Issuu on Google+

DIvisi Media dan Informasi HMP Pangripta Loka ITB hmpcitizen @ymail.com www.hmp.pl.itb.ac.id


NEW LOGO OF

NEW ERA . NEW CONCEPT


oleh : adzani HMP 15409050

6


8


10


“SAPPK, SKETSA telah tiba Ayo semua semangat dijaa SAPPK, pasti kita bisa Jalani semua dengan bahagia S-A-P-P-K! Nu aing! Ayo kita main S-A-P-P-K! Nu aing! SKETSA tiga kali SAPPK 2010! SKETSA, SKETSA, SKETSA!”

fenomena awal sebuah regenerasi

Teriakan lantang untaian kata-kata di atas menggema dari sisi tenggara kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Tampak mahasiswamahasiswi sedang berbaris rapi dengan memakai atribut yang berbentuk seragam. Rupanya, mahasiswa-mahasiswi Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) angkatan 2010 sedang menjalani kaderisasi wilayah yang bernama SKETSA 2010.

memenuhi beberapa poin RUK tingkat 1, tujuan diadakannya kaderisasi wilayah adalah memberikan fasilitas kepada mahasiswa TPB SAPPK untuk lebih mengenal kehidupan setelah penjurusan seperti perkuliahan di dalam program studi, aktivitas himpunan jurusan, dan prospek kerja dari kedua jurusan setelah menjadi sarjana,” ujar Eka.

SKETSA 2010 merupakan singkatan dari Semangat Kebersamaan Interaksi SAPPK 2010. Kaderisasi wilayah ini diselenggarakan oleh dua himpunan jurusan di SAPPK, yaitu Ikatan Mahsiswa Arsitektur Gunadharma (IMA-G) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi Pangripta Loka (HMP). Menurut Eka Darma Kusuma, selaku Ketua Panitia SKETSA 2010, kaderisasi wilayah ini diadakan untuk memenuhi RUK tingkat 1 KM ITB yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan. “Selain untuk

oleh : ceisy alfiani HMP 15409030

Menurut Reza Ambardi Pradana, Wakil Ketua Panitia SKETSA 2010, SKETSA 2010 mempunyai grand design “Ilmu sebagai Bekal untuk Berbagi Manfaat dengan Orang Lain”. Grand design ini yang menjadi landasan untuk menyusun materi dalam acara SKETSA 2010. Materi-materi yang disampaikan di dalam SKETSA 2010 adalah materi visi dan misi hidup, pengenalan program studi, pengenalan himpunan jurusan, dan pengenalan prospek kerja. “Penyampaiannya mayoritas lewat seminar, talkshow, dan yang berbeda dari SKETSA 2010 adalah adanya simulasi jurusan Arsitektur dan Planologi,” ujar Reza


yang akrab dipanggil Caca. Garis besar mater-materi yang disampaikan tidak dilakukan dalam satu kali pertemuan, melainkan dipecah menjadi empat kali pertemuan. SKETSA 2010 dimulai dari tanggal 29 April 2011 dengan upacara pembukaan di Amphi Theater Arsitektur dan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi visi dan misi hidup oleh unit-unit agam di ITB. Esoknya, tanggal 30 April 2011, acara SKETSA 2010 berisi penyampaian materi tentang pengenalan tiurma juniar program studi oleh Tipenyampai materi prodi urma Juniar dari jurusan Planologi simulasi jurusan panologi dan Wahyu “ perencanaan tapak “ dari jurusan Arsitektur. Hari ke-3, tanggal 1 Mei 2011, materi yang disampaikan adalah mengenai manfaat himpunan yang disampaikan dari sudut pandang mahasiswa dan alumni. Selain itu, di hari ke-3 ada simulasi jurusan Planologi dan Arsitektur yang merupakan metode baru untuk menyampaikan materi pengenalan program studi dan menjadi favorit di antara peserta SKETSA 2010. Di hari terakhir, mahasiswa-mahaiswi TPB SAPPK 2010 mengikuti permainan “Amazing Race” yang memiliki tema “Treasure Hunt”.

