Page 1

Metabolight, edisi Juli 2018

Edisi Juli 2018

Catharanthus roseus Si cantik yang tengah dilirik Masker buah

Makanan sehat untuk kulit wajah 1


Metabolight, edisi Juli 2018

Edisi kedua: Medicinal natural chemicals “Valorisasi sumber daya tumbuhan untuk inovasi di bidang kesehatan dan kecantikan�

2


Metabolight, edisi Juli 2018

3bio: bioengineering, biorefinery, bioindustry. Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa. Sumber daya ini perlu divalorisasi dengan baik untuk mewujudkan bioindustri yang berkelanjutan. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, diperlukan penerapan konsep biorefinery yang dapat mengoptimalkan sumber daya alam, meminimalkan limbah dan memaksimalkan manfaat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah keilmuan yang dapat menyiapkan seorang profesional yang mempunyai kompetensi untuk merancang sistem produksi dengan penerapan konsep biorefinery. Kelimuan Rekayasa Hayati mempunyai peran penting untuk menghasilkan lulusan yang dapat menjadi bioengineer untuk mendukung SITH ITB menjadi institusi yang unggul dalam pengembangan bioindustri.

Bandung, 8 Juni 2018

M. Yusuf Abduh

HMRH diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa untuk saling berinteraksi dan bersinergis supaya dapat mengembangkan kemampuan akademik dan ketrampilan sosialnya selama kegiatan perkuliahan di ITB. Majalah Metabolight merupakan merupakan salah satu karya HMRH yang memiliki tujuan untuk mengenalkan keilmuan Rekayasa Hayati dan kegiatan HMRH dalam lingkup ITB.

Edisi kedua majalah ini mengangkat tema valorisasi sumber daya alam untuk menghasilkan produk kesehatan dan kecantikan terutama yang berasal dari tumbuhan seperti Catharanthus roseus. Kegiatan Pengabdian Masyarakat HMRH di Kampung Cibeusi juga merupakan salah satu karya nyata HMRH yang menarik untuk disimak dan ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama dengan himpunan lain di ITB. Saya berharap majalah ini dapat menjadi momentum untuk HMRH berkembang menjadi organisasi yang dapat menerapkan keilmuan Rekayasa Hayati dan bersinergis dengan himpunan lain untuk menciptakan atmosfir akademik yang kompetitif dan positif di ITB. Majalah ini juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk menyebarluaskan keilmuan Rekayasa Hayati yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan bioindustri di Indonesia.

3


Metabolight, edisi Juli 2018

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas karuniaNya sehingga majalah METABOLIGHT edisi kedua ini dapat diterbitkan. Pertama, saya haturkan rasa terima kasih kepada rekan-rekan Tim Penyusun METABOLIGHT, yang berada di bawah naungan Departemen Eksternal HMRH ITB 2017/2018, atas dedikasinya dalam melahirkan suatu karya yang membahas seputar Rekayasa Hayati dan penerapan keilmuannya. Tidak lupa, terima kasih juga kepada teman-teman HMRH ITB yang turut berkontribusi untuk majalah METABOLIGHT serta dalam menyebarluaskan informasi mengenai keilmuan yang cukup baru dan masih berkembang di Indonesia. Dalam majalah METABOLIGHT edisi kedua kali ini akan dibahas mengenai potensi dari biodiversitas Indonesia untuk menjadi alternatif solusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai dari kosmetik hingga obat-obatan. Selain itu, METABOLIGHT juga mengulas tentang pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh HMRH ITB sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan menerapkan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari. Sudah menjadi tugas kami sebagai mahasiswa Rekayasa Hayati (Bioengineering) ITB untuk memperkaya informasi mengenai Rekayasa Hayati (Bioengineering) dan menelurkan karya-karya yang terkait dengan ranah kami agar keilmuan Rekayasa Hayati (Bioengineering) ini semakin dikenal oleh masyarakat, terutama di Indonesia.

Maryam Nazihah 11214010 Ketua HMRH ITB 2017/2018

Semoga dengan adanya METABOLIGHT, massa HMRH ITB selalu semangat berkembang dan bersinergi untuk menghasilkan karya yang nyata dan berdampak, serta mampu mengiringi perkembangan ilmu rekayasa hayati yang berpotensi menjadi masa depan bangsa Indonesia. Selamat membaca dan belajar! HMRH JAYA!

4


Metabolight, edisi Juli 2018

Sepatah kata. . .

P

uji syukur saya panjatkan kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya sehingga majalah Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB, ‘Metabolight’ edisi kedua, berhasil diterbitkan. Metabolight disusun oleh HMRH ITB dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan menambah pemahaman pembaca mengenai dunia Rekayasa Hayati (Bioengineering) ITB dan selukbeluk keilmuannya.

Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada keseluruhan tim penyusun Metabolight yang telah bekerja keras atas terselesaikannya dan terwujudkannya Metabolight edisi kedua ini, serta kepada seluruh massa HMRH dan pihak lain yang telah mendukung Metabolight baik secara langsung maupun tidak langsung.

Akhir kata, saya dan keseluruhan tim Metabolight berharap agar Metabolight dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi seluruh pembaca. HMRH Jaya!

