Issuu on Google+

SISIPAN

NASIONAL : KETIKA BJB DITERJANG ISU

PROFESI : CUCI OTAK SUPAYA SEGAR

BEN KWAT MENGGANDENG INVESTOR HONG KONG

®

4-10 MARET 2013 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

Gold Winner

InilahREVIEW Meraih Gold Winner Indonesia Print Media Award (IPMA) 2013 Kategori The Best of News Politics & Business Local Magazine Pada Hari Pers Nasional 2013

27 » TAHUN II RP 20.000


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilahREVIEW

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahjabar.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com

pendiri: Muchlis Hasyim Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: andi suruji wakil Pemimpin Redaksi: Bambang Aji setiady Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana,

sisipan

nasional : KetiKa BJB DiterJang isu

profesi : CuCi otaK supaya segar

Ben Kwat Menggandeng investor Hong Kong

latihono sujantyo

ÂŽ

Redaktur senior: budi kusumah Redaktur: Derek Manangka,

4-10 Maret 2013 MajaLaH eKONOMI & BISNIS

Stabilisasi Harga Kedelai

gold winner

inilahreview Meraih gold winner indonesia print Media award (ipMa) 2013 Kategori the Best of news politics & Business Local Magazine pada Hari pers nasional 2013

Sigas, Setiyadi, Iwan purwantono, kukuh bhimo nugroho,

saya sangat setuju dengan langkah Kementerian Perdagangan yang akan melakukan sejumlah langkah untuk menekan harga bawang putih yang meroket. Harga komoditas ini meroket enam kali lipat beberapa bulan terakhir. Impor bawang putih memang sangat tinggi. Solusi jangka panjangnya memang harus menaikkan produksi nasional. Salah satu cara yang akan dilakukan, adalah perluasan lahan untuk menambah produksi bawang putih secara nasional. Selama ini, petani masih enggan menanam bawang putih karena memang komoditas ini rawan terhadap cuaca ekstrem. Masalahnya juga, perluasan lahan bawang putih bukan domain Kementerian Perdagangan. Seharusnya kementerian terkait dapat segara memberikan solusinya, untuk dapat menekan harga bawang putih di pasaran. Seharusnya harga normal bawang putih berkisar antara Rp 12.000-Rp14.000/ kg. Saat ini harga bawang putih sudah di atas harga wajar, karena sudah mencapai lebih dari Rp 24.000/kg. Permainan harga bawang putih terjadi, karena Indonesia masih mengimpor bawang putih dalam jumlah yang besar. Antara lain dari China dan Thailand, hingga mencapai 60% dari kebutuhan. Ini sangat ironis karena apabila mengimpor terus maka petani pasti merugi dan hanya importir yang menikmati kenaikan harga tersebut. Melalui media ini saya menyerukan kepada pemerintah untuk segera membuat harga bawang putih jadi wajar.

ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi dalam negeri membuat impor kedelai menjadi sangat tinggi. Seperti diketahui kebutuhan kedelai di Indonesia cukup banyak, pasalnya kedelai merupakan bahan utama untuk membuat tempe tahu, makanan yang sudah merakyat di negeri ini. Oleh karena itu, saya amat mendukung apapun upaya pemerintah untuk menurukan harga kedelai. Apakah itu berbentuk kebijakan tata niaga kedelai atupun meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Pemerintah berharap, ke depan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sendiri oleh petani dalam negeri. Untuk itu harus adanya kebijakan agar produksi nasional bisa jauh lebih tinggi. Ini bukan anti impor, karena kalau terus menerus tergantung impor maka akan sangat rawan terhadap instabilitas harga di luar negeri. Saya mendukung upaya pemerintah itu, apalagi bila itu dapat diimplementasikan dengan segera bukan hanya janji manis semata apalagi hanya berupa statement penghias surat kabar Saya menyadari sudah ada upaya dari pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai. Namun, kebijakan itu terkesan hanya jangka pendek. Artinya masih sangat tinggi risiko timbulnya gejolak harga kedelai. Seperti beberapa waktu yang lalu, pemerintah meluncurkan program stabilisasi harga kedelai. Guna menyikapi hal tersebut, maka dikeluarkan kebijakan stabilisasi harga kedelai melalui penetapan harga pembelian pemerintah. Kebijakan itu tinggal menunggu peraturan presiden (Perpres) sebagai payung hukum. Penetapan harga pokok produksi (HPP) kedelai diharapkan mampu meredam harga yang sampai saat ini masih bertahan tinggi. Pemerintah akan menetapkan dua HPP, yakni HPP pembelian dan HPP penjualan. Dalam hal stabilisasi harga kedelai ini, Bulog secara resmi akan ditunjuk Pemerintah sebagai pengendali harga. Tinggal ditunggu saja praktiknya di lapangan, apakah kebijakan tersebut benar-benar efektif untuk menstabilkan harga kedelai.

sebagai ibu rumah tangga saya sangat prihatin dengan masih tingginya harga daging di pasaran. Tak terbayang bila masalah ini tidak segera diatasi maka pada saat bulan Ramadan nanti tentu harganya akan lebih melambung lagi. Dengan harga daging saat ini saja, kami para ibu rumah tangga harus berusaha keras memutar otak untuk mencukupi gizi keluarga, dengan mencoba mengkombinasikan sumber protein lain. Sebenarnya keluhan kami, hampir sama dengan keluahan para pedagang UKM, seperti para pedagang bakso yang kebingungan menyikapi tingginya harga daging. Harga daging sapi saat ini masih berada di kisaran harga Rp 90 ribu hingga Rp 95 ribu per kilogram. Guna menurunkan harga daging sapi ini, kabarnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memberi usul untuk mengganti mekanisme tender impor daging sapi dengan cara lelang. Cara itu dipercaya bisa menghindari terjadinya kasus suap impor daging sapi. Selain itu, harga daging sapi juga bisa menjadi lebih murah. Menurut Pak Menteri mekanisme lelang sudah terbukti efektif dalam mentransparansi impor, serta menekan harga daging sapi. Saya sangat setuju dengan sistem ini semoga dapat segara menstabilkan harga daging.

kaifa caroko Bogor, Jawa Barat

Sujadiono Kemayoran, Jakarta

R. Handayani Pamulang, Tangerang Selatan

27 Âť taHun ii rp 20.000

Cover: rangga diyarto

Harga Bawang Putih Tidak Wajar

4

reporter: Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu redaktur foto: dahlan rebo pahing Fotografer: wirasatria, asep rochyadi REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, Ramawijaya, ade moh sofyan RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b sekretaris redaksi: dwiyacita listosari

unit usaha pjs pemimpin perusahaan: fahmi alamsyah general manager: Sjarifuddin Manager keuangan: fahmi alamsyah manager iklan: alvin alverdian account executive: selvi (avi), AIDA iryani sirkulasi: herry chatib tata usaha: nonon primayani putri, penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. sungai sambas vi/12, kebayoran baru-jakarta selatan 12130, tel 021 72787313, 72787316, fax. 021 7210976 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: Three mandiri (3M)

SuratMingguini Kapan Harga Daging Turun

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


CONTENTREVIEW

LaporanUtama Di Balik Pencalonan Agus Marto

Pencalonan Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia telah melahirkan isu macam-macam. Ada nuansa politik dan hukum.

18 | nasional Ketika BJB Diterjang Isu Heboh tudingan seputar kredit yang disalurkan BJB terjawab sudah. Pasar menganggap, itu hanya isu miring yang sengaja dihembuskan untuk kepentingan politik.

50 |

profil Erwin Aksa Sukses Mengubah Budaya Bosowa Dengan gaya kepemimpinan yang berbeda dari sang ayah, ia dianggap berhasil mentransformasi Bosowa menjadi perusahaan besar.

31 | sisipan Ben Kwat Menggandeng Investor Hong Kong Jamu Air Mancur diakuisisi investor asal Hong Kong. Inilah salah satu strategi bertahan dari gempuran obat kimia dan persaingan yang semakin ketat.

22 | Bisnis Sepekan l Dana Koperasi Tidak Bergulir l Kinerja BTN Makin Kinclong l Ada Mitsui di Tanjung Priok 40 | profesi Cuci Otak Supaya Segar Dokter Terawan berhasil menyembuhkan penyakit stroke dengan metode cuci otak berbasis radiologi intervensi. Di Indonesia, baru dia yang punya keahlian ini.

24 | bisnis VW Kembali ke Khitah VW akan memproduksi mobil murah di Indonesia. Ia akan bersaing dengan Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Datsun dari Nissan.

4 | MailBox 8 | Editorial Serakah 44 | Internasional India Kalang Kabut 52 | Hukum Emas Tak Seindah Warnanya 56 | Keuangan dan Perbankan Laris, Tapi Tidak Dijamin 60 | Pasar Modal Setelah Indeks Menyundul Langit 66 | Kolom Menyetel Titik Fokus 38 | Figur Madonna Terkaya 2012 Tua-tua keladi, makin tua bayaran makin tinggi. Pepatah itu agaknya pas disematkan buat Madonna (54). Bagaimana tidak? Menurut Billboard, artis kelahiran Michigan, AS, pada 16 Agustus 1958 itu, sepanjang tahun 2012 sukses menjadi musisi dengan bayaran tertinggi, sekitar US$ 34,6 juta atau Rp 328,7 miliar.


FOTO riset

V V

Nazar, Ibas dan Gebrak Meja SBY

FOTO agus p

V V

Istana Minta Anas Tutup Mulut langkah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang mulai menyeret Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam kasus Hambalang mendapat respons dari Sekretaris Kabinet. Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam meminta Anas bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. “Oleh karena itu saya mengajak Bung Anas datang ngomong baik-baik. Saya kenal Pak SBY, Bung Anas juga kenal Pak SBY,” kata Dipo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2/2013). n

FOTO riset

V V

Minyak Asia Positif Terbantu Pelemahan Dolar AS minyak mentah Asia pada perdagangan Rabu (27/2/2013) positif cenderung stagnan. Hal ini merespons pelemahan dolar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman April naik tipis 4 sen menjadi US$92,67 per barel. Untuk minyak jenis Brent turun 0,1% ke US$112,5 per barel di London. Data persediaan minyak mentah AS naik dari 904.000 barel. “Kami masih mengharapkan stok minyak mentah AS akan lebih tinggi sampai April dan Mei,” kata Timoty Evans dari Citi Futures dengan mengutip Marketwatch.com. n

Bakso Kuda Tersebar di 14 Negara Eropa

FOTO riset

V V 6

kenapa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum selalu menyebut nama Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin ketika menyinggung dugaan keterlibatan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam kasus Hambalang? Salah satu alasannya adalah Amir ikut dalam rapat Dewan Kehormatan yang digelar pada Mei 2011. Di rapat itulah Nazar meminta tidak dijadikan korban dalam kasus wisma atlet SEA Games. Bahkan, ia menggertak dan mengancam SBY terkait kasus korupsi yang menyangkut elite partai, nama Ibas disebut menerima uang. n

jaringan supermarket asal Swiss, Ikea, menarik produk bakso yang diduga mengandung daging kuda, dari 14 negara Eropa. Ikea menarik bakso yang seharusnya 100% daging sapi itu dari rak mereka di 14 negara Eropa, tempat Ikea membuka cabangnya. Hal ini dilakukan setelah konfirmasi aparat Republik Ceko, bahwa produk tersebut mengandung jejak DNA kuda. “Kami menangani hal ini dengan amat serius, dan telah menarik produk tersebut,” demikian Ikea. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


iklan iklan.indd 7

6/2/2012 10:41:02 PM


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: ireview.redaksi@gmail.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

j

Serakah

agat, investasi, pekan lalu, kembali dikejutkan oleh munculnya berita tentang Raihan Jewellery dan PT Golden Traders Indonesia Syariah. Dua perusahaan investasi ini menjadi topik hangat di berbagai kalangan lantaran berhasil menggaet uang milik ribuan nasabah hingga senilai Rp 23,5 triliun. Yang membikin heboh, mudah ditebak, dana segede gajah bengkak itu tak jelas rimbanya. Pengelolanya pun sudah menghilang, entah kemana. Betul, Raihan dan Golden memang penyelenggara investasi yang tidak jelas. Paling tidak, kalau pun dijelaskan, sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Misalnya, investor tidak akan tahu secara persis, ditanamkan di mana saja uang yang mereka setorkan. Dan berapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan. Mereka hanya terpaku pada keterangan petugas perusahaan itu, yang menjanjikan tentang adanya keuntungan besar yang bisa mencapai hingga 5,5% per bulan. Begitulah, sifat serakah kerap membuat akal sehat tak lagi bekerja. Padahal, tipu muslihat seperti itu sudah puluhan kali terjadi. Modusnya pun tak jauh

8

berbeda, iming-iming imbal hasil yang menggiurkan. Tapi, sekali lagi, karena serakah orang jadi gampang dikelabui. Coba, di zaman sekarang, ketika bunga deposito berkutat di kisaran 4,5%-5,5% per tahun, investasi apa yang—dengan ongkang-ongkang kaki—bisa mendatangkan penghasilan tetap sebesar itu dalam sebulan? Jawabnya, memang, ada. Tapi dengan catatan harus dikejar dengan kerja ekstra keras dan ekstra hati-hati. Misalnya dengan cara jual-beli saham. Seorang analis senior di pasar modal, pernah mengajarkan cara menjadi kaya melalui bursa efek. “Anda bisa mendapat keuntungan minimal 200% setahun,” katanya. Caranya, sederhana. Selain modal uang dan ilmu dasar bermain saham, investor harus mempunyai disiplin yang tinggi. Pertama, pilihlah saham yang akan dijadikan tunggangan dalam mendulang gain (tentu harus saham unggulan yang likuid dan harganya tak gampang terperosok). Setelah itu, tetapkan target beli dan jual. Dengan mematok imbal balik bersih 1% sehari, dijamin dalam setahun sang investor bisa mengeruk untung—ya itu tadi—minimal 200% setahun. “Tidak sulit, sebab banyak saham bagus yang harganya selalu naik-turun antara 2% hingga 3% sehari,”kata sang analis meyakinkan. Di luar urusan teknis, ada satu faktor lain yang harus dihindari oleh investor di mana pun dia berada, yakni sifat serakah. Syarat yang satu ini mutlak dimiliki oleh setiap investor. Bahkan Peter Spann, lelaki miskin yang kemudian menjadi miliarder Australia, secara khusus memberi sinyal tentang besarnya bahaya dari sifat serakah. Pasar saham, kata Spann, merupakan guru yang dingin, keras, lincah sekaligus kejam. Sehingga, setiap ketamakan akan dengan cepat terkoreksi oleh kerugian. Apa yang dituturkan analis dan juga Spann, sebenarnya, bukan barang baru. Itu merupakan ujar-ujar kuno yang sudah dikumandangkan sejak ribuan tahun lalu. Akibat dari keserakahan ini juga dengan mudah ditemui di hampir seluruh penjuru dunia. Tapi, ya itu tadi, nasihat tinggal nasihat. Tak banyak manusia yang mau dengan sungguh-sungguh menendang sifat serakahnya. Sifat ini tetap menjadi belahan jiwa banyak umat manusia. Imam Baqir, yang hidup di abad ke tujuh, pernah mengulas ihwal sifat buruk dari mahluk Tuhan yang paling mulia ini. Kata dia, keserakahan timbul akibat kecintaan terhadap dunia yang berlebihan. Dan sifat inilah yang kerap mencelakakan hidup manusia. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


Di Balik Pencalonan Agus Marto

Pencalonan Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia telah melahirkan isu macam-macam. Ada nuansa politik dan hukum. TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, Vinsensius Segu, Emanuel Kure, Mahbub Junaedi, dan Rangga Lesmana Foto Wirasatria, riset ilustrasi Agus Sukoyo Infografis Yayan Taryana

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

9


S

osok Menteri Keuangan Agus Dermawan Wintarto Martowardojo kembali menjadi magnet yang menarik perhatian banyak orang. Hampir sepuluh hari ini, namanya menjadi pusat pembicaraan, baik di kalangan bankir, ekonom, maupun para politisi. Itu tak lain, karena ia dicalonkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Darmin Nasution yang akan habis masa jabatannya pada 22 Mei 2013. Digesernya kursi Agus dari menteri keuangan untuk menjadi calon Gubernur BI, tentu saja mengagetkan banyak kalangan. Ada apa tiba-tiba saja SBY mengutak-atik dua jabatan amat strategis yang selama ini telah mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional? “Awalnya kami mengira bahwa skenario terbaik adalah tetap menjaga kedua pejabat di posisinya. Dan, tidak ada urgensi ekonomi memindahkan Menteri Agus dari jabatannya,” kata Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Danamon, dalam rilis yang dikirim kepada InilahREVIEW. Menurut Anton, Presiden SBY telah ‘menggoyang perahu yang sedang berlayar lancar’. Langkahnya ini, lanjut Anton, bisa berakibat ketidakpastian pada kebijakan ekonomi makro, mo-

10

neter, fiskal, dan keuangan. “Ini bisa membahayakan jalannya reformasi ekonomi di Kementerian Keuangan dan BI. Ini benarbenar disayangkan,” ujarnya. Memang, keputusan SBY kali ini telah membuat publik terusik. Mereka ingin tahu, ada apa di balik keputusan ini? Apalagi, pengumuman nama Agus Marto—demikian Agus Martowardojo biasa dipanggil—sebagai calon Gubernur BI baru disampaikan SBY dua jam sebelum batas waktu penyerahan ke Komisi XI DPR, Jumat malam tanggal 22 Februari lalu. Padahal, beberapa hari sebelum batas waktu penyerahan, nama Agus sama sekali tidak ada dalam bursa pengganti Darmin. Nama-nama yang beredar adalah Halim Alamsyah (Deputi Gubernur BI), Raden Pardede (ekonom), Mahendra Siregar (Wakil Menteri Keuangan), Bambang Brodjonegoro (Plt Kepala Badan Fiskal, Kementerian Keuangan), Fuad Rahmany (Dirjen Pajak), dan Darmin Nasution. Bahkan, sejak pagi hingga petang tanggal 22 Februari itu, nama Darmin masih tetap dijagokan sebagai sosok yang paling pas menduduki kembali kursi Gubernur BI. Wartawan InilahREVIEW yang berjaga bersama beberapa anggota Komisi XI DPR hingga pukul 21.00 WIB malam itu, masih memperoleh kabar kalau nama Darmin tidak bergeser. Tapi, pukul 22.00 WIB semuanya berubah. Presiden SBY ter-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


“Ini bisa membahayakan jalannya reformasi ekonomi di Kementerian Keuangan dan BI. Ini benar-benar disayangkan.” Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Danamon. nyata menunjuk nama Agus sebagai calon tunggal Gubernur BI. Menurut Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Firmanzah, ada empat alasan SBY mengusulkan nama Agus Marto. Pertama, Agus memiliki pengalaman yang baik di bidang keuangan dan perbankan. Kedua, Agus berhasil mengawal fiskal. Ketiga, Agus mampu bekerja sama dengan lembaga di luar Kementerian Keuangan, termasuk dengan anggota forum stabilitas sistem keuangan, seperti Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, dan BI. Keempat, Agus memiliki profesionalisme, kredibilitas, dan integritas yang baik.

Faktor Politik Benar? Entahlah. Memang, penunjukan Agus sebagai calon tunggal Gubernur BI telah melahirkan banyak pandangan, termasuk selentingan yang menyebutkan bahwa Agus dipilih karena ada tujuan politik tertentu. Apalagi, umur kabinet hanya

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

tinggal 1,5 tahun lagi. Banyak kalangan berpendapat, pilihan terbaik menjelang Pemilu 2014 adalah menjaga stabilitas ekonomi. Artinya, kata mereka, jabatan menteri keuangan dan Gubernur BI yang amat strategis lebih baik dipertahankan dalam status quo. Apalagi, tantangan ekonomi tahun 2013 berat, setelah neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan tahun 2012 mengalami defisit. Menurut ekonom Sustainable Development Indonesia, Dradjad Hari Wibowo, Agus sudah lama ingin digeser dari jabatan menteri keuangan. Alasannya, sesama anggota kabinet, DPR, dan beberapa pengusaha, Agus dianggap terlalu ketat dalam hal penggunaan anggaran. Apakah ini yang menjadi pertimbangan Presiden SBY menempatkan Agus ke BI? “Saya tidak tahu,” kata Dradjad.

Hambalang dan Century Memang, semuanya masih berupa dugaan. Anehnya, beredar pula isu bahwa digesernya Agus dari jabatan menteri keuangan untuk mengamankan yang bersangkutan dari bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Maklum, nama Agus muncul terkait dugaan korupsi proyek kompleks olahraga Hambalang. Asal tahu saja, Agus pernah dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus ini. Agus sendiri menyatakan tak ada tekanan politik tertentu terkait penunjukannya sebagai calon Gubernur BI yang diusulkan Presiden SBY. Ia malah merasa terhormat. “Saya merasa terhormat terpilih. Saya akan menindaklanjuti hal itu dengan menyiapkan diri menghadapi uji kelayakan dan kepatutan di

11


Benarkah? Namanya juga rumor, yang kebenarannya masih perlu dibuktikan. “Yang pasti pengajuan nama Agus Martowardojo dengan pertimbangan matang,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa pekan lalu. Chatib Basri yang ditemui pada acara The Economist Conferences Indonesian Summit 2013 di Jakarta, Kamis pekan lalu, hanya tertawa mendengar ia akan dicalonkan sebagai Menkeu. “Ha-ha-ha..., itu isu dari mana? Saya justru baru dengar. Tapi, itu enggak benar,” ujar Chatib kepada InilahREVIEW.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Martowardojo

parlemen,” kata Agus seusai menjadi pembicara dalam The Economist Conferences Indonesian Summit 2013 di Jakarta, Kamis pekan lalu. Betul? Sekali lagi, entahlah. Soalnya, isu di balik penunjukan Agus sebagai calon Gubernur BI terus saja bergulir. Ada yang menyebutkan, ini terkait dengan kasus dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Maklum, beberapa hari belakangan ini KPK kembali aktif menelusuri kasus Bank Century setelah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berniat membongkarnya. Bahkan, KPK akan berangkat ke Amerika Serikat untuk memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang diduga tahu banyak mengenai pengucuran dana ini. Dari sini kemudian muncul rumor bahwa ada kemungkinan dalam waktu dekat ini KPK akan menetapkan Wakil Presiden (Wapres) Boediono sebagai tersangka kasus Bank Century. Penetapan ini, menurut rumor yang berkembang di masyarakat, akan membuat Boediono mundur sebagai Wapres. Sebagai kompensasi mundurnya Boediono, masih kata rumor tadi, SBY akan menunjuk menteri keuangan (Menkeu) yang diendors Boediono. Calon Menkeu yang dimaksud adalah Chatib Basri yang saat ini menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Untuk mengamankan agar kasus Bank Century tidak berkembang luas, Agus pun diusulkan menjadi Gubernur BI. Agus, kata rumor tadi, diharapkan mampu mengamankan bukti-bukti aliran dana Bank Century yang tercatat di BI. Dengan cara ini, bola liar kasus Bank Century bisa dicegah.

