan mempelajari sejarah melalui diorama yang ada di dalam Monas. Dalam kesempatan tersebut, Komunitas Harley Owneers Group Jakarta Chapter Juga menghibur anak-anak pengidap penyakit Kanker dengan membonceng Harley mengelilingi Tugu Monas. Para musisi Indonesia yang tergabung dalam Musica Studio seperti Geisha, De Neno, dan Sheryl Sheinafia, juga tidak lupa turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan penampilan-penampilan terbaiknya untuk menghibur para peserta Fun Bike dan Fun Walk dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional.+

Maret 2014

65


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN

Kain Untuk

Keseharian Teks & Foto: BK

66

Maret 2014


K

ain bagi BRAy. Indah Suryodiningrat, istri dari GBPH Suryodiningrat, adik dari Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa disebut sebagai pakaian keseharian. Kegemaran memakai kain semakin mendalam setelah menikah dengan GBPH Suryodingrat karena BRAy. Indah harus sering memakai kain apabila sedang menghadiri acara di Keraton Yogyakarta. Mengoleksi kain-kain dari berbagai daerah diturunkan dari orangtuanya. Koleksi kain wanita berdarah Padang-Betawi ini cukup beragam, dari daerah Sumatera hingga Bali. “Saya suka kain tradisonal Indonesia. Dari Indonesia timur sampai barat, setiap daerahnya pasti memiliki kain khas. Masing-masing daerah memiliki corak dan warna sendiri yang menggambarkan betapa beragamnya budaya masyarakat Indonesia. Bahkan saya kalau sedang santai atau pulang dari yoga malah sering memakai atasan t-shirt, bawahannya kain atau kain

Kebaya koleksi pribadi dan kain batik Jogja Motif Semen Gunung latar putih seredan tanpa wiron koleksi KRAY. Sritapy

Kebaya tenun dan kain sarung Bali koleksi pribadi dengan aksesori dari Celuk Bali by Andreaty

Maret 2014

67


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN sarung dan sepatu kets,� kata BRAy. Indah. Menantu dari Sri Sultan Hameng Kubuwono IX dengan KRAy. Cipta Murti ini menularkan kesenangannya akan kain pada putri bungsunya, terutama kain tradisional yang berasal dari NTT dan Bali. Keinginan putrinya itu sangat didukungnya, dengan mengizinkan putri bungsunya untuk pergi ke NTT untuk berburu dan mempelajari kain NTT pada saat liburan sekolah. Selain menyukai kain, BRAy. Indah Suryodiningrat juga menyukai aksesoris dari Celuk Bali, sebuah desa wisata dan pusat kerajinan perhiasan dari emas dan perak yang sangat terkenal. Dirinya menyukai kerajinan aksesoris buatan dari Celuk Bali karena memiliki ciri tersendiri yang menurut BRAy. Indah sangat unik dan terlihat klasik namun elegan.

Kebaya Encim Betawi dipadukan dengan kain batik Pekalongan

Kain songket Palembang dengan baju kurung Sumatera Barat dipadu selendang cengkot Palembang dan akesori dari Celuk Bali by Andreaty

68

Maret 2014


Kain songket Padang dengan Selendang Koto Gading dan akesori dari Celuk Bali by Andreaty

Sebagai istri salah satu trah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, BRAy. Indah Suryodiningrat pun mengisahkan perkenalannya dengan sang suami. Dirinya pertama kali berkenalan dengan GBPH. Suryodiningrat sewaktu di bangku kuliah di Universitas Atmajaya Jakarta. Setelah menjalani masa pacaran selama 4 tahun, keduanya pun memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Awal-awal pernikahan BRAy. Indah harus beradaptasi dengan adat istiadat kraton. “Itu pengalaman yang tidak terlupakan. Contoh kecil seperti saat jalan jongkok pada saat mau bertemu Ngarso Dalem. Pada awalnya sepertinya agak susah menjalaninya apalagi kita harus memakai kain, akan tetapi lama-lama terbiasa juga,� ujar BRAy. Indah. Dalam kesehariannya, selain sibuk sebagai ibu rumah tangga, BRAy. Indah aktif dalam kegiatan kegiatan sosial bersama temantemannya dan juga kegiatan pelestarian budaya di kekerabatan trah HB di Jakarta. Dirinya berharap kelak suatu saat generasi muda dapat terus mempelajari dan nguri-uri kekayaan budaya bangsa sehingga kelestariannya akan tetap terjaga. +


PENDOPO ESAI FOTO

Melihat Tahu, Melihat Bangsa Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

T

ahu, mungkin salah satu lauk yang sering ada di meja makan kita. Selain tempe, tahu sudah menjadi hidangan khas negeri ini untuk menemani menyantap nasi sayur. Salah satu lauk alternatif ini memang akrab sekali di lidah rata-rata masyarakat. Selain enak, banyak gizi, lauk yang berbahan dasar kedelai ini

Salah satu lauk alternatif ini memang akrab sekali di lidah rata-rata masyarakat

70

Maret 2014

juga sangat merakyat harganya. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kalimat itu juga tepat disematkan untuk tahu. Di negeri kita ini, tahu kebanyakan diproduksi oleh rakyat jelata secara tradisional, lalu dikonsumsi juga oleh kebanyakan rakyat yang lainnya. Tahu memang sangat mudah diproduksi. Karena itu, tak heran jika di beberapa daerah kita dapat menemukan pabrik pembuatan tahu, baik dalam bentuk usaha kecil ataupun usaha menengah yang masih menggunakan cara konvensional, ataupun usahausaha yang sudah cukup sukses dengan cara pembuatan yang lebih modern. Satu di antaranya di Desa Greso, Kelurahan Trimurti,

Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Daerah itu memang terkenal sebagai sentranya, dan sebagian warga di desa itu kesehariannya memproduksi tahu sebagai mata pencarian. Seperti yang satu ini, yaitu produsen berskala menengah yang menamakan usahanya “Tahu Murni Bu Hardi�. Industri rumahan ini mulai berdiri sejak tahun 1973, dan hingga kini cukup


besar pula. Dari situlah uap didapat, disalurkan melalui pipa-pipa besi ke dalam satu bak yang digunakan untuk merebus gilingan kedelai. Ada beberapa pekerja yang menjaganya, memastikan ampas kedelai dan air yang kemudian dipisahkan. Yang lain bertugas menggiling kedelai, menyaring ampas kedelai sebagai bakal tahu, ada juga yang mencetak tahu, dan ada juga yang bertugas menempatkannya dalam emberember besar perendam tahu. Singkat kata, cara ini memang terlihat

dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi para tetangganya bertahun-tahun. Sejak dulu, pembuatan tahu di situ menggunakan peralatan tradisional yang cukup sederhana, dan itu memang sengaja dipertahankan sampai kini. Tahu di sini proses pembuatannya adalah dengan tenaga uap agar tahu yang dihasilkan lebih baik kualitasnya ketimbang yang diproses dengan pemanas langsung dari api. Ada dua drum besar berisi air yang kemudian dididihkan dengan tungku pemanas yang

Tahu di sini proses pembuatannya adalah dengan tenaga uap agar tahu yang dihasilkan lebih baik kualitasnya

Maret 2014

71


PENDOPO ESAI FOTO

cuku p unik dan sangat menarik dilihat. Mungkin saja, pabrik-pabrik tahu tradisional seperti ini sangat menarik dan potensial sebagai tujuan lain orang berwisata. Entah karena apa, toh hal itu tidak terjadi di desa sentra pembuatan tahu itu sekarang ini. Sesederhana proses dan peralatannya

72

Maret 2014

yang tradisional, tahu memanglah satu makanan yang merupakan lambang atau imej kesederhanaan rakyat Indonesia. Sama halnya dengan tempe. Keduanya pun merupakan warisan budaya bangsa, yang keberadaannya menyatakan keagrarisan negara kita (meski sekarang ini negara kita sudah sangat sering dipertanyakan keagrarisannya). Terlepas dari itu, melihat proses pembuatan tahu yang unik ini, diharapkan kita akan lebih menghargai warisan budaya yang kita miliki. Jangan meremehkan tahu (dan tempe), sebab meski keduanya terlihat

sepele, tapi toh beberapa kali peristiwa, tahutempe dapat mengguncang agrarisnya negeri ini terkait dengan bahan dasarnya. Indonesia yang disebut agraris, yang seharusnya kaya akan hasil alam, dalam hal ini kedelai sebagai bahan dasar membuat tahu, toh ternyata masih saja mengimpor dari negara luar. Apa yang terjadi dengan negeri ini? Ada pertanyaan kemudian, di mana

Sesederhana proses dan peralatannya yang tradisional, tahu memanglah satu makanan yang merupakan lambang atau imej kesederhanaan rakyat Indonesia


lahan-lahan persawahan? Apakah Indonesia sudah bukan negara dan bangsa agraris lagi? Di mana kawasan hutan-hutan kita? Apakah Indonesia bukan zamrud khatulistiwa lagi? Seharusnya kita punya banyak hasil dari kekayaan alam. Termasuk kedelai, seharusnya tidak langka dan tidak mahal seperti yang terjadi tempo hari.+

Maret 2014

73


PLESIR WISATA

Pura Gunung Kawi Tampaksiring

Menikmati

Pemandangan

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

Abad Sebelas

74

Maret 2014


B

ali, adalah pulau wisata sumber sejuta keindahan yang mampu memesona jutaan orang di dunia. Keindahan alam dan budayanya seperti tak pernah pudar di pandang mata. Julukan Pulau Dewata yang disandang Bali pun rasanya telah sesuai. Ya, Bali tak hanya indah alam dan budayanya, namun sisa peninggalan peradaban Hindu ternyata juga memberi warna yang sangat kentara. Itulah Bali, yang banyak diminati para wisatawan lokal maupun mancanegara. Saat berkunjung ke Bali memang terasa berbeda dengan saat kita berkunjung ke daerah lain di Indonesia. Di Bali, kita serasa mengalami hidup di awal masehi, meskipun sentuhan modern telah banyak memberi warna tambahan padanya. Candi Gunung Kawi Tampaksiring adalah salah satu bukti bahwa Bali tak hanya menawan pada alamnya yang asri, tetapi juga peninggalan-peninggalan sejarahnya. Bagi wisatawan yang suka pada ketenangan serta menghargai sejarah dan peradaban masa lalu, Candi Gunung Kawi merupakan objek wisata sejarah yang tak boleh dilewatkan. Letaknya di Gianyar, daerah yang memang cukup tenang di Bali. Perlu diketahui, di Gianyar, Bali, ternyata ada tiga Gunung Kawi. Yaitu di Desa Sebatu,

Gunung Kawi Tampaksiring mempunyai gugusan candi tebing yang tidak ditemukan di daerah lain kecuali di India Selatan Tegallalang, kemudian ada juga di Desa Tampaksiring, dan satu lagi di Desa Bitra. Ketiganya adalah objek yang amat menarik, namun pada kesempatan ini kita mencoba melihat salah satunya yang paling sering menjadi objek cakap para arkeolog dan sejarawan; Candi Gunung Kawi Tampaksiring. Dari Denpasar, Candi Gunung Kawi Tampaksiring berjarak lebih kurang 40 kilometer arah timur laut. Candi ini unik dan berbeda dari candi pada umumnya, sebab bangunan candinya diukir atau dipahat di tebing-tebing Sungai Pakerisan. Gunung Kawi Tampaksiring mempunyai gugusan candi tebing yang tidak ditemukan di daerah lain kecuali di India Selatan.

Banyak wisatawan yang belum familiar dengan situs yang satu ini. Ya, tetapi itu dulu. Namun setelah komplek Gunung Kawi Tampaksiring muncul di salah satu adegan film The Fall buatan Hollywood 2006 silam, komplek situs ini mulai banyak dilirik wisatawan. Sekarang, bahkan telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Gianyar. Secara umum, Candi Gunung Kawi Tampaksiring adalah komplek situs arkeologi peninggalan Bali Aga yang telah ditemukan sejak tahun 1920. Komplek ini disakralkan oleh masyarakat Bali, sehingga ketika memasuki komplek, pengunjung wajib mengenakan kain penutup yang disediakan setelah melewati loket pembayaran. Komplek candi sendiri sudah bisa dilihat dan dinikmati setelah menuruni 315 anak tangga yang diapit dua tebing batu di tepi Sungai Pakerisan. Komplek Candi Gunung Kawi Tampaksiring terbagi atas 4 kelompok. Pertama, pengunjung akan melihat 4 candi tebing yang lebih kurang setinggi 7 meter, ceruk-ceruk pertapaan dan pancuran yang terletak di sebelah barat Sungai atau Tukad Pakerisan. Di sebelah timur sungai, pengunjung pun akan menikmati pemandangan tak jauh beda, yaitu 5 candi tebing dengan ceruk-

Maret 2014

75


PLESIR WISATA

ceruk pertapaan di sebelahnya, pura, serta kolam petirtaan dengan beberapa pancuran. Selain itu, tak jauh ke arah tenggara melewati persawahan, terdapat juga beberapa buah ceruk yang di antaranya belum terselesaikan, dan biara. Dan yang keempat, para ahli arkeologi menyebutnya Makam ke-10. Tapi oleh masyarakat kelompok ini dinamakan Geria Pedanda, di mana terdapat gapura-gapura dan cerukceruk pertapaan. Menurut para arkeolog, tempat ini merupakan peninggalan peradaban abad ke-11 sebagai Pura Padharman Raja Udayana.. Artinya, pura ini untuk mendharmakan atau menstanakan roh suci atau Dewa Pitara keluarga Raja Udayana. Tempat ini disebut Gunung Kawi karena yang dikawi atau diukir adalah lereng 76

Maret 2014

gunung di tepi Sungai Pakerisan. Konon, candi-candi yang menempel pada lereng tersebut diukir oleh Kebo Iwa. Dia adalah seorang ahli bangunan pada zaman pemerintahan raja Udayana. Kebo Iwa mengukir candi-candi tersebut dengan menggunakan kukunya. Mengenai Raja Udayana, beliau adalah raja Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa yang paling termasyur di Bali. Raja Udayana memiliki permaisuri bernama Mahendradatta dengan gelar Gunapriya Dharma Patni, yaitu putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang (atau sering disebut

juga Mataram Kuno atau Mataram Hindu) di Jawa Timur. Dari pasangan ini, kemudian lahirlah Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Pada waktu pemerintahan Raja Udayana, kehidupan beragama sangat harmonis. Semua agama menghormati satu sama lainnya. Raja Udayana berpaham Budha aliran Mahayana, sedangkan permaisurinya berpaham Hindu aliran


Siwa. Hal inilah yang menyebabkan paham keagamaan di Bali pada waktu itu lantas disebut aliran Siwa-Budha. Wujud kerukunan hidup beragama yang perlu dicontoh bagi kehidupan beragama dewasa ini. Sejak pemerintahannya pada abad ke-11, prasasti-prasati yang dikeluarkan oleh raja Bali kemudian tidak lagi hanya menggunakan bahasa Bali, tapi juga sudah menggunakan bahasa Jawa kuno. Ini merupakan bukti bahwa pengaruh Hindu Jawa telah masuk ke Bali. Kesusastraan Hindu Jawa pun mulai semakin kuat mempengaruhi kesusastraan Bali. Setelah Raja Udayana turun tahta, Anak Wungsu menggantikan posisinya antara tahun 1049-1077. Setelah meninggal abu jenasahnya kemudian disimpan dalam salah satu candi di komplek Candi Gunung Kawi tersebut. Itulah

Tempat ini disebut Gunung Kawi karena yang dikawi atau diukir adalah lereng gunung di tepi Sungai Pakerisan sebabnya, situs candi ini sangat dijaga kelestariannya karena menyimpan nilai sejarah dan seni yang tak terhitung harganya. Komplek Candi Gunung Kawi Tampaksiring ini tak hanya mengagumkan dari sisi bangunannya saja. Komplek situs ini juga terkenal indah alam sekitarnya. Hamparan sawah hijau, nyiur pohon kelapa, udara sejuk khas pegunungan, suara gemericik air Sungai Pakerisan, merupakan pemandangan yang memanjakan mata di komplek tersebut. Komplek ini termasuk tempat yang sunyi, yang dapat membuat perasaan damai. Rasanya, tidak ada katakata lain yang pantas menggambarkan alam Gunung Kawi selain kata indah.+

Maret 2014

77


PESANGGRAHAN INFO HOTEL

di

Mendekap Alam

RumahBatu

Villa & Spa Teks: Della Yuanita;Foto: Budi Prast

78

Maret 2014


S

dan Diri sengaja Menuru batu yang batu sangatla untuk desain adanya. Batu

olo kian menjadi pilihan destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Banyak para traveler mulai melirik Solo sebagai persinggahan wisata sebelum melanjutkan ke Yogyakarta ataupun Bali. Selain memiliki beragam destinasi wisata yang menarik, kini Solo pun banyak menawarkan pilihan tempat menginap, salah satunya yakni Rumah Batu Villa & Spa. Berada di lokasi strategis di Jalan Ovensari Raya No. 8 Kadilangu, Baki, Sukoharjo. Tempat peristirahatan ini hanya berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota Solo dan sekitar 30 menit dari Bandara Adi Soemarmo dan 20 menit dari stasiun kereta api Solo Balapan. Dengan lokasinya yang strategis dan cenderung bersuhu udara dingin, tempat ini pun menawarkan konsep unik dengan mengedepankan budaya tradisional khas Jawa klasik. Sang pemilik Rumah Batu Villa & Spa, Ir. Sugiarto Gunawan, mengatakan villa ini awalnya merupakan tempat peristirahatan keluarga. Menurutnya, jika keluarganya singgah ke tempat peristirahatan tersebut, putra bungsunya kerap kali menyebutnya sebagai rumah batu karena memang dominasi materialnya adalah batu. Nama tersebut pada akhirnya dipakai sebagai brand usaha perhotelannya kini. Gunawan yang merupakan seorang arsitek mengatakan bahwa salah satu konsep unik yang dibangun oleh Rumah Batu Villa & Spa adalah dengan memasukkan unsur batin yang berarti diam atau tidak bergerak. Batu digunakan sebagai unsur penyeimbang dari kedinamisan atau gerak. Sehingga intinya elemen batu digunakan sebagai unsur yang memberikan kesan yang mendamaikan. Dengan dipadu kayu jati lawas dan didukung hospitality yang modern serta dibingkai pepohonan yang rindang, maka tamu dapat merasakan kedamaian, kenyamanan, suasana menyenangkan yang sejuk membumi. nya mengatakan bahwa ornamen batu memang dipilih karena melihat dari unsur filosofinya. t arsitek lulusan Universitas Sebelas Maret Solo ini, berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti bathin berarti diam atau tidak bergerak. Dengan filosofi tersebut, maka misi yang dibawa oleh Rumah Batu h tepat bahwa tempat ini sangat nyaman digunakan beristirahat dan relaksasi. Batu sebagai elemen memiliki sifat alam yang jujur, tulus dan apa Maka tak heran jika villa ini diberi nama Rumah karena ketika berkunjung dan menginap di sana,

Dengan lokasinya yang strategis dan cenderung bersuhu udara dingin, tempat ini pun menawarkan konsep unik dengan mengedepankan budaya tradisional khas Jawa klasik. perasaan nyaman, damai dan tenang seolah menyatu dalam diri para tamu. Ir. Sugiarto Gunawan menambahkan bahwa selain memiliki sifat yang tulus dan memberikan energi positif, batu memiliki keindahan yang alami. Karena sifat kebumian dan teksturnya yang kokoh dan solid, maka Ir. Sugiarto Gunawan dan sang istri Pipin Herlinawati yang bertugas mengelola Rumah Batu pun memanfaatkan elemen-elemen batu untuk mendominasi interior villa ini. “Rumah Batu Villa & Spa berdiri sejak dua tahun lalu, secara resmi beroperasional pada 17 Juni 2012 lalu. Untuk bangunan utama saya mendapatkan joglo ini dari Tanon, Sragen dan pelanpelan saya mulai membangun berbagai fasilitas lainnya. Bangunan utama yang berupa joglo kuno ini juga berfungsi sebagai function room. Selain dapat digunakan untuk breakfast, tamu juga mengadakan meeting bahkan gathering di joglo kuno tersebut. Villa kami hanya memiliki 2 lantai, dengan bentuk yang relatif memanjang ke belakang. Di tengah hotel terletak sebuah restoran yang asri dengan nuansa Jawa yang kental. Kemudian jika Anda berjalan lebih jauh ke belakang ada kamar hotel yang langsung

Maret 2014

79


PESANGGRAHAN INFO HOTEL

Keberadaan Radja Resto juga menjadi pelengkap fasilitas lainnya. Berbagai menu baik tradisional maupun western pun ada di restoran yang asri ini.

menghadap ke kolam renang. Meski tidak terlalu besar, namun cukup untuk sekadar berenang melepaskan penat setelah menempuh perjalanan jauh. Villa ini memiliki 20 kamar dengan pilihan type seperti Andesit Suite Room, Candi Deluxe dan Bali Green Deluxe Room. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau mulai Rp. 450.000,- hingga Rp. 1.100.000,- per malam. Masing-masing kamar juga dilengkapi dengan fasilitas modern seperti TV layar datar, air conditioner, coffee maker, fasilitas WiFi, spring bed dan toilet. Selain itu kami juga memiliki sebuah joglo kuno yang cocok digunakan sebagai meeting room,� paparnya kepada Kabare.

80

Maret 2014

Keberadaan Radja Resto juga menjadi pelengkap fasilitas lainnya. Berbagai menu baik tradisional maupun western pun ada di restoran yang asri ini. Salah satu menu andalan dari Radja Resto yakni Bistik Nyonya yang merupakan resep warisan keluarga sang pemilik. Selain itu, beberapa makanan tradisional seperti jajanan pasar mulai dari utri, pisang hingga singkong goreng yang dipresentasikan dengan cantik semakin menggoda untuk segera disantap. Beberapa minuman pilihan seperti wedang jahe, wedang


rempah, wedang secang hingga aneka cocktail pun wajib dicoba oleh para tamu. Rumah Batu memang cocok disebut villa karena sejauh mata memandang kita bisa melihat hamparan sawah yang diapit pegunungan sehingga kesan wellness yang ditonjolkan pun semakin kuat. Rindangnya pepohonan dan gemericik air membuat suasana di sekitar villa sangat sejuk. Hal ini memperkuat kesan

bahwa Rumah Batu Villa & Spa ini merupakan tempat yang sesuai bagi para traveller yang membutuhkan ketenangan dan kedamaian. Untuk menghilangkan penat, Rumah Batu menawarkan pelayanan spa di Ratu Spa bagi para tamunya. Rumah Batu menjamin semua produk yang digunakan di Ratu Spa merupakan produk alami yang terbuat dari virgin coconut oil (VCO) dan buah alpukat. Suasana menenangkan dengan iringan musik instrumental lembut akan semakin merilekskan Anda. “Sebenarnya tidak hanya para tamu yang sangat menyukai berbagai treatment yang kami tawarkan, akan tetapi Ratu Spa kini juga menjadi salah satu tempat perawatan yang digemari oleh para warga Solo dan sekitarnya. Ada banyak sekali pilihan perawatan seperti Choco Deep

Tissue Massage, Ayurveda Shirodara Treatment, Healing Massage Stone, Cornelian relaxing massage, traditional Javanese Massage, Body Scrub, Body Massage, Hot Stone Massage, Hair Theraphy, Wedding

Dan setelah berkeliling sambil menikmati pemandangan dan kesejukan Rumah Batu Villa & Spa, rasanya menginap semalam pun tak akan cukup untuk menikmati suasana tenang dan damai di tempat peristirahatan ini.

Package hingga Kids Spa Massage yang memang dikhususkan untuk buah hati kita. Seluruhnya ditawarkan dengan harga mulai dari Rp. 80.000,- hingga Rp. 1.500.000,untuk Wedding Package selama tiga hari. Layanan spa di Rumah Batu Villa & Spa dipastikan berbeda. Para tamu bisa merasakan sensasi treatment yang nyaman dan sempurna. Tak hanya ruangan yang nyaman dan kedap suara, para terapis yang bertugas juga menjalani pelatihan khusus hingga mahir,� terang Pipin Herlinawati, istri Gunawan yang juga sebagai general manager villa ini. Dan setelah berkeliling sambil menikmati pemandangan dan kesejukan Rumah Batu Villa & Spa, rasanya menginap semalam pun tak akan cukup untuk menikmati suasana tenang dan damai di tempat peristirahatan ini. Oleh karenanya, luangkanlah waktu lebih banyak untuk menikmati kesegaran alam di sini. Dan liburan Anda pun akan semakin berkesan.+

Maret 2014

81


KLANGENAN KULINER

US Duck Breast Champagne Sauce

Double Choco Almond , Yoghurt Strawberry, Choco Mint

Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto

Sensasi Varian

Rasa

Teks: FA Herru; Foto: Albert

S

uka wisata kuliner? Pastinya. Rasanya tak ada yang tak suka dengan aktivitas yang satu ini. Sebab, semua yang berhubungan dengan makanan pasti menggiurkan. Apalagi jika menikmati makanan dalam suatu wisata kuliner, sensasinya tentu lebih menyenangkan. Kita bisa mencicipi aneka makanan yang menggugah selera. Dan jika Anda sering bertandang ke Yogyakarta, dijamin wisata kuliner Anda tak akan sia-sia. Bagaimana tidak, dunia kuliner di kota itu berkembang amat dinamis. Selalu saja ada tempat baru yang patut dicoba. Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto, salah satunya yang baeu saja berdiri, melengkapi ragam kuliner Kota Gudeg. Sudah pasti, di gerai ini Anda diajak untuk menikmati aneka rasa es krim. Memang, ada beberapa gerai es krim yang lebih dulu berdiri dan telah banyak dikunjungi orang di kota itu. Tapi jika 82

Maret 2014

bertambah satu lagi gerai, mana mungkin jika gerai itu tak punya kelebihan atau kekhasannya sendiri yang membedakan dengan gerai lain. Meski belum lama, sudah banyak orang yang merekomendasikan Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto untuk disambangi. Itu karena Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto satu-satunya gerai es krim di Jogja yang memanjakan penggemarnya dengan 54 varian rasa yang unik dan tak biasa. Di sinilah asyiknya, pengunjung atau penggemar es krim dapat mengeksplorasi keunikannya dengan mengombinasikan beberapa rasa yang ada. Tak hanya itu keunggulan es krim di gerai ini. Jika Anda perhatikan, ada sematan “artisan� pada namanya. Itulah idealisme sang pemilik, yang ingin menciptakan es krim dengan kualitas baik. Artisan adalah semacam aliran, di mana seseorang berkeinginan


Beef Wellington

menciptakan produk yang terbatas, berkualitas bagus, dan biasanya manual atau menggunakan metode tradisional. Jadi semuanya home made (dibuat sendiri), from scratch (dari awal bahan dasar), dan with a touch of art (dengan sentuhan seni). “Ini yang membedakan dengan lainnya, di mana custard atau es krimnya masih tradisional, yaitu masih menggunakan

proses memasak untuk membuat es krim yang bagus. Es krim pada umumnya, menggunakan stabilizer dari pabrik supaya tidak ada proses memasak. Sedangkan kami benar-benar pure, membuatnya dari nol dengan bahan-bahan dasar dan alami, tanpa ada bahan buatan dari pabrik. Itulah yang membuat es krim kami jadi artisan,� terang Yustinus Agung Nugroho, owner. Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto sendiri berada di Jalan Kebon Sari 2 Yogyakarta, atau tepatnya di seberang Hotel Santika Yogyakarta. Lokasinya cukup tenang meski berada di keramaian pusat kota, sebab letaknya agak menjorok jauh dari jalan raya. Dengan memanfaatkan sebuah rumah besar bergaya Belanda, menikmati sajian di gerai itu terasa cukup tenang dan enjoy. Oleh sang owner, Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto memang didesain bergaya kolonial modern. Bersih, terang, homey dengan sentuhannya yang modern. Dan jangan salah, selain es krimnya serta ambience gerainya, yang membuat orang suka

berkunjung ke sana adalah hidangan masakan-masakannya. Gerai ini memiliki bermacam hidangan dengan menu-menu Indonesia, Oriental, dan Western, serta varian minuman dingin dan panas. Semua hidangan dikreasi oleh chef yang andal dan berpengalaman di bidangnya. Di gerai Mary Anne's ini, menurut Chef

Mary Anne's Artisan Ice Cream and Resto satusatunya gerai es krim di Jogja yang memanjakan penggemarnya dengan 54 varian rasa yang unik dan tak biasa

Maret 2014

83


KLANGENAN KULINER

Sutrisno, memang masakan Western lebih diutamakan. Menurutnya ada beberapa menu yang paling sering jadi pilihan pengunjung. Seperti US Duck Breast Champagne Sauce. Yaitu hidangan dada bebek panggang yang disiram dengan saus champagne, disajikan dengan grilled vegetables seperti paprika, jamur tiram, sukini, terung, serta mashed potato. Selain itu, hidangan steak juga sering kali dipesan pengunjung. Salah satunya Beef Wellington. “Ini adalah Australian tenderloin yang penyajiannya dibungkus

dengan puff pastry yang di atasnya diberi keju mozarela, lalu dipanggang. Kemudian disajikan dengan potato yang sudah digoreng dan dioven, serta brokoli berlumur krim keju,� jelas Chef Sutrisno. Dari tampilannya saja, Chinese Set Menu bisa ditebak mengapa dua menu tersebut kemudian direkomendasikan untuk dicoba. Selain itu, tentunya masih banyak menu-menu lain yang juga patut dijadikan santapan pilihan. Untuk para pebisnis yang mungkin tak punya banyak waktu istirahat makan siang, Mary Anne's Ice Cream and Resto juga mempunyai menu paket Express Lunch. Ada 4 paket yang di sediakan, yaitu Indonesian Set Menu, Chinese Set Menu, Japanese Set Menu, serta Western Set Menu. Mary Anne's Ice Cream and

Dengan memanfaatkan sebuah rumah besar bergaya Belanda, menikmati sajian di gerai itu terasa cukup tenang dan enjoy.

Resto memang cukup lengkap dan cocok untuk mengisi waktu istirahat siang ataupun juga hangout di petang-malam. Karena itu, tak jarang serombongan keluarga, pegawai perusahaan, atau para pebisnis dan mahasiswa, berkunjung ke sana di sela waktu istirahat atau waktu senggangnya masing-masing. Dengan segala menu, suasana, dan juga pelayanannya, Mary Anne's Ice Cream and Resto juga patut sebagai tempat jujugan Anda berwisata kuliner. Selamat menikmati.+

Sedap Manis Selat Mbak Lies Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

S

elat Solo adalah makanan khas Kota Solo, dimana ini merupakan sebuah fusion yang dahsyat antara biefstuk, salad dan sup. Kata selat sendiri sebenarnya mengacu pada kata slaatje dari Bahasa Belanda yang berarti salad. Tapi oleh orang Jawa diplesetkan menjadi selat karena mudah diucapkan. Kali ini Kabare berkesempatan mencicip Selat Mbak Lies yang berada di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah. Selat khas Mbak Lies yang lezat ini terdiri dari daun selada (lettuce) yang diracik dengan kentang goreng, wortel rebus, buncis rebus, irisan telur, timun dan ditaburi keripik kentang, kemudian disiram dengan kuah semur dan irisan daging sapi serta mayones yang rasanya manis. Ada dua macam selat yang ditawarkan di Warung Selat Mbak Lies, yakni selat bestik dan selat galantin. Menu sayurnya sama hanya pada selat bestik ditambah dua kerat daging yang empuk serta telur pindang dilengkapi ceriping kentang. Pada selat galantin, daging diganti galantin yang terbuat dari cacahan daging sapi ditambah bumbu-bumbu serta mentega, bawang bombay, lada dan pala. Untuk telurnya, diganti telur kukus yang dicetak ke dalam wadah berbentuk bunga. Di warung berinterior unik yang berdiri sejak tahun 1987 ini, pembeli juga bisa mencicip menu lain seperti tahu acar, gado-gado, sup penganten dan timlo. Dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp. 7.000,- hingga Rp. 10.000,- saja per porsi. Selain itu, untuk memuaskan dahaga, tersedia juga jus aneka buah, es tape, es degan hingga es kolak yang sangat nikmat.+

84

Maret 2014


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

Penampilan Johan Untung Band di IABC Annual Dinner & New Years Party IABC 2014

Teks&Foto: Herlan

Annual Dinner

& New Years Party

IABC 2014

Mr. Joaquin Gi l, Mrs. Joaquin Gil, Mrs. Stuart Com ino

S

ebagai perkumpulan atau komunitas dari para pebisnis dan pengusahapengusaha Australia dan Indonesia, IABC setiap tahunnya selalu mengadakan annual dinner yang selalu berbeda tema di setiap penyelenggaraannya. Pada tahun 2014 ini, jamuan makan malam IABC kembali di selenggarakan pada 8 Februari 2014 yang lalu. Tema Annual Dinner IABC kali ini adalah “New Years Party� karena bulan ini masih merupakan awal tahun 2014 sehingga IABC merayakan pergantian tahun baru dengan harapan semua hal yang

86

Maret 2014

Gusman Muaba, Ninuk Sutomo, Maya Raharto, Uti Moetaryanto , Moetaryanto Poerwoaminoto

Jack Smith & Esther Sanbuy


dilakukan tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya. Dalam annual dinner IABC C 2014 yang diselenggarakan di di Ballroom Hotel Intercontinental Jakarta, hadir Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty. Greg pun berkesempatan memberikan n sambutan pembuka. Sebagai acara pamungkas, s, para anggota IABC yang hadir dihibur oleh suara khas as Johan Untung Band yang membawakan lagu-lagu nostalgia tahun 1970 dan 1980-an. +

Sambutan Duta Besar Australia untuk Indonesia HE. Mr. Greg Moriarty dalam acara Annual Dinner and New Years Party IABC 2014

Diana Indrani Indrranii

Mr. Joaquin Gil, Mr. Stuart Qomino, Mrs. Dominic Morice, Mr Mr. Edwina Stevens

Andrew Kusnadi, , Michael Ginarto mo ryo da Tyas Su

Indah Puspitasa ri, Bayu Prawira Hi e, Fitri Lusvasari

Nursal Rosaddy, Rika Purnamasari, Indro Kimpling Suseno

Mrs. Maria Bonne, Mr. Ken Bonne, Mr. Duncan MacDonald, Mrs. Shinta Macdonald

Bambang Suwarso (Managing Director KIB Consulting) & Bella Suwarso

Rosylawati Dewi, Setyono Djuandi Darmono

Mr. Chris Barnes, Mrs. Jackie Barnes

Mr. Lakshman Perera (GM Sultan Hotel Jakarta) & Rohelin Purdjiati

Noke Kiroyan & Janny Kiroyan

H. Bambang Soebrata (Director PT. Sinactrans Adhi Sakti) & Atri Maryanti

Maret 2014

87


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

“12 Menit Kemenangan untuk

Selamanya� Teks&Foto: Herlan

R

umah produksi Big Production menggelar pemutaran perdana film 12 Menit Kemenangan untuk Selamanya pada Senin, 27 Januari 2014 lalu di Bioskop Epicentrum XXI Rasuna Said,Kuningan, Jakarta. 12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya adalah sebuah film karya dari salah satu sutradara Indonesia Hanny R Saputra yang berkisah tentang perjuangan dan kerja keras dari sebuah tim marching band Pupuk Kaltim Bontang yang berusaha untuk memenangkan salah satu kompetisi nasional marching band terbesar di Indonesia; Grand Prix Marching Band. Film ini juga mengajak para penontonnya untuk ikut merasakan bagaimana kerja keras dari sebuah team marching band untuk menyatukan tujuan, harapan, dan tekad dari 130 anggotanya, yang hasilnya nanti akan ditentukan dalam sebuah penampilan selama 12 menit di salah satu kompetisi nasional. Di sisi lain kita juga akan diperkenalkan dengan salah satu budaya Para Finalis dari Suku Dayak yang merupakan kisah Indonesia pi Ko tri Pu dari salah satu anggota Marching Band

Suzuki Nobuyuki, Lisa Natalisa Ayodhia, Tjahjo Soemirat

Hanny Rendra Saputra Sutradara 12 Menit kemenangan untuk selamanya

Bontang yang bernama Lahang. Film yang diproduseri oleh Cindy Sutedja ini didukung pemain-pemain yang sebagian besar anggota marching band asal Bontang, antara lain Arum Sekarwangi sebagai Tara dan Hudri sebagai Lahang. Kompetisi nasional pun direkam saat Grand Prix Marching Band berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Desember 2012. Ekspresi, atraksi, sekaligus emosi terekam baik di sini. + 88

Maret 2014

Menteri Pemuda dan Olahraga, KRMT Roy Suryo Notodiprojo

Walikota Bontang Adi Dharma bersama Istri Hj. Najirah,SE, dan Amanda Sutanto

Pembukaan perdana Film 12 menit kemenangan untuk selamanya ditandai penanda tanganan poster film oleh sang sutradara Hanny Rendra Saputra

Verdi Solaiman

Didi Petet

Titi Radjo Bintang

Olga Lidya


Tunisian Culture Days

Teks & Foto: BK

U

ntuk memperkenalkan aneka ragam budaya yang dimiliki oleh Tunisia kepada masyarakat Jakarta, Kedutaan Besar Tunisia di Indonesia menggelar Pameran yang bertajuk “Tunisia Culture Days In Jakarta”. Pembukaan acara ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Tunisia untuk Indonesia HE. Mr. Mourad Belhassen pada 10 Februari 2014 lalu. “Tunisian Culture Days In Jakarta” yang di selenggarakan di Teater kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta ini diawali dengan pembukaan pameran kuliner Tunisia, pameran lukisan dan pemutaran film pendek berjudul Tiraillement (Twinge) yang disutradarai Najwa Slama. Berbagai hasil karya seni lukis dari para seniman Tunisia seperti Ammar Farhat, Yahua Turki, Jelel Ben Abdallah, Abdelaziz Gorgi dan lainnya turut dipamerkan. Duta Besar Tunisia Mourad Belhassen mengatakan bahwa kebudayaan selalu menjadi gerbang bagi orang-orang untuk saling lebih memahami dan berempati satu sama lain. Dan melaluiacara ini, pihaknya ingin menunjukkan budaya dan kreativitas para seniman dan artis asal Tunisia. Tunisia Culture Days in Jakarta juga mengetengahkan diskusi tentang sejarah gerakan feminis di Tunisia, diomana menjadi daya tarik untuk mengetahui bagaimana perjuangan kaum wanita Tunisia melestarikan hak-hak emansipasi mereka dan membangun sebuah negara menjadi seperti saat ini. Istri Duta Besar Tunisia untuk Indonesia HE. Mr. Houda Zaibi Belhassen.yang merupakan dosen di Institut Superieur des Langueas de Tunis Universitas Tunis berkesempatan menjadi narasumber dalam diskusi tersebut. Selain menikmati lukisan, menonton film dan menghadiri diskusi, para pengunjung dapat membaca buku-buku promosi tentang daerah-daerah tujuan wisata di negara tersebut.+

Popo Danes, Melati Danes, Mr. Moetaryanto Poerwoaminoto

HE. Mr. Karabaczek, HE. Mr. Heryanto

Mr. Soy Martua Pardede, HE. Mrs. Alice Mageza

Mrs. Houda Zaibi Belhassen, Mrs. Majdi

ys In Jakarta n Tunisian Culture Da Sambutan Pembukaa . Mr. Mourad Belhassen HE a esi on untuk Ind oleh Duta Besar Tunisia

HE. Mr. Tariq Abdalla , HE. Mr. Zurab Aleksidze

HE. Mr. Mohamed Majdi, HE. Mr. Abdelkrim Belarbi

Mr. Bambang Subekti

Maret 2014

89


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

Baca puisi oleh Tuti Utoyo Usman

Yetty & Vera

Titiek Soeharto & Nana Irawan

Sritapy & Sri Purnomo

Hanna Wijaya & Satuti Yamin

Paduan Suara ibu - ibu Mitra Seni Indonesia

Members Gathering Mitra Seni Indonesia Teks & Foto: BK

M

enutup tahun 2013 dan membuka 2014,i Mitra Seni Indonesia menyelenggarakan members gathering yang diadakan pada tanggal 28 Januari 2014 di Gedung PTIK Jakarta. Mitra Seni Indonesia adalah perkumpulan nirlaba dan nonpolitik yang merupakan wadah bagi yang peduli segala bentuk kesenian khas Nusantara. Kegiatan yang dilakukan oleh Mitra Seni Indonesia merupakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan seni yang bermanfaat bagi para anggota dan masyarakat, dapat menggalang kerjasama, peduli dan berupaya untuk melestarikan kesenian Indonesia. Pada acara ini para anggota Mitra Seni Indonesia tampil memainkan beragam kesenian budaya dari membaca puisi, tari - tarian daerah, permainan harpa, permainan angklung dan paduan suara. Selain menampilkan ragam seni budaya, pada kesempatan tersebut pengurus Mitra Seni Indonesia mengelar rapat anggota yang membahas tentang pembukaan cabang di Surabaya Provinsi Jawa Timur dan upaya agar lebih berkembang lagi dengan memiliki cabang di seluruh provinsi Indonesia.+

Rina Zoet, Elly,Lin Kameron,Hilda Maulana,Karlina Damiri, Yayuk Bambang Sukmonohadi,& Lina Dodi

90

Maret 2014

Peragaan Busana ole h Ibu - ibu anggota Mi tra seni


GUNEMAN OBROLAN SINGKAT

Nursyasan Ibrahim (General Manager Trans Studio Bandung & Makassar)

Hidup Sekali Jangan Disiakan

Teks&Foto: Anis RN

D

i balik paras lembutnya, perempuan ini ternyata sangat cerdas dan tegas. Gaya bicaranya yang lugas, penuh ambisi, semangat dan tho the point semakin memperlihatkan sosoknya sebagai seorang pemimpin. Siapa sangka usianya masih sangat muda. Adalah Nusyasan Ibrahim yang akrab disapa Syasan, General Manager Trans Studio Bandung dan Makassar. Perempuan kelahiran Bandung, 3 Agustus 1983 ini patutlah dijadikan inspirasi bagi para perempuan muda. Mengawali karier sebagai banker mengantarkan dirinya pada dunia yang sangat berbeda saat ini. Syasan merasa tak menemui kendala dalam menjalankan kariernya. Berbekal pengalamannya di dunia perbankan, di mana pernah mengantarkan perusahaan yang ia pimpin, menjadi satu-satunya cabang yang meraih untung dalam 11 bulan, Syasan sangat paham bagaimana cara menjual produk barunya agar digemari masyarakat. “Kalau dulu saya menawarkan deposito, tabungan dan produk perbankan lainnya yang hampir sama. Sekarang, saya berada di dunia hiburan yang harus selalu kreatif dan dinamis. Setiap minggu saya bisa bikin ide-ide bagus yang bisa saya implementasikan,” ungkap alumnus Universitas Padjajaran Bandung ini. Banyak hal yang ingin ia benahi di Trans Studio. Untuk itulah pihaknya menggandeng pemerintah setempat dan kerjasama dengan beberapa wilayah guna mewujudkannya. Ia merasa bahwa tanggungjawab yang sekarang diembannya bukan sebuah beban, namun menjadi motivasi untuk mendapatkan lebih dari apa yang sudah diraih. Termasuk cita-citanya ingin menjadi direktur sebelum usianya mencapai 33 tahun. Semangat itu pun ia terapkan kepada para staffnya agar bersemangat untuk mencapai karir yang semakin baik. Bagi Syasan karena hidup cuma sekali, jangan disia-siain. “Jangan jadi orang biasa karena nanti akan menyesal,” pungkasnya. +

Tazbir Abdullah, SH, MHum (Direktur Promosi Dalam Negeri)

Tetap Mendukung PariwisataJogja

Teks&Foto: Farid Imawan

T

azbir Abdullah adalah mantan Kepala Dinas Pariwisata DIY yang sejak 17 Januari 2014 menjabat sebagai Direktur Promosi Dalam Negeri, di bawah Dirjen Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meski sekarang lebih berkonsentrasi mengurus kemajuan pariwisata secara nasional, termasuk melaksanakan eventevent promosi di seluruh Indonesia, dia tetap mendukung perkembangan dunia pariwisata Jogja. Saat menjadi Kepala Dinas Pariwisata DIY, memang telah banyak penghargaan yang telah diterima oleh Yogyakarta. Di antaranya tahun 2013 kemarin, Jogja satu-satunya yang mendapatkan 2 penghargaan yaitu The Most Popular MICE Destination dan The Best Achievement Travel Club Tourism Award (TCTA). “Jogja adalah salah satu destinasi penting penyangga pariwisata nasional, karena Jogja dan sekitarnya memiliki objek wisata yang kelasnya dunia, world heritage,” ujar pria kelahiran Lhoksumawe, Aceh Timur ini. Akses ke Jogja yang semakin terbuka, penerbangan yang semakin bertambah, fasilitas akomodasi semakin tumbuh, membuat kebutuhan MICE di Jogja akan semakin terbuka lagi. Dia berharap, ke depan potensi wisata di Jogja dan sekitarnya bisa semakin berkembang dan dikelola secara profesional. +

92

Maret 2014


Sukarman (Pemilik Sidji Batik)

Hidup

Pencapaian

Melalui Batik

Teks & Foto: Anis RN

M

engawali bisnis dengan menjual batik lawasan di tahun 2009, lalu mengirimkannya ke luar negeri menimbulkan keresahan dalam benaknya,ketika ia sadar bahwa apa yang dilakukannya justru memberikan kontribusi warisan budaya berupa batik lawasan tersebut justru dimiliki asing walaupun jumlahnya hanya sedikit. Kemudian atas seijin Ibunda, pada tahun 2011 ia pun memulai bisnis batik dengan motif yang dibuatnya sendiri. Karman tak asing dengan dunia batik, sebab ia pernah belajar di ISI Yogyakarta mengambil jurusan kriya Batik sekitar tahun 1999. Niat kembali ke Jogja untuk Batik, pria kelahiran kuningan Cirebon Jawa Barat ini pun kemudian memilih Sidji Batik sebagai brand untuk batik yang ia buat. “Saya pilih nama Sidji Batik karena hanya 1 motif di satu batik yang saya buat, dan Sidji dalam bahasa Indonesia memilik arti satu, bisa diartikan bahwa keyakinan saya pada Sang Maha Pemilik rezeki,” demikian Karman mengungkapkan alasannya. Sidji Batik miliknya pun terus berkembang pesat. Karman menyadari bahwa bisnis batik tak lepas dari tangan para pembatik yang notabene rata-rata sudah berusia lanjut. Atas pengabdian para pembatik tua tersebut, sekitar tahun 2013 ia pun berinisiatif mengadakan Sidji Batik Award. Bukan hanya sekedar memberikan penghargaan, namun ia pun membuatkan rumah bagi simbah pecanting. Ada sekitar 10 orang untuk simbah pecanting yang telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun. “Saya bisa membatik walaupun tak sebagus simbah-simbah yang membantu saya membuat Sidji Batik,”ungkap pemilik nama lengkap Sukarman ini. Ia pun berharap, Sidji Batik di masa depan dapat bersanding dengan brand-brand di manca negara. +

Rafly Dik Dik Solihin S. (Director of Sales & Marketing Amarelo Hotel Solo)

Temukan

Teks: Della Yuanita; Foto: Albert

SenjataMarketing

B

agi sosok pria kelahiran Ciamis, 25 Mei 1984, menggeluti dunia marketing merupakan profesi yang menyenangkan. Tak hanya dapat mengenal hal-hal baru, dengan menjadi marketing kita juga bisa menemui berbagai klien dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Bagi Rafly DikDik Solihin yang kini bekerja sebagai Director of Sales & Marketing dengan membawahi dua hotel sekaligus yakni Amarelo Hotel & The Adhiwangsa Hotel & Convention Solo, hal tersebut bisa menambah pengetahuan dan memperluas wawasan baik melalui diskusi maupun obrolan santai yang bernilai positif. Pengalaman Rafly sebagai marketing dimulai ketika dirinya hijrah ke Pontianak untuk berkarier di salah satu hotel yang berada di bawah naungan Accor. Kariernya semakin berkembang ketika dirinya pindah ke Grand Candi Hotel Semarang sebagai Assistant Director of Sales & Marketing. “Di sanalah saya dan tim mampu membuktikan kerja keras kami dengan suksesnya mengembalikan kejayaan hotel tersebut di masa kini. Setelah pindah ke Jogja, Bali dan akhirnya kembali lagi di Solo, saya merasa sudah bisa menemukan senjata penting sebagai marketing yakni dengan adanya data base untuk menemukan loyal customer. Sampai saya sekarang berkarier di Amarelo Hotel, data base sangat berharga untuk menunjang karier saya,” ujar alumni Akademi Pariwisata Tasikmalaya ini. Selain itu, dalam bekerja, Rafly mampu memisahkan antara masalah pribadi dan pekerjaan. Sehingga dirinya sukses menjadi seorang marketing yang professional di bidangnya. +

Maret 2014

93


BIYEN SAIKI DULU & KINI

Stasiun Cirebon Cirebon, Jawa Barat

Foto: KITLV (Tahun tidak diketahui)

Foto: Albert (2014)

94

Maret M arett 20 2014


KONSULTASI

LAKON LAKU

MASALAH KESEHATAN Bp. Heriyanto di Medan Bapak Gembong, saya sangat senang ketika membaca Kabare, yang membuat saya jadi ingin konsultasi mengenai penyakit saya. Sudah 1 tahun saya menderita sakit jantung. Ada penyempitan di pembuluh darah jatung saya. Saya sudah ke dokter, tapi akan dioperasi. Saya takut dan melihat biaya yang sangat tinggi, saya tidak mampu. Yang saya rasakan, dada sering nyeri sampai bahu kiri, dan sesak kalau naik tangga atau membawa barang berat. Selama ini saya hanya konsumsi obat medis saja. Saya ingin petunjuk dari bapak, obat herbal apa yang bisa bantu meringankan penyakit saya. Atas bantuannya saya haturkan terima kasih. Jawaban Melihat foto dan membaca surat Bapak dapat saya haturkan bahwamemang betul Bapak menderita asteriosclerosis dan sudah terjadi penyumbatan (stenosis) pada dua arteri jantung yang sudah cukup serius. Kondisi ini terjadi karena Bapak juga penderita diabetus mellitus dan kondisi trglicerida cukup tinggi, sehingga menyebabkan pengerasan pada arteri. Rasa sakit pada dada kiri tersebut akibat adanya angina pectoris, yaitu jantung kekurangan oksigen. Karena adanya stenosis lalu mengambil oksigen dari paru, hingga timbul tekanan yang menyebabkan rasa nyeri. Untuk perawatan dengan herbal bisa menggunakan bahan: 1 kg jahe merah, 1kg jeruk lemon, 1 kg bawang putih lanang, 1 kg sledri, 0,5 liter cuka apel, 300 cc madu, 1 ons jintan hitam, air 2,5 ltr. Cara membuat: semua bahan dihancurkan dengan blender. Untuk jeruk lemon diblender dengan kulitnya lalu disaring dan diperas, lalu direbus sampai mendidih. Lantas masukan madu dan cuka apel. Bila sudah dingin, masukan botol taruh di kulkas dan diminum sehari 2 x 25 cc. Demikian, selamat mencoba. Bila kurang jelas, silakan datang ke tempat praktik saya di Jl Sugeng Jeroni 18A Yogyakarta. Terima kasih. MASALAH KELUARGA Ibu Sst di Surabaya Pak Gembong, saya membaca majalah Kabare, sangat tertarik dengan kolom bapak, dan saya ingin konsultasi mengenai keluarga saya. Perkawinan saya dengan suami sudah dikaruniai putera dua orang. Perkawinan saya memang tidak dapat restu dari orangtua, namun saya nekat. Orangtua saya sangat tidak setuju dan membenci sekali dengan alasan suami belum bekerja dan kelihatan tidak bertanggung jawab. Kenekatan saya pada awal perkawinan belum ada dampaknya. Saya sangat bahagia. Kebetulan saya bekerja dan karier saya bagus sekali. Dan suami saya tetap tidak mau bekerja, tapi wiraswasta sebagai broker rumah dan tanah. Sejak saya mempunyai anak pertama, saya merasakan bahwa suami mempunyai perubahan, disusul kelahiran putera kedua semakin nyata perubahannya. Dari awal perkawinan, memang suami tidak pernah memberikan nafkah lahir barang sepeser pun. Saya baru tahu ternyata suami saya selingkuh sudah lama dengan mantan pembantu rumah tangga dan sudah kawin dengan surat palsu. Saya seperti tersambar petir. Saya baru menyadari kenapa orangtua saya sangat melarang dan saya baru tahu kalau suami saya bejat moral. Ternyata waktu saya hamil pertama, suami saya telah berzinah dengan pembantu saya sampai saya mempunyai anak kedua baru saya tahu. Dan yang lebih hebat, waktu saya mengeluarkan pembantu karena ketahuan tidak jujur, justru suami menentang keras supaya jangan dikeluarkan. Saya tahu justru dari pembantu baru yang menemukan foto suami sedang memangku dan mencium pembantu. Begitu saya tanyakan, suami menjawab dengan tanpa menyesal dan mengakui kalau lebih cinta sama pembantu saya. Duh bapak, saya marah, bingung, malu dan kecewa. Kadang saya ingin bunuh diri tapi kasihan anak-anak yang masih kecil-kecil. Mohon bantuan bapak, apa yang harus saya lakukan. Atas bantuannya, saya haturkan terima kasih. Jawaban Ibu Sst di Surabaya. Melihat foto Ibu dan suami, serta membaca surat Ibu, maka dapat saya haturkan bahwa perkawinan yang tidak dapat restu orangtua biasanya akan berakhir dengan penyesalan dan kehancuran. Dulu orangtua Ibu melarang karena sudah mempunyai insting tentang suami Ibu yang sifatnya dan masa depannya tidak baik. Seorang ibu tidak asal melarang, tetapi ibunda dikaruniai oleh Allah kepekaan karena ibunda yang melahirkan. Hal yang perlu Ibu lakukan, pertama adalah memohon maaf pada orangtua dan menceritakan semua masalah Ibu pada orangtua. Jangan khawatir orangtua Ibu tidak akan menolak. Justru akan membantu Ibu. Yang kedua, Ibu harus tegas untuk bertindak pada suami. Jangan ragu untuk menggugat cerai karena sifat dan perilaku suami sudah sulit untuk berubah. Ibu jangan setengah hati. Perkawinan ini bila diteruskan justru akan menambah beban penderitaan Ibu. Dan putera-putera Ibu malah akan terganggu perkembangan kejiwaannya karena selalu melihat pertengkaran kedua orangtuanya. Ibu bisa lebih mengembangkan karier untuk persiapan membesarkan putera-putera Ibu. Sikap perilaku suami yang demikian sudah menunjukan bahwa suami Ibu adalah sosok laki-laki yang super ego dan ada kelainan kejiwaan. Demikian, bila kurang jelas silakan Ibu datang ke tempat praktik saya di Jl. Sugeng Jeroni 18A, Pojok Beteng Kulon, Yogyakarta. Terima kasih.

MASALAH USAHA Bp. Istanto di Malang Bapak Gembong, membaca Kabare di rumah saudara, saya jadi sangat tertarik untuk konsultasi dengan bapak mengenai usaha yang akan saya rintis. Saya pensiunan perusahaan swasta dan ingin usaha di bidang perikanan. Cuma saya bingung, usaha perikanan apa cocok dengan saya. Saya lahir tanggal 16 Maret 1952, dan bila cocok jenis ikan apa yang cocok dengan usaha saya, karena lahan saya sempit hanya sekitar 198 m2. Mohon bantuan bapak, apakah usaha ini bagus untuk saya. Terima kasih. Jawaban Bapak Istianto di Malang. Melihat foto Bapak dan tanggal lahir maka dapat saya haturkan bahwa untuk usaha perikanan jangan mulai dulu sebelum Bapak belajar terlebih dahulu. Jadi betul-betul Bapak memahami apa yang akan dirintis, baik manajemen maupun teknologinya. Suatu usaha akan bisa berhasil harus berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Usaha yang hanya ikut-ikutan tanpa bekal pengetahuan akan hancur di tengah jalan. Nah, untuk Bapak saya anjurkan untuk usaha pembibitan dan pembesaran belut. Belut adalah suatu usaha yang mempunyai prospek yang bagus dan harga yang tidak pernah turun, justru naik terus, dan kebutuhan konsumen belum terpenuhi. Usaha ini tidak membutuhkan lahan luas. Jadi Bapak bisa memanfaatkan lahan sempit yang dimiliki, dengan modal kecil penghasilan besar. Demikian, saya akan bantu Bapak untuk usaha ini. Silakan datang ke tempat praktik saya untuk belajar lebih detail tentang belut. Terima kasih.

Diasuh oleh: KRMH Ir Gembong Priyatmo Danudiningrat Tak ada kehidupan yang berjalan tanpa problema. Namun selalu ada jalan keluar. Kirimkan problema yang Anda hadapi lengkap dengan data diri dan foto, lebih baik surat ditulis dengan tangan. Pak Gembong akan membantu memecahkan problema Anda. Surat dapat dikirimkan ke: Redaksi Majalah Kabare Jl. Pacar 67A Baciro,Yogyakarta Telp. +62 274-562887, Fax. +62 274-558072 e-mail: info@kabaremagazine.com www.kabaremagazine.com

Maret 2014

95


JERON BETENG BERITA SINGKAT

D

Salsa Workshop Party dan

alam rangka merayakan ulang tahun pertamanya, Corazon de la Salsa Indonesia yang merupakan komunitas para pencinta tarian salsa, yang terbentuk dari 13 penari salsa, mengadakan gelaran “I Love Salsa Jogja 2014”. Acara yang dilaksanakan pada 1 Febuari 2014 di Edu Hotel Yogyakarta ini juga melibatkan komunitas salsa dari luar Yogyakarta, seperti dari Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Acara ini menghadirkan tokoh salsa internasional Made Martha Jaya Kesuma, Made Beta, Alferd. Grace Tanda, dan Reyno Tommy. Dengan target peserta workshop 120 orang dan party 250 orang, acara ini diharapkan bisa memberikan terobosan dan dan inovasi untuk lebih memopulerkan tarian salsa kepada masyarakat luas. Di samping Performance & Social Dancing, acara yang di gelar selama sehari penuh dari pukul 09.00 sampai 24.00 ini juga memberikan materi workshop salsa dari Made Mertha Jaya Kesuma, Albert dan Grace yang sekaligus juga menampilkan performance mereka. +

Teks&Foto: Farid Imawan

Fashion Parade

SidjiDi Batik Indonesia N Fashion Week Teks: Anis RN;Foto: Ist

S

2014

idji Batik turut ambil bagian dalam perhelatan akbar Indonesian Fashion Week yang berlangsung pada tanggal 20-23 Februari 2014. Menggandeng desainer Pratiwi Dananjaya, Sidji Batik menampilkan 10 karya busana perempuan bertemakan “Asylum”. Sidji Batik tampil pertama dalam parade fashion “Ethnic Eloquent” dan mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung yang memenuhi Plenary Hall Jakarta Convention Center. Pratiwi Dananjaya mengekplorasi motif-motif abstrak dan kain Sidji Batik yang karya corak serta warna dan dituangkan dalam gaun yang makin menampakkan keanggunan perempuan Indonesia. Denny Arivian, Marcomm Sidji Batik, mengatakan bahwa keikutsertaan Sidji Batik dalam event Indonesia Fashion Week 2014 ini bukan tanpa alasan. Sejalan dengan visi dan misi Indonasi Fashion Week yakni menjadi ajang yang mampu mengangkat produk lokal ke kancah persaingan global. Sidji Batik dengan tagline “When traditional goes international” memiliki mimpi dan visi untuk membawa produknya yang sarat nilai budaya ke kancah mode dunia. Brand batik tulis asal Yogyakarta ini selalu menampilkan orijinalitas, kreativitas tanpa batas, serta mengedepankan nilai-nilai lokalitas ini telah mampu menembus pasaran fashion dunia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya ekspor kain Sidji batik ke Singapura, Qatar hingga Eropa. Keikutsertaan Sidji Batik dalam fashion parade Indonesia Fashion Week 2014, untuk menegaskan dimulainya kiprah Sidji Batik dalam bisnis fashion. “Jika selama ini Sidji Batik hanya dikenal sebagai produsen batik tulis dengan motif abstark kontemporer, maka kini kami memperluas jangkauan dengan menciptakan fashion ready to wear yang trendi,” pungkasnya. +

96

Maret 2014


Fashion Show

Teks&Foto: Herlan

Batik Madura In Alpenstammtisch

Gathering FOSIPA dan Trans Studio

Bandung

Teks&Foto: Anis RN

F

B

atik tulis Madura adalah salah satu bentuk seni budaya Madura yang banyak diminati dan populer dengan konsumen lokal dan internasional. Dengan bentuk dan motif khas, batik tulis Madura memiliki keunikan sendiri untuk konsumen. Kebanyakan orang mengenal batik tulis Madura dengan karakter yang kuat, yang dicirikan oleh bebas, dengan warna yang berani seperti merah, kuning dan hijau muda. Hal inilah yang dicoba oleh salah satu perancang wanita Indonesia Yati Law. Salah satu perancang yang labelnya sudah terkenal di Sogo, Pasaraya, dan Metro ini mencoba untuk memperkenalkan batik Madura dalam bentuk busana dan gaun malam yang modern dan elegan. Pada 29 Januari 2014 Yati Law mempersembahkan fashion show yang bertemakan “Lombang Batik Madura�. Fashion show ini juga ditujukan untuk meramaikan event Alpenstammtich yang setiap hari Rabu digelar di Blu Martini, JW Marriot Hotel Jakarta. Fashion show ini juga ditujukan untuk mengenalkan keunikan dan keindahan batik Madura kepada para ekspatriat dan para warga negara asing yang bekerja dan berbisnis di Jakarta. Menurut Yati Law, kebanyakan orang asing menyukai permainan warna yang terang sehingga cocok sekali dengan batik Madura. Dalam fashion show-nya kali ini, Yati menggunakan nama Lombang yang merupakan nama salah satu pantai di Madura. +

orum Silaturahmi Insan Pariwisata (Fosipa) Indonesia, 4 Februari 2014 lalu bersama manajemen Trans Studio Bandung mengadakan gathering. Bertempat di Sky Lounge The Cube Hotel Yogyakarta, acara dihadiri beberapa pemilik travel agent di DIY dan Jawa Tengah. Gathering diadakan selain sebagai wujud apresiasi manajemen Trans Studio Bandung kepada pelaku jasa travel agent di DIY dan Jateng, sekaligus untuk memperkenalkan wahana baru yang ada di Trans Studio Bandung, yakni Arilia The Mermaid-A Fantasy Magical Show. Sebuah pertunjukan dengan latar belakang keindahan laut yang penuh warna, menceritakan kisah cinta pada suatu masa di kerajaan laut. Antara Arilia, putri duyung yang cantik jelita dengan pangeran Natuna. Nursyasan Ibrahim, General Manager Trans Studio Bandung mengatakan bahwa DIY dan Jateng merupakan market terbesar Trans Studio Bandung. “Dari kategori pengunjung yakni dari umum, perusahaan dan anak sekolah. Khusus untuk anak sekolah pengunjung terbesar adalah dari DIY dan Jawa Tengah yakni sekitar 40 persen,� ungkap Syasan. Pihaknya sangat mengapresiasi dengan terus melakukan koordinasi dengan pihak tour and travel, diskusi serta saling memberikan masukan melalui road show di beberapa kota di Jateng dan DIY. Sementara itu, ketua umum Fosipa Indonesia Dr. Sarbini, MPhil mengatakan, sangat mendukung kegiatan gathering tersebut. Sarbini menambahkan, saat ini Fosipa Indonesia sedang giatgiatnya melaksanakan 5 poin program sebagai bentuk kegiatan organisasi, yakni coffee morning, offroad, fun bike, fame trip ke luar negeri dan musinas. Ia juga mengingatkan, para anggota Fosipa Indonesia yang belum memiliki kartu anggota dan sertifikat agar segera menghubungi sekretariat atau mengunjungi online di www.fosipa-indonesia.com. +

Maret 2014

97


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Grand Opening

Atria Hotel & Conference Magelang

Teks&Foto: Wahyu Indro S.

T

anggal 29 Januari 2014, Paramount Land mengadakan Grand Opening Atria Hotel & Conference Magelang. Dalam acara pembukaan tersebut, turut hadir pula segenap jajaran direksi dan komisaris Paramount Land selaku pemilik PARADOR Hotels & Resorts, maupun relasi bisnis dari Atria. Menurut General Manager Atria Hotel & Conference, Chandra Irawan mengatakan, dibukanya AHCM di Magelang ini cukup memiliki alasan kuat. “Magelang merupakan salah satu kota di jawa Tengah yang memiliki berbagai potensi strategis. Sebab, selain memiliki keunggulan di bidang pertanian, Magelang juga memiliki berbagai potensi pariwisata. Dalam hal ini, Borobudur kita jadikan magnet wisatanya,” kata Chandra. Untuk mendukung semua rencanya tersebut, dalam acara Familiarization Trip Atria Hotel & Conference bersama awak media tanggal 29 – 31 Januari 2014, “Selain memiliki 144 kamar dengan berbagai tipe, Atria Hotel & Conference juga memiliki ballroom yang sanggup menampung hingga 2100 orang, dilengkapi dengan partisi yang bisa dibagi menjadi 3 bagian. Ditambah, fasilitas lainnya seperti Pamiluto Restaurant, Truntum Lobby Bar, 7 ruang rapat yang mampu mengakomodir 10-100 orang. Untuk kolam renang, fitnes, dan spa, kita pusatkan di lantai 3 AHCM,” tutur Chandra. Ia berharap, keberadaan Atria Hotel & Conference Magelang saat ini mampu membawa Magelang sebagai destinasi wisata terbaik di Indonesia. +

Kunjungan Miss Universe ke Yogyakarta Teks: FA Herru;Foto: Albert

S

eperti tahun-tahun sebelumnya, Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta dipercaya sebagai tuan rumah bagi kunjungan jawara kontes perempuan tercantik sejagat raya. Miss Universe 2013 Gabriela Isler hadir didampingi Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira pada akhir Januari lalu. Di Yogyakarta, Gabriella Isler yang akrab disapa Molly ini berkesempatan menikmati kebudayaan Yogyakarta. Memang, Gabriela Isler dibawa oleh tim Sheraton Mustika Yogyakarta merasakan kuat dan kayanya kebudayaan Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya. Di Yogyakarta, selama sehari, 31 Januari 2014, Miss universe mengikuti sejumlah agenda dan juga aktivitas yang dijadwalkan selama berada satu malam di Kota Gudeg. Antara lain, mengunjungi butik Batik Nyonya Indo, mengunjungi pabrik pembuatan Bakpria Djava, menikmati spa di Royal Spa Treatment, serta malam harinya mengikuti Gala Dinner di Mataram Ballroom. Istimewanya, tahun ini Miss Universe diberi kesempatan menaiki Kereta kencana berkuda dengan iringan ala para prajurit keraton dari areal pintu masuk Sheraton menuju ke Bakpia Djava. “Terimakasih, sangat menyenangkan sejak saya tiba di sini. Saya sangat terkesan dengan keramahan Yogyakarta yang baru pertama kali ini saya kunjungi. Ternyata, Indonesia ini negara kepulauan yang sangat kaya budaya. Sebelum ke sini, saya sempat mencoba tari Bali, dan saya di Yogyakarta disambut dengan pakaian batik yang indah, dan mencoba kue bakpia. Kalian semua harus bangga," katanya di press conference, di Sukko Wine, Sheraton Yogyakarta. +

98

Maret 2014


Pisah Sambut

Perguruan Tinggi GM Angkasa Pura I Siap Bandara Adisutjipto Go International Teks&Foto: FA Herru

Lokal

Teks&Foto: Wahyu Indro S.

K

P

ada Rabu, 29 Januari 2014 lalu, di Ruang Kecana Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, dilangsungkan acara serah terima jabatan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. General Manager Agus Adriyanto digantikan oleh General Manager yang baru yaitu Andi G Wirson. Acara ini berlangsung singkat dan disaksikan oleh Human Capital & General Affair Director PT Angkasa Pura I serta dihadiri oleh para pejabat instansi di Yogyakarta. Pada kesempatan itu, di malam harinya, kemudian diadakan acara Pisah Sambut. Acara ini diadakan di Pendopo Agung Hotel Royal Ambarrukmo dengan kegiatan jamuan makan bersama. Acara dihadiri oleh segenap karyawan PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, serta beberapa tamu undangan. Agus Adriyanto kemudian berpindah tugas ke kantor pusat sebagai Project Portfolio Analyst. Sedangkan Andi G Wirson sebelumnya adalah staf personel Mabes AU di Cilangkap. “Ditugaskan sebagai general manager baru, saya akan tetap menjalankanmenjalankan program yang sudah dicanangkan sebelumnya, bahwa kita mengutamakan keselamatan penerbangan serta kenyamanan penumpang atau pengguna bandara. Saya juga akan berusaha untuk dapat mendatangkan maskapai-maskapai penerbangan supaya lebih banyak lagi datang ke Yogyakarta. Itu semata-mata untuk meningkatkan perekonomian Yogyakarta,� ujar Andi G Wirson. +

etua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Edy Suandi Hamid, mengatakan Aptisi harus konsiten untuk menjaga independensi dan tidak terjebak pada politik praktis. Hal tersebut sesuai dengan pasal 4 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Aptisi. Lebih lanjut Edy mengatakan meskipun Aptisi memberikan pendidikan politik pada mahasiswa dan masyarakat, namun Aptisi tidak boleh secara langsung terlibat politik praktis, di antaranya dengan menyatakan dukungan atau menggerakan mahasiswa dan masyarakat untuk memilih tokoh atau partai tertentu. Pada acara makan malam sebagai rangkaian acara Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-5 Aptisi di Yogyakarta pada 20 22 Februari 2014. Ia mengatakan, PTS dinilai perlu memperkenalkan diri ke dunia luar supaya tidak dipandang rendah oleh dunia pendidikan dari luar negeri. “PTS sudah saatnya untuk memperkenalkan diri di dunia internasional dan harus mampu bersaing dengan perguruan tinggi luar negeri," katanya. Selain itu, dalam acara makan malam tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap APTISI bisa menjalankan fungsi seperti apa yang diamantakan oleh undangundang. "APTISI sebagai organisasi independen yang membawahi PTS se- Indonesia berkepentingan memajukan PTS menjadi lebih berkualitas dan diperhitungkan, baik di dalam maupun luar negeri. Terlebih dalam menghadapi AEC yang bakal dimulai 2015," katanya. RPPP ke 5 APTISI kemarin, dihadiri sejumlah duta besar dari negara sahabat, Rektor Universitas Tasmania Australia, perwakilan Xiaozhuang University, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua DPR Marzuki Alie dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MA) Mahfud MD. .+

Maret 2014

99


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Indosat Dukung

Program Sepeda UGM Teks: Della Yuanita;Foto: Dok. UGM

B

eragam potensi dan kesempatan dimiliki oleh anak muda Indonesia (umur 16 – 29 tahun) yang jumlahnya mencapai 26 persen dari total populasi, oleh karena itu Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terdepan berusaha untuk selalu memahami pentingnya peran anak muda sebagai penggerak negeri. Hal ini juga sejalan dengan semangat Ooredoo sebagai induk perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas hidup manusia dan memanfaatkan potensinya. Dalam kunjungannya ke kota Solo dan Jogja pada 3 Februari 2014 lalu, Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat, Dr. Nasser Marafih, CEO Ooredoo Group, dan Cynthia Gordon, Chief Commercial Officer Ooredoo Group berkesempatan untuk mengutarakan dan memperkuat pesan pentingnya anak muda

untuk terus berkembang dan meraih impiannya. Di Solo, mereka berkesempatan untuk bertemu dengan lebih dari 100 anggota IM3 Community. Dilanjutkan kegiatan di kota Jogjakarta dengan mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM) dan mendukung program Sepeda UGM dengan mendonasikan 100 unit sepeda. Selain itu, Indosat juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa UGM yang berprestasi. Serah terima dilaksanakan di Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan dihadiri oleh Alexander Rusli, Group CEO Ooredoo/Indosat Commisioner Dr. Nasser, Chief Commercial Ooredoo/Indosat Commisioner, Rick Seney (Indosat Commisioner) dan Sam Mathews (Ooredoo) yang diterima oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM Prof. Ir. Dwikorita, M.Sc., Ph.D., dan Dekan FTP UGM Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng. Kemudian acara dilanjutkan dengan bersepeda dari FTP UGM ke Balairung UGM dan ditemui oleh Rektor UGM Prof. Dr. Pratikno., M.Soc, Sc. +

JNE Luncurkan Jesika Teks: Anis RN;Foto: Albert

M

JNE pusat dengan target awalnya adalah para ibu bekerja yang enjawab kebutuhan ibu yang bekerja namun masih berada di wilayah Jakarta. Mengingat jarak antara rumah dan harus memberikan ASI di rumah, JNE pada bulan Desember 2013, meluncurkan layanan baru yang diberi tempat mereka bekerja rata-rata membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama. Jesika kemudian juga diperkenalkan di nama Jesika (Jemput Asi Seketika). Yakni sebuah layanan untuk Yogyakarta, selain berbarengan dengan kunjungan Miss menjemput dan mengantarkan ASI. Layanan tersebut merupakan Universe 2013, juga dengan harapan nantinya akan menarik sebuah inovasi baru dari JNE untuk menjawab kebutuhan ibu-ibu animo ibu bekerja namun masih harus memberikan ASI untuk menyusui tanpa menghalangi aktivitas mereka di kantor. Proses layanan Jesika adalah dengan mengirimkan kurir dengan mencoba layanan kami,� ungkapnya. + moda sepeda motor yang dilengkapi alat kerja, seperti cooler bag, ice pack, plastik klip bersegel, dan barcode. Hal ini untuk menjaga agar kualitas ASI tetap baik sampai ke tangan yang menerima. Kurir akan menjemput botol ASI dan menyiapkan pembungkus botol, ibu kemudian menyerahkan botol ASI kepada kurir untuk selanjutnya di antar ke tempat tujuan. Di Yogyakarta, layanan Jesika diperkenalkan pada tanggal 31 Januari 2014 bertempat di Ballroom Sheraton Mustika Resort and Spa Yogyakarta bertepatan dengan kunjungan Miss Universe 2013, Maria Gabriella Isler. Marsudi Suwita selaku Branch Manager JNE Cabang Yogyarta mengatakan, bahwa layanan Jesika diluncurkan pertama melalui

100

Maret 2014


Media Gathering

Fave Hotel Solo Baru

Menjadi Penerobos

Bersama CEO

Kompas Gramedia Teks&Foto: Della Yuanita

Teks&Foto: Wahyu Indro S.

R

R

abu 12 Februari 2014, Fave Hotel Solo Baru mengadakan acara media gathering. Khusus didedikasikan bagi para rekan media, Fave Hotel pun mengundang seluruh media – media mulai dari Solo, Sukoharjo, Yogyakarta, dan Semarang. Tujuan dari acara ini adalah sebagai pendekatan diri atau agar lebih akrab lagi dengan rekan media. Acara ini juga bertujuan untuk merayakan hari pers nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2014 yang lalu. Seluruh rekan media berkumpul menjadi satu di Lime Restaurant Fave Hotel Solo Baru. Acara final dan penutup dari media gathering ini dengan peluncuran “media privilege card” atau lebih disebut kartu member media. Kartu ini khusus diberikan kepada para rekan media berguna sebagai kartu member dengan fasilitas harga special, diskon 50 persen untuk food & baverage dan fasilitas media room. “Jadi, jika teman – teman media mungkin sedang berada di sekitar Solo Baru dan akan mengerjakan deadline, para rekan media bisa langsung datang ke favehotel Solo Baru dan mengerjakan deadline mereka di sini, ditambah dengan snack dan coffee atau tea gratis dari favehotel Solo Baru,” jelas Hotel Manager Fave Hotel Solo Baru, Sistho A. Sreshto Ditambahkannya, kalau acara ini dibuat khusus untuk rekan media, agar bisa lebih dekat dan menjadi sahabat dari semua rekan – rekan media. Dan, akan sering diadakan, agar kerjasama dan hubungan Fave Hotel Solo Baru dengan media selalu akrab. +

abu, 29 Januari 2014, Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia berkesempatan memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan akademisi Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta. Dalam acara yang bertajuk Knowledge Sharing Session with Kompas Gramedia CEO : Agung Adiprasetyo “Menjadi Penerobos“, dirinya membahas tentang perkembangan media di dunia dan di Indonesia yang semakin maju. Agung menjelaskan bahwa hubungan media dan bisnis tak bisa dipisahkan. Karena teknologi yang semakin maju membuat media baik di dunia maupun di dalam negeri harus selalu mengikuti perkembangan yang ada jika masih ingin bertahan dalam bisnis tersebut. Jika suatu media tidak mengikuti perkembangan teknologi yang ada, maka media tersebut bisa dipastikan akan tertinggal jauh dari media lain yang diakui sebagai competitor. Menurut Agung, teknologi membantu sebuah produk menjadi generic, oleh karena itu harus mengikuti perkembangannya. Selain itu, dalam bisnis tidak boleh ada yang ditutupi karena bisnis yang baik adalah bisnis yang transparan dan semua perkembangannya harus diumumkan kepada distributor. Dalam kuliah umum tersebut, Agung juga membahas bagaimana soft skill dapat mendukung karier seseorang. Mengenai soft skill, setiap orang setidaknya memiliki integritas yang harus terus dibangun. Selai itu, kaum muda harus berani dalam mengambil langkah dan juga berpikir bahwa setiap kelemahan dapat menjadi suatu kekuatan jika terus diasah. +

Maret 2014

101


CAWISAN EDISI DEPAN

KONDHANG

Gabriela Isler Foto: Ist

REGOL Legitnya Cokelat Jogja

S

ebagai pemenang kontes kecantikan dunia Miss Universe 2013, Gabriela Isler memiliki kesempatan untuk berkeliling dunia dalam membawa misi sosial dan kebudayaan. Salah satu negara yang ia singgahi adalah Indonesia dan Jogja menjadi salah satu kota yang masuk dalam agenda kunjungannya. Bagaimana cerita mengenai pribadi hingga pengalamannya selama di Indonesia? Kabare akan mengulas secara lengkap di edisi berikutnya. +

S

ejak ditemukan kurang lebih 4000 tahun lalu, cokelat sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kandungan flavonoid dalam cokelat, selain menyehatkan juga bisa membawa perasaan bahagia bagi siapa saja yang mengkonsumsinya. Jika gudeg dan bakpia telah lama menjadi ikon buah tangan khas Jogja, kini ada satu lagi oleh-oleh khas kota budaya yang wajib dibeli. Cokelat khas Jogja mulai menjadi incaran para traveler. Apa saja coklat khas dari Jogja dan bagaimana rasanya? Simak ulasannya di Kabare selanjutnya. +

102

Maret 2014

Foto: Ist

CANTHING Menyusuri Museum Lamborghini

T

Foto: Ist

empat ini selalu menjadi destinasi wisata jika Anda mengunjungi kota Pizza, Italia. Terletak di wilayah Sant' Agata Bolognese, kita akan bisa menikmati sejarah mobil Lamborghini dari tahun ke tahun. Beberapa unit mobil Lamborghini seperti Miura, Countach, Diablo dan Murcielago sengaja didisplay agar pengunjung bisa melihat secara langsung mobil-mobil yang elegan tersebut. Seperti apa suguhan sejarah dari museum ini? Simak di Kabare edisi April 2014. +



Kabare Magazine edisi Maret 2014