Page 1

SISIPAN

TERANCAMNYA LONJAKAN SEBENTAR LAGI MONOPOLI MUI KEKAYAAN WARGA AS DUIT MENIPIS

BARBIE TETAP FENOMENAL

®

17-23 JUNI 2013 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

42 » TAHUN II RP 20.000


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahKORAN.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com Kirimkan surat pembaca anda ke: redaksi@inilahreview.com

inilahREVIEW pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji wakil Pemimpin Redaksi: Bambang Aji setiady Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana, latihono sujantyo

sisipan

TeRancamnya Lonjakan SebenTaR Lagi monoPoLi mUi kekayaan WaRga aS DUiT meniPiS

BarBie TeTap Fenomenal

ÂŽ

17-23 juni 2013 mAjALAH EKOnOmi & BiSniS

juga ikut naik membuat kita bertanyatanya. Ada apa sesungguhnya di dalam pemerintahan? Saya merasa pemerintah seperti mempermainkan rakyat.

Redaktur senior: budi kusumah Redaktur: Derek Manangka, Sigas, Setiyadi, Iwan purwantono, kukuh bhimo nugroho, reporter: Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu redaktur foto: dahlan rebo pahing Fotografer: wirasatria, asep rochyadi REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta

Rachmadi Sungkono rahmankono@hotmail.com

Investasi Bodong belakangan ini marak produk inves42 Âť Tahun ii RP 20.000

Cover: rangga diyarto

Subsidi yang Membingungkan selalu saja ada yang membuat masyarakat kebingungan. Pertama, pemerintah menyatakan harus menaikkan harga BBM bersubsidi. Alasannya, pemerintah tak mampu lagi menanggung beban subsidi BBM yang terus melonjak. Pemerintah pun memutuskan bahwa penaikan harga BBM sudah tidak bisa ditunda lagi dan pasti dilaksanakan. Eh, belakangan terungkap bahwa meskipun harga BBM bersubsidi naik, ternyata alokasi subsidi minyak di APBN juga ikut naik. Tak masuk logika di masyarakat awam seperti saya. Bukankah seharusnya anggaran subsidi menurun karena harga BBM sudah naik dan dana subsidi dialihkan ke pos lain? Itulah mengapa DPR menyetujui anggaran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 12 triliun. Tetapi subsidi BBM juga naik dari Rp 194 triliun menjadi Rp 210 triliun. Di sinilah di mana logikanya? Persoalan subsidi yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah memberatkan APBN bisa diterima oleh masyarakat. Karena itulah, kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi pun tidak banyak diprotes masyarakat. Kalaupun muncul penolakan, ada latar belakang politik di balik itu. Masyarakat sejauh ini bisa memahami dan siap menerima beban akibat penaikan harga BBM itu. Tapi, harga BBM naik dan subsidi

4

Desain & layout: yayan taryana, ade moh sofyan ilustrator: rangga diyarto, RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: dwiyacita listosari

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah

tasi yang ujung-ujungnya penipuan. Malah kalau boleh dibilang, itu lebih merupakan penipuan yang berkedok investasi. Jumlah investasi semacam itu bukan hanya satu atau dua, melainkan banyak dan dalam berbagai bentuk. Mulai dari produk pertanian, jual beli valuta asing, hingga emas batangan. Belum lama ini bahkan terkuat penipuan jual beli dan gadai emas yang ujung-ujungnya merugikan nasabahnya. Nilainya hingga triliunan. Yang membuat miris, masyarakat masih saja banyak yang tertipu. Mungkin karena keuntungannya berlipat dan sangat besar, masyarakat banyak yang tertarik. Masyarakat yang mengidamidamkan kaya mendadak langsung saja mengikutinya tanpa pikir panjang. Apalagi, tampilan itu baik dari sisi perusahaan maupun promosinya cukup menjanjikan. Sayangnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mau ikut campur. Alasannya, produk investasi itu tidak terdaftar di OJK (dulu Bapepam). Mereka menganggap persoalan itu ada di ranah polisi karena merupakan penipuan, alias pelanggaran pidana. Saya menyarankan OJK, ataupun kalau ada lembaga lain, untuk mengawasi produk investasi semacam ini. Memang sangat sulit, karena perusahaan yang menawarkan investasi irasional semacam itu beroperasi secara tertutup. Namun, alangkah baiknya bila pengawasan tetap ada. Tujuannya, melakukan pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban. Paling tidak, memberi wawasan kepada masyarakat secara aktif mengenai produk investasi yang benar.

menyimak editorial di Majalah InilahREVIEW edisi 41 Tahun II, saya tergelitik untuk berkomentar. Tertarik dengan sentilan penulisnya mengenai Bank Mutiara yang tak laku-laku dijual. Penulis editorial itu mengibaratkan Bank Mutiara seperti penyakit. Membeli bank yang dulunya bernama Bank Century itu, sama saja dengan cari penyakit. Sebab, selain spekulasi, persoalan yang menghinggapi bank ini memang terlalu rumit. Di dalamnya, terkait tudingan kasus korupsi Bank Century yang membelitnya. Maka ditawarkan Rp 6,7 triliun pun bank itu sulit dijual. Angka tersebut juga mengundang tanya. Boleh jadi, itu ditetapkan sesuai dengan uang negara yang raib oleh Bank Century sebanyak Rp 6,7 triliun juga. Di sinilah yang menggelitik saya. Katanya bank tersebut sudah beraset lebih dari Rp 12 triliun. Bahkan kinerjanya juga oke. Indikatornya, total kredit yang dikucurkan mencapai Rp 11,2 triliun dan dana pihak ketiga sebesar Rp 13 triliun. Kalau bagus, kok dijual hanya separuh lebih sedikit dari asetnya? Apakah mungkin penjualan itu hanya untuk menutupi kerugian negara akibat bailout Bank Century. Bisa jadi demikian, bisa juga tidak. Kalau memang benar Bank Mutiara memiliki kinerja bagus, lalu buat apa dijual?

Evi Rachmawati Jl. Raya Bogor, Cibinong, Kab Bogor

Ade S Susana Jl. A Irma Suryani, Bandung

manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), AIDA iryani sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri, penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

SuratMingguini Tergelitik Mutiara

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


CONTENTREVIEW

50 | profil Yora Lovita Tangguh dan Pantang Menyerah Menjadi yatim piatu, membuat Yora berjuang keras untuk meraih kesuksesan hidup. Meski kini sukses telah diraih, Yora tak ingin berhenti berjuang.

LaporanUtama Menggugat PRJ

Rapat antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Komisaris Utama PT JIExpo Murdaya Poo, soal PRJ berlangsung panas. Akankah PRJ diambil alih Pemprov DKI Jakarta? 18 | nasional Ada Apa Di Pabrik Pupuk? KPK melihat potensi kerugian Rp 388,8 miliar dari revitalisasi industri pupuk. Khususnya, revitalisasi Amurea II Petrokimia Gresik.

22 | Bisnis Sepekan l Si Bro Yang Terus Melaju l Subsidi BBM untuk Perumahan Rakyat l Garuda Cargo Sasar 30 Kota Eropa

31 | sisipan Barbie Tetap Fenomenal Hingga kini, Barbie tetap menjadi boneka paling populer. Dengan 100 ribu kolektor fanatik di berbagai belahan dunia, mainan asal AS itu terjual tiga boneka setiap detik.

24 | bisnis Terancamnya Monopoli MUI Pintu tunggal jalur sertifikasi halal milik MUI digugat. Kabarnya, akan ada lembaga baru sejenis di bawah presiden.

40 | gaya hidup Mari Bergoyang Zumba Ramai-ramai bergoyang senam zumba. Olahraga ini banyak digandrungi, karena berbeda dengan olahraga pada umumnya.

4 | MailBox 8 | Editorial Tersungkur 44 | Internasional Lonjakan Kekayaan Warga AS 52 | Hukum Akhirnya QSAR Pailit 56 | Keuangan dan Perbankan Sebentar Lagi Duit Menipis 60 | Pasar Modal Hati-Hati 66 | Kolom Melepas Momentum Lagi‌ 38 | Figur Alexandra Asmasoebrata

Underwear Hitam dan Sirkuit

Alexandra Asmasoebrata (25) punya kebiasaan unik. Perempuan pembalap pertama Indonesia untuk mobil formula itu, ternyata selalu menggunakan underwear warna hitam dalam berlomba. Semua demi kenyamanan saat memacu mobil dengan kecepatan tinggi di sirkuit.


FOTO riset

V V

Mengapa PKS ‘Mbalelo’ terhadap Yudhoyono

FOTO riset

V V

Bambang Widjojanto Kebakaran Jenggot kuasa hukum terdakwa Djoko Susilo, Juniver Girsang, mengkritik kehadiran Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam persidangan perkara kasus dugaan korupsi Simulator SIM yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/6/2013) malam. Kehadiran Bambang dianggap sebagai bentuk kepanikan dan ketidakpercayaan terhadap anak buahnya, dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, dalam menggarap perkara tersebut. n

FOTO riset

V V

Maaf, Bunga Kredit Masih Tetap Tinggi indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara dengan tingkat suku bunga kredit tergolong tinggi. Penyebabnya, infrastruktur yang buruk mengakibatkan biaya ekonomi menjadi tinggi. Dengan kata lain, inflasi juga menjadi tinggi. Karena inflasi yang tinggi, suku bunga kredit juga menjadi tinggi. “Karena itu, bagaimana caranya menurunkan inflasi biar risikonya turun, sehinggga suku bunga kredit juga bisa turun. Ini persoalan yang harus diselesaikan,” ujar Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, Senin (10/6/2013). n

Sergio van Dijk Kian Dekati Boaz di Top Skor ISL

FOTO riset

V V 6

PKS makin berani mbalelo di Setgab Koalisi pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). PKS tahu dan yakin bahwa SBY yang sudah merosot pamornya itu, tidak akan berani memecat dari koalisi. Sebagaimana PKS terjerat korupsi sapi, Demokrat juga sudah terjerembab kubangan skandal Hambalang, Centurygate dan Wisma Atlet, sama-sama dirundung korupsi yang melilit. Meski secara politik tidak pailit.n

dua gol Sergio van Dijk pada pertandingan Persib Bandung melawan Pelita Bandung Raya (PBR) menambah pundi-pundi golnya di posisi top skor sementara Indonesia Super League (ISL) 2013. Dengan tambahan dua gol tersebut, Sergio kini berada di posisi tiga top skor ISL, mengoleksi 15 gol. Pemain kelahiran Belanda itu terus membuntuti Boaz Solossa (Persipura) yang mengoleksi 19 gol, serta Coulibaly Djibril (Barito Putra dengan 16 gol). n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: redaksi@inilahreview.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

p

Tersungkur

residen Susilo Bambang Yudhoyono, akhirnya, “menyerah”. Di tengah perang spanduk dan demonstrasi anti dan pro, harga BBM bersubsidi akhirnya dinaikkan juga. Lihat saja, di beberapa daerah seperti Makassar dan Medan, demo anti penaikan BBM bersubsidi ramai diusung para mahasiswa. Bahkan beberapa di antaranya berakhir betrok dengan aparat. Sementara, sejumlah elite politik sibuk meneriakkan tolak penaikan BBM melalui spanduk. Sejumlah politisi memandang menaikkan BBM menjelang Puasa dan Lebaran seperti sekarang, tidak tepat. Kurang bijaksana, sebab itu sama artinya dengan menambah beban rakyat yang sudah berat. Tapi, ya itu tadi, tekad SBY (sekarang) tampaknya sudah bulat. BBM mesti dinaikkan. Terlambat, memang. Tapi dari pada tidak? Kita ingat, beberapa bulan lalu Standard & Poor’s merevisi proyeksi ekonomi Indonesia dari positif ke stabil. Ini dilakukan berkaitan dengan kebijakan subsidi yang dianut pemerintah. Kebijakan ini menyangkut kebijakan subsidi BBM yang mencapai Rp 300 triliun. Indonesia dianggap menyia-nyiakan momentum reformasi ekonomi. Jadi pemerintah sudah diingatkan untuk segera merevisi kebijakan subsidi terutama subsidi BBM yang sudah tak masuk akal. Pukulan berikutnya datang dari Bank Sentral AS, yang menyatakan akan mengurangi likuiditas di pasar. Ini juga membuat kalang kabut para pelaku pasar di Asia, termasuk Indonesia. Asing ramai-ramai menarik investasi mereka dari saham, sehingga harga saham pun berjatuhan dan nilai tukar rupiah jeblok. Maklum, hampir lima tahun belakangan ini, negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia, banyak menikmati aliran dana asing di tengah krisis keuangan global, terutama yang sedang terjadi di Eropa. “Rasanya pesta besar mulai berakhir,” ujar Howard Wong, Direktur Pelaksana Doric Capital Corp, Hong Kong. Kini, para pemilik uang melihat aset AS dan mata uangnya (dolar AS) lebih menarik ketimbang saham dan mata uang di pasar negara berkembang. Mereka mulai menyesuaikan portofolio investasinya, dari instrumen jangka panjang ke instrumen jangka pendek. Sebab mereka berpikir, pengurangan atau penghentian QE pada tahun ini akan membuat likuiditas di pasar menjadi seret. Apalagi, keputusan Bank Sentral itu diambil karena dia melihat semakin membaiknya datadata perekonomian AS.

8

Itulah kenapa, para investor belakangan ini gemar membeli dolar AS. Mereka menganggap, dolar AS untuk sementara ini masih menjadi investasi menarik, sekaligus sebagai safe heaven bila sewaktu-waktu terjadi guncangan. Sebab, krisis keuangan di benua Eropa hingga saat ini juga belum pulih. Akibatnya, nilai tukar rupiah menggelepar ke atas 10.000. Kalau sudah begini, BI pun sibuk menjadi pemadam kebakaran. Tercatat, dalam sebulan kemarin (Mei) bank sentral telah menghabiskan US$ 2 miliar untuk menstabilkan rupiah. Kalau tidak distabilkan, apa jadinya negeri ini. Pengusaha yang masih mengandalkan bahan baku impor (seperti industri farmasi) akan kelabakan. Ujung-ujung­nya harga obat pun ikut merangkak naik. Belum lagi harga-harga komoditas lainnya yang masih mengandalkan pasar luar negeri seperti gula, kedelai, jagung, dan sebagainya. Utang luar negeri juga makin membengkak. Menurut catatan BI, saat ini jumlah utang luar negeri swasta mencapai US$ 125,05 miliar. Dari jumlah ini, sebanyak 87,1% dalam bentuk dolar AS. Repotnya, sebesar US$ 36,28 miliar merupakan utang jangka pendek atau kurang dari satu tahun. Benar-benar mencemaskan. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Rapat antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Komisaris Utama PT JIExpo Murdaya Poo, soal PRJ berlangsung panas. Akankah PRJ diambil alih Pemprov DKI Jakarta? TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu, dan Emanuel Kure Foto Wirasatria, Dahlan RP ilustrasi Rangga Diyarto Infografis Erbhayu

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

9


W

ajah Komisaris Utama PT Jakarta International Expo (JIExpo), Murdaya Poo, terlihat tegang setelah keluar dari ruangan rapat di Balai Kota DKI Jakarta. Tak beda jauh, raut Direktur Marketing PT JIExpo Ralph Scheunemann. Poo dan Ralph baru saja selesai mengikuti rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, selama 1,5 jam dari pukul 17.00 WIB, Selasa (4/6). Bisik-bisik di kalangan wartawan yang memantau rapat tertutup tersebut menyebutkan, kedua pihak terlibat perdebatan panas seputar pelaksanaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang selama ini dikendalikan keluarga Murdaya. Sayangnya, rekaman rapat itu tidak diunggah ke akun resmi Pemprov DKI Jakarta di YouTube, seperti kebiasaan selama ini. “Dia (Murdaya) enggak mau karena banyak off the record dan kita juga harus hormati mereka,” kata Ahok. Selain itu, “Rapat setengah jalan enggak bisa diunggah, karena kasetnya habis.” Meskipun tak diunggah di YouTube, toh rapat antara Ahok dan Poo kini menjadi cerita sehari-hari di kalangan pegawai Pemprov DKI Jakarta. Sumber di Pemprov DKI Jakarta me-

ngatakan, Ahok memang marah-marah dalam pertemuan tersebut. “Bahkan, ia sampai lepas kontrol,” kata sumber. Awalnya, cerita si sumber, rapat berlangsung adem. Misalnya, Ahok mempertanyakan kenapa hanya sedikit usaha mikro dan usaha rumah tangga yang tampil di PRJ. Poo menjawab bahwa setiap tahun sekitar 40%-50% UKM telah ikut menjadi peserta PRJ. “Bukan hanya UKM, kami ingin usaha mikro, usaha rumah tangga, dan yang kecil-kecil itu bisa ikut,” kata Ahok, seperti ditirukan sumber. Tensi pertemuan mulai memanas ketika Ahok mempermasalahkan dana sebesar Rp 4 miliar yang harus disetor Pemprov DKI Jakarta kepada JIExpo untuk bisa ikut di PRJ. “Pak Ahok mengatakan, Pemprov DKI tak mau bayar,” cerita sumber. Dari sinilah rapat berlangsung tegang. Ahok mengatakan, sebagai tuan rumah dan pemegang 13,125% saham di JIExpo, seharusnya Pemprov DKI Jakarta mendapat keuntungan dari pelaksanaan PRJ, bukan malah disuruh bayar sewa sebesar Rp 4 miliar. Dalam rapat lain dengan jajarannya, Ahok mengatakan, Pemprov DKI Jakarta bisa meminta KPK dan BPK mengaudit penyelenggaraan PRJ yang selama ini dipegang JIExpo. “Kita

PERESMIAN PRJ: Pemprov DKI bisa meminta KPK dan BPK mengaudit PRJ.

10

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


bisa bilang, kita minta KPK audit. Tidak bisa kita bayar dia Rp 4 miliar. Emang dia bayar kita berapa?” ujarnya.

FOKE PUN SEMPAT GERAM Sebenarnya, soal untung rugi bukan kali ini saja dipermasalahkan. Dulu, tahun 2008, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo atau Foke pun sempat meminta agar JIExpo diaudit. Sebagai wakil pemegang saham, ia ingin tahu lebih jauh untung-rugi JIExpo dalam urusan PRJ. Soal audit ini muncul, karena di tahun itu JIExpo, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tidak membagikan dividen. Siti Hartarti Murdaya—istri Murdaya Poo—selaku pemilik Grup Central Citra Murdaya yang menguasai 81,875% saham JIExpo menyatakan, dividen tidak dibagikan karena laba lebih baik ditahan untuk membiayai renovasi PRJ yang anggarannya mencapai Rp 8 triliun. Celakanya, di tahun-tahun berikutnya JIExpo tak juga memberikan dividen. Tentu saja, ini membuat Foke semakin geram. “Kita uber. Kalau perusahaan untung, masak kita tidak dapat bagian,” kata Foke di tahun 2010. Harap maklum, jika Foke begitu bersemangat meminta dividen. Pasalnya, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat pengunjung PRJ makin banyak dan transaksinya pun kian besar. Dan, ternyata, uang masuk dari penjualan tiket plus transaksi memang di atas target. Tengok saja, penyelenggaraan PRJ dari tahun ke tahun. Tahun 2010 transaksi ditargetkan Rp 3 triliun, yang terealisasi Rp 3,1 triliun. Kemudian tahun 2011 dengan target Rp 3,5 triliun, yang tercapai Rp 3,6 triliun. Lalu, tahun 2012 transaksi naik menjadi Rp 4 triliun dengan jumlah pengunjung sebanyak 4,1 juta orang. Dan, di tahun 2013 ini, transaksi ditargetkan bisa mencapai Rp 4,5 triliun. Kabarnya, sejak tahun 2008 hingga 2012, JIExpo sebagai pemegang izin tunggal penyelenggaraan PRJ, tak pernah membagikan dividen kepada pemegang saham. Baru tanggal 28 Maret 2013, pada RUPS yang berlangsung di Kemayoran, JIExpo memberi dividen. “Dari keuntungan Rp 10 miliar, Pemprov DKI hanya kebagian Rp 1,7 miliar,” kata Ahok. Sekadar mengingatkan, JIExpo dimiliki tiga pemegang saham. Yakni, PT Cipta Cakra Murdaya 81,875%, Pemprov DKI Jakarta 13,125%, dan Sekretariat Negara 5%. Namun, kata Ahok, 5% saham milik Sekretariat Negara (Setneg) itu sudah hilang. “Sekarang Setneg lagi minta saham dari dia (Murdaya). Hilang itu tiba-tiba saham pemerintah. Itu yang kita persoalkan di Komisi II (dulu),” ujar mantan anggota Komisi II DPR ini. Menurut Ahok, lahan seluas 44 hektar di Kemayoran—lokasi PRJ—yang kini menjadi milik keluarga Murdaya, dulunya adalah hasil lelang Setneg. “Nah, tempat itu dulu pernah kita permasalahkan waktu saya di Komisi II DPR. Itu kan hasil lelang Setneg, kok bisa tiba-tiba jadi milik dia?” kata Ahok. PRJ PALING BURUK Begitulah sengkarut penyelenggaraan PRJ. Namun, sengkarut itu tak berhenti hanya soal untung rugi, pembagian dividen,

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

atau perlunya dilakukan audit terhadap JIExpo. Lebih dari itu, Pemprov DKI Jakarta menggugat penyelenggaraan PRJ yang tidak prorakyat dan pedagang kecil. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi menganggap, PRJ sudah keluar dari rohnya, melenceng dari tujuan semula, dan bukan lagi pesta rakyat. PRJ, kata Jokowi, hanya menjadi ajang pameran dagang saja, yang menampilkan produk-produk perusahaan besar, dari barang-barang elektronik sampai mobil mewah. “UMKM-nya sedikit sekali,” katanya. Seharusnya, menurut Jokowi, PRJ menjadi pesta rakyat di mana para pedagang kecil bisa berkumpul dalam satu tempat, lalu menjual aneka produknya dengan harga terjangkau kepada masyarakat. Ironisnya, hal itu tidak ada. “Contoh, yang daftar ke saya seperti pedagang kerak telor itu enggak dapat tempat,” ujarnya. Senin sore pekan lalu, beberapa jam sebelum PRJ diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi menghampiri sejumlah pedagang kerak telor di sepanjang Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, di luar arena PRJ. Jokowi sempat berbincang dengan Sobari, salah satu pedagang kelar telor. “Coba dilihat, coba dirasakan, sudah enggak boleh masuk (PRJ) masih disuruh bayar,” kata Jokowi. “Kuliner

PEDAGANG KERAK TELOR: Tidak diberi tempat di PRJ.

11


berbasis budaya ini seharusnya dilestarikan.” Sobari kepada wartawan mengaku, ia diharuskan membayar sebesar Rp 400 ribu kepada pengelola PRJ. “Tapi, alhamdulillah, saya masih bisa untung,” katanya. Soal pedagang kerak telor yang dipermasalahkan Jokowi ini, sempat membuat berang Komisaris Utama JIExpo, Murdaya Poo. Di sela-sela peresmian PRJ di JIExpo, Senin malam pekan lalu, Poo menyebut, PRJ bukanlah pameran kerak telor.

Pernyataan Poo membuat Jokowi marah. “Dia ngertinya hanya untung, hanya untung, hanya untung, tahu!” tegas Jokowi. Tak hanya Jokowi yang geram. Ahok pun demikian. Menurut dia, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, PRJ yang diselenggarakan JIExpo adalah yang paling buruk. “Dengan tiket dan harga parkir yang mahal, harusnya bisa mengakomodasi kepentingan rakyat,” katanya kepada InilahREVIEW, usai melantik pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI, Selasa pekan lalu. Sekadar informasi, harga satu tiket masuk PRJ untuk SeninJumat Rp 25 ribu, Sabtu-Minggu/hari libur Rp 30 ribu. Khusus untuk tarif parkir sepeda motor Rp 10 ribu dan mobil Rp 20 ribu. PRJ sendiri berlangsung dari 6 Juni sampai 7 Juli 2013.

PEKAN RAKYAT JAKARTA Itulah kenapa, Pemprov DKI Jakarta tahun 2014 berencana menggelar Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) di kawasan Monumen Nasional (Monas). “Kan, samasama PRJ, he-he-he…,” kata Jokowi kepada InilahREVIEW (lihat: Dulu Rakyat Gembira di PRJ).

