Page 1

RPBISNIS 25 TRILIUN ARAB SAUDIDUITMASYARAKAT PRABOWO BBN PAJAKNAPAS PENDEK BATU MENGEJAR BISNIS MENANG BAKALBARA LICIN RAIB KEUANGAN AS TERUS DIKURAS

SISIPAN SISIPAN

SI MANIS YANGLANGIT KALA PENCAKAR MENGGEROGOTI DUNIA TUMBUH BAK CENDAWAN

®®

1-7 JULI 2013 MAJALAH EKONOMI & BISNIS 2-8 SEPTEMBER 2013 MAJALAH EKONOMI & BISNIS

REM PAKEM DI PASAR MOBIL

TAHUN II 02 »44 TAHUN» III

RP 20.000 RP 20.000


COM I BAC NG THISK MON TH!

19 September: PRESS and VIP Day (for Invitation and Registered Press Only)

Hosted by

Organized by

Powered by

Media Partner by


Mailbox majalah ekonomi dan bisnis

http://www.inilah.com/ireview n

inilahREVIEW pendiri: Muchlis Hasyim

inilah group : n portal news: www.inilah.com portal news : www.inilahKORAN.com n Surat kabar : inilah koran n portal news : www.jakartapress.com Kirimkan surat pembaca anda ke: redaksi@inilahreview.com

Pemimpin Redaksi grup: andi suruji Pemimpin Redaksi: Bambang Aji setiady Redaktur Eksekutif: Tri Juli Sukaryana,

sisipan

Bisnis BBn Bakal licin

napas penDek keuangan as

Duit Masyarakat terus Dikuras

latihono sujantyo.

Kala pencaKar langit tumbuh baK cendawan

®

Redaktur senior: budi kusumah Redaktur: Derek Manangka,

2-8 september 2013 mAjALAH eKONOmI & bIsNIs

Iwan purwantono,

Rem Pakem di PasaR mobil

kukuh bhimo nugroho, reporter: Mahbub Junaidi, Vinsensius Segu redaktur foto: dahlan rebo pahing Fotografer: wirasatria, asep rochyadi REDAKTUR DESAIN: erbhayu prananta Desain & layout: yayan taryana, ade moh sofyan ilustrator: rangga diyarto

02 » tahun iii

RiSET: Mahario, tri handika, Aditya b

rp 20.000

sekretaris redaksi: nonon primayani putri,

Cover: rangga diyarto

unit usaha pemimpin perusahaan: nyoman brahmandita

Rupiah Melemah Salah Siapa?

Krisis Kedelai .

nilai tukar rupiah sempat menembus angka Rp 10.000 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah kita ini tentu saja perlu diwaspadai. Bagaimanapun juga ekonomi makro Indonesia memerlukan kestabilan. Kondisi ini tentunya akan mempengaruhi investor untuk melakukan investasi di pasar modal khususnya saham, dan akan berdampak terhadap harga  pasar saham di bursa. Selain itu juga memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kegiatan ekspor impor. Sejumlah industri dan pelaku usaha yang terkait dengan kegiatan impor pun mulai merasakan dampak negatif pelemahan rupiah  Melemahnya rupiah tidak bisa dinilai secara sendiri-sendiri. Ada banyak sebab yang membuat rupiah kita jatuh nyaris di titik nadir. Yang paling nyata akibat terjadinya Inflasi, meningkatnya harga-harga secara umum dan kontinyu, akibat konsumsi  masyarakat  yang meningkat, dan berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi dan spekulasi. Bisa jadi, melemahnya rupiah karena pemerintah kerap menunda pengumuman penaikan harga BBM bersubsidi, sehingga  memberikan dampak psikologis yang sangat besar terhadap pasar. Alhasil, membuat defisit APBN juga semakin besar. Yang jelas melemahnya rupiah, berimbas sangat besar pada kondisi pasar dan membuat (lagi-lagi) rakyat jadi korban.

masalah kelangkaan kedelai kembali terjadi. Produsen tempe dan tahu kembali menjadi buah bibir karena menjerit tak mampu membelinya lagi. Mereka dihadapkan pada dilema klasik. Tingginya harga kedelai membuat mereka dihadapkan pada pilihan sulit, tetap membelinya dengan konsekuensi menaikkan harga jual atau tidak menaikkan harga tapi mengurangi porsi potongan Itulah persoalan klasik yang selalu dihadapi negeri ini setiap tahun. Namun, tak banyak upaya yang berhasil menciptakan solusi jangka panjang. Yang ada hanya solusi sesaat, yang nanti akan kembali muncul. Kali ini, pemerintah telah meminta Bulog untuk turun tangan. Bulog mendapatkan penugasan menstabilkan harga kedelai sebab pada tingkat petani harga kedelai sangat murah. Bulog diharapkan mampu menyerap kedelai petani dengan harga Rp7.000 supaya petani senang. Namun, itu juga bukan solusi jangka panjang. Sebab, di masa depan, supaya ketergantungan terhadap impor bisa dikurangi, kebutuhan kedelai harus dipasok dari dalam negeri. Solusinya hanya penyediaan lahan baru yang luas. Sayangnya, ini juga tidak mudah, karena bukan hanya niat yang diperlukan, tetapi juga keteguhan hati untuk melakukannya. Semoga saja, masih ada yang tergerak untuk mewujudkannya.

Tiara Harianja Karang Anyar, Pasar Baru Jakarta Pusat

Agus Ridlatullah Jalan Raya Cibeuning Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat.

4

Manager keuangan: fahmi alamsyah marketing: selvi (avi), AIDA iryani sirkulasi: herry chatib penasehat hukum: lucas sh & partners alamat redaksi dan usaha: jl. RIMBA NO 42, kebayoran baru-jakarta selatan 12150, tel 021 72795887, fax. 021 7222659 penerbit: pt media berita indonesia Distribusi: mirage distribution

SuratMingguini Tarif Tol Naik, Kualitasnya Mana? sudah sangat jelas terlihat di depan mata kita bahwa jalan tol di negeri ini sudah demikian semrawut. Tol yang seharusnya bebas hambatan kini justru menjadi faktor penghambat aktivitas. Sebab, kemacetan di jalan tol sangatlah parah. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Namun, pemerintah rupanya tidak peduli dengan hal tersebut dan berencana menaikkan tarif tol di 14 ruas mulai 27 September mendatang. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan tengah menghitung besaran penaikan yang akan diterapkan. Memang ada syaratnya untuk menaikkan tarif itu. Antara lain mulusnya jalan atau tidak berlubang, kemudian lampu jalan tidak ada yang padam serta rambu dan marka jalan lengkap. Sayangnya, masalah kemacetan dan ketentuan kecepatan laju kendaraan tidak masuk di dalamnya. Artinya, berapapun tarif itu naik, pelayanan masih akan tetap saja sama. Endang Rochimat Jl Batu Tulis, Bogor

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


CONTENTREVIEW

LaporanUtama Rem Pakem di Pasar Mobil

Pasar mobil yang diimpor secara utuh diperkirakan bakal jeblok. Pasar mereka dihambat kenaikan PPnBM yang tinggi dan nilai dolar AS yang menguat.

50 | profil Agustus Sani Nugroho Berhitung Secara Matang Berkat tangan dinginnya, perusahaan yang nyaris tak bernyawa di Indonesia hidup kembali dan bahkan berkembang pesat. Motor Ducati adalah salah satunya. 31 | sisipan Kala Pencakar Langit Tumbuh Bak Cendawan Jakarta menjadi salah satu kota yang memiliki gedung pencakar langit terbanyak di dunia. Pada 2020, Indonesia diramalkan menyamai Amerika Serikat.

18 | nasional Akibat Struktur Ekonomi Tambal Sulam Empat paket kebijakan ekonomi dinilai tak efektif. Presiden ternyata juga paham. 22 | Bisnis Sepekan l Pajak Barang Mewah pun Digerus l Kemenperin dan Polri Lindungi Ovitnas l Pelindo II Seleksi Kontraktor NTP

24 | bisnis Bisnis BBN Bakal Licin Naiknya dolar dan harga BBM manjadi berkah buat industri BBN. Pemerintah akan menaikkan kandungan BBN dalam solar.

40 | gaya hidup Cara Gampang Awet Muda Selain mampu menyembuhkan penyakit degeneratif faktor usia, terapi stem cell ternyata bisa membuat awet muda. Terapi ini menjadi tren baru di dunia kecantikan.

4 | MailBox 8 | Editorial Saatnya Bangun dari Mimpi 44 | Internasional Napas Pendek Keuangan AS 52 | Hukum Rp 4,6 Triliun Melayang 56 | Keuangan dan Perbankan Duit Masyarakat Terus Dikuras 60 | Pasar Modal Masih Dalam Tekanan 66 | Kolom Bukan Obat Instan 38 | Figur Paula Abdul

Suka Rendang dan Sate

Paula Abdul (51), penyanyi dan penari asal Amerika Serikat, begitu menikmati kuliner nusantara. Saat datang ke Jakarta untuk menjadi juri X Factor Around The World yang digelar pada Sabtu (24/8), Paula sangat terkesan dengan tiga makanan.


FOTOriset

V V

Buku Anas Tumbal Politik Cikeas Diblokir

FOTO riset

V V

Inilah Faktor Penggerak Harga Emas ke Depan dalam dua bulan terakhir, harga emas sudah mendekati level US$1.400 per troy ons. Beberapa sentimen akan mampu menopang harga emas lebih tinggi lagi Pada perdagangan Senin lalu, emas berakhir di US$1.393,60 per troy ons dengan kekhawatiran pasar terhadap aksi militer AS ke Suriah dan menjelang pertemuan The Fed pertengahan September mendatang. Selain itu, investor juga mencermati perdebatan anggaran di Kongres AS serta pemilu di Jerman pada 22 September. n

FOTO riset

V V

4 Alasan AS Merasa Terhina oleh Miley Cyrus kecaman terhadap aksi panggung Miley Cyrus pada ajang Video Music Award (VMA) 2013, kini melebar ke arah yang lebih luas. Miley tak hanya dihujat karena melakukan pornoaksi, tetapi dianggap merusak budaya Amerika, bahkan bertindak rasialis. Aksi Miley tidak ubahnya menampar muka para orang tua di AS. Bahkan Miley dianggap merendahkan derajat perempuan setelah sejak lama AS mengakui persamaan hak perempuan. Aksi erotis Miley sama saja dengan menurunkan kembali derajat perempuan ke tingkat paling bawah. n

Inilah Kritik dan Saran Foke Untuk Jokowi-Ahok

FOTO abet jalaludin

V V 6

sebuah buku berjudul Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas diblokir oleh penerbit sekaligus distributornya. Penulis buku tersebut Ma’mun Murod Al-Barbasy menjelaskan salah satu penerbit dan sekaligus distributor buku-buku memilih memblokir buku yang dikeluarkan pada Jumat (23/8). Buku ini berisi tentang sepak terjang Anas hingga menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada 2010. Termasuk, kenapa Anas memilih Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sebagai sekretaris jenderal. Dibeberkan juga soal pelengseran Anas.n

meski jarang muncul di publik setelah tak lagi menjabat sebagai gubernur, namun Fauzi Bowo tetap mengikuti perkembangan Kota Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Saat ditemui pada akhir pekan lalu, pria yang akrab disapa Foke itu menilai ada beberapa kebijakan yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap sudah tepat. Namun ada juga kebijakan Jokowi yang belum mampu menyelesaikan persoalan-persoalan di Ibu kota. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


editorial http://www.inilah.com/ireview Email kami: redaksi@inilahreview.com Kirim surat: inilahreview, Jl. Sambas VI No.12 Kebayoran Baru,Jakarta 12130

Saatnya Bangun dari Mimpi

S

IKAP The Federal Reserve tampaknya sudah pasti. Amerika Serikat akan mengurangi stimulus pembelian obligasinya mulai tahun ini. Dan kemungkinan akan benar-benar menghentikan program itu. Alasannya, perekonomian AS kini telah kuat. Tak peduli apa kata para komandan bank sentral dari berbagai negeri. Seperti diketahui, 35 komandan bank sentral kemarin telah mengimbau The Fed agar tidak melakukan penghentian stimulus. Namun, imbauan itu tak dipedulikan. Sekalipun yang meminta IMF. “Negara lain harus menerima hal itu sebagai kenyataan dan menyesuaikan diri dengan AS,� kata Dennis Lokhart, Presien The Fed Atlanta. James Bullard, Presiden The Fed St Louis, mengungkapkan hal senada. Kata dia, stimulus yang digelontorkan selama ini semata-mata demi perbaikan ekonomi AS. Nah, kini sudah jelas kenyataannya. Pemerintah negara-negara berkembang pun, termasuk Indonesia, sudah mengetahui sikap AS akan seperti itu. Namun, selama ini, selalu dianggap sebagai angin lalu. Masuknya hot money hanya dinilai sebagai berkah semata. Tak kurang dari Rp 1.640 triliun atau US$ 161 miliar

8

dana asing yang masuk ke Indonesia hingga akhir Juli lalu. Itu catatan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Lantas ada Rp 287,5 triliun atau sekitar US$ 28 miliar yang masuk ke Surat Berharga Negara. Bisa dibayangkan kalau dana sebesar itu hengkang secara bersamaan. Entah apa yang akan terjadi. Padahal, dalam tiga bulan terakhir, dana asing yang keluar baru mencapai US$ 23,5 miliar, dari pasar obligasi US$ 20 miliar dan dari pasar modal US$ 3,5 miliar. Makanya, kebijakan pemerintah yang baru diluncurkan kemarin dianggap setengah hati. Dikatakan demikian karena empat kebijakan tersebut baru akan berfungsi setelah enam bulan sampai setahun kemudian. Sementara, pelemahan rupiah—akibat kurangnya pasokan dolar—telah terjadi saat ini. Memang, Indonesia kini telah menyiapkan pinjaman siaga (stand by loan) senilai US$ 5,5 miliar. Itu diperoleh dari World Bank, Asian Development , Jepang dan Australia. Selain itu, Bank Indonesia juga memiliki bilateral swap agreement sebesar US$ 12 miliar. Ditambah dengan cadangan devisa, kita sebenarnya telah siap mengatasi keadaan darurat. Tapi apakah itu berjalan. Tidak. Sampai saat ini pemerintah masih mengurus pemutakhiran informasi persyaratan penarikan pinjaman oleh suatu negara. Jadi pinjaman siaga itu pun sebenarnya belum siaga. Akibatnya, yang bekerja untuk menstabilkan rupiah tetap hanya Bank Indonesia. Entah sudah habis berapa devisa kita sekarang. Sampai akhir Juli saja jumlahnya tinggal US$ 92 miliar. Jadi, kalau mau aman, persiapkan devisa kita. Kalau perlu, mengutip salah satu analis, kita membutuhkan dana bilateral swap agreement sebesar US$ 20 miliar. Supaya pasar tenang. Jangan tunggu dolar sampai Rp 17 ribu seperti tahun 2008. Ini lebih berbahaya. Sebab, outflow yang terjadi sekarang, belum sampai puncaknya. Kelak, penarikan besar-besaran akan terjadi tanggal 17 September 2013 di kala bank sentral AS mengumumkan secara resmi rencana tapering off atau penghentian stimulusnya. Ketika itu AS akan menarik kembali, secara bertahap, uang yang telah mereka gelontorkan. Dalam hal ini, AS memang boleh bersikap egois. Toh dulu stimulus yang sampai senilai US$ 2 triliun itu dikucurkan untuk membantu ekonomi mereka. Cuma kita saja yang keenakan. Tak sadar bahwa itu hanya sementara. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Rem Pakem di Pasar Mobil Pasar mobil yang diimpor secara utuh diperkirakan bakal jeblok. Pasar mereka dihambat kenaikan PPnBM yang tinggi dan nilai dolar AS yang menguat. TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, dan Mahbub Junaidi Foto Riset, Asep Rochyadi ilustrasi Rangga Diyarto

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

9


A

nda berniat membeli mobil completely built up (CBU) atau mobil yang diimpor utuh? Bersiap-siaplah menambah uang lebih banyak lagi. Soalnya, sejak Senin pekan lalu, pemerintah telah menaikkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari 75% menjadi 125%-150%. Alasan pemerintah menaikkan PPnBM adalah untuk menekan laju defisit neraca perdagangan. Maklum, selama semester I-2013, neraca perdagangan defisit sampai US$ 3,31 miliar, atau ekspor US$ 91,05 miliar, sedangkan impor mencapai US$ 94,36 miliar. Artinya, selama enam bulan itu dolar AS banyak dibeli untuk keperluan impor. Nah, dengan menaikkan PPnBM setinggi itu, pemerintah berharap defisit neraca perdagangan bisa berkurang. Tapi yang ketiban sial adalah harga jual mobil CBU di Indonesia. Sebab dengan kenaikan ini, harga mobil mewah impor bakal terdongkrak sampai 30%-40%. “Untuk mobil impor seharga Rp 1 miliar, kenaikannya bisa sebesar Rp 300 juta,” kata Tommy R Dwiandana, Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI). Yang lebih repot lagi, belakangan ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah. Saat ini, rupiah anteng di atas Rp 11 ribu per dolar AS. Bahkan, banyak kalangan memperkirakan, sampai akhir tahun ini rupiah bisa menembus Rp 12 ribu per dolar AS. Nah, sudah bisa dibayangkan berapa tambahan uang yang harus dikeluarkan bagi mereka yang ingin membeli mobil CBU. Sekadar catatan, angka penjualan mobil CBU tahun 2012 tercatat sebanyak 5 ribu unit. Tahun 2013 ini, AIKI sempat memprediksi angka penjualan sama seperti tahun 2012. Tapi dengan kenaikan PPnBM menjadi 125%-150%, kata Tommy, daya beli masyarakat akan tergerus. Itu artinya, masyarakat akan mengerem membeli mobil CBU mewah. Memang, AIKI adalah pihak yang paling terpukul atas kebijakan ini. Selain menanggung beban berat, mereka juga akan kesulitan bersaing dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang juga bermain di pasar mobil mewah. Sebab, ada

10

“Untuk mobil impor seharga Rp 1 miliar, kenaikannya bisa sebesar Rp 300 juta.” Tommy R Dwiandana, Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI)

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


kebijakan khusus terkait kerjasama perdagangan bilateral atau regional antara Indonesia dengan Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Asal tahu saja, lewat IJ-EPA ATPM mobil Jepang di Indonesia sudah mendapat pengurangan tarif bea masuk impor dari 45% menjadi hanya 4% untuk mobil mewah di atas 3.000 cc. Kemudian, per 1 Januari 2012, tarif kerja sama IJ-EPA telah berlaku dan untuk kendaraan mewah di bawah 3.000 cc dengan tarif bea masuk turun dari 40% menjadi 20% yang diimpor secara utuh dari Jepang.

Laris Manis Jadi, bisa dibayangkan bagaimana kalang kabutnya para importir mobil mewah yang tergabung di AIKI. Betul, angka penjualan

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

mobil CBU terbilang kecil dibandingkan dengan penjualan mobil nasional yang tahun lalu menembus 1 juta unit. Namun dengan harganya yang rata-rata di atas Rp1 miliar per unit, impor mobil CBU tersebut cukup menguras devisa di Bank Indonesia dan ikut menyumbang defisit neraca perdagangan. Sedan mewah Ferrari F458 Spider mungkin bisa jadi contoh. Saat ini, harga mobil CBU buatan Italia itu dijual Rp 8,4 miliar. Coba saja hitung jika sampai 1.000 Ferrari F458 Spider dibeli di sini, berapa banyak devisa yang terkuras. Ferrari mungkin tidak seberapa. Indonesia juga menjadi pasar bagi mobil mewah lainnya, seperti Lamborghini Aventador yang harga jualnya mencapai Rp 11 miliar per unit. Belum lagi McLaren atau Buggati Veyron Super Sport yang harganya selangit. Pasar mobil mewah di Indonesia memang begitu manis. Apalagi, banyak orang kaya Indonesia tak segan merogoh uang miliaran rupiah hanya untuk mendapatkan mobil CBU. Bagi mereka, yang penting status sosial terjaga, dan tampil lebih keren di jalan raya. Itulah yang kerap dilirik para produsen mobil kelas dunia. Coba saja tengok, McLaren Automotive sampai harus membuka showroom dan bengkel di Jakarta. McLaren akan memasarkan 20 unit mobilnya di Indonesia. Ada dua varian yang ditawarkan, yaitu MP4-12C Coupe dan Spider. McLaren MP4-12C dilepas dengan harga US$ 670 ribu, sedangkan varian Spider ditawarkan seharga US$ 740 ribu. Beberapa waktu lalu, sejumlah orang kaya Indonesia telah memesan 16 unit mobil super mewah Ferrari, F12 Berlineeta. Padahal, harga sebuah mobil sport ini sekitar Rp 10 miliar. Rolls Royce juga menjadi incaran. Dalam pameran Perayaan 100 Tahun Rolls Royce yang digelar di Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu, lima unit mobil asal Inggris ini habis terjual. Orang-orang berduit itu membeli Rolls-Royce Phantom Saloon Centenary dan Rolls-Royce Phantom Drophead. Padahal, harga satu unit Rolls-Royce Phantom Saloon Centenary sebesar Rp 14 miliar. Pendek kata, mobil CBU yang langsung didatangkan dari negeri asalnya, laris manis di sini. Jadi, tak salah kalau orang kaya Indonesia gila mobil CBU mewah. Tapi, kenaikan PPnBM ditambah melambungnya nilai dolar AS, tetapkah membuat mereka bergairah membeli mobil CBU mewah? n

11


Dari Biaya Perawatan Sampai Bayar STNK P

unya mobil mewah nan berkelas, ternyata tak nyaman juga. Ini bukan soal kenyamanan di dalam mobil atau saat sedang melaju di jalan raya. Ini menyangkut biaya perawatan dan pajak yang harus dibayar saban tahun. Dengar saja cerita Hariara Tambunan. Pengusaha migas dan batu bara ini menyediakan anggaran khusus untuk merawat dua unit Rolls Royce Phantom II milik dia dan istrinya, Elizabeth. Untuk perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), misalnya, dia harus membayar pajak antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta untuk setiap kendaraan. Berapa untuk perawatan? Hariara bilang tergantung pemakaian. “Per 10 ribu kilometer bisa sampai Rp 10 juta. Itu untuk satu mobil saja, lho,” katanya. Lantas, berapa besar dana yang harus dikeluarkan untuk urusan mobil mewahnya ini? Hariara enggan menyebutkan. Yang jelas, dia punya beberapa mobil mewah yang diparkir di garasi rumahnya. Untuk bertemu relasi bisnis dan menghadiri pesta pernikahan, biasanya bos Ranyza Sejahtera Group ini memakai Rolls Royce Phantom II berwarna putih. Mau tahu harganya? Sebiji Rolls Royce Phantom II harganya US$ 1,5 juta atau Rp 15 miliar. Sedangkan untuk kesempatan lainnya, Hariara memilih Hummer H2 yang dibanderol antara Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Soal kenaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBm)

dari 75% menjadi 125%-150%, Hariara tak banyak berkomentar. “Ya, kita harap perkembangannya semakin membaik. Kalau dolar AS seperti sekarang, harga mobil menjadi mahal. Rencana ganti mobil harus dipikir-pikir dulu,” katanya. Di kalangan pengacara, nama Hotman Paris Hutapea sudah tak asing lagi sebagai penggemar mobil-mobil mewah. “Punya mobil mewah, kepuasan tersendiri lho,” katanya. Maka, tak begitu mengherankan kalau di garasi rumahnya berjejer mobil Ferrari, Chrysler, Bentley serta Hummer H2. “Kalau ada mobil baru dan saya suka, langsung beli. Setelah garasi penuh, saya baru jual. Kalau mobil jarang dipakai bakal rusak. Jadi sayang kan kalau dibiarkan,” tambah Hotman. Untuk perawatan, Hotman mengaku tidak ada masalah. Sebab, katanya, harga mobil mewah yang dibeli sudah termasuk biaya perawatan selama tiga tahun. Untuk hari libur, Hotman sering mengendarai Ferrari California. Di pasaran, harga mobil ini Rp 6 miliar per unit. Sesekali, Hotman mencoba nikmatnya berkendara dengan Hummer H2, Chysler atau Bentley, yang harganya juga selangit. Selain Hotman, juga ada nama Ruhut Sitompul. Politisi Partai Demokrat ini dikenal sebagai kolektor Ferrari dan pernah menjadi Presiden Ferrari selama dua periode berturut-turut. Selain Ferarri, Ruhut juga kesengsem dengan Bentley GT Sport yang berharga Rp 7 miliaran. n

Rolls Royce Phantom

12

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Johnny Darmawan, Ketua III Gaikindo

Kami Berharap Ada Keajaiban S

isa empat bulan akhir tahun 2013 ini adalah masa paling sulit bagi industri otomotif di Indonesia. Ada kenaikan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari 75% menjadi 125%150%. Kemudian suku bunga kredit perbankan naik, inflasi naik, dan rupiah terus melemah. Apakah industri otomotif mampu melalui masa sulit ini? Iwan Purwantono dari InilahREVIEW mewawancarai Johnny Darmawan, Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang juga Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Kamis malam pekan lalu. Petikannya:

Bagaimana dampak kenaikan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari 75% menjadi 125%-150% terhadap Gaikindo? Tentu saja, penjualan mobil kelas premium akan turun. Apalagi, dolar AS kan naik, jadi harganya juga semakin tinggi. Namun, kami belum tahu seberapa besar turunnya. Tentu, kebijakan tersebut terkait dengan situasi terkini. Ada kepentingan bangsa dan negara yang harus dikedepankan. Kita ikuti saja. Selain kenaikan PPnBM, ada tiga faktor juga yang bakal memukul pasar otomotif di Indonesia, yakni suku bunga kredit naik, nilai rupiah melemah, dan inflasi tinggi. Ya, tentu berpengaruh pada harga barang. Harusnya ada penyesuaian. Tahu sendirilah, artinya ya naik. Tetapi kita kan enggak bisa menaikkan begitu saja. Nah, mumpung belum naik, belilah mobil dari sekarang. Sebab, kalau dolar AS terus naik sampai Rp 12 ribu, harga mobil ya harus naik juga. Kondisinya memang tidak menggembirakan, namun kami tetap harus optimistis. Memang, pabrikan sudah terlanjur memenuhi supply. Otomatis, mobilnya harus laku terjual. Caranya, ya bisa dengan memberikan diskon besar atau cara lain.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Pusing juga ya? Pening juga kita. Bagaimana tidak pusing. Kondisinya sulit, tetapi kami tidak boleh mengurangi karyawan. Mengurangi produksi boleh, tetapi karyawan harus tetap digaji. Namun, kami tetap optimistis bisa melalui masa-masa sulit ini.