12

Peta di Komisi XI Yang jelas, kini nama Agus sebagai calon Gubernur BI sedang dibahas di Badan Musyawarah DPR. Selesai dari sini, Komisi XI akan menerima nama Agus. Diperkirakan, sekitar pertengahan bulan Maret atau awal April, Agus akan menjalani fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan). Di sesi inilah diperkirakan ‘pertarungan’ antar-fraksi di Komisi XI akan berlangsung seru. Pasalnya, Agus pernah ditolak saat dicalonkan sebagai Gubernur BI pada 2008 lalu. Saat itu, dari 50 anggota Komisi XI, hanya 21 suara yang mendukung Agus, sementara 29 suara lainnya menolak. Yang mendukung Agus adalah Fraksi Partai Demokrat, PAN, dan Fraksi PDS. Ketika itu yang terpilih menjadi Gubernur BI adalah Boediono. Lantas, bagaimana peluang Agus pada pencalonan kedua nanti? Fraksi Partai Demokrat sendiri jelas mendukung Agus. Dua anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat, Andi Rachmat dan Andi Timo Pangerang berharap semua anggota Komisi XI mendukung Agus. “Sehingga tidak perlu voting,” kata Andi Rachmat kepada InilahREVIEW. Fraksi PDI Perjuangan sendiri belum menentukan sikap. “Kami akan lihat dulu fit and proper test. Setelah itu baru kami menentukan sikap,” kata Maruarar Sirait, anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan. Hal yang sama ditunjukkan Fraksi Partai Golkar. Namun, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengatakan, peluang Agus untuk lolos menjadi Gubernur BI sangat kecil. “Berdasarkan berbagai pandangan yang saya himpun dari bebagai fraksi secara informal, saya melihat bahwa masih ada peluang. Namun tak terlampau mudah,” kata Priyo. Itukah pertanda Golkar akan menolak Agus? Entahlah. Kalau melihat komposisi di Komisi XI, Golkar memiliki 10 anggota. Di atasnya, Demokrat dengan jumlah anggota 13 orang. Sementara PDI Perjuangan, PKS, dan PAN masing-masing punya 8, 5, serta 4 anggota. Di bawahnya baru PKB, PPP, Hanura, dan Gerindra yang masing-masing memiliki 2 anggota. Menurut Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Aziz, Demokrat membutuhkan 25 suara dari 48 anggota Komisi XI untuk bisa meloloskan Agus menjadi Gubernur BI. Tentu saja, untuk meraih suara sebesar itu bukan perkara mudah. Memang, Demokrat bakal didukung PAN dan PKB. Tapi, kalau dijumlah suaranya hanya 19. Taruhlah, PPP ikut bergabung. Ini pun baru 21 suara. Demokrat memang berharap dari Golkar dan PKS, dua partai lain yang menjadi anggota koalisi pendukung pemerintahan SBYBoediono. Namun, bisakah Demokrat merayu Golkar dan PKS, yang selama ini punya hubungan tak harmonis? n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


Agus Martowardojo

Saat Itu Saya Belum Berhasil Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencalonkan Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia menggantikan Darmin Nasution, banyak orang yang kaget. Kenapa pilihan jatuh ke Agus? Demikian mereka bertanya. Yang jelas, Presiden SBY pasti punya pertimbangan sendiri saat memilih Agus. Lantas, bagaimana dengan Agus sendiri? Berikut ini petikan wawancara wartawan dengan Agus Martowardojo usai mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan konsultasi dengan pimpinan DPR RI di Istana Negara, Jakarta, Senin pekan lalu.

Soal pencalonan Anda sebagai Gubernur BI?

Saya mendapatkan permintaan Pak Presiden untuk dicalonkan sebagai Gubernur BI. Tentu dalam menanggapi itu, saya menyampaikan bahwa apabila ini tugas negara, saya sedapat mungkin akan menjalankan. Tapi, ini kan harus melalui proses yang disetujui DPR. Jadi, saya mempersiapkan diri untuk menjalankan fit and proper test.

juga mendapatkan tugas sebagai calon gubernur. Pada saat itu, saya juga meyakini sudah memberikan yang terbaik, tapi mayoritas lebih memilih lain. Pada saat itu saya dan Pak Raden Pardede tidak terpilih. Kelihatannya pada saat itu DPR lebih tidak memilih dua-duanya. Jadi, saya anggap pada saat itu belum berhasil. Sekarang, saya mendapatkan kepercayaan Presiden untuk jadi Gubernur BI, tentu akan saya jalankan sebaik-baiknya. Selebihnya, merupakan kewenangan DPR untuk menyetujui atau tidak menyetujui.

Secara politik, apakah tahun ini Anda merasa dukungan dari DPR lebih besar?

Saya coba dengan baik, selebihnya proses yang harus dijalani. Bahwa DPR itu lembaga politik, itu saya pahami. Tetapi kita kan berorientasi pada fungsi otoritas moneter agar dapat berjalan

dengan baik, bukan hanya independen, tapi harmonis dengan otoritas fiskal dan Indonesia.

Kebijakan di BI yang akan diusung?

Secara umum tentu saya melihat bahwa di BI saya akan melanjutkan apa yang sudah baik. Tapi, saya melihat bahwa yang utama adalah pengendalian inflasi. Dan, yang juga utama terus menjaga kesehatan moneter kita dengan melakukan harmonisasi kerja dengan fiskal yang baik, sehingga tercipta stabilitas sistem keuangan. Adapun yang lain adalah mempersiapkan pengalihan fungsi pengawasan bank komersial ke OJK, meyakinkan peran otoritas moneter Indonesia di forum internasional tetap terjaga, meyakini bahwa sistem pembayaran nasional itu bisa efisien dan efektif dan juga melanjutkan reformasi yang selama ini dijalankan di BI. Tentu di area tersebut kalau ditanya kami akan jelaskan.

Mengenai aturan kepemilikan perbankan?

Itu saya rasa bagian dari melanjutkan reformasi dan dengan sendirinya menjaga otoritas BI. n

Jabatan Menkeu masih melekat saat pencalonan, apakah tidak menganggu tugas sebagai Menkeu?

Pada saat saya menyiapkan itu (fit and proper test), saya masih memperoleh penugasan sebagai menteri keuangan. Jadi, kami ingin menyampaikan bahwa di saat seperti ini, fokus pemerintah dan BI tentu bagaimana menjaga stabilitas sistem keamanan. Jadi, penugasan ini saya terima dengan baik dan coba melakukan dengan baik fit and proper test di DPR. Kita harapkan hasil yang baik.

Anda pernah gagal dalam fit and proper test oleh DPR pada bursa Gubernur BI 2008. Untuk yang sekarang, apakah ada persiapan khusus? Memang kalau saya di 2008 pernah

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

13


Kontroversi Seorang Agus Agus dikenal sebagai tokoh yang cukup keras. Ia dinilai kaku, kurang kooperatif, dan sering berselisih dengan anggota DPR. TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, dan Chrissen DM Foto Ardhy Fernando

A

gus Dermawan Wintarto Martowardojo dikenal sebagai bankir bertangan dingin. Kesuksesannya menakhodai Bank Mandiri dan menekan pinjaman luar negeri, membuat majalah keuangan internasional, The Banker, menobatkan Agus sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik 2011. Perjalanan kariernya di sektor perbankan cukup panjang. Ayah dua anak kelahiran Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956, ini pernah ikut membidani kelahiran Bank Mandiri melalui merger Bank Eksim, Bank Dagang Negara, Bapindo dan Bank Bumi Daya pada Juni 1999. Pada 31 Oktober 2002 hingga tahun 2005, Agus menjabat sebagai Direktur Utama Bank Permata. Selesai bertugas di bank tersebut, Agus diberi kepercayaan untuk memimpin Bank Mandiri selama periode 2005 sampai 2010. Tahun 2010 ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai menteri keuangan. Agus dikenal sebagai tokoh yang cukup keras. Ia dinilai kaku, Hary Tanoesoedibjo kurang kooperatif, dan sering berselisih dengan anggota DPR.

14

Soal Agus kaku membangun komunikasi politik dengan anggota DPR, bukan cerita baru. “Tapi kita maklumi, karena itu sudah karakter dan bawaan lahir. Ha-ha-ha...,� ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Aziz, beberapa waktu lalu. Itulah kenapa, banyak langkahnya sering dianggap kontroversial. Misalnya, soal pembelian sisa divestasi 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) tanpa persetujuan DPR. Sebaliknya, DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan bahwa pemerintah harus mendapat persetujuan Dewan terlebih dahulu sebelum melakukan penyertaan modal. Kisruh ini sempat dibawa ke meja Mahkamah Konstitusi (MK). Sialnya, gugatan pemerintah kalah di MK. MK beralasan, dana yang digunakan untuk membeli saham Newmont merupakan dana negara yang penggunaannya harus atas persetujuan DPR. Meski dibeli melalui Pusat Investasi Pemerintah, anggaran itu tetap harus dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Harry Azhar Aziz, kekalahan itu memperlihatkan Menkeu Agus Martowardojo tak mengerti tata negara.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


Di UU Keuangan Negara, pengguna anggaran yang bertanggung jawab atas perencanaan anggaran, penggunaan, sampai pertanggungjawaban dan pelaporan. garkan sebesar Rp 2,5 triliun dengan menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears itu. Saat itu, kata Agus, dirinya baru diberikan kepercayaan oleh Presiden SBY untuk menjabat sebagai menteri keuangan, pada pertengahan tahun 2010. Sementara, proyek Hambalang sudah berjalan sejak akhir tahun 2009. Agus juga menjelaskan, sesuai UU Keuangan Negara yang tahu soal anggaran adalah pengguna anggaran, yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Di UU Keuangan Negara, pengguna anggaran yang bertanggung jawab atas perencanaan anggaran, penggunaan, sampai pertanggungjawaban dan pelaporan,” katanya. Apapun itu, memang banyak langkah kontroversial yang dilakukan Agus. Entahlah, kalau nanti menjadi Gubernur Bank Indonesia. n

JSS, Lalu Hambalang Langkah kontroversial lain dari Agus adalah soal proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Ia, misalnya, meminta agar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) direvisi. Pertama, ada pemisahan antara pengembangan kawasan dengan pembangunan jembatan. Kedua, agar studi kelayakan dibiayai melalui APBN. Setelah itu, proyek JSS akan ditenderkan. Siapa pun yang memenangkan tender akan mengembalikan dana APBN yang telah dikeluarkan. Dua usulan Agus ini ditolak Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Sebab, Perpres menyebutkan, KSISS adalah kawasan terpadu. Kemudian mengenai dana studi kelayakan yang diambil dari APBN, ini bertentangan dengan Perpres. Sebab Perpres mengatakan, tidak memakai dana APBN. “Jadi tidak diperlukan perubahan Perpres,” kata Hatta. Kini, yang menjadi sorotan publik adalah dugaan keterlibatan Agus dalam korupsi proyek kompleks olahraga Hambalang. Rizal Mallarangeng, adik kandung Andi Mallarangeng, menuding Agus punya peran besar dalam kasus ini. Rizal mengatakan, pembangunan kompleks olahraga Hambalang adalah proyek dengan anggaran multiyears. Pencairan dana untuk proyek itu, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 tahun 2010, harus ditandatangani oleh menteri terkait. Menteri Dalam proyek ini adalah Menteri PU Joko Kirmanto dan Menpora Andi Mallarangeng. “Tetapi kedua menteri tidak tanda tangan, tetapi tetap saja air bah dana Hambalang turun. Seandainya pintu air tidak dibuka oleh Menteri Keuangan, tentu tidak ada skandal Hambalang,” kata Rizal. Namun, Agus membantah terlibat dalam proyek yang diang-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Langkah Ziz-zag Sang Bankir l Tahun 2006, saat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri, Agus Martowardojo mengumumkan 30 debitor yang menunggak kredit Bank Mandiri l Mei 2011, kisruh dengan Komisi XI DPR saat membahas RUU Mata Uang. Yang menjadi pokok masalah keinginan Menteri Keuangan Agus Martowardojo ikut menandatangani uang l Mei 2011, Agus ngotot membeli sisa saham PT Newmont Nusa Tenggara. Komisi XI DPR menolak karena menilai Agus melanggar UU tentang Perbendaharaan Negara dan UU tentang Keuangan Negara. l Oktober 2011, Agus bersitegang dengan Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Markus Mekeng saat membahas kuota bahan bakar minyak bersubsidi dalam APBN 2012. “Saya mohon pimpinan rapat diganti ke pimpinan lain,” kata Agus. l Oktober 2011, Agus mengusulkan revisi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda. Usulan Agus langsung ditanggapi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. “Tidak perlu ada perubahan peraturan,” Hashim Djojohadikusumo ujarnya. n

15


Darmin Masih Dijagokan Sosok Darmin Nasution masih tetap dianggap pas menduduki kembali kursi Gubernur BI. Prestasinya terbilang bagus. TEKS Emanuel Kure dan Vinsensius Segu Foto Wirasatria, Riset

M

asa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) memang akan berakhir pada 22 Mei nanti. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun telah menyerahkan calon pengganti Darmin ke Komisi XI DPR, yakni Agus Martowardojo, yang saat ini masih menjabat menteri keuangan. Samin Tan saja, banyak spekulasi beredar bagaimana seandainya Hanya

16

Komisi XI DPR menolak pencalonan Agus? Maklum, Agus pernah gagal dalam fit and proper test untuk posisi yang sama pada 2008. Kalau ditolak, jelas Presiden SBY akan mengajukan nama calon lain. Siapa? Inilah yang jadi soal. Di Istana sempat beredar beberapa nama yang dijagokan sebagai Gubernur BI. Mereka adalah Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dan Hartadi Sarwono, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, dan Dirjen Pajak Fuad Rahmany, termasuk nama Darmin. Bahkan, nama Darmin yang paling sering disebut untuk menduduki kembali kursi Gubernur BI. Sosok Darmin memang berpeluang menduduki kembali kursi Gubernur BI, karena masih ada satu periode lagi untuk menjabat bagi dirinya. Ada beberapa kebijakan Darmin yang dinilai sukses. Misalnya, semangatnya menjalankan program mendomestikan perbankan. “Ini baru dilakukan oleh Darmin dibanding gubernur-gubernur sebelumnya,” ujar Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Komisi XI DPR. Mendomestikan perbankan adalah cara Darmin memaksa perbankan memberikan bunga kredit rendah kepada pengusaha. Dengan bunga rendah, perekonomian domestik bisa tumbuh lebih cepat dan kuat. Inilah strategi Darmin saat perekonomian dunia memburuk dan ekspor tak bisa diharapkan. Selain itu, Darmin juga berusaha menguatkan peran perbankan nasional di luar negeri. Caranya, para anggota Dewan Gubernur BI terus melobi bank-bank sentral di luar negeri dalam rangka isu resiprokal. “Walaupun tampaknya tidak terlalu berhasil, tetapi ada perubahan sikap dari bank-bank sentral di luar negeri,” kata Harry. Seperti halnya Harry, Chief Economist Bank Mandiri Destry Damayanti beranggapan bahwa Darmin adalah sosok yang tepat untuk tetap menjabat jadi Gubernur BI. Menurut dia, kebijakan-kebijakan moneter yang dikeluarkan Darmin selama menjabat gubernur bank sentral senantiasa konsisten. Menurut Destry, Darmin adalah seorang makro ekonomis. “Di kalangan moneter pun familiar sekali. Ditambah, pengalaman beliau di lembaga keuangan, dan sebagai dirjen pajak,” kata Destry.

Dukungan Himbara Hal serupa disampaikan Ketua Umum Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Gatot Murdiantoro Suwondo. “Kalau kami tetap mengharapkan Darmin dapat terus memimpin Bank Indonesia ke depan,” kata Gatot yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. Menurut Gatot, akhir tahun lalu Darmin baru saja mengeluarkan aturan-aturan baru perbankan yang cukup berpihak kepada bank di dalam negeri. Sedangkan, bagi bank asing, aturan tersebut memang dirasa cukup adil karena sebagai alasan resiprokal. “Nanti kalau (Pak Agus) ditolak DPR, bagaimana? Tentu saja Presiden harus mengusulkan calon lagi. Pak Darmin lah yang saat ini paling cocok menjadi Gubernur BI,” tambahnya. Namun, itu bukan berarti Darmin tak punya nilai merah. Salah satu kelemahan Darmin adalah tak mampu membuat nilai tukar rupiah pada posisi yang baik. Sejak beberapa bulan ini, nilai tukar rupiah selalu berada di atas angka Rp 9.600 per dolar AS. “Nilai tukar yang paling tidak oke,” kata Harry. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


Sigit Pramono, Ketua Umum Perbanas

Gubernur BI Harus Berani

Tahun 2008 Agus Martowardojo pernah ditolak Komisi XI DPR, tapi sekarang Presiden SBY mengajukan lagi. Apa yang bisa Anda lihat?

Pencalonan Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) telah menyedot perhatian banyak orang, tak terkecuali Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono. Apa pendapat Sigit tentang hal ini? Vinsensius Segu dari InilahREVIEW mewawancarai Sigit di Gedung DPR, Selasa pekan lalu. Petikannya:

Kalau alasan Presiden mengajukan lagi, saya tidak tahu. Tanyakan saja ke beliau. Dan, masalah diterima atau tidak itu pun wewenang DPR. Saya hanya mengatakan bahwa sosok Pak Agus sangat mumpuni sebagai Gubernur BI. Nah, mengenai dulu ditolak, terus sekarang ditolak lagi, itu kan belum tentu juga karena ini proses politik.

Apakah Perbanas mendukung Agus Martowardojo dicalonkan sebagai Gubernur BI?

Seberapa strategis posisi Gubernur BI ke depan pasca lahirnya OJK?

Perbanas tidak dalam posisi mendukung atau menolak keputusan itu. Kami menghormati saja keputusan Presiden. Selanjutnya, wewenang DPR untuk memilih. Intinya, sosok yang jadi Gubernur BI nanti itu yang terbaik dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi BI ke depan. Apalagi, setelah tahun 2014 itu tantangannya sangat besar. Pertama, Gubernur BI nanti harus fokus menangani persoalan-persoalan makro, karena pengaturan perbankan akan pindah ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kedua, sesuai UU OJK, Gubernur BI harus masuk ke dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) yang ketuanya menteri keuangan. Ketiga, Gubernur BI harus mampu membangun BI yang independen. Gubernur BI nanti harus berani menolak intervensi dari pihak mana pun. Keberanian ini sangat penting untuk seorang Gubernur BI.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Sangat strategis dan sangat penting. Bahwa dia tidak lagi mengawasi dan mangatur perbankan, itu satu hal. Tapi, bukan berarti sebagai otoritas moneter lantas perannya jadi berkurang. Justru ini semakin menegaskan bahwa BI sebagai otoritas moneter murni. Pendapatnya terkait moneter pasti akan didengar oleh anggota FKSSK yang lain, jika terjadi krisis.

Bagaimana Anda melihat sosok Agus Martowardojo dan Darmin Nasution?

Mereka adalah sosok yang sangat mumpuni, memiliki leadership, dan memiliki kemampuan manajerial yang sangat baik. Dan, dalam mengisi posisi yang strategis dalam tradisi kita di republik ini, baik Gubernur BI maupun menteri keuangan selalu diisi oleh orang-orang profesional dan nonpartisan. Tradisi itu sampai sekarang tetap diperHashim tahankan. n Djojohadikusumo

17


nasional Penyaluran Kredit

Bank Jabar Banten

S

ejak awal, banyak kalangan menduga bahwa kabar tentang pengucuran kedit yang dilakukan Bank Jabar Banten, hanya isapan jempol. Apalagi berita itu muncul hanya sehari menjelang Pilgub Provinsi Jawa Barat. Sehingga, masyarakat awam pun dengan mudah menyimpulkan, rumor itu sengaja ditiupkan untuk menghantam incumbent. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap isu miring itu, tampak pada pergerakan saham Bank Jabar yang beredar di bursa. Efek berkode BJBR itu tetap anteng di level Rp 1.200-an. Bahkan di penghujung pekan lalu, BJBR tam-

18

Ketika BJB Diterjang Isu Heboh tudingan seputar kredit yang disalurkan BJB terjawab sudah. Pasar menganggap, itu hanya isu miring yang sengaja dihembuskan untuk kepentingan politik. TEKS Iwan Purwantono Foto Syamsuddin Nasoetion

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


nasional Penyaluran Kredit pil sebagai salah satu dagangan terlaris dengan volume transaksi 110 juta saham. Harganya pun melesat tajam, naik 4,92% ke level Rp 1.280. “Saya punya keyakinan, kabar itu hanya hoax. Kami percaya, ini bank dengan fundamental kuat,” kata seorang analis di sebuah perusahaan sekuritas asing. Sejumlah analis lain yang diwawancarai InilahREVIEW sepakat dengan pendapat itu. Mereka tetap merekomendasikan beli untuk saham BJBR dengan target harga Rp 1.500. Rekomendasi positif diberikan lantaran emiten ini dinilai memiliki kinerja yang cukup mengilap. Hingga kuartal III-2012 saja laba bersihnya sudah mencapai Rp 945 miliar. Ini sudah mendekati keuntungan full year yang dicapai 2011 (Rp 962,7 miliar). Seorang kepala riset optimistis, laba BJB di tahun 2012 akan tumbuh minimal 20% dibanding tahun sebelumnya. “Itulah yang membuat harga sahamnya menguat,” katanya. Fakta-fakta ini pula yang mematahkan tudingan miring yang diarahkan pada manajemen dan pemegang saham mayoritas BJB. Seperti diketahui, BJB menjadi bahan perbincangan banyak kalangan lantaran dicurigai telah mengucurkan kredit tanpa prosedur yang benar. Tuduhan itu dikemukakan Dedi Haryadi, Ketua Budget Government Watch. Kata dia, kredit sebesar Rp 38,7 miliar yang dikucurkan ke Koperasi Bina Usaha (KBU) tidak sesuai dengan aturan. Telunjuk pun lantas mengarah ke Ahmad Herya­ wan, Gubernur Jabar yang menjadi salah satu kontestan Pilkada. Maklum, sebagai komandan provinsi, Aher (demikian ia akrab disapa) merupakan wakil pemegang saham mayoritas di BJB. Namun sang gubernur langsung membantah. “Saya gubernur, tidak ada kaitannya dengan (kredit) BJB. Apa karena punya saham besar lantas bisa memengaruhi (keputusan direksi)? Tidak benar itu,” sanggah Aher.

