Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

KAMIS, 14 JANUARI 2010

INDEKS Kristi Ramadani, gadis remaja yang masih duduk di bangku kelas X SMAN 3 Brebes ini dengan semangat ingin bisa menjadi model nasional. Siapa dia? Baca di suplemen Kreasi.

Tempat Baru Ayin Dirahasiakan

Rekanan Dislantan Ditahan HAL. METROPOLIS

Depag Harus Benahi Diri HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Pemkab Polisikan Warga HAL. PEMALANG

APA MANING...

RAKA DENNY/JAWAPOS

Catur Budi Patayatin

Menkeu Pojokkan BI Sebut Data BI Tidak Lengkap JAKARTA - Rangkaian pemeriksaan Pansus Hak Angket Bank Century terus menggiring bola panas ke arah Bank Indonesia (BI). Bahkan, dalam rapat pansus kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang hadir sebagai saksi membuat pernyataan yang ikut memojokkan posisi BI. Pernyataan itu terkait dengan hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyebut secara jelas bahwa BI memberi informasi yang tidak lengkap kepada Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Akibatnya, kebutuhan bailout pun membengkak dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun. “Data BI tidak lengkap,” ujarnya dalam rapat pansus kemarin (13/1). ke hal 7 kol 4

Satgas Apresiasi Pencopotan Karutan Pondok Bambu

ISMAIL/RATEG

TUNTUT ADIL - Persatuan Guru dan Pegawai Tidak Tetap (PGPTT) Brebes melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD.

GTT Tuntut Pengangkatan BREBES - Aksi unjuk rasa para guru, dalam upaya perbaikan kesejahteraan kian hari terus meningkat. Aksi yang dilakukan, tidak hanya berlangsung di Jakarta. Namun juga berlangsung di berbagai daerah kabupaten dan kota. Termasuk di Kabupaten Brebes, Rabu (13/1), dimana ratusan guru non APBN/APBD, atau mereka menyebutnya sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) mendatangi Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes. Kedatangan mereka itu, diikuti pegawai administrasi. Adapun aksi unjuk rasa itu dimaksudkan, apalagi kalau tidak dimaksudkan perbaikan nasib. Diakui penghasilan yang diterima dari jasa mengajar di kelas benar-benar tidak manusiawi. Jauh dari kelayakan. Sebulan ada yang hanya dibayar Rp 150 ribu, dan itu sudah berlangsung lama. Penghasilan sebesar itu, menurut salah seorang pengunjuk rasa Rojikin, benar-benar tidak mencukupi. Kalah jauh dengan pegawai lain. Karenanya pada wakil rakyat agar bisa memperjuangkan nasib guru tidak tetap. Adapun solusinya dengan mengangkatnya

RAKA DENNY/JAWAPOS

DICOPOT - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Pondok Bambu Sarju Wibowo diganti Catur Budi Patayatin, menyusul pemberian fasilitas mewah kepada beberapa narapidana di Lapas tersebut.

Oposisi Dorong Reshuffle Kabinet

Imelda Therinne

Nok Slentik Tempat Baru Ayin Dirahasiakan * Bakal luwih mewah? Menkeu Pojokkan BI * Serangan balik apa ngeles?

CMYK

Anggaran Unas Belum Jelas Tapi Janji Naikkan Honor Pengawas

SBY Evaluasi 100 Hari Menteri

SEMOK

MESKI selalu tampil feminin, artis Imelda Therinne kini memiliki hobi baru yang terbilang ekstrem. Dara kelahiran Jakarta, 19 Mei 1982, itu diam-diam sedang menggeluti olahraga tinju. Dia sudah sekitar sebulan ini berlatih Thai boxing (tinju asal Thailand yang dipadukan dengan tendangan). “Saya memang lagi hobi boxing.” Beberapa selebriti sudah lebih dahulu menekuni olahraga tersebut, seperti Tamara Bleszynski dan Wulan Guritno. Tetapi, bintang klip video lagu Kekasih Gelapku milik Ungu itu menampik bahwa hobi barunya tersebut sekadar mengikuti tren. “ N g g a k (ikut-ikutan), saya sudah lama pengen coba boxing.” (eos/dwi)

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

POJOKKAN BI - Sri Mulyani saat dimintai keterangan oleh anggota Pansus Hak Angket Bank Century DPR di gedung DPR/ MPR, Rabu (13/1) di Jakarta.

ke hal 7 kol 1

ke hal 7 kol 4

Pede Berkat Tinju

JAKARTA - Artalyta Suryani dipastikan tidak akan menghuni Rutan Pondok Bambu lagi. Namun hingga kemarin (13/1), pihak Departemen Hukum dan HAM belum memutuskan kapan dan di mana Ayin, panggilan Artalyta, akan dipindahkan. “Sekarang Pak Dirjen PAS (Pemasyarakatan, Red) sedang melakukan mapping,” kata Menkum HAM Patrialis Akbar usai melakukan pertemuan dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di kantornya, kemarin petang. Dirjen PAS Untung Sugiyono yang ikut mendampingi Menkum HAM menambahkan, proses rencana pemindahan tersebut kini tengah berjalan. Namun dia merahasiakan tempat dan waktu sang penyuap jaksa Urip Tri Gunawan itu akan menghuni sel baru. “Dirahasiakan untuk alasan keamanan. Kalau ada apa-apa saat perjalanan bagai-

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

NOSTALGIA - Presiden SBY menerima mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang saat ini sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2009-2014, di kantor Kepresidenan, Rabu (12 Jan 2010) di Jakarta.

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengevaluasi kinerja menteri dan komitmen koalisi di kabinet. Namun, hingga kini masih belum ada rencana reshuffle atau perombakan kabinet. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan hal itu di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (31/1). “Akan ada evaluasi koalisi, juga tentunya dalam kabinet. Yang pasti, belum dibicarakan secara khusus mengenai reshuffle oleh presiden,” kata Julian. Mensesneg Sudi Silalahi juga mengungkapkan hal serupa. Kata Sudi, evaluasi saat ini masih murni didasarkan ke hal 7 kol 1

JAKARTA - Persoalan ujian nasional (unas) seakan tidak ada habisnya. Dana sebesar Rp 524 miliar yang dialokasikan dalam ABPN 2010 untuk operasional ujian tersebut masih dalam tanda tanya. Sebab, hingga kini dana tersebut belum turun. Jumlah pasti anggaran untuk unas juga belum ditentukan. Padahal, pelaksanaan ujian itu tinggal dua bulan. Kementrian Pendidikan Nasional bakal membahas persoalan itu bersama panitia kerja (panja) yang khusus bentuk komisi X menyelesaikan persoalan unas. “Itulah yang akan kita panjakan pada Jumat (15/ 1) mendatang untuk mendiskusikan secara rinci berapa jumlah anggarannya. Prinsipnya, anggaran sudah disetujui dalam raker kemarin (Senin, 11/1, Red). Tapi, kita sudah pastikan. Dalam arti Insya Allah. Komisi X dan Kementrian Pendidikan Nasional sepakat menyelenggarakan unas,” terang Kepala Balitbang Mansyur Ramli, di Depdiknas, kemarin (13/1). Dia menegaskan, bahwa pelaksanaan unas dipastikan digelar pada 22 Maret mendatang. ke hal 7 kol 1

SR, Balita Pengidap HIV/AIDS yang Nunggak Biaya RS

Dirawat Sebulan, Berat Badan Naik 1,5 Kg Sebulan dirawat di RSUP Fatmawati Jakarta, SR, balita penderita HIV/ AIDS, terancam tak bisa melanjutkan pengobatan. Alasannya klasik, orang tuanya menunggak pembayaran yang nominalnya mencapai Rp 6 juta. LAPORAN: IGNA ARDIANI Bocah dua tahun itu terlihat lemah dalam gendongan Sri Diana, 22, sang ibunda. Kaki dan tangannya tampak kurus. Sesekali

terdengar suara batuk kecil dari mulutnya yang dipasangi slang infus. Tak lama, tangis bocah yatim tersebut pecah. Bisa jadi, anak kedua pasangan Sri dan almarhum Ruslan itu merasa gerah karena dirubung banyak orang. Teriakan tangisnya membuat Sri kewalahan mendiamkan. Melihat itu, Dwi, bibinya, sigap membantu menenangkan. Sudah sejak 17 Desember 2009 SR menghuni ruang 322 instalasi rawat anak di Gedung Teratai RSUP Fatmawati. Dia menginap lama di rumah sakit tersebut lantaran virus HIV/AIDS yang diidapnya.

Menurut Sri, kondisi anaknya sekarang sudah lebih baik daripada kali pertama datang. “Waktu itu, tubuhnya sangat kurus. Kayak kulit sama tulang saja,” papar Sri yang tidak bekerja sejak suaminya meninggal pada 2008 itu. Sekarang, berat badan SR sudah naik, dari 6,1 kg menjadi 7,6 kg. Pertambahan berat itu mengubah status gizinya sedikit lebih baik, dari gizi buruk menjadi kurang gizi. SR masih harus dirawat intensif untuk menaikkan berat badannya menjadi 10 kg seperti anak seusianya yang normal. SR merupakan anak kedua Sri dan Ruslan yang terjangkit HIV/ ke hal 7 kol 4

FERY PRADOLO/INDOPOS

MEMBESUK - Sekjen Komisi Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait kemarin membesuk SR di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.


WACANA

2

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Berdikari Oleh: Syamsul Maarif

Ngeles Sakuate dan Teriakan Maling Oleh: Muh. Abduh NGELES sakuate, mukir sapole, mendadak atau pura-pura sakit, mendadak menderita amnesia, dan mendadak menjadi tidak ahli. Itulah sekian cara dari seribu satu cara menghindar dari masalah. Karyawan, pegawai, buruh bahkan sampai pejabat pun pandai untuk menerapkan jurus klasik ini. Kayane, tingkat keterlibatannya dalam masalah berbanding lurus dengan tingkat kemahiran cara menghindar. Maksude pimen kue? Pokoke, ngger salah, ya berusaha mencari cara menutupi kesalahannya. Kecuali, bagi orang-orang yang bertanggung jawab dan berani mengakui kesalahan. Pegawai, karyawan, dan buruh yang cules serta pejabat yang culas langka potongane berani gentle berkata, ya aku salah. “Yin, bisane wis awan esih nang umah?” tanya Dalipan melihat Ayin duduk-duduk di teras rumahnya. Padahal ini hari bukan bertanggal merah. Sekali lagi untuk mengingatkan, ini Ayin pelayan toko di komplek kampung Dalipan, bukan Ayin, penghuni Lapas yang dapat pelayanan spesial nan istimewa. “Iya om, lagi sakit,” jawab Ayin tanpa melihat Dalipan. Mata Ayin terpaku pada BB-nya. Rupanya dia lagi sibuk mengupdate status FB dan komentar status teman-temannya. Kwueh, njelehine nang kene, ngomonge sakit, tapi rajin dan mampu mengupdate status dan memberi puluhan komentar pada teman-temannya. Kalau dibilang, sakit kok mampu begituan, jurus ngeles pun digunakan. Gaya ngeles baru-baru ini Sampeyan saksikan dalam kasus sel berasa hotel yang dihuni Artalyta Suryani alias Ayin. Ini baru Ayin sebenarnya, bukan Ayin pelayan toko itu. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sudah ceto welo-welo menemukan kamar sel Ayin yang sangat nyaman. Fasilitasnya lengkap. Ada lemari es, sofa, dan fasilitas kamar lainnya. Eh.. Departemen Hukum dan HAM dan Dirjen Pemasyarakatan ngeles bahwa ruangan Ayin merupakan ruang keterampilan yang biasa digunakan untuk pesantren kilat. Tapi, mungkin karena sadar bahwa tak ada gunanya ngeles sakuate, akhirnya Menteri Hukum dan HAM mencopot kepala rutan Pondok Bambu, tempat di mana Ayin “berkantor” mengendalikan perusahaannya. Gaya ngeles tenyata juga mahir dilakukan Yang Terhormat Bapak Wakil Presiden Republik ini. Begitu ditanya Pansus Century, apakah dana yang digunakan untuk bailout Rp 6,7 T itu merupakan uang negara atau bukan, dengan gayanya yang tenang, ia bisa ngeles. “Biarkan ahli hukum yang menjawab.” Siapa sih yang akan puas dengan jawaban itu? Sebagai pejabat negara, sudah seharusnya memahami apakah dana itu uang negara atau bukan. Wakil presiden masih saja ngeles sakuate. “Saya tetap menyerahkan kepada ahli hukum untuk menjawab.” Rupanya ada yang jeleh dengan gaya ngeles dari pejabat tinggi. Mungkin karena tak kuat lagi menahan rasa jeleh, teriakan maling pun dimuntahkan salah satu aktivis KAPAK (Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi). Dia pun akhirnya diringkus yang berwajib. Wajahnya masih terlihat gemremet. Dari mulutnya makian maling terus dimuntahkan. “Enyong be ngger nang ruang sidang kue, pan nyamplong nganggo sepatu ka!” ujar Dalipan. Setidaknya, kata Dalipan, dengan melempar sepatu, aksinya bisa mirip-mirip aksi lempar sepatu ke muka Presiden AS George Bush! Masih ingatkan aksi itu? Lemparan sepatu ini dilakukan seorang jurnalis Irak sambil berteriak dalam bahasa arab. “Ini ciuman perpisahan dari warga Irak, anjing!” teriak jurnalis itu sambil melempar sepatu. Sejak itu, sepatu menjadi lambang perlawanan warga Irak kepada George Bush. Berbagai karikatur sepatu nempel di muka Bush tersebar dimana-mana. “Ngger teriakan maling, terus lambange apa? Cangkem mangap? Engko dikira njiplak lambange Rolling Stone lo!” Nah cara-cara mendadak sakit saat akan diperiksa, biasanya dilakukan oleh mereka yang terlibat kasus korupsi. Pagi ini masih bisa golf. Esok harinya menyatakan sakit saat mendapat panggilan pemeriksaan. Kalaupun datang, gayanya benarbenar seperti orang sakit. Pake kursi roda, leher ditutupi sal, pake jaket penghangat, rambut acak-acakan. Matanya sedemikian sayu dan berbatuk-batuk ria. Sementara gaya mendadak amnesia sering terdengar Pansus dari orang-orang yang diperiksa. “Saya tidak tahu.” “Saya tidak ingat itu.” Jadi rupanya mereka sedang demam lagu lupa-lupa ingat. Lupa.. lupa .. lupa... lupa syairnya.. .. “Ingat....ayo bareng-bareng nyanyi..!” (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

BERDIKARI adalah struktur bahasa yang amat popular era orde lama. Karena amat populernya seolah dianggap derajatnya sebagai kata biasa. Padahal berdikari adalah bentuk akronim dari kata-kata berdiri di atas kaki sendiri. Akronim ini dicetuskan dan dipopulerkan oleh presiden pertama kita, Bung Karno. Publik pun merespon dengan baik sebab situasi zaman saat itu, penggunaan singkatan dan akronim lazim dan menjadi trend dibawah kepemimpinan Presiden Pertama Sokarno. Presiden yang gila menyingkat dan mengakronimkan kata-kata dalam membangun semangat nasionalisme dan patriotisme rakyat. Akronim ini begitu keramat karena berisi motivasi semangat yang ditujukan kepada rakyat untuk berdiri di atas kaki sendiri, pasca terbebas dari belenggu kolonialisme, imperialisme. Akronim ini bukan bualan semata. Bung Karno membuktikan tidak hanya dalam kata-kata tetapi dalam tindakan kepemimpinan nyata. Banyak tawaran modal dan tenaga ahli diulurkan kepada Sukarno untuk mengeksploitasi jutaan metric kubik kekayaan alam yang tersimpan di perut bumi Indonesia. Namun, hal ini ditolaknya dengan penuh yakin dan percaya diri. Bahwa kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah pada saatnya nanti akan diolah oleh tangantangan terampil putra-putri Indonesia. Ini yang langka kita dapati pada kepemimpinan saat ini. Bung Karno percaya terhadap mantra ampuh dan efek psikologis akan kata berdikari dalam mewujudkan bangsa In-

donesia sebagai bangsa yang disegani oleh dunia. Karena untuk memenuhi obsesi itu bangsa Indonesia memenuhi segala prasyaratnya. Pasca lengsernya Bung Karno, semangat berdikari seolah di telan bumi. Pintu investasi oelh Suharto dibuka lebar, termasuk tenaga ahli dari luar negeri datang jor-joran dengan mengatasnamakan pembangunan. Di mana-mana rakyat dibius dengan kata mantra pembangunan. Sampai-sampai presidennya mendapat julukan Bapak Pembangunan meski belakangan dianulir, ironis bukan?. Kritisisme atas paradigma pembangunan yang note bene neokapitalis, konsumeris, tersebut kemudian ditandai dengan peristiwa malari. Demonstrasi mahasiswa besar-besaran menyambut datangnya Tanaka, sempat mengguncang jantung kekuasaan Orde Baru yang belum begitu terkonsolidasi. Terjadilah penangkapan para aktivis seperti Hariman Siregar, Syahrir sebagai tumbal gerakan mahasiswa yang sebenarnya hanya ingin mengingatkan kepada rezim Soeharto agar menyelami makna falsafi kata berdikari. Babak berikutnya sang rezim begitu paranoid oleh gerakan mahasiswa. Hantu Gerakan Mahasiswa seolah bergentayangan di relungrelung kantor pejabat negara tidak terkecuali istana. Bahkan membayang di benak pikiran batok kepala elit politik Suharto dan kroni (termasuk kekhawatiran SBY akan aksi 9 Desember sebagai bukti bahwa penyakit itu masih diidap pemimpin kita). Maka dirancanglah mesin politik penjinak gerakan mahasiswa yang diberi nama

NKK BKK. Kampus-kampus seperti kuburan. Diam, beku, kaku. Mati suri. Ambruknya rezim Suharto oleh terpaan tsunami krisis moneter membuktikan bahwa pembangunan bangsa yang dijalankan tidak bertumpu pada kekuatan sendiri (baca: berdikari). Pendekatan pembangunan model demikian tidak akan pernah bisa menyentuh hakikat pembangunan itu sendiri. Sendi-sendi ekonomi begitu rapuh dan penuh kamuflase. Keberhasilan pembangunan yang diagung-agungkan seakan hampir sulit dipercaya bakal bertumbangan, bergelimpangan begitu rupa. Sekali lagi karena diabaikannya ruh pembangunan berdikari. Oleh karenanya, segeralah akhiri model pembangunan yang sesat ini. Modal asing dan tenaga asing sebagai komplementer saja. Segalanya kita prioritaskan pada sumber daya yang ada pada bumi Indonesia. Janganlah banyak bergantung segala sesuatunya kepada kekuatan asing. Banggalah akan kepunyaan dan kemampuan yang dimiliki oleh bangsa kita sendiri.. Paradigma di atas yang telah dipesankan oleh Bung Karno justru ternyata telah dengan tekun dan konsisten dijalankan oleh pemerintah India. India dalam waktu kurang dari 15 tahun mampu menyejajarkan diri sebagai Negara terkemuka di dunia. Perguruan tinggi tekniknya paling maju di Asia dan masuk sepuluh besar dunia. Doktor-doktor teknik di Amerika Serikat didominasi orang-orang India. Kelebihan lain, India yang membedakan

dan melebihkan disbanding dengan Cina adalah tidak begitu mengandalkan modal asing dalam membangun ekonomi dalam negeri. Satu hal yang rentan dari rush ekonomi global. India tahu betul kelebihan yang dimiliki dirinya. Dus, mau mengembangkannya menjadi kekuatan kompetitif ekonomi. Kekayaan khazanah budaya, misal, telah dikemas sedemikian rupa dalam sebuah proyek industri film yang digemari oleh masyarakat dunia dari segala lapisan umur. Industri film India satu-satunya industri film yang mampu menyaingi kebesaran industri film Amerika. Amerika Serikat memiliki Hollywood. India memiliki Bollywood. Industri film Bollywood menjadi penyumbang devisa India nomor dua setelah industri baja. Sebenarnya kalau kita renungi, dunia pendidikan adalah penyumbang terbesar sikap ketidakberdikarian. Sedang sikap ketidakberdikarian adalah bagian dari penyakit mental manusia. Bicara mental berarti berurusan dengan pembangunan manusia. Bicara pembangun mental manusia sudah pasti pendidikan bidannya dan bidangnya, baik pendidikan agama di pesantren maupun pendidikan umum di sekolah, madrasah. Lalu bagaimana cermin pendidikan kita. Sungguh karutmarut. Wajah dunia pendidikan kita tercermin pada perilaku anak-anak didik dan guru-guru. Anak-anak didik kita malas belajar. Kurang nalar. Tidak percaya diri. Tidak ulet, mudah menyerah. Begitu bergantung kepada orang lain. Saat ulangan

KTP Kok Mahal?

PAK Kapolresta Tegal gimana nih? Kok Tegal sekarang jadi kota Togel? Apa tindakan bapak? Aku sebagai warga Tegal sangat malu dengan predikat baru kota Tegal. 081902009xxx

Pertigaan Tirus Gelap ASSALAMULAIKUM.. mohon kepada instansi terkait agar lebih peduli dengan kondisi penerangan jalan di pertigaan Tirus/ rel kereta Tirus gelap. Padahal sangat vital . trims. 081911478xxx

Jembatan Ambruk Kang, DPU kepriben kiye jembatan dalan 2 Kesuben arah ning Slawi ambruk, dadi ora bisa go liwat mobil, melasi angkutan 212.. by Ari.. 085742776xxx

PLN Aja Sak Karepe Dewek

Korupsi Fasilitas Negara

PLN ojo sakarepe dewk, mbok yao diumumna lewat media2 yen listriki pan dipateni. lan aku heran saeki sisteme modele pimen? yen tanggal 25 gurung bayar wis olih surat peringatan (digedak2 gon bayar). tapi ora bisa muasna konsumene. Tantangan nggo Radar : bisa ra ngungkap jeroane PLN, khususe ng tegal, cara kerjane sing bener2 diterapna ng konsumene gudu ng sistem PLNne. FB: Punk Andra

MOBIL dinas dipakai untuk yang berhak & untuk keperluan dinas kantor. Tapi jam kantor kok untuk dipakai istri dan keluarga?? Jemput anak sekolah lagi.. piben kiye pejabate.. No pole G 9…CE… 02833323xxx

Desa Tidak Ada Kegiatan

Belum Ada Rambu YTH Polresta Tegal, untuk belok kiri ketika lampu bangjo merah masih diperbolehkan atau tidak, karena tidak ada tulisannya, masa kalah karo Polres Slawi?. 081902411xxx

Air PDAM Nglangit YTH Pimpinan PDAM kota Tegal, mengapa air yang diolah masih nglangit (bahasa Tegal) mohon penjelasan. Terima kasih dari kuntum baruno di Tegal. 081326867xxx

Jalan Tegalwulung Dijor Klowor ASS.. Kepada Yth Bupati Brebes, enyong pan takon bisane dalan Tegalwulung Jatibarang dijor klowor? Apa laka danane.. bisane enyong pajeg bae, duwit pajege ning endi???. 085724105xxx

Jalan Halmahera Ora Didandani? PAK dinas terkait sing enyong hormati, bisane jalan Halmahera sing neng ngarepe SMK PGRI ora didandani sih? Padahal wis dalane ancur sering keleban maning. Ora melas maring bocah sekolah karo mahasiswa UPS?? 08562781xxx

Penulis adalah Ketua LP Maarif NU Cabang Brebes

Kota Togel?

KEPADA Yth Camat Bulakamba, gimana nih Pak? Membuat KTP kok mahal banget?? Sudah gitu biayanya juga berbeda-beda, ada yang Rp 30 ribu sama 25 ribu, bukannya sudah ada aturanya!! Tolong yang transparan Pak! PNS kan pengayom masyarakat bukannya mencari keuntungan semata! Trims. 081391783xxx

PAK Bupati Tegal, mohon disidak Balai Desa Semboja Pagerbarang Kecamatan Pagerbarang, masa gak ada yang kerja! Lurahnya mana, gak ada kegiatan sama sekali dan jalan dari Desa Blubuk ke Semboja juga rusak parah, puluhan taun gak diperbaiki. Kemana dana dari pemerintah??. 08564266xxx

atau ujian tengok kiri kanan, sms-an menanyakan jawaban, Nilai tinggi ingin dirih dengan cara instan. Semangat perjuangan diabaikan. Mereka tidak menghargai proses pembelajaran dalam pendidikan. Padahal proses pembelajaran inilah yang akan menempa kualitas keberdikarian. Mereka terjebak dengan angka-angka tanpa peduli bagaimana cara meraihnya. Ujian Nasional adalah contoh kasusnya. Virus ini pun menjalar menjangkiti guru. Guru tidak tahan menghadapi dilema. Tuntutan antara idealisme dengan realisme. Idealisme melahirkan generasi berdikari, mandiri dengan realisme tuntutan dan tekanan keadaan yang sengaja diciptakan oleh kekuasaan dan pasar. Termasuk gengsi institusi. Lahirlah guru-guru pelacur. Memoles wajah pendidikan dengan “make up kepura-puraan” melalui hidangan angkaangka kelulusan yang sebenarnya sangat manipulatif. Sampai kapan sandiwara dan kemunafikan ini terus dipertahankan. Apakah sampai perahu bangsa ini karam tenggelam ditelan ombak dan badai kemajuan zaman bangsa-bangsa lain. Untuk menjawab itu, perlu melahirkan guru, ustad pejuang yang berpikir merdeka dan bersikap transformatif agar dapat meraih impian besar bangsa kita yang pernah digagas oleh Sukarno. Saatnya bangkit mulai dari diri invidu guru lalu menyebar luas ke guru-guru lainnya di Indonesia. Mau mencoba? (*)

Pemerataan PJU Belok Kiri Boleh? PAK Polisi angger liwat neng prapatan Kejambon sabenere belok kiri langsung apa ora? Lagi kae enyong langsung belok kiri kudu ngenteni lampune ijo, tapi akeh wong liya langsung belok kiri pak polisi meneng bae. Donge keprimen? Dalai tulisan ya kena oh!. 08562781xxx

Jalan Tengalandong Rusak DALAN mburi kantor Kab Tegal ngarepe LP Tegalandong rusak parah, kapan didandanine?. 02836101xxx

Minta Pindah ke Kota PAK Bupati, Pak Ketua DPRD Kabupaten Tegal, saya warga perbatasan Kab-Kota Tegal, mohon jalan + sungai dibetulkan, malu sama daerah kota. Apa enaknya desa kami pindah jadi kota saja, biar diurusi!!. 0857400444xxx

Jaga Alun-alun SUARA mayoritas tidak selamanya baik & benar minoritas harus didengar & dilindungi karena akan membawa cahaya kebenaran. Tolong Pak Wali jaga alun-alun dari maksiat. 08156516xxx

DAK, Dana Akeh Korupsine? DAK (Dana Akeh Korupsine) dengan adanya alokasi APBN 20% untuk pendidikan maka rehab di SD sangat marak. Terkenal dengan nama DAK. Tetapi uang yang terkucur sangat

banyak dikorupsi. Kepala sekolah malas bikin proyek sendiri, selain tidak faham juga mau enaknya saja. Maka munculah danadana sunatan. Yang pertama dipotong 10% dari Diknas tanpa kuitansi, ada gula ada semut. Rentetan peninjau berebut minta jatah. Kepala UPTD SD, dari DPU, tak kalah getolnya dari dewan pendidikan dan masih banyak lagi oknum lainnya. Ketika proyek selesai, guru SD cuma bisa gigit jari. Tidak terima uang sepeser pun. Tragis!. 085640167xxx

Kasek Masih Menjabat JABATAN tanpa legitimasi di Kabupaten Tegal banyak kepala SD yang terkena ME, kalau sudah terkena itu artinya ia harus lengser keprabon. Namun mereka masih juga jadi pejabat dengan sikap angkuhnya. Seharusnya mereka kembali ke sekolah dan jadi guru biasa. Sebab sudah tidak punya legitimasi. Mereka harus mengembalikan tunjangan jabatannya kepada negara. Dan semoga KPK tahu ada dana di kantong kepala sekolah non legitimasi yang notabene uang haram. 085640167xxx

Untuk Maksiat? BAPAK Dishub untuk pos-pos PJL yang buat maksiat ko masih? Kayak depo and puter. Kepripun bapake.. 087830073xxx

Babadan–Kedungjati Warureja Rusak Parah DALAN Babadan –Kedungjati Warureja rusak parah, niate pimen apa enake paculi dadekna sawah bae??. 081578326xxx

TGL 20 di bulan berjalan adalah akhir dr pembayaran rekening jasa2 yg “di kuasai negara”. Rekening listrik tiap bln yg kita byr, terkoreksi adanya PJU 9%. Ga ada Kontribusi signifikan, jalan2 masih gelap, rawan kecelakaan. Apalagi yg di pelosok sana, apa kah mrk merasakan terangnya hasil dr 9% rekening listrik tiap bul...anya. Aku yakin 180% belum ada, dan ga tahu kapan teralisasi krn blm ada niat baik, niat pemerataan. FB: Andy Hermawan

Udara Tidak Sehat AKU ngresula... bahwa udara di Tegal sangat tidak sehat... bau bangkai sangat menyengat sekali.. bgmn tamu yg transit akan betah klo udaranya tidak sehat. Bau bangkai ikan. Tlng Pemkot Tegal carikan solusi untuk mengatasi pencemaran udara. krn ini sangat mengganggu. FB: Bambang Riyanto

Kapan Pragate? Masjid Agung Slawi kpn pragate.. daning kya kuwe bae sh! FB: Imam Bustomi

Pengen Kerja WIS dadi sarjana tapi pengen kerja neng kotane dewek be angel nemen, apa kudu ngranto maning ?!? FB: Izudin M Zidane

Tiga Tahun Rusak JALAN Raya Mejasem-Pacul-Kaladawa sngat penting bagi warga di desä2 di sepanjang jl. projosumarto l karena jl inilah yg plg dkt menuju Kota Tegal, tg kondisinya sngt memprhtinkn spt ‘’kali sat banyune’’ sdh 3 tahun blm ada perbaikan .. DPU n BUPATI tlg perbaiki døongng... FB: Agus Waluyo Galang