Apa yang dirasakan berat oleh industri otomotif? Ya itu tadi, interest rate, action rated dan inflation. Kita lihat, pemerintah sudah menerapkan suku bunga tinggi. Demikian pula action rated-nya adalah efisiensi atau tight money policy (TMP). Dan, inflasinya juga dikhawatirkan tinggi pula. Ya, kami hanya bisa berharap ada mukjizat atau keajaiban, agar semuanya bisa kembali seperti kemarin.

Bagaimana dengan target penjualan yang ditetapkan Gaikindo pada tahun 2013? Kalau target Gaikindo, saya menyebut di angka 1,1 juta unit di 2013. Kemungkinan besar bisa tercapai, kok. Yang saya ingat, Januari sampai Juli penjualannya sekitar 720 ribu unit. Bulan Agustus mencapai 70-80 ribuan. Totalnya jadi 800 ribuan kan? Tersisa empat bulan, masak tidak mampu jual 300 ribu? Malahan bisa tembus di atas 1,1 juta unit.

Industri otomotif seperti dihantam dari berbagai arah. Apa strateginya agar tetap survive? Saat ini, diskon yang diberikan sudah besar-besaran. Malah habis-habisan. Tidak mungkin lagi naikin diskon. Kalau nekat dinaikin lagi (diskon), besoknya bisa tutup. Di sisi lain, barang dagangan kami harus tetap laku. Nah, inilah tantangan kami. Tetapi, kami masih optimis bisa survive kok. n

13


Pesta Segera Berakhir Naiknya bunga kredit, tingginya inflasi, dan menguatnya dolar AS bisa menghambat permintaan mobil. Strategi apa yang akan ditempuh pabrikan mobil?

kenaikan BI rate dari 6,5% menjadi 7%. “Kalau kita melihat dari sisi ini funding rate akan naik duluan. Sensitivity terhadap funding rate itu besar sekali dari kenaikan BI rate. Itu yang akan memacu bunga kredit naik,” kata Destry Damayanti, Kepala Ekonom Bank Mandiri. Faktor kedua yang bisa menghambat permintaan mobil ada-

TEKS Latihono Sujantyo, Iwan Purwantono, dan Mahbub Junaidi Foto Wirasatria

J

ohnny Darmawan, Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tampak masih tetap optimistis, angka penjualan mobil di tahun 2013 ini bakal mencapai 1,1 juta unit. Hitung-hitungan Johnny begini. Pada Januari-Juli 2013, penjualan mobil sudah mencapai 720 ribu unit. Bulan Agustus sekitar 70-80 ribu unit. Jika ditotal hingga akhir Agustus lalu, yang terjual sudah 800 ribu unit. “Tersisa empat bulan, masak tidak mampu jual 300 ribu? Malahan bisa tembus di atas 1,1 juta unit,” ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor ini kepada InilahREVIEW (lihat: “Kami Berharap Ada Keajaiban”). Setali tiga uang, apa yang disampaikan Frost & Sullivan. Lembaga konsultan dan riset bisnis ini yakin angka penjualan mobil di Indonesia sampai akhir tahun 2013 bisa mencapai 1,2 juta unit. “Pertumbuhan konsumsi domestik dan promosi agresif akan mendukung pertumbuhan,” ujar Dushyant Sinha, Associate Director, Automotive Practice, Asia Pasifik, Frost & Sullivan Selain itu, Dushyant menilai, terbitnya aturan tentang mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC), bakal mendongkrak angka penjualan mobil. Sekadar informasi, tahun lalu angka penjualan mobil di Indonesia mencetak rekor baru, yakni mencapai 1,02 juta unit. Apa yang menjadi penyebab penjualan mobil melonjak sebesar itu? Salah satunya, menurut Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, adalah kejelian para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mengeluarkan produk dan varian baru. “Mereka mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. Jongkie betul. Setiap kali mobil baru keluar, mereka yang berkantong tebal langsung membeli. Ini bisa dilihat dari angka penjualan semester I-2013. Penjualan ritel mobil naik 10,6% menjadi 582.366 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu 526.490 unit. Bahkan, untuk wholesale (penjualan mobil dari pabrikan ke diler) pertumbuhannya lebih tinggi lagi, yakni 12,1% menjadi 600.352 unit dari sebelumnya 535.261 unit.

Tiga Penghambat Hanya saja, banyak kalangan memprediksi angka penjualan mobil pada semester II-2013 tidak bakal secerah sebelumnya. Ada beberapa faktor yang bisa membuat permintaan mobil tersendat. Pertama, naiknya suku bunga kredit perbankan seiring

14

PAMERAN MOBIL: Sekitar 75% pembelian dilakukan lewat kredit.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


lah menguatnya dolar AS dan melemahnya nilai rupiah. Sejak tiga bulan ini rupiah terus saja tertekan oleh dolar AS sehingga mata uang Paman Sam itu lebih sering berada di kisaran Rp 11.000. Tentu saja, nilai dolar AS yang semakin menggelembung terhadap rupiah bakal membuat harga mobil ikut naik. Maklum, sebagian bahan baku mobil hingga kini masih diimpor. Belum diketahui berapa besar kenaikan harga jual mobil akibat menguatnya dolar AS. “Semua tergantung kebijakan masing-masing agen pemegang merek. Kalau bagi mereka sudah kritis, ya harus segera menaikkan harga,” ujar Johnny Darmawan. Faktor ketiga adalah, saat ini Indonesia mulai digelayuti inflasi yang tinggi. Pada Juli 2013, menurut Badan Pusat Statis-

tik (BPS), inflasi mencapai 3,29%. Ini merupakan angka inflasi bulanan tertinggi sejak Oktober 2005 atau dalam 80 bulan terakhir. Bahkan, Bank Indonesia memprediksi, laju inflasi pada akhir tahun ini berkisar 9% sampai 9,8%. Dengan sederet masalah ini, mereka yang sudah berencana membeli mobil, bisa jadi, bakal mengurungkan niatnya. Apalagi, inflasi yang tinggi sudah pasti menggerus pendapatan mereka, sementara harga mobil dan bunga kredit perbankan juga naik. Boleh jadi, pesta akbar penjualan mobil segera berakhir. Tak percaya? Lihat saja, kini banyak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mulai waswas melihat situasi ini. Apalagi, sebagian besar konsumen membeli mobil dengan cara kredit. “Ada sekitar 70%-80% pembeli Daihatsu menggunakan cara beli kredit sehingga kami perlu mengantisipasinya,” ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor. Kalau kondisinya sudah begini, apa yang harus dilakukan pabrikan mobil? “Ya, dengan memberikan diskon besar atau cara lain,” ujar Johnny Darmawan. Ada baiknya, kita tunggu strategi apa lagi yang akan dimainkan mereka. n

“Semua tergantung kebijakan masing-masing agen pemegang merek. Kalau bagi mereka sudah kritis, ya harus segera menaikkan harga.” Johnny Darmawan, Ketua III Gaikindo

Penjualan Mobil Semester I- 2013 Merek

Ritel

(%)

Juni Januari-Juni Toyota

36.727 205.306 35,3

Daihatsu 15.130

86.633 14,9

Mitsubishi 12.210

76.921 13,2

Suzuki

13.788

Honda

74.416 12,8

8.323

45.216 7,8

Nissan

6.180

31.592 5,4

Isuzu

2.652

15.115 2,6

Mazda

1.055

4.843 0,8

Lainnya 7.346 42.324 7,3 Total

103.411

582.366

100

Sumber: Anggota Gaikindo

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

15


Menguji Mobil LCGC Awalnya, pasar mobil murah ramah lingkungan diperkirakan bakal meledak. Tapi prediksi itu bisa sebaliknya. TEKS Latihono Sujantyo dan Iwan Purwantono Foto Asep Rochyadi

M

obil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) akan menjadi ujian bagi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memasarkan mobil jenis ini. Sebab, sebelum sektor keuangan Indonesia gonjang-ganjing, mobil LCGC sudah lama ditunggu banyak orang. Maklum saja, ATPM pemegang insentif LCGC akan menjual mobil ini benar-benar murah ke konsumen. “Harga jual mobil LCGC paling tinggi Rp 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek,” demikian salah satu poin Peraturan Menteri Perindustrian tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau yang diterbitkan pertengahan Juli lalu. Memang, lewat beleid ini, pemerintah memberikan berbagai insentif kepada ATPM pemegang LCGC. Insentif itu berupa pengurangan pajak penghasilan badan, penghapusan pajak penghasilan badan (tax holiday), dan pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Dengan keluarnya aturan ini, ATPM pemegang LCGC bisa memproduksi mobil murah ramah lingkungan tersebut. “Silakan memproduksi secara massal dan memasarkannya saat ini,” ujar MS Hidayat, Menteri Prindustrian, beberapa waktu lalu. Tentu saja, beleid ini disambut suka cita para produsen mobil.

mobil lcgc: Bakal sukses atau tidak?

16

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Maklum, sejak pemerintah mengumumkan akan mengeluarkan kebijakan LCGC Agustus tahun lalu, produsen mobil langsung menangkap peluang tersebut. Sebulan kemudian, Toyota dan Daihatsu memperkenalkan mobil LCGC kembar mereka, yakni Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Sejak saat itu, masyarakat berbondong-bondong memesan mobil yang akan diproduksi PT Toyota Astra Motor dan PT Daihatsu Astra Motor. Belasan ribu kedua calon mobil ini sudah dipesan masyarakat. Memang, Toyota dan Daihatsu sudah sepakat berkolaborasi

Jika harga mobil LCGC sekitar Rp 80 juta, maka diperkirakan penjualan bisa mencapai 150.000 unit. Yongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo

untuk membuat mobil murah ramah lingkungan. “Dua produk ini akan dijual dengan harga terjangkau dan efisien dalam konsumsi bahan bakar,” ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk. Sampai akhir tahun ini, Daihatsu bakal memproduksi sebanyak 150 ribu unit mobil Ayla, sementara Toyota 450 ribu unit Agya. Ini berarti, dari dua merek ini, akan ada 600 ribu mobil baru yang akan melaju di jalan raya. Produsen lain yang juga telah menyiapkan mobil murah adalah Nissan dan Suzuki. Nissan akan menghidupkan kembali produk Datsun di Indonesia pada 2014 mendatang. Mobil murah Datsun akan dijual dengan kisaran harga US$ 6.200 atau sekitar Rp 60 juta. Sebelumnya, Suzuki telah memperkenalkan dua model yang ditenggarai menjadi calon mobil murah di Indonesia. Kedua model itu adalah jenis city car, yakni Suzuki ALto dan Concept-G. Suzuki Alto memang telah dirilis di India dengan banderol sekitar Rp 46 juta. Sedangkan Suzuki Concept-G jika kelak diproduksi massal harganya bisa di bawah Rp 100 juta.

Hitung Keuntungan Dengan harga yang begitu murah, pasar Indonesia akan dibanjiri mobil LCGC. “Jika harga mobil LCGC sekitar Rp 80 juta, maka diperkirakan penjualan bisa mencapai 150.000 unit,” ujar Yongkie D Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Menurut dia, jika harga mobil sekitar Rp 80 juta per unit, maka akan ada tambahan omzet di industri otomotif sebesar Rp 12 triliun per tahunnya. “Para prinsipal yang telah eksis di dalam negeri sebenarnya sangat antusias menjajal pasar domestik, bahkan jika perlu menambah investasi khusus untuk pabrik perakitan bagi proyek tersebut,” tambahnya. Seperti halnya Yongkie, Prijono Sugiarto juga mengatakan, pasar otomotif Indonesia sangat potensial lantaran jumlah kelas menengah yang mencapai 40 juta orang. Bahkan, jumlah kelas menengah Indonesia diprediksi meningkat hingga 90 juta orang pada 2030 nanti. “Dengan pertumbuhan GDP rata-rata 6%, angka itu sangat fenomenal dan yang terbaik di Asean,” ujarnya. Apalagi, katanya, jumlah penetrasi kendaraan Indonesia sangat rendah, yakni 1:20 atau satu mobil dipakai oleh 20 orang. Angka itu masih tertinggal jauh dari Malaysia dengan perbandingan 1:3 atau Korea Selatan 1:4. Itulah kenapa, Astra sampai berani merogoh Rp 2,1 triliun untuk memproduksi Agya dan Ayla di pabrik mereka di kawasan industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat. Dengan hitung-hitungan seperti itu, mobil LCGC bakal menjejali jalan-jalan di Indonesia, terutama Jakarta yang kemacetannya sudah begitu parah. Tahun ini saja, menurut Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta tumbuh sekitar 10%-12%, atau bertambah sekitar 1,3 juta unit. Tapi tunggu dulu, semua itu berdasarkan perkiraan sebelum sektor keuangan Indonesia gonjang-ganjing. Kini, di tengah kondisi bunga kredit perbankan melambung, nilai rupiah anjlok, dan inflasi yang begitu tinggi, apakah pasar mobil LCGC bakal sukses? n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

17


nasional Paket Kebijakan

Akibat Struktur Ekono

KEBIJAKAN STIMULUS: Banyak yang pesimistis dan bahkan mencibir.

Empat paket kebijakan ekonomi dinilai tak efektif. Presiden ternyata juga paham. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho foto riset

R

upiah tetap loyo. Pada Jumat pekan lalu, atau seminggu setelah pemerintah mengumumkan empat paket kebijakan ekonomi, nilai tukar rupiah masih berada di angka Rp 10.979 per US$ 1. Kondisi seperti itu, agaknya sudah bisa dibaca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyatakan bahwa paket kebijakan tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat. “Saya sering berseloroh, kalau hasilnya cepat, masukkan kacang kedelai,

18

air dan beberapa jam hasilnya bisa kita petik. Tetapi apa yang kita lakukan ini betul-betul kita lakukan agar hasilnya efektif dan kita rasakan,” kata SBY, di Istana Negara, pada Rabu pekan lalu. Presiden agaknya mencermati, banyak pihak yang pesimistis dan bahkan mencibir empat paket kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paket yang kemudian diumumkan Hatta Rajasa, Menko Perekonomian. Empat paket itu merupakan upaya menjaga stabilitas ekonomi dan menjaga

momentum pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang realistis. “Diharapkan defisit pada transaksi berjalan pada Kuartal III dan IV akan menurun dan momentum pertumbuhan ekonomi akan tetap dijaga. Tentunya paket kebijakan ini akan dikombinasikan dengan paket kebijakan dari BI dan OJK yang utamanya bertujuan menstabilkan sektor keuangan dan nilai tukar,” kata Hatta. Salah satu yang pesimistis dengan empat paket tersebut adalah Aviliani, ekonom yang juga komisaris independen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Menurutnya, empat paket itu hanya cocok untuk jangka menengah dan panjang. “Padahal yang harus dilakukan saat ini adalah jangka pendek untuk menanggulangi krisis kecil,” katanya. Menurut Aviliani, Indonesia saat ini justru membutuhkan ketersediaan likuiditas. Pemerintah perlu memanggil

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


nasional Paket Kebijakan

omi Tambal Sulam para pengusaha yang memiliki masalah dengan utang luar negerinya. “Pemerintah perlu melakukan mediasi untuk restrukturisasi, supaya kebutuhan likuiditas besar. Kedua, importir dipanggil, berapa kebutuhannya. Jadi lebih bagaimana mengelola cash flow ekspor-impor yang harus dilakukan pemerintah,” tegasnya. Masih menurut Aviliani, kondisi rupiah saat ini sudah sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia. Jika selama beberapa bulan rupiah berada di level Rp 9.000 per US$, itu akibat krisis ekonomi global, khususnya di AS dan Eropa. “Sehingga banyak dana yang masuk ke pasar negara berkembang,” ujarnya.

Kritik Kwik Tak hanya ekonom, pandangan pesimistis disampaikan Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Komisi XI DPR. Menurutnya, paket stimulus kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah belum memberikan dampak positif untuk mengangkat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Bagi Harry, paket kebijakan ekonomi itu hanya bersifat jangka panjang dan belum akan menunjukkan hasil nyata dalam jangka pendek. “Paket kebijakan sekarang untuk jangka panjang oke, tapi untuk jangka pendek belum oke. Makanya kami minta pendapat pemerintah apa yang sebaiknya dilakukan,” kata Harry, pada Senin pekan lalu. Senada dengan Aviliani, Harry mengatakan bahwa dalam jangka pendek, pemerintah sebaiknya berupaya mengatur supply dan demand terhadap dolar AS. Supply, misalnya, dapat ditentukan oleh nilai tukar valas dan FDI atau penanaman modal asing. Sementara demand ditentukan dari impor dan pembayaran utang. “Pemerintah seharusnya dapat menyelaraskan suplai dan permintaan dengan sebaik-baiknya,” katanya. Pandangan lebih kritis disampaikan Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Perekonomian di masa Presiden Abdurrahman Wahid. Menurut Kwik, penyebab utama anjloknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan terpuruk-

Kwik Kian Gie

nya nilai tukar rupiah adalah struktur ekonomi Indonesia yang sejak lama sudah sangat tidak sehat, tetapi diobati dengan cara tambal sulam. “Namun, respons pemerintah menghadapi itu serba panik, dan karena itu kebijakan yang dibuat tidak berdasar,” katanya, pada Rabu pekan lalu. Kwik kemudian mengkritisi empat paket kebijakan. Misalnya soal penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) terhadap produk yang sudah tidak termasuk barang mewah. Sebut saja pesawat televisi yang harga dan ukur­annya di bawah Rp 10 juta dan 40 inchi, kulkas di bawah Rp 10 juta, atau mesin cuci di bawah Rp 5 juta. “Kalau barang seperti ini masih diimpor atau komponen impornya masih besar, penghapusan PPn BM akan meningkatkan impor yang tentunya bersifat menguras cadangan devisa,” ujarnya. Kemudian soal dinaikkannya pajak barang mewah untuk mobil mewah impor yang dirakit di luar negeri atau CBU dari rata-rata 75% menjadi 125%

hingga 150%, merupakan kebijakan yang tidak efektif untuk saat ini. “Banyak sekali mobil mewah yang sudah dirakit di Indonesia. Yang diimpor dalam bentuk CBU sangat sedikit,” kata Kwik. Termasuk kebijakan pengurangan impor solar dengan memperbesar konsumsi biodiesel. “Rencana pemerintah itu baik, tetapi tidak efektif. Karena program ini tidak bisa dilakukan secara cepat. Perlu ada persiapan sebelum biodiesel diterapkan,” katanya. Hal yang menarik, Kwik menyatakan bahwa melemahnya ekonomi nasional terjadi karena faktor dari dalam negeri. Pengaruh ekonomi global, seperti membaiknya perekonomian AS, tidak berpengaruh signifikan terhadap Indonesia. “Yang paling dominan jelas internal. Eksternal itu kecil sekali, nggak ada artinya. Kalau kita lihat pers internasional, selama berbicara keterkaitan ekonomi negara-negara dunia, Indonesia nggak pernah disebut. Yang menyebut Indonesia dipengaruhi asing hanya Indonesia sendiri,” ujar Kwik. Wah, begitu ya Pak. n

«Saya sering berseloroh, kalau hasilnya cepat, masukkan kacang kedelai, air, dan beberapa jam hasilnya bisa kita petik.»

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI

19


nasional Eskpor Mineral

Jero Wacik: Sebenarnya tak suka ekspor mineral.