Getol ekspansi Bantahan senada dikemukakan Benny Riswandi. Menurut Pimpinan Divisi Mikro BJB ini, sebelum mengucurkan kredit, pihaknya telah melakukan survei selama tiga tahun guna mengetahui isi perut KBU. Dan hasilnya, tidak mengecewakan. Seluruh indikator kinerja BJB—seperti CAR, ROA, dan ROE—tergolong oke. “Jadi penyaluran kredit kepada KBU Sukabumi ini dilakukan sesuai

Rekomendasi positif diberikan lantaran emiten ini dinilai memiliki kinerja yang cukup mengilap. Hingga kuartal III-2012 saja laba bersihnya sudah mencapai Rp 945 miliar. mekanisme dan prosedur,” kata Benny. Apalagi berdasarkan data BI Checking, yang menyediakan data tentang debitur bank, KBU merupakan nasabah yang taat membayar cicilan dan masuk ke dalam kolektibilitas lancar. Posisi outstanding-nya mencapai Rp 34,8 miliar dengan aset Rp 78,6 miliar. Yang menarik, selain BJB, ternyata, ada lima bank lain dan satu lembaga keuangan nonbank yang mengucurkan kredit ke koperasi ini. Maklum, KBU Sukabumi masuk ke dalam kelompok 100 koperasi umum terbesar dan ia pernah mendapat penghargaan sebagai KBU terbaik nomor dua di Indonesia. Tapi itu bukan berarti hanya KBU yang mendapat kucuran kredit. BJB juga menyalurkan dananya ke puluhan koperasi lain. Nilainya mencapai Rp 386 miliar. “Jadi yang dikucurkan ke KBU itu hanya sedikit,” kata Benny. Betul, bank yang dikomandani Bien Subiantoro ini memang tengah menggenjot penyaluran kredit mikro. Manajemen menargetkan, tahun ini pinjaman mikro yang dikucurkan akan naik 100% menjadi Rp 9 triliun.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Makanya, tidak mengherankan jika— untuk mencapai target-targetnya—BJB begitu getol melakukan ekspansi. Sepanjang dua bulan pertama saja, di Jakarta bank ini sudah membuka 42 kantor cabang pembantu (KCP). Total, Bank Jabar Banten kini memliki 919 unit jaringan (di luar ATM) yang terdiri dari KCU (kantor cabang utama), KCP, kantor kas, mobil kas, payment point serta 309 Waroeng BJB. Manajemen bertekad, ekspansi akan terus digenjot. Di antaranya dengan membangun 700-an Waroeng baru, sehingga jumlahnya menjadi 1.011 unit di akhir 2013. Berkat kesuksesan dalam melakukan pengelolaan dan ekspansi inilah, BJB tetap berada di lingkaran 12 bank terbesar di tanah air dengan total aset Rp 68 triliun pada akhir tahun lalu. Selain itu, kredit yang dikucurkannya juga tergolong sehat. Di penghujung September tahun lalu, NPL (kredit bermasalah) yang ditanggung hanya 1,7% (gross). Itu berarti masih jauh di bawah batas NPL maksimal (5%) yang ditetapkan Bank Indonesia. Makanya, wajar kan jika investor optimistis bank ini bisa tumbuh pesat. n

19


nasional Blok Mahakam

Blok Mahakam

Pertamina Harus Bersabar Total dan Inpex masih tetap mengelola Blok Mahakam pasca-berakhirnya kontrak tahun 2017. Tapi, perlahanlahan semuanya akan diambil Pertamina. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto riset

K

einginan PT Pertamina (Persero) menjadi operator penuh Blok Mahakam, agaknya perlu ditahan dulu. Itu lantaran sinyal yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar BUMN pengelola minyak dan gas itu tak hanya fokus pada upaya mengakuisisi Blok Mahakam di Bontang, Kalimantan Timur. Sinyal itu memang telah mengagetkan banyak kalangan. Sebab, perusahaan milik negara ini sudah malang melintang selama puluhan tahun mengurusi minyak. Dari sisi teknologi maupun finansial, Pertamina mampu mengelola Blok Mahakam. “Secara teknologi maupun manajemen kemampuan Pertamina tak perlu diragukan lagi. Likuiditasnya juga tak masalah,” kata Mustiko Saleh, bekas Wakil Direktur Utama Pertamina. Sudah sejak lama Pertamina ngotot mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam. Maklum, pada 31 Maret 2017, masa kontrak Total E&P dan Inpex Corporation akan berakhir. Ini adalah kontrak

20

kedua yang diteken antara Total E&P dan Inpex dengan Pemerintah Indonesia, setelah kontrak pertama pada 31 Maret 1967. Boleh jadi, Pertamina tergiur, lantaran di ladang itu ada cadangan 12 triliun kaki kubik (TCF) gas, jauh lebih besar dibandingkan ladang gas Tangguh di Papua yang memiliki cadangan 8 TCF. Saat ini saja, dari perut Blok Mahakam bisa diproduksi gas sebanyak 30% dari total produksi gas nasional sebanya 8.900 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Untuk mengambil alih, sejak Februari 2012 lalu, Pertamina telah menempatkan sejumlah pegawainya di Blok Mahakam untuk ikut terlibat pengoperasian. Namun, sekali lagi, keinginan itu harus ditahan dulu. Penyebabnya, ya sinyal dari SBY tadi. “Kami coba berapanya dulu. Nanti kalau sudah mampu, pasti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) akan memberikan penilaian kepada Pertamina,” ujar Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina.

Sikap pemerintah sendiri, sejatinya bisa dibaca dari apa yang disampaikan Rudi Rubiandini, Kepala SKK Migas. Menurut Rudi, sebaiknya Pertamina tidak langsung 100% mengelola Blok Mahakam. Hal senada juga disampaikan Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang berharap agar Pertamina bisa mengambil sekitar 40% hingga 51%. “Kalau Pertamina mampu dan punya uang, kita minta dia ambil 40%. Itu sudah bagus. Tapi kalau bisa 51%, itu lebih bagus lagi,” kata Jero. Menurut Jero, masuknya Pertamina membuktikan bahwa blok migas tersebut harus direbut Indonesia. “Tapi soal angka pastinya, ini masih dirundingkan dengan pemerintah dan Pertamina sendiri. Tapi yang pasti, kita akan utamakan nasionalisme kita,” tambahnya. Sebagai informasi, saat ini, Blok Mahakam dikelola dan dioperasikan oleh Total E&P asal Perancis dan Inpex Corporation asal Jepang dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing 50%. Kegiatan di Blok Mahakam akan berumur 50 tahun pada 2017 nanti. Perusahaan patungan ini telah menginvestasikan US$ 27 miliar atau sekitar Rp 250 triliun. Boleh jadi, karena alasan ini, Total E&P dan Inpex tak rela hengkang penuh dari Blok Mahakam. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


nasional Bea Keluar CPO

A

njing menggonggong ka­ filah berlalu. Tak peduli Malaysia, tarif bea keluar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia tak bakal diturunkan seperti jiran. Sebaliknya, Kementerian Perdagangan justru menaikkan tarif bea keluar di bulan Maret menjadi 10,5% dari Februari 9%. Padahal, sejak akhir tahun lalu, Malaysia telah menetapkan tarif bea keluar CPO-nya 4,5%. Perbedaan biaya yang mencolok itu, dikhawatirkan bakal menurunkan daya saing produk CPO Indonesia. Kekhawatiran itu masuk akal. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sudah wanti-wanti bahwa dengan bea keluar yang tinggi, pasar ekspor CPO Indonesia akan direbut Malaysia. “Pasar India yang selama ini dikuasai Indonesia, akan direbut Malaysia,” kata Joko Supriyanto, Sekretaris Jenderal Gapki. Setiap tahun, kata Joko, ekspor CPO Indonesia ke India rata-rata 5 juta sampai 5,5 juta ton. Sementara pasar di Pakistan sudah lebih dulu diambil oleh Malaysia setelah kedua negara meneken kesepakatan Preferential Trade Agreement (PTA). Sejak saat itu, ekspor CPO Indonesia ke Pakistan anjlok dari 1,2 juta ton menjadi hanya 160 ribu ton. “Tapi, setelah kita menjalin PTA dengan Pakistan, volume ekspor tahun 2012 naik menjadi 600 ribu ton,” tambah Joko. Itulah kenapa, Gapki dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) merasa heran dengan keputusan pemerintah yang menaikkan bea keluar CPO. Seharusnya, kata mereka, bea keluar itu diturunkan. Saat ini, tarif bea keluar CPO kita terendah adalah 7,5% untuk harga referensi US$ 750- US$ 800 per ton. Sedangkan harga tertinggi 22,5% untuk harga referensi di atas US$ 1.250 ton. Sejak November 2012 lalu, bea keluar CPO ditetapkan sebesar 9%. Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, tarif bea keluar untuk komoditas CPO dan produk turunannya berpedoman pada harga referensi yang didasarkan pada harga rata-rata cost insurance freight CPO dari Rotterdam, bursa Malaysia dan bursa Indonesia. Gita menyatakan pemerintah tetap konsisten terhadap kebijakan tarif bea keluar yang telah diputuskan. “Kami akan tetap di situ dan tidak akan terpengaruh oleh sikap yang diambil Malay-

Tak Peduli dengan Jiran Pemerintah menaikkan tarif bea keluar CPO pada Maret ini. Tak peduli dengan Malaysia yang tarifnya jauh lebih murah. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto Dok Inilah

buah Sawit di pengolahan CPO

sia,” katanya. Menurut dia, pemerintah mempunyai kepentingan mendorong industri hilir hingga ke industri di bawahnya sehingga memutuskan menaikkan tarif bea keluar CPO. Kepentingan antara Indonesia dan Malaysia sangat berbeda. Malaysia mempunyai industri hilir yang banyak sekali. “Mereka sedikit di hulu

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

sehingga berani menurunkan bea keluar,” katanya. Anehnya, ketika pertama kali Malaysia menurunkan tarif bea keluar CPO-nya, Gita sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa Indonesia akan kehilangan pasar CPO di India dan Pakistan. Semoga saja, keyakinan Gita kali ini berbuah manis. n

21


bisnis sepekan

DanaKoperasi Tidak Bergulir TEKS Hideko FOTO riset

p

rogram dana bergulir yang disalurkan Kementerian Koperasi dan UKM terancam gagal. Soalnya, dari total Rp 1,4 triliun dana bergulir yang telah dikucurkan dari tahun 2000 hingga 2007, hanya Rp 125 miliar yang berhasil ditarik kembali atau hanya 10% saja. Melihat minimnya dana yang berhasil dikoleksi, wajar jika ada nada pesimistis Kementerian Koperasi bisa menarik kembali dana tersebut. Namun begitu, Meliadi Sembiring, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, optimistis bahwa dana bergulir yang telah disalurkan sekitar 12.350 koperasi dan UKM di seluruh provinsi itu dapat ditarik kembali. Soalnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuang­an No. 99/2008, setiap pemanfaataan dana bergulir harus dicatat

22

dalam neraca keuangan. “Datanya masih ada pada kami, sehingga dengan mudah akan dapat dilacak,� kata Meliadi. Berpatokan pada Permenkeu itulah, Meliadi yakin dana yang jumlahnya sekitar Rp 1,3 triliun itu masih dapat ditarik. Apalagi, upaya untuk menarik kembali dana tersebut masih terus dilakukan. Dana yang sudah berhasil ditarik selanjutnya disetor ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Meliadi pun yakin, jumlah dana di lembaga yang dibentuk untuk mengelola dana bergulir akan terus bertambah. Lain Meliadi, lain pula pendapat sejumlah kalangan. Mereka memperkirakan nasib dana bergulir di Kementerian Koperasi dan UKM tersebut akan sama dengan Program Kredit Usaha Tani tahun 1998. Ketika itu pemerintah menggelontorkan KUT sebesar Rp 5,7 triliun kepada hampir 5.000 koperasi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kredit yang disalurkan oleh 15 bank itu sebagian besar statusnya macet, sehingga akhirnya diputihkan (write off ). Macetnya program KUT sebenarnya bukan karena kesalahan petani. Tetapi lebih disebabkan oleh kecurangan oknum koperasi dan LSM. Mereka mengajukan kredit fiktif dengan cara meminjam data petani. Nah, bukan mustahil, hal ini juga terjadi pada penyaluran program dana bergulir Kementerian Koperasi dan UKM. Ujung-ujungnya, dana bergulir tersebut terpaksa dihapusbukukan karena tak bisa ditarik. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


bisnis sepekan

Kinerja BTN Makin Kinclong k TEKS Hideko FOTO dahlan rebo pahing

Ada Mitsui di Tanjung Priok TEKS Hideko FOTO riset

p

t Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) akhirnya menggandeng Mitsui & Co Ltd Jepang (Mitsui) dalam pembangunan Terminal Kontainer Satu di NewPriok di Kalibaru, Jakarta. Mitsui merupakan mitra kerja pertama yang terpilih untuk Terminal NewPriok. Tetapi, dalam waktu 9

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

alau saja Iqbal Latanro belum pensiun, pasti ia akan bangga melihat kinerja yang diraih Bank BTN (Persero). Maklum, ketika masih menjabat Direktur Utama Bank BTN, ia mempunyai cita-cita untuk mengembangkan aset BTN hingga tembus Rp 100 triliun. Nah, pekan lalu, cita-cita Iqbal akhirnya tercapai. Per Desember 2012, kekayaan bank yang fokus pada sektor kredit perumahan ini mencapai Rp 111,75 triliun atau naik 25% lebih dibandingkan 2011. Tak hanya semakin besar, BTN pun makin produktif mencetak keuntungan. Sepanjang tahun 2012 bank pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun atau naik 21,39% dibandingkan periode yang sama 2011. Peningkatan ini tak lepas dari keberhasilan manajemen dalam menekan biaya dana (cost of fund). Ini tecermin dari kenaikan net interest margin (NIM) dari 5,76% tahun 2011 menjadi 5,83%. Sebagian besar laba bersih BTN memang berasal dari pendapatan NIM yang jumlahnya mencapai Rp 4,7 triliun. Sementara operasional menyumbangkan pendapatan Rp 1,9 triliun. Pendapatan ini, menurut Maryono, Direktur Utama Bank BTN Tbk, sudah termasuk perolahan dari feebased income (FBI) sebesar Rp 577 miliar. “Kami akan terus berusaha agar laba 2013 ini lebih baik lagi ketimbang tahun 2012,� katanya. Bersinarnya kinerja BTN juga tak lepas dari penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 28,1% menjadi Rp 81,4 triliun. Satu hal yang lebih menggembirakan lagi, kepercayaan masyarakat terhadap BTN semakin meningkat. Ini terlihat dari dana pihak ketiga (DPK) yang mengalami kenaikan 30,2% menjadi Rp 80,7 triliun. Hampir dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan DPK perbankan nasional sebesar 15,5%. n

bulan ke depan, Pelindo II/Indonesia Port Corporation (ICP) IPC akan memilih partner lainnya untuk dua terminal kontainer dan dua terminal petroleum atau bahan bakar. Total investasi yang dialokasikan untuk pembangunan Terminal NewPriok itu mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp24 triliun. Terminal NewPriok diharapkan dapat melipatgandakan kapasitas penanganan kontainer (container handling) di Pelabuhan Tanjung Priok. Sehingga, saat beroperasi tahun 2014, Terminal NewPriok akan menjadi terminal pertama di Indonesia yang mampu melayani kapal-kapal kontainer berukuran besar. n

23


bisnis otomotif

VW Kembali ke Khitah VW akan memproduksi mobil murah di Indonesia. Ia akan bersaing dengan Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Datsun dari Nissan. TEKS as riyanto foto riset

24

v

olkswagen AG (VW) adalah legenda otomotif di dunia dan di Indonesia. Produsen mobil asal Jerman ini mempunyai tiga mobil yang masuk di daftar 10 mobil paling laris sepanjang sejarah, yakni Volkswagen Golf, Volkswagen Beetle, dan Volkswagen Passat. Namun gempuran pesaing membuat VW mulai berhitung ulang. Pabrikan yang bermarkas di kota Wolfsburg ini tidak lagi menjual sedan lux, jip perkotaan (SUV) atau minivan standar Eropa yang harganya ratusan juta, melainkan memasarkan city car, sedan mini atau van dengan banderol di bawah Rp 78 juta. Mobil ini akan dipasarkan di Asia dan Afrika. Khusus di Indonesia, VW bahkan berencana membuat mobil murah ini. Apalagi pemerintah Indonesia akan memberi kemudahan bagi industri untuk membuat mobil murah. VW memang sedang naik daun. Tahun lalu, penjualan VW naik 12,2% menjadi 9,28 juta kendaraan dan pendapatan naik 21% menjadi 192,7 miliar euro. Laba bersih perseroan juga naik 41% menjadi 21,7 miliar euro. Kenaikan itu ditopang oleh penjualan di pasar China yang menyumbang 30% dari penjualan di pasar global. Lumayan, memang. Namun VW memperkirakan kinerja di kuartal I-2013 akan menurun dibandingkan kuartal I tahun lalu. Penyebabnya adalah menurunnya kinerja industri otomotif di Eropa. Agar pasar Eropa tak mempengaruhi kinerja perusahaan, VW berupaya menggenjot penjualan di Asia dan Eropa. Namun bukan mobil aduhai nan berharga tinggi, tetapi mobil murah. Memproduksi mobil murah sebenarnya bukan hal baru bagi VW. Kisahnya, hingga awal 1930-an, pabrikan otomotif Jerman masih banyak terdiri pabrik mobil mewah. Padahal, rata-rata orang Jerman hanya bisa membeli motor. Melihat sebuah pasar potensial, beberapa pabrikan mobil membuat proyek mobil murah, seperti Mercedes 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, Hanomag 1.3L, dan lainnya. Namun mobil-mobil itu hanya seba-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


bisnis otomotif

pabrik pembuatan mobil vw di Chattanooga, Tenesse , as

tas rencana. Baru pada 1933, Adolf Hitler menginginkan sebuah mobil standar berkapasitas 2 dewasa dan 3 anak dan berkecepatan 100 km/jam (62 mil/jam). Mobil rakyat ini nantinya akan tersedia bagi rakyat Nazi dengan harga 990 Reichsmark atau seharga sebuah motor kecil pada saat itu (pendapatan rata-rata penduduk saat itu sekitar 32 Reichsmark per minggu). Akhirnya lahirlah VW Beetle yang unik itu. Kata VW atau Volkswagen itu sendiri mengandung arti mobil rakyat. Kini, VW sedang mempersiapkan mobil murahnya. Sasaran pertamanya tentu saja China. Bahkan VW telah berencana akan membangun pabrik mobil di China dengan menggandeng perusahaan otomotif lokal. VW berharap, bisa merebut pasar kendaraan murah di negeri tirai bambu yang mencapai 3 juta unit per tahun, bersaing dengan General Motors, Nissan atau Renault yang lebih dulu eksis.

Tunggu Aturan Lebih dari sekadar rencana. Sejak 2009, VW telah memulai strategi banting harga. VW menggandeng Suzuki Motor di India dalam membangun mobil mini murah. Strategi itulah yang akan diterapkan di Indonesia. VW akan membangun pabrik di sini dengan total investasi sebesar US$ 140 juta atau Rp

Sebenarnya, VW sudah lama ngiler masuk ke Indonesia. Apalagi penjualan mobil di negeri ini dari tahun ke tahun terus meningkat. 1,26 triliun dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun. Sebenarnya, VW sudah lama ngiler masuk ke Indonesia. Apalagi penjualan mobil di negeri ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan tahun lalu penjualan mobil mencetak rekor baru sebesar 1.116.230 unit. Namun, keinginan masuk ke Indonesia itu sempat memudar ketika VW mengumumkan memilih Malaysia sebagai basis produksi Passat (sedan) untuk ASEAN sejak 2010. Nah, kini, niat mereka sudah bulat. Selain pasar yang ciamik, pemerintah juga tengah mempersiapkan regulasi low cost and green car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan. Supriyanto, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

(Kemenperin), menuturkan saat ini peraturan LCGC masih ada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan akan diteruskan ke Sekretariat Negara (Setneg). Kapan akan dikeluarkan? “Kita tunggu saja, mudah-mudahan bulan depan (Maret),” katanya. Bahkan, salah satu agenda lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Berlin, Jerman, pekan ini, adalah untuk menemui kalangan pengusaha guna membahas kemungkinan investasi di kedua negara. Termasuk bertemu petinggi VW. “Mereka termasuk salah satu yang akan bertemu Presiden one on one di Berlin,” kata Sofjan Wanandi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Jika VW sudi ke Indonesia, pasar mobil murah pasti akan lebih meriah. Soalnya, di sini, VW akan bersaing dengan Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Datsun dari Nissan. Hanya saja, ya itu tadi, mereka semua menunggu aturan LCGC. Kalau Maret ini aturan tersebut keluar, “Ayla mulai bisa dipasarkan di April 2013,” kata Melia Tjandara, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, beberapa waktu lalu. Mobil yang akan dilepas di bawah harga Rp 100 juta ini sudah ramai dipesan. Ribuan orang rela inden untuk mendapatkan mobil ini. Bahkan pemesanannya mulai ramai di internet sejak tahun lalu. n

25


bisnis minuman beralkohol

w

alau pun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, namun permintaan minuman beralkohol terus meningkat. Penyebabnya, selain dari dalam negeri, banyak permintaan dari hotel dan restoran untuk turis asing. Makanya, impor minuman beralkohol pun lumayan tinggi. Namun berapa jum­ lahnya? Tak ada data pastinya. Nah, pemerintah pun berupaya melonggarkan investasi minuman beralkohol. Selama ini, investasi minuman beralkohol di dalam negeri masih dibatasi oleh aturan Daftar Negatif Investasi (DNI). Kondisi ini dilirik oleh pengu­ saha asal Jepang. Mereka akan mendirikan pabrik sake. Minuman keras dari fermentasi beras ini direncanakan mulai berproduksi tahun ini. Sebenarnya, saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan pelonggaran investasi minuman keras. “Kami sedang berpikir untuk membuka dengan bersyarat, termasuk harus ada izin dari pimpinan daerahnya. Kami juga berharap sebagian hasil produksi diekspor,” kata Benny Wahyudi, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian. Kondisi ini akan dimanfaatkan oleh PT Pleasure Life Create Indonesia. Investor asal Jepang ini berencana membangun pabrik sake, minuman beralkohol khas Jepang, di Indonesia. Pembangunan pabrik sake direncanakan anak usaha dari J Cool Internasional. “Pembangunan pabrik sake akan dimulai Mei 2013,” ujar Katsuhito Segawa, Presiden Direktur PT J Cool International Indonesia. Alasannya, pembangunan pabrik sake di Indonesia untuk mengurangi ongkos distribusi. Bahkan Segawa juga menilai pangsa pasar sake di Indonesia begitu besar. “Pembangunan pabrik Sake targetnya untuk warga negara Jepang yang ada di Indonesia. Produksinya juga bisa diekspor ke Jepang,” ujar Segawa. Sejatinya, minuman keras tradisional sudah dikenal Indonesia. Hingga kini, masih diproduksi dan beredar Anggur Kolesom, Anggur Ketan Hitam, maupun Beras Kencur merek Orang Tua. Minuman ini mulai diproduksi di Semarang, Jawa Tengah, tahun 1948. Sambutan masyarakat luar biasa dan kelompok bisnis Orang Tua berkembang sangat pesat. Kini, orang Tua telah berkembang dengan 38 jenis produk, seperti bis-

26

Setelah Doraemon, Kini Sake Sake akan diproduksi di Indonesia. Minuman alkohol telah membesarkan Orang Tua Group. TEKS bastaman foto dahlan rebo pahing

kuit merek Tango, minuman Teh Gelas hingga pasta dan sikat gigi Formula. Produk tersebut telah diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik seperti Malaysia, Hong Kong, dan Jepang. Bahkan beberapa produknya juga telah merambah hingga pasar Amerika Serikat dan Australia.