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


ENTERTAINMENT

KAMIS 14 JANUARI 2010

3

RADAR TEGAL

Rawat Tubuh untuk Dhani

LUNA MAYA

Lebih Leluasa Tanpa Infotainment SEJAK perseteruan Luna Maya dengan kalangan infotainment beberapa waktu lalu dan sempat menjadi bahasan di sejumlah tempat ternyata tak membuat langkah kaki pacar Ariel Peterpan ini terhenti. Pekerjaan yang selama ini dia geluti bahkan seperti tidak berpengaruh. Semisal tetap melakoni host bersama Raffi Ahmad dan Olga Syahputra di DAHSYAT. Dia pun enggan buka suara kala disinggung persoalan tersebut saat ditemui di RCTI, Jakarta Barat, Selasa (12/1). “Saya tidak mau banyak komentar soal perseteruan antara saya dengan infotainment dan paling penting saya tetap beraktivitas seperti biasanya saja,” katanya sambil jarinya memainkan trackball di BB. Dia menambahkan dirinya sengaja memilih diam lantaran tak ingin persoalan ini berlarut dan bukan karena sakit hati. “Bukan saya sakit hati dilaporkan tapi lebih memilih diam saja. Biar mereka saja yang menjawab. Karena menurut saya andaikata tidak diliput infotainment, saya berterima kasih sekali dan saya bisa beraktivitas dengan leluasa,” ungkapnya lalu tersenyum. Pernyataan Luna ini ada benarnya. Pasalnya sebuah film terbaru yang dibintangi perempuan kelahiran Bali itu bakal segera dirilis dan iklan masih terus berjalan. (kpl/dis/boo)

PASCA berpisahnya Dewi Perssik dengan Aldi Taher, pedangdut asal Jember itu seakan terlepas dari beban yang berat. Pasalnya, kini penampilan Dewi kian atletis dan segar. Usut punya usut, ternyata ia mengaku melakukan itu semua demi bosnya di Republik Cinta Manajemen (RCM), Ahmad Dhani. “Kebetulan saya lagi olahraga, renang, sama fitness di rumah. Kebetulan lagi senang

aja dan sedang melatih otototot perut. Seperti tarian perut, kalau tangan (lebih atletis) karena berenang saja,” ujarnya sambil tersenyum. Ditemui KapanLagi.com seusai mengikuti acara syukuran tahunan Kompas, di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (12/1), Dewi pun akhirnya mengakui jika olahraga yang sedang digelutinya adalah semata-mata demi memaksimalkan performanya sebagai seorang biduanita. “Pengen melatih pernafasan karena serak belum tentu bisa

CATHY SHARON

Puji Akting Adiknya di ‘Rumah Dara’ FILM ‘Rumah Dara’ menurut presenter Cathy Sharon merupakan film keren yang kaya efek dan memiliki jalan cerita yang tidak membosankan. Baginya juga, film ini menjadi film yang berbeda bagi adiknya Julie Estelle, yang menjadi salah satu pemerannya. “Ini adalah karya yang sangat bagus dari Mo Brothers (sutradara, red), kalau untuk adikku ini karya yang sangat berbeda dengan filmfilm yang dibintangi sebelumnya, film yang sangat keren, efeknya bagus banget, jalan ceritanya juga nggak membosankan dan endingnya pool banget,” ungkapnya penuh pujian. Sejak semula Cathy Sharon yang ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/01/2010), menduga film ini akan sukses di bioskop. “Pada saat Julie ditawarin film ini aku sempet tahu karena Julie pernah ngomong, ya baguslah ini pasti akan jadi project yang sangat bagus,”

DEWI PERSIK

tegasnya. Sementara menanggapi pandangan sebagian orang yang menyebut film RUMAH DARA dipenuhi adegan sadis dan keras, yang kemungkinan tidak bisa diterima di Indonesia, Cathy justru balik bertanya. “Kenapa tidak bisa masuk? banyak hal lain di Indonesia ada tapi nggak diapa-apain juga (tidak dilarang, red) kayak film horror banyak banget, apakah itu mendidik? Nggak juga ya,” tegas dengan nada balik bertanya. (kpl/gum/dar)

JENIFER ANISTON

Ketahuan Langgar UU Lalu Lintas PARIS HILTON

Siap Tinggalkan Pesta Pora PARIS Hilton kini telah banyak berubah. Menurut pengakuannya, dia siap meninggalkan kebiasaan berpesta pora dan mulai belajar melakukan pekerjaan rumah tangga. Tentu saja semua ini berkat kekasih barunya, Doug Reinhardt. Pewaris hotel ini terlihat mendorong kereta belanjaan bersama kekasihnya, Doug Reinhardt. Dia terlihat senang dan santai. Hilton memberikan

kredit pada kekasihnya sebagai pria yang telah mengajarinya melepaskan gaya hidup pesta poranya. “Doug mengajariku bagaimana tumbuh dan lebih jadi orang rumahan, juga tidak terlalu sering keluar seperti yang biasa kulakukan,” kata Hilton seperti dikutip Splash News. Hilton juga pernah menyebut-nyebut tak akan menolak gagasan menikah di tahun 2010. (spl/erl)

Titiek Puspa Membaik SETELAH menjalani kemoterapi di Singapura, artis senior Titiek Puspa kini telah kembali berada di Indonesia. Perempuan yang didiagnosa menderita kanker rahim itu pun disebutkan masih belum bisa berbicara ke media, meski kerabatnya mengaku akan ada klarifikasi dari pihak Titiek. “Kondisinya lebih baik, belum bisa bicara ke media sekarang,” ujar Leony, adik Titiek. “Ya karena beliau sedang dalam masa pemulihan, memang benar dia sudah pulang di Jakarta. Kurang lebih seminggu yang lalu pulang,” imbuh Leony kemudian. Dihubungi via telepon, Rabu (13/1), Leony lantas menegaskan jika Titiek kelak akan mengadakan klarifikasi terhadap permasalahan dan penyakit yang sedang dideritanya tersebut.

“Beliau akan mengklarifikasi masalah koma selama di Singapura dan mengalami kerontokan rambutnya,” tandasnya. (kpl/adt/bar)

suara tinggi, karena aku banyak belajar, aku tidak mau mengecewakan bos saya (Ahmad Dhani), saya ingin memberikan yang terbaik buat semuanya,” terangnya. Sementara itu, ketika disinggung soal kesibukan aktingnya, pemilik nama asli Dewi Murya Agung itu nampaknya masih harus berkonsultasi dengan sang penguasa RCM. “Nanti kita lihat seperti apa peraturan yang diberlakukan oleh Mas Dhani,” pungkasnya serius. (kpl/hen/bar)

UNDANG-undang lalu lintas di negara bagian California dengan tegas melarang penggunaan ponsel dengan cara apapun pada saat mengemudikan kendaraan bermotor. Tapi tampaknya masih banyak juga orang yang berani melanggar peraturan itu termasuk Jennifer Aniston.

Seorang fotografer berhasil mengabadikan saat-saat memalukan ini dan dalam waktu singkat foto itu sudah beredar di internet. Dalam foto yang beredar itu terlihat Jennifer memegang ponsel dengan satu tangan sementara tangan yang lain memegang kemudi mobil.

Sejauh ini Splash News tidak menyebutkan adanya tanggapan dari pihak Jennifer Aniston yang fotonya sudah beredar luas. Kejadian ini belum seberapa dibanding yang terjadi beberapa waktu yang lalu saat Maria Shriver, istri Gubernur Arnold Schwarzenegger

tertangkap basah melanggar peraturan yang sama. Akibat ulah istrinya ini, Arnold terpaksa harus meminta maaf terhadap seluruh warga California dan mengucapkan terima kasih pada seluruh warga karena telah menegakkan undang-undang ini. (spl/roc)


4

NASIONAL

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Pemberantasan Terhambat Dosa Pejabat Praktik Mafia Hukum

UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

KOORDINASI - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kanan), dan Ketua Satgas pemberantasan mafia hukum Kuntoro Mangkusubroto bertemu di Gedung MK, Jakarta, kemarin. Tujuan kedatangan Satgas untuk berkoordinasi dengan Ketua MK Mahfud MD, dalam menumpas mafia hukum.

JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai praktik mafia hukum subur karena banyak pejabat di instansi penegak hukum yang tersandera dosa di masa lalu. Dia mencontohkan, seorang pejabat tahu anak buahnya bersalah tapi tidak berani memberi sanksi, bahkan dilindungi, karena anak buahnya mengetahui kesalahannya di masa lalu. “Kasus-kasus yang sekarang ini kan begitu, ramai-ramai besok akan ditindak, besok hilang juga, karena takut kalau diberi sanksi kartu-kartunya, dosa-dosa di masa lalu, akan dibuka ke publik,” katanya. Wartawan menyahut, “Apakah kasus Pak Susno dan Kapolri?” Mahfud dengan tangkas mengelak, “Saya nggak bilang lho, yang bilang kamu. Kalau Kapolri saya kira nggak,” katanya sambil tertawa. Penyebab kedua, kata Mahfud, banyak pejabat yang tersandera transaksi politik ketika akan mencapai jabatan tertentu. “Kalau satu orang pejabat sudah mendapat deal politik untuk jabatannya. Bahkan untuk mereposisi sekali pun dia tidak akan berani karena sudah punya janji politik dan utang politik,” paparnya usai menerima Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di ge-

IKLAN BARIS hal 4

dung Mahkamah Konstitusi kemarin (13/1). Oleh karena itu, Mahfud mengharapkan pemilihan pejabat di lembaga penegak hukum dan pemimpin nasional seharusnya menghindari orang yang punya kesalahan yang bisa diungkitungkit ketika akan berbuat baik. Pemimpin seharusnya juga dipilih orang yang tidak gemar melakukan transaksi politik sehingga tidak berani bertindak. “Untuk ke depan harus diupayakan dihindari dalam penunjukan jabatan penting di penegak hukum, seperti pengadilan, kepolisian, kejaksaan, KPK, dan MK,” katanya. MK juga mendorong pejabat berani mekukan tindakan berdasarkan hukum administratif sebelum tindak pidananya dibuktikan. “Saya usulkan kalau ada pejabat bermasalah, segera ambil hukum administratif, direposisi, tanpa menunggu pembuktian pidana yang memakan waktu lama. Itu dulu pernah dilakukan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh pada Kejati DKI Jakarta Rusdi Thaher. Sekarang pejabat yang mau melakukan ini tidak berani,” katanya. Dalam pertemuan tersebut, Mahkamah Konstitusi juga menyerahkan data-data tentang dugaan makelar kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi pada Sa-

tuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. MK menilai data-data tersebut dapat menjadi bukti keberadaan mafia hukum di tubuh lembaga penegak hukum. “Sudah saya sampaikan ke satgas, sudah dibahas, diharapkan diteruskan ke penegak hukum. Soal siapa orangnya, saya berhenti sampai disini,” ujar Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD usai menerima Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum di gedung MK kemarin (13/1). “Nanti kalau saya sampaikan ke media bisa menimbulkan kontroversi,” ujarnya. Meski demikian, kata Mahfud, data laporan masyarakat yang diserahkan ke Satgas cukup terperinci, meliputi nama pelaku, tempat transaksi, kuitansi, tanda terima, alamat, dan anak siapa. “Semua sudah saya sampaikan ke Satgas,” papar mantan politisi PKB ini. Sekretaris Satgas Denny Indrayana menuturkan, data yang diserahkan Mahfud tidak terlalu istimewa karena nama-nama mafia hukum itu sudah cukup sering disebut media. Meski demikian, dia mengakui ada satu kasus yang layak untuk ditindaklanjuti. “Kasusnya apa, tidak bisa saya sampaikan, karena menurut strategi komunikasi, kalau semua dibuka sekarang, mereka bisa menghilangkan barang bukti,” tuturnya. (noe)


JATENG

6

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

UNGARAN Ratusan Guru WB Datangi UPTD TENGARAN - Ratusan guru wiyata bakti (WB) SD/MI/TK dan RA se-wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, kembali mendatangi kantor UPTD Dinas Pendidikan di kecamatan setempat, Selasa (12/1) pagi. Mereka hendak menagih janji pencairan insentif seperti yang dijanjikan Nendahara UPTD Murniyati. Tetapi hingga sekitar pukul 12.00 siang, tidak terlihat adanya realisasi pembayaran. Bahkan Murniyati tidak berada di kantornya. Saat dihubungi rumahnya di Salatiga, diperoleh kabar jika yang bersangkutan pergi keluar kota, yakni ke Malang, Jawa Timur. Para guru yang tergabung dalam paguyuban guru wiyata bakti se-Kecamatan Tengaran ditemui sejumlah pejabat terkait antara lain kepala UPTD Siti Ngafiyah, yang ditemani oleh Camat Tengaran Nanang Suwantoro, Kapolsek Tengaran AKP Bambang Sutanto, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang. Menurut Koordinator Guru Fadiyah, para guru tidak mau tahu soal mengenai permasalahan yang terjadi internal UPTD. Mereka hanya mempertanyakan pembayaran insentif yang dijanjikan Selasa (12/ 1) pagi dan ternyata tidak ditepati. Maka dari itu mereka meminta ada kejelasan mengenai realisasi insentif yang sangat dibutuhkan para pegawai tersebut. Para guru WB menandaskan setiap hari akan terus mendatangi kantor UPTD dan menanyakan soal pencairan dana insentif. Apabila tidak juga ada realisasinya, mereka mengancam akan mogok mengajar. Siti Ngafiyah menandaskan jika kasus tersebut penanganannya telah diserahkan kepada dinas pendidikan kabupaten Semarang. Bahkan, ia menyatakan, siap melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum. Sebagaimana diketahui, sekitar 250-an guru wiyata bhakti mempertanyakan uang insentif enam bulanan 2009 yang belum terbayarkan. Belakangan diketahui uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi bendahara cabang dinas tersebut. ’’Kami merasa didholimi karena hak kami berupa insentif dari pemerintah daerah hingga saat ini belum kami terima,” tutur Nursaid, salah satu perwakilan dari Paguyuban guru wiyata bakti kepada wartawan saat itu. Mereka menuntut agar dana insentif sekitar 300-an guru WB bisa dibayarkan. (sas/jpnn)

Anis Resmi Dampingi Mahfudz SEMARANG - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat akhirnya mengeluarkan surat rekomendasi bakal calon walikota - wakil walikota yang diusung dalam Pilwalkot Semarang 2010. Jika untuk posisi walikota sudah dipastikan nama Mahfudz Ali, sementara posisi wakil walikota keluar nama baru, Anis Nugroho Widharto. Dengan demikian, pasangan MahfudzAnis (Manis) resmi menjadi pasangan calon pertama yang diusung dalam Pilwalkot 2010 melalui jalur partai politik. ’’Surat rekomendasi kami terima tadi malam (Selasa malam, Red) di kantor DPP, diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP,” kata Mahfudz Ali didampingi Anis Nugroho di kantor Anis, PT Lintas, Rabu (13/1). Dengan kepastian turunnya rekomendasi tersebut, Mahfudz mengaku lega. Selanjutnya, dia mengaku mendapatkan instruksi langsung dari ketua umum DPP PD Hadi Utomo untuk segera mensosialisasikan isi rekomendasi kepada seluruh kader Demokrat di Kota Semarang. ’’Hari ini (kemarin, Red) langsung kami akan menghubungi Ketua DPC (Rudi Nurrahmat, Red) untuk menyampaikan isi rekomendasi,” kata Mahfudz. Selain perintah sosialisasi, Hadi Utomo, menurut Mahfudz, juga memberi wejangan agar segera melakukan konsolidasi dan merapatkan barisan seluruh kader, baik DPC, PAC maupun ranting. Situasi yang sebelumnya memanas akibat konflik perebutan rekomendasi, diharapkan ketua umum dapat se-

gera mereda dan kondusif. Yang terpenting dari semuanya, ujar Mahfudz, adalah instruksi untuk mengamankan Pilwalkot yang berarti keduanya diberi beban harus memenangkan Pilwalkot. ’’Kota Semarang merupakan satu dari 6 kota besar yang harus diamankan Pilkadanya. Ini karena Semarang ibukota Jateng, dan kami siap menjalankan instruksi tersebut,” tutur Mahfudz Ali. (dib/smu/aro/jpnn)

SPBU Pandanaran Akhirnya Disegel SEMARANG - Pemkot Semarang akhirnya menyegel dan menghentikan operasional SPBU Pandanaran Rabu (13/1). Penyegelan tersebut dilakukan setelah PT Rabas Mitra Sejati menunggak pembayaran sewa lahan milik pemkot. Pembayaran melalui bilyet giro Bank Mandiri oleh PT Rabas pada 6 Januari lalu senilai Rp 550 juta ternyata blong alias tak bisa dicairkan. Penyegelan tersebut sempat molor dari jadwal semula pukul 09.00 WIB. Rupanya pihak Satpol PP belum berani menyegel, lantaran SPBU dijaga beberapa anggota Laskar Merah Putih. Baru setelah puluhan anggota Dalmas Polres Semarang Selatan datang, penyegelan dilakukan sekitar pukul 13.00. Saat penyegelan, sempat terjadi kericuhan antara petugas Satpol PP dengan anggota Laskar Merah Putih. Barisan pengamanan SPBU itu meminta agar para operator menyelesaikan pelayanan terhadap pelanggannya lebih dulu sebelum disegel. Suasana panas itu dapat dicairkan setelah Kasat Samapta Polres Semarang Selatan AKP Tri Handayani melakukan negosiasi dengan perwakilan Laskar Merah Putih. Setelah dicapai kesepakatan, petugas Satpol PP kemudian memasang stiker dan pita kuning di setiap pompa. Menurut Asisten Administrasi Informasi dan Kerjasama Pemkot Semarang Sri Martini, penyegelan tersebut bersifat sementara hingga pihak pengelola menyelesaikan kewajibannya dengan Pemkot Semarang. PT Rabas Mitra Sejati, kata Martini, dinilai telah melanggar kesepakatan kerjasama dengan pihak pemkot selaku pemilik lahan. Pihak pengelola diharuskan membayar sebesar Rp 2.135.375.000. Besaran uang tersebut merupakan akumulasi biaya sewa dan denda lahan pada 2008 lalu sebesar Rp 1.234.475.000, serta sewa lahan

dan denda 2009 sebesar Rp 900.900.000. ’’Pihak pengelola kami minta untuk segera menyelesaikan pembayaran Rp 2,1 miliar. Jumlah itu merupakan akumulasi biaya sewa dan denda pada 2008 dan 2009,” jelasnya. Seorang staf bagian administrasi SPBU Pandanaran Teddy Hidiyanto mengungkapkan, setelah adanya penutupan sementara SPBU ini, dirinya tidak tahu apakah pegawai termasuk operator yang bekerja di SPBU tersebut tetap bekerja atau tidak. ’’Saya tidak berwenang menjawab hal itu, tanya saja pada pimpinan.’’ Beberapa pegawai SPBU Pandanaran setelah penyegelan tersebut tampak duduk-duduk di seberang jalan, dan beberapa di antaranya langsung pulang. Mereka menyayangkan penutupan sementara SPBU tersebut, karena nasib karyawan menjadi tidak jelas. ’’Saya tetap ingin tetap bekerja di sini dan keberatan kalau dipecat,” ujar Widi, salah seorang karyawan. Sementara itu, anggota Badan Anggaran Ari Purbono dan rombongan yang mendatangi dan mengecek secara langsung penyegelan tersebut mengatakan, pihaknya sempat mengancam pemkot bila hingga siang kemarin tidak ada upaya tegas terhadap PT Rabas Mitra Sejati, maka proses pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) akan dihentikan. ’’Pemkot kan sudah manyatakan akan menutup bila PT Rabas tidak menyelesaikan kewajibannya hingga tanggal 13 Januari.’’ (dit/aro/jpnn)

BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG

NYARIS BENTROK - Anggota Laskar Merah Putih yang mengamankan SPBU Pandanaran, Semarang, sempat bersitegang dengan Satpol PP yang akan melakukan penyegelan.


SAMBUNGAN

KAMIS 14 JANUARI 2010

7

RADAR TEGAL

Anggaran Unas Belum Jelas dari halaman 1 Mansyur mengatakan, raker bersama komisi X memberi kesimpulan pertama. Yaitu, pemerintah dan komisi X sepakat melaksanakan unas 2010. Hasil unas bakal dipakai untuk pemetaan dan menjadi salah satu syarat kelulusan peserta didik. “Dengan kesimpulan itu, mohon masyarakat jangan lagi ragu ada atau tidak ada unas. Kita tinggal merinci pembahasannya dengan panja,” imbuhnya. Belum turunnya dana unas menimbulkan tanda-tanya. Pasalnya, selama ini sosialisasi ihwal pelaksanaan ujian tersebut sudah dilakukan. Pemda dan sekolah juga tengah mempersiapkan anak didiknya. Terkait persoalan itu, Mansyur mengatakan, selama ini untuk persiapan unas tetap memakai

dana APBN 2010. Kecuali untuk UASBN, diharapkan ada bantuan dari pemerintah provinsi. Mansyur mengatakan, meski anggaran untuk unas masih akan dibahas lebih lanjut dengan komisi X DPR-RI, namun pihaknya memastikan anggaran untuk tahun ini bakal meningkat. Tahun lalu, anggaran unas sekitar Rp 484 miliar. Tahun ini, diplot Rp 524 miliar. Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk ujian utama dan ujian ulang. Selain itu, insentif untuk pengawas bakal dinaikkan. Untuk kordinator pengawas, kata Mansyur, akan naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu per jam untuk tiap orang. Sedangkan, untuk pengawas ruangan naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu. Kenaikan insentif untuk pengawas bertujuan untuk

memperketat pengawasan ujian. Kerja tim pengawas diharapkan lebih profesional. Sebab, jamak diketahui, pengawas unas tahun lalu mengeluhkan minimnya insentif yang diterima. Padahal, tanggung jawab pengawas dinilai cukup berat. Tahun ini, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap ditunjuk sebagai pengawas. MRPTNI berharap jumlah pengawas di sekolah ditambah dari satu orang menjadi dua orang. Hal itu bertujuan untuk mengintensifkan pengawasan. Namun, Mansyur menegaskan, esensi sejatinya pengawasan bukan terhadap banyaknya jumlah pengawas, namun peran mereka. “Bergantung peranannya. Kalau satu orang tapi bisa keliling, tidak masalah.” (kit)

SBY Evaluasi 100 Hari Menteri dari halaman 1 kepada pencapaian program seratus hari kabinet. “Dari program seratus hari ini, apa yang sudah dicapai dan apa yang belum dicapai. Itu yang akan dievaluasi,” paparnya. Rencana presiden mengevaluasi para menteri kabinet dan koalisinya tersebut mendapat respons positif dari kelompok partai oposisi, seperti PDIP dan Gerindra. Bahkan, mereka menyemangati presiden agar tidak ragu-ragu melakukan reshuffle kabinet bila langkah tersebut memang diperlukan. “Koalisi yang dibentuk Presiden SBY ditengarai salah kalkulasi. Makanya, perlu dieva-

luasi dan kocok ulang (menteri, Red),” kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Menurut dia, momentumnya sangat tepat, yakni pengujung program kerja seratus hari pemerintahan.“Daripada menunggu kelamaan. Toh, pemerintahan tidak solid,” ujarnya. Meski begitu, Tjahjo menegaskan, evaluasi, bahkan reshuffle tersebut sepenuhnya merupakan hak presiden. “Kami kembalikan saja kepada yang membangun koalisi. Solid atau tidak sudah bisa dievaluasi dengan mencermati gelagat politik sekarang,” kata ketua FPDIP di DPR itu. Tentu saja yang dimaksud Tjahjo adalah dukungan dari partai

mitra koalisi SBY terhadap pengajuan angket untuk menyelidiki skandal Century. Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, perjalanan seratus hari pemerintahan sudah cukup bagi SBY untuk mengevaluasi menteri dan koalisinya. Menurut dia, sejauh ini, kabinet tidak melakukan terobosan berarti sebagai fondasi untuk terus berjalan lima tahun ke depan. “Semua disibukkan cicak v buaya, Century, sampai persoalan internal Polri,” katanya. Meski mengakui reshuffle sepenuhnya hak prerogatif presiden, Muzani menyarankan agar presiden berani me-reshuffle kabinetnya. (jpnn)

Tempat Baru Ayin Dirahasiakan dari halaman 1 mana,” urai Untung memberikan alasan. Usai pertemuan dengan Satgas tersebut, Menkum HAM menegaskan, pihak Irjen Depkum HAM masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pihak terkait. Pemeriksan berlangsung hingga jumat (15/ 1) besok. “Kami usahakan Senin sudah ada hasilnya,” kata Patrialis. Mereka yang diperiksa mulai dari level kepala rutan hingga Kakanwil Depkum HAM DKI Jakarta. Sementara Dirjen PAS akan diperiksa jika diperlukan. Patrialias menegaskan tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi bagi yang bersalah. “Sanksinya apa, nanti kami tunggu rekomendasi dari Irjen,” terang menteri asal PAN itu. Langkah Depkum HAM tersebut mendapat apresiasi Satgas. Namun Satgas juga meminta ada solusi jangka panjang menindaklanjuti hasil sidak Satgas di Rutan Pondok Bam-

bu, Minggu lalu. “(Pemberian sanksi) itu jangka pendek. Tapi untuk jangka panjang, perlu ada pembenahan dan perbaikan sistem di lembaga pemasyarakatan,” kata Sekretaris Satgas Denny Indrayana. Anggota Satgas Mas Achmad Santosa mengatakan, rumusan tentang cetak biru sistem pengawasan dan reformasi birokrasi menjadi poin yang menarik dari lima poin yang menjadi catatannya dalam pertemuan dengan Menkum HAM. “Bagaimana membenahi jangka panjang kalau tidak dengan reformasi birokrasi,” kata Ota, sapaan akrabnya. Selain apresiasi terhadap langkah cepat Menkum HAM, pemeriksaan oleh Irjen, dan reformasi birokrasi, dua catatan lain adalah tentang dana Rp 1 triliun yang dibutuhkan untuk sarana dan prasarana lembaga pemasyarakatan, serta kerjasama Satgas dan Depkum HAM dalam memberantas mafia hukum. “Tadi pembicaraan secara menyeluruh,” jawab Ota saat

ditanya tentang rencana pemindahan Ayin dari Rutan Pondok Bambu. Sebelum bertemu dengan Menkum HAM, Satgas lebih dulu menemui Komisi Kejaksaan (Komjak). Dalam pertemuan sekitar 1,5 jam itu, Komjak menyerahkan data-data pengaduan masyarakat yang terkait dengan kinerja jaksa. “Cukup banyak. Data-data itu yang ada indikasi praktek-praktek mafia hukum,” kata Ketua Komjak Amir Hassan Ketaren usai pertemuan. Data-data tersebut berasal dari laporan pengaduan (lapdu) masyarakat. Anggota Satgas Darmono mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Satgas mengetahui apa yang menjadi kendala Komjak dalam menjalankan tugasnya. Misalnya, lapdu yang sudah diserahkan ke Jaksa Agung namun belum bisa diselesaikan. “Juga rekomendasi-rekomendasi yang diberikan ke Kejaksaan,” kata Darmono. (fal/noe)

GTT Tuntut Pengangkatan dari halaman 1 sebagai pegawai honorer, yang seluruh gajinya ditanggung APBD. “Karenanya tak ada alasan pemerintah daerah sampai menunda penetapan pegawai honorer di setiap SKPD Pemda Brebes,” kata Ketua PGTT M Irwandi serius. Pengaturan tenaga honorer

dari data base B tahun 2005, dengan peraturan daerah/ peraturan Bupati, agar tidak terjadi penggelembungan data. Harapan lain agar Pemda tidak membuka CPNS umum, sebelum tenaga honorer itu diangkat CPNS. Karena CPNS umum, kata M Irwandi, nantinya dapat menggeser dan menyebabkan terjadinya PHK. Aspirasi lain, agar Pemda

bisa membuat perlindungan hukum serta jaminan perubahan status tenaga honorer data Base B 2005, yang selanjutnya sebagai pegawai tidak tetap Pemda Brebes. Pengangkatannya itu melalui SK Bupati. Atau melalui SK Kepala Dinas atau Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Yang itu semua dimaksudkan, agar tidak terjadinya PHK

besar-besaran. Apalagi dari mereka ada yang sudah mengabdi puluhan tahun,” kata M Irwandi. Ketua Komisi IV Ahmad Zamroni mengatakan, dari aspirasi yang disampaikan sejauh itu tidak bertentangan dengan aturan di atasnya tidak masalah. Karenanya atas aspirasi ini, dewan katanya segera melakukan langkah kajian. (din)

Dirawat Sebulan, Berat Badan Naik 1,5 Kg dari halaman 1 AIDS. Sebelumnya, si sulung mengidap penyakit yang sama. Sayang, nyawanya tak tertolong. Tak heran, Sri begitu terhenyak ketika dokter mendiagnosis si kecil terjangkit virus yang belum ada obatnya hingga sekarang itu. Memang, beberapa bulan belakangan, si kecil kerap kurang sehat. Terakhir, SR batukbatuk tak kunjung sembuh disertai demam tinggi. Namun, sang ibu tidak menyangka bahwa penyakit itu disebabkan adanya virus HIV. “Semula saya ragu-ragu membawa berobat. Kondisi saya sangat pas-pasan,” katanya. Sampai sekarang, dia tidak tahu dari mana penyakit terse-

but berasal. Terlebih, suaminya meninggal lebih dulu karena diare setahun lalu. Dokter Debbie Latupeirissa SpA menjelaskan, SR tertular virus mematikan itu dari orang tuanya. “Saya nggak tahu nularnya dari ibu atau bapaknya. Apakah penyebabnya karena sering melakukan seks bebas atau menggunakan obat, saya kurang tahu,” ujarnya. Ibu si balita, kata dia, sekarang juga terjangkit HIV. Namun, kekebalan ibu masih normal, sehingga mendapat perawatan reguler penderita HIV. Debbie menambahkan, saat ini pihaknya hanya berupaya menghambat agar HIV tidak terus berkembang. Tak disangka, biaya pengobatan si buah hati mencapai Rp