Jika Jero Kalap Kementerian ESDM tiba-tiba melonggarkan ekspor mineral. Para pengusaha pertambangan pun kelimpungan. TEKS Kukuh Bhimo Nugroho Foto riset

T

erpuruknya rupiah membuat pemerintah kalap. Sebagai upaya meningkatkan masuknya Dolar Amerika (US$) ke dalam negeri, sejak pekan lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk melonggarkan ekspor mineral. Pelonggaran ekspor mineral ini, bahkan termasuk dalam paket kebijakan stabilitas ekonomi yang bertujuan mengurangi defisit transaksi berjalan, serta menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US$. Hanya masalahnya, pelonggaran ekspor mineral justru bertentangan dengan Undang-undang no. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang melarang ekspor mineral. Apalagi ternyata, Kementerian ESDM mengaku belum mempunyai hitungan pasti soal seberapa besar pening-

20

katan ekspor yang bakal terjadi. “Pemerintah membutuhkan banyak pasokan dolar Amerika akibat gejolak valas pekan lalu. Sehingga, meski kebijakan anyar ini tak signifikan, upaya apapun untuk menggenjot ekspor tak ada salahnya dicoba,” kata Thamrin Sihite, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM, seusai ra-

pat kerja dengan Komisi VII DPR, pada Rabu pekan lalu. Sementara Jero Wacik, Menteri ESDM mengatakan, pemerintah melakukan konsultasi dengan DPR soal pelonggaran tersebut. Pelonggaran dilakukan, namun tetap mengacu pada UU Minerba. “Kalau negaranya ambruk kan harus diselamatkan. Jangan situasi krisis disikapi sama dengan kondisi normal. Kalau kondisi normal saya juga enggak mau ekspor mineral,” paparnya. Toh, kritik tetap datang. Salah satunya dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sebab, pelonggaran ekspor tak menguntungkan bagi penambang emas dan tembaga seperti mereka. “Ekspor bagi kami akan stabil. Yang akan naik itu batu bara, bauksit dan nikel karena relatif sistem tambangnya gampang. Tinggal menambah alat berat, produksi naik,” kata Mardiono Hadianto, Presiden Direktur NNT. Tak hanya penambang emas, para pengusaha penambang mineral yang sudah terlanjur membangun unit pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) juga protes. Maklum, pelonggaran ekspor bakal sangat menguntungkan perusahaan yang tak serius membangun smelter. Padahal pembangunan smelter merupakan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga mineral. Maka wajar jika Zulnahar Usman, Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia, mempertanyakan pelonggaran ekspor tersebut. “Kami tentu khawatir karena aturan baru itu bisa merugikan perusahaan yang tengah serius membangun smelter,” katanya. Zulnahar menjelaskan, perusahaannya merisaukan ketersediaan bauksit yang merupakan bahan baku untuk smelter alumina yang tengah mereka bangun. Nah, jika kemudian bauksit diizinkan untuk langsung diekspor, tentu bakal merugikan. “Apalagi permintaan dari China masih cukup tinggi,” katanya. Begitulah yang terjadi jika kalap. n

«Pemerintah membutuhkan banyak pasokan dolar Amerika akibat gejolak valas pekan lalu. Sehingga, meski kebijakan anyar ini tak signifikan, upaya apapun untuk menggenjot ekspor tak ada salahnya dicoba.» Thamrin Sihite Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


nasional krisis Kedelai

Menunggu Tukang Tempe Mogok Harga kedelai melonjak hingga hampir Rp 10.000 per kilogram. Para perajin tempe dan tahu bakal kembali mogok. TEKS RATNA NURAINI Foto wirasatria

P

ara perajin tempe dan tahu di berbagai daerah kelimpungan. Mulai dari para perajin di Kampung Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat, hingga para perajin di Sentra Produksi Tahu Cibuntu, di Kota Bandung. Harga kedelai yang hampir menembus Rp 10.000 pada pekan lalu, telah membuat mereka berat untuk berproduksi. Di Cibuntu misalnya, pada Rabu pekan lalu, harga kedelai mencapai Rp 9.950 per kilogram. Padahal normalnya berkisar antara Rp 6.500 sampai Rp 7.500 per kilogram. Sementara di Jakarta, sejak Mei lalu, harga kedelai sudah mencapai Rp 8.200 per kilogram dari sebelumnya Rp 5.500 per kilogram. Kebingungan para perajin bisa dimaklumi, mengingat selama ini mereka sudah mencoba menyiasati mahalnya harga kedelai dengan menciutkan ukuran tempe atau tahu yang mereka produksi. Atau dengan menaikkan harga antara Rp 1.000–Rp 2.000 dari harga normal. Tentu dengan tujuan agar tetap bisa berpoduksi. Kini, siasat itu tak manjur lagi. Mereka pun mengancam melakukan mogok produksi secara nasional. Khusus di ibukota, ancaman mogok berproduksi selama tiga hari telah dilontarkan Suyanto, Wakil Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta. Menurutnya, keputusan mogok telah diambil pada rapat yang digelar Jumat (23/8). Lalu kapan mogok dilakukan? Suyanto mengatakan, pelaksanaan mogok nasional akan dibicarakan lebih lanjut di dalam rapat Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan tahu Indonesia (Gakopti). “Yang pasti, aksi mogok ditujukan agar pemerintah segera melakukan langkah strategis demi mengendalikan

SETOP PRODUKSI: Agar pemerintah melakukan langkah strategis.

harga kedelai impor,� katanya. Sebagai catatan, aksi mogok para perajin tempe dan tahu juga telah terjadi pada 25 hingga 27 Juli 2012. Ribuan

Dari total kebutuhan kedelai dalam negeri sekitar 2,25 juta ton per tahun, kedelai lokal hanya mampu memenuhi sekitar 30% atau 779.000 ton. Sementara sisanya, sekitar 1,4 juta ton, diimpor dari AS.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

perajin tempe dan tahu tak berproduksi karena harga kedelai melambung dari Rp 5.500 per kilogram menjadi Rp 8.200 per kilogram. Saat itu para perajin menuntut agar pemerintah mengambil alih tata niaga kedelai dari tangan kartel agar harga bisa lebih murah. Sedangkan kenaikan harga kedelai saat ini, konon, disebabkan menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Maklum, sebagian besar kedelai untuk kebutuhan nasional diimpor dari negeri Paman Sam. Dari total kebutuhan kedelai dalam negeri sekitar 2,25 juta ton per tahun, kedelai lokal hanya mampu memenuhi sekitar 30% atau 779.000 ton. Sementara sisanya, sekitar 1,4 juta ton, diimpor dari AS. Kini setelah tukang tahu dan tempe ribut, baru pemerintah akan menggelontorkan stok yang ada di gudang. Jumlahnya 350 ribu ton. Tapi, setelah stok habis, lantas apa yang akan dilakukan? n

21


bisnis sepekan

PRODUK ELEKTRONIK: Bukan lagi barang mewah.

Pajak Barang Mewah pun Digerus

g

TEKS ratna nuraini FOTO riset

una, mengantisipasi gejolak ekonomi, pemerintah mencabut pajak penjualan barang mewah (PPnBM) terhadap beberapa produk. Selain itu, pemerintah mengeluarkan tiga aturan baru yang tertuang dalam empat Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Keluarnya empat PMK itu disampaikan Chatib Basri, Menteri Keuangan, pada Rabu pekan lalu. Peraturan pertama, terkait relaksasi aturan kawasan berikat. Industri akan diberikan insentif dengan hasil produksi boleh masuk ke dalam pasar dalam negeri sebesar 50%. Kedua, penghapusan PPnBM untuk buku impor non fiksi. Dan yang ketiga, terkait dengan insentif fiskal berupa pengurangan pajak untuk perusahaan padat karya yang memiliki orientasi ekspor. Empat paket PMK ini dikeluarkan untuk menjawab tudingan bahwa paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah bersifat jangka panjang dan tidak efektif. “Dalam waktu 3 hari setelah paket ekonomi diumumkan pemerintah, telah mengeluarkan paket kebijakan turunan. Sehingga berdampak positif terhadap nilai tukar,” ujar Chatib. Sementara soal pencabutan pajak penjualan barang me-

22

«Dalam waktu 3 hari setelah paket ekonomi diumumkan pemerintah, telah mengeluarkan paket kebijakan turunan. Sehingga berdampak positif terhadap nilai tukar.» Chatib Basri. menteri keuangan

wah, menurut Chatib, memang ada beberapa barang yang tidak lagi dikategorikan sebagai barang mewah. Bisa dilihat dari harga dan produksi yang sudah bisa dilakukan di dalam negeri. “Misalnya AC 1/2PK, lemari pendingin di bawah harga Rp 10 juta. Dari ukurannya, tidak bisa dianggap mewah dan bisa diproduksi di dalam negeri,” katanya. Dengan pencabutan tersebut, Chatib berharap, harga barang-barang bisa lebih terjangkau dan pasar lebih bergairah. “Di Indonesia ada barang-barang yang kategorinya tidak mewah dan dikenakan pajak. Harganya menjadi lebih mahal,” jelasnya. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


bisnis sepekan

Pelindo II Seleksi Kontraktor NTP TEKS ratna nuraini FOTO riset

p

KAWASAN INDUSTRI: Ada urgensi untuk dilindungi.

Kemenperin dan Polri Lindungi Ovitnas

t Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menyeleksi kontraktor yang akan menggarap pembangunan Terminal Peti Kemas II Pelabuhan Kalibaru, yang dikenal dengan New Tanjung Priok (NTP). Menurut RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II, dari total 16 perusahaan yang bersaing, kini tersisa lima perusahaan asing. Yakni PSA, Cosco Pacific Limited, China Merchants, Mitsui, dan Ports America. “Terminal II itu bidding akhir September 2013. Pada Oktober sudah tekan kontrak,” katanya. Menurut Lino, Pelindo memiliki target, kelak pemenang tender bakal menginvestasikan US$ 250 juta hingga US$ 350 juta untuk setiap terminal. NTP akan terdiri dari 3 terminal peti kemas dan 2 terminal lain yang dibangun di atas lahan 195 hektar. NTP memiliki panjang 800 meter dengan kedalaman 16 meter, dan dapat menampung 1,5 juta Teus peti kemas per tahun. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2014. Dengan berdirinya NTP, diharapkan masalah klasik bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok bisa segera berakhir. Maklum, proses bongkar muat kerap memakan waktu sembilan hari. Dan itu merupakan yang terburuk di kawasan ASEAN. Pasca NTP, waktu bongkar muat diharap hanya 3 hari. n

TEKS ratna nuraini FOTO riset

k

ementerian Perindustrian dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memberi perlindungan terhadap setidaknya 48 objek vital nasional (ovitnas). Penandatanganan dilakukan Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. Dari total 48 ovitnas, sebanyak 38 adalah industri dan 10 sisanya merupakan kawasan industri. Pemilihan industri dan kawasan industri yang masuk dalam ovitnas didasarkan pada nilai strategis di mata pemerintah. “Kami melihat dari urgensi perusahaan tersebut dan produk yang dihasilkan. Selain juga nilai strategis yang dilihat dari kacamata pemerintah,” kata MS Hidayat. Kesepakatan berlaku 5 tahun sejak penandatanganan, pada Rabu pekan lalu. Industri yang telah ditetapkan sebagai Ovitnas oleh Menperin melalui SK Menperin 620/2012, antara lain PT Inti Cellulose, PT Garam, PT Laju Perdana Indah, PT Toba Pulp Lestari, PT Riau Andalan Pulp & Paper, PT Kertas Leces, PT Krakatau Steel, PT Inalum,dan PT Smelting. Sedangkan kawasan industri adalah Modern Cikande Industrial Estate, East Jakarta Industrial Park, Ngoro Industrial Park I,  Ngoro Industrial Park II, Medan Star Industrial Park, Panbil Industrial Estate, Kaltim Industrial Estate, Kawasan Industri Medan, Jababeka Industrial Estate, dan Karawang International Industrial City. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

pelabuhan tanjung priok: Proses bongkar muat terburuk se-ASEAN.

23


Bisnis Bahan Bakar Nabati

BIOSOLAR: Ingin mencontoh kesuksesan Brasil.

Bisnis BBN Bakal Licin Naiknya dolar dan harga BBM manjadi berkah buat industri BBN. Pemerintah akan menaikkan kandungan BBN dalam solar. Teks Rangga Lesmana Foto Riset

24

D

olar yang kian perkasa serta melonjaknya harga minyak membawa berkah bagi bahan bakar nabati (BNN) alias biofuel. Paling tidak, berkah ini kini dinikmati oleh industri biodiesel (pengganti solar dari minyak kelapa sawit dan jarak). Pekan lalu, pemerintah sepakat untuk menaikkan campuran biodiesel dalam solar dari 7,5% menjadi 10%. Keputusan untuk meningkatkan pemakaian biodiesel itu tentu amat melegakan pengusaha BBN dan sawit. Apalagi pemerintah berjanji memprioritaskan

penggunaan bahan bakar nabati untuk pembangkit listrik tenaga diesel. Tak main-main, PLN berpotensi menyerap biodisel sampai 30%. Pertamina tetap tampil sebagai mengguna biodiesel paling besar. Tak hanya kalangan industri biodiesel dan minyak sawit (CPO) yang senang dengan kebijakan ini. Chatib Basri, Menteri Keuangan, pun menyambut gembira. “Mudah-mudahan peningkatan pemakaian BBN ini mampu menekan pertumbuhan konsumsi BBM hingga di kisaran 2-3% per tahunnya,� ujar pria yang akrab dipanggil Dede ini.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Bisnis Bahan Bakar Nabati Kendati tak secara langsung terkait dengan urusan BBM, Chatib memang kerap dipusingkan oleh konsumsi BBM yang terus meningkat. Maklum, tingginya konsumsi BBM membuat pemerintah setiap tahun harus menyediakan subsidi energi yang sangat besar. BBM pula yang membuat defisit APBN dan neraca perdagangan kian bengkak. Selain Chatib, pihak yang paling senang dengan kebijakan ini adalah para pengusaha yang berada di bawah naungan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi). Soalnya, saat ini mereka sudah diambang kematian. Kecilnya konsumsi biodisel dalam negeri serta penolakan biodiesel Indonesia oleh Uni Eropa membuat anggota Aprobi kalang kabut. Memang, awalnya biodiesel dan bioetanol (pengganti bensin dari etanol tebu dan jagung) dianggap sebagai usaha paling menjanjikan karena mempunyai nilai ekonomis. Pemerintah lantas mendorong pemanfaatan BBN dengan berbagai peraturan. Kalangan swasta pun berbondong-bondong terjun ke industri ini. Gayung bersambut, perbankan berlomba-lomba mengucurkan kredit. Sayang, gegap gempita tersebut hanya berlangsung sekejap. Naiknya harga CPO—sempat menembus US$ 1.000 per metrik ton–menjadi penyebab. Meroketnya harga CPO membuat bisnis BBN menjadi tak menarik lagi. Harga BBN menjadi mahal, tak ubahnya BBM fosil. Kondisi ini diperparah dengan menyusutnya permintaan Pertamina. Ini memang bukan kesalahan Pertamina. Kala itu, BUMN ini harus membeli biodiesel dengan harga Rp 9.000 per liter dan menjualnya lagi seharga Rp 4.300. Ada selisih Rp 4.700

per liter yang harus ditanggung Pertamina. Padahal, pemerintah tak memberi subsidi untuk BBN. Karena tak mau rugi besar, Pertamina pun hanya mampu sekitar 5%.

Hemat Rp 30 triliun Kalangan swasta yang sudah terlanjur terjun di bisnis BBN mulai mengerem, bahkan menghentikan proyeknya. Dari sekitar 21 produsen BBN, kini hanya tinggal segelintir yang bertahan. Data Aprobi menyebutkan, saat ini produksi biodiesel tinggal 900 ribu kiloliter per tahun atau hanya 20% dari kapasitas terpasang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 450.000-470.000 kiloliter untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan sisanya untuk pasar ekspor. Nah, kini situasinya telah berubah. Juni lalu, harga CPO di pasar komoditas sudah turun ke level US$ 690 per metrik ton. Sementara itu harga solar sudah naik menjadi Rp 5.500 per liter sejak Juni lalu. Inilah yang membuat biodiesel kembali menjadi menarik. Apalagi harga minyak mentah (crude oil) sudah mencapai US$ 110 per barel. Dengan naiknya campuran biodiesel dalam solar dari 7,5% menjadi 10%, target penyerapan biodiesel dalam negeri sebesar satu juta kilo liter per tahun semakin dalam jangkauan. Apalagi PT Pertamina (Persero) kini telah melakukan perluasan distribusi biodiesel sampai ke Sumatera Barat, Bengkulu dan Sulawesi Selatan. Sosialisasi pemanfaatan Bahan

Bakar Nabati (BBN) ke badan usaha pertambangan pun sudah mulai kelihatan hasilnya. Pertamina sendiri mengaku akan mencontoh Brasil yang sukses mengganti solar dengan biofuel dari CPO. Negeri Samba ini telah menerapkan pemakaian BBN sejak 1971. Dari tingkat campuran yang hanya 5%, kini mobil diesel di Brasil sudah menggunakan 100% BBN. Sementara Pertamina, seperti dikatakan Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina, saat ini baru bisa memasukkan 7,5% BBN dalam produk solarnya dan 2,5% BBN dalam premium. Jika kandungan BBN bisa ditingkatkan menjadi 20%, menurut perhitungan Karena, Pertamina bisa melakukan penghematan hingga US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 30 triliun per tahun. Angka ini dicapai dengan asumsi impor solar Pertamina yang setiap tahunnya mencapai 3 juta kilo liter. Sayangnya, masih ada beberapa kendala untuk merealisasikan niat baik itu. Salah satunya terkait dengan transportasi. Saat ini kebutuhan biodiesel di luar Jawa rata-rata mencapai 1.000 kiloliter per bulan. Sementara kapasitas kapal pengangkut yang ada saat ini yang mencapai minimum 2.000 kiloliter. Akibatnya, para pemilik kapal enggan mengangkut biodiesel. Masalah lainnya adalah minimnya tempat penimbunan BBN di daerah. n

Saat ini kebutuhan biodiesel di luar Jawa rata-rata mencapai 1.000 kiloliter per bulan. Sementara kapasitas kapal pengangkut yang ada saat ini yang mencapai minimum 2.000 kiloliter. Akibatnya, para pemilik kapal enggan mengangkut biodiesel. Masalah lainnya adalah minimnya tempat penimbunan BBN di daerah. inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

25


Bisnis Properti

Bunga KPR Tak Wangi Lagi Tak hanya kian hati-hati, perbankan pun berencana menaikkan kembali bunga KPR. Bisnis properti bakal suram? Teks Rangga Lesmana Foto riset

N

amanya Untung. Tapi, ini kali, pegawai swasta itu benar-benar sedang tidak beruntung. Bagaimana tidak? Gara-gara suku bunga kredit perumahan (KPR) dikerek naik sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir, ia akhirnya menunda rencananya untuk membeli rumah. Mimpi memiliki rumah semakin jauh setelah BI, pekan lalu, kembali mengerek naik suku bunga acuan menjadi 7%. Tak hanya Untung, kenaikan bunga KPR juga bakal memukul penjualan properti, khususnya rumah tinggal (residensial). Padahal, beberapa bulan silam, bisnis ini tengah berada di puncaknya. Kemeriahan bisnis properti ini tak lepas dari murahnya bunga KPR yang ditawarkan perbankan. Saat itu rata-rata bunga KPR berada di bawah 10%.

Tingginya permintaan terhadap rumah tinggal membuat harga terus naik. Tak hanya rumah baru, kenaikan juga dialami oleh rumah-rumah bekas. Di wilayah Tangerang, misalnya, kenaikannya antara 20%-25%. Sementara kenaikan harga rumah bekas di Cibubur berkisar 15%-20%. Bahkan di Pantai Indah Kapuk kenaikannya mencapai 35%. Meriahnya pasar properti residensial di Jabodetabek diakui oleh Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW). Menurutnya, saat ini konsumen mulai beralih ke rumah-rumah bekas karena harga rumah baru sudah sangat tinggi. “Pasokan di segmen rumah bekas lumayan berlimpah. Selain itu harganya terbilang relatif lebih murah dibandingkan dengan rumah baru,” katanya. Sayangnya, di tengah kemeriahan bisnis properti, BI membuat beberapa kebijakan tidak populer. Selain memperketat aturan loan to value (LTV), bank sentral juga mengerek suku bunga acuan hingga tiga kali. Dampaknya, perbankan pun terpaksa menaikkan kembali bunga KPR-nya. Terakhir, suku bunga KPR naik awal Juli lalu. BCA, misalnya. Di akhir bulan ini, bank milik Grup Djarum itu berencana

menaikkan lagi bunga KPR-nya menjadi 8,5% per tahun. Tidak hanya itu. Untuk mengurangi risiko kredit macet, BCA pun lebih selektif dalam menyalurkan kreditnya. “Kami hanya menyalurkan KPR kepada nasabah eksisting dan ber-track record baik,” ujar Henry Konaefi, Direktur Konsumer BCA. Langkah serupa juga diayunkan oleh BTN. Bank BUMN ini berencana menaikkan bunga KPR 0,5%-1%. Kenaikan suku bunga ini, menurut Evi Firmansyah, Direktur BTN, hanya untuk nasabah baru dan KPR dengan nilai Rp 500 juta–Rp 700 juta. “Kami tak menaikkan suku bunga untuk nasabah yang telah mengangsur tiga tahun. Mereka bisa marah,” katanya. Kenaikan suku bunga KPR juga dilakukan oleh BNI. Dalam tiga bulan terakhir, bank pemerintah ini sudah dua kali menaikkan bunga KPR masing-masing sebesar 1%. Seperti halnya BCA, kenaikan bunga ini berlaku bagi nasabah baru. Dengan naiknya suku bunga acuan BI, besar kemungkinan BNI akan membali menaikkan bunga KPR-nya. Jika bank-bank kembali menaikkan suku bunga KPR, jelas bisnis properti bakal menurun. Soalnya, sekitar 71% pembelian rumah memanfaatkan KPR. Sementara pembelian tunai hanya sekitar 16%. n

PENAWARAN RUMAH: Konsumen beralih ke rumah-rumah bekas.

26

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Bisnis Farmasi

Industri OBAT: Masih cukup untuk beberapa bulan.

Pabrik Obat Masih Kuat Pelemahan rupiah membuat HPP farmasi naik. Namun produsen obat belum berencana menaikkan harga jual. Teks Rangga Lesmana Foto riset

M

enguatnya nilai tukar dolar telah membuat para pengusaha farmasi sesak napas. Maklum, dengan kebutuhan impor bahan baku obat yang mencapai 80%, menguatnya si mata uang hijau membuat harga pokok penjualan (HPP) naik. Dengan nilai tukar saat ini di atas Rp 11.000 per dolar, HPP obat-obatan diperkirakan akan naik. Hal ini pun diakui oleh Darodjatun Sanusi, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi). “Paling tidak sekarang ini ada peningkatan rata-rata sebesar 5% di pos beban biaya rutin anggota-anggota kami,” katanya. Darodjatun pun memperkirakan, kinerja industri farmasi di semester II tak akan sebaik di semester I. Itu sebabnya, industri farmasi tak berani memasang target muluk-muluk. Sebelumnya, GP Farmasi memasang target

penjualan tahun 2013 akan mencapai Rp 54 triliun. Jumlah ini naik sebesar 12%15% dibandingkan dengan angka penjualan tahun 2012 sebesar Rp 45 triliun. Namun, dengan menguatnya nilai tukar dolar dan melemahnya daya beli masyarakat, target tersebut tampaknya akan sulit digapai. Kendrariadi Suhandi, Wakil Sekretaris Jenderal GP Farmasi, mengakui kalau pelemahan rupiah berdampak pada biaya produksi. Hanya saja, di saat daya beli masyarakat menurun, tak mudah bagi perusahaan farmasi untuk langsung mengerek harga jual. “Sampai sekarang para anggota kami belum berencana penyesuaian harga,” ujarnya. Diakui Vidjongtius, Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan KLBF, penguatan dolar baru akan berdampak pada keuangan perseroan pada tiga hingga empat bulan ke depan. Hal ini, menurutnya, karena cadangan bahan baku KLBF

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

masih terbilang banyak. Perseroan juga mempunyai stok mata uang dolar AS, sehingga tak kesulitan untuk mengimpor bahan baku. “Yang jelas perseroan masih belum merubah rencana ekspansi regional. Kami tidak akan mundur, karena ini (ekspansi) sama saja membawa nama bangsa,” jelas Vidjongitus. Karena harga jual belum dikerek naik, tentu saja kenaikan HPP akan berimbas pada margin keuntungan. Makanya, perusahaan farmasi kini melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan keuntungan. PT Indofarma, misalnya. Selain melakukan efisiensi, emiten berkode INAF ini berencana menghentikan produksi obat yang memiliki margin kurang dari 15%. “Kecuali obat generik, tetap kami produksi,” kata John Sebayang, Direktur Keuangan Indofarma. Yang cukup melegakan para produsen obat, harga bahan baku obat di pasar internasional belum mengalami kenaikan. Selain beberapa perusahaan obat besar telah meneken kontrak pembelian bahan baku sebelum rupiah terkulai. Itu sebabnya, sejumlah pelaku farmasi masih optimistis sektor industri farmasi masih bisa tetap tumbuh hingga 15%. n

27


Bisnis Produk Otomotif

Eskpor Ban Mulai Mengempis Krisis politik di Timur Tengah memukul ekspor ban. Sementara itu, di dalam negeri, pasar juga dibanjiri ban dari India dan China. Teks Rangga Lesmana Foto Riset

P

ergolakan politik di Timur Tengah, khususnya Mesir, berdampak cukup telak terhadap ekspor non-migas Indonesia. Salah satu yang paling terpukul adalah industri ban. Saking terpengaruhnya, kini para produsen ban dalam negeri terpaksa mengurangi produksi hingga 5%. Maklum, 30% ekspor ban Indonesia ditujukan ke kawasan

Timur Tengah. Diakui Azis Pane, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI), gejolak yang terjadi di kawasan Timur Tengah sangat memukul pengusaha ban. Maklum, sekitar 80% produksi ban dalam negeri diperuntukkan bagi pasar ekspor. Nah, 30% di antaranya dilempar ke pasar Timur Tengah. “Jika sampai bulan September kedaaan di sana belum membaik,

PENJUALAN BAN: Terancam India dan China.