Untuk market share, Yuna Eka Kristina, Public Relations Manager OTG, mengklaim bahwa biskuit Orang Tua Group telah menjadi market leader dengan total share sebesar 10%. Adapun kontribusi paling banyak disumbang oleh produk sikat gigi dengan kontribusi 50%, disusul wafer dan biskuit 35%. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


bisnis aplikasi smartphone

Ancaman HT dari WeChat MNC mengembangkan WeChat di Indonesia. Menjadi saingan BlackBerry Messenger dan berpotensi menggerogoti laba operator seluler. TEKS bastaman foto dahlan rebo pahing

p

osisi smartphone BlackBerry di Indonesia memang masih kuat. Menurut Maspiyono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia, pengguna BlackBerry di dunia sebanyak 60 juta. Adapun pengguna Indonesia yang aktif sebesar 50 juta. Jadi, pengguna BlackBerry Indonesia menempati porsi sekira 80-90% dari total pengguna BlackBerry di seluruh dunia. Wuih. Namun, kini, BlackBerry harus lebih lihai berjualan. Pasar terus digerus oleh smartphone merek lain. Aplikasi BlackBerry Messenger pun mulai ada pesaing­ nya, yakni WeChat. Sebab, fitur-fitur yang dimiliki WeChat sangat menarik. WeChat menawarkan kepada penggunanya untuk melakukan obrolan dengan berbagai cara, baik melalui suara, video atau teks. WeChat juga bisa digunakan di berbagai platform smartphone seperti Android, iOS (termasuk iPhone dan iPad), Windows Phone, dan OS Symbian. Selain itu, WeChat memiliki fitur unggulan

Hold-to-Talk voice messaging. Fitur ini mirip dengan walkie talkie pada waktu dulu namun tidak dibatasi oleh jarak. Menarik kan? Nah, pekan lalu, Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Group, meluncurkan WeChat di Indonesia. “WeChat itu sosial media yang unik karena seperti BBM, Twitter, dan Facebook. WeChat itu kombinasi ketiganya. Kami sebagai perusahaan media di Indonesia tergerak untuk mengembangkan ini,” katanya. Hary mengklaim, setelah diiklankan beberapa waktu lalu, pengguna WeChat di Indonesia telah mencapai 90 ribu. Hary menargetkan 70% dari 250 juta populasi Indonesia akan menggunakan WeChat nantinya. WeChat merupakan salah satu produk Tencent. MNC pun kepincut. Melalui PT Global Mediacom Tbk, MNC melakukan kerjasama dengan difasilitasi oleh Hillhouse, perusahaan yang menangani penanaman modal berbagai perusahaan terkemuka yang berbasis di Asia. Ketiga perusahaan itu tergabung

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

dalam joint venture di bawah bendera PT MNC Tencent. Kini, aplikasi ini dapat menggunakan paket data khusus yang telah disediakan oleh XL. Dalam waktu dekat, Tencent juga sedang menjajaki kemungkinan menyediakan paket khusus WeChat dengan operator Telkomsel. “Setelah pengguna merasa puas dan loyal dengan aplikasi ini, Tencent akan mengembangkan layanan value added service seperti game berbasis freemium (gratis dulu lalu bayar) dan layanan e-commerce,” tutur Martin Liu, Presiden Tencent. Menguatnya WeChat ini tentu bakal mengurangi laba operator telekomunikasi. Perusahaan riset teknologi, Ovum, menyatakan bahwa operator telekomunikasi banyak mengalami kerugian akibat hadirnya aplikasi instant messaging yang menggerus pendapatan mereka dari SMS. Bahkan, akumulasi total kerugian yang dialami oleh operator telekomunikasi seluruh dunia diperkirakan akan mencapai angka US$23 miliar atau sekitar Rp 220 triliun pada akhir 2012. n

27


jalan tol

Berharap UU Segera Berlaku Calo tanah membuat jalan tol tak cepat panjang. UU No 2/2012 baru efektif akhir tahun ini. Teks AS Riyanto Foto Dok. PT Jasa Marga (Persero)

M

aret ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan berusia 35 tahun. Di usianya yang sudah cukup dewasa ini, Jasa Marga terus tumbuh dan berkembang. Namun, masih ada yang mengganjal dalam perjalanan emiten berkode JSMR ini untuk lebih berkembang. Bukan dari sisi internal, melainkan masalah pembebasan lahan yang membuatnya tak leluasa. Dari sisi internal, kinerja Jasa Marga memang tak perlu diragukan lagi. Hingga kuartal III-2012, pendapatan usaha BUMN ini naik 38% dari Rp 4,05 triliun di kuartal III-2011 menjadi Rp 5,59 triliun. Sementara pendapatan dari tol terjadi peningkatan sebesar 16,14%, dari Rp 3,48 triliun di kuartal III-2011 menjadi Rp 4,04 triliun pada kuartal III-2012. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan volume kendaraan yang melewati jalan tol sebesar 9,86% atau dari 792,12 juta kendaraan di kuartal III-2011 mencapai 870,22 juta kendaraan pada kuartal III-2012.

28

Sementara laba usaha perseroan yang berhasil dibukukan pada kuartal III-2012 mengalami peningkatan 29,71% dari Rp 1,78 triliun di tahun 2011 menjadi Rp 2,31 triliun di tahun 2012. Di tengah kinerjanya yang lumayan apik, Jasa Marga masih kurang puas. Penyebabnya, hingga saat ini Jasa Marga baru bisa mengoperasikan 545 kilometer atau 73% ruas tol di seluruh Indonesia. Sebenarnya, jalan tol yang dikelola Jasa marga bisa lebih panjang. Sayangnya, persoalan calo tanah membuat Jasa Marga tak leluasa. “Tanah jadi persoalan utama pembangunan jalan tol,” kata Adityawarman, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Mafia tanah selalu muncul setiap ada proyek pembangunan jalan tol baru. Bertahun-tahun, ulah para broker atau calo ini membuat target pembangunan jadi terhambat. Ruas tol di Surabaya-Mojokerto, Jawa Timur, misalnya. Proyek ini harus molor selama tiga tahun dari target semula. Dengan kondisi seperti ini, proses pembebasan lahan tertahan beberapa tahun. “Kalau pengembang properti bisa lebih cepat membebaskan lahan, karena mereka bisa langsung membeli kepada pemilik tanah. Sedang untuk membangun jalan tol, investor tidak bisa melakukannya,” kata Adityawarman. Apabila masalah lahan ini bisa diselesaikan sesuai jadwal, menurut Adityawarman, Jasa Marga dapat menyelesaikan segera. “Untuk membangun jalan tol kami tidak membutuhkan waktu lama. Seperti Jalan Tol Nusa DuaNgurah Rai-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 12 km ini, pembangunannya hanya membutuhkan waktu 16 bulan. Direncanakan sudah dapat dioperasikan sebelum sebelum KTT APEC digelar Oktober mendatang,” jelas Adit.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


Jalan tol

Pembangunan jalan tol nusa dua - ngurah rai - tanjung benoa, bali

Jembatan Lemah Ireng 1 Proyek Tol Semarang-Solo

Cepatnya pembangunan tol pertama di Pulau Dewata ini karena sebagian besar konstruksinya ada di atas laut. “Kami hanya memerlukan tanah sekitar 5 hektar di proyek tersebut,” tambahnya. Bandingkan dengan Jalan Tol JORR W2N yang menghubungkan Ulujami-Kebon Jeruk yang panjangnya cuma 7,8 km, tapi sudah bertahun-tahun belum selesai juga. “Sampai ada orang yang bilang JORR itu kepanjangannya jalan ora rampung-rampung,” canda Adityawarman di depan wartawan beberapa waktu lalu. Padahal kalau JORR W2N ini selesai, akan sangat bermanfaat untuk mengurangi simpul-simpul kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Karena JORR secara keseluruhan akan menghubungkan lima ruas tol yang sudah beroperasi, yaitu Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Jakarta-Serpong, Jakarta-Tangerang (Merak) dan Bandara Soekarno Hatta. “Sehingga masyarakat dari daerah Bekasi atau Bogor yang akan menuju Merak atau Bandara, tidak perlu lagi berdesak-desakan di Tol Dalam Kota Jakarta,” papar Adityawarman. Selain itu, truk-truk dari arah Cikampek yang selama ini harus berputar sampai ke Pluit pada siang hari apabila akan menuju Merak, bisa langsung masuk JORR melalui Gerbang Tol Cikunir dan bisa langsung ke Tol Jakarta-Tangerang. Selain mengerjakan dua proyek tol tadi, saat ini Jasa Marga juga sedang mengerjakan 7 proyek jalan tol lainnya yaitu Bogor Ring Road, Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Semarang-Solo, GempolPandaan, Gempol-Pasuruan dan Surabaya-Mojokerto. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang telah menegaskan

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Kalau pengembang properti bisa lebih cepat membebaskan lahan, karena mereka bisa langsung membeli kepada pemilik tanah. Sedang untuk membangun tol, investor tidak bisa melakukannya Adityawarman, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk. bahwa calo tak boleh mengendalikan pembangunan ruas tol dalam hal pengadaan tanah. Sayangnya, Undang-Undang (UU) No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, baru berlaku efektif pada awal 2013, setelah tiga aturan dari amanat Peraturan Presiden (Perpres) No 71/2012 dirampungkan akhir tahun ini. Meski tanah masih jadi kendala utama, Adityawarman mengaku tak pernah kapok menjalankan bisnis ini. Pasalnya, jalan tol merupakan salah satu infrastruktur penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Adityawarman pun lantas mengambil contoh pembangunan jalan tol di Malaysia. “Tetangga kita itu belajar pembangunan dan pengelolaan ruas tol pada Jasa Marga. Kini, Malaysia telah memiliki ribuan kilometer. Sedang kita, masih dalam jumlah ratusan,” katanya. n

29


Jamu Air Mancur diakuisisi investor asal Hong Kong. Inilah salah satu strategi bertahan dari gempuran obat kimia dan persaingan yang semakin ketat. TEKS Rangga Lesmana Foto Wirasatria, Riset Ilustrasi riset

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

31


S

udah sejak lama, jamu tidak lagi menjadi bisnis tradisional. Bahkan kini usaha yang melestarikan obat warisan nenek moyang tersebut berhasil menarik minat investor asing. Pada pertengahan Februari lalu, tiba-tiba muncul kabar bahwa PT Air Mancur—produsen jamu yang berdiri sejak 1963 di Wonogiri, Jawa Tengah—telah diakuisisi pemodal asal Hong Kong. Belum jelas benar, perusahaan mana yang telah mengambil alih kepemilikan perusahaan tersebut dari keluarga Kimun Ongkososandjojo, Wonosansoto, dan Hindrotanojo. Kabar yang beredar hanyalah, proses akuisisi telah dilakukan pada awal Januari 2013. Kabar itu dibenarkan Charles Saerang, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu). “Tapi detailnya seperti apa saya kurang tahu,” ujar Charles. Di dalam daftar perusahaan asal Hongkong (www.hongkong-companies.com), memang terdapat nama Jamu Air Mancur Ltd. Pada direktori tersebut jelas terpampang bahwa

keanggotaan Jamu Air Mancur Ltd masih aktif dengan nomor registrasi 476863. Dan telah terdaftar sejak 3 Mei 1994. Artinya, jauh sebelum berpindah kepemilikan, bisa jadi Jamu Air Mancur sebagian sahamnya telah ‘dimiliki’ investor asal Hong Kong tersebut. Berpindah tangannya kepemilikan Air Mancur, sejatinya bukan hal yang aneh bin ajaib. Berdasarkan data GP Jamu,

Industri jamu termasuk padat karya. Mereka mampu menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja. Belum lagi 500 ribu orang yang terlibat dalam jalur distribusinya hingga sampai konsumen.

Djamu Air Mantjur

32

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


saat ini terdapat sekitar 980 perusahaan jamu berskala besar, menengah maupun kecil. Mereka saling berhimpitan diterjang badai persaingan dengan produk-produk herbal asing yang juga sedang booming. Menurut Charles Saerang, secara keekonomian, banyak anggotanya yang sedang terdesak. Selain harus bersaing dengan produk-produk herbal asing, dukungan dari pemerintah juga sangat minim. Belum lagi ketatnya regulasi di negara-negara tujuan ekspor. Akibatnya, semua perusahaan jamu sekarang ini hanya memikirkan strategi untuk bertahan. “Merger menjadi satu-satunya pilihan. Terutama untuk menghindari punahnya usaha yang dirintis para pewaris,� kata Charles. Ironisnya, dari sekitar 980 perusahaan tadi, total pendapatan yang mereka peroleh hanya sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun per tahun. Bandingkan dengan industri farmasi nasional yang hanya dihuni sekitar 300 perusahaan, tapi mampu membukukan pendapatan hingga Rp 20 triliun. Padahal, industri jamu termasuk padat karya. Mereka mampu menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja. Belum lagi 500 ribu orang yang terlibat dalam jalur distribusinya hingga sampai ke konsumen.

Pil Kuat Hingga Ramuan Rapet PT Air Mancur sendiri memiliki berbagai ragam produk Mulai dari jamu bubuk, jamu kapsul, jamu pil/tablet dan jamu cair. Selain itu, untuk diversifikasi usaha, mereka juga memproduksi dan memasarkan produk-produk kosmetik, minuman kesehatan, mother care, baby care, hingga fitofarmaka. Bahkan juga merambah ceruk pasar food supplement herbal dengan produk madu rasa. Sementara untuk ceruk mother care dan baby care, PT Air Mancur meluncurkan produk bedak Halus Sari, Lulur Putri Ayu, minyak telon, dan param kocok. Total perusahaan telah merilis lebih dari 20 merek produk jamu dengan berbagai variannya. Dagangan PT Air Mancur ini sudah sejak lama dikenal konsumen. Bahkan beberapa di antaranya bisa disebut market leader. Beberapa yang sudah banyak dikenal antara lain jamu bubuk dan jamu bersalin. Konsumen penggemar obat tradisional tentu pernah mendengar nama jamu kapsul Ben Kwat untuk pria, jamu kapsul Mustika Rapet untuk wanita, jamu tablet Stop Diar untuk menghentikan diare, jamu kapsul dan jamu bubuk Pro Urat untuk penyakit asam urat, jamu kapsul/tablet Pro Linu untuk mengobati pegel linu, atau jamu cair Orangin untuk mengobati masuk angin. Untuk memproduksi berbagai varian jamu tadi, PT Air Mancur memiliki empat pabrik yang terletak di Solo dan Wonogiri, Jawa Tengah. Total mempekerjakan sekitar 1.200 karyawan. Satu pabrik di Solo khusus untuk mengolah bahan baku dan pengemasan. Sedangkan yang di Wonogiri untuk kegiatan ekstraksi. Masih ada dua pabrik lainnya yang khusus menangani pembuatan kosmetik (Solo) dan pabrik madu di Wonogiri.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

33


Penjual jamu sedang melayani pembeli

34

Dihantam Obat Generik Tak bisa dibantah lagi, Air Mancur memang salah stau produsen yang terbesar. Tiga produsen lainnya yang sudah kondang adalah Nyonya Meneer, Sido Muncul dan Jago. Mereka inilah yang menjadi barometer bisnis jamu di tanah air. Perusahaan jamu nasional pertama di Indonesia dipelopori oleh Jamu Jago yang didirikan TK Suprana di sebuah desa di Wonogiri pada 1918. Sampai saat ini, perusahaan tersebut memposisikan diri sebagai perusahaan jamu pertama di Indonesia. Selanjutnya perusahaan Jamu Jawa Asli Cap Potret Nyonya Meneer yang didirikan sejak 1919 di Semarang. Kemudian, lahir Jamu Sido Muncul yang didirikan 1935 di Semarang, yang sekarang memposisikan diri sebagai perusahaan jamu dengan penggunaan teknologi modern dalam proses produksinya. Sedangkan satu pemain besar terakhir, tak lain Jamu Air Mancur yang berdiri 1963 di Wonogiri. Selain 4 serangkai pemain besar tersebut, masih banyak perusahaan jamu lainnya yang juga ikut menikmati ceruk pasar nasional. Seperti Jamu Leo, Jamu Simona, Jamu Borobudur, Jamu Dami, Jamu Pusaka Ambon, hingga Jamu Tenaga Tani Farma asal Aceh. Di bawah naungan GP Jamu, para produsen, penyalur dan pengecer saling mengatur diri demi persaingan usaha yang sehat di antara mereka. Hingga saat ini GP Jamu menghimpun 908 anggota, yang terdiri dari 75 unit industri besar (Industri Obat Tradisional/ IOT) dan 833 indutri kecil (Industri Kecil Obat Tradisional/ IKOT). Sejatinya, bisnis jamu di tanah air sempat meroket akibat harga obat farmasi yang melonjak. Apalagi pendapatan masyarakat boleh dibilang jalan di tempat. Obat tradisional atau jamu pun menjadi pilihan karena harganya yang terjangkau. Namun, pukulan telak pun pernah menghantam para pebisnis jamu, ketika pemerintah mengeluarkan regulasi obat murah buat rakyat (generik). Saat itu, pertumbuhan industri jamu sempat mengalami titik nadir pertumbuhan 0%. Untunglah, belakangan masyarakat mulai kembali melirik warisan nenek moyangnya, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan khasiat jamu, obat herbal atau obat non kimia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, per 2010, industri jamu nasional berhasil rebound sebesar 6,57%. Menarik menyimak apa yang disampaikan Irwan Hidayat, Direktur Utama Jamu Sido Muncul. Menurutnya, saat ini, perusahaan jamu harus terus meningkatkan standar kualitas serta pengawasan kualitas produk. Dwi tunggal ini menjadi kunci utama diterimanya produk jamu di pasaran. “Bila ingin bertahan dan tidak merger ataupun go public, perusahaan jamu harus terus berinovasi,� kata Irwan. Artinya, peluang bisnis jamu di negeri yang kaya nabati ini harusnya memang tak sepahit rasanya. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


Strategi Mbah Maridjan Industri jamu dituntut kreatif dan inovatif. Ini penting supaya tak terpelanting oleh gempuran obat kimia dan herbal asing. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho, Rangga Lesmana Ilustrasi erbhayu

“R

osa!” Kalimat iklan itu dikenal hampir semua orang. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Apalagi yang mengucapkannya tokoh unik seperti almarhum Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Ya, iklan minuman suplemen Kuku Bima Ener-G produksi Sido Muncul itu memang fenomenal. Kejelian memilih tokoh yang dimunculkan—seperti Mbah Maridjan, Olahragawan Ade Rai hingga sejumlah artis seksi—membuat Kuku Bima menjadi begitu terkenal. Apalagi iklan dibuat berbagai macam versi yang mengaitkan dengan kekayaan budaya lokal Indonesia. Ada iklan versi Papua, Sumba Barat (Nusa Tenggara Timur), serta Labuan Bajo dan Komodo (Flores Barat, Nusa Tenggara Timur). Iklan yang membuat Sido Muncul semakin dikenal di seantero nusantara. Agresivitas Sido Muncul agaknya tak lepas dari sosok Irwan Hidayat, sang CEO. Selain strategi iklan yang hebat, Sido Muncul juga gencar mensosialisasikan soal pengembangan dan riset (R&D) yang mereka lakukan. Mereka mengklaim, dari sekitar 3.500 karyawan, sekitar 187 orang bekerja di laboratorium yang canggih. Melalui riset selama puluhan tahun, terciptalah produk–produk baru yang memenuhi permintaan pasar. Menurut Hermawan Kertajaya, pakar pemasaran, di sebuah perusahaan yang mampu bertahan lebih dari 50 tahun, pasti akan ditemukan tiga winning charasteristic, yakni kemampuan beradaptasi, budaya perusahaan yang kuat dan inovasi yang tiada henti. Perusahaan-perusahaan lawas tersebut, suka tidak suka, harus memanfaatkan media untuk melakukan pencitraan. Selain agar produk mereka makin dikenal, gaung perusahaan juga tetap terdengar dan eksis. Gencarnya perusahaan-perusahaan jamu dalam berpromosi dengan iklan-iklannya yang bertebaran di media layar kaca atau cetak, agaknya menjadi penanda bahwa bisnis jamu di dalam negeri masih bakal terus menggeliat. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

35


Dari Urusan Orok Hingga Keperkasaan Pria Nyonya Meener, ‘perempuan terkuat di dunia’ (karena berdiri sejak 1919), melanglang buana. Si Jago pun tak maju ketinggalan langkah. Dan, Jamu Jago pun melanglang ke berbagai benua. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto Riset

36

J

ika Jamu Air Mancur diakusisi investor asing, beda cerita dengan Jamu Nyonya Meneer, salah satu pesaing utamanya. Saat ini, Nyonya Meener justru sedang berpikir untuk melakukan ekspansi ke negeri China. Pasar jamu di China yang mencapai Rp 50 triliun per tahun menjadi pertimbangan utama. Menurut Charles Saerang, CEO Jamu Nyonya Meener, pihaknya tidak menutup kemungkinan membangun pabrik pengolahan jamu di China. Omzet Rp 50 triliun per tahun, hampir lima kali dari omzet jamu nasional yang hanya Rp 11,5 triliun pada tahun 2011, sayang untuk dilewatkan begitu saja. Nyonya Meneer adalah salah satu perusahaan jamu ternama di Indonesia yang terkenal dengan tagline “Berdiri Sejak Tahun 1919”. Produk andalannya bervariasi. Mulai dari temulawak, awet ayu, habis bersalin, hingga produk untuk luar tubuh seperti param dan buste cream. Kini, tak kurang dari 3.000-an pegawai bekerja di kedua pabriknya di Raden Patah dan Kaligawe, Semarang. Perusahaan yang didirikan oleh almarhum Lauw Ping Nio ini telah memiliki 300 produk. Dan 60% di antaranya adalah jamu yang menyasar konsumen wanita. Diversifikasi produk Jamu Cap Potret Nyonya Meneer dibagi menjadi empat, yakni (1) jamu untuk wanita, (2) jamu untuk pria, (3) jamu untuk perawatan dan penyembuhan dan (4) produk unggulan. Yang menjadi ciri khas, masing-masing kelompok produk diklasifikasikan dengan nomor berdasar-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


kan urutan dibuatnya. Saat ini, Nyonya Meneer mengklaim menguasai pangsa pasar jamu untuk wanita dengan porsi hingga 34%. Produk unggulannya adalah jamu untuk persalinan, yang memiliki omzet sekitar 400 ribu bungkus per tahun. Selain itu ada minyak telon untuk bayi dan persalinan yang terjual sekitar 3 juta botol per bulan. Tak hanya itu. Nyonya Meener bahkan mempersiapkan sejumlah produknya untuk merambah pasar internasional. Sasaran utamanya Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, China serta sejumlah negara di Eropa dan AS.. Charles Saerang, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer mengatakan, perusahaannya akan masuk ke China dengan mengandalkan jamu yang dikemas dalam produk makanan dan minuman. Hal ini dilakukan untuk mempermudah Nyonya Meneer mendapatkan izin memasarkan produknya dari pemerintah China. Khusus untuk menyerbu pasar China, Nyonya Meneer bahkan telah mengembangkan es krim jamu sebagai salah satu produk jamu dalam kemasan. “Bahkan tidak tertutup kemungkinan kami Meener akan membangun pabrik pengolahan di sana. Pasar jamu China yang mencapai Rp 50 triliun per tahunnya, jelas amat sangat menggiurkan,� kata Saerang. Dia pun membandingkan dengan omzet jamu nasional yang hanya Rp 11,5 triliun per tahun. Artinya, omzet pasar China lima kali lipat lebih besar.