12

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Menurut dia, PRJ di Kemayoran yang diselenggarakan JIExpo tetap berjalan sebagai pameran dagang saja, sedangkan PRJ Monas memamerkan berbagai produk para pedagang kecil. “Nanti masyarakat gratis masuk di situ. Kalaupun bayar, Rp 1.000, Rp 2.000, sedang dikalkulasi hitung-hitungan ekonominya,” ujarnya. Sebagai uji coba, Pemprov DKI Jakarta tanggal 14-16 Juni 2013 menggelar Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 di kawasan Monas. Di acara tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan melihat aspek-aspek di dalamnya sebagai bahan referensi menggelar PRJ Monas 2014. Sebenarnya, Pemprov DKI Jakarta bisa mengambil alih penyelenggaraan PRJ Kemayoran. Syaratnya, menurut Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Saidah Sakwan, Pemprov DKI Jakarta mencabut Perda Nomor 12 Tahun 1991 tentang Penyelenggaraan PRJ, yang menunjuk JIExpo

sebagai pemegang izin penyelenggaraan PRJ Kemayoran. “Ini juga untuk menghilang monopoly by law PRJ,” ujar Saidah kepada InilahREVIEW. Jokowi dan Ahok tampaknya akan mengikuti saran ini. “Ya, mestinya akan direvisi atau diperbarui,” ujar Jokowi. Direktur Marketing PT JIExpo Ralph Scheunemann menyesalkan tuduhan miring yang dialamatkan ke pihaknya. Padahal, katanya, PRJ yang selama ini diselenggarakan JIExpo telah ikut menggerakkan roda perekonomian nasional. “Kami bisa mengakomodir 400 ribu tenaga kerja. Ini sangat luar biasa sekali,” kata Ralph kepada InilahREVIEW. Namun, JIExpo sudah siap jika sewaktu-waktu Pemprov DKI Jakarta mengambil alih penyelenggaraan PRJ. Kabarnya, JIExpo akan menggelar ajang serupa bernama Indonesia Fair, yang konsepnya mirip PRJ. Tampaknya pertarungan masih panjang. n

Langkah Bisnis Hartati Siti Hartati Murdaya Poo dan suaminya, Murdaya Poo, bukan nama asing di kalangan pebisnis di Tanah Air. Maklum, mereka sudah malang melintang selama empat puluh tahun lebih di dunia bisnis. Lihat saja, saat ini ada sekitar 36 perusahaan yang bernaung di bawah bendera Central Cakra Murdaya Berca Group. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor. Usaha yang dibangun ini berkembang. Lalu, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga. Pada 1992 usahanya merambah ke proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap Tanjung Priok. Usahanya melebar ke bidang properti, perkayuan, agroindustri, dan kontraktor listrik. Ia juga menggarap usaha printer HP dan pabrik kabel listrik. Pada tahun 1994, usahanya makin menggurita. Suami istri ini lantas mendirikan PT Central Cipta Murdaya (CCM). Yang paling spektakuler ketika Hartati mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK). Pembelian tersebut menjadikan CCM salah satu penguasa properti. Sederet mal mewah dan perkantoran menjadi milik CCM. Wisma Metropolitan

Siti Hartarti Murdaya

I dan II, serta World Trade Center di kawasan Sudirman. Pondok Indah Town Center juga berhasil dibangun dengan investasi melebihi angka Rp 10 triliun. Ia juga mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF) senilai Rp 1 triliun, yang penuh kontroversial. JITF kemudian berubah menjadi Jakarta International Expo (JIExpo), pemegang izin tunggal penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Pada Maret 2012, Hartarti dan Murdaya Poo masuk dalam daftar 17 orang Indonesia terkaya dunia versi majalah Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 miliarder dunia, dengan jumlah kekayaan US$ 1,5 miliar atau Rp 14,3 triliun.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

Hanya saja, langkah bisnis konglomerat ini kerap mengundang sorotan publik. Selain soal kontroversial pengambilalihan JITF, salah satu deklarator Brigade Pemburu Koruptor (BPK) Munarman, pernah menuding pengusaha ini tidak membayar bea dan cukai atas 36 ribu pasang sepatu yang diekspornya. Dan, yang tak kalah seru, adalah dugaan keterlibatan Hartati dalam aliran dana bailout Bank Century. LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menuding Hartati—bersama sederet pejabat lainnya—menerima alliran dana Bank Century yang cukup besar. Hartati sendiri, menurut Bendera, menerima Rp 100 miliar. Hartati menyangkal habis tudingan ini. Bahkan ia melaporkan aktivis Bendera ke Polda Metro Jaya. Namun, dalam buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro disebutkan bahwa Hartati memiliki simpanan di bank tersebut sebesar Rp 321 miliar. Sejauh mana kebenaran tudingan-tudingan tersebut? Semuanya memang masih samar-samar. Yang jelas, kini Hartarti berada di balik jeruji. Ia harus menjalani hukuman 2 tahun 8 bulan karena menyuap bekas Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu, sebesar Rp 3 miliar. Suap itu dilakukan untuk memuluskan penerbitan hak guna usaha (HGU) perkebunan sawit PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation, dua perusahaan miliknya yang beroperasi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. n

13


Ya, memang bagus kalau dilihat dari sisi dagang. Bagus jika dilihat dari sisi bisnis. Bagus dari sisi keuntungan. Bagus jika dilihat dari sisi sebuah perusahaan. Tapi dari sisi masyarakat, ini yang harus diluruskan. Karena masyarakat, terutama yang usaha mikro, usaha kecil dan rumah tangga, tidak diakomodasi dan merasa tidak diberi ruang. Seharusnya mereka diberi ruang yang lebih dominan, yang lebih besar di PRJ. Namanya kan Pekan Raya Jakarta. Bukan yang jualan mobil, bukan yang jualan elektronik, bukan yang jualan TV, bukan yang jualan sepeda motor, dan lain-lainnya. Itu yang ingin kami sampaikan. Nanti di tahun 2014 itu bisa agak digeserlah.

Artinya, PT JIExpo cuma mau cari untung besar saja?

Ya, semua perusahaan kan maunya gitu. Itu hal biasa. Tapi, kami sebagai pemegang saham juga perlu meluruskan agar semua keinginan masyarakat terakomodasi di PRJ.

Bedanya PRJ saat ini dengan era Gubernur Ali Sadikin, apa?

Kalau dulu, rakyat dari bawah sampai atas semua bergembira di sana (PRJ). Karena, tiketnya enggak semahal sekarang, yang Rp 30 ribu sekali masuk. Sekarang kan mahal banget untuk masuk ke sana. Belum parkirnya, ha-ha-ha….

Dari total stand yang ada, ada berapa persen stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)?

Berapa persen ya, paling-paling perkiraan saya 20%. Itu pun, dengan harga Rp 2 juta per meter. Ini kan berat.

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta

Dulu Rakyat Gembira di PRJ TEKS Mahbub Junaidi Foto Asep Rochyadi

J

oko Widodo, alias Jokowi, Gubernur DKI Jakarta ini geram bukan kepalang melihat penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran yang dilakukan perusahaan milik konglomerat Hartarti Murdaya Poo, PT Jakarta International Expo (JIExpo). Acara yang berlangsung setiap tahun untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta itu dinilai sudah melenceng dari tujuan aslinya. “Contoh, yang daftar ke saya seperti pedagang kerak telor itu enggak dapat tempat,” ujar Jokowi. Bagaimana kelanjutan PRJ tahun depan? Mahbub Junaidi dari InilahREVIEW mewawancarai Jokowi di sela-sela acara “Hak Untuk Tanya Jakarta” di Pasar Baru, Selasa malam pekan lalu. Petikannya:

Bagaimana Anda melihat PT JIexpo dalam penyelenggaraan PRJ? 14

Seharusnya berapa persen untuk stand UMKM? Seharusnya 80% ha-ha-ha….

Kalau PRJ dipindahkan ke kawasan Monumen Nasional (Monas), bagaimana dengan nasib PT JIExpo nantinya?

Oh tidak. Yang di PRJ Kemayoran tetap saja, enggak apaapa, biar jadi sebuah pameran dagang saja. Nanti yang di Monas itu, jadi Pesta Rakyat Jakarta. Kan, sama-sama PRJ, he-he-he…. Yang satu jadi Pesta Rakyat Jakarta (PRJ), yang satunya lagi jadi Pekan Raya Jakarta, he-he-he…. Kan beda-beda. Nanti, Pesta Rakyat Jakarta yang di Monas itu, ada usaha kecil, usaha mikro, usaha rumah tangga, seni budaya Betawi, semuanya diangkat di situ. Dan mungkin, nanti semuanya gratis. Tapi, ini akan kami kalkulasi dulu.

Kalau benar Pekan Rakyat Jakarta akan digelar di kawasan Monas, bagaimana dengan Perda Nomor 12 tahun 1991 yang menunjuk PT JIExpo sebagai perusahaan tunggal pengelola PRJ. Apakah akan dicabut? Ya, mestinya akan direvisi atau diperbaharui.

Soal pembagian keuntungan antara JIExpo dan Pemprov DKI Jakarta dari penyelenggraan PRJ ini bagaimana?

Kami enggak pernah dapat. Pemprov enggak pernah dapat. Seharusnya yang punya saham dapat dividennya dong. (Pada Rapat Umum Pemegang Saham PT JIExpo, 28 Maret 2013, Pemprov DKI Jakarta mendapat dividen Rp 1,7 miliar). n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


R

encana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan menggelar Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) di Monumen Nasional (Monas), ditanggapi dingin PT Jakarta International Expo (JIExpo). Berikut petikan wawancara Vinsensius Segu dari InilahREVIEW dengan Direktur Marketing PT JIExpo Ralph Scheunemann di Arena PRJ Kemayoran Jakarta, Selasa pekan lalu:

Pemprov DKI Jakarta berencana memindahkan PRJ ke Monas. Apa tanggapan Anda?

Ini kan baru wacana dari Pemprov DKI. Maksud Pemprov DKI ada unsur baiknya juga. Sebab, yang mau dipindahkan bukan pameran dagangnya, tetapi mereka ingin ada suatu pesta rakyat dalam rangka ulang tahun Jakarta. Mungkin UKM kecil, sehingga masyarakat yang datang bisa dibebaskan dari biaya dan lain-lain. Sebab, mereka melihat Jakarta Fair di mata mereka terlalu komersial. Tapi sebenarnya kan tidak. Pada saat pembukaan Jakarta Fair kemarin (10/6), Presiden (SBY) mengatakan bahwa Jakarta Fair itu aset nasional, karena sangat membantu perekonomian nasional.

Ralph Scheunemann, Direktur Marketing Jakarta International Expo

Apanya yang Menyimpang? TEKS Vinsensius Segu Foto Riset

Kalau penyelenggaraan PRJ diambil alih Pemprov DKI Jakarta?

Saya pikir bukan mengambil alih. Tapi, kalaupun diambil alih mungkin kami tidak boleh pakai nama PRJ. Mungkin yang akan dibuat Pemprov DKI pameran yang ditujukan kepada kalangan menengah ke bawah, termasuk UKM yang kecil-kecil. Kalau benar akan dilakukan, kami tentu mendukung niat Pemprov DKI dalam menjalin kebersamaan di hari jadi Jakarta. Kami juga tetap jalan. Kami juga punya market yang kuat karena sudah sekian lama bekerjasama dengan berbagai macam dunia usaha nasional maupun multinasional.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan penyelenggaraan PRJ sudah menyimpang dari tujuan semula, yakni pesta rakyat. Tanggapan Anda?

Dari dulu saat masih di Monas pun ajang ini sudah menjadi pesta rakyat. Lalu sekarang dikatakan menyimpang, apanya yang menyimpang? Kalau hanya soal kehadiran perusahaan multinasional, sejak masih di Monas pun perusahaan-perusahaan multinasional ikut, karena memang tidak ada lagi tempat pameran lain di Jakarta, selain di Monas. Setelah tahun 1990-an, muncul tempat-tempat pameran baru. Kemudian bermunculan pameran-pameran yang sifatnya tematik, seperti pameran alat berat, komputer, mobil, dan lain-lain.

Kalau sekarang bagaimana?

Sekarang kehadiran perusahaan multinasional di Jakarta Fair dipermasalahkan, justru aneh. Kehadiran perusahaan multinasinal ini justru sejalan dengan harapan pemerintah pusat dalam rangka investasi ke Indonesia. Semua yang hadir di Jakarta Fair itu adalah perusahaan yang selama ini sudah ikut menopang perekonomian Indonesia. Seharusnya itu jangan diganggu gugat karena ikut menyumbang pertumbuhan perekonomian kita. Beberapa waktu lalu ada statement dari Pak Wakil Guber-

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

nur (Basuki Tjahaya Purnama) agar mulai tahun depan mobil dan sepeda motor tidak usah ikut (PRJ). Itu kurang tepat, karena yang namanya Jakarta Fair itu semua barang-barang dari A sampi Z ada di sana. Segala sesuatu yang ada di sana tersedia untuk semua kalangan masyarakat. Kami mengharapkan pameran yang sudah dirancang dengan baik dan sangat dinantikan oleh masyarakat ini, tolong jangan dirusak.

Pemprov DKI Jakarta mengatakan jumlah stand UKM di PRJ sangat sedikit, apa benar?

Itu semua enggak betul. Area kami kan besar sekali. Dari sekitar 2.600 peserta, lebih 900 peserta diwakli UKM. Kan cukup besar, angkanya signifikan. Itu ada di hall B1, B2, B3, C1, C3, E. Hampir 40% diwakili UKM, sedangkan swasta 60%. n

15


Kemnakertrans

PADAT KARYA 2013 TARGETKAN SERAP 90 Setelah pada tahun 2012 sebanyak 16.984 orang tenaga kerja terserap dalam program padat karya, Kemnakertrans pada tahun 2013 ini menargetkan mampu menyerap sebanyak 90 ribu tenaga kerja dalam program tersebut

P

ada tahun 2012, total paket padat karya sebanyak 1.194 paket yang tersebar di 360 kabupaten/kota dengan serapan tenaga kerja tahun 2012 sebanyak 105.072 orang tenaga kerja, sementara target RPJM tahun 2012 sebanyak 105.000 orang tenaga kerja. ”Sedangkan pada tahun 2013 ini, total paket padat karya yang tersedia sebanyak 1.321 paket dengan serapan tenaga kerja tahun 2013 sebanyak 109.736 orang tenaga kerja, sementara target RPJM tahun 2013 sebanyak 90.000 orang tenaga kerja,” ungkap Reyna Usman, Dirjen Binapenta, Kemnakertrans. Pada program padat karya tahun 2013 ini, program padat karya infrastruktur yakni infrastruktur pedesaan padat pekerja, sebanyak 1.025 paket dengan sumber pembiayaan dari Dana Tugas Pembantuan 2013. Sedangkan untuk program padat karya produktif sebanyak 296 paket menggunakan sumber pembiayaan dari Dana DIPA 2013 Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja (PKK) dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal (PTKSI).

Pemberdayaan Masyarakat Secara umum, program padat karya merupakan sebuah kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti penganggur, setengah penganggur dan miskin, melalui kegiatan pembuatan atau rehabilitasi infrastruktur sederhana maupun kegiatan produktif lainnya dengan memanfaatkan dan mengoptimalisasi sumber daya lokal yang tersedia dalam rangka meningkatkan produktivitas, pengembangan masyarakat dan kesejahteraan. Reyna menambahkan, manfaat program padat karya yang diharapkan dapat dicapai adalah memberikan kegiatan stimulan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat produktif maupun penyediaan infrastruktur sederhana sebagai penunjang peningkatan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

16

“Prinsipnya, tujuan program padat karya adalah pengentasan masalah penganggur dan setengah penganggur di daerah-daerah yang bersifat sementara. Kegiatan padat karya diharapkan memberikan kegiatan stimulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukas Reyna. Hasil yang diharapkan dari program padat karya adalah meningkatnya produktifitas, asesibilitas masyarakat dan kesejahteraan masyarakat (penganggur, setengah penganggur dan masyarakat miskin) melalui kegiatan produktif serta tersedianya infrastruktur sederhana sebagai penunjang peningkatan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat. Prinsip dari kegiatan program padat karya adalah perencanaan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan aspek tenaga kerja, aspek geografi, aspek sosial, budaya dan potensi lokal. Selain itu, program padat karya dibuat atas dasar “DARI, OLEH dan UNTUK masyarakat“. Dalam hal ini, pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator. Menurut Reyna, program padat karya yang dicanangkan pemerintah juga diharapkan menggunakan tenaga kerja seba-

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Kemnakertrans

0 RIBU TENAGA KERJA

nyak-banyaknya yang disesuaikan anggaran yang tersedia, bersifat sementara, khususnya untuk infrastruktur pedesaan. Juga diharapkan dapat dijadikan sebagai stimulan yang mendorong partisipasi dan swadaya masyarakat. “Karena itu, pelaksanaan program padat karya sebaiknya dilaksanakan pada waktu sepi kerja, hilangnya pekerjaan, atau bencana alam dengan pemilihan lokasi kegiatan padat karya tidak dalam sengketa dan tidak ada ganti rugi atas tanah, bangunan atau tanamannya yang terkena kegiatan padat karya,” imbuh Reyna menjelaskan. “Selanjutnya, pada pelaksanaannya, pekerjaan fisik tidak boleh diborongkan atau pihak ketiga hanya boleh dilibatkan sebatas penyewaan alat”. Manfaat dari hasil pekerjaan fisik dalam program padat karya juga diharapkan dapat digunakan atau bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan memberdayakan tenaga kerja padat karya yang diutamakan pencari nafkah utama dalam keluarga. Dalam program padat karya, alat atau mesin yang digunakan adalah alat yang bersifat sederhana hingga yang bersifat sedang, untuk meningkatkan kualitas pekerjaan tanpa harus

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

mengurangi serapan tenaga kerja dan perencanaan yang pada pelaksanaan dan pembinaannya harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Adapun kriteria kegiatan yang dapat dilakukan dalam program padat karya adalah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, bersifat mendukung pertumbuhan ekonomi, berkelanjutan dan bermanfaat bagi pekerja padat karya dan masyarakat sekitar lokasi, sasaran fisik kegiatan adalah sarana dan prasarana sosial-ekonomi sederhana, menggunakan tenaga kerja setempat dengan mengutamakan pencari nafkah utama keluarga dan tidak mempekerjakan anak-anak sebagai pekerja Padat Karya dan yang terpenting, program padat karya berdampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi lokal serta optimalisasi sumber daya lokal. “Secara prinsip, yang menjadi kriteria kelompok sasaran program padat karya adalah laki-laki dan perempuan dewasa yang mampu melaksanakan pekerjaan, pencari nafkah utama keluarga, selain anak dibawah umur, tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan (ter-PHK), kelompok penganggur, setengah penganggur, masyarakat miskin dan masyarakat korban bencana alam,” kata Reyna menjelaskan. Sedangkan kriteria lokasi yang berhak mengikuti program padat karya adalah lokasi kegiatan yang berada di Kecamatan atau Desa seperti kantung TKI dan Pengangguran, kantung kemiskinan, daerah rawan bencana, daerah tertinggal dan daerah pesisir pantai.

Mengutamakan Sumber Daya Lokal Terkait program padat karya khusus untuk program padat karya infrastruktur pada tahun 2013 ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa penerapan Padat Karya Infrastruktur sebagian yang menggunakan prinsip Local Resource Based (LRB) dimana penggunaan alat untuk meningkatkan kualitas pekerjaan (output fisik) sepanjang tidak mengurangi serapan tenaga kerja, mendorong optimalisasi pendampingan oleh Tenaga Kerja Sukareka (TKS) yang disupervisi oleh pendamping profesional, mendorong optimalisasi sinergi antar sektor di tingkat Kabupaten atau Kota dan mendorong optimalisasi pemantauan yang melibatkan Disnaker Provinsi dan Pemantauan reguler dari Pusat. “Pada tahun 2013 ini, pemerintah memberikan batasan atas lingkup pekerjaan Padat Karya infrastruktur tidak boleh hanya sebatas jalan desa, akan tetapi meliputi pembuatan gorong-gorong atau saluran pembuangan air (drainase) untuk mendukung peningkatan jalan desa dan pembuatan irigasi (tersier),” jelas Reyna. Sedangkan untuk program padat karya produktif, pemerintah melalui Kemnakertrans memberikan kebijakan, dalam pemanfaatan lahan tidur, Padat Karya Produktif diusahakan minimal 3 tahun, mendorong optimalisasi pembentukan kelompok berdasarkan rasio 60% representasi dari warga miskin, pengangguran dan setengah pengangguran, 20% representasi dari gender dan pemuda dan 20% representasi dari unsur aparat desa dan orang yang memiliki kemampuan lebih. Terkait hal itu, untuk program padat karya produktif, pemerintah mengisyaratkan optimalisasi kelompok usaha produktif dengan melibatkan seluruh tenaga kerja (66 orang), baik sebagai pengurus ataupun anggota, mendorong optimalisasi pendampingan dan keberlanjutan program Disnaker sebagai penanggung jawab dan melibatkan instansi terkait. Dari kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah tersebut, diharapkan program padat karya pada tahun 2013 dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengoptimalkan sejumlah lahan tidur di berbagai sektor di seluruh Indonesia n

17


nasional Alokasi Gas

Ada Apa di Pabrik Pupu KPK melihat potensi kerugian Rp 388,8 miliar dari revitalisasi industri pupuk. Khususnya, revitalisasi Amurea II Petrokimia Gresik. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho foto Agus Priatna

H

atta Rajasa diundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Kamis pekan lalu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu, diminta menjelaskan soal revitalisasi industri pupuk terkait penyediaan gas dan alokasinya. Khususnya, alokasi gas untuk PT Petrokimia Gresik (PKG) dan PT Pupuk Kujang (PK). Tak hanya Hatta. Beberapa pejabat yang terkait masalah pasokan gas juga dipanggil. Sebut saja Susilo Suswoutomo (Wakil Menteri ESDM), Rudi Rubiandini (Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi-SKK Migas), serta Kuntoro Mangkusubroto (Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan-UKP4). Seusai bertemu KPK, Hatta membenarkan bahwa pertemuan pada intinya membahas soal alokasi bagi PKG dan PK. “Yang lain sudah selesai semua, tinggal yang belum Kujang dan Petrokimia Gresik,” ujarnya. Masih menurut Hatta, keputusannya, sebagaimana diputuskan dalam rapat koordinasi Menkeu, PKG akan disuplai dari Huskey, sementara PK dari Blok Cepu. Penjelasan lebih transparan disampaikan Kuntoro. Menurutnya, saat ini pemerintah akan merevitalisasi pabrik-pabrik pupuk yang ada di Indonesia. Dan KPK sedang membuat konsep pencegahan supaya tak terjadi masalah dalam alokasi gas. “Khususnya yang berhubungan dengan alokasi gas untuk pabrik-pabrik pu-

18

HATTA DI KPK: Diminta menjelaskan revitalisasi industri pupuk.

puk. Itu isu utamanya,” ujarnya. Menurut Kuntoro, lazimnya, penyim­ pangan berada pada level kebijakan, sehingga KPK ingin melihat lebih jauh untuk lebih memahami kebijakan yang dicanangkan pemerintah terkait alokasi gas untuk pabrik pupuk. “Misalnya Pupuk Kujang dan Gresik. Itu paling pokok,” ujarnya. Sementara Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK mengatakan, KPK ingin melihat kebijakan terkait alokasi gas untuk pabrik pupuk tidak menimbulkan penyimpangan yang menyebab-

kan kerugian negara. “Jangan sampai semua program yang sudah dibuat tibatiba bermasalah,” kata Bambang.

Beban Rp 388,8 Miliar Sebenarnya ada apa dengan PKG dan PK? Proyek revitalisasi untuk dua pabrik pupuk itu, agaknya masih belum tuntas soal sumber pasokan dan harganya. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, pada Senin pekan lalu. Pada Rakortas itu dipaparkan, revi-

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


nasional Alokasi Gas

uk?

talisasi industri pupuk–sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2010—dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Tujuan Rakortas adalah penyelesaian masalah penyediaan gas terkait kebijakan alokasi gas. Khususnya untuk PKG dan PK. Perlu dicatat, saat ini, produksi pupuk nasional telah mencapai 6,8 juta ton urea atau 85% dari kapasitas yang bisa dihasilkan oleh 15 pabrik. Sebagian besar atau 10 pabrik telah berusia di atas 20 tahun, sehingga teknologinya usang dan tidak efisien. Konsumsi gas men-

capai 34-38 MMBTU/ton urea. Nah, untuk meningkatkan kehandalan dan efisiensi konsumsi gas menjadi 24-28 MMBTU/ton urea, serta produksi urea mencapai 10 juta ton/tahun, keluarlah Inpres Nomor 2/2010. Perkembangan terakhir pelaksanaan revitalisasi industri pupuk terbagi dalam lima proyek. Pertama, penggantian Pusri II menjadi Pusri II-B. Kedua, Pusri III menjadi Pusri III-B. Ketiga, Kaltim-1 menjadi Kaltim-5, serta pembangunan Amurea II-PKG dan penggantian Kujang 1-A menjadi Kujang 1-C. Adapun permasalahan PK, memerlukan gas sebanyak 88 MMSCFD. Sesuai surat Menteri ESDM, pada 22 Februari 2013, dialokasikan dari Blok Cepu (Jambaran, Cendana dan Tiung Biru). Kebijakan yang diperlukan untuk mendukung proyek Kujang 1-C adalah perlu segera diterbitkan keputusan Menteri ESDM tentang penetapan alokasi dan harga gas. Sementara permasalahan PKG lebih rumit. Proyek Amurea II-PKG membutuhkan pasokan 85 MMSFD dan akan dipasok dari Blok Cepu. Namun realisasinya selalu tertunda. Sehingga pada 26 September 2012, Dirjen Migas menyetujui pasokan berasal dari MDA-MBA Husky. Melalui surat pada tanggal yang sama, Dirjen Migas meminta SKK Migas untuk menetapkan alokasi dan mempercepat HoA (heads of agreement). Atas arahan Dirjen Migas, PKG pun melakukan nego­siasi harga dengan Husky dan dicapai kesepakatan US$ 6,5/MMBTU. Permasalahan muncul ketika SKK Migas melalui surat pada 4 Januari 2013, menyatakan bahwa berdasarkan kajian, Amurea II-PKG dan Kujang 1-C lebih menguntungkan jika dipasok dari Blok Cepu. Hanya saja, hasil kajian SKK Migas ternyata berbeda dengan data Pland of Development (PoD) milik kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang disetujui SKK Migas. Juga berbeda dengan data yang dimiliki PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Adanya perbedaan itu dipermasalahkan oleh UKP-4. Lembaga yang dipimpin Kuntoro itu melayangkan surat yang meminta klarifikasi kepada Menteri ESDM, pada 17 Januari 2003. Salah satunya soal harga US$ 8,88/MMBTU (Blok Cepu) dan US$ 6,5/MMBTU (Huskey). Meski kajian SKK Migas dipertanyakan UKP-4, pada 22 Februari 2013, Menteri ESDM ternyata justru mendukung SKK Migas dengan menetapkan Amurea II-PKG dan Kujang 1-C dipasok dari Blok Cepu. Keputusan terbaru itu ternyata dipertanyakan tiga pihak. Yakni PIHC yang menyatakan keputusan menteri mengurangi kelayakan proyek dan meminta agar tetap dipasok dari Husky. Kemudian Pertamina yang mengingatkan bahwa berdasarkan POD Blok Cepu, alokasinya hanya untuk PLN dan 1 pabrik pupuk. Juga Gubernur Jatim yang mendukung penggunaan gas Husky untuk PKG. Sayangnya, Menteri ESDM belum memberikan keputusan atas keberatan tiga pihak tersebut. Jadi mengapa KPK harus cawe-cawe? Adanya perbedaan harga antara Blok Cepu dan Husky jadi penyebab. Jika rata-rata perbedaan harga US$ 2,1/MMBTU, maka kebutuhan 85 MMSCFD untuk Amurea II-PKG terdapat kerugian US$ 178.500 atau Rp 1,7 miliar per hari. Nah, perbedaan harga itu akan mengakibatkan kenaikan Harga Pokok Penjualan Pupuk (HPP) sebesar US$ 71,67 juta atau Rp 695,2 miliar per tahun. Kenikan HPP itu, tentu saja, menjadi beban tambahan anggaran subsidi pupuk. Selanjutnya, jika penerimaan negara dari Blok Cepu 44,08% dari pendapatan kotor, maka penerimaan negara mencapai US$ 31,59 juta atau sekitar Rp 306,4 miliar per tahun. Kesimpulannya, jika menggunakan gas dari Blok Cepu, pengeluaran bersih negara adalah Rp 695,2 miliar dikurangi Rp 306,4 miliar adalah Rp 388,8 miliar. Maka wajar jika KPK pun memanggil Hatta dan pejabat terkait. n

Adanya perbedaan harga antara Blok Cepu dan Husky jadi penyebab. Jika rata-rata perbedaan harga US$ 2,1/MMBTU, maka kebutuhan 85 MMSCFD untuk Amurea II-PKG terdapat kerugian US$ 178.500 atau Rp 1,7 miliar per hari.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

19


nasional Divestasi Newmont

Beda Hatta, Beda Agus Marto Hatta Rajasa menyerahkan hak pemerintah pusat untuk divestasi 7% saham Newmont kepada pemerintah daerah. Padahal dulu, Menkeu Agus Martowardojo begitu ngotot menguasainya. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto riset

TAMBANG NEWMONT: Divestasi saham NNT tidak diperbolehkan menggunakan dana APBN.

