Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

RABU, 13 JANUARI 2010

Boediono Diteriaki Maling INDEKS Penegerian UPS Setengah Hati HAL. TEGAL METROPOLIS

Petani Tolak Pemanfaatan Air Gung HAL. SLAWI METROPOLIS

Cuaca Ekstrim, Nelayan Nekat Melaut HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Nicholas Saputra Kabur dari Rumah HAL. PEMALANG

APA MANING... TRI MUJOKO BAYUAJI/JPNN

DISERET - Laode Kamarudin, aktivis KAPAK peneriak ‘Boediono Maling’ saat diseret keluar oleh Polisi dan Pamdal DPR dari ruang rapat Pansus Century, kemarin (12/1).

JAKARTA - Rapat Panitia Khusus (Pansus) Angket Century menghadirkan Wakil Presiden Boediono sebagai saksi. Rapat Pansus sempat mengalami insiden. Seorang pengunjung rapat meneriaki mantan Gubernur Bank Indonesia itu dengan sebutan “Boediono Maling” hingga tiga kali. Alhasil, pria yang akhirnya dikenal sebagai Laode Kamaruddin itu digelandang beramai-rami oleh Polisi, Pasukan Pengaman Presiden, dan Pamdal DPR. Aktivis Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) itu meneriakkan Boediono maling sesaat setelah wapres menghindar untuk menjawab pertanyaan Pansus. Pertanyaan itu disodorkan oleh anggota Pansus dari fraksi partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Muzani. Dia menanyakan apakah dana yang digunakan untuk bailout Rp 6,7 triliun itu merupakan uang negara atau bukan. Boediono menjawab dengan menghindar. “Biarkan ahli hukum yang menjawab,” kata dia. Jawaban itu tidak memuaskan Muzani. Tidak hanya dia, anggota Pansus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait kecewa dengan jawaban Boediono. “Sebagai pejabat negara, saudara saksi seharusnya memahami apakah dana itu uang negara atau bukan,” kata Maruarar. Jawaban Boediono atas interupsi itu pun masih sama. “Saya tetap menyerahkan kepada ahli hukum untuk menjawab,” jelasnya pendek. Tiba-tiba muncul teriakan dari balkon, tempat para wartawan dan tamu melihat jalannya Pansus. “Boediono maling,” teriak Kamal, panggilan Laode Kamaruddin. Kamal mengacung-acungkan foto bergambar Boediono, kemudian menyobeknya. ke hal 19 kol 4

Kepala Rutan Pondok Bambu Dicopot Pertama PAC Menyoal

Hasil Konfercab

Buntut Temuan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum KADDIN/JPNN

DBL 2010 ACEH - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng, didampingi Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, didampingi Azrul Ananda, commissioner DBL, secara resmi membuka kompetisi Honda DBL Aceh 2010 dengan melakukan tip-off untuk laga pertama antara SMAN 1 v SMAN 8, di GOR KONI Banda Aceh, Selasa (12/1).

Menpora Tip-Off BANDA ACEH - Kehebohan basket melanda Aceh. Kemarin (12/1), pertandingan pertama Honda Development Basketball League (DBL) 2010 diselenggarakan di GOR KONI Banda Aceh. Pertandingan itu sekaligus membuka rangkaian kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung di 21 ke hal 19 kol 1 kota, 18 provinsi.

SEMOK

Sandra Dewi Suka Pria Yogya KABAR buruk bagi laki-laki di luar pulau Jawa. Pasalnya Sandra Dewi tengah mencari pasangan dari wilayah Jawa, tepatnya Yogyakarta. Dia juga mengaku bosan bila menjalin kasih dengan laki-laki dari daerah asalnya, Bangka. “Iya, teman-temanku punya pacar dan nikah nggak jauh-jauh, orang Bangka juga. Jadi orangnya itu-itu aja. Kalau aku mau cari orang di luar Bangka. Bosen sama orang dari daerah yang sama. Memangnya nggak ada yang lain? Aku pengennya orang luar Bangka. Aku pengen memperbaiki keturunan,” katanya belum lama ini di kantin Trans

JAKARTA - Inspeksi mendadak satgas pemberantasan mafia hukum di Rutan Pondok Bambu berbuntut. Dua hari pasca temuan fasilitas mewah di kamar para nara pidana, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mencopot kepala rutan Sarju Wibowo. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menjanjika membidik pimpinan rutan sebelumnya karena fasilitas mewah para napi itu sudah teradi sejak lama. Sikap Menkumham Patrialis Akbar tersebut diungkapkan di kantornya kemarin. Ini memang sedikit menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan sikap sebelumnya, dimana pihak Depkumham lebih banyak membela diri. “Kesimpulannya kami menarik Sarju Wibowo yang selama ini kepala ruutan. Ini karena dia pimpinan para tahanan,” jelas Patrialis, kemarin. Dia menambahkan temuan satgas bentukan presiden itu merupakan pintu masuk strategis untuk menertibkan praktik menyimpang di lembaga pemmasyarakatan dan rumah tahanan. “Pak Sarju sendiri juga tidak kecewa dengan keputusan ini,” tambahnya. Sebagai gantinya, kata Patrialis, pihaknya menunjuk Plt Karutan Pondok Bambu Catur Budi Patayatin. Dia sebelumnya adalah pejabat di jajaran Dirjen Pemasyarakatan. “Semuanya sepakat mengapa perempuan, agar ke hal 19 kol 4

AGUNG PUTU ISKANDAR/JPNN

DIBERSIHKAN - Ruang Arthalita di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, kemarin sudah dibersihkan.

BUMIAYU - Dianggap melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, Jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP meninjau ulang hasil pelaksanaan konfercab yang digelar, Kamis (7/ 1) lalu. Menurut Kusnadi, Sekretaris PAC Bumiayu, konfercab yang digelar minggu lalu telah melanggar ketentuan dari AD/ART partai. Padahal, AD/ART merupakan acuan dan peraturan dalam partai. “Berdasarkan AD/ART hasil Kongres II PDIP di Bali, bab keanggotaan pasal 5 ayat 3 poin B disebutkan bahwa yang dapat dipilih dan ditetapkan menjadi pengurus DPC adalah anggota partai yang sekurang-kurangnya telah tiga tahun terus-menerus menjadi anggota, pernah menjadi pengurus partai tingkat kecamatan, atau alat kelengkapan partai yang berperilaku tidak tercela dan berdomisili di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan. Namun pelaksanaannya sekarang ada Kader yang ujug-ujug muncul sebagai pengurus,” ungkapnya, Selasa (12/1). Dikatakan kader PDIP Bumiayu yang akrab disapa Kodo ini, kemunculan kader dadakan tersebut tidak benar. Karenanya, dia minta dilakukan penijauan ulang terhadap hasil Konfercab yang telah dilaksanakan tersebut. “Kami meminta DPP melakukan peninjauan ulang atas hasil konfercab. Sebab di sini terlihat ada penyimpangan ketentuan sebagaimana yang tertuang dalam AD/ART partai,” ungkapnya. Hal senada dikatakan Suwito, Ketua PAC Tonjong. Menurutnya, indikasi peyimpangan lain dalam pelaksanaan konfercab yakni dengan tidak dilibatkannya ranting maupun PAC dalam pengusulan calon pengurus DPC. “Semenjak awal proses pelaksanaannya sudah menyimpang. Mestinya, dalam proses pengusungan ke hal 19 kol 1

ke hal 19 kol 4

Nok Slentik Boediono Diteriaki Maling * Lha mengko jebule maling teriak maling... PAC Menyoal Hasil Konfercab * Kudu belajar sabar tur nerimo...

CMYK


WACANA

2

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Mafia dan Maklar Kasus Oleh: Muh. Abduh MAFIA. Sampeyan kabeh mesti sudah mendengar kata itu. Tapi apa yang anda bayangkan bila mendengar kata yang saat ini sedang akrab terdengar di republik ini? Di pikiran anda apakah berkelebat sosok lelaki dengan badan penuh tato dan pandangan tajam sehingga terasa bengis, atau sosok berambut klimis berjas dan jemarinya menggapit cerutu? Yang lagi keranjingan facebook mungkin tidak asing dengan Mafia Wars yang menghadirkan tiga karakter mafia, yakni maniac, feales dan mogul. “Ning aku takh kebayangane kae, mafia ya kaya sing nang film. Wonge ngganteng. Nganggo jas ombrong-ombrong, udut cerutu, nyekele senjata. Macho banget gitu lokh,” ujar Ayin. Mata Ayin berbinar-binar kaya-kayaha pernah ketemu sosok mafia. Ini bukan Ayin yang ditahan di sel berasa hotel itu. Ini Ayin pelayan toko di komplek pertokoan kampung Dalipan. Olih bedakan sih nyaris serupa. Hanya beda nasib. Ayin yang dipenjara itu juragan kapal penyeberangan. Kalau Ayin ini cuma pelayan toko. “Biar keren, tolong jangan disebut pelayan ya, tapi Customer Servis. Jangan SPG ya, soale agak berkonotasi negatif.” Begitu Ayin mewanti-wanti kalau ada teman yang mau mengenalkan dirinya ke perjaka. Balik maning soal mafia tadi. Mafia sebenarnya adalah kelompok-kelompok rahasia yang terlibat dalam kejahatan terorganisir tersebar di banyak negara. Nama-nama mafia mereka biasanya diidentikkan dengan nama asal negara. Tujuan mereka biasanya adalah untuk memonopoli kegiatankegiatan ilegal seperti narkoba, perdagangan senjata api, dll. Dari sekian kelompok mafia ini ada 10 kelompok mafia yang dikenal sangat berpengaruh. Inilah dia kelompoknya, Mafia Rusia, Mafia Sisilia dan Amerika Cosa Nostra, Mafia Kartel Narkoba Kolombia, Mafia Cina Triad, Mafia Yakuza Jepang, Mafia Meksiko, Mafia Israel, Mafia Serbia, Mafia Albania, Mafia Jamaika-Yardies Inggris. Urutan kelompok mafia tersebut mulai yang paling yang terbesar dan berpengaruh. “Mafia hukum sing nang republik ini melu urutan ke pira?” tanya Ayin. “Ora masuk etungan! Toli ora macem disebut mafia. Lebih cocok disebut maklar kasus. Eman-eman kata mafiane,” jawab Dalipan sekenanya. “Emoh, aku tetep pan nyebut mafia? Kamu jangan merusak bayanganku,” ujar Ayin ngotot. Rupanya begitu menyebut kata maklar kasus, sosok bayangan yang nangkring di pikiran Ayin berubah total. Tak lagi sosok lelaki gagah dan macho. Tapi yang muncul adalah sosok sing ora mitayani, ungkris-ungkris, mata duitan. Kalau pun agak perlente, yang muncul malah sosok tua seperti Anggodo. Mengidentifikasikan baju sosok maklar kasus saja Ayin kerepotan. Kalau mafia, Ayin sudah mantap bila sosok mafia berbaju jas ombrong-ombrong. Kadang dilengkapi topi laken. La begitu Markus, Ayin keder. Soale sosok ini seperti bunglon. Dalipan pun tak mau merusak fantasi Ayin tentang sosok mafia. Lagi pula di republik ini memang telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, bukan Satgas Pemberantasan Maklar Kasus. Namun Dalipan khawatir, perbedaan fantasi atau persepsi seperti yang dialami Ayin, melanda juga orang-orang yang ada di dalam Satgas itu atau yang lainnya. Kalau sudah demikian, yang terjadi bantahbantahan, ngeles sakuate atau mukir sapole. Dan itu sudah terjadi. Lihat saja. Saat sidak di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menemukan lima tahanan mendapat perlakuan khusus. Saat mendatangi lantai tiga di ruangan khusus milik Artalyta. Wanita yang dipanggil Ayin itu ditemukan sedang mendapat treatment dari dokter kosmetik. Treatment itu rupanya cukup spesial hingga dilakukan sampai malam hari. Kamar Ayin juga sangat nyaman. Fasilitasnya lengkap. Ada lemari es, sofa, dan fasilitas kamar lainnya. Begitu ke ruang di lantai dua, Satgas juga mendapati tahanan narkoba seumur hidup yang dimanjakan di ruangannya. Terdapat peralatan lengkap untuk karaoke. Mulai dari sound system hingga microphone. Bahkan, kamar tersebut memiliki dua lemari es. Bagaimana dengan temuan itu, Departemen Hukum dan HAM dan Dirjen Pemasyarakatan menyatakan bahwa ruangan lantai tiga itu merupakan ruang keterampilan yang biasa digunakan untuk pesantren kilat. Sementara ruangan lantai dua sejatinya merupakan ruang Dharma Wanita. “Kueh..ngelese ndarani ora pinter.” “Mafia ya.. dadi pinter ngeles dong..,” ujar Ayin kemayu tanpa khawatir dituding mencemarkan nama baik. (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Membangun Masyarakat Madani Berbasis Kearifan Lokal Oleh: Dhanang Respati Puguh PENDAHULUAN SEJAK kejatuhan rezim Orde Baru pada 1998, masyarakat madani menjadi wacana yang selalu aktual untuk dibicarakan. Hal ini setidaknya tercermin dari tema sarasehan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-332 Kabupaten Brebes. Pemilihan tema sarasehan itu bukan tanpa alasan, melainkan penuh dengan pertimbangan, karena berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Brebes 2005-2025, telah dicanangkan visi pembangunannya yaitu: Brebes yang Madani, Maju, dan Sejahtera. Dengan demikian, peringatan Hari Jadi ke-332 Kabupaten Brebes dijadikan sebagai momentum untuk memikirkan dan mewujudkan suatu kondisi yang dicita-citakan masyarakat. Brebes yang Madani, Maju, dan Sejahtera sebagai sebuah cita-cita tentunya bukanlah slogan atau label yang tanpa makna. Cita-cita itu merupakan harapan masyarakat Brebes yang untuk mewujudkannya diperlukan langkah-langkah nyata; salah satu di antaranya adalah membangun masyarakat madani dengan memanfaatkan kearifan lokal. Signifikansi Kearifan Lokal Kearifan lokal adalah “pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka”. Istilah ini dalam bahasa Inggris dikonsepsikan sebagai local wisdom (kebijakan setempat) atau local knowledge (pengetahuan setempat) atau local genious (kecerdasan setempat). Sistem pemenuhan kebutuhan mereka meliputi seluruh unsur kehidupan: agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, organisasi sosial, bahasa dan komunikasi, serta kesenian. Mereka mempunyai pemahaman, program, kegiatan, pelaksanaan terkait untuk mempertahankan, memperbaiki, mengembangkan unsur kebutuhan mereka, dengan memperhatikan lingkungan dan sumber daya manusia yang terdapat pada warga mereka (“Memberdayakan Kearifan Lokal...”). Budaya lokal (juga sering disebut budaya daerah) merupakan istilah yang biasanya digunakan untuk membedakan suatu budaya dari budaya nasional (Indonesia) dan budaya global. Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain.

Permendagri Nomor 39 Tahun 2007 pasal 1 mendefinisikan budaya daerah sebagai “suatu sistem nilai yang dianut oleh komunitas/ kelompok masyarakat tertentu di daerah, yang diyakini akan dapat memenuhi harapan-harapan warga masyarakatnya dan di dalamnya terdapat nilai-nilai, sikap tatacara masyarakat yang diyakini dapat memenuhi kehidupan warga masyarakatnya” (Dirjen Kesbangpol Depdagri, 2007: 5). Apa arti penting kearifan lokal (yang terdapat dalam budaya lokal) dalam pembangunan masyarakat madani? Di dalam budaya lokal terdapat gagasangagasan (ideas, cultural system), perilaku-perilaku (activities, social system), dan artifakartifak (artifacts, material culture) yang mengandung nilainilai yang berguna dan relevan bagi pembangunan masyarakat madani. Di setiap unsur kebudayaan yang telah disebutkan beserta sub-subunsurnya dapat dipastikan mengandung nilainilai yang relevan dan berguna bagi pembangunan masyarakat madani. Relevansi dan kebergunaan itu terdapat misalnya dalam hal-hal sebagai berikut. 1. Bentuk-bentuk seni tradisi yang berkembang dalam suatu kebudayaan tidak semata-mata diciptakan untuk memenuhi kebutuhan estetis, tetapi untuk memenuhi kepentingan-kepentingan yang didasarkan pada alasan religius, mitos, mata pencaharian, dan integrasi sosial. 2. Nilai budaya dan norma dalam kebudayaan tertentu tetap dianggap sebagai pemandu perilaku yang menentukan keberadaban, seperti kebajikan, kesantunan, kejujuran, tenggang rasa, dan tepa salira. 3. Teknologi beserta tekniktekniknya dalam praktik dianggap merupakan keunggulan yang dapat dipersandingkan dan dipersaingkan dengan teknologi yang dikenal dalam kebudayaan lain. 4. Suatu rangkaian tindakan upacara tradisi tetap dianggap mempunyai makna simbolik yang dapat diterima meskipun sistem kepercayaan telah berubah. Upacara tradisi juga berfungsi sebagai media integrasi sosial. 5. Permainan tradisional dan berbagai ekspresi folklor lain mempunyai daya kreasi yang sehat, nilai-nilai kebersamaan, dan pesan-pesan simbolik keutamaan kehidupan (Sedyawati, 2008: 280). UPAYA-UPAYA Kabupaten Brebes melalui Perda Nomor 3 tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Brebes 2005-2009 telah menetapkan beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai ukuran tercapainya kondisi madani,

yaitu: 1) terpeliharanya eksistensi agama atau ajaran-ajaran yang ada dalam masyarakat; 2) terpelihara dan terjaminnya keamanan, ketertiban, dan keselamatan; 3) tegaknya kebebasan berpikir yang jernih dan sehat; 4) terbangunnya eksistensi kekeluargaan yang tenang dan tenteram dengan penuh toleransi dan tenggang rasa; 5) terbangunnya kondisi daerah yang demokratis, santun, beradab serta bermoral tinggi; 6) terbangunnya profesionalisme aparatur yang tinggi untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih berwibawa dan bertanggung jawab yang mampu mendukung pembangunan daerah. Pencapaian visi pembangunan itu antara lain ditempuh melalui misi mewujudkan pengamalan nilai-nilai agama dan kearifan lokal. Dalam misi itu dijelaskan bahwa “masyarakat yang memiliki basis agama dan nilai-nilai budaya yang kuat membentuk manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermoral, beretika berdasarkan Pancasila, yang akhirnya mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sebagai manusia yang tangguh, kompetitif, berbudi luhur, bertoleransi, bergotong-royong, berjiwa patriotik, menjunjung nilai-nilai luhur budaya bangsa, mengedepankan kearifan lokal, dan berkembang dinamis”. Persoalannya adalah bagaimana mengimplementasikan kearifan lokal untuk membangun masyarakat madani di Kabupaten Brebes? Walaupun kearifan lokal terdapat dalam kebudayaan lokal yang dijiwai oleh masyarakatnya (Brebes), namun sejalan dengan perubahan sosial kultural yang demikian cepat kebudayaan lokal yang menyimpan kearifan lokal sebagaimana sinyalemen para ahli sebagian telah tergerus oleh kebudayaan global (Smiers, 2008: 383). Oleh karena itu, perlu ada revitalisasi budaya lokal (kearifan lokal) yang relevan untuk membangun masyarakat madani. Untuk merevitalisasi budaya lokal diperlukan adanya strategi politik kebudayaan dan rekayasa sosial dengan pembuatan dan implementasi kebijakan yang jelas. Salah satu di antaranya adalah adanya peraturan daerah tentang pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya lokal yang dapat menjadi payung hukum dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan budaya oleh dinas atau lembaga terkait. Ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk merevitalisasi budaya lokal untuk membangun masyarakat madani berbasis kearifan lokal di Kabupaten Brebes. 1. Inventarisasi dan Peng-

kajian Kearifan Lokal Tidak semua kearifan lokal yang terdapat dalam budaya lokal telah diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, dalam membangun masyarakat madani berbasis kearifan lokal perlu dilakukan inventarisasi, dokumentasi, dan pengkajian terhadap budaya lokal untuk menemukan kearifan lokal. Sebagai contoh melalui pengkajian terhadap cerita rakyat Brebes dapat ditemukan kearifan lokal yang relevan untuk membangun masyarakat madani, seperti: sikap-sikap antikejahatan, suka menolong, dan giat membangun (Nasirun, Cikal Bakal Desa Tanggungsari); nilai-nilai patriotisme dan memperjuangkan nasib rakyat (Bupati Brebes Tumenggung Puspanegara); nilai-nilai kepemimpinan yang bertanggung jawab dan menepati janji (Patih Sampun Desa Klampok); nilai kepemimpinan (bupati) yang peduli pada daerah dan rakyatnya (Kedunguter); nilai demokrasi dengan cara pemilihan kepala desa yang demokratis dan transparan (Dat-Dut di Blengketan Wangandalem), nilai kejujuran, keikhlasan, dan tanpa pamrih (Mbok Dasmi di Pebatan) (Legenda dan Kumpulan Cerita Rakyat Kabupaten Brebes, 1988 passim.) 2. Pengetahuan Budaya Lokal sebagai Muatan Lokal Sosialisasi dan internalisasi kearifan lokal untuk membangun masyarakat madani di Kabupaten Brebes dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal dalam bentuk muatan lokal. Namun demikian, gagasan untuk memberikan muatan lokal yang berupa pengetahuan budaya (yang di dalamnya terdapat kearifan lokal) dalam pendidikan umum dalam kenyataannya menghadapi kendala yang berkaitan dengan kurikulum dan tenaga pengajarnya. Untuk mengatasi permasalahan ini baik dalam penyediaan bahan pelajaran maupun tenaga pengajarnya dapat diupayakan dan dilegalkan dengan penggunaan tenaga-tenaga nonguru dalam masyarakat yang mempunyai keahliankeahlian yang khas mengenai berbagai aspek kehidupan yang khas di Brebes. Pengetahuan budaya lokal dapat dipilah ke dalam pengetahuan dan ketrampilan bahasa serta pengetahuan dan ketrampilan seni. Selain itu dapat ditambahkan pengetahuan tentang adat-istiadat/ sistem budaya (cultural system) yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya nasional (Sedyawati, 2007: 5) 3. Forum Komunikasi Pemikiran Budaya Pemerintah Kabupaten Brebes tidak harus menyelenggarakan sendiri segala upaya

Kapan Dilebarkan?

Jangan Sembarangan Nyabrang

JALAN Werkudoro sepanjang perempatan Kejambon ke timur sangat padat dan ramai kapan mau dilebarkan Pak Wali? 085742001xxx

KEPADA Kepsek MAN Tegal Yth, tolong dikasih tau siswa/i-nya kalo masuk/pulang sekolah nyabrang jalan pada tempatnya. Jangan sembarangan nyabrang, sudah ada zebra cross. 08157671xxx

Kemutan Gus Dur YEN wong Tegal kemutan Gus Dur, dongene alun-alun Tegal ora kanggo wong tertentu, pluralisme kudune metu. 081330723xxx

Alun-Alun Kudu Diatur ALUN-alun memang kudu diatur semestine, ben bersih maksiat ora sakarepe dewek. Hidup Pak Wali… 08156546xxx

Bekerja Siang Malam ASS.. Pak Wali tolong perhatikan nasib honor penjaga sekolah SD, kami bekerja siang malam. Menjaga peralatan pemerintah siang malam. 085642267xxx

Sentral Banjaran Ditertibna

Dukng Walikota

PAK Polisi sing ganteng-ganteng, njaluk tulung len neng pertigaan Sentral Banjaran tukang becake ditertibna karo pedagang, kayong semrawud nemen dalane dadi macet ora bisa lewat. Matur nuwun nggih. 085742438xxx

Minta Honor Naik MINTA honor naik. Saya sebagai guru (mapel) wiyata bakti di SD mau hampir 5 th, masa honor saya sama dengan guru wiyata bakti yang baru kemarin? Honor kami sama per bulan Rp 200 rb. 0857442089xxx

pembangunan masyarakat madani berbasis kearifan lokal. Berbagai elemen masyarakat juga memiliki tugas dalam kegiatan tersebut. Demi tercapainya cita-cita luhur yang harmonis diperlukan berbagai forum dialog. Prakarsa untuk memulai forum ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan elemen-elemen di luar birokrasi pemerintahan seperti lembaga-lembaga kebudayaan dan penyelenggara media massa swasta meliputi radio, televisi, majalah, dan surat kabar. Dalam forum dialog itu perlu dibahas masalah-masalah aktual di bidang kebudayaan yang berkembang di masyarakat Brebes, seperti budaya (lokal) yang menghambat terbentuknya masyarakat madani, pembentukan warga negara Indonesia yang dwibudayawan (lokal dan nasional), mempersiapkan eksekutif yang mampu menghayati nilai-nilai budaya yang luhur, dan lain-lain (Sedyawati, 2007). 4. Festival Budaya Lokal Unsur-unsur budaya lokal yang berpotensi untuk membangun masyarakat madani dapat dipergelarkan dalam bentuk festival budaya. Sebagai contoh festival seni tradisi, upacara tradisi, dan permainan (dolanan) tradisional anakanak dapat dijadikan sebagai wahana untuk membangun kesadaran pluralisme, membangun integrasi sosial dalam masyarakat, dan tumbuhnya multikulturalisme. Langkah-langkah strategis sebagaimana telah diuraikan di atas diharapkan akan membentuk suatu kesadaran kultural (Kartodirdjo, 1994a dan 1994b) yang pada gilirannya akan membentuk ketahanan kultural pada masyarakat (Brebes). Kesadaran dan ketahanan kultural menjadi pilar yang sangat kuat untuk membangun masyarakat madani yang berbasis kearifan lokal di Brebes. PENUTUP Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa kearifan lokal yang terdapat dalam budaya lokal mengandung nilai-nilai yang relevan dan berguna bagi pembangunan masyarakat madani. Pembangunan masyarakat madani berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan merevitalisasi budaya lokal. Untuk mewujudkan masyarakat madani berbasis kearifan lokal di Brebes memerlukan adanya pengertian, pemahaman, kesadaran, kerja sama, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat Brebes. Selamat merayakan Hari Jadi ke-332 Kabupaten Brebes. Semoga dapat mewujudkan visi Brebes yang Madani, Maju, dan Sejahtera. Amein. (*) Penulis adalah dosen Jurusan Sejarah FIB Undip

MASYARAKAT Kota Tegal mendukung kebijakan Walikota yang tidak mengizinkan alun-alun kota Tegal untukkegiatan maksiat. Tidak seperti alun-alun Slawi yang sering digunakan untuk maksiat-maksiat pelajar dan anakanak muda. Hidup Pak Walikota Tegal. Gimana nih kabupaten Tegal kok kalah? 08562556xxx

Bayar Maning PIBEN kyeh, pan manjing PAI kon bayar karcis parkir Rp 1000, lah barang mlebu kok dijaluki parkir maning (kadang juga Rp 2000 dong dina minggu) tulung ditertibna.. 085642857xxx

Dalane Kayak Sawah ASSALAMUALAIKUM… Pak Bupati Yth, jalan Tegalwulung-Jatibarang rusak parah wis kaya got pan go liwat be kangelan ana danane belih? Dingane manjing KPK… dalan kayak sawah?? 081542394xxx

Bingung Belok Kiri ENYONG bingung aning lampu abang arep belok kiwa neng prapatan Kejambon, arep terus mengko disemprit soale laka tulisane. 08156605xxx

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


CMYK

METROPOLIS

RABU, 13 JANUARI 2010

3

RADAR TEGAL

METRO

WATCH

Korban HIV/AIDS Capai Puluhan Orang

Pelabuhan Niaga PEMKOT Tegal berencana mendirikan pelabuhan niaga. Proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tegal dari bidang maritim. Disamping untuk antisipasi sepinya Kota Tegal jika jalan tol dan jalingkut mulai diaktifkan. Walikota Tegal Ikmal Jaya optimistis jika pelabuhan niaga akan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Walkot juga optimistis pelabuhan niaga yang akan dibangun tak akan kalan dengan pelabuhan niaga yang ada di Semarang dan Cirebon. Rupanya rencana itu tak main-main. Walkot menyatakan, Pemkot sudah mengantongi tiga investor yang siap untuk membangun pelabuhan niaga. DPRD Kota Tegal pun nampaknya setuju dengan rencana tersebut. Bagaimana sikap Anda terkait dengan rencana Pemkot Tegal itu?

Tahun 2020

TERANCAM BOOMING PULUHAN warga Kota dan Kabupaten Tegal serta Brebes meninggal akibat terinfeksi HIV/AIDS. Ironisnya, dengan semakin meningkatnya penyebaran penyakit mematikan ini tidak diiringi dengan penanggulangan yang maksimal. Karena memang dana yang dialokasinkan pemerintah daerah sangat minim sekali. Demikian diungkapkan Program Manager Persatuan Keluarga Berrencana Indonesia (PKBI) Cabang Kabupaten Tegal, dr H Joko Wantoro, di lantai 2 Hotel Bahari Inn Jalan Kolonel Sugiono, Selasa (12/1).

Sampaikan komentar Anda ke No:

08159440722

KAMTIBMAS

ke hal 9 kol 1

PERTEMUAN – Jejaring penanggulangan HIV/AIDS, stakeholder tiga daerah dan LSM berkumpul membahas penanggulangan virus mematikan tersebut. ADI MULYADI/RATEG

HERMAS PURWADI/RATEG

ARMADA POLPAR - Personil polisi pariwisata melakukan patroli di Pantai Alam Indah dengan dukungan mobil baru.

Niat dan Kesempatan MASIH belum diindahkannya larangan menyediakan bilik bagi pengunjung, yang dilakukan sebagian pedagang penghuni blok timur Pantai Alam Indah kini diantisipasi oleh jajaran Polisi Pariwisata melalui giat patroli bermobil di kawasan tersebut. Dengan adanya fasilitas mobil patroli yang diberikan pihak Polresta, setidaknya giat sambang patroli di obyek wisata dapat berjalan optimal dalam mengantisipasi niat dan kesempatan pengunjung di warung blok timur. ke hal 9 kol 1

AGENDA

Penegerian UPS Setengah Hati Dewan Siap Alihkan Aset ke Unes KARENA Universitas Pancasakti (UPS) Tegal dinilai tak serius mengurus proses penegrian, DPRD Kota Tegal akan meminta Pemkot Tegal memberikan lahan eks bengkok seluas 10 hektar untuk pembangunan gedung fakultas kepada Universitas Negeri Semarang (Unes). “Karena mereka (UPS-red) kami nilai tidak serius mengurusi penegrian, ya silakan saja kalau Pemkot mau menyerahkan lahan 10 hektar yang sedianya untuk UPS itu ke Unes,” tegas Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno SH, Selasa

(12/1), usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan DPRD. Menurut politisi asal PDIP tersebut, Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) dan UPS setengah hati melakukan penegrian. Buktinya, pengajuan permohonan tanah kepada Pemkot tidak disertai dokumen pendukung. Tapi hanya satu lembar surat saja tanpa ada dasar dan bukti-bukti pendukung lainnya. Prinsipnya, Pemkot dan DPRD tidak akan mempersulit penyerahan lahan tapi dengan catatan YPP dan UPS menyiapkan dokumennya. Bukan hanya wacana dan lobi dengan pemerintah pusat saja. “Prinsipnya kami mendukung

proses penegrian UPS. Tidak akan mempersulit. Sehingga bisa atau tidaknya UPS jadi negeri tergantung YPP dan UPS sendiri, bukan Pemkot atau DPRD,” katanya. Jika dokumen pendukung sudah lengkap, lanjutnya, maka Pemkot dan YPP membuat akta notaris berisikan penyerahan aset Pemkot kepada pemerintah pusat untuk penegrian UPS. Lainnya, YPP menyerahkan semua aset yang dimiliki kepada pemerintah pusat untuk penegrian UPS. Setelah itu, baru melakukan verfikasi terkait layak atau tidaknya. Namun kenyatannya, selama ini YPP maupun UPS tidak melakukan ke hal 9 kol 1

Perjuangan Lima Caleg Kandas HERMAS PURWADI/RATEG

SIMBOLIS - Wakapolresta Kompol Basuki SPd membuka gelar pelatihan PKS tingkat pelajar di halaman Mapolresta Tegal

Gugah Kesadaran Hukum UPAYA menumbuhkan kesadaran aturan hukum berlalu lintas, serta membangkitkan kepedulian antar sesama rekan sekolah dalam membantu penyelamatan pengguna jalan, menggugah Bina Mitra Polresta menggelar pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) untuk siswa tingkat SLTP dan SLTA se Kota Tegal. Giat tersebut digulirkan selama sepekan sejak Senin (11/1) selama sepekan. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kabag Binamitra Kompol Siswoyo HK menyatakan pelatihan PKS dikalangan pelajar kali ini merupakan program tahunan yang bertujuan sebagai upaya mencetak anak bangsa yang taat dan mengerti aturan hukum berlalu lintas, disamping bisa membantu kinerja Satlantas pada jam-jam padat dilingkungan sekolah.

Gugatan Ditolak PTUN Semarang PERJUANGAN lima Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tegal kandas. Pasalnya melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang nom o r : 7 1 / P LW / G / T U N / 2 0 0 9 PTUN.SMG, majelis hakim PTUN Semarang yang diketuai R Basuki Santoso SH dan Anna Leonora Tewernussa SH dan Oenoen Pratiwi SH, serta didampingi Panitera Pengganti (PP)Achmad Sudirman SH Selasa (12/1) kemarin, menolak gugatan kelima Caleg tersebut. Kelima Caleg DPRD kota Tegal yang mengajukan gugatan PTUN antara lain Abdul Kirom dan Duryani caleg dari Dapil I Tegal Selatan, Imam Safrudin dan Hj Endang Sutarsih dari Dapil III Tegal Barat

DOK.RATEG

Imam Syafudin

dan Supardi SH dari Dapil IV Margadana. Devisi Sosialisasi, Hubungan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih, Data Informasi dan SDM KPU Kota Tegal Saefur Rokhim SSos MSi, saat dikonfirmasi usai mengikuti si-

M SAEKHUN/RATEG

DIPERTANYAKAN - Keseriusan proses penegrian Universitas Pancasakti (UPS) Tegal kini dipertanyakan Pemkot dan DPRD.

dang, mengatakan, pihaknya sangat lega, karena upaya yang dilakukan KPU berhasil. Bahkan melalui putusan nom o r : 7 1 / P LW / G / T U N / 2 0 0 9 PTUN.SMG majelis hakim TUN Semarang menyatakan, pertama menyatakan gugatan perlawanan pelawan tidak dapat diterima, kedua menyatakan pelawan Sebagai pelawan yang tidak benar dan ketiga membebankan biaya perkara yang timbul kepada pelawan sebesar Rp 71 ribu. Sedangkan dasar majelis hakim PTUN Semarang yang diketuai R Basuki Santoso SH dan Anna Leonora Tewernussa SH dan Oenoen Pratiwi SH, serta didampingi PPAchmad Sudirman SH dalam putusan tersebut, antara lain pasal-pasal dalam Undangundang nomor 5 tahun1986, Jo Undang-undang nomor 9 tahun ke hal 9 kol 5

20 Persen Tanah Belum SHM DARI luas wilayah Kota Tegal yang mencapai 39,68 km persegi dan terbagi menjadi empat kecamatan, 20 persen tanahnya belum memiliki sertifikat. Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana merupakan daerah yang jumlah tanah tak bersertifikat paling banyak. Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal Rb Hari Cahyono mengatakan, tanah di Kota Tegal yang sudah bersertifikat baru mencapai 80 persen dari luas wilayahnya. Hal ini dipengaruhi oleh masih kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya menyertifikatkan tanah miliknya. Selain itu, mungkin juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Karena opini yang ada di masyarakat untuk membuat sertifikat tanah membutuhkan biaya yang mahal.

Kemudian proses yang lama dalam pembuatannya. “Sekitar 20 persen tanah yang belum memiliki sertifikat itu terbagi di empat kecamatan. Namun yang jumlahnya banyak di Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana,” katanya. Kenapa Tegal Selatan banyak? Sebab, di situ dulu milik Kabupaten Tegal yang kemudian dimasukan kedalam wilayah kota. Jadi rata-rata masih bersertifikat kabupaten. Sedangkan Margadana banyak lahan yang masih berupa persawahan. “Ini yang menjadi prioritas dalam program BPN yang terbaru yakni Larasita. Selain memudahkan, juga mendekatkan kepada masyarakat pelayanan pembuatan ke hal 9 kol 5

ke hal 9 kol 5

Masih Banyak Permasalah yang Belum Terselesaikan

Peresmian Pasar Bandung Kimpling Mundur Pasar Bandung atau Kimpling yang beroprasi di lokasi yang baru pada 4 Januari peresmiannya di undur. Karena saat di tinjau Wakil Walikota tentang kesiapannya pada Sabtu kemarin, masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan.