jaran dalam SKETSA 2010 tidak hanya dirasakan oleh peserta, namun dirasakan juga oleh panitia. Tanggapan positif juga dilontarkan oleh peserta, salah satunya oleh Adelia Sabrina (Dea), SAPPK angkatan 2010. “Bagus banget

salah satu peserta SKETSA 2010

salah satu pos dalam amazing race, peserta diberikan game menarik disetiap pos

acaranya, terima kasih atas kerja keras panitia,” ungkap Dea, “kita jadi lebih yakin sama jurusan yang dipilih karena jadi tau tantangan di jurusan yang kita pilih.” Perjuangan SAPPK angkatan 2010 tidak hanya sampai di hari terakhir SKETSA 2010. Mereka saat ini masih mempersiapkan final project sebagai acara puncak dari seluruh kegiatan SKETSA 2010. “Final project menekan alur kebersamaan agar peserta tau gimana rasanya terlibat dalam kepanitiaan,” ujar Eka, “kita juga pengen mereka punya kenangan di masa-masa TPB mereka dan semoga dengan acara ini mereka punya.”

SKETSA 2010 memberikan kesan bagi para peserta dan panitia. Menurut Eka, pembela-

12


14


Oleh : Rizky Ardian Hidayat HMP 15408016

18


galeri


kita yang dahulu RA Di tahun 2004 -2007

Narasumber : Ayudia Triwardhani HMP 15406060 oleh : Rizky Ardian Hidayat HMP 15408016

Mungkin saat ini, RA yang merupakan kepanjangan dari Rapat Anggota adalah salah satu hal yang sedang in dan jadi hot news di himpunan kita. Keberadaan RA tertunda yang hadir di saat sekarang ini membuat kita semakin dekat dengan isu RA. RA LPJ BP Tizar Bijaksana telah kita laksanakan dan now playing RA Proker BP Adhamaski Pangeran. Tapi sebelumnya, temen-temen tau ga sih RA beberapa tahun lalu tuh kaya gimana? Nah kali ini tim citizen berhasil mewawancarai kak Ayudia Triwardhani HMP060, atau yang akrab kita panggil ka Ayu untuk berbagi pengalaman selama menjadi anggota biasa HMP. Cerita berawal dari RA kepengurusan BP 2004 atau dengan kata lain RA pertamanya anggota HMP angkatan 2006. RA dilaksanakan di RSG dan dilakukan semalaman dari sabtu pagi menjelang siang sekitar jam 11-12an sampai hari minggu shubuh atau biasa disebut RA sampai mampus. Namun pada RA tahun berikutnya, pelaksanaannya ga cuma semalaman lagi tapi jadi dua malam. Ketika tim citizen bertanya mengenai kekondusifan dengan waktu semalam ini, “kondusif ga kondusif sih, makin malem makin panas biasanya orang-orangnya”, jawab Ka Ayu. Jadi semakin malam, situasinya makin panas. Nah, karena RA diadakan semalam suntuk seperti ini jadi sebenernya banyak yang ke-skip, tidak begitu mendetail. Mungkin hal ini dikarenakan efek dari capek mikir karena RA ini kan sudah mulai dari siang hari jadi wajar saja banyak yang agak-agak skip. Tapi biasanya untuk evaluasi kinerja yang besar dan memang banyak yang dirasa kurang, pasti dibahas dengan jelas dan mendetail.