P

emerintah berubah sikap soal divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Jika sebelumnya ngotot ingin membeli 7% saham melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), kini tiba-tiba berubah 180 derajat. Memutuskan menyerahkan divestasi 7% saham kepada pemerintah daerah setempat. Keputusan ‘baru’ pemerintah itu disampaikan Hatta Rajasa, Menteri Koor­ dinator Bidang Perekonomian. Menurutnya, divestasi saham NNT tidak diperbolehkan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh sebab itu, Hatta mempersilakan pemerintah daerah membeli 7% saham tersebut. “Silakan. Kalau pandangan saya, sebaiknya kita berikan kesempatan kepada daerah. Kalau daerah tidak merasa diperhatikan, nanti jadi repot yang bekerja di situ,” ujar Hatta, di Gedung

20

Kebijakan Hatta ini, tentu saja, sangat bertolak belakang dengan sikap pemerintah sebelumnya yang diwakili Agus Martowardojo, saat masih menjabat menteri keuangan. BPPT, Senin pekan lalu. Kebijakan Hatta ini, tentu saja, sangat bertolak belakang dengan sikap pemerintah sebelumnya yang diwakili

Agus Martowardojo, saat masih menjabat menteri keuangan. Sebelumnya, Agus begitu ngotot membeli 7% saham NNT. Pemerintah bahkan harus bersitegang dengan DPR yang menentang rencana tersebut. Maklum, DPR merasa dilangkahi karena pemerintah tak pernah meminta izin soal divestasi NNT. Perselisihan muncul karena ada beda persepsi antara Menkeu Agus Marto dan DPR. Agus Marto berpendapat, divestasi melalui PIP –yang merupakan Badan Layanan Umum—tak harus seizin DPR karena tergolong investasi. Sementara DPR meyakini, divestasi harus seizin mereka karena menggunakan dana APBN. Perselisihan bahkan harus bergulir ke Mahkamah Konstitusi. Pada 31 Juli 2012, MK pun memutuskan, pemerintah harus meminta persetujuan DPR. Putusan MK sendiri tidak bulat. Dari sembilan hakim, ada empat hakim yang mengajukan pendapat berbeda (dissenting opinion). Pasca keputusan MK itu, rencana divestasi pun berlarut-larut. Meski diminta Presiden SBY melobi DPR, Agus hingga akhir masa jabatan tak pernah melakukannya. Sementara itu, mayoritas saham NNT atau 56% dikuasai konsorsium Sumitomo dan Newmont Indonesia Ltd (NIL). Sebanyak 7% dari saham inilah yang bakal didivestasi pemerintah. Kemudian 24% dikuasai PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang merupakan konsorsium antara PT Daerah Maju Bersama milik tiga pemda di NTB dan PT Multicapital Indonesia milik pengusaha Bakrie. Sisanya, 17,8% PT Pukuafu Indah dan 2,2% PT Indonesia Masbaga Investama. Keputusan terakhir pemerintah melepas 7% saham ke Pemda, dinilai salah oleh Tony Prasetyantono, ekonom UGM. Pasalnya, pemerintah menghilangkan kesempatan memiliki aset potensial. “Kalau tidak diambil saham 7% itu, pasti akan menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Kita tentunya masih ingat dengan saham Freeport,” ujarnya. Satu hal yang perlu diingat, jika pemerintah menyerahkan pada Pemda, maka divestasi saham akan diserahkan kepada konsorsium PT MDB. Artinya, Bakrie yang bakal tertawa lebar karena mendapatkan aset potensial. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


nasional Direksi Pertamina

S

ejatinya, Galaila Karen Agustiawan berharap bisa segera meninggalkan kursinya di pucuk pimpinan PT Pertamina (Persero), pada 2013 ini. Dia ingin menjadi ibu yang sempurna bagi keluarganya. Namun agaknya, semuanya pupus seiring pernyataan Dahlan Iskan, Menteri BUMN. Dahlan baru saja memastikan, Karen bakal kembali menjabat Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero). “Dia tidak akan jadi dirut sementara lagi. Akan menjadi dirut tetap untuk periode berikutnya, kurun waktu 5 tahun ke depan,” katanya, pada Kamis (6/6). Masih menurut Dahlan, ia telah menandatangani surat keputusan pengangkatan wanita yang telah memimpin Pertamina sejak 5 Februari 2009 itu. “SKnya sudah saya teken tiga hari yang lalu, tepatnya Senin 3 Juni 2013,” lanjutnya. Alasan penunjukan hingga 2018, Karen dinilai sebagai seseorang yang berani mengambil keputusan. Pertamina membutuhkan sosok seperti itu. “Dan akhirnya dia mau,” tegas Dahlan. Sebagai catatan, Karen sebenarnya telah mengakhiri masa tugas pada 5 Maret 2013. Namun melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Pertamina, pada Rabu, 27 Februari 2013, Karen diperpanjang dengan surat pengangkatan perpanjangan sementara untuk jangka waktu yang tidak ada batasnya. Terlepas dari alasan Dahlan, Karen memang mencatat sejarah di Pertamina. Sejak BUMN yang mengurus minyak itu didirikan pada 1968, dia merupakan perempuan pertama yang duduk sebagai dirut. Tak hanya itu, Dirut Pertamina biasanya hanya menjabat kurang dari empat tahun. Sebut saja, Soegijanto (1996-1998), Martiono Hadianto (19982000), Baihaki Hakim (2000-2002), Arifin Nawawi (2002-2004), Widya Purnama (2004-2006), atau pendahulu Karen, Ari Hernanto Soemarno (2006-2009). Hal yang lebih strategis, kinerja Pertamina menjadi lebih moncer di tangan Karen. Pada 2012, kontribusi berupa pajak dan dividen yang disumbangkan kepada pemerintah sebesar Rp 66,11 triliun, yakni Rp 7,74 triliun dividen dan Rp 58,37 setoran pajak. Laba bersih perusahaan yang diterima meningkat, dari Rp 20,47 triliun (2011) menjadi Rp 25,89 triliun (2012). Sebagai catatan, pencapaian laba bersih 2012 merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Pertamina. Keuntungan sebelum bunga, pajak,

KAREN DAN DAHLAN: SK pengangkatan Dirut Pertamina telah ditandatangani.

Lagi, Karen Sukses menggenjot laba bersih dari Rp 20,47 triliun (2011) menjadi Rp 25,89 triliun (2012), Menteri BUMN memastikan Karen memimpin PT Pertamina (Persero) hingga 2018. TEKS RATNA NURAINI Foto riset

depresiasi dan amortisasi (EBITDA) juga meningkat menjadi Rp 56,82 triliun pada 2012, naik 8,32% dibanding 2011, sebesar Rp 52,45 triliun. Berkat prestasinya, alumni Teknik Fisika ITB pada 1983 itu, pernah masuk daftar 50 wanita pelaku bisnis terkuat

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

di Asia versi majalah Forbes. Karen pun pernah bercita-cita membawa Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia pada 2025, melalui program Energizing Asia. Kini, kita tunggu saja pelantikan Karen setelah posisinya dipastikan aman oleh Dahlan Iskan. n

Dahlan memastikan, Karen Agustiawan bakal kembali menjabat Direktur Utama PT Pertamina (Persero). “Dia tidak akan jadi dirut sementara lagi. Akan menjadi dirut tetap untuk periode berikutnya, kurun waktu 5 tahun ke depan.” 21


bisnis sepekan

industri pipa: Ada tiga pabrik pipa baja yang tengah diincar Bakrie.

Si Bro yang Terus Melaju TEKS ratna nuraini FOTO ANT

g

rup Bakrie adalah sebuah keajaiban. Komentar yang kerap dilontarkan oleh sejumlah pengusaha itu, memang, tak berlebihan. Lihat saja catatan perjalanan usaha milik Keluarga Bakrie ini. Kendati pernah terperosok dalam berbagai kesulitan, kelompok bisnis yang kini sudah berusia sekitar 70 tahun ini tetap melaju. Lihat saja langkah yang diayunkan Bakrie Pipe Industries (BPI). Anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) itu berencana untuk mengakuisisi pabrik pipa berdiameter spesial (0,5-8 inchi). Menurut Mas Wigrantoro, Chief Executive Officer BPI, ada tiga pabrik pipa baja yang tengah diincar BPI. “Kami cari yang nilai akuisisinya US$ 10 juta-US$ 20 juta dan berlokasi di pulau Jawa,” katanya. Menarik. Soalnya, dalam RUPS BNPR yang berlangsung pekan lalu, BPI termasuk salah satu aset BNBR yang bakal dilego. Hasil penjualan BPI ini akan dipakai untuk menurunkan utang BNBR dari Rp 6 triliun menjadi Rp

22

4 triliun akhir 2013. Belum jelas, berapa dana yang diharapkan bisa diperoleh dari penjualan perusahaan beraset Rp 1,9 triliun itu. “Yang pasti, ada tiga investor yang tertarik,” kata Eddy Soeparno, Direktur Keuangan BNBR. Bukan hanya BIP, rencana ekspansi juga sudah disiapkan PT Bakrie Building Industries. Anak usaha BNBR ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk pengembangan usaha dan pembangunan pabrik untuk kurun waktu tiga tahun ke depan. Salah satunya adalah pembangunan pabrik baru di atas lahan seluas 15-20 hektare di kawasan Tangerang, Jawa Barat. Langkah penjualan anak-anak usaha terpaksa dilakukan BNBR. Soalnya, saat ini Grup Bakrie berniat menukar 23,8% saham Bumi Plc yang masih berstatus jaminan utang dengan 10,3% saham BUMI milik Bumi Plc. BNBR juga berniat membeli kembali 18,9% saham BUMI milik Bumi Plc senilai US$ 278,3 juta. Saat ini Bakrie tengah minta persetujuan dari kreditur. “Konsekuensinya, kami harus melunasi pinjaman ke para kreditur,” kata Eddy. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


bisnis sepekan

Subsidi BBM untuk Perumahan Rakyat TEKS chrissen daulat martin FOTO riset

k

onstitusi mengatur, negara bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan rumah bagi warganya. Kini, ada 7,9 juta masyarakat yang meninggali rumah tidak layak huni. Lantaran itulah, Djamil Anshari, Deputi Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), mengusulkan agar dana subsidi BBM dialihkan untuk pemenuhan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jika harga BBM jadi dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter, maka subsidi yang bisa dihemat diperkirakan akan mencapai Rp 50 triliun. Nah, menurut Djamil, sebagian dari hasil penghematan tersebut bisa dialihkan untuk menambah bantuan stimulan bagi rumah layak huni dari Rp 7,5 juta per unit menjadi Rp 10 juta per unit. Lebih dari itu, dana tersebut pula bisa dipakai untuk menambah jumlah atau kualitas rumah bagi masyarakat. Untuk memenuhi tuntutan konstitusi, sebenarnya sejak 2006 pemerintah telah meluncurkan program Rumah Swadaya. Tapi sayang, hingga 2010 tercatat hanya ada 22 ribu rumah di seluruh Indonesia yang ditingkatkan kualitasnya dan 15 ribu unit rumah baru yang dibangun dengan dana stimulan. Penyebabnya, antara lain, karena anggaran untuk subsidi BBM terus melonjak setiap tahunnya. Lahirnya UU 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman kembali mendongkrak angka komitmen pemerintah. Pada 2012, anggaran dikucurkan bagi pembangunan dan peningkatan kualitas mencapai 250 ribu rumah. Hanya saja, tahun ini, angka itu kembali melorot jadi 200 ribu unit. Penyebabnya, apalagi kalau bukan akibat melonjaknya pos anggaran untuk subsidi BBM. Djamil pun kembali mengingatkan, rumah merupakan hak konstitusional masyarakat. “Negara bisa disebut gagal jika tidak bisa memenuhi hak konstitusional itu,” tutur Jamil dalam diskusi bertema “Pengurangan Subsidi BBM sebagai Bagian dari Bantuan Pembangunan Rumah tidak Layak Huni Bagi Warga tidak Mampu”, di Jakarta, pekan lalu. n

proyek perumahan: Sejak 2006 pemerintah meluncurkan program Rumah Swadaya.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

pesawat garuda: Melebarkan sayap dengan menggandeng Jan de Rijk.

Garuda Cargo Sasar 30 Kota Eropa TEKS ratna nuraini FOTO riset

p

t Garuda Indonesia Tbk melebarkan sayapnya dengan mengandeng Jan de Rijk, perusahaan trucking asal Belanda. Lewat kerjasama itu, kini Garuda Cargo dapat melayani pengiriman kargo ke lebih dari 30 kota destinasi di Eropa. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan pihak Garuda Cargo dan CEO Jan de Rijk, Sebastian Scholte, di Munchen, Jerman, pekan lalu. Rajendra Kartawiria, Vice Presiden SBU Garuda Cargo, mengatakan bahwa langkah itu dilakukan seiring dengan kondisi Garuda yang sudah bisa terbang ke sejumlah lokasi di Eropa. Di antaranya, Paris, Frankfurt, Dusseldorf, Hamburg, Brussel, Roma, Milan, Barcelona, Madrid, London, Manchester, dan Zurich. “Pengiriman kargo akan menggunakan jalur Jakarta (CGK)-Amsterdam (AMS), kemudian didistribusikan oleh Jan de Rick ke kota-kota destinasi di wilayah Eropa,” kata Rajendra. Dipilihnya Jan de Rijk sebagai partner karena perusahaan tersebut telah berpengalaman lebih dari 37 tahun di bidang Air Cargo Trucking dengan jumlah armada yang cukup banyak, variatif, dan modern. Di samping itu, Jan de Rijk juga mempunyai jadwal pengiriman yang tetap ke sejumlah kota besar di Eropa. Di dalam negeri, menurut Rajendra, Garuda Cargo telah mengoperasikan 27 Cargo Service Center yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Sehingga, SBU Garuda Cargo akan melayani pengiriman barang dari City to Door dan City to City, di mana Cargo Service Center berfungsi sebagai Drop and Pick up Point,” kata Rajendra. n

23


Bisnis Sertifikasi Halal

Terancamnya Mon Pintu tunggal jalur sertifikasi halal milik MUI digugat. Kabarnya, akan ada lembaga baru sejenis di bawah presiden. Teks Rangga Lesmana Foto Wirasatria

D

ominasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pemberian cap produk halal, mulai terancam. Pasalnya, pada pembahasan Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH), pemerintah dan legislator membuka peluang munculnya lembaga lain disamping MUI. Akankah hal tersebut benar-benar terjadi? Kemungkinan besar peluang itu cukup terbuka. Karena, dalam pembahasan RUU JPH tempo hari, hampir semua faksi sepakat adanya badan halal yang langsung bertanggung jawab kepada presiden. Satu-satu fraksi yang menolak usulan tersebut adalah PAN. “Kami malah ingin memberi penguatan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Apalagi mereka sudah punya Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM),� jelas Amran dari PAN. Terlepas dari keberatan Fraksi PAN, menurut Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU JPH dari PKS Jazuli Juwaini, tugas, fungsi dan susunan badan halal ini harus benar-benar jelas. Termasuk keharusan untuk melakukan fit and proper test bagi kepala badan yang bersangkutan. Di negeri yang ratusan juta penduduknya memeluk agama Islam, keberadaan badan halal memang sangat penting. Nantinya, badan ini bertugas merumuskan dan menetapkan kebijakan, menerapkan norma, standar, prosedur, kriteria halal serta sistem jaminan halal. Wewenang penting lainnya adalah menerbitkan sertifikasi halal, nomor registrasi halal, dan label halal pada produk. Badan halal itu pula yang akan melakukan registrasi sertifikat halal pada

24

PRODUK HALAL: Uang dari sertifikat halal untuk MUI ditaksir Rp 10 miliar per tahun.

produk luar negeri, mencabut sertifikat halal, nomor registrasi dan label halal pada produk, serta mengumumkan daftar produk halal secara berkala. Selain itu, badan tersebut juga akan melakukan pengawasan, evaluasi dan pelaporan, serta melakukan akreditasi. Selama ini, tugas-tugas tersebut sebagian besar telah dilakoni oleh MUI. De-

ngan kewenangan penyelenggaraan sertifikasi halal yang dimilikinya, hingga kini MUI telah menerbitkan sekitar 5.000 sertifikat produk halal. Dengan mengacu lansiran MUI mengenai biaya pengurusan sertifikat halal yang mencapai Rp 250 ribu hingga Rp 4 juta, maka rata-rata uang yang mengalir ke rekening MUI ditaksir mencapai Rp 10 miliar per tahun.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Bisnis Sertifikasi Halal

onopoli MUI

Namun menurut Ichwan Sam, Sekretaris Jenderal MUI, tidak semua sertifikat itu yang berbayar. Untuk pengusaha kecil yang tidak memiliki biaya, MUI memberikan sertifikat halal itu secara gratis. Sementara untuk sertifikat berbayar, biayanya ditetapkan berdasarkan besaran omzet kotor usaha bersangkutan. “Jangan anggap sertifikasi halal

ini menjadi bisnis sampingan MUI. Kami tetap melayani kepentingan umat,” ujar Ichwan.

MUI Tak Perlu Gentar Pendapat itu memang tak berlebihan. Karena sampai sekarang, pendanaan operasional MUI masih bergantung dari pos dana sosial APBN yang sejak 2004 sebesar

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

mencapai Rp 3 miliar per tahunnya. Selain dari pos dana sosial APBN, arus masuk dana ke MUI juga datang dari kerja sama antara lembaga tersebut dengan instansi terkait. Plus, sumbangan dari donatur lembaga maupun perorangan. Posisi MUI, sebagai satu-satunya lembaga tertinggi pemberi sertifikat halal di negeri ini, dianggap wajar oleh KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI Bidang Fatwa. Menurutnya, hal ini dilakukan agar tidak terjadi perbedaan pendapat soal halal di kalangan umat Islam. Apalagi prosesi sertifikasi halal tersebut sudah diakui oleh dunia internasional dan telah berlangsung selama 24 tahun. “Tidak ada yang namanya monopoli. Karena, MUI itu gabungan dari seluruh ormas Islam di Indonesia,” katanya. Pernyataan Ma’ruf itupun diamini oleh Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurutnya, posisi MUI dalam pemberian sertifikasi halal sebaiknya tidak diubah. “Boleh saja setiap organisasi Islam memiliki lembaga sertifikasi halal. Akan tetapi, berdasarkan Keputusan Menteri Agama No 519 Tahun 2001, yang memiliki formalitas hukum ya cuma MUI,” katanya. Namun, seiring perkembangan ekonomi global yang dinamis, apakah peran itu masih layak dimonopoli MUI? Menurut Berly Martawardaya, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, perkembangan ekonomi yang begitu cepat memaksa negeri ini memiliki lebih dari satu lembaga yang mengurusi label halal. “Bagaimanapun kapasitas dan teknologi laboratorium MUI memiliki keterbatasan. Apalagi jika dikaitkan dengan standar mutu,” ujarnya. Pentingnya keberadaan lembaga lain selain MUI untuk mengurusi sertifikasi halal ini juga diamini oleh Ali Maschan Moesa. Menurut anggota Panja RUU JPH ini, MUI tidak perlu khawatir dengan adanya lembaga lain dalam menerbitkan sertifikat produk halal. Jikapun timbul persaingan antar lembaga-lembaga tersebut, maka yang akan menentukan adalah masyarakat itu sendiri. Dengan pesat perekonomian saat ini, menurut Ali, setidaknya dibutuhkan lima lembaga sejenis. Tujuannya agar secara kualitas dan kuantitas pemberian label halal dapat meningkat secara signifikan. “Dengan status dan pengalamannya, toh masyarakat akan cenderung lebih mempercayai sertifikat halal yang diterbitkan oleh MUI,” ujar Ali. n

25


Bisnis Ekspor Sepatu

PABRIK SEPATU: Digilas oleh sepatu impor.