ADI MULYADI/RATEG

Ali Zaenal Abidin kemarin, kesiapannya masih banyak yang perlu dibenahi. Seperti belum adanya pitu belakang pasar sehingga pengunjung semua lewat depan. Akibatnya, para pedagang di blok C menjemputnya dengan berpindah ke depan. Selain itu masyarakat sekitar dan pedagang juga menginginkan dibuat akses jalan di bagian belakang. “Ini hanya beberapa saja masih banyak masalah kecil lainnya. Nah jika masalah-masalah itu bisa kelar maka baru akan di resmikan. Melihat itu semua hampir dapat dipastikan peresmian akan mundur dari rencana awal,” ujarnya. Dijelaskan Joko, tempat Pasar Kimpling yang sekarang jauh lebih strategis dibandingkan yang dulu. Namun demikian, ramai tidaknya pasar tidak bisa disimpulkan

MUNDUR - Peresmian Pasar Bandung mundur setelah ditinjau Wakil Walikota persiapannya belum kelar.

ke hal 9 kol 5

LAPORAN: ADI MULYADI KABID Pasar Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UMKM perindag) Joko Triatmojo mengatakan, rencananya Pasar Bandung akan diresmikan pada awal Pebruari nanti. Namun saat di tinjau Habib

CMYK


PEMALANG

4

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

PENDIDIKAN Targetkan Tiga Sukses MENSUKSESKAN pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dengan peserta 1.638 siswa menjadi agenda penting bagi UPPK Comal. Pasalnya, target yang dicapai bukan sekadar lulus seratus persen, tetapi seratus persen kelulusan bermutu. Hal itu diungkapkan Kepala UPPK Comal Drs H Sulismadiyanto MPd, saat disambangi di kantornya Selasa (12/1) kemarin. Menurut dia, untuk mencapai keberDOK RADAR PEMALANG hasilan yang dimaksud, setidaknya telah Drs Sulismadiyanto dicanangkan tiga target sukses. Yakni sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan sukses hasil. Untuk menuju kesana, pihaknya telah melaksanakan upaya sosialisasi UASBN dengan para kepala sekolah se-Kecamatan Comal beberapa waktu lalu. “Kepada semua kepala sekolah, kami juga menyarankan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat utamanya orang tua murid,” jelas pendidik yang masih mengikuti program studi S-3 psikologi pendidikan di UGM Yogyakarta itu. Salah satu upaya berkaitan dengan target tersebut adalah penambahan jam pelajaran, yang diikuti dengan pelaksanaan latihan UASBN di tingkat sekolah, gugus dan kecamatan. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan latihan ujian tingkat kabupaten. (mg6)

PEMBANGUNAN

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MARKA JALAN - Beberapa pekerja dari DPU Kabupaten Pemalang sedang mengecat marka tengah jalan Selasa (12/ 1) kemarin.

Warga Sambut Gembira AMPELGADING - Dibukanya Jembatan Kemuning yang terletak di Desa Kemuning Kecamatan Ampelgading, disambut gembira oleh sebagian besar pengguna jembatan tersebut. Kebanyakan pengguna jembatan merasa terbantukan dengan adanya penghubung jalan yang dibelah oleh Sungai Comal itu. Hal ini sejalan dengan keinginan masyarakat, agar pembangunan jembatan yang selesai pada Senin 4 Januari 2010 lalu itu untuk segera dibuka. “Tentu sangat senang, karena kami tidak perlu memutar lewat Comal lagi,” ujar salah satu sopir truk yang mengangkut pasir Nardi (50) kepada Radar Selasa (12/1) kemarin. Dikatakan dia, dalam sehari ia bisa mengangkut pasir dan batu hingga 3 kali. Karenanya dengan dibukanya jembatan yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 3,2 miliar tersebut, ia beserta puluhan truk lain tidak perlu memutar. Warga lainnya, Santi (57) yang juga asal Desa Kemuning kepada Radar mengungkapkan, dibukanya Jembatan Kemuning sangat memudahkan ia beserta ratusan petani lainnya di berbagai desa di Kecamatan Ampelgading dan Bodeh. Sehingga tidak lagi menggunakan jembatan darurat disisi utara jembatan baru yang biasanya ngantri. Maklum saja, jembatan darurat hanya mampu dilewati satu mobil. (mg6)

Nicholas Saputra Kabur dari Rumah Masih Diamankan di Polres Lamongan AMPELGADING - Nicholas Saputra (12), bocah asal Desa Karang Tengah Kecamatan Ampelgading yang disangka kabur meninggalkan rumah ke Lamongan Jawa Timur, akhirnya diamankan kepolisian setempat. Kabar tersebut diperoleh saat Radar menyambangi Polsek Ampelgading Selasa (12/1) kemarin. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Unit Reskrim Polsek Ampelgading Aiptu Purwoto kepada Radar kemarin mengungkapkan, Nicholas Saputra adalah bocah asal Peleman Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Di Karang Tengah sendiri, ia diasuh

oleh Ali Imron (50), yang sehari-hari berprofesi sebagai kenet truk. “Dulu anak ini ditemukan di jalan, saat Ali Imron sedang bekerja,” terangnya kepada Radar. Saat itu lanjut Purwoto, bocah yang seharusnya mendapatkan perawatan dengan baik oleh kedua orang tuanya tersebut, hidupnya menggelandang dari lampu merah ke lampu merah di Tegal maupun Pemalang. Bocah itu mengharap belas kasih pengguna jalan dengan meminta-minta. Pada saat itulah, Ali Imron mendapati anak ini sedang meminta-minta. Setelah dikasih uang, ternyata Nicholas ingin menumpang ke Pemalang. ”Sering menumpang truknya kemanamana,” ujarnya. Karena merasa kasihan lanjut Pur-

woto, oleh Ali Imron akhirnya diasuh di rumahnya. Ia kemudian dirawat sebagaimana layaknya anak kandung, termasuk diberikan pendidikan dengan memasukkannya ke sebuah sekolah dasar di Ampelgading. Namun dalam perjalanannya, jenjang pendidikan formal tingkat dasar tersebut hanya dilalui dalam hitungan bulan, karena Nicholas sering bolos sekolah. Ali Imron sudah berulang kali menasehatinya, namun mentok, Nicholas akhirnya keluar sekolah. “Nicholas akhirnya dimasukkan ke pondok pesantren di Wiradesa Pekalongan,” ungkap Purwoto. Ali Imron berharap bahwa dengan dimasukkannya ke pondok pesantren, ia akan berubah karena mendapatkan pelajaran-pelajaran agama dari kiai.

Akan tetapi dugaan Ali Imron salah, karena hanya dalam hitungan 2 hingga 3 bulan. Nicholas justru kabur entah kemana. “Hari Minggu sore, Polres Lamongan menelpon kesini, katanya ada anak kabur yang berasal dari Karang Tengah Ampelgading,” tuturnya menirukan ucapan Polres Lamongan. Memang Nicholas Saputra bukan anak kandungnya. Karenanya ketika Polres Lamongan memberitahukan agar bapaknya menjemput ke Lamongan, oleh Ali Imron disambut agak dingin. “Kalau diantarkan kesini, katanya Ali Imron masih mau merawatnya. Tapi kalau harus menjemputnya ke Lamongan, ia keberatan karena tidak punya ongkos,” tandas dia. (mg6)

Harapkan Stabilitas Politik SITUASI politik nasional yang dalam beberapa bulan terakhir memanas, terutama sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menjalani serangkaian masalah dan berlanjut dengan dibentuknya Pansus Century, ternyata berdampak cukup serius bagi keberlangsungan usaha kecil menengah. Hal ini sebagaimana dikemukakan Saepuri, salah satu pengusaha konveksi di Purwoharjo Comal Selasa (12/1) kemarin. Menurutnya, stabilitas politik nasional ini kalau tidak segera berakhir ditakutkan dalam beberapa bulan ke depan akan berimbas pada kenaikan beberapa bahan baku konveksi. “Sejak memasuki tahun 2010, memang belum kelihatan adanya goncangan ekonomi, karena beberapa harga dasar bahan baku masih normal-normal saja,” terangnya kepada Radar Selasa (12/1) kemarin. Dikatakan dia, berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, situasi politik yang tidak stabil secara langsung akan menyeret kondisi pereko-

nomian. Investor misalnya, mereka akan berfikir dua kali untuk menginvestasikan usahanya, sehingga berdampak pada melemahnya peluang usaha. “Dampaknya sangat terasa bagi usaha-usaha kecil menengah seperti saya,” tandas Saepuri. Apalagi lanjutnya, beberapa pengusaha home industri di Kabupaten Pemalang hampir separuhnya menjual jasa saja, alias bukan usaha miliknya sendiri. Kebanyakan mereka adalah buruh dari beberapa pengusaha di Jakarta, karena tidak mempunyai modal yang cukup. Saepuri yang memiliki karyawan sebanyak 60-an di rumahnya di RT 05 RW 09 Desa Purwoharjo Comal ini mengharapkan, para politikus nasional dapat mengerem dan menahan diri. Sehingga dapat menghindarkan kemungkinankemungkinan terburuk yang akan menimpa beberapa pengusaha kecil-menengah di berbagai daerah. Dia juga akan tetap menjaga kualitas barangnya. (sumitro)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

Jahit Pakaian - Sejumlah pekerja di sentra konveksi Purwoharjo Comal sedang menyelesaikan pekerjaannya menjahit pakaian Selasa (12/1) kemarin.

Cuaca Buruk, Nelayan Enggan Melaut PEMALANG - Cuaca buruk dengan gelombang pasang yang akhir–akhir ini terjadi di perairan Jawa, rupanya membuat nelayan takut untuk melaut. Akibat kondisi ini, banyak nelayan yang menganggur, sehingga kehidupannya mengalami kesulitan akibat tidak punya pendapatan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Pemalang, Abu Sujangi menuturkan banyak nelayan di lingkungan TPI Tanjungsari sekarang ini lebih memilih berhenti melaut karena cuaca

buruk kini sedang terjadi. Akibat cuaca yang tidak lagi menguntungkan akhirnya kehidupan nelayan sedang mengalami paceklik. “Sekarang nelayan banyak yang tidak berangkat melaut sebab cuaca sedang buruk,” katanya kepada Radar kemarin. Menurutnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu terjadi sejak seminggu yang lalu sebagai akibat musim angin barat yang sedang terjadi. “Nelayan merasa takut jika berangkat melaut akibat ombak besar karena bisa mengancam

keselamatan jiwanya, lagi pula ikan juga sekarang sedang sulit dicari sehingga mereka memilih untuk sementara berhenti melaut sembari menunggu cuaca kembali normal,” ujarnya. Kosim (45) nelayan di TPI Tanjungsari mengaku sedih karena sudah 4 hari menganggur tidak bekerja dan tidak punya pendapatan. Untuk menghidupi anggota keluarganya sebagai akibat cuaca buruk, terpaksa harus mencari tambahan pendapatan yaitu menjadi buruh memperbaiki jaring milik juragannya yang rusak. (mg1)

AGUS P/RADAR PEMALANG

BERSANDAR – Sejumlah perahu milik nelayan masih bersandar di dermaga karena nelayan engan melaut akibat cuaca buruk.


METROPOLIS

RABU 13 JANUARI 2010

5

RADAR TEGAL

Buper Jangan Bebani APBD DPRD Kota Tegal meminta pengelolaan bumi perkemahan (buper) tidak membebani APBD. Karenanya, keberadaan buper diharapkan bisa multifungsi, tidak hanya untuk kegiatan kepramukaan saja tetapi juga kegiatan masyarakat. Dengan begitu, bisa ada pemasukan untuk menunjang pengelolaan. Anggota Komisi I DPRD

LINGKUNGAN

Kota Tegal, Drs Darni Imadudin, Senin (11/1), mengatakan, selain untuk kegiatan Pramuka, buper harus bisa digunakan sebagai tempat wisata, outbond termasuk pertemuan masyarakat. Hal itu dilakukan di buper Cibubur. Bahkan, di sana sudah dikelola secara profesional dengan mempekerjakan 200 orang sehingga bisa memberikan pema-

sukan pada pendapatan asli daerah (PAD). “Sistem pengelolaan semacam itu diharapkan juga bisa diterapkan di Kota Tegal,” jelas Darni. Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar), Ir HM Wahyudi MM, mengungkapkan, buper dibangun di atas tanah seluas sekitar 10

hektar dan letaknya berada di sebelah timur obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI). Proyek pembangunan fisik terdiri, pembangunan pagar keliling dan gapura senilai Rp 900 juta, pembangunan mushola, MCK dan pendapa senilai Rp 980 juta serta pembangunan camping ground dan area parkir Rp 557 juta. Ditambahkan, dalam proses

pembangunan pihaknya telah memperhitungkan dampaknya, termasuk rob dan banjir. Yakni dengan pembangunan saluran agar genangan air bisa mengalir lancar. “Diharapkan dengan adanya buper dapat menunjang keramaian pengunjung di PAI , sehingga pendapatan dari sektor pariwisata terus meningkat,” ungkap Wahyudi. (hun)

Dewan Dukung Langkah Pemkot Buka Alun-alun Jadi Ruang Publik Terbuka

WILDAN USMAN/RATEG

MENGGUNUNG - Setiap hari, sampah di Kota Tegal selalu menggunung.

Ada Dua Metode BANJIR seolah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat perkotaan karena semua aktivitas akan terganggu. Selain itu, beragam penyakit akan bermunculan. Banjir di Kota Tegal terjadi akibat penyumbatan sejumlah saluran, baik oleh sampah maupun sedimentasi tanah. Kota tegal yang mempunyai luas 39,68 km persegi dan jumlah penduduk kurang lebih 249.771 jiwa, setiap hari menghasilkan 700 meter kubik sampah. Sampah sebanyak itu, hanya mampu diangkut UPTD Pengolahan Sampah sebanyak 400 meter kubik. Sisanya dilakukan swadaya warga. Wagrad (45) salah seorang kuli bongkar muat di TPA Pesurungan mengatakan, setiap hari sampah yang masuk diangkut 20 truk. Sekali angkut 3 rit, dan satu rit beratnya mencapai 4 ton. Saat musim penghujan seperti sekarang, penanganan sampah bebannya menjadi berat selain bau busuknya kian menyengat. Masalah kesehatan juga menjadi kendala saat musim hujan datang. “Kami diberi honor Rp 900 ribu per bulan, ditambah uang sabun dan tunjangan kesehatan,” katanya. Terpisah, Kepala UPTD Pengolahan Sampah Kota Tegal, Sodikin, mengatakan, dalam mengelola sampah ada dua metode. Pertama metode Open Dumping. Artinya, sampah dibuang dan diratakan dengan buldoser kemudian ditutup dengan tanah setebal 30 cm. Metode ini yang sekarang digunakan. Kedua metode Sanitery Landfill. Sebelum sampah masuk dibuatkan wadah yang dipasangi pipa-pipa dan saluran pembuangan air leachate . Setelah itu, baru sampah masuk dan diratakan kemudian diurug dengan tanah. “Pipa dan saluran tersebut nantinya akan membuang gas dan air leachate yang dikeluarkan dari sampah yang sudah ditutup dengan tanah pada saat musim hujan. Karena saat musim hujan sampah yang ada di dalam tanah akan mengalami proses kimiawi dan menghasilkan gas dan air leachate yang bisa meledak sewaktuwaktu seperti kejadian di Desa Bojong Kabupaten Bogor,” katanya menambahkan. (mg1)

LANGKAH Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengkaji ulang Surat Keputusan (SK) Walikota Tegal, tentang pemanfaatan Alun-alun mendapat dukungan dari DPRD Kota Tegal. Pasalnya, keberadaan Alun-alun diharapkan bisa menjadi ruang publik terbuka yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat Kota Tegal. Ini juga sekaligus untuk daya tarik atau magnet Kota Tegal, agar perekonomiannya dinamis. Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno SH, Selasa (12/1) kemarin, mengatakan, pihaknya sangat menghargai SK Walikota nomor 655.1/011/2008, tertanggal 25 November 2008, yang ditandatangani Adi Winarso SSos. Namun karena adanya permintaan dari masyarakat, agar SK tersebut dikaji ulang. Maka pihaknya selaku wakil rakyat sangat mendukung upaya Pemkot, yang berencana mengkaji ulang SK Walikota tersebut. Diharapkan kedepan pemanfaatan Alun-alun tidak ada pembatasannya, karena Alunalun merupakan ruang publik terbuka. “Kami sangat sependapat dengan Walikota, yang akan membuka Alun-alun untuk kegiatan apapun, tanpa membedakan agama, golongan dan kelompok. Sehingga keberadaan Alun-alun benar-benar menjadi ruang publik terbuka, buka hanya satu kegiatan saja,” kata Edi. Namun ada hal penting yang perlu diketahui bersama menurut Edi, dibebaskannya penggunaan Alun-alun, bukan berarti semua kegiatan bisa dilak-

M SAEKHUN/RATEG

JADI RUANG TERBUKA - Walikota sepakat mengkaji ulang SK Walikota lama yang mengatur penggunaan alun-alun.

sanakan disana. Tapi harus melihat kemampuan kapasitas maksimal, kalau Alun-alun hanya mampu menampung maksimal 20 ribu. Maka kegiatan atau pentas musik yang pengunjungnya bisa melebihi 20 ribu jangan diadakan disana, tapi dilaksanakan di tempat lain, seperti OW PAI atau tempat lainnya. “Selain pengkajian SK Walikota, kami juga minta Pemkot membuat regulasi soal pedagang. Jangan sampai penggunaan Alun-alun dibuka, tapi penataan pedagangnya amburadul,” tuturnya. Secara terpisah, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Hj Kunharjanti SE, mengungkapkan,

pihaknya sependapat agar Alun-alun bisa dikembalikan fungsinya menjadi ruang publik terbuka, sehingga bisa jadi pusat keramaian kota. Namun harus ada aturan tegas soal pedagang yang ada disekitarnya, jangan sampai karena dibuka jadi ruang publik terbuka pedagang juga bebas naik ke atas Alun-alun. “Dalam mengkaji ulang SK Walikota kami minta Pemkot juga memperhatikan sektor lainnya, seperti penataan pedagang dan kegiatan lainnya yang ada di Alun-alun. Sehingga Alun-alun tidak kumuh, tapi menjadi pusat keramaian,” ungkap Kunharjanti. Sebelumnya, menyikapi per-

nyataan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) dan Fraksi PAN Peduli Rakyat DPRD Kota Tegal, yang meminta agar fungsi Alun-alun sebagai ruang publik terbuka untuk dikembalikan. Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak berjanji akan mengkaji ulang Surat Keputusan (SK) Walikota yang mengatur penggunaan Alun-alun. Pasalnya kedepan Alun-alun bakal dijadikan magnet, sehingga tidak akan ada pembatasaan penggunaanya. Menurut Ikmal, pada prinsipnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal bertekad menjadikan Alun-alun sebagai magnet, sehingga SK Walkot yang me-

ngatur penggunaannnya akan dikaji ulang. Sehingga untuk penggunaan Alun-alun, pihaknya tidak akan mementingkan kelompok, golongan ataupun agama. Dengan begitu semua agama, golongan dan kelompok bebas untuk menggunakan Alun-alun. “Kami akan mengkaji dasar hukum SK Walikota, agar penggunaanya tidak dibatasi. Sehingga Alun-alun bisa menjadi ruang publik terbuka yang bisa dimanfaatkan semua masyarakat Kota Tegal, tanpa harus membedakan agama, golongan maupun kelompok. Kami akan kembalikan Alun-alun jadi pusat keramaian Kota Tegal, sekaligus magnet,” kata Ikmal. (hun)

Residivis Dodos Rumah Ketua RW

Gelapkan Motor, Ibu Muda Dibui

PENJARA tak membuatnya kapok. Itulah yang dilakukan Jaka Amar (19) warga Jalan Bawal Gang Kenari Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat. Residivis spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) ini dikepung warga usai mengerayangi rumah ketua RW yang berlokasi di Jalan Hang Tuah Gang Kiper RT 03 RW 03 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat. Usai ‘dipermak’ warga dia diserahkan ke polsekta Tegal Barat. Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku sebelumnya sempat memasuki rumah ketua RW Angkat Wiyono (60) dengan cara memanjat tembok rumah bagian belakang. Aksi itu dilakukan dinihari sekiar pukul 01.30 WIB. Ketika sudah berada didalam rumah, dia kepergok oleh anak korban yakni Susi Hestriyani (33). Dia mengurungkan langkah keluar kamar, ketika melihat ada orang tak dikenal di dalam ruangan tengah rumahnya. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiarto menyatakan, anak korban hanya berani menghubungi ayahnya yang berada di kamar lainnya lewat SMS. “Ayah korban juga takut keluar kamar, dan mencoba meng-

SEPAK terjang ibu muda Indah Kusumawati (29) warga Desa Pengabean RT 02 RW 02 Kecamtan Dukuhturi Kabupaten Tegal berakhir dibalik terali besi. Akibat ingkar janji menepati pembayaran angsuran, dia dilaporkan pihak FIF ke polisi, sebelum akhirnya diproses dengan jeratan pasal penggelapan oleh tim penyidik Reskrim Polresta Tegal. Informasi yang berhasil di-

BARANG BUKTI Penyidik Polsekta Tegal Barat menunjukkan hasil kejahatan pelaku.

HERMAS PURWADI/RATEG

hubungi warganya dengan ponsel. Warga merespon SMS tersebut dan berkumpul di depan rumah ketua RW. Pelaku diseret keluar rumah, berikut hasil kejahatan yang sempat dibawa,” terangnya, Selasa (12/1). Dari tangan tersangka warga

menemukan dua keping VCD, lampu neon batang yang sempat diambil diruang tengah. Aksinya keburu terhenti ketika warga meneriaki pelaku dari luar rumah. Dia sebelumnya sempat berurusan dengan hukum dalam aksi pencurian di malam hari.

“Beruntung aksinya kali ini dipergoki pemilik rumah. Bila tidak dipastikan dia akan menguras semua harta korban yang ada didalam rumah. Dalam aksinya kali ini dia akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” terangnya. (her)

himpun, pelaku sebelumnya pad abulan Agustus 2008 sempat mengajukan kredit motor di PT FIF cabang Tegal. Saat itu pelaku mengambil motor jenis Honda Supra X125 tahun 2008, dengan jangka waktu kredit 48 bulan. Selama per bulan pelaku seharusnya membayar angsuran sebesar Rp 524 ribu. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Reskrim AKP Willer Napitupulu SE me-

nyatakan, pelaku beritikad buruk paska penyerahan unit sepeda motor tersebut. “Dari keterangan pihak finance yang bersangkutan dari bulan pertama sampai dia dilaporkan ke unit PPA (perlindungan Perempuan dan Anak) belum pernah membayar angsuran sekalipun. Dan kami pun merespon laporan tim RPC FIF untuk melakukan upaya penangkapan,” terangnya. (her)


BREBES & BUMIAYU

RABU 13 JANUARI 2010

7

RADAR TEGAL

Tanfidziyah dan Syuriyah Beda Pendapat

EKONOMI

Gelar Pahlawan untuk Gus Dur BUMIAYU - Dukungan pemberian gelar pahlawan nasional bagi almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terus bergulir. Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng Drs H Muhammad Adnan MA di sela-sela mengikuti

kegiatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah II, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Selasa (12/1) mengatakan, pemberian gelar pahlawan ini sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh bangsa atas jasajasanya memperjuangakan hakhak minoritas, demokratisasi, dan pluralisme. Bagi warga NU, Gus Dur bukan sekadar pemimpin ulama,

melainkan juga tokoh bangsa. Sebab, pemikiran dan tindakannya telah memberikan inspirasi bagai masyarakat Indonesia. ’’Gus Dur itu telah menyumbangkan pemikirannya kepada bangsa ini, dan banyak pem ik ira n positif yang telah dikontribusikannya,” jelas Adnan. Untuk itu, menurut Adnan,

PWNU Jateng telah mengusulkan melalui surat ke gubernur Jateng juga mengintruksikan agar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di daerah-daerah untuk mengusulkan pula ke bupati. ’’Hal tersebut perlu dilakukan secara institusi, agar usulan benar-benar dari bawah dan secara institusi NU juga mengusulkannya,’’ kata Adnan.

Sementara, Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng KH Masruri abdul Mughni Lc saat dimintai pendapatnya mengenai pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur menjelaskan, sebenarnya NU sendiri tidak meminta gelar tersebut. Dia menyerahkan penghargaan gelar pahlawan tersebut kepada masyarakat. (pri)

Akses Transportasi Dua Desa Rusak Parah

ABIDIN ABROR/RATEG

ALAMI KENAIKAN – Harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan bersamaan dengan harga gula pasir dan sejumlah komoditi lainnya.

Harga Beras Merangkak Naik BREBES - Harga sejumlah kebutuhan pokok berupa beras dan gula pasir terus melambung. Kondisi inipun terjadi di Kabupaten Brebes. Beras dengan kualitas sedang terus mengalami kenaikan harga. Dari yang sebelumnya Rp 5.300/kg, kini menjadi Rp 6.000/kg. Bahkan, di warung-warung perumahan harganya mencapai Rp 6.500/kg. Sementara, untuk beras kualitas super, harganya mencapai Rp 7.000/kg. Menurut seorang pedagang beras di Pasar Induk Kota Brebes Diki Afriansah (30), kenaikan itu berjalan seminggu lalu bersamaan naiknya harga gula pasir. ’’Kalau penyebab dari kenaikan harganya kami tidak tahu. Kami mengikuti saja, seperti pedagang lain. Kemungkinan kenaikan itu karena berlangsungnya musim tanam,” kata Diki kepada Radar Selasa (12/1). Terkait penjualan, lanjut Diki, sejauh ini tidak menunjukkan perubahan berarti. Dalam arti, penjualan masih berjalan seperti biasa. Sedangkan, menurut Calon Ketua Umum Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Cabang Brebes Masruchi Bachro, harga beras di pasaran diprediksi akan terus melambung. Termasuk komoditi lain, seperti bawang merah maupun cabe keriting. (din)

PERTANIAN Produksi Rumput Laut Terus Meningkat BREBES - Produksi rumput laut di Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, kini mengalami peningkatan tajam bersamaan tibanya musim panen. Sepajang jalan menuju Pantai Randusanga kini dipenuhi rumput laut. Komoditas yang sangat terkenal ini banyak dikirim ke sejumlah pabrik di Jawa Timur (Jatim) dan Tanggerang, Banten. Termasuk permintaan untuk bibit. Besarnya permintaan membuat warga setempat memilih bertanam rumput laut. Sementara, untuk harga cukup bervariatif. Untuk rumput laut berkualitas bagus sekitar Rp 2.700/kg. ’’Harganya ya lumayanlah,” kata Wasto (45), petani rumput laut. Untuk harga tentunya sangat bergantung dari kualitas rumput itu sendiri. Rumput laut dari jenis gracellaria yang banyak dibudidaya di Randusanga merupakan tanaman primadona petani setempat. Ini karena proses penanamannya yang sangat mudah. Selain irit dalam hal ongkos tanam, sistim tumpang sari juga membuat petani sangat diuntungkan. Dengan sistem ini, maka bagian atas kolam budiadaya dapat digunakan untuk berkembangnya ikan bandeng, dan di dasar kolam untuk budidaya rumput laut. (din)

TONJONG - Jalan sebagai akses utama transportasi menuju pusat pemerintahan kantor Kecamatan Tonjong yang berada di ruas jalan provinsi Linggapura-Balapusuh, semenjak dua tahun ini dalam kondisi rusak parah. Kerusakan terjadi sepanjang 2 kilometer di jalan yang menghubungkan Desa Linggapura hingga Desa Purwadadi. Hampir seluruh lapisan aspal di ruas jalan tersebut telah terkelupas dan hanya meninggalkan batu dan lubang jalan. Kondisi semakin memperihatinkan dengan datangnya musim hujan saat ini. Lubang jalan menjadi kubangan yang sangat mengganggu kenyamanan para pengguna jalan. ’’Sebenarnya kami sudah berulangkali menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan kepada instansi terkait untuk mendapat prioritas perbaikan. Namun, semenjak kerusakan terjadi pada tahun 2008 hingga sekarang belum dapat diperbaiki,” ungkap Purwanto (42) warga sekitar. Sayangnya, kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Wilayah Bumiayu saat akan belum dapat dikonfirmasi karena tidak di tempat. Menurut salah satu staf, dia sedang melakukan pengawasan. (pri)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

RUSAK PARAH - Sebagai sarana menuju pusat pemerintahan Kecamatan Tonjong, kondisi ruas jalan yang ada tidak mendukung kelancaran bertransportasi karena rusak.

Kunjungan Prof Dr Abdullah Baharun, Rektor Universitas Al Ahqaf, Yaman, Timur Tengah

Ulama dan Kyai Memegang Peran Penting Sejarah pondok pesantren (ponpes) adalah sejarah nasionalisme dan patriotisme. Pada zaman penjajahan berlangsung, ponpes sebagai tempat untuk menggembleng para pejuang. Lembaga yang pada awalnya hanya ada di daerah-daerah pelosok ini menjadi pusat untuk menggelorakan semangat para pejuang untuk mengusir penjajah. Bagaimana perkembangannya saat ini? LAPORAN: TEGUH S

PONPES Al Hikmah II Selasa (12/1) mendapat kunjungan dari Habib Prof Dr Abdullah Baharun, salah satu guru besar di Timur Tengah yang juga sebagai rektor di Universitas Al Ahqaf Yaman, Timur Tengah. Di Ponpes yang berada di Desa Benda, Kecamatan Sirampog, ini Habib Abdullah bersama pengasuh Ponpes Al Hikmah II KH Masruri Abdul Mughni menggelar pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng Drs H Muhammad Adnan MA, Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro SH MSi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Drs Muntoha, alim ulama, serta ratusan santri dan wali santri. Menurut Habib Abdullah yang didampingi penerjemaah, peran pesantren untuk me-

nopang pembangunan negara ini terus berlangsung hingga sekarang. Saat pola pikir dan gaya hidup masyarakat mulai bergeser dan semangat kebangsaan semakin luntur, pondok pesantren terus berusaha untuk menggelorakan pentingnya menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme dan patriotisme tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, tetapi merupakan kesadaran yang harus dibangun dan ditumbuhkan dalam diri setiap warga negara melalui berbagai upaya. Terutama pendidikan. ’’Di sinilah peran ulama dan para kyai pengasuh pesantren sangat dirasakan memegang peranan dalam memberikan pemahaman dalam membentuk akidah para santrinya.’’ (*)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

PERTEMUAN - Rektor Universitas Al Ahqof, Yaman, Prof Dr Abdullah Baharudin bersama KH Masruri Abdul Mughni saat menggelar pertemuan dengan alim ulama di Ponpes Al Hikmah II, Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes.


SLAWI METROPOLIS

8

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Petani Tolak Pemanfaatan Air Gung

KAPOLRES Manfaatkan Alat Komunikasi BANYAKNYA sejumlah kasus yang cepat terungkap di wilayah hukum Polres Tegal saat ini, memang tak pelas dari kinerja jajarannya yang kompak, dan selalu siaga. Tak terkecuali dengan penggunaan alat komunikasi pesawat Handy Talky (HT) yang kini wajib dipegang oleh masing-masing personil. ‘’Alhamdulillah, dengan memanfaatkan penggunaan alat komunikasi HT ini, semua kasus tindak kriminalitas yang ditangani oleh Polres Tegal, dan dijumpai di lapangan, bisa cepat terungkap dan tertangani,’’ terang Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. DOK.RATEG Di ruang kerjanya Selasa (12/1) AKPB Wahyu Handoyo kemarin, mantan Kapolresta Magelang ini juga menambahkan, salah satu kasus tabrak lari yang kerap ditemui di jalan raya. Setelah mendapatkan laporan dari korban, pos polisi terdekat yang mendapatkan laporan dari masyarakat tidak serta merat langsung mengejar sasarannya. Namun melainkan juga berkordinasi dengan jajaran induk Slawi atau Polres Tegal. ‘“Sedangkan dari induk sendiri, kabar adanya informasi tersebut langsung disebarkan ke jajaran lain termasuk 18 polsek yang ada. Jadi, para pelaku kejahatan yang berhasil kabur, bisa segera ditangkap dan diproses guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ jelas Kapolres. Menurutnya, sejak dirinya memiliki kebijakan agar anggota wajib menggunakan HT ini, karena fungsinya sangat banyak dalam hal melakukan kordinasi dan kerjasama yang baik. Terbukti sejumlah kasus diantaranya copet, jambret, dan pembegalan yang baru saja terjadi, bisa cepat tertangani dengan baik dan mudah. ‘’Dan yang terpenting bagi masyarakat sendiri, bila mendapatkan musibah atau menjadi korban pun jangan sungkan untuk bisa cepat melaporkan kejadiannya ke pos polisi atau polsek terdekat. Sehingga, anggota yang bertugas saat itu juga bisa secepatnya memberikan kabar bagi jajaran lain. Sehingga, pelaku yang berhasil kabur bisa cepat terdeteksi,’’ paparnya. Termasuk penggunaan HT ini, selain tidak menggunakan pulsa, imbuh Wahyu, dirinya juga bisa langsung memonitor anggotanya yang bertugas. Demikian pula dengan anggota yang bertugas baik itu di Mako Polres Tegal sendiri, maupun jajaran polsek tiap beberapa jam wajib melaporkan situasi dan kondisi di wilayahnya masingmasing. Sehingga bila ada suatu kejadian, jajaran Polres Tegal juga bisa langsung membackupnya. (gus)

BUDIDAYA BudidayaLeleMakinRamai TINGGINYA tingkat konsumsi terhadap ikan darat membuat semakin menjamurnya usaha warung makan yang menyediakan berbagai macam menu dari ikan. Bahkan akhir-akhir ini, usaha warung pecel lele juga menjadi peluang usaha yang cukup menggiurkan. Maraknya warung pecel lele tersebut membuat tingkat kebutuhan ikan lele di wilayah Kabupaten Tegal meningkat. Tingginya kebutuhan ikan tersebut, membuat beberapa masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal banyak membuka usaha budidaya ikan lele. Seperti yang dilakukan oleh Fathurrahman, warga Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru, dengan memanfaatkan lahan kosong di belakang rumahnya, ia mulai mengembangkan usaha budidaya ikan lele. Menurutnya, saat ini usaha budidaya lele cukup menjanjikan. Pasalnya, tingkat kebutuhan lele di Kabupaten Tegal cukup tinggi, hal tersebut lantaran semakin menjamurnya warung pecel lele yang khusus menyediakan menu ikan lele. “Sekarang kami telah memiliki empat kolam yang dijadikan untuk perkembangbiakan ikan lele. Dengan panjang kolam 3x5 tersebut, saya merawat sekitar 3000 ekor ikan lele,” beber dia. Meski belum banyak memahami usaha tersebut, lanjut dia, namun dari pengalaman rekan-rekannya yang menggeluti usaha yang sama, usaha budidaya ikan lele cukup menggiurkan. Disamping tingkat kebutuhan ikan lele yang tinggi, tingginya nilai jual juga membuat ia berani menggeluti usaha budidaya ikan lele. “Usaha budidaya lele merupakan usaha yang tingkat resikonya sangat kecil. Dari hasil pengamatannya, tingkat keberhasilan budidaya ikan lele mencapai 80 persen. Tingginya tingkat keberhasilan tersebut lantaran ketahanan ikan lele cukup kuat. Bahkan resiko kematian terhadap ikan juga sangat sedikit.” Untuk pakan, ia menghabiskan satu kilogram pakan dalam bentuk pur. Sementara untuk harga berkisar Rp 12 ribu per kilogram. (cw3)

Untuk Menambah Pasokan Air PDAM Kota Tegal

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

LOKALATIH - Kegiatan Lokalatih bagi aparat Pemkab Tegal yang digelar di aula Bapermasdes.