6 juta. Sebagai orang yang tidak bekerja, Sri menyatakan tak mampu membayar nominal sebanyak itu. Itulah yang membuat hatinya resah. Dia khawatir rumah sakit bakal menghentikan pengobatan dan membuat penyakit anaknya makin parah. Kondisi SR tersebut menarik perhatian Komnas Perlindungan Anak (KPA). Sekjen KPA Arist Merdeka Sirait menyempatkan diri mengunjungi SR kemarin (13/1). Dia membawakan sejumlah mainan, susu, serta popok. Arist juga berpesan kepada Sri. “Sudah, Ibu tidak usah khawatir. Jangan pulang dulu sebelum anak Ibu benar-benar sembuh total. Pihak RS pasti melakukan yang terbaik,” ungkapnya. Mendengar itu, Sri

mengangguk dan menangis. Arist juga meminta kerja sama pihak rumah sakit agar biaya si anak bisa ditanggung oleh negara sampai mendapat kesehatan maksimal. Beban SR merupakan tanggung jawab negara. Sebab, si anak sejatinya tidak tahu apa-apa mengenai penyakit yang dideritanya. Komisi Penanggulangan AIDS pun harus betul-betul memperhatikan agar hal serupa tidak terjadi lagi. Menanggapi hal tersebut, Dirut RSUP Fatmawati Chairul Radjab Nasution mengiyakan permintaan Arist. “Semua perawatan dan fasilitas bisa ditangani di sini. Tak perlu khawatir, kami akan menangani semaksimal mungkin. Soal keuangan, tak ada masalah,” tegasnya. (oki)

transkrip rapat KSSK pada 24 November 2008, Menkeu sering mengatakan ucapan yang menunjukkan kekesalannya terhadap profesionalisme BI. Dalam transkrip rapat tersebut, Anggito Abimanyu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu) menanyakan kenapa pada rapat KSSK 20 - 21 November 2008, BI tidak langsung memacetkan SSB Bank Century sehingga CAR yang disampaikan baru minus 3,5 persen. Namun, pada rapat 24 November (hari Senin), BI memacetkan SSB tersebut sehingga CAR menjadi minus 35,9 persen. Atas pertanyaan tersebut, salah seorang pejabat BI menjawab, karena posisi SSB saat itu belum jatuh tempo. Atas jawaban tersebut, Sri Mulyani menimpali dengan pernyataan yang menyiratkan kekesalan. “Iya, Jumat (21 November 2008) sampai Senin kan belum jatuh tempo juga. Artinya, yang ditanyai Pak Anggito, waktu Jumat pagi BI tidak menganggap itu macet sekaligus? Kan dalam dua hari diputuskan itu macet begitu. Padahal samasama belum jatuh tempo, jatuh temponya kan sama-sama 2009. Tapi hari Jumat itu masih kena Jumat Kliwon, Senin sekarang jadi macet begitu. Keputusan hari Jumat kan (kebutuhan penyelamatan Bank Century) 632 (miliar), jadi Pak Rudjito (Komisaris Utama LPS) masih

confidence untuk mengambil alih (Bank Century). Begitu hari Minggu (kebutuhan bailout) jadi 2,6 (triliun), mati berdiri deh.” Atas petikan transkrip yang dibaca Andi Rahmat tersebut, Sri Mulyani tampak tersenyum, terutama saat penekanan pada “Jumat Kliwon”. Karena itu, saat dikejar dengan pertanyaan apakah Menkeu merasa jengkel dengan BI karena dinilai tidak profesional dalam membuat assesment, Sri Mulyani memberi jawaban enteng. “Ekspresi saya kira-kira tidak berbeda dengan Anda saat menghadapi BI (di Pansus),” katanya. “Jadi, kesal juga ya Bu?” tanya Andi. Sri Mulyani tidak menjawab, hanya mengangguk. Dalam rapat pansus kemarin, para anggota pansus seperti tak lelah untuk terus mengejar pertanggungjawaban Menkeu atas bailout senilai Rp 6,7 triliun. Karena terus menerus didesak, maka Sri Mulyani pun akhirnya memberikan pernyataan yang kembali menempatkan BI sebagai pihak yang harus bertanggungjawab atas berbagai pelanggaran yang ada di Bank Century. “Kalau apa yang terjadi di BI dan Bank Century, itu tanggung jawab ada di BI. Kalau soal PMS (penyertaan modal sementara atau bailout), tanggung jawab ada di LPS. Saya bertanggung jawab pada pencegahan krisis.” (owi)

Menkeu Pojokkan BI dari halaman 1 Pernyataan Sri Mulyani tersebut merupakan respons atas pertanyaan Maruarar Sirait. Anggota pansus dari F-PDIP itu pun mengejar dengan pertanyaan apakah Sri Mulyani puas dengan data yang diberikan BI. Pertanyaan ini kembali dijawab dengan pernyataan yang cukup memojokkan BI. “Informasi BI soal Bank Century tidak memuaskan. Kurang detil,” jawabnya. Dalam rapat KSSK pada 20 21 November 2008, BI memberikan data rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/ CAR) Bank Century pada posisi 31 Oktober 2008 adalah minus 3,53 persen. Dengan CAR tersebut, maka kebutuhan bailout untuk menyehatkan Bank Century adalah Rp 632 miliar. Data itulah yang malam itu digunakan sebagai salah satu acuan untuk menyelamatkan Bank Century. Namun, pada rapat KSSK tanggal 23 November 2008, BI memberikan revisi data bahwa CAR Bank Century posisi 20 November 2008 adalah minus 35,9 persen. Akibatnya, kebutuhan dana pun bertambah Rp 2,77 triliun. Data itu terus berubah hingga akhirnya membutuhkan dana total Rp 6,7 triliun. Karena data yang tidak update itulah, BPK menyimpulkan bahwa BI tidak memberikan

informasi yang sesungguhnya, lengkap dan mutakhir saat rapat KSSK. Karena itu, Sri Mulyani pun menolak saat didesak apakah dia ikut bertanggung jawab secara renteng dalam bailout Rp 6,7 triliun tersebut. “Tidak. Saya bertanggung jawab sesuai undang-undang untuk menetapkan upaya pencegahan krisis, itu berdasar data Rp 632 miliar,” katanya. Meski demikian, Sri Mulyani tidak menilai data BI yang tidak lengkap tersebut sebagai sebuah kesengajaan. Menurut dia, perubahan data CAR yang diakibatkan oleh penilaian atas surat-surat berharga (SSB) yang kemudian dimacetkan, merupakan data paling mutakhir yang dimiliki BI saat itu. “Jadi, data yang diberikan pada 20 November 2008 (saat rapat KSSK) adalah data yang benar saat itu. Dan data yang diberikan BI pada 24 November 2008 (rapat lanjutan KSSK) adalah data yang benar saat itu.” Namun, saat anggota pansus membacakan petikan transkrip rekaman rapat KSSK pada 24 November, kembali tampak jelas jika posisi Menkeu saat itu menuding BI tidak profesional dalam melakukan assesment atau penilaian terhadap asetaset Bank Century, yang akhirnya membuat bailout membengkak. Anggota pansus dari F-PKS Andi Rahmat menyebut, dalam

Stamina Prima siap keliling Desa MENJADI pamong desa bukanlah pekerjaan ringan, apalagi jika desa tersebut luas sebagaimana desa-desa di Sumatera. Seorang pamong harus mau berkeliling menjelajah desa untuk mengetahui langsung kondisi desanya. Konsekuensi tugas seperti itu disadari betul oleh Suwarno (41 th) pamong (carik) desa yang tinggal di Dusun 4 , Kecamatan Trimurjo, Lampung tengah-Lampung. Karena itu Suwarno selalu berusaha agar kondisi tubuhnya prima dan tak mudah terserang penyakit saat menjalankan tugas menjelajah desa. Namun sesuai hukum alam, Suwarno sulit untuk menghindar dari masuk angin karena tugasnya lebih sering di ruang terbuka. “....jika masuk angin datang, perut terasa kembung dan badan pegal-pegal...otomatis tugas terganggu..” ungkap Suwarno. Untuk mengatasinya dia mengkonsumsi obat-obatan , kerokan atau pijat. Namun hasilnya kurang sesuai harapan ataupun hanya efektif untuk sesaat. Dari seorang teman, Suwarno mendapat Gentong Mas untuk dicoba. Baru empat hari rutin minum , manfaat Gentong Mas sudah terasa. “...badan men-

jadi hangat dan masuk angin tak datang lagi, sehingga setiap bangun pagi badan terasa segar dan siap untuk menjalankan tugas..” tutur Suwarno bersyukur. Setelah mersakan sendiri manfaatnya,kini Suwarno rutin minum Gentong Mas tiap pagi dan sore. “... selain bermanfaat, juga lezat...tak salah jika Gentong Mas disebut sebagai cara

nikmat untuk tetap sehat “ ujar Suwarno mengakhiri pembicaraan. Gentong Mas , suplemen kesehatan dengan Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) sebagai bahan utama terbukti memiliki banyak manfaat. Menurut Jeff Nugent dalam buku “Permaculture Plants (2004)” Riboflavin dan Ascorbic Acid pada Gentong Mas m e m p e r l a n c a r metabolisme dan meningkatkan imunitas. Sedangkan menurut Imunolog Jerman, Hidelbert Wag-

ner, Nigella Sativa , yang menjadi bahan Gentong Mas, mengandung Omega kadar tinggi yang menambah daya tahan tubuh terhadapalergi, asthma , masuk angin serta dapat meningkatkan keperkasaan pria secara alami dan aman. Untuk hasil optimal, pola hidup sehat seperti mengurangi rokok, berolah-raga teratur dan banyak minum air putih juga perlu dilakukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna,Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

KAMIS, 14 JANUARI 2010

8

RADAR TEGAL

Bisnis Hiburan Prospektif Arena Bola Sodok Banyak Diminati

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

MENJANJIKAN – Bisnis penngelolaan tempat biliard memiliki prospek menjanjikan.

TEGAL – Bertambahnya penggemar olahraga bola sodok atau billiard di Tegal membuat bermunculan tempat olahraga ini lengkap dengan berbagai fasilitasnya. Kondisi ini tentu saja membuat pelanggan yang didominasi kalangan muda menjadi lebih bebas menentukan pilihannya. Heru, salah seorang pengunjung mengatakan, dalam seminggu dia bisa 2-3 kali berkunjung ke tempat billiard. Setiap kunjungan, setidaknya dia menghabiskan 3-4 jam untuk unjuk kebolehan bersama rekan-rekannya. Fasilitas yang lengkap, tempat nyaman, serta strategis menjadi pilihan utama baginya untuk mengisi waktu luang sekaligus berolahraga. Tidak hanya itu, sebagai pelanggan, tentu dia mencari tempat yang menawarkan harga murah tetapi dengan pelayanan maksimal. Menurutnya, suasana nyaman dan tenang sangat berpengaruh karena olahraga yang satu ini membutuhkan konsentrasi cukup tinggi. Jika semua terpenuhi, tidak hanya pelanggan yang senang. Pe-

ngelola juga akan mendapat pemasukan. “Bagi kami yang penting harga terjangkau dan dilengkapi dengan sarana pendukung yang lengkap,” katanya. Agus Sie, pemilik Perdana Billiard Tegal menuturkan, dia berupaya maksimal memberikan, sekaligus menyediakan fasilitas yang memadai agar pengunjung merasa nyaman. Tujuannya supaya jumlah pelanggan makin bertambah. Di tempatnya, pengunjung bisa menikmati fasilitas seperti ruangan ber AC, 20 meja dan kursi tunggu yang mencapai 100 buah dan sebagainya. Meski bisnis pengelolaan tempat billiard mulai banyak dilirik, tetapi dia optimis bisa mendapatkan pelanggan dengan memberikan pelayanan serta fasilitas yang bisa memberikan kepuasan kepada seluruh pelanggan. Jumlah pengunjung, lanjutnya, akan meningkat saat liburan tiba atau akhir pekan. Di mana seluruh meja bisa habis dipesan pelanggan. “Kami akan terus memperbarui fasilitas yang ada sehingga kepuasan pelanggan bisa tercapai dan bisnis ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” tukasnya. (gun)

Prestasi 38 Tahun Honda Eksplorasi Bakat Individual

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

Soft Skill – Eureka Profesional Development Center, Kamis (14/1) hari ini, akan menggelar open house bagi pelajar.

Open House Ala Eureka TEGAL – Eureka Profesional Development Center di Jalan Yos Sudarso Komplek Nirmala Square, Kota Tegal hari ini, Kamis (14/1), menggelar open house. Rencananya acara ini akan diikuti guru-guru SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes, serta Pemalang. Bertemakan Gairah dan Kreativitas Menulis di Kalangan Pelajar Membentuk Budaya Komunikasi dan Kritis Terhadap Lingkungan, Eureka mencoba mengenalkan pentingnya menumbuhkan kreativitas di kalangan pelajar sejak dini. Yulius Adiputranto, Managing Partner Eureka mengatakan, open house kali ini menjadi ajang untuk memberikan informasi serta input kepada peserta. Utamanya tentang beberapa metode yang nantinya akan diterapkan Eureka. Pada Juli hingga Agustus 2009 lalu, Eureka mengadakan survei ke sejumlah pengusaha di Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes, Pemlaang, Pekalongan, dan Purwokerto. Hasilnya, lulusan SMA/SMK sebetulnya bisa diterima di dunia kerja. Hanya saja, lulusan tersebut kurang menguasai soft skill, meski secara umum bisa menguasai teori dan praktek

CMYK

yang diajarkan di sekolah. Soft skill, lanjutnya, terdiri dari bagaimana cara berkomunikasi yang baik, team work, dan kemandirian, motivasi, kewirausahaan, serta kepemimpinan. Karenanya, Eureka dalam pemberian metode akan menggunakan 50 persen praktek lapangan atau magang dan 30-40 persen soft skill. Sisanya pengaplikasian materi yang diberikan selama di SMA/SMK. Dengan waktu pendidikan selama setahun, Eureka akan memberikan sesuatu yang berbeda dari lembaga pendidikan maupun pengembangan profesi yang ada saat ini. Open house kali ini, dia akan memberikan presentasi di hadapan peserta dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyan. Sehingga berbagai permasalahan yang kurang dipahami, menjadi jelas, dan sebagai sumber informasi yang bisa diteruskan kepada peserta didik masing-masing. “Banyak hal menarik yang akan didiskusikan sehingga kehadiran Eureka bisa di Tegal bisa memberikan nuansa sekaligus sesuatu yang berbeda bagi lulusan SMA/ SMK,” paparnya. (gun)

TEGAL - Generasi saat ini tentu tak begitu paham motor Honda S 90 Z. Padahal, motor bermesin 4 tak dengan kapasitas mesin 90cc itu merupakan motor pertama kali yang dikenalkan di konsumen otomotif tanah air 38 tahun silam tepatnya 11 Juni 1971. Rilis di atas menandai Honda yang memulai mengepakkan sayap bisnisnya di Indonesia dengan motor batangan tadi. Pada tahun pertama itu pula, pabrikan yang awalnya bernama PT Federal Motor mencatat produksi sebesar 1.500 unit. Bandingkan dengan produksi sekarang. Honda yang sejak tahun 2000 bermetamorfosis menjadi PT Astra Honda Motor (AHM), di 2001 memproduksi total sepeda motor sebanyak 2,5 juta unit. Setahun kemudian, diperkirakan produksi di tengah iklim ekonomi yang sulit produksi naik menjadi 2,6 juta unit motor. Menakjubkan! Beda jauh dengan kondisi produksi di tahun 1971. Tak berlebihan jika November 2007, pabrikan ini merayakan produksinya yang ke-20 juta. Dan, prestasi itu kembali terukir pada 3 Oktober 2009 lalu. Honda kembali mempersembahkan prestasi spektakuler dengan memproduksi sepeda motornya yang ke-25 juta.

Kurang dari dua tahun sebanyak 5 juta unit sepeda motor meluncur dari tiga pabrikannya di Sunter, Tipar Cakung dan Cikarang. “Kami memperkirakan produksi sepeda motor Honda yang ke-30 juta akan terjadi kurang dari dua tahun juga,” kata Julius Aslan, Marketing Director PT AHM saat peluncuran produksi sepeda motor Honda yang ke-25 juta. Honda dengan Federal motornya memang menjadi pabrikan sepeda motor pertama di Indonesia. Sebagai gambaran, Yamaha Motor Indonesia baru hadir 3 tahun kemudian atau di tahun 1974. Sementara Suzuki resmi masuk pasar Indonesia lebih dulu dari ketiganya yakni tahun 1970. Jika tahun 2007, torehan produksi ke-20 juta Honda mendapat piagam rekor MURI, untuk 2009, pimpinan MURI Jaya Suprana kembali hadir di Cikarang untuk menyerahkan piagam serupa. “Honda berhasil mencatatkan prestasi tertinggi sebagai pabrikan yang pertama memproduksi sepeda motor sebanyak 30 juta. Harapan kita Honda bisa meluncurkan produk-produk yang bisa memenuhi keinginan masyarakat, membuat puas serta tak melupakan aspek safety di kendaraannya,” ucap Jaya Suprana. (zul)

BAHARI Inn Tegal, Poltek College, Putri Sriwijaya, Bank BTN serta Radar Tegal, Rabu (13/1) menggelar seminar spektakuler bertajuk Boost Your Selling Skill yang dihelat di Bahari Inn, Kota Tegal dengan menghadirkan Putra Genta Karya sebagai pembicara sekaligus moderator. Hadir dalam seminar tersebut sejumlah pengelola hotel di Tegal, pengembang properti dan berbagai latar belakang profesi lainnya. Seminar yang dikemas dalam suasana santai dan interaktif mampu menghangatkan suasana sekaligus mempererat hubungan antar peserta dengan berbagi metode yang dikemas. Harun, salah seorang peserta mengaku, jika spektakuler seminar berbeda dari seminar pada umumnya. Di sini, seluruh peserta menjadi termotivasi dan bisa mengeksplorasi bakat dan kemampuan yang dimiliki sehingga bisa menjadi seorang marketing yang handal dan berkomunikasi dengan baik dengan berbagai lapisan dan golongan masyarakat yang dihadapi. Interaksi langsung serta penerapan beberapa metode membuat peserta yang semula tidak saling mengenal menjadi kenal. Meski terlihat sepele, dengan perkenalan tersebut maka jaringan bisnis secara tidak langsung telah terbentuk. Konsep ini sangat tepat

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

INTERAKTIF – Peserta seminar spektakuler dengan santai menyimak dan berinteraksi dengan peserta lain, Rabu (13/1), di Bahari Inn Tegal.

karena dalam bisnis persaingan sangat ketat dan dituntut untuk memiliki jaringan yang luas sehingga setiap produk baik barang maupun jasa bisa diterima dengan cepat. “Spektakuler seminar sangat membantu kami untuk mengeksplorasi kemampuan yang ada,” katanya. Putra Genta Karya mengatakan, hingga saat ini tidak bisa dipungkiri lagi jika kemampuan menjual atau sales skill menjadi ujung tombak dari sebagian besar perusahaan. Semua perusahaan, baik produk barang maupun jasa mengandalkan bagian penjualan sebagai front liner.

Di sini, kami mencoba memberikan masukan,motivasi dan mengajak seluruh peserta untuk mengenali potensi yang ada sehingga menjadi lebih besar dan terus berkembang sehingga bisa menjadi media dalam memasarkan produk yang ada. Dengan metode sekaligus interaktif langsung dengan peserta, tentu menjadi lebih mudah karena apa yang disampaikan langsung bisa dipraktekkan. “Dengan motivasi yang tepat, maka potensi yang ada dalam diri bisa dikembangkan sehingga mampu menjadi ujung tombak bagi perusahaan,” terangnya. (gun)


CMYK

METROPOLIS

KAMIS, 14 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Rekanan AJANG BERBURU Dislatan BARANG JADUL Ditahan Denyut Aktifitas Pasar Loak Jalan Jati

SAAT waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB sebagian warga metropolis ada yang menyempatkan diri melihat denyut kehidupan pedagang di sepanjang Jalan Jati. Berbekal lapak yang sedari malam hanya dionggrokan di pingiran tembok pagar rumah warga, para pedangang yang rata-rata berusia senja mulai menata barang bekas atau loakan di tepian jalan. Roda kehidupan pun mulai berputar. Banyak barang jadul (jaman dulu-red) digelar. Sebut saja kaset lagu-lagu tempo dulu, sterika arang, hingga sepeda nabi bersama pernak-perniknya. Selain menggugah minat beli warga kota, pasar yang berhenti beraktifitas pada pukul 15.30 WIB tersebut juga sering menjadi jujugan warga pinggiran kota yang ingin menjual barang-barang miliknya di pasar kaget tersebut. Penuturan Tajari (60) warga Desa Kaligayam Kabupaten Tegal, aktifitas pasar loak sudah ada sejak sepuluh tahun lalu. “Awalnya saya gelar di areal Pasar Ireng. Tapi disana ada pembersihan, dan saya bersama rekan-rekan menggelar dagangan di sini sampai sekarang,” tutur penjual kaset kuno tersebut. Tak banyak yang diharapkan dari barang yang dijualnya sekarang. Dia mengaku sering tidak

Korupsi Pengadaan Bibit Sapi USAI memeriksa intensif Febriyan Andika Prayitno (29) yang tak lain rekanan pengadaan bibit sapi dan domba Dinas Kelautan dan Peternakan (Dislatan), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal akhirnya resmi menahan yang bersangkutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tegal, Rabu (13/1). Febriyan warga Jalan Rambutan Gang VI Kecamatan Tegal Barat tersebut diduga melakukan penyimpangan,

dimana bibit yang diserahkan tidak sesuai dengan sertifikasi saat kontrak dan saat kontrak telah usai keberadaan bibit sapi maupun domba tidak lengkap. Kajari Tjahja Budiman SH MHum melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Haryono SH menyatakan, pengadaan bibit sapi dan domba yang dilakukan Dislatan pada tahun 2008 tersebut menelan angaran sebesar Rp 210 juta. Saat itu, lelang dimenangkan Febriyan Andika Prayitno dengan nilai Rp 213 juta. ke hal 15 kol 5

TUNGGU PEMINAT - Aktifitas pedagang pasar loak Jalan Jati berlangsung setiap hari.

ke hal 15 kol 1

M SAEKHUN/RATEG

HERMAS PURWADI/RATEG

TINJAU SEKOLAH - Rombongan Komisi I DPRD saat meninjau SDN Randugunting 4.

Amirudin Pimpin PKS

METRO

WATCH

MELALUI Surat Keputusan (SK) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah nomor 003/D/SKEP/ AK-PKS/1/143l, yang ditandatangni Arief Awaludin SH MHum, tanggal 19 Desember 2009 H Amirudin ditetapkan sebagai Pjs Ketua DPD PKS Kota Tegal menggantikan posisi Rachmat Rahardjo. Pergantian puncuk pimpinan PKS tingkat kota dikarenakan Rachmat terpilih menjadi anggota DPRD Kota Tegal, dan sesuai AD/ART dilarang rangkap jabatan.

Penyerahan SK pengangkatan Pjs Ketua DPP PKS Kota Tegal secara resmi telah dilakukan beberapa hari lalu oleh DPW PKS Jateng, dengan begitu secara resmi roda kepemimpinan partai menjadi tanggungjawab H Amirudin Lc. Sedangkan posisi sekretaris DPD tetap, yakni Retno Kristanto. Mantan Ketua DPD PKS Kota Tegal Rachmat Rahardjo, Rabu (13/ 10) kemarin, mengatakan, sesuai SK DPW PKS Jateng tugas Pjs adalah menyiapkan pelaksanaan Musda

PEMKOT Tegal berencana mendirikan pelabuhan niaga. Proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tegal dari bidang maritim. Disamping untuk antisipasi sepinya Kota Tegal jika jalan tol dan jalingkut mulai diaktifkan. Walikota Tegal Ikmal Jaya optimistis jika pelabuhan niaga akan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Walkot juga optimistis pelabuhan niaga yang akan dibangun tak akan kalan dengan pelabuhan niaga yang ada di Semarang dan Cirebon. Rupanya rencana itu tak main-main. Walkot menyatakan, Pemkot sudah mengantongi tiga investor yang siap untuk membangun pelabuhan niaga. DPRD Kota Tegal pun nampaknya setuju dengan rencana tersebut. Bagaimana sikap Anda terkait dengan rencana Pemkot Tegal itu? HERMAS PURWADI/RATEG

08159440722

ke hal 15 kol 5

Kelurahan Slerok Paling Tertib

Pelabuhan Niaga

Sampaikan komentar Anda ke No:

PKS yang akan dilaksanakan sekitar bulan Juni 2010. Sedangkan alasan pengantian ketua, pertama karena saat ini dirinya dipercaya menjadi wakil partai dan sesuai aturan partai tidak diperbolehkan, sebab dikhawatirkan memiliki fungsi ganda, kedua agar konsen serta bisa maksimal dalam menjalankan fungsi contro terhadap anggota DPRD, karena keberadaan anggota DPRD merupakan utusan partai.

DIALOG - Kasat Lantas AKP Anak Agung Sukreta SAH didampingi tim penilai lomba Kanseltibcar Lasntas Polwil dipendopo Kelurahan Slerok, kemarin.

BILA ada kelurahan di metropolis yang warganya sudah terpanggil untuk mematuhi aturan hukum berlalulintas, Slerok jawabnya. Hal ini bisa dibuktikan bahwa jumlah kepemilikan kendaraan bermotor dengan pemilik SIM berbanding cukup besar sekitar 300 persen. Dalam arti kata, satu keluarga memiliki satu kendaraan bermotor, namun seluruh anggota keluarganya sudah membekali diri dengan SIM. Hal inilah yang melatar belakangi Satlantas Polresta menunjuk Kelurahasn Slerok sebagai wakil kota untuk mengikuti Lomba Desa Tertib Lalulintas (Kamseltibcar Lantas) tingkat Polwil Pekalongan. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Lantas AKP Anak Agung Sukreta SH menyatakan dari analisa data peta realita ke hal 15 kol 1

SD Randugunting 4 Dikeluhan Warga Dewan Sidak Hasil DAK MENINDAKLANJUTI keluhan warga sekitar SDN Randugunting 4 yang merasa dirugikan atas pembangunan seko-

lah yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009, Komisi I DPRD, Rabu (13/1), meninjau proses pembangunan sekolah tersebut. Hasilnya, sekolah diminta membuat talang agar air hujan tidak mengguyur rumah warga. ke hal 15 kol 5

Seleksi CPNS Diduga Ada Kecurangan Tak Ikuti Tes, Satu Peserta Lolos DALAM pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Tegal formasi umum 2009 di duga ada kecurangan yang terjadi. Dimana ada salah satu peserta yang tidak hadir mengikuti tes atau ujian, tetapi dinyatakan lolos seleksi. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang peserta yang identitasnya minta dirahasiakan kepada redaksi Radar. Dia mengatakan, dalam tes CPNS 6 Desem-

ber lalu, ada salah satu peserta dengan nomor 741623300013 formasi pendidikan 16233-Guru SDLB tidak hadir. Namun saat diumumkan nomor peserta tadi

CATATAN

Dari Pemilihan Ketua Osis SMA Ihsaniyah

Bola Salju HIV/AIDS

Ajari Siswa Praktikkan Demokrasi

ke hal 15 kol 1

Oleh: Wawan Setiawan

JUMLAH penderita HIV/AIDS memang bak gumpalan bola salju yang menggelinding menuruni bukit. Bola itu terus membesar dan membesar sebelum akhirnya berhenti di dasar. Demikian pula orangorang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Jumlah mereka tak kunjung turun, bahkan terus bertambah. Satu dua pergeseran perilaku mewarnai pergerakan jumlah penderita tersebut. Ini seperti fenomena gunung es. Data yang ada adalah yang sudah melapor ke rumah sakit. Yang belum ya masih banyak. Mustahil bahwa jumlah penderita HIV/AIDS menurun. Kalaupun ke hal 15 kol 1

CMYK

Pemilihan ketua OSIS memang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan di setiap sekolah baik SMP ataupun SMA. Namun di SMA Ihsaniyah Kota Tegal pelaksanaannya lain dari pada yang lain. Seperti apa? LAPORAN: ADI MULYADI RABU (13/1) pemandangan di sekolah yang lokasinya dibelakang Pacific Mall itu berbeda dengan hari-hari biasanya. Terlihat ratusan siswa berkumpul dihalaman sekolah dari mulai ujung Utara hingga Selatan. Nampak pula tempat seperti untuk mencontreng saat pemilu atau TPS.

Dimana ada dua buah bilik dan satu tong tempat pengumpulan kertas suara. Kemudian meja tempat untuk mendaftar para pemilih serta panggung dengan tiga kursi sebagi tempat duduk para calon pemimpin. Wakil Kepala SMA Ihsaniyah Bidang Kesiswaan Drs Bambang Styawan mengatakan, ini adalah pesta demokrasi bagi para siswa. Yakni memilih ketua OSIS untuk masa bhakti 2010 sampai 2011 nanti. “Kami sengaja mendesainnya semirip mungkin dengan pemilu asli. Karenannya peralatan yang digunakan juga meminjam dari KPU, seperti bilik 2 unit dan kotak suara 1 unit,” katanya. Tujuan dari kegiatan yang baru kali pertama dilaksanakan di sekolah tersebut menurut Bambang ada tiga. Pertama untuk melatih siswa berdemokrasi, memberikan pemahaman

arti penting demokarasi, dan terakhir mempraktekan langsung pembelajaran dalam mata pelajaran PKN. Sebelumnya pada Senin-Selasa (11-12/1) ada kampanye terbuka yang dilaksanakan oleh masingmasing calon. Selanjutnya calon juga berorasi menyampaikan visi misinya pada saat pemungutan suara akan dimulai setelah kegiatan dibuka kepala sekolah. “Dalam proses menentukan calon juga melalui beberapa tahap. Diantaranya dari perwakilan kelas mengadakan pemilihan untuk mencari kandidat. Hasilnya ada 10 bakal calon yang terpilih. Selanjutnya setelah diadakan presentasi, dari 10 Balon itu muncul 3 calon. Diantaranya Guntur sebagai calon No 1, Naely No 2, dan Ardian No 3,” jelas Bambang. ke hal 15 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

CONTRENG - Ratusan siswa dilatih berdemokrasi dengan mencontreng ketua OSIS yang menjadi pilihan mereka.