Felicia Tejo 11215033 5


Metabolight, edisi Juli 2018

10 16

19

12 8

6


Metabolight, edisi Juli 2018

21 8

Manfaat Masker Buah

Makanan sehat untuk kulit wajah

24

10 #BErtanya

Apa itu “Biorefinery”?

12 Catharantus roseus

Si cantik yang tengah dilirik

16 pENGMAS hmrh Desa Cibeusi

19 pOJOK KARYA 27 23

21 TTS 23 DIY: Masker Buah 25 Setengah Dasawarsa HMRH

What’s inside...

27 What is Bioengineering? 7


Metabolight, edisi Juli 2018

MAKANAN SEHAT UNTUK KULIT WAJAH Masker, apa itu masker? Sering banget kita menggunakan kata masker terutama para wanita, para pekerja laboratorium, para pekerja rumah sakit, maupun para pekerja di lingkungan terbuka. Menurut KBBI, masker dapat diartikan sebagai alat berupa kain yang digunakan untuk menutup mulut serta hidung. Eitss tapi yang akan dibahas disini bukan masker dengan artian tersebut ya. Masker yang akan kita bahas disini merupakan alat kecantikan yang sering banget digunakan oleh para wanita karena dapat memutihkan, membersihkan, mengencangkan, mencerahkan, dan menyegarkan kulit terutama kulit wajah. Penggunaan masker sangat disarankan untuk perawatan kulit sangat efektif digunakan karena zat-zat yang baik untuk kulit dapat bersinggungan langsung dengan wajah sehingga nutrisi dapat menyerap lebih cepat masuk ke pori-pori wajah serta manfaatnya dari zat tersebut akan lebih cepat dirasakan. Masker alami atau masker yang terbuat dari bahan alami sering sekali disarankan untuk digunakan minimal 1 bulan 1x karena sangat baik untuk wajah, akan di serap secara sempurna sehingga wajah dapat bernafas kembali dengan baik. Selain itu, masker alami juga aman serta murah. Bahan-bahan alami ini dapat berupa sayur-sayuran, buah-buahan, susu, madu, telur, dan sebagainya yang berasal dari alam.

Masker buah merupakan masker yang sering banget digunakan untuk sehari-hari. Selain khasiatnya yang sangat bermanfaat untuk meremajakan kulit, masker buah juga sangat mudah dibuat dan diaplikasikan pada kulit wajah. Berikut beberapa manfaat dari masker buah buat temen-temen yang ingin merawat kulit wajah!

8


Metabolight, edisi Juli 2018

Masker tomat sangat berkhasiat sebagai pelindung kulit dari sinar ultraviolet, berguna untuk membuat pori-pori wajah jadi kecil, sehingga berdampak pada kulit bersih, cantik, dan sehat.

Buah pepaya memiliki harga yang sangat murah, namun siapa sangka ternyata buah ini mampu mencerahkan wajah karena pepaya memilki sifat pemutih untuk sel kulit yang baik!

Buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, bermanfaat untuk mencerahkan kulit. Masker dari jeruk ini dapat merevitalisasi kulit, menyapu bersih sel kulit mati dan memicu terjadinya produksi sel kulit yang baru untuk terbentuknya kulit yang lebih sehat dan cemerlang

Buah Strawberry mengandung zat Ellagic yang sangat baik untuk mengatasi flek hitam pada kulit wajah. Selain itu buah strawberry juga sangat ampuh untuk mengatasi kulit kusam akibat kerusakan serta dapat membantu menyembuhkan vbekas luka akibat jerawat dan komedo. Bekas luka akibat jerawat dan komedo.

Lemon juga mengandung vitamin C yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi daripada jeruk biasa. Selain itu lemon juga dapat mengurangi minyak pada kulit wajah sehingga dapat terhindar dari jerawat maupun komedo.

9


Metabolight, edisi Juli 2018

#BERTANYA ITB

Pada 17 November 2017 lalu, reporter kami, Jessica dan Indira, turun ke lapangan tepatnya di Car Free day Dago untuk bertanya-tanya tentang apakah masyarakat Bandung mengenal Bioengineering. Yuk simak pembicaraan #BErtanya dibawah ini!

“Pernah dengar tentang Biorefinery?� Jl.Ir.Haji Djuanda/Dago)

RS Borromeus

ă€Œ

Abi, Universitas Pasundan Car free day itu tujuannya sebagai fasilitas bagi masyarakat untuk olahraga dan mengurangi CO2 juga. Hal lain yang bisa kita lakukan buat ngurangin

efek

global

warming

misalnya

ke kantor jalan kaki, naik sepeda, atau naik kendaraan

umum.

Kalau

yang

dilakukan

industri untuk mewujudkan go green mungkin menggunakan

packaging

yang

lingkungan. Biorefinery baru denger sih. Sumber: dokumentasi pribadi

10

ramah


Metabolight, edisi Juli 2018

ă€Œ

Akhyar Hanif, Teknik Material ITB

Car free day yang gw tau intinya tentang mengurangi emisi karbon dioksida dan tempat ngumpul orang orang juga. Kalo cara kita sebagai mahasiswa untuk mengurangi CO2, misalnya tidak menggunakan kendaraan pribadi, naik kendaraan umum, jalan kaki atau naik sepeda sekalian, mengurangi penggunaan AC, kulkas, yang ada CFC nya gitu. Di Industri setau gw mungkin

lebih

misalnya

pabrik

ke

waste

pupuk,

managementnya

kan

pakai

bahan

Sumber: dokumentasi pribadi

kimia gitu dan ketika mereka mau membuang

ă€Œ

limbahnya, harus diolah dulu. Biorefinery pernah denger sih dikit dikit. Kalau memang dalam suatu

sistem produksi limbahnya bisa dimanfaatin itu menurut gw keren banget sih

Jl.Ir.Haji Djuanda/Dago)

Jadi apa sih sebenarnya Biorefinery itu? Dan siapakah yang bertugas merealisasikan sistem Biorefinery? Biorefinery pada dasarnya mirip dengan oil refinery. Sistem biorefinery adalah sistem dimana bahan-bahan alam dikonversi oleh makhluk hidup untuk menghasilkan produk utama dan limbahnya dimanfaatkan sebagai bahan baku produk lain yang bernilai ekonomi juga. Siapa yang bertugas melaksanakan sistem Biorefinery ini? Tentu saja, Bioengineer! Penulis: Indira Tjokorda & Jessica Sumber: dokumentasi pribadi

11


Metabolight, edisi Juli 2018

sumber: Gabriele Motter, Unsplash

12


Metabolight, edisi Juli 2018

Catharanthus roseus Si cantik yang tengah dilirik

“ Teknologi kesehatan semakin

canggih, tapi mengapa jumlah orang yang sakit juga semakin bertambah?

�

Dahulu suatu penyakit dikatakan “ampuh� kalau bisa mewabah dan menular dengan cepat. Tapi kini trennya sudah berubah menjadi penyakit-penyakit yang tidak menular tetapi bersifat degeneratif. Penyakit semacam ini dampaknya tidak akan langsung terasa. Tetapi bila saatnya telah tiba, dokter pun akan kesulitan menghadapinya. Inovasi pada dunia farmasi pun terus digencarkan. Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman Catharanthus roseus atau yang biasa dikenal dengan sebutan tapak dara. Tanaman ini terbukti memiliki lebih dari 130 jenis Terpenoid Indole Alkaloid (TIA) yang merupakan salah satu kelompok senyawa organik dengan aktivitas farmakologis aktif yang mampu menangkal seranganserangan dari luar.

13


Metabolight, edisi Juli 2018

Beberapa contoh senyawa dari kelompok ini misalnya vincristine, vinblastine, dan vinfluinine. Vincristine dan vinblastine dikenal sangat efektif dalam melawan leukemia, kanker, hingga penyakit sarcoma. Adapun vinfluinine sudah diterima oleh Uni Eropa sebagai obat anti-tumor yang efektif. Tingginya efektivitas dari senyawasenyawa ini pun sebanding dengan nilainya secara ekonomis. Vincristine dan vinblastine sudah diterima secara luas di Amerika Serikat dalam bentuk obat kemoterapi komersil. Nilai jualnya pertahun bahkan sudah melebihi nilai jual rumah Michael Jackson yang “hanya� sebesar 100 juta dollar. Luar biasa bukan? Akan tetapi tingginya kebutuhan akan senyawa-senyawa tersebut ternyata masih berbanding terbalik dengan kemampuan produksi tanaman C. roseus. Kadarnya bahkan seringkali tak mencapai 0,5% dari berat kering satu tanamannya pada saat dipanen. Ini berarti kita memerlukan C. roseus dalam jumlah banyak jika hendak memenuhi kebutuhan yang tinggi akan senyawasenyawa TIA yang telah dibahas sebelumnya. Sayangnya menanam C. roseus sebanyak-banyaknya bukanlah pilihan yang strategis. Maka disinilah peran seorang Bioengineer benar-benar diharapkan. Bagaimana ia diminta untuk membuat perekayasaan sedemikian rupa agar kadar senyawa TIA pada C. roseus meningkat. Pun kalau sulit meningkat, setidaknya kualitas senyawa TIA yang didapat harus tinggi sehingga dapat memiliki harga yang tinggi pula secara ekonomi. Kuantitas maupun kualitas dari senyawa TIA sendiri sangat bergantung pada keberhasilan kultivasi tanaman C. roseus. Optimasinya bukan hanya terletak pada kualitas benih yang sumber: Echo Grid, Unsplash

14


Metabolight, edisi Juli 2018

digunakan tetapi juga kondisi lingkungan seperti pH, temperatur, nutrisi, kadar oksigen, cahaya, hingga penggunaan zatzat pengatur tumbuh. Contoh optimasi yang sudah terbukti cukup efektif untuk dilakukan ialah dengan memvariasikan nutrisi pada media kultur. Misalnya dengan menambahkan 250 mM senyawa mannitol kedalam kultur kalus sebagaimana yang dilakukan oleh Zhao dkk (2001). Hingga kini, optimasi terhadap TIA milik C. roseus masih terus digalakkan. Perkembangan risetnya pun semakin pesat sebab sudah melibatkan logam berat seperti kromium (Rai et. al., 2014) hingga perekayasaan jalur metabolik (Wilson & Roberts, 2014). Hal ini menandakan bahwa kebutuhan akan senyawa-senyawa TIA dari C. roseus masih –dan akan terus– meningkat. Pertanyaannya, mampukah para Bioengineer Nusantara menjawab tantangan besar ini? Referensi

Rai, V., Tandon, P.K., Khatoon, S. (2014). BioMed Res. Int., 2014, Article ID:934182. Wilson, S.A., & Roberts, S.C. (2014). Curr. Opin. Biotechnol. 26, 174–182. Zhao, J., Hu, Q., Guo, Y.Q., & Zhu, W.H. (2001). Appl. Microbiol. Biotechnol., 55, 693– 698. Penulis: Lilla Dea Pratiwi Editor: M. Arief Ardiansyah

15


Metabolight, edisi Juli 2018

sumber: dokumentasi pribadi

PENGMAS HMRH Desa Cibeusi

Terletak di tengah-tengah ketenangan alam di kaki Gunung Manglayang, terdapat sebuah kampung bernama Kampung Cibeusi yang merupakan bagian dari Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kampung Cibeusi berjarak 4,7 kilometer dari Kampus ITB Jatinangor yang merupakan lokasi Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sejak tahun 2013. Hasil social mapping yang dilakukan di Kampung Cibeusi menunjukkan bahwa Kampung Cibeusi memiliki potensi hasil perkebunan seperti kopi, bambu, dan jahe yang melimpah. Saat ini, HMRH sedang menerapkan community development sesuai Rencana Strategis (Renstra) HMRH yang telah disusun sejak 2015 berdasarkan hasil social mapping tersebut serta kesepakatan musyawarah dengan warga mengenai pengembangan sumber daya kopi Cibeusi.

16

Tahun 2018-2019 merupakan tahun ketiga bagi HMRH dalam pelaksanaan Renstra Pengabdian Masyarakat (Renstra Pengmas). Masyarakat Cibeusi yang sebagian menggarap kopi di lahan milik Perhutani, saat ini masih menjual kopi dalam bentuk ceri kopi. Padahal, apabila dilakukan pemrosesan pascapanen pendapatan warga dari hasil penjualan produk kopi bisa lebih tinggi. Maka dari itu Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati secara bersama-sama dengan masyarakat mengembangkan sarana dan prasarana dalam upaya membangun potensi kopi Cibeusi. Pengadaan mesin depulper kopi di Kampung Cibeusi diharapkan


Metabolight, edisi Juli 2018

mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan hasil kebun mereka dengan keinginan dan usaha warga Kampung Cibeusi sebagai pemantik kemandirian kampung tersebut pada masa mendatang. Hal terpenting dalam mengembangkan community development adalah koordinasi yang dilakukan dua arah pada pihak-pihak terkait, dalam hal ini HMRH ITB terus melakukan komunikasi, baik dengan ketua RW 20 Desa Cileunyi Wetan yaitu Pak Undang Sudarisman, juga dengan ketua RT 1, 2, dan 7 Kampung Cibeusi. Keberjalanan pengabdian masyarakat HMRH ITB tidak hanya melihat pada sisi potensi kopi Kampung Cibeusi, tetapi juga pengembangan keterampilan dan wawasan umum bagi anak-anak Kampung Cibeusi. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan setiap sebulan sekali adalah mengajar anak-anak Kampung Cibeusi, yang dibawa sebagai salah satu program kerja dari Divisi Pengabdian Masyarakat HMRH dengan nama Cibeusi Pintar (Cetar). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa HMRH ITB pada salah satu hari Minggu setiap bulannya dengan membawa semangat berbagi untuk anakanak Kampung Cibeusi dari RT 1, RT 2, dan RT 7. Setiap bulan tema yang dibawa untuk Cibeusi Pintar berbeda-beda, mulai dari wawasan mengenai Indonesia, lagu daerah, permainan tradisional, serta kebersihan diri, seperti cara mencuci tangan yang benar dan mengajak untuk menerapkan kebiasaan menggosok gigi. Tak hanya dilakukan di dalam ruangan (Mushola RT 1), kegiatan Cibeusi Pintar juga berusaha untuk mengenalkan anak-

anak mengenai lingkungan mereka dengan mengajak bermain di luar ruangan, seperti pada lapangan voli di RT 2. Sebuah kesenangan dan kebahagiaan bisa berbagi dan menyebarluaskan apa yang kita miliki, akan tetapi terdapat tantangan bagi setiap pengajar, yaitu memahami karakter anak-anak Kampung Cibeusi, sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda pada setiap anak-anaknya. Lenang Manggala dalam bukunya mengatakan, apabila banyak cara untuk bertumbuh dan belajar, salah satu pembelajaran menarik yang dapat diperoleh adalah belajar dari masyarakat. Hal tersebut membangun menginspirasi pemikiran positif anggota HMRH, bahwa belajar dari masyarakat di kampung sekitar mampu menyadarkan manusia, terutama sebagai mahasiswa, mengenai nilai-nilai sederhana dalam hidup yang seringkali tidak disadari banyak orang. Proses belajar bukanlah untuk menjadi yang sempurna, akan tetapi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal itulah yang coba ditanamkan pada anggota HMRH ITB mengenai pengabdian masyarakat, bahwa kita tidak membawa kesempurnaan di dalam masyarakat, tetapi yang coba dilakukan adalah membawa perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Salam Pengabdian Masyarakat! Penulis: Arsy Elia Pertiwi Editor: M. Arief Ardiansyah

17


Metabolight, edisi Juli 2018

Kegiatan Pengabdian Masyarakat HMRH yang sering diadakan di Desa Cibeusi, Sumedang (sumber: dokumentasi HMRH)

18


Metabolight, edisi Juli 2018

POJOK karya

Produksi 4uPROPOLIS Menggunakan Sarang Modular Trigona Hive (Motive) Mochamad Firmansyah Abdurrahman Adam Asri Ifani Rahmawati Lolos Didanai, Program Dana Hibah Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi KK Agrobioteknologi dan Bioproduk SITH ITB menemukan rancangan baru sarang lebah Trigona sp. untuk meningkatkan produktivitas hasil propolis. Selain itu, ditemukan juga optimasi metode maserasi dengan pelarut alami sehingga menghasilkan produk propolis yang halal dan aman dikonsumsi. Selanjutnya, hasil penelitian itu dihilirisasi agar dapat dikenalkan ke masyarakat. Hilirisasi adalah salah satu tahapan penelitian yang tidak boleh diabaikan.

Pemodelan Matematis Pengeringan Kulit Ceri Kopi Menjadi Cascara Adeltama Janno Ajiputra Muhammad Naufal Hakim Duma Doniagara Sambora 2nd International Best Poster, International Engineering Student Conference 2017 Produksi biji kopi konvensional masih menghasilkan limbah padat berupa kulit ceri kopi. Padahal limbah padat ini mengandung kadar antioksidan yang cukup tinggi. Salah satu upaya memaksimalkan potensi limbah ini adalah mengolahnya menjadi produk minuman cascara dengan mengeringkan kulit ceri kopi tersebut. Penentuan lama pengeringan yang paling baik dalam produksi cascara dapat dilakukan dengan memodelkan peristiwa berkurangnya kadar air selama pengeringan. Hasil pemodelan pengeringan diharapkan dapat menjadi tolak ukur dalam implementasi produksi cascara di perkebunan kopi desa.

MAGOFICENT: Konversi Limbah Agroindustri Menjadi Pakan Bernutrisi dan Pupuk Menggunakan Black Soldier Fly Larvae

Limbah yang disisakan oleh agroindustri sejatinya masih memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan Black Soldier Fly Larvae yang nantinya akan menghasilkan dua produk utama, pakan ternak berprotein tinggi dari biomassa BSFL dan pupuk organik dari sisa-sisa pakan BSFL. Konsep MAGOFICENT

19


Metabolight, edisi Juli 2018

dapat diterapkan dalam mendukung target SDGs untuk realisasi aktifitas produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Cintya Nursyifa Juwitasari Maryam Nazihah 2017 Asia Pacific Agriculture Student Summit

Desain Awal Produksi Antioksidan dan Biomassa Black Soldier Fly Larvae dari Kulit Manggis Mochamad Firmansyah Sophie Anggita Raharjani Juang Arwafa Cita 1st International Best Poster, International Engineering Student Conference 2017 Produksi ekstrak kulit manggis konvensional masih menyisakan limbah padat yang sangat melimpah. Limbah organik ini sejatinya masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku bioproduk. Penerapan konsep biorefinery selanjutnya diterapkan, sehingga diusulkan pengaplikasian produksi biomassa larva lalat tentara hitam yang diberikan pakan limbah padat ekstraksi kulit manggis. Hasil perancangan sistem produksinya ternyata menunjukan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan produksi ekstrak kulit manggis konvensional.

Integrasi Perkebunan Kopi dan Peternakan Lebah Tetragonula Abdurrahman Adam Lina Oktaviani Muhammad Naufal Hakim 3rd Best Poster, 1st Jember International Coffee Conference 2017 Integrasi perkebunan kopi dengan peternakan lebah Trigona sp. ternyata menghasilkan beberapa keuntungan. Lebah dapat meningkatkan polinasi antar pohon kopi sehingga meningkatkan produktivitas buah hingga 15,8%. Lebah Trigona sp. juga menghasilkan produk berupa propolis. Selain itu, diterapkan pula produksi cascara dari limbah pengolahan kopi. Keuntungan yang dihasilkan petani kopi akan semakin besar dengan meningkatnya produksi kopi serta diproduksinya propolis dan cascara. sumber foto: dokumentasi pribadi

20

Penulis: Juang Cita Arawafa Editor: Felicia Tejo


Metabolight, edisi Juli 2018

TEK A TEKI G N G A L N I I L S SA Berapa pe

rtanyaan

1 2

Let’s hav e some fu n yang bisa kamu jaw ! ab?

3

4

5

6

7 8 9

10

11

12

14

13

15

16

17

21


Metabolight, edisi Juli 2018

PERTANYA

Menurun 1. Desa binaan HMRH ITB 3. Unit terkecil makhluk hidup 6. Unit operasi tempat terjadinya reaksi 7. Senyawa antioksidan pada tomat 9. Indonesia memenuhi minimal 80% kebutuhan dunia akan minyak atsiri dari tanaman ini 10. Kebun botani untuk penelitian atau pendidikan 11. Salah satu produk Hevea

brasiliensis

13. Nama majalah ini 15. Studi mengenai aliran materi

AN

Mendatar 2. Proses masuknya air ke dalam biji 3. Salah satu transformasi dalam matematika 5. Teh kulit kopi 8. Salah satu senyawa alkaloid di dalam kopi 10. Metabolit sekunder dengan ciri utama berupa gugus N 12. Cuka 14. Microbial Enhanced Oil

Recovery 16. Monosakarida yang menyusun maltosa 17. Himpunan mahasiswa jurusan yang dahulu menaungi mahasiswa S1 Biologi, Mikrobiologi, dan Rekayasa Hayati

22


DIY

Metabolight, edisi Juli 2018

Fruit Facemasks

Penulis: Natalie Arazella Editor: M. Arief Ardiansyah

Merawat kulit wajah tidak sulit dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal loh, teman! Dengan menggunakan bahan yang mudah ditemukan dan langkah-langkah di bawah ini kalian bisa membuat masker wajah sendiri di rumah. Selain tidak perlu mengeluarkan biaya mahal dan mudah dibuat, masker wajah buatan sendiri juga tidak mengandung banyak bahan kimia yang berbahaya bagi kulit, loh. Salah satu bahan alami atau organik yang sering dijadikan masker wajah adalah buahbuahan. Yuk, kita l i h a t beberapa c a r a m e m b u a t masker wajah dari buahbuahan. Check it out!

1.

Masker Tomat

Cara Membuat: 1. 2 buah tomat merah diblender kemudian tambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan aduk sampai merata 2. Oleskan masker pada bagian wajah kecuali daerah sekitar mata. 3. Diamkan sekitar Âą30 menit, kemudian bilas dengan air hangat

2.Masker Pepaya

Khasiat: Mencerahkan wajah (fun fact: pepaya memilki sifat mencerahkan sel kulit yang baik, loh!) Cara Membuat: 1. Potong buah pepaya secukupnya, lalu haluskan potongan buah pepaya tersebut dengan menggunakan blender 2. Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis apabila ingin menambahkan efek menyegarkan kulit, kemudian aduk sampai merata 3. Oleskan masker pada wajah kecuali pada daerah sekitar mata. Diamkan selama 20 menit dan bilas wajah dengan air Psst, masker pepaya sangat baik digunakan pada malam hari sebelum tidur karena memberikan efek sejuk pada pori-pori wajah, nih. Berniat mencoba?

Khasiat: Melindungi kulit dari sinar ultraviolet 23


Metabolight, edisi Juli 2018

3.

Masker Jeruk dan Kunyit

Khasiat: Jeruk dan kunyit bermanfaat untuk mencerahkan kulit karena memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Kunyit juga memiliki kandungan senyawa flavonoid yang mampu memberikan khasiat sebagai antiaging dan mencerahkan kulit. Cara Membuat: 1. Peras 1 buah jeruk segar, kemudian campurkan dengan bubuk kunyit secukupnya. Aduk campuran tersebut hingga terbentuk pasta 2. Oleskan masker tersebut pada seluruh wajah secara merata. Masker ini dapat didiamkan hingga 12 jam, sehingga disarankan pemakaian dilakukan pada malam hari agar masker dapet dibilas hingga bersih pada keeskoan harinya. Masker jeruk dan kunyit dapat digunakan rutin setiap hari

4.

Masker Lemon dan Garam Dapur

Khasiat: Lemon merupakan salah satu jenis jeruk yang memiliki aroma yang khas sebagai aromaterapi pada masker yang menenangkan. Lemon juga mengandung vitamin C yang sangat tinggi, bahkan lebih dari jeruk biasa. Selain itu, lemon dapat mengurangi minyak pada kulit wajah, sehingga dapat 24

terhindar dari jerawat maupun komedo. Sementara itu, garam dapur yang digunakan dapat berfungsi sebagai exfoliator loh, teman! Cara Membuat: 1. Peras buah lemon, kemudian tambahkan sedikit garam dapur dan aduk hingga merata 2. Oleskan masker tersebut pada wajah, tunggu 10 menit, lalu bilas dengan air bersih

5.Masker Strawberry

Khasiat: Buah Strawberry mengandung zat ellagic yang sangat baik untuk mengatasi flek hitam pada kulit wajah. Selain itu buah strawberry juga sangat ampuh untuk mengatasi kulit kusam akibat kerusakan serta dapat membantu menyembuhkan bekas luka akibat jerawat dan komedo! Cara Membuat: 1. Siapkan beberapa buah strawberry sesuai kebutuhan 2. Haluskan buah strawberry dengan menggunakan blender, kemudian campurkan sedikit susu hingga menjadi kental. Aduk hingga merata 3. Oleskan masker pada seluruh wajah kecuali pada daerah sekitar mata. Diamkan selama 10 menit, lalu bilas wajah dengan air bersih.


Metabolight, edisi Juli 2018

Setengah Dasawarsa HMRH Konon mahasiswa program studi Rekayasa Hayati ITB generasi mula (angkatan 2010 s/d 2011) sangat ingin berhimpun secara mandiri dalam suatu wadah yang resmi. Maka pada tahun 2013 Himpunan Mahasiswa Biologi ‘NYMPHAEA’ memutuskan untuk melahirkan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati atau disingkat HMRH. Tertanggal 27 Maret 2018 silam, kamipun dengan bangga merayakan setengah dasawarsa HMRH. HMRH mendapat kehormatan untuk menginisiasi pembentukan dan melaksanakan Olimpiade Jatinangor pada tahun 2015. Kegiatan ini sematamata dilakukan sebagai usaha untuk mewujudkan persatuan di kalangan massa kampus ITB Jatinangor. Eksekusi yang prima dari agenda tersebut bahkan membuat Kabinet KM ITB menjadikan acara ini sebagai agenda dwi-tahunan yang wajib ada di kampus ITB Jatinangor. Serangkaian rekam jejak ini membuktikan bahwa HMRH senantiasa berusaha untuk menjadi wadah yang mumpuni bagi pengembangan diri setiap anggotanya baik dalam 3 aspek utama, yakni akademik, keprofesian, dan pengembangan soft skills. Konsistensi ini pun berbuah manis hingga HMRH dianugerahi penghargaan Ganesha Adarma Abiwara (Himpunan dengan Rekam Jejak Terbaik pada Bidang Akademik, Sains dan Teknologi) pada Malam Apresiasi KM ITB Januari 2018 lalu. HMRH juga berhasil mendapatkan predikat sebagai jawara ketiga Liga Prestasi KM ITB yang menandakan tingginya semangat berkarya yang dimiliki oleh para anggotanya. Bersenda gurau sambil berlelah-lelah di sela-sela kesibukan kepanitiaan wisuda, acara kaderisasi, BE Summit hingga di tengah kerasnya tempaan akademik akhirnya amat kami syukuri selama kami

berhimpun di himpunan tertua ITB Jatinangor ini. Ibarat sebuah kereta, walaupun pada setiap tujuan tertentu akan ada orang yang naik dan turun, kereta HMRH akan tetap terus berjalan dengan masinis yang berbeda-beda namun dengan suatu mimpi besar yang sama, yaitu HMRH Jaya! Sebagai penutup, izinkan kami mengutip sedikit tulisan dari Endang Rahmat (BE 2012) yang merupakan Ketua Himpunan periode 2015/2016. “Janganlah pernah mengharap sesuatu dari HMRH, karena kalian tidak akan mendapatkannya saat itu juga. Tugas kita hanyalah fokus berproses. HMRH adalah tempat berinvestasi yang hasilnya akan kalian rasakan di kemudian hari.” Semoga dengan memasuki setengah dasawarsa, HMRH tetap dan akan semakin jaya! “HMRH, Jaya! HMRH, Jaya! HMRH, Jaya!” Ucapan terima kasih khusus kepada Mochamad Firmansyah (BE 2013, Ketua Himpunan periode 2015/2016) atas segala inspirasi dan kutipannya lewat buku “Lima Tahun HMRH ITB, Sebuah Estafet Perjuangan)

Penulis: Izmi Nur Istiqomah, Theresa Amorita, Maryam Nazihah Editor: M. Arief Ardiansyah

25


Metabolight, edisi Juli 2018

Kegiatan kunjungan industri ke penyulingan minyak atsiri CV. Pavettia, Subang (sumber: dokumentasi HMRH)

26


Metabolight, edisi Juli 2018

?

what is

BIOENGINEERING

Rekayasa Hayati merupakan interdisiplin ilmu kehayatan dan teknik yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bio-sistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat biosistem. Begitulah definisi Bioengineering menurut Kurikulum RH 2013. Lantas seperti apa pengertian Bioengineering di mata mereka yang terjun langsung didalamnya?

Namanya Annisa Ratna Nurillah, S.T.,

M.Sc.

merupakan

alumni

Penganalogian ini tentu bukan

Rekayasa

Hayati

tanpa alasan. Pasalnya pada generasi

ITB angkatan pertama (2010) yang

awal program studi ini, satu-satunya

kemudian

makhluk

program

Ia

ya bioreaktor,” lanjut beliau.

studi

berhasil

mengambil

hidup

yang

mungkin

gelar Master di bidang Biologi dari

dieksplorasi adalah tumbuhan. Kultur

Universiteit

tumbuhan secara in vitro menjadi

Leiden,

Belanda.

Kini

perempuan yang akrab disapa dengan

fokus

sapaan Kak Sinan ini telah menjadi

sebagai satu-satunya sistem kontrol

salah satu dosen di program studi

sederhana yang mungkin dilakukan

S1 tempat ia ditempa dahulu. Lantas

pada masa itu. Oleh karena itu sangat

seperti apakah definisi Bioengineering

wajar

dari sudut pandang sang dosen yang

kala itu sangat diidentikkan dengan

juga merupakan alumni program studi

bioreaktor semata.

ini?

yang

tak

apabila

dapat

Bioengineering

Adapun kini, “Waktu

saya

masih

menjadi

berdiri,

terelakkan

ITB

setelah 7 tahun

Bioengineering ITB sudah

mahasiswa, Bioengineering ITB itu

bergerak ke arah yang lebih kompleks.

seperti bioteknologi tumbuhan. Intinya

“Kalau sekarang Bioengineering itu

adalah

berhubungan

sudah bukan terbatas pada bioreaktor

dengan sistem terkontrol yang sifatnya

saja, tetapi juga berbagai unit proses

ke arah perbanyakan biomassa dan

yang ada didalamnya. Ada bioseparasi,

produksi

proses

apapun

yang

metabolit,”

ungkap

Kak

Sinan. “Simpelnya, Bioengineering itu

isolasi,

manipulasi

supaya

biomassa meningkat, hingga proses

27


Metabolight, edisi Juli 2018

pemilihan unit proses yang sesuai,”

dalam

ujar perempuan penerima beasiswa

yang kita tekuni,” ungkap Kak Sinan.

LPDP tahun 2015 ini.

Para praktisi yang dimaksud misalnya

Pembelajaran terhadap makhluk

dunia

Bioengineering seperti

orang-orang

yang

memproduksi

hidup lain seperti hewan dan mikroba

minyak dari alga, memiliki industri

memang

tetapi

perbanyakan biomassa menggunakan

fokus utamanya masih berada pada

bioreaktor, dan sebagainya. Hal ini

sektor tumbuhan. “Memang concern

beliau sarankan sebab beliau ingin para

utamanya masih ke arah tumbuhan,

mahasiswanya mendapatkan pandangan

tetapi sekarang lebih jelas partisinya

yang lebih luas dan lebih komplit terkait

sehingga melihat Bioengineering lebih

Bioengineering itu sendiri.

sudah

dilakukan,

kompleks dibanding ketika masa S1 dulu,” tutur Kak Sinan.

para mahasiswa Bioengineering ITB

Kak Sinan juga menyampaikan

Bioengineering

kalau

Kak Sinan juga menyarankan agar

ITB

berbeda

mengambil studi S2 entah pada bidang apapun

yang

disukai.

“(Alasannya)

dengan Bioprocess Engineering yang

karena pasti secara ngga sadar akan

sudah ada di kampus-kampus lain.

menghubungkan bidang S2 tersebut

Pasalnya

terjadi

dengan bidang kalian di S1. Nanti kalau

di Bioengineering ITB jauh lebih luas

sudah lulus kembalilah kesini dan jadi

daripada sekedar perekayasaan proses

pengajar disini,” ujar dosen yang sedang

belaka. Seorang sarjana Bioengineer

dalam proses pencarian studi S3 dalam

ITB diharapkan tak sekedar mampu

bidang Bioengineering ini.

perekayasan

yang

merekayasa kondisi operasi, tetapi

Begitulah definisi Bioengineering

juga melakukan perekayasaan mulai

ITB

dari

organ,

pernah menjadi mahasiswa sekaligus

lingkungan

tengah menjadi dosen di program studi

keseluruhan.

ini. Semoga Kak Sinan selalu dilancarkan

tingkat

hingga

sel,

ekosistem

biosistemnya

jaringan, dan

secara

dari

kacamata

Maka dari itu Bioengineering ITB juga

hingga

bisa

Bioengineering

didekati

dengan

nomenklatur

Bio-system Engineering. menyampaikan

meraih yang

harapan-

harapannya terhadap Bioengineering

PhD

diinginkannya.

maju hingga dapat memenuhi ekspektasi tinggi yang diberikan oleh pihak-pihak lain diluar sana.

ITB. “Harapannya kuliah tamu bisa diperbanyak mungkin (sekitar) sebulan sekali. Kita bisa mengundang para

Pewawancara: Arsy Elia Pertiwi

praktisi baik dari dalam maupun luar

Penulis: M. Arief Ardiansyah

negeri yang benar-benar berkecimpung

28

gelar

yang

Semoga Bioengineering ITB semakin

Sebagai alumni, Kak Sinan pun turut

berhasil

seseorang


Metabolight, edisi Juli 2018

by Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati ITB

hmrh.sith.itb.ac.id HMRH ITB (@hmrhitb) Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati hmrhjaya@gmail.com HMRH_ITB

HIMPUNAN MAHASISWA REKAYASA HAYATI ITB Labtek IA ITB Jatinangor Jalan Let. Jen. Purn. Dr. (HC) Mashudi no. 1 / Jalan Raya Jatinangor KM 20,75, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363 - Indonesia

29


the

Metabolight, edisi Juli 2018

team

Izmi Nur Istiqomah 11214030 Pemimpin Umum

Felicia Tejo 11215033 Pemimpin Redaksi Arief Ardiansyah Ragil Anas Islamudin 11215006 11215010 Redaktur Pelaksana Koordinator Fotografer REDAKTUR&REPORTER

Cintya Nursyifa 11214007

Natalie Arazella 11214028

Arsy Elia Pertiwi Juang Arawafa Cita 11215016 11215017

Lilla Dea Pratiwi 11216037 30

TIM FOTOGRAFER

Lina Oktaviani Diah A. Prawitasari 11214022 11215036


Metabolight, edisi Juli 2018

Kevin Sumendap 11214033 Editor Visual LAYOUT&ILLUSTRATOR

Jessica 11214004

Hafez Habiburrohman 11214009

Lestari Aprina 11214015

A. A. Shafiranisa 11215001

Rifqi H. Dewanto 11216009

Kelvin Alfianza 11216014

Tjokorda Indira 11214020

PRODUKSI&OPERASIONAL

Wahyu Zuliansah 11214013

Sherly 11214021

Nynsca Shalsabila 11216012

Abdullah Almashyur 11216015

SPONSORSHIP

Syakina Shalsabila Putu Wicaksana Adi 11214031 11216036

31


Metabolight, edisi Juli 2018

HIMPUNAN MAHASISWA REKAYASA HAYATI 2018

Metabolight Edisi 2  

Metabolight merupakan majalah Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB. Pada tahun 2018 ini diterbitkan edisi 2 yang bertemakan valoris...

Metabolight Edisi 2  

Metabolight merupakan majalah Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB. Pada tahun 2018 ini diterbitkan edisi 2 yang bertemakan valoris...

Advertisement