Untuk Mencari Kesamaan Aparat Pemkab Tegal Terima Lokalatih Paket APARAT Pemkab Tegal dan stake holder baru-baru ini menerima Loka karya dan Pelatihan (Lokalatih) Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (Paket) Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Lokalatih digelar di aula Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Tegal. Ketua panitia Lokalatih, M Haris Cahyono di sela-sela acara menjelaskan, tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk mendapatkan kesamaan pandang antar Pemkab dan stake holder terhadap paradigma, pendekatan, konsep dan mekanisme P2KP Advanced. Selanjutnya, agar Pemkab dan stake holder mampu memetakan kondisi kegiatan Paket serta strategi perbaikannya. Sehingga Pemkab dan stakeholder nantinya diharapkan mampu mereview konsep dan mekanisme pelaksanaan Paket. ‘’Peserta diharapkan mampu memahami konsep dan mekanisme, agar Pemkab dan stake holder mempunyai komitmen

dalam mendukung kegiatan P2KP Advanced. Untuk mencapai tujuan dan memberikan manfaat kepada para peserta, kami menerapkan proses belajar mengajar orang dewasa. Di mana dalam seluruh proses belajar mengajar, peserta turut berperan sebagai nara sumber untuk saling memperkaya pemahaman masing-masing dengan menggunakan pendekatan pendidikan kritis,’’ terang M Haris Cahyono SH. Sementara itu, Asisten I bidang Administrasi Pemerintahan Sekda Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa, menjelaskan, program P2KP yang dilaksanakan tersebut haruslah didasarkan pada data-data yang valid. Diantaranya mengenai kelompok sasaran (warga miskin) dan kondisi riil kemiskinan yang terjadi. ‘’Pengelolaan program juga harus transparan. Artinya, seluruh warga mempunyai hak untuk mengakses informasi dan pihak pengelola program berkewajiban untuk menyediakan informasi mengenai program dan pelayanan yang dibutuhkan warga,’’ jelasnya. Pemerintah dan pengelola program, lanjut Bagas, harus dapat mempertanggung jawabkan

semua kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sehingga, diperlukan pemimpin-pemmpin yang tidak hanya unggul otak dan terampil, tetapi juga unggul dalam komitmen, tabiat perilaku, dan punya hati terhadap rakyat. ‘’Keterlibatan warga masyarakat sangat diperlukan. Baik dalam pengambilan keputusan maupun kontrol terhadap penyelenggaraan program. Pemerintah dan para pihak pengelola program harus memberikan ruang sebesar-besarnya agar warga bisa mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi,’’ tandasnya. Selain itu, lanjut Bagas, diperlukan pula anggaran yang proporsional dengan aspekaspek permasalahan seperti halnya kesehatan, pendidikan, air bersih, dan lain sebagainya, sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah. ‘’Adanya kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus didasarkan kepada kejujuran dan niat baik. Bahwa pengembangan program semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat, bukan untuk mencari kepentingan pribadi atau golongan,’’ pungkasnya. (aan)

SLAWI - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal, untuk menambah jumlah pasokannya berencana memanfaatkan debit air Sungai Gung. Sayangnya ide brilian tersebut ditolak sejumlah petani yang ada di Kabupaten Tegal. Mereka hawatir, program pemanfaatan air Sungai Gung, pasokan air untuk petani yang ada di wilayah Kabupaten Tegal akan terganggu, sehingga akan berdampak pada rusaknya tanaman atau puso. Hal ini terungkap dalam sosialisasi pemanfaatan sumber air Kaligung untuk penambahan debit air baku PDAM yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Hotel Kudus, Selasa (12/ 1) kemarin. Seperti diungkapkan Muarif, Pengurus Pelaksana Teknis Pengairan, meski janji PDAM hanya akan memanfaatkan Sungai Gung di waktu musim penghujan, namun hal tetap akan mengganggu pertanian. Pasalnya, meski masih dalam musim penghujan bendungan Danawarih mati sendiri. Hal ini menyebabkan petani selalu kerja bakti setiap minggu untuk perbaikan perairan sawah. Tidak hanya itu, pada bulan 5 dan 6 (Mei-Juni, Red) petani sudah mulai melakukan sistem gilir untuk mendapatkan air dari sungai tersebut. Apabila dalam waktu tersebut air Sungai Gung juga diambil untuk pasokan PDAM, maka dipastikan petani akan terganggu. Atas dasar tersebut, pihaknya menolak pemanfaatan air sungai Gung untuk memenuhi kebutuhan PDAM Kota Tegal. “Saat musim penghujan saja (Mei-Juni, Red) petani sudah harus mendapatkan pasokan air secara gilir. Jika PDAM ikut mengambil, kebutuhan air untuk petani pada waktu tersebut akan terganggu, untuk itu, saya atas nama petani menolak rencana tersebut,” papar Muarif di hadapan peserta sosialisasi pemanfaatan sumber Kaligung untuk penambahan debit air baku PDAM. Petani lainnya Iswanto menyatakan, meski maksud tuju-

an PDAM tersebut sangat bagus, namun program tersebut tidak bisa dilaksanakan saat ini. Sebab, bendungan Danawarih kontruksinya sudah sangat buruk. Hal tersebut menyebabkan distribusi air ke lahan persawahan di Kabupaten Tegal terganggu. Bahkan sesuai informasi, tahun 2010 pemerintah akan melakukan perbaikan, namun pada kenyataannya, hal itu belum terealisasi. “ Untuk itu, kami minta kepada PDAM untuk menunda program pengembangan air minum dengan memanfaatkan air Sungai Gung sebelum ada perbaikan terhadap bendungan Danawarih,” ungkap dia di hadapan hadirin. Sementara itu, Kasi Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juawana Bambang Astoto mengatakan, ia melihat PDAM akan melakukan pemanfaatan terhadap air Sungai Gung, itu perlu didukung. Mengingat program tersebut merupakan pengembangan untuk pengadaan air minum. Sehingga dalam hal ini, petani bisa memberikan sebagian air Sungai Gung yang awalnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian bisa diberikan kepada PDAM guna kepentingan pengadaan air bersih. “Air bersih merupakan pokok masyarakat. Untuk itu, petani bisa memberikan kesempatan kepada PDAM agar bisa memanfaatkan air Sungai Gung guna mendapatkan tambahan pasokan air bersih yang nantinya diberikan kepada masyarakat,” pintanya. Direktur PDAM Kota Tegal M Iqbal SE MM di hadapan ratusan petani Kabupaten Tegal mengatakan, dalam program pemanfaatan air Sungai Gung, PDAM hanya akan mengambil debit air 250 liter per detik. Pemanfaatan juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Iqbal menambahkan, terhadap pemanfaatan air sungai, hal itu sudah dilakukan berbagai kajian antar PDAM dengan Balai Besar. Dari hasil kajian tersebut, maka PDAM hanya akan mengambil debit air Sungai Gung di luar bulan Agustus, September dan Oktober. Hal itu dikarenakan, pada bulan tersebut sedang terjadi puncak musim kemarau. (cw3)


ENTERTAINMENT

RABU 13 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Gary-Richa

Perseteruannya Dipicu Api Cemburu BUNGKAMNYA Richa Novisha atas penyebab per-

ceraiannya dengan Gary Iskak ternyata cukup beralasan. Ternyata Richa kini memfokuskan perhatiannya pada kesehatan ibundanya yang didera sakit. Wajar saja dirinya tak mau berkomentar dulu soal kesimpangsiuran penyebab retaknya rumah tangga yang dijalin bersama Gary. “Dia

sempat bingung kenapa masalahnya jadi begini, tapi sekarang dia pasrah dan siap menjalani proses pengadilan (cerai). Sekarang dia tinggal sama orangtuanya di Bogor, ngurus ibunya yang sakit. Kasihan ibunya shock,” kata Noor bt Muhammad saat diwawancarai KapanLagi.com di Jl. Markisa No. 23, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1) siang. Noor atau yang akrab disapa Umi Nung adalah guru spiritual Richa, lebih jauh mengindikasikan bahwa hubungan Icha,

sapaan akrab Richa Novisha, tak direstui oleh kedua orang tua Icha. Dan mengenai permasalahan rumah tangganya, Icha sudah berkonsultasi dengan dirinya. “Icha memang terbuka sama saya. Tadinya dia mau ngomong ke teman-teman (wartawan) karena dia merasa di pihak yang benar, tapi sekarang dia ngurus ibunya dulu. Mungkin nanti dia akan ngomong,” papar Umi Nung. Soal permasalahan Icha, Umi Nung memberikan penjelasan

singkat bahwa pemicu perseteruan di antara mereka adalah rasa cemburu. “Gary cemburu. Umi mau klarifikasi bahwa nggak ada itu anaknya orang lain. Itu pure anaknya Gary. Kalau ada keraguan, silahkan aja tes DNA. Pihak ketiga itu tidak ada,” tegas Umi. Lalu, bagaimana dengan kabar nikah siri Richa dan Gary? “Kalau dibilang Icha sama Gary nikah siri, itu tidak benar. Mereka sudah sah nikah di KUA Bogor,” pungkasnya. (kpl/adt/bun)

VELOVE VEXIA

Enjoy Tinggal di Los Angeles BAGI Velove Vexia, hidup di luar negeri nampaknya jadi pengalaman mahal yang tak terlupakan. Betapa tidak

setelah sempat merasa tak nyaman hidup di Perancis, kini ia justru mengakui enjoy menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat. “Aku sebenarnya dari Prancis pindah ke LA, terus baru ke Indonesia di sana dalam rangka kuliah,” ujar putri O.C Kaligis itu. “Di Prancis berat banget di sana aku benar-benar sendiri, ternyata nggak segampang itu, banyak kejadian ngeri. Ya terus aku pindah ke LA kalau di sana bisa nyetir sendiri lebih aman, di Prancis nggak bisa, karena banyak cowok-cowok yang reseh. Tadinya aku mau ke New York tapi nggak jauh beda dengan cuaca Paris jadi mending LA aja sudah kayak Jakarta,” imbuhnya menerangkan. Selanjutnya dara yang terdaftar di Jurusan Bisnis University of Santa Monica, Los Angeles itu juga mengutarakan kenikmatan yang ia

rasakan setelah menjalani hariharinya di LA. “Nggak terlalu di LA banyak temen orang Indonesia, kalau susah ada yang nolongin,” tandasnya saat ditemui di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta, Selasa (12/1). (kpl/gum/bar)

Hanya PWI yang Akui Wartawan Infotainment

Peresmian Pasar Bandung Kimpling

BEDA pandangan soal peran jurnalis media infotainment masih menjadi perdebatan. Sebagian pandangan menyebut infotainment bukanlah wartawan, yang melekat sejumlah hak dan kewajiban, berikut etika jurnalis yang harus menjadi pedoman. Ilham Bintang, selaku sekre-

taris kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sekaligus pemilik sebuah Production House Infotainment, berpendapat jika kerja infotainment tidak memiliki perbedaan, sebagaimana wartawan lain. “Kerja infotainment itu sama dengan wartawan yang lainnya, ada yang nonton juga, ada

“Kami tekankan pada personil agar mereka dalam menjalankan tugas berpatroli lebih sopan, dan ramah pada para pengunjung. Pengadaan mobil khusus kali ini sebagai bentuk peningkatan mobilitas polisi pariwisatas,” terangnya. Dia juga menambahkan pengadaan mobil penunjang personil obyek vital sebagai jawaban instruksi Presiden nomor 16 tahun 2005 tentang pembangunan kebudayaan dan pari-

dari halaman 3 sekarang. Tetapi membutuhkan waktu tiga bulan untuk bisa mengatakan ramai tidaknya pasar tersebut. “Kalau saat ini rame memang rame. Mungkin masyarakat masih penasaran ingin melihat dan mencoba berbelanja di pasar yang baru. Namun itu tidak tahu bisa bertahan sampai kapan. Jika kuat sampai tiga bulan ya berarti pasar tersebut

wisata. “Dimana dalam point tersebut juga tertuang upaya peningkatasn mobilitas polisi pariwisata,” terangnya. Mobil penunjang operasional personil pengaman obyek vital tersebut akan digunakan pada malam hari untuk sambang wilayah disejumlah tempat hiburan malam, dan memonitor aktifitas pengunjung pantai alam indah. Diharapkan dengan kelengkapan baru yang dimi-

likinya akan menggugah kesadaran warga penikmat tempat hiburan untuk mulai menertibkan diri, sebelum ditertibkan oleh petugas. “Bagi pengunjung yang kedapatan melanggar etika selama berada ditempat hiburan akan kita jaring, dan kita beri pengarahan. Selebihnya pemilik tempat hiburan juga kami beri teguran untuk lebih menertibkan usahanya, sesuai peruntukan,” tegasnya. (her)

20 Persen Tanah Belum SHM

Penegerian UPS Setengah Hati dari halaman 3 prosedur semacam itu tapi hanya bersifat koordinasi. Dengan kondisi semacam ini, pihaknya mensinyalir ada upaya politisasi akademis yang dilakukan YPP maupun UPS karena isu penegrian dijadikan alat untuk menarik calon mahasiswa sebanyak-banyaknya. Hal ini dikuatkan fakta, sampai saat ini proses tersebut belum dilakukan oleh YPP maupun

UPS. “Daripada mengurusi UPS yang proses penegriannya hanya setengah hati, maka kami memberikan masukan kepada Pemkot untuk menarik Unes ke Kota Tegal. Lahan 10 hektar tersebut diserahkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan Gedung Unes,” paparnya. Diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Prof Dr H Tri Jaka

Kartana Msi meminta sebaiknya mahasiswa tidak menghabiskan waktu di jalanan untuk menyuarakan tekadnya mendukung perubahan status penegrian kampus. “Toh, saya (rektor-red) dan yayasan kini tengah bersinegi mewujudkan alih status secara serius dan transparan,” ungkap Tri Jaka saat menyikapi aksi yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Peduli Penegerian (GMPP) baru-baru ini.

“Kami dan YPP akan menggelar rapat koordinasi sebelum menghadap Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) di Jakarta. Informasi terkahir yang kami terima, Pemkot dan Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) akan mendatangi Dirjen Dikti untuk berkonsultasi terkait teknis yang harus dilalui menuju peralihan status penegerian tersebut. Kami juga akan ikut mendampingi mereka,” terangnya. (hun)

dari halaman 3 Dikatakan, di Kabupaten Tegal terdapat 101 warga yang positif terinfeksi HIV. Dan 20 diantaranya meninggal akibat virus tersebut. Kemudian di Kota Tegal, terdapat 12 orang positif HIV/AIDS, dua diantaranya sudah meninggal dunia. “Saat ini PKBI sedang mendampingi 37 penderita virus mematikan itu. Dan dari jumlah tersebut 13 orang diantaranya sudah meninggal dunia. Sehingga tersisa 24 orang dengan rincian dari Kota Tegal 7 penderita, Kabupaten Tegal 11 penderita, dan 6 penderita dari Brebes,” katanya disela-sela pertemuan jejaring stakeholder dan mitra LSM HIV/AIDS.

Sementara, Kasi Penanggulangan dan pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, Imam Sahadat, membenarkan bahwa sejak April 2008 hingga Oktober 2009 12 warga Kota Tegal positif terinfeksi HIV/ AIDS. Dari jumlah tersebut dua diantaranya meninggal dunia. “Yang pasti sudah ada dua orang warga Kota Tegal yang meninggal akibat HIV/AIDS. Ini berdasarkan laporan dari klinik VCT RSU Kardinah,” katanya. Pada bagian lain, Joko Purwanto SKep Ns selaku konselor klinik VCT didamping Dyah Marheningsih SKM menambahkan, sebanyak 47 pasien klinik Voluntary Conselling and Testing (VCT) RSUD Kardinah telah positif terinfeksi

dari halaman 3 sertifikat tanah. Sehingga harapannya dengan program tersebut semua tanah di Kota Tegal memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM),” ujar Hari. Camat Margadana MH Afin Sip membenarkan banyaknya tanah warganya yang belum disertifikat. Dari luas wilayahnya 12,63 km persegi baru sekitar 50 persen lebih yang

sudah SHM. “Sisanya belum memiliki. Sebab, tanahnya kebanyakan masih berfungsi sebagai sawah. Selain itu masyarakatnya juga masih banyak yang berekonomi rendah. Jadi mereka takut dengan biaya proses pembuatan sertifikat yang terkenal mahal. Kemudian karena pemilik pertamanya sudah meninggal dan masih banyak lainnya,” jelas Afin.

Karenanya dengan program Larasita yang dikeluarkan oleh BPN dia sangat mendukung sekali. Sebab, dapat membantu masyarakat yang ekonominya rendah ingin menyertifikatkan tanahnya. Selain itu, juga dalam proses pembuatannya juga lebih dekat dan mudah. Dengan demikian semoga kesadaran masyarakat menyertifikatkan tanahnya semakin meningkat. (cw1)

Perjuangan Lima Caleg Kandas dari halaman 3 2004, tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan ketentuan lain yang bersangkutan. “Karena ini sudah putusan PTUN Semarang, maka kami minta kelima Caleg untuk legawa. Namun kalau mereka melakukan upaya hukum lain, kami

juga siap menghadapinya,” kata Saefur Rokhim. Terpisah, salah satu Caleg Imam Syafudin, menyatakan akan melakukan upaya perlawanan hukum lain, karena di PTUN Semarang tidak masuk materi. Tapi hanya menolak, karena bukan kewenangannya. Namun penyusunan perlawan hukum ke Pengadilan Negeri

akan dilakukan, setelah pihaknya menerima petikan putusan tersebut. “Kami tetap optimis dapat memenangkan gugatan, walaupun harus melalui PN. Karena materi gugatan kami sangat kuat, sehingga kami berharap PN Tegal bisa menyidangkan dan mengabulkan gugatan kami,” ungkapnya. (hun)

Gugah Kesadaran Hukum

Tahun 2020 Terancam Booming Selama ini, penanggulangan virus tersebut menggunakan dana yang diperoleh dari Global Fund AIDS, TBC, Malaria (GFATM), dengan cara sistem kerja kontrak. Namun Maret mendatang kontrak itu akan habis. “Karenannya, kami mengajak stake holder tiga daerah untuk membicarakan masalah penanggulangan virus mematikan ini. Karena diprediksi pada tahun 2020 kasusnya akan meningkat hingga 10.000 kasus. Selama ini dana yang dialokasikan APBD untuk menanggulangi penyakit tersebut sangat minim. Mudah-mudahan dengan pertemuan jejaring ini, kedepan alokasi dana dari APBD untuk penanggulangannya bisa memadai,” ujar Joko.

Selain itu juga didepan ada 11 kios yang nantinya mulai ditempati setelah peresmian,” terangnya. Mengenai pengundian tempat pedagang lama lebih didahulukan. Sedangkan pedagang baru menyesuaikan setelah yang lama memperoleh tempat. Dari hasil pengundian tidak ada yang komplain mengenai tempat. Hanya pedagang Blok C yang meminta untuk dibuatkan akses dari belakang pasar. (*)

wartawan. Tapi PWI juga tidak memaksa mereka untuk mendaftar di PWI atau tidak. Karena dari empat lembaga Pers hanya PWI yang menghargai dan mengakui infotainment itu adalah wartawan. Dalam acara konselerasi internal, legalitas formal infotainment sebagai wartawan,” tegasnya. (dar)

Niat dan Kesempatan dari halaman 3 Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Pam Ovit AKP Evi Wijayatni didampingi Kanit Polisi Pariwisata Aiptu Bambang SW menyatakan didukungnya sarana mobil operasional, diharapkan personil mampu mengemban tugas patroli diobyek- obyek vital termasuk dilingkungan obyek wisata Pantai Alam Indah.

memang ramae,” imbuhnya. Kepala Pasar Bandung Kimpling Ropii membenarkan masih banyaknya permasalahan yang belum kelar. Seperti tempat parkir yang belum tertata. Pengambilan sampah yang belum setiap hari. Permintaan pembuatan pintu belakang dan akses jalan. Serta masih banyak lagi masalah yang lainnya. “Pasar baru ini memiliki tiga blok yakni A, B, dan C dengan jumlah petakan sebanyak 582.

yang suka juga. Cara kerja mereka juga rutin kok tiap hari menjalankan tugas dan fungsi jurnalistik. Kita ingin mengangkat martabat infotainment,” ungkapnya di Gedung Dewan Pers di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/1). “PWI juga telah mengingatkan bahwa infotainment itu

HIV. Jumlah ini berdasarkan data kunjungan selama 1 tahun sebanyak 914 orang. Namun saat ini hanya 16 penderita saja yang menjalani pengobatan. ‘’Sebagian karena mereka tidak mau kembali lagi ke sini (Tegalred), ada juga yang memang kandungan CD4 atau kekebalan tubuhnya masih tinggi,’’ ungkap Menurut Joko, jumlah ini diprediksi jauh dari kondisi yang ada di lapangan. Sebab, kesadaran masyarakat yang beresiko tertular HIV/AIDS masih sangat sedikit. Terbukti dari tingkat kunjungan yang datang langsung ke klinik VCT masih minim. ‘’Kebanyakan yang datang kesini setelah mengalami gejala atau perubahan pada dirinya,’’ ungkapnya. (cw1)

dari halaman 3 Gelar pelatihan PKS tingkat pelajar tersebut secara simbolis dibuka wakapolresta Kompol Basuki Spd dengan menyematkan pita pada salah satu peserta dihalaman mapolresta. “Materi yang akan kami berikan mencakup semua hal diantaranya pengetahuan PPGD atau Pertolongan Pertama Gawat Darurat, UU nomor 22 tahun 2009 tentang aturan lalu lintas dan angkutan jalan, hingga pengetahuan TPKP lantas,” terangnya disela-sela memantau prosesi pelatihan, Selasa (12/1). Terpisah, Kasubag Binmas AKP Karyono menyatakan dalam pelatihan ini juga akan disisipkan materi bahaya kena-

kalan remaja seperti akibat pengaruh narkoba, disamping PBB, dan pengaturan lalu lintas. “Nantinya juga akan diberikan praktek lapangan pengaturan lalu lintas. Dan setelah mengikuti rangkain pelatihan akan dilakukan tes dan eva-

luasi sebelum, diakhiri dengan ujian. Dalam pelatihan ini bagi mereka yang lulus akan diberikan sertifikat,” terangnya. Ditambahkan, seluruh pemberi materi adalah para perwira yang bertugas dibidang kajian masing-masing. (her)


CMYK

METROPOLIS

RABU, 13 JANUARI 2010

10

RADAR TEGAL

Warung Makan Sego BAE

Komplit dengan Udang ’Narkoba’ Bikin Ketagihan SEBAGIAN besar orang Indonesia tidak mau menyebut dirinya sudah makan apabila belum bertemu nasi. Selain itu sambal menjadi menu wajib saat menyantap makanan. Hal inilah yang disuguhkan warung makan Sego BAE dengan mengandalkan nasi komplit lauk, sayur dan sambal merah hijau. Warung yang berlokasi di Jalan Kapten Ismail Nomor 31 Kota Tegal dibuka sejak November 2009 lalu. Udang kriuk khas Sego BAE menjadi andalan karena disukai banyak pelanggannya. Bahkan udang goreng renyah ini disebut udang ‘narkoba’ karena bikin ketagihan. ‘’Kami sengaja menyuguhkan makanan yang sudah biasa dilidah,’’ ungkap Jungky Junanto selaku pemilik WM Sego BAE. Dimana orang Indonesia sebagian besar menyukai sambal dan nasi serta lauk yang ada. Makanya dia menyebut warung makan miliknya dengan Sego BAE yaitu dari singkatan Bandeng, Ayam dan Empal sebagai menu utama. Sebab, lauk ini sudah biasa dilidah dan banyak dicari pelanggan. Konsumen juga disuguhkan dua macam sambal yaitu sambal abang dan ijo sebagai variannya. Sayur asam dan srundeng semakin melengkapi menu terutama saat makan siang. Untuk bisa menikmatinya, kita tidak perlu merogoh kantong cukup dalam. Hanya dengan Rp 13 ribu untuk sego bandeng komplit dan Rp 15 ribu untuk sego ayam komplit atau sego empal komplit. Apabila

Berawal dari Rasa Penasaran MEMBANGUN usaha di bi- satu pusat perbelanjaan Kota dang kuliner sebelumnya tidak Tegal ini. ‘’Soal masakan saya yang pernah terbayang oleh Maria tangani sendiri, unSri Utami, pemilik tuk penyajian atau warung makan Sehanya sekedar mego BAE. nggoreng baru karWanita yang akyawan,’’ ungkapnya. rab disapa Yaya ini Pemilihan menu mengaku mengayang disuguhkan di wali usahanya terWM Sego BAE ini sebut dari rasa pediakuinya karena panasaran. ling dekat dengan ‘’Kebetulan salidah kita. Yaitu menu ya doyan sekali utama makanan Indomakan dan menMaria Sri Utami nesia nasi dan samcicipi di berbagai temp a t m a k a n y a n g ada,’’ bal. ‘’Makan belum lengkap tanungkapnya. Rasa makanan yang disantapnya menimbul- pa sambal, urusan lauknya bisa kan rasa penasaran dan ingin belakangan,’’ ungkapnya. Yaya memilih bandeng, ayam mencobanya sendiri di rumah. Dari sinilah Yaya semakin dan empal karena memang bagemar memasak dan mencoba nyak penggemarnya juga. Sesegala menu yang ada. Hingga dangkan untuk sayur asam dan akhirnya memutuskan untuk tempe serta tahu menjadi pemembuka usaha kuliner dekat lengkap yang juga hampir wajib di kediamannya di Jalan Kapten ada. Diakui Yaya, selain sebagai Ismail nomor 31 Tegal. Semua urusan bahan dan ladang usaha kegiatan ini juga olahan ditangani sendiri oleh dilakukan untuk pergaulan pemilik tenan aksesoris di salah sehari-hari. (ela) LAELA NURCHAYATI/RATEG

KHAS - Udang kriuk khas Sego BAE menjadi andalan karena disukai banyak pelanggannya. Bahkan udang goreng renyah ini disebut udang narkoba karena membuat penikmatnya ketagihan.

ingin membawa pulang lauknya saja, kita juga bisa mendapatkan bandeng presto goreng ala Sego BAE dengan bandrol Rp

8.000 per porsi. Sedangkan untuk empal dan ayam goreng ala Sego BAE seharga Rp 10.000 per porsi.

Minuman disini juga cukup beragam. Mulai es teh manis dan tawar serta es jeruk dan wedang jeruk biasa atau super.

‘’Untuk jeruk super hanya dari perasan air jeruk saja, tidak menggunakan air puih,’’ pungkasnya. Tertarik mencoba? (ela)

Aman Menyimpan dan Mengolah Buah Serta Sayur SAYUR dan buah merupakan sumber nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Jenis makanan ini terbilang sangat baik disantap dalam keadaan segar. Namun kadangkala sumber nutrisi ini tak langsung dikonsumsi, tapi ada banyak orang yang menyimpannya dalam waktu yang cukup lama. Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Karena itu, perlakukan bahann makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin. Cara mengolah makanan juga berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Kesalahan dalam memilih sayur dan buah yang tidak segar serta cara penyimpanan yang tidak benar, terkadang juga membuat kita gigit jari dan membuang makanan yang telah dibeli ke tong sampah. ‘’Semakin sedikit pemrosesan, makin baik,’’ ungkap Dhoni Susanto kepala Koki RS Mitra Keluarga Tegal didampingi Ahli Gizi Eka. Sebab kandungan gizi yang ada pada buah atau sayur tidak hilang akibat pemanasan yang

dilakukan saat memasak. Apalagi untuk buah-buahan, hanya beberapa jenis buah yang dimasak untuk menghilangkan getah dan menjaga kecantikan waranya saja. Seperti buah apel dan pear dikukus sekitar 3 menit saja untuk menghilangkan enzim bromelin penyebab browning atau warna kecoklatan pada buah. Langkah ini dilakukan agar warna buah masih tetap cantik saat disajikan. Sebab, selain rasa dan manfaat yang terkandung dalam makanan, penyajian juga menjadi hal penting pada makanan tersebut. Mengukus sayuran melindungi lebih banyak zat gizi dan rasa sayuran segar daripada direbus yang melarutkan beberapa zat gizi ke dalam air. Memasak menggunakan microwave juga melindungi zat gizi pada sayuran. Selain itu hindari memotong sayuran terlalu lama sebelum dimasak. Jarak yang terlalu lama antara saat memotong sayuran atau buah dengan memasak bisa menimbulkan kerusakan. Sebab, potongan sayur maupun buah dapat terpapar panas, cahaya, dan oksigen, yang

dapat merusak zat gizi. ‘’Lebih baik potong sayuran atau buah saat akan dimasak atau dimakan,’’ tambahnya. Sebab panas, cahaya, dan oksigen merupakan tiga perusak alami vitamin pada buah dan sayuran. Walau demikian, memasak dengan proses yang minimal dan metode penyimpanan dapat mempertahankan zat gizi. Nilai gizi makanan segar lebih

baik dibandingkan yang dibekukan. Namun gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan. Pada proses penyimpanan sayuran hijau, sebaiknya sayur dalam keadaan kering. Untuk penyimpanan yang

lebih lama dan awet, sayuran dibungkus atau dilapisi kertas ataupun plastic. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyerapan air yang terkandung dalam sayur saat disimpan di dalam lemari pendingin. Sehingga sayuran yang kita simpan tidak mudah mongering. Sementara untuk beberapa buah-buahan, juga memerlukan perlakukan berbeda. Seperti halnya anggur sebaiknya dipisah antara yang rusak dan yang masih bagus. Bungkus sisa anggur dengan dengan kantong plastik atau wadah kedap udara agar kelembapannya terserap sehingga mencegah tumbuhnya jamur. Sebelum dikonsumsi, jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu. Sedangkan untuk tomat sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin pada wadah kedap udara, terutama tomattomat berwarna merah yang sudah matang. Suhu dingin akan memperlambat perkembangan rasa, dan nutrisinya. ‘’Buah yang tidak bagus disimpan di lemari pendingin adalah pisang, karena akan mempercepat proses pematangan atau pembusukan,’’ pungkasnya. (laela nurchayati)

Nasi Timbel Pondok Makan Kabayan

Sajikan Menu Lengkap; Menu Empat Sehat SETELAH belanja atau sekadar jalan-jalan di mall kurang lengkap rasanya bila belum mengisi perut kita. Salah satu alternatif yang bisa kita kunjungi adalah Pondok Makan Kabayan di upper floor nmor 21-22 Rita Supermall Tegal. Pasalnya grup Restoran Pringsewu ini menyuguhkan menu lengkap empat sehat hanya dalam satu porsi. Ya, kita bisa mendapatkan semua zat gizi makanan mulai karbohidrat, protein, serta vitami dari isi menu tersebut. ‘’Menu ini lengkap mulai nasi, sayur, lauk, serta buah, semuanya komplit,’’ ungkap Gusman selaku marketing Pondok Makan Kabayan. Selain itu sambal yang disuguhkan juga bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Diantaranya sambal tomat, sambal lombok ijo, sambal teri, sambal bul gobal gabul serta sambal trenjeng. Nasi yang dibungkus daun pisang memiliki cita rasa dan aroma tersendiri. Belum lagi ayam, jambal roti, serta tahu dan tempe sebagai lauk pauknya. Kesegaran sayur asam semakin

CMYK

Es Gamelan (harga Rp 9.200) Resep: Pondok Makan Kabayan Bahan: - Nangka - Tape Singkong - Tape Ketan - Alpukat - Kelapa muda - Santan - Susu putih - Gula jawa

menarik hati untuk segera menyantap menu andalan ini. Pelanggan juga bisa menikmati es goyang duyu gratis tanpa dipungut biaya setiap pembelian menu Nasi Timbal ini. Program gratis tersebut berlaku hingga akhir Januari 2010. Program lain yang disuguhkan adalah gratis jus setiap pembelian minimal Rp 45 ribu. Promo ini juga berlaku untuk kelipatannya. ‘’Kon-

sumen boleh memilih jus apa saja untuk program ini,’’ tambah Gusman. Apabila anda tengah sibuk untuk datang langsung, bisa pesan melalui nomor 0283-340626. Untuk wilayah Kota Tegal pesanan bisa dalam jumlah berapapun. Beragam menu penyet dan es gamelan menjadi alternatif lainnya untuk mencoba makanan di Pondok Makan Kabayan. (ela)

Cara membuat: - Gula merah cair: gula merah dipanaskan dan direbus dengan daun pandan. Cara penyajian: - Seluruh buah ditata dalam gelas - Kemudian diatasnya diberi es serut - Buah dan es serut diberi gula merah dan susu putih - Siap dihidangkan

Healthy Food Jus Mix Mitra Oleh: Ahli gizi RS Mitra Keluarga Tegal Bahan: - buah melon 75 gram - buah jambu biji 75 gram - air 200 cc Kandungan zat gizi: Energi 75 kal Karbohidrat 24 gr Fiber/Serat Vitamin Cara membuat : - Buah jambu biji dan melon dicuci lalu dikupas dan dibuang bijinya - potong kecil-kecil lalu masukkan ke blender - Tambah air dan blender hingga halus - Siap dihidangkan Penurun Kolesterol dan Meningkatkan Trombosit Khasiat buah melon dan jambu biji sangat besar bagi kesehatan kita. Kandungan serat dan air yang tinggi dapat membantu menggantikan cairan tubuh dalam waktu cepat. Hal ini sangat baik khususnya bagi penderita demam berdarah, disamping dapat meningkatkan trombosit darah dari zat yang terkandung dalam buah jambu biji. Sementara serat yang ada dalam buah juga mampu menurunkan kolesterol. Untuk membuat jus, pilih melon dan jambu biji yang segar, matang dan tidak busuk. Resep ini juga bisa ditambah dengan gula selain bagi penderita diabetes melitus (DM). (ela)


CMYK

RABU, 13 JANUARI 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

11

The Reds Coba Jalur Lain

TETAP NGOTOT BARCELONA - Teka-teki masa depan Josep Guardiola di Barcelona mulai menemukan titik terang. Sumber yang dekat dengan pria 38 tahun itu mengungkapkan bahwa dia tidak akan meneken perpanjangan kontrak dengan Barcelona jika keinginannya tidak terpenuhi. Yakni, kepastian Barca memboyong playmaker Arsenal Cesc Fabregas musim depan. Selama ini, kabar bahwa Barca tengah mendekati Fabregas memang santer terdengar. Manajemen bahkan menggunakan pendekatan personal untuk merayu gelandang 22 tahun tersebut. Namun, Fabregas belum menyatakan ketertarikan. Nah, karena upaya manajemen tidak membuahkan hasil, kabarnya Guardiola sendiri yang akan turun tangan. Guardiola mengatakan, dirinyalah yang akan menentukan masa depan Fabregas. Dan sebaliknya, sukses atau tidaknya Barca merekrut kapten The Gunners (sebutan Arsenal) tersebut, akan berpengaruh pada keputusannya memperpanjang kontrak dengan club Catalan tersebut. “Sebenarnya, kemungkinan Pep (panggilan akran Guardiola) memperp a n j a n g kontrak itu sangat besar. Dia juga bisa saja menulis syarat-syaratnya sendiri, mengingat apa yang sudah dia berikan kepada Barca sepanjang musim lalu,” ungkap teman dekat Pep, sebagaimana dikutip Daily Star. “Tapi dia ingin memastikan semua stafnya mendapat perpanjangan kontrak yang sama. Dan yang lebih penting, Pep ingin Barca membuat komitmen dengan Fabregas. Dia pemain yang paling diincar Pep, dan presiden klub pasti akan mengabulkannya. Karena dia juga ingin Pep mendapat semua sumber daya yang dibutuhkan,” lanjut sumber tersebut. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Barca menyiapkan 50 juta pounds (sekitar Rp 736,5 miliar) guna memboyong gelandang timnas Spanyol tersebut. Jumlah ini mungkin lebih kecil daripada tawaran Real Madrid, namun Guardiola yakin Fabregas bakal memilih Barcelona. Bagaimana tidak? Guardiola adalah senior Fabregas di Barcelona. Eks gelandang bertahan itu sudah menjadi pilar Bluagrana (sebutan lain Barcelona) ketika Fabregas masih mengasah diri di tim junior. Dalam sebuah wawancara dengan media Inggris, Fabregas pernah mengaku bahwa Guardiola adalah pemain favoritnya. (na/zul/jpnn)

Bek Reading, (kiri), akan kembali bentrok dengan Fernando Torres. GETTY IMAGES

SIAP TEKEN Pep Guardiola siap meneken perpanjangan kontrak asal Barcelona memboyong Cesc Fabregas.