PEMALANG

10

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON TELEPON PENTING PENTING PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285)

4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

RSI Ikhlas

(0284)

322502

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

KESEHATAN Tindaklanjuti Program 100 Hari Menkes DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang akan menindaklanjuti Program 100 Hari Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Salah satu program yang akan dan sedang dijalankan oleh Dinkes adalah melaksanakan supervisi di masing-masing Puskesmas yang ada di Kabupaten Pemalang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dr Melani S kepada Radar Rabu (13/1) kemarin. Supervisi itu lanjutnya, dilakukan agar 22 Puskesmas yang ada dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelaksanaan supervisi ini oleh pihaknya akan dilaksanakan sampai dengan akhir Juni mendatang. “Program 100 hari menteri, menyangkut semua bidang termasuk bidang Kesehatan Keluarga,” terang Melani. Dikatakan dia, selama ini pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan apa yang menjadi bidang garapannya. Di samping melaksanakan supervisi di 22 Puskesmas, pihaknya juga kini juga sedang melaksanakan pembinaan kader-kader yang ada di masing-masing desa. Pembinaan ini dilakukan agar kader-kader tersebut nantinya dapat memberikan pengetahuan dan pengertian secara langsung kepada warga masyarakat. Karena bagaimana pun juga, kader-kader memiliki kedekatan emosional dengan warganya, sehingga akan dengan mudah bisa masuk. (mg6)

Pemkab Polisikan Warga Buntut Penyegelan Balaidesa PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang akhirnya bertindak tegas terkait dengan kasus Desa Jebed Utara Kecamatan Taman. Pemkab telah melaporkan kasus itu ke Polres Pemalang dengan tuduhan penghinaan isntitusi. Barang bukti yang diserahkan adalah kain mori yang dijadikan segel oleh warga ke Polres. Sejumlah warga Desa Jebed

Utara telah dipanggil Polres Pemalang untuk dimintai keterangan Rabu(13/1) kemarin. Mereka dimintai keterangan sehubungan adanya penyegelan Balai Desa Jebed Utara dengan menggunakan kain mori yang bercecer tulisantulisan bernada protes. Polisi melakukan pemanggilan ini karena adanya laporan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suwarto SH MH

mengemukakan tindakan warga pada Desember 2009 berupa penyegelan balai desa dengan mori mendapat respon dari pihak tertentu. “Dalam kain mori yang dibentangkan itu ada tulisan yang merupakan bentuk penghinaan institusi, sehingga Pemkab Pemalang melapor ke polisi,” kata dia. Sedangkan kain mori yang dimaksud saat ini sudah di Polres. Kain tersebut diserahkan oleh Satpol PP sebagai barang bukti usai dilakukan pembongkaran segel. Terkait

masalah ini, polisi juga sudah memintai keterangan pelapor di antaranya Asisten Setda Drs HMA Puntodewo MSi. Sementara warga Desa Jebed Utara yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah Sudoko, Sahuri, Durino dan Sukyo. Kendati hanya empat orang yang dipanggil, namun di Polres Pemalang kemarin mereka ditemani oleh rekan-rekannya. Mereka selama ini aktif dalam aksi untuk menuntut mundur Kades Jebed Utara dengan membentuk tim sembilan.

Sebelumnya diberitakan Balai Desa Jebed Utara disegel dengan cara membentangkan kain mori. Kain ditulisi kalimat hujatan kepada Kades Jebed Utara Gigih Wahyu dan ada juga kalimat yang dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap institusi. Asisten setda Bidang Tata Pemerintahan Drs HMA Puntodewo saat menemui mereka menyatakan akan menyelesaikan persoalan dengan menempuh mekanisme dan prosedur serta aturan yang berlaku. (ali)

Pilih Ketela Sebagai Alternatif HARGA beras di pasaran sekarang ini semakin mahal. Berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini harga beras standar berkisar Rp 6 ribu perkilogramnya. Hal ini tebntu saja berpengaruh terhadap pola makan masyarakat, khususnya dari keluarga yang tidak mampu. Salah satu alternative makanan pengganti beras adalah ketela. Akibatnya, saat ini permintaan ketela di pasar mengalami kenaikan. Banyak warga yang mengkonsumsi ketela sebagai makan tambahan keluarga, karena harganya relatif murah, sehingga menyebabkan permintaan ketela terus meningkat. Berdasarkan hasil pantauan Radar, kenaikan harga beras sekarang cukup tajam. Hal ini akibat banyaknya petani padi yang sebelumnya mengalami gagal panen, karena musim kemarau yang terjadi cukup panjang. Sehingga produksi beras berkurang dan langka di pasaran, dan akibatnya menjadikan harga beras mahal. Slamet (35) pedagang ketela di pasar buah dan sayuran Pemalang menuturkan seka-

rang ini banyak warga pergi ke pasar membeli ketela untuk makanan tambahan keluarganya. Hal itu sebagai akibat harga beras yang cukup mahal. Dengan banyaknya warga membeli ketela, membuat usahanya semakin ramai dan laris dikunjungi pembeli. Sehingga mampu meningkatan omzet penjualannya dan menyebabkan harga ketela juga mengalami kenaikan. “Pemintaan ketela sekarang ini terus bertambah, sehingga harganya terus naik,” katanya. Menurutnya, harga ketela sebelumnya untuk per kilogramnya hanya Rp 1.000, namun setelah banyaknya pemintaan menyebabkan harga ketela terus meningkat. Meski harga ketela mulai naik, namun karena pemintaan juga terus meningkat maka penjualnya juga meningkat. “Akibat banyak warga yang mengkonsumsi ketela, omzet penjualanya terus meningkat dan sehari sebelumnya hanya 1 ton sekarang bisa mencapai 2 ton sampai 3 ton lebih dengan harga perkoligramnya Rp 1.500,” ujarnya. (agus pratikno)

Sepeda Sehat Bertabur Hadiah PEMALANG - Sepeda sehat dalam rangka memeringati HUT Pemalang ke-435, panitia menyiapkan sejumlah hadiah yang akan diundi pada kegiatan Sepeda Sehat. Hadiah-hadiah tersebut kemarin sudah berdatangan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Jl Merbabu Mulyoharjo Pemalang. Masyarakat yang ingin meramaiakan acara tersebut bisa menghubungi institusi ini untuk melakukan pendaftaran. Kepala Dindikpora Drs Sapardi MSi didampingi Sekretaris Dinas HM Wismo MPd

mengemukakan dalam kesempatan HUT Pemalang ke-435 ini jajarannya dipercaya untuk mengelola pelaksanaan sepeda sehat. “Rencananya akan dilakanakan pada Jumat, 15 Januari 2010 dan hari ini (kemarin-red) hadiah-hadiah sudah mulai dikumpulkan kata dia,” Rabu (13/1). Hadiah selain berupa bingkisan-bingkisan juga puluhan sepeda mini yang merupakan sumbangan dari sponsor-sponsor. Lomba ini diperkirakan akan diikuti ribuan masyarakt dari berbagai elemen, baik dari pendidikan, PNS, dan swasta. (ali)

AGUS P/RADAR PEMALANG

MEMILIH KETELA - Sejumlah pembeli sedang memilih ketele di pasar Pemalang.

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIJAGA - Sepeda mini hadiah yang akan diundikan pada acara sepeda sehat dijaga petugas Dindikpora.


SLAWI METROPOLIS

KAMIS 14 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

April, Tunjangan Profesi Guru Cair

JEMBATAN

Rapel Setahun, Rp 250 Ribu Per Bulan

YANVRA/RADAR SLAWI

TINJAU - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Abdul Baar didampingi perangkat Desa Kesuben saat meninjau lokasi jembatan amblas.

Minta Pemkab Segera Perbaiki

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal mengalokasikan anggaran sebesar lebih kurang Rp 20.676.300.000 sebagai anggaran tunjangan tambahan penghasilan yang diperuntukkan bagi PNS khususnya guru. Tunjangan tersebut rencananya akan dicairkan pada bulan April 2010 mendatang, dengan penerimaan untuk setiap guru Rp 250 Ribu per bulan. Dana

tersebut akan diterima secara rapel selama setahun. Pengalokasian anggaran tersebut, terkait erat dengan pemberlakuan PP nomor 41 tahun 2009 tentang tunjangan profesi guru dan dosen, tunjangan khusus guru dan dosen, serta tunjangan kehormatan profesor, yang secara resmi mulai berlaku sejak 8 Juni 2009. Dengan adanya kewajiban sesuai dengan PP tersebut, maka pemkab baik eksekutif maupun legislatif sepakat mengalokasikan anggaran tunjangan tambahan penghasilan bagi guru di tahun 2010. ‘’Tunjangan ini baru akan

dibayarkan karena PP-nya baru turun pada akhir tahun 2009 lalu. Karena dampak kewajiban ini, maka terdapat tambahan beban anggaran sebesar lebih kurang Rp 20 miliar,” terang Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH saat ditemui usai rapat pembahasan nota keuangan APBD tahun 2010 di gedung DPRD setempat, Rabu (13/1). Selain tunjangan tambahan bagi PNS khususnya guru, DPRD juga menyetujui adanya alokasi anggaran tunjangan tambahan penghasilan bagi PNS non guru. Adapun alokasi anggarannya, diperkirakan

antara Rp 9 miliar – Rp 10 miliar. ‘’Bedanya, kalau tunjangan untuk guru diberikan secara merata. Tapi tunjangan untuk non guru akan diberikan secara proporsional,” terang Rojikin. Terkait dengan penganggaran bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT), lanjut Rojikin, ia juga telah memberikan rekomendasi kepada Bupati Tegal agar di tahun 2010 nanti, PTT mendapatkan honor yang besarnya sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Tegal, yakni sebesar Rp 687 ribu per bulan. ‘’Banang (Badan Anggaran – red) sudah meminta Bupati untuk

memberikan honor PTT sesuai dengan UMK. Bagi PTT yang diangkat pada bulan April, honor hanya akan diberikan sampai bulan Maret saja,” jelasnya. Terkait dengan jumlah Guru, PNS non guru, dan PTT, lanjut Rojikin, baru akan dibahas dalam rapat lanjutan yang sedianya digelar Kamis (14/1) di gedung DPRD setempat. Pasalnya, saat pelaksanaan rapat pembahasan nota keuangan, Rabu (13/1) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TA PD) belum dapat menyampaikan jumlah total guru, PNS non guru, dan PTT di Kabupaten Tegal. (aan)

LEBAKSIU - Pihak instansi terkait di lingkungan pemkab harus segera menangani amblasnya empat jembatan desa di sekitar wilayah Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu. Pasalnya, kondisi empat jembatan itu sudah sangat menganggu warga dan para pengguna jalan, terlebih 40 Kepala Keluarga (KK) di salah satu blok desa terancam terisolir. Bukan itu saja, empat jembatan desa itu sendiri merupakan sarana penghubung jalur alternatif dari semua arah. Sehingga penanggulangannya sangat mendesak sekali, guna meringankan penderitaan warga. “Bencana alam ini harus secepatnya ditanggulangi, agar tidak membuat warga menderita. Karena empat jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga sekitar maupun pengguna jalan sebagai sarana memerlancar perputaran ekonomi desa,” pinta Anggota DPRD Kabupaten Tegal Abdul Baar kepada Radar, Rabu (13/1) usai meninjau lokasi. Menurut Abdul Baar, ini merupakan musibah yang disebabkan karena faktor alam, sehingga bisa ataupun tidak, penanangannya harus cepat dan maksimal. Tentunya, untuk menghindari dampak buruk lainnya, agar penderitaan warga itu sendiri tidak sampai berlarutlarut. “Saya akan mendesak pemkab untuk secepatnya turun ke lapangan atau tinjau lokasi. Biar mereka semua pada tahu dan melek akan penderitaan warga. Dengan harapan cepat tanggap akan kondisi yang terjadi di lapangan,” tandasnya singkat. (k1)

MUSDA GOLKAR Tak Pengaruhi Struktural DPRD HASIL Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tegal, yang sedianya digelar Minggu (17/1) mendatang, dipastikan tidak akan serta merta berpengaruh terhadap struktural fraksi partai Golkar di DPRD maupun komposisi jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Tegal. Pelaksanaan Musda Partai Golkar tersebut hanyalah merupakan bagian dari sukses konsolidasi Partai Golkar. Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Bidang Pemuda, Seni Budaya, dan Olah Raga DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Udin Zaenudin, Rabu (13/1). Menurutnya, agenda kegiatan Musda hanyalah merupakan agenda rutin kegiatan Partai Golkar dan bukanlah termasuk hal yang luar biasa. Meski demikian, diakuinya bahwa pelaksanaan Musda tersebut merupakan salah satu agenda kerja utama yang dimiliki oleh Partai Golkar. ‘’Ibarat perjalanan, Musda ini merupakan bagian dari tikungan tajam. Selayaknya menghadapi tikungan tajam, maka harus hati-hati. Untuk itu, diharapkan para kader Partai Golkar agar tetap berhati-hati dan tetap menjaga soliditas, siapapun yang nantinya Ketua DPD yang terpilih,” jelas Udin Zaenudin. Menanggapi pertanyaan seputar dampak yang kemungkinan timbul pada komposisi Fraksi Partai Golkar maupun pimpinan DPRD Kabupaten Tegal paska suksesi dalam Musda, Udin Zaenudin menilai, hasil Musda tersebut tidak dapat serta merta mempengaruhi komposisi DPRD. Pasalnya, komposisi DPRD itu diikat dengan aturan susunan dan kedudukan anggota DPRD, serta tidak terkait dengan suksesi dalam tubuh partai. ‘’Sesuai aturan, rolling posisi dalam DPRD baru akan dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 tahun. Sehingga, tidak akan ada perubahan struktural di DPRD yang terjadi secara serta merta paska pelaksanaan Musda,” jelas Udin Zaenudin. (aan)

CMYK

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PADAT - Sepanjang jalan di Cikura Bojong dipadati ribuan santri dan masyarakat yang hendak mengikuti acar khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi.

Syechuna Armia bin Kurdi di Cikura Bukan Kultuskan Orang Khaul ke 77 Al Maghfurlah RIBUAN orang dari berbagai kalangan dan penjuru, Rabu (12/ 1) kemarin memadati Pondok Pesantren (Ponpes) Attauhidiyyah Cikura Bojong, Kabupaten. Bahkan Menteri Agama Republik Indonesia Drs H Suryadharma Ali, MSi, maupun artis pun ikut hadir dan mendoakan dalam memperingati Khaul ke 77 Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi. Demikian pula dengan Muspida Kabupaten Tegal yang ikut menghadiri acara khaul Almarhum Al Maghfurlah Syec-

huna Armia bin Kurdi, yang diketahui sebagai ulama besar di Tegal. Sedangkan dalam acara khaul tersebut, sejumlah habib juga didatangkan untuk memberikan ceramah dan doa kepada almarhum termasuk memberikan pengetahuan akan orang beriman. Para pembicara dalam ceramah tersebut diantaranya Habib Ahmad bin Muhamad Al Habsi yang berasal dari Solo Jawa Tengah, H Taufur dari Purworejo, dan Habib Al Idrus dari Malang Jawa Timur. Meski lokasi acara khaul sempat diguyur hujan, namun acara yang dihadiri oleh ribuan umat Islam dari berbagai kalangan tersebut, tidak me-

ngurangi hikmat acara khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi. ‘’Khaul bukan kegiatan mengkultuskan orang per orang. Kegiatan khaul sematamata untuk mengenang perjuangan seseorang. Khaul juga dapat mengingatkan kita bahwa semua mahluk pasti akan mati,’’ terang Ketua Panitia kegiatan Khaul Heri Soelistiawan SH MHum. Wakil Bupati Tegal ini juga menjelaskan, sedangkan khaul Syechuna Armia bin Kurdi bukan saja bertujuan untuk kedua hal tersebut, tetapi merupakan kegiatan silaturohmi akbar, pengajian, dzikir dan doa

secara berjamaah. ‘’Ya riwayat dan perjalanan hidup Syechuna Armia bin Kurdi patut dicontoh pada generasi muda. Sebab, beliau berjuang tanpa kenal lelah. Masyarakat dibimbing sehingga mengenal Allah dan Rosul Nya. Beliau menjadi panutan bagi kita para santrinya dan masyarakat sekitar semasa hidupnya beliau isi dengan prestasi dan setelah beliau wafat meninggalkan prasasti,’’ terang Heri seraya menambahkan, karenanya sekali lagi, kegiatan khaul bukan untuk mengkultuskan orang per orang. Sebab kegiatan seperti ini dirancang dan dipersiapkan

untuk mengenang dan berterimakasih atas jasa-jasa para aulia dan ulama. Sedangkan kegiatan ini juga diisi dengan serangkaian acara yang mengajak ke arah takwa. ‘’Sedangkan acara ini juga dibarengi dengan bhakti sosial kemasyarakatan membangun fasilitas umum MCK sebanyak 50 kamar, penyelesaian fasilitas ponpes, kebersihan lingkungan, pembenahan lokasi ponpes. Tak hanya itu, ada juga kegiatan ziarah, khatmilquran, pembacaan rotib, maulid nabi dan Dalailul Khoerot, serta digelarnya bazar murah, ceramah agama, serta ditutup dengan doa Istigozah Kubro,’’ pungkasnya. (gus)


BREBES & BUMIAYU

12

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Depag Harus Benahi Diri

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

PEMERINTAHAN Perangkat Desa Diisi Generasi Muda BANTARKAWUNG - Dua perangkat Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, yang berhasil lolos seleksi Rabu (13/1) dilantik Kepala Desa (Kades) Bantarkawung Kasdi dengan disaksikan langsung oleh jajaran Muspika. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan kepada Kusmono yang menjabat kaur Kesra dan Nursidik selaku kadus I. Acara pelantikan dilakukan di Gedung Serbaguna Kantor Desa Bantarkawung. Dalam sambutannya, Kasdi menegaskan, jabatan sebagai pelayan dan pengayom masyarakat desa tidaklah ringan. Namun, hal itu akan lebih baik bila dilakukan dengan kerjasama antarseluruh perangkat desa dan didasari dengan ibadah yang ikhlas. ’’Diharapkan dalam melakukan tugasnya nanti senantiasa melibatkan peran serta masyarakat, sehingga laju pemerintahan akan dapat berjalan sinergis,” kata Kasdi. Selain itu, dikatakan Kasdi, dengan masuknya perangkat desa yang terbilang masih memiliki usia muda ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam jalannya roda kepemerintahan desa. ’’Meski demikian perangkat desa yang baru untuk dapat secepatnya mengikuti pola kerja yang telah dijalankan oleh kepala desa beserta jajarannya tanpa mematikan kreativitas masing-masing. Sedangkan bagi perangkat desa yang lain serta lembaga desa agar membantu dan saling mengingatkan demi majunya desa,” papar Kasdi. Hal senada juga disampaikan oleh Camat Bantarkawung yang diwakili oleh Sekcam Wahono SH. Dia berharap, dengan adanya perangkat baru, maka akan dapat lebih memudahkan jalannya roda kepemerintahan di desa. ’’Diharapkan dalam melakukan tugasnya nanti senantiasa melibatkan peran serta masyarakat, sehingga laju pemerintahan akan dapat berjalan sinergis,” kata wahono. Selain mengambil sumpah dan melantik perangkat desa terpilih, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan tali asih kepada perangkat desa purnatugas. (pri)

ISMAIL FUAD/RATEG

TINJAUAN KE DAERAH – Menteri Agama sekaligus Ketua DPP PPP Surya Dharma Ali melakukan rangkaian kunjungan ke Kabupaten Brebes Rabu (13/1).

Dikeluhkan, Kepala UPT Sering Mangkir Ngantor BUMIAYU - Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang wilayah Bumiayu Kuspramono SE disinyalir jarang masuk kerja. Hal ini mengakibatkan, tuntutan tugas melayani masyarakat terganggu. Dari sumber yang ada di lingkungan UPT yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, kejadian itu bukan yang pertama sekali terjadi di kantor itu.

’’Sering sekali orang pulang dengan kecewa karena urusannya ke kantor ini tidak beres. Karena, kepala UPT jarang masuk kantor. Atau kalau pun datang, hanya sebentar saja,” kata sumber tersebut. tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Brebes Imam Santoso menyayangkan sikap kepala UPT yang sebagai pimpinan instansi tersebut. ’’Seharusnya, pejabat di pemerintahan harus

bekerja dengan penuh tanggung jawab karena digaji oleh negara. Kalau tidak, maka dipastikan seperti yang terjadi sekarang, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak berjalan maksimal.’’ Kusprmono sendiri hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi meengenai keluhan dari masyarakat tersebut. Saat Radar mencoba menghubungi melalui telepon selular (ponsel) juga dalam kondisi tidak aktif. (pri)

BREBES - Diplesetkannya Departemen Agama (Depag) menjadi Departemen Paling Gawat membuat Menteri Agama KIB II Republik Indonesia Surya Dharma Ali prihatin. SDA (sapaan akrabnya, Red) menghimbau aparatur dibawahnya untuk berupaya kembalikan nama baik Depag. Sebab, selama ini Depag terlanjur dinilai masih kotor oleh sejumlah kalangan. ’’Saya kira, perlu introspeksi bersama. Image Depag ke belakang agar ke depan itu menjadi cerminan bagi Departemen Agama. Sehingga kesan ’’kurang bersih’’ tersebut tidak ada lagi,” ungkap Surya Dharma Ali di sela-sela pertemuan evaluasi tiga DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Brebes Rabu (13/1). Dikatakan SDA, beberapa hal yang mesti diperbaiki oleh aparturnya yakni berkenaan dengan bidang-bidang yang menjadi bidang garapan Depag. Antara lain, bidang pendidikan, pemberdayaan umat beragama, dan penyelenggaraan haji. ’’Intinya, yang berkaitan dengan reformasi birokrasi perbaikan dan tata kelola pemerintah harus lebih baik lagi di tahun mendatang. Seperti, pelayanan haji tahun ini sudah baik maka ke depan harus lebih baik lagi,” katanya. Ketika disinggung lebih lanjut mengenai dana blockgrant untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Brebes senilai lebih dari Rp 20 miliar yang telah dilaporkan ke Dirjen Pendidikan Depag lantaran diduga telah terjadi pelanggaran, SDA mengaku, pihaknya belum mengetahui adanya persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut untuk mengawasi program DAK MI dan

lainnya. Jika memang ditemukan adanya penyalahgunaan dan pelanggaran, ditegaskan SDA, maka silakan laporkan kepada yang berwenang. ’’Jika ditemukan, maka Kanwil atau Kadepag yang bersangkutan dilaporkan dulu kepada pihak yang berwajib agar diproses hukum jadi tidak perlu langsung ke menteri.’’ Kendati begitu, dia mengingatkan, hendaknya setiap laporan dan dugaan pelanggaran tersebut berdasarkan bukti dan data-data yang kuat dengan mengdepankan praduga tak bersalah. ’’Asal jangan berdasarkan kecurigaan saja,” tegasnya. EVALUASI Merosotnya perolehan suara dan kursi legislatif Partai Persatuan Pemangunan (PPP) dalam Pemilihan Umun (Pemilu) 2009 lalu disinyalir karena terbatasnya ’’prajurit’’ tangguh dan lemahnya sistem yang ada. Hal itu menjadi bahasan utama dalam pertemuan evaluasi tiga kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang DPC PPP, yakni DPC Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal dengan SDA di RM Nuansa Alam Terlangu, Brebes, kemarin. Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009, kursi parlemen PPP melorot dan berkurang. Brebes kehilangan dua kursi. Sementara, untuk Kabupaten serta Kota Tegal masing-masing hanya mendapat satu kursi. Hal itu, menurut SDA, seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi jajaran pengurus agar mulai menyiapkan diri dari sekarang. ’’Konsolidasilah dari sekarang,” tandas SDA. Karenanya, SDA berharap agar seluruh DPC PPP mempersiapkan diri. (mg7)

Dari Pelaksanaan Gebyar Muharram PAC Ansor Banjarharjo

SDN Parereja 01 Berhasil Meraih Gelar Juara Umum Gebyar Muharram yang diselenggarakan Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Banjarharjo berlangsung meriah. Bagaimana jalannya kegiatan tersebut? LAPORAN: ISMAIL FUAD SEJUMLAH kegiatan dihadirkan dalam even tahunan tersebut. Ketua PAC Ansor Banjarharjo Wakim Wahyudin

mengatakan, kegiatan yang digelar di antaranya lombalomba, pawai karnaval, dan pengajian. Untuk pawai ta’aruf diikuti warga NU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNUIPPNU, RA, PAUD, TK, SD/MI, serta remaja Musala dan masjid se-Kecamatan Banjarharjo. Meskipun sempat diguyur hujan deras, tapi pawai ta’aruf tetap berlangsung. Demikian juga dengan masyarakat yang sangat antusias menyaksikannya. Yang menarik, dalam karnaval tersebut ibu-ibu muslimat menyerahkan hasil bumi kepada

panitia di panggung kehormatan. Dalam kegiatan karnaval, sejumlah peserta berhasil terpilih menjadi juara. Di antaranya, juara I Majelis Taklim Al Falah Banjarharjo, juara II Muslimat NU Banjarharjo, juara III Paud Mutiara Bunda Banjarharjo. Kegiatan yang digelar atas kerja sama PAC Ansor Banjarharjo, Ranting Ansor Banjarharjo, dan Remaja Masjid Al Husna Banjarharjo berlangsung sejak Minggu (8/1). Puncak acara berupa Istighosah dan Doa untuk Gus Dur yang akan

dihadiri Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan akan dilangsungkan Kamis (14/1). Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Husna Banjarharjo dan sekitarnya. ’’Marawis Hadroh Yamanar dari Ansor Ranting Parereja akan turut memeriahkannya,” ujar Wakim. Sementara, untuk kegiatan lomba-lomba, SDN Parereja 01 Banjarharjo berhasil menjadi juara umum dalam Gebyar Muharram 1431 H. SDN Parereja 01 berhasil merebut 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Emas diraih dari

cabang Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil) atas nama Teti Sri Hotimah, perunggu dari lomba mewarnai tingkat SD atas nama Rohmatun Nisa, dan perunggu dari cabang hafalan juz atas nama Ratno Amriani. Dalam Gebyar Muharram ini, lanjut Wakim, menggelar 7 macam lomba. Ratusan siswa dari Raudathul Athfal (RA)/ Pendidikan Usia Dini (PAUD)/ Taman Kanak-kanak (TK), dan SD/MI sangat antusias mengikuti lomba yang dikemas dalam bentuk Festival Anak Sholeh. (*)

ISMAIL FUAD/RATEG

SEMARAK – Pawai Ta’aruf dalam rangka Gebyar Muharram 1431 H di Banjarharjo berlangsung meriah.


PEKALONGAN

KAMIS 14 JANUARI 2010

13

RADAR TEGAL

Beda Uang Transport, Sosialisasi Tol Ricuh

LINTAS

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

CALO AKTE - Banyaknya pemohon akte kelahiran dimanfaatkan beberapa calo untuk mempercepat proses pembuatan, meski hal itu dibantah oleh pihak Disdukcapil.

Pegawai Capil Diduga Jadi Calo Akte BATANG - Membludaknya warga yang mengajukan permohonan untuk membuat akte kelahiran, diduga dimanfaatkan oleh oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang untuk menjadi perantara. Hal itu guna mempermudah dan mempercepat proses pembuatan akte kelahiran. Dugaan tersebut muncul dari keluhan beberapa pendaftar, yang merasa ’’dianaktirikan’’ oleh Disdukcapil. ’’Kami yang sudah antri berjam-jam belum jadi-jadi, tapi ketika ada orang yang datang belakang langsung bisa terima akte. Ternyata dia ditemani oleh seorang pegawai,” ungkap salah seorang warga. Ketika hal itu dikonfirmasikan, Waluyo, kabid Pencatatan Sipil pada Disdukcapil membantahnya. Menurutnya, bagi warga yang mendaftar mulai tanggal 14 November 2009 hingga sekarang, akte kelahiran yang dimohonkan belum bisa jadi. Pasalnya blangko register masih kosong. ’’Kalau yang daftar dari tanggal 14 November, jelas akte kelahiran belum jadi, karena blangko register belum ada. Yang sudah jadi adalah mereka yang mendaftar sebelum 14 November. Yang jelas kami mendahulukan pendaftar sesuai dengan nomor antrenya. Dan akte akan jadi sesuai dengan permohonan yang masuk lebih dahulu,” tuturnya. Dikatakannya, akte kelahiran baru akan jadi sekitar bulan AprilMaret. Karena saat ini pengadaan blangko register masih dalam proses lelang. ’’Pegawai kami yang katanya jadi calo juga sudah kami panggil. Dia mengaku hanya menunjukkan sampai berapa nomer antrian, bukan membantu biar cepat jadi. Karena jelas akte baru akan jadi April atau Maret,” jelas Waluyo. Di samping dugaan adanya aksi calo di dalam Disdukcapil, dalam pendaftaran akte kelahiran diduga ada beberapa berkas pemohon yang hilang. Menurut informasi yang diperoleh Radar Pekalongan, sedikitnya ada 100 berkas pendaftar yang hilang. Akibatnya, beberapa warga tidak dapat menindaklanjuti permohonannya tersebut. Sekali lagi hal itu dibantah oleh Disdukcapil. Waluyo menandaskan bahwa berita adanya berkas pemohon yang hilang tidaklah benar. Namun yang ada adalah berkas-berkas tersebut terselip pada berkas lain. Hal itu dikarenakan tidak adanya identitas dari orang yang mendaftarkan. ’’Bukan hilang tapi hanya keselip dan itu sudah kami selesaikan. Itu terjadi karena biasanya sudah dipanggil tapi belum bisa bayar, sementara mereka tahunya itu sudah jadi. Atau mereka taruh begitu saja di loket pendaftaran tanpa disertai dengan identitas pendaftar,” tandas Waluyo saat ditemui kemarin. (ton)

PEKALONGAN - Gara-gara diberi uang transport berbeda, pelaksanaan sosialisasi jalan tol Batang-Pemalang di gedung Eks Karesidenan Pekalongan berlangsung ricuh Selasa (13/ 1). Peristiwa ini diawali dari sejumlah lurah dan kepala desa yang merasa diperlakukan tidak adil oleh panitia, dengan diberi uang transport yang berbeda. Awalnya, pelaksanaan sosialisasi yang diikuti oleh sejumlah pejabat, SKPD terkait, lurah dan kades di wilayah Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang itu berlangsung lancar. Namun saat tiba jam makan siang, salah satu kepala desa mengungkapkan kekesalannya. Dia merasa geram dan kesal, karena hanya diberi uang transport Rp 50 ribu, sedangkan rekan yang lainnya diberi uang transporti Rp 100 ribu per orang. ’’Sebenarnya bukan permasalahan besarnya uang, tapi permasalahan keadilannya. Jangankan Rp 50 ribu, ratusan ribu sekalipun bukan hal yang aneh bagi kami,” ujar A Rohyi, kades Pasekaran, Kabupaten Batang. Perbedaan besaran uang transport tersebut diamini oleh HM. Hasan, selaku kades Kalibelu, Kabupaten Batang. Dia mengaku, mendapatkan uang transport Rp 100.000 dengan menghadiri acara sosialisasi tersebut. ’’Ya saya akui memang dapat Rp 100 ribu. Saya sendiri tidak tahu kenapa ada perbedaan seperti ini,” ungkapnya sambil menunjukkan sebuah amplop berisi satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu. Meski mendapat nilai yang lebih besar, namun dia mengaku tidak terima dan perlu mempertanyakan adanya perbedaan

tersebut. ’’Ya, kita perlu tahu kenapa, dan akan saya pertanyakan ini. Jangan sampai hal semacam ini terjadi lagi,” tegasnya. Sementara, permasalahan ini langsung disikapi oleh salah seorang pegawai dari Bappeda Pemprov Jateng Otniel Moeda. Menurutnya, dana untuk sosialisasi tersebut bersal dari investor, bukan dari pemrov Jateng, sehingga jumlahnya terbatas. Apalagi, jumlah undangan yang diundang dengan jumlah yang hadir berbeda. ’’Jadi yang datang terlambat, kami beri transport Rp 50 ribu. Sedangkan yang tepat waktu kami beri Rp 100 ribu. Supaya semua undangan bisa kebagian,” jelasnya di depan wartawan dan sejumlah tamu undangan. (san)

HASAN ZAELANI/RADAR PEKALONGAN

TEGANG - Suasana tegang tergambar jelas saat beberapa lurah mempertanyakan masalah perbedaan uang transport kepada panitia kemarin (13/1).