Bingkisan dari Paman Sam Industri sepatu nasional ketiban durian runtuh. Order 2013 sebesar 8 triliun jadi penyambung napas pelaku usaha. Teks Rangga Lesmana Foto Riset

S

etelah mengalami penurunan di kuartal pertama 2013, sebuah berita mengejutkan datang dari Amerika Serikat. Negara yang baru pulih dari resesi itu memesan sepatu dari Indonesia senilai US$ 820 juta lebih atau sekitar Rp 8 triliun hingga akhir 2013. Jelas, pesanan itu cukup mengejutkan banyak pihak. Soalnya, selama bulan Februari dan Maret, ekspor sepatu ke negara adikuasa itu jeblok berat. Dengan order sebesar itu, berarti 80% dari total ekspor sepatu ke ke Negeri Paman Sam telah dalam genggaman. Tak hanya itu, pesanan tersebut juga mencapai 25% dari total ekspor sepatu nasional sebesar US$ 4 miliar sudah ada di tangan. Jadi wajar bila Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), tak mampu menutup kegembiraan. “Terus terang kami cukup surprise dengan perkembangan

26

terbaru ini,” ujarnya. Tidak bisa dipungkiri, pasar Amerika memang menjadi andalan buat para pelaku industri nasional. Setidaknya, di sana terdapat empat merek terkenal dunia. Yakni Adidas, Nike, Reebok, dan New Balance. Dari keempat pabrikan itulah hampir 97% order industri sepatu nasional berasal. Ketergantungan yang tinggi terha-

Lha wong pasar domestik sepatu di Indonesia, yang besarnya Rp 2,7 triliun per bulan, separuhnya sudah dikuasai oleh sepatu impor

dap pasar Amerika diakui oleh Panggah Susanto. Menurut Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian ini, tanpa pasar Amerika, akan sangat sulit bagi sektor sepatu nasional untuk bertahan. “Lha wong pasar domestik sepatu di Indonesia, yang besarnya Rp 2,7 triliun per bulan, separuhnya sudah dikuasai oleh sepatu impor,” katanya. Banjir sepatu impor, terutama dari China, memang menjadi masalah sendiri bagi industri persepatuan nasional. Keunggulan desain, teknologi bahan baku, serta plus dukungan penuh pemerintahnya, membuat penetrasi sepatu impor tak tertahankan. Bantuan subsidi ekspor dan bunga bank yang rendah membuat harga sepatu impor mendapatkan tempat di hati konsumen tanah air. Sementara itu di sisi internal, hampir sebagian besar pelaku industri alas kaki Indonesia masih banyak bergantung pada mesin-mesin yang berusia di atas 20 tahun. Kondisinya semakin berat dengan adanya kenaikan upah minimum regional yang mencapai 30% serta lonjakan tarif tenaga listrik dan rencana kenaikan harga BBM. Tidaklah mengherankan jika industri sepatu di Vietnam, Kamboja, dan Myanmar, pelan tapi pasti menyalip sepatu negeri ini. Yang lebih menyedihkan lagi, setiap tahun pertumbuhan sepatu impor ini mencapai angka 7%. Kondisi sepatu lokal bisa semakin terpuruk dengan akan terbukanya pasar ASEAN pada 2015. “Semoga industri sepatu kita bisa bertahan,” ujar MS Hidayat, Menteri Perindustrian. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Bisnis Investasi Rusia

R

usia adalah Rusia. Negeri Beruang Merah itu tetap tidak suka jika Indonesia mengekspor bauksit, bahan baku alumina, ke China. Makanya, lewat Russian Alumunium (Russal), Rusia kembali mengutarakan niatnya untuk membangun pabrik pengolahan (smelter) di Kalimantan Barat. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan tim teknis untuk melakukan feasibility study dengan pihak Russal. Rencana Russal masuk ke tambang bauksit sebenarnya sudah disampaikan oleh Presiden Vladimir Putin ketika berkunjung ke Indonesia, lima tahun silam. Saat itu Russal meneken kontrak kerjasama dengan PT Aneka Tambang (Antam) untuk membangun smelter bauksit di Tayan, Kalimantan Barat. Rencananya, pabrik yang akan dibangun dengan investasi sebesar US$ 2 miliar itu mampu menghasilkan sekitar 1,8 juta ton alumina per tahun. Selain Russal, sebetulnya ada beberapa perusahaan Rusia yang juga ingin melakukan kerjasama dengan Antam. Namun, setelah melihat berbagai hal, termasuk modal, teknologi, dan jaringan, Antam akhirnya memilih Russal. Saat ini Russal sebagai pemasok alumunium terbesar di dunia. Setidaknya, perusahaan yang berkantor di Moskow itu menguasai hampir 20% pasar alumunium dunia. Namun sayang, lantaran dihadang krisis keuangan 2008, perjanjian kerjasama Russal dengan Antam tidak berlanjut. Karena sampai saat ini Indonesia belum memiliki pabrik untuk mengolah bauksit menjadi alumina, maka sebagian besar hasil tambang tersebut di ekspor ke China. Itu sebabnya, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku alumunium PT Ina-

Selamat Datang Kembali Russal Russal kemungkinan besar jadi membangun pengolahan bauksit di Kalimantan Barat. Agar bauksit kita tak diekspor ke China. Teks Rangga Lesmana Foto Riset

lum di Sumatera Utara, Indonesia harus mengimpor alumina (smelter grade alumina atau SGA) dari Australia dan Jepang. Dengan kapasitas produksi 250 ribu ton alumunium, setiap tahun Inalum membutuhkan sekitar 500 ribu ton bahan baku berupa alumina. Ironis, memang. Ketiadaan smelter alumina itu membuat Indonesia kehilangan potensi pendapatan sekitar US$ 280 juta untuk setiap satu juta ton alumina. “Karena itu, kita sangat membutuhkan pabrik pengolahan ini. Bayangkan, potensi pendapatan yang akan dihasilkan bisa mencapai minimal 5 kali lipat dari nilai ekspor bauksit mentah,� kata Hatta Rajasa, Menko Perekonomian. Dengan adanya UU No. 4/2009 tentang Mineral dan Batu bara, hasil tambang harus diolah terlebih dahulu di dalam negeri sebelum diekspor. Rusia khawatir, dengan adanya larangan ini, China akan membangun smelter di Indonesia. “Dia ingin kendalikan China dengan membangun pengolahan alumina di Indonesia,� kata Alex SW Retraubun, Wakil Menteri

Perindustrian, pekan lalu. Kalimantan memang telah lama dikenal sebagai gudang bauksit Indonesia. Menurut lansiran data Distamben Kalbar (April 2012), daerah ini memiliki cadangan bauksit sekitar 1,1 miliar ton. Dengan cadangan bauksit sebesar itu, Indonesia berada di posisi enam dunia setelah Guinea (7 miliar ton), Australia (5 miliar ton), Brasil (3 miliar ton), Vietnam dan Jamaika (masing-masing 2 miliar ton). Untuk meralisasikan rencananya itu, kemungkinan Russal akan menggandeng Antam dan beberapa perusahaan daerah. n

TAMBANG BAUKSIT: Ketiadaan smelter alumina membuat Indonesia kehilangan potensi pendapatan.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

27


Bisnis Kebijakan LCGC

Selamat Datang Mobil Murah Peraturan mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) akhirnya keluar. Beleid ini dituding untuk melindungi produsen otomotif Jepang. Teks Rangga Lesmana Foto Wirasatria

K

alau mau beli mobil, jangan beli sekarang. Soalnya, setelah terkatung-katung selama tiga tahun, pemerintah akhirnya menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor PP No. 41 tahun 2013 tentang mobil murah dan ramah energi atau low cost and green car (LCGC). Nanti, mobil berkapasitas mesin di bawah 1.300 cc dan ramah lingkungan akan mendapatkan berbagai macam fasilitas menarik. Tak tanggung-tanggung, salah satu fasilitas itu adalah pemotongan pajak bagi material dan komponen mobil murah ramah lingkungan. Pemberian fasilitas tersebut jelas akan membuat harga mobil kecil kian terjangkau. Dengan demikian, minat terhadap mobil mewah, terutama yang memiliki mesin di atas 3.000 cc, akan menyusut. Harus diakui, kebijakan ini tak semata-mata terkait dengan soal isu lingkungan, tapi juga perekonomian nasional. Dengan semakin banyaknya mobil berselinder kecil, kenaikan konsumsi BBM bersubsidi bisa ditekan. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menarik kembali perakitan mobil kecil yang beberapa tahun silam hengkang dari Indonesia ke Thailand. “Pemberian insentif bagi LCGC ini akan membawa efek pengganda yang luar biasa bagi perekonomian,� kata Dahlan Iskan, Menteri BUMN. Memang, bila dilihat dari peta industri otomotif regional, keputusan pemerintah itu terbilang tepat. Bukan apa-apa, kebijakan serupa juga diluncurkan oleh Pemerintah Thailand. Bahkan, negeri seribu kuil itu mengobral insentif. Dimulai dari insentif pajak selama 8 tahun hingga bonus berupa pembebasan bea masuk untuk peralatan. Pemerintah Thailand juga memberikan pemanis berupa po-

28

tongan pajak hingga 90% bagi material dan komponen otomotif mobil hijau dan murah selama 2 tahun. Aksi Thailand itu membuat pemerintah Indonesia kebakaran jenggot. Bagaimana tidak, jika pasar bebas ASEAN 2015 dibuka, bukan tidak mungkin negeri ini jadi pasar bagi mobil murah asal negara tetangga. Hal ini pun diakui oleh Budi Dharmadi, Direktur Jenderal Industri

Unggulan “Kebutuhan akan mobil murah semakin besar, jangan sampai pasar ini diisi oleh mobil impor, sehingga berdampak buruk terhadap perekonomian nasional,� katanya. Walaupun terkesan reaktif, melalui PP No. 41 ini pemerintah tampaknya tidak mau setengah-setengah dalam memberikan dukungan. Dalam PP baru ini, pemerintah memberikan insentif bagi

IMPOR MOBIL: Berpotensi menurunkan penerimaan pajak.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Bisnis Kebijakan LCGC kendaraan bermotor yang menggunakan teknologi advance diesel/petrol engine, dual petrol gas engine (converter kit CNG/ LGV), biofuel engine, hybrid engine, dan CNG/LGV dedicated engine, dengan konsumsi bahan bakar minyak mulai dari 2028 kilometer per liter atau bahan bakar lain setara dengan itu.

Belum Tentu Mulus Insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor tersebut antara lain dalam bentuk pembayaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn-BM). Dalam aturan ini, mobil kelas LCGC berkapasitas isi silinder 1.000 cc sampai dengan 1.200 cc terkena pajak 0% dari harga jual. Salah

satu syaratnya, konsumsi bahan bakarnya (BBM) harus di atas 20 kilometer per liter dan harganya terjangkau. Logika pemerintah yang menomorsatukan kekukuhan bangunan perekonomian nasional melalui PP 41 ini memang masuk akal. Namun bukan berarti kebijakan pemerintah ini sepi dari kritikan. Mulai dari pandangan sinis kepada para pemodal asal Jepang yang memang merajai bisnis otomotif nasional sampai potensi menciutnya salah satu sumber penerimaan pajak dari sektor otomotif. Beberapa pengamat memperkirakan, potensi pendapatan negara yang hilang akibat kebijakan penghapusan PPnBM ini bisa mencapai Rp 13 triliun per tahun.

Namun kekhawatiran itu dibantah sejumlah kalangan. Mereka menilai, dengan semakin banyaknya mobil jenis LCGC, akan ada potensi pajak-pajak lain yang bisa ditarik. Salah satunya adalah naiknya pajak kendaraan bermotor yang berlaku tiap tahun. Belum lagi tersedianya lapangan kerja baru di sektor perakitan mobil LCGC serta meningkatnya pemakain komponen lokal otomotif. Hal itu diamini pula oleh Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Menurutnya, insentif berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah, akan memacu produsen otomotif tanah air untuk memproduksi mobil murah. “Jelas akan berdampak positif pada perekonomian nasional secara keseluruhan,” ujarnya, pekan lalu. Sementara itu Bambang Brodjonegoro, Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF), memastikan aturan mobil murah hanya memberikan keringanan PPnBM saja. Menurutnya, insentif ini justru untuk mendorong pertumbuhan industri mobil. “Dari sisi anggaran, alokasi untuk angkutan umum bakal dipertajam pada tahun-tahun kedepan,” ungkap Bambang. Bila arahnya adalah bangunan perekonomian nasional, PP No. 14 memang cukup beralasan. Selama ini, industri otomotif nasional bisa dibilang menjadi salah satu tulang punggung penghela lokomotif pembangunan. Apalagi kenaikan harga BBM tak pelak akan berpengaruh pada industri otomotif. Efek bisa berupa penurunan permintaan akan kendaraan roda empat hingga PHK besar-besaran. “Bagaimanapun, program LCGC murni untuk memberi rangsangan bagi industri otomotif dalam negeri,” ujar Budi. n

Kebutuhan akan mobil murah semakin besar, jangan sampai pasar ini diisi oleh mobil impor, sehingga berdampak buruk terhadap perekonomian nasional.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

29


Hingga kini, Barbie tetap menjadi boneka paling populer. Dengan 100 ribu kolektor fanatik di berbagai belahan dunia, mainan asal AS itu terjual tiga boneka setiap detik. TEKS RATNA NURAINI Foto Riset Ilustrasi Riset

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

31


R

umah Barbie itu begitu megah dan mewah. Rumah seukuran lapangan bola tersebut, diberi nama Barbie Dreamhouse Experience, dibuka secara resmi 16 Mei 2013, di Berlin, Jerman. Ratusan galon cat warna merah muda tandas demi memoles dinding rumah Barbie. Di rumah mainan itu, anak-anak—mayoritas perempuan—dan orang tua bisa melihat boneka Barbie seukuran manusia dewasa. Dengan membayar tiket 22 Euro atau sekitar Rp 280 ribu, mereka bisa sepuasnya bermain di dalam rumah tersebut. Mulai dari permainan masak-memasak, menjajal baju Barbie, hingga bermain dengan ratusan boneka Barbie. Pendeknya, berbagai keriaan ditawarkan pada anak-anak demi mewujudkan mimpi bermain bersama boneka cantik kesayangannya. Namun, acara peresmian sedikit ternoda. Sekelompok aktivis feminis yang dipimpin oleh Michael Koschitzki mene-

bar suara sumbang. Mereka menilai, rumah boneka itu cenderung mencerminkan diskriminasi atas dasar jenis kelamin. Warna merah muda, menurut para aktivis, bermakna ‘godaan’. Mata yang serba besar dan bulu mata panjang, dituding sekedar mencerminkan penampilan luar. Figur Barbie yang kurus dengan rambut pirang lurus, justru dipandang mengancam anak-anak karena berpotensi

Figur Barbie yang kurus dengan rambut pirang lurus, justru dipandang mengancam anak-anak karena berpotensi memunculkan kecenderungan negatif.

Boneka Barbie: Hingga kini belum ada yang menyamai popularitasnya.

32

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


memunculkan kecenderungan negatif. Salah satunya, anoreksia atau kelainan psikis kehilangan nafsu makan. Bukan hanya itu. Kehadiran boneka Barbie dengan “wajah impian Amerika”, juga dinilai membawa pesan berbahaya bagi psikologis manusia. Kasus yang dialami Alicia Dauvall, mantan model asal Inggris, bisa dijadikan contoh. Gara-gara ingin tampil mirip Barbie, dia Ruth Handler: Pencetus ide boneka Barbie. nekat menjalani operasi plastik sebanyak 300 kali. Ironisnya, Alicia justru sakit. Dia didiagnosis mengalami dysmorphia atau penyakit mental berupa kecemasan ekstrem karena merasa tak puas dengan penampilan diri. Ujung-ujungnya, Alicia harus menjalani terapi. Padahal, untuk memermak diri agar mirip Barbie, dia terpaksa mengeluarkan lebih dari US$ 1,4 juta atau sekitar Rp 13,6 miliar. Antara lain, membayar biaya operasi payudara, mengencangkan wajah, dan operasi memperindah jari kakinya. Obsesi agar memiliki fisik seperti Barbie juga diidap Valeria Lukyanova (23) dan Justin Jedlica (32). Setelah menjalani operasi plastik hingga ratusan kali, keduanya terlihat bak pasangan Barbie dan Ken, kekasih Barbie. Perempuan yang tinggal di Ukraina ini mengaku tergila-gila pada boneka Barbie sejak usia lima tahun. Dan 16 tahun kemudian, Lukynova pun mulai menjalani serangkaian operasi plastik demi mewujudkan obsesinya. Dia enggan mengaku berapa kali menjalani operasi plastik. Hanya yang pasti, perempuan berambut pirang, berpinggul kecil dan berpayudara maksi hasil implan itu, telah menghabiskan uang sekitar US$ 800 ribu atau Rp 7,8 miliar. Sementara Jedlika, disebut-sebut merogoh kocek hingga sebesar US$ 100 ribu atau sekitar Rp 970 juta untuk 100 kali upaya ‘permak’ badan. “Dari dulu saya ingin melakukan operasi plastik sebagai bentuk kreativitas,”katanya. Jenis operasi yang dilakukan Jedlika sejak usia 18 tahun, di antaranya, rhinoplasties atau pembentukan dan pembesaran tulang tengkorak di pipi, bibir, bokong, serta dagu. Tiruan Ken itu bahkan mengaku, tidak peduli terhadap resiko medis dan psikologis akibat permak total. Pria asal New York, AS itu mengaku obsesinya terhadap Ken dan Barbie telah tumbuh sejak anak-anak.

Setiap Detik Terjual Tiga Kehadiran Barbie di dunia anak, baik di Amerika, Eropa, maupun Asia memang fenomenal. Kendati beragam kontroversi muncul, harus jujur diakui, hingga kini belum ada main-

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

PASANGAN VALERIA-JUSTIN: Rela berulang kali operasi plastik demi mirip Barbie dan Ken.

33


an yang menyamai popularitas Barbie. Sejak dirilis pertama kali di New York, pada 9 Maret 1959, penjualan Barbie yang dikreasikan oleh Ruth Handler dan diproduksi Mattel Inc—perusahaan mainan milik Ruth—tidak pernah kurang dari 1 juta unit per bulan. Bahkan, Mattel berani mengklaim, sedikitnya tiga boneka Barbie terjual setiap detik. Barbie lahir dari keprihatinan Ruth, saat melihat Barbara —anak perempuannya— bermain dengan boneka kertas dan memperlakukan layaknya manusia dewasa. Pada masa itu, kebanyakan mainan produksi Amerika berupa mainan bayi. Ruth yang ketika itu memiliki Mattel, menangkap interaksi si anak dengan boneka kertasnya sebagai peluang bisnis. Dia menilai, sudah saatnya perlu ada mainan bagi anak-anak yang berusia di atas lima tahun. Ide Ruth tak mendapat sambutan hangat. Elliot Handler, suami Ruth, yang juga salah satu pendiri Mattel, bahkan menunjukkan sikap dingin terhadap ide istrinya. Secercah harapan bagi Ruth baru muncul. Tepatnya, saat bersama suaminya berlibur ke Jerman, pada 1956. Ketika itu, keduanya menemukan Bild Lilli, boneka perempuan yang tengah digandrungi anak-anak di negeri itu. Bersama Jack Ryan, designer Mattel, Ruth dan Elliot pun mulai mendesain ulang Bild Lilli. Hingga akhirnya, lahirlah Barbie, yang pertama kali diperkenalkan kepada publik lewat acara American International Toy Fair, di New York, pada 1959. Setelah Barbie sukses dirilis di pasar Amerika, pada 1964, Mattel membeli hak cipta Bild Lilli. Pada tahun itu pula, produksi Bild Lilli dihentikan dan seluruh sahamnya dibeli Mattel.

Kolektor Fanatik Barbie pun kemudian menjadi mainan pertama yang dijual secara internasional ke-150 negara di dunia. Kini, sedikitnya Barbie Store telah berdiri di 40 negara. Di antaranya Argentina, Brasil, Peru, Spanyol, Indonesia, Malaysia, atau Filipina. Hingga kini, telah lebih dari 1 miliar boneka Barbie terjual. Menurut produsen Barbie, gadis Amerika yang berusia antara tiga sampai 11 tahun, rata-rata memiliki sepuluh boneka Barbie. Seorang gadis Italia atau Inggris memiliki tujuh, sementara seorang gadis Perancis atau Jerman punya lima.

Selain menjual boneka, Mattel mengeluarkan lisensi Barbie bagi 30 kategori produk yang berbeda. Mulai dari furnitur hingga make-up. Seorang gadis bisa tidur dengan piyama Barbie, di bawah selimut Barbie-cover, kepalanya bersandar di sarung bantal Barbie, dikelilingi oleh kertas dinding Barbie, dan lain-lain. Tak hanya itu. Ada pula klub penggemar Barbie, konvensi Barbie, situs dan majalah Barbie, serta banyak lainnya terkait Barbie. “Dia lebih jauh dari sekedar merek. Dia adalah pernyataan fashion dan bahkan cara hidup,” tutur pihak Mattel. Barbie memang diyakini bukanlah sekedar mainan. Dia sudah menjadi ikon. Sebagai ikon busana premium ternama, Barbie pernah didandani oleh hampir seluruh perancang busana terkenal dunia. Mulai dari Channel, Vera Wang, hingga Christian Laouboutin. Di lingkup budaya, Barbie juga pernah mendapat kehormatan sebagai ikon budaya dunia. Sebagai bentuk penghargaan, pada 1974, Pemerintah New York mengubah nama Times Square menjadi Barbie Boulevard dan menggunakan nama tersebut selama 1 minggu. Masih ada lagi kelebihan Barbie. Dia merupakan boneka sekaligus mainan pertama yang menjadi aktris virtual untuk 23 film dan figuran di dua film, sejak 1987. Film pertama Barbie adalah ‘Barbie and The Rockers: Out of This World’, dirilis 1987 dan diproduksi oleh DIC Entertainment dan Saban Productions. Boneka pirang itu juga pernah dilelang di Christie’s, London. Pelelangan ‘Barbie in Midnight Red’, buatan Mattel pada 1965, yang berlangsung 26 September 2006, terjual dengan harga tertinggi US$ 17 ribu atau setara 9 ribu poundsterling. Berdasarkan survei panjang yang dilakukan Mattel sejak 1959 hingga tiga tahun silam, sedikitnya ada 100 ribu kolektor fanatik Barbie. Sebanyak 90% di antaranya wanita dengan usia rata-rata 40 tahun. Mereka rata-rata membeli 20 boneka Barbie setiap tahunnya. Setiap tahun, 40% dari mereka, menghabiskan sedikitnya US$ 1 ribu atau sekitar Rp 9,7 juta hanya untuk membeli pernak-pernik Barbie, baik berupa pakaian ataupun asesoris. Duh…. n

BARBIE DREAMHOUSE: Dinilai mencerminkan diskriminasi atas dasar jenis kelamin.

34

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


janin bayi dalam bentuk sempurna, siap dilahirkan. Barbie hamil ini sejatinya ditujukan sebagai edukasi bagi anak-anak terkait proses melahirkan. Namun, ternyata membuat orang tua gerah dan sebagian menyampaikan protes. Agaknya, munculnya respons negatif dari pasar, menjadi pertimbangan Mattel. Boneka itu ditarik dari peredaran. Walau demikian, Barbie yang dilengkapi dengan perut magnetik itu sempat digunakan dalam kampanye bahaya seks bebas di kalangan remaja.

BARBIE ZOMBI Boneka Barbie yang satu ini tidah kalah aneh. Jika sekilas diperhatikan, memang pemandangan yang tampak tak lebih menyerupai boneka kotor dan butut. Tapi bila diperhatikan teliti, Barbie Zombi ini sangat mengerikan. Pasalnya, boneka itu berkulit membiru bak mayat dengan rambut yang kuning kemerahan. Memiliki luka-luka terbuka yang memperlihatkan tulang di dalam tubuhnya dan berlumuran darah. Oleh produsennya, Barbie Zombi dibuat secara khusus untuk ditayangkan dalam film Thriller-nya Michael Jackson.

Tak Cuma Pirang, Langsing dan Seksi

B

TEKS RATNA NURAINI Foto Riset

eberapa koleksi Barbie unik ternyata pernah diproduksi di dunia. Tetap ditujukan bagi anak-anak, meski menuai kritik. Berikut sejumlah produk Barbie yang dinilai tak lazim:

BARBIE HAMIL Boneka Barbie hamil memang pantas dibilang aneh. Sebab, jika biasanya Barbie identik dengan wujud perempuan muda berambut pirang dan bertubuh sempurna, pada 1985, Mattel memproduksi boneka kebanggaannya dalam tampilan perut membuncit. Boneka Barbie hamil yang dinamai “Heart Family Midge� itu, bagian perutnya bisa dibuka. Dan saat dibuka, tampaklah

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

35


pemerintahan di negeri Paman Sam. Muncul penilaian, koleksi boneka bertato berpotensi membangkitkan minat remaja untuk menato tubuhnya. Padahal di AS, sebagian kalangan masih menilai tato sebagai simbol perlawanan dan pemberontakan. Sebelumnya, pada 1999, Barbie dengan tato permanen bergambar kupu-kupu di perut juga mendapat respon serupa. Jika pada 1999, produsen setuju menarik dari pasar, kali ini Mattel bersikeras karena tato temporer itu dinilai memiliki nilai edukasi dan membangkitkan kreativitas anak.

BARBIE GEMUK Jika Barbie adalah manusia, maka dia digambarkan berpostur kira-kira berat badan 49 kg, tinggi badan 161 cm, dan ukuran vital 29-46-84 cm. Tapi tidak demikian dengan Barbie bertubuh gemuk yang dibuat secara khusus untuk iklan bagi organisasi Active Life Movement. Dengan mengusung tagline “Keep obesity away from your child�, para pegiat yang memiliki perhatian di dunia kesehatan itu memamerkan boneka Barbie bertubuh tambun. Saking gemuknya, dagu boneka itu tampak tertutup oleh tumpukan lemak.

BARBIE KURSI RODA Pada Mei 1997, Mattel memperkenalkan koleksi boneka Barbie unik bertema “Share a Smile Becky�. Dalam tema itu, seorang teman Barbie bernama Becky digambarkan sebagai penyandang cacat fisik. Untuk aktivitas kesehariannya, Becky harus naik kursi roda. Tapi, koleksi Barbie ini mendapat protes dari penggemarnya. Pasalnya, kursi roda Becky tidak cukup masuk ke elevator di rumah Barbie. BARBIE BERTATO Memperingati hari lahir Barbie ke-50, Mattel merilis serangkaian seri koleksi boneka dengan dilengkapi stiker tato di le-ngannya. Tato tersebut dapat dilepaskan dan ditempelkan di bagian anggota tubuh Barbie lainnya. Rupanya, Barbie bertato produksi 2009 itu cukup mengundang polemik dan perdebatan sengit. Baik di kalangan orang tua, pemuka agama, bahkan pejabat

36

BARBIE TUA Gambar Boneka Barbie dengan rambut yang memutih dan kulit yang mulai keriput beredar di dunia maya? Tidak ditemukan informasi apakah Barbie tua ini diproduksi Mattel atau produsen lain. Tapi yang pasti, kalangan pencinta Barbie seolah diingatkan betapa kecantikan wajah dan kesempurnaan fisik ternyata dapat juga tergerus oleh usia. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Promosi Bombastis Barbie Barbie menjual rumahnya di kawasan elite Malibu, California, AS. Harganya Rp 242,5 miliar.

R

TEKS RATNA NURAINI, Chrissen DM Foto Riset

umah tiga lantai yang berdiri hanya dengan ditopang tiga sisi dinding dan berukuran supermini itu dijual pemiliknya seharga US$ 25 juta atau sekitar Rp 242,5 miliar. Pemilik rumah berharga fantastis itu adalah boneka mainan anak bernama Barbie. Oleh Mattel, perusahaan yang memproduksi Barbie, penjualan rumah itu telah diiklankan lewat situs properti terkemuka yang selama ini berpengalaman dalam dunia properti para selebriti dan taipan Amerika, Trulia.com, dan ditangani langsung oleh agen real estate ternama Josh Altman. Setelah menjual rumah yang dihuninya sejak 1962 itu, Barbie dikabarkan akan keliling ke berbagai belahan dunia untuk mencari tempat tinggal impian yang baru. Tingginya harga rumah itu, menurut pihak penjual, karena rumah itu sangat berarti bagi Barbie. “Aku sangat cinta Malibu. Ini sudah menjadi rumahku selama 40 tahun terakhir. Tapi berpergian ke berbagai belahan dunia membuka mataku untuk kemungkinan tinggal di tempat lain,” ujar Barbie dalam emailnya, seperti dikutip dari NY Daily News, beberapa waktu lalu. Rumah yang telah 10 kali direnovasi itu, kini memiliki satu kamar tidur dan kamar mandi, dilengkapi dengan hot tub di luar ruangan, toilet dan perapian yang benar-benar bisa dipakai. Juga lift yang sewarna dengan cat eksterior, merah muda. Keistimewaan lain, rumah Barbie itu adalah view yang menghadap laut dan dilengkapi dengan aksesori dari berlian asli. Altman yang juga dikenal sebagai bintang reality show ‘Million Dollar Listing: Los Angeles’ mengaku bangga dipercaya oleh Barbie. “Aku sangat bersemangat dan senang menjadi bagian dari ini. Ketika aku mendengar dia (Barbie) akan menjual rumahnya, ini adalah impian dari semua agen real-estate untuk memiliki klien selebriti seperti Barbie,” tuturnya. Menurut rencana, Barbie akan melibatkan fansnya untuk pencarian rumah barunya, melalui akun Facebook resmi Barbie. Sedangkan, pengumuman rumah baru Barbie akan dibuat pada musim liburan 2013.