GETTY IMAGES

The Citizens Sodok Empat Besar MANCHESTER - Performa Manchester City di tangan Roberto Mancini patut diacungi jempol. The Citizens (julukan City) terus melanjutkan tren kemenangan dan kini mereka sudah menjadi penghuni zona empat besar Premier League. Bermain di City of Manchester Stadium, markas City, tuan rumah tampil dominan dan menang telak 4-1 atas Blackburn Rovers 4-1 (2-0), kemarin dini hari. Striker asal Argentina Carlos Tevez mencetak hat-trick pada menit ke-7, 49 dan 90. Satu gol lainnya diceploskan Micah Richards (39?). Gol itu bermula dari aksi memukau Richards yang menggiring bola sejauh 80 meter dan melepas umpan kepada Benjani Mwaruwari. Sepakan Benjani mengenai tiang gawang dan bola muntah disambar Richards. “Malam yang hebat bagi kami. Carlos Tevez bermain sangat baik. Namun, saya kecewa karena kebobolan satu

CMYK

gol. Itu pemberian. Sangat penting bagi pemain untuk berkonsentrasi sepanjang laga,” ujar Roberto Mancini, manajer City, seperti dilansir Telegraph. Ya, City kebobolan satu gol, setelah kesalahan Vincent Kompany yang salah mengontrol bola di area pertahanan. Akibatnya, bola liar pun disambar Morten Gamst Pedersen dan sukses menaklukkan kiper Shay Given (71’). Suntikan tiga angka tersebut membuat City terdongkrak ke posisi empat klasemen dengan koleksi 38 poin dari 20 pertandingan. Mereka unggul satu angka atas Tottenham Hotspur yang berada di posisi kelima dengan 37 poin. “Saat ini jangan terlalu bangga dengan hasil di klasemen sementara. Belum penting saat ini, masih ada 17 laga tersisa dan kita akan lihat nanti apa yang akan terjadi. Tim ini tidak boleh kehilangan konsentrasi,” bilang Mancio lagi. (ham/zul/jpnn)

LIVERPOOL - Terseok-seok di Premier League dan tersingkir dari Liga Champions membuat kans Liverpool menyabet prestasi kian tipis. Tersisa Europa League dan Piala FA. Namun, itu pun tidak akan dilalui Liverpool dengan mudah. The Reds (julukan Liverpool) harus menjalani laga ulang (replay) di babak ketiga Piala FA. Mereka akan kembali bersua Reading, malam nanti, di Anfield, setelah pada bentrok sebelumnya Liverpool ditahan imbang 1-1 pada 3 Januari lalu. Baik Liverpool maupun Reading samasama memiliki kondisi fisik yang baik. Sebab, laga Liverpool melawan Tottenham Hotspur di Premier League (10/1) ditunda serta laga Reading melawan Newcastle United di Championhip (10/1) juga ditunda karena cuaca. Tidak berbeda dengan laga sebelumnya, manajer Liverpool Rafael Benitez bakal menurunkan pasukan terbaik yang dimilikinya. The Reds punya ambisi besar berprestasi di Piala FA setelah sulit meraih prestasi di Premier League musim ini. “Sebelum menghadapi mereka kami punya catatan bagus dengan dua kemenangan beruntun. Mental tanding juga bagus, tapi kami kesulitan lawan Reading. Kami harus bisa bermain lebih baik di laga nanti,” tutur Benitez, seperti dilansir Goal. “Ingat ini adalah Piala FA, di mana segalanya bisa terjadi. Tidak ada istilah tim besar selalu menang. Tanyakan saja kepada Leeds United tentang itu (Leeds kalahkan Manchester United). Namun, tim ini sedang percaya diri,” kata tactician asal Spanyol itu. Benitez dan Liverpool memang sedang berupaya agar di akhir musim ini mereka bisa meraih gelar. Gelar terakhir mereka adalah juara Piala FA pada 2006. Musim ini, seiring sulitnya persaingan di Premier League, Piala FA bisa jadi pelipur. “Saya masih ingat ketika menonton final Piala FA 2006 antara Liverpool dengan West Ham United, pertandingan yang menarik,” bilang Fernando Torres. (ham/ ADU CERDIK zul/jpnn)

GETTY IMAGES

ADU CERDIK – Bek Reading, (kiri), akan kembali bentrok dengan Fernando Torres.


ALL SPORTS

12

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

HARUS MENANG MADRID - Barcelona harus melupakan euforia kemenangan besar 5-0 di kandang Tenerife Minggu malam lalu. Dini hari nanti (14/1), mereka harus berjibaku di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, melawan tuan rumah Sevilla di ajang Copa del Rey. Tugas Barcelona jauh dari mudah. Mereka harus membalik defisit satu gol akibat kekalahan 1-2 pada leg pertama di Nou Camp pekan lalu. Saat ini, tidak ada satu faktor pun yang dianggap menguntungkan Barca. Termasuk, banyaknya pemain Sevilla yang cedera dan bekal kemenangan atas Tenerife di Liga Primera. Sebab, kondisi pekan lalu pun tidak jauh berbeda. Sevilla belum bisa diperkuat sejumlah pilarnya yang cedera, termasuk striker utama Luis Fabiano dan gelandang Adriano. Sebaliknya, Barca menurunkan pasukan lengkap, termasuk Lionell Messi dan Zlatan Ibrahimovic. Saat itu, mental Sevilla juga sedang hancur setelah ditaklukkan Atletico Madrid di liga. Namun, Barcelona cukup yakin kali ini bisa mengalahkan Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan. Salah satu yang jadi bekal kepercayaan Barca adalah rekor kandang Alvaro Negredo dkk yang memang jelek. Dalam dua pertandingan terakhir di stadion berkapasitas 45 ribu penonton itu, Sevilla selalu kalah. “Kami tahu, saat ini kami berada dalam bentuk terbaik, dan masih mungkin memenangkan semua trofi seperti musim lalu,” yakin ge-

landang Barca Xavi Hernandez sebagaimana dikutip Sport. “Kami masih bisa mengatasi Sevilla. Pada 90 menit pertama lalu kami sudah cukup bagus. Tapi masih ada 90 menit lagi yang harus dilalui, dan tim ini bisa menang di stadion manapun. Kali ini kami tidak boleh imbang,” tegas pria yang baru saja dinobatkan sebagai atlet terbaik Catalan 2009 tersebut. Setelah merebut enam trofi sepanjang tahun lalu, kemampuan Barca untuk mempertahankannya memang sempat meragukan. Penampilan mereka dianggap tidak sekonsisten musim lalu. Hanya keberuntungan yang membuat klub besutan Josep Guardiola itu belum kehilangan posisi puncak klasemen. Dalam pertemuan pertama lalu, Guardiola mengaku membuat kesalahan dalam menyusun starting line up. Meski lengkap di depan, Pep (sapaan Guardiola)

menganggap remeh sektor pertahanan. Defender pilar seperti Carles Puyol, Sergi Busquets, sampai Xavi diparkir di bangku cadangan. “Kami tahu, awal pertandingan memang tidak berjalan seperti yang kami rencanakan. Mungkin kami harus mengubah pola permainan,” papar Iniesta. (na/jpnn)

TUMPUAN LionelMessi (tengah) menjadi tumpuan lini depan Barcelona untuk mencetak gol. GETTY IMAGES

SUNTIKAN David Suazo (depan) diplot menjadi bomber anyar Genoa.

Kans Revans Tamu

Laga Pelampiasan Si Nyonya Tua

GENOA - Dalam jangka waktu tidak lebih dari satu pekan, dua kali Genoa harus meladeni Catania di Luigi Ferraris. Setelah sukses membekuk Catania 2-0 (10/1) di Serie A Liga Italia, Genoa kembali bersua lawan yang sama di pentas Coppa Italia. Ya, Genoa dihadang Catania pada babak 16 besar Coppa Italia. Bagi Catania, laga dini hari nanti, merupakan peluang mereka membalas dendam atas kekalahan tiga hari sebelumnya (Siaran Langsung Telkomvision pukul 00.30 WIB). Allenatore (pelatih) Catania Sinisa Mihajlovic tentu saja tidak ingin menelan kekalahan beruntun menghadapi lawan yang sama. “Kami sudah belajar dari kesalahan sebelumnya. Kami harus lebih tenang,” ujar pelatih asal Serbia itu, seperti dikutip Goal. “Kami juga menyadari atmosfer di Marassi (sebutan Luigi Ferraris) kerap membuat tim tamu tertekan. Kami telah merasakannya. Seharusnya para pemain tidak perlu takut dengan tekanan itu. Meski Genoa memang kerap bagus di kandang,” lanjut dia. Kubu Catania cukup percaya diri lantaran sejatinya mereka

TURIN - Kekalahan telak 0-3 dari AC Milan di pekan ke-19 Serie A Liga Italia membuat tekanan kian berat di pundak allenatore (pelatih) Juventus Ciro Ferrara. Belum lagi beberapa nama pelatih sudah mengapung sebagai penggantinya. Bukan situasi yang ideal bagi Ferrara untuk mempersiapkan Nyonya Tua (julukan Juve) bertarung melawan Napoli di Olimpico, Turin, di babak 16 besar Coppa Italia, dini hari nanti (Siaran langsung Telkomvision pukul 02.45 WIB). “Saya sudah tekankan sebelumnya dan saya akan bertahan. Saya tak akan meninggalkan kapal dalam situasi seperti ini. Saya harus fokus untuk mengubah tren negatif ini. Kami harus bisa saat melawan Napoli,” bilang Ferrara, kepada

mampu mengimbangi permainan Genoa saat bertarung pada pekan ke-19 Serie A. Sayang, kartu merah yang diterima bek Catania Giuseppe Bellusci membuat mereka tidak seimbang. Apalagi, Mihajlovic juga diusir dari lapangan karena dinilai terlalu keras melayangkan protes. “Kami tidak ingin melakukan pembelaan, tapi kalau saja 11 melawan 11, pertandingan akan berakhir imbang,” bilang Mihajlovic. Nah, karena itulah Catania datang dengan motivasi berlipat serta ambisi membalas dendam atas kekalahan sebelumnya. “Kami memiliki kesempatan membalas mereka di Coppa Italia dan kami akan kalahkan mereka,” koar Mihajlovic. (ham/zul/jpnn)

Sky Sport. Boleh saja Ferrara tetap percaya diri, tapi ada sederet problem yang harus dia atasi selain jebloknya mental tanding Giargio Chiellini dkk. Dia kehilangan sederet pilar penting, yang terbaru ada cedera yang menimpa Christian Poulsen. Kondisi itu membuat opsi di lini tengah kian tipis karena Mohamed Sissoko sedang membela timnas Mali di Piala Afrika 2010 dan Sebastian Giovinco serta Mauro Camoranesi cedera. Selain di lini tengah, masih ada beberapa pemain yang belum pulih. Di lini depan, opsi tersisa adalah Amauri yang paling fit, sedangkan Vincenzo Iaquinta dan David Trezeguet masih cedera serta Alessandro Del Piero belum pernah bermain

sebagai starter. Kiper Gianluigi Buffon juga belum bisa bermain. Problem besar bagi Juve lantaran Napoli sedang berada pada puncak permainannya selama musim ini. Sempat terseok-seok pada awal musim ketika masih dibesut Roberto Donadoni, kini di tangan Walter Mazzarri, Napoli tampil gemilang. Partenopei (julukan Napoli) belum pernah menelan kekalahan dalam 12 pertandingan di Serie A. Alhasil, Paolo Cannavaro dkk kini bersaing di zona empat besar Serie A Liga Italia. Mereka bahkan punya koleksi angka yang sama dengan Juve (33 poin). Sudah begitu, Napoli punya catatan bagus saat bersua Juve pada paro pertama musim ini di Olimpico, Turin, 31 Oktober lalu. (ham/zul/jpnn)


ALL SPORTS

RABU 13 JANUARI 2010

13

RADAR TEGAL

HANYA SATU POIN

SEPAK POJOK Hari Kedua Minim Penonton LUANDA - Sepi penonton. Itulah yang terjadi pada hari kedua Piala Afrika 2010. Laga Pantai Gading versus Burkina Faso di Estadio do Chiazi di Cabinda hanya disaksikan 5 ribu penonton. Sedangkan Malawi kontra Aljazair di Estadio 11 de Novembro, Luanda, kurang dari seribu penonton. “Ada sekitar 900 ribu tiket yang dijual selama Piala Afrika 2010. Separo dijual via online, sedangkan separo lagi di stadion,” kata Luis Nobre, adiministrator Sinfic (perusahaan yang mencetak sekaligus menjual tiket Piala Afrika 2010), kepada msn.com. “Tidak bisa dimungkiri, insiden Togo sangat berpengaruh terhadap penjualan tiket. Sebelumnya, penjualan tiket via online yang semestinya dijual 22 Desember 2009 molor sepekan,” tambah Nobre. Tiket Piala Afrika 2010 dijual paling murah USD 2,8 atau setara dengan Rp 26,5 ribu (kurs USD 1 = Rp 9.140) untuk kelas ekonomi. Sedangkan tiket termahal, tribun VIP, dijual USD 585 atau setara dengan Rp 5,3 juta. Panpel Angola memang tidak terlalu berharap mengeruk keuntungan dari penjualan tiket. Toh, berapa pun hasilnya tidak akan sebanding dengan bujet fasilitas yang mencapai triliunan rupiah. Selain perbaikan stadion, juga pembenahan sarana penunjang seperti bandara dan jalan raya. Tujuan menjadi tuan rumah Piala Afrika 2010 tidak lebih karena sebagai bentuk perayaan setelah terbebas konflik perang dalam negeri selama 27 tahun yang berakhir delapan tahun lalu. (dns/aww/jpnn)

GETTY IMAGES

TANPA GOL – Striker Pantai Gading, Didier Drogba, tak mampu menjebol gawang Burkina Faso.

GETTY IMAGES

AFRIKA BERSATU – Sejumlah pemain top dari negara di Afrika membubuhkan tanda tangannya di kostum Afrika Bersatu.

Promosi Kostum ‘Afrika Bersatu’ PIALA Afrika 2010 dijadikan sejumlah sponsor sebagai ajang promosi, tidak terkecuali Puma. Perusahaan aparel asal Jerman itu secara khusus merilis kostum yang diberi nama ‘Afrika Bersatu’. Kostum berwarna coklat tanah itu dipamerkan di Luanda kemarin setelah di-launching di Nairobi, Kenya, 6 Januari lalu. Afrika Bersatu telah disetujui FIFA sebagai kostum ketiga tim Afrika yang disponsori Puma. Artinya, kostum tersebut baru dipakai, apabila ada bentrok warna kostum antara dua tim yang bertanding. Dari 15 kontestan di Piala Afrika 2010, 12 di antaranya memang disponsori Puma. Kebanyakan tim besar mulai Mesir, Pantai Gading, Nigeria, Kamerun, Ghana, hingga Tunisia. Aljazair merupakan tim terbaru Afrika yang disponsori Puma, terhitung sejak 1 Januari 2010. “Kostum Afrika Bersatu sengaja didesain dengan warna mirip kondisi tanah di kebanyakan wilayah di Benua Afrika. Warna itu hasil campuran tanah dari beberapa negara Afrika seperti Afrika Selatan, Ghana, Pantai Gading, dan Kamerun,” kata Jochen Zeitz, chief executive Puma, sebagaimana dilansir Kicker. Zeitz menyatakan apabila penjualan Afrika Bersatu nantinya akan disumbangkan untuk berbagai proyek sosial di Afrika. Salah satunya dengan badan PBB yang mengurusi masalah lingkungan, UNEP. Satu kostum asli dibanderol 45 pounds atau sekitar Rp 663 ribu. (dns/zul/jpnn)

CABINDA - Pantai Gading gagal meraih hasil sempuran di awal Piala Afrika 2010. Favorit juara itu dipaksa bermain imbang tanpa gol kontra Burkina Faso di Stadio do Chiazi kemarin dini hari WIB (12/1). Sejak 1992, inilah kali pertama Pantai Gading gagal menang di laga awal Piala Afrika. Hasil imbang itu membuat persaingan di grup B bakal ketat. Dengan hanya diisi tiga negara seiring mundurnya Togo, hasil seri merupakan kerugian besar bagi Pantai Gading. Itu karena Burkina Faso dianggap sebagai tim terlemah di grup B dan lawan berikutnya Didier Drogba dkk adalah tim tangguh Ghana (15/1). “Tentu saja, saya sangat kecewa mengingat kami menciptakan banyak peluang. Hasil seri memang menyulitkan kami, namun kami masih tetap memiliki peluang lolos,” keluh Vahid Halilhodzic, pelatih Pantai Gading, sebagaimana dilansir AFP. Halilhodzic juga mengeluhkan permainan negative football Burkina Faso. The Stallions (julukan Burkina Faso) cenderung menunggu dan hanya berharap melakukan serangan balik. “Laga seperti itu ibarat jebakan karena tim lawan hanya bermain di setengah lapangan daerahnya saja,” tambah pelatih berkebangsaan Bosnia itu. Drogba ikut mengamini pernyataan pelatihnya. Striker Pantai Gading asal Chelsea itu menilai

Eto’o Bidik Rekor Ndaye SAMUEL Eto’o berambisi meraih predikat top scorer di Piala Afrika 2010. Namun, top scorer yang diinginkan bintang penyerang sekaligus kapten Kamerun itu bukan sekadar paling subur di antara pemain lain di Angola. Melainkan menembus gol dobel digit. Dengan kata lain, Eto’o ingin memecahkan rekor milik pemain Zaire Mulamba Ndaye yang menjadi top scorer Piala Afrika 1974 dengan koleksi sembilan gol. Berarti, Eto’o harus mampu mencetak sepuluh gol. Hingga kini, striker Inter Milan itu tercatat sebagai top scorer sepanjang masa Piala Afrika dengan koleksi 16 gol. “Target objektif saya adalah mengalahkan rekor Ndaye selain tentunya membawa Kamerun juara,” tutur Eto’o sebagaimana dilansir The Standart. “Saya tahu tidak mudah meraih sepuluh gol, namun tidak ada yang tahu dengan apa yang terjadi nanti,” tambah striker 28 tahun itu. Dalam dua edisi terakhir PIala Afrika (2006 dan 2008), Eto’o sudah membuktikan sebagai pemain paling haus

gol. Tapi, koleksi golnya hanya sampai lima gol di masing-masing edisi tersebut. Dengan total enam laga sampai final di Piala Afrika 2010, memang tidak mudah bagi seorang pemain bisa mengoleksi sepuluh gol. Kalkulasi sederhana, dia harus mencetak setidaknya dua kali hat-trick dan tidak absen mencetak gol di empat laga sisa. “Paling tidak, target meraih sepuluh gol bakal memacu motivasi saya selalu tampil seratus persen di setiap laga,” urai pemain terbaik Afrika 2003, 2004, dan 2005 itu. (dns/zul/jpnn)

Getty Images

KEDUA – Samuel Et’o mengincar top skorer Piala Afrika kedua kalinya.

timnya sudah bermain bagus dan ofensif. Dalam laga kemarin, Drogba dipasang sebagai tridente bersama dua penyerang yang berlaga di Ligue 1, Bakari Kone (Olympique Marseille) dan Gervinho (Lille). “Laga pertama selalu sulit. Namun, kesulitannya lebih karena mereka menumpuk sepuluh pemain di kotak penalti,” tuturnya. Kekecewaan kubu Pantai Gading bertambah dengan keputusan wasit Kacem Bennaceur asal Tunisia yang tidak menghadiahkan penalti saat laga baru berjalan dua menit. Yakni saat dirinya dijatuhkan di kotak 16 setelah menerima umpan terobosan Kolo Toure. “Di ruang ganti, asisten wasit mengatakan bahwa insiden itu seharusnya penalti,” terang Halilhodzic. Sebaliknya, Burkina Faso merespons hasil seri dengan suka cita. Pelatih Paulo Duarte mengatakan timnya telah belajar banyak dari dua kali pertemuan lawan Pantai Gading di kualifikasi Piala Dunia 2010. Di dua laga itu, Burkina Faso kalah terus. Masing-masing 2-3 di kandang sendiri pada 20 Juni 2009 dan 0-5 di kandang Pantai Gading pada 5 September 2009.“Dalam dua laga kualifikasi, kami terlalu berani bermain ofensif dan hasilnya kalah. Karena itu, kami memilih bermain sabar,” terang Duarte. Pelatih asal Portugal itu menepis tudingan timnya sengaja memainkan negative football. “Tim kami memang ditekan habis di babak pertama. Namun, kami mulai mengimbangi lawan di babak kedua,” kelit pelatih yang sempat rangkap jabatan sebagai pelatih Le Mans di lima bulan awal menangani Burkina Faso itu (Juni-Desember 2009). (dns/zul/jpnn)

Rekor Fantastik Rigobert Song JIKA turun lawan Gabon hari ini, defender Kamerun Rigobert Song bakal menorehkan rekor penampilan edisi terbanyak Piala Afrika. Piala Afrika 2010 menjadi edisi kedelapan beruntun yang diikuti pemain 33 tahun sejak edisi 1996 di Afrika Selatan. Song akan mengunguli Alain Gouamene yang tampil di tujuh edisi dari 1988 hingga 2000. Song yang memiliki 131 caps dan kini bermain di klub Turki Trabzonspor itu juga tercatat sebagai pemain dengan jumlah laga terbanyak di Piala Afrika, yakni 33 laga. Rekor lain Song di Piala Afrika adalah paling sering tampil di partai final, yakni tiga kali (2000, 2002, 2008). Tapi, untuk rekor ini, paman gelandang Kamerun dan Arsenal Alex Song itu berbagi dengan lima pemain lainnya. Antara lain Ali El Fanageeli (Mesir), Cecil Jones Attaquayefio (Ghana), Charles Addo Odametey (Ghana), Roger Milla (Kamerun), dan Ahmed Hassan (Mesir). Hassan masih ambil bagian di PIala Afrika 2010, sedangkan empat lainnya sudah pensiun. (dns/zul/jpnn)

SELAMAT TINGGAL SAKIT TENGGOROKAN AKUT TENGGOROKAN adalah salah satu organ vital manusia. Kita berkomunikasi dengan suara yang melewati tenggorokan kita , dan kita makan dan minum juga melalui tenggorokan. Karena itu adalah sangat penting menjaga kesehatan tenggorokan. Penting kita simak pengalaman Haji Helmi Jambak (66 th) , warga Jalan P Bawean, Sukarame, Bandar Lampung –Lampung. Tiga tahun terakhir, Pak Haji Helmi didera sakit tenggorokan akut berupa rasa perih dan dahak yang banyak dan terus menerus keluar. “....sakit tenggorokan ini sangat mengganggu saya, terutama saat berkomunikasi dengan orang lain “ tutur Pak Haji menggambarkan sakitnya. Datang ke dokter spesialis sudah dilakukan bahkan minum obat tanpa boleh putus selama beberapa bulan juga sudah dilakukan, namun hasilnya belum memuaskan Haji Helmi. Beruntung suatu hari, seorang sahabat menawarinya Gentong Mas. Karena yakin Gentong Mas tak memiliki efek samping, langsung Haji Helmi mnegkonsumsi Gentong Mas dengan rutin. Seminggu mengkonsumsi, Haji Helmi sudah merasakan manfaatnya. Rasa

CMYK

nyeri ditenggorokan berangsur reda dan dahak secara perlahan berkurang dan akhirnya menghilang. “.... alhamdulillah kini tenggorokan lega dan segar kembali “ ucap Haji Helmi bersyukur. Sekarang purna-wirawan pamen polisi yang tetap enerjik ini rutin menik-mati kelezatan Gentong Mas tiap

Helmi Jambak (66)

pagi dan malam.”...Gen-tong Mas adalah minuman lezat penuh manfaat...” tutur Haji Helmi menutup obrolan. Gentong Mas adalah suplemen kesehatan dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) . Menurut Jeff Nugent , Gula Aren mengandung Riboflavin dan Ascorbic Acid yang berfungsi memperbaiki saluran pencernaan termasuk tenggorokan dan menambah kekebalan tubuh (Permaculture Plants , 2004). Sementara Nigella Sativa mengandung

Nigellone (Anti Bronchitis), Stigmasterol (Anti Inflamasi) , Omega (meningkatkan Imunitas) dan zat aktif lain yang sangat berguna bagi kesehatan. Meski demikian, untuk mengoptimalkan hasil , pola hidup sehat seperti olahraga teratur, kurangi rokok dan banyak minum air putih juga perlu dila-kukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Sekarang Gentong Mas dalam bentuk serbuk mudah diperoleh di pasaran. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, tingkat permintaan terus meningkat seiring dengan makin banyaknya masyarakat yang merasakan sendiri manfaat Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / 081313322669 / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna, Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


PEKALONGAN RAYA

14

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

LINTAS

Dolog Akan Tambah 11 Ribu Ton

Kades Klidang Lor Dilaporkan Kejaksaan BATANG - Kasus dugaan penggelapan dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang diduga dilakukan Kapala Desa (Kades) Klidang Lor Edi Purwoko, nampaknya akan segera memasuki ranah hukum. Pasalnya, pihak Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) desa setempat telah melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dengan tembusan Kejaksaan Tinggi (Kejati), Bupati dan Polres Batang. ’’Kita telah melaporkan dugaan penggelapan yang diduga dilakukan Kades Klidang Lor ke Kejaksaan serta kepolisian pada Senin (11/1), dan harapannya laporan tersebut bisa ditindak lanjuti sesuai aturan yang ada,” ungkap Ketua BPD Desa Klidang Lor Aris Setiya. Laporan ke penegak hukum tersebut didasari atas hasil rapat yang diikuti oleh BPD, perangkat desa, karang taruna, PKK, tokoh masyarakat dan agama, ketua RT se-Desa Klidang Lor yang digelar pada 4 Januari lalu. Keputusan pertenuan itu adalah bahwa Kades patut diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan korupsi berupa menggunakan dana ADD untk keperluannya secara pribadi. ’’Kades juga diduga telah memalsukan tanda tangan untuk melakukan pencairan dana, pemakaian kas desa dan penggunaan uang desa dari hasil tukar guling tanpa persetujuan BPD,” beber Aris. Kades juga diduga telah memakai dana ADD pos pembangunan dan operasional tahap I dan II tahun 2009 sebesar Rp 23.100.000. Dan dengan alasan untuk melanjutkan pembangunan, Kades atas nama panitia pembangunan meminjam kas desa Rp 10 juta dan sampai sekarang belum dikembalikan. Uang bantuan dari warga Rp 4 juta, juga diduga telah dipakai Rp 1 juta serta meminta uang pada Kaur Keuangan untuk kepentingan pribadi Rp 500 ribu. ’’Jumlah tersebut mungkin hanya sebagian dari yang kita ketahui, sedangkan untuk kemungkinan penggunaan dana lainnya kita belum tahu,” lanjut Aris. Kepada bupati, pihak BPD meminta agar Kades Klidang Lor Edi Purwoko diberhentikan secara tetap dari jabatannya. Mengingat selama ini Kades dinilai telah melakukan beberapa pelanggaran yang terkait fungsi dan tugas. Terpisah Kasi Intel Kejari Batang Tatang Hermana ketika dikonfirmasi mengaku, sudah mendengar adanya laporan dari BPD Desa Klidang Lor. Namun karena surat laporan itu ditujukan pada Kepala Kejaksaan Negeri, maka hingga kini pihaknya belum menerima. (don)

Stok Aman Hingga Maret

ANWAR FATONI/PAKELONGAN

STOK AMAN - Dolog 606 Kandeman memastikan persediaan beras di Kabupaten Batang akan aman hingga Maret.

BATANG - Gudang Dolog 606 Kandeman Kabupaten Batang berencana akan menambah persediaan beras hingga 11 ribu ton. Hal itu untuk mengamankan stok beras selama tahun 2010 dan menyamakan dengan persediaan di tahun 2009. ’’Dalam beberapa bulan mendatang kami berencana mendatangkan lagi persediaan hingga 11 ribu ton. Hal itu sesuai dengan harapan dari Komisi C DPRD Batang, yang menginginkan persediaan beras di tahun ini sama seperti tahun kemarin. Tahun 2009 stok beras mencapai 16.800 ton,” ungkap Kepala Gudang Dolog 606 Kandeman, Sugiyanto. Diungkapkannya pula, saat ini di gudang Dolog 606 Kandeman telah tersedia stok beras sebanyak 5.323 ton. Dengan jumlah tersebut pihaknya memastikan bahwa persediaan tersebut mampu untuk mencukupi kebutuhan beras di Batang hingga Maret mendatang. ’’Bahkan, bisa disalurkan untuk wilayah lain seperti Pekalongan,” tuturnya. Kedua gudang Dolog 606 Kandeman sendiri pada dasar-

IKLAN BARIS LOKER 7 X 353 MMK

nya mampu untuk menampung beras hingga 9 ribu ton. Masing-masing gudang berkapasitas 4.500 ton beras. Namun untuk dapat memenuhi persediaan tersebut pihak Dolog 606 Kandeman juga menyewa beberapa gudang milik warga. Sementara Wakil Kepala Bulog Tegal Akhmad Riyadi mengatakan, penetapan harga eceran tertinggi (HET) gabah dan beras melalui Inpres No. 7 Tahun 2009, ditujukan untuk pembelian dari pemerintah ke petani. Dalam hal ini dilakukan melalui Bulog. ’’Harga Rp 5.060 per kilogram tersebut adalah harga pembelian dari petani oleh pemerintah. Hanya saja dalam prosesnya dilakukan oleh Bulog,” ujarnya. Sementara, Ketua Komisi C Suyono tampak lega dengan tercukupinya stok beras di Batang. Sebab, beberapa daerah di luar Batang hingga saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan beras. ’’Ternyata hasil panenan petani Batang mencukupi. Bahkan Dolog Batang bisa memback up kebutuhan beras daerah tetangga yang gagal panen,” tuturnya. Dia meminta Bagian Perekonomian dan Dolog untuk mematangkan koordinasi. (ton)


PEKALONGAN

RABU 13 JANUARI 2010

15

RADAR TEGAL

Ratusan Sumur Warga Tercemar

LINTAS

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

DITUNTUT - Wahyudin Pratama, pelaku korupsi penggunaan uang bansos ponpes dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan.

Korupsi Bantuan Ponpes Dituntut 15 Bulan BATANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batang menyatakan bahwa Wahyudin Pratama terbukti terlibat korupsi penggunaan uang bantuan sosial untuk pondok pesatren senilai Rp 100 juta. Karenanya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batang dituntut untuk menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan. Di samping tuntutan penjara, pada sidang yang digelar di PN Batang Selasa (12/1) Irwan Setiawan SH selaku JPU, juga menuntut pria asal Mangkuyudan RT 3 RW 3 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, itu untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan pengganti selama dua bulan. Tuntutan tersebut diajukan dengan berdasarkan pada keterangan para saksi yang dihadirkan ke persidangan sebelumnya, serta keterangan dari terdakwa pada sidang Kamis (7/1) lalu, yang mengaku telah menggunakan uang bantuan ponpes tersebut untuk foya-foya. Dengan cara mengganti nama bendahara panitia dan memalsukan tanda tangan serta stempel ponpes. Menurut JPU, hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara. Juga merugikan pihak Pondok Pesantren Roudhotul Muhtadin, Dukuh Karangtengah, Desa Wonomerto, Kecamatan Bandar, Batang. Sehingga mengakibatkan proses pembangunan pengembangan ponpes terlambat. ’’Yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, mengaku perbuatan dan masih muda, sehingga masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Disamping itu terdakwa juga telah mengembalikan uang bantuan tersebut kepada Pondok Pesantren Roudhotul Muhtadin,” ujar Irwan. Usai dibacakannya tuntutan, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa untuk menyampaikan tanggapan. Namun karena belum siap, akhirnya Majelis Hakim memberikan waktu selama 1 minggu, pada penasehat hukum terdakwa untuk mempersiapkan tanggapannya. Wahyudin Pratama, pria berumur 29 tahun yang bekerja sebagai staf di DPRD I Provinsi Jawa Tengah diajukan ke persidangan sebagai terdakwa kasus korupsi dana bantuan sosial pondok pesantren senilai Rp 100 juta. Modus yang digunakan dengan mengganti nama bendahara panitia dan mencantumkan rekening miliknya pada proposal. Di samping, itu dia juga telah memalsukan tanda tangan ketua panitia dan stempel ponpes. (ton)

PEKALONGAN - Ratusan sumur warga di Kelurahan Banyurip Alit dan sebagian Kelurahan Kradenan, Pekalongan Selatan, tercemar limbah batik. Akibatnya, tak sedikit warga yang mengalami gatal-gatal dan bentol karena menggunakan air sumur untuk mandi. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama namun intensitas keparahannya semakin meningkat beberapa minggu ini. Diungkapkan Taufik, Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Kradenan, dia dan warga di sekitarnya mengaku tersiksa karena sumur di rumahnya tercemar. ’’Air sumur ini hanya bisa dipakai untuk mencuci baju dan piring saja. Kalau dipakai untuk mandi, bisa gatal-gatal. Saya sendiri sudah satu bulan ini menderita gatal-gatal di sekujur tubuh,” ungkapnya Selasa (12/ 1). Dia menjelaskan, kondisi air di sumurnya sangat kotor dan tidak sehat. Warnanya kecoklat-coklatan, apalagi saat mengambilnya dari dasar kolah. Terlihat jelas endapan seperti lumpur. Saat ditanya dari mana asal endapan berwarna coklat tersebut, dengan lugas Taufik mengatakan hal itu diakibatkan

dari limbah batik masyarakat sekitar. ’’Otomatis, penyebabnya dari limbah batik. Karena para pemilik UKM batik tidak punya tempat khusus untuk membuang limbah sisa produksi,” terangnya. Hal senada dikatakan Ani, warga lainnya. Jika ingin mandi secara bersih dan hiegenis, dia harus membeli air terlebih dahulu di depot pengisian air minum. ’’Kalau ingin mandi bersih dan tidak gatal ya harus beli satu galon. Harganya Rp 3.000 per galon. Air yang kami minum juga dari depot isi ulang, bukan dari sumur,” bebernya. Sementara, Lurah Banyurip Alit melalui Carik Achmad Abidin menjelaskan, jika masalah ini sudah disampaikan ke Kecamatan dan Pemkot Pekalongan. ’’Masalah pencemaran limbah ini tidak mungkin mampu diatasi oleh kelurahan. Kami juga telah menyampaikannya ke kecamatan dan pemkot,” katanya. Menurut dia, kondisi ini sangat dilematis karena jika salah satu dikorbankan akan ada pihak yang dirugikan. ’’Misalnya, kita hentikan pro-

HASAN ZAELANI/RADAR PEKALONGAN

TERCEMAR - Salah seorang warga menunjukkan air dari sumurnya yang tercemar, dengan air berwarna keruh.

duksi para pembatik, otomatis akan menyebabkan banyak pengangguran. Karena mayoritas warga di sini menghidupi keluarganya dari batik ini,” ujarnya.

Dia menyarankan, salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan limbah di lingkungannya bisa dilakukan dengan penyedotan menggunakan mobil tangki.