Lagi, Warga Batang Keracunan Jamur BATANG - Peristiwa keracunan jamur kembali menyerang warga Kabupaten Batang. Setelah beberapa waktu lalu dialami oleh 8 orang yang berasal dari satu keluarga di Kelurahan Kasepuhan dan seorang warga Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang. Kini giliran Riyanto, pria berumur 36 tahun warga Desa Siwatu RT 10 RW 5 Kecamatan Wonotunggal, Batang. Dia terpaksa menjalani perawatan di Ruang Anggrek RSUD Kalisari Batang, setelah muntah-muntah usai memakan jamur yang dimasak istrinya, Selasa (13/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Ditemui di ruang perawatannya, Riyanto menceritakan, Selasa pagi dia meminta kepada istrinya Tumini untuk

memasak jamur. Dia terpikat ingin makan jamur setelah melihat tayangan di televisi tentang masakan jamur yang diambil dari alam. Kebetulan di pekarangan rumahnya tengah tumbuh beberapa jamur jenis payung. ’’Sebenarnya saya sendiri sempat takut untuk mencoba. Namun ketika melihat di televisi tentang masakan jamur dan yang makan tidak apaapa, akhirnya saya minta ke istri untuk dimasakkan jamur. Namun karena harus bekerja, pagi itu saya langsung berangkat,” tuturnya didampingi sang istri. Karena ingin membahagiakan suami, Tumini pun menyanggupi untuk memasak jamur. Meskipun pada awalnya dia sendiri tidak menye-

tujui permintaan Riyanto itu. ’’Saya sendiri sebenarnya tidak mau. Tapi karena ini permintaan dari suami saya, ya akhirnya saya masakkan jamur,” jelasnya. Alhasil, pagi itu Tumini mengambil beberapa buah jamur yang tumbuh di bawah pohon rambutan di pekarangan rumahnya. ’’Saya ambil yang kecil-kecil sebesar jempol, dan saya masak jadi tumis. Setidaknya ada 1 kilogram dan jadi masakan 1 rantang,” ujar Tumini sambil menunjukkan jempolnya. Malam harinya, sekitar pukul 23.00 WIB usai pulang kerja, Riyanto langsung melahap satu rantang tumis jamur tersebut. Sementara istri dan anaknya Eva Maria Ulfa (6) tidak ikut makan.

IKLAN BARIS LOKER 7 X 276 MMK

’’Satu jam kemudian perut saya merasa mual dan akhirnya muntah-muntah. Juga berasa ingin berak,” terang Riyanto, yang menempati kamar nomor 9. Karena kondisi tubuhnya terus menurun, Rabu (13/1) sekitar pukul 02.00 WIB Riyanto dilarikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kalisari Batang. Setelah menjalani perawatan darurat, Riyanto disarankan untuk menjalani rawat inap. ’’Alhamdulillah, sekarang sudah agak mendingan. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah bisa pulang.’’ Kabid Pelayanan BRSUD Kalisari Batang dr Deborah membenarkan adanya warga yang dirawat akibat keracunan jamur. (ton)


SAMBUNGAN

KAMIS 14 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

UKM

Dewan Panggil Dislatan-HNSI

ADI MULYADI/RATEG

TURUN – Biasanya, setiap bulan para perajin logam mendapatkan pesanan pembuatan suku cadang alat berat maupun pembuatan mesin bernilai ratusan juta rupiah.

Pesanan Industri Logam Turun MEMASUKI tahun 2010 ini perajin logam di kota Tegal menghadapi penurunan pesanan. Biasanya tiap bulan mereka sering mendapatkan pesanan pembuatan suku cadang alat berat maupun pembuatan mesin bernilai ratusan juta rupiah, kini turun antara Rp 40 juta hingga Rp 30 juta. “Ini sudah terjadi sejak bulan November 2009 lalu” kata Agung, salah seorang perajin di sentra industri logam, kemarin. Menurut dia, turunnya nilai pesanan tersebut disebabkan oleh dampak dari industri garmen yang mulai menutup usaha dan tak lagi memesan suku cadang mesin produksi ke tempat mereka. Selain itu, turunnya pesanan juga disebabkan kebijakan pemerintah setiap akhir tahun yang telah menutup proyek-proyek pengadaan barang maupun pembuatan mesin industri. Agusng menyebutkan, meski sepi pesanan, saat ini ia masih mempertahankan usahanya dengan cara mencari pesanan ringan dari sejumlah bengkel kapal di pelabuhan Kota Tegal. “Ini hanya untuk mempertahankan karyawan agar tetap bekerja,” kata Agung menambahkan. Selain menghadapi penurunan pesanan, saat ini perajin logam di sentra industri logam mengeluhkan alat konduktor logam bantuan dari pemerintah yang belum bisa dioperasionalkan. (cw1)

AGAR hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bisa lebih maksimal, sebelum masuk materi pembahasan Raperda Komisi II DPRD Kota Tegal bakal memanggil Dinas Kelautan dan Pertanian (Dislatan), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan unsur masyarakat nelayan lainnya. Kedatanngan mereka diharapkan bisa memberikan masukan, serta penyempurnaan draf Raperda. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE, Rabu (13/1) kemarin, mengatakan, sebelum dibahas lebih lanjut, untuk menyempurnakan draf Raperda pengelolaan TPI yang diajukan tim Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal pihaknya akan mengundang unsur terkait yang berkompeten, antara lain Dislatan, HNSI, serta unsur masyarakat nelayan lainnya. Pihaknya akan meminta masukan, khususnya soal pengelolaan TPI. “Kami yakin draf Raperda masih perlu ada pembenahan, agar hasilnya bisa dilaksanakan dan yang terpenting konsideran Perda nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi TPI yang ada. Karenanya, kami juga bakal melakukan publik hearing,” kata Hendria. Menurut Hendria, karena sesuai hasil rapat kordinasi Pemkot dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah pengelolaan TPI akan diserahkan pada pertengahan tahun, maka pihaknya akan melakukan pembahasan secara maraton. Dengan harapan satu bulan kedepan sudah selesai, sehingga pada pertengahan ta-

M SAEKHUN/RATEG

TURUNKAN IKAN - Sejumlah nelayan menurunkan ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Tegal untuk dilelang.

hun Perda sudah siap untuk dijadikan dasar untuk pengelolaan TPI. “Kami akan usahan pemabahan secara efesien, sebagaimana permintaan Walikota. Namun bukan berarti kami tidak selektif, karena bisa-bisa konsideran Perda tak sesuai,” tutur-

Seleksi CPNS Diduga Ada Kecurangan dari halaman 9 dengan inisial nama SM dinyatakan lolos seleksi alias lulus. “Saya yakin sekali kalau peserta dengan nomor 7416233 00013 itu tidak mengikuti tes. Tapi kok dalam pengumuman, peserta asal Bandung Jawa

Barat kelahiran 04 Oktober 1976 itu kok bisa lolos. Sebenarnya ada apa dengan seleksi CPNS di Kota Tegal?” tanya dia. Padahal, lanjut dia lagi, beberapa waktu lalu Walikota Tegal Ikmal Jaya SE Ak pernah mengeluarkan statemen bah-

dengan tahun lalu atau bahkan lebih tinggi. Berdasar data itu, perilaku seks bebas masih memimpin ‘’klasemen’’. Artinya, mayoritas penderita HIV/AIDS adalah orang-orang dengan perilaku seks bebas atau menyimpang. Ada kemungkinan itu terjadi karena program kondomisasi kurang berhasil. Berdasar survei, hanya 30 persen pelacur di sejumlah lokalisasi yang ada di pantura Tegal yang memakai kondom ketika menyervis pelanggannya. Sisanya tanpa karet tipis tersebut. Padahal, satusatunya jalan bagi pekerja seks dan ‘’pria penjajan’’ agar aman ya pakai kondom itu. Kalau ingin lebih aman lagi, ya harus menghentikan seks bebas. Waria dan pelanggannya

terakhir hanya terjadi 1 kasus kecelakaan di Slerok, dan pelanggaran setahun hanya ada 175 pelanggar,” terangnya, Rabu (13/1) disela-sela mendampingi tim penilai dari Polwil Pekalongan. Terpisah KBO Lantas Iptu Aries Heriyanto menyatakan realita dilapangan warga Kelurahan Slerok juga mulai melakukan seruan menyalakan lampu disiang hari dan menggunakan helm standart.

bisa terjadi seperti itu,” tandasnya. Sayang, saat hal ini hendak dikonfirmasi, menurut salah seorang staff, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak bisa ditemui dengan alasan akan ada rapat dengan walikota. (cw1)

dari halaman 9 “Penyimpangan kami temukan dari perjanjian kontrak yang tidak sesuai dengan praktik di lapangan. Untuk pengadaan bibit domba, misalnya, di kontrak perjanjian mestinya domba jantan sebarat 20 kilogram dan betina 15 kilo gram. Tapi dalam pengadaan rata-rata hanya 12 kilogram,” terangnya.

juga termasuk risiko tinggi tertular atau menderita HIV/ AIDS. Sebab, biasanya waria juga berganti-ganti pasangan. Selain itu, aktivitas seksual mereka menyimpang. Yakni, lewat ‘’jalur belakang’’. Kalau terluka, itu juga rawan menularkan HIV/ AIDS. Saya selalu berharap agar orang-orang berisiko tinggi tetap memeriksakan diri. Itu dilakukan agar tidak menularkan kepada pihak lain. Meskipun, secara tidak sengaja. Orang yang sudah terinfeksi HIV kan sama saja dengan orang normal lainnya. Baru berbeda ketika sudah menjalar menjadi AIDS. Sampai saat ini mayoritas penderita HIV/AIDS adalah pria. Ditinjau dari kelompok umur, biasanya didominasi or-

ang yang berusia 25-29 tahun. Biasanya virus HIV baru menjadi AIDS ketika sudah berada di tubuh selama 5-10 tahun. Dengan kata lain, mayoritas penderita AIDS terinfeksi ketika berusia 20-an tahun. Saat ini kiranya perlu langkah lebih intens untuk memutus rantai penyebaran HIV/AIDS. Salah satu di antaranya adalah mengadakan sosialisasi secara terus-menerus. Sebab, masih banyak orang yang belum tahu HIV/AIDS. Itu yang menyebabkan ODHA masih dikucilkan. Kiranya perlu ditegaskan lagi, HIV/AIDS bukan penyakit kutukan. (*)

Amirudin Pimpin PKS

*) Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi Radar Tegal.

Terpisah, Lurah Slerok Kusnadi SH menyatakan tumbuhnya kesadaran hukum berlalulintas pada warganya tak lepas dari keguyupan para elemen yang ada. “Kami selalu menggelar dialog rutin dengan Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) Slerok, Linmas, LPMK, dan tokoh masyarakat untuk mengembangkan budaya taat hukum disemua aspek kehidupan,” terangnya. Sementara, tim penilai lomba

Kamseltibcar Lantas Polwil Pekalongan Aiptu I Nyoman Suwartana berharap kedepan pola kemitraan polisi dan warga masyarakt di Kelurahan Slerok dan Kota Tegal pada umumnya bisa semakin baik. “Kami menerjunkan tim dilapangan untuk melakukan uji petik terhadap realita yang terjadi sesingguhnya. Mudah-mudahan dari akurasi data yang ada bisa selaras dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya. (her)

Ajang Berburu Barang Jadul dari halaman 9 melayani satu pembeli pun meski harga yang ditawarkan terbilang murah. Tajari mengaku untuk satu buah kaset dia hanya mematok harga Rp 3.000 saja. “Memang yang banyak berburu kaset tempo dulu adalah para pensiunan yang ingin bernostalgia,” terangnya. Lain dengan yang dirasakan Suhimin (65). Pria asli Solo yang kini ngontrak diareal Desa Pacul Kabupaten Tegal. Dia yang kesehariaannya menawarkan jok sepeda tempo dulu, berikut pernak- pernik sepeda nabi mengaku bisa bertahan hidup dari barang loak tersebut. Dari pengakuannya sehari dia bisa mengantongi uang sebesar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 dari hasil penjualan barang loak

yang dijualnya. Baik Tajari maupun Suhimin mengaku tidak pernah mendapat tarikan restribusi dari pemkot. Kalaupun ada tarikan itu justru datang dari ketua RW setempat, dimana sehari dia harus membayar Rp 300 untuk keperluan menjaga kebersihan areal berdagang mereka. “Kalau tarikan resmi dari pemkot selama ini tidak ada mas. Yang ada iuran kebersihan setiap hari yang kami serahkan pada ketua RT, kemudian diberikan pada RW,” selorohnya. Usia mereka yang rata-rata sudah lanjut tersebut rela meregang panas dan menahan dingin dimusim penghujan demi sebuah harapan bertahan hidup dari barang-barang bekas yang dijualnya. “Biasanya kami juga menerima penjualan barang bekas

Hal sama terjadi pada bibit sapi. Sapi betina dalam kontrak beratnya berkisar 300 kilogram, dan jantan 400 kilogram. Namun dalam kenyataannya, hanya 250 kilogram untuk sapi betina, dan 270 untuk sapi jantan. “Dalam pengadaan jumlah hewan memang benar. Tapi dalam berat badan hewan tidak benar sesuai akad kontrak,” terangnya. Sebelum melakukan pemerik-

wa seleksi CPNS tahun 2009 di jamin bersih. Maksudnya tidak mungkin ada kecurangan-kecurangan, sebab sistemnya sudah menggunakan on line. Sehingga sangat tidak mungkin terjadi kecurangan. “Namun kenyataannya kok

Kelurahan Slerok Paling Tertib dari halaman 9 dilapangan Kelurahan Slerok yang kini dihuni sekitar 117.196 jiwa, sudah tiga ratus persen penduduknya mengantongi SIM berbanding dengan jumlah kendaraan yang dimiliki warga. “Ini menunjukkan kesadaran hukum berlalulintas warga Kelurahan Slerok cukup tinggi. Dan dari segi laka lantas dan pelanggaran selama satu tahun

Pelabuhan Milik Pelindo. Seharusnya Pemkot harus memikirkan bagaimana caranya agar semua kapal nelayan bisa ditambatkan di pelabuhan PPI Tegalsari. Kalau itu bisa dilakukan, maka dapat menambah pendapatan dari sektor pendapatan pelabuhan.

dari warga. Mulai dari sepatu, radio kuno, arloji, salon tape, apa sajalah yang dipandang mereka perlu dirongsokkan kami terima. Harga yang kami tawarkan juga tidak terlalu tingi. Sebab harga jualnya juga tidak tinggi. Rata-rata mereka yang menjual barang kesayangannya datang dari kalangan susah mas,” terangnya. Namun penggemar barangbarang tempo dulu, seakan menjadikan pasar loak Jalan Jati sebagai media berburu sekaligus nostalgia. Tak sedikit pengunjung datang dari kalangan aparat, birokrat, dan kalangan bermobil yang ingin mencari barang lawas sebagai kenangan. Ini seperti yang diakui Wiwik, salah satu anggota Polri yang mengaku mendapatkan penyangga sepeda nabinya da-

“Kalau pelabuhan perikanan bisa disatukan, apalagi kalau TPI juga bisa disatukan maka pendapatannya bisa bertambah cukup banyak. Karena dari sisi pengawasan dan kontrol lebih mudah, tidak perlu terpecah di 3 TPI,” ungkap Wardjo. (hun)

Rekanan Dislatan Ditahan

Bola Salju HIV/AIDS dari halaman 9 tidak naik, jumlahnya masih sama dengan tahun sebelumnya. Saat ini, di Kabupaten Tegal terdapat 101 warga yang positif terinfeksi HIV dan 20 diantaranya telah meninggal dunia. Di Kota Tegal, terdapat 12 orang positif mengidap HIV/AIDS dan dua diantaranya sudah meninggal dunia. PKBI sendiri tengah mendampingi 37 penderita lainnya. Dari jumlah tersebut, 13 orang diantaranya sudah meninggal dunia. Sehingga, tersisa 24 orang dengan rincian dari Kota Tegal 7 penderita, Kabupaten Tegal 11 penderita, dan Kabupaten Brebes 6 penderita. Meski datanya masih direkap, namun jika ditotal jumlahnya paling tidak sama

nya. Secara terpixsah, Ketua Himpunan Masyarakat Maritim Kota Tegal (Hikmat) H Wardjo Rahardjo, mengungkapkan, yang diperlu dipikirkan Pemkot adalah soal penambatan kapal, karena saat ini banyak kapal nelaya yang ditambatkan di

ri pasar tersebut. Hal yang sama diakui Rendra seorang PNS, yang tertolong mendapatkan lagu kenangan selama mudanya justru di pasar loak Jalan Jati. “Selain harga murah, kualitas barang tempo dulu memang tidak bisa diragukan mas,” tutur keduanya. Baik Tajari maupun Suhimin dan rekan- rekan senasib yang selama ini bertahan dilintas Jalan Jati berharap adanya sebuah tempat resprentetatif untuk usahanya. “Kalau ada tempat khusus untuk kami, tentunya warga kota yang ingin berburu barang kuno dan bekas tidak mengganggu aktifitas jalan. Kadang pembeli juga harus kebingungan memarkir kendaraannya, lantaran bertransaksi ditepi jalan umum,” selorohnya. (hermas purwadi)

dari halaman 9 “Dengan terbitnya SK, maka kewenangan ketua saya serahkan kepada Amirudin untuk mengendalikan DPD PKS Kota Tegal,” kata Rachmat. Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Tegal Amirudin, mengungkapkan, sebagai Pjs ketua pihaknya akan meneruskan program yang telah direncanakan oleh ketua sebelumnya, sekaligus melakukan evaluasi atas realisasi program tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan pelaksanaan Musda. Karena dalam

waktu dekat, sekitar bulan MeiJuni 2010 Musda digelar. Selanjutnya pihaknya akan menata struktural partai dari DPD sampai tingkat ranting, untuk mempersiapkan pesta demokrasi 2014 mendatang. “Kami memiliki tiga agenda yang sangat penting untuk partai, walaupun masa Pjs hanya sekitar 5-6 bulan saja. Namun keterbatasan waktu ini akan kami persiapkan dengan baik, khususnya untuk melakukan konsolidasi internal,” ungkap Amirudin. Sedangkan saat ditanya soal kesiapannya untuk pimpin PKS pada periode berikutnya, secara

saan yang dilanjutkan dengan penahanan, Kejari sempat melakukan survai ke lapangan. Proyek tersebut sudah berjalan selama setahun. Dalam kasus tersebut tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 jo UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi. “Taksiran sementara yang kami dapat, negara dirugikan Rp 64 juta,” katanya. (her)

diplomatis Amirudin menegaskan, sebagai kader partai, maka dirinya selalu siap untuk pimpin partai. Namun dengan satu catatan didukung struktural partai, untuk kebesaran dan kemenangan PKS Kota Tegal. Sebab target PKS kedepan, bisa menambah jumlah kursi di DPRD dan mengusung kadernya jadi calon Walikota atau Wakil Walikota Tegal. “Saya persilahkan semua kader terbaik PKS untuk maju jadi calon ketua, biar peserta Musda bisa memilih kader yang terbaik untuk pimpin PKS periode 20102013,” tegas Amirudin. (hun)

Ajari Siswa Praktikkan Demokrasi dari halaman 9 Ditambahkan, pemilih yang berhak memberikan suaranya sebanyak 250 dari siswa-siswi saja. Sementara para dewan guru hanya membimbing dan mengarahkan. Dalam penghitungan suara juga di saksikan tiga orang

saksi dari para calon ketua. “Harapannya ketika nati siswa lulus mereka bisa berkiprah dengan hal-hal demokrasi di lingkup masyarakat. Serta mempromosikan diri bahwa SMA Ihsaniyah mempunyai andil dalam pertumbuhan demokrasi di Kota Tegal khususnya dan

Indonesia umumnya.” Selama kegiatan berlangsung agar tidak membosankan siswa dihibur dengan pagelaran musik dari kreatifitas anak-anak SMA Ihsaniyah. Karenannya pelaksanaan berjalan dengan meriah tanpa adanya halangan yang berarti. (*)

SD Randugunting 4 Dikeluhan Warga dari halaman 9 Peninjauan lokasi dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD, Sutaris SH, diikuti Sekretaris Komisi W Edi Susilo SH dan sejumlah anggota Komisi seperti Drs H Darni Imadudin dan Harun Abdi Manap. Kedatangan rombongan diterima kepala sekolah dan ketua komite sekolah. Menurut Darni Imadudin, kedatangannya ke SDN Randugunting 4 karena ada masukan atau keluhan dari warga sekitar sekolah. Karena setiap hujan turun, air hujan yang berasal dari sekolah menggenangi rumah warga. Hal ini disebabkan bangunan dua lantai yang dibiayai DAK 2009—-khususnya yang di bagian belakang— -tidak dipasangi talang. Karenanya, warga merasa dirugikan. “Kami minta sekolah memasang talang meski alasan sekolah atau tim pembangunan tidak masuk dalam RAB. Namun karena maasalah ini, sekolah harus membuatnya. Soal anggarannya kami serahkan pada sekolah dan tim pembangunan,”

kata Darni. Di tempat sama, Sutari mengungkapkan, kedatangannya sekaligus mengecek realisasi pembangunan ruang sekolah yang dibiayai DAK, khususnya di SDN Randugunting 4. Pihaknya cukup menyayangkan meski bangunan sekolah bagus dan dua lantai tapi halaman sekolah digenangi air. Seharusnya masalah ini dipikirkan pihak sekolah agar siswa merasa nyaman saat belajar. “Selain pemasangan talang, kami minta sekolah harus memikirkan pengurugan halaman agar setiap turun hujan halaman

tidak digenangi air,” ungkapnya. Kepala SDN Randugunting 4, Misriyanti, menyatakan, meski talang tidak masuk dalam RAB namun pihaknya akan berkoordinasi dengan komite sekolah dan tim pembangunan untuk membuat talang. Bahkan, untuk genteng yang bawah pihaknya juga memasang talang walaupun dalam RAB tidak ada. “Dalam proses pembangunan kami sudah melakukan koordinasi, baik dengan RT maupun RW. Sehingga kalau ada masalah, kami juga akan melakukan perbaikan,” paparnya. (hun)


CMYK

KAMIS, 14 JANUARI 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

16

MULAI STABIL

ROMA - Tren positif Roma di Serie A berlanjut di ajang Coppa Italia. Dalam satu leg 16 Besar di Olimpico dini hari kemarin (13/1), Matteo Brighi dkk tanpa kesulitan membungkam tim Serie B Triestina dengan skor 3-1. Kolektor sembilan gelar Coppa Italia itu pun menyusul Inter Milan yang lebih dulu lolos ke perempat final. Roma memang pantas menang. Pelatih Claudio Ranieri mengistirahatkan sejumlah bintang, termasuk striker Luca Toni yang baru dipinjam dari Bayern Munchen. Namun, Triestina memang bukan lawan sepadan buat Giallorossi, sebutan Roma. Selain terpuruk di peringkat ke-18 Serie B, mereka sedang mengalami musim yang buruk. Nicola Princivalli dkk belum pernah menang sejak 21 November lalu. Kendati demikian, di awal laga Triestina sempat memberi

perlawanan yang merepotkan Gialorossi. Mereka bahkan leading lebih dulu saat laga baru jalan lima menit lewat titik penalti. Unione (julukan Triestina) mendapat penalti setelah striker tim tamu Luigi Della Rocca diganjal Marco Cassetti di kotak terlarang. Roma langsung berusaha membalas. Namun upaya menyamakan skor baru berhasil di menit sesaat menjelang babak pertama usai. Matteo Brighi mencetak gol pertama Roma setelah memanfaatkan umpan silang Marco Motta. Setelah gol pertama itu, babak kedua berjalan lebih mudah bagi tuan rumah. Pada menit ke60, Roma balik memimpin lewat

gol striker asal Montenegro Mirco Vucinic. Baptista melengkapi kemenangan Gialorossi sepuluh menit jelang bubaran, setelah freekick yang langsung mengarah ke gawang Michael Agazzi gagal dibendung pagar pemain Triestina. “Saya senang dengan gol saya. Tapi saya lebih suka tidak mencetak gol, tapi tetap menang,” ucap Vucinic dalam wawancara dengan Roma Channel. “Dengan begini, kami membuktikan bahwa Roma masih tim yang hebat, dan tetap fokus menghadapi setiap pertandingan,” lanjutnya.

GETTY IMAGES

KANDAS - Joan Capdevila (depan) dkk, harus melupakan gelar Copa Del Rey tahun ini.

Os Celestes Lolos ke 16 Besar CDR

Meski lawannya dua level di bawah Roma, Ranieri mengaku timnya sempat kesulitan utamanya di awal-awal pertandingan. “Di babak pertama, semua pemain Triestina selalu mengawal bola. Kami harus fokus memperhatikan arah bola ketimbang mencetak gol,” papar Ranieri, sebagaimana dikutip Corriere Dello Sport. (na/jpnn)

MONCER Julio Baptista (kiri) masih moncer penampilannya di AS Roma, meski diisukan akan dibarter paro musim ini.

MADRID - Pentas Copa del Rey alias Piala Raja Spanyol tidak berhenti memunculkan kejutan. Setelah Real Madrid tereliminasi dari babak pertama, giliran Villarreal yang terlempar dari babak 16 besar. Pasukan Ernesto Valverde itu dijegal oleh anggota Segunda Division Celta Vigo. Villarreal sebenarnya hanya perlu membukukan hasil imbang tanpa gol untuk lolos ke perempat final. Sebab, dalam leg pertama di kandang Os Celestes (sebutan Celta Vigo) pekan lalu, kedua tim main imbang 1-1. Karena itulah, Joseba Llorente dkk cenderung memainkan negative football dengan lebih banyak konsentrasi di daerah pertahanan. Strategi itu berhasil, setidaknya sampai waktu normal habis. Namun, derita Villarreal baru dimulai ketika pertandingan memasuki masa injury time. Berawal saat Celta membangun serangan untuk kesekian kali. Pedro Botelho yang tengah menggiring bola diganjal Angel Lopez di kotak penalti Villarreal. Wasit David Fernandez Borbalan pun menunjuk titik putih. Roberto Trashorras sukses mengeksekusi. Celta pun melengang ke delapan besar. “Sungguh memuaskan melihat pemain-pemain muda saya merayakan kemenangan ini di ruang ganti. Ini hadiah besar buat keberanian mereka,” kata Eusebio Sacristan, entrenador Celta, sebagaimana dikutip Reuters. Kemenangan ini juga hadiah buat fans Celta yang tetap setia bersama kami di masa-masa sulit ini. Hari ini (kemarin dini hari WIB, Red)

mereka punya sesuatu untuk dirayakan,” tutur mantan gelandang Celta berusia 45 tahun tersebut. Celta memang mengalami masa sulit sejak terdegradasi dari Liga Primera pada akhir musim 2007. Itu diikuti krisis ekonomi parah, sehingga membuat klub yang berbasis di Vigo, Galicia, itu harus berjuang menghindari zona degradasi dalam dua musim terakhir Segunda Division. Keadaan mulai membaik setelah klub menunjuk Sacristan sebagai pelatih baru awal musim ini. Sementara itu, Valverde belum bisa percaya timnya disingkirkan oleh tim Segunda Division. Apalagi, penalti Trashorras terjadi di menit-menit akhir. Pelatih yang posisinya sempat terancam di awal musim itu pun berusaha mencari-cari alasan. “Menurut saya, kami jauh dari hukuman penalti,” tukasnya, seperti dilansir Soccernet. “Jujur saja, saya tidak tahu persis apakah peristiwa itu (tekling Angel terhadap Botelho, Red) terjadi di dalam kotak atau di luar kotak. Saya bahkan tidak yakin benar-benar ada kontak fisik antara mereka,” lanjut Valverde. “Saya tidak cari-cari alasan. Anda tidak bisa menyebut kejadian ini tidak fair. Saya tidak tertarik mendiskusikan, karena faktanya kami sudah out,” lanjut pelatih 45 tahun tersebut kesal. Di delapan besar nanti, Celta akan menghadapi pemenang laga antara Recreativo Huelva dan Atletico Madrid. Recreativo unggul 3-0 dan lebih difavoritkan maju ke perempat final. (na/aww/jpnn)

GETTY IMAGES

Debut Pharaohs Mulus BENGUELA - Mesir menunjukkan kapabilitas sebagai favorit juara Piala Afrika 2010. Kampiun dua edisi terakhir itu tampil perkasa kala membungkam salah satu rival, Nigeria, 31 di Estadio Ombaka, Benguela, Angola, kemarin dini hari WIB (13/1). Kemenangan itu membawa Mesir memuncaki klasemen sementara grup C. The Pharaohs (julukan Mesir) berada di puncak setelah di laga lainnya, Mozambik versus Benin, berakhir imbang 2-2. Mesir kini mengoleksi 3 poin, disusul Mozambik dan Benin dengan sama-sama satu poin, serta Nigeria di urutan terbawah tanpa poin. Mesir seakan ingin membayar kegagalan lolos ke PIala Dunia 2010 dengan berusaha mencetak hat-trick gelar di Piala Afrika. Nigeria dianggap sebagai sasaran tepat karena mewakili kontestan Piala Dunia. Di sisi lain, Mesir gagal lolos ke Piala Dunia seiring kekalahan

CMYK

0-1 dari Aljazair dalam babak playoff di Sudan 18 November 2009. Juara bertahan sempat tertinggal lewat tendangan dari luar kotak penalti striker Nigeria Chinedu Obasi pada menit ke-12. Namun, Mesir memaksakan babak pertama berakhir 1-1 lewat Emad Motaeb pada menit ke-34 yang diawali serangan balik oleh Wael Gomaa dan kapten tim Ahmed Hassan. Di babak kedua, Hassan yang berusia 35 tahun itu membalikkan keadaan setelah tendangannya yang membentur Taye Taiwo mengecoh kiper Vincent Enyeama. Kemenangan Mesir dimantapkan pemain pengganti Mohamed Nagui Gedo tiga menit jelang bubaran. “Kami tidak menyerah setelah tertinggal dengan terus menguasai bola dan menekan balik lawan. Saya pikir hasil akhir sangat pantas berpihak kepada kami,” tutur Mohamed Zidan, bintang penyerang

Mesir asal Borussia Dortmund, sebagaimana dilansir di situs resmi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Hal senada diungkapkan asisten pelatih Mesir Shawki Gharib. Hanya, Shehata berusaha mengerem ekspektasi berlebihan terhadap timnya. “Kemenangan ini baru permulaan. Kami masih harus melakoni perjalanan panjang dan butuh dukungan dari fans sangat penting,” terang spesialis pengganti pelatih Mesir Hassan Shehata di sesi konferensi pers itu. Dari kubu Nigeria, pelatih Shaibu Amodu tampak kesal dengan sejumlah kesalahan mendasar timnya. “Di babak pertama kami sebenarnya bermain bagus dan mengontrol permainan. Hanya, di beberapa kesempatan, kami membuat kesalahan layaknya tim sekolah sehingga memberikan keuntungan bagi lawan,” jelasnya. (dns/aww/jpnn)

FANTASTIS Striker Mesir, Mohamed Zidan (kiri), mampu melewati hadangan Nigeria.