Strategi Inovatif Menjual properti – sekalipun hanya mainan—dengan menggunakan agen ternama dan situs nomor satu dunia di bidangnya, tentu tidak gratisan. Produsen Barbie pasti mengetahui betul hal itu. Dan penjualan Barbie’s Malibu Dreamhouse memang merupakan bagian dari skenario teranyar yang dirancang oleh Mattel. Konon, penurunan penjualan Barbie di seluruh dunia sebesar 4% pada 2012, memaksa produsen mainan itu merancang

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

RUMAH DIJUAL: Demi kepentingan promosi, rumah Barbie California, AS dijual.

Kami akan lakukan apapun untuk tetap menjadikan Barbie sebagai pilihan utama para gadis cantik di seluruh dunia. strategi bisnis inovatif. Stepahnie Cota, Senior Vice Manager Mattel, mengakui kampanye terbaru Barbie itu bertujuan menjadikan Barbie tetap menduduki posisi utama di benak masyarakat. “Kami akan lakukan apapun untuk tetap menjadikan Barbie sebagai pilihan utama para gadis cantik di seluruh dunia,” tandasnya. Perkataan Cota jelas bukan bualan. Terbukti, Mattel tak hanya berani mengandeng situs properti Trulia.com dan agen properti kenamaan Hilton & Hyland. Tapi juga, empat desainer kenamaan seperti Jonathan Adler, Lulu de Kwiatkowski, Celerie Kemble dan Trina Turk untuk merancang bangun bentuk rumah Barbie berikutnya. Sebenarnya bukan hanya kali ini, Mattel mengeluarkan ongkos promosi dan marketing yang royal untuk Barbie. Simak dana yang dikeluarkan Mattel dalam sembilan bulan pertama 2012. Jumlahnya sekitar US$ 11,6 juta atau setara Rp 111,6 miliar. Sedangkan pada periode yang sama pada 2011, Mattel menghabiskan uang US$ 8,4 juta atau setara Rp 80,77 miliar. Dari data yang dihimpun, diketahui pula bahwa sepanjang 2011, Mattel mengeluarkan US$ 18,4 juta atau Rp 176,9 miliar demi memasang iklan Barbie di berbagai media. Sedangkan 2010, tercatat ongkos promosi dan marketing Barbie mencapai US$ 7,2 juta atau Rp 69,2 miliar), pada 2009 sebesar US$ 23,7 juta atau Rp 227,875 miliar, dan 2008 sebesar USS 31,7 juta atau setara Rp 304,795 miliar. Luar biasa. n

37


figur

Alexandra Asmasoebrata

a

lexandra Asmasoebrata (25) punya kebiasaan unik. Perempuan pembalap pertama Indonesia untuk mobil formula itu, ternyata selalu menggunakan underwear warna hitam dalam berlomba. Semua demi kenyamanan saat memacu mobil dengan kecepatan tinggi di sirkuit. Dan kini, untuk even Asian Formula Renault (AFR) Series 2013, rounds 5-6, di Zhuhai International Circuit, China, pada 14-16 Juni, Andra—panggilan akrabnya—secara khusus menyiapkan underwear warna hitam terbarunya.

“Aku bawa 14 underwear dan harus warna hitam,” ujarnya sembari tersenyum, pada Senin pekan lalu. Maklum, Andra berada di Zhuhai selama delapan hari. Dua hari pertama dijadwalkan mengikuti sesi latihan, guna beradaptasi dengan mobil Renault yang akan dikendarainya. Putri ketiga pembalap nasional Alex Asmasoebrata itu, mulai masuk ke balap formula sejak 2004, di Spanyol. Andra yang juga dikenal sebagai perempuan pembalap pertama di Asia itu mengaku, sebenarnya kebiasaan menggunakan underwear

«Sebenarnya enggak pengaruh, cuma bikin ribet diri sendiri saja. Tapi itu bikin aku merasa lebih baik.» Tantri ‘Kotak’ 38

hitam tak ada kaitan dengan prestasi. “Sebenarnya enggak pengaruh, cuma bikin ribet diri sendiri saja. Tapi itu bikin aku merasa lebih baik,” ujarnya yakin. Semoga keberuntungan memihak Andra di Zhuhai. n

Underwea TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

Goyang Virginia

t

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

antri ‘Kotak’ (23) baru saja manggung di Virginia, Amerika Serikat. Nada puas dia lontarkan, meski hanya beraksi di Jaminjava Café yang dipadati mahasiswa asal Indonesia. Tantri bersama grup band Kotak memang tengah membuat video klip terbaru dengan latar belakang berbagai pemandangan di negeri Paman Sam. “Terus terang, saya tidak bayangkan segini banyak yang datang,” ujar pemilik nama asli Tantri Syalindri Ichlasari itu sembari tertawa puas. Apalagi, para penonton ikut berjingkrak selama Tantri mendendangkan 12 lagu. Selain lagu andalan Kotak seperti Pelan-pelan Saja, Tinggalkan Saja dan Beraksi, mereka juga membawakan Panggung Sandiwara milik Godbless dan Bento milik Iwan Fals. Satu hal yang membuat Tantri begitu terkesan, di deretan bangku penonton hadir Try Sutrisno, mantan wakil presiden. Try Sutrisno yang sedang berkunjung ke AS, agaknya tak melewatkan kesempatan menonton Kotak pada Minggu malam atau Senin pagi, pekan lalu itu. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


figur

ar Hitam dan Sirkuit t

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO dok.inilah.com

iti Rajo Bintang (32) peduli pelestarian ikan hiu. Pada Minggu pekan lalu, dia hadir pada kampanye pelestarian ikan hiu yang digelar di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Titi merasa terpanggil, di antaranya, karena banyak restoran yang menyajikan hiu sebagai hidangan. “Kita dukung sekali. Apalagi sekarang marak restoran yang menyajikan sop sirip ikan hiu. Itu sangat mengganggu ekosistem,” ujar peraih Piala Citra 2009 untuk pemeran utama wanita itu. Bahkan, Titi mengaku pernah menemukan restoran yang terang-terangan menyajikan berbagai makanan dari daging ikan hiu. “Itu kan parah sekali,” lanjutnya. Oleh sebab itulah, Titi meminta pemerintah bertindak tegas terhadap para pelaku perusak populasi ikan hiu. “Bila perlu dibuat undang-undang untuk menindak tegas dan untuk melindungi pelestarian ikan hiu,” pungkasnya. Setuju. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

Titi Rajo Bintang

Kampanye Ikan Hiu

39


Gaya Hidup senam zumba

Mari Bergoyang Zumba Ramai-ramai bergoyang senam zumba. Olahraga ini banyak digandrungi, karena berbeda dengan olahraga pada umumnya.

T

TEKS Sri Wulandari foto riset

anyakan pada hampir semua orang, terutama wanita, senam apa yang paling digandrungi saat ini? Pasti jawabnya akan seragam: Zumba. Ya, saat ini hampir di semua belahan dunia, termasuk Indonesia, zumba menjadi primadona senam yang paling disukai selain Gangnam Style. Senam zumba diciptakan di Miami dari sebuah tarian oleh seorang dancer dan koreografer bernama Alberto

“Beto� Perez, seorang warga Kolombia. Beto berkolaborasi dengan dua orang entrepeneur, yakni Alberto Perlman dan Alberto Aghion pada 1990. Namun, senam zumba baru populer tahun 2003 di Amerika Serikat dan dibawa ke Indonesia pada 2009. Dan, sejak akhir tahun 2012, senam zumba booming. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, orang berlenggak-lenggok berzumba ria. Kini, lebih dari 14 juta orang di 150 negara mengikuti kelas-kelas zumba setiap minggu. Termasuk Jen-

nifer Lopez, Pitbul, dan Madonna getol menekuni senam ini. Di Indonesia, senam zumba diperkenalkan oleh Beto sendiri. Perlahan tapi pasti, senam ini menjangkiti masyarakat Indonesia dan menjadi tren yang amat digandrungi, terutama oleh para wanita. Di Malang, misalnya, pada acara Car Free Day pada Minggu (9/6), pengunjung disuguhi senam zumba. Di Bandung, lebih dari 5.000 Orang melakukan senam zumba di Lapangan Tegalega, pada Minggu (2/6). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian acara brand activation sebuah obat pencahar. Olahraga ini memang sedikit berbeda dengan olahraga kebanyakan. Gerakan yang dilakukan berbeda dengan senam kebanyakan. Gerakan zumba mirip gerakan dansa gaya latin yang diiringi

TREN DI INDONESIA: Perlahan tapi pasti senam zumba menjangkiti masyarakat Indonesia.

40

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Gaya Hidup senam zumba

Stres Hilang, Muncul Rasa Senang Ada banyak kelebihan yang dimiliki senam zumba. The American College of Sports Medicine, seperti dikutif dari VOA (Voice of Amerika), melalui juru bicaranya Dokter Pamela Peeke mengatakan, “Jelas zumba baik bagi kesehatan kardiovaskular dan untuk mengencangkan otot.” Selain itu, senam zumba bisa me­ nimbul­kan sensasi rasa senang, menghilangkan stres, dan bersifat relaksasi. Yang paling diingin­ kan oleh semua orang, gerakan zumba mampu menurunkan berat badan tanpa ter­bebani latihan berat, seperti layaknya latihan fisik lainnya. Zumba dapat membakar kalori (kardiodance) dengan cepat tanpa terasa. Penyanyi jebolan American Idol, Jordin Sparks, merasakan manfaatnya se­te­lah musik dengan tempo yang lebih upbeat , yakni perpaduan tradisi Afrika dan Latin dalam bentuk cumbia. Perpaduan berbagai gerakan dansa sepert meringue, pop, reggaeton, cumbia, mambo, salsa, flamenco, rumba, dan calypso dengan dibarengi musik-musik yang membuat tubuh bergoyang, berdansa, dan bersemangat. Kombinasi latihan squat dan lunges juga banyak diterapkan dalam senam ini, sehingga senam ini membuat olahraga menjadi sangat menarik, menyenangkan, sekaligus menyehatkan. Zumba bisa dilakukan dalam tempo yang cepat dan lambat, sehingga penikmat zumba dapat terhindar dari kebosanan. Apalagi, gerakannya lebih lincah, dan lebih banyak otot yang bekerja. Dalam zumba yang terpenting adalah enjoy the music. Gerakan-gerakan zumba terfokus pada pinggul, pinggang, dan kaki, sehingga bagus untuk pembentukan postur dan lekukan tubuh. Bila dilakukan dengan benar, minimal 1 jam sehari selama 4 kali dalam seminggu dan dengan perasaan senang, senam ini sangat bermanfaat untuk semua anggota tubuh, dari kaki sampai kepala. Konon, setiap menari zumba, ada sekitar 600 sampai 1.000 kalori/jam yang terbakar.

Zumba dan Dangdut Di Jakarta, adalah artis Liza Natalia yang sangat getol memperkenalkan senam zumba ke khalayak ramai. Pengikutnya dari berbagai lapisan masyarakat, tak hanya selebritis. Bahkan, Liza yang memiliki latar belakang penyanyi ini akan mengombinasikan senam zumba dengan

secara rutin melakukan senam zumba. Dia berhasil menurunkan berat tiga bulan. Dari ukuran baju 14, kini ia makin percaya diri dengan ukuran baju 8. Senam zumba dibagi menjadi enam kategori yang bisa dilakukan oleh semua umur. Gerakannya pun disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing, mulai dari zumbatomik, gold, fitness, toning, sentao, dan aqua. Keenam kategori tersebut mencakup zumba untuk anak kecil dan remaja, wanita dan pria dewasa, hingga para lansia. n goyang dangdut. “Saya akan mengombinasikan goyang zumba dan goyang dangdut, karena background saya memang penyanyi dangdut,” kata Liza. Demi menguasai senam zumba, penyanyi bertubuh sintal ini pun sampai belajar ke Perth, Australia selama dua bulan. Hingga akhirnya Liza bisa menjadi instruktur zumba dan resmi mendapatkan sertifikasi. “Sertifikat saya sudah internasional,” akunya. Berbekal sertifikat ini, Liza mendirikan Liza Natalia Arena yang khusus memberikan pelatihan senam zumba. “Olahraga ini heboh sekali dan banyak diminati, masyarakat Indonesia sudah ingin berolahraga dan bergoyang terus,” katanya. Liza juga rajin menggelar latihan zumba massal yang disebut Zumba Party di mal-mal sampai di kompleks perumahan. Belum lama berselang, Liza sukses mengumpulkan ratusan orang untuk bersenam zumba bersamanya di Gandaria City Mall event Zumba Party. Liza tak sendiri, dia ditemani beberapa instruktur dari Amerika Serikat dan Australia. “Tarian zumba gampang diikuti oleh siapa saja. Gerakan latinnya 70%, sisanya sama dengan yang di fitnes,” katanya. Bahkan, Sabtu (15/6) pekan lalu, Liza juga menggelar Zumba Party dengan gelaran utama Zumba Competition di area Marketing Office Grand Depok City. Para peserta yang berminat dikenakan biaya pendaftaran Rp 50 ribu, dengan hadiah uang tunai Rp 1 juta, Rp 750 ribu dan 500 ribu. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

41


lingkungan Zat Berbahaya

Racun di Balik Pakaian Bermerek

produk zara: Mengandung zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan.

Banyak produsen tekstil yang menggunakan zat kimia beracun. Tak hanya para pekerja tekstil, konsumen pun harus menanggung risiko. TEKS Indah Winarso FOTO riset

42

h

ati-hati memakai tekstil dan produk tekstil (TPT) bermerek. Sebab, salah-salah bukannya tampil gaya yang Anda peroleh. Pada 2012, Greenpeace telah mengirim sampel 141 potong pakaian dari 29 negara ke laboratorium penelitian independen. Hasilnya, pakaian bermerek Armani, Benetton, Calvin Klein, Esprit, GAP, Levi’s, Mango, Tommy Hilfiger, Gap, C & A dan H & M dan Zara terbukti mengandung bahan kimia beracun. Zara, merek TPT asal Spanyol, mung-

kin bisa dijadikan contoh. Jeans yang diproduksi di Pakistan ini mengandung bahan pewarna azo yang sangat berbahaya bagi manusia. Begitu juga dengan jaket anak-anak yang diketahui mengandung alkilfenol etoksilat atau APEO dalam kadar yang sangat tinggi. Dalam jangka panjang, zat tersebut dapat mempengaruhi hormon manusia. Menidaklanjuti temuan tersebut, tahun lalu Greenpeace melakukan demo besar-besaran di depan salah satu toko cabang Zara di Hamburg, Jerman. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Apakah Anda mengetahui rahasia

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


lingkungan Zat Berbahaya kotor Zara?” Para aktivis lingkungan lainnya melakukan aksi serupa di beberapa kota di Jerman untuk menunjukkan hasil penelitian terbaru mereka. Dari hasil penelitian, APEO banyak digunakan oleh produsen TPT untuk membersihkan benang dan pakaian. Di negara berkembang, tempat TPT bermerek tadi diproduksi, senyawa kimia tersebut dibuang ke sungai di sekitarnya. Di perairan, APEO menjadi racun yang membunuh ikan dan binatang air lainnya. Walau pakaian yang di rak-rak toko tidak lagi mengandung racun, tidak tertutup kemungkinan produksinya menggunakan bahan beracun. Beberapa lembaga penguji menemukan residu deterjen yang disebut NPEs. Residu ini memiliki efek hormonal pada manusia. Ditemukan pula residu plasticizer yang menimbulkan kemandulan. Sementara itu Azo, bahan kimia dari senyawa pewarna sintetis, dapat menyebabkan penyakit kanker. Betul, sampai sejauh ini belum terdapat bukti adanya dampak langsung yang merugikan pada manusia jika mengenakan pakaian yang terkontaminasi. Namun bahayanya, ya itu tadi, limbah dari pencucian pakaian yang digelontorkan ke sungai-sungai terus meningkat sehingga penyebabkan banyak ikan mati. Para pekerja tekstil di Asia memiliki risiko yang paling besar karena mereka setiap hari berurusan langsung dengan bahan kimia beracun. Beberapa ratus orang dari ribuan pekerja di Bangladesh secara bergiliran jatuh sakit. Selain itu, banyak pabrik tekstil di India dan China yang membuang limbah langsung ke sungai. Dampak pada kesehatan dihadapi penduduk yang tinggal di sekitar pabrik, yang mungkin mengkonsumsi ikan dari sungai.

Walau pakaian yang di rak-rak toko tidak lagi mengandung racun, tidak tertutup kemungkinan produksinya menggunakan bahan beracun. boleh digunakan jika tidak lagi sampai ke saluran pembuangan. Tapi di benua lain, khususnya di Asia dan beberapa negara penghasil tekstil, peraturan semacam itu belum ada. Sehingga banyak pengusaha tekstil besar yang memindahkan pabrik dari Eropa dan AS ke Asia dan Amerika Latin. Selain peraturan dan pengawasan yang longgar, juga karena upah buruhnya relatif murah. Menurut Alex Föller, ketua perhimpunan perusahaan kimia Jerman, harga pakaian tidak jadi lebih mahal jika produsen harus menggunakan bahan kimia yang aman. Namun biaya tambahan mungkin harus dikeluarkan untuk pemeriksaan yang lebih ketat. Perusahaan harus melakukan pemeriksaan acak

Asia masih longgar Tahun 2011, beberapa produsen pakaian olahraga seperti Puma, Adidas, dan Nike memang telah menyatakan komitmen untuk meninggalkan zat beracun dalam proses produksi sampai tahun 2020. Komitmen ini keluar setelah mereka mendapat protes terkait dengan penggunaan bahan beracun dalam produknya. Sebenarnya, banyak zat berbahaya yang bisa digantikan zat kimia lain yang tidak beracun seperti oleil alkohol etoksilat. Perusahaan kimia Jerman sudah sejak 1986 menolak penggunaan APEO dalam deterjen pencuci pakaian. Uni Eropa memang memperketat penggunaan APEO. Sejak 2005, bahan kimia ini hanya

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

untuk memastikan keamanan produk pabrik tekstil. “Jika melanggar aturan, maka pemasok bersangkutan tidak lagi memperoleh order produksi pakaian bagi perusahaan tersebut,” katanya. Ancaman semacam itu sudah terbukti efektif di industri mobil. Sudah sejak lama, pabrik mobil harus menandatangani pernyataan bahwa produknya tidak memiliki atau hanya sedikit mengandung bahan kimia beracun. Bagi Greenpeace tindakan ini belum cukup. Mereka menuntut, agar racun yang mengancam habitat ikan di Bangladesh, Cina, atau Vietnam ini harus dilarang total. Bagi konsumen, cara menghindari bahan pakaian mengandung zat racun ini adalah membeli pakaian yang memiliki sertifikat lingkungan. Disarankan daripada membeli banyak pakaian yang murah, lebih baik untuk membeli lebih sedikit pakaian namun lebih berkualitas. Racun dalam tekstil ini kini telah mengancam kelangsungan bisnis para produsen pakaian. Soalnya, tekanan juga mulai dilancarkan melalui jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter yayasan konsumen di sejumlah negara. FB atau twitter mereka berbunyi, “Saya ingin membeli pakaian kalian, namun tanpa bahan kimia beracun. ” n

pekerja garmen: Pekerja tekstil di Asia memiliki risiko yang paling besar terkena kimia beracun.

43


internasional perbaikan ekonomi

Lonjakan Kekayaan Warga AS

44

Banyak warga AS yang kaya pada tahun ini, namun tidak membuat masyarakat konsumtif. TEKS Indah Winarso foto riset

s

eorang pemilik toko mebel di Seattle, AS, Daniel Laines, gembira. Bisnisnya yang berupa peralatan mebel kantor mulai menunjukkan geliatnya. Meja, kursi dan rak display adalah beberapa barang paling laris dipesan pelanggan sejak awal tahun ini. Tak hanya di Seattle, dia juga menyanggupi pemesanan di beberapa wi­ layah California, meliputi San Francisco dan beberapa kota lainnya. Pelanggannya kebanyakan para pe­ng­ usaha yang memiliki kantor kecil sampai menengah. Juga beberapa kantor yang mulai memperluas kantor cabangnya di wilayah AS. Nilai pemesanan mereka be­ ragam, mulai dari skala kecil sampai be­ sar. Ini sebuah kemajuan besar bagi bisnis mebel kantor Daniel karena pada masa krisis, pemesanan yang dia terima amat minim, bahkan nyaris tak ada. Ini tak lepas dari keadaan ekonomi AS yang mulai bangkit awal tahun ini. Bisnis bergerak, pendapatan pengusaha dan keluarga mulai meningkat dan ma­ sing-masing orang sudah bisa menyisih­ kan cadangan dari pendapatannya itu. Bank Sentral AS (The Fed) menyata­ kan bahwa kekayaan keluarga AS melon­ jak sebesar US$ 3 triliun pada kuartal

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


internasional perbaikan ekonomi pertama 2013, mencapai rekor tertinggi, yakni US$ 70,4 triliun. Jumlah ini me­ lampaui jumlah kekayaan tertinggi pada 2007 yang mencapai US$ 68 triliun. Jum­ lah kekayaan rata-rata rumah tangga di AS mencapai US$ 539.500 pada akhir ta­ hun lalu. Januari-Maret 2013, memang fenomenal bagi negara Paman Sam ini. Kenaikan harga saham dan reksa dana terbukti memicu kenaikan kekayaan ke­ luarga AS sebesar US$ 3 triliun itu. Pasar saham dan perumahan AS men­ jadi pendongkrak utama pundi-pundi kekayaan warga AS. Nilai aset real estate warga AS mencapai US$ 836,8 miliar. Core Logic Inc., konsultan penyedia in­ formasi dan analisa mengenai properti, consumer, dan finansial yang berbasis di California, mencatat nilai properti AS meningkat 10,5% dalam 12 bulan yang berakhir Maret 2013. Angka keuntungan ini tertinggi selama tujuh tahun bertu­ rut-turut. Secara nasional, harga rumah di AS saat ini adalah yang tertinggi da­ lam 13 tahun terakhir . Para broker rumah sangat gembira ka­ rena rumah yang mereka tawarkan kepada konsumen laku dibanding saat resesi. Pe­ ningkatan pundi-pundi uang warga AS juga dipicu oleh cadangan dana pensiun yang lebih besar, kepemilikan mobil, dan jumlah utang yang lebih rendah. Kepemi­ likan saham dan dana pensiun, bertam­ bah US$ 2,1 triliun atau meningkat 3,78% menjadi sebesar US$ 57,7 triliun. Memang, selama lima tahun terakhir, inflasi telah mengikis kekayaan orang AS sebesar 10%. Jumlah rumah tangga telah meningkat 3,8 juta menjadi 115 juta rumah tangga pada akhir tahun lalu. Berdasarkan data terbaru The Fed, utang rumah tangga AS, pemerintah, dan pe­

Meski perbankan menawarkan bunga rendah untuk pinjaman, toh itu tak membuat para pebisnis dan banyak keluarga AS tergiur. bisnis mencapai US$ 40,6 triliun. Meski perbankan menawarkan bu­ nga rendah untuk pinjaman, toh itu tak membuat para pebisnis dan banyak ke­ luarga AS tergiur. Kini, mereka mulai menghindari utang yang tak perlu. Ka­ laupun mengambil kredit bank, keba­ nyakan mereka menanamkannya dalam bentuk investasi di negara lain, misalnya, di negara-negara Asia yang berbiaya le­ bih rendah sehingga menguntungkan.