’’Jadi mobil itu nantinya keliling ke setiap UKM batik di sini. Yang sudah penuh ya harus diambil limbahnya, sehingga tidak mencemari lingkungan. Ini lebih murah.’’ (san)

Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional KAJEN - Beberapa pihak menganggap bahwa Mantan Presiden Soeharto yang menjadi presiden kedua Republik Indonesia, dan meninggal dunia tahun 2008, tidak pantas diangkat menjadi pahlawan nasional. Mereka beranggapan bahwa mantan presiden Soeharto, yang bernah berkuasa 32 tahun itu, meninggalkan berbagai permasalahan pada saat pemerintahannya, seperti KKN dan pelanggaran HAM. Seperti yang dikemukakan KoordinatorForum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB),

Mustofa Amin(12/1), terkait adanya usulan gelar pahlawan nasional pada Soeharto. Usulan itu menurt dia perlu dikaji ulang untuk memberikan gelar pahlawan nasional pada mantan Presiden Soeharto. ’’Memang Soeharto pernah berjasa pada negeri ini, tapi perlu dikaji juga, dia berjasa pada rakyat atau pada kroninya. Jika ditimbang, saya kira banyak salahnya dari pada jasa yang diperbuat,” tuturnya. Ditambahkannya, banyak dosa yang dilakukan mantan Presiden Soeharto beserta

kroninya, seperti pelanggaran HAM, dugaan KKN, serta masih banyak lagi. ’’Hingga sekarang semua pelanggaran itu belum tertuntaskan, dan rakyat sendiri juga meminta pertanggungjawabannya. Kalau dia sudah meninggal, itu sudah suratan takdir, tapi kroni-kroninya yang masih hidup harus juga bertanggung jawab,” jelasnya sembari mempertanyakan atas dasar apa, ada usulan Soeharto jadi pahlawan nasional. Saat ditanya untuk memperbandingkan antara mantan

Presiden Soeharto dengan mantan Presiden Abdurahman Wahid, menurut Mustofa Amin, dirinya lebih memilih mantan Presiden Abdurahman Wahid untuk segera memberikan anugerah pahlawan nasional. ’’Pemerintah sudah selayaknya menganugerahi Gus Dur pahlawan nasional, lebih cepat lebih baik. Selama perjuangannya belum pernah menganggap lawannya sebagai musuh. Orang-orang yang selama ini memusuhi Gus Dur, dianggap sebagai teman karib sebagai pendorong perjuangan. Gus

IKLAN BARIS LOKER 7 X 276 MMK

Dur menjadi tonggak berdemokrasi di Indonesia,” paparnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Syafrudin Huna saat dihubungi Radar untuk dimintai pendapatnya tentang pemberian gelar pahlawan nasional, mengungkapkan, bahwa para mantan presiden RI yang pernah menjabat, sudah tentu berjasa pada negeri ini. Tapi jasa-jasa mereka tentu lain, dan rakyat sendiri yang menilainya. ’’Semua pasti berjasa pada negeri ini, kita serahkan kepada pemerintah pusat saja.’’ (ap4)


JATENG

RABU 13 JANUARI 2010

17

RADAR TEGAL

SEMARANG Dewan Cari Bukti Kecurangan CPNS SEMARANG - Meskipun Panitia Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Semarang bersikukuh tidak ada kecurangan, namun dewan bergeming. DPRD Kota Semarang menyatakan tetap berusaha mencari bukti dugaan kecurangan itu. Anggota Komisi A DPRD Imam Mardjuki mengatakan, pihaknya ngotot mencari bukti dikarenakan adanya laporan masyarakat. Oleh karena itu, pihkanya tetap bersauha menindaklanjuti laporan demi mengakomodir aspirasi masyarakat dan menjalankan fungsi pengawasan yang melekat di tubuh anggota dewan. ’’Sekali lagi kami tegaskan ini bukan rumor tapi laporan dari masyarakat . Ada empat laporan, satu berasal dari masyrakat umum, satu dari PNS, dua dari tenaga honorer. Kami harus menindaklanjutinya,” kata Imam Selasa (12/1). Dijelaskannya, laporan tersebut memang dilakukan secara lisan. Hal ini karena pelapor takut akan mendapatkan teror atau ancaman dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Pelapor adalah peserta CPNSD Kota Semarang 2009. Mereka menyatakan ditawari ’’jalan tol’’ lulus CPNS dengan biaya antara Rp 50 juta – 150 juta. ’’Kami akan terus berusaha menyelesaikan permasalahan ini dan sekarang sedang mencari bukti-bukti tambahan,” kata Imam. Dilanjutkannya, akhir dari pencarian bukti ini ada dua kemungkinan. ’’Pertama, berakhir tanpa bukti yang kuat untuk memastikan adanya dugaan dan ledua, permasalahan ini selesai dengan ditemukannya oknum dan diselesaikan secara hukum,” tegasnya. Pernyataan Imam tersebut didukung oleh Ketua Komisi A Didik Marsudi. Menurutnya, bergeraknya dewan didasari rasa kecewa terhadap penyelenggaraan CPNSD Kota Semarang 2009. Di awal penyelenggaran, menurutnya dewan sudah mempertanyakan mengapa Pemkot Semarang bekerjasama dengan Lembaga Manajemen fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. ’’Jarak UI yang jauh itu sangat menyulitkan dewan untuk melakukan pengawasan. Ke depan Pemkot harus lebih baik lagi sejak dari awal perencanaan melibatkan legislatif,” kata Didik. Sebelumnya, Ketua Panitia Pengadaan CPNS yang juga Wakil Walikota Semarang Mahfudz Ali meminta dewan tidak asal menuding Pemkot curang dalam penyelenggaraan CPNS. Ia meminta hal itu dibuktikan dengan menunjuk siapa nama oknum yang melakukan pelanggaran itu. ’’Tunjuk saja siapa orangnya, kalau benar, saya sendiri yang akan melaporkan ke pihak berwajib,” katanya. Mahfudz mengatakan, tidak ada celah yang bisa digunakan pejabat untuk meloloskan peserta CPNS di luar aturan resmi. Hal itu dipastikannya setelah Mahfudz bertanya langsung kepada pihak UI. ’’Saya sudah tanya ke UI dan mereka bilang tidak ada celah, apalagi titip-titipan dan mereka berani mempertaruhkan kredibilitasnya,” katanya. (dib/jpnn)

SBY Dituntut Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani SEMARANG - Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Elemen Mahasiswa Peduli Bangsa (Emas bangsa) Selasa (12/1) menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah segera menuntaskan kasus Bank Century. Dalam aksinya yang dimulai pukul 10.00 WIB itu mereka menuntut Pansus Century bersikap obyektif dan menolak segala bentuk deal politik serta intervensi dari pihak manapun dalam penyelesaian kasus Century. Selain itu, mereka juga menuntut Presiden SBY untuk menonaktifkan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Menurutnya, Pansus Century ini menjadi sasaran mepuk untuk proses deal politik antara pemainnya di dalam DPR. Perkembangan kasus Century saat ini, memang sangat riskan terjadi intervensi dari berbagai pihak dalam penyelesaian kasus yang digodok DPR. ’’Kami minta tindak setegastegasnya, tidak melakukan konspirasi-konspirasi politik. Kami minta Boediono dan Sri Mulyani diturunkan dari jabatannya,” ujar Koordinator Aksi Muhammad Nur Sodiq. Ratusan mahasiswa Emas

Bangsa yang terdiri dari elemen KAMMI, BEM KM Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengawali aksinya dari halaman depan Kampus Undip Pleburan, menuju halaman kantor Bank Indonesia (BI), dan melakukan orasi Mereka juga sempat melakukan aksi dorong pagar BI, petugas keamanan yang melihat itu, langsung meredam aksi pendemo sehingga tidak sampai menimbulkan bentrok. ’’BI milik rakyat, bukan milik SBY,” serunya. Mereka kemudian melanjutkan aksi ke bundaran videotron, Jalan Pahlawan. Dengan memebentangkan spanduk bertuliskan BI punya rakyat, bukan punya SBY, Nonaktifkan Boediono-Srimulyani, mereka menutup aksi tersebut di halaman kantor DPRD Jateng sekitar pukul 11.45 WIB. Di halaman DPRD Jateng, mereka juga sempat melakukan aksi dorong-dorongan dengan polisi, lantaran pendemo berusaha mendekat pintu masuk gedung dewan. ’’Kita semua berharap penyelesaian kasus Century bernarbenar diselesaikan dengan cara-cara yang memihak rakyat,” harapnya. (zal/jpnn)

Bank Jateng Proses Pengembalian Fee SEMARANG – Para pejabat penerima fee (komisi) Bank Jateng harus bersiap-siap merogoh kocek. Setelah didesak berbagai pihak, Pemprov Jateng akhirnya menyatakan segera memproses pengembalian fee yang diberikan Bank Jateng kepada pejabat. Bank plat merah tersebut dalam waktu dekat akan melakukan pemetaan sejumlah fulus yang telah diberikan sebagai fee. Langkah tersebut dilakukan sambil berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Sekda Jateng Hadi Prabowo mengatakan, Bank Jateng saat ini sedang meneliti dan mengkaji permasalahan tersebut. ’’Ketentuannya setelah 2005 (fee) memang tidak boleh diberikan. Kalau saat ini jadi permasalahan, bisa dibicarakan pengembalian,” tandasnya. Hadi yang juga menjabat Komisaris Bank Jateng tersebut menambahkan segera akan

dilakukan pemetaan tentang dana yang diberikan kepada nasabah. ’’Mana yang masuk biaya promosi dan mana yang fee akan kita petakan dulu. Setelah itu baru ada pembahasan yang menjadi tindaklanjut,” paparnya. Permasalahan ini, lanjutnya, juga akan terus dikonsultasikan ke KPK. Menurutnya, Bank Jateng akan patuh pada ketentuan yang berlaku dan mendukung penerapan clean governance demi terwujudnya Good Corporate Governance (GCG). Bank Jateng, lanjutnya, dalam menjalankan bisnis perbankan juga berpegang pada regulasi yang ada, baik yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) maupun pemerintah. ’’Perlu dipahami, sebagai aset Pemda, Bank Jateng mempunyai kinerja yang baik,” kata dia. Dirut Bank Jateng Haryono menambahkan, sejak 2004 Bank Jateng melakukan beberapa langkah strategis dengan mem-

beri biaya promosi dan pemasaran yang kerap diidentikkan dengan fee dengan tetap memperhitungkan benefit dan cost. Dasarnya adalah SK Direksi BI No. 031/32/Kep/Dir tanggal 29 Mei 1998 tentang penjaminan atas simpanan puhak ketiga dan pasar uang antar bank. ’’Ini tidak hanya BPD yang melakukan, tapi semua bank. Kalau tidak, nasabah bisa lari ke bank lain,” tuturnya. Bahkan, menurut Haryono, ada bank yang menerapkan model cash back. Fee, lanjutnya, diberikan dengan mempertimbangkan untung rugi. ’’Selama menguntungkan dan tidak merugikan, ya kita beri, Ini kebijakan masing-masing bank. Bukan diatur BI,” imbuhnya. Fee, lanjutny,a tak hanya diberikan kepada pejabat, namun juga pihak swasta yang menjadi nasabah. Besar kecilnya fee dinyatakan berpedoman pada jumlah dana yang disimpan. ’’Mengapa bendaharawan yang kita beri, karena dia yang menarik uang para

nasabah. Kalau kita bayar orang untuk narik dari nasabah, justru butuh biaya besar lagi,” jelasnya. Tahun 2005 lanjutnya BI mengeluarkan aturan yang menghimbau bank-bank tidak member fee. Aturan tersebut lantas ditegaskan kembali pada 2008. Pada Juni 2008, 6 BPD di Indonesia juga telah melakukan deklarasi yang disaksikan KPK dan Deputi Gubernur BI. ’’Salah satu poin deklarasi adalah mendukung upaya pencegahan tindak pidana korupsi,” ungkapnya. Meski begitu, jika BPD diperiksa, dia berharap bank-bank lain juga diperiksa. ’’Kami merasa kalau hanya BPD yang jadi sasaran, berat sekali,” terusnya. Ke depan dia menghendaki ketergantungan Bank Jateng atas dana yang disimpan Pemda berkurang. Saat ini saja, dari total dana pemda hanya menyumbang 40 persen simpanan. Sementara 60 persennya dari dana masyarakat. (ric/jpnn)

DOK.RADAR SEMARANG

UNJUK RASA – Sejumlah elemen mahasiswa kemarin (12/1) berunjuk rasa menuntut penuntasan kasus Bank Century.

warga Masih Enggan Pindah Bantaran Banjir Kanal Timur SEMARANG - Banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan warga yang banyak bermukim di bantaran sungai Banjir Kanal Timur masih enggan untuk pindah. Meski pihak Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kota Semarang dan Kecamatan sudah berkali-kali melakukan penertiban dan memberikan sosialisasi. Kios dan rumah warga yang masih terdapat disepanjang bantaran sungai tersebut mulai dari Jembatan Ateri Soekarno Hatta hingga Jalan Kaligawe terutama di sisi Kelurahan Kaligawe dan Sawah Besar. Rata- rata bangunan tersebut menjorok ke bantaran sungai dengan ditopang beberapa bambu dan tiang penyangga untuk kios atau lapak. Bila aliran sungai Banjir Kanal Timur deras dan tinggi, banyak sampah yang tersangkut dibawah tiang-tiang tersebut. Sementara, warga yang tinggal dibantaran Sungai Banjir Kanal Timur banyak berdiri mulai dari bawah Jembatan Kartini hingga ke utara. Banyak warga yang mengaku belum mau pindah karena belum mendapat surat pemberitahuan untuk segera pindah. Seperti yang diungkapkan oleh

salah satu warga, Ita (34) warga RT 01 RW 06 Kelurahan Sambirejo, Gayamsari, mengatakan, ia bersama warga yang lain masih menunggu proyek normalisasi tersebut telah dilakukan. Jika proyek tersebut sudah akan berjalan, maka dirinya akan pindah dari tempat tersebut. ’’Kita akan segera mencari tempat lain untuk tinggal, tapi sampai sekarang, normalisasi itu kan belum dilakukan dan kami juga belum tahu mau pindah kemana lagi,” ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Supardi (46). Dia juga akan pindah jika sudah ada kejelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut akan berjalan. Pihaknya juga mengaku belum mendapat surat dari pihak Kelurahan maupun Kecamatan untuk segera pindah. ’’Sejauh ini masih diberi sosialisasi dari Kecamatan, kami pun mengerti mengenai keberadaan kami. Namun, kami belum mendapat surat untuk segera pindah jadi sementara tinggal disini dulu,” katanya Sementara itu, Camat Gayamsari M. Khadik mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke warga. Ia juga meminta warga untuk sadar dan mendukung program normalisasi sungai yang sudah dicanangkan pemerintah

IKLAN BARIS LOKER 7 X 204 MMK

tersebut. Setidaknya, pemberitahuan untuk sosialisasi kepada warga sudah tiga kali dilakukan. Namun hingga saat ini, belum terlihat warga yang bersiap-siap untuk pindah. Sementara, normalisari tersebut akan dilakukan pada tahun 2010 ini. Normalisasi sungai tersebut akan mengurangi masalah banjir dan rob yang selama ini terjadi di wilayah Kecamatan Gayamsari. ’’Normalisasi tersebut berupa pengerukan sedimentasi sungai yang sudah menumpuk. Sehingga nantinya, akan memperlancar aliran sungai Banjir Kanal Timur. Oleh karenanya, karena untuk kepentingan orang banyak kami minta pengertian dari warga,” ungkapnya. Pihaknya sendiri belum mengetahui pasti kapan rencana normalisasi tersebut. Karena hal itu merupakan wewenang dari Dinas PSDA dan ESDM Propinsi Jateng. Ia berharap, nantinya warga mendapat ganti rugi berupa tali asih. Meski warga sendiri juga sudah menyepakati siap untuk pindah tanpa ganti rugi. Namun, yang tidak berizin, harus rela untuk digusur. ’’Saya hanya memfasilitasi dan mendukung program pemerintah selama itu untuk kepentingan masyarakat banyak.’’ (dit/jpnn)


CMYK

18

RABU, 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Antara Tren dan Kekompakan

M.KHAERUL ANAM/TIM XPRESI

CERIA - Personil The Felix dari SMA Negeri 2 Kota Tegal berpose bersama di taman sekolah.

The Felix Berhasil Tembus 10 Besar Nasional SEPERTI halnya sekolah lain, ektra kurikuler (ekskul) musik di SMA Negeri 2 Kota Tegal juga tidak kalah dengan sekolah lain. The Felix merupakan salah satu band asal sekolah ini yang berhasil menembus 10 besar tingkat nasional. Suatu prestasi yang perlu diacungi jempol. “Nama The Felix terinspirasi dari sebuah film kartun Sonic yang pada intinya kita ingin bisa melesat cepat seperti sonic”, terang Sabilla Batari Lestari, kelas XI IPS ketika ditemui Tim XPresi di sekolahnya. Mereka mendirikan band dengan enam personil yakni Sabilla di Vokal bersama Ardian, lalu Aditya di Gitar, Hendra di Bass, Faiz di Drum dan Ryan di Keyboard. “Kita selalu kompak dalam segala situasi dan kondisi,” ucapnya. Beberapa prestasi yang pernah diraih diantaranya pernah masuk 20 besar Indomie Jingle Dare, masuk 10 besar tingkat nasional, pernah ikut RBT Jingle Honda Beat dan berhasil meraih hadiah Rp 5 juta dan Juara II se-Jateng. “Kita juga pernah membuat Aransemen Arby,” cerita Bella, panggilan Sabilla yang beralamat di Jalan Teuku Umar No.109 Kota Tegal. Untuk jadwal latihan, band ini mengaku belajar otodidak. Mereka berusaha mengandalkan kemampuan sendiri saja. ”Biasanya latihan juga tergantung mood artinya bila sempat dan ada waktu juga tentunya berdasarkan kesepakatan bareng-bareng. Intinya tidak saling mengganggu dan alhamdulillah sejauh ini kita bisa mengatur waktu dengan baik”,tambah dia. Ditanya kendala, dia mengakui jika kerap bentroknya jadwal latihan dengan kegiatan lain membuat mereka kerap pesimis saat mengikuti ajang tertentu. Namun mereka tetap berupaya menyikapinya dengan baik. ”Ketika ada lomba atau festival band, kita lebih sering latihan. Biasanya tempat latihannya di studio Evolution yang berada di Jalan Asem No.13 Kota Tegal,” terangnya. (anam)

DI sebuah sudut kampus sekolah bonafid di Kota Tegal, beberapa cewek tampak mengerumuni seorang gadis. Si gadis tampak duduk sambil menunjukkan beberapa koleksi aksesoris rambutnya yang baru dia beli di salah satu mall di Kota Tegal. Tak hanya aksesoris rambut, beberapa bros cantik dan unik pun dia perlihatkan ke teman-temannya yang berebut ingin melihat benda-benda itu. Sebagian dari kamu tentu pernah ngalamin hal seperti itu. Memiliki koleksi aksesori dan berbelanja ke mall bisa jadi merupakan bagian gaya hidup pelajar, khususnya cewek saat ini. Jika berlaku di sekolah, hal itu ternyata tak sebatas tren saja. Namun bisa jadi sebagai penunjuk kekompakan antar sesama teman. Bicara masalah gaya hidup, hal ini tentu tidak lepas dari kebiasaan hidup manusia setiap hari. Dari 28 ResponX yang ditemui Tim XPresi, 100 per-

sennya mengartikan gaya hidup beraneka ragam. Salah satunya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. “Tentunya selagi tidak menyalahi aturan yang ada,” ucap Devina Martina, siswi kelas X TKJ SMK Assalafiah Kota Tegal.

Gaya Hidup di Sekolah Menurut dia, gaya hidup di sekolah tentunya harus seimbang dengan keadaan yang ada. Karenanya tidak mengherankan jika 85,7 persen mengaku menerapkan gaya hidup di sekolah dengan biasa saja. “Hidup sederhana itu mudah kok, mengikuti boleh tapi kita harus memilih mana yang baik d a n

mana yang buruk,” ucap Ika Mulyani, siswi kelas VII SMP Muhamadiyah 1 Kota Tegal. Nisya, siswi kelas XI IPA SMA Negeri 3 Kota Tegal punya pendapat sendiri. Menurut dia, gaya hidup itu tergantung tren yang ada. “Ya kita tinggal mengikutinya aja, mudah kan,” tambah dia.

Bagaimanakah kita menerapkan gaya hidup di sekolah ? Mengikuti trend Biasa saja Bingung

Sederhana Biasa saja

Subekhi Prawirodijoyo, Agus Winarto

Senandung Rindu Candil ft. Saykoji

[intro] Am Am hai wanita bukannya kamu tapi yang ada di belakangnya G wajahmu menarik hati membuat dada ini bergetar Am rasanya ingin kupeluk dan tak akan pernah kulepaskan G kapankah diriku ini Am Dm G bisa dapatkan cinta darimu [chorus] Am siang malam menangis tak tertahan lagi G bagai tertusuk duri perihnya terasa F Dm Am namun aku tiada berdaya Am G hai wanita kau bisa Am hai wanita bukannya kamu tapi yang ada di belakangnya G wajahmu menarik hati membuat dada ini bergetar [Kembali ke chorus] F Dm Am syanananana syanananana yee yee F Dm Am syanananana [rap] senandung rindu alkisah sang wanita habislah gagah kita tak bisa ku terpisah tangislah yang tersisa ketika tak bersama semenit terasa lama di hati kau pertama pedihku tak terjamah makanpun ingat kamu tidurpun ingat kamu bahkan pas mimpi kamu yang terlintas kok wajahmu status facebookku rindu ku online sambil pilu terus menatap pintu mengharapkanmu dirimu

CMYK

32,1 % 67,9 %

Seragam sekolah kamu gimana sekarang ? Biasa saja 82,1 % Mengikuti model sekarang 10,7 % Kompak ma temen aja7,1 %

Ada batasan sekolah nggak soal seragam ? Pasti 78,6 % Ada tapi tidak ketat 17,9 % Tidak ada 3,6 %

TIM I :

TIM II :

7,1 % 85,7 % 7,1 %

Bagaimana gaya hidup kamu di sekolah ?

TIM XPRESI Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam

Seragam sekolah juga tidak lepas dari gaya hidup pelajar. Dari ResponX yang ada, 10,7 persen diantaranya mengaku menggunakan seragam yang sesuai tren saat ini. Hal ini seperti pengakuan Isnaeni Hidayati, siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal. “Yang penting rapi dan sopan tentunya,” ujarnya. Senada dengan dia, Hesty Yuli S, siswi kelas X TKJ SMK Assalafiah Kota Tegal mengaku menggunakan seragam sesuai tren yang ada. Namun hal itu dilakukan untuk menjaga kekompakan dengan teman. Sementara 82,1 persen lainnya masih cenderung menggunakan seragam biasa. Dan meski setiap sekolah menerapkan aturan-aturan atau batasan dalam berseragam, tapi 78,6 persen ResponX rupanya tetap menyalahi aturan yang ada. Pengakuan jujur disampaikan Adi Prasetio, siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kota Tegal. Dan 7,1 persen diantaranya mengaku pernah dihukum karena sudah menyalahi aturan yang ada. Seperti dialami Gilang, siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kota Tegal. (tim 1)

Sulitnya Ngilangin Kebiasaan Buruk SETIAP orang memiliki kebiasaan buruk yang ternyata kerap sulit dirubah. Bahkan jika kamu tidak bersungguh-sungguh ingin merubahnya maka kebiasaan buruk itu akan selalu melekat pada dirimu dan pada akhirnya merugikan kamu. Kebiasaan buruk yang dimiliki orang macam-macam, ada yang bersifat dan terlihat pada fisik kamu misalnya, jika makan, mulut kamu tak pernah tak bersuara, atau kamu memiliki kebiasaan suka meminjam barang orang lain, sekali dua kali mungkin wajar tetapi kamu lebih menyenangi barang orang lain dibandingkan dengan kepunyaan kamu sendiri. Kebiasaan buruk lainnya misalnya kamu termasuk orang yang senang bergosip.

Kamu ingin lepas dari kebiasaan buruk kamu itu? Ikuti kiat dibawah ini : 1. Bertahap Jika kamu menginginkan suatu perubahan, jangan lakukan perubahan itu secara drastis, lakukanlah secara bertahap. Dimulai dari hal yang sekecilkecilnya untuk kemudian kamu lanjutkan pada tahapan yang lebih berat dan begitu seterusnya. Perubahan secara drastis dan mendadak akan membuat kamu tersiksa karenanya. Masalahnya kebiasaan buruk yang kamu lakukan mau tidak mau telah membuat kamu terbiasa, dan kalopun kamu mampu merubah kebia-

saan buruk kamu secara drastis maka tak lama sesudahnya kamu akan kembali melakukan kebiasan buruk itu. Tahapan– tahapan yang akan kamu lakukan untuk mencapai perubahan akan membuat kamu kian hari kian melupakan apa yang sering kamu lakukan. 2. Bergaul di Lingkungan yang Mendukung Proses Penyembuhan Kamu Jika kamu seorang yang suka bergosip dan ingin menghilangkan kebiasan buruk itu maka jangan berada di lingkungan yang dipenuhi orang-orang yang suka bergosip. Tempatkan diri kamu di tempat yang dapat mendukung kesem-

buhan kamu. Kalopun kamu masih tak bisa menahan kecerewetan kamu, mengapa tidak kamu gosipkan suatu cerita yang membuat pengetahuan kamu bertambah. Membicarakan pendidikan yang sedang kamu dalami, ataupun membicarakan mengenai tugas kamu dan bagaimana cara kamu menyelesaikan suatu masalah dalam sekolah. Bukankah itu lebih menguntungkan bagi kamu, bisa berkumpul sambil bertukar kiat dan pengalaman sekolah. 3. Kemauan dan Niat Kamu ingin berubah tetapi kamu tidak memiliki kemauan dan niat yang sungguh-sungguh, jangan berharap perubahan itu akan kamu dapatkan. So, tunggu apa lagi?..(*)

Pernah nggak kamu dihukum karena menyalahi aturan seragam ? Pernah 7,1 % Tidak pernah 89,3 % Jarang 3,6 %

PROFIL USIA : 13 - 17 tahun

JUMLAH : 28 ResponX di Kota Tegal

JENIS KELAMIN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

PENDIDIKAN : SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

Vier Basket Ball Putri Tak Kalah dengan Putra TAK hanya tim putra, SMA Negeri 4 Kota Tegal juga memiliki tim andalan putri. Kompak dengan tim putra yang masuk rubrik Xsport dua hari lalu, nama Vier Basket Ball disematkan sebagai nama kelompok ini. Tembakan dan smashan mereka pun tak kalah dengan tim putra. Tak takut kulit terbakar atau bau keringat, mereka tetap maju terus. Para personilnya antara lain Dwi Ayuning Tiyas kelas XI (Kapten, Guard), Cut Umi kelas XI (Center), Rani kelas XI (Forward), Iga kelas XI (Foward) dan Laras kelas XI (Guard). Susunan pengurus basket SMA Negeri 4 Kota Tegal ini juga diketuai Dwi Ayuning Tiyas dengan Sekretaris I & II: Cut Umi &

Yossi, Bendahara I & II: Rani dan Edwin. “Pengurus ini baru kemarin dipilih,” ujar Ayu, Sang Kapten. Menurut dia, latihan timnya digelar setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 16.00 di lapangan basket sekolah dengan pelatih Fahmi Fauzi SPd. “Terkadang kami sparing sama salah satu SMA yang berlokasi di Kabupaten Tegal. Sejauh in kami selalu menang,” cerita Ayu. Hal ini dilakukan sebagai evaluasi kemampuan timnya. Terkadang, mereka juga mengajak sparing salah satu SMA Negeri di Kota Tegal, namun mereka belum menerima ajakan ini. Lebih lanjut dikatakan Ayu, ekstra kurikuler (ekskul) basket di sekolahnya

merupakan unggulan. “Karena unggulan, dari pihak luar juga ada yang tertarik mensponsori basket kami. Mereka akan merehab lapangan basket kami,” ungkapnya sambil menunjukan pojok-pojok lapangan basket. Beberapa prestasi yang pernah dicatat timnya antara lain Juara I Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Tegal 2009, Juara 2 Gubernur II Cup se-Eks Karesidenan Pekalongan dan masih banyak lagi. “Saat ini kami lagi mempersiapkan next Vier Basket Ball Putri yang bisa mempertahankan prestasi SMA kami. Tapi terus terang kami kesulitan karena antusias dari siswi masih kurang,” tandas Ayu. (balkis)

BALKIS/TIM XPRESI

TAK MAU KALAH - Vier Basket Ball Putri dari SMA Negeri 4 Kota Tegal juga tak mau kalah dengan tim putranya.


SAMBUNGAN

RABU 13 JANUARI 2010

19

RADAR TEGAL

Menpora Tip-Off dari halaman 1 Rangkaian pembukaan Honda DBL 2010 kemarin dimulai pukul 15.30 WIB, didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Menyesuaikan dengan tradisi penyelenggaraan even di Aceh, yang menerapkan Syariat Islam. Baru kemudian tim putra SMAN 1 dan SMAN 8 Banda Aceh (yang bertanding pertama) dipanggil masuk ke tengah lapangan. Azrul Ananda, commissioner DBL, lantas mengundang para tamu khusus “dari para partner dan pejabat pemerintahan—untuk ikut berdiri di tengah lapangan. Termasuk di antaranya Andi A. Mallarangeng, menteri negara pemuda dan olahraga RI. Setelah itu, sesuai dengan tradisi kompetisi, semua penonton diajak berdiri, mendengarkan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Para penonton yang ada di tribun kompak ikut menyanyikan lagu kebangsaan tersebut, mengakhirinya dengan tepuk tangan meriah. Andi A Mallarangeng lantas secara resmi membuka kompetisi, melakukan tip-off untuk laga pertama tersebut. “Saya ingin melihat antusiasme di Aceh pasca tsunami. Rekonstruksi di Aceh juga harus termasuk rekonstruksi di dunia olahraga,” ujar Andi. “Saya yakin, Honda DBL sebagai liga

basket pelajar terbesar di Indonesia, akan menjadi awal kebangkitan olahraga di Aceh, terutama bola basket,” lanjutnya. Lukman Hasibuan, ketua Pengprov Perbasi Aceh, menyebut Honda DBL 2010 ini sebagai ajang olahraga terbesar dan termegah di Aceh, di luar sepak bola. “Momen seperti ini sangat dinantikan oleh insan basket di Aceh. Semoga akan berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ucapnya. Menurut Lukman, di Aceh sebenarnya tidak ada gedung basket. Setelah tsunami pada akhir 2004 lalu, GOR KONI digunakan untuk bulu tangkis. “Saya senang akhirnya ada even basket di sini. Semoga dengan ini, pemerintah provinsi tergerak untuk membangun sarana basket,” paparnya. Pihak DBL Indonesia, bersama panitia setempat dari harian Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), memang harus kerja keras untuk “menyulap” GOR KONI Banda Aceh menjadi stadion basket. Termasuk menerbangkan sepasang ring basket. “Kami berharap ring-nya ditinggal saja di sini, biar bisa kami pakai lagi,” seloroh Lukman. Judhy Goutama, senior manager marketing communications department Astra Honda Motor, menyatakan senang bisa terus mendukung DBL. “Ini

tahun ketiga kami menjadi partner utama DBL, membawa basket ke seluruh Indonesia. Seri di Aceh ini membuat Honda DBL semakin lengkap, karena digelar dari Aceh sampai Papua,” ucapnya. Dukungan hebat juga diberikan Telkom Flexi sebagai official partner. Saat jeda kuarter pertama pertandingan perdana, mereka me-launching Flexi DBL Community. Dalam peluncuran itu, Andi A. Mallarangeng, Azrul Ananda, dan Deputy EGM Commerce Flexi Judi Achmadi menandatangani tiga bola basket. “Seluruh pengguna Flexi bisa bergabung dengan mengetik DBL, spasi, GO, lalu kirim ke 7005. Mereka yang bergabung bisa terus mendapatkan informasi update dari DBL,” jelas Judi Achmadi. Kemarin, hampir 2.000 penonton menyaksikan empat pertandingan pembukaan. “Hari ini, kami membawa 50 pendukung. Tapi, di pertandingan berikutnya, pasti akan ada ratusan siswa datang,” kata Alfian Andika, siswa kelas XI SMAN 1 Banda Aceh, yang sekaligus jadi komandan suporter sekolahnya. Tim SMAN 1 kemarin menang telak, 23-5. Hari ini, mereka kembali berlaga melawan SMA Modal Bangsa Banda Aceh. Total 12 sekolah dari Banda Aceh dan Bireuen mengikuti Honda DBL 2010. (nar/jpnn)

PAC Menyoal Hasil Konfercab dari halaman 1 calon penngurus dimulai dari tingkat ranting. Tapi dalam pelaksanaannya kemarin tidak seperti itu,” ujarnya seraya menambahkan ungkapan senada disampaikan 12 PAC lainnya. Sementara, Ketua PAC Paguyangan, Siswondo, mengatakan, terkait kondisi saat ini pihaknya minta DPP PDIP bukan hanya melakukan peninjauan ulang namun menggelar Konfercab ulang. “Bukan hanya ada anggota dadakan yang masuk kepengurusan DPC, tetapi proses awal pelaksanaan sudah menyimpang sehingga harus diulang,” tegasnya. Atas pernyataan yang disampaikan tiga PAC tersebut, Imam Santoso, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPC PDIP Kabupaten Brebes saat dikonfirmasi mengatakan tidak ada penyimpangan dalam penyelenggaraan konfercab. “Kan ada tahapannya, sebelum konfercab dilaksanakan rakercab. Jika rakercab dinilai menyimpang, tentu tidak akan ada konfercab. Lalu mengenai anggapan munculnya kader dadakan yang menjadi pengurus DPC, kami serahkan kepada DPP yang lebih berwenang,” jelasnya. Seperti diberitakan Radar sebelumnya, Bupati Brebes Indra Kusuma yang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, terpilih kembali sebagai ketua setelah dilakukan Konfercab PDI Perjuangan yang berlangsung di Gedung Korpri Jalan MT Haryono, Kamis (7/11). Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan H Illia Amin, dalam Konfercab itu dari 17 Pengurus Anak Cabang (PAC), 5 PAC tidak hadir. Ketidakhadiran mereka sejauh ini belum diketahui pasti. Namun, abstainnya 5 PAC itu tak memengaruhi keputusan. Ketua DPC lama malam itu langsung ditetapkan sebagai ketua baru untuk periode 2010-2015. “Sebelum itu, 17 PAC menyatakan mendukung. Namun, saat penetapan lima PAC tidak hadir,” kata Illia Amin, Jumat (8/ 11). Ini merupakan kali ketiga bagi Indra menduduki jabatan sebagai ketua partai di tingkat kabupaten. Menurut Illia, selama ini Indra sebagai kader terbaik yang mampu memimpin dan membesarkan DPC PDI Perjuangan. “Kami sudah memberikan kesempatan pada kader yang lain, namun kenyataannya tidak ada yang mencalonkan,” katanya. DINILAI SARAT PELANGGARAN Sementara itu, sejumlah pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kabupaten Brebes, Jumat (8/1) lalu, mendatangi kantor Redaksi Radar Tegal. Mereka mengaku menolak hasil Konfercab PDI Perjuangan Kabupaten Brebes karena dinilai tidak sesuai AD/ ART partai. Sehingga Konfercab PDI Perjuangan Kabupaten Brebes agar diulang. Selain itu, Konfercab PDI Perjuangan tersebut sarat dengan pelanggaran, dan merupakan bentuk pemaksaan kehendak segelintir elit politik yang sengaja menurunkan citra Ke-

tua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri. “Kami merasa dalam konfercab tersebut dipaksakan sehingga sebanyak 12 PAC PDI Perjuangan tidak hadir dalam Konfercab tersebut. Makanya, secara otomatis kami menolak hasil Konfercab itu, dan bukan 5 PAC PDI Perjuangan saja yang menolaknya seperti yang diberitakan. Karena ini menyisakan masalah, kami berharap kepada DPP untuk mengulang Konfercab PDI Perjuangan Kabupaten Brebes,” papar Wakil Ketua PAC Ketanggungan Suhar mewakili rekan-rekannya. Dia menambahkan, sebanyak 12 PAC PDI Perjuangan yang menolak tersebut berdasarkan pada pertemuan 7 Januari di Waduk Malahayu, yang dihadiri ketua, sekretaris, dan bendaraha pengurus PAC PDI Perjuangan. “Semua yang hadir saat itu membubuhkan tanda tangan penolakan konfercab yang bertentangan dengan AD/ART partai pasal 29 AD dan pasal 64 ART dan diputuskan untuk tidak ikut dalam Konfercab,” tegas Suhar seraya menyebutkan nama-nama 12 PAC PDI Perjuangan tersebut. Di antaranya, PAC PDI Perjuangan Larangan, Ketanggungan, Losari, Kersana, Tanjung, Banjarharjo, Songgom, Wanasari,

Bumiayu, Tonjong, Salem, dan PAC PDI Perjuangan Paguyangan. Lebih lanjut diungkapkan, 12 PAC PDI Perjuangan telah sepakat untuk mengawal dan mengamankan Hj Megawati Soekarno Putri dari segala bentuk pelecehan dan rongrongan dari orang yang tidak bertanggungjawab. Begitu juga terhadap pemilihan ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, 12 PAC tetap mendukung pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) PDI Perjuangan Jawa Tengah secara adil dan transparan. “Kami pun tidak memersoalkan siapa yang terpilih dalam Musda PDI Perjuangan nanti, juga terhadap siapa yang terpilih dalam Konfercab PDI Perjuangan Kabupaten Brebes. Dan kami sebagai kader tetap akan mendukungnya, dengan catatan tetap berpedoman pada mekanisme dan aturan AD/ ART yang ada,” ucapnya. Kader yang datang masingmasing Sukarwo (ketua PAC PDI Perjuangan Ketanggungan), Suhar (wakil ketua PAC PDI Perjuangan Ketanggungan), Darnen (sekretaris PAC Tanjung), Masnui (bendahara PAC Tanjung), Salim (ketua PAC Banjarharjo), dan Mujahid (bendahara PAC PDI Perjuangan Banjarharjo). (pri)

30 Persen Jajanan Sekolah Berbahaya JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengintensifkan sidak makanan dan jajanan di sekolah. Sebab, berdasar survei yang dilakukan BPOM di 4.500 SD di berbagai daerah, sekitar 30 persen di antaranya menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Umumnya, jajanan dan makanan itu dijual di luar sekolah. “Kami belum selesai merekapitulasi semua data yang masuk. Tapi, indikasinya cukup banyak sekolah yang harus diawasi,” terang Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib bersama Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih ketika meninjau mobil laboratorium di SD Menteng Dalam 02 Jakarta, kemarin (12/1).