AFP PHOTO/ KHALED DESOUKI


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

KAMIS, 14 JANUARI 2010

BALANENYONG Sidak ke Nelayan SERINGKALI hilangannya alat perangkap rajungan yang terbuat dari bahan besi yang di bungkus dengan jala atau yang lebih dikenal dengan wadong, milik para nelayan di Kecamatan Suradadi disikapi anggota DPRD Kabupaten Tegal. Rustoyo, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tegal yang DOK.RATEG juga warga Kecamatan Rustoyo Suradadi mengaku prihatin dan geram terhadap kejadian tersebut. Dia berharap, aparat penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap pelaku pencurian wadong. ‘’Sampai sekarang, belum ada tindakan pro aktif dari aparat. Padahal dalam beberapa minggu terakhir, intensitas pencurian kembali meningkat,” jelas Rustoyo. Rustoyo menegaskan, dia akan segera mengusulkan kepada anggota Komisi II untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah nelayan, guna mencari tahu keberadaan wadong yang hilang. Sidak tersebut, rencananya juga akan melibatkan aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya. ke hal 15 kol 1

KIYEH LIKUH

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PADAT - Sepanjang jalan di Cikura Bojong dipadati ribuan santri dan masyarakat yang hendak mengikuti acar khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi.

Khaul ke 77 Al Maghfurlah

Syechuna Armia bin Kurdi di Cikura

BUKAN KULTUSKAN ORANG RIBUAN orang dari berbagai kalangan dan penjuru, Rabu (12/1) kemarin memadati Pondok Pesantren (Ponpes) Attauhidiyyah Cikura Bojong, Kabupaten. Bahkan Menteri Agama Republik Indonesia Drs H Suryadharma Ali, MSi, maupun artis pun ikut hadir dan

mendoakan dalam memperingati Khaul ke 77 Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi. Demikian pula dengan Muspida Kabupaten Tegal yang ikut menghadiri acara khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi, yang diketa-

hui sebagai ulama besar di Tegal. Sedangkan dalam acara khaul tersebut, sejumlah habib juga didatangkan untuk memberikan ceramah dan doa kepada almarhum termasuk memberikan pengetahuan akan orang beriman. Para pembicara dalam ceramah tersebut di-

antaranya Habib Ahmad bin Muhamad Al Habsi yang berasal dari Solo Jawa Tengah, H Taufur dari Purworejo, dan Habib Al Idrus dari Malang Jawa Timur. Meski lokasi acara khaul sempat diguyur hujan, namun acara yang dihadiri oleh ke hal 15 kol 4

April, Tunjangan Profesi Guru Cair DOK RADAR SLAWI

PILAH-PILAH BERKAS - Sejumlah petugas sedang memilih-milah berkas CPNS beberapa waktu lalu.

BKD Segera Kirimkan Berkas CPNS SLAWI - Setelah selesai tahap pemberkasan, untuk saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tegal sedang mempersipkan berkas tersebut untuk dikirim ke Kantor Regional (Kanreg) BKN Jogjakarta. Untuk BKD Kabupaten Tegal masih terus melakukan perapihan terhadap berkas CPNS yang telah dinyatakan lulus. Kepala BKD Kabupaten Tegal melalui Kabid Formasi dan Kespek Sugeng Harsoyo SIP, Rabu (13/1) kemarin mengatakan, setelah pemberkasan selesai dilakukan, saat ini BKD sedang menyiapkan berkas untuk segera dikirimkan ke Kanreg BKN. Untuk waktu-waktu ini, tambah Sugeng, BKD masih terus melakukan perapihan terhadap berkas yang ada. Sesuai rencana, pengiriman berkas tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu minggu ini. “Kami memperkirakan pengiriman berkas tersebut akan dilakukan pada minggu-minggu ini,” tandasnya. ke hal 15 kol 1

KRIMINAL

Rapel Setahun, Rp 250 Ribu Per Bulan DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal mengalokasikan anggaran sebesar lebih kurang Rp 20.676. 300.000 sebagai anggaran tunja-

ngan tambahan penghasilan yang diperuntukkan bagi PNS khususnya guru. Tunjangan tersebut rencananya akan dicairkan pada bulan April 2010 mendatang, dengan penerimaan untuk setiap guru Rp 250 Ribu per bulan. Dana tersebut akan diterima secara rapel selama setahun. Pengalokasian anggaran tersebut, terkait erat dengan pember-

lakuan PP nomor 41 tahun 2009 tentang tunjangan profesi guru dan dosen, tunjangan khusus guru dan dosen, serta tunjangan kehormatan profesor, yang secara resmi mulai berlaku sejak 8 Juni 2009. Dengan adanya kewajiban sesuai dengan PP tersebut, maka pemkab baik eksekutif maupun legislatif sepakat mengalokasikan anggaran tunjangan tambahan

penghasilan bagi guru di tahun 2010. ‘’Tunjangan ini baru akan dibayarkan karena PP-nya baru turun pada akhir tahun 2009 lalu. Karena dampak kewajiban ini, maka terdapat tambahan beban anggaran sebesar lebih kurang Rp 20 miliar,” terang Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH saat ditemui usai rapat pem-

bahasan nota keuangan APBD tahun 2010 di gedung DPRD setempat, Rabu (13/1). Selain tunjangan tambahan bagi PNS khususnya guru, DPRD juga menyetujui adanya alokasi anggaran tunjangan tambahan penghasilan bagi PNS non guru. Adapun alokasi anggarannya, diperkirakan antara Rp 9 miliar – Rp ke hal 15 kol 4 10 miliar.

Minta Pemkab Segera Perbaiki Tak Pengaruhi Struktural DPRD Dewan Tinjau Lokasi Jembatan Amblas

LEBAKSIU - Pihak instansi terkait di lingkungan pemkab harus segera menangani amblasnya empat jembatan desa di sekitar wilayah Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu. Pasalnya, kondisi empat jembatan itu sudah sangat menganggu warga dan para pengguna jalan, terlebih 40 Kepala Keluarga (KK) di salah satu blok desa terancam terisolir. Bukan itu saja, empat jembatan desa itu sendiri merupakan sarana penghubung jalur alternatif dari semua arah. Sehingga penanggulangannya sangat mendesak sekali, guna meringankan penderitaan warga. “Bencana alam ini harus secepatnya ditanggulangi, agar tidak membuat warga menderita. Karena empat jembatan terke hal 15 kol 1

Jelang Musda Golkar

YANVRA/RADAR SLAWI

TINJAU - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Abdul Baar didampingi perangkat Desa Kesuben saat meninjau lokasi jembatan amblas.

HASIL Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tegal, yang sedianya digelar Minggu (17/1) mendatang, dipastikan tidak akan serta merta berpengaruh terhadap struktural fraksi partai Golkar di DPRD maupun komposisi jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Tegal. Pelaksanaan Musda Partai Golkar tersebut hanyalah merupakan bagian dari sukses konsolidasi Partai Golkar. Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Bidang Pemuda, Seni Budaya, dan Olah Raga DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua Angkatan

DOK.RATEG

Udin Zaenudin

Muda Partai Golkar (AMPG), Udin Zaenudin, Rabu (13/1). Menurutnya, agenda kegiatan Musda hanyalah merupakan agenda rutin kegiatan Partai Golkar dan ke hal 15 kol 4

Pencurian Alat Penangkap Rajungan Kembali Marak

Wadong Dipasang Pagi Hari, Sorenya Sudah Hilang AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PELAKU BERSAMA BB - Petugas Polres Slawi menunjukan dua pelaku bersama barang bukti berupa truk hasil pembegalannya.

Pembegalan Truk, Polisi Buru Pelaku Lain SLAWI - Setelah berhasil menggulung dua pembegal truk jalur pantura, diantaranya Budi Santoso (59) dan Kasyanto (59) keduanya warga asal Malang Jawa Timur. Kini jajaran Satreskrim Polres Tegal tengah berupaya memburu pelaku lainnya yang diduga kuat ikut dalam aksi tindak kriminal ini. Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo, kemarin menegaskan, bahwa diduga kawanan pembegal dengan modus sebelumnya memperdaya para korbannya, memiliki jaringan dengan sejumlah pelaku lainnya. Sedangkan sasarannya yakni kendaraan truk yang masih baru-baru. ke hal 15 kol 4

Sejumlah nelayan penangkap rajungan di Kecamatan Suradadi belakangan ini kembali resah. Pasalnya, para nelayan tersebut seringkali kehilangan alat perangkap rajungan yang terbuat dari bahan besi yang dibungkus dengan jala atau yang lebih dikenal dengan wadong, milik mereka. LAPORAN : ARIE NUR KEJADIAN hilangnya wadong ini telah menimpa sejumlah nelayan dan sudah berlangsung cukup lama, dalam kurun antara 1-2 tahun belakangan. Setelah sempat mereda sekitar sebulan lalu, aksi pencuri

DOK.RADAR SLAWI

MEMBAWA PULANG - Seorang nelayan sedang membawa pulang salah satu alat penangkap rajungan.

wadong tersebut kembali marak. Sakhori (35), salah seorang nelayan warga Desa Bojongsana Kecamatan Suradadi menuturkan, dia dan nelayan lainnya seringkali mendapati wadong milik mereka yang baru dipasang, raib. Bahkan pelaku pencurian wadong dirasa tidak mengenal waktu. Pasalnya tidak lama setelah wadong terpasang, seringkali nelayan mendapati wadong mereka sudah tidak lagi berada di tempat semula. ‘’Seringkali wadong yang dipasang pagi hari, sore harinya sudah hilang. Sebaliknya, wadong yang kami pasang sore, paginya juga sudah tidak ada,’’ terangnya. Sakhori menjelaskan, untuk setiap wadong baru, dia membeli seharga Rp 7.500 - Rp 9.000 per buah. Dalam sekali pasang, rata-rata dibutuhkan antara 500 - 700 buah wadong. Meskipun jumlahnya

ratusan wadong yang dipasang, namun seringkali wadong-wadong itu hilang secara bersamaan. ‘’Hilangnya selalu bersamaan, semua wadong diambil. Kalau terus menerus seperti ini, kami tidak lagi bisa menangkap rajungan. Padahal saat gelombang tinggi seperti akhir-akhir ini, kami sangat mengandalkan hasil tangkapan rajungan,’’ keluhnya. Sejumlah nelayan menduga, wadong mereka yang hilang itu tidak lagi diperjualbelikan seperti kejadian sebelumnya, melainkan dipergunakan sendiri oleh pelaku pencurian. ‘’Pencurian bulan lalu, nelayan sini pernah mengenali wadong mereka yang hilang dan kemudian mereka beli dari pengepul. Sekarang ini, sepertinya wadong yang hilang tidak lagi dijual ke pengepul,’’ ungkap Wakhidin (30), nelayan Desa/Kec. Suradadi. (*)


PEMALANG

10

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON TELEPON PENTING PENTING PLN UPJ Randudongkal

(0284)

584556

PLN UPJ Comal

(0285)

4475115

PLN UPJ Pemalang

(0284)

322742

Polres

(0284)

321090

Poltas

(0284)

321110

PMI

(0284)

321431

Pemadam Kebakaran

(0284)

322502

Terminal Bus

(0284)

323636

Stasiun Kereta

(0284)

322202

RSUD Dr. M. Ashari

(0284)

321614

RSI Ikhlas

(0284)

322502

RSU Santa Maria

(0284)

321251

PKU Muhammadiyah Comal

(0285)

577104

Kec. Pemalang

321432

Kec. Taman

321021

Kec. Petarukan

321608

KESEHATAN Tindaklanjuti Program 100 Hari Menkes DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang akan menindaklanjuti Program 100 Hari Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Salah satu program yang akan dan sedang dijalankan oleh Dinkes adalah melaksanakan supervisi di masing-masing Puskesmas yang ada di Kabupaten Pemalang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dr Melani S kepada Radar Rabu (13/1) kemarin. Supervisi itu lanjutnya, dilakukan agar 22 Puskesmas yang ada dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelaksanaan supervisi ini oleh pihaknya akan dilaksanakan sampai dengan akhir Juni mendatang. “Program 100 hari menteri, menyangkut semua bidang termasuk bidang Kesehatan Keluarga,” terang Melani. Dikatakan dia, selama ini pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan apa yang menjadi bidang garapannya. Di samping melaksanakan supervisi di 22 Puskesmas, pihaknya juga kini juga sedang melaksanakan pembinaan kader-kader yang ada di masing-masing desa. Pembinaan ini dilakukan agar kader-kader tersebut nantinya dapat memberikan pengetahuan dan pengertian secara langsung kepada warga masyarakat. Karena bagaimana pun juga, kader-kader memiliki kedekatan emosional dengan warganya, sehingga akan dengan mudah bisa masuk. (mg6)

Pemkab Polisikan Warga Buntut Penyegelan Balaidesa PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang akhirnya bertindak tegas terkait dengan kasus Desa Jebed Utara Kecamatan Taman. Pemkab telah melaporkan kasus itu ke Polres Pemalang dengan tuduhan penghinaan isntitusi. Barang bukti yang diserahkan adalah kain mori yang dijadikan segel oleh warga ke Polres. Sejumlah warga Desa Jebed

Utara telah dipanggil Polres Pemalang untuk dimintai keterangan Rabu(13/1) kemarin. Mereka dimintai keterangan sehubungan adanya penyegelan Balai Desa Jebed Utara dengan menggunakan kain mori yang bercecer tulisantulisan bernada protes. Polisi melakukan pemanggilan ini karena adanya laporan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suwarto SH MH

mengemukakan tindakan warga pada Desember 2009 berupa penyegelan balai desa dengan mori mendapat respon dari pihak tertentu. “Dalam kain mori yang dibentangkan itu ada tulisan yang merupakan bentuk penghinaan institusi, sehingga Pemkab Pemalang melapor ke polisi,” kata dia. Sedangkan kain mori yang dimaksud saat ini sudah di Polres. Kain tersebut diserahkan oleh Satpol PP sebagai barang bukti usai dilakukan pembongkaran segel. Terkait

masalah ini, polisi juga sudah memintai keterangan pelapor di antaranya Asisten Setda Drs HMA Puntodewo MSi. Sementara warga Desa Jebed Utara yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah Sudoko, Sahuri, Durino dan Sukyo. Kendati hanya empat orang yang dipanggil, namun di Polres Pemalang kemarin mereka ditemani oleh rekan-rekannya. Mereka selama ini aktif dalam aksi untuk menuntut mundur Kades Jebed Utara dengan membentuk tim sembilan.

Sebelumnya diberitakan Balai Desa Jebed Utara disegel dengan cara membentangkan kain mori. Kain ditulisi kalimat hujatan kepada Kades Jebed Utara Gigih Wahyu dan ada juga kalimat yang dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap institusi. Asisten setda Bidang Tata Pemerintahan Drs HMA Puntodewo saat menemui mereka menyatakan akan menyelesaikan persoalan dengan menempuh mekanisme dan prosedur serta aturan yang berlaku. (ali)

Pilih Ketela Sebagai Alternatif HARGA beras di pasaran sekarang ini semakin mahal. Berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini harga beras standar berkisar Rp 6 ribu perkilogramnya. Hal ini tebntu saja berpengaruh terhadap pola makan masyarakat, khususnya dari keluarga yang tidak mampu. Salah satu alternative makanan pengganti beras adalah ketela. Akibatnya, saat ini permintaan ketela di pasar mengalami kenaikan. Banyak warga yang mengkonsumsi ketela sebagai makan tambahan keluarga, karena harganya relatif murah, sehingga menyebabkan permintaan ketela terus meningkat. Berdasarkan hasil pantauan Radar, kenaikan harga beras sekarang cukup tajam. Hal ini akibat banyaknya petani padi yang sebelumnya mengalami gagal panen, karena musim kemarau yang terjadi cukup panjang. Sehingga produksi beras berkurang dan langka di pasaran, dan akibatnya menjadikan harga beras mahal. Slamet (35) pedagang ketela di pasar buah dan sayuran Pemalang menuturkan seka-

rang ini banyak warga pergi ke pasar membeli ketela untuk makanan tambahan keluarganya. Hal itu sebagai akibat harga beras yang cukup mahal. Dengan banyaknya warga membeli ketela, membuat usahanya semakin ramai dan laris dikunjungi pembeli. Sehingga mampu meningkatan omzet penjualannya dan menyebabkan harga ketela juga mengalami kenaikan. “Pemintaan ketela sekarang ini terus bertambah, sehingga harganya terus naik,” katanya. Menurutnya, harga ketela sebelumnya untuk per kilogramnya hanya Rp 1.000, namun setelah banyaknya pemintaan menyebabkan harga ketela terus meningkat. Meski harga ketela mulai naik, namun karena pemintaan juga terus meningkat maka penjualnya juga meningkat. “Akibat banyak warga yang mengkonsumsi ketela, omzet penjualanya terus meningkat dan sehari sebelumnya hanya 1 ton sekarang bisa mencapai 2 ton sampai 3 ton lebih dengan harga perkoligramnya Rp 1.500,” ujarnya. (agus pratikno)

Sepeda Sehat Bertabur Hadiah PEMALANG - Sepeda sehat dalam rangka memeringati HUT Pemalang ke-435, panitia menyiapkan sejumlah hadiah yang akan diundi pada kegiatan Sepeda Sehat. Hadiah-hadiah tersebut kemarin sudah berdatangan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Jl Merbabu Mulyoharjo Pemalang. Masyarakat yang ingin meramaiakan acara tersebut bisa menghubungi institusi ini untuk melakukan pendaftaran. Kepala Dindikpora Drs Sapardi MSi didampingi Sekretaris Dinas HM Wismo MPd

mengemukakan dalam kesempatan HUT Pemalang ke-435 ini jajarannya dipercaya untuk mengelola pelaksanaan sepeda sehat. “Rencananya akan dilakanakan pada Jumat, 15 Januari 2010 dan hari ini (kemarin-red) hadiah-hadiah sudah mulai dikumpulkan kata dia,” Rabu (13/1). Hadiah selain berupa bingkisan-bingkisan juga puluhan sepeda mini yang merupakan sumbangan dari sponsor-sponsor. Lomba ini diperkirakan akan diikuti ribuan masyarakt dari berbagai elemen, baik dari pendidikan, PNS, dan swasta. (ali)

AGUS P/RADAR PEMALANG

MEMILIH KETELA - Sejumlah pembeli sedang memilih ketele di pasar Pemalang.

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIJAGA - Sepeda mini hadiah yang akan diundikan pada acara sepeda sehat dijaga petugas Dindikpora.


KABUPATEN TEGAL

KAMIS 14 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

PILKADES Pelantikan Kades Segera Dilaksanakan BUMIJAWA - Pelantikan kepala desa terpilih hasil dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) kemarin, di Desa Dukuhbenda Kecamatan Bumijawa dan Pagiyanten Kecamatan Adiwerna, akan segera dilaksanakan. Hal ini, karena sudah mendapat persetujuan Bupati Tegal Agus Riyanto. Hanya saja, waktu pelaksanaan proses pelantikannya itu sendiri tidak akan bersamaan. Untuk Desa Dukuhbenda kemungkinan pelaksanaan proses pelantikan Kades mendapatkan giliran pertama, yakni Selasa (19/1). Sedangkan Desa Pagiyanten sudah dijadwalkan Kamis (21/1) mendatang. “ Semua jadwal pelantikan sudah disusun secara matang. Dengan harapan semua bisa berjalan lancar tanpa ada halangan apa pun baik dari cuaca maupun jadwal kerja para pejabat tinggi di lingkungan pemkab,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Tegal Fajar Rokhwidi kepada Radar, usai meninjau proses seleksi perekrutan perangkat desa di pendopo Kecamatan Lebaksiu. Menurut Fajar, kedua Kades terpilih hasil dari Pilkades yang sangat demokratis diharpakan bisa membawa kesejahteraan warga desanya masing-masing. Sehingga proses pelaksanaan pelantikannya diharapkan bisa berlangsung meriah dan tertib. Ini karena sudah kehendak mayoritas warga. “Saya harap nantinya kedua Kades tersebut bisa memegang teguh janji suci pada saat proses pelantikan. Tentunya agar tidak mengecewakan warga yang telah percaya memberikan amanahnya untuk memimpin pemerintahan desa,” ucap Fajar. Perbaikan segala bidang di lingkungan desa merupakan keinginan mayoritas warga. Untuk itu jangan pernah sia-siakan ataupun mengabaikan hal itu. Sebab, sekarang warga sudah pada pintar semua, terutama para generasi penerus bangsa. “Tolong jangan pernah abaikan amanah warga. Karena amanah itu titipan yang harus dipertangungjawabkan,” tandas Fajar Masih kata Fajar, roda pemerintahan desa harus berputar sesuai kehendak mayoritas warga. Sehingga program-program pembangunan, baik itu lingkungan, peningkatan kesejahteraan maupun pemberdayaan warga bisa dirasakan secara langsung dan tepat sasaran. “Saya harap Kades terpilih ini nantinya bisa membawa perubahan postif di segala bidang, demi kesejahteraan warga desanya,” pungkas Fajar. (k1)

PELAYANAN

Proses Seleksi Perangkat Diwarnai Isu Kecurangan Diikuti 40 Peserta dari 5 Desa LEBAKSIU - Proses seleksi pengadaan perekrutan perangkat desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal yang dilaksanakan di komplek kantor kecamatan setempat berlangsung meriah. Pasalnya, sekitar 40 peserta seleksi diawasi begitu ketat oleh para petugas kecamatan. Bahkan waktu jeda istirahat para peserta pun dibatasi sedemikian rupa. Tapi apa mau dikata, proses seleksi yang diagung-agungkan pihak kecamatan sudah sesuai prosedur tersebut, ternyata menimbulkan polemik seputar dugaan kecurangan dan pengondisian. Dan tidak itu saja sejumlah peserta pun terlihat memancarkan sinar kekecewaan di wajahnya. Seperti dikatakan salah satu peserta yang enggan menyebutkan namanya. Menurutnya, dugaan kecurangan panitia dan para oknum kepala desa, sangat jelas terlihat pada soal Bahasa Indonesia. Sebab, di situ ada soal ganda, jawaban aneh dan lainnya. Sehingga membuat bingung para peserta. Bahkan bukan itu saja dugaan pembuatan soal-soal yang dilakukan tanpa ada pengawasan pun kerap mengganggu konsentrasi para peserta itu sendiri. “Saya menduga masih banyak kecurangankecurangan yang dilakukan

oleh panitia. Terlebih hasil dari seleksi itu sendiri sangat mengecewakan,” katanya kepada Radar Rabu (13/1) kemarin. Menurutnya, adik dari salah satu kepala desa ternyata lolos juga dengan raihan nilai yang begitu sempurna, ditambah lagi soal mondar mandirnya panitia seleksi yang selalu mencurigakan. “Saya menduga kenyataan ini sudah disetting oleh oknum-oknum pihak kecamatan dan desa, sehingga saya menilai proses seleksi ini tidak transparan serta harus diulang,” tandasnya penuh kesal. Terpisah, Camat Lebaksiu Drs H Sutarno menyatakan, proses seleksi perekrutan perangkat desa sudah sesuai aturan dan prosedur. Terlebih pelaksanaannya dilakukan di tempat terbuka serta disaksikan banyak orang. “Saya rasa ini sudah sesuai aturan dan prosedural,” kata Sutarno Dia menambahkan, perekrutan perangkat desa ini untuk mengisi kekosongan perangkat di sejumlah desa, yakni Balaradin, Kajen, Pandawa dan Lebakgoah serta Dukuhdamu. Dengan tujuan guna mengoptimalkan perputaran roda pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu. “Dari 5 desa yang membutuhkan perangkat desa tambahan terbanyak adalah Desa Kajen yakni 3 perangkat untuk menempati posisi Kasi Pembangunan, Kaur Keuangan dan Kaur Umum,” ucapnya. (k1)

DOK/RADAR SLAWI

RUSAK - Jalan yang diusulkan menjadi ruas jalan Kabupaten Tegal nampak rusak parah.

Usulan Ruas Jalan Kabupaten Disambut Baik BUMIJAWA - Kepala Desa Traju Ali Muaji menyatakan ia menyambut baik adanya usulan untuk mengubah status ruas jalan Traju-Pegerkasih menjadi ruas jalan kabupaten. ‘’Kami juga pernah mengkoordinasikan dengan pihak PU agar jalan itu di jadikan ruas jalan kabupaten. Dinas PU berjanji akan merealisasikan sekitar tahun ini 2009 ini. Tapi sampai sekarang ternyata tidak ada tanda-tanda jalan ini akan di jadikan ruas jalan kabupaten,’’ ungkapnya. Camat Bumijawa Suripno SIP membenarkan adanya usulan untuk mengalihkan status ruas jalan Traju - Pagerkasih menjadi ruas jalan kabupaten. Dia juga mengaku kecewa karena rencana tersebut belum dapat direalisasikan hingga tahun 2009 ini. ‘’Jalan ini termasuk jalur penting, bukan hanya untuk dua desa saja tapi juga termasuk jalan alternatif terpendek dari Bumijawa ke Banjaranyar Kecamatan Balapulang. Kami juga pernah mengusulkan dalam Musrenbang kabupaten agar ruas jalan ini dijadikan ruas jalan kabupaten,’’ terangnya. (aan)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

CERAMAH - Salah satu Habib tengah berceramah di hadapan ribuan umat muslim yang menghadiri acara khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi. (Berita selengkapnya baca hal depan)

YANVERA/RADAR SLAWI

SERIUS - Sejumlah peserta seleksi terlihat serius mengiktui proses penilaian yang dilakukan pihak panitia.