Tidak Konsumtif Karena bisnis mulai menggeliat, jumlah tenaga kerja pun meningkat. Departemen Tenaga Kerja AS mencatat bahwa jumlah pekerja baru mencapai 175 ribu pada Mei 2013. Namun, angka pengangguran naik tipis dari 7,5% menjadi 7,6 %. Hal ini me­ nunjukkan bahwa pemangkasan belanja pemerintah tak berdampak negatif, seperti yang dikhawatirkan banyak analis. Perbaikan ekonomi AS ini membuat sentimen positif pada aset-aset dalam bentuk dolar. Di banyak negara, investor lebih memilih menaruh investasinya da­ lam bentuk dolar. Akibatnya, mata uang lain di luar dolar melemah, termasuk ru­ piah. Diperkirakan tren ini masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

Namun lonjakan kekayaan ini tak membuat warga AS konsumtif. Alyssa Messet, misalnya. Ibu rumah tangga di Tucson, Arizona ini mengerem betul penggunaan kartu kredit. Sebagai pene­ liti biologi di Universitas Arizona pen­ dapatannya masih sangat baik, meski pemerintah AS memotong sebagian ang­ garan penelitian sejak 3 bulan lalu. Pemo­ tongan anggaran penelitian tak banyak berpengaruh karena akhirnya dia menge­ fektifkan penelitian dengan mengurangi jumlah orang dan bahan yang dilibatkan. Badan Statistik AS juga merilis pernya­ taan bahwa pendapatan pribadi meningkat sebesar 2,6% pada Desember 2012. Na­ mun, Januari 2013 turun menjadi 3,6%, ke­ mudian meningkat 1,1% pada Februari, dan Maret naik naik sebesar 0,2%. Jadi, tren pendapatan warga AS memang meningkat. “Konsumen dalam perekonomian AS mengalami kontraksi pada pendapatan mereka, sehingga biaya mereka jadi me­ ningkat. Pengeluaran pribadi meningkat 4,1% pada kuartal pertama tahun 2013 dibandingkan dengan kuartal pertama 2012,” tulis sebuah artikel di situs Profit Confidential, 29 April. Namun, warga AS tak serta merta melakukan wisata belanja. Hal ini ka­ rena proyek yang mereka terima dirasa masih belum maksimal. Proyek dan pe­ sanan baru turun hingga total US$ 19,5 miliar, atau 4 % pada bulan Maret. Ini sebagai pertanda bahwa mereka harus tetap berjaga-jaga agar tidak terpuruk. Belajar dari pengalaman resesi yang telah mereka lampaui, warga AS masih trauma dengan PHK, pengurangan jam kerja dan gaji serta banyaknya bisnis yang tutup. Jadi, meski mereka sudah mulai kaya, mereka tetap waspada. n

45


internasional demokrasi turki

Menguji Kemampuan Erdogan Di tangan Erdogan, perekonomian Turki melaju dengan pesat, tidak seperti negara-negara Eropa lainnya yang dirundung krisis. Kini, Erdogan digoyang demonstrasi sebagian rakyatnya. TEKS indah winarso foto riset

Recep Tayyip Erdogan

46

s

ejak akhir Mei lalu, para warga Turki melakukan aksi besar-besaran di Plaza Taksim, Istanbul. Awalnya, aksi itu yang ingin mem­ perjuangkan Taman Gezi—taman yang tersisa di kota itu—berlangsung dengan damai. Mereka menolak rencana peme­ rintah untuk mengubah Gezi dari taman menjadi sebuah mal. Konyolnya, polisi Turki berlebihan me­ nanggapi aksi damai itu dengan menem­ bakkan gas air mata untuk membubar­ kan massa. Tin­

dakan itu memicu rakyat marah, demo menjadi ricuh dan tak terkendali. Demo itu menjadi rusuh dan mem­ buat tuntutan sepele itu berkembang menjadi antipemerintah, terutama Per­ dana Menteri (PM) Recep Tayyip Erdo­ gan. Pendemo yang penuh amarah lalu bergerak ke pusat perbelanjaan Besiktas, dekat dengan kantor PM Erdogan. Untuk melumpuhkan pendemo yang tak terken­ dali itu, polisi melepaskan tembakan gas air mata karena mereka dihujani lempa­ ran batu. Sejak lama sebagian rakyat Tur­ ki memendam amarah kepada Erdogan. Kemarahan sebagian rakyat Turki itu karena gaya Erdogan yang otoriter dan terlihat ingin mengislamkan Turki, yang sebelumnya merupakan negara seku­ ler. Erdogen menjadi PM Turki sejak 14 Maret 2003. Ia juga seorang pimpinan Partai Keadilan dan Pembangunan atau AKP. Ia memang seorang muslim taat dan pada tahun 2010, Erdogan terpilih sebagai muslim paling berpengaruh di dunia. “Unjuk rasa ini kemudian berubah menjadi aksi perlawanan terhadap pe­ merintah, melawan kedikdatoran Erdogan yang telah memerintah layaknya seorang raja,” ujar se­ orang pengunjuk rasa, Oral Goktas kepada Reuters. Le­ bih dari seribu pengunjuk rasa ditahan polisi, ribuan terluka dan telah menelan beberapa korban jiwa.

Plus Minus Erdogan Unjuk rasa ini merupakan yang terbe­ sar selama pemerintahan Erdogan yang telah berkuasa selama 8 tahun. Meski Erdorgan mengakui kekeliruan polisi dalam menghadapi para pengunjuk rasa dan dia juga bersedia berunding dengan para demonstran, kemarahan rakyat su­ dah memuncak. PM Erdogan memang memerintah Turki dengan otoriter. Namun, mantan Wali Kota Istanbul ini sebenarnya sangat berprestasi membangun ekonomi. Turki yang merupakan salah satu batas Asia dan Eropa berhasil mendongkrak ekono­ minya sampai tiga kali lipat. Pendapatan per kapita negara itu mampu meningkat

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


internasional demokrasi turki

DEMO TAMAN GEZI: Berawal dari penolakan mengubah Taman Gezi menjadi mal.

dari US$ 3,492 menjadi US$ 10,079 atau naik 288% sejak dia memerintah. Kini, gedung-gedung pencakar langit berdinding kaca tampak menjulang di Maslak dan Levent, kawasan bisnis di kota metropolitan Istanbul. Iklan besar ter­ pampang di depan proyek bangunan de­ ngan tulisan: di sini akan dibangun kantorkantor baru perusahaan dan perbankan. Menurut keterangan badan statis­ tik Turki, TurkStat, perekonomian Turki tahun lalu tumbuh sekitar 8,9%. Turki menempati posisi teratas dan di kalangan kelompok G-20 hanya China yang mengungguli tingkat pertumbuhan ekonomi Turki. Prestasi ini menghapus keraguan ba­ nyak pihak pada Erdogan dan partainya. Partai AKP, di mana Erdogan bernaung, beraliran Islam dan mampu membukti­ kan bahwa mereka bisa hidup berdam­ pingan dengan konstitusi Turki yang beraliran lebih bebas atau sekuler. Rezim yang memerintah sebelumnya, Ataturk, yang ditopang oleh Kemal Ata­ turk tak pernah membawa Turki pada ke­ majuan ekonomi seperti saat ini. Padahal, rezim Altaturk pernah berkuasa sangat lama di Turki, yakni sejak awal abad 20. Selama pemerintahannya, Erdogan dianggap berhasil menjaga Turki dari kebangkrutan seperti yang dialami oleh

PM Erdogan memang memerintah Turki dengan otoriter. Namun, mantan Wali Kota Istanbul ini sebenarnya sangat berprestasi membangun ekonomi. negara Eropa selama bertahun-tahun. Negara ini juga mengalami pertum­ buhan ekonomi lebih pesat dibanding negara-negara industri lainnya. Turki pulih dari krisis keuangan glo­ bal tahun 2009 dengan sangat cepat dan mencengangkan. Pemerintah memberi keringanan pajak bagi konsumen untuk banyak produk konsumsi, terutama un­ tuk mobil dan alat-alat elektronik seperti kulkas, backoven atau komputer. Dalam bulan-bulan itu konsumsi meningkat dan ekonomi tertolong. Erdogan mengurangi utang negara dan menerapkan perekono­ mian yang lebih berorientasi ekspor. Dengan penampilan seperti itu, ne­ gara ini semakin menguatkan diri secara politik dan ekonomi. Perannya makin

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

diperhitungkan dalam dinamika politikekonomi, bukan hanya di dua wilayah strategis, Timur-Tengah dan Eropa, te­ tapi juga pada tingkat global.

Menarik Minat Investor Di saat Uni Eropa terpuruk dalam krisis utang, ekonomi Turki mengalami per­ tumbuhan cepat sehingga mengundang perusahaan-perusahaan Jerman dan beberapa negara Eropa ingin menanam­ kan modal di negara itu. Pasar dalam negeri yang kuat dan stabilitas politik mengundang semakin banyak investor luar negeri ke Turki. “Jika Anda melihat di sekitar sini, maka Anda tidak hanya melihat merekmerek terkenal Jerman, tapi juga kantor konsultan, pengacara, dan lain-lain. Selain itu masih ada banyak perusahaan kecil dan menengah yang mengambil langkah ekspansi ke Turki,” kata pakar investasi Jerman Marcus Knupp. Akhir tahun lalu, sekitar 4.300 perusahaan Jerman men­ daftarkan diri pada badan keuangan Tur­ ki, dan tren ini terus meningkat. Tak terelakkan, Erdogan-lah yang membawa kegemilangan Turki. Namun memang, sebagian rakyat membenci ka­ rena sikap otoriternya. Mampukah Erdo­ gan mempertahankan kemajuan eko­ nomi Turki di tengah guncangan demo? n

47


internasional lionel messi

Termahal, Tapi Gelapkan Pajak Pemain sepak bola termahal dunia, Lionel Messi terjerat kasus pajak. Ia dan ayahnya dituding membuat laporan pajak palsu. TEKS indah winarso foto riset

s

triker Argentina yang memperkuat klub Barcelo­ na, Lionel Andres Messi dan ayahnya Jorge Horacio te­ ngah diselidiki Dinas Pajak Spanyol karena dugaan penggelapan pa­ jak. Penggelapan pajak ini ditaksir seni­ lai sekitar 4 juta euro (Rp 52 miliar) yang terjadi sejak tahun 2007 sampai 2009. Jaksa Raquel Amado mengajukan pengaduan itu pada Rabu pekan lalu di pengadilan Gava, kawasan Barcelona Spanyol, tempat Messi tinggal. Para hakim harus menerima pengaduan itu sebelum tersangka dikenakan dakwaan. Ini hanya berselang dua hari sebelum Barcelona melakukan pertandingan per­ sahabatan di Guetamala City, Guatemala.

Jaksa itu menuduh bahwa Messi membuat laporan palsu selama tiga ta­ hun. Selama beberapa tahun terakhir, Messi memperoleh pendapatan besar dari mengalihkan hak cipta atas foto-fo­ tonya ke pihak ketiga. Ternyata ditemu­ kan bahwa pajak yang dibayarkan tak se­

«Kami selalu memenuhi kewajiban pajak kami, sesuai nasihat konsultan pajak kami yang akan mengklarifikasi situasi ini. » lionel messi.

Para Pemain Termahal Tahun 2013 Nama Pemain

POSISI

Klub

Nominal Berdasarkan data Football Obsevatory

Lionel Messi

Penyerang Tengah

Barcelona

£ 184,79 juta (Rp 2,85 triliun)

Cristiano Ronaldo

Penyerang Kiri

Real Madrid

£ 86,87 juta (Rp 1,34 triliun)

Edinson Cavani

Penyerang Kanan

Napoli

£ 49,56 juta (Rp 765,8 miliar)

Eden Hazard

Gelandang Kanan

Chelsea

£ 47,18 juta (Rp 729,1 miliar)

Gareth Bale

Gelandang Kiri

Tottenham

£ 36,98 juta (Rp 571,47 miliar)

Sergio Ramos

Bek Tengah

Real Madrid

£ 35,19 juta (Rp 543.81 miliar)

Sergio Busquets

Gelandang Tengah

Barcelona

£ 33,07 juta (Rp 511 miliar)

Gerard Pique

Bek Tengah

Barcelona

£ 29,07 juta (Rp 449,23 miliar)

David De Gea

Kiper

Manchester United

£ 22,19 juta (Rp343 miliar)

Jordi Alba

Bek Kiri

Barcelona

£ 21,59 juta (Rp 333,64 miliar)

Philipp Lahm

Bek Kanan

Bayern Muenchen

£ 17,68 juta (Rp 273,2 miliar)

48

banding dengan pendapatannya. Seluruh pendapatan itu seharusnya dikenakan pajak. Messi juga dituduh “menghindari kewajiban pajak” dengan menggunakan perusahaan fiktif di Belize dan Uruguay. Dua tempat itu dijuluki sebagai surga para pengemplang pajak. Di bandara La Aurora, Guatemala City, Messi terlihat kaget. Messi me­ ngaku bahwa ia baru mengetahui adanya penyelidikan itu melalui media. Dia pun membantah di halaman Facebooknya, “Kami tidak pernah melakukan pelang­ garan apa pun. Kami selalu memenuhi kewajiban pajak kami, sesuai nasihat konsultan pajak kami yang akan meng­ klarifikasi situasi ini,” tulis Messi. Messi lahir di Rosario Argentina pada 24 Juni 1987. Dia bermain untuk klub Barcelona, Spanyol dan merupakan kap­ ten tim nasional Argentina. Dia adalah pencetak gol terbanyak Barcelona sepan­ jang sejarah. Pada 2009 sampai 2011, ia memenangi Ballon d’Or dan Pemain Ter­ baik Dunia FIFA pada 2009. Prestasi dan permainannya yang cemerlang membuat Messi diyakini sebagai reinkarnasi dari pemain Argentina, Maradona. Saat ini, Messi adalah pemain ter­ mahal dunia dan masuk dalam atlet dunia terkaya ke 10 versi Forbes. Pen­ dapatan bersih tahunan yang diterima diperkirakan sekitar 16 juta euro. Selain mendapatkan gaji dari Barcelona, Messi mendapatkan sekitar US$ 21 juta atau Rp 2,85 triliun dari berbagai sponsor, termasuk Adidas, Pepsi Co, dan P&G. Sebuah lembaga ber­ nama Football Obser­ vatory membuat daftar pemain termahal yang dihitung dari beberapa variabel, antara lain pencapaian, usia, durasi kontrak, pengalaman internasional, dan seja­ rah harga transfer sang pe­ lionel main. messi Messi yang dipa­ sang pada penyerang tengah memimpin daftar pe­ main termahal tersebut yang nominalnya meningkat setiap ta­ hun. Messi dibuntuti Cristiano Ronaldo dengan harga 86,87 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,34 triliun. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


internasional peringkat kekayaan

p

angeran asal Arab, Alwa­ leed bin Talal berang pada majalah bisnis dan finansial AS, Forbes. Pasalnya, majalah yang terkenal sebagai peme­ ringkat kekayaan dunia itu menaksir ke­ kayaan sang pangeran lebih rendah dari kenyataan. Alwaleed tak terima. Ia lantas memutus semua kerjasama dengan ma­ jalah itu dan bersumpah akan memper­ panjang masalah ini sampai pengadilan. Kasus ini bermula dari laporan Forbes yang menyebut bahwa sang pangeran ada di urutan ke-26 dalam daftar orang ter­ kaya dunia 2013 dengan nilai kekayaan sebesar US$ 20 miliar atau Rp 196,1 tri­ liun (kurs Rp 9.805). Namun pangeran mengatakan peng­ hitungan kekayaannya itu keliru. Dia merasa Forbes menggunakan medote penaksiran yang keliru. Sebab, menurut­ nya, kekayaannya mencapai US$ 29,6 miliar. Dengan jumlah itu mestinya dia berada pada peringkat 10 orang terkaya dunia, bukan di urutan 26. Dia sangat marah dan menuding bahwa susunan orang-orang kaya yang dirilis Forbes tidak akurat dan tidak kon­ sisten serta menggunakan metodologi yang salah. Sang pangeran merasa sangat dirugikan karena beberapa tahun ini dia bekerjasama dengan tim penilai Forbes dengan sangat baik. Alwaleed adalah se­ orang pangeran Arab yang juga pemilik Hotel Savoy di London, Inggris.

Metodologi Forbes Forbes menyatakan kekayaan pangeran tersebut dihitung berdasarkan nilai da­ sar investasinya di perusahaan induknya, Kingdom Holding. Melalui perusahaan itu, Alwaleed memiliki saham besar di Apple, Twitter, Citigroup, dan News Corp, serta memiliki sejumlah portofolio hotel mewah, termasuk plaza di New York. Majalah ini tidak menghitung nilai dari sahamnya di pasar modal. Forbes di mata sang pangeran tidak bersedia menggunakan penilaian di bursa saham Tadawul di Arab Saudi, tapi malah menggunakan perkiraan dari pasar keuan­ gan baru, seperti bursa saham Meksiko. Selama ini cara Forbes menghitung kekayaan seseorang tak hanya nilai ke­ pemilikan saham di perusahaan publik, tapi juga di perusahaan tertutup (private companies). Juga saham di beberapa bursa saham di negara yang berbeda. Mereka juga memperhatikan harga sa­ ham dan kurs terakhir sebelum majalah terbit. Selain itu juga dikalkulasi berapa

PANGERAN ALWALEED: Forbes dianggap keliru menghitung kekayaannya.

Gugatan Sang Pangeran Seorang pangeran Arab Saudi menuntut majalah Forbes karena dianggap salah menghitung kekayaannya. Dia bersumpah akan memperpanjang masalah ini. TEKS indah winarso foto riset

kira-kira nilai private companies ter­ sebut jika dijual ke publik. Dalam perhitungan, selain faktor kekayaan, faktor utang juga dipertim­ bangkan. Sebab, bukan tidak mungkin seseorang yang dikategorikan kaya, peru­ sahaannya justru sedang dibelit utang beji­ bun. “Tapi kami hati-hati memilah antara utang pribadi dan perusahaan,” kata Justin Doebele, Contributing Editor Forbes Asia. Tim yang terdiri dari beberapa orang ini biasanya juga berusaha mendatangi se­

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

tiap pengusaha untuk dimintai konfirma­ si. Tapi tidak semuanya berhasil ditemui. “Hanya beberapa yang mau menanggapi,” kata Justin. Salah satu yang bersedia be­ kerja sama adalah pangeran Arab itu. Forbes terus terang sangat terkejut dengan rencana sang pangeran yang akan menuntut mereka karena tak pernah ter­ jadi sebelumnya. Forbes ingin melakukan mediasi dengan sang pangeran. Tapi mi­ liader Arab ini tak peduli. Dia bersumpah, gugatan ini akan jalan terus. n

49


profil

Yora Lovita

Tangguh dan Pantang Menyerah Menjadi yatim piatu, membuat Yora berjuang keras untuk meraih kesuksesan hidup. Meski kini sukses telah diraih, Yora tak ingin berhenti berjuang. TEKS Sri Wulandari ilustrasi rangga Diyarto

A

da banyak cerita menarik dari seorang Yora Lovita. Sosoknya yang sederhana membuat siapa pun tak mengira bila dia adalah seorang pengusaha sukses dan menjabat sebagai President Director di PT Yolemha Mitra Perdana. Perusahaan ini merupakan holding dari sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang traveling, pendidikan, katering, trading, investasi, hingga ekspor. Apa yang telah diraih Yora saat ini, tak asal datang begitu saja. Semuanya dia raih berkat kerja keras dan pantang menyerah. Semuanya berawal ketika di usianya yang ke-14 tahun, ayahnya meninggal dunia. Dua

50

ÂŤ Saya tak boleh lamalama meratapi nasib. Saya tak boleh putus asa, saya harus berjuang agar tak putus sekolah. Âť

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


profil tahun kemudian ibundanya menyusul. Yora terpukul, dia kehilangan panutan. Tetapi situasi duka itu tak berlangsung lama. Dia sadar, dia harus bangkit. Apalagi orang tuanya tak meninggalkan warisan. Yora pun harus bisa mencari uang sendiri untuk melanjutkan sekolah dan membiayai hidupnya. “Saya tak boleh lama-lama meratapi nasib. Saya tak boleh putus asa, saya harus berjuang agar tak putus sekolah,” cerita Yora. Kehilangan kedua orangtua menjadi pemicu semangat Yora. Seperti obor yang tersiram minyak, semangatnya berkobar dan menjadikannya pribadi yang tangguh. Keinginannya untuk maju menempa dirinya untuk bekerja keras. Dia berusaha apa saja untuk menghidupi dirinya. Karena pandai memasak, dia lantas membuka usaha katering dan menjajakannya kemanamana. Tak mudah, tetapi itu dilakoninya tanpa mengeluh. Dari satu pelanggan, hingga akhirnya dia mendapat banyak pelanggan. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal perusahaannya. Di saat sekolah di SMA 8 Jakarta, dia sudah memproklamirkan diri sebagai seorang pengusaha Bahkan,  saat kuliah pun, Yora tak malu berjualan makanan di kampus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. “Yang penting halal dan hasilnya bisa membiaya kuliah saya,” katanya. Perlahan tapi pasti, usaha kateringnya yang diberi nama OY Catering berkembang. Sejumlah perusahaan besar dilayani dan menjadi klien tetapnya. Tercatat, antara lain   Tempo Scan Pacific (perusahaan farmasi), Sogo Dept Store Plaza Indonesia dan Kelapa Gading, Avon Cosmetic (Cilandak Commercial Estate), Mayora, Sanyo, Toyota, Honda, Mercindo Perkasa,

dan Ditjen Pajak. Dari Katering, Yora melirik bisnis lain. Dia lalu mendirikan PT Yolemha Mitra Perdana, pada 2003, di saat usianya baru 23 tahun. Usahanya bergerak di bidang ekspor impor, mulai dari hasil tambang, beras, gula, CPO, hingga kayu. Dia juga kemudian bergabung dengan Asia Pacific Full Authorised of International Gold Trading Geneva Office in India, pada 2004. Yora pun berkecimpung dalam bisnis jual beli emas murni atas nama Internastional Gold Trading di wilayah Asia Pasifik.

Imam Besar Masjidil Haram Tak sampai di situ, Yora juga mendirikan Indonesia Representative of Eland International, Thailand pada 2007. Dia mengekspor produk Indonesia seperti minyak goreng, tuna dalam kaleng, buah kaleng, permen, lampu minyak, kacang-kacangan, pinang dan ikan asin ke negara UAE, Srilanka dan India dengan menggunakan nama Eland International Thailand. Di bisnis travel, perhatian Yora tak hanya kepada masyarakat kelas menengah atas. Kepada masyarakat tak mampu, dia juga memberi sentuhan. Salah satunya adalah mendirikan travel umrah. Itu karena dia sangat prihatin ketika melihat  hanya kalangan yang berkantung tebal saja yang dapat berang­ kat ke tanah suci Mekah. Padahal, ke berkunjung ke tanah suci adalah impian seluruh umat Islam. Usaha travel milik Yora memang untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin berangkat umrah tetapi dananya minim. Meski berbiaya murah, para jamaah bisa menjalankan umrah dengan khusuk karena segala fasilitas  tetap tersedia, termasuk bisa menikmati makanan yang bercita rasa Indonesia.

Biaya yang dia kenakan 20%-40% lebih murah dari umumnya. “Kalau biaya perjalanan umrah biasa sekitar Rp21 juta, maka saya hanya mematok Rp 12 juta saja,” katanya. Untuk menekan biaya, Yora mensiasatinya dengan banyak cara. Mulai dari tiket pesawat, pilihan penginapan hingga makanan. Untuk penginapan, Yora menggunakan konsep dar, yakni penginapan murah yang terdiri dari 20-25 kamar. Satu kamar diisi beberapa tempat tidur tetapi dilengkapi AC, air hangat, kamar mandi dan televisi. “Seperti kamar hotel para backpacker,” jelasnya. Untuk makanan tak perlu khawatir karena Yora memiliki rumah makan dan perusahaan katering di Mekah dan Madinah. Di sana, Yora khusus menyediakan makanan spesialis Indonesia. Restoran itu dibuatnya, karena saat Umroh pada 2007, dia disuguhkan makanan yang tidak bercita rasa Indonesia. Makanan yang dijajakan pun tak terjamin kebersihannya. Dari sinilah, Yora mendirikan restoran Indonesia dengan harga murah dan terjamin kebersihannya.    Merintis   bisnis di Saudi Arabia tidaklah mudah. Juga tidak mudah untuk mendapat partner yang benar-benar bisa dipercaya. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, Yora akhirnya menemukan partner yang tepat. “Saya mendapat dukungan penuh dari para guru dan santri di sana. Termasuk dari Syekh Mohammad Ismail Zain, imam besar Masjidil Haram,” terangnya. Bisa dibilang, jalan hidup Yora telah meretas sukses. “Saya bersyukur bisa mencapai pada tahapan seperti sekarang. Tetapi perjuangan saya tidak berhenti sampai sini. Saya akan terus belajar dan bekerja keras,” katanya. n

Dari katering, Yora melirik bisnis lain. Dia lalu mendirikan PT Yolemha Mitra Perdana, pada 2003, di saat usianya baru 23 tahun. Usahanya bergerak di bidang ekspor impor, mulai dari hasil tambang, beras, gula, CPO, hingga kayu. Dia juga kemudian bergabung dengan Asia Pacific Full Authorised of International Gold Trading Geneva Office in India, pada 2004.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

51


hukum Bisnis Investasi

Akhirnya QSAR Pailit

ASET QSAR: Pembagian aset QSAR kepada investor harus adil dan berimbang.