Husniah menjelaskan, berdasar hasil sidak dan uji laboratorium yang dilakukan BP OM, masih banyak jajanan dan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Jajanan itu dijual dan dikonsumsi banyak siswa. Husniah menyebut, memang sebagian besar kantin sekolah sudah menyediakan jajanan yang aman. Namun, di luar gerbang sekolah tidak ada jaminan terhadap makanan dan jajanan yang dijual. “Umumnya mengandung zat pewarna yang bukan untuk makanan. Zat pewarna itu memiliki efek jangka panjang,” terangnya. Dalam beberapa kasus, zat tersebut kerapkali mengakibatkan anak keracunan. Gejala awalnya, mual dan muntah, bergantung kondisi

kesehatan anak. Tak hanya mengandung zat berbahaya, kerapkali higienitas makanan kurang terjaga. Baik cara pembuatan makanan maupun penyajian. Karena itu, kata Husniah, BPOM menempatkan mobil laboratorium di sekolah. Tahun ini, ada 22 mobil lab yang ditempatkan di DKI Jakarta, Jawa, dan NTB. Penempatan fasilitas tersebut terutama dilakukan di enam kota besar. Seperti, Surabaya, Bandung, Serang, Bali, Jogjakarta, dan Semarang. “Inginnya sih semua kota ada. Tapi, dana yang ada terbatas,” ungkapnya. Dari 140 unit mobil lab yang diajukan BPOM, hanya 22 mobil yang dipenuhi. Kendati demikian, pihaknya akan meng-

intensifkan pemanfaatan mobil lab. Tujuannya, fasilitas itu bisa segera menguji kandungan bahan berbahaya yang ada pada jajanan sekolah. Hasilnya bisa diketahui dengan cepat. BPOM sendiri bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk menjaga higienitas jajanan di sekolah. “Salah satunya, dengan menyediakan kantin sehat dan bersih. Dengan demikian, anakanak tidak lari ke luar untuk jajan,” ungkapnya. Sementara itu, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, penyebaran mobil lab untuk sementara difokuskan di enam kota. “Sebab, ini program 100 hari. Setelah ini, kami akan jangkau berbagai daerah,” terangnya. (kit/jpnn)

selebaran. Judul selebaran itu adalah tangkap, adili, dan gantung dalang Century Gate. Inti selebaran itu menuntut Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani diadili dalam kasus Century. Setelah insiden itu, petugas Pamdal dan Paspampres menyita selebaran itu dari tangan wartawan. CENTURY DIRAMPOK Dalam kesaksiannya, mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengakui penyelamatan Bank Century dilakukan karena bank tersebut dirampok oleh salah satu pemegang saham Bank Century, Robert Tantular. Namun, Boediono menegaskan krisis finansial global juga memiliki andil terhadap perburukan kinerja kesehatan Bank Century.

“Penyebabnya dua-duanya (krisis keuangan dan perampokan oleh pemiliknya). Masalah perampokan, apapun istilahnya, kalau pansus bisa membuka, saya mendukung seribu persen,” kata Boediono menanggapi pertanyaan anggota Pansus Angket Kasus Bank Century dari Fraksi Partai Hanura Akbar Faisal kemarin (12/1). Meski demikian, Boediono menegaskan, penyelamatan bank dilakukan akibat kondisi Century memburuk akibat terimbas krisis keuangan global. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century karena dikhawatirkan akan mengganggu sistem perbankan. (noe/jpnn)

Boediono Diteriaki Maling dari halaman 1 Para anggota Pansus dan Boediono kaget mendengar teriakan itu. Sontak, seorang Pasmpampres yang duduk di dekat Kamal meloncat untuk menyergapnya. Puluhan Pamdal, ditambah aparat Polisi dan Paspampres juga berlarian mengeroyok Kamal. Kamal masih memberontak. Teriakan yang sama disampaikannya dua kali. “Boediono maling, Boediono maling,” teriaknya. Belasan aktivis Kapak mencoba menarik Kamal dari kepungan aparat, namun gagal. Pria dengan ciri kepala botak dengan janggut tebal itu langsung diseret keluar beramai-ramai menuju Pos Pamdal MPR/DPR.

Aktivis KAPAK lainnya terus mencoba melindungi Kamal. Saat diseret, sejumlah Pamdal berniat mengasari Kamal. “Hei, jangan pukul teman saya, jangan pukul,” teriak aktivis KAPAK lainnya. Saat diseret, Kamal mencoba membela dirinya. “Boediono maling uang negara. Rp 1,1 triliun itu yang kita tuntut. Pansus hanya dagelan,” ujarnya. Namun, hal itu tak digubris oleh aparat. Dengan setengah berlari, aparat terus menyeret Kamal hingga ke Pos Pamdal. Tak lama di Pos, Kamal langsung dibawa menuju Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Sebelum ada insiden itu, para aktivis KAPAK menyebarkan

Kepala Rutan Pondok Bambu Dicopot Pertama dari halaman 1 lebih leluasa menjalankan tugas-tugas, ditambah dengan sejumlah prestasi,” ucapnya. Dengan jabatan baru iitu, setidaknya Catur harus mengurus 1164 orang. Mereka terdiri dari 676 tahanan dan 485 nara pidana, plus tiga balita yang mengikuti ibunya yang meringkuk di dalam sel. Gelagat pencopotan Sarju tersebut sebenarnya sudah terasa sehar setelah sidak tersebut. Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono menuding bahwa Karutan Pondok Bambu mengetahui masuknya barang-

barang pribadi milik Ayin dan Aling. Sebab, ukuran barang yang masuk ke rumah tahanan umumnya berukuran besar. Gerbong pencopotan jabatan itu, kata Patrialis, tak akan berhenti sampai disitu. Menurutnya, Sarju akan memberikan banyak keterangan kepada tim penyelidik yang telah diturunkan Depkumham, yakni tim dari inspektorat jenderal. Dia mensinyalir faasilitas itu telah diterima para nara pidana sejak lama. “Pemeriksaan itu menyangkut seluruh lini, seluruh yang ada di rutan dan lapas, kami berharap terbuka dengan keterangan yang diberikan Sarju,”

terangnya. Meski demikian, tindakan akan diberikan menunggu hasil pemeriksaan final dari tim tersebut. Selain memberikan tindakan, menteri juga mengagendakan program mutasi besar-besaran, untuk sipir, karutan dan kalapas. Ini dilakukan untuk menghindarkan praktik kerajaan-kerajaan kecil di ruang-ruang tahanan tersebut. Rotasi jabatan, kata dia, akan digiatkan selama setahun sekali mirip dengan praktik di TNI dan Polri. “Jadi kerajaan belum terbentuk mereka sudah pindah duluan,” katanya. Patrialis berharap kebijakan-

nya itu segera bisa dituntaskan. Dia juga berencana menerima seriibbu sipir baru. Langkah ini untuk menyeimbangkan antara jumlah tahanan yang harus diawasi dengan petugasnya. Selama ini, rasionya seorang petugas bertanggung jawab untuk mengawasi” 200 orang tahanan atau nara pidana. “Mudah-mudahan kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik, kami juga memperhatikan kesejahteraan sipir yang memprihatinkan,” ucapnya. Karutan Sarju Wibowo sendiri juga menerima pencopotan itu. “Tidak apa. Saya ini hanya prajurit,” katanya kemarin. (git/jpnn)

geleng. “Mungkin takut sama gue karena gue orangnya serius, gue pacaran yang mau nikah tapi kebanyakan cowok jarang yang serius,” pungkas

dara berambut hitam panjang hitam ini seraya menambahkan dirinya pernah punya hubungan dengan lelaki dari kalangan entertainment. (gin/jpnn)

Suka Pria Yogya dari halaman 1 TV. Sandra mengaku dia ingin sekali mendapatkan laki-laki dari pulau Jawa, tepatnya Yogyakarta. Karena dia merasa or-

ang Jogja berkarakter halus dan lebih suka mengalah. “Aku paling suka sama orang Jogja terutama karakternya yang nrimo,” sambungnya. Adakah Sandra memperoleh laki-laki dari Jogja? Dia meng-


KOMBIS

RABU, 13 JANUARI 2010

20

RADAR TEGAL

Properti Masih Menguntungkan Target Capaian REI Lebihi Rencana TEGAL – Pengembangan beberapa kawasan perumahan di Tegal dan sekitarnya kian memberi nuansa berbeda sekaligus pilihan bagi masyarakat. Sejumlah pengembang pun berlomba menawarkan beragam hunian mulai di pusat kota, pinggiran hingga ke wilayah pegunungan. Berbagai konsep yang dilengkapi sarana dan prasarana pendukung menjadi komoditas untuk menarik minat konsumen mulai dari kalangan bawah hingga atas. Ketua Komisariat Tegal DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah H Drajat Adi Sukmono SKom mengatakan, nilai jual properti dari tahun ke tahun terus naik. Ini membuat investasi properti sangat menjanjikan dan berprospek cerah. Ketika seseorang membeli perumahan dengan harga saat ini, 510 tahun mendatang harganya sudah akan naik hingga beberapa kali lipat. Apalagi jika perumahan yang dipilih makin dipadati penghuni dan berbagai fasilitas pendukung. Tidak salah jika saat ini, berdiri sejumlah perumahan

MENGUNTUNGKAN – Berinvestasi di bidang perumahan mulai dilirik pebisnis di Kota Tegal dan sekitarnya. DOK./RATEG

baru mulai RSH hingga kawasan elit. Apalagi, keduanya menawarkan berbagai kelebihan serta keuntungan berinvestasi di bidang ini. Di tahun 2008, REI bisa mencapai target sekitar Rp 7 miliar dari Rp 5 miliar yang direncanakan. Dengan dukungan dunia perbankan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta pengembang, dia optimis investasi di bidang properti tidak hanya sekedar memiliki rumah saja. Melainkan bisa mendatangkan keuntungan. “Harga rumah saat ini tentu akan naik beberapa kali dalam 5-10 tahun mendatang,” katanya kemarin. Chalimi, pemilik Taman Indo Jaya 77 mengakui, berdasarkan pengalaman serta potensi yang ada berinvestasi dengan cara memiliki perumahan tunai maupun kredit akan mendatangkan keuntungan jangka menengah dan panjang. Harga tanah yang terus meningkat otomatis akan mengerek harga rumah. Demikian pula dengan ketersediaan fasilitas serta kebutuhan tempat tinggal yang harus dipenuhi, kian membuat harga rumah dari tahun ke tahun selalu naik. Tidak mengherankan jika setiap berdiri perumahan baru, konsumen selalu tertarik dan penasaran dengan semua kelebihan serta konsep yang ditawarkan. “Semakin strategis dan lengkap fasilitas di suatu perumahan maka nilai investasi yang didapatkan akan makin besar pula,” tukasnya. (gun)

Omset Meningkat, Meski Tak Signifikan

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

LENGKAP – Mira Audio menghadirkan beragam peralatan elektronik dari berbagai merk.

TEGAL – Permintaan furniture seperti tempat tidur, lemari, sofa, dan lainnya dalam sebulan terakhir menunjukkan peningkatan meski tak signifikan. Konsumen cenderung memilih produk baru dengan berbagai corak untuk melengkapi rumahnya. Nadia, pemilik Furnimart Tegal mengatakan, berbagai tipe lemari pakaian, tempat tidur, kursi, meja belajar, dan sebagainya banyak diburu konsumen. Apalagi beberapa waktu lalu banyak masyarakat yang menggelar hajatan berupa pernikahan. Biasanya, konsumen yang akan melangsungkan pernikahan akan membeli lebih dari satu produk. Tidak hanya itu, menjamurnya tempat kos di Tegal dan sekitarnya juga memicu pengelola harus menyediakan tempat tidur, lemari, dan keperluan lainnya. Bahkan ada beberapa pelanggan yang datang dengan memesan lebih dari

10 set lemari dan tempat tidur untuk tempat kosnya. Tingginya animo masyarakat tentu membuatnya harus bisa menghadirkan berbagai produk serta pilihan warna dan desain. Sehingga aneka furniture yang ada bisa dikombinaskan dengan model rumah atau ruangan yang akan ditempati. Hingga saat ini, lanjut dia, terjadi peningkatan sekitar 10 persen untuk beberapa produk yang tersedia. Di tokonya dia memberikan berbagi pilihan dengan harga yang berbeda sesuai budget konsumen. Dari sekian banyak produk, lemari dan tempat tidur masih menjadi incaran konsumen. Tidaklah mengherankan jika saat ini terdapat berbagai model lemari mulai dari lemari anak hingga keluarga serta tempat tidur berbagai motif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. “Mudah-mudahan saja tren positif ini bisa terus terjaga,” katanya. (gun)

Mira Hadirkan Beragam Pilihan Beli Mocin, Berikan Subsidi UM Rp 1 Juta

TEGAL – Mira Audio Tegal memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan berbagai peralatan elektronik, telepon, faksimili, kamera digital, dan sebagainya dengan beragam merk dan harga bersaing. Stok yang lengkap dan model terbaru membuat konsumen bisa memilih dengan leluasa sesuai selera dan kebutuhan. Lie Bambang, pemilik Mira Audio Tegal menuturkan, berbagai kebutuhan mulai dari televisi berwarna, LCD TV, lemari es, AC, kipas angin, kompor gas, regulator, VCD/DVD player, tape recorder, telepom, mesin faksimili, kamera digital dan sebagainya tersedia lengkap dalam berbagai merk dan harga. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan beragam kebutuhan hanya di satu tempat saja sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga. Saat ini, pelanggan yang datang ke tempatnya berasal dari dalam maupun luar kota sehingga ketersediaan stok yang cukup dengan beragam pilihan selalu menjadi perhatian utama. Kecenderung-

CMYK

an harga saat ini relative stabil sehingga konsumen bisa memilih sesuai anggran yang ada. Untuk waktu-waktu tertentu, pihaknya juga menggelar promo spesial dengan memberikan potongan harga untuk item tertentu sesuai tema promo yang berlaku. Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan layanan antar sekaligus pemasangan sehingga konsumen bisa langsung menggunakan produk yang dibeli. “Saat ini televisi dan lemari es masih menjadi incaran konsumen, apalagi jik keluar produk baru,” terangnya. Tanto, salah seorang konsumen mengungkapkan, ketersediaan stok dengan pilihan merk yang lengkap membuat konsumen bisa membandingkan kelebihan setiap produk yang ditawarkan. Dengan demikian, anggaran yang ada bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanpa harus terpatok pada satu merk saja. “Semakin banyak produk yang ditawarkan, konsumen akan semakin mudah menentukan pilihan,” tandasnya. (gun)

TEGAL – Gedong Jembar Putra Group kembali menghadirkan kejutan di awal tahun 2010. Kini, masyarakat Tegal dan sekitarnya bisa mendapatkan subsidi uang muka Rp 1 juta untuk pembelian sepeda motor Viar. Tidak hanya itu, baik konsumen lama maupun baru berkesempatan mendapatkan layanan service gratis selamanya. Handoyo, Marketing Manager Gedong Jembar Putra Group mengatakan, subsidi uang muka hingga Rp 1 juta merupakan bentuk komitmennya untuk memudahkan masyarakat Tegal dan sekitarnya mendapatkan sepeda motor untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Stok yang lengkap dengan beragam pilihan serta pelayan-

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

MENINGKAT – Permintaan furniture di Furnimart Tegal meningkat dibandingkan biasanya.

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

SUBSIDI UM – Gedong Jembar Putra Group memberikan kemudahan kepemilikan sepeda motor China bagi konsumennya.

an maksimal diharapkan bisa memberikan kemudahan konsumen. Untuk perawatan berkala hingga pergantian suku cadang. Gedong Jembar juga memberikan jaminan spare part lengkap. Bahkan pelanggan lama maupun baru, akan mendapatkan layanan service gratis selamanya. Upaya tadi sebagai buktinya untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Sehingga perawatan dalam jangka panjang akan membuktikan ketersediaan suku cadang. Jika selama ini masyarakat masih ragu akan kehandalan sepeda motor China, jelasnya, harus segera diubah. Alasannya, sepeda motor China saat ini menerapkan teknologi terbaru di setiap produknya.

Untuk itu, Gedong Jembar memberikan subsidi uang muka hingga Rp 1 juta dan service gratis selamanya sebagai bukti kepada pelanggan. “Kesempatan ini terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan sepeda motor China untuk mendukung kelancaran aktivitas seharihari,” katanya. Joko, salah seorang konsumen mengaku senang karena mendapat subsidi uang muka hingga Rp 1 juta. Tidak hanya tu, program service gratis selamanya merupakan kali pertama dan satusatunya di Tegal sehingga betulbetul memberikan bukti nyata kepada seluruh pelanggan. “Jelas kami sangat terbantu dengan program yang diadakan Gedong Jembar Putra Group,” terangnya. (gun)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

RABU, 13 JANUARI 2010

BALANENYONG Aparat Pemkab Tegal Terima Lokalatih Paket

Manfaatkan Alat Komunikasi BANYAKNYA sejumlah kasus yang cepat terungkap di wilayah hukum Polres Tegal saat ini, memang tak pelas dari kinerja jajarannya yang kompak, dan selalu siaga. Tak terkecuali dengan penggunaan alat komunikasi pesawat Handy Talky (HT) yang kini wajib dipegang oleh masingDOK.RATEG masing personil. AKPB Wahyu Handoyo ‘’Alhamdulillah, dengan memanfaatkan penggunaan alat komunikasi HT ini, semua kasus tindak kriminalitas yang ditangani oleh Polres Tegal, dan dijumpai di lapangan, bisa cepat terungkap dan tertangani,’’ terang Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. Di ruang kerjanya Selasa (12/1) kemarin, mantan Kapolresta Magelang ini juga menambahkan, salah satu kasus tabrak lari yang kerap ditemui di jalan raya. Setelah mendapatkan laporan dari korban, pos polisi terdekat yang mendapatkan laporan dari masyarakat tidak serta merat langsung mengejar sasarannya. Namun melainkan juga berkordinasi dengan jajaran induk Slawi atau Polres Tegal. ‘“Sedangkan dari induk sendiri, kabar adanya informasi tersebut langsung disebarkan ke jajaran lain termasuk 18 polsek yang ada. Jadi, para pelaku kejahatan yang berhasil kabur, bisa segera ditang-

CARI KESEPAKATAN APARAT Pemkab Tegal dan stake holder baru-baru ini menerima Loka karya dan Pelatihan (Lokalatih) Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (Paket) Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Lokalatih digelar di aula Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Tegal. Ketua panitia Lokalatih, M Haris Cahyono di sela-sela acara menjelaskan, tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk mendapatkan kesamaan pandang antar Pemkab dan stake holder terhadap paradigma, pendekatan, konsep dan mekanisme P2KP Advanced. Selanjutnya, agar Pemkab dan stake holder mampu memetakan kondisi kegiatan Paket serta strategi perbaikannya. Sehingga Pemkab dan stakeholder nantinya diharapkan mampu mereview konsep dan mekanisme pelaksanaan Paket. ‘’Peserta diharapkan mampu memahami konsep dan mekanisme, agar Pemkab dan stake holder mempunyai komitmen dalam mendukung kegiatan P2KP Advanced.

ke hal 9 kol 1

ke hal 9 kol 4

KIYEH LIKUH ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

LOKALATIH - Kegiatan Lokalatih bagi aparat Pemkab Tegal yang digelar di aula Bapermasdes.

Petani Tolak Pemanfaatan Air Gung HARVIYANTO/RADAR SLAWI

MEMBERI PAKAN - Fathurahman, pembudidaya ikan lele di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru saat memberikan pakan pada ternak lelenya di lokasi budidaya yang berada di belakang rumahnya.

BudidayaLeleMakinRamai TINGGINYA tingkat konsumsi terhadap ikan darat membuat semakin menjamurnya usaha warung makan yang menyediakan berbagai macam menu dari ikan. Bahkan akhir-akhir ini, usaha warung pecel lele juga menjadi peluang usaha yang cukup menggiurkan. Maraknya warung pecel lele tersebut membuat tingkat kebutuhan ikan lele di wilayah Kabupaten Tegal meningkat. Tingginya kebutuhan ikan tersebut, membuat beberapa masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal banyak membuka usaha budidaya ikan lele. Seperti yang dilakukan oleh Fathurrahman, warga Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru, dengan memanfaatkan lahan kosong di belakang rumahnya, ia mulai mengembangkan usaha budidaya ikan lele. Menurutnya, saat ini usaha budidaya lele cukup menjanjikan. Pasalnya, tingkat kebutuhan lele di Kabupaten Tegal cukup tinggi, hal tersebut lantaran semakin menjamurnya warung pecel lele yang khusus menyediakan menu ikan lele. “Sekarang kami telah memiliki empat kolam yang dijadikan untuk perkembangbiakan ikan lele. Dengan panjang kolam 3x5 tersebut, saya merawat sekitar 3000 ekor ikan lele,” beber dia. Meski belum banyak memahami usaha tersebut, lanjut dia, namun dari pengalaman rekan-rekannya yang menggeluti usaha yang sama, usaha budidaya ikan lele cukup menggiurkan. Disamping tingkat kebutuhan ikan lele yang tinggi, tingginya nilai jual juga membuat ia berani menggeluti usaha budidaya ikan lele.

Untuk Menambah Pasokan Air PDAM Kota Tegal SLAWI - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal, untuk menambah jumlah pasokannya berencana memanfaatkan debit air Sungai Gung. Sayangnya ide brilian tersebut ditolak sejumlah petani yang ada di Kabupaten Tegal. Mereka hawatir, program pemanfaatan air Sungai Gung, pasokan air untuk petani yang ada di wilayah Kabupaten Tegal akan terganggu,

GRAFIS: DWI NANDA P/RATEG

sehingga akan berdampak pada rusaknya tanaman atau puso. Hal ini terungkap dalam sosialisasi pemanfaatan sumber air

Kaligung untuk penambahan debit air baku PDAM yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Hotel Kudus, Selasa (12/1) ke-

marin. Seperti diungkapkan Muarif, Pengurus Pelaksana Teknis Pengairan, meski janji PDAM hanya

akan memanfaatkan Sungai Gung di waktu musim penghujan, namun hal tetap akan mengganggu pertanian. Pasalnya, meski masih dalam musim penghujan bendungan Danawarih mati sendiri. Hal ini menyebabkan petani selalu kerja bakti setiap minggu untuk perbaikan perairan sawah. Tidak hanya itu, pada bulan 5 dan 6 (Mei-Juni, Red) petani sudah mulai melakukan sistem gilir untuk mendapatkan air dari sungai tersebut. Apabila dalam waktu tersebut air Sungai Gung juga diambil untuk pasokan PDAM, maka dipastikan petani ke hal 9 kol 1

Fatah : Aksi Coret-coret, Bukan Anggota Kawanan Pembegal

Truk Digulung

Diduga Gerakan Aksi Forgusta Disusupi KETUA Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal Fatah Yasin memastikan, pelaku aksi coret-coret dan sejumlah aksi lainnya di ruang Komisi III DPRD, bukanlah anggota Forgusta yang ikut dalam demo, Senin (11/1) lalu. Hal ini diyakini Fatah Yasin setelah pihaknya melakukan klarifikasi kepada sejumlah anggota Forgusta. Fatah Yasin dan jajaran pengurus Forgusta Kabupaten Tegal mengindikasikan adanya penyusup yang sengaja berbuat tidak terpuji saat demo digelar, deke hal 9 kol 4

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

IKUT LARUT - Sejumlah siswa ikut larut dalam istighosah yang dilakukan oleh Forgusta dalam aksinya di DPRD Kabupaten Tegal.

KRAMAT - Meski sudah berhasil melumpuhkan para korban, namun kawanan pembegal truk di jalur pantura, diantaranya Budi Santoso (59) dan Kasyanto (59) keduanya warga Malang Jawa Timur, Senin (11/1) malam berhasil digulung petugas Polres Tegal. Sedangkan empat korban pembegalan yang diketahui sebagai sopir dan kernet truk hingga Selasa (12/1) kemarin, masih menjalani perawatan intensif di ruang Dahlia RSUD dr Soeselo Slawi, lantaran sebelumnya dicekoki minuman yang diketahui ada biusnya. Empat korban pembiusan dan pembegalan dua truk angkutan

barang yang armadanya masih baru masing-masing Wawan (22) warga Desa Wanarejan Selatan Taman Pemalang, Rasidin (53) warga Desa Pegatungan Mulyoharjo Pemalang, Dukono (45) warga Desa Beji Pemalang, dan Heriyanto (42) warga Jalan Dewi Sartika Pesurungan Kidul Kota Tegal. Diketahui, sebelum para sopir dan kernet ini menjadi korban sebelumnya dari Pemalang, tiga orang tak dikenal mengaku hendak mencarter truk Cold Diesel dengan Nopol G 1364 KD, dan G 1863 AD. Dengan ikut menumpang kedua truk tersebut, kawake hal 9 kol 4

ke hal 9 kol 1

Dari Deklarasi Komunitas Pit Tua Slawi

Diwarnai Ngonthel Bareng Bersama Sekda Komunitas Pit Tua Slawi (Kompas), sebagai wadah berbagai organisasi penggemar sepeda onthel seKabupaten Tegal, resmi berdiri. Pendirian Kompas tersebut ditandai dengan deklarasi yang digelar Minggu (10/1) lalu di halaman rumah dinas Sekda Kabupaten Tegal. LAPORAN : ARIEF NUR ACARA deklarasi Kompas dihadiri sekitar 268 penggemar sepeda onthel se-Kabupaten Tegal. Para penggemar sepeda onthel yang kemudian tergabung dalam

CMYK

Kompas, sepakat mendaulat Sekda Kabupaten Tegal, Sriyanto HP untuk menjadi Ketua Kompas. Usai deklarasi di rumah dinas, sekitar 268 anggota Kompas menggelar kegiatan ngonthel bareng Sekda Kabupaten Tegal. Adapun rute yang ditempuh, mengelilingi kota Slawi dengan start dan finish di halaman rumah dinas Sekda Kabupaten Tegal. Menurut salah seorang pengurus Kompas, Agus Endi Supriyo, Kompas memiliki sejumlah agenda kegiatan. Diantaranya kegiatan rutin berupa ngonthel bareng, yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setiap bulannya. Adapun sasaran ngonthel bareng tersebut, pada sejumlah obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata religi di Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Te-

rmasuk pula di dalamnya, kegiatan bhakti sosial dan kegiatan bermanfaat lainnya. ‘’Kami juga berencana mengikuti event-event yang berkaitan dengan sepeda kuno, baik lokal maupun nasional. Seperti halnya Bandung Lautan Sepeda, yang akan dilaksanakan tanggal 31 Januari 2010 nanti. Tidak hanya itu, kami juga berencana menggelar pameran sepeda kuno, baik original maupun modifikasi, sekitar bulan mei 2010 nanti bertepatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Tegal,’’ terang Agus Endi Supriyo. Menanggapi pendirian kompas serta kepercayaan yang diberikan oleh anggota Kompas, Sekda Kabupaten tegal, Sriyanto menyambut baik hal tersebut. Meke hal 9 kol 1

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

NGONTHEL - Acara ngonthel bareng Sekda Kabupaten Tegal, Sriyanto HP (paling depan) yang diiringi sekitar 268 pengonthel usai deklarasi Kompas.


PEMALANG

4

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

PENDIDIKAN Targetkan Tiga Sukses MENSUKSESKAN pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dengan peserta 1.638 siswa menjadi agenda penting bagi UPPK Comal. Pasalnya, target yang dicapai bukan sekadar lulus seratus persen, tetapi seratus persen kelulusan bermutu. Hal itu diungkapkan Kepala UPPK Comal Drs H Sulismadiyanto MPd, saat disambangi di kantornya Selasa (12/1) kemarin. Menurut dia, untuk mencapai keberDOK RADAR PEMALANG hasilan yang dimaksud, setidaknya telah Drs Sulismadiyanto dicanangkan tiga target sukses. Yakni sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan sukses hasil. Untuk menuju kesana, pihaknya telah melaksanakan upaya sosialisasi UASBN dengan para kepala sekolah se-Kecamatan Comal beberapa waktu lalu. “Kepada semua kepala sekolah, kami juga menyarankan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat utamanya orang tua murid,” jelas pendidik yang masih mengikuti program studi S-3 psikologi pendidikan di UGM Yogyakarta itu. Salah satu upaya berkaitan dengan target tersebut adalah penambahan jam pelajaran, yang diikuti dengan pelaksanaan latihan UASBN di tingkat sekolah, gugus dan kecamatan. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan latihan ujian tingkat kabupaten. (mg6)

PEMBANGUNAN

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MARKA JALAN - Beberapa pekerja dari DPU Kabupaten Pemalang sedang mengecat marka tengah jalan Selasa (12/ 1) kemarin.

Warga Sambut Gembira AMPELGADING - Dibukanya Jembatan Kemuning yang terletak di Desa Kemuning Kecamatan Ampelgading, disambut gembira oleh sebagian besar pengguna jembatan tersebut. Kebanyakan pengguna jembatan merasa terbantukan dengan adanya penghubung jalan yang dibelah oleh Sungai Comal itu. Hal ini sejalan dengan keinginan masyarakat, agar pembangunan jembatan yang selesai pada Senin 4 Januari 2010 lalu itu untuk segera dibuka. “Tentu sangat senang, karena kami tidak perlu memutar lewat Comal lagi,” ujar salah satu sopir truk yang mengangkut pasir Nardi (50) kepada Radar Selasa (12/1) kemarin. Dikatakan dia, dalam sehari ia bisa mengangkut pasir dan batu hingga 3 kali. Karenanya dengan dibukanya jembatan yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 3,2 miliar tersebut, ia beserta puluhan truk lain tidak perlu memutar. Warga lainnya, Santi (57) yang juga asal Desa Kemuning kepada Radar mengungkapkan, dibukanya Jembatan Kemuning sangat memudahkan ia beserta ratusan petani lainnya di berbagai desa di Kecamatan Ampelgading dan Bodeh. Sehingga tidak lagi menggunakan jembatan darurat disisi utara jembatan baru yang biasanya ngantri. Maklum saja, jembatan darurat hanya mampu dilewati satu mobil. (mg6)

Nicholas Saputra Kabur dari Rumah Masih Diamankan di Polres Lamongan AMPELGADING - Nicholas Saputra (12), bocah asal Desa Karang Tengah Kecamatan Ampelgading yang disangka kabur meninggalkan rumah ke Lamongan Jawa Timur, akhirnya diamankan kepolisian setempat. Kabar tersebut diperoleh saat Radar menyambangi Polsek Ampelgading Selasa (12/1) kemarin. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Unit Reskrim Polsek Ampelgading Aiptu Purwoto kepada Radar kemarin mengungkapkan, Nicholas Saputra adalah bocah asal Peleman Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Di Karang Tengah sendiri, ia diasuh

oleh Ali Imron (50), yang sehari-hari berprofesi sebagai kenet truk. “Dulu anak ini ditemukan di jalan, saat Ali Imron sedang bekerja,” terangnya kepada Radar. Saat itu lanjut Purwoto, bocah yang seharusnya mendapatkan perawatan dengan baik oleh kedua orang tuanya tersebut, hidupnya menggelandang dari lampu merah ke lampu merah di Tegal maupun Pemalang. Bocah itu mengharap belas kasih pengguna jalan dengan meminta-minta. Pada saat itulah, Ali Imron mendapati anak ini sedang meminta-minta. Setelah dikasih uang, ternyata Nicholas ingin menumpang ke Pemalang. ”Sering menumpang truknya kemanamana,” ujarnya. Karena merasa kasihan lanjut Pur-

woto, oleh Ali Imron akhirnya diasuh di rumahnya. Ia kemudian dirawat sebagaimana layaknya anak kandung, termasuk diberikan pendidikan dengan memasukkannya ke sebuah sekolah dasar di Ampelgading. Namun dalam perjalanannya, jenjang pendidikan formal tingkat dasar tersebut hanya dilalui dalam hitungan bulan, karena Nicholas sering bolos sekolah. Ali Imron sudah berulang kali menasehatinya, namun mentok, Nicholas akhirnya keluar sekolah. “Nicholas akhirnya dimasukkan ke pondok pesantren di Wiradesa Pekalongan,” ungkap Purwoto. Ali Imron berharap bahwa dengan dimasukkannya ke pondok pesantren, ia akan berubah karena mendapatkan pelajaran-pelajaran agama dari kiai.

Akan tetapi dugaan Ali Imron salah, karena hanya dalam hitungan 2 hingga 3 bulan. Nicholas justru kabur entah kemana. “Hari Minggu sore, Polres Lamongan menelpon kesini, katanya ada anak kabur yang berasal dari Karang Tengah Ampelgading,” tuturnya menirukan ucapan Polres Lamongan. Memang Nicholas Saputra bukan anak kandungnya. Karenanya ketika Polres Lamongan memberitahukan agar bapaknya menjemput ke Lamongan, oleh Ali Imron disambut agak dingin. “Kalau diantarkan kesini, katanya Ali Imron masih mau merawatnya. Tapi kalau harus menjemputnya ke Lamongan, ia keberatan karena tidak punya ongkos,” tandas dia. (mg6)

Harapkan Stabilitas Politik SITUASI politik nasional yang dalam beberapa bulan terakhir memanas, terutama sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menjalani serangkaian masalah dan berlanjut dengan dibentuknya Pansus Century, ternyata berdampak cukup serius bagi keberlangsungan usaha kecil menengah. Hal ini sebagaimana dikemukakan Saepuri, salah satu pengusaha konveksi di Purwoharjo Comal Selasa (12/1) kemarin. Menurutnya, stabilitas politik nasional ini kalau tidak segera berakhir ditakutkan dalam beberapa bulan ke depan akan berimbas pada kenaikan beberapa bahan baku konveksi. “Sejak memasuki tahun 2010, memang belum kelihatan adanya goncangan ekonomi, karena beberapa harga dasar bahan baku masih normal-normal saja,” terangnya kepada Radar Selasa (12/1) kemarin. Dikatakan dia, berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, situasi politik yang tidak stabil secara langsung akan menyeret kondisi pereko-

nomian. Investor misalnya, mereka akan berfikir dua kali untuk menginvestasikan usahanya, sehingga berdampak pada melemahnya peluang usaha. “Dampaknya sangat terasa bagi usaha-usaha kecil menengah seperti saya,” tandas Saepuri. Apalagi lanjutnya, beberapa pengusaha home industri di Kabupaten Pemalang hampir separuhnya menjual jasa saja, alias bukan usaha miliknya sendiri. Kebanyakan mereka adalah buruh dari beberapa pengusaha di Jakarta, karena tidak mempunyai modal yang cukup. Saepuri yang memiliki karyawan sebanyak 60-an di rumahnya di RT 05 RW 09 Desa Purwoharjo Comal ini mengharapkan, para politikus nasional dapat mengerem dan menahan diri. Sehingga dapat menghindarkan kemungkinankemungkinan terburuk yang akan menimpa beberapa pengusaha kecil-menengah di berbagai daerah. Dia juga akan tetap menjaga kualitas barangnya. (sumitro)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

Jahit Pakaian - Sejumlah pekerja di sentra konveksi Purwoharjo Comal sedang menyelesaikan pekerjaannya menjahit pakaian Selasa (12/1) kemarin.