Titik Sugiharti Kaur Perencanaan Desa Balaradin HASIL penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi perekrutan perangkat desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, untuk Desa Pandawa saudara Fatuloh, yang rencananya mengisi kursi Kasi Keagamaan dan Kesejahteraan warga. Dan Desa Dukuhdamu untuk Kasi Pembangunan diisi Faik Supriyadi. Kemudian Lebakgoah ditempati Apip Budiman sebagai Kasi Keuangan dan Amin Susmoro Kasi Agama dan Kesra. Sedangkan Kasi Pembangunan Desa Kajen yang dinyatakan sebagai peserta terpilih yakni Indra Gunawan, Kaur Keuangan Suharjo serta Kaur Umum Sutrisno. Kemudian Desa Balaradin kursi Kaur Umum diduduki Sriloko Waspodo, Titik Sugiharti Kaur Perencanaan. “Saya tekankan

di sini semua peserta sudah melalui proses tes yang begitu melelahkan dan menguras tenaga. Sebab, peserta harus berjuang sendiri untuk memperebutkan sebuah kursi perangkat desa tanpa ada bantuan dari semua salah satu pihak,” papar Camat Lebaksiu Drs H Sutarno saat dihubungi Radar Rabu (13/ 1) kemarin. Menurut Sutarno, proses seleksi ini telah menghasilkan perangkat-perangkat baru dari hasil tempaan seleksi yang begitu ketat. Sehingga diharapkan bisa mengemban amanat kerja dengan baik, sebagai tangan panjang kepala desa untuk mensejahteraan warga di lingkungan desanya. “Saya harap para perangkat terpilih hasil dari proses seleksi, bisa langsung memahami tugas dan

fungsi sebagai perangkat desa, yang dituntut untuk menomorsatukan kepentingan warga daripada kepentingan pribadi,” ucap Sutarno. Lebih lanjut Sutarno menambahkan, perangkat desa maupun kepala desa merupakan pelayan warga di lapangan, sehingga diharapkan tanggap segala hal terkait kepentingan desa. Mulai dari keluhan warga, pembangunan lingkungan desa ataupun permasalahan desa. Intinya, sebagai pelayan harus tahu apa yang sedang dibutuhkan warga dalam kontek kemajuan pembangunan lingkungan desa. “Para perangkat harus memiliki kepekaan hati tinggi saat menjalankan tugastugasnya. Agar warga merasa terlindungi dan diperhatikan,” tambahnya singkat. (k1)


SAMBUNGAN

KAMIS 14 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Pemkab Alokasikan Anggaran Kesehatan Nilainya Rp 6 Miliar SLAWI - Pemerintah akan mengalokasikan anggaran bagi pelaksanaan program Jamkesmas dan Jamkesda. Untuk Jamkesmas, Kabupaten Tegal mendapatkan alokasi anggaran sebesar lebih kurang Rp 5 miliar dalam tahun 2010. Alokasi anggaran jamkesmas ini berasal dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui bantuan APBN 2010. sedangkan untuk Jamkesda, pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar dalam tahun 2010. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal dr HM Budi Su-

trisno, ‘’Untuk warga yang tidak tercantum dalam kuota Jamkesmas dan Jamkesda, akan dialokasikan anggaran untuk yang non kuota. Nilainya sekitar Rp 1,4 miliar dan dana ini akan dikelola oleh Dinkes,’’ terang dr HM Budi Sutrisno. Terkait dengan pendataan penerima Jamkesmas dan Jamkesda, menurut dr HM Budi Sutrisno, hendaknya dapat dilakukan upaya validasi data. Antara lain dengan melibatkan unsur Komisi IV DPRD dalam pendataan penerima Jamkesmas dan Jamkesda. ‘’Data yang ada selama ini, bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik - red). Mestinya ke depan, BPS dapat melakukan

validasi data dengan melibatkan DPRD agar diperoleh data yang benar-benar valid,’’ ujar dr Budi. Terkait dengan pemberlakuan larangan pembuatan SKTM, menurut dr Budi, hendaknya dapat diterapkan setelah dilakukannya upaya validasi data warga yang tidak mampu. Sehingga penerapan aturan tersebut tidak berdampak buruk bagi warga yang tidak mampu yang tidak tercantum dalam kuota penerima Jamkesmas dan Jamkesda. ‘’Mestinya, pemberlakuan larangan pembuatan SKTM dapat diterapkan menunggu hasil pembenahan validasi data terlebih dahulu. Sehingga, warga tidak dirugikan dengan adanya penerapan aturan tersebut,’’ tandas dr Budi. (aan)

Guci akan Ada Tambahan Fasilitas Naik Tarif pada Pebruari KEPALA Obyek Wisata (OW) Guci Imam Sutanto saat ditemui kemarin mengaku dalam tahun 2010 ini, OW Guci akan mendapatkan tambahan fasilitas. Beberapa investor sesuai rencana akan membangun beberapa lokasi hiburan di Guci. Diantaranya lokasi pemandian, kolam renang milik Departemen Kehutanan dan lainnya. Dengan semakin banyaknya fasilitas di OW Guci, diharapkan

bisa menambah jumlah pengunjung lebih banyak lagi. “Kami ingin wisata Guci menjadi andalan wisatawan lokal, regional bahkan nasional. Karena kami yakin, Guci sudah dikenal ke mana-mana, tinggal bagaimana mengembangan dan menambah fasilitas yang ada,” tandas Imam. Dia menambahkan, sesuai rencana, Dinas Pariwisata KabupatenTegal akan menaikan tarif masuk ke objek wisata Guci. Kenaikan tersebut akan dilakukan pada bulan Februari tahun ini. Namun untuk secara

pasti, kenaikan tersebut bisa diketahui dalam data rencan kenaikan yang ada di Dinas Pariwisata. “Sesuai rencana tarif masuk akan dinaikan pada bulan Februari, namun saya tidak tahu berapa-berapa kenaikannya, itu ada dalam data kami,” jelasnya seraya menambahkan, meski ada kenaikan tarif, pihaknya tetap yakin pengunjung akan membludak. “Kami yakin wisatawan akan tetap berbondong-bondong, sebab kami juga telah menyiapkan segala sesuatunya,” ujarnya. (cw3)

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

DIPENUHI CORETAN - Salah satu fasilitas umum yang ada di jalan KS Tubun telah banyak dipenuhi coretan.

Tingkat Kebersihan Masih Rendah Tembok Kantor Dicorat Coret SLAWI - Sampai saat ini budaya corat-coret yang dilakukan beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab masih terus terjadi. Bahkan beberapa tempat publik termasuk tembok sekolah maupun kantor saat ini banyak dijumpai coret-coretan yang menempel. Kondisi tersebut membuat beberapa wajah kantor maupun sekolah yang ada di sekitar wilayah Slawi terlihat kotor. Kondisi serupa juga dijumpai di halte yang terletak di jalan KS Tubun. Meski terkesan masih baru, namun ber-

bagai coretan sudah menempel di halte tersebut. Hal itu menambah semakin kotornya wajah Kota Slawi. Rudianto (14), salah satu siswa SMP Negeri di Kabupaten Tagal Rabu (13/1) saat dijumpai di halte di jalan KS Tubun mengaku, pihaknya sangat prihatin dengan banyaknya coretan yang ada di wilayah Kabupaten Tegal. Tidak hanya di halte saja, saat ini coretan juga banyak ditemui di tembok sekolah maupun kantor pemerintahan. Meski dirinya tidak mengetahui siapa oknum yang melakukan coretan tersebut, namun beberapa oknum siswa juga banyak yang mela-

kukannya. “Kalau saya perhatikan, banyak juga siswa yang sering melakukan corat-coret tembok, apalagi kalau sedang ada kelulusan sekolah, mereka malah semakin menggila,”ungkapnya. Untuk mengatasi hal tersebut, tambah Rudianto, seharusnya pihak Pemerintah lebih tegas dalam memberikan teguran kepada para pelaku. Hal tersebut untuk mengurangi kebiasaan mereka untuk melakukan corat-coret disamping menjaga tingak kebersihan di wilayah Slawi. Hal senada juga diucapkan Gunawan (28) warga yang ditemui di halte mengaku, pihaknya

memang sering melihat beberapa gerombolan anak-anak yang sering melakukan coratcoret pada tembok. Minimnya pengawasan dari pemerintah maupun masyarakat, membuat beberapa tembok kantor pemerintahan maupun sekolah sudah banyak dipenuhi coretan. Banyaknya coretan yang kerap dijumpai menunjukan saat ini kepedulian masyarakat terhadap kebersihan masih rendah. “Yang jelas dengan banyaknya coretan seperti ini, menunjukan kalau saat ini kepedulian masyarakat terhadap kebersihan masih rendah,”bebernya. (cw3)

Pembegalan Truk, Polisi Buru Pelaku Lain YANVERA/RADAR SLAWI

SELEKSI PERANGKAT DESA - Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi perekrutan perangkat desa di wilayah Kecamtan Lebaksiu Kabupaten Tegal untuk Desa Pandawa saudara Fatuloh, yang rencananya akan mengisi kursi Kasi Keagamaan dan Kesejahteraan warga. Dan Desa Dukuhdamu untuk Kasi Pembangunan diisi Faik Supriyadi. Kemudian Lebakgoah ditempati Apip Budiman sebagai Kasi Keuangan dan Amin Susmoro Kasi Agama dan Kesra.

BKD Segera Kirimkan Berkas CPNS dari halaman 9 Sugeng mengatakan, BKD Kabupaten Tegal berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyelesaikan tugas dalam rekrutmen CPNS tahun ini. Tahap demi tahap telah dilaksanakan dengan baik oleh BKD. Seperti saat tes CPNS, dalam pelaksanaannya telah berhasil terlaksana dengan baik. Sementara, dalam pemberkasaan yang dilaksanakan pada minggu kemarin, BKD juga telah menyelesaikan dengan maksimal selama kurun waktu dua hari. Meski ada empat CPNS yang mengundurkan diri setelah diterima, namun hal ter-

sebut tidak mengganggu proses pemberkasan kemarin. “Sementara ini tidak ada kendala apapun dalam pelaksanaan rekrutmen CPNS sampai tahap pemberkasan kemarin. Diharapkan kondisi seperti ini juga akan ber langsung sampai mereka yang diterima mendapt SK dari bupati,” tambahnya. Pengiriman berkas CPNS ke Kanreg BKN Jogjakarta memang mutlak dilakukan. Hal itu dilakukan untuk bisa mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi mereka. Setelah NIP tersebut keluar, baru dari daerah dalam hal ini bupati bisa memberikan SK pengangkatan.

“Nanti setelah secara resmi NIP tersebut keluar, diperkirakan awal bulan Maret mereka sudah bisa menerima SK Bupati dan berhak untuk bekerja di lingkungan Pemkab Tegal,” terangnya. Untuk jumlah CPNS yang akan dikirim ke Kanreg BKN berjumlah 279 CPNS. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan setelah empat dari mereka secara resmi mengundurukan diri. “Memang untuk formasi tahun 2009 ada sebanyak 283, namun karena ada empat yang mengundurkan diri maka yang dikirim hanya 279 CPNS,” tambah Sugeng. (cw3)

Sidak ke Nelayan dari halaman 9 ‘’Kalau seperti ini terus, Komisi II akan melakukan sidak langsung ke nelayan-nelayan dan juga ke rumah-rumah nelayan. Kalau sampai ditemukan, tidak akan ada kompromi terhadap pelaku. Jelas kami akan langsung memproses secara hokum,” tegasnya.

Saat ini, terdapat sekitar 500 nelayan di Kecamatan Suradadi yang menggantungkan hidup mereka dari menangkap rajungan. Seringnya terjadi pencurian, mengakibatkan turunnya pendapatan nelayan, hingga 40 persen dari rata-rata hasil tangkapan rajungan yang mencapai sekitar 500 Kuintal per hari. Jika kondisi tersebut didiamkan

terus, dikhawatirkan banyak nelayan di Kecamatan Suradadi yang menderita. Apalagi, diprediksi dalam 1 – 2 minggu ke depan, ombak laut Pantai Utara Jawa akan besar dan mengakibatkan petani tidak dapat melaut. Pada masa tersebut, petani jelas mengalami musim paceklik dan sangat bergantung pada tangkapan rajungan. (aan)

Minta Pemkab Segera Perbaiki dari halaman 9 sebut sangat dibutuhkan warga sekitar maupun pengguna jalan sebagai sarana memerlancar perputaran ekonomi desa,” pinta Anggota DPRD Kabupaten Tegal Abdul Baar kepada Radar, Rabu (13/1) usai meninjau lokasi. Menurut Abdul Baar, ini merupakan musibah yang disebabkan karena faktor alam, sehingga bisa ataupun tidak, penanangannya harus cepat dan maksimal. Tentunya, untuk menghindari dampak buruk lainnya, agar penderitaan warga itu sendiri tidak sampai berlarutlarut. “Saya akan mendesak pemkab untuk secepatnya turun ke lapangan atau tinjau lokasi. Biar mereka semua pada tahu dan melek akan penderitaan warga. Dengan harapan cepat tanggap akan kondisi yang terjadi di lapangan,”

tandasnya singkat. Hal Senada juga dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDIP Dakir SH, yang meminta penanganan ataupun penanggulangan amblasnya empat jembatan desa di Desa Kesuben harus cepat tanpa ada kompromi. Pasalnya, kondisi itu kalau dibiarkan akan berakibat fatal bagi perekonomian warga. “Saya minta pemkab untuk cepat dan tanggap dalam menangani permasalahan ini. Sebab, warga sekitar dan pengguna jalan sudah sangat menderita sekali saat melintasi jembatan tersebut,” desak Dakir penuh emosi. Sementara itu, Kepala Desa Kesuben Amin Wahyudin menyatakan, penyebab utama amblasnya empat jembatan desa tersebut, karena terjangan arus irigasi desa. Selain itu, adanya luapan air sawah, got

dan air hujan. Sehingga mengakibatkan beton penyangga atas jembatan tergesur, apalagi umur jembatan itu sendiri sudah sangat usang termakan usia. “Dari jaman Belanda hingga jaman sinetron empat jembatan desa tersebut tidak pernah diperbaiki. Sehingga sangat wajar sekali Benton maupun dinding jembatan mudah tergerus arus karena sudah pada keropos,” kata Amin. Menurut Amin, kondisi empat jembatan itu memang sudah pantas untuk dibangun kembali, guna memperlancar dan memberikan kenyamanan para pengguna jalan saat melintasi jalur alternative ini. “Pembangunan jembatan ini sangat mendesak untuk memerlancar perekonomian warga sekitar, yang sudah beberapa hari ini tersendat karena tidak beraktivitas,” pungkasnya singkat. (k1)

dari halaman 9 ‘’Kita masih kembangkan kasus ini. Apalagi, satu dari dua tersangka yang sudah ditangkap ada yang berhasil kabur. Sebab, saat itu usai berhasil memperdaya dua orang kernet dan dua orang sopir truk, salah satu pelaku menaiki angkutan umum. Sehingga keberadaannya juga tidak berhasil dilacak,’’ terangnya. Namun demikian, meski berhasil kabur, pihaknya sudah mengantongi nama tersangka yang kabur. Terma-

suk, mau dibawa kemana truk hasil begalannya, kini masih dalam pengembangan penyidik. Sementara empat orang yang menjadi korban pembiusan dan pembegalan diantaranya Wawan (27) warga Desa Wanarejan Selatan Taman Pemalang, Rasidin (53) warga Desa Pegatungan Mulyoharjo Pemalang, Dukono (45) warga Desa Beji Pemalang, dan Heriyanto (42) warga Jalan Dewi Sartika Pesurungan Kidul Kota Tegal, kini kondisinya sudah mulai membaik. Namun dua diantara

mereka nampak masih perlu menjalani perawatan tim medis RSUD dr Soeselo Slawi. Sebab, kedua korban diantaranya Rasidin dan Dukono masih kerap kali mengigau dan terkadang mendadak pingsan. Sedangkan hal itu terjadi akibat saat itu, mereka dicekoki sejumlah minuman termasuk rokok yang didapat oleh kawanan perampok yang membawa kabur sejumlah uang, hp dan dua truknya. Sementara dua truk dengan Nopol G 1364 KD, dan G 1863 AD, kini diamankan di Mapolres Tegal.

Sementara dua pelaku pembiusan dan pembegalan Budi Santoso (59) dan Kasyanto (59) menambahkan kalau aksinya ini hanya sekedar suruhan bosnya saja. Sedangkan bila berhasil, dirinya hanya mendapatkan imbalan uang imbalan sebesar Rp 2 juta per unit per orang. ‘’Truk-truk ini rencananya setelah berhasil kami bawa, akan langsung dikirim ke Jogjakarta. Di sana, sudah ada pemesannya. Sedangkan aksi ini juga kerap kami lakukan,’’ pungkasnya. (gus)

Syechuna Armia bin Kurdi di Cikura Bukan ... dari halaman 9 ribuan umat Islam dari berbagai kalangan tersebut, tidak mengurangi hikmat acara khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi. ‘’Khaul bukan kegiatan mengkultuskan orang per orang. Kegiatan khaul sematamata untuk mengenang perjuangan seseorang. Khaul juga dapat mengingatkan kita bahwa semua mahluk pasti akan mati,’’ terang Ketua Panitia kegiatan Khaul Heri Soelis-

tiawan SH MHum. Wakil Bupati Tegal ini juga menjelaskan, sedangkan khaul Syechuna Armia bin Kurdi bukan saja bertujuan untuk kedua hal tersebut, tetapi merupakan kegiatan silaturohmi akbar, pengajian, dzikir dan doa secara berjamaah. ‘’Ya riwayat dan perjalanan hidup Syechuna Armia bin Kurdi patut dicontoh pada generasi muda. Sebab, beliau berjuang tanpa kenal lelah. Masyarakat dibimbing sehingga mengenal Allah dan Rosul

Nya. Beliau menjadi panutan bagi kita para santrinya dan masyarakat sekitar semasa hidupnya beliau isi dengan prestasi dan setelah beliau wafat meninggalkan prasasti,’’ terang Heri seraya menambahkan, karenanya sekali lagi, kegiatan khaul bukan untuk mengkultuskan orang per orang. Sebab kegiatan seperti ini dirancang dan dipersiapkan untuk mengenang dan berterimakasih atas jasa-jasa para aulia dan ulama. Sedangkan kegiatan ini juga diisi dengan serang-

kaian acara yang mengajak ke arah takwa. ‘’Sedangkan acara ini juga dibarengi dengan bhakti sosial kemasyarakatan membangun fasilitas umum MCK sebanyak 50 kamar, penyelesaian fasilitas ponpes, kebersihan lingkungan, pembenahan lokasi ponpes. Tak hanya itu, ada juga kegiatan ziarah, khatmilquran, pembacaan rotib, maulid nabi dan Dalailul Khoerot, serta digelarnya bazar murah, ceramah agama, serta ditutup dengan doa Istigozah Kubro,’’ pungkasnya. (gus)

Tak Pengaruhi Struktural DPRD dari halaman 9 bukanlah termasuk hal yang luar biasa. Meski demikian, diakuinya bahwa pelaksanaan Musda tersebut merupakan salah satu agenda kerja utama yang dimiliki oleh Partai Golkar. ‘’Ibarat perjalanan, Musda ini merupakan bagian dari tikungan tajam. Selayaknya menghadapi tikungan tajam, maka harus hati-hati. Untuk itu, diharapkan para kader Partai Golkar agar tetap berhati-hati dan tetap menjaga soliditas, siapapun yang nantinya Ketua DPD yang terpilih,” jelas Udin Zaenudin. Menanggapi pertanyaan seputar dampak yang kemungkinan timbul pada komposisi Fraksi Partai Golkar maupun pimpinan DPRD Ka-

bupaten Tegal paska suksesi dalam Musda, Udin Zaenudin menilai, hasil Musda tersebut tidak dapat serta merta mempengaruhi komposisi DPRD. Pasalnya, komposisi DPRD itu diikat dengan aturan susunan dan kedudukan anggota DPRD, serta tidak terkait dengan suksesi dalam tubuh partai. ‘’Sesuai aturan, rolling posisi dalam DPRD baru akan dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 tahun. Sehingga, tidak akan ada perubahan struktural di DPRD yang terjadi secara serta merta paska pelaksanaan Musda,” jelas Udin Zaenudin. Terkait dengan rumor yang berkembang, seputar rencana menggantikan sejumlah nama dalam struktural Partai Golkar Kabupaten Tegal, mapun ren-

cana Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD dari Partai Golkar, dibantah keras oleh Udin Zaenudin. ‘’Tidak akan ada agenda yang memotong satu generasi, dalam tubuh Partai Golkar. Sejak dulu sampai sekarang, Partai Golkar masih menjunjung tinggi prinsip kesinambungan,” tegas Udin Zaenudin. Terkait dengan sejumlah kandidat yang mulai bermunculan meramaikan bursa calon Ketua DPD, menurut Udin, saat ini baru terdengar 2 nama. Mereka terdiri dari Sutrisno (Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal) dan Sartono (mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Tegal). Diakuinya, dinamisme yang terjadi menjelang pelaksanaan Musda partai golkar, memungkinkan

bertambahnya nama-nama kandidat calon Ketua DPD yang bermunculan, selain kedua nama tersebut. ‘’Tidak menutup kemungkinan akan muncul nama calon lainnya lagi. Karena pencalonan Ketua DPD baru bisa dipastikan saat digelarnya Musda Partai Golkar,” jelas Udin Zaenudin. Berdasarkan aturan yang ada, masing-masing calon kandidat Ketua DPD Partai Golkar akan saling memperebutkan 21 suara. Keduapuluh suara itu terdiri dari 18 suara Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar, 1 suara Organisasi Sayap (Orsap), 1 suara Organisasi yang didirikan dan mendirikan, serta 1 suara DPD Partai Golkar Jawa Tengah. (aan)

April, Tunjangan Profesi Guru Cair dari halaman 9 ‘’Bedanya, kalau tunjangan untuk guru diberikan secara merata. Tapi tunjangan untuk non guru akan diberikan secara proporsional,” terang Rojikin. Terkait dengan penganggaran bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT), lanjut Rojikin, ia juga

telah memberikan rekomendasi kepada Bupati Tegal agar di tahun 2010 nanti, PTT mendapatkan honor yang besarnya sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Tegal, yakni sebesar Rp 687 ribu per bulan. ‘’Banang (Badan Anggaran – red) sudah meminta Bupati

untuk memberikan honor PTT sesuai dengan UMK. Bagi PTT yang diangkat pada bulan April, honor hanya akan diberikan sampai bulan Maret saja,” jelasnya. Terkait dengan jumlah Guru, PNS non guru, dan PTT, lanjut Rojikin, baru akan dibahas dalam rapat lanjutan yang se-

dianya digelar Kamis (14/1) di gedung DPRD setempat. Pasalnya, saat pelaksanaan rapat pembahasan nota keuangan, Rabu (13/1) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TA PD) belum dapat menyampaikan jumlah total guru, PNS non guru, dan PTT di Kabupaten Tegal. (aan)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

KAMIS, 14 JANUARI 2010

Pemkab Polisikan Warga

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

Buntut Penyegelan Balaidesa

NGENDONG Tindaklanjuti Program 100 Hari Menkes

FOTO: DOK RADAR PEMALANG

dr Melani

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang akan menindaklanjuti Program 100 Hari Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Salah satu program yang akan dan sedang dijalankan oleh Dinkes adalah melaksanakan supervisi di masingmasing Puskesmas yang ada di Kabupaten Pema-

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang akhirnya bertindak tegas terkait dengan kasus Desa Jebed Utara Kecamatan Taman. Pemkab telah melaporkan kasus itu ke Polres Pemalang dengan tuduhan penghinaan isntitusi. Barang bukti yang diserahkan adalah kain mori yang dijadikan segel oleh warga ke

Polres. Sejumlah warga Desa Jebed Utara telah dipanggil Polres Pemalang untuk dimintai keterangan Rabu(13/1) kemarin. Mereka dimintai keterangan sehubungan adanya penyegelan Balai Desa Jebed Utara dengan menggunakan kain mori yang bercecer tulisan-tulisan bernada protes. Polisi melakukan pemanggilan ini karena adanya laporan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Kapolres Pemalang AKBP Bur-

hanudin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suwarto SH MH mengemukakan tindakan warga pada Desember 2009 berupa penyegelan balai desa dengan mori mendapat respon dari pihak tertentu. “Dalam kain mori yang dibentangkan itu ada tulisan yang merupakan bentuk penghinaan institusi, sehingga Pemkab Pemalang melapor ke polisi,” kata dia. Sedangkan kain mori yang

dimaksud saat ini sudah di Polres. Kain tersebut diserahkan oleh Satpol PP sebagai barang bukti usai dilakukan pembongkaran segel. Terkait masalah ini, polisi juga sudah memintai keterangan pelapor di antaranya Asisten Setda Drs HMA Puntodewo MSi. Sementara warga Desa Jebed Utara yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah Sudoko, Sahuri, Durino dan Sukyo. Kendati hanya empat orang yang dipanggil, namun di Polres Pe-

malang kemarin mereka ditemani oleh rekan-rekannya. Mereka selama ini aktif dalam aksi untuk menuntut mundur Kades Jebed Utara dengan membentuk tim sembilan. Sebelumnya diberitakan Balai Desa Jebed Utara disegel dengan cara membentangkan kain mori. Kain ditulisi kalimat hujatan kepada Kades Jebed Utara Gigih Wahyu dan ada juga kalimat yang dinilai sebagai bentuk penghinaan ke hal 15 kol 1

lang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dr Melani S kepada Radar Rabu (13/1) kemarin. Supervisi itu lanjutnya, dilakukan agar 22 Puskesmas yang ada dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelaksanaan supervisi ini oleh pihaknya akan dilaksanakan sampai dengan akhir Juni mendatang. “Program 100 hari menteri, menyangkut semua bidang termasuk bidang Kesehatan Keluarga,” terang Melani. Dikatakan dia, selama ini pihaknya sudah ke hal 15 kol 1

PENTOL RAH...

AGUS P/RADAR PEMALANG

MEMILIH KETELA - Sejumlah pembeli sedang memilih ketele di pasar Pemalang.

Ketika Harga Beras Semakin Mahal

PILIH KETELA

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIJAGA - Sepeda mini hadiah yang akan diundikan pada acara sepeda sehat dijaga petugas Dindikpora.

SepedaSehatBertaburHadiah

SEBAGAI ALTERNATIF

PEMALANG - Sepeda sehat dalam rangka memeringati HUT Pemalang ke-435, panitia menyiapkan sejumlah hadiah yang akan diundi pada kegiatan Sepeda Sehat. Hadiah-hadiah tersebut kemarin sudah berdatangan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Jl Merbabu Mulyoharjo Pemalang. Masyarakat yang ingin meramaiakan acara tersebut bisa menghubungi institusi ini untuk melakukan pendaftaran. Kepala Dindikpora Drs Sapardi MSi didampingi Sekretaris Dinas HM Wismo MPd mengemukakan dalam kesempatan HUT Pemalang ke435 ini jajarannya dipercaya untuk mengelola pelaksanaan sepeda sehat.

HARGA beras di pasaran sekarang ini semakin mahal. Berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini harga beras standar berkisar Rp 6 ribu perkilogramnya. Hal ini tebntu saja berpengaruh terhadap pola makan masyarakat, khususnya dari keluarga yang tidak mampu. Salah satu alternative makanan peng-

ganti beras adalah ketela. Akibatnya, saat ini permintaan ketela di pasar mengalami kenaikan. Banyak warga yang mengkonsumsi ketela sebagai makan tambahan keluarga, karena harganya relatif murah, sehingga menyebabkan permintaan ketela terus meningkat. Berdasarkan hasil pantauan Radar,

kenaikan harga beras sekarang cukup tajam. Hal ini akibat banyaknya petani padi yang sebelumnya mengalami gagal panen, karena musim kemarau yang terjadi cukup panjang. Sehingga produksi beras berkurang dan langka di pasaran, dan akibatnya menjadikan harga beras mahal. ke hal 15 kol 1

ke hal 15 kol 1

Angka Kematian Ibu Semakin Meningkat Dinkes Gencarkan Pembinaan

AGUS P/RADAR PEMALANG

BERDATANGAN – Sejumlah kades yang mengalami keterlambatan pembuatan SPJ ADD tahap II berdatangan di Kantor Bapermas KB setempat.

Puluhan Kades Dideadline SPJ Terlambat PEMALANG – Puluhan kepala desa di Kabupaten Pemalang, Rabu (13/1) kemarin mendatangi Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas dan KB) setempat. Kedatangan mereka itu untuk diminta segera menyelesaikan laporan Surat Pertangunggungjawaban (SPJ) penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2009 yang belum selesai. Dari pantauan Radar, kantor

Bapermas KB saat itu nampaknya tidak seperti hari biasanya, karena cukup ramai akibat banyaknya kepala desa yang berdatangan di kantor tersebut. Kedatangan mereka tidak sedikit yang menenteng berkas laporan berupa SPJ yang mereka telah siapkan. Berkas laporan yang mereka bawa selain ada yang belum lengkap ada juga yang terlambat membuat SPJ. Mereka, satu persatu diminta segera menyelesaikan laporan administrasi pengke hal 15 kol 1

PEMALANG - Angka kematian ibu pada saat persalinan di Kabupaten Pemalang mengalami peningkatan. Bila jumlah angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2008 sebanyak 27 orang, pada tahun 2009 mengalami peningkatan menjadi 44 orang. “Memang ada peningkatan jumlah, karenanya sejak memasuki tahun 2010, kami gencar melaksanakan pembinaan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Ka-

bupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dr Melani S kepada Radar Rabu (13/1) kemarin. Dalam pembinaan tersebut, pihaknya menggandeng kader dan bidan desa untuk mendata ibu-ibu hamil yang ada di desanya masing-masing. Mereka kemudian diberikan pengetahuan dan pengertian akan arti pentingnya perawatan bayi yang ada dalam kandungan dengan baik. Yakni dengan memberikan stiker dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). ke hal 15 kol 1

SUMITRO/RADAR PEMALANG

TIMBANG BAYI - Ibu-ibu di Desa Sidokare Kecamatan Ampelgading sedang mengikuti imunisasi bayinya beberapa waktu lalu.


METRO TEGAL

10

KAMIS 14 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LALU LINTAS

Rekanan Dislatan Ditahan Korupsi Pengadaan Bibit Sapi

HERMAS PURWADI/RATEG

DIALOG - Kasat Lantas AKP Anak Agung Sukreta SAH didampingi tim penilai lomba Kanseltibcar Lasntas Polwil dipendopo Kelurahan Slerok, kemarin.

Kelurahan Slerok Paling Tertib BILA ada kelurahan di metropolis yang warganya sudah terpanggil untuk mematuhi aturan hukum berlalulintas, Slerok jawabnya. Hal ini bisa dibuktikan bahwa jumlah kepemilikan kendaraan bermotor dengan pemilik SIM berbanding cukup besar sekitar 300 persen. Dalam arti kata, satu keluarga memiliki satu kendaraan bermotor, namun seluruh anggota keluarganya sudah membekali diri dengan SIM. Hal inilah yang melatar belakangi Satlantas Polresta menunjuk Kelurahasn Slerok sebagai wakil kota untuk mengikuti Lomba Desa Tertib Lalulintas (Kamseltibcar Lantas) tingkat Polwil Pekalongan. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Lantas AKP Anak Agung Sukreta SH menyatakan dari analisa data peta realita dilapangan Kelurahan Slerok yang kini dihuni sekitar 117.196 jiwa, sudah tiga ratus persen penduduknya mengantongi SIM berbanding dengan jumlah kendaraan yang dimiliki warga. “Ini menunjukkan kesadaran hukum berlalulintas warga Kelurahan Slerok cukup tinggi. Dan dari segi laka lantas dan pelanggaran selama satu tahun terakhir hanya terjadi 1 kasus kecelakaan di Slerok, dan pelanggaran setahun hanya ada 175 pelanggar,” terangnya, Rabu (13/1) disela-sela mendampingi tim penilai dari Polwil Pekalongan. Terpisah KBO Lantas Iptu Aries Heriyanto menyatakan realita dilapangan warga Kelurahan Slerok juga mulai melakukan seruan menyalakan lampu disiang hari dan menggunakan helm standart. Terpisah, Lurah Slerok Kusnadi SH menyatakan tumbuhnya kesadaran hukum berlalulintas pada warganya tak lepas dari keguyupan para elemen yang ada. “Kami selalu menggelar dialog rutin dengan Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) Slerok, Linmas, LPMK, dan tokoh masyarakat untuk mengembangkan budaya taat hukum disemua aspek kehidupan,” terangnya. Sementara, tim penilai lomba Kamseltibcar Lantas Polwil Pekalongan Aiptu I Nyoman Suwartana berharap kedepan pola kemitraan polisi dan warga masyarakt di Kelurahan Slerok dan Kota Tegal pada umumnya bisa semakin baik. “Kami menerjunkan tim dilapangan untuk melakukan uji petik terhadap realita yang terjadi sesingguhnya. Mudah-mudahan dari akurasi data yang ada bisa selaras dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya. (her)

CPNS SeleksiCPNSDidugaAdaKecurangan DALAM pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Tegal formasi umum 2009 di duga ada kecurangan yang terjadi. Dimana ada salah satu peserta yang tidak hadir mengikuti tes atau ujian, tetapi dinyatakan lolos seleksi. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang peserta yang identitasnya minta dirahasiakan kepada redaksi Radar. Dia mengatakan, dalam tes CPNS 6 Desember lalu, ada salah satu peserta dengan nomor 741623300013 formasi pendidikan 16233-Guru SDLB tidak hadir. Namun saat diumumkan nomor peserta tadi dengan inisial nama SM dinyatakan lolos seleksi alias lulus. “Saya yakin sekali kalau peserta dengan nomor 7416233 00013 itu tidak mengikuti tes. Tapi kok dalam pengumuman, peserta asal Bandung Jawa Barat kelahiran 04 Oktober 1976 itu kok bisa lolos. Sebenarnya ada apa dengan seleksi CPNS di Kota Tegal?” tanya dia. Padahal, lanjut dia lagi, beberapa waktu lalu Walikota Tegal Ikmal Jaya SE Ak pernah mengeluarkan statemen bahwa seleksi CPNS tahun 2009 di jamin bersih. Maksudnya tidak mungkin ada kecurangan-kecurangan, sebab sistemnya sudah online. (cw1)

USAI memeriksa intensif Febriyan Andika Prayitno (29) yang tak lain rekanan pengadaan bibit sapi dan domba Dinas Kelautan dan Peternakan (Dislatan), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal akhirnya resmi menahan yang bersangkutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tegal, Rabu (13/1). Febriyan warga Jalan Rambutan Gang VI Kecamatan Tegal Barat tersebut diduga melakukan penyimpangan, dimana bibit yang diserahkan tidak sesuai dengan sertifikasi saat kontrak dan saat kontrak telah usai keberadaan bibit sapi maupun domba tidak lengkap. Kajari Tjahja Budiman SH MHum melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Haryono SH menyatakan, pengadaan bibit sapi dan domba yang dilakukan Dislatan pada tahun 2008 tersebut menelan angaran sebesar Rp 210 juta. Saat itu, lelang dimenangkan Febriyan Andika Prayitno dengan nilai Rp 213 juta.