QSAR akhirnya dinyatakan pailit. Seluruh aset akan dilelang dan dibagikan kepada 6.480 krediturnya. TEKS Sri Wulandari Foto riset

P

T Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) akhirnya dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta. Keputusan majelis hakim yang dipimpin Amin Sutikno pada Selasa ini tentu saja melegakan para kreditur. Betapa tidak, sudah lama para kreditur berharap dana mereka dikembalikan. Tetapi hasilnya nihil. Keputusan hakim itu seperti menjadi oase di atas tanah tandus. Adalah Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Jawa Barat yang mengajukan

52

permohonan pailit terhadap QSAR dan dan direktur utamanya, Ramli Araby. Pertimbangannya, menurut Jaksa Pengacara Negara (JPN) Sekti Anggraini, karena Kejari kebingungan membagi barang bukti yang dijadikan ganti rugi kepada para investor secara adil dan berimbang mengingat banyaknya kreditur. “Proses untuk membagi barang bukti setelah dilelang secara adil dan berimbang ternyata membutuhkan proses perhitungan yang tidak mudah,” ujar Sekti. Langkah pengajuan permohonan pailit tersebut juga terpaksa ditempuh, karena besarnya jumlah kreditur yang

mencapai 6.480 orang, sehingga memunculkan kekhawatiran aset QSAR akan hilang ditambah desakan dari investor. Langkah pailit yang diajukan Kejari Cibadak pun berdasarkan Pasal 2 Ayat 2 UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), dan Peraturan Jaksa Agung RI No. 040/A/JA/12/2010 tentang Tugas dan Wewenang JPN. Atas nama kepentingan umumlah, Kejari mengajukan permohonan kepailitan ini sehingga dalam proses pengumpulan, penghitungan maupun pembagian aset QSAR kepada investor nantinya dapat memenuhi kriteria adil dan berimbang. “Dengan proses pailit, seluruh aset QSAR akan ditarik dan dihitung oleh kurator sehingga seluruh kreditur memperoleh pembayaran sesuai dengan kedudukan para kreditur. Dengan demikian, kejaksaan telah melaksanakan eksekusi tersebut,” papar Sekti.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


hukum Bisnis Investasi Eksekusi Tetap Jalan QSAR bergerak di bidang agribisnis dan cara kerjanya menarik dana dari masyarakat selaku investor melalui proposal kerja sama di bidang Agribisnis. Tahun 2002, perusahaan ini pernah tersangkut kasus investasi bodong. Demi menarik perhatian investor, QSAR menawarkan komposisi pembagian keuntungan sebesar 60:40 untuk investor. Jika panen berhasil, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 60% dan 40% untuk QSAR. Tetapi bila terjadi musibah atau bencana alam, QSAR menjanjikan mengembalikan seluruh modal investor. Iming-iming tersebut, tentu saja menarik minat masyarakat. Apalagi, untuk menguatkan hal tersebut, QSAR membuat perjanjian berdasarkan pilihan paket yang telah ditentukan. Bagi para peminat, mereka diharuskan menyetor dana ke rekening Ramly Araby. Alhasil, sebanyak 6.800 investor tertarik dan investasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 467 miliar. Pada awalnya semua berjalan lancar. Keuntungan dibayar sesuai janji. Tetapi, sejak Januari 2002, pembayaran keuntungan mulai berhenti. Tak hanya itu, modal para investor pun tak bisa dikembalikan. Para investor sudah beberapa kali menagih, tapi yang diberi hanya janji. Capek diberi janji-janji, para investor melaporkan Ramly dan perusahaannya ke polisi. Setelah melewati proses penyidikan dan persidangan, Ramly dijatuhi hukuman pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 10 miliar oleh Pengadilan Negeri Cibadak pada 17 Desember 2003. Putusan itu kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Bandung No 247/ Pid/2003/PT.Bdg. Ketika itu, An­toni Bangun, pengacara Ramly, mengatakan kasus yang dihadapi kliennya bukan menyangkut pidana, tetapi perdata karena QSAR tidak dapat memenuhi janji dalam MoU dengan para investor yang menanamkan modalnya. Itu disebabkan, karena miss management yang berakibat over investasi dimana ketika jatuh tempo tidak ada cukup dana untuk mengembalikannya kepada investor. Apapun, putusan pidana telah dijatuhkan. Putusan tersebut juga menyatakan agar barang bukti di persidangan diserahkan kepada para investor setelah dijual lelang dengan harga yang layak. Setelah didata, barang bukti tersebut berupa 65 unit kendaraan di Cibadak, 15

SIDANG VONIS: Presiden PT QSAR Ramli Arabi akhirnya dijatuhi hukuman.

unit kendaraan di Makassar, dan 6 unit kendaraan di Bengkulu. Selain itu, masih ada 7 unit sepeda motor, 12 unit otobus, serta tanah dan bangunan di 99 lokasi. Kejari pun melakukan pelelangan dan berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 1.304.732.086 ditambah barang bukti uang tunai sebesar Rp 25 juta. Hasil penjualan ini, menurut pengadilan, harus dibagi secara adil dan berimbang. Inilah yang membuat Kejari bingung. Banyaknya kreditor dan barang bukti tanah serta bangunan di sejumlah lokasi membutuhkan mekanisme eksekusi yang tepat. Kejari pun memutuskan

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

menggugat pailit QSAR. Menurut Sekti, putusan pailit tersebut, setidaknya telah memberi harapan terang bahwa eksekusi pelelangan aset-aset QSAR yang tersisa dapat berjalan dengan baik. Seluruh aset QSAR semuanya akan ditarik dan dihitung oleh kurator sehingga seluruh kreditur memperoleh pembayaran sesuai dengan posisi para kreditor. Pihak kreditur sendiri berencana menggelar rapat pada 25 Juni nanti. Bila nanti Ramly maupun manajemen QSAR tidak hadir dalam rapat kreditur, putusan hakim tidak akan berubah dan eksekusi tetap berjalan. n

Jangan Tergiur Keuntungan Besar Kasus yang terjadi pada PT Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) mungkin merupakan kasus penipuan terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. Selain menelan korban lebih dari 6.480 orang, penyelesaian kasus ini juga terbilang panjang, yakni dari tahun 1998 hingga 2013, dengan total uang yang terhimpun Rp 467 miliar. Berbagai upaya dilakukan para investor untuk bisa kembali menarik uangnya dari QSAR. Bahkan, masing-masing investor membentuk lembaga dan menunjuk pengacara sendiri. Ada Forum Komunikasi Investor (FKI), Forum Advokasi Investor (FAI), Solidaritas Investor Alam Raya (SIAR), Kelompok Adnan Buyung

Nasution, Kelompok Gusti Randa, dan sebagainya. Kasus ini semakin ramai dan menarik menyusul dugaan beberapa pejabat negara terkait kasus ini. Ada Tosari Wijaya, yang saat itu menjabat Wakil Ketua DPR didaulat sebagai komisaris QSAR. Belum lagi sejumlah nama-nama beken politikus lainnya. Setelah kasus itu terkuak, jagat raya Indonesia pun geger. Berkaca dari kasus yang marak belakangan ini, agaknya masyarakat perlu berpikir dan bertindak bijak dalam berinvestasi. Jangan mudah tergiur dengan pembagian keuntungan yang besar. Salah langkah, akibatnya menangis kemudian. n

53


hukum Kriminalitas Elektronik

Si Pencuri Pulsa Mulai Disidang Direktur Utama PT Colibri Network Nirmal Hiroo Bharwani mulai disidang. Dia dianggap telah merugikan pelanggan pulsa hingga Rp 19,8 miliar. TEKS Sri Wulandari Foto (ilustrasi) wirasatria

KEHILANGAN PULSA: Pengguna ponsel kehilangan pulsa setelah registrasi undian berhadiah.

K

asus pencurian pulsa yang sempat menghebohkan ma­­­­­­­­­­­­ syarakat di tahun 2011, akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Rabu pekan lalu. Direktur Utama PT Colibri Network Nirmal Hiroo Bharwani alias HB Naveen, didudukkan sebagai terdakwa. Jaksa Penuntut Umum Arya Wicaksana mendakwa Nirmal dengan Pasal

54

45 Ayat 2 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo 28 Ayat 1 jo 55 Ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. Tak hanya itu, Nirmal juga dijerat UU Perlindungan konsumen Pasal 62 jo Pasal 10 Huruf A dan D dengan ancaman penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar. Selaku Direktur Utama PT Colibri Networks, Nirmal di-

anggap telah merugikan konsumen atau pelanggan pulsa hingga Rp 19,8 miliar. Kasus ini bermula ketika seorang konsumen bernama Feri Kuntoro melaporkan kehilangan pulsa setelah registrasi undian berhadiah lewat layanan SMS konten dengan short code 9133. Feri mengaku mengalami kerugian pemotongan pulsa mencapai Rp 150 ribu per bulan sejak Maret hingga Oktober 2011. Kerugian ini ditimbulkan karena 9133 memotong pulsanya Rp 2.000 setelah mengirim pesan. Belakangan diketahui, SMS itu disediakan oleh content provider milik PT Colibri Networks. Modusnya, setelah pelanggan meregistrasi layanan content pada lisensinya, perusahaan ini mengirimkan pesan pendek premium berupa promosi dan langsung memotong pulsa pelanggannya. Tak terima, Feri pun melaporkan PT Colibri pada 5 Oktober 2011 ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/3409/X/2011/PMJ/ Ditreskrimsus. Karena kasus ini pula, terungkaplah mega skandal pencurian pulsa di berbagai operator seluler. Pemerintah menyetop berbagai layanan premium dan layanan pelanggan lainnya. Polisi pun turun tangan. Bahkan, DPR juga membentuk panitia kerja. Banyak masyarakat yang marah. Mereka mendesak Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia agar bertindak dan meminta provider telekomunikasi menutup semua perusahaan content provider serta mendata keberadaan mereka kembali. Pasca insiden ini, banyak perusahaan content provider tutup buku. Setelah dua tahun, penyidikan polisi rampung. Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman, mengumumkan tiga orang s­ ebagai tersangka. Selain Nirmal, ada juga Wakil Direktur PT Telkomsel Khrisnawan Pribadi dan Direktur Utama PT Mediaplay Windra Mai Haryanto. “Karena itu mengakibatkan kerugian yang dialami masyarakat,” kata Arya dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Guzrizal. Saat hakim menawarkan agar pihak kuasa hukum Dirut PT Colibri mengaju­ kan eksepsi, ketua tim kuasa hukum Nirmal, John K Aziz menolak. “Kami tidak akan mengajukan eksepsi,” katanya. Sementara itu, dua tersangka lain masih berstatus tahap prapenuntutan di Mabes Polri dan berkasnya masih di penyidik. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


hukum Merek Dagang

K

asus logo Cap Kaki Tiga yang disematkan pada kemasan minuman kesehatan akhirnya usai juga. Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta, Selasa pekan lalu, memenangkan gugatan Russel Vince, seorang warga negara Inggris yang keberatan atas penggunaan logo produk Cap Kaki Tiga. Pasalnya, logo tersebut dinilai mirip lambang negara kolonia Inggris, Isle of Man, yakni sebuah negara yang berlokasi di antara negara Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Menurut Ketua Majelis Hakim Kasianus Telaumbanua, logo Cap Kaki Tiga yang digunakan Wen Ken Drug Ltd, selaku pemegang merek, memiliki tingkat kemiripan 80% dengan lambang negara dan mata uang Isle of Man. Logo itu, kata Kasianus, mirip lambang berdasar kaki berjumlah tiga dengan bintang di setiap sudutnya, ketiga kaki tersebut ditekuk hingga 45 derajat, dan sama-sama memiliki lingkaran yang di dalamnya terdapat tiga kaki itu. “Secara visual sama, penempatannya juga sama dengan lambang negara Isle of Man, sebagaimana tercantum dalam bukti penggugat,” ujar Kasianus. Majelis hakim pun berpandangan, Russel Vince memiliki hak asasi untuk mempertahankan kehormatan negaranya. Sehingga, minuman kemasan Cap Kaki Tiga tidak bisa menggunakan logo berlambang tiga kaki itu. “Dengan begitu, tergugat harus menaati hukum, yakni dengan menarik seluruh merek dan variannya,” katanya. Selain harus menarik seluruh merek logo Cap Kaki Tiga dari peredaran, pihak tergugat juga harus membayar sebesar Rp 1.116.000. Keputusan tersebut tentu saja menga­ get­kan Wen Ken Drug Ltd. Melalui kuasa hukumnya, Agus Nasrudin, pihak tergugat mengaku tidak puas dengan keputusan hakim dan menyatakan kasasi. Menurutnya, putusan hakim ngawur, dan tidak mempertimbangkan saksi dan bukti dari pihak tergugat. Sebab, bukti yang diajukan Russel Vince sebagian besar hanyalah berupa fotokopi. “Seharusnya, bukti fotokopi tidak dapat diajukan dalam persidangan karena kekuatan pembuktiannya tidak sempurna sebagaimana diatur dalam Pasal 1666 KUH Perdata,” ujar Agus. Menurut Agus, logo Cap Kaki Tiga milik kliennya berbeda lambang negara Isle of Man. “Cap Kaki Tiga, tiga kakinya simetris menghadap kiri, sedang Isle of

LAMBANG NEGARA: Mirip lambang Isle of Man, produk berlogo Cap Kaki Tiga harus ditarik.

Cap Kaki Tiga Milik Isle of Man Russel Vince memenangkan gugatan terhadap logo Cap Kaki Tiga. Hakim memerintahkan seluruh minuman kemasan berlogo Cap Kaki Tiga ditarik dari peredaran. TEKS Sri Wulandari Foto Asep rochyadi

Man tiga kaki simetris menghadap kanan,” tandasnya. Sebenarnya, lanjut dia, ini adalah masalah persaingan bisnis. Sangat aneh jika seorang warga negara Inggris mewakili kepentingan negara Isle of Man. Kuasa hukum Russel, Previany Annisa, sebaliknya merasa puas dengan

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

keputusan majelis hakim. “Saya senang dan lega pada putusan ini,” akunya. Ia menilai putusan tersebut sudah sesuai dengan keadilan. Pihaknya akan tetap melakukan persiapan untuk menghadapi kasasi yang akan diajukan lawannya. “Kami masih menunggu langkah pihak tergugat,” ucapnya. n

Cap Kaki Tiga, tiga kakinya simetris menghadap kiri, sedang Isle of Man tiga kaki simetris menghadap kanan. 55


keuangan likuiditas

Sebentar Lagi Duit M Untuk menjaga posisi rupiah, BI mengerek suku bunga FasBi. Likuiditas kian ketat dan perebutan DPK bakal seru. TEKS bastaman ilustrasi yayan

p

amor tetap saja lung­ lai. Sebanyak apapun Bank Indonesia (BI) mengguyur pasar de­ ngan dolar, mata uang kita itu tetap saja loyo. Bahkan, pekan lalu, rupiah sempat menembus batas psi­ kologis Rp 10.000. Maka, BI pun terpaksa harus sering merogoh cadangan devisa. Bulan lalu saja, BI telah menghabiskan devisa US$ 2 miliar untuk menjaga posisi mata uang republik Indonesia itu. Tapi yang lebih mencemaskan lagi, untuk menjaga posisi rupiah, pekan lalu BI mengerek suku bunga Fasilitas BI (FasBI) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Kenaikan suku bunga FasBI ini akan membuat pasokan likuiditas di pa­ sar menciut, sehingga posisi rupiah ter­ hadap dolar bisa sedikit menguat. Tidak hanya itu, kenaikan FasBi juga diharap­ kan bisa mengerem laju inflasi. Walau pun belum terasa dampaknya, kenaikan suku bunga FasBI telah me­ nimbulkan kepanikan di sejumlah bank. Tak hanya bank kecil, bank-bank besar pun mulai ikut-ikutan panik. Lihat saja langkah yang diayunkan oleh BII. Untuk menggenjot pemasukan DPK, bank mi­ lik Maybank ini mengiming-imingi para penabungnya dengan berbagai macam hadiah. Mulai dari gadget, perjalanan ke Disneyland, hingga hadiah mobil. Namun pertempuran tak hanya ber­ kutat pada perebutan dana murah, tapi sudah masuk area dana mahal. Bahkan, beberapa bank sudah lebih dulu menge­ rek bunga depositonya. BCA, misalnya. Bank milik Grup Djarum ini mengerek suku bunga deposito dari 3,5% menjadi 5% per tahun. “Mendapatkan likuiditas sekarang lebih baik karena nanti akan lebih sulit lagi,” kata Jahja Setiaatmadja,

56

Direktur Utama BCA. Sebagai bank swasta terbesar di tanah air, langkah yang diayunkan oleh BCA hampir bisa dipastikan akan diikuti oleh bank-bank lainnya. Apalagi, saat ini po­ sisi likuiditas di pasar sudah terasa ke­ tat. Itu, terutama, terjadi akibat pertum­ buhan kredit yang lebih pesat ketimbang peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Hingga triwulan I, kredit yang dikucur­ kan perbankan tumbuh 22%. Sementara DPK hanya tumbuh sebesar 14%.

lam kondisi yang penuh risiko seperti sekarang, para pemilik dana akan lebih melirik bank-bank besar yang dinilai lebih aman. Ini pula yang dialami ICB Bumiputera. Selama trilwulan I, DPK di bank milik ICB Malaysia ini berkurang 7,94% menjadi tinggal Rp 5,91 triliun. Bambang Setiawan, Direktur Com­ pliance & HRD Bank ICB Bumiputera, mengakui saat ini memang terjadi pe­ rang bunga antar bank. Namun, me­ nurutnya, penurunan DPK yang terjadi di ICB Bumiputera lebih karena kebijakan per­ seroan untuk mengu­

Memanfaatkan Repo SUN Dalam situasi seperti sekarang, jelas Jah­ ja, bank-bank kecilah yang meng­ alami tekanan lebih berat. Pasalnya, da­

«Mendapatkan likuiditas sekarang lebih baik karena nanti akan lebih sulit lagi. » Jahja Setiaatmadja Direktur Utama bank BCA

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


keuangan likuiditas

Menipis rangi dana mahal. “Ke depan, kami ingin meningkatkan dana murah dari 25% saat ini menjadi 30% dari total dana,” ujarnya. Ketatnya persaingan untuk mem­ perebutkan likuiditas sebenarnya tak perlu dikhawatirkan. Difi A Johansyah, Direktur Eksekutif Departemen Komu­ nikasi BI, mengatakan bahwa likuiditas rupiah dan valas di pasar sejatinya ma­ sih mencukupi kebutuhan. Seandainya

bank butuh likuiditas cepat, menurut­ nya, mereka bisa memanfaatkan fasilitas Repo Surat Utang Negara (SUN) dari BI. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, sepanjang April-Mei BI telah mengeluarkan dana Rp 20 triliun untuk memborong SUN. “BI telah menyiapkan dana untuk memborong SUN jika ada bank yang membutuhkan likuiditas,” kata Difi. Hingga awal Juni, SUN yang ada di tangan bank sentral mencapai Rp 24,56 triliun. Terlepas dari soal likuiditas, ke­ naikan FasBI atau deposit facility itu tak hanya akan mengerek suku bunga simpanan, tapi juga suku bunga kredit. Apalagi, seperti diperkirakan Ryan Kir­ yanto, Kepala Ekonom BNI, BI pun ke­ mungkinan akan menaikkan suku bunga acuan (BI rate). “Setelah ada kepastian kenaikan BBM,” katanya. Makanya, sejumlah kalangan pesi­ mistis tahun ini kredit bakal tumbuh sebesar 22%. “Paling-paling hanya 19% saja,” kata seorang bankir swasta. Tapi yang lebih mengkhawatirkannya, ke­ naikan FasBI dan BI rate ini bukan ha­ nya bakal mengerem kucuran kredit bank, tapi juga berpotensi meningkat­ kan kredit bermasalah atau NPL. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

bank indonesia: Tak ada lagi bank dalam pengawasan intensif BI.

Tiga yang Terpuruk Si besar tertawa, si kecil meringis. Jika bank-bank besar dengan bangga memamerkan kinerjanya yang kinclong, tidak demikian halnya dengan beberapa bank. Kabarnya, sepanjang 2012 ada tiga bank yang harus masuk pengawasan intensif BI karena masalah tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance atau GCG). Syukurlah, saat ini ketiga bank tersebut sudah ke luar dari ruang ICU BI. Difi A Johansyah, Direktur Ekesekutif Departemen Komunikasi BI, memastikan tak ada lagi bank dalam pengawasan intensif BI. “Permasalahan ketiga bank tersebut sudah berhasil diatasi,” katanya, pekan lalu. Kendati ada yang sempat masuk ruang pengawasan BI, namun industri perbankan nasional boleh dibilang masih sangat solid. Paling tidak, hal itu bisa dilihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang masih di atas 18% (net), net interest margin (NIM) 5,5%, loan to deposit ratio (LDR) sebesar 85%, dan return on asset (ROA) berkisar 22%-23%. Namun tak berarti sudah aman betul. Soalnya, dengan naiknya suku bunga fasilitas BI (FasBI), persaingan memperebutkan dana masyarakat bakal semakin ketat. Ujung-ujung­ nya, persaingan antarbank ini bisa berdampak pada kenaikan suku bunga pinjaman dan risiko kredit. Jika tidak hati-hati, bukan tak mungkin ada lagi bank yang masuk dalam pengawasan intensif BI. n

57


keuangan insentif Perbankan

bank syariah: Masih tertinggal jauh dari bank konvensional.

Agar Syariah Tak Kontet Lagi Untuk meningkatkan penetrasi perbankan syariah, BI akan memberikan insentif berupa alokasi modal inti yang lebih kecil. Sayang, aturan ini tak berlaku umum. TEKS bastaman foto dahlan rebo pahing

j

ika dihitung dari berdirinya Bank Muamalat, usia perbankan sya­ riah di negeri ini sudah mencapai 22 tahun. Sudah cukup lama, me­ mang. Tapi sayang, kendati meng­ alami pertumbuhan yang begitu pesat, lembaga keuangan yang berlandaskan syariah Islam ini belum bisa tampil se­ suai dengan harapan. Paling tidak, belum mencerminkan mayoritas penduduk ne­ geri ini yang beragama Islam. Ada beberapa faktor yang membuat

58

perbankan syariah belum mampu ber­ saing dengan bank konvensional. Sa­ lah satunya, sebagian besar masyarakat kadung merasa nyaman dengan pela­ yanan yang diberikan perbankan kon­ vensional. Penyebab lainnya, selain ka­ lah gencar dalam berpromosi, jaringan yang dimiliki oleh perbankan syariah juga masih terbatas di kota-kota besar di pulau Jawa. Itu sebabnya, berbagai upaya te­ rus dilakukan agar pertumbuhan per­

bankan syariah bisa lebih pesat lagi. Sa­ lah satunya dengan melakukan promosi agar masyarakat lebih mengenal bank syariah. Untuk mempermudah pema­ haman masyarakat, misalnya, istilah yang selama ini menggunakan bahasa Arab akan di-Indonesia-kan. Produk mudarabah, contohnya. Isti­ lah ini diganti kata lain yang artinya sama dengan “penyedia modal bagi pe­ laku usaha”. Sedangkan musyarakah akan ganti dengan istilah kerjasama atau joint venture. Lantas, produk tafakul nantinya akan dipopulerkan dengan is­ tilah asuransi Islam dan wadi’ah diganti dengan istilah jasa penitipan. Bank Indonesia (BI) juga tidak ting­ gal diam. Agar layanan perbankan sya­ riah dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat di pelosok tanah air, Bank Indonesia (BI) akan memberikan insen­ tif berupa keringanan modal inti kepada bank syariah dalam kelompok BUKU I (modal inti di bawah Rp 1 triliun) dan Buku II (modal inti di bawah Rp 5 tri­ liun). “Insentif ini untuk meningkatkan penetrasi perbankan syariah,” kata Ha­ lim Alamsyah, Deputi Gubernur BI. Dalam aturan yang baru ini, per­ bankan syariah cukup menyediakan modal inti Rp 3 miliar miliar. Sedangkan bila ingin membuka kantor cabang dan kantor kas, cukup menyediakan modal inti Rp 1,5 miliar dan Rp 500 juta. Se­ lama ini, dalam pembukaan jaringan, modal inti yang harus disediakan bank syariah hampir sama dengan bank kon­ vensional, yakni Rp 8 miliar untuk kan­ tor cabang, Rp 3 miliar kantor pembantu Rp 3 miliar, dan Rp 1 miliar kantor kas. Maka, tak heran bila dalam jumlah jaringan perbankan syariah tertinggal jauh dari perbankan konvensional. Per Maret 2013, jumlah kantor bank konvensional sudah mencapai 17.089 buah, sedangkan perbankan syariah baru mencapai 1.705 kantor cabang. Dengan penetrasi seperti itu, tak heran bila aset perbankan syariah baru 2,9% dari aset perbankan nasional yang mencapai Rp 4.313 triliun. Kebijakan baru itu langsung disam­ but hangat. Menurut Benny Witjaksono, Direktur Bank Mega Syariah, insetif ter­ sebut akan mendorong bank syariah ha­ dir di mana-mana. Dengan sendirinya, pembukaan jaringan ini akan mening­ katkan penetrasi dan aset perbankan syariah. Tapi, sayang, pemberian insen­ tif itu tak bisa dinikmati oleh bank sya­ riah yang telah beroperasi lebih dari dua tahun. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


keuangan manajer investasi

b

ank Indonesia (BI), pekan lalu, memutuskan untuk mengerek suku bunga deposit facility alias fasilitas BI (FasBI) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Banyak yang merasa was-was, tapi tak sedikit yang merasa se­ nang. Was-was, lantaran kenaikan suku bunga FasBI berpotensi menaikkan suku bunga pinjaman dan kredit bank. Hanya saja, ya itu tadi, meski ada yang was-was, ada juga yang gembira. Misalnya saja para pengelola dana pen­ siun dan perusahaan asuransi. Dengan naiknya suku bunga FasBI, maka ting­ kat deposito perbankan dipastikan akan ikut terkerek naik. Begitu pula dengan imbal hasil instrumen investasi seperti surat utang negara dan obligasi. Alhasil, pendapatan investasi bakal meroket. Untuk menggenjot pendapatan, se­ lain mengandalkan dari return, para pemilik dana juga kini mendirikan per­ usahaan yang bergerak di bidang pe­ ngelolaan dana investasi. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PT Avrist Assurance. Belum lama ini, perusahaan asuransi ini mendirikan anak usaha PT Avrist Asset Management. Sebelumnya, langkah serupa te­ lah diayunkan oleh Prudential Plc yang bermarkas di Hong Kong. Afiliasi dari PT Prudential Indonesia itu mendiri­ kan PT Eastspring Invesment Indonesia (EII). Sampai saat ini, dana yang dikelola oleh EII telah mencapai Rp 36,3 triliun, termasuk di dalamnya dana milik Pru­ dential Indonesia. Tren perusahaan asuransi mendiri­ kan perusahaan manajemen investasi (MI) tak lepas dari pertimbangan biaya, keuntungan, dan pengawasan terha­ dap pengelolaan dana. Lagi pula, tak ada larangan bagi perusahaan asuransi un­ tuk memiliki perusahaan MI sendiri. “Daripada dana dikelola MI lain, lebih menguntungkan bila dikelola anak usaha sendiri,” ujar Hendrisman Rahim, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Dikelola Oleh Anak sendiri Tren baru, sejumlah perusahaan asuransi mendirikan usaha MI sendiri. Belum tentu hasilnya lebih baik. TEKS bastaman foto riset