Cuaca Buruk, Nelayan Enggan Melaut PEMALANG - Cuaca buruk dengan gelombang pasang yang akhir–akhir ini terjadi di perairan Jawa, rupanya membuat nelayan takut untuk melaut. Akibat kondisi ini, banyak nelayan yang menganggur, sehingga kehidupannya mengalami kesulitan akibat tidak punya pendapatan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Pemalang, Abu Sujangi menuturkan banyak nelayan di lingkungan TPI Tanjungsari sekarang ini lebih memilih berhenti melaut karena cuaca

buruk kini sedang terjadi. Akibat cuaca yang tidak lagi menguntungkan akhirnya kehidupan nelayan sedang mengalami paceklik. “Sekarang nelayan banyak yang tidak berangkat melaut sebab cuaca sedang buruk,” katanya kepada Radar kemarin. Menurutnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu terjadi sejak seminggu yang lalu sebagai akibat musim angin barat yang sedang terjadi. “Nelayan merasa takut jika berangkat melaut akibat ombak besar karena bisa mengancam

keselamatan jiwanya, lagi pula ikan juga sekarang sedang sulit dicari sehingga mereka memilih untuk sementara berhenti melaut sembari menunggu cuaca kembali normal,” ujarnya. Kosim (45) nelayan di TPI Tanjungsari mengaku sedih karena sudah 4 hari menganggur tidak bekerja dan tidak punya pendapatan. Untuk menghidupi anggota keluarganya sebagai akibat cuaca buruk, terpaksa harus mencari tambahan pendapatan yaitu menjadi buruh memperbaiki jaring milik juragannya yang rusak. (mg1)

AGUS P/RADAR PEMALANG

BERSANDAR – Sejumlah perahu milik nelayan masih bersandar di dermaga karena nelayan engan melaut akibat cuaca buruk.


ENTERTAINMENT

RABU 13 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Perseteruannya, Dipicu Api Cemburu BUNGKAMNYA Richa Novisha atas penyebab perceraiannya dengan Gary Iskak ternyata cukup beralasan. Ternyata Richa kini memfokuskan perhatiannya pada kesehatan ibundanya yang didera sakit. Wajar saja dirinya tak mau berkomentar dulu soal kesimpangsiuran penyebab retaknya rumah tangga yang dijalin bersama Gary. “Dia sempat bingung kenapa masalahnya jadi begini, tapi sekarang dia pasrah dan siap menjalani proses pengadilan (cerai). Sekarang dia tinggal sama orangtuanya di Bogor, ngurus ibunya yang sakit. Kasihan ibunya shock,” kata Noor

bt Muhammad saat diwawancarai KapanLagi.com di Jl. Markisa No. 23, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1) siang. Noor atau yang akrab disapa Umi Nung adalah guru spiritual Richa, lebih jauh mengindikasikan bahwa hubungan Icha, sapaan akrab Richa Novisha, tak direstui oleh kedua orang tua Icha. Dan mengenai permasalahan rumah tangganya, Icha sudah berkonsultasi dengan dirinya. “Icha memang terbuka sama saya. Tadinya dia mau ngomong ke teman-teman (wartawan) karena dia merasa di pihak yang benar, tapi sekarang dia ngurus ibunya dulu. Mungkin

nanti dia akan ngomong,” papar Umi Nung. Soal permasalahan Icha, Umi Nung memberikan penjelasan singkat bahwa pemicu perseteruan di antara mereka adalah rasa cemburu. “Gary cemburu. Umi mau klarifikasi bahwa nggak ada itu anaknya orang lain. Itu pure anaknya Gary. Kalau ada keraguan, silahkan aja tes DNA. Pihak ketiga itu tidak ada,” tegas Umi. Lalu, bagaimana dengan kabar nikah siri Richa dan Gary? “Kalau dibilang Icha sama Gary nikah siri, itu tidak benar. Mereka sudah sah nikah di KUA Bogor,” pungkasnya. (kpl/adt/bun)

VELOVE VEXIA

Enjoy Tinggal di Los Angeles BAGI Velove Vexia, hidup di luar negeri nampaknya jadi pengalaman mahal yang tak terlupakan. Betapa tidak setelah sempat merasa tak nyaman hidup di Perancis, kini ia justru mengakui enjoy menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat. “Aku sebenarnya dari Prancis pindah ke LA, terus baru ke Indonesia di sana dalam rangka kuliah,” ujar putri O.C Kaligis itu. “Di Prancis berat banget di sana aku benar-benar sendiri, ternyata nggak segampang itu,

banyak kejadian ngeri. Ya terus aku pindah ke LA kalau di sana bisa nyetir sendiri lebih aman, di Prancis nggak bisa, karena banyak cowok-cowok yang reseh. Tadinya aku mau ke New York tapi nggak jauh beda dengan cuaca Paris jadi mending LA aja sudah kayak Jakarta,” imbuhnya menerangkan. Selanjutnya dara yang terdaftar di Jurusan Bisnis University of Santa Monica, Los Angeles itu juga mengutarakan kenikmatan yang ia rasakan setelah menjalani hari-harinya di LA. (kpl/gum/bar)

Manfaatkan Alat Komunikasi dari halaman 3 kap dan diproses guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ jelas Kapolres. Menurutnya, sejak dirinya memiliki kebijakan agar anggota wajib menggunakan HT ini, karena fungsinya sangat banyak dalam hal melakukan kordinasi dan kerjasama yang baik. Terbukti sejumlah kasus diantaranya copet, jambret, dan pembegalan yang baru saja

terjadi, bisa cepat tertangani dengan baik dan mudah. ‘’Dan yang terpenting bagi masyarakat sendiri, bila mendapatkan musibah atau menjadi korban pun jangan sungkan untuk bisa cepat melaporkan kejadiannya ke pos polisi atau polsek terdekat. Sehingga, anggota yang bertugas saat itu juga bisa secepatnya memberikan kabar bagi jajaran lain. Sehingga, pelaku yang berhasil kabur bisa cepat terdeteksi,’’ paparnya.

Termasuk penggunaan HT ini, selain tidak menggunakan pulsa, imbuh Wahyu, dirinya juga bisa langsung memonitor anggotanya yang bertugas. Demikian pula dengan anggota yang bertugas baik itu di Mako Polres Tegal sendiri, maupun jajaran polsek tiap beberapa jam wajib melaporkan situasi dan kondisi di wilayahnya masing-masing. Sehingga bila ada suatu kejadian, jajaran Polres Tegal juga bisa langsung membackupnya. (gus)

Diwarnai Ngonthel Bareng bersama ... dari halaman 3 nurutnya, pendirian organisasi Kompas sebagai bagian dari upaya memasyarakatkan oleh raga dan mengolahragakan masyarakat. ‘’Saya sangat mendukung apresiasi pendirian Kompas, karena organisasi ini dapat menumbuhkan kegemaran berolah raga. Saya berharap, organisasi ini dapat terus berkembang dan semakin diminati warga di Kabupaten Tegal. Kami terbuka kepada siapapun juga yang ingin bergabung dan ingin ngonthel sama-sama,’’ ujar Sriyanto HP.

Sriyanto berharap, ke depan Kompas dapat mengembangkan kegiatan agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat secara luas. Sehingga keberadaan Kompas tidak hanya membawa arti bagi anggota, namun juga bagi masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya. ‘’Prinsipnya, ngonthel bareng ini sebagai kegiatan olah raga. Tapi tidak menutup kemungkinan, kegiatannya akan terus berkembang menjadi kegiatan sosial,’’ tandasnya. Tercatat sedikitnya 11 paguyuban (komunitas) pengonthel se-Kabupaten Tegal yang tergabung di dalam wadah Kom-

pas, baik yang telah resmi berdiri maupun belum. Kesebelas paguyuban itu diantaranya Paguyuban Onthel Masyarakat Pangkah (Pompa) Kecamatan Pangkah, Paguyuban Pit Lawas Langon Slawi (Pitulas) Kecamatan Slawi, Pesontel Kecamatan Dukuhwaru, Kalisalak Onthel Club (KOC) Kecamatan Margasari, Procot Komunitas Sepeda Onthel Kecamatan Slawi, BSA Desa Purbayasa dan Dermasandi Kecamatan Pangkah, Pagerbarang Onthel Club Kecamatan Pagerbarang, Adiwerna Onthel Club Kecamatan Adiwerna dan lainnya. (aan)

Petani Tolak Pemanfaatan Air Gung dari halaman 3 akan terganggu. Atas dasar tersebut, pihaknya menolak pemanfaatan air sungai Gung untuk memenuhi kebutuhan PDAM Kota Tegal. “Saat musim penghujan saja (Mei-Juni, Red) petani sudah harus mendapatkan pasokan air secara gilir. Jika PDAM ikut mengambil, kebutuhan air untuk petani pada waktu tersebut akan terganggu, untuk itu, saya atas nama petani menolak rencana tersebut,” papar Muarif di hadapan peserta sosialisasi pemanfaatan sumber Kaligung untuk penambahan debit air baku PDAM. Petani lainnya Iswanto menyatakan, meski maksud tujuan PDAM tersebut sangat bagus, namun program tersebut tidak bisa dilaksanakan saat ini. Sebab, bendungan Danawarih kontruksinya sudah sangat buruk. Hal tersebut menyebabkan distribusi air ke lahan persawahan di Kabupaten Tegal terganggu. Bahkan sesuai informasi, tahun 2010 pemerintah akan melakukan perbaikan, namun pada kenyataannya, hal itu belum terealisasi.

“ Untuk itu, kami minta kepada PDAM untuk menunda program pengembangan air minum dengan memanfaatkan air Sungai Gung sebelum ada perbaikan terhadap bendungan Danawarih,” ungkap dia di hadapan hadirin. Sementara itu, Kasi Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juawana Bambang Astoto mengatakan, ia melihat PDAM akan melakukan pemanfaatan terhadap air Sungai Gung, itu perlu didukung. Mengingat program tersebut merupakan pengembangan untuk pengadaan air minum. Sehingga dalam hal ini, petani bisa memberikan sebagian air Sungai Gung yang awalnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian bisa diberikan kepada PDAM guna kepentingan pengadaan air bersih. “Air bersih merupakan pokok masyarakat. Untuk itu, petani bisa memberikan kesempatan kepada PDAM agar bisa memanfaatkan air Sungai Gung guna mendapatkan tambahan pasokan air bersih yang nantinya diberikan kepada masyarakat,” pintanya. Direktur PDAM Kota Tegal M Iqbal SE MM di hadapan

ratusan petani Kabupaten Tegal mengatakan, dalam program pemanfaatan air Sungai Gung, PDAM hanya akan mengambil debit air 250 liter per detik. Pemanfaatan juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Iqbal menambahkan, terhadap pemanfaatan air sungai, hal itu sudah dilakukan berbagai kajian antar PDAM dengan Balai Besar. Dari hasil kajian tersebut, maka PDAM hanya akan mengambil debit air Sungai Gung di luar bulan Agustus, September dan Oktober. Hal itu dikarenakan, pada bulan tersebut sedang terjadi puncak musim kemarau. “Itu dilakukan agar petani yang bergantung kepada pasokan air Sungai Gung tidak terganggu,” terangnya. Ia menambahkan, untuk saat ini tingkat kebutuhan air bersih semakin tinggi. Hal tersebut membuat PDAM tidak bisa memenuhi semua. Bahkan di wilayahnya, ada sekitar 266 pelanggan pasif yang tidak di tarik biaya. Sementara untuk taftar tunggu saat ini juga sangat banyak. Untuk itu perlu dilakukan terobosan-terobosan oleh PDAM untuk bisa menambah jumlah pasokan air. (cw3)

GARY-RICHA

Hanya PWI Yang Akui Wartawan Infotainment BEDA pandangan soal peran jurnalis media infotainment masih menjadi perdebatan. Sebagian pandangan menyebut infotainment bukanlah wartawan, yang melekat sejumlah hak dan kewajiban, berikut etika jurnalis yang harus menjadi pedoman. Ilham Bintang, selaku sekretaris kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sekaligus pemilik sebuah Production House Infotainment, berpendapat jika kerja infotainment tidak

memiliki perbedaan, sebagaimana wartawan lain. “Kerja infotainment itu sama dengan wartawan yang lainnya, ada yang nonton juga, ada yang suka juga. Cara kerja mereka juga rutin kok tiap hari menjalankan tugas dan fungsi jurnalistik. Kita ingin mengangkat martabat infotainment,” ungkapnya di Gedung Dewan Pers di Kebun Sirih, Jakarta. “PWI juga telah mengingatkan bahwa infotainment itu wartawan. Tapi PWI

juga tidak memaksa mereka untuk mendaftar di PWI atau tidak. Karena dari empat lembaga Pers hanya PWI yang menghargai dan mengakui infotainment itu adalah wartawan. Dalam acara konselerasi internal, legalitas formal infotainment sebagai wartawan.” Selasa (12/1) malam PWI melakukan pertemuan pengusaha media, khususnya infotainment untuk membicarakan penerapan etika kerja jurnalistik dalam sistem kerja wartawan infotainmen. (kpl)

Cari Kesepakatan dari halaman 3 Untuk mencapai tujuan dan memberikan manfaat kepada para peserta, kami menerapkan proses belajar mengajar orang dewasa. Di mana dalam seluruh proses belajar mengajar, peserta turut berperan sebagai nara sumber untuk saling memperkaya pemahaman masingmasing dengan menggunakan pendekatan pendidikan kritis,’’ terang M Haris Cahyono SH. Sementara itu, Asisten I bidang Administrasi Pemerintahan Sekda Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa, menjelaskan, program P2KP yang

dilaksanakan tersebut haruslah didasarkan pada data-data yang valid. Diantaranya mengenai kelompok sasaran (warga miskin) dan kondisi riil kemiskinan yang terjadi. ‘’Pengelolaan program juga harus transparan. Artinya, seluruh warga mempunyai hak untuk mengakses informasi dan pihak pengelola program berkewajiban untuk menyediakan informasi mengenai program dan pelayanan yang dibutuhkan warga,’’ jelasnya. Pemerintah dan pengelola program, lanjut Bagas, harus dapat mempertanggung ja-

wabkan semua kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sehingga, diperlukan pemimpin-pemmpin yang tidak hanya unggul otak dan terampil, tetapi juga unggul dalam komitmen, tabiat perilaku, dan punya hati terhadap rakyat. ‘’Keterlibatan warga masyarakat sangat diperlukan. Baik dalam pengambilan keputusan maupun kontrol terhadap penyelenggaraan program. Pemerintah dan para pihak pengelola program harus memberikan ruang sebesar-besarnya agar warga bisa mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi,’’

tandasnya. Selain itu, lanjut Bagas, diperlukan pula anggaran yang proporsional dengan aspekaspek permasalahan seperti halnya kesehatan, pendidikan, air bersih, dan lain sebagainya, sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah. ‘’Adanya kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus didasarkan kepada kejujuran dan niat baik. Bahwa pengembangan program semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat, bukan untuk mencari kepentingan pribadi atau golongan,’’ pungkasnya. (aan)

Fatah : Aksi Coret-coret, Bukan Anggota dari halaman 3 mi merusak citra Forgusta Kabupaten Tegal. Hal ini disampaikan Fatah Yasin, di hadapan anggota Badan Anggaran (Banang) DPRD Kabupaten Tegal, di selasela rapat pembahasan nota keuangan APBD 2010 bersama dengan Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), Selasa (12/1) kemarin. Menurut Fatah Yasin, yang dijumpai setelah rapat pembahasan nota keuangan, keyakinan bahwa pelaku coretcoret bukanlah anggota Forgusta itu berdasarkan sejumlah faktor. Diantaranya, tinta yang dipergunakan untuk mencoretcoret lemari di ruang Komisi III, yang diyakini tidak dimiliki anggota Forgusta. ‘’Kami yakin, tidak ada guru yang membawa type ex (penghapus tinta, Red), karena umumnya guru hanya membawa

pulpen,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut Fatah Yasin, dalam melakukan aksi coretcoret, tentunya membutuhkan waktu. Padahal saat kejadian, di sekitar lokasi dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Sehingga, menurutnya, tidak memungkinkan bagi anggota Forgusta yang saat itu ikut dalam demo untuk melakukan aksi coretcoret. ‘’Apalagi kalau melihat tempat almari yang ada di belakang ruangan Komisi III, saya yakin anggota Forgusta tidak ada yang berani masuk sembarangan ke ruang itu,’’ tegasnya. Terkait dengan hilangnya kertas HVS sebanyak 1 rim, juga diyakini tidak dilakukan oleh anggota Forgusta. Pasalnya, anggota Forgusta tidak membutuhkan kertas HVS tersebut sebagai alat tulis menulis. ‘’Saya sudah klarifikasikan dengan anggota, dan tidak ada satupun yang melakukan pen-

curian kertas HVS,’’ tandas Fatah Yasin. Sementara itu, Ketua I Forgusta Kabupaten Tegal, Junaedi, mengaku telah mengklarifikasi seluruh anggota Forgusta yang saat pelaksanaan demo, berada di dalam ruangan Komisi III DPRD Kabupaten Tegal. Diakuinya, sejumlah anggota Forgusta masuk ke dalam ruangan Komisi III, namun hanya sebatas duduk-duduk. ‘’Saya sudah mencoba klarifikasi semua anggota Forgusta yang saat demo berada di dalam ruangan Komisi III, ternyata mereka di dalam ruangan itu hanya duduk-duduk di kursi Dewan. Menurut keterangan teman-teman, mereka hanya mengagumi fasilitas yang dipakai anggota Dewan, sementara mereka terbiasa menggunakan kursi kayu saat mengajar seharharinya,’’ ujar Junaedi. RESIKO

Terkait dengan adanya aksi yang menurut Ketua Forgusta, Fatah Yasin, dilakukan oleh oknum yang menyusup, hal ini disadari sebagai sebuah resiko dalam mengerahkan massa. Fatah Yasin juga tidak mengelak jika pihaknya dituding sebagai pihak yang patut bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi tersebut. ‘’Karena kami sudah mengerahkan massa, jadi wajar saja akalau ada yang menyusup. Kami harus menerima ini sebagai sebuah resiko. Tapi yang jelas, kami siap bertanggung jawab sebagai konsekuensi kami dalam mengerahkan massa,’’ tandasnya. Aksi tidak terpuji yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab itu menuai kecaman sejumlah kalangan. Selain kalangan DPRD Kabupaten Tegal, tindakan tidak terpuji tersebut juga dikecam oleh Forgusta Kabupaten Tegal. (aan)

Kawanan Pembegal Truk Digulung dari halaman 3 nan pembegal ini, di tengah perjalanan menuju Kota Tegal, sebelumnya meminta beristirahat terlebih dulu dengan alasan, barang alumunium yang hendak dibawanya belum datang. Karenanya, dengan memasuki hotel di jalur pantura, empat korban pun akhirnya menuruti keinginan kliennya yang hendak mencarter kendaraannya. Dalam hotel tersebut, kawanan pembegal yang berjumlah tiga orang langsung memberikan empat bungkus rokok kepada tiap- tiap sopir dan kernet truk. Selanjutnya, sopir dan kernet truk tersebut juga langsung disuguhkan minuman bir putih dan hitam. Dengan berpura-pura hendak mencarikan perempuan, empat orang awak truk tersebut selang beberapa menit mendadak tak sadarkan diri. Sedangkan melihat para korbannya sudah tak berdaya, kawanan begal tersebut juga langsung membawa kabur dua truk termasuk, sejumlah uang dan HP milik awak truk tersebut. Kendati demikian, jajaran petugas kepolisian yang mendapatkan laporan, segera melakukan pencarian. Hingga akhirnya, dua truk yang dibawa oleh ka-

wanan pembegal dan tengah melintas di jalan raya Margasari, akhirnya berhasil diamankan dan digulung. Sedangkan satu pelaku, berhasil kabur lantaran usai mendapatkan barang incarannya, salah satu pelaku bernama Indra (40) asal Tasik Jawa Barat menaiki angkutan umum. ‘’Kami awalnya memang sudah curiga, ketika tiga orang yang mencarter truk memberikan rokok dan minuman. Apalagi, lokasinya di dalam hotel. Karenanya, kami pun saat itu keluar ruangan kamar dan langsung mengontak ke bos, karena mengalami sedikit kendala dengan pencarter,’’ terang Wawan dengan kondisi tangan diinfus. Meski masih mengalami pusing, kernet truk ini juga menambahkan, namun baru beberapa menit setelah menenggak minuman yang diberikan kawanan pelaku, dirinya mendadak ngantuk. Demikian pula dengan ketiga rekannya yang ternyata sudah tidur. ‘’Ya, kami sadar setelah berada di sini (RSUD dr Soeselo Slawi). Dan saya juga bingung, kenapa sudah dalam keadaan tangan diinfus, dan berada di ruang pasien,’’ jelasnya. Sedangkan sejumlah uang dan HP miliknya, termasuk milik

rekan-rekannya yang diperkirakan berjumlah sekitar Rp 5 juta hilang entah kemana, dengan kondisi kantong celana robek semua. Terpisah Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo menegaskan bahwa pengungkapan dan keberhasilannya menggulung kawanan pembegal ini, setelah adanya laporan dari mandor pemilik truk yang sebelumnya menguntit truk yang tengah dibawa kabur oleh pelaku. ‘’Saat mendapatkan laporan dari kernetnya, mandor tersebut langsung memantau dengan sepeda motor. Namun, di saat menguntit dan sampai di wilayah Pangkah, bensin motornya habis. Hingga akhirnya mandor tersebut melaporkan kejadiannya ke polsek terdekat,’’ terangnya. Dari laporan itulah, jajarannya segera berkordinasi dengan Polres Tegal yang langsung ditindaklanjuti dengan memberikan kabar melalui alat komunikasi HT, hingga akhirnya beberapa jam kemudian, pelaku berhasil digulung, saat melintas di wilayah Margasari. ‘’Dari pemeriksaan penyidik, kawanan pembegal ini memang sudah pesanan orang dari wilayah Jogjakarta. Karenanya, dengan terus melakukan pe-

ngembangan, diharapkan kasus ini bisa terus terungkap,’’ tegas Wahyu. Mantan Kapolresta Magelang ini juga menegaskan, dalam penangkapan terhadap tersangka tidak ada perlawanan. Sebab, personilnya ketika mengetahui adanya sesuatu yang dicurigai langsung menyiapkan barigadenya untuk bisa menggulung sasarannya dengan tanpa melakukan perlawanan. ‘’Satu pelaku berhasil kabur. Sedangkan tersangka asal Tasik Jawa Barat ini berhasil kabur, lantaran dia tidak ikut menaiki truk hasil begalannya. Sebab, pelaku yang bernama Indra ini menaiki angkutan umum,’’ beber Kapolres kepada sejumlah wartawan. Sementara dua pelaku pembiusan dan pembegalan menambahkan kalau aksinya ini bila berhasil akan mendapatkan uang imbalan sebesar Rp 2 juta per unit per orang. Sedangkan dalam aksinya ini, pihaknya hanya suruhan dan permintaan dari orang asal Jogjakarta. Pantauan Radar di lapangan empat korban pembiusan dan pembegalan ini, satu orang sudah berhasil siuman. Sedangkan tiga orang lainnya, masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. (gus)


CMYK

RABU, 13 JANUARI 2010

METRO SLAWI RADAR TEGAL

10

APBD 2010, Defisit Rp 1,908 M Dari Pembahasan Nota Keuangan APBD 2010 BERDASARKAN pembahasan nota keuangan APBD tahun 2010, ditemukan selisih antara pendapatan dan belanja daerah, yakni defisit sebesar lebih kurang Rp 1,908 Miliar. Selisih tersebut ditemukan dalam perhitungan sementara draf nota keuangan APBD yang dibuat berdasarkan draf ajuan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di 4 komisi yang ada. Pembahasan sementara nota keuangan APBD 2010 dilaksanakan, Selasa (12/1) kemarin di gedung DPRD Kabupaten Tegal, yang dihadiri Pimpinan DPRD, anggota Badan Anggaran (Banang) DPRD, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Berdasarkan perhitungan sementara, selisih anggaran yang terjadi di Komisi I, sebesar lebih kurang minus (-) Rp 233

Juta. Di Komisi II, terdapat selisih lebih kurang (-) Rp 826 Juta. Di Komisi III, terdapat selisih anggaran lebih kurang (-) Rp 561 Juta. Dan di Komisi IV, terdapat selisih anggaran lebih kurang (-) Rp 962 Juta. Menanggapi adanya selisih anggaran tersebut, Ketua TAPD Kabupaten Tegal, yang juga Sekda Kabupaten Tegal, Sriyanto HP, menilai selisih tersebut belum bisa dinilai sebagai defisit anggaran APBD Kabupaten Tegal tahun 2010. Pasalnya, selisih anggaran tersebut akan kembali dihitung dalam pembahasan lanjutan nota keuangan APBD tahun 2010. ‘’Tolong jangan diartikan bahwa selisih ini merupakan defisit, ini masih terlalu dini. Kita akan membahas kembali besok (Rabu, Red),’’ ujar Sriyanto HP. Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH membenarkan adanya selisih dalam perhitungan sementara nota keuangan APBD Kabupaten tegal tahun 2010. Namun

demikian, selisih tersebut masih bersifat sementara. Pasalnya, masih terdapat sejumlah anggaran yang belum sempat dibahas dalam rapat tersebut. ‘’Masih ada rekomendasi yang belum dibahas, yakni pembangunan Taman Makam Pahlawan senilai lebih kurang Rp 1,5 Miliar dan pembangunan gedung perpustakaan senilai lebih kurang Rp 1,7 Miliar. Untuk dua kegiatan ini akan dibahas di Banang,’’ terang Rojikin. Selain itu, lanjut Rojikin, terdapat pula sumber pendapatan lainnya yang belum masuki dalam perhitungan sementara. Yakni dana bantuan dari pemerintah pusat dan propinsi, yang total nilainya sekitar Rp 14 Miliar. ‘’Dana dari pusat dan propinsi juga masih belum dibahas, nilainya sekitar Rp 14 Miliar,’’ tandasnya. Pembahasan lanjutan terhadap nota keuangan APBD Kabupaten Tegal tahun 2010 akan kembali digelar, Rabu (13/1). (aan)

Orang Tua Siswa Kecewa Aksi Forgusta

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

TUNJUKKAN BB – Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE menunjukan BB dua unit truk Cold Diesel keluaran akhir tahun 2009 yang berhasil diamankan dari tangan kawanan pembegalan. (Berita selengkapnya baca hal depan)

Jiwa Seni Timbulkan Kepekaan Diri

DOK RATEG

Teguh Herdi S

JIWA seni seseorang dalam memaknai arti sebuah kehidupan, bisa menimbulkan kepekaan hati tinggi terhadap sesama dan alam sekitar atau bisa dikata mengedepankan rasa sosialisme tinggi di segala hal. Mulai dari cara bergaul, bekerja

maupun lainnya. Bukan itu saja, sikap profesional pun selalu dijadikan acuan saat melaksakan rutinitas kerja, karena mengedepankan rasa tanggungjawab besar di saat mengemban amanah dari siapapun. Untuk itu, sangat rugi besar jika ada seseorang memandang remeh para penjiwa-penjiwa seni yang selalu berprilaku nyleneh (Aneh,Red). Sebab, prilaku tersebut bukan dijadikan tolok ukur dalam menilai hati seseorang. “Pemahaman jiwa seni yang secara naluri akan timbul dengan sendirinya oleh seseorang, tidak harus dipelajari melalui teori. Karena itu, semua tergantung isi hati itu sendiri, dan memang sangat perlu pencotohan tapi tidak menjamin lantaran datangnya secara alami,” kata Kepala UPTD Dik-

pora Kecamatan Pangkah Teguh Herdi S. Menurut Teguh, kepekaan hati seseorang saat menjalankan tugas kerja, bisa berdampak positif terhadap hasilnya. Pasalnya, kepekaan hati itu yang mengilhami seseorang untuk bersikap profesional dan penuh tanggungjawab tinggi. Sebab, hal itu bisa menepiskan rasa egoisme diri maupun pengaruh buruk lainnya. “Di sinilah letak pentingnya sebuah pemahaman jiwa seni positif. Guna menemukan kepekaan hati untuk kepntingan semua pihak,” ucap Teguh. Kemampuan ataupun kepandaian seseorang akan sia-sia jika tidak memiliki kepekaan hati tinggi, kerena cenderung ingin menang sendiri dan menganggap orang lain itu bodoh. Untuk itu, kepekaan hati sangat diperlukan semua pihak, teru-

tama para pemimpin bangsa maupun lainnya. “Saya rasa kalau para pemimpin memiliki kepekaan hati tinggi, kemungkinan besarkesejahteraan masyarakat akan cepat tercapai. Karena mereka paham akan bahasa tubuh rakyatnya,” tandas Teguh. Masih kata Teguh, Seni merupakan cerminan sejarah dan setiap orang juga memilikinya, tapi tidak semua orang bisa memahaminya dengan baik. Padahal dalam keseharian manusia selalu menikmati seni itu sendiri, sebab, seni itu sendiri bisa dikata multi tafsir. “Rasa, kepercayaan dan masalah adalah salah satu unsur seni yang setiap saat seseorang menikmatinya. Namun itu semua tidak disadarinya, karena selalu mengutamakan egoisme,” pungkasnya. (k1)

PAGERBARANG - Aksi yang dilakukan oleh guru-guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Sekolah Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal ternyata tidak semuanya mendapat simpatik dari masyarakat. Meki aksi tersebut dilakukan untuk menuntut hak tunjangan, namun mereka meninggalkan siswa di sekolah, membuat beberapa orang tua siswa merasa kesal. Selama aksi Forgusta berlangsung, saat ini banyak siswa yang keluar sekolah akibat tidak adanya guru yang menyampaikan mata pelajaran. Mereka saat ini memilih untuk keluar dari sekolah untuk sebatas jalan-jalan bersama teman-teman sekolahnya. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Apabila itu tidak secepatnya diatasi, maka hal itu akan mengganggu penyerapan ilmu oleh siswa. Disamping itu, hal tersebut juga akan mengganggu kesiapan siswa kelas IX dan kelas XII

yang dalam waktu dekat akan menghadapi ujian akhir nasional (Unas). Salah satu orang tua siswa MS Kharis, warga Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang Selasa (12/1) menuturkan, pihaknya sangat kecewa dengan aksi yang dilakukan oleh Forgusta. Selaku orang tua siswa, tambah Kharis, aksi yang dilakukan oleh Forgusta tersebut telah mumbuat anaknya tidak mendapatkan mata pelajaran yang seharusnya diajarkan. Hal tersebut lantaran, beberapa guru mata pelajaran di sekolah anaknya belajar ikut turut serta dalam aksi unjuk rasa. Dikatakan dia, seharusnya sebagai guru, mereka bisa memahami terhadap tanggungjawab yang diembannya. Mereka seharusnya lebih mementingkan untuk mengajar daripada harus turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa. “Yang jelas saya selaku or-

ang tua siswa merasa kecewa dengan adanya aksi Forgusta. Apalagi mereka juga akan mengancam akan melakukan mogok mengajar. Apabila hal ini tidak dicairkan secepatnya, maka ke depan pendidikan di Kabupaten Tegal akan terganggu,”ungkapnya. Kharis menambahkan, sebagai guru swasta, mereka juga seharusnya tidak terlalu bersikeras untuk meminta tunjangan dari Pemkab. Hal itu lantaran, tanggung awab penuh terhadap keberadaan mereka adalah Yayasan Pendidikan yang telah mempekerjakan mereka. Selain mendapatkan gaji bulanan dari yayasan, mereka (guru swasta, Red) selama ini juga mendapatkan tunjangan baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Seharusnya hal itu sudah cukup bagi mereka untuk bisa mengajar dengan baik kepada para siswa. (cw3)

Giliran Awak Angkutan Bus Disumprit SLAWI - Setelah sejumlah tukang becak ditertibkan lantaran aktivitasnya yakni mangkal di badan jalan dan menggangu masyarakat lain, kini giliran awak angkutan bus ikut disumprit oleh jajaran petugas Satlantas Polres Tegal. Hal ini terkait seringkali terjadinya lakalantas akibat ulas sopir bus yang ugal-ugalan tanpa menghiraukan pengguna jalan lain-

nya. ‘’Kami sengaja mengumpulkan para sopir bus yang tengah berhenti di terminal bus Slawi. Hal ini kami lakukan, seperti pada pembinaan para tukang becak yang kerap kali mangkal di badan jalan depan Telkom Slawi atau pusat ruko,’’ terang Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tegal Brigadir Suwito, Selasa (12/1) kemarin.

Di sela-sela melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada awak bus di Terminal Slawi, Suwito menambahkan, memang kerap kali laju bus yang melintas di jalan raya tidak menghiraukan pengguna jalan lainnya seperti motor. Bahkan, bus yang melaju juga tidak melihat lokasi jalan yang dilintasi. Meski berada di sekitar keramaian, namun de-

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

SANTAI - Dengan situasi yang santai, petugas Satlantas Polres Tegal tengah memberikan pembinaan kepada sejumlah awak bus yang tengah berhenti di terminal bus Slawi, kemarin.

ngan armada yang besar sopir bus kerap kali tidak mau tahu. Padahal, awak bus membawa banyak nyawa manusia yang membutuhkan kenyamanan dan keselamatan bagi para penumpangnya. ‘’Karenanya dengan memberikan himbauan dan peringatan, diharapkan bus yang tengah melintas di wilayah Hukum Polres Tegal bisa mematuhi aturan berlalulintas dengan baik. Sebab, semua kendaraan yang melintas di jalan raya ada aturan jelas. Termasuk kecepatan di jalan kampung, jalan kota dan jalan raya utama pun ada batas kecepatan yang harus diketahui si pengendara,’’ tegas Kanit Dikyasa. Namun demikian, imbuh Suwito, bila memang meski sudah diberikan himbauan atau peringatan masih saja melakukan pelanggaran, maka dengan terpaksa penindakan pun dilakukan. Karena himbauan dan pemaparan aturan cara berlalulintas yang benar tidak dilaksanakan dengan baik. ‘“Sedangkan imbauan dan peringatan yang selalu diberikan oleh kami, lantaran jumlah orang yang mati sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan terus meningkat. Karenanya, dengan selalu memberikan himbauan secara langsung kepada masyarakat diharapkan langkah ini bisa mewujudkan penekanan terhadap angka lakalantas,’’ pungkasnya. (gus)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

LIBATKAN SISWA - Puluhan siswa ikut demo Forgusta saat menuntut tunjangan ke DPRD Kabupaten Tegal.


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

RABU, 13 JANUARI 2010

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

NGENDONG Targetkan Tiga Sukses MENSUKSESKAN pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dengan peserta 1.638 siswa menjadi agenda penting bagi UPPK Comal. Pasalnya, target yang dicapai bukan sekadar lulus seratus persen, tetapi seratus persen kelulusan bermutu. Hal itu diungkapkan Kepala UPPK Comal Drs H Sulismadiyanto MPd, saat disambangi di kantornya Selasa DOK RADAR PEMALANG (12/1) kemarin. Drs Sulismadiyanto Menurut dia, untuk mencapai keberhasilan yang dimaksud, setidaknya telah dicanangkan tiga target sukses. Yakni sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan sukses hasil. Untuk menuju kesana, pihaknya telah melaksanakan upaya sosialisasi UASBN dengan para kepala sekolah seKecamatan Comal beberapa waktu lalu.

Nicholas Saputra Kabur dari Rumah Masih Diamankan di Polres Lamongan AMPELGADING - Nicholas Saputra (12), bocah asal Desa Karang Tengah Kecamatan Ampelgading yang disangka kabur meninggalkan rumah ke Lamongan Jawa Timur, akhirnya diamankan kepolisian setempat. Kabar tersebut diperoleh saat Radar menyambangi Polsek Ampelgading Selasa (12/1) kemarin.

Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Unit Reskrim Polsek Ampelgading Aiptu Purwoto kepada Radar kemarin mengungkapkan, Nicholas Saputra adalah bocah asal Peleman Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Di Karang Tengah sendiri, ia diasuh oleh Ali Imron (50), yang sehari-hari berprofesi sebagai kenet truk. “Dulu anak ini ditemukan di jalan, saat Ali Imron sedang bekerja,” terangnya kepada Radar.

Saat itu lanjut Purwoto, bocah yang seharusnya mendapatkan perawatan dengan baik oleh kedua orang tuanya tersebut, hidupnya menggelandang dari lampu merah ke lampu merah di Tegal maupun Pemalang. Bocah itu mengharap belas kasih pengguna jalan dengan meminta-minta. Pada saat itulah, Ali Imron mendapati anak ini sedang meminta-minta. Setelah dikasih uang, ternyata Nicholas ingin menumpang ke Pemalang. ”Sering menumpang truknya kemana-

mana,” ujarnya. Karena merasa kasihan lanjut Purwoto, oleh Ali Imron akhirnya diasuh di rumahnya. Ia kemudian dirawat sebagaimana layaknya anak kandung, termasuk diberikan pendidikan dengan memasukkannya ke sebuah sekolah dasar di Ampelgading. Namun dalam perjalanannya, jenjang pendidikan formal tingkat dasar tersebut hanya dilalui dalam hitungan bulan, karena Nicholas sering bolos sekolah. Ali Imron ke hal 9 kol 4

Melihat Geliat Pengusaha Konveksi Purwoharjo

HARAPKAN STABILITAS POLITIK

ke hal 9 kol 1

PENTOL RAH...