“Penyimpangan kami temukan dari perjanjian kontrak yang tidak sesuai dengan praktik di lapangan. Untuk pengadaan bibit domba, misalnya, di kontrak perjanjian mestinya domba jantan sebarat 20 kilogram dan betina 15 kilo gram. Tapi dalam pengadaan rata-rata hanya 12 kilogram,” terangnya. Hal sama terjadi pada bibit sapi. Sapi betina dalam kontrak beratnya berkisar 300 kilogram, dan jantan 400 kilogram. Namun dalam kenyataannya, hanya 250 kilogram untuk sapi betina, dan 270 untuk sapi jantan. “Dalam pengadaan jumlah hewan memang benar. Tapi dalam berat badan hewan tidak benar sesuai akad kontrak,” terangnya. Sebelum melakukan pemeriksaan yang dilanjutkan dengan penahanan, Kejari sempat melakukan survai ke lapangan. Proyek tersebut sudah berjalan selama setahun. Dalam kasus tersebut tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 jo UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi. “Taksiran sementara yang kami dapat, negara dirugikan Rp 64 juta,” katanya. (her)

SD Randugunting 4 Dikeluhan Warga Dewan Sidak Hasil DAK MENINDAKLANJUTI keluhan warga sekitar SDN Randugunting 4 yang merasa dirugikan atas pembangunan sekolah yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009, Komisi I DPRD, Rabu (13/1), meninjau proses pembangunan sekolah tersebut. Hasilnya, sekolah diminta membuat talang agar air hujan tidak mengguyur rumah warga. Peninjauan lokasi dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD, Sutaris SH, diikuti Sekretaris Komisi W Edi Susilo SH dan sejumlah anggota Komisi seperti Drs H Darni Imadudin dan Harun Abdi Manap. Kedatangan rombongan diterima kepala sekolah dan ketua komite sekolah. Menurut Darni Imadudin, kedatangannya ke SDN Randugunting 4 karena ada masukan atau keluhan dari warga sekitar sekolah. Karena setiap hujan turun, air hujan yang berasal dari sekolah menggenangi rumah warga. Hal ini disebabkan bangunan dua lantai yang dibiayai DAK 2009—-khususnya yang di bagian belakang—-tidak di-

pasangi talang. Karenanya, warga merasa dirugikan. “Kami minta sekolah memasang talang meski alasan sekolah atau tim pembangunan tidak masuk dalam RAB. Namun karena maasalah ini, sekolah harus membuatnya. Soal anggarannya kami serahkan pada sekolah dan tim pembangunan,” kata Darni. Di tempat sama, Sutari mengungkapkan, kedatangannya sekaligus mengecek realisasi pembangunan ruang sekolah yang dibiayai DAK 2009, khususnya di SD Negeri Randugunting 4. Pihaknya cukup menyayangkan meski bangunan sekolah bagus dan dua lantai tapi halaman sekolah digenangi air. Seharusnya masalah ini dipikirkan pihak sekolah agar siswa merasa nyaman saat belajar. “Selain pemasangan talang, kami minta sekolah harus memikirkan pengurugan halaman agar setiap turun hujan halaman tidak digenangi air,” ungkapnya. Kepala SDN Randugunting 4, Misriyanti, menyatakan, meski talang tidak masuk dalam RAB namun pihaknya akan berkoordinasi dengan komite sekolah dan tim pembangunan untuk membuat talang. (hun)

M SAEKHUN/RATEG

TINJAU SEKOLAH - Rombongan Komisi I DPRD saat meninjau SDN Randugunting 4.

Amirudin Pimpin PKS MELALUI Surat Keputusan (SK) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah nomor 003/D/SKEP/AK-PKS/1/143l, yang ditandatangni Arief Awaludin SH MHum, tanggal 19 Desember 2009 H Amirudin ditetapkan sebagai Pjs Ketua DPD PKS Kota Tegal menggantikan posisi Rachmat Rahardjo. Pergantian puncuk pimpinan PKS tingkat kota dikarenakan Rachmat terpilih menjadi anggota DPRD Kota Tegal, dan sesuai AD/ART dilarang rangkap jabatan. Penyerahan SK pengangkatan Pjs Ketua DPP PKS Kota Tegal secara resmi telah dilakukan beberapa hari lalu oleh DPW PKS Jateng, dengan begitu secara resmi roda kepemimpinan partai menjadi tanggungjawab H Amirudin Lc. Sedangkan posisi sekretaris DPD tetap, yakni Retno Kristanto. Mantan Ketua DPD PKS Kota Tegal Rachmat Rahardjo, Rabu (13/10) kemarin, mengatakan, sesuai SK DPW PKS Jateng tugas Pjs adalah me-

nyiapkan pelaksanaan Musda PKS yang akan dilaksanakan sekitar bulan Juni 2010. Sedangkan alasan pengantian ketua, pertama karena saat ini dirinya dipercaya menjadi wakil partai dan sesuai aturan partai tidak diperbolehkan, sebab dikhawatirkan memiliki fungsi ganda, kedua agar konsen serta bisa maksimal dalam menjalankan fungsi contro terhadap anggota DPRD, karena keberadaan anggota DPRD merupakan utusan partai. “Dengan terbitnya SK, maka kewenangan ketua saya serahkan kepada Amirudin untuk mengendalikan DPD PKS Kota Tegal,” kata Rachmat. Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Tegal Amirudin, mengungkapkan, sebagai Pjs ketua pihaknya akan meneruskan program yang telah direncanakan oleh ketua sebelumnya, sekaligus melakukan evaluasi atas realisasi program tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan pelaksanaan Musda. Karena

dalam waktu dekat, sekitar bulan Mei-Juni 2010 Musda digelar. Selanjutnya pihaknya akan menata struktural partai dari DPD sampai tingkat ranting, untuk mempersiapkan pesta demokrasi 2014 mendatang. “Kami memiliki tiga agenda yang sangat penting untuk partai, walaupun masa Pjs hanya sekitar 5-6 bulan saja. Namun keterbatasan waktu ini akan kami persiapkan dengan baik, khususnya untuk melakukan konsolidasi internal,” ungkap Amirudin. Sedangkan saat ditanya soal kesiapannya untuk pimpin PKS pada periode berikutnya, secara diplomatis Amirudin menegaskan, sebagai kader partai, maka dirinya selalu siap untuk pimpin partai. Namun dengan satu catatan didukung struktural partai, untuk kebesaran dan kemenangan PKS Kota Tegal. Sebab target PKS kedepan, bisa menambah jumlah kursi di DPRD dan mengusung kadernya jadi calon Walikota atau Wakil Walikota Tegal. (hun)


KABUPATEN TEGAL

KAMIS 14 JANUARI 2010

11

RADAR TEGAL

PILKADES Pelantikan Kades Segera Dilaksanakan BUMIJAWA - Pelantikan kepala desa terpilih hasil dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) kemarin, di Desa Dukuhbenda Kecamatan Bumijawa dan Pagiyanten Kecamatan Adiwerna, akan segera dilaksanakan. Hal ini, karena sudah mendapat persetujuan Bupati Tegal Agus Riyanto. Hanya saja, waktu pelaksanaan proses pelantikannya itu sendiri tidak akan bersamaan. Untuk Desa Dukuhbenda kemungkinan pelaksanaan proses pelantikan Kades mendapatkan giliran pertama, yakni Selasa (19/1). Sedangkan Desa Pagiyanten sudah dijadwalkan Kamis (21/1) mendatang. “ Semua jadwal pelantikan sudah disusun secara matang. Dengan harapan semua bisa berjalan lancar tanpa ada halangan apa pun baik dari cuaca maupun jadwal kerja para pejabat tinggi di lingkungan pemkab,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Tegal Fajar Rokhwidi kepada Radar, usai meninjau proses seleksi perekrutan perangkat desa di pendopo Kecamatan Lebaksiu. Menurut Fajar, kedua Kades terpilih hasil dari Pilkades yang sangat demokratis diharpakan bisa membawa kesejahteraan warga desanya masing-masing. Sehingga proses pelaksanaan pelantikannya diharapkan bisa berlangsung meriah dan tertib. Ini karena sudah kehendak mayoritas warga. “Saya harap nantinya kedua Kades tersebut bisa memegang teguh janji suci pada saat proses pelantikan. Tentunya agar tidak mengecewakan warga yang telah percaya memberikan amanahnya untuk memimpin pemerintahan desa,” ucap Fajar. Perbaikan segala bidang di lingkungan desa merupakan keinginan mayoritas warga. Untuk itu jangan pernah sia-siakan ataupun mengabaikan hal itu. Sebab, sekarang warga sudah pada pintar semua, terutama para generasi penerus bangsa. “Tolong jangan pernah abaikan amanah warga. Karena amanah itu titipan yang harus dipertangungjawabkan,” tandas Fajar Masih kata Fajar, roda pemerintahan desa harus berputar sesuai kehendak mayoritas warga. Sehingga program-program pembangunan, baik itu lingkungan, peningkatan kesejahteraan maupun pemberdayaan warga bisa dirasakan secara langsung dan tepat sasaran. “Saya harap Kades terpilih ini nantinya bisa membawa perubahan postif di segala bidang, demi kesejahteraan warga desanya,” pungkas Fajar. (k1)

PELAYANAN

Proses Seleksi Perangkat Diwarnai Isu Kecurangan Diikuti 40 Peserta dari 5 Desa LEBAKSIU - Proses seleksi pengadaan perekrutan perangkat desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal yang dilaksanakan di komplek kantor kecamatan setempat berlangsung meriah. Pasalnya, sekitar 40 peserta seleksi diawasi begitu ketat oleh para petugas kecamatan. Bahkan waktu jeda istirahat para peserta pun dibatasi sedemikian rupa. Tapi apa mau dikata, proses seleksi yang diagung-agungkan pihak kecamatan sudah sesuai prosedur tersebut, ternyata menimbulkan polemik seputar dugaan kecurangan dan pengondisian. Dan tidak itu saja sejumlah peserta pun terlihat memancarkan sinar kekecewaan di wajahnya. Seperti dikatakan salah satu peserta yang enggan menyebutkan namanya. Menurutnya, dugaan kecurangan panitia dan para oknum kepala desa, sangat jelas terlihat pada soal Bahasa Indonesia. Sebab, di situ ada soal ganda, jawaban aneh dan lainnya. Sehingga membuat bingung para peserta. Bahkan bukan itu saja dugaan pembuatan soal-soal yang dilakukan tanpa ada pengawasan pun kerap mengganggu konsentrasi para peserta itu sendiri. “Saya menduga masih banyak kecurangankecurangan yang dilakukan

oleh panitia. Terlebih hasil dari seleksi itu sendiri sangat mengecewakan,” katanya kepada Radar Rabu (13/1) kemarin. Menurutnya, adik dari salah satu kepala desa ternyata lolos juga dengan raihan nilai yang begitu sempurna, ditambah lagi soal mondar mandirnya panitia seleksi yang selalu mencurigakan. “Saya menduga kenyataan ini sudah disetting oleh oknum-oknum pihak kecamatan dan desa, sehingga saya menilai proses seleksi ini tidak transparan serta harus diulang,” tandasnya penuh kesal. Terpisah, Camat Lebaksiu Drs H Sutarno menyatakan, proses seleksi perekrutan perangkat desa sudah sesuai aturan dan prosedur. Terlebih pelaksanaannya dilakukan di tempat terbuka serta disaksikan banyak orang. “Saya rasa ini sudah sesuai aturan dan prosedural,” kata Sutarno Dia menambahkan, perekrutan perangkat desa ini untuk mengisi kekosongan perangkat di sejumlah desa, yakni Balaradin, Kajen, Pandawa dan Lebakgoah serta Dukuhdamu. Dengan tujuan guna mengoptimalkan perputaran roda pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu. “Dari 5 desa yang membutuhkan perangkat desa tambahan terbanyak adalah Desa Kajen yakni 3 perangkat untuk menempati posisi Kasi Pembangunan, Kaur Keuangan dan Kaur Umum,” ucapnya. (k1)

DOK/RADAR SLAWI

RUSAK - Jalan yang diusulkan menjadi ruas jalan Kabupaten Tegal nampak rusak parah.

Usulan Ruas Jalan Kabupaten Disambut Baik BUMIJAWA - Kepala Desa Traju Ali Muaji menyatakan ia menyambut baik adanya usulan untuk mengubah status ruas jalan Traju-Pegerkasih menjadi ruas jalan kabupaten. ‘’Kami juga pernah mengkoordinasikan dengan pihak PU agar jalan itu di jadikan ruas jalan kabupaten. Dinas PU berjanji akan merealisasikan sekitar tahun ini 2009 ini. Tapi sampai sekarang ternyata tidak ada tanda-tanda jalan ini akan di jadikan ruas jalan kabupaten,’’ ungkapnya. Camat Bumijawa Suripno SIP membenarkan adanya usulan untuk mengalihkan status ruas jalan Traju - Pagerkasih menjadi ruas jalan kabupaten. Dia juga mengaku kecewa karena rencana tersebut belum dapat direalisasikan hingga tahun 2009 ini. ‘’Jalan ini termasuk jalur penting, bukan hanya untuk dua desa saja tapi juga termasuk jalan alternatif terpendek dari Bumijawa ke Banjaranyar Kecamatan Balapulang. Kami juga pernah mengusulkan dalam Musrenbang kabupaten agar ruas jalan ini dijadikan ruas jalan kabupaten,’’ terangnya. (aan)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

CERAMAH - Salah satu Habib tengah berceramah di hadapan ribuan umat muslim yang menghadiri acara khaul Almarhum Al Maghfurlah Syechuna Armia bin Kurdi. (Berita selengkapnya baca hal depan)

YANVERA/RADAR SLAWI

SERIUS - Sejumlah peserta seleksi terlihat serius mengiktui proses penilaian yang dilakukan pihak panitia.

Titik Sugiharti Kaur Perencanaan Desa Balaradin HASIL penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi perekrutan perangkat desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, untuk Desa Pandawa saudara Fatuloh, yang rencananya mengisi kursi Kasi Keagamaan dan Kesejahteraan warga. Dan Desa Dukuhdamu untuk Kasi Pembangunan diisi Faik Supriyadi. Kemudian Lebakgoah ditempati Apip Budiman sebagai Kasi Keuangan dan Amin Susmoro Kasi Agama dan Kesra. Sedangkan Kasi Pembangunan Desa Kajen yang dinyatakan sebagai peserta terpilih yakni Indra Gunawan, Kaur Keuangan Suharjo serta Kaur Umum Sutrisno. Kemudian Desa Balaradin kursi Kaur Umum diduduki Sriloko Waspodo, Titik Sugiharti Kaur Perencanaan. “Saya tekankan

di sini semua peserta sudah melalui proses tes yang begitu melelahkan dan menguras tenaga. Sebab, peserta harus berjuang sendiri untuk memperebutkan sebuah kursi perangkat desa tanpa ada bantuan dari semua salah satu pihak,” papar Camat Lebaksiu Drs H Sutarno saat dihubungi Radar Rabu (13/ 1) kemarin. Menurut Sutarno, proses seleksi ini telah menghasilkan perangkat-perangkat baru dari hasil tempaan seleksi yang begitu ketat. Sehingga diharapkan bisa mengemban amanat kerja dengan baik, sebagai tangan panjang kepala desa untuk mensejahteraan warga di lingkungan desanya. “Saya harap para perangkat terpilih hasil dari proses seleksi, bisa langsung memahami tugas dan

fungsi sebagai perangkat desa, yang dituntut untuk menomorsatukan kepentingan warga daripada kepentingan pribadi,” ucap Sutarno. Lebih lanjut Sutarno menambahkan, perangkat desa maupun kepala desa merupakan pelayan warga di lapangan, sehingga diharapkan tanggap segala hal terkait kepentingan desa. Mulai dari keluhan warga, pembangunan lingkungan desa ataupun permasalahan desa. Intinya, sebagai pelayan harus tahu apa yang sedang dibutuhkan warga dalam kontek kemajuan pembangunan lingkungan desa. “Para perangkat harus memiliki kepekaan hati tinggi saat menjalankan tugastugasnya. Agar warga merasa terlindungi dan diperhatikan,” tambahnya singkat. (k1)


SAMBUNGAN

KAMIS 14 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Tindaklanjuti Program 100 Hari Menkes dari halaman 9 berusaha semaksimal mungkin melaksanakan apa yang menjadi bidang garapannya. Di samping melaksanakan supervisi di 22 Puskesmas, pihaknya

juga kini juga sedang melaksanakan pembinaan kaderkader yang ada di masingmasing desa. Pembinaan ini dilakukan agar kader-kader tersebut nantinya dapat memberikan pengeta-

huan dan pengertian secara langsung kepada warga masyarakat. Karena bagaimana pun juga, kader-kader memiliki kedekatan emosional dengan warganya, sehingga akan dengan mudah bisa masuk. (mg6)

Puluhan Kades Dideadline dari halaman 9 gunaan dana. Bahkan ada juga sejumlah kades yang dimintai untuk membuat pernyataan kesanggupan penyelesaian hasil laporannya. Kepala Bapermas KB Kebupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Pemerintah Desa Drs Andrea Heru Cahyono ketika dikonfirmasi menjelaskan kedatangan sejumlah kades di kantornya itu untuk mengikuti pembinaan dalam soal pembuatan SPJ yang mengalami keterlambatan. “Kepala Desa yang belum melengkapi laporan atau SPJnya

akan terus kami kejar agar cepat segera selesai,” katanya. Hasil laporan yang sekarang sedang dikejar-kejar lanjut Andrea Heru Cahyono, adalah SPJ penggunaan ADD untuk pencairan tahap II tahun 2009 dan penggunaan dan bantuan Gubenur Jawa Tengah senilai Rp 5 juta yang penggunannya di masing-masing desa berbedabeda seseuai kebutuhannya. Sementara salah satu kades yang saat itu hadir kepada Radar mengaku kedatanganya itu hanya untuk dimintai kesanggupan untuk segera menyelesaikan SPJ penggunaan ADD tahap II. Menurutnya dana ADD tahap II yang belum lama

dicairkan belum semuanya kegiatan itu dilaksankan, akibatnya mengalami keterlambatan. “Pencairannya saja terlambat, kok sekarang sudah mulai dikejar-kejar untuk segera membuat SPJ. Itu yang membuat kami bingung,” keluh seorang kades kepada Radar. Meski kebanyakan kades mengaku kebinggungan, namun mereka tetap akan berupaya untuk segera memenuhi permintaannya menyelesaikan SPJ tersebut. “Kalau memang sudah jadi tuntutan, ya mau tidak mau kami juga akan segera menyelesaikanya,” tandasnya. (mg1)

Angka Kematian Ibu Semakin... dari halaman 9 ”Stiker untuk ditempelkan di rumah, sedang b u k u K I A untuk perawatan rutin kehamilannya,” terangnya kepada Radar. Dikatakan dia, selama ini kesadaran ibu-ibu hamil memang mengalami penurunan. Sehingga angka kematian ibu pada saat persalinan mengalami peningkatan. Berangkat dari sini, selain melakukan pembinaan secara rutin, pihaknya

juga menghimbau agar ibu-ibu hamil dapat menjaga jarak kehamilannya dan tidak terlalu banyak anak. Di samping itu, dr Melani juga mengajak kepada ibu-ibu agar dapat menjaga dan menahan diri dari kehamilan, saat usianya sudah memasuki usia 30 tahun, yakni dengan mengikuti KB. “Kesadaran Keluarga Berencana (KB) ini sangat penting untuk mengatur kelahiran anak,” tambahnya. Faktor Kematian Ibu Mengenai faktor-faktor

yang mempengaruhi kerawanan ibu-ibu hamil, menurutnya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan. Yakni jangan sampai ibu-ibu hamil terlambat dalam mengambil keputusan. Karena pada saat hamil, ibuibu seharusnya sudah tahu kapan si bayi akan lahir dan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan proses persalinan. “Selain itu, jangan sampai terlambat merujuk dan terlambat dalam penanganannya,” ungkap dia. (mg6)

Pilih Ketela Sebagai Alternatif dari halaman 9 Slamet (35) pedagang ketela di pasar buah dan sayuran Pemalang menuturkan sekarang ini banyak warga pergi ke pasar membeli ketela untuk makanan tambahan keluarganya. Hal itu sebagai akibat harga beras yang cukup mahal. Dengan banyaknya warga membeli ketela, membuat usahanya semakin ramai dan laris dikunjungi pembeli. Sehingga mampu meningkatan omzet penjualannya dan menyebab-

kan harga ketela juga mengalami kenaikan. “Pemintaan ketela sekarang ini terus bertambah, sehingga harganya terus naik,” katanya. Menurutnya, harga ketela sebelumnya untuk per kilogramnya hanya Rp 1.000, namun setelah banyaknya pemintaan menyebabkan harga ketela terus meningkat. Meski harga ketela mulai naik, namun karena pemintaan juga terus meningkat maka penjualnya juga meningkat.

“Akibat banyak warga yang mengkonsumsi ketela, omzet penjualanya terus meningkat dan sehari sebelumnya hanya 1 ton sekarang bisa mencapai 2 ton sampai 3 ton lebih dengan harga perkoligramnya Rp 1.500,” ujarnya. Sementara pasokan ketelanya sendiri berasal dari sejumlah desa, baik yang ada di Kabupaten Pemalang maupun dari luar Pemalang. Dia sendiri mengaku untuk dengan semakin tingginya permintaan warga. (agus pratikno)

Sepeda Sehat Bertabur Hadiah dari halaman 9 “Rencananya akan dilakanakan pada Jumat, 15 Januari 2010 dan hari ini (kemarin-red) hadiah-hadiah sudah mulai dikumpulkan kata dia,” Rabu (13/1).

Hadiah selain berupa bingkisan-bingkisan juga puluhan sepeda mini yang merupakan sumbangan dari sponsor-sponsor. Lomba ini diperkirakan akan diikuti ribuan masyarakt dari berbagai latar belakang, baik

dari kalangan pendidikan, PNS, maupun swasta. Lomba mengambil start dan finish di alun-alun Pemalang. Di sela-sela pengundian hadiah peserta akan disuguhi hiburan musik agar tidak bosan. (ali)

Pemkab Polisikan Warga dari halaman 9 terhadap institusi. Akibat penyegelan pelayanan umum menjadi terganggu. Penyegelan sendiri dipicu oleh keinginan sebagian warga agar Kades mereka mundur dari jabatannya. Selang beberapa hari warga Jebed Utara yang berseberangan dengan warga penyegel

mendatangi pendopo Kabupaten Pemalang. Mereka menuntut agar segel mori tersebut dibongkar. Mereka juga menyerahkan bukti berupa fota balai desanya yang disegel tersebut. Esuknya, Pemkab mengambil tindakan dengan melakukan pembongkaran. Kisruh ini belum berakhir, karena belakangan warga yang menuntut mundur kadesnya

membangun dua buah makam di depan balai desa. Beberapa dari mereka kemudian mendatangi pendopo untuk menanyakan tindakan tegas Bupati. Asisten setda Bidang Tata Pemerintahan Drs HMA Puntodewo saat menemui mereka menyatakan akan menyelesaikan persoalan dengan menempuh mekanisme dan prosedur serta aturan yang berlaku. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

HADIRI EVALUASI - Untuk pertama kalinya rapat evaluasi PNPM Mandiri Pedesaan dihadiri BUPATI HM Machroes SH.

Dana PNPM Mandiri Pedesaan Ditingkatkan PEMALANG - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Pemalang untuk tahun 2010 mengalami peningkatan. Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi di Gedung Serba Guna Rabu (13/1). Pengelolaannya akan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pemalang. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana(Bapermas KB) H Aunurrofiq SH mengemukakan rapat evaluasi adalah untuk memberikan arah kebijakan PNPM Mandiri Pedesaan. “Pada pelaksanaan PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2010 akan melibatkan TP PKK,” kata

dia saat menyampaikan laporannya. Melibatkan kaum wanita dalam program tersebut menurutnya karena bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Selama ini keterlibatan PKK dalam PNPM Mandiri Perdesaan hanya bersifat perseorangan bukan institusi. Sehingga pelaksanaan pada program tahun 2010 dengan melibatkan PKK bukan hal yang sulit. “Sebelum ada program PNPM Mandiri Pedesaan, pembangunan infrastruktur desa seperti memiliki jembatan sendiri hanyalah sebuah mimpi, kini infrastruktur yang bermanfaat bisa direalisasikan dengan adanya program tersebut,”

ujarnya. Bupati HM Machroes SH yang membuka rapat tersebut mengemukakan sejak tahun 2007 PNPM Mandiri Pedesaan diadakan. Namun baru pada tahun 2009 dilakukan evaluasi dengan menghadirkan bupati. “Ada empat hal dalam sebuah evaluasi, di antaranya apa yang telah dilakukan, apa yang dicapai, apa kendalanya dan bagaimana mengatasi kendala tersebut,” kata dia. Bupati menegaskan pada tahun 2010 anggaran untuk PNPM Mandiri Pedesaan ditingkatkan dari Rp 23 miliar lebih pada tahun 2009 menjadi Rp 27 miliar lebih. Pelaksanaan pengelolaan dana sebesar ini

menurut bupati akan semakin baik kalau melibatkan banyak elemen seperti DPRD. Pengawasan diperlukan untuk memastikan apakah kegiatan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau hanya menghabiskan anggaran. Bupati menyambut baik dilibatkannya TP PKK dalam program tersebut pada tahun 2010. Namun hendaknya jangan hanya memanfaatkan saja tanpa adanya penghargaan. “Jangan sampai PKK hanya diplekoto dalam program ini,” ujarnya. Sebenarnya, menurut bupati sejak perbup mengenai program tersebut diubah, PNPM Mandiri Pedesaan harus melibatkan PKK sejak tahun 2007. (ali)

Raskin 2010 Berkurang 2 Kilo per KK PETARUKAN - Program pemerintah dalam membantu masyarakat miskin di Kabupaten Pemalang melalui beras untuk rumah tangga miskin (raskin), pada tahun 2010 mengalami penurunan jumlah. Dari jumlah sebelumnya pada tahun 2009, yakni 15 kilogram per Kepala Keluarga (KK) menjadi 13 kilogram per KK. Di samping itu, penurunan angka juga dikarenakan berkurangnya jumlah penerima sebesar 951 rumah tangga. Demikian disampaikan Kabag Perekonomian Drs Tutuko Raharjo MSi saat membuka Sosialisasi Program Raskin 2010 seEks Kawedanan Pemalang di Pendopo Kecamatan Petarukan Rabu (13/1) kemarin. Dijelaskan dia, pada tahun 2009 penerima raskin bertambah sebesar 951 rumah tangga. Pertambahan ini karena berdasarkan data di Biro Pusat Statistik Kabupaten Pemalang pada tahun 2008 masih ditambahkan dengan data susulan atau data tambahan.

“Data BPS tahun 2008, masih ditambah dengan data susulan atau data tambahan sebesar 951 rumah tangga,” terang Tutuko kepada puluhan kepala desa dari Kecamatan Taman, Petarukan, dan Kecamatan Pemalang. Data tambahan tersebut lanjut dia, pada pelaksanaan pembagian raskin tahun 2010 ini akan dihapus kembali, sehingga ada pengurangan jumlah penerima manfaat. Pengurangan jumlah inilah yang kemudian secara teknis berimplikasi pada pelaksanaan raskin, karena ada pengurangan kuantum di masing-masing desa. “Berkurang sebesar 2 kilo, karena tadinya 15 kilo jadi 13 kilo,” ungkap Tutuko. Namun begitu, pihaknya kini sedang melakukan konsultasi ke pemerintah pusat agar dalam pelaksanaannya, masyarakat miskin tetap akan mendapatkan jatah 15 kilo. Dan diharapkan pada sepekan ke depan, sudah ada jawaban dari pusat. “Susahnya, Bulog sudah

SUMITRO/RADAR PEMALANG

SOSIALISASI RASKIN - Kabag Perekonomian Drs Tutuko Rahardjo MSi sedang mensosialisaikan alokasi raskin 2010 di Pendopo Kecamatan Petarukan Rabu (12/1) kemarin.

mengemas beras dalam ukuran 15 kilo, sehingga kalau ada pengurangan, secara otomatis harus dikemas kembali,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan jawaban yang memihak

kepada masyarakat yang membutuhkannya. Yakni tetap utuh mendapatkan jatah raskin 15 kilo. Mengenai harga sendiri sebagaimana dijelaskan dia, pada tahun 2010 ini tidak ada kenaikan sama sekali, yakni tetap Rp 1.600 perkilogram. (mg6)


Radar Tegal 14 Januari 2010