28

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Bisnis Produk Otomotif kemungkinan produksi akan dipangkas lagi,” kata Azis. Berdasarkan lansiran data APBI, total penjualan ban nasional selama semester I–2013 mencapai 24,57 juta unit. Dari jumlah tersebut, 14,98 juta unit atau sekitar 60% berasal dari ekspor. Pasar Timur Tengah sendiri menyumbang penjualan 4,48 juta unit atau sekitar 18% dari total ekspor. Sisanya, sebesar 6,63 juta unit untuk memenuhi kegiatan penggantian (replacement), dan 2,92 juta unit diserap industri otomotif nasional (original equipment). Selain Timur Tengah, industri ban dalam negeri juga terkena dampak krisis di Benua Eropa. Akibatnya, selama semester I, ekspor ban mengalami penurunan sebesar 13,46% dibandingkan periode yang sama 2012. Penurunan ekspor ke Timur Tengah dan Eropa ini sebenarnya sudah diperkirakan sejak awal. Itu sebabnya, sejak beberapa waktu lalu produsen ban mulai menjajaki pasar Amerika Latin dan negara-negara di kawasan pasifik. Salah satu produsen ban yang paling terpukul adalah PT Goodyear Indonesia Tbk. Sejak kuartal I, emiten berkode ini perseroan mengalami penurunan ekspor hingga 11%. Kondisi ini kontras dengan penjualan di dalam negeri yang tumbuh stabil di angka 3%-4%. Namun demikian, senada dengan Azis, Goodyear masih optimistis industri ban akan tetap tumbuh.

Masih ada harapan Tak bisa dipungkiri, tahun ini industri ban nasional memang mengalami banyak tekanan. Di dalam negeri, mereka harus menanggung beban kenaikan upah, tarif listrik, BBM bersubsidi, dan lemahnya daya beli konsumen. Di saat yang sama ekspor ke Eropa dan Timur Tengah turun. Yang masih membawa harapan bagi para produsen ban di dalam negeri adalah, 100% bahan baku ban berasal dari dalam negeri sehingga tidak terkena efek penguatan nilai tukar dolar. Enaknya lagi, saat ini harga karet di pasar dunia sedang jatuh sehingga para produsen masih bisa mengantongi margin yang lumayan.

Pabrik Ban: Banyak tekanan di dalam dan luar negeri.

Penguatan dolar terhadap rupiah juga membantu mengurangi dampak penurunan ekspor. Nilai lebih dari industri ban nasional inipun diakui oleh Benny Soetrisno, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI). Menurutnya, penguatan dolar menguntungkan eksportir yang bahan baku produknya beradal dari dalam negeri. “Industri kelapa sawit dan ban menjadi dua industri yang paling bisa bertahan dan mendapat keuntungan dari turbulensi ekonomi terkini,” kata Benny. Namun begitu, bukan berarti produsen ban bisa berleha-leha. Soalnya, pasar dalam negeri saat ini dibanjiri oleh berbagai jenis ban asal China dan India. Mulai dari ban dari karet alam, karet sintesis, carbon black, hingga yang berjenis nylon tyre cord, RPO dan rubber chemical. Yang lebih mengkhawatirkan, ban-ban tersebut dijual sangat murah. Betul, untuk membendung bank impor, pemerintah sudah merevisi syarat pemenuhan Standar Nasional Indonesia

(SNI). Namun upaya ini tampaknya kurang begitu berhasil. Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama APBI terus berusaha meningkatkan kualitas produk ban melalui penetapan standar yang lebih tinggi serta melakukan diversifikasi produk. Usaha ini diharapkan mampu menjadikan produsen ban nasional sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Ancaman lain yang tengah mengadang produsen ban adalah pelemahan ekonomi yang terjadi di sejumlah negara tujuan ekspor. “Ini bicara soal nasib ekspor ban yang mencapai US$ 1,5 miliar per tahun,” kata Toeti Rahajoe, Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian. Ketakutan itu memang cukup beralasan. Soalnya, seperti disinggung di atas, pasar ekspor menyumbang 80% penjualan ban nasional. Tidak hanya itu, ban juga termasuk penyumbang pemasukan devisa cukup besar bagi negeri ini. “Jika ekonomi mereka melemah, kita pun otomatis ikut melemah,” kata Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan. n

Ini bicara soal nasib ekspor ban yang mencapai US$ 1,5 miliar per tahun. inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

29


Jakarta menjadi salah satu kota yang memiliki gedung pencakar langit terbanyak di dunia. Pada 2020, Indonesia diramalkan menyamai Amerika Serikat. TEKS RATNA NURAINI Foto riset

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

31


K

ita boleh bangga. Untuk urusan gedung pencakar langit (skycrapers), dalam tujuh tahun mendatang atau pada 2020, Indonesia diprediksi bakal menyamai rekor Amerika Serikat. Yakni memiliki 250 skycrapers. Prediksi itu dilontarkan Anton Sitorus, kepala penelitian Jones Lang LaSalle, sebuah lembaga konsultan properti. Berdasarkan hasil riset lembaga itu, jumlah skycrapers di Indonesia pada 2015 akan berada di angka 150 gedung dan pada 2020 menjadi 250 gedung. “Itu sudah sama dengan jumlah pencakar langit di Amerika saat ini, yakni 250 gedung. Kita akan sama dengan AS, dengan catatan mereka tidak membangun,� ungkap Anton. Jumlah skycrapers di Indonesia pada 2012 sebanyak 75 gedung. Meningkat 35 gedung dibanding 2009 yang hanya 40 gedung. “Dalam tiga tahun ke depan, pertumbuhan gedung pencakar langit cukup signifikan. Gedung pencakar langit di

Indonesia ini dipergunakan untuk perkantoran, kondominium dan hotel,� tambahnya. Lalu bagaimana dengan Jakarta? Belum lama ini, Emporis, situs penyedia informasi bangunan yang berbasis di Hamburg, Jerman, membuat daftar kota-kota di dunia yang memiliki gedung pencakar langit terbanyak sekaligus terbesar di dunia. Dan Jakarta masuk sebagai salah satu di antaranya. Penilaian yang dibuat oleh Emporis Standards Committte itu dilakukan dengan menghitung jumlah lantai yang dimiliki gedung tertinggi di masing-masing kota. Poin terendah yaitu 1 akan diberikan tim Emporis pada gedung yang memiliki 1219 lantai. Nilai tertinggi, 100 poin, diberikan pada gedung yang memiliki minimal 100 lantai. Dalam penilaiannya, Emporis tak memperhitungkan menara televisi, jembatan, maupun struktur bangunan. Nah berdasarkan penilaian Emporis, Jakarta ternyata masuk dalam daftar kota di dunia yang memiliki gedung ter-

GEDUNG DI JAKARTA: Urutan ke-29 di dunia.

32

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


tinggi dengan jumlah lantai cukup banyak. Emporis menempatkan Jakarta pada peringkat ke-29 dari 100 kota di dunia. Sesuai kategori pencakar langit versi Emporis, di Jakarta

terdeteksi ada 63 gedung pencakar langit. Dengan populasi mencapai 10.121.565 orang dan luas areal 661 kilometer persegi. Dari data itu, Emporis memberikan skor 5.931 bagi Jakarta.

PT Pertamina dikabarkan dalam proses membangun gedung Pertamina Energy Tower yang bakal berlantai 80 setinggi 430 meter. Gedung yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan itu, akan mulai dibangun September mendatang.

Tertinggi Kelima Dunia Hal yang menarik, ternyata penyebaran gedung pencakar langit di wilayah Asia lebih merata dibandingkan di wilayah Barat. Saat ini di Hong Kong ada sebanyak 300 gedung pencakar langit. Sedangkan di Uni Emirat Arab sebanyak 150 gedung, dan China 150 gedung. Kebanyakan dari gedung pencakar langit tersebut hanya prestisius alias tidak digunakan untuk fungsi lain. Ke depan, beberapa negara akan membangun gedung pencakar langit tertinggi untuk mengalahkan Burj Dubai yang memiliki tinggi 800 meter. Arab Saudi sedang dalam tahap membangun gedung pencakar langit setinggi 1 kilometer yang terletak di Mekkah dan diperkirakan selesai pada 2020.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

33


Di Indonesia, gedung pencakar langit tertinggi saat ini adalah Wisma BNI 46 setinggi 260 meter. Disusul Menara BCA setinggi 230 meter dan Equity Tower setinggi 220 meter. Ketiganya berfungsi sebagai gedung perkantoran. Namun dalam beberapa tahun mendatang, catatan itu diyakini bakal berubah. Sebab sedikitnya tiga gedung pencakar langit berada dalam proses siap bangun. Ketiga gedung itu adalah The Signature Tower, Pertamina Energy Tower dan Peruri 88 Tower. The Signature Tower rencananya memiliki 111 lantai. Disebut-sebut, bakal menjadi gedung pencakar langit pertama

THE SIGNATURE TOWER: Punya Tomy Winata.

34

di Indonesia yang masuk kategori megatall versi Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH). Gedung jangkung milik Grahamas Adisentosa (anak usaha PT Danayasa Arthatama) itu dirancang oleh Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc. Mereka menggandeng mitra lokal Pandega Desain Weharima. Sejauh ini, estimasi biaya The Signature Tower mencapai angka US$ 2 miliar atau setara Rp 19,8 triliun. Oleh karenanya, tak berlebihan jika kelak bangunan yang akan berdiri di jantung Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta itu juga diklaim sebagai gedung tertinggi ke-5 dunia. Kelak pengelolaan gedung akan diserahkan kepada MGM Hospitality di Las Vegas, AS. Sedangkan kerjasama antara PT Danayasa Arthatama Tbk yang merupakan anak perusahaan Artha Graha Network dan MGM Hospitality di Las Vegas, AS, telah ditandatangani sejak 21 Mei 2012.

Kiprah Pelat Merah Bukan hanya swasta, pertumbuhan gedung pencakar langit di tanah air juga diramaikan perusahaan pelat merah. Sebut saja PT Pertamina (Persero), BUMN minyak Indonesia. PT Pertamina dikabarkan dalam proses membangun gedung Pertamina Energy Tower yang bakal berlantai 80 setinggi 430 meter. Gedung yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan itu, rencananya akan mulai dibangun September mendatang. Karen Agustiawan, Direktur Utama PT Pertamina mengatakan, gedung bakal dibangun di atas lahan seluas 6 hektare. “September ini mau ground breaking. Dan tentunya ada beberapa persyaratan yang harus mendapat izin dari Pemprov DKI. Pak Jokowi sangat mendukung,” ujarnya pekan lalu. Kelak, Pertamina Tower bakal berfungsi sebagai gedung pusat perkantoran Pertamina dan seluruh anak perusahaannya. Pembangunan Pertamina Tower diperkirakan menghabiskan dana US$ 850 juta atau sekitar Rp 8 triliun. Diklaim bakal menjadi ikon Pertamina menuju impiannya menjadi World Class Energy Company dan Asia Energy Champion pada 2025. Pencakar langit lainnya adalah milik Perum Peruri. Perusahaan percetakan pelat merah itu kini tengah menyiapkan gedung megahnya di kawasan terpadu di Jl Falatehan, Blok M, Jakarta Selatan. Proyek rencananya dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan Benhil Property. Diperkirakan menelan dana sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 3,5 triliun. Kelak, gedung setinggi 400 meter dan diberi nama ‘Peruri 88’ itu akan menjadi ikon baru di Jakarta Selatan. Targetnya, pembangunan akan dimulai pada triwulan III-2013. Proses pembangunan gedung di atas lahan seluas 5,4 hektar tersebut diprediksi memakan waktu konstruksi selama 3-5 tahun. Kabarnya, disain gedung bakal unik karena menggabungkan kebutuhan Jakarta akan ruang kerja sekaligus ruang terbuka hijau. Hampir di setiap lantainya bakal terdapat kebun kecil lengkap dengan tanaman hijaunya. Selain untuk perkantoran, tempat belanja dan rumah tinggal, Peruri 88 juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Sebut saja taman bermain, pusat kebugaran, restoran terbuka, dan kolam renang umum. Maklum, Peruri 88 diproyeksikan menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Peruri. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Taman Suropati: Masih jauh dari harapan.

Ruang Terbuka yang Makin Kelabu Selama sebelas tahun, pemerintah provinsi DKI Jakarta hanya merealisasi 0,8% ruang terbuka hijau. Jauh dari target 30% sesuai amanat undang-undang. TEKS RATNA NURAINI Foto Riset

J

akarta tak hanya semakin padat, tapi juga kian menjulang. Pembangunan gedung pencakar langit berpotensi memupus pemenuhan target 30% ruang terbuka hijau (RTH) pada 2030. Sejatinya, aturan perundangan tentang penataan ruang yang diterbitkan pada 2007 mengamanatkan, minimal RTH mencapai 30% dari luas wilayah kota. Namun kenyataan jauh dari harapan. Pasalnya, sepanjang sebelas tahun antara 2000 hingga 2011, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

mampu menambah RTH publik sebesar 0,8%. Tercatat, RTH di Jakarta pada 2000 berada di angka 9%. Sedangkan pada 2012, angka itu mengalami kenaikan yang tidak signifikan, hanya menjadi 9,8% dari total luas wilayah 650 kilometer persegi. Ironisnya, hasil evaluasi lima tahunan terhadap rencana kota pada 2010, justru menemukan fakta menyedihkan. Yakni pada kurun 2000-2004, Jakarta kehilangan sekitar 450 hektare RTH. Bahkan jika ditotal dengan bentuk pelanggaran koefisiensi dasar bangunan (KDB) di daerah resapan air, total kehilangan mencapai 4 ribu hektare. Berdasarkan fakta tersebut, agaknya janji 30% RTH pada 2030 bakal sulit tercapai. Kendati secara khusus, telah dituangkan secara eksplisit dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta. Padahal selain berfungsi sebagai paru-paru kota, RTH bisa menjadi habitat bagi satwa liar seperti berbagai jenis burung. RTH juga dapat menjadi tempat konservasi plasma nutfah

35


maupun keanekaragaman hayati, hingga area resapan air yang bisa mencegah terjadinya genangan atau banjir di musim hujan. Kurangnya RTH, tentu membawa dampak yang signifikan mulai dari suhu yang meningkat, semakin tingginya polusi udara, hingga semakin berkurangnya air tanah. Namun, pemerintah agaknya masih akan membentur dinding untuk mewujudkan RTH yang ideal. Khususnya, terkendala pembebasan lahan. Persoalannya, dari berbagai data yang dihimpun, saat ini di Jakarta ada sebanyak 564 pusat perbelanjaan yang terdiri dari 132 pusat perbelanjaan—kategori mal— dan 432 sisanya merupakan pasar swalayan, hypermart, pusat grosir, pertokoan dan pasar tradisional. Jumlah tersebut relatif tinggi. Bahkan diperkirakan, pusat perbelanjaan serupa akan terus berkembang seiring dengan perijinan pembangunan yang diterbitkan Pemerintah Provinsi DKI, kendati sebelumnya telah ada moratorium pembangunan mal. Berdasarkan data Colliers International, pada 2010, misalnya, ada empat pusat perbelanjaan yang berdiri di Jakarta, yaitu Epicentrum Walk, Grand Paragon Gajah Mada, Cibubur Square dan Mall Gandaria. Total dari pusat belanja itu, terdapat tambahan suplai baru hingga 166.000 meter persegi atau naik 4,4% dari total ruang ritel di Jakarta, seluas 3,92 juta meter persegi. Kemudian pada 2011, ada tambahan tiga mal di Jakarta. Yaitu, MT Haryono Square, Kuningan City dan Kota Casablanca, yang diperkirakan memberikan tambahan suplai luasan sektor ritel 155.000 meter persegi. Pada 2012, diketahui ada enam pusat perbelanjaan yang didirikan. Yakni, Ancol Beach City, Jembatan Multiguna Senen Jaya, Grand Paragon, Kota Kasablanka, Lippo Mall Kemang, dan Cikini Gold Center. Sedangkan pada 2013, ada empat pusat perbelanjaan baru, yakni St. Moritz di Jakarta Barat, Ciputra World di Jakarta Barat, The Bay Walk di Jakarta Utara, dan Cipinang Indah Mall di Jakarta Timur.

36

Data-data tersebut tentu membuat pesimis. Apalagi sejauh ini, proses pembebasan lahan-lahan yang bakal dipergunakan sebagai RTH hanya menyasar pada lokasi-lokasi yang digunakan untuk SPBU, kaki lima dan pasar-pasar kaget. Belum ada sekalipun, proses mewujudkan target RTH yang ideal menyentuh gedung-gedung raksasa atau pusat-pusat perbelanjaan yang tidak menyediakan 10% dari lahannya sebagai RTH.

Komitmen Jokowi Begitulah, Joko Widodo atau Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, tengah diuji. Apalagi, pucuk pimpinan di ibu kota itu pernah menyatakan tekadnya ntuk membuat 1.000 taman terbuka hijau di Jakarta Raya. Sebenarnya, pada awal April lalu, Jokowi memastikan bahwa RTH bakal mulai dibangun tahun ini. Pembangunan RTH skala besar akan fokus pada beberapa titik seperti Waduk Ria-Rio, Pademangan dan Daan Mogot, atau Marunda dan Taman BMW. “Kalau yang kecil-kecil banyak dan ada ribuan, saya enggak hapal,” katanya. Bahkan menurutnya, segala kesiapan untuk pembangunan RTH sudah hampir selesai. Termasuk pembebasan lahannya. “Tinggal disain saja. Tanahnya sudah,” kata Jokowi. Hal yang menarik, Jokowi secara khusus mendapatkan paparan lanskap kota Jakarta dari konsultan asal Singapura. Lanskap tersebut lengkap guna mendukung program lingkungan, air bersih dan penghijauan. Bahkan sebelumnya, Jokowi secara khusus mengunjungi Singapura untuk melihat langsung bagaimana merawat taman kota di negara singa tersebut. “Jakarta ini yang susah memulainya. Kalau soal menanamnya, orang Jakarta sudah pintar,” katanya. Kabar baiknya, Jokowi tetap bertekad mewujudkan 30% RTH sesuai peraturan. Tentu dengan tujuan agar Jakarta tetap hijau dan segar. Bukan sebaliknya, makin kelabu tertutup tembok beton. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


B

isnis properti di Indonesia tetap menarik. Membangun gedung perkantoran, kondominium dan hotel, ternyata tetap menjadi incaran investor asing. Banyak perusahaan multinasional yang justru mencari tempat baru untuk berinvestasi. Dan mereka cenderung mengincar negara berkembang dengan ekonomi stabil seperti Indonesia. Tahun ini saja, menurut catatan Colliers International Indonesia, lebih dari 145 ribu gedung kantor baru didirikan di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta. Sedangkan di luar kawasan CBD, tercatat ada 166 ribu gedung perkantoran baru. Khusus untuk pembangunan hotel, misalnya, Meyriana Kesuma, Manager Research and Consultancy Coldwell Banker Indonesia, bahkan meyakini bahwa pasar hotel di Indonesia dalam tiga tahun ke depan belum memasuki titik jenuh. Salah satu bukti, masuknya CVC Asia Pasific Ltd, investor asal Australia ke pasar properti Indonesia. Perusahaan ini bahkan merencanakan membangun sedikitnya 20 hotel di Jakarta dan Bali. Dan siap dioperasikan dalam tiga tahun ke depan. Dari sisi bisnis, mengalirnya investasi properti tentu mengembirakan. Tapi bagaimana jika ditinjau dari prespektif lingkungan? Tentu belum lekang dari ingatan, pada akhir 2011, warga Jakarta dihebohkan oleh amblesnya ruas jalan RE Martadinata, di Jakarta Utara. Berbagai kajian yang dilakukan untuk mencari penyebab, mengerucut pada pelanggaran pemanfaatan air tanah oleh gedung-gedung di ibu kota. Kurangnya lahan serapan air telah mengakibatkan konstruksi tanah menjadi labil. Sekitar enam tahun lalu saja, minimnya lahan serapan telah mengakibatkan pemukaan tanah Jakarta turun antara 2 meter sampai 5 meter dari posisi ketinggian muka tanah. Bahkan sekitar 40% wilayah Jakarta, penurunan mencapai angka 3 meter sampai 7 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan laporan terbaru Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, teridentifikasi bahwa beberapa lokasi di Jakarta telah mengalami penurunan permukaan tanah hingga 25 cm per tahun. Robert M Delinom, peneliti dari lembaga itu mengungkapkan, berdasarkan data GPS, penurunan tercepat terjadi di sekitar Gedung DPR di Senayan dan Joglo. Pada dasarnya, menurut Robert, daerah Depok hingga Jakarta merupakan cekungan yang menyimpan air. Namun, penyedotan air tanah yang berlebih, pembangunan yang sangat intensif, dan berbagai kegiatan manusia telah mengakibatkan perubahan signifikan terhadap kondisi lingkungan bawah permukaan cekungan Jakarta. Tanah menjadi labil. Semakin luasnya permukaan tanah yang turun, hal itu juga berarti bertambahnya daerah luapan banjir. Itulah yang jadi penyebab meluasnya banjir pada awal 2013. Jadi jika peluang pasar properti tak diiringi perencanaan tata ruang yang ramah lingkungan, bersiap-siaplah menuai bencana di kemudian hari. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Kemilau Properti, Berkah atau Ancaman? Pembangunan skycrapers dan berbagai gedung di Jakarta bakal semakin gencar. Menambah ruwet persoalan lingkungan. TEKS RATNA NURAINI Foto Riset

JALAN AMBLES: Tanah labil akibat kurang serapan.

37


figur

Paula Abdul

Suka Rendang dan Sate

p

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

aula Abdul (51), penyanyi dan penari asal Amerika Serikat, begitu menikmati kuliner nusantara. Saat datang ke Jakarta untuk menjadi juri X Factor Around The World yang digelar pada Sabtu (24/8), Paula sangat terkesan dengan tiga makanan. Di urutan pertama, mantan juri American Idol itu menyebut gado-gado. Setelah itu, masakan khas Sumatera Barat. “Ren... ren... ren... ren... dang,” katanya terbata mengeja rendang. Dan terakhir sate. “Saya sangat suka makanan pedas,” kata Paula ketika ditanya mengapa menyukai ketiga jenis makanan tadi. Selain kuliner, Paula ternyata juga menargetkan mengunjungi dan menyaksikan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Maka begitu pekerjaannya menjadi juri di Jakarta usai, Paula pun terbang ke Bali. Hal itu rupanya sudah menjadi target sejak awal. “Pokoknya harus ke Bali. Meskipun hanya dua hari saja sebelum pulang,” ujarnya. n

38

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


figur

m

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

Madonna

Berpenghasilan Tertinggi 2013 adonna (55) baru saja dinobatkan sebagai selebriti berpenghasilan tertinggi 2013 versi Majalah Forbes. Semenjak Juni 2012 hingga Juni 2013, penghasilannya bertambah US$ 125 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Pendapatan pelantun tembang Like a Virgin ini, terutama berkat konser MDNA Tour untuk promosi albumnya dengan judul yang sama MDNA. Selain dari bermusik, Madonna juga menangguk pundipundi dari penjualan merchandise, baju, parfum dan investasi di perusahaan Vita Coco. Sementara di posisi kedua ditempati sutradara Steven Spielberg dengan pendapatan US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Diperoleh dari dua film garapannya Jurassic Park dan Lincoln. n

jokowi

Guncangkan Kepala

g

TEKS kukuh bhimo nugroho FOTO riset

ubernur Jokowi (52) memang penggemar musik cadas atau heavy metal. Tak heran jika pada Minggu pekan lalu, dia menyempatkan diri menyaksikan konser Metallica yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Dia pun berbaur dengan sekitar 55 ribu penonton yang mayoritas berkaos hitam. Hebatnya, nama Jokowi justru dielu-elukan penonton dalam tiga kesempatan. “Jokowi..., Jokowi..., Jokowi...!” teriak penonton serempak saat Jokowi pertama kali masuk ke GBK. Kedua, saat jeda sebelum konser berakhir. Jika biasanya berteriak,”We want more!”, mereka justru kembali menyebut Jokowi. Terakhir, ketika James Hetfield dan kawankawan benar-benar mengakhiri konser. Lalu apa komentar Jokowi? “Penuh banget begitu. Gimana mau jingkrak-jingkrak, apalagi moshing sama head banging,” katanya. Lha iya, masa gubernur mengguncang-guncangkan kepala. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

39


gaya hidup

Cara Gampang Awe

Selain mampu menyembuhkan penyakit degeneratif faktor usia, terapi stem cell ternyata bisa membuat awet muda. Terapi ini menjadi tren baru di dunia kecantikan. TEKS Sri Wulandari foto wirasatria

40

t

ahukah Anda apa yang selalu diinginkan kaum wanita? Tampil cantik, awet muda, dan selalu memiliki tubuh sehat. Tiga poin inilah yang selalu menjadi kebutuhan wanita, terutama di daerah urban yang mengutamakan penampilan. Kaum wanita baik yang masih remaja maupun yang sudah lanjut usia, rela melakukan berbagai cara agar selalu tampil cantik dan awet muda dengan berbagai perawatan. Demi memenuhi kebutuhan tersebut wanita rela melakukan apa saja. Dari merias wajah, memakai busana trendi, diet, termasuk menyambangi sejumlah tempat-tempat yang menawarkan perawatan kecantikan dan kesehatan. Salah satu tempat yang menjadi tujuan adalah rumah sakit maupun klinik yang menawarkan terapi stem cell.

Terapi stem cell merupakan tren baru dalam dunia kecantikan di Indonesia. Terapi yang juga dikenal dengan sel punca ini tengah diminati banyak orang dan menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan karena memiliki tingkat keampuhan yang tinggi. Bila sebelumnya terapi stem cell dapat menyembuhkan berbagai penyakit serius atau meningkatkan metabolisme tubuh, kini terapi ini dapat membuat awet muda dan cantik dengan risiko minimal. Stem cell merupakan sel induk yang memiliki potensi berkembang menjadi beberapa sel tubuh yang berbeda, seperti

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


gaya hidup

et Muda sel otak, otot, hati maupun sel darah. Teknologi ini menjadi populer karena membantu mereka yang menginginkan perawatan untuk penyakit degeneratif --penyakit yang mengiringi proses penuaan yang sering terjadi seiring bertambahnya usia, seperti jantung, diabetes, osteoporosis, jantung, stroke, penyakit ginjal, hati, penyakit autoimmune (lupus). Keampuhan terapi ini, secara klinik dapat dibuktikan. dr Enrina Diah SpBP selaku pemilik Ultimo Clinic Aestetic & Dental Center mengatakan, ia sengaja menerapkan terapi ini karena telah merasakan keberhasilan teknologi ini. “Awalnya ayah saya kena stroke, kemudian saya cari obat yang bisa recovery. Setelah kita riset, stem cell akhirnya menjadi salah satu opsi terapi. Saat ini, ayah saya sudah kembali normal,” jelas Enrina.

Memperbaiki Kerusakan Menurut dr Prasna Pramitha SpPD, dokter Spesialis Penyakit Dalam Stem Cell Therapy di Ultimo Clinic Aestetic & Dental Center, pada saat memasuki usia 40 tahun kadar stem cell manusia akan berkurang menjadi separuhnya. Penurunan stem cell ini mengakibatkan semakin lamanya kulit beregenerasi dan penurunan produksi kolagen sehingga kulit pun akan kusam dan berkerut. Selain itu, rambut pun akan mengalami kerontokan, otot mengecil, dan mulai timbul penyakit-penyakit degeneratif karena sel-sel yang ada di dalam tubuh manusia sudah tidak berfungsi optimal. “Terapi stem cell ini bertujuan untuk mengembalikan jumlah sel yang telah berkurang dan mengoptimalkan fungsi selnya,” katanya. Prasna melanjutkan, pada anak-anak terdapat 80 ribu stem cell. Tapi seiring bertambahnya usia, memasuki usia 40 tahun ke atas akan turun menjadi 35 ribu stem cell. Prosedur terapi berlangsung selama tiga jam dengan anestesi lokal. Terapi diawali dengan pengambilan 100 cc lemak, terutama dari area perut dan pinggang. Lemak akan dipisahkan dengan sel

lemak dan stem cell. Setelah dipisahkan, stem cell kembali dimasukkan melalui infus. “Setelah dilakukan terapi stem cell, kadar stem cell dalam tubuh akan meningkat. Stem cell akan melakukan perbaikan kalau ada yang rusak di tubuh kita,” terang Prasna. Stem cell berperan penting dalam produksi darah merah dan secara berkala menggantikan kulit yang telah menua atau rusak serta mempercepat proses penyembuhan akibat peradangan maupun cidera. Untuk keperluan regenerasi kulit, terapi stem cell ini sangat minim risiko. “Terapi ini juga bisa menurunkan berat badan dari lima hingga 10 kg,” terangnya.

Ongkos Terapi Istilah stem cell diperkenalkan pertama kali oleh histolog Rusia, Alexander Alexandrowitsch Maximow pada kongres hematologi di Berlin, Jerman tahun1908.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Ia mempostulatkan adanya sel-sel punca hematopoietik--sel punca yang mampu membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah yang sehat. Meski demikian, penelitian sel punca baru dilakukan para ilmuwan sekitar 1960-an. Lalu dalam beberapa dekade terakhir riset soal itu cukup pesat. Pada 1978 terbukti teori ini benar dengan ditemukannya sel-sel punca di darah sumsum tulang belakang manusia. Sejak saat itu, riset mengenai sel punca mulai ramai dijalankan hingga melaju cepat dalam 10 tahun terakhir. Pada 1998 James Thomson berhasil membiakkan untuk pertama kali selsel punca embrionik manusia di Universitas Wisconsin, Madison, Amerika Serikat. Terapi ini kini sudah dilakukan di negara-negara maju, seperti di Jerman, Jepang, Korea, China. Kepala UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM-FKUI, Dr dr Ismail HD bahkan mengatakan, banyak peneliti sel punca sebagai terapi abad 21. Ultimo Clinic Aestetic & Dental Center bekerjasama dengan Cell Surgical Network di Amerika Serikat mencoba mengembangkan Stem Cell Therapy di Indonesia. Klinik ini juga menjadi pusat pelatihan para dokter yang akan mengembangkan terapi tersebut. Selain di Ultimo, di Indonesia terapi sel punca dapat dilakukan di RSCM, RS Jantung Harapan Kita di Jakarta, RS Hasan Sadikin di Bandung, RS dr Sardjito Yogya, RS dr Sutomo di Surabaya, RSU dr Saiful Anwar Malang. Biaya yang dipatok untuk satu paket di Ultimo Clinic Aestetic & Dental Center berkisar antara US$ 6.000 – US$ 9.000. n

41


kesehatan senjata kimia

Perpecahan di Suriah berada di tahap yang mengkhawatirkan dalam 20 tahun terakhir. Kondisi ini melibatkan senjata kimia yang korbannya jadi beban bagi generasi penerus.

p

TEKS Indah Winarso FOTO riset

bb menyatakan konflik di Suriah adalah terburuk sejak kejadian genosida di Rwanda tahun 1994. Di Suriah sudah lebih dari 100 ribu orang tewas dengan rata-rata 6.000 orang mengungsi tiap harinya pada tahun 2013. Jika ditotal sekitar 1,7 juta orang meninggalkan rumahnya. Kaum pemberontak dengan bendera Tentara Pembebasan Suriah berperang habis-habisan melawan pemerintah Suriah dibawah presiden Suriah, Bashar Al-Assad, yang didukung Rusia. Pemberontak Suriah yang secara samar didukung Amerika Serikat (AS) dilakukan untuk mengakhiri kepemimpinan Partai Ba’ath yang sudah menguasai pemerintahan Suriah sejak 5 dekade.

Rabu Minggu ketiga, salah satu pihak itu menggunakan senjata kimia yang menewaskan puluhan orang di dekat Damaskus, ibukota Suriah. Kelompok Doctors Without Borders mengatakan, tiga rumah sakit di ibukota negara itu menerima sekitar 3.600 pasien dengan gejala terpapar zat beracun neurotoksin. Neurotoksin dikenal sebagai salah satu racun yang menyerang sistem saraf. Racun jenis ini melumpuhkan sistem pernapasan, merusak otak sang korban dan menyebabkan kematian. Awalnya, jenis racun ini tidak menimbulkan rasa sakit dan seringkali korban tidak menge­tahui bahwa telah terserang senjata kimia. Tanda-tandanya mereka akan kejang-kejang dan penglihatan kabur. Hampir 10 % pasien terpapar neorotoksin meninggal dunia. Senjata kimia Suriah bukan pertama kalinya di dunia. AS menggunakan tujuh juta liter senyawa kimia yang disebut Agent orange pada perang Vietnam tahun 1957 - 1975. Bukti pemakaian senjata kimia itu nyata terhadap ribuan anak Vietnam yang lahir cacat dan tersebar di Hanoi dan kota Ho Chi Minh. Kajian Universitas Colombia AS

menye­butkan, Agent orange adalah kode untuk herbisida yang sering digunakan di kawasan beriklim tropis. Nama ini diambil dari garis keemasan zat kimia yang berwarna oranye. Senyawa kimia oranye sebetulnya campuran antara zat kimia berstruktur 2,4,D dan 2,4,5,T. Selain dioxin, kontaminasi yang dihasilkan dari senyawa tersebut adalah 2,3,7,8 tetrachlorodibenzodioxin (TCDD). TCDD mengakibatkan beragam penyakit seperti kanker, kelainan saraf, dan kemandulan.

Sering Digunakan AS Setelah AS memborbadir Vietnam dengan senjata kimia, sekitar 400 ribu orang tewas atau cacat, dan 500 ribu anak lahir dengan cacat. Pada 1984, AS menyetor dana sebesar US$ 180 juta (Rp 1,8 triliun) untuk para korban, namun bantuan yang sifatnya kompensasi itu dihentikan sepuluh tahun kemudian. Padahal, generasi baru korban kebiadaban senjata jenis herbisida tersebut terus lahir di Vietnam.

Senjata Kimia, Beban Generasi Penerus 42

inilahREVIEW inilahREVIEW 01 Tahun 02 III |Tahun 26 Agustus-1 III | 2-8 September 2013


kesehatan senjata kimia Selain senjata kimia di Vietnam, AS juga pernah menggunakan kuman antraks di jaringan kereta api bawah tanah di New York. Hal itu diketahui dari pengakuan pihak militer kepada Kongres pada 1976. Mereka mengatakan, 10 tahun sebelumnya senjata biologi berisi bakteri patogen disebarkan dan diletakkan pada sejumlah bola lampu di kereta bawah tanah. Serangan itu beralasan rasialis. Aksi yang disponsori oleh Larry Harris ini, seorang penganut supremasi kulit putih sekaligus ahli biologi, langsung digagalkan oleh FBI dan berhasil menyelamatkan nyawa ratusan ribu jiwa. Pada tahun 1950, dia juga sempat menyebarkan bakteri dari kapal Angkatan Laut di Teluk San Francisco. Awan kuman tersebar sepanjang 314 kilometer persegi dan berpopulasi lebih dari satu juta virus. Kejadian ini menewaskan 13 orang, dan dideteksi menderita infeksi katup jantung. Bukan itu saja, pada periode 1950 hingga 1966, angkatan bersenjata AS juga menyebar kuman patogen Serratia alias Aspergillus fumigatus. Sasarannya adalah Florida, California, Alabama, Pennsylvania, dan di sekitar kawasan Pentagon dan Washington. AS memang tercatat memakai senjata kimia dan biologis di luar negeri sejak dekade `50an. Senjata kimia tadi diujicobakan saat menyerang sejumlah kota penting di Korea Utara. Tak hanya itu saja. Sebanyak enam provinsi di Cina digempur senjata biologi selama tiga bulan pertama pada 1952. Bahan senjata biologis itu berisi 35 variasi penyakit yang dihasilkan lalat, kutu, nyamuk, jangkrik, kutu gurun, tikus, daging yang sudah terkontaminasi. Juga ikan mati, daun, bulu ayam, yang bisa saling terkontaminasi satu sama lain.

Setelah AS memborbadir Vietnam dengan senjata kimia, sekitar 400 ribu orang tewas atau cacat, dan 500 ribu anak lahir dengan cacat.

Di Vietnam, selain agent orange, AS juga menggunakan mycotoxins (racun fungal). Sementara di Kuba, serangan dilakukan dengan menyebar virus demam buat babi. Hasilnya, 500 ribu ekor babi mati. Di Irak, sebuah laporan menyatakan serangan biologi yang hanya bisa terlacak lewat mikroskop pernah disebar AS. Kuman ini disebut parasit leishmaniasis alias penyakit pes hitam, dibuat menempel pada lalat gurun betina. Hasilnya? Parah. Penyakit tersebut bersarang di sumsum tulang bayi, memakan sel pembentuk darah, menyerang hati, dan limpa. Menurut dokter di Rumah Sakit Al-Quadisiya Irak, kesempatan hidup

buat bayi-bayi yang terinfeksi hanya 10 persen saja. Perang memang keputusan akhir untuk memenangkan ego salah satu pihak bertikai. Namun melibatkan senjata kimia tak saja merugikan masa kini, namun juga akan jadi beban generasi penerus. n

Jenis Zat Kimia yang digunakan sebagai senjata Zat/AGENT Chlorine Chloropicrin Phosgene Mustard gas

1914

1918

• • • • •

G-Series Nerve Agents Tabun (GA) Sarin (GB) Soman (GD) Cyclosarin (GF) GV

Proyektil

• • • • • •

V-Series Nerve Agents EA-3148 VE VG VM VR VX

Deteksi

Bau

Bau mirip bunga Geranium

Pesawat pembom

• Roket dengan hulu ledak mengandung agent • Tangki Penyemprot

1940-an

1960-an

Melalui Angin

Tabung Kimia Lewisite

1920-an

1930-an

Penyebaran

• Blister agent detectors • Perubahan pada Warna Kertas

Aerodinamis

Alarm Gas

Amunisi Biner

Deteksi Laser

1970-an 1980-an 1980-an

Novichok nerve agents

inilahREVIEW 02 01 Tahun Tahun III III || 26 2-8Agustus-1 September September 2013 2013

43


internasional utang

Napas Pendek Keuan Tingkat utang Amerika Serikat diperkirakan menyentuh batas atas pada pertengahan Oktober ini. Jika Kongres AS tidak menaikkan plafon utang, negara itu tidak bisa membayar kewajibannya yang jatuh tempo. TEKS Indah Winarso foto riset

m

enteri Keuang­ an Jacob Lew gun­ dah. Kegundahan itu dia tumpahkan pada selembar su­ rat kepada Kongres AS pimpinan John Boehner. Pada Boehner, Lew mengi­ ngatkan agar Kongres menaikkan pla­ fon utang dari saat ini yang sebesar US$ 16,69 triliun. Tanpa kenaikan itu Lew bi­ lang, kerusakan parah akan terjadi pada perekonomian AS. Sebagai Menteri Keuangan, Lew se­ lama ini piawai menjaga tingkat utang di kisaran toleransi sejak mencapai titik tertingginya pada 17 Mei lalu. Kemen­ terian Keuangan melakukan beberapa langkah strategis dalam mengelola utang. Namun, kata Lew,

Jacob Lew

selisih antara titik estimasi dan plafon utang terus menipis. Jika terus menerus begitu, ruang napas perekonomian AS itu akan habis di pertengahan Oktober. “Di titik itu, AS akan mencapai batas tertinggi untuk mengambil pinjaman, dan Kementerian Keuangan hanya bisa

membiayai semua biaya dengan uang yang ada di tangan,” kata Lew. Padahal Pemerintah AS harus membiayai pera­ watan kesehatan, membayar uang pen­ siun, dan gaji pegawai negeri. Kekhawatiran Lew juga pada ke­ mungkinan investor tidak lagi berminat

USS HARRY TRUMAN: Batal berlayar karena anggaran dipangkas.

44

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


internasional utang

ngan AS membeli surat utang AS. Jika itu terjadi, AS akan langsung menghadapi ancaman kekurangan uang.

Perang Anggaran Sebenarnya, soal ini adalah serial ulang dari perdebatan seru soal anggaran antara partai Republik dan Demokrat pada JuliAgustus tahun 2011. Perang anggaran saat itu nyaris membuat AS terpuruk karena obligasi dalam negeri yang jatuh tempo dan kewajiban bayar utang luar negeri. Saat itu, AS menghadapi defisit ang­ garan tahunan sebesar US$ 1,5 triliun dan itu sudah melewati batas utang na­ sional sebesar US$ 14,3 triliun. Partai Demokrat di belakang Obama meng­ inginkan kenaikan pajak untuk me­ nambah anggaran. Partai ini juga meng­ inginkan kenaikan batas atas utang AS agar dapat mensubsidi kesehatan ma­ syarakat, pemeliharaan pensiunan, dan pendidikan bagi anak-anak. Sebenarnya, pemerintahan Obama waktu itu terus berusaha mengurangi defisit anggaran. Tahun fiskal berjalan Oktober 2012, pemerintah Obama me­ nargetkan defisit anggaran US$ 991 mi­ liar atau 6,1% terhadap produk domestik bruto (PDB). Ini merupakan target defi­ sit anggaran di bawah US$ 1 triliun un­ tuk pertama kalinya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada tahun fiskal 2011-2012, rasio defisit anggaran AS mencapai 7,0% ter­ hadap PDB, lebih rendah dibandingkan

catatan pada tahun fiskal sebelumnya sebesar 8,7%. Penurunan itu terjadi di bawah upaya pengetatan yang bertu­ juan mengurangi utang tinggi dan men­ dorong pertumbuhan ekonomi. Pajak memang telah menjadi masa­ lah tersendiri bagi politik AS. Pasalnya, banyak anggota partai Republik yang kaya tidak setuju atas pemberlakuan kenaikan pajak. Partai Republik selalu tidak mau menaikkan pajak bagi warga kaya AS untuk menambah anggaran dan mereka ini terus menekan pemerintah Obama dengan skema pemotongan ang­ garan. Tahun lalu hingga 28 Februari 2013, anggota kongres dari Partai Re­ publik dan Demokrat tidak mencapai kesepakatan mengenai masalah ini. Puncaknya terjadi pada 1 Maret 2013 karena AS memutuskan mengambil langkah sequestration sampai akhir Sep­ tember 2013. Penggagasnya juga John Boehner. Mei 2013, pemerintah masih sem­ pat menaikkan batas atas utang sebesar US$ 306 miliar. Penambahan utang ter­ sebut dilakukan setelah empat bulan masa penghentian sementara sesuai ke­ tentuan batas pinjaman federal.

Dampak sequestration Sequestration berdampak besar dan

Namun, kata Lew, selisih antara titik estimasi dan plafon utang terus menipis. Jika terus menerus begitu, ruang napas perekonomian AS itu akan habis di pertengahan Oktober.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

mencakup banyak hal, misalnya pela­ yanan bagi pensiunan, subsidi pendi­ dikan, asuransi kesehatan bagi masya­ rakat kurang mampu, anggaran bagi Departemen Pertahanan, sampai pe­ ngurangan karyawan Gedung Putih Yang paling parah dari sequestration pada pemotongan anggaran pertahanan AS sebesar US$ 43 juta. Dampak sequestration di Angkatan Laut AS misalnya ; US Navy mengurangi kapal perang yang disebarkan di seluruh dunia. Salah satu­ nya adalah penundaaan pelayaran kapal induk USS Harry  S. Truman (CVN-75) dan USS Gettysburg (CG-64) ke per­ airan  Teluk Persia. Korban lainnya ada­ lah sejumlah kapal selam yang juga ditunda penyebarannya. Begitu pula de­ ngan Carrier Air Wing (CAW), di mana setengah dari sembilan CAW yang mem­ perkuat US Navy di-grounded. Dalam bidang logistik, pengadaan kapal perang baru juga mengalami pe­ nundaan. Termasuk dalam penundaan adalah penyerahan kapal perang baru dari galangan kepada Angkatan Laut AS. Penundaan penyerahan itu akan meri­ ngankan beban anggaran US Navy. Carut marut ekonomi AS ini tidak hanya berakibat di AS, tapi juga berefek besar ke seluruh dunia. Selain soal ke­ naikan plafon utang, Pemerintah AS ke­ mungkinan akan mengumpulkan dolar dari seluruh dunia. Dengan penarikan ini, besar kemungkinan mata uang ini menjadi langka di pasar internasional. Bila ini sampai dilakukan, efek domino­ nya bisa ke mana-mana. Negara-negara yang punya pinjaman dalam bentuk dolar AS, termasuk In­ donesia, akan semakin sulit memenuhi kewajibannya yang segera jatuh tempo. Ini juga berdampak bagi perdagangan dunia yang banyak memakai dolar untuk usahanya. Utang kali ini memang mem­ buat nafas AS kian pendek. n

45


internasional kebijakan moneter

Rapor Biru Gubernur Bank Sentral Tiga gubernur bank sentral di Asia meraih bankir terbaik dunia versi majalah Global Finance. Mereka dianggap sangat piawai mengawal moneter saat krisis dan perlambatan ekonomi dunia sekarang ini. TEKS indah winarso foto riset

m

ajalah ekonomi dan keuangan Global Finance yang terbit di Eropa, Agustus lalu menerbitkan penilaian terhadap para gubernur sentral di berbagai wilayah du­ nia, seperti Asia Pasifik, Eropa, Amerika (meliputi Amerika Latin dan Selatan). Pada tahun ini, Gubernur Bank Ne­ gara Malaysia Tan Sri Dr Zeti Akhtar Aziz mempertahankan posisinya sebagai pemimpin bank sentral terbaik dunia de­ ngan rapor A. Global Finance menyebut Zeti adalah gubernur bank sentral ter­ baik dunia sejak beberapa tahun lalu. Selain Zeti, gubernur bank sentral terbaik lainnya diraih gubernur bank sentral Filipina, Amando Tetangco Jr dan gubernur bank sentral Taiwan FaiNan Perng. Gubernur bank sentral Aus­

tralia, Glenn Stevens juga meraih rapor A. Dua gubernur lainnya yang memper­ oleh rapor A- adalah gubernur sentral Chile, Rodrigo Vergara dan gubernur sentral Uni Eropa, Mario Draghi. Penilaian ini dilakukan oleh Global Finance sejak 1994 dengan periode peni­ laian setahun sekali. Pihak Global Finance membuat skala penilaian A sampai F un­ tuk setiap negara di hampir 50 negara utama. Skala ini disusun dari keberha­ silan dalam hal mengontrol inflasi, mendongkrak pertumbuhan eko­ nomi, stabilisasi mata uang, dan mengatur suku bunga. “Kami menilai para guber­ nur sentral ini dalam mengawal sistem perbankan negaranya menghadapi intervensi politik dan investasi asing,” kata pener­

bit Global Finance, Joseph Giarraputo. Para gubernur bank sentral ini juga harus menjaga suku bunga dan nilai mata uang negara mereka melawan kondisi pasar regional dan dunia, sehingga peng­ aturan nilai ekonomi tidak saja dirasakan oleh pengusaha, namun juga rakyat biasa.