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MARKA JALAN - Beberapa pekerja dari DPU Kabupaten Pemalang sedang mengecat marka tengah jalan.

Warga Sambut Gembira AMPELGADING - Dibukanya Jembatan Kemuning yang terletak di Desa Kemuning Kecamatan Ampelgading, disambut gembira oleh sebagian besar pengguna jembatan tersebut. Kebanyakan pengguna jembatan merasa terbantukan dengan adanya penghubung jalan yang dibelah oleh Sungai Comal itu.

SUMITRO/RADAR PEMALANG

JAHIT PAKAIAN - Sejumlah pekerja di sentra konveksi Purwoharjo Comal sedang menyelesaikan pekerjaannya menjahit pakaian Selasa (12/1) kemarin.

Hal ini sejalan dengan keinginan masyarakat, agar pembangunan jembatan yang selesai pada Senin 4 Januari 2010 lalu itu untuk segera dibuka. “Tentu sangat senang, karena kami tidak perlu memutar lewat Comal lagi,” ujar salah satu sopir truk yang mengangkut pasir Nardi (50) kepada Radar Selasa (12/1) kemarin.

SITUASI politik nasional yang dalam beberapa bulan terakhir memanas, terutama sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menjalani serangkaian masalah dan berlanjut dengan dibentuknya Pansus Century, ternyata berdampak cukup serius bagi keberlangsungan usaha kecil menengah.

Hal ini sebagaimana dikemukakan Saepuri, salah satu pengusaha konveksi di Purwoharjo Comal Selasa (12/1) kemarin. Menurutnya, stabilitas politik nasional ini kalau tidak segera berakhir ditakutkan dalam beberapa bulan ke depan akan berimbas pada kenaikan beberapa bahan baku konveksi.

“Sejak memasuki tahun 2010, memang belum kelihatan adanya goncangan ekonomi, karena beberapa harga dasar bahan baku masih normal-normal saja,” terangnya kepada Radar Selasa (12/1) kemarin. Dikatakan dia, berkaca pada pengalamanke hal 9 kol 1

ke hal 9 kol 1

Longsor, Karangjarak- Cuaca Buruk, Nelayan Tanjungsari Enggan Melaut Gapura Terisolir PEMALANG - Bencana alam akibat guyuran hujan terjadi Senin (11/1) petang kemarin. Tanah di beberapa titik di Desa Bodas Kecamatan Watukumpul longsor. Akibatnya jalan desa di Dukuh Karangjarak menuju ke Desa Gapura tertutup dan terisolir. Selain itu hujan juga meluapkan Sungai Jabrek di desa tersebut hingga merendam beberapa rumah. Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Drs Wahyu Sukarno AP saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB,” kata dia. Pihaknya lagsung menindaklanjuti laporan itu dan melakukan pengecekan ke lokasi. Dari laporan yang masuk ke kantornya, tanah longsor berupa tebing-tebing di tepi jalan. Ada lima titik longsoran di Desa Bodas dan terparah menutup jalan dari Dukuh Karangjarak menuju Desa Gapura Kecamatan Watukumpul. “Namun isolasi itu berhasil ditangani warga dengan jalan gotong royong,” tambahnya.

CMYK

Longsoran lanjut Wahyu masih dalam tahap ringan, sehingga belum perlu mendatangkan alat berat. Menurut Wahyu, DPU sudah ke lokasi untuk melihat dari dekat. Sementara Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menurunkan bantuan berupa beras dan mie instan bagi warga yang bekerja untuk mengatasi longsoran itu. Sedangkan hujan deras juga membuat Sungai Jabrek yang melintas di Desa Bodas airnya meluap hingga menggenangi rumah warga. Sedikitnya ada tujuh rumah yang terkena rendaman ini. Meskipun hanya berlangsung beberapa saat, namun sempat membuat warga sibuk. Warga yang rumahnya terendam ini berada tidak jauh dari bibir sungai yang bermuara di Sungai Polagan dan Sungai Comal. Meluapnya air sungai ini, menurut Kepala Kesbang akibat terjadi endapan yang tinggi di tengah-tengah sungai. Bahkan arus air saat kejadian membelok dan hanya berputar-putar di titik tertentu. (ali)

PEMALANG - Cuaca buruk dengan gelombang pasang yang akhir–akhir ini terjadi di perairan Jawa, rupanya membuat nelayan takut untuk melaut. Akibat kondisi ini, banyak nelayan yang menganggur, sehingga kehidupannya mengalami kesulitan akibat tidak punya pendapatan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Pemalang, Abu Sujangi menuturkan banyak nelayan di lingkungan TPI Tanjungsari sekarang ini lebih memilih berhenti melaut karena cuaca buruk kini sedang terjadi. Akibat cuaca yang tidak lagi menguntungkan akhirnya kehidupan nelayan sedang mengalami paceklik. “Sekarang nelayan banyak yang tidak berangkat melaut sebab cuaca sedang buruk,” katanya kepada Radar kemarin. Menurutnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu terjadi sejak seminggu yang

lalu sebagai akibat musim angin barat yang sedang terjadi. “Nelayan merasa takut jika berangkat melaut akibat ombak besar karena bisa mengancam keselamatan jiwanya, lagi pula ikan juga sekarang sedang sulit dicari sehingga mereka memilih untuk sementara berhenti melaut sembari menunggu cuaca kembali normal,” ujarnya. Kosim (45) nelayan di TPI Tanjungsari mengaku sedih karena sudah 4 hari menganggur tidak bekerja dan tidak punya pendapatan. Untuk menghidupi anggota keluarganya sebagai akibat cuaca buruk, terpaksa harus mencari tambahan pendapatan yaitu menjadi buruh memperbaiki jaring milik juragannya yang rusak. “Ya dari pada menganggur, mencari tambahan ikut memperbaiki jaring-jaring ikan yang rusak milik juragan agar nantinya bisa dapat upah,” ujarnya. (mg1)

AGUS P/RADAR PEMALANG

BERSANDAR – Sejumlah perahu milik nelayan masih bersandar di dermaga karena nelayan engan melaut akibat cuaca buruk.


METRO TEGAL

4

RABU 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

KAMTIBMAS

Penegerian UPS Setengah Hati Dewan Siap Alihkan Aset ke Unes

HERMAS PURWADI/RATEG

ARMADA POLPAR - Personil polisi pariwisata melakukan patroli di Pantai Alam Indah dengan dukungan mobil baru.

Niat dan Kesempatan MASIH belum diindahkannya larangan menyediakan bilik bagi pengunjung, yang dilakukan sebagian pedagang penghuni blok timur Pantai Alam Indah kini diantisipasi oleh jajaran Polisi Pariwisata melalui giat patroli bermobil di kawasan tersebut. Dengan adanya fasilitas mobil patroli yang diberikan pihak Polresta, setidaknya giat sambang patroli di obyek wisata dapat berjalan optimal dalam mengantisipasi niat dan kesempatan pengunjung di warung blok timur. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Pam Ovit AKP Evi Wijayatni didampingi Kanit Polisi Pariwisata Aiptu Bambang SW menyatakan didukungnya sarana mobil operasional, diharapkan personil mampu mengemban tugas patroli diobyek- obyek vital termasuk dilingkungan obyek wisata Pantai Alam Indah. “Kami tekankan pada personil agar mereka dalam menjalankan tugas berpatroli lebih sopan, dan ramah pada para pengunjung. Pengadaan mobil khusus kali ini sebagai bentuk peningkatan mobilitas polisi pariwisatas,” terangnya. Dia juga menambahkan pengadaan mobil penunjang personil obyek vital sebagai jawaban instruksi Presiden nomor 16 tahun 2005 tentang pembangunan kebudayaan dan pariwisata. “Dimana dalam point tersebut juga tertuang upaya peningkatasn mobilitas polisi pariwisata,” terangnya. Mobil penunjang operasional personil pengaman obyek vital tersebut akan digunakan pada malam hari untuk sambang wilayah disejumlah tempat hiburan malam, dan memonitor aktifitas pengunjung pantai alam indah. Diharapkan dengan kelengkapan baru yang dimilikinya akan menggugah kesadaran warga penikmat tempat hiburan untuk mulai menertibkan diri, sebelum ditertibkan oleh petugas. “Bagi pengunjung yang kedapatan melanggar etika selama berada ditempat hiburan akan kita jaring, dan kita beri pengarahan. Selebihnya pemilik tempat hiburan juga kami beri teguran untuk lebih menertibkan usahanya, sesuai peruntukan,” tegasnya. (her)

AGENDA Gugah Kesadaran Hukum UPAYA menumbuhkan kesadaran aturan hukum berlalu lintas, serta membangkitkan kepedulian antar sesama rekan sekolah dalam membantu penyelamatan pengguna jalan, menggugah Bina Mitra Polresta menggelar pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) untuk siswa tingkat SLTP dan SLTA se Kota Tegal. Giat tersebut digulirkan selama sepekan sejak Senin (11/1) selama sepekan. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kabag Binamitra Kompol Siswoyo HK menyatakan pelatihan PKS dikalangan pelajar kali ini merupakan program tahunan yang bertujuan sebagai upaya mencetak anak bangsa yang taat dan mengerti aturan hukum berlalu lintas, disamping bisa membantu kinerja Satlantas pada jam-jam padat dilingkungan sekolah. Gelar pelatihan PKS tingkat pelajar tersebut secara simbolis dibuka wakapolresta Kompol Basuki Spd dengan menyematkan pita pada salah satu peserta dihalaman mapolresta. “Materi yang akan kami berikan mencakup semua hal diantaranya pengetahuan PPGD atau Pertolongan Pertama Gawat Darurat, UU nomor 22 tahun 2009 tentang aturan lalu lintas dan angkutan jalan, hingga pengetahuan TPKP lantas,” terangnya disela-sela memantau prosesi pelatihan, Selasa (12/1). (her)

KARENA Universitas Pancasakti (UPS) Tegal dinilai tak serius mengurus proses penegrian, DPRD Kota Tegal akan meminta Pemkot Tegal memberikan lahan eks bengkok seluas 10 hektar untuk pembangunan gedung fakultas kepada Universitas Negeri Semarang (Unes). “Karena mereka (UPS-red) kami nilai tidak serius mengurusi penegrian, ya silakan saja kalau Pemkot mau menyerahkan lahan 10 hektar yang sedianya untuk UPS itu ke Unes,” tegas Ketua DPRD Kota Tegal H Edi Suripno SH, Selasa (12/ 1), usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan DPRD. Menurut politisi asal PDIP tersebut, Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) dan UPS setengah hati melakukan penegrian. Buktinya, pengajuan permohonan tanah kepada Pemkot tidak disertai dokumen pendukung. Tapi hanya satu lembar surat saja tanpa ada dasar dan bukti-bukti pendukung lainnya. Prinsipnya, Pemkot dan DPRD tidak akan mempersulit penyerahan lahan tapi dengan catatan YPP dan UPS menyiapkan dokumennya. Bukan hanya wacana dan lobi dengan pemerintah pusat saja.

“Prinsipnya kami mendukung proses penegrian UPS. Tidak akan mempersulit. Sehingga bisa atau tidaknya UPS jadi negeri tergantung YPP dan UPS sendiri, bukan Pemkot atau DPRD,” katanya. Jika dokumen pendukung sudah lengkap, lanjutnya, maka Pemkot dan YPP membuat akta notaris berisikan penyerahan aset Pemkot kepada pemerintah pusat untuk penegrian UPS. Lainnya, YPP menyerahkan semua aset yang dimiliki kepada pemerintah pusat untuk penegrian UPS. Setelah itu, baru melakukan verfikasi terkait layak atau tidaknya. Namun kenyatannya, selama ini YPP maupun UPS tidak melakukan prosedur semacam itu tapi hanya bersifat koordinasi. Dengan kondisi semacam ini, pihaknya mensinyalir ada upaya politisasi akademis yang dilakukan YPP maupun UPS karena isu penegrian dijadikan alat untuk menarik calon mahasiswa sebanyak-banyaknya. Hal ini dikuatkan fakta, sampai saat ini proses tersebut belum dilakukan oleh YPP maupun UPS. “Daripada mengurusi UPS yang proses penegriannya hanya setengah hati, maka kami memberikan masukan kepada Pemkot untuk menarik Unes ke Kota Tegal. Lahan 10 hektar tersebut diserahkan kepada pemerintah pusat untuk pemba-

20 Persen Tanah Belum SHM DARI luas wilayah Kota Tegal yang mencapai 39,68 km persegi dan terbagi menjadi empat kecamatan, 20 persen tanahnya belum memiliki sertifikat. Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana merupakan daerah yang jumlah tanah tak bersertifikat paling banyak. Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal Rb Hari Cahyono mengatakan, tanah di Kota Tegal yang sudah bersertifikat baru mencapai 80 persen dari luas wilayahnya. Hal ini dipengaruhi oleh masih kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya menyertifikatkan tanah miliknya. Selain itu, mungkin juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Karena opini yang ada di masyarakat untuk membuat sertifikat tanah membutuhkan biaya yang mahal. Kemudian proses yang lama dalam pembuatannya. “Sekitar 20 persen tanah yang belum memiliki sertifikat itu terbagi di empat kecamatan. Namun yang jumlahnya banyak

di Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana,” katanya. Kenapa Tegal Selatan banyak? Sebab, di situ dulu milik Kabupaten Tegal yang kemudian dimasukan kedalam wilayah kota. Jadi rata-rata masih bersertifikat kabupaten. Sedangkan Margadana banyak lahan yang masih berupa persawahan. “Ini yang menjadi prioritas dalam program BPN yang terbaru yakni Larasita. Selain memudahkan, juga mendekatkan kepada masyarakat pelayanan pembuatan sertifikat tanah. Sehingga harapannya dengan program tersebut semua tanah di Kota Tegal memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM),” ujar Hari. Camat Margadana MH Afin Sip membenarkan banyaknya tanah warganya yang belum disertifikat. Dari luas wilayahnya 12,63 km persegi baru sekitar 50 persen lebih yang sudah SHM. “Sisanya belum memiliki,” katanya. (cw1)

M SAEKHUN/RATEG

DIPERTANYAKAN - Keseriusan proses penegrian Universitas Pancasakti (UPS) Tegal kini dipertanyakan Pemkot dan DPRD.

ngunan Gedung Unes,” paparnya. Diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Prof Dr H Tri Jaka Kartana Msi meminta sebaiknya mahasiswa tidak menghabiskan waktu di jalanan untuk menyuarakan tekadnya mendukung perubahan status penegrian kampus.

“Toh, saya (rektor-red) dan yayasan kini tengah bersinegi mewujudkan alih status secara serius dan transparan,” ungkap Tri Jaka saat menyikapi aksi yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Peduli Penegerian (GMPP) baru-baru ini. “Kami dan YPP akan menggelar rapat koordinasi sebelum menghadap Direktorat Jendral

Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) di Jakarta. Informasi terkahir yang kami terima, Pemkot dan Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) akan mendatangi Dirjen Dikti untuk berkonsultasi terkait teknis yang harus dilalui menuju peralihan status penegerian tersebut. Kami juga akan ikut mendampingi mereka,” terangnya. (hun)

Perjuangan Lima Caleg Kandas Gugatan Ditolak PTUN Semarang PERJUANGAN lima Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tegal kandas. Pasalnya melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang nomor:71/ PLW/G/TUN/2009 PTUN.SMG, majelis hakim PTUN Semarang yang diketuai R Basuki Santoso SH dan Anna Leonora Tewernussa SH dan Oenoen Pratiwi SH, serta didampingi Panitera Pengganti (PP)Achmad Sudirman SH Selasa (12/1) kemarin, menolak gugatan kelima Caleg tersebut. Kelima Caleg DPRD kota Tegal yang mengajukan gugatan PTUN antara lain Abdul Kirom dan Duryani caleg dari Dapil I Tegal Selatan, Imam Safrudin dan Hj Endang Sutarsih dari Dapil III Tegal Barat dan Supardi SH dari Dapil IV Margadana. Devisi Sosialisasi, Hubungan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih, Data Informasi dan SDM KPU Kota Tegal Saefur Rokhim

DOK.RATEG

Imam Syafudin

SSos MSi, saat dikonfirmasi usai mengikuti sidang, mengatakan, pihaknya sangat lega, karena upaya yang dilakukan KPU berhasil. Bahkan melalui putusan nomor:71/PLW/G/TUN/2009 PTUN.SMG majelis hakim TUN Semarang menyatakan, pertama menyatakan gugatan perlawanan pelawan tidak dapat diterima, kedua menyatakan pelawan Sebagai pelawan yang tidak benar dan ketiga membebankan biaya perkara yang timbul kepada pelawan sebesar Rp 71 ribu.

Sedangkan dasar majelis hakim PTUN Semarang yang diketuai R Basuki Santoso SH dan Anna Leonora Tewernussa SH dan Oenoen Pratiwi SH, serta didampingi PPAchmad Sudirman SH dalam putusan tersebut, antara lain pasal-pasal dalam Undang-undang nomor 5 tahun1986, Jo Undang-undang nomor 9 tahun 2004, tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan ketentuan lain yang bersangkutan. “Karena ini sudah putusan PTUN Semarang, maka kami minta kelima Caleg untuk legawa. Namun kalau mereka melakukan upaya hukum lain, kami juga siap menghadapinya,” kata Saefur Rokhim. Terpisah, salah satu Caleg Imam Syafudin, menyatakan akan melakukan upaya perlawanan hukum lain, karena di PTUN Semarang tidak masuk materi. Tapi hanya menolak, karena bukan kewenangannya. Namun penyusunan perlawan hukum ke Pengadilan Negeri akan dilakukan, setelah pihaknya menerima petikan putusan tersebut. (hun)


SAMBUNGAN

RABU 13 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Pelatihan BKM/LKM PEMALANG - Tim dua Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) menggelar pelatihan utama I bagi BadanKeswadayaan Masyarakat (BKM) dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM). Pelatihan ini diikuti relawan dan unit unit pengelola (UP). Selain itu juga digelar pelatihan termin kedua yang berupa pelatihan dasar. Senior Fasilitator PNPM Mandiri Irma Rahmawati SE mengemukakan perjalanan siklus PNPM sangat padat. Di tengah-tengah kesibukan penyerapan bantuan langsung masyarakat (BLM) tahun 2007 dan 2009, masih juga disibukkan kegiatan Pemilu BKM. Namun demikian masih sempat dilaksankan pelatihan– pelatihan Bagi BKM/LKM untuk relawan dan UP-UPnya. Pelatihan dimulai sejak Desember 2009 yakni sudah dilakukan Pelatihan Utama I. “Alhamdulillah di Tim 2 Kabupaten Pemalang sudah elesai pelatihan utama I tersebut, di mana dana pelatihan tersebut berasal dari Dana Fixed Cost KMW Jateng Yang dialokasikan untuk serangkaian kegiatan,” kata dia dalam keterangan persnya Selasa(12/1). Pelatihan bertujuan untuk pemberdayaan peningkatan kapasitas masyarakat di mana dananya sudah ditransparansikan fasilitator ke BKM/ LKM dan relawan sebagai panitianya. Sementara pelatihan termin kedua yaitu pelatihan dasar bagi anggota

BKM dan UP-UP berlansung pada bulan Januari ini. “Sebenarnya pelatihan ini sudah pernah dilakukan di Tahun 2007, tetapi di tahun 2010 ini diadakan kembali karena sebagian besar BKM dan LKM anggotanya baru, sebab baru diadakan pemilihan umum,” tambahnya. Pelatihan yang sudah diselenggarakan di tim dua adalah pelatihan On The Job Training (OJT) pinjaman bergulir bagi UPK, yang diselenggarakan pada Sabtu (9/1). Fasilitas tempat disediakan oleh Heman Fajri, selaku Koordinator BKM Asi, Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang. Tempat kegiatan di SDN 01 Widuri. Dalam kegiatan ini setiap BKM/ LKM mengirimkan tiga orang personil UPK. Namun yang terjadi ada pengiriman hingga empat orang, karena antusiasme yang begitu tinggi. Materi pelatihan menyangkut teknis dalam penerapan pembukuan UPK pinjaman bergulir. Peserta yang dikirim untuk menyerap materi ini adalah pembukuan, juru tagih dan kasir. BKM/LKM dari sembilan desa dengan tim 2 mengikuti kegiatan tersebut di antaranya Desa Lawangrejo, Tambakrejo, Kelurahan Widuri, Desa Danasari, Asem Doyong, Wanarejan Utara, Saradan, Sewaka, Banjarmulya. Selain dipandu oleh Irma juga ada fasilitator ekonomi yang terlibat yakni Agus Susanto. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

PELATIHAN - Anggota BKM/LKM dengan tekun mengikuti pelatihan yang diselenggarakan fasilitator PNPM.

Warga Sambut Gembira dari halaman 9 Dikatakan dia, dalam sehari ia bisa mengangkut pasir dan batu hingga 3 kali. Karenanya dengan dibukanya jembatan yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 3,2 miliar tersebut, ia beserta puluhan truk lain tidak perlu memutar. Warga lainnya, Santi (57) yang juga asal Desa Kemuning

kepada Radar mengungkapkan, dibukanya Jembatan Kemuning sangat memudahkan ia beserta ratusan petani lainnya di berbagai desa di Kecamatan Ampelgading dan Bodeh. Sehingga tidak lagi menggunakan jembatan darurat disisi utara jembatan baru yang biasanya ngantri. Maklum saja, jembatan darurat hanya mampu dilewati satu mobil.

Jembatan yang rencananya akan diresmikan oleh Bupati Pemalang HM Machroes SH pada 24 Januari 2010 mendatang atau bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-435 tersebut, hingga kini oleh Dinas Pekerjaan Umum, masih dikebut pembangunan jalannya, terutama jalan dari pertigaan Ampelgading-Blimbing. (mg6)

Targetkan Tiga Sukses dari halaman 9 “Kepada semua kepala sekolah, kami juga menyarankan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat utamanya orang tua murid,” jelas pendidik yang masih mengikuti program studi S-3 psikologi pendidikan di UGM Yogyakarta itu. Salah satu upaya berkaitan dengan target tersebut adalah penambahan jam pelajaran, yang diikuti dengan pelaksanaan latihan UASBN di tingkat sekolah, gugus dan kecamatan. Yang kemudian

ditindaklanjuti dengan latihan ujian tingkat kabupaten. Menurutnya, pelaksanaan latihan ujian atau try out tidak ubahnya dengan ujian yang sesungguhnya. Karena dilaksanakan dalam satu ruang dengan 20 peserta dan diawasi oleh pengawas ujian. Untuk pelaksanaan UASBN 2009-2010 di wilayah kerja UPPK Comal akan diikuti 1.638 peserta dari 59 SD/MI. Masih dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di wilayah Comal akan dilaksanakan program pelatihan internet bagi

semua kepala sekolah. “Kami mewajibkan semua sekolah memiliki perangkat komputer dan kepala sekolah menguasai internet,” jelasnya. Hal itu dimungkinkan karena dengan menguasai internet, seorang kepala sekolah akan bisa mengakses informasi penting dunia pendidikan. “Kami berharap para kepala sekolah tidak gagap teknologi alias gaptek, karena dengan bisa internet akan mudah mengakses informasi penting pendidikan yang menunjang program kerja,” pungkasnya. (mg6)

Harapkan Stabilitas Politik dari halaman 9 pengalaman sebelumnya, situasi politik yang tidak stabil secara langsung akan menyeret kondisi perekonomian. Investor misalnya, mereka akan berfikir dua kali untuk menginvestasikan usahanya, sehingga berdampak pada melemahnya peluang usaha. “Dampaknya sangat terasa bagi usaha-usaha kecil menengah seperti saya,” tandas Saepuri. Apalagi lanjutnya, beberapa pengusaha home industri di Kabupaten Pemalang hampir separuhnya menjual jasa saja, alias bukan usaha miliknya sendiri. Kebanyakan mereka adalah buruh dari beberapa pengusaha di Jakarta, karena tidak mempunyai modal yang cukup. Saepuri yang memiliki karyawan sebanyak 60-an di rumahnya di RT 05 RW 09 Desa Purwoharjo Comal ini meng-

harapkan, para politikus nasional dapat mengerem dan menahan diri. Sehingga dapat menghindarkan kemungkinankemungkinan terburuk yang akan menimpa beberapa pengusaha kecil-menengah di berbagai daerah. Lebih lanjut, pengusaha home industri yang setiap harinya memproduksi celana jenis katun ini mengatakan, dengan dibukanya kran perdagangan bebas dengan China. Dimana

akan terjadi persaingan harga dan kualitas secara ketat di pasaran. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan produksinya, terutama pada kualitas barangnya. “Secara kualitas kami akan tetap menjaganya, namun mengenai harga, ini yang sedang kami pikirkan,” ungkap Saepuri yang melepas hasil produksinya ke beberapa kota besar di Indonesia. (sumitro)

DB Melonjak Sporadis PEMALANG - Akibat cuaca yang kerap turun hujan, penyakit demam berdarah (DB) di Kabupaten Pemalang penderitanya melonjak. Sejumlah desa meminta Dinas Ke sehatan untuk melakukan pengasapan. Hingga Selasa (12/1) meskipun melonjak, tidak dijumpai adanya korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinkes dr Erna Nuraini MHlth Scn saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyakit DB yang melonjak jumlahnya itu. “DB ada peningkatan, namun sifatnya sporadis pada desa-desa tertentu,” kata dia di sela-sela rakor dengan Komisi D DPRD Pemalang. Lonjakan jumlah pada Januari ini lanjut dia meningkat

hingga 30 persen dari jumlah penderita pada Desember 2009. Namun untuk menyebut angka, pihaknya tidak mengingat. Dari persentase peningkatan itu Erna menegaskan tidak sampai terjadi korban jiwa. Bahkan beberapa diantaranya malah baru tersangka menderita DB. Adanya lonjakan jumlah pendrita DB ini dipengaruhi

oleh kondisi cua c a k a re n a akhir-akhir ini kerap turun hujan. Permintaan fogging banyak dilakukan desa ke Dinkes melalui Puskesmas. Padahal pengasapan sifatnya hanya sementara. Cara terbaik mengatsi penyakit tersebut adalah dengan pola hidup bersih, dimana pemerintah menyosialisasikan program lima M. (ali)

Pembebasan Tanah Tol Dibahas Lagi PEMALANG - Pembangunan Jalan tol Pemalang-Batang kembali menggeliat. Panitia Pembebasan Tanah (PPT) kembali menggelar rapat dengan dinas terkait untuk membahas proyek raksasa tersebut. Sementara warga yang tanah dan bangunannya terkena tol merasa ragu-ragu untuk merawat bangunanya. Ketua PPT Rasbadi ST saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon mengemukakan kalau

PPT kembali menggelar rapat untuk membahas pembangunan jalan tol tersebut. “Besok (hari ini) kami akan rapat untuk membahas amdal,” kata dia Selasa (12/1) kemarin. Rasbadi mengatakan pada tahun 2010 ini akan dilakukan pembebasan tanah pada semester pertama sekitar akhir Juli. Selanjutnya konstruksi mulai dibangun pada tahun 2012. Pembangunan jalan tol Pemalang-Batang ini melibatkan

PT Pemalang Batang Tol Road. Sementara salah satu warga yang terkena imbas pembangunan jalan tol ini mengaku merasa ragu-ragu untuk merawat rumahnya. Alasannya karena tidak ada kejelasan kapan akan dimuali. Kalau dirinya akan mengecat rumah, khawatir kalau tiba-tiba ada sosialisasi pembangunan segera dilaksanakan sehingga pengecatan akan mubadir. “Kalau tidak dicat, rumah menjadi kusam,” kata dia.

Menurutnya, pada sosialisasi pertama diinformasikan pembangunan akan dilaksanakan pada 2010, namun hingga memasuki tahun tak kunjung terdengar geliatnya. Sementara pembebasan tanah tidak menemui kesepakatan karena harga ganti rugi yang diajukan panitia terlalu rendah. Dia berharap rencana tersebut mendapat kepastian. Sehingga warga yang tanahnya terkena tidak bingung. (ali)

Nicholas Saputra Kabur dari Rumah dari halaman 9 sudah berulang kali menasehatinya, namun mentok, Nicholas akhirnya keluar sekolah. “Nicholas akhirnya dimasukkan ke pondok pesantren di Wiradesa Pekalongan,” ungkap Purwoto.

Ali Imron berharap bahwa dengan dimasukkannya ke pondok pesantren, ia akan berubah karena mendapatkan pelajaran-pelajaran agama dari kiai. Akan tetapi dugaan Ali Imron salah, karena hanya dalam hitungan 2 hingga 3 bulan. Nicholas justru kabur entah kemana.

“Hari Minggu sore, Polres Lamongan menelpon kesini, katanya ada anak kabur yang berasal dari Karang Tengah Ampelgading,” tuturnya menirukan ucapan Polres Lamongan. Memang Nicholas Saputra bukan anak kandungnya. Karenanya ketika Polres Lamo-

ngan memberitahukan agar bapaknya menjemput ke Lamongan, oleh Ali Imron disambut agak dingin. “Kalau diantarkan kesini, katanya Ali Imron masih mau merawatnya. Tapi kalau harus menjemputnya ke Lamongan, ia keberatan karena tidak punya ongkos,” tandas dia. (mg6)


CMYK

METRO PEMALANG

RABU, 13 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

10

Permintaan Pupuk Meningkat Stok Masih Aman PEMALANG – Hujan yang terus terjadi dalam dua bulan terakhir ini, rupanya membuat masyarakat petani padi di Kabupaten Pemalang semakin bertambah gairah dalam bercocok tanam padi. Seiring dengan kondisi tersebut, juga meningkatkan kegairahan para pedagang pupuk, akibat permintaan pupuk yang terus mengalami peningkatan. Pantauan Radar di sejumlah pedagang pupuk di Kecamatan Pemalang, Selasa (12/1) kemarin, nampaknya mulai ramai dikunjungi petani guna pemenuhan kebutuhan tanaman padinya. Casmidi (35) pemilik Kios Pupuk Nur Sakinah Tani warga Dukuh Tambakyuda menuturkan, permintaan pupuk seka-

rang ini sedang mengalami peningkatan. Banyaknya perminatan pupuk sebagai akibat masyarakat petani padi sudah memulai menggarap sawahnya dengan bercocok tanam. “Sekarang ini permintaan pupuk sedang meningkat, sejak terjadinya turun hujan. Dan permintaan pupuk dalam dua hari bisa mencapai 2 ton,” katanya kepada Radar. Menurutnya, banyak permintaan pupuk, tak berarti persedian habis. Karena stok pupuk yang tersedia jumlahnya cukup, makanya untuk bisa memenuhi kebutuhan petani pihaknya terpaksa harus mencari tambahan stok pupuk agar stok pupuknya aman, tidak mengalami kekurang jika nanti petani membutuhkannya. Hartono (40) pemilik distributor resmi pupuk urea ber-

subsidi di tempat terpisah mengatakan permintaan pupuk sekarang ini sebelumnya mengalami penurunan, kondisi tersebut sebagai akibat musim kemarau yang cukup panjang. “Biasanya setiap bulan Desember petani sudah banyak membutuhkan pupuk. Akan tetapi air hujan yang saat belum juga turun akhirnya petani belum memulai tanam padi, karena tidak ada air,” ujarnya. Meskipun saat itu belum ada permintaan pupuk, namun untuk mengantisipasi terjadinya kelonjakan permintaan pupuk, dia menyiapkan sekitar 500 ton pupuk yang tersedia di gudangnya. Harapannya agar petani merasakan nyaman dan aman, saat membutuhkan pupuk tidak mengalami kesulitan. (mg1)

Komisi D DPRD Gelar Rakor

AGUS P/RADAR PEMALANG

STOK PUPUK – Sejumlah pekerja bongkar muat sedang menurunkan pupuk dari truk guna menambah stok.

UN dan UASBN Dimajukan Jam di Luar Sekolah Perlu Dioptimalkan PEMALANG – Berdasarkan surat edaran Mendiknas pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS BN) secara umum waktunya akan dimajukan. Untuk menyuseskannya, jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang telah melakukan upaya persiapan untuk menghadapi UN dan UAS BN tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Dindikpora Pemalang Drs Sapardi MSi terkait pelaksanaan UN dan UASBN tahun ajaran 2009-2010. “Secara umum pelaksanaan UN dan UASBN baik untuk SD, SLTP maupun SLTA semua waktunya dima-

jukan,” katanya kepada Radar di kantornya Selasa (12/1) kemarin. Adanya perubahan jadwal waktu pelaksanaan UN dan UASBN, meski menjadikan waktu persiapan semakin sempit, namun kata Sapardi tetap membuatnya lebih semangat dalam upaya-upaya melakukan persiapan-persiapan untuk menghadapinya. Seperti halnya kegiatan-kegiatan sosialisasi UN dan UASBN yang sedang terus dilakukan di seluruh jajaranya. Diantaranya melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah, UPPK, SLTP, SLTA, MA, MTs, kepala sekolah, masyarakat dan para orang siswa. Selain itu, lanjut Sapardi, semua sekolah juga diminta untuk segera mengambil langkah-langkah persiapan dalam menghadapi UN dan UASBN yang ada di lingkungan seko-

DOK.RADAR PEMALANG

Drs Sapardi MSi

lahnya. “Utamanya dalam rangka untuk menyukseskan UN dan UASBN mengoptimalkan jam pelajaran atau menambah jam pelajaran itu sangat diperlukan, termasuk melakukan kegiatan

try out juga sangat penting. Sebab dengan upaya itu nantinya akan bisa mengetahui seberapa besar materi pelajaran yang bisa diserap oleh siswanya sebelum UN dan UASBN itu dilaksanakan,” ujarnya. Dia menjelaskan, jadwal waktu pelaksanaan UN dan UASBN untuk SLTA dan SLTP pada bulan Maret, untuk tahun sebelumnya pada Mei. Sedangkan untuk SD pada bulan Mei. “Agar pelaksanaan UN dan UASBN di Kabupaten Pemalang nantii berjalan sukses, maka kami menghimbau kepada masyarakat terutama orang tua siswa yang akan mengikuti UN dan UASBN agar selalu memberikan dorongan kepada anakanaknya untuk belajar dan selalu mengawasi serta mengoptimalkan jam belajar di luar sekolah semaksimal mungkin,” pintanya. (mg1)

Muspika Sosialisasikan APBD COMAL - Isu dan masalah mendesak untuk dilaksanakan di Kabupaten Pemalang pada tahun 2010 menyangkut lima pokok. Hal ini terungkap dalam acara Sosialisasi Peraturan dan Tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang di Pendopo Kecamatan Comal Selasa (12/1) kemarin. Dalam materi sosialisasi yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Pemalang, diketahui bahwa lima pokok prioritas pembangunan tersebut meliputi, peningkatan tata kelola pemerintahan dalam mendukung pelayanan publik, peningkatan

CMYK

SUMITRO/RADAR PEMALANG

SOSIALISASI APBD - Pemerintah Kabupaten Pemalang sedang melaksanakan sosialisasi di Pendopo Kecamatan Comal Selasa (12/1) kemarin.

pelayanan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kependudukan, peningkatan ekonomi dan investasi daerah, serta peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan infrastruktur antar wilayah. Di samping itu, pengembangan potensi sumber daya alam dan ekonomi juga mendapatkan prioritas. Utamanya pada pengembangan yang dilakukan secara berkesinambungan. Sementara itu, dalam plafon belanja Satuan Kerja Perangkat Daerah, juga diketahui bahwa pada tahun 2010 Pemerintahan Kecamatan Comal dialokasikan sebesar Rp 145.727.000. (mg6)

PEMALANG - Komisi D DPRD Pemalang menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait di ruangannya Selasa (12/1). Tidak ada yang menonjol dalam rapat tersebut dan lebih condong sebagai dengar pendapat. Ketua Komiisi D DPRD Abdullah mengemukakan rakor diikuti dinas yang berkaitan dengan tugas-tugas komisi D. “Kami mengundang dinas dan instansi terkait, sifatnya hanya koordinasi, tidak ada yang menonjol,” kata dia. Dalam rapat juga ikut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Hj Diah M Machroes. Dia mengemukakan program-program PKK tahun 2010 dan menyampaikan sejumlah prestasi yang telah diraihnya. Dinas yang menghadiri rapat tersebut diantaranya Dinas

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

RAKOR - TimPenggerak PKK mengikuti Rakor Komisi D DPRD.

Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bagian

Kesra Setda dan TP PKK Pemalang. (ali)


Radar Tegal 13 Januari 2010