Jamu Jago ke Jepang Selain Nyonya Meener, industri jamu nasional juga memiliki Jamu Jago sebagai salah satu pemain kunci. Perusahaan yang bermarkas di Semarang milik keluarga Suprana ini memiliki ratusan produk jamu dan obat herbal. Produk Jago sebagian besar berupa jamu dalam bentuk serbuk maupun kapsul. Di samping itu, ada pula produk lain berupa minyak gosok, madu, ramuan kesehatan pria dewasa serta obat masuk angin. Produk-produk Jamu Jago yang terkenal di antaranya Jamu Buyung Upik untuk anak-anak, Jamu ESHA (untuk laki-laki), Basmingin Flu ( jamu modern untuk flu), Basmurat ( jamu modern bentuk cair untuk asam urat), Sayuri (suplemen sayuran bentuk minuman instant), Purwoceng ( jamu kusus laki-laki untuk menunjang energi dan vitalitas), Narwastu Aroma Therapy, serta Jamu Sarirapet khusus wanita. Dalam hal eskpansi, perusahaan jamu yang kini dikomandani oleh Ivana Suprana ini tak kalah gesit. Tak kurang dari pasar Malaysia, Vietnam dan Jepang telah dimasuki. Jika melihat geliat bisnis Nyonya Meener maupun Jamu Jago, rasanya tak terlalu mengagetkan jika Air Mancur dimasuki investor asing. Pasar Indonesia dan ekspor yang masih begitu, agaknya menjadi pertimbangan utama bagi para pemodal manca negara untuk terjun ke bisnis ini. Apalagi jika kita menyimak pendapat Charles Saerang soal kelebihan jamu-jamu asal Indonesia yang didukung oleh baku hayati yang melimpah. “Itu tidak dimiliki oleh negara dengan empat musim seperti China,�ujarnya. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Penjual obat tradisional di China

37


figur

Madonna

Terkaya 2012

T

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

ua -tua keladi, makin tua bayaran makin tinggi. Pepatah itu agaknya pas disematkan buat Madonna (54). Bagaimana tidak? Menurut Billboard, artis kelahiran Michigan, AS, pada 16 Agustus 1958 itu, sepanjang tahun 2012 sukses menjadi musisi dengan bayaran tertinggi, sekitar US$ 34,6 juta atau Rp 328,7 miliar. Hebatnya lagi, Madonna menjadi satu-satunya perempuan yang berada di daftar artis terkaya.Tak hanya itu, selama lima tahun belakangan, ia dua kali menjadi selebritas terkaya. Penghasilan Rp 328,7 miliar itu ditangguk melalui tur dunia bertajuk MDNA yang total digelar selama 88 hari. Untuk tahun 2012, Madonna menyingkirkan Bruce Springsteen, rocker gaek asal AS, dan Roger Waters, pendiri grup musik Pink Floyd. Springsteen mengeruk US$ 33,4 juta lewat tur album Wrecking Ball. Sedangkan Waters memperoleh US$ 21 juta melalui tur The Wall Live. Menurut Glenn Peoples, analisis editor dari Billboard, sebagian besar penghasilan para musisi terkaya memang diperoleh dari rangkaian tur yang mereka gelar. “Ironisnya, pemasukan artis yang banyak melakukan tur, jauh di atas penjualan album mereka,� kata Peoples. Maka tak perlu heran, jika Taylor Swift, penyanyi country yang tahun lalu menjadi terkaya, kini merosot ke posisi 15 karena tahun lalu dia sama sekali tak menggelar tur. n

38

inilahREVIEW 27 Tahun II |4-10 Maret 2013


figur boediono

Ultah ke-70 di Korsel

w

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

akil Presiden Boediono berbahagia. Pada Senin pekan lalu, pria kelahiran Blitar itu, genap berusia 70 tahun. Boediono melewati hari pentingnya dengan menghadiri pelantikan presiden perempuan pertama Korea Selatan Park Geun-Hye, di Seoul. Seusai menghadiri pelantikan, digelarlah syukuran sederhana di Hotel Conrad, lantai 35, tempat Boediono dan rombongan menginap. Nasi tumpeng dan kue tart menjadi santapan bersama. Selepas SMA di Blitar, Boediono melanjutkan kuliah di Fakultas Eknomi UGM. Dia mendapat beasiswa dan melanjutkan studi di Australia. Pendidikan S-2 juga diambilnya di Australia. Sementara gelar doktor diperoleh di AS. Sempat menjadi dosen di UGM, Boediono masuk Bappenas atas ajakan Menkeu JB Sumarlin. Kariernya pun melesat. Menjabat Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia. Hingga pada 2009, Susilo Bambang Yudhoyono mengajaknya menjadi calon wakil presiden. n

t

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

Ang Lee

Harumkan Asia ak diperhitungkan tapi menang. Itulah Ang Lee (58), sutradara asal Taiwan, yang berhasil menyabet penghargaan sutradara terbaik Piala Oscar 2013. Lee menang berkat film garapannya Life of PI yang total menyabet empat Piala Oscar. Kesuksesan Ang Lee di tahun ini makin lengkap, karena dia sukses menyisihkan Stephen Spielberg dengan Lincoln. Ang Lee pun menjadi pahlawan yang mengharumkan benua Asia. Penghargaan sutradara terbaik ini merupakan kedua, setelah pada 2005, Lee juga meraihnya lewat film Brokeback Mountain, yang mengisahkan kehidupan koboi penyuka sesama jenis. Lee menyebut kemenangannya sebagai berkah. “Keajaib­an bagi saya bisa menyelesaikan film ini. Saya membawa kecemasan untuk waktu yang sangat lama. Empat tahun ini seperti sebuah buku filsafat dan film yang mahal, kombinasi yang menakutkan,� katanya. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

39


profesi radiologi intervensi

Cuci Otak Supaya Segar Dokter Terawan berhasil menyembuhkan penyakit stroke dengan metode cuci otak berbasis radiologi intervensi. Di Indonesia, baru dia yang punya keahlian ini. TEKS Iwan Purwantono foto riset

P

ernah dengar nama dr Terawan Agus Putranto? Bisa jadi tak banyak yang tahu, karena ia tak sepopular dokter lainnya semacam dokter Boyke. Namun, bagi yang pernah merasakan sentuhan tangannya, nama itu pasti akan abadi di benaknya. Dokter Terawan memang tak amat popular, tapi diyakini dialah satu-satunya dokter ahli mencuci otak. Dia praktik di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada pagi hari, sorenya di Rumah Sakit Gading Pluit. DI RSPAD namanya tertulis Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI. Banyak pasien penyakit stroke berhasil disembuhkannya. Pengobatannya

40

dikenal dengan nama brain wash atau cuci otak berbasis radiologi intervensi. Pengerjaannya menggunakan mesin canggih bernama traction angiogram. Penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah bisa dihilangkan sehingga pembuluh darah menjadi baik. “Om teman saya hanya butuh tindakan 25 menit. Setelah itu sembuh. Dia sudah bisa bicara dan tangannya sudah tidak kaku lagi,� cerita Yulia. Informasi di atas memang berasal dari Yulia. Kalimatnya seperti berpromosi. Tapi, kalau mau diteliti, Agus Putranto sebenarnya tidak. Dia ha-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


profesi radiologi intervensi

nya ingin berbagi informasi bahwa ada dokter yang mampu menyembuhkan penyakit yang sangat menakutkan itu. Kabarnya, saban bulan, dokter kelahiran Citi Sewu (utara Stasiun Tugu) Yogyakarta 5 Agustus 1964 ini, kedatangan puluhan pasien yang minta disembuhkan. Memang, kebanyakan dari pasiennya itu adalah mereka yang terkena stroke, tapi tak sedikit si pasien hanya mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak. Salah satu pasien itu adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Baru-baru ini, Dahlan menjalani cuci otak yang dilakukan dr Terawan. Ia tidak risau selama menjalani operasi yang mengharuskan adanya irisan pisau di pangkal paha itu. “Operasinya berlangsung singkat, hanya 20 menit,” kata Dahlan dalam blog pribadinya, dahlaniskan.wordpress.com. Setelah melakukan operasi, Dahlan mengaku merasa lebih segar. “Setelah lakukan ini, otak saya jadi bersih, pikiran jadi cerah,” katanya. Selain dirinya, istrinya juga telah melakukan hal serupa. Kini, ia merasa beruntung telah memilih mencoba cuci otak. Dalam blognya itu, Dahlan tak henti-henti memuji dr Terawan, ahli radiologi yang berumur 48 tahun itu. Pengalaman serupa disampaikan Harmoko, Menteri Penerangan di era Soeharto. Pada 7 Maret 2012, ia menjalani operasi pembersihan pembuluh darah otak oleh dr Terawan di Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara. Operasi yang hanya berlangsung 30 menit itu, hasilnya sungguh luar biasa. Menteri kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu, semakin jarang menderita sakit kepala. Penampilannya juga terlihat semakin segar. Itu pula yang dirasakan mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani Hasan

Rais. Ceritanya, Syaukani diserang stroke dadakan pada Januari 2009. Stroke yang menyerang Syaukani terbilang dahsyat, ia sampai lumpuh dan buta. Dokter dari Thailand dan Inggris didatangkan, tapi hasilnya nihil. Tak berapa lama kemudian, Syaukani mendengar ada metode cuci otak yang dikembangkan dr Terawan. Akhirnya pada 2012, dia menjalani operasi di Rumah Sakit Gading Pluit. Terapi pertama, 14 pembuluh darah yang mengalami penyumbatan, berhasil dibersihkan. Setelah itu, perlahan-lahan ia sembuh.

Disemprot, Nyes Brain wash atau cuci otak mulai dikembangkan dr Terawan sejak tahun 2004. Teknik yang digunakan adalah Digital Substraction Angiography (DSA). Awalnya, si pasien dibius lokal. Setelah itu, dokter akan memasukkan selang kecil atau kateter ke bagian paha. Selanjutnya, kateter itu dilesakkan sampai bisa menyelinap masuk pembuluh darah arteri.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Kateter akan menelusuri pembuluh darah menuju ke otak. Biasanya, kateter ber­ muara di empat pembuluh darah besar di otak, yakni carotis kanan dan kiri serta vertebralis kanan dan kiri. Selanjutnya, pergerakan kateter dimonitor melalui layar yang tersedia. Apabila ditemukan penyumbatan, bisa diketahui letak serta posisinya. Setelah ketemu, dokter akan menyuntikkan cairan penghancur. Semprotan cairan itulah yang memberikan sensasi aroma mint kepada pasien. Semakin banyak sumbatan, maka semakin sering pasien merasakan ‘nyes’ seperti permen mint. 

Harus Antre Untuk mendapat pengobatan dari dr Terawan, pasien harus rela antre. Bahkan, ada yang rela menunggu sampai tiga bulan.  Padahal, biaya operasinya terbilang cukup mahal, mulai dari Rp 15 juta sampai Rp 100 juta. Tapi, semua tergantung tingkat penyumbatan pembuluh darah otak yang ditangani. Meski begitu, pasien yang datang setiap hari terus saja membeludak. Beberapa orang penting di republik ini, pernah merasakan sayatan pisau bedah sang dokter. Termasuk, ibu negara Ani Yudhoyono sempat ditangani dokter alumni Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta itu. Tak lama setelah itu, dr Terawan dipercaya menjadi dokter kepresidenan. Dia juga sempat menangani mantan Wapres Try Sutrisno, yang pernah mengalami sumbatan di otak pada 2008. Di balik cerita sukses itu, ada kebiasaan unik dr Terawan. Ketika di meja operasi, dia selalu menyanyi. Entah untuk menghibur pasien atau sekadar hobi. n

41


Jabar Mencari Konsep Baru Empat masalah utama yang membuat ekonomi Jabar merosot. Selain melakukan pembenahan, perlu dicari konsep baru.

J

awa Barat mestinya menjadi salah satu provinsi superkuat di tanah air dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 7% per tahun. Tapi, apa boleh buat, provinsi yang bertetangga dengan DKI Jakarta ini harus menghadapi sejumlah masalah yang membuat potensi hebat tersebut sulit dicapai. Dalam acara diskusi Outlook Perekonomian Jabar yang diselengarakan InilahKoran dan Bank BJB di Grand Ballrom Savoy Homann, Bandung, Ina Primiana menyebut empat masalah yang dinilai menghambat perekonomian Jawa Barat. “Provinsi Jawa Barat memiliki masalah di seputar inefisiensi birokrasi, korupsi, infrastruktur, dan tenaga kerja,” kata Guru Besar FE Unpad Bandung ini, pekan lalu. Empat masalah itu pula yang membuat perekonomian Jabar pada 2012 hanya mampu tumbuh 6,21%, lebih rendah dari tahun 2011 yang mencapai 6,48%. Padahal pertumbuhan ekonomi dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja. Saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar tercatat 9,08%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 6,14%. Inefsiensi birokrasi juga dituding sebagai biang kerok dari merosotnya sektor pertanian dan industri pengolahan di Jawa Barat. Tahun 2012, sektor pertanian dan pertambangan memberikan andil pertumbuhan negatif pada perekonomian Jabar, masing-masing sebesar -0,09% dan -0,15%. Sedang industri pengolahan, yang selama ini menjadi andalan Jabar, hanya menyumbang 1,5%. Pertumbuhan yang sangat pesat justru dicatat oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Ketiga sektor tersebut memberikan andil 2,55% terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar. “Lambat laun masyarakat Jawa Barat akan menjadi konsumen dan penjual barang-barang impor,” kata Ina. Mencemaskan, memang. Apalagi, dua tahun ke depan, Indonesia (termasuk Jabar) akan menyambut perdagangan bebas ASEAN (Asean Economic Community atau AEC). Nah, jika berbagai masalah tak segera dibenahi, Jabar tak hanya kehilangan kesempatan meraih peluang, tapi justru bisa diserbu barang-barang dari negara tetangga. Sesudah mengupas berbagai persoalan, diskusi yang menghadirkan pembiacara Supriyadi (Staf Ahli Menko bidang Persaingan Usaha), Zaini Aboe Amin (Kepala Kantor BI cabang Bandung), Januar P Ruswita (Wakil Ketua Kadin Jabar), dan A. Riawan Amin (Dirut Bank BJB Syariah) itu kembali pada jalan ke luar yang harus ditempuh Jabar. Selain membenahi empat persoalan tadi, Ina mengusulkan agar pemerintah memberikan kemudahan dan insentif kepada usaha kecil (UKM). Dengan pemberian insentif dan kemudahan

42 42

ini, diharapkan UKM akan lebih kuat AEC diterapkan. “Apalagi UKM telah terbukti memberi efek domino kepada pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan pekerjaan,” kata Ina. Sementara itu Supriyadi menyuarakan bahwa, salah satu jalan terbaik untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan adalah dengan pengembangan sentra produksi di daerah-daerah. Pemerintah, menurut Supriyadi, juga harus fokus pada hilirisasi. “Jadi tidak hanya transaksi bahan mentah saja,” katanya. n

Laju dan Sumber pertumbuhan PDRB Jabar (2011-2012).

n Konsumsi rumah tangga n Konsumsi pemerintah n Pembentukan Modal tetap Bruto n Perubahan Inventori n Ekspor n Dikurangi Import n LPE

2,85% 0,00% 1,05% 0,91% 2,47% 1,12% 6,21%

Sumber: BI

Perbandingan Indikator Ekonomi Nasional - Jabar . Nasional

Jawa Barat

Pertumbuhan ekonomi

6,30%

6,21%

Inflasi

4,30%

3,86%

Tingkat pengangguran terbuka (TPT)

6,14%

9,08%

Tingkat kemiskinan

11,90%

10,09%

Jenjang pendidikan SD

48,63%

49,45%

65% - 66%

57,70%

Sektor informal Sumber: BI

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

43


internasional defisit anggaran

Manmohan Singh, Perdana menteri india

Defisit anggaran India sudah mendekati level berbahaya 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Situasi ekonominya akan memengaruhi negara-negara lain, termasuk Indonesia. TEKS rangga lesmana foto riset ilustrasi yayan

India Kalang Kabut 44

p

erekonomian India sedang lesu. Beras, gandum, minyak goreng, produk ternak, hingga lembaran-lembaran katun mulai dipasangi label harga tinggi. Tanpa ampun, horor inflasi menyergap negeri itu. Tekanan inflasi benar-benar menjadi momok paling menakutkan bagi negeri Bollywood. Pelan tapi pasti, satu persatu penopang rangka bangunan ekonomi India keropos. Fluktuasi rupee terhadap US$ mengawali tarian maut turbulensi. Memang, tahun 2009 mata uang India tersebut masih perkasa menahan gempuran di angka 43, 7 rupee per 1 US$. Tapi, itu tiga tahun lalu. Tahun 2012, rupee terjun bebas tanpa ampun ke level 56 per US$. Efeknya, konsumsi domestik yang menjadi sandaran utama kini mulai lemah tak berotot. Gerusan daya konsumsi pun memukul telak jantung industri. Walaupun di atas kertas industri India masih tumbuh setidaknya 4,8%,

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


internasional defisit anggaran tetapi pelemahan yang terjadi tak bisa dibohongi. Jebolnya neraca berjalan India hingga lebih 50% dari tahun sebelumnya, membuat negeri Gangga tak urung kelimpungan. Pukulan telak ekonomi pun menggerus jumlah lapangan kerja di seantero India. Angka pengangguran melonjak hingga 12%, dari sebelumnya yang hanya 9%. Selain pucuk pimpinan, orang yang paling pusing adalah Gubernur Bank Sen- suasana di satu sudut kota delhi tral India, Duwuri Subbarao. Gubernur bank sentral yang pernah mendapat predikat terburuk nomor 4 dari majalah Global Finance ini, telah melempar isyarat atas risiko inflasi yang tak terbendung. Ujung-ujungnya, pertumbuhan India akan melempem dan menjadi yang terburuk sepanjang satu dekade terakhir. “Ada ruang untuk pelonggaran moneter. Tapi, ruang yang terbatas dan kita harus membuat penilaian hati-hati tentang bagaimana menggunakan ruang tersebut,” katanya. Subbarao memperkirakan, di tahun ini ekspansi ekonomi India hanya sebesar Duwuri Subbarao. 5,5%. Jelas, ini bukan angka yang indah diGubernur Bank Sentral India lihat. Apalagi, bila dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan 10 tahun terakhir yang mencapai 8%. “Peningkatan pertumBuntutnya, Menteri Keuangan India Palabuhan ekonomi akan terus diperjuangniappan Chidambaram diberikan amanat kan. Tapi tetap dilakukan melalui langbaru untuk menambal beban anggaran. kah-langkah bertahap,” ucap Subbarao. Yang mengejutkan, pria yang teMinus 3% dari potensi kekuatan ekolah memangkas anggaran pemerintah nomi sebesar hampir US$ 2 triliun adalah hingga 9% ini, memutuskan untuk mesesuatu yang mengerikan. Ada potensi naikkan tarif impor minyak goreng. Seuang menguap sebesar US$ 60 miliar. buah keputusan, yang bagaimanapun akan mengguncang pasar CPO internaIndonesia Terkena Dampak sional. Chidambaram beralasan, “ApaHampir seluruh pengamat perekopun akan saya lakukan, agar SUN India nomian global memberikan proyeksi tak terseret ke level sampah”. bahwa ekonomi India diperkirakan haTentu saja, apa yang kini sedang dinya tumbuh 5% di tahun 2013 ini. Angka alami India akan merembet ke negara-netersebut jelas berada di bawah periode gara lain, terutama yang punya hubungan yang sama tahun sebelumnya, yakni dagang langsung, seperti Indonesia. “De6,2%. Bahkan, jauh di bawah rata-rata fisit anggaran India yang tercatat sebesar sepuluh tahun terakhir, 8%. 5,3% dari PDB, mendekati level rawan 6%, Yang jelas, dalam rencana pemitu berbahaya,” kata pengamat ekonomi, bangunan ekonomi dua tahun ke depan, Lana Soelistyaningsih. India akan menggenjot pasar domestik. Menurut ekonom Samuel Sekuritas

«Ada ruang untuk pelonggaran moneter. Tapi, ruang yang terbatas dan kita harus membuat penilaian hati-hati tentang bagaimana menggunakan ruang tersebut.»

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Indonesia ini, perlambatan ekonomi India akan mengancam ekspor CPO Indonesia yang sedang melemah saat ini. “India merupakan mitra utama kedua setelah Uni Eropa,” katanya.

Rawan Konflik Tingginya harga kebutuhan pokok di India telah membuat warga tak sanggup lagi membeli. Tentu saja, ini menjadi rawan kerusuhan. Lihat saja, baru-baru ini, jutaan buruh di India berencana menggelar aksi mogok menuntut kesejahteraan yang lebih baik. Jutaan buruh di India itu menuntut pemerintah menghentikan penjualan perusahaan negara ke pihak swasta. Aksi mogok tersebut mendapat dukungan sebagian besar serikat pekerja di India. Termasuk ribuan organisasi serikat pekerja yang ada di seantero negeri. Dampak dari gejolak buruh ini tak main-main. Diperkirakan pukulan telak akan menimpa sektor perbankan, transportasi, kantor pos dan layanan di pelabuhan. Turbulensi akibat inflasi mulai menyeruak semakin dalam. Perdana Menteri India, Manmohan Singh, memang tak berpangku tangan. Tetapi, kebijakannya mengurangi defisit anggaran dengan menjual saham sejumlah perusahaan milik negara memancing pertentangan, terutama dari kalangan serikat kerja. Protes pun menyalak, kestabilan domestik India pun bergoyang hebat. Selain protes serentak kaum buruh, kondisi domestik India pun kian diperparah dengan terjadinya ledakan bom yang mengguncang negeri itu baru-baru ini. Belasan orang tewas dan 50 puluhan lainnya luka berat. Memang, ledakan itu bukan yang terparah, tetapi momentum aksi tersebut amat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi negeri Gangga. Tak kurang dari Indeks Sensex di bursa Mumbai terjun bebas hingga minus 1.5%. Pasar SUN mereka pun ikut melempem. Gebrakan perbaikan ekonomi yang dilakukan kabinet PM Singh, seperti sia-sia belaka. n

45


internasional skandal pajak

Sang Menantu p Mencoreng Kerajaan Di tengah krisis akut, Spanyol dibuat marah oleh skandal yang dilakukan menantu raja Spanyol, Inaki Urdangarin. Suami dari putri Infanta Cristina ini juga menghadapi sejumlah tuduhan lain. TEKS ali sundoluhur foto riset

Inaki Urdangarin, istri, dan keempat anaknya

46

engunjuk rasa memenuhi gedung pengadilan di Palma de Mallorca Spanyol. Itu adalah hari ketika Inaki Ur­ dangarin, menantu Raja Juan Carlos, diperiksa hakim pengadilan atas sejumlah skandal, termasuk dugaan penggelapan pajak. Para pengunjuk rasa mencemooh saat menantu raja Spanyol itu berjalan menuju gedung pengadilan. Tak kurang dari 170 polisi bekerja keras menghalau ratusan demonstran untuk menjauh dari gedung. Saat berjalan masuk gedung pengadilan, Urdangarin enggan mengatakan sesuatu. Ia hanya mengucapkan sapaan singkat “selamat pagi” kepada sekitar 100 wartawan terakreditasi untuk meliput jalannya pemeriksaan itu. Ia berjalan tenang didampingi pengacaranya, Mario Vives Pascual. The Duke of Palma—gelar kerajaan bagi Urdangarin—dipanggil untuk menjalani pemeriksaan secara tertutup di sebuah gedung pengadilan di pulau Mediterania itu. Hakim Jose Castro yang memimpin pemeriksaan mempertanyakan Urdangarin sekitar tiga pelanggaran yang dituduhkan Departemen Keuangan. Termasuk di antaranya, penipuan pajak perusahaan yang terkait dengan yayasan dan hal-hal terkait dengan pajak penghasilan pribadinya. Menurut hukum Spanyol, pengadilan akan memutuskan apakah jaksa memiliki bukti yang cukup untuk mengajukan tuduhan terhadap pangeran. Sebagaimana dinyatakan dalam surat panggilan, hakim juga bertanya tentang rekening bank di tax havens seperti Andorra, Luksemburg, dan Swiss. “Ini merupakan aib bagi pulau kami yang telah mendukung keluarga kerajaan,” ujar Esperanza Ruiz, warga Palma. Urdangarin diminta menjawab tentang apakah ia menggunakan statusnya sebagai menantu raja untuk mengamankan deal yang menguntungkan Instituto Noos, yayasan nirlaba yang ia kelola. Ada

Menurut hukum Spanyol, pengadilan akan memutuskan apakah jaksa memiliki bukti yang cukup untuk mengajukan tuduhan terhadap pangeran. inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


internasional skandal pajak indikasi Noos memberikan proyek ke perusahaan yang di dalamnya sang pangeran menjadi komisaris. Akibat praktik ini, Urdangarin diduga menikmati keuntungan jutaan euro. Media setempat melaporkan bahwa Ur­dangarin dan rekan mendapat keuntungan lebih € 6 juta ($ 8 juta). Seminggu sebelumnya, mantan mitra Urdangarin, Diego Torres, juga menghadapi pertanyaan rinci oleh Castro.

BANYAK SKANDAL Kasus ini meledak di media pada akhir 2011 saat Spanyol diterpa krisis utang Eropa, pertumbuhan ekonomi berhenti dan angka pengangguran membesar. Kejahatan yang dituduhkan sang Duke berlangsung antara tahun 2004 hingga 2006. Pada November 2011, duke dituduh mengalihkan dana publik untuk keuntungan sendiri melalui lembaga Instituto Noos dalam kasus Palma Arena. Kasus ini diendus biro antikorupsi Spanyol. Harian El País merilis dokumen anggaran yang mencurigakan untuk satu event internasional yang diselenggarakan oleh lembaga yang dikelola Urdangarín pada waktu itu. Diyakini bahwa ia membujuk pemerintahan, sebagian besar pemerintah daerah, untuk menandatangani perjanjian dengan Noos. Pada Desember 2011, biro Antikorupsi menegaskan bahwa duke telah mengirimkan sejumlah uang bebas pajak di Belize dan Inggris. Pada Desember 2011, keluarga Raja Spanyol mengumumkan, Duke of Palma tidak akan berpartisipasi dalam kegiatan resmi keluarga kerajaan sebagai akibat dari skandal Noos. Pada 6 Februari 2012, Duke of Palma de Mallorca harus tampil di hadapan hakim atas tuduhan korupsi. Dia diselidiki bersama 14 orang lain, termasuk Jaume Matas, mantan perdana menteri dari Balearik. Pengeran muncul lagi pada 25 Februari 2012 di Mallorca untuk menjawab pertanyaan sebelum penyelidikan hakim Jose Castro. AIB KERAJAAN Penyelidikan telah membuat sangat malu monarki di negara yang sedang terpukul oleh krisis keuangan ini. Ini merupakan skandal terburuk rumah tangga kerajaan selama 37 tahun tahta Raja Juan Carlos. Pada 26 Januari 2013 rumah tangga kerajaan Spanyol menghapus laman yang terkait Duke of Palma Inaki Urdangarin dari website resminya. Sebelumnya, untuk kali pertama Spa-

Ini merupakan skandal terburuk rumah tangga kerajaan selama 37 tahun tahta Raja Juan Carlos. nyol pun membeber gaji seluruh keluarga kerajaan karena tidak ingin skandal Urdangarin mencoreng nama kerajaan. Rincian gaji raja dan seluruh penghuni istana 2011 dipublikasikan via situs kerajaan www.casareal.com. Selain gaji pokok, daftar gaji 2011 itu juga mencantumkan beberapa tunjangan lain yang diterima raja. Berdasar rincian gaji 2011 tersebut, Raja Juan Carlos mendapat gaji total (plus tunjangan) € 292.752 (sekitar Rp 3,4 miliar). “Negara memberikan dana kepada raja € 140.519 (sekitar Rp 1,6 miliar) dan tambahan uang saku € 152.233 (sekitar Rp 1,7 miliar) untuk keperluan dinas kenegaraan,” terang akuntan kerajaan dalam situs itu. Selain pemimpin monarki berusia 73 tahun tersebut, pemerintah Spanyol juga memberikan tunjangan kepada Pangeran Felipe. Tetapi, putra mahkota berusia 43 tahun itu tak mendapat dana sebesar ayahnya. Dalam situs kerajaan, disebutkan bahwa dana negara untuk suami Putri Letizia itu sebesar € 70.260 (sekitar Rp 822,3 juta). Sedangkan uang sakunya € 76.117 (sekitar Rp 890,8 juta). Akuntan kerajaan yang tak disebutkan identitasnya itu menyatakan bahwa nilai gaji dan tunjangan untuk keluarga kerajaan tahun itu tidak sebesar tahuntahun sebelumnya. Pada 2010, negara memangkas gaji dan tunjangan untuk keluarga kerajaan sebesar 15%. Sebagai menantu raja, Urdangarin tak dapat tunjangan atau uang saku dari negara. Berbeda dengan istrinya yang mendapatkan tunjangan bersama Ratu Sofia, Putri Letizia, dan Putri Elena sebesar € 375.000 (sekitar Rp 4,3 miliar). Ketika kerajaan mendapat serangan publik saat ini, pemerintah konservatif Perdana Menteri Mariano Rajoy terus berupaya melindungi raja dari potensi kebencian karena kasus Urdangarin. Rajoy menekankan pentingnya nilai Juan Carlos untuk bangsa. Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria juga membela peran raja. “Raja telah bekerja untuk stabilitas dan demokrasi di Spanyol,” tegasnya. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

47


internasional demokrasi italia

Habis Pemilu Terbitlah Gelap Tidak adanya pemenang mayoritas menyulitkan pembentukan pemerintahan di Italia. Ini akan memperdalam krisis ekonomi negeri itu. TEKS ali sundoluhur foto riset

k

ebingungan, kekhawatiran, dan pesimisme. Itulah gambaran rakyat Italia saat ini. Pemilu 24-25 Februari lalu dengan gamblang menggambarkan hal tersebut. Kebingungan itu akhirnya membuat hasil pemilu tidak menghasilan mayoritas mutlak. Ada empat kandidat yakni Pier Luigi Bersani (mantan menteri perindustrian), Silvio Berlusconi (mantan perdana menteri tiga kali periode), Mario Monti (perdana menteri saat ini) dan komedian Beppe Grillo mencatat hasil signifikan. Sukses komedian Beppe Gril-

silvio berlusconi di lokasi pemilihan

48

lo lewat gerakan anti-kemapanan Partai Five Star Movement justru mengkhawatirkan banyak pihak. Pesimisme rakyat Italia terlihat dari jumlah pemilih pada hari pertama yang hanya 54%, anjlok dibandingkan pemilu tahun 2008 sebesar 62,5%. Catatan saja, jumlah pemilih sejak tahun 1970-an mencapai 90% lebih. Pemilu kali ini, nyatanya tidak memberi harapan baru bagi warga Italia agar perekonomian di negara ini kembali pulih sejak krisis utang 2010. Bahkan, ada kekhawatiran, Italia bisa menyamai Yunani, yang ekonominya memburuk pascapemilu. Riccardo Bar-

bieri, Kepala Ekonom Mizuho, menyatakan pemilu Italia memiliki kesamaan dengan pemilu Yunani tahun lalu. “Publik marah, bingung, serta tidak percaya pada partai politik yang ada,” katanya. Kondisi ini membahayakan perekonomian. Apalagi, bila terjadi kebuntuan politik, bisa menimbulkan ketidakstabilan pasar. Walhasil, krisis utang di Italia bisa semakin parah. Sukses komedian Beppe Grillo dalam pemilu Italia menghambat mayoritas mutlak di Roma dan situasi stabil yang diharapkan Uni Eropa dan pasar keuangan internasional. Pemilu usai, Italia terancam tidak punya pemerintahan. Meskipun kemenangan tipis Koalisi Kiri dari Pier Luigi Bersani atas kubu kanan dari Berlusconi di dewan perwakilan rakyat, tapi di kamar kedua parlemen Italia, Senat, benar-benar macet. Baik koalisi kiri dari Pier Luigi Bersani maupun Silvio Berlusconi dengan kelompok kanannya tidak mencapai mayoritas. Koalisi Kiri dari Bersani bersama dengan Koalisi Tengah dari PM Monti berhasil meraih 131 kursi di senat. Koalisi Kanan Tengah dari Berlusconi hanya meraih 116 kursi. Tapi batas angka mayoritas adalah 158 kursi. PM mendatang di Italia memerlukan persetujuan dari Senat untuk dapat memerintah. Jika tokoh sosial demokrat Bersani ingin menjadi perdana menteri, ia harus mengupayakan sesuatu di Senat. Para investor dan negara-negara mitra di Eropa sebelumnya berharap Bersani akan membangun koalisi dengan Monti, yang mampu menyelamatkan Italia dari jurang kehancuran lewat penaikan pajak dan pemotongan anggaran belanja. Namun, naiknya Grillo dan bertahannya Berlusconi sungguh di luar dugaan. Mereka berdua menentang kebijakan ekonomi kaku dan keras dari pengetatan fiskal yang dipaksakan Monti. Memang, koalisi besar bisa saja terbentuk. Tapi itu agaknya mustahil. Analis politik Vincenzo Scarpetta dari lembaga Open Europe menilai solusi koalisis besar Bersani atau Monti dengan Berlusconi akan sulit diterima pemilih. “Tapi, koalisi besar dapat menjadi solusi sementara,” katanya. Marius Daheim dari Bayerische Landesbank mengatakan, ketidakacuhan pasar bisa berlanjut selama masa depan politik Italia tidak segera dipastikan. “Semakin lama kebuntuan politik ini berlangsung, makin banyak investor yang berupaya mengurangi tingkat resiko,” katanya. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


internasional rating kredit

Inggris Menakutkan Moody’s Financial Service menurunkan rating kredit Inggris menjadi negatif. Ancaman PHK di depan mata. TEKS rangga lesmana foto riset

k

abar muram datang dari negeri Ratu Elizabeth. Di tengah kian dinginnya tung­ ku pengapian mesin ekonomi Inggris, datang lagi prahara susulan yang tak kalah ngeri. Pengumuman lembaga pemeringkat utang internasional, Moody’s Financial Service, sontak menebar horor. Tanpa tedeng aling-aling, Moody’s menurunkan rating kredit Inggris sebanyak satu peringkat menjadi Aa1 dari level Aaa. Turunnya rating kredit Inggris menjadi negatif dari sebelumnya stabil, didasari kian muramnya pertumbuhan ekonomi Inggris. Walaupun secara konsisten, negeri tersebut konsisten memberlakukan kebijakan pengehematan nan masif hingga 9 bulan berturut-turut. Menanggapi hasil Moody’s, Pemerintah Inggris jelas meradang. “Ini adalah sebuah penghinaan besar,” kata Menteri Keuangan George Osbourne. Di atas kertas, para ekonom global sepakat bahwa pada kuartal I 2013 ini, ekonomi Inggris diperkirakan akan menunjukkan kontraksi. Hal ini berdasarkan proyeksi kuartal keempat 2012 yang lalu. Kontraksi kuartalan sebesar 0,3% hingga 0,5% adalah nilai yang menjadi konsensus para analis tersebut. Ini juga

yang menjadi alasan bagi Moody`s. Kelemahan berkelanjutan dari prospek ekonomi Inggris serta beban utang meningkat, menjadi pertimbangan tambahan dalam prosesi penurunan rating tersebut. Tahun 2013 ini, proyeksi atas utang Inggris menunjukkan akan adanya kenaikan menjadi 95% hingga 98% dari PDB. Dibandingkan angka 90% pada tahun 2012 lalu, Inggris masih harus berutang menutupi defisit neraca berjalannya, agar belanja pemerintah dan belanja konsumen negeri itu tetap terjaga memutar roda ekonomi. Efeknya, poundsterling jatuh bebas terhadap dolar AS menuju level US$ 1.515 per pound, terendah selama 30 bulan terakhir. Poundsterling bisa saja seperti yen Jepang, menapaki jalan untuk didevaluasi. Kuartal pertama tahun 2013 akan jadi penentuan bagi ekonomi Inggris. Jika kembali minus, berarti Inggris sah mengalami resesi ketiga, sejak krisis keuangan tahun 2008. Sebuah situasi yang oleh beberapa ekonom digambarkan sebagai triple-dip recession. Yang menakutkan para ekonom global, adalah efek yang menjalar ke sistem perbankan Inggris dan Eropa. Turunnya peringkat SUN Inggris yang notabene adalah aset nomor satu perbankan Ero-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

pa, akan membawa efek domino peluruhan aset berkelas di bawahnya. Semua aset kertas yang “mencantolkan” diri ke SUN Inggris, otomatis akan terjun bebas. Dengan pemulihan setengah hati yang dilakukan Jerman, kondisi tersebut jelas berbahaya bagi sistem perbankan Eropa keseluruhan. Prosesi kolapsnya bank-bank besar di benua biru, berpotensi besar akan terulang. Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tetap menjadi ancaman yang menakutkan. Atas situasi ini, respons reaktif datang dari Federasi Buruh Eropa. Mereka menuntut Inggris untuk segera memang­kas pajak korporasi demi merangsang aktivitas manufaktur. Mereka berdalih, penurunan peringkat ini tidak boleh dijadikan alasan bagi kabinet PM James Cameron untuk melakukan PHK di Inggris. Pemerintah Inggris telah mengumumkan akan memangkas kembali anggaran belanjanya. Dalam jangka panjang hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap fundamental ekonomi. Otot konsumsi domestik Inggris jelas akan semakin lemah tak bertaji. Dengan pasar ekspor yang kian melempem, akankah cerita Inggris akan dilanjutkan dengan kisah privatisasi? n

49


profil Bosowa

Erwin Aksa

Sukses Mengubah Budaya Bosowa Dengan gaya kepemimpinan yang berbeda dari sang ayah, ia dianggap berhasil mentransformasi Bosowa menjadi perusahaan besar. TEKS Hideko dan Vincent ilustrasi agus sukoyo

P

ara pelari jarak menengah top kelas dunia seperti David Mutai dan Charles Kipsang asal Kenya datang ke Makassar, Sulawesi Selatan. Bersama atlet nasional lainnya mereka turut memeriahkan lomba lari Bosowa 10K, pekan lalu. 10K merupakan bagian dari acara peringatan hari jadi ke-40 Grup Bosowa yang jatuh pada 22 Februari. Selain lomba lari 10K, menurut Erwin Aksa, Chief Executive Officer (CEO), Bosowa Group, peringatan 40 tahun Bosowa juga dimeriahkan dengan

50

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


profil Bosowa pekan olahraga, turnamen golf, dan aksi sosial. Perayaan grup usaha dari Indonesia Timur itu dipusatkan di Makassar, kota tempat Bosowa didirikan. Bosowa bermula dari sebuah usaha di bidang perdagangan umum bernama CV Moneter di Makasar, Sulawesi Selatan. Perusahaan didirikan oleh HM Aksa Mahmud, 22 Februari 1973. Lima tahun kemudian Moneter mendapatkan hak eksklusif sebagai dealer resmi mobil Datsun untuk kawasan Indonesia Timur. Pada 2006, Aksa Mahmud mempercayakan jabatan chief executive officer (CEO)  kepada putra sulungnya, Erwin Aksa. Ada semacam adagium di lingkungan dunia usaha di Makassar bahwa perusahaan di kota itu hanya mampu bertahan seusia pendirinya. Namun Aksa berhasil mematahkan anggapan tersebut. Buktinya, ketika pertama kali menjadi dealer mobil, Bosowa baru menjual dua unit mobil per bulan. Kini, di bawah komando generasi kedua, Erwin Aksa, Bosowa mampu menjual 800 unit per bulan. Hingga 2012, asset Bosowa diperkirakan sudah mencapai Rp 10 triliun. Targetnya, hingga akhir 2014, aset Bosowa sudah berbiak menjadi Rp 20 triliun. Sudah menjadi takdir Erwin dilahirkan sebagai anak seorang pengusaha. Oleh sebab itu, sejak kecil ia memang sudah dipersiapkan oleh ayahnya untuk menggantikan dirinya sebagi pengusaha. Yang menarik,

« Sudah menjadi takdir Erwin dilahirkan sebagai anak seorang pengusaha. Oleh sebab itu, sejak kecil ia memang sudah dipersiapkan oleh ayahnya untuk menggantikan dirinya sebagi pengusaha. »

Pada awal kepemimpinanya di Bosowa, yang dilakukan Erwin adalah mengubah budaya perusahaan yang diwariskan ayahnya dari yang cenderung one man show menjadi menejemen kolektif dengan menyebarkan risiko bisnis kepada seluruh karyawan. ayahnya mengarahkan Erwin sebagai pengusaha melalui kegiatan olahraga. Belakangan baru diketahui, ada keinginan yang ingin ditanamkan Aksa kepada anaknya. Yakni, keinginan untuk selalu menjadi pemenang dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Erwin sudah menyukai olah raga selancar angin dan menjadi anggota salah satu klub selancar angin di sana. Mau tidak mau, di klub tersebut ia harus bersaing dengan anggota klub lainnya yang lebih dewasa. Diakui oleh Erwin, di klub ini ia banyak menimba ilmu secara otodidak, termasuk di dalamnya belajar cepat beradaptasi. “kemampuan ini penting dalam mengarungi dunia bisnis,” kata Erwin.

Menjadi musuh keluarga Kegiatan olahraga selancar angin digeluti Erwin hingga tingkat SMP. Ia pun sering mengikuti kegiatan lomba selancar angin, mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional. Namun berbagai kegiatan itu membuat Erwin terpaksa sering meninggalkan bangku sekolah. Itu sebabnya, ketika masuk SMA, Erwin dipindahkan orang tuanya ke SMA 5 Bandung. Kota ini memang tidak ada pantainya. Selepas SMA, mantan Ketua Umum Hipmi (2008-2011) ini melanjutkan sekolah di University of Pittsburgh, Pennsylvania, USA. Selepas menyelesaikan pendidikannya di Amerika pada 1997, Erwin baru mendapat kepercayaan untuk terlibat langsung dalam bisnis. Jabatan pertama yang diserahkan kepadanya adalah deputi proyek Bosowa. Di proyek ini, Erwin yang masih berusia 20-an tahun harus mengurusi ribuan orang buruh dengan segala macam persoalannya. Pada 2005, secara perlahan tapi pasti, jabatan dan kariernya naik sebagai direktur utama PT

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Bosowa Energi. Kariernya terus melesat hingga dipercaya sebagai CEO Bosowa Corporation. Di bawah komandonya, kini Bosowa Group difokuskan pada tiga bisnis utama. Yakni bisnis otomotif, industri semen dan financial services. Jika dulu hanya sebuah dealer mobil, sekarang Bosowa telah menekuni 10 bidang bisnis melalui 43 anak usahanya (subsidiary companies). Perusahaan–perusahaan itu bergerak di berbagai bisnis di antaranya logistik & transportasi, pertambangan, properti, jasa keuangan, infrastruktur, energi dan juga media. Pada awal kepemimpinanya di Bosowa, yang dilakukan Erwin adalah mengubah budaya perusahaan yang diwariskan ayahnya dari yang cenderung one man show menjadi menejemen kolektif dengan menyebarkan risiko bisnis kepada seluruh karyawan. Sementara CEO hanya mengambil keputusan yang sifatnya sangat strategis. Gesekan pun terjadi, dari pihak karyawan dan keluarga, termasuk ayahnya yang memprotes tindakannya. Sampai-sampai Bosowa, menurut Erwin, pernah mengalami krisis pekerja di level menengah karena banyak yang tidak tahan dengan kebijakan yang diterapkannya. Karyawan yang tidak perform langsung ganti. Waktu itu sang ayah sempat marah karena Erwin dianggap telah mengubah nilai-nilai budaya perusahaan yang ia tanamkan. “Saya juga dianggap membuat musuh dalam keluarga,” katanya. Namun, untunglah, semua pihak akhirnya bisa menerima gaya kepemimpinan Erwin. Ia pun dianggap membawa perubahan yang signifikan terhadap kemajuan Bosowa karena berhasil melakukan transformasi, profesionalisme, dan efisiensi. Kini, di bawah Erwin, Bosowa mencanangkan era lepas landas menuju Bosowa Excellence 2015. n

51


hukum Penipuan

Emas Tak Seindah Wa

Progam investasi emas batangan yang ditawarkan Raihan Jewellery memakan korban. Kini, nasib para nasabah terkatung-katung. TEKS Iwan Purwantono dan Chrissen DM Foto riset

B

erhati-hatilah dengan progam investasi emas batangan yang belakangan ini marak ditawarkan sejumlah perusahaan. Bila tak hati-hati, uang Anda bisa melayang seiring tiupan angin. Tak percaya? Lihat saja nasib ribuan

52

nasabah Raihan Jewellery. Saat ini, mereka kebingungan karena sejak awal Januari 2013 hingga kini, perusahaan ini berhenti membayar bonus kepada nasabahnya. Padahal, awalnya, para nasabah diiming-imingi berupa buyback guarantee ketika kontrak jatuh tempo. Pembelian kembali emas inilah yang membuat ba-

nyak nasabah berbondong-bondong membiakkan dananya di Raihan. Mereka tersebar mulai dari Langsa dan Banda Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam), Medan, Jakarta, dan Surabaya. Raihan menjual emas batangan dengan harga 20% sampai 25% lebih mahal ketimbang harga Logam Mulia Antam. Selain itu, perusahaan ini juga memberi

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


hukum Penipuan

arnanya bonus tetap setiap bulan selama periode tertentu. Saat nasabah akan mengisi formulir, mereka disodori dua jenis kontrak. Pertama, kontrak emas fisik, yang berarti nasabah bisa menyimpan sendiri emas batangan tersebut. Sebagai gimmick, investor bakal mendapat bonus tetap 1,5%2,5% per bulan selama periode kontrak 6 bulan yang akan langsung ditransfer ke rekening si investor. Kedua, kontrak emas nonfisik. Artinya emas “dititipkan” kepada Raihan. Sebagai bukti, nasabah memegang bukti pembayaran dan surat perjanjian investasi. Kontrak investasinya berdurasi 6 bulan dan 12 bulan dengan bonus tetap bulanan sebesar 4,5% dan 5,4% dari nilai investasi si nasabah. Jika masa kontrak berakhir, nasabah bisa menjual kembali emas tersebut kepada Raihan seharga pembelian awal. Kalau nasabah ingin terus membiakkan uangnya di Raihan, mereka bisa mengajukan perpanjangan kontrak, dengan membawa kontrak perjanjian yang lama, fotokopi sertifikat emas, serta bukti setoran. Harga emas perpanjangan akan mengikuti harga baru yang berlaku pada hari tersebut. Sejak 2010, Raihan ditaksir telah mengumpulkan dana masyarakat sekitar Rp 13,2 triliun lewat penjualan 2,2 ton emas. Angka penjualan ini tidak ter-

masuk dengan penjualan di Langsa dan Banda Aceh. Rinciannya di Medan sebanyak 1.200 kg, cabang Surabaya 500 kg, dan Jakarta sekitar 500 kg.

Awalnya Lancar Awalnya, semua berjalan lancar. Saban bulan, para nasabah sempat mencicipi bonus 2,5%. Thomas, misalnya. Setiap bulan ia menikmati bonus Rp 35 juta dari investasi yang ditanamkannya sebanyak 2 kg emas senilai Rp 1,4 miliar pada September 2012. Hal serupa juga dirasakan Budi, nasabah asal Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan September 2012, ia menginvestasikan uangnya untuk membeli 2,4 kg emas senilai sekitar Rp 1,8 miliar. Hingga bulan ketiga, ia masih menerima bonus 2,5% sekitar Rp 45 juta per bulan. Thomas dan Budi—yang meminta namanya disamarkan karena khawatir dananya tidak dikembalikan—tentu saja senang. Namun, memasuki bulan keempat, Raihan tidak lagi mengirim bonus ke rekening mereka masing-masing. Padahal sesuai kontrak, mereka berhak mendapatkan bonus tetap selama 6 bulan. Puncaknya, per 3 Januari 2013 Raihan menghentikan pembayaran bonus kepada seluruh nasabahnya. Nasabah yang kontraknya jatuh tempo cuma disodori dua opsi; memperpanjang kontrak tersebut hingga 6 bulan ke depan, atau menjual sendiri emas tersebut sesuai harga pasar. Kedua pilihan ini sama-sama tidak mengenakkan bagi nasabah. Memperpanjang kontrak sama saja dengan memperbesar potensi kehilangan uang karena Raihan telah terbukti gagal memenuhi kewajibannya kepada nasabah. Tapi jika dijual ke toko emas, mereka

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

juga pasti rugi karena harga di pasar lebih rendah dibanding harga pembelian emas di Raihan. Emas seberat 2 kg yang kini di tangan Thomas kalau dijual di pasar hanya laku sekitar Rp 1 miliar. Artinya, ia harus menanggung rugi sekitar Rp 400 juta. Memang, dia bisa saja menyimpan emas tersebut hingga harganya naik mendekati harga beli di Raihan. Masalahnya, uang sebesar itu adalah pinjaman dari bank, yang bunganya harus dibayar tiap bulan.

Tidak Beroperasi Theresia Rosiana, pimpinan cabang Raihan di Surabaya mengatakan, macetnya pencairan bonus kepada nasabah karena bisnis pelabuhan batu bara yang dikelola anak usaha Raihan, PT Raihan Bumi Mandiri Energi tidak beroperasi seperti yang diharapkan. Padahal, uang nasabah Raihan salah satunya diputar di bisnis ini. Selain itu, dana nasabah juga diputar di bisnis perhiasan. “Pada waktu itu kebetulan di Medan juga banyak sekali pencairan. Kami juga mendadak tahunya pada 3 Januari 2013,” ujar Theresia. Theresia adalah kepala cabang Raihan yang beralamat di Wisma BII lantai 7, Jl. Pemuda 60-70, Surabaya. Selain Theresia, ada Maxsie Sarjuanda yang juga kepala cabang Raihan yang berkantor di Kompleks Ruko Landmark, Jl Indragiri No 12 -18, Blok A16, Surabaya. Pada Senin pekan lalu, Theresia, Maxsie, dan pemilik Raihan, Muhammad Azhari, dilaporkan empat nasabahnya ke Polda Jawa Timur. Keempat nasabah mengadukan ketiga orang ini dengan pasal penipuan. n

53


hukum Gugatan

Masuk Ancol Tetap Bayar Gugatan tiga warga Jakarta agar masuk Pantai Ancol gratis ditolak hakim. TEKS Iwan Purwantono Foto wirastria

I

mpian warga Jakarta bisa menikmati panorama Pantai Ancol secara gratis akhirnya tidak menjadi kenyataan. Pasalnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tetap menganggap bahwa masuk taman hiburan itu harus dikenakan biaya berupa tarif. “Kami menolak gugatan penggugat karena Permen PU Nomor 40/ PRT/M/2007 belum di-judicial review ke Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Sebaiknya gugat saja ke MK (Mahkamah Konstitusi),” Dwi Sugianto, ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa pekan lalu. Majelis hakim melihat bahwa bukti hukum yang diajukan penggugat tidak cukup kuat. Keterangan dari berbagai saksi ahli menunjukkan bahwa pemberlakuan tarif masuk Pantai Ancol, sangatlah wajar. “Pendapat ahli, membayar untuk mendapatkan kenyamanan sudah selayaknya. Contohnya jalan tol,” tambah Dwi. Inisiatif gugatan tarif muncul dari pengalaman Ahmad Taufik (47). Pada 2009, dia bersama keluarga berlibur ke Pantai Ancol dengan menggunakan ken-

daraan roda empat. Namun tak bisa masuk karena Ahmad tidak mau membayar tiket masuk.   Setahun kemudian, Ahmad kembali mengulangi. Dia mencoba masuk Pantai Ancol dengan jalan kaki. Lagi-lagi, Ahmad keberatan mengeluarkan uang Rp 15 ribu untuk tiket masuk Pantai Ancol. Alasannya, Pantai Ancol adalah sarana umum seperti halnya Pantai Kuta atau Sanur di Bali, atau Pantai Losari dai Makassar, Sulawesi Selatan. “Kecuali kalau saya masuk Dufan (Dunia Fantasi) atau Atlantis, saya akan bayar. Kalau menginap di hotel, tentu saya bayar,” papar Ahmad. Selanjutnya, Ahmad bertemu dengan dua warga Jakarta lainnya, yakni Abdul Malik Damrah dan Bina Bektiati. Dua warga yang berasal dari Petamburan dan Utan Kayu itu, mengungkapkan cerita yang sama. Akhirnya muncul kesepakatan bersama untuk menggugat tarif masuk Pantai Ancol. Ketiganya kemudian mendaftarkan gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2 Mei 2012. Yang digugat adalah Gubernur DKI Jakarta (tergugat 1), PT Pembangunan Jaya

Ancol Tbk (tergugat 2) dan PT Taman Impian Jaya Ancol (tergugat 3). Tak cukup itu, mereka juga menggugat Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (turut tergugat I), Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia (turut tergugat II), dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (turut tergugat III). Dasar gugatan tersebut adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 40/PRT/M/2007 tentang Kawasan Reklamasi Pantai. Aturan tersebut menegaskan bahwa keberadaan ruang publik termasuk pantai harus bisa diakses, dinikmati secara mudah dan bebas tanpa batasan ruang, waktu dan biaya. Artinya, Pantai Ancol termasuk sarana publik harus mengacu kepada permen tersebut. Meski kecewa atas putusan tersebut, ketiga penggugat melalui kuasa hukumnya, Fahmi Syakir belum menyatakan rencana naik banding atau kasasi. “Pendirian kami tetap bahwa Pantai Ancol diatur dengan Permen PU itu. Jadi tidak perlu ada biaya masuk. Terkait putusan tersebut, kami akan bahas dulu,” Fahmi. Sebaliknya, General Manager of Legal Officer PT Pembangunan Jaya Ancol (PPJA) Sunutomo bernapas lega. Ia mengatakan, pemegang saham mayoritas Pantai Ancol adalah Pemprov DKI, yakni 72%. Sehingga peluang terjadinya pelanggaran UU, sangatlah kecil. n

Pantai Ancol

54

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


hukum Merril Lynch vs Renaissance

H

arjani Prem Ramchand, pemilik dan direktur tunggal Renaissance Capital Management Investment Pte Ltd, kini bisa tersenyum. Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak perlawanan dari seteru bisnisnya, yakni PT Merrill Lynch Indonesia dan Merrill Lynch International Bank Limited Singapura. Penolakan itu disampaikan hakim Gusrizal dan timnya karena menilai ada iktikad buruk dari Merrill Lynch Indonesia dan Merrill Lynch International Bank Limited. Iktikad buruk itu, yakni menghindar dari kewajiban sebagaimana keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Atas putusan ini, duo Merrill secara tanggung renteng diwajibkan membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 250 miliar dan ganti rugi immateriil Rp 1 miliar kepada Harjani. Hartono Tanuwidjaja, kuasa hukum Harjani dan Renaissance mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Merril Lynch untuk berkelit lagi. Kalau tidak mau membayar, aset Merril Lynch bisa disita. “Dalam putusan 12 Februari lalu, sudah jelas, perlawanan hukum Merril Lynch ditolak. Tinggal eksekusinya, paling cepat bulan ini,� kata Hartono. Muasal sengketa ini terjadi pada Juni 2008 ketika pemilik dan direktur tunggal Renaissance Capital Management Investment Pte Ltd, Harjani Prem Ramchand memerintahkan Merrill Lynch, Pierce, Fenner & Smith (MLPFS) untuk memborong 120 juta lembar saham PT Triwira Insanlestari (TI)   senilai US$ 14,3 juta. Karena perusahaannya berada di Indonesia, pembeliannya dilakukan melalui Merril Lynch Indonesia (MLI). Untuk transaksi ini, Harjani secara lisan pernah mengutarakan niatnya mentransfer dana US$ 14,3 juta. Dana untuk pembelian saham TI, dijanjikan dikirim pada 26 Juni 2008. Kenyataan berkata lain. Baik Harjani maupun Renaissance tidak pernah melakukan transfer dana tersebut. Sampai batas waktu penyelesaian transaksi jualbeli saham TI, Harjani tak juga mentransfer dana tersebut sesuai janji. Dalam perjalanannya, Harjani tetap tidak bersedia mentransfer dana. Akhirnya, MLPFS menutup rekening Renaissance di MLPFS. Berdasakan kontrak bisnis, MLPFS memang diperkenankan untuk melikuidasi rekening Renais-

kantor Merrill Lynch di gedung Bursa Efek indonesia

Setelah Putusan Pengadilan Aset-aset Merril Lynch terancam disita setelah kalah berperkara dengan Renaissance Capital. TEKS Iwan Purwantono Foto Dahlan Rebo Pahing

sance, termasuk menjual saham TI yang sudah terlanjur dibeli. Upaya menjual saham TI, ternyata menemui ganjalan. Karena aset TI tidak likuid. Pihak MLPFS perlu waktu setahun untuk menjualnya. Demikian pula keputusan melikuidasi rekening Renaissance sudah dilakukan. Dari seluruh keputusan tersebut, MLPFS mendapatkan dana hanya US$ 2,2 juta. Artinya, masih ada kekurangan sebesar US$ 9,4 juta. Ini tentu saja kerugian bagi MLPFS. Atas kekurangan tersebut, Merril Lynch menagih kepada Renaissance. Namun upaya tersebut tak pernah berhasil. Akhirnya, Merril Lynch menggugat Renaissance melalui pengadilan Singapura pada November 2008. Setelah berjalan hampir dua tahun, pengadilan Singapura akhirnya mendakwa Harjani telah melakukan penipuan serta menetapkan adanya utang

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

yang harus dilunasi. Keduanya diperintahkan untuk membayar US$ 9,4 juta ditambah bunga kepada MLPFS. Namun, sebelum putusan itu keluar, pada 2009 Harjani melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 15 Juli 2009, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan gugatan Harjani. Pihak Merrill Lynch Indonesia dan Merrill Lynch International Bank Limited diwajibkan membayar ganti rugi materril Rp 250 miliar dan inmateriil Rp 1 miliar. Selanjutnya, keputusan tersebut dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Atas putusan MA yang bersifat tetap, Merril Lynch berupaya terus berkelit. Sampai kemudian, pengadilan memerintahkan eksekusi terhadap aset perusahaan. Kabarnya, kini kedua pihak sedang melakukan upaya damai. n

55


keuangan penjaminan polis

N

iat pemerintah dan DPR untuk membentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LP3) tampaknya bakal tersendat. Selain bakal sulit dijalankan, para pelaku asuransi sepertinya tidak terlalu tertarik dengan rencana tersebut. Kalau pun akhirnya terbentuk, LP3 tak ubahnya bom waktu. Lantas, mengapa LP3 disebut bagaikan bom waktu? Begini. Undang-undang Nomor 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (UU 2/1992) hanya mengenal istilah asuransi kerugian, jiwa, dan reasuransi. Padahal dalam praktik sehari-hari ada juga asuransi unit link, yakni produk asuransi jiwa yang dibung­ kus investasi. Nah, produk ini hanya didasarkan Keputusan Ketua Bapepam-LK (KEP-104/BL/tahun 2006 tentang Produk Unit Link). Kalau menyimak aturan di atas, jelas unit link bukanlah produk asuransi. Di sini, perusahaan asuransi ( jiwa) cuma berfungsi sebagai distributor. Yang mengembangbiakan dana unit link adalah manajer investasi. Makanya, kalau rencana pembentukan LP3 terwujud, lembaga ini tidak akan menjamin dana masyarakat di asuransi unit link. Jelas, ini akan membahayakan. Sebab, buntutnya akan menyebabkan penarikan dana besar-besaran dari produk asuransi unit link. Kalau ini yang terjadi, LP3 akan menjadi pembunuh bagi perusahaan asuransi jiwa yang menerbitkan unit link. “Itu sebabnya, LP3 harus dirancang dengan sangat hati-hati,” kata Sapto Trilaksono, pakar asuransi. Asal tahu saja, hingga kuartal III2012, total pendapatan premi yang diraih 43 perusahaan asuransi jiwa di tanah air mencapai total Rp 75,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 38,2 triliun atau 50% lebih bersumber dari penjualan produk unit link. Bisa dibayangkan, apa jadinya kalau dana sebesar itu ditarik secara serentak (rush) oleh nasabah. Tapi, jangan khawatir, ini baru dugaan yang belum tentu benar. Apalagi pendirian LP3 pun baru sebatas rencana. Perkara jadi tidaknya, itu tergantung panitia perancang LP3. Namun satu hal yang perlu diketahui, rencana penjaminan pinjaman atas polis asuransi ini pasti butuh waktu lama. Namun rencana pemerintah untuk membentuk LP3, patut disambut positif.

56

nasabah manulife financial dalam sebuah acara

Laris, Tapi Tidak Pemerintah akan memasukkan pendirian lembaga penjaminan polis dalam RUU Asuransi. Sebuah niat baik walau pun agak terlambat. TEKS bastaman foto riset, wirasatria

Sebab, selama ini, pemegang polis kerap tidak mendapatkan kembali dananya secara utuh bila perusahaan asuransi tutup. Makanya, pemerintah akan memasukan pendirian LP3 dalam UU Per-

asuransian yang tengah digodok DPR. “Untuk melindungi nasabah asuransi, maka kehadiran LP3 menjadi penting,” ujar Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Komisi XI DPR- RI.

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


keuangan penjaminan polis

aktivitas di bursa efek indonesia

«Jika dilihat dari pertumbuhan premi secara keseluruhan, premi produk unit link tumbuh cukup stabil di kisaran 6,2%. » Hendrisman Rahim Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

k Dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) pun sudah menyatakan siap untuk mengemban tugas LP3. Syaratnya, menurut Heru Budiargo, Ketua Dewan Komisioner LPS, kehadiran LP3 diatur dalam undang-undang tersendiri. Artinya, tak cukup hanya diatur dengan UU Perasuransian. “Dalam RUU perasuransian disebutkan, LP3 cukup diatur dalam peraturan LPS. Ini tidak cukup kuat,” katanya.

Dosa yang bikin enak Heru mungkin benar. Sebab, industri asuransi tak kalah kompleksnya dibandingkan dengan perbankan. Selain makin banyak produk turunan asuransi seperti unit link, persaingan di industri asuransi pun kian tidak sehat. Banting-bantingan tarif premi kerap terjadi untuk memperebutkan nasabah. “Jika perusahaan tutup karena ulahnya sendiri, masa LP3 harus menanggung dosanya,” kata Sapto. Sapto memang tak menyebut unit link sebagai perbuatan dosa yang dilakukan oleh industri asuransi. Hanya saja, ya itu tadi, produk ini tidak ada dalam UU 2/1992. Kendati begitu, produk ini ternyata cukup diminati oleh masyarakat. “Jika dilihat dari pertumbuhan premi secara keseluruhan, premi produk unit link tumbuh cukup stabil di kisaran 6,2%,” kata Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Boleh jadi, hal itu tak lepas dari tingkat imbal hasil (yield) yang diberikan perusahaan asuransi jiwa kepada pemegang polisnya. Smartwealth Balance Fund, contohnya. Produk unit link yang diterbitkan PT Asuransi Allianz Life Indone-

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

sia ini mampu memberikan imbal hasil hingga 9,33% dalam dua bulan terakhir (28 Desember 2012–26 Februari 2012). Begitu halnya dengan Manulife Dana Ekuitas Small-mind Capital. Produk terbitan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mempu memberikan yield hingga 9,47%. Tingginya bunga obligasi serta membaiknya kinerja pasar modal membuat perusahaan asuransi mampu memberikan yield tinggi. Wajar jika Harry Prasetyo, Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, optimistis JS Link Equity Fund yang diterbitkan oleh perusahaannya tahun ini bisa memberikan yield 15%. Dalam dua bulan terakhir, JS Link hanya mampu memberikan yield 6,57%. “Jika pasar modal masih bullish, return unit link bisa lebih dari 15%. Itu yang kami kejar,” kata Harry. Imbal hasil yang luar biasa, memang. Tapi ingat, risiko yang mesti ditanggung pemegang unit link juga cukup besar. Soalnya, untuk menggenjot yield, sebagian dana itu diputar di pasar modal yang risikonya tinggi. Tentu kita masih ingat ketika krisis 2008 harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melorot hingga minus lebih dari 40%. n

57


keuangan kinerja bpr

Mereka yang di Ujung Tanduk

Belasan BPR terancam masuk pengawasan khusus BI. Namun, secara nasional, tingkat kesehatan BPR semakin membaik. TEKS bastaman ilustrasi yayan

s

etelah berstatus sebagai bank dalam pengawasan khusus sejak Juli 2012, izin usaha PT BPR Sukowati Jaya Sragen (Jawa Tengah) akhirnya dicabut Bank Indonesia (BI) pada 23 Januari lalu. Berbagai upaya pembinaan dan penyelamatan yang dilakukan oleh bank sentral dan Lembaga Penjaminan Simpanan selama setengah tahun lebih tak membuahkan hasil.

58

Begitulah, setiap tahun selalu saja ada BPR yang dicabut izin usahanya. LPS mencatat, sejak 2006 tak kurang dari 47 BPR dan satu bank umum dicabut izin usahanya. Penyebabnya cukup beragam. Ada yang mengalami mismanagement, ada juga yang terbelit kredit bermasalah yang melonjak. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, ada pengurus bank yang melakukan rekayasa kredit dengan membuat kre-

dit fiktif atau tak melakukan pencatatan pada dokumen kredit. LPS juga menemukan pencairan deposito oleh pengurus bank tanpa sepengetahuan nasabahnya. “Dana yang tersimpan di bank seolah-olah milik pribadi,” kata sebuah sumber. Apa pun penyebabnya, akibat penutupan 47 BPR dan satu bank umum itu dana masyarakat yang harus diganti LPS mencapai Rp 897 miliar atau 78% dari total klaim. Nah, beban yang mesti ditangung lembaga ini tampaknya bakal membengkak. Maklum, kabarnya, saat ini belasan bank terancam masuk pengawasan khusus BI karena kesehatananya terus memburuk. Belum jelas, BPR mana saja yang tengah dilanda masalah itu. Yang jelas, di sejumlah daerah, tingkat kemacetan kredit yang disalurkan BPR memang tergolong tinggi. BPR di wilayah Solo, Jawa Tengah, contohnya. Hingga Oktober 2012, kredit macet di BPR Solo sudah mencapai 6,95%. Sementara di Malang rata-rata tercatat sebesar 6,72%. Bahkan di di Aceh tingkat kemacetannya sudah 7,2%. Kendati di beberapa daerah mengalami peningkatan, namun secara nasional kredit macet atau nonperforming loan (NPL) BPR justru mengalami penurunan. Perhimpunan Bank Perkreditan rakyat (Perbarindo) mencatat, tahun lalu NPL BPR mencapai 4,75%. Turun dari posisi 2011 sebesar 5,22%. “Padahal kredit yang disalurkan BPR tumbuh 21,1%,” kata Joko Suyanto, Ketua Perbarindo. Semakin membaiknya tingkat kesehatan BPR juga diutarakan Santoso Wibowo, Direktur Kredit dan UMKM Bank Indonesia. Menurutnya, 85% dari 1.635 BPR yang beroperasi saat ini masuk dalam katagori sehat berdasarkan likuiditas, rentabilitas, rasio kecukupan modal (CAR) maupun NPL. Selebihnya cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat. “Yang tidak sehat jumlahnya kurang dari satu persen,” katanya. Jika benar jumlahnya sekitar 1%, berarti saat ini ada sekitar 16 BPR yang tidak sehat. Bagi bank yang tidak sehat, BI telah menempatkan tenaga pengawasnya di bank yang tersebut. BI memberikan waktu selama 180 hari kepada mereka untuk meningkatkan kesehatannya. Nah, jika dalam batas waktu itu tak mampu meningkatkan kesehatannya, BPR tersebut akan masuk dalam pengawasan khusus BI. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


keuangan suntikan modal

B

isnis dengan BUMN lainnya, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) termasuk yang paling beruntung di tahun 2013 ini. Maklum, kedua perusahaan tersebut masuk dalam daftar tujuh perusahaan pelat merah yang mendapatkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN. Di bawah Menteri BUMN Dahlan Iskan, kebijakan pemberian PNM memang berubah seratus delapan puluh derajat. Kecuali BUMN strategis dan asuransi, tak ada lagi dari sekitar 141 perusahaan milik negara yang bisa menikmati PNM. “Selain mereka tak ada lagi yang akan mendapatkan PNM. Kalau mau mati, ya mati saja,” katanya. Beruntung, Askrindo dan Jamskrindo termasuk dalam kelompok BUMN yang tidak akan dibiarkan mati karena kekurangan modal. Buktinya, untuk meningkatkan struktur permodalannya, tahun ini kedua perusahaan itu masing-masing akan mendapatkan PNM sebesar Rp 831 miliar dan Rp 1,169 triliun. Menurut Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN, tambahan modal tadi diperlukan Askrindo dan Jamskrindo untuk meningkatkan kemampuan dalam penjaminan kredit usaha rakyat (KUR). Seperti diketahui, tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 36 triliun kepada 1.053 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Askrindo dan Jamskrindo masing-masing akan menjamin penyaluran KUR sebesar Rp 18 triliun. Namun penjaminan KUR oleh Askrindo dan Jamskrindo itu dikritik oleh sejumlah kalangan. Menurut Sri Adiningsih, pengamat ekonomi, adanya penjaminan tersebut membuat bankbank penyalur KUR kerap mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudent). Akibatnya, tingkat kemacetan (NPL) KUR relatif lebih tinggi dibandingkan jenis kredit lainnya. “Skema ini membuat orang kurang prudent,” kata Sri. Tentu saja, tingginya kredit macet KUR ini membuat klaim yang mesti ditanggung Askrindo dan Jamskrindo menjadi tinggi. Jamskrindo, contohnya. Hingga Oktober 2012, beban klaim BUMN ini naik hampir dua kali lipat. Akibatnya, laba bersih Jamskrindo terpangkas 0,9% menjadi Rp 402,6 miliar. Beruntung, Jamskrindo tersela-

kantor asuransi Askrindo

Beruntungnya Asuransi BUMN Kecuali BUMN strategis dan asuransi, tak ada lagi perusahaan negara yang bisa menikmati PMN. Askrindo dan Jamskrindo termasuk yang beruntung. TEKS bastaman foto dahlan rebo pahing

matkan oleh kenaikan hasil investasi. Hingga Oktober 2012, Jamskrindo berhasil membukukan pendapatan Rp 1,107 triliun atau naik 46% dibandingkan periode yang sama 2011. “Kami optimistis, hingga akhir tahun 2012 Jamskrindo bisa membukukan laba bersih Rp 452 miliar,” kata Diding S Anwar, Direktur Utama Perum Jamskrindo. Seperti halnya Jamskrindo, Askrindo pun tertolong oleh hasil jasa underwriting investasi yang masing-masing menyumbang pendapatan Rp 740,77 miliar dan Rp 194,21 miliar. Menurut T Widya Kuntarto, Direktur Keuangan dan TI

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

Askrindo, pada tahun 2012 Askrindo berhasil membukukan laba bersih Rp 246,71 miliar. “Untuk tahun ini kami menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 350 miliar,” kata T Widya. Baik Widya maupun Diding yakin, dengan semakin baiknya penyaluran KUR, beban klaim yang harus ditanggung Askrindo dan Jamskrindo tahun ini akan menurun. Jika tahun 2010 tingkat kemacetan KUR masih sekitar 5,6%, maka tahun lalu sudah bisa ditekan hingga kisaran 4%-5%. “Beban klaim akan terus berkurang seiring membaiknya penyaluran KUR,” kata Diding. n

59


pasar modal ihsg

Setelah Indeks Menyu Penguatan indeks yang cepat membuat investor deg-degan. Tapi para analis optimistis, setelah koreksi, IHSG bakal kembali ke jalur hijau.

J

angan terlena terlalu lama. Segera, realisasikan keuntungan yang sudah ada di atas kertas, karena ‘keajaiban’ yang Anda tonton saat ini, sudah sangat dekat pada puncaknya dan tengah bersiap meluncur turun. Itulah rekomendasi yang digaungkan oleh para analis sejak pekan lalu. Kali ini, mereka tampak begitu yakin, indeks akan terkoreksi dengan angka yang cukup signifikan. Alasannya, cuma satu, penguatan indeks harga saham gabungan terlalu cepat dan sudah terlalu tinggi. Dalam sepekan kemarin saja mengalami kenaikan kenaikan 159,49 poin atau sekitar 3,42%. Lonjakan indeks lebih ‘menakjubkan’ jika di­hitung sejak awal tahun 2013. Sepanjang dua bulan IHSG tercatat melesat 484 poin (11,21%). Benar-benar mengun­dang de-

60

TEKS Ahmad Munjin ilustrasi rangga Diyarto

cak kekaguman. Ba­yangkan, dalam rentang wak­tu kurang dari seumur jagung, indeks telah melompati lima level psikologis dalam kelipatan 100 poin, 4,400, 4.500, 4,600, 4.700 dan 4.800. David Cornelis, Head of Research KSK Financial Group menghitung, sepanjang dua bulan terakhir indeks telah 20 kali mencetak rekor baru. Yang tak kalah menarik, reli kali ini tidak diselingi oleh koreksi yang signifikan. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


pasar modal ihsg

yundul Langit dan tak ada logika fundamental yang bisa menjelaskan fenomena tersebut,” kata David. Pergerakan reli kali ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan aspek fundamental. Tapi lebih terkait dengan campur tangan stimulus yang dikucurkan sejumlah bank sentral, serta ekspektasi inflasi global ke depan. Seperti rekan-rekannya, kepala riset ini juga meramalkan, dalam jangka pendek koreksi yang cukup berarti kemungkinan besar akan terjadi. David meramalkan, pelemahan akan mencapai lima hingga enam persen. Tapi khusus untuk minggu ini, indeks diperkirakan akan tergerus sekitar empat persen dengan rentang pergerakan 4.765 – 4.848. Oleh sebab itulah David menyarankan agar investor segera melakukan pro-

Purwoko meramalkan, IHSG kali ini akan bergerak di kisaran 4.750 – 4.850. Sebuah proyeksi yang terkesan ekstra optimistis. Tapi, kata Purwoko, itu merupakan sesuatu yang wajar. Ia percaya aliran dana asing masih akan menjadi motor penggerak bagi perdagangan saham. Asal tahu saja, sejak awal tahun hingga 1 Maret lalu, dana asing yang mengalir ke bursa Jakarta telah mencapai Rp 19,08 triliun. Itu berarti sudah melampaui jumlah yang masuk sepanjang 2012 yang ‘hanya’ Rp 14,7 triliun. Nah, aliran hot money ini diperkirakan masih akan membanjiri Bursa Efek Indonesia.

IHSG 1/3

fit taking. “Sayangi keuntungan yang sudah di tangan dan segera pindahkan investasi Anda ke sahamsaham ung­gul­ a n ,” k a t a ny a dengan nada ‘mendesak’. Tapi, munculnya prediksi koreksi ini bukan berarti para analis menilai tren penguatan sudah berakhir. Menurut prediksi Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas, koreksi akibat aksi ambil untung hanya akan terjadi di awal pekan. Setelah itu indeks akan kembali menanjak, sehingga pada penutupan Jumat depan (7/3) angkanya akan berada di atas penutupan Jumat lalu. Lebih aman main cepat

4.811,61

22/2

4,651.12

DOW Jones

22/2

14,000.57

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

1/3

14,089.66

Ditambah dengan tonikum dari musim penerbitan laporan keuangan yang masih berlangsung, indeks diyakini bakal kembali menggeliat setelah koreksi. Apalagi Dow Jones, yang menjadi panutan bursa dunia, juga tengah menghijau dan telah kembali menclok di atas level psikologisnya, 14.000. Makanya, Purwoko menyarankan, momen koreksi dijadikan sebagai kesempatan untuk melakukan koleksi. Ada beberapa saham yang menurutnya, layak dimainkan minggu ini. Salah satunya efek-efek dari sektor perbankan. Kendati kenaikannya tidak terlalu besar, saham Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PNBN pantas dipertimbangkan. Selain perbankan, saham consumer goods dan farmasi juga menarik. Pilihannya jatuh pada efek terbitan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan Kalbe Farma (KLBF). Sedangkan dari sektor properti ada baiknya jika pemodal mempertimbangkan MDLN dan BSDE. Saham-saham tersebut bisa dibeli ketika harganya melemah (buy on weakness). Tapi jika pelemahan tidak terjadi, investor disarankan untuk trading jangka pendek saja. Fanny Suherman, analis riset dari OSO Securities juga optimistis. Kata dia, minggu ini indeks akan terkoreksi, tapi tetap berada di jalur penguatan. Support minggu depan diperkirakan akan berada di kisaran 4.660 dan 4.830. Yang perlu diwaspadai adalah jika indeks menciut hngga menembus ke wabah level 4.600. Sebab itu merupakan tanda datangnya masa bearish. Kalau penurunan yang mencemaskan itu benar terjadi, maka arah indeks berikutnya ada di level 4.400-4.530. Terlepas dari kemungkinan naik-turunnya IHSG, Fanny menyodorkan tiga saham pilihan untuk dipertimbangkan investor. Salah satunya adalah MLPL yang sudah reli sejak pertengahan Januari lalu dan mencatatkan penguatan hingga 140%. Menurut dia, saham ini bisa dibeli untuk spekulasi dengan target harga (jangka pendek) Rp 650 – Rp 670. Tapi segera cut loss melemah mendekati Rp 450. Rekomendasi yang sama diberikan untuk BJBR dan SMGR. Saham Bankj Jabar Banten ditargetkan masih akan naik ke Rp 1.320, tapi disarankan untuk segera ‘dibuang’ jika melemah ke Rp 1.180. Sementara SMGR berpeluang menanjak ke Rp 19.200 dan pantas dijual kala menyentuh Rp 16.950. Nah, selamat berinvestasi. n

61


pasar modal Saham Grup Astra

Saham-saham Astra mulai unjuk gigi. Tapi, potensi penguatannya sudah mulai menyempit. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi rangga Diyarto

K

endati tidak sehebat tahun-tahun sebelumnya, apa yang dicapai perusahaan-perusahaan Grup Astra di tahun lalu, cukup meng-

62

Belum Mahal, Tapi Tak Murah Lagi

undang decak kagum. Pujian terlontar, terutama, menyangkut daya tahan induk dan anak perusahaan dalam menghadapi berbagai sentimen negatif yang muncul dari dalam dan luar negeri.

Di dalam negeri misalnya, bisnis Astra dihantam oleh turunnya aturan tentang uang muka minimum yang harus dibayar oleh konsumen mobil dan motor. Beleid ini, secara langsung, jelas akan menghambat bisnis otomotif yang menjadi andalan Astra. Turunnya harga komoditas di pasar dunia, juga membuat usaha alat

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


pasar modal Saham Grup Astra

Dilihat dari fundamentalnya, saham-saham Grup Astra belum mahal tapi tidak juga murah. Namun harganya masih bisa bertumbuh. PER-nya pun masih inline dengan sektornya masing-masing.

be­rat dan perkebunan Astra termehekmehek. Menurut Prijono Sugiarto, Presdir Astra International, selain harga, permintaan komoditas tahun ini diprediksi masih akan melemah. Dan kondisi ini diperparah dengan naiknya upah minimum. Eloknya, walaupun didera oleh berbagai sentimen negatif, kinerja perusahaan-perusahaan di kelompok ini masih bisa tampil lumayan. Itu terlihat dari laba bersih yang berhasil diraih masing-masing perseroan. Astra International (ASII) misalnya, tahun lalu berhasil mencatatkan laba Rp 19,4 triliun atau naik 9% dari pencapaian tahun sebelumnya. Laba bersih Astra Otoparts (AUTO) juga terdongkrak 3,12% menjadi Rp 1,4 triliun. Sementara Astra Graphia (ASGR) sukses menaikkan keuntungannya hing­

ga 22,7% menjadi Rp 171,2 miliar. Dua perusahaan Astra yang kurang beruntung adalah UNTR dan AALI. Gonjang-ganjing yang melanda pasar CPO membuat laba perseroan stagnan di kisaran Rp 2,4 triliun. Sedangkan United Tractors (UNTR), yang bergerak di bidang alat berat dan pertambangan, kali ini terpaksa harus menelan pil pahit lantaran untuknya turun 2,1%. Tapi jangan salah, dalam rupiah angkanya masih tergolong besar yakni Rp 5,78 triliun. Nah, karena dinilai memiliki fundamental yang kokoh, saham-saham dari kelompok usaha ini tetap menjadi favorit. Kecuali AALI yang cenderung melemah, efek Astra lainnya sukses menguat dengan angka yang lumayan signifikan. Harga ASII misalnya, dalam waktu sebulan terakhir, terangkat 8,7%. Lantas harga AUTO naik 6%, ASGR 15,3% dan UNTR 1,5%. “Yang masih memiliki peluang untuk menguat adalah ASII, AALI, dan UNTR. Saham-saham itu masih boleh dikoleksi,” kata Supriyadi, Kepala Riset OSO Securities.

AUTO di Tren Bearish Hanya saja, pemodal perlu berhati-hati. Sebab, ASII sudah memasuki area jenuh beli. Menurut perhitungan Supriyadi, saham ini akan bergerak di rentang Rp 7.600-Rp 8.200. Strategi yang bijak untuk ASII adalah sell on resistance ( jual di level resistance). PT United Tractor (UNTR), berada

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013

dalam pola bullish ascending triangle. Tapi, dalam sepekan ini rawan koreksi dengan area pergerakan antara Rp18.650 – Rp 20.200. Jadi, sebaiknya, investor membeli ketika harganya berada di level bawah. Nasib AALI juga setali tiga uang, rawan koreksi dengan level support Rp17.800. Tapi, jika menguat, AALI akan menuju Rp 19.150 dan target berikutnya Rp 20.850. AUTO juga masih punya peluang untuk menguat. Secara teknikal, jika menguat dia akan menembus level Rp 4.025 dan Rp 2.225. Jika turun, support pertama di Rp3.600 dan kedua Rp 3.325. “Sebaiknya hold untuk AUTO,” kata Supriyadi memberi rekomendasi. Sementara untuk ASGR, kendati punya peluang penguatan tapi sudah jenuh beli. Ini juga rawan koreksi karena potensi naiknya cuma sampai di level Rp 1.810. Jika gagal menembus resistance pertama, ASGR akan coba bertahan di atas support Rp1.460. Batas pelemahan berikutnya adalah Rp1.360. Dilihat dari fundamentalnya, sahamsaham Grup Astra belum mahal tapi tidak juga murah. Namun harganya masih bisa bertumbuh. PER-nya pun masih inline dengan sektornya masing-masing. Price to earnings Ratio ASII misalnya berada di level 16,37 kali, AALI 12,89 kali, UNTR 11,96 kali, AUTO 14,80 kali dan ASGR 15,87 kali. Masih tingginya daya tarik saham Astra diakui oleh Gina Novrina Nasution, analis PT Trimegah Securities. Menurut Gina, dampak dari terbitnya laporan keuangan 2012 masih akan menjadi motor penguatan. Ia menargetkan, dalam minggu ini ASII akan menguat ke Rp 8.350 dengan support Rp7.600. “Buy on weakness untuk ASII,” katanya. Sedangkan AALI dinilai lebih layak dihadapi dengan strategi speculative buy. Ini lantaran harga CPO belum beranjak terlalu tinggi, namun volume penjualannya mengalami kenaikan. Saham ini diperkirakan akan bergerak di kisaran sempit, Rp 17.900-Rp 19.000. Akan halnya UNTR, berpotensi menguat ke Rp 22.000 dan support Rp 18.350. Gina juga merekomendasikan speculative buy untuk ASGR yang diperkirakan bakal bermain di level Rp 1.620–Rp 1.740. Terakhir untuk AUTO, ia merekomendasikan beli di harga bawah karena saham ini sudah memasuki tren bearish. n

63


pasar modal Industri Dasar

Meneropong Saham Semen SMCB sudah melejit lebih awal. Sementara harga SMGR sedang berada di puncak. Itu sebabnya analis menyodorkan INTP sebagai pilihan. TEKS Ahmad Munjin foto Dok inilah

K

alau mau aman, berinvestasilah di saham-saham yang diterbitkan oleh emiten yang berorientasi ke pasar dalam negeri. Itulah rekomendasi yang kerap dilontarkan kalangan analis belakangan ini. Alasannya sederhana, pasar dalam negeri lebih menjanjikan ketimbang ekspor. Contoh yang paling gampang, tengoklah bisnis semen di tanah air.

64

Dalam tiga tahun terakhir, volume ekspor bubuk abu-abu buatan Indonesia itu turun drastis, dari 2,8 juta ton (2010) menjadi tinggal 220 ribu ton pada tahun lalu. Itu terjadi lantaran para produsen kini lebih berkonsentrasi ke pasar dalam negeri. Maklum, meningkatnya jumlah masyarakat menengah di Indonesia, ditambah dengan semangat pemerintah untuk menggenjot pembangunan infra-

struktur, membuat permintaan semen terus menanjak. Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia memprediksi konsumsi tahun ini akan meningkat antara 10% hingga 12%. Kalau ramalan tersebut terbukti, maka semen yang diserap akan naik menjadi 62 juta ton. Makanya, tidak mengherankan kalau tahun-tahun ini disebut sebagai tahun emas bagi bisnis semen. Laba para produsen pun meningkat dengan angka yang memikat. Untung bersih SMGR tahun 2012 misalnya, naik 23,2% menjadi Rp 4,92 triliun. Sedangkan emiten yang paling bontot, Holcim alias SMCB, mencatatkan peningkatan laba 26,99% menjadi Rp 1,35 triliun. Sentimen positif itu langsung mendongkrak harga saham trio emiten semen. Di penghujung pekan lalu (1/3), harga SMGR menguat 4,6%, INTP 3,42% dan SMCB 3,4%. Penguatan harga, kata Satriawan, masih akan berlangsung pada SMGR dan (terutama) INTP. “Sebab, secara teknikal, SMCB sudah kelihatan mahal,” kata analis dari Mandiri Sekuritas ini. Seperti diketahui, sepanjang minggu lalu, SMCB telah naik 17,8% ke Rp 3.800. Saham ini, diramal Satriawan, hanya berpeluang untuk menanjak ke Rp 3.900. “Jadi jangan dulu belil sekarang, riskan. Tunggu di level support Rp 3.500,” katanya. Sem Susilo, pengamat pasar modal, juga punya pandangan yang sama. Kata dia, di sektor semen, INTP-lah yang paling seksi. Sebab, selain memiliki fundamental yang kuat, rajin berekspansi, emiten ini juga termasuk salah satu yang memiliki likuiditas paling encer yakni Rp 9 triliun. Kelebihan lain, dengan PER 17 kali, harga INTP juga tergolong murah dibanding SMGR dan SMCB yang memiliki PER di atas 20 kali. Ia memprediksi, dalam waktu 1–3 bulan, harga saham ini akan melaju ke level Rp 25.000. Sebagai raja semen nasional, bisnis SMGR juga prospektif. Hanya saja harga sahamnya sudah tergolong tinggi. Apalagi Jumat lalu (1/3) sudah menclok di Rp 18.150. Artinya, kata sejumlah analis, saham ini sudah berada di puncak. “Jadi, ada kemungkinan harganya akan terkoreksi dalam angka yang lumayan,” kata seorang analis lainnya. Jadi, jika merujuk pada pendapat para pelaku pasar, kelihatannya yang paling menarik dikoleksi saat ini hanya INTP. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013


kolom andi suruji

m

Menyetel Titik Fokus

elihat Perekonomian Indonesia secara saksama, tak ubahnya mengintip suatu obyek bidikan lewat jendela kamera manual. Tidak langsung terang dan jelas semua obyek bidikan dalam frame, seperti jika memakai kamera otomatis. Karena itu kita mesti menyetel lensa kamera agar menemukan gambar yang fokus. Jika kita melihat secara sepintas perekonomian Indonesia, kita bisa tercengang dengan angka-angka indikator makro yang semuanya oke punya. Tetapi sesungguhnya ada titik-titik yang memerlukan pengamatan secara mendetail untuk memahaminya dengan baik. Ada bagian di dalam bingkai besar yang tidak perlu pencermatan saksama untuk melihatnya, tetapi memerlukan penyetelan lensa untuk menghilangkannya. Menyimak indikator makro perekonomian tentu kita maklum, bahwa ada dua institusi besar yang berperan signifikan mengaturnya. Kedua lembaga itu, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Kementerian Keuangan mengatur perekonomian dari sisi fiskal, sementara Bank Indonesia berperan dan bertanggung jawab pada sisi moneter. Ketika muncuat nama Agus Martowardojo yang kini Menteri Keuangan sebagai calon gubernur Bank Indonesia yang diusulkan Presiden untuk menjalani penilaian kelayakan dan kepatutan, muncul berbagai signal. Agus akan menggantikan Gubernur Bank Indonesia saat ini, Darmin Nasution, yang akan berakhir masa jabatannya per Mei 2013. Semula banyak kalangan menilai, bahkan yakin, tidak akan ada pergantian pejabat puncak kedua lembaga tersebut. Maklum, Darmin Nasution selama masa jabatannya menunjukkan performa optimal. Apalagi, sesuai aturan perundang-undangan, ia masih berhak dan boleh dipilih kembali. “Lanjutkan…” istilah populer orang-orang Demokrat, partai “milik” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan mengajukan nama Agus Martowardojo untuk posisi Gubernur BI, kata-kata itu menjadi sirna. Kata “lanjutkan” untuk masa jabatan seseorang mungkin memang hanya boleh dibaca dan berlaku bagi SBY ketika hendak terpilih untuk periode kedua kepemimpinannya. Kini, kata-kata itu sudah jarang kedengaran. Kalaupun terdengar hanya pelesetan berkonotasi negatif yang dialamatkan bagi orang-orang Partai Demokrat yang terjerat menjadi tersangka korupsi. Sementara Agus Martowardojo, diperkirakan akan

66

tetap bertahan di posisinya sampai selesainya masa jabatan Kabinet Indonesia Bersatu II. Pergantian Agus dan Darmin, dalam anggapan banyak orang, hanya akan menimbulkan goncangan, setidaknya gangguan irama kerja, pada kedua lembaga tersebut. Sopir baru selalu memerlukan waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap kendaraan yang akan dikemudikannya. Padahal, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan tak ubahnya dua kendaraan utama perekonomian Indonesia, sudah berjalan stabil. Bahkan, para penumpangnya siap-siap memasuki berbagai goncangan yang akan terjadi pada perjalanan berikutnya. Ya, ibarat dalam perjalanan, kita akan memasuki atau melalui jalan yang bergelombang. Pada etape pertama tahun ini sebagai tahun politik, bakal banyak goncangan seiring konsolidasi partai politik. Goncangan lebih keras bakal muncul tahun depan jelang sampai usai pemilihan umum. Sopir BI dan Kemenkeu harus tangguh. Karena itu ekspektasi pasar, kedua sopir BI dan Kemenkeu tidak akan diganti. Tetapi muncul dugaan, mereka hanya bertukar tempat. Agus mengantungi predikat bankir hebat di negeri ini, tetapi keahlian moneter makroprudential juga penting diperhatikan dan dimiliki oleh seorang gubernur bank sentral. Darmin Nasution bergeser ke Kemenkeu ibaratnya kembali ke kandang. Ia mantan Dirjen Lembaga Keuangan, Dirjen Pajak, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal. Bintang yang disegani di “Lapangan Banteng” Apapun yang terjadi, fokus dan pusat perhatian ekonom, sebagai mana diutarakan Anton Gunawan, adalah kontinuitas (juga kualitas) reformasi di Kemenkeu. Penugasan Darmin ke Kemenkeu, adalah skenario terbaik untuk itu. Bos kementerian penting itu haruslah orang reform-minded berlatar belakang teknoratik. Bukan pemegang paspor berstempel partai politik. Dia juga musti jujur berintegritas tinggi. Paling penting, dalam setiap tarikan nafasnya, ia kuat mengatakan “TIDAK” kepada kepentingan politik maupun individual yang akan mengobrak-abrik kesehatan fiskal, terutama menjalang Pemilu 2014. “Jika menkeu baru bukan ‘reform-minded’ dan memiliki keterkaitan dan kepentingan politik, pasar akan bereaksi negatif,” kata Anton. Presiden SBY sebenarnya lebih baik berkonsentrasi dan menyetel titik fokus perhatiannya menangani masalah infrastruktur dasar, pendidikan, dan jaminan keamanan warga ketimbang bermanuver politik yang hanya menimbulkan ketidakpastian pasar. n

inilahREVIEW 27 Tahun II | 4-10 Maret 2013



Dibalik Pencalonan Agus Marto