RA LPJ erat kaitannya dengan bantai-bantaian. Apalagi jika swasta telah datang suasana makin memanas. Hal ini dapat dilihat dari cara mengungkapkan pendapat dengan nada tinggi atau dengan suara teriak bahkan sampai ada yang banting kursi. Tapi hal itu sudah menjadi hal yang biasa karena luapan emosi dan uneg-uneg yang tiba-tiba keluar karena merasa kinerja BP tersebut masih kurang. Nah tanggapan dari BP-nya sendiri melihat tanggapan dari warga seperti itu sangat variatif. “Ada yang nerima2 aja, ada yang mengakui kesalahannya, ada yang tetap keras dan ga ngerasa salah” ungkap ka Ayu. Nah untuk angkatan termuda biasanya sudah pernah mengalami kerja bareng bersama BP yang terkait sekitar 4-5 bulan. Jadi sudah ada gambaran mengenai kinjerja BP tersebut. Tapi ada satu waktu dimana angkatan termuda belum sempat mengalami kerja bareng BP yaitu ketika BP LPJ 2005 dan yang jadi anggota termuda adalah 2007. Jadi 2007 masuk ke HMP langsung disajikan dengan RA karena memang pada saat itu ada beberapa kendala dengan BP dan MPABnya. Untuk RA proker, paling untuk anggota-anggotanya masih banyak yang ga aware untuk jumlah proker yang diajukan jadi pas pelaksanaannya baru terasa kalo jumlah proker yang dijalankan terlalu banyak. Nah RA sekarang kan ada konsumsi dan ada yang danus, kalo RA yang dulu belum dilengkapi dengan konsumsi. Harapan untuk RA kedepannya, “RA itu kan pemegang kekuasaan tertinggi, yaa semoga semua warga HMP menyadari itu, dateng RA bukan cuma karena buat memenuhi kuorum, tapi karena menyadari fungsi RA itu apa, Semoga RA selanjutnya bisa semakin optimal dan ga ada kendala dengan yang namanya susah kuorum” ungkap gadis kelahiran Bandung 6 Oktober 1988 ini.

20


wajah kita Senator merupakan perwakilan lembaga dan disini bertindak sebagai perwakilan HMP di dalam Kongres KM ITB. Hal ini diatur dalam Konsepsi dan AD/ART KM ITB. Senator sendiri memiliki beberapa peran yaitu selain sebagai perwakilan, representasi segala bentuk sikap himpunan, pengawas sistem keberjalanan Kemahasiswaan Terpusat, Perumusan Arah Gerak kemahasiswaan Terpusat, Pengelola aspirasi lembaga, Penjemput informasi dan Pengumpan Informasi, dan lain – lain yang cukup banyak jika harus saya tuliskan satu persatu di sini. Dari sini dapat saya simpulkan bahwa senator memiliki fungsi sebagai berikut : a. Fungsi Pengawasan Mengawasi keberjalan KM ITB secara menyeluruh, sehingga dalam tubuh Kongres, Senator inilah yang memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan serta penentuan sikap massa kampus terhadap keberjalanan Kabinet KM ITB yang berefek pada keseluruhan kegiatan kemahasiswaan yang ada di kampus ini. b. Fungsi Bendahara Mengawasi keberjalanan pengelolaan dana yang ada dalam tubuh Kabinet dan memberikan intervensi jika dirasa perlu terhadap besarnya dana yang digunakan, sehingga saya rasa akan memiliki sedikit fungsi dari bendahara c. Fungsi Aspirasi Mengakomodir bentuk aspirasi dari warga himpunan. Kemudian menjadikannya kekuatan dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengawas maupun sebagai penentu kebijakan dan sikap massa kampus pada akhirnya. Dan dengan fungsi ini dirasa sangat perlu didukung oleh Warga Himpunan (HMP) dalam pelaksanaannya. d. Fungsi Media, Sosialisasi, dan Hubungan Luar Membangun hubungan luar yang baik dengan sesama mahasiswa dalam satu KM ITB, menginformasikan hal – hal yang ada dan berkembang dalam Kampus ini. Yang cukup

berat adalah penginformasian ini selalu muncul dan akibatnya Senator harus selalu tanggap dan siap dalam memberikan informasi yang mayoritas juga MEMERLUKAN kepekaan warganya untuk mengkritisi dan memberikan inputan kembali bagi Senatornya. Fungsi hublu juga dilaksanakan seperti kehadiran dalam forsil, pembangunan hubungan dengan himpunan dan unit lainnya.