Pertanyaannya, apa betul mempunyai MI sendiri akan lebih menguntungkan? Belum tentu juga. Ini semua tergantung dari kepiawaian tenaga MI dalam mera­ cik portofolio. Selain itu, mempercaya­ kan pengelolaan dana hanya pada satu MI sangat berisiko. Padahal, pengelolaan dan penempatan premi nasabah pada instrumen yang tepat menjadi jantung dari perusahaan asuransi. Makanya, kendati telah mempunyai MI sendiri, beberapa perusahaan asu­ ransi tetap masih mempercayakan se­ bagian dananya untuk dikelola oleh MI yang memang sudah cukup berpeng­ alaman di bidangnya. Lagi pula, setiap perusahaan asuransi sudah memiliki

divisi investasi yang keandalannya tak kalah dari MI. “Bahkan kinerjanya bisa mengalahkan beberapa MI,” ujar Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya. Kendati perusahaan asuransi tak dilarang memiliki MI sendiri, namun pemerintah sendiri telah menerbitkan berbagai aturan guna melindungi dana nasabah. Misalnya, untuk investasi reksa dana yang bisa dikelola MI diba­ tasi 15% dari total investasi. Sementara jumlah investasi sebuah perusahaan asuransi yang boleh ditempatkan di pi­ hak terafiliasi dibatasi maksimal sebe­ sar 10%. Jika aturannya sudah begitu ketat, lantas buat apa punya MI sendiri? n

«Daripada dana dikelola MI lain, lebih menguntungkan bila dikelola anak usaha sendiri. » Hendrisman Rahim Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

PT Avrist Asset Management: Tergantung kepiawaian tenaga MI dalam meracik portfolio.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

59


pasar modal IHSG

Hati-Hati Ada sinyal penguatan, tapi lemah. Pekan depan, indeks masih akan bergerak liar. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi rangga Diyarto

P

erhitungan analis be­­nar. Untuk sementara indeks harga saham gabungan akan menguat. Soalnya, setelah dihitung-hitung, dana asing yang parkir di pasar modal sudah hampir habis. Selama tiga pekan, dari 23 Mei sampai 13 Juni, modal yang ditarik asing mencapai Rp 19,65 triliun. Artinya, asing hanya menyisakan Rp 1 triliun saja. Sehingga, kondisi saat itu sudah oversold. Dan bila asing masuk, dengan sendirinya indeks akan menguat lagi. Terjadi. Pada Jumat kemarin indeks langsung menguat. Tidak tanggungtanggung IHSG naik 3,32% ke 4.760 74. Sehingga jika dibandingkan dengan penutupan sepekan sebelumnya indeks hanya melemah 104 poin. Apakah rebound ini akan berlanjut? Nanti dulu, sebab kondisi regional belum aman. Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia menyarankan agar para pemodal tidak senang terlebih dahulu dengan kenaikan IHSG. “Kalau lihat IHSG, tutup di atas resistance pertama 4.670, jelas gampang,� kata dia di Jakarta, Jumat (14/6/2013). Ukie Jaya Mahendra, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) juga berkata sama. Meski IHSG mengakhiri pekan ini dengan penguatan, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 9 triliun dalam sepekan. Akhir pekan ini pun, meski indeks naik tapi asing masih berposisi jual hingga Rp 366,3 miliar. Jadi, kenaikan IHSG dipicu oleh technical rebound. Kedua, keberanian Dewan Gubernur

60

BI untuk menaikkan suku bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi) sebesar 25 basis poin ke 4,25% dan BI rate ke 6%, dinilai pasar cukup positif. Sebab, langkah ini merupakan tindakan preventif untuk menjaga stabilitas moneter. Langkah itu, sebagai antisipasi inflasi yang akan melonjak, setelah dipastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan naik. Jadi, pasar merespons positif langkah BI sehingga saham-saham perbankan juga kembali naik. Saham-saham bluechips juga naik, dan saham-saham sektor properti yang jadi primadona untuk tahun ini juga naik. Dalam sepekan ke depan, Ukie melihat peluang arah IHSG yang sangat volatile. Arah indeks juga tergantung pada arah dari pergerakan Dow Jones Indus-

trial Average (DJIA). Sebab, kenaikan indeks akhir pekan ini pun sebenarnya juga ditopang oleh penguatan DJIA seiring positifnya data retail sales dan klaim tunjangan pengangguran AS. Dalam sepekan ke depan, IHSG akan bergerak dalam kisaran support 4.510 yang merupakan level terendah saat IHSG anjlok pada Rabu (12/6) dan resistance 4.910. Resistance tidak terlalu jauh karena kenaikan Jumat (14/6) ini sudah terlalu tinggi, di atas 3%. Yang bisa pendukung penguatan indeks sepekan ke depan adalah jika ada intervensi dari pemerintah. Misalnya dari Jamsostek, dana pensiun atau manajer-manajer investasi dari berbagai reksa dana yang dilarang menjual saham.

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


pasar modal IHSG Dari eksternal, pasar menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18-19 Juni 2013. Jika The Fed jadi mengetatkan moneternya, sebenarnya sudah terdiskon dengan pelemahan indeks belakangan ini. Sekarang tinggal dilihat pe­ ngaruhnya terhadap perekonomian dan diharapkan pengetatan itu justru berefek positif. Lihat saja, IHSG sudah melemah dari kenaikan 17% (year to date) sejak awal tahun, turun ke level saat ini +10%. Saat IHSG mencapai level terendahnya 4.510 Rabu (12/6), penguatan indeks tinggal 4,5% year to date dan rebound lagi ke +10%. Artinya, indeks kita sudah ke-

hilangan 12,5% sejak awal tahun jika dihitung dari level tertingginya tahun ini ke level terendahnya. Jadi, rebound indeks semata faktor teknikal karena pasar melihat posisi indeks sudah terlalu murah.

Harusnya Jatuh ke 4.000 Meski IHSG sudah naik tinggi, Ukie melihat peluang pada saham-saham dari sektor yang masih jadi primadona untuk 2013. Itu boleh untuk diakumulasi, seperti PT Total Bangun Persada (TOTL), PT AKR Corporindo (AKRA). AKRA mendapat sentimen positif karena sudah mendapat izin untuk menjual BBM bersubsidi dalam waktu dekat sekaligus sebagai distributor.

Di sektor properti, saham PT Alam Sutera Realty (ASRI), dan di sektor consumer goods, PT Ades Waters Indonesia (ADES) bisa akumulasi beli. Tapi, karena IHSG volatile, disarankan main cepat. Saat saham-saham tersebut mencapai resistance bisa langsung jual dulu dan beli kembali saat menembus area support. Outlook untuk IHSG hingga akhir 2013 masih tetap bullish dengan target akhir tahun di level tertinggi tahun ini 5.250. Tapi, untuk tembus level tertingginya itu sepertinya agak berat. Bisa menembus level 5.000 saja, IHSG sudah bagus dalam sisa enam bulan di 2013. Akan halnya Irwan Ibrahim, pengamat pasar modal, melihat lain. Dalam sepekan ke depan, jika mengacu pada sentimen global, IHSG berpeluang fluktuatif liar dalam kisaran yang lebar. Sebab, indeks Jumat (14/6) ini naik tajam tapi regional kenaikannya normal saja. Padahal, Nikkei sebelumnya anjlok hingga di atas 6% tapi kenaikannya 1,94%. Hanya IHSG yang naik hingga 3,3%. Dalam sepekan ke depan, support indeks berada di level 4.510 dan resistance psikologis 5.000. “Saya melihat, dalam tiga hari perdagangan terakhir, IHSG diintervensi, terutama pada Rabu (12/6) yang pada sesi dua,” kata Irwan. Padahal, bursa regional anjlok. Jumat ini pun diintervensi sehingga kenaikannya terlalu tinggi. Yang diintervensi antara lain seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), dan PT Bank Mandiri (BMRI). Fund-fund manager pemerintah yang merupakan pemegang saham besar BUMN melakukan intervensi termasuk juga fund manager dari bank-bank besar. Tanpa intervensi, seharusnya IHSG jatuh ke 4.000. Yang harus diwaspadai oleh para pelaku pasar adalah indeks Dow Jones. Jika masih bertahan di level 15.000, masih aman. Tapi, jika anjlok 200 poin ke bawah 15.000, risiko perdagangan pada IHSG juga akan tinggi dalam sepekan ke depan. Sebab, dalam sepekan ke depan, Dow Jones pun kemungkinan fluktuatif dalam kisaran lebar juga. Dari regional juga harus diperhatikan pergerakan di pasar uang. Yang bahaya, jika rupiah melemah ke atas 10.000, IHSG akan kembali babak belur. Dalam situasi ini, untuk saham-saham

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

pilihan, masuklah ke saham-saham batu bara dan energi seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bayan Resources (BYAN), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Medco Energy (MEDC), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). Sebab, saham-saham tersebut sudah turun tajam sehingga potensi turun lagi sudah terbatas. “Saya rekomendasikan long term buy saham-saham tersebut. Kalaupun turun sahamnya, tidak akan rugi banyak karena sahamnya sudah jatuh saat ini,” katanya. Untuk pemain jangka pendek, buy on weakness saham-saham itu. Di sisi lain, harga batu bara dan harga minyak menunjukkan tren naik saat ini. Harga minyak sudah beranjak ke US$ 97,86 per barel untuk West Texas Intermediate (WTI). Yang minyak brent ke US$106 per barel. Minyak terdongkrak oleh faktor hedging dan antisipasi pasar atas kenaikan suku bunga internasional. Jadi,ini saatnya masuk ke saham-saham sektor energi. Nah, selamat berinvestasi dengan tetap ekstra hati-hati. n

IHSG 7/5

4,865.32

14/6

4,760.66

DOW Jones

7/5

15,248.12

14/6

15,070.18

61


pasar modal Sektor Consumer Goods

Bagi yang punya nyali, ini saatnya membeli saham sektor konsumsi. Tapi, biar aman, lakukan secara bertahap. TEKS Ahmad Munjin foto riset

A

ksi jual oleh investor asing belum reda. Indeks harga saham gabungan pun masih menunjukkan tren menurun. Apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini? Wait and see. Menunggu harga sampai di dasar. Tapi bagi investor yang penasaran, bolehlah mulai melirik saham-saham sektor konsumsi. Terutama menjelang datangnya bulan Puasa ini. Sebab, biasanya, di saat-saat seperti ini penjualan naik tinggi. Apalagi, dari sisi fundamental, emiten yang ada di sektor ini tergolong sehat. Pada kuartal I-2013 saja berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih yang lumayan. PT Ultrajaya Milk Industry (ULTJ) misalnya, berhasil me­ ngerek labanya menjadi Rp 803 miliar. Indofood Sukses Makmur (INDF) kendati mengalami penurunan laba sebesar 11% (menjadi Rp 722 miliar), tapi tertolong oleh anak usahanya. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) berhasil mencatatkan peningkatan laba 8,9% menjadi Rp 643,8 miliar. Akan halnya Unilever Indonesia (UNVR) sebesar 23,2% dari Rp 1,2 tiliun menjadi Rp 1,4 triliun. AISA (PT Tiga Pilar Sejahtera Food) juga mencatatkan peningkatan laba bersih 38% menjadi Rp 66 miliar. Nah, kalau melihat kinerjanya yang mencorong seperti itu, �Saham-saham konsumsi bisa menjadi pilihan,� kata Tony W Setiadi, analis dari Indosurya Asset Management. Terutama menjelang Lebaran ini. Meskipun demikian, dari sisi pergerakannya setelah IHSG jatuh, saham sektor konsumsi terbilang tertunda bergerak. Setelah saham-saham sektor lain bergerak duluan, sahamsaham sektor ini mengikuti belakangan. Saat ini saham konsumsi sedang terkoreksi. Namun, belum diketahui pasti apakah koreksi yang terjadi ini sudah selesai atau belum. Jika sektor lain sudah mulai naik dan mayoritas saham menguat, maka, biasanya sektor konsumsi akan mengikutinya.

62

Meneropong Saham Konsumsi Menjelang Puasa

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


pasar modal Sektor Consumer Goods Saham-saham perbankan juga kelihatannya belum akan bangkit seiring kekhawatiran pasar atas inflasi yang ditimbulkan dari penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meskipun begitu, posisi saat ini harga sahamsaham perbankan sudah cukup menarik. Karena itu harus berpikir dua kali untuk mengakumulasi saham-saham perbankan. ”Jadi, untuk sahamsaham konsumsi,

meski kenaikannya belakangan, untuk akumulasi tidak harus berpikir dua kali seperti perbankan,” kata Tony. Tapi, pemodal tetap harus hati-hati. Sebab koreksi indeks yang terjadi saat ini belum diketahui seberapa dalam. Dengan harga saham-saham konsumsi yang ada sekarang, saham konsumsi cukup menarik, apalagi setelah mengalami kenaikan yang cukup besar sebelumnya. Untuk saham konsumsi, Tony masih menjagokan PT Unilever Indonesia (UNVR). PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP) juga masih oke. PT Mayora Indah (MYOR), PT Ultra Jaya Milk Industry (ULTJ) dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) juga bagus. “Saya belum punya target resistance untuk saham-saham tersebut karena arah IHSG belum pasti,” katanya. Tapi, kalau target harga hingga Lebaran, saham-saham tersebut bisa kembali ke level-level tertingginya dalam sejarah. Bahkan, bisa mencapai level tertinggi yang terjadi sebelum koreksi belakangan ini. UNVR juga sudah turun dalam. Ia merekomendasikan akumulasi secara bertahap, saham-saham sektor konsumsi untuk investor dengan karakter lebih moderat. Tapi, investor yang berkarakter risk taker, agresif, bisa membeli lebih banyak saham konsumsi di level-level saat ini.

Jangka Panjang Oke Dari sisi inflasi, BBM memang bakal berpengaruh negatif pada

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013

IHSG dan saham-saham konsumsi secara fundamental. Tapi, pergerakan pasar saat ini sudah mendiskon efek negatif inflasi BBM. Penggerak dominan dari IHSG adalah investor dan broker asing yang tidak suka jika ada keputusan pemerintah yang ditunda-tunda dalam hal ini penaikan harga BBM. Sementara itu, dari eksternal, pasar terimbas negatif oleh The Fed yang berencana memangkas program stimulusnya, Quantitative Easing (QE). Ini juga berpengaruh ke saham kita. Jadi, koreksi belakangan ini sudah menggambarkan faktor BBM dan QE The Fed. Namun, secara teknikal, saham-saham sektor konsumsi sebenarnya masih dalam uptrend untuk jangka panjang. Untuk jangka pendek, memang saat IHSG turun tajam, saham-saham sektor konsumsi juga ikut turun dan baru beberapa saham yang balik arah menguat. “Saya melihat, saham konsumsi yang paling bagus adalah PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP),” kata Satriawan, analis dari Mandiri Sekuritas. Tapi, jika melihat grafiknya belum pasti menunjukkan penguatan. Karena itu Satriawan merekomendasikan buy on weakness untuk ICBP. Penurunan ICBP memang sudah banyak, tapi sinyal rebound-nya belum keluar. Dalam sepekan ke depan, ICBP punya support di Rp 10.400 dan resistance Rp 12.300. Ini target untuk sepekan ke depan bukan sampai Lebaran. PT Mayora Indah (MYOR), sama seperti ICBP. Jadi, rekomendasinya buy on weakness juga dengan pergerakan antara Rp 29.500 dan Rp 33.500. PT Indofood Sukses Makmur (INDF) berhasil rebound. Saatnya membeli dengan target Rp 7.500-an dan support Rp 6.600. Rekomendasi buy juga untuk PT Unilever Indonesia (UNVR) dengan target harga resistance Rp 31.500 dan support Rp27.000. Dilihat dari posisi sekarang, saham PT Ultra Jaya Milk Industry (ULTJ) juga sudah kembali menarik perhatian di Rp 3.750 untuk beli. ULTJ punya support di Rp 3.400 dan resistance Rp 4.200. Tapi, dari sisi likuiditas, ULTJ kurang likuid karena memang bukan termasuk unggulan. PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) juga relatif sama, rekomendasi masih buy dengan support Rp 1.170 dan target rebound yang panjang di resistance Rp1.350.  Hanya saja ULTJ dan AISA merupakan pilihan kedua. n

63


pasar modal Saham Infrastruktur

TOL NUSA DUA: Ngurah Rai-Nusa Dua-Tanjung Benoa secara fisik sudah selesai 90%.

Jalan Tol Semakin Licin Dengan akan beroperasinya tiga ruas baru, tahun ini, Jasa Marga akan bertambah gemuk. CMNP sebaiknya ditunggu dulu. TEKS Ahmad Munjin foto riset

J

embatan sepanjang 12,7 kilometer itu akhirnya rampung. Rencananya PT Jasa Marga akan memanfaatkan jembatan yang melintasi laut sepanjang 10 kilometer tersebut, sebelum APEC diselenggarakan Oktober depan. “Ngurah Rai-Nusa Dua-Tanjung Benoa secara fisik sudah selesai 90%. Jadi bisa dioperasikan sebelum APEC,” kata Adityawaran, Dirut Jasa Marga. Selain ruas tersebut, di tahun ini juga Jasa Marga akan menyelesaikan ruas Semarang– Solo, JORR W3, yang melintas dari Kebon Jeruk–Ciledug–Ulujami DKI Jakarta. Semakin banyak ruas tol yang dioperasikan. Sayang, harga sahamnya sudah tinggi. Dari sisi Price to Earnings Ratio (PER), PT Jasa Marga (JSMR) 29,65 kali, lebih mahal dibandingkan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) 12,17 kali. Tapi, PER JSMR masih lebih murah dibandingkan PER industri sebesar 44,21 kali. “Secara fundamental, JSMR lebih positif. Sebab, proyeknya lebih banyak dibandingkan emiten lain,” kata Yusuf Nugraha, analis riset dari Trust Securities. Apalagi, sebagai emiten BUMN,

64

JSMR mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk pembangunan jalan tol. Sementara itu, CMNP sempat berencana mengakuisi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Tapi, belakangan direksinya mengeluarkan pernyataan, CMNP batal mengakuisi Merpati. Justru sekarang, Merpati rumornya mau diakuisisi oleh PT Garuda Indonesia (GIAA). Oleh sebab itu, untuk CMNP tidak ada sentimen fundamental yang baru. Berita terbaru dari CMNP adalah direksinya yang baru menjual saham. Itu saja sehingga pergerakan CMNP cukup minim sentimen. Dari sisi tren harga, CMNP masih mengarah ke pelemahan. Apalagi, saham-saham sektor jalan tol juga mengalami penurunan. Dalam sepekan ke depan, CMNP cenderung turun dengan support Rp 2.350 dan resistance Rp 2.800 per saham. Dari sisi indikatornya, CMNP menunjukkan pelemahan ke area oversold ( jenuh jual)-nya setelah pada 10 Juni berada di area jenuh beli (overbought). “Saya rekomendasikan buy on weakness di Rp 2.350,” katanya. Berbeda dengan JSMR yang trennya rebound sepekan ke depan dengan tar-

get support di Rp 5.750 dan resistance Rp 6.850 dan Rp 7.000 target berikutnya jika resistance ditembus. Ia merekomendasikan trading buy untuk JSMR karena sedang rebound dalam sepekan ke depan. Pendapat senada juga dikemukakan Gina Novrina Nasution, analis PT Trimegah Securities. Secara Price to Earnings Ratio (PER), CMNP lebih murah dari pada JSMR. “Tapi, saya lebih menjagokan JSMR dibandingkan CMNP. Sebab, secara teknikal, JSMR dalam posisi long term bullish,” kata Gina. Ia menarget harga Rp 7.000 dalam tiga bulan ke depan dengan support Rp 5.500 dan Rp 5.000. Apalagi, setelah JSMR mencapai level terendah Rp 5.700 sehingga memberikan ruang untuk penguatan. Jadi rekomendasinya buy on weakness untuk JSMR dengan target Rp 7.000 dalam tiga bulan ke depan. Artinya, saat JSMR melemah, itulah saat tepat untuk akumulasi beli. Saham ini cocok baik untuk trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang. Sementara itu, untuk CMNP dalam beberapa hari terakhir bergerak fluktuatif. Dari sentimen fundamental belum ada katalis baru karena batalnya pembelian PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Untuk CMNP, Gina menyarankan wait and see dulu, karena pergerakan harganya terlalu fluktuatif. Fluktuasinya besar sehingga terlalu berisiko kalau kita memaksakan masuk. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


kolom andi suruji

m

Melepas Momentum Lagi…

omentum baik menaikkan harga bahan bakar minyak yang katanya untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, rasanya sudah berlalu. Bahkan, sorotan tentang kenaikan harga seolah menjadi komoditas politik yang semakin asyik dipermainkan. Bicara soal langkah pemerintah menaikkan harga BBM, tentu saja terkait erat soal kenaikan harga kebutuhan masyarakat di pasar-pasar sekalipun. Harga sejumlah komoditas sudah lebih dulu melompat naik. Ini terjadi karena teori ekonomi memang menyebutkan adanya istilah ekspektasi inflasi (expected inflation). Jika kelak pemerintah jadi menaikkan harga BBM, sejumlah komoditas dan jasa kebutuhan sehari-hari masyarakat pasti ikut lagi naik. Daya beli masyarakat, terutama yang berpendapatan pas-pasan, pasti semakin ngos-ngosan. Nah, terkait daya beli itu, konon pemerintah akan memberikan bantuan langsung sementara kepada masyarakat miskin. Tujuannya, menurut yang punya hajat alias pemerintah, supaya masyarakat miskin itu tidak tercekik kenaikan harga. Sayangnya, bantuan langsung itu bersifat sementara, padahal dampak kenaikan harga BBM nanti pasti permanen. Oh orang miskin, nasibnya selalu dibicarakan, tetapi tak juga berubah menjadi lebih baik secara signifikan. Ya, pastilah jika begini cara pemerintah mengatasi persoalan kemiskinan. Kita tidak tahu bagaimana kesiapan distribusi bantuan langsung sementara tersebut. Pengalaman selama ini, seringkali terjadi kekisruhan, bahkan ketidakadilan dalam pelaksanaan bagi-bagi rejeki itu di lapangan. Banyak faktornya. Antara lain, keandalan data sasaran bantuan yang kacau. Akibatnya, distribusi itu banyak meleset dari sasaran. Orang yang semestinya paling berhak mendapat, justru gigit jadi. Mereka cuma mampu mengomel, tak berdaya berteriak, apalagi berkelahi untuk memperjuangkan haknya. Kesiapan infrastruktur pembatasan pemakaian bahan bakar

66

bersubsidi – karena subsidi belum tercabut sepenuhnya – belum juga kita tahu karena memang belum juga teruji. Kita bisa khawatir jika setiap saat terjadi pertengkaran di stasiun pengisian bahan bakar, antara pelayan pengisian BBM dan konsumen yang ngotot. Distribusi alokasi juga mengkhawatirkan, apakah terjamin dengan kenaikan harga BBM, kebutuhan masyarakat terpenuhi secara memadai. Tidak lagi terjadi kelangkaan pasokan dan antrean panjang yang melelahkan masyarakat. Faktor lain yang juga cukup dominan dalam penentuan harga BBM, adalah kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Maklum, Pertamina sebagai pelaksana distribusi BBM secara nasional, memerlukan dolar dalam jumlah yang sangat besar untuk mengimpor minyak mentah dan BBM. Dengan melemahnya nilai tukar rupiah, berarti semakin banyak rupiah yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan jumlah dolar yang akan dipakai membeli minyak dalam jumlah yang sama sebelumnya. Soal kurs inilah yang belakangan agak mencemaskan. Masalahnya, kurs rupiah merosot. Bahkan sempat menembus angka psikologis yang “mencemaskan” sampai Rp 10.000. Artinya, semakin jauh nilai tukar rupiah di pasar dari patokan pemerintah dalam APBN, semakin banyak pula rupiah yang harus dikuras dari APBN untuk membiayai selisih harga kurs tersebut. Sebelum kurs melemah saja, pemerintah sudah gamang menaikkan harga BBM. Apalagi belakangan ini kurs melemah, maka pemerintah harus berpikir ulang juga. Andai dari dulu harga BBM diputuskan naik, kompleksitas permasalahan atau pertimbangan tentu lebih sedikit. Bank Indonesia sudah mengintervensi pasar valuta asing. Tujuannya tentu agar nilai tukar rupiah tidak terpuruk semakin dalam, supaya tidak memberatkan masyarakat. Ada yang menilai gejolak rupiah belakangan ini hanyalah spekulasi sesaat akibat berbagai faktor eksternal di belahan lain dunia ini, seperti perkembangan di Amerika Serikat dan China, serta Eropa. Tetapi, sesungguhnya pemerintahan SBY-lah yang gemar memicu spekulasi berkepanjangan, hanya untuk satu persoalan, yakni kenaikan harga BBM. Kasihan juga kadangkadang kita melihat Presiden kita ini. Dia seolah tersandera setiap kali ada problema pelik yang dihadapinya. Janganjang­an ada persoalan berat di dalam tubuh Kabinet Indonesia Bersatu, karena para menteri yang jumlahnya tidak seberapa itu, tak pernah satu suara dalam menyikapi suatu problem, sehingga tidak pernah menjadi problem solver-nya Pak Presiden. n

inilahREVIEW 42 Tahun II | 17-23 Juni 2013


Inilahreview edisi 42 th ii full lowres  

Rapat antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Komisaris Utama PT JIExpo Murdaya Poo,soal PRJ berlangsung panas.Akankah...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you