Gubernur Bank Negara Malaysia Tan Sri Dr Zeti Akhtar Aziz

46

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


internasional kebijakan moneter Gubernur Bank Sentral Peringkat Terbaik Dunia versi Global Finance

Zeti Akhtar Aziz Malaysia

Amando Tetangco Jr. Filipina

Kondisi keuangan di beberapa wila­ yah seperti Eropa memang mengalami tantangan karena harus melakukan pe­ rencanaan dan kajian terus menerus, terutama menghadapi perlambatan eko­ nomi di wilayah itu. “Mario Draghi ada­ lah sosok yang cukup handal mengelola keterpurukan ekonomi Eropa yang luar biasa,” kata Giarraputo. Draghi adalah gubernur bank sentral Eropa yang men­ dapat rapor B di tahun 2012, namun di tahun 2013 rapornya mencapai A-. Beberapa gubernur sentral jeblok dan diberi rapor D oleh Global Finance. Mereka adalah gubernur bank sentral Argentina, Mercedes Marco del Pont dan gubernur bank sentral Ekuador, Diego Martinez. Pada tahun 2012 gubernur ini juga berapor D. Sedangkan gubernur yang berapor C adalah gubernur bank sentral Bangladesh, Aitur Rahman, Bela­ rusia, Nadezhda Ermakova, dan guber­ nur bank sentral China, Zhou Xiaochuan. Penilaian ini tidak berlaku untuk be­ berapa negara yang melakukan peng­ gantian gubernur dalam satu tahun. Karena itu, Global Finance tidak menilai Gubernur Bank Indonesia yang meng­ alami penggantian dari Darmin Nasu­ tion ke Agus Martowardoyo.

Zeti Akhtar Aziz Dari tiga orang gubernur bank sentral yang mendapat predikat A dan yang la­ yak dicatat adalah Tan Sri Dato Dr Zeti Akhtar Aziz, Gubernur Bank Negara Malaysia. Reputasi yang membangga­ kan dari Zeti adalah kemampuan inte­ lektualitasnya dan kestabilan emosinya dalam menghadapi berbagai gejolak

Fai-Nan Perng Taiwan

Rodrigo Vergara Chili

Di tahun 2002, Zeti memimpin tim yang memperkenalkan Sukuk, obligasi syariah yang akhirnya dikenal luas di Malaysia dan Asia. lokal maupun regional. Ketika dilantik menjadi gubernur bank sentral Malay­ sia pada Mei 2000, tantangan yang harus dilampauinya adalah bagaimana men­ jaga Malaysia lebih kuat setelah puncak krisis Asia tahun 1998. Selama lebih dari 10 tahun, dia ber­ hasil menerapkan strategi kontrol de­ visa untuk menciptakan stabilitas. Di awal-awal kepemimpinannya, Zeti men­ ciptakan sebuah masterplan sektor per­ bankan dan keuangan syariah yang kini berkembang subur di Malaysia. Zeti tahu betul bahwa muslim yang jadi penduduk mayoritas di negaranya punya kekuatan ekonomi yang besar dan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal dan regional macam Asia Tenggara. Sehingga dia benar-benar mendorong pertumbuhan keuangan Islam sehingga sektor keuangan syariah benar-benar diberdayakan. Di tahun 2002, Zeti memimpin tim yang memperkenalkan Sukuk, obligasi syariah yang akhirnya dikenal luas di Malaysia dan Asia. Dia juga memimpin komite yang membawahi Islamic Finan­ cial Services Board (IFSB) yang bertugas mengawal sistem keuangan berbasis Is­ lam untuk Malaysia. Kini, bisnis syariah

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Mario Draghi Uni Eropa

di Malaysia menguasai 11% dari seluruh sistem keuangan Malaysia. Sebelum menjadi gubernur bank sen­ tral, Zeti bekerja untuk kebijakan mo­ neter dan manajemen cadangan di De­ partemen Keuangan Malaysia sehingga tahu ia betul kapan harus menaikkan suku bunga sentral atau menurunkan untuk mengendalikan inflasi. Tahun 2005 Zeti mencatat prestasi lagi dengan mereformasi nilai tukar, pa­ sar modal sekalian mereformasi industri perbankan. Saat itu, Zeti mengambang­ kan nilai ringgit terhadap beberapa mata uang besar dunia seperti dolar, euro, dan yuan. Saat ini nilai ringgit nyaris sama dengan tahun 1997 dimana US$ 1 berni­ lai 3,8 RM (ringgit Malaysia). Di tahun 2006, Zeti mengumum­ kan peluncuran Malaysia International Islamic Financial Centre (MIFC), yang membuka jalan bagi penawaran produk keuangan Islam dan jasa dalam mata uang internasional di seluruh pelosok Malaysia. “Dia tenang dan sangat pintar,” tulis majalah Euromoney Institutional Investor tentang Zeti dan sistem perbankan Malaysia. Euromoney adalah majalah kajian moneter dan bisnis di wilayah Eropa. Euromoney juga menulis bahwa Zeti adalah seorang regulator yang baik dan berkontribusi bagi kondisi keuangan Malaysia. “Tidak mudah menjadi kepala bank sentral, terutama saat ketidakpastian keuangan dan perlambatan ekonomi seperti lima tahun terakhir ini, “ tulis Euromoney. Namun, Zeti melakukan pe­ kerjaannya selama hampir 13 tahun ini dengan baik. n

47


internasional Seminar Bodong

Akal Bulus Donald Trump Otoritas Negara Bagian New York menggugat Donald Trump karena institut properti miliknya dianggap tidak kapabel. Ini sandungan Trump untuk kesekian kalinya. TEKS indah winarso foto riset

u

ntuk kesekian kalinya, konglomerat properti Do­ nald Trump berurusan de­ ngan hukum. Akhir Agustus lalu, pemegang otoritas hu­ kum tertinggi Negara Bagian New York, AS, menggugat Trump senilai Rp 40 juta atau Rp 432,4 miliar. Trump dituduh te­ lah melakukan penipuan lewat Trump University yang didirikannya. Kisah ini berawal saat Trump Uni­ versity (TU) menyelenggarakan semi­ nar properti selama tiga hari. Para peserta yang berminat dipu­ ngut biaya sebesar US$ 10 ribu sampai US$ 35 ribu. Tercatat, ada 5.000 orang berminat mengikuti seminar ini. Para peserta seminar dijan­ jikan akan mendapat pelajaran

«Kejaksaan New York berusaha memeras saya dengan gugatan perdata. » Donald Trump.

dari Donald Trump mengenai metode sistematis untuk berinvestasi di pro­ perti. Trump memang dikenal sebagai pakar properti. Pada hari seminar, bukannya Trump yang hadir untuk mengisi acara, tapi ha­ nya rekamannya tanpa ada sesi tanya jawab. Trump tidak pernah menjadi ins­ truktur tunggal dalam bahasan yang su­ dah ditetapkan panitia. Para peserta tak pernah menerima program yang sudah dijanjikan. Ternyata, ini bukan pertama kali bagi TU mengadakan seminar bodong. Selama 2005 sampai 2011, TU melaku­ kan seminar dengan modus serupa. Se­ benarnya, beberapa pihak mulai curiga ketika TU mengubah namanya menjadi Trump Entrepreneur Initiative karena TU dinyatakan tak layak disebut univer­ sitas. Sejatinya, TU hanya semacam lem­ baga kursus yang mengadakan seminar atau kursus singkat soal properti. Organisasi non-profit Better Busi­ ness Bureau (BBB), yang sudah mera­ ting lebih dari empat juta bisnis di se­ luruh AS dan Kanada memberi rating D- (D minus) kepada TU pada 2010. Rating itu adalah yang terendah pada skala mereka. BBB beralasan bahwa mereka menerima banyak keluhan soal TU. Pada 2011, New York Times melaporkan, ke­ marahan para peserta kursus TU yang dibodohi oleh lembaga itu. Jaksa New York yang menangani ka­ sus ini, Jaksa Agung Eric Schneiderman mengatakan, Trump University me­ mang telah melakukan penipuan kepada konsumen melalui program mahal dan merugikan masyarakat. “Trump Univer­ sity hanya mengandalkan nama Donald Trump untuk mengambil keuntungan dari konsumen yang percaya pada me­

Donal Trump

48

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


rek Trump,” ujar Schneiderman. Menghadapi kasus ini, Trump me­ nyanggah hampir semua tuduhan ke­ padanya. Lewat juru bicaranya dia berkilah bahwa ini tak lebih dari aksi publisitas murahan untuk membelok­ kan isu lemahnya kinerja Jaksa Agung. Akun Twitter Trump berbunyi “Kejak­ saan New York berusaha memeras saya dengan gugatan perdata.” Celoteh Trump bisa jadi benar karena menurutnya, Schneiderman sebelum­ nya meminta Trump untuk sumbangan kampanye, tapi ditolak. Menurutnya, pada 2010 lalu, Trump menghabiskan lebih dari US$ 136 ribu untuk kampanye pemilihan Jaksa Agung New York ketika Schneiderman berkampanye sebagai Jaksa Agung.

Tak Disukai Trump adalah miliarder dengan ke­ kayaan mencapai US$ 3,2 miliar. Lahir di Queens wilayah New York, dia memi­ liki banyak bisnis dari talenta yang ditu­ runkan ayahnya. Dia pemilik kasino Taj Mahal yang fenomenal karena sangat megah dan besar. Kasino ketiga milik Trump itu membelitkannya ke utang yang cukup besar. Bisnis properti me­ mang sempat melambungkan namanya namun sekaligus menghempaskannya akibat resesi dunia. Setelah bangkit dari keterpurukan­ nya, dia mendiversifikasikan bisnisnya ke beberapa bidang yang terintegrasi pada bisnis properti, hotel, dan biro per­ jalanan. Misalnya, bidang katering dan website tiket online. Dia juga menjadi produser dan aktor utama untuk acara reality show acara The Apprentice di jaringan televisi NBC dan beberapa acara lainnya yang sangat sukses. TU didirikan karena namanya dianggap terkenal. Berbekal itu dia mengajukan diri menjadi presiden AS menjelang pemilu 2012 dari partai Republik dan sesumbar mengeluarkan biaya US$ 200 juta untuk kampanye. Tapi kaum Republiken AS lebih percaya pada Mitt Romney untuk bertarung dengan Barack Obama saat pemilu 2012. Terlepas dari kepiawaiannya mem­ bangun bisnisnya yang pernah terpuruk, Trump kurang disukai di kalangan poli­ tikus karena sering bermasalah dengan tokoh lain, termasuk dengan Presiden AS, Obama. Ketika itu Trump menuduh Obama tidak lahir di AS. Akibatnya? Dia dicerca banyak orang soal itu. Dan kali ini, dia tersandung lagi. n

Trump University: Hanya sekelas lembaga kursus.

Nama Bermasalah yang Menghuni Trump Tower

1. Donald Trump Donald Trump menempati penthouse di lantai 66, 67, dan 68. Dia dikenal sebagai pengusaha kaya yang kontroversial. Trump banyak berselisih dengan banyak publik figur lainnya. 2. Hillel “Helly” Nahmad Putra dari miliarder David Nahmed menempati unit di lantai 51. Helly dilaporkan menanamkan investasi senilai US$ 22 juta atau Rp 227 miliar di beberapa apartemen. Dia diindikasi terkait pencucian uang gangster Rusia. 3. Raffaelo Follieri Menempati lantai 48 Trump Tower. Raffaelo dikenal akibat kasus penipuan investasi real estat yang diklaim dibelinya dari Gereja Katolik. Uang itu dipakainya untuk foya-foya. Dia dipenjara empat tahun pada 2008 lalu. 4. Susetta Mion Perempuan kaya ini pernah dituduh mencuri perhiasan senilai US$ 15 juta, benda seni, uang dan bulu binatang dari ibunya di Milan. Saat ini, dia juga berseteru dengan keponakannya yang menuduh Mion mencuri mentelmantel kulit binatangnya. 5. Stewart Rahr Stewart pernah ditangkap polisi dan dibawa ke rumah sakit khusus terapi psikologi, karena menembakkan pistol ke operator lift di apartemen Trump Tower. Tak hanya itu, Juni lalu dia mengirimkan sebuah video rekaman seks bebas tiga gadis di atas sebuah limosin.

Sumber: Forbes Agustus 2013

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

49


profil

Agustus Sani Nugroho

Berhitu Berkat tangan dinginnya, perusahaan yang nyaris tak bernyawa di Indonesia hidup kembali dan bahkan berkembang pesat. Motor Ducati adalah salah satunya. TEKS Sri Wulandari ilustrasi rangga Diyarto

T

anyakan kepada Agus­ tus Sani Nugroho ba­ gaimana dia bisa me­ madukan antara sepak terjangnya sebagai law­­yer dan bisnis yang digelu­ tinya. Sebagai lawyer, Nugroho, begitu karib disapa, memfokuskan diri pada corporate bidang investment, capital market dan banking finance sejak lulus kuliah dari Universitas Padja­ jaran Bandung pada 1988. Sementara sebagai pebisnis dia menerjuni bisnis makanan dan minuman, distribusi, motor, dan energi. Di awal berkiprah sebagai lawyer, Nugroho sudah mengurusi perusahaan minyak dan pasar modal. “Dunia bis­

«Ducati itu adalah image dan life style. Kami pun mengembangkan market confident dan membuat pemiliknya memiliki nilai lebih. » 50

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


profil

ung Secara Matang nis sebenarnya tak jauh dari kehidupan saya. Saat menjadi corporate lawyer, saya membuat struktur dan transaksi yang fleksible dengan legalnya. Jadi bisa dibilang bisnis bukan sesuatu yang asing buat saya,” aku pria kelahiran 13 Agustus 1964 ini. Ketika memulai karier sebagai lawyer, Nugroho mengaku hanya berga­ ji Rp 300 ribu. Saat itu yang dilihatnya adalah menyerap ilmu sebanyak-ba­ nyaknya dan mengaplikasikannya. Keinginannya membuka bisnis ia rea­ lisasikan dengan membuka usaha pe­ riklanan, 1989. “Tetapi tak jalan karena pada tahun pertama saya diterima di kantor hukum Allen Allen & Hemsley, Sydney.” Berkali-kali pula dia mendirikan per­ usahaan dan gagal. Tapi kegagalan itu, bagi Nugroho adalah proses belajar dan tak mematahkan semangatnya untuk bergerak maju. Hingga 1995, Nugroho masih bekerja di beberapa law firm. Dia kemudian diminta untuk membenahi PT Bank PDFCI Tbk dan didudukan se­ bagai vice president dan general counsel. Di sini Nugroho menempatkan legal se­ bagai garda terdepan dalam struktur or­ ganisasi. Alhasil, berkat tangan dingin Nugro­ ho, PDFCI menjadi bank yang sangat sehat dan harga sahamnya terus mero­ ket. Tapi akibat krisis 1997, bank ini ke­ mudian merger dengan Bank Danamon. Nugroho sendiri diminta menjadi Ke­ pala Divisi Hukum badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dia juga dimintai mewakili BPPN menjadi ko­ misaris di PT Chandra Asri Petroche­ mical. Tahun 2000, Nugroho memutus­ kan keluar dan mengibarkan Nugroho, Panjaitan & Partners, sebuah law firm. Di samping itu, dia juga mempersiap­ kan diri menjadi pengusaha. Sebagai pe­ milik, Nugroho duduk sebagai President Director PT Sentra Darmaga dan PT

Supermoto Indonesia yang merupakan agen tunggal Ducati di Indonesia. “Ini produk yang sebelumnya tidak jalan saat dipasarkan di Indonesia oleh agen lain,” katanya.

Bertugas Membereskan Dengan kualitas yang bagus, Ducati se­ benarnya memiliki peluang untuk be­ sar di Indonesia. Tetapi, memang, perlu waktu untuk membangunnya kembali. Baru ada 2011 Ducati benar-benar bisa menjadi usaha yang menguntungkan dengan pertumbuhan penjualan 250%. Karena produknya terbilang mahal, berkisar antara Rp 252 juta hingga Rp

Karena produknya terbilang mahal, berkisar antara Rp 252 juta hingga Rp 625 juta, Nugroho harus mencari lokasi yang sesuai level produk yang dijualnya. 625 juta, Nugroho harus mencari lokasi yang sesuai level produk yang dijualnya. Hasilnya dia membuka show room di Automall, kawasan SCBD. Sejak 2010 Ducati Indonesia menempati tempat yang baru di Bengkel Night Park Lot 14 SCBD Jakarta. Dia juga menghidupkan komunitas Ducati dan melebarkan store ke berbagai daerah. “Ducati itu adalah image dan lifestyle. Kami pun mengem­ bangkan market confident dan membuat pemiliknya memiliki nilai lebih,” kata Nugroho Tak sampai di situ saja kiprah ayah tiga orang anak ini. Nugroho kemudian mengibarkan PT Super Capital Indo­

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

nesia untuk mengakuisisi perusahaan. PT Kemang Food Industries, milik Bob Sadino, adalah salah satu perusahaan yang berhasil diakuisisi Nugroho. Ia juga menjadi pemegang saham PT Bahtera Abadi Gas, yang berbisnis gas kompresi atau compressed natural gas (CNG) di Tuban. Cerita Kemfood nyaris sama dengan Ducati. Ketika itu, produk tersebut akan ditutup oleh Bob Sadino karena pasarnya nyaris tidak bergerak. Butuh waktu tiga tahun bagi Nugroho untuk membuktikan bahwa Kemfood ada­ lah usaha yang menguntungkan. Kini, Nugroho bisa menarik napas lega ka­ rena Kemfood beromset Rp 10 miliar sebulan. Sukses Kemfood, Nugroho kemudian mengakusisi PT Sapbevereges Indo­ nesia yang spesial dengan produk mi­ numan. “Mengambil perusahaan yang sebelumnya sudah nyaris tak bergerak, lalu menghidupkannya kembali, butuh tantangan yang luar biasa. Saya berani mengambil, karena memiliki perhi­ tungan yang matang,” tandasnya. Berbekal naluri bisnis yang kuat dan keyakinan yang tinggi, Nugroho mampu membuktikan bahwa sebuah bisnis jika dilakoni dengan perhitungan yang te­ pat akan menghasilkan. “Saya selalu bilang bisa, karena segala kemungkinan selalu terjadi. Kita melihat dengan ka­ camata objektif,” kata pria yang meng­ anut motto tidak ada yang mudah da­ lam hidup ini, tetapi juga tidak ada yang tak mungkin. Meski telah mengemban sukses, Nugroho mengaku langkahnya tak akan berhenti hingga di situ saja. Follow the flow, begitulah yang dilakukan. Tanpa target muluk-muluk, dia hanya ingin menjadikan dirinya lebih berarti dan bisa berkontribusi bagi kehidupan. “Saya hanya bisa bilang memaksimalkan apa yang diberikan oleh Tuhan,” ucap­ nya pelan. n

51


hukum Investasi Emas

Rp 4,6 Triliun Melayang Ribuan nasabah perusahaan investasi emas mengamuk. Dana sebanyak Rp 4,6 triliun dibawa kabur. TEKS Sri Wulandari Foto wirasatria, riset

k

o r b a n - ko r b a n kasus investasi emas terus berjatuhan. Ri­ buan orang tertipu dan triliunan rupiah melayang. Meski telah banyak kejadian, pada kenyataannya perusahaan model begini terus tumbuh dan menawarkan keuntungan diluar perhitungan logika bisnis. Yang mengherankan, tetap saja banyak masyarakat yang tergiur. Masyarakat sudah sangat disilaukan untung ce-

52

pat dan berlipat. Bisa jadi inilah periode tersuram bagi para pemburu untung. Syukur jika dana mereka bisa kembali, tetapi yang banyak terjadi mereka harus rela dananya hangus tanpa jejak. Seperti kejadian di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Ribuan massa mengamuk dan menghancurkan kantor PT Indotronik, sebuah perusahaan yang menjalankan bisnis investasi emas. Awalnya, nasabah mendatangi Indotronik pada Senin pekan lalu untuk menanyakan pembayaran bonus investasi yang sudah berhenti sejak dua bulan lalu. Nasabah resah, karena tak kunjung mendapat jawaban memuaskan. Kapolres OKU Timur AKBP Hengky

Widjaja melalui Kasat Reskrim AKP Janton Silaban menyebut sedikitnya ada enam ribu nasabah investasi emas Indotronik. Total investasi mencapai Rp 4,6 triliun. Nasabahnya beragam, ada petani, pejabat, hingga anggota TNI/Polri. “Nasabah juga ada yang dari Palembang, Aceh, Lampung, Jawa, sampai Papua,” katanya. Tak hanya iming-iming keuntungan dari investasi emas, nasabah juga ditawarkan investasi jasa pulsa dan pembiayaan kendaraan. Bunga yang diberikan manajemen Indotronik lumayan menarik. Rinciannya, minimum investasi Rp 5 juta bunganya 5%. Lalu, investasi Rp 5 juta-Rp100 juta bunga 10%, dan Rp 100 juta–Rp 1 miliar dengan bunga 11%. Awalnya, bunga dibayarkan sesuai janji. Namun, perlahan-lahan, pembayaran mulai berhenti. Kemudian tersiar kabar bos perusahaan Albertus Prima Dhani Irawan membawa lari dana nasabah. Inilah yang menyebabkan amuk massa.

Penipuan dan Penggelapan Kisah nasabah seperti itu, tak hanya terjadi di OKU. Di Surabaya ribuan nasabah PT Raihan Jewellery mengalami nasib sama. Dalam bulan Agustus lalu, beberapa bos perusahaan investasi emas terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Adalah Muhammad Azhari, bos Raihan, kini harus menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Azhari dijerat pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penipuan. Dalam persidangan, nasabah Lanny Sutanto, Rudy Kandarani, dan Laniwati mengungkapkan kerugian yang dialami­ nya. Lanny, misalnya mengaku rugi Rp 1,3 miliar dengan emas seberat 2 kilogram. Rudy mengalami rugi Rp 1,61 mi-

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


hukum Investasi Emas

emas: Masih banyak masyarakat yang tergiur.

liar dengan emas 2,3 kilogram. Sedangkan kerugian yang dialami Laniwati mencapai Rp 1,8 miliar dengan emas seberat 2,7 kg. Jaksa Penuntut Umum Nugroho Priyo Susetyo mengatakan Raihan dinilai tak menepati kontrak perjanjian. Nasabah mau menanamkan investasi karena tergiur dengan imbalan hasil 2,5% setiap bulan. Dalam jangka waktu enam bulan, perusahaan berjanji mengembalikan seluruh dana investasi emas itu. Namun, sejak Desember 2012, Raihan menghentikan pembayaran imbal hasil dan  belum mengembalikan dana investasi awal. Meski kasus tersebut telah disidang, nasabah tetap merasa haknya belum dikembalikan. Nasabah pun berniat melaporkan jalannya persidangan ke Komisi Yudisial (KY) pada tanggal 9 September 2013. Menurut Lanny, para korban akan memohon kepada KY untuk memantau jalannya persidangan agar majelis hakim bersikap profesional. Bukan tanpa sebab mereka mengajukan permintaan itu. Sebab, menurut Rudi, dari tiga kali persidangan yang sudah digelar, para nasabah yang dihadirkan sebagai saksi justru merasa disudutkan oleh pertanyaan yang diajukan majelis hakim. “Dalam sidang kesannya malah kami yang diadili,” keluh Rudi Kisah tragis yang sama juga dialami ribuan nasabah PT Trimas Mulia. Sebanyak 400 nasabah di antara 4.000 nasabah menuntut agar dana yang dita-

namkan dengan nilai fantastik itu dikembalikan. Karena tak kunjung ada penyelesaian, akhirnya para nasabah melaporkan Yoga Dendawancana, Direktur PT Trimas Mulia, manajemen dan leader agen Trimas, ke Polda Metro Jaya pada tanggal 23 Agustus 2013 dengan tuduhan penipuan dan penggelapan dana investasi nasabah.

Peran OJK Langkah ini terpaksa ditempuh setelah hampir lima bulan tidak ada kejelasan pengembalian dana investasi. Hendy Sifran, salah satu nasabah Trimas menye­ but kejengkelan nasabah memuncak setelah manajemen Trimas menyatakan akan mengembalikan dana nasabah dengan cara mengkonversi dengan lahan kaveling seluas 72 meter persegi (m2) di Grand Serang Residence, Serang. Nilai beli tanahnya mencapai Rp 1,5 juta per m2 yang berarti senilai Rp 108 juta. Padahal, menurut Hendy, harga itu jauh di atas rata-rata harga jual tanah di

daerah tersebut yang hanya mencapai Rp 200 ribu per m2. Yang membuat kemarahan nasabah tersulut saat manajemen Trimas menyatakan, apabila cash back nasabah yang belum dibayarkan kurang dari Rp 108 juta, nasabah wajib membayar kekurangannya. Total dana nasabah yang belum kembali mencapai Rp 300 miliar. Namun, bos Trimas berkelit. Dia bilang, Trimas gagal bayar akibat krisis keuangan yang dialami oleh perusahaan. Pelemahan harga emas dunia diikuti penarikan dana dari nasabah membuat keuangan Trimas terganggu. Sejak Juli 2013, Trimas sudah memberi  pilihan penyelesaian bagi nasabah. Lebih dari 70% dana nasabah sudah diselesaikan dengan baik. “Tinggal sedikit nasabah lagi,” kata Yoga.   Meski bermuara ke ranah hukum, nyatanya harapan nasabah agar dananya kembali seperti terbang tinggi. Kini, banyak nasabah berharap dari peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK). n

Meski kasus tersebut telah disidang, nasabah tetap merasa haknya belum dikembalikan. Nasabah pun berniat melaporkan jalannya persidangan ke Komisi Yudisial (KY) pada tanggal 9 September 2013.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

53


hukum Investasi Emas

Nasib Nasabah Makira dan Gold

PT Gold Bullion Indonesia

N

asabah PT Makira Nature terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta yang diketuai Gosen Butar-Butar pada Jumat (23/8) memutuskan untuk mengakhiri masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang disandang Makira. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, perkapalan, konstruksi, dan perdagangan logam mulia ini pun dinyatakan pailit. Karuan putusan itu menyentakan nasabah Makira yang rajin menyambangi arena sidang. Spontan para nasabah beteriak histeris karena berang­ nya. Begitu emosi, nasabah mengejar hakim yang lari menghindar. Rony Eli Hutahapea, perwakilan nasabah, mempertanyakan putusan majelis hakim, karena sebelumnya mereka sudah mengajukan permohonan digugurkan-

54

Foto riset

nya perkara tersebut. Makira diajukan pailit di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat oleh Ramsys Putra. Ramsys merupakan nasabah gold trade, yakni program VIP Floating. Ramsys membeli emas sebanyak 5000 gram senilai Rp 3,3 miliar. Untuk itu, ia berhak atas dividen 1,5% setiap bulannya dalam kurun 6 bulan, atau Rp 679 juta sampai berakhirnya program pada 27 Maret 2013. Namun, sampai jatuh tempo belum ada pembayaran sebesar Rp 679 juta. Selain Ramsys ada Nadi Alamsyah dan Parlindungan Batubara dengan tagihan Rp 412 juta. Putusan pailit itu tentu saja memusnahkan harapan nasabah agar dananya kembali. Padahal, mereka berencana mengajukan tagihannya sendiri kepada Makira, mencari dan mendata sendiri aset-aset yang dimiliki Makira. Salah satu perwakilan nasabah, Ardy

Mbalembouts bahkan menuding Ramsys sebagai pemohon pailit bersekongkol dengan debitur serta pengurus untuk memailitkan Makira. Joao Mecho, kuasa hukum Ramsys mengaku bingung dengan keadaan ini. “Kita terima putusan majelis, karena kita yang memohon,” ujarnya. Apa yang dialami nasabah Makira ini tak urung melahirkan kecemasan bagi nasabah PT Gold Bullion Indonesia (GBI). Mereka mengalami nasib serupa sejak 1 tahun lalu. Total dana yang nasabah yang terkumpul mencapai Rp 1,2 triliun dan hingga kini belum dikembalikan. Daveena, salah satu nasabah menyebut, GBI menawarkan investasi dengan skema emas fisik dan gadai emas berupa pembiayaan kepemilikan emas. Dalam skema ini, nasabah hanya membayar 40% dari total harga emas yang dibeli. Sisanya dibayar oleh bank dan nasabah diberikan surat bukti gadai serta kontrak dari GBI. Kontrak gadai emas itu berlaku selama empat bulan dan tiap bulannya nasabah dapat dividen 2,5% dari harga emas yang dibeli meski emasnya dipegang oleh bank. Tetapi dividen itu taka da lagi sejak April 2013. Sejumlah nasabah GBI akhirnya pekan lalu melayangkan surat kepada Ketua DPR-RI, Ketua Komisi XI, Ketua Komisi III, Menko Polkam RI, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kapolri, Bank Indonesia, dan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka menuntut berbagai lembaga negara tersebut melakukan Law Enforcement (Penegakan dan Tindakan Hukum) segera sehingga dana nasabah yang menurut taksiran mencapai Rp 1,253 triliun dapat dijamin pemerintah kembali dengan selamat. Mereka juga meminta aset-aset GBI dibekukan dan kelak dapat dicairkan untuk mengembalikan dana nasabah. Saat ini, GBI masih berstatus PKPU. Direktur GBI, Fadzli Bin Mohamed telah berjanji membayar utang kepada nasabah, baik yang tercatat dalam laporan pengurus PKPU maupun yang tidak tercatat. Utang tersebut meliputi pembayaran Attoya, pembayaran Buy Back Option (BBO), komisi keagenan, dan utang pihak ketiga atau vendor. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, GBI ingkar janji. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


hukum Sengketa merek

W

ala Heilmittel GmbH, sebuah perusahaan kosmetik yang berkantor pusat di Jerman kaget bukan kepalang. Betapa tidak, Dr. Hauschka—merek dagang yang selama ini dimilikinya—ternyata beredar pula di Indonesia untuk produk yang bukan produksinya. Merek Dr. Hauschka sudah cukup dikenal di kalangan wanita eksekutif. Produk itu merupakan perawatan kulit dan kosmetik yang diracik dari bahan-bahan alami. Usut punya usut, ternyata pengusaha lokal bernama Muchtar telah mendaftarkan merek Dr. Hauschka di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM sejak 11 Mei 2011. Merek yang didaftar Muchtar itu masuk di kelas 3, yaitu untuk melindungi segala macam barang, seperti kosmetika, parfum, skincare, dan sabun. Tentu saja, Wala tak terima. Sebab Wala telah mengenalkan dan mempromosikan merek Dr. Hauschka ke seluruh penjuru dunia. Tidak hanya di Jerman, masyarakat negara lain juga telah mengenal brand ini sejak 1967. Misalnya di Kanada, Amerika Serikat, Uni Eropa, Taiwan, Hong Kong, dan Australia. Dr. Hauschka juga telah bergabung di WIPO sejak 2010. Banyak masyarakat dunia pengguna produk perawatan kulit mengenal benar merek ini. Wala mulai mendaftarkan merek Dr Hauschka di Indonesia pada 9 Agustus 2012 di kelas 5, yaitu untuk melindungi kelas sediaan farmasi dan medis dan kelas 21, yakni untuk barang kosmetik, tusuk gigi, benang gigi, dan sikat gigi. Tapi, Wala kaget bukan kepalang. Sebab, ternyata ada merek yang sama. Tak terima, Wala melayangkan gugatan pembatalan merek milik Muchtar di Pengadilan Niaga Jakarta. Tak hanya nama merek yang sama, bahkan logonya pun nyaris sama. Kemiripan ini diduga melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a dan b,serta Pasal 4 UU Merek .“Bedanya logo lawan ditaruh di atas tulisan Dr. Hauschka, sedangkan di merek yang asli logo ditempatkan di bawah tulisan atau berdiri sendiri,” ujar Ali Imron, kuasa hukum Wala. Wala melihat ada iktikad tidak baik yang tersembunyi saat merek ini didaftarkan oleh Muchtar. Dalam perkiraan mereka, Muchtar membonceng merek terkenal Dr. Hauschka yang merupakan produk dari Wala demi mengeruk

PRODUK DR HAUSCHA: Diambil dari nama si penemu.

Dr. Hauschka Jadi Rebutan Tak terima merek Dr. Hauschka terdaftar atas nama sebuah produk kosmetik lokal, Wala Heilmittel GmbH, perusahaan asal Jerman itu pun menggugat. TEKS Sri Wulandari Foto wirasatria

keuntungan. Tudingan ini bukan tanpa alasan. Perusahaan yang telah berdiri sejak 1935 ini mengatakan Dr. Hauschka diambil dari nama si penemu dan pendiri dari perusahaan, yaitu Dr. Rudolf Haushcka. Inspirasi ini didapat setelah Hauschka bertemu dengan Rudolf Steiner, seorang antrophosophi. Setelah perkenalan dengan Rudolf Steiner, Dr. Hauschka mendirikan laboratoriumnya yang dikenal dengan nama Wala.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Wala tegas meminta agar Pengadilan Niaga Jakarta yang dipimpin Hakim Ketua Akhmad Rosidin membatalkan pendaftaran merek Dr. Hauschka milik Muchtar. Selain itu, Wala juga meminta agar hakim menyatakan merek Dr. Hauschka sebagai merek terkenal di Indonesia dan internasional. Bagaimana tanggapan Muchtar? Sayang, sepanjang persidangan pihak Muchtar maupun kuasa hukumnya tak kunjung hadir. n

55


keuangan Kebijakan Moneter

Duit Masyarakat Terus Dikuras Untuk menjaga rupiah, otoritas moneter dan fiskal tak hentihentinya menyedot likuiditas. Kebijakan uang ketat ini berpotensi menekan PDB,mendongkrak NPL, dan PHK. TEKS bastaman foto riset

B

i kembali mengerek suku bunga acuan ke level 7%. Ini merupakan yang ketiga kalinya bank sentral secara terturutturut menaikkan BI rate sejak Juni lalu. Langkah drastis ini tentu bukan tanpa maksud. Selain untuk meredam inflasi, langkah ini juga dimaksudkan agar bank tidak memakai kelebihan dananya untuk spekulasi dolar. Maklum, rupiah tetap saja lunglai meskipun segala upaya telah dilakukan otoritas moneter. Mulai dari operasi pa-

sar, menurunkan batas atas aturan loan to deposit ratio (LDR)–giro wajib minimum (GWM), hingga menaikkan GWM sekunder. Otoritas fiskal pun tak tinggal diam. Upaya menarik likuiditas lewat penerbitan surat utang negara (SUN) berkupon tinggi juga terus dilakukan. Tapi hasilnya sungguh mengecewakan. Aksi borong dolar justru semakin mewabah. Akibatnya, nilai tukar rupiah kian melorot. Bahkan, pekan lalu, mata uang RI itu sudah diperdagangkan di atas Rp 11.400 per dolar. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah telah terdepre-

demo buruh: Dampak PHK akan sangat mengerikan.

56

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


keuangan Kebijakan Moneter siasi lebih dari 15%. Tak hanya itu, cadangan devisa pun terus terkuras. Yang mengkhawatirkan, tekanan terhadap rupiah akan semakin keras. Rencana The Fed untuk memangkas program stimulus Quantitative Easing III akhir tahun ini, tampaknya bakal menjadi kenyataan. Hal lain yang membuat Gubernur BI semakin pusing adalah bank sentral Amerika juga berencana menaikkan suku bunga acuan. Jadi, bisa dipahami bila banyak perusahaan mengoleksi dolar. Selain untuk membayar utang dan membiayai impor, pembelian dolar itu juga untuk spekulasi. Bahkan, kata seorang pelaku pasar uang, tidak sedikit nasabah asal Singapura yang ikut-ikutan memesan dolar melalui bank-bank asing di Indonesia. “Hal ini bisa dilihat dari dominasi bankbank asing di pasar valas,” katanya. Berbahaya? Pasti. Itu sebabnya, BI dan pemerintah kini semakin getol menyedot dana perbankan dengan memainkan sejumlah instrumen moneter. Misalnya, selain mengerek suku bunga acuan, pekan lalu BI menerbitkan dua instrumen baru. Salah satunya adalah Sertifikat Deposito BI (SDBI). Instrumen mirip Sertifikat BI (SBI) ini bisa dijadikan jaminan oleh bank yang kesulitan likuiditas untuk mendapatkan lending facility.

NPL berpotensi naik BI juga memperpanjang tenor term deposit (TD) valas dari mulai 1 hari hinga 12 bulan. Hendar Harahap, Deputi Gubernur BI, mengatakan perpanjangan tenor TD ini membuat perbankan lebih fleksibel mengelola dana valasnya. “Jadi tak perlu lagi ke luar negeri,” katanya.

Yang mengkhawatirkan, tekanan terhadap rupiah akan semakin keras. Rencana The Fed untuk memangkas program stimulus Quantitative Easing III akhir tahun ini, tampaknya bakal menjadi kenyataan.

uang dolar: Nasabah Singapura ikut-ikutan pesan dolar.

Sejumlah bankir menilai, agresifnya BI dan pemerintah dalam menyerap dana yang ada di perbankan membuat likuiditas semakin ketat. Pekan lalu saja pemerintah kembali berhasil menyedot dana Rp 12 triliun dari lelang SUN. “Banyak peminatnya karena imbal hasil (yield) yang ditawarkan oleh pemerintah tinggi,” kata Herdi Ranuwibowo, Head of Debt Capital Markets BCA. SPN121407731, misalnya. Surat utang yang jatuh tempo 31 Juli 2014 itu rata-rata memberikan yield 6,87%. Lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang hanya 6,25%. Makanya, penyedotan likuiditas oleh otoritas fiskal ini bakal mengurangi dana di bank. “Bank-bank yang menjadi tempat menyimpan dana tersebut, likuiditasnya bisa terganggu,” kata seorang bankir. Otomatis, penyedotan likuiditas besar-besaran ini memaksa sejumlah bank mengerek bunganya hingga di atas bunga acuan LPS (LPS rate). Bahkan beberapa bank swasta besar kini sudah mengerek bunga depositonya hingga di atas 9% atau di atas LPS rate. “Kalau bank besar saja sudah menawarkan 9%, berapa bunga yang harus dipasang bank kecil,” kata seorang bankir. Kalau sudah begitu, suku bunga kredit pun akan semakin melambung

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

tinggi. Lain halnya jika dana yang ditarik pemerintah itu segera dibelanjakan lagi melalui proyek-proyek produktif. Sehingga, likuiditas di pasar akan tetap basah. Tapi, seperti yang sudah-sudah, realisasi proyek tidak secepat ketika menyerap dana. Dana proyek biasanya baru cair menjelang akhir tahun. “Jadi kuncinya ada di belanja pemerintah,” kata si bankir tadi. Yang jadi masalah, jika likuditas yang disedot itu tidak cepat-cepat dibelanjakan, roda perekonomian bisa tersendat-sendat. Jika sudah begini, kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan bisa meroket. Hasil uji tekanan (stress test) yang dilakukan BI menunjukkan, setiap penurunan produk domestik bruto sebesar 1%, maka NPL berpotensi naik 0,2% - 0,3%. Sekedar informasi saja, hingga semester I–2013, NPL di perbankan baik 3,56% menjadi total Rp 55,57 triliun. Di tengah situasi perekonomian yang tidak ramah seperti sekarang, pemerintah seharusnya berupaya lebih keras agar roda perekonomian tetap berjalan. Tapi, jika likuiditas terus menerus disedot, bukan hanya NPL yang berpotensi naik. Mesin produksi pun bisa melambat dan ujung-ujungnya pengurangan pegawai (PHK) besar-besaran. Huh, mengerikan. n

57


keuangan deputi senior bi

Mengapa Mirza dan Anton?

AGUS DAN MIRZA: Berhubungan dekat sejak di Bank Mandiri.

Setelah empat tahun kosong, posisi Deputi Gubernur Senior BI segera diisi. Perannya dibutuhkan dalam menghadapi krisis keuangan. TEKS bastaman ilustrasi riset

s

udah sejak 2009 posisi Deputi Gubernur Senior BI lowong. Tepatnya, sejak Anwar Nasution terpilih menjadi Gubernur BI. Tapi, hingga Anwar pensiun dari BI, Juni lalu, posisi itu tetap dibiarkan kosong. Nah, di saat krisis keuangan melanda tanah air, kehadiran seorang Deputi Gubernur Senior BI mendadak terasa penting. Tak pelak, pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengajukan nama Mirza Adityaswara dan Anton Gunawan ke DPR sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI. “Walaupun sudah sangat terlambat, pengajuan dua calon ini harus disambut baik agar Dewan Gubernur BI lengkap sesuai dengan UU BI,” ujar Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI. Harry pun melihat, ketiadaan Deputi Senior Gubernur BI membuat BI tidak bisa cepat mengambil keputusan. Padahal, saat ini Indonesia tengah menghadapi ancaman krisis keuangan. Kebera-

58

daan Deputi Gubernur Senior BI juga diperlukan agar Dewan Gubernur BI dapat mengambil langkah-langkah yang jitu dalam meredam gejolak dolar. Benarkah BI kurang berbobot bila tak ada Deputi Gubernur Senior BI? Tidak juga. Semasa Gubernur BI dipegang Anwar Nasution, ketiadaan Deputi Senior tak mengurangi bobot BI sebagai otoritas moneter. Bahkan, dengan dukungan Deputi Gubernur BI yang lebih sedikit, Anwar mampu menekan bunga kredit hingga satu digit. Inflasi pun bisa ditekan di bawah 5% per tahun. Tapi, memang, Undang-undang BI menegaskan bahwa Dewan Gubernur BI harus beranggotakan seorang Gubernur BI, satu Deputi Senior Gubernur BI, dan minimal empat Deputi Gubernur BI. Kalau sudah empat tahun poisisi Deputi Senior Gubenur BI dibiarkan kosong, boleh dibilang pemerintah abai terhadap UU BI tersebut. Mungkin yang menjadi pertanyaan banyak orang, mengapa calonnya harus

Mirza dan Anton? Presiden tentu punya pertimbangan sendiri. Yang jelas, sebelum menjadi Kepala Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), Mirza adalah ekonom Bank Mandiri. Kala itu Mandiri dipimpin oleh Agus Martowardoyo, sekarang Gubenur BI. Namun, selain dekat dengan Agus, Mirza memang dikenal sebagai ekonom yang memiliki analisis tajam. Pria berpenampilan kalem ini dinilai pandai membaca pergerakan nilai tukar, pasar modal, dan berpengalaman di industri perbankan. “Mirza memiliki track record dan integritas yang dapat diandalkan untuk mengisi posisi itu,” kata Eko B Supriyanto, pengamat perbankan. Berbeda dengan Mirza, sosok Anton Gunawan memang belum banyak diketahui publik. Sebelum menjadi Kepala Ekonom Bank Danamon, ia selama tujuh tahun bergabung di Citibank sebagai Country Economist for Indonesia. Anto juga pernah mengabdi di FE UI selama 11 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Riset di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM). Lalu, siapa yang paling berpeluang? Sebagai Kepala LPS dan kedekatannya dengan Gubernur BI, Mirza lebih berpeluang. Sementara Anton dinilai sebagai penggembira. n

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


keuangan Branchless Banking

e

ra bank tanpa kantor dimulai. Menyusul penunjukan lima bank sebagai pilot project branchless banking, pekan lalu Bank Mandiri melakukan uji coba e-cash di sejumlah daerah di Cirebon, Jawa Barat. Tak pelak lagi, persaingan di layanan bank tanpa kantor ini akan semakin semarak. Soalnya, uji coba serupa juga dilakukan BRI, BNI, CIMB Niaga, dan Bank Sinar Harapan Bali. Betul, saat ini layanan branchless banking belum menampakan hasil. Namun diyakini, bisnis branchless bank­ ing mempunyai prospek yang sangat cerah di masa mendatang. Bayangkan saja, berdasarkan data Global Financial Inclusion Index 2012 dari Bank Dunia, baru 20% penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun yang menikmati layangan keuangan. Artinya masih ada puluhan juta calon nasabah yang belum tersentuh bisnis bank. Selain itu menjadi alat bagi bank untuk menghimpun dana masyarakat, branchless banking bisa menjadi andalan bagi bank dalam mendongkrak fee-based income. Maklum, branchless banking tak ubahnya kantor bank yang dapat memberikan berbagai layanan keuangan. Mulai dari penyetoran dan penarikan uang, pembayaran listrik, air, isi pulsa, maupun jasa keuangan lainnya. Melalui e-cash Mandiri, misalnya, nasabah bisa melakukan transaksi keuangan lewat telepon genggam. Dalam mengembangkan e-cash ini Bank Mandiri menggandeng Telkomsel, Indosat, dan XL Asiata. Operator telepon inilah yang memungkinan masyarakat di pelosok daerah bisa menikmati layanan dari perbankan. Sementara penarikan dan penyetoran dana dapat dilakukan di agen bank atau Unit Perantara Layanan Keuangan (UPLK) yang ditunjuk oleh Bank Mandiri. “Agen bank akan melayani penyimpanan dan penarikan dana hingga pecahan terkecil,” ujar Tito Irianto Suryanto, Vice President Deputy Regional Bank Mandiri. Walau pun masih diterapkan di perkotaan, layanan Rekening Ponsel CIMB Niaga sudah mencapai 50 ribu rekening. Mengingat produk ini baru diperkenalkan Maret lalu, pencapaian itu boleh dibilang cukup lumayan. ”Kalau dibandingkan posisi bulan Mei, kenaik­ annya mencapai 131%,” ujar Budiman Poedjirahardjo, Head of Branch and dan Branchless Banking CIMB Niaga.

Saatnya Bank Tak Berkantor Lima bank mulai uji coba branchless banking. Prospeknya cukup cerah. TEKS bastaman ilustrasi riset

Langkah yang sama juga dilakukan BRI. Untuk menguji produk T-bank, BRI memilih daerah di Jawa Timur dan Bali. Sementara BTPN mengandalkan BTPNWow. Beberapa bank lainnya yang juga sudah menyatakan niatnya untuk membuka branchless banking. Sebut saja BCA, BNI, dan BTN. Bahkan beberapa BPR sudah mengajukan diri untuk menjadi UPLK.

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

Dibandingkan negara lain, Indonesia mungkin termasuk terlambat dalam menerapkan konsep branchless banking. BI mencatat, saat ini sudah sekitar 120 negara yang merapkan konsep ini. Bahkan di Filipina, konsep branchless banking sudah dilakukan sejak 2005. “Tapi dari yang banyak itu, kita bisa asal comot mana yang tepat untuk Indonesia,” kata Mulia Siregar, Deputi Gubernur BI. n

59


pasar modal IHSG

Masih Dalam Teka Tetaplah bermain pendek. Sebab, sentimen negatif masih banyak. TEKS Ahmad Munjin ilustrasi rangga Diyarto

R

upiah sudah gawat. Makanya, di luar kebiasaan, Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (29/8). Padahal, RDG reguler bulanan mestinya baru berlangsung 12 September. Agenda utama rapat tersebut adalah penaikan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 50 basis poin menjadi 7%. Bersamaan dengan itu, BI menaikkan suku bunga Lending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7% dan suku bunga Deposit Facility (DF) sebesar 50 bps menjadi 5,25%. BI juga memperpendek jangka waktu kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari enam bulan menjadi satu bulan. Kebijakan lainnya adalah memperhitungkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) sebagai komponen Giro Wajib Minimum (GWM) sekunder. Sedangkan untuk menambah kepercayaan pasar, BI memperpanjang Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Bank of Japan. Dalam kerja sama ini, BI dapat menarik devisa sewaktu-waktu senilai US$ 12 miliar. Manjur. Memang ini yang ditunggutunggu pasar. Seketika itu juga indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menguat 77 poin ke 4.103,09. Tak ketinggalan nilai tukar rupiah juga menguat. Penguatan indeks dilanjutkan keesokan harinya, sebesar 2,23% menjadi 4.195,09. Demikian juga nilai tukar rupiah, hari Jumat lalu, menguat

60

ke Rp 10.910. Lantas apa yang akan terjadi ber­ ikutnya? Tetap berhati-hati karena dalam sepekan indeks masih potensial berada dalam tekanan negatif. Thendra Crisnanda, analis BNI Securities, mengemukakan hal itu karena ekspektasi inflasi yang tinggi, 9% dalam setahun. Kebijakan kenaikan BI rate sangat signifikan, dalam sua bulan naik 125 basis poin dari 5,75% ke 7%, juga akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, paket kebijakan pemerintah untuk meredam rupiah dan IHSG belum benar-benar berhasil. Artinya, tekanan jual dari investor asing masih deras. Sebab, mereka merasa lebih nyaman untuk memegang dolar AS. Oleh karena itu, kenaikan indeks ini bersifat jangka pendek dan semata technical rebound. Apalagi, pada September

masih banyak isu-isu negatif yang akan mewarnai pasar. Selain isu tapering (pengu­rangan stimulus The Fed) yang akan diputuskan 17 September, faktor inflasi juga masih tinggi. Selain itu ekspektasi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan yang terakhir rupiah yang masih fluktuatif. Di atas semua itu, dengan potensi kenaikan IHSG ke 4.200, bahkan 4.400, bisa menjadi patokan bagi pelaku pasar jangka pendek untuk trading. Level tersebut bisa dijadikan acuan untuk profit taking terutama bagi mereka yang membeli saham saat IHSG di 4.000. Jika IHSG turun ke bawah 4.000, support 3.800 bakal ditembus menuju 3.600. Di tengah turbulensi IHSG, sebenarnya masih ada peluang bagi pelaku pasar untuk mendapatkan gain. Sekarang, fokuslah pada saham-saham yang berorientasi ekspor seiring tren penguatan dolar AS. Saham-saham perkebunan terdampak positif. Begitu juga dengan saham-saham pertambangan metal. Seperti PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT BW Plantation (BWPT), PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Waskita Karya (WSKT). “Jika terjadi penguatan yang signifikan, saya rekomendasikan sell on

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


pasar modal IHSG

anan strength ( jual di harga atas) saham-saham tersebut,” kata Thendra.

Banyak Pilihan CPO merupakan komoditas yang paling diuntungkan. Sebab, pemerintah sendiri punya komitmen untuk menambah bauran energi. Sebelumnya, penggunaan biofuel terhadap solar baru 5% dan sekarang dinaikkan menjadi 10%. Hal ini diharapkan bisa menyerap pasokan CPO domestik sehingga membuat sahamnya prospektif

dalam waktu dekat ini. LPKR mendapat sentimen positif oleh semakin dekatnya, listing dari saham Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) Siloam International Hospitals. Siloam punya posisi yang baik dalam soal healthcare di Indonesia. Bisnis healthcare punya sentimen positif dari pemerintah. Bea impor untuk barang-barang kesehatan ditiadakan sebesar 10%. Ini membawa angin positif untuk LPKR sebagai pemegang mayoritas saham Siloam. Apalagi, harga penawaran Siloam diturunkan ke Rp 9.000 per saham dari Rp 11.200–Rp 14.200. Akibatnya, secara Price to Earnings Ratio (PER), Siloam menjadi lebih rendah dibandingkan saham PT Sarana Meditama Metropolitan (SAME) sebagai operator Rumah Sakit Omni International. BBRI dan WSKT mendapat sentimen positif dari rencana buy back dari emiten sendiri sehingga menjadi buffer atau penahan harga. Apalagi, kinerja fundamental dua emiten ini masih prospektif. Meskipun, kenaikan suku bunga memberikan suatu hambatan kepada BBRI. Tapi, dengan penetrasi bisnis yang baik dan kebijakan pemberian kredit yang sehat, bisa menahan laju penurunan saham BBRI. Pendapat yang sama dikemukakan Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Development Henan Putihrai Securities. Kendati terjadi pembalikan arah sejak Kamis (29/8), indeks seberanya masih dalam tekanan. Tren untuk jangka yang sangat pendek memang sudah pulih. Tapi, untuk jangka menengah dan panjang, trennya masih bearish. Kecua­ li IHSG tembus 4.349, kalau itu terjadi tren bearish terpatahkan. “Selama level tersebut belum terpatahkan, IHSG masih rawan koreksi-koreksi,” kata Hendra.

Kemudian, jika kita bicara hanya sepekan ke depan, IHSG sangat bagus jika bisa melewati 4.299-4.300. Sebab, angka tersebut merupakan mid price pekan lalu dan pekan ini adalah 4.017. Saham-saham pilihan untuk trading jangka pendek adalah PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG), beli dengan target harga Rp 33.550–Rp 35.800. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), beli dan tambah beli jika menguat menembus Rp 5.400 dan target berikutnya Rp5.750– Rp 6.000. PT Kalbe Farma (KLBF) boleh beli dengan target harga Rp1.510 – Rp 1.600 dalam sepekan ke depan. PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) beli dan target harga Rp 12.900–Rp 13.200. PT AKR Corporindo (AKRA) yang baru naik dalam dua hari terakhir boleh beli. Jika masih berada di atas Rp 4.000, target harga berikutnya adalah Rp4.500. “Saham-saham itu saja yang saya rekomendasikan. Sebab, beberapa saham yang sudah jenuh beli kemungkinan akan mengalami koreksi wajar pekan ini,” kata Hendra. Selamat mencoba.n

IHSG 30/8

4,195.09

23/8

4,169.83

DOW Jones 23/8

15,010.51

30/8

14,810.31

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

61


pasar modal Saham Perkebunan

Sawit Rebound Hanya Sementara Saham-saham perkebunan, terutama kelapa sawit, melonjak tajam. Benarkah ini hanya sementara? TEKS Ahmad Munjin ilustrasi rangga Diyarto

S

elalu ada ber­ kah di balik mu­ sibah. Buktinya, ke­tika in­deks har­­­ga saham ga­ bungan terperosok dalam, ada juga yang menikmati yakni sektor pertambangan dan perkebunan. Dua jenis saham ini, di hari Senin 26/8, naik tajam. Itu berkat turunnya kebijakan pemerintah untuk mengembangkan biodiesel untuk mengurangi impor migas. Seperti diketahui, mulai 1 September, biodiesel harus mendapat campuran bahan bakar nabati. Kelak, jika

62

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


pasar modal Saham Perkebunan program ini berhasil, pemerintah berencana menambah komposisi BBN menjadi 20%. Tentu, ini merupakan kabar baik bagi produsen CPO (crude palm oil). Sebab salah satu bahan baku minyak nabati adalah CPO. Itu sebabnya harga sahamsahamnya ikut terkerek naik. Harga saham PT Astra Agro Lestari (AALI) misalnya, naik 35% ke Rp 19,600. Lantas PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) naik 18% ke Rp 720, PT London Sumatera Plantation (LSIP) meroket 41% ke Rp 1.440 dan PT BW Plantation melonjak 35% ke Rp 840. Selain itu, kondisi ekonomi AS yang membaik juga menjadi pendorong bagi sektor komoditas. “Inilah yang membuat sebagian besar harga komoditas naik,” kata Viviet S Putri, analis AMCapital Securities. Ada juga faktor lain yang mendorong kenaikan harga komoditas. Terutama dengan ekstremnya curah hujan di China dan Australia. Banjir yang terjadi di China dan Australia terjadi di luar perkiraan. Akibatnya, pasokan komoditas terutama batu bara terdampak cukup parah. Pasar melihat, suplai akan berkurang baik pertambangan maupun perkebunan. Jadi, di saat ada harapan kenaikan permintaan seiring pemulihan ekonomi AS yang berdampak pada tingginya permintaan komoditas dari China, diperparah oleh cuaca buruk. Pada akhirnya, harga komoditas menguat. Sebab, pada saat seharusnya terjadi panen, malah terjadi banjir di mana-mana. “Kita tidak melihat ini hanya positif untuk CPO, tapi juga untuk

Jadi, kalau melihat sekarang rebound, itu hanya sebentar dan tren pergerakannya dalam jangka menengah masih bearish komoditas lain,” kata Viviet. Dan para investor yang tadinya keluar dari sahamsaham komoditas, kini kembali lagi. Padahal, kalau dilihat, CPO saat ini sebenarnya masih over supply. Tapi, karena faktor spekulasi, harganya terdongkrak. Pasar berekspektasi dan berspekulasi seperti itu. Hanya saja, pada prinsipnya, pertumbuhan pasokan masih lebih besar dibandingkan permintaannya. Oleh karena itu, sebenarnya, harga CPO masih sulit ditebak. Buktinya, hari ini harga minyak sawit mentah terhenti dan mulai menurun RM 2.445.

Lebih Baik Saham Unggulan Para produsen kelapa sawit kini menunggu usaha dari Menteri Perdagangan untuk menggolkan CPO Indonesia supaya jadi produk unggulan. Sehingga termasuk produk yang mendapat potongan bea masuk ke Eropa dan AS. Walhasil, secara fundamental, Viviet mengaku belum melihat akan adanya kenaikan harga CPO yang tinggi. Kenaikan belakangan ini sangat spekulatif. Jadi, secara fundamental, belum kuat untuk menopang pergerakan harga saham-saham CPO. Saham-saham CPO lebih digerakkan oleh faktor psikologis bukan fundamental. Betul, harga saham-saham CPO, rata-rata sudah berada di bawah nilai bukunya. Jika melihat nilai wajarnya, saham-saham CPO sudah menarik untuk diakumulasi. Terutama, saham-saham perkebunan yang sudah memiliki industri hilirnya seperti AALI dan SIMP. Kalau LSIP ma-

inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013

sih murni CPO. Tapi, CPO LSIP disalurkan ke SIMP yang mengolahnya menjadi produk hilir. “Pilihan saya jatuh ke AALI dan SIMP, akumulasi dua itu saja,” kata Viviet. Pendapat yang sama juga dikemukakan Satriawan, analis dari Mandiri Sekuritas. Kata dia, kenaikan saham CPO hanya untuk sementara. Itu lantaran mereka sudah mengalami penurunan tajam. “Jadi, kalau melihat sekarang rebound, itu hanya sebentar dan tren pergerakannya dalam jangka menengah masih bearish,” katanya. Untuk memanfaatkan rebound IHSG dalam jangka pendek, Satriawan justru lebih suka saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip. Sebab, saat market balik arah menguat (up reversal), yang diincar adalah saham-saham bagus tapi sudah murah seperti PT Semen Indonesia (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Unilever Indonesia (UNVR), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Jadi, untuk sementara ini, kalau mau bermain di saham-saham perkebunan mungkin ikuti momentumnya saja. Jika nanti IHSG kembali turun, ada potensi saham-saham Crude Palm Oil (CPO) ini bergerak. Sektor ini menguat sendiri melawan arah pasar. Dalam konteks ini, yang bisa diperhatikan adalah saham-saham big caps di sektor perkebunan seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT London Sumatera Plantation (LSIP). Satu analis memberikan rekomendasi beli untuk AALI dengan target Rp 21.400 dan LSIP di Rp 1.710. Berani? n

63


Menakertrans Dukung Kegiatan Job Fair di 20 Lokasi

Pemerintah terus berusaha menekan pengangguran intelektual, karena selama ini serapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena minimnya keahlian dan keterampilan yang dimiliki para calon pekerja intelektual tersebut.

28 64

m

enakertrans menghimbau agar perguruan tinggi juga memikirkan link and match antara pencari kerja dengan lapangan kerja yang ada. Sebab jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin kedepannya jumlah pengangguran intelektual lebih banyak dibanding yang lainnya. Bila fenomena seperti ini terus berlangsung, Indonesia nantinya akan dipenuhi oleh para penggangguran intelektual yang penyerapan kerjanya rendah, karena lapangan kerja yang tersedia tak mampu menampung lulusan perguruan tinggi yang minim keahlian dan keterampilan. “Ke depannya, sejak awal perguruan tinggi harus mampu mendesain profesi bagi para alumninya. Sejak semester pertama mahasiswa di masing-masing PTS harus mampu meng-

inilahREVIEW inilahREVIEW 02 Tahun 40IIITahun | 2-8 September II | 3-9Juni 2013


kemnakertrans ukur profesi sehingga setelah tamat mereka sudah langsung siap bekerja,” ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar. Ada empat hal yang disiapkan untuk mengatasi pengangguran intelektual, yakni peningkatan kualitas SDM dengan membangun kompetensi kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pembangunan sistem pendidikan, memfasilitasi tumbuh dan berfungsinya mekanisme bursa kerja ( Job Fair) dan memprakarsai program pengembangan kewirausahaan. Menakertrans juga mengajak pihak akademisi di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) di seluruh Indonesia agar menggelar kegiatan bursa kerja ( Job Fair) secara rutin di kampusnya masing-masing. Pelaksanaan Job Fair diyakini dapat mempercepat penempatan tenaga kerja intelektual dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia yang jumlahnya masih mencapai  7,24 juta (6,14% dari jumlah angkatan kerja). Dukungan pemerintah dalam pelaksanaan Job Fair di berbagai daerah menjadikan kegiatan ini sebagai solusi yang paling cepat dan tepat dalam mengatasi pengangguran yang selama ini cukup merisaukan. Pemerintah daerah juga diinstruksikan agar memberikan dukuangan bagi pihak swasta yang menyelenggarakan Job Fair .

Pelaksanaan Job Fair di berbagai wilayah Kegiatan Job Fair yang didukung oleh pemerintah dan pihak-pihak lain sangat membantu para pencari kerja. Sehingga kesempatan kerja bagi mereka lebih terbuka lebar terutama bagi para fresh graduate. Karena selama ini banyak pencari kerja yang tidak mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan. Kegiatan ini dilakukan di berbagai daerah sehingga seluruh pencari kerja di pelosok daerah dapat terserap. Hal ini yang sangat diinginkan oleh pemerintah sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Program ini telah dilaksanakan di berbagai daerah yaitu Blitar, Semarang, Makassar, Banten dan Manado. Seluruh penyelenggaraan ini berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang besar dari para pencari kerja. Disini para pencari kerja mendapatkan informasi mengenai perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Sehingga ada timbal balik antara perusahaan dengan pencari kerja. Hal tersebut tentu saja menguntungkan kedua belah pihak. Respon positif dari perusahaan sangat terlihat dengan banyaknya perusahaan yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu pencari kerja juga membanjiri stand beberapa perusahaan yang mereka minati. Melihat animo masyarakat yang sangat besar maka Menakertrans sangat mendukung kegiatan Job Fair . Kemnakertrans bersama dengan pemerintah daerah dan pihak swasta akan menyelenggarakan kegiatan Job Fair dalam waktu dekat. Kegiatan Job Fair tersebut akan diadakan di Gorontalo, Jombang, Pasuruan, Banten dan Sorong. Rencananya Menakertrans akan membuka seluruh kegiatan Job Fair di berbagai kota tersebut. Hal itu sebagai salah satu bentuk dukungan Kemnakertrans terhadap kegiatan Job Fair . “Saya sangat mendukung kegiatan Job Fair yang diselenggarakan di berbagai daerah, guna mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Karena kegiatan Job Fair sangat positif dan membawa perubahan bagi iklim tenaga kerja di Indonesia” Ujarnya. Menakertrans juga menyatakan sudah seharusnya kegiatan Job Fair menjadi agenda penting yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh berbagai pihak baik lembaga maupun pemerintah. Sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi jumlah pengangguran di Indonesia. Sehingga para pencari kerja tidak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan yang mereka inginkan.

inilahREVIEW 02 40 Tahun III II || 3-9Juni 2-8 September 2013 2013

Kemnakertrans telah menyusun agenda usulan lokasi kegiatan Job Fair di berbagai Propinsi yaitu Jawa Barat sebanyak satu lokasi, DIY sebanyak satu lokasi, Jawa Timur sebanayk empat lokasi, Bali satu lokasi, Jawa Tengah satu lokasi. Sementara untuk kegiatan Job Fair yang berskala nasional akan diadakan sebanyak dua kali di Jakarta dan Jawa Timur. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah pengangguran di propinsi tersebut. Menurut Menakertrans seluruh kegiatan Job Fair yang ada di berbagai lokasi wajib didukung karena hasilya sangat baik dalam mengurangi jumlah pengangguran terutama pengangguran terdidik yang selama ini menjadi sorotan utama. Sehingga ke depannya tidak ada lagi pengangguran terdidik karena semua telah terserap di dunia kerja. “Agar para lulusan perguruan tinggi dapat terserap di dunia kerja diharapkan lembaga perguruan tinggi membekali para lulusannya dengan berbagai keahlian yang berguna dalam dunia kerja. Karena lulusan yang siap pakailah yang akan dicari oleh perusahaan. Selain itu juga dibekali dengan jiwa kewirausahaan agar nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya. Selain itu para pencari kerja diharapkan meningkatkan keterampilannnya sehingga mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan. Kesadaran para lulusan perguruan tinggi dalam meningkatkan keterampilan sangat penting, sebab banyak perusahaan yang ingin memepekerjakan orang yang siap pakai. Menurut Muhaimin kegiatan Job Fair membuktikan bahwa pemerintah sangat konsisten dalam mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Saat ini pengangguran terbanyak ada di usia produktif. Hal ini tentu sangat tidak diinginkan dan harus segera diatasi oleh pemerintah bersama dengan pihak lain yang berkaitan dengan hal tersebut. n

65 29


kolom andi suruji

B

Bukan Obat Instan

ank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan, BI Rate sehingga menjadi tujuh persen. Salah satu tujuannya, untuk mengatasi gejolak kurs yang berfluktuasi, bahkan nilai tukar rupiah cenderung melemah. Dengan menaikkan suku bunga, maka bunga dana yang dinikmati pemilik dana akan meningkat pula. Harapannya, aset rupiah tidak berbondong-bondong bermigrasi ke aset-aset berdenominasi dolar Amerika Serikat, yang menyebabkan rupiah kian terpuruk. Itu teorinya. Kenaikan suku bunga akan membuat sedikit rupiah merasa nyaman, tanpa harus dikonversi ke dollar. Tetapi, kenaikan suku bunga juga bisa dibaca sebagai signal bank sentral kepada pelaku pasar bahwa bank sentral mendengarkan suara pelaku pasar. Bank sentral tetap mengawal nilai tukar agar tidak merosot lebih tajam dari waktu ke waktu. Untuk mengatasi gejolak dan pelemahan rupiah, bukan hanya suku bunga obatnya. Suku bunga hanya semacam obat instan yang terasa seketika. Ia hanya obat sintom, ibarat meminum obat sakit kepala pada saat sakit kepala. Padahal jika penyebab obat sakit kepala dicari dan ditemukan, lalu diobati, tentu tak perlu minum obat sakit kepala. Contoh konkret analogi sakit kepala ini, begini: kalau ada orang yang sakit kepala, sebaiknya dicari faktor penyebabnya. Kalau dia sakit kepala karena belum makan, seharusnya tidak perlu minum obat sakit kepala, cukup pergi makan. Atau sakit kepala karena kurang tidur, obatnya adalah tidur, bukan boros menenggak obat sakit kepala. Analogi ini sama saja dalam konteks perekonomian. Pergerakan nilai tukar suatu mata uang, terutama mencerminkan fundamental ekonomi. Sementara fundamental ekonomi terdiri dari berbagai pilar indikator, seperti jumlah utang, tingkat inflasi, laju pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan lainnya.  Di luar itu, struktur perekonomian juga sangat menentukan. Apakah suatu perekono-

66

mian berbasis investasi kuat, konsumsi domestik, ekspor yang kuat, dan sebagainya. Idealnya, suatu perekonomian akan sehat jika tidak keberatan utang, inflasi yang rendah karena pasokan barang kebutuhan lancar, rente ekonomi (high cost) yang sangat rendah, impor yang tidak terlalu jor-joran. Sebab, semua itu berkorelasi antara satu sama lain dan berujung pada nilai tukar rupiah. Secara langsung maupun tidak langsung. Katakanlah inflasi. Kalau inflasi melonjak, terjadi karena uang beredar terlalu banyak, sehingga permintaan barang meningkat drastis, biasanya bank sentral berupaya menggiring sebagian dana masyarakat untuk parkir di perbankan. Caranya, menaikkan suku bunga, sehingga pemilik dana memilih memarkir dananya ketim­bang membelanjakannya, apalagi kalau hanya untuk keperluan konsumsi.  Utang juga berkorelasi dengan kurs. Semakin menumpuk utang luar negeri, berarti kian banyak dolar AS dibutuhkan untuk membayar utang. Pada saat-saat banyak utang jatuh tempo, momen-momen itulah biasanya nilai tukat merosot. Hukum besi pasar berlaku. Permintaan meningkat, suplai tidak mencukupi, harga meningkat.  Oleh karena itu, untuk menyehatkan atau menstabilkan rupiah, suku bunga hanyalah salah satu instrumen yang dapat digunakan bank sentral. Tetapi stabilitas rupiah juga banyak ditentukan di luar wilayah bank sentral. Katakanlah inflasi. Kalau inflasi melonjak, terjadi karena uang melimpah, itu memang wilayah kekuasaan bank sentral untuk mengaturnya. Akan tetapi, kebanyakan di negeri ini, inflasi melonjak karena kelangkaan pasokan.   Masih sangat segar dalam ingatan kita, betapa urusan bumbu dapur merepotkan perekonomian bangsa. Apalagi kalau bukan persoalan cabai merah, bawang merah, bawang putih, sampai jengkol pun melonjak-lonjak memicu inflasi.  Untuk menyehatkan perekonomian, diperlukan keseimbangan gerak dinamis sektor riil dan sektor keuang­ an. Tidak bisa perekonomian diklaim bagus hanya dari sisi indikator sektor keuangan. Bergeraknya sektor riil secara efisien, tanpa rente ekonomi berlebihan, tanpa birokrasi berbelit, proyek infrastruktur tidak dikorupsi, akan jauh lebih sehat, membuat fundamental ekonomi kuat. Utang dikontrol, inflasi dikendalikan, percayalah nilai tukar akan stabil. Tidak membuat kita deg-degan terus…! n inilahREVIEW 02 Tahun III | 2-8 September 2013


Inilahreview edisi 02 th iii lowres full  

Pasar mobil yang diimpor secara utuh diperkirakan bakal jeblok.Pasar mereka dihambat kenaikan PPnBM yang tinggi dan nilai dolar AS yang meng...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you