SENATOR BUKAN DEWA (REGENERASI SENATOR DIPERTANYAKAN)

oleh Adityo Sumaryadi - HMP 15408032

e. Fungsi Representasi Karena tugasnya sebagai perwakilan himpunan, maka sangat erat dengan identitas himpunan yang dibawanya. Senator harus menjaga kinerja, attitude, dan keterwakilan lembaganya karena cukup sering bersentuhan langsung dengan kabinet maupun massa kampus lainnya. Disini menjadi krusial karena Senator juga berperan serta dalam membentuk kebanggaan HMP dalam internal kampus maupun dalam eksternal kampus. f. Fungsi Kajian dan Perbaikan Fungsi ini merupakan hal wajib yang dimiliki oleh Senator. Namun ditekankan bahwa fungsi kajian ini menghasilkan kajian yang konkrit dan memiliki efek yang besar dalam keberjalanan Kemahasiswaan di Kampus kita. Untuk itulah kenapa ada Komisi Perbaikan Sistem, yang artinya segala hal yang ada saat ini dalam kemahasiswaan Kampus kita dirasa ada yang perlu diperbaiki, Senator – Senator inilah yang bertugas untuk memperbaikinya. Dan ternyata memang sangat banyak hal yang harus dibereskan dalam Sistem Kemahasiswaan kita saat ini. g. Fungsi Pendinamisasi dan Pensuasanaan


Fungsi ini adalah fungsi yang dimiliki oleh Senator – senator bagaimana mensuasanakan, menetralisir, dan mendinamisasi apa –apa saja yang berkembang dan dirasa penting untuk menggerakkan maupun menenangkan kondisi kemahasiswaan di Kampus ITB ini. Dan masih banyak yang lainnya. Dari sini dapat saya simpulkan, seperti tulisan dari mantan senator Patra yaitu Samuel Zulkifly, bahwa SENATOR = BP + DPA

kongres ITB 2011 - 2012

Dengan kuantitas kerja yang sangat banyak, dimana terdapat hampir 300 rapat dalam satu periode kongres ini, maka dapat kita pahami bahwa Senator memiliki tanggung jawab yang besar. Tidak mungkin ketika Senator bekerja sendiri tanpa dibantu oleh tim senator. Namun image dari Senator ini sendiri kurang terbentuk di dalam himpunan kita, HMP. Hal ini dapat kita lihat dari Pemilu yang belum sempat diadakan, padahal pemilu ini sangat penting dalam membantu fungsi representasi senator ini. Dan jika kita amati secara lebih detail, permasalahannya mungkin bukan pada waktu pelaksanaan, tetapi pada kemauan dan ketertarikan mahasiswa sekarang dengan kegiatan kemahasiswaan yang berbau sosial dan politik. Dengan realita yang seperti ini, seorang Senator sangat perlu

mendapat dukungan dan sudah sepantasnya sebagai himpunan, warga membantu keberjalanan fungsi dari Senator ini dan membantu dalam membentuk Citra Senator agar kedepannya warga lebih peka dan tanggap serta regenerasi tentang Senator tidak dipertanyakan kembali. Padahal perlu disadari bahwa Senator juga mahasiswa biasa yang memiliki beban kuliah, keluarga, dan kehidupan yang sama dengan teman – teman lainnya. Jadi bukan alasan ketika kita berbicara masalah Regenerasi Senator, yang dimunculkan adalah ketakutan dalam mengemban tugas yang berat. Tulisan ini bukan untuk mengkritik, namun untuk membentuk kesadaran dan kepekaan, bahwa fungsi dari senator yang sedemikian penting, akan sangat disayangkan jika dalam Regenerasinya mengalami kesulitan. Kita tentu tidak mau memiliki seorang wakil yang tidak kompeten dengan perannya yang sedemikian besar untuk KM ITB. Maka perlu kita sadari dan renungi bahwa… SENATOR BUKAN TUMBAL, SENATOR BUKAN DEWA Kebanggaan Maroonku… Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

22


Oleh : Eka Darma Kusuma - HMP 15408004

24


kata mereka tentang picul


kata mereka tentang adila

26


27



Citizen #1 - RA