Page 1

ISSN 2087-2755

Citra Gaya Budaya

Investasi di Kota Seksi Buenos Aires

Parisnya Amerika Latin Adrenlin Pacu Adrenalin di

Jogja Air Show 2013

Indonesia Fashion Week 2013

Fashion Indonesia Jadi Sorotan Dunia

Tantowi Yahya &

Dewi Handayari

Seni

Rp 50.000,00

9 772 087 27 567 1

Edisi 129 Tahun 10 Maret 2013 www.kabaremagazine.com

adalah

Penyeimbang Rasa


SOWAN DARI REDAKSI

Bukan Lagi

Tempat Pulang H

Memang, bukan hanya orang Jawa yang memiliki filosofi, tapi pastinya masyarakat dari negara manapun memiliki

tafsirannya sendiri-sendiri tentang tempat tinggal atau hunian mereka. Itulah budayanya.

Kunjungi website majalah Kabare di: www.kabaremagzine.com

04

Maret 2013

ome is where the heart is. Demikian ungkapan orang-orang Barat untuk memaknai hunian mereka. Rumah memang tempat hati kita bernaung. Tempat tinggal yang paling penting dan paling mendasar untuk menaruh privasi, kenyamanan dan ketenangan hati. Sejauh apapun seseorang meninggalkan rumahnya, suatu saat dia pasti akan kembali. Suatu saat, dia pasti amat merindukan tempat tinggalnya. Seperti yang diyakini dalam budaya Jawa, rumah memberi energi dan tafsir multidimensi akan asal kehidupan. Selayaknya pakaian, rumah orang Jawa hadir dengan model akulturasi dari berbagai peradaban agung, ketika Jawa menjadi simpul transportasi dagang dan kuasa. Silang budaya dalam historiografi Jawa ternyata menyumbangkan struktur dan imajinasi manusia Jawa akan rumah sebagai hunian. Sebagaimana kita tahu, pendeknya, rumah bagi orang Jawa mengandung filosofi yang amat dalam, yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan. Memang, bukan hanya orang Jawa yang memiliki filosofi, tapi pastinya masyarakat dari negara manapun memiliki tafsirannya sendiri-sendiri tentang tempat tinggal atau hunian mereka. Itulah budayanya. Seiring waktu semakin kemari, sayangnya, rumah manusia Jawa saat ini kian hilang fungsi. Ada yang bertahan sebagai cagar budaya, dipertahankan hanya untuk simbol pariwisata, tetapi dangkal secara substansi. Mengutip esai Munawir Aziz, manusia Jawa kehilangan rumah dalam fungsi fisik dan substansial: wong Jawa ilang omahe. Bagaimana nasib rumah Jawa sebagai identitas kultural? Bagaimana efek kehidupan manusia Jawa setelah rumah dihadirkan sebagai onggokan material yang kehilangan fungsi? Mungkin memang benar, zaman sudah berubah. Kini, rumah yang berfungsi sebagai hunian, tak melulu menjadi tempat di mana hati berada. Tempat kita pulang. Namun, rumah barangkali lebih dimaknai sebagai tempat di mana pundi-pundi bertambah. Salam dari Baciro

Dapatkan e-magz Kabare di: www.wayangforce.com

Majalah Kabare/Kabare Magazine Group: Kabare Magazine Community


PERINTIS: Prof. Dr. H Koesnadi Hardjasoemantri, SH, ML (alm) PENASIHAT: GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi KBPH Prabu Suryodilogo Moetaryanto Poerwoaminoto AO KRT Sugiharto Soeleman Ir. Paulus Warsono Broto, MM PENANGGUNG JAWAB: KRMT Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH DEWAN DIREKSI: Drg. R Eddy Purjanto KRMT Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH Ir. Danang Wibowo DEWAN REDAKSI: KRMT Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH FA Herru Della Yuanita Agus Yuniarso FOTOGRAFI: Budi Prast Albert Taurino ARTISTIK & PRODUKSI: Sutoto Arif Tedja Mukti PEMASARAN IKLAN: Anis Rohmah Nurjanah (Koordinator) M Farid Imawan KEUANGAN & ADMINISTRASI IKLAN: Lulu Z Ifana Inayati SIRKULASI & PROMOSI: Tegar Hartoko Sutaryo REDAKTUR ONLINE: Agus Yuniarso KONTRIBUTOR FOTO: Yuyun Wardhana - PT. Kreativi Visi Mediatama (KVM) Frans Hambali

Model Busana Aksesoris Foto Desain

: : : : :

Tantowi Yahya & Dewi Handayari Koleksi pribadi Koleksi pribadi Yuyun Wardhana Sutoto

PERWAKILAN JABODETABEK Herlan Parisa Bambang Kusubyanto PENERBIT: PT. Kabare Jogja Media Pariwara ALAMAT REDAKSI, IKLAN DAN SIRKULASI: Jl. Pacar 67A, Baciro, Yogyakarta, Telp +62 274 562 887, Faks +62 274 558 072 E-mail: info@kabaremagazine.com, kabareyk@indosat.net.id Website: www.kabaremagazine.com ALAMAT PERWAKILAN JAKARTA: Sovereign Plaza Lantai 12 Jl. TB. Simatupang No. 36, Jakarta 12430 Telp: 021 - 294 00 153. Fax: 021 - 294 00 161 Maret 2013

05


PASUGATAN

DAFTAR ISI

10 Regol Seperti juga Bali, Bandung dan Jakarta, Yogyakarta tampaknya telah menjadi kota paling laris untuk membangun dan berinvestasi di bidang properti. Selain perumahan-perumahan elit, berbagai macam jenis hotel yang kian menjamur membuat kita mesti berkata, wow! Bagaimana tidak, puluhan ribu kamar akan semakin bertambah, menandakan bahwa jumlah kunjungan orang ke Jogja kian menderas. Hal ini tentu merupakan indikasi Jogja kian diminati.

Kondhang 26 Sejak Oktober 2011 lalu dilantik sebagai menteri, Sharif Cicip Sutardjo bertanggung jawab melihat potensi laut yang luar biasa dan selanjutnya memikirkan apa yang harus dilakukan ke depan dengan memanfatkannya secara produktif dan optimal. Menurutnya, bila potensi laut tidak dimanfaatkan sebaikbaiknya, berarti sama saja akan menyia-nyiakan talenta yang telah diberikan Yang Maha Kuasa kepada bangsa.

42 Canthing Indonesia Fashion Week tahun ini menciptakan sinergi yang harmoni antara desainer atau produsen, asosiasi, pemerintah, bisnis, media hingga akademisi demi menciptakan industri fashion yang lebih baik dan sekaligus menyejahterakan masyarakat Indonesia. Melalui acara ini, pencinta fashion dapat melihat tren mode terkini. Lewat Indonesia Fashion Week, fashion Indonesia membuat jejaknya untuk menjadi sorotan dunia.

Pendopo 70 Berbagai atraksi menarik, seperti aeromodelling, paramotor competition, gantole aerotowing competition, parasailing dengan jeep, aerobatik pesawat mustang, fixwing, joy flight, microlight dan lainnya, digelar dalam event bertajuk Jogja Air Show (JAS) 2013. Selain untuk mendukung program pemerintah tentang sadar wisata, JAS 2013 sekaligus sebagai sarana menumbuhkan minat dirgantara generasi muda dan memberikan hiburan kepada masyarakat DIY.

06

Maret 2013


34 Gebyar Motif tie dye atau jumputan merefleksikan aura keceriaan melalui warna-warni sunny yang berbaur menyatu dalam satu pusara. Biasanya Tie Dye diterjemahkan ke dalam nuansa busana casual yang cocok untuk suasana santai dan berlibur. Jika kebanyakan motif tersebut diterapkan pada produk berbahan dasar katun, Kali ini Susan Batik me-release koleksi tie dye di atas bahan linen untuk membedakan diri dari kebanyakan produk di pasaran.

Klangenan 82 Masuk Joglo dengan mood Bali. Seperti itu setidaknya suasana yang dibangun dan disajikan kepada pengunjung, selain juga menu-menu bercitasara otentik Nusantara, saat menikmati Sasanti Restaurant & Gallery.

REGULER 30 PEPANGGIHAN 66 NGADI BUSANA 74 PLESIR 78 PESANGGRAHAN

86 PAGUYUBAN 90 GUNEMAN 92 DULU KINI 93 LAKON LAKU

94 JERON BETENG 102 CAWISAN

Maret 2013

07


PASURYAN CERITA SAMPUL

08

Maret 2013


Tantowi Yahya & Dewi Handayari

Seni

adalah Penyeimbang Rasa

Teks: Herlan; Foto: Yuyun Wardhana

B

udaya pop Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri! Musik, tari-tarian atau dance, dan film, sudah berada satu level tingkatannya dengan budaya asing. Bahkan ada yang sudah melebihi tingkat kemajuan budaya-budaya barat. Contohnya musik. Selain sudah lama menjadi tuan rumah di negeri sendiri, prosentase penggemar musik Barat tidak pernah melebihi 25 persen dibanding musik tanah air. Selain karena kecintaan masyarakat Indonesia akan seni musiknya sendiri, juga didukung oleh kualitas musik yang semakin lama semakin meningkat. Sedangkan budaya tradisional Indonesia, sebenarnya memiliki keunggulan yang luar biasa baik dalam hal jenis, ciri khas, variasi dan lainnya. Tetapi dalam kancah percaturan masyarakat dunia, hanya beberapa yang berhasil menembus level pangsa pasar, antara lain batik, wayang, angklung dan lain-lain. Rata-rata masyarakat dunia hanya mengenal Indonesia dari Jawa dan Bali. Pemerintah masih belum optimal dalam melakukan promosi dan sosialisasi ke tingkat internasional. Keragaman budaya Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Flores sampai Papua, masih sangat kurang diekspos keluar. “Budaya tradisional harus lebih sering diperkenalkan dan dilakoni. Karena, apabila budaya tersebut terlalu lama disimpan maka dia akan lebih cepat dilupakan. Generasi baru akan terus bermunculan dan mereka dihadapkan oleh munculnya budaya asing, dan akhirnya mereka lupa akan budaya yang mereka miliki sendiri. Contohnya makanan

tradisional. Apabila tidak dimunculkan di tempat yang layak maka orang akan mengenal makanan tersebut sebagai nostalgia. Sedangkan generasi muda semakin tidak mengerti tentang ciri khas makanan daerahnya,” papar Tantowi Yahya bersemangat saat bincang santai di rumahnya yang asri. Tantowi juga mencontohkan, bahwa pada saat Joop Ave menjadi Menteri Pariwisata RI, beliau menerapkan peraturan wajib bagi hotelhotel internasional dan pusat perbelanjaan untuk menampilkan seni budaya daerah atau tradisi lokal dalam keseharian atau event tertentu. Seperti itulah yang seharusnya terus dikembangkan. Tantowi Yahya adalah insan seni senior di Indonesia. Ia wara-wiri di dunia seni sejak 1988. Ketika itu, ia pertama kali bergabung TVRI di acara kuis Berpacu dalam Melodi, juga berkenalan dengan Koes Hendratmo dan Ani Sumadi. Sejak saat itulah, hidup Tantowi mulai bersinar terang di jagad dunia hiburan Indonesia. “Seni itu adalah penyeimbang rasa,” katanya. Apabila hidup kita selalu mengandalkan hal-hal yang bersifat eksak, tambahnya, maka hidup kita akan selalu dipenuhi dengan prinsip untung rugi semata. Karena kita sudah tidak lagi memainkan rasa yang merupakan faktor terpenting dalam kehidupan manusia. Rasa itu bisa digali dan kemudian diperkuat melalui olah seni. Tantowi Yahya terlahir dari keluarga yang sederhana. Orangtuanya adalah seorang pedagang kecil di Palembang, tetapi hal tersebut justru membuat ia dan adiknya Helmi Yahya termotivasi untuk menjadi orang yang berguna dan sukses

seperti saat ini. Sosok ayah sangat berperan dalam mengasah ketrampilan serta kepribadian tangguh. Sejak kecil, alumni Akademi Pariwisata Indonesia ini sudah diajarkan untuk hidup disiplin dan religius. Dari kecil ia sudah dibiasakan untuk wajib melaksanakan shalat berjamaah dan wajib kursus bahasa Inggris. Menguasai bahasa Inggris membuatnya mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan rekan-rekan yang lainnya. “Motivasi hidup saya adalah melakukan apa yang saya cintai dan mencintai apa yang saya lakukan,” katanya. Hal itulah yang mendorongnya terjun ke dunia politik, karena politik memiliki kekuasaan untuk merubah hal buruk menjadi baik. Kesukaan berorganisasi sejak SD, membuat Tantowi semakin mantap menapaki karier di bidang politik. Dukungan seorang Dewi Handayari, memberi warna tersendiri dalam hidup Tantowi. Selain sebagai istri, Dewi juga berperan aktif dalam menyokong hasrat Tantowi berkiprah di bidang seni dan politik. “Tantowi adalah seseorang yang memiliki prinsip hidup yang sangat konsekuen dan tidak neko-neko. Kunci sebuah rumah tangga antara lain adanya saling mendukung dan kepercayaan masing-masing pihak,”tutur Dewi. +

“Motivasi hidup saya adalah melakukan apa yang saya cintai dan mencintai apa yang saya lakukan”

Maret 2013

09


REGOL KABAR UTAMA

Ke

Jogja

Kita kan Kembali

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Istimewa

“Hampir malam di Jogja, ketika keretaku tiba..,”

J

auh sebelum Katon Bagaskara mendendangkan lagu “Yogyakarta” yang indah itu, Ismail Marzuki telah menyinggung romantisme Jogja dalam “Sepasang Mata Bola”, salah satu lagu legendaris buah karyanya di tahun 1946. Ikatan emosional dengan kota yang memiliki beragam atribut ini, menghinggapi hampir setiap orang yang pernah tinggal, atau setidaknya pernah singgah di sana. Jika para seniman mengabadikan kenangan berkesan dalam buah karya yang indah, orang kebanyakan bisa mewujudkannya dengan beragam cara dan gayanya sendiri-sendiri. Dan cara yang paling sederhana namun sempurna adalah datang kembali ke kota itu. Romantisme Kota Jogja memang seolah tak bertepi. Dan karenanya, orang datang, pergi dan datang kembali. Ada kalanya dan acapkali terjadi, mereka datang sebagai orang biasa dan datang kembali dalam keadaan yang tak lagi biasa. Mereka datang kembali dengan keadaan dan penghidupan yang lebih baik. Berbekal sejumput ilmu dan pengalaman hidup penuh harmoni, mereka melanglang buana dan mendulang sukses, setidaknya meraih kemapanan dalam ukurannya masing-masing. Tanpa harus menunggu datangnya puncak kemapanan, romantisme itu selalu memanggil untuk datang dan datang lagi ke Jogja. Sebagai kota nostalgia, Jogja menimang siapa saja untuk menggali dan menikmati pengalaman di masa lalu, sekaligus menciptakan pengalaman-pengalaman baru yang akan menjadi nostalgia di masa depan. Pada gerbang-gerbang masuk kota ini, terekam dengan baik potret yang menggambarkan betapa orang lalu lalang dan keluar masuk tanpa pernah berhenti. Kesibukan ini tampak semakin nyata di pengujung pekan atau di bulan-bulan dengan hari libur panjang, khususnya di masa liburan sekolah. Bisa dimaklumi jika Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta kemudian menempatkan diri sebagai bandar udara tersibuk ke-3 di Pulau Jawa, setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. Rute domestik dan internasional yang dimilikinya nyaris tak pernah sepi dari penumpang. Kapasitasnya yang semakin terbatas bahkan menuntut dibangunnya sebuah bandara internasional baru, yang rencananya tak lama lagi akan dibangun di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Pemandangan tak jauh berbeda terlihat di Stasiun Tugu Yogyakarta, stasiun kereta api yang begitu legendaris, hingga dicatat oleh Ismail Marzuki dalam lagunya lebih dari setengah abad

10

Maret 2013

yang lalu. Bersama Stasiun Lempuyangan di sebelah timurnya, stasiun ini menjadi gerbang masuk yang menjadi saksi bisu datang dan perginya setiap orang dari dan menuju Jogja selama lebih dari seabad lamanya. Dari orang penting hingga orang biasa, serta orang biasa yang kelak di kemudian hari tampil menjadi orang penting di negeri ini. Kesibukan naik dan turunnya penumpang di kedua stasiun ini terbaca dari jumlah kereta api yang melintasinya. Dari total sekitar 65 rangkaian kereta api yang ada di Indonesia, lebih dari 25 di antaranya datang, berangkat, dan melintas di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, Yogyakarta dikunjungi untuk berbagai keperluan sekaligus. Dari wisata, pendidikan, pemerintahan, bisnis, hingga berbagai kepentingan yang jauh lebih personal, seperti keluarga dan nostalgia. Karenanya, kesibukan kota ini menjadi begitu khas sebagai bauran dari berbagai kepentingan yang jarang bisa dijumpai di kota-kota besar lainnya. Perkembangan kota pun langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh persilangan kepentingan dan kebutuhan hidup yang beraneka warna. Properti adalah salah satu sektor yang “diuntungkan” dengan perkembangan Kota Yogyakarta. Dalam dekade terakhir, sektor ini marak bertumbuh mengiringi perkembangan kota dengan kebutuhannya yang semakin beragam. Investasi di bidang properti pun menjadi peluang emas yang semakin populer, baik di sisi konsumen maupun para pengembangnya. Di sisi konsumen, Jogja menjadi pilihan investasi yang semakin menarik. Tawaran suasana aman, nyaman, toleran dan biaya hidup murah umumnya menjadi alasan utama, di samping lokasinya yang strategis sehingga bisa bepergian ke mana saja di seluruh Indonesia dengan biaya murah. Bagi sebagian konsumen, kepemilikan properti di Jogja juga menjadi tabungan dengan nilai ekonomi yang tak pernah menyusut, sebelum akhirnya menjadi “rumah masa depan” tempat berlabuh di kemudian hari. Pengembang pun menangkap dengan jeli tren kebutuhan konsumen dan potensi bisnis yang sangat menggiurkan ini. Perumahan mewah, apartemen, kondotel hingga pusat belanja dan hotel-hotel baru pun bermunculan bagai cendawan di musim hujan. Ketika begitu banyak yang mulai kembali ke Jogja, semoga romantisme kota ini tetap terjaga lestari. Sanjungan syahdu dari para seniman pun semoga menjadi tembang abadi, bukan sekadar menjadi tembang kenangan. +


Mataram City

Maret 2013

11


REGOL KABAR UTAMA

Properti, Menjanjikan

Namun

Perlu Pemerataan

Teks: Della Yuanita; Foto: istimewa

I

nvestasi properti di Indonesia kini kian dilirik. Tak hanya menjanjikan keuntungan berlipat namun persaingannya pun kini semakin menarik. Tak hanya di jantung ibukota negara kita saja bisnis properti laris bak kacang goreng, namun, beberapa daerah seperti Bali, Yogyakarta, Surabaya dan Bandung pun menjadi incaran para pebisnis untuk menginvestasikan kekayaannya dalam bentuk properti. Jika Bali, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya sudah lama menjadi incaran

taram City suite room dari Ma Salah satu sudut

12

Maret 2013

untuk mengembangkan bisnis properti, kini giliran Yogyakarta yang menjadi daerah paling kompetitif dalam investasi ini. Yogyakarta rupanya tak lagi melulu menjadi surga wisata, belanja maupun kuliner, namun kini juga menjadi incaran para investor untuk menjalankan roda bisnisnya terutama dalam bidang properti. Banyaknya hotel, apartemen maupun kondominium hotel (kondotel) yang kini sedang dalam taraf pembangunan, menjadi bukti majunya bisnis properti di kota budaya itu. Beberapa

pengamat properti bahkan mengatakan, dapat dibilang bisnis properti di Jogja kini telah memasuki babak baru. Jika kemarin lama tak terdengar minat para investor untuk membangun apartemen maupun kondotel di JJogja, kini sebaliknya, Jogja seakan menjadi ladang investasi di bidang properti yang menjanjikan. Saat ini, ada beberapa hotel, apartemen, dan kondotel yang sudah berdiri maupun tengah


Pool view Malioboro City

dibangun. Sebut saja Hotel Tentrem, Grand Aston Hotel Yogyakarta, The Rich Hotel, Red Dot Hotel, Awana Yogyakarta, Sun Premira Jogja, Sahid Jogja Life Style dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagai kota budaya, wisata, sekaligus pendidikan, Jogja dinilai memiliki peluang investasi yang tinggi pada aspek properti. Inilah yang tak mungkin disia-siakan oleh kaum investor. Seperti yang dilansir dari www.koranjakarta.com, pengamat properti dari Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, dengan bertumbuhnya

properti di sektor hunian, investasi di bidang tersebut kini menjadi tren. Hal tersebut disebabkan kebutuhan tinggal baik di apartemen, hotel dan kondotel ke depannya masih tinggi. Ali menjelaskan, bertumbuhnya bentuk bangunan komersial dalam suatu kota dapat mencerminkan bahwa pasar properti di kota tersebut tumbuh dengan baik. Jadi sangat wajar jika sebagai kebutuhan tempat tinggal, produk hunian dinilai masih menjadi instrumen investasi yang paling menarik sampai saat ini.

Bisnis properti atau hunian di Jogja memang sedang menggeliat. Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Deddy Pranowo Eryono, mengatakan bahwa berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, jumlah hotel, apartemen dan kondotel yang sudah berdiri dan sedang dibangun lebih kurang ada 24 hunian berbintang dan nonbintang ada sekitar 44. Semuanya berdiri di daerah Kodya Jogja dan Sleman. Deddy menuturkan, nantinya jika semua sudah

Maret 2013

13


REGOL KABAR UTAMA berdiri, lebih kurang ada 28 ribu kamar. Banyaknya pembangunan hotel, kondotel dan apartemen berbintang maupun melati yang tumbuh subur, mengindikasikan bahwa banyak orang yang berkunjung ke Jogja, baik untuk wisata maupun sekolah. “Dengan banyaknya pembangunan hotel, kondotel dan apartemen baru, menandakan bahwa Jogja sedang dilirik oleh para pengembang dan investor. Tentu ada beberapa alasan mengapa itu terjadi. Keamanan dan kenyaman serta biaya hidup yang tidak terlalu tinggi dapat dijadikan beberapa alasan mengapa investor memilih Jogja sebagai ladang investasinya,� ungkap Deddy kepada Kabare. Deddy mengatakan bahwa inilah segi positif dari gencarnya promosi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk menarik minat investor dan wisatawan agar beramai-ramai berkunjung ke kota budaya ini. Namun perlu diingat bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para investor. Misalnya, mereka harus melakukan survei mengenai kebutuhan kamar di Jogja. Kemudian juga

memperhatikan analisis dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi bumerang bagi Jogja sendiri. Selain itu, banyak infrastruktur yang harus segera dibenahi. Antara lain kebersihan, juga masalah kemacetan lalu lintas. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya sapta pesona dan sadar wisata juga harus ditingkatkan. Pria pemilik Hotel Ruba Grha ini juga mengatakan bahwa prospek properti untuk hotel dan lainnya ada baiknya tidak terpusat di Kodya Jogja Whirlpool Sp maupun a Mataram

Sleman saja. Namun perlu adanya pemerataan di beberapa wilayah lainnya, seperti Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo. Pihaknya memang tidak bisa melarang para investor untuk menanamkan modal di DIY, tapi mungkin saja bisa mengarahkan pembangunan properti tersebut di beberapa wilayah tadi. Berbicara mengenai investor pun, rupanya kebanyakan bukanlah warga asli Jogja.

City

Apartement type Studio dari Sahid Yogya Apartment

14

Maret 2013


REGOL KABAR UTAMA

Salah satu suite room unggulan Mataram City

Melainkan berasal dari luar kota, seperti Jakarta bahkan luar negeri. Deddy mengatakan bahwa Jogja menjadi daerah yang sangat menggiurkan dalam hal investasi di bidang properti. Deddy berharap, nantinya akan ada regulasi yang tepat untuk mengatur para investor yang ingin membangun usahanya di bidang properti. Lebih lanjut, ia sangat mengapresiasi beberapa masyarakat Jogja, seperti para pemilik The Rich Hotel, Hotel Tentrem dan lainnya yang juga berusaha berperan dalam majunya bisnis ini. Hal senada pun disampaikan juga oleh Drs. Tavip Agus Rayanto, MSi, selaku Kepala Bappeda DIY. Menurut Tavip, dalam rangka mengantisipasi menjamurnya bisnis properti di DIY, pihaknya kini sedang berupaya mengarahkan para investor untuk membangun bisnisnya di beberapa wilayah agar tidak bertumpuk di satu titik saja. Tavip mengatakan, tumbuhnya bisnis properti di Jogja mengindikasikan tumbuhnya ekonomi daerah. Namun di samping itu, tetap diperlukan fungsi pengendalian. 16

Maret 2013

”Hotel misalnya, saat ini masih banyak sekali yang perizinannya yang di-pending. Dikhawatirkan jika kita memberikan izin, maka hotel-hotel lain saling berlomba menurunkan harga. Ini jelas persaingan yang tidak sehat. Nah, jika terjadi seperti itu, maka untuk eksis pun sangat sulit, apalagi bisa mencapai break event point. Lalu pada akhirnya satu per satu akan kolaps. Oleh karena itu, kita sebisa mungkin mengantisipasi, jangan sampai terjadi kondisi demikian,” papar Tavip. Menurutnya, Jogja akan diarahkan sebagai kota MICE (meeting, incentive, convention and exhibition). Pihaknya ingin membidik beberapa kota, seperti Pacitan hingga Cilacap agar aksesnya ke Jogja. Oleh karena itu, diperlukan banyak sarana pendukung seperti fasilitas publik, kemudahan transportasi dan akomodasi sehingga memudahkan Jogja untuk dapat membidik kota-kota tersebut. Tavip mengakui bahwa tumbuhnya hotel, apartemen, kondotel, town house dan mal membuat pihaknya seringkali dikritik oleh beberapa Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM). Namun menurutnya, untuk menuju Jogja sebagai kota budaya yang menjadi jujugan para wisatawan dibutuhkan pengembangan wilayah. Wisatawan yang datang ke Jogja membutuhkan wisata belanja. Di sini dibutuhkan konsep keseimbangan antara tradisional dan modern. Dan dirinya meyakinkan bahwa proteksi untuk keberadaan pasar-pasar tradisional akan tetap dipertahankan sehingga akan ada keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan wisatawan akan suasana Jogja yang modern namun tetap kental akan unsur budaya tradisional. ”Untuk menuju Jogja yang berkarakter, berbudaya, lebih maju, mandiri dan sejahtera dalam menyongsong peradaban baru, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah menyampaikan visi misi ke DPRD untuk membalik paradigma dari “among tani” ke “dagang layar”. Untuk ke depannya, pembangunan Yogyakarta beralih dari yang awalnya berbasis daratan ke maritim yakni menggali dan menguji serta mengembangkan keunggulan lokal.


Laut selatan bukan lagi ditempatkan sebagai halaman belakang melainkan dijadikan halaman depan,� ungkap Tavip. Untuk itu, sudah ada rencana pembangunan pelabuhan samudera untuk memfasilitasi transportasi produk ekspor hasil industri yang ada di kawasan ekonomi khusus sekaligus mengantisipasi perkembangan dunia pelayaran yang cenderung menggunakan kapal-kapal berukuran raksasa. Pembangunan wilayah DIY perlu mengalihkan pusat pertumbuhan ekonomi dari wilayah pantai utara ke pantai selatan dengan berkembangnya klaster industri kecil dan agribisnis di pedesaan, industri kelautan perikanan dan pariwisata maritim di wilayah pesisir, didukung infrastruktur jalan di kawasan selatan. Berkaitan dengan bisnis properti, maka diharapkan pembangunan hotel, apartemen dan kondotel dapat disebar di beberapa wilayah sehingga akan ada pemencaran keramaian. KRT. Istidjab Danunegoro selaku Ketua PHRI DIY mengatakan, dari data jumlah hotel yang ada di DIY pada tahun 2012, Jogja memiliki total 54 hotel berbintang dan 1.100 unit hotel melati dengan total jumlah sebesar 17.799 kamar. Istidjab mengatakan bahwa ini belumlah ditambah dengan hotel, apartemen maupun kondotel yang sedang dibangun dan diharapkan selesai pembangunannya di akhir 2014. “Dengan maraknya pembangunan di bisnis properti, sebenarnya jika dilihat dari segi positifnya, hal itu akan dapat membuka lapangan kerja yang cukup luas bagi masyarakat Jogja dan membuka iklim bisnis yang sehat dan kompetitif. Namun kita

Condotel Type Studio Sahid Yogya Condotel

harus tetap menjaga tata nilai budaya yang berkembang,� jelasnya. Untuk ke depannya, PHRI pun siap bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DIY, Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) serta instansi lainnya untuk mendukung majunya sektor wisata di Jogja. Masih kokohnya tembok Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan segala budayanya yang adiluhung, keunikan Kotagede, majunya bisnis kerajinan tangan dan kuliner, membuat Jogja menjadi magnet wisata yang tak hanya semakin digandrungi para wisatawan namun juga investor, khususnya di bidang properti. Istidjab pun berharap, ke depannya, hadirnya tempat akomodasi baru akan semakin mengokohkan Jogja menjadi semakin istimewa di mata wisatawan domestik dan mancanegara, asalkan kita juga segera membenahi infrastruktur yang ada sebagai faktor pendukungnya. +


REGOL KABAR UTAMA

Investasi Pilih

Teks: FA Heru; Foto: istimewa

B

ukanlah anggapan semu bahwa Yogyakarta mengandung segala aspek yang selalu memberi kepuasan. Kota yang hidup dengan seni budaya indah dan lestari itu, yang begitu lekat dengan sebutan kota budaya, kota pendidikan, kota wisata, berkembang dari waktu ke waktu menjadi daerah yang ramai oleh berbagai kunjungan. Baik wisata, pendidikan, ataupun untuk tujuan bisnis. Karena itu, kegiatan sosial ekonominya pun kian tumbuh dan berkembang. Dengan itu, Jogja lalu menjadi daerah yang menarik untuk berbisnis, berlibur, tempat tinggal, serta pendidikan. Kondisi inilah yang sebetulnya mambentuknya menjadi begitu menjanjikan sebagai daerah tujuan investasi. Seperti juga Bali, Bandung dan Jakarta, Jogja tampaknya telah menjadi kota paling laris untuk membangun dan berinvestasi di bidang properti. Selain perumahanperumahan elit, berbagai macam jenis hotel yang kian menjamur membuat kita musti berkata, wow! Bagaimana tidak, puluhan ribu kamar akan semakin bertambah, menandakan bahwa jumlah kunjungan

18

Maret 2013

di Kota Seksi

orang ke Jogja kian menderas. Ini tentu merupakan indikasi Jogja kian diminati. Sebut misalnya Hotel Tentrem, Grand Aston, Jambuluwuk, Merapi Merbabu, Edelweiss, dan puluhan lagi hotel baru, yang telah siap memberikan pelayanannya masing-masing. Hotel Tentrem, misalnya, berdiri megah di tengah kota di Jl AM Sangaji, yang siap melayani seiring adanya kebutuhan kamar yang bertambah, terutama kebutuhan MICE. “Selain kamar, tersedianya ballroom yang besar dan 10 ruang meeting maka kami siap menjaring pasar nasional dan Asean,” ujar GM Hotel Tentrem, Mey Nurnaningsih. “Dari kacamata orang Jakarta saja, sekarang Jogja terlihat lebih seksi. Dibanding Bali yang kompetisinya semakin berat, mereka melihat bahwa ada peluang baru di Jogja. Di sana masih belum banyak pemain, dan kesempatan berinvestasi masih sangat besar,” ungkap Direktur PT. Habitat Hunian, Ray Susilo. Predikat sebagai kota tujuan wisata nomor dua memang memberi pengaruh

cukup kuat, pemantik banyak pengembang dan investor untuk semakin merapat. Ditambahkan Ray, tidak semua kota bisa memaksimalkan pariwisata sebagai subtitle-nya. Modal Jogja untuk pariwisata adalah budaya, dan pengaruh dari itu tentu saja bisa sangat laur biasa dibandingkan dengan kota-kota lain. “Selain itu, saya melihat bahwa bertahun-tahun Jogja menghasilkan lulusan dari bermacam institusi pendidikan. Sehingga pada akhirnya, Jogja juga mempunyai aset yang adalah alumni, yang jumlahnya besar, di mana mereka ini mempunyai ikatan emosional dengan Jogja. Dengan ini, bahkan saya sendiri pun melihat bahwa ini peluang yang bisa digarap sebagai market,” ujar Ray lagi. Tumbuh marak belakangan ini, selain perumahan elit dan hotel-hotel baru, adalah kondotel dan apartemen yang ratarata dikembangkan dalam kawasan terpadu atau super block, yang menempati lahan cukup luas lagi strategis. Beberapa yang siap beroperasi di Jogja, saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan


Mataram City

Maret 2013

19


REGOL KABAR UTAMA rencananya masih beberapa tahun ke depan baru dapat berdiri tegak seutuhnya. Sebut saja di antaranya Sahid Yogya Lifestyle City, Awana Yogyakarta, Mataram City, Malioboro City, atau Sun Premira Condotel Yogyakarta, yang masing-masing disiapkan sebagai properti yang pantas bagi investor menanamkan rupiahnya. Di Jogja, apartemen dan kondotel memang masih terbilang wajah baru. Model properti

Awana Cond otel tampak de pan

20

Maret 2013

seperti itu muncul sebagai salah satu jawaban juga atas adanya pergeseran orientasi masyarakat dalam hal berinvestasi. Beberapa orang yang menabungkan rupiahnya di kondotel rata-rata mempercayai bahwa berinvestasi di situ pasti menguntungkan dan tak akan kerepotan. Harganya diperkirakan akan terus menanjak mengikuti perkembangan sosial ekonomi daerah. Kondotel memang menawarkan sebuah model investasi tanpa harus repot. Dioperasikan sebagai hotel namun terbuka bagi perorangan untuk berinvestasi

di sana. Biasanya model properti semacam ini dipercayakan operator yang berpengalaman. Jadi investor tak perlu pusing mencari penyewa karena semuanya telah ditangani si operator. Awana Yogyakarta milik PT. Bakrieland Development, misalnya, akan dikelola oleh Aston International Indonesia. Kondominium Awana Yogyakarta memiliki 276 unit dan pada seputaran Februari lalu telah terjual sekitar 70%. Ini merupakan bukti bahwa sebegitu cepatnya masyarakat mulai mempercayai konsep kondotel untuk menanamkan uangnya. Menurut Iwan, penanggung jawab marketing Awana Yogyakarta, hadirnya Awana juga lantaran fenomena pariwisata Yogyakarta yang cukup menarik, selain melihat adanya banyak peminat terhadap


konsep properti ini. Jumlah wisatawan ke Jogja terbilang terus saja meningkat, dan itu diikuti perkembangan hotel yang dari tahun ke tahun juga bertambah. “Terbukti, jika musim liburan tiba atau long weekend, secara kasat mata orang akan kesulitan mencari hotel jika tanpa reservasi terlebih dulu. Apalagi mencari hotel yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, sebab banyak wisatawan yang tak hanya mencari hotel untuk sekadar nunut tidur saja, tetapi juga mencari hotel yang rekreatif,� ujarnya. Itulah sepercik alasan mengapa PT. Bakrieland Development kemudian mengembangkan Awana di kota gudeg itu. Awana sendiri merupakan pengembangan properti berkonsep town house dan kondotel. Awana dilengkapi delapan meeting room, satu ballroom, serta memiliki multifunction area dan fasilitas pendukung yang lain. Memang, para pengembang properti berkonsep apartemen dan kondotel juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti MICE. Selama ini, kebutuhan akan bangunan atau fasilitas MICE di Yogyakarta sebagai kota destinasi belum cukup memadai. Karena itulah, mengapa pengembang lantas mendesainnya dalam satu kawasan terpadu.

Awana Condotel Yogyakarta


REGOL KABAR UTAMA Menurut Direktur Utama Mataram City, Bogat Agus Riyono, hotelhotel yang sudah beroperasi lama di Jogja pada umunya tidak memiliki fasilitas MICE yang memadai. Sehingga ada kecenderungan yang telah terjadi bertahuntahun bahwa banyak Taman di depan ko ndotel Tower timur peristiwa atau konferensi Sahid Yogya Lifestyle City yang sedianya akan dilaksanakan di Jogja akhirnya batal karena tidak adanya fasilitas pendukung. “Waktu kami berencana mendirikan Mataram City, kami pun diberi masukan dari Kepala Dinas Pariwisata DIY bahwa kalaupun musti membangun hotel, kemasannya jangan hotel murni, tapi bagaimana hotel itu nantinya juga menjadi dan memiliki fasilitas MICE yang representatif, � cerita Bogat. Mengenai Mataram City, yang didirikan oleh PT. Saraswanti Indoland Development, secara keseluruhan terdiri dari apartemen dan kondotel, yang disempurnakan dengan keberadaan convention hall yang cukup besar, juga city walk, dan tentu saja fasilitas-fasilitas lainnya. Saat ini, Mataram City yang Taman di atas mall di Sahid Yogya Lifestyle City menempati lahan di bilangan Jl Palagan Tentara Pelajar, juga

Innside Yogyakarta

22

Maret 2013


masih dalam proses pembangunan. Saraswanti merupakan pengembang yang baru bermain di Jogja, tapi toh 270 unit kondotelnya mendapat sambutan sangat baik oleh para investor. Pertengahan Februari lalu, 220 di antaranya telah terjual. Pun demikian dengan 270 unit apartemennya, yang sudah 70 % laku. Selain PT. Bakrieland Development dan PT. Saraswanti Indoland Development yang memang baru pertama kali ini membangun kawasan terpadu di Yogyakarta, ada pula PT. Inti Hosmed Development yang membangun kawasan terpadu Malioboro City di Jl. Laksda Adisutjipto. Menurut owner representative Malioboro City, Antoni, dibangunnya superblock ini karena melihat adanya tren. Yogyakarta, sebagai kota pariwisata, menjadi salah satu tempat yang dituju, juga karena adanya peluang dan kesempatan yang masih terbuka lebar. Di samping itu, superblock tampaknya memang dibutuhkan di Jogja karena kondisi Jogja yang mulai ada kecenderungan serupa Jakarta, Surabaya, yang semakin hari kian padat kendaraan. Adanya superblock hunian yang berkonsep one stop service, akan merealisasikan kebutuhan penghuni dalam satu kawasan sehingga penghuni tak perlu keluar jauh berkendara ke pusat-pusat kota untuk mencari kebutuhannya. Malioboro City dibangun sebagai sarana investasi yang memberikan kemudahan, kenyamanan untuk tinggal, bekerja, belanja, dan berekreasi dalam satu lokasi dan dikembangkan dengan konsep pendekatan green building. “Malioboro City menggabungkan shop office, apartemen, hotel berbintang, Jogja Town Square, office tower yang modern, dan


REGOL KABAR UTAMA berbagai fasilitas lainnya. Menghadirkan kawasan hiburan, kuliner hingga pusat bisnis,” ujar Antoni. Begitu pula Sahid Group melalui anak perusahaannya PT. Sahid Inti Dinamika yang juga turut meramaikan perkembangan properti di Yogyakarta dengan menghadirkan Sahid Yogya Lifestyle City dengan green concept. Sebuah kawasan terpadu antara hunian, pusat hiburan, belanja dan hotel di kawasan Babarsari, Depok, Sleman. Sahid Yogya Lifestyle City letaknya menyatu dengan Hotel Sahid yang sudah sejak 1981 beroperasi. “Di situ akan dibangun mal yang lengkap. Di dalamnya ada beberapa anchor tenant yang sudah terkenal, seperti bioskop XXI, Fun World, supemarket Hero, Gold Gym. Kulinernya juga lebih mengentertain. Lebih kurang seperti yang ada di Malioboro,” kata Lili, marketing in house Sahid Yogya Lifestyle City. Selain mal, ada pula kondotel dengan 319 unit, apartemen 196 unit, serta convention center empat lantai yang nantinya akan di isi dengan ballroom dan 16 ruang pertemuan dengan total luas 6.100 m2. “Sahid Yogya Lifestyle City akan menjadi kawasan terpadu yang modern, tapi juga tak lupa ditambah dengan sentuhan budaya dan ragam khas Indonesia,” tambahnya. Begitulah, beberapa tahun ke depan, masuknya beberapa kawasan terpadu ini tentu akan memoles wajah Yogyakarta. Dengan segala konsep dan rancangannya, diharapkan akan dapat memberi solusi pada kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam dunia pariwisata Yogyakarta, seperti sarana MICE yang tentu akan bertambah dan representatif.

Malioboro City

24

Maret 2013

Di samping itu, keberadaan superblock atau kawasan terpadu ini, selain memberikan kemudahan-kemudahan dalam berinvestasi, diharapkan juga akan dapat mengurai tujuan wisatawan, di mana selama ini kawasan Malioboro menjadi pusatnya. Sebab kawasan terpadu tersebut, salah satu konsepnya adalah mengemas segala macam yang ada Malioboro ke dalam sebuah kawasan terintegrasi, serta membawa juga ragam kuliner khas Yogyakarta ke situ pula. +

Malioboro City tampak indah dari udara


KONDHANG TOKOH

Sharif Cicip Sutardjo

Ekonomi

Biru Teks: FA Herru; Foto: Herlan P, istimewa

26

Maret 2013


S

emangat maritim pernah menggelora di bumi pertiwi jauh sebelum Indonesia merdeka. Dengan armada perang dan dagang yang besar, beberapa kerajaan zaman dulu bahkan mampu menguasai lautan. Lalu, sejak tahun 1982, Indonesia pun diakui dunia sebagai negara maritim. UNCLOS 1982 di Jamaika menempatkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi ekonomi maritim sangat besar. Hampir 82 persen wilayahnya adalah laut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, wilayah laut Indonesia seluas 5,8 juta km2 yang terdiri dari wilayah teritorial sebesar 3,2 juta km2 dan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia 2,7 juta km2. Selain itu, terdapat 17.840 pulau di Indonesia dengan garis pantai sepanjang 95.181 km. Inilah sebuah cakupan yang begitu besar dan luas. Dengan ini, tentu saja laut Indonesia amat berpotensi. Kandungan aneka ragam sumberdaya alam laut baik hayati dan nonhayati tentu dapat memberikan nilai yang luar biasa. Ikan, terumbu karang dengan kekayaan biologi yang bernilai ekonomi tinggi, wilayah wisata bahari, sumber energi terbarukan maupun minyak dan gas bumi, mineral langka dan juga media transportasi antarpulau yang sangat ekonomis, merupakan rangkaian potensi laut yang luar biasa. Selain itu, letak geografis yang strategis, di antara dua benua dan dua samudra di mana Adalah suatu yang sia-sia saja jika paling tidak 70 persen angkutan barang melalui laut dari Eropa, Timur Tengah potensi maritim tidak diapresiasi dan Asia Selatan ke wilayah Pasifik, dan sebaliknya, harus melalui perairan dengan baik serta maksimal. Sebab Indonesia. “Itu semua adalah sumber daya laut potensi maritim, dengan laut dan yang begitu besar, yang harus kita jaga sekaligus kita bangun sehingga pada ikannya, sejatinya dapat menjadi saatnya nanti, perekonomian bangsa kita ini akan berkecenderungan pada apa sumber utama penghidupan dan yang ada di laut ini. Tetapi hanya kita yang saat ini harus menjaga dan terus kesejahteraan bangsa mengelolanya dengan baik,� jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo. Sejak Oktober 2011 lalu dilantik sebagai menteri, Sharif Cicip Sutardjo bertanggung jawab melihat potensi ini dan selanjutnya memikirkan apa yang harus dilakukan ke depan dengan memanfatkannya secara produktif dan optimal. Menurutnya, bila potensi laut tidak dimanfaatkan sebaikbaiknya, berarti sama saja akan menyia-nyiakan talenta yang telah diberikan Yang Maha Kuasa kepada bangsa. Gambarannya, selama ini potensi ekonomi yang tersimpan di lautan belum dimanfaatkan secara produktif dan maksimal. Sampai tahun 2011, misalnya, kontribusi seluruh sektor ekonomi kelautan terhadap produk domestik bruto (PDB) baru 22 persen. Pembandingnya adalah negaranegara seperti Norwegia, Islandia, Chile, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang, yang potensi kelautannya lebih kecil ketimbang Indonesia, namun sektor ekonomi kelautannya menyumbang antara 30-60 persen terhadap PDB. Untuk itu, seorang menteri yang juga pengusaha pemilik kelompok usaha Ariobimo Perkasa ini pun melihat ada sebuah konsep yang

Maret 2013

27


KONDHANG TOKOH

Ekonomi biru ini hadir sebagai paradigma ekonomi baru untuk mengoreksi kegagalan mazhab ekonomi konvensional; kapitalisme, neoliberal, yang tidak inklusif dan merusak lingkungan hidup

dinamakan ekonomi biru (blue economy), yang menurutnya pantas dan baik untuk dijalankan ke depan. “Blue Economy ini prinsipnya mendorong perekonomian sebesar-besarnya melalui sumber daya laut, tetapi juga sekaligus melestarikan lingkungan yang ada,� katanya kepada Kabare. Dijelaskannya lebih lanjut, kerja blue economy ini adalah bagaimana kita bisa menghasilkan produk, di mana limbah dari produk itu dijadikan input untuk produkproduk lainnya, sehingga nantinya tidak akan ada lagi limbah. Dan tujuan dari kerja ini bermuara pada kelestarian alam. Karena tanpa melestarikan lingkungan, atau tanpa menjamin ekosistem laut dan pesisir, maka kita pun tidak akan dapat menjaga potensi laut. Ekonomi biru ini hadir sebagai paradigma ekonomi baru untuk mengoreksi kegagalan mazhab ekonomi konvensional; kapitalisme, neoliberal, yang tidak inklusif dan merusak lingkungan hidup. Mengingat kegiatan pembangunan di wilayah laut memerlukan teknologi yang lebih canggih dan investasi yang lebih besar ketimbang di daratan, ekonomi biru juga dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pendayagunaan sumber daya kelautan melalui aplikasi inovasi teknologi maupun nonteknologi, seperti logistik, marketing, organisasi, dan manajemen, untuk kesejahteraan seluruh rakyat secara adil dan

28

Maret 2013


berkelanjutan. “Jadi ekonomi biru ini terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan, masyarakat petambak, melalui percepatan industrialisasi. Dengan industrialisasi kita bisa mendapatkan value edit. Value edit inilah yang akan bisa meningkatkan revenue atau pendapatan. Sehingga nantinya, harga-harga role material yang diproduksi oleh nelayan akan mendapatkan hasil kerja yang layak,” tambahnya. Sekali lagi, sifat dari ekonomi biru adalah bagaimana suatu produk bisa di-reproduced dengan limbah-limbah yang ada. Pak menteri mencontohkan, misalnya masyarakat petambak jangan hanya membeli ikan patin lalu menjualnya. Tetapi dia bisa mengambil dagingnya, dan kepalanya bisa dijadikan bahan vitamin yang termasuk omega 3, kulitnya bisa dimanfaatkan untuk yang lain, dan limbah durinya, usus, atau ekornya bisa dijadikan pakan atau pupuk. Dengan begitu, tidak akan ada lagi limbah tersisa. “Sekarang sudah ada perusahaan yang mengolah ikan nila yang bahkan darahnya pun dijadikan produk, antara lain kerupuk. Dari hal semacam itu, tentu akan secara otomatis menaikkan atau meninggikan rating produk. Dia pun pastinya akan mempunyai bermacam dagangan dan memiliki revenue yang bermacam, serta untungnya juga berlipat ganda. Lalu yang terpenting, diharapkan dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada banyak orang. Itulah sifat dari ekonomi biru,” jelasnya lagi. Sebagai kelanjutan tangan pemerintah, Sharif Cicip Sutardjo juga menambahkan bahwa dalam hal ini pemerintah hanya bisa memfasilitasi. Ada yang membantu secara langsung tetapi tidak membantu semuanya. “Kami hanya bisa mendorong, sehingga pihak-pihak swasta yang akan masuk. Kalau kita sudah membuka pasarnya, kalau kita sudah memberikan contoh pekerjaannya, nanti kita dorong pengusaha untuk bekerja di bidang kelautan ini,” kata Cicip.

“ ”

Kami hanya bisa mendorong, sehingga pihak-pihak swasta yang akan masuk. Kalau kita sudah membuka pasarnya, kalau kita sudah memberikan contoh pekerjaannya, nanti kita dorong pengusaha untuk bekerja di bidang kelautan ini.

Pemerintah juga mendorong agar masyarakat pengusaha dapat kreatif dan inovatif. Sebab, inovasi dan kretivitaslah yang dapat membuat pengusaha menjadi andal. “Jadi, apapun produknya, jika kita memiliki inovasi dan kreativitas, serta kerja

keras, apapun akan ada jalannya. Orang pintar itu banyak, dan kita gunakan juga orang pintar ini untuk bisa menjalankan secara operasional implementasi ide-ide inovasi yang ada.” Begitu ia menutup perbincangan ini. +

Maret 2013

29


PEPANGGIHAN PROFIl SUKSES

30

Maret 2013


Ir. Sutarto Alimoeso, MM

Penyangga Pangan Nasional Teks: FA Herru; Foto: Hesti

P

ekerjaan apapun adalah amanah. Hal inilah yang pastinya selalu menjadi pijakan setiap orang dalam berkerja. Tak terkecuali pria kelahiran Pacitan, 25 Juni 1949 yang satu ini. Sejak menjabat Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog, Ir Sutarto Alimoeso, MM tentu saja berusaha melaksanakan sebaik mungkin tugas-tugasnya sebagai pemimpin badan pangan ini. “Bulog sebenarnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat mulia. Meskipun Bulog adalah perusahaan umum, namun pada dasarnya pemerintah mengharapkan dan menugaskan Bulog agar mampu menjadi stabilisator pangan nasional. Jadi itulah yang kini menjadi amanah buat saya, di mana saya harus menjalankannya dengan baik dan benar,” terang Sutarto kepada Kabare. Sebagai perusahaan umum, kerangka atau pelaksanaan Perum Bulog tentunya dilandasi undang-undang BUMN. Dengan begitu, Bulog tidak boleh merugi karena hidupnya perusahaan dari usahanya sendiri dan tidak disubsidi pemerintah. Di lain pihak, Bulog diberi tugas oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional. “Maka dari itu, dalam rangka stabilisasi, tidak mungkin jika Bulog menjaga sendirian tanpa didukung pemerintah. Bentuk dukungan bisa melalui apa saja, mungkin dengan peraturan-peraturan, dengan kemudahan-kemudahan, atau sesuatu yang lain. Karena yang namanya stabilisasi, suatu saat pasti ada risiko, yang salah satunya merugi,” tambahnya. Namun begitu, lanjut Sutarto, apapun bentuknya ia tetap akan melaksanakan amanah itu sebaik-baiknya, menjalankan fungsi Bulog sesuai yang telah ditentukan. Tahun 2009, alumnus Fakultas Pertanian UGM ini mulai duduk di kursi tertinggi Perum Bulog. Sebelumnya, ia menjabat Dirjen Tanaman Pangan Departemen

paradigma orang-orang di dalam tubuh Pertanian yang tentu saja tak asing lagi Bulog, yang awalnya menunggu menjadi dengan berbagai hal yang terkait dengan proaktif. ”Di samping itu, Bulog juga harus bahan pangan pokok beras. berpikir dan bertindak secara korporat, Sebagai Dirjen Tanaman Pangan, sekaligus mendorong timbulnya Bulog Sutarto dinilai cukup berhasil incorporated. Kami juga bersiap diri meningkatkan produksi beras hingga memberikan pelayanan yang baik. mencapai swasembada beras pada tahun Kemudian, mendandani hubungan dan 2008. Padahal setelah tahun 1984, komunikasi kami masing-masing, maupun Indonesia belum pernah lagi mencapai swasembada beras. Tentu saja keberhasilan dengan pihak-pihak eksternal. Semuanya itu adalah pencapaian yang fenomenal. Menurutnya, beras ”Bulog harus tetap eksis, merupakan hidup-matinya bangsa. Karena itu, urusan apapun dan kapanpun, sebagai pangan menjadi sangat penyangga pangan nasional. fundamental. Dan itu pula sebabnya mengapa semua Tidak boleh Bulog tidak ada. pemangku kepentingan harus senantiasa bekerjasama Bentuknya seperti apa, membangun kekuatan pangan dan menjaga ketahanan pangan silakan” berkelanjutan. ”Bulog harus memiliki peran itu. Maka dari itu, saya itu dengan tujuan agar Bulog memiliki katakan, Bulog harus tetap eksis apapun komunikasi yang baik di dalam maupun dan kapanpun sebagai penyangga pangan dengan pihak di luar, seperti dengan nasional. Tidak boleh Bulog tidak ada. pemerintah. Lalu juga dapat menghasilkan Bentuknya seperti apa, silakan. Apakah tetap Perum, apakah nanti dengan undang- transparansi, akuntabel, dan good governance,” jelas Sutarto. undang baru menjadi badan otoritas Dikatakan Sutarto lagi, saat ini Bulog pangan, atau yang lain, yang pasti pihak telah berubah 180 derajat. Sehingga pada kami sendiri akan tetap siap apapun tahun 2010, Bulog mencapai keuntungan posisinya,” kata ayah tiga anak ini. lebih dari 800 miliar rupiah, dan pada 2011 Sebagai Perum, Bulog pastinya harus pula memenuhi target-target tersendiri agar untung lebih dari 900 miliar rupiah. Catatan penilaian keuangan Bulog di tahun tetap hidup dan eksis. Menurut Sutarto, 2011 pun dinyatakan wajar tanpa dulu Bulog pernah dikatakan sebagai pengecualian. sarang penyamun. Berbagai persoalan ”Jadi, setiap persoalan di Bulog apapun memilit Bulog sampai akhirnya merugi itu, selalu kami lihat betul-betul dan coba hingga triliunan rupiah. Dan pada saat diselesaikan. Ini semua kami lakukan agar Bulog dalam posisi merugi inilah, Sutarto Bulog tetap eksis sebagai perusahaan, Alimoeso ditunjuk melanjutkan tampuk tetapi di lain pihak kami juga mampu kepemimpinan sekaligus memperbaiki kinerja serta persoalan dalam tubuh Bulog. mengemban tugas dari pemerintah tadi,” urai Sutarto, sekaligus menutup Dibenahinya kinerja Bulog. Yang pertama menurut Sutarto adalah mengubah perbincangan.+

Maret 2013

31


PEPANGGIHAN PROFIl SUKSES

32

Maret 2013


Dian Triansyah Djani, SE, MA

Kembangkan

Peluang Kerjasama

Antarnegara Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

B

agi para diplomat dan duta besar negara sahabat, nama Dian Triansyah Djani pasti sangat populer. Sebagai salah satu pejabat di Kementerian Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Dian termasuk cukup berprestasi. Perjalanan kariernya yang dimulai dari pegawai Deplu melalui program rekrutmen langsung tahun 1985 semakin melejit, dan hingga kini dirinya didaulat untuk menjadi Direktur Jenderal Amerika dan Eropa sejak April 2012 lalu. Pria kelahiran Jakarta, 9 Juli 1962 ini memang memiliki segudang prestasi. Sarjana Ekonomi bidang perdagangan internasional Universitas Indonesia ini bahkan mendapat pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkat prestasinya sebagai Dirjen ASEAN yang menjadi konseptor Piagam ASEAN. Karena salah satu prestasinya tersebut, Dian disebut-sebut sebagai the rising star di Deplu. Berasal dari keluarga diplomat dan merasakan tinggal di berbagai negara di belahan dunia, seperti Yugoslavia, Kamboja, Bangkok, dan Moscow, pada akhirnya membuat Dian bercita-cita berkarier di bidang yang sama. “Ibaratnya, diplomat sudah menjadi darah daging dalam kehidupan saya,” ujar lulusan Master of Arts, Graduate Programme in Economic Development (International Trade), Vanderbilt University, USA, ini kepada Kabare. Pria yang pernah ditugaskan di New York dan Jenewa Swiss

Organization (WTO) Forum 2013 di Bali. ini mengatakan bahwa kariernya bermula Sedangkan dengan Amerika Latin dan Asia sebagai perunding di badan-badan PBB Timur, Indonesia juga mengembangkan dan badan internasional dunia, seperti WHO, ILO dan lainnya, untuk menangani perdagangan dan investasi. Dian isu-isu ekonomi dan masalah perdagangan menjelaskan bahwa saat ini Eropa menjadi investor kedua terbesar di Indonesia. Tak hingga lingkungan hidup. hanya itu, Indonesia pun memiliki Dengan dilantiknya sebagai Dirjen hubungan dagang yang baik dengan Brazil, Amerika-Eropa Kemenlu RI, Dian mengatakan bahwa ada banyak kesempatan Argentina, dan lainnya. Oleh karenanya, Dian menyimpulkan bahwa inilah wilayah untuk lebih mengembangkan hubungan bilateral antarnegara. “Tugas saya kini mengurus segala sesuatu yang berhubungan “Tugas saya kini mengurus dengan aspek politik, ekonomi, segala sesuatu yang sosial, budaya hingga pendidikan dari 83 negara di berhubungan dengan aspek wilayah Amerika dan Eropa. politik, ekonomi, sosial, Karena kebetulan saya menangani negara-negara besar budaya hingga pendidikan dari dan jumlahnya cukup banyak, 83 negara di wilayah Amerika seperti Karibia, Amerika Selatan, Brazil hingga Rusia, dan Eropa” semuanya memiliki permasalahan yang berbeda. Di yang sangat potensial untuk meningkatkan sini, saya melihat ada banyak sisi positif yang bisa kita kembangkan sebagai peluang kerjasama di berbagai bidang. Melihat banyaknya peluang positif tersebut, Dian kerjasama untuk meningkatkan hubungan berharap para pemangku kepentingan di yang lebih erat antara Indonesia dan negeri ini sadar akan pentingnya membina negara-negara tersebut,” paparnya. hubungan kerjasama dengan kawasan Dari segi perdagangan misalnya, Amerika-Eropa. penerima Bintang Jasa Kesatria Bhakti Dian mengatakan bahwa ini bukan Husada Aditya ini mengatakan Indonesia hanya menjadi tugas Deplu atau Kemenlu termasuk salah satu negara besar yang saja, namun juga harus didukung berbagai menjadi anggota G 20 dan menjadi tuan elemen, seperti masyarakat dan LSM yang rumah KTT APEC 2013 serta akan ada agar hubungan tersebut semakin maju menjadi tuan rumah dari Konferensi dan berkembang.+ Tingkat Menteri (KTM) ke-9 World Trade

Maret 2013

33


GEBYAR

FESYEN

Tie Dye

Perfecting Your Holiday

M

otif tie dye atau jumputan merefleksikan aura keceriaan melalui warna-warni sunny yang berbaur menyatu dalam satu pusara. Biasanya tie dye diterjemahkan ke dalam nuansa busana kasual yang cocok untuk suasana santai dan berlibur. Jika kebanyakan motif tersebut diterapkan pada produk berbahan dasar katun, kali ini Susan Batik me-release koleksi tie dye di atas bahan linen untuk membedakan diri dari kebanyakan produk di pasaran. Selain dikenal menghangatkan ketika suhu udara rendah serta berkesan lebih mewah, linen juga nyaman dikenakan kala cuaca panas. Di tangan kreatif sang desainer, Yoyonk Genji, tie dye didesain apik untuk menyempurnakan gaya berlibur Anda melalui busana-busana bersiluet longgar dan nyaman dikenakan.

Lokasi: Eclipse Hotel, Jl Prawirotaman No 35 Yogyakarta

34

Maret 2013


Terusan dalam siluet longgar tanpa lengan berwarna raspberry gradasi salmon dengan aksen fungsional berupa saku kerut di kanan-kiri busana, bernuansa nigga nan santai dengan padanan flat shoes dan anting bulat warna senada. Busana ini nyaman dikenakan untuk menyusuri pusatpusat perbelanjaan di daerah tropis

Maret 2013

35


GEBYAR

FESYEN

Maxi dress berkerah V-neck dengan aksen capuchon dilengkapi dengan tas berbahan serupa, memberi kenyaman untuk berlibur dan beraktivitas di luar ruangan.

Lokasi: Eclipse Hotel, Jl Prawirotaman No 35 Yogyakarta

36

Maret 2013


Terusan linen di bawah lutut berwarna hijau organik dengan saku beraksen drawstring untuk memberikan ilusi bentuk pemakainya. Turban dan sling bag berwarna kontras dapat menjadi pilihan pemanis tampilan kali ini.

Lokasi: Eclipse Hotel, Jl Prawirotaman No 35 Yogyakarta

Maret 2013

37


GEBYAR

FESYEN

Terusan maxi bersiluet longgar yang nyaman dengan sapuan tie dye berwarna satu tone gradasi lebih muda, tampak semakin dinamis dengan penambahan warna merah di aksesoris serta kombinasi dua warna turban.

38

Maret 2013

Lokasi: Fave Hotel, Jl Kusumanegara No 91 Yogyakarta


Palet warna putih berpusara pada tunik tanpa lengan berdominasi magenta, tampak ringan namun berselera. Padanan kali ini tepat untuk menyusuri keindahan kota pagi atau sore hari sembari mencicipi kuliner lokal.

Lokasi: Fave Hotel, Jl Kusumanegara No 91 Yogyakarta

Maret 2013

39


GEBYAR

FESYEN

Sackdress nuansa fresh fruity berpotongan sederhana dipadankan dengan aksesoris serta turban seirama akan memancarkan rona playful pemakainya. Perpaduan yang menarik untuk bersantai di lobi hotel sambil menunggu jadwal trip selanjutnya.

Lokasi: Fave Hotel, Jl Kusumanegara No 91 Yogyakarta

40

Maret 2013


Model: Thonji Busana & Aksesoris: Susan Batik Fotografer: Budi Prast Asst. fotografer: Sutoto Stylist: Lima Luthfi Majid Make Up & Hair Do: Arimmbi Salon and Bridal Koordinator: Farid Imawan Editing: Sutoto

S

usan Batik merupakan studio kreatif yang bergerak di bidang fashion di bawah kuasa Susan (komisaris) berkolaborasi dengan Yoyonk Genji (desainer), partner kerja sekaligus suaminya. Berdiri sejak tahun 2001, Susan Batik sangat optimis dengan daya beli pasar nasional. Berbagai pemeran sudah menjadi langganan dalam melakukan kegiatan pemasarannya, di antaranya Inacraft, Adiwastra Nusantara, Indonesia Fashion Week, World Batik Summit serta Craftina. Produk unggulan Susan Batik adalah padanan batik dengan bordir. Susan pun melakukan berbagai inovasi dalam menciptakan tren produk yang dapat memenuhi kebutuhan customer. Ke depannya, Susan masih berkeinginan untuk mengembangkan rumah usahanya menjadi one stop shoping: Batik Showroom, Plaza Kopi serta Salon and Spa. Workshop dan Showroom Susan Batik beralamat di Taman Griya Indah Tahap 5 No 271 Yogyakarta, Telp 0274-560409, email susan_batik@yahoo.com +

PROJECTOR YANG HEMAT ENERGI, LISTRIK, LAMPU

AUTHORIZED DEALERS JAKARTA - Milenia Multivisi: (021)6322345, 6308660, 5601708, Esa Projector: (021)6006605, CPU:(021)6124209, My Password: (021)53661955, Projector Indonesia: (021)30005154, BANDUNG - Elkomindo Projector Center: (022)7279575, 61113890, Sidola: (022)4230230, SEMARANG - Harrisma Pratama Jaya: (024)3552838 MAGELANG - TOP Computer: (0293)363958, PURWOKERTO - ANT Computer: (0281)640923, SURABAYA - SuryaSatwika: (031)5313939 (hunting), Showroom Toshiba: (031)5471878, Surya Wincom: (031)5467403 MEDAN Logikreasi Utama: (061)4153200, LAMPUNG - Citracom (0721)255888 PALEMBANG - MDP: (0711)313046, MAKASAR - Ariel Computer: (0411)3610310, MANADO - Esa Genangku: (0431)826830, TARAKAN - Vista Computer: (0551)5526333, YOGYAKARTA - EL’S Computer: (0274)566569, METROCOM Telp: (0274)887191, COMPUTA Telp: (0274) 622150, 513338, 565956. Fax: (0274) 622169, 511470. e-mail:


CANTHING ARTIKEL LEPAS

INDONESIA FASHION WEEK 2013

Jadi

FashionIndonesia

Sorotan Dunia Teks&Foto: Herlan

P

erhelatan akbar Indonesia Fasion Week kembali digelar di Jakarta. Pada tahun ini terdapat 503 brand turut berpartisipasi dalam acara yang bertujuan mempromosikan fashion Indonesia ke pentas dunia ini. Indonesia Fashion Week 2013 dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu pada 14 Februari 2013 di Jakarta Convention Center. Inilah tahun kedua diselenggarakannya Indonesia Fashion Week.

Sarung dipercaya dapat meraih popularitas lebih besar lagi dari para pencinta fashion Indonesia dan pencinta fashion di dunia, karena sifatnya yang fleksibel dan praktis

42

Maret 2013

“Indonesia Fashion Week bertujuan untuk membudidayakan dan memperkenalkan potensi dunia fashion Indonesia ke kancah Internasional serta mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia,� begitu papar Marie Elka Pangestu dalam sambutannya. Setiap tahun dalam penyelenggaraannya Indonesia Fashion Week selalu mengusung sebuah motif atau bahan untuk menjadi sebuah trend fashion. Tahun ini Indonesia Fashion Week kembali mengusung sarung sebagai trend fashion. Sarung dipercaya dapat


meraih popularitas lebih besar lagi dari para pencinta fashion Indonesia dan pencinta fashion di dunia, karena sifatnya yang fleksibel dan praktis. Indonesia Fashion Week 2013 bisa dikatakan sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai pelaku fashion tanpa pandang bulu. Ini adalah event untuk semua orang. Acara ini Pada tahun ini mendapatkan Indonesia Fashion kekuatan yang lebih Week dibagi menjadi signifikan dengan empat tema yaitu dukungan dari empat Cocktail/Evening wear, kementerian yaitu Kementerian Moslim wear, Men's Perindustrian, dan Urban wear dan Kementerian Pariwisata dan yang keempat adalah Ekonomi Kreatif, Casual Cutting Edge. Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah serta Kementerian Koordianator bidang Perekonomian. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) juga ikut mendukung secara penuh dengan membuka jaringan internasional bagi industri fashion Indonesia. Dalam ujud


CANTHING ARTIKEL LEPAS konkritnya ditunjukkan dengan kerjasama dengan Swedia dalam bentuk seminar dan workshop. Tak hanya dengan Swedia, namun APINDO juga bekerjasama dengan Jepang dalam bentuk partisipasi di dalam pameran. Indonesia Fashion Week memiliki 4 pilar utama yaitu fashion show, trade show, kompetisi dan seminar fashion. Pada tahun ini, Indonesia Fashion Week dibagi menjadi empat tema yaitu Cocktail/Evening wear, Moslim wear, Men's dan Urban wear dan yang keempat adalah Casual Cutting Edge. Di antara 208 desainer yang berpartisipasi adalah Deden Siswanto, Ardistia New York, Hengky Kawilarang, Auguste Soesatro, Ivan Gunawan, Leny Agustin, Shafira, Sebastian Gunawan, Sofie, Deny Wirawan, Jeany Ang, Irna Mutiara, Tri Handoko, Poppy Dharsono, Ichwan Thoha, Jeny Tjahyawati,

Samue l Watimena dan Ria Miranda. Kali ini mereka menggunakan aneka kain tradisional Indonesia seperti sarung, batik, tenun, songket dan lainnya yang disulap menjadi busana siap pakai atau ready to wear seperti jas, gamis, blouse, jaket, celana pipa dan lainnya, untuk dipamerkan ke khalayak ramai. Pada tahun ini tidak hanya para desainer ternama Indonesia yang berpartisipasi tetapi para desainer ternama dunia pun ikut 44

Maret 2013

Indonesia Fashion Week tahun ini menciptakan sinergi yang harmoni antara desainer atau produsen, asosiasi, pemerintah, bisnis, media hingga akademisi.

berpartisipasi dalam perhelatan akbar ini. Mereka tergabung dalam World Fashion Week, organisasi mode yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat. Mereka diwakili oleh empat desainernya, di antaranya Samuel Cirnansck (Brazil), Melinda Looi (Malaysia), Addy Van den Krommenacker (Belanda) dan Camilla Welton (Swedia). Indonesia Fashion Week tahun ini Ind menciptakan sinergi yang harmoni antara men desainer atau produsen, asosiasi, de pemerintah, bisnis, media hingga pe aakademisi demi menciptakan industri ffashion yang lebih baik dan sekaligus menyejahterakan masyarakat Indonesia. Melalui acara ini, pencinta fashion dapat melihat tren mode terkini. Konsumen juga bisa membeli produk berkonten lokal yang berkualitas dan memenuhi standar be internasional. Selain itu, para buyer juga inte dapat menemukan produk potensial yang dap dapat dijual kembali, investor dapat dap menemukan celah bisnis, dan produsen men mode baik itu desainer maupun pengusaha mod dapat belajar dan tumbuh bersama. Melalui dapa Indonesia Fashion Week 2013, fashion Indo Indonesia membuat jejaknya untuk menjadi Indo sorotan dunia.+ sorota


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Kirab Budaya Mengenang Pajang Teks: FA Herru; Foto: Albert

Para pemangku adat bersiap mengadakan ritual kirab

P

Klaten), Tingkir (sekitar Salatiga), Butuh dan sekitarnya. Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546, Sunan Prawoto naik tahta. Namun dia tewas dibunuh oleh keponakannya sendiri, Arya Penangsang, tahun 1549. Arya Penangsang bahkan berusaha membunuh Joko Tingkir karena khawatir akan menjadi ganjalan. Namun dengan bantuan Ki Panjawi, Ki Ageng Pamanahan dan Ki Juru Martani, Bupati Jipang itu akhirnya justru tewas tertusuk tombak Kiai Plered milik Sutawijaya. Sejak saat itu, Joko Tingkir mewarisi Kerajaan Demak dan memindah pusat pemerintahannya di Pajang. Dia kemudian menobatkan diri menjadi penguasa Kesultanan Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya. Dialah raja pertama sekaligus terakhir

ajang merupakan salah satu dari deretan panjang kisah kerajaan-kerajaan yang pernah hidup di Nusantara. Seperti kerajaan lainnya, Pajang pun pernah berjaya sebagai kerajaan kasultanan. Seperti tertulis catatan-catatan sejarah, berdirinya pemerintahan Pajang sebelumnya memang pernah diramalkan diarak Gunungan yang akan oleh Sunan Kalijaga. Namun demikian, berdirinya Kesultanan Pajang tentu saja bukanlah karena kesultanan Pajang. faktor ramalan semata. Ada beberapa penggal kisah yang Kerajaan itu mampu mengombinasikan Islam yang dibawa para mewarnai proses kemunculan kesultanan di pedalaman Pulau Jawa wali dari pesisir utara Pulau Jawa dengan budaya kejawen di itu, meski di saat ini masih ada kesimpangsiuran kisah sejarah pedalaman. Memang tidak banyak peninggalan fisik Keraton mengenai Pajang. Pajang yang ditemukan. Namun dalam posisinya saat itu, Pajang Jika menyebut Pajang, ada satu cerita yang sangat terkenal di berperan penting dalam transisi kebudayaan dari Demak di pesisir tanah Jawa. Siapa tak kenal Joko Tingkir? Ya, dialah seorang utara menuju Mataram di selatan Pulau Jawa. Bahkan, Pajang patut prajurit Demak yang kelak kemudian dinobatkan sebagai raja dianggap berperan besar dalam upaya memajukan peradaban kesultanan Pajang. Karena kecerdasan, ketrampilan, dan masyarakat Jawa pedalaman. kesaktiannya, dia menjadi menantu Sultan Trenggana (sultan Saat ini, petilasan Keraton Pajang dapat dijumpai di dusun Demak masa itu) sekaligus diangkat sebagai Adipati Pajang. Sanggrahan, desa Makamhaji, kecamatan Pajang, kabupaten Wilayah Pajang saat itu meliputi Pengging (sekitar Boyolali dan 46

Maret 2013


Sukoharjo. Meskipun hanya tinggal sisa-sisa petilasan, masyarakat di seputar wilayah itu saat ini mencoba kembali mengangkat kenangan tentang Pajang. Beberapa helatan budaya setiap tahunnya digelar, seperti grebeg Joko Tingkir. Pada Minggu, 3 Februari lalu, Paguyuban Patilasan Kasultanan Keraton Pajang, dan Paguyuban Kawula Karaton Kasunanan Surakarta (Pakasa) ranting Pajang menggelar juga Grebeg Agung Pajang. Helatan budaya ini baru pertama kalinya diadakan. Menurut R Dimas Katja, penasihat kegiatan tersebut, acara budaya ini bertujuan untuk meluruskan sejarah Kasultanan Pajang dan memajukan kepariwisataan lokal. Menurut Dimas, selama ini berkembang informasi yang

Namun dalam posisinya saat itu, Pajang berperan penting dalam transisi kebudayaan dari Demak di pesisir utara menuju Mataram di selatan Pulau Jawa. salah seputar sejarah Pajang. Mulai di mana letak petilasan keraton, hingga pewarisan tahta Pajang. Hal itulah yang perlu diluruskan, karena keberadaan Kasultanan Pajang di abad 15 M, bukanlah mitos melainkan fakta sejarah. Grebeg Agung Pajang dipusatkan di petilasan keraton Pajang di dusun

terkenal bahkan sampai ke luar negeri. “Orang luar negeri menyebut ketela pajang dengan nama kebakentela. Itu sangat terkenal karena rasanya enak. Kami ingin mengenalkan kembali ketela kepada masyarakat. Selain itu, ketela juga merupakan simbol kemakmuran,� ujar R Dimas Katja, yang sekaligus penasihat Paguyuban Patilasan Kasultanan Pajang. Selain gunungan, dikirab pula 15 pusaka yang terdiri dari keris dan tombak. Pusakapusaka tersebut milik Paguyuban Patilasan Kasultanan Pajang, Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta Hadiningrat (Pakuso) dan warga pajang. Atraksi budaya reog Ponorogo pun ikut serta dalam kirab budaya itu. Meskipun hanya gelaran kecil,

jalannya kirab sias mengikuti Warga pun antu

Gunungan jaler dan estri diperebutkan warga

Dua gunungan berupa hasil bumi masyarakat Pajang tampak dikirab

Dua pengawal gunungan Sonojiwan, menaiki kuda Makamhaji, Pajang. Seperti acara namun grebeg pada umumnya, Grebeg Agung Pajang mampu menyedot Grebeg Agung Pajang ratusan antusiasme warga masyarakat juga menampilkan dua sekitar. Seusai dikirab, dua buah gunungan buah gunungan jaler dan tersebut kemudian menjadi rebutan estri. Uniknya, dua masyarakat. Mereka percaya bahwa gunungan tersebut dibuat gunungan tersebut dapat memberikan dari beberapa hasil bumi keberuntungan tersendiri bagi yang masyarakat Pajang, mendapatkan. Oleh masyarakat Pajang, berupa palawija Grebeg Agung Pajang ini kemudian akan khususnya ketela. Dahulu diagendakan sebagai acara budaya setahun kala, ketela pajang sangat sekali.+

Maret 2013

47


CANTHING ARTIKEL LEPAS memperkenalkan anak untuk pertama kalinya pada tanah atau bumi, dengan harapan kelak akan mampu dan mandiri melintasi segala tantangan dalam kehidupannya. Upacara ini diawali dengan membimbing sang anak menginjakkan kaki ke tanah, dilanjutkan dengan melintasi tujuh tapak yang terbuat dari jadah (ketan) berwarna-warni (putih, merah, biru, kuning, ungu, hitam dan jingga), sebagai lambang pengharapan agar kelak ia mampu untuk menghadapi segala bentuk

Ritual mandi dengan banyu gege yang dicampur kembang setaman

Langkah Awal SangBuah Hati Teks: Agus Yuniarso; Foto: Abed, Herlan

D

alam ritus kehidupannya, keluarga Jawa memiliki beragam tradisi yang diwujudkan dalam bentuk upacara yang sarat dengan beragam simbol yang memiliki makna filosofis tinggi. Salah satu yang masih terjaga lestari adalah upacara turun tanah atau tedhak siten, sebuah upacara yang diperuntukkan bagi anak yang baru pertama kali belajar berjalan. Upacara ini selalu ditunggu-tunggu oleh orangtua dan segenap kerabatnya, karena dalam prosesi ini mereka dapat “mengintip” dan memperkirakan minat serta bakat sang buah hati yang baru mengawali langkahnya dalam mengarungi kehidupan di dunia. Istilah tedhak siten berasal dari dua istilah, yaitu “tedhak” yang berarti “menapakkan kaki” dan “siten” yang berasal dari kata “siti” yang berarti “tanah” atau “bumi”. Upacara ini diselenggarakan ketika seorang anak telah menginjak usia pitung lapan atau tujuh bulan dalam penanggalan Jawa (7 x 35 hari), yaitu pada saat sang anak mulai belajar berjalan. Makna utama upacara ini adalah

48

Maret 2013

Sang anak melintasi tujuh tapak yang terbuat dari jadah berwarna-warni

tantangan yang akan selalu muncul dalam kehidupannya. Selanjutnya, sang anak dibimbing untuk menaiki tangga yang terbuat dari tebu wulung dengan tujuh anak tangga, lambang dari hari-hari yang akan dilaluinya. Maknanya adalah agar ia memiliki ketetapan hati atau anteping kalbu dan tak gampang menyerah dalam mengejar cita-citanya. Setelah sampai di puncak, ia akan didudukkan di kursi yang dilandasi kain

Istilah tedhak siten berasal dari dua istilah, yaitu “tedhak” yang berarti “menapakkan kaki” dan “siten” yang berasal dari kata “siti” yang berarti “tanah” atau “bumi”.


putih serta kain bermotif kasatriyan, agar ketika menikmati posisi yang telah diraihnya kelak, sang anak tetap berlandaskan niat baik dan kesucian hati serta sifat ksatria. Tahapan menarik yang paling ditunggutunggu adalah saat sang anak selanjutnya dimasukkan dalam kurungan ayam yang telah diisi dengan bermacam benda, seperti tasbih, uang, mainan, alat musik, buku, alat tulis, perhiasan, dan sebagainya. Ia akan mengambil salah satu benda tersebut sebagai gambaran minat dan bakat yang dimilikinya, serta pengharapan profesi apa

Setelah prosesi utama dilewati, sang anak dimandikan dalam bokor berisi banyu gege atau air yang dipanaskan oleh matahari pagi

meninggalkan simbol-simbol utama yang sarat dengan kandungan makna filosofis. Di Jakarta, 9 Februari 2013 lalu misalnya, bertempat di kediaman keluarga Sharif Cicip Sutarjo, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, digelar ucapara tedhak siten bagi sang cucu Philo Sophia Henry, putra dari pasangan Nasta Tamara dan Henry Irawan. Sementara di Yogyakarta, pada hari yang sama, juga berlangsung upacara tedhak siten yang diselenggarakan oleh keluarga Djarot Kusumayakti, Direktur Bisnis UMKM PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, bagi

Tujuh tapak, lambang pengharapan

Masuk ke dalam kurungan ayam

Prosesi nyebar udhik-udhik

yang akan ditekuninya ketika sudah besar kelak. Kurungan ayam sendiri bermakna agar ia dapat masuk ke semua lingkungan pergaulan yang dikehendakinya, namun dengan tetap mematuhi batasan dan aturan yang semestinya harus ditaatinya. Setelah prosesi utama dilewati, sang anak dimandikan dalam bokor berisi banyu gege atau air yang dipanaskan oleh matahari pagi yang telah dicampur dengan kembang setaman, kemudian dirias dan dikenakan baju baru yang rapi dan bersih. Maknanya adalah pengharapan agar kelak ia mampu mengharumkan dan menjaga kehormatan keluarganya, dengan kehidupan yang bersih dan penampilan berwibawa. Saat inilah kemudian sang anak dibimbing untuk memohon doa restu kepada eyangeyangnya serta para sesepuh yang hadir. Upacara tedhak siten ini biasanya akan

diakhiri cucu dengan pertamanya prosesi Keane nyebar Nararya udhikFirnas, udhik yang putra dari dilakukan pasangan oleh Ahmad eyangFirnas Bokor berisi banyu gege dan ke kem mb ba an ng g setaman eyang Tafkir dan putrinya, Ardhita sebagai perlambang teladan agar sang cucu Roten Oktaria. Bagi keluarga kelak memiliki rasa peduli kepada sesama Jawa, upacara tedhak siten menjadi salah dengan jiwa sosialnya yang tinggi. satu upacara yang sarat makna yang sudah Meski tak sesering di masa lalu, upacara sepatutnya tetap dijaga lestari sebagai ini masih tetap dijaga lestari di sebagian ajaran adiluhung bagi langkah awal kalangan keluarga Jawa. Sejumlah tahapan perjalanan sang buah hati, untuk serta uba rampe memang telah menjejakkan kaki dan mengenal disederhanakan dan disesuaikan dengan lingkungan untuk memasuki perjalanan perkembangan zaman, namun tanpa hidupnya.+

Maret 2013

49


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

MALEM SETON

OlahRaga Olah Rasa dengan

Klasik Jogja

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast, ist

Tari klasik gaya Yogyakarta ternyata masih banyak peminat. Tak hanya untuk melestarikan seni agung warisan leluhur, namun dengan memainkannya mereka juga ingin mengolah jiwa dan rasa yang dapat dibentuk melalui menari klasik gaya

B

erawal dari hobi dan kecintaanya pada seni tradisi, pemilik Mirota Batik Hamzah HS, berniat baik untuk ikut melestarikan tari klasik gaya Yogyakarta. Niatan itu lantas diwujudkannya pada tahun 2001 dengan menyediakan wadah untuk latihan tari klasik gaya Yogyakarta secara rutin seminggu sekali bagi siapa saja yang berminat. Tak disangka, peminat dan pesertanya cukup banyak, khususnya para remaja putri, wanita dewasa dan bahkan para ibu dari berbagai macam latar belakang. Seorang pelatih tari klasik gaya Yogyakarta pun didatangkannya. Meski latihannya hanya �manasuka� dan tidak dipungut biaya, namun pelatih yang ditunjuk adalah seorang profesional, ialah Lies Apriani, MHum, staf pengajar Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Karena kesibukan masing-masing, latihan pun dilakukan satu minggu sekali setiap malam Sabtu. Melihat antusias pesertanya, tari putri pun menjadi menu pokok yang diajarkan. Memang tak mudah belajar tari klasik. 50

Maret 2013

ketenangan. Dan dari dua hal tersebut akan diperoleh keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dalam olah fisik dan psikis. Mengingat sifat tari klasik yang di dalamnya memuat wiraga, wirama, dan wirasa yang halus dan memikili patokan tertentu sesuai selera estetis di mana tari tersebut tumbuh dan hidup, maka untuk dapat menarikannya diperlukan suatu proses dengan waktu yang cukup dan komitmen yang tinggi. Kesabaran, ketekunan, kecermatan atau detail menjadi tantangan yang

Karena itu, sebuah metode yang lebih mudah, menyenangkan, dan dapat diikuti peserta yang kebanyakan belum pernah menari klasik, pun diterapkan. Malem Seton, nama Menarikan Srimpi Ku paguyuban penari ini. Srimanganti Keraton sumoyudo di Bangsal Yogyakarta Menurut Lies, penekanan pelatihannya lebih kepada olah raga dan among rasa. Olah raga berarti melatih kepekaan tubuh dengan gerak tari yang pelan dan tenaga atau pengerahan energi yang cukup. Dengan itu diharapkan akan dapat menguatkan dan menyehatkan badan. Saat tampil di TBY menarikan Beksa Panembrama Sedangkan olah rasa melatih kepekaan rasa yang tertata dengan menyeimbangkan hidup, yang kini dituntut kontrol dalam mengungkapkan gerak yang serba cepat dan instan. dimaksud, sesuai dengan falsafah tadi. Ditambahkan Lies, dengan falsafah Olah rasa diharapkan dapat melatih joged Mataram, yaitu sawiji (fokus), greged kesabaran, pengendalian diri, dan (semangat), sengguh (tidak sombong), ora


Beksa Panembrama dalam pembukaan FKY 2008

Bedhaya Jatipurna

mingkuh (pantang menyerah), penari akan dapat merasakan arti sebuah proses dari sesuatu yang ingin dicapainya. Sudah 3 tahun paguyuban Malem Seton ini berjalan. Dan dalam perjalanannya itu, paguyuban Malem Seton diminta untuk mengisi pentas rutin pariwisata 3 kali dalam setahun. Lalu di bangsal Srimanganti, Kraton Yogyakarta. Untuk kebutuhan pentas di sini, yaitu Joged Mataram dengan jenis-jenis tertentu, diiringi gamelan hidup. Untuk itu, dibuatlah repertoar untuk memenuhi kebutuhan pentas tersebut, seperti Srimpi

Kusuma Yudha dan bedhaya Jatipurna yang tarinya ditata oleh Lies dan iringannya ditata oleh RL Ragamulya. Pada awalnya untuk pengiring tari dibantu oleh kelompok-kelompok karawitan yang ada di Jogja. Pada tahun 2007, diadakan juga latihan karawitan untuk karyawan Mirota Batik. Di bawah arahan seorang abdi dalem kawedhanan ageng kridha Mardhawa, karyawan yang masih nol dalam hal karawitan diajari bermacam-macam gendhing dasar. Kini, mereka sudah dapat mengiringi pementasan tari di bangsal Srimanganti Kraton Yogyakarta. Kelompok tari yang membutuhkan pengalaman dan latihan kepekaan menari dengan iringan langsung, dan kelompok karawitan yang membutuhkan pengalaman memainkan gendhing-gendhing untuk tari, lantas dapat berkolaborasi dengan baik. Dengan demikian kegiatan ini telah mewarnai dinamika seni yang berangkat dari masyarakat umum dalam ikut serta melestarikan seni budaya tradisi Yogyakarta.+


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

La Journée Culturelle Indonésienne di Senegal K Teks & Foto: istimewa

olaborasi budaya antarnegara selalu bisa dilakukan di manapun. Seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dakar dan Institut Superieure Management (ISM) Senegal yang bekerjasama dalam bidang kesenian masing-masing negara. Kolaborasi ini tercermin dalam acara La Journée Culturelle Indonésienne (Hari Kebudayaan Indonesia) di Saint Louis, Senegal, pada 1 Oktober 2012 lalu. Acara yang banyak menampilkan kebudayaan Indonesia seperti pertunjukan Tari Pendhet, Tari Piring dan Jaipong itu sangat memukau ratusan

52

Maret 2013

pengunjung. Hal ini tampak dari banyaknya tamu undangan yang hadir turut berjoget bersama penari saat Tari Jaipong ditampilkan. Pagelaran ini sangat istimewa, karena para penarinya didatangkan langsung dari Yogyakarta, yakni dari Sanggar Seni Tari Manis Rengga


Tjakrawasita. Tak hanya membawa misi budaya dalam bentuk tarian saja, namun dalam acara tersebut, KBRI Dakar juga menampilkan peragaan busana tradisional dan promosi pakaian batik. Menariknya, peragaan busana ini diperagakan oleh para mahasiswa asal Senegal. Selain itu, KBRI Dakar juga mempromosikan wisata Indonesia dengan menampilkan video destinasi wisata Indonesia.Untuk lebih

mendekatkan hubungan antara pelaku seni dan masyarakat Indonesia dengan Senegal, KBRI Dakar juga bekerja sama dengan sanggar tari La Zumba dari Senegal. Dalam acara ini, berbagai masakan khas Nusantara seperti sate, gudeg, pempek, dan siomay turut mewarnai event Hari Kebudayaan Indonesia tersebut. Tak ketinggalan makanan khas Senegal seperti Ceebu jen, maafe dan yaasa poulet turut disuguhkan. Saint Louis, tempat diselenggarakannya acara tersebut merupakan kota yang penting bagi Senegal. Kota ini terletak di barat laut Senegal, SaintLouis merupakan pusat sejarah, seni, dan budaya Senegal. Kota tua yang terletak sekitar 320 km sebelah utara dari ibukota Dakar itu bahkan telah mendapat pengakuan sebagai tempat bersejarah warisan dunia dari UNESCO. SaintLouis merupakan ibukota koloni Perancis dari tahun 1673 hingga 1902. Dari 1902 sampai kemerdekaannya dari Perancis adalah ibukota Dakar. Dari tahun 1920 sampai tahun 1957 juga pernah menjadi ibukota koloni tetangga Mauritania.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Doa dan Harapan Menyambut Datangnya

Tahun Naga Air di Vihara Dharma Bakti Tulisan : Herlan P; Foto : Yuyun W

D

atangnya musim hujan selalu di persepsikan dengan datangnya tahun baru Imlek oleh masyarakat pada umumnya. Tetapi menurut masyarakat Tionghua tidak hanya datangnya musim penghujan namun pengharapan dan keberkahan yang akan didapat dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Pada tahun ini kita menyambut Tahun Naga Air dimana Naga Air yang berati Naga dalam mitologi feng shui adalah mahluk yang selalu membawa cahaya kehidupan, membawa chi yang kuat dan sempurna. Ia adalah sumber inspirasi dan kreativitas. Sumber segala kebenaran dan pembawa nasib langit dan menaklukkan nasib. Gaya hidup wah dan mewah atau glamour selalu mengiringi langkahnya. Naga air adalah naga dengan sifat dualitas yaitu kekuatan baik dan kekuatan buruk yang sama kuat. 54

Maret 2013


Oleh sebab itu masyarakat Tiong hua yang merayakan Tahun Baru Imlek di vihara Dharma bakti petak 9 Glodok Jakarta memanjatkan doa dan harapannya agar mudah-mudahan Tahun Naga air dapat menjadi tahun yang selalu disertai dengan keberkahan dan kemakmuran, serta jauh dari kesengsaraan dan musibah. Perayaan tahun baru China, atau yang biasa disebut dengan Imlek, sebenarnya disebut juga sebagai perayaan musim semi atau Chung Chie. Oleh masyarakat Tionghoa, musim semi ini biasanya disambut dengan sukacita dan penuh kemeriahan. Menurut

sejarah, perayaan ini diiringi ritual bernama La atau hari terakhir dalam satu tahun pada saat panen raya sudah dirampungkan. Dan sebagai ungkapan rasa syukur, orang Tionghoa biasanya memberikan sesaji kepada para dewa dan leluhur. Hal ini sangat terasa dalam perayaan Imlek di Vihara Dharma Bakti,saat kita mulai masuk dan menyusuri Vihara kita mulai disuguhi dengan pemandangan lampion dan pernak-pernik aksesoris Imlek. Dan kita juga akan disambut dengan kepulan asap putih hasil pembakaran dupa, Begitu juga dengan warga Tionghoa yang sedang berdoa secara khusyuk di pelataran, sambil


CANTHING ARTIKEL LEPAS

memanjatkan doa pada 24 Dewa yang ada agar tahun ini lebih baik lagi dari tahun kemarin. Yang sangat menarik di Vihara tersebut adalah tak hanya diramaikan oleh masyarakat Tionghoa yang sedang merayakan tahun baru dan lilin-lilin berwarna merah berukuran jumbo, tapi juga wisatawan asing, dan masyarakat sekitar yang tertarik melihat berbagai tradisi unik perayaan Imlek. Selamat Tahun Baru Imlek 2564, semoga di tahun ini kita semua mendapatkan limpahan rezeki dan keberkahan! +

56

Maret 2013


Gapura Kampoeng Ketandan, SimbolAkulturasi Budaya Harmonis

Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

Kampung Ketandan. Selama ini, Ketandan merupakan kawasan pecinan yang telah bertahan hingga ratusan tahun lamanya dan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Yogyakarta. “Kampung Ketandan akan menjadi sesuatu yang berbeda bagi Yogyakarta. Bukan hanya sebagai maskot wisata baru tapi sekaligus menjadi penegas akulturasi yang kian harmonis,� papar Sri Sultan Hamengku Buwono Gapura Kampoeng Ketandan X usai meresmikan gapura tersebut. Peresmian ini sekaligus penanda bahwa Ketandan merupakan kampung pecinan di Yogyakarta, sehingga bagi para wisatawan yang ingin menikmati budaya Tionghoa bisa berkunjung ke Pertunjukan Barongsai turut mer kampung tersebut. amaikan suasana Sementara itu, Sri Sultan HB X usai meresmikan Gapura Kampoeng Ketandan Ketua Panitia PTBY kehidupan warga di Kampung Pecinan 2013 Tri Kirana Musdalitun Ketandan akan semakin kuat dengan menjelaskan bahwa adanya kampung adanya Undang-Undang Keistimewaan pecinan ini kian menguatkan daya Yogyakarta mengenai kebebasan mengatur tarik Malioboro sebagai destinasi dan menguatkan budaya yang semakin wisata. Beberapa faktor pendukung Kampung Ketandan sebagai destinasi beragam. Oleh karenanya, diharapkan masyarakat dapat mendukung dan wisata nostalgia diantaranya sajian menghidupkan kembali Kampung kuliner khas pecinan, kultur Ketandan sehingga menjadi jujugan para Tionghoa yang sangat kental dan wisatawan yang berkunjung ke tradisi yang masih terjaga. Yogyakarta.+ Keramaian di Kampoeng Ketandan Sultan pun menambahkan

A

da pemandangan sedikit berbeda jika Anda jeli memperhatikan salah satu sisi ruas Jalan Malioboro Yogyakarta. Sebuah gapura raksasa setinggi lebih kurang 10 meter tampak menjulang indah di pintu masuk sebuah perkampungan padat penduduk. Gapura ini sangat istimewa karena selain didominasi warna merah, emas, dan biru, gapura ini juga bertuliskan tiga bahasa yakni aksara Jawa, Mandarin dan bahasa Indonesia: Kampoeng Ketandan. Pada Rabu, 20 Februari 2013 lalu, bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PTBY) 2013 yang digelar 20-24 Februari lalu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berkesempatan meresmikan pula gapura

Maret 2013

57


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Malam Mengesankan Bersama

Olivia Culpo Miss Universe 2012 Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast

(2010) dan Leila Lopes (2011). Selain jadi bagian tradisi silaturahmi lintas budaya, kunjungannya ke Indonesia merupakan salah satu agenda rangkaian kampanye kemanusiaan serta proses pengambilan gambar untuk sejumlah iklan global, sekaligus menghadiri penobatan Puteri Indonesia 2013 yang berlangsung 1 Februari 2013 lalu. Bersama Whulandary Herman, Puteri Indonesia 2013

Miss Universe 2012 Olivia Culpo dan Putri Indonesia 2013 Whulandary Herman Tarian pembuka acara

K

emeriahan dalam balutan nuansa hangat mewarnai Mataram Grand Ballroom, Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Kamis, 7 Februari lalu. Malam itu, sejumlah tamu istimewa hadir dan menjadi pusat perhatian segenap hadirin. Inilah suasana yang terpancar saat jamuan makan malam spesial yang digelar untuk menyambut kehadiran Olivia Miss Universe 2012 Olivia Culpo berfoto bersama pengurus Yayasan Putri Indonesia Culpo, Miss Universe 2012 yang telah menjadi ikon kecantikan kenangan indah tak terlupakan, baik bagi terpilih, Olivia Culpo hadir di Kota Budaya berkelas dunia. sang tamu maupun para penyambutnya. Yogyakarta, menyapa sekaligus menikmati Tampil dalam balutan kebaya anggun Kehadiran Miss Universe 2012 di keramahan warga kotanya. Selama di hasil rancangan desainer kondang Anne Yogyakarta merupakan bagian dari Yogyakarta, keduanya didampingi oleh Avantie, Olivia Culpo tampil bersama rangkaian perjalanannya ke seluruh penjuru pendiri Yayasan Putri Indonesia BRAy. Whulandary Herman, Puteri Indonesia dunia. Dan untuk kesekian kalinya, Mooryati Soedibyo, Direktur Utama PT. 2013 yang baru saja terpilih awal Februari Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa Mustika Ratu Tbk. Putri Kuswisnuwardani, lalu, menikmati jamuan makam malam mendapat kehormatan menjadi tuan serta Muhamad Munir, General Manager otentik khas Yogyakarta ini dikemas dalam rumah, menyambut kehadiran ikon Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Gala Dinner yang dimeriahkan dengan kecantikan dunia ini. Sebelumnya, telah Spa. spectacular dance performance oleh kelompok empat kali hotel berbintang lima ini Rangkaian acara dimulai menjelang Pragina Gong, dengan iringan musik dari mendapat kepercayaan menjamu Miss siang hari dengan menjumpai insan media kelompok Plenthong Konslet. Universe, yakni Riyo Mori (2007), Stefania lokal maupun nasional yang berlangsung di Keseluruhan acara malam itu, menjadi Fernandez (2009), Ximena Navarrete Suko Wine Lounge Sheraton Mustika 58

Maret 2013


Yogyakarta Resort & Spa, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah tempat yang menyimpan daya tarik dan ciri khas Yogyakarta. Yang pertama dikunjungi adalah Bakpia Djava yang terletak di Jalan Adisucipto km. 8,5, Yogyakarta. Disini, Culpo dan Whulandary berkesempatan mencicipi kelezatan bakpia, salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang begitu populer, sembari melihat langsung proses pembuatan, pemanggangan hingga pengemasannya. Tak sekedar melihat, keduanya juga mencoba sendiri bagaimana membentuk kulit dan mengisi bakpia, sebelum kemudian masuk ke proses pemanggangannya. Yang istimewa, kehadiran mereka di Bakpia Djava disambut oleh sepasukan prajurit tradisional ala Keraton, lengkap dengan korps musiknya. Dari kawasan Jalan Laksda Adisucipto, rombongan beranjak menuju Kotagede untuk mengunjungi Ansor's Silver, salah satu pioner kerajinan perak tradisional di Kotagede. Selain melihat sejarah dan proses produksi kerajinan perak, keduanya juga menyempatkan untuk menikmati ragam keindahan cinderamata khas Yogyakarta yang tersedia di showroom. Acara di Ansor's Silver ditutup dengan jamuan makan siang yang berlangsung Sekar Kedhaton Restaurant yang berada di kompleks bangunan yang sama, sebuah bangunan kuno yang dibangun pada tahun 1870-an. Menjelang sore hari, rombongan Miss Universe 2012 dan Puteri Indonesia 2013 menyempatkan hadir pada acara Mustika Ratu Gathering yang berlangsung di Ambarrukmo Plaza. Disini, keduanya hadir menyapa pengunjung sekaligus berbagi kisah serta tips untuk menjaga kesehatan dan kecantikan alami yang dimilikinya. Sekembali dari berkeliling kota yang lumayan melelahkan, kedua puteri ini langsung dipersilakan untuk Dirut PT. Mustika Ratu Tbk., memasuki Taman Sari Royal Putri Kuswisnuwardhani Heritage Spa yang berada di menyampaikan sambutannya lantai 3 , Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Perawatan tubuh dengan ramuan rempah alami dan metode pemijatan kuno warisan leluhur BRAy. Mooryati Soedibyo menjadi relaksasi serta penyegaran tubuh mereka, sebelum beranjak menuju puncak acara pada malam harinya. Olivia Culpo saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi di Boston University. Sebelum menyandang mahkota Miss Universe, gadis keturunan Italia-Irlandia kelahiran 8 Mei 1992 ini telah dikenal dengan kepiawaiannya memainkan cello. Ini dibuktikan dengan keterlibatannya di sejumlah kelompok orkestra ternama di negerinya, seperti Rhode Island Philharmonic Youth Orchestra, RI Philharmonic Chamber Ensemble, Bay View Orchesra, Rhode Island All-State Orchestra dan Boston Youth Symphony. +


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Natura Esoterika Pameran Tunggal

Sabar Subadri Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

rentang waktu tahun 1996 hingga 2013. hampir keseluruhan karya yang dipamerkan banyak menceritakan tentang keindahan alam dan budaya. Gaya lukisannya yang cenderung realis mampu menakjubkan banyak orang yang melihatnya. Apalagi, Sabar mampu mengkolaborasikan antara kreativitas seni rupa dan karya sastra. Dalam beberapa lukisannya bahkan terdapat puisi pengantar

T

erlahir dengan tubuh yang kurang sempurna rupanya tak membuat sosok Sabar Subadri terpuruk dalam kesedihan dan kekecewaan. Dengan kerja keras dan semangat yang sangat luar biasa, Sabar merintis perjalanan hidupnya dengan menjadi seorang pelukis. Memang tak mudah melukis tanpa kedua

n kuas di atas kanvas lukisan menorehkan GKR Hemas turut menorehka

Salah satu lukisan karya Sabar Subadri berhasil memukau GKR Hemas

tangan, namun sesuai namanya dia pun dengan sabar selalu berusaha untuk membuat karya terbaiknya. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil, dengan melakoni hidup sebagai pelukis, Sabar dapat Pelukis difabel, keindahan karyanya tak diragukan lagi bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara pada Hari Internasional Penyandang Cacat 2007 silam. Baru-baru ini, tepatnya pada Jumat, 1 Februari 2013 lalu, Sabar berkesempatan menggelar pembukaan pameran tunggal bertajuk Natura Esoterika yang digelar hingga 10 Februari 2013. Sabar pun patut berbangga hati karena pameran tunggal yang digelar di Jogja Gallery; sebuah gallery yang bertempat di Jalan Pekapalan No. 7 Alun-Alun Utara Yogyakarta ini, dibuka langsung oleh Permaisuri Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Hemas. Kali ini, Sabar memamerkan sebanyak 26 karya yang dibuatnya dalam

60

Maret 2013

yang memaparkan makna karyanya. Setelah berkeliling melihat seluruh karya Sabar Subadri, GKR Hemas pun rupanya tertarik untuk mengoleksi salah satu lukisan berjudul Pohon Kehidupan. GKR Hemas tampak mengagumi lukisan berukuran 80 cm x 80 cm tersebut karena menurutnya, lukisan ini menggunakan teknik yang sangat luar biasa. Menurutnya, lukisan Pohon Kehidupan seolah menggambarkan bagaimana seseorang menapaki perjalanan hidup. �Dalam lukisan seperti tertera bayangan antara ada dan tiada, sebuah simbol kehidupan manusia,� ujarnya kepada Kabare. Lebih lanjut, GKR Hemas pun mengaku sangat mengagumi dan mengapresiasi karya lukisan Sabar karena dirinya menilai lukisan-lukisan tersebut dibuat lebih detail dan sangat terlihat bahwa hasrat Sabar dalam berkarya sangat besar. Di sini, Sabar tidak sendiri namun rupanya, ada beberapa pelukis difabel lain yang juga turut serta unjuk gigi dalam memperlihatkan keahliannya melukis.+


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Senam keluarga pengelola kebun sawit PT. Astra Agro Lestari, Tbk di depan Istana Kasultanan Kutaringin Bukit indra Kencana, Pangkalan Bun

BE ONE UNITED Area Borneo Satu Pangkalan Bun, Astra Agro Lestari Teks&Foto: Indro Kimpling

A

kesehatan ibu dan anak, pemberian bantuan pendidikan untuk sekolah-sekolah yang berada di sekitar kebun agar tak ketinggalan di bandingkan sekolah-sekolah yang ada di perkotaan. Dan konservasi satwa yang menjadi perhatian penting terhadap pelestarian lingkungan.

rea Borneo Satu (B1) merupakan salah satu “potret kecil� dari PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL). Bermacam kegiatan dikelola di sini, mulai dari proses perkebunan hingga panen kelapa sawit dan pengolahan tandan buah segar menjadi crude palm oil (CPO).termasuk kegiatan Research and Development (R&D) AAL untuk menemukan bibit unggulan kelapa sawit. Progam-program corporate social responsibility (CSR), dilaksanakan antara lain melalui program Income Generating Activity (IGA) misalnya memberikan pinjaman untuk pembelian bibit, pupuk maupun alat-alat perkebunan, panduan serta pemantauan proses tanam hingga produksi yang dilakukan para petani. Disampaikan oleh Bambang Wijanarko , Direktur Operasional Area B1, bahwa dalam bidang kesehatan dan pendidikan, AAL juga melakukan revitalisasi posyandu yang merupakan tempat penting bagi penyaluran bantuan pelayanan A.

62

Maret 2013


Sesuai visi kami menjadi perusahaan agrobisnis yang paling produktif dan paling inovatif di dunia, dan misi

Sebagai penanda memulai era bisnis tahun 2013, maka diadakanlah Kick off Meeting AAL – Be One United 2013 yang g di melibatkan seluruh pengelola area B 1 bersama keluarga

menjadi panutan dan berkontribusi untuk pembangunan serta kesejahteraan bangsa

Untuk menciptakan koordinasi yang efektif dan reguler antar perusahaan dengan total area tanam seluar 49.815 hektar, 6.533 karyawan, kapasitas pabrik terpasang 270 ton/jam dengan target 305 ribu ton CPO dan 1.274 ribu ton TBS. Terdiri dari 8 PT yaitu C.

B. D.

E.

PT Agro Menara Rahmat, PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi ,PT Gunung Sejahtera Dua Indah, PT Gunung Sejahtera Yoli Makmur ,PT Gunung Sejahtera Puti Pesona, PT Persada Bina Nusantara Abadi , PT Surya Indah Nusantara Pagi, dan PT Nirmala Agro Lestari, Borneo Satu membentuk apa yang disebut dengan B1 Committee. Komite ini beranggotakan direktur operasional, para administratur, koordinator teritorial (CDAM), koordinator pabrik (Regional Mill Controller) dan kepala workshop central.

A. Pengarahan talkshow Kick Off 2013 (BE WANT UNITED) PT. Astra Argo Lestari Pangkalan Bun. Ki-ka: Dayat Hidayat, Bambang Wijanarko (Direktur Area B1), Eko Sugianto, Satrio Adi Andono, Beni Yuliza B. Ki-ka: Esron, Eko Bhakti, Jauhari C. Pangeran Muasjidinsjah menunjukkan cara kerja sistem komunikasi dari kerajaan untuk warganya pada masa lampau dengan cara menggosokkan tangan berputar pada bibir cawan keramik kuno yang mampu memunculkan suara berdengung cukup keras dan kencang dengan radius sekitar 10 km. Biasanya dilakukan menjelang tengah malam D. Tim penyukses di balik layar Kick off Meeting AAL - Be One United 2013, PT Agra Astro Lestari, Tbk, Area B1 Pangkalan Bun. ki-ka: Herman Dodi (Advisor), MS. Eko Bhakti (Learning & Innovation Dept.), Indro "Kimpling" Suseno (Host), Herina (HRD Borneo Area), Widianto (Regional Mill Controller) E. Di depan istana Kasultanan Kutaringin, Istana Indra Sari Bukit Indra Kencana (Istana Kuning) JL P. Adipati No1 Pangkalan Bun yang berdiri sekitar tahun 1600, bersama Pangeran Muasjidinsjah

Pangkalan Bun pada tanggal 19-20 Januari 2013. Salah satu kegiatannya adalah Talk Show sosialisasi BE ONE UNITED yang merupakan langkah kongkrit menyambut kinerja 2013 secara Cerdas, Efektif dan Kolaborasi. “Sesuai visi kami menjadi perusahaan agrobisnis yang paling produktif dan paling inovatif di dunia, dan misi menjadi panutan dan berkontribusi untuk pembangunan serta kesejahteraan bangsa,� papar Bambang Wijanarko.+

Maret 2013

63


Pak Djon, Bp Agung Tobing dan Ibu Kartika


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN

Teks & Foto: Herlan P

66

Maret 2013


B

usana tradisional? Siapa takut! Busana tradisonal bisa jauh lebih menarik dari karya busana para perancang internasional. Kreativitas dalam mengolah corak, warna, kombinasi aksesoris, bahan dari kekayaan ragam desain busana tradisional Indonesia, tak terpungkiri berkekuatan dahsyat untuk sebuah keanggunan dan kecantikan karya fashion Indonesia untuk mampu melenggang berkiprah di jagat fashion Internasional. Kadang, perlu sentuhan dari semua yang bersifat tradisional, dengan sentuhan kreasi dan dipadupadankan dengan hal-hal yang beraroma kekinian, agar tercipta suatu yang baru dan chic dengan gaya zaman sekarang. Hal itulah yang selalu menjadi acuan Connie Rahakundini Bakrie dalam berbusana. Sosok wanita yang satu ini selalu berpenampilan sporty, tetapi tanpa meninggalkan kesan feminin dan anggun. Aktivitasnya yang selalu berhubungan dengan militer dan sosial politik, membuat Connie dikenal rekan-rekannya sebagai wanita yang tomboy. Di kalangan militer, ia dikenal

karena profesinya sebagai pengamat militer dan pengajar di pendidikan militer. Selain di bidang kemiliteran,yaitu sebagai pengajar di Pasca Sarjana UI dan Universitas Nasional, Seskoau, Seskoal, Disparlu, Seskemlu Kementrian LN, ia juga aktif di berbagai organisasi sosial, di antaranya sebagai Presiden Ikatan Wanita Pejuang Siliwangi (IWAPSI), Direktur

Kebaya dan rok koleksi Doriah Ho dipadu dengan selendang batik sogan klasik Jas Spring koleksi Dior dengan bros berwarna gold dan batik klasik motif pesisir Blouse (koleksi Christia) kain plus selendang batik sogan klasik

Maret 2013

67


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN begitu, banyak juga perancang kita yang malah meninggalkan ciri khas tradisional, dan menurut Connie itu adalah sebuah kesalahan karena kita justeru meninggalkan ciri khas keunggulan corak ragam desain busana dan tradiasi yang kita miliki. “Bagi saya, apabila kita tidak mempertahankan ciri khas budaya kita maka

Blouse dari Emanuel Ungaro dipadu dengan aksesoris dari Talula Desain by Happy Salma dan kain batik pesisir special edition Dress Panjang coklat (rancangan Biyan) dipadu dengan kain batik sogan klasik Kebaya putih (koleksi Mamaleon) dipadu dengan kain batik pesisir modern

Eksekutif IODAS (Institute of Defense and Security Studies) sebuah think tank terkait pertahanan keamanan, Pembina di CEFAS (Centre of Foreign Affairs Studies), serta Pembina di IMS (Indonesia Maritime Studies). Menurutnya, keanggunan dan kesah mewah busana tradisional yang kita kenakan, sangat tergantung antara lain pada saat penggunakan yang tepat. Dan perpaduan dengan aksesoris yang akan menambah kesan cantik busana tersebut. Saat ini para perancang di Indonesia sudah dapat dikatakan sejajar dengan perancang internasional. Hal ini dipengaruhi dari keunggulan kreasi-kreasi mereka yang memodifikasi bahan tradisional dengan aksesoris dan desain modern. Namun 68

Maret 2013


ketahanan pribadi budaya asli kita akan melemah, selain malah akan diakui oleh bangsa lain. Sudah seharusnya sebagai anak bangsa kita melestarikan budaya tersebut. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk itu. Di antaranya mengenakan busana hasil karya bangsa sendiri dan mencintai produksi Indonesia�, tutur Connie bersemangat “. Indonesia adalah pusat kebudayaan dan peradaban manusia, karena dari situ banyak yang dapat dipelajari dan dicontoh. Oleh karena itu, ia sangat mencintai barangbarang kuno dan karya kuno yang di temukan di Indonesia, dan tentunya juga sejarah bangsa ini. Ia ingin generasi muda terus mengingat pada apa yang pernah dikatakan Bung Karno ; “Jas Merah Jangan sekalipun melupakan sejarah�. Melupakan sejarah bangsa, bak kita tinggalkan jati diri kita secara perlahanlahan. Connie juga percaya dengan hasil penelitian bahwa Indonesia adalah benua Atlantis yang hilang. Selain berdasarkan penemuan-penemuan keanekaragaman budaya yang menjadi embrio berdirinya kebudayaan dunia, peninggalan bangunan sejarah, ragam corak desain kreatif kuno, bukti peninggalan Atlantis antara lain tampak dengan munculnya beberapa tokoh pembaharu yang mampu menjadi inspirasi masa depan.Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bangga dan harus selalu menjaga serta melestarikan budaya Indonesia. Ibu dari tiga putra dan putri ini juga ini dikenal dalam keluarga sebagai pribadi yang konsekuen dan selalu fokus dengan tujuan yang akan dicapai. Sebagai pribadi yang cinta akan pelestarian budaya dan jati diri bangsa, Connie berharap masyarakat kita mau ikut serta dalam program pelestarian budaya dan menjaga keutuhan cagar budaya. Agar ciri khas budaya Indonesia dapat lebih dikenal oleh masyarakat dunia dan tidak hilang di tengah kemajuan zaman. Sebagai pencinta fashion, ia juga menitipkan pesan kepada wanita Indonesia agar jangan pernah ragu dan malu untuk berkreasi melahirkan kreativitas dalam berbusana, khususnya busana tradisional Indonesia! +

Maret 2013

69


PENDOPO

ESAI FOTO

Pacu Adrenalin di Jogja

Air Show 2013

Teks: Della Yuanita;Foto: Budi Prast

L

angit di atas Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, siang itu tampak tak biasa. Pemandangan penuh warna layaknya pelangi tergambar nyata di angkasa. Puluhan gantole beraneka warna seperti

menari-nari di atas langit yang biru cerah. Rupanya, pada tanggal 8-10 Februari 2013 lalu, Jogja Air Show (JAS) 2013 kembali digelar di pantai ini. Tak hanya di Pantai Depok saja, namun Jogja Air Show bertema �Pelangi Nusantara� tersebut juga digelar di Pantai Parangtritis dan Parangkusumo setiap tahunnya. Inilah salah satu perhelatan akbar yang digelar sebagai rangkaian agenda wisata minat khusus di Yogyakarta. Salah satu panitia Jogja Air Show 2013 Kadisops Lanud Adisutjipto Kol. Pnb. Minggit Tribowo mengatakan, JAS 2013 digelar untuk memberikan

Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya Dinas Pariwisata DIY untuk mendatangkan wisatawan ke daerah Bantul, bekerjasama dengan TNI AU sebagai ketua pembina FASI di daerah

70

Maret 2013


Selain itu, iklim dan keindahan alam di pesisir pantai selatan dinilai terbaik di dunia oleh para pencinta olahraga dirgantara

wadah kepada para atlet aero sport Indonesia yang terwadahi dalam Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Selain itu, kegiatan yang memacu adrenalin ini merupakan upaya Dinas Pariwisata DIY untuk mendatangkan wisatawan ke daerah Bantul, bekerjasama dengan TNI AU sebagai ketua pembina FASI di daerah.

Sementara itu, Kasi Binpotdirga Mayor Andi Abadi pun menuturkan jika Kabupaten Bantul dipilih karena dinilai memiliki persyaratan yang dibutuhkan untuk kegiatan gantole dan paralay ang. Selain itu, iklim

dan keindahan alam di pesisir pantai selatan dinilai terbaik di dunia oleh para pencinta olahraga dirgantara. Apalagi jika dikaitkan dengan arah angin di bulan Februari yang cenderung dari arah barat ke timur yang dapat menyusuri garis pantai di DIY. Dalam JAS 3013 ini, berbagai atraksi menarik, seperti aeromodelling, paramotor competition, gantole aerotowing competition, parasailing dengan jeep, aerobatik pesawat mustang, fixwing, joy flight, microlight dan lainnya pun digelar. Menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata DIY

Sinang Sukanta, event JAS 2013 ini diikuti oleh ratusan peserta dari beberapa kota di Indonesia dan beberapa peserta dari luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Ketua Potensi Dirgantara (Kapordirga) Layang Gantung FASI DIY, Wisnu Windarto juga menyatakan bahwa awalnya penyelenggaraan JAS 2013 direncanakan akan memecahkan rekor MURI dalam kategori ground handling paralayang Maret 2013

71


PENDOPO

ESAI FOTO

Selain itu, event JAS 2013 ini ke depannya dapat lebih dimaksimalkan sebagai salah satu bentuk aktif FASI DIY dalam upaya mendukung program pemerintah tentang sadar wisata

terbanyak dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. Namun karena adanya perubahan jadwal dan faktor angin kencang serta banyaknya pengunjung di tiga pantai tersebut, maka JAS 2013 batal untuk memecahkan rekor MURI. Rencana pemecahan rekor MURI tersebut dapat diwujudkan nanti di JAS tahun depan. Event JAS 2013 ini ke depannya dapat lebih dimaksimalkan sebagai salah satu bentuk aktif FASI DIY dalam mendukung pariwisata, sekaligus sarana menumbuhkan minat dirgantara generasi muda dan memberikan hiburan kepada masyarakat DIY.+

72

Maret 2013


PLESIR

WISATA

M

enyebut nama Argentina, asosiasi orang pasti langsung tertuju kepada tango, sepak bola dan dagingnya. Konon katanya, daging dari Argentina merupakan yang terbaik di dunia meski orang Uruguay dan Brazil juga mengklaim hal yang sama. Bagi para pencinta sepak bola, jangan lewatkan kunjungan ke stadion La Boca. Di tempat asal pemain sepak bola legendaris Diego Maradona itu, kini para wisatawan bisa berfoto dengan seseorang yang wajahnya mirip dengan

Paris Buenos Aires

Amerika Latin Teks & Foto: Sudaryomo Hartosudarmo, Duta Besar RI untuk Brazil

74

Maret 2013

mantan bintang sepak bola tenar Argentina itu. Bila bertandang ke Argentina, jangan pula melewatkan untuk menyaksikan tarian tango yang merupakan gaya hidup orang Argentina. Tatkala pesawat mendarat di Bandara Ezeiza yang cantik dan baru selesai diperluas, kecantikan kota Buenos Aires, ibukota Argentina, pun muncul. Buenos Aires adalah kota terbesar dan pusat kegiatan keuangan, komersial, dan budaya Argentina. Mayoritas warga Argentina yang keturunan Eropa membuat Buenos Aires


serasa kota di Eropa. Sepanjang perjalanan dari bandara menuju jantung kota yang berjarak tempuh sekitar 30 menit, wajah kota Buenos Aires yang cantik semakin tampak. Tempat kelahiran tango ini, seperti gerakan tariannya, memiliki suasana yang menawan, menggoda, dan penuh dengan energi bersemangat. Bangunan-bangunan tua peninggalan pemerintah kolonial Spanyol yang terawat baik. Taman-tamannya yang hijau dengan berbagai patung gaya Eropa benar-benar menjadikan kota yang dibangun pada tahun 1525 itu pantas dijuluki sebagai Parisnya Amerika Latin. Saya tidak tahu secara pasti jumlah taman-taman di Beonos Aires, tapi rasanya di setiap sudut kota senantiasa terdapat taman yang rindang lengkap dengan patung-patungnya. Kota yang benar-benar hijau, bersih dan terawat. Sebuah keindahan yang tidak dapat sepenuhnya ditemui di kota-kota lain di Amerika Latin. Mengunjungi Buenos Aires, rasanya tiada habis-habisnya rasa kagum atas kecantikan kotanya. Banyak sekali objek wisata yang bisa dinikmati. Dari sekian banyak objek wisata, pemakaman tua La Recoleta pun dijadikan salah satu tempat tujuan wisata yang menarik. Di makam itulah Eva Peron dan beberapa kepala negara serta orang-orang penting Argentina, termasuk beberapa pemenang Nobel dimakamkan. Jauh dari suasana angker, pengunjung tempat ini justru akan merasa berpesiar menikmati keindahan bangunan makam ala Italia yang terbuat dari batu pualam. Pengunjung dapat menyaksikan cara orang Argentina menyimpan peti-peti mayat mereka yang hanya disimpan dalam bangunan itu, tanpa dikuburkan. Satu bangunan bisa menyimpan beberapa peti yang tersusun rapi.


PLESIR

WISATA

Tango memang mencirikan kota ini. Karena itu, tidak afdol rasanya jikalau tidak menyaksikan tarian tango saat berkunjung ke sana. Tango bisa dilihat di mana-mana. Mulai di pinggiran jalan hingga di tempat pertunjukan yang eksklusif. Bisa jadi karena darah Eropanya, orang Argentina mampu mengemas tarian tango secara lebih berklas dibandingkan tarian serupa di beberapa negara tetangganya.

76

Maret 2013

Mengelilingi kota Buenos Aires benar-benar serasa di Eropa. Istana kepresidenan Casa Rosada atau Pink Palace yang berhadapan dengan Plaza de Mayo, alun-alun nasional Argentina, tempat orang bebas mengungkapkan pendapatnya, senantiasa menjadi tujuan utama para wisatawan. Letaknya bersebelahan dengan Katedral Buenos Aires yang cantik. Dari balkon istana presiden yang berwarna merah jambu itulah penyanyi kondang Madonna yang memerankan tokoh Evita Peron melantunkan Dont Cry for Me Argentina, karya Andrew Lloyd Webber yang begitu populer. Konon di masa pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos, lagu itu dilarang diperdengarkan di Filipina. Konon pula, BBC melarang pemutaran lagu itu ketika pecah Perang Falkland atau yang terkenal dengan Malvinas antara Inggris dan Argentina. Ya, warisan Eropa di Buenos Aires terlihat dalam arsitektur, jalanan, dan taman-tamannya. Dari sekian puluh taman yang ada di Buenos Aires, jangan lewatkan juga berkunjung ke Monumen San Martin. Di taman itu terletak pula monumen yang dibangun guna menghormati para pahlawan yang jatuh dalam Perang Malvinas. Bienvenido en Buenos Aires! Selamat datang di Parisnya Amerika Latin! +


PESANGGRAHAN INFO HOTEL

Melia Purosani Hotel Yogyakarta

OASIS di Jantung Kota Teks: Julius Wicaksono; Foto: Dok. Melia Hotel Purosani Yogyakarta

B

erdiri kokoh di tengah kota yang kaya dengan tradisi Jawa, hotel bintang lima Melia Purosani mengusung konsep oasis. Konsep yang menciptakan suasana nyaman dan santai dengan pemandangan kolam dan kebun tropis, seolah merupakan oasis yang berada di jantung kota Yogyakarta. Hotel ini tak jauh dari bermacam tempat. Hanya beberapa menit berjalan kaki dari tempat wisata terkenal, seperti area pusat perbelanjaan Malioboro dan keraton. Satu jam perjalanan ke Candi Borobudur. Ke Bandara International Adisutjipto pun hanya 20 menit berkendara. Dari hotel sangat mudah juga mencapai Candi Prambanan, Taman Sari Water Castle, Museum Sono Budoyo, Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Melia Purosani memiliki 280 kamar yang terdiri dari 202 kamar Deluxe, 34 kamar-kamar level, 5 Duplex Suite, 4 Executive Suite dan 1 Presidential Suite. Setiap kamar didesain dengan elegan 78

Maret 2013

sehingga sangat nyaman. Kamar-kamar ini juga dilengkapi dengan AC, telepon, TV satelit dan lokal, film in-house, kotak penyimpanan pribadi, kopi dan teh, pengering rambut, serta kamar mandi dan mini bar dengan stok yang lengkap. Selain itu, para tamu juga dapat menikmati akses internet gratis selama 30 menit dengan broadband kecepatan tinggi dan WiFi di kamar selama menginap. Melia Purosani menawarkan The Level Lounge di lantai eksekutif untuk tamu yang menginginkan keleluasaan dan keistimewaan. The Level Lounge adalah lounge pribadi di mana sarapan, snack sore, dan minuman disajikan. Di situ para tamu dapat menikmati layanan check-in dan check-out secara khusus di resepsionis The Level Lounge, santap pagi lengkap secara prasmanan, buah-buahan segar setiap hari, telepon lokal secara cuma-cuma serta bebas menggunakan internet setiap hari di kamar di lantai eksekutif. Dapat dikatakan jika fasilitas di Melia Purosani adalah yang “terbaik� di Yogyakarta. Di kebun tropis yang indah, para tamu dapat menikmati kolam renang besar bergaya laguna dengan air terjun dan air mancur. Kita dapat melihat, di salah satu sudut kolam renang terdapat Yhi Wellness, yang menawarkan perawatan spa, pelayanan pijat, pusat kebugaran, yoga, dan sauna. Melia Purosani menyajikan sarana relaksasi Yhi Wellness yang menarik mundur sejenak para tamu dari dunia luar yang membuat stres, menawarkan kedamaian, ketenangan dan peremajaan tubuh baik luar maupun dalam. Racikan alami dari bahan-bahan tradisional dan resep turun temurun dari generasi masa lalu, Yhi Wellness merebut kembali


Presidential suite main bedroom

esensi dari terapi Spa. Setelah memasuki Yhi Wellness, aroma Lavender menembus selasar ruangan yang hangat. Para tamu yang disambut hangat oleh staf yang ramah dengan segelas teh lemon segar sekaligus menawarkan perawatan yang akan memanjakan para tamu dengan gaya yang brilliant. Misi Yhi Wellness untuk memberikan pengalaman terapi utama, menggunakan pendekatan holistik dalam pengobatan untuk memurnikan tubuh, menyeimbangkan pikiran, dan semangat jiwa. Merupakan esensi dari alam yang dikombinasikan dengan terapis profesional terlatih yang akan meremajakan indra dan menanamkan kepuasan untuk relaksasi total. Semua perawatan didasarkan pada ritual tradisional Indonesia dan produk yang digunakan untuk terapi tubuh alami. Ala carte menu berkisar dari elixir tubuh, lulur tradisional Jawa, Pijat tradisional Jawa dan Yhi Signature Massage yang disediakan oleh Yhi Wellness di Melia Purosani Hotel. Tamu hotel dimanjakan dengan fasilitas yang sangat lengkap termasuk beberapa gerai untuk berbelanja, klinik kesehatan di dalam hotel, Yhi Salon Kecantikan, ruang bermain anak, dan bermainan billiar. Hotel Melia Purosani Yogyakarta juga memiliki fasilitas komunikasi yang baik, layanan pendukung sekretariat, ruang pertemuan yang bagus, melia Purosani memberikan pelayanan yang prima. Fasilitas tersebut diantaranya adalah ruang pertemuan untuk 60-05 orang dengan pengaturan ruang secara teater dan Amarta Ballroom dengan kapasitas 600 orang, termasuk area pre-function. Ballroom utama dapat dibagi menjadi dua ruangan yang dapat

Duplex suite bedroom

Maret 2013

79


PESANGGRAHAN INFO HOTEL dipakai secara terpisah. Selain itu, fasilitas Business Centre yang menyediakan berbagai pelayanan kesekretariatan dan komunikasi yang lengkap. Fasilitas dan peralatan yang tersedia meliputi peralatan perkantoran, ruang kerja, ruang rapat, printer, komputer, akses internet, fotocopy dan faksimili. Bagi Anda penggemar kuliner, tak perlu ragu untuk mencicipi beragam menu layanan food and beverage di Melia Purosani. Ching San Chinese Restaurant merupakan restoran andalan Hotel Melia Purosani yang menyandang predikat restoran masakan Cina terbaik di Yogyakarta. Restoran ini menawaran hidangan khas Kanton dan Szechuan. Ruangan khusus juga tersedia untuk privasi

Deluxe room

Amarta ballroom

Executive suite living room

dan santap malam yang eksklusif. Selain Chinese Restaurant Ching San, terdapat beberapa pilihan Ching San Chin lainnya yang ese restaurant diantaranya adalah El Patio Coffee Shop; Soka Lobby Lounge; Pub Med; dan Parangsari Poolside Restaurant. El Patio merupakan Coffee Shop hotel yang terletak di seputar lobi, menawarkan santapan sepanjang hari dengan aneka pilihan cita rasa Asia dan Internasional. Menikmati Oasis Melia Purosani tidak lengkap rasanya untuk memanjakan lidah dengan cita rasa makanan ringan seperti barbeque. Parangsari Poolside Restaurant yang berlokasi di seputar kolam renang dan kebun tropis adalah jawaban dari harapan tersebut. Melia Purosani memberikan layanan hiburan yang dapat memanjakan para tamu pada malam hari. Pub Med adalah bar bergaya Mediterania dengan suasana yang nyaman dan elegan. Tempat yang tepat untuk bertemu dengan rekan bisnis atau hanya bersantai dengan mendengarkan band, bermain billiard atau hanya duduk di teras Pub sambil menikmati minuman favorit. Menawarkan minuman koktail yang eksotis, minuman racikan dari bartender, makanan ringan dan aneka pilihan kopi Mediterania. +

Yudhistira meeting room

Soka lobby lounge

80

Maret 2013


KLANGENAN KULINER

SASANTI RESTAURAN & GALLERY

Nyamannya Bersantap dalam Ketenangan

Masuk Joglo dengan mood Bali. Seperti itu setidaknya suasana yang dibangun dan disajikan kepada pengunjung, selain juga menu-menu bercitasara otentik Nusantara, saat menikmati Sasanti Restaurant & Gallery.

S

asanti merupakan sebuah restoran yang sekaligus bersanding dengan galeri lukisan dan butik tas yang terletak di Jl. Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta. Meskipun berada di ruas jalan yang super sibuk, namun Sasanti jauh dari suasana bising, dan tetap membisikkan ketenangan. Sebab kenyamanan bersantap para pengunjungnya, menjadi bagian yang pula ingin diciptakan di Sasanti. Bangunan utamanya yang Joglo, seperti

82

Maret 2013

sengaja disembunyikan. Letaknya menjorok sekitar seratus meter jauh dari bibir jalan tersebut. Wajah joglo terindangi bermacam pepohonan tropis yang seolah tumbuh liar, meskipun semuanya justru ditata dengan rapi. Asri yang muncul kemudian dan selalu menjadi kesan para pengunjungnya. Begitulah, Sasanti memang satu tempat bersantap yang menggabungkan dua budaya Jawa dan Bali dari segi arsitekturnya, dan seluruh desainnya

dihadirkan dengan konsep ramah lingkungan. Bangunan resto ini hampir seluruhnya menggunakan material recyle. Bahan daur ulang yang diambil dari sisa-sisa runtuhan bangunan akibat gempa besar di Yogyakarta tahun 2006 lalu, dan kemudian disulap menjadi bangunan yang kokoh dan cantik. “Sebenarnya bangunan ini adalah ecobuilding. Dan kami mengangkat Joglo karena kami di Jogja. Tapi tak hanya itu.


Kami juga mengonsep bagaimana membuat resto ini tak sekadar joglo, namun juga ada mood Balinya. Lalu Bali itu kami ujudkan pada lanskapnya,� ujar Emy Pratiwi, sang owner.

Bila Anda seorang yang mengutamakan kenyamanan dan ketenangan saat bersantap, rasanya Sasanti bisa jadi pilihan. Sasanti juga dikonsep sebagai resto semi fine dinning dengan keteduhan joglo dan asrinya

Begitulah, Sasanti memang satu tempat bersantap yang menggabungkan dua budaya Jawa dan Bali dari segi arsitekturnya, dan seluruh desainnya dihadirkan dengan konsep ramah lingkungan

suasana sekitar. Sasanti mengajak Anda untuk merasakan suasana ketenangan tropis Bali dari lanskap taman yang ditata natural. Gemericik air kolam yang berada di tengah resto, pastinya akan membuat acara santap

Anda menjadi romantis. Ya, budaya Nusantara yang coba dikedepankan Sasanti. Bukan saja dari bangunan dan penataan lansekap, Sasanti juga mengangkat ragam kuliner asli Nusantara dan resep Jawa yang otentik, serta menyajikan pilihan masakan Barat. Di Sasanti Anda dapat mencoba menu nasi dua warna dan ayam goreng atau daging kambing, yang akan memberi sensasi yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Masakan Indonesia lainnya yang juga dapat dipesan di tempat ini di antaranya menu nasi campur sasanti special, nasi campur langgi, nasi kuning komplit, sate, dan aneka snack dan lauk. Di Sasanti, menu-menu tradisional memang sengaja ini disajikan Maret 2013

83


KLANGENAN KULINER

Bukan saja dari bangunan dan penataan lansekap, Sasanti juga mengangkat ragam kuliner asli Nusantara dan resep Jawa yang otentik, serta menyajikan pilihan dengan dress up yang cantik dan elegan. Untuk masakan Baratnya, disediakan menu, seperti barbeque ribs, lamb rack, sirloin steak, tenderloin steak, brazilian black bean soup, potato and leek craem soup, mushroom cream soup, french onion soup, dan lain-lain. Begitulah, Sasanti Restaurant & Gallery ini memang merupakan tempat yang sangat cocok jika Anda menginginkan makan enak sambil menikmati view dan nuansa yang asri. Namun tak hanya itu, Sasanti juga merupakan tempat yang tepat pula sebagai pilihan untuk wedding party, meeting, launching product, atau gala dinner.+

masakan Barat

Segar Kenyal Bakso Bethesda 74 Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

S

uka jajan bakso? Kalau ya, jangan pernah abaikan bakso yang satu ini. Di kalangan penjelajah kuliner, Bakso Bethesda 74 memang bukan nama yang asing lagi. Rasanya yang memang enak, membuat warungnya selalu penuh pengunjung untuk sekadar jajan maupun memuaskan perut yang lapar. Saat-saat jam makan siang, rasanya jadi waktu yang pas untuk menikmatinya. Sebab warung bakso ini hanya buka dari pukul 9.30 hingga 15.00. Apalagi jika cuaca siang terasa panas, kesegaran kuah kaldunya dan kenyal dagingnya berasa cukup nikmat disantap. Baksonya dibuat dari daging sapi bagian silap kumol atau sampil paha belakang dan perbandingan antara daging dan bumbunya satu banding satu, sehingga terasa liat dan kenyal. Warung Bakso Bethesda 74 sendiri sama seperti warung bakso pada umumnya. Menggunakan gerobak dan membuka tenda di atas trotoar pas di pengkolan Jalan Johanes Nurhadi. Beberapa pelanggannya sering pula menyebutnya “Bakso VIP, karena letaknya yang berhadapan dengan ruang pasien kelas VIP Rumah

84

Maret 2013

Sakit Bethesda, Jogja. Anda cukup merogoh saku Rp 15.000 saja untuk merasakan kelezatannya. Satu mangkuk yang berisi empat butir bakso cukup sebanding dengan rasa yang akan Anda dapatkan. Jika nanti di sana sudah tampak sesak karena banyak pengunjung, Anda tak usah khawatir. Anda masih bisa mencicipinya di warungnya yang lain. Warung bakso yang sudah dibuka sejak tahun 1974 ini juga memiliki cabang, satu di Jalan Jagalan No 41, depan kantor radio Retjo Buntung, dan satunya lagi di Taman Sari Foodcourt Ambarrukmo Plaza.+


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

The Yogyakarta's Broadway

Corporate Gathering Teks: Della Yuanita; Foto: Albert

Artin, Wiwied, Deddy Pranowo

Dharu, Henny, Anik, Jessica, Benny, Marte

U

Yogi, Merry, Mira

ntuk saling mempererat jalinan silaturahmi antara segenap jajaran manajemen hotel dan para klien serta customer-nya, empat hotel berbintang yang berada di bawah jaringan Accor Yogyakarta, yakni The Phoenix Yogyakarta, Novotel Yogyakarta, Ibis Malioboro, dan Ibis Styles, pada Kamis, 7 Februari 2013 lalu menggelar corporate gathering yang diberi titel “The Yogyakarta's Broadway� di The Phoenix Hotel Yogyakarta. Menurut Rachma Fadilla, Public Relations Manager The Phoenix Yogyakarta, tema tersebut sengaja dipilih untuk memberikan nuansa baru yang lebih segar, yang disesuaikan dengan fasad Hotel Phoenix Yogyakarta yang berarsitektur kolonial, kepada para tamu undangan. Sesuai dengan titelnya, corporate gathering malam itu menghadirkan suasana panggung Broadway yang megah. Tak hanya dari segi dekorasi namun juga kostum

86

Maret 2013

Wulan dan Ardhi


Ratna, Fari, Nunung

Dian, Danny, Shaleha

Dewi, Dyha, Eka, Tyas, Dilla

Sisil, Ajengi

Anton dan keluarga Ika

Kunto Wibisono dan keluarga

Wanti, Danang, Mutia Hana, Yeyen

para staf hotel Phoenix Yogyakarta pun kental dengan tema Broadway. Jessica Uekermann, General Manager Novotel Hotel Yogyakarta, mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan oleh grup Accor. “Tujuannya untuk mempererat jalinan keakraban antarjajaran hotel dengan seluruh tamu undangan yang hadir. Acara ini sekaligus membuka kesempatan untuk menunjukkan rasa terima kasih dan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini,� ujarnya. Acara yang dihadiri sekitar 200 tamu undangan tersebut dimeriahkan oleh Komunitas Suling Bambu dan tari modern bernuansa Broadway dan live music. Tak ketinggalan, berbagai doorprize seperti voucher menginap hingga tiket pulang-pergi ke Bali pun membuat suasana semakin meriah.+ Andri, Dewi, Affi

Jessica Uekermann menyerahkan penghargaan kepada salah satu klien produktivitas tertinggi

Fafa, Via, Nuna dan Sofie

Alit, Tutik

Partono, Soeharto

Rahmat

Murni

Ista, Fitri

Maret 2013

87


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

Annual Dinner A

IABC 2013 Teks&Foto: Herlan

cara gathering IABC kembali digelar pada tanggal 31 Januari 2013 yang lalu bertempat di Hotel Grand Melia Jakarta. Tahun ini, acara gathering berlangsung berbeda dari biasanya, karena sekaligus meyambut tahun baru 2013 dan pembukaan gathering IABC di tahun 2013. Indonesia Australia Business Council atau IABC ini merupakan perkumpulan yang menjembatani hubungan bisnis antara

Erin Lioyd,Maria Bone,Deslina

Indonesia dan Australia. IABC tak sekadar forum pertemuan yang hanya membicarakan teknis bisnis, akan tetapi lebih dari itu. IABC menjadi forum silaturahmi di anatara sesama elit perusahaan bahkan masyarakat di dua benua ini. Dalam acara tersebut tampak hadir Duta besar Australia untuk Indonesia HE. Mr. Greg Moriarty yang sekaligus membuka acara tersebut beserta istri Mrs. Sara Moriarty. Para tamu dihibur oleh penampilan tari-tarian tradisional dan pentas musik. Acara Annual Dinner IABC tahun 2013 diselenggarakan IABC bekerjasama dengan ANZ dan PETROLOG. +

HE.Mr.Greg Moriarty & Mrs.Sara Moriarty

Ny Nasrun, Ny Didit Sulisto, Nasrun, Kris H Sulisto

88

Maret 2013

Moetaryanto, RAy Suyanti Sarlono, Connie R Bakrie, Letjend Djadja Suparman

Paul Harris, Kelly Jane Pritchard, Shene Foud, Pieter F


National Day

of Serbia in Indonesia

S

etiap tahunnya kedutaan besar di setiap negara selalu memperingati peringatan hari kemerdekaan atau ulang tahun negaranya. Kali ini, Kedutaan Besar Serbia di Indonesia mengadakan perayaan National Day Negara Serbia pada tanggal 20 Februari 2013 di Ballroom Hotel Mandarin Jakarta. Acara dibuka oleh sambutan dan pemotongan kue bersama dari Duta Besar Serbia untuk Indonesia HE. Mr. Jovan Jovanovic. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa sangat senang bisa menjadi seorang duta besar di Indonesia dan ia juga mengenalkan Serbia sebagai Lesti, Zuvela, Jelena negara yang kaya akan panorama

Yulie Setyohadi, HE. Mr. Cesar Esteban

HE. Mr. Rafael Conde De Saro, HE. Mr. Hubert Gijzen, HE. Mrs. Alice Mageza, HE. Mr. Eduardo Calderon

alam yang indah dan memiliki banyak objek wisata yang dapat menjadi referensi para wisatawan dunia. Dalam acara tersebut, hadir Ketua KADIN Indonesia Suryo B. Sulisto, Wakil Menteri Perdagangan Ayu Krisnamurthi, Direktur UNESCO untuk Indonesia HE. Mr. Hubert Gijzen dan para duta besar negara tetangga. National Day Serbia juga dimeriahkan oleh penampilan konduktor dunia asal Serbia DR. Tomislav Dimov yang melantunkan alunan merdu dari gesekan biola dan di dampingi pianis wanita Indonesia Laurensia Leonie Yosianti. +

Penampilan DR.T omislav Dimov & Laurensia Leonie Yosianti

Suryo B.Sulisto,HE.Mr.Jovan Jovanovic, Mrs.Sanja Jovanovic, Ira Wibowo

Sambutan pembuka HE. Mr. Jovan Jovanovic

HE. Mr. Da'to Syed Munshe Afdzarudin, Mrs. Datin Sharifah

Maret 2013

89


GUNEMAN

OBROLAN SINGKAT

LUCY GANI (Pendiri Tiger Enterprise)

Tertantang

Gelar Event Berkualitas Teks: Della Yuanita;Foto: Istimewa

N

ama Lucy Gani kini mulai dikenal di berbagai kalangan di Yogyakarta. Pendiri Event Organizer (EO) Tiger Enterprise ini kini sudah sering mendapat kepercayaan dalam menggarap event-event berskala besar seperti Fortune Baking Festival di Semarang. 10th Parsley Aniiversary, Launching Seven Billion Shines Jewellery dan masih banyak lagi. Bahkan dibawah bendera Tiger Enterprise, Lucy beserta timnya dipercaya oleh pihak Keraton Ngayogyakarta dalam meng-handle Royal Wedding GKR Bendara yang merupakan putri bungsu Sri Sultan Hamengku

Buwono X dengan KPH Yudanegara pada Oktober 2012 lalu. “Tentu hal tersebut menjadi kebanggaan yang sangat luar biasa bagi saya pribadi dan tim,” papar wanita alumni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta jurusan Sastra Inggris ini kepada Kabare. Istri dari Anton Tanjaya ini menuturkan bahwa Tiger Enterprise berangkat dari impian dirinya, Anton dan sahabat baiknya Bonnie Susilo yang ingin membuat pameran anak termegah dan memiliki visi edutainment yang pas. event pertama yang digarapnya adalah WOWFEST yang sukses digelar. EO premium yang berdiri sejak

tahun 2010 ini kini bahkan telah menjadi salah satu EO yang paling diperhitungkan di Jogja. “Satu hal yangg mungkin bisa menjadikan saya seperti sekarang adalah rasa cinta terhadap pekerjaan an yang saya tekuni. ecara Walaupun lelah secara fisik dan mental dalam an atau persiapan pameran event, namun kepuasan apabila telah berhasil menggelar expo atau event dengan sukses, itu membuat saya makin bersemangat dan tertantang dalam menggelar eventevent selanjutnya,” pungkasnya.+

ACHIEL SUYANTO (Anggota Tim Asistensi RUUK DIY)

Jogja Tetap Istimewa Teks&Foto: FA Herru

P

engesahan RUU Keistimewaan kota Jogja sempat menghiasi kolom berita berbagai media di Indonesia. Sebuah proses panjang selama bertahuntahun yang tak luput dari beragam persoalan. Menurut Achiel Suyanto, SH, MH, MBA., undang-undang keistimewaan diperoleh berkat perjuangan. “DIY ada sejarah, ada modal supaya istimewa,” tegas alumnus UII tahun 1983 ini. Pada saat ditemui Kabare, Achiel Suyanto menegaskan bahwa dana keistimewaan diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat dalam ujud programprogram. Dalam UUK disebutkan bahwa

90

Maret 2013

keistimewaan berada pada tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan di kabupaten kota saja. Tetapi program dapat disalurkan ke dukuh maupun rakyat. Selama ini ternyata masih ada yang memiliki kesalahan persepsi tentang hal ini. Untuk itu, kesalahan persepsi tentang dana keistimewaan perlu diluruskan. agar tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. “Jangan diartikan pengesahan UUK adalah untuk mendapatkan pemberian bruto,” tegas Achiel Suyanto..+


WANDA HARAHAP (National Corporate Affairs Manager PT. COCA COLA AMATIL Indonesia)

Budayakan Bahasa Indonesia Teks&Foto: Herlan

B

erbahasa Indonesia dalam setiap kesempatan adalah kewajiban kita sebagai masyarakat Indonesia, tetapi menurut wanita yang biasa disapa Wanda Ini Masyarakat kita lebih cenderung membudidayakan bahasa asing ketimbang membiasakan berbahasa bangsanya sendiri. Kadang–kadang agar terlihat lebih intelektual masyarakat kita suka mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, padahal menurutnya kalau kita ingin dilihat sebagai masyarakat yang memiliki jati diri bangsa maka kita harus membudidayakan bahasa Indonesia dibanding bahasa asing. Walaupun dalam pekerjaannya ia selalu dekat dengan kehidupan masyarakat Nngara tetangga tetapi ia tetap selalu menggunakan bahasa

Indonesia sebagai bahasa sehari-hari dan ia tidak segan-segan untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan formal dengan para relasi dan rekan kerja yang berasal dari negara lain. Menurutnya mereka sangat menyambut baik hal itu. Bahasa asing memang perlu dan penting untuk kita pelajari tetapi apabila tidak ada yang mau mempelajari bahasa Indonesia dan lebih mendewakan bahasa asing maka kelamaan bahasa Indonesia akan semakin hilang. Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai bahasa negara tetapi juga sebagai alat pemersatu bangsa,dari keanekaragaman budaya yang kita miliki. Oleh sebab itu kita sebagai warga negara Indonesia sejatinya dapat menjaga dan melestarikan bahasa kita yaitu bahasa Indonesia.+

DANIEL MANANTA (Artis dan CEO DAMN! I LOVE INDONESIA)

Sarung Sebagai Trendmark Busana Tradisional Indonesia Teks&Foto: Herlan

S

aa ini banyak anak muda Indonesia aat yang lebih tertarik mengenakan trend ya fashion negara luar ketimbang fas mengenakan busana tradisional bangsa menge Indonesia atau hasil karya anak Indo bangsa. Apalagi sejak maraknya b busana khas boyband atau girlband Korea yang sedang ddigandrungi oleh remaja-remaja Indonesia, sepertinya itu membuat busana Indonesi tradisional semakin terjepit. tradisiona tersebut mendorong pr,ia kelahiran Hal ter Jakarta, 114 Agustus 1981 ini, untuk merencanakan agar sarung menjadi sebuah merencan

ciri khas dari busana Indonesia karena dari sebuah sarung kita bisa membuat desain busana dengan berbagai macam jenis dan gaya ungkapnya. Danie juga menyarankan agar sarung segera dipatenkan agar tidak diakui oleh negara tetangga. Oleh sebab itu karena kecintaannya dengan budaya Indonesia maka ia membuat sebuah brand pakaian dan souvenir khas Indonesia dengan nama DAMN! I LOVE INDONESIA. Pria yang malang melintang di dunia entertainment Indonesia ini, tidak pernah ragu dan malu untuk mengenakan busana tradisional khususnya sarung pada acara-acara resmi dan santai bahkan ungkapnya, ia sering juga mengenakan sarung pada saat jalan santai ke pusat-pusat perbelanjaan atau Mall. Dalam Indonesia Fashion Week 2013 ia di percayakan untuk menjadi Face Of Indonesia atas prestasinya dalam bidang fashion.+

Maret 2013

91


BIYEN SAIKI DULU & KINI

Benteng Vastenburg Surakarta

Foto: Koleksi Tropenmuseum (Tidak diketahui)

Foto: Albert (2013)

92

Maret M arett 22013 013


KONSULTASI

LAKON LAKU

MASALAH KESEHATAN Ibu Nina Di Jakarta Pak Gembong yang baik membaca Kabare Magazine saya ingin konsultasi dengan Bapak, mengenai penderitaan sakit saya yang sudah saya derita selama 1 tahun lamanya. Saya sudah berobat kemana - mana namun tidak kunjung sembuh. Saya mempunyai penyakit selain diabetes juga mempunyai penyakit kulit yang bertahun – tahun juga tidak kunjung sembuh. Kalau di obati sembuh sebentar lalu kambuh kembali, apabila kambuh rasanya gatal sekali dan nyeri kulit menjadi menebal, bersisik dan kering. Selain itu pada kaki saya lutut sampai telapak terasa baal (kesemutan yang sangat) saya sampai bosan berobat karena tak kunjung sembuh. Beberapa orang pintar mengatakan bahawa saya terkena gunaguna (santet) dan sudah di keluar kan berbagai jenis benda , namun penyakit saya belum bisa sembuh juga. Mohon bantuan Bapak apakah betul saya terkena sakit murni atau tidak. Atas bantuan bantuan Bapak saya haturkan banyak terimakasih. Jawaban Ibu Nina yang sedang bosan di Jakarta, melihat foto ibu dan membaca surat ibu maka dapat saya haturkan sebagai berikut. Bahwa tidak benar ibu terkena penyakit tetang sakit. Ibu betul –betul sakit kondisi gatal – gatal dan kulit menebal itu merupakan jenis virus pada kulit yang di sebut psoriasis (merupakan jenis virus pada kulit) yang sampai sekarang belum ada obatnya. Penyakit ini tidak menular tapi merupakan genetis. Kondisinya akan berkembang bagus apabila kita mengalami stress atau depresi atau tingkat lemak jenuhnya meningkat, sedangkan rasa pegal-pegal dan baal (kesemutan) di kaki itu merupakan neuropathi diabeticum yaitu saraf –saraf karena penyakit diabetes. Saya akan membantu ibu unutk mengobati baik psoriasis maupun dibeticum. Akan saya kirimkan obat pada ibu.hal yang ibu ingat jangan makan makanan yang berlemak MASALAH KELUARGA Bpak. PRT Di Solo Saya sangat tertarik setelah membaca majalah Kabare dan kebetulan saya sangat ingin sekali konsultasi dengan Bapak mengenai masalah rumah tangga. Saya mempunyai isteri 1 dengan empat orang anak, anak saya terkecil masih Smp. Awalnya kami adalah keluarga yang bahagia dan harmonis namun sudah 2 tahun ini saya melihat perubahan pada diri istri saya. Dia mulai sering marah-marah jarang mau berkumpul dengan suami dan anak- anak bahkan sering menolak untuk pesiar dengan anak- anak alasannya selalu capek atau tugas kantor. Awalnya saya memaklumi namun karena seringnya menolak saya jadi curiga. hidupnya sehari- hari berangkat kantor sampai pulang kantor dirumah hanya sms-an bahkan sampai larut malam. Pernah saya bertanya kala saya tidak menahan kesabaran saya tapi justru terbalik, justru istri saya emosi berkobar – kobar dan terjadi pertengkaran hebat, sejak peristiwa itu isteri saya pisah ranjang dan tidak mau sudah melayani kewajiban sebagai istri dan juga tidak mau komunikasi bak suami maupun anak. Istri saya berkerja di perusahan swasta, pernah istri saya pergi 3 hari tidak pulang alasanya tugas kantor , namun saat saya tanyakan pada pimpinanya, pimpinan mengatakan bahwa isteri saya ijin karena ada urusan keluarga. Saya pernah meminta untuk keluar dari pekerjaanya karana saya mampu untuk memberi nafkah maupun pendidikan anak- anak. Tapi istri justru meminta untuk bercerai. Saya jadi penasaran pada saat istri saya sedang mandi saya mengambil HP istri yang sedang di sembunyikan, saya seperti tersambar petir ternyata isteri saya selingkuh dengan laki – laki lain. Saya pernah menghubungi laki- laki tersebut via telepon dan saya hubungin baik – baik dan saya nasihati agar tidak berhubungan dengan isteri saya lagi. Dan saya berjanji unutk melepaskan isteri saya namun tidak mengaku nama dan alamat rumahnya dan esoknya istri saya marah besar karena mendapat laporan dari lelaki tersebut, sampai sekarang anak –anak sangat marah dan mulai membenci ibunya. Saat ini saya sedang sangat bingung Bapak karena ternyata isteri saya seorang pembohong besar. Mohon bantuan bBpak apa yang harus saya lakukan, sebelumnya saya haturkan terimaksih. Jawaban Bpak. PRT Melihat foto bapak dan keluarga maka dapat saya haturkan sebagai berikut: Bahwa sudah sangat jelas sekali isteri bapak sudah berselingkuh sejak lama untuk melakukan satu tidakan maka perlu sekali bapak menemukan bukti – bukti yang kuat mengenai perselingkuhan isteri Bapak. Saya akan membantu tipe wanita seperti ini memang tipe wanita yang tidak baik dan sulit berubah, memang sulit mencari bukti laki- laki tersebut karena memang isteri bapak sangat melindungi sekali. Perbuatanya akan selalu berselingkuh. bukti – bukti akan segera muncul kalau Bapak rajin berdoa insyallah akan dibuka semua kelakuan – kelakuan oleh Allah oleh karena. itu, Bapak harus mencoba untuk mengikuti apabila isteri barangkat maupun pulang dari kantor.S ebelumnya saya haturkan terimaksih MASALAH USAHA Bpak Narji Di Purwokerto Melihat majalah Kabare saya sangat tertarik.maka dari itu Bapak Gembong saya ingin konsultasi mengenai usaha yang akan saya buat. Saya mempunyai sebidang tanah sekitar 3000 m2 saya ingin sekali usaha jenis usaha apa yang cocok untuk tanah seluas itu karena anak – anak saya masih kecil sehingga saya harus mempunyai usaha lain. Mohon bantuan Bapak untuk jenis usaha apa yang cocok untuk saya, atas jawaban Bapak sebelumnya saya haturkan terimakasih Jawaban Bapak Narji yang baik melihat foto bapak dan tanggal lahir bapak maka dapat saya haturkan sebagai berikut: Bahwa usaha yang cocok untuk Bapak, jenis usaha yang cocok dan baik adalah usaha argobisnis terutama di bidang perikanan dan pertanian misalnya Bapak melakukan usaha yaitu pemijahan lele, Namun untuk usaha ini bapak harus banyak belajar dulu, nanti akan segera saya bantu untuk teknologi baik di bidang pertanian, perternakan dan perikanan. Untuk usaha ini potensi ekonominya sangat kuat. Sedangkan untuk usaha yang lain yang cocok adalah pengolahan hasil bidang pertanian, seperti misalnya pembuatan jamu instan dan lainnya. Demikian saya haturkan banyak terimaksih.

Diasuh oleh: KRMH Ir Gembong Priyatmo Danudiningrat Tak ada kehidupan yang berjalan tanpa problema. Namun selalu ada jalan keluar. Kirimkan problema yang Anda hadapi lengkap dengan data diri dan foto, lebih baik surat ditulis dengan tangan. Pak Gembong akan membantu memecahkan problema Anda. Surat dapat dikirimkan ke: Redaksi Majalah Kabare Jl. Pacar 67A Baciro,Yogyakarta Telp. +62 274-562887, Fax. +62 274-558072 e-mail: info@kabaremagazine.com www.kabaremagazine.com

Maret 2013

93


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Sekar Jagad:

Kebaya Sebagai Identitas Budaya Indonesia Teks&Foto: Julius Wicaksono

P

esona kebaya di Indonesia sebagai busana yang melambangkan keanggunan perempuan Indonesia kembali disuguhkan ke khalayak. Hari Sabtu 9 Februari 2012 Sekar Jagad mengadakan event ceramah dan peragaan busana dengan tema “Kebaya Sebagai Identitas Budaya Indonesia” yang diadakan di Kantor Departemen Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini dipimpin oleh Dra. Nita Azhar sebagai pembicara yang memberikan gambaran tentang nasib kebaya Indonesia saat ini. Kebaya pada awalnya merupakan pakaian yang dikenalkan oleh bangsa portugis pada masa awal pendudukannya di Indonesia yang kini kebaya dikenakan sebagai simbol keanggunan perempuan Indonesia. Salah satu wujud dari

eksistensi kebaya saat ini dipresentasikan oleh peragaan busana ibuibu arisan ”Happy Moms” yang mewarnai acara yang diadakan oleh Sekar Jagad tersebut. Peragaan busana kebaya menampilkan ragam kebaya dari seluruh Indonesia. Beberapa kebaya Indonesia yang menarik perhatian penonton diantaranya adalah kebaya Jogja, jakarta, Minahasa, Bali, dan masih banyak lagi. Sekar Jagad merupakan paguyuban pecinta batik Indonesia yang tampil eksis dalam mengadakan kegiatan yang sangat menjunjung tinggi budaya Indonesia, salah satunya adalah busana kebaya.+

Chinese Night Market

Hyatt Regency Yogyakarta Teks&Foto: Istimewa

P

entas kolaborasi Sendratari Ramayana-Barongsai di Hyatt Regency Yogyakarta mengangkat cerita Rama-Shinta yang dikemas istimewa untuk merayakan perayaan Imlek 2564 Februari lalu. Pergelaran kolaborasi Sendratari Ramayana Laras Budaya dengan Barongsai Putra Mataram Yogyakarta, berdusari 90 menit dengan memadukan budaya Jawa dan Cina malam itu, sukses menghibur para tamu yang menginap di Hyatt Regency Hotel. Hal tersebut terlihat ketika pergelaran rampung, para tamu memanfaatkan momentum tersebut untuk 94

Maret 2013

berfoto bersama dengan seluruh penari dan pendukung Sendratari Ramayana dan Barongsai. Pimpinan Sendratari Ramayana Laras Budaya, Ir. Henry Purwanto MM, MKom mengungkapkan, meski pentas Sendratari Ramayana bercerita mengenai Rama dan Shinta yang dikolaborasikan dengan barongsai, bukan sekadar tempelan melainkan memang masih terdapat adegan yang sekiranya cocok dengan cerita Ramayana. Di antaranya, adegan akhir ketika Rama melawan Rahwana, muncul liong yang mengejar raksasa hingga lari

ketakutan. “Pentas kolaborasi Sendratari Ramayana-Barongsai di Hyatt Regency Yogyakarta untuk menyemarakkan Imlek 2564 ini baru pertama kali,” papar Henry. Marketing Communication Manager Hyatt Regency Hotel, Ayu Cornellia menambahkan, Ramayana Night Market selalu hadir setiap Sabtu malam di pool side Hyatt Regency Yogyakarta mulai pukul 19.00 WIB. Pentas Sendratari Ramayana di Hyatt Regency Yogyakarta ini berlangsung sejak tahun 1997 hingga sekarang dan selalu menjadi daya tarik pariwisata di Jogja..+


Pesona Batik

“Sparkling

Java Oriental” Hotel Santika

Yogyakarta

Teks&Foto: Julius Wicaksono

H

otel Santika Premiere Jogja kembali menghadirkan The Legend of Fashion and Luncheon, sebuah acara santap siang sembari menyaksikan fashion show dari koleksi batik terbaru. Acara ini diselenggarakan di Restoran Pandan Sari pada hari Sabtu, 2 Februari 2013, pukul 12.00-14.00 WIB. Fashion and Luncheon kali ini mengusung tema “Sparkling Java Oriental” yang memadukan antara batik tradisional jawa dengan sentuhan-sentuhan modern bernuansa oriental, mengingat Kemeriahan yang tersaji merupakan perpaduan kerjasama antara Hotel Santika Premiere Jogja dengan Batik Berlian Nurindo by Nunuk Patrick. Peragakan busana ini dibagi menjadi empat sesi, di mana setiap sesinya akan menampilkan busana yang berbeda-beda, yaitu busana kasual, busana kerja, kaftan dan busana malam (party). Batik berlian Nurindo berkreasi dengan memadukan warna merah, oranye, hijau toska dan warna lainnya sesuai dengan tema java oriental. Batik Berlian Nurindo hadir di Yogyakarta dengan beragam koleksi batik, mulai dari batik cap, batik tulis tradisional khas Jogja hingga motif batik kontemporer.+

Memperingati

Spring Festival danTahun Baru Cina 2013 Teks&Foto: Herlan

P

ada tanggal 5 Februari 2013 yang lalu bertempat di kediaman Duta besar China untuk Indonesia HE.Mr. Liu Jianchao, diselenggarakan Spring Festival untuk para wartawan Indonesia dan media China yang sangat berperan aktif pada informasi kenegaraan, keanakaragaman budaya dan aktifitas sosial Kedubes China di Indonesia dan China. Acara ini juga bertujuan untuk mengikat tali silaturahmi antar para wartawan di Indonesia dengan para awak media China Serta merayakan Tahun Baru China 2013 . Dalam acara tersebut Duta Besar China untuk Indonesia, HE.Mr. Liu Jianchao juga memperkenalkan salah satu pembuatan makanan khas China bersama para wartawan dan ikut menyanyikan lagu Bengawan Solo bersama dengan para sekretarisnya menggunakan bahasa Indonesia. Dalam acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize untuk para undangan dengan hadiah berupa aneka kerajinan keramik dan musik khas kebudayaan China.+

Maret 2013

95


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

The Grand Duck King hadir di

Hotel Tentrem

Jogja

Teks&Foto: Farid Imawan

P

enikmat masakan jenis olahan oriental terutama berbahan dasar bebek yang disajikan dalam berbagai masakan, kini bisa bersantap di restoran The Grand Duck King yang untuk pertama kalinya hadir di kota Jogja, menjadi satu dengan hotel Tentrem. Mulai tanggal 2 Febuari 2013, The Grand Duck King hadir dengan konsep bernuansa tradisi Cina dengan sentuhan budaya Indonesia, dan tangan dingin para chef berpengalaman dari Malaysia, Singapura, dan Hongkong. Restoran yang pertama kali dibuka di Jakarta tahun 2003 ini, kini telah mempunyai beberapa cabang di beberapa kota antara lain Medan, Surabaya, dan terakhir di Hotel Tentrem, Jogjakarta. Sampai saat ini telah memiliki 17 cabang dengan 3 brand yaitu, The Grand Duck King sebagai jajaran brand premium Restaurant, The Duck King sebagai konsep utama, dan Imperial Chef sebagai Konsep Chinese Restaurant..+

Pemilihan

Puteri Indonesia

2013 Y

Teks&Foto: Herlan

ayasan Puteri Indonesia kembali menggelar acara tahunan Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) XVII/2013. Malam Grand Final telah digelar pada 1 Februari 2013 lalu di Jakarta Convention Center. Menurut Ketua Dewan Pembina YPI Putri Kuswisnuwardhani, kriteria pemilihan finalis masih berdasarkan 3B (Brain, Beauty, Behaviour). Dari sekitar 38 finalis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mereka menjalani masa karantina menjelang acara puncak yang juga dihadiri Miss Universe 2012 Olivia Culpo. Dalam malam Grand Final PPI 2013 Whulandary terpilih sebagai pemenang Puteri Indonesia 2013. Perempuan asal Sumatera Barat itu masuk ke dalam fase selanjutnya. Ia menjadi orang kesembilan yang disebut lolos memasuki babak selanjutnya. Whulandary rupanya tak hanya fasih berbahasa Jerman namun juga pernah menjuarai Lomba Baca Al Qur'an. Ketenangan, rasa percaya diri dan kecerdasannya akhirnya membuat perempuan cantik ini dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2013.+

96

Maret 2013


Gran Meliรก Jakarta

Dukung

Industri Mode

Indonesia Teks: Della Yuanita, Foto : Ist.

Yogya Semesta

Gelar Dialog Budaya dan Gelar Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

T

iga label busana yang membawa nilai warisan lokal yakni Pradipta, Jessenit dan Klambiku hadir dengan karya-karya terbarunya di Show Morning Tea and Fashion di Lobby Lounge, Gran Meliรก Jakarta pada Kamis, 7 Februari, 2013. Acara ini dibuka oleh Nina Akbar Tanjung dan Hana Hoed, Direktur Pemasaran & Komunikasi Gran Meliรก Jakarta. Sebanyak 39 koleksi busana ditampilkan oleh para model yang berjalan di didepan 100 pasang mata tamu undangan yang hadir. Pradipta merupakan label busana yang didirikan oleh Nita Seno Adji, dengan menciptakan sentuhan modern untuk tekstil handwoven Indonesia yang dikenal sebagai tenun yang berasal dari Bali, Lombok, Sumba, Sumbawa, Bima dan Timor. Koleksi Jessenit kental dengan ciri khas batik Cirebon dan Madura yang didesain oleh Nita Seno Adji dan Yessi Haryanda. Sedangkan desain Klambiku merupakan karya Nita Seno Adji dan Vivit Arifin sangat kasual dan dinamis..+

Seni

D

alam rangka menggali dan mengkaji kepemimpinan bangsa ke depan, Yogya Semesta menggelar Dialog Budaya dan Gelar Seni di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 19 Februari 2013 lalu. Kegiatan yang bertema Panca Titi Darmaning Prabhu Sumber Acuan Kepemimpinan Bangsa ini membahas mengenai mencari benang merah antara kepemimpinan Mahapatih Gadjah Mada dengan UGM dan kepemimpinan nasional oleh narasumber Rektor UGM Prof. Pratikno. Kemudian budayawan sekaligus pengusaha Setiawan Djody membahas hal tersebut dalam konteks kepemimpinan bangsa, terutama dalam dimensi nasionalisme dan patriotism Gadjah Mada. Selanjutnya Ketua Jurusan dan Guru Besar Seni Pedalangan ISI Yogyakarta Prof. Kasidi Hadiprayitno membahas dalam dimensi budaya yang diambil dari nilai-nilai simbolisme seni pewayangan. Sebelumnya, Prof. Kasidi bersama mahasiswa ISI Yogyakarta menampilkan fragmen Wayang Kulit Ringkes Tiga Babak Wahyu Titi Panca Darmaning Prabhu untuk menghibur para tamu undangan. .+

Maret 2013

97


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

WOWFEST, Nuansa Baru

Dunia Parenting Teks&Foto: Della Yuanita

A

cara WOWFEST digelar di Yogyakarta pada 15 Februari – 17 Februari 2013 di Grand Pasific yang berlokasi di Jalan Magelang Yogyakarta. Dalam acara tersebut, Ivana Suprana sebagai perwakilan Official Partner Jamu Jago juga resmi me-launching produk telon cream terbaru yaitu Bebe Roosie yang mengusung tema farm dan ayam kecil sebagai ikonnya. Pameran yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, M. Tazbir M.Hum., ini mendapat antusiasme dari para pengunjung. Ketika diajak berkeliling ke berbagai stand tenant dari seluruh produk baby dan kids yang memadati WOWFEST, Tazbir mengungkapkan apresiasinya terhadap pameran anak berkualitas yang ada dikota Yogyakarta yang dapat meningkatkan kunjungan wisata di Yogyakarta. WOWFEST memberikan nuansa baru

bagi dunia anak, parenting serta pendidikan di kota Yogyakarta. Selain diikuti oleh berbagai sekolah,WOWFEST juga melibatkan berbagai produk dengan brand ternama termasuk Bebe Roosie, Huki, Kalbe, Prodia, Konicare, Wyeth dan masih banyak lagi. Anak-anak dimanjakan dengan aneka playground seru yang menarik..+

Yogyakarta

Republik Sepeda Teks&Foto: Albert

G

ubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Menteri Pemuda dan Olahraga KRMT. Roy Suryo dan Rektor UGM Prof. Pratikno berkomitmen mewujudkan Jogja sebagai Republik Sepeda di Pagelaran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sabtu, 16 Februari 2013 yang lalu. Secara bersama, mereka menandatangani prasasti komitmen bersama menuju Yogyakarta Republik Sepeda melalui gerakan daulat bersepeda. Dalam sambutannya, Roy Suryo mengatakan bahwa gerakan bersepeda bersama dari UGM ke Kraton tersebut juga merupakan upaya menggali kembali sejarah UGM dan bagaimana republic sepeda tercipta. Sedangkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengemukakan pencanangan republik sepeda ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat Yogyakarta untuk bias lebih sehat dan mengurangi polusi. Prof. Pratikno pun menuturkan bahwa melalui kegiatan di lingkungan UGM ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk hidup sehat dengan bersepeda..+

98

Maret 2013


Nadya Mulya dan Joey

Roesma Luncurkan

Buku Kocok!

Teks: Della Yuanita, Foto : Ist.

R

abu, 20 Februari 2013 lalu menjadi terasa istimewa karena pada hari itu, dua sosialita ibukota yakni Nadya Mulya dan Joey Roesma meluncurkan buku Kocok! The Untold Story of Arisan Ladies and Socialites di Canteen Plaza Indonesia, Jakarta. Acara ini dikemas dengan format talk show dan fashion show dari Ardistia New York dengan 10 model yang merupakan sosialita-sosialita ibukota seperti Rahmah Umayya, Ade Andrini, Miranthy Hakim dan lainnya. Duo penulisnya yakni Nadya Mulya dan Joey Roesma melihat bahwa kini arisan ibukota tidak hanya sekadar untuk silaturahmi yang terikat dengan uang namun banyak faktor lain yang melatarbelakangi adanya sebuah arisan, terutama di kalangan sosialita. Menurut Joey, arisan telah berevolusi, tak sekadar menjadi ajang silaturahmi tapi telah menjadi ajang untuk narsis, eksis dengan liputan majalah, bisnis dan bahkan show off. “Ini adalah hukum alam, dimana ada perkembangan, pasti ada perubahan, “ tutur Joey kepada Kabare. Sedangkan Nadya melihat bahwa arisan bukan sekadar happy-happy saja, namun arisan dapat menjadi inspirasi sehingga menjadi sesuatu yang bisa dijajaki lagi. Tentunya isi buku ini sangat easy reading dengan bahasa sedikit menyentil namun dikemas secara netral dan tanpa bermaksud menghakimi.+

Padmaloka, 10 Tahun

Ferry Setiawan

Berkarya Teks: Della Yuanita, Foto : Agus Yuniarso

M

enandai sepuluh tahun berkarya di dunia fashion, desainer kenamaan asal Semarang Ferry Setiawan menggelar show tunggal di Pendopo Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Dalam show tunggalnya yang digelar pada Kamis, 14 Februari 2013 lalu, Ferry mengangkat tema Padmaloka yang berarti bunga surgawi. Kali ini, sebanyak 56 koleksi busana ditampilkan dalam show 10 Tahun Ferry Setiawan, mulai dari baju kasual, kebaya simpel, kebaya encim, kebaya glamour dan kebaya pengantin. Bahkan Ferry juga menghadirkan tren model kebaya serta tren warna busana tahun 2013. Sesuai dengan temanya, hampir semua koleksi Ferry memiliki sentuhan bunga, baik motif, detail hingga aksesoris. “Harapannya, fashion show kali ini akan menjadi trend setter serta acuan bagi para calon pengantin dan klien saat akan memutuskan membuat kebaya, baik untuk acara pernikahan maupun acara lainnya,” papar Ferry. Dalam fashion show kali ini, Ferry menggandeng make up artist LT Pro Yogyakarta, hair do oleh tim Bajoekoe Management dari Semarang serta koreografi dan tata panggung oleh Kevin dari Yogyakarta.+

Maret 2013

99


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Royal Ambarrukmo Yogyakarta,

Grand Royal Ballroom sebagai destinasi MICE

Teks: Julius Wicaksono;Foto: Ist.

S

urga wisata di Pulau Jawa adalah Yogyakarta, kota yang kental dengan budaya tradisional Jawa dan terdapat begitu banyak tempat-tempat wisata serta pantai yang indah. Selain menjadi destinasi wisata, Yogyakarta juga kini menjadi destinasi MICE ( Meeting Incentive, Conventions and Exhibition ). Royal Ambarrukmo Yogyakarta selain sudah menjadi destinasi wisata dengan adanya Kedaton Agung di komplek hotel, juga berusaha menyiapkan destinasi MICE meningkatkan fasilitas dengan membangun Grand Royal Ballroom yang rencana pembangunan akan selesai di bulan Juli 2013 dan siap untuk menampung permintaan meeting, function, eksibisi yang besar baik nasional maupun internasional dengan letak yang sangat strategis. Grand Royal Ballroom akan menjadi fasilitas meetings yang terbesar dan terbaik di Yogyakarta. Dapat menampung hingga 2,500 orang, dilengkapi ruang operator, pre function out door dan indoor yang luas, eskalator, Lift untuk VIP, dan loading lift yang luas, sistem rigging dan lighting, serta anti redam suara yang efektif. Tujuan dibangunnya tambahan fasilitas ini adalah untuk mengakomodasi meeting, exhibition dan convention di Yogyakarta dengan standar Internasional.+

Wine Cigar and

Party W

Teks&Foto: Sutoto

ine dan cerutu seakan menjadi perekat dengan budaya dan gaya hidup. Minum wine dan menghisap cerutu merupakan salah satu budaya yang tak bisa ditinggalkan masyarakat Barat. Namun rupanya, kini kecenderungan masyarakat tanah air dalam menghisap cerutu dan menikmati secangkir wine sudah sangat meluas, bahkan menjadi lifestyle tersendiri Bukan hanya di acara khusus namun minum wine sering juga dilakukan saat berkumpul dengan teman, sahabat maupun kerabat. Sawa Steaks & Grill Resto and Lounge Yogyakarta menjadi salah satu pioneer dalam menangkap peluang tersebut. Pada Selasa, 12 Februari 2013 lalu, I Ketut Sunesa, pemilik dari Sawa Steaks &

100

Maret 2013

Grill Resto and Lounge sengaja mengumpulkan berbagai komunitas pencinta wine dan cerutu untuk menikmati wine dan cerutu di resto miliknya. Malam itu menjadi begitu istimewa karena penyanyi Katon Bagaskara sengaja hadir untuk berkumpul bersama. Dalam kesempatan tersebut, Katon sekaligus memperkenalkan produk cerutunya yang berlabel Bagaskara Cigar. Wine dan cerutu memang berkelas, dan banyaknya komunitas pencintanya melambangkan bahwa di Indonesia khususnya Jogja, wine dan cerutu menjadi lambing gaya hidup fashionable dan modern bagi para pencintanya..+


Kunjungan

Danagung Group ke Kantor Kabare Teks: FA Herru;Foto: Albert

P “Splash Your Body And Feel At

Fresh

Lotus

ada 14 Februari lalu, sejumlah perwakilan dari Danagung Grup melakukan kunjungan ke kantor Kabare. Mereka dari BPR Danagung Ramulti, BPR Danagung Bhakti, dan BPR Danagung Abadi. Danangung Gurup merupakan sebuah grup perusahaan bank perkreditan rakyat yang beroprasi di wilayah DIY dan sekitarnya. Rombongan tiba pukul 10.00 dan diterima langsung oleh Diektur Litbang Kabare Magazine Ir. Danang Wibowo yang saat itu didampingi beberapa staf Kabare Magazine dan Kabare Production. Pertemuan berlangsung santai dan akrab. Dalam kesempatan itu, Dangung Grup memperkenalkan terobosan barunya berupa

Swimming Pool� Teks: Farid Imawan, Foto: Budi Prast

J

umat , 8 Februari 2013 lalu, The Sahid Rich Jogja Hotel memperkenalkan kolam r enang yang berada di kawasan hotel berbintang 4 ini dengan mengadakan acara launching swimming pool yang bertemakan Splash Your Body and Feel Fresh at Lotus Swimming Pool. Acarat ersebut digelar di Pool Side Lotus Swimming Pool The Sahid Rich Jogja Hotel Jalan Magelang, Yogyakarta. Sesuai dengan tagline Splash Your Body and Feel Fresh at Lotus Swimming Pool diharapkan setiap tamu yang berkunjung dapat merasakan atmosfer dan kesegaran yang berbeda. Sebagai salah satu hotel bintang empat yang berada di kota Yogyakarta The Sahid Rich Jogja Hotel menawarkan beberapa pilihan untuk bergabung menjadi membership di Lotus Swimming Pool. Membership yang ditawarkan sangat beragam mulai dari membership perbulan, tiga bulan, enam bulan silver, dan enam bulan gold dengan berbagai benefit menarik Tidak hanya itu, The Sahid Rich Jogja Hotel juga membuka Lotus Swimming Pool hanya untuk satu kali kedatangan dengan harga yang menarik yaitu Rp. 40.000,-danRp 50.000,- juga dengan benefit menarik yang dapat diterima. +

konsep new branding SuperDanagung, yang mencakup program Super Danagung Kredit 1 Jam Cair serta Super Danagung Gampang Nabung Gampang Untung. Dengan Super Danagung ini, sekaligus ingin menguatkan image Danagung sebagai perbankan yang berkomitmen tinggi dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat terutama kalangan UMKM. Selain itu, kunjungan saat itu juga dimaksudkan sebagai ajang sharing pengalaman dan pengetahuan. Kabare sendiri mebagikan pengalaman bekerja selama hampir 11 tahun berjalan dengan semangat pertemanan yang selama ini menjadi kekuatannya. Di sisi lain, pihak Danagung Grup pun mencoba menghimpun masukan-masukan yang terungkap selama perbincangan. Kunjungan saat itu pun menuai harap terjadinya persahabatan yang semakin kuat dan kerjasama ke depan antara Danagung Group dan Kabare. +

Maret 2013

101


CAWISAN EDISI DEPAN

KONDHANG

Pontjo Sutowo

Foto: Ist

REGOL

Gudang Gula Dulu dan Kini

N

ama pengusaha Potjo Sutowo cukup lama tak terdengar. Namun rupanya, pamor salah satu putra dari konglomerat Ibnu Sutowo ini masih sangat terang di berbagai industri tanah air. Ketika bertemu Kabare, banyak hal yang diceritakan oleh sosok pengusaha ini. Apa dan bagaimana kisahnya? Selengkapnya hanya ada di Kabare edisi mendatang.+

102

Maret 2013

CANTHING

Kirab Grebeg Sudiro

S

P

erkembangan industri gula tanah air tidak lepas dari sejarah berdirinya negara ini. Industry gula sudah mulai berdiri sejak zaman penjajahan kolonial Belanda sehingga apat dikatakan jika industri ini menjadi salah satu saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Menurut catatam sejarah, Indonesia pernah mencapai kejayaan produksi gula di tahun 1930an dimana ada sekitar 179 pabrik gula yang beroperasi. Namun, kondisinya kini tak lagi demikian. Seperti apa perjalanan pabrik gula dulu dan kini? Simak di Kabare edisi April 2013. +

Foto: Albert

Foto: Albert

udah bertahun-tahun warga Kampung Mijen, Kelurahan Sudiroprajan, menggelar Kirab Grebeg Sudiro. Ini merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan menjelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Masyarakat di sekitar kampung tersebut sudah relatif lama mewujudkan pembairan antara warga pribumi, Jawa, dengan keturunan Tionghoa. Ada banyak kisah yang melatarbelakangi adanya perayaan kirab tersebut. Nantikan ceritanya hanya di Kabare edisi April 2013 mendatang.+


Kabare Magazine edisi Maret 2013  

Kabare Magazine edisi